BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Sudah tidak dapat diragukan lagi hidup manusia sangat tergantung terhadap jantung, organ yang satu ini merupakan alat yang berfungsi sebagai alat transportasi darah, gangguan pada jantung berarti gangguan pada sistem transportasi darah dan berarti gangguan terhadap kelansungan kehidupan seorang manusia. Keadaan seperti ini dapat menimpa siapa saja tanpa batasan umur namun resiko tertinggi ada pada orang – orang tertentu seperti mereka yang merokok, mereka yang terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak, makan – makanan tidak seimbang atau pada seseorang yang telah lanjut usia. Ganguan pada jantung atau biasa disebut dengan penyakit jantung terjadi akibat proses yang berkelanjutan, dimana jantung secara berangsur – angsur kehilangan kemampuan untuk melakukan fungsinya secara normal, pada awal penyakit, jantung masih bisa mengkompensasi sirkulasi darah normal melalui pembesaran dan peningkatan denyut nadi, namun dalam keadaan tidak terkonpensasi sirkulasi darah yang tidak normal akan menyebabkan sesak nafas, rasa lelah serta sakit pada jantung. Keadaan seperti diatas tidak boleh dibiarkan karena penyakit jantung yang dibiarkan menahun resiko terburuknya adalah kematian, oleh karena itu dibutuhkan pengobatan yang sangat serius, dimana penyakit yang satu ini dapat digolongkan kedalam penyakit yang cukup berbahaya sehingga dalam menanganinyapun membutuhkan penanganan khusus mulai dari obat – obatan sampai terhadap pemenuhan gizi pada penderita penyakit jantung ini.

1

jadi yang terpenting dalam melakukan pengobatan penyakit jantung adalah persoalan gizi pada penderitanya karena pada awalnya penyakit jantung berawal dari kebiasaan pola hidup dan pola makan seseorang.Dalam pemenuhan gizi pada penderita penyakit jantung kita dihadapkan pada keadaan yang serba sulit dimana kita harus memenuhi gizi tanpa menggangu dan memicu bertambah buruknya keadaan jantung. Kesulitan seperti ini tidaklah seharusnya terjadi ditengah kesulitan menghadapi penyakit jantung itu sendiri kesulitan baru seperti pemenuhan gizi pada penderitanya. 2 . hal semacam ini biasa disebut dengan diet. Diet sebenarnya bukan merupakan hal yang baru dalam dunia kesehatan dan kecantikan. oleh sebab itulah penulis merasa tertarik untuk membahas mengenai pelaksanaan diet pada jantung dengan judul “Diet Pada Penyakit Jantung”. diet biasa dilakukan oleh seseorang yang mepunyai keadaan berat badan berlebih (obesitas) atau seseorang yang menginginkan bentuk tubuh tertentu. namun dengan aturan serta ketentuan – ketentuan yang telah diatur sedemikian rupa. namun pelaksanaan diet bagi penderita penyakit jantung ini pelaksanaannya sedikit berbeda tidak hanya harus memantangkan makanan tertentu namun juga harus mengatur jadwal dalam memasukkan asupan gizi bagi tubuh. Persoalan selanjunya adalah bagaimana representasi dari pelaksanaan diet bagi penderita penyakit jantung. Berbicara mengenai persoalan gizi pada penderita penyakit jantung ada banyak sekali makanan serta minuman yang dilarang untuk dimakan oleh penderita penyakit jantung dan banyak juga makanan yang kemudian dianjurkan untuk dimakan oleh penderita penyakit ini. Sampai saat ini banyak sekali metode pengobatan yang dapat dilakukan terhadap penderita penyakit jantung namun tidak ada satupun media pengobatan yang mampu memberikan garansi keberhasilan seratus persen tanpa adanya pengawasan gizi yang ketat selama menjalani pengobatan.

Apa yang dimaksud dengan diet jantung? diatas maka penulis b.BAB II PERMASALAHAN 2. Bagaimana pelaksanaan diet jantung? 3 . Apa tujuan dari pelaksanaan diet jantung? c.1. Permasalahan Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan merumuskan beberapa pokok permasalah sebagai berikut: a.

4 .

Defenisi Diet Jantung Penyakit jantung sebagai mana telah dijelaskan sebelumnya adalah penyakit dimana jantung secara berangsur – angsur kehilangan kemampuan untuk melakukan fungsinya secara normal sehingga menghambat proses transportasi jantung yang kemudian akibatnya sangat fatal bagi manusia seperti. Diet jantung terdiri atas dua kata yaitu diet dan jantung yang dapat didefinisikan sebagai berikut: - Diet. pada penderita penyakit jantung dapat dilakukan diet jantung. menyebabkan sesak nafas.1. rasa lelah serta sakit pada jantung. - Jantung.BAB III PEMBAHASAN 3. Dalam keadaan ini untuk meminimalisir keadaan yang memberatkan pada jantung maka ada dua alternatif penanganan yaitu: a) Modifikasi diet b) Obat – obatan. aturan makan khusus untuk sehat dan sebagainya (atas petunjuk ahli) berpantang atau menahan diri terhadap makanan tertentu untuk kesehatan. bagian tubuh yang menjadi pusat transportasi darah yang terletak di dalam rongga dada sebelah atas. mengatur kuantitas dan jenis makanan untuk mengatur berat badan atau penyakit. Terfokus pada modifikasi diet. 5 .

3. maka Langsung diberikan diet tahap II dan bila tidak maka diet dimulai lagi dari tahap I.Mengubah jenis dan asupan lemak makanan .Menurunkan berat badan penderita bila si penderita mengalami obesitas .Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan pekerjaan jantung . Dengan catatan apabila penderita ternyata sudah sesuai dengan diet tahap I. 3. mengandung kolesterol dan lemak jenuh lebih rendah. Tujuan diet jantung Tujan diet secara umum antara lain sebagai berikut: .Mencegah dan menghilangkan penimbunan garam dan air .2. mengandung kolesterol dan lemak jenuh tinggi 2) Diet pisipidemia tahap II.Menurunkan konsumsi kolesterol.Menurunkan berat badan . Diet jantung ( diet pada penderita penyakit jantung terdiri atas dua jenis yaitu: 1) Diet disipidemia tahap I. Pelaksanaan diet jantung 6 .3.Sehingga secara umum diet jantung (diet pada penderita penyakit jantung) adalah pengaturan pola makan khusus terhadap penderita penyakit jantung baik kuantitas maupun jenis makanan. sedangkan: Tujuan diet jantung (diet pada penderita penyakit jantung) adalah .Menurunkan kadar kolesterol dibawah 130 mg/dl dan kadar kolesterol total sebesar 200 mg/dl.

Dalam keadaan menderita penyakit jantung dimana keadaan jantung mengalami kehilangan kemampuannya untuk melakukan fungsinya. 3. diet jantung mutlak diperlukan. Lemak Jenuh Lemak jenuh terdiri dari 3 asam lemak utama yang dapat meningkatkan kolesterol. Lemak Total Lemak total pada Diet sebaiknya < 30% kalori total. namun dalam keadaan tidak terkonpensasi maka fungsi jantung akan melemah. Asupan lemak total saat ini di Amerika Serikat rata-rata adalah 36-37% dari seluruh kalori. Oleh karena itu. asupan lemak harus dikurangi sekitar seperlimanya untuk mencapai sasaran tersebut di atas. otak. Gizi Seimbang Diet terapeutik apapun harus memadai dalam keseimbangan zat-zat gizi/diet seimbang sesuai dengan nilai kecukupan yang dianjurkan. yang mempunyai panjang rantai karbon 12 (asam laurat). 2. Pada pelaksanaannya harus terdiri dari bermacam-macam makanan dari semua kelompok makanan dengan mengacu pada slogan "4 sehat 5 sempurna". yang akibatnya berkurang pula aliran darah dan berakibat juga terhadap ginjal. Pengurangan lemak total mempermudah pengurangan lemak jenuh dan mungkin membantu penurunan berat badan pada pasien dengan obesitas. hati. Dalam permulaan pelaksanaan diet jantung ada beberapa tatalaksana serta syarat yang perlu diperhatikan antara lain: 1. sedangkan di Indonesia ratarata hanya 18% dari seluruh kalori. 14 (asam 7 . Pada ekonomi golongan menengah dan atas di Indonesia asupan lemak kira-kira 35 % dari total kalori. pada awal penyakit jantung masih mampu mengkompensasi ketidak efisienan fungsinya. serta tekanan darah sehingga selain obat – obatan.

babi. Pasien dengan kadar kolesterol yang tinggi sebaiknya membatasi asupan makanan yang tinggi asam lemak trans. Lemak Tidak Jenuh Rantai Tunggal Pada kedua tahap diet terapeutik. Namun demikian. krim. Konsumsi santan yang kental juga harus dihindari. asam oleat dianggap netral terhadap kolesterol total. Beberapa minyak nabati kaya akan asam linoleat. misalnya shortening yang dihidrogenasi. tidak meningkatkan maupun menurunkan kadar kolesterol. Untuk Indonesia. Efek dominan lemak jenuh adalah meningkatkan kadar kolesterol.miristat) dan 16 (asam palmitat). dapat mencapai 15% kalori total. termasuk di antaranya adalah lemak mentega (terdapat pada mentega. 4. 5. terutama asam oleat. minyak zaitun. margarin lunak atau cair umumnya mempunyai kandungan asam lemak trans yang lebih rendah dibanding jenis yang padat. Substitusi lemak jenuh tinggi dengan makanan kaya asam linoleat menghasilkan penurunan kadar kolesterol. misalnya minyak kedelai. dan makanan yang mengandung lemak ini. susu. minyak safflower dan 8 . Makanan yang kaya ketiga asam lemak jenuh ini adalah target utama yang harus dikurangi. kambing dan unggas. Margarin lunak masih menjadi pilihan yang lebih baik untuk olesan dan memasak dibanding mentega. Lemak Tidak Jenuh Rantai Ganda Ada dua kelompok utama lemak tak jenuh rantai ganda. bahkan margarin mempunyai potensi yang lebih rendah untuk meningkatkan kolesterol dibanding mentega. Sisanya adalah dari produk nabati. es krim dan keju) dan lemak sapi. Asam lemak omega-6 utama adalah asam linoleat. Asam oleat adalah asam lemak utama yang terdapat pada kacang tanah. minyak jagung. beberapa jenis margarin. Hidrogenasi (penambahan atom hidrogen) adalah suatu proses mengubah minyak nabati menjadi lemak yang lebih padat. lemak tak jenuh rantai tunggal. Selama bertahun-tahun. Narnun demikian bukti terbaru menunjukkan bahwa asam oleat dapat menyebabkan penurunan kadar kolesterol hampir sebesar asam linoleat yang tidak jenuh dan berantai ganda jika salah satunya menggantikan lemak jenuh dalam diet. yang biasa disebut asam lemak omega-6 dan omega-3. minyak canofa. mengubah asam lemak tak jenuh menjadi asam lemak trans.

Protein Asupan protein pada Diet adalah 15% dari kalori total. belum jelas apakah hubungan nyata ini disebabkan oleh lemak ikan itu sendiri atau faktor lain. yang mengandung asam lemak omega-3. Beberapa data epidemiologis menunjukkan bahwa konsumsi ikan jenis apa pun. Asam lemak utama pada kelompok ini adalah asam eikosapentaenoat (EPA) dan asam dokosaheksaenoat (DHA). lkan dan kerang adalah sumber utama asam lemak omega-3. 7. ikan baik sebagai sumber protein dalam diet.biji bunga matahari. termasuk primata bukan manusia. Serat 9 . protein nabati (contohnya protein kedelai) menurunkan kadar kolesterol dibandingkan dengan protein hewan. sebagaimana yang tinggi asam lemak tak jenuh tunggal. mempunyai densitas kalori yang tinggi sehingga dapat menaikkan asupan kalori dan menaikkan berat badan. 6. studi epidemiologis menunjukkan bahwa peningkatan asupan kolesterol meningkatkan rata-rata kadar kolesterol serum pada suatu populasi. berhubungan dengan penurunan resiko. 8. efek ini tidak ditemukan pada manusia dengan jumlah asupan protein yang biasa. Pada beberapa hewan penelitian. Keduanya mempunyai efek yang kecil terhadap kadar kolesterol pada pasien dengan kadar trigliserida normal. Minyak ini. Karena mengandung lemak jenuh yang rendah. Meskipun asupan tinggi kolesterol pada manusia tidak selalu menyebabkan peningkatan secara nyata kadar kolesterol serum seperti pada kelinci dan beberapa primata. Kolesterol Konsumsi kolesterol yang tinggi menyebabkan hiperkolesterolemia dan aterosklerosis pada sejumlah besar hewan penelitian. 9. Karbohidrat Karbohidrat sebaiknya merupakan penyumbang > 55% dari jumlah kalori total pada Diet dan sebaiknya berupa karbohidrat kompleks.

Garam Penyakit jantung juga berhubungan dengan tekanan darah yang kemudian berhubungan dengan asupan natrium.Serat makanan adalah polimer karbohidrat yang tak dapat dicerna. misalnya pektin. jenis ini menambah massa feces (tinja) dan membantu menormalkan fungsi kolon. Asupan serat dalam menu sehari-hari sebaiknya 20-30g/hari untuk orang dewasa. beberapa jenis gum. Perbanyak konsumsi sayuran dan buah. Serat makanan yang tidak larut misalnya bekatul tidak menurunkan kadar kolesterol serum. Asupan ini jauh lebih besar dibanding kebutuhan natrium bagi kesehatan.Sumber HA 10 . 10. vitamin dan mineral yang cukup serta hindari suplemen kalium. Satu jenis serat dapat larut dalam air. dan psyllium seed husks. meskipun memberikan manfaat yang lain bagi kesehatan. 11. di Indonesia diperkirakan 11-15 g/hari meskipun asupannya sangat bervariasi. mempunyai potensi menurunkan kolesterol. Banyak bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa pembatasan asupan garam dapur (natrium klorida) akan menurunkan ratarata tekanan darah. kesemek dll. dan magnesium bila diperlukan. Konsumsi garam rata-rata di Amerika Serikat adalah 8-12 g/hari.buahan. Sekitar 25% (6 g) sebaiknya berupa serat yang dapat larut. yaitu sebesar 500 mg/hari. kalsium. Rekomendasi ini dibuat terutama untuk mencapai fungsi gastrointestinal yang normal dan mungkin memberikan manfaat yang lain bagi kesehatan. Serat yang larut dalam air. Sesuai dengan pengertian serta tujuan diet yaitu mengatur pola makan dengan berbagai syarat yang ditentukan maka terhadap diet jantung adap beberapa makanan yang diperbolehkan untuk di konsumsi namun tetap dalam batas yang di anjurkan antara lain: . Bahan makanan yang mengandung banyak pektin adalah apel.

. .Sumber protein nabati Tahu.Sumber KH Produk makanan jadi. direbusm dikukus. biscuit krakers berlemak. Selain itu ada pula beberapa makanan yang merupakan pantangan atau bahkan dilarang untuk dikonsumsi oleh penderita penyakit jantung antara lain: . ayam. . ubi.kacang tanah. kentang. dan kacang – kacangan.Beras terutama beras tumbuk. dan putih telur. cereal. roti tinggi serat.Sumber protein hewani 11 . minyak wijen. .Sumber lemak Minyak jagung. disetup. kue – kue berlemak . ikan. kue buatan sendiri dengan sedikit mengandung minyak/lemak tak jenuh. macaroni. beras merah. unggas tanpa kulit. tempe. dimasak dengan santan encer. minyak kedelai.Buah Semua buah dalam keadaan segar dan bentuk jus.Sumber protein hewani Daging sapi kurus. minyak biji bunga matahari. . ditumis dengan minyak tidak jenuh ganda. margarine tanpa garam yang dibuat dari minyak tidak jenuh ganda.Sayuran Semua sayuran dalam bentuk segar.

makanan ini sangat rendah kalori dan semua zat gizi. dan santan kental.atau Congestive cardiac failure berat.5 lt cairan/ hari selama 1-3 hari bila penderita dapat mencernanya.Sayuran Yang dimasak dengan mentega dan minyak kelapa sawit dengan santan kental . susu kental manis. minyak kelapa. . Diet Jantung II Makanan diberikan secara berangsur dalam bentuk lunak setelah masa akut MCI dapat diatasi menurut beratnya Hipertensi atau Oedema yang menyertai penyakit. jeroan. . minyak kelapa sawit. semua jenis buah yang diawetkan . mentega.Buah. 12 . Diberikan berupa 1.Daging gemuk. es krim. Pelaksanaan diet jantung/tahap: Diet Jantung I Diberikan kepada pendrita dg Miocard Infark (MCI) akut. daging kambing.Minyak.Sumber protein nabati Makanan yang dimasak dengan santan kental dan digoreng dengan minyak kelapa sawit. kuning telur (dibatasi hingga 3 butir/minggu). sosis.(Diet jantung II rendah garam). makanan ini rendah kalori. kalsium dan thiamin. protein.1. Diet Jantung III Diberikan kepada penderita Jantung yang tidak terlalu berat atau sebagai perpindahan dari diet jantung II diberikan dalam benruk mudah cerna berbentuk lunak atau biasa makanan ini rendah kalori tetapi cukup zat gizi lain rendah garam menurut beratnya hipertensi atau Oedema yang menyertai (diet jantung III rendah garam). otak. makanan yang diberikan rendah garam. margarine kelapa.

Contoh jadwal pemberian makanan/hari pada pelaksanaan diet jantung tahap I : Pukul 06.00 the manis 1 gls 13 .00 susu rendah lemak 1 gls Pukul 10. atau sebagai perpindahan dari diet jantung III.00 air jeruk 1 gls Pukul 13.00 susu rendah lemak 1 gls Pukul 15.Diet Jantung IV Diberikan kepada penderita Jantung ringan atau .00 sari papaya 1 gls Pukul 18. Diberikan dalam bentuk makanan biasa Rendah garam menurut hipertensi atau Oedema yang menyertai penyakit (diet jantung IV rendah garam) Makanan ini cukup kalori dan zat Gizi lain.00 susu rendah lemak 1 gls Pukul 20.00 susu rendah lemak 1 gls Pukul 08.

Kesimpulan Dengan memperhatikan penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa: 14 .BAB IV PENUTUP 4.1.

3) Diet jantung dilakukan dalam beberapa tahapan dengan beberapa syarat dan ketentuan dikonsumsi 4. serta menurunkan kolesterol. 2) Diet jantung bertujuan untuk memberikan asupan makanan tanpa memberatkan jantung.1) Diet jantung atau diet pada penderita penyakit jantung secara umum adalah.2. pengaturan pola makan khusus terhadap penderita penyakit jantung baik kuantitas maupun jenis makanan. menurunkan berat badan (pada penderita obesitas). mencegah penumpukan garam dan air. dan diet jantung harus pula memperhatikan makanan yang boleh dikonsumsi dan makanan yang tidak boleh DAFTAR PUSTAKA 15 . tertentu. Saran 1) Kenali kebutuhan untuk perubahan permanen dan gaya hidup untuk mengurangi resiko terkena penyakit jantung 2) Kurangi konsumsi lemak dan kolesterol dalam diet 3) Tingkatkan pemasukan serat dalam tubuh 4) Capai dan pertahankan berat badan ideal pada penderita penyakit jantung serta lakukan olahraga ringan.