P. 1
TAYAMMUM

TAYAMMUM

|Views: 46|Likes:
Published by Zarif Haikal

More info:

Published by: Zarif Haikal on Oct 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2011

pdf

text

original

http://muslimah.or.id/fikih/tayammum.

html

Mari Tetap Sholat di Kala Tak Mendapatkan Air (Tayammum Ala Rasulullah Shallallahu µAlaihi wa Sallam)
85Share Penulis: Ummu Ziyad Muraja¶ah: Ust. Aris Munandar Rasa sedih tentu akan menyeruak dari dalam diri seorang muslim, jika melihat seorang saudaranya yang lain meninggalkan kewajiban yang telah diperintahkan oleh Allah. Begitu pula yang penulis rasakan ketika dalam suatu perjalanan, penulis menyaksikan sebagian besar penumpang bus yang penulis tumpangi meninggalkan shalat. Padahal waktu itu bulan Ramadhan dan sebagian besar pulang kampung untuk merayakan lebaran µIdul Fithri di rumah masingmasing. Puasa yang mereka tinggalkan saat perjalanan memang merupakan keringanan yang Allah berikan bagi orang yang bersafar. Tentu saja dengan ketentuan bahwa puasa yang ditinggalkan akan di-qadha ketika telah usai bulan Ramadhan tersebut. Namun, shalat bagi seorang muslim tetaplah wajib, begitupula bersuci sebagai salah satu syarat sahnya shalat juga merupakan kewajiban. Allah dan Rasul-Nya telah memberikan keringanan dalam bentuk yang berbeda untuk masing-masing kewajiban tersebut. Ketika shalat tidak mampu dilaksanakan secara berdiri, maka bisa dilakukan dengan duduk, dan jika tidak mampu maka bisa dilakukan dengan berbaring. Dalam keadaan safar, Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam mencontohkan bahwa untuk shalat-shalat wajib, orang yang dalam perjalanan tidak melakukannya di atas kendaraannya. Adapun untuk kendaraan-kendaraan yang tidak memungkinkan bagi seorang musafir untuk menghentikan kendaraannya (seperti kereta, kapal laut) atau bis yang tidak diketahui secara tepat pemberhentiannya, maka seseorang dapat shalat di dalam kendaraan tersebut, karena terpaksa. (Insya Allah akan datang artikel khusus tentang shalat bagi orang musafir). Begitupula dengan bersuci. Ketika seseorang telah bersuci dan memakai khuf, maka dalam perjalanan dengan jangka waktu tiga hari, ia dapat berwudhu dengan cara mengusap khuf. Adapun jika ia tidak mendapat air atau terhalang untuk menggunakan air, maka Allah telah memberi keringanan berupa tayammum. ³Jika kamu tidak menemukan air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih). Usaplah mukamu dan kedua tanganmu dengan tanah itu.´ (Qs. al-Maa-idah [5]: 6) Kesimpulannya, adalah keringanan untuk wudhu dan shalat bukanlah dalam bentuk boleh ditinggalkannya kewajiban wudhu dan shalat tersebut.

µkusampaikan kepada Nabi shallallahu µalaihi wa sallam.Kisah Munculnya Syari¶at Tayammum Kisah ini diceritakan oleh Aisyah istri tercinta Nabi shallallahu µalaihi wa sallam. Hal tersebut disampaikan kepada Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam. lalu tidak mendapatkan air. Dalam satu riwayat. Usaid bin Hudhair berkata kepada Aisyah.¶Apa engkau menahan orang-orang ini karena kalung?!¶ Aku tidak bisa berbuat apa-apa karena keberadaan Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam sekalipun itu terasa menyakitkanku. Suatu saat. Waktu itu mereka berhenti di tempat yang tidak ada airnya dan mereka juga tidak membawa air. Saat itu orang-orang mengeluh kepada Abu Bakar ash-Shidiq. tidaklah engkau mengalami perkara yang tidak engkau sukai. kecuali Allah memberikan untukmu (jalan keluarnya). Ketika mereka telah sampai di Baida¶ atau Dzatul Jaisy (hendak memasuki kota Madinah). ³Tidakkah engkau lihat apa yang dilakukan Aisyah? Ia telah menghentikan Rasulullah shallallahu µalaihi wasallam dan orang banyak. dan (menjadikan) kebaikan bagi kaum muslimin di dalamnya. Dari Ammar bin Yasir radhiallahu µanhu. Ia pun memukulku dengan keras seraya berkata. padahal mereka tidak di tempat yang ada airnya dan tidak membawa air.´ Abu Bakar pun mendatangi Aisyah dan memarahinya. Akhirnya Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam berhenti dan berkenan mencarinya dan orang-orang pun ikut mencarinya. Kemudian Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam bersabda.´ yaitu Nabi shallallahu µalaihi wa sallam menepukkan kedua telapak tangannya pada permukaan tanah.´ (HR.´ Kemudian tibalah waktu shalat. ³Sebenarnya cukuplah bagimu hanya (melakukan) begini. Aisyah radhiallahu µanha menceritakan. Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam tidur di pangkuan Aisyah radhiallahu µanha. Demi Allah. ia bersama Nabi shallallahu µalaihi wa sallam dalam salah satu perjalanannya. Salah satunya adalah hadits berikut. tiba-tiba Aisyah kehilangan kalung yang dipinjamnya dari Asma. Bukhari dari beberapa jalan periwayatan) Dalil Syariat Tayammum Ada banyak dalil yang menunjukkan disyari¶atkannya tayammum. lalu Allah menurukan ayat tayammum (yaitu al-Maa-idah ayat 6). dan mereka tidak menemukan air. lalui Beliau mengusapkan kedua tangannya pada wajah dan kedua telapak tangannya.´ (Muttafaqun µalaih) Saat-Saat Bolehnya Bertayammum . para sahabat akhirnya shalat tanpa wudhu. Aku tidak dapat berbuat sedikit pun karena Rasulullah shallallahu µalaihi wasallam berada di pangkuanku. ³Abu Bakar mencercaku dan mengatakan apa yang dikehendaki Allah untuk mengatakannya. ³Semoga Allah membalas kebaikan bagimu. Akhirnya (saat kalung Aisyah belum juga diemukan). Kemudian aku berguling-guling di atas permukaan tanah lalu shalat. ³(Pada suatu saat) aku junub. ia berkata. Setelah itu. kemudian meniup keduanya.

(lihat Al-Wajiz) Tata Cara Tayammum 1. Saat air yang dimilikinya terbatas dan jika digunakan untuk berwudhu akan membahayakan dirinya (karena bisa mati kehausan). seseorang boleh bertayammum dengan syarat ia tidak mendapatkan air dan khawatir kehabisan waktu shalat. 6. ³Maka bertayammumlah dengan sha¶iid yang bersih´. misalnya karena ada musuh. siapapun di antara umatku yang menjumpai waktu shallat. namun tidak berhalangan menggunakan air. tayammum boleh menggunakan semua jenis belahan bumi. seluruh bagian bumi dijadikan tempat sujud dan alat bersuci. (lihat Ashl Shifat Shalat an-Nabi shallallahu µalaihi wa sallam 2/784. Ibnu Majah. . Imam Ahmad dan sebagian madzhab Dzohiri mengharuskan tayammum dengan menggunakan tanah asli yang berdebu. Abu Dawud. ³Aku diberi lima perkara yang belum pernah diberikan kepada seorang pun sebelumku. Imam Ahmad dan lainnya). bahwa Nabi shallallahu µalaihi wa sallam bersabda. (Namun. Zat yang Digunakan untuk Tayammum Imam Syafii. ³fatayammamu sha¶iidan thayyiban´ yang artinya. 3. Dalam keadaan junub dan air yang dimilikinya tidak cukup untuk berwudhu atau mandi. namun air tersebut sangat dingin dan membahayakan dirinya dan ia tidak dapat memanaskan air tersebut.´ (HR. Bukhari dan Muslim) 2. Hal ini termasuk keistimewaan Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam dari rasul lainnya sebagaimana dalam hadits yang dibawakan oleh Jabir bin Abdullah radhiallahu µanhuma. bila seseorang sakit. Ketika sakit dan sakitnya tersebut menghalangi dirinya untuk menggunakan air. kebakaran dan semacamnya sehingga jika ia menggunakan air akan membahayakan diri. Bukhari) Dan dalam ayat Al-Qur¶an juga disebutkan. 2. Ia juga mengutip perkataan Abu Ishaq yang menyatakan bahwa sha¶id adalah permukaan tanah. 4. pencuri. Aku diberi kemenangan dengan ditanamkan rasa takut pada diri musuh dalam jarak sebulan perjalanan. tidak harus bertayammum dengan tanah asli yang berdebu. Ibnul Manzhur mengatakan dalam Lisanul Arab bahwa sha¶id berarti tanah. 5. Saat tidak mendapatkan air. dikutip dari majalah Al-Furqon). Saat terhalang dari mengambil air. Niat dalam hati (HR. maka dia tidak boleh tayammum). Membaca bismillah (HR.1. Saat mendapatkan air. bahkan boleh dimana saja sebagaimana Nabi shallallahu µalaihi wa sallam pernah melakukan tayammum dari dinding. maka shalatlah di mana ia berada«. maka orang yang hendak tayammum cukup menepukkan kedua tangannya pada permukaan tanah dan tidak perlu mempermasalahkan apakah tanah pada permukaan tersebut terdapat debu atau tidak. harta dan kehormatannya. Ketika dalam keadaan mukim (tidak berpergian) ataupun bepergian. Namun menurut pendapat yang lebih kuat.

(Poin 3 ± 6. (lihat artikel wudhu untuk melihat batasan wajah). Hal ini dilakukan jika ternyata banyak debu yang menempel di kedua tangan sebagaimana difatwakan oleh Syaikh Ibnu Baz rahimahullah. Namun bila sebelum menemukan air tersebut. 4. HR. Tepukkan kedua tangan kalian ke tanah yang suci (atau semua jenis belahan bumi) sekali Syaikh al-Bani mengatakan bahwa pada riwayat Ibnu Khuzaimah dalam kitab Shahih-nya disebutkan secara ringkas bahwa tayammum adalah satu tepukan debu untuk wajah dan kedua telapak tangan. tidak diperbolehkan melakukan tayammum. Bukhari dan Muslim) Setelah Mendapatkan Air Seseorang yang telah mendapatkan air dan tidak terhalang dari menggunakannya. Tiuplah debu yang ada padanya atau dikibaskan agar debunya berjatuhan. . maka ia tidak perlu mengulangi shalat yang telah dilakukannya meskipun waktu shalat tersebut masih ada. ia berkata. ia melakukan tayammum dan shalat dengannya. Usapkan pada wajah sekali.3. Kemudian usapkan kedua telapak tangan yang satu dengan telapak tangan lain secara bergantian mulai dari ujung-ujung jari hingga pergelangan tangan. Hal ini sebagaimana dalam hadits yang diceritakan oleh Abu Sa¶id al-Khudri radhiallahu µanhu.

µKamu telah mengikuti sunnah dan shalat yang kamu lakukan telah cukup bagimu. Sa¶id bin µAli bin Wahf al-Qahthani. Adapun orang yang mengulangi shalatnya melakukan ijtihad. sedangkan waktu shalat masih ada. mereka datang dan menceritakan kepada Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam kejadian yang mereka alami. lalu shalat. Abdul µAzhim bin Badawi al-Khalafi. cetakan kedua 2006 Majalah Al-Furqon Edisi 4 Tahun VI Dzul Qo¶dah 1427/Desember 2006 (63) Ringkasan Shahih Bukhari (terj). orang yang tidak mengulangi shalatnya telah melakukan suatu yang benar karena telah mencukupkan dengan kemampuan yang ada (ketika tidak ada air). Setelah pulang. Maraji¶: al-Wajiz. cetakan pertama 2002 Thaharah Nabi shallallahu µalaihi wa sallam Tuntunan Bersuci Lengkap. Pustaka As-Sunnah. tahkik syaikh Nashiruddin al-Albani. µKamu mendapatkan dua pahala. Abu Dawud dan an-Nasai. Media Hidayah *** . dishahihkan oleh syaikh al-Albani) Syaikh Ibnu Baz menjelaskan maksud dari hadits ini adalah.¶ Sedangkan kepada yang mengulangi wudhu dan shalatnya beliau berkata. Demikian tata cara tayammum yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam. Dan maksud perkataan Nabi shallallahu µalaihi wa sallam bahwa mendapat dua pahala adalah pahala dari shalatnya yang pertama dan yang kedua adalah dari ijtihadnya untuk mengulang shalatnya yang ia maksudkan untuk mengikuti sunnah Nabi.³Pernah ada dua orang bepergian bersama. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat. Pustaka Azzam. Mereka pun tayammum dengan tanah yang suci. Setelah selesai shalat.¶´ (HR. sedangkan yang satunya tidak mengulangi shalatnya. datanglah waktu shalat. namun mereka tidak mendapatkan air. mereka mendapatkan air. Ketika dalam perjalanan. Salah seorang dari mereka berwudhu lalu mengulangi shalatnya. Rasulullah berkata kepada yang tidak mengulangi shalatnya.

tanah. kemudian saya menjumpai Nabi dan menceritakan kepada beliau hal itu. engkau telah mengerjakan shalat mengimami sahabatmu sementara engkau dalam keadaan junub?´Saya berkata.´ (QS.´ Maka saya melakukan tayammum kemudian mengerjakan shalat.bertayammum kemudian mengimami para sahabatku pada shalat subuh. ³Wahai Amru. ³Hingga saya ihtilam (mimpi basah) pada malam yang sangat dingin. baik hadats besar maupun kecil. Usaplah wajah kalian dan tangan kalian dari tanah tersebut. umat Islam telah sepakat bahwa tayammum disyariatkan hanya pada wajah dan kedua telapak tangan bagi seseorang yang berhadats. firman Allah Ta¶ala. kemudian kalian tidak mendapatkan air.´ Demikian pula. Maka saya pun -hanya. Abu Hanifah dan Ibnul-Mundzir bahwa seseorang yang melakukan tayammum karena udara yang sangat dingin. Al-Maidah: 6) Dari sunnah adalah hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. Dan beliau bersabda.ala.´ Yaitu menghendaki ±pemakaian. Dalil-Dalil disyariatkannya Tayammum: Adapun dalil pensyariatan tayammum didalam al-Qur`an. ³Saya teringat dengan firman Allah Ta. Dan saya khawatir jikalau saya mandi maka saya akan mati. (HR. maka kalian lakukanlah tayammum dengan tanah yang baik. Sesungguhnya Allah sangatlah penyayang bagi kalian. Lalu saya junub dan tidak mendapatkan air. beliau mengatakan. 2. tidak diharuskan untuk .´ Demikian yang dikutip oleh al-Hafizh di dalam Fathul Bari. Lalu pemakaian mereka telah meluas hingga kata tayammum diinterpretasikan sebagai mengusap wajah dan kedua tangan dengan tanah. ats-Tsauri. ³Dan jikalau kalian dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan atau seseorang diantara kalian baru saja buang hajat atau menggauli wanita. 334-335. Siapakah yang diperbolehkan melakukan Tayammum? 1. bahwa ketika beliau diutus pada perang Dzaat as-Salaasil.´ Lalu beliau memukulkan kedua tangan beliau ke tanah dengan sekali tepukan kemudian membasuhkan tangan kiri ke tangan kanan dan dan kedua punggung tangan beliau dan wajah beliau.shalat dan semisalnya. Bagi seorang junub apabila khawatir udara dingin. Beliau bersabda. Dan ketika kami tiba kembali menemui Rasulullah. ³Dan kalian tidak mendapatkan air. Abu Dawud no. Rasulullah kemudian tertawa dan tidak mengatakan sesuatu. maka tayammum-lah kalian dengan tanah yang baik.Hukum-Hukum Seputar Tayammum Definisi Tayammum: Tayammum adalah keinginan/kehendak untuk mengusap wajah dan kedua tangan dalam bentuk yang khusus dengan niat pembolehan ±mengerjakan. beliau berkata. Maka saya berguling-guling sebagaimana tunggangan berguling. 347) dan Muslim (1/280) dari Ammar bin Yasir. al-Hakim 1/177) Hadits ini dijadikan dasar oleh Malik. ³Rasulullah mengutusku untuk suatu keperluan. ³Cukuplah engkau melakukan dengan kedua tanganmu seperti ini. Berdasarkan keumuman firman Allah Ta¶ala diatas. ³Dan janganlah kalian membunuh diri kalian sendiri. Dan juga berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan selainnya dari hadits Amru bin al-¶Ash. Seorang yang junub lagi musafir dan tidak mendapatkan air. ³Firman Allah ta¶ala. Ibnu as-Sukait mengatakan. mereka menceritakan hal itu kepada beliau. Baik tayammum tersebut mewakili seluruh anggota thaharahnya ataukah sebagiannya saja. Hal ini berdasarkan keumuman ayat tayammum dan juga ditunjukkan oleh hadits Ammar bin Yasir yang baru saja berlalu. Ahmad didalam al-Musnad 4/203.

atau penyakit cacar air. maka musafir tersebut menyimpan airnya untuk dipergunakan minum dan dia mencukupkan dengan tayammum di setiap shalatnya. Thawus. anggota tubuhnya. Dan juga diriwayatkan oleh Ibnu Abbas. mendatangkan penyakit yang membahayakan jiwanya. ats-Tsauri.´ Beliau berkata. Ibnu Raslaan mengatakan. ³Tayammum karena takut udara dingin tidak diperbolehkan bagi seseorang yang memungkinkan untuk memanaskan air atau dapat mempergunakan air dengan cara yang tidak menimbulkan mudharat baginya semisal membasuh anggota wudhu` kemudian menutupinya. Pendapat ini adalah pendapat Mujahid. niscaya beliau akan menyuruh mengulangi shalat. asy-Syafi¶i. Ibnul Qayyim. Seorang junub lagi musafir yang tidak mendapatkan air kecuali yang hanya cukup dipergunakan untuk berwudhu`. Berdasarkan keumuman ayat tayammum di atas dan juga berdasarkan hadits Amru bin al-¶Ash sebelumnya. adh-Dhahhak. Ahmad. Thawus. lalu dia junub dan takut jika dia mati maka dia akan meninggal dunia. al-Hasan.´ Dan inilah pendapat yang shahih sesuai dengan keterangan dalil diatas. hammad bin Abu Sulaiman. maka hal itu ±wudhu`. Ibrahim. Ibnul Mundzir mengutip bahwa ulama sepakat dalam hal ini. Malik. Kedua: Sakit/penyakit yang dengan penggunaan air akan dikhawatirkan mendatangkan kebinasaan pada dirinya. Setiap kali selesai membasuh anggota wudhu` dia lalu menutup dan menghalanginya dari udara dingin. Dawud dan sebagian besar ulama. Jika dia tidak mampu dia diperbolehkan tayammum dan mengerjakan shalat pada pendapat sebagian besar ulama. Semisal penyakit pusing. Ahmad. Seandainya wajib. Adapun jikalau seseorang dalam keadaan safar/bepergian dan unub sementara dia tidak memiliki air selain kadar yang memungkinkan untuk berwudhu`.Atha`. ashhaab ar-Ra`yi. Karena Nabi tidaklah menyuruh beliau untuk mengulanginya. ash-Shan¶ani. Selanjutnya dia melakukan tayammum dengan tanah yang baik. ³Yaitu seseorang yang mendapatkan luka ketika fi sabilillah. Jika seorang musafir khawatir kehausan dan dia membawa air yang hanya mencukupi untuk dipergunakan minum. Malik. Ibnu Abbas. tidak akan memperlambat kesembuhannya. dia dapat tayammum dengan tanah yang baik. Malik. Abu Tsaur dan Ashhabur-Ra`yi. Dan pendapat tersebut telah diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib. imam Ahmad berpendapat bahwa dia membasuh kemaluannya dengan air tersebut serta bagian yang terkena janabah. Ishaq.suatu keharusan baginya. Mujahid. sakit gigi dan semisalnya.´ Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dan al-Baihaqi. ³Jika kalian dalam keadaan sakit. Dan inilah pendapat yang shahih. Seorang yang dalam keadaan sakit tidak mampu mempergunakan air. atau borok. Ahmad. 3. Pendapat ini adalah pendapat Abu Hanifah. Penyakit/sakit semacam ini tidak diperbolehkan tayammum baginya menurut pendapat sebagian besar ulama. Ikrimah. Ketiga: Penyakit/sakit yang dengan penggunaan air akan memperlambat kesembuhannya atau menambah parah sakitnya.mengulangi shalat. Ishaq dan merupakan pendapat yang dipilih oleh Ibnul Mundzir. Musafir yang memiliki sedikit air dan khawatir kehausan dalam perjalanannya. 4. tidak menambah rasa sakit atau suatu yang buruk jika orang tersebut mempergunakan air. 5. Qatadah. Qatadah. asy-Syaukani dan asy-Syaikh Ibnul Utsaimin. sebagaimana yang difirmankan oleh Allah . Sakit/penyakit terbagi atas tiga bagian: Pertama: Penyakit yang ringan dan tidak dikhawatirkan akan mendatangkan bahaya. bahwa beliau menafsirkan firman Allah Ta¶ala di atas. Pada dua keadaan pada sakit/penyakit ini diperbolehkan untuk tayammum dan tidak perlu mengulangi shalat. asy-Syafi¶i.

Seperti disebutkan oleh Ibnu Abdil Barr didalam kitab beliau at-Tamhid dan juga asy- . Malik dan Abdul Azis bin Abu Salamah. 3. ³Bahwa sebagian besar atsar-atsar yang diriwayatkan dari Ammar menyebutkan sekali tepukan. Demikian juga hadits Ibnu Umar lainnya yang menyebutkan tiga kali tepukan pada tayammum adalah hadits yang sangat lemah. ³Lalu Nabi menepukkan kedua telapak tangan beliau pada tanah kemudian meniupnya. 339) 4.ta¶ala. sekali untuk wajah dan sekali untuk kedua tangan hingga bagian siku. Berdasarkan hadits Ammar bin Yasir di atas. ³Lalu kalian tidak mendapatkan air. Wallahu a¶lam.´ (HR. az-Zuhri. Berdasarkan hadits Ammar bin Yasir. Adapun hadits-hadits yang menyebutkan adanya mengusap tangan hingga ke bagian siku. Sa¶id bin al-Musayyab. maka bertayammumlah kalian dengan tanah yang baik. 153) Niat pada Tayammum: Telah shahih diriwayatkan dari hadits Umar bin al-Khaththab dari Nabi. Dikarenakan tayammum adalah pengganti thaharah wudhu`. Mencukupkan tayammum pada wajah dan kedua tangan hingga pergelangan merupakan pendapat Atha`. Ibnu Abdil Barr mengatakan.´ (Shahih al-Bukhari no.bersabda. Berdasarkan ayat tayammum dan juga berdasarkan hadits Ammar bin Yasir di atas. pada sanadnya terdapat Ali bin Zhabyaan. Apabila dia telah mendapatkan air maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah dan mengusap kulitnya.´ Muttafaq a¶laihi. ³Sesungguhnya tiap amalan berdasarkan pada niatnya. Abu Dawud dan at-Tirmidzi dan dishahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani di dalam al-Irwa` no. Ishaq dan merupakan pendapat yang dipilih oleh Ibnul Mundzir dan juga sebagian besar ulama hadits. tidak satupun hadits tersebut yang shahih.´ Dalam hadits Abu Dzar.´ Dan hadits Abdullah bin Umar secara marfu¶. bahwa beliau bersabda. karena hal itu lebih baik. ³Tanah yang baik adalah wadhu` seorang muslim walau dia tidak mendapatkan air selama sepuluh tahun. 2. dia perawi yang matruk. Ahmad. Meniup kedua telapak tangan sebelum membasuhkannya ke anggota tayammum. Nabi -shallallahu alaihi wasallam. Membaca Basmalah. dalam salah satu riwayatnya pada Shahih al-Bukhari. adalah sebagai berikut: 1. Tata Cara Tayammum: Adapun tata cara tayammum. Adapun atsar yang diriwayatkan dari beliau yang menyebutkan dua kali tepukan maka kesemuanya adalah mudhtharib (goncang). al-Hakim dan al-Baihaqi. Tanah yang dipergunakan untuk Tayammum Allah Ta¶ala berfirman. an-Nakha¶i. Bahkan sebagian besarnya adalah hadits-hadits yang sangat lemah. Menepukkan kedua telapak tangan ke tanah dengan sekali tepukan.´ Diriwayatkan oleh adDaraquthni. 338 dan juga no. Mengusap wajah dan kedua tangan hingga pergelangan. namun hadits ini sangat lemah. Sebagaimana halnya dalam wudhu`. al-Auza¶i. lalu mengusapkan keduanya pada wajah dan kedua telapak tangan beliau. dimana disebutkan. al-Hasan. dan pengganti menyadur hukum yang digantikannya. ³Tayammum dengan dua kali tepukan. Hammad. Dan merupakan pendapat yang dipilih oleh Ibnul Mundzir. Makhul. Pendapat ini juga merupakan pendapat Atha`.

al-Muhalla 1/no. al-Mughni 1/318-368. Dikerjakan secara beriringan (al-muwalaah) Rujukan: al-Umm 1/41-44. Abu Zakariya Rizki Al-Atsary] . Masaa`il Abdullah bin al-Imam Ahmad 36-39. ³Basuhlah wajah dan tangan-tangan kalian. Berdasarkan konteks firman Allah Ta¶ala. Tertib dalam tayammum. 224-253. Nail al-Authar 2/410-443. Subul as-Salam 1/204-217. as-Sail al-Jarrar 1/308-334. Fathul Bari 1/559-593. 5. Badai¶ ash-Shana¶i 1/178-191. yaitu dimulai dengan mengusap wajah lalu kedua tangan. al-Isyraf 1/255-. [Diringkas dari tulisan Ustadz. asy-Syarh al-Mumti` 1/373413. al-Ausath 2/11-73. at-Tamhid 2/237 dan selanjutnya.Syaukani didalam Nail al-Authar. alMaidah: 6) 6.´ (QS. al-Majmu¶ 2/238 dan selanjutnya. 39-42. al-Uddah hal. Bidayah al-Mujtahid 2/3-50 . Kasysyaf al-Qina` 1/237-254.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->