P. 1
KTSP

KTSP

|Views: 312|Likes:
Published by Sumantri Ndut

More info:

Published by: Sumantri Ndut on Oct 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2010

pdf

text

original

KURIKULUM

SD NEGERI MUARAREJA 02 KOTA TEGAL
TAHUN PELAJARAN 2010/2011

JL. BRAWIJAYA GG. MUARA 9 NO. 62 C (0283) 324022 RT 004 RW 001 KEL. MUARAREJA KECAMATAN TEGAL BARAT KOTA TEGAL 52117

LEMBAR PENGESAHAN

KURIKULUM SD NEGERI MUARAREJA 02
KECAMATAN TEGAL BARAT - KOTA TEGAL PROVINSI JAWA TENGAH

Telah diteliti dan disahkan penggunaannya pada
TANGGAL BULAN TAHUN : 01 : Juli : 2010

D an dinyatakan berlaku pada
TAHUN PELAJARAN KELAS SD : 2010/2011 : I – VI : SDN MUARAREJA 02

Tegal, 01 Juli 2010 Ketua Komite SD Negeri Muarareja 02 Kota Tegal H. KUSEN ROSYIDIN Kepala SD Negeri Muarareja 02 Kota Tegal SUMANTRI
NIP : 195906161978021002

Mengetahui : Kepala Dinas Pendidikan Kota Tegal

S. BUDIASTUTI, S.H.
NIP : 195504041985032004 ii

DAFTAR ISI
Halaman HALAMAN JUDUL DAFTAR ISI BAB I ………………………………………………………………………… ……………………………………………………………….. i ii iii 1 1 2 2 3 4 7 7 7 8 12 12 20 21 24 25 27 29 32 33 33 36 38

HALAMAN PENGESAHAN

…………………………………………………………………………………... PENDAHULUAN B. PENGERTIAN ……………………………………………………... …………………………………………………….. ……………………………………………. ……………………………………………. ………………………... ……………………………………………. ………………………………….. ……………….

A. RASIONAL ………………………………………………………………. C. STRUKTUR PENDIDIKAN, VISI, MISI, DAN TUJUAN SEKOLAH .. D. PRINSIP PELAKSANAAN E. ACUAN OPERASIONAL BAB II A. STRUKTUR KURIKULUM

STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM 1. Standar Kompetensi Kelulusan B. MUATAN KURIKULUM 1. Mata Pelajaran 2. Muatan Lokal 4. Beban Belajar

2. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran

…………………………………………….

……………………………………………………... ……………………………………………………... .………………………………… ……………………………………………………... …………………………………………… …………………………………. …………………………………. …….

3. Kegiatan Pengembangan Diri 5. Ketuntasan Belajar

6. Kenaikan Kelas dan Kelulusan 7. Pendidikan Kecakapan Hidup BAB III KALENDER PENDIDIKAN

8. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global

……………………………………………. …………………………………..

A. ALOKASI WAKTU DALAM KALENDER PENDIDIKAN ………………. B. MINGGU DAN HARI EFEKTIF BAB IV PENUTUP ……………………………………………………………….

LAMPIRAN-LAMPIRAN 1. Program Pembelajaran Semester 2. Silabus 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 4. Kriteria Ketuntasan Minimal iii

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Kebijakan pemeringtah di bidang pendidikan, seperti penerapan Manajemen Berbasis Sekolah ( MBS ) sebagai bentuk alternatif pengelolaan sekolah dalam rangka desentralisasi pendidikan yang ditandai adanya kewenangan pengambilan keputusan Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal ( PSM ) merupakan spesifikasi teknis sebagai patokan pelayanan minimal yang wajib dilakukan oleh daerah ( sekolah ) dalam menyelenggarakan persekolahan, penerapan paradigm pendidikan yang berorientasi pada life skills melalui pendekatan berbasis masyarakat luas, tentu saja berimplikasi pada daerah ( sekolah ) untuk dapat menyelesaikan tugas yang tidak ringan ini secara efisien dan efektif. Seiring dengan inovasi pendidikan, pemerintah memberlakukan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional sebagai dasar hokum penyelenggaraan dan reformasi sistem pendidikan nasional untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan berdaya saing dalam kehidupan global. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan suatu acuan dasar ( benchmark ) bagi setiap penyelenggara dan satuan pendidikan. Oleh karena itulah pemerintah memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang memuat kriteria minimal tentang komponen pendidikan untuk memacu pengelola, penyelenggara, dan satuan pendidikan agar dapat meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu serta

mendorong terwujudnya transparansi dan akuntabilitas publik dalam penyelenggaraan sistem pendidikan nasional. Untuk membantu pengelola, penyelenggara, dan satuan

pendidikan dalam menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sebagai amanat PP Nomor 19 tahun 2005, maka diberlakukan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22, 23, dan 24 sehingga KTSP yang disusun oleh satuan pendidikan akan lebih sesuai dengan kondisi sekolah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. 1

B.

TUJUAN PENYUSUNAN KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Dasar Negeri Muarareja 02, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal disusun dengan tujuan : Sebagai acuan dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah; Menjadikan kurikulum lebih sesuai dengan kebutuhan setempat; Menciptakan suasana pembelajaran di sekolah yang bersifat mendidik, mencerdaskan dan mengembangkan kreativitas anak. Menciptakan pembelajaran yang efektif, demokratis, menantang, menyenangkan, dan mengasyikkan.

C.

PRINSIP PENGEMBANGAN KTSP KTSP dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah.

Pengembangan KTSP mengacu pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP, serta memperhatikan pertimbangan komite sekolah/ madrasah. Penyusunan KTSP untuk pendidikan khusus dikoordinasi dan disupervisi oleh dinas pendidikan provinsi, dan berpedoman pada SI dan SKL serta panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP . KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan

kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut

pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik. 2

2.

Beragam dan terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman

karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antar substansi. 3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. 4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir,

keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. 5. Menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. 6. Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. 3

7.

Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan

nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKR I).

4

B A B II TUJUAN

A.

TUJUAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR Tujuan pendidikan dasar dirumuskan mengacu kepada tujuan umum pendidikan sebagai berikut ; “ Tujuan Pendidikan Dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.” Untuk mencapai tujuan tersebut di atas, maka setiap lembaga pendidikan formal, khususnya Sekolah Dasar wajib memiliki Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah yang akan memberikan arah kebijakan nsekolah.

B.

VISI : Menjadi sekolah yang unggul dalam prestasi dan terpuji dalam pekerti

C.

MISI : Mengacu pada visi sekolah di atas, maka misi yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut : a. b. c. d. Menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, indah, dan aman. Menciptakan suasana sekolah yang ceria dan kondusif. Menciptakan komunikasi yang efektif dan menyenangkan. Menciptakan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan dan berkualitas. e. Mengembangkan bakat, minat, dan potensi siswa secara maksimal melalui kegiatan ekstrakurikuler. f. Mengembangkan dan membiasakan perilaku disiplin warga sekolah . g. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait.

D.

TUJUAN : Sejalan dengan Tujuan Pendidikan Dasar dalam Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 yaitu meletakkan dasar kecerdasan , pengetahuan , kepribadian, akhlak mulia , serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan untuk mengikuti pendidikan lebih lanjut, maka tujuan yang ingin dicapai oleh SDN Muarareja 02 Kota Tegal adalah sebagai berikut :

5

a.

Menanamkan kesadaran siswa untuk belajar sebagai kebutuhan pokok.

b. c.

Menciptakan iklim belajar yang kondusif. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan sesuai tuntutan kurikulum yang berlaku dengan melibatkan siswa secara aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

d.

Mengupayakan siswa berprestasi di bidang akademik dan non akademik dengan usaha pembibitan dan kegiatan ekstrakurikuler.

e.

Mewujudkan pengamalan kehidupan beragama dan budi pekerti luhur di sekolah.

f.

Mewujudkan hubungan kerja sama yang harmonis antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat.

g.

Mengantarkan siswa untuk mencapai kriteria ketuntasan minimal 65,6 %.

h.

56 % siswa mampu berbahasa Jawa dengan baik dan benar.

6

BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURUIKULUM Struktur dan muatan kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Struktur dan muatan kurikulum Sekolah Dasar meliputi substansi pembelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun, mulai kelas I sampai dengan kelas VI. Kedalaman muatan kurikulum dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. A. STRUKTUR KURIKULUM Struktur kurikulum Sekolah Dasar disusun berdasarkan Standar

Kompetensi Lulusan, Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran, dan Standar Kompetensi Mata Pelajaran. 1. Standar Kompetensi Lulusan. Standar Kompetensi Lulusan Satuan Penduidikan ( SKL-SP ) dikembangkan berdasarkan tujuan setiap satuan pendidikan, yakni : “ Penduidikan Dasar, yang meliputi SD/ MI/ SDLB/ Paket A dan SMP/ MTs/ SMPLB/ Paket B bertujuan : Meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.” Adapun Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan

( SKL-SP ) selengkapnya adalah : SD/ MI/ SDLB/ Paket A : 1. Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak. 2. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri. 3. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam nya. 4. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya. 5. Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kreatif. 6. Menunjukkan kemampuan berfikir logis, kritis, dan kreatif dengan bimbingan guru/ pendidik. 7 lingkungan

7. Menunjukan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya. 8. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. 9. Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar. 10. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan. 11. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, Negara, dan tanah air Indonesia. 12. Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal. 13. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang. 14. Berkomunikasi secara jelas dan santun. 15. Bekerja sama dalam kelompok, tolong menolong, dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya. 16. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis. 17. Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca,

menulis, dan berhitung. 2. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran ( SK-KMP ) terdiri atas kelompok-kelompok mata pelajaran : a. Agama dan Akhlak Mulia. b. Kewarganegaraan dan Kepribadian. c. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. d. Estetika. e. Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan. Standar Kompetensi Kelompok Mata pelajaran ( SK-KMP ) dikembangkan berdasarkan tujuan dan cakupan muatan dan/ atau kegiatan setiap kelompok mata pelajaran, yakni : a. Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia bertujuan membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Mahaesa serta berakhlak mulia. Tujuan tersebut dicapai melalui muatan dan/ atau kegiatan agama, 8

kewarganegaraan, kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika, jasmani, olahraga, dan kesehatan. b. Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Mahaesa serta berakhlak mulia. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/ atau kegiatan agama, akhlak mulis, kewarganegaraan, bahasa, seni dan budaya, dan pendidikan jasmani. c. Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan mengembangkan logika, kemampuan berfikir, dan analisa peserta didik. Pada satuan pendidikan SD/ MI/ SDLB/ Paket A. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/ atau kegiatan bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan social, keterampilan/ kejuruan, muatan lokal yang relevan. Adapun Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelasjaran

( SK-KMP ) untuk masing-masing satuan pendidikan selengkapnya adalah sebagai berikut : A. Agama dan Akhlak Mulia. 1. Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak. 2. Menunjukkan sikap jujur dan adil. 3. Mengenal keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya. 4. Berkomunikasi secara santun yang mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuihan. 5. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang sesuai dengan tuntutan agamnya. 6. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap sesame manusia dan lingkungan sebagai makhluk ciptaan Tuhan. B. Kewarganegaraan dan Kepribadian. 1. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, negara, dan tanah air Indonesia. 2. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam

lingkungannya. 9

3. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya. 4. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan. 5. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri. 6. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya. 7. Berkomunikasi secara santun. 8. Menunjukkan kegemaran membaca. 9. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang. 10. Bekerja sama dalam kelompok, tolong-menolong, dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya. 11. Menunjukkan kemampuan mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya lokal. C. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. 1. Mengenal dan menggunakan berbagai informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kreatif. 2. Menunjukkan kemampuan berfikir logis, kritis, dan kreatif dengan bimbingan guru/ pendidik. 3. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi. 4. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. 5. Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar. 6. Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan berhitung. 7. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang. D. Estetika. 1. Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal. E. Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan. 1. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang. 10

2. Mengenal berbagai informasi tentang potensi sumber daya lokal untuk menunjang hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang.

STRUKTUR KURIKULUM SD NEGERI MUARAREJA 02 TEGAL

NO. A.

KOMPONEN MATA PELAJARAN 1. Pendidikan Agama. 2. Pendidikan kewarganegaraan. 3. Bahasa Indonesia. 4. Matematika. 5. I P A 6. I P S 7. Seni Budaya dan Keterampilan 8. Pend. Jasmani, OR, Kesehatan

KELAS DAN LOKASI WAKTU I II III IV V VI

KET

3 2 8 7 2 2 2 2

3 2 8 8 2 2 2 2

3 2 7 7 3 2 2 2

3 2 5 5 4 3 4 4

3 2 5 5 4 3 4 4

3 2 5 5 4 3 4 4

B. MUATAN LOKAL 2 1. Bahasa Jawa 2. Bahasa Inggris 3. Komputer C. PENGEMBANGAN DIRI 2 2 2 2 2 2 0 0 2 0 0 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

JUMLAH :

30

31

32

36

36

36

Keterangan : 1. Struktur Kurikulum SD Negeri Muarareja 02 Tegal meliputi 8 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri, seperti tercantum dalam tabel di atas. 2. Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk

mengembangkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah dengan alokasi seperti tabel di atas. 3. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran, tetapi kegiatan di luar jam pembelajaran yang bertujuan memberikan 11

kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.

Pengembangan diri dapat berupa kegiatan ekstrakurikuler dan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah pribadi, sosial, belajar, dan karier peserta didik. Alokasi waktu pengembangan diri ekuivalen 2 jam pelajaran. 4. Substansi mata pelajaran IPS dan IPS merupakan IPA Terpadu dan IPS Terpadu. 5. Pembelajaran pada kelas I, II, III dilaksanakan melalui pendekatan Tematik, sedangkan kelas IV, V, dan VI dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran. 6. Alokasi waktu satu jam pelajaran adalah 35 menit, sedangkan minggu efektif dalam satu tahun pelajaran ( dua semester ) adalah 34 – 38 minggu. 7. Berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22, 23, 24 Tahun 2005, beban belajar per minggu kelas I = 26 jam pelajaran, kelas II = 27 jam pelajaran, kelas III = 28 jam pelajaran, sedangkan kelas IV, V, dan VI = 32 jam pelajaran. Bagi satuan pendidikan yang akan menambah jam pelajaran maksimal per minggu 4 jam pelajaran. B. MUATAN KURIKULUM 1. Mata Pelajaran. Kedalaman muatan kurikulum dituangkan dalam Standar

Kompetensi, dan Kompetensi Dasar sebagai penjabaran dari Standar Kompetensi Mata Pelajaran. Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD Negeri

Muarareja 02 Tegal meliputi 8 Mata Pelajaran, yaitu : a. Pendidikan Agama Islam SD 1. Menyebutkan, menghafal, membaca, dan mengartikan surat-surat pendek dalam Al-Qur’an, mulai surat Al-Fatihah sampai surat Al-‘Alaq. 2. Mengenal dan meyakini aspek-aspek Rukun Iman dari iman kepada Allah sampai iman kepada Qadha dan Qadar. 12

3. Berperilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari serta menghindari perilaku tercela. 4. Mengenal dan melaksanakan rukun Islam mulai dari bersuci ( thaharah ) sampai zakat serta mengetahui tata cara pelaksanaan ibadah haji. 5. Menceritakan kisah nabi-nabi serta mengambil teladan dari kisah tersebut dan menceritakan kisah tokoh-tokoh orangorang tercela dalam kehidupan nabi. b. Pendidikan Agama Kristen SD. 1. Memahami kasih Allah melalui keberadaan dirinya. 2. Menanggapi kasih Allah dengan mengasihi orangtua, keluarga, dan teman. 3. Beribadah kepada Tuhan sebagai ucapan syukur melalui doa dan membaca Al-Kitab. 4. Memelihara ciptaan Allah lainnya dalam hidup sehari-hari. c. Pendidikan Agma Katolik SD. 1. Peserta didik menguraikan pemahaman tentang pribadinya sebagai karunia Tuhan dan mengungkapkan rasa

syukurnya dengan berdoa, bernyanyi, serta melakukan perbuatan-perbuatan nyata. 2. Peserta didik memahami dan mencintai Allah sebagai Bapa Pencipta dan penyelenggara seperti dikisahkan Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dan meneladani Yesus Kristus sebagai penyelamat hidup umat manusia. 3. Peserta didik memahami Gereja sebagai persekutuan umat Allah dan sebagai Sakramen keselamatan yang diutus ke dalam dunia dan Roh Kudus yang diutus Yesus sebagai jiwa Gereja yang senantiasa menyertainya. 4. Peserta didik memahami hidup beriman yang terlibat dalam masyarakat sebagai perwujudan imannya. d. Pendidikan Agama Hindu SD. 1. Meyakini kemahakuasaan Sang Hyang Widhi ( Tuhan ) sebagai Maha Pencipta, Tri Murti, Tri Purusa, dan Cadhu Sakti. 2. Memahami ajaran Panca Sradha dan Tri Sarira. 13

3. Memahami ajaran Susila yang meliputi Tri Kaya Parisudha, Tri Mala, Catur Paramita, Tri Parartha, Panca Yama, Panca Nyama Brata, Catur Guru, Dasa Yama, dan Dasa Nyama Brata dalam kehidupan sehari-hari. 4. Mendemontrasikan pemahaman sikap-sikap sembahyang Tri Sandhya dan sarana sembahyang. 5. Menerapkan Panca Yadnya secara Nitya Karma dan Naimitika Karma dalam kehidupan sehari-hari. 6. Memahami Weda sebagai kitab suci dan wahyu Sang Hyang Widhi ( Tuhan ) 7. Memahami orang suci agama Hindu, tugas dan kewajiban orang suci. 8. Memahami hari-hari suci keagamaan dan dasar-dasar hari suci ( Wariga ) 9. Mengenal pemimpin yang baik dan patut diteladani di wilayahnya. 10. Memahami Bhuana Agung dan Bhuana Alit. 11. Memahami tari-tari keagamaan, lagu-lagu kerohanian ( Yadnya ), dan sejarah perkembangan Hindu sebelum dan sesudah kemerdekaan. e. Pendidikan Agama Buddha SD 1. Beriman kepada Tuhan Yang Mahaesa dan Tri Ratna dengan mengetahui fungsi serta terefleksi dalam moralitas ( sila ), meditasi ( Samadhi ), dan kebijaksanaan ( panna ). 2. Memiliki kemampuan dasar untuk memahami dan meyakini agamanya serta menerapkannya dalam bertutur, berbuat, dan berperilaku. 3. Membaca Paritta dan Dhammapada serta mengerti artinya. 4. Beribadah ( kebaktian ) dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan masing-masing aliran. 5. Meneladani sifat, sikap, dan kepribadian Buddha,

Bodhisattva, dan para siswa utama Buddha. 6. Memiliki kemampuan dasar berfikir logis, kritis, dan kreatif untuk memecahkan masalah. 7. Memahami sejarah kehidupan Buddha Gotama. 14

8. Memahami lambang-lambang agama Buddha. 9. Memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan untuk

melanjutkan ke pendidikan di SMP. f. Pendidikan Kewarganegaraan SD 1. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan. 2. Memahami dan menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah. 3. Memahami kewajiban sebagai warga dalam keluarga dan sekolah. 4. Memahami hidup tertib dan gotong royong. 5. Menampilkan sikap cinta lingkungan dan demokratis. 6. Menampilkan perilaku jujur, disiplin, senang bekerja, dan anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. 7. Memahami sistem pemerintahan, baik pada tingkat daerah maupun pusat. 8. Memahami makna keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan kepatuhan terhadap undang-undang, peraturan, kebiasaan, adat-istiadat, dan menghargai

keputusan bersama. 9. Memahami dan menghargai makna nilai-nilai kejuangan bangsa. 10. Memahami hubungan Indonesia dengan Negara tetangga dan politik luar negeri. g. Bahasa Indonesia SD. 1. Mendengarkan. Memahami wacana lisan berbentuk perintah, penjelasan, petunjuk, pesan, pengumuman, berita, deskripsi, berbagai peristiwa dan benda di sekitar, serta karya sastra berbentuk dongeng, puisi, cerita, drama, pantun, dan cerita rakyat. 2. Berbicara. Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam kegiatan perkenalan, tegur sapa, percakapan sederhana, wawancara, percakapan telepon, diskusi, pidato, deskripsi peristiwa dan benda 15

di sekitar, member petunjuk, deklamasi, cerita, pelaporan hasil pengamatan, pemahaman isi buku dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk dongeng, pantun, drama, dan puisi. 3. Membaca. Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana berupa petunjuk, teks panjang, dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk puisi, dongeng, pantun, percakapan, cerita, dan drama. 4. Menulis. Melakukan berbagai jenis kegiatan menulis untuk

mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk karangan sederhana, petunjuk, surat, pengumuman, dialog, formulir, teks pidato, laporan, ringkasan, paraphrase, serta berbagai karya sastra untuk anak berbentuk cerita, puisi, dan pantun. h. Matematika SD. 1. Memahami konsep bilangan bulat dan pecahan, operasi hitung dan sifat-sifatnya, serta menggunakannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari. 2. Memahami bangun datar dan bangun ruang sederhana, unsur-unsur dan sifat-sifatnya, serta menerapkannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari. 3. Memahami konsep ukuran dan pengukuran berat, panjang, luas, volume, sudut, waktu, kecepatan, debit, serta mengaplikasikannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari. 4. Memahami konsep koordinat untuk menentukan letak benda dan menggunakannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari. 5. Memahami konsep pengumpulan data, penyajian data dengan tabel, gambar dan grafik ( diagram ), mengurutkan data, rentangan data, rerata hitung, modus, serta

menerapkannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari. 16

6. Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalam kehidupan. 7. Memiliki kemampuan berfikir logis, kritis, dan kreatif. i. Ilmu Pengetahuan Alam SD. 1. Melakukan pengamatan terhadap gejala alam dan

menceritakan hasil pengamatannya secara lisan dan tertulis. 2. Memahami penggolongan hewan dan tumbuhan, serta manfaat hewan dan tumbuhan bagi manusia, upaya pelestariannya, dan interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. 3. Memahami bagian-bagian tubuh pada manusia, hewan, dan tumbuhan, serta fungsinya dan perubahan pada makhluk hidup. 4. Memahami beragam sifat benda hubungannya dengan penyusunnya, perubahan wujud benda, dan kegunaannya. 5. Memahami berbagai bentuk manfaatnya. 6. Memahami matahari sebagai pusat tata surya, kenampakan dan perubahan permukaan bumi, dan hubungan peristiwa alam dengan kegiatan manusia. j. Ilmu Pengetahuan Sosial SD. 1. Memahami identitas diri dan keluarga, serta mewujudkan sikap saling menghormati dalam kemajemukan keluarga. 2. Mendiskripsikan kedudukan dan peran anggota dalam keluarga dan lingkungan tetangga, serta kerja sama di antara keduanya. 3. Memahami sejarah, kenampakan alam, dan keragaman suku bangsa di lingkungan kabupaten/ kota dan provinsi. 4. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/ kota dan provinsi. 5. Menghargai berbagai peninggalan dan tokoh sejarah nasional, keragaman suku bangsa, serta kegiatan ekonomi di Indonesia. 17 energi, perubahan, dan

6. Menghargai peranan tokoh pejuang dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 7. Memahami perkembangan wilayah Indonesia, keadaan sosial Negara di Asia Tenggara serta benua-benua. 8. Mengenal gejala ( peristiwa ) alam yang terjadi di Indonesia dan negara tetanga, serta dapat melakukan tindakan dalam menghadapi bencana alam. 9. Memahami peranan Indonesia di era global. k. Seni Budaya dan Keterampilan SD. Seni Rupa 1. Mengapresiasi dan mengekspresikan keartistikan karya seni rupa terapan melalui gambar ilustrasi dengan tema benda alam yang ada di daerah setempat. 2. Mengapresiasi dan mengekspresikan keartistikan karya seni rupa murni melalui pembuatan relief dari bahan plastisin/ tanah liat yang ada di daerah setempat. 3. Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara dengan motif hias melalui gambar dekoratif dan ilustratif bertema hewan, manusia, dan kehidupannya serta motif hias dengan teknik batik. 4. Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara dengan motif hias melalui gambar dekoratif dan ilustratif dengan tema bebas. 5. Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara melalui pembuatan benda kreatif yang sesuai dengan potensi daerah setempat. Seni Musik 1. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan memperhatikan dinamika melalui berbagai ragam lagu daerah dan wajib dengan iringan alat musik sederhana daerah setempat. 2. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan ansambel sejenis dan gabungan terhadap berbagai alat musik/ lagu wajib, daerah, dan Nusantara.

18

3. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan menyanyikan lagu wajib, daerah, dan Nusantara dengan memainkan alat musik sederhana daerah setempat. Seni Tari 1. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni tari dengan memperhatikan simbol dan keunikan gerak,

busana, dan perlengkapan tari daerah setempat. 2. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni tari dengan memperhatikan symbol dan keunikan gerak, busana, dan perlengkapan tari Nusantara. 3. Mengapresiasi dan mengekspresikan perpaduan karya seni tari dan musik Nusantara. Keterampilan 1. Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan daerah setempat dengan teknik konstruksi. 2. Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan dan benda permainan dengan teknik meronce dan makrame. 3. Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan enyaman dengan menggunakan berbagai bahan. 4. Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan benda mainan beroda dengan menggunakan berbagai bahan. l. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SD. 1. Mempraktekkan gerak dasar lari, lompat, dan jalan dalam permainan sederhana serta nilai-nilai dasar sportifitas seperti kejujuran, kerjasama, dan lain-lain. 2. Mempraktekkan gerak ritmik meliputi senam pagi, senam kesegaran jasmani ( SKJ ), dan aerobik. 3. Mempraktekkan gerak ketangkasan seperti ketangkasan dengan dan tanpa alat, serta senam lantai. 4. Mempraktekkan gerak dasar renang dalam berbagai gaya serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 5. Mempraktekkan latihan kebugaran dalam bentuk

meningkatkan daya tahan kekuatan otot, kelenturan, serta koordinasi otot.

19

6. Mempraktekkan

berbagai

keterampilan

gerak

dalam

kegiatan penjelajahan di luar sekolah seperti perkemahan, piknik, dan lain-lain. 7. Memahami budaya hidup sehat dalam bentuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengenal makanan sehat, mengenal berbagai penyakit dan pencegahannya serta menghindarkan diri dari narkoba.

2.

Muatan Lokal a. Bahasa Jawa ( Muatan Lokal Provinsi Jawa Tengah ) Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 895.5/01/2005 tanggal 23 Pebruari 2005 tentang Kurikulum Mata Pelajaran Bahasa Jawa Tahun 2004 untuk Jenjang Pendidikan SD/ SDLB/ MI/ SMP/ SMPLB/ MTs, dan SMA/ SMALB/ SMK/ MA Negeri dan Swasta Provinsi Jawa Tengah, wajib melaksanakan mulai Tahun Pelajaran

2005/2006. Dengan demikian muatan lokal Bahasa Jawa merupakan muatan lokal wajib Provinsi Jawa Tengah dan wajib pula dilaksanakan di satuan pendidikan SD Negeri Muarareja 02 Tegal dengan tujuan : mengembangkan kompetensi

berbahasa Jawa dalam rangka melestarikan Bahasa Jawa. Adapun standar kompetensi dan kompetensi dasar Bahasa Jawa dapat dilihat pada SK Gubernur tersebut. b. Bahasa Ingris ( Muatan Lokal Kota Tegal ) Berdasarkan Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Tegal tentang muatan lokal, bahwa muatan lokal untuk SD/ MI Kota Tegal adalah Bahasa Inggris. Oleh karena itu Bahasa Inggris ditetapkan sebagai muatan lokal SD Negeri Muarareja 02 Tegal untuk kelas IV, V, dan VI. Adapun tujuan yang diharapkan sesuai dengan aspek berbahasa di bawah ini :

20

1. Mendengarkan Memahami instruksi, informasi, dan cerita sangat

sederhana yang diasampaikan secara lisan dalam konteks kelas, sekolah, dan lingkungan sekitar. 2. Berbicara Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana

interpersonal dan transaksional sangat sederhana. 3. Membaca Membaca nyaring dan memahami makna dalam instruksi, informasi, teks fungsional pendek, dan teks deskriptif bergambar sangat sederhana yang disampaikan secara tertulis dalam konteks kelas, sekolah, dan lingkungan sekitar. 4. Menulis Menuliskan kata, ungkapan, dan teks fungsional pendek sangat sederhana dengan ejaan dan tanda baca yang tepat c. Komputer ( Muiatan Lokal Sekolah ) Komputer merupakan salah satu elternatif muatan lokal yang dapat dilaksanakan di sekolah sebagai salah satu muatan lokal sekolah dengan tujuan : mengembangkan keterampilan siswa dalam menggunakan media elektronik komputer sebagai usaha mengikuti perkembangan IPTEK yang semakin pesat. 3. Kegiatan Pengembangan Diri

Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran, tetapi kegiatan di luar jam pembelajaran. Dalam pelaksanaannya terdiri dari pengembangan diri yang terprogram dan pengembangan diri yang tidak terprogram. Alokasi waktu pengembangan diri ekuivalen 2 jam

pembelajaran ( 2 x 35 menit ). Kegiatan pengembangan diri dinilai dan dilaporkan secara berkala kepada orangtua dalam bentuk kualitatif, yaitu :

21

A = B = C = D =

Sangat Baik Baik Cukup Kurang

a.

Pengembangan Diri yang terprogram. Pengembangan diri yang bertujuan memberikan

kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan bakat, dan minat peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Pengembangan diri yang terprogram antara lain berupa kegiatan ekstrakurikuler dan pelayanan konseling yang

berkenaan dengan masalah pribadi, sosial, belajar, dan karier peserta didik. Adapun kegiatan pengembangan diri yang dapat

dilaksanakan di SD Negeri Muarareja 02 Tegal adalah sebagai berikut : 1. Kegiatan Pelayanan Konseling a. Masalah kesulitan belajar siswa. b. Masalah pemilihan jenjang pendidikan lebih tinggi. c. Masalah dalam kehidupan sosial siswa. d. Masalah yang bersifat pribadi. e. Masalah ekonomi dan pengembangan karier siswa. 2. Kegiatan Kepramukaan. a. Sebagai wahana siswa berlatih organisasi. b. Melatih siswa untuk terampil dan mandiri. c. Melatih siswa untuk mempertahankan hidup. d. Melatih siswa berjiwa sosial dan peduli pada orang lain. e. Melatih siswa untuk bekerja sama dalam kelompok. f. Melatih siswa untuk hidup disiplin. g. Melatih siswa untuk menyelesaikan permasalahan dengan tepat.

22

3. Kegiatan Olahraga Prestasi. a. Mengembangkan prestasi siswa dalam bidang olahraga permainan. b. Mengembangkan bakat siswa dalam bidang bela diri. c. Membentuk tim olahraga yang siap bertanding, antara lain : - Sepak Bola - Atletik - Catur 4. Kegiatan Seni dan Budaya a. Mengembangkan prestasi siswa dalam bidang Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari. b. Mengembangkan prestasi siswa dalam Seni Baca Al-Qur’an dan Kaligrafi. 5. UKS dan Dokter Kecil a. Pengadaan sarana prasarana UKS sesuai ketentuan. b. Mengembangkan kegiatan untuk membiasakan siswa hidup sehat dan bersih. c. Mengembangkan bakat siswa dalam bidang kedokteran ( Dokter Kecil ). Adapun jadwal kegiatan sebagai berikut :

NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

NAMA KEGIATAN Pelayanan Konseling Tilawah dan Kaligrafi Kepramukaan Olahraga Prestasi Seni Vokal Seni Musik Rebana Seni Musik Drum Band Dokter Kecil 23

HARI Senin Jum’at Jum’at Sabtu Rabu Sabtu Selasa Kamis Senin

WAKTU 07.00 – 09.00 10.00 – 11.00 15.30 – 17.30 15.30 – 17.30 11.00 – 13.00 10.00 – 13.00 15.30 – 17.30 10.00 – 13.00

b.

Pengembangan Diri yang tidak terprogram. Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram terintegrasi dengan mata pelajaran yang ada pada setiap kelas, adapun pelaksanaannya sebagai berikut : Kegiatan rutin. Yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal seperti upacara bendera, senam, ibadah khusus keagamaan bersama, keberaturan, pemeliharaan kebersihan. Tujuannya adalah melatih siswa untuk berdisiplin dan membiasakan diri hidup bersih. Kegiatan spontan. Yaitu kegiatan yang tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti : Mengucapkan salam dan berjabatan tangan dengan sesama teman/ guru/ tamu, membuang sampah pada tempatnya, budaya antri, dll. Tujuannya adalah membentuk sikap untuk selalu bersilaturakhmi dengan orang lain dan melatih kedisiplinan. Kegiatan keteladanan. Adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan/ keberhasilan orang lain, dating tepat waktu, sikap berjalan di depan guru atau orang dewasa. Tujuannya adalah membentuk pribadi yang baik dan berbudi pekerti yang luhur.

4.

Beban Belajar Beban belajar satuan pendidikan SD Negeri Muarareja 02 Tegal menggunakan sistem paket di mana penyelenggara program pendidikan peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program Pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai struktur kurikulum yang berlaku di SD Negeri Muarareja 02 Tegal seperti tercantum pada bagian depan. Adapun beban belajar setiap kelas pada satuan pendidikan SD Negeri Muarareja 02 Tegal adalah sebagai berikut : SATU JAM TATAP MUKA 35 35 35 35 35 35 JML JAM PER MINGGU 30 31 32 36 36 36 24 JML.MINGGU JML JAM EFEKTIF PER PER TAHUN TAHUN 34 35.700 34 36.890 34 38.080 34 42.840 34 42.840 34 42.840

KELAS I II III IV V VI

Waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur bagi peserta didik pada satuan pendidikan SD Negeri Muarareja 02 Tegal maksimum 40 % dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan. Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi dan waktu penyelesaiannya ditentukan oleh pendidik. Sedangkan kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi

pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi dan waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik. Alokasi waktu untuk praktik adalah sebagai berikut : 2 jam kegiatan prakltik di sekolah setara dengan 1 jam tatap muka, dan 4 jam kegiatan praktik di luar sekolah setara dengan 1 jam tatap muka.

5.

Ketuntasan Belajar Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam kompetensi dasar berkisar antara 0% - 100%, sedangkan Kriteria Ketuntasan Minimal pada satuan pendidikan SD Negeri Muarareja 02 Tegal pada tahun pelajaran 2007/2008 adalah 62 %, dengan harapan prosentase KKM tersebut terus meningkat sehingga mencapai KKM yang ideal. Dalam menentukan KKM tersebut telah dipertimbangkan aspek : kepentingan dan keutamaan indikator bagi peserta didik, sumber daya dukung/ sarana prasarana yang ada di sekolah, intake siswa/ kemampuan rata-rata peserta didik, dan kemampuan guru sebagai agen pembelajaran untuk indikator yang bersangkutan. Secara terinci Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM ) satuan pendidikan SD Negeri Muarareja 02 Tegal pada tahun pelajaran 2010/2011 adalah sebagai berikut :

25

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM ) SDN MUARAREJA 02 TEGAL TAHUN 2010/2011
KKM KELAS III IV V

KOMPONEN A. MATA PELAJARAN 1. Pendidikan Agama 2. Pend. Kewarganegaraan

ASPEK PENILAIAN Teori Praktik RATA-RATA

I

II

VI

RATA2

3. Bahasa Indonesia

4. Matematika 5. Ilmu Pengetahuan Alam 6. Ilmu Pengetahuan Sosial 7. Seni Budaya dan Keterampilan

8. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan B. MUATAN LOKAL

75 75 75 75 Mendengarkan 68 Berbicara 68 Membaca 68 Menulis 68 RATA-RATA 68 Bilangan 58 Geometri dan Pengukuran 58 Pengolahan Data RATA-RATA 58 62 62 Seni Rupa 75 Seni Musik 75 Seni Tari Keterampilan 75 RATA-RATA 75 Permainan dan Olahraga 75 Pengembangan Diri 75 Senam 75 Pilihan …. 75 RATA-RATA 75
Mendengarkan Berbicara Membaca Menulis RATA-RATA Mendengarkan Berbicara Membaca Menulis RATA-RATA Teori Praktik RATA-RATA

75 75 75 75 68 68 68 68 68 58 58 58 62 62 75 75 75 75 75 75 75 75 75 56 56 56 56 56 B 67 ,3

75 75 75 75 68 68 68 68 68 58 58 58 62 62 75 75 75 75 75 75 75 75 75 56 56 56 56 56 61 61 61 B 66 ,7

75 75 75 75 68 68 68 68 68 58 58 58 61 61 75 75 75 75 75 75 75 75 75 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 61 61 61 B 65 ,6

75 75 75 75 65 65 68 65 66 58 58 58 61 61 75 75 75 75 75 75 75 75 75 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 62 61 62 B 65 ,5

75 75 75 75 65 65 68 65 66 58 58 57 58 61 61 75 75 75 75 75 75 75 75 75 56 56 56 56 56 57 57 57 57 57 62 62 62 B 65 ,5

75,0 75,0 75,0 75,0 67,0 67,0 68,0 67,0 67,0 58,0 58,0 57,0 58,8 61,5 61,5 75,0 75,0 75,0 75,0 75,0 75,0 75,0 75,0 75,0 56,0 56,0 56,0 56,0 56,0 56,3 56,3 56,3 56,3 56,3 61,5 61,3 61,5 B 65,6

1. Bahasa Jawa

2. Bahasa Inggris

3. Komputer C. PENGEMBANGAN DIRI

56 56 56 56 56 B 67 RATA-RATA : ,3

26

6.

Kenaikan Kelas dan Kelulusan a. Kenaikan Kelas Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun

berdasarkan kriteria dan hasil musyawarah Kepala Sekolah bersama Dewan Guru. Kriteria kenaikan kelas pada satuan pendidikan SD Negeri Muarareja 02 Tegal adalah sebagai berikut : 1. Jumlah mata pelajaran yang belum tuntas tidak boleh lebih dari 25% dari jumlah mata pelajaran yang diajarkan di kelasnya masing-masing. 2. Nilai Pengembangan Diri dan nilai Kepribadian : Baik. 3. Siswa dinyatakan naik kelas apabila rata-rata nilai semua mata pelajaran sama atau lebih besar dari KKM kelas bersangkutan. 4. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran pada dua semester pada kelas yang diikuti. b. Kelulusan Kelulusan peserta didik dilaksanakan pada akhir tahun pelajaran berdasarkan kriteria dan hasil musyawarah Kepala Sekolah dan Dewan Guru. Kriteria Kelulusan pada satuan pendidikan SD Negeri Muarareja 02 Tegal adalah sebagai berikut : 1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran. 2. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran : kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarga-negaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani olahraga dan kesehatan. 3. Lulus Ujian Sekolah. a. mencapai nilai minimal 4,26 untuk setiap mata pelajaran yang diujikan. b. Memiliki nilai rata-rata minimal 6,00 baik untuk ujian tulis maupun praktik.

27

4. Lulus UASBN. Pada mata pelajaran : a. Bahasa Indonesia mencapai nilai minimal : 3 b. Matematika mencapai nilai minimal : 2,5 c. Ilmu Pengetahuan Alam mencapai nilai minimal : 3 d. Rata-rata mencapai nilai minimal : 3 5. Memiliki nilai Pengembangan Diri dan nilai Kepribadian : Baik. Catatan : Kriteria kenaikan kelas akan berubah sesuai peraturan yang berlaku, karena berdasarkan PP No.19/2005 akan dikembangkan BNSP dan ditetapkan oleh Peraturan Menteri 7. Pendidikan Kecakapan Hidup Pendidikan kecakapan hidup adalah seperangkat kecakapan yang dimiliki oleh seseorang agar berani menghadapi

permasalahan hidup dan kehidupan secara wajar, tanpa mrasa tertekan, kemudian secara mandiri, pro aktif, dan kreatif, mencari dan menemukan jalan keluar atau solusi sehingga akhirnya mampu mengatasi permasalahan hidup dan kehidupan (Dikmenum, 2004, 5) Proses pendidikan yang berorientasi kecakapan hidup ( life skills ) akan lebih mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kecerdasan jamak, baik secara intelektual, sosial, emosional, maupun spiritual. Pendidikan kecakapan hidup akan mampu menghasilkan lulusan dengan kekayaan etika, estetika,moral, dan kepribadian masyarakat yang diharapkan, yang dalam rangka mewujudkan dan produktif.

Indonesia

damai,

sejahtera

Sebaliknya, pendidikan yang terlalu berorientasi akademik akan berdampak kurang menguntungkan bagi penguatan dayasaing bangsa di era global. Ada dua pola kecakapan hidup yaitu : (1) Kecakapan hidup dasar dan instrumental, serta (2) kecakapan hidup umum dan spesifik. Kecakapan hidup dasar mencakup : a) belajar mandiri, b). membaca, menulis, dan berhitung, c). kecakapan berkomunikasi, d). kecakapan berfikir, e). kecakapan mengelola hati, f). kecakapan 28

mengelola raga, g). kecakapan merumuskan kepentingan dan upaya mencapainya, h). kecakapan berkeluarga dan sosial. Kecakapan hidup instrumental mencakup : a). kecakapan memanfaatkan teknologi, b). mengelola sumber daya, c).

bekerjasama dengan orang lain, d). memanfaatkan informasi, e). menggunakan sistim, f) berwirausaha, g) memilih dan

mengembangkan karier, h) menjaga harmoni dengan lingkungan. Kecakapan hidup umum mencakup : a). kesadaran diri, terdiri dari : 1). Sadar sebagai makhluk Tuhan, 2). Sadar akan potensi diri ( fisik dan psikologik ), 3). Sadar sebagai makhluk sosial, 4). Sadar sebagai makhluk lingkungan. b). kecakapan berfikir, mencakup : 1). Kecakapan menggali informasi, 2). Mengolah informasi, 3). Menyelesaikan masalah secara kreatif dan arif, 4). Mengambil keputusan secara cepat dan tepat. c). kecakapan sosial, mencakup : 1). Kecakapan berkomunikasi lisan dan tulisan, 2). Kecakapan bekerja sama. Kecakapan hidup spesifik mencakup kecakapan yang terkait dengan pekerjaan ( pengetahuan, dan vokasional ) yang ada di lingkungan dan ingin ditekuni. SKEMA LIFE SKILL :
KEC. HIDUP PERSONEL KECAKAPAN HIDUP GENERIK KEC. HIDUP SOSIAL LIFE SKILL KECAKAPAN BERFIKIR KESADARAN DIRI

KECAKAPAN KOMUNIKASI

KECAKAPAN KERJASAMA KECAKAPAN AKADEMIK KECAKAPAN HIDUP SPESIFIK KECAKAPAN VAKASIONAL

29

1. Life Skill di SD ditekankan pada pengembangan kecakapan hidup umum dan pendidikan karakter yang memuat tujuan untuk a. mengakrabkan siswa dengan kehidupan nyata di lingkungannya b. menumbuhkan kesadaran tentang makna/ nilai perbuatan seseorang terhadap pemenuhan kebutuhan hidupnya. c. Memberikan keterampilan. d. Memberi motivasi tindakan yang dapat memacu kreatifitas. sentuhan awal terhadap pengembangan

2. Pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup. a. Setiap mata pelajaran/ kegiatan di sekolah mempunyai tanggung jawab dalam pengembangan kecakapan hidup. b. Pelaksanaan kurikulum terpadu dan kontekstual antara teori dan kenyataan kehidupan sehari-hari. Belajar bukan sekedar untuk ujian, tetapi untuk memecahkan problema kehidupan. c. Penilaian hasil belajar harus meliputi aspek intelektual ( kognitif ), nilai dan sikap ( afektif ), dan keterampilan ( psikomotorik ). 3. Analisis Pengintegrasian Kecakapan Hidup di SDN Muarareja 02 Kota Tegal
No . Mapel Tujuan Pendidikan Membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME Membentuk peserta didik menjadi warga Negara yang memiliki wawasan dan rasa kebersamaan, cinta tanah air, serta bersikap dan berperilaku demokratis Membentuk peserta didik menjadi mampu berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulisan. Mengembangkan logika dan kemampuan berpikir peserta didik Mengembangkan pengetahuan dan kemampuan analisis peserta didik terhadap li9ngkungan alam dan sekitarnya. Pengembangan Kecakapan Hidup Kecakapan Kecakapan Personal Sosial √ √

1.

Pend. Agama

2.

PKn

3.

B. Indonesia

4.

Matematika

5.

IPA

30

6.

IPS

7.

SBK

8.

Penjasorkes

9.

Muatan Lokal

10.

Pengembangan Diri

Mengembangkan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan analisis peser ta didik terhadap kondisi sosial masyarakat. Membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya serta memiliki keterampilan hidup. Membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani, serta menumbuhkan rasa sportifitas Membentuk pemahaman terhadap potensi sesuai dengan ciri khas di daerah tempat tinggalnya. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, minat, dan bakat.

4. Indikator-indikator Aspek Kecakapan Hidup di SD Negeri Muarareja 02

ASPEK KECAKAPAN HIDUP Kecakapan Personal - Beriman kepada Tuhan YME - Berakhlak mulia - Berfikir Rasional - Komitmen - Mandiri - Percaya Diri - Bertanggung jawab - Menghargai dan menilai diri - Menggali informasi - Mengolah informasi - Mengambil keputusan - Memecahkan masalah Kecakapan Sosial - Bekerjasama - Menunjukkan tanggung jawab sosial - Mengendalikan emosi - Berinteraksi dalam masyarakat - Mengelola konflik - Berpartisipasi - Membudayakan sikap sportif, disiplin, dan hidup sehat - Mendengarkan - Berbicara - Menuliskan pendapat/ gagasan - Bekerjasama dengan teman sekerja - Memimpin

I

II

KELAS III IV

V

VI

√ √

√ √

√ √

√ √ √ √

√ √ √ √

√ √ √ √

√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

√ √ √ √ √ √ √ √ √

√ √ √ √ √ √ √ √ √

√ √ √ √ √ √ √ √ √

31

8.

Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global.

a. Pendidikan berbasis keunggulan lokal. SD Negeri Muarareja 02 Kota Tegal berlokasi di wilayah Kelurahan Muarareja. Di kelurahan ini memiliki kekhasan sebagai daerah nelayan, maka untuk menyikapi tantangan yang dihadapi saat ini serta melestarikan keunggulan Kelurahan Muarareja, peserta didik dituntut memiliki kemampuan

pendidikan berwawasan local diantaranya : 1). Bidang industry ( ikan asin, terasi, kerupuk, ikan pilet, pembuatan jaring, dan miniatur kapal ) yang menjadi ciri khas Kelurahan Muarareja akan diusahakan semaksimal mungkin menjadi media pembelajaran di berbagai mata pelajaran, terutama mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan. 2). Seni Rebana yang sering digunakan untuk mengiringi acara Sedekah Laut dilatihkan kepada peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler. 3). Kelurahan Muarareja yang sedang menuju sebagai

kelurahan religious, maka peserta didik diwajibkan mampu membaca dan menulis Al Qur’an.

b. Pendidikan berbasis keunggulan global. Menyikapi tantangan era globalisasi yang semakin besar, arus informasi semakin cepat, dan persaingan semakin kuat, maka dipersiapkan sejak dini berbagai kegiatan yang menunjang di antaranya : Pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional lebih ditingkatkan. Mengembangkan pengetahuan dan kemampuan tentang kemajuan teknologi informatika melalui internet. Peningkatan pemahaman isi Al Qur’an untuk mengatasi dampak negatif dari era globalisasi.

32

BAB III KALENDER PENDIDIKAN

KTSP pada jenjang pendidikan SD Negeri Muarareja 02 Tegal diselenggarakan dengan mengikuti kalender pendidikan. Kalender Pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan

pembelajaran peserta didik selama satu tahun pelajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, dan hari libur ( PP Nomor 19/2005 Pasal 18 ayat 1 ). Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan

pembelajaran pada awal tahun pelajaran. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan

pengembangan diri. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum, termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus. A. ALOKASI WAKTU DALAM KALENDER PENDIDIKAN. NO.
1. 2. 3. 4.

KEGIATAN
Minggu efektif belajar Hari efektif belajar Jeda tengah semester Jeda antar semester Libur akhir tahun pelajaran

ALOKASI WAKTU
34 minggu 204 hari 2 minggu 2 minggu 3 minggu

KETERANGAN
Digunakan untuk pembelajaran efektif Satu minggu setiap semester Antara semester I dan II Digunakan untuk menyiapkan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran Digunakan untuk kegiatan UUS praktik dan tertulis, serta Ujian praktik dan tertulis, termasuk Tes Kemampuan Dasar Disesuaikan dengan peraturan pemerintah Digunakan untuk kegiatan yang diprogramkan sekolah tanpa mengurangi minggu dan/ hari efektif pembelajaran ( termasuk kegiatan setelah UUS/ Ujian )

5.

Kegiatan Tes ( Ulangan Umum dan Ujian ) Hari libur umum

5 minggu

6.

3 minggu

7.

Kegiatan khusus sekolah

3 minggu

JUMLAH

52 minggu

33

KALENDER PENDIDIKAN TAHUN PELAJARAN 2010/2011 SEMESTER I

BULAN

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

KETERANGAN Hari Efektif Hari pertama masuk Libur awal Ramadhan

Juli 2010

5 12 19 26 2 9 16 23 30

6 13 20 27 3 10 17 24 31

7 14 21 28 4 11 18 25

1 8 15 22 29 5 12 19 26

2 9 16 23 30 6 13 20 27

3 10 17 24 31 7 14 21 28

Agustus 2010

Upacara HUT RI Libur Idul Fitri Cuti bersama Idul Fitri

September 2010

6 13 20 27 4 11 18 25 1 8 15 22 29 6 13 20 27 3 10 17 24 31 16

7 14 21 28 5 12 19 26 2 9 16 23 30 7 14 21 28 4 11 18 25 14

1 8 15 22 29 6 13 20 27 3 10 17 24 1 8 15 22 29 5 12 19 26 14

2 9 16 23 30 7 14 21 28 4 11 18 25 2 9 16 23 30 6 13 20 27 15

3 10 17 24 1 8 15 22 29 5 12 19 26 3 10 17 24 31 7 14 21 28 17

4 11 18 25 2 9 16 23 30 6 13 20 27 4 11 18 25 1 8 15 22 29 17

Kegiatan Jeda Semester Libur Idul Adha Libur Tahun Baru H Libur Natal Libur Tahun Baru M UAS Praktek UAS Remedial Smt 1 Penerimaan Rapor Libur Semester I Semester II

Oktober 2010

November 2010

Desember 2010

Januari 2011

Jumlah :

93

34

KALENDER PENDIDIKAN TAHUN PELAJARAN 2010/2011 SEMESTER II BULAN
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu

KETERANGAN Libur Tahun Baru M Libur Imlek Libur Maulud Nabi

Januari 2011

3 10 17 24 31 7 14 21 28 7 14 21 28 4 11 18 25 2 9 16 23 30 6 13 20 27 4 11 18 25 17 16

4 11 18 25 1 8 15 22 1 8 15 22 29 5 12 19 26 3 10 17 24 31 7 14 21 28 5 12 19 26 17 16

5 12 19 26 2 9 16 23 2 9 16 23 30 6 13 20 27 4 11 18 25 1 8 15 22 29 6 13 20 27 16 15

6 13 20 27 3 10 17 24 3 10 17 24 31 7 14 21 28 5 12 19 26 2 9 16 23 30 7 14 21 28 17 15

7 14 21 28 4 11 18 25 4 11 18 25 1 8 15 22 29 6 13 20 27 3 10 17 24 1 8 15 22 29 19 16

1 8 15 22 29 5 12 19 26 5 12 19 26 2 9 16 23 30 7 14 21 28 4 11 18 25 2 9 16 23 30 19 16

Pebruari 2011

Libur Nyepi Kegiatan Jeda Semester Wafat Isa Al Masih Kegiatan US Praktek UASBN UASBN Susulan Libur Waisyak US Tertulis

Maret 2011

April 2011

Mei 2011

Tes Kemampuan Dasar Kenaikan Isa Almasih UKK Praktek Kelas I - V UKK Tertulis Kelas I – V Remedial Smt II Penerimaan Rapor Libur Semester II Th. Ajaran 2011/2012

Juni 2011

Juli 2011

Jumlah Kelas I – V Jumlah Kelas VI

105 94

35

34B. MINGGU DAN HARI EFEKTIF Semester I

NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

BULAN Juli 2010 Agustus 2010 September 2010 Oktober 2010 November 2010 Desember 2010 JUMLAH

J M 3 5 4 5 4 4 25

J M E 3 4 2 4 4 1 18

J H E 15 22 12 22 23 94

P M S 3 3

K T S 4 4

U S P 2 4 6

U S T 5 5

K K -

L U 4 12 1 2 19

P R 1 1

L A S 10 10

J M L 18 26 24 26 26 22 142

Semester II

NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

BULAN Januari 2011 Pebruari 2011 Maret 2011 April 2011 Mei 2011 Juni 2011 JUMLAH

J M 5 4 4 4 5 4 26

J M E 4 4 5 3 2 18

J H E 25 22 26 21 5 99

K T S 4 4

U S P 10 10

U S T 6 6

K K -

L U 1 2 1 1 1 1 7

P R 1 1

L A S 10 10

T K D 3 3

U S 10 -

J M L 26 24 27 26 26 21

10 150

36

ALOKASI WAKTU HARI BELAJAR EFEKTIF TAHUN PELAJARAN 2010/2011 SEMESTER I

HARI BULAN JULI 2010 AGUSTUS 2010 SEPTEMBER 2010 OKTOBER 2010 NOVEMBER 2010 DESEMBER 2010 JUMLAH

SENIN 2 5 2 3 4 16

SELASA 2 3 2 3 4 14

RABU 2 3 2 3 3 13

KAMIS 3 3 3 3 4 16

JUMAT 3 4 1 5 4 17

SABTU 3 4 1 5 4 17

JML 15 22 11 22 23 93

ALOKASI WAKTU HARI BELAJAR EFEKTIF TAHUN PELAJARAN 2010/2011 SEMESTER II

HARI BULAN JANUARI 2011 PEBRUARI 2011 MARET 2011 APRIL 2011 MEI 2011 JUNI 2011 JUMLAH KELAS I-V JUMLAH KELAS VI

SENIN 5 4 4 3 1 17

SELASA 4 4 5 3 1 17

RABU 4 3 5 3 1 16

KAMIS 4 3 5 3 2 17

JUMAT 4 4 4 4 3 19

SABTU 4 4 3 5 3 19

KET 25 22 26 21 11 105 99

16

16

15

16

18

18

37

BAB IV PENUTUP

Alhamdulillaahirobbil’aalamiin, hanya karena rahmat, taufik, dan hidayah dari Tuhan Yang Mahaesa sajalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD Negeri Muarareja 02 Tegal telah dapat disusun dengan baik. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ini dimaksudkan sebagai bahan acuan dan pedoman bagi guru dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas I s.d. VI SD Negeri Muarareja 02 Tegal. Tersusunnya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ini pun mengandung harapan yang tinggi agar para guru sebagai agen pendidikan dapat melaksanakan pembelajaran dengan penuh semangat dedikasi dan loyalitas yang tinggi demi kemajuan pendidikan di SD Negeri Muarareja 02 Tegal dalam menjawab tantangan jaman yang semakin mengglobal.

38

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->