LAPORAN OBSERVASI TAMAN KANAK-KANAK CERIA MATAKULIAH PENGELOLAAN KELAS

Nama

: Sarah Saskia

No. Registrasi : 1215086037 Kurikulum dan Teknologi Pendidikan/Non-Reguler/2008

A. IDENTITAS INSTITUSI PENDIDIKAN YANG DIOBSERVASI Nama Institusi Alamat Institusi : Taman Kanak-Kanak Ceria : Gedung Daksinapati lantai 1, Kampus A Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur Kelas yang diobservasi : Kelas Bahagia (rentang usia antara 5-6 tahun) Guru yang mengajar : 2 orang mahasiswi semester 5 Pendidikan Anak Usia Dini (Putri dan Wike) Jumlah anak yang hadir ketika observasi : 4 orang anak (3 laki-laki,1 perempuan) Waktu observasi : Kamis,2 September 2010, dari pukul 14:00 sampai 16:00 WIB

B. KEGIATAN YANG DILAKUKAN DI DALAM KELAS Pukul 14:00 sampai 14:20 Proses pembelajaran di TK ini dimulai pada pukul 14:00 WIB. Namun,sebelum jam pelajaran di mulai, ternyata sudah ada beberapa anak yang telah hadir dan bermain di dalam kelas bersama Ibunya. Ketika jam menunjukkan tepat pukul 14:00 WIB, guru memasuki kelas dan mulai mengkondisikan kelas untuk memulai pembelajaran. Yang pertama kali memasuki kelas adalah Ibu Putri. Anak-anak yang berada di dalam kelas baru berjumlah tiga orang anak(2 laki-laki dan 1 orang perempuan). Mereka terlihat begitu asyik bermain bersama. Karena waktu

Ibu Putri pun mengajak anak-anak tersebut berbicara dan melakukan negoisasi waktu. dua yang lain memilih untuk menggambar di bagian kelas yang lain. Metode yang digunakan dalam menguasai kelas di taman kanak-kanak memang harus berdasarkan permainan dan suasana yang menyenangkan.mereka mulai mengambil untuk bermain bersama anak-anak yang lain. Tidak kekurangan akal. Agar tidak terjadi perkelahian.setelah itu mereka pun siap untuk belajar.karena masih begitu dini dan memiliki tingkat egositas yang tinggi. karena di usia kanak-kanak. dan dua orang lainnya sedang berebut buku bacaan. dua orang anak pun masuk dan ikut bergabung di kelas. Tidak lama kemudian. satu orang guru lainnya. Dengan sedikit berargumentasi. karena apabila dibiarkan terus bermain.belajar sudah dimulai. maka pembelajaran di kelas tidak dapat dimulai. Hanya satu orang anak yang tertarikuntuk bermain adu cepat membereskan mainan dengan Ibu Putri. Karena anak-anak masih ingin bermain dan melakukan hal yang mereka sukai.akhirnya anak-anak tersebut setuju untuk bermain selama 15 menit. Ia mengajak anak-anak tersebut bermain adu cepat dalam membereskan mainan. Namun. Ibu Putri mengambil buku yang sedang direbut dan membacakan cerita yang ada di dalam buku kepada anak-anak yang berebut buku tadi. yakni Ibu Wike pun datang dan menemani anak yang sedang asyik menggambar sambil menanyakan apa yang sedang digambarnya.seorang anak sedang dalam tahap mengeksplorasi diri dan lingkungannya. Ibu Putri pun mengajak anak-anak yang masih asyik dengan mainannya untuk merapikan mainan yang tercecer di lantai. Di waktu 15 menit tersebut. maka Ibu Putri harus menyiapkan anak-anak tersebut untuk siap menerima pelajaran. satu orang anak asyik menggambar. anak-anak tersebut masih terus bermain walaupun telah diminta untuk fokus berada di lingkaran dan memulai bersiap-siap untuk belajar. Guru-guru yang berasal dari kelas yang berbeda pun masuk dan menemani anak-anak tersebut bermain dan kemudian membujuk anak-anak . Selang beberapa waktu.

Pukul 14:20 sampai 15:00 . Dalam memulai pembelajaran di taman kanak-kanak. Yang terpenting adalah. Mereka harus diberikan kesempatan untuk bereksplorasi dan mengembangkan minat serta bakatnya. guru di kelas dapat memasukkan muatan-muatan pembelajaran ketika anak sedang bermain serta terus mendampingi anak-anak tersebut tanpa harus membatasi ruang gerak mereka. Walaupun anak-anak tersebut agak keberatan dan terus ingin bermain di kelas Bahagia. guru dituntut untuk kreatif dalam menguasai kelas. dengan bujukkan guru-gurunya mereka pun setuju untuk bermain di ruang kelasnya sendiri. Karena anak-anak usia pra-sekolah tidak dapat dipaksakan untuk duduk diam dan mendengarkan guru.yang bukan berasal dari kelas Bahagia untuk bermain di dalam kelasnya sendiri.