TUGAS FISIKA “GAYA SENTRIPETAL, GRAVITASI, & HUKUM KEPLER”

Nama NPM Hari/Tgl : Manda Nur Setiawan : B1021011 RB1009 : Oktober 2010

FISIKA

FAKULTAS TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS SANGGA BUANA – YPKP BANDUNG 2010 – 2011

ketika kita memutar bola yang terikat pada salah satu ujung tali. Anda dapat membuktikannya dengan mengikat sebuah benda (sebaiknya berbentuk bulat atau segiempat) pada salah satu ujung tali. Gaya ini disebut gaya sentripetal (sentripetal = “menuju ke pusat”). Untuk menarik sebuah benda dari jalur “normal”-nya. Karena arah percepatan sentripetal selalu menuju pusat lingkaran. Jika anda menghentikan putaran. misalnya. diperlukan gaya total ke samping.Gaya Sentripetal Setiap benda yang bergerak membentuk lintasan lingkaran harus tetap diberikan gaya agar benda tersebut terus berputar. Persamaan di atas menunjukan hubungan antara gaya dan percepatan sentripetal. tetapi merupakan gaya total yang arahnya menuju pusat lingkaran. Setelah itu putarlah tali tersebut. yang dalam hal ini adalah tangan anda yang memutar tali. Agar benda tetap berputar maka harus diberikan gaya secara terus menerus. Gaya sentripetal harus diberikan oleh benda lain. Karena gaya memiliki hubungan dengan percepatan sentripetal. maka gaya total ke samping tersebut harus selalu diarahkan menuju pusat lingkaran. Gaya sentripetal bukan jenis gaya baru. . Hal dikarenakan tidak ada gaya yang diberikan. Besarnya gaya tersebut. maka benda tersebut perlahan-lahan berhenti. sehingga benda tersebut ikut berputar. Jika tidak ada gaya total yang diberikan (yang arahnya menuju pusat lingkaran) maka benda tersebut akan bergerak lurus alias bergerak keluar dari lingkaran. maka arah gaya total yang diberikan harus menuju ke pusat lingkaran. Anda dapat membuktikannya dengan melepaskan tali dari tangan anda. kita menarik tali tersebut dan tali memberikan gaya pada bola sehingga bola berputar. dapat dihitung dengan Hukum II Newton untuk komponen radial : ar adalah percepatan sentripetal (percepatan radial) yang arahnya menuju pusat lingkaran.

Berpedoman pada koordinat bidang xy. sebagaimana tampak pada gambar di bawah : Amati bahwa pada benda tersebut bekerja gaya berat (mg) yang arahnya ke bawah dan gaya tegangan tali (FT) yang bekerja horisontal. kita dapat menurunkan persamaan gaya sentripetal untuk benda yang berputar horisontal : . Tegangan tali timbul karena kita memberikan gaya tarik pada tali ketika memutar benda (ingat kembali penjelasan di atas). berdasarkan hukum II Newton. kita tetapkan komponen horisontal sebagai sumbu x. Hubungan antara periode dan kecepatan linear dalam GMB dinyatakan pada persamaan berikut : Sekarang kita masukan nilai v ke dalam persamaan percepatan sentripetal : Sekarang mari kita tinjau gaya sentripetal pada beberapa jenis Gerak Melingkar Beraturan : BENDA YANG BERPUTAR HORISONTAL Misalnya kita tinjau sebuah benda yang diputar menggunakan tali pada bidang horisontal. Gaya tegangan tali ini berfungsi untuk memberikan percepatan sentripetal.Percepatan sentripetal (arad) dapat dinyatakan dalam periode T (waktu yang dibutuhkan untuk melakukan putaran). Dengan demikian.

Terlebih dahulu kita tetapkan arah menuju ke pusat sebagai arah positif. sebagaimana tampak pada gambar di bawah : Ketika benda berada di titik A. pada benda bekerja gaya berat (mg) dan gaya tegangan tali (FTA) yang arahnya ke bawah (menuju pusat lingkaran). Menggunakan hukum II Newton. gaya berat. Fs = gaya sentripetal. jari-jari dan percepatan sentripetal dinyatakan dengan persamaan di bawah ini : Keterangan : FTA = gaya tegangan tali di titik A. Gaya Sentripetal di titik A Terlebih dahulu kita tinjau komponen gaya yang bekerja ketika benda berada di titik A.BENDA YANG BERPUTAR VERTIKAL Misalnya kita tinjau sebuah benda yang diputar menggunakan tali pada bidang vertikal. pada benda bekerja gaya berat yang arahnya ke bawah dan gaya tegangan tali (FTA‘) yang arahnya ke atas (menuju pusat lingkaran). vA = kecepatan gerak benda di titik A. kita dapat menurunkan persamaan gaya sentripetal untuk benda yang berputar vertikal. r = jari-jari lingkaran (panjang tali) . Ketika berada pada titik A. Ketika benda berada pada titik A’. massa benda. Kedua gaya ini memberikan percepatan sentripetal pada benda. hubungan antara gaya sentripetal. as = percepatan sentripetal.

besar gaya sentripetal (dalam kasus ini gaya sentripetal = gaya tegangan tali) lebih besar dibandingkan dengan ketika benda berada di titik A’. benda masih bisa berputar walaupun tidak ada gaya tegangan tali yang bekerja pada benda tersebut. . jari-jari dan percepatan sentripetal : Berdasarkan persamaan. mari kita obok-obok persamaan di atas : Jika FTA = 0. meskipun tidak ada gaya tegangan tali (Gaya tegangan tali pada kasus ini = gaya sentripetal). gaya berat. Gaya Sentripetal di titik A’ Sekarang kita tinjau gaya sentripetal apabila benda berada di titik A’. Ketika benda berada di titik A’. semakin besar laju linear benda.Berdasarkan persamaan 1 di atas. maka persamaan di atas akan menjadi : Jadi ketika berada di titik A. ketika benda berada di titik A’ kita harus memberikan gaya putar yang lebih besar untuk mengimbangi gaya berat benda. massa benda. Besar kecepatan dinyatakan pada persamaan 2. tampak bahwa ketika berada di titik A’. benda tersebut masih bisa berputar dengan kecepatan linear vA. Menggunakan hukum II Newton. Dengan demikian. pada benda bekerja gaya berat (mg) yang arahnya ke bawah dan gaya tegangan tali (FTA‘) yang arahnya ke atas. tampak bahwa ketika benda berada di titik A (puncak lintasan). mari kita turunkan persamaan yang menyatakan hubungan antara gaya sentripetal. Untuk membuktikan hal ini. Semakin panjang tali (semakin besar jari-jari lingkaran). Karena percepatan gravitasi (g) tetap maka besar kecepatan linear bergantung pada jari-jari lingkaran / panjang tali).

r dalam meter (m). komponen gaya sentripetal yang bekerja pada wahana putar sama dengan penjelasan gurumuda di atas.67 × 10−11 N m2 kg−2.Anda dapat melakukan percobaan untuk membuktikan hal ini. Agar benda tetap berputar. dsn konstanta G kira-kira sama dengan 6. m1 dan m2 dalam kilograms (kg). m adalah massa dan g adalah percepatan gravitasi. dan g adalah percepatan gravitasi = Dalam sistem Internasional. . Salah satu contoh gerak melingkar vertikal yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari adalah wahana putar. anda akan merasakan efek tarikan gaya berat yang lebih besar dibandingkan ketika benda berada di puncak lintasan (A). Ikatlah sebuah benda pada salah satu ujung tali dan putar benda tersebut secara vertikal. Hukum Gravitasi Universal Newton Hukum gravitasi universal Newton dirumuskan sebagai berikut: Setiap massa titik menarik semua massa titik lainnya dengan gaya segaris dengan garis yang menghubungkan kedua titik. W adalah gaya berat benda tersebut. F diukur dalam newton (N). gaya yang anda berikan harus lebih besar untuk mengimbangi gaya berat benda yang arahnya ke bawah. Percepatan gravitasi ini berbeda-beda dari satu tempat ke tempat lain. gaya sentripetal pada penjelasan di atas adalah gaya tegangan tali. Berat suatu benda adalah hasil kali massa benda tersebut dengan percepatan gravitasi bumi. F adalah besar dari gaya gravitasi antara kedua massa titik tersebut G adalah konstanta gravitasi m1 adalah besar massa titik pertama m2 adalah besar massa titik kedua r adalah jarak antara kedua massa titik. Besar gaya tersebut berbanding lurus dengan perkalian kedua massa tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua massa titik tersebut. Ketika benda berada di lembah lintasan (A’). Dari persamaan ini dapat diturunkan persamaan untuk menghitung Berat. Persamaan tersebut dapat dituliskan sebagai berikut: W = mg. Bedanya. Pada dasarnya.

Hukum I Kepler Lintasan setiap planet ketika mengelilingi matahari berbentuk elips. dengan setengah panjang a. Setengah panjang ini disebut sumbu semiutama alias semimayor (sambil lihat gambar di bawah ya). hanya satu yang berbanding terbalik dengan kuadrat jarak yang konsisten dengan Hukum Kepler. di mana . Tidak ada benda langit lainnya pada F2. Di antara hasil karya Kepler.HUKUM KEPLER Karya Kepler sebagian dihasilkan dari data-data hasil pengamatan yang dikumpulkan Ticho Brahe mengenai posisi planet-planet dalam geraknya di luar angkasa. di mana matahari terletak pada salah satu fokusnya. terdapat tiga penemuan yang sekarang kita kenal sebagai Hukum Kepler mengenai gerak planet. Ketika mulai tertarik dengan gerak planet-planet. Jarak pusat elips (O) dan titik fokus (F1 dan F2) adalah ea. Kepler tidak mengetahui alasan mengapa planet bergerak dengan cara demikian. Newton juga menunjukkan bahwa di antara kemungkinan yang masuk akal mengenai hukum gravitasi. Perhatikan orbit elips yang dijelaskan pada Hukum I Kepler. Total jarak dari F1 ke P dan F2 ke P sama untuk semua titik dalam kurva elips. F1 dan F2 adalah titik Fokus. Dimensi paling panjang pada orbit elips disebut sumbu mayor alias sumbu utama. Matahari berada pada F1 dan planet berada pada P. Hukum ini telah dicetuskan Kepler setengah abad sebelum Newton mengajukan ketiga Hukum-nya tentang gerak dan hukum gravitasi universal. Newton menemukan bahwa ternyata hukumhukum Kepler ini bisa diturunkan secara matematis dari hukum gravitasi universal dan hukum gerak Newton.

sedangkan titik terjauh adalah aphelion. Panjang sumbu utama adalah 2a. Jika e = 0 maka elips berubah menjadi lingkaran. . sedangkan pada aphelion berjarak 5. Pada perihelion.75 x107 km. di mana hal ini hanya bisa terjadi pada orbit yang berbentuk elips atau lingkaran saja. Ini menunjukkan bahwa orbit halley sangat panjang…. komet Halley berjarak 8. jarak komet Halley dengan matahari diperoleh dari (sambil perhatikan gambar di atas) : a – ea = a(1-e) Jarak komet Halley dengan matahari ketika komet Halley berada pada perihelion adalah 8.26 x 10 9 km dari matahari. Dengan demikian. Perihelion merupakan titik yang terdekat dengan matahari. eksentrisitas komet Halley adalah : Nilai eksentrisitas komet halley mendekati 1.e merupakan angka tak berdimensi yang besarnya berkisar antara 0 sampai 1. Berapakah eksentrisitas dari orbit komet halley Panduan jawaban : Panjang sumbu utama sama dengan total jarak komet ke matahari ketika komet berada di perihelion dan aphelion. Kenyataanya. Nilai e untuk orbit planet bumi adalah 0. telah kita pelajari bahwa gaya tarik gravitasi berbanding terbalik dengan kuadrat jarak (1/r2). Contoh soal Hukum I Kepler : Komet Halley bergerak sepanjang orbit elips mengitari matahari. orbit planet berbentuk elips alias mendekati lingkaran.017.75 x107 km dari matahari. Dengan demikian besar eksentrisitas tidak pernah bernilai nol. disebut juga eksentrisitas. dengan demikian : Pada Perihelion. Pada Persamaan Hukum Gravitasi Newton.

. Hal yang paling utama dalam Hukum II Kepler adalah kecepatan sektor mempunyai harga yang sama pada semua titik sepanjang orbit yang berbentuk elips.Hukum II Kepler Luas daerah yang disapu oleh garis antara matahari dengan planet adalah sama untuk setiap periode waktu yang sama.

maka .Hukum III Kepler Kuadrat waktu yang diperlukan oleh planet untuk menyelesaikan satu kali orbit sebanding dengan pangkat tiga jarak rata-rata planet-planet tersebut dari matahari. dan r1 dan r2 menyatakan jarak rata-rata mereka dari matahari. Jika T1 dan T2 menyatakan periode dua planet.

Semoga dirimu belum melupakan Hukum Newton dan pelajaran Gerak Melingkar… Sekarang kita masukan persamaan Hukum Gravitasi Newton dan percepatan sentripetal ke dalam persamaan Hukum II Newton : . Sekarang mari kita tinjau Hukum III Kepler menggunakan pendekatan Newton. yang merupakan kasus khusus dari orbit elips. Terlebih dahulu kita tinjau kasus khusus orbit lingkaran.Newton menunjukkan bahwa Hukum III Kepler juga bisa diturunkan secara matematis dari Hukum Gravitasi Universal dan Hukum Newton tentang gerak dan gerak melingkar.

T2 dan r2 adalah periode dan jari-jari orbit planet kedua. 2 phi r1. Penurunan persamaan yang sama dapat digunakan untuk planet bumi (planet kedua). Sekarang coba anda perhatikan persamaan 1 dan persamaan 2. r1 adalah jarak rata-rata planet dari matahari. akan kita peroleh : Persamaan ini adalah Hukum Kepler III . Perhatikan bahwa ruas kanan kedua persamaan memiliki nilai yang sama. Dengan demikian. di mana jarak tempuhnya sama dengan keliling lingkaran. Dengan demikian. jika kedua persamaan ini digabungkan. Waktu yang diperlukan sebuah planet untuk menyelesaikan satu orbit adalah T1. v1 merupakan laju rata-rata planet pada orbitnya. mM adalah massa matahari. besar v1 adalah : Misalnya persamaan 1 kita turunkan untuk planet venus (planet 1).m1 adalah massa planet.

di mana jari-jari orbit lingkaran (r) diganti dengan setengah sumbu utama a . Sebelumnya kita telah mensubtitusikan persamaan Hukum Gravitasi Newton dan percepatan sentripetal ke dalam persamaan Hukum II Newton : Pada pembahasan mengenai gerak melingkar beraturan. Pertama terlebih dahulu kita turunkan untuk kasus gerak melingkar. yang secara matematis dirumuskan sebagai berikut : Pada persamaan ini tampak bahwa periode dalam orbit lingkaran sebanding dengan pangkat 3/2 dari jari-jari orbit.Kita juga bisa menurunkan persamaaan untuk menghitung besarnya periode gerak planet (T) dengan cara lain. kita mempelajari bahwa laju v adalah perbandingan jarak tempuh dalam satu kali putaran (2phir) dengan periode (waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu kali putaran). Newton menunjukkan bahwa hubungan ini juga berlaku untuk orbit elips.

Dibaca secara perlahan-lahan sambil direnungkan DATA ASTRONOMI .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful