PERATURAN BERSAMA MENTERI KESEHATAN DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 1110/MENKES/PB/XII/2008 NOMOR

25 TAHUN 2008

TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL BIDAN DAN ANGKA KREDITNYA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA,

Menimbang :

a. bahwa dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 01/PER/M.PAN/1/2008 telah di tetapkan Jabatan Fungsional Bidan dan Angka Kreditnya; b. bahwa untuk tertib administrasi dalam pelaksanaannya, dipandang perlu menetapkan Peraturan Bersama Menteri Kesehatan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Bidan dan Angka Kreditnya;

Mengingat

:

1. Undang - Undang

Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-

pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); 2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3495); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966 tentang

Pemberhentian/Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1966 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2797); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang

Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 11, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3098), sebagaimana telah sepuluh kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 25); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1980 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3176);

2

6. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3637); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4015), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4332); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 195, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4016), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4192); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah

3

Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan.Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 01/PER/M. 13. 15. 4 . Fungsi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193). Pemindahan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263). Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 14. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2005. 16. 12. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 198. Fungsi. Tugas. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4019). Kewenangan. dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Tugas. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 11.PAN/1/2007 tentang Jabatan Fungsional Bidan dan Angka Kreditnya.

bayi baru lahir.MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN BERSAMA MENTERI KESEHATAN DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL BIDAN DAN ANGKA KREDITNYA. Bidan tingkat terampil adalah Bidan dengan kualifikasi teknis atau penunjang profesional yang pelaksanaan tugas dan fungsinya mensyaratkan penguasaan pengetahuan teknis di bidang kebidanan. Pelayanan kebidanan adalah pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu dalam kurun waktu masa reproduksi. bayi dan balita. Bidan adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Bersama ini yang dimaksud dengan: 1. 5 . dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan kebidanan pada sarana pelayanan kebidanan. Bidan tingkat ahli adalah Bidan dengan dan kualifikasi fungsinya profesional yang pelaksanaan tugas mensyaratkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kebidanan. tanggung jawab. 2. 3. wewenang. 4.

6. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Kepresidenan. Klinik Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). 6 . Puskesmas Pembantu. 11. Pemberhentian adalah pemberhentian dari jabatan Bidan bukan pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil. Puskesmas. 10. yaitu Rumah Sakit. Pimpinan Lembaga Harian Pemerintah Badan Non Departemen. 7. Sarana pelayanan kebidanan adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan pelayanan kebidanan. Kepala Pelaksana Narkotika Kesekretariatan Lembaga lain yang dipimpin oleh pejabat struktural eselon I dan bukan merupakan bagian dari Departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat adalah Menteri. Rumah Bersalin. 9.5. Jaksa Agung. Pondok Bersalin Desa (Polindes) dan/atau unit pelayanan kesehatan lainnnya. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota adalah Bupati/Walikota. Angka kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh seorang Bidan dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya. Nasional serta Pimpinan Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tinggi Negara. 8. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Provinsi adalah Gubernur. Tim penilai angka kredit adalah tim penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Bidan.

sebagai berikut: a. (3) Usul penetapan angka kredit Bidan dibuat menurut contoh formulir. dibuat menurut contoh formulir sebagaimana tersebut dalam Lampiran IV Peraturan Bersama ini. (4) Setiap usul penetapan angka kredit Bidan harus dilampiri dengan: a. surat pernyataan melakukan kegiatan pelayanan kebidanan. (2) Pejabat yang berwenang mengusulkan penetapan angka kredit Bidan menyampaikan usul penetapan angka kredit kepada pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. dibuat menurut contoh formulir sebagaimana tersebut dalam Lampiran III Peraturan Bersama ini. 7 . lampiran II-A sampai dengan Lampiran II-C untuk Bidan tingkat ahli. b.BAB II USUL PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 2 (1) Bahan penilaian angka kredit Bidan disampaikan pimpinan unit kerja paling rendah pejabat struktural eselon IV yang bertanggung jawab di bidang kepegawaian setelah diketahui oleh atasan langsung pejabat fungsional yang bersangkutan kepada pejabat yang berwenang mengusulkan penetapan angka kredit. surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi. dan b. lampiran I-A sampai dengan Lampiran I-D untuk Bidan tingkat terampil.

ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. dan d. Pasal 3 (1) Setiap usul penetapan angka kredit Bidan harus dinilai secara seksama oleh Tim Penilai berdasarkan rincian kegiatan dan nilai angka kredit sebagaimana tersebut dalam Lampiran I atau Lampiran II Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 01/PER/M. (2) Hasil penilaian Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit untuk ditetapkan angka kreditnya. dibuat menurut contoh formulir sebagaimana tersebut dalam Lampiran V Peraturan Bersama ini. Pasal 4 (1) Penetapan angka kredit Bidan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2).c. surat pernyataan melakukan kegiatan penunjang tugas Bidan.PAN/1/2008. dibuat menurut contoh formulir sebagaimana Bersama ini. surat pernyataan telah mengikuti pendidikan dan pelatihan. dan tembusan disampaikan kepada: 8 tersebut dalam Lampiran VII Peraturan . (5) Surat pernyataan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) harus disertai dengan bukti fisik. (2) Asli Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara/Kepala Kantor Regional BKN. dibuat menurut contoh formulir sebagaimana tersebut dalam Lampiran VI Peraturan Bersama ini.

untuk kenaikan pangkat periode April. dengan 9 . Kepala Biro/Badan Kepegawaian Daerah/Bagian Kepegawaian instansi yang bersangkutan. (4) Penilaian dan penetapan angka kredit ketentuan sebagai berikut: a. setiap Bidan wajib mencatat dan menginventarisir semua kegiatan yang dilakukan. Bidan yang bersangkutan. c. angka kredit ditetapkan paling lambat pada bulan Januari tahun yang bersangkutan. untuk kenaikan pangkat periode Oktober. Sekretaris Tim Penilai Bidan yang bersangkutan.a. dan b. terhadap Bidan dilakukan paling kurang 2 (dua) kali dalam setahun. b. Pasal 5 (1) Untuk kelancaran penilaian dan penetapan angka kredit. dan d. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit terhadap setiap Bidan dilakukan paling kurang 1 (satu) kali dalam setahun. Pejabat lain yang dipandang perlu. angka kredit ditetapkan paling lambat pada bulan Juli tahun yang bersangkutan. (2) Hasil penilaian kegiatan dalam bentuk daftar usul penetapan angka kredit wajib diusulkan paling kurang 1 (satu) kali dalam setahun.

Pasal 7 Apabila pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 berhalangan sehingga tidak dapat menetapkan angka kredit sampai batas waktu yang ditentukan dalam Pasal 5 ayat (2). 10 . angka kredit dapat ditetapkan oleh pejabat lain satu tingkat dibawahnya yang secara fungsional bertanggung jawab di bidang pelayanan kebidanan setelah mendapatkan delegasi atau kuasa dari pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit atau atasan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit.PAN/1/ Kepegawaian Negara. spesimen tanda tangan pejabat yang menggantikan tetap harus dibuat dan disampaikan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara/Kepala Kantor Regional Badan Kepegawaian Negara yang bersangkutan.Pasal 6 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat mendelegasikan atau memberikan kuasa kepada pejabat lain untuk menetapkan angka kredit sebagaimana dimaksud dalam 2008. (3) Apabila terdapat pergantian pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. (2) Pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam rangka pengendalian angka kredit dan dan tertib administrasi kepada harus membuat Badan Badan spesimen tanda tangan pejabat yang berwenang menetapkan disampaikan Kepala Regional Kepegawaian Negara/Kepala Kantor Pasal 19 ayat (1) Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 01/PER/M.

dan c. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. maka Ketua Tim Penilai mengusulkan penggantian anggota Tim Penilai secara definitif sesuai masa kerja yang tersisa kepada pejabat yang berwenang menetapkan Tim Penilai. dapat aktif melakukan penilaian. (5) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang turut dinilai. (4) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang pensiun atau berhalangan paling singkat 6 (enam) bulan. (3) Anggota Tim Penilai yang telah menjabat dalam 2 (dua) kali masa jabatan secara berturut-turut sebagaimana dimaksud pada ayat (2).BAB III TIM PENILAI Pasal 8 (1) Syarat untuk menjadi Anggota Tim Penilai adalah sebagai berikut: a. unsur teknis. b. maka Ketua Tim Penilai dapat mengangkat anggota Tim Penilai Pengganti. memiliki keahlian serta mampu menilai prestasi kerja Bidan. (6) Susunan anggota Tim Penilai terdiri dari unsur kepegawaian. (2) Masa jabatan Anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah 3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya. dan pejabat fungsional Bidan dengan ketentuan sebagai berikut: 11 . menduduki jabatan/pangkat paling rendah sama dengan jabatan/pangkat Bidan yang dinilai.

seorang wakil ketua merangkap. seorang ketua merangkap anggota dari unsur teknis. paling kurang 2 (dua) orang Bidan. membantu Direktur yang membina pelayanan kebidanan Departemen Kesehatan dalam menetapkan angka kredit Bidan Madya yang bekerja pada sarana pelayanan kesehatan di lingkungan Departemen Kesehatan dan instansi lain. dan b. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Direktur yang membina pelayanan kebidanan Departemen Kesehatan yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a.a. (8) Dalam hal komposisi jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (6) tidak dapat dipenuhi. Pasal 9 (1) Tugas Tim Penilai Departemen adalah: a. 12 . (7) Anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf d. paling kurang 4 (empat) orang anggota. c. dan d. seorang sekretaris merangkap anggota anggota dari unsur kepegawaian. b. (8) Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai dalam melakukan penilaian ditetapkan oleh Menteri Kesehatan selaku pimpinan instansi pembina jabatan fungsional Bidan. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari pejabat lain yang mempunyai kompetensi dalam penilaian prestasi kerja Bidan.

dan b. membantu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dalam menetapkan angka kredit Bidan Pelaksana Pemula sampai dengan Bidan Penyelia dan Bidan Pertama sampai berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud 13 . membantu pimpinan unit kerja pelayanan kebidanan pada sarana pelayanan kesehatan di lingkungan Departemen Kesehatan (paling rendah eselon II) dalam menetapkan angka kredit Bidan Pelaksana Pemula sampai dengan Bidan Penyelia dan Bidan Pertama sampai dengan Bidan Muda pangkat yang bekerja pada sarana pelayanan kebidanan di lingkungan Departemen Kesehatan. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi yang huruf a. dan b. membantu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dalam yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud menetapkan angka kredit kredit Bidan Pelaksana Pemula sampai dengan Bidan Penyelia dan Bidan Pertama sampai dengan Bidan Muda yang bekerja pada sarana pelayanan kebidanan di lingkungan provinsi. (3) Tugas pokok Tim Penilai Provinsi adalah: a. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Pimpinan Unit Kerja pelayanan kebidanan pada sarana pelayanan kesehatan di lingkungan Departemen Kesehatan (paling rendah eselon II) huruf a.(2) Tugas Tim Penilai Unit Kerja adalah: a. (4) Tugas pokok Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah: a.

masing. membantu pimpinan unit kerja instansi pusat di luar Departemen Kesehatan dalam menetapkan angka kredit Bidan Pelaksana Pemula sampai dengan Bidan Penyelia dan Bidan Pertama sampai dengan Bidan masing . melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh pimpinan unit kerja instansi pusat di luar Depertemen Kesehatan yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a. penilaian angka kredit Bidan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupaten/Kota lain terdekat atau Tim Penilai Provinsi yang bersangkutan atau Tim Penilai Departemen. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kesehatan dengan Kabupaten/Kota angka yang kredit berhubungan penetapan sebagaimana dimaksud huruf a. penilaian angka kredit Bidan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Departemen. (8) Dalam hal Tim Penilai Kabupaten/Kota belum terbentuk. (5) Tugas pokok Tim Penilai Instansi adalah: a.dengan Bidan Muda yang bekerja pada sarana pelayanan kebidanan di lingkungan kabupaten/kota. Muda yang bekerja pada sarana pelayanan kebidanan di lingkungan 14 . (6) Dalam hal Tim Penilai Instansi belum terbentuk. dan b. dan b. penilaian angka kredit Bidan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Provinsi lain terdekat atau Tim Penilai Departemen. (7) Dalam hal Tim Penilai Provinsi belum terbentuk.

(2) Sekretariat Tim Penilai dibentuk dan ditetapkan dengan keputusan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. (2) Tugas pokok Tim Penilai Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan memerlukan keahlian tertentu.Pasal 10 (1) Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya. Pasal 11 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli. (3) Tim Penilai Teknis menerima tugas dan bertanggung jawab kepada Ketua Tim Penilai. dibentuk Sekretariat Tim Penilai yang dipimpin oleh seorang Sekretaris yang secara fungsional dijabat oleh pejabat di bidang kepegawaian. baik yang berkedudukan sebagai Pegawai Negeri Sipil atau bukan Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai kemampuan teknis yang diperlukan. 15 .

c. paling singkat telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. telah mengikuti dan lulus diklat fungsional sesuai dengan jenjang jabatan. (2) Kenaikan jabatan dari jenjang Bidan Pelaksana Pemula untuk menjadi jenjang Bidan Pelaksana sampai dengan jenjang Bidan Penyelia dan dari jenjang Bidan Pertama untuk menjadi jenjang Bidan Muda dan jenjang Bidan Muda untuk menjadi jenjang Bidan Madya ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian instansi masing–masing. b. Pasal 13 (1) Kenaikan jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12.BAB IV KENAIKAN JABATAN/PANGKAT Pasal 12 Penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1). digunakan sebagai dasar untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan dan/atau pangkat Bidan sesuai peraturan perundang-undangan. 16 . dapat dipertimbangkan apabila: a. memenuhi angka kredit kumulatif yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. dan d. setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.

Bidan Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda golongan ruang III/b sampai dengan Bidan Madya pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b. Bidan Pelaksana Pemula pangkat Pengatur Muda golongan ruang II/a untuk menjadi Pengatur Muda Tingkat I golongan ruang II/b sampai dengan Bidan Penyelia pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d. dapat dipertimbangkan. dan b. b. apabila: a. (3) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat yang menduduki jabatan: a. ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan teknis Kepala 17 . setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) paling rendah bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir (2) Kenaikan pangkat bagi Bidan Madya pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b menjadi Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c ditetapkan oleh Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis dari Kepala Badan Kepegawaian Negara.Pasal 14 (1) Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. dan c. memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. paling singkat telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir.

Bidan Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I golongan ruang III/b sampai dengan Bidan Madya pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b. ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Provinsi yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan teknis Kepala Kantor Regional Badan Kepegawaian Negara yang bersangkutan. Bidan Pelaksana Pemula pangkat Pengatur Muda golongan ruang II/a untuk menjadi Pengatur Muda Tingkat I golongan ruang II/b sampai dengan Bidan Penyelia pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d. dan b. (6) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten/ Kota yang menduduki jabatan Bidan Muda pangkat Penata Tingkat I golongan III/d untuk menjadi Bidan Madya pangkat 18 .Badan Kepegawaian Negara /Kepala Kantor Regional Badan Kepegawaian Negara. (5) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan Bidan Pelaksana Pemula pangkat Pengatur Muda golongan ruang II/a untuk menjadi Pengatur Muda Tingkat I golongan ruang II/b sampai dengan Bidan Penyelia pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d ditetapkan oleh Pejabat Kantor Pembina Regional Kepegawaian Badan Kabupaten/Kota Negara yang yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan teknis Kepala Kepegawaian bersangkutan. (4) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi yang menduduki jabatan: a.

pangkat Penata Tingkat I. setiap tahun sejak menduduki pangkatnya wajib mengumpulkan angka kredit dari kegiatan tugas pokok paling rendah 10 (sepuluh) angka kredit. Pasal 16 (1) Bidan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi pada tahun pertama dalam masa pangkat yang didudukinya. 19 .Pembina. (2) Bidan Penyelia. golongan ruang IV/a sampai dengan Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b ditetapkan oleh Gubernur yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan teknis Kepala Kantor Regional Badan Kepegawaian Negara yang bersangkutan. golongan ruang III/d. pada tahun berikutnya wajib mengumpulkan angka kredit paling rendah 20 % (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi yang berasal dari kegiatan tugas pokok. kelebihan angka kredit dapat diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat berikutnya. Pasal 15 (1) Kenaikan pangkat bagi Bidan dalam jenjang jabatan yang lebih tinggi dapat dipertimbangkan jika kenaikan jabatannya telah ditetapkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (2) Bidan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi.

apabila: dalam jabatan a. setiap tahun sejak menduduki pangkatnya wajib mengumpulkan angka kredit dari kegiatan tugas pokok paling rendah 20 (dua puluh) angka kredit. dengan tidak memperhitungkan angka kredit dari unsur penunjang. (4) Bidan Madya pangkat Pembina golongan ruang IV/a untuk menjadi pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b dan pangkat Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c. pangkat Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c. angka kredit kumulatif yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat paling kurang 12 (dua belas) harus berasal dari unsur pengembangan profesi. 20 . dan c.(3) Bidan Madya. Pasal 17 (1) Bidan Terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/Diploma IV Kebidanan dapat diangkat Bidan Ahli. dan Pengembangan Profesi ditambah angka kredit ijazah Bidan ahli. paling singkat telah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir. b. memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jenjang jabatan/pangkat yang didudukinya. Tugas Pokok. setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksana Pekerjaan (DP3) paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. (2) Bidan terampil yang akan beralih menjadi Bidan ahli diberikan angka kredit 65% (enam puluh lima persen) dari angka kredit kumulatif Diklat.

setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanan Pekerjaan (DP3) paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. berijazah paling rendah Sarjana (S1)/Diploma IV Kebidanan. dan 3. PEMBEBASAN SEMENTARA DAN PEMBERHENTIAN DALAM DAN DARI JABATAN Bagian Pertama Pengangkatan Dalam Jabatan Pasal 18 (1) Pegawai Negeri Sipil yang diangkat pertama kali dalam jabatan Bidan harus memenuhi syarat sebagai berikut: a. Bidan ahli harus memenuhi syarat: 1.BAB V PENGANGKATAN. 21 . dan 3. pangkat paling rendah Pengatur Muda. pangkat paling rendah Penata Muda. 2. golongan ruang II/a. Bidan terampil harus memenuhi syarat: 1. berijazah paling rendah Sekolah Bidan/Diploma I Kebidanan. setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanan Pekerjaan (DP3) paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. golongan ruang III/a. 2. b.

(2) Pengangkatan pertama kali sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pengangkatan untuk mengisi lowongan formasi jabatan Bidan melalui pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil. Pasal 19 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Bidan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut: a. (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimilikinya. memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) atau ayat (2) dan Pasal 28 Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 01/PER/M. (3) Surat Keputusan pengangkatan pertama kali dalam jabatan Bidan dibuat menurut contoh formulir sebagaimana tersebut dalam Lampiran VIII Peraturan Bersama ini. usia paling tinggi 50 (lima puluh) tahun. b. setiap unsur penilaian prestasi kerja dan pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. dan jenjang jabatan Bidan ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang diperoleh setelah melalui penilaian dan penetapan angka 22 . c. dan d. memiliki pengalaman dalam pelayanan kebidanan paling singkat 2 (dua) tahun.PAN/1/2008.

Pasal 21 Di samping persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (1). Pasal 19 ayat (1). Pasal 20 Bagi Bidan yang karena perpindahan jabatan.kredit dari pejabat yang berwenang yang berasal dari unsur utama dan unsur penunjang. (3) Surat Keputusan pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Bidan dibuat menurut contoh formulir sebagaimana tersebut dalam Lampiran IX Peraturan Bersama ini. memiliki pangkat/golongan ruang yang lebih tinggi dari jabatan Bidan yang diperolehnya dapat mengajukan kenaikan jabatan satu tingkat lebih tinggi setelah 1 (satu) tahun dalam jabatannya dan memenuhi angka kredit kumulatif yang diperlukan untuk kenaikan jabatan. Bagian Kedua Pembebasan Sementara Pasal 22 (1) Bidan Pelaksana Pemula pangkat Pengatur Muda golongan ruang II/a sampai dengan Bidan Penyelia pangkat Penata golongan ruang III/c dan Bidan Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Bidan Madya pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b dibebaskan sementara dari jabatannya apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun: 23 . pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Bidan dilaksanakan sesuai formasi jabatan Bidan.

(4) Pembebasan sementara bagi Bidan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). apabila setiap tahun sejak diangkat dalam pangkatnya. tidak dapat mengumpulkan angka kredit paling kurang 10 (sepuluh) dari kegiatan tugas pokok. dan b. golongan ruang IV/c. dan ayat (3) didahului dengan Surat Peringatan paling lambat 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara dibuat menurut contoh formulir sebagaimana tersebut dalam Lampiran X Peraturan Bersama ini. sejak menduduki pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. (5) Bidan yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ayat (2). (3) Bidan Madya pangkat Pembina Utama Muda. (2) Bidan Penyelia pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya. ayat (2). dan ayat (3) selama pembebasan sementara tetap melaksanakan tugas pokoknya dari kegiatan tersebut ditetapkan angka kreditnya. dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit paling kurang 20 (dua puluh) dari kegiatan tugas pokok. 24 .a. terakhir hal tidak jabatan dapat yang mengumpulkan angka kredit untuk kenaikan jabatan setingkat dalam bersangkutan lebih rendah dari jabatan yang seharusnya setara dengan pangkat yang dimiliki. sejak menduduki lebih jabatan tinggi.

(8) Surat Keputusan pembebasan sementara dari jabatan Bidan dibuat menurut contoh formulir sebagaimana tersebut dalam Lampiran XI Peraturan Bersama ini. b. dan ayat (3) Bidan dibebaskan sementara dari jabatannya. tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. diangkat kembali dalam jabatan Bidan apabila telah memenuhi angka kredit yang ditentukan. 25 .(6) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa jenis hukuman disiplin penurunan pangkat. c. selama menjalani masa hukuman disiplin tetap melaksanakan tugas pokoknya dan tersebut dapat ditetapkan angka kreditnya. ditugaskan secara penuh di luar jabatan Bidan. kegiatan Bagian Ketiga Pengangkatan Kembali Pasal 23 (1) Bidan yang dibebaskan sementera karena tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. kecuali untuk persalinan keempat dan seterusnya. atau e. (7) Bidan yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf a. cuti di luar tanggungan negara. apabila: a. diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. ayat (2). d.

diangkat jabatan Bidan. (6) Bidan yang dibebaskan sementara karena tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. 26 .(2) Bidan yang dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. dapat diangkat kembali dalam jabatan Bidan apabila telah selesai melaksanakan tugas belajar. (4) Bidan yang dibebaskan sementara karena ditugaskan secara penuh di luar jabatan Bidan sesuai jabatan terakhir yang diduduki. (7) Pengangkatan kembali dalam jabatan Bidan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) dapat dilakukan apabila usia yang bersangkutan paling kurang 2 (dua) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun. (3) Bidan yang dibebaskan sementara karena diberhentikan sementara kembali sebagai dalam Pegawai Negeri Sipil berdasarkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966. dapat diangkat kembali dalam jabatan Bidan apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Bidan. dapat diangkat kembali dalam jabatan Bidan. (5) Bidan yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula. dapat diangkat kembali dalam jabatan Bidan. apabila masa berlakunya hukuman disiplin tersebut telah berakhir. apabila keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan.

Bagian Keempat Pemberhentian dari Jabatan Pasal 25 (1) Bidan diberhentikan dari jabatannya karena: a. dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (1). ayat (2). 27 . (2) Surat Keputusan pemberhentian dari jabatan Bidan dibuat menurut contoh formulir sebagaimana tersebut dalam Lampiran XII Peraturan Bersama ini. atau b. kecuali jenis hukuman disiplin tingkat berat berupa penurunan pangkat. dan ayat (3) tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan. Pasal 24 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat kembali dalam jabatan Bidan sebagaimana tersebut dalam Pasal 23. dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat.(8) Surat Keputusan pengangkatan kembali dalam jabatan Bidan dibuat menurut contoh formulir sebagaimana tersebut dalam Lampiran XIII Peraturan Bersama ini. jenjang jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki dan dapat ditambah angka kredit yang diperoleh selama tidak menduduki jabatan Bidan.

pangkat paling rendah Penata Muda.BAB VI PENYESUAIAN / INPASSING DALAM JABATAN DAN ANGKA KREDIT Pasal 26 (1) Pegawai Negeri Sipil yang pada saat ditetapkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 01/PER/ M. Bidan terampil harus memenuhi syarat: 1. 2. dan 3. berijazah paling rendah Sarjana (S1)/Diploma IV Kebidanan. b. dapat diangkat dalam jabatan Bidan melalui penyesuaian/inpassing dengan ketentuan sebagai berikut: a. 2. Bidan ahli harus memenuhi syarat: 1. golongan ruang III/a. setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanan Pekerjaan (DP3) paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. golongan ruang II/a. 28 .PAN/1/2008 telah dan masih melaksanakan tugas pelayanan kebidanan berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang. setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanan Pekerjaan (DP3) paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. dan 3. berijazah paling rendah Sekolah Bidan/Diploma I Kebidanan. pangkat paling rendah Pengatur Muda.

pangkat. b. dihitung 1 (satu) tahun. sebagaimana tersebut dalam Lampiran III Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 01/PER/M. kurang dari 1 (satu) tahun dihitung kurang 1 (satu) tahun. (4) Masa kerja dalam pangkat terakhir untuk penyesuaian/ inpassing Nomor sebagaimana dimaksud dalam Lampiran III Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara 01/PER/M. (5) Surat keputusan penyesuaian/inpassing dalam jabatan dan angka kredit Bidan.(2) Pegawai Negeri Sipil yang telah diangkat dalam jabatan fungsional Bidan berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 93/M. dan masa kerja dalam pangkat terakhir.PAN/1/2008 dihitung dan ditetapkan dalam pembulatan ke bawah. 1 (satu) tahun sampai dengan kurang dari 2 (dua) tahun. dihitung 3 (tiga) tahun. atau e.PAN/1/2008. dihitung 2 (dua) tahun. d. didasarkan pada pendidikan.PAN/ 01/2008 telah memiliki ijazah Sarjana (S1)/Diploma IV Kebidanan di inpassing dalam jabatan fungsional Bidan Ahli. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang mengangkat Bidan dibuat menurut contoh formulir 29 .PAN/11/2001 yang pada saat ditetapkan peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 01/PER/M. c. yaitu: a. 4 (empat) tahun atau lebih dihitung 4 (empat) tahun. 3 (tiga) tahun sampai dengan kurang dari 4 (empat) tahun. (3) Jenjang jabatan dan jumlah angka kredit penyesuaian/ inpassing sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 2 (dua) tahun sampai dengan kurang dari 3 (tiga) tahun.

yang bersangkutan terlebih dahulu dipertimbangkan kenaikan pangkatnya agar dalam penyesuaian/inpassing jabatan dan angka kredit telah digunakan pangkat yang terakhir. 30 . BAB VII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 28 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan Bidan tidak dapat menduduki jabatan rangkap. tersebut dalam Lampiran XIV Peraturan (6) Penyesuaian/inpassing dalam jabatan dan angka kredit Bidan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan setelah memperhitungkan formasi jabatan Bidan.sebagaimana Bersama ini. (2) Pegawai Negeri Sipil yang dalam masa penyesuaian/ inpassing telah dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya. Pasal 27 (1) Penyesuaian/inpassing dalam jabatan dan angka kredit Bidan di lingkungan instansi pusat dan daerah ditetapkan mulai tanggal 1 Januari 2009 dan harus sudah selesai ditetapkan paling lambat tanggal 31 Desember 2009 dengan ketentuan berlakunya surat keputusan penyesuaian/inpassing terhitung mulai tanggal 1 (satu) bulan berikutnya dari tanggal penetapan. baik dengan jabatan fungsional lainnya maupun dengan jabatan struktural. maka sebelum disesuaikan/diinpassing dalam jabatan dan angka kredit Bidan.

b. e. sosialisasi jabatan Bidan serta petunjuk pelaksanaannya.Pasal 29 Pegawai Negeri Sipil yang pada saat penyesuaian/inpassing telah memiliki pangkat tertinggi berdasarkan pendidikan terakhir yang dimiliki atau jabatan terakhir yang diduduki serta telah memiliki masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih dalam pangkat terakhir. pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Bidan. penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional Bidan. penetapan pedoman formasi jabatan Bidan. apabila telah mengumpulkan angka kredit paling kurang 10% (sepuluh persen) dari jumlah angka kredit untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi yang berasal dari kegiatan tugas pokok. antara lain melakukan: a. Departemen Kesehatan selaku Instansi Pembina. Departemen Kesehatan selaku Instansi Pembina Jabatan Bidan melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Bidan. penetapan standar kompetensi jabatan Bidan. d. 31 . (2) Untuk meningkatkan karier Bidan secara profesional sesuai kompetensi jabatan. c. pengusulan tunjangan jabatan Bidan. kenaikan pangkatnya setingkat lebih tinggi dapat dipertimbangkan mulai periode kenaikan pangkat berikutnya. Pasal 30 (1) Untuk menjamin adanya persamaan persepsi.

fasilitasi pelaksanaan jabatan Bidan.PAN/1/2008 tentang Jabatan Fungsional Bidan dan Angka Kreditnya sebagaimana tersebut dalam Lampiran XV Peraturan Bersama ini. fasilitasi pembentukan organisasi profesi dan penyusunan kode etik Bidan. dan j. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional Bidan dan penetapan sertifikasi. 32 . pengembangan sistem informasi jabatan Bidan.f. BAB VIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 31 Ketentuan teknis yang belum diatur dalam Peraturan Bersama ini akan diatur kemudian oleh Menteri Kesehatan dan Kepala BKN baik secara bersama-sama atau sendiri-sendiri sesuai dengan bidang tugas masing-masing. maka dilampirkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 01/PER/M. i. g. melakukan monitoring dan evaluasi jabatan Bidan. Pasal 32 Untuk mempermudah pelaksanaan Peraturan Bersama ini. h.

JP (K) 33 . Pasal 34 Peraturan Bersama ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 1 Desember 2008 KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA. SITI FADILAH SUPARI.Pasal 33 Dengan berlakunya Peraturan Bersama ini maka Keputusan Bersama Menteri Kesehatan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 1351/MENKES/SKB/XII/2001 dan Nomor 52 Tahun 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Bidan dan Angka Kreditnya dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. dr. MENTERI KESEHATAN. Sp. EDY TOPO ASHARI Dr.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful