PROPOSAL USAHA BUDIDAYA LELE SANGKURIANG UD.

FEFIRITRI SEJAHTERA OLEH FERIYANTO NIM 106092003012
I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Lele merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan tubuh memanjang dan kulit licin. Di Indonesia ikan lele mempunyai beberapa nama daerah, antara lain: ikan kalang (Padang), ikan maut (Gayo, Aceh), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikan keling (Makasar), ikan cepi (Bugis), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah). Sedang di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika), plamond (Thailand), ikan keli (Malaysia), gura magura (Srilangka), ca tre trang (Jepang). Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish. Ikan lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin. Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air. Ikan lele bersifat noctural, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Di alam ikan lele memijah pada musim penghujan. Ikan lele banyak ditemukan di benua Afrika dan Asia. Dibudidayakan di Thailand, India, Philipina dan Indonesia. Di Thailand produksi ikan lele  70 9 kg/100m2/tahun. Di India (daerah Asam) produksinya rata-rata tiap 7 bulan mencapai 1200 kg/Ha. Klasifikasi ikan lele menurut Hasanuddin Saanin dalam Djatmika et al (1986) adalah: Kingdom : Animalia Sub-kingdom : Metazoa Phyllum : Chordata Sub-phyllum : Vertebrata Klas : Pisces Sub-klas : Teleostei Ordo : Ostariophysi Sub-ordo : Siluroidea Familia : Clariidae Genus : Clarias Di Indonesia ada 6 (enam) jenis ikan lele yang dapat dikembangkan: 1). Clarias batrachus, dikenal sebagai ikan lele (Jawa), ikan kalang (Sumatera Barat), ikan maut (Sumatera Utara), dan ikan pintet (Kalimantan Selatan). 2) Clarias teysmani, dikenal sebagai lele Kembang (Jawa Barat), Kalang putih (Padang). 3) Clarias melanoderma, yang dikenal sebagai ikan duri (Sumatera Selatan), wais (Jawa Tengah), wiru (Jawa Barat).

1

6) Clarias gariepinus. 5) Clarias loiacanthus. berasal dari Afrika. Keunggulan lele dumbo dibanding lele lokal antara lain tumbuh lebih cepat. Di alam ataupun lingkungan budidaya.Namun demikian perkembangan budidaya yang pesat tanpa didukung pengelolaan induk yang baik menyebabkan lele dumbo mengalami penurunan kualitas. Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air Tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia terutama di Pulau Jawa. kaleh (Kalimantan Selatan).Seperti halnya sifat biologi lele dumbo terdahulu. pertumbuhan harian. udang-udang kecil dan mollusca sebagai makanannya. 2) Teknologi budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat. Induk betina F2 merupakan koleksi yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi yang berasal dari keturunan kedua lele dumbo yang diintroduksi 2 . insekta. ikan penang (Kalimantan Timur). ia dapat memanfaatkan plankton.4) Clarias nieuhofi. Budidaya lele berkembang pesat dikarenakan : 1) Dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi. cacing. Sebagai upaya perbaikan mutu ikan lele dumbo BBAT Sukabumi telah berhasil melakukan rekayasa genetik untuk menghasilkan lele dumbo strain baru yang diberi nama lele "Sangkuriang". maka lele dumbo tersebut layak untuk dijadikan induk dasar yaitu induk yang dilepas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan dan telah dilakukan diseminasi kepada instansi/pembudidaya yang memerlukan. limbat (Sumatera Barat). yang dikenal sebagai ikan keli (Sumatera Barat). Induk lele Sangkuriang merupakan hasil perbaikan genetik melalui cara silang balik antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6). Induk lele dumbo hasil perbaikan ini. seleksi induk yang salah atas penggunaan induk yang berkualitas rendah. 3) Pemasarannya relatif mudah dan 4) Modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah.Tujuan pembuatan Petunjuk Teknis ini adalah untuk memberikan cara dan teknik pemeliharaan ikan lele dumbo strain Sangkuriang yang dilakukan dalam rangka peningkatan produksi Perikanan untuk meningkatkan ketersediaan protein hewani dan tingkat konsumsi ikan bagi masyarakat Indonesia. Berdasarkan keunggulan lele dumbo hasil perbaikan mutu dan sediaan induk yang ada di BBAT Sukabumi. Penurunan kualitas ini dapat diamati dari karakter umum pertama matang gonad. lele Sangkuriang tergolong omnivora. daya tahan terhadap penyakit dan nilai FCR (Feeding Conversion Rate). yang dikenal sebagai lele Dumbo (Lele Domba). jumlah telur lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit. derajat penetasan telur. diberi nama "Lele Sangkuriang". Pengembangan usaha budidaya ikan lele semakin meningkat setelah masuknya jenis ikan lele dumbo ke Indonesia pada tahun 1985. King cat fish. Hal ini karena adanya perkawinan sekerabat (inbreeding). penggunaan pakan komersil (pellet) sangat dianjurkan karena berpengaruh besar terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas. yang dikenal sebagai ikan lindi (Jawa). Untuk usaha budidaya.

29 Rt. Kode Pos 16517 II. Visi dan Misi Usaha a. Sementara wilayah Jabotabek meminta tak kurang 100 ton lele perhari. 2) Ikan lele dari jenis C. Provinsi Banten membutuhkan pasokan lele 6-7 ton perhari. tidak berporos. 3) Ikan lele yang dipelihara di sawah dapat bermanfaat untuk memberantas hama padi berupa serangga air. Persyaratan Lokasi 1) Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung. menstruasi (datang bulan) tidak teratur. ASPEK YANG DIPERHATIKAN 1. batrachus juga dapat dimanfaatkan sebagai ikan pajangan atau ikan hias. Misi 1) Penjagaan dan pengawasan kualitas di setiap proses manajemen. 4. Lahan yang dapat digunakan untuk 3 . 2.1 ton pertahun. 01/09 Kelurahan Curug Kecamatan Sawangan Kota Depok. produksinya telah mencapai 22. Aspek Teknis a. and low price b. Aspek Pasar Di Kabupaten Badung-Bali misalnya. low cost.ke Indonesia tahun 1985. 4) Terendah dari yang tertinggi. 3. Induk dasar yang didiseminasikan dihasilkan dari silang balik tahap kedua antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan hasil silang balik tahap pertama (F2 6). 3) Pelayanan dan kepuasan konsumen. 2. Visi High quality. 2) Efisiensi di setiap rantai manajemen. Tak kalah banyak. Lokasi Usaha Lokasi usaha bertempat di Jalan Raya Curug No. high demand. kencing darah dan lain-lain. Sedangkan induk jantan F6 merupakan sediaan induk yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi. berlumpur dan subur. tetapi sebagian permintaannya masih belum bisa terpenuhi. hidung berdarah. karena pasar yang terbuka cukup lebar sehingga manfaat yang dapat di ambil besar diantaranya : 1) Sebagai bahan makanan. Maksud dan Tujuan Untuk itu maka kesempatan berinvestasi dalam pembudidayaan lele terutama lele sangkuriang dengan segala kelebihannya perlu ditindaklanjuti. 4) Ikan lele juga dapat diramu dengan berbagai bahan obat lain untuk mengobati penyakit asma. karena merupakan salah satu makanan alami ikan lele.

7) Ikan lele dapat hidup dalam perairan agak tenang dan kedalamannya cukup. Kedalaman air 30-60 cm. tergantung selera pemilik dan lokasinya. c. Tetapi sebaiknya bagian dasar dan dinding kolam dibuat permanen. dari 0. Kekeruhan menunjukkan kadar bahan padat yang melayang dalam air (plankton). tetapi tidak berada di bawah pohon yang daunnya mudah rontok. sekalipun kondisi airnya jelek. b. Pada minggu ke 1-6 air harus dalam keadaan jernih kolam. kolamkebun. merkuri. amonium terikat 147. e. Sungai atau saluran irigasi tidak curam.5–9.3 ppm untuk yang dewasa sampai jenuh untuk burayak. 11) Mempunyai pH 6. 2) Ikan lele hidup dengan baik di daerah dataran rendah sampai daerah yang tingginya maksimal 700 m dpl. angka secchi = 30-50 4 . kecomberan. seperti enceng gondok. dan kandungan CO2 kurang dari 12. d. b.29-157. Bentukdan ukuran kolam pemeliharaan bervariasi. mudah dikunjungi/dikontrol. 3) Elevasi tanah dari permukaan sumber air dan kolam adalah 5-10%. sehingga keramba mudah dipasang.56 mg/liter. dan blumbang. Sungai atau saluran irigasi tidak berbatu-batu. 9) Perairan yang banyak mengandung zat-zat yang dibutuhkan ikan dan bahan makanan alami. kotor dan miskin zat O2. 4) Lokasi untuk pembuatan kolam harus berhubungan langsung atau dekat dengan sumber air dan tidak dekat dengan jalan raya. keruh. dengan suhu optimal antara 25-280 C. bebas dari pencemaran maupun fitoplankton. 8) Perairan tidak boleh tercemar oleh bahan kimia. Hal ini untuk memudahkan pengontrolan dan pengawasan. Alat untuk mengukur kekeruhan air disebut secchi.8 mg/liter. turbidity (kekeruhan) bukan lumpur antara 30–60 cm. atau mengandung kadar minyak atau bahan lainnya yang dapat mematikan ikan. 6) Ikan lele dapat hidup pada suhu 200 C. Sedangkan untuk pertumbuhan larva diperlukan kisaran suhu antara 26-300C dan untuk pemijahan 24-280 C. 10) Permukaan perairan tidak boleh tertutup rapat oleh sampah atau daundaunan hidup. Perairan tersebut bukan perairan yang rawan banjir. kolam pekarangan.budidaya lele dapat berupa: sawah. 12) Persyaratan untuk pemeliharaan ikan lele di keramba : a. Penyiapan Sarana dan Peralatan Dalam pembuatan kolam pemeliharaan ikan lele sebaiknya ukurannya tidak terlalu luas. 5) Lokasi untuk pembuatan kolam hendaknya di tempat yang teduh. limbah industri. kesadahan (derajat butiran kasar ) maksimal 100 ppm dan optimal 50 ppm.Usia 10-15 minggu. Dekat dengan rumah pemeliharaannya. Pada minggu 10. Ikan pada usia 7-9 minggu kejernihan airnya harus dipertahankan. air dalam batas-batas tertentu masih diperbolehkan. Prakiraan kekeruhan air berdasarkan usia lele (minggu) sesuai angka secchi : . Lebar sungai atau saluran irigasi antara 3-5 meter. kebutuhan O2 optimal pada range yang cukup lebar.

Usia 16-19 minggu. . Perawatan induk lele: . tergantung kesuburan badan dengan ukuran panjang 20-5 cm. Ciri-ciri induk lele jantan: .Perutnya lebih langsing dan kenyal bila dibanding induk ikan lele betina.Umur induk jantan di atas tujuh bulan.Kulit lebih halus dibanding induk ikan lele betina. memanjang ke arah belakang.Kulitnya lebih kasar dibanding induk lele jantan. dan lincah. lubangnya agak lebar dan terletak di belakang anus.Selama masa pemijahan dan masa perawatan. tulang kepala pendek dan agak gepeng (depress). dan sepanjang hidupnya bisa memijah lebih dari 15 kali dengan syarat apabila makanannya mengandung cukup protein. tidak luka. Induk tersebut segera ditangkap dan ditempatkan dalam kolam tersendiri untuk dipijahkan. .Induk lele diambil dari lele yang dipelihara dalam kolam sejak kecil supaya terbiasa hidup di kolam.Urogenital papilla (kelamin) berbentuk oval (bulat daun).Bentuk badan simetris.Gerakannya lincah.Warna kulit dada agak tua bila dibanding induk ikan lele betina. kejar-kejaran antara yang jantan dan yang betina. 5.Bila bagian perut di stripping secara manual dari bagian perut ke arah ekor akan mengeluarkan cairan kekuning-kuningan (ovum/telur). 5 . Pemilihan Induk 1.. . Syarat induk lele yang baik: . . . induk ikan lele diberi makanan yang berkadar protein tinggi seperti cincangan daging bekicot. sedangkan induk betina berumur satu tahun. terletak di belakang anus.Kepalanya lebih kecil dari induk ikan lele betina. .Kepalanya lebih besar dibanding induk lele jantan. .Gerakannya lambat.Usia 20-24 minggu.Warna kulit dada agak terang. .Bila bagian perut di stripping secara manual dari perut ke arah ekor akan mengeluarkan cairan putih kental (spermatozoa-mani). tulang kepala pendek dan agak cembung. . Ciri-ciri induk lele betina . . .Berat badannya berkisar antara 100-200 gram. . 4. angka secchi = 30 c. larva lalat/belatung. tidak cacat.Perutnya lebih gembung dan lunak. . . dan warna kemerahan. angka secchi = 30-40 . 2. . Ciri-ciri induk lele siap memijah adalah calon induk terlihat mulai berpasangpasangan. 3. tidak bengkok. Penyiapan Bibit a.Frekuensi pemijahan bisa satu bula sekali. . berwarna kemerahan.Urogenital papilla (kelamin) agak menonjol.

Ikan lele membutuhkan pellet dengan kadar protein yang relatif tinggi. .Setelah benih berumur seminggu.Jarak antar sarang peneluran 1 m.  . . walaupun kecepatan aliran tidak perlu deras. . . dari tembok yang dasarnya dilengkapi saluran pengeluaran dari pipa paralon diamneter 1 inchi untuk keluarnya banih ke kolam pendederan.Kolam rotifera diberi pupuk organik untuk memenuhi persyaratan tumbuhnya rotifera. bila kolam disurutkan airnya. Kubangan ada di bagian tengah kolam dengan kedalaman 50-60 cm.rayap atau makanan buatan (pellet). . berfungsi untuk bersembunyi induk.Mengatur aliran air masuk yang bersih. Kolam Rotifera (cacing bersel tunggal): .Airi kolam sampai batas kubangan. .Luas bervariasi.Setiap sarang peneluran mempunyai satu lubang yang dibuat dari pipa paralon (PVC) ukuran 4 inchi untuk masuknya induk-induk lele. yaitu bagian dangkal (70%) dan bagian dalam (kubangan) 30 % dari luas kolam. karena kandungan lemaknya tinggi. Induk jantan baru bisa dipindahkan apabila anak-anak lele sudah berumur 2 minggu.Segera pisahkan induk-induk yang mulai lemah atau yang terserang penyakit untuk segera diobati. b. Pemberian cacing sutra harus dihentikan seminggu menjelang perkawinan atau pemijahan. . biarkan selama 4 hari.Letak kolam rotifera di bagian atas dari kolam induk berfungi untuk menumbuhkan makanan alami ikan (rotifera).  . induk betina dipisahkan.Luas kolam 10 m2. . yaitu 60%. Pemijahan di Kolam Pemijahan Kolam induk: . .Kolam rotifera dihubungkan ke kolam induk dengan pipa paralon untuk mengalirkan rotifera. Pemijahan Tradisional 1.Kolam terdiri dari 2 bagian. . sedangkan induk jantan dibiarkan untuk menjaga anak-anaknya.Kolam dapat berupa tanah seluruhnya atau tembok sebagian dengan dasar tanah.Makanan diberikan pagi hari dan sore hari dengan jumlah 5-10% dari berat total ikan.  6 .Kolam dikapur merata. minimal 50 m2. cukup 5-6 liter/menit. . lalu tebarkan pupuk kandang (kotoran ayam) sebanyak 500-750 gram/m2. . Cacing sutra kurang baik untuk makanan  induk lele.Pada sisi-sisi kolam ada sarang peneluran dengan ukuran 30x30x25 cm3.

Benih-benih lele yang sudah dipindahkan ke kolam pendederan diberi makanan secara intensif. dan diharapkan selama 10 hari berikutnya induk telah memijah dan bertelur. kemudian bilas lagi dengan air bersih dan keringkan. . Pemijahan di Bak Pemijahan Secara Berpasangan Penyiapan bak pemijahan secara berpasangan: .Biarkan induk selama 5-10 hari.Benih lele dikeluarkan dari sarnag ke kolam pendederan dengan cara: air kolam disurutkan sampai batas kubangan. Biarkan sampai 10 hari.Sarang bak pembenihan diberi ijuk dan kerikil untuk menempatkan telur hasil pemijahan.6 m. ikan rucah.Sarang pemijahan dapat dibuat pula dari tumpukan batu bata atau ember plastik atau barang bekas lain yang memungkinkan. atau satu pasang per sarang. Pemijahan  induk lele biasanya terjadi pada sore hari atau malam hari. . telur telah menetas di sarang. . Sebaiknya airnya mengalir.Dari seekor induk lele dapat menghasilkan 2000 ekor benih lele. 2.Buat bak dari semen atau teraso dengan ukuran 1 x 1 m atau 1 x 2 m dan tinggi 0. . atau satu pasang per 2-4 m2 luas kolam (pilih salah satu). Pada saat ini induk tak perlu diberi makan. Penebaran dilakukan pada jam 14. . .00. Induk lele yang baik bertelur 2-3 bulan satu kali bila makanannya baik dan akan bertelur terus sampai umur 5 tahun.Biarkan sampai 10 hari. ukuran benih 1-2 cm. air dalam kolam dinaikkan sampai 1015 cm di atas lubang sarang peneluran atau kedalaman air dalam sarang sekitar 20-25 cm. bertelur dan dalam waktu 24 jam 7 . . terkumpullah benih lele. dengan dosis (jumlah berat makanan) 2-3% dari berat total ikan yang ditebarkan . Bagian depan kotak/sarang pemijahan diberi enceng gondok supaya kotak menjadi gelap. lalu benih dialirkan melalui pipa pengeluaran.Tebarkan I (satu) pasang induk dalam satu bak setelah bak diisi air setinggi 25  cm.Masukkan induk yang terpilih ke kubangan. pellet dan semacamnya. dengan kepadatan 60 -100 ekor/m2.Sebelum bak digunakan. . bersihkan/cuci dengan air dan bilas dengan formalin 40 % atau KMnO4 (dapat dibeli di apotik).Setelah induk dalam kolam selama 10 hari.  diharapkan sepasang induk ini telah memijah. .Beri/masukkan makanan yang berprotein tinggi setiap hari seperti cacing. . Setelah 10 hari. . Di bagian atas diberi lubang dan diberi tutup untuk melihat adanya telur dalam sarang.00–16.Di dalam bak dilengkapi kotak dari kayu ukuran 25 x 40x30 cm tanpa dasar sebagai sarang pemijahan.Siapkan induk lele betina sebanyak 2 x jumlah sarang yang tersedia dan induk jantan sebanyak jumlah sarang. beri makanan yang intensif. . Pemijahan: . Setelah 24 jam. setelah kubangan diairi selama 4 hari.Pemijahan: .

disebut Follicel Stimulating Hormon. setelah bak pembenihan diairi setinggi 1 m. telur mengalami ovulasi (keluarnya telur dari jaringan ikat indung telur). surutkan air sampai ketinggian 50. yaitu hormon gonadotropin. .Sebelum digunakan. . . Setiap sarang dibuatkan satu lubang dari paralon berdiameter 4 inchi.Gametogenesis: memacu kematangan telur dan sperma. Fungsi hormon gonadotropin: . Pemijahan Buatan Cara ini disebut Induced Breeding atau hypophysasi yakni merangsang ikan lele untuk kawin dengan cara memberikan suntikan berupa cairan hormon ke dalam tubuh ikan. kemudian keringkan. ukuran 2x10 m2 atau 5x10 m2. air dalam bak dinaikkan sampai di atas lubang sarang sehingga air dalam sarang mencapai ketinggian 20-25 cm. perut ikan betina akan membengkak sedikit Demi sedikit karena ovarium menyerap air. Selama ovulasi. .Beri makanan anak-anak lele yang masih kecil (stadium larva) tersebut berupa kutu air atau anak nyamuk dan setelah agak besar dapat diberi cacing dan telur rebus. lalu dibilas dengan air bersih. Hormon hipophysa berasal dari kelenjar hipophysa.Benih lele dikeluarkan melalui saluran pengeluaran benih untuk didederkan di kolam pendederan. Setelah 12 jam penyuntikan. . dan diperkirakan telurtelur dalam sarang pemijahan telah menetas dan menjadi benih lele.Saat air ditinggikan diharapkan induk-induk berpasangan masuk sarang pemijahan.Dasar sarang pemijahan diberi ijuk dan kerikil untuk tempat menempel telur hasil pemijahan. menempel dinding bak dibuat sarang pemijahan ukuran 30x30x30 cm3. . . .Sepuluh hari kemudian air disurutkan lagi.Buat bak dari semen seluas 20 m2 atau 50 m2. .Tebarkan induk lele yang terpilih (matang telur) dalam bak pembenihan sebanyak 2xjumlah sarang .Setelah 10 hari induk dalam bak. Pemijahan di Bak Pemijahan Secara Masal Penyiapan bak pemijahan secara masal: . yang dilengkapi dengan saluran pengeluaran benih dari paralon (PVC) berdiameter 1 inchi.Mendorong nafsu sex (libido) 8 . induk jantan sama banyaknya dengan induk betina atau dapat pula ditebarkan 25-50 pasang untuk bak seluas 50 m2 (5x10 m2).telur-telur telah menetas. 3.60 cm. memijah dan bertelur. bak dikeringkan dan dibilas dengan larutan desinfektan atau formalin.  . c. induk beri makan secara intensif.Sepuluh hari kemudian. Telur-telur yang baik adalah yang berwarna kuning cerah. Pemijahan: .Di luar bak. Saat itu merupakan saat yang baik untuk melakukan pengurutan perut (stripping). Biarkan sampai 10 hari.

sehingga tubuhnya akan luka. sehingga apabila bergesekan dengan tubuh benih lele tidak akan melukai. 3. panjang 200 cm. 2. Hari pertama sampai ketiga. Makanan ditebar disekitar tempat pemasukan air. Pipa pengeluaran dihubungkan dengan pipa plastik yang dapat berfungsi untuk mengatur ketinggian air kolam. dan licin. kepadatan tebar 525 ekor/m2 c. kepadatan tebar 1125 ekor/m2 .7 mm.2) Perlakuan dan Perawatan Bibit a. Kira-kira 10 cm dari pengeluaran air dipasang saringan yang dijepit dengan 2 bingkai kayu tepat dengan permukaan dalam dinding kolam. benih lele mendapat makanan dari kantong kuning telur (yolk sac) yang dibawa sejak menetas. Kemiringan dibuat beda 3 cm di antara kedua ujung lantai. di mana yang dekat tempat pemasukan air lebih tinggi.Terjadi perebutan ransum makanan dan suatu saat dapat memicu mumculnya kanibalisme (ikan yang lebih kecil dimakan oleh ikan yang lebih besar). 2. Penjarangan adalah mengurangi padat penebaran yang dilakukan karena ikan lele berkembang ke arah lebih besar. Pada lantai dipasang pralon dengan diameter 3-5 cm dan panjang 10 m.5-0. Kira-kira 2-3 hari sebelum pemberian pakan zooplankton berakhir. dengan bentuk dan konstruksi sama dengan yang sebelumnya. halus. Dinding kolam dibuat tegak lurus.Minggu 1-2.Suasana kolam tidak sehat oleh menumpuknya CO2 dan NH3. Setiap kolam pendederan dipasang pipa pemasukan dan pipa air untuk mengeringkan kolam. Penjarangan: 1.Apabila tidak dilakukan penjarangan dapat mengakibatkan : . Permukaan lantai agak miring menuju pembuangan air. yaitu Daphnia dan Artemia yang mempunyai protein 60%. . 5. Sedikit dari tepung tersebut diberikan kepada benih 10-15 menit sebelum pemberian zooplankton. Bentuk kolam pada minggu 1-2. . Makanan yang berupa 9 .Ikan berdesakan. Kolam untuk pendederan: 1. kepadatan tebar 5000 ekor/m2 . Makanan tersebut diberikan dengan dosis 70% x biomassa setiap hari yang dibagi dalam 4 kali pemberian. Pengambilannya tidak boleh menggunakan jaring. kemudian dipaku. dan tinggi 50 cm. tetapi dengan mengatur ketinggian pipa plastik.Minggu 3-4. 2. Minggu ketiga. .Minggu 5-6. lebar 50 cm. benih dipindahkan ke kolam pendederan yang lain. Kolam pendederan yang baru berukuran 100 x 200 x 50 cm. sehingga volume ratio antara lele dengan kolam tidak seimbang. benih lele harus dikenalkan dengan makanan dalam bentuk tepung yang berkadar protein 50%. Cara penjarangan pada benih ikan lele : . Pemberian pakan: 1. Hari keempat sampai minggu kedua diberi makan zooplankton. b. Pipa plastik tersebut dikaitkan dengan suatu pengait sebagai gantungan. 4. dan O2 kurang sekali sehingga pertumbuhan ikan lele terhambat. Di antara 2 bingkai dipasang selembar kasa nyamuk dari bahan plastik berukuran mess 0.

Kolam diisi kembali dengan air segar. Pemupukan bermaksud untuk menumbuhkan plankton hewani dan nabati yang menjadi makanan alami bagi benih lele. Secara bertahap ketinggian air ditambah. Minggu ketiga diberi pakan sebanyak 43% x biomassa setiap hari.Benih lele dilaparkan terlebih dahulu agar selama pengangkutan.000/m3 atau 10 ekor/liter. tepung udang dan sedikit bubur nestum. Diatome). seluruh air diganti di tempat yang teduh. 2) Pemberian Pakan a. cacing-cacing. d. . Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang (kotoran ayam) dengan dosis 500-700 gram/m2. sebelum benih lele ditebar. ankistrodesmus spp (gol. c. air tidak keruh oleh kotoran lele. b.Tempat lele diisi dengan air bersih. Navicula spp (gol. O2 dari tabung dimasukkan ke dalam air sampai volume udara dalam plastik 1/3–1/4 bagian. Udara dalam plastik dikeluarkan. 3. 4. TSP 20 gram/m2. . Cyanophyta). Dapat pula ditambah urea 15 gram/m2. dan serangga air. d. 2. 6.teoung dapat terbuat dari campuran kuning telur. Cara tertutup: . Selanjutnya dibiarkan selama 3 hari. 2. Minggu keenam sudah bisa dicoba dengan pemberian pelet apung. (Untuk pengangkutan lebih dari 5 jam). Mula-mula 30-50 cm dan dibiarkan selama satu minggu sampai warna air kolam berubah menjadi coklat atau kehijauan yang menunjukkan mulai banyak jasad-jasad renik yang tumbuh sebagai makanan alami lele. dan amonium nitrat 15 gram/m2. Minggu ketiga diberi pakan sebanyak 43% x biomassa setiap hari. Setiap 4 jam. kemudian benih dimasukkan sedikit demi sedikit. 10 . larva. Ujung plastik segera diikat rapat. Minggu kelima diberi pakan sebanyak 21% x biomassa setiap hari.Kantong plastik yang kuat diisi air bersih dan benih dimasukkan sedikit demi sedikit. 4. Sebelum digunakan kolam dipupuk dulu. Makanan alamiah yang berupa Zooplankton. Diatome). Cara terbuka dilakukan bila jarak tidak terlalu jauh: . Chlorophyta). Makanan Alami Ikan Lele 1. Minggu keempat dan kelima diberi pakan sebanyak 32% x biomassa setiap hari. Benih ukuran 10 cm dapat diangkut dengan kepadatan maksimal 10. 7. Makanan berupa fitoplankton adalah Gomphonema spp (gol. Pengepakan dan pengangkutan benih 1. Ikan lele juga menyukai makanan busuk yang berprotein. Anabaena spp (gol. c Pemeliharaan Pembesaran 1) Pemupukan a. Jumlahnya tergantung ukurannya. 5.Plastik berisi benih lele dimasukkan dalam kardus atau peti supaya tidak mudah pecah. Ikan lele juga menyukai kotoran yang berasal dari kakus. 3.

00. c. Makanan Buatan (Pellet) 1. sebelum ditebarkan. 2. Kolam yang telah terjangkiti penyakit harus segera dikeringkan dan dilakukan pengapuran dengan dosis 200 gram/m2 selama satu minggu. Campuran dedak dan ikan rucah (9:1) atau campuran bekatul. Untuk mencegah penyakit karena bakteri. Komposisi bahan (% berat): tepung ikan=27. vitamin=1. dicetak dan dikeringkan sampai kadar airnya kurang dari 10%. mineral=0. 2. b. Proses pembuatan: Dengan cara menghaluskan bahan-bahan.5–3 ppm selama 30 menit.Pellet mulai dikenalkan pada ikan lele saat umur 6 minggu dan diberikan pada ikan lele 10-15 menit sebelum pemberian makanan yang berbentuk tepung. tepung kacang hijau=9. Cara pemberian pakan: . Tepung kapur (CaO) ditebarkan merata di dasar kolam. Makanan Tambahan 1. b. . Hama dan Penyakit a. dan bangkai. 3.00. Hama pada lele adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan lele.b. Penambahan lemak dapat diberikan dalam bentuk minyak yang dilumurkan pada pellet sebelum diberikan kepada lele. tepung darah=5.500. Air dalam kolam/bak dibersihkan 1 bulan sekali dengan cara mengganti semua air kotor tersebut dengan air bersih yang telah diendapkan 2 malam. dijadikan adonan seperti pasta. c. Pencegahan penyakit karena jamur dapat dilakukan dengan merendam lele dalam larutan Malachite Green Oxalate 2.00. kemudian dibiarkan kering lebih lanjut sampai tanah dasar kolam retak-retak.00. bungkil kacang kedele=20. daun kubis. 4) Pemeliharaan Kolam/Tambak a. Pencegahan penyakit karena bakteri juga dapat dilakukan dengan menyutik dengan terramycin 1 cc untuk 1 kg induk. 3) Pemberian Vaksinasi Cara-cara vaksinasi sebelum benih ditebarkan: a. usus ayam. tepung terigu=10.00. tulang ikan. dan bekicot (2:1:1).00. Setelah divaksinasi lele tersebut akan kebal selama 6 bulan.Hindarkan pemberian pakan pada saat terik matahari. Pemeliharaan di kecomberan dapat diberi makanan tambahan berupa sisa-sisa makanan keluarga. lele yang berumur 2 minggu dimasukkan dulu ke dalam larutan formalin dengan dosis 200 ppm selama 10-15 menit. . d. tulang ayam yang dihancurkan. dedak=9. jagung. Kolam diberi perlakuan pengapuran dengan dosis 25-200 gram/m2 untuk memberantas hama dan bibit penyakit. 11 . bungkil kacang tanah=18.50. c.Pada minggu 7 dan seterusnya sudah dapat langsung diberi makanan yang berbentuk pellet. Lumuran minyak juga dapat memperlambat pellet tenggelam.00. karena suhu tinggi dapat mengurangi nafsu makan lele.

2) Penyakit Tuberculosis Penyebab: bakteri Mycobacterium fortoitum). burung. sirip.5–3 ppm selama 30 menit dan telur direndam Malachyte Green Oxalate 0. Pengobatan melalui makanan antara lain: (1) Terramycine dengan dosis 50 mg/kg ikan/hari. menyerang daerah kepala tutup insang. ikan gabus dan belut. dan limpa). serangga. ular. katak.1 gram/m3 selama 12–24 jam.5 gram/100 kg ikan/hari selama 5–15 hari. (3) ikan sering menggosok-gosokkan tubuh pada dasar atau dinding kolam. Pengendalian: air harus dijaga kualitas dan kuantitasnya. Penyakit parasit adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah seperti virus. hama yang sering menyerang lele antara lain: berang-berang. pada daerah luka atau ikan yang sudah lemah. Gejala: (1) ikan yang diserang sangat lemah dan selalu timbul di permukaan air. kadang-kadang amuboid. terutama yang ada di perkotaan. bakteri. Pengobatan: dengan cara perendaman ikan yang terkena infeksi pada campuran larutan Formalin 25 cc/m3 dengan larutan Malachyte Green Oxalate 0. berukuran 0. maka telur tersebut diliputi benang seperti kapas.8 x 1–1.1–0. sirip dan insang. (2) Sulphonamid sebanyak 100 mg/kg ikan/hari selama 3–4 hari. perut bengkak (karena tubercle/bintil-bintil pada hati. hama yang sering menyerang hanya katak dan kucing. bintik putih di sekitar mulut dan sirip. disebut Ichthyophthirius multifilis. dan tubuh lainnya. Gejala: iwarna tubuh menjadi gelap. Pengobatan diulang setelah 3 hari. Gejala: tubuh ikan berwarna gelap. berputar-putar atau miring-miring. kulit kesat dan timbul pendarahan. Pengobatan: dengan Terramycin dicampur dengan makanan 5–7. termasuk kualitas air.2 ppm selama 1 jam atau 5–10 ppm selama 15 menit. jamur.b. Pemeliharaan lele secara intensif tidak banyak diserang hama. c. mempunyai inti berbentuk tapal kuda. Di pekarangan. Jamur ini tumbuh menjadi saprofit pada jaringan tubuh yang mati atau ikan yang kondisinya lemah.5 mikron. Penyerangan pada telur. Posisi berdiri di permukaan air. bentuknya bulat. 1) Penyakit karena bakteri Aeromonas hydrophilla dan Pseudomonas hydrophylla Bentuk bakteri ini seperti batang dengan polar flage (cambuk yang terletak di ujung batang). kemudian ikan diberi air yang segar. ginjal. dan protozoa yang berukuran kecil.7–0. (2) terdapat bintik-bintik berwarna putih pada kulit. Di alam bebas dan di kolam terbuka. Pengendalian: memelihara lingkungan perairan agar tetap bersih. 4) Penyakit Bintik Putih dan Gatal/Trichodiniasis Penyebab: parasit dari golongan Ciliata. 12 . Pengendalian: benih gelondongan dan ikan dewasa direndam pada Malachyte Green Oxalate 2. 3) Penyakit karena jamur/candawan Saprolegnia. musang air. bernafas megapmegap di permukaan air. Pengendalian: memperbaiki kualitas air dan lingkungan kolam. dan cambuk ini digunakan untuk bergerak. Gejala: ikan ditumbuhi sekumpulan benang halus seperti kapas. diberikan selama 7–10 hari berturut-turut.

tangguh atau jaring. 8) Lakukanlah penimbangan secepat mungkin dan cukup satu kali.5% selama 10 menit. Gejala: pertumbuhannya lambat. 3) Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari supaya lele tidak terlalu kepanasan. harus ditambah dosis makanannya. tangan. pemanenan dapat dilakukan pada masa pemeliharaan 3-4 bulan dengan berat 200-300 gram per ekornya. kemudian timbul pendarahan yang akibatnya pernafasan terganggu. sehingga lele mudah ditangkap. biarkan lele lapar lebih dahulu. cacing berwarna merah kecoklatan. lambit. CO2). 5) Bila penangkapan menggunakan pancing. Pengendalian: (1) direndam Formalin 250 cc/m3 air selama 15 menit. kolam diberi peneduh sementara dan air diganti dengan yang suhunya lebih dingin. piaralah dulu lele tersebut di dalam tong/bak/hapa selama 1-2 hari tanpa diberi makan agar bau tanah dan bau amisnya hilang. (5) dapat juga memakai larutan  NH4OH 0.  6) Parasit Hirudinae Penyebab: lintah Hirudinae. Pengendalian: selalu diamati pada saat mengurangi padat tebar dan dengan larutan Diterex 0.  (4) memakai larutan NaCl 2% selama 30 menit. Gejala: insang yang dirusak menjadi luka-luka. sedangkan cacing Gyrodactylus menyerang kulit dan sirip. 7. kemudian kondisi tersebut harus segera diubah. 7) Setelah dipanen. maka air harus segera diganti. 6) Bila penangkapan menggunakan jaring. 4) Kolam dikeringkan sebagian saja dan ikan ditangkap dengan menggunakan seser halus. Hama Kolam/Tambak Apabila lele menunjukkan tanda-tanda sakit. Panen Penangkapan Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemanenan: 1) Lele dipanen pada umur 6-8 bulan.01% selama 30 menit. 3) Bila kandungan gas-gas beracun (H2S. karena darah terhisap oleh parasit. 2) Bila pH terlalu rendah. Apabila waktu pemeliharaan ditambah 5-6 bulan akan mencapai berat 1-2 kg dengan panjang 60-70 cm.5 ppm. 13 . Cacing Dactylogyrus menyerang insang. 4) Bila makanan kurang. (2) Methyline Blue 3 ppm selama 24 jam. (3) mencelupkan tubuh ikan ke dalam larutan Kalium -Permanganat (KMnO4) 0. harus dikontrol faktor penyebabnya. pemanenan dilakukan bersamaan dengan pemberian pakan. sewaktu-waktu dapat dipanen.5) Penyakit Cacing Trematoda Penyebab: cacing kecil Gyrodactylus dan Dactylogyrus.2. misalnya : 1) Bila suhu terlalu tinggi. Berat rata-rata pada umur tersebut sekitar 200 gram/ekor. 2) Pada lele Dumbo. sehingga menyebabkan anemia/kurang darah. diberi larutan kapur 10 gram/100 l air. kecuali bila dikehendaki.

karena dapat menyebabkan daging terasa pahit. kolam harus dibersihkan dengan cara: 1) Kolam dibersihkan dengan cara menyiramkan/memasukkan larutan kapur sebanyak 20-200 gram/m2 pada dinding kolam sampai rata.Pembersihan Setelah ikan lele dipanen. 3) Setelah isi perut dikeluarkan. Pascapanen 1) Setelah dipanen. b. dan SITU yang sewaktu-waktu dalam kurun waktu yang tidak ditentukan akan terus berkembang. Aspek Hukum Pendirian usaha dengan bentuk UD atau Usaha Dagang yang memiliki surat izin seperti NPWP. Aspek Manajemen a. Manajemen Pemasaran Pemilihan pasar dilakukan terlebih dahulu survei pasar guna melihat potensi pasar dan keinginan konsumen serta pengambilan dan pengumpulan data terus menerus yang bersifat ringan hingga berat. 6. Aspek Sosial Kebutuhan akan kecukupan gizi seperti protein yang tinggi di masyarakat mendorong untuk mencari varian baru dari lauk berkadar protein tinggi yang terjangkau selain telur. Sebelumdibersihkan sebaiknya lele dimatikan terlebih dulu dengan memukul kepalanya memakai muntu atau kayu. 4. Ikan merupakan salah satu penyumbang protein selain telor. 3) Kolam dibilas dengan air bersih dan dipanaskan atau dikeringkan dengan sinar matahari langsung. Aspek Finansial Permodalan dapat ditunjang dari modal sendiri dan pinjaman halal dari pihak lain atau lembaga pemberi kredit. 2) Penyiraman dilanjutkan dengan larutan formalin 40% atau larutan permanganat kalikus (PK) dengan cara yang sama. lele dibersihkan dari lumpur dan isi perut ya. 14 . Disamping itu untuk melihat perasingan usaha sejenis sehingga dapat menentukan kebijakan harga jual dengan perhitungan biaya. 2) Saat mengeluarkan kotoran. 5. Manajemen Tenaga Kerja Tenaga kerja diambil dari penduduk sekitar sesuai dengan fungsi dan tugasnya dalam bidang tertentu yang rutinitas pada beberapa kesempatan dilakukan pembinaan dan pelatihan baik moril atau materil untuk meningkatkan motivasi dan kegiatan kerja personil. jangan sampai memecahkan empedu. SIUP. 3. TDP. Hal ini dilakukan untuk membunuh penyakit yang ada di kolam. ikan lele dapat dimanfaatkan untuk berbagai ragam masakan.

900.1.750.052.000.84 kg Harga produksi = Rp 5.418.63 28.000.947.1.000.200.000.000.63 300. Investasi a.800. 6. Penyusutan drum plastik Rp 750.052.000. Biaya Variabel a.2.000.1. Lain-lain 12 bin @ Rp 100.17.37 15 .000. KEUNTUNGAN 7.500.000.4.1. Pakan 4800 kg @ Rp 3700 Benih ukuran 5-8 cm sebanyak 25. Tenaga kerja tetap 12 OB @ Rp 250. Alat perikanan 2 paket @ Rp 100.000.-/2 thn c.000.500. Obat-obatan 6 unit @ Rp 50.000.250.05 = Rp = Rp = Rp Rp = Rp = Rp = Rp Rp = Rp = Rp = = = = Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 1.000.396. 1.f.000.-/1 thn Penyusutan bak kayu lapis plastik Rp b.e. Biaya Tetap a.3.000.281.000.000.b.000.000.000.200.021.c.150.3. III.000.c.000. 80.2. Bak kayu lapis plastik 3 unit @ Rp 500.181.263 ekor @ Rp b. Penyusutan lahan Rp 1.000.63 26. Drum plastik 5 buah @ Rp 150.000.750. ANALISA KELAYAKAN USAHA ANALISA USAHA Pembesaran lele Sangkuriang di bak plastik 1.000.00 2.000. Aspek Lingkungan Penggunaan bahan obat penyakit dan penanggulangan hama harus dengan kadar rendah hingga tinggi dengan melihat dampak yang terjadi di lingkungan budidaya.000. Sewa lahan 1 tahun @ Rp 1. Break Event Point (BEP) Volume produksi = 4.24.d.000.-/5 thn 3. Total Biaya 5. Pendapatan Produksi lele konsumsi 4800 kg x Rp 6000/kg -.760.7.052.496.000.

2. Rekomendasi Usaha ini layak untuk dicoba karena peluangnya yang tinggi. Kesimpulan Usaha budidaya lele terutama untuk varietas baru yaitu lele sangkuriang sangat terbuka pasarnya. Ditambah kebutuhan akan lele yang belum terpenuhi dibeberapa tempat mendorong usaha ini untuk maju. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 1.Sumber :Buku Budidaya Lele Sangkuriang. 16 . bahkan bisa menjadi produk subtitusi dari lele dumbo. Ditjen Perikanan Budidaya IV. Pembudidayaan. Dengan ditunjang karakteristik lele tersebut yang berdaging tebal dan cepat sekali pertumbuhannya dibanding dengan lele dumbo. Dit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times