Uang dan Lembaga Keuangan

1. Uang
A. Definisi dan Pengertian Dari sudut pandang ekonom, uang (money) merupakan stok aset-aset yang digunakan untuk transaksi. Uang adalah sesuatu yang diterima / dipercaya masyarakat sebagai alat pembayaran atau transaksi. Karena itu uang dapat berbentuk apa saja, tetapi tidak berarti segala sesuatu itu adalah uang. Misalnya kita mengenal dan menggunakan kertas yang digunakan sebagai alat transaksi, tetapi tidak semua kertas adalah uang, bukan karena harga kertasnya yang murah, melainkan karena tidak diterima / dipercaya sebagai alat pembayaran. Kita juga pernah mendengar pada zaman dahuu kala ada uang logam yang terbuat dari emas, contohnya uang dinar (emas) di timur tengah, walaupun harga emas masih tinggi, tetapi uang logam emas sudah tidak digunakan lagi sebagai alat transaksi, karena kedudukannya telah digantikan oleh bentuk-bentuk uang yang lain. 1) Uang Fiat (Fiat Money atau Token Money) Uang fiat (fiat money atau token money) adalah komoditas yang diterima sebagai uang, namun nilai nominalnya jauh lebih besar dari nilai komoditas itu sendiri (nilai intrinsiknya). 2) Uang Komoditas (commodity money) Uang komoditas (commodity money) adalah uang yang nilainya sebesar dengan nilai komoditas itu sendiri. 3) Uang Hampir Likuid Sempurna (Near Money) Salah satu syarat suatu asset untuk dapat digunakan sebagai uang adalah likuiditasnya. Uang fiat dan uang komoditas adalah uang yang likuid sempurna, sehingga untuk dapat digunakan tidak perlu ditukarkan atau dicairkan terlebih dahulu. Selain kedua

1

1) Satuan hitung (Unit of Account) Yang dimaksud uanng sebagai satuan hitung (unit of account) adalah uang dapat memberikan harga suatu komoditas berdasarkan satu ukuran umum. Dengan fungsinya sebagai alat transaksi. uang harus diterima / mendapat jaminan kepercayaan. uang amat mempermudah dan mempercepat kegiatan pertukaran dalam perekonomian modern. sehingga semua transaksi tidak perlu dihabiskan saat itu juga. dan standar pembayaran di masa mendatang (standards of deffered payment). sehingga syarat terpenuhinya double coincidence of wants (kehendak ganda yang selaras) tidak diperlukan lagi. telah dikatakan. 3) Penyimpanan Nilai (Store of Value) Fungsi uang sebagai penyimpanan nilai (store of value) dikaitkan dengan kemampuan uang menyimpan hasil transaksi atau pemberian yang meningkatkan daya beli. Pembayaran untuk masa mendatang tersebut dimungkinkan karena uang memiliki fungsi standar 2 . B.jenis uang tersebut ada juga asset financial yang berfungsi sebagai uang namun untuk menggunakannya harus ditukarkan atau dicairkan terlebih dahulu. 2) Alat Transaksi (Medium of Exchange) Uang juga berfungsi sebagai alat transaksi (medium of exchange). penyimpanan nilai (store of value). untuk dapat berfungsi sebagai alat tukar. 4) Standar Pembayaran di Masa Mendatang (Standard of Deffered Payment) Banyak sekali kegiatan ekonomi yang balas jasanya tidak diberikan saat itu juga. Fungsi Uang Uang memiliki empat fungsi penting yaitu sebagai satuan hitung (unit of account). Dalam perekonomian modern ini. alat transaksi / pembayaran (medium of exchange). Para pegawai umumnya setelah bekerja sebulan penuh baru mendapat gaji. jaminan kepercayaan itu diberikan oleh pemerintah brdasarkan undang-undang atau keputusan yang berkekuatan hukum.

pembayaran di masa mendatang (standard of deffered payment). C. bila tingkat output meningkat. Teori Permintaan Uang Klasik Menurut pandangan ekonom klasik. M x V = P x T atau MV = PT dimana M = jumlah uang yang beredar V = velositas uang P = tingkat harga umum T = jumlah unit transaksi Dengan demikian Jumlah Uang x Velositas = Harga x Transaksi 3 . Permintaan Uang Teori yang menjelaskan mengenai permintaan uang dapat dibedakan menjadi teori klasik dan teori Keynesian. Karenanya jumlah uang yang diminta berbanding proposional dengan tingkat output atau pendapatan. begitu juga sebaliknya. (M/P)d = k. Dengan fungsi tersebut berapa balas jasa atau pembayaran di masa mendatang menjadi lebih mudah dihitung. tetapi juga daya belinya. dalam arti uang hanya mempengaruhi tingkat harga. Pendapat tersebut dinyatakan dalam persamaan kuantitas uang klasik. maka uang bersifat netral. karena diukur dengan daya beli (purchasing power). maka permintaan uang meningkat. disbanding bila diukur dengan nilai komoditas tertentu. Jumlah uang yang dipegang oleh masyarakat bukanlah semata-mata nilai nominalnya. fungsi uang hanyalah sebagai alat tukar. dikemukakan oleh Irving Fisher. 1. yaitu nilai nominal dibandingkan dengan tingkat harga (real money balances).Y dimana (M/P)d = permintaan uang riil M P Y k = nilai nominal uang = tingkat harga = pendapatan atau output = proporsi permintaa uang terhadap pendapatan atau output Karena hanya berfungsi sebagai alat tukar.

Dalam jangka pendek. Terdapat beberapa alasan mengapa masyarakat memegang uang yaitu : 4 .. Keynes mengembangkan teori ini berdasarkan asumsi bahwa uang adalah salah satu dari dua asset financial yang dapat dimiliki oleh masyarakat. pada saat itu juga dapat digunakan untuk transaksi. kecepatan uang beredar dianggap tetap. Masyarakat memegang uang dalam rangka mempermudah kegiatan transaksi sehari-hari. Jika pendapatan meningkat. 2. berjaga-jaga (precautionary motive). dan memperoleh keuntungan (speculation motive). Permintaan uang untuk brjaga-jaga juga berhubungan positif dengan tingkat pendapatan. permintaan uang untuk berjaga-jaga juga meningkat. C. B. Motivasi Transaksi (Transaction Motive) Permintaan uang untuk transaksi dalam teori Keynes adalah sama dengan permintaan uang dalam teori klasik. Motivasi Spekulasi (Mendapatkan Keuntungan) (Speculation Motive) Motivasi menyimpan uang untuk memperoleh keuntungan disebut sebagai motivasi spekulasi (speculation motive). Keuntungan dari memegang uang adalah likuiditasnya yang sempurna. Teori Permintaan Keynesian Menurut teori Keynes ada tiga motivasi orang memegang uang. Permintaan uang untuk transaksi berhubungan positif dengan tingkat pendapatan.Velositas uang merupakan konsep yang menunjukkan berapa kali dalam setahun uang berputar di dalam sebuah perekonomian. Motivasi Berjaga-jaga (Precautionary Motive) Hal lain yang juga memotivasi orang memegang uang adalah persiapan untuk menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan dan atau tak terduga. yaitu untuk transaksi (transaction motive). Kapan pun dibutuhkan. maka kebutuhan uang untuk transaksi meningkat. A. Bila pendapatan meningkat.

di mana bank yang pertama kali memperoleh deposito akan menyalurkannya kepada bank berikutnya (bank kedua) sebagai pimpinan. Bank kedua akan menyalurkan pinjaman yang diperolehnya dari bank pertama kepada bank ketiga. Model Matematis Proses Penciptaan Uang Proses penciptaan uang seperti yang telah di bahas dapat dijelaskan melalui model matematis sederhana di bawah ini. Jumlah uang yang beredar dalam arti sempit (narrow money) adalah jumlah uang beredar yang terdiri atas uang kartal dan uang giral. Begitu seterusnya hingga jumlah tak terhingga. E.A. Proses Penciptaan Uang Proses penciptaan uang terjadi di dalam sistem perbankan. Uang yang berada di tangan bank (bank umum dan bank sentral). 2) Sebagai alat tukar : 1) Untuk menghadapi kondisi darurat / tak terduga 2) Sebagai alat tukar 3) Sebagai penyimpan nilai C. Perkembangan jumlah uang beredar mencerminkan atau seiring dengan perkembangan ekonomi. Jumlah Uang yang Beredar : 1) Sebagai penyimpan nilai 2) Sebagai salah satu bentuk asset Yang dimaksud dengan jumlah uang beredar adalah nilai keseluruhan uang yang berada di tangan masyarakat. Kebutuhan Transaksi B. serta uang kertas dan logam (uang kartal) milik pemerintah tidak dihitung sebagai uang beredar. Berjaga-jaga : 1) Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. M1 = C + D dimana M1 = jumlah uang beredar dalam arti sempit C = uang kartal (currency) = uang kertas + uang logam D = uang giral atau cek (demand deposit) Secara teknis. Mendapat Keuntungan (Spekulasi) D. F. yang dihitung sebagai uang beredar adalah uang yang benar-benar berada di tangan masyarakat. Definisi jumlah uang yang beredar yang digunakan 5 .

Dari penjelasan di atas. Tanpa adanya lembaga keuangan. lembaga keuangan mempunyai fungsi dan peranan penting untuk meningkatkan efisiensi pasar uang modal. kekuatan penawaran dan permintaan uang dipertemukan. Penawaran uang-modal berasal dari individu dan atau nstitusi yang bersedian menunda penggunaan uangnya.adalah M1. notasinya adalah rr. Tiga konsep yang harus diketahui guna menurunkan persamaan matematis penciptaan uang adalah : 1) Uang primer dengan notasi B adalah jumlah uang yang dipegang masyarakat dalam bentuk uang kartal (C) dan cadangan wajib (R). Porsi terbesar aset nya adalah aset finansial. karena pasar uang modal tidak dapat bekerja secara efisien. Berapa bagian (%) yang disimpan dalam bentuk uang kartal dan berapa bagian (%) yang disimpan dalam bentuk uang giral. tidak mungkin mengharapkan alokasi sumber daya keuangan yang efisien. Fungsi utama lembaga keuangan adalah sebagai perantara pihak-pihak yang membutuhkan uang modal (pemakai dana) dengan pihak-pihak yang memilikinya (pemilik dana). Untuk kesediaan mengalihkan hak penggunaan uang tersebut. dengan motif mendapatkan keuntungan. 2. yang menggambarkan pilihan bentuk uang yang dipegang masyarakat. Uang primer dikontrol oleh bank sentral. dalam arti jumlah uang yang beredar. 2) Giro wajib minimum yang besarnya ditentukan oleh bank sentral. Lembaga Keuangan Lembaga keuangan adalah lembaga yang kegiatan utamanya menghimpun dan menyalurkan dana. Melalui lembaga keuangan lah uang yang ada dalam perekonomian dihimpun dan dialirkan ke sector-sektor kegiatan yang membutuhkan. 3) Rasio uang kartal giral dinotasikan cr. Lewat upaya lembaga-lembaga keuangan. Yang dipertukarkan / dialihkan dalam pasar uang modal adalah hak penggunaaan uang. anda memperoleh kompensasi berupa pendapatan bunga dan tabungan atau dividen untuk saham. 6 .

1. atau konsumsi. bank didefiniskan sebagai badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam entuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya. Lembaga Keuangan Perbankan (Banking Financial Institution) Berdasarkan UU No. Bank Umum Bank umum adalah bank yang umumnya melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah. Motivasi usaha mereka adalah untuk memperoleh keuntungan. produksi. dan yang tidak boleh dilakukan oleh bank umum adalah : 7 . Memberikan kredit. yang dalam kegiatannya memberi jasa dalam lalu lintas pembayaran. Digunakan untuk kegiatan investasi. A.Jika pengalihan uang tersebut kurang dari satu tahun. Selanjutnya undang-undang tersebut mengklasifikasikan bank menjadi dua kelompok. Tetapi jika lebih dari setahun. Lembaga keuangan yang dalam menjalankan fungsi intermediasinya diizinkan menyalurkan dan menghimpun dana dalam bentuk tabungan disebut lembaga keuangan depositori. 10/1998) tentang perbankan. yaitu Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat ( BPR). Melakukan penyertaan modal. masuk kategori pasar modal. masuk dalam kategori pasar uang. Yang menjembatani antara siss penawaran dan permintaan tersebut adalah lembaga keuangan. Kegiatan-kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank. Kegiatan uasaha bank umum adalah : Menghimpun dana dalam masyarakat dalam bentuk simpanan. Besarnya keuntungan yang diperoleh adalah selisih biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menghimpun dana dari pemilik dengan pendapatan yang diperoleh dari para pengguna dana. Sedangkan lembaga kauangan yang dalam menjalankan usahanya tidak diizinkan menghimpun dana dalam bentuk tabungan disebut lembaga non depositori atau lembaga bukan bank. Lembaga yang masuk dalam kategori ini adalah perbankan. Uang yang anda simpan akan disalurkan oleh lembaga keuangan ke pihak-pihak yang membutuhkan (sisi permintaan). 7/1992 (sabagaiman dirubah dengan UU No. Menerbitkan surat pengakuan hutang.

deposito atau tabungan pada bank lain. bank sentral menjalankan banyak fungsi mulai dari penanganan penyelesaian giro sampai kepada pemberian izin. 2. Secara umum ada beberapa fungsi utam bank sentral dalam dunia nyata : 1) Agen fiskal pemerintah (Fiscal agent of government) 2) Banknya bank (Banker of bank) 3) Menentukan kebijakan moneter 4) Pengawasan. examination. yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Bank Perkreditan Rakyat Bank perkreditan rakyat (BPR) adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvesional atau berdasarkan prinsip syariah. Kegiatan yang diperkenankan dilakukan dilakukan oleh BPR diantaranya adalah : Menerima simpanan dalam bentuk giro Melakukan penyertaan modal Melakukan uasaha perasuransian Melakukan usaha lain di luar kegiatan usaha tersebut diatas. B. and regulation of members bank) 5) Penanganan transaksi giro (The clearing and collection of checks) 6) Riset-riset ekonomi (Economic research) 8 . Kegiatan yang boleh dilakukan oleh BPR adalah : Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan Memberikan kredit Menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil. dan pembinaan perbankan (Supervision. Menempatkan dananya dalam bentuk SBI. pembinaan.- Melakukan uasaha perasuransian. Melakukan usaha lain seperti diatur oleh UU. evaluasi. dan pengawasan perbankan. Tetapi dalam praktiknya. Bank Sentral (Central Bank) Fungsi utama paling mendasar dari sebuah bank sentral adalah mengatur jumlah uang beredar dalam perekonomian.

C. 9 . Perusahaan Asuransi Produk jasa yang ditawarkan adalah perlindungan finansial untuk menghadapi berbagai hal yang kurang menguntungkan.V. Didirikan pada tahun 1953 dengan mengubah status De Javasche Bank N. Pegadaian. Lembaga Dana Pensiun Lembaga ini menawarkan jasa berupa persiapan dana pensiun. Terdapat beberapa lembaga keuangan bukan bank di dalam suatu perkonomian seperti berikut : 1. Lembaga ini memberi bantuan keuangan dengan jaminan asset peminjam yang diserahkan kepada lembaga pegadaian. 5. Bank Indonesia Bank Indinesia (BI) adalah bank sentral negara Republik Indonesia. 11/1953. Perusahaan Investasi Produk yang ditawarkan adalah diversifikasi yaitu peningkatan kemampuan membeli atau memiliki berbagai jenis atau tipe asset finansial. maka lebaga keuangan ini menghimpun dana dengan cara mengeluarkan kertas berharga dan menyalurkannya untuk membiayai investasi dan konsumsi individu perusahaan. Dasar hokum pendirian BI adalah UU No. D. 4. 2. 3. Lembaga Keuangan Bukan Perbankan (Non Banking Financial Institution) Sebagai lembaga keuangan yang tidak diizinkan menghimpun dan. Perusahaan Pembiayaan Produk jasa yang ditawarkan adalah memberikan pinjaman dalam skala besar. (yang dinasionalisasi di tahun 1951) menjadi bank sentral Indonesia.