P. 1
Pedoman Pemeliharaan Dan Perawatan

Pedoman Pemeliharaan Dan Perawatan

|Views: 2,359|Likes:
Published by Rodhan Almasrik

More info:

Published by: Rodhan Almasrik on Oct 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/07/2013

pdf

text

original

Sections

  • E. TATA RUANG LUAR
  • F. TATA GRHA (HOUSE KEEPING)
  • II. LINGKUP PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG
  • A. REHABILITASI
  • B. RENOVASI
  • C. RESTORASI
  • D. TINGKAT KERUSAKAN
  • A. KOMPONEN ARSITEKTUR BANGUNAN GEDUNG
  • B. KOMPONEN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG
  • C. KOMPONEN MEKANIKAL BANGUNAN GEDUNG
  • D. KOMPONEN ELEKTRIKAL BANGUNAN GEDUNG
  • E. KOMPONEN RUANG LUAR BANGUNAN GEDUNG
  • F. KOMPONEN TATA GRHA
  • A. PEMBERSIHAN HARIAN
  • B. PEMBERSIHAN PADA WAKTU JAM KERJA
  • D. PEMBERSIHAN MINGGUAN
  • E. PEMBERSIHAN BULANAN
  • F. PEMBERSIHAN TIGA BULANAN
  • A. PERLENGKAPAN DAN PERALATAN SESUAI KONDISI PEKERJAAN
  • B. PERALATAN MEKANIKAL & ELEKTRIKAL
  • C. PERALATAN TATA GRHA
  • STANDAR KEBERSIHAN
  • A. STANDAR KEBERSIHAN
  • B. STANDAR MUTU RUANGAN

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 24/PRT/M/2008 Pedoman Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM
NOMOR : 24/PRT/M/2008 TANGGAL 30 DESEMBER 2008

TENTANG

PEDOMAN PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA DIREKTORAT PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM
NOMOR : 24/PRT/M/2008 TANGGAL 30 DESEMBER 2008 TENTANG

PEDOMAN PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR: 24/PRT/M/2008 TENTANG PEDOMAN PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 73 ayat (6), dan Pasal 76 ayat (5) Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tentang Pedoman Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung; : 1. Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4532); 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu; 4. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 01/PRT/M/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum;

Mengingat

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM TENTANG PEDOMAN PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG.

1

kegiatan keagamaan. Bangunan gedung adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya. yang berkepentingan dengan penyelenggaraan bangunan 11. Klasifikasi bangunan gedung adalah klasifikasi dari fungsi bangunan gedung berdasarkan pemenuhan tingkat persyaratan administrasi dan persyaratan teknisnya. 5. atau 9. adalah Presiden Republik 2 . 3. kegiatan sosial. badan hukum. 2. 4. Perawatan bangunan gedung adalah kegiatan memperbaiki dan/atau mengganti bagian bangunan gedung. kegiatan 8. sebagian atau seluruhnya berada di atas dan / atau di dalam tanah dan/atau air. komponen. 7. baik untuk hunian atau tempat tinggal. 6. dan/atau prasarana dan sarana agar bangunan gedung tetap laik fungsi. selanjutnya disebut Pemerintah. termasuk masyarakat hukum adat dan masyarakat ahli. yang dimaksud dengan : 1. kelompok. yang menurut hukum sah sebagai pemilik gedung. pelestarian dan pembongkaran bangunan gedung. kelompok orang. serta pemanfaatan. budaya. 10. yang menggunakan dan/atau mengelola bangunan gedung atau bagian bangunan gedung sesuai dengan fungsi yang ditetapkan. kegiatan usaha. Penyelenggaraan bangunan gedung adalah kegiatan pembangunan yang meliputi proses perencanaan teknis dan pelaksanaan konstruksi. Persyaratan teknis bangunan gedung adalah ketentuan mengenai persyaratan tata bangunan dan persyaratan kendalan bangunan gedung. Pengguna bangunan gedung adalah pemilik bangunan gedung. bahan bangunan. Fungsi bangunan gedung meliputi fungsi hunian. maupun kegiatan khusus. badan hukum atau usaha dan lembaga atau organisasi yang kegiatannya di bidang bangunan gedung.BAB I KETENTUAN UMUM Bagian Kesatu Pengertian Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini. Pemilik bangunan gedung adalah orang. sosial dan budaya dan fungsi khusus adalah ketetapan mengenai pemenuhan persyaratan administratif dan persyaratan teknis bangunan gedung. Masyarakat adalah perorangan. usaha. perkumpulan. yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya. keagamaan. Pemeliharaan bangunan gedung adalah kegiatan menjaga keandalan bangunan gedung beserta prasarana dan sarananya agar bangunan gedung selalu laik fungsi. Pemerintah Pusat. dan/atau bukan pemilik bangunan gedung berdasarkan kesepakatan dengan pemilik bangunan gedung.

12. perlengkapan. Bagian Kedua Maksud. serta pembinaan. (2) Rincian manajemen pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam lampiran peraturan menteri ini. Tujuan. LINGKUP. serasi dan selaras dengan lingkungannya. 13.Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dengan peraturan menteri ini. sistem dan program. kenyamanan dan kemudahan serta efisien. manajemen pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pekerjaan umum. dan Lingkup Pasal 2 (1) Pedoman ini dimaksudkan untuk menjadi acuan bagi pemerintah daerah. dalam melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung agar selalu laik fungsi. kesehatan. (2) Pedoman ini bertujuan untuk terwujudnya pemanfaatan bangunan gedung yang memenuhi persyaratan keselamatan. dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. peralatan dan standar kinerja pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung. BAB II MANAJEMEN. b. (3) Lingkup pedoman ini meliputi pengelolaan pemeliharaan dan perawatan. kecuali untuk Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta adalah Gubernur. tata cara dan metode. persyaratan penyedia jasa dan tenaga ahli/terampil pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung. Pemerintah daerah adalah Bupati. khususnya instansi teknis pembina penyelenggaraan bangunan gedung. TATA CARA DAN METODE Bagian Kesatu Manajemen Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung Pasal 3 (1) Manajemen pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung meliputi: a. (3) Setiap orang atau badan termasuk instansi Pemerintah dan pemerintah daerah dalam melaksanakan administrasi dan manajemen pemeliharaan dan perawatan 3 . atau Walikota.

dan d. Bagian Ketiga Tata Cara dan Metode Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung Pasal 5 (1) Tata cara dan metode pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung meliputi: a. (4) Setiap orang atau badan termasuk instansi Pemerintah dan pemerintah daerah dalam melaksanakan administrasi dan manajemen pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib memenuhi pedoman pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung ini. (2) Rincian lingkup tata cara dan metode pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam lampiran peraturan menteri ini. keselamatan bangunan gedung. prosedur dan metode pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung. 4 . b.bangunan gedung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib memenuhi pedoman pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung ini. (3) Rincian lingkup pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam lampiran peraturan menteri ini. kenyamanan bangunan gedung. b. perawatan bangunan gedung. yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dengan peraturan menteri ini. b. c. yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dengan peraturan menteri ini. program kerja pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung. kemudahan bangunan gedung. pemeliharaan bangunan gedung. standar dan kinerja pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung. c. (2) Pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung meliputi persyaratan yang terkait dengan: a. Bagian Kedua Lingkup Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung Pasal 4 (1) Lingkup pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung meliputi: a. dan d. perlengkapan dan peralatan untuk pekerjaan pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung. kesehatan bangunan gedung.

semua peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam peraturan menteri ini. BAB III PEMBINAAN TEKNIS Pasal 6 (1) Pembinaan pelaksanaan pedoman ini dilakukan oleh Pemerintah dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kemandirian pemerintah daerah dan masyarakat dalam penyelenggaraan bangunan gedung. Peraturan Menteri ini disebarluaskan kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk diketahui dan dilaksanakan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 30 Desember 2008 5 . pemberdayaan dan pengawasan kepada pemerintah kabupaten/kota yang dapat dilaksanakan oleh pemerintah provinsi dalam rangka pelaksanaan tugas dekonsentrasi.(3) Setiap orang atau badan termasuk instansi Pemerintah dan pemerintah daerah dalam melaksanakan administrasi dan manajemen pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib memenuhi pedoman pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung ini. (2) Pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui pengaturan. BAB IV KETENTUAN PERALIHAN Pasal 7 Pada saat peraturan menteri ini mulai berlaku. BAB V KETENTUAN PENUTUP Pasal 8 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

STRUKTURAL C. MAKSUD B. PENGERTIAN A. PROGRAM PEMBEKALAN. PERSYARATAN PENYEDIA JASA DAN TENAGA AHLI/TERAMPIL PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG A. LINGKUP PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG A. ARSITEKTURAL B. MEKANIKAL 13 13 13 13 i . PELATIHAN DAN PEMAGANGAN II.Lampiran PERATURAN MENTERI NOMOR 24/PRT/M/2008 TENTANG PEDOMAN PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG DAFTAR ISI BAGIAN I KETENTUAN UMUM I. MAKSUD DAN TUJUAN A. MANAJEMEN PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG A. FUNGSI. TUJUAN BAGIAN II MANAJEMEN DAN PERSYARATAN PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG I. UMUM B. NISBAH SUMBER DAYA MANUSIA E. PERSYARATAN PENYEDIA JASA B. TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN D. ISTILAH KHUSUS II. TEKNIS C. PERSYARATAN TENAGA AHLI/TERAMPIL 7 7 7 8 10 11 11 11 12 1 1 1 4 6 6 6 i BAGIAN III LINGKUP PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG I. BATASAN ORGANISASI PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG B. STRUKTUR ORGANISASI PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG C.

D. KOMPONEN ARSITEKTUR BANGUNAN GEDUNG B. TATA GRHA (HOUSE KEEPING) II. PEMBERSIHAN HARIAN B. RESTORASI D. PEMBERSIHAN PADA WAKTU JAM KERJA C. KOMPONEN TATA GRHA II. PERALATAN MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL C. LINGKUP PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG A. PERLENGKAPAN DAN PERALATAN UNTUK PEKERJAAN PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG A. KOMPONEN ELEKTRIKAL BANGUNAN GEDUNG E. PROGRAM KERJA PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG A. PROSEDUR DAN METODE PEMELIHARAAN. PEMBERSIHAN BULANAN F. TINGKAT KERUSAKAN BAGIAN IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG I. RENOVASI C. TATA RUANG LUAR F. PEMBERSIHAN TIGA BULANAN III. PERLENGKAPAN DAN PERALATAN SESUAI KONDISI PEKERJAAN B. REHABILITASI B. KOMPONEN MEKANIKAL BANGUNAN GEDUNG D. KOMPONEN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG C. STANDAR MUTU RUANGAN 14 14 15 15 16 16 16 16 18 18 22 30 73 88 93 113 113 114 115 115 116 116 117 117 120 120 121 121 122 ii . STANDAR DAN KINERJA PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG A. PERAWATAN DAN PEMERIKSAAN PERIODIK BANGUNAN GEDUNG A. STANDAR KEBERSIHAN B. PEMBERSIHAN MINGGUAN E. KOMPONEN RUANG LUAR BANGUNAN GEDUNG F. PERALATAN TATA GRHA IV. ELEKTRIKAL E. PEMBERSIHAN DI LUAR JAM KERJA D.

Air kotor adalah semua air yang bercampur dengan kotoran-kotoran dapur. dan kegiatan lainnya. rekreasi. Atrium adalah suatu ruang dalam suatu bangunan yang menghubungkan 2 atau lebih tingkat/ lantai. 4. di mana : a. atau ruang dalam saf. Bangunan gedung adalah bangunan yang didirikan dan atau diletakkan dalam suatu lingkungan sebagian atau seluruhnya pada. dsb. 2. 5. komponen. 7. berusaha. PENGERTIAN A. lorong ramp. seperti keagamaan. atau di dalam tanah dan/atau perairan secara tetap yang berfungsi sebagai tempat manusia untuk melakukan kegiatan bertempat tinggal. UMUM Dalam pedoman teknis ini yang dimaksud dengan: 1.. Air Limbah adalah semua air yang berasal dari buangan proses rumah tangga (limbah domestik) dan proses industri (limbah industri). perbelanjaan. B. Seluruh atau sebagian ruangnya tertutup pada bagian atasnya oleh lantai atau atap. c. kamar mandi. bersosial-budaya. 2. olah raga. 1 . Bangunan turutan adalah bangunan sebagai pengembangan dari bangunan yang sudah ada. Perawatan bangunan gedung adalah kegiatan memperbaiki dan/atau mengganti bagian bangunan gedung. mengadakan pertemuan. Pemeliharaan bangunan gedung adalah kegiatan menjaga keandalan bangunan gedung beserta prasarana dan sarananya agar bangunan gedung selalu laik fungsi (preventive maintenance). dan melaksanakan kegiatan yang bersifat publik lainnya. Tidak termasuk lorong tangga. di atas. Bangunan umum adalah bangunan yang berfungsi untuk tempat manusia berkumpul.BAGIAN I KETENTUAN UMUM - BAGIAN I KETENTUAN UMUM I. termasuk struktur atap kaca. Termasuk setiap ruang yang berbatasan/ berdekatan tetapi tidak terpisahkan oleh pembatas. TEKNIS 1. 3. tambahan atau 6. b. kakus dan peralatan-peralatan pembuangan lainnya. pendidikan. Bangunan Induk adalah bangunan yang mempunyai fungsi dominan dalam suatu persil. bahan bangunan. dan/atau prasarana dan sarana agar bangunan gedung tetap laik fungsi (currative maintenance).

11. Rencana saluran. Dinding Luar Non-struktural adalah suatu dinding luar yang tidak memikul beban dan bukan merupakan dinding panel. Garis sempadan loteng adalah garis yang terhitung dari tepi jalan berbatasan yang tidak diperkenankan didirikan tingkat bangunan. Jarak antara bangunan adalah jarak terkecil antara bangunan yang diukur antara permukaan-permukaan denah bangunan. 9. 14.BAGIAN I KETENTUAN UMUM - 8. yang selanjutnya disebut DHB adalah ruang terbuka pada bangunan yang dimanfaatkan untuk penghijauan. Daerah Hijau Bangunan. Antar masa bangunan lainnya. Garis sempadan pagar adalah garis bagian luar dari pagar persil atau pagar pekarangan. 20. Batas lahan yang dikuasai. Baku Tingkat Kebisingan adalah batas maksimal tingkat kebisingan yang diperbolehkan dituang ke lingkungan dari usaha atau kegiatan sehingga tidak menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. Getaran mekanik adalah getaran yang ditimbulkan oleh sarana dan peralatan kegiatan manusia. Getaran kejut adalah getaran yang berlangsung secara tiba-tiba dan sesaat. 12. 21.. jaringan tegangan tinggi listrik. Batas tepi sungai/pantai. 15. jaringan pipa gas dan sebagainya. Dinding Pembatas adalah dinding yang menjadi pembatas antara bangunan. b. 13. Garis Sempadan Bangunan merupakan jarak bebas minimum dari bidang terluar suatu massa bangunan terhadap : a. Getaran seismik adalah getaran tanah yang disebabkan oleh peristiwa alam dan kegiatan manusia. Getaran adalah gerakan bolak-balik suatu massa melalui keadaan seimbang terhadap suatu titik acuan. 10. 17. 2 . 18. atau d. Baku Tingkat Getaran mekanik dan getaran kejut adalah batas maksimal tingkat getaran mekanik yang diperbolehkan dan usaha atau kegiatan pada media padat sehingga tidak menimbulkan gangguan terhadap kenyamanan dan kesehatan serta keutuhan bangunan. Dinding Luar adalah suatu dinding bangunan terluar yang bukan merupakan dinding pembatas. 19. c. 16.

3 . Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) adalah pedoman rencana teknik. Koefisien Dasar Bangunan (KDB) adalah koefisien perbandingan antara luas lantai dasar bangunan terhadap luas persil/ kaveling/ blok peruntukan. Kamar adalah ruangan yang tertutup seluruhnya atau sebagian.BAGIAN I KETENTUAN UMUM - 22. 30. 32. selain kamar untuk MCK dan dapur.. 25. memperluas. mengubah bentuk atau membongkar secara keseluruhan atau sebagian suatu bangunan. Koefisien Daerah Hijau (KDH) adalah angka prosentase perbandingan antara luas ruang terbuka di luar bangunan yang diperuntukkan bagi pertamanan/ penghijauan dengan luas tanah perpetakan/ daerah perencanaan yang dikuasai sesuai rencana tata ruang dan tata bangunan yang ada. 31. 28. Jaringan persil adalah jaringan sanitasi dan jaringan drainasi dalam persil. 29. Koefiesien Tapak Besmen (KTB) adalah angka prosentasi perbandingan luas tapak besmen dengan luas tanah perpetakan/daerah perencanaan yang dikuasai sesuai dengan rencana tata ruang dan tata bangunan yang ada. seperti jaringan sanitasi dan jaringan drainasi. 33. Jaringan saluran umum kota adalah jaringan sarana dan prasarana saluran umum perkotaan. memperbaiki. Mendirikan. 24. 26. untuk tempat kegiatan manusia. Pekarangan adalah bagian yang kosong dari suatu persil/ kaveling/ blok peruntukan bangunan. 27. Mendirikan Bangunan a. program tata bangunan dan lingkungan. Lubang Atrium adalah ruang dari suatu atrium yang dikelilingi oleh batas pinggir bukaan lantai atau oleh batas pinggir lantai dan dinding luar. Koefisien Lantai Besmen (KLB) adalah koefisien perbandingan antara luas keseluruhan lantai bangunan terhadap luas persil/ kaveling/ blok peruntukan. Melakukan pekerjaan tanah untuk keperluan pekerjaan-pekerjaan yang dimaksud pada butir a di atas. 23. Kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. b. serta pedoman pengendalian pelaksanaan yang umumnya meliputi suatu lingkungan/ kawasan (urban design and development guidelines).

37. bercak tangan pada permukaan yang dicat atau lainnya menggunakan kain lembut yang bersih dengan deterjen yang lembut dan air hangat yang diperas sebelum digunakan. Tinggi bangunan adalah jarak antara garis potong permukaan atap dengan muka bangunan bagian luar dan permukaan lantai denah bawah. merata dan mengkilap. peralatan. integritas. dengan kriteria-kriteria berurut yaitu aspek ketahanan struktural.. kertas atau dinding kayu dengan tidak menggunakan air. serta menggunakan air seminim mungkin sampai permukaan yang dipel bebas dari kotoran. Sambungan jaringan adalah penghubung antara sesuatu jaringan persil dengan jaringan saluran umum kota. C. 35. 36. dan berbatasan ke suatu panggung yang dipergunakan untuk barang-barang dekorasi panggung. 3. 4 . Damp mopping adalah membersihkan lantai atau permukaan lainnya dengan pengepel benang atau spon. sampai permukaan lantai benar-benar bersih. 39. termasuk menggosok dengan menggunakan bulu atau kain. dan penggunaan secara berkala dengan steel wool atau spon nylon untuk menghilangkan bekas kaki atau lumpur. ruang ganti.BAGIAN I KETENTUAN UMUM - 34. dan insulasi. dan deterjen atau obat pembersih kotoran bila diperlukan. debu dan air yang berlebih. Damp wiping adalah cara untuk menghilangkan minyak. Pembersihan dinding adalah cara membersihkan cat. Buffing adalah cara membersihkan lantai dengan mesin. atau sejenisnya. Tinggi efektif adalah tinggi ke lantai tingkat paling atas (tidak termasuk lantai atap). Tingkat kebisingan adalah ukuran energi bunyi yang dinyatakan dalam satuan desibel disingkat dB. 38. adalah tingkat ketahanan api yang dipersyaratakan pada bagian atau komponen bangunan ukuran waktu satuan menit. kecuali dengan instruksi khusus dan dibersihkan dengan menggunakan bulu ayam (kemoceng) setinggi dinding. 4. ISTILAH KHUSUS 1. 2. Contoh : TKA 90/-/60 berarti hanya terdapat persyaratan TKA untuk ketahanan struktural 90 menit dan insulasi 60 menit. tangki air atau unit pelayanan lainnya dari lantai dasar/tanah (ground floor) yang menyediakan jalan keluar langsung menuju jalan atau ruang terbuka. Ruang persiapan adalah ruang yang berhubungan dengan. bila hanya terdiri atas mesin lif. Tingkat Ketahanan Api (TKA).

Mesin disesuaikan dengan daya isap menghilangkan pasir debu dan lain-lain. High dusting adalah cara menghilangkan debu. sarang laba-laba.BAGIAN I KETENTUAN UMUM - 5. Floor dry cleaning adalah cara membersihkan lantai dengan mesin pembersih untuk menghilangkan bercak-bercak kaki dan kotoran yang keras melekat dengan menggunakan steel wool atau spoon nylon dan emulsi atau spirit wax. 10. dll dari dinding. hingga permukaan tersebut bersih dari kerak. Penyikat adalah cara pembersihan lantai atau permukaan lainnya dengan sikat nylon atau mesin pembersih yang kuat dengan deterjen pilihan diikuti dengan pembilasan air bersih dan pengangkatan cairan hingga permukaan yang dicuci bersih tanpa kotoran. langit-langit dan permukaan lainnya yang sukar dijangkau dari lantai dengan menggunakan dry mop. Pengepelan adalah cara penyikatan dengan tangan tanpa adanya debu yang menempel dengan penyikat atau penyikat listrik/vacuum. Pembersihan debu adalah cara penggunaan duster lembab atau hand mop yang tebal dan berbulu. 5 . sarang laba-laba. bercak kotoran atau debu-debu lainnya yang dapt dilihat. jendela serta langit-langit tertentu. 11. Primary waxing adalah cara pemakaian dengan menggunakan pelapis emulsi dasar atau emulsi air/minyak dengan kuas pembersih atau dua lapisan cair spiritus atau pasta minyak pada saluran permukaan sesudah minyak di antara dua lapisan dihilangkan dengan menggosoknya secara ringan. pembersih. 9. Penggosokan adalah cara pembersihan dengan menggunakan spon nylon atau sink swabs dengan bubuk atau cairan pembersih yang tidak merusak. bekas tapak. noda atau kotoran lainnya. bercak-bercak dan sisa air yang tertinggal. sehingga peralatan logam-logam tersebut terlihat terang dan bercahaya (obat penggosok metal yang digunakan adalah yang mempunyai efek tertentu pada logam yang digosok). atau lantai licin dengan mop penggosok yang tebal. 6. sehingga menghasilkan lantai bersih dan bercahaya. Pembersih logam adalah cara membersihkan permukaan metal dengan tangan. 7. 8. 13. khususnya pintu. Dry moping adalah cara penggosokan ringan pada daerah yang jarang dilalui. untuk menghapus semua bercak dan kotoran yang terakumulasi (tidak menggunakan cairan keras kecuali dengan instruksi khusus).. atau vacuum pembersih debu dengan nozzle-nya yang cocok sampai permukaan yang berdebu bebas dari debu. 12.

TUJUAN Pedoman Teknis ini bertujuan untuk dapat terwujudnya bangunan gedung sesuai fungsi yang ditetapkan dan yang memenuhi persyaratan teknis: keselamatan. MAKSUD Pedoman Teknik Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung ini dimaksudkan sebagai acuan yang diperlukan dalam mengatur dan mengendalikan penyelenggaraan bangunan gedung dalam rangka proses pemanfaatan bangunan. kenyamanan dan kemudahan serta kelestarian lingkungan. B. kesehatan.BAGIAN I KETENTUAN UMUM - II. 6 . MAKSUD DAN TUJUAN A..

Departemen umum dibantu oleh beberapa staf. STRUKTUR ORGANISASI BANGUNAN GEDUNG PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN 1. Dipimpin oleh seorang manajer bangunan (building manager). 4. Jenis dan fungsi bangunan gedung. tata grha (house keeping). Manajemen menerapkan pemberian imbalan dan sanksi yang adil. seperti: 1. Organisasi ini yang bertanggung jawab atas kelancaran operasional bangunan. Departemen engineering dan tata grha mempunyai penyelia (supervisor). dan Administrasi & Keuangan. Layanan Pelanggan. tanggung jawab. Seluruh personil merupakan tenaga trampil dan handal. dibutuhkan organisasi dengan ketentuan: 1.. 3. Moda transportasi yang digunakan oleh pekerja dan penyelia. 7. pelaksanaan pengoperasian dan perawatan sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan secara efisien dan efektif. 5. 2. 5. serta aspek teknis dan non teknis lainnya. 3. Jarak antar bangunan. teknologi yang diterapkan. dan wewenang yang jelas dan terukur.BAGIAN II MANAJEMEN DAN PERSYARATAN PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - BAGIAN II MANAJEMEN DAN PERSYARATAN PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG I. Setiap penyelia mempunyai tim pelaksana. sudah terlatih dan siap pakai. Untuk itu. MANAJEMEN PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG A. 4. sistem bangunan yang digunakan. 7 . 6. Jenis peralatan dan perlengkapan. 2. Ukuran fisik bangunan gedung. Sekurang-kurangnya memiliki empat departemen: Teknik (engineering). 2. 3. B. Jumlah bangunan. Seluruh personil mempunyai tugas. BATASAN ORGANISASI BANGUNAN GEDUNG PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN Organisasi pengoperasian dan pemeliharaan bangunan gedung dipengaruhi oleh tingkat kompleksitas bangunan yang meliputi luas dan dimensi bangunan. Kinerja produksi atau opersional dari tiap lokasi.

b. Menyusun rencana anggaran operasional. instalasi dan utilitas bangunan. Mengevaluasi dan memberi masukan tentang penggunaan bahan dan energi serta biaya operasinal. e. peralatan/perlengkapan bangunan dan instalasi serta utilitas bangunan. c. Menerapkan sistem pengarsipan yang teratur untuk seluruh dokumen. Manajer Bangunan (Building Manager). d.. a. d. Menyusun dan menyajikan laporan operasional sesuai dengan tata laksana baku (standard operation procedure). buku-buku manual pengoperasian. FUNGSI. Memeriksa kebersihan secara rutin. 4. e. b. serta laporan-laporan yang ada. Mengendalikan penggunaan bahan dan peralatan pembersih.Mengkoordinir pekerjaan Kepala Departemen Teknik (Chief Engineering).BAGIAN II MANAJEMEN DAN PERSYARATAN PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - C. mengarahkan dan mengawasi kegiatan penyelia dan pelaksana yang berada di bawah kewenangannya. Mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan pemeliharaan dan perawatan peralatan/perlengkapan gedung. mengarahkan dan mengawasi kegiatan pemeliharaan. a. Memelihara dan membina hubungan kerja internal dan eksternal. Mengkoordinir. TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN 1. a. 3. dan Layanan Pelanggan (Chief Finance & Administration dan Chief Customer Care). Kepala Departemen Administrasi & Keuangan. Kepala Departemen Teknik (Chief Engineering). c. Kepala Departemen Tata Grha (Chief House Keeping). 2. Kepala Departemen Layanan Pelanggan (Chief Customer Care). Mengkoordinir. 8 . perawatan dan perbaikan peralatan/perlengkapan bangunan dan instalasi serta utilitas bangunan. Mengadakan inspeksi langsung secara teratur ke seluruh ruangan/bangunan untuk memeriksa kondisi mesin. b. Menyusun rencana anggaran kebersihan. c. d. Menyusun dan menyajikan laporan operasional sesuai dengan tata laksana baku (standard operation procedure). pemeliharaan dan perawatan. Kepala Departemen Tata Grha (Chief House Keeping). Mengkoordinir dan memberi arahan kepada penyelia (supervisor). surat-surat.

a. Menyusun rencana kerja dan anggaran operasional untuk periode tertentu. Kepala Departemen Administrasi & Keuangan (Chief Finance & Administration). 6. a. Memeriksa pembelian. mengarahkan dan mengawasi kegiatan kerja yang berada di bawah koordinasinya. e. Membahas bersama Manajer Bangunan masalah internal dan eksternal untuk mengatasi keluhan dan usulan pelanggan. b. c. Meneliti laporan dan usulan yang disampaikan oleh pelanggan dan/atau pimpinan. instalasi dan utilitas bangunan. Merumuskan. mengarahkan dan mengawasi kegiatan kerja yang berada di bawah koordinasinya. Mengadakan pemeriksaan ke seluruh bagian bangunan untuk melihat kondisi peralatan/perlengkapan bangunan. Memantau hasil pekerjaan penyedia jasa (kontraktor) mekanikal dan elektrikal secara rutin. mengevaluasi dan memberikan rekomendasi serta mengawasi proses pengadaan barang dan jasa yang berkaitan dengan realisasi anggaran. b. Menyusun rencana kerja dan anggaran operasional manajemen untuk periode tertentu. Meneliti laporan dan usulan permintaan alokasi dana. Menyusun dan melaporkan penggunaan dana operasional. Merumuskan. f. c. d. b. c. Membahas bersama Manajer Bangunan tentang penggunaan dana taktis operasional. 9 . pengadaan barang/jasa serta pengeluaran uang sesuai wewenang yang ditetapkan. Memeriksa dan memantau pengoperasian peralatan mekanikal dan elektrikal secara rutin.. 5. e. agar tercapai efektivitas dan efisiensi kerja. Penyelia Teknik (Engineering Supervisor). Mengkoordinir. mengevaluasi dan memberikan rekomendasi serta mengawsai proses pengadaan barang dan jasa yang berkaitan dengan administrasi gedung.BAGIAN II MANAJEMEN DAN PERSYARATAN PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - a. g. Membina hubungan harmonis baik internal maupun eksternal. d. Mengkoordinir. f.

dll. 9. Pekerja plambing (fitter). Mengatur dan memberikan arahan kepada pemimpin kelompok kerja. 10. Mengatur jadwal kerja harian. Mengganti suku cadang yang rusak/tidak berfungsi. a. e. Memperbaiki katup yang bocor. Montir (mechanic). c. 4. 2. a. d. Memperbaiki instalasi listrik yang rusak. 5. Menyusun dan menyampaikan laporan sesuai dengan bidangnya. b. Menyusun dan menyampaikan laporan sesuai dengan bidangnya.BAGIAN II MANAJEMEN DAN PERSYARATAN PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - d. a. c. Satu orang manajer pemeliharaan/perawatan untuk setiap tiga sampai lima orang penyelia. Pekerja elektrikal (electrician). Memberi minyak dan pelumas secara periodik. 10 . Melakukan kegiatan khusus tertentu. a. Satu orang penyelia pengawas/pelaksana. Mengganti suku cadang yang rusak/tidak berfungsi. d. Memperbaiki saluran yang tersumbat. Memeriksa kondisi peralatan/perlengkapan mekanik secara periodik. misalnya sistem kelistrikan. mingguan dan bulanan. D. c. proteksi kebakaran. Memperbaiki mesin-mesin yang rusak. Satu orang maintenance engineer untuk setiap 30 sampai 70 orang pekerja. Memperbaiki sistem plambing. Memperbaiki sambungan pipa yang bocor dan/atau rusak. 8. b. Penyelia Tata Grha (House Keeping Supervisor). b. 7.. c. Satu orang pengawas/pelaksana untuk setiap 15 orang pekerja. Memeriksa kondisi peralatan/perlengkapan elektrikal secara periodik. (supervisor) untuk setiap lima orang 3. Mengatur dan mengawasi pelaksanaan kebersihan. Satu orang tenaga administrasi untuk setiap 100 orang pekerja. NISBAH SUMBER DAYA MANUSIA 1. d. b.

d. sebagi berikut: a. peserta diberikan sertifikat. dengan total lama pemagangan 8. II. Program pemberian bonus dan insentif. b. mencakup materi: a. Untuk bidang ketrampilan. e. Usia peserta sesuai ketentuan perundangan.000 jam kerja. Struktur organisasi. PERSYARATAN PENYEDIA JASA DAN TENAGA AHLI/TERAMPIL PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG A. Lama program minimum satu tahun. Tata letak bangunan gedung. c. Kontrak kerja. h. Untuk bidang keahlian. Kebijakan perusahaan/lembaga/institusi dan manual prosedur. g.. PELATIHAN DAN PEMAGANGAN 1. Program pemagangan merupakan gabungan antara pelatihan di dalam institusi (in-house training) dan pelatihan di tempat kerja (on-the-job training). Setelah selesai program pemagangan. Deskripsi pekerjaan. b. Panduan kesejahteraan pekerja. Program pelatihan di dalam (untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan) dan/atau di luar tempat kerja (untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan) dilakukan secara berkala. d.BAGIAN II MANAJEMEN DAN PERSYARATAN PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - E. yang mencakup materi: a. Instruksi diberikan juga di dalam kelas. Menandatangani perjanjian pemagangan. atas rekomendasi instruktur dan manajemen. i. b. f. PERSYARATAN PENYEDIA JASA Penyedia jasa bidang pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung adalah badan usaha yang dapat melakukan pekerjaan dan mempunyai kompetensi 11 . 3. Peraturan kerja. PROGRAM PEMBEKALAN. Program pembekalan diberikan pada saat pekerja memulai bekerja di bagian pemeliharaan dan perawatan. dengan jumlah jam latih minimum 100 jam per mata pelajaran/latihan. c. 2. Panduan keselamatan. serta persyaratan peserta. e.

BAGIAN II MANAJEMEN DAN PERSYARATAN PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - bidang pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung sesuai ketentuan peraturan perundangan-undangan. PERSYARATAN TENAGA AHLI/TERAMPIL Tenaga ahli/terampil bidang pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung adalah orang perorangan yang memliki kompetensi keahlian/kompetensi keterampilan bidang pemeliharan dan perawatan bangunan gedung sesuai ketentuan peraturan perundangan-undangan. B. 12 ..

dan kegiatan sejenis lainnya berdasarkan pedoman pengoperasian dan pemeliharaan bangunan gedung. SANITASI. Mencegah dilakukan perubahan dan/atau penambahan fungsi kegiatan yang menyebabkan meningkatnya beban yang berkerja pada bangunan gedung. Memelihara bangunan agar difungsikan sesuai dengan penggunaan yang direncanakan. berupa perlengkapan/peralatan tetap dan/atau alat bantu kerja (tools). 5. 3. 2. Memelihara secara baik dan teratur unsur-unsur pelindung struktur. Menyediakan sistem dan sarana pemeliharaan yang memadai dan berfungsi secara baik. MEKANIKAL (TATA UDARA. LINGKUP PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG Pekerjaan permeliharaan meliputi jenis pembersihan. agar 13 . pemeriksaan. B. perapihan. Memelihara secara baik dan teratur jalan keluar sebagai sarana penyelamat (egress) bagi pemilik dan pengguna bangunan. 4. PLAMBING DAN RANSPORTASI) 1. Memelihara dan melakukan pemeriksaan berkala sistem tata udara. Melakukan cara pemeliharaan ornamen arsitektural dan dekorasi yang benar oleh petugas yang mempunyai keahlian dan/atau kompetensi di bidangnya. di luar batas beban yang direncanakan. perbaikan dan/atau penggantian bahan atau perlengkapan bangunan gedung. pengujian. STRUKTURAL 1.BAGIAN III LINGKUP PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG I. A. ARSITEKTURAL 1. 3. kelembaban. 5. 2. C. Melakukan pemeriksaan berkala sebagai bagian dari perawatan preventif (preventive maintenance). Memelihara secara baik dan teratur unsur-unsur tampak luar bangunan sehingga tetap rapih dan bersih. Memelihara secara baik dan teratur unsur-unsur dalam ruang serta perlengkapannya. cuaca. Memelihara secara baik dan teratur unsur-unsur struktur bangunan gedung dari pengaruh korosi. 4. dan pembebanan di luar batas kemampuan struktur. Melakukan cara pemeliharaan dan perbaikan struktur yang benar oleh petugas yang mempunyai keahlian dan/atau kompetensi di bidangnya 6. serta pencemaran lainnya.

2. Melakukan pemeriksaan periodik dan memelihara jaringan instalasi tata suara dan komunikasi (telepon) serta data. sistem hidran. Melakukan cara pemeliharaan taman yang benar oleh petugas yang mempunyai keahlian dan/atau kompetensi di bidangnya. TATA CAHAYA. eskalator. TATA RUANG LUAR 1. tangga. Memelihara dan melakukan pemeriksaan berkala sistem distribusi air yang meliputi penyediaan air bersih. pagar dan pintu gerbang. saluran pembuangan. dan peralatan transportasi vertikal lainnya. Melakukan pemeriksaan periodik dan memelihara sistem instalasi listrik. 3. Melakukan pemeriksaan periodik dan memelihara jaringan sistem tanda bahaya dan alarm. Melakukan pemeriksaan periodik dan memelihara pada perlengkapan penangkal petir. E. sistem instalasi air kotor. bangunan gedung. ELEKTRIKAL (CATU DAYA. Melakukan pemeriksaan periodik dan memelihara pada perlengkapan pembangkit daya listrik cadangan. perlengkapan ruang luar (landscape furniture). 2. 2. seperti vegetasi (landscape). 3. travelator. 4. baik berupa lif. Memelihara secara baik dan teratur unsur-unsur pertamanan di luar dan di dalam bangunan gedung.BAB III LINGKUP PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - mutu udara dalam ruangan tetap memenuhi persyaratan teknis dan kesehatan yang disyaratkan meliputi pemeliharaan peralatan utama dan saluran udara. Memelihara dan melakukan pemeriksaan berkala sistem transportasi dalam gedung. D.. KOMUNIKASI DAN ALARM) 1. Menjaga kebersihan di luar lingkungannya. 5. TELEPON. serta pos/gardu jaga. pekarangan dan 4. baik untuk pasokan daya listrik maupun untuk penerangan ruangan. Memelihara secara baik dan teratur kondisi dan permukaan tanah dan/atau halaman luar bangunan gedung. lampu penerangan luar. bidang perkerasan (hardscape). 14 . sprinkler dan septik tank serta unit pengolah limbah. 3.

dinding. di antaranya mengenai Cleaning Service. pengasapan (fogging) atau fumigasi.. mingguan. proses operasional sampai kepada hasil kerja akhir. komponen. Program General Cleaning. dengan mempertimbangkan dokumen pelaksanaan konstruksi. sehat meliputi ruang kantor. penyemprotan. dan/atau prasarana dan sarana berdasarkan dokumen rencana teknis perawatan bangunan gedung. toilet dan perlengkapan kantor. Program pemeliharaan kebersihan yang dilakukan secara umum untuk sebuah gedung dilakukan untuk tetap menjaga keindahan. misalnya lantai. Program kerja pelaksanaan pemeliharaan dan perawatan ‘Pest Control’ bisa dilakukan setiap tiga bulan atau enam bulan dengan pola kerja bersifat umum. TATA GRHA (HOUSE KEEPING) Meliputi seluruh kegiatan Housekeeping yang membahas hal-hal terkait dengan sistem pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung. Pest Control. Pemeliharaan dan Perawatan Hygiene Service. Program kerja ‘Hygiene Service meliputi program pemeliharaan dan perawatan untuk pengharum ruangan dan anti septik yang memberikan kesan bersih. lif. 3. Program kerja pemeliharaan kerja gedung meliputi program kerja harian. bahan bangunan.BAB III LINGKUP PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - F. 2. Landscape. Pemeliharaan Kebersihan (Cleaning Service). LINGKUP PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG Pekerjaan perawatan meliputi perbaikan dan/atau penggantian bagian bangunan. ‘Office Area’ dan ‘Toilet Area’ serta kelengkapannya. kenyamanan maupun performance gedung yang dikerjakan pada hari hari tertentu atau pada hari libur yang bertujuan untuk mengangkat atau mengupas kotoran pada suatu objek tertentu. ruang rapat maupun toilet yang disesuaikan dengan fungsi dan keadaan ruangan. harum. berdasarkan volume gedung secara keseluruhan dengan tujuan untuk menghilangkan hama tikus. 15 . Pemeliharaan Pest Control. baik ‘indoor’ maupun ‘outdoor’ untuk memberikan kenyamanan kepada pengguna gedung . serangga dan dengan cara penggunaan pestisida. II. kaca bagian dalam. lobby. General Cleaning mulai dari persiapan pekerjaan. 4. 1. bulanan dan tahunan yang bertujuan untuk memelihara kebersihan gedung yang meliputi kebersihan ‘Public Area’.

gempa bumi. seperti penutup atap. B. D. REHABILITASI Memperbaiki bangunan yang telah rusak sebagian dengan maksud menggunakan sesuai dengan fungsi tertentu yang tetap. RESTORASI Memperbaiki bangunan yang telah rusak berat sebagian dengan maksud menggunakan untuk fungsi tertentu yang dapat tetap atau berubah dengan tetap mempertahankan arsitektur bangunannya sedangkan struktur dan utilitas bangunannya dapat berubah. atau akibat ulah manusia atau perilaku alam seperti beban fungsi yang berlebih.. 2. 3. Perbaikan dan/atau penggantian dalam kegiatan perawatan bangunan gedung dengan tingkat kerusakan sedang dan berat dilakukan setelah dokumen rencana teknis perawatan bangunan gedung disetujui oleh pemerintah daerah. b. Intensitas kerusakan bangunan dapat digolongkan atas tiga tingkat kerusakan. baik arsitektur. Kerusakan bangunan adalah tidak berfungsinya bangunan atau komponen bangunan akibat penyusutan/berakhirnya umur bangunan. yaitu: a. untuk tipe/klas dan lokasi yang sama. kebakaran. langit-langit.BAB III LINGKUP PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - A. struktur maupun utilitas bangunannya C. sedang utilitas dapat berubah. biayanya maksimum adalah sebesar 35% dari harga satuan tertinggi pembangunan bangunan gedung baru yang berlaku. baik arsitektur maupun struktur bangunan gedung tetap dipertahankan seperti semula. Kerusakan ringan 1) Kerusakan ringan adalah kerusakan terutama pada komponen nonstruktural. TINGKAT KERUSAKAN 1. penutup lantai. RENOVASI Memperbaiki bangunan yang telah rusak berat sebagian dengan maksud menggunakan sesuai fungsi tertentu yang dapat tetap atau berubah. 2) Perawatan untuk tingkat kerusakan ringan. Kerusakan sedang 1) Kerusakan sedang adalah kerusakan pada sebagian komponen 16 . dan dinding pengisi. atau sebab lain yang sejenis.

- BAB III LINGKUP PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG -

non-struktural, dan atau komponen struktural seperti struktur atap, lantai, dan lain-lain. 2) Perawatan untuk tingkat kerusakan sedang, biayanya maksimum adalah sebesar 45% dari harga satuan tertinggi pembangunan bangunan gedung baru yang berlaku, untuk tipe/klas dan lokasi yang sama. c. Kerusakan berat 1) Kerusakan berat adalah kerusakan pada sebagian besar komponen bangunan, baik struktural maupun non-struktural yang apabila setelah diperbaiki masih dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. 2) Biayanya maksimum adalah sebesar 65% dari harga satuan tertinggi pembangunan bangunan gedung baru yang berlaku, untuk tipe/klas dan lokasi yang sama. d. Perawatan Khusus Untuk perawatan yang memerlukan penanganan khusus atau dalam usaha meningkatkan wujud bangunan, seperti kegiatan renovasi atau restorasi (misal yang berkaitan dengan perawatan bangunan gedung bersejarah), besarnya biaya perawatan dihitung sesuai dengan kebutuhan nyata dan dikonsultasikan terlebih dahulu kepada Instansi Teknis setempat.
4. Penentuan tingkat kerusakan dan perawatan khusus setelah berkonsultasi

dengan Instansi Teknis setempat.
5. Persetujuan rencana teknis perawatan bangunan gedung tertentu dan

yang memiliki kompleksitas teknis tinggi dilakukan setelah mendapat pertimbangan tim ahli bangunan gedung.
6. Pekerjaan

perawatan ditentukan berdasarkan mengalami perubahan atau perbaikan.

bagian

mana

yang

17

BAGIAN IV

TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG

I.

PROSEDUR DAN METODE PEMELIHARAAN, PEMERIKSAAN PERIODIK BANGUNAN GEDUNG

PERAWATAN

DAN

Meliputi aktivitas pemeriksaan, pengujian, pemeliharaan dan perawatan untuk seluruh komponen bangunan gedung. A. KOMPONEN ARSITEKTUR BANGUNAN GEDUNG 1. Sarana jalan keluar. Sarana jalan keluar (egress) harus dilengkapi dengan tanda EKSIT dan tidak boleh terhalang serta memenuhi persyaratan sesuai dengan SNI. 2. Dinding Kaca /Tempered Glass. Perkembangan arsitektur bangunan gedung banyak menggunakan kaca dibagian luarnya sehingga bangunan terlihat lebih bersih dan indah. Dinding kaca memerlukan pemeliharaan setidaknya 1 (satu) tahun sekali. Pemeliharaan yang dilakukan antara lain: a. Pada bangunan yang tinggi siapkan gondola secara aman sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. b. Periksa semua karet atau sealent perekat kaca yang bersangkutan, bila terdapat kerusakan sealent atau karet perekat kaca perbaiki dengan sealent baru dengan tipe yang sesuai. c. Bersihkan kaca dengan bahan deterjen dan bersihkan dengan sikat karet. Jangan menggunakan bahan pembersih yang mengandung tinner atau benzene karena akan merusak elasititas karet atau sealent. 3. Dinding Keramik /Mozaik. Biasanya dipasang pada dinding kamar mandi, wc, tempat cuci, atau tempat wudhu. Pemeliharaannya: a. Bersihkan setiap hari sebanyak minimal 2 (dua) kali. b. Gunakan bahan pembersih yang tidak merusak semen pengikat keramik. Disarankan yang tidak mengandung air keras atau asam kuat. 1) Sikat permukaan keramik dengan sikat plastik halus dan bilas dengan air bersih. 2) Gunakan disinfectant untuk membunuh bakteri yang ada dilantai atau dinding yang bersangkutan minimal 2 (dua) bulan sekali. 3) Keringkan permukaan dengan kain pel kering. 4. Dinding Lapis Marmer.

18

- BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG -

Pemeliharaannya: a. Bersihkan setiap hari sebanyak minimal 2 (dua) kali b. Gunakan bahan pembersih yang tidak merusak semen pengikat keramik, disarankan yang tidak mengandung air keras. c. Sikat permukaan marmer dengan sikat plastik halus dan bilas dengan air bersih tambahkan dengan menggunakan deterjen atau sabun. d. Gunakan disinfectant untuk membunuh bakteri yang ada dilantai atau dinding yang bersangkutan minimal 2 (dua) bulan sekali. e. Keringkan permukaan dengan kain pel kering. 5. Dinding dengan penutup Clading Alluminium Composit. Pemeliharaannya: a. Periksa sealant dan backup pada sambungan komponen, bila ada bagian yang mengelupas perbaiki dengan sealant yang sama. b. Pemeriksaan dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali. c. Gunakan bahan pembersih yang tidak merusak Allumunium dan Sealant seperti bahan-bahan yang mengandung thiner/benzenat, air keras dan asam kuat. d. Bersihkan permukaan komponen dengan sabun dan deterjen kemudian bilas dengan air bersih dengan alat penyemprot manual. e. Keringkan permukaan dengan menggunakan permukaan yang masih rata ujungnya. 6. Pemeliharaan Plafon Tripleks. a. Plafon tripleks akan rusak terutama pada bagian luar bangunan gedung setelah lebih dari 10 (sepuluh) tahun penggunaan. b. Bersihkan kotoran yang melekat sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sekali dari kotoran yang melekat. c. Gunakan sikat atau kuas sebagai alat pembersih d. Bila plafon rusak permukaannya karena kebocoran, segera ganti dengan yang baru e. Bekas noda akibat bocoran ditutup dengan cat kayu baru kemudian dicat dengan cat emulsi yang serupa. f. Untuk perbaikan, cat lama harus dikerok sebelum melakukan pengecatan ulang. karet pengering

7. Pemeliharaan Plafon Akustik. a. Sebelum pekerjaan dimulai, siapkanlah peralatan kerja selengkapnya:

19

e. Ratakan dengan menggnakan kape atau plastik keras hingga rata dengan permukaan di sekitarnya. karena sangat berbahaya bagi keselamatan. check mesin harus siap laik pakai. 20 . ember. spons. Untuk menjaga kebersihan lantai. jangan terlalu banyak menggunakan cairan. Bersihkan permukaan kayu dengan menggunakan kuas atau sapu atau alat lain serupa. b. Lakukan pembersihan setiap 2 (dua) bulan sekali. b. Tunggu hingga kering. e. gunakanlah secara bertahap atau gunakan alas plastik di bawahnya. 2. 9. kain majun. kemudian sapukan merata. d. Ulangi lagi apabila masih kotor. Pemeliharaan Plafon Kayu. Campurkan formula activator untuk memudahkan pengangkatan kotoran kuat. Cara memperbaikinya: a. dari kotoran yang melekat. Tutup dengan bahan serbuk gipsum (gypsum powder) yang telah diaduk dengan air. Activator. Kupas/korek bagian yang telah rusak karena air. Perindah kembali dengan menggunakan teak oil bila perlu dipolitur atau dicat kembali. gunakan extension poles pasang spons (drop clothes). c. c. bila kedapatan ada kabel yang terkelupas harus diperbaiki dahulu. Semprotkan formula enzyme / deterjen ke permukaan plafon akustik. Tutup dengan plamur tembok dan cat kembali sesuai dengan warna yang dikehendaki. tunggu beberapa detik lalu disapukan dengan spons.. dan spons yang telah kotor dibilas air bersih setelah itu dapat digunakan lagi. sehingga kotoran yang melekat akan terangkat sampai ke pori-porinya. segera ganti dengan yang baru atau diperbaiki. a. Perhatikan plafon gipsum yang berada pada sisi luar bangunan gedung. Enzyme /Deterjen. Pemeliharaan Plafon Gipsum. tunggu beberapa detik. b. 8.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - absolute Sprayer. d. Lakukan setiap 2 (dua) bulan sekali. kemudian ampelas dengan ampelas no. bila terkena air akibat atap yang bocor.

Kusen aluminium harus diperlihara pada bagian karet penjepit kaca (sealant). c.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - 10. dan Engsel. Grendel. Lakukan pelumasan sekurangnya 2 (dua) bulan sekali. Lumasi bagian yang bergerak dengan pelumas yang berkualitas baik pada setiap bagian yang bergerak dan pertemuan antar komponen pintu. 13. b. Bersihkan sliding door. c. Pemeliharaan Plafon Metal. Gunakan pelumas yang sesuai yaitu pelumas pasta atau pelumas cair lainnya. dari kotoran yang melekat. rolling door. d. Bersihkan permukaan metal dengan menggunakan kuas atau sapu atau alat lain serupa. Cuci dengan cairan sabun dan bilas dengan air bersih serta keringkan. Jangan menggunakan bahan pembersih yang korosif kecuali dengan 21 . Kusen aluminum ”harus dibersihkan” dengan finishing powder coating setiap 1 (satu) buan sekali. falding door. Lakukan setiap 2 bulan sekali agar tampilan warna tetap baik dan berkesan terpelihara. sekaligus menghilangkan karat yang terbentuk karena kotoran dan cuaca/debu. agar bersih. a. seperti pintu keluar. pembersihan d. e. Pemeliharaan sliding door. Pemeliharaan Kusen Aluminium. grendel dan engsel pada pintu yang tingkat penggunaannya tinggi. yang menghasilkan debu. Lumasi bagian yang bergerak dengan pelumas. rolling door. 12. pintu ruangan dan lain sebagainya. Gunakan kuas lebar 4” (10 cm) untuk permukaan dan bagian lekuk yang ada pada permukaan pintu. b. b. d. c. a. b. Bersihkan permukaan komponen dengan cairan sabun atau deterjen kemudian bilas dengan air bersih dengan alat penyemprot manual (bottle sprayer) 11. a. falding door dengan alat yang lembut untuk menghilangkan debu yang melekat. Lakukan setiap 2 (dua) bulan sekali c. Pemeliharaan Kunci. Pada tempat-tempat dilakukan setiap hari.. a. Periksa keadaan kunci.

a.. Lakukan secara periodik. b. 4) Cat kembali dengan cat besi dengan warna yang sesuai. 2) Ampelas hingga bersih. b. b. c. 16. c. bersihkan terutama di bagian bawah yang dekat dengan lantai. Bersihkan kusen kayu dari debu yang menempel setiap hari. Gunakan deterjen dengan bantuan spon serta bilas dengan air bersih. Bersihkan kusen dari debu atau kotoran yang menempel setiap hari. Pemeliharaan yang dilakukan: a. 14. Pasang kembali ke pintu dan kencangkan baut pengikat secara baik. 22 . isi kembali minyak yang ada di dalamnya. Pemeliharaan Kusen Plastik dan Kusen Besi. Dasar pondasi harus dijaga dari adanya penurunan yang melebihi persyaratan yang berlaku. a. c. d. Buka tutup door closer. 3) Berikan meni besi yang sesuai dan berkualitas. B. Diusahakan agar tidak ada air yang menggenangi badan pondasi. 15. Pemeliharaan Door Closer. Untuk kusen besi sebaiknya dilakukan pengecatan secara periodik sekurangnya setahun sekali. Bila bocor ganti dengan seal karet yang berukuran sama dengan yang telah ada.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - sabun cair atau pembersih kaca. KOMPONEN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG 1. dengan cara: 1) Kerok bagian bawah terutama bagian yang kena kotoran dan air. Pemeliharaan Kusen Kayu. Sekitar bangunan atau bagian yang dekat dengan badan pondasi diusahakan agar bersih dari akar pohon yang dapat merusak pondasi. b. Bila kusen dipolitur usahakan secara periodik dilakukan polituran kembali setiap 6 (enam) bulan sebagai pemeliharaan permukaan. c. Pemeliharaan Pondasi Bangunan Pondasi bangunan berfungsi menahan beban bangunan yang ada di atasnya. Bila kusen dicat dengan cat kayu maka usahakan pembersihan dengan deterjen atau cairan sabun dan gunakan spon untuk membersihkannya. a.

BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - d. Tiang pancang dari bahan beton bertulang atau besi tidak memerlukan pemeliharaan b.5% sampai dengan 2.0%. Campuran bahan kimia harus dilakukan sesuai ketentuan agar tidak berdampak pada lingkungan sekitar. 2. Pemeliharaan yang dilakukan: a. Usahakan drainase sekitar bangunan telah dirancang dan berjalan dengan baik selama bangunan dioperasikan. e. yang menggunakan kayu sebagai bahan utama. 3. Pada permukaan tiang pancang kayu harus bersih dari lumut atau binatang air yang menempel pada tiang yang bersangkutan.. g. c. Untuk ujung tiang pancang kayu yang pada saat tertentu air surut terkena panas matahari dan air secara berganti-ganti. dsb). Dasar pondasi harus dijaga sedemikian rupa sehingga air yang mengalir di sekitar pondasi tidak mengikis tanah sekitar pondasi sehingga dasar pondasi menjadi sama dengan permukaan tanah. Pemeliharaan yang dilakukan: a. Campurkan dengan air dalam perbandingan 0. Jauhkan pondasi dari akar pohon atau akar tanaman lain yang bersifat merusak. Pondasi Sumuran Batu kali Pondasi ini dipakai untuk pembangunan gedung pada keadaan lokasi dan pertimbangan ekonomis tertentu. Pondasi Tiang Pancang Biasanya tiang pancang kayu dipergunakan untuk bangunan gedung atau perumahan di daerah pasang surut (misal: Kalimantan. 23 . taburkan atau siram sekitar pondasi dengan bahan kimia seperti : 1) Aldrien 2) Chlordane 3) Dieldrin 4) Heptaclor 5) Lindane f. Untuk daerah yang banyak rayap. Pondasi tipe ini untuk bangunan tingkat rendah sampai 2 (dua) lantai. tiang kayu secara periodik diberikan cat emulsi yang tahan air dan panas. b.

Pondasi Menerus Batu kali Pondasi ini dipakai hampir di setiap bangunan gedung dan perumahan untuk menahan dinding dan beban yang ada di atasnya. Pemeliharaan yang dilakukan : a. b.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - c. Atau lindungi akar tanaman yang merusak dengan bahan yang tidak tembus dan bersifat keras sehingga akar tidak merusak pondasi bangunan. Usahakan drainase sekitar bangunan telah dirancang dan berjalan dengan baik selama bangunan dioperasikan. 24 . atau bahan lain yang bersifat korosif. Untuk bagian konstruksi yang terkena langsung air dan panas secara bergant-ganti dalam waktu lama harus diberi lapisan cat atau meni besi yang berkualitas baik. Usahakan drainase sekitar bangunan telah dirancang dan berjalan dengan baik selama bangunan dioperasikan. Jauhkan pondasi dari akar pohon atau akar tanaman lain yang bersifat merusak. b. Atau lindungi akar tanaman yang merusak dengan bahan yang tidak tembus dan bersifat keras sehingga akar tidak merusak pondasi bangunan. 6. c. Struktur Bangunan Baja Bagian Bangunan yang menggunakan bahan ini biasanya pada konstruksi kuda-kuda atau konstruksi atap bangunan atau tiang dan bagian pelengkapnya seperti batang diagonal antar tiang. b. c. 5. Jauhkan pondasi dari akar pohon atau akar tanaman lain yang bersifat merusak. Atau lindungi akar tanaman yang merusak dengan bahan yang tidak tembus dan bersifat keras sehingga akar tidak merusak pondasi bangunan. 4. Pemeliharaan yang dilakukan: a. Usahakan permukaan bahan struktur baja tidak terkena bahan yang mengandung garam. Pemeliharaan yang dilakukan: a. Pondasi Menerus Bahan Beton/ Monolitik Pondasi ini dipakai hampir di setiap bangunan gedung dan perumahan untuk menahan beban yang ada di atasnya pada dengan kondisi tanah lembek..

sehingga air kamar mandi atau air hujan meresap ke dalamnya dan keluar ke bagian lain bangunan sebagai kebocoran. Cat kembali dengan cat emulsi atau cat yang tahan air dan asam pada permukaannya. c. maka bersihkan permukaan dan segera beri lapisan meni yang sesuai dengan kondisi daerah dimana konstruksi berada. Biasanya kebocoran yang terjadi pada plat lantai karena adanya retak rambut pada konstruksi plat. e. lantai/plat lantai atau atap. Cara pelaksanaan: a. Struktur Bangunan Beton Bagian bangunan yang menggunakan bahan ini biasanya pada konstruksi tiang. Bersihkan permukaan dari kotoran dan debu dengan sabun atau deterjen atau bahan pembersih lain yang tidak korosif atau dengan menggunakan sikat besi dan amplas atau kertas gosok/sand paper. Pemeliharaan yang dilakukan: a.. b. f. Usahakan pada titik pertemuan konstruksi tidak ada air yang menggenang atau tertampung oleh sambungan komponen atau d. Apabila permukaan yang kotor pada konstruksi dapat mempergunakan metode sand blasting dengan peralatan khusus. 7. Bilamana kondisi konstruksi tidak terlalu kotor. Untuk bagian tiang bagian bawah usahakan agar tidak terjadi genangan air pada ujung tiang yang bersangkutan. Bersihkan kotoran yang menempel pada permukaan beton secara merata b.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - c. Bersihkan permukaan baja sampai pada permukaan asli. g. maka bersihkan dan berikan lapisan kedap air atau dapat dipergunakan jenis cat emulsi yang menggunakan bahan tahan air dan asam (misal:jenis cat pencegah bocor). Apabila ini terjadi. Bila dikehendaki dapat dicat dengan cat besi yang sesuai warna yang diinginkan. bersihkan dan buat permukaan tersebut dalam keadaan 25 . d. Untuk bagian tiang bangunan yang rontok karena terkena benturan benda keras. c. Beri lapisan meni/primary coat yang sesuai dengan peruntukkannya sebanyak 2~3 kali lapisan. Bersihkan kotoran pada lubang pembuangan air pada konstruksi sehingga tidak terjadi karat atau oksidasi.

Hal tersebut disebabkan mortar dinding yang diletakkan di antara batu bata. kemudian beri lapisan air semen dan plester kembali dengan spesi/mortar semen-pasir. 3) Korek dengan sendok mortar atau alat pahat dsb. 26 . Pemeliharaan yang dilakukan antara lain: a.. Dinding Bata Merah atau Conblock Dinding berfungsi hanya sebagai partisi atau dapat bersifat pula sebagai penahan beban (wall bearing). d. menggenang di bagian rongga antara bahan beton dan plat gelombang. Biasanya kebocoran yang terjadi pada plat lantai semacam ini karena adanya retak rambut pada konstruksi plat akibat beban bangunan yang melebihi kapasitas yang seharusnya atau disebabkan oleh cara pengecoran beton yang tidak sempurna.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - kasar. Struktur Bangunan Komposit Bagian bangunan yang menggunakan bahan ini biasanya pada konstruksi lantai/plat lantai. 8.25 – 10 mm. dalam arah horizontal sepanjang 1 (satu) meter. Pada retakan plat atau dinding beton dapat digunakan bahan Epoxy Grouts seperti: 1) Conbextra EP 10 TG untuk injeksi keretakan beton dengan celah antara 0. 9. Bila dinding rembes air atau selalu basah: 1) Hilangkan plesteran dinding terlebih dahulu. 2) Ukur sekitar 15 sampai dengan 30 cm dari sloof dinding yang ada ke arah vertikal. 3) Conbextra EP 65 TG mortar grouting untuk mengisi keretakan beton dengan celah antara 0. spesi yang terdapat di antara batu bata setebal setengah dari ketebalan bata. 2) Conbextra EP 40 TG mortar grouting untuk mengisi keretan beton dengan celah antara 10 – 40 mm. Di lapangan kondisi dinding bata berbedabeda. Dengan demikian air kamar atau air hujan meresap ke dalamnya dan keluar ke bagian lain bangunan sebagai kebocoran. Kondisi ini kerap terjadi di daerah dengan muka tanah tinggi atau letak dinding bangunan yang berfungsi sebagai penahan tanah seperti diperbukitan (misal: villa/rumah peristirahatan).. tidak menggunakan mortar yang kedap air. Kadang ditemui dinding yang selalu dalam keadaan basah sehingga memungkinkan tumbuhnya lumut dipermukaannya.25 – 10 mm.

. 6) Bila telah selesai satu sisi dinding. Bila diinginkan selanjutnya dicat dengan bahan vernis atau disemprot dengan bahan cat transparan untuk mencegah lumut dan kotoran dan lumpur yang menempel. Pembersihan permukaan batu dengan menggunakan peralatan sikat dan air. maka: 1) Buat celah dengan pahat sepanjang retakan 2) Isi celah dengan spesi atau mortar kedap air (campuran: 1 PC : 3 Pasir) 3) Kemudian rapikan dan setelah mengering plamur serta cat dengan bahan yang serupa c. b. Agar penampilan bangunan tetap terjaga maka bagian luar pondasi taman ini harus dilakukan pemeliharaan. b. 7) Kemudian plester kembali dinding dengan campuran yang sesuai. 5) Bila telah mengering lanjutkan ke arah horizontal selanjutnya. Bila dinding basah karena saluran air bocor: (Perbaiki saluran terlebih dahulu) 10. Pemeliharaan yang dilakukan antara lain: a. lapisan luar kolom. 11. Dinding Batu Kali Dinding batu kali biasanya hanya digunakan pada bagian bangunan dibagian luar sebagai pelengkap (mis: untuk taman). lakukan pada sisi yang lain hal serupa.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - 4) Gantikan mortar yang telah dikorek dengan spesi atau mortar kedap air (campuran: 1 PC : 3 Pasir). Bila dinding retak : (diperiksa terlebih dahulu. 27 . secara periodik sekurang-kurangnya 2 (dua) kali dalam setahun. apakah keretakan disebabkan oleh faktor muai susut plesteran dinding atau akibat dampak kegagalan struktur bangunan gedung) Bila keretakan diakibatkan oleh muai susut plesteran dinding. Dinding batu tempel untuk hiasan pada bangunan dapat dilakukan pemeliharaan serupa. c. Dinding Beton Pada bangunan yang menggunakan expose concrete seperti pada dinding luar bangunan.

Bersihkan bagian permukaan kayu dari debu secara periodik sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan sekali. 12.. d) Menjaga kebersihan dalam pelaksanaan pekerjaan. Bersihkan permukaan expose concrete dengan menggunakan sabun.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - Pemeliharaan yang dilakukan antara lain: a. Sebagai finishing akhir cat kembali dengan warna yang sesuai. lakukan setiap 6 (enam) bulan sekali. Sistem Pelaksanaan 1) Persyaratan Pelaksanaan Pekerjaan a) Tidak mengganggu aktivitas kantor b) Hasil perbaikan atau penggantian semula/aslinya (mutu dan jumlahnya). seperti kondisi c) Memenuhi spesifikasi teknis pelaksanaan sesuai dengan material yang diperbaiki. Bila warna telah kusam karena usia pemakaian yang lama. bilas sampai bersih. permukaan setelah dibersihkan rawat dengan menggunakan politur atau teak-oil yang sesuai. Bagian ini perlu dipelihara agar interior bangunan tidak terkesan kusam. Dinding kayu dengan finishing cat kayu. c. b. 2) Peralatan dan Bahan yang Digunakan 28 . Pemeliharaan Dan Perawatan Kebersihan Pekerjaan Sipil a. e) Petugas berseragam dan memakai tanda pengenal. untuk pengecatan kembali setelah beberapa kali dicat ulang maka: a. Tutup bagian yang tidak rata dengan plamur kayu. Dinding Kayu Dinding lapis kayu biasanya dipergunakan hanya pada komponen arsitekur/interior. Sebaiknya sebelum pengecatan kembali untuk memperbaharui tampilan cat sebaiknya dikerok hingga kelihatan urat kayunya lagi. Lakukan pemberian cat transparan dengan warna ‘doff/un-glossy’ pada permukaan yang ada sebanyak 2 (dua) lapis. b. ampelas dan berikan cat dasar. Pemeliharaan yang dilakukan: a. 13. Lakukan dengan menggunakan kuas atau kain kaos (tapas) secara merata beberapa kali berlapis. b.

5) Menentukan Skala Prioritas Pelaksanaan Perbaikan 29 . Tenaga Kerja 1) 1 (satu) orang penyelia (supervisor) untuk gedung dengan kualifikasi pendidikan minimal S1 Teknik Sipil/Arsitektur. c) Pelaksana Pekerjaan harus mengajukan contoh bahan. Peralatan yang digunakan untuk perbaikan. maka perbaikan harus dilaksanakan di luar jam kerja atau pada saat ruangan tidak dipakai untuk kerja dengan seijin Pemberi Tugas. Standar Teknis Pemeriksaan dan Perbaikan Komponen Bahan Bangunan sebagai berikut : 1) Mendata semua komponen bangunan yang ada pada gedung. d. dsb dengan pengalaman minimal 10 (sepuluh) tahun. e. cuaca dan pudar karena kondisi waktu. rencana kerja/perbaikan kepada Pemberi Tugas sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan. 2) Untuk kerusakan yang terdapat di luar area yang ditempati karyawan atau area yang tidak mengganggu aktivitas kantor. Waktu Kegiatan 1) Untuk kerusakan yang terdapat di area yang bisa mengganggu aktivitas kantor. 2) Pemeriksaan dan Memasukan ke dalam borang-borang Daftar Simak (Check List) kondisi Komponen Bangunan.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - a) Jenis bahan pengganti harus disesuaikan terhadap bahan yang terpasang sebelumnya. b) Pelaksana Pekerjaan harus mengikuti perkembangan teknologi dalam hal: Bahan bangunan dan metoda pemasangannya. 3) Menyusun Program Pemeliharaan Komponen Bangunan. 2) Tenaga Honorer meliputi: tukang batu.. b. maka perbaikan boleh dilaksanakan pada jam kerja kantor dengan seijin Pemberi Tugas. tukang kayu. 4) Menentukan Jadwal Pemeliharaan Komponen Bangunan. c. Tujuan Perbaikan Memelihara penampilan gedung agar selalu dalam keadaan terbebas dari kerusakan akibat pemakaian. Jumlah disesuaikan dengan luasan/volume pekerjaan.

periksa pada setiap sambungan yang menggunakan lem sebagai penyambungnya. 9) Menginformasikan jadwal pelaksanaan pekerjaan kepada jajaran terkait 10) Melakukan Pengawasan pada saat pelaksanaan pekerjaan. 11) Menyiapkan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan 12) Menyiapkan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan C. Tambahkan penggantung pada dinding untuk menopang atau menyanggah pipa PVC bila ada sebagian penggantung yang lepas. Pemeliharaan Saluran Air Kotor a.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - 6) Menentukan Usulan Teknis Pelaksanaan Perawatan Pekerjaan. b. beri jeruji dari batang besi sebagai penghalang sampah agar saluran tidak tersumbat. Periksa saluran tegak air kotor pada bangunan. Bersihkan saluran terbuka air kotor pada sekitar bangunan dari barang-barang yang dapat menggangu aliran air dalam saluran. c. Pemeliharaan Saluran Air Bersih a. terutama saluran yang menggunakan bahan PVC.. 7) Membuat Rencana Anggaran Biaya Pelaksanaan Pekerjaan Perawatan. sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan sekali. Pada saluran tertutup air kotor. 3) Sambungkan kembali bagian tersebut. 2. b. 8) Mengajukan Rencana Anggaran Biaya Perawatan disertai Jadwal Pelaksanaan untuk mendapat persetujuan. Bila terjadi kebocoran pada sambungan pipa PVC. 2) Beri lem PVC pada daerah yang ingin disambung. Bila ditemui terdapat kebocoran segera tutup kembali. periksa melalui bak kontrol saluran. KOMPONEN MEKANIKAL BANGUNAN GEDUNG 1. Cara perbaikannya: 1) Ampelas atau buat kasar permukaan yang retak atau pada ujung sambungan. c. maka lakukan halhal: 30 . Saluran air bersih yang memerlukan pengamatan adalah saluran PVC yang tidak terlindung dari panas matahari.

4. 3) Jalankan kembali aliran air bersih yang ada. Pemeliharaan Pemanas Air a. 5. d. b. d. Jangan menggunakan ampelas/sand paper untuk membersihkan permukaan bak cuci. 3. Pemeliharaan Kran Air a. Bersihkan setiap kali sesudah dipergunakan atau sekurang-kurangnya setiap hari b. Pemeliharan Bak Cuci Piring a. Gosok dengan spon plastik atau sikat yang lembut.. bath tub. Bilas dengan air bersih. Keringkan dengan kain lap yang bersih. 31 . Alirkan dari kran air panas. shower. b. c. Matikan aliran listrik atau gas. Ganti bila perlu. Kencangkan baut pengikat putaran kran c. Periksa sekurang-kurangnya setiap 2 (dua) bulan setiap kran yang ada b. Bersihkan setiap hari dengan cairan sabun atau bahan pembersih lain yang tidak menyebabkan terjadinya korosi pada alat-alat yang terbuat dari metal. Usahakan pembersihan lebih sering bila menggunakan air sumur yang tidak diolah terlebih dahulu. 2) Lem kembali dengan lem PVC sejenis dengan pipa atau balut dengan karet bekas ban dalam motor untuk kondisi darurat (bersifat sementara) sehingga kebocoran dapat dihentikan. a. Gunakan plastik spon yang halus dan cairan pembersih. kloset duduk dan kloset jongkok. sabun atau deterjen. c.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - 1) Matikan aliran air dari stop kran yang ada. Pemeliharaan Peralatan Sanitair Peralatan sanitair adalah washtafel. Lakukan pembersihan/service sesuai dengan petunjuk pemasangan setiap 4 (empat) tahun sekali. air selama 10 (sepuluh) menit agar kotoran yang ada dalam tangki water heater menjadi bersih. c. seal/karet pada batang putar ulir kran 6.

seperti terlihat pada Gambar 4.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - 7.2.. Daerah Nyaman 32 . Gambar 4. Pemeliharaan dan Perawatan Sistem Tata Udara Pemeliharaan dan perawatan sistem tata udara harus memperhatikan mutu udara dalam bangunan agar tidak menimbulkan dampak pada kesehatan dan kenyamanan manusia.1. Tingkat Kelembaban Relatif dalam Ruang Gambar 4.1 dan 4.2.

Dengan menggunakan pressure gauge tekanan oli sebagai pelumas bagian yang bergerak dalam kompresor diukur secara periodik. Sedangkan level oli yang dapat dilihat pada Sight Glass secara visual harus diperhatikan dan tidak boleh lebih rendah dari yang diisyaratkan oleh pabrik. dan dioperasikan setiap saat. maka diharapkan life time dari suatu peralatan akan menjadi lebih panjang.. Kompresi dari compressor diukur di sisi tekanan tinggi (disharge) dan di sisi tekanan rendah (suction). Compressor Merupakan jantung dari unit chiller yang hampir semua bagian dalamnya bergerak. Demikian juga dengan motor compressor sebagai penggerak. Oleh sebab itu pemeriksaan kompresinya secara berkala adalah suatu keharusan. Untuk mengetahui perpindahan panas baik atau tidak maka tekanan refrigerant pada condensor dan cooler harus diukur secara rutin. Condenser / Cooler Unit Chiller. Dan khusus untuk condensor. dan juga harus diMegger apabila diperlukan. maka temperatur yang diinginkan tidak akan tercapai. Tekanan diukur dengan menggunakan pressure gauge. Dengan pemeliharaan yang baik. a.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - Pemeliharaan yang baik terhadap salah satu peralatan akan menentukan bagaimana kesiapan dan kelangsungan operasi peralatan tersebut. Apabila perpindahan panas pada kedua heat exchanger ini tidak baik. motor fan yang berfungsi untuk 33 . b. arus yang masuk dan tegangannya diukur dengan menggunakan Tang Ampere dan harus diukur secara berkala. Chiller Unit Chiller dapat dibagi menjadi beberapa bagian besar seperti: 1) Compressor 2) Condenser 3) Metering Device 4) Evaporator 5) Panel Control / Power Pemeriksaan/pemeliharaan secara rutin terhadap item di atas menjadi penentu beroperasinya peraltan chiller tersebut dengan baik. c.

temperatur air yang masuk dan keluar diukur secara rutin. yaitu arus dan tegangannya harus sesuai dengan nominal. e. Terutama komponen yang berhubungan dengan safety device. Demikian juga alignment coupling-nya harus diperiksa dengan menggunakan dial gauge.. V belt harus diperiksa ketegangannya secara rutin. Sedang untuk panel control. Seal harus diperiksa dan diganti secara rutin. Metering Device Apabila metering device terganggu. g. Untuk AHU. Masalah yang bisa timbul adalah tersumbatnya orifice pada alat ini. Dan untuk mengetahui operasi dari AHU / FCU harus diperiksa tekanan air dingin masuk dan keluar AHU dengan menggunakan pressure gauge dan juga temperatur air dingin masuk dan keluar AHU dengan menggunakan Thermometer. dan juga distribusi ke setiap ruangan harus sesuai dengan masingmasing kebutuhan. f.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - menggerakkan udara pendingin harus diperiksa. d. Panel Control / Power Komponen pada panel power diperiksa secara rutin terutama contact shoe dari kontaktor apakah baik atau sudah tidak baik. Untuk Cooler. maka aliran refrigerant terganggu. Ini dapat diketahui dengan mengukur temperatur udara tiap ruangan dengan menggunakan thermometer. AHU / FCU / Ducting Dengan menggunakan Air Flow Meter harus diyakinkan bahwa udara yang dipasok dari Air Handling Unit (AHU) / Fan Coil Unit (FCU) masih sesuai dengan yang diisyaratkan. 34 . Ducting yang merupakan saluran udara harus diperiksa apakah ada kebocoran atau tidak khususnya flexible duct dan main duct. Demikian juga dengan arus motor penggerak AHU dan FCU diukur secara berkala dengan menggunakan Tang Ampere atau Multimeter. Demikian juga terminal-terminal kabel apakah ada yang kendor atau tidak. sehingga alat ini harus diperiksa rutin dan diset ulang apabila terjadi perubahan pada aliran refrigerant. semua setting point harus diperiksa dan di-readjust secara berkala. Pompa Motor dan Starter pompa harus diperiksa secara rutin. Dari data ini dapat diketahui bagaimana operasi dari AHU dan FCU.

e. Tali baja yang kering atau menunjukkan adanya tanda-tanda korosi. Atap Kereta (Top of Car) Pemeriksaan meliputi: 1) Akses ke pintu darurat di atas kereta (emergency exit) 2) Saklar pengaman kecepatan lebih (safety operated switch) 3) Broken tape switch 35 . 8. penyangga (buffer) dan peralatannya harus dirawat dan dilumasi secara teratur. Instalasi Pipa Instalasi pipa chiller harus diperiksa secara rutin apakah pipanya berkarat dan isolasinya masih cukup baik atau tidak.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - h. dan cecaran minyak. harus dilumasi dengan minyak pelumas khusus. pintu-pintu. d. pesawat pengaman. dan atau diameternya susut lebih dari 10% dari ukuran semula. Eskalator e. meliputi peralatan/perlengkapan : a. dengan jenis pelumas yang sesuai dengan jenis dan merknya. governor. Lift kebakaran d. kereta. Pemeliharaan dan Perawatan Sistem Transportasi Dalam Gedung. Travelator Setiap lif perlu dipelihara dan diperiksa: a. service. Lift penumpang b. Lift barang c. debu. atau patah pada beberapa komponen kawat ataupun berkarat. harus segera diganti dengan yang baru. ruang luncur dan pit harus dijaga kebersihannya dan bebas dari sampah. Pemeliharaan dan Perawatan Sistem Transportasi Vertikal Pada dasarnya Pemeliharaan dan Perawatan sistem transportasi dalam gedung mengikuti standar pemeliharaan yang ditetapkan oleh pabrik pembuat peralatan yang terpasang. putus. mesin. Kegiatan pemeliharaan berupa inspeksi. dan penggantian suku cadang terhadap sub sistem/peralatan sistem pengkondisian udara disesuaikan dengan jadwal. c. Tali baja yang memperlihatkan tanda-tanda retak. b. Rel pemandu. Kamar mesin..

Pit Pemeriksaan meliputi: 1) Plat tabir pemisah bobot imbang (counter weight) 2) Tangga monyet 3) Kebersihan dasar pit 4) Final limit switch 5) Directional limit switch h.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - 4) Saklar henti darurat (emergency stop switch) 5) Limit switch di ujung atas ruang luncur 6) Kontak-kontak pintu (door contacts) f. Lantai lobby lif Pemeriksaan meliputi: 1) Kondisi pintu lantai (hoistway entrance) a) tidak berbunyi b) tidak bergetar c) posisi tidak miring Pertemuan daun pintu Fungsi tombol-tombol Fungsi lampu-lampu indikator tiap lantai Fungsi emergency key device Setiap eskalator/travelator perlu dipelihara dan diperiksa: a. 36 .. Pit harus dijaga kebersihannya dan bebas dari sampah. Kamar Mesin Pemeriksaan meliputi: 1) Besaran nilai sekring (Ampere) 2) Power rating Motor (kW) 3) Putaran motor (rpm) 4) Frekuensi (Hertz) 5) Temperatur Rise Motor 6) Isolasi motor 7) Dengan menggunakan tachometer. debu. periksa kecepatan putar puli roda tarik (traction sheave) g. dan cecaran minyak.

Pemeliharaan dan Perawatan Sistem Proteksi Kebakaran Pemeliharaan dan pengoperasian Sistem Proteksi Kebakaran termasuk menjaga berfungsinya semua peralatan/perlengkapan pencegahan api (fire stop): a. Ban pegangan yang memperlihatkan tanda-tanda retak. • • Kompon sapu (sweeping compound): Minyak lantai (floor oil): 37 . b. 4) Alat pemadam api ringan (APAR) (fire extinguisher). 7) Sistem sprinkler otomatik. Umum Pedoman ini menetapkan persyaratan minimum pemeliharaan dan perawatan sistem proteksi kebakaran. Step & Roller. 9. 5) Sistem pompa kebakaran terpasang tetap. c. atau putus. atau bila sisa (residu) yang mudah terbakar dihasilkan. 3) Sistem deteksi dan alarm kebakaran dan sistem komunikasi suara darurat.. 6) Sistem pipa tegak dan slang atau hidran bangunan. 9) Sistem pengendalian dan manajemen asap. dengan jenis pelumas yang sesuai dengan jenis dan merknya. 8) Sistem pemadam kebakaran terpasang tetap lain. keselamatan kebakaran (fire safety 2) Sarana jalan ke luar (means of access). Jenis sistem meliputi: 1) Kerumahtanggaan housekeeping). motor. dan peralatannya harus dirawat dan dilumasi secara teratur. termasuk: Lantai: Perawatan umum lantai seperti pembersihan. Kerumahtanggaan keselamatan kebakaran (fire safety housekeeping) 1) Kerumahtanggaan keselamatan kebakaran meliputi: a) Pemeliharaan dan perawatan bangunan. harus segera diganti dengan yang baru. harus segera diganti dengan yang baru. penanganan dan sebagainya dapat memberikan bahaya kebakaran bila pelarut atau pelapis yang mempunyai sifat mudah terbakar digunakan.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - b. Landasan dan Combplate yang rusak atau patah/retak. d.

Dakting pembuangan dan peralatan terkait harus diinspeksi mengikuti Tabel 1-2 Frekuensi sistem pembuangan asap dapur komersial di dalam Lampiran buku pedoman ini. maka seluruh sistem dakting pembuangan harus dibersihkan. langit-langit. Dakting pembuangan dan peralatan terkait: Dakting pembuangan dari cerobong (kitchen hood) di atas peralatan masak seperti terdapat di restoran dan kafetaria. peralatan penyedot harus dilengkapi dengan motor tahan penyalaan (ignition-proof motor) untuk menjamin operasi yang aman. Kecuali prosedur ini dijalankan dengan aman menggunakan penyedot debu (vacuum cleaner) atau sistem penggerak udara (blower & exhaust system).BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - • • • - Lilin lantai (floor wax): Semir perabotan (furniture polish): Gunakan selalu bahan pembersih tidak berbahaya (nonhazardous cleaning agent): Debu dan kain tiras (dust & lint): Dalam banyak fungsi / hunian bangunan diperlukan prosedur pembersihan / pembuangan debu dan kain tiras mudah terbakar yang terakumulasi dari dinding. Pada beberapa kasus di mana atmosfir penuh dengan debu.. Bila ditemui deposit lemak. grease removal device) harus diinspeksi setiap hari dan kalau perlu dibersihkan. lantai dan komponen struktur terbuka. memberikan masalah yang menyusahkan karena lemak terkondensasi di bagian dalam dakting dan di peralatan pembuangan. Outlet yang kotor di langit-langit - • • 38 . Sistem dakting yang lain: Semua sistem dakting dapat mengakumulasi kotoran dan bahan apa saja yang beredar di bangunan. dapat menimbulkan bahaya kebakaran atau ledakan. Lemak yang terakumulasi ini dapat menyala oleh bunga api dari peralatan masak atau oleh kebakaran kecil minyak / lemak masak yang terlalu panas. yang sebetulnya mudah dipadamkan bila tidak ada masalah lemak yang terakumulasi di bagian dalam dakting dan di peralatan pembuangan: • Alat penyaring lemak (grease filter.

Daerah di mana merokok diperbolehkan. 39 . dan juga tempat sampah besar seperti yang digunakan di hunian perdagangan dan industri. Pembersihan berkala sistem adalah perlu untuk kesehatan dan kerumahtanggaan yang baik.. asbak besar berisi pasir disediakan untuk secara mudah digunakan mematikan atau membuang puntung rokok. Tempat limbah industri harus terbuat dari metal dan mempunyai tutup. b) Kerumahtanggaan hunian dan proses. Asbak harus terbuat dari bahan tidak mudah terbakar dan mempunyai alur lekuk yang memegang sigaret dengan kuat. Termasuk untuk tempat sampah kecil seperti asbak dan keranjamg sampah. Asbak dengan rancangan khusus sangat penting untuk merokok yang aman. kuncinya di sini adalah tidak memberikan kebakaran tempat untuk mulai: Pembuangan sampah • Tempat sampah: Tempat sampah yang terbuat dari bahan tidak mudah terbakar harus digunakan untuk pembuangan limbah dan sampah. • - Pengendalian/kontrol sumber penyalaan • Kontrol kebiasaan merokok: pengaturan merokok harus spesifik tentang tempat. dan sisinya harus cukup curam untuk memaksa perokok menempatkan seluruh sigaret ke dalam asbak. Pada bangunan umum atau industri. dan kehati-hatian diperlukan untuk menghindari pencampuran limbah yang dapat menimbulkan bahaya tersendiri. dan kalau dapat. Pemilahan/segregasi limbah: Sebaiknya sampah yang mudah terbakar dipisahkan dari sampah yang tidak mudah terbakar.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - dan dinding adalah bukti akibat tidak dipelihara. Kontrol kebiasaan merokok juga memerlukan tempat yang cukup untuk puntung rokok. Semua filter harus secara berkala dibersihkan. waktunya. juga daerah di mana merokok dibatasi atau sama sekali dilarang. harus ditandai dengan jelas oleh tanda yang sesuai yang memberikan tanpa kompromi apa dan di mana yang diperbolehkan atau tidak diperbolehkan.

debu yang mudah menyala dan material lainnya yang mudah terbakar. Untuk masalah khusus ini. atau kayu dengan lapisan dalam metal. gas. Tindakan pencegahannya adalah mempertahankan relatif humiditas yag tinggi. atau kombinasi cara-cara tersebut. • Lap dan spon pembersih: Lap yang masih bersih pada umumnya digolongkan sebagai bahaya ringan. dan sebagainya. yang mempunyai tutup yang dibuat sedemikian rupa sehingga selalu menutup 40 . pembumian dan ikatan antara dua obyek metalik (grounding & bonding). karena mudah menyala bila terpisah tidak berupa satu bal / bungkus lagi. dan selalu ada kemungkinan bahwa lap bersih tercampur dengan lap kotor yang sudah mengandung minyak. lantai / keset yang konduktif. • • - Bahaya kerumahtanggaan industri: Beberapa hunian industri mempunyai masalah kerumahtanggaan yang khusus yang melekat kepada sifat operasionalnya. diperlukan perencanaan dan pengaturan spesifik.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - • Kontrol listrik statik: Tindakan pencegahan terhadap bunga api listrik statis harus dilakukan di lokasi di mana terdapat uap. tutup kontak/stopkontak pembumian yang hilang. Terdapatnya limbah kotor atau sejumlah kecil minyak tertentu dapat menuju ke pemanasan spontan (spontaneous heating). pengawatan peralatan yang rusak. Kontrol bahaya elektrikal: Program inspeksi/pemeriksaan secara berkala harus ada untuk mengidentifikasi sirkit listrik yang kelebihan beban. sambungan pengawatan peralatan yang ditumpuk terlalu banyak. Kontrol friksi/gesekan: Sebuah program pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance) harus ada untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi potensi sumber friksi/ gesekan. Baik lap yang masih bersih dan yang sudah dipakai sebaiknya secara terpisah disimpan dalam kotak metal. Program pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance) bangunan harus meliputi inspeksi / pemeriksaan dan uji coba tahunan dari semua pembumian termasuk pembumian dan bonding bangunan gedung..

dan dibuang di fasilitas yang mempunyai lisensi untuk menangani limbah ini sesuai perundangan dan ketentuan yang berlaku.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - (tutup memakai per atau imbangan berat). Uap dari kamar pengecatan (spray booth) harus dibuang langsung ke luar bangunan dan residunya terakumulasi dengan aman. Setiap bahan limbah yang cair dan korosif (pH <2 atau >12). Selain lap. pelumas dan serupa yang mudah terbakar banyak digunakan di hunian industri. persyaratan juga dapat berlaku untuk sarung tangan katun dan uniform katun yang dapat digunakan kembali. Baki penadah (drip pans): Baki penadah penting pada beberapa lokasi. atau cair dan mempunyai titik nyala pada temperatur 60°C atau kurang. Tumpahan cairan mudah terbakar: Tumpahan cairan mudah terbakar dapat diantisipasi di daerah di mana cairan semacam itu ditangani dan digunakan.. Baki penadah harus terbuat dari bahan tidak mudah terbakar dan berisi kompon yang menyerap minyak (pasir atau tanah). terutama di bawah motor. minyak gemuk. meliputi tersedianya material penyerap dan peralatan khusus untuk membatasi penumpahan. Karyawan harus mengerti bahayanya dan segera mengambil langkah untuk • • • 41 . Baki penadah harus digunakan di mana material yang mudah menyala dan terbakar dikeluarkan. adalah termasuk Bahan Beracun dan Berbahaya (B3). Pembuangan berkala kompon yang sudah menyerap minyak harus dilakukan. dan sebuah program kerumahtanggaan yang baik akan menjamin bahwa residunya yang mudah terbakar dikumpulkan dan dibuang dengan aman. dan bearing. Lap yang kotor tidak boleh dicampur dengan yang bersih karena dapat menyebabkan kebakaran. dan cara mengatasinya harus tersedia. • Pelapis dan pelumas (coatings & lubricants): Cat. permesinan yang menggunakan minyak pemotong. Tong yang berisi bahan ini harus diberi tanda / label. Pembuangan limbah cair mudah terbakar dan korosif: Pembuangan limbah cair yang mudah terbakar sering menjadi masalah yang menyusahkan.

Bila ada dalam jumlah yang besar. setiap genangan minyak yang dapat terbakar dapat menjadi sumber kebakaran. serbuk gergaji. Meskipun telah digunakan minyak dengan titik nyala yang tinggi. Genangan minyak: Terakumulasinya minyak memberikan masalah kerumahtanggaan di hunian industri di mana banyak digunakan minyak. Kerumahtanggaan yang baik mempersyaratkan bahwa barang-barang semacam itu disimpan di dalam tempat terbuat dari metal dan bertutup. cabikan kertas.. menukar udara / ventilasi ruangan dan secara aman menghilangkan uap mudah terbakar. kain guni dan semacamnya harus ditangani sebagai limbah kering. dan karena itu berbahaya. dan dibuang setiap hari. terutama di genangan yang tercampur dengan sampah. pakaian dan lainnya yang mengandung minyak dapat sangat berbahaya.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - mematikan sumber penyalaan. • Penyimpanan cairan mudah terbakar: Cairan mudah terbakar harus disimpan di ruang terpisah. Material paking / pembungkus (packing material): Hampir semua material paking yang sekarang digunakan adalah mudah terbakar. terutama bila mengandung minyak yang spontan panas (spontaneous heating). di dalam tempat yang terproteksi dan aman. Plastik dalam bentuk kaku dan butiran. Praktek kerumahtanggaan yang baik menjamin bahwa hanya jumlah terbatas cairan mudah menyala dan terbakar yang boleh disimpan di daerah kerja atau produksi. serbuk gergaji. seperti misalnya pemeliharaan yang buruk dari instalasi lif hidrolik industri dapat menyebabkan kebocoran minyak yang akhirnya menimbulkan genangan di lantai kamar mesin lif hidrolik atau di dasar sumur lif. maka harus disimpan dalam • • • 42 . Limbah berminyak (oily waste): Lap kotor. Penyimpanan cairan mudah terbakar harus mengikuti ketentuan yang berlaku. Genangan minyak dan bahan penyerap yang digunakan harus dibuang dalam tempat yang terbuat dari metal. kain tiras.

dan setelah pekerjaan selesai harus ditunggui selama lebih kurang ½ jam sebelum meninggalkan lokasi. atau digunakan sebagai tempat untuk menyimpan barang bekas seperti lap kotor atau pakaian 43 . menutupi atau memindahkan material yang mudah terbakar.. Sistem sprinkler otomatik adalah proteksi paling baik untuk ruangan di mana disimpan material paking dalam jumlah besar. menyediakan alat pemadam api ringan. • Pekerjaan pengelasan dan pemotongan (welding & cutting/hotworks): Pekerjaan pengelasan dan pemotongan dan pekerjaan yang menggunakan panas lainnya terbukti telah menjadi penyebab kebakaran yang signifikan. Penyimpanan yang melebihi batas memberikan kebakaran tumbuh melampaui kemampuan proteksi kebakaran yang ada. Daerah ini harus secara berkala dibersihkan dan sampahnya dibuang ke luar ke sebuah tempat sampah.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - ruangan/gudang yang diproteksi. Lemari (locker) ini dapat memberikan bahaya kebakaran bila pemakaiaanya tidak rapi atau jorok. baru menerbitkan ijin pekerjaan. dan jumlahnya dibatasi secara tegas. • - Lemari (lockers & cupboards): Banyak fasilitas industri menyediakan lemari bagi karyawannya untuk menyimpan barang-barang pribadi mereka. Material paking yang sudah terpakai atau limbahnya dan bekas paking kayu dari ruangan penerima dan pengapalan harus dipindahkan dan dibuang secepat mungkin untuk meminimalkan bahaya kebakaran. Harus ada Surat Ijin Kerja Pekerjaan Pengelasan dan Pemotongan mengikuti contoh formulir di dalam Lampiran buku pedoman ini Penyimpanan palet: Penyimpanan palet kayu kosong harus sesuai ketentuan yang berlaku. Tindakan pengamanan harus dilakukan sebelum dan setelah pekerjaan pengelasan: pemeriksaan daerah lokasi pekerjaan. Sebuah daerah harus ditandai atau diidentifikasikan untuk disediakan sebagai tempat penumpukan material paking. Idealnya proses pengepakan dan pembongkaran dilaksanakan dengan cara yang teratur sehingga material paking tidak berceceran di fasilitas.

Kerumahtanggaan halaman meliputi: Pengendalian/kontrol rumput dan ilalang. Penting adanya sebuah program berkala untuk mengawasi halaman. 2) Inspeksi a) Inspeksi/pemeriksaan kerumahtanggaan adalah merupakan bagian penting dari sebuah program umum kerumahtanggaan. Frekuensi pemeriksaan. 2. Inspeksi/ pemeriksaan harus didefinisikan dengan baik. dan harus meliputi: Lokasi / daerah yang diperiksa. ilalang dan belukar yang tinggi bersebelahan dengan bangunan atau barang-barang yang disimpan adalah bahaya yang biasa ditemui. Akumulasi barang bekas dan sampah dan tumbuhnya rumput. Peyimpanan barang di halaman secara aman. Tidak terdapat pengabelan yang serampangan Kabel fleksibel tarik dalam kondisi baik Motor dan peralatan bebas kotoran dan minyak pelumas Perihal 44 . Tabel 3. Daftar simak (checklist) berikut ini. Pembuangan sampah di halaman secara aman. Kerumahtanggaan halaman yang tidak memenuhi syarat dapat mengancam keamanan struktur bagian luar bangunan dan barang-barang yang disimpan di halaman.1. Peralatan Elektrikal 1.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - yang terkena cat. Siapa yang akan melakukan pemeriksaan. Apa kinerja yang dapat diterima.. b) Inspeksi/pemeriksaan berkala menggunakan Tabel 3. Barang-barang ini dapat menyala secara spontan atau secara kebetulan oleh korek api atau puntung rokok yang tidak sepenuhnya dimatikan yang tidak sengaja diletakkan karyawan di lemarinya.1. Daftar simak (checklist) pencegahan kebakaran No. 3. c) Praktek kerumahtanggaan halaman: Kerumahtanggaan yang baik adalah sama pentingnya untuk di dalam maupun di luar bangunan.

tidak longgar dan mempunyai Friksi 1.. 3. Pipa panas bebas dari bahan mudah terbakar Jarak ruangan disekitar boiler dan tungku Alat solder jangan mengenai permukaan mudah terbakar Abu diletakkan di kotak metal 45 . 2. Daerah diperiksa untuk keselamatan terhadap kebakaran Barang mudah terbakar ditutupi atau dipindahkan Ijin diterbitkan Api terbuka (open flames) 1.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - No. Perihal Letak lampu jauh dari barang mudah terbakar Sirkuit mempunyai pengaman lebur atau diproteksi dengan benar Peralatan khusus untuk daerah berbahaya (hazardous areas) (bila dipersyaratkan) Sambungan pembumian kontinyuitas listrik bersih. 3. 3. Jauhkan dari ruang pengecatan (spray booth) Jauhkan dari pemukaan mudah terbakar Tidak ada kebocoran gas Permukaan yang panas (hot surfaces) 1. Penyimpanan barang mudah menyala terpisah Barang non metal bersih dari sampah metal Pengelasan dan Pemotongan 1. 2. 7. 5. Mesin diberi pelumas dengan benar Mesin disetel dengan benar Material Bahaya Kebakaran Khusus 1. 4. 2. 6. 2. 2. 4.

3. 3. Jenis yang sesuai Dalam kondisi siap dioperasikan Di lokasi yang benar Tanggal pemeliharaan masih berlaku 46 . 4. 7. Limbah yang mudah menyala ditaruh dalam kotak metal bertutup Penumpukan material di tempat yang kering dan dingin. 2. 6. 3. 3. Perihal ”Dilarang Merokok” dan ”Tempat Merokok” ditandai dengan jelas Tidak ada puntung yang dibuang di tempat terlarang Asbak tersedia untuk digunakan Penyalaan Spontan (spontaneous ignition) 1.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - No. 4. 5. 4.. 2. 2. 2. Tanki pengisi / penyalur cairan mudah terbakar dibumikan Humiditas yang sesuai dipertahankan Peralatan pemindah dibumikan Kerumahtanggaan 1. Tidak ada sampah yang terakumulasi/menumpuk Penyimpanan material mudah menyala yang aman Koridor bebas tidak ada halangan Sprinkler tidak terhalang Fasilitas bebas dari material mudah terbakar yang tidak diperlukan Tidak ada kebocoran atau tetesan dari cairan mudah menyala dan genangan di lantai Pintu tahan api / eksit tidak terhalang dan bebas dioperasikan Peralatan Pemadam Api Ringan 1. berventilasi baik Kotak limbah yang mudah menyala dikosongkan secara berkala Kotak sampah dikosongkan setiap hari Listrik statis 1. Merokok dan korek api 1. 2. 3.

c) Koridor yang digunakan sebagai jalur untuk ke luar: d) Eksit pelepasan di lantai dasar yang menuju ke jalan umum atau tempat terbuka di luar bangunan harus tidak boleh dikunci. penerangan darurat dan fan presurisasi tangga kebakaran. serta tidak digunakan untuk gudang. atau lebih sering tergantung kondisi. dan tidak digunakan untuk tempat istirahat/merokok penghuni/karyawan. 47 . 5. Bebas dari segala macam hambatan. eksit ke akses dan exit pelepasan. untuk a) Pintu: Tidak boleh dikunci atau digembok Kerusakan pada penutup pintu otomatik (door closer) Terdapatnya ganjal atau ikatan yang membiarkan pintu terbuka. Tidak boleh dipakai untuk tempat peralatan seperti panel. Akses tidak terhalang Perihal Personil terlatih untuk menggunakannya Ditandai dengan jelas c. Halangan benda dan lain-lain di depan pintu eksit. e) Tanda eksit: Jelas kelihatan tidak terhalang. 1) Sarana jalan keluar meliputi eksit. tanda jalan ke luar.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - No. Tidak digunakan untuk gudang. 2) Inspeksi harus dlakukan secara berkala setiap bulan. 6.. Sarana jalan ke luar (means of egress). - b) Tangga kebakaran: Terdapatnya ganjal atau ikatan yang membiarkan pintu tangga terbuka. unit AC dan sejenisnya. Lampu penerangannya hidup. pada pintu yang harus selalu pada keadaan tertutup. Kerusakan pada lantai dan pegangan tangga. 7. Bersih.

penghuni. sementara itu 48 . 2) Operasi yang benar dari suatu sistem alarm kebakaran terpasang diperlukan untuk mendeteksi situasi berbahaya secara dini. personil dengan berbagai macam keahlian. suatu program pemeliharaan sistem alarm kebakaran yang efektif dapat diselesaikan melalui penggunaan maksimal dari sumber daya sendiri yang berkualifikasi. 1) Sistem ini meliputi sistem deteksi dan alarm kebakaran. atau sistem tata suara yang digunakan pada keadaan darurat.. staf sendiri dan kontraktor luar. Sebagai akibatnya. tes dan pemeliharaan sistem tersebut. Waktu pengalihan ke penerangan darurat oleh diesel generator harus tidak lebih dari 10 detik. d. dan sistem telepon petugas pemadam (fireman’s telephone).BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - 3) Pemeliharaan a) Penutup pintu otomatik (door closer) yang rusak harus segera diperbaiki/diganti. pada beberapa tingkat. b) Pengujian operasional dan berkala sistem fan presurisasi tangga kebakaran harus dilakukan setiap 6 bulan dan mengikuti SNI 03-6571-2001 atau edisi terbaru. Pada banyak kasus. memulai respon dinas / regu pemadam kebakaran. tetapi secara khas tanggung jawab terbagi antara pemilik / pengelola. 4) Pengujian a) Penerangan darurat pada sarana jalan keluar harus diuji coba selama ½ jam setiap tahun dan selama sekurang-kurangnya selama 10 detik setiap bulan. dan dengan prioritas yang berbeda terlibat dalam pemeliharaan dari sistem ini. Sistem pengendalian asap kebakaran pada bangunan gedung. Operasi yang handal dari setiap sistem alarm kebakaran terpasang terkait secara langsung dengan inspeksi. 3) Tanggung jawab sistem alarm kebakaran terletak pada pemilik / pengelola bangunan. b) Lampu penerangan tanda eksit yang mati harus segera diperbaiki/diganti. Sistem deteksi dan alarm kebakaran dan sistem komunikasi suara darurat. memberitahukan penghuni untuk memudahkan evakuasi tepat pada waktunya. dan pada beberapa kasus mengoperasikan sistem pemadam otomatis. sistem komunikasi suara darurat.

Speaker c. Peralatan kontrol sistem FA yang dimonitor untuk alarm. Batere sistem Fire Alarm: a. Jenis primer . 4) Prosedur uji serah terima. supervisi. Alat yang berbunyi (audible) b. Alat yang tampak (visible) X X X X X X 2. c. e. c.2. Tata cara perencanaan. Jenis Nickle-Cadmium c.2. d. Peralatan kontrol sistem FA yang tidak dimonitor untuk alarm. Peralatan notifikasi alarm a. inspeksi/pemeriksaan. Pengaman lebur Peralatan interface Lampu dan LED Pasokan daya primer/utama X X X X X X X X 4.Dry Cell d.. 5) Frekuensi inspeksi/pemeriksaan berkala menggunakan Tabel 3. di bawah ini Tabel 3. sinyal kesalahan (trouble) b. Pengaman lebur Peralatan interface X X X X 49 . pengujian dan pemeliharaan berkala mengikuti SNI 03-3985-2000 atau edisi terbaru. sinyal kesalahan b. supervisi. Jenis Sealed Lead-Acid X X X X 3.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - mengandalkan kepada kontraktor luar yang ahli untuk aktivitas diluar kemampuan sumber daya sendiri tersebut. Frekuensi inspeksi visual sistem alarm kebakaran Serah terima ke 1 / dites kembali No. Jenis Lead-Acid b. Peralatan Bulanan Kwartal Setengah tahunan Tahunan 1. pemasangan dan pengujian sistem deteksi dan alarm kebakaran untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung.

d. 11. 6. 7. e.. i. Peralatan interface Panel annunciator Prosedur khusus X X X 50 .BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - No. 8. j. g. h. 5. 9. e. f. b. 12. Peralatan Serah terima ke 1 / dites kembali X X X X X X Bulanan Kwartal Setengah tahunan Tahunan d. c. Lampu dan LED Pasokan daya primer/utama X X X X X X Sinyal kesalahan panel control (trouble) Peralatan komunikasi suara/alarm darurat Sambungan kabel fiber optik Peralatan sekuriti / guard's tour equipment Alat memulai sinyal / initiating devices: a. Pengambilan contoh udara / air sampling Detektor dakting Alat pelepas jenis elektromekanik Saklar sistem pemadam kebakaran Kotak alarm kebakaran/titik panggil manual Detektor panas Detektor jenis energi radiasi Detektor asap Alat sinyal supervisi Alarm aliran air X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X 10.

Spesific Gravity b. Discharged Test (30 menit) 3. Load Voltage Test 4. Lampu dan LED X X X X X X X X 51 . Jenis Sealed Lead-Acid 1. Pengaman lebur c. Load Voltage Test d.. Load Voltage Test c. Fungsi b. Penghantar metalik Penghantar non-metalik Peralatan kontrol sistem FA yang dimonitor untuk alarm. Peralatan Serah terima ke 1 /dites kembali Bulanan Kwartal Setengah tahunan Tahunan 1.Dry Cell 1. Charger Test (ganti batere bila perlu) 2.3. Charger Test (ganti batere bila perlu) 2. di bawah ini Tabel 3. Alat yang tampak (visible) X X X X X X 2. Discharged Test (30 menit) 3. Batere sistem Fire Alarm: a. Charger Test (ganti batere bila perlu) 2. Peralatan interface d. Alat yang berbunyi (audible) b. Discharged Test (30 menit) 3. Jenis Nickle-Cadmium 1. Frekuensi Tes Sistem Alarm Kebakaran No. Peralatan notifikasi alarm a. Speaker c. Jenis primer .BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - 6) Frekuensi pengujian berkala menggunakan Tabel 3. 5. Jenis Lead-Acid 1. Load Voltage Test X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X 3.3. 4. sinyal kesalahan a. supervisi.

Transponder 7. Peralatan Serah terima ke 1 /dites kembali X X Bulanan Kwartal Setengah tahunan Tahunan e.. Alat sinyal supervisi j. Kotak alarm kebakaran/titik panggil manual f. Peralatan kontrol sistem FA yang tidak dimonitor untuk alarm. Alarm aliran air 12. supervisi. Pengambilan contoh udara / air sampling b. 9. Pengaman lebur c. Lampu dan LED e. 11. 13. Detektor asap i. Detektor panas g. Transponder 6. 8.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - No. Sinyal kesalahan unit control (trouble) Peralatan komunikasi suara/alarm darurat Daya kabel fiber optik Peralatan sekuriti / guard's tour equipment Alat memulai sinyal / initiating devices: a. Alat pelepas jenis elektromekanik d. Fungsi b. Detektor jenis energi radiasi h. Pasokan daya primer/utama f. Saklar sistem pemadam kebakaran e. sinyal kesalahan a. Peralatan interface Panel annunciator Prosedur khusus X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X 52 . 14. Detektor dakting c. 10. Peralatan interface d. Pasokan daya primer/utama f.

Bacaan penunjuk atau indikator tekanan menunjukkan pada posisi dapat dioperasikan. kereta. Alat pemadam api ringan (PAR) 1) Alat pemadam api ringan meliputi alat pemadam portabel/ jinjing dan yang memakai roda. 6) dan 7) tersebut di atas. Pemeriksaan visuil untuk kerusakan fisik. karat.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - e. kondisi dari roda. 3) Inspeksi a) Inspeksi/pemeriksaan harus dilakukan pada saat pertama kali dipasang/digunakan. Alat pemadam api ringan yang tidak dapat diisi kembali: bila dalam inspeksi/pemeriksaan terdapat setiap kondisi - - 53 . Alat pemadam api ringan yang dapat diisi kembali: bila dalam inspeksi/pemeriksaan terdapat setiap kondisi kekurangan dari butir 5 c 2). maka harus diberlakukan prosedur pemeliharaan yang berlaku. slang dan nozel. 2) Prosedur inspeksi/pemeriksaan. 4). dan selanjutnya setiap bulan. Terdapat label (tag) pemeliharaan. Pelat nama instruksi operasi jelas terbaca dan menghadap keluar. pengujian hidrostatik dan pemeliharaan berkala mengikuti SNI 03-3987-1995 Tata Cara Perencanaan Dan Pemasangan Alat Pemadam Api Ringan Untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Rumah Dan Gedung. Halangan akses atau pandangan (visibilitas). tindakan korektif harus segera dilakukan. 5).. Terisi penuh ditentukan dengan ditimbang atau dirasakan dengan diangkat. 3). c) Tindakan korektif: Bila dalam inspeksi/pemeriksaan terdapat satu kondisi kekurangan dari butir 5 c 2) tersebut di atas. atau nozel tersumbat. kebocoran. Untuk yang memakai roda. b) Inspeksi/pemeriksaan meliputi: Lokasi di tempat yang ditentukan.

c) Pengisian kembali: semua alat pemadam api ringan yang dapat diisi kembali. 6) tersebut di atas. dan alat kontrol atau panelnya. harus diisi kembali setelah setiap penggunaan atau seperti ditunjukkan oleh hasil inspeksi atau pemeliharaan. c) Frekuensi pengujian hidrostatik menggunakan Tabel 3. dan harus dikembalikan ke pabrikan. 4).BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - kekurangan dari butir 5 c 2). b) Prosedur pemeliharaan harus termasuk pemeriksaan menyeluruh dari elemen dasar alat pemadam api ringan seperti berikut: Bagian mekanikal dari semua alat pemadam api ringan. maka harus tidak dipakai kembali. harus dimuat dalam label (tag) pemeliharaan yang dilekatkan pada alat pemadam api ringan tersebut. 5) Pengujian hidrostatik a) Tabung bertekanan yang dipakai sebagai alat pemadam api ringan harus diuji secara hidrostatik b) Pengujian hidrostatik harus dilakukan oleh personil yang terlatih dalam prosedur pengujian dan pengamanan tabung bertekanan menggunakan fasilitas dan peralatan yang sesuai. digunakan/disemprotkan.. 6) tersebut di atas. 4). digunakan/disemprotkan untuk pelatihan. 3). dan harus dimusnahkan atau dikembalikan ke pabrikan.3. Media pemadam. Sistem pompa kebakaran terpasang tetap 1) Sistem ini meliputi pompa kebakaran dan motor penggeraknya. maka harus tidak dipakai kembali. Cara penghembusan media pemadam. perusahaan jasa pemeliharaan alat pemadam api ringan. Alat pemadam api ringan jenis Halon yang tidak dapat diisi kembali: bila dalam inspeksi/pemeriksaan terdapat setiap kondisi kekurangan dari butir 5 c 2). 54 . atau oleh personil yang terlatih. atau dikembalikan ke pemasok untuk proses daur ulang Halon. berisi alat pemadam api ringan yang diinspeksi. f. 5). d) Catatan inspeksi bulanan. 5). 4) Pemeliharaan a) Pemeliharaan harus dilakukan setiap tahun oleh manufaktur. tanggal dan paraf personil yang melakukan.

tes & pemeliharaan katup URAIAN Katup kontrol Disegel Digembok/dikunci Saklar Anti Rusak (Tamper proof switch) Katup alarm Eksterior Interior Strainer. Tabel 3. 4) Frekuensi inspeksi/pemeriksaan. orifice Inspeksi Inspeksi Inspeksi Bulanan 1 tahun /5 Tahun 5 Tahun Inspeksi 5 Tahun Inspeksi Inspeksi Inspeksi Bulanan 5 Tahun 5 Tahun Inspeksi Inspeksi Inspeksi Mingguan Bulanan Bulanan AKTIVITAS FREKUENSI 55 .4. pengujian dan pemeriksaan katup dan komponen berikut ini. filter. Ikhtisar inspeksi. pengujian dan pemeliharaan berkala katup dan sambungan pemadam kebakaran menggunakan Tabel 3. 3) Prosedur pengujian tahunan mengikuti SNI 03-6570-2001 atau edisi terbaru.4. filter. orifice Katup penahan balik (Check valve) Interior Katup Pra-Aksi/Banjir (Preaction/Deluge valve) Eksterior Interior Strainer.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - 2) Prosedur uji serah terima. pengujian dan pemeliharaan berkala menggunakan Tabel 3. Instalasi pompa yang dipasang tetap untuk proteksi kebakaran. inspeksi/pemeriksaan.. pengujian dan pemeliharaan berkala mengikuti SNI 03-6570-2001 atau edisi terbaru. Ikhtisar inspeksi.4 5) Frekuensi inspeksi/pemeriksaan. Instalasi pompa yang dipasang tetap untuk proteksi kebakaran.

BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - URAIAN Katup pipa kering (Dry pipe valve) Eksterior Interior Strainer. orifice Katup pengurang tekanan dan pengaman tekanan (Pressure Reducing and relief valve) Sistem sprinkler Sambungan slang Rak slang Pompa kebakaran: relief valve pada rumah (casing) pompa Pressure relief valve Sambungan Pemadam Kebakaran Pembuangan utama (main drain) Katup kontrol Posisi Operasi Supervisi Katup Pra-Aksi/Banjir (Preaction/Deluge valve) Isi air (priming) Alarm tekanan udara rendah Aliran penuh Katup pipa kering (Dry pipe valve) Isi air (priming) Alarm tekanan udara rendah Uji aktivasi (trip test) AKTIVITAS FREKUENSI Inspeksi Inspeksi Inspeksi Bulanan 1 tahun 5 Tahun Inspeksi Inspeksi Inspeksi Inspeksi 3 bulan 3 bulan 3 bulan Mingguan Mingguan 3 bulan 1 tahun Inspeksi Inspeksi Tes Tes Tes Tes 1 tahun 1 tahun 6 bulan Tes Tes Tes 3 bulan 3 bulan 1 tahun Tes Tes Tes 3 bulan 3 bulan 1 tahun 56 .. filter.

- BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG -

URAIAN Uji aktivasi (trip test) aliran penuh Katup pengurang tekanan dan pengaman tekanan (Pressure Reducing and relief valve) Sistem sprinkler Pengaman tekanan sirkulasi (circulation relief) Katup pengaman tekanan (pressure relief valve) Sambungan slang Rak slang Katup kontrol

AKTIVITAS FREKUENSI Tes 3 tahun

Tes Tes Tes Tes Tes Pemeliharaan

5 tahun 1 tahun 1 tahun 5 tahun 5 tahun 1 tahun 1 tahun 1 tahun

Katup Pra-Aksi/Banjir (Preaction/Deluge valve) Pemeliharaan Katup pipa kering (Dry pipe valve) Pemeliharaan

g. Sistem pipa tegak dan slang atau hidran bangunan 1) Sistem ini meliputi pemipaan dan gantungan, katup sambungan slang, serta pompa kebakaran hidran (bila ada). dan

2) Frekuensi inspeksi/pemeriksaan, pengujian dan pemeliharaan berkala menggunakan Tabel 3.5. Ikhtisar inspeksi, pengujian dan pemeriksaan sistem pipa tegak dan slang atau hidran bangunan, Tabel 3.6. Hidran pilar, dan Tabel 3.7. Sistem pipa tegak dan hidran di bawah ini. Tabel 3.5. Ikhtisar Inspeksi, Tes & Perawatan Sistem Pipa Tegak / Hidran KOMPONEN Katup-Katup/Valve Yang Di Segel Katup-Katup/Valve Yang Di Gembok/Kunci Saklar Anti Rusak/Tamper Switches Di Katup Katup-Katup Penahan Balik/Check Valves Katup Pembuang/Relief Valves Di Rumah Pompa AKTIVITAS FREKUENSI Inspeksi Inspeksi Inspeksi Inspeksi Inspeksi Mingguan Bulanan Bulanan 5 Tahunan Mingguan

57

- BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG -

Katup Pengatur Tekanan/Pressure Regulating Valve Pemipaan/Piping Sambungan Slang/Hose Connection Kotak/Rumah Slang/Hose Cabinet Slang/Hose Alat Gantungan Slang/Hose Storage Devices Sambungan Pemadam Kebakaran/Fire Dept. Connection Alat Deteksi/Alarm Devices Nozel/Hose Nozzel Alat Gantungan Slang/Hose Storage Devices Slang/Hose Katup Pengatur Tekanan/Pressure Regulating Valve Tes Hidrostatik/Hydrostatic Test Tes Aliran/Flow Test Sambungan Slang/Hose Connection Semua Katup/All Valves

Inspeksi Inspeksi Inspeksi Inspeksi Inspeksi Inspeksi Inspeksi Tes Tes Tes Tes Tes Tes Tes Perawatan Perawatan

3 bulan 3 bulan 3 bulan 1 tahun 1 tahun 1 tahun Bulanan 3 bulan 1 tahun 1 tahun 5 tahun 5 tahun 5 tahun 5 tahun 1 tahun 1 tahun

Tabel 3.6. Hidran Pilar KONDISI Tidak dapat diakses TINDAKAN KOREKTIF Buat supaya dapat diakses

Kebocoran di outlet atau bagian atas Perbaiki atau ganti gasket, paking, hidran pilar atau komponen seperlunya Keretakan di batang pilar hidran Outlet Perbaiki atau ganti Beri pelumas atau kencangkan seperlunya

58

- BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG -

Alur nozel yang aus Mur operasi hidran yang aus Ketersediaan kunci hidran

Perbaiki atau ganti Perbaiki atau ganti Pastikan kunci hidran tersedia

Tabel 3.7. Sistem Pipa Tegak / Hidran KOMPONEN / TITIK SIMAK Sambungan Slang Tutup hilang Sambungan slang rusak Roda pemutar katup hilang Ganti Perbaiki Ganti TINDAKAN KOREKTIF

Gasket tutup hilang atau rusak Ganti Katup bocor Terhalang benda lain Katup tidak dapat lancar dioperasikan Pemipaan Kerusakan pada pemipaan Katup kontrol rusak Gantungan / penopang pipa hilang atau rusak Kerusakan pada alat supervisi Slang Lepaskan dan periksa slang, termasuk gasket, dan pasang kembali pada rak atau penggulung (reel) Ganti dengan slang sesuai standar Ganti atau perbaiki Perbaiki Perbaiki atau ganti Perbaiki atau ganti Perbaiki atau ganti Tutup katup dan perbaiki Pindahkan Diberi pelumas atau perbaiki

Inspeksi

Ditemui berjamur, berlubang, kasar dan pelapukan Kopling rusak

59

Perbaiki atau pindahkan semua apakah rak akan berputar keluar sekurang-kurangnya 90 halangan derajat? Kotak slang Periksa kondisi umum untuk bagian yang rusak atau berkarat Pintu kotak tidak dapat dibuka penuh Kaca pintu retak atau pecah Bila jenis break glass. ganti seluruh kotak slang Perbaiki atau pindahkan halangan Ganti Perbaiki atau ganti 60 . bila perlu. apakah Perbaiki atau ganti komponen..BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - Gasket hilang atau lapuk Alur kopling yang tidak cocok/ tidak kompatibel Slang tidak tersambung ke katup Nozel slang Hilang Gasket hilang atau lapuk Halangan/obstruksi Nozel tidak dapat lancar dioperasikan Alat penyimpan slang (rak dan penggulung) Sukar dioperasikan Rusak Halangan/obstruksi Slang disimpan / digulung secara salah Ganti Ganti atau sediakan adaptor Sambung kembali Ganti dengan nozel sesuai standar Ganti Pindahkan Perbaiki atau ganti Perbaiki atau ganti Perbaiki atau ganti Pindahkan Disimpan / digulung kembali secara benar Bila ditempatkan dalam kotak.

pengujian dan pemeliharaan tangki air /reservoir menggunakan Tabel 3. Ikhtisar Inspeksi. pengujian dan pemeliharaan berkala katup dan sambungan pemadam kebakaran menggunakan Tabel 3. selang. Tes & Pemeliharaan Tangki/Reservoir Air URAIAN Kondisi air di dalam tangki Katup kontrol Tinggi air Eksterior Stuktur penopang Tangga dan platform Daerah sekeliling Permukaan yang dicat/dilapisi Sambungan ekspansi (expantion joint) Interior Katup penahan balik (check AKTIVITAS Inspeksi Inspeksi Inspeksi Inspeksi Inspeksi Inspeksi Inspeksi Inspeksi Inspeksi Inspeksi Inspeksi FREKUENSI 1 bulan Mingguan/bulanan (Tabel 3.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - kunci berfungsi? Tidak ada tanda identifikasi Pasang tanda identifikasi berisi alat pemadam kebakaran Terhalang benda lain Pindahkan Semua katup. 4) Frekuensi inspeksi/pemeriksaan. Tabel 3. nozel. alat pemadam api ringan dan Pindahkan semua benda yang tidak lain-lain dapat diakses dengan terkait mudah 3) Frekuensi inspeksi/pemeriksaan..4.4) Bulanan 3 bulan 3 bulan 3 bulan 3 bulan 1 tahun 1 tahun 3 tahun/5 tahun 5 tahun 61 .8.8.

pengujian dan pemeliharaan semua kelas sistem pipa tegak dan slang atau hidran bangunan. tersebut di atas. b) Titik simak dan tindakan korektif yang diuraikan dalam Tabel 3.4 5) Prosedur uji serah terima. harus diikuti untuk memastikan bahwa komponen bebas dari karat. dan c.7 harus digunakan untuk inspeksi. c) Pemipaan dan fiting harus diinspeksi setiap tahun untuk kondisi yang baik dan bebas dari kebocoran. karat. benda asing. dan frekuensi inspeksi/pemeriksaan.6. 6. e) Semua katup kontrol harus diinspeksi setiap minggu. 62 . Katup yang dikunci atau disupervisi dari jauh secara elektrik diperbolehkan diinspeksi setiap bulan. harus dilakukan pemeriksaan untuk menjamin bahwa sistem ada dalam keadaan siaga dan semua katup kontrol ada dalam posisi normal dan disupervisi lokal (terkunci) atau jauh secara elektrik. pengujian dan pemeliharaan berkala pompa kebakaran hidran (bila ada) harus dilakukan sebagaimana dijelaskan dalam butir a. 6) Inspeksi a) Tabel 3.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - valve) Alarm tinggi air Indikator tinggi air Pembuangan endapan Katup kontrol Katup penahan balik (check valve) Tes Tes Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan 6 bulan 5 tahun 6 bulan Tabel 3.. kerusakan mekanik dan kelurusan pemipaan. f) Setelah setiap perubahan atau perbaikan. d) Penunjuk tekanan (pressure gauge) harus diinspeksi setiap bulan untuk menjamin dalam kondisi baik dan bahwa tekanan air normal sistem dipertahankan. dan Tabel 3.4 Tabel 3. b. kerusakan fisik.7. atau kondisi lain yang berpengaruh merugikan pada operasi sistem.

terkunci atau jauh secara elektrik.. Tutupnya ada dan tidak rusak. l) Kotak slang hidran halaman/pilar hidran harus diinspeksi setiap tiga bulan (kwartal) seperti yang diuraikan dalam Tabel 3.7. Dapat diakses. h) Katup pengurang tekanan pada sambungan slang atau kotak hidran. Tutupnya ada dan tidak rusak. Tidak ada sumbatan. Ditandai dengan tanda identifikasi yang sesuai (tag).BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - g) Pemeriksaan katup kontrol harus menjamin bahwa katup ada di kondisi berikut: Pada posisi normal terbuka atau tertutup. Tidak ada kebocoran. Tidak ada kerusakan pada gasket. Katup slang harus diinspeksi setiap tiga bulan (kwartal) untuk memastikan sebagai berikut: Semua kerusakan harus diperbaiki. Roda pemutar tidak hilang atau patah. Gasketnya ada dan dalam kondisi baik Ada tanda identifikasi Katup penahan balik (check valve) tidak bocor k) Hidran halaman/pilar hidran harus diinspeksi setiap tahun dan setelah setiap operasi seperti yang diuraikan dalam Tabel 3. j) Sambungan pemadam kebakaran (siamese) harus diinspeksi setiap tiga bulan (kwartal) untuk memastikan sebagai berikut: Tampak jelas dan dapat diakses.6. Tidak ada kebocoran. Disupervisi secara benar. dan semua katup pengurang tekanan lainnya yang terpasang pada sistem proteksi kebakaran harus diinspeksi setiap 3 bulan (kwartal) untuk memastikan sebagai berikut: i) Roda pemutar tidak hilang atau patah. 7) Pengujian 63 . Tidak ada kerusakan pada ulir.

harus diuji coba dengan aliran penuh setiap lima tahun sekali. 8) Pemeliharaan a) Pemeliharaan dan perbaikan harus dilakukan sesuai dengan Tabel 3. d) Semua katup kontrol setiap tahun harus dioperasikan penuh dan dikembalikan ke posisi normalnya. sumbat dan ulir ada dalam kondisi operasi yang baik. e) Katup pengurang tekanan atau katup pengatur tekanan pada pipa tegak. bagian dalam sambungan pemadam kebakaran harus diperiksa untuk halangan atau sumbatan. f) Hidran halaman/pilar hidran harus diuji coba setiap tahun untuk menjamin fungsinya dengan cara setiap hidran harus dibuka penuh sampai semua kotoran dan benda asing terbuang ke luar selama tidak kurang dari satu menit. untuk verifikasi bahwa pasokan air masih memberikan rancangan tekanan pada aliran yang dipersyaratkan..7 bar sebelum pengisian air ke dalam sistem. tutup.6 dan Tabel 3. Tabel 3. pengujian tekanan udara harus dilakukan pada tekanan 1.7. sambungan sprinkler ke pipa tegak. b) Pengujian aliran air harus dilakukan setiap lima tahun pada sambungan slang terjauh secara hidrolik dari setiap zona sistem pipa tegak dan slang atau hidran bangunan. c) Penunjuk tekanan harus diganti atau diuji setiap lima tahun dengan membandingkannya dengan sebuah penunjuk tekanan yang telah dikalibrasi. dan kotak hidran yang dilengkapi dengan katup ini. b) Sambungan slang: setelah setiap pemakaian. 64 .5. dan kemudian ditutup penuh dan dibuka kembali untuk menguji operasi dan mendistribusikan pelumasnya. e) Hidran halaman/pilar hidran harus diberi pelumas setiap tahun untuk menjamin bahwa semua batang. semua slang harus dibersihkan.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - a) Bila terdapat kemungkinan kerusakan karena air. dibuang airnya dan dikeringkan seluruhnya sebelum dipasang kembali. c) Batang operasi (stem) dari katup kontrol jenis OS&Y (outside screw & yoke) setiap tahun harus diberi pelumas/gemuk. d) Bila tutup sambungan pemadam kebakaran (siamese) tidak ada pada tempatnya.

Tabel 3.9. Sistem sprinkler otomatik 1) Sistem ini meliputi pemipaan dan gantungan.9 Ikhtisar inspeksi. h. 2) Frekuensi inspeksi/pemeriksaan.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - f) Kotak slang hidran halaman/pilar hidran harus dipelihara/dirawat setiap tahun untuk menjamin bahwa semua slang kebakaran dan kelengkapannya ada dalam kondisi dapat digunakan. katup. pengujian dan pemeliharaan berkala menggunakan Tabel 3. kepala sprinkler serta pompa kebakaran sprinkler. Tes & Perawatan Sistem Springkler KOMPONEN Springkler/Sprinklers Cadangan Springkler/Spare Sprinklers Pemipaan & Sambungan/Pipe & Fittings Katup-Katup/Valve Yang Di Segel Katup-Katup/Valve Yang Di Gembok/Kunci Saklar Anti Rusak/Tamper Switches Di Katup Katup Alarm/Alarm Valve Katup-Katup Penahan Balik/Check Valves Katup Pembuang/Relief Valves Di Rumah Pompa Katup Pengatur Tekanan/Pressure Regulating Valves Sambungan Pemadam Kebakaran Meteran (sistim pipa basah)/Gauges Pembuangan Air/Main Drains Katup-Katup Kendali/Control Valves – Posisi Katup-Katup Kendali/Control Valves – Operasi Pengawasan & Supervisi/Control – Supervisory AKTIVITAS Inspeksi Inspeksi Inspeksi Inspeksi Inspeksi Inspeksi Inspeksi Inspeksi Inspeksi Inspeksi Inspeksi Inspeksi Tes Tes Tes Tes FREKUENSI 1 tahun 1 tahun 1 tahun Mingguan Bulanan Bulanan Bulanan 5 Tahun Mingguan 3 bulan Bulanan Bulanan 3 bulan 3 bulan 6 bulan 3 bulan 65 .. pengujian dan pemeliharaan sistem sprinkler otomatik di bawah ini.Ikhtisar Inspeksi.

Tes Tes Tes Tes 1 tahun 1 tahun 1 tahun 5 Tahun 20 Tahun dan kemudian tiap 10 tahun 50 Tahun dan kemudian tiap 10 tahun 5 Tahun 1 tahun Springkler Fast Response/Sprinklers – Fast Response Tes Springkler Tes Alat Ukur (sistim pipa basah)/Gauges Semua Katup /All Valves Tes Pemeliharaan 3) Frekuensi inspeksi/pemeriksaan.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - Katup Pengatur Tekanan/Pressure Regulating Valves Pembuangan Sirkulasi/ Circulation Relief Katup Pengaman / Pressure Relief Valve Springkler Temp. benda asing. 2) dan 3) tersebut di atas.4. 4) Prosedur uji serah terima. pengujian dan pemeliharaan berkala pompa kebakaran sprinkler harus dilakukan sebagaimana dijelaskan dalam butir f. bebas dari karat. Sprinkler jenis tabung gelas yang tabungnya kosong harus diganti. 5) Frekuensi inspeksi/pemeriksaan. cat dan kerusakan fisik. dan harus dipasang dalam orientasi yang benar (misal jenis tegak. - b) Pasokan sprinkler cadangan harus diperiksa untuk: 66 .. pengujian dan pemeliharaan berkala katup dan sambungan pemadam kebakaran menggunakan Tabel 3.8. Extra Tinggi/Sprinklers – Extra High Temp. penden atau dinding (sidewall). 6) Inspeksi a) Kepala sprinkler harus diinspeksi setiap tahun: Untuk kebocoran. Sprinkler yang dipasang dalam ruang tersembunyi seperti di atas langit-langit tidak perlu diinspeksi. Halangan pada pola pancaran air harus dikoreksi. dan frekuensi inspeksi/pemeriksaan. pengujian dan pemeliharaan tangki air / reservoir menggunakan Tabel 3.

Gantungan dan penahan seismik/gempa yang dipasang dalam ruang tersembunyi seperti di atas langit-langit tidak perlu diinspeksi. dan yang longgar harus dikencangkan. dan Sebuah kunci sprinkler untuk setiap jenis sprinkler. d) Gantungan dan penahan seismik/gempa harus diinspeksi setiap tahun: Bebas dari kerusakan atau longgar: yang rusak harus diganti/diperbaiki. f) Peralatan alarm aliran air meliputi bel motor air mekanik (water motor gong) dan jenis saklar tekanan. c) Pemipaan dan fiting harus diinspeksi setiap tahun: Untuk kondisi yang baik dan bebas dari kebocoran. dan alarm aliran air harus diinspeksi setiap tiga bulan (kwartal) untuk verifikasi bahwa peralatan alarm bebas dari kerusakan fisik. harus dilakukan pemeriksaan untuk menjamin bahwa sistem ada dalam keadaan siaga dan semua katup kontrol ada dalam posisi normal dan disupervisi lokal (terkunci) atau jauh secara elektrik. kerusakan mekanik dan kelurusan pemipaan. karat. Pemipaan yang dipasang dalam ruang tersembunyi seperti di atas langit-langit tidak perlu diinspeksi. g) Semua katup kontrol harus diinspeksi setiap minggu seperti dilakukan pada sistem pipa tegak dan slang. Bebas dari muatan beban eksternal oleh benda yang terletak di atas pipa atau digantung dari pipa.. h) Setelah setiap perubahan atau perbaikan. Katup pengurang tekanan pada sistem sprinkler harus diinspeksi setiap tiga bulan (kwartal) untuk memastikan sebagai berikut: Roda pemutar tidak hilang atau patah j) 67 . i) Pemeriksaan katup kontrol harus menjamin bahwa katup ada di kondisi sebagaimana dimaksud dalam sistem pipa tegak dan slang.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - - Jumlah dan jenis sprinkler cadangan. e) Penunjuk tekanan pada sistem sprinkler jenis pipa basah harus diinspeksi setiap bulan untuk menjamin dalam kondisi baik dan bahwa tekanan air normal sistem dipertahankan.

Sprinkler jenis waktu tanggap cepat (fast response) yang telah digunakan selama 20 tahun harus diuji coba. Prosedur uji coba harus diulangi pada setiap selang waktu 10 tahun.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - - Tidak ada kebocoran k) Sambungan pemadam kebakaran (siamese) harus diinspeksi setiap tiga bulan (kwartal) seperti dilakukan pada sistem pipa tegak dan slang. Bila dilakukan pemeliharaan. Alarm aliran air harus diuji coba setiap enam bulan. maka harus diganti. harus diuji coba kembali pada setiap selang waktu 10 tahun. - - - - - b) Penunjuk tekanan harus diganti atau diuji setiap lima tahun dengan membandingkannya dengan sebuah penunjuk tekanan yang telah dikalibrasi. Prosedur uji coba harus diulangi pada setiap selang waktu 10 tahun. 68 . maka semua sprinkler yang terwakili dalam contoh representatif tersebut harus diganti. maka harus diganti. contoh sprinker harus diserahkan ke sebuah laboratorium pengujian yang dikenali dan diterima oleh instansi berwenang. mana yang lebih besar. untuk diuji coba. Sprinkler kering yang telah digunakan selama 10 tahun harus diuji coba atau diganti. Bila sprinkler telah digunakan selama 50 tahun. atau contoh representatif dari satu atau lebih lokasi harus diuji coba. Contoh representatif sprinkler untuk diuji coba harus terdiri dari sekurang-kurangnya empat sprinkler atau 1% (satu per seratus) dari jumlah sprinkler per contoh. Bila satu sprinkler dalam contoh representatif gagal memenuhi persyaratan uji coba.. c) Peralatan alarm Bel motor air mekanik (water motor gong) dan jenis saklar tekanan harus diuji coba setiap tiga bulan (kwartal). Bila sprinkler telah digunakan selama 75 tahun. atau contoh representatif dari satu atau lebih lokasi harus diuji coba. Prosedur uji coba harus diulangi pada setiap selang waktu 5 tahun. 7) Pengujian a) Sprinkler Bila dipersyaratkan dalam bagian pedoman ini.

. Persyaratan rancangan. 8) Pemeliharaan a) Sprinkler Sprinkler pengganti harus mempunyai karakteristik yang benar sesuai dengan aplikasi dimaksud. ukuran lubang (orifice). Sprinkler jenis khusus dan lekas-tanggap (quick response) harus diganti dengan sprinkler dari manufaktur. Pelapis (coating). model.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - - Pengujian alarm aliran air pada sistem jenis pipa basah harus dilakukan dengan membuka sambungan tes inspektur. bila ada. Karakteristik ini harus termasuk sebagai berikut: • • • • • • Jenis. b) Pasokan sprinkler cadangan Stok sprinkler cadangan harus meliputi semua jenis dan nominal sprinkler terpasang dan harus sebagai berikut: 69 . e) Katup pengurang tekanan atau katup pengatur tekanan pada sistem sprinkler. Jenis deflektor (misal jenis tegak. Pengujian alarm aliran air pada sistem jenis pipa kering. Ukuran lubang (orifice) dan faktor-K. harus diuji coba dengan aliran penuh setiap 5 tahun sekali. klasifikasi temperatur dan karakteristik tanggap termal. Hanya sprinkler baru yang terdaftar (listed) boleh digunakan untuk mengganti sprinkler terpasang. sebuah sprinkler jenis khusus dan lekas-tanggap dengan karakteristik kinerja sebanding harus dipasang. - d) Semua katup kontrol setiap tahun harus dioperasikan penuh dan dikembalikan ke posisi normalnya. penden atau dinding (sidewall). praaksi atau banjir. dilakukan dengan membuka sambungan terlangkaui (by-pass). dan faktor-K yang sama. Klasifikasi temperatur. Bila sprinkler jenis khusus dan lekas-tanggap ini tidak lagi diproduksi.

Bila inspeksi tahunan tidak menunjukkan terdapatnya akumulasi lemak atau benda lain pada sprinkler dan nozel otomatik. maka tidak perlu diganti. Pengering udara dan kompresor udara yang digunakan bersama dengan sistem jenis pipa kering harus dipelihara sesuai dengan instruksi manufaktur. f) Batang operasi (stem) dari katup kontrol jenis OS&Y (outside screw & yoke) setiap tahun harus diberi pelumas/gemuk. menggunakan kantung plastik tebal maksimum 0.. Satu kunci harus disediakan untuk setiap jenis sprinkler terpasang. harus diganti setiap tahun. e) Sistem jenis pipa kering Sistem jenis pipa kering harus dijaga kering setiap saat. Sebuah kunci pas khusus sprinkler harus disediakan dan disimpan bersama sprinkler cadangan untuk digunakan dalam membongkar dan memasang sprinkler. i. g) Bila tutup sambungan pemadam kebakaran (siamese) tidak ada pada tempatnya. berkaitan dengan sifat bahan dan proses yang diproteksi. Sistem pemadam kebakaran terpasang tetap lain 1) Sistem pemadam kebakaran terpasang tetap lain adalah sistem pemadam otomatis yang menggunakan bahan khusus bukan hanya air. 70 .076 mm atau kantung kertas. dan kemudian ditutup penuh dan dibuka kembali untuk menguji operasi dan mendistribusikan pelumasnya. Untuk fasilitas terproteksi yang mempunyai lebih dari 1000 sprinkler ⎯ tidak kurang dari 24 sprinkler. c) Sprinkler untuk proteksi ruangan pengecatan harus dilindungi terhadap residu semprotan cat. d) Sprinkler dan nozel otomatik yang digunakan untuk proteksi peralatan masak komersial dan sistem ventilasinya. bagian dalam sambungan pemadam kebakaran harus diperiksa untuk halangan atau sumbatan.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - • • • - Untuk fasilitas terproteksi yang mempunyai kurang dari 300 sprinkler ⎯ tidak kurang dari 6 sprinkler. Kantung harus diganti kalau sudah kotor oleh residu. Untuk fasilitas terproteksi yang mempunyai 300 sampai dengan 1000 sprinkler ⎯ tidak kurang dari 12 sprinkler.

dan sistem busa. atrium dan ruangan bervolume besar.. saf lif. 3) Inspeksi. 10. daerah tempat berlindung. atau dalam hal pedoman pemeliharaan belum mempunyai SNI. Sistem pengendalian asap kebakaran pada bangunan gedung. d) Memberikan kondisi di luar zona kebakaran yang memungkinkan petugas mengambil tindakan darurat untuk melakukan operasi penyelamatan dan untuk melokalisir serta mengendalikan kebakaran. 4) Prosedur uji serah terima. dapat digunakan standar baku dan pedoman teknis yang diberlakukan oleh instansi yang berwenang. inspeksi/pemeriksaan. 2) Sistem manajemen asap meliputi metodologi dasar teknik untuk memperkirakan lokasi asap di dalam atrium. c) Menghalangi perpindahan asap dari zona asap. b) Menjaga lingkungan aman yang masih dapat dipertahankan dalam daerah tempat berlindung dan sarana jalan ke luar selama waktu yang dibutuhkan untuk evakuasi. sarana jalan ke luar. pengujian dan pemeliharaan berkala sistem pengendalian asap mengikuti SNI 036571-2001 atau edisi terbaru. sistem pemadam gas luapan total atau aplikasi lokal. 3) Prosedur uji serah terima. Sistem pengendalian dan manajemen asap 1) Sistem pengendalian asap meliputi sistem yang menggunakan perbedaan tekanan dan aliran udara untuk meyempurnakan satu atau lebih hal berikut: a) Menghalangi asap yang masuk ke dalam sumur tangga. inspeksi/pemeriksaan.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - 2) Sistem pemadam kebakaran ini meliputi sistem kimia kering atau basah. atau daerah yang serupa. Sistem manajemen asap di dalam mal. mal tertutup dan ruangan bervolume besar yang sejenis. Pemeliharaan dan Perawatan Sistem Plambing dan Pompa a. Sistem Plambing 71 . pengujian dan pemeliharaan berkala sistem manajemen asap mengikuti SNI 037012-2004 atau edisi terbaru. pengujian dan pemeliharaan mengikuti pedoman manufaktur. yang disebabkan oleh kebakaran dalam ruangan tersebut atau dalam suatu ruangan yang bersebelahan. j.

Instalasi dan Fixtures Instalasi Pemipaan lengkap Accessories 1) Pipa GSP. d) Pressure Water Tank . 1) Roof Tank a) Memeriksa tanda alarm pada saat air mencapai permukaan batas atas. b) Pompa Hydrophor lantai atap Centrifugal.. b) Memeriksa indikasi aliran air terbuka atau tertutup. e) Pump Pit Submersible Sewage. Sanitary Fixtures pada ruang toilet 1) Pengering Tangan (hand dryer’). b. 2) Pompa Air Bersih Memeriksa indikasi status pompa air bersih. 2) Cabang Utama Pemipaan Air Bersih a) Memeriksa pengaturan pembukaan dan penutupan aliran pipa air utama. h) Peralatan Pompa Air Mancur lengkap Instalasi & Asesorisnya c. f) Pompa Kuras Reservoir Submersible Sewage. b) Memeriksa tanda alarm pada saat air mencapai permukaan batas bawah. c) Top Reservoir Tank . 72 . Memeriksa trip alarm pompa air bersih. 3) Peralatan Utama a) Pompa Delivery Centrifugal Self Priming. 2) Pipa Cast Iron. b) Memeriksa tanda alarm pada saat air mencapai permukaan batas bawah. d. 2) Kloset duduk. 3) Pipa PVC.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - 1) Ground Reservoir a) Memeriksa tanda alarm pada saat air mencapai permukaan batas atas. g) Unit Pengolah Limbah.

b. Pemeliharaan panel distribusi tegangan menengah (TM) dan tegangan rendah (TR). Peralatan pengamanan dan pengukuran h. Kondisi fisik transformator f. e. POWER SUPPLY A. D. 4) Urinoir. Koneksi kabel pada terminal bushing dan sistem pentanahan 73 . Transformator (trafo kering) 1. Semua kabel untuk keperluan instalasi harus terbuat dari kabel tahan api. d. Pemeliharaan instalasi listrik pada bangunan gedung meliputi pekerjaan : a. Tabel berikut menunjukkan metode pemeliharaan sistem Listrik: No. Bushing c. Pembangkit Listrik Cadangan (Genset) dan Unit Catu Daya Pasokan Sementara (UPS – Uninterupted Power Supply). Memeriksa kondisi operasi peralatan listrik dengan menggunakan alat infra red investigation.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - 3) Lavatory. Relay pengaman b. Dudukan transformator e. Temperatur dan kondisi udara ruangan transformator i. c. 1. 6) Kloset jongkok. 1 SUB SISTEM 2 KEGIATAN 3 RINCIAN KEGIATAN 4 I. Terminal d. Pemeliharaan dan Perawatan Sistem Elektrikal Pekerjaan Perawatan. Pemeliharaan panel panel listrik di tiap-tiap lantai gedung. Temperatur transformator g. Pemeliharaan genset beserta kelengkapannya. KOMPONEN ELEKTRIKAL BANGUNAN GEDUNG Untuk bangunan dengan ketinggian di atas delapan lantai harus dilengkapi dengan tiga sumber catu daya: pasokan dari Perusahan Listrik Negara (PLN).. Inspection a. 5) Shower. Pemeliharaan dan perawatan instalasi listrik dan penerangan perlu memperhatikan penghematan energi listrik.

BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - No. Penggantian peralatan dan spare part bila rusak B. Pemeriksaan rumah panel b. Terminal kabel. Penyesuaian temperature dan kondisi udara ruangan transformator Penggantian peralatan dan spare part bila terjadi kerusakan a. Panel Tegangan Menengah 1. Inspection a. Komponel panel TM (Load Break Switch. Panel Distribusi Utama Tegangan Menengah (LVMDP) a. SUB SISTEM KEGIATAN 2. UPS (Sealed Type) 1.. Kondisi fisik kabel feeder dan kabel control c. Service RINCIAN KEGIATAN a. Pembersihan rumah panel Perapihan jalur kabel pada panel Pengencangan kabel. Lightning Arrester. b. Pembersihan terminal Penggantian peralatan dan spare part bila terjadi kerusakan a. Interlock System. HRC Fuse. Earthing Switch. Inspection a. Service 74 . c. c. Pengukuran tahanan pentanahan b. Pengujian interlocking secara elektrikal dan mekanik pada panel TM Penggantian peralatan dan spare part bila terjadi kerusakan 2. Service 3. d. Pengukuran dan pembersihan tahanan kontak LBS dan Earthing Switch d. Peralatan pengukuran dan Seluruh peralatan bantunya) a. g. mur dan baut Pengecatan ulang 2. e. Rumah Panel 1. f. Kondisi kabel Fuse Relay Kondisi Battery Back Up Terminal Battery Kalibrasi alat penunjuk di panel UPS Fungsi sistim control 3. Pembersihan elektroda pentanahan c. d. Inspection 2. Penggantian peralatan dan spare part B. b. Pengencangan baut b. Penggantian peralatan dan spare part II. SISTEM DISTRIBUSI A. Service 3. mur dan baut a. Pembersihan bagian luar trafo b.

Inspection 2. Penggantian peralatan dan spare part bila rusak d. Penggantian peralatan dan spare part bila 75 . Penggantian peralatan dan spare part bila rusak 1. Kalibrasi semua alat pengukur pada panel Penggantian peralatan dan spare part bila terjadi kerusakan a. sambungan. Inspection 2. Pembersihan panel-panel busbar dari air. Evaluasi dan penanggulangannya dari hasil pencatatan d. Service 3. Penggantian peralatan dan spare part bila rusak e. debu dan kotoran b. Service 3. Perapihan kabel feeder c. Fungsi pilot lamp tiap-tiap fase b. Kabel Feeder Tegangan Menengah 1. Inspection 2. Pencatatan dan pembukuan kurva beban listrik dari output travo c. SUB SISTEM KEGIATAN 3. rak kabel. Busbar 1. Service 3. Inspection 2. Pembersihan pada kabel feeder. Pilot Lamp dan Fuse 1.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - No.& MCB dengan menggunakan Current Injector Penggantian peralatan dan spare part bila terjadi kerusakan a. Penggantian peralatan dan spare part bila rusak f. rak kabel. Kabel-kabel feeder. dan kotoran b. kelembaban. Pengencangan terminal kabel dan circuit breaker Penggantian peralatan dan spare part bila terjadi kerusakan a. Alat pengukur 1. Pengencangan terminal kabel ke meteran b. Pemeriksaan panel-panel busbar b. sambungan. terminasi dan peralatan bantunya b. Pemeriksaan terminal kabel dan circuit breaker a. debu. Pengujian trip MCCB. Penggantian peralatan dan spare part bila rusak c. kelembaban. Pemeriksaan terminal kabel ke meteran a. Kondisi fisik kabel feeder a. Pengukuran tahanan isolasi dengan megger Penggantian peralatan dan spare part bila terjadi kerusakan b. Inspection 2. Komponen Peralatan Proteksi 3. Pembersihan air. terminasi b. Service RINCIAN KEGIATAN Penggantian peralatan dan spare part bila terjadi kerusakan Pemeriksaan komponen peralatan proteksi a.. Pencatatan penunjukan semua alat ukur setiap jam b. Pemeriksaan terminasi pilot lamp pada panel Penggantian bola lampu dan fuse serta peralatan dan spare part bila terjadi kerusakan a.

Pengujian MCB/MCCB dalam Tap-off box Busduct Penggantian peralatan dan spare part bila terjadi kerusakan 3. Pemeriksaan kondisi fisik Busbar panel-panel beban b. sambungan. debu dan kotoran b. MCB. Penggantian peralatan dan spare part bila rusak h.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - No. A-Meter. BEBAN LISTRIK A. kelembaban. Service 3. mur dan baut 2. Pengencangan terminasi kabel. Pembersihan pada kabel feeder. feeding end. Pembersihan busduct. tap-off box. kelembaban. Pengujian trip MCB dan MCCB dengan menggunakan Current Injector Penggantian peralatan dan spare part bila terjadi kerusakan a. Inspection 2. rak kabel. Pengencangan terminasi kabel dan circuit breaker Penggantian peralatan dan spare part bila terjadi kerusakan a. terminasi dan peralatan bantunya a. Kwh-meter) b. Penggantian peralatan dan spare part bila rusak c. Penggantian peralatan dan spare part bila rusak b. Busbar 1. Penggantian peralatan dan spare part bila rusak III. Inspection 2. MCB dan MCCB 1. Busduct 1. Panel-Panel Beban a. rak kabel. Pemeriksaan terminasi kabel ke meteran a. Service 3. Pengukuran tahanan isolasi dengan megger Penggantian peralatan dan spare part bila terjadi kerusakan Kondisi fisik busduct a. Fuse b.. debu dan kotoran b. Service 3. Pemeriksaan terminasi kabel dan circuit breaker a. Inspection Pemeriksaan kondisi fisik a. Evaluasi hasil pencatatan c. Inspection 2. terminasi b. Pembersihan air. Pencatatan penunjukan semua alat ukur (Vmeter. Pembersihan air. sambungan. Perapihan kabel feeder c. Kabel Feeder Tegangan Rendah KEGIATAN rusak 1. Service RINCIAN KEGIATAN a. SUB SISTEM f. Inspection 2. Service 76 . MCCB. Kabel-kabel feeder. Alat pengukur (Metering) 1. Pengukuran tahanan isolasi dengan Megger c.

BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - No. Pengujian tahanan isolasi dengan Megger 500 V a. terminal. Service 3. Penggantian peralatan dan spare part bila rusak E. Kalibrasi semua alat ukur Penggantian peralatan dan spare part bila terjadi kerusakan a. stop kontak serta peralatan lain bila terjadi kerusakan a. Penggantian Battery Back Up pada lampu emergency c. Pembersihan armature b. Pilot Lamp dan Fuse 1. Transformer.. Relay. SUB SISTEM KEGIATAN 3. Inspection 2. Fungsi pilot lamp tiap-tiap fase b. Kondisi Battery Back Up pada lampu emergency a. Pengamatan setiap titik lampu b. Contact Output Terminal. Pemeriksaan terminasi pilot lamp pada panel Pengencangan terminasi pilot lamp di panel Penggantian bola lampu dan fuse serta peralatan dan spare part bila terjadi kerusakan a. Pembersihan seluruh sistem control Penggantian komponen system kontrol bila terjadi kerusakan Pemeriksaan dan pengamatan fungsi dari seluruh stop kontak dan saklar Pengecekan instalasi dengan Megger 500 V Penggantian saklar. Sistem Kontrol Penerangan 1. Pengukuran intensitas penerangan dengan Luxmeter c. Penggantian peralatan dan spare part bila rusak D. Inspection 2. Service 3. Pemeriksaan dan pengamatan seluruh Service Box dan Junction Box termasuk seluruh outletnya b. Pemeriksaan dan pengamatan seluruh titik lampu b. Pembersihan seluruh service box dan junction d. instalasi dan peralatan bantunya). Service 3. Sistem Penerangan 1. Service 77 . Penggantian peralatan dan spare part bila rusak B. Kondisi sistim control secara keseluruhan (Transmission. Inspection 2. Penggantian peralatan dan spare part bila rusak RINCIAN KEGIATAN b. Service 3. Inspection 2. Stop Kontak dan Saklar 1. Under Floor Duct dan/atau Reised Floor System 1. Penggantian peralatan dan spare part bila rusak C. Penggantian peralatan dan spare part bila terjadi kerusakan a. Pemeriksaan tahanan isolasi stop kontak dalam floor duct/raised floor dengan Megger a. Inspection 2. Penggantian bola lampu bila terjadi kerusakan atau telah melampaui batas usia pakai b.

Pembersihan elektroda pentanahan b. Sistem Pertanahan 1.. Sistem Distribusi Panel Distribusi Tegangan Menengah Panel Distribusi Tegangan Rendah Kabel Feeder Tegangan Menengah Kabel Feeder Tegangan Rendah Busduct Sistem Pembumian (grounding system/aarde) 78 . Pengamatan seluruh bak kontrol termasuk koneksi kabelnya b. Pengukuran tahanan pentanahan setiap bak dengan Earth Tester a. SUB SISTEM KEGIATAN 3. Penggantian Service Box dan Junction Box serta peralatan lainnya bila terjadi kerusakan b. Pengujian tahanan isolasi stop kontak dalam floor duct/raised floor dengan megger a. Penggantian conduit/kabel bila rusak atau tidak sesuai standar nilai tahanannya a. Penggantian peralatan dan spare part bila rusak F. Pengukuran tahanan pertanahan bila tahanan di atas standar a. Pembersihan elektroda pentanahan b. Penggantian peralatan dan spare part bila rusak G. Inspection 2. UPS (Uninterrupted Power Supply). Penggantian peralatan dan spare part bila rusak 1) Pemeliharaan Sistem Kelistrikan a) Umum Sistem Kelistrikan Bangunan Gedung meliputi : Sistem Power Supply • • • • • • • Transformator.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - No. Service 3. Perbaikan tahanan pertanahan bila tahanan di atas standar Penggantian kabel dan peralatan lain bila terjadi kerusakan a. Perbaikan tahanan pentanahan di atas standar Penggantian kabel dan peralatan lain bila terjadi kerusakan 2. Sistem Penangkal Petir 1. Inspection RINCIAN KEGIATAN box b. Service 3. Pengamatan seluruh bak kontrol termasuk koneksi kabelnya b.

UPS Sebelum pengoperasian UPS dilakukan pemeriksaan antara lain : • • • • Memeriksa dan memastikan kondisi battery dalam keadaan normal dan baik. dalam posisi benar dan kuat. dalam posisi benar dan kuat. Memeriksa semua sambungan kabel pada terminal UPS. Transformator • Sebelum melakukan pemeriksaan antara lain : pengoperasian dilakukan o Memastikan transformator dalam keadaan bersih. Melakukan pendataan dan pencatatan penunjukan meteranmeteran panel UPS pada tiap-tiap jam selama UPS beroperasi antara lain : • • • • Tegangan Output Frekuensi (Hertz) Arus (Ampere) Panel Tegangan Menengah MVDP Chiller Sebelum dilakukan pemeriksaan antara lain : pengoperasian dilakukan 79 .BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - - Sistem Penangkal Petir b) Standard Operation Procedure Metoda pengoperasian untuk Sistem Kelistrikan adalah sebagai berikut. Memeriksa dan memastikan fuse dan relay pengaman dalam keadaan normal dan berfungsi dengan baik.. o Memeriksa semua sambungan kabel pada terminal transformator. Setelah UPS beroperasi dilakukan pemeriksaan terhadap diesel genset secara periodik tiap 1 (satu) jam secara terus menerus. Memeriksa dan memastikan semua meteran-meteran dalam kondisi normal dan berfungsi dengan baik. • Pemeriksaan terhadap transformator secara periodik tiap 1 (satu) jam secara terus menerus.

. o Pemastian tegangan incoming sama dengan tegangan sistem yang diinginkan. o Semua sambungan kabel pada terminal. dengan mengamati Voltmeter melalui Selector Switch. • Pencatatan atas penunjukan angka-angka pada meteran-meteran di panel MVDP secara periodik tiap 1 (satu) jam secara terus menerus antara lain o Tegangan Input (Kilo Volt/Volt) o Tegangan Output (Kilo Volt/Volt) o Frekuensi (Hertz) o Arus (Ampere) 80 . dalam posisi benar dan kuat. o Sambungan kabel pada terminal. o Pemeriksaan pilot lamp untuk mengetahui incoming power telah ada. o Pemastian tegangan incoming sama dengan tegangan sistem yang diinginkan. o Pilot lamp untuk mengetahui incoming power telah ada. dengan mengamati Voltmeter melalui Selector Switch. dalam posisi benar dan kuat. • Pencatatan atas penunjukan angka-angka pada meteran-meteran di panel MVDP secara periodik tiap 1 (satu) jam secara terus menerus antara lain o Tegangan Input (Kilo Volt/Volt) o Tegangan Output (Kilo Volt/Volt) o Frekuensi (Hertz) o Arus (Ampere) o KWH meter o KVARH meter Panel Tegangan Rendah LVMDP Chiller • Sebelum dilakukan pemeriksaan antara lain : pengoperasian dilakukan o Panel dalam keadaan bersih.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - o Panel dalam keadaan bersih.

genset beroperasi secara manual.. Melakukan pemrograman atas sistem kontrol penerangan sesuai dengan penggunaan ruangan dan sesuai dengan permintaan pihak Pemberi Tugas. oli pelumas. • 1 (satu) jam sebelum jam kerja seluruh lampu ruangan kerja harus dinyalakan dan setelah jam kerja lampu harus dimatikan. dengan langkah : o Terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan bahan bakar. dan melakukan penggantian bilamana ada lampu rusak. terminal/pole batteray. dan panel-panel. di mana pengoperasiannya dapat dilakukan dengan 2 (dua) sistem. air accu.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - o KWH meter o KVARH meter • Melakukan analisa dan membuat kurva beban harian sebagai bahan untuk evakuasi akan kebutuhan beban maupun mengevaluasi apabila terjadi gangguan. o Tekan tombol NOL (0) dari posisi automatic. 81 . Melakukan pemeriksaan atas performance lampu yang dinyalakan. yaitu : • Secara Manual. kecuali pada ruangan-ruangan di mana masih digunakan untuk lembur oleh karyawan kantor yang dapat dilakukan melalui Sistem Kontrol Penerangan. • • - Diesel Genset Catu Daya pada Bangunan Gedung berasal dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang di Back-Up dengan Diesel Genset. - Lampu Penerangan dan sistem kontrol. air radiator. o Putar posisi selector switch dari automatic ke posisi OFF. o Pelumasan mesin dengan menjalankan motor pompa oli + 5 (lima) menit o Tekan tombol manual posisi NOL (0) selanjutnya tekan tombol start. V belt.

oli pelumas. V belt. Sistem Fire Alarm dan Detektor 1) Umum Sistem Fire Alarm adalah sistem deteksi awal terhadap kemungkinan terjadinya bahaya kebakaran dengan memberikan indikasi secara audio maupun visual. dan panel-panel. o Pelumasan mesin dengan menjalankan motor pompa oli + 5 (lima) menit o Pindahkan posisi selector switch dari manual ke automatic. Pemeliharaan dan pengoperasian Sistem Fire Alarm dan detektor terdiri atas a) Sistem Deteksi Kebakaran b) Sistem Instalasi 2) Standar Operational Prosedur Metoda pengoperasian yang akan diterapkan untuk sistem Fire Alarm adalah sebagai berikut.. • Secara Automatic. Led merah menyala. a) Setiap hari Operator Fire Alarm melakukan pengontrolan atas unjuk kerja dari Annunciator selama 24 (dua puluh empat) jam baik di dalam hari dan jam kerja maupun di luar hari dan jam kerja termasuk hari libur. Pemeliharaan dan Perawatan Sistem Elektronika Sistem detektor pencegahan bahaya kebakaran dan elektronika terdapat pada bangunan gedung meliputi: a. air accu. yang 82 . 2. terminal/pole battery. dengan langkah : o Terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan bahan bakar. dari mana asal kebakaran itu dimulai sehingga dapat diambil tindakan pencegahan lebih lanjut. o Tekan tombol Automatic. Led merah akan menyala. o Genset standby dan akan hidup apabila catu daya dari PLN mati atau dimatikan secara manual.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - o Cara mematikannya tekan tombol Stop. air radiator. berkedip dan dipindah ke automatic terlebih dahulu sebelum Led merah mati.

Amplifier. 83 . Tata Suara 1) Umum Layanan sistem tata suara pada bangunan gedung. 2) Standar Operational Prosedur a) Setiap hari operator telepon melakukan pemeriksaan atas unjuk kerja MDF dan JB dari panel pengendali di ruang operator. maka Operator Fire Alarm harus segera melaporkannya ke petugas Maintenance Fire Alarm dan segera melakukan pengecekan ke lokasi untuk mengetahui penyebab terjadinya alarm di MCFA dan melaporkannya juga ke petugas lain yang terkait seperti Satuan Pengaman. Selanjutnya jaringan di dalam bangunan gedung dilakukan melalui fasilitas PABX (Pivate Automatic Branch Exchange) dan melalui kotak hubung induk (MDF – Main Distribution Frame) disebarkan ke kotak terminal (JB – Junction Box) melalui kabel distribusi. dan setelah dipastikan tidak terjadi Fault Alarm. b) Apabila menemukan gangguan pada sistem jaringan Telepon. jika ternyata sumber kebakaran dapat diatasi maka Alarm dapat di-cancel. di samping untuk keperluan pemanggilan dan program musik. Speaker Selector. c) Selanjutnya Operator Alarm akan me-reset bunyi alarm. b. Telepon 1) Umum Layanan jaringan telepon ke dalam bangunan gedung dilakukan oleh PT Telkom. maka harus segera melaporkannya ke petugas Maintenance Telephone dan segera melakukan pengecekan ke lokasi untuk mengetahui penyebab terjadinya gangguan di MDF atatu JB dan melaporkannya juga ke petugas lain yang terkait seperti Satuan Pengaman. c. 2) Standar Operational Prosedur a) Setiap hari operator melakukan pemeriksaan atas unjuk kerja Rectifier.. juga diintegrasikan dengan sistem tanda bahaya dan program panduan evakuasi bangunan gedung. MDF. selanjutnya petugas dengan berkoordinasi dengan Satuan Pengaman dapat melakukan pemeriksaan. Equalizer.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - b) Apabila Operator Fire Alarm menemukan gangguan atau alarm pada MCFA.

dari panel pengendali di ruang operator.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - microphone dan perlengkapan radio. seperti kabel fiber optic. Saat ini layanan televisi kabel juga dapat dipadukan dengan jaringan internet dan dapat juga dihubungkan dengan jaringan sirkuit tertutup (CCTV) yang digunakan untuk keperluan sistem pengaman bangunan gedung. b) Apabila menemukan gangguan pada sistem tata suara. dan suara. dll. jaringan komputer diintegrasikan dengan layanan telepon (suara dan facsimile) dan mampu mengirimkan data berupa tulisan. Saluran Televisi dan Close Circuit Television (CCTV) 1) Umum Layanan tayangan telivisi pada bangunan gedung di lakukan melalui jaringan kabel.. b) Apabila menemukan gangguan pada sistem jaringan komputer. 2) Standar Operational Prosedur a) Setiap hari operator melakukan pemeriksaan atas unjuk kerja Jaringan Komputer. dari panel pengendali di ruang operator. Hub. Saat ini. 2) Standar Operational Prosedur 84 . dan perlengkapan Uninterupted Power Supply (UPS). Server. maka harus segera melaporkannya ke petugas Maintenance dan segera melakukan pengecekan ke lokasi untuk mengetahui penyebab terjadinya gangguan tersebut dan melaporkannya juga ke petugas lain yang terkait seperti Satuan Pengaman. maka harus segera melaporkannya ke petugas Maintenance dan segera melakukan pengecekan ke lokasi untuk mengetahui penyebab terjadinya gangguan tersebut dan melaporkannya juga ke petugas lain yang terkait seperti Satuan Pengaman. cassete. Repeater. parabola. Sistem Jaringan Komputer/Internet 1) Umum Layanan internet pada bangunan gedung dapat menggunakan kabel atau nirkabel. dan antena. microwave atau satelit. e. d. Layanan ini dipusatkan pada ruang komputer yang dilengkapi oleh server computer yang dihubungkan ke provider net working melalui berbagai media. gambar.

85 . Sistem Otomatisasi Gedung (BAS) merupakan monitor dan kontrol atas : a) Sistem Central Control. 2) Standar Operational Prosedur Dengan melakukan koordinasi dengan Pelaksana Pemeliharaan Gedung Perkantoran metoda pengoperasian yang akan diterapkan oleh Badan Usaha Perawatan Gedung untuk Sistem Otomatisasi Gedung (BAS) adalah sebagai berikut : a) Sistem Ventilasi dan Air Conditioning. b) Sistem Remote Control. f) Sistem Plumbing. i) Sistim Kontrol Penerangan. b) Apabila menemukan gangguan pada jaringan televisi dan CCTV maka harus segera melaporkannya ke petugas Maintenance dan segera melakukan pengecekan ke lokasi untuk mengetahui penyebab terjadinya gangguan tersebut dan melaporkannya juga ke petugas lain yang terkait seperti Satuan Pengaman f.. Building Automation System (BAS) 1) Umum Sistem Otomatisasi Gedung (BAS) pada bangunan gedung digunakan untuk mengotomatisasikan operasional dari peralatanperalatan Mekanikal dan Elektrikal Gedung dan juga dimaksudkan untuk dapat dilakukan penghematan dalam penggunaan Energi terutama Energi Listrik. c) Sistem Power Supply. d) Sistem Ventilasi dan Air Conditioning. h) Sistem Fire Alarm dan Fire Fighting.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - a) Setiap hari operator melakukan pemeriksaan atas unjuk kerja jaringan televisi dan CCTV melalui layar monitor di ruang operator. Mengukur suhu udara di ducting dan ruangan yang memakai AHU. g) Sistem Lift / Elevator. e) Sistem Elektrikal. khususnya Sistem AHU: Memeriksa bekerjanya sistem AHU secara Sentral.

Memeriksa indikasi temperatur dan kelembaban (humidity) setiap AHU. b) Pressurized Fan Memeriksa bekerjanya Pressurized Fan secara sentral. Memeriksa mesin penggerak diesel. Memeriksa indikasi trouble genset.. Memeriksa indikasi smoke alarm setiap AHU. Memeriksa high temperatur alarm setiap trafo. Memeriksa indikasi tegangan genset. Memeriksa lampu-lampu penerangan. f) Panel LVMDP Memeriksa indikasi status panel LVMDP. Memeriksa indikasi arus genset. d) Transformator e) Genset Memeriksa indikasi status genset. Memeriksa indikasi trip alarm setiap AHU. Memeriksa indikasi KWH panel LVMDP. Memeriksa kontak-kontak catu daya. Memeriksa indikasi tegangan panel LVMDP. Memeriksa indikasi switch mode setiap AHU. c) Sistem Elektrikal dan Penerangan. Memeriksa indikasi kondisi filter setiap AHU.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - - Memeriksa indikasi status setiap AHU. Memeriksa alarm low fuel tank. Memeriksa indikasi status setiap Pressurized Fan. Memeriksa indikasi connecting pada pemutus daya g) Panel Penerangan dan Daya 86 . Memeriksa minyak trafo. Memeriksa indikasi trip alarm setiap Pressurized Fan. Memeriksa indikasi switch mode setiap Pressurized Fan. Memeriksa indikasi arus panel LVMDP. Memeriksa indikasi alarm high fuel tank.

Sistem Fire Alarm / Fire Fighting Merekam general alarm yang terjadi di MCFA. Memeriksa indikasi status saklar utama di setiap lantai.. Memeriksa indikasi status pompa fire hydrant / sprinkler. Cabang Utama Pemipaan Air Bersih Memeriksa pengaturan pembukaan dan penutupan aliran pipa air utama. Memeriksa mutu air. Memeriksa trip alarm pompa air bersih. 87 . Memeriksa indikasi connecting pada pemutus daya pada setiap lantai. Memeriksa indikasi trip alarm pompa fire hydrant / sprinkler.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - - Memeriksa bekerjanya saklar utama di setiap lantai secara sentral. Sistem Elevator / Lif Memeriksa indikasi status setiap elevator / lif. Memeriksa tanda alarm pada saat air mencapai permukaan batas bawah. Memeriksa indikasi aliran air terbuka atau tertutup. h) Sistem Plambing Ground Reservoir • • • • • • • • • • i) Memeriksa tanda alarm pada saat air mencapai permukaan batas atas. Roof Tank Memeriksa tanda alarm pada saat air mencapai permukaan batas atas. Mengatur time program. Memeriksa tanda alarm pada saat air mencapai permukaan batas bawah. Pompa Air Bersih Memeriksa indikasi status pompa air bersih. Memeriksa mutu air.

penyebabnya adalah: 1) Pengecatan pada permukaan yang belum kering 88 . Bersihkan dari bahan yang menempel pada lubang ujung saluran. KOMPONEN RUANG LUAR BANGUNAN GEDUNG 1. Jangan membuang air bekas mandi ke dalam tangki septik. Talang tegak yang terbuat dari pipa besi atau PVC sebaiknya dicat kembali sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun sekali. Bila Menggelembung (Blestering). Pemeliharaan Talang Tegak dan Datar a. d. Perbaiki atau ganti tutup saringan bila telah rusak d.. Pemeliharaan Tangki Septik a. bersihkan dari bahan yang dapat menimbulkan korosif pada seng talang datar c. Berikan lapisan meni setiap 2 (dua) tahun sekali agar seng talang tetap dapat bertahan dan berfungsi baik. 4. c. Talang datar pada atap bangunan harus diperiksa setiap 1 (satu) tahun sekali b. Periksa setiap hari saringan air yang terdapat pada lantai kamar mandi atau WC b. e. Usahakan selalu terdapat air pada setiap saringan untuk mencegah masuknya udara yang tidak sedap ke dalam ruangan (kamar mandi atau WC) c. Bila talang tegak PVC pecah atau retak karena sesuatu benturan. b. 2.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - E. Kerusakan cat pada bangunan antara lain: a. Bersihkan dari kotoran yang terdapat pada talang datar. perbaiki dengan melapis dengan bahan yang sama dengan menggunakan perekat atau lem dengan bahan yang sama 3. Pengecatan Luar Bangunan Cat dinding luar bangunan penting untuk penampilan bangunan. Cegah masuknya bahan yang tidak larut ke dalam tangki septik. Pemeliharaan Floor Drain a. Sebaiknya pengecatan ulang dilakukan pada tembok bangunan setiap 2 (dua) atau 3 (tiga) tahun. dan bersihkan bila kotor. Periksa bak kontrol bila tangki septik penuh dan sedot setiap 6 (enam) bulan sekali.

dan permukaannya haluskan dengan kertas ampelas kemudian bersihkan 2) Beri lapisan cat baru d. ini terjadi apabila 6) Permukaan yang dicat mengandung air atau menyerap air. 2) Pengecatan pada lapisan cat pertama yang belum cukup kering. c. halus & kering 4) Beri lapisan cat yang baru hingga permukaan tertutup rata. penyebabnya adalah: 1) Umumnya terjadi pada lapisan cat yang sudah tua karena elastisitas cat sudah berkurang. 2) Adanya bagian-bagian tercampur / teraduk. Berbintik (Bittiness). 3) Cat terlampau tebal dan pengeringan tidak merata. penyebabnya adalah: 1) Debu atau kotoran dari udara atau kuas/alat penyemprot tidak kering sempurna. b. Cara perbaikannya adalah: 1) Tunggu lapisan cat sampai kering sempurna 2) Gosok permukaan yang akan dicat dengan kertas ampelas halus dan bersihkan 3) Beri lapisan cat baru (yang sudah disaring) sampai permukaan cukup rata. Perubahan Warna (Discoloration) penyebabnya adalah: cairan yang sudah mengering ikut 89 . Cara perbaikannya : 1) Keroklah seluruh lapisan cat. Retak-retak (Crazing/Cracking).. Cara perbaikannya : 1) Keroklah lapisan cat yang menggelembung permukaannya dengan kertas ampelas dan haluskan 2) Beri lapisan cat baru hingga seluruh permukaan tertutup rata 3) Keroklah lapisan yang mengelupas dan bersihkan dengan kertas ampelas hingga permukaan rata.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - 2) Pengecatan terkena terik matahari langsung 3) Pengecatan atas permukaan yang lama sudah terjadi pengapuran 4) Pengecatan atas permukaan yang kotor dan berminyak 5) Bahan yang dicat menyusut / memuai.

aduk cat sehingga merata 90 . 2) Adanya bahan pengikat (binder) bereaksi dengan garam-garam alkali. g. Garis-garis bekas kuas (brush marks) penyebabnya adalah: 1) Kuas diulaskan terus pada saat cat mulai mengering 2) Permukaan cat terlalu kental 3) Pemakaian kuas yang kotor. 2) Lakukan kembali persiapan permukaan dan lapisi dengan cat dasar tahan alkali. Cara perbaikannya: 1) Pilihlah jenis cat lain. bersihkan dan beri lapisan cat yang tahan alkali. f. bersihkan dan dicat dengan cara pengecatan yang benar dan dicat ulang dengan cat yang kekentalannya cukup. e. gosoklah dengan kertas ampelas. Daya tutup berkurang (Poor opacity) penyebabnya adalah: 1) Cat yang terlalu encer 2) Pengadukan kurang baik 3) Permukaan bahan yang akan dicat terlampau porous Cara perbaikannya: 1) Encerkan cat sesuai anjuran. bersihkan dan biarkan permukaan mengering dan baru dicat ulang dalam keadaan cuaca baik 2) Keroklah seluruh lapisan cat. 2) Pengecatan pada permukaan yang mengandung lemak (wax polish).. Sukar mengering (Drying troubles) penyebabnya adalah: 1) Pengecatan dilakukan pada cuaca yang tidak baik / kurangnya sinar matahari misalnya udara lembab.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - 1) Pigmen yang dipakai tidak tahan terhadap cuaca dan terik matahari. minyak atau berdebu. Cara perbaikannya: Setelah lapisan cat mengering. biasanya pada jenis cat minyak. 3) Serangan alkali yang kuat pada bahan pengikat (binder). Cara perbaikannya : 1) Keroklah seluruh lapisan cat.

Pemeliharaan Atap Genteng Metal a. Kurang mengkilap daripada seharusnya (Loss of Gloss) penyebabnya adalah: 1) Pengecatan dilakukan pada permukaan yang mengandung minyak atau lilin 2) Pengecatan pada saat cuaca kurang baik/lembab 3) Pengecatan dilakukan pada cat yang sudah tua atau mulai mengapur. Pengecatan dilakukan dengan meni sekurang-kurangnya setiap 4 (empat) tahun sekali b. Lapisan cat menurun pada beberapa tempat (Sagging) penyebabnya adalah: Pengecatan dilakukan tidak merata. Cara perbaikannya: 1) Ampelaslah dan ulang pengecatan kayu pada lapisan cat yang sudah tua/kurang mengkilap 2) Keroklah seluruh lapisan cat dari permukaan sebelum melakukan pengecatan baru. Lakukan pemeriksaan setiap bulan c. kemudian lakukan pengecatan ulang. Cat kembali permukaan seng dengan meni secara merata 6. Periksa paku atau angkur pengikat terutama pada karet seal untuk mencegah bocor c. 5. Bersihkan dengan air dan sikat permukaan atap agar tampilannya selalu rapi 91 . Cara perbaikannya: 1) Biarkan cat mengering dengan baik 2) Ratakan bagian-bagian yang menurun dengan kertas ampelas. i. Bersihkan secara periodik permukaan atas atap dari kotoran agar tidak berkarat b. Ganti karet seal bila rusak d.. Pemeliharaan Atap Seng dan Cement Fiber Gelombang a.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - 2) Ulangi pengecatan sampai cukup rata h.

Pemeliharaan Atap Beton a. terutama pada bubungannya b. c. 9. Periksa setiap 6 (enam) bulan atap keramik. Bersihkan dengan menggunakan sikat yang lembut dan cairan sabun atau deterjen. Bila terdapat retak segera tutup dengan cat anti bocor atau campuran epoxy.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - 7. Bila menggunakan lapisan aspal-pasir sebagai lapisan atas permukaan atap. Bersihkan dari kotoran yang melekat dengan menggunakan sikat yang lembut dan airan sabun atau deterjen. Beri lapisan anti bocor dengan kuas atau dengan cara semprot secara merata c. Bersihkan setiap 6 (enam) bulan permukaan atap dari kotoran agar jamur atau tumbuhan tidak melekat b. Bersihkan setiap sebulan sekali permukaan atap dari kotoran yang melekat b. 92 . Pemeliharaan Atap Fiberglass a. dan berikan aspal cair baru setebal 5 (lima) milimeter. c. Bila terdapat retak tutup dengan cat anti bocor. Gantilah sirap yang telah rapuh atau pecah-pecah dengan yang baru dengan ukuran yang sama 8. Bila terdapat retak-retak tutup dengan plamur kayu dan cat kembali. periksa aspal yang mengelupas karena perubahan cuaca.. Perbaikan yang sempurna dapat dilakukan dengan mengerok sampai habis cat lama yang melekat. Pemeliharaan Atap Genteng Keramik a. 11. d. Periksa setiap 6 (enam) atap fiberglass terutama pada sambungan antar komponen fiberglass b. ampelas dan cat kembali dengan cat dasar serta cat penutup khusus untuk kayu. Pemeliharaan Listpang Kayu a. Cat kembali pertemuan bubung dengan genteng keramik dengan cat genteng yang sewarna 10. c. Periksa setiap 6 (enam) bulan kondisi listplank. b. Pemeliharaan Atap Sirap a.

Bersihkan exhaust fan calmic. stick mop. Prosedur pembersihan dilakukan dari bagian atas menuju ke bagian bawah. setelah dibilas kemudian dikeringkan kembali. dinding / ruang kloset bagian luar/dalam toilet dengan sempurna. lap kaca. rak lemari. setelah dibilas kemudian dikeringkan kembali. i. Bersihkan noda-noda pada dinding keramik toilet dengan menggunakan lap basah yang bersih ditambah floor cleaner. 2. Isi kembali soap dispenser yang kosong atau kurang. Pemeliharaan List Glass Fiber Cement (GRC) a. d. b. floor cleaner. Jika telah 2 (dua) minggu dispenser dikosongkan dahulu/cuci bersih baru diisi kembali dengan sabun cair.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - 12. Bersihkan urinoir. Bersihkan tempat wudhu berikut kran airnya. g. k. bilas kemudian dikeringkan. wash tafel. Ember dikosongkan / cuci bersih berikut gayungnya dengan floor 93 . f. sabun cair (liquid hand soap). Untuk posisi yang sulit dilihat gunakan pantulan cermin. hand drier. d. toilet bowl brush. Sebelum pekerjaan dimulai. e. b. bilas dan keringkan. j. Sistem pembersihan searah perputaran jarum jam. Kosongkan dan bersihkan semua tempat sampah / asbak / standing ashtray yang ada di toilet dengan sempurna. bersihkan kotoran yang menyumbat saluran. F. tissue roll. Bersihkan permukaan GRC dengan ampelas no. Isi kembali roll tissue yang sudah tipis atau basah terkena siraman air. l. wipper glass. Periksa seng penutup listplank. Buka saluran air pembuangan. tapas. siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu: ember. Bersihkan daun pintu. dimulai dari pintu masuk.. Lakukan pemeriksaan secara periodik. KOMPONEN TATA GRHA 1. hand sprayer. Pemeliharaan Kebersihan Toilet a. bowl cleaner. majun. c. Bersihkan shower room / kran shower / shower / shower pan. toilet bowl bagian luar dan bagian dalam. h. Cat kembali dengan cat emulsi secara merata. Bersihkan ember / gayung toilet (kalau ada) secara periodik mingguan. c.

terutama untuk pembersihan lantai keramik dengan mesin poles.00 WIB untuk memudahkan pekerjaan sebelum mobil parkir. Lakukan general cleaning minimal sebulan sekali. majun. karena sangat berbahaya bagi keselamatan. kemudian lakukan penyapuan/pengepelan lantai dengan stick mop khusus dan air bersih. Pel lantai keramik dengan air bersih dicampur ceramic cleaner (1 : 20). 2. check mesin harus siap laik pakai. kumpulkan sampah dalam kantong plastik sampah. Penyapuan lantai basement dilakukan pada pagi hari sebelum jam 7. c. bila kedapatan ada kabel yang terkelupas harus diperbaiki dahulu. tapas.. handle pintu dipoles dengan metal polish. stick mop. n. p. gunakan scrubbing pad untuk pembersihan nat-nat lantai keramik. Bersihkan saluran pembuangan air dari kotoran yang menyumbat. Sebelum pekerjaan dimulai siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu : Mesin poles. q. b. d. mundur ke arah pintu keluar. h. Kosongkan dan bersihkan semua tempat sampah / asbak tabung yang ada dilantai basement. o. Pemeliharaan Kebersihan Lantai Basement a. kemudian dinding dan lantai. kantong plastik sampah. semprotkan glass cleaner dari dalam bottle sprayer. usahakan bagian atas dahulu untuk pembersihan sawang. 94 . g. f. dimulai dari pintu masuk. Bersihkan tempat wudhu. Bersihkan debu pada dinding parkir basement dengan lap ½ basah agar dinding bebas debu. Bersihkan keset nomad entrance dengan penghisap debu (vacuum). m. Lakukan pembersihan dan pengeringan toilet setiap kali digunakan. e. Cuci setiap hari sabtu. Sistem pembersihan rutin searah jarum jam. Pasang kembali tikar sholat ke arah kiblat.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - cleaner. Bersihkan vent toilet basement dan lantai semen. posisi dari dalam menyamping. sapu lidi. Bersihkan musholla dengan cara mengangkat tikar sholat terlebih dahulu. Bersihkan kaca cermin / wall mirror dengan lap bersih / wipper glass. i. Bersihkan pipa / instalasi air pada plafon basement dengan rakbol dan lap basah secara periodik mingguan setiap hari sabtu. ember. terutama dinding dan kran air.

k. Pengecekan dan pembersihan drainage agar dilakukan secara rutin dan periodik. majun. Bersihkan tempat duduk/tunggu supir. Bersihkan tempat sampah yang sudah penuh. agar bebas debu dan kotoran. lobby duster. l. lantai lif secara menerus dan 95 . m. f. dengan cermat. stick mop. 4. agar kotoran yang melekat dapat terangkat. Sistem pembersihan dimulai dari arah kiri ke kanan. Vacuum lantai lobby dengan teliti. Sebelum pekerjaan dimulai. kemudian keringkan dengan menggunakan lap bersih. Gunakan mesin poles kecepatan tinggi dengan buffing pad untuk mengkilapkan lantai. Sebelum pekerjaan dimulai. siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu: Mesin poles. Bersihkan locker.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - j. c. Bersihkan / cabut rumput liar yang tumbuh di sela bebatuan. Singkirkan semua sampah yang terdapat di sana dan masukan ke dalam kantong plastik untuk dibuang ke tempat sampah. d. e. c. sapu. usahakan dicabut sebelum tanaman tersebut berbunga. f. dengan lap basah kemudian keringkan. Kosongkan dan bersihkan semua tempat sampah / asbak yang berada di lobby area dengan lap basah kemudian dikeringkan. ember. Pel lantai locker room. Apabila ada kotoran yang tertindih bebatuan. ember dan floor cleaner. wiper glass. Bersihkan keset entrance toilet basement. Bersihkan pos Satpam secara teratur setiap hari. g. garuk dan alat kebun. buffing pad. agar segera dikeluarkan dan dibuang. tangga. Pembersihan rutin terhadap dinding. mop. b.. Pel lantai dengan air bersih. terutama kebersihan dinding kaca agar selalu bebas kotoran / debu yang menempel. d. Pemeliharaan Kebersihan Pelat Atap Beton a. gerakan mundur. Basuh dinding dengan lap basah. Saluran drainage harus bersih dari sampah dan bebatuan. e. Pemeliharaan Kebersihan Lobby dan Lif a. b. siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu : kantong plastik sampah. dust pan. 3.

5. pembersihan lebih ditingkatkan untuk menjaga lantai lobby tetap kering dan mengkilap terutama lobby entrance. kusen plitur gunakan furniture polish atau yang setara secukupnya. bottle sprayer.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - hindari lantai lif dari tumpahan air dan lain sebagainya. m. jangan terlalu banyak menggunakan air. b. plin kayu. e. Pembersihan wall paper didahulukan dengan vacuum cleaner. furniture polish. apabila ingin mengulang tunggu kering dahulu. siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu: vacuum cleaner. Bersihkan taman dari pencemaran kotoran dan sampah. panel kayu. ember. Pemeliharaan Kebersihan Partisi a. Hilangkan noda dengan menggunakan spons campur busa noda cairan shampo yang diencerkan oleskan tepat di atas dan kerjakan dengan hati-hati.. Buka gordyn (vertical blind) dengan membersihkan dinding kaca (kaca jendela). Untuk pembersihan profil kayu. Sebelum pekerjaan dimulai. sikat nylon. f. Apabila noda tetap tidak hilang sebaiknya jangan diteruskan. sesuaikan cara pembersihan dan penggunaan bahan kimia yang sesuai. menarik talinya untuk 96 . terutama handle daun pintu bagian bawah seringkali terjadi noda/spot akibat sentuhan ujung sepatu yang bersemir. h. g. gunakan lap bersih dan kering. Bersihkan counter resepsionist. shampo. Bersihkan telepon umum dengan menggunakan fresh phone. o. c. i. laporkan kepada atasan untuk penanganan lebih lanjut. k. j. anak tangga dan keset nomad. Pertama-tama perhatikan finishing dinding partisi. agar orang tidak terpeleset/licin. deterjen. Pembersihan daun pintu diutamakan. Bersihkan selalu lantai lobby dengan lobby duster. n. kain majun. Bersihkan keset nomad entrance lobby dengan vacuum cleaner. l. spons. Bersihkan dinding kaca lobby bagian luar dan dalam dengan menggunakan wiper glass. d. untuk menghilangkan debu yang menempel pada dinding wall paper gunakan stick yang memakai sikat nylon (brush). Apabila ada hujan. Berikan makanan ikan hias secara teratur (jika ada).

Bersihkan semua permukaan kayu furniture dilakukan dengan seksama sampai pada cela-cela kayu. logam / stainless steel dengan metal polish atau yang setara. multi purpose cleaner. apabila dari logam stainless steel gunakan lap kering ditambah metal polish atau yang setara. bila keadaannya masih utuh. Bersihkan perangkat komputer dengan lap bersih. Bersihkan sofa/jok kain secara priodik bulanan dengan mempergunakan shampoo machine. terutama yang terkena noda lalu keringkan lagi. f. baby oil. Bersihkan kaca dan partisi aluminium atau kusen kayu. gunakan lap kering. i. b. Pemeliharaan Kebersihan Perabot dan Peralatan Kantor a. shampo karpet. metal polish. pada waktu membersihkan kaca. bersihkan bagian atasnya sesering mungkin. campurkan air ditambah multi purpose cleaner secukupnya dengan spons oleskan ke permukaan yang kotor. Bersihkan filling cabinet.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - h. Harus hati-hati di dalam menggunakan air berlebihan. gunakan shampo khusus sofa atau deterjen. c. siapkan peralatan kerja yang diperlukan selengkapnya yaitu: kain majun. fresh phone. furniture polish. otosol. periksa laci meja bersihkan agar bebas dari debu. bila kayu bersihkan dengan furniture polish. Bersihkan debu pada cabinet dengan menggunakan lap ½ basah. d. Semprotkan pengharum ruangan. 97 . apabila logam bercat gunakan lap basah dan lap kering kembali. karena biasanya banyak terdapat debu. Wall paper yang mengelupas harus dilem lagi. h. i. Bersihkan semua kotoran / sampah yang berada di meja sebelum pekerjaan pengelapan dilakukan. 6. j. mulai bagian atasnya kemudian dindingnya. agar bebas debu dan mengkilap. e. Sebelum pekerjaan dimulai. bersihkan sampah atau puntung rokok lalu masukan ke dalam kantong plastik sampah. Bersihkan kaki kursi dengan teliti.. gunakan furniture polish atau yang setara untuk kayu. Untuk kusen kayu pakailah chemical pembersih furniture atau furniture polish. g. letakan kembali asbak pada posisi semula dalam keadaan bersih. Singkirkan semua asbak. j. gunakan lap ½ basah.

ke lantai bawah d. check mesin harus siap laik pakai. Penyapuan dimulai dari lantai atas kemudian (basement). bila kedapatan ada kabel yang terkelupas harus diperbaiki dahulu. Bersihkan kayu pada plafon selasar. tangga darurat merupakan bebas hambatan yang hanya dipergunakan sewaktu-waktu dalam keadaan darurat. j. c. kain majun. gunakan wet vacuum cleaner. atau barangbarang lainnya. siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu: ember. spons. h. Singkirkan kotoran / barang yang berada di tangga darurat. 8. vacuum dahulu dengan stick 98 . keringkan segera dengan mesin wet vacuum. tapas. Pengunaan air jangan berlebihan saat pembersihan lantai. laporkan kepada bagian engineering untuk dilakukan pengecatan ulang. Cuci anak tangga dengan sikat dorong. dengan mempergunakan rakbol. e. siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu: wet vacuum cleaner. Lap pegangan tangga eksit mempergunakan lap basah campur sedikit dengan floor cleaner bilas dan keringkan. b. sikat dorong. Pemeliharaan Kebersihan Tangga Kebakaran a. Untuk menjaga temperatur udara dalam ruang dan demi keamanan. karena sangat berbahaya bagi keselamatan. b.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - 7. agar air tidak mengalir keluar tangga eksit. stick mop dan floor cleaner. rubber sweeper. Pemeliharaan Kebersihan Koridor a. bilas dengan air bersih. Sebelum pekerjaan dimulai. stick mop.. gunakan air yang dicampur floor cleaner. apabila tidak hilang dan banyak goresan. gunakan air bersih yang dicampur multi purpose cleaner. kain majun. dahulukan sebelum melakukan pekerjaan lain. Basuh dinding cat tangga eksit dengan lap basah atau spons. f. Bersihkan sarang laba-laba yang terdapat pada plafon koridor. Tangga darurat harus bebas dari kotoran / sampah. Sebelum pekerjaan dimulai. tetapi tidak terkunci. Bersihkan bagian atas plafon dengan bulu ayam. Pintu darurat harus selalu tertutup. g. langsung dikeringkan agar tidak masuk ke panel listrik. kemudian keringkan dengan lap bersih. Lap daun pintu tangga eksit bagian luar dan dalam. ember. i. c.

Bersihkan dinding kayu / wall paper gunakan lap kering. kemudian dipel dengan air bersih dicampur cairan floor cleaner dengan mempergunakan stick mop. g. check mesin-mesin harus siap laik pakai. Sebelum pekerjaan dimulai. buffing pad. dengan lap kering. Pemeliharaan Kebersihan Lantai Granit a. Mop dan Ember. daun pintu luar dalam. Bersihkan AC grill. terutama plat aluminium yang terdapat pada sisi bagian bawah daun pintu lif. Multi purpose cleaner. 10. Bersihkan pantry (dapur). lemari/rak terutama bagian atas. semprotkan pengharum ruangan. lap chiamos. dan pemadam api ringan (fire extinguiser). c. tutup neon dan asbak tabung. Sapu lantai selasar. kemudian lap kering memakai furniture polish atau yang setara. kran air. f. Melakukan pembersihan rutin setiap kali lif kotor. Pemeliharaan Kebersihan Lif a. lantai. kotak sampah. Vacuum cleaner. sapu.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - head brush. Bersihkan dinding lif. 9. h. pintu. stick mop katun. kantong plastik sampah. Siapkan peralatan kebersihan dan bahan pembersih. karena banyak terdapat kotoran setiap saat. sesekali dengan minyak lobby. Floor Cleaner. atau pel lantai lif dengan floor cleaner dan mop. dinding. mulai dari plafon dan dinding. Bersihkan perlengkapan alat pemadam kebakaran seperti: fire alarm. wash tafel. dust pan. Membersihkan pintu lif dengan glass cleaner. e. bila kedapatan ada kabel 99 . kain majun. f. fire hydrant. apakah masih berfungsi. siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu: Mesin poles. g. d. Concor dust. d. untuk permukaan kayu pergunakan furniture polish atau yang setara. yaitu pel lantai kramik. exhaust grill. lis profil. Vaccum Cleaner. b. Bersihkan dinding selasar dengan lap kering. gunakan lap chiamos dan concor dust. Vacuum lantai lif yang ditutup karpet. ember. i. j. Bila tidak ada. Matikan lif dilantai paling atas dan mulai membersihkan ruang lif.. cabinet di bawah wash tafel. dan lap ½ basah e. Periksa Pengharum ruangan/ Automatic air freshener. Membersihkan frame dan rel lif dengan multi purpose cleaner. antiwax.

dan kabel mengganggu lalu lalang orang keluar masuk lobby area. mesin poles harus siap pakai. setelah itu lakukan pengepelan dengan air bersih campurkan sedikit floor cleaner atau yang setara (1:40) gunakan stick mop katun. Buffing pad yang sudah rusak (tipis) harus segera diganti. Untuk menjaga permukaan granit tetap mengkilat dan bersih gosok dengan semir khusus sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sekali. Angkat keset nomad entrance. Vacuum cleaner. lakukanlah dengan polisher. kantong plastik sampah. Jangan meninggalkan polisher. System pembersihan. setelah permukaan bersih dari kotoran. f. agar tidak merusak lantai granit. siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu: Mesin Poles. pasang buffing pad. j. karena sangat berbahaya bagi keselamatan. apabila pekerjaan ditunda sebaiknya rapihkan dahulu dan disingkirkan ke tempat yang aman. Sapu. d. bila ada kabel yang terkelupas harus diperbaiki dahulu. Kosongkan dan bersihkan semua tempat sampah maupun standing ashtray yang berada di areal tersebut. Pemeliharaan Kebersihan Lantai Marmer a. stick mop. kemudian pengepelan dengan air hangat bersih campur antiwax (1:20) atau (1: 50). Sistem pembersihan. 100 . dalam keadaan stop kontak terpasang. Apabila lantai granit terdapat kotoran yang melekat tidak terangkat oleh sistem pengepelan. c. Gunakan High speed Polisher. dust pan. karena sangat berbahaya bagi keselamatan. ember. diawali dengan (sapu/dust pan) untuk menghilangkan kotoran dan debu yang terdapat pada lantai marmer. h.. 11. pasang Pad No. lakukan buffing lantai granit sampai mengkilap.II untuk menghilangkannya. g. kain majun. Setelah bersih betul siapkan polisher.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - yang terkelupas harus diperbaiki dahulu. i. e. lakukan vacuum debu yang terdapat pada permukaan nomad maupun di bagian bawahnya. Bersihkan pojok-pojok lantai granit dengan tapas untuk tempat yang tidak terjangkau mesin poles. pasang kembali setelah bersih. b. tapas. diawali dengan vacuum (sapu / dust pan) untuk membersihkan kotoran/debu pada permukaan granit. Sebelum pekerjaan dimulai. b.

agar tidak ada goresan dan rusak. Pemeliharaan Kebersihan Lantai Vinil a. setelah itu lakukan pengepelan dengan air bersih campuran Floor Cleaner. check mesin-mesin harus siap pakai. j. vinyl polish. agar diperbaiki atau diganti dengan yang baru. kantong plastik sampah. Untuk stripping. c. Lakukan buffing dengan mesin poles hingga mengkilap gunakan 101 . e. Vacuum Cleaner Wet & Dry. karena sangat berbahaya bagi keselamatan. kain majun. Dilakukan hanya untuk daily maintenance. Untuk menjaga permukaan marmer tetap mengkilat dan bersih gosok dengan semir khusus sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sekali. d. dan kabel terendam air. ember. apabila pekerjaan ditunda sebaiknya rapihkan dahulu dan singkirkan ke tempat yang aman. Stick mop katun. bila posisi steel wool miring/rusak/ menipis/kurang baik. untuk mencegah kerusakan lantai marmer dan mendapat hasil yang optimal. Pad. setiap 3 (tiga) bulan.. g. Sebelum pekerjaan dimulai.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - c. lakukan pengupasan permukaan lantai marmer sehingga sisa marble polish benar-benar terangkat. Lakukan penyemprotan dengan cairan marble polish atau yang setara gunakan bottle sprayer dengan jarak 50 cm dari permukaan marmer secara merata. i. tapas. bilas berulang-ulang minimal 3 (tiga) kali dengan air. Jangan meninggalkan mesin poles dalam keadaan stop kontak terpasang. Hindari gesekan mesin poles pada dinding partisi. Lakukan buffing dengan steel wool pad sampai mengkilap. dimulai dari membersihkan lantai dengan vacuum cleaner (sapu/dust pan). dengan menggunakan tapas h. Harus diperhatikan. b. dust pan. setelah itu lakukan hal seperti di atas. gunakanlah cairan cleaner atau yang setara. Sistem pembersihan. Bersihkan pojok-pojok lantai marmer yang tidak terjangkau mesin poles. Kosongkan dan bersihkan semua tempat sampah / standing ashtray yang berada pada lokasi kerja dan masukan sampah kedalam kantong plastik sampah. siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu: Mesin Poles. setelah permukaan bersih dari kotoran. 12. dan plin kayu. bila kedapatan ada kabel yang terkelupas harus diperbaiki dahulu. agar lantai marmer mengkilap f. untuk menghilangkan kotoran dan debu.

. sebelum lantai vinil benarbenar telah bersih dan bebas noda (spot) dan kering. bilas dengan air bersih berulang kali minimal 3 (tiga) kali. kain majun. kantong plastik sampah. siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu: mesin poles. Kosongkan dan bersihkan semua tempat sampah /asbak yang berada pada lokasi kerja. Lakukan sealer (pelapisan baru) dengan cairan parquette polish. f. 2 (dua) stick mop katun. jangan lakukan sealer. gunakan Wet Vacuum Cleaner. wood polish. Pekerjaan ini sebaiknya dilakukan secara priodik 3 (tiga) bulan sekali. e. d. d. tunggu 20 s/d 15 menit sampai mengering dan ulang secara bergantian. c. bilas dengan air berulang kali minimal 3 (tiga) kali pembilasan agar lantai kayu benar-benar bersih. karena spot akan tertutup oleh sealer dan hasilnya kurang baik. Harus diperhatikan. Untuk stripping. tapas dan chemical parquette polish. untuk menghilangkan kotoran dan debu. e. dan cek mesin-mesin siap pakai. kemudian singkirkan untuk sementara. dengan chemical wood polish. 13. Untuk stripping lakukan pengupasan permukaan lantai kayu sehingga lapisan parquette polish dan kotoran terangkat. dan ditempatkan kembali apabila pekerjaan telah selesai dikerjakan. Bersihkan lantai kayu dengan mesin vacuum cleaner (sapu/dust pan). sapukan merata dan tipis dengan menggunakan stick mop. dust pan. floor cleaner. b. g. Bersihkan peralatan. kosongkan dan bersihkan semua tempat sampah benda lainnya yang berada di lokasi kerja. vacuum cleaner dry. ember. tunggu 5 (lima) menit lalu ulang lagi secara bergantian vertikal dan horizontal. setelah itu lakukan pengepelan dengan air bersih campuran dengan floor cleaner.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - buffing pad. Pemeliharaan Kebersihan Lantai Kayu/Parket a. Untuk menghilangkan cairan pengupasan. Lakukan buffing dengan mesin poles sehingga rata & mengkilap dan gunakan pad yang halus. g. periksa dan buang air tangki vacuum sebelum penuh. gayung. Sebelum pekerjaan di mulai. Setelah itu lakukan sealer (pelapisan baru) dengan cairan vinyl polish sapukan merata dan tipis dengan menggunakan stick mop. lakukan pengupasan permukaan lantai vinil sehingga sisa lapisan vinyl polish dan kotoran benar benar terangkat. f. Sistem pembersihan. pad halus. simpan kembali sisa bahan kimia yang dapat 102 .

e. d. biarkan bereaksi. untuk pemasangannya sikat polisher diganti dahulu dengan driving pad. berarde. posisi diputar terkunci Jika perlu pasang pad sesuaikan kebutuhan.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - digunakan. 1) Mesin dinyalakan sikat polisher telah terpasang. Cara kerja . 6) Campuran Shampo karpet (1:10 s/d 30) untuk lantai normal atau lantai high traffic. 3) Tarik panel tangki air untuk membasahi permukaan karpet / permukaan lantai yang kotor. jangan seluruh karpet. Hal-hal yang harus diperhatikan untuk persiapan pengerjaan dengan mesin yaitu .. 14. Letakan kembali tempat sampah dan perabotan dan kembalikan ke tempatnya semula. 2) Mesin dijalankan tangki air bersih terisi atau dikosongkan sesuai dengan kebutuhan. digunakan oleh orang yang mampu 3) Aliran listrik harus dalam keadaan off. Pemeliharaan Kebersihan Lantai dengan Polisher a. 2) Isi tangki air polisher dengan larutan formula yang telah dicampur air sesuai dengan ukuran. 5) Kerjakan sebagian-sebagian. c. 1) Harus singkirkan kotoran dengan sapu dan dust pan. Pengerjaan sebelum pemolesan dilakukan . Menyalakan / menghidupkan mesin . 1) Sikat polisher dipasang. h. lebih intensif pada permukaan karpet yang lebih kotor. 1) Tegangan listrik harus sama dengan yang tertera pada mesin. 2) Mesin hanya boleh menggunakannya. Lakukan pemolesan lebih lama selama 1 (satu) menit maksimum. Untuk tingkat kekotoran normal. 4) Tunggu beberapa detik. 4) Karpet yang tidak seluruhnya diberi lem pada dasar lantainya. 2) Setelah itu angkat debu lepas dengan Dry vacuum Cleaner. 103 . b.

pada mesin-mesin dan karpet-karpet yang telah sering di-shampoo. Pemeliharaan mesin shampoo. g. 3) Mesin luar dan dalam harus bersih dan kering.gangguan : Sebab-sebab semprotan terganggu . spot remover atau sesuai dengan 104 . 1) Sisa air bersih dengan selang hisap dikeringkan dari tangki air bersih. Sebelum pekerjaan dimulai. jika perlu berulang-ulang. k. sikat dan hisap hingga kering. 2) Tangki air kotor harus benar-benar bersih dan kosong setelah dicuci. 4) Selang semprot tersumbat 5) Filter air bersih terkotori 6) Pompa semprot tidak dihidupkan. siapkanlah peralatan kerja selengkapnya yaitu: Mesin poles / Mesin Shampo.. h. Pada bagian-bagian/sudut/pinggir karpet. 2) Mulut hisap tersumbat 3) Sambungan selang dan pipa tidak benar 15. maksimum 3 (tiga) kali sambil hisap hingga kering. j.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - langsung hisap. shampo karpet. Untuk tingkat kekotoran berat. ember. i. f. Lakukan pemolesan lebih lama selama 3 (tiga) menit maksimum. 1) Tutup tangki air kotor tidak benar letaknya. dapat dikerjakan dengan mulut hisap tangan. Vacuum Cleaner. Pemeliharaan Kebersihan Lantai Karpet a. sebelum pekerjaan selesai katup air dihentikan. Bottle Sprayer. harus dimatikan busanya dengan foamstop (anti foam). Gangguan . Sebab-sebab daya hisap terlalu lemah . 2) Filter air bersih terkotori 3) Air bersih dalam tangki kosong. Pembentukan busa (foam). majun. 7) Angin palsu dalam pompa. 1) Mulut semprot tersumbat.

lalu bersihkan gunakan tissue putih. c. bila kedapatan ada kabel yang terkelupas harus diperbaiki dahulu. Dry vacuum Cleaner. hindari floor electric outlet terendam air. f. dicabut selangnya. 16. Cek mesin-mesin harus siap laik pakai. vacuum sisa air semaksimal mungkin.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - kebutuhan. baru simpan di tempat aman yang tersedia yaitu Gudang Peralatan Kerja. e. lakukanlah penghisap debu/ mengangkat kotoran lepas. dengan menggunakan stick mesin spray extraction. Bersihkan secara rutin untuk daily maintenance. untuk mencegah kerusakan mesin dan saringan debu seoptimal mungkin. gunakan dry vacuum cleaner untuk mendapatkan hasil yang bersih dan merata. posisi mengarah ke inti spot (noda karpet). b.. g. chemical cleaner. hal ini harus dilakukan sesuai dengan karakteristik karpet dan noda karpet. Sebelum pekerjaan dimulai. Vacuum Cleaner yang telah dipakai harus segera dibersihkan. gunakan Shampoo machine extraction. sikat tangan. Pindahkan untuk sementara tempat sampah dan 105 . karena sangat berbahaya bagi keselamatan. Wiper Floor. gunakan Spot Remover atau yang setara. sikat dorong. siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu: Mesin poles. karena sangat berbahaya bagi keselamatan. Wet vaccum cleaner. Spotting karpet untuk menghilangkan noda yang terdapat pada lantai karpet. Pemeliharaan Kebersihan Lantai Semen a. semprotkan dengan bottle sprayer tunggu beberapa menit. Kosongkan dan bersihkan semua tempat sampah / asbak yang berada pada lokasi kerja. ember. untuk menghindari noda pada karpet. i. cek mesin-mesin harus siap laik pakai. Shampooing carpet. sarung tangan karet. atau lap kain majun. d. harus selalu dilengkapi filter bag vacuum. Bila menemukan kotoran pada karpet. lakukan secara priodik maksimal 3 (tiga) bulan sekali. Scrubbing Pad. jangan terlalu banyak menggunakan air selama melakukan shampoo carpet. bila kedapatan ada kabel yang terkelupas harus diperbaiki dahulu. stick mop. dengan daya semprot dan daya sedot spray extraction machine serta penggunaan chemical shampoo carpet atau yang setara dicampur air (1:40) atau (1:20) untuk daerah high traffic. b. Harus diperhatikan. Lakukan spotting karpet dengan cermat agar tidak merusak karpet. harus dibersihkan sesegera mungkin. h.

berarde. Gunakan sarung tangan karet (hand glove) dan masker untuk melindungi kulit tangan dan penciuman dari bahan kimia yang digunakan. selang hisap sambungkan pada 106 . e. 10) Chemical carpet cleaner dicampur dengan air panas / dingin dalam ember dengan campuran sesuai dengan tingkat pengotoran tuangkan dalam tangki air bersih. g. buang air kotor. jika dilakukan pengerjaan pembersihan mesin. 9) Periksa apakah filter (screen filter) terpasang pada tangki air bersih. service dll. Persiapan pengerjaan dengan mesin Extractor yaitu. 3) Aliran listrik harus terputus. Bila terdapat noda. 8) Pengaman kelebihan tegangan dengan 10 A. d. plin kayu yang kena percikan obat pada waktu mesin dioperasikan. 11) Selang semprot sambungkan. 5) Penggunaan peralatan lain (perpanjangan selang / kabel) harus sesuai dengan spesifikasi pabrik. minimal 3 (tiga) kali. mengangkat sisa Bersihkan dengan kain lap basah semua permukaan benda-benda. 17.pel lantai semen dengan cairan pembersih.. vacuum cairan kotoran dengan menggunakan wet vacuum cleaner. gunakan larutan chemical cleaner kemudian sikatlah dengan mesin poles. vacuum lantai terlebih dahulu.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - asbak tersebut. kembalikan ke tempat semula apabila pekerjaan telah selesai dikerjakan. 6) Sambungan-sambungan listrik harus terlindung dari percikan air 7) Pengisian air bersih dalam tangki tidak boleh lebih dari 50 ° C. Pemeliharaan Kebersihan Lantai Karpet dengan Extractor a. 2) Mesin hanya boleh digunakan oleh orang yang mampu. kemudian keringkan. Bilas lantai yang sudah disikat dengan air bersih berulangkali. c. Lakukan wet mopping (mengepel basah) untuk kotoran pada permukaan lantai yang tidak rata. Gunakan sikat dorong atau sikat tangan untuk membersihkan sudutsudut lantai yang tidak terjangkau oleh mesin poles. Untuk mengangkat kotoran. f. 4) Isi air bersih. Larutkan chemical cleaner atau yang setara dengan air (1:20) dalam ember. 1) Tegangan listrik harus sama dengan yang tertera pada mesin.

7) Dengan tombak semprot. semprot lebih intensif pada permukaan karpet yang lebih kotor. b. 8) Dengan alat semprot ekstra. Cara kerja : 1) Semprotkan pada permukaan karpet yang kotor. sebelum pengerjaan selesai semprot dihentikan. tangki air bersih isi. 10) Untuk tingkat kekotoran normal 11) Semprotkan langsung hisap. hubungkan dengan selang semprot. biarkan bereaksi. 3) Kerjakan secara bertahap. 2) Setelah itu angkat debu lepas dengan dry vacuum Cleaner d. 2) Hanya boleh dinyalakan bila tangki air bersih terisi. 12) Kabel hubungkan. 2) Lantai di bawah karpet.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - mesin dan pada pipa semprot hisap. c. e. tidak tahan air seperti kayu. tanpa motor hisap dengan kecepatan 1-2 detik/m. motor hisap dan pompa semprot hidupkan. 9) Ekstraksi semprot. apabila tangki kosong akan merusak pompa. 12) Untuk tingkat kekotoran berat 107 . Menyalakan / menghidupkan mesin . jangan seluruh karpet. hisap terus. 5) Dengan pipa hisap / semprot. 1) Tidak merusak karpet (luntur) dan lantai di bawah karpet (lem terlepas). Hal-hal penting yang harus diperhatikan di dalam penggunaan mesin metode ekstraksi dan hanya boleh dilakukan apabila . Pengerjaan sebelum Ekstraksi dilakukan . 6) Dengan ventil terbuka.. 1) Singkirkan kotoran-kotoran dengan sapu / dust pan. 4) Campuran Shampoo carpet (1 s/d 3 liter/m2) untuk karpet normal atau carpet high traffic. 2) Tunggu beberapa detik. 1) Nyalakan pompa tekan / semprot. 3) Karpet luntur 4) Karpet tidak direkat dengan lem pada dasar lantai.

harus dimatikan busanya dengan foamstop (anti foam). b. stripping pad. Sebelum pekerjaan dimulai. chemical cleaner. f. g.gangguan : Sebab-sebab semprotan terganggu: 1) Mulut semprot tersumbat 2) Filter air bersih terkotori 3) Air bersih dalam tangki kosong 4) Pompa semprot tidak dihidupkan 5) Angin palsu dalam pompa Sebab sebab daya hisap terlalu lemah : 1) Tutup tangki air kotor tidak benar letaknya. Pemeliharaan Kebersihan Lantai Keramik a. Pembentukan busa (foam). Basahilah lantai keramik merata. stick mop. Gangguan . Lakukan pembersihan sudut-sudut lantai yang tidak terjangkau oleh mesin poles. d.. gunakan sikat dorong (sikat tangan/tapas) pakai sarung 108 . 2) Mulut hisap tersumbat 3) Sambungan selang dan pipa tidak benar 4) Tanki air kotor penuh 5) Saringan terkotori. karena sangat berbahaya bagi keselamatan. sponge/tapas. h. 18. ember. dapat dikerjakan dengan mulut hisap tangan. lakukan brushing dengan pad halus. check mesinmesin harus siap pakai. Vacuum/sapu lantai keramik terlebih dahulu untuk menghilangkan debu c.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - 13) Jika perlu di-shampo atau disikat dengan sikat halus dahulu. gunakan bahan kimia chemical cleaner atau yang setara dicampur air (1:20) tunggu ± 5 (lima) menit. pada mesin-mesin dan karpet-karpet yang telah sering dishampo. Kosongkan dan bersihkan semua tempat sampah / asbak dan benda lain yang berada pada lokasi kerja. bila kedapatan ada kabel yang terkelupas harus diperbaiki dahulu. sikat tangan. kemudian disingkirkan untuk sementara dan ditempatkan kembali apabila pekerjaan telah selesai dikerjakan. dry & wet vacuum cleaner. siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu: Mesin poles. Pada bagian-bagian / sudut / pinggir karpet.

20. 109 . karena sangat berbahaya bagi keselamatan. untuk memudahkan pembersihan sisa-sisa kotoran. Arahkan pencucian lantai paving dengan wipper floor dari posisi yang lebih tinggi ke areal yang rendah.. hisap debu tirai (vertical blind. hand stick brush. pakai hand stick brush. gunakan pembasmi rumput Round Up atau yang setara. dengan air bersih 19. d. Bersihkan rumput yang tumbuh pada celah-celah pada paving. dust pan. c. selang air. bilas gunakan stick mop katun. Bersihkan rutin tiap hari dengan sapu lidi. gunakan air panas dicampur floor cleaner atau deterjen. check mesin harus siap pakai. gunakanlah tali untuk membuka dan menutupnya. Isi kembali celah-celah paving dengan pasir halus gunakan sapu lidi sampai rata. kemungkinan macet. wiper floor. sikat nylon. minimal 3 (tiga) kali. mengarah ke floor drain atau selokan air. Bilas gunakan selang air dan keringkan kembali dengan wiper lantai dan stick mop. Apabila keadaanya kurang rata/bergelombang. siapkanlah peralatan kerja selengkapnya yaitu: wet & dry vacuum cleaner. f. Sebelum pekerjaaan dimulai. e. e. Bersihkan lantai paving yang kotor atau terkena oli kendaraan dengan sikat dorong atau mesin poles. Sebelum pekerjaan dimulai. mesin poles. apabila sulit penanggulangannya. deterjen. bila kedapatan ada kabel yang terkelupas harus diperbaiki dahulu. Pemeliharaan Kebersihan Tirai (Vertical Blind atau Gordyn) a. masukan kedalam kantong plastik sampah gunakan dust pan. maka laporkan pada teknisi. Pel berulang kali. c. Check tali vertical blind atau gordyn. Teknik penyapuan jangan bertentangan / berlawanan dengan arah angin. sapu lidi. ember. segera adakan perbaikan.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - tangan karet untuk mencegah kulit tangan terlindung dari bahan kimia yang digunakan. Gunakan wet vacuum cleaner untuk menghisap cairan kotoran lantai keramik yang terangkat. f. Pemeliharaan Kebersihan Lantai Paving a. sikat ijuk bertangkai. gunakan dry vacuum cleaner. gordyn). b. Bersihkan rutin bulanan. siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu. b. deterjen.

Check mesin Gondola. Pemeliharaan Kebersihan Dinding Granit Luar a. d. kemungkinan ada yang lepas. Pemeliharaan Kebersihan Dinding Marmer Luar a. d. g. c. ceeling dan braket-nya. sebelum pekerjaan 110 . Hilangkan spot (noda) yang terdapat pada dinding granit. Check rantai (pemberat) vertical blind atau gordyn. segera diperbaiki. keringkan dan gunakan tangga untuk dinding yang tinggi. lakukan minimal setahun sekali pengerjaanya. keringkan. sarung tangan karet. c. f. 22. Beritahukan pihak security untuk mengatur parkir kendaraan di bawah dinding yang akan dibersihkan. gunakan sikat nylon dengan air hangat. Lakukan pembersihan setiap 2 (dua) bulan sekali. f. kemudian disemir dengan gunakan lap kering (kain majun). General cleaning vertical blind (gordyn) dilakukan 6 (enam) bulan sekali. tambang. e. ember. Tangga. sponge/ tapas bottle sprayer. gunakanlah lap ½ basah. Pakailah safety belt. helm plastik. gunakan atau spot remover. apakah sudah siap pakai. Sebelum pekerjaan dimulai. General cleaning. Sebelum pekerjaan dimulai. 21. floor cleaner. kain majun. deterjen atau floor cleaner (1:20). kemudian bilas. kaca mata hitam. setelah kering dipasang kembali. sikat tangan nylon. Chemicals marble cleaner. jemur ditempat yang panas kuku. Untuk membersihkan dinding granit secara rutin bebas debu. minimal sebulan sekali. siapkanlah peralatan kerja selengkapnya yaitu. kuas. turunkan cuci dengan deterjen.. siapkanlah peralatan kerja selengkapnya yaitu: Tapas. dilakukan apabila permukaan granit sudah buram. keringkan dengan vacuum cleaner. gayung.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - d. tangkai mop. Hilangkan spot (noda) yang terdapat di vertical blind. gunakan sikat nylon. Bersihkan dinding granit dengan menggunakan lap ½ basah. dicuci gunakan tapas. e. air. gunakan sealer polibrite. sarung tangan karet (hand glove). gunakan bantuan tapas dan spot remover. bilas keringkan. ember. safety belt. posisi vertical blind digantung. kain majun. helm. Untuk menjaga kebersihan dinding granit. b. b.

perbandingan 1:20. e. kemudian bilas dengan air dan keringkan. apakah sudah laik pakai dan aman. sebelum pekerjaan pembersihan dinding kaca luar dimulai. wiper kaca atau unger kit. bersihkan celah-celah marmer. safety belt. setelah itu tarik dengan wiper kaca secara vertikal. gosok dinding kaca luar yang akan dibersihkan. karena sangat berbahaya bagi keselamatan kerja. wash applicator. Pakailah safety belt dan helm. bilas dengan lap basah. g. g. d. Celupkan wash applicator atau unger kit dalam larutan glass cleaner. gunakan cairan multi purpose cleaner campuran atau 1:20 e.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - pembersihan dimulai. wiper kaca atau unger kit. glass cleaner. campuran 1:20. gunakan tangkai mop. dempul. f. Bersihkan sisa-sisa cairan yang menetes ke lantai dengan air gunakan stick mop dan kain majun segera.. gunakan kuas atau sikat nylon dengan cairan marble cleaner (1:10). Sebelum pekerjaan dimulai. gunakan trim scrapper & blade (silet kaca). Bersihkan frame kaca aluminium. helm plastik. Pemeliharaan Kebersihan Dinding Kaca Luar a. stick mop. b. plitur. kain majun. Sebelum pekerjaan dimulai. bottle sprayer. tapas dan cairan glass cleaner atau deterjen campuran 1:30. check perlengkapan kerja terutama safety belt. kemudian bilas dengan air bersih gunakan kain majun dan keringkan dengan kain majun. wash applicator. hingga kaca benar-benar bersih. lem. bottle sprayer. f. Pemeliharaan Kebersihan Dinding Kaca Dalam a. 23. gunakan bottle sprayer. kemudian pakai bahan kimia dan tapas. tapas. ember. 24. Bersihkan dinding keramik dari debu. Bersihkan noda kaca yang terkena cat. glass cleaner. tangga. siapkanlah peralatan kerja selengkapnya yaitu: ember. basahkan/semprotkan tipis. Hentikan pekerjaan pada waktu angin kencang / hujan. c. masker. kain majun. tapas. Bersihkan debu sunscreen gunakan lap ½ basah dan masker atau bersihkan kotoran yang melekat dengan sikat nylon. majun dan bahan kimia (marble cleaner). 111 . General cleaning lakukan 3 (tiga) bulan sekali. siapkanlah peralatan kerja selengkapnya yaitu: tangga.

Bersihkan noda (spot & kotoran ) yang terdapat pada dinding bercat minyak. rakbol. b. bagian bawah dinding kaca diberi alas plastik. celupkan wash applicator atau unger kit dalam larutan glass cleaner. stick mop.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - b. lem. hingga kaca benar . mengerjakan harus teliti. basahkan / semprotkan tipis. kemudian bilas dengan air bersih sampai larutan tidak tersisa dan biarkan dinding sampai kering kembali. tunggu kering dahulu baru diulang kembali. Caranya hilangkan noda secara bertahap. ember. Bersihkan debu yang melekat pada dinding bercat minyak (water seal) dengan menggunakan kain majun. kemudian keringkan. Bersihkan debu yang melekat pada frame kaca dengan larutan multi purpose cleaner campuran 1:20. siapkanlah peralatan kerja selengkapnya yaitu : tangga.benar bersih. 25. gunakan campuran deterjen dengan air secukupnya sapukan merata. Bersihkan dinding kaca dalam. gosok dinding kaca dalam yang akan dibersihkan. gunakan sponge dan langsung keringkan dengan kain majun. gunakan kain majun. Pembersihan ini untuk daily maintenance. d. untuk bagian atas bisa gunakan tangga atau rakbol. deterjen. Pemeliharaan Kebersihan Dinding Cat a. apabila terlalu banyak menggunakan air akibatnya akan merusak permukaan cat. sponge. e. harus dilap sampai kering. Pembersihan ini dilakukan secara priodik bulanan. Pemeliharaan Kebersihan Perlengkapan Alat Pemadam Kebakaran 112 . 26. gunakan larutan washing compound digosok dengan sponge. Sebelum pekerjaan dimulai. setelah itu tarik dengan wiper kaca secara vertikal. sisa air yang menempel pada plin kayu. d. c. gunakan bottle sprayer. tapas.. campuran 1:20. Untuk menjaga kebersihan lantai. Bersihkan noda kaca yang terkena cat. kain majun. Bersihkan noda (spot & kotoran) yang terdapat pada dinding bercat minyak (water seal). e. Setelah itu bersihkan sisa larutan yang jatuh kelantai gunakan stick mop. Setelah itu bersihkan sisa larutan yang jatuh kelantai gunakan stick mop. plitur. dempul. gunakan trim scrapper & blade (silet kaca). c. Pembersihan ini dilakukan secara priodik bulanan.

kertas lap. kran air. Bersihkan tutup kotak selang kebakaran (box hydrant) di setiap lantai Gedung. f. e. siapkanlah peralatan kerja selengkapnya yaitu: ember. II. harus hati-hati mengerjakannya. washtafel. celupkan pada ember yang berisi larutan deterjen. Bersihkan debu kotak penarik alarm di setiap lantai gedung dengan lap kering atau bulu ayam. Bersihkan tabung alat pemadam api ringan (fire extinguisher) yang terpasang di gedung dengan lap basah atau spons. Mengisi kembali tissue toilet. kemudian sikat debu yang melekat. PROGRAM KERJA PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN A. Bersihkan debu bel alarm di setiap lantai gedung dengan lap kering atau bulu ayam. minimum 2 (dua) kali 113 . zink. Sebelum pekerjaan dimulai. urinal. dengan lap basah atau spons. Letakan kembali pada posisi semula. vanity top surrounds. 2. Pint Lif. dan Ruang dalam Lif Membersihkan semua bekas tapak jari atau kotoran. Pintu kaca. b. 3. setelah itu bilas dengan air bersih sampai larutan tidak tersisa dan keringkan.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - a. dengan lap g. deterjen. sponge. cermin dan perlengkapan lain dengan menggunakan obat pembersih yang tepat. Membersihkan semua perlengkapan toilet dan lainnya. Perlengkapan dalam Tiolet a. jangan menarik handle-nya. kain majun. PEMBERSIHAN HARIAN 1. b. kotak sampah termasuk kotak pembalut wanita (sanitary napkin) dan membersihkan bagian dalam dan luarnya. c. sabun cair dan plastik pembuangan sampah. selama dibersihkan jangan menarik / merusak katup alat pemadam api ringan atau terjatuh / terpelanting ke lantai sehingga menimbulkan benturan akibatnya alat pemadam tidak berfungsi lagi.. termasuk dudukan kloset. kemudian bilas dengan air bersih sampai larutan tidak tersisa dan keringkan. Asbak dan Kotak Pembuangan Sampah Mengosongkan semua asbak. d. Bersihkan debu penutup tanda EKSIT tangga darurat kering. Hati-hati. celupkan pada ember yang berisi larutan deterjen. gunakan sikat nylon.

kertas handuk. lobby bebas asap. lif lobby utama. urinal. tangga dan ruangan pembuangan sampah. kran air. 2. sink. mengisi kembali tissue toilet. 3. c. a. dll. Membersihkan dari debu. fixture. b.00. dll. sabun cair. PEMBERSIHAN PADA WAKTU JAM KERJA 1. Membersihkan dinding dan partisi ruangan dengan menggunakan lap lembab dan obat kimia apabila pada dinding dan partisi tersebut terdapat noda yang sulit dibersihkan. Menyedot lantai karpet pagi hari sebelum jam kerja dan sore hari setelah jam kerja atau sebelum karyawan masuk ruang kerja dan setelah karyawan selesai bekerja. perabot (furniture). Membersihkan semua penyekat ruangan kloset dari noda bekas rokok. lampu-lampu dan fiting. petunjuk lobby. vanity top.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - sehari atau sesuai kebutuhan. dan plastik pembuangan sampah. Menyedot. PEMBERSIHAN DI LUAR JAM KERJA 1. Pembersihan Seluruh Areal Ruang Kerja a. Semua jalan dan tangga masuk a. Membersihkan dinding berdebu dan cermin secara teratur. 4. d. b. Membersihkan semua meja dan kursi dari noda atau minuman yang tersisa di atas meja dan kursi tersebut. pintupintu dan peralatan yang terletak/ melekat pada bagian-bagian tersebut termasuk membuang sampah yang dilakukan minimum 2 (dua) kali sehari. melap dan/atau mengepel kering lantai. Membersihkan lantai. b. d. cermin. 114 . c. termasuk dudukan WC. pembuangan lemak. Menyapu setiap pagi. Koridor umum. dengan menggunakan obat pembersih yang tepat. Membersihkan dari kotoran sebelum pukul 17. Toilet dan bak Cuci a. Membersihkansemua fitting dan fixture.. dinding. plafon. C. Papan petunjuk. B. Mengosongkan tempat sampah dan kotak pembuangan lainnya. b.

pembatas ruangan. rangka dan jendela bagian luar. Membersihkan permukaan marmer. sehingga karpet harus dicuici total dalam skala kecil. Koridor umum dan area toilet a. 3. dan pastikan bahwa perangkap drain dalam keadaan bersih. vinil. 4. dan jalan mobil. Ruang pintu masuk (termasuk teras) a. 115 . 4. Menggosok pane.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - e. 5. area pengumpulan sampah. b. seperti: noda pada karpet yang terkena tumpahan makanan yang menyebabkan bau. Area parkir mobil. b. Areal ruang kerja/kantor a. b. 3. 2. digosok dan dikeringkan. termasuk drain dengan tutup terbuka. 2. 6. Kaca dan jendela Mencuci bersih semua kaca.. Lubang saluran pembuangan (drain) Membersihkan drain. pintu masuk. tempat bongkar-muat barang. Membersihkan noda yang tetap melekat pada permukaan meja kursi yang tidak dapat dilakukan pada jam kantor. D. Area tangga darurat a. Ruang pintu masuk utama dan lobby lif (di lantai dasar) Mengepel dan menggosok lantai. Penyeberangan dan jalan setapak Menyikat bersih dengan air setelah jam kerja.-panel dan rangka pintu dengan menggunakan peralatan penggosok dan/atau obat lainnya yang sesuai. Mencuci dan menggosok lantai supaya tetap bersih. granit). Mengepel lantai dan mencuci dengan air dingi dan deterjen. Membersihkan semua debu dan sampah termasuk yang ada di dalam pot. Mengepel kering semua bagian koridor (parket. terutama saat musim hujan dan saat terkena angin kencang. seperti: noda tinta pada tutup komputer yang harus dihilangkan dengan sistem lembab kering. marmer. Membersihkan semua noda yang ada di lantai (karpet dan keramik) yang tidak dapat dilakukan pada jam kerja. Melap dan membersihkan list. b. PEMBERSIHAN MINGGUAN 1.

E. Lantai mekanikal dan ruang perlengkapan Mencuci dan mengepel semua lantai. 5. Mengangkat lapisan lantai dan dinding (jika perlu). Menyikat dan memoles lanatai toilet dengan mesin poles. Menyikat bersih seluruh permukaan lantai. Membersihkan debu dan mengelap tanda petunjuk dan lampu-lampu 7. Lantai dan dinding marmer 116 . saluran. F. pipa dan jalusi. b. PEMBERSIHAN BULANAN 1. rumah lampu. tempat pengumpulan sampah dan jalanan mobil Membersihkan semua debu dengan menggunakan lap basah dari pipa. saluran. PEMBERSIHAN TIGA BULANAN 1. Ruang dalam lif dan pintu-pintu Membersihkan dekorasi dari stainless steel dengan diberi minyak pengkilat.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - a.. b. 2. kotoran. plafon dan dinding. Langit-langit dari logam Membersihkan semua langit-langit di daerah umum dan toilet. Tempat-tempat yang tinggi a. Toilet a. Membersihkan dan menyedot semua oulet/inlet AC dan exhaust fan dari noda dan debu. 2. 3. b. Tangga Menyikat dan mengepel seluruh tangga termasuk pijakan. 3. jalusi. dan serangga. 4. Area ruang kerja/kantor Membersihkan semua permukaan dinding dan partisi dari noda yang sulit dilakukan pada hari kerja. b. Tempat bongkar-muat barang. seperti: noda yang terkena bekas tinta. pegangan tangan dan nomor lantai pada dinding. 8. Lantai dan dinding a. dll. Memberi lapisan dan menggosok hingga mengkilap sekali. Membersihkan semua tempat-tempat yang tinggi dari debu. Membersihkan lantai vinil dengan sistem spoting basah. sarang laba-laba.

1. 6. 1 KONDISI/JENIS PEKERJAAN Di tempat yang tinggi PERLENGKAPAN & PERALATAN Tangga Perancah Katrol Derek Sabuk Pengaman/Helm 2 Memindahkan benda berat Papan beroda Gerobak palet Gerobak palet hidrolis Fork Lift Dongkrak Rantai 3 Menata secara teliti Penarik Penekan portable Dongkrak Rantai 117 .2. PERLENGKAPAN DAN PERALATAN SESUAI KONDISI PEKERJAAN Perlenglapan dan peralatan kerja yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 4. Pekerjaan & Perlengkapan/Peralatan NO. Lantai karpet Mencuci karpet dengan menggunakan mesin dan vacuum wet & dry dan shampo agar karpet dapat terpelihara dan terawat kebersihannya.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - Membersihkan lantai dari debu dan sisa wax yang masih melekat dan disikat lantai tersebut dengan menggunakan obat pengkilap lantai dan dinding marmer hingga mengkilap (kristalisasi). dan Tabel 4. PERLENGKAPAN DAN PERALATAN UNTUK PEKERJAAN PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG A.1. III. Tabel 4..

Saluran & Penggantung Listrik PERLENGKAPAN & PERALATAN Fish tape Pembengkok pipa Pemotong pipa Pistol ramset 4 5 Sambungan las Mesin las Tabung Oksigen/Gas Alat las Pelindung mata Pelindung api Sarung tangan Pengukur tekanan gas Gergaji besi 118 .. KONDISI/JENIS PEKERJAAN Kabel.BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - NO.

- BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG -

Tabel 4.2. Pekerjaan Pemeliharaan/Perlengkapan yang Diperlukan
Uraian
Pembersihan

Pekerjaan

Jenis
Interior

Alasan
Estetika Kesehatan

Frekuensi

Perlen gkapan
Sementara Tetap
) ) Alat-alat ) kebersihan, ) tangga, dll. ) Tangga Steiger' Tongkat panjang cat walk' ) akses luar, ) Gondola, dll. Tangga & 'steiger' Tangga & 'steiger' Tangga & 'steiger' Steiger' Gondola

Keterangan
Perlu disiapkan kebutuhan air yang cukup dan stop kontak listrik

Lantai &Tangga Mencuci Menyapu Menyedot debu Memoles Plafon & Dinding Menyeka Mencuci Jendela Kaca & Mencuci Genteng Kaca Memoles Membersihkan Mengecat Memperbaiki Plafon Mengecat Keramik, vinil, dll. Aspal, Paving

AA AA AA A+

Interior

Estetika

A A A A A B

Int/Eksterior Kesehatan Int/Eksterior Estetika/Efisiensi Int/Eksterior Interior Interior Eksterior Interior Interior Eksterior Perlindungan cuaca Estetika Estetika/Kesehatan Penerangan Estetika

Perlu kelengkapan keselamatan kerja

Pengecatan

Dinding

B AB B C BC C

Pemulihan

Lantai

permukaan Jalan setapak Dinding

Peralatan khas Steiger', dll. Gondola

Perbaikan plesteran Int/Eksterior Perlindungan cuaca Perbaikan panil Int/Eksterior Eksterior Perlindungan cuaca

Atap Servis & Penerangan

Perbaikan Mengganti lampu Mengganti kabel - listrik - telekomuinkasi

C AB

Tangga ) ) Tangga, 'steiger' Akses ('manholes')

Int/Eksterior Estetika/Efisiensi

penggantian Kabel

Interior Interior

Keselamatan Peningkatan mutu

B A

) beroda )

Penghawaan/AC Membersihkan & 'balancing' Gas Air Sprinkler Drainase Talang Perawatan peralatan Unit AC Ventilasi Lift/Escalator Gen-set Limbah Pemanas air Perawatan taman Tanaman Perbaikan Perbaikan Interior Kesehatan/Efisiensi B X X A X A AA A A A A A Tangga dan Int/Eksterior Estetika Int/Eksterior Int/Eksterior Estetika AA X A Tangga Jaringan kabel selang air Saluran irigasi Tangga ) 'steiger' dan ) alat-alat khas Katrol Perlu disiapkan ruangan yang cukup di sekitar peralatan yang ada untuk kemudahan kerja dan sirkulasi Tangga Main-hioles' Bak kontrol Tangga Panel, 'shaft'

Int/Eksterior Keselamatan Int/Eksterior Cegah kerusakan Keselamatan

Uji coba/penggantian Interior

Perbaikan tersumbat Int/Eksterior Kesehatan Perbaikan Periksa, servis ) ) Perbaikan dan ) penggantian yang ) rusak ) Menyiram dan memangkas Menanam ulang Eksterior Perlindungan cuaca

Int/Eksterior ) Efisiensi, keselamatInterior Interior ) an dan kesinambung) an operasional

Int/Eksterior Kebutuhan darurat Int/Eksterior Kesehatan Interior Kesehatan

Dekorasi

Macam-macam

Mengubah hiasan

Catatan: AA A B Teratur (harian, mingguan, bulanan) 3 bulan - 2 tahun 2 tahun - 10 tahun C X Di atas 10 tahun Tidak dapat ditentukan

119

- BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG -

B. PERALATAN MEKANIKAL & ELEKTRIKAL Peralatan umum dan peralatan khusus sesuai fungsi perlengkapan dan peralatan bangunan gedung. C. PERALATAN TATA GRHA Sekurang-kurangnya memiliki: 1. Mesin Polisher Mesin poles untuk mengupas kotoran pada permukaan lantai. 2. Mesin Pencuci Karpet Mesin ekstraktor untuk mencuci karpet dengan shampo. 3. Vacuum Wet & Dry Mesin penghisap debu untuk permukaan yang kering dan basah. 4. Blower Kipas udara digunakan untuk mengeringkan karpet yang basah. 5. Mesin Hand Polisher Perkakas untuk memoles perabot dari kayu atau permukaan metal. 6. Wipper kaca : 25 cm – 45 cm Perkakas dengan sirip karet untuk membersihkan debu/kotoran dari permukaan kaca. 7. Pad holder Tongkat untuk sikat 8. Pad brush Sikat untuk membersihkan kotoran pada permukaan lantai atau dinding. 9. Rakball Sikat berbentuk bulat untuk membersihkan kotoran di langit-langit. 10. Stainless steel mop Pel bertangkai untuk membersihkan lantai basah. 11. Stainless lobby duster 12. Tangga aluminium Pel bertangkai untuk membersihkan debu/kotoran pada lantai yang kering. 13. Wipper air Sirip karet bertangkai untuk mendorong genangan air dari permukaan lantai,

120

- BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG -

IV. STANDAR DAN KINERJA PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG A. STANDAR KEBERSIHAN Untuk menentukan tingkat kebersihan suatu ruangan digunakan standar yang lazim untuk menentukan kebersihan: 1. Plafon 2. Kaca 3. Tirai 4. Skaklar & Stop Kontak 5. Perabot 6. Lantai 7. Karpet 8. Toilet 9. Tangga 10. Taman 11. Jalan Borang-borang standar kebersihan dapat dilihat pada Tabel 4.3. Tabel 4.3.

STANDAR KEBERSIHAN
D IF U S E R / G R IL L P LA FO N D K A C A H O R IZ O N T A L B LIN D SA K LA R & STO P K O N TA K : : : : : : : : : - R UA N G - K A C A - C LO SE D - K R A N - LA N TA I - H . P IN T U - U R IN O IR - K E SE T TA N G G A - R A IL IN G - B O R D E S - P . B E SI TA M A N LA N TA I A SP A L : : : : T id a k b e r d e b u , t id a k a d a T id a k b e r d e b u , t id a k a d a S u b u r , b e r s ih , r a p i, in d a h . B e r s ih t id a k a d a s a m p a h , t id a k b a n jir , t id a k k o t o r t a n a h . n o d a , b ila d iu s a p t id a k m e m b e k a s . s a m p a h , t id a k b a s a h , t id a k b a u . b e rc a k. : : : C E R M IN : : : : T id a k b a u : a m is , p e s in g , a n y ir . B e n in g , t e r a n g , t id a k k u s a m , t id a k b e r n o d a , t id a k b a s a h . M e n g a lir la n c a r , t id a k a d a d is e k e lilin g n y a , t id a k b a u . T id a k b e r k a r a t , t id a k b a s a h , t id a k k u s a m . B e r s ih , k e r in g , t id a k a d a B e r s ih , t id a k a d a B e r s ih , t id a k a d a n o d a , t id a k a d a sa m p a h. n o d a , m e n g k ila t ( s e s u a i a s lin y a ) . n o d a , t id a k b a u , t id a k b e r k a r a t . s a m p a h , t id a k b a u . n o d a , t id a k a d a b e r c a k a n a ir B e r s ih , t id a k b e r n o d a , t id a k a d a B e b a s d a r i k o t o r , t id a k a d a la b a - la b a B e r s ih , je la s , b e n in g , t id a k a d a b e rd e b u , f ra m e ka c a b e r s ih . n o d a , t id a k a d a k o t o r a n , t id a k s a ra n g la b a - la b a , t id a k b e rd e b u s a ra n g n o d a , t id a k b e r d e b u , t id a k a d a

B e r s ih , t id a k k o t o r , t id a k b e r d e b u , r a p i. T id a k b e r d e b u , t id a k b e r n o d a B e r s ih , t id a k b e r d e b u , t id a k b e r n o d a , b ila t id a k a d a s a m p a h , t id a k a d a s a ra n g d iu s a p t id a k m e m b e k a s , la b a - la b a .

F U R N IT U R E LA N TA I K A R P E T T O ILE T

B e r s ih , t id a k b e r d e b u , t id a k b e r n o d a , t id a k b u r a m , t id a k b a s a h , t id a k b a u , n a t la n t a i b e r s ih . B e r s ih , t id a k b e r d e b u , t id a k b e r n o d a , t id a k b a u , t id a k b a s a h , t e r s is ir r a p i.

T id a k b e r d e b u , t id a k b a s a h , t id a k a d a

T id a k b e r d e b u , t id a k b e r n o d a , t id a k a d a

121

Ruang Tamu. 2. 11. 10. Ruang Lif. 4. Ruang Kerja. 17. Ruang Auditorium. 13. 16.. 8. Ruang Rapat. Toilet. Ruang Tangga. Ruang Luar. 9. Ruang Loket. Ruang Arsip. Lobby/hall. Ruang Kendali. Ruang Sholat. 15. Ruang Tunggu Supir. Ruang Komputer. Pantry. Gudang. 5. 7. 14. 6. 122 .BAB IV TATA CARA DAN METODE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG - B. 12. STANDAR MUTU RUANGAN Untuk menentukan mutu suatu ruangan digunakan standar yang tercantum dalam SNI mengenai persyaratan Tata Udara dan digunakan pada: 1. 3.

.

Kuswaryuni. Setditjen Cipta Karya Balitbang Departemen PU Dinas Tata Kota. Dr. perguruan tinggi. Jimmy Siswanto. Antonius Budiono.I. MSc. Ali As’adi. . SH Puslitbang Permukiman Universitas Indonesia IASMI Universitas Tarumanegara Ikatan Ahli Elektrikal Indonesia HAPBI Persatuan Insinyur Indonesia MP2KI IASMI YPTD Perpamsi Dinas P2B Provinsi DKI Jakarta Bagian Hukum. ST. P.. CES Ir. Antono Ir. CES Ir. pemerintah daerah. Prihadi Dr. Setjen Departemen PU Menteri Pekerjaan Umum R. SH Purwanto. FPE DR. CES Irfa Sjakira. Ir. Sekretaris Jenderal Departemen PU Direktur Jenderal Cipta Karya Narasumber Wakil-wakil instansi Pemerintah. MH Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan. DJCK. MH. Bernard Sitorus Rr. MIP Ir. Departemen PU Kepala Biro Hukum. Departemen Dalam Negeri Dinas P2B Provinsi DKI Jakarta Biro Hukum Setjen Departemen PU Bagian Hukum Setditjen Cipta Karya Dan masih terdapat narasumber lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Suprapto. asosiasi/ organisasi profesi dan praktisi : Prof. Soekartono. Budi Yuwono. D. Dalhar Susanto Dr. Dipl.PENYUSUN PEDOMAN PEMELIHARAAN DAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG Pembina Ir. Prawoto Ir. IPM Ir. Zaenal Ahmad Ir. Departemen PU Sekretaris Direktorat Jenderal Cipta Karya. Agoes Widjanarko. SE Pelaksana Ir. Ing. Dipl. Kota Bogor Ditjen Otda. Ir. MSAE Ir. Danang Prihatmodjo Ir. MCM Tjindra Parma W. SH. Soufyan Nurbambang Ir. Joessair Lubis. Djoko Kirmanto. Ir. HE Pengarah Ir. Sumartono Ruslan Rachman. SH. Daniel Mangindaan Ir. ME Ir. Ir.

Kartoko Budi Prastowo. Jakarta 12110 Indonesia Telepon : (021) 72799246 Faksimile : (021) 72799246 . MT Ir. ST. MA Ir. Utuy Riwayat Sulaiman. MCM.Kelompok Kerja Ir. MSc.G. ST Rogydesa. S. 20 Kebayoran Baru. Sumirat. MM Ir. ST Any Virgyani. Eko Djuli Sasongko. Ismono Yahmo. Pattimura No. MM Ir. ST Mulyono. R. Ir.Sos Penyelaras Akhir DIREKTORAT PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM Gedung Menteri Lantai 5 Jl. MM Ir. MT Wahyu Imam Santoso. Adjar Prajudi. Sentot Harsono.

Pattimura No.Diperbanyak oleh : DIREKTORAT PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN Jl.Jakarta Selatan 12110 Telepon : (021) 72799246 Fax : (021) 72799246 . 20 Kebayoran Baru .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->