* COMPET EN

CE

ONSCIENCE *C *

SION * PAS OM C

KELOMPOK TEKNOLOGI DAN INDUSTRI

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 56 JAKARTA
Jl. Pluit Raya Timur No.1, Penjaringan, Jakarta Utara
Telp. (021) 6602880-6630712, Fax. (021) 6630335, 6630712- Kode Pos ; 14450

SM

K

RT NE GERI 56 JAKA

A

Setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah maka dengan ini Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 56 Jakarta Program Keahlian Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik ditetapkan untuk diberlakukan mulai tahun pelajaran 2007/ 2008.

Ditetapkan di : Jakarta Tanggal : 6 Juni 2007

Ketua Komite Sekolah

Kepala SMK Negeri 56 Jakarta

Ir. H. Poerbono Dimyati,MF,MM

Drs.H.A.Sholeh NIP/NRK. 131473858/159960

Mengetahui : An. Kepala Dinas Pendidikan Propinsi DKI Jakarta Kasibdis Pendidikan SMK,

Drs. Bambang Pramestiadi NIP.131413260 ii

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Kurikulum, Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Penyusunan materi tersebut dimaksudkan untuk membuat suatu Sruktur pengembangan kurikulum yang sudah ada untuk dijadikan Kurikulum di SMK Negeri 56 Jakarta. Sebagaimana ketentuan dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, setiap sekolah/madrasah mengembangkan kurikulum berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI) dan berpedoman kepada panduan yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Kurikulum ini disusun dengan mengacu pada Permendiknas Nomor 22,23 dan 24 tahun 2006 serta memperhatikan Kurikulum SMK Edisi 2004. Pembelajaran Berbasis Kompetensi ditentukan Standar Kompetensi Minimum dan Kompetensi Dasar yang harus dikuasai siswa, komponen pokok pembelajaran Berbasis Kompetensi meliputi, kompetensi yang akan dicapai, strategi penyampaian untuk mencapai kompetensi dan sistem evaluasi atau pengujian yang digunakan untuk menentukan keberhasilan siswa dalam mencapai kompetensinya. Kurikulum, Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Modul Pembelajaran ini diharapkan menjadi acuan pengembangan kurikulum yang diadopsi dan diadaptasikan sesuai keperluan dan kondisi di masing-masing sekolah khususnya di wilayah DKI Jakarta. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Dinas Dikmenti Provinsi DKI Jakarta yang telah memberikan kepercayaan kepada SMK Negeri 56 untuk penyusunan kurikulum ini.

Jakarta, 17 Juli 2007 Kepala SMK Negri 56 Jakarta

Drs. H.A.Sholeh Dimyati, MF, MM NIP/NRK. 131473858/159960

iii

DAFTAR ISI Halaman LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................ KATA PENGANTAR ......................................................................................... DAFTAR ISI ........................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ............................................................................ B. Landasan ....................................................................................... C. Tujuan Penyusunan Kurikulum ................................................... D. Prinsip Pengembangan Kurikulum ............................................... VISI, MISI, DAN TUJUAN PENDIDIKAN A. Visi ............................................................................................... B. Misi .............................................................................................. C. Tujuan Pendidikan 1. Tujuan Pendidikan Sekolah Menengah (SMK) ....................... 2. Tujuan Program Keahlian ........................................................ 3. Tujuan Sekolah ......................................................................... STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM A. Struktur ........................................................................................ B. Muatan Kurikulum ....................................................................... KALENDER PENDIDIKAN ......................................................... PENUTUP ........................................................................................ ii iii iv 1 2 9 9 11 11 11 11 11 12 15 29 35

BAB II

BAB III

BAB IV BAB V

LAMPIRAN Lampiran 1 : Contoh Silabus Lampiran 2 : Contoh RPP Lampiran 3 : Daftar Istilah Lampiran 4 : Profil Sekolah

iv

Latar Belakang Era globalisasi ditandai dengan perubahan-perubahan yang tidak menentu. seperti AFTA (Asean Free Trade Area). satuan pendidikan dan peserta didik.Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. kondisi dan potensi daerah. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. tenaga kependidikan. (3) masih rendahnya efisiensi internal sistem pendidikan. pembiayaan dan penilaian pendidikan. yang berkaitan dengan kuantitas. Sedikitnya ada enam masalah pokok sistem pendidikan nasional sistem pendidikan nasional : (1) menurunnya akhlak dan moral peserta didik. (4) status kelembagaan. Bila sebelumnya pengelolaan pendidikan merupakan wewenang pusat. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan. pemerintah telah melakukan upaya penyempurnaan sistem pendidikan. Menyadari hal tersebut. (6) sumber daya yang belum profesional. Pendidikan nasional di negara kita dewasa ini sedang dihadapkan pada empat krisis pokok. elitisme. pengelolaan. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. tetapi juga perlu dijalin dengan pandangan ke luar dan ke depan. dan manajemen. dan AFLA (Asean Free Labour Area). dan harus mendukung pula misi pendidikan nasional. (2) pemerataan kesempatan belajar. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Pembangunan nasional tidak hanya melihat kepada kepada kebutuhan internal masyarakat dan bangsa. proses. Perubahan seperti tersebut di atas berkaitan dengan kurikulum yang dengan sendirinya menuntut dan mempersyaratkan berbagai perubahan pada komponen-komponen pendidikan lain. yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. maupun di kawasan negaranegara Asia Pasifik (APEC). kompetensi lulusan. maka dengan berlakunya undang-undang tersebut kewenangannya berada pada pemerintah daerah kota/kabupaten. Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 1 . Kantor Departemen Pendidikan Nasional pada tingkat kota/kabupaten harus dapat mempertimbangkan dengan bijaksana kondisi nyata organisasi maupun lingkungannya. (5) manajemen pendidikan yang tidak sejalan dengan pembangunan nasional. khususnya dengan persaingan pasar bebas di lingkungan negara-negara ASEAN. Masyarakat kita dihadapkan pada persaingan yang ketat dengan negara lain. relevansi atau efisiensi eksternal. Hal tersebut telah mengakibatkan hubungan yang tidak linear antara pendidikan dan lapangan kerja. sehingga terjadi kesenjangan.BAB I PENDAHULUAN A. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian kelompok pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. karena masyarakat dan bangsa kita adalah bagian dari suatu masyarakat dunia yang semakin menyatu. karena apa yang terjadi dalam lapangan kerja tidak diikuti oleh dunia pendidikan. antara lain dengan dikeluarkannya Undang-undang Nomor 22 dan 25 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut. sarana dan prasarana.

menawarkan partisipasi langsung kepada kelompokkelompok terkait. putusannya. Mentalitas sebagian besar masyarakat Indonesia. Terdapat ciri-ciri manusia Indonesia yang menghambat. c. pendidikan memegang peranan yang amat penting untuk menjamin kelangsungan hidup negara dan bangsa. pembangunan pendidikan merupan suatu keharusan dan amat penting untuk Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 2 . cepat cemburu. dengan ketertinggalannya sebagai akibat penjajahan. lebih suka tidak bekerja keras kecuali kalau terpaksa. tidak berorientasi ke masa depan. kreatif.Panduan pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk : a. kondisi lingkungan yang beragam. dan berkualitas. keinginan staf yang berbeda. belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain. Pemberdayaan sekolah dengan memberikan otonomi yang lebih besar. kekuatannya. dan suka mengabaikan tanggung jawabtanpa rasa malu. belajar untuk memahami dan menghayati. b. d. ingin cepat kaya. Keterlibatan kepala sekolah dan guru dalam pengambilan keputusan-keputusan sekolah juga mendorong rasa kepemilikan yang lebih tinggi terhadap sekolahnya yang pada akhirnya mendorong mereka untuk menggunakan sumber daya yang ada seefisien mungkin untuk mencapai hasil yang optimal. berjiwa feodal. Masyarakat Indonesia dengan laju pembangunannya masih menghadapi masalah pendidkan yang berat. di samping menunjukkan sikap tanggap pemerintah terhadap tuntutan masyarakat juga dapat ditujukan sebagai sarana peningkatan efisiensi. potensial. Otonomi dalam pengelolaan pendidikan merupakan potensi bagi sekolah untuk meningkatkan kinerja para staf. dengki dan tukang meniru. B. Landasan 1. Landasan Filosofis. boros. belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif. relevansi. belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif. kurang rasa percaya diri. yaitu hipokrit atau munafik. berpangkat. terutama pada masyarakat agraris. serta tuntutan dunia kerja untuk memperoleh tenaga kerja yang produktif. Sekolah juga harus mampu mencermati kebutuhan peserta didik yang bervariasi. harapan masyarakat yang menitipkan anaknya pada sekolah agar kelak bisa mandiri. belum mendukung tercapainya cita-cita pembangunan nasional. Dalam kehidupan suatu negara. efektif dan menyenangkan. dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pendidikan. belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berbagai kekurangan dan kelemahan mentalitas masyarakat Indonesia tersebut antara lain : suka melakukan terobosan dengan mengabaikan mutu. Di samping itu terdapat kelemahan lain yang kurang menunjang pembangunan. segan dan enggan bertanggungjawab atas perbuatannya. tidak berdisiplin murni. Menghadapi kondisi masyarakat Indonesia sebagaimana diuraikan di atas. dan e. terutama berkaitan dengan kualitas. karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. dan efisiensi pendidikan. percaya pada takhayul. Otonomi sekolah juga berperan dalam menampung konsensus umum tentang pemberdayaan sekolah. pikirannya. mutu dan pemerataan pendidikan.

2) Pasal 18 ayat (1). adalah : 1) Pasal 1 ayat (19). dan (3) berbunyi : (1) Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik. setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. dan (4) yang berbunyi : (1) Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. (3) Pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas (SMA). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 4) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. a. ayat (2).dilakukan perubahan ke arah yang lebih baik lagi guna meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. isi. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. (2) Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang. madrasah aliyah (MA). b. (3). Landasan Yuridis. Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 3 . atau bentuk lain yang sederajat. masyarakat adat yang terpencil. emosional. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. sosial. 2. 2) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dalam undangundang. (4) Ketentuan mengenai pendidikan menengah sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Ketentuan dalam UU 20/2003 yang mengatur KTSP. Ketentuan dalam UUD 45 Pasal 31 mengamanatkan bahwa : 1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. (2) Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. 3) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta APBD untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. dan madrasah aliyah kejuruan (MAK). (2). mental. 3) Pasal 32 ayat (1). (2). dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Undang-Undang Dasar 1945 . sekolah menengah kejuruan (SMK).

tuntutan dunia kerja. seni dan budaya. g. bahasa. pendidikan kewarganegaraan. g. pendidikan agama. dan tidak mampu dari segi ekonomi. bahasa. peningkatan akhlak mulia. muatan lokal. bencana sosial. e. dan c. dinamika perkembangan global. pendidikan kewarganegaraan. keterampilan/kejuruan. (3) Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. d. 5) Pasal 36 ayat : (1) Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. dan pembiayaan”. f. peningkatan iman dan takwa. dan peserta didik. h. ayat (2). dan j. (3) Ketentuan mengenai pelaksanaan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah 4) Pasal 35 ayat (2). i. keragaman potensi daerah dan lingkungan. peningkatan potensi. sarana dan prasarana. dan seni. kecerdasan. (3) Ketentuan mengenai kurikulum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. agama. i. (2) Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. pengelolaan. ilmu pengetahuan alam. b. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. c. “Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum. teknologi. h. (2) Kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat: a. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. d. dan j. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. f. dan minat peserta didik. potensi daerah. matematika. c. b. ilmu pengetahuan sosial. Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 4 . tenaga kependidikan. pendidikan jasmani dan olahraga. pendidikan agama.dan/atau mengalami bencana alam. e. 6) Pasal 37 ayat (1) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: a. b. (4) Ketentuan mengenai pengembangan kurikulum sebagaimana dimaksud pada ayat (1). perkembangan ilmu pengetahuan.

olah raga. kompetensi bahan kajian. dan kesehatan. jasmani. estetika. SMA/MA/SMALB/ Paket C. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. Ketentuan di dalam PP 19/2005 yang mengatur KTSP. SMK/MAK. isi. dan pendidikan jasmani. SMA/MA/SMALB/ Paket C. Ayat (15) “Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. SMK/MAK. adalah 1) Pasal 1 ayat (5) “Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. dan kalender pendidikan/akademik. Ayat (2) Standar isi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum. akhlak mulia. kepribadian. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu”. Ayat (13) “Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. (2) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. kurikulum tingkat satuan pendidikan. Ayat (14) “Kerangka dasar kurikulum adalah rambu-rambu yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah ini untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya pada setiap satuan pendidikan”. ilmu pengetahuan dan teknologi.7) Pasal 38 ayat (1) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. 2) Pasal 5 ayat (1) “Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu”. Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 5 . kewarganegaraan. seni dan budaya. (2) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SD/MI/SDLB/Paket A. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”. kompetensi mata pelajaran. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. kewarganegaraan. c. 3) Pasal 7 ayat (1) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia pada SD/MI/SDLB/Paket A. bahasa. beban belajar.

dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. (3) Ketentuan mengenai kedalaman muatan kurikulum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri. (2) MI/MTs/MA atau bentuk lain yang sederajat dapat menambahkan beban belajar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian sesuai dengan kebutuhan dan ciri khasnya. (2). (3) (1) Beban belajar untuk SD/MI/SDLB. SMA/MA/SMLB. (2) Kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar. dan muatan lokal yang relevan. SMA/MA/SMALB/Paket C. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. 6) Pasal 11 ayat : (2) Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat menggunakan jam pembelajaran setiap minggu setiap semester dengan sistem tatap muka. 5) Pasal 10 ayat (1). dan kesehatan pada SD/MI/SDLB/ Paket A. seni dan budaya. serta muatan lokal yang relevan. keterampilan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. SMK/MAK. 4) Pasal 8 ayat : (1) Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. teknologi informasi dan komunikasi. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. dan persentase beban belajar setiap kelompok matapelajaran ditetapkan dengan Peraturan Menteri berdasarkan usulan BSNP. kejuruan. olahraga. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori standar dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester. sesuai kebutuhan dan ciri khas masing-masing.(6) Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMK/MAK. (7) Kelompok mata pelajaran estetika pada SD/MI/SDLB/Paket A. dan muatan lokal yang relevan. SMA/MA/SMALB/ Paket C. ilmu pengetahuan alam. (3) Ketentuan mengenai beban belajar. SMK/ MAK. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. ilmu pengetahuan sosial. pendidikan kesehatan. (8) Kelompok mata pelajaran jasmani. jam pembelajaran. SMP/MTs/SMPLB. keterampilan. matematika. ilmu pengetahuan alam. olah raga. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. penugasan terstruktur. Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 6 . waktu efektif tatap muka.

(2) Pendidikan kecakapan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup kecakapan pribadi. olah raga. dan (3) dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. kecakapan sosial. (3) Pendidikan berbasis keunggulan lokal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. pendidikan kelompok mata pelajaran estetika. 7) Pasal 13 ayat : (1) Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat. dan kecakapan vokasional. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit semester. SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. dan kesehatan. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. (4) Pendidikan kecakapan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2).(3) Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. 9) Pasal 16 ayat : (1) Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. kecakapan akademik. dan kesehatan. (2) Panduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berisi sekurangkurangnya: Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 7 . atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. 8) Pasal 14 ayat : (1) Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat dan kurikulum untuk SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. (4) Beban belajar minimal dan maksimal bagi satuan pendidikan yang menerapkan sistem SKS ditetapkan dengan Peraturan Menteri berdasarkan usul dari BSNP. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. olah raga. (2) Pendidikan berbasis keunggulan lokal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. (3) Pendidikan kecakapan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. kelompok mata pelajaran pendidikan estetika.

SMP/MTs/SMPLB. (3) Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah keagamaan berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. (4) Panduan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) berisi sekurangkurangnya model-model kurikulum satuan pendidikan keagamaan jenjang pendidikan dasar dan menengah.a. b. minggu efektif belajar. (2) Hari libur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berbentuk jeda tengah semester selama-lamanya satu minggu dan jeda antar semester. SMP. waktu pembelajaran efektif. 10) Pasal 17 ayat : (1) Kurikulum tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB. (3) Kalender pendidikan/akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk setiap satuan pendidikan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri. (5) Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (4) sekurang-kurangnya meliputi model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem paket dan model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem kredit semester. 12) Pasal 20 “Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran. sumber belajar. (2) Sekolah dan komite sekolah. sosial budaya masyarakat setempat. dan penilaian hasil belajar”. SMA. potensi daerah/karakteristik daerah. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori mandiri. MA. Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 8 . dan peserta didik. dan MAK. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. SMA/MA/SMALB. atau madrasah dan komite madrasah. dan SMK. 11) Pasal 18 ayat : (1) Kalender pendidikan/kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran. MTs. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. SMK/MAK. di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan untuk SD. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori standar. atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. materi ajar. dan hari libur. metode pengajaran. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan.

berkesinambungan. 2. kepentingan peserta didik. Termasuk dalam SI adalah : kerangka dasar dan struktur kurikulum. SI ditetapkan dengan Kepmendiknas No. terukur. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran pada setiap semester dari setiap jenis dan jenjang pendidikan dasar dan menengah. d. kebutuhan. Belajar sepanjang hayat. 3. 4. Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 9 . 6. dan seni. Tujuan Penyusunan Kurikulum 1.c. Standar Isi SI mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. dan memenuhi harapan masyarakat. dan dapat dipertanggungjawabkan. 23 Tahun 2006. Untuk menjadi acuan dan pedoman bagi Sekolah (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) dalam rangka penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran yang bermutu. 5. serta memerhatikan pertimbangan Komite Sekolah. Berpusat pada potensi. dan lingkungannya. teknologi. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. bermut. Standar Kompetensi Lulusan SKL merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. pengetahuan dan keterampilan sebagaimana yang ditetapkan dengan Kepmendiknas No. D. Pengembangan Kurikulum mengacu pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP. Menyeluruh dan berkesinambungan. 22 Tahun 2006. Untuk menjadi acuan dan pedoman bagi Stakeholders (pemangku kepentingan) dalam rangka ikut serta memberikan partisipasi maupun pengendalian/control untuk terwujudnya satuan pendidikan yang sehat. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. C. Beragam dan terpadu. 7. Penyusunan kurikulum untuk SMK ini dikoordinasi dan disupervisi oleh Dinas Pendidikan Provinsi dan berpedoman pada SI dan SKL serta panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP. 2. perkembangan. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Kurikulum dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan atau Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota (untuk pendidikan dasar) dan Provinsi (untuk pendidikan menengah). Relevan dengan kebutuhan kehidupan. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengatahuan.

Mengembangkan keunggulan Keterampilan dan Ketelitian. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik b. C. memiliki wawasan pengetahuan dan seni d. akhlak mulia. Menerapkan Kedisiplinan dan Kejujuran yang dilandasi oleh jiwa dan semangat Keimanan dan Ketaqwaan. berkompetisi dan mengembangkan sikap professional dalam program keahlian Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik. Menghasilkan Tamatan yang memenuhi harapan Stakeholders. b. agar dapat bekerja baik secara mandiri atau mengisi pekerjaan yang ada di DUDI sebagai tenaga kerja tingkat menengah. Mendidik peserta didik dengan keahlian dan ketrampilan dalam progran keahlian Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik. e. Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 10 . MISI. pengetahuan. TUJUAN PENDIDIKAN 1. kepribadian.BAB II VISI. Compassion. VISI Visi SMK Negeri 56 Jakarta : Menjadikan SMK Negeri 56 Jakarta sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan (Pembelajaran) yang profesional dan mandiri dalam mewujudkan Competence. DAN TUJUAN PENDIDIKAN A. kemitraan dan pelayanan prima. c. Mendidik peserta didik agar menjadi warga negara yang bertanggung jawab c. Mendidik Peserta didik agar mampu memilih karir. 2. d. Tujuan Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU SPN) pasal 3 mengenai Tujuan Pendidikan Nasional dan penjelasan pasal 15 yang menyebutkan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. SMK N 56 Jakarta a. Mengembangkan Kepedulian terhadap sesama dan lingkungan dalam Kegiatan Pembelajaran. Mendidik peserta didik agar dapat menerapkan hidup sehat. Tujuan pendidikan SMK adalah meningkatkan kecerdasan. B. Tujuan Program Keahlian Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) Program Keahlian Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik bertujuan untuk : a. serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Conscience. MISI Misi SMK Negeri 56 Jakarta : Melalui keterbukaan.

teknologi. 3. c. Membekali peserta didik agar mampu memilih karir. ulet dan gigih dalam berkompetensi. mampu bekerja mandiri. beradaptasi dilingkungan kerja dan mengembangkan sikap professional dalam bidang keahlian yang diminatinya. b. Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal bagi yang berminat untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.f. Tujuan Sekolah a. Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 11 . Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan. sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian pilihannya. dan seni agar mampu mengembangkan diri dikemudian hari baik secara mandiri maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi. mengisi lowongan pekerjaan yang ada di Dunia Usaha / Dunia Industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah. Mempersiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif.

BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM A. Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 12 . Struktur Kurikulum 1. Diagram ini menunjukkan tahapan atau tata urutan kompetensi yang diajarkan dan dilatihkan kepada peserta didik dalam kurun waktu yang dibutuhkan serta kemungkinan multi exit-multi entry yang dapat diterapkan. Diagram Pencapaian Kompetensi Diagram pencapaian kompetensi pada Program Keahlian Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik merupakan tahapan atau tata urutan kompetensi yang akan diajarkan dan dilatihkan kepada peserta didik dalam kurun waktu yang dibutuhkan serta kemungkinan multi exit -multi entry yang dapat diterapkan.

003 Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 9 .002 PTL.004 PTL.HAR.OPS.008 PTL.OPS.OPS.HAR.KON.HAR.HAR.HAR.KON.007 PTL.002 PTL.HAR.HAR.001 PTL.HAR.004 PTL.KON.OPS. PTL.HAR.OPS.008 PTL.012 PTL.003 PTL.006 PTL.006 PTL.HAR.011 PTL.026 PTL.001 PTL.KON.DIAGRAM PENCAPAIAN KOMPETENSI Diagram ini menunjukan tahapan atau tata urutan kompetensi yang diajarkan dan dilatihkan kepada peserta didik dalam kurun waktu yang dibutuhkan serta kemungkinan multi exit – multi entry yang dapat diterapkan.006 PTL.001 PTL.007 PTL.KON.002 PTL.005 PTL.HAR.005 PTL.009 TAMATAN SMK PTL.OPS.HAR.

A KOMPETENSI Melaksanakan persiapan pekerjaan awal 1. Merencanakan dan Memasang Instalasi Listrik Penerangan dan Tenaga Memasang sistem perpipaan dan saluran 1. Memasang dan Mengoperasikan Sistem Pengendali Elekromagnetik KOMPETENSI Mengoperasikan peralatan pengalih daya tegangan tinggi 1.A PTL. Memasang Dasar Instalasi Listrik Melakukan pekerjaan dasar perbaikan peralatan listrik rumah tangga Memasang dan membongkar steiger/scaffolding 1.001(2).A NO 15 Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta . Merawat dan Memperbaiki Mesin Listrik Melakukan pekerjaan dasar perbaikan rambu cahaya (Illumination Sign) 1.OPS.KON. Merangkai Rangkaian Pengendali Dasar Mekanik dan Magnetik Melakukan pekerjaan dasar perbaikan motor Listrik 1.004(1). Memasang dan Mengoperasikan Sistem Pengendali Elekromagnetik 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 PTL. Memasang Dasar Instalasi Listrik Memasang dan menyambung sistem pengawatan 1. Menguasai Gambar Teknik Elektro.A KODE KOMPETENSI PTL.007(1).002(1).A PTL.A PTL. Merawat dan Memperbaiki Mesin Listrik Memelihara panel listrik 1.A PTL.HAR.HAR.003(2).HAR. Menguasai Konsep Dasar Listrik & Elektronika 3.DAFTAR KOMPETENSI NO KODE KOMPETENSI PTL.003(1).006(1).001(1).002(1).004(1).A PTL. Memasang Dasar Instalasi Listrik Mengoperasikan peralatan pengalih daya tegangan rendah 1.KON. Menguasai Pekerjaan Mekanik & Elektronik Menyiapkan bahan kebutuhan kerja 1.002(2).A PTL.OPS.HAR. Merencanakan dan Memasang Instalasi Listrik Penerangan dan Tenaga Melilit dan membongkar kumparan 1.KON. Memasang Dasar Instalasi Listrik Memasang neon sign (aplikasi khusus) 1.A PTL.006(1).A PTL.HAR.A TPL.KON.009(1). Menguji Karakteristik Mesin Listrik Mengoperasikan mesin produksi dengan kendali elektromekanik 1.A PTL. 2.KON. Merencanakan dan Memasang Instalasi Listrik Penerangan dan Tenaga Mengoperasikan gen set 1.A PTL.OPS. Menguasai Alat Ukur Listrik & Elektronika 4.KON.OPS.008(1).001(1).A PTL.

005(1). Memasang dan Mengoperasikan Sistim Pengendali Elekromagnetik Merakit dan menguraikan komponen listrik/elektronika pada peralatan rumah tangga Merakit dan mengurai komponen elektronika pada rambu cahaya 1.16 17 18 19 20 21 PTL.HAR. Memasang dan Mengoperasikan Pengendali PLC Melakukan pekerjaan dasar perbaikan peralatan penunjang (operasional support) 1. Memasang dan Mengoperasikan Pengendali Elektronik Mengoperasikan mesin produksi dengan kendali PLC 1.A PTL.HAR.OPS. Merawat dan Memperbaiki Mesin Listrik 2. 1 2 3 4 KELOMPOK NORMATIF AG 1. Memasang dan Mengoperasikan Sistim Pengendali Elekromagnetik 2.HAR.005(2). Memasang dan Mengoperasikan Sistim Pengendali Elekromagnetik Memelihara dan memperbaiki peralatan listrik sistem kendali dan rangkaian terkait 1.A PTL.A PTL.A PTL. Pendidikan Kewarganegaraan BIN 3.A PTL.A 24 PTL.HAR.006(2).(2) 2 (2) (2) 2 (2) 11 .HAR. Pendidikan Jasmani Olahraga JASOR dan kesehatan Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta No Kode Kompetensi Komponen 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 4 5 6 Σ Durasi Waktu (jam) 192 192 192 192 2 2 2 2 (2) 2 (2) (2) . Memasang dan Mengoperasikan Pengendali Elektronik Memelihara dan memperbaiki peralatan listrik pada mesin-mesin listrik 1. Pendidikan Agama PKN 2.026(1).012(1).OPS.HAR.A Mengoperasikan mesin produksi dengan kendali elektronik 1. Struktur Kurikulum Program Keahlian Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik SMK Negeri 56 Jakarta Lama Pendidikan *) : 3 Tahun Kelas dan semester X XI XII 1 I. Memasang dan Mengoperasikan Pengendali Elektronik Merawat dan memperbaiki peralatan pengalih daya tegangan rendah 1.A 22 PTL.007(1). Bahasa Indonesia 4.HAR.011(1).A 23 PTL.008(1). Memasang dan Mengoperasikan Pengendali Elektronik Merakit dan mengurai komponen listrik/elektronika pada sarana penunjang (operasional support) 1.004(1).

002 Listrik Melakukan pekerjaan dasar perbaikan peralatan listrik rumah PTL.001(1). Σ Durasi Waktu (jam) 128 516 440 202 192 128 192 276 192 III 1.A dan Elektro Menguasai alat ukur listrik dan elektronika Menguasi pekerjaan mekanik dan elektronika Menyiapkan Bahan Kebutuhan Kerja Memasang Dasar Instalasi PTL. tangga Memasang neon sign (aplikasi khusus) Merencanakan dan Memasang Instalasi Listrik Penerangan PTL. 2 4 4 2 2. Fisika KIM 8. PTL. Bahasa Inggris PI 3. Matematika BING 2.KON. Memasang Dasar Instalasi Listrik Membobok tembok untuk penempatan pipa. Kimia Jumlah jam tatap muka / Reguler Jumlah jam penugasan / Non Reguler KELOMPOK KOMPETENSI DASAR KEJURUAN Mempersiapkan Pekerjaan Awal Menguasai Gambar Teknik Elektro Menguasai Konsep Dasar Listrik PTL.HAR. KKPI KU 4. 3. 2 6 5.KON. IPS PA 6. Lapangan Olah raga dan instalasi Panggfung Memasang sistem perpipaan dan saluran .KON. Kewirausahaan PS 5.KON.6 10 (4) (4) (2) (2) (2) (2) (2) (2) 20 4 4 2 2 2 2 1 6 - II. 4 4 2 4 2 6 4. IPA FIS 7. 1 2 3 4 5 6 7 8 SB 5.006(2)A reklame. Seni Budaya Jumlah jam tatap muka / Reguler Jumlah jam penugasan / Non Reguler KELOMPOK ADAPTIF MTK 1.007(1)A 2 2 4 Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 12 .001(1)A.No 5 Kode Kompetensi Komponen 1 2 10 4 4 (2) 2 2 2 14 2 Kelas dan semester X XI XII 2 2 10 4 4 (2) 2 2 2 14 2 3 2 10 4 4 2 2 2 2 2 2 20 4 5 6 6 (4) (4) (2) 2 (2) (2) 16 (2) .

HAR.KON. Sekolah.018(1). PTL.HAR.015(1).A 4 4 4 4 4 4 4 4 16 IPL.9(2)A Jumlah jam tatap muka / Reguler Jumlah jam penugasan / Non Reguler IV KELOMPOK KOMPETENSI KEJURUAN .OPS.004(2)A 8.OPS.KON.001(1).KON.KON.006(3)A .A Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 13 .002(3)A 2 4 9. 11 PTL.A IPL. PTL.KON.Rumah Ibadah ) 4 4 2 6 4 4 4 4 13 14 15 IPL.KON. 12 . Sekolah.A IPL. Rumah Ibadah) Merakit dan Memasang PHB Penerangan Bangunan Industri Kecil Memasang Sistem Pembumian Memasang Penangkal/Penangkap Petir Memasang Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) Memasang Instalasi Listrik Bangunan Sederhana (Rumah Tinggal. PTL.008(1).A Mengoperasikan mesin produksi dengan kendali PLC Merakit dan memasang PHB Penerangan Bangunan Sederhana (Rumah Tinggal.OPS.A 17 IPL.006(3)A 2 6 10 Memasang Panel listrik .No Kode Kompetensi Komponen 1 Mengoperasikan peralatan pengalih daya tegangan rendah Mengoperasikan mesin produksi dengan kendali elektromekanik Merangkai Rangkaian Pengendali Dasar Mekanik dan Magnetik Melakukan pekerjaan dasar perbaikan motor Listrik Merawat dan Memperbaiki Mesin Listrik Melilit dan membongkar kumparan Merawat dan memperbaiki Mesin Listrik Membuat kumparan motor Kelas dan semester X XI XII 2 3 2 2 4 6 6 5 6 Σ Durasi Waktu (jam) 6.KON.017(1).003(1). PTL. PTL.001(2)A 7. IPL.

A Komponen 1 Memasang Instalasi Listrik Bangunan Industri Kecil - Kelas dan semester X XI XII 2 3 4 5 2 14 14 2 2 6 2 22 4 Σ Durasi Waktu (jam) Jumlah jam tatap muka / Reguler V. IV. Dakwah Sistem Langsung/Keg. II. Kegiatan Kesenian dan KIR Jumlah I.No 18 Kode Kompetensi IPL. III.020(2).KON. Kegiatan Olah Raga 3. 1 2 3 VI Jumlah jam penugasan / Non Reguler KELOMPOK MULOK 1. KELOMPOK PENGEMBANGAN DIRI 1.4 44 4 Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 14 .. PLC 2. 3. V dan VI 72 72 48 (2) (2) (2) 44 (2) (2) (2) 44 (2) (2) (2) 44 (2) (2) (2) 44 - 192 Σ 1044 .Rohani 2.

kelompok mata pelajaran estetika. peserta didik. teknologi informasi dan komunikasi. kejuruan. akhlak mulia. kepribadian. matematika. keterampilan.B. kelompok mata pelajaran jasmani. kejuruan. jasmani. Kelompok Mata Pelajaran Peraturan Pemerintah (PP) No. budi pekerti. c. d. e. ilmu pengetahuan alam. b. dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: a. 19 Tahun 2005 pada pasal 6 ayat (1) dan pasal 7 seperti yang tergambar pada tabel di bawah ini. kemampuan Dilaksanakan melalui muatan berpikir dan analisis dan/atau kegiatan bahasa. 19 tahun 2002005 tentang Standar Nasional Pendidikan pada pasal 6 ayat (1) menyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum. dan kesehatan. olah raga. Melalui Dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. seni dan manusia yang budaya. ilmu pengetahuan dan teknologi. Kelompok mata pelajaran tersebut dikelompokkan melalui muatan atau kegiatan pembelajaran sebagaimana diuraikan dalam PP No. dan pendidikan jasmani. Muatan Kurikulum 1. estetika. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. serta muatan lokal yang relevan. Kewarganegaraan Membentuk peserta dan Kepribadian didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Mengembangkan SMK/MAK logika. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama. kewarganegaraan. dan muatan 15 Estetika Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta . kewarganegaraan. Akhlak mulia mencakup etika. bahasa. Membentuk karakter Dilaksanakan melalui muatan peserta didik menjadi dan/atau kegiatan bahasa. keterampilan. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Kelompok Mata Pelajaran Agama dan Akhlak Mulia Cakupan Membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. seni dan budaya. ilmu pengetahuan sosial. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. olahraga dan kesehatan.

Selanjutnya dari kelima kelompok mata pelajaran tersebut di atas. f. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan nasional sehingga keberadaan kurikulum muatan lokal mendukung dan melengkapi kurikulum nasional. pemahaman budaya. Muatan Lokal Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi peserta didik yang disesuaikan dengan ciri khas dan sumber daya sekolah di DKI Jakarta sebagai kota jasa perdagangan dan pariwisata. dan Kesehatan. Inggris IPA. b. Kelompok Mata Pelajaran di SMK Negeri 56 jakarta terdiri dari : a.Kelompok Mata Pelajaran Cakupan Melalui memiliki rasa seni dan lokal yang relevan. c. B. Kelompok Pengembangan Diri. Fisika. Membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani. Seni Budaya. Kewirausahaan. dan menumbuhkan rasa sportivitas Dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. olahraga. Kimia. PKn. Kelompok Kompetensi Kejuruan. dan muatan lokal yang relevan. KKPI. Kelompok Adaptif: Matematika. sebagai upaya agar penyelenggaraan pendidikan di masing-masing sekolah lebih meningkat relevansinya terhadap keadaan dan kebutuhan daerah yang bersangkutan. Kelompok Dasar Kejuruan: sejumlah mata pelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan. pendidikan kesehatan. Kelompok Normatif: Pendidikan Agama. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 56 Jakarta masih dijabarkan seperti berikut ini. e. IPS. Muatan lokal merupakan bagian dari struktur dan muatan kurikulum yang terdapat pada Standar Isi di dalam kurikulum SMK Negeri 56. Keberadaan mata pelajaran muatan lokal merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yang tidak terpusat. Kegiatan terprogram direncanakan secara khusus dan diikuti oleh peserta didik sesuai dengan Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 16 . 2. ilmu pengetahuan alam. Olah Raga. Penjasorkes. khususnya potensi daerah Jakarta Utara. Muatan lokal untuk Program Keahlian Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik yang dikembangkan adalah PLC. Kelompok Muatan Lokal. Pengembangan Diri Pengembangan diri meliputi kegiatan terprogram dan tidak terprogram. d. 3. B Indonesia. Jasmani.

1) Rutin. b) Latihan kepemimpinan. Kegiatan ini diciptakan dalam suasana yang menyenangkan dengan metode yang variatif. cara berbicara. olahraga. hal ini tercermin kejujuran dalam mengerjakan tugas-tugas selalu mandiri dan bebas dari perbuatan tercela/nyontek sehingga prestasi yang di ukir selalu ada peningkatan seiring dengan berjalannya waktu. b) Kemampuan sosial. ilmiah remaja. meliputi kegiatan: a) Kepramukaan. Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut. yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal. datang tepat waktu. keberaturan.d 15. a. 3) Dakwah Sistem Langsung /Mentoring Agama Dakwah Sistem Langsung /Mentoring Agama dimaksudkan untuk membentuk sikap mental peserta didik dengan materi keagamaan.15.15 s. palang merah remaja. d) Wawasan dan perencanaan karir. kegiatan perlu diselingi dengan kreatifitas seni disela-sela waktu antar materi untuk menyeimbangkan syaraf otak kanan dan kiri. riang sehingga fress dan tidak melelahkan sekalipun ditempuh dalam waktu yang panjang dan kegiatan yang padat. cinta alam. Kesungguhan dan kesadaran peserta didik dalam mengikuti seluruh kegiatan secara benar. 2) Spontan. seperti: upacara bendera. b. 3) Keteladanan. antri. peserta didik menunjukkan perilaku Akhlaqul Karimah yang tercermin dalam cara memberi salam. c) Kemampuan belajar. mengatasi silang pendapat (pertengkaran). memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain. senang dan hati yang lapang akan membuka kunci kesuksesan dalam mempersiapkan diri menjadi manusia yang produktif. dan enterpreneur. c) Seni. senam. jurnalistik. Kegiatan terprogram terdiri atas tiga komponen: 1) Pelayanan konseling. 2) Ekstra kurikuler. melibatkan peserta untuk berperan aktif. Dakwah Sistem Langsung dilaksanakan pada setiap minggu sekali diluar jam pelajaran dengan alokasi waktu 1-2 jam pelajaran yang dimulai pukul 13. adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti: pembentukan perilaku memberi salam.kebutuhan dan kondisi pribadinya. ibadah khusus keagamaan bersama. adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti: berpakaian rapi. keagamaan. rajin membaca. berbahasa yang baik. meliputi pengembangan: a) Kehidupan pribadi. Kegiatan tidak terprogram dilaksanakan secara langsung oleh pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah yang diikuti oleh semua peserta didik. perilaku dan aktualisai kehidupan ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari dengan bimbingan dan tuntunan kaifiyah Ibadan yang benar sesuai dengan ajaran Agama dengan pendekatan DSL (Dakwah Sistem Langsung) SMK Negeri 56 Jakarta. Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 17 . membuang sampah pada tempatnya. pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri.

f. Kegiatan pembelajaran dalam satu semester terdiri dari kegiatan-kegiatan belajar mengajar (tatapmuka). b. g. Besarnya beban studi peserta didik. Lama penyelenggaraan pendidikan SMK 3 tahun. praktik di sekolah dan kegiatan kerja praktik di dunia usaha/industri ekuivalen dengan 36 sd. 1) 45 menit kegiatan tatap muka terjadwal dengan guru. dan beban penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan yang harus diselenggarakan dalam satu jenjang pembelajaran yang disebut Semester. Materi Dasar kejuruan dan Kompetensi Kejuruan sesuai dengan kebutuhan Prog. besarnya keberhasilan komulatif peserta didik serta besarnnya pengakuan atas kompetensi/keberhasilan usaha penyelenggaraan pembelajaran bagi guru dan lembaga untuk satu semester dinyatakan dalam Satuan Kredit Semester (SKS). c. seperti KBM. diskusi. Pengaturan Beban Belajar a. Strategi Pelaksanaan Pembelajaran a. Alokasi waktu satu jam pelajaran tatap muka adalah 45 menit. Strategi Pembelajaran Dengan SKS Strategi Pembelajaran di SMK Negeri 56 Jakarta menggunakan Satuan Kredit Semester (SKS). seperti membuat pekerjaan rumah (PR). Minggu efektif penyelenggaraan pendidikan SMK adalah 40 minggu. diskusi dan presentasi 2) 25 menit kegiataan terstruktur. yaitu kegiatan belajar yang tidak terjadwal tetapi direncanakan oleh guru. Satuan Kredit Semester adalah sistem penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan (pembelajaran) yang menyatakan beban belajar peserta didik. beban kerja guru. dan praktik kerja industri (prakerin). atau bentuk-bentuk tagihaan lain 3) 25 menit kegiatan mandiri peserta didik. Beban belajar SMK meliputi kegiatan pembelajaran tatap muka. 44 jam pelajaran perminggu. maksimum 4 tahun. 1 (satu) semester setara dengan 16-18 minggu belajar atau kegiatan pembelajaran terjadwal. e. termasuk didalamnya 2-3 minggu berbagai kegiatan-kegiatan evaluasi. 1 (satu) SKS untuk kegiatan belajar mengajar setara dengan tiga macam kegiatan peserta didik perminggu yaitu . 5. d. Alokasi waktu kelompok adaptif dan kelompok dasar kejuruan serta kelompok kejuruan disesuaikan dengan kebutuhan Program Keahlian dan dapat diselenggarakan dalam blok waktu atau alternatif lain. Kerja kelompok. praktik di sekolah. Pendidikan SMK diselenggarakan dalam bentuk pendidikan sistem ganda.4. serta bentuk-bentuk tagihan serta kegiatan lain yang disertai dengan nilai keberhasilan. yaitu kegiatan belajar yang harus dilakukan peserta didik secara mandiri seperti membaca modul bahan ajar. membaca buku anjuran/pengayaan dan pembuatan resume/pelaporaan Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 18 . Keahlian untuk memenuhi standar kompetensi kerja.

dsb. b) Peserta didik lebih aktif dan dinamis. Aspek pembelajaran dalam proses pemelajaran di sekolah. dengan cirri sebagai berikut: a) Guru memberikan asistensi jika diperlukan.: 1) Pembelajaran Tuntas ( mastery learning). 910 sebagai jam perbaikan dan pengayaan atau diwaktu/bulan yang lain atas dasar kesepakatan bersama antara guru dan peserta didik. efisiensi bahan. Pendekatan ini menggabungkan tiga aspek secara sistimatik dan sistimatis yaitu. maka dilakukan pro gram remedial dan perbaikan secara terjadual dengan menyedia kan jam ke . melaksanakan. yaitu ketrampilan dan menghasilkan komoditi/jasa mupun produk. Dalam pembelajaran mandiri. 3) Pembelajaran Mandiri. Aspek industri dalam bentuk penguasaan keterampilan. Peserta didik boleh pindah pada materi lain bila materi yang dipelajari sudah dikuasai secara tuntas. 1.b. KBM yang memposisikan peserta didik sebagai subyek yang mampu mengelola proses pembelajaran secara swakelola (mandiri). jika peserta didik belum mencapai kriteria minimal kompeten. 1 hari melakukan replikasi kerja 19 Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta . sikap dan sikap kerja industri yang terstandar. mengendalikan dan menilai proses dan hasil pemelajaran. Aspek ekonomi yang mencakup pengenalan dunia bisnis berupa harga “delivery time”. Pembelajaran berbasis produksi merupakan interaksi antara guru dan peserta didik dari KBM yang mengacu pada proses produksi untuk mencapai kompe tensi/sub kompetensi tertentu. Pendekatan Pembelajaran Dengan penerapan Satuan Kredit Semester (SKS) dalam penyelenggaraan pembelajaran di SMK Negeri 56 Jakarta agar berjalan efektif maka diterapkan pola pendekatan pembelajaran sbb. Pembelajaran tuntas merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan penguasaan materi (topik/kompetensi) yang dipersyaratkan untuk tingkat kemampuan tertentu. kepuasan pelanggan. c) Kegiatan pemelajaran bersifat swakelola. 2) Pembelajaran Berbasis Produksi. keterampilan dan sikap secara utuh dan menyuluruh. harus mengulangi sampai berhasil. Pendekatan pembelajaran ini akan memiliki muatan ganda. Interaksi antara guru dan peserta didik dalam KBM yang mengacu pada penguasaan pengetahuan. Untuk itu ditempuh program pembelajaran sebagai berikut : No. 4) Pembelajaran Berbasis Kompetensi. peserta didik harus mampu menyiapkan. Tahun Ke I II Program Semua program Semua program Waktu Belajar 6 hari 6 hari Tempat Belajar 5 hari disekolah. mengorganisasikan. Ini yang diarahkan untuk mengisi kebutuhan pasar dan penjual. 1 hari di masyarakat 5 hari disekolah. 2. Agar ketuntasan belajar mencapai 100 %.

6) Pembelajaran Berbasis Normative dan Adaptif. c. program pengembangan diri dan muatan lokal dengan pengembangan. Masa pendidikan di SMK Negeri 56 untuk program reguler adalah 3 tahun dan dapat diperpanjang menjadi 4 tahun. Tempat Pembelajaran Susunan Kurikulum SMK Negeri 56 terdiri dari program normatif. 7) Pembelajaran Sepanjang Hari. Dengan pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan tamatan yang memiliki norma-norma sebagai makhluk sosial dan kematangan. 1) Pembelajaran di sekolah Melakukan pembelajaran prograan normatif. Pengurangan waktu dan perpanjangan masa pendidikan tersebut berdasarkan atas tuntutan pencapaian standar kompetesi dan kompetensi dasar yang harus dikuasai pada satu program keahlian. Pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses pembentukan watak. dan waktu belajar peserta didik tidak harus belajar selama 24 jam terus menerus. Kompetensi lulusannya sesuai dengan standar kompetensi lulusan masingmasing program keahlian yang mengacu pada standar kompetensi nasional (SKN) dan level-level kopetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum SMK Negeri 56 Jakarta. Pola penyelenggaraan pembelajaran dilaksanakan secara terpadu melalui pola pendidikan sistem ganda dengan pengaturan sebagai berikut .3. untuk pembelajaran produktif ditekankan pada penguasaan dasar-dasar keahlian serta penguasaan alat dan teknik bekerja yang tepat. produktif . kepribadian. bila memungkinkan dapat melibatkan unsur industri dalam proses pembelajarannya. Disamping itu dikembangkan kelas wirausaha dan pengelolaan Unit Produksi. adaptif dan produktif. III Semua program 6 hari 5 hari disekolah. ekonomi. sedang untuk program akselarasi dapat kurang dari 3 tahun. adaptif. Merupakan pendekatan KBM yang mengacu pada proses dan karakter obyek yang dipelajari secara alamiah. KBM di laksanakan secara bersela sesuai dengan kebutuhan baik pada waktu pagi atau siang. Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 20 .Untuk itu dikembangkan Pendidikan Dakwah Sistem Langsung. Alokasi waktu belajar berkisar antara 1044 jam pelajaran untuk selama waktu pendidikan. Proses KBM yang memasukkan dasar-dasar pendidikan lingkungan hidup secara terintegrasi dalam setiap materi pembelajaran. 1 hari di Institusi Pasangan 5) Pembelajaran Berwawasan Lingkungan. sikap. waktu pembelajaran khususnya praktik sangat ditentukan oleh kebutuhan obyek yang dipelajari. Waktu pembelajaran boleh jadi terjadwal dan tidak terjadwal. Durasi pembelajaran 45 menit per jam pelajaran dan praktik kerja industri dilaksanakan selama 4 sampai 12 bulan dengan menggunakan alokasi waktu pembelajaran program produktif. serta memiliki potensi dalam mengembangkan diri sesuai dengan tuntutan perkembangan IPTEK/Global. cirinya antara lain.

Ujian Pengendalian Mutu ( UPM). Ujian Akhir Semester (UAS). Ujian Sekolah dan Ujian Nasional diatur sbb. Program Prakerin dibuat bersama antara sekolah (PKS Bidang PSG/Humas) dengan DU/DI agar apa yang akan dikerjakan peserta didik selama praktik industri bisa diketahui bersama. Penilaian a. (a) Pengkondisian Prakerin. Penyelenggaraan ujian dimaksudkan untuk . peserta didik melaksanakan praktik di sekolah dan atau sekolah mendatangkan guru tamu dari industri atau dunia usaha. (d) Orientasi Kerja. PT. c) Ujian Tengah Semester diselengarakan setelah selesai pembelajaran beberapa kompetensi sesuai SAP. (e) Replikasi Industri. a) Menilai apakah peserta didik telah memahami atau menguasai sub kompetensi/kompetensi yang diajarkan dalam kegiatan belajar mengajar. MLM DXN dan Perusaahaan lainnya sebagai suplay produk dan jasa. dan apakah cara penyajian guru cukup baik. (b) Pemprograman Bersama. Sekolah memberi tugas kepada peserta didik tingkat I pada setiap liburan untuk mengikuti kegiatan kerja yang dilakukan oleh ORTU/lingkungan yang ada di masyarakat dan penulisan Laporan Hasil Praktek Orientasi Kerja yang dilakukan selama liburan akhir semester gasal/genap. Untuk menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan peserta didik dan mempersiapkan peserta didik memiliki keterampilan dalam memasuki kehidupan. 1) Ujian Tengah Semester (UTS) /Ujian Blok: Ujian yang dilakukan dengan menggabungkan beberapa sub kompetensi dalam satu waktu. b) Mengevaluasi apakah bahan ajar disajikan sesuai dengan kurikulum operasional dan SAP yang ditentukan. daftar kemajuan pelatihan.2) Pembelajaran di Industri / dunia kerja Kegiatan pelatihan di industri / dunia usaha dilaksanakan sesuai program bersama yang telah disepakati dan dilengkapi dengan jurnal kegiatan. Sebelum peserta didik melaksanakan praktik industri. Mutu penyelengaraan ujian tengah Semester sama dengan mutu Ujian Akhir Semester Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 21 . Untuk pelaksanaannya dilakukan langkah-langkah berikut. Kreteria Penilaian Bentuk dan Pelaksanaan Ujian : Ujian Tengah Semester (UTS)/Ujian Blok. (c) Guru Tamu. 6. perangkat monitoring dan asuransi kecelakaan kerja. DKM – Universitas Indonesia. Salonpas. Sekolah secara priodik mendatangkan guru tamu yang akan memberi informasi tentang dunia industri untuk menambah wawasan peserta didik.. sekolah mengadakan program replikasi bekerjasama dengan PT. Asuransi Takaful.

Syarat akademik untuk mengikuti Ujian Nasional. maka terhadap beberapa mata pembelajaran dan kompetensi pada masing-masing program keahlian diselenggarakan Ujian Pengendalian Mutu (UPM). c) Memenuhi persyaratan administrasi keuangan. a) Memiliki ijazah dari satuan pendidikan SMP/MTs. Catatan : Ketidaksiapan mengikuti ujian yang disebabkan oleh masalah akademik dan atau masalah administrasi. 5) Ujian Nasional. yaitu telah menyelesaikan seluruh kewajiban keuangan pada semester yang bersangkutan maupun semester-semester sebelumnya. seorang guru harus sudah memenuhi syarat tertentu dan ditetapkan dengan SK Kepala Sekolah. Ujian yang wajib dilakukan oleh peserta didik yang belajar pada tahun terakhir. Ujian yang wajib dilakukan oleh peserta didik yang belajar pada tahun terakhir. b) Semua tugas-tugas akademik dan SKKS (Satuan Kredit Kegiatan Peserta didik) terpenuhi minimal 10 kredit. minimal 210 SKS. Mutu penyelenggaraan UPM setingkat lebih tinggi dari mutu penyelenggaraan Ujian lainnya. a) Telah menyelesaikan proses pembelajaran mata pembelajaran yang diujikan secara nasional dan mata pembelajaran produktif. yaitu dengan dilibatkannya Assesor dari Institusi Pasangan dan Penguji Internal. orang tua peserta didik/wali peserta didik harus membicarakannya dengan Pengurus Komite Sekolah untuk memperoleh dispensasi mengikuti ujian selambat-lambatnya 2 (dua) hari sebelum pelaksanaan ujian dimulai. 3) Ujian Pengendalian Mutu (UPM). Ujian Akhir Semester dilakukan pada tiap akhir semester Gasal/Genap sebagaimana halnya kegiatan belajar mengajar. a) Kehadiran > 90 %. peserta didik hanya diperbolehkan mengikuti ujian sesuai dengan mata pembelajaran dan kompetensi yang tercantum dalam KRS dan telah mengikuti Ujian Tengah Semester serta Program Pembinaan IMTAQ. Syarat akademik untuk mengikuti Ujian Sekolah. e) Membawa kartu ujian saat mengikuti ujian. d) Memiliki nilai kelompok Pendidikan Agama dan kepribadian/ budi pekerti dengan Bobot nilai (B).d. Syarat akademik untuk mengikuti Ujian Akhir Semester. Untuk menjaga standar mutu pendidikan SMK Negeri 56 Jakarta. c) Sekurang-kurangnya telah menyelesaikan program mata pembelajaran semester 01 s. Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 22 . d) Mendaftarkan ke Program Keahlian Masing-Masing. 05.2) Ujian Akhir Semester. Untuk dapat menjadi Penguji Internal. b) Telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran mata pembelajaran yang diujikan. 4) Ujian Sekolah.

(A). Pedoman penilaian keberhasilan ujian dinyatakan dalam angka. C.2.69 0 39 Kualifikasi Kompetensi A B C D E Achievment/Hasil Belajar Cumlaude/Sangat memuaskan Excellent/Memuaskan Highly Satisfactory/Cukup Baraly Satisfactory/Kurang Minimal Achiefment/ Sangat kurang 2) Mutu Kompeten .50 .b) Sekurang-kurangnya telah menyelesaikan program mata pembelajaran semester 01 s. (E).50 – 2. D. a) Standar Nilai Normatif dan Adaptif : Nilai Angka 90 . Untuk penilaian sikap (affective) dapat dilakukan bersamaan atau menyatu dengan kegiatan pelaksanaan tugas praktik. Ujian Akhir Semester dan Ujian Pengendalian Mutu (UPM) . IPK < 1. atau kerja proyek. Format yang dapat digunakan untuk melaksanakan penilaian sikap baik untuk sikap kerja maupun untuk penilaian sikap dalam aspek non instruksional atau budi pekerti (attitude) antara lain dengan menggunakan format “fish bone Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 23 .89 60 . simulasi.d. c) Memiliki nilai kelompok Pendidikan Agama dan kepribadian/ budi pekerti dengan Bobot nilai (B). dan E . (C). B.00 – 3.49 = Kompeten dengan predikat : Memuaskan. dan untuk pengukuran penguasaan keterampilan (psychomotoric) dapat digunakan teknik tes penugasan. demonstrasi.89 70 .100 75 .99 = Kompeten dengan predikat : Baik.100 80 .50 – 4. 05. Penilaian Ujian . IPK 3.49 = Kompeten dengan predikat : Cukup. IPK 2.50 = Tidak kompeten dg predikat : Sangat kurang (D). minimal 210 SKS. 1) Ujian Tengah Semester/Ujian Blok. IPK 1. yaitu dengan menggunakan format/ lembar penilaian yang menyatu dengan penilaian pelaksanaan tugas maupun dengan format penilaian sikap yang dibuat tersendiri.39 Kualifikasi Kompetensi A B C D E Achievment/Hasil Belajar Cumlaude/Sangat memuaskan Excellent/Memuaskan Highly Satisfactory/Baik Baraly Satisfactory/Cukup Minimal Achiefment/Sangat Kurang b) Standar Nilai Produktif : Nilai Angka 90 .74 40 .59 0 . IPK 3. sedangkan mutu kompetensi diberikan dalam bentuk huruf A.79 40 . Untuk mengukur penguasaan kognitif dapat digunakan tes tulis maupun lisan.00 = Kompeten dengan predikat : Sangat memuaskan 3) Penilaian sikap. (B).

.........… : .... 7..... Skor Perolehan Believe (B) Evaluation (E) (Preferensi oleh (oleh guru) Peserta) 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ No (n) 1..analysis”... yaitu dengan memberikan kesempatan kepada masing-masing peserta didik untuk memberikan penilaian bagi dirinya sendiri terlebih dahulu sesuai dengan pendapatnya.. 5. yang selanjutnya digabungkan dengan nilai yang diberikan oleh guru/instruktor penilai.x 9 5x5xn Skor Perolehan = (B1xE1) + (B2xE2) + (B3xE3) + (B4+E4) + (B5+ E5) + (B6+E6) + (B7+E7)+ (B8+E8) = (5x4)+(5x4)+(5x4)+(5x4)+(5x4)+(5x3)+ (5x5) +(5x4) = 20+20+20+20+20+15+25+20 = 160.. 4..... Contoh bentuk format yang dapat digunakan untuk mengadakan penilaian sikap secara khusus adalah format sebagai berikut: Nama Peserta didik Program keahlian FORMAT PENILAIAN SIKAP : ………….. 2..... Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 24 . 8.. Aspek Noninstruksional/ sikap (Attitude) Kerja sama Kedisiplinan Kejujuran Mengakses/mengorganisasi kan informasi Tanggung jawab Memecahkan masalah Kemandirian Ketekunan Berdasarkan data tersebut maka skor perolehan aspek noninstruksional dihitung dengan cara sbb: ∑(Bn x En) Nilai Attitude (Nat) = ---------------. Jenis/ aspek sikap yang dinilai tiap kompetensi tentunya dapat berbeda-beda tergantung dari tuntutan kompetensi atau karakteristik masing-masing kompetensi... 6.... 3..... Setiap aspek sikap terlebih dahulu diberikan deskripsi kriteria yang menggambarkan kualifikasi dari masing-masing aspek sikap yang dinilai...

a) Mata pembelajaran dan kompetensi tersebut pernah diikuti. dan menjadi wahana belajar bagi peserta didik untuk dapat mengekpresikan kompetensinya. dibuktikan dengan nilai di KHS (hanya nila D dan E yang dapat diperbaiki). Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 25 . Langkah-langkah yang dilakukan meliputi . → sehingga : Perolehan Nilai Attitude (Nat) = Skor Perolehan --------------------. dan menetapkan patokan kelulusan (Indikator keberhasilan dan patokan keberhasilan). 5) Proyek Work dan Uji Produktif : Proyek Work adalah pendekatan penilaian yang dirancang menyatu dan terintegrasi dalam proses pemelajaran. Gradasi nilai tertinggi = 9. 4) Semester Pendek : Semester pendek adalah proses belajar mengajar yang waktu pelaksana annya diperpendek/dipadatkan menjadi lebih kurang 2 minggu tatap muka serta kegiatan mandiri lainnya dengan jumlah kegiatan akademik dan proses evaluasi setara dengan semester reguler. d) Memenuhi ketentuan minimum peserta didik untuk masing-masing mata pembelajaran dan kompetensi yang ditawarkan ± 10 Peserta. Tujuannya adalah sebagai sarana bagi peserta didik untuk mengejar ketertinggalannya dalam menyelesaikan studi tepat waktunya dan sebagai sarana bagi peserta didik untuk dapat memperbaiki mutu kompetensinya (IPK) tanpa harus menunggu semester reguler.Skor maksimum dari contoh di atas (n = 8 aspek) = 5 x 5 x 8 = 200. Penentuan Topik/Judul Proyek Work. = Catatan.20. Kegiatan belajar mengajar semester pendek genap dilakukan pada masa libur semester ganjil dan kegiatan belajar mengajar semester pendek ganjil dilakukan pada masa libur semester genap. Dengan pendekatan tersebut diharapkan proses intruksional terselenggara secara alami. c) Membayar jumlah biaya SKS dan persyaratan administrasi lain yang ditetapkan oleh SMK Negeri 56 Jakarta. b) Maksimal jumlah mata pembelajaran dan kompetensi yang dapat diambil adalah 3 (tiga) mata pembelajaran/kompetensi. menentukan rambu-rambu penyusunan soal. menetapkan bukti belajar.x 9 200 = 7. Format penilaian sikap dapat dilihat pada Bukti Hasil Studi.x 9 Skor 8 Aspek 160 ---------. minimal 14 kali tatap muka. Persyaratan mengikuti semester pendek .

dan d) Lulus Ujian Nasional. dan kesehatan.100 A Cumlaude/Sangat memuaskan 80 . c) Lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. kelompok kewarganegaraan dan kepribadian. c) Nilai Mata pelajaran Pendidikan Agama dan Akhlak Mulia minimal (7. b) Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.79 40 .69 0 . Kenaikan Kelas dan Kelulusan 1) Syarat naik tingkat / mengikuti program semester tahun berikutnya adalah . kelompok mata pelajaran estetika.39 B C D E Excellent/Memuaskan Highly Satisfactory/Cukup Baraly Satisfactory/Kurang Minimal Achiefment/ Sangat kurang Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 26 .0) BAIK d) Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran 2) Syarat kelulusan akhir pembelajaran adalah .89 70 .89 60 . b) Minimal Tidak ada 6 SKS (± 3 mata pelajaran ) yang sampai batas akhir tahun ajaran belum mencapai Ketuntasan Kompetensi Minimal (KKM). a) Kehadiran Komulatifnya minimal 80 %. dan kelompok mata pelajaran jasmani. olahraga.39 B C D E Excellent/Memuaskan Highly Satisfactory/Baik Baraly Satisfactory/Cukup Minimal Achiefment/Sangat Kurang b) Standar Nilai Produktif: Nilai Angka Kuaiifikasi Achievement/Hasil Belajar Kompeten 90 .b.74 40 . 3) Kriteria Mutu Kompetensi / Lulus a) Standar Nilai Normatif dan Adaptif: Nilai Angka Kuaiifikasi Achievement/Hasil Belajar Kompetens 90 .59 0 .100 A Cumlaude/Sangat memuaskan 75 . peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1).

muatan lokal. dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. penggunaan portofolio. Penjurusan Penjurusan pada SMK didasarkan pada spektrum pendidikan kejuruan yang diatur oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. ujian praktik maupun ujian akhir. Penentuan Jenis Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian untuk menetapkan (kenaikan kelas dan kelulusan) Penilaian berisi mengenai: 1) Kriteria penilaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan. serta pengembangan diri. 5) Uraian tentang kriteria kenaikan kelas. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. 3) Penjelasan tentang mekanisme penilaian. dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan. d. pengukuran sikap. Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 27 . 3) Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. 4) Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. jadwal pelaksanaan. ujian akhir semester. dan penilaian diri. Misalnya. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara. 4) Ujian tengah semester.c. proyek dan/atau produk. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. bentuk dan prosedur laporan hasil belajar (LHB). 5) Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. pengamatan kinerja. serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik. yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran. 2) Penilaian menggunakan acuan kriteria. 2) Teknik penilaian untuk mata pelajaran. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. penilaian hasil karya berupa tugas. menganalisis. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah 1) Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi.

yaitu mengembangkan potensi manusiawi peserta didik untuk menghadapi perannya dimasa datang. Mengaktualisasikan potensi peserta didik sehingga dapat digunakan untuk memecahkan problema yang dihadapi. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. dan lainlain. Mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang ada dimasyarakat. sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah Pendidikan kecakapan hidup mencakup kecakapan pribadi. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global merupakan bagian dari semua mata pelajaran yang diajarkan di Program Keahlian Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik. Merancang pendidikan agar fungsional bagi kehidupan peserta didik dalam menghadapi kehidupannya dimasa yang akan datang. c. yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. Pendidikan Kecakapan Hidup Pendidikan kecakapan hidup bertujuan memfungsikan pendidikan sesuai dengan fitrahnya. Memberikan kesempatan kepada sekolah untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih fleksibel sesuai prinsip pendidikan berbasais luas. Pendidikan kecakapan hidup diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran dan/atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus di program keahlian PLC.7. 8. b. teknologi informasi dan komunikasi. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam aspek ekonomi. d. ekologi. Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 28 . kecakapan sosial. Secara khusus Pendidikan kecakapan hidup bertujuan untuk a. kecakapan akademik dan/atau kecakapan vokasional.Kurikulum untuk semua tingkat satuan pendidikan dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global. bahasa. budaya.

efektif fakultatif. Alokasi Waktu Alokasi waktu minggu efektif belajar.BAB IV KALENDER PENDIDIKAN A. Jeda tengah semester Jeda antarsemester 4. Durasi waktu adalah jumlah jam minimal yang digunakan oleh setiap Program Keahlian. Kegiatan Minggu efektif belajar Alokasi Waktu Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu Maksimum 2 minggu Maksimum 2 minggu Keterangan Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan Satu minggu setiap semester Antara semester I dan II 2. jam tambahannya diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sama di luar jumlah jam yang dicantumkan. Alokasi waktu untuk Praktik Kerja Industri (Prakerin) diambil dari durasi waktu mata pelajaran Kompetensi Kejuruan (1044 jam). Pengembangan Diri ekuivalen dengan 2 jam pembelajaran per minggu. Libur akhir tahun pelajaran Maksimum 3 minggu Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran 29 Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta . e. Kejuruan terdiri atas berbagai mata pelajaran yang ditentukan sesuai dengan kebutuhan program keahlian. 2. Kalender Pendidikan Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran. Jumlah jam Kompetensi Kejuruan sesuai dengan kebutuhan standard kompetensi kerja yang berlaku di dunia kerja tetapi tidak boleh kurang dari 1000 jam. Berikut adalah kalender tersebut adalah sebagai berikut : 1. Program Keahlian yang memerlukan waktu lebih. Hari Belajar Efektif a. dan hari libur. waktu libur dan kegiatan lainnya diuraikan sebagai berikut No 1. waktu pembelajaran efektif. d. f. b. Durasi jam yang tertulis pada struktur kurikulum adalah jumlah jam pembelajaran tatap muka. Dua jam pembelajaran praktik di sekolah atau empat jam pembelajaran praktik di DU/DI setara dengan satu jam tatap muka. 3. minggu efektif belajar. c.

Kegiatan khusus sekolah/madrasah Rincian Alokasi waktu tersebut diuraikan kedalam masing-masing semester sebagai berikut . Kegiatan Hari libur keagamaan Alokasi Waktu 2 – 4 minggu Keterangan Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif Disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Untuk satuan pendidikan sesuai dengan ciri kekhususan masing-masing Digunakan untuk kegiatan yang dikelompokkan secara khusus oleh sekolah/madrasah tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif 6. Jumlah (∑) Minggu/Semester .No 5. 7. No. Alokasi Waktu Program Semester I I. No. 1 2 3 4 5 6 Nama Bulan Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah II. Jumlah (∑) Minggu tidak Efektif . a. 1 2 3 4 5 6 Nama Bulan Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta Jumlah Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 30 Minggu 3 0 1 2 1 2 9 Jumlah Minggu Minggu Minggu Minggu Minggu Minggu Minggu Minggu 30 . Hari libur umum/nasional Hari libur khusus Maksimum 2 minggu Maksimum 1 minggu Maksimum 3 minggu 8.

Jumlah (∑) jam efektif/semester 1 = 21 x 4 jam tatap muka = 84 jam tatap muka. Jumlah (∑) Minggu tidak Efektif . No. Jumlah (∑) minggu efektif riil = ∑ minggu/semester 30 – ∑ minggu tidak efektif 9 = 21 minggu/jam tatap muka. b. Alokasi Waktu Program Semester II I. Untuk menentukan jumlah SKS dari masing-masing Mata Pelajaran/kompetensi bedasarkan analisis/pemetaan kurikulum implementatif yang telah divalidasi. Catatan: 1. Jumlah (∑) minggu efektif riil = ∑ minggu/semester 29 – ∑ minggu tidak efektif 8 = 21 minggu/jam tatap muka IV. Catatan: 1. Jumlah jam tatap muka disesuaikan dengan jumlah SKS masing-masing Mata Pelajaran/kompetensi yang tertera pada Jadual tatap muka. Jumlah jam tatap muka disesuaikan dengan jumlah SKS masing-masing Mata Pelajaran/kompetensi yang tertera pada Jadual tatap muka. tiap semester jumlah SKS satu Mata Pelajaran/kompetensi kemungkinan berbeda.III. 1 2 3 4 5 6 Nama Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Jumlah II. Jumlah (∑) jam efektif/semester 1 = 21 x 4 jam tatap muka = 84 jam tatap muka. Jumlah (∑) Minggu/Semester . 2. No. 1 2 3 4 5 6 Nama Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Jumlah 2 0 0 2 2 2 8 Jumlah Minggu Minggu Minggu Minggu Minggu Minggu Minggu Minggu Jumlah Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 4 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 29 Minggu III. IV. tiap Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 31 .

1. Rapat Awal Tahun Guru dan Karyawan Juli 2. 9. II dan III Agustus Rapat Orang Tua Peserta didik Baru dengan Komite Agustus Rapat Dinas Evaluasi Program dan Pembinaan SDM Agstus Peringatan HUT RI Ke 60 Agstus Evaluasi Kegiatan Masing-masing Program September Peringatan Isra’ dan Mi’raj .2.-Nov. Tingkat III mencatat Jadwal dan Pengarahan Kaprog.4. 3. Kalender Akademik Sekolah Kalender akademik SMK Negeri 56 Jakarta terbagi kedalam dua (2) semester yaitu semester gasal dan semester genap.1. 6. 13. Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta . 4. 14. KEGIATAN Kegiatan Belajar Mengajar Smt. 19.2. 10. 24. 3.5. 11. 15. Tingkat I MOS dan ITBA 1. Tingkat II dan III Mulai Belajar Sesuai Jadwal dst. Untuk menentukan jumlah SKS dari masing-masing Mata Pelajaran/kompetensi bedasarkan analisis/pemetaan kurikulum implementatif yang telah divalidasi. September Rapat Dinas Evaluasi Program dan Pembinaan SDM . Juli Kegiatan MOS dan ITBA Peserta didik Tingkat I Juli Silaturrahmi dengan ORTU Peserta didik Tk. 21. Tingkat I MOS dan ITBA 2. 5.3. 22. 17. 2.1. 25. Libur Hari Raya Idul Fithri 1424 H November Halal Bihalal Guru dan Karyawan Desember Test Kendali Mutu (TKM) Semester Gasal Desember Pengolahan Nilai dan Entre Data Desember Penyerahan KHS Semester Gasal Desember RAKER SEMESTER GENAP Januari LIBUR SEMESETER GASAL Januari SEMESTER PENDEK SEMESTER GENAP 32 BULAN Juli-Juni 2. No 1. 18. 8.semester jumlah SKS satu Mata Pelajaran/kompetensi kemungkinan berbeda. Tingkat II Mengisi KRS. Kalender akademik semester gasal diatur sebagai berikut . Jadwal dan Pengarahan PA 1. 12. Upacara Bendera 1. Oktober Rapat Dinas Evaluasi Program dan Pembinaan SDM Oktober Libur Awal Ramadhan Oktober Pekan MID Semester Gasal Oktober Batas Penyerahan Nilai Mid Semester dari Guru Oktober Penyerahan Progres Report Semeter Gasal Oktober Pesantren Kilat Ramadhan 1424 H Oktober Buka Puasa Bersama Okt. 16. a. 23. 20. 7. Gasal Hari Pertama Masuk Sekolah 1.

Olah Raga dan Komputer Penyerahan Nilai Mid Smt dan Nilai smt. II dan III Penerimaan Peserta didik Baru Raker Sekolah KBM Tahun Pelajaran 2005/2006 Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 33 . 15.Smt. 6 Tk.b. 11. 16.I dan Tk. 17. 18. 10. 12. 3. Genap Her Regestrasi Tk. 14. 9. 5. BULAN Jan – Juli Maret – Mei Maret April April April Mei Mei Mei Mei Juni Juni Juli Juni Juni Juli Juli Juli Juli Juli KEGIATAN KBM semester Genap ProgramRemedial/Pemantapan Materi Tk. 2. 7. Kalender akademik semester genap diatur sebagai berikut . 6.II Penyerahan Raport Wisuda & Perpisahan Libur Smt. 20. III menghadapi Ujian Nasional Ujian Nasional Teori Utama Ujian Nasional Susulan Rapat Kelulusan Ujian Utama Smt. III Pembinaan SDM/Rapat dinas Pekan Mid.III semester 6 Pembinaan SDM/Rapat dinas Ujian Sekolah Praktik : Pend. 13. 19.III Pembekalan Peserta didik Tk. 8.Genap Rapat Kenaikan Semester Pendek/Remedial Tk.genap dan Ulangan Tk. Agama. 4. No 1.

KALENDER PENDIDIKAN TAHUN 2007.2008 BULAN JULI 2007 AGUSTUS 2007 SEPT 2007 OKTOBER 2007 NOVEMBER 2007 DESEMBER 2007 JANUARI 2008 FEBRUARI 2008 MARET 2008 APRIL 2008 MEI 2008 JUNI 2008 JULI 2008 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 x ® x ® x ® x ® x Tahun Pelajaran 2008 – 2009 = Libur Umum x x Keterangan: = Hari Pertama Sekolah / MOS = Hari Ahad / Minggu = Libur Semester = ® = Perkiraan Ujian Nasional = Laporan hasil Belajar = Uji Kompetensi / Project Work Kelas III = Perkiraan Ujian Sekolah 34 = Hari Efektif Belajar Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta .

Sejauhmana kemampuan siswa (pemahaman. Apakah tujuan pendidikan yang tertulis dalam KTSP ini cukup lengkap dan dapat dicapai? 2. Apakah kemampuan (pemahaman. dan sikap serta perilaku) yang diharapkan dapat dicapai? 4. keterampilan. Akhirnya. komitmen.BAB V PENUTUP Kurikulum tingkat satuan pendidikan ini diharapkan dapat dilaksanakan dengan sebaikbaiknya sehingga kegiatan belajar mengajar di SMK Negeri 56 Jakarta menjadi lebih menyenangkan. yang mungkin terkumpulkan secara bertahap dari waktu ke waktu oleh para guru sebagai pengembang sekaligus pelaksana KTSP. sementara para guru menerapkan KTSP ini. kesungguhan. dan sesuai dengan keadaan daerah dan kebutuhan peserta didik setempat. mencerdaskan. keterampilan. keterampilan. ”Kegagalan itu biasa dan kekurangan itu wajar. Selain itu berbagai hasil belajar yang diperoleh siswa (pemahaman. didokumentasikan dengan baik sehingga menjadi masukan berharga bagi penyempurnaan KTSP di kemudian hari. dan sikap serta perilaku) yang tertulis cukup lengkap untuk merespon keadaan daerah dan kebutuhan peserta didik? 3. Yang salah adalah ketidakmaksimalan dalam berusaha menuju sukses dan keengganan belajar dari kegagalan masa lalu” Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 35 . dan warga sekolah secara keseluruhan merupakan kunci utama bagi perwujudan dari apa yang telah direncanakan. Sejauhmana penilaian pembelajaran yang dirancang dapat mengungkap secara jelas perkembangan kemampuan yang diharapkan dari siswa? Jawaban terhadap pertanyaan tersebut. mereka diharapkan dapat melakukan evaluasi secara informal terhadap dokumen KTSP maupun pelaksanaannya. kepala sekolah. sikap dan perilaku) dapat menjadi bahan evaluasi guna mengetahui sejauhmana visi yang telah dirumuskan dapat dicapai atau didekati guna menyusun dan melaksanakan kegiatan tindak lanjut. Di samping itu. menantang. dan kerjasama dari para guru. Evaluasi tersebut diharapkan paling sedikit dapat menjawab pertanyaan berikut: 1. Apakah metode yang digunakan cukup efektif dalam mencapai tujuan yang diharapkan? 5. kerja keras.

Lampiran 3 : Daftar Istilah 4. Lampiran 4 : Profil Sekolah Model KTSP SMK Negeri 56 Jakarta 36 . Lampiran 1 : Silabus 2. Lampiran 2 : RPP 3.1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful