A. Keterampilan Bertanya Guru akan selalu menggunakan keterampilan bertanya kepada siswanya.

Cara bertanya untuk seluruh kelas, untuk kelompok, atau untuk individu, memiliki pengaruh yang sangat berarti, tidak hanya pada hasil belajar siswa tetapi juga pada suasana kelas baik sosial maupun emosional. Dengan bertanya akan membantu siswa belajar dengan kawannya, membantu siswa lebih sempurna dalam menerima informasi atau dapat mengembangkan keterampilan kognitif tingkat tinggi. Dengan demikian guru tidak hanya akan belajar bagaimana bertanya yang baik dan benar, tetapi juga belajar bagaimana pengaruh bertanya dalam kelas. Kelancaran bertanya (fluency) adalah jumlah pertanyaan yang secara logis dan relevan diajukan guru kepada siswa di dalam kelas. Kelancaran bertanya sangat diperlukan bagi guru di dalam proses belajar mengajar. Komponen yang penting dalam bertanya antara lain harus jelas dan ringkas. Anggapan belajar adalah berhubungan dengan kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam percakapan di kelas, maka cara mendistribusikan perhatian ataupun pertanyaan adalah hal yang penting. 1. Penggunaan Keterampilan Berta nya Dasar a. Tujuan 1) Untuk meningkatkan perhatian dan rasa ingin tahu siswa terhadap satu topik. 2) Memfokuskan perhatian pada suatu konsep masalah tertentu. 3) Mengembangkan belajar secara aktif. 4) Menstimulasi siswa untuk bertanya pada diri sendiri ataupun pada orang lain. 5) Menstruktur suatu tugas sedemikian rupa, sehingga siswa akan belajar secara maksimal. 6) Mengkomunasikan kelompok, bahwa keterlibatan dalam belajar adalah sangat diharapkan, demikian juga partisipasi semua anggota kelompok. 7) Mendiagnosis kesulitan belajar siswa. 8) Memberi kesempatan siswa untuk mengasimilasi dan merefleksi informasi. 9) Mengembangkan kemampuan berpikir siswa. 10) Mengembangkan refleksi dan komentar siswa terhadap respon siswa lain maupun guru. 11) Memberi kesempatan siswa untuk belajar sendiri melalui diskusi. 12) Mengungkapkan keinginan yang sebenarnya dari siswa melalui ide dan perasaannya.

1

b.

Penyusunan Kata-Kata Untuk membentu siswa merespon pertanyaan guru, pertanyaan harus disusun dengan kata-kata yang cocok dengan tingkat perkembangan kelompok. Jangan dilupakan perbedaan perbendaharaan kata-kata antara guru dengan siswa, atau menganggap rendah tingkat berpikir siswa. Pertanyaan juga harus disusun seekonomis mungkin. Pertanyaan yang panjang dan melantur adalah sulit untuk ditangkap dan biasanya tidak jelas apa yang menjadi tugas siswa secara spesifik. Struktur Selama diskusi berlangsung usahakan guru memberi informasi yang relevan dengan tugas siswa, baik sesudah atau sebelum pertanyaan-pertanyaan. Cara demikian, memiliki pengaruh yang penting terhadap siswa, yaitu memberi materi yang cukup untuk pemecahan masalah. Hal demikian dapat mempertahankan diskusi tetap relevan dengan tujuan ditetapkan. Pemusatan Ada dua aspek yang dapat diambil dari komponen pemusatan ini. Pertama, terhadap ruang lingkup pertanyaan yang luas (terbuka), atau yang sempit. Umumnya pertanyaan luas diajukan pada saat diskusi dimulai sebagai alat melibatkan siswa secara maksimal. Pertanyaan yang lebih sempit / memusat diajukan sebagai cadangan untuk memberikan informasi yang relevan terhadap pertanyaan siswa. Aspek yang kedua ialah pemusatan terhadap tugas siswa sebagai akibat dari pertanyaan guru. Pertanyaan yang baik ialah pertanyaan yang dipusatkan untuk satu tugas, dengan demikian akan menjadi jelas spesifikasi tugas yang diharapkan dari siswa Pindah Gilir Bila guru menghendaki tetap ada perhatian penuh dari siswa dan meminta beberapa siswa untuk merespon, guru dapat menggunakan tehnik bertanya pindah gilir. Setelah mengajukan pertanyaan untuk seluruh anggota kelas, kemudian guru dapat meminta salah seorang siswa untuk menjawabnya, dengan cara memanggil nama (pindah gilir verbal), atau dengan menunjuk mengangguk, atau senyum (pindah gilir nonverbal). Cara demikian dapat mengurangi pembicaraan guru, dan campur tangan guru dalam pelajaran dapat diminimalkan. Walaupun komponen ini sangat sederhana, tetapi dapat meningkatkan partisipasi siswa. Distribusi Untuk melibatkan siswa langsung dalam pelajaran, disarankan mendistribusikan pertanyaan secara random (acak) selama proses belajar mengajar (interaksi edukatif) berlangsung. Pertanyaan menyebar ke seluruh penjuru ruangan dengan

c.

d.

e.

f.

2

Hangat dan Antusias Kehangatan dan antusias yang diperlihatkan guru terhadap jawaban siswa. evaluasi). sintesis. masih lebih baik dari pertanyaan yang diulang-ulang. Karenanya masih diperlukan pertanyaan yang menuntut siswa untuk dapat membedakan. kognitif domain perlu dipertimbangkan sebagai alat dalam menyusun berbagai tipe pertanyaan. Hal-Hal Yang Perlu Dihindari 1) Mengulangi pertanyaan sendiri Bila guru mengulangi beberapa kali pertanyaan yang sama karena siswa tidak menjawab. Untuk ini guru dapat menggunakan variasi pemberian penguatan. Salah satu cara membantu mereka adalah dengan memberi waktu berfikir dalam beberapa detik setelah pertanyaan diajukan kepada seluruh anggota kelas dan sebelum menunjuk siswa tertentu untuk menjawabnya.memberi pertanyaan tambahan secara langsung. Dengan kata lain. pemahaman. atau jawaban kurang sempurna. Satu pertanyaan yang diikuti dengan satu respon siswa. penerapan) dan tingkat kognitif domain yang tinggi (analisis. . Pengubahan Tuntutan Tingkat Kognitif Kebanyakan pertanyaan yang dilakukan guru adalah hanya menanyakan fakta. yaitu mula-mula ke seluruh anggota kelas. Pemberian Waktu Tiap siswa berbeda dalam kecepatan merespon pertanyaan. Prosedur pertanyaan tetap. dan mengambil keputusan atau menilai informasi yang diterima berhubungan dengan taksonomi informasi yang diterima. maka respon demikian akan keluar secara mekanik dan mungkin otomatis. menganalisis. Prompting Prompting adalah cara yang digunakan guru untuk menuntun (prompt) siswa memberikan jawaban yang baik dan benar atas pertanyaan yang guru ajukan. maka proses belajar akan menjadi berkurang. dan berbeda pula tingkat kemampuan berbicara secara jelas. Karena perhatian akan menjadi penuh terhadap setiap 3 h. baik verbal maupun nonverbal. Dalam hal ini taksonomi tujuan pengajaran dari Bloom. Apabila hal ini dibiasakan dipakai guru. Penyususunan pertanyaan dapat memiliki tingkat kognitif domain yang rendah (pengetahuan. g. i. kemudian baru menunjuk salah seorang siswa. punya arti penting dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam pelajaran. k. j. prompting adalah cara lain dalam merespon (menanggapi) jawaban siswa apabila siswa gagal menjawab pertanyaan.

pertanyaan yang diajukan guru. akan mengakibatkan tujuan pelajaran tidak tercapai Meminta jawaban serentak Bila proses belajar mengajar sesuai dengan rencana. Keterampilan Bertanya Lanjut Guru harus dapat mengembangkan keterampilan siswa dalam meningkatkan kemampuan berpikir kognitif d an mengevaluasinya. 3) 4) 2. Yang berbahaya dalam hal ini ialah bila muncul salah pengertian dari siswa. Focus utama pada pengajaran adalah mengembangkan kemampuan berpikir. akan mengakibatkan siswa menjadi frustasi. Ada beberapa keuntungan yang dapat diambil dari pemberian waktu berpikir pada siswa. menimbulkan sesuatu yang tidak perlu. susunlah pertanyaan seringkas mungkin agar siswa dapat segera memahami pertanyaan 2) Mengulangi jawaban siswa Ada pendapat yang saling berbeda terhadap pengulangan jawaban siswa. dan mengurangi kebebasan member komentar terhadap siswa lain. pertanyaan dapat dialihkan ke siswa yang lain. kritis. dan mungkin perhatian siswa menjadi berkurang atau keluar proses dari proses belajar mengajar. dan guru memiliki kesempatan untuk mengevaluasi pencapaian siswa secara individual. cermat. dan relevan. Disatu pihak mengatakan bahwa pengulangan jawaban siswa akan menambah atau mempererat hubungan guru-siswa. dapat berdiri sendiri. dan bekerja sama. Untuk komunikasi guru-siswa yang baik. kebiasaan mendengarkan pendapat orang lain berkurang. dianjurkan untuk tidak menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang meminta jawaban serentak. guru akan mendapatkan manfaat khusus dalam hubungannya dengan pertanyaan kognitif tingkat tinggi. Bertanya melacak akan meningkatkan respon siswa dengan menyediakan pertanyaan yang tingkat kesukarannya lebih tinggi. Pemberian waktu sekitar lima detik atau lebih kepada siswa setelah guru bertanya adalah merupakan faktor yang potensial dalam membantu siswa untuk berpikir lebih tinggi. Dilain pihak mengatakan bahwa hal itu akan memperlambat proses belajar mengajar. Bila guru memandang perlu. Contoh: Kamu semua telah mengerjakan? Semua telah selesai? pertanyaan tersebut tidak memecahkan masalah dan tidak produktif terhadap kelompok. Menjawab pertanyaan sendiri Bila guru sering menjawab pertanyaan sendiri sebelum siswa mempunyai kesempatan untuk menjawab. membantu. antara lain ialah: 4 . Dengan tehnik bertanya melacak.

tetapi juga mengingat akan konsep yang luas. definisi. generalisasi yang telah didiskusikan. Siswa yang kurang berpartisipasi. Merecall tidak hanya terhadap pengetahuan (knowledge) tentang fakta. 3) Aplikasi 5 b. Serbuan pertanyaan guru berkurang dan cenderung pertanyaan yang bervariasi bertambah. . b. Respon siswa cenderung lebih panjang. Guru punya waktu untuk mendengarkan dan berpikir. dan lain-lain. criteria dalam mengevaluasi. Di samping tujuan yang masih relevan dengan keterampilan ini. 3) Mendorong siswa untuk mengembangkan pikirannya dan cepat mengemukakan pendapat secara timbale balik dengan siswa lain. Sebaliknya siswa diberi kesempatan untuk merespon pertanyaan yang memancing daripada sekedar pertanyaan ingatan. digunakan konsep d an terminilogi dari Bloom: 1) Recall (mengingat kembali) Pertanyaan merecall adalah pertanyaan yang meminta siswa untuk mengingat kembali informasi yang telah diterima sebelumnya. Respon yang sifatnya spekulasi akan kelihatan sekali.a. Proses belajar mengajar cenderung berubah dari guru sentries ke pembicaraan antar siswa tentang perbedaan respon yang diberikan. d. 2) Pemahaman (comprehension) Pertanyaan pemahaman menyangkut kemampuan siswa menyadap informasi. 4) Member kesempatan kepada semua siswa dan guru untuk mendapatkan pengalaman sukses. c. kalimatnya lebih lengkap. 2) Meningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun dan mengeluarkan jawaban yang beralasan terhadap pertanyaan guru. menunjukkan kepercayaan diri bertambah. Variasi Taksonomi Untuk mengklasifikasikan cara berpikir siswa dalam hubungannya dengan pertanyaan lanjut guru. menginterpretasi arti. Guru memerlukan latihan untuk mempertimbangkan hubungan antara jumlah waktu yang realistic diperlukan dengan respon terhadap pertanyaan yang komprehensif dan kompleks. a. dan melakukan ekstrapolasi atau memberikan saransaran. ada beberapa tambahan khusus antara lain: 1) Membantu kemampuan siswa untuk belajar mengorganisasi dan mengevaluasi informasi yang diperoleh. metode dalam mendekati masalah. Penggunaan dalam kelas Semua komponen yang terdapat pada keterampilan bertanya dasar. berubah menjadi lebih berpartisipasi. masih tetap berlaku terhadap keterampilan bertanya lanjut.

Pertanyaan Melacak Ada beberapa jenis pertanyaan melacak. dan terus ke pertanyaan evaluasi kemudian diakhiri dengan pertanyaan sintesis. siswa diminta untuk dapat melihat keberlakuan generalisasi tersebut. 6 . atau percobaan. sering dihasilkan dengan pertanyaan sintesis. Walupun hubungan ini tidak linier.4) 5) 6) 7) Menurut teori Bloom. Pertanyaan ini berhubungan dengan pertanyaan sintesis atau analisis. Apabila pertanyaan analisis diajukan terlalu tinggi. Hubungan tingkat berpikir tersebut tidak selalu linier. keputusan atau pertimbangan yang tergesa-gesa. Evaluasi Pertanyaan evaluasi meminta siswa untuk membuat keputusan atau menyatakan pendapat khususnya tentang kualitas. Pertanyaan evaluasi sebaiknya diajukan setelah beberapa kali pertemuan. c. akan menghasilkan pandangan yang dangkal. sebaiknya digunakan pertanyaan yang sifatnya umum dari tingkat berpikir yang rendah kemudian menuju ke tingkat berpikir yang lebih kompleks atau yang tinggi. melainkan dapat dimulai dari tingkat recall kemudian ke komprehensif. Menemukan suatu cara kerja untuk membuktikan hipotesis atau kecermatan dalam pengambilan keputusan. Pertanyaan ini juga meminta siswa meneliti cara bagaimana masalah itu memperoleh pengaruhnya. Pertanyaan analisis memberi kesempatan yang luas bagi siswa agar terlibat dalam semangat berpikir. Ciri khusus dari pertanyaan ini adalah keunikan produk dari hasil pertanyaan. yaitu: 1) Klasifikasi Pertanyaan ini digunakan bila guru menghendaki jawaban yang jelas dan singkat. pertanyaan aplikasi sangat erat/dekat sekali dengan poertanyaan komprehensif. tetapi dapat dibedakan. terus ke analisis. Sintesis Pertanyaan sintesis meminta siswa untuk membuat/membentuk pikiran baru tentang konsep. Sikuen Apabila guru mengembangkan proses belajar mengajar dengan menggunakan keterampilan bertanya. namun harus dicegah penggunaan kategori/tingkat pertanyaan secara random. perencanaan. Pertanyaan aplikasi menggunakan generalisasi secara bebas dari suatu keadaan dimana generalisasi telah digambarkan sebelumnya. sebaik seperti yang mereka ketahui sebagaimana adanya. Analisis Pertanyaan ini meminta siswa untuk dapat memecahkan (break down) masalah sampai ke bagian-bagian kecil untuk mempelajari bagaimana hubungan antara bagian-bagian itu. Pada situasi yang baru. bahkan akan menghalangi pemikiran yang jauh berhati-hati.

Contoh Pertanyaan ini merupakan pertanyaan melacak yang meminta siswa untuk memberi contoh sederhana khusus atau konkret terhadap respon mereka yang kelihatan meragukan. sintesis. pemberian waktu memberi arti tambahan dan makna khusus. Siswa memerlukan waktu berpikir agar jawaban tepat dan efektif. mereka memerlukan waktu untuk mempelajari begaimana mengembangkan jawaban yang baik dan teliti. Kecermatan Pertanyaan ini digunakan untuk menarik perhatian siswa dalam memperbaiki atau merestruktur kesalahan mereka. Pemberian Waktu Pada keterampilan beranya lebih lanjut. pemberian waktu dapat dilakukan dengan dua cara. Seperi telah diuraikan. Respon siswa mungkin bagus dan sangat membantu. yaitu: Pertanyaan tersebut akan efektif bila digunakan sebagai pertanyaan tindak lanjut terhadap respon siswa dengan menggunakan pertanyaan analisis. Ada beberapa prinsip penting dalam menggunakan pertanyaan melacak. tetapi setelah diklasifikasi dengan menggunakan suatu kriteria. c) Perlu memberi waktu kepada siswa mempelajari yang diharapkan dari jawabannya. Konsensus Pertanyaan ini memberi kesempatan kepada seorang anggota kelompok untuk menyebutkan pandangan/pendapat yang disetujui atau tidak disetujui. tidak boleh kasar dan mengancam.2) 3) 4) 5) 6) 7) Mendukung Disini siswa diminta untuk memberikan bukti terhadap pendapatnya. Relevansi Pertanyaan yang menuntut relevansi memberi kesempatan kepada siswa untuk menilai kembali ketepatan jawabannya agar lebih relevan dan jelas. Pemberian waktu setelah respon siswa. akan meningkatakan refleksi jawaban. Kompleks Pertanyaan melacak yang kompleks dapat digunakan guru dalam meminta kelompok memberi respon penting dari suatu konsep atau prinsip yang lebih luas/jauh. dan evaluasi. d. Sebaiknya harus bersifat membantu dan mengembangkan pikiran siswa. memberi kesempatan siswa lain untuk 7 a) . dapat mengembangkan jawaban lebih jauh. b) Sikap guru dalam menggunakan pertanyaan melacak harus tepat. yaitu segera setelah guru bertanya dan setelah siswa memberi jawaban dari pertanyaan yang kompleks.

Mengembangkan kepercayaan diri siswa untuk mengatur diri sendiri dalam pengalaman belajar. dan jawaban yang lebih teliti. apakah bersifat verbal ataupun non verbal. atau guru dengan sengaja mengurangi komentar dan kontribusinya sendiri. memberi sumbangan pikiran.e. guru dapat mengatur kelas. Dipakai untuk mengontrol atau mengubah tingkah laku siswa yang mengganggu. Kemudian guru benar-benar mau menerima dan membantu hasil sumbangan pikiran siswa. Dalam membantu siswa. Keterampilan Memberi Penguatan (Reinforcement) Penguatan (reinforcement) adalah segala bentuk respons. B. yang akhirnya akan meningkatkan interaksi antar mereka. Tetapi dapat juga guru secara aktif lebih jauh meminta siswa lain untuk memberi komentar secara langsung terhadap respon pertama. yang bertujuan memberikan informasi atau umpan balik (feed back) bagi si penerima atas perbuatannya sebagai suatu dorongan atau koreksi. 8 . 1.pemberian penguatan akan membantu sekali dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penguatan juga merupakan respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut. Memberi motifasi kepada siswa. pengubahan tingkah laku siswa (behavior modification) dapat dilakukan dengan pemberian penguatan. b. Meningkatkan perhatian siswa dan membantu siswa belajar bila pemberian penguatan digunakan secara selektif. Caranya ialah dengan meminta siswa memberi komentar atau mengembangkan respon pertama. tempat duduk saling berhadapan. Pemberian waktu ini juga bermanfaat untuk guru karena dapat mempersiapkan pertanyaan berikutnya. Meningkatkan Interaksi Antara Si swa Guru memiliki peranan penting dalam meningkatkan saling tukar pendapat antarsiswa. yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa. dengan membagi kelompok. dan meminta saling tukar pendapat atau pikiran. e. d. dan meningkatkan cara belajar yang produktif. Penggunaan Di Dalam Kelas Tujuan memberi penguatan di dalam kelas adalah: a. Mengarahkan terhadap pengembangan berpikir yang divergen (berbeda) dan pengambilan inisiatif yang bebas. c. Permintaan itu dapat lebih kuat lagi dengan memberi garis besar alasan. Dengan kata lain.

ras). c. dan tertulis). Pemberian penguatan yang tidak dapat diperhitungkan membuat siswa selalu siap untuk bekerja atau belajar daripada pemberian penguatan yang dapat diperhitungkan. tidak tepat. Komponen tersebut yaitu : a. Aplikasi Hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian penguatan adalah guru harus yakin. 3. mengerjakan tugas dari buku. b. Siswa memperhatikan guru. Pola Penguatan Pola dasar pemberian penguatan adalah pola berkesinambungan dan pola sebagian-sebagian. variasi siswa dalam kelas (kelamin. d. Penguatan yang berkesinambungan adalah penguatan yang seratus persen dibutuhkan bagi tingkah laku kelas tertentu. Guru sebaiknya berhati-hati dalam memilih pola pemberian penguatan terhadap seorang siswa sebagai individu sebagai anggota kelompok kelas. ketelitian. keindahan. fisik. bahwa siswa akan menghargainya dan menyadari akan respon yang diberikan guru. g. Pemberian penguatan dapat dilakukan pada saat : a. dan mutu materi) e. tingkah laku. memperhatikan kawan lainnya dan benda yang menjadi tujuan diskusi. Menyelesaikan hasil kerja (selesai penuh. Sedangkan penguatan yang sebagian-sebagian adalah penguatan yang diberikan terhadap suatu respon tertentu tetapi tidak keseluruhan. agama. 9 . kepentingan. dan bekerja di papan tulis. Pemberian ini ada yang dapat diperhitungkan dan ada yang tidak diperhitungkan. atau menyelesaikan format). Pola frekuensi pemberian penguatan akan berhubungan dengan kebutuhan individu. membaca. Bekerja dengan kualitas kerja yang baik (kerapian. Yang ada diperhitungkan adalah pemberian penguatan setelah ada sejumlah respon tertentu atau setelah waktu tertentu. Siswa sedang belajar. f. dan mengambil inisiatif kegiatan sendiri). kelompok usia tertentu. Tugas mandiri (perkembangan pada pengarahan diri sendiri mengelola tingkah laku sendiri.2. Ada kategori tingkah laku (tepat. hasil atau penampilan). Dalam memberikan penguatan diperlukan penggunaan komponen keterampilan yang tepat. verbal. Komponen Pemberian Pengu atan Dalam pemberian penguatan perlu dipertimbangkan apakah untuk siswa SLTP atau SLTA. Perbaikan pekerjaan (dalam kualitas. Penguatan Verbal 4. dan kemampuan yang semuanya merupakan prinsip-prinsip yang sangat berarti dalam pendekatan ini.

mengangguk. Semua gerakan tubuh tersebut adalah merupakan bentuk pemberian penguatan gestural. perangko. Penguatan Tanda Bila guru menggunakan berbagai macam simbol. merangkulnya. 5. sehingga siswa dapat memilihnya atau menikmatinya sebagai suatu hadiah atas suatu pekerjaan atau penampilan sebelumnya. berjabat tangan. tingkah laku atau kerja siswa. benar. Penguatan tanda yang berbentuk tulisan misalnya komentar tertulis terhadap pekerjaan siswa. Perlu diperhatikan di sini. penguatan tanda. tanda penghargaan dan lain-lain. menaikkan tangan siswa.b. dengan senyuman. menunjukkan bahwa guru tertarik. pikiran siswa dapat dilakukan dengan mimik yang cerah. piala. baik. kembang gula. Ucapan atau komentar yang diberikan guru terhadap respon. ijazah. menaikkan tangan. Penguatan Gestuaral Pemberian penguatan gestural sangat erat sekali dengan pemberian penguatan verbal. Dapat juga berupa kalimat. medali. Ucapan tersebut dapat berupa kata-kata. Penguatan dengan memberikan suatu benda. tepat dan lain-lain. memberi salam. tepuk tangan. misalnya: bintang. apakah itu benda atau tulisan yang ditujukan kepada siswa untuk penghargaan terhadap suatu penampilan. Penguatan Mendekati Perhatian guru kepada siswa. dan lain-lain. yang semuanya ditujukan untuk penghargaan penampilan. c. bagus. Penguatan Kegiatan Penguatan dalam bentuk kegiatan ini banyak terjadi bila guru menggunakan suatu kegiatan atau tugas. Penguatan Sentuhan Penguatan sentuhan adalah merupakan penguatan yang terjadi bila guru secara fisik menyentuh siswa. disebut sebagai penguatan tanda (token reinforcement). sertifikat. stiker. bahwa dalam memilih kegiatan atau tugas hendaknya dipilih yang memiliki relevansi dengan tujuan pelajaran yang dibutuhkan dan digunakan siswa. geleng-geleng kepala. dan lainlain. dapat dikatakan sebagai penguatan mendekati. tingkah laku atau kerja siswa. acungan jempol. dan penguatan setuhan. betul. d. e. menaikkan bahu. Penguatan Seluruh Kelompok 10 . mengusap kepalanya. misalnya menepuk bahu. secara fisik guru mendekati siswa. f. gambar. Model Penggunaan a. yang berupa tulisan. buku. Pujian dan dorongan yang diucapkan oleh guru untuk respon atau tingkah laku siswa adalah penguatan verbal. Penguatan mendekati siswa secara fisik dipergunakan untuk memperkuat penguatan verbal. tingkah laku.

Pepatah yang sesuai untu ini misalnya lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali . dan secara psikologis agak kontraversial. karena itu sebaiknya dihindari.b. sebaiknya sesegera mungkin diberikan kepada siswa setelah melakukan suatu respon. Sebenarnya penguatan tersebut digunakan untuk menghindari penggunaan penguatan negatif dan pemberian kritik. penampilan. Penguatan Partial Penguatan partial sama dengan penguatan sebagian-sebagian atau tidak berkesinambungan. dan nama siswa yang bersangkutan adalah lebih efektif daripada tidak menyebut apa-apa. 11 . Hangat dan Antusias Kehangatan dan keantusiasan guru dalam pemberian penguatan kepada siswa memiliki aspek penting terhadap tingkah laku dan hasil belajar siswa. c. Penguatan verbal. Pemberian penguatan seluruh anggota kelompok dalam kelas dapat dilakukan secara terus-menerus seperti halnya pada pemberian penguatan untuk individu. bahwa penghargaan itu ditunda dan akan diberikan kemudian. Kehangatan dan keantusiasan adalah bagian yang tampak dari interaksi gurusiswa. Hindari Penggunaan Penguatan Negatif Walaupun pemberian kritik atau hukuman adalah efektif untuk dapat mengubah motivasi. Prinsip Penggunaan Empat prinsip yang harus diperhatikan oleh guru dalam member penguatan kepada siswa yaitu: a. tanda. Penggunaan Bervariasi b. namun pemberian itu memiliki akibat yang sangat kompleks. d. Tetapi penundaan tersebut dapat dilakukan dengan memberi penjelasan atau isyarat verbal. penampilan. diberi kepada siswa untuk sebagian dari responnya. Penundaan p enguatan pada umumnya adalah kurang efektif bila dibandingkan dengan pemberian secara langsung. gestural. 6. Penguatan Perorangan Penguatan perorangan merupakan pemberian penguatan secara khusus. dan kegiatan adalah merupakan komponen penguatan yang dapat diperuntukkan pada seluruh anggota kelompok. misalnya menyebut kemampuan. c. dan tingkah laku siswa. Penguatan Yang Ditunda Pemberian penguatan dengan menggunakan komponen yang manapun.

C. bersemangat. karena ia sadar pekerjaannya tidak bagus. dan memberi stimulasi. misalnya guru selalu menggunakan kata-kata bagus akan mengurangi efektifitas pemberian penguatan. menolong penerimaan bahan pelajaran. 1) Variasi suara Suara guru dapat bervariasi dalam intonasi. dan memiliki relevansi dengan hasil belajar. Perilaku guru seperti itu dalam proses interaksi edukatif akan menjadi dinamis dan mempertinggi komunikasi antara guru dan anak didik. karena guru menggunakan kalimat: pekerjaanmu bagus . dalam situasi belajar mengajar. bahwa itu sangat bermanfaat. Variasi dalam kegiatan belajar mengajar dimaksudkan sebagai proses perubahan dalam pengajaran. anuitas. Variasi dalam gaya mengajar ini adalah sebagai berikut . d. volume. Penggunaan cara dan jenis komponen yang sama. variasi gerakan anggota badan. Keterampilan Variasi Variasi stimulus adalah suatu kegiatan guru dalam konteks proses interaksi belajar mengajar yang di tujukan untuk mengatasi kebosanan siswa sehingga. menarik perhatian anak didik. maka harus dilaksanakan pada situasi di mana siswa mengetahui adanya hubungan antara pemberian penguatan terhadap tingkah lakunya dan melihat. dan variasi perpindahan posisi guru dalam kelas. yang dapat di kelompokkan ke dalam tiga kelompok atau komponen yaitu: 1. variasi tersebut dilihatnya sebagai sesuatu yang energik. dan seterusnya. siswa senantiasa menunjukkan ketekunan. Sering pemberian penguatan secara verbal menjadi tidak efektif atau bahkan menjadi salah terhadap seorang siswa. Pemberian penguatan juga akan bermanfaat bila arah pemberiannya bervariasi. 12 . atau berbicara secara tajam dengan anak didik yang kurang perhatian. serta penuh partisipasi. berbicara secara pelan dengan seorang anak didik. Bermakna Agar setiap pemberian penguatan menjadi efektif. Variasi Gaya Mengajar Variasi pada dasarnya meliputi variasi suara. dan kecepatan. Guru dapat mendramatisasi suatu peristiwa dengan menunjukkan hal-hal yang dianggap penting. dan diberikan secara hangat dan antusias. karena guru kurang hangat dan antusias. Siswa menjadi curiga dan bahkan merasa diejek.Pemberian penguatan seharusnya diberikan secara bervariasi baik komponennya maupun caranya. Akibatnya pemberian penguatan menjadi tidak bermakna. Dari siswa. nada.

dan sebaliknya. atau diantara anak didik dari belakang kesamping anak didik. Dalam keterampilan bertanaya. 2. media dengar. dengarkan baik-baik. sebaiknya mengarahkan pandangannya keseluruh kelas menatap mata setiap anak didik. 4) Kontak pandang Bila guru berbicara atau berinteraksi dengan anak didik. yakni media pandang. dan media taktil. Perpindahan posisi dapat dilakukan dari muka ke bagian belakang. dan media taktil. dan akhir bagian pelajaran kebagian berikutnya. Tidak hanya untuk menarik perhatian saja. Ada tiga variasi penggunaan media. 5) Gerakan anggota badan ( gesturing ) Variasi dalam mimik. 6) Perpindahan posisi Perpindahan posisi guru dalam ruangan kelas dapat membantu menarik perhatian anak didik dan dapat meningkatkan kepribadian guru. tetapi juga menolong menyampaikan arti pembicaraan. untuk mengubah menjadi pertanyaan yang lebih tinggi tingkatannya setelah keadaan memungkinkan. Guna memudahkan pemahaman mengenai variasi media pandang. Penekanan seperti ini biasanya dikombinasikan dengan gerakan anggota badan. guru dapat menggunakan penekanan secara verbal . ada yang suka mendengarkan dulu baru membaca. ini adalah bagian yang sukar. media dengar. pemberian waktu dapapt diberikan setelah guru mengajukan beberapa pertanyaan. 3) Pemberian waktu ( pausing ) Untuk menarik perhatian anak didik dapat dilakukan dengan mengubah suasana menjadi sepi. ada yang lebih suka mendengarkan. dari suatu kegiatan menjadi tanpa kegiatan/diam. Guru dapat membantu anak didik dengan menggunakan matanya menyampaikan informasi dan dengan pandangannya dapat menarik perhatian anak didik. kelemahan indra yang dimiliki tiap anak didik dapat dikurangi. misalnya perhatikan baik-baik! . Yang penting dalam perubahan posisi ialah harus ada tujuannya dan tidak sekedar mondarmandir. baik pendengaran maupun penglihatan. demikian juga kemampuan berbicara. gerakan kepala atau badan merupakan bagian yang penting dalam komunikasi. Ada yang lebih senang membaca. Variasi Media dan Bahan Ajaran Tiap anak didik memiliki kemampuan indra yang tidak sama.2) Penekanan ( focusing ) Untuk memfokuskan perhatian anak didik pada suatu aspek yang penting atau aspek kunci. dapat diiukuti uraian berikut : 13 . dari sisi kanan ke sisi kiri. Dengan variasi menggunakan media.

majalah dinding. wawancara. dan lain-lain. rekaman music. lebih dalam dan belajar lebih bervariasi 2) Variasi media dengar Pada umumnya dalam proses interaksi edukatif dikelas. yang semuanya itu dapat memiliki relevansi dalam pelajaran. Dalam hal ini akan melibatkan anak didik dalam kegiatan penyusunan atau pembuatan model. radio. majalah. yang hasilmya dapat disebutkan dan dilakukan secara individu ataupun kelompok kecil. film. Penggunaan yang lebih luas dari alat-alat tersebut akan memiliki keuntungan. yaitu : 1) Anak didik bekerja atau belajar secara bebas tanpa campur tangan dari guru. globe. film strip. suara guru adalah alat komunikasi utama dalam kelas. 3) Variasi media taktil Variasi media taktil adalah penggunaan media yang member kesempatan kepada anak didik untuk menyentuh dan memanipulasi benda atau bahan ajar. model. Situasi didominasi oleh guru. 3. Contoh : dalam bidang studi geografi dapat membuat model lapisan tanah. Variasi dalam penggunaan media dengar memerlukan kombinasi dengan mediapandang atau media taktil. gambar grafik. peta. 2) Anak didik mendengarkan dengan pasif. demonstrasi. TV. Sejumlah media dengar yang dapat dipakai untuk itu diantaranya ialah pembicaraan anak didik. 14 . rekaman drama. seperti buku. bahkan suara rekaman ikan lumba-lumba. antara lain : a) Membantu secara konkret konsep berpikir dan mengurangi respon yang kurang bermanfaat b) Menarik perhatian anak didik pada tingkat yang tinggi c) Membuat hasil belajar lebih permanen d) Menyajikan pengalaman riil yang mendorong kegiatan mandiri anak didik e) Mengembangkan cara berpikir berkesinambungan f) Memberi pengalaman yang tidak mudah dicapai oleh media yang lain g) Menambahkan frekuensi kerja. dimana guru berbicara kepada anak didik. rekaman bunyi dan suara.1) Variasi media pandang Penggunaan media pandang dapat diartikan sebagai penggunaan alat dan bahan ajaran khusus untuk komunikasi. Variasi Interaksi Variasi dalam pola interaksi antara guru dengan anak didik memiliki rentangan yang bergerak dari dua kutub. recorder.

antara yang sudah dialami. guru berbicara dengan sekelompok kecil anak didik melalui pengajuan beberapa pertanyaan atau guru berbincang dengan anak didik secara individual. Yang pertama mempunyai pengertian melukiskan gambaran keadaan dan peristiwa sewaktu dijakarta. Karena itu tidak semua cerita dapat disebut menjelaskan. karena banyak orang berbelanja untuk pesta. harga barang kebutuhan sehari-hari naik. 15 . Keong Emas. dalil. guru mengorganisasi bahan pelajaran. Kedua istilah menjelaskan yang dipakai adalah merupakan informasi lisan yang diberikan guru kepada anak didik. Membimbing anak didik untuk menghayati dan mendapat proses penalaran dan menggunakan bukti-bukti dalam pemecahan masalah. atau diskusi. Kedua guru tersebut menggunakan istilah menjelaskan. D. dan prinsip secara objektif. Membimbing anak didik untuk mendapat dan memahami hokum. Pada kesempatan berikutnya guru lain menjelaskan . Keberhasilan guru menjelaskan detentukan oleh tingkat pemahaman yang ditentukan anak didik. atau sebaliknya. Melibatkan anak didik untuk berpikir memecahkan masalah-masalh atau pertanyaan. dan benar b. antara generalisasi dengan konsep. Tujuan Memberikan Penjelasan a. Keterampilan Menjelaskan Guru menggunakan istilah menjelaskan untuk penyajian lisan di dalam interaksi edukatiif. c. sedang yang kedua mempunyai pengertian mengungkapkan sebab kenaikan harga yang terjadi dipasar. demonstrasi. tetapi mempunyai pengertian yang berbeda.Di antara kedua kutub itu banyak kemungkinan dapat terjadi. Semua itu a dalah merupakan ciri umum yang penting dalam proses menjelaskan. dan Taman Impian Jaya Ancol. atau guru menciptakan situsi sedemikian rupa sehingga antaranak didik dapat saling tukar pendapat melalui penampilan diri. Pada penjelasan yang kedua. definisi. 1. Pengertian menjelaskan disini adalah pemberian informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan sebab akibat. Untuk mendapatkan balikan dari anak didik mengenai tingkat pemahamannya dan untuk mengatasi kesalahpahaman mereka. serta d. antara konsep dengan data. sehingga anak didik diberi sajian bahan pelajaran yang telah direncanakan dan dikontrol sikuennya. fakta. Guru menjelaskan pengalamannya pergi ke Jakarta. Pada hari-hari raya Natal dan Idul Fitri. Misalnya. Dalam kehidupan sehari-hari istilah menjelaskan diartikan sama dengan menceritakan. Proses interaksi edukatif menuntut keterlibatan kemampuan kognitif anak didik untuk pemahaman. Contoh . melihat Taman Mini.

Dalalm menjelaskan. Penjelasan yang diberikan oleh guru kadang-kadang tidak jelas bagi anak didiknya. Tidak semua anak didik dapat menggali sendiri pengetahuan dari buku atau dari sumber lainnya. Pemahaman anak didik sangat penting dalam memberikan penjelasan. 3. Ada beberapa conto pertanyaan. Hal ini teercermin dalam ucapan guru : sudah jelas. dan moral. bukan? Atau Dapat dipahami. estetis. tetapi hanya jelas bagi guru sendiri. langsung. Guru perlu membantu anak didik dengan cara memberikan informasi lisan berupa penjelasan yang cocok dengan materi yang diperlukan. Kurangnya sumber yang tersedia yang dapat dimanfaatkan oleh anak didik dalam belajar. Alasan Perlunya Guru Menguasai Keterampilan Menjelaskan a. Guru mengajar dengan menjelaskan agar anak didik berpikir secara logis. 4. Menjelaskan tidak sekedar mengopi apa yang terdapat pada silabus. perbedaan pendapat tentang kebaikan penggunaan pengajaran deduktif dan induktif dapat diabaikan. Pendangan ini diajukan karena guru ssering ditanya oleh anak didik dan memerlukan jawaban yang verbal. guru perlu membantu menjelaskan hal-hal tertentu. Menjelaskan yang dilakukan oleh guruharus dapat menjawab pertanyaan mengapa (why). Meningkatkan keefektifan pembicaraan agar benar-benar merupakan penjelasan yang bermakna bagi anak didik karena pada umumnya pembicaraan lebih didominasi oleh guru daripada anak didik. Karena itu.2. misalnya: mengapa desain sayap kapal terbang sangat penting untuk dapat tebang ? mengapa tembakau sangat baik tumbuh didaerah Besuki? Respon atas pertanyaan terrsebut memerlukan alasan atau sebab yang harus dijelaskan. Pengaalaman anak didik atas penjelasan guru secara benar akan meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan secara mandiri dan bebas bila menghadapi masalah dan meningkatkan kepercayaan diri. melainkan lebih dari itu. Penggunaan dalam Kelas Keterampilan menjelaskan diperlukan dalam pengajaran pada hamper semua topic yang terdapat dalam kurikulum. b. Tak terhitung pertanyaan yang dapat diajukan sehari-hari dikelas dalam keterampilan menjelaskan. Menjelaskan menekankan rasional pemahaman dan mengurangi indoktrin. Keterampilan menjelaskan mendominasi penyajian pengajaran secara verbal oleh guru. Komponen Keterampilan Menjelaskan Komponen keterampian menjelaskan terbagi atas : 16 . c. Respon memerlukan bukti -bukti yang dapat dipakai sebagai dasar pemberi alasan. dan bila perlu panjang. dan jawabannya sedemikian rupa sehingga menimbulkan pemahaman bagi mereka yang mendengarkan. d. dan melepaskan dari kepentingan guru.

akan berbeda dalam menjelaskan disbanding bila kelas tersebut terdiri dari jenis kelamin yang tidak sama. yaitu anak didik. Dalam member penjelasan terhadap anak dari kota berbeda disbanding terhadap anak dari desa. Keberhasilan menjelaskan isi pesan akan terletak pada bagaimana perencanaan itu dibuat.a. Isi pesan Menganalisis dan merencanakan isi pesan. pernyataan dalam pikiran. yaitu : a) Menetapkan apa yang memerlukan penjelasan : masalah. kemudian membuat diagram antarunsur/konsep itu. Berikutnya adalah menganalisisnya. c) Keterampilan terakhir adlah membuat generalisasi. prosedur. Sangat penting untuk menulis unsur yang harus dihubungkan. 2. b) Jenis kelamin Kelas yang terdiri dari jenis kelamin yang sama. Analisis dan Perencanaan Menjelaskan Ada dua hal yang perlu dianalisis dan direncanakan pada keterampilan menjelaskan. akan berbeda kesiapan menerima penjelasan dengan anak berkemampuan rendah. 1. dan lain-lain. meliputi tiga tahap keterampilan. d) Pengalaman Perbedaan pengalaman hidup anak didik menyebabkan berbeda pula penjelasan oleh guru. hal-hal yang tidak kelihatan dan kompleks menjadi gampang untuk dilihat. atau aturan yang tepat teerhadap hubungan yang telah dibentuknya. b) Keterampilan berikutnya adalah mengekspresikan bentuk hubungan yang ada di antara unsure/konsep atau komponen yang harus dihubungkan. Penerima pesan Dalam menjelaskan perlu diperhatika ciri-ciri atau karakteristik si penerima pesan. c) Kemampuan kelompok Kelompok yang terdiri dari anak didik berkemampuan tinggi. serta meneliti apa yang harus dihubungkan dalam menjelaskan. e) Lingkungan sekolah dan kebijakan 17 . dan keberhasilan perencanaan akan terletak pada bagaimana analisis pemecahan masalah yang diorgisasi secara sistematis. yaitu anak didik sebagai suatu kelompok. Dalam hal ini hubungan akan tampak konkret bentuknya. prinsip. yaitu: isi pesan yang akan disampaikan dan si penerima pesan itu sendiri. peristiwa. Karakteristik tersebut ialah : a) Usia Menjelaskan masalah yang sama terhadap anak didik SLTP dan SLTA haruslah berbeda. Perbedaan bentuk hubungan akan menghasilkan perbedaan generalisasi. hokum.

em . dan lain-lain.Sekolah yang sudah lengkap fasilitasnya. tempat belajar individual. seperti tidan terlalu. uh. 18 . akan menentukan keberhasilan guru dalam menjelaskan. tempat olah raga. Bila pertanyaan membingungkan anak didik. Kejelasan bahasa juga harus secara eksplisit ditampakkan. akan berpengaruh pada guru dalam menjelaskan daripada sekolah yang kurang fasilitasnya. Begitupun dengan kebijakan sekolah akan mempengaruhi penjelasan guru. Ada tiga petunjuk dalam memperkirakan kesiapan anak didik. Penyajian Suatu Penjelasan Penyajian suatu penjelasan dapat ditingkatkan hasilnya dengna memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1) Kejelasan Seperti telah dijelaskan pada keteampilan bertanya. Perbedaan keadaan anak didik yang disebabkan oleh hal-hal tersebut. berikan pengertian sehingga anak didik dapat memahaminya. daripada harus mengulang-ulang pertanyaan sehinggaanak didik harus mendengarkan secara baik dan menjawabnya secara benar. Hal yang harus dihindari dalam menjelaskan antara lain penggunan : a) Kata-kata tambahan negative. dapat digunakan pertanyaan menuntun atau dengan menyusun kembali pertanyaan yang sama. b) Pengalaman dan kemampuan kognitif anak didik hendaknya mendasari penjelasan guru. sering kali dan istilah-istilah yang tidak dapat dimengerti anak didik. sebaiknya dihindari karena akan mengganggu perhatian anak didik. biasanya. Kebiasaan ucapan seperti ah. Missal ada sekolah yang telah membolehkan study tour atau kerja lapangan untuk memberi pengalaman pembentukan konsep. b. Bila menggunakan istilah baru. umumnya. c) Fenomena yang ditanyakan anak didik sesuai dengan kepercayaannya dan hendaknya guru mendasari penjelasannya dengan hal tersebut. tidak sering. atau pertanyaan tersebut relevan dengan situasi yang membingungkan anak didik. atau mengajukan pertanyaan yang lebih sederhana. Pemilihan istilah yang tepat dan sesuai dengan kemampuan berpikir anak didik adalah perlu. pertanyaan guru harus jelas dan singkat. Guru SLTP dan SLTA yang umumnya adalah guru bidang studi. yaitu : a) Relevansi pertanyaan anak didik sesuai dengan penjelasan guru. Guru secara mental harus dapat memperkirakan hasil belajar anak didik yang ditentukan oleh kesiapan anak didik menerima penjelasan. akan memiliki kecenderungan menggunakan istilah-istilah yang kompleks dan teknis.. seperti perpustakaan. atau memutarbalikkan kalimat atau penggunaan kalimat kira-kira. Kelancaran berbicara juga merupakan hal yang penting dlam menjelaskan. tidak tenang.

Pemberian contoh yang bervariasi baik yang dikerjakan oleh guru ataupun yang diminta anak didik. kira-kira. Penggunaan contoh harus spesifik. Apabila dalam suatu diskusi pembahasan menjadi berkembang. dengan gerakan anggota badan atau dengan menggunakan media dan bahan pelajaran. Dengan kata lain. beberpa. jenis ini. kemudian dicari keberlakuannya secara umum atau menghasilkan suatu generalisasi. untuk membantu anak didik belajar memusatkan perhatian secara jelas pada bagianbagian yang fundamental dari suatu masalah dan pada waktu yang bersamaan dapat mengurangi bagian-bagian yang kurang penting atau mengganggu. kita sebut pola deduktif. itu menunjukkan adanya keberhasilan dlam penekanan. semuanya ini. karena mudah diserna oleh anak didik. hanpir. Contoh seharusnya dihubungkan dengan konsep yang baru yang tidak dikenal dalam pengalamannya. kemudian dicari keberlakuannya di masyarakat. faktor-faktor. misalnya kurang lebih. bila guru memulai penjelasannya dengan mengambil suatu generalisasi atau dalil. Bila guru memulai dengan contoh yang konkret dalam masyarakat. Cara member penekanan dapat dilakukan dengan: a) Memberi variasi dalam gaya mengajar guru. aspek-aspek. membuat cerita panjang yang pendek. c) Jumlah yang tidak pasti. seperti tidak begitu perlu. misalnya mereka bilang demikian. sering-sering. itu mungkin. e) Kelompok barang. 19 . barang-barang. membuat penjelasan lebih menarik dan lebih efektif. Misalnya. misalnya seonggok. jenis barang-barang itu. barang-barang itu. bagaimanapun. jelas. kita sebut pola induktif. Gunakanlah contoh yang positif dari pada yang negative. segerombol. 2) Penggunaan contoh Pada setiap tingkat usia sangat sedikit anak didik dapat menguasai bahan pelajaran baru tanpa ada contoh. dengan suara yang bervariasi. 3) Penekanan Penekanan adalah keterampilan penyajian yang meminta perhatian anak didik teehadap informasi yang esensial atau penting.b) Kata ragu-ragu. g) Asal saja. Bila contoh yang konkret banyak digunakan. dan konkret. sejumlah. hamper semua. dan kira-kira. Temukan contoh situasi yang tepat dan cocok dengan pengalaman anak didik. misalnya jenis. Suatu pola atau proses dimana contoh dihubungkan dengan generalisasi merupakan bagian yang penting pada efektivitas penjelasan. kadang-kadang. Kebalikannya. maka pelajaran baru itu akan mudah dicerna dalam pengetahuan anak didik. f) Petunjuk yang meragukan ( mempunyai arti lebih dari satu ). d) Kemungkinan.

fundamental. mayor. Menjelaskan yang dikaitkan dengan keinginan atau kesenangan akan dapat menarik perhatian anak didik. Penekanan dalam menjelaskan dapat dilakukan dengan langsung dalam bentuk : (1) Kata-kata : pertama. Cara tersebut dapat dilakukan dengan member pertanyaan kepada anak didik. penting. dengan menyusun kembali kata-kata respon anak didik. dasar. atau minta anak didik untuk mengungkapkan hal-hal yang mereka belum tahu. misalnya dengan member ikhtisiar dan ulangan. lain kali kita kembali. pikiran yang penting. Anak didik senang bila kita memintanya untuk mendiskusikan kegiatannya sehari-hari. dengarkan baik-baik konsep ini. kita mulai dengan. ada dua kesimpulan. esensial. utama. ini adalah yang perlu diketahui. atau atas pilihan sendiri.b) Menstruktur bahan pelajaran. Penekanan dengan menggunakan ucapan verbal akan lebih baik bila dikombinasikan dengan vaiasi suara. dan dengan member tanda-tanda atau isyarat. 4) Umpan balik Anak didik sebaiknya diberi kesempatan untuk memperlihatkan pengetahuan atau pengertian tentang sesuatu yang dijelaskan. Umpan balik dapat juga diketahui melalui keinginan dan kesenangan anak didik. 20 . (2) Ungkapan : yang nomor satu. dan dapat memberi sumbangan pikiran kepada anak didik lainnya untuk membentuk generalisasi. bermakna. jangan lupa ini. Umpan balik dapat juga didapat dari pengamatan tingah laku anak didik melalui pertanyaan yang sifatnya kompherensif. kedua. kritis. dan menonjol. vital.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful