Modul – 4 KONSENTRASI GRAVITASI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Proses pemisahan mineral secara gravitasi masih tetap digunakan saat ini terutama untuk endapan plaser (timah, emas, pasir besi dll). Metode ini bekerja berdasarkan perbedaan Berat Jenis (BJ) antara mineral berharga dengan mineral gangue. Umumnya mineral-mineral bijih (berharga) memiliki berat jenis yang tinggi, sedangkan mineral tidak berharga berat jenisnya rendah. B. Ruang Lingkup Isi Modul ini membahas tentang prinsip dasar pemisahan secara gravitasi dan peralatan yang digunakan. Isi modul disajikan selama 2 kali pertemuan dengan metode kombinasi antara ceramah dan colaborative learning. Adapun materi yang akan dibahas dalam modul ini adalah 1. Prinsip Dasar Konsentrasi Gavitasi 2. Jigging 3. Meja Goyang (Shaking Table) 4. Spiral Consentrator 5. Dense Médium Separation C. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ketiga setelah mahasiswa mempelajari modul tentang sizing dan klasifikasi D. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa akan dapat : 1. Menjelaskan prinsip dasar pemisahan mineral secara gravitasi 2. Menjelaskan tipe-tipe peralatan yang digunakan dalam proses konsentrasi gravitasi 3. Menjelaskan kelemahan dan kelebihan tiap jenis-jenis peralatan.
Modul – 4 : Pengolahan Bahan Galian – 4. 1

c. meja goyang. spiral concentrator. Fluida tenang. Aliran fluida vertikal. Menentukan jenis peralatan yang cocok untuk mineral tertentu. contoh : DMS (Dense Medium Separation).5 atau KK < -2. dapat diperkirakan dari kriteria konsentrasi dari Taggart. 2 . contoh : jigging. BAB II PEMBELAJARAN A.1 Kriteria Konsentrasi Estimasi/perkiraan apakah konsentrasi gravitasi dapat diterapkan untuk memisahkan mineral-mineral yang mempunyai perbedaan berat jenis serta selang ukuran yang bisa dipakai. dengan menggunakan perbedaan kecepatan pengendapan. Berdasarkan gerakan fluida. Prinsip Dasar Konsentrasi Gravitasi : Pemisahan mineral berdasarkan berat jenisnya dalam suatu medium fluida. contoh : sluice box. Konsentrasi gravitasi pada mineral-mineral yang mempunyai perbedaan massa jenis yang menyolok sehingga terjadi: . Gerak fluida horiSontal. A.4. Kriteria konsentrasi dari Taggart dirumuskan secara empirik sebagai berikut : Kriteria Konsentrasi (KK) = ρB − ρ' ρR − ρ' dimana : B R = berat jenis mineral berat = berat jenis mineral ringan ’ = berat jenis media Kriteria Konsentrasi (KK) : • Bila KK > 2.kelompok mineral dengan massa jenis rendah dan salah satu dari kelompok mineral tersebut akan menjadi konsentrat.5 : Pemisahan mudah dilkukan pada berbagai ukuran sampai ukuran yang halus Modul – 4 : Pengolahan Bahan Galian – 4.kelompok mineral dengan massa jenis tinggi . b. ada tiga cara pemisahan secara gravitasi : a.

5 − 1 = 4.5 . 3 . masih bisa mungkin dengan modifikasi perbedaan gaya berat.5 − 1 Dengan demikian mineral galena dapat dengan mudah dipisahkan dari mineral kwarsa di dalam media air. • Bila KK < 1.1. • • Bila KK = 2.50 .50 : Pemisahan masih memungkinkan sampai ukuran 10 mesh.75 : Pemisahan berlangsung efektif sampai ukuran 100 mesh. tetapi sukar dilakukan.1.1.sekalipun ( sampai 200 mesh).25 : Proses relatif tidak mungkin. berat r1 = berat jenis mineral ringan r2 = berat jenis mineral berat r’ = berat jenis media.2 Settling Ratio (Nisbah Pengendapan) Settling ratio dirumuskan sebagai berikut : r1 ⎛ ρ 2 − ρ ' ⎞ ⎟ =⎜ r2 ⎜ ρ1 − ρ ' ⎟ ⎝ ⎠ dimana : n r1 = Jari-jari (diameter) min. tetapi sukar dilakukan.75 . Modul – 4 : Pengolahan Bahan Galian – 4. Contoh: Galena BJ = 7. A.5 Kwarsa BJ = 2.25 : Pemisahan masih memungkinkan sampai ukuran 1/4 inchi.3 2.5 Dengan media air maka KK = 7. ringan r2 = Jari-jari (diameter) min. Bila KK = 1. • Bila KK = 1.

ukuran bed. bentuk. BJ mineral 4) Densitas. mengendap dengan kecepatan yang sama Contoh: Galena dan kwarsa dalam air * r1 7 −1 = 4 = r2 2.n = 0.5 → Stokes  = 1 → Newton Free settling ratio → ' = 1 (medium air) Hindered settling ratio → ' ≠ 1 (medium bukan air. Jika medianya adalah media berat dengan berat jenis = 3 : * r1 4 7−3 = = = -8 1 r2 2.5 − 3 − 2 Maka selang ukuran menjadi semakin lebar agar tidak terjadi equal settling. Agar dapat dipisahkan maka selang ukuran harus diperkecil. sehingga sulit dipisahkan.5 − 1 Maka jika diameter kwarsa besarnya sama dengan empat kali diameter galena maka partikel-partikel kwarsa dan galena akan mengendap dengan kecepatan pengendapan yang sama di dalam media air. 4 . tetapi suspensi) Equal Settling : Butiran mineral yang berbeda ukurannya. tebal bed 5) Ukuran lubang screen 6) Kecepatan hydraulic water A.3 Proses Stratifikasi Tiga efek yang menyebabkan proses stratifikasi : Modul – 4 : Pengolahan Bahan Galian – 4. Efek-efek yang mempengaruhi pemisahan : 1) Frekuensi stroke 2) Selang ukuran mineral-mineral yang akan dipisahkan 3) Ukuran.

Differential acceleration pada awal jatuh Pada waktu yang relatif singkat (awal jatuh) partikel dengan berat jenis lebih besar akan mempunyai jarak tempuh yang lebih besar dari pada partikel yang berat jenisnya kecil.g → = ⎜1 − ⎟ g dt m dt ⎜ ρ⎟ ⎠ ⎝ ρ’ = specific gravity padatan (solid) ρ = specific gravity fluida Contoh : Galena dan kwarsa dalam suspensi dengan SG = 2. Hindred settling classification b. r1 ρ 2 − ρ ' = r2 ρ1 − ρ ' ' ≠ 1 (mediumnya suspensi daripada bed + air) b.g R dV = (m − m' ).5 2. Hindered settling Pengendapan dari sekelompok partikel yang berkumpul menjadi satu. pada awal jatuh) m. m’. Differential accleration pada awal jatuh c.5 1− rG = rK Modul – 4 : Pengolahan Bahan Galian – 4.a m.5 7 0.0 dan ukuran sama besar 2 5 7 = 7 = 5 x 2.g − R dt R = tahanan ( = 0. F= m.5 = 3 → Galena 3x lebih cepat daripada kwarsa. 2 0. Consolidation trickling pada akhir jatuh a. bukan pengendapan bebas dari satu partikel.5 1 1− 2.g dV m − m' dV ⎛ ρ ' ⎞ = . 5 .a.

perbedaan berat jenis (ρs. Jigging B. Media udara bisa juga dipakai tetapi lebih disukai media air karena selain lebih mudah dalam penanganannya. dalam waktu yang relatif singkat partikel dengan berat jenis lebih besar akan mempunyai jarak tempuh yang lebih besar dari pada partikel yang berat jenisnya lebih kecil. (= differential acceleration) 2) Hindered settling : bukan pengendapan bebas dari satu partikel. Pemisahan biasanya dilakukan dalam suatu media (air) sehingga dinamika fluida sangat berpengaruh.c. 6 .1 Prinsip Kerja Jig Prinsip kerja jig dapat digambarkan sebagai berikut : 1) Perbedaan percepatan. alat konsentrasi gravitasi yang banyak dipakai antara lain : 1) Jig 2) Shaking table (meja goyang) 3) Sluice box 4) Spiral B. Consolidation trickling Partikel-partikel kecil mengatur dirinya di antara partikel besar. Modul – 4 : Pengolahan Bahan Galian – 4. A.ρf) akan lebih berarti dengan makin besarnya harga ρf (berat jenis fluida). melainkan dari sekelompok partikel yang menjadi satu.4 Peralatan Seperti telah disebutkan sebelumnya. 3) Interstitial trickling : partikel kecil dapat lolos di antara partikel besar. sesuai dengan BJ nya.

2 Skematik Siklus Proses Pemisahan dengan Jigging (A) Pulsion (B) Differential accelaration (C) Hindered settling (D) Interstitial trickling Modul – 4 : Pengolahan Bahan Galian – 4.Gambar 4. 7 . 1 Tiga Mekanisme Kerja Jig Gambar 4.

Gambar 4. stratifikasi. b) Through the screen jigging (Inggris) : lolos screen.Over The Screen Modul – 4 : Pengolahan Bahan Galian – 4. 4 Pengambilan Produk . Gambar 4.2 Pengambilan Produk Ada dua cara pengambilan produk pada proses jigging : a) On the screen jigging (Jerman) : tidak lolos. 3 Aliran Dan Distribusi Partikel Dalam Jigging B. 8 .

Sebagai ilustrasi dapat dilihat pada gambargambar berikut ini. 5 Pengambilan Produk . Shaking Table (Meja Goyang) C. bekerja efek sluicing yang dikombinasikan dengan riffle dan gaya sentak yang tegak lurus arah aliran. 9 .1 Prinsip Kerja Shaking Table Pada shaking table.6 Denver Mineral Jig C.Gambar 4. Modul – 4 : Pengolahan Bahan Galian – 4.Through The Screen Gambar 4.

10 . 7 Skematik Shaking Table Gambar 4.Gambar 4. 8 Gerak Partikel Dalam Shaking Table Modul – 4 : Pengolahan Bahan Galian – 4.

9 Pengaruh Riffle Dalam Shaking Table C. tingginya 2) Material pelapis deck . posisi produk.2 Variabel-variabel yang Berpengaruh Variabel-variabel yang mempengaruhi hasil kerja meja goyang antara lain : 1) Riffle . %-solid umpan.macamnya.kekasaran permukaan 3) Mekanisme head motion .Gambar 4. wash water.kemiringan meja. 11 . Modul – 4 : Pengolahan Bahan Galian – 4.percepatan/perlambatannya 4) Cara pengumpanan (feeding) 5) Amplitudo/Frekwensi 6) Variabel yang setiap saat bisa diatur .

Gambar 4. Spiral Concentrator Pada spiral concentrator. bekerja efek sluicing (peluncuran) yang dikombinasikan dengan gerakan memutar semua komponen yang ada dalam umpan. 12 . 11 Irisan melintang suatu spiral Modul – 4 : Pengolahan Bahan Galian – 4.D. 10 Gerak Partikel Dalam Spiral Concentrator Gambar 4.

13 . biasanya mineral ringan dengan menggunakan media pemisahan yang tidak hanya terdiri dari air saja. Dua produk yang dihasilkan berupa apungan (float) dan endapan (sink). Secara skematik pemisahan pada proses DMS ini dapat digambarkan sebagai berikut : Modul – 4 : Pengolahan Bahan Galian – 4.Gambar 4.1 Prinsip Pemisahan Dense medium separation (DMS) merupakan proses konsentrasi yang bertujuan memisahkan mineral berat dari pengotornya. 12 Kenampakan suatu model spiral concentrator E Dense Medium Separation E.

2) Medium yang selalu diaduk. disamping syarat-syarat yang telah disebutkan di atas adalah : .Feed Sink Mineral BJ>X Float Mineral BJ<X Medium BJ = X Gambar 4.tidak mengotori mineral yang akan dipisahkan . 4) Pemisahan dengan bantuan gaya sentrifugal. antara lain : 1) Medium yang diam. 2 Media Pemisahan Secara umum media pemisahan yang akan digunakan harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut : . Persyaratan mineral (padatan) agar dapat digunakan sebagai media pemisahan. 13 Skema pemisahan pada proses DMC Teknik pemisahan antara apungan dan endapan ini dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. 14 . 5) Digunakan cairan berat sebagai medium. 6) Autogenous media (mineral itu sendiri sebagai media). . E.mudah diperoleh kembali (di-recovery) .mudah dipisahkan dari produk sink/float Media pemisahan ini bisa berupa campuran antara air dengan mineral-mineral (padatan) tertentu yang mempunyai berat jenis cukup tinggi dan berukuran sangat halus sehingga membentuk suspensi atau berupa larutan berat yang mempunyai berat jenis yang juga cukup tinggi.sifat kimia stabil Modul – 4 : Pengolahan Bahan Galian – 4. 3) Memakai dua medium yang berbeda densitasnya.stabil/tidak bereaksi.mempunyai kekerasan tertentu .tidak mudah mengendap .

Pemakaiannya hanya dalam skala laboratorium untuk sink & float test (uji endap apung) saja (karena mudah dalam pengaturan BJ-nya).2900 kg/m3 . 15 .Bromoform Pengencer : Aceton .14.14 Skematik Dari Drum-Type Vessel Separator (Wemco) Modul – 4 : Pengolahan Bahan Galian – 4.air + magnetite halus BJ = 1250 .3 Peralatan Peralatan yang dipakai dalam proses konsentrasi dengan dense medium separation ini secara skematik dapat dilihat pada Gambar 4.Carbontetrachlrorida ( CHBr3 . BJ = 2.air + magnetite + ferrosilikon BJ = 2200 .Tetra bromo ethana ( CHBr2 .berat jenis tinggi Contoh media pemisah berupa suspensi padatan dan air yang sering dipakai antara lain: .79 kg/l) (BJ = 3. Gambar 4.96 kg/l) .air + galena Contoh media pemisah yang berupa larutan berat antara lain : .2200 kg/m3 ..3400 kg/m3 . BJ = 2.50 Mengingat cairan berat ini mahal dan bersifat racun maka tidak digunakan dalam skala industri. BJ = 1.32 kg/l) (CCl4 .Methylene iodida . E.85 kg/l) (BJ = 0.air + ferro silikon BJ = 2900 .

Elsevier... Elsevier. “Introduction to Mineral Processing”. 3.G & Spottiwood. DAFTAR PUSTAKA 1.. 1984. R... 16 . D.O. Kelly. Amsterdam.J.. 1982. 2. John Wiley & Sons.. New York. Amsterdam Modul – 4 : Pengolahan Bahan Galian – 4..J. “Mineral Processing”. 1965. Gravity Concentration Technology. Burt. Priyor. PENUTUP Pada akhir pertemuan dilakukan umpan balik tentang modul yang telah dipelajari serta kaitannya dengan modul berikutnya.BAB III. E.. E.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful