P. 1
BAB I

BAB I

|Views: 879|Likes:
Published by sukariasa

More info:

Published by: sukariasa on Oct 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/26/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB I
  • PENDAHULUAN
  • 1.1 Latar Belakang
  • 1.2 Tujuan Program Pengalaman Lapangan Real (PPL-Real)
  • 1.3 Manfaat Program Pengalaman Lapangan Real (PPL-Real)
  • BAB II
  • GAMBARAN SINGKAT SMA NEGERI 2 BANJAR
  • 2.1 Gambaran Umum
  • 2.2 Struktur Organisasi Sekolah
  • 2.3 Lingkungan Fisik dan Lingkungan Sekolah
  • 2.3.1 Keadaan Fisik Sekolah
  • 3.1 Unsur Fisik dan Non Fisik Sekolah
  • 2.3.2 Keadaan Lingkungan Sekolah
  • 2.3.2.1 Jenis Bangunan yang Mengelilingi Sekolah
  • 2.3.2.2 Kondisi Lingkungan Sekolah
  • 2.3.3 Fasilitas Sekolah
  • 1. Ruang Kelas
  • Tabel 2. Manfaat dari Kelengkapan Kelas
  • 2. Laboratorium
  • 2.1 Laboratorium IPA
  • 2.2 Laboratorium Komputer
  • 3. Ruang BK
  • Tabel 3. Kelengkapan Ruang Tata Usaha
  • 5. Ruang Kepala Sekolah
  • Tabel 4. Fasilitas Penunjang Ruang Kepala Sekolah
  • 6. Ruang Guru
  • Tabel 5
  • Kelengkapan Ruang Guru
  • Tabel 6. Kelengkapan Ruang OSIS
  • 8. Parahyangan/Tempat Ibadah
  • 10. Kantin
  • 11. Pertamanan, Keindahan dan Kebersihan Sekolah
  • 2.3.4 Penggunaan Sekolah
  • 2.3.5 Keadaan Guru, Pegawai Administrasi Sekolah
  • 2.3.6 Keadaan Siswa
  • Tabel 7
  • Data Jumlah Siswa
  • 2.3.7 Kegiatan Ekstrakurikuler Siswa
  • 2.3.8 Interaksi Sosial
  • 2.3.8.1 Hubungan Antar Personal Sekolah
  • 2.3.8.2 Kegiatan Siswa di Sekolah
  • A. Kegiatan di dalam kelas
  • B. Kegiatan diluar kelas
  • 2.3.9 Mekanisme Penanganan Siswa Yang Bermasalah
  • BAB III
  • HASIL TEMUAN PPL DAN PEMBAHASAN
  • 3.1 Hasil Temuan dalam PPL
  • 3.1.1 Hasil Temuan Sebelum Mengajar
  • 3.1.2. Hasil Temuan Selama Latihan Mengajar
  • Tabel 8
  • 3.1.3 Dalam Kegiatan Non-Mengajar
  • 1. Upacara Bendera
  • 2. Jumat Bersih
  • 3. Ekstrakurikuler
  • 5. Berpartisipasi Dalam Kegiatan HUT RI ke-64
  • 6. Mengerjakan Tugas-tugas Kokurikuler
  • 3.2 Pembahasan
  • 3.2.1 Persiapan Mengajar
  • 3.2.2 Praktek Mengajar
  • 3.2.3 Melakukan hubungan sosial di sekolah
  • 3.2.4 Tindak Lanjut/Perbaikan yang Telah Dilakukan
  • 3.3 Temuan Yang Bermakna
  • BAB IV
  • PENUTUP

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Tujuan pendidikan adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara dan mengembangkan manusia seutuhnya dengan menciptakan manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berprilaku baik, berbudi pekerti luhur, memiliki keterampilan dan pengetahuan serta memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi di masyarakat, berbangsa dan bernegara. Jadi tujuan pendidikan tersebut harus dicapai melalui berbagai jenis dan jenjang pendidikan yang ada. Penyelenggaraan pendidikan pada semua jenjang dan jen pendidikan is harus ditujukan untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut. Oleh karena itu, sumber daya manusia menjadi salah satu aspek yang sangat besar peranannya dalam kemajuan suatu bangsa, karena dengan semakin berkualitasnya sumber sumber daya manusia yang kita miliki, maka semakin maju bangsa tersebut. Upaya yang dapat dilakukan pemerintah di dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia melalui bidang pendidikan adalah meningkatkan mutu dan keprofesionalan seorang tenaga pendidik, sebab tenaga pendidik memegang peranan penting dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, seorang tenaga pendidik harus dapat mengembangkan potensi atau kemampuan yang terdapat dalam diri siswa agar dapat menciptakan suatu keterampilan -keterampilan baru yang berguna bagi dirinya dan negaranya. Selain itu, seorang pendidik juga dituntut untuk memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas agar dapat menyampaikan suatu materi pelajaran dengan baik sehingga para siswa menjadi paham dan mengerti isi materi pelajaran tersebut. Guru juga sebaiknya memiliki keterampilan-keterampilan dalam kegiatan belajar mengajar, agar para siswa tidak jenuh dengan pelajaran yang dibawakan oleh guru tersebut. Untuk menjadi seorang tenaga pendidik yang profesional tentunya dilakukan melalui suatu latihan, latihan dan latihan secara terus menerus guna meningkatkan mutu seorang pengajar. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Oleh karena

itu, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) mulai mengusahakan suatu program PPL bertahap dan terpadu sebelum melakukan PPL-Real. Langkahlangkah yang ditempuh untuk menumbuhkan jiwa mahasiswa sebagai calon seorang guru yaitu pertama dilakukannya program PPL-Awal di sekolah latihan, kemudian pelatihan keterampilan dasar mengajar (Pengajaran Mikro) di kampus dan PPL-Real. PPL-Awal merupakan program pelatihan lebih awal yang mengkondisikan mahasiswa untuk mengenal lingkungan fisik dan non fisik sekolah yang mana mahasiswa pahami dan alami secara dini serta untuk mengenal pola tingkah laku para siswa baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Dalam kegiatan pelatihan ini, mahasiswa melakukan observasi, wawancara, diskusi, bahkan juga ikut berpartisipasi secara aktif dalam berbagai kegiatan yang dilakukan di sekolah bersangkutan. Setelah proses PPL-awal dan tahapan lainnya terlaksana, untuk melanjutkan pengenalan seorang calon guru, maka calon guru tersebut harus terjun ke lapangan secara langsung untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat selama mengikuti perkuliahan ke dalam bentuk pengabdian sekaligus pelatihan di sekolah-sekolah yang mana kegiatan ini dikenal dengan PPL- Real. PPL-Real merupakan suatu tahap yang dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa calon tenaga pendidik untuk menerapkan segala teori yang telah diperoleh di bangku kuliah. Agar menjadi guru yang berdedikasi tinggi, maka melalui PPL-Real yang dilakukan dengan sistem magang selama 3 bulan (± 14 minggu) mahasiswa calon guru diharapkan memiliki empat kompetensi yaitu; (1) Kompetensi Professional, berupa kemampuan untuk mengelola proses belajar mengajar (PBM), meliputi persiapan mengajar tertulis seperti merumuskan indikator pencapaian hasil belajar, organisasi materi pembelajaran, strategi pembelajaran, media pembelajaran, metode pembelajaran, alat evaluasi dan buku sumber acuan materi pembelajaran; (2) Kompetensi Personal, yang berkaitan dengan sikap kepribadian, minat, disiplin diri dalam mengembangkan tugas dan dan tanggung jawab sesuai dengan tuntunan etika seorang guru; (3) Kompetensi Sosial, berupa kemampuan untuk membina lingkungan atau hubungan sosial yang baik dengan masyarakat sekolah, maupun masyarakat luas; dan (4) Kompetensi

Pedagogik, berupa kompetensi pengelolaan proses belajar mengajar (PBM) secara utuh untuk memperoleh hasil yang optimal. Dalam laporan ini, penulis menyajikan gambaran umum mengenai kegiatan dan observasi selama melaksanakan PPL-Real di SMA Negeri 2 Banjar. Laporan ini dibuat berdasarkan data yang diperoleh dari tempat (sekolah latihan) penulis melaksanakan PPL-Real.

1.2 Tujuan Program Pengalaman Lapangan Real (PPL -Real) Pada hakekatnya PPL Real ini memiliki tujuan yang bisa menjadikan arahan dan sebagai pedoman atau gambaran dalam pelaksanaan tugas sebagai seorang guru yang mempunyai sebuah keprofesionalan sebagai tenaga pendidik. Adapun tujuan dari pelaksanaan PPL Real ini adalah sebagai berikut. 1.2.1 Tujuan Umum Secara umum tujuan pelaksanaan PPL Real adalah sebagai wahana bagi mahasiswa calon guru untuk berlatih agar memiliki kemampuan mempragakan kinerja dalam situasi yang nyata, baik dalam kegiatan mengajar maupun tugas-tugas keguruan yang lain sesuai tuntutan standar pendidikan nasional/ lembaga. 1.2.2 Tujuan Khusus Secara khusus tujuan pelaksanaan PPLReal adalah agar mahasiswa : a) Mengenal secara cermat lingkungan fisik, administratif, akademik, sosial psikologis sekolah dan sistem pengelolaan yang dikembangkan. b) Menguasai dan mampu mengembangkan berbagai keterampilan dasar mengajar. c) Dapat menerapkan berbagai kemampuan pofesional keguruan secara utuh dan terpadu dalam situasi nyata. d) Mampu mengembangkan aspek pribadi dan sosial di lingkungan sekolah. e) Mampu mengembangkan kompetensi pembelajaran bidang studi yang menjadi spesialisasinya.

f) Menarik kesimpulan dari penghayatan dan pengalaman selama pelatihan melalui refleksi dan menuangkan hasil refleksi itu dalam sebuah laporan. 1.2.3 Tujuan Penulisan Laporan Adapun tujuan penulisan laporan ini adalah sebagai berikut. a) Memenuhi tugas akhir bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan kegiatan PPL-Real disekolah mitra. b) Memberikan gambaran singkat tentang keadaan sekolah mitra dan pengalaman-pengalaman yang diperoleh pelaksanaan PPL-Real tersebut. 1.3 Manfaat Program Pengalaman Lapangan Real (PPL-Real) Pada dasarnya ada tiga manfaat yang dapat dipetik dari kegiatan PPL-Real ini yaitu antara lain : 1.3.1 Bagi Mahasiswa a. PPL merupakan kesempatan yang dapat digunakan untuk menerapkan semua ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah pada situasi dan kondisi nyata di lapangan yaitu di sekolah tempat dilaksanakannya PPL tersebut b. Berbagai pengalaman yang berhasil diserap dalam PPL secara langsung/ tidak langsung akan bermakna bagi lulusan dalam mengemban tugas di masyarakat. c. Dapat belajar memahami berbagai karakter siswa-siswi, baik di kelas maupun di luar kelas dan secara tidak langsung guna melatih kesabaran untuk dapat membimbing siswa-siswi sekolah; d. Dapat meningkatkan kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap calon guru; e. Dapat menerapkan teori-teori yang selama ini didapat dibangku kuliah untuk dapat diterapkan dilapangan dalam kegiatan belajar mengajar secara nyata. mahasiswa di tempat

1.3.2 Bagi Sekolah Mitra Pelaksanaan PPL Real ini juga dapat dirasakan manfaatnya bagi sekolah dimana PPL ini dilaksanakan. Adapun manfaat yang dapat dirasakan untuk sekolah tempat dilaksanakannya PPL Real ini adalah sebagai berikut. a. Membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar b. Dalam prakteknya, mahasiswa PPL membawa model-model pembelajaran yang baru dan lebih inovatif, sehingga sekolah dapat menjadikannya sebagai pembanding dengan model pembelajaran yang selama ini diterapkan di sekolah. 1.3.3 Bagi Lembaga PPL adalah salah satu upaya untuk melahirkan dan mempersiapkan calon guru/tenaga pendidik yang siap pakai, profesional dan handal sebagai keluaran yang berkualitas, sehingga Lembaga Pendidikan UNDIKSHA Negeri Singaraja dapat menjaga mutu dan kualitas hasil didikannya.

namun pada saat itu SMAN 2 Banjar belum memiliki gedung sendiri. Namun. Adapun yang menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 2 Banjar dari awal SMA Negeri 2 Banjar dari awal berdiri adalah Drs. 477 tanggal 2 September 2003. Berdirinya sekolah ini diprakarsai oleh masyarakat Banjar.BAB II GAMBARAN SINGKAT SMA NEGERI 2 BANJAR 2. Pada awal tahun pelajaran 2002-2003 SMA Negeri 2 Banjar mulai menerima siswa baru. setelah itu pada bulan Oktober 2002 SMA Negeri 2 Banjar pindah ke SD N 8 Banjar. selama itu selain praktek mengajar. mahasiswa juga melakukan observasi terhadap sekolah latihan. Bapak Gubernur meninjau SMA Negeri 2 Banjar. Sekolah ini berdiri pada tahun pelajaran 2002-2003. SD No. Berdasarkan pada hal tersebut maka disepakatilah tanggal 11 Desember sebagai tanggal berdirinya SMA Negeri 2 Banjar dan digunakan sebagai hari jadi SMA Negeri 2 Banjar. Putu Arimbawa yang menjabat sampai sekarang ini. Ketut Suka K.1 Gambaran Umum Kegiatan PPL-Real dilaksanakan selama s 3 bulan. Hasil observasi tersebut secara lebih jelas dapat dijabarkan sebagai berikut. Hal itu disebabkan karena adanya program regrouping. Kecamatan Banjar. Pada saat itu dilakukan pembukaan selubung papan nama SMA Negeri 2 Banjar oleh Bapak Gubernur. Keberadaan SMA Negeri 2 Banjar dipertegas kembali dengan turunnya Surat Keputusan Bupati Buleleng No. 1 Banjar adalah gedung pertama yang digunakan untuk proses belajar. digantikan oleh Drs. Ketut Suka K. pada awal tahun 2007. yakni semester genap tahun pelajaran 2006 2007 seluruh siswa SMA Negeri 2 Banjar telah belajar di lokasi yang baru yang berada di Banjar Tegeha. Pada tanggal 11 Desember 2002 dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Buleleng. Lokasi ini menjadi lokasi tetap yang akan terus ditempati oleh SMAN 2 Banjar. . SMAN 2 Banjar merupakan sekolah menengah atas kedua yang didirikan di kecamatan Banjar setelah SMAN 1 Banjar yang terletak di desa Banyuatis. Pada tahun 2009 Drs.

yaitu: . Dalam tata kepemimpinan sekolah. Visi dan misi SMA N 2 Banjar 2.Mengoptimalkan peranserta masyarakat dalam pendidikan Banyak hal yang perlu disiapkan untuk melaksanakan amanat sebagai RSKM. Gambar 1.Unggul dalam Prestasi´ b) Misi Sekolah Misi SMA Negeri 2 Banjar adalah: . Dalam menjalankan tugasnya. Kepala Sekolah dibantu oleh staf-stafnya. sebelum nantinya menjadi sekolah mandiri. Untuk itu diperlukan struktur organisasi sekolah yang dapat memudahkan untuk melihat sistem kinerja dalam sekolah itu sendiri mulai dari kepala sekolah sampai bagianbagian yang lain.Selama berdirinya dari tahun 2002. SMAN 2 Banjar telah menamatkan siswa sebanyak 5 kali. kreatif dan inovatif . Begitu juga yang terjadi di SMA Negeri 2 Banjar.2 Struktur Organisasi Sekolah Suatu organisasi umumnya memiliki pimpinan yang berfungsi untuk memimpin dan mengendalikan arah atau tujuan organisasi tersebut.Mendisiplinkan semua warga sekolah . yaitu a) Visi Sekolah Visi dari SMA Negeri 2 Banjar adalah ³ Santun Dalam Prilaku .Mengembangkan pembelajaran yang efektif. Profil SMA Negeri 2 Banjar secara lebih rinci dapat dilihat pada Lampiran 4. Kepercayaan ini tentunya hasil kerja keras dari seluruh pihak dan staf yang bekerja di SMA Negeri 2 Banjar dan yang mendasari semua itu adalah visi dan misi sekolah. Pada tahun pelajaran 2009-2010 SMA Negeri 2 Banjar mendapat kepercayaan sebagai rintisan sekolah kategori mandiri (RSKM). SMAN 2 Banjar berpedoman pada program sekolah (Lampiran 3).

Putu Widiarsa.000 m2 2. e. Alamat : : SMA Negeri 2 Banjar Banjar Tegehe. Bagian Humas dijabat oleh Ida Komang Indra. kec Banjar.700 m2 . S. S. Lapangan : : : Negeri 10. Adapun data kondisi fisik dan non fisik SMA Negeri 2 Banjar adalah sebagai berikut. Dalam kegiatan ini. mahasiswa dibimbing oleh guru pamong untuk mendapatkan pengalaman atau informasi yang berkaitan dengan kondisi fisik maupun non fisik sekolah. Nama Sekolah 2.a. g.3.3 Lingkungan Fisik dan Lingkungan Sekolah Pelaksanaan observasi-orientasi lapangan yang dilakukan selama 2 minggu pertama sejak mahasiswa diterjunkan di sekolah latihan bertujuan agar mahasiswa calon guru menjadi lebih akrab dengan lingkungan sekolah tempat mahasiswa praktek. kab Buleleng 3.1 Unsur Fisik dan Non Fisik Sekolah 1. 3. Bagian Kesiswaan dijabat oleh Gede Damar. f.Pd. Made Sudiatadi. Secara lebih rinci. b. 2. Guru Mata Pelajaran. Luas Tanah 5. 2. Ketua Tata Usaha yang dijabat oleh Ketut Suwitri.Pd. Tugas dan wewenang yang harus dilaksanakan oleh kepala sekolah dan stafnya berdasarkan struktur organisasi SMA Negeri 2 Banjar. Bagian Sarana Prasarana yang dijabat oleh Drs. Bagian Kurikulum yang dijabat oleh Drs. struktur organisasi. c. Wali Kelas. d. secara lebih rinci dapat dilihat pada Lampiran 6.1 Keadaan Fisik Sekolah Adapun hasil yang diperoleh penulis selama melakukan orientasi dan observasi di SMA Negeri 2 Banjar mengenai unsur fisik dan non fisik sekolah adalah sebagai berikut. tata koordinasi serta mekanisme kerja dari organisasi SMA Negeri 2 Banjar dapat dilihat pada Lampiran 5. Status Sekolah 4.

Ruang Guru/Ruang Osis/ Ruang BK/Ruang UKS g. Kebun 7. Kantin j.6. Padmasana i. Penunggu Karang o. Ruang Kepala Sekolah b. Ukuran Ruang Kelas : : : 5. lapangan tersebut digunakan sebagai area yang multi fungsi yaitu sebagai tempat latihan pramuka. Selain digunakan sebagai lapangan olah raga. . Di SMA Negeri 2 Banjar terdapat 1 lapangan seluas 2700 m². Ruang Tamu d. Pos Satpam Luasnya Luasnya Luasnya Luasnya Luasnya Luasnya Luasnya Luasnya Luasnya Luasnya : : : : : : : : : : Luasnya Luasnya Luasnya Luasnya Luasnya : : : : : 8. Lapangan ini terletak di depan gedung sekolah. Laboratorium Fisika e. Biologi f. olahraga voly dan tidak jarang pula digunakan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan tengah semester. Lapangan Olahraga Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pembelajaran.25 m2 9. area ini juga difungsikan sebagai lapangan upacara. Jumlah Ruang Kelas 8. Dalam kegiatan pembelajaran olahraga. Ruang Komputer h. khususnya mata pelajaran olahraga dan beberapa ekstra kurikuler. WC Siswa P n. PMR. SMA Negeri 2 Banjar memiliki satu buah lapangan.25 m2 30 m2 184 m2 4 m2 2. WC Guru/Pegawai L k. Ruang Tata Usaha c.880 m2 15 ruang kelas 72 m2 36 m2 18 m2 20 m2 80 m2 80 m2 180 m2 72 m2 74 m2 27 m2 2. WC Siswa L m. WC Guru/pegawai P l. Bangunan lain yang ada : a.25 m2 2.

Oleh karena itu. Adapun bangunan yang ada di sekitar SMA Negeri 2 Banjar adalah sebagai berikut.Namun. Gambar 2. dan sekarang ruang perpustakaan tersebut masih dalam proses pembuatan. Di sebelah Timur adalah Perumahan penduduk dan kebun Namun. SMAN 2 Banjar tentunya menginginkan adanya perpustakaan sebagai tempat sumber-sumber belajar bagi siswa-siswanya. Sebagai sekolah yang tergolong baru. sebagai salah satu penyelengara pendidikan.1 Jenis Bangunan yang Mengelilingi Sekolah SMA Negeri 2 Banjar secara umum terletak di tengah-tengah perumahan masyarakat yang tidak terlalu padat serta perkebunan. SMAN 2 Banjar telah mengusahakan pembuatan ruang perpustakaan. maka sebagian bangunan yang ada di sekolah ini masih tergolong baru. tahun depan bangunan tersebut sudah bisa digunakan sebagai perpustakaan. Di sebelah Selatan adalah Perumahan penduduk dan kebun c. Lokasi di sekitar sekolah tidak terdapat bangunan-bangunan besar ataupun jalan raya. sehingga keadaan bangunan tersebut terlihat cukup bersih. dimana seluruh bangunan tersebut sangat menunjang semua kegiatan pembelajaran. Banyak bangunan terdapat di sekolah ini. Pihak sekolah berharap. Lapangan SMA N 2 Banjar 2. untuk olahraga sepak bola dilaksanakan di lapangan umum kecamatan Banjar. . Sama halnya dengan sekolah lainnya.2.3. sehingga hal itu sangat mendukung kondisi dalam pembelajaran di sekolah. dan cukup terawat.2 Keadaan Lingkungan Sekolah 2. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada denah SMAN 2 Banjar pada lampiran 7. Di sebelah Utara adalah Perumahan penduduk dan kebun b.3. Di sebelah Barat adalah jalan Banjar Tegeha d. a.

2. Gambar 3. Ditinjau dari aspek kebersihan lingkungan. Lingkungan SMA N 2 Banjar . dilakukakan pengaspalan jalan diseputar area dalam dan luar sekolah. Dalam upaya menciptakan kondisi sekolah yang kondusif. Lahan sekolah merupakan lahan bukit yang diratakan pada bebrapa areal. kepala sekolah dan jajarannya selalu mengedepankan kedisiplinan seperti yang tercantum dalam misi sekolah. Tetapi. Selain itu. kondisi lingkungan sekolah didukung juga oleh kondisi para staf sekolah yang ramah dan selalu terbuka dengan siswa maupun mahasiswa.2. SMA Negeri 2 Banjar tergolong sebagai sekolah yang memiliki kondisi lingkungan yang bersih. Hal ini agak menyulitkan untuk akses menuju ke setiap ruangan yang ada. Kebersihan lingkungan ini dapat terwujud karena adanya sistem piket dari setiap kelas untuk melaksanakan pembersihan. Hal itu disebabkan karena lingkungan sekolah yang jauh dari keramaian dan kondisi pedesaan yang tenang. Keadaan lingkungan sekolah yang bersih kurang didukukung oleh keadaan lahan sekolah. untuk mengurangi terhambatnya aktivitas sekolah akaibat pengaruh kondi-si lahan sekolah.3. terlihat bahwa kondisi lingkungan SMA Negeri 2 Banjar pada umumnya sangat baik untuk menunjang kelancaran pembelajaran di sekolah. Keadaaan jalan yang diaspal ini menjadikan menjadikan askes diseputar sekolah menjadi lebih mudah dan dapat mendukung proses belajar mengajar di SMA negeri 2 Banjar. adanya kegiatan jumat bersih serta karena lingkungan sekolah sendiri yang tidak terlalu banyak ditumbuhi pohonpohon besar.2 Kondisi Lingkungan Sekolah Berdasarkan bangunan-bangunan yang mengelilingi sekolah.

Jam dinding 4. Bak sampah. paser. guru dengan siswa. Manfaat dari kelengkapan tersebut Tabel 2. Lambang Negara Pancasila. Lampu 2. semua pihak berkoordinasi dengan baik. sapu.Ditinjau dari segi kedisiplinan. salah satu caranya adalah dengan lebih memantau siswa seperti mengadakan sidak setiap minggu. Papan tulis. Jenis Barang Pelangkiran Manfaat . lap pel sapu bulu 8. ember. Papan absen dan papan pengumuman 10. Kelengkapan Kelas 1. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya. penggaris 1meter. Dengan demikian. Para guru beserta stafnya tetap berusaha untuk meningkatkan kedisiplinan siswa. Ruang Kelas Ruang kelas merupakan salah satu fasilitas fisik yang sangat penting pendukung dalam kelancaran proses belajar mengajar karena ruangan ini dijadikan sebagai tempat bagi siswa untuk belajar. busur 9. guru dengan guru. kapur tulis. dan kepala sekolah dengan bawahannya dalam keseharian tetap terjaga dengan baik. Gambar hiasan 7. secara umum penataan ruang kelas dalam kondisi tertata rapi. Foto presiden dan wakil presiden 5. Meja dan kursi guru 6. sebagian besar siswa sudah disiplin.3 Fasilitas Sekolah 1. Speaker b. SMA Negeri 2 Banjar memiliki 15 ruang kelas.3. Umumnya fasilitas yang ada pada masing-masing ruang sama. guru dengan pegawai. suasana lingkungan sekolah serta hubungan sosial antara siswa dengan siswa. penghapus papan. 2.Tempat untuk menghaturkan canang sari yang wajib dilakukan setiap hari . Fasilitas yang ada diruang kelas umumnya dapat menunjang PBM diantaranya : a. Manfaat dari Kelengkapan Kelas No 1. Pelangkiran 3.

Papan tulis. Gambar hiasan . Laboratorium SMA Negeri 2 Banjar memiliki tiga buah laboratorium yaitu dua buah laboratorium IPA yang terdiri dari laboratorium Kimia-Biologi dan laboratorium Fisika.Untuk membantu guru dalam menjelaskan papan.2.Sebagai tempat duduk siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar 6. Jam dinding . Lambang Negara. Ketiga laboratorium ini dikelola oleh masing-masing petugas khusus. penghapus . Meja dan kursi guru . Presiden dan Wakil Prsiden 4. Meja dan kursi siswa . sapu. foto Presiden. Bak sampah. . papan . paser kayu dan busur 9. meter. pelajaran penggaris.Sebagai tempat guru menaruh sarana yang digunakan untuk mengajar serta tempat duduk guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar 5. Papan absen. .Agar siswa tahu lambang Negara Garuda Pancasila. dan satu buah laboratorium komputer (multimedia). dan Wakil Presiden . lap pel. Garuda Pancasila. kapur 1 tulis.Untuk membuat suasana dikelas menjadi nyaman 7.Untuk memudahkan siswa dalam mengerjakan tugas piket setiap hari dan dalam pelaksanaan jumat bersih ember.Untuk mengetahui saat mulai pelajaran dan usai pelajaran 3. sapu bulu 8.Untuk mengetahui kehadiran siswa dan menulis pengumuman pengumuman Sarana/kelengkapan yang ada dikelola dan menjadi tanggung jawab dari anggota kelas bersangkutan 2.

Jenis dan jumlah alat/bahan yang ada pada L aboratorium IPA sudah cukup memadai dengan kebutuhan siswa. Inventarisasi bahan/alat praktek 4. Melaporkan kalau ada alat rusak atau hilang kepada instansi untuk diproses lebih lanjut Dalam mengatur kegiatan di laboratorium ini. Di dalam pelaksanaannya. b.1 Laboratorium IPA a. Adapun struktur organisasi pengelolaan laboratorium IPA. walaupun ada beberapa alat / bahan yang belum lengkap dan terbatas jumlahnya.2. Pengelolaan Laboratorium IPA Laboratorium IPA terdiri dari Laboratorium Fisika-Kimia dan Biologi. Mengetahui kegunaan dan cara kerja setiap peralatan yang menjadi wewenangnya 8. pengelolaan laboratorium mempunyai tugas sebagai berikut: 1. terdapat pada lampiran 8. Memelihara dan menyimpan bahan alat praktek 3. Menyusun laporan keadaan bahan/alat-alat praktek 6. Pengaturan dan pengelolaan laboratorium IPA disesuaikan dengan fungsi dari jenis alat atau bahan-bahan yang ada dalam laboratorium tersebut. laboratorium memiliki beberapa fasilitas yang dapat menunjang pembelajaran tersebut. . Fasilitas Penunjang Laboratorium IPA Laboratorium IPA berisi alat/bahan yang digunakan sebagai sarana dalam proses pembelajaran. Menerima/memeriksa dan meneliti alat-alat perkakas yang dikembalikan oleh siswa 7. Laboratorium ini dikelola oleh guru dari masing-masing bidang studi tersebut. Mempersiapkan ruangan laboratorium praktek 2. Secara rinci fasilitas penunjang dari laboratorium IPA dapat dilihat pada Lampiran 9. maka diperlukan sebuah organisasi yang dapat dengan intensif mengawasi dan merawat laboratorium. Mengawasi pelaksanaan praktek 5. Sebagai suatu fasilitas belajar..

Situasi Ruang Laboratorium saat Pembelajaran Dalam setiap penggunaan laboratorium. terutama dari bahan-bahan kimia.Fasilitas laboratorium digunakan sepenuhnya oleh guru pada saat mengajar mata pelajaran mereka. Pada saat ruang laboratorium IPA dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran. maka pengelolaan jadwal menjadi tugas yang tidak ringan. seperti kecelakaan saat menggunakan alat. Para pengelola laboratorium berusaha mengatur jadwal praktikum masingmasing kelas dan juga alat-alat praktik yang digunakan. Alat yang ada digunakan semaksimal mungkin dan setelah selesai jam pelajaran alat-alat tersebut kembali dibersihkan oleh siswa atapun guru serta menaruh pada tempatnya agar bisa dipergunakan untuk selanjutnya. Adapun jadwal penggunaan laboratorium terlampir (Lampiran 10). selalu menekankan tata tertib yang harus dipenuhi dalam kegiatan pembelajaran di lab agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. karena ruangan lab dipakai oleh seluruh kelas dari seluruh tingkat dalam sekolah. Fasilitas di laboratorium IPA . Adapun tata tertib penggunaan laboratorium dapat dilihat pada lampiran 11. Upaya Menambah Fasilitas yang Kurang Upaya yang dilakukan untuk menambah atau menanggulangi fasilitas yang kurang yaitu dengan meminta bantuan dana dari komite sekolah. Masalah yang dihadapi oleh pengelola laboratorium adalah terbatasnya ruangan. biasanya baik guru mata pelajaran maupun pengelola lab. d. Hal itu karena di laboratorium terdapat beberapa alat/bahan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. siswa diijinkan untuk menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada yang mereka butuhkan. Gambar 5. c. Jika fasilitas yang dibutuhkan kurang karena jumlahnya terbatas maka siswa melakukan kegiatan praktik secara berkelompok.

menggali dan mengembangkan . Tugas dan wewenang pengelola laboratorium komputer tidak jauh berbeda dengan tugas pengelola laboratorium IPA. Fasilitas komputer tersebut dikelola oleh guru pengajar TIK dengan bantuan dari penyedia jasa komputer. 10. Gambar 6. Komputer juga mematuhi tata tertib di Lab.000/bulan. Pembelajaran yang berlangsung di Lab. dimana biaya yang digunakan untuk pengadaan komputer merupakan swadaya dari komite sekolah dan orang tua siswa. jasa pengajar. Tetapi kondisi dari komputer-komputer yang tersedia masih dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan keterampilan siswa dibidang komputer. Untuk biaya perbaikan. Penggunaan komputer sebanyak 20 buah ini sudah memperhitungkan jumlah siswa. sertifikat dan hal-hal yang berkaitan dengan jasa komputer dibebankan kepada orang tua siswa sebesar Rp.2 Laboratorium Komputer SMA Negeri 2 Banjar telah memiliki laboratorium komputer (multimedia) dengan luas 72 m2 yang pengadaanya merupakan kerjasama dengan pihak luar (pengada jasa komputer). dimana yang digunakan pada proses pembelajaran hanya 20 buah sedang untuk 5 buah lagi digunakan sebagai cadangan. perannya didalam sekolah adalah mencegah agar siswa tidak mengalami suatu permasalahan kemudian membantu siswa didalam mengatasi masalah yang sedang dihadapinya.2. Komputer-komputer yang tersedia bukan merupakan komputer baru. dimana untuk setiap komputer akan diberikan untuk 2 orang siswa. Ruang BK Bimbingan Konseling/BK merupakan syarat yang paling penting yang harus ada dalam satu sekolah. Pada lab multimedia tersebut terdapat 25 buah komputer. Komputer. Laboratorium IPA dan komputer 3.

d. membantu penyelenggaraan penerimaan siswa baru sehingga diperoleh peserta didik yang mempunyai bakat. mengadakan penyuluhan pelaksanaan bimbingan karier. menyusun laporan penilaian BK secara berkala dan mempertanggung jawabkan tugasnya kepada bagian kesiswaan. Memberikan pelayanan bimbingan penyuluhan dan bimbingan karier kepada siswa agar lebih berprestasi dalam kegiatan belajar mengajar. Memberikan saran atau pertimbangan kepada siswa dalam penentuan pilihan program studi. Drs Nyoman Sweda (Rsi) sebagai anggota Untuk pembagian tugasnya kelas X ditangani oleh bapak I Dewa Ketut Wirata. Tenaga Bimbingan Konseling di SMA Negeri 2 Banjar ada 2 orang yaitu : 1. Mengadakan pendataan tentang pribadi murid pada kartu identitas murid. I Dewa Ketut Wirata. . minat dan kemampuan yang sesuai dengan program studi yang dipilih. Mengadakan penilaian pelaksanaan BK. S. Tugas dan fungsi dari bimbingan konseling ini antara lain: a. kelas XI ditangani bersama antara guru BK serta dibantu oleh wali kelas masing-masing dan kelas XII ditangani oleh bapak Drs Nyoman Sweda.potensi atau bakat yang dimiliki siswa serta guru BK juga berperan dalam perkembangan psikologis siswa. Membantu wali kelas dalam mengatasi dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi siswa.Pd sebagai koordinator 2. e. Mengatasi kesulitan siswa dalam proses belajar mengajar dengan berkonsultasi dengan wali kelas. g. masing-masing guru BK atau guru pembimbing berkonsultasi dalam memberikan solusi/ masukan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi siswa. Memberikan gambaran dan pandangan kepada siswa tentang kelanjutan pendidikan dan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan pilihan yang diambil. b.Pd. Dalam mengatasi siswa yang bermasalah. f. SMA Negeri 2 Banjar memiliki ruangan khusus bimbingan konseling yang berdampingan dengan ruang OSIS. a. S. c.

Papan rekapitulasi data masukan dan tamatan (input / output) 5. Tata usaha bertugas untuk memfasilitasi kebutuhan yang diperlukan dalam proses pembelajaran dan kegiatan siswa yang lainnya. Papan rekapitulasi data keadaan siswa 13. Fasilitas yang tersedia di ruangan ini digunakan sebaik mungkin oleh pegawai sesuai dengan tugasnya masing-masing. 9. Ruang Kepala Sekolah dimanfaatkan untuk menerima tamu dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan kesiswaan serta kegiatan lain yamg berhubungan dengan tugas serta tanggung jawab kepala sekolah. Papan rekapitulasi keadaan pegawai sekolah 11. 8.4. . Dalam ruang tata usaha SMA Negeri 2 Banjar terdapat beberapa fasilitas yang menunjang kegiatan ketata-usahaan. Papan kohart siswa 12. 2. 7. 4. 6. Fasilitas tersebut adalah sebagai berikut. Meja Kursi kayu Kursi plastik Komputer Almari Sound System Rak buku Tape Pelangkiran Tabel 3. Ruang Kepala Sekolah Ruang Kepala Sekolah terletak paling depan diantara ruangan yang lainnya yang terletak satu gedung dengan ruang Kepala Sekolah. Adapun fasilitas penunjang tersebut adalah sebagai berikut. 5. Kelengkapan Ruang Tata Usaha Jenis Barang Jumlah (Unit) 3 9 9 3 2 3 1 1 1 1 1 1 1 10. Ruang Tata Usaha/Administrasi Ruang tata usaha SMA Negeri 2 Banjar dikelola oleh pegawai yang dikoordinasi oleh seorang kepala tata usaha. Seperti halnya ruangan yang lain. 3. No 1. di ruang kepala sekolah juga terdapat beberapa fasilitas penunjang.

Tabel 4. papan pengumuman. tempat duduk siswa. tata tertib guru mengajar. dapur. 2. sarana dan prasarana. dan bagian belakang ditempati oleh tenaga pengajar yaitu guru-guru. 9. . Bendera almamater 14. Papan aktivitas kepemimpinan 11.printer. tumbuhkan budaya malu. Struktur oganisasi 17. kursi guru. kursi tamu. Ruang guru dan wakasek SMA Negeri 2 Banjar berada dalam satu ruangan yang memiliki luas 120 m2 dengan fasilitas meja guru 40 buah. Pelangkiran 12. 4. 6. humas. fungsi dan tugas pengelola sekolah. Kipas angin 16. 8. 7. struktur organisasi sekolah. TV sharp 21 inchi. Bendera merah putih 13. kesiswaan. 5. kalender pendidikan. Ruang Guru Ruang guru dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian depan adalah ruang untuk kepala sekolah yang terdiri dari 5 meja masing-masing ditempati oleh kepala bidang kurikulum. Fasilitas Penunjang Ruang Kepala Sekolah Jenis Barang Jumlah (Unit) Meja kerja kepala sekolah Kursi Sofa+meja (1 set) Almari kaca Komputer Pot bunga Rak buku Gambar presiden dan wakilnya Lambang negara 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10. Kalender pendidikan 18. komputer 2 unit. Wastafel 19. papan absen guru. Box file 15. Jam dinding 6.No 1. 3.

Ruang tersebut dimanfaatkan oleh guru dan wakasek sebagai tempat sebelum mengajar dan disaat istirahat. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Meja Kursi Kursi panjang Almari buku Almari guru TV 20 Inchi Komputer Pelangkiran Wastapel Papan daftar wali dan daftar piket guru Papan fungsi dan pegelolaan sekolah Papan struktur organisasi sekolah Papan kalender pendidikan Papan pengumuman Papan program semester BK Absen guru Jadwal kegiatan sekolah Informasi suka duka dan kesejahtraan Jenis barang Jumlah ( unit ) 51 51 4 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 Gambar 7. Tabel 5 Kelengkapan Ruang Guru No.2 buah WC dan kaca rias. Ruang guru dan tata usaha .

maka pada organisasi OSIS dibentuk suatu sistem kepengurusan dengan masa jabatan selama satu tahun. 4. 2. 5. Adapun tugas dan tanggung jawab dari pengurus OSIS dipaparkan sebagai berikut : a. pada area yang digunakan sebagai ruang OSIS telah dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti: No 1. 6. Almari Meja Kursi panjang Kursi Bangku Jam dinding Pelangkiran Tabel 6. Ruang OSIS OSIS merupakan salah satu organisasi kesiswaan dimana keanggotaannya adalah para siswa sekolah itu sendiri. OSIS SMAN 2 Banjar memiliki ruangan khusus yang bersebelahan dengan ruang BK. Pengurus OSIS di SMA Negeri 2 Banjar dijabat oleh siswa kelas XI yang sebelumnya telah mencalonkan diri menjadi calon pengurus OSIS.7. 3. Adapun struktur organisasi dan program kerja OSIS SMAN 2 Banjar masa bakti 2008/2009 adalah terlampir (Lampiran 12 dan Lampiran 14). c. Tetapi. Menyusun dan melaksanakan program kerja sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga OSIS. Secara lengkap tugas dan wewenang OSIS SMAN 2 Banjar dapat dilihat pada lampiran 13. b. Organisasi ini bertujuan untuk melatih para siswa berlajar berorganisasi dalam skala kecil atau ruang lingkup sekolah. Selalu berkonsultasi dengan pembina dan mengadakan musyawarah untuk mencapai kata mufakat dalam setiap pengambilan keputusan. Untuk mencapai tujuan tersebut. Para CAPOS (calon pengurus OSIS) selanjutnya diberikan suatu pelatihan kedisiplinan khusus yang kemudian dilanjutkan dengan pelantikan sebagai pengurus OSIS. Selalu menjunjung tinggi nama baik kehormatan dan martabat sekolah. d. 7. Bersifat kolektif dalam mengambil keputusan. Kelengkapan Ruang OSIS Jenis Barang Jumlah (Unit) 1 1 8 2 8 1 1 .

di samping ruang komputer. Selain Padmasana juga terdapat penunggu karang yang terletak di depan samping ruang kepala sekolah. Matras 11. Kabel Lampu neon 1 3 4 2 1 10. Parhyangan SMA N 2 Banjar . ruas jalan sekolah.8. Posisi padmasana SMA Negeri 2 Banjar sangat strategis terletak di depan pintu gerbang sekolah. Pemanfaatan parahyangan dapat dilihat dari beberapa rutinitas yang dilaksanakan oleh warga sekolah diantaranya : Pelaksanaan persembahyangan (Trisandya) setiap hari sebelum proses PBM berlangsung. tentunya SMAN 2 Banjar memiliki tempat ibadah bagi umat Hindu yaitu salah satunya adalah Parahyangan/Padmasana. Parahyangan/Tempat Ibadah Sebagai mayoritas agama Hindu. Kotak P3K 8. Papan visual dan data 12. dan beberapa pelinggih yang terletak di ruas jalan sekolah. Pelaksanaan persembahyangan pada hari purnama dan tilem serta pada harihari khusus sperti hari-hari besar keagamaan (Hindu) Persembahyangan dilakukan secara pribadi oleh warga sekolah. dan di belakang kelas XII IPS. disamping ruang komputer dan dibelakang kelas XII IPA. 9. Selain Padmasana juga terdapat beberapa pelinggih yang terletak dipintu gerbang sekolah. Gambar 8. Padmasana adalah salah satu tempat berstananya yang men guasai lingkungan sekolah sekitar.

Namun. Kantin SMA Negeri 2 Banjar memiliki 3 kantin yang dapat dimanfaatkan oleh warga sekolah setiap jam istirahat. SMA Negeri 2 Banjar sampai saat ini belum memiliki perpustakaan tetapi masih dalam pembangunan. hal ini disebabkan SMA Negeri 2 Banjar tergolong sebagai sekolah yang baru berdiri. karena yang diutamakan adalah ruang kelas sebagai tempat belajar siswa sehingga diharapkan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar. Masing-masing kantin yang ada menjual aneka makanan yang berbeda-beda. ini semua demi keakuran antar pedagang agar tidak terjadi persaingan. dan sekolah ini baru dibangun sehingga ruangan-ruangan di sekolah ini belum lengkap. Gambar 9. Gambar 10. Kantin yang ada dikelola oleh warga sekolah baik dari kalangan guru maupun pegawai. Perpustakaan SMA N 2 Banjar 10. Keadaan kantin cukup bersih dan tertata rapi. Perpustakaan Perpustakaan merupakan salah satu fasilitas sekolah yang sangat berperan dalam kegiatan belajar mengajar.9. Makanan yang dijual di kantin kebanyakan dibuat langsung oleh pedagang kantin. Kantin SMA N 2 Banjar . sehingga kesehatan dan kebersihannya terjamin.

Siswa yang mendapat tugas 6 K secara bergilir setiap hari 2.3. Keindahan 5.Harga-harga makanan yang disediakan di kantin sudah disesuaikan untuk siswa. Dalam pemanfaatan . Kerindangan Pelaksana kegiatan 6 K adalah : 1. 11. Kantin tersebut sebenarnya sudah dapat mencukupi kebutuhan siswa pada jam-jam istirahat. sehingga tidak akan memberatkan siswa untuk sarapan atau makan siang di kantin sekolah. keindahan dan kebersihan sekolah yaitu : 1. sehingga pedagang sering kewalahan/kerepotan dalam memberikan pelayanan pada siswa. Pertamanan. Seluruh warga sekolah melalui kegiatan jumat bersih 3.4 Penggunaan Sekolah Dalam penggunaannya. jadi hal itu menjadi motivasi tersendiri bagi warga sekolah untuk melaksanakan tugas-tugasnya. Keindahan dan Kebersihan Sekolah Dalam menjaga keindahan dan kebersihan sekolah.00/buka. maka terdapat ada enam indikator (6 K) sebagai acuan dalam pengelolaan pertamanan. tidak sebanding dengan jumlah siswa yang ada. Namun karena kondisi kantin yang cukup sempit. Keamanan 2. Ketertiban 4. Kebersihan 3. Sistem pembayaran menggunakan sistem harian yaitu Rp 5000. Taman SMA N 2 Banjar 2. Kekeluargaan 6. bangunan SMA Negeri 2 Banjar hanya digunakan oleh SMA Negeri 2 Banjar. Petugas kebersihan yang merawat dan memelihara taman setiap hari Gambar 11.

Kepegawaian 3. Sebagai Sie. Mengenai jam mengajar bagi guru-guru . Jumlah pegawai tidak tetap sebanyak 5. Pesuruh/satpam : 39 orang : 6 orang : 3 orang : 6 orang : 2 orang Rasio antara siswa.3. Sebagai Sie. Kesiswaan 4. dan pegawai nampak sebagai berikut : Rasio siswa-guru = 629 : 45 Rasio siswa-pegawai = 629 : 11 Kepala sekolah memiliki wewenang untuk mengatur tugas para guru dan pegawai dengan jelas. Sebagai Satpam Pembagian tugas pegawai lebih rinci dapat dilihat pada Lampiran 16. maka terdapat 2 Shift di SMA Negeri 2 Banjar yakni pada pagi hari dan sore hari. Sebagai Koordinator Pegawai 2. Persuratan. Adapun pembagian tugas pegawai adalah sebagai berikut : 1. Hal ini karena sekolah kekurangan ruang belajar. Pegawai Administrasi Sekolah Jumlah guru dan pegawai yang ada di SMA Negeri 2 Banjar adalah 58 orang dengan rincian sebagai berikut. 2. guru.5 Keadaan Guru. sehingga kegiatan pembelajaran untuk kelas X6 dan X7 berlangsung di sore hari.ruangan. Jumlah guru tidak tetap sebanyak 3. Pengetikan 7. Jumlah pegawai tetap sebanyak 4. Agenda/Expedisi 8. supaya kegiatan pembelajarran menjadi lancer. Sebagai Sie. Keuangan 5. Sebagai Pesuruh/Penjaga Sekolah 10. Sebagai Sie. Sebagai Sie. Kepala sekolah membagi tugas mengajar guru sesuai dengan mata pelajaran yang diasuh dan kemampuan yang dimiliki oleh guru yang bersangkutan. Jumlah guru tetap sebanyak 2. Konsumsi 9. 1. Sebagai Sie. Perlengkapan 6. Sebagai Sie. Bagan struktur organisasi sekolah yang menggambarkan alur kerja antar pejabat/petugas dapat dilihat pada lampiran 15.

Kelas XII terbagi menjadi 5 kelas yaitu : 2 kelas Ilmu Alam . X4. Kelas XI 5. X2. Sebagai Pembina Ekstrakurikuler 3. Perempuan 3. Sebagai Wali Kelas 2.3. Adapun pembagian tersebut adalah sebagai berikut: Kelas X terbagi menjadi 7 kelas yaitu : kelas X1. Kelas XII = 343 orang = 286 orang = 272 orang = 172 orang = 185 orang Mereka dibagi menjadi 17 kelas dengan pengelompokan sebagai kelas unggulan dan reguler. baik guru maupun pegawai memiliki suatu pedoman tertulis berupa tata tertib. Jumlah siswa keseluruhan di SMA Negeri 2 Banjar yaitu : 629 orang dengan rincian sebagai berikut : 1. dan X7 . 2. X3. Beban mengajar guru berdasarkan pada jumlah jam dan jumlah mata pelajaran yang diasuh dilihat pada alokasi waktu per mata pelajaran. Laki-laki 2. Selain mengajar.6 Keadaan Siswa a. Kelas X 4. Adapun tata tertib guru dan pegawai dapat dilihat pada lampiran 20 dan 21. Adapun jumlah siswa dalam tiap kelasnya adalah sebagai berikut: Tabel 7 Data Jumlah Siswa Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah . X6. telah diatur sedemikian rupa sesuai dengan alokasi waktu masing masing bidang studi. Sebagai Guru Piket 4. dan 3 Kelas Ilmu Sosial.bidang studi. Kelas XI terbagi menjadi 5 kelas yaitu 2 kelas Ilmu Alam . Sebagai Seksi-Seksi dalam Bidang Tertentu Dalam menjalankan tugasnya. 1 Kelas Ilmu Bahasa. guru juga diberikan tugas lain yaitu sebagai berikut : 1. X5. 2 kelas Ilmu Sosial.

3. Anak yang NUANnya bagus setelah ditempatkan pada kelas unggul tidak sedikit yang mengalami kegagalan. Setelah proses penerimaan melalui jalur tersebut dilakasanakan maka untuk menentukan kelas yang akan dimasuki oleh tiap siswa. sesuai dengan nilai siswa. Ini hanya dilakukan untuk kelas sepuluh saja.2 Kelas X. Jalur Prestasi (20% atau 38 orang).6 Kelas X. 2. Sistem penerimaan siswa baru tahun ini melalui tiga jalur yaitu 1.5 Kelas X. Adapun yang mendasari diadakannya tes ini adalah: 1. Mencermati isu di media massa tentang isu UAN .1 Kelas X. 2.Kelas X.3 Kelas X. Jalur NUAM (70% atau 134 orang).4 Kelas X. Jalur Siswa Miskin (10% atau 20 orang).7 Kelas XI IPA 1 Kelas XI IPA 2 Kelas XI Bahasa Kelas XI IPS 1 Kelas XI IPS 2 Kelas XII IPA 1 Kelas XII IPA 2 Kelas XII IPS 1 Kelas XII IPS 2 Kelas XII IPS 3 Jumlah 343 15 16 20 22 27 30 34 11 17 20 14 20 17 17 20 21 22 286 17 24 21 18 13 10 5 17 12 15 26 20 18 17 20 16 17 629 32 40 41 40 40 40 39 28 29 35 40 40 35 34 40 37 39 SMA Negeri 2 Banjar memilki suatu sistem yang unik dalam penerimaan siswa baru.

Latar belakang sosial ekonomi siswa di SMA Negeri 2 Banjar pada umumnya mencukupi. tiap kelas berbeda-beda jumlahnya disesuaikan dengan kemampuan dan minat siswa untuk memilih jurusannya masing-masing. SMAN 2 Banjar memiliki suatu aturan tertentu untuk mengkoordinir kedisiplinan siswa. Sekolah di dalam mengelola kegiatan ekstrakurikuler memperbolehkan siswanya untuk memilih kegiatan ekstra sesuai dengan keinginannya serta bakat yang dimilikinya sehingga tidak terdapat unsur pemaksaan yang dapat menghambat perkembangan siswa. guru serta pegawai di sekolah ini. Dana didapat dari penerimaan siswa baru (PSB). jumlah siswanya diimbangkan antara jumlah putra dan putri. dari segi kedisiplinan dalam berperilaku. 2. Untuk kelas X yang lain yaitu tiap kelasnya.3. Kualitas akademis siswa yang diterima disekolah ini terbilang cukup bagus.7 Kegiatan Ekstrakurikuler Siswa Kegiatan ekstrakurikuler ini dapat meningkatkan kreativitas yang dimiliki siswa. hal ini dikarenakan jumlah siswa putri lebih banyak dibandingkan jumlah siswa putra. Hal itu menyebabkan sebaran jumlah siswa pada masing-masing . Untuk SMA Negeri 2 Banjar terdapat 3 jurusan yaitu jurusan Bahasa. Adapun tata tertib tersebut secara lebih rinci dapat dilihat pada lampiran 19. Mengenai pertimbangan jumlah siswa dilihat dari jenis kelaminnya tidak berimbang.3. Untuk membentuk kelas XI dengan nilai akademis yang direngking. Hal ini dapat dilihat dari pembayaran uang komite tiap bulannya tidak ada yang menunggak lebih dari 2 bulan. Kelas XI dibentuk untuk persiapan lomba-lomba akademis maupun non akademis. untuk mengatasi hal tersebut di sekolah ini diberikan bantuan khusus untuk siswa yang kurang mampu dan siswa yang berprestasi. Kegiatan ini dilakukan atas kerjasama antara kepala sekolah. hal ini dilihat dari banyaknya siswa yang sering mendapatkan juara dalam lomba yang berhubungan dengan akademis maupun non akademis. baik itu perkembangan intelektual maupun mental mereka. IPA dan jurusan IPS. Namun. Selain itu dilihat dari penjurusannya. Meskipun demikian mutu dan kualitas SMA Negeri 2 Banjar mampu bersaing dengan SMA negeri lainnya yang ada di Singaraja.

Ada beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang diprogramkan dan dilaksanakan di SMA Negeri 2 Banjar. Tari Bali 3. Kebijakan sekolah dalam mengelola kegiatan ekstrakurikuler dilihat dari : 1. Kempo 6. Penyaringan siswa yang ikut dalam kegiatan ekstrakurikuler siswa diberikan kebebasan untuk memilih dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki masing-masing siswa. Yoga 10. Voli Putra 5. Tari Kreasi 2. Tempat pelaksanaan ekstra disesuaikan dengan kebutuhan ekstra dan kegiatan ekstra dilakukan diluar jam efektif belajar. KSP Kegiatan ekstrakurikuler yang berlangsung selalu ditemani oleh pembina. Sepak Bola 7. PMR 9. Pembinaan ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Banjar dilakukan oleh masingmasing Pembina ekstra baik dari guru maupun Pembina khusus.kegiatan tidak merata sebab siswa memilih ekstra berdasarkan minat dan bakatnya. yaitu 1. Adapun daftar nama-nama pembina ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Banjar terdapat pada lampiran 17. Renang 8. . 2. Atletik 4. Pembinaan kegiatan ekstra kurikuler dilakukan oleh para guru yang memiliki keahlian atau keterampilan khusus di bidangnya sehingga minat dan bakat yang terdapat dalam diri siswa dapat berkembang lebih optimal. Para siswa wajib memiliki satu kegiatan ekstra kurikuler dan boleh memiliki lebih dari satu ekstra kurikuler jika siswa merasa memiliki banyak waktu luang dan memiliki bakat pada bidang yang lain. Adapun prestasi-prestasi yang sudah diperoleh dari pengembangan bakat siswa dengan kegiatan ekstrakurikuler yang cukup menakjubkan dan membanggakan seperti tercantum pada lampiran 18.

Hubungan antara kepala sekolah dengan stafnya sudah .8. akan tetapi mereka saling menghormati. dalam pelaksanaannya ada beberapa kendala yang dihadapi dalam kegiatan ekstrakurikuler. Serta kendala lain yang dihadapi adalah kurang lengkapnya sarana pada bidang ekstrakurikuler. ini dapat terlihat dari hubungan sosial antara siswa dengan siswa.3.3. maupun latar belakang keluarga. siswa dengan guru.1 Hubungan Antar Personal Sekolah Interaksi sosial yang terjadi di SMA Negeri 2 Banjar sangat baik.8 Interaksi Sosial 2. Jiwa kekeluargaan selalu meliputi suasana pergaulan para guru. Mengusahakan agar sarana yang diperlukan tidak kurang 3.Namun. Hubungan mereka sudah seperti teman akrab. siswa dengan guru dan pegawai. karena para siswa tidak canggung-canggung terhadap pegawai ataupun dengan guru dalam berinteraksi. guru dengan guru. Dalam pergaulan di lingkungan sekolah ini. disiplin dan menjadi panutan dan teladan sehingga lingkungan sekolah bisa terus terjaga dengan baik dan harmonis. 2. serta kepala sekolah dengan bawahannya dalam kehidupan sehari-hari sangat baik. Dalam menjalankan tugasnya Kepala sekolah SMA Negeri 2 Banjar selalu bertindak dengan penuh rasa tanggung jawab. Disamping itu juga para guru saling bekerja sama dalam melaksanakan kegiatan sekolah. Kendala tersebut terletak pada kurang aktifnya pembina dalam melaksanakan tugasnya dan ada siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler lebih dari satu dan jadwalnya bersamaan sehingga siswa tidak dapat mengikuti kegiatan dengan optimal. mereka tidak membeda-bedakan jenis kelamin. Upaya yang dilakukan dalam menghadapi kendala-kendala dalam kegiatan ekstrakurikuler adalah sebagai berikut : 1. Meminta siswa untuk memilih kegiatan ekstrakurikuler yang jadwalnya tidak bersamaan 2. Hal ini disebabkan karena mereka saling memerlukan satu sama lain yang menyangkut administrasi sekolah maupun kegiatan yang bersangkutan dengan proses belajar mengajar. Menambah pembina agar kegiatan ekstra berjalan dengan baik.

10 WITA para siswa dengan tertib memasuki kelasnya masing-masing. Dalam pergaulan antar siswa tidak terlihat adanya sikap senioritas antara kakak kelas dengan adik kelas. sedangkan siswa yang beragama lain. guru dan pegawai di SMA Negeri 2 Banjar sudah terjalin sangat baik dan komunikatif. lnteraksi antar komponen di sekolah ini terasa sangat harmonis layaknya sebuah keluarga besar yang penuh dengan hubungan kekeluargaan. maka mereka melakukan persembahyangan.8. Hubungan sosial ini tampak terjalin dengan akrab tanpa terganggu dengan adanya perbedaan agama. ras atau hal-hal lainnya.3. Hal ini disebabkan kerena mereka saling memerlukan satu sama lain yang menyangkut masalah administrasi. Ini dapat dilihat dari keaktifan Kepala sekolah yang selalu mengontrol dan mengarahkan kegiatan sekolah pada para staf sekolah. . ada yang bertugas menyapu. Selain itu juga Kepala sekolah membina dan memelihara kultur kehidupan sekolah dengan bertindak sesuai dengan alur kerja dan statusnya masing-masing.sangat baik. bagi para siswa yang mendapatkan tugas piket pada hari itu datang lebih pagi dari biasanya. bagi yang beragama hindu akan melakukan Puja Tri Sandya. 2. Kegiatan di dalam kelas a) Membuka dan Menutup Pelajaran y Setelah bel tanda masuk berbunyi pada pukul 07. maupun siswasiswa. guru-siswa. Kesemuanya tampak dalam pergaulan sehari-hari antar komponen sekolah.2 Kegiatan Siswa di Sekolah A. Mereka biasanya membagi tugas sendirisendiri. ada yang menghaturkan canang ke tempat-tempat suci yang tersebar di sekitar lingkungan sekolah. sehingga kegiatan tersebut berjalan dengan lancer. Namun. Tidak dirasakan adanya gap yang memisahkan antara guru-guru. maupun kegiatan yang bersangkutan dengan proses belajar mengajar. Hubungan antara siswa. y Ketika semua siswa sudah berada di dalam kelas.

mereka akan disuruh melapor ke kantor kepala sekolah atau ke ruang BK. ada yang berakhir lebih cepat dan ada juga yang berakhir lama sampaisampai menyita waktu istirahat. para siswa dengan baik mendengarkan dan memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru. y Pada saat akhir pelajaran. agar mereka . Terkadang pelajaran yang disampaikan tidak selesai tepat pada waktu yang telah ditetapkan. biasanya guru langsung memberikan pertanyaan kepada siswa tersebut. Pada saat guru memulai pelajaran. Bagi siswa yang terlambat memasuki kelas. Ini disebabkan oleh kurikulum yang selalu berganti-ganti setiap tahunnya dan biasanya juga karena ada beberapa siswa yang masih mengajukan pertanyaan tentang materi yang diajarkan. dan menjelaskan tata tertib dalam mengikuti pelajaran. yakni dengan menyampaikan materi yang diajarkan. para siswa mencatat tugas atau kesimpulan akhir dari mata pelajaran yang telah disampaikan oleh guru dan terakhir pada saat menutup pelajaran para siswa kembali memberikan salam berupa paramasanti kepada guru yang dipimpin oleh ketua kelas b) Interaksi Belajar Mengajar 1. terdapat siswa yang menanggapi pertanyaan tersebut. biasanya guru melakukan pengenalan diri secara singkat untuk anak kelas I. para siswa memberi salam berupa panganjali umat yang dipimpin oleh ketua kelas. y Sebelum guru memulai pelajaran. ada yang ikut memikirkan dan ada juga yang tidak ikut memikirkan jawaban dari pertanyaan yang telah dilontarkan. y Pada saat guru mata pelajaran memasuki kelas. Perilaku siswa dan guru mengajar yakni: y pada saat mengikuti proses belajar Dalam merespon pertanyaan yang dilontarkan oleh guru. Dalam menanggulangi masalah ini.melakukan doa sesuai dengan agama dan kepercayaan mereka masing-masing.

beberapa siswa berusaha untuk mencari dan menemukan jawaban dari permasalahan tersebut walaupun pendapatnya belum tentu benar. y Keberanian siswa untuk bertanya dan mengeluarkan pendapat sudah sangat baik. Misalnya sikap siswa yang tidak memperhatikan pelajaran dan menggangu temannya. 2. maka ada beberapa guru yang langsung memberikan bimbingan agar anak tersebut bisa menghormati dan menghargai guru serta teman-temanya. Posisi pengaturan tempat duduk siswa dalam proses belajar mengajar sangat teratur. banyak siswa yang kurang antusias dalam menanggapinya. c) Pengelolaan Kelas 1. sehingga pembelajaran menjadi tidak kondusif. untuk menghadapi/menyelesaikan permasalahan. Hal itu dilakukan agar para siswa lebih nyaman dalam mengikuti proses belajar mengajar. jadi hanya sedikit siswa yang seperti itu. siswa yang seperti itu jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari. boleh sama-sama laki-laki atau boleh laki-laki dengan perempuan. y Dalam mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah ada beberapa siswa yang kurang bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas tersebut. sehingga dia sering membuat pekerjaan rumahnya di kelas. Setiap guru mempunyai strategi sendiri. Namun. pastinya seorang guru menghadapi masalah-masalah yang dapat menggangu proses pembelajaran. tetapi untuk mengerjakan tugas atau kuis yang telah di tulis di papan tulis.terbiasa aktif dalam pembelajaran. Namun. tetapi disini yang lebih ditekankan adalah siswa mempunyai keberanian untuk menyampaikan pendapatnya. Dalam mengelola kelas. para siswa dalam mencari teman sebangku bebas. kemudian memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang sedang dibahas sehingga anak yang kurang memperhatikan .

ada juga siswa yang suka humor bahkan saat pelajaran berlangsung siswa itu melontarkan humor kepada teman-temannya. Jika guru tersebut tidak hadir. mungkin itu adalah salah satu caranya untuk menghilangkan rasa jenuh.pelajaran atau anak yang menggangu proses pembelajaran akan terdorong untuk memfokuskan diri pada kegiatan pembelajaran. Namun. 5. sebagian besar siswa hanya berpedoman pada LKS Kreatif saja. lembar kerja siswa dan buku catatan. padahal di Koperasi sudah disediakan buku-buku paket. Dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar setiap siswa mempunyai fasilitas seperti buku. kalau sudah mendapat izin dari guru piket baru siswa tersebut diperbolehkan mengikuti kegiatan di dalam kelas. Guru dalam menangani siswa yang terlambat adalah dengan menyuruhnya untuk melapor kepada guru piket. mereka biasanya lebih suka membaca buku di perpustakaan atau membaca-baca buku. Mungkin hal itu disebabkan karena sebagain besar siswa tergolong ekonomi menengah ke bawah. Tingkah laku siswa ketika ada salah satu guru terlambat hadir di dalam kelas adalah mereka biasanya bertanya pada guru piket apakah guru tersebut bisa hadir atau tidak. siswa mengerjakan tugas secara berkelompok dan . Selain itu. Siswa juga diberikan kebebasan untuk mengembangkan pengetahuan mereka dengan mencari buku penunjang yang lainnya. 7. maka siswa akan diberikan tugas untuk dikerjakan di dalam kelas tanpa ada pengawasan dari guru piket dengan syarat tidak ribut dan tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar di kelas lain. Kebanyakan siswa yang berprestasi lebih pendiam dibandingkan dengan yang lain. 4. 3. Dalam mengerjakan tugas tanpa pengawasan dari guru yang bersangkutan. 6. siswa yang berprestasi cenderung lebih aktif dibandingkan dengan siswa yang kurang berprestasi. Tingkah laku para siswa sangat bervariasi.

Siswa yang memiliki masalah.berdiskusi untuk menyelesaikan tugas tetapi dalam berdiskusi para siswa harus menjaga ketertiban kelas. dan bermain di luar kelas. Kegiatan diluar kelas Tingkah laku dan aktivitas yang dilakukan siswa di luar kelas sangat beragam. dan saat jam istirahat ini kita dapat melihat bagaimana hubungan antara siswa dengan guru dan pegawai. B. Suasana saat jam istirahat sangat ramai. Para siswa banyak yang berbelanja ke kantin. siswa cenderung merasa malas atau kurang antusias dalam menerima pelajaran. sebaiknya terlebih dahulu perlu disesuaikan antara lama waktu penyajian tertentu. bercanda. serta dengan anggota lingkungan sekolah. sebaiknya terlebih dahulu perlu disesuaikan antara lama waktu penyajian dengan bobot mata pelajaran tersebut agar siswa dapat menyerap materi dengan baik. 2. 3. mengunjungi perpustakaan sekolah untuk membaca-baca buku. Apabila guru penyaji kurang komunikatif dan tidak menyesuaikan diri dengan suasana. ngobrol dengan temantemannya. Dalam menyajikan mata pelajaran tertentu. Penanganan petugas BK terhadap prilaku anak yang bermasalah adalah anak yang bersamgkutan dipanggil dan diberikan bimbingan serta arahan-arahan. 8. bahkan ada juga siswa yang hanya duduk-duduk saja. Banyak siswa yang merasa takut saat mereka menerima mata pelajaran yang dianggap mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi. Selama orientasi tidak ada perilaku yang ekstrim dilakukan oleh para siswa. 1. maupun diluar sekolah. biasanya akan dipanggil oleh guru BK untuk menyelesaikan masalah yang sedang siswa tersebut hadapi. Aktifitas siswa dalam pembelajaran juga dipengaruhi oleh mata pelajarannya. diantaranya sebagai berikut. . 4. baik masalah sekolah.

2. setiap petugas BK akan meminta bantuan pihak keluarga untuk membantu permasalahan yang dihadapi siswa. Pada umumnya. Hal itu disebabkan karena tingkat ego siswa yang masih belum terkendali. a. Adapun cara yang digunakan guru BK untuk menangani permasalahan yang dialami siswa adalah sebagai berikut.9 Mekanisme Penanganan Siswa Yang Bermasalah Dalam proses interaksi sosial di lingkungan sekolah tentunya permasalahan sosial antar siswa sering dijumpai.3. Kemudian memberi sedikit saran dan solusi agar masalah tersebut dapat diselesaikan. jika permasalahan tersebut memang tidak bisa ditangani secara intensif oleh guru BK. . b. Petugas BK biasanya mendekati anak yang bermasalah untuk diajak berkonsultasi sehingga petugas BK tahu permasalahan yang sedang dihadapi oleh anak tersebut.

dan administrasi kegiatan lain. laboratorium. Adanya serah terima secara langsung ini sangat membantu mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan PPL Real untuk pertama kalinya. Dalam kegiatan awal yang dilakukan mahasiswa PPL-Real adalah observasi dan orientasi awal. keadaan guru/pegawai serta siswa.1 Hasil Temuan Sebelum Mengajar PPL-Real di sekolah tugas. dan perlengkapan). penulis baserta rekan -rekan PPL-Real di SMA Negeri 2 Banjar diterima langsung oleh wakil kepala sekolah . mengenal pengelolaan sekolah secara umum. mengenal pengelolaan bimbingan belajar dan penanganan siswa yang bermasalah. program semester. Setelah itu.1. dan lain -lain). mengenal pengelolaan lab. 3. Adapun kegiatan non-mengajar yang dilakukan oleh penulis antara lain: mengenal administrasi sekolah (kesiswaan.BAB III HASIL TEMUAN PPL DAN PEMBAHASAN Serah terima mahasiswa PPL-Real antara pihak Undiksha dengan sekolah mitra dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2009. kepegawaian. lapangan. dan ruang praktikum. program tahunan. dan persiapan memasuki latihan mengajar terbimbing. keuangan. Pada hari pertama ini. Pelaksanaan kegiatan PPL-Real dilakukan pada bulan Juli 2009 sesuai dengan jadwal atau program kerja yang telah dibuat. Kareana mahasiswa tidak perlu khawatir tidak diterima oleh sekolah. mengenal pengelolaan OSIS dan disiplin siswa. media yang ada. mengamati fasilitas sekolah. mengenal dan berlatih membuat rincian minggu efektif. rencana pembelajaran. mengobservasi guru model yang ditindaklanjuti dengan tanya jawab/diskusi. mengamati fasilitas pendukung pembelajaran (ruang kelas.1 Hasil Temuan dalam PPL Tanggal 25 Juli 2008 adalah hari pertama mahasiswa memulai kegiatan 3. untuk selanjutnya praktikan mengikuti pengajaran latihan mengajar terbimbing selama 5 minggu dan dilanjutkan dengan latihan mengajar mandiri. serta membina kegiatan ekstrakurikuler. yaitu dengan menyusun dan mengesahkan program kegiatan PPL.

Salah satunya adalah perencanaan pembelajaran. jurnal mengajar. baik lingkungan fisik maupun lingkungan non fisik serta diharuskan untuk melakukan pengamatan terhadap guru model minimal 3 orang guru model yaitu satu orang guru mata pelajaran sejenis dan dua orang guru mata pelajaran lain yang dilaksanakan selama 2 minggu. Adapun perencanaan pembelajaran terdiri dari program tahunan. silabus. X2 Fisika 6-7 Senin. Adapun guru model yang dapat diamati yakni : 1. rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disesuaikan dengan kalender akademik. Sebelum melaksanakan latihan mengajar. praktikan menemukan berbagai pengalaman mengajar yang jelas hal itu sangat membantu praktikan nantinya melakukan praktik mengajar. S. Selain itu. Pemberian gambaran umum ini sangat membantu mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan PPL selanjutmya. program semester.bidang kurikulum. seperti administrasi guru yang harus dipenuhi sebagai syarat untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran yang efektif. 27 Juli 2009 . mahasiswa PPL diharapkan mengadakan observasi secara langsung. hal ini bertujuan untuk menambah pengetahuan mahasiswa tentang keterampilan mengajar dan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan kelas dan strategi pembelajaran yang cocok sesuai dengan karakter materi pelajaran dan karakter siswa. diberikan gambaran umum tentang SMA Negeri 2 Banjar. Sebagai pertemuan awal. Sebelum melaksanakan tugas mengajar. Nama guru model Kelas Mata Pelajaran Jam Pelajaran Hari/Tanggal : : : : : I Wayan Baktiyasa. Dengan petunjuk awal dari gambaran umum yang dipaparkan oleh Waka Kurikulum. Setelah pemberian gambaran umum tentang SMA Negeri 2 Banjar.Pd. praktikan memperoleh pelajaran terkait tugas seorang guru. rincian minggu efektif. maka mahasiswa praktikan mulai mengenal dan melakukan observasi. Waka Kurikulum mengumumkan guru pamong masing-masing mahasiswa. sehingga nantinya bisa dijadikan pedoman dalam melaksanakan latihan mengajar. Dalam pengamatannya.

XI IPA1 BHS Inggris 2-3 Rabu. cara yang dilakukan saat membuka pelajarn hampir semua sama. Dari tiga orang guru model yang diobservasi. Setelah itu. Terlihat pada ketiga guru model ini. mengucapkan salam terlebih dahulu dan mengecek kehadiran siswa. S. yaitu sebagai berikut. terlihat secara umum guru melakukan peralihan dari pembukaan ke pelajaran inti dengan memberikan kesimpulan terhadap jawaban para siswa atas pertanyaan yang telah diajukan oleh guru dan setelah itu langsung menuju ke materi pelajaran yang akan diajarkan. guru hanya memerlukan waktu kurang lebih 10 menit. Berdasarkan observasi terhadap ketiga guru model. namun tidak semua materi disampaikan.Pd. 29 Juli 2009 Berdasarkan observasi yang dilakukan terhadap ketiga guru model dengan mata pelajaran yang berbeda ini. guru (nara sumber) juga mengecek retensi (daya serap terhadap pelajaran sebelumnya) siswa dengan mengajukan pertanyaan. S. guru menyampaikan materi. b) Kegiatan Inti Pada kegiatan inti pelajaran.Pd XI IPA2 Matematika 4-5 Selasa. diperoleh hasil bahwa secara umum proses pembelajaran di dalam kelas dapat dilihat dari tiga kegiatan utama. Dalam membuka pelajaran ini. Nama guru model Kelas Mata Pelajaran Jam Pelajaran Hari/Tanggal : : : : : Nyoman Suwita. 28 Juli 2009 3.2. bahwa materi yang diajarkan adalah inti-intinya agar dapat mengoptimalkan waktu . a) Pembukaan Ketika guru memasuki kelas. Nama guru model Kelas Mata Pelajaran Jam Pelajaran Hari/Tanggal : : : : : I Dewa Putu Yudiarto.

guru mencoba tidak lupa guru untuk memberikan kesempatan bertanya bagi siswa.1. dan tugas administrasi lainnya. RPP. silabus. Di kelas XI masing-masing mendapat pelajaran Fisika sebanyak 2 kali pertemuan (4 jam pelajaran) dalam 1 minggu. sebagian besar guru masih menggunakan model konvensional seperti ceramah. c) Penutup Pada akhir pembelajaran. akademik. silabus. administratif. RPP dan tugas administrasi lainnya pada guru pamong dan dosen pembimbing (Lampiran 22). rincian minggu efektif. agar tidak hanya guru saja yang aktif. Kegiatan penutup yang dilakukan guru model berlangsung 10 menit. program semester. namun siswa juga diharapkan aktif dalam pembelajaran. rincian minggu efektif. sosial-psikologis dan sistem pengelolaan yang dikembangkan. Ini merupakan salah satu cara untuk mengaktifkan siswa di dalam pembelajaran. Pada saat menjelaskan materi.yang tersedia. mampu membuat program tahunan. mengenal secara cermat lingkungan fisik. Sehingga sebelum mengajar mahasiswa dapat belajar membuat program tahunan. program semester. 3. Berdasarkan pengamatan-pengamatan tersebut. Kegiatan inti ini berlangsung selama kurang lebih 60 menit. Setelah selesai menjelaskan materi. guru memberikan soal-soal latihan kepada siswa untuk dikerjakannya. guru menyimpulkan materi pelajaran yang telah dibahas dan selanjutnya menilai hasil belajar yang telah dilakukan dalam PBM tersebut. mahasiswa praktikan merasakan ada beberapa hal yang amat penting yang didapat seperti. Jadwal mengajar dapat dilihat pada tabel 8. namun untuk mengurangi hal itu. Guru memberikan evaluasi kepada siswa agar siswa mau belajar di rumah dan bisa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. penulis memperoleh kesempatan mengajar mata pelajaran Fisika di kelas XI IA1 dan XI IA2. Hasil Temuan Selama Latihan Mengajar Selama mengikuti PPL di SMA Negeri 2 Banjar.2. . distribusi alokasi waktu.

50-09. Dalam kegiatan ini penulis dibimbing oleh guru pamong secara intensif baik dalam membuat RPP.40-10. Hal ini dipergunakan oleh guru unntuk memperbaiki tampilan penulis dalam mengajar sehingga dalam ketrampilan berikutnya menjadi lebih baik. sampai dengan cara penyajian materi. pengelolaan kelas. pelaksanaannya itu dilakukan dengan baik. Dalam praktek mengajar mandiri penulis diberikan wewenang untuk mengelola kelas tanpa diawasi penuh oleh guru kelas. Kegiatan latihan mengajar ini dibagi menjadi dua tahap yaitu: 1.Tabel 8 Jadwal Mengajar Jam Ke 0 1 2 3 4 5 6 7 Waktu Hari Rabu Kamis Senin Selasa Jumat Sabtu 07.50 11. Dalam penilaian mengajar ini tetap dinilai melalui format APKCG yang diberikan dari LPPL. 2. Dalam kegiatan belajar mandiri.20-11.10-11.30 XI IA2 XI IA2 XI IA1 XI IA1 XI IA1 XI IA1 XI IA2 XI IA2 Kegiatan mengajar dimulai dari tanggal 3 Agustus 2009 sampai dengan 10 Oktober 2009. Latihan Mengajar Terbimbing Latihan mengajar terbimbing ini dimulai dari tanggal 3 Agustus sampai dengan 5 September 2009. penggunaan media.30-08.00 11.10 08.50-12.20 10.50 08.30 09. Adapun materi yang disajikan selama mengikuti PPL disesuaikan dengan kurikulum yang digunakan . mahasiswa praktikan diharapkan menguasai materi pelajaran yang akan diajarkan dengan baik. Latihan Mengajar Mandiri Kegiatan praktek mengajar mandiri dimulai dari tanggal 7 September sampai dengan 8 Oktober 2009.10-08.

Materi-materi yang disajikan mencakup beberapa Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. gerak melingkar dan gerak parabola dengan menggunakan vektor 1. perubahan energi dengan hukum kekekalan energi mekanik 1.   roup Investigation dan STAD.2 Menganalisis hukum-hukum yang berhubungan dengan fluida statick dan dinamik serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 3.1 Menganalisis gerak lurus. Menerapkan konsep termodinamika dalam mesin kalor 3.1 Menformulasikan hubungan antara konsep torsi. yang dijabarkan sebagai berikut. berdasarkan hukum II Newton serta penerapannya dalam masalah benda tegar 2. yang didukung dengan metode .5 Menganalisis hubungan antara usaha.4 Menganalisis hubungan antara gaya dengan gerak getaran 1.yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Menerapkan konsep dan prinsip mekanika klasik sistem kontinu dalam menyelesaikan masalah 2. seperti model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.3 Menganalisis pengaruh gaya pada sifat elastisitas bahan 1. dan momen inersia.6 Menerapkan hukum kekekalan energi mekanik untuk menganalisis gerak dalam kehidupan sehari-hari 1.2 Menganalisis keteraturan gerak planet dalam tatasurya berdasarkan hukum-hukum Newton 1.7 Menunjukkan hubungan antara konsep impuls dan momentum untuk menyelesaikan masalah tumbukan 2. Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan mekanika benda titik 1. momentum sudut.2 Menganalisis perubahan keadaan gas ideal dengan menerapkan hukum termodinamika Selama melaksanakan PPL-Real di SMA Negeri 2 Banjar penulis menerapkan beberapa model pembelajaran. 1.1 Mendeskripsikan sifat-sifat gas ideal monoatomik 3.

3.00 pagi sampai selesai. staf guru. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis semua model pembelajaran kooperatif tersebut cukup efektif untuk diterapkan. Mendapatkan pengalaman mengajar yang sangat menarik dan unik. hal itu terbukti membuat siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. dimana hal ini nantinya akan menjadi bekal bagi mahasiswa praktikan untuk lebih mengembangkan dan membuat inovasi-inovasi dalam pembelajaran. Setiap hari Jumat mulai pukul 07. Hasil yang diperoleh oleh mahasiswa praktikan selama melaksanakan latihan mengajar adalah : 1. bahwa menjadi seorang guru harus berani tampil di depan umum dan senantiasa siap membimbing peserta didik. yaitu satu kelas yang dipilih secara bergilir dimulai dari kelas X1.00 melakukan kegiatan pembersihan. Sedangkan sebagai Pembina upacara. Upacara bendera ini diikuti oleh kepala sekolah. dan seluruh siswa. Dapat menerapkan berbagai kemampuan profesional keguruan secara utuh terpadu dalam situasi nyata. Perangkat upacara yang bertugas. 3. Penulis mengetahui kegiatan seorang guru tidak hanya mengajar saja tetapi juga dilibatkan dalam kegiatan non- mengajar seperti kokurikuler dan ekstrakurikuler. 2. percobaan dan diskusi kelompok. yaitu kepala sekolah dan staf guru secara bergilir pula. 2. Mampu mengembangkan berbagai keterampilan dasar mengajar. mahasiswa PPL-Real.1. Jumat Bersih Untuk menjaga kebersihan dan kerindangan lingkungan sekolah. .3 Dalam Kegiatan Non-Mengajar Selain latihan mengajar mahasiswa PPL-Real juga mencari pengalaman lainnya yang dilakukan di sela-sela kegiatan.pembelajaran diskusi informasi. Upacara Bendera Pengibaran Upacara bendera dilaksanakan setiap hari senin dimulai dari pukul 07. Hal ini memberikan makna. pegawai. Jenis kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan non-mengajar. seperti: 1.

Kegiatan ekstrakurikuler ini bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat pada siswa. Melalui kegiatan ini penulis mendapat banyak pengalaman mengenai tugas-tugas dan tanggung jawab menjadi seorang guru.Dimana pada saat pembersihan tiap-tiap wali kelas mengawasi para siswa dalam melakukan pembersihan di dalam maupun di luar kelas. Adapun kegiatan ekstrakurikuler yang penulis laksanakan adalah KSP (Kelompok Siswa Pengemar) Fisika yang dilaksanakan setiap hari jumat siang. 6. Mengecek kehadiran mahasiswa 2. Mencatat tamu yang berkepentingan dengan mahasiswa PPL-Real seperti pihak dosen pembimbing dan tim monitoring dari LPPL. Melaksanakan Piket Harian pada hari Selasa Setiap hari mahasiswa secara bergantian bertugas untuk melaksanakan piket harian sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan sebelumnya berdasarkan kesepakatan. memberikan tugas-tugas (PR) sebagai tindak lanjut pembelajaran. Ekstrakurikuler Kegiatan ekstrakurikuler adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan diluar jam pelajaran sekolah. 5. tentunya kegiatan yang dilakukan semuanya atas persetujuan Kepala Sekolah dan Guru Pamong. 4. 3. Berpartisipasi Dalam Kegiatan HUT RI ke-64 Dalam hal ini penulis ikut berpartisipasi dalam mengawasi. Selain itu penulis juga mengikuti upacara bendera di lapangan Banjar. Mengerjakan Tugas-tugas Kokurikuler Kegiatan kokurikuler yang penulis lakukan misalnya. membantu kegiatan pembersihan dan penghisaan di sekolah serta mengawasi kegiatan gerak jalan yang diadakan di kecamatan Banjar. menindak lanjuti tugas (PR) dengan penilaian dan komentar. . Melayani mahasiswa yang minta izin untuk meninggalkan sekolah untuk keperluan kampus ataupun keperluan keperluan lainnya 3. Tugas piket diantaranya: 1.

penting halnya untuk mengkonsultasikan rencana pembelajaran yang akan disampaikan dalam pembelajaran kepada guru pamong atau dosen pembimbing. 2. Penulis dapat belajar menggunakan waktu seefektif mungkin dalam mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan tuntutan silabus.2 Pembahasan Sebelum mulai mengajar. Memilih strategi pembelajaran dilihat dari pendekatan.7. macromedia flash. yaitu 1. buku penunjang. LKS. seperti buku paket.1 Persiapan Mengajar prasarana dalam menunjang pembelajaran. RPP. silabus. alokasi waktu serta pengelolaan kelas. Dalam persiapan mengajar. strategi mengajar. baik itu power point. Selain persiapan tersebut. analisis butir soal dan tugas administrasi lainnya. ataupun gambar-gambar yang berkaitan dengan . Selama proses pembelajaran berlangsung praktikan menyampaikan pelajaran berdasarkan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun dan telah dibimbing oleh guru pamong dan dosen pembimbing. alat penujang penunjang pembelajaran sangat penting dipersiapkan sebaik-baiknya. 3. sarana dan prasarana yang tersedia dan alokasi waktu yang tersedia. Mengerjakan Tugas-tugas Administrasi Keguruan Tugas administrasi guru yang penulis lakukan adalah membuat program tahunan. media. sehingga akan diperoleh hasil yang optimal dan sesuai dengan yang diharapkan. Pada kegiatan persiapan pembelajaran di sekolah ada beberapa manfaat yang penulis peroleh. distribusi alokasi waktu. Dari kegiatan ini penulis mendapat pengalaman yang sangat berharga. mahasiswa praktikan harus dituntut benar-benar mempersiapkan diri baik mengenai penguasaan materi pembelajaran yang akan diajarkan. serta rencana pelaksanaan pembelajaran. 3. metode dan teknik yang sesuai dengan karakteristik siswa.2. program semester. Semua tugas administrasi guru ini penulis buat atas bimbingan oleh guru pamong. silabus. Dalam mengajar. rincian minggu efektif. seperti buku ataupun media. praktikan menyiapkan berbagai sarana dan 3.

2.materi yang akan dibahas. tentunya setiap guru akan menemukan beberapa kendala dalam menyusun persiapan mengajar. tentunya praktikan mendapatkan manfaat dan kendala-kendala dalam pelaksanaannya. Adapun manfaat yang diperoleh dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut. afektif dan psikomotorik. maka hal itu digunakan sebagai modal dasar untuk pengembangan kemampuan mengajar. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan dari masukan yang telah diberikan baik dari guru pamong maupun dosen pembimbing. sehingga dalam pelaksanaan dengan rancangan pembelajaran tidak sesuai dengan rencana. 2. Oleh karena itu. Manajemen waktu yang kurang efektif. Adapun kendala-kendala tersebut adalah sebagai berikut.2 Praktek Mengajar Selama dalam pelaksanaan pembelajaran. sesuai dengan indikator hasil belajar dan sesuai dengan aspek yang dinilai yang mencangkup aspek-aspek kognitif. sehingga menyebabkan penulis harus berusaha menerapkan strategi mengajar yang sesuai dengan kemampuan dan karakteristik siswa. dalam prakteknya. 3. . sehingga siswa termotivasi dan dapat menerima pelajaran dengah mudah. penulis banyak mendapat masukan dari guru pamong dan dosen pembimbing mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan mengajar. karena setiap individu memiliki karakteristik dan gaya belajar yang berbeda. Namun. pembelajaran sedikit terhambat dan hal itu sangat mempengaruhi hasil belajar siswa nantinya. Menyusun alat penilaian hasil belajar sesuai dengan jenis dan prosedur peneliaian. hal yang perlu diperhatikan adalah kemampuan siswa yang bervariasi. 4. Dalam pelaksanaannya. 1. yang diakibatkan oleh kondisi dan situasi kelas. Dalam persiapan yang dilakukan dalam pembelajaran. Mengajar merupakan kegiatan yang kompleks yang membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar proses belajar mengajar berlangsung dengan baik dan lancar.

praktikan mendapatkan bimbingan dari guru pamong dan dosen pembimbing dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi di kelas saat mengajar. Ketika mengajar. Penulis memiliki pengalaman dalam mengajar dan dalam memilih pendekatan. dan siswa. para mahasiswa langsung berinteraksi dengan para guru. Penulis dapat memahami berbagai karakter dari siswa. 1. Dalam melakukan hubungan sosial di sekolah hubungan mahasiswa PPL-Real . sehingga mengharuskan praktikan untuk mengulang kembali penjelasannya. Dalam kegiatan pembelajaran. Alokasi waktu yang telah ditetapkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) terkadang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. terdapat beberapa peserta didik yang tidak disiplin dalam mengikuti proses belajar mengajar. staf pegawai.1. 2. 2. 3. 3. 4. maka praktikan mengupayakan berbagai macam cara untuk membuat mereka lebih disiplin dalam mengikuti pembelajaran. sehingga apa yang menjadi tujuan dalam rencana pembelajaran tidak tercapai. Penulis memiliki pengetahuan tentang efektivitas dan manfaat penggunaan berbagai alat Bantu pembelajaran mengajar dikelas. Bahkan ada siswa yang tidak mengerti sama sekali. model ataupun metode pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran.3 Melakukan hubungan sosial di sekolah Sejak penerjunan mahasiswa PPL-Real di SMA Negeri 2 Banjar. sehingga penulis dapat memilih pendekatan yang tepat dalam menciptakan pembelajaran yang kondusif. Hal itu menyebabkan banyak waktu terbuang. Kemampuan yang dimiliki oleh siswa yang satu dengan siswa yang lain tidak sama. Hasil pengamatan dan penilaian dari guru pamong dan dosen pembimbing sangat berguna sebagai bahan refleksi diri untuk hal-hal yang perlu ditingkatkan dan yang perlu dipertahankan dalam kegiatan mengajar berikutnya. Hal ini membuat suasana kelas menjadi tidak kondusif. 3. sehingga penulis mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi.2. Adapun kendala-kendala yang ditemukan selama mengajar adalah sebagai berikut.

j Mengetahui cara pelayanan pegawai terhadap kebutuhan siswa serta semua komponen sekolah. mahasiswa sebagai calon guru kadang bergaul terlalu dekat dengan siswa.dengan guru lain sangat harmonis. Dalam berinteraksi. sehingga dapat dipilih metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan keinginan mereka. Hubungan social ini sangat diperlukan bagi mahasiswa praktikan untuk lebih mengenal jati diri dan sangat membantu nantinya dalam kegiatan pembalajaran.2. sehingga nantinya berguna bagi praktikan sebagai seorang calon guru. c. Adapun manfaat yang diperoleh dari hubungan social ini adalah sebagai berikut. Padahal wakasek dan kasek sangat membantu memberikan penjelasan yang lebih rinci lagi tentang administrasi sekolah pada umumnya dan guru pada khususnya. a. kendala yang dihadapi penulis adalah sulitnya berinteraksi dengan wakasek dan kasek SMAN 2 Banjar. terutama dalam pengelolaan kelas. Hubungan sosial dengan siswa j Mengerti keinginan siswa pada saat pembelajaran di kelas. j Mengetahui kekurangan dan kelebihan dalam mengajar. sehingga sering menimbulkan hal-hal yang kurang menyenangkan.4 Tindak Lanjut/Perbaikan yang Telah Dilakukan Beberapa hambatan dan kendala yang ditemui oleh praktikan selama melaksanakan PPL-Real ini harus dicarikan pemecahan masalah yang tepat. b. 3. sehingga dapat dijadikan refleksi untuk perbaikan pembelajaran berikutnya. Hubungan sosial dengan pegawai j Mengetahui cara pengelolaan administrasi. Tindak . Selain itu juga. j Mendapatkan masukan dari guru-guru untuk memecahkan masalah yang dihadapi di sekolah. karena kesibukan pekerjaan yang sangat padat. Hubungan sosial dengan guru j Mengetahui berbagai macam karakter guru yang disenangi dan tidak disenangi oleh siswa.

3 Temuan Yang Bermakna Selama melaksanakan PPL di SMA Negeri 2 Banjar. Pada saat mengajar. membuat siswa menjadi disiplin. mengetahui bakat yang dimiliki siswa. praktikan harus merancang pembelajaran di kelas dengan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sebagai suatu kegiatan yang menyenangkan dengan mengkonsultasikannya terlebih dahulu dengan guru pamong atau dosen pembimbing. seperti mengetahui bagaimana cara membuat siswa paham. yaitu: Sebelum mengajar. serta bagaimana cara menangani siswa yang bermasalah. Ketidakdisiplinan siswa dalam proses belajar mengajar dapat ditanggulangi dengan memberikan informasi tentang tata tertib dalam mengikuti pembelajaran tersebut. Dalam mengajar di kelas.lanjut yang dilakukan dalam menghadapi kesulitan-kesulitan selama pelaksanaan PPL-Real. maka guru memberikan pertanyaan-pertanyaan pada siswa dan setiap akhir pertemuan siswa diberikan pekerjaan rumah yang berhubungan dengan materi yang telah diajarkan. Dalam membina hubungan sosial yang baik. untuk mengektifkan pembelajaran dan meningkatkan motivasi siswa. Teknik ini juga mampu mengaktifkan keikutsertaan siswa dalam pembelajaran. yang kelak dapat dijadikan pedoman untuk menjadi guru yang professional. pegawai dan siswa saat waktu-waktu senggang atau diluar jam pelajaran. sehingga persiapan dalam mengajar dapat dilaksanakan dengan baik. penulis memperoleh berbagai hal temuan yang sangat bermakna. . 3. antara lain : 1. Dengan demikian penulis menjadi lebih akrab dengan warga sekolah. penulis mendapat pengalaman yang sangat berharga. Perhatian siswa pada pelajaran dapat difokuskan dengan membawa media yang sesuai dengan materi. maka praktikan harus mulai memberanikan diri untuk mengobrol dengan guru.

Dalam kegiatan PPL Real dituntut untuk mencoba menerapkan pembelajaran yang inovatif. 5. Rasa kekeluargaan yang dicerminkan SMA Negeri 2 Banjar sangat baik sekali. Praktikan menemukan berbagai macam karakter pada warga sekolah SMA Negeri 2 Banjar. Penulis dapat belajar membina ekstrakurikuler. Selain itu juga penulis melihat keramahan diantara warga sekolah yang menyebabkan lingkungan sosial di SMAN 2 Banjar menjadi lebih berkesan. khususnya KSP Fisika dan membimbing siswa yang akan mengikuti olimpiade fisika. 3. dimana pada tahun ini SMAN 2 Banjar telah menjalani program RSKM (Rintisan Sekolah Mandiri). sehingga penulis mempunyai pengalaman sebagai bekal kelak. . 4.2. sehingga dengan sendirinya penulis sudah dapat lebih kreatif dalam mengajar walaupun hal tersebut belum penulis lakukan secara maksimal. Praktikan berusaha untuk memahami dan beradaptasi dengan keadaan tersebut. Namun setidaknya penulis sudah pernah menerapkan teori pembelajaran yang didapatkan di bangku kuliah. Hal itu adalah modal dasar membangun kerjasama antar warga sekolah untuk menciptakan sekolah yang mandiri.

Lingkungan fisik. Kegiatan proses pembelajaran di SMAN 2 Banjar berjalan dengan baik. 3. seperti sarana dan prasarana yang disediakan sudah cukup memadai.BAB IV PENUTUP 4. keterampilan berinteraksi di lingkungan sekolah. Melalui PPL-Real mahasiswa mampu mengembangkan keterampilan dasar mengajar. dan lain sebagainya. akademik. . Adapun hal yang dapat disimpulkan adalah sebagai berikut. akademik. dan sosial psikologik sekolah dengan nyata dan lebih teliti. seperti: bertanya. memberikan penegasan dan lain-lain.1 Simpulan Dari uraian diatas. menjelaskan. dan sosial-psikologik di SMA Negeri 2 Banjar sangat baik dalam menunjang proses pembelajaran. Penguasaan dan pengembangan kompetensi sangat penting dilakukan karena seorang guru tidak hanya dituntut dapat mengajar dan menguasai materi pelajaran tetapi juga harus bisa menyiapkan pelajaran secara tertulis. PPL-Real merupakan kegiatan yang dapat digunakan untuk melatih mahasiswa sebagai calon guru agar memiliki kemampuan memperagakan kinerja dalam situasi nyata dalam kegiatan mengajar maupun tugas-tugas keguruan lainnya 2. Pertanggung jawaban secara moril atas hasil didikan kita merupakan hal pokok yang sangat penting diketahui oleh seorang calon guru sebab merupakan kendala yang harus dihadapi apabila terdapat kelas yang tidak dapat mencapai kriteria penilaian yang telah di standarkan. administrasi. Melalui PPL-Real mahasiswa dapat mengenal lingkungan fisik. membuka-menutup pelajaran. 6. 4. penulis dapat menarik kesimpulan tentang proses pembelajaran yang telah dilaksanakan selama di SMA Negeri 2 Banjar. terjalinnya hubungan social yang baik antar warga sekolah. 5. hal itu dipengaruhi oleh banyak faktor. 1. 7. administratif.

Adapun saran yang penulis ingin sampaikan antara lain : 1.4. penulis berupaya memberikan beberapa saran yang tiada lain tujuannya adalah untuk dapat meningkatkan hasil. Semangat kekeluargaan antara guru. 4. sehingga pendidikan di sekolah akan lebih bermutu dan berkualitas. .2 Saran Dengan dilaksanakan PPL di SMA Negeri 2 Banjar. dan siswa perlu ditingkatkan. mutu dan proses pelaksanaan PPL Real di SMA Negeri 2 Banjar maupun SMA lainnya. Kerindangan taman sekolah harus terus dijaga kerindangannya karena dapat menambah suasana belajar yang kondusif. 2. 5. Pola tingkah laku siswa dan kedisiplinan siswa perlu ditingkatkan demi kelancaran proses belajar mengajar serta terwujudnya disiplin nasional. 3. baik buku paket pelajaran maupun buku-buku penunjang lainnya. guru. Pretasi yang gemilang yang selama ini diraih SMA Negeri 2 Banjar hendaknya ditingkatkan dan dipertahankan agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Kerja sama antara kepala sekolah. staf pegawai. dan siswa di SMA Negeri 2 Banjar perlu ditingkatkan. 6. staf pegawai. Perlunya mempercepat pembangunan perpustakaan sehingga siswa lebih mudah mendapatkan buku pelajaran untuk menunjang pelajaran.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->