LAPORAN TUGAS ORGANISASI SISTEM KOMPUTER CONTROL UNIT

Kelompok 2 : Adam Asshidiq Gandhi Dhanu Y Krisna Wavin Novi Estu Wardani Rufaida Sholikhah (M0509001) (M0509031) (M0509041) (M0509049) (M0509061)

Jurusan Teknik Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret Surakarta 2010

Pada awal-awal desain komputer. Proses tiga langkah karakteristik unit control: 1. CU diimplementasikan sebagai sebuah microprogram yang disimpan di dalam tempat penyimpanan kontrol (control store). ALU. Mengambil instruksi-instruksi dari memori utama. Menjelaskan operasi mikro yang akan dilakukan prosesor 3. Mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau perbandingan logika serta mengawasi kerja. Mengambil data dari memori utama kalau diperlukan oleh proses. bus dan peralatan input/output di luar chip. 5.CU) adalah salah satu bagian dari CPU yang bertugas untuk memberikan arahan / kendali / kontrol terhadap operasi yang dilakukan di bagian ALU (Arithmetic Logical Unit) di dalam CPU tersebut. Mengatur dan mengendalikan alat-alat input dan output. Pada komputer modern. CU diimplementasikan sebagai ad-hoc logic yang susah untuk didesain. Menentukan elemen dasar prosesor 2. register instruksi. Menyimpan hasil proses ke memori utama. setiap subsistem ini telah memiliki kontrolernya masing-masing. Beberapa word dari microprogram dipilih oleh microsequencer dan bit yang datang dari word-word tersebut akan secara langsung mengontrol bagian-bagian berbeda dari perangkat tersebut. 4.CONTROL UNIT (CU) Unit kontrol (bahasa Inggris: Control Unit . termasuk di antaranya adalah register. 3. Menentukan fungsi-fungsi yang harus dilakukan unit control agar menyebabkan pembentukan operasi mikro . Output dari CU ini akan mengatur aktivitas dari bagian lainnya dari perangkat CPU tersebut. 2. dengan CU sebagai pemantaunya (supervisor). Tugas dari CU adalah sebagai berikut: 1. Sekarang.

. Keluaran-keluaran unit control: • Sinyal control didalam prosesor: terdiri dari dua macam: sinyal-sinyal yang menyebabkan data dipindahkan dari register yang satu keregister yang lainnya. Register instruksi opcode instruksi saat itu digunakan untuk menentukan operasi mikro mana yang akan dilakukan selama siklus eksekusi. Clock / pewaktu pewaktu adalah cara unit control dalam menjaga waktunya.Masukan-masukan unit control: 1. 4. Unit control menyebabkan sebuah operasi mikro (atau sejumlah operasi mikro yang bersamaan) dibentuk bagi setiap pulsa waktu. 2. Flag flag ini diperlukan oleh unit control untuk menentukan status prosesor dan hasil operasi ALU sebelumnya. Sinyal control untuk mengontrol bus Bagian bus control bus system memberikan sinyal-sinyal ke unit control. Pulsa ini dikenal sebagai waktu siklus prosesor. dan sinyal-sinyal yang dapat mengaktifasi fungsi-fungsi ALU tertentu. seperti sinyal-sinyal interupsi dan acknowledgement. 3.

sinyal ini juga terdiri dari dua macam: sinyal control bagi memori dan sinyal control bagi modu-modul I/O .• Sinyal control bagi bus control.

Dengan demikian fungsi boolean masing-masing control line hanya merupakan fungsi dari opcode saja. dan “beq” (branching). Multi-Cycle CU Berbeda dengan unit kontrol yang single-cycle. Ada dua bagian pada unit kontrol ini. Dengan memperhatikan state dan opcode. Jadi akan terdapat banyak fungsi boolean. Misalnya jika melibatkan memori ”R-format” atau ”lw” maka akan sinyal ”Regwrite” akan aktif. dan pemberian sinyal kontrol berdasarkan jenis instruksinya (yaitu gerbang OR). yaitu “ALUSrc”. Pada cycle ini. maka dari itu tidak memerlukan state. unit kontrol yang multicycle lebih memiliki banyak fungsi.Macam-macam CU Single-Cycle CU Proses di Single-Cycle CU ini hanya terjadi dalam satu clock cycle. dan masing-masingnya tidak sederhana. “sw” (menulis ke memori). . artinya setiap instruksi ada pada satu cycle. sinyal kontrol tidak lagi ditentukan dengan melihat pada bit-bit instruksinya. Bit-bit opcode memberitahukan operasi apa yang selanjutnya akan dijalankan CPU. Clock cycle harus mempunyai panjang yang sama untuk setiap jenis instruksi. Desain single-cycle ini lebih dapat bekerja dengan baik dan benar tetapi cycle ini tidak efisien. Masing-masingnya akan menjadi fungsi dari 10 buah input logic. yaitu proses men-decode opcode untuk mengelompokkannya menjadi 4 macam instruksi (yaitu di gerbang AND). “lw” (membaca memori). Hal lain jika melibatkan memori “lw” atau “sw” maka akan diberi sinyal kontrol ke ALU. Keempat jenis instruksi adalah “Rformat” (berhubungan dengan register). fungsi boolean dari masing-masing output control line dapat ditentukan. Sinyal kontrol yang dihasilkan bergantung pada jenis instruksinya.

seperti clock. Sinyal keluaran yang dihasilkan akan mengendalikan sistem kerja komputer. Setiap instruksi memiliki opcode yang yang berbeda-beda. intinya digunakan untuk sinkronisasi kerja masing-masing bagian. Sinyal-sinyal input tersebut. Masalah dalam Merancang Implementasi Hardwired: • • • • Memiliki kompleksitas dalam pengurutan dan operasi mikronya Sulit didesain dan dilakukan pengetesan Tidak fleksibel Sulit untuk menambahkan instruksi baru Jadi secara garis besar: • • Intinya unit control merupakan rangkaian kombinatorial Sinyal-sinyal logika inputnya akan dikodekan menjadi sekumpulan sinyal-sinyal logika output yang merupakan sinyal-sinyal kontrol ke system computer . register instruction. Sinyal-sinyal logika inputnya akan didekodekan menjadi sinyal-sinyal logika output. dan sinyal kontrol merupakan input bagi unit kontrol untuk mengetahui status komputer. Pulsa waktu ini digunakan untuk mengukur durasi setiap operasi mikro yang dijalankan CPU.Implementasi Unit Kontrol 1. yang merupakan sinyal-sinyal kontrol ke sistem komputer. N buah input biner akan menghasilkan 2N output biner. Pewaktu unit kontrol mengeluarkan rangkaian pulsa yang periodik. flag. Opcode yang berbeda dalam instruksi akan menghasilkan sinyal kontrol yang berbeda pula. Implementasi hardwired Unit kontrol merupakan rangkaian kombinatorial.

• • • • • • • • Input unit control meliputi sinyal-sinyal register instruksi. Implementasi microprogrammed Implementasi yang paling reliabel saat ini adalah implementasi microprogrammed. fungsi–fungsi pengontrolan tidak berdasarkan dekode dari input unit kontrol lagi. Teknik ini dapat menjawab kesulitan–kesulitan yang ditemui dalam implementasi hardwired. Selain itu. Sinyal-sinyal tersebut sebagai masukkan bagi unit control dalam Selanjutnya dikodekan manghasilkan sinyal keluaran untuk n buah input biner akan menghasilkan 2n output biner setiap instruksi memiliki opcode yang berbeda – beda opcode yang berbeda dalam setiap instruksi akan menghasilkan pewaktu unit control mengeluarkan rangkaian pulsa yang pulsa waktu ini digunakan untuk mengukur durasi setiap operasi pewaktu. Jadi secara garis besar: • • Unit control memerlukan sebuah memori untuk menyimpan Fungsi-fungsi pengontrolan dilakukan berdasarkan program program controlnya control yang tersimpan pada unit control . Fungsi–fungsi pengontrolan dilakukan berdasarkan program kontrol yang tersimpan pada unit kontrol. Unit kontrol memerlukan sebuah memori untuk menyimpan program kontrolnya. intinya digunakan untuk sinkronisasi kerja masing – masing bagian 2. flag dan sinyal bus control mengetahui status computer mengendalikan system kerja computer sinyal control yang berbeda pula periodic mikro yang dijalankan CPU.

maka komputer tersebut menjalankan operasi bootstrap. Instruksi-intruksi dibaca dari memory dan dieksekusi sesuai dengan urutan penyimpanannya. Program counter dari suatu computer menyediakan suatu cara untuk menyimpan lokasi instruksi berikutnya. subjek (komputernya) b. Sebuah intruksi merupakan kalimat imperatif pendek yang sudah dapat menjelaskan makna dari perintah tersebut.• • Fungsi-fungsi pengontrolan tidak berdasarkan decode dari input Teknik ini dapat menjawab kesulitan-kesulitan yang ditemui unit control lagi dalam implementasi hardwired CARA KERJA CONTROL UNIT Ketika sebuah komputer pertama kali diaktifkan power-nya. verb (suatu kode operasi yang mengindikasikan pekerjaan apa yang akan dilaksanakan) c. objek (operands) yang mengidentifikasikan nilai data atau lokasi memory. operation code akan mengaktifkan urutan logic untuk mengeksekusi intruksi-intruksi tersebut. Urutan eksekusi berubah dengan memindah lokasi intruksi baru ke program counter sebelum pembacaan (fetch) instruksi dikerjakan. Operasi ini akan membaca sebuah instruksi dari suatu lokasi memory yang telah diketahui sebelumnya dan mentransfer instruksi tersebut ke control unit untuk dieksekusi. . Suatu intruksi terdiri dari : a. Ketika intruksi-intruksi diterima oleh Control Unit.

Sedangkan untuk setiap instruction cycle terdiri dari beberapa sub cycle lagi seperti ftech cycle. PC. Untuk lebih jelasnya. MBR. indirect cycle. Micro operation bekerja antar register untuk membentuk suatu sub cycle. IR) serta komponen lainnya seperti ALU dan setiap micro operation diwakilkan oleh satu control signal. seperti di bawah ini : Setiap control signal yang ada sebenarnya berfungsi sebagai switch untuk menghubungkan beberapa regsiter (MAR.Satu eksekusi program terdiri dari beberapa instruction cycle yang menjadi komponen penyusun dari program tersebut. execute cucle. sebagai contoh fetch cycle : 1. dan interrupt cycle. Setiap sub cycle ini disusun dari beberapa perintah dasar yang disebut micro operation. T1 : MAR  (PC) .

seperti gambar di bawah ini : . T3 : IR  (MBR) Sebagai contoh sederhana dari control signal seperti bagan di bawah ini : Untuk ftech cycle.2. Pada hardwire implementation control unit sebagai combinatorial circuit yang dibuat berdasarkan control signal yang akan dikeluarkan. T2 : MBR  (memory) PC  (PC) + 1 3. Selanjutnya MBR  (memory) diwakilkan C5 dan seterusnya. Jadi untuk setiap control signal memiliki rangkaian logika tertentu pada control unit yang dapat menghasilkan control signal yang dimaksud. micro operation pertama adalah MAR  (PC) yang diwakilkan oleh control signal C2. Secara umum untuk metode ini digunakan PLA (progammable logic array) untuk merepresentasikan control signal.

namun pada akhir instruction cycle. dan control bus signal. Decoder memiliki n input dan 2n output yang akan merepresentasikan opcode.Input untuk control unit yaitu IR. Proses ini dapat disederhanakan dengan digunakannya decoder. maka untuk C5 : C5 = ~P. Clock digunakan untuk mengukur durasi dari micro operation. Contohnya untuk C5 [MBR  (memory)] digunakan di fetch cycle dan indirect cycle.Q. flags.T2 >> T2 adalah clock yang digunakan. Untuk mengantisipasi propagasi sinyal yang dikirimkan melalui data paths dan rangkaian prosesor. Jadi input dari IR akan diterjemakan oleh decoder sebelum menjadi input ke control unit. control unit akan menggunakan operation code yang terdapat pada IR. P dan Q. Flags dan control bus signal memiliki representasi secara langsung dan signifikan terhadap operasi bila dibandingkan dengan IR dan clock. . Setiap operation code menandakan setiap proses yang berbeda. maka periode dari setiap clock seharusnya cukup besar. Untuk IR sendiri.~Q. T2 + ~P. clock. Setiap control signal direptresentasikan dengan fungsi Boolean lalu dibuatlah combinatorial circuit. Untuk mengatasinya digunakan counter yang dapat memberikan clock input bagi control signal yang berbeda. Masing-masing sub cycle direpresentasikan dengan 2 bit. contol unit harus mengembalikan ke counter untuk menginisialisasikan periode awal.

Kelebihan dari μ programmed adalah lebih mudah untuk mengimplementasikan dan mendesain control unit. Sedangkan kelebihan dari hardwire adalah kecepatannya yang tinggi karena logika control unit langsung dibentuk menjadi rangkaian. sequencing logic akan memberikan alamat baru ke CAR beradasarkan informasi dari CBR dan ALU. Terakhir. Setelah itu CBR mengeluarkan control signal yang dituju dan alamat selanjutnya ke sequencing logic. .T2 Berbeda dengan sebelumnya.Q. Selain itu dibandingkan dengan harwired jauh lebih murah. Proses untuk menghasilkan control signal dimulai dengan seqencing logic yang memberi perintah READ kepada contol memory. sehingga secara lengkap : C5 = ~P. Implementasi dari decoder dan sequencing logic dari μ programmed merupakan logika yang sederhana. Kemudian dilanjutkan dengan pemindahan cari CAR (control address register) ke CBR (contol buffer register) isi alamat yang ditujukan oleh control memry.Setelah itu juga harus diperhatikan karena setiap operasi untuk execute cycle tidak sama. Kemudahan untuk melakukan testing dan menambahkan instruksi baru dengan desain yang fleksibel.T2 + P. μ programmed implementation tidak menggunakan combinatorial circuir namun menggunakan μ instruction yang disimpan pada control memory.~Q.(LDA). Tetapi untuk memudahkan dalam contoh ini execute cycle membaca LDA dari memory.T2 + ~P.~Q.

itb...html http://www.id/./psd./ARITHMETIC%20LOGIC%20UNIT.html http://rioronaldo.ac.ee.id/info.id/~stefanus/cu..com/2009/12/latar-belakang-komputer-adalah-alat.ugm.SUMBER http://adhiecenter.or.com/2010/02/unit-control.blogspot.ac.total.doc .php?kk=Arithmetic%20Logical%20Unit www.html http://students.te..blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful