Operasi Trikora

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari
Konflik Papua Bagian Barat

Peta Papua bagian barat pada tahun 1960-an

Tanggal Lokasi Hasil

Casus belli

19 Desember 1961 - 15 Agustus 1962 Papua bagian barat Papua bagian barat digabungkan kepada Indonesia. Indonesia dan Belanda memperebutkan daerah Papua bagian barat
Pihak yang terlibat Belanda Komandan

Indonesia Soekarno Soeharto Tidak diketahui Tidak diketahui

Kekuatan Tidak diketahui Jumlah korban Tidak diketahui

Artikel ini bagian dari seri

Sejarah Indonesia

Sejarah Nusantara Pra-Kolonial (sebelum 1509) Pra-sejarah Kerajaan Hindu-Buddha Kerajaan Islam Zaman kolonial (1509-1945) Era Portugis (1509-1602) Era VOC (1602-1800) Era Belanda (1800-1942) Era Jepang (1942-1945) Sejarah Republik Indonesia Proklamasi (17 Agustus 1945) Masa Transisi (1945-1949) Era Orde Lama (1950-1959) Demokrasi Terpimpin (1959-1966) Operasi Trikora (1960-1962) Konfrontasi Indo-Malaya (1962-1965) .

Pada tanggal 19 Desember 1961. mempersiapkan.1 Militer o 2. Presiden Indonesia Soekarno mengumumkan pelaksanaan Trikora di Alun-alun Utara Yogyakarta. Mayor Jenderal Soeharto diangkat sebagai panglima. juga disebut Pembebasan Irian Barat.3 Setelah penggabungan 5 Catatan kaki 6 Pranala luar [sunting] Latar belakang .1 Persetujuan New York o 4. dan menyelenggarakan operasi militer untuk menggabungkan Papua bagian barat dengan Indonesia. Soekarno juga membentuk Komando Mandala.2 Diplomasi o 2.1 Operasi-operasi Indonesia o 3.3 Operasi penerjunan penerbang Indonesia 4 Akhir dari konflik o 4.Gerakan 30 September 1965 Era Orde Baru (1966-1998) Gerakan Mahasiswa 1998 Era Reformasi (1998-sekarang) [Sunting] Operasi Trikora. Daftar isi [sembunyikan] y y y y y y 1 Latar belakang 2 Persiapan o 2. Tugas komando ini adalah merencanakan.3 Ekonomi 3 Konflik bersenjata o 3.2 Penentuan Pendapat Rakyat o 4. adalah konflik dua tahun yang dilancarkan Indonesia untuk menggabungkan wilayah Papua bagian barat.2 Pertempuran laut Aru o 3.

Belanda mengundang Indonesia ke Mahkamah Internasional untuk menyelesaikan masalah ini. namun setuju bahwa hal ini akan dibicarakan kembali dalam jangka waktu satu tahun. Hasilnya antara lain adalah sebuah akademi angkatan laut yang berdiri pada 1956 dan tentara Papua pada 1957. namun tidak menyebut kandungan emas ataupun tembaga. . Setelah Indonesia beberapa kali menyerang Papua bagian barat. H. Pada bulan Desember 1950. pihak Belanda menganggap wilayah itu masih menjadi salah satu provinsi Kerajaan Belanda. Hal ini kemudian dibicarakan dalam beberapa pertemuan dan dalam berbagai forum internasional. Belanda mempercepat program pendidikan di Papua bagian barat untuk persiapan kemerdekaan. Akhirnya. Uni Soviet. termasuk wilayah barat Pulau Papua. Namun demikian. Zainal Abidin Syah yang dilantik pada tanggal 23 September 1956. Pemerintah Belanda kemudian memulai persiapan untuk menjadikan Papua negara merdeka selambat-lambatnya pada tahun 1970-an. Pada tahun 1960. Nasution pergi ke Moskwa. Belanda dan Indonesia tidak berhasil mencapai keputusan mengenai Papua bagian barat.Ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Indonesia mencoba meminta bantuan dari Amerika Serikat. Freeport Sulphur menandatangani perjanjian dengan Perserikatan Perusahaan Borneo Timur untuk mendirikan tambang tembaga di Timika. Jendral A. PBB memutuskan bahwa Papua bagian barat memiliki hak merdeka sesuai dengan pasal 73e Piagam PBB Karena Indonesia mengklaim Papua bagian barat sebagai daerahnya. dengan gubernur pertamanya.< [sunting] Persiapan [sunting] Militer KRI Irian. Dalam Konferensi Meja Bundar tahun 1949. namun gagal. Sebagai kelanjutan. dan akhirnya berhasil mengadakan perjanjian jual-beli senjata dengan pemerintah Uni . pada 17 Agustus 1956 Indonesia membentuk Provinsi Irian Barat dengan ibukota di Soasiu yang berada di Pulau Tidore. pada bulan Desember 1960. harian New York Times melaporkan penemuan emas oleh pemerintah Belanda di dekat laut Arafura. namun Indonesia menolak. Namun pemerintah Indonesia menentang hal ini dan Papua menjadi daerah yang diperebutkan antara Indonesia dan Belanda. Pada tanggal 6 Maret 1959. Indonesia mengklaim seluruh wilayah Hindia Belanda. Penjelajah kelas Sverdlov Indonesia mulai mencari bantuan senjata dari luar negeri menjelang terjadinya konflik antara Indonesia dan Belanda.

Perusahaan-perusahaan yang dinasionalisasi seperti: 1. 5. 12 Kapal selam kelas Whiskey. Robert Komer dan McGeorge Bundy mulai mempersiapkan rencana agar PBB memberi kesan bahwa penyerahan kepada Indonesia terjadi secara legal. Tapi pada bulan April 1961. Sementara dari jenis pesawat angkut terdapat 26 pesawat angkut ringan jenis IL-14 dan AQvia-14. 14 pesawat pembom jarak jauh TU16. Dari jenis pesawat pengebom. Bunker mengusulkan agar Belanda menyerahkan Papua bagian barat kepada Indonesia melalui PBB dalam jangka waktu dua tahun. 4. Britania Raya. Selandia Baru. Indonesia membeli berbagai macam peralatan militer. 2. Australia. Dalam Sidang Umum PBB tahun 1961.[1] ~ [sunting] Diplomasi Indonesia mendekati negara-negara seperti India. 6 pesawat angkut berat jenis Antonov An-12B buatan Uni Soviet dan 10 pesawat angkut berat jenis C-130 Hercules buatan Amerika Serikat. presiden John F. diplomat dari Amerika Serikat. 3. dan Perancis agar mereka tidak memberi dukungan kepada Belanda jika pecah perang antara Indonesia dan Belanda. presiden Soekarno mengeluarkan UU nomor 86 tahun 1958 yang memerintahkan dinasionalisasikannya semua perusahaan Belanda di Indonesia.[1] Amerika Serikat tidak mendukung penyerahan Papua bagian barat ke Indonesia karena Bureau of European Affairs di Washington. Setelah pembelian ini. DC menganggap hal ini akan "menggantikan penjajahan oleh kulit putih dengan penjajahan oleh kulit coklat". untuk mengajukan usul tentang penyelesaian masalah status Papua bagian barat. dan 12 pesawat TU-16 versi maritim yang dilengkapi dengan persenjataan peluru kendali anti kapal (rudal) air to surface jenis AS-1 Kennel. 30 pesawat jet MiG-15. 49 pesawat buru sergap MiG-17. [sunting] Ekonomi Pada tanggal 27 Desember 1958.20 pesawat pemburu supersonik MiG-21.Soviet senilai 2. puluhan korvet dan 1 buah Kapal penjelajah kelas Sverdlov (yang diberi nama sesuai dengan wilayah target operasi. yaitu KRI Irian).5 miliar dollar Amerika dengan persyaratan pembayaran jangka panjang. terdapat sejumlah 22 pesawat pembom ringan Ilyushin Il-28. Thailand. antara lain 41 Helikopter MI-4 (angkutan ringan). Perusahaan Perkebunan Netherlansche Handels Mattscapij Perusahaan Listrik Perusahaan Perminyakan Rumah Sakit (CBZ) manjadi RSCM Dan kebijakan-kebijakan lain seperti: . Jerman. Kennedy akhirnya mendukung hal ini karena iklim Perang Dingin saat itu dan kekhawatiran bahwa Indonesia akan meminta pertolongan pihak komunis Soviet bila tidak mendapat dukungan AS. 10 pesawat buru sergap MiG-19 . Walaupun ragu. 9 Helikopter MI-6 (angkutan berat). Sekjen PBB U Thant meminta Ellsworth Bunker. Pakistan. TNI mengklaim bahwa Indonesia memiliki angkatan udara terkuat di belahan bumi selatan.

Memindahkan pesar pelelangan tembakau Indonesia ke Bremen (Jerman Barat) Aksi mogok buruh perusahaan Belanda di Indonesia Melarang KLM (maskapai penerbangan Belanda) melintas di wilayah Indonesia Melarang pemutaran film-film berbahasa Belanda [sunting] Konflik bersenjata Soekarno. mempersiapkan. dengan Mayjen Soeharto sebagai Panglima Komando. dan Teminabuan. Fakfak. Angkatan Laut Belanda (Koninklijke Marine) menjadi tulang punggung pertahanan di perairan Papua bagian barat. unsur-unsur pertahanan Papua Barat terdiri dari: y y y Koninklijke Marine (Angkatan Laut Kerajaan Belanda) Korps Mariniers Marine Luchtvaartdienst[2] Keadaan ini berubah sejak tahun 1958. dan menyelenggarakan operasi militer untuk menggabungkan Papua bagian barat dengan Indonesia. batalyon infantri 6 Angkatan Darat merupakan bagian dari Resimen Infantri Oranje Gelderland yang terdiri dari 3 Batalyon yang ditempatkan di Sorong. 3. Kaimana. Tugas komando Mandala adalah untuk merencanakan. di mana kekuatan militer Belanda terus bertambah dengan kesatuan dari Koninklijke Landmacht (Angkatan Darat Belanda) dan Marine Luchtvaartdienst. Belanda mengirimkan kapal induk Hr. Presiden Indonesia yang mencetuskan Trikora Soekarno membentuk Komando Mandala.[2] [sunting] Operasi-operasi Indonesia . 4. Ms. 2. Karel Doorman ke Papua bagian barat. Selain itu.1. Merauke. dan sampai tahun 1950.

Pesawat Hercules kembali ke pangkalan. Walaupun misi ini sebenarnya tidaklah rumit. Satu tim Menpor kemudian berhasil menyusup ke Papua bagian barat melalui laut dengan mendarat di Fakfak. pimpinan angkatan lain melapor ke Soekarno bahwa karena tidak ada perlindungan dari TNI AU. pada tanggal 18 Januari 1962. Pada tanggal 12 Januari 1962. Misi itu sangat rahasia. Sementara itu Resimen Pelopor (unit parakomando Brimob) yang dipimpin Inspektur Tingkat I Anton Soedjarwo disiagakan di Pulau Gorom. hal lainnya tidak menjadi tanggung jawab TNI AU. dengan meminta bantuan TNI Angkatan Laut untuk mengangkut pasukannya menuju pantai Papua bagian barat. dan juga meminta bantuan TNI Angkatan Udara untuk mengirim 2 pesawat Hercules untuk mengangkut pasukan menuju target yang ditentukan oleh TNI AL.Sebuah operasi rahasia dijalankan untuk menyusupkan sukarelawan ke Papua bagian barat. sehingga hanya ada beberapa petinggi di markas besar TNI AU yang mengetahui tentang misi ini. Kepolisian Republik Indonesia juga menyiapkan pasukan Brigade Mobil yang tersusun dalam beberapa resimen tim pertempuran (RTP). bahkan semua kekuatan udara masih tetap di Pulau Jawa. Walaupun begitu. Namun. sebuah operasi menjadi gagal. Beberapa RTP Brimob ini digelar di kepulauan Ambon sebagai persiapan menyerbu ke Papua bagian barat. Tim Menpor ini terus masuk jauh ke pedalaman Papua bagian barat melakukan sabotase dan penghancuran objek-objek vital milik Belanda. Walaupun Trikora telah dikeluarkan. TNI Angkatan Darat lebih dulu melakukan penyusupan sukarelawan. pasukan berhasil didaratkan di Letfuan. Hampir semua kekuatan yang dilibatkan dalam Operasi Trikora sama sekali belum siap. TNI AU hanya bertugas untuk mengangkut pasukan dengan pesawat Hercules.[3] [sunting] Pertempuran laut Aru Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pertempuran Laut Aru . namun misi itu dilaksanakan sendiri-sendiri dalam misi tertentu dan bukan dalam operasi bangunan.

Mereka diterjunkan di daerah pedalaman Papua bagian barat. [sunting] Operasi penerjunan penerbang Indonesia Pasukan Indonesia dibawah pimpinan Mayjen Soeharto melakukan operasi infiltrasi udara dengan menerjunkan penerbang menembus radar Belanda. Kolonel Mursyid melihat tanda di radar bahwa di depan lintasan 3 kapal itu. Tanda itu tidak bergerak. namun karena keterbatasan kemampuannya. Menjelang pukul 21. Kolonel Sudomo memerintahkan untuk memberikan tembakan balasan.[3] Kapal Belanda menembakan tembakan peringatan yang jatuh di dekat KRI Harimau. terdapat 2 kapal di sebelah kanan dan sebelah kiri. ketika 3 kapal milik Indonesia yaitu KRI Macan Kumbang. dan Kapten Tondomulyo. 3 KRI melanjutkan laju mereka. sehingga kapal itu langsung menembaki KRI Macan Tutul. Kolonel Mursyid. KRI Macan Tutul yang membawa Komodor Yos Sudarso. namun kendali KRI Macan Tutul macet.[3] Kapal Belanda mengira itu merupakan manuver berputar untuk menyerang. dimana berarti kapal itu sedang berhenti. namun. operasi ini hanya mengandalkan faktor pendadakan. Yos Sudarso memerintahkan untuk mundur. berpatroli pada posisi 04-49° LS dan 135-02° BT. sehingga kapal itu terus membelok ke kanan. Komodor Yos Sudarso gugur pada pertempuran ini setelah menyerukan pesan terakhirnya yang terkenal. dan KRI Harimau yang dinaiki Kolonel Sudomo. namun tidak mengenai sasaran.[1] .00. penerjunan itu dapat dicegat oleh pesawat pemburu Neptune Belanda. Penerjunan tersebut menggunakan pesawat angkut Indonesia. Pertempuran Laut Aru pecah pada tanggal 15 Januari 1962. Penerjunan itu pada awalnya dilaksanakan dengan menggunakan pesawat angkut ringan C-47 Dakota yang kapasitas 18 penerjun. tiba-tiba suara pesawat jenis Neptune yang sedang mendekat terdengar dan menghujani KRI itu dengan bom dan peluru yang tergantung pada parasut. "Kobarkan semangat pertempuran".Komodor Yos Sudarso yang tenggelam di Laut Aru pada saat terjadinya Pertempuran Laut Aru. Akhirnya. sehingga operasi ini dilakukan pada malam hari.

dan Belanda diwakili oleh Jan Herman van Roijen dan C. Tentara Belanda dan Indonesia berada di bawah Sekjen PBB dalam masa peralihan. Keempat mesin Allison T56A-15 C-130B Hercules terbang menanjak untuk mencapai ketinggian yang tidak dapat dicapai oleh pesawat Neptune milik Belanda. selain itu juga disampaikan sandi-sandi panggilan. UNTEA kemudian akan menyerahkan pemerintahan kepada Indonesia. yang didirikan oleh Sekretaris Jenderal PBB. Karena usaha ini. Abidin terbang menuju daerah Teminabuan. komandan pasukan menyampaikan bahwa mereka akan diterjunkan di sebuah perkebunan teh. perundingan antara Indonesia dan Belanda dilaksanakan di Markas Besar PBB di New York.Pada tanggal 19 Mei 1962. Pengibaran bendera Indonesia dan Belanda akan diatur oleh perjanjian antara Sekretaris Jenderal PBB dan masing-masing pemerintah. lalu mengadakan pemeriksaan kelengkapan perlengkapan anggotanya sebelum masuk ke pesawat Hercules. penetapan tanggal penentuan pendapat .[5][6] [sunting] Persetujuan New York Pada tanggal 15 Agustus 1962. Ambon. Pemerintah Australia yang awalnya mendukung kemerdekaan Papua juga mengubah pendiriannya dan mendukung penggabungan dengan Indonesia atas desakan AS. proses pendaratan 81 penerjun payung selesai dan pesawat Hercules segera meninggalkan daerah Teminabuan.A. [sunting] Akhir dari konflik Karena kekhawatiran bahwa pihak komunis akan mengambil keuntungan dalam konfik ini. Dalam waktu tidak lebih dari 1 menit. pesawat Hercules yang dikemudikan Mayor Udara T. Bendera PBB akan dikibarkan selama masa peralihan. dan lokasi titik kumpul. sekitar 81 penerjun payung terbang dari Bandar Udara Pattimura. Pada perundingan itu. UNTEA akan membantu polisi Papua dalam menangani keamanan. Isi dari Persetujuan New York adalah: y y y y y Belanda akan menyerahkan pemerintahan Papua bagian barat kepada United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA).[4] Lebih dari 100 kapal perang dan 16.[1] TNI Angkatan Laut kemudian mempersiapkan Operasi Jayawijaya yang merupakan operasi amfibi terbesar dalam sejarah operasi militer Indonesia.Z. Indonesia. tercapailah persetujuan New York pada tanggal 15 Agustus 1962.30 WIT. dengan bantuan PBB. dengan menaiki pesawat Hercules menuju daerah sekitar Kota Teminabuan untuk melakukan penerjunan.W. Pada pukul 03. Indonesia diwakili oleh Soebandrio. Amerika Serikat mendesak Belanda untuk berunding dengan Indonesia. musyawarah dengan perwakilan penduduk Papua bagian barat 2.000 prajurit disiapkan dalam operasi tersebut. kode pengenal teman. akan memberikan kesempatan bagi penduduk Papua bagian barat untuk mengambil keputusan secara bebas melalui 1. Saat persiapan keberangkatan. Schurmann.

dilaporkan bahwa pemerintah Indonesia melakukan berbagai tindakan pembunuhan. angkatan bersenjata Indonesia menangkap para pemimpin rakyat Papua dan mencoba membujuk mereka dengan cara sogokan dan ancaman untuk memilih penggabungan dengan Indonesia. Pada tanggal 1 Mei 1963. Keputusan ini ditentang oleh banyak pihak di Papua. hak semua penduduk dewasa. Pemerintah Indonesia membubarkan Dewan Papua dan melarang bendera Papua dan lagu kebangsaan Papua. mendukung hasil ini.y 3. dan Papua bagian barat menjadi provinsi ke-26 Indonesia.[9] Hasil PEPERA adalah Papua bergabung dengan Indonesia. dengan nama Irian Jaya. beberapa minggu sebelum Pepera. diselenggarakan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) yang diatur oleh Jenderal Sarwo Edhi Wibowo. untuk ikut serta dalam penentuan pendapat yang akan diadakan sesuai dengan standar internasional Penentuan pendapat akan diadakan sebelum akhir tahun 1969. Ibukota Hollandia dinamai Kota Baru dan pada 5 September 1963. laki-laki dan perempuan. yang tidak ingin Indonesia bergabung dengan pihak komunis Uni Soviet. dan melahirkan Organisasi Papua Merdeka atau OPM pada 1965. Menurut anggota OPM Moses Werror. namun mereka meninggalkan Papua setelah 200 suara (dari 1054) untuk integrasi. . perumusan pertanyaan dalam penentuan pendapat mengenai kehendak penduduk Papua untuk  tetap bergabung dengan Indonesia. [sunting] Setelah penggabungan Patung di Jakarta untuk merayakan "pembebasan" Papua barat. Amerika Serikat. lebih dari 100. Walaupun demikian.000 orang Papua telah tewas dalam kekerasan ini.[7][8] Pepera ini disaksikan oleh dua utusan PBB. Menurut Amnesty International. atau  memisahkan diri dari Indonesia 4. Papua bagian barat dinyatakan sebagai "daerah karantina". UNTEA menyerahkan pemerintahan Papua bagian barat kepada Indonesia. OPM sendiri juga memiliki tentara dan telah melakukan berbagai tindakan kekerasan. Untuk meredam gerakan ini. dan pemboman udara. penyiksaan. namun keputusan ini dicurigai oleh Organisasi Papua Merdeka dan berbagai pengamat independen lainnya. [sunting] Penentuan Pendapat Rakyat Pada tahun 1969. penahanan.

tambang ini menjadi tambang emas terbesar di dunia. Provinsi ini kemudian dibagi dua menjadi provinsi Papua dan Irian Jaya Barat (sekarang Papua Barat) melalui instruksi Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 2001. di mana puluhan ribu orang dari pulau Jawa dan Sumatera dipindahkan ke provinsi Irian Jaya dalam jangka waktu 10 tahun. Hal ini diajarkan di sekolah dan ditulis dalam buku teks sejarah nasional. Penentang program ini mencurigai usaha Indonesia untuk mendominasi provinsi Irian Jaya dengan cara memasukkan pengaruh pemerintah pusat. presiden Abdurrahman Wahid memberi otonomi khusus kepada provinsi Papua untuk meredam usaha separatis. Pada tahun 1980-an. Penduduk setempat dengan bantuan Organisasi Papua Merdeka memprotes berbagai tindakan pencemaran lingkungan hidup dan pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dilakukan Freeport dan pemerintah Indonesia dengan berbagai cara. . Setelah pembukaan tambang Grasberg pada tahun 1988.[2][1] Setelah Jendral Soeharto menjadi Presiden Indonesia. dan kontrak ini diperpanjang pada tahun 1991 sampai tahun 2041.Setelah Papua bagian barat digabungkan dengan Indonesia sebagai Irian Jaya. termasuk peledakan pipa gas dan penculikan beberapa pegawai Freeport dari Eropa dan Indonesia pada tahun 1996. Dalam kejadian ini dua tawanan dibunuh dan sisanya dibebaskan. Indonesia mengambil posisi sebagai berikut: 1. Freeport Sulphur adalah perusahaan asing pertama yang diberi ijin tambang dengan jangka waktu 30 tahun mulai dari tahun 1981 (walaupun tambang ini telah beroperasi sejak tahun 1972). penggabungan Papua bagian barat dengan Indonesia adalah kehendak rakyat Papua. Papua bagian barat telah menjadi daerah Republik Indonesia sejak 17 Agustus 1945 namun masih dipegang oleh Belanda 2. penggabungan Papua bagian barat dengan Indonesia adalah tindakan merebut kembali daerah Indonesia yang dikuasai Belanda 4.[10][11][12] Pada tahun 2000. Indonesia memulai gerakan transmigrasi. Belanda berjanji menyerahkan Papua bagian barat kepada Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar 3.