SALINAN

PERATURAN
MENTERI PENOIOIKAN NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 18 TAHUN 2010
TENTANG
PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN
DANA ALOKASI KHUSUS (OAK) BIOANG PENOIOIKAN
TAHUN ANGGARAN 2010 UNTUK SO/SOLB
OENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PENOIOIKAN NASIONAL,
Menimbang a. bahwa sesuai Pasal 59 ayat (1) Peraturan Pemerintah
Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan, Menteri
Tekni:; memiliki kewenangan untuk menetapkan Petunjuk
Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus berdasar Alokasi
dan Pedoman Umum Dana Alokasi Khusus yang
ditetapkan oleh Menteri Keuangan;
b. bahwa Pasal 18 ayat (5b) Undang-Undang Nomor 2 Tahun
2010 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 47
Tahun 2009 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara Tahun Anggaran 2010 telah mengubah kebijakan
pemberian block grantlhibah kepada sekolah dalam
penggunaan OAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran
2010;
c. bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan
sebagaimana dimaksud pada huruf a, Menteri Pendidikan
Nasional telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendikan
Nasional Nomor 5 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis
Penggul1aan Dana Alokasi Khusus (OAK) Bidang
Pendidikan Tahun Anggaran 2010, yang berdasar
ketentuan sebagaimana dimaksud pada huruf b sudah
tidak sesuai sehingga perlu dilakukan perubahan;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
pada huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Petunjuk
Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus (OAK) Bidang
Pendidikan Tahun Anggaran 2010 Untuk SO/SOLS;
Mengingat 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003
Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4286);
2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4301);
3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara
Repuulik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor
12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia TahLln
2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4844);
4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan
Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4438);
5. Undang-Undang Nomor 47 Tahun 2009 tentang Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2010
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor
156, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5075) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang
Nomor 2 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2010 Nomor 69, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5132);
6.Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4496);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana
Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun .
2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4575);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 1408, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang
Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahul1 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4593);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang
Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4609);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan
Penyelenggaraan Pemerintahan Oaerah Kepada Pemerintah,
Laporan Keterangan Kepala Oaerah Kepada Dewan
Perwakilan Rakyat Oaerah, dan Informasi Laporan
Penyelenggaraan Pemerintahan Oaerah Kepada Masyarakat
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor
19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4693);
12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang
Pembangian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah,
Pemerintahan Oaerah Provinsi, dan Pemerintahan Oaerah
Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara
Repul.>lik Indonesia Nomor 4737);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang
Organisasi Perangkat Oaerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4741);
14. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib
Belajar (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 90, Tambahan Lernbaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4863);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang
Pendanaan Pendidikan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 91, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4864);
16. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang
Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara;
17. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 tentang
Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II;
18. Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2009 tentang Rencana
Kerja Pemerintah Tahun 2010;
19. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
20. Peraturan Menteri Oalam Negeri Nomor 20 Tahun 2009
tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Dana Alokasi
KhuSliS (OAK) di Oaerah;
21. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 175/PMK.07/2009
tentang Alokasi dan Pedoman Umum Dana Alokasi Khusus
(OAK) Tahun Anggaran 2010.
22. Surat Komisi X OPR RI Nomor 259/KOM.XlOPR-RINII/2010
tanggal 26 Juli 2010 perihal : Pengantar Persetujuan Petunjuk
Teknis OAK Pendidikan TA 2010 Jenjang SO/SOLB;
23. Surat Kementerian Oalam Negeri Republik Indonesia Nomor
905/504/BAKO tanggal 3 Agustus 2010 perihal Pelaksanaan
OAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENOIOIKAN NASIONAL
TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN OANA ALOKASI
KHUSUS (OAK) SIOANG PENOIOIKAN TAHUN ANGGARAN 2010
UNTU K SO/SOLS
Pasal1
(1) Oana Alokasi khusus (OAK) bidang pendidikan tahun anggaran 2010 untuk
SO/SOLS dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis sebagaimana
tercantum dalam Lampiran I sampai dengan Lampiran IV Peraturan ini.
(2) Petunjuk Teknis yang terkait dengan alat peraga pendidikan, sarana
penunjang pembelajaran/alat elektronik pendidikan, sarana teknologi
informasi dan komunikasi (TIK) pendidikan dan multimedia interaktif akan
diatur kemudian dalam Peraturan Menteri secara tersendiri.
Pasal2
Kabupaten/Kota penerima OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 untuk
SO/SOLS, sebagaimana tercantum dalam Lampiran V Peraturan ini.
Pasal 3
OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 untuk SO/SOLS diarahkan untuk
pembangunan ruang/gedung perpustakaan SO/SOLS dan penyediaan sarana
penunjang peningkatan mutu pendidikan SO/SOLS.
Pasal4
Pada saat diberlakukannya Peraturan Menteri ini, maka Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 5 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis
Penggunaan Oana Alokasi Khusus (OAK) Sidang Pendidikan Tahun Anggaran
2010 berikut Surat Edaran Oirektur Jenderal Manajemen Pendidikan Oasar dan
Menengah Nomor 698/C/KU/2010 perihal Tata Cara Pelaksanaan Oana alokasi
Khusus (OAK) Sidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010 dicabut dan dinyatakan
tidak berlaku.
Pasal5
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Oitetapkan di Jakarta
pada tanggal 25 Agustus 2010
MENTERI PENOIOIKAN NASIONAL,
ITO.
Salinan sesuai dengan aslinya. MOHAMMAO NUH
Siro Hukum dan Organisasi
Kementerian Pendidikan N ~ . I,
Or. A Pangerang Moenta, S.H.,M.H.,OFM If.
NIP 196108281987031003
SALINAN
LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PENOIOIKAN NASIONAL
NOMOR 18 TAHUN 2010 TANGGAL 25 AGUSTUS 2010
PETUNJUK TEKNIS
PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (OAK)
SIOANG PENOIOIKAN TAHUN ANGGARAN 2010
UNTUK SO/SOLS
I. PENOAHULUAN
Oalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional ini yang dimaksud dengan dana
alokasi khusus bidang pfmdidikan yang selanjutnya disebut OAK bidang pendidikan
adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Selanja Negara
(APBN) yang dialokasikan kepada daerah tertentu untuk mendanai kegiatan khusus
yang merupakan bagian dari program yang menjadi prioritas Nasional, khususnya
untuk membiayai kebutuhan sarana dan prasarana satuan pendidikan dasar 9
(sembilan) tahun yang belum mencapai standar tertentu atau percepatan
pembangunan daerah di bidang pendidikan dasar.
Alokasi OAK bidang pendidikan per daerah dan pedoman umum OAK ditetapkan
oleh Menteri Keuangan. Serdasarkan penetapan alokasi dan pedoman umum OAK
tersebut, Menteri Pendidikan Nasional menyusun petunjuk teknis penggunaan OAK
bidang pendidikan.
Alokasi OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 untuk SO/SOLS sebesar Rp.
5.600.929.200.000,- (lima trilyun enam ratus milyar sembilan ratus dua puluh
sembilan juta dua ratus ribu rupiah).
Setiap kabupaten/kota penerima OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010
wajib menyediakan dana pendamping dari APSO minimal sebesar 10% (sepuluh
persen) dari alokasi dana yang diterima.
II. KEBIJAKAN OAK SIOANG PENOIOIKAN
1. OAK bidang pendidikan dialokasikan untuk menunjang program wajib belajar
pendidikan dasar 9 (sembi Ian) tahun yang bermutu dan merata.
2. Sasaran program OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 untuk
SO/SOLS dialokasikan bagi SO/SOLS negeri maupun swasta.
3. Kegiatan OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 untuk SO/SOLS
diarahkan
meubelair
peningkata
untuk: (a) pembangunan ruang/gedung
perpustakaan; dan (b) penyediaan
n mutu pendidikan SO/SOLS.
perpustakaan
sarana pe
beserta
nunjang
-1­
4. OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 untuk SO/SOLB sebesar Rp.
5.600.929.200.000,- (lima trilyun enam ratus milyar sembilan ratus dua puluh
sembilan juta dua ratus ribu rupiah) digunakan seluruhnya untuk kegiatan
peningkatan mutu, yang meliputi:
a. Pembangunan prasarana pendidikan berupa ruang/gedung perpustakaan
dan meubelair sebesar lebih kurang 30%;
b. Penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan sebesar lebih
kurang 70%.
5. Target yang akan dicapai dalam program OAK bidang pendidikan untuk
SO/SOLB tahun anggaran 2010 adalah:
a. tersedianya ruang perpustakaan SO/SOLB beserta perabotnya; dan
b. tersedianya sarana pendidikan penunjang peningkatan mutu pendidikan
SO/SOLB.
6. Asas umum dalam pelaksanaan OAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010
meliputi:
a. efisien, berarti pelaksanaan OAK Bidang Pendidikan harus diusahakan
dengan menggunakan dana dan daya yang terbatas untuk mencapai
sasaran yang ditetapkan dalam waktu sesingkat-singkatnya dan dapat
dipertanggungjawabkan;
b. efektif, berarti pelaksanaan OAK Bidang Pendidikan harus sesuai dengan
kebutuhan yang telah ditetapkan dan dapat memberikan manfaat yang
sebesar -besarnya sesuai dengan sasaran yang ditetapkan;
c. terbuka dan bersaing, berarti pelaksanaan OAK Bidang Pendidikan harus
terbuka bagi penyedia barang/jasa yang memenuhi persyaratan dan
dilakukan melalui persaingan yang sehat di antara penyedia barang/jasa
yang setara dan memenuhi syaratlkriteria tertentu berdasarkan ketentuan
dan prosedur yang jelas dan transparan;
d. transparan, berarti menjamin adanya keterbukaan yang memungkinkan
masyarakat dapat mengetahui dan mendapatkan informasi mengenai
pengelolaan OAK bidang pendidikan;
e. adil/tidak diskriminatif, berarti memberikan perlakuan yang sama bagi
semua calon penyedia barang/jasa dan tidak mengarah untuk memberi
keuntungan kepC:lda pihak tertentu, dengan cara dan atau alasan apapun;
f. kepatutan, yaitu penjabaran program/kegiatan OAK bidang pendidikan
harus dilaksanakan secara realistis dan proporsional; dan
g. manfaat, berart; pelaksanaan program/kegiatan OAK bidang pendidikan
yang sejalan dengan prioritas nasional yang menjadi urusan daerah dalam
kerangka pelaksanaan desentralisasi dan secara riil dirasakan manfaatnya
bagi kesejahteraan masyarakat.
III. PERENCANAAN TEKNIS
Mekanisme pengalokasian OAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010 untuk
SO/SOLB dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut:
- 3 ­
1. Direktorat Pembinaan TK dan SD, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan
Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Nasional melakukan
sosialisasi DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010 kepada Pemerintah
Daerah Kabupaten/Kota;
2. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota mensosialisasikan program dan kegiatan
yang akan dibiayai oleh DAK kepada sekolah calon penerima DAK tahun
2010;
3. Sekolah membuat usulan ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota;
4. Sekolah dapat mengusulkan semua kegiatan yang ada dalam DAK sepanjang .
sekolah tersebut membutuhkan;
5. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melakukan seleksi terhadap usulan dari
masing-masing sekolah di Kabupaten/Kota berdasarkan kriteria-kriteria yang
ditetapkan dalam Petunjuk Teknis DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran
2010 beserta peraturan pelaksanaannya dan menetapkan jumlah sasaran
dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
a. daftar kebutuhan individual sekolah;
b. jumlah dana yang tersedia di APBN dan APBD;
6. Dinas Pendidikan :l1enetapkan sasaran per-sekolah sesuai dengan kondisi
dan kebutuhan sekolah;
7. Atas usulan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, BupatiMJalikota
menetapkan sekolah-sekolah target melalui SK Penetapan;
8. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melaksanakan DAK Bidang Pendidikan
Tahun Anggaran 2010 dengan metoda pengadaan barang/jasa yang mengacu
pada mekanisme sesuai peraturan perundang-undangan;
9. Sekolah menerima dan mencatat barang-barang dan/atau buku-buku yang
diperolehnya dari kegiatan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010;
10. Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota, Komite Sekolah dan/atau institusi lain
yang memiliki kewenangan dapat melakukan pemantauan dan evaluasi
terhadap pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010.
IV. KRITERIA SD/SDLB PENERIMA DAK BIDANG PENDIDIKAN TAHUN
ANGGARAN 2010
1. Kriteria Umum:
a. diprioritaskan untuk sekolah yang berlokasi di daerah miskin, terpeneil,
tertinggal dan terbelakang, serta daerah perbatasan dengan negara lain;
b. memiliki jumlah murid yang tidak potensial untuk digabungkan dengan
sekolah lain (regrouping);
c. belum memiliki prasarana dan/atau sarana peningkatan mutu pendidikan
yang memadai;
d. pada tahun anggaran 2010 tidak menerima dana bantuan sejenis baik dari
sumber dana pusat (APBN) maupun dari sumber dana daerah (APBD I
atau APBD II).

e. setiap sekolah hanya berhak mendapatkan satu paket.
2. Kriteria Khusus Sekolah Penerima Paket 1 :
a. belum memiliki ruang/gedung perpustakaan dengan tuas minimal 56m
2
;
b. belum memiliki sarana peningkatan mutu pendidikan yang memadai,
berupa buku pengayaan, buku referensi, dan buku panduan pendidik, alat
peraga pendidikan dan sarana penunjang pembelajaran/alat elektronik
pendidikan, serta sarana Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
pendidikan dan multimedia interaktif;
c. memiliki lahan yang cukup untuk membangun ruang/gedung perpustakaan
seluas minimal 56m
2
;
d. ...lika sekolah tidak memiliki lahan yang cukup, maka ruang/gedung
perpustakaan dapat dibangun bertingkat dengan ketentuan konstruksi
bangunan lantai 1 (satu) telah memenuhi persyaratan untuk bangunan
bertingkat.
3. Kriteria Khusus Sekolah Penerima Paket 2:
a. telah memiliki ruang/gedung perpustakaan dengan luas minimal 56m
2
;
b. belum memiliki sarana peningkatan mutu pendidikan yang memadai,
berupa buku pengayaan, buku referensi, dan buku panduan pendidik, alat
peraga pendidikan dan sarana penunjang pembelajaran/alat elektronik
pendidikan, serta sarana TIK pendidikan dan multimedia interaktif.
V. PENYALURAN DAN PELAKSANAAN OAK BIDANG PENOIDlKAN
A. Penyaluran Dana:
1. OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 disalurkan dengan cara
pemindahbukuan dari Rekening Kas Umum Negara (Pemerintah Pusat c.q
Kementerian Keuangan) ke Rekening Kas Umum Oaerah (kabupaten/kota).
2. Mekanisme dan tata cara mengenai penyaluran OAK bidang pendidikan
tahun anggaran 2010 dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
8. Metoda Pelaksanaan
1. Berdasar Pasal18 ayat (5b) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2010 tentang
Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 47 Tahun 2009 tentang Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2010 pelaksanaan DAK
bidang pendidikan tahun anggaran 2010 menggunakan metoda pengadaan
barang/jasa sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Sesuai dengan surat edaran Oirektur Jenderal Bina Administrasi Keuangan
Oaerah Kementerian Oalam Negeri Nomor 905/504/BAKO tanggal 3
- 5 ­
Agustus 2010 perihal Pelaksanaan OAK Bidang Pendidikan Tahun
Anggaran 2010, maka bagi Oaerah penerima OAK Bidang Pendidikan
Tahun Anggaran 2010 yang telah menganggarkan dengan pendekatan
belanja hibah/transfer ke sekolah dalam peraturan daerahnya tentang
APBO Tahun- Anggaran 201 b sebelum berlakunya Undang-undang Nomor
2 Tahun 2010 tentang APBN Tahun 2010 (tanggal 25 Mei 2010), dapat
melaksanakan/melanjutkan sampai selesai dengan mempedomani
ketentuan Pasal 33 Peraturan Menteri Oalam Negeri Nomor 20 Tahun 2009
tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan OAK di Oaerah dan Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 5 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis
Penggunaan OAK Bidang Pendidikan TA 2010.
C. Pelaksana
OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 dilaksanakan oleh Satuan Kerja
Perangkat Oaerah (SKPO) Kabupaten/Kota yang memiliki tugas dan tanggung
jawab di bidang pendidikan.
VI. PENGGUNAAN OAK BIOANG PENOIOIKAN TAHUN ANGGARAN 2010 UNTUK
SO/SOLB
A Cakupan Kegiatan.
1. Kegiatan OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 untuk SO/SOLS
terdiri dari 2 (dua) paket, yaitu :
Paket 1: diperuntukkan bagi sekolah yang belum memiliki
ruang/gedung perpustakaan berikut para bot meubelairnya
dan belum memiliki sarana peningkatan mutu pendidikan.
Paket 2 diperuntukkan bagi sekolah yang telah memiliki
ruang/gedung perpustakaan namun belum memiliki sarana
peningkatan mutu pendidikan.
2. Setiap sekolah sasaran penerima OAK bidang pendidikan SO/SOLS
hanya berhak mendapatkan salah satu paket.
B. OAK Bidang Pendidikan SO/SOLS (Paket 1):
1. Penggunaan OAK bidang pendidikan SO/SOLB Paket 1, meliputi:
a. Pembangunan ruang/gedung perpustakaan beserta perabotan
meubelair; dan
b. Penyediaan sarana peningkatan mutu pendidikan, terdiri atas:
1) buku pengayaan, buku referensi dan buku panduan pendidik;
2) alat peraga pendidikan, dan sarana penunjang pembelajaran/alat
elektronik pendidikan; dan
3) sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pendidikan dan
multimedia interaktif.
-6­
2. Alokasi dana Paket 1 ditetapkan sebesar Rp. 260.000.000,- (dua ratus
enam puluh juta rupiah) bagi daerah dengan IKK = 1 (khusus untuk
pembangunan ruang/gedung perpustakaan), dengan rincian sebagai
berikut:
No. Kegiatan/Komponen Satuan Alokasi Dana
A.
1.
2.
Perpustakaan dan Meubelair
Ruang Perpustakaan
PerabotiMeubelair
Ruang
Paket
Rp
Rp
Rp
80.000.000.­
72.000.000.­
8.000.000.­
B. Sarana Peningkatan Mutu Rp 180.000.000.­
1. Buku Pengayaan, Buku Referensi,
dan Buku Panduan Pendidik.
a. Buku Pengayaan
b. Buku Referensi
c. Buku Panduan Pendidik
Paket Rp
Rp
Rp
Rp
95.000.000.­
75.600.000,­
14.400.000,­
5.000.000,­
2. Alat Peraga, dan Sarana Penunjang
PembelajaranfAlat Elektronik
a. Alat Peraga
b. Sarana Penunjang
Pembelajaran/Alat elektronik
Paket
Paket
Paket
Rp
Rp
Rp
60.000.000.­
49.300.000.­
10.700.000.­
3. Sarana TIK pfmunjang perpustakaan
elektronik, dan Multimedia interaktif
pembelajaran
a. Sarana TIK Penunjang Per­
pustakaan Elektronik
b. Multimedia Interaktif Pembelajaran
Paket
Paket
Paket
Rp
Rp
Rp
25.000.000.­
18.450.000.­
6.550.000.­
I
ALOKASI a/AYA PAKET 1 Rp 260.000.000.­
3. Harga satuan (ruang atau paket) sebagaimana dimaksud pada butir 2
disesuaikan dengan harga satuan di Kabupaten/Kota masing-masing.
4. Proporsi pendanaan kegiatan pada butir 2, untuk alokasi per sekolah
bersumber dari (1) OAK (APBN) bidang pendidikan proporsi sebesar 90%;
dan (2) kabupaten/kota (APBO) minimal sebesar 10 %.
5. Kabupaten/kota dapat menggunakan IKK=1, apabila menurut hasil
perhitungan, dengan biaya satuan tersebut telah mencukupi untuk
kebutuhan b i a y ~ pembangunan ruang/gedung perpustakaan.
C. OAK Bidang Pendidikan SO/SOLB (Paket 2):
1. Penggunaan OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 SO/SOLB
Paket 2 adalah untuk penyediaan sarana peningkatan mutu pendidikan
yang meliputi:
-7­
a. buku pengayaan, buku referensi dan buku panduan pendidik;
b. alat peraga pendidikan, dan sarana penunjang pembelajaran/alat
elektronik pendidikan; dan
c. sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pendidikan dan
multimedia interaktif.
2. Alokasi dana Paket 2 ditetapkan sebesar Rp. 180.000.000.- (Seratus
delapan puluh juta rupiah), dengan rincian sebagai berikut:
No. Kegiatan/Komponen Satuan Alokasi Biaya
B. Sarana Peningkatan Mutu Rp 180.000.000.­
1. Buku Pengayaan, Buku Referensi, dan
Buku Panduan Pendidik.
a. Buku Pengayaan
b. Buku Referensi
c. Buku Panduan Pendidik
Alat Peraga, dan Sarana Penunjang
Paket
Paket
Paket
Paket
Paket
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
95.000.000.­
75.600.000.­
14.400.000.­
5.000.000.­
60.000.000.­
2. Pembelajaran/Alat Elektronik
a. Alat Peraga
b.Sarana Penunjang
Pembelajaran/Alat elektronik
Paket
Paket
Rp
Rp
49.300.000.­
10.700.000.­
3. Sarana TIK penunjang perpustakaan
elektronik, dan Multimedia interaktif
pem-belajaran
a. Sarana TIK Penunjang Per­
pustakaan Elektronik
b. Multimedia Interaktif
Paket
Paket
Paket
Rp
Rp
Rp
25.000.000.­
18.450.000.­
6.550.000.-
AlOKASI BIAYA PAKET 2 Rp 180.000.000.­
3. Harga satuan (ruang atau paket) sebagaimana dimaksud pada butir 2
sesuai dengan harga satuan di Kabupaten/Kota masing-masing.
4. Propersi pendanaan kegiatan pada butir 2, untuk alokasi per sekolah
bersumber dari : (1) OAK (APBN) bidang pendidikan sebesar 90%; dan (2)
kabupaten/kota (APBO) minimal sebesar 10 %.
VII. ACUAN PENGAOAAN OAK BIOANG PENOIOIKAN TAHUN ANGGARAN 2010
1. Penggunaan CAK Bidang Pendidikan untuk SO/SOLB mengacu pada
spesifikasi teknis sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang telah
disahkan dan/atau direkomendasikan oleh Badan Standar Nasional
Pendidikan (BSNP) serta Lampiran III, IV dan V.
2. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada butir 1 merupakan acuan minimal
dalam pelaksanaan pengadaan.
-8­
3. Penggunaan dana sebagaimana dimaksud pada butir 1 harus menghindari
dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara
serta mempertimbangkan:
a. kemanfaatan dan keberdayagunaan bagi sekolah;
b. kualitas barang;
c. kemudahan perawatan (termasuk harus ada buku petunjuk operasional
penggunaan dan perawatan/perakitan dalam bahasa Indonesia);
d. ketersediaan suku cadang;
e. jangka waktu penggunaan (masa pakai/umur teknis); dan
f. masa garansinya.
4. Alokasi dana yang ditetapkan sebagaimana Angka VI.B.2 dan VI.C.2 di atas
hanyalah merupahan besaran patokan harga tertinggi yang merupakan dasar
acuan bagi pelaksana DAK bidang pendidikan dalam penyusunan Harga
Perkiraan Sendiri (HPS).
5. Data yang digunakan sebagai dasar penyusunan HPS oleh Pelaksana DAK
Bidang Pendidikan dalam penyusunan HPS antara lain:
a. Harga pasar seternpat menjelang dilaksanakannya pengadaan;
b. Informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh Badan
Pusat Statistik (BPS), asosiasi terkait dan sumber data lain yang dapat
dipertanggungjawabkan;
c. Daftar biaya/tarif barang/jasa yang dikeluarkan oleh agen tunggall
pabrikan;
d. Biaya kontrak sebelumnya yang sedang berjalan dengan
mempertimbangkan faktor perubahan biaya, apabila terjadi perubahan
biaya;
e. Daftar biaya standar yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang.
6. Apabila terdapat sisa dana dalam pelaksanaan DAK bidang pendidikan,
maka sisa dana tersebut dapat digunakan untuk menambah volume atau
sasaran. Jika sisa dana tersebut tidak digunakan untuk penambahan volume
atau sasaran, sisa dana tersebut harus disetorkan kernbali ke Kas Umum
Daerah melalui Bank Pemerintah.
7. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana
Perimbangan juncto Peraturan Menteri Keuangan Nomor 175/PMK.07/2009
tentang alokasi dan Pedoman Umum DAK Tahun Anggaran 2010, maka
DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010 hanya boleh digunakan
untuk membiayai pengadaan barang sesuai dengan Petunjuk Teknis DAK
Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010 ini.
VIII. KEGIATAN-KEGIATAN YANG TIDAK DAPAT DIBIAYAI DAK
A Berdasarkan Pasal 60 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005
tentang Dana Perimbangan, disebutkan bahwa kegiatan-kegiatan yang tidak
boleh dibiayai DAK adalah:
1. administrasi keniatan;
2. penyiapan kegiatan fisik;
3. penelitian;
4. pelatihan; dan
-9­
5. perjalanan dinas.
B. Kegiatan-kegiatan yang berhubungan secara langsung atau tidak langsung
dengan penggunaan DAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010, seperti
izin mendirikan konsultan dan sebagainya tidak dapat dibiayai
dari DAK bidang pendidikan.
C. Kegiatan-kegiatan yang tidak dapat dibiayai DAK sebagaimana dimaksud
pada huruf A dan huruf B tersebut, pembiayaannya dibebankan dari
anggaran/biaya umum yang disediakan melalui APBD atau sumber
pembiayaan lain di luar dana pendamping.
IX. TUGAS DAN T ANGGUNG JAWAB
A. Pemerintah Provinsi
1. Melaksanakan supervisi dan monitoring serta penilaian terhadap
pelaksanaan DAK di kabupaten/kota; dan
2. Melaporkan hasil supervisi dan monitoring kepada Direktur Jenderal
Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, u.p. Direktur Pembinaan
Sekolah Menengah Pertama.
B. Pemerintah Kabupaten/Kota
1. Menganggarkan dana pendamping dalam APBD sekurang-kurangnya
10% (sepuluh persen) dari besaran alokasi DAK yang diterimanya, sesuai
dengan Pasa! 61 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005
tentang Dana Perimbangan;
2. Menyediakan anggaran/dana biaya umum untuk kegiatan perencanaan,
sosialisasi, pengawasan, biaya lelang dan biaya operasional lainnya
sesuai dengan kebutuhan;
3. Menetapkan nama-nama SD/SDLB penerima DAK bidang pendidikan
tahun anggaran 2010 dalam Keputusan BupatilWalikota dan salinannya
disampaikan kepada Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan
Menengah up. Direktur Pembinaan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah
Dasar, dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi setempat;
4. Menetapkan panitia pengadaan kegiatan DAK bidang pendidikan tahun
anggaran 2010;
5. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program DAK di tingkat
kabupaten/kota.
C. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
1. Membentuk Tim Teknis untuk melakukan pemetaan dan pendataan
kondisi prasarana sekolah dan sarana penunjang peningkatan mutu
pendidikan di sekolah;
2. Membentuk Tim Teknis untuk masing-masing kegiatan pengadaan sesuai
dengan kompetensinya;
-10 ­
3. Membentuk Tim Konsultan untuk perencanaan dan pelaksanaan
pekerjaan pembangunan fisik;
4. Oinas Pendidikan Kabupaten/Kota membuat rencana alokasi jumlah
SD/SOLS .yang .akan . menerima OAK per kecamatan, sesuai dengan
kriteria yang telah ditetapkan;
5. Mengusulkan nama-nama SO/SOLS sasaran OAK tahun 2010 kepada
BupatilWalikota, berdasarkan hasil pemetaan dan pendataan;
6. Mengusulkan kepada BupatilWalikota susunan dan nama-nama panitia
pengadaan barang/jasa;
7. Melaksanakan kegiatan pengadaan barang/jasa sesuai dengan peraturan
perundang-undangan;
8. Melaksanakan monitoring dan evaluasi serta menyusun pelaporan
kegiatan OAK dengan mengacu pada Surat Edaran Bersama Menteri
Negara Perencanaan Pembangunan NasionallKepala Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Keuangan, dan Menteri
Oalam Negeri Nomor 0239/M.PPN/11/2008, SE 1722/MK 07/2008,
900/3556/SJ Tanggal 21 November 2008 perihal Petunjuk Pelaksanaan
Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan OAK; dan
9. Melaporkan pelaksanaan OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010
kepada Oirektur Jenderal Manajemen Pendidikan Oasar dan Menengah
up. Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Direktorat Jenderal
Manajemen Pendidikan Oasar dan Menengah Kementerian Pendidikan
Nasional.
O. Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota
Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota melakukan tugas dan fungsi sesuai
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan
dan Penyelenggaraan Pendidikan.
Oalam konteks program OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010, Dewan
Pendidikan Kabupaten/Kota memiliki tugas dan tanggung jawab melakukan
pengawasan dalarri rangka transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan OAK
bidang pendidikan di tingkat kabupaten/kota.
E. Kepala Sekolah
1. Bersama guru terkait memeriksa kelengkapan, kondisi, dan kesesuaian
barang dengan naskah Berita Acara Serah Terima;
2. Menandatangani berita acara serah terima barang di sekolah;
3. Mencatat hasil OAK bidang pendidikan sebagai inventaris sekolah.
F. Komite Sekolah
Komite Sekolah melakukan tugas dan fungsi sesuai dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan. Oalam konteks OAK bidang pendidikan tahun
anggaran 2010, Komite Sekolah memiliki tugas dan tanggung jawab
melakukan pengawasan dalam rangka transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan OAK bidang pendidikan di tingkat sekolah.
-11­
X. PELAPORAN, PEMANTAUAN, EVALUASI, DAN SANKS!
A. Pelaporan
Laporan pe!laksanaan OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010
dilakukan secara berjenjang, mulai dari laporan dinas pendidikan
kabupaten/kota, laporan kabupaten/kota, dan laporan pusat.
1. Laporan Kabupaten/kota
a. Bupati/walikota menyusun laporan triwulanan yang memuat laporan
pelaksanaan kegiatan dan penggunaan OAK bidang pendidikan
sebagaimana Format Laporan terlampir kepada:
1) Menteri Keuangan;
2) Menteri Pendidikan Nasional; dan
3) Menteri Oalam Negeri.
b. Penyampaian laporan triwulan sebagaimana dimaksud huruf (a)
dilakukan selambat-Iambatnya 14 (empat belas) hari setelah triwulan
yang bersangkutan berakhir.
c. Rincian pelaporan sebagaimana dimaksud huruf (a) mengacu pada
ketentuan yang tercantum dalam Surat Edaran Bersama Menteri
Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Keuangan, dan
Menteri Oalam Negeri Nomor 0239/M. PPN/11 /2008, SE 1722/MK
07/2008, 900/3556/SJ Tanggal 21 November 2008 perihal Petunjuk
Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi
Pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (OAK),
B. Pemantauan, Evaluasi, dan Pengawasan
1. Pemantauan dan Evaluasi
Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan
dilakukan oletl Kementerian Pendidikan Nasional, Pemerintah Provinsi
dan Pemerintah Kabupaten/Kota serta institusi lain sesuai dengan
ketentuan yang tercantum dalam Surat Edaran Bersama Menteri Negara
Perencanaan Pembangunan NasionallKepala Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional, Menteri Keuangan, dan Menteri Dalam Negeri
Nomor 0239/M.PPN/11/2008, SE 1722/MK 07/2008, 900/3556/SJ
Tanggal21 November 2008 perihal Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan
Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan Dana Alokasi Khusus
(OAK).
2. Pengawasan.
Pengawasan fungsional/pemeriksaan tentang pelaksanaan kegiatan dan
administrasi keuangan program DAK bidang pendidikan tahun anggaran
2010 dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan
Nasional dan Inspektorat Oaerah.
-12 ­
C. Sanksi
1. Setiap orang atau sekelompokorang di setiap tingkat pelaksana yang
melakukan tindakan penyalahgunaan, penyimpangan pelaksanaan
kegiatan dan keuangan sebagaimana tertuang dalam petunjuk teknis ini
serta peraturan perundang-undangan yang terkait, ditindak sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
2. Pemerintah kabupaten/kota yang melakukan kegiatan tidak berpedoman
pada petunjuk teknis ini serta peraturan perundangan lain yang terkait,
dipandang sebagai penyimpangan yang akan dikenai sanksi hukum.
XI. KETENTUAN LAIN
1. Bagi Daerah yang terkena dan/atau dalam hal terjadi bencana alam, dana
DAK bidang pendidikan dapat digunakan secara keseluruhan untuk
rehabilitasi atau rekonstruksi bangunan, setelah sebelumnya mengajukan
usulan perubahan dan mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Pendidikan
Nasional.
2. Bencana alam sebagaimana dimaksud pada angka 1 merupakan bencana
alam yang dinyatakan secara resmi oleh kepala daerah setempat.
3. Mekanisme pengajuan usulan kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:
a. Pemerintah kabupaten/kota mengajukan usulan perubahan kegiatan
kepada Menteri Pendidikan Nasional dengan tembusan Direktur Jenderal
Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.
b. Berdasarkan pertimbangan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan
Dasar dan Menengah, Menteri Pendidikan Nasional memberikan surat
rekomendasi kepada pemerintah Kabupaten/Kota untuk melakukan
perubahan kegiatan tersebut.
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,
TTD.
Salinan sesuai dengan aslinya.
Biro Hukum dan Organisasi
Kementerian Pendidikan Nas' I,
MOHAMMAD NUH
r. A. Pangerang Moenta, S.H.,M.H.,DFM f J.
NIP 196108281987031003
-13 ­
SALINAN
LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI PENOIOIKAN NASIONAL
NOMOR 18 TAHUN 2010 TANGGAL 25 AGUSTUS 2010
PENGAOMN SUKU PERPUSTAKMN UNTUK SO/SOLS
I. PENGAOAAN BUKU PERPUSTAKAAN
A Persyaratan Umum
Pengadaan buku yang dibiayai oleh program OAK Bidang pendidikan
SO/SOLB adalah buku perpustakaan. Buku perpustakaan dimaksud terdiri
dari tiga jenis yaitu Buku Pengayaan, Buku Referensi dan Buku Panduan
Pendidik. Hal ini mengacu pada pasal 1 Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor 2 tahun 2008. Pengertian buku-buku tersebut adalah
sebagai berikut :
1. Buku pengayaan adalah buku yang memuat materi yang dapat
memperkaya buku teks pendidikan dasar, menengah dan perguruan
tinggi.
2. Buku referensi adalah buku yang isi dan penyajiannya dapat digunakan
untuk memperoleh informasi tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
dan budaya secara dalam dan luas.
3. Buku panduan pendidik adalah buku yang memuat prinsip, proseduf,
materi pokok, dan model pembelajaran untuk digunakan oleh para
pendidik.
Jenis dan jumlah buku yang akan diadakan mengacu pada Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007
tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk SO/MI, SMP/MTs, dan
SMAIMA sebagaimana Tabel 1.
pengayaan
pelajaranlguru mata
pelajaran
bersangkutan.
ditambah 1
eksemplar/mata
pelajaran/sekolah
840 judullsekolah
801M]
Terdiri n
40% fiksi.
Banyak eksemplarlsekolah minimum:
1000 untuk 6 rombongan belajar.
1500 untuk 7-12 rombongan belajar.
2000 untuk 13-24 rombongan belajar.
-1­
No Jenis
1
Rasio Deskripsi
3. Buku
referensi
10 judul/sekolah Sekurang-kurangnya meliputi Kamus
Besar Bahasa Indonesia, Kamus Bahasa
Inggris, Ensiklopedi, Buku Statistik .
Daerah, Buku Telepon, Kitab Undang-
Undang dan Peraturan, dan Kitab Suei.
B. Perkiraan Jumlah Paket Buku, dan Alokasi Dana
Alokasi dana dalam satu paket pengadaan buku perpustakaan sebesar Rp.
95.000.000.- Satu sekolah hanya boleh rnendapatkan satu paket
pengadaan buku. Perkiraan paket buku, dan alokasi dana adalah seperti
pada Tabel 2.
T b 12 P k' P k t B k d AI k a e er 1raan a e u u an o aS1. 0 ananya
,
I
No Jenis Buku
Judul
Minimal
Jumlah
Set
Minimal
Alokasi
(Rp)
1 Buku Pengayaan 840 5 75,600,000
2 Buku Referensi 80 3 14.400.000
3
Buku Panduan
Pendidik
50 2 5.000.000
Jumlah 95.000.000
C. Persyaratan Umum
Persyaratan urn urn pengadaan buku perpustakaan mengikuti prosedur
sebagai berikut :
a. Pengadaan buku dilaksanakan menurut peraturan perundang­
undangan.
b. Buku yang dibeli adalah buku baru, tanpa kerusakan atau cacat;
c. Buku yang dapat dibeli adalah buku-buku yang sudah mendapatkan
penilaian dari Pusat Perbukuan, Kernenterian Pendidikan Nasional.
d. Jurnlah 840 judul untuk Buku Pengayaan, 80 judul untuk buku Referensi
dan 50 judul untuk buku Panduan Pendidik adalah jUlTllah judul minimal
dalam pengadaan buku perpustakaan SD.
e. Buku yang diadakan adalah buku nonteks yang terdiri dari buku
pengayaan, buku referensi dan buku panduan pendidik. Buku-buku
tersebut bukan merupakan buku pokok peserta didik, tidak dilengkapi
dengan evaluasi, tidak serial berdasarkan tingkat kelas, terkait dengan
sebagian atau salah satu Standar Kornpetensi/ Kornpetensi Dasar.
dapat dimanfaatkan pembaca lintas jenjang pendidikan, cocok sebagai
bahan pengayaan, rujukan, atau panduan bagi pendidik.
D. Persyaratan Teknis
1. Bukan rnerupakan buku teks mata pelajaran;
2. Merniliki kualitas isi/subtansi dan fisik yang baik;
-2­
I
3. Merujuk pada standar kualitas yang berlaku di Kemendiknas, yang
telah lulus penilaian oleh Pusat Perbukuan Kemendiknas/Pusat
Bahasa Kemendiknas kecuali disebutkan lain dalam Petunjuk Teknis
ini. Tanda lulus penilaian dicantumkan pada sampul buku di bagian
belakang;
4. Buku yang materinya terkait dengan.pendidikan·agama telah mendapat
keabsahan dari Oepartemen Agama dan buku muatan lokal yang telah
ditetapkan kelayakannya oleh Oinas Terkait di tingkat Provinsi;
5. Khusus buku panduan pendidik, dapat menuntun dan mengembangkan
kecakapan akademik dan professional guru serta mengembangkan
kreativitas dan motivasi guru dalam memperkaya materi pelajaran.
6. Memperkaya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan;
7. Menunjang pemenuhan kebutuhan perpustakaan sekolah;
8. Tidak bias jender, dan menghindari hal-hal yang mengadu domba
karena perbedaan SARA (suku,agama, ras, dan antar golongan);
9. Tidak memuat hal-hal yang bersifat pornografi;
10. Mengembangkan kreativitas dan mendorong motivasi belajar siswa,
serta meningkatkan minat baca siswa;
11. Menuntun dan mengembangkan kecakapan akademik, sosial,
kewirausahaan, motorik, dan kecakapan hidup (life skills);
12. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar;
13. Penyajian materi hendaknya sistematis, logis, dan aktual, serta
didukung dengan ilustrasi gambar yang menarik;
14. Susunan buku lengkap, meliputi: halaman pendahulu (preliminary
pages), halaman isi (konten/nas) dan halaman penyudah (end
matter/back miatter), daftar pustaka dan glossary. Oikecualikan dari
ketentuan ini untuk buku fiksi, muatan lokal dan pengembangan diri.
II. SPESIFIKASI TEKNIS BUKU PERPUSTAKAAN
Penggunaan OAK Bidang Pendidikan untuk buku perpustakaan SO/SOLB
mengacu pada spesifikasi teknis sebagai berikut :
CONTOH STANDARISPESIFIKASI TEKNIS BUKU PENGAYAAN
A. Jenis : Buku Pengayaan
B. Bentuk : Buku Bacaan, Buku Fiksi, dan Buku Non Fiksi
C. Bidang Kajian : Pengetahuan
a. Pendidikan Agama
b. Pendidikan Kewarganegaraan
c. Bahasa Indonesia dan Sastra
d. IImu Pengetahuan Sosial
e. Matematika
f. IImu Pengetahuan Alam
g. Seni Budaya dan Keterampilan
h. Pendidikan Jasmani, Olahrc:ga, dan Kesehatan
i. Muatan Lokal
j. Pengembangan Diri
D. Spesifikasi Fisik dan Spesifikasi lsi
Fungsi StandarlSpesifikasi Fisik No. StandarlSpesifikasi lsi
(3) (2) (1) (4)
Menumbuh kembangkan Bidang Kajian : Pendidikan Agama 1. Materi buku meliputi pengayaan
Ukuran Buku : A5/B5/A4 nilai-nilai agama yang terhadap pendidikan agama minimal
Bahan Kover : Minimal Art diyakininya melalui berisikan tentang:
GartonlAC 210 gr pemberian, pemupukan, dan 1. Penekanan keseimbangan,
pengembangan Bahan lsi : Minimal HVS 70 gr keselarasan, dan keserasian antara
pengetahuan, penghayatan, Jilid : Jahit kawat, hubungan manusia dengan Tuhan
pembiasaan, serta Perfect Binding Yang Maha Esa
Cetak lsi : minimal 1 (satu) pengalaman siswa tentang 2. Hubungan manusia dengan
agamanya sehingga wama sesama manusia
menjadi manusia yang terus Jml halaman : minimal48 3. Hubungan manusia dengan alam
berkembang keimanan dan halaman sekitamya.
ketakwaannya kepada Cetak cover : Full Colour 4. Tata cara beribadah.
Tuhan Yang Maha Esa. 5. Contoh teladan dalam beramal
ibadah.
Menumbuh kembangkan
manusia Indonesia yang Penyajian Materi :
taat beragama dan berbudi
-
Menghindari hal-hal yang bersifat
pekerti, berakhlak mulia, mengadudomba karena perbedaan
rajin beribadah, SARA, Bias Gender, dan
berpengetahuan dan Pelanggaran HAM.
berwawasan luas, cerdas,
.
Memotivasi siswa untuk
produktif, jujur, adil, etis, mengimplementasikan nilai
berdisiplin, bertoleransi, dan keagamaan dalam kehidupan sehari­
menjaga keharmonisan hari.
dalam bermasyarakat serta
mengembangkan budaya
agama dalam komunitas
sekolah.
-4­
No.
(1)
2.
Fungsi
(2)
Meningkatkan wawasan
siswa pad a aspek-aspek
pengetahuan tentang:.
- Pancasila;
- Persatuan dan kesatuan
bangsa;
- Norma, hukum, dan
peraturan;
Hak asasi manusia;
kebutuhan warga negara;
- Konstitusi negara;
- Lembaga negara,
kekuasaan dan politik;
- Demokrasi, anti
diskriminasi, persamaan
hak gender, nasionalisme
serta globalisasi.
StandarlSpesifikasi Fisik : StandarlSpesifikasi lsi
(3)
J ~
Bidang Kajian: Pendidikan
Kewarganegaraan
(PKn)
Ukuran Buku : A5/B5/A4
Bahan cover : Minimal Art
CartonlAC 210 gr
Bahan lsi ; Minimal HVS 70 gr
Jilid ; Jahit kawat,
Perfect Binding
Cetak lsi ; minimal 1 (satu)
warna
Jml halaman . minimal48
halaman
Cetak cover : Full C%ur
Materi buku pengayaan pendidikan
kewarganegaraan minimal berisikan
tentang cara:
1. Memahami, menerapkan dan
membiasakan hidup rukun dan
bergotong royong
2. Menerapkan dan membiasakan
hidup tertib di berbagai lingkungan
kehidupan;
3. Memahami hak-hak anak dalam
kehidupan;
4. Memahami demokrasi dan
pembiasaan sikap demokratis
dalam kehidupan
5. Memahami nilai-nilai Pancasila
serta makna nilai-nilai tersebut
dalam kehidupan sehari-hari;
6. Memahami nilai-nilai Sumpah
Pemuda dan menerapkannya
dalam kehidupan sehari-hari;
7. Memahami norma-norma yang
berlaku di masyarakat serta
membiasakan diri dalam
menerapka nnya;
8. Memahami kekhasan yang dimiliki
bangsa Indonesia dan
menunjukkan perilaku bangga
sebagai bangsa Indonesia;
9. Memahami lembaga-Iembaga
dalam susunan pemerintahan
daerah dan pemerintahan Negara
Republik Indonesia;
10. Memahami pengertian Negara
Kesatuan Republik Indonesia serta
usaha mempertahankan dan
menjaga keutuhannya;
11. Memahami sejarah perumusan
Pancasila dan meneladani nilai-nilai
perjuangan dari para tokoh
perumus Pancasila;
12. Memahami kerja sama antar
negara di kawasan Asia Tenggara.
terutama yang ada dalam wadah
ASEAN;
13. Memahami peran Indonesia di
dunia internasional berkaitan
dengan Politik Luar Negeri
Indonesia yang Bebas Aktif.
Penyajian Materi :
-
Menghindari hal-hal yang bersifat
mengadudomba karena perbedaan
SARA, Bias Gender. dan
Pelanggaran HAM.
Membimbing siswa untuk memahami
norma norma hukum yang berlaku
serta meningkatkan wawasan
berkebangsaan.
- Memotivasi siswa untuk cinta tanah
air dan menghargai hak asasi setiap
manusia.
-5­
I
3
4
~ ~ ~ = = ~ = = = = ~ ~ = = = = = = ~ = = - = ~ ~ - = = - = = - - = = - = = = = = ~ ,
No. Fungsi StandarlSpesifikasi Fisik StandarlSpesifikasi lsi
(1) (2) (3) 4
• Meningkatkan
kompetensi siswa pada
keterampilan .
mendengarkan,
berbicara, membaca, dan
menulis.
• Mengembangkan
kompetensi
ketatabahasaan, dan
mengapresiasi karya
sastra.
- Mengembangkan minat
siswa untuk belajar
Bahasa dan Sastra
Indonesia
Memperkaya
pemahaman siswa
terhadap ruang lingkup
bilangan dan operasi
penjumlahan,
Bidang Kajian: Bahasa Indonesia
. & Sastra
Ukuran Buku : A5/B5/A4
Bahan cover : Minimal Art
CartonlAC 210 gr
Bahan lsi : Minimal HVS 70 gr
Jilid . Jahit kawat,
Perfect Binding
Cetak lsi : Minimal 1 (satu)
wama
Jml halaman : minimal 48
halaman
Cetak cover : Full Colour
Bidang Kajian: Matematika
Ukuran Buku : A5IB5/A4
Bahan cover : Minimal Art
CartonlAC 210 gr
Bahan lsi : Minimal HVS 70 gr
Materi buku pengayaan Bahasa
Indonesia dan Sastra minimal memuat
tentang pengetahuan Bahasa dan
Sastra Indonesia, yang meliputi:
1. Sastra lama dan modern untuk
membangkitkan minat baca.
2. Panduan yang dapat
mengembangkan kemampuan
siswa dalam belajar tentang Sastra
Bahasa Indonesia
3. Pengetahuan Bahasa dan Sastra
Indonesia yang dapat
meningkatkan kemampuan
pemahaman siswa tentang bahasa
dan sastra Indonesia.
4. Menulis permulaan dengan cara
menjiplak, menebalkan, dan
menulis tegak bersambung;
Penyajian Materi :
- Menghindari hal-hal yang bersifat
mengadudomba karena perbedaan
SARA, Bias Gender, dan
Pelanggaran HAM.
Menggunakan bahasa komunikatif
dan mudah dipahami.
Menuntun dan mengembangkan
kecakapan membaca, menulis,
berbicara dan mendengarkan.
Mater! buku pengayaan matematika
minimal meliputi tentang:
1. Pembelajaran matematika melalui
permainan matematika, kegiatan
interaktif dan eksperimen.
pengurangan, perkalian,
pembagian, geometri dan
pengukuran, serta
pengolahan data
(Statistika) .
• Meningkatkan wawasan
guru dan murid dalam
pembelajaran untuk
bidang studi matematika,
• Menumbuhkan minat
siswa untuk mendalami
matematika sehingga
meningkatkan
kemampuan berpikir
logis, analitis, sistematis,
kritis dan kreatif.
I
Jilid : Jahit kawat,
Perfect Binding
Cetak lsi : Minimal 1 (satu)
warna
Jml halaman : minimal 48
halaman
Cetak cover : Full Colour
2. Memuat pembahasan berat dan
waktu, mengenal bilangan,
mengukur, mengolah data,
menentukan titik dan posisi,
pecahan, mengenal serta
menemukan pola.
3. Memuat pembahasan bangun­
bangun datar; bangun-bangun
ruang, luas dan volume;
4. Melatih kemampuan anak dalam
menghitung cepat untuk
kehidupannya sehari-hari.
Penyajian Materi :
- Menghindari hal-hal yang bersifat
mengadudomba karena perbedaan
SARA, Bias Gender, dan
Pelanggaran HAM.
Membangkitkan gemar matematika
dengan penyajian materi untuk
menambah pengetahuan dan
kecerdasan anak-anak dengan
disertai gambar-gambar yang
menarik.
-6­
Fungsi No.
(1) (2)
Meningkatkan wawasan
siswa mengenai:
5.
-
- Ruang Iingkup makhluk
hidup dan proses
kehidupannya.
Sifat-sifat benda/materi
dan kegunaannya,
tentang energi dan
perubahannya,serta
- Bumi dan alam semesta.
StandarlSpesiflkasi Fisik
{3)
Bidang Kajian: IImu Pengetahuan
Alam
Ukuran Buku ; A5/B5/A4
Bahan cover Minimal Art
Garton/AC 210 gr
Bahan lsi Minimal HVS 70 gr
Jilid : Jahit kawat,
Perfect Binding
Cetak lsi : Minimal 1 (satu)
warna
Jml halaman : minimal48
halaman
Cetak cover : Full Colour
StandarlSpesifikasi lsi
(4)
Materi buku-buku pengayaan IPA
minimal berisi tentang:
1. Penyajian penerapan atau
penggunaan pengetahuan bidang
IPA dalam kehidupan sehari-hari,
yang meliputi:
- pengenalan anggota tubuh
manusia serta kegunaan dan
cara perawatannya agar tetap
sehat,
- pengenalan jenis-jenis
lingkungan dan cara menjaga
kelestariannya,
- pengenalan sifat-sifat berbagai
benda dan kegunaannya,
- pengenalan berbagai bentuk
energi serta sumber dan
manfaatnya bagi kehidupan
manusia,
pengenalan tata surya dan
berbagai benda langit,
- pengenalan cuaca dan musim
serta berbagai gejala alam yang
mempengaruhinya
- pengenalan berbagai hewan dan
tumbuhan, antara lain: bagian­
bagian tubuhnya, ciri-ciri
kehidupannya, dan tempat
hidupnya,
- pengenalan secara khusus
benda-benda di sekitar kita,
seperti plastik, kayu, kaca, dan
kertas,
- pemahaman berbagai organ
tubuh manusia, antara lain alat
indra. otak. serta kerangka dan
otot,
- pemahaman kaitan dan
hubungan antara sumber daya
alam dengan lingkungan,
teknologi, dan masyarakat.
- pemahaman cara makhluk hidup
menyesuaikan din dengan
lingkungannya,
pemahaman kaitan atau
hubungan antara energi, gaya,
dan gerak serta kegunaannya
bagi kehidupan manusia,
- pemahaman struktur bumi serta
peristiwa alam dan kegiatan
manusia yang mempengaruhi
keadaan bumi (lingkungan).
- pemahaman pra sejarah dan
perkembangan sains dan
teknologi.
- pemahaman cara kerja alat-alat
teknologi.
2. Kegiatan percobaan sederhana
yang menjadikan IPA sebagai ilmu
pengetahuan yang menyenangkan.
I
Penyajian Materi :
- Menghindari hal-hal yang bersifat
mengadudomba karena perbedaan
-7­
I
No.
(U
Fungsi
2
SiandarlSpesifikasl Fislk
(3)
StandarlSpesifikasi lsi
(4)
SARA, Bias Gender, dan
Pelanggaran HAM.
Penyajian didukung dengan gambar­
gambar yang menarik.
- Menambah pengetahuan siswa
terhadap berbagai ilmu
pengetahuan.
- Meningkatkan pengetahuan siswa
terhadap informasi yang terka!t
dengan sains dan teknologi.
- Meningkatkan kemampuan siswa
untuk melakukan penelitian dan
percobaan tentanglPA
6 Meningkatkan wawasan
siswa pada aspek-aspek
pengetahuan tentang:
Manusia, tempat, dan
lingkungan;
- Waktu, tempat, cuaca dan
perubahan;
- Sistem sosial dan budaya;
- perilaku ekonomi dan
kesejahteraan.
- Pengenalan, penghargaan
kepada pahlawan dan
tokoh sejarah dan
pelestarian tempat-tempat
bersejarah.
- Pelestarian alam dan
lingkungan.
Bidang Kajian: IImu Pengetahuan
Sosial
Ukuran Buku : A5/B5/A4
Bahan cover Minimal Art
CartonlAC 210 gr
Bahan lsi Minimal HVS 70 gr
Jilid Jahit kawat,
Perfect Binding
Cetak lsi minimal 1 (satu)
warna
Jml halaman : minimal 48
halaman
Cetak cover : Full Colour
Buku-buku pengayaan IPS minimal
berisi tentang:
1. Memahami berbagai kehidupan
sosial siswa di lingkungan rumah
dan sekolah;
2. Memahami pengetahuan tentang
peta;
3. Memahami cara untuk
menggunakan dan mengelola uang
sesuai dengan kebutuhan;
4. Memahami jenis-jenis sumber daya
alam dan pemanfaatannya untuk
kehidupan manusia;
5. Memahami berbagai aktivitas
ekonomi, seperti perdagangan dan
koperasi berbagai sektor mata
pencaharian (pekerjaan);
6. Memahami berbagai permasalahan
sosial yang ada di lingkungan
siswa;
7. Memahami peninggalan­
peninggalan sejarah di Indonesia
dan maknanya bagi kehidupan
dewasa ini;
8. Memahami keragaman suku
bangsa dan perbedaannya dalam
rangka membangun kebersamaan
di Indonesia;
9. Memahami perkembangan sejarah
perjuangan bangsa di berbagai
bidang beserta tokoh-tokoh yang
berperan;
10. Memahami keadaan alam dan
keadaan sosial negara-negara di
dunia;
11. Memahami kegiatan ekspor impor
dan manfaatnya bagi Indonesia;
12. Memahami hubungan kerjasama
antar bangsa.
I
Penyajian Materi :
-
Menghindari hal-hal yang bersifat
mengadudomba karena perbedaan
SARA, Bias Gender, dan
Pelanggaran HAM.
- Penyajian didukung dengan gambar
yang menarik.
- Memuat berbagai informasi dari
disiplin ilmu lain yang relevan.
-
Memotivasi siswa mencinta; budaya
-8­
No.
(1)
Fungsi
I
Standar/Spesifikasi Fisik
(2) (3)
Standar/Speslfikasi lsi
4
produksi negeri sendirL
7 Meningkatkan wawasan Bidang Kajian: Seni Budaya dan
siswa pada aspek-aspek Keterampilan
pengetahuan tentang: Ukuran Buku : A5/B5/M
seni rupa, Bahan cover Minimal Art
- seni musik, Carton/AC 210 gr
- seni tan, Bahan lsi Minimal HVS 70 gr
- seni teater dan Jilid : Jahit kawat,
- keterampilan atau Perfect Binding
kecakapan hidup (life Cetak lsi : Minimal 1 (satu)
skills). wama
Jml halaman : minimal 48
halaman
Cetak cover : Full C%ur
Materi buku-buku pengayaan Seni
Budaya dan Keterampilan minimal
mencakup:
1. Pemahaman teknik dan cara
menggambar secara baik dan
benar dan mengenal berbagai jenis
pewarnaan;
2. Pengenalan dan pemahaman lagu
anak-anak Indonesia;
3. Pengenalan dan pemahaman
keragaman tari maupun sandiwara
(drama) yang ada di Indonesia
(Nusantara).
4. Pengenalan berbagai macam alat
musik.
5. Pengenalan dan menguasai
pembuatan berbagai karya
kerajinan tangan dan mainan anak­
anak.
6. Pengenalan berbagai macam
keterampilan atau kecakapan hidup
yang terdapat dalam masyarakat.
Penyajian Materi :
- Menghindari hal-hal yang bersifat
mengadudomba karena perbedaan
SARA. Bias Gender. dan
Pelanggaran HAM.
-
Memuat gambar-gambar yang
menarik untuk membangkitkan
kegemaran dan meningkatkan
pemahanan siswa terhadap karya
senL
Memperkenalkan jenis-jenis
keterampilan untuk meningkatkan
kemandirian siswa.
-
Melengkapi berbagai jenis
keterampilan dengan didukung
gambar-gambar atau foto-foto yang
menarik.
8
I
Meningkatkan wawasan Bidang Kajian: Pendidikan
siswa pada aspek-aspek Jasmani.
pengetahuan tentang: Olah Raga, dan
Permainan dan olahraga; Kesehatan
- Aktivitas senam dan ritmik; Ukuran Buku : A5/B5/M
Berkemah dan kegiatan Bahan cover : Minimal Art
penunjangnya;
Carton/AC 210 gr
o Kesehatan dan manfaat Bahan lsi : Minimal HVS 70 gr
pengobatan. Jifid : Jahit kawat,
Perfect Binding
Cetak lsi : Minimal 1 (satu)
warna
Jml halaman : minimal 48
halaman
Cetak cover : Full C%ur
I
I
Materi buku pengayaan Pendidikan
Jasmani. Olahraga, dan Kesehatan
minimal mencakup tentang:
1. Pengenalan olahraga secara
umum dan panduan
mempraktikkan olahraga populer di
Indonesia, di antaranya sepak bola,
Msal. basket; volley, atletik,
renang, dan lain-lain;
2. Pengenalan aktivitas untuk
pengembangan dan pembentukan
tubuh melalui senam;
3. Pengenalan fungsi-fungsi organ
tubuh bagian dalam dan organ
tubuh luar.
4. Pengetahuan tentang kegiatan
jasmani dan rohani secara sehat;
misalnya melalui berkemah di
udara terbuka yang bersih, aman
dan menyenangkan;
5. Pengetahuan dan panduan
-9­
Fungsi StandarlSpesifikasl Flslk No. StandarlSpesiflkasi lsi
(3) (1) (2) 4
mempraktikkan usaha-usaha
menjaga kesehatan tubuh dan
mencegah timbulnya penyakit,
merawat tubuh yang sakit, dan
memelihara lingkungan yang sehal.
Penyajian Materi :
- Menghindari hal-hal yang bersifat
mengadudomba karena perbedaan
SARA, Bias Gender, dan
Pelanggaran HAM.
- Menuntun praktik olah raga yang
benar.
- Meningkatkan wawasan tentang
manfaat pendidikan jasmani,
olahraga dan kesehatan dalam
kehidupan.
Bidang Kajian: Muatan Lokar Materi buku pengayaan Muatan Lokal
memahami keadaan agar
-
Mengenal dan 9
Ukuran Buku : A5IB5/A4 minimal mencakup:
menjadi lebih akrab Bahan cover : Minimal Art 1. pengetahuan, keterampilan dan
dengan lingkungan alam, CartonlAC 210 gr perilaku kepada peserta didik agar
sosial, dan budaya Bahan lsi : Minimal HVS 70 gr mereka memiliki wawasan yang
setempat. Jilid : Jahit kawat, mantap tentang keadaan
Menambah pengetahuan, Perfect Binding lingkungan dan kebutuhan
mengenai daerahnya Cetak lsi : Minimal 1 (satu) masyarakat sesuai dengan nilai­
yang berguna bagi warna nilailaturan yang berlaku di
dirinya maupun Jml halaman : minimal48 daerahnya dan mendukung
lingkungan masyarakat halaman kelangsungan pembangunan
pada umumnya sebagai Cetak cover : Full Colour daerah serta pembangunan
bekal hidup dalam nasiona!.
bermasyarakat. 2. Meningkatkan Kompetensi yang
- Menambah keterampilan disesuaikan dengan ciri khas dan
hidup (life skill) potensi daerah, termasuk
berdasarkan kondisi keunggulan daerah.
daerahnya sebagai bekal 3. Mengembangkan kebahasaan
hidupnya termasuk bahasa Asing.
-
Memiliki sikap dan 4. Mengetahui hasil kebudayaan
perilaku yang selaras daerah asal, daerah setempat
dengan nilai-nilailaturan­ yang didiami dan perbedaannya.
aturan yang berlaku di 5. Mengenal wisata alam dan wisata
daerahnya, serta budaya di nusantara.
melestarikan dan
mengembangkan nilai- Penyajian Maten :
nilai luhur budaya -
Menghindari hal-hal yang bersifat
setempat. mengadudomba karena perbedaan
SARA, Bias Gender, dan
Pelanggaran HAM.
-
Bersifat faktual dilengkapi dengan
gambar-gambar menarik.
- Menanamkan rasa cinta budaya
daerah dan budava Indoensia.
Bidang Kajian: Pengembangan Din Buku Pengayaan Pengembangan Diri.
kepada peserta didik untuk
10 Memberi kesempatan
Ukuran Buku : A5IB5/A4 materinya minimal mencakup:
mengembangkan dan Bahan cover Minimal Art 1. Panduan kegiatan yang terkait
mengekspresikan diri CartonlAC 210 gr dengan pengembangan diri melalui
sesuai dengan: Bahan lsi Minimal HVS 70 gr kegiatan pelayanan konseling
- kebutuhan. Jilid : Jahit kawat, berkenaan dengan masalah pribadi
- bakat, dan Perfect Binding dan kehidupan sosial di
-
minat setiap peserta Cetak lsi : Minimal 1 (satu) masyarakat untuk pengembangan
didik sesuai dengan
warna karier peserta didik.
kondisi sekolah. 2. Panduan mengembangkan kreasi
halaman
Jml halaman minimal 48
anak aQar berminat dalam hal-hal
-10 ­
No. Fungsi StandarlSpesifikasi Flslk StandarlSpesifikasi lsi I
(1) (2 (3)
ill
Cetak cover . Full Colour
I
yang bersifat kesenian, teknologi
informasi dan kom unikasi.
Penyajian Materi :
-
Menghindari hal-hal yang bersifat
mengadudomba karena perbedaan
SARA, Bias Gender, dan
Pelanggaran HAM.
- Membimbing siswa untuk memahami
bakat dan cita-citanya.
I
I
-11­
CONTOH STANDARISPESIFIKASI TEKNIS BUKU REFERENSI
A. Jenis : Buku Referensi
B. Bentuk : Buku Kamus, Ensiklopedi,
C. Bidang Kajian : Bidang yang mendukung Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Dasar
D. Spesifikasi Fisik dan Spesifikasi lsi
No.
(1)
Fungsi
(2)
StandarlSpeslflkasi Fislk
J3J
StandarlSpesifikasi lsi
(4)
1. Referensi Kamus Bahasa
Indonesia dapat berguna
meningkatkan wawasan
guru dan siswa:
- Sebagai bahan bacaan
untuk lebih memahami
dan menambah
perbendaharaan kosa
kata
- Memahami dan
menggunakan Bahasa
Indonesia yang baik dan
benar.
- Menambah I
memperluas wawasan
kebangsaan dan
kompetensi siswa.
- Melengkapi dan
mendukung percepatan
anak untuk
berkomunikasi.
Bidang Kajian : Kamus Bahasa
Indonesia
Ukuran Buku : A5/B5/A4
Bahan cover : Hard Cover No. 30
Bahan lsi : Minimal HVS 70 gr
Jilid : JaM Benang,
Jumlah hal : minimal 1.000 halaman
Cetak lsi : Minimal 1 (satu) warna
Hingga 4 (empat) warna
Cetak cover : minimal 1 (satu warna
khususl spot colour
hingga Full COlour
Kamus Bahasa Indonesia memuat
kumpulan kata dan istilah bahasa
Indonesia, beserta penjelasannya,
Penyajian Materi :
- Menghindari hal-hal yang
bersifat mengadudomba karena
perbedaan SARA. Bias Gender,
dan Pelanggaran HAM.
Disusun secara sistematis.
- Menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar.
..­
2 Kamus Bahasa Inggris -
Bahasa Indonesia dan/ atau
Bahasa Indonesia - Bahasa
Inggris dapat
- Meningkatkan
penguasaan kosakata
dalam bahasa Inggris
bagi para siswa dan
guru.
- Mendukung kompetensi
dasar bagi para siswa
terhadap bahasa asing.
- Meningkatkan
kemampuan
berkomunikasi dalam
bahasa asing
Bidang Kajian: Kamus Bahasa Inggris ­
Indonesia dan/ atau
Bahasa Indonesia - Bahasa Inggris
Ukuran Buku : A5/B5/A4
Bahan cover : Soft Cover minimal
dengan Art Carton 210
gram, Hard Cover No 40
Bahan lsi : Minimal HVS 70 gr
Jilid : Jahit KawatiJahit
Benang. Perfect Binding
Cetak lsi : Minimal 1 (satu) warna
Hingga 4 (em pat) warna
Jml halaman . minimal 300 halaman
Cetak cover : Full Colour
Kamus Bahasa Inggris ­
Indonesia dan/ atau Bahasa
Indonesia-Bahasa Inggris :
- Menjelaskan tentang kumpulan
kata dan/atau istilah dalam
bahasa Inggrls dan bahasa
Indonesia yang balk dan yang
benar.
Penyajian materi:
-
Menghindari hal-hal yang
bersifat mengadudomba karena
perbedaan SARA. Bias Gender,
dan Pelanggaran HAM.
-
Disusun dengan konsep yang
menarik secara sistematis.
i
i
-12 ­
No. Fungsi
----m­ ..
(2)
3 Kamus Bahasa Inggris ­
Indonesia dan/atau Bahasa
Indonesia-Bahasa Inggris
Bergambar dapat
- Meningkatkan
penguasaan kosakata
dalam bahasa Inggris
bagi para siswa dan
guru.
-
Mendukung kompetensi
dasar bagi para siswa
terhadap bahasa aSing.
Meningkatkan
kemampuan
berkomunikasi dalam
bahasa asing
4 Kamus Bahasa Indonesia
Bergambar dapat:
-
Meningkatkan
penguasaan kosakata
dalam bahasa Indonesia
bagi para siswa dan
guru.
- Mendukung kompetensi
dasar bagi para siswa
terhadap bahasa asing.
- Meningkatkan
kemampuan
berkomunikasi dalam
bahasa aSing
StandarlSpesifikasi Fisik
(3)
Bidang Kajian : Kamus Bahasa Inggris ­
Indonesia dan atau
Bahasa Indonesia-Bahasa Inggris
Ukuran Buku : A5/B5/A4
Bahan cover : Soft Cover minimal
dengan Art Carton 210
gram, Hard Cover No 40
Bahan lsi Minimal HVS 70 gr
Jilid : Jahit KawatiJahit
Benang, Perfect Binding
Cetak lsi : Minimal 1 (satu) warna
Hingga 4 (em pat) warna
Jml halaman . minimal 48 halaman
Cetak cover : Full Colour
Bidang Kajian: Kamus Bahasa
Indonesia bergambar
Ukuran Buku : A5/B5/M
Bahan cover Soft Cover minimal
dengan Art Carton 210
gram, Hard Cover No 40
Bahan lsi : Minimal HVS 70 gr
Jilid Jahit KawatiJahit
Benang, Perfect Binding
Cetak lsi Minimal 1 (satu) warna
Hingga 4 (empat) warna
Jml halaman : minimal 48 halaman
Cetak cover : Full Colour
StandarlSpesifikasi lsi
(4)
Kamus Bahasa Inggris - Indonesia
dan atau Bahasa Indonesia-
Bahasa Inggris bergambar :
- Menjelaskan tentang benda­
benda dalam bahasa Inggris
dan bahasa Indonesia yang
baik dan yang benar.
- Setiap benda atau bentuk­
bentuk lain ditampilkan dengan
gambar yang menarik.
Penyajian materi:
-
Menghindari hal-hal yang
bersifat mengadudomba karena
perbedaan SARA, Bias Gender,
dan Pelanggaran HAM.
-
Disusun dengan konsep yang
menarik secara sistematis.
Kamus Bahasa Indonesia
Bergambar:
- Menjelaskan tentang benda­
benda dalam bahasa Indonesia
yang baik dan yang benar.
- Setiap benda atau bentuk­
bentuk lain ditampllkan dengan
gam bar yang menarik.
Penyajian materi:
-
Menghindari hal-hal yang
bersifat mengadudomba karena
perbedaan SARA, Bias Gender,
dan Pelanggaran HAM.
- Disusun dengan konsep yang
i
menarik secara sistematis.
i
I
5 Ensiklopedi berfungsi untuk
meningkatkan wawasan
siswa pada aspek-aspek
pengetahuan yang
menunjang KTSP dan
menggali pengetahuan,
potensi dan sumber daya
lokal dan/atau nasional
Bidang Kajian: Ensiklopedi
Ukuran Buku : A5IB5/A4
Bahan cover : Minimal Soft Cover
dengan Art Carton 210
gram,
Bahan lsi Minimal HVS 70 gr
Jilid : Jahit KawatiJahit
Benang, Perfect Binding
Cetak lsi : Minimal 1 (satu) warna,
hingga 4 (empat) warna
Jml halaman : minimal 48 halaman
Cetak cover : Full Colour
Judul Ensiklopedi antara lain:
1) Ensiktopedi Pendidikan
Kewarganegaraan
2) Ensiklopedi Bahasa Indonesia
&Sastera
3) Ensiklopedi Matematika
4) Ensiklopedi IImu Pengetahuan
Alam
5) Ensiklopedi IImu Pengetahuan
Sosial
6) Ensiklopedi Seni Budaya dan
Ketrampilan
7) Ensiklopedi Pendidikan
Jasmani, Olahraga dan
Kesehatan
Penyajian Materi :
- Menghindari hal-hat yang
bersifat mengadudomba
karena perbedaan SARA, Bias
Gender, dan Pelanggaran
HAM.
- Disusun dengan konsep yang
menarik secara sistematis.
- Menggunakan Bahasa
Indonesia yang baik dan benar
-13 ­
CONTOH STANDARISPESIFIKASI TEKNIS BUKU PANDUAN PENDIDIK
A. Jenis : Buku Panduan Pendidik
B. Spesifikasi Fisik dan Spesifikasi lsi
C.
No.
(1)
Fungsi
(2)
StandarlSpesifikasi Fisik
1.3)
StandarlSpesifikasi lsi
(4)
Panduan Pendidik berfungsi
untuk para guru dalam:
-
mengembangkan
kompetensinya.
-
menunjang dan
meningkatkan
pengetahuan dalam
melengkapi
kemampuannya baik di
dalam maupun di luar
kelas.
-
meningkatkan keahlian
guru untuk pemahaman
yang lebih luas terhadap
pengetahuan dan
metode mengajar.
Bidang Kajian: Panduan Pendidik
Ukuran Buku : A5/B5/A4
Bahan cover : Minimal Art CartonlAC
210 gr
Bahan lsi : Minimal HVS 70 gr
Jilid : JaM kawat,
Perfect Binding
Cetak lsi : minimal 1 (satu) warna
Jml halaman : minimal 48 halaman
Cetak cover : Full Color
Berbagai jenis buku panduan
pendidik yang membahas minimal
salah satu hal berikut ini:
Buku panduan pembelajaran
dari berbagai disiplin ilmu yang
memuat dan menjelaskan
berbagai pengetahuan tentang
acuan pengajaran guru dan
pengembangan teknik
pembelajaran.
- Buku panduan pendidik
berisikan pengembangan
wawasan yang memuat dan
menjelaskan berbagai
pengetahuan tentang
pengembangan teknik
pembelajaran, pengembangan
keterampilan mengajar, dan
pengembangan kepribadian.
- Buku petunjuk guru tentang
budi pekerti dan akhlak mulia
memuat penjelasan tahap-tahap
pembelajaran budi pekerti untuk
para siswa di jenjang
pendidikan sekolah dasar.
- Buku untuk guru olahraga
menjelaskan pengetahuan
berbagai jenis olahraga, di
antaranya sepak bola, bola voll,
basket, dan dasar--dasar
berenang serta juga
pengetahuan dalam melatih dan
mengajarkan olahraga-olahraga
tersebut.
-14­
StandarlSpesifikasi Fisik Fungsi No. StandarlSpesifikasi lsi
(1) (2) (3) (4)
Penyajian Materi :
- Menghindari hal-hal yang
bersifat mengadudomba karena
perbedaan SARA, Bias Gender,
dan Pelanggaran HAM.
- Disusun secara sistematis.
- Memperkaya khasanah ilmu
pengetahuan.
- Menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan
benar.
- Mengkaitkan kompetensi dan
pengetahuan pendidik tentang
metode mengajar yang lebih
profesional.
MENTERI PENDIDIKAN I'JASIONAL,
TTD.
MOHAMMAD NUH
Salinan sesuai dengan aslinya.
Biro Hukum dan Organisasi
Kementerian Pendidikan Nasional,
. Pangerang Moenta, S.H.,M.H.,DFM f',
NIP 196108281987031003
-15 ­
SALINAN
LAMPI RAN III PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
NOMOR 18 TAHUN 2010 TANGGAL 25 AGUSTUS 2010
CONTOH STANDARISPESIFIKASI TEKNIS PERPUSTAKAAN
DAN MEBELAIR SEKOLAH DASAR
I.CONTOH STANDARISPESIFlKASI RUANG/GEDUNG PERPUSTAKAAN
Pembangunan ruang perpustakaan harus memperhatikan fungsinya yaitu sebagai
sarana penunjang proses pembelajaran. Khususnya untuk kegiatan yang berkaitan
dengan penyediaan/koleksi bahan bacaan/referensi. Dengan demikian di dalam ruang
perpustakaan yang baik harus ada ruang/area untuk membaca dan ruang/area untuk
pengolahan/penyimpanan. Penerangan alami harus diupayakan semaksimal mungkin
sehingga memadai untuk kegiatan di dalam ruangan.
A. Ukuran Ruang/Gedung Perpustakaan dan Lahan
Ruang/gedung Perpustakaan dapat dibangun secara berdiri sendiri, menempel
pada ruang/bangunan yang sudah ada (lama), atau dibangun di atas
ruang/bangunan lama.
1. Ukuran as ruangan =7 m x B.m dan lebar teras 2 m.
2. Tinggi plafon ruang minimal 3.50 meter dari lantai ruangan sedangkan tinggi
plafon teras ±2.75 m dari lantai teras.
3. Tinggi kerpus pada puncak atap tidak lebih 6 m dari lantai ruangan.
4. Luas lahan ideal minimal 100 m2.
B. StandarlSpesifikasi Teknis Umum Bangunan
1. Tenaga Kerja Dan Peralatan
a. Tenaga kerja yang dilibatkan dalam pelaksanaan harus memakai tenaga
yang sesuai dengan tingkat keahlian, pengalaman, serta tidak melanggar
ketentuan-ketentuan perburuhan yang berlaku di Indonesia.
b. Kontraktor harus menggunakan tenaga yang ahli dalam bidang
pelaksanaan (Skilled Labour), baik tenaga pelaksana, mandor maupun
tukang.
c. Semua tenaga kerja dipimpin oleh seorang Manajer Lapangan atau
Pelaksana sebagai wakil Kontraktor di lapangan.
d. Tenaga kerja pelaksana dari sub kontraktor harus dipilih yang sudah
berpengalaman dan mampu menangani pekerjaan yang disub-kontrakkan.
e. Hubungan kontraktor dengan sub-kontraktor dalah menyangkut
keseluruhan pekerjaan, dan menjadi tanggung jawab kontraktor.
f. Klasifikasi Manajer Lapangan adalah sebagai berikut :
1) Sarjana Teknik SipillTeknik Arsitektur dengan pengalaman kerja pada
bidang yang sesuai minimal 2 (dua) tahun, atau
1
2} Sarjana Muda TekniklDiploma III Sipilffeknik Arsitektur dengan
pengalaman kerja pada bidang yang sesuai minimal 3 (tiga) tahun,
atau
3) STM/SMK Hangunan dengan pengalaman kerja pada bidang yang
sesuai minimal 5 (lima) tahun.
g. Alat-alat untuk melaksanakan pekerjaan harus disediakan oleh kontraktor
dalam keadaan baik dan siap pakai da/am jum/ah mencukupi.
h. Harus disiapkan tenaga operator yang mampu untuk mengoperasikan dan
memperbaiki peralatan mekanis/mesin sehingga pekerjaan dapat b e ~ a l a n
dengan lancar.
2. Pemakaian Merk Dagang
a. Penggunaan merk dagang maupun jenis bahan diutamakan produksi
Da/am Negeri seperti diatur dalam Keppres No. 80 Tahun 2003.
b. Apabila dalam rencana kerja dan syarat-syarat hanya disebutkan satu
merk bahan, bukan berarti hanya dapat dipakai merk tersebut, melainkan
dapat dipakai merk lain dengan standard mutu dan ciri-ciri fisik yang sarna
dan mendapat persetujuan Direksi.
c. Kontraktor dapat mengusulkan perubahan pemakaian merk dagang secara
tertulis apabila merk dagang tersebut tidak tersedia di pasaran, dengan
me/ampirkan bukti tertulis dari distributor yang menyatakan bahwa
barang/bahan tersebut tidak tersedia dipasaran.
d. Kontraktor harus dapat membuktikan kesetaraan kualitas dan ciri-ciri fisik
yang dituntut pada rencana kerja dan syarat-syarat, dan untuk
mempergunakannya harus ada persetujuan tertulis dari Konsu/tan
Pengawas dan/atau Pengelola Kegiatanl Penanggungjawab kegiatan.
3. Prosedur Pengadaan Bahan Bangunan
a. Secepatnya kontraktor mela/ui Manajer Lapangan/Pelaksana mengajukan
contoh bahan yang akan didatangkan sesuai dengan spesifikasi da/am
rencana k e ~ a dan syarat-syarat, pada saat rapat lapangan pertama ka/i.
b. Contoh bahan yang te/ah disetujui harus dipasang di da/am direksikeet
sebagai pedoman mutu bahan.
c. Apabila tanpa ada pengajuaan contoh bahan atau pengajuan contohnya
bersamaan dengan datangnya bahan tersebut, maka Pengawas
Lapangan/Direksi berhak menolak dan memberi perintah untuk
mengeluarkan bahan tersebut dari lokasi pekerjaan.
4. Pemeriksaan Bahan Bangunan
a. Secara umum Konsu/tan Pengawas/Direksi berhak memeriksa semua
jenis bahan bangunan yang dipergunakan kontraktor dan menolaknya
apabila nyata-nyata tidak memenuhi persyaratan untuk itu.
b. Bahan bangunan yang telah didatangkan oleh kontraktor di /apangan tetapi
oleh Konsultan Pengawas/Direksi ditolak untuk dipergunakan, harus
2
segera dikeluarkan dari lapangan selambat-Iambatnya dalam waktu 2 x 24
jam terhitung sejak jam penolakan tersebut.
c. Apabila Konsultan Pengawas/Direksi merasa perlu memeriksakan bahan
bangunan yang diragukan spesifikasinya, maka Konsultan Pengawas
berhak mengirimkannya kepada Balai Penelitian Bahan-bahan Bangunan
atau Lembaga lain yang ditetapkan bersama Pengelola Kegiatan untuk
ditefiti.
d. Semua biaya untuk hal tersebut di atas menjadi tanggungan Kontraktor,
apapun hasil dari penelitian tersebut.
e. Semua bahan bangunan yang digunakan selain harus memenuhi syarat­
syarat yang ditentukan dalam rencana kerja dan syarat-syarat. juga harus
memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam A.V. dan Peraturan Umum
Bahan Bangunan (PUBB).
f. Konsultan PengawaslDireksi berwenang meminta keterangan mengenai
asal bahan dan Kontraktor harus memberitahukannya.
5. Mutu Bahan Ban(lunan
a. Disarankan kepada Kontraktor sebelum melaksanakan pekerjaan secara
massal dapat meminta persetujuan hasH pekerjaan kepada Pengawas
Lapanganl Direksi.
b. Agar tidak terjadi bongkar/pasang pekerjaan, apabila terdapat gam bar
yang tidak jelas. maka kontraktor diwajibkan menanyakan kepada
Pengawas . Lapangan/Direksi untuk menyamakan persepsi, atau apabila
perlu dapat meminta Konsultan Perencana untuk menjelaskan agar
didapat jawaban yang pasti tentang perencanaannya.
c. Bagian pekerjaan yang telah dimulai tetapi masih digunakan bahan-bahan
yang ditolak oleh Konsultan Pengawas/Direksi atau tanpa ijin. harus
segera dihentikan dan selanjutnya pekerjaan tersebut harus dibongkar.
6. Peraturan Teknis
6.1. Umum
Pedoman pelaksanaan yang diatur oleh Peraturan Pembangunan yang
sah dan berlaku di Indonesia sepanjang tidak ditetapkan lain dalam
rencana kerja dan syarat-syarat yang harus ditaati selama pelaksanaan,
yaitu:
a. Keppres No. 80 tahun 2003.
b. Standarisasi Bangunan Sekolah Dasar Tahun 2005.
c. Aigemene Voorwarden (A.V) yang disahkan dengan Keputusan
Pemerintah Nomor 9 tanggal 28 Mei 1941 dan tambahan Lembaran
Negara No. 1457, apabila tidak ada ketentuan lain dalam RKS ini.
d. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung SK
SNI T-15-1991-03.
e. Tata cara Pengadukan dan Pengecoran Beton SNI 03-3976-1995
3
f. Peraturan Muatan Indonesia NI.8 dan Indonesia Loading Code 1987
(SKBI-1.2.53.1987).
g. Ubin Lantai Keramik, Mutu dab Cara Uji SNI Q3-3976-1995.
h. Ubin Semen Polos SNI 03-0028-1987.
i. Peraturan Umum Pemeriksaan Bahan Bangunan (PUBB) NI.3 Tahun
1983
j. Peraturan Baja Bangunan Indonesia (PBBI) 1983.
k. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PKKI) NI.5 Tahun 1961.
I. Mutu Kayu Bangunan SNI 03-3527-1994
m. Mutu Sirap SNI 03-3527-1994
n. Peraturan Semen Portland Indonesia NI.8 Tahun 1973
o. Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung (PPI) N.118 Tahun
1983.
p. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUlL) SNI 04-0225-2000.
q. Peraturan Bata Merah Sebagai Bahan Bangunan N110.
r. Tata Cara Pengecatan Kayu Untuk Rumah dan Gedung SNI 03­
2407-1991
s. Tata Cara Pengecatan Dinding Tembok Dengan Cat Emulsi SNI 03­
2410-1991.
t. Pedoman Perencanaan Penanggulangan Longsoran SNI 03-1962­
1990.
u. Peraturan Perburuhan di Indonesia dan Peraturan Umum Dinas
Keselamatan Kerja No. 3 tahun 1958 dan Undang-Undang No. 1
tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
v. Keputusan Badan Arbitrase Nasionallndonesia (BANI).
w. Peraturan-peraturan lain yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah
Setempat yang berkaitan dengan permasalahan bangunan.
6.2. Khusus
Untuk melaksanakan pekerjaan seperti yang tersebut dalam lingkup
pekerjaan, maka berlaku dan mengikat :
a. SK. Penanggung Jawab Kegiatan tentang Penunjukan Kontraktor
(Gunning).
b. Surat Kesanggupan K e ~ a .
c. Surat Perintah Kerja.
d. Surat Penawaran beserta Lampiran-Iampirannya.
e. Gambar Bestek.
f. RKS beserta Lampiran-Iampirannya.
g. Kontrak Pelaksanaan dan Addendumnya (bila ada).
h. Shop drawings yang diajukan oleh Kontraktor yang disetujui
Konsultan Pengawas dan/atau Pengelola Teknis Kegiatan untuk
dilaksanakan.
4
i. Time Schedule yang diajukan oleh Kontraktor yang disetujui oleh
Konsultan Pengawas dan Pengelola Kegiatan/Penanggungjawab
Kegiatan.
6.3. Penjelasan Gambar
a. Bila terdapat perbedaan antara gam bar rencana dan gam bar detail,
maka yang harus diikuti adalah gambar detail.
b. Bila terdapat skala gambar dan ukuran yang tertulis dalam gambar
berbeda, maka ukuran dalam gambar yang berlaku.
c. Bila rekanan meragukan tentang perbedaan antara gambar yang
ada, baik konstruksi maupun ukurannya, maka rekanan berkewajiban
untuk menanyakan kepada Konsultan Pengawas secara tertulis.
d. Dalam hal terjadi penyimpangan detail antara gambar bestek dan
keadaan di lapangan, kontraktor dapat mengajukan gambar kerja
(shop drawing) yang sesuai dengan kondisi di lapangan dan
mempergunakannya dalam pelaksanaan dengan persetujuan tertulis
Konsultan Pengawas.
e. Di dalam semua hal, bila terjadi pengambilan ukuran yang salah
adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor.
f. Apabila dalam gambar disebutkan Iingkup pekerjaan atau ukuran,
sedangkan dalam rencana kerja dan syarat-syarat tidak disebutkan,
maka gambar yang harus dllaksanakan.
6.4. Penjelasan Rencana Kerja dan Syarat-syarat
a. Pada Rencana dan Syarat-syarat tentang syarat-syarat teknis,
termuat Iingkup spesifikasi bahan yang digunakan dan
syarat-syarat pelaksanaan.
b. Apabila dalam gambar tidak tercantum Iingkup pekerjaan, ukuran dan
jumlah, sedangkan dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat pad a
lingkup tercantum, maka Kontraktor terikat untuk
melaksanakannya.
7. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan meliputi; (a) Pekerjaan Persiapan, (b) Pekerjaan Pasangan dan
Plesteran, (c) Pekerjaan Beton, (d) Atap, (e) Pekerjaan Plafon, (f)
Pekerjaan Kayu Kusen Pintu dan Jendela, (g) Pekerjaan Penggantung dan
Pengunci, (h) Pekerjaan Pengecatan, (i) Pekerjaan Instalasi Listrik.
7.1. Pekerjaan Persiapan
7.1.1 Sebelum pekerjaan dimulai, kontraktor harus mengadakan
persiapan ijin dan melakukan koordinasi dengan Pihak
Pengelola Kegiatan/Penanggungjawab Kegiatan dan Konsultan
Pengawas.
7.1.2 Pekerjaan persiapan meliputi sebagai berikut :
5
a. Mengadakan pengamanan lokasi Kegiatan dari segata
gangguan.
b. Mengadakan komunikasi dengan instansi yang terkait
dalam rencana pembangunan ini.
c. Mengadakan atau membuat Direksikeet, gudang dan barak
kerja.
d. Mengadakan persiapan tempat penimbunan dan
penyimpanan bahan.
e. Menyediakan peralatan, fasilitas dan mesin-mesin
pembantu.
f. Metaksanakan pengukuran guna menentukan duga
lapangan dan ukuran-ukuran lainnya yang berhubungan
dengan pekerjaan pembangunan ini, serta memasang
bouwplank.
g. Menyediakan kotak PPPK dan perlengkapannya yang
ditempatkan di dalam Direksikeet.
h. Membuatlmempersiapkan jatan masuk ke lokasi proyek.
7.1.3 Sebelum pekerjaan dimulai, kontraktor harus membuat foto dari
4 (empat) sisi pengambilan pad a kondisi fisik lahan calon lokasi
bangunan dan atau bangunan 0% (untuk bangunan yang berdiri
di atas bangunan lama atau bangunan yang menempel pada
bangunan tama).
7.1.4 Apabila kontraktor akan mendirikan bangunan sementara
(Direksikeet dan Gudang) maupun tempat penimbunan bahan,
maka kontraktor harus merundingkan terlebih dahulu kepada
Pengelola Kegiatanl Penanggungjawab Kegiatan tentang
penggunaan halaman.
7.1.5 Semua biaya untuk prasarana, fasilitas untuk memasuki daerah
pekerjaan, serta akomodasi tambahan diluar daerah/area kerja
menjadi tanggungan kontraktor.
7.1.6 ApabiJa terjadi kerusakan pada jalan kompleks, saluran air atau
bangunan lainnya yang disebabkan adanya pembangunan ini,
kontraktor berkewajiban untuk memperbaiki kembali selambat­
lambatnya dalam masa pemeliharaan.
7.2 Pekerjaan Pasangan Dan Plesteran
7.2.1 Lingkup Pekerjaan
7.2.1.1 Pekerjaan Pasangan Pondasi Batu Kali
a. Pasangan Aanstampeng dibawah pondas! batu kali
sebagai landasan pondasi.
b. Pasang pondasi batu kall dengan campuran 1PC :
6PS
7.2.1.2 Pekerjaan Pasangan Batu Merah
6
a. Pasangan dinding batu merah trasram dengan
eampuran 1PC : 3Ps dilaksanakan pada :
• Tembok setinggi 40 Cm dari lantaL
•. Tempat-tempat lain yang senantiasa
berhubungan dengan air dan dianggap perlu oleh
Direksi serta yang ditunjukkan dalam gambar.
• Pasangan rollag batu merah dengan eampuran
1PC : 3 Ps dilaksanakan pada alas tempat
dudukan pintu atau jendela; diatas ambang
pintu/jendela yang lebar bentangan sama atau
kurang dari 120 Cm, serta bagian-bagian lain
yang ditunjukkan dalam gambar.
b. Pasangan dinding batu merah dengan campuran
1PC : 6 Ps atau 1 PC:3Kapur: 1 OPs dilaksanakan
pada seluruh dinding tembok yang tidak disebut
dalam butir (a) inL
e. Apabila dinding dari papan minimal menggunakan
kayu kelas kuat 3 yang sudah kering dan diketam
halus pada kedua permukaan papan. Semua
sambungan harus rapi dan rapat, dan tepi-tepinya
di-skoneng.
d. Dinding mampu menahan gaya horisontal bila terjadi
gempa dan menyatu dengan sloof dan kolom, maka
sekelilingnya harus dipasang steklangkur dan
tulangan bracing yang diangkerkan pada kolom.
7.2.1.3 Pekerjaan Plesteran
a. Plesteran trasraam dan benangan sudut dengan
eampuran 1 PC:3Ps dilaksanakan pada plesteran
pfint/kol. Lebar benangan sudut adalah 5 em dari
sudut tembok atau sudut kolom/balok beton.
b. Plesteran dinding batu merah dengan eampuran
1PC : 6 Ps. dilaksanakan pada semua dinding batu
merah yang tidak disebutkan pada ayat (a) di atas.
e. Acian dengan menggunakan air PC, dilaksanankan
pada semua bidang permukaan plesteran dinding,
dan atau beton.
7.2.2. Bahan-Bahan
7.2.2.1 Batu KalilBatu gunung belah
a. Batu kali atau batu gunung yang dipergunakan
dengan ukuran 15/20 utuh dan tidak p o r ~ s .
b. ApabiJa merupakan batu peeah/belah, bagian yang
terpecah harus bersudut runeing dan tajam.
7.2.2.2 Bata Merah
7
a. Bata merah harus berkualitas baik, pada umumnya
ukuran normal di pasaran: tebal (4-5)cm; lebar (11­
12)cm; panjang (23-25)cm
b. Mempunyai rusuk-rusuk yang tajam dan siku, bidang
sisinya datar, padat dan tidak menunjukkan retak­
retak.
7.2.2.3 Semen Portland
Semen Portland/Portland Cement (PC) menggunakan
semen tipe I dan mendapat pesetujuan dari Direksi.
7.2.2.4 Pasir pasang
Pasir pasang, berbutir lembut, tajam, warna hitam, boleh
mengandung lumpur yang berasal dari pasir yang
sejenis tetapi tidak boleh melebihi 10% dari berat kering.
7.2.3 Syarat-syarat Pelaksanaan
7.2.3.1 Pasangan Pondasi Batu Kali
a. Setelah pasir urugan di atas tanah galian mencapai
kepadatan yang disyaratkan dan tebalnya telah
diukur sesuai dengan rencana, maka dapat
dipasang aanstamping.
b. Pasangan aanstamping harus saling mengisi antar
batu kali, sehingga merupakan landasan pondasi
yang utuh dan padat.
c. Rongga-rongga antar batu aanstamping diisi dengan
pasir urug dan disiram air sampaj jenuh dan padat.
d. Pasangan batu kali dengan spesi 1 Pc:6Ps mulai dari
permukaan aanstamping sampai permukaan
pondasi dengan bentuk dan ukuran sesuai gam bar
bestek.
e. Pemasangan batu pondasilapis demi lapis dengan
menggunakan pertolongan profil pondasi dan tarikan
benang.
f. Penyusunan batu pondasi tidak boleh saling
berhimpitan dengan rongga antar batu 2-5 cm.
g. Rongga antar batu diisi dengan spesi dan
dipadatkan menggunakan cetok.
h. Hasil akhir pekerjaan pondasi harus kokoh, rapih,
dan presisi dengan bidang sisi dan permukaan rata.
7.2.3.2 Pasangan Batu Marah
a. Batu merah pecah yang dipasang jumlahnya tidak
boleh melebihi 20% dari jumlah batu merah yang
utuh.
b. Pasangan tembok batu merah harus dipasang
dengan hubungan (verband) yang baik, tegak lurus,
8
siku dan rata. Tinggi pasangan tembok Y2 bata
hanya diperbolehkan setinggi 1,00 (satu) meter
untuk setiap hari kerja.
c. Semua voerlsiar di antara pasangan batu merah
pada hari pemasangan harus dikerik yang rapi.
d. Sebelum dipasang, batu merah harus dibasahi
dengan air secukupnya sehil1gga dapat melekat
dengan sempuma.
e. Untuk pasangan Y2 bata yang pada setiap luasan 12
meter persegi, harus dipasang kolom praktis dari
beton.
7.2.3.3 Plesteran
a. Seluruh permukaan dinding tembok yang akan
diplester harus dibersihkan, dibasahi/disiram dengan
air bersih terlebih dahulu sampai rata, serta dinding
yang telah diplester harus selalu dijaga
kelembabannya.
b. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah pengeringan
plesteran terlalu cepat yang berakibat timbul retak­
retak.
c. Plesteran dinding dikerjakan dengan tebal minimal 1
(satu) centimeter dan maksimal2 (dua) centimeter.
d. Setelah plesteran kering dan dijamin tidak akan
retak-retak, kemudian dihaluskan dengan
acian PC.
e. Pekerjaan plesteran harus dikoordinasikan dengan
pemasangan instalasi listrik, instalasi air
maupun instalasi lain yang terpendam didalam
plesteran.
t. Plesteran untuk dinding yang akan dicat tembok,
harus mempunyai permukaan yang halus dengan
cara, setelah diaci dalam keadaan setengan kering
digosok dengan kertas semen.
g. Semua pekerjaan plesteran harus rata, halus,
merupakan satu bidang tegak lurus dan siku.
h. Plesteran dan acian yang telah selesai harus bebas
dari retak-retaklnoda-noda dan cacat lainnya.
7.3 Pekerjaan Beton
7.3.1 Lingkl.;p
Pekerjaan Beton
a. Beton rabat digunakan campuran 1 PC : 3PS : 5 Kr.
b. Kolom praktis, sloot praktis dan ring balk dengan campuran
1 PC:2PS:3Kr
9
c. Ukuran pekerjaan beton adalah ukuran sebelum diplester.
7.3.2 Bahan/Material
7.3.2.1 Portland Cement (PC)
a. Semen yang dipergunakan sebagai bahan beton
adalah Portland Cement (PC) Tipe I.
b. Satu komponen beton tidak boleh dikeljakan dengan
menggunakan lebih dari satu merek semen.
7.3.2.2 Agregat Halus (Pasir)
a. Pasir beton harus bermutu baik, berbutir tajam dan
keras tidak mengandung bahan organis dan
sejenisnya dan dapat memenuhi persyaratan SK
SNI-1991.
b. Agregat halus harus bersih dan tidak boleh
mengandung lumpur lebih dari 5% (terhadap berat
kering) serta memenuhi gradasi yang baik.
7.3.2.3 Agregat Kasar (Kerikil)
a. Agregat kasar berupa kerikil/batu pecah mesin atau
pecah tangan.
b. Agregat kasar yang dipakai adalah batu berukuran
1/2 - 2/3 cm dan mempunyai gradasi heterogin,
kekerasan yang cukup, tajam, keras dan tidak
berpori.
c. Agregat kasar tidak boleh mengandung zat-zat yang
dapat merusak beton.
d. Agregat kasar tidak boleh kotor dan kandungan
lumpur maksimum 1 % (terhadap berat kering). Bila
kandungan lumpur melebihi batas maksimum, maka
harus dicuci terlebih dahulu sebelum dipergunakan.
7.3.2.4 Air
Air yang dipakai untuk pembuatan dan perawatan beton
harus air tawar dan bersih, bebas dari zat-zat kimia yang
bisa merusak beton/baja tulangan.
7.3.2.5 Besi Tulangan
Besi tulangan yang dipakai adalah baja polos dengan
mutu baja fy =240 Mpa (U-24) dengan tegangan leleh
2.400 kg/cm2 yakni dengan penggambaran diberi notasi
o (baca: diameter).
Besi tulangan harus bersih dari karat, lapisan minyak
dan bahan lainnya yang dapat mengurangi daya lekat
beton.
7.3.2.6 Cetakan Beton (Bekisting)
Bahan bekisting dipakai kayu terentang/kelas II-III
(Merantl) yang cukup kering dan keras serta untuk
10
penggunaannya harus mendapatkan persetujuan
Direksi T eknik dan Konsultan Pengawas.
7.3.3 Syarat Pelaksanaan
7.3.3.1 Bekisting
a. Pemasangan bekisting harus rapi, cukup kuat dan
kaku untuk menahan getaran dan kejutan gaya yang
diterima tanpa berubah bentuk.
b. Kerapihan dan ketelitian pemasangan bekisting
harus diperhatikan agar setelah bekisting dibongkar
memberikan bidang-bidang yang rata.
c. Celah-celah antara papan harus rapat agar pada
waktu pengecoran air tidak merembes keluar.
d. Sebelum pengecoran, bagian dalam bekisting harus
bersih dari kotoran.
7.3.3.2 Penulangan
a. Sebelum pengecoran rangkaian tulangan harus
sudah dilengkapi dengan beton decking, yang
jumlah, penempatan, mutunya harus disetujui
Direksi.
b. Perlakuan pelaksanaan tulangan (penyambungan,
pembengkokan, pemasang- an tulangan lewatan
dan lain-lain) harus memenuhi SK SNI-1991.
c. Penyetelan dan pemasangan besi tulangan. Semua
tulangan harus dipasang pada posisi yang tepat
hingga tidak dapat berubah dan bergeser pada
waktu adukan digetarkan atau dipukul-pukul dengan
palu/cetok. Penyetelan besi tulangan harus
diperhitungkan dengan tebal selimut beton terhadap
ukuran yang ditentukan.
7.3.3.3 Pengecoran beton
a. Sebelum pengecoran dilaksanakan, bekisting harus
dicek terhadap kelurusan, baik arah vertikal maupun
horisontal.
b. Untuk memadatkan spesi beton waktu pengecoran
menggunakan pukulan palu/cetok pada begisting
atau dirojoklditusuk dengan besi diameter 12mm
panjang lebih kurang 150 cm.
c. Pengadukkan harus rata dan sarna kentalnya setiap
kali membuat adukan, untuk bagian yang mengeras
tidak boleh dipakai.
d. Pembongkaran bekisting baru diperbolehkan setelah
beton menga/ami periode pengerasan sesuai
dengan SK SNI T-15-1991 1seijin Direksi Teknik.
11
e. Pekerjaan yang tidak sesuai dengan ketentuan ini,
harus dibongkar dan diperbaiki atas biaya
pemborong.
t. Sebelum pengecoran dilakukan, sisi dalam papan
bekisting harus bebas dari segala macam kotoran
dan harus tersiram dengan air sampai merata.
g. Adukan beton kolom praktis, sloot praktis, dan
ringbalk, dengan perbandingan campuran
1Pc:2ps:3Kr
h. Adukan beton rabat dengan perbandingan 1 pc : 3ps
: 5kr
7.3.3.4 Perawatan Beton
a. Semua pekerjaan beton harus dirawat secara baik
dengan cara yang disetujui Direksi.
b. Segera setelah beton di cor, maka permukaan yang
tidak tertutup oleh cetakan harus dijaga terhadap
kelembabannya dengan cara ditutup dengan bahan
pelindung dan terhindar dari panas dan hujan.
7.3.3.5 Pengujian Beton
a. Secara umum, semua pengujian beton harus sesuai
dengan Peraturan SKSNI-T15-1991-03.
b. Pengujian beton harus dibuat pada masing-masing
jenis pekerjaan pada setiap 5 m3 pengecoran beton
kecuali ditentukan lain oleh Direksi.
c. Untuk satu pengujian beton dibutuhkan empat buah
benda uji silinder.
d. Hasil pengujian merupakan rata-rata dan harus
sama dengan atau lebih besar dari kekuatan
karakteristik 175 kg/cm2 untuk beton K-175.
e. Bila diperlukan dapat ditambahkan dengan satu
benda uji lagi yang ditinggalkan di lapangan,
dibiarkan mengalami proses perawatan yang sama
dengan dengan keadaan sebenarnya.
7.4 Pekerjaan Lantai
7.4.1 Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan ini meliputi :
Pasang tegel keramik pada semua lantai ruangan dalam dan
teras depan.
7.4.2 Bahan/material
a. Keramik Jantai ruangan dalam dan teras depan dengan
ukuran 30 x 30 em
b. Keramik yang dipakai produksi ASIA TILE Kw1, atau merek
lain yang sekualitas ASIA TI LE.
12
7.4.3 Syarat Pelaksanaan
7.4.3.1 Keramik
a. Sebelum pemasangan keramik lantai ruang, harus di
lakukan penentuan peil lantai terhadap keseluruhan
ruang.
b. Pada bagian lantai lama yang mengalami
penurunan/amb/es akibat penurunan tanah dasar,
tegel lantai lama harus dibongkar, kemudian
dilakukan pemadatan dan pengurugan
menggunakan pasir urug sampai meneapai
ketebalan/ketinggian yang dibutuhkan sesuai peil
yang direneanakan.
e. Spesi untuk pemasangan keramik menggunakan
adukan 1 Pe : 4ps.
d. Keramik yang akan dipasang harus dalam kondisi
jenuh air dengan eara direndam. Untuk sambungan
antar keramik harus lurus dengan jarak natnya/siar
maksimum 3 mm.
e. Pengisian spesi alas keramik lantai harus padat dan
merata seluruh bidang tegel keramikltidak boleh
berongga.
f. Sambungan antar keramik harus dieor dengan
adukan semen putih atau semen warna.
g. Keramik lantai yang selesai dipasang dan dieor tidak
boleh diinjak atau ditempati benda-benda berat
sampai benar-benar kering, atau sekurang­
kurangnya 2x24 jam.
7.4.3.2 Lantai papan
Untuk bangunan panggung dapat menggunakan
papan kayu kelas kuat 3 s.d 2 dengan tebal minimal
2,00 em, diserut hingga halus dan tepi-tepinya
diskoneng agar saling menutup saat dipasang dan
eukup perkuatannya. Pemakuan papan lantai harus
menggunakan paku kepala terbenam panjang 5 em.
Papan lantai dipakukan pada rangka kayu/balok­
balok kayu ukuran 6/10 em.
7.5 Pekerjaan Pintu, Jendela Dan Ventilasi
7.5.1 Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi :
a. Pekerjaan kusen pintu, jende/a.
b. Pekerjaan daun pintu panil dan daun jendela kaca.
7.5.2 Bahan/Material
13
a. Kusen pintu dan jendela ukuran 6/15 em, slimar daun pintu
4/12 em, slimar jendela 3/8 em, papan panil pintu 3 em, dan
list kaea 2/2 em. Semua kayu yang dipakai untuk kusen,
slimar, papan panil daun pintu, daun jendela dan list kaca
menggunakan kayu kelas kuat awet 2 yang sudah kering
dengan kadar lengas kurang dari 15%, berumur tua, lurus dan
tidak retak, dan memenuhi persyaratan yang tereantum dalam
PKKI NI-5 tahun 1961.
b. Semua ukuran yang tereantum didalam gambar adalah
ukuran toko (sebelum di kerjakan), dengan toleransi ukuran
setelah dikerjakan 10%.
e. Bahan perekat memakai lem kayu merk AIBON atau
sekualitas.
7.5.3 Syarat Pelaksanaan
a. Permukaan kayu yang tampak, harus diserut rata dan liein.
b. Setiap sambungan rangkalslimar, panil pintu dan daun
jendela harus menggunakan pasak dan lem yang berfungsi
pengunei, harus betuI-betuI kaku, lurus, kokoh dan rata agar
dapat dengan mudah ditutup/dibuka.
e. Penyambungan pada sudut kusen, daun pintu/jendela, harus
kuat, betul-betul rapi, tegak lurus dan tidak terdapat eelah­
eelah.
d. Pekerjaan kusen yang berhubungan dengan dinding bata,
kolom setiap sisinya harus dimeni seeara merata dan
dipasang besi angker diamter 10 mm.
e. Permukaan kusen yang berhubungan dengan dinding/kolom
dibuatkan alur-alur setebal1 em pada sisi luar dan dalam.
f. Pekerjaan kayu yang tidak rapi, kasar, bengkok, retak dan
tidak menggunakan bahan yang telah ditentukan, harus
dibongkar dan diganti.
g. Luas jendela (penerangan) minimal 20% luas lantai dan Luas
ventilasi minimal 10% luas lantai
h. Pintu utama membuka ke arah luar ruangan.
7.6 Pekerjaan Penggantung/Pengunei Dan Kaea
7.6.1 Lingkup Pekerjaan
7.6.1.1 Pekerjaan Pintu
a. Semua pintu dipasang 3 buah engsel nylon merk
ARCH atau sekualitas dan dipasang kunci tanam
besar 2 slag.
b. Khusus untuk pintu utama dipasang 2 buah grendel
tanam sisi atas dan bawah merk ARCH atau
sekualitas.
7.6.1.2 Pekerjaan Jendela
14
a. Setiap daun jendela dipasang engsel 2 buah di sisi
atas dan hak angin sikulspring knife
b. Masing-masing jendela dipasang grendel minimal 1
(satu) buah
c. Pemasangan kaca ukurannya sesuai gambar detail.
7.6.2 Bahan-Bahan
a. Engsel nylon berkualitas baik, menggunakan merk ARCH
atau sekualitas.
b. Kunci tanam memakai merk SES double slag atau sekualitas.
c. Grendel stainless steel berkualitas baik dan tidak cacat.
d. Hak angin siku/spring knife stainless steel
e. Kaca yang digunakan kaca bening, kondisi baru, harus bersih,
tidak cacat dan tidak bergelombang, berkualitas baik, tebal
5mm, atau sesuai gambar bestek.
f. Merk kaca yang dipakai adalah ASAHI MAS atau yang
sekualitas.
7.6.3 Syarat-syarat Pelaksanaan
7.6.3.1. Pekerjaan Pintu/Jendela
a. Semua pemasangan engsel harus rapi sehingga
secara fungsional dapat ditutup dan dibuka
dengan mudah dan ringan.
b. Pemasangan kunci, grendel, hak angin harus rapi
dan mudah dioperasikan.
c. Sekrup-sekrup engsel. kunci dan lain-Iainnya harus
rata pada permukaan pintu.
7.6.3.2 Pekerjaan Kaca
a. Pemasangan kaca harus sedemikian rupa agar kaca
mempunyai ruang muai/susut.
b. List kaca dipasang dengan kuat dan rapih.
7.7 Pekerjaan Atap
7.7.1 Lingkup Pekerjaan
a. Rangka atap
b. Penutup atap
7.7.2 Bahan-bahan
7.7.2.1. Rangka atap
a. Kuda-kuda, balok tembok. nok dan gording
menggunakan kayu ukuran 8/12 atau 8/15 dan
ikatan angin menggunakan kayu ukuran 6/10
dengan kelas kuat 2 (keruing. kempas, bangkirai
atau yang sekualitas) kondisi kering atau dapat
menggunakan pemikul atap dari baja ringan sesuai
15
dengan spesifikasi teknis yang dikeluarkan oleh
produsen.
b. Konstruksi baja ringan dapat dipakai bUa penutup
atap yang digunakan ringan dan kekuatannya
dijamin oleh produsen.
e. Usuk menggunakan kayu ukuran 5/7 dan reng
menggunakan kayu ukuran 3/4 dengan kelas kuat 3
s.d 2
d. Untuk mengurangi panas ruang di bawah atap dapat
dipasang ventilasi pada gewel atau plafon
lambersiring.
e. Lebar tritisan atap minimal 1.00 meter dan dipasang
lisplang kayu ukuran 3/25 dengan kelas kuat 2,
diketam halus pada ke empat sisi permukaan kayu.
7.7.2.2 Penutup atap
Penutup atap menggunakan bahan yang tersedia dan
mudah didapatkan di lapangan antara lain: genting, sirap,
asbes gelombang, seng gelombang dengan mutu minimal
BJLS 25, dan sebagainya, perlu dipasang dipasang
genteng kaca seeukupnya untuk penerangan ruangan.
Bubungan disesuaikan dengan jenis atap yang digunakan
dan berkualitas baik.
7.7.3. Syarat pelaksanaan
a. Penyambungan rusuklbatang-batang kuda-kuda kayu
menggunakan pen dan lubang sesuai dengan gam bar bestek.
b. Pemasangan angkur tumpuan sendi kuda-kuda harus benar­
benar kokoh dan kuat, masuk kedalam tumpuan kolom beton
yang eukup minimal 30 em.
e. Pemasang ikatan angin antar kuda-kuda harus kuat, keneang,
dengan menggunakan kayu ukuran 6/10 dan dibaut baja
diameter 12mm.
d. Pemasangan gording di atas kuda-kuda menggunakan
penumpu kayu eks kuda-kuda (klos gording) yang dipakukan
pada kaki kuda-kuda dengan paku 4-6 inei dan harus terpasang
sebelum dipasang usuk.
e. Pemasangan usuk dengan gording dengan menggunakan paku
4 inei.
f. Pemasangan reng pada usuk dengan menggunakan paku 3
inei, dengan jarak sesuai yang dipersyaratkan oleh pabrik
genting.
g. Pemasangan genting harus rapih, rapat, dengan alur lurus dari
bubungan sampai ujung akhir genting.
16
h. Pemasangan papan reuter dari papan kayu meranti 2/20 cm,
harus benar-benar kuat dijepit oleh ujung-ujung usuk dan
dipaku menggunakan paku usuk.
i. Pemasangan bubungan, dengan menggunakan kawat kasa
sebagai penguat untuk mencegah keretakan, dan spesi 1 Pc :
2Kp : 5 Ps, dan diaci menggunakan pasta Pc.
j. Pemasangan bubungan harus rapih, rapat dan lurus, dengan
pedoman tarikan benang.
7.8 Pekerjaan Langit-Langit
7.8.1 Lingkup P e k e ~ a a n
a. Pemasangan penggantung plafon sesuai dengan ukuran plafon
yang direncanakan.
b. Pemasangan plafon asbes datar ukuran 100 x 100 cm atau
triplek ukuran 60x120 tebal minimal 4cm.
7.8.2 Bahan-Bahan
7.8.2.1 Bahan Penggantung Plafon
a. Semua kayu penggantung langit-Iangit dari kayu kelas
kuat 3 (meranti atau yang sekualita).
b. Ukuran kayu untuk balok induk 6/10 cm.
c. Ukuran kayu untuk balok pembagi 5/7 cm dan 4/6 cm.
d. Ukuran kayu untuk klos kayu 3/5 cm.
7.8.2.2. Bahan Plafon dan List Plafon
a. Asbes datar merk Kerang atau yang sekualitas.
b. Plafon tripleks yang dipakai berkualitas baik produksi
dalam negert
c. List plafon keliling menggunakan kayu kamper atau
yang sekualitas dengan kualitas baik berukuran 1/5
cm.
7.8.3 Syarat Pelaksanaan
7.8.3.1 Penggantung Plafon
a. Untuk mendapatkan bidang langit-Iangit yang rapi dan
rata, maka bidallg kayu bagian bawah dari kayu-kayu
penggantung harus diserut (dipasrah) hingga rata.
b. Tiap sambungan persilangan harus diberi klos-klos
tumpuan dari kayu 2/3, panjang 1,5 lebar balok.
c. Rangka kayu harus dipasang kokoh dan kuat minimal
menggunakan paku 7cm untuk balok pembagi dan
12cm untuk balok induk.
d. Apabila pada gam bar tidak tercantum, maka pada
arah sisi pendek setiap ruangan dengan luasan 9
17
meter persegi, dipasang balok induk kayu ukuran 6/10
cm agar rangka plafon mampu menahan beban
pekerja instalasi atau pekerja perawatan atap
diatasnya.
e. Dilakukan pekerjaan pelapisan pelindung hama
perusak kayu.
7.8.3.2 List Plafon
a. Setelah permukaan yang akan dipasang plafon
diperiksa, maka pemasangan penutup plafon dapat
dilaksanakan.
b. Pemasangan list plafond harus lurus, baik yang
menempel dinding maupun perrnukaannya.
c. Agar mendapatkan pemasangan yang lurus pada tepi
dinding, maka plesteran dinding harus rata terutama
pada bagian yang akan ditempeli list.
d. Cara penyambungan list plafon juga menggunakan
cara yang benar.
7.8.3.3 Asbes/tripleks penutup plafon
a. Pemotongan asbes dan tripleks (sesuai ukuran)
ketetapan jalur dan detail sesuai rencana, perlu
mendapatkan penyelesaian yang sempuma.
b. Plat asbes dan tripleks dipakukan ke dalam rangka
plafond.
c. Plat asbes dan tripleks dipaku ke rangka dengan hati­
hati dan cukup untuk menghindari lengkungan asbes.
Kepala dipaku dar; tepi sejarak 1 cm. dengan paku
diameter 1,5 mm.
d. Paku yang terlihat harus dibenamkan pada lembar
asbes dan tripieks, tetapi tidak menimbulkan
cacatlrusak.
e. Hasil pemasangan harus sesuai dengan ketepatan
jalur dan detail gam bar pelaksanaan.
7.9 Pekerjaan Pengecatan
7.9.1 Lingkup Pekerjaan
a. Pengecatan tembok.
b. Pengecatan kayu.
7.9.2 Bahan/Material
7.9.2.1 Cat tembok dan plafon menggunakan bahan sebagai
berikut:
a. Plamur tembok/plafon menggunakan merk Duco Plamur
atau sekualitas.
b. Cat penutup tembok menggunakan merek CATYLAC
atau sekualitas.
18
7.9.2.2 Cat kayu dan besi menggunakan bahan sebagai berikut:
a. Meni kayu menggunakan merek PEDANG atau
sekualitas.
b. Plamur kayu menggunakan merk PEDANG atau
sekualitas.
c. Cat penutup menggunakan merk EMCO atau sekualitas.
d. Minyak cat menggunakan AFDUNER atau Tinner.
7.9.2.3. Warna cat tembok, cat kayu, dan besi terlebih dahulu
dikonsultasikan dengan user atau Direksi Teknik.
7.9.3 Syarat Pelaksanaan
7.9.3.1 Pengecatan tembok.
a. Pengecatan tembok baru dilaksanakan setelah bidang
plesteran tembok benar-benar sudah rata dan kering.
b. Permukaan plesteran yang belum rata atau cacat harus
diperbaiki terlebih dahulu.
c. Bidang tembok yang sudah rata dan kering, kemudian
diplamur sampai rata dan menutup pori-pori/rengat­
rengat plesteran/acian.
d. Setelah plamuran betul - betul kering, maka plamuran
diamplas sampai halus dan dibersihkan dari debu bekas
amplasan yang menempel dengan menggunakan kain
bersih.
e. Pengecatan bertahap lapis demi lapis menggunakan cat
encer sampai betul-betul rata seluruh bidang yang dicat.
f. Setiap lapis ditunggu sampai kering, baru kemudian
pengecatan lapis berikutnya.
g. Pengecatan dilaksanakan menggunakan kuas yang
kualitasnya bagus.
h. Setelah pengecatan selesai, bidang cat yang terbentuk
harus utuh, rata dan tidak ada bag ian - bagian yang
belang dan dijaga dari pengotoran - pengotoran.
7.9.3.2. Pengecatan kayu
a. Kayu yang akan dicat, terlebih dahulu dicat menie dan
diplamur sampai rata seluruh bidang kayu.
b. Setelah plamur kering, kemudian digosok sampai rata
dan halus.
c. Jika setelah digosok masih terdapat permukaan kayu
yang belum rata, maka harus diplamur ulang dan
setelah plamur susulan kering digosok lagi sampai rata
dan halus.
d. Bidang permukaan kayu yang sudah bersih, rata dan
halus, kemudian dicat dasar.
19
e. Setelah cat dasar kering, kemudian dicat penutup 2-3
kali/lapis sampai seluruh bidang permukaan cat rata
warnanya , halus, dan mengkilap.
f. Untuk menghasilkan pengecatan yang halus dan rata,
setiap pengecatan mulai cat dasar sampai cat penutup
harus menggunakan cat yang benar-benar encer.
g. Sete/ah pengecatan selesai, bidang cat yang terbentuk
harus utuh, rata dan tidak ada bintik-bintik atau
gelembung udara, serta serat bekas bulu kuas, dan
dijaga dari pengotoran-pengotoran.
7.10 Pekerjaan Listrik
7.10.1 Lingkup Pekerjaan
a. Pemasangan baru meliputi: fuse box, kabel intalasi, fitting,
lampu, saklar dan stop kontak.
b. Penyambungan intalasi listrik sampai siap menyalalberfungsi.
c. lain yang menurut fungsinya harus
dipasang atau dinyatakan dalam gambar bestek.
7.10.2 Bahan/Material
a. Semua bahan/peralatan kualitas I dan harus baru.
b. Sebelum mendatangkan bahan material, terlebih dahulu
diajukan contoh-contoh atau brosur-brosur dan gambar
dan disetujui direksi teknik.
c. Kabel intalasi tipe NYA Merk ETERNA atau yang sekualitas,
dan harus bersertifikat LMK dan telah disetujui Direksi.
d. Pipa kabel digunakan pipa PVC dengan ukuran diameter 5/8
inchi merk MASPION atau WAVIN atau yang sekualitas.
e. Persilangan-persilangan pipa disambung dengan T doos dari
bahan PVC lengkap dengan tutupnya.
f. Persilangan-persilangan pipa disambung dengan T doos,
perletakan stopkontak dan saklar yang masukltertanam
kedalam tembok menggunakan inbowdoos dari bahan PVC
lengkap dengan tutupnya.
g. Sambungan kabel pada persilangan terbuka ditutup dengan
las dop bahan keramik atau PVC.
h. Armateur-armateur saklar dan stop kontak merk BROCO atau
yang sekualitas.
i. Jenis, tipe, dan daya lampu sesuai yang dinyatakan dalam
gam bar bestek.
j. Fitting lampu terbuat dari bahan ebonite merk BROCO atau
yang sekualitas.
k. Lampu pijartipe SL merk PHILIPS atau yang sekualitas.
20
7.10.3 Syarat Pelaksanaan
7.10.3.1 Persyaratan Umum
a. Gambar rencana menunjukkan tata letak secara
umum dari panel-panel.
b. Penyesuaian harus dilakukan dilapangan dengan
jarak dan ketinggian ditentukan oleh kondisi di
lapangan.
c. Kontraktor menyediakan instalatir yang sudah
memiliki sertifikasi atau lulusan SMK jurusan listrik
dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun.
7.10.3.2 Lampu Tempel
a. Pemasangan fitting lampu pijar harus kokoh,
menempel pada beton pelat lantai.
b. Pemasangan fitting lampu pada beton harus kuat,
dengan menggunakan fisher dan paku skrup.
7.10.3.3 Stop Kontak
a. Seluruh stop kontak harus memiliki terminal fase
netral dan pentanahan (Grounding) yang semuanya
dihubungkan dengan kabel-kabel yang sesuai
ukuran dan wamanya.
b. Pemasangan stop kontak tertanam didalam dinding
(modellnbouw).
c. Pemasangan box stop kontak dalam dinding harus
kokoh sehingga tidak mudah tercabut. SelanjutllYa
panel stop kontak disekrupkan pada kotak tersebut.
7.10.3.4 Saklar
a. Pemasangan saklar tertanam dalam tembok
b. Penanaman box saklar dalam dinding harus kokoh
sehingga tidak mudah tercabut. Panel saklar harus
disekrupkan pada kotak tersebut.
c. Saklar harus dipasang kuat pada doos saklar yang
khusus untuk itu.
7.10.3.5 Jaringan Kabellnstalasi
a. Kabel-kabel yang dipergunakan sesuai ukuran dan
jenis yang dinyatakan dalam gambar.
b. Pemasangan kabel instalasi di dalam dinding harus
dilewatkan dalam pipa dengan pertemuan
sambungan pada Tee dODS dilengkapi dengan tutup
yang mudah dibuka dan ditutup.
c. Penanaman pipa pada dilaksanakan sebelum
dinding diplester.
d. Pipa yang ditanam pada dinding harus di klem
dengan kuat selama pelaksanaan pekerjaan
plesteran.
21
e. Pemasangan jaringan kabel di atas plafond dengan
cara tertutup didalam pipa.
f. Pemasangan jaringan terbuka, setiap jarak
maksimum 1 m harus dipasang pengikat dari
porselin dan harus kencang serta kabel harus
tegang.
g. Penyambungan kabel dari titik nyala atau stop
kontak menggunakan kabel NY A dan tidak boleh
menggunakan sambungan.
C. StandarlSpesifikasi Teknis Khusus Bangunan
1) Untuk bangunan baru yang menempel pada bangunan lama
a. Pasangan dinding baru dan dinding lama, pasangan beton baru dan beton
lama harus d: pasang dilatasi. Bahan untuk dilatasi antar pasangan beton
dapat berupa triplek tebal 3mm atau bahan lain yang memiliki fungsi
sejenis sebagai bahan dilatasi. Sedangkan untuk pemasangan antara
dinding baru dan lama diberi jarak ± 2cm yang berfungsi sebagai dilatasi
yang dapat diisi pasir urug atau pasir pasang.
b. Apabila bentuk atap gedung baru dan atap gedung lama memiliki bentuk
yang sama, maka pada pertemuan bangunan dibuat pasangan bata
gewellsofi-sofi sendiri-sendiri yang diberi dilatasi dan pada sisi atasnya
diberi lapisan kedap air (campuran 1 PC : 2 Ps) tebal 2cm.
c. Apabila atap gedung baru dan atap gedung lama memiliki bentuk yang
tidak sama, misalnya atap lama model perisai - atap baru model p e l a ~ a ,
maka pada pertemuan bangunan harus diantisipasi adanya tumpahan air
hujan, misalnya membuat talang sudut dengan konstruksi yang memenuhi
syarat teknis bangunan.
2) Untuk bangunan baru yang berada di atas bangunan lama (bertingkat/2 lapis)
a. Bangunan lapis 2 (dua) merupakan ruangfbangunan perpustakaan yang
dibangun di atas bangunan lapis 1 (satu).
b. Bangunan lapis 1 (satu) umumnya harus memiliki konstruksi yang mampu
menumpu bangunan lapis 2 (dua), terdiri dari pondasi beton (foot plat),
kolom struktur, balok struktur, plat lantai beton bertulang dan tangga beton
harus memenuhi syarat konstruksi bangunan yang dibuktikan dengan
rekomendasi tim ahli dari instansi terkait.
c. Antara beton lama dan beton baru harus diberi lapisan bahan perekat
khusus sehingga terjadi ikatan yang lebih baik atau antar beton dapat
menempel dengan baik.
d. Bangunan lapis 2 (dua) dengan dinding tembok diberi/dipasang kolom dan
ring balk dari pasangan beton bertulang agar struktur bangunan menjadi
kokoh dan permanen.
22
e. Sebelum memasang tegel pada lantai 2 harus diberi lapisan pasir setebal
5 sampai 10 em agar tegel yang telah terpasang tidak mudah /epas atau
mengelupas.
Tabel1. Daftar istilah
No Kata Pengertian Kata Keterangan
_I
1. PC Portland Cement yaitu semen mutu
2. Ps Pasir bahan untuk pembuat beton dan bahan
, yang dipakai untuk membuat adukan atau spesi
pasang bata dan pasang batu kali
!
Kerikil atau koral adalah batu pecah atau butiran 3 Kr
1 .
batu yang mempunyai diameter tidak lebih dari
2,5 em, sebagai bahan campuran beton
I
KW-1 Kualias 1, misalnya, tegel KW1 memiliki eiri khas
I bentuk yang presisi/siku, tidak baling/muntir dan
! bagian tepi utuh.
4.
Bouwplang Papan duga sebagai pedomanl referensi di
lapangan untuk pedoman ketinggian, menarik as
pondasi dan as bangunan, yang berisi tanda dan
ukuran-ukuran denah bangunan yang akan
, dibangun
5.
Kekuatan beton karakteristik berdasarkan tes
laboratorium benda uji kubus 15em x 15em x 15
em dengan kekuatan tekan ijin 60 kg/cm
2
pada
K-175 6.
.
pembebanan tetap dan kekuatan tekan ijin 100
kg/cm
2
pada pembebanan sementara
Jenis tulangan baja lunak yang mempunyai
tegangan tarikltekan ijin 1400 kg/cm
2
pada
pembebanan tetap dan 2000 kg/cm
2
pada
pembebanan sementara
Mutu U-24 7.
i
Besi beton palos yang memiliki mutu baja U-24
yang digunakan sebagai tulangan pad a struktur
konstruksi beton
8. Tulangan
!
Semen yang digunakan secara luas untuk
. konstruksi umum, seperti bangunan yang tidak
memerlukan persyaratan khusus. perumahan.
gedung bertingkat. jembatan. landasan pacu.
jembatan.
Semen Tipe I 9.
I
I
23
II. CONTOH STANDARISPESIFIKASI MEBELAIR PERPUSTAKAAN
Pengguna utama perpustakaan adalah siswa sekolah dasar yang secara anatomis
relatif tidak tinggi dan besar sehingga ukuran meubelair harus dibuat sesuai dengan
kondisi tersebut. Mebelair harus memenuhi standar minimal sarana prasarana
pendidikan.
A. Persyaratan
Persyaratan mebelair perpustakaan tersebut harus memenuhi Standarisasi
Perabot Sekolah Dasar Tahun 2005, meliputi:
1. Kualitas
2. Keamanan penggunaan
3. Kenyamanan dalam penggunaan
4. Kemudahan dalam pemakaian
5. Kemudahan dalam pemeliharaan
6. Kemudahan dalam perbaikan
B. StandarlSpesifikasi Teknis
Minimal mebelair unt'Jk perpustakaan sekolah dasar adalah
NO
NAI"1A
MEBEL
SPESIFIKASI ]uml
1 Rak buku Ukuran :Tinggi =180 em, Lebar bawah == 45
em, Lebar atas = 45 em, Panjang =
120 em.
lsi == 5 tatakan/dudukan buku (rak)
Bahan : Dudukan buku papan 18 mm;
Rangka papan kayu 30 mm;
Lapis dinding samping dan
belakang triplek 4 mm.
Finishing: Politur/eat minyak.
6 buah
.
2 Meja baea
siswa
Ukuran : Tinggi = 26 em, Lebar =35 em,
Panjang =53 em.
Bahan rangka: kayu, daun meja:
multiplek 9 mm
Finishing Politur/eat minyak
8 buah
3 Meja V2 biro Ukuran Tinggi = 75 em, Lebar bawah =
70 em,
Panjang = 120 em.
Bahan rangka: multiplek/hardbord 18
mm/kayu daun meja & lad
multiplek/hardbord 18 mm
Finishing : Politur/lapisan vinyl.
1 buah
4 Meja
komputer
Ukuran Tinggi = 75 em, Lebar bawah =
70 em, Panjang =120 em.
Bahan rangka: multiplek/hardbord 18
mm/kayu, daun meja:
multiplek/hardbord 18 mm
Finishing Politur/lapisan vinyl.
1 buah
24
5 Kursi kerja Ukuran : Tinggi dudukan= 45 em, tinggi 1 buah
sandaran= 90 em, Lebar
dudukan = 40 em s.d 45 em.
Bahan rangka: kayu, dudukan: busa
cover kain
Finishing Politur
6 Karpet Ukuran 200 em x 350 em, ke empat sisi 8
diobras lembar
I
Kualitas Medium
25
Contoh Gambar Meubelair
B ~ rA
I
I
I
I
"
B ~
I
,
4A
TAMPAK SAMPING
0,45
TAMPAK DEPAN
0.03 rPapanlBmm
1.20
POT. A-A
~ ,
""- 2Xl0 cr
rpapanl mm
t iplek 4mm-
<>
Q:1
r
pap olBr
I~
!-
"'---- 2X10 c
~
&:Q2.
0,45
m
1 ~
triplek 4 mm \
rpapat:: m
rangk papan 3 c m ~
I\-triplek 4mm
rPapan18m
I
lb
1.14
POT. B-B
RAK BUKU
26
0.35
O_OOt
0.05
0.20
1 '----­ '----­
0.33
I
0.54
-.J
I
0.52
I
Salinan sesuai dengan aslinya.
Biro Hukum dan Organisasi
Meja Baca Siswa
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,
TID.
MOHAMMAD NUH
27
Kementerian Pendidikan ional,
. . Pangerang Moenta, S.H.,M.H.,OFM ".
NIP 196108281987031003
SALINAN
LAMPIRAN IV PERATURAN MENTER1 PENOIOIKAN NASIONAL
NOMOR 18 TAHUN 2010 TANGGAL 2S AGUSTUS 2010
FORMAT LAPORAN OAK BIOANG PENDIOIKAN TAHUN ANGGARAN 2010 UNTUK SO/SOLB
LAPORAN KEUANGAN
(LAPORAN TRIWULAN)
PROVINSI
KABUPATEN/KOTA
TRIWULAN
FORMAT LAPORAN DAK-la
Diisi oleh Kabupaten/Kota diklrim ke Pusat
NO
REALlSASlhOAHA

PQS.\QN.

'RP} ..
S:Ar..90

. ........................................ 2010
Walikota/Bupati
(.............................................. )
1
FORMAT LAPORAN DAK-lb
Diisi oleh Kabupaten/Kota diklrim ke Pusat
LAPORAN KEUANGAN
(LAPORAN AKHIR)
PROVINSI
KABUPATEN/KOTA
TRIWULAN
DANA
. )NAN

NO
(:Jt"
PENDJ01'KAN
t_p)
......................................... 2010
Walikota/Bupati
(..............................................)
2
FORMAT LAPORAN DAK·2a
LAPORAN REALISASI FISIK
PEMBANGUNAN PRASARANA PENDIDIKAN
(LAPORAN TRIWULAN)
Diisi oleh Kabupaten!Kota dikirim ke Pusat
PROVINSI
KABUPATEN/KOTA
TRIWULAN
N.O

.tuan

\fattib1e1'Re.?lllsasf
........................................ 2010
Walikota/Bupati
(..............................................)
3
LAPORAN REALISASI FISIK
PEMBANGUNAN PRASARANA PENDIDIKAN
(LAPORAN AKHIR)
PROVINSI
KABUPATEN/KOTA
TRIWULAN
FORMAT LAPORAN DAK-2b
Diisi oleh Kabupaten/Kota diklrim ke Pusat
PeRPUSTAKAAN
NO NAMA
sat.lln

\(Qlultteteg:cana
.' .
. ....................................... 2010
Walikota/Bupati
(.............................................. )
4
LAPORAN REAlISASI FISIK DAN KEUANGAN
PEMBANGUNAN PRASARANA PENDIDIKAN
(LAPORAN TRIWULAN)
PROVINSI
KABUPATEN!KOTA
TRIWULAN
FORMAT LAPORAN OAK·Zc
Oilsi oleh Kabupaten/Kota dikirim ke Pusat

NO
....""

........................................ 2010
Walikota!Bupati
(..............................................)
5
FORMAT LAPORAN DAK·2d
LAPORAN REALISASI FISIK DAN KEUANGAN
PEMBANGUNAN PRASARANA PENDIDIKAN
(LAPORAN AKHIR)
Dlisi oleh Kabupaten/Kota dikirim ke Pusat
PROVINSI
KABUPATEN/KOTA
TRIWULAN
;') , ,

t\jo NAM\A·.SEKQLAlil
.•.• ....1 ··1 Ju..m.,· , ..t1l·,· ... ..

........................................ 2010
Walikota/Bupati
(..............................................)
6
LAPORAN REALISASI FISIK
PENGADAAN MEUBELAIR PERPUSTAKAAN
(lAPORAN TRIWUlAN)
PROVINSI
KABUPATEN!KOTA
TRIWULAN
FORMAT lAPORAN OAK-Ze
Oiisi oleh Kabupaten/Kota dikirim ke Pusat

N:i\MA
NO I SEKOLAH
Satu.,.

lfo!,l,tmo
Rlfrml'll! I'RaIl•••"

IIPIIlI1lll J Volunl'
I I ban.1II



bndna
vp..III.'"".'.

"'jl
J '''.twm 1 .V.ollllJl6 1 .. fjW>.....
l' ")I' ....,..
s.itIIltn
Kursj

.Y<tI1I1M
"11'-'.



BUAH BUAH BUAH BUAH BUAH M'
........................................ 2010
Walikota!Bupati
(.............................................. )
7
LAPORAN REALISASI FISIK
PENGADAAN MEUBELAIR PERPUSTAKAAN
(LAPORAN AKHIR)
PROVINSI
KABUPATEN/KOTA
TRIWULAN
FORMAT LAPORAN DAK-2f
Dllsi oleh Kabupaten/Kota diklrim ke Pusat
""EUEliLA19
;' ,·t
NO
NA,.,A
SEKIDkAH
$8i!!an
RakBuku
vQiume
RaIlu.'
$iltuan
' '

'C,
'. , ' .
$ltuan.'
RGa,..s$I" " . ifliljjjjana

R""$1
BUAH BUAH BUAH BUAH I I BUAH
M<
........................................ 2010
Walikota/Bupati
(.............................................. )
8
LAPORAN REALISASI FISIK DAN KEUANGAN
PENGADAAN MEUBELAIR PERPUSTAKAAN
(LAPORAN TRIWULAN)
PROVINSI
KABUPATEN/KOTA
TRIWULAN
FORMAT LAPORAN DAK·2g
Diisi oleh Kabupaten/Kota dikirlm ke Pusat
PENGA1>AAN MEUBEI,AIF!..W:aPUS1/lKAAN

Ka:rpet
Ku",'K\lilja 'A81m
NM.
NO

Jomlab JlI.IIllan Jumllih
Satl)an Satuan lI'olurtill VQtume VClume "01_ S.!Uan \l6111trii! '''''1!Ifab Bahoan f' 'Ial\jme CRpl (filii Il1Itlt
'''''1.
BUAH M' BUAH BUAH BUAH BUAH
........................................ 2010
Walikota/Bupati
(..............................................)
9
LAPORAN REALISASI FISIK DAN KEUANGAN
PENGADAAN MEUBELAIR PERPUSTAKAAN
(LAPORAN AKHIR)
PROVINSI
KABUPATEN/KOTA
TRIWULAN
FORMAT LAPORAN DAK-2h
Diisi oleh Kabupaten!Kota dikirlm ke Pusat
" ,,", ' " ,. " "- ,:'

1(atpat
RakSuku NII!la Ij!\lcaSi$wa Mejatio "'!rP
llAMA

SaKO"""
JiI(PI8b .I!1!l1flil'f Jl/(PI8b
Jurill"" S6:man VoIlItIiII Sabian Volume Alt\l!ll11 VolUme I ,j ·...oIuilj'
l!'{pl (!?PI .l ("In"
tiL
BUAH BUAH BUAH BUAH M" BUAH
........................................ 2010
Walikota/Bupati
(.............................................. )
10
FORMAT LAPORAN DAK·3a
LAPORAN REALISASI FISIK
PENGADAAN SARANA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
(LAPORAN TRIWULAN)
Dilsi oleh Kabupaten/Kota dikirim ke Pusat
PROVINSI
KABUPATEN/KOTA
TRIWULAN
. NQ
VC!lume Rencal'/ll Volume 1.
EKS EKS
........................................ 2010
Walikota/Bupati
(..............................................)
11
FORMAT LAPORAN DAK-3b
Diisi oleh Kabupaten/Kota dikirim ke Pusat LAPORAN REAlISASI FISIK
PENGADAAN SARANA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
(LAPORAN AKHIR)
PROVINSI
KABUPATEN/KOTA
TRIWULAN
!i.lENGM:MN BUKU .••.
NAMA S6K()tAa

.J .. $lIItU,n I I VOfUI1\•. SlItUl!!l 1 SlIItUlt\'! 1 • .1
"Ii)
EKS I I EKS I I EKS
........................................ 2010
Walikota/Bupati
(..............................................)
12
LAPORAN REAlISASI FISIK DAN KEUANGAN
PENGADAAN SARANA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
(LAPORAN TRIWULAN)
PROVINSI
KABUPATEN/KOTA
TRIWULAN
FORMAT LAPORAN OAK-3,
Oilsi oleh Kabupaten/Kota dikirim ke Pusat
PeNGAlJAANB!.1K,\J .;. ....
NO ..•.. .• ElUKUFAN!i'Qf!!l!NOlDIKlIN
A ',.,',"',,," ",,"" '" '" ' ' " _ ," '"r"', "" ' "
Sahtan. r Volume .... I Juro11lb 1 Jumlah
EKS I I EKS I I EKS
........................................ 2010
Walikota/Bupati
(.............................................. )
13
LAPORAN REALISASI FISIK DAN KEUANGAN
PENGADAAN SARANA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
(LAPORAN AKHIR)
PROVINSI
KABUPATEN/KOTA
TRIWULAN
FORMAT LAPORAN OAK·3d
Oiisi oleh Kabupaten/Kota dikirim ke Pusat

wo NAMA SSKOl.AM SU!<UFI)wtlU.u. AV"",,"
$attJ)ln Satuan VolUfll8 ·.Satuan JUlII!jlh'IRp)
EKS EKS EKS
........................................ 2010
Walikota/Bupati
(..............................................)
14
LAPORAN KEMAJUAN PER TRIWULAN
DANA ALOKASI KHUSUS
TAHUN ANGGARAN 2010
Provinsi
Kota/Kabupaten
SKPD
Bidang
FORMAT LAPORAN DAK-3e
Diisi oleh Kabupaten/Kota atau Provinsi
dikirim ke Pusat
No.
Janis
Parancanaan Kaglatan
Jumlah -
Palaksanaan Kegiatan Reallsasl
Jumlah
-.-
Kesesuaian
Kesesullian IIntara
"asaran dan
lokasl dangan
OPA-5KPO dengan
PetunJuk Teknis Kedefikasi
RKPO Kegiatan
Satuan Volume Penerima Total Masalah
Manfaatl'
OAK Pendamping
Biaya
Swakelola Kontrak Fisik Kauangan
(Rp.juta) (Rp.Juta)
(Rp.Juta)
(Rp- Juta) (Rp-Juta) (%) (%)
YA nOAK YA nOAK
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1311 13b 14a 14b 15
Total
Kodefikasi Masalah : 2010
Kode Masalah Sekda Kabupaten/KotalProvinsi
1 Permasalahan terkait dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK)
2 Permasalahan terkait dengan Petunjuk Teknis
3 Permasalahan terkait dengan Rencana K e ~ a dan Anggaran SKPD
4 Permasalahan terkait dengan DPA·SKPD
5 Permasalahan terkait dengan SK Penetapan Pelaksana Kegiatan
6 Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Tender Pekerjaan Kontrak
7 Permasalahan terkait dengan Persiapan Pekerjaan Swakelola
8 Permasalahan terkait dengan Penerbitan SP2D
15
9 Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Kontrak
10 Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Swakelola
Keterangan
1 Pelaksana OAK adalah SKPO Kabupaten/Kota terkait yang bertanggung jawab terhadap bidang OAK masing-masing
2 Bidang OAK sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK)
3 Kegiatan sesuai dengan Petunjuk Teknis masing-masing bidang OAK
4
r)
Kolom 14 diisi dengan masalah-masalah yang di lapangan yanglerkait dengan kode masalah yang tersedia
Satuan penerima manfaa! disesuaikan dengan kegiatan di masing-masing bidang OAK
16
FORMAT LAPORAN DAK-3f
Ollsi oleh Kabupaten/Kota atau Provlnsi
dikirlm ke Pusat
LAPORAN KEMAJUAN PER TRIWULAN
CHECKLIST DOKUMEN DAN KEGIATAN PELAKSANAAN
DANA ALOKASI KHUSUS
TAHUN ANGGARAN 2010
No
(1)
I
1
Dokumen/Kegiatan
(2)
PERENCANAAN
PMK (Alokasi dan Pedoman Umum)
Waktu
(3)
Keterangan
(4)
2
3
4
II
5
6
7
8
9
10
Petunjuk Teknis (Juknis)
Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran SKPD
Penetapan DPA-SKPD
PELAKSANAAN
SK Penetapan Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan Tender Pekerjaan Kontrak
Persiapan Pekerjaan Swakelola
Pelaksanaan Pekerjaan Kontrak
Pelaksanaan Pekerjaan Swakelola
Penerbitan Surat Permintaan Pembayaran (SPP)
11
12
Penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM)
Penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana {SP2D)
Keterangan
Kolom 3 Nomor 1, Diisi tanggal diterimanya PMK oleh Daerah
Kolom 3 Nomor 2, Diisi tanggal diterimanya Juknis oleh Daerah
Kolom 3 Nomor 3, Diisi tanggal Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran SKPD
Kolom 3 Nomor 4, Diisi tanggal diterbitkannya DPA-SKPD
Kolom 3 Nomor 5, Diisi tanggal ditetapkannya SK Penetapan Peraksana Kegiatan
Kolom 3 Nomor 6, Diisi tanggal (range) dilaksanakannya kegiatan tender untuk pekerjaan kontrak
Korom 3 Nomor 7. Diisi tanggal (range) diraksanakannya persiapan swakelola
Kolom 3 Nomor 8, Diisi tanggal Dilaksanakannya Pekerjaan Kontrak
Kolom 3 Nomor 9, Diisi tanggal dilaksanakannya pekerjaan swakelola
17
Kolom 3 Nomor 10, Diisi tanggal diterbitkannya SPP oleh Pejabat yang bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan/bendahara pengeluaran
Kolom 3 Nomor 11, Diisi tanggal diterbitkannya SPM yang diterbitkan oleh pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran
Kolom 3 Nomor 12, Diisi tanggal diterbitkannya SP2D diterbitkan oleh Bendahara Umum Daerah berdasarkan SPM
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,
TTD.
MOHAMMAD NUH
Salinan sesuai dengan aslinya.
Biro Hukum dan Organisasi
Kementerian Pendidikan Nasional,
Dr. A. Pangerang Moenta, S.H.,M.H.,OFM t "
NIP 196108281987031003
18
SALINAN
LAMPIRAN V PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
NOMOR 18 TAHUN 2010 TANGGAL 25 AGU5TUS 2010
KABUPATEN/KOTA PENERIMA DANA ALOKASI KHUSUS (DAK)
BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2010 (da/am juta rupiah)
I
i
NO DAERAH
Pendidikan
TOTAL
JRp)
AlokasiSD (Rp) Alokasi SMP (Rp) I
I Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 289,618.10 161,185.20 128,432.90
1 Kab. Aceh Barat 10,546.20 6,060.40 4,485.80
2 Kab. Aceh Besar 15,008.40 8,775.60 6,232.80
3 Kab. Aceh Selatan 11,486.90 7,059.60 4,427.30
4 Kab. Aceh Singkil 11,803.00 6,585.60 5,217.40
5 Kab. Aceh Tengah 11,771.10 6,224.00 5,547.10
6 Kab. Aceh Tenggara 13,032.10 6,442.90 6,589.20
7 Kab. Aceh Timur 19,724.40 11,754.60 7,969.80 I
8 Kab. Aceh Utara 31,454.70 18,836.90 12,617.80
9 Kab. Bireuen 19,173.30 11,405.60 7,767.70
10 Kab. Pidie 17,471.50 10,855.20 6,616.30
11 Kab. Simeulue 9,541.40 5,128.50 4,412.90
12 Kota Banda Aceh 8,206.30 4,087.50 4,118.80 i
13 Kata Sabang 7,671.30 4,092.80 3,578.50
14 Kota langsa 8,997.80 4,435.90 4,561.90
15 Kota Lhokseumawe 8,117.20 3,221.90 4,895.30
16 Kab. Nagan Raya 10,781.20 5,208.10 5,573.10 .
17 Kab. Aceh Jaya 7,879.00 5,653.80 2,225.20 I
18 Kab. Aceh Barat Daya 9,760.80 4,885.70 4,875.10 !
19 Kab. Gayo Lues 7,686.40 3,800.40 3,886.00 :
20 Kab. Aceh Tamiang 15,287.00 8,470.50 6,816.50
21 Kab. Bener Meriah 10,212.00 4,968.10 5,243.90
22 Kab. Pidie Jaya 13,329.60 7,245.40 6,084.20
23 Kota Subulussalam 10,676.50 5,986.20 4,690.30
II Provlnsl Sumatera Utara 703,992.50 378,667.90 325,324.60
24 Kab.Asahan 23,271.00 12,712.80 10,558.20
25 Kab.Dairi 20,139.00 11,907.10 8,231.90 I
26 Kab. Deli Serdang 49,987.70 30,499.40 19,488.30
27 Kab. Tanah Karo 22,218.90 13,853.30 8,365.60
28 Kab. Labuhan Batu 23,340.50 8,718.90 14,621.60
29 Kab. Langkat 34,315.10 16,438.90 17,876.20
30 Kab. Mandailing Natal 31,941.40 18,677.70 13,263.70
31 Kab. Nias 28,147.60 9,062.60 19,085.00
32 Kab. Simalungun 37,374.30 21,824.20 15,550.10
33 Kab. Tapanuli Selatan 19,751.20 8,710.50 11,040.70
34 Kab. Tapanuli Tengah 29,855.40 14,300.00 15,555.40 i
35 Kab. Tapanuli Utara 26,955.60 16,400.40 10,555.20 i
36 Kab. Toba Samosir 24,358.10 9,950.30 14,407.80·
37 Kota Binjai 15,458.70 5,004.40 10,454.30 i
38 Kota MOOan 35,120.80 22,461.30 12,659.50 i
39 Kota Pematang Siantar 10,772.20 4,928.90 5,843.30
40 Kota Sibolga 8,684.00 3,449.90 5,234.10
41 Kota Tanjung Balai 9,440.20 3,512.80 5,927.40
42 Kota Tebing Tinggi 8,039.80 3,892.10 4,147.70
43 Kota Padang Sidimpuan 9,332.50 4,167.70 5,164.80
44 Kab. Pakpak Bharat 7,637.30 3,543.30 4,094.00
45 Kab. Nias Selatan 42,052.80 17,141.10 24,911.70
46 Kab. Humbang Hasundutan 12,244.70 6,587.20 5,657.50
47 Kab. Serdang Bedagai 32,412.30 19,942.50 12,469.80
1
NO DAERAH
Pendidikan
TOTAL
(Rp)
AlokasiSD (Rp) Alokasi SMP (Rp)
48 Kab. Samosir 20,941.30 10,876.90 10,064.40
49 Kab. Batu Bara 20,683.20 11,958.20 8,725.00 i
50 Kab. Padang lawas 21,676.50 7,835.20 13,841.30 i
51 Kab. Padang lawas Utara 16,545.00 11,768.90 4,776.10 I
52 Kab. labuhan Batu Selatan 11,841.60 9,788.60 2,053.00 '
53 Kab, labuhan Batu Utara 13,015.10 11,082.50 1,932.60
54 Kab. Nias Utara 13,820.70 10,897.90 2,922.80
55 Kab. Nias Barat
.
11,233.20 8,310.40 2,922.80
56 Kota Gunung Sitoli 11,384.80 8,462.00 2,922.80
III Provlnsl Sumatera Barat 285,162.80 175.457.70 109,705.10
57 Kab. lima puluh Kola 23,869.20 15,750.80 8,118.40
58 Kab, Agam 24,264.00 17,649.60 6,614.40 ~
59 Kab, Kepulauan Mentawai 7,694.40 5,421.30 2,273.10
60 Kab, Padang Panaman 24,053.70 17,144.40 6,909.30
61 Kab, Pasaman 11,345.60 7,138.20 4,207.40
62 Kab. Pesisir Selatan 26,396.70 18,468.50 7,928.20
63 Kab, Sijunjung 11,368.30 5,734.80 5,633.50
64 Kab. Solok 24,035.50 15,265.20 8,770.30
65 Kab, Tanah Datar 22,651.40 13,093.90 9,557.50
66 Kota Bukit Tinggi 8,166.40 3,472.20 4,694.20
67 Kota Padang Panjang 6,315.80 3,123.60 3,192.20 '
68 Kota Padang 24,726.80 13,061.60 11,665.20 i
69 Kola Payakumbuh 3,212.60 3,212.60
70 Kota Sawahlunto 7,047.50 3,498.90 3,548.60
71 KotaSolok 7,428.90 3,776.80 3,652.10
72 Kota Panaman 8,921.00 4,806.20 4,114.80
73 Kab. Pasaman Bara! 20,463.20 12,482.50 7,980.70 .
74 Kab. Dharmasraya 13,992.30 7,635.60 6,356.70
75 Kab, Solok Selatan 9,209.50 4,721.00 4,488.50
IV Provlnsi Riau 49,823.50 40,454.70 9,368.80 i
76 Kab, Bengkalis I
77 Kab, Indrag!n Hilir
78 Kab, Indrag!n Hulu
79 Kab, Kampar 19,268.00 19,268.00
80 Kab. Kuantan Singingi 11,085.90 6,521.70 4,564.20
81 Kab, Pelalawan
82 Kab, Rokan Hilir
83 Kab, Rokan Hulu 19,469.60 14,665.00 4,804.60
84 Kab. Siak
85 Kota Dumai
86 Kota Pekanbaru
87 Kab. Meranti
V Provinsi Kepulauan Riau 32,642.00 18,546.80 14,095.20
88 Kab, Bintan I
i
i
89 Kab. Natuna 8,123.30 4,273.80 3,849.50
90 Kab. Karimun
91 Kota Batam 16,953.60 10,440.00 6,513.60
92 Kota Tanjung Pinang
93 Kab. lingga
94 Kab, Anambas 7,565.10 3,833.00 3,732.10
VI Provinsi Jambi 228,092.40 97,513.30 130,579.10
95 Kab. Batanghari 21,980.00 10,620.00 11,360.00
96 Kab,Bungo 33,013.20 6,479.10 26,534.10
97 Kab, Kennei 23,092.20 12,582.50 10,509.70
98 Kab, Merangin 28,966.50 13,589.00 15,317.50
99 Kab. Muaro Jambi 21,114.90 8,817.40 12,297.50
2
Pendidikan
NO DAERAH TOTAL
CRp)
AlokasiSD IRp) Alokasi SMP IRp)
100 Kab. Sarolangun 21,487.00 11,024.90 10,462.10
101 Kab. Tanjung Jabung Barat
102 Kab. Tanjung Jabung Timur 20,401.90 10,677.90 9,724.00
103 Kab. Tebo 20,476.30 9,277.10 11,199.20
104 KotaJambi 21,052.60 6,402.40 14,650.20
105 Kota Sungai Penuh 16,507.80 8,043.00 8,464.80
~ p r o v i n s i Sumatera Selatan 240,766.50 138,852.10 101,914.40
Kab. Lahat
.
22,517.40 15,815.90 6,701.50
107 Kab. Mus; Banyuasin 30,980.90 18,283.90 12,697.00
108 Kab. Mus; Rawas 17,592.50 12,390.50 5,202.00 i
! 109 Kab. Muara Enim
j
110 Kab. Ogan Komering Ilk 26,583.80 16,521.60 10,062.20 i
111 Kab. Ogan KomeIing Ulu
112 Kota Palembang 12,240.70 12,240.70
113 Kota Pagar Alam 8,912.00 4,897.80 4,014.20
114 Kota Lubuk Linggau 10,174.60 4,531.80 5,642.80
115 Kota Prabumulih 8,463.00 4,082.20 4,380.80
116 Kab. Banyuasin 29,165.40 18,398.00 10,767.40
117 Kab. Ogan llir 15,528.30 7,728.90 7,799.40
118 Kab. OKU Timur 26,727.50 16,554.90 10,172.60
119 Kab. OKU Selatan 19,291.70 11,496.40 7,795.30
120 Kab. Empat Lawang 12,588.70 8,150.20 4,438.50
VIII Provinsi Bangka Belitung 63,717.00 32,876.80 30,840.20
121 Kab.Bangka 11,035.20 6,523.80 4,511.40
122 Kab. Belilung 9,161.70 4,718.70 4,443.00
123 Kola Pangkal Pinang 8,192.20 3,768.00 4,424.20
124 Kab. Bangka Selatan 9,062.70 4,395.90 4,666.80
125 Kab. Bangka Tengah 8,298.90 3,732.80 4,566.10
126 Kab. Bangka Barat 8,821.40 4,912.70 3,908.70
127 Kab. Belitung Timur 9,144.90 4,824.90 4,320.00
IX Provinsi Bengkulu 157,995.00 72,728.80 85,266.20
128 Kab. Bengkulu Selatan 17,095.40 7,335.30 9,760.10
129 Kab. Bengkulu Utara 16,713.70 7,628.40 9,085.30 i
130 Kab. Rejang Lebong 24,212.10 9,026.10 15,186.00
131 Kota Bengkulu 13,725.60 4,368.50 9,357.10
132 Kab. Kaur 15,660.00 8,474.60 7,185.40 I
133 Kab. Seluma 17,900.10 10,097.20 7,802.90
134 Kab. Mukomuko 13,304.20 6,884.00 6,420.20
135 Kab. Lebong 10,991.60 5,962.90 5,028.70
136 Kab. Kepahiang 10,970.60 4,354.70 6,615.90
137 Kab. Bengkulu T engah 17,421.70 8,597.10 8,824.60
X Provjnsi Lampung 300,805.30 175,601.50 125,203.80
138 Kab. Lampung Bara! 11,440.10 9,536.80 1,903.30
139 Kab. Lampung Selatan 30,691.90 22,537.30 8,154.60
140 Kab. Lampung Tengah 54,051.70 31,318.30 22,733.40 .
141 Kab. Lampung Utara 44,725.40 18,373.10 26,352.30
142 Kab. Lampung Timur 38,145.10 23,484.40 14,660.70
143 Kab. Tanggamus 34,377.30 20,356.00 14,021.30
144 Kab. Tulang Bawang 12,329.20 12,329.20 !
145 Kab. Way Kanan 15,409.30 15,409.30 I
146 Kota Bandar Lampung 15,972.00 7,160.90 8,811.10
147 KotaMetro 7,967.60 3,151.10 4,816.50
148 Kab. Pesawaran 22,460.80 15,380.80 7,080.00
149 Kab.Pringsewu 13,234.90 8,893.50 4,341.40
150 \Kab. Mesuji
151 Kab. Tulang Bawang Bara!
3
Pendidikan
NO DAERAH TOTAL
(RD)
AlokasiSD (Rp) Alokasi SMP (Rp)
XI Provinsi DKI Jakarta
XII Provinsi Jawa Barat 1,038,093.90 662,981.10 315,106.80
152 Kab. Bandung 77,075.10 54,083.80 22,991.30
153 Kab. Bekasi 53,234.60 32,772.40 20,462.20
154 Kab. Bogar 97,434.90 62,749.70 34,685.20 i
155 Kab. Ciamis 58,688.20 40,753.90 17,934.30
156 Kab. Cianjur 68,131.40 48,495.60 19,635.80
157 Kab. Cireoon
.
54,455.70 37,615.70 16,840.00
158 Kab.Garut 77,658.80 56,497.50 21,161.30
159 Kab. Indramayu 60,907.20 36,399.40 24,507.80
160 Kab. Karawang 66,958.80 38,320.40 28,638.40
161 Kab. Kuningan 52,470.20 30,363.00 22,107.20j
162 Kab. Majalengka 37,017.40 18,644.20 18,373.20J
163 Kab. Purwakarta 25,954.40 19,119.20 6,835.20 i
164 Kab. Subang 28,750.90 19,879.10 8,871.80 I
165 Kab. Sukabumi 53,053.40 35,203.00 17,850.40 i
166 Kab. Sumedang 36,150.30 24,129.70 12,020.60 i
167 Kab. Tasikmalaya 28,380.00 11,986.20 16,393.80
168 Kota Bandung 46,360.10 28,320.30 18,039.80
169 Kota Bekasi
170 Kota Bogor
171 Kola Cireoon 9,099.90 4,186.30 4,913.60
172 Kola Oepok 26,552.30 14,313.50 12,238.80
173 Kota Sukabumi 9,906.10 4,123.40 5,782.70
174 Kota Cimahi 9,422.60 4,760.60 4,662.ooJ
175 Kota Tasikmalaya 13,051.30 6,756.30 6,295.00 .
176 Kota Banjar 3,975.50 3,975.50
177 Kab. Bandung Baral 43,404.80 29,538.40 13,866.40
XIII Provinsi Banten 211,454.10 109,919.50 101,534.60
178 Kab. Lebak 56,593.50 35,076.60 21,516.90
179 Kab. Pandeglang 55,191.10 36,906.60 18,284.50 i
180 Kab. Serang 29,271.40 14,501.30 14,770.10 i
181 Kab. Tangerang 43,397.70 15,782.50 27,615.20
182 Kota Cilegon
~
183 Kota Tangerang
184 Kota Serang 27,000.40 7,652.50 19,347.90
185 Kola Tangerang Serang
XIV Provinsi Jawa Tengah 1,111,416.30 131,045.70 386,430.60
186 Kab. Banjamegara 35,953.60 25,435.50 10,518.10
187 Kab. Banyumas 46,156.00 35,180.00 10,976.00
188 Kab. Batang 20,569.60 12,056.40 8,513.20
189 Kab. Blora 56,200.20 24,898.60 31,301.60
190 Kab. Boyolali 33,256.10 22,145.10 11,111.00
191 Kab. Brebes 32,711.50 32,711.50
192 Kab. Cilacap 68,390.80 34,474.30 33,916.50
193 Kab. Demak 32,004.40 22,744.60 9,259.80
194 Kab. Grobogan 39,331.70 28,642.60 10,689.10J
195 Kab. Jepara 36,798.00 27,364.30 9,433.70 :
196 Kab. Karanganyar 31,470.70 20,326.30 11,144.40 I
197 Kab. Kebumen 40,422.90 31,808.20 8,614.70
198 Kab. Kendal 33,817.30 22,607.90 11,209.40 i
199 Kab. Klaten 45,182.30 32,630.00 12,552.30 i
200 Kab.Kudus 19,045.40 19,045.40
201 Kab. Magelang 70,561.50 16,665.40 53,896.10
202 Kab. Pali 33,471.00 23,719.80 9,751.20
203 Kab. Pekalongan 38,323.70 24,435.20 13,888.50
204 Kab. Pemalang 39,776.80 30,939.70 8,837.10
4
Pendidikan
NO DAERAH TOTAL
Alokasi SMP (Rp) I
(Rp)
AlokasiSO (Rp)
205 Kab. Purbalingga 24,293.10 17,622.40 6,670.70
206 Kab. Purworejo 33,614.90 22,889.80 10,725.10
207 Kab. Rembang 23,118.50 15,612.40 7,506.10
208 Kab. Semarang 22,720.60 13,089.90 9,630.70
209 Kab. Sragen 28,386.70 18,423.00 9,963.70
210 Kab, Sukoharjo 27,782.50 18,480.50 9,302.00
211 Kab, Tegal 41,307.30 30,017.50 11,289.80
212 Kab, Temanggung
.
24,625.70 11,403.20 13,222.50
213 Kab. Wonogiri 38,976.90 31,758.50 7,218.40
214 Kab. Wonosobo 30,005.60 19,210.20 10,795.40
215 Kota Magelang 6,474.50 3,359.30 3,115.20
216 Kota Pekalongan 8,153.40 4,490.30 3,663.10
217 Kota Salatiga 8,385.10 3,991.40 4,393.70
218 Kota Semarang 14,151.20 14,151.20
219 Kota Surakarta 18,784.80 12,169.60 6,615.20.
220 Kota Tegal 13,252.00 6,545.70 6,706.30
XV Provinsi 01 Yogyakarta 173,395.20 64,357.30 109,037.90
221 Kab. Bantul 36,938.70 11,331.20 25,607.50
222 Kab. Gunung Kidul 53,128.60 23,655.40 29,473.20
223 Kab. Kulon Progo 22,845.60 10,174.10 12,671.50
224 Kab. Sleman 50,143.50 19,196.60 30,946.90
225 Kota Yogyakarta 10,338.80 10,338.80
XVI Provlnsi Jawa Timur 1,037,652.30 712,233.90 325,418.40
226 Kab. Bangkalan 40,984.00 30,453.50 10,530.50
227 Kab, Banyuwangi 44,218.90 30,686.50 13,532.40
228 Kab, Blitar 36,672.30 27,356.70 9,315.60 .
229 Kab, Bojonegoro 35,897.60 23,799.00 12,098.60
230 Kab, Bondowoso 31,964.90 22,148.50 9,816.40
231 Kab, Gresik 14,786.90 14,786.90
232 Kab, Jember 51,280040 31,517.00 19,763.40
233 Kab. Jombang 32,653.90 21,599.80 11,054.10
234 Kab, Kediri 36,984.90 27,923.10 9,061.80
235 Kab, Lamongan 39,041.50 26,726.40 12,315.10
236 Kab, Lumajang 37,886.60 25,692.20 12,194.40
237 Kab, Madiun 24,995.20 18,781.60 6,213.60 i
238 Kab, Magetan 28,223.50 21,624.90 6,598.60 :
239 Kab, Malang 51,835.90 24,961.50 26,874.40 I
240 Kab, Mojokerto 28,494.10 19,464.20 9,029.90 i
241 Kab. Nganjuk 34,032.70 28,027.10 6,005.60
242 Kab, Ngawi 33,535.50 22,349.20 11,186.30
243 Kab. Pacitan 29,044.00 19,496.80 9,547.20
244 Kab. Pamekasan 27,809.60 12,544.80 15,264.80
245 Kab, Pasuruan 41,983.60 30,130.50 11,853.10
246 Kab, Ponorogo 35,540.90 27,163.70 8,377.20
247 Kab. Probolinggo 25,282.80 25,282.80
248 Kab, Sampang 35,054.00 23,866.80 11,187.20
249 Kab, S i d o a ~ o 33,752.00 22,673.50 11,078.50
250 Kab. Silubondo 17,633.70 11,350.80 6,282.90
251 Kab. Sumenep 27,995.80 16,898.70 11,097.10
252 Kab, Trenggalek 33,813.50 17,586.10 16,227.40J
253 Kab. Tuban 13,704.40 13,704.40 i
254 Kab. Tulungagung 28,176.10 28,176.10
I
255 Kota Blitar 6,168.40 3,079.40 3,089.00 :
256 Kola Kediri
257 Kota Madiun 7,727.50 3,515.10 4,212.40
258 Kota Malang
5
NO DAERAH
259 Kola MOjokerto
260 Kota Pasuruan
261 Kota Probolinggo
262 Kola Surabaya
263 Kota Batu
XVII Proyinsi Kalimantan Barat
264 Kab, Bengkayang
265 Kab, Landak
266 Kab, Kapuas Hulu
267 Kab, Kelapang
268 Kab,Pontianak
269 Kab, Sambas
270 Kab,Sanggau
271 Kab, Sintang
272 Kota Pontianak
273 Kota Singkawang
274 Kab, Sekadau
275 Kab. Melawi
276 Kab, Kayong Utara
277 Kab, Kubu Raya
XVIII Proyinsi Kalimantan Tengah
278 Kab. Barito Selalan
279 Kab, Barito Ulara
280 Kab.Kapuas
281 Kab. Kolawaringin Bara!
282 Kab. KOlawaringin Timur
283 Kola Patangkaraya
284 Kab. Barito Timur
285 Kab. Murung Raya
286 Kab. Pulang Pisau
287 Kab. Gunung Mas
288 Kab. Lamandau
289 Kab. Sukamara
290 Kab, Katingan
291 Kab. Seruyan
XIX Proyinsi Kalimantan Selatan
292 Kab, Banjar
293 Kab, Barito Kuala
294 Kab, Hulu Sungai Selatan
295 Kab, Hulu Sunga! Tengah
296 Kab, Hulu Sungai Ulara
297 Kab. Kola Baru
298 Kab. Tabalong
299 Kab, Tanah Laut
300 Kab, Tap!n
301 Kola Banjar Baru
302 Kola Banjarmasin
303 Kab, Balangan
304 Kab. Tanah Bumbu
XX Proyinsi Kalimantan Timur
305 Kab, Berau
306 Kab, Bulungan
307 Kab,Kula!Kartanegara
308 Kab. Kula! Bara!
309 Kab. Kulai Timur
310 Kab. Malinau
.
Pendidikan
TOTAL
(Rp)
AlokasiSD (Rp) Alokasi SMP (Rp)
8,416.40 2,836.10 5,580.30 i
6,846.20 2,988.00 3,858.20
8,125.60 3,974.60 4,151.00
39,903.70 25,890.90 14,012.80
7,185.30 3,176.70 4,008.60
248,656.10 176,555.80 72,100.30 I
15,472.70 8,502.50 6,970.20 :
22,415.80 20,519.00 1,896.80 I
20,100.20 13,698.40 6,401.80 i
19,047.60 12,597.10 6,450.50 i
14,790.20 11,511.00 3,279.20
26,692.00 19,357.80 7,334.20
32,693.60 24,992.80 7,700.80
24,507.80 18,848.60 5,659.20
11,318.20 6,359.20 4,959.00
9,162.00 4,617.20 4,544.80
11,343.90 6,676.00 4,667.90 I
9,510.50 7,527.30 1,983.20
10,761.00 5,210.70 5,550.30
20,840.60 16,138.20 4,702.40 '
124,641.30 79,946.10 44,695.20
9,842.20 6,351.50 3,490.70
10,802.10 6,007.40 4,794.70
18,013.00 18,013.00
10,051.70 4,232.60 5,819.10
9,785.30 5,541.90 4,243.40
12,568.90 6,603.10 5,965.80
13,136.50 8,650.90 4,485.60
8,861.10 5,382.70 3,478.40
6,086.40 2,972.50 3,113.90
16,399.80 10,588.30 5,811.50
9,094.30 5,602.20 3,492.10
271,205.00 114,963.90 156,241.10
33,061.70 15,863.90 17,197.80
28,819.80 11,413.50 17,406.30
21,864.40 11,568.70 10,295.70
18,198.60 8,188.20 10,010.40
19,962.00 10,312.30 9,649.70
16,041.70 16,041.70
22,082.60 12,607.40 9,475.20
32,978.90 12,504.70 20,474.20
14,401.10 5,875.10 8,526.00 I
9,458.70 3,062.40 6,396.30
20,392.70 4,834.20 15,558.50
14,960.50 8,614.90 6,345.60
18,982.30 10,118.60 8,863.70
37,003.70 18,343.60 18,660.10
I
I
I
17,477.30 9,536.50 7,940.80
7,960.00 3,269.60 4,690.40
6
Pendidikan
I NO
DAERAH TOTAL
(Rp)
Alokasi SO (Rp) Alokasi SMP (Rp)
311 Kab. Nunukan 11,566.40 5,537.50 6,028.90
312 Kab. Pasir
313 Kola Balikpapan
314 Kola Bonlang
315 Kola Samarinda
I 316 IKola Tarakan
317 Kab. Penajam Paser Uiara
318 Kab. Tana Tidung
XXI Provinsi Sulawesi Utara 261,283.90 137,368.10 123,915.80
319 Kab. Bolaang Mongondow 16,561.40 8,816.70 7,744.70
320 Kab. Minahasa 19,694.00 9,907.90 9,786.10
321 Kab. Sangihe 21,045.70 9,221.40 11,824.30
322 Kola Biiung 11,309.60 4,705.00 6,604.60
323 Kola Manado 13,687.70 11,173.50 2,514.20
324 Kab. Kepulauan Talaud 16,656.60 I 8,244.80 8,411.80
325 Kab. Minahasa Selalan 21,160.50 8,742.70 12,417.80
326 Kola Tomohon 8,964.40 3,708.80 5,255.60
327 Kab. Minahasa Ulara 19,732.10 10,743.10 8,989.00
328 Kola Kotamobagu 23,400.50 12,279.90 11,120.60
329 Kab. Bolaang Mongondow Ulara 17,937.20 10,189.80 7,747.40
330 Kab. Kep. Siau Tagulandang Biaro 17,182.80 10,640.00 6,542.80
~
Kab. Minahasa Tenggara 13,126.70 6,056.90 7,069.80
Kab. Bolaang Mangondow Timur 21,490.60 12,084.10 9,406.50
333 Kab. Bolaang Mangondow Sela.:an 19,334.10 10,853.50 8,480.60
XXII Provinsi Gorontalo 96,773.90 45,087.70 51,686.20
* Boalemo
13,607.60 5,908.50 7,699.10
Goronialo 30,338.60 15,252.10 15,086.50
336 Kola Goronialo 11,142.30 5,362.30 5,780.00
337 Kab. Pohuwato 12,394.60 5,049.10 7,345.50
338 Kab. Bone Bolango 15,565.60 7,507.00 8,058.60
339 Kab. Goronlalo Utara 13,725.20 6,008.70 7,716.50
XXIII IProvinsi Sulawesi Tengah 154,409.80 118,421.00 35,988.80
340 ai 19,211.50 17,222.00 1,989.50
341 Kab. Banggai Kepulauan 12,938.90 9,038.60 3,900.30
342 Kab. Buol 10,432.40 10,432.40
343 Kab. Toli-Toli 13,508.20 8,615.70 4,892.50
344 Kab. Donggala 22,907.40 17,576.20 5,331.20
345 Kab. Morowali 16,125.90 13,983.70 2,142.20
346 Kab.Poso 10,851.90 7,682.70 3,169.20
347 Kola Palu 11,385.50 5,578.90 5,806.60
348 Kab. Parigi Moutong 12,663.10 10,898.30 1,764.80
349 Kab. Tojo Una Una 14,786.40 10,141.20 4,645.20
350 Kab. Sigi 9,598.60 7,251.30 2,347.30
XXIV Provinsi Sulawesi Selatan 453,138.50 281,911.20 171,227.30
~ B a n t a e n g
11,032.00 5,570.80 5,461.20
352 . Barru 12,195.10 6,890.00 5,305.10
353 Kab. Bone 33,579.50 22,123.20 11,456.30
354 Kab. Bulukumba 25,403.70 17,332.00 8,071.70
355 Kab. Enrekang 12,196.20 7,418.50 4,777.70
-
356 Kab. Gowa 27,601.10 17,925.70 9,675.40
357 Kab. Jeneponto 20,270.20 14,445.90 5,824.30
358 Kab.Luwu 24,314.90 12,820.00 11,494.90
359 Kab. Luwu Ulara 14,900.10 7,859.80 7,040.30
360 Kab. Mares 22,075.30 13,314.80 8,760.50
361 Kab. Pangkajene Kepulauan 19,990.70 13,677.70 6,313.00
362 Kab. Pinrang 22,891.50 16,091.90 6,799.60
7
Pendidikan
NO DAERAH TOTAL
(Rp)
Alokasi SO (Rp) Alokasi SMP (Rp)
363 Kab. Selayar 10,485.50 6,563.50 3,922.00
364 Kab. Sidenreng Rappang 18,083.90 12,297.40 5,786.50
365 Kab. Sinjai 14,812.20 8,268.00 6,544.20
366 Kab.Soppeng 17,855.20 12,465.90 5,389.30
367 Kab. Takalar 20,044.30 12,265.50 7,778.80
368 Kab. Tana Toraja 19,274.80 12,328.40 6,946.40
369 Kab. Wajo 26,342.30 18,851.70 7,490.60
370 Kota Pare-pare 10,484.20 4,420.90 6,063.30
371 Kota Makassar 29,522.30 17,667.30 11,855.00
372 Kola Palopo 10,009.90 4,522.20 5,487.70
373 Kab. Luwu Timur 10,305.80 5,231.20 5,074.60
374 Kab. Toraja Ulara 19,467.80 11,558.90 7,908.90.
XXV Provinsi Sulawesi Barat 78,782.10 48,618.30 30,163.80.
375 Kab. Majene 12,638.30 8,252.50
~
376 Kab. Mamuju 17,449.40 11,194.70
377 Kab. Polewali Mandar 21,361.20 14,742.20 6,619.00
378 Kab. Mamasa 17,516.70 9,495.00 8,021.70
379 Kab. Mamuju Ulara 9,816.50 4,933.90 4,882.60
~ p r o V i n s i Sulawesi Tenggara 227650. I
100,286.90 127,363.20
380 Kab. Buton 9,039.40 17,747.70
@
Kab.Konawe 31,687.10 16,795.20 14,891.90
Kab. Kolaka 23,804.20 9,074.70 14,729.50
383 Kab. Muna 27,384.10 16,715.60 10,668.50
384 Kola Kendari 5,858.10 7,894.70
385 Kola Bau-bau 12,582.00 4,150.50 8,431.50
386 Kab. Konawe Selalan 21,823.10 9,590.90 12,232.20
387 Kab. Bombana 16,765.00 6,177.30 10,587.70
388 Kab. Wakatobi 15,336.60 5,713.70 9,622.90
389 Kab. Kolaka Utara 11,464.00 5,559.80 5,904.20
390 Kab. Konawe Ulara 12,533.60 5,462.20 7,071.40.
391 Kab. Buton Utara 13,730.50 6,149.50 7,581.00.
XXVII Provinsi Bali 187,453.20 84,403.40 103,049.80
392 Kab. Badung
393 Kab. Bangli 15,120.70 9,243.00 5,877.70
394 Kab. Buleleng 42,854.20 17,393.30 25,460.90
395 Kab. Gianyar 25,916.00 12,538.30 13,377.70
Kab. Jembrana 16,599.10 6,732.00 9,867.10
Kab. Karangasem 34,153.70 16,465.30 17,688.40
Kab. Klungkung 16,344.20 9,007.80
Kab. Tabanan 14,695.10 11,519.20
Kola Denpasar 10,251.00
usa Tenggara Barat 2 141,500.40 63,120.00
Kab. Bima 7,823.60
Kab.Dompu 9713.60 7,078.90
Kab. Lombok Barat 2 16,274.30 3,736.20
Kab. Lombok Tengah 32,340.60 22,791.30 9,549.30
405 Kab. Lombok Timur 34,430.50 30,054.90 4,375.60
406 Kab. Sumbawa 28,058.00 17,824.50 10,233.50
407 Kola Mataram 12,633.00 7,016.10 5,616.90
8
Pendidikan
NO DAERAH TOTAL
(Rp)
Alokasi5D (Rp) Alokasi 5MP (Rp)

Kota Bima 11,417.70 5,743.60 5,674.10
Kab. Sumbawa Bara! 10,866.30 5,961.00 4,905.30
Kab. lombok Utara 12,432.40 8,305.80 4,126.60
XXIX Provinsi Nusa Tenggara Timur 309,846.20 214,005.10 95,841.10
411 Kab. A10r 15,657.60 8,369.80 7,287.80
412 Kab. Belu 25,514.10 18,455.30 7,058.80
413 Kab.Ende 13,461.20 10,951.80 2,509.40
414 Kab. Flores Timur
I
10,474.40 3,253.80
415 Kab.Kupang 17, 10,645.30 6,513.80
Kab. Lembata 10,434.80 7,382.10 3,052.70
417 Kab. Manggarai 17,395. 14,211.40 3,184.00
418 Kab.Ngada 15,066. 9,255.00 5,811.10
419 Kab. Sikka 15,676.60 12,792.20 2,884.40
420 Kab. Sumba Baral 15,991.00 9,607.50 6,383.50
421 Kab. Sumba Tlmur 18,918.20
B.'8m
4,935.60
422 Kab. Timor Tengah Selatan

13,951. 7,214.30
423 Kab. Timor Tengah Utara 11,659. 8,904. 2,754.70
424 Kota Kupang 11,841.40 4,774.00 7,067.40
425 iKab. Rote Ndao 12,498.90 6,214.20 6,284.70
426 Kab. Manggarai Baral 7,838.60 7,838.60
427 Kab. Nagekeo 10,549.20 7,692.40 2,856.80
428 Kab. Sumba Bara! Daya 18,443.80 10,891.90 7,551.90
429 Kab. Sumba Tengah 9,959.50 6,496.50 3,463.00
* Manggarai Timur
19,570.90 16,558.80 3,012.10
4 . Sabu Raijua 7,316.60 4,555.30 2,761.30
XXX Provinsi Maluku 155,307.60 93,513.40 61,794.20
432 Kab. Maluku Tenggara Bara! 12,791.40 6,994.90 5,796.50

Kab. Maluku Tengah 26,488.20 15,355.20 11,133.00
Kab. Maluku Tenggara 11,138.90

3,491.70
435 Kab. Pulau Buru 14,985.90 8,641. 6,344.40
4 Ambon 15,374.20 7,852.00 7,522.20
437 Kab. Seram Bagian Bara! 14,071.80 9,118.60 4,953.20
438 Kab. Seram Bagian Tlmur 10,881.50 5,822.80 5,058.70
439 Kab. Kepulauan Aru 7,003.20 7,003.20
440 Kola Tual 15,569.70 8,868.90 6,100.80
441 Kab. Maluku Barat Daya 16,141.30 11,501.40 4,639.90
442 Kab. Buru Selatan 10,861.50 4,107.70 6,153.80
i XXXI Provinsi Maluku Utara 83,426.90 65,104.30 18,3ZZ.60
443 Kab. Halmahera Tengah 5,359.00 5,359.00
444 Kab. Halmahera Barat 10,409.10 7,797.80 2,611.30
445 Kota Temale 10,484.50 6,213.00 4,271.50
446 Kab. Halmahera Timur 8,461.70 5,119.50 2,682.20
447 Kota Tidore Kepulauan 8,415.50 6,345.80 2,069.10
448 Kab. Kepulauan Sula 6,662.40 6,662.40
449 Kab. Halmahera Selatan 16,545.50 9,851.60 6,687.90
450 Kab. Halmahera Utara 10,349.90 10,349.90
451 Kab. Pulau Morotal 6,139.30 6,739.30
XXXII Provins; Papua 417,447.20 243,397.10 174,050.10
452 Kab. Biak Numfor 15,068.50 5,709.40
Jayapura
13,868.70 1,118.20 6,690.50
454 Kab. Jayawijaya 22,979.00 10,268.50 12,710.50
455 Kab. Merauke 21,735.90 15,052.30 6,683.60

9,529.30 6,654.80 2,874.50
Kab. Nabire 9,397.80 6,241.10 I 3,156.70
458 Kab. Paniai 13,333.20 9,867.90 I 3,465.30
459 Kab. Puncak Jaya 12,829.80 I 7,418.60 5,411.20
9
Pendidikan
NO DAERAH TOTAL
AlokasiSD (Rp) Alokasi SMP (Rp)
R
460 Kab. Kepulauan Yapen 12,907.90 7,436.70 5,471.20
461 Kota Jayapura 13,804.90 6,794.50 7,010.40
7,235.60 4,581.70 2,653.90
13,479.70 5,874.70 7,605.00
11,447.60 7,233.20 4,214.40
15,182.20 9,149.60 6,032.60
11,330.30 5,815.50
9,595.30 6,769.40
9,130.00 5,641.80
469 Kab. Asmat 12,122.50 8,867.90
470 Kab. Waropen 12,547.60 6,026.90
471 Kab. Supiori 10,310.80 4,929.60
472 Kab. Mamberamo Raya 5,013.10 3,253.10 1,760.00
473 Kab. Membramo Tengah 32,394.10 18,773.70 13,620.40
474 Kab. Yalimo 28,982.10 14,588.00 14,394.10
475 Kab. Lanny Jaya 29,532.00 19,176.30 10,355.70
25,477.60 14,431.70 11,045.90
14,403.10 8,362.60 6,040.50
8,958.40 5,730.10 3,228.30
a 7,430.60 3,965.30 3,465.30
7,419.60 3,954.30 3,465.30
92,549.20 65,074.60
7,433.40 4,340.60
18,499.70 15,972.30
8,182.90 2,485.60
4,254.50
7,793.10 5,933. 1,859.90
11,388.60 7,311. 4,076.70
Kab. Teluk Bintuni 7,073.70 2,966.70
488 Kab. Teluk Wondama 6,156.50 2,099.50
489 Kab. Kaimana 7,535.30 4,664. 2,870.60
490 Kab. Maybrat 7,911.00 5,163 2,747.70
491 Kab. Tambrauw 6,320.50 2,747.70
TOTAL NASIONAL (Rp) 9,334,882.00 3,733,952.80
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,
TTD.
MOHAMMAD NUH
Salinan sesuai dengan aslinya.
Biro Hukum dan Organisasi
Kementerian Pendidikan Nasional.
r. A. Pangerang Moenta. S.H .•M.H.• DFM
NIP 196108281987031003
f9.
10

Mengingat

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Repuulik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia TahLln 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 5. Undang-Undang Nomor 47 Tahun 2009 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 156, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5075) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 69, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5132); 6.Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun . 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 1408, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahul1 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4609);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Oaerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Kepala Oaerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Oaerah, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Oaerah Kepada Masyarakat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4693); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembangian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Oaerah Provinsi, dan Pemerintahan Oaerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Repul.>lik Indonesia Nomor 4737); 13. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Oaerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741); 14. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 90, Tambahan Lernbaran Negara Republik Indonesia Nomor 4863); 15. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 91, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4864); 16. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 17. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II; 18. Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2009 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2010; 19. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; 20. Peraturan Menteri Oalam Negeri Nomor 20 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Dana Alokasi KhuSliS (OAK) di Oaerah; 21. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 175/PMK.07/2009 tentang Alokasi dan Pedoman Umum Dana Alokasi Khusus (OAK) Tahun Anggaran 2010. 22. Surat Komisi X OPR RI Nomor 259/KOM.XlOPR-RINII/2010 tanggal 26 Juli 2010 perihal : Pengantar Persetujuan Petunjuk Teknis OAK Pendidikan TA 2010 Jenjang SO/SOLB; 23. Surat Kementerian Oalam Negeri Republik Indonesia Nomor 905/504/BAKO tanggal 3 Agustus 2010 perihal Pelaksanaan OAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010;

MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENOIOIKAN NASIONAL TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN OANA ALOKASI KHUSUS (OAK) SIOANG PENOIOIKAN TAHUN ANGGARAN 2010 UNTU K SO/SOLS

Pasal1 (1) Oana Alokasi khusus (OAK) bidang pendidikan tahun anggaran 2010 untuk SO/SOLS dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis sebagaimana tercantum dalam Lampiran I sampai dengan Lampiran IV Peraturan ini. (2) Petunjuk Teknis yang terkait dengan alat peraga pendidikan, sarana penunjang pembelajaran/alat elektronik pendidikan, sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pendidikan dan multimedia interaktif akan diatur kemudian dalam Peraturan Menteri secara tersendiri. Pasal2 Kabupaten/Kota penerima OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 untuk SO/SOLS, sebagaimana tercantum dalam Lampiran V Peraturan ini. Pasal 3 OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 untuk SO/SOLS diarahkan untuk pembangunan ruang/gedung perpustakaan SO/SOLS dan penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan SO/SOLS. Pasal4 Pada saat diberlakukannya Peraturan Menteri ini, maka Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 5 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Oana Alokasi Khusus (OAK) Sidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010 berikut Surat Edaran Oirektur Jenderal Manajemen Pendidikan Oasar dan Menengah Nomor 698/C/KU/2010 perihal Tata Cara Pelaksanaan Oana alokasi Khusus (OAK) Sidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal5 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Oitetapkan di Jakarta pada tanggal 25 Agustus 2010 MENTERI PENOIOIKAN NASIONAL,

ITO.
Salinan sesuai dengan aslinya. Siro Hukum dan Organisasi Kementerian Pendidikan N ~. MOHAMMAO NUH I,

Or. A Pangerang Moenta, S.H.,M.H.,OFM NIP 196108281987031003

If.

khususnya untuk membiayai kebutuhan sarana dan prasarana satuan pendidikan dasar 9 (sembilan) tahun yang belum mencapai standar tertentu atau percepatan pembangunan daerah di bidang pendidikan dasar. II. 3.200. Alokasi OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 untuk SO/SOLS sebesar Rp. dan (b) penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan SO/SOLS.SALINAN LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PENOIOIKAN NASIONAL NOMOR 18 TAHUN 2010 TANGGAL 25 AGUSTUS 2010 PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (OAK) SIOANG PENOIOIKAN TAHUN ANGGARAN 2010 UNTUK SO/SOLS I.929.(lima trilyun enam ratus milyar sembilan ratus dua puluh sembilan juta dua ratus ribu rupiah).000. Alokasi OAK bidang pendidikan per daerah dan pedoman umum OAK ditetapkan oleh Menteri Keuangan.600. Sasaran program OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 untuk SO/SOLS dialokasikan bagi SO/SOLS negeri maupun swasta. Setiap kabupaten/kota penerima OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 wajib menyediakan dana pendamping dari APSO minimal sebesar 10% (sepuluh persen) dari alokasi dana yang diterima. PENOAHULUAN Oalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional ini yang dimaksud dengan dana alokasi khusus bidang pfmdidikan yang selanjutnya disebut OAK bidang pendidikan adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Selanja Negara (APBN) yang dialokasikan kepada daerah tertentu untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan bagian dari program yang menjadi prioritas Nasional. Kegiatan OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 untuk SO/SOLS diarahkan untuk: (a) pembangunan ruang/gedung perpustakaan beserta meubelair perpustakaan. OAK bidang pendidikan dialokasikan untuk menunjang program wajib belajar pendidikan dasar 9 (sembi Ian) tahun yang bermutu dan merata. 2. Menteri Pendidikan Nasional menyusun petunjuk teknis penggunaan OAK bidang pendidikan. -1­ . 5.. KEBIJAKAN OAK SIOANG PENOIOIKAN 1. Serdasarkan penetapan alokasi dan pedoman umum OAK tersebut.

dan b. OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 untuk SO/SOLB sebesar Rp. berarti memberikan perlakuan yang sama bagi semua calon penyedia barang/jasa dan tidak mengarah untuk memberi keuntungan kepC:lda pihak tertentu.000. dan g. manfaat. efisien. berarti menjamin adanya keterbukaan yang memungkinkan masyarakat dapat mengetahui dan mendapatkan informasi mengenai pengelolaan OAK bidang pendidikan. pelaksanaan program/kegiatan OAK bidang pendidikan yang sejalan dengan prioritas nasional yang menjadi urusan daerah dalam kerangka pelaksanaan desentralisasi dan secara riil dirasakan manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat. berarti pelaksanaan OAK Bidang Pendidikan harus sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya sesuai dengan sasaran yang ditetapkan. Target yang akan dicapai dalam program OAK bidang pendidikan untuk SO/SOLB tahun anggaran 2010 adalah: a. yang meliputi: a. dengan cara dan atau alasan apapun. Penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan sebesar lebih kurang 70%. yaitu penjabaran program/kegiatan OAK bidang pendidikan harus dilaksanakan secara realistis dan proporsional. b. d. berarti pelaksanaan OAK Bidang Pendidikan harus diusahakan dengan menggunakan dana dan daya yang terbatas untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam waktu sesingkat-singkatnya dan dapat dipertanggungjawabkan. e. Asas umum dalam pelaksanaan OAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010 meliputi: a.200.929. b. 5. efektif. Pembangunan prasarana pendidikan berupa ruang/gedung perpustakaan dan meubelair sebesar lebih kurang 30%.. berarti pelaksanaan OAK Bidang Pendidikan harus terbuka bagi penyedia barang/jasa yang memenuhi persyaratan dan dilakukan melalui persaingan yang sehat di antara penyedia barang/jasa yang setara dan memenuhi syaratlkriteria tertentu berdasarkan ketentuan dan prosedur yang jelas dan transparan. terbuka dan bersaing.(lima trilyun enam ratus milyar sembilan ratus dua puluh sembilan juta dua ratus ribu rupiah) digunakan seluruhnya untuk kegiatan peningkatan mutu. adil/tidak diskriminatif. PERENCANAAN TEKNIS Mekanisme pengalokasian OAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010 untuk SO/SOLB dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut: -3­ . III. tersedianya sarana pendidikan penunjang peningkatan mutu pendidikan SO/SOLB. berart. transparan. tersedianya ruang perpustakaan SO/SOLB beserta perabotnya.4. c. 6.600. kepatutan. 5. f.

jumlah dana yang tersedia di APBN dan APBD. 4. 2. Sekolah menerima dan mencatat barang-barang dan/atau buku-buku yang diperolehnya dari kegiatan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010. terpeneil. IV. Direktorat Pembinaan TK dan SD. Atas usulan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Dinas Pendidikan :l1enetapkan sasaran per-sekolah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah. c. menetapkan sekolah-sekolah target melalui SK Penetapan. d. 6. Kementerian Pendidikan Nasional melakukan sosialisasi DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010 kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.1. b. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melaksanakan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010 dengan metoda pengadaan barang/jasa yang mengacu pada mekanisme sesuai peraturan perundang-undangan. Kriteria Umum: a. 4­ PENERIMA DAK BIDANG PENDIDIKAN TAHUN . Komite Sekolah dan/atau institusi lain yang memiliki kewenangan dapat melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melakukan seleksi terhadap usulan dari masing-masing sekolah di Kabupaten/Kota berdasarkan kriteria-kriteria yang ditetapkan dalam Petunjuk Teknis DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010 beserta peraturan pelaksanaannya dan menetapkan jumlah sasaran dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: a. belum memiliki prasarana dan/atau sarana peningkatan mutu pendidikan yang memadai. 3. Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. KRITERIA SD/SDLB ANGGARAN 2010 1. daftar kebutuhan individual sekolah. Sekolah membuat usulan ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. sekolah tersebut membutuhkan. BupatiMJalikota 8. 5. pada tahun anggaran 2010 tidak menerima dana bantuan sejenis baik dari sumber dana pusat (APBN) maupun dari sumber dana daerah (APBD I atau APBD II). Sekolah dapat mengusulkan semua kegiatan yang ada dalam DAK sepanjang . 9. memiliki jumlah murid yang tidak potensial untuk digabungkan dengan sekolah lain (regrouping). 7. tertinggal dan terbelakang. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota mensosialisasikan program dan kegiatan yang akan dibiayai oleh DAK kepada sekolah calon penerima DAK tahun 2010. diprioritaskan untuk sekolah yang berlokasi di daerah miskin. 10. serta daerah perbatasan dengan negara lain. b.

Mekanisme dan tata cara mengenai penyaluran OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. berupa buku pengayaan. setiap sekolah hanya berhak mendapatkan satu paket. belum memiliki sarana peningkatan mutu pendidikan yang memadai. c. V. belum memiliki ruang/gedung perpustakaan dengan tuas minimal 56m 2 . buku referensi. Kriteria Khusus Sekolah Penerima Paket 2: a. maka ruang/gedung perpustakaan dapat dibangun bertingkat dengan ketentuan konstruksi bangunan lantai 1 (satu) telah memenuhi persyaratan untuk bangunan bertingkat.. OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 disalurkan dengan cara pemindahbukuan dari Rekening Kas Umum Negara (Pemerintah Pusat c. . dan buku panduan pendidik. 8. telah memiliki ruang/gedung perpustakaan dengan luas minimal 56m 2 . Sesuai dengan surat edaran Oirektur Jenderal Bina Administrasi Keuangan Oaerah Kementerian Oalam Negeri Nomor 905/504/BAKO tanggal 3 -5­ .lika sekolah tidak memiliki lahan yang cukup. 2. serta sarana TIK pendidikan dan multimedia interaktif. 3.. berupa buku pengayaan. Metoda Pelaksanaan 1. buku referensi. b. Berdasar Pasal18 ayat (5b) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 47 Tahun 2009 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2010 pelaksanaan DAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 menggunakan metoda pengadaan barang/jasa sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.e. PENYALURAN DAN PELAKSANAAN OAK BIDANG PENOIDlKAN A. alat peraga pendidikan dan sarana penunjang pembelajaran/alat elektronik pendidikan. dan buku panduan pendidik. belum memiliki sarana peningkatan mutu pendidikan yang memadai. memiliki lahan yang cukup untuk membangun ruang/gedung perpustakaan seluas minimal 56m 2 . Kriteria Khusus Sekolah Penerima Paket 1: a. d. b. 2. serta sarana Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pendidikan dan multimedia interaktif. Penyaluran Dana: 1.q Kementerian Keuangan) ke Rekening Kas Umum Oaerah (kabupaten/kota). alat peraga pendidikan dan sarana penunjang pembelajaran/alat elektronik pendidikan. 2.

dapat melaksanakan/melanjutkan sampai selesai dengan mempedomani ketentuan Pasal 33 Peraturan Menteri Oalam Negeri Nomor 20 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan OAK di Oaerah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 5 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan OAK Bidang Pendidikan TA 2010. terdiri atas: 1) buku pengayaan.Anggaran 201 b sebelum berlakunya Undang-undang Nomor 2 Tahun 2010 tentang APBN Tahun 2010 (tanggal 25 Mei 2010). Pelaksana OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Oaerah (SKPO) Kabupaten/Kota yang memiliki tugas dan tanggung jawab di bidang pendidikan. dan 3) sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pendidikan dan multimedia interaktif. dan perpustakaan beserta perabotan b. Penggunaan OAK bidang pendidikan SO/SOLB Paket 1. VI. buku referensi dan buku panduan pendidik. Kegiatan OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 untuk SO/SOLS terdiri dari 2 (dua) paket.Agustus 2010 perihal Pelaksanaan OAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010. B. C. 1. -6­ . OAK Bidang Pendidikan SO/SOLS (Paket 1): 1. Penyediaan sarana peningkatan mutu pendidikan. maka bagi Oaerah penerima OAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010 yang telah menganggarkan dengan pendekatan belanja hibah/transfer ke sekolah dalam peraturan daerahnya tentang APBO Tahun. dan sarana penunjang pembelajaran/alat elektronik pendidikan. Paket 2 diperuntukkan bagi sekolah yang telah memiliki ruang/gedung perpustakaan namun belum memiliki sarana peningkatan mutu pendidikan. Pembangunan ruang/gedung meubelair. meliputi: a. 2. yaitu : Paket 1: diperuntukkan bagi sekolah yang belum memiliki ruang/gedung perpustakaan berikut para bot meubelairnya dan belum memiliki sarana peningkatan mutu pendidikan. Setiap sekolah sasaran penerima OAK bidang pendidikan SO/SOLS hanya berhak mendapatkan salah satu paket. 2) alat peraga pendidikan. PENGGUNAAN OAK BIOANG PENOIOIKAN TAHUN ANGGARAN 2010 UNTUK SO/SOLB A Cakupan Kegiatan.

000.000. 260.000.000. Buku Referensi.600.000.550. Proporsi pendanaan kegiatan pada butir 2. 1. OAK Bidang Pendidikan SO/SOLB (Paket 2): 1.700.000. a.000.000.­ A.­ 10.­ 49.­ 8. dan (2) kabupaten/kota (APBO) minimal sebesar 10 %. Sarana TIK Penunjang Per­ pustakaan Elektronik b. apabila menurut hasil perhitungan.000.­ 72. Buku Referensi c. Paket 2.­ 6.300..000. C.­ 180. Alat Peraga b. Paket Paket Paket Rp Rp Rp 3. Buku Pengayaan b. Buku Panduan Pendidik Alat Peraga.000. dengan biaya satuan tersebut telah mencukupi untuk kebutuhan biay~ pembangunan ruang/gedung perpustakaan.­ 25. dan Multimedia interaktif pembelajaran a.000.000. 4.­ 60. dengan rincian sebagai berikut: No. Kegiatan/Komponen Perpustakaan dan Meubelair Ruang Perpustakaan PerabotiMeubelair Sarana Peningkatan Mutu Buku Pengayaan. Multimedia Interaktif Pembelajaran Ruang Paket Satuan Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Alokasi Dana 80.400.­ 75.2.­ 18.000. Paket Rp Paket Paket Rp Rp I ALOKASI a/AYA PAKET 1 Rp 260. Alokasi dana Paket 1 ditetapkan sebesar Rp.000. Penggunaan OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 SO/SOLB Paket 2 adalah untuk penyediaan sarana peningkatan mutu pendidikan yang meliputi: -7­ . 2. B.450.­ 3.000.000. Sarana Penunjang Pembelajaran/Alat elektronik Sarana TIK pfmunjang perpustakaan elektronik.000. Kabupaten/kota dapat menggunakan IKK=1.000.000.000. 5. dan Sarana Penunjang PembelajaranfAlat Elektronik a.000.000. Harga satuan (ruang atau paket) sebagaimana dimaksud pada butir 2 disesuaikan dengan harga satuan di Kabupaten/Kota masing-masing.­ 95.000.(dua ratus enam puluh juta rupiah) bagi daerah dengan IKK = 1 (khusus untuk pembangunan ruang/gedung perpustakaan).000. 1.­ 14. dan Buku Panduan Pendidik.000. untuk alokasi per sekolah bersumber dari (1) OAK (APBN) bidang pendidikan proporsi sebesar 90%.­ 5.

a. b. B.­ 2.Sarana Penunjang Pembelajaran/Alat elektronik Sarana TIK penunjang perpustakaan elektronik.­ 5.300.­ 3. dan sarana penunjang pembelajaran/alat elektronik pendidikan.000. 180.000. Propersi pendanaan kegiatan pada butir 2.­ 3.­ 95.. buku referensi dan buku panduan pendidik.550. a.400. 49.000. dan c.450.­ 6. 75. Harga satuan (ruang atau paket) sebagaimana dimaksud pada butir 2 sesuai dengan harga satuan di Kabupaten/Kota masing-masing. alat peraga pendidikan.- AlOKASI BIAYA PAKET 2 Rp 180. Sarana TIK Penunjang Per­ pustakaan Elektronik b.000.000.000.­ 1.000. buku pengayaan. VII.­ 10.000. Alokasi dana Paket 2 ditetapkan sebesar Rp.000.­ 25. dengan rincian sebagai berikut: No.000. untuk alokasi per sekolah bersumber dari : (1) OAK (APBN) bidang pendidikan sebesar 90%. Buku Referensi c.(Seratus delapan puluh juta rupiah).000. 4.000. IV dan V. Penggunaan CAK Bidang Pendidikan untuk SO/SOLB mengacu pada spesifikasi teknis sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang telah disahkan dan/atau direkomendasikan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) serta Lampiran III. Multimedia Interaktif Satuan Rp Paket Paket Paket Paket Paket Paket Paket Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Alokasi Biaya 180. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada butir 1 merupakan acuan minimal dalam pelaksanaan pengadaan.000. Kegiatan/Komponen Sarana Peningkatan Mutu Buku Pengayaan. dan Multimedia interaktif pem-belajaran a.700. dan Sarana Penunjang Pembelajaran/Alat Elektronik a.000. . dan (2) kabupaten/kota (APBO) minimal sebesar 10 %. 2. ACUAN PENGAOAAN OAK BIOANG PENOIOIKAN TAHUN ANGGARAN 2010 1.­ 60. Alat Peraga b.000. Buku Panduan Pendidik Alat Peraga.600. dan Buku Panduan Pendidik. Buku Pengayaan b. Paket Rp Paket Paket Rp Rp 18. sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pendidikan dan multimedia interaktif.000. Buku Referensi.000.000.000.000.­ 14. -8­ 2.

Jika sisa dana tersebut tidak digunakan untuk penambahan volume atau sasaran. kualitas barang. dan f. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan juncto Peraturan Menteri Keuangan Nomor 175/PMK. Alokasi dana yang ditetapkan sebagaimana Angka VI. d. Daftar biaya standar yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang. 6. dan -9 ­ . penelitian. c. VIII. sisa dana tersebut harus disetorkan kernbali ke Kas Umum Daerah melalui Bank Pemerintah.2 di atas hanyalah merupahan besaran patokan harga tertinggi yang merupakan dasar acuan bagi pelaksana DAK bidang pendidikan dalam penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). c. b. e. Informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). KEGIATAN-KEGIATAN YANG TIDAK DAPAT DIBIAYAI DAK A Berdasarkan Pasal 60 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. penyiapan kegiatan fisik. apabila terjadi perubahan biaya. pelatihan. kemanfaatan dan keberdayagunaan bagi sekolah. 7.07/2009 tentang alokasi dan Pedoman Umum DAK Tahun Anggaran 2010. maka DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010 hanya boleh digunakan untuk membiayai pengadaan barang sesuai dengan Petunjuk Teknis DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010 ini. 4. Penggunaan dana sebagaimana dimaksud pada butir 1 harus menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara serta mempertimbangkan: a. 5. administrasi keniatan.2 dan VI.C. b.3. asosiasi terkait dan sumber data lain yang dapat dipertanggungjawabkan.B. 2. ketersediaan suku cadang. Data yang digunakan sebagai dasar penyusunan HPS oleh Pelaksana DAK Bidang Pendidikan dalam penyusunan HPS antara lain: a. 4. maka sisa dana tersebut dapat digunakan untuk menambah volume atau sasaran. 3. Apabila terdapat sisa dana dalam pelaksanaan DAK bidang pendidikan. jangka waktu penggunaan (masa pakai/umur teknis). Harga pasar seternpat menjelang dilaksanakannya pengadaan. kemudahan perawatan (termasuk harus ada buku petunjuk operasional penggunaan dan perawatan/perakitan dalam bahasa Indonesia). d. Biaya kontrak sebelumnya yang sedang berjalan dengan mempertimbangkan faktor perubahan biaya. disebutkan bahwa kegiatan-kegiatan yang tidak boleh dibiayai DAK adalah: 1. Daftar biaya/tarif barang/jasa yang dikeluarkan oleh agen tunggall pabrikan. masa garansinya. e.

Membentuk Tim Teknis untuk melakukan pemetaan dan pendataan kondisi prasarana sekolah dan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan di sekolah. IX. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program DAK di tingkat kabupaten/kota.p. Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama. Menetapkan panitia pengadaan kegiatan DAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010. B. B. konsultan dan sebagainya tidak dapat dibiayai dari DAK bidang pendidikan. Melaksanakan supervisi dan monitoring pelaksanaan DAK di kabupaten/kota. Kegiatan-kegiatan yang tidak dapat dibiayai DAK sebagaimana dimaksud pada huruf A dan huruf B tersebut. dan serta penilaian terhadap 2. -10 ­ . Menganggarkan dana pendamping dalam APBD sekurang-kurangnya 10% (sepuluh persen) dari besaran alokasi DAK yang diterimanya. 5. C. C. perjalanan dinas. Pemerintah Provinsi 1. sosialisasi. Menetapkan nama-nama SD/SDLB penerima DAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 dalam Keputusan BupatilWalikota dan salinannya disampaikan kepada Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah up. Pemerintah Kabupaten/Kota 1. 3. u. 2. pengawasan. Melaporkan hasil supervisi dan monitoring kepada Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota 1. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB A. dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi setempat. 4. Membentuk Tim Teknis untuk masing-masing kegiatan pengadaan sesuai dengan kompetensinya. pembiayaannya dibebankan dari anggaran/biaya umum yang disediakan melalui APBD atau sumber pembiayaan lain di luar dana pendamping. 2.5. biaya lelang dan biaya operasional lainnya sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan-kegiatan yang berhubungan secara langsung atau tidak langsung dengan penggunaan DAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010. seperti izin mendirikan ba~1gungan. Menyediakan anggaran/dana biaya umum untuk kegiatan perencanaan. sesuai dengan Pasa! 61 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. Direktur Pembinaan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar.

7. berdasarkan hasil pemetaan dan pendataan. menerima OAK per kecamatan. E. Oalam konteks program OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010. Melaksanakan kegiatan pengadaan barang/jasa sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota melakukan tugas dan fungsi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. dan kesesuaian barang dengan naskah Berita Acara Serah Terima. 2. 900/3556/SJ Tanggal 21 November 2008 perihal Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan OAK. 5. dan 9. 4. Kepala Sekolah 1. Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Oasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional. Oinas Pendidikan Kabupaten/Kota membuat rencana alokasi jumlah SD/SOLS . 6. SE 1722/MK 07/2008. Komite Sekolah memiliki tugas dan tanggung jawab melakukan pengawasan dalam rangka transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan OAK bidang pendidikan di tingkat sekolah. 8. Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota memiliki tugas dan tanggung jawab melakukan pengawasan dalarri rangka transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan OAK bidang pendidikan di tingkat kabupaten/kota. Membentuk Tim Konsultan untuk perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan fisik. Menandatangani berita acara serah terima barang di sekolah. sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Mencatat hasil OAK bidang pendidikan sebagai inventaris sekolah. Mengusulkan kepada BupatilWalikota susunan dan nama-nama panitia pengadaan barang/jasa. Komite Sekolah Komite Sekolah melakukan tugas dan fungsi sesuai dengan Peraturan Pengelolaan dan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.3. Melaporkan pelaksanaan OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 kepada Oirektur Jenderal Manajemen Pendidikan Oasar dan Menengah up. dan Menteri Oalam Negeri Nomor 0239/M. -11­ .PPN/11/2008. O. Melaksanakan monitoring dan evaluasi serta menyusun pelaporan kegiatan OAK dengan mengacu pada Surat Edaran Bersama Menteri Badan Negara Perencanaan Pembangunan NasionallKepala Perencanaan Pembangunan Nasional. kondisi. Bersama guru terkait memeriksa kelengkapan.yang . F. 3.akan . Oalam konteks OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010. Menteri Keuangan. Mengusulkan nama-nama SO/SOLS sasaran OAK tahun 2010 kepada BupatilWalikota.

PELAPORAN. Laporan Kabupaten/kota a. Menteri Keuangan. 900/3556/SJ Tanggal 21 November 2008 perihal Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (OAK). Pemantauan. dan 3) Menteri Oalam Negeri. dan laporan pusat. Bupati/walikota menyusun laporan triwulanan yang memuat laporan pelaksanaan kegiatan dan penggunaan OAK bidang pendidikan sebagaimana Format Laporan terlampir kepada: 1) Menteri Keuangan. b. SE 1722/MK 07/2008. laporan kabupaten/kota. EVALUASI. c. PEMANTAUAN. Rincian pelaporan sebagaimana dimaksud huruf (a) mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam Surat Edaran Bersama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. B. 1. dan Pengawasan 1. Pemantauan dan Evaluasi Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan dilakukan oletl Kementerian Pendidikan Nasional. 2) Menteri Pendidikan Nasional. Penyampaian laporan triwulan sebagaimana dimaksud huruf (a) dilakukan selambat-Iambatnya 14 (empat belas) hari setelah triwulan yang bersangkutan berakhir. dan Menteri Dalam Negeri Nomor 0239/M. Pengawasan. 2. dan Menteri Oalam Negeri Nomor 0239/M.PPN/11/2008. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota serta institusi lain sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Surat Edaran Bersama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan NasionallKepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. SE 1722/MK 07/2008. Pengawasan fungsional/pemeriksaan tentang pelaksanaan kegiatan dan administrasi keuangan program DAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional dan Inspektorat Oaerah. Evaluasi. 900/3556/SJ Tanggal21 November 2008 perihal Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (OAK).X. Menteri Keuangan. PPN/11 /2008. mulai dari laporan dinas pendidikan kabupaten/kota. Pelaporan Laporan pe!laksanaan OAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 dilakukan secara berjenjang. -12 ­ . DAN SANKS! A.

ditindak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. MOHAMMAD NUH Salinan sesuai dengan aslinya. -13 ­ . Pemerintah kabupaten/kota mengajukan usulan perubahan kegiatan kepada Menteri Pendidikan Nasional dengan tembusan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. Pemerintah kabupaten/kota yang melakukan kegiatan tidak berpedoman pada petunjuk teknis ini serta peraturan perundangan lain yang terkait. dipandang sebagai penyimpangan yang akan dikenai sanksi hukum. penyimpangan pelaksanaan kegiatan dan keuangan sebagaimana tertuang dalam petunjuk teknis ini serta peraturan perundang-undangan yang terkait. b. KETENTUAN LAIN 1. dana DAK bidang pendidikan dapat digunakan secara keseluruhan untuk rehabilitasi atau rekonstruksi bangunan.. S. Pangerang Moenta. Bencana alam sebagaimana dimaksud pada angka 1 merupakan bencana alam yang dinyatakan secara resmi oleh kepala daerah setempat.DFM NIP 196108281987031003 f J. Bagi Daerah yang terkena dan/atau dalam hal terjadi bencana alam. r. 3. XI. Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Pendidikan Nas' I.H.C. setelah sebelumnya mengajukan usulan perubahan dan mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Pendidikan Nasional. Berdasarkan pertimbangan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Setiap orang atau sekelompokorang di setiap tingkat pelaksana yang melakukan tindakan penyalahgunaan. A. Menteri Pendidikan Nasional memberikan surat rekomendasi kepada pemerintah Kabupaten/Kota untuk melakukan perubahan kegiatan tersebut.. Sanksi 1.H. Mekanisme pengajuan usulan kegiatan tersebut adalah sebagai berikut: a.M. 2. 2. TTD.

proseduf. Pengertian buku-buku tersebut adalah sebagai berikut : 1. Banyak eksemplarlsekolah minimum: 1000 untuk 6 rombongan belajar. PENGAOAAN BUKU PERPUSTAKAAN A Persyaratan Umum Pengadaan buku yang dibiayai oleh program OAK Bidang pendidikan SO/SOLB adalah buku perpustakaan. Buku referensi adalah buku yang isi dan penyajiannya dapat digunakan untuk memperoleh informasi tentang ilmu pengetahuan. ditambah 1 eksemplar/mata pelajaran/sekolah 840 judullsekolah pengayaan Terdiri n 40% fiksi. seni. dan model pembelajaran untuk digunakan oleh para pendidik. Buku panduan pendidik adalah buku yang memuat prinsip. Hal ini mengacu pada pasal 1 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 tahun 2008. Buku Referensi dan Buku Panduan Pendidik.SALINAN LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI PENOIOIKAN NASIONAL NOMOR 18 TAHUN 2010 TANGGAL 25 AGUSTUS 2010 PENGAOMN SUKU PERPUSTAKMN UNTUK SO/SOLS I. Buku pengayaan adalah buku yang memuat materi yang dapat memperkaya buku teks pendidikan dasar. -1­ . Buku perpustakaan dimaksud terdiri dari tiga jenis yaitu Buku Pengayaan. 2. Jenis dan jumlah buku yang akan diadakan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk SO/MI. 1500 untuk 7-12 rombongan belajar. 3. materi pokok. 2000 untuk 13-24 rombongan belajar. SMP/MTs. dan budaya secara dalam dan luas. 801M] pelajaranlguru mata pelajaran bersangkutan. teknologi. dan SMAIMA sebagaimana Tabel 1. menengah dan perguruan tinggi.

000 95. dan alokasi dana adalah seperti pada Tabel 2. Perkiraan paket buku.400. buku referensi dan buku panduan pendidik.000. Bukan rnerupakan buku teks mata pelajaran. Kernenterian Pendidikan Nasional. D. Persyaratan Teknis 1.No Jenis Buku referensi 1 Rasio 10 judul/sekolah Deskripsi Sekurang-kurangnya meliputi Kamus Besar Bahasa Indonesia. T a b 12 Per k'1raan Pa ket Bu ku dan AI o kaS1.000 5. dan Kitab Suei. Ensiklopedi. rujukan. terkait dengan sebagian atau salah satu Standar Kornpetensi/ Kornpetensi Dasar. Alokasi (Rp) I 3 Buku Pengayaan 840 Buku Referensi 80 Buku Panduan 50 Pendidik Jumlah 5 3 2 75. dan Alokasi Dana Alokasi dana dalam satu paket pengadaan buku perpustakaan sebesar Rp.Satu sekolah hanya boleh rnendapatkan satu paket pengadaan buku.000. Perkiraan Jumlah Paket Buku.000.000. Persyaratan Umum Persyaratan urn urn pengadaan buku perpustakaan mengikuti prosedur sebagai berikut : a. b. Jurnlah 840 judul untuk Buku Pengayaan. Buku-buku tersebut bukan merupakan buku pokok peserta didik. tanpa kerusakan atau cacat. Buku Telepon. 95. tidak serial berdasarkan tingkat kelas. 0 ananya e I No 1 2 Jenis Buku Judul Minimal Jumlah Set Minimal . Buku yang dibeli adalah buku baru. Daerah. tidak dilengkapi dengan evaluasi. 80 judul untuk buku Referensi dan 50 judul untuk buku Panduan Pendidik adalah jUlTllah judul minimal dalam pengadaan buku perpustakaan SD. 2. Buku yang diadakan adalah buku nonteks yang terdiri dari buku pengayaan.000 C. B. Buku yang dapat dibeli adalah buku-buku yang sudah mendapatkan penilaian dari Pusat Perbukuan. -2 ­ . Kitab UndangUndang dan Peraturan. d. Buku Statistik . atau panduan bagi pendidik. Merniliki kualitas isi/subtansi dan fisik yang baik.600. Pengadaan buku dilaksanakan menurut peraturan perundang­ undangan. Kamus Bahasa Inggris. c. e.000 14. 3. dapat dimanfaatkan pembaca lintas jenjang pendidikan. cocok sebagai bahan pengayaan.

kewirausahaan. 7. dan aktual. 10. SPESIFIKASI TEKNIS BUKU PERPUSTAKAAN Penggunaan OAK Bidang Pendidikan untuk buku perpustakaan SO/SOLB mengacu pada spesifikasi teknis sebagai berikut : . Tidak bias jender. serta didukung dengan ilustrasi gambar yang menarik. yang telah lulus penilaian oleh Pusat Perbukuan Kemendiknas/Pusat Bahasa Kemendiknas kecuali disebutkan lain dalam Petunjuk Teknis ini. halaman isi (konten/nas) dan halaman penyudah (end matter/back miatter). Oikecualikan dari ketentuan ini untuk buku fiksi. Susunan buku lengkap.3. Memperkaya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. logis. dan kecakapan hidup (life skills). Merujuk pada standar kualitas yang berlaku di Kemendiknas. Menunjang pemenuhan kebutuhan perpustakaan sekolah. 12. 13. Buku yang materinya terkait dengan. 6. meliputi: halaman pendahulu (preliminary pages). Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. dan antar golongan). 5. sosial. serta meningkatkan minat baca siswa. Khusus buku panduan pendidik. muatan lokal dan pengembangan diri. 9.agama. 8. ras. Tanda lulus penilaian dicantumkan pada sampul buku di bagian belakang. daftar pustaka dan glossary. Penyajian materi hendaknya sistematis. II. 11. 14.pendidikan·agama telah mendapat keabsahan dari Oepartemen Agama dan buku muatan lokal yang telah ditetapkan kelayakannya oleh Oinas Terkait di tingkat Provinsi. dan menghindari hal-hal yang mengadu domba karena perbedaan SARA (suku. 4. motorik. Menuntun dan mengembangkan kecakapan akademik. dapat menuntun dan mengembangkan kecakapan akademik dan professional guru serta mengembangkan kreativitas dan motivasi guru dalam memperkaya materi pelajaran. Tidak memuat hal-hal yang bersifat pornografi. Mengembangkan kreativitas dan mendorong motivasi belajar siswa.

berpengetahuan dan berwawasan luas. 4. dan Kesehatan i. Buku Fiksi. dan Pelanggaran HAM. No. Menumbuh kembangkan nilai-nilai agama yang diyakininya melalui pemberian. penghayatan. Pendidikan Kewarganegaraan c. Menumbuh kembangkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berbudi pekerti. berakhlak mulia. keselarasan. Perfect Binding : minimal 1 (satu) Cetak lsi wama Jml halaman : minimal48 halaman Cetak cover : Full Colour Materi buku meliputi pengayaan terhadap pendidikan agama minimal berisikan tentang: 1. berdisiplin. Bidang Kajian : Pendidikan Agama Ukuran Buku : A5/B5/A4 Bahan Kover : Minimal Art GartonlAC 210 gr Bahan lsi : Minimal HVS 70 gr Jilid : Jahit kawat. Hubungan manusia dengan sesama manusia 3. adil. (1) Fungsi (2) StandarlSpesifikasi Fisik (3) StandarlSpesifikasi lsi (4) 1. Olahrc:ga. dan Buku Non Fiksi Bidang Kajian : Pengetahuan a. Pengembangan Diri Spesifikasi Fisik dan Spesifikasi lsi D. jujur. Jenis : Buku Pengayaan Bentuk : Buku Bacaan.CONTOH STANDARISPESIFIKASI TEKNIS BUKU PENGAYAAN A. Penyajian Materi : Menghindari hal-hal yang bersifat mengadudomba karena perbedaan SARA. IImu Pengetahuan Alam g. rajin beribadah. Bahasa Indonesia dan Sastra d. C. Memotivasi siswa untuk mengimplementasikan nilai keagamaan dalam kehidupan sehari­ hari. Pendidikan Jasmani. pembiasaan. Hubungan manusia dengan alam sekitamya. Penekanan keseimbangan. Pendidikan Agama b. pemupukan. Contoh teladan dalam beramal ibadah. produktif. 5. cerdas. . Muatan Lokal j. Matematika f. dan pengembangan pengetahuan. - -4­ . IImu Pengetahuan Sosial e. Seni Budaya dan Keterampilan h. etis. Bias Gender. Tata cara beribadah. serta pengalaman siswa tentang agamanya sehingga menjadi manusia yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan keserasian antara hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa 2. bertoleransi. dan menjaga keharmonisan dalam bermasyarakat serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah. B.

Memahami nilai-nilai Pancasila serta makna nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.Persatuan dan kesatuan bangsa. .Konstitusi negara. Memahami. Meningkatkan wawasan siswa pad a aspek-aspek pengetahuan tentang:. Memahami peran Indonesia di dunia internasional berkaitan dengan Politik Luar Negeri Indonesia yang Bebas Aktif. - I Penyajian Materi : Menghindari hal-hal yang bersifat mengadudomba karena perbedaan SARA. . Memahami sejarah perumusan Pancasila dan meneladani nilai-nilai perjuangan dari para tokoh perumus Pancasila.No. Memahami demokrasi dan pembiasaan sikap demokratis dalam kehidupan 5. . anti diskriminasi. Memahami lembaga-Iembaga dalam susunan pemerintahan daerah dan pemerintahan Negara Republik Indonesia. Menerapkan dan membiasakan hidup tertib di berbagai lingkungan kehidupan. minimal 1 (satu) warna Jml halaman . 13. Hak asasi manusia. hukum. kebutuhan warga negara. 4. Bidang Kajian: Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Ukuran Buku : A5/B5/A4 Bahan cover : Minimal Art CartonlAC 210 gr Bahan lsi . .Norma. . kekuasaan dan politik. menerapkan dan membiasakan hidup rukun dan bergotong royong 2. Minimal HVS 70 gr Jilid . Membimbing siswa untuk memahami norma norma hukum yang berlaku serta meningkatkan wawasan berkebangsaan. 6. 8. nasionalisme serta globalisasi. Bias Gender. minimal48 halaman Cetak cover : Full C%ur Materi buku pengayaan pendidikan kewarganegaraan minimal berisikan tentang cara: 1. dan Pelanggaran HAM. (1) Fungsi (2) StandarlSpesifikasi Fisik (3) : StandarlSpesifikasi lsi J~ 2.Memotivasi siswa untuk cinta tanah air dan menghargai hak asasi setiap manusia. 7. Memahami kerja sama antar negara di kawasan Asia Tenggara. 11. -5­ . 3. .Pancasila. Memahami pengertian Negara Kesatuan Republik Indonesia serta usaha mempertahankan dan menjaga keutuhannya. Jahit kawat. persamaan hak gender. Memahami nilai-nilai Sumpah Pemuda dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Perfect Binding Cetak lsi .Demokrasi. 10.Lembaga negara. Memahami hak-hak anak dalam kehidupan. 9. dan peraturan. Memahami kekhasan yang dimiliki bangsa Indonesia dan menunjukkan perilaku bangga sebagai bangsa Indonesia. Memahami norma-norma yang berlaku di masyarakat serta membiasakan diri dalam menerapka nnya. terutama yang ada dalam wadah ASEAN. . 12.

(1) Fungsi (2) StandarlSpesifikasi Fisik (3) StandarlSpesifikasi lsi 4 3 • Meningkatkan kompetensi siswa pada keterampilan . Perfect Binding Minimal 1 (satu) wama minimal 48 halaman Full Colour Materi buku pengayaan Bahasa Indonesia dan Sastra minimal memuat tentang pengetahuan Bahasa dan Sastra Indonesia. • Meningkatkan wawasan guru dan murid dalam pembelajaran untuk bidang studi matematika. No. pembagian. pecahan. menulis. mengenal serta menemukan pola. sistematis. membaca. Jilid Perfect Binding : Minimal 1 (satu) Cetak lsi warna Jml halaman : minimal 48 halaman Cetak cover : Full Colour Mater! buku pengayaan matematika minimal meliputi tentang: 1. dan Pelanggaran HAM. dan menulis tegak bersambung. kegiatan interaktif dan eksperimen. mendengarkan. : Jml halaman : Cetak cover : Bahasa Indonesia & Sastra A5/B5/A4 Minimal Art CartonlAC 210 gr Minimal HVS 70 gr Jahit kawat. serta pengolahan data (Statistika) . berbicara dan mendengarkan. • Mengembangkan kompetensi ketatabahasaan. Pembelajaran matematika melalui permainan matematika. analitis. bangun-bangun ruang.~~~==~====~~======~==-=~~-==-==--==-=====~. 4. dan mengapresiasi karya sastra. Sastra lama dan modern untuk membangkitkan minat baca. 4 Memperkaya pemahaman siswa terhadap ruang lingkup bilangan dan operasi penjumlahan.Menghindari hal-hal yang bersifat mengadudomba karena perbedaan SARA. mengenal bilangan. Penyajian Materi : . Ukuran Buku : Bahan cover : Bahan lsi Jilid Cetak lsi : . 2. kritis dan kreatif. berbicara. mengolah data. - Mengembangkan minat siswa untuk belajar Bahasa dan Sastra Indonesia Bidang Kajian: . Bias Gender. 4. Memuat pembahasan bangun­ bangun datar. Menuntun dan mengembangkan kecakapan membaca. mengukur. 3. Menulis permulaan dengan cara menjiplak. yang meliputi: 1. menebalkan. 2. dan Pelanggaran HAM. menentukan titik dan posisi. Melatih kemampuan anak dalam menghitung cepat untuk kehidupannya sehari-hari. Penyajian Materi : . perkalian. Menggunakan bahasa komunikatif dan mudah dipahami. Bidang Kajian: Matematika Ukuran Buku : A5IB5/A4 Bahan cover : Minimal Art CartonlAC 210 gr : Minimal HVS 70 gr Bahan lsi : Jahit kawat. • Menumbuhkan minat siswa untuk mendalami matematika sehingga meningkatkan kemampuan berpikir logis. Bias Gender.Menghindari hal-hal yang bersifat mengadudomba karena perbedaan SARA. Memuat pembahasan berat dan waktu. luas dan volume. pengurangan. Membangkitkan gemar matematika dengan penyajian materi untuk menambah pengetahuan dan kecerdasan anak-anak dengan disertai gambar-gambar yang menarik. I -6 ­ . geometri dan pengukuran. Panduan yang dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam belajar tentang Sastra Bahasa Indonesia 3. Pengetahuan Bahasa dan Sastra Indonesia yang dapat meningkatkan kemampuan pemahaman siswa tentang bahasa dan sastra Indonesia. dan menulis.

teknologi. ciri-ciri kehidupannya. dan masyarakat. (1) Fungsi (2) StandarlSpesiflkasi Fisik {3) StandarlSpesifikasi lsi (4) 5. . Penyajian penerapan atau penggunaan pengetahuan bidang IPA dalam kehidupan sehari-hari.pemahaman struktur bumi serta peristiwa alam dan kegiatan manusia yang mempengaruhi keadaan bumi (lingkungan). Jilid Perfect Binding Cetak lsi : Minimal 1 (satu) warna Jml halaman : minimal48 halaman Cetak cover : Full Colour Materi buku-buku pengayaan IPA minimal berisi tentang: 1. . serta kerangka dan otot. .serta - Bumi dan alam semesta.pengenalan cuaca dan musim serta berbagai gejala alam yang mempengaruhinya . tentang energi dan perubahannya.pengenalan berbagai hewan dan tumbuhan. pemahaman kaitan atau hubungan antara energi. . pengenalan tata surya dan berbagai benda langit. dan gerak serta kegunaannya bagi kehidupan manusia.pemahaman cara makhluk hidup menyesuaikan din dengan lingkungannya. dan kertas.pemahaman kaitan dan hubungan antara sumber daya alam dengan lingkungan. otak. kaca. . . .Ruang Iingkup makhluk hidup dan proses kehidupannya. . A5/B5/A4 Bahan cover Minimal Art Garton/AC 210 gr Bahan lsi Minimal HVS 70 gr : Jahit kawat.pengenalan jenis-jenis lingkungan dan cara menjaga kelestariannya. Meningkatkan wawasan siswa mengenai: . yang meliputi: . dan tempat hidupnya. gaya. Kegiatan percobaan sederhana yang menjadikan IPA sebagai ilmu pengetahuan yang menyenangkan.pengenalan berbagai bentuk energi serta sumber dan manfaatnya bagi kehidupan manusia.pengenalan anggota tubuh manusia serta kegunaan dan cara perawatannya agar tetap sehat. Bidang Kajian: IImu Pengetahuan Alam Ukuran Buku .No. - pengenalan sifat-sifat berbagai benda dan kegunaannya.pemahaman cara kerja alat-alat teknologi. . antara lain alat indra. seperti plastik. antara lain: bagian­ bagian tubuhnya. 2.pemahaman berbagai organ tubuh manusia.pemahaman pra sejarah dan perkembangan sains dan teknologi.pengenalan secara khusus benda-benda di sekitar kita. I - Penyajian Materi : Menghindari hal-hal yang bersifat mengadudomba karena perbedaan -7­ . Sifat-sifat benda/materi dan kegunaannya. kayu. .

Memahami hubungan kerjasama antar bangsa. 10. . 2. Bias Gender. . Memahami jenis-jenis sumber daya alam dan pemanfaatannya untuk kehidupan manusia. 3.perilaku ekonomi dan kesejahteraan. 6.Sistem sosial dan budaya. cuaca dan perubahan. Memahami keragaman suku bangsa dan perbedaannya dalam rangka membangun kebersamaan di Indonesia. Penyajian didukung dengan gambar­ gambar yang menarik. (U Fungsi 2 SiandarlSpesifikasl Fislk (3) StandarlSpesifikasi lsi (4) I SARA. Memahami berbagai kehidupan sosial siswa di lingkungan rumah dan sekolah.Waktu. . .Memuat berbagai informasi dari disiplin ilmu lain yang relevan. - I Penyajian Materi : Menghindari hal-hal yang bersifat mengadudomba karena perbedaan SARA.No. Memahami keadaan alam dan keadaan sosial negara-negara di dunia. . budaya - -8­ . Memahami peninggalan­ peninggalan sejarah di Indonesia dan maknanya bagi kehidupan dewasa ini. tempat. Menambah pengetahuan siswa terhadap berbagai ilmu pengetahuan.Pelestarian alam dan lingkungan. Memahami kegiatan ekspor impor dan manfaatnya bagi Indonesia. seperti perdagangan dan koperasi berbagai sektor mata pencaharian (pekerjaan).Pengenalan. . dan lingkungan. Memahami pengetahuan tentang peta. 5. dan Pelanggaran HAM. Bias Gender. Memahami cara untuk menggunakan dan mengelola uang sesuai dengan kebutuhan. . Memahami perkembangan sejarah perjuangan bangsa di berbagai bidang beserta tokoh-tokoh yang berperan. 4. Memahami berbagai permasalahan sosial yang ada di lingkungan siswa. Memotivasi siswa mencinta. Meningkatkan pengetahuan siswa terhadap informasi yang terka!t dengan sains dan teknologi. Bidang Kajian: IImu Pengetahuan Sosial Ukuran Buku : A5/B5/A4 Minimal Art Bahan cover CartonlAC 210 gr Minimal HVS 70 gr Bahan lsi Jilid Jahit kawat. 12.Penyajian didukung dengan gambar yang menarik. 8. 7. tempat. Meningkatkan kemampuan siswa untuk melakukan penelitian dan percobaan tentanglPA 6 Meningkatkan wawasan siswa pada aspek-aspek pengetahuan tentang: Manusia. Memahami berbagai aktivitas ekonomi. dan Pelanggaran HAM. 9. 11. penghargaan kepada pahlawan dan tokoh sejarah dan pelestarian tempat-tempat bersejarah. Perfect Binding Cetak lsi minimal 1 (satu) warna Jml halaman : minimal 48 halaman Cetak cover : Full Colour Buku-buku pengayaan IPS minimal berisi tentang: 1.

No.
(1)

Fungsi
(2)

I

Standar/Spesifikasi Fisik
(3)

Standar/Speslfikasi lsi
4

produksi negeri sendirL 7 Meningkatkan wawasan siswa pada aspek-aspek pengetahuan tentang: seni rupa, - seni musik, - seni tan, - seni teater dan - keterampilan atau kecakapan hidup (life skills). Bidang Kajian: Seni Budaya dan Keterampilan Ukuran Buku : A5/B5/M Minimal Art Bahan cover Carton/AC 210 gr Bahan lsi Minimal HVS 70 gr Jilid : Jahit kawat, Perfect Binding Cetak lsi : Minimal 1 (satu) wama Jml halaman : minimal 48 halaman Cetak cover : Full C%ur Materi buku-buku pengayaan Seni Budaya dan Keterampilan minimal mencakup: 1. Pemahaman teknik dan cara menggambar secara baik dan benar dan mengenal berbagai jenis pewarnaan; 2. Pengenalan dan pemahaman lagu anak-anak Indonesia; 3. Pengenalan dan pemahaman keragaman tari maupun sandiwara (drama) yang ada di Indonesia (Nusantara). 4. Pengenalan berbagai macam alat musik. 5. Pengenalan dan menguasai pembuatan berbagai karya kerajinan tangan dan mainan anak­ anak. 6. Pengenalan berbagai macam keterampilan atau kecakapan hidup yang terdapat dalam masyarakat.

-

-

-

Penyajian Materi : Menghindari hal-hal yang bersifat mengadudomba karena perbedaan SARA. Bias Gender. dan Pelanggaran HAM. Memuat gambar-gambar yang menarik untuk membangkitkan kegemaran dan meningkatkan pemahanan siswa terhadap karya senL Memperkenalkan jenis-jenis keterampilan untuk meningkatkan kemandirian siswa. Melengkapi berbagai jenis keterampilan dengan didukung gambar-gambar atau foto-foto yang menarik.

8

Meningkatkan wawasan siswa pada aspek-aspek pengetahuan tentang: Permainan dan olahraga; - Aktivitas senam dan ritmik; Berkemah dan kegiatan penunjangnya; Kesehatan dan manfaat pengobatan.
o

Bidang Kajian: Pendidikan Jasmani. Olah Raga, dan Kesehatan Ukuran Buku : A5/B5/M Bahan cover : Minimal Art Carton/AC 210 gr : Minimal HVS 70 gr Bahan lsi : Jahit kawat, Jifid Perfect Binding : Minimal 1 (satu) Cetak lsi warna Jml halaman : minimal 48 halaman Cetak cover : Full C%ur

I
I I

Materi buku pengayaan Pendidikan Jasmani. Olahraga, dan Kesehatan minimal mencakup tentang: 1. Pengenalan olahraga secara umum dan panduan mempraktikkan olahraga populer di Indonesia, di antaranya sepak bola, Msal. basket; volley, atletik, renang, dan lain-lain; 2. Pengenalan aktivitas untuk pengembangan dan pembentukan tubuh melalui senam; 3. Pengenalan fungsi-fungsi organ tubuh bagian dalam dan organ tubuh luar. 4. Pengetahuan tentang kegiatan jasmani dan rohani secara sehat; misalnya melalui berkemah di udara terbuka yang bersih, aman dan menyenangkan; 5. Pengetahuan dan panduan

-9­

No.
(1)

Fungsi
(2)

StandarlSpesifikasl Flslk
(3)

StandarlSpesiflkasi lsi
4

mempraktikkan usaha-usaha menjaga kesehatan tubuh dan mencegah timbulnya penyakit, merawat tubuh yang sakit, dan memelihara lingkungan yang sehal. Penyajian Materi : - Menghindari hal-hal yang bersifat mengadudomba karena perbedaan SARA, Bias Gender, dan Pelanggaran HAM. - Menuntun praktik olah raga yang benar. - Meningkatkan wawasan tentang manfaat pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan dalam kehidupan.
9

-

-

-

Mengenal dan memahami keadaan agar menjadi lebih akrab
dengan lingkungan alam, sosial, dan budaya setempat. Menambah pengetahuan, mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya sebagai bekal hidup dalam bermasyarakat.
Menambah keterampilan hidup (life skill) berdasarkan kondisi daerahnya sebagai bekal hidupnya Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilailaturan­ aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan nilainilai luhur budaya
setempat.

Bidang Kajian: Muatan Lokar Ukuran Buku : A5IB5/A4 Bahan cover : Minimal Art CartonlAC 210 gr : Minimal HVS 70 gr Bahan lsi Jilid : Jahit kawat,
Perfect Binding

: Minimal 1 (satu) warna Jml halaman : minimal48 halaman Cetak cover : Full Colour Cetak lsi

Materi buku pengayaan Muatan Lokal minimal mencakup:
1. pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai­ nilailaturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasiona!.
2. Meningkatkan Kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah. 3. Mengembangkan kebahasaan termasuk bahasa Asing. 4. Mengetahui hasil kebudayaan daerah asal, daerah setempat yang didiami dan perbedaannya. 5. Mengenal wisata alam dan wisata budaya di nusantara. Penyajian Maten :
Menghindari hal-hal yang bersifat mengadudomba karena perbedaan SARA, Bias Gender, dan Pelanggaran HAM. Bersifat faktual dilengkapi dengan gambar-gambar menarik. - Menanamkan rasa cinta budaya daerah dan budava Indoensia.

-

10

Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan: - kebutuhan. - bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.

Bidang Kajian: Pengembangan Din Ukuran Buku : A5IB5/A4 Minimal Art Bahan cover CartonlAC 210 gr Minimal HVS 70 gr Bahan lsi : Jahit kawat, Jilid
Perfect Binding

-

: Minimal 1 (satu) warna minimal 48 Jml halaman halaman Cetak lsi

Buku Pengayaan Pengembangan Diri. materinya minimal mencakup: 1. Panduan kegiatan yang terkait dengan pengembangan diri melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial di masyarakat untuk pengembangan karier peserta didik. 2. Panduan mengembangkan kreasi anak aQar berminat dalam hal-hal

-10 ­

No.
(1)

Fungsi
(2

StandarlSpesifikasi Flslk
(3)

StandarlSpesifikasi lsi

I

Cetak cover

. Full Colour

ill
yang bersifat kesenian, teknologi informasi dan kom unikasi. Penyajian Materi : Menghindari hal-hal yang bersifat mengadudomba karena perbedaan SARA, Bias Gender, dan Pelanggaran HAM. - Membimbing siswa untuk memahami bakat dan cita-citanya.

-

I

I

I

-11­

CONTOH STANDARISPESIFIKASI TEKNIS BUKU REFERENSI
A. B. C. D. Jenis : Buku Referensi Bentuk : Buku Kamus, Ensiklopedi, Bidang Kajian : Bidang yang mendukung Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Dasar Spesifikasi Fisik dan Spesifikasi lsi Fungsi
(2)

No.
(1)

StandarlSpeslflkasi Fislk

StandarlSpesifikasi lsi
(4)

J3J
Bidang Kajian : Kamus Bahasa Indonesia Ukuran Buku : A5/B5/A4 Bahan cover : Hard Cover No. 30 Bahan lsi : Minimal HVS 70 gr Jilid : JaM Benang, Jumlah hal : minimal 1.000 halaman Cetak lsi : Minimal 1 (satu) warna Hingga 4 (empat) warna Cetak cover : minimal 1 (satu warna khususl spot colour hingga Full COlour

1.

Referensi Kamus Bahasa Indonesia dapat berguna meningkatkan wawasan guru dan siswa: - Sebagai bahan bacaan untuk lebih memahami dan menambah perbendaharaan kosa kata - Memahami dan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. - Menambah I memperluas wawasan kebangsaan dan kompetensi siswa. - Melengkapi dan mendukung percepatan anak untuk berkomunikasi.

Kamus Bahasa Indonesia memuat kumpulan kata dan istilah bahasa Indonesia, beserta penjelasannya,

-

Penyajian Materi : Menghindari hal-hal yang bersifat mengadudomba karena perbedaan SARA. Bias Gender, dan Pelanggaran HAM. Disusun secara sistematis. - Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

..­

2

Kamus Bahasa Inggris Bahasa Indonesia dan/ atau Bahasa Indonesia - Bahasa Inggris dapat - Meningkatkan penguasaan kosakata dalam bahasa Inggris bagi para siswa dan guru. - Mendukung kompetensi dasar bagi para siswa terhadap bahasa asing. - Meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa asing

Bidang Kajian: Kamus Bahasa Inggris ­ Indonesia dan/ atau Bahasa Indonesia - Bahasa Inggris Ukuran Buku : A5/B5/A4 Bahan cover : Soft Cover minimal dengan Art Carton 210 gram, Hard Cover No 40 : Minimal HVS 70 gr Bahan lsi : Jahit KawatiJahit Jilid Benang. Perfect Binding : Minimal 1 (satu) warna Cetak lsi Hingga 4 (em pat) warna Jml halaman . minimal 300 halaman Cetak cover : Full Colour

Kamus Bahasa Inggris ­ Indonesia dan/ atau Bahasa Indonesia-Bahasa Inggris : - Menjelaskan tentang kumpulan kata dan/atau istilah dalam bahasa Inggrls dan bahasa Indonesia yang balk dan yang benar.

-

Penyajian materi: Menghindari hal-hal yang bersifat mengadudomba karena perbedaan SARA. Bias Gender, dan Pelanggaran HAM. Disusun dengan konsep yang menarik secara sistematis.

i i

-12 ­

Hard Cover No 40 Bahan lsi : Minimal HVS 70 gr Jilid Jahit KawatiJahit Benang.Setiap benda atau bentuk­ bentuk lain ditampilkan dengan gambar yang menarik. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa asing - Bidang Kajian : Kamus Bahasa Inggris ­ Indonesia dan atau Bahasa Indonesia-Bahasa Inggris Ukuran Buku : A5/B5/A4 Bahan cover : Soft Cover minimal dengan Art Carton 210 gram.Meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa aSing Bidang Kajian: Kamus Bahasa Indonesia bergambar Ukuran Buku : A5/B5/M Bahan cover Soft Cover minimal dengan Art Carton 210 gram.Meningkatkan penguasaan kosakata dalam bahasa Inggris bagi para siswa dan guru.Setiap benda atau bentuk­ bentuk lain ditampllkan dengan gam bar yang menarik. - Penyajian materi: Menghindari hal-hal yang bersifat mengadudomba karena perbedaan SARA. Mendukung kompetensi dasar bagi para siswa terhadap bahasa aSing. - i 5 Ensiklopedi berfungsi untuk meningkatkan wawasan siswa pada aspek-aspek pengetahuan yang menunjang KTSP dan menggali pengetahuan. dan Pelanggaran HAM. Perfect Binding Cetak lsi : Minimal 1 (satu) warna Hingga 4 (em pat) warna Jml halaman . Perfect Binding Cetak lsi : Minimal 1(satu) warna. minimal 48 halaman Cetak cover : Full Colour Kamus Bahasa Inggris . potensi dan sumber daya lokal dan/atau nasional Bidang Kajian: Ensiklopedi Ukuran Buku : A5IB5/A4 Bahan cover : Minimal Soft Cover dengan Art Carton 210 gram. Penyajian materi: Menghindari hal-hal yang bersifat mengadudomba karena perbedaan SARA.Menjelaskan tentang benda­ benda dalam bahasa Indonesia yang baik dan yang benar. dan Pelanggaran HAM. . 4 - Kamus Bahasa Indonesia Bergambar dapat: Meningkatkan penguasaan kosakata dalam bahasa Indonesia bagi para siswa dan guru. . . Bahan lsi Minimal HVS 70 gr : Jahit KawatiJahit Jilid Benang.Menjelaskan tentang benda­ benda dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar. Bias Gender. Bias Gender. ----m­ . dan Pelanggaran HAM.Indonesia dan atau Bahasa IndonesiaBahasa Inggris bergambar : . Disusun dengan konsep yang menarik secara sistematis.Disusun dengan konsep yang menarik secara sistematis. Hard Cover No 40 Bahan lsi Minimal HVS 70 gr Jilid : Jahit KawatiJahit Benang. Perfect Binding Cetak lsi Minimal 1 (satu) warna Hingga 4 (empat) warna Jml halaman : minimal 48 halaman Cetak cover : Full Colour Kamus Bahasa Indonesia Bergambar: .Menghindari hal-hat yang bersifat mengadudomba karena perbedaan SARA. hingga 4 (empat) warna Jml halaman : minimal 48 halaman Cetak cover : Full Colour Judul Ensiklopedi antara lain: 1) Ensiktopedi Pendidikan Kewarganegaraan 2) Ensiklopedi Bahasa Indonesia & Sastera 3) Ensiklopedi Matematika 4) Ensiklopedi IImu Pengetahuan Alam 5) Ensiklopedi IImu Pengetahuan Sosial 6) Ensiklopedi Seni Budaya dan Ketrampilan 7) Ensiklopedi Pendidikan Jasmani. 3 Fungsi (2) StandarlSpesifikasi Fisik (3) StandarlSpesifikasi lsi (4) i I Kamus Bahasa Inggris ­ Indonesia dan/atau Bahasa Indonesia-Bahasa Inggris Bergambar dapat .No.Mendukung kompetensi dasar bagi para siswa terhadap bahasa asing. . Olahraga dan Kesehatan Penyajian Materi : .Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar -13 ­ . Bias Gender.Disusun dengan konsep yang menarik secara sistematis. . . .

Perfect Binding Cetak lsi : minimal 1 (satu) warna Jml halaman : minimal 48 halaman Cetak cover : Full Color - -14­ . No.Buku panduan pendidik berisikan pengembangan wawasan yang memuat dan menjelaskan berbagai pengetahuan tentang pengembangan teknik pembelajaran. - Bidang Kajian: Ukuran Buku : Bahan cover : 210 gr Bahan lsi : : Jilid Panduan Pendidik A5/B5/A4 Minimal Art CartonlAC Minimal HVS 70 gr JaM kawat.Buku petunjuk guru tentang budi pekerti dan akhlak mulia memuat penjelasan tahap-tahap pembelajaran budi pekerti untuk para siswa di jenjang pendidikan sekolah dasar.CONTOH STANDARISPESIFIKASI TEKNIS BUKU PANDUAN PENDIDIK A. bola voll. pengembangan keterampilan mengajar. dan pengembangan kepribadian. . (1) Fungsi (2) StandarlSpesifikasi Fisik 1. menunjang dan meningkatkan pengetahuan dalam melengkapi kemampuannya baik di dalam maupun di luar kelas. dan dasar--dasar berenang serta juga pengetahuan dalam melatih dan mengajarkan olahraga-olahraga tersebut. Berbagai jenis buku panduan pendidik yang membahas minimal salah satu hal berikut ini: Buku panduan pembelajaran dari berbagai disiplin ilmu yang memuat dan menjelaskan berbagai pengetahuan tentang acuan pengajaran guru dan pengembangan teknik pembelajaran. basket. Jenis Spesifikasi Fisik dan Spesifikasi lsi : Buku Panduan Pendidik C. di antaranya sepak bola. . . meningkatkan keahlian guru untuk pemahaman yang lebih luas terhadap pengetahuan dan metode mengajar. B.3) StandarlSpesifikasi lsi (4) Panduan Pendidik berfungsi untuk para guru dalam: mengembangkan kompetensinya.Buku untuk guru olahraga menjelaskan pengetahuan berbagai jenis olahraga.

. MOHAMMAD NUH Salinan sesuai dengan aslinya.Menggunakan bahasa baik dan Indonesia yang benar.H.Menghindari hal-hal yang bersifat mengadudomba karena perbedaan SARA. (1) Fungsi (2) StandarlSpesifikasi Fisik (3) StandarlSpesifikasi lsi (4) Penyajian Materi : . ..M. MENTERI PENDIDIKAN I'JASIONAL. Bias Gender. . .No.Disusun secara sistematis. TTD.Mengkaitkan kompetensi dan pengetahuan pendidik tentang metode mengajar yang lebih profesional.DFM NIP 196108281987031003 f'. S. -15 ­ .. Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Pendidikan Nasional. dan Pelanggaran HAM.Memperkaya khasanah ilmu pengetahuan.H. Pangerang Moenta. .

Ukuran as ruangan =7 m x B. serta tidak melanggar ketentuan-ketentuan perburuhan yang berlaku di Indonesia. 3. Tenaga kerja yang dilibatkan dalam pelaksanaan harus memakai tenaga yang sesuai dengan tingkat keahlian. e. StandarlSpesifikasi Teknis Umum Bangunan 1. menempel pada ruang/bangunan yang sudah ada (lama). d. 1. Tenaga kerja pelaksana dari sub kontraktor harus dipilih yang sudah berpengalaman dan mampu menangani pekerjaan yang disub-kontrakkan. Dengan demikian di dalam ruang perpustakaan yang baik harus ada ruang/area untuk membaca dan ruang/area untuk pengolahan/penyimpanan. 2. Hubungan kontraktor dengan sub-kontraktor dalah menyangkut keseluruhan pekerjaan. mandor maupun tukang. B. atau dibangun di atas ruang/bangunan lama. pengalaman. Ukuran Ruang/Gedung Perpustakaan dan Lahan Ruang/gedung Perpustakaan dapat dibangun secara berdiri sendiri. baik tenaga pelaksana. f. Semua tenaga kerja dipimpin oleh seorang Manajer Lapangan atau Pelaksana sebagai wakil Kontraktor di lapangan. Luas lahan ideal minimal 100 m2. 4.50 meter dari lantai ruangan sedangkan tinggi plafon teras ±2. Tenaga Kerja Dan Peralatan a.CONTOH STANDARISPESIFlKASI RUANG/GEDUNG PERPUSTAKAAN Pembangunan ruang perpustakaan harus memperhatikan fungsinya yaitu sebagai sarana penunjang proses pembelajaran. atau 1 . Tinggi plafon ruang minimal 3. Khususnya untuk kegiatan yang berkaitan dengan penyediaan/koleksi bahan bacaan/referensi. Kontraktor harus menggunakan tenaga yang ahli dalam bidang pelaksanaan (Skilled Labour).m dan lebar teras 2 m. A.75 m dari lantai teras. dan menjadi tanggung jawab kontraktor. Tinggi kerpus pada puncak atap tidak lebih 6 m dari lantai ruangan. c.SALINAN LAMPI RAN III PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 18 TAHUN 2010 TANGGAL 25 AGUSTUS 2010 CONTOH STANDARISPESIFIKASI TEKNIS PERPUSTAKAAN DAN MEBELAIR SEKOLAH DASAR I. Penerangan alami harus diupayakan semaksimal mungkin sehingga memadai untuk kegiatan di dalam ruangan. b. Klasifikasi Manajer Lapangan adalah sebagai berikut : 1) Sarjana Teknik SipillTeknik Arsitektur dengan pengalaman kerja pada bidang yang sesuai minimal 2 (dua) tahun.

h. dengan me/ampirkan bukti tertulis dari distributor yang menyatakan bahwa barang/bahan tersebut tidak tersedia dipasaran. Secara umum Konsu/tan Pengawas/Direksi berhak memeriksa semua jenis bahan bangunan yang dipergunakan kontraktor dan menolaknya apabila nyata-nyata tidak memenuhi persyaratan untuk itu. Harus disiapkan tenaga operator yang mampu untuk mengoperasikan dan memperbaiki peralatan mekanis/mesin sehingga pekerjaan dapat be~alan dengan lancar. c. Bahan bangunan yang telah didatangkan oleh kontraktor di /apangan tetapi oleh Konsultan Pengawas/Direksi ditolak untuk dipergunakan. melainkan dapat dipakai merk lain dengan standard mutu dan ciri-ciri fisik yang sarna dan mendapat persetujuan Direksi. b. g. pada saat rapat lapangan pertama ka/i. Alat-alat untuk melaksanakan pekerjaan harus disediakan oleh kontraktor dalam keadaan baik dan siap pakai da/am jum/ah mencukupi. c. maka Pengawas Lapangan/Direksi berhak menolak dan memberi perintah untuk mengeluarkan bahan tersebut dari lokasi pekerjaan. dan untuk mempergunakannya harus ada persetujuan tertulis dari Konsu/tan Pengawas dan/atau Pengelola Kegiatanl Penanggungjawab kegiatan. b. Apabila dalam rencana kerja dan syarat-syarat hanya disebutkan satu merk bahan. Prosedur Pengadaan Bahan Bangunan a. 2. b. Penggunaan merk dagang maupun jenis bahan diutamakan produksi Da/am Negeri seperti diatur dalam Keppres No.2} Sarjana Muda TekniklDiploma III Sipilffeknik Arsitektur dengan pengalaman kerja pada bidang yang sesuai minimal 3 (tiga) tahun. Secepatnya kontraktor mela/ui Manajer Lapangan/Pelaksana mengajukan contoh bahan yang akan didatangkan sesuai dengan spesifikasi da/am rencana ke~a dan syarat-syarat. Kontraktor harus dapat membuktikan kesetaraan kualitas dan ciri-ciri fisik yang dituntut pada rencana kerja dan syarat-syarat. Contoh bahan yang te/ah disetujui harus dipasang di da/am direksikeet sebagai pedoman mutu bahan. Apabila tanpa ada pengajuaan contoh bahan atau pengajuan contohnya bersamaan dengan datangnya bahan tersebut. bukan berarti hanya dapat dipakai merk tersebut. Pemeriksaan Bahan Bangunan a. Pemakaian Merk Dagang a. 3. d. 4. 80 Tahun 2003. Kontraktor dapat mengusulkan perubahan pemakaian merk dagang secara tertulis apabila merk dagang tersebut tidak tersedia di pasaran. harus 2 . atau 3) STM/SMK Hangunan dengan pengalaman kerja pada bidang yang sesuai minimal 5 (lima) tahun.

atau apabila perlu dapat meminta Konsultan Perencana untuk menjelaskan agar didapat jawaban yang pasti tentang perencanaannya.1. maka kontraktor diwajibkan menanyakan kepada Pengawas . juga harus memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam A. Keppres No. 80 tahun 2003. Agar tidak terjadi bongkar/pasang pekerjaan. Apabila Konsultan Pengawas/Direksi merasa perlu memeriksakan bahan bangunan yang diragukan spesifikasinya. Mutu Bahan Ban(lunan a. Disarankan kepada Kontraktor sebelum melaksanakan pekerjaan secara massal dapat meminta persetujuan hasH pekerjaan kepada Pengawas Lapanganl Direksi. Konsultan PengawaslDireksi berwenang meminta keterangan mengenai asal bahan dan Kontraktor harus memberitahukannya. Peraturan Teknis 6. harus segera dihentikan dan selanjutnya pekerjaan tersebut harus dibongkar. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung SK SNI T-15-1991-03. Semua bahan bangunan yang digunakan selain harus memenuhi syarat­ syarat yang ditentukan dalam rencana kerja dan syarat-syarat. c.V. apapun hasil dari penelitian tersebut. c. 1457. d. e. Bagian pekerjaan yang telah dimulai tetapi masih digunakan bahan-bahan yang ditolak oleh Konsultan Pengawas/Direksi atau tanpa ijin. f. Semua biaya untuk hal tersebut di atas menjadi tanggungan Kontraktor.c. 6. d.V) yang disahkan dengan Keputusan Pemerintah Nomor 9 tanggal 28 Mei 1941 dan tambahan Lembaran Negara No. apabila tidak ada ketentuan lain dalam RKS ini. Umum Pedoman pelaksanaan yang diatur oleh Peraturan Pembangunan yang sah dan berlaku di Indonesia sepanjang tidak ditetapkan lain dalam rencana kerja dan syarat-syarat yang harus ditaati selama pelaksanaan. Lapangan/Direksi untuk menyamakan persepsi. Aigemene Voorwarden (A. maka Konsultan Pengawas berhak mengirimkannya kepada Balai Penelitian Bahan-bahan Bangunan atau Lembaga lain yang ditetapkan bersama Pengelola Kegiatan untuk ditefiti. yaitu: a. Standarisasi Bangunan Sekolah Dasar Tahun 2005. dan Peraturan Umum Bahan Bangunan (PUBB). Tata cara Pengadukan dan Pengecoran Beton SNI 03-3976-1995 3 . segera dikeluarkan dari lapangan selambat-Iambatnya dalam waktu 2 x 24 jam terhitung sejak jam penolakan tersebut. 5. apabila terdapat gam bar yang tidak jelas. b. b. e.

Peraturan Umum Pemeriksaan Bahan Bangunan (PUBB) NI.118 Tahun 1983. Peraturan Muatan Indonesia NI. 3 tahun 1958 dan Undang-Undang No. maka berlaku dan mengikat : a. i. q. 6.f. Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung (PPI) N. t. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PKKI) NI. Ubin Lantai Keramik. Keputusan Badan Arbitrase Nasionallndonesia (BANI). Shop drawings yang diajukan oleh Kontraktor yang disetujui Konsultan Pengawas dan/atau Pengelola Teknis Kegiatan untuk dilaksanakan. Mutu Kayu Bangunan SNI 03-3527-1994 m. v. k. p. I. 4 . Surat Kesanggupan Ke~a. h. h.53. Ubin Semen Polos SNI 03-0028-1987. r. Kontrak Pelaksanaan dan Addendumnya (bila ada). d. u. Pedoman Perencanaan Penanggulangan Longsoran SNI 03-1962­ 1990.5 Tahun 1961. RKS beserta Lampiran-Iampirannya. e. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUlL) SNI 04-0225-2000. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.2. c. g.8 dan Indonesia Loading Code 1987 (SKBI-1. w. Peraturan Perburuhan di Indonesia dan Peraturan Umum Dinas Keselamatan Kerja No. Tata Cara Pengecatan Dinding Tembok Dengan Cat Emulsi SNI 03­ 2410-1991. Peraturan Semen Portland Indonesia NI. Peraturan-peraturan lain yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Setempat yang berkaitan dengan permasalahan bangunan. Peraturan Baja Bangunan Indonesia (PBBI) 1983. Peraturan Bata Merah Sebagai Bahan Bangunan N110.3 Tahun 1983 j.1987). Mutu dab Cara Uji SNI Q3-3976-1995. Gambar Bestek. Khusus Untuk melaksanakan pekerjaan seperti yang tersebut dalam lingkup pekerjaan. Tata Cara Pengecatan Kayu Untuk Rumah dan Gedung SNI 03­ 2407-1991 s. g. (Gunning). Penanggung Jawab Kegiatan tentang Penunjukan Kontraktor b. SK. Surat Penawaran beserta Lampiran-Iampirannya. f.8 Tahun 1973 o.2. Mutu Sirap SNI 03-3527-1994 n. Surat Perintah Kerja.

7. (h) Pekerjaan Pengecatan. (d) Peke~aan Atap. maka ukuran dalam gambar yang berlaku. kontraktor dapat mengajukan gambar kerja (shop drawing) yang sesuai dengan kondisi di lapangan dan mempergunakannya dalam pelaksanaan dengan persetujuan tertulis Konsultan Pengawas. Penjelasan Rencana Kerja dan Syarat-syarat a. maka Kontraktor terikat untuk melaksanakannya. maka yang harus diikuti adalah gambar detail. b.3. d. (g) Pekerjaan Penggantung dan Pengunci. (b) Pekerjaan Pasangan dan Plesteran. Bila rekanan meragukan tentang perbedaan antara gambar yang ada. baik konstruksi maupun ukurannya.1. c. ukuran dan jumlah. (e) Pekerjaan Plafon. maka gambar yang harus dllaksanakan. Pekerjaan Persiapan 7. 6. (i) Pekerjaan Instalasi Listrik.2 Pekerjaan persiapan meliputi sebagai berikut : 5 . b. 6. Time Schedule yang diajukan oleh Kontraktor yang disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Pengelola Kegiatan/Penanggungjawab Kegiatan. spesifikasi bahan yang digunakan dan syarat-syarat pelaksanaan. 7.1. Apabila dalam gambar disebutkan Iingkup pekerjaan atau ukuran. bila terjadi pengambilan ukuran yang salah adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor. maka rekanan berkewajiban untuk menanyakan kepada Konsultan Pengawas secara tertulis. (c) Pekerjaan Beton. (f) Pekerjaan Kayu Kusen Pintu dan Jendela. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan meliputi. Bila terdapat skala gambar dan ukuran yang tertulis dalam gambar berbeda. Bila terdapat perbedaan antara gam bar rencana dan gam bar detail. Di dalam semua hal. 7. kontraktor harus mengadakan persiapan ijin dan melakukan koordinasi dengan Pihak Pengelola Kegiatan/Penanggungjawab Kegiatan dan Konsultan Pengawas.1. Apabila dalam gambar tidak tercantum Iingkup pekerjaan. Dalam hal terjadi penyimpangan detail antara gambar bestek dan keadaan di lapangan.1 Sebelum pekerjaan dimulai. sedangkan dalam rencana kerja dan syarat-syarat tidak disebutkan.i. e. termuat Iingkup peke~aan. Penjelasan Gambar a. Pada Rencana Ke~a dan Syarat-syarat tentang syarat-syarat teknis.4. (a) Pekerjaan Persiapan. sedangkan dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat pad a lingkup peke~aan tercantum. f.

gudang dan barak kerja. Menyediakan kotak PPPK dan perlengkapannya yang ditempatkan di dalam Direksikeet.1 Lingkup Pekerjaan 7.2.1.3 7. Apabila kontraktor akan mendirikan bangunan sementara (Direksikeet dan Gudang) maupun tempat penimbunan bahan.5 7. e.4 7. fasilitas untuk memasuki daerah pekerjaan.1. Mengadakan pengamanan lokasi Kegiatan dari segata gangguan. Sebelum pekerjaan dimulai. fasilitas dan mesin-mesin pembantu. kontraktor harus membuat foto dari 4 (empat) sisi pengambilan pad a kondisi fisik lahan calon lokasi bangunan dan atau bangunan 0% (untuk bangunan yang berdiri di atas bangunan lama atau bangunan yang menempel pada bangunan tama).1. Membuatlmempersiapkan jatan masuk ke lokasi proyek. Pasangan Aanstampeng dibawah pondas! batu kali sebagai landasan pondasi. Semua biaya untuk prasarana. g.2 Pekerjaan Pasangan Dan Plesteran 7. Menyediakan peralatan. kontraktor berkewajiban untuk memperbaiki kembali selambat­ lambatnya dalam masa pemeliharaan. serta akomodasi tambahan diluar daerah/area kerja menjadi tanggungan kontraktor. f. b. 7. serta memasang bouwplank. d. b. Pasang pondasi batu kall dengan campuran 1PC : 6PS Pekerjaan Pasangan Batu Merah 7. Mengadakan komunikasi dengan instansi yang terkait dalam rencana pembangunan ini. c.1 Pekerjaan Pasangan Pondasi Batu Kali a.2 6 . Metaksanakan pengukuran guna menentukan duga lapangan dan ukuran-ukuran lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan pembangunan ini.2. h.2. Mengadakan persiapan tempat penimbunan dan penyimpanan bahan.6 a. Mengadakan atau membuat Direksikeet.1. maka kontraktor harus merundingkan terlebih dahulu kepada Pengelola Kegiatanl Penanggungjawab Kegiatan tentang penggunaan halaman.1. saluran air atau bangunan lainnya yang disebabkan adanya pembangunan ini. ApabiJa terjadi kerusakan pada jalan kompleks.1.7.

Apabila dinding dari papan minimal menggunakan kayu kelas kuat 3 yang sudah kering dan diketam halus pada kedua permukaan papan. dilaksanakan pada semua dinding batu merah yang tidak disebutkan pada ayat (a) di atas. ApabiJa merupakan batu peeah/belah. Tempat-tempat lain yang senantiasa berhubungan dengan air dan dianggap perlu oleh Direksi serta yang ditunjukkan dalam gambar. b.2. Pasangan dinding batu merah trasram dengan eampuran 1PC : 3Ps dilaksanakan pada : • Tembok setinggi 40 Cm dari lantaL •. Lebar benangan sudut adalah 5 em dari sudut tembok atau sudut kolom/balok beton. Plesteran dinding batu merah dengan eampuran 1PC : 6 Ps. serta bagian-bagian lain yang ditunjukkan dalam gambar. Batu kali atau batu gunung yang dipergunakan dengan ukuran 15/20 utuh dan tidak por~s. dilaksanankan pada semua bidang permukaan plesteran dinding. b.2.1 Batu KalilBatu gunung belah a. bagian yang terpecah harus bersudut runeing dan tajam. Pekerjaan Plesteran a.2.2.2. maka sekelilingnya harus dipasang steklangkur dan tulangan bracing yang diangkerkan pada kolom. 7. Bahan-Bahan 7. Plesteran trasraam dan benangan sudut dengan eampuran 1PC:3Ps dilaksanakan pada plesteran pfint/kol.2 Bata Merah 7 .2.a. Semua sambungan harus rapi dan rapat.2. Pasangan dinding batu merah dengan campuran 1PC : 6 Ps atau 1PC:3Kapur: 1OPs dilaksanakan pada seluruh dinding tembok yang tidak disebut dalam butir (a) inL e.1. dan tepi-tepinya di-skoneng. 7. dan atau beton. b. Dinding mampu menahan gaya horisontal bila terjadi gempa dan menyatu dengan sloof dan kolom. • Pasangan rollag batu merah dengan eampuran 1PC : 3 Ps dilaksanakan pada alas tempat dudukan pintu atau jendela. Acian dengan menggunakan air PC. 7. diatas ambang pintu/jendela yang lebar bentangan sama atau kurang dari 120 Cm.3 d. e.

Pasangan batu kali dengan spesi 1Pc:6Ps mulai dari permukaan aanstamping sampai permukaan pondasi dengan bentuk dan ukuran sesuai gam bar bestek.2.1 Pasangan Pondasi Batu Kali a. b. Rongga antar batu diisi dengan spesi dan dipadatkan menggunakan cetok. warna hitam.a. Pasangan Batu Marah a. e. Mempunyai rusuk-rusuk yang tajam dan siku.2. 7. tegak lurus. c. dan presisi dengan bidang sisi dan permukaan rata.2. Rongga-rongga antar batu aanstamping diisi dengan pasir urug dan disiram air sampaj jenuh dan padat. boleh mengandung lumpur yang berasal dari pasir yang sejenis tetapi tidak boleh melebihi 10% dari berat kering.3.2 8 .2.2. Pasangan tembok batu merah harus dipasang dengan hubungan (verband) yang baik. h. Batu merah pecah yang dipasang jumlahnya tidak boleh melebihi 20% dari jumlah batu merah yang utuh.2. rapih. Bata merah harus berkualitas baik. f. pada umumnya ukuran normal di pasaran: tebal (4-5)cm. Pemasangan batu pondasilapis demi lapis dengan menggunakan pertolongan profil pondasi dan tarikan benang. Hasil akhir pekerjaan pondasi harus kokoh. panjang (23-25)cm b. 7. bidang sisinya datar.3 Syarat-syarat Pelaksanaan 7. d. sehingga merupakan landasan pondasi yang utuh dan padat. lebar (11­ 12)cm. maka dapat dipasang aanstamping.4 Pasir pasang Pasir pasang. Setelah pasir urugan di atas tanah galian mencapai kepadatan yang disyaratkan dan tebalnya telah diukur sesuai dengan rencana. padat dan tidak menunjukkan retak­ retak.3. berbutir lembut.2. Penyusunan batu pondasi tidak boleh saling berhimpitan dengan rongga antar batu 2-5 cm.3 Semen Portland Semen Portland/Portland Cement (PC) menggunakan semen tipe I dan mendapat pesetujuan dari Direksi. 7. b. tajam. Pasangan aanstamping harus saling mengisi antar batu kali. g. 7.

Beton rabat digunakan campuran 1PC : 3PS : 5 Kr. Tinggi pasangan tembok Y2 bata hanya diperbolehkan setinggi 1. kemudian dihaluskan dengan acian PC.siku dan rata. c. b. dibasahi/disiram dengan air bersih terlebih dahulu sampai rata. harus dipasang kolom praktis dari beton. instalasi air maupun instalasi lain yang terpendam didalam plesteran. Seluruh permukaan dinding tembok yang akan diplester harus dibersihkan. Semua voerlsiar di antara pasangan batu merah pada hari pemasangan harus dikerik yang rapi. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah pengeringan plesteran terlalu cepat yang berakibat timbul retak­ retak. 7. Setelah plesteran kering dan dijamin tidak akan te~adi retak-retak. serta dinding yang telah diplester harus selalu dijaga kelembabannya. Kolom praktis. harus mempunyai permukaan yang halus dengan cara. batu merah harus dibasahi dengan air secukupnya sehil1gga dapat melekat dengan sempuma.00 (satu) meter untuk setiap hari kerja.3. sloot praktis dan ring balk dengan campuran 1PC:2PS:3Kr 9 . e. Plesteran untuk dinding yang akan dicat tembok.3 Plesteran a.3 Pekerjaan Beton 7. Plesteran dan acian yang telah selesai harus bebas dari retak-retaklnoda-noda dan cacat lainnya. setelah diaci dalam keadaan setengan kering digosok dengan kertas semen. b. Plesteran dinding dikerjakan dengan tebal minimal 1 (satu) centimeter dan maksimal2 (dua) centimeter.p Peke~aan Pekerjaan Beton a.3. Semua pekerjaan plesteran harus rata. Sebelum dipasang. merupakan satu bidang tegak lurus dan siku. h.2. d. t. e. 7.. Untuk pasangan Y2 bata yang pada setiap luasan 12 meter persegi. halus. c. d. g.1 Lingkl. Pekerjaan plesteran harus dikoordinasikan dengan peke~aan pemasangan instalasi listrik.

b. 7.3.4 Air Air yang dipakai untuk pembuatan dan perawatan beton harus air tawar dan bersih. 7. Bila kandungan lumpur melebihi batas maksimum.2. Agregat kasar yang dipakai adalah batu berukuran 1/2 .2.3. Agregat kasar tidak boleh mengandung zat-zat yang dapat merusak beton.2/3 cm dan mempunyai gradasi heterogin. b.2 Bahan/Material 7.6 Cetakan Beton (Bekisting) Bahan bekisting dipakai kayu terentang/kelas II-III (Merantl) yang cukup kering dan keras serta untuk = 10 . Semen yang dipergunakan sebagai bahan beton adalah Portland Cement (PC) Tipe I.3.3 Agregat Kasar (Kerikil) a.2.c.400 kg/cm2 yakni dengan penggambaran diberi notasi o (baca: diameter). kekerasan yang cukup. 7. maka harus dicuci terlebih dahulu sebelum dipergunakan. Agregat kasar tidak boleh kotor dan kandungan lumpur maksimum 1% (terhadap berat kering). Agregat kasar berupa kerikil/batu pecah mesin atau pecah tangan.3. Agregat halus harus bersih dan tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% (terhadap berat kering) serta memenuhi gradasi yang baik.1 Portland Cement (PC) a.2. Satu komponen beton tidak boleh dikeljakan dengan menggunakan lebih dari satu merek semen. 7. 7. keras dan tidak berpori.2.3. 7. berbutir tajam dan keras tidak mengandung bahan organis dan sejenisnya dan dapat memenuhi persyaratan SK SNI-1991. b. tajam. bebas dari zat-zat kimia yang bisa merusak beton/baja tulangan.5 Besi Tulangan Besi tulangan yang dipakai adalah baja polos dengan mutu baja fy 240 Mpa (U-24) dengan tegangan leleh 2.2 Agregat Halus (Pasir) a. lapisan minyak dan bahan lainnya yang dapat mengurangi daya lekat beton. Ukuran pekerjaan beton adalah ukuran sebelum diplester. d. Pasir beton harus bermutu baik.3.2. c. Besi tulangan harus bersih dari karat.3.

7. c.2 Penulangan a. bekisting harus dicek terhadap kelurusan.3. pemasang. mutunya harus disetujui Direksi. Semua tulangan harus dipasang pada posisi yang tepat hingga tidak dapat berubah dan bergeser pada waktu adukan digetarkan atau dipukul-pukul dengan palu/cetok.penggunaannya harus mendapatkan Direksi Teknik dan Konsultan Pengawas.3. Pengadukkan harus rata dan sarna kentalnya setiap kali membuat adukan. Pemasangan bekisting harus rapi. b. c. untuk bagian yang mengeras tidak boleh dipakai.3. b. Kerapihan dan ketelitian pemasangan bekisting harus diperhatikan agar setelah bekisting dibongkar memberikan bidang-bidang yang rata. Perlakuan pelaksanaan tulangan (penyambungan. penempatan.1 Bekisting a. yang jumlah. Pembongkaran bekisting baru diperbolehkan setelah beton menga/ami periode pengerasan sesuai dengan SK SNI T-15-1991 1 seijin Direksi Teknik. 11 . b. Penyetelan besi tulangan harus diperhitungkan dengan tebal selimut beton terhadap ukuran yang ditentukan. Untuk memadatkan spesi beton waktu pengecoran menggunakan pukulan palu/cetok pada begisting atau dirojoklditusuk dengan besi diameter 12mm panjang lebih kurang 150 cm. persetujuan 7. d. baik arah vertikal maupun horisontal.3.3. Sebelum pengecoran dilaksanakan.3. cukup kuat dan kaku untuk menahan getaran dan kejutan gaya yang diterima tanpa berubah bentuk. 7.3 Pengecoran beton a. d. Celah-celah antara papan harus rapat agar pada waktu pengecoran air tidak merembes keluar. bagian dalam bekisting harus bersih dari kotoran. pembengkokan. Penyetelan dan pemasangan besi tulangan. Sebelum pengecoran rangkaian tulangan harus sudah dilengkapi dengan beton decking.an tulangan lewatan dan lain-lain) harus memenuhi SK SNI-1991. Sebelum pengecoran.3 Syarat Pelaksanaan 7. c.3.

3. b. Bila diperlukan dapat ditambahkan dengan satu benda uji lagi yang ditinggalkan di lapangan. 12 . semua pengujian beton harus sesuai dengan Peraturan SKSNI-T15-1991-03. Adukan beton kolom praktis. Untuk satu pengujian beton dibutuhkan empat buah benda uji silinder.4. b. d. dengan perbandingan campuran 1Pc:2ps:3Kr h.3. Pekerjaan yang tidak sesuai dengan ketentuan ini.4.1 Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan ini meliputi : Pasang tegel keramik pada semua lantai ruangan dalam dan teras depan. sisi dalam papan bekisting harus bebas dari segala macam kotoran dan harus tersiram dengan air sampai merata. e. sloot praktis. Keramik yang dipakai produksi ASIA TILE Kw1. Secara umum. Sebelum pengecoran dilakukan. Pengujian beton harus dibuat pada masing-masing jenis pekerjaan pada setiap 5 m3 pengecoran beton kecuali ditentukan lain oleh Direksi. Adukan beton rabat dengan perbandingan 1pc : 3ps : 5kr 7.e.4 Perawatan Beton a. Hasil pengujian merupakan rata-rata dan harus sama dengan atau lebih besar dari kekuatan karakteristik 175 kg/cm2 untuk beton K-175. harus dibongkar dan diperbaiki atas biaya pemborong. dibiarkan mengalami proses perawatan yang sama dengan dengan keadaan sebenarnya. Semua pekerjaan beton harus dirawat secara baik dengan cara yang disetujui Direksi. 7. dan ringbalk.2 Bahan/material a. t.4 Pekerjaan Lantai 7. atau merek lain yang sekualitas ASIA TI LE.3. Segera setelah beton di cor.3. g. Keramik Jantai ruangan dalam dan teras depan dengan ukuran 30 x 30 em b. 7. maka permukaan yang tidak tertutup oleh cetakan harus dijaga terhadap kelembabannya dengan cara ditutup dengan bahan pelindung dan terhindar dari panas dan hujan. c. 7.5 Pengujian Beton a.

b. 7. b. kemudian dilakukan pemadatan dan pengurugan menggunakan pasir urug sampai meneapai ketebalan/ketinggian yang dibutuhkan sesuai peil yang direneanakan. Pekerjaan kusen pintu.3 Syarat Pelaksanaan 7. jende/a.2 Lantai papan Untuk bangunan panggung dapat menggunakan papan kayu kelas kuat 3 s. Pada bagian lantai lama yang mengalami penurunan/amb/es akibat penurunan tanah dasar. atau sekurang­ kurangnya 2x24 jam.4.1 Keramik a. e.00 em.1 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi : a. tegel lantai lama harus dibongkar.3. 7.5.4. d. 7. harus di lakukan penentuan peil lantai terhadap keseluruhan ruang.2 Bahan/Material 13 . f. Sebelum pemasangan keramik lantai ruang.7.5. Papan lantai dipakukan pada rangka kayu/balok­ balok kayu ukuran 6/10 em.3. Spesi untuk pemasangan keramik menggunakan adukan 1Pe : 4ps. Pekerjaan daun pintu panil dan daun jendela kaca. g.5 Pekerjaan Pintu.d 2 dengan tebal minimal 2. Keramik yang akan dipasang harus dalam kondisi jenuh air dengan eara direndam. e. Jendela Dan Ventilasi 7. Keramik lantai yang selesai dipasang dan dieor tidak boleh diinjak atau ditempati benda-benda berat sampai benar-benar kering. Pengisian spesi alas keramik lantai harus padat dan merata seluruh bidang tegel keramikltidak boleh berongga.4. Untuk sambungan antar keramik harus lurus dengan jarak natnya/siar maksimum 3 mm. Pemakuan papan lantai harus menggunakan paku kepala terbenam panjang 5 em. diserut hingga halus dan tepi-tepinya diskoneng agar saling menutup saat dipasang dan eukup perkuatannya. Sambungan antar keramik harus dieor dengan adukan semen putih atau semen warna.

d. 7.1 Lingkup Pekerjaan 7. Khusus untuk pintu utama dipasang 2 buah grendel tanam sisi atas dan bawah merk ARCH atau sekualitas. 7. e. lurus. Permukaan kusen yang berhubungan dengan dinding/kolom dibuatkan alur-alur setebal1 em pada sisi luar dan dalam.1. Pekerjaan kayu yang tidak rapi. berumur tua. slimar. kasar. bengkok. harus kuat. Kusen pintu dan jendela ukuran 6/15 em. Setiap sambungan rangkalslimar. Semua pintu dipasang 3 buah engsel nylon merk ARCH atau sekualitas dan dipasang kunci tanam besar 2 slag. lurus dan tidak retak. tegak lurus dan tidak terdapat eelah­ eelah.6. b. b. retak dan tidak menggunakan bahan yang telah ditentukan. betul-betul rapi. g.6 Pekerjaan Penggantung/Pengunei Dan Kaea 7. dan memenuhi persyaratan yang tereantum dalam PKKI NI-5 tahun 1961.2 Pekerjaan Jendela 14 . slimar daun pintu 4/12 em. Luas jendela (penerangan) minimal 20% luas lantai dan Luas ventilasi minimal 10% luas lantai h. slimar jendela 3/8 em. b. daun jendela dan list kaca menggunakan kayu kelas kuat awet 2 yang sudah kering dengan kadar lengas kurang dari 15%. kokoh dan rata agar dapat dengan mudah ditutup/dibuka. daun pintu/jendela. Penyambungan pada sudut kusen.6. Semua kayu yang dipakai untuk kusen. dan list kaea 2/2 em. papan panil daun pintu. papan panil pintu 3 em. e. panil pintu dan daun jendela harus menggunakan pasak dan lem yang berfungsi pengunei.3 Syarat Pelaksanaan a. dengan toleransi ukuran setelah dikerjakan 10%. Pekerjaan kusen yang berhubungan dengan dinding bata. Semua ukuran yang tereantum didalam gambar adalah ukuran toko (sebelum di kerjakan). kolom setiap sisinya harus dimeni seeara merata dan dipasang besi angker diamter 10 mm. harus diserut rata dan liein. harus betuI-betuI kaku.6. Permukaan kayu yang tampak.5. Bahan perekat memakai lem kayu merk AIBON atau sekualitas. f.1. e.a. harus dibongkar dan diganti.1 Pekerjaan Pintu a. Pintu utama membuka ke arah luar ruangan. 7.

7. 7. Merk kaca yang dipakai adalah ASAHI MAS atau yang sekualitas. Kunci tanam memakai merk SES double slag atau sekualitas.6.7 Pekerjaan Atap 7. Pemasangan kaca harus sedemikian rupa agar kaca mempunyai ruang muai/susut. f. Hak angin siku/spring knife stainless steel e. Masing-masing jendela dipasang grendel minimal 1 (satu) buah c.6.2 Pekerjaan Kaca a.7.1. Rangka atap a. Semua pemasangan engsel harus rapi sehingga secara fungsional dapat ditutup dan dibuka dengan mudah dan ringan.2 Bahan-Bahan a.1. tidak cacat dan tidak bergelombang. nok dan gording menggunakan kayu ukuran 8/12 atau 8/15 dan ikatan angin menggunakan kayu ukuran 6/10 dengan kelas kuat 2 (keruing.3 Syarat-syarat Pelaksanaan 7. 7.3. harus bersih. kondisi baru. c. hak angin harus rapi dan mudah dioperasikan. tebal 5mm.6. Pemasangan kaca ukurannya sesuai gambar detail. b. grendel.a. d.1 Lingkup Pekerjaan a. balok tembok. Engsel nylon berkualitas baik.2. kempas. berkualitas baik. b. Setiap daun jendela dipasang engsel 2 buah di sisi atas dan hak angin sikulspring knife b. 7. menggunakan merk ARCH atau sekualitas. Sekrup-sekrup engsel.7.3. Pemasangan kunci.6. Grendel stainless steel berkualitas baik dan tidak cacat. c. atau sesuai gambar bestek. b. Rangka atap b. Penutup atap 7. Pekerjaan Pintu/Jendela a. Kaca yang digunakan kaca bening. bangkirai atau yang sekualitas) kondisi kering atau dapat menggunakan pemikul atap dari baja ringan sesuai 15 .2 Bahan-bahan 7. Kuda-kuda. 7. List kaca dipasang dengan kuat dan rapih. kunci dan lain-Iainnya harus rata pada permukaan pintu.

Pemasangan usuk dengan gording dengan menggunakan paku 4 inei. Lebar tritisan atap minimal 1.2 Penutup atap Penutup atap menggunakan bahan yang tersedia dan mudah didapatkan di lapangan antara lain: genting.7. masuk kedalam tumpuan kolom beton yang eukup minimal 30 em. g. Pemasangan genting harus rapih.3. 16 . dengan spesifikasi teknis yang dikeluarkan oleh produsen. e. 7.7. 7. Penyambungan rusuklbatang-batang kayu kuda-kuda menggunakan pen dan lubang sesuai dengan gam bar bestek. keneang. d. asbes gelombang. dan sebagainya. rapat. Pemasang ikatan angin antar kuda-kuda harus kuat. f. e. dengan menggunakan kayu ukuran 6/10 dan dibaut baja diameter 12mm. diketam halus pada ke empat sisi permukaan kayu. Pemasangan reng pada usuk dengan menggunakan paku 3 inei. Syarat pelaksanaan a. d. Pemasangan angkur tumpuan sendi kuda-kuda harus benar­ benar kokoh dan kuat. e. Konstruksi baja ringan dapat dipakai bUa penutup atap yang digunakan ringan dan kekuatannya dijamin oleh produsen. dengan alur lurus dari bubungan sampai ujung akhir genting. seng gelombang dengan mutu minimal BJLS 25. perlu dipasang dipasang genteng kaca seeukupnya untuk penerangan ruangan.b.d 2 Untuk mengurangi panas ruang di bawah atap dapat dipasang ventilasi pada gewel atau plafon lambersiring.00 meter dan dipasang lisplang kayu ukuran 3/25 dengan kelas kuat 2. b. sirap. Usuk menggunakan kayu ukuran 5/7 dan reng menggunakan kayu ukuran 3/4 dengan kelas kuat 3 s. Pemasangan gording di atas kuda-kuda menggunakan penumpu kayu eks kuda-kuda (klos gording) yang dipakukan pada kaki kuda-kuda dengan paku 4-6 inei dan harus terpasang sebelum dipasang usuk. dengan jarak sesuai yang dipersyaratkan oleh pabrik genting. Bubungan disesuaikan dengan jenis atap yang digunakan dan berkualitas baik.2. e.

Ukuran kayu untuk balok induk 6/10 cm. Pemasangan papan reuter dari papan kayu meranti 2/20 cm. Pemasangan bubungan harus rapih. b. Ukuran kayu untuk klos kayu 3/5 cm. d.2 Bahan-Bahan 7. j. Pemasangan bubungan. Plafon tripleks yang dipakai berkualitas baik produksi dalam negert c. Ukuran kayu untuk balok pembagi 5/7 cm dan 4/6 cm. Apabila pada gam bar tidak tercantum. Semua kayu penggantung langit-Iangit dari kayu kelas kuat 3 (meranti atau yang sekualita). dengan menggunakan kawat kasa sebagai penguat untuk mencegah keretakan.1 Bahan Penggantung Plafon a. harus benar-benar kuat dijepit oleh ujung-ujung usuk dan dipaku menggunakan paku usuk.8.8.8. Rangka kayu harus dipasang kokoh dan kuat minimal menggunakan paku 7cm untuk balok pembagi dan 12cm untuk balok induk. panjang 1.8. d. List plafon keliling menggunakan kayu kamper atau yang sekualitas dengan kualitas baik berukuran 1/5 cm.2.3. b. dan diaci menggunakan pasta Pc. Bahan Plafon dan List Plafon a. c. Tiap sambungan persilangan harus diberi klos-klos tumpuan dari kayu 2/3. b. c. maka bidallg kayu bagian bawah dari kayu-kayu penggantung harus diserut (dipasrah) hingga rata. b.3 Syarat Pelaksanaan 7.2. 7.5 lebar balok. dengan pedoman tarikan benang. Pemasangan plafon asbes datar ukuran 100 x 100 cm atau triplek ukuran 60x120 tebal minimal 4cm.h. Pemasangan penggantung plafon sesuai dengan ukuran plafon yang direncanakan. 7. Untuk mendapatkan bidang langit-Iangit yang rapi dan rata. dan spesi 1Pc : 2Kp : 5 Ps.8 Pekerjaan Langit-Langit 7.1 Penggantung Plafon a.8. maka pada arah sisi pendek setiap ruangan dengan luasan 9 17 .2. 7. i. rapat dan lurus. 7.1 Lingkup Peke~aan a. Asbes datar merk Kerang atau yang sekualitas.8.

9. b.3 Asbes/tripleks penutup plafon a. 18 . b.3. c. 7. maka plesteran dinding harus rata terutama pada bagian yang akan ditempeli list. d. Plamur tembok/plafon menggunakan merk Duco Plamur atau sekualitas. maka pemasangan penutup plafon dapat dilaksanakan. Plat asbes dan tripleks dipaku ke rangka dengan hati­ hati dan cukup untuk menghindari lengkungan asbes. baik yang menempel dinding maupun perrnukaannya.1 Cat tembok dan plafon menggunakan bahan sebagai berikut: a. Dilakukan pekerjaan pelapisan pelindung hama perusak kayu.2 Bahan/Material 7. Paku yang terlihat harus dibenamkan pada lembar asbes dan tripieks. b. Kepala dipaku dar. Pengecatan kayu. c. 7.3. tetapi tidak menimbulkan cacatlrusak. Pemasangan list plafond harus lurus. 7. e. 7. Plat asbes dan tripleks dipakukan ke dalam rangka plafond. Cat penutup tembok menggunakan merek CATYLAC atau sekualitas. Cara penyambungan list plafon juga menggunakan cara yang benar. Pemotongan asbes dan tripleks (sesuai ukuran) ketetapan jalur dan detail sesuai rencana.9. perlu mendapatkan penyelesaian yang sempuma. e.8.1 Lingkup Pekerjaan a.2. Hasil pemasangan harus sesuai dengan ketepatan jalur dan detail gambar pelaksanaan.5 mm. d.meter persegi. tepi sejarak 1 cm.9. Agar mendapatkan pemasangan yang lurus pada tepi dinding. dipasang balok induk kayu ukuran 6/10 cm agar rangka plafon mampu menahan beban pekerja instalasi atau pekerja perawatan atap diatasnya.8.9 Pekerjaan Pengecatan 7. Setelah permukaan yang akan dipasang plafon diperiksa. b. dengan paku diameter 1.2 List Plafon a. Pengecatan tembok.

3.2.2. Setelah plamur kering. Cat penutup menggunakan merk EMCO atau sekualitas. Setelah pengecatan selesai. Bidang tembok yang sudah rata dan kering. Plamur kayu menggunakan merk PEDANG atau sekualitas.2 Cat kayu dan besi menggunakan bahan sebagai berikut: a.bagian yang belang dan dijaga dari pengotoran . Warna cat tembok. maka plamuran diamplas sampai halus dan dibersihkan dari debu bekas amplasan yang menempel dengan menggunakan kain bersih. Bidang permukaan kayu yang sudah bersih.9. c. c.1 Pengecatan tembok. d.2.pengotoran. f. b. Setelah plamuran betul .3.9. kemudian diplamur sampai rata dan menutup pori-pori/rengat­ rengat plesteran/acian. maka harus diplamur ulang dan setelah plamur susulan kering digosok lagi sampai rata dan halus. kemudian dicat dasar. Minyak cat menggunakan AFDUNER atau Tinner. g.9. Setiap lapis ditunggu sampai kering. cat kayu. dan besi terlebih dahulu dikonsultasikan dengan user atau Direksi Teknik. d. e. Kayu yang akan dicat. 7. terlebih dahulu dicat menie dan diplamur sampai rata seluruh bidang kayu. b. Pengecatan kayu a. baru kemudian pengecatan lapis berikutnya. a. 19 .9. Jika setelah digosok masih terdapat permukaan kayu yang belum rata. rata dan halus.betul kering. d.7. b. h. Pengecatan tembok baru dilaksanakan setelah bidang plesteran tembok benar-benar sudah rata dan kering. c. Permukaan plesteran yang belum rata atau cacat harus diperbaiki terlebih dahulu.3.9. Meni kayu menggunakan merek PEDANG atau sekualitas.3 Syarat Pelaksanaan 7. Pengecatan dilaksanakan menggunakan kuas yang kualitasnya bagus. bidang cat yang terbentuk harus utuh. Pengecatan bertahap lapis demi lapis menggunakan cat encer sampai betul-betul rata seluruh bidang yang dicat. rata dan tidak ada bag ian . 7. kemudian digosok sampai rata dan halus. 7.

g. Kabel intalasi tipe NYA Merk ETERNA atau yang sekualitas. b. e. 7.10. setiap pengecatan mulai cat dasar sampai cat penutup harus menggunakan cat yang benar-benar encer. 7. terlebih dahulu diajukan contoh-contoh atau brosur-brosur dan gambar ke~a. Pekerjaan-peke~aan lain yang menurut fungsinya harus dipasang atau dinyatakan dalam gambar bestek. Pemasangan baru meliputi: fuse box. Semua bahan/peralatan kualitas I dan harus baru. d. dan mengkilap. Jenis. kemudian dicat penutup 2-3 kali/lapis sampai seluruh bidang permukaan cat rata warnanya .10 Pekerjaan Listrik 7. Sete/ah pengecatan selesai. perletakan stopkontak dan saklar yang masukltertanam kedalam tembok menggunakan inbowdoos dari bahan PVC lengkap dengan tutupnya. c. c. Sebelum mendatangkan bahan material. b. saklar dan stop kontak. Lampu pijartipe SL merk PHILIPS atau yang sekualitas. rata dan tidak ada bintik-bintik atau gelembung udara. Setelah cat dasar kering. g. f. 20 . Sambungan kabel pada persilangan terbuka ditutup dengan las dop bahan keramik atau PVC. dan disetujui direksi teknik. dan harus bersertifikat LMK dan telah disetujui Direksi. dan daya lampu sesuai yang dinyatakan dalam gam bar bestek. kabel intalasi. halus.10.1 Lingkup Pekerjaan a. tipe. dan dijaga dari pengotoran-pengotoran. h. Untuk menghasilkan pengecatan yang halus dan rata.2 Bahan/Material a. f. serta serat bekas bulu kuas. j. Armateur-armateur saklar dan stop kontak merk BROCO atau yang sekualitas. Pipa kabel digunakan pipa PVC dengan ukuran diameter 5/8 inchi merk MASPION atau WAVIN atau yang sekualitas. k.e. bidang cat yang terbentuk harus utuh. Penyambungan intalasi listrik sampai siap menyalalberfungsi. Persilangan-persilangan pipa disambung dengan T doos. lampu. Persilangan-persilangan pipa disambung dengan T doos dari bahan PVC lengkap dengan tutupnya. Fitting lampu terbuat dari bahan ebonite merk BROCO atau yang sekualitas. fitting. i.

Pemasangan stop kontak tertanam didalam dinding (modellnbouw). Panel saklar harus disekrupkan pada kotak tersebut.10.3 Stop Kontak a. SelanjutllYa panel stop kontak disekrupkan pada kotak tersebut. 21 . dengan menggunakan fisher dan paku skrup. Penanaman box saklar dalam dinding harus kokoh sehingga tidak mudah tercabut. Pemasangan box stop kontak dalam dinding harus kokoh sehingga tidak mudah tercabut. Gambar rencana menunjukkan tata letak secara umum dari panel-panel.10. Saklar harus dipasang kuat pada doos saklar yang khusus untuk itu. Pemasangan saklar tertanam dalam tembok b.3. Kontraktor menyediakan instalatir yang sudah memiliki sertifikasi atau lulusan SMK jurusan listrik dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun. b.3.10. menempel pada beton pelat lantai. Pemasangan fitting lampu pijar harus kokoh. b. d. 7.5 Jaringan Kabellnstalasi a. c.10. c. c.2 Lampu Tempel a.1 Persyaratan Umum a. Penyesuaian harus dilakukan dilapangan dengan jarak dan ketinggian ditentukan oleh kondisi di lapangan.7. Pipa yang ditanam pada dinding harus di klem dengan kuat selama pelaksanaan pekerjaan plesteran. Kabel-kabel yang dipergunakan sesuai ukuran dan jenis yang dinyatakan dalam gambar.3 Syarat Pelaksanaan 7.4 Saklar a. Seluruh stop kontak harus memiliki terminal fase netral dan pentanahan (Grounding) yang semuanya dihubungkan dengan kabel-kabel yang sesuai ukuran dan wamanya.3. c.3. b. 7.3.10. b.10. Pemasangan kabel instalasi di dalam dinding harus dilewatkan dalam pipa dengan pertemuan sambungan pada Tee dODS dilengkapi dengan tutup yang mudah dibuka dan ditutup. 7. Penanaman pipa pada dilaksanakan sebelum dinding diplester. Pemasangan fitting lampu pada beton harus kuat. 7.

d. Pemasangan jaringan terbuka. pasangan beton baru dan beton lama harus d: pasang dilatasi. Apabila atap gedung baru dan atap gedung lama memiliki bentuk yang tidak sama. plat lantai beton bertulang dan tangga beton harus memenuhi syarat konstruksi bangunan yang dibuktikan dengan rekomendasi tim ahli dari instansi terkait. Pemasangan jaringan kabel di atas plafond dengan cara tertutup didalam pipa. 22 . maka pada pertemuan bangunan harus diantisipasi adanya tumpahan air hujan. StandarlSpesifikasi Teknis Khusus Bangunan 1) Untuk bangunan baru yang menempel pada bangunan lama a. b. terdiri dari pondasi beton (foot plat). Penyambungan kabel dari titik nyala atau stop kontak menggunakan kabel NYA dan tidak boleh menggunakan sambungan. misalnya atap lama model perisai . misalnya membuat talang sudut dengan konstruksi yang memenuhi syarat teknis bangunan. Apabila bentuk atap gedung baru dan atap gedung lama memiliki bentuk yang sama. Pasangan dinding baru dan dinding lama. f. balok struktur. Bangunan lapis 2 (dua) merupakan ruangfbangunan perpustakaan yang dibangun di atas bangunan lapis 1 (satu).e. Sedangkan untuk pemasangan antara dinding baru dan lama diberi jarak ± 2cm yang berfungsi sebagai dilatasi yang dapat diisi pasir urug atau pasir pasang. Bangunan lapis 2 (dua) dengan dinding tembok diberi/dipasang kolom dan ring balk dari pasangan beton bertulang agar struktur bangunan menjadi kokoh dan permanen. c. Bahan untuk dilatasi antar pasangan beton dapat berupa triplek tebal 3mm atau bahan lain yang memiliki fungsi sejenis sebagai bahan dilatasi. setiap jarak maksimum 1 m harus dipasang pengikat dari porselin dan harus kencang serta kabel harus tegang. g.atap baru model pela~a. 2) Untuk bangunan baru yang berada di atas bangunan lama (bertingkat/2 lapis) a. C. Antara beton lama dan beton baru harus diberi lapisan bahan perekat khusus sehingga terjadi ikatan yang lebih baik atau antar beton dapat menempel dengan baik. c. b. Bangunan lapis 1 (satu) umumnya harus memiliki konstruksi yang mampu menumpu bangunan lapis 2 (dua). maka pada pertemuan bangunan dibuat pasangan bata gewellsofi-sofi sendiri-sendiri yang diberi dilatasi dan pada sisi atasnya diberi lapisan kedap air (campuran 1PC : 2 Ps) tebal 2cm. kolom struktur.

yang berisi tanda dan ukuran-ukuran denah bangunan yang akan . jembatan. Tulangan ! 9. gedung bertingkat. Papan duga sebagai pedomanl referensi di lapangan untuk pedoman ketinggian. No 1. 2. KW-1 ! I bentuk 5. yang dipakai untuk membuat adukan atau spesi pasang bata dan pasang batu kali Kerikil atau koral adalah batu pecah atau butiran batu yang mempunyai diameter tidak lebih dari 2. seperti bangunan yang tidak memerlukan persyaratan khusus. 6. jembatan. misalnya.5 em. K-175 . dibangun Kekuatan beton karakteristik berdasarkan tes laboratorium benda uji kubus 15em x 15em x 15 em dengan kekuatan tekan ijin 60 kg/cm 2 pada pembebanan tetap dan kekuatan tekan ijin 100 kg/cm 2 pada pembebanan sementara Jenis tulangan baja lunak yang mempunyai tegangan tarikltekan ijin 1400 kg/cm 2 pada 2 pembebanan tetap dan 2000 kg/cm pada pembebanan sementara Besi beton palos yang memiliki mutu baja U-24 yang digunakan sebagai tulangan pad a struktur konstruksi beton Semen yang digunakan secara luas untuk . landasan pacu. tegel KW1 memiliki eiri khas yang presisi/siku. Sebelum memasang tegel pada lantai 2 harus diberi lapisan pasir setebal 5 sampai 10 em agar tegel yang telah terpasang tidak mudah /epas atau mengelupas. 7. perumahan. menarik as pondasi dan as bangunan. Semen Tipe I I I 23 . PC Ps Kata _I Tabel1. Daftar istilah Pengertian Kata Portland Cement yaitu semen mutu Keterangan Pasir bahan untuk pembuat beton dan bahan . sebagai bahan campuran beton ! 3 1 . Bouwplang Kualias 1. konstruksi umum. tidak baling/muntir dan bagian tepi utuh. Mutu U-24 i 8.e. Kr I 4.

meliputi: 1. Rangka papan kayu 30 mm. Kualitas Keamanan penggunaan Kenyamanan dalam penggunaan Kemudahan dalam pemakaian Kemudahan dalam pemeliharaan Kemudahan dalam perbaikan B. Lebar bawah = 70 em. Lebar bawah == 45 em. daun meja: multiplek 9 mm Finishing Politur/eat minyak Ukuran Tinggi = 75 em. Ukuran Tinggi = 75 em. daun meja: multiplek/hardbord 18 mm Politur/lapisan vinyl. Finishing: Politur/eat minyak. Bahan rangka: kayu. 3. 2. Finishing ]uml 6 buah 1 . CONTOH STANDARISPESIFIKASI MEBELAIR PERPUSTAKAAN Pengguna utama perpustakaan adalah siswa sekolah dasar yang secara anatomis relatif tidak tinggi dan besar sehingga ukuran meubelair harus dibuat sesuai dengan kondisi tersebut. Mebelair harus memenuhi standar minimal sarana prasarana pendidikan. Panjang = 53 em. Ukuran : Tinggi = 26 em. 6. 5. lsi == 5 tatakan/dudukan buku (rak) Bahan : Dudukan buku papan 18 mm. Panjang = 120 em. StandarlSpesifikasi Teknis Minimal mebelair unt'Jk perpustakaan sekolah dasar adalah NAI"1A MEBEL Rak buku NO SPESIFIKASI Ukuran :Tinggi = 180 em. Lebar bawah = 70 em. 4. Lapis dinding samping dan belakang triplek 4 mm. A. Lebar = 35 em. 2 Meja baea siswa 8 buah 3 Meja V2 biro 1 buah 4 Meja komputer 1 buah 24 . Lebar atas = 45 em. rangka: multiplek/hardbord 18 Bahan mm/kayu. Panjang = 120 em.II. Bahan rangka: multiplek/hardbord 18 mm/kayu daun meja & lad multiplek/hardbord 18 mm Finishing : Politur/lapisan vinyl. Panjang = 120 em. Persyaratan Persyaratan mebelair perpustakaan tersebut harus memenuhi Standarisasi Perabot Sekolah Dasar Tahun 2005.

d 45 em.5 Kursi kerja Ukuran 6 Karpet I : Tinggi dudukan= 45 em. tinggi sandaran= 90 em. dudukan: busa cover kain Finishing Politur Ukuran 200 em x 350 em. ke empat sisi diobras Kualitas Medium 1 buah 8 lembar 25 . Bahan rangka: kayu. Lebar dudukan = 40 em s.

2X 10 c ~ &:Q2. 0.14 1.45 TAMPAK DEPAN 0.triplek 4mm rPapan18m I~ !- I lb 1. A-A POT. " " .2Xl0 cr triplek 4 mm \ rpapanl mm t iplek 4mmrpapat:: m Q:1 <> rangk papan 3cm~ r pap olBr m I\. B-B RAK BUKU 26 . I I B~ 4A TAMPAK SAMPING 0.45 POT.03 1~ rPapanlBmm ~.Contoh Gambar Meubelair B~ rA I I " I .20 "'---.

52 I Meja Baca Siswa MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. TID. . Pangerang Moenta.J 0..OFM " .20 1 '---.54 I I -.33 0.H.M. MOHAMMAD NUH Salinan sesuai dengan aslinya.35 O_OOt 0. Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Pendidikan ional.0. NIP 196108281987031003 27 . ..05 0.­ '----­ 0. S.H.

..SALINAN LAMPIRAN IV PERATURAN MENTER1 PENOIOIKAN NASIONAL NOMOR 18 TAHUN 2010 TANGGAL 2S AGUSTUS 2010 FORMAT LAPORAN OAK BIOANG PENDIOIKAN TAHUN ANGGARAN 2010 UNTUK SO/SOLB LAPORAN KEUANGAN (LAPORAN TRIWULAN) PROVINSI KABUPATEN/KOTA TRIWULAN FORMAT LAPORAN DAK-la Diisi oleh Kabupaten/Kota diklrim ke Pusat REALlSASlhOAHA NO f.SlKQLAH A~oKAStOANA PIMP~Cii\ilt<f~N> PQS.............90 ...... ..... P~Nbl~I~N S:Ar....... ) 1 ......~ 'RP} ...\QN..lAM~............................... 2010 Walikota/Bupati (....................

........ ) 2 .........FORMAT LAPORAN DAK-lb Diisi oleh Kabupaten/Kota diklrim ke Pusat LAPORAN KEUANGAN (LAPORAN AKHIR) PROVINSI KABUPATEN/KOTA TRIWULAN DANA NO '1'MA$EKO~H .........KA$I"~NA .............A~~NA PENDJ01'KAN ~SAU)O (:Jt" t_p) .... )NAN ~Lo....................................... 2010 Walikota/Bupati (..........

....O N~MI..tuan &lua~l. ) 3 .....................................................\ SEKO~H ...FORMAT LAPORAN DAK·2a LAPORAN REALISASI FISIK PEMBANGUNAN PRASARANA PENDIDIKAN (LAPORAN TRIWULAN) Diisi oleh Kabupaten!Kota dikirim ke Pusat PROVINSI KABUPATEN/KOTA TRIWULAN PJ:M~ANGUNANIW'AN~fG£l)lJNG PERPU~t4kA)S.... 2010 Walikota/Bupati (......N N.............. VCllume~'Renca(la \fattib1e1'Re..?lllsasf ....

........' ........... 2010 Walikota/Bupati (......... .........FORMAT LAPORAN DAK-2b LAPORAN REALISASI FISIK PEMBANGUNAN PRASARANA PENDIDIKAN (LAPORAN AKHIR) Diisi oleh Kabupaten/Kota diklrim ke Pusat PROVINSI KABUPATEN/KOTA TRIWULAN PEMaAfil~UJ......I'l" \(Qlultteteg:cana ........ ) 4 ...AN RIiIA~G/caE'J1)U................NG PeRPUSTAKAAN NO NAMA ~Et<OLAfi sat.........lln (r~..............

.~~tiw...FORMAT LAPORAN OAK·Zc LAPORAN REAlISASI FISIK DAN KEUANGAN PEMBANGUNAN PRASARANA PENDIDIKAN (LAPORAN TRIWULAN) Oilsi oleh Kabupaten/Kota dikirim ke Pusat PROVINSI KABUPATEN!KOTA TRIWULAN p~..........AN ~~Gi~.."" .......... ) 5 ....................................uNGPeRP..._KAAN NO !!iIAmASEKQ~ ...................... 2010 Walikota!Bupati ( .........

.......• .......R\tAI.: .. 'l?EI\I18AJ\lGtS·l'4·~·....... ) 6 .· ..SEKQLAlil ~:.......m............. 1 · ..... ............p.......r\lotu~ejX Ju.aPfS1iAtMA.....FORMAT LAPORAN DAK·2d LAPORAN REALISASI FISIK DAN KEUANGAN PEMBANGUNAN PRASARANA PENDIDIKAN Dlisi oleh Kabupaten/Kota dikirim ke Pusat (LAPORAN AKHIR) PROVINSI KABUPATEN/KOTA TRIWULAN .. . t\jo NAM\A·.. 2010 Walikota/Bupati ( ..') ......... t:lilp~' '.......· .... ·1 . .~ t1l·...lV(St_. ........

...~I"...~pu}![~ NO I SEKOLAH Satu...ollllJl6 1 ~ll8liit.. M' BUAH BUAH BUAH BUAH BUAH .... .........'..... '\I~!UfjW> ......... .. ) 7 ...itIIltn .... "11'-'.1II IIPIIlI1lll J Volunl' ~~.V.tmo Rlfrml'll! .... Kursj I(e~a .lllwa aa~1'I I ~h... I ban... .......Y<tI1I1M ~...n' ""'J!I%~ro "'jl KQm~uter ~I vp..~1\:9 ~tri!I...~r~... ... ..e..~i'lM I'RaIl•••" Vol~!D'II bndna III.l. N:i\MA Rafc. J '......S. s.. 2010 Walikota!Bupati ( .... lfo!......FORMAT lAPORAN OAK-Ze LAPORAN REALISASI FISIK PENGADAAN MEUBELAIR PERPUSTAKAAN (lAPORAN TRIWUlAN) Oiisi oleh Kabupaten/Kota dikirim ke Pusat PROVINSI KABUPATEN!KOTA TRIWULAN PeNqA~N~B~~.......l.. l' '")I'twm 1 ~I'I/jina ....'""........ '''l!liii'r~I'~~ "'il\l!lIlii'.

....... ifliljjjjana '... .FORMAT LAPORAN DAK-2f LAPORAN REALISASI FISIK PENGADAAN MEUBELAIR PERPUSTAKAAN (LAPORAN AKHIR) Dllsi oleh Kabupaten/Kota diklrim ke Pusat PROVINSI KABUPATEN/KOTA TRIWULAN P~NG"'~N' ""EUEliLA19 PEll_S'l'~". R""$1 VIlI~m.............. ) 8 ... BUAH BUAH BUAH BUAH I I BUAH M< ...... 'C......Ij~uter $iltuan '' SEKIDkAH vQiume RaIlu....... 2010 Walikota/Bupati (... ' ..........·t '~.s $ I " " ..................... ~:.....' ~~1!trIIl $ltuan.. ... NO NA.....' Vol~~ RGa.. ...A RakBuku $8i!!an )'Ieja~ Sl~ !M!!....

...!Uan lI'olurtill JlI. ) 9 .......IIllan s~" BUAH f' 'Ial\jme ' ' '1..... Satl)an VQtume f~ .....AIF!....'K\lilja Ka:rpet "01_ Il1Itlt S............ ~~9kUr' Satuan ...'~I...........~n VClume ' ' '1!Ifab (filii Bahoan \l6111trii! J~ BUAH BUAH BUAH BUAH M' .... 2010 Walikota/Bupati (........a··SJ.......wa Jomlab fiil:i~ 'A81m CRpl ~~K~ptW Jumllih Ku".FORMAT LAPORAN DAK·2g LAPORAN REALISASI FISIK DAN KEUANGAN PENGADAAN MEUBELAIR PERPUSTAKAAN (LAPORAN TRIWULAN) Diisi oleh Kabupaten/Kota dikirlm ke Pusat PROVINSI KABUPATEN/KOTA TRIWULAN PENGA1>AAN MEUBEI........W:aPUS1/lKAAN ~x NO S~lAH NM....................

..l~ ~ .. " "- . 2010 Walikota/Bupati (.iIlad~ J~!I" ("In" 1(atpat Jl/(PI8b ~!1 ..111!11 JiI(PI8b (!?PI BUAH BUAH M" tiL ...... ) 10 ......I!1!l1flil'f BUAH BUAH BUAH ..:' ~ SaKO""" ~lJIIn llAMA RakSuku NII!la Ij!\lcaSi$wa Jurill"" (Ri!~ Mejatio "'!rP Volume l~an VolUme I .........................l "j~~~utir Sabian v'\!!l......... :~" ' " ............FORMAT LAPORAN DAK-2h LAPORAN REALISASI FISIK DAN KEUANGAN PENGADAAN MEUBELAIR PERPUSTAKAAN (LAPORAN AKHIR) Diisi oleh Kabupaten!Kota dikirlm ke Pusat PROVINSI KABUPATEN/KOTA TRIWULAN PSNGAD~N'iMEoa!..".j ·....I~lt S6:man VoIlItIiII ............4:lR PERPUSTAI<~ ~O " ...............oIuilj' l!'{pl Alt\l!ll11 ~911..

....al~1 Volume @~a~ 1. ) 11 .......~~Il!!~ EKS .. ~... 2010 Walikota/Bupati (............................AH BJiJKUPi$~'yAAN S~tlA·1l VC!lume Rencal'/ll .................KQL.....!lti!ltn EKS \feIUr'n............. Vo~eR..........FORMAT LAPORAN DAK·3a LAPORAN REALISASI FISIK PENGADAAN SARANA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN (LAPORAN TRIWULAN) Dilsi oleh Kabupaten/Kota dikirim ke Pusat PROVINSI KABUPATEN/KOTA TRIWULAN NQ NAM~Sl....

... $lIItU.....1 ~lu~eii~lr$a$i SlIItUlt\'! 1 "lt~eRencana •~Nq~lf!alt'..........••......~G~YAAN VcOl~Ii:~elli"l'na I VOfUI1\•..FORMAT LAPORAN DAK-3b LAPORAN REAlISASI FISIK PENGADAAN SARANA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN (LAPORAN AKHIR) Diisi oleh Kabupaten/Kota dikirim ke Pusat PROVINSI KABUPATEN/KOTA TRIWULAN !i..... R~JlI.........lENGM:MN BUKU "Ii) .........j{~~ANDuANrE~pf~l~ V~!!!I'I1I'I~~n........... 2010 Walikota/Bupati (...........1 I ... NAMA S6K()tAa ..lIISi SlItUl!!l EKS 1 I ~~K~~diSR£NSI!...~ I EKS ........... ) 12 ...J ...n I EKS I • ~KV....

2010 Walikota/Bupati (............\J NO ............"'. ..............'..) Jumlah IRPI~.• ~ '" '" ' ' " ...~ri... ) 13 ...... LAPORAN REAlISASI FISIK DAN KEUANGAN PENGADAAN SARANA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN (LAPORAN TRIWULAN) Oilsi oleh Kabupaten/Kota dikirim ke Pusat PROVINSI KABUPATEN/KOTA TRIWULAN PeNGAlJAANB!........1K... ElUKUFAN!i'Qf!!l!NOlDIKlIN _ .~N Volume ..<lIpl" I .. ...."" '"r"'.... "" ' " v~lI""e..... ........" HA1oIASB~O"'AH Sahtan... •... EKS r I SElKUiP~~Y............" "..FORMAT LAPORAN OAK-3... 13U~!Jaf£~_l I I Juro11lb (RP)_'~ EKS 1 I A '........I~IJII~~. EKS r~I.

..FORMAT LAPORAN OAK·3d LAPORAN REALISASI FISIK DAN KEUANGAN PENGADAAN SARANA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN (LAPORAN AKHIR) Oiisi oleh Kabupaten/Kota dikirim ke Pusat PROVINSI KABUPATEN/KOTA TRIWULAN ~~4b~"e!JK\iI NAMA SSKOl.........AM AV""....Satuan VolUfll8 EKS EKS EKS ........u.................... JUlII!jlh'IRp) $attJ)ln ·......." wo el!R~st Satuan YoI~e SU!<UFI)wtlU....... 2010 Walikota/Bupati (.................................. ) 14 ..

Juta) Total Biaya (Rp.LAPORAN KEMAJUAN PER TRIWULAN DANA ALOKASI KHUSUS TAHUN ANGGARAN 2010 FORMAT LAPORAN DAK-3e Diisi oleh Kabupaten/Kota atau Provinsi dikirim ke Pusat Provinsi Kota/Kabupaten SKPD Bidang Parancanaan Kaglatan No.Juta) 8 -.juta) Pendamping (Rp. Janis Kegiatan Jumlah Penerima Manfaatl' Jumlah - Palaksanaan Kegiatan Reallsasl Satuan Volume OAK (Rp.Swakelola (Rp.Juta) 9 Kontrak (Rp-Juta) Fisik (%) Kauangan (%) Kesesuaian "asaran dan lokasl dangan RKPO YA nOAK Kesesullian IIntara OPA-5KPO dengan PetunJuk Teknis YA nOAK Kedefikasi Masalah 1 2 3 4 5 6 7 10 11 12 1311 13b 14a 14b 15 Total Kodefikasi Masalah : Kode Masalah 1 Permasalahan terkait dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 2 Permasalahan terkait dengan Petunjuk Teknis 3 Permasalahan terkait dengan Rencana Ke~a dan Anggaran SKPD 4 Permasalahan terkait dengan DPA·SKPD 5 Permasalahan terkait dengan SK Penetapan Pelaksana Kegiatan 6 Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Tender Pekerjaan Kontrak 7 Permasalahan terkait dengan Persiapan Pekerjaan Swakelola 8 Permasalahan terkait dengan Penerbitan SP2D 2010 Sekda Kabupaten/KotalProvinsi 15 .

9 10 Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Kontrak Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Peke~aan Swakelola Keterangan 1 Pelaksana OAK adalah SKPO Kabupaten/Kota terkait yang bertanggung jawab terhadap bidang OAK masing-masing 2 Bidang OAK sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 3 Kegiatan sesuai dengan Petunjuk Teknis masing-masing bidang OAK 4 Kolom 14 diisi dengan masalah-masalah yang te~adi di lapangan yanglerkait dengan kode masalah yang tersedia r) Satuan penerima manfaa! disesuaikan dengan kegiatan di masing-masing bidang OAK 16 .

3 Nomor 2.FORMAT LAPORAN DAK-3f LAPORAN KEMAJUAN PER TRIWULAN CHECKLIST DOKUMEN DAN KEGIATAN PELAKSANAAN DANA ALOKASI KHUSUS TAHUN ANGGARAN 2010 No (1) Ollsi oleh Kabupaten/Kota atau Provlnsi dikirlm ke Pusat Dokumen/Kegiatan (2) Waktu (3) Keterangan (4) I 1 2 3 4 II 5 6 7 8 9 10 11 12 PERENCANAAN PMK (Alokasi dan Pedoman Umum) Petunjuk Teknis (Juknis) Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran SKPD Penetapan DPA-SKPD PELAKSANAAN SK Penetapan Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan Tender Pekerjaan Kontrak Persiapan Pekerjaan Swakelola Pelaksanaan Pekerjaan Kontrak Pelaksanaan Pekerjaan Swakelola Penerbitan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) Penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) Penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana {SP2D) Keterangan Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom Korom Kolom Kolom 3 Nomor 1. 3 Nomor 6. 3 Nomor 8. 3 Nomor 4. 3 Nomor 7. Diisi tanggal Diisi tanggal Diisi tanggal Diisi tanggal Diisi tanggal Diisi tanggal Diisi tanggal Diisi tanggal Diisi tanggal diterimanya PMK oleh Daerah diterimanya Juknis oleh Daerah Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran SKPD diterbitkannya DPA-SKPD ditetapkannya SK Penetapan Peraksana Kegiatan (range) dilaksanakannya kegiatan tender untuk pekerjaan kontrak (range) diraksanakannya persiapan swakelola Dilaksanakannya Pekerjaan Kontrak dilaksanakannya pekerjaan swakelola 17 . 3 Nomor 9. 3 Nomor 3. 3 Nomor 5.

Diisi tanggal diterbitkannya SPP oleh Pejabat yang bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan/bendahara pengeluaran Kolom 3 Nomor 11..Kolom 3 Nomor 10.OFM NIP 196108281987031003 t" 18 .M. TTD.H. S. Pangerang Moenta. Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Pendidikan Nasional.. Diisi tanggal diterbitkannya SPM yang diterbitkan oleh pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran Kolom 3 Nomor 12. MOHAMMAD NUH Salinan sesuai dengan aslinya.H. A. Diisi tanggal diterbitkannya SP2D diterbitkan oleh Bendahara Umum Daerah berdasarkan SPM MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. Dr.

Humbang Hasundutan Kab.555.232.70 22. Bener Meriah Kab.40 8.212.221.00 13.287.80 7.30 8.986.217.SALINAN LAMPIRAN V PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 18 TAHUN 2010 TANGGAL 25 AGU5TUS 2010 KABUPATEN/KOTA PENERIMA DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2010 Pendidikan (da/am juta rupiah) TOTAL JRp) 289.139.10 11.718. Deli Serdang Kab.234.340.969.10 3.374.928.30 5.147.40 28.80 11.80 7.781.412.992.30 17.141.684.90 11.059.512.50 i 5. Pidie Jaya Kota Subulussalam Provlnsl Sumatera Utara Kab.60 24.987. Nias Selatan Kab.60 21.40 9.80· 10.50 10.40 11.40 13.20 8.824.30 5.20 i 14. Aceh Tengah Kab.885.659.587.10 15. Tapanuli Utara Kab.80 4.942.90 4.70 6.927.117.263.50 4.244.30 17.60 14.40 5. Gayo Lues Kab. Nias Kab.10 30.442.90 I 19.90 3.300.712.40 4.486. Aceh Tenggara Kab.20 10.60 i I i .30 5.90 I I 161.147.00 15.30 19.315.892.40 8.40 5.555. Tapanuli Tengah Kab.855.449.70 32. Aceh Barat Kab. Aceh Jaya Kab.30 5.039.585.20 7. Aceh Tamiang Kab.90 18.80 3.80 4.167. Aceh Utara Kab. Toba Samosir Kota Binjai Kota MOOan Kota Pematang Siantar Kota Sibolga Kota Tanjung Balai Kota Tebing Tinggi Kota Padang Sidimpuan Kab.621.816.245.10 6.50 12.800.20 7.30 8.50 34.10 2.547.710.427.589.10 6.90 16.879. Aceh Selatan Kab.40 22.435.724.00 6. Aceh Besar Kab.243.405.20 8.208.00 49.617.461.875.775.90 11.206.997.Dairi Kab.50 9.20 378.440.10 NO I DAERAH Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Kab.20 8.485.358.10 31.677.50 4. Langkat Kab.40 i 10.412.20 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 II 10.90 3.616.968.488.10 13. Mandailing Natal Kab.128.30 7.751.332.060.803.853. Pidie Kab.686.550.90 23.60 10.80 1 .886. Simeulue Kota Banda Aceh Kata Sabang Kota langsa Kota Lhokseumawe Kab.90 5. Tapanuli Selatan Kab.60 6.80 10.70 5.499.573.10 5.094. Aceh Singkil Kab.00 20.173.80 9.558.955.60 18.907.30 4.50 703.10 19.30 325.637.50 14.085.90 4.30 12.087.80 8.271.676.052.20 8.767.70 15.50 4.80 12.60 17.20 5.895.30 4.80 4.90 11. Tanah Karo Kab.671.90 3.543.00 10.231.50 6. I ! : 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 23.40 31. Labuhan Batu Kab.454.185.30 8.70 5.911.546.80 3.855.578.10 5.458.120.941.760.70 3.50 4.040.20 15.225.432.60 6. Pakpak Bharat Kab.20 4.70 19.561.00 11.365.70 35.40 26.50 5.80 12.324.10 4.00 16.60 7.70 19. Serdang Bedagai AlokasiSD (Rp) Alokasi SMP (Rp) 128.218.329.224.400.70 3. Simalungun Kab.20 29.032.690.407.471.00 9.843. Nagan Raya Kab.754.20 13.50 7.062.667.60 37.772.10 7.541.118.70 9.60 10.80 4.092.30 42.40 8.084.30 i 12.00 24.164.771.80 6.90 4.008.950.454. Aceh Timur Kab.Asahan Kab.20 4.618.657.00 9.469. Bireuen Kab.438.40 15.90 6. Aceh Barat Daya Kab.20 19.00 6.876.004.836.470.653.

642. Rokan Hulu Kab.166. Pasaman 62 Kab. 6.70 11.Pendidikan NO DAERAH Kab.092.345.922.649.368.085.582.20 23.958.00 97.80 3.545.80 24.360.40 6.50 10.00 8.454.00 175.817.384.60 3.162.40 8.80 2.50 12.053.60 13.463.00 40.876.209. Indrag!n Hilir Kab.564.30 9.557.768.123.00 11.806.80 15.30 4.118.368.00 8.60 13.265.20 11.138.20 12.10 130.30 9.980.50 49.869.614.20 5.50 7.20 3. Rokan Hilir Kab.90 3. Bintan Kab. Kennei Kab.633.620.064.10 4.20 7.60 4.70 15.80 285.953. Samosir Kab. Merangin Kab.015.273.356.40 8.992.683.00 1. Batanghari Kab.092.10 8.694. Padang Panaman 61 Kab. Kepulauan Mentawai 60 Kab.207.823.40 2.676. Bengkalis Kab.841.665.123.80 17.50 16.734.70 .909.60 18.047.546.90 8.457.80 i I 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 V 19.50 4.053.310.521.10 6.317. Natuna Kab.770.513.233. Muaro Jambi . lima puluh Kola 58 Kab.013.534.20 21.80 10. Anambas Provinsi Jambi Kab.20 11. Kampar Kab.315.40 21.10 13.061.472.440.922.980.80 7. Batu Bara Kab. Sijunjung 64 Kab.428.651. Indrag!n Hulu Kab.30 17.60 7.80 4.50 21.264.70 15.268.268.60 14.114. Nias Utara TOTAL (Rp) AlokasiSD (Rp) Alokasi SMP (Rp) 48 49 50 51 52 53 54 55 Kab.60 32.30 24.705.00 11.820.00 7.50 i 6.095.966. Tanah Datar Kota Bukit Tinggi Kota Padang Panjang Kota Padang Kola Payakumbuh Kota Sawahlunto KotaSolok Kota Panaman Kab.70 11.725.30 4.589.70 4.10 228. Karimun Kota Batam Kota Tanjung Pinang Kab.30 16.726. Pesisir Selatan 63 Kab.00 33. Solok Kab.60 5.849. Agam 59 Kab.841. 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 IV 20. Nias Barat 56 Kota Gunung Sitoli III Provlnsl Sumatera Barat 57 Kab.50 22.90 8.20 18.70 11.20 13.00 26.114.60 3. Pasaman Bara! Kab.00 14.00 4.921.10 11.90 11.60 2. Solok Selatan Provlnsi Riau Kab.30 10.60 i 7.80 23.40 24.60 11.50 13.40 7. Kuantan Singingi Kab.00 20. lingga Kab.00 6.10 2. labuhan Batu Utara Kab.835.082. labuhan Batu Selatan Kab.90 19.10 10.40 8.804.396.579.421.60 26.70 4.20 11.694.144.50 9.90 3.750. Siak Kota Dumai Kota Pekanbaru Kab.488.776.20 I 88 89 90 91 92 93 94 VI 95 96 97 98 99 3.479.513.833.297.922.928.498.212.50 5.932.20 3.273.80 4.90 3.40 6.941. Pelalawan Kab.50 7.652.80 109.20 24.548.50 8.897.509.20 28.00 13.70 10. Padang lawas Utara Kab.468. Meranti Provinsi Kepulauan Riau Kab.093.00 6.565.50 2 .90 9.10 12.50 10.Bungo Kab.665.20 i i I ' ~ ' i 3. Padang lawas Kab.40 3.776.482.60 3.035.40 7.80 2.212.788.721. Dharmasraya Kab.635.462.20 19.20 13.30 20.732.192.469.

438.717.496.80 10. Tanggamus 144 Kab.80 8.523. Lampung Selatan 140 Kab.724.615.521.095.697. Ogan KomeIing Ulu 112 Kota Palembang 113 Kota Pagar Alam 114 Kota Lubuk Linggau 115 Kota Prabumulih 116 Kab.00 4.80 101.537.90 72. Tanjung Jabung Timur 103 Kab.398.80 4.90 54.90 20.50 8.840.10 9.283.713.487. Banyuasin 108 Kab.00 7.10 4.097.443. Way Kanan 146 Kota Bandar Lampung 147 KotaMetro 148 Kab.816.00 7.50 8.972.60 17.70 8.00 29.70 24.026.30 12.90 157.691.70 300.60 7.40 6.90 16.60 125.824.080.421. Lahat 107 Kab.811.50 26.20 i 12.420.80 1. Belilung 123 Kola Pangkal Pinang 124 Kab.20 9.00 4.10 7.30 11.40 16.174. Tebo 104 KotaJambi 105 Kota Sungai Penuh ~provinsi Sumatera Selatan Kab.10 9.395. Rejang Lebong 131 Kota Bengkulu 132 Kab.80 4.160.897.531.240.028.718.476.40 9.50 16.60 10.424.368. Rawas ! .90 17.40 8.00 85.908.876.60 10.799.172. Bangka Barat 127 Kab.082.642.50 22.80 4.80 6.60 16.80 22.20 9.30 15.80 4.733.145.995.192.852.40 .318. OKU Timur 119 Kab.70 8. Mesuji 151 Kab.660.00 11.20 ! I VIII 121 Provinsi Bangka Belitung Kab.80 4. Empat Lawang 10.40 20.20 18.356.70 8.409.30 18.357.40 8.30 7.10 6.50 12.701.021.30 14.00 15.035. Kepahiang 137 Kab.00 i j Kab.597.20 8.40 10.40 7.80 240. Lampung Bara! 139 Kab.Bangka 122 Kab.912.30 21.70 4.266. Bangka Selatan 125 Kab.00 10.298.70 63.90 11.60 15.380.10 13.70 4.024.329.90 6.601.051.90 3.409.352.10 15.335.50 9.912.150. Banyuasin 117 Kab.50 7.727.70 12.052.70 6.30 i 15.30 4.10 15.20 5.554.341.043.50 30.185.380.40 38.00 5.484. Tanjung Jabung Barat Kab.903.884.511.90 12. Lampung Timur 143 Kab.40 15.821.085.60 8.914. Lebong 136 Kab. OKU Selatan 120 Kab.991. Seluma 134 Kab.768.462.90 109 Kab.40 4.90 10. Ogan llir 118 Kab.00 AlokasiSD IRp) Alokasi SMP IRp) 11.60 22. Mus.50 19.40 I 7.474.650.00 4.165.291.90 3.795. Ogan Komering Ilk 111 Kab. Pesawaran 149 Kab.20 9.186.390.151.20 4.592.20 32.40 3 .154.900.70 4.766.062.460.Pringsewu 150 \Kab.277.40 30.507.30 26.980.463.354.80 13.70 14.967. Belitung Timur IX 128 Provinsi Bengkulu Kab. Kaur 133 Kab. Tulang Bawang 145 Kab.20 5. Lampung Utara 142 Kab.00 5.00 138.10 30.401.80 4.161.464.583.588. 26.70 3.566.970.212.725.628.40 9.144.70 44. Lampung Tengah 141 Kab.805.660.Pendidikan NO 100 Kab.10 23.304.203.30 7.199.00 17. Bangka Tengah 126 Kab.60 10.802. Tulang Bawang Bara! 4. Muara Enim 110 Kab.329.767.725.728.377.528. Bengkulu Selatan 129 Kab. Mus.90 8.90 8.760.732.440. Sarolangun 101 102 DAERAH TOTAL CRp) 21.30 12. 20.240.20 6.373.10 34.824.517.80 7.90 4.10 3.202.320.00 17.10 13. Bengkulu Tengah X Provjnsi Lampung 138 Kab.00 11.234.815.80 12.20 10.60 22.014.10 4.20 4. Bengkulu Utara 130 Kab.90 18.00 9.962.536.893.30 31.30 8.062.402.728.70 8.90 9.20 14.10 175.677.666.20 15. Mukomuko 135 Kab.

906.30 24.00 33.80 32.501.782.986.416.30 3.284.70 56.00 8.638.076.00 31.471.131.934.430.30 19. Karawang Kuningan Majalengka Purwakarta Subang Sukabumi TOTAL (RD) AlokasiSD (Rp) Alokasi SMP (Rp) Kab.976.156.70 77. Klaten Kab.039.90 53.50 29.320. Lebak 179 Kab.644.045.30 19.00 24.119.40 62.607. Jepara Kab. Serang XIII 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 .50 9.593.20 37.507.975.323.50 55.271.919.186.50 4.40 1.975.004. Boyolali Kab.80 181 Kab. Karanganyar Kab.30 9.808.90 386.161.462.238.80 22.40 22.107.20 66.60 36.662.256.40 25.60 11.380.20 i 17. Tasikmalaya Kota Bandung Kota Bekasi Kota Bogor Kola Cireoon Kola Oepok Kota Sukabumi Kota Cimahi Kota Tasikmalaya Kota Banjar 1. Kab.203. Cianjur Kab.093. Banjamegara 187 Kab.10 29. Cireoon Kab.000. Kab.60 28.00 19.90 33.30 14.70 11.399.772.20 31.180.40 38.470.20 13. Batang Kab.60 6.80 16.434.958.30 35.70 : 11.10 662.30 28.879. Indramayu Kab.939.40 28.30 20.753.642.652.393.083.020.658.688.40 I 8.00 18.50 35.635.50 36.20 i 8.615.30 315. Magelang Kab.Garut Kab.10J 9.30 45.111.099. Grobogan Kab.80 28.10 10.782.Kudus Kab.10 35. 13. Kebumen Kab.30 20.347.538.20J 6.954. Blora Kab.20 19.90 48. Tangerang 182 Kota Cilegon 183 Kota Tangerang 184 Kota Serang 9.907.40 23.422.80 32.80 10.552.234.474.50 131.90 58.40 43.20 68.991.106. Pali Kab.850.744.30 3.404.60 46.20 30.326.454.711.017.40 i 12.363.80 5.534.50 34.200.518.840.711. Cilacap Kab.10 27.495.40 70.433. Pekalongan Kab.10 185 Kola Tangerang Serang XIV Provinsi Jawa Tengah 186 Kab. Kab.866.50 33.301.00 21.20 28.40 24.60 14.259.50 4.10 9.80 52.045.20j 18.837.20 34.630.871.209. Banyumas 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 Kab.552. Kendal Kab. Bogar Kab.614.129.045.906.10 54.60 27.770.470.50 35.80 60.70 40.00 38.144.756.776.70 4.80 24.30 i 53.60 21.056.749.10 9.20 33.898. Bandung Kab.10 32.20 i i ~ 27.70 19.10 32. Kab.516.455.397.953.50 8.40 36.569.50 43.60 i 16.20 22.ooJ 6.038.00 20.20 19.00 12. Bekasi Kab.80 211.053.60 37.70 11.40 30.360.30 31.182.896.60 22.70 4.513.320.916.30 15. Pemalang 4 .Pendidikan NO XI XII DAERAH Provinsi DKI Jakarta Provinsi Jawa Barat Kab.90 32.561.313. Ciamis Kab. Demak Kab.665.70 39.390.331.40 54.760.70 40.00 46.60 97.145.689. Sumedang Kab. Brebes Kab.90 18.981.888.40 16.111.40 109.70 36.80 7.719.30 22.50 14.435.60 12.435. Kab.60 13.751. Bandung Baral Provinsi Banten 178 Kab.817.615.191.40 101.80 I 17.60 56.685.10 53.40 i 12.373. Kab.051.835.40 4.364.10 56.750.00 .150.798.123.70 25.913.422.295.60 10.497.40 39. Pandeglang 180 Kab.90 77.075.80 18.50 68.90 26.

029.835.282.453. Trenggalek Kab.005.50 13.40 3.50 27.544.40 7.506.60 35.70 9.078.40 8. Kediri Kab.187.20 18.00 17.280040 32. Gresik Kab.983.20 18.874.264.349.50 11.655.70 27.30 9.515.50 30.90 28. Lamongan Kab.70 33.423.032.50 29.20 12.889.302.385.763. Kab.037.10 26.10 9.293.331.282.10 12.Pendidikan NO DAERAH Kab.40 10.530.813.946.80 35.80 16.540.50 17.40 28.174. Purbalingga Purworejo Rembang Semarang Sragen Sukoharjo Tegal Temanggung Wonogiri TOTAL (Rp) AlokasiSO (Rp) Alokasi SMP (Rp) I 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 XV 221 222 223 224 225 XVI 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 .089.168.90 i 6.282.963.30 40. Tulungagung Kota Kola Kota Kota Blitar Kediri Madiun Malang 24.10 22.30 3.692.898.90 36. Sleman Kota Yogyakarta Provlnsi Jawa Timur Kab.599.00 33.212.670.50 30.60 28.784.90 24. Pamekasan Kab.079.233. Banyuwangi Kab.845.50 19.786.50 6.80 27.614.403.897.40 I 9.153.30 35.60 22.00 11. Bantul Kab.20.532.20 11.672.20 23.60 31.547.20 28. Pacitan Kab.130.964.223.70 23.50 8.50 14.90 51. Gunung Kidul Kab.494. Jember Kab.10 33.10 7.80 1.464.176.70 9.60 i 6.90 10.30 11.80 12.357.10 34. Kab. Probolinggo Kab.054.60 6.60 712.612.984.50 13.720.054.663.359.673.50 22.30 24.338.704.377. Kab.80 22.598.017.350.037.60 6.90 18. Magetan Kab. Wonosobo Kota Magelang Kota Pekalongan Kota Salatiga Kota Semarang Kota Surakarta Kota Tegal Provinsi 01 Yogyakarta Kab.80 33.089.10 6.30 4.586.90 30.607.625.671.00 18.90 23.00 173.00 44.652.995.20 36.90 39.289.169.128.70 64.886.80 12.00 : 4.10 3.20 11. Malang Kab.40 19.186.40J i I 3.40 9.097. Kab. Bangkalan Kab.90 14.10 8.545.163.90 36. Blitar Kab.315.726.115.40 25.615.50 19. Bojonegoro Kab.418.795.70 6.60 41.098.704. 6.30 109.50 51.00 27.60 50. Kab.80 325.799.10 19.60 9.70 38.50 11.490.40 13.90 30.386. Kab.20 12.395. Sidoa~o Kab.630.10 6.70 27.686.151.10 4.70 17.60 .40 6.50 29.218. Kab.474.70 25. Pasuruan Kab.633.213.976.50 7.40 28.40 11.315.338. Nganjuk Kab.624. 12.40 10.496.252.90 25.222. Mojokerto Kab.148.622.473.20 19.809.480.706.176.517. Madiun Kab.307.923.20 28.210.984.995.70 53.853.50 30.816.758.938.044.196.061.782.50 10.20 31. Ponorogo Kab.725.80 23.10 13.90 31.194.961. Ngawi Kab.151.80 15.90 25.60 21.60 24.781.20 3.90 11.40 10. Lumajang Kab.10 9. Sumenep Kab. Kulon Progo Kab.60 : 26.00 22.70 10. Kab.005.50 41. Silubondo Kab.393.80 13.041.218.80 11.027.143.118.356.10 16.40 5 .10 14. Jombang Kab.752. Tuban Kab.786.653.50 27.60 11.727.40 3.00 21.50 37.991.40 22. Kab.80 13.80 30.535.866.20 3.227.40 14. Bondowoso Kab.20 15. Sampang Kab.

700.334.794.70 i I : I i i I ' 10.269.80 21.80 17.965.50 3.061.568.50 6.008.568.70 18.819.20 10.151.536. Kubu Raya Kab.50 11.660.896.617.10 6.504.113.20 7.094.399.80 4.692.656. Banjar Kab. Sukamara Kab. Barito Selalan Kab. Balangan Kab.041.60 5.90 11.90 5.834. Kelapang Kab.477.603. Sintang Kota Pontianak Kota Singkawang Kab.013.848.20 8.100.510.30 9.138. Barito Ulara Kab.802. Barito Timur Kab.992.20 1. Melawi Kab.811.40 16.60 3.415.10 17.974.60 18.50 20.940.541. Kapuas Hulu Kab.641.30 12.20 8.082.60 25.819.836.60 72. Bengkayang Kab. Gunung Mas Kab.50 6.80 18.983.012.580.988.003.40 4.Kula!Kartanegara Kab.946.602.60 19.40 9.40 12.702.544.00 33.20 4.100.60 6.20 114.70 7.357.197. Tanah Bumbu Proyinsi Kalimantan Timur Kab.60 8.30 3.80 9.70 9. Bulungan Kab.978.232.343.295.60 24.90 10. XVIII Proyinsi Kalimantan Tengah 8.007.10 18.118. Lamandau Kab.60 14. Hulu Sungai Ulara Kab.382.20 6.396.863.90 13.60 32.40 6. Pulang Pisau Kab.695.20 20.062.875. Katingan Kab. Kulai Timur Kab.198.90 5.10 6.676.241.10 XIX Proyinsi Kalimantan Selatan I I I I 17.40 18.312.458.30 5.649.20 10.359.70 176.80 4.406.490.863.00 3.162.70 8.Pontianak Kab.60 5.345.614.00 7. Tap!n Kola Banjar Baru Kola Banjarmasin Kab.80 6.60 7.401.70 20.588.10 15.10 9.00 16.519. Seruyan Kab.188.10 11.30 10. Hulu Sunga! Tengah Kab.492.176. Landak Kab.472.550.474.475.960.60 39. Kolawaringin Bara! Kab.80 6.50 3.70 28.20 8.70 2.20 7.30 15.982.010.00 9.527. Malinau .00 5.667.50 8.50 10.40 6 .10 3.041.90 1.013.60 124.30 37.90 15.392. Tabalong Kab.502.185.00 2.047.864.70 16.401. Kayong Utara Kab. Berau Kab.343.10 2.90 3.10 156.785.80 24.00 20.Sanggau Kab.70 22.90 9.80 4.970.351.40 18.205.40 12.30 248.963.30 4.70 9.903.846.50 10.20 3.50 18.890.279.485.30 271. Kola Baru Kab.00 13.70 5.858.70 14.90 14.50 3.607.243.20 4.Kapuas Kab.00 14.051.70 10.526.558. Murung Raya Kab.597. Barito Kuala Kab.30 6.00 4. KOlawaringin Timur Kola Patangkaraya Kab.30 5.318.478.40 5.20 5.086.125. Tanah Laut Kab.70 4.80 4.555.659.650. Kula! Bara! Kab.761.136.959.962.416.693.30 7.40 44.20 9.511.80 11.20 26.450.00 6.80 5.40 3.20 79.10 8.960.70 16.20 19. Sambas Kab.507.842. Hulu Sungai Selatan Kab.413.690.00 11.790.861.210.90 6.840. Sekadau Kab.20 4.00 19.70 22.972.70 4.Pendidikan NO DAERAH Kola MOjokerto Kota Pasuruan Kota Probolinggo Kola Surabaya TOTAL (Rp) AlokasiSD (Rp) Alokasi SMP (Rp) Kota Batu XVII Proyinsi Kalimantan Barat 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 XX 305 306 307 308 309 310 Kab.698.30 12.80 20.80 8.10 4.00 32.

195.732.049.90 10.542. Sangihe Kola Biiung Kola Manado Kab.30 8.338.80 13.20 17.045.50 12.708.445.70 16.418.816.891.490.70 4.743. Barru Kab.126. Jeneponto 358 359 361 362 Kab.90 7.640.069.70 17.20 154.305.70 22.890.60 1.10 12.80 10.90 11.989.507.008.084.80 10.60 2.20 7.30 12.859.70 118.403.80 6.80 7.309. Bolaang Mangondow Timur Kab.494. Luwu Ulara Kab.90 14. Morowali Kab.786.786.677.00 9.00 6.777.675.915.90 10.50 8.90 12.10 33.50 15.123.70 7. Pasir Kola Balikpapan Kola Bonlang Kola Samarinda DAERAH TOTAL (Rp) Alokasi SO (Rp) Alokasi SMP (Rp) 11.20 22.938.90 123.70 9. Nunukan Kab.40 8.347.820. Toli-Toli 344 Kab.615.60 15.120.20 7.60 453.90 10.40 6. Bone Bolango 339 Kab.125.345.Luwu Kab.20 2.10 7.10 14. Minahasa Kab.645.50 11.50 8.80 7.406.00 11.760.744.60 13. Kep.989.60 30.90 12. Enrekang 356 Kab.10 11.598.561.40 4. Gowa 357 Kab.851.60 8.50 12.038.00 21.432.937.20 13.514.20 2. Banggai Kepulauan Kab.480.40 19.907. Tojo Una Una 350 Kab.20 5.537. Pinrang - 360 Kab.911.747.40 16.227.70 14.394.80 4.182.60 51.Pendidikan I NO 311 312 313 314 315 317 318 Kab.898.432.60 19.50 6.091.20 3.313.10 23.421.138.90 9.141.00 6.806.30 11.028.10 10.334.70 3.00 7.578.50 5.40 13. Donggala Kab.075.80 13.70 9.900.10 11.417. Tana Tidung Provinsi Sulawesi Utara Kab.824.990.409. Bolaang Mongondow Ulara Kab.20 27. Penajam Paser Uiara Kab.80 1. Minahasa Selalan Kola Tomohon Kab.196.50 17.60 13.332.20 5.682.461.50 8.385.Poso Kola Palu Kab.20 24.244.283.50 3. Minahasa Ulara Kola Kotamobagu Kab.30 8.314.579.742.70 11.087.656.252.90 I 316 IKola Tarakan Kab.60 7.70 5.30 171.20 17.221.279.160.189.566.00 17.716. Buol 343 Kab.368.70 5.10 20.071.508. Bone Kab.705.824.60 21.607.604.40 19.50 17.780.90 10.925.40 5. Bolaang Mongondow Kab.80 9.80 8.570.10 5.40 9.725.686.687.80 13.00 12.50 25.565.30 5.20 5.10 96.058. Pohuwato Kab.663.00 6.70 21.50 35. Bulukumba Kab.964.908.040.00 22.30 19.70 12.70 16.10 15.10 8.331.30 5.086.853. Mares 261.362.10 22.30 6.799.50 8.173.60 7.90 16.892.773.576.411.50 45.211.30 10.169.50 I 137.70 9. Minahasa Tenggara Kab.983.60 10.50 5. Bolaang Mangondow Sela. Sigi XXIV Provinsi Sulawesi Selatan ~Bantaeng 352 353 354 355 .764. Parigi Moutong 349 Kab.80 12.314.988.50 6.400. Goronlalo Utara XXIII IProvinsi Sulawesi Tengah ai Kab.142.00 7.30 281.222.694.142. Siau Tagulandang Biaro Kab.60 11.20 8.251. Kepulauan Talaud Kab.80 5.907.40 5.00 11.699.056.30 4.900.90 13.80 19.032.:an XXI 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 * 333 336 337 338 340 341 342 345 346 347 348 ~ XXII Provinsi Gorontalo Boalemo Goronialo Kola Goronialo Kab.00 7.255.270.601. Pangkajene Kepulauan Kab.456.60 7 .

60 34.729.533.00 4.Soppeng Kab.732.485. Bombana Kab.70 9.20 29.50 187.20 5.908.054.40 18.50 84.50 18.039.177.812. Majene Kab.016.20 10.933.60 7. Mamasa Kab.063.328.633.00 12.922. Bima Kab.30 30.009.70 8.70 16.70 14.854.50 6.70 9. 103.795.30 8.153.484.50 12.40 9. Kolaka Utara Kab.824. 31.00 7.252.490. Karangasem Kab.30 12.265.40 9.231.460.816.20 I @ 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 Kab. Selayar DAERAH TOTAL (Rp) Alokasi SO (Rp) Alokasi SMP (Rp) 364 Kab. Buton 10.70 4.90 ~ 2 141.20 25.20 9.20 10.30 5.274.730.858.50 7.823.20 20.50 9.823.60 6.268.688.20 11.049.044.150.453. 30.058.00 5.558.736. Badung Kab.10 12.007.590.20 6.40.619.786.522.90 10.782. Lombok Barat Kab.60 16.00 5.80.70 42. Bangli Kab.30 6.465.30 4.90 14.30 17.40 9713. Kolaka Kola Kendari Kola Bau-bau Kab.90 13.194.00 16.30 10.00 15.074.361.20 27.342.20 17.403.70 9.10 4. Buleleng Kab.778.60 7.375.581. Wajo Kota Pare-pare Kota Makassar Kola Palopo Kab.431.00 8 . Mamuju Kab.90.559.083. Sidenreng Rappang 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 Kab.516.742.40 8.120.377.10 34.618. Lombok Tengah 383 Kab. 6.00 16.747.50 12.500.163.30 4.946.894.232.00 21. Toraja Ulara Provinsi Sulawesi Barat Kab.449.078.462.Konawe Kab.877.587. Konawe Ulara Kab.274.50 227650.765.60 5.149.464.487.891.30 7.363.021.695. Klungkung Kab.70 16. Konawe Selalan Kab. Sinjai Kab.340.344.30 22. Muna XXVII Provinsi Bali 6.00 12.715.70 14. Takalar Kab.791.60 127.420.071.30 11.90 17.Dompu Kab.622.80 11.297.233.50 12.Pendidikan NO 363 Kab.70 4. Lombok Timur 406 Kab.393.384.50 10.120.882.90 5.00 63.867.50 11.599.90 9.00.522.80 78.00 12.519.90 17. 7.916. Mamuju Ulara XXV 375 376 377 378 379 ~proVinsi Sulawesi Tenggara 380 Kab.544.20 15.687. Polewali Mandar Kab. Buton Utara Kab.30 14.074.20 17.243.638. Jembrana Kab.80 19.582.00 17.80 6.90 14.50 28.30 10.70 5.286.30 19.00 8.90 100. Gianyar Kab.10 16.40 7.60 13.20 5.60 11.389.10 23.80 26.430.80 5.20 7.465.10 17.50 7.70 5.70 25.90 6. Tana Toraja Kab.851.495.538.60 10.40 21.10 405 Kab.50 5.20 9.10 3.804.90 12.90 48. Luwu Timur Kab.40 16.10 12.467.668.667.336.855.20 9.20 17.80 5.563.713.90 3.549. Sumbawa 407 Kola Mataram 2 32.855. Tabanan Kola Denpasar usa Tenggara Barat Kab.251. Wakatobi Kab.904.616.305.

50 22.20 6.90 6.70 5.214.10 174. 11.00 10.20 14.545.30 12.674.417.40 2.20 8.522.30 11.846.80 3.513.70 6.80 7.80 3.10 I 13. Timor Tengah Utara Kota Kupang iKab.555.213.397.409. Merauke ~KabMimik' Kab.501. Sabu Raijua XXX Provinsi Maluku 432 Kab.70 7.349. Kepulauan Aru 440 Kola Tual 441 Kab. Jayawijaya 455 Kab. 14.359. Maluku Barat Daya 442 Kab.881. 8.20 12.30 6.761.80 83.126.904.00 11.80 2.139.00 4. Nagekeo Kab.349.70 17.50 4.811.20 3.90 15.40 3. Sumbawa Bara! Kab.20 B.30 10. Puncak Jaya Pendidikan TOTAL Alokasi5D (Rp) Alokasi 5MP (Rp) (Rp) 11.60 93.838.307.60 309.90 10.513.069.20 6.985.30 13.50 8.868.710.463.867.792.60 4.60 7.00 15.607. Halmahera Barat 445 Kota Temale 446 Kab.40 8.80 2.40 4.118.465.153. Paniai 459 Kab.052.861.418.951.415.60 5.662. Sumba Tlmur Kab.829.80 9.570.287.003.60 4.841.211.Kupang Kab. Halmahera Utara 451 Kab.20 4.40 15.156.344.498.70 7. Nabire 458 Kab.70 5.692.012.514.20 7.10 3.50 18.40 6.682. Maluku Tenggara Bara! Kab.70 7.569.80 5.90 65.509.30 7.659.00 9.935.709.90 7. Maluku Tengah Kab.822.30 417. Sumba Baral Kab.50 3.184. Sikka Kab.30 6.639.60 8. Pulau Buru 4 Ambon 437 Kab.80 16.951.10 6.20 11.455.80 10. Flores Timur Kab.90 10.40 16.Ende Kab.40 4.397. Seram Bagian Bara! 438 Kab.104.90 10.359~ 13.852. Pulau Morotal XXXII Provins.838.662.496.739.791.00 4.856.918.271.50 21.60 7.20 7.071.00 19.979.866. Papua 452 Kab.434.30 2.851.488. Timor Tengah Selatan Kab.40 15.284.005.30 6.100.382.20 I 21'~ B.461.20 243. Halmahera Tengah 444 Kab.884.90 16.657.735.687.50 9.138.003.50 26.80 10.50 6. Jayapura 454 Kab.7~.90 6.305. Buru Selatan i XXXI Provinsi Maluku Utara 443 Kab.241.80 7.60 10.676.214.959.383.647~ 14.645.50 6.961.10 7.60 5.754.133.411.80 18. Maluku Tenggara 435 Kab.40 10.30 155.40 61.10 15.369.50 5.461. Manggarai Kab.NO DAERAH Kota Bima Kab.432.50 5.743.60 6. 9.20 2.991.905.20 15.80 4.50 2.268.107.70 8. 6.'8m I I 9 .058.80 13. Seram Bagian Tlmur 439 Kab.683.50 6.70 6.10 7.654.00 5.10 95.796. Halmahera Timur 447 Kota Tidore Kepulauan 448 Kab.00 7.874.994.067.333.359.119.316.20 10.868. Sumba Bara! Daya Kab.80 17. Kepulauan Sula 449 Kab.Ngada Kab.20 15.60 5.484.549.50 6.3ZZ.443.80 2.20 214.50 9.374.30 5.40 6.255. 10.611.841.80 2.10 10.551.60 12.40 12.641.891.10 15.141.90 8. Halmahera Selatan 450 Kab.953.050.00 5.10 18. Biak Numfor ~Kab. Sumba Tengah ~ XXIX 411 412 413 414 415 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 * ~! Manggarai Timur 4 .345. lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur Kab.70 1.797.60 9.447.355.426.253.118.558.30 18.30 9. Belu Kab.90 6.395.90 3. 2.30 6.058.491.40 3. A10r Kab. Manggarai Baral Kab.80 7.529.20 7.40 9.00 7.690.10 15.774.90 9.066.90 5.70 11.794. Rote Ndao Kab.052. Lembata Kab.20 10.474.50 12.80 25.90 12.00 10.068.

60 5.40 18.30 65.00 6.433.320.010.70 2.882.•M.311.253. S.30 3. A.60 10.340. Mamberamo Raya Kab.80 4.026.•DFM NIP 196108281987031003 f9.70 2.074.60 3. Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Pendidikan Nasional. Maybrat Kab.80 8.874.10 28.479.130.747.20 9.310.50 7.60 15.664.60 7.549.532.641.60 14.477.040. Kepulauan Yapen 461 Kota Jayapura 469 470 471 472 473 474 475 Kab.733. Supiori Kab.182.254.535.958.911.214.228. 10 .156.394.70 11.867. 7. Tambrauw TOTAL NASIONAL (Rp) 12.013.605.595.70 6.30 14.436.00 25.499.70 8.70 14.419.90 13.933.653.362.00 4.30 3.330.954.30 5.60 2.90 4. r.431.972.60 15.00 19.60 5. 5.032.10 11.10 10.076.90 4.H.70 5.30 2.10 3. Kaimana Kab.40 5.794.870. Waropen Kab.70 11.90 6.H .40 14.70 8.465. Pangerang Moenta.50 4. TTD.447.00 12.730.90 7.620.50 9.588.30 3.30 9.30 9.485.045.163 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL.403.60 92.235. Teluk Wondama Kab.982.929. Teluk Bintuni 488 489 490 491 Kab.30 7.355.90 4. 1.60 4.149.859.10 29.099.073.70 2.Pendidikan NO DAERAH TOTAL R AlokasiSD (Rp) Alokasi SMP (Rp) 460 Kab.334.60 5.20 7.00 7.465. Yalimo Kab.10 8.80 5.581.122.747.20 11.773.907.769.966. MOHAMMAD NUH Salinan sesuai dengan aslinya.50 3.50 6.60 13.793.70 7.60 7.20 7.60 1.90 6.00 13. Membramo Tengah Kab.804.471.952.10 32.50 7.965.815.182.10 18.50 2.40 7. Lanny Jaya a Kab.40 2.394.40 6.547.430.233. Asmat Kab.50 12.176.760.90 7.70 6.388.70 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful