Sejarah Kerajaan Sriwijaya

Posted on September 26, 2010 by Mariana City Sriwijaya (atau juga disebut Srivijaya; Thai: atau ³ r wich y´) adalah salah satu Kemaharajaan maritim yang kuat di pulau Sumatera dan banyak memberi pengaruh di Nusantara dengan daerah kekuasaan membentang dari Kamboja, Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Dalam bahasa Sansekerta, sri berarti ³bercahaya´ dan wijaya berarti ³kemenangan´. Bukti awal mengenai keberadaan kerajaan ini berasal dari abad ke-7; seorang pendeta Tiongkok, I-tsing, menulis bahwa ia mengunjungi Sriwijaya tahun 671 dan tinggal selama 6 bulan . Selanjut prasasti yang paling tua mengenai Sriwijaya juga berada pada abad ke-7, yaitu Prasasti Kedukan Bukit di Palembang, bertarikh 682. Kemunduran pengaruh Sriwijaya terhadap daerah bawahannya mulai menyusut dikarenakan beberapa peperangan diantaranya serangan dari raja Dharmawangsa dari Jawa ditahun 990, dan tahun 1025 serangan Rajendra Coladewa dari Koromandel, selanjutnya tahun 1183 Sriwijaya dibawah kendali kerajaan Dharmasraya. Dan di akhir masa, kerajaan ini takluk di bawah kerajaan Majapahit. Setelah Sriwijaya jatuh, kerajaan ini terlupakan dan sejarawan tidak mengetahui keberadaan kerajaan ini. Eksistensi Sriwijaya diketahui secara resmi tahun 1918 oleh sejarawan Perancis George C dès dari École française d¶Extrême-Orient. Sekitar tahun 1992 hingga 1993, PierreYves Manguin membuktikan bahwa pusat Sriwijaya berada di Sungai Musi antara Bukit Seguntang dan Sabokingking (terletak di provinsi Sumatra Selatan, Indonesia). Namun Soekmono berpendapat bahwa pusat Sriwijaya terletak di provinsi Jambi sekarang, yaitu pada kawasan sehiliran Batang Hari, antara Muara Sabak sampai ke Muara Tembesi. Historiografi Tidak terdapat catatan lebih lanjut mengenai Sriwijaya dalam sejarah Indonesia; masa lalunya yang terlupakan dibentuk kembali oleh sarjana asing. Tidak ada orang Indonesia modern yang mendengar mengenai Sriwijaya sampai tahun 1920-an, ketika sarjana Perancis George C dès mempublikasikan penemuannya dalam koran berbahasa Belanda dan Indonesia. Coedès menyatakan bahwa referensi Tiongkok terhadap ³San-fo-ts¶i´, sebelumnya dibaca ³Sribhoja´, dan beberapa prasasti dalam Melayu Kuno merujuk pada kekaisaran yang sama. Sriwijaya menjadi simbol kebesaran Sumatera awal, dan kerajaan besar Nusantara selain Majapahit di Jawa Timur. Pada abad ke-20, kedua kerajaan tersebut menjadi referensi oleh kaum nasionalis untuk menunjukkan bahwa Indonesia merupakan satu kesatuan negara sebelelum kolonialisme Belanda. Sriwijaya disebut dengan berbagai macam nama. Orang Tionghoa menyebutnya Shih-li-fo-shih atau San-fo-ts¶i atau San Fo Qi. Dalam bahasa Sansekerta dan Pali, kerajaan Sriwijaya disebut Yavadesh dan Javadeh. Bangsa Arab menyebutnya Zabaj dan Khmer menyebutnya Malayu. Banyaknya nama merupakan alasan lain mengapa Sriwijaya sangat sulit ditemukan. Sementara

dari peta Ptolemaeus ditemukan keterangan tentang adanya 3 pulau Sabadeibei yang kemungkinan berkaitan dengan Sriwijaya. Pembentukan dan Pertumbuhan Belum banyak bukti fisik mengenai Sriwijaya yang dapat ditemukan. Kekaisaran Sriwijaya telah ada sejak 671 sesuai dengan catatan I-tsing. Kerajaan ini menjadi pusat perdagangan dan merupakan negara maritim. Negara ini tidak memperluas kekuasaannya diluar wilayah kepulauan Asia Tenggara, dengan pengecualian berkontribusi untuk populasi Madagaskar sejauh 3.300 mil di barat. Sekitar tahun 500, akar Sriwijaya mulai berkembang di wilayah sekitar Palembang, Sumatera. Kerajaan ini terdiri atas tiga zona utama ± daerah ibukota muara yang berpusatkan Palembang, lembah Sungai Musi yang berfungsi sebagai daerah pendukung dan daerah-daerah muara saingan yang mampu menjadi pusat kekuasan saingan. Wilayah hulu sungai Musi kaya akan berbagai komoditas yang berharga untuk pedagang Tiongkok Ibukota diperintah secara langsung oleh penguasa, sementara daerah pendukung tetap diperintah oleh datu setempat.

Candi Gumpung, candi Buddha di Muaro Jambi, Kerajaan Melayu yang ditaklukkan Sriwijaya. Dari Prasasti Kedukan Bukit pada tahun 682 di bawah kepemimpinan Dapunta Hyang Jayanasa, Kerajaan Minanga takluk di bawah imperium Sriwijaya. Penguasaan atas Malayu yang kaya emas telah meningkatkan prestise kerajaan Sriwijaya.

Reruntuhan Wat (Candi) Kaew yang berasal dari zaman Sriwijaya di Chaiya, Thailand Selatan.

Pada akhir abad ke-7 kemaharajaan ini telah menguasai bagian selatan Sumatera. Di abad ini pula. Prasasti ini juga menyebutkan bahwa Jayanasa telah melancarkan ekspedisi militer untuk menghukum Bhumi Jawa yang tidak berbakti kepada Sriwijaya. pendiri imperium Khmer. ditemukan reruntuhan candicandi Sriwijaya di Thailand dan Kamboja. Sriwijaya meneruskan dominasinya atas Kamboja. antara lain Tarumanegara dan Holing berada di bawah kekuasaan Sriwijaya. Berdasarkan observasi. pelabuhan Cham di sebelah timur Indochina mulai mengalihkan banyak pedagang dari Sriwijaya. Maharaja Dharmasetu melancarkan beberapa serangan ke kota-kota pantai di Indochina. Laut Jawa. Laut China Selatan. Langkasuka di semenanjung Melayu menjadi bagian kerajaan. Ekspansi kerajaan ini ke Jawa dan Semenanjung Malaya.Berdasarkan Prasasti Kota Kapur yang yang berangka tahun 682 dan ditemukan di pulau Bangka. Menurut catatan. pada masa ini pula wangsa Melayu-Budha Sailendra bermigrasi ke Jawa Tengah dan berkuasa disana. orang Tionghoa mencatat bahwa terdapat dua kerajaan di Sumatera yaitu Malayu dan Kedah dan tiga kerajaan di Jawa menjadi bagian kemaharajaan Sriwijaya. peristiwa ini bersamaan dengan runtuhnya Tarumanagara di Jawa Barat dan Holing (Kalingga) di Jawa Tengah yang kemungkinan besar akibat serangan Sriwijaya. Selat Sunda. di awal abad ke-8 berada di bawah kendali Sriwijaya. sampai raja Khmer Jayawarman II. yang terletak di sebelah utara Langkasuka. dan Selat Karimata. Sriwijaya tumbuh dan berhasil mengendalikan jalur perdagangan maritim di Selat Malaka. Pagoda Borom That bergaya Sriwijaya di Chaiya. Untuk mencegah hal tersebut. Di masa berikutnya. hingga Lampung. pulau Bangka dan Belitung. Thailand Di abad ke-7. Di akhir abad ke-8 beberapa kerajaan di Jawa. juga berada di bawah pengaruh Sriwijaya. Di abad ke-7. Kota Indrapura di tepi sungai Mekong. menjadikan Sriwijaya mengontrol dua pusat perdagangan utama di Asia Tenggara. Pan Pan dan Trambralinga. memutuskan hubungan dengan kerajaan di abad yang sama. .

Prasasti paling . kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan maritim yang hebat hingga abad ke-13. Sri Lanka. Ia berkuasa pada periode 792 sampai 835. Kalimantan. dan Filipina. seorang pendeta Tiongkok I-tsing menulis bahwa ia mengunjungi Sriwijaya tahun 671 dan tinggal selama 6 bulan. Muarabulian. Samaratungga tidak melakukan ekspansi militer. tetapi lebih memilih untuk memperkuat penguasaan Sriwijaya di Jawa.Arca emas Avalokiteçvara bergaya Malayu-Sriwijaya. Jambi. Indonesia. wilayah kemaharajaan Sriwijaya meliputi Sumatera. Semenanjung Malaya. ditemukan di Rantaukapastuo. Maluku. Tidak seperti Dharmasetu yang ekspansionis. Dengan penguasaan tersebut. Di abad ke-9. Samaratungga menjadi penerus kerajaan. Setelah Dharmasetu. Selama masa kepemimpinannya. Sulawesi. ia membangun candi Borobudur di Jawa Tengah yang selesai pada tahun 825. Jawa Barat. Possibly related posts: (automatically generated) Sejarah Kerajaan Sriwijaya Dalam bahasa Sansekertasri berarti ³bercahaya´ danwijaya berarti ³kemenangan´. Bukti awal mengenai keberadaan kerajaan ini berasal dari abad ke-7.

Orang Tionghoa menyebut Shih-li-fo-shih atau San-fo-ts¶i atau San Fo Qi. Dalam bahasa Sansekerta dan Pali kerajaan Sriwijaya disebut Yavadesh dan Javadeh. Sriwijaya menjadi simbol kebesaran Sumatera awal dan kerajaan besar Nusantara selain Majapahit di Jawa Timur. Dan di akhir masa kerajaan ini takluk di bawah kerajaan Majapahit. Wilayah hulu sungai Musi kaya akan berbagai komoditas yg berharga utk pedagang Tiongkok Ibukota diperintah secara langsung oleh penguasa sementara daerah pendukung tetap diperintah oleh datu setempat. Sekitar tahun 500 akar Sriwijaya mulai berkembang di wilayah sekitar Palembang Sumatera. Negara ini tak memperluas kekuasaan diluar wilayah kepulauan Asia Tenggara dgn pengecualian berkontribusi utk populasi Madagaskar sejauh 3.tua mengenai Sriwijaya juga berada pada abad ke-7 yaitu Prasasti Kedukan Bukit di Palembang bertarikh 682. Eksistensi Sriwijaya diketahui secara resmi tahun 1918 oleh sejarawan Perancis George C dès dari École française d¶Extrême-Orient. Pembentukan dan Pertumbuhan Kerajaaan Sriwijaya Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat perdagangan dan merupakan negara maritim. Kemunduran pengaruh Sriwijaya terhadap daerah bawahan mulai menyusut dikarenakan beberapa peperangandiantara serangan dari raja Dharmawangsa dari Jawa ditahun 990 dan tahun 1025 serangan Rajendra Coladewa dari Koromandel selanjut tahun 1183 Sriwijaya dibawah kendali kerajaan Dharmasraya. Berdasarkan observasi ditemukan reruntuhan candicandi Sriwijaya di Thailand dan Kamboja. Pada abad ke-20 kedua kerajaan tersebut menjadi referensi olehkaum nasionalis utk menunjukkan bahwa Indonesia merupakan satu kesatuan negara sebelelum kolonialisme Belanda. Namun Soekmono berpendapat bahwa pusat Sriwijaya terletak di provinsi Jambi sekarang yaitu pada kawasan sehiliran Batang Hari antara Muara Sabak sampai ke Muara Tembesi. Sekitar tahun 1992 hingga 1993 Pierre-Yves Manguin membuktikan bahwa pusat Sriwijaya berada di Sungai Musi antara Bukit Seguntang dan Sabokingking (terletak di provinsi Sumatra Selatan Indonesia). Sriwijaya disebut dgn berbagai macam nama. Ekspansi kerajaan ini ke Jawa dan Semenanjung Malaya menjadikan Sriwijaya mengontrol dua pusat perdagangan utama di Asia Tenggara. Di abad ke-7 pelabuhan Cham di sebelah timur .Sementara dari peta Ptolemaeus ditemukan keterangan tentang ada 3 pulau Sabadeibei yg berkaitan dgn Sriwijaya. Sriwijaya (Srivijaya) adl kerajaan maritim yg kuat di pulau Sumatera dan berpengaruh di Nusantara daerah kekuasaan Sriwijaya meliputi Kamboja Thailand Semenanjung Malaya Sumatera Jawa Kalimantan dan Sulawesi. Bangsa Arab menyebut Zabaj dan Khmer menyebut Malayu.300 mil di barat. Kerajaan ini terdiri atas tiga zona utama daerah ibukota muara yg berpusatkan Palembang lembah Sungai Musi yg berfungsi sebagai daerah pendukung dan daerah-daerah muara saingan yg mampu menjadi pusat kekuasan saingan.

Ia berkuasa pada periode 792 sampai 835. Antara lain pendeta dari Tiongkok I-tsing yg melakukan kunjungan ke Sumatera dalam perjalanan studi di Universitas Nalanda India pada tahun 671 dan 695 serta di abad ke-11 Atisha seorang sarjana Budha asal Benggala yg berperan dalam mengembangkan Budha Vajrayana di Tibet. Kota Indrapura di tepi sungai Mekong di awal abad ke-8 berada di bawah kendali Sriwijaya. Di abad ini pula Langkasuka di semenanjung Melayu menjadi bagian kerajaan. Dengan penguasaan tersebut kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan maritim yg hebat hingga abad ke-13. Abad ke-7 orang Tionghoa mencatat bahwa terdapat dua kerajaan di Sumatera yaitu Malayu dan Kedah dan tiga kerajaan di Jawa menjadi bagian kemaharajaan Sriwijaya. Di masa berikut Pan Pan dan Trambralinga yg terletak di sebelah utara Langkasuka juga berada di bawah pengaruh Sriwijaya. Di akhir abad ke-8 beberapa kerajaan di Jawa antara lain Tarumanegara dan Holing berada di bawah kekuasaan Sriwijaya. Ajaran Buddha aliran Buddha Hinayana dan Buddha Mahayana juga turut berkembang di Sriwijaya. BerdasarkanPrasasti Kota Kapur yg yg berangka tahun 682 dan ditemukan di pulau Bangka Pada akhir abad ke-7 kemaharajaan ini telah menguasai bagian selatan Sumatera pulau Bangka dan Belitung hingga Lampung. Sriwijaya tumbuh dan berhasil mengendalikan jalur perdagangan maritim di Selat Malaka Selat Sunda Laut China Selatan Laut Jawa dan Selat Karimata. Di abad ke-9 wilayah kemaharajaan Sriwijaya meliputi Sumatera Sri Lanka Semenanjung Malaya Jawa Barat Sulawesi Maluku Kalimantan dan Filipina. . Prasasti ini juga menyebutkan bahwa Jayanasa telah melancarkan ekspedisi militer utk menghukum Bhumi Jawa yg tak berbakti kepada Sriwijaya peristiwa ini bersamaan dgn runtuh Tarumanagara di Jawa Barat dan Holing (Kalingga) di Jawa Tengah yg kemungkinan besar akibat serangan Sriwijaya. Selama masa kepemimpinan ia membangun candi Borobudur di Jawa Tengah yg selesai pada tahun 825. Budha Vajrayana di Kerajaan Sriwijaya Sebagaipusat pengajaran Budha Vajrayana Sriwijaya menarik banyak peziarah dan sarjana dari negara-negara di Asia. Setelah Dharmasetu Samaratungga menjadi penerus kerajaan. Menurut catatan pada masa ini pula wangsa Melayu-Budha Sailendra bermigrasi ke Jawa Tengah dan berkuasa disana. Sriwijaya meneruskan dominasi atas Kamboja sampai raja Khmer Jayawarman II pendiri imperium Khmer memutuskan hubungan dgn kerajaan di abad yg sama. Pengunjung yg datang ke pulau ini menyebutkan bahwa koin emas telah digunakan di pesisir kerajaan. Penguasaan atas Malayu yg kaya emas telah meningkatkan prestise kerajaan. Tidak seperti Dharmasetu yg ekspansionis Samaratungga tak melakukan ekspansi militer tetapi lbh memilih utk memperkuat penguasaan Sriwijaya di Jawa. Untuk mencegah hal tersebut Maharaja Dharmasetu melancarkan beberapa serangan ke kota-kota pantai di Indochina. I-tsing melaporkan bahwa Sriwijaya menjadi rumah bagi ribuan sarjana Budha sehingga menjadi pusat pembelajaran agama Buddha. DariPrasasti Kedukan Bukit pada tahun 682 di bawah kepemimpinan Dapunta Hyang Jayanasa Kerajaan Minanga takluk di bawah imperium Sriwijaya.Indochina mulai mengalihkan banyak pedagang dari Sriwijaya.

Sriwijaya mengakumulasi kekayaan sebagai pelabuhan dan gudang perdagangan yg melayani pasar Tiongkok dan India. Pada tahun 903 penulis Muslim Ibnu Batutah sangat terkesan dgn kemakmuran Sriwijaya. Daerah urban kerajaan meliputi Palembang (khusus Bukit Seguntang) Muara Jambi dan Kedah. Sriwijaya juga berhubungan dekat dgn kerajaan Pala di Benggala dan sebuah prasasti berangka 860 mencatat bahwa raja Balaputra mendedikasikan seorang biara kepada Universitas Nalada Pala. Banyak sejarawan mengklaim bahwa Chaiya di propinsi Surat Thani Thailand Selatan sebagai ibu kota terakhir kerajaan tersebut pengaruh Sriwijaya nampak pada bangunan pagoda Borom That yg bergaya Sriwijaya. Setelah invasi tersebut akhir mengakibatkan melemah hegemoni Sriwijaya dan . Dari literatur Tiongkok utusan itu mempunyai nama Arab hal ini memberikan informasi bahwa pada masa-masa itu Sriwijaya sudah berhubungan dgn Arab yg memungkinkan Sriwijaya sudah masuk pengaruh Islam di dalam kerajaan. Kemudian Kerajaan Chola meneruskan penyerangan dan berhasil penaklukan Sriwijaya selama beberapa dekade berikut keseluruh imperium Sriwijaya berada dalam pengaruh Rajendra Coladewa. Dan kemudian Kedah juga takluk dan menjadi daerah bawahan. Tak diragukan lagi Sriwijaya mendapatkan keuntungan dari perdagangan ini. Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya Rajendra Coladewa pada tahun 1025 raja Chola dari Koromandel India selatan menaklukkan Kedah dan merampas dari Sriwijaya. Di tahun 902 Sriwijaya mengirimkan upeti ke China. Pada masa awalKerajaan Khmer juga menjadi daerah jajahan Sriwijaya. Setelah kejatuhan Sriwijaya Chaiya terbagi menjadi tiga kota yakni (Mueang) Chaiya Thatong (Kanchanadit) dan Khirirat Nikhom. Dominasi atas Selat Malaka dan Selat Sunda menjadikan Sriwijaya sebagai pengendali rute perdagangan rempah dan perdagangan lokal yg mengenakan biaya atas tiap kapal yg lewat. Relasi dgn dinasti Chola di India selatan cukup baik dan kemudian menjadi buruk setelah Rajendra Coladewa naik tahta dan melakukan penyerangan di abad ke-11.Relasi Kerajaan Sriwijaya dgn Kekuatan Regional Dari catatan sejarah danbukti arkeologi dinyatakan bahwa pada abad ke-9 Sriwijaya telah melakukan kolonisasi di hampir seluruh kerajaan-kerajaan Asia Tenggara antara lain Sumatera Jawa Semenanjung Malaya Kamboja dan Vietnam Selatan . Minanga merupakan kekuatan pertama yg menjadi pesaing Sriwijaya yg akhir dapat ditaklukkan pada abad ke-7. Masa Kejayaan Kerajaan Sriwijaya Pada paruh pertama abad ke-10 diantara kejatuhan dinasti Tang dan naik dinasti Song perdagangan dgn luar negeri cukup marak terutama Fujian kerajaan Min dan negeri kaya Guangdong kerajaan Nan Han. Dua tahun kemudian raja terakhir dinasti Tang menganugerahkan gelar kepada utusan Sriwijaya. Meskipun demikian Rajendra Coladewa tetap memberikan peluang kepada raja-raja yg ditaklukan utk tetap berkuasa selama tetap tunduk kepadanya. Kerajaan Melayu ini memiliki pertambangan emas sebagai sumber ekonomi dan kata Swarnnadwipa (pulau emas) mungkin merujuk pada hal ini.

Berg menganggap identik dgn Adityawarman. Berdasarkan sumber Tiongkok pada buku Chu-fan-chi yg ditulis pada tahun 1178 Chou-Ju-Kua menerangkan bahwa di kepulauan Asia Tenggara terdapat dua kerajaan yg sangat kuat dan kaya yakni San-fo-ts¶i dan Cho-po (Jawa). Dan dimasa itu nama Sriwijaya sudah . Antara tahun 1079 . Pong-fong (Pahang) Tong-ya-nong (Terengganu) Ling-ya-si-kia (Langkasuka) Kilantan (Kelantan) Fo-lo-an (muara sungai Dungun daerah Terengganu sekarang) Ji-lo-t¶ing (Cherating pantai timur semenanjung malaya) Ts¶ien-mai (Semawe pantai timur semenanjung malaya) Pa-t¶a (Sungai Paka pantai timur semenanjung malaya) Tan-ma-ling (Tambralingga Ligor selatan Thailand) Kia-lo-hi (Grahi Chaiya sekarang selatan Thailand) Palin-fong (Palembang) Kien-pi (Jambi) Sin-t¶o (Sunda) Lan-wu-li (Lamuri di Aceh) and Si-lan (Kamboja). Kemudian dari Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah yg kemungkinan ditulis sebelum pada tahun 1377 juga terdapat kata-kata bumi palimbang. Pada tahun 1275 Singhasari penerus kerajaan Kediri di Jawa melakukan suatu ekspedisi dalam Pararaton disebut semacam ekspansi dan menaklukan bhumi malayu yg dikenal dgn nama Ekspedisi Pamalayu yg kemudian Kertanagara raja Singhasari menghadiahkan Arca Amoghapasa kepada Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa raja Melayu di Dharmasraya seperti yg tersebut dalam Prasasti Padang Roco. Dan kemudian dilanjutkan dgn pengiriman utusan selanjut di tahun 1088. Dan selanjut pada tahun 1293 muncul Majapahit sebagai pengganti Singhasari dan setelah Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi naik tahta memberikan tanggung jawab kepada Adityawarman seorang peranakan Melayu dan Jawa utk kembali menaklukkan Swarnnabhumi pada tahun 1339. Dalam berita Cina yg berjudul Sung Hui Yao disebutkan bahwa kerajaan San-fo-tsi pada tahun 1082 mengirim utusan dimana pada masa itu Cina di bawah pemerintahan Kaisar Yuan Fong. Dan kemudian pada tahun 1347 Adityawarman memproklamirkan diri menjadi raja di Malayapura sesuai dgn manuskrip yg terdapat pada bagian belakang Arca Amoghapasa. Di Jawa dia menemukan bahwa rakyat memeluk agama Budha dan Hindu sedangkan rakyat San-fo-ts¶i memeluk Budha dan memiliki 15 daerah bawahan yg meliputi. DalamKidung Pamacangah dan Babad Arya Tabanan juga disebut µArya Damar¶ sebagai bupati Palembang yg berjasa membantu Gajah Mada dalam menaklukkan Bali pada tahun 1343 Prof. C. Duta besar tersebut menyampaikan surat dari raja Kien-pi bawahan San-fo-tsi yg merupakan surat dari putri raja yg diserahi urusan negara San-fo-tsi serta menyerahkan pula 227 tahil perhiasan rumbia dan 13 potong pakaian.C.1088 kronik Tionghoa masih mencatat bahwaSan-fo-ts¶i masih mengirimkan utusan dari Jambi dan Palembang. Istilah San-fo-tsi terutama pada tahun 1225 tak lagi identik dgn Sriwijaya melainkan telah identik dgn Dharmasraya dimana pusat pemerintahan dari San-fo-tsi telah berpindah jadi dari daftar 15 negeri bawahan San-fo-tsi tersebut merupakan daftar jajahan kerajaan Dharmasraya yg sebelum merupakan daerah bawahan dari Sriwijaya dan berbalik menguasai Sriwijaya beserta daerah jajahan lainnya.kemudian beberapa daerah bawahan membentuk kerajaan sendiri dan kemudian muncul Kerajaan Dharmasraya sebagai kekuatan baru dan kemudian mencaplok kawasan semenanjung malaya dan sumatera termasuk Sriwijaya itu sendiri.

Perdagangan Kerjaaan Sriwijaya Dalam perdagangan Sriwijaya menjadi pengendali jalur perdagangan antara India dan Tiongkok yakni dgn penguasaan atas selat Malaka dan selat Sunda. Agama Buddha diperkenalkan di Sriwijaya pada tahun 425 Masehi. Pengaruh orang muslim Arab yg banyak berkunjung di Sriwijaya raja Sriwijaya yg bernama Sri Indrawarman masuk Islam pada tahun 718. Warisan Sejarah Kemaharajaan Sriwijaya Berdasarkan Hikayat Melayu pendiri Kesultanan Malaka mengaku sebagai pangeran Palembang keturunan keluarga bangsawan Palembang dari trah Sriwijaya. Sehingga sangat dimungkinkan kehidupan sosial Sriwijaya adl masyarakat sosial yg di dalam terdapat masyarakat Budha dan Muslim sekaligus. Demikian pulaKodam Sriwijaya (unit komando militer) PT Pupuk Sriwijaya (Perusahaan Pupuk di Sumatera Selatan)Sriwijaya Post (Surat kabar harian di Palembang) Sriwijaya TV Sriwijaya Air (maskapai penerbangan) Stadion Gelora Sriwijaya dan Sriwijaya Football Club (Klab sepak bola . Pengaruh Budaya dan Agama Islam Kerajaan Sriwijaya banyak dipengaruhi budaya India pertama oleh budaya Hindu dan kemudian diikuti pula oleh agama Buddha. Bahkan disalah satu naskah surat adl ditujukan kepada khalifah Umar bin Abdul Aziz (717-720M) dgn permintaan agar khalifah sudi mengirimkan da¶i ke istana Sriwijaya. Raja-raja Sriwijaya menguasai kepulauan Melayu melalui perdagangan dan penaklukkan dari kurun abad ke-7 hingga abad ke-9.tak ada disebut lagi tapi telah diganti dgn nama Palembang hal ini sesuai dgn Nagarakretagama yg menguraikan tentang daerah jajahan Majapahit. Sehingga beberapa kerajaan yg semula merupakan bagian dari Sriwijaya kemudian tumbuh menjadi cikal-bakal kerajaan-kerajaan Islam di Sumatera kelak disaat melemah pengaruh Sriwijaya. Sangat dimungkinkan bahwa Sriwijaya yg termahsyur sebagai bandar pusat perdagangan di Asia Tenggara sekaligus sebagai pusat pembelajaran agama Budha juga ramai dikunjungi pendatang dari Timur Tengah dan mulai dipengaruhi oleh pedagang dan ulama muslim. Sehingga secara langsung turut serta mengembangkan bahasa Melayu dan kebudayaan Melayu di Nusantara. Hal ini menunjukkan bahwa pada abad ke-15 keagungan gengsi dan prestise Sriwijaya tetap dihormati dan dijadikan sebagai sumber legitimasi politik bagi penguasa di kawasan ini.Universitas Sriwijaya yg didirikan tahun 1960 di Palembang dinamakan berdasarkan kedatuan Sriwijaya. Nama Sriwijaya telah digunakan dan diabadikan sebagai nama jalan di berbagai kota dan nama ini telah melekat dgn kota Palembang dan Sumatera Selatan. Orang Arab mencatat bahwa Sriwijaya memiliki aneka komoditi seperti kamper kayu gaharu cengkeh pala kepulaga gading emas dan timah yg membuat raja Sriwijaya sekaya raja-raja di India. Tercatat beberapa kali raja Sriwijaya berkirim surat ke khalifah Islam di Suriah. Kekayaan yg melimpah ini telah memungkinkan Sriwijaya membeli kesetiaan dari vassal-vassal di seluruh Asia Tenggara. Sriwijaya merupakan pusat terpenting agama Buddha Mahayana.

letak ibukota Sriwijaya adalah Palembang. yaitu tepatnya di tepi Sungai Musi atau sekitar kota Palembang sekarang 2. Sejarah dan Lokasi Pengetahuan mengenai sejarah Sriwijaya baru lahir pada permulaan abad ke-20 M. Hal yg sama juga berlaku bagi masyarakat Thailand Selatan yg menciptakan kembali tarian Sevichai (Sriwijaya) yg berdasarkan pada keanggunan seni budaya Sriwijaya.Palembang) semua dinamakan demikian utk menghormati memuliakan dan merayakan kegemilangan kemaharajaan Sriwijaya. B. Lebih lanjut. Sriwijaya adalah nama sebuah kerajaan di Sumatera Selatan. ketika George Coedes menulis karangannya berjudul Le Royaume de Crivijaya pada tahun 1918 M.Kegemilangan Sriwijaya telah menjadi sumber kebanggaan nasional dan identitas daerah khusus bagi penduduk kota Palembang provinsi Sumatera Selatan dan segenap bangsa Melayu. Raja-raja Sriwijaya : Para Maharaja Sriwijaya Tahun 671 Nama Raja Dapunta Hyan Ibukota Catatan Sejarah 1. Coedes juga menetapkan bahwa. Notes on the Malay Archipelago and Malacca. Sumber Sejarah Sumber-sumber sejarah yang mendukung tentang keberadaan Kerajaan Sriwijaya berasal dari berita asing dan prasasti-prasasti. San-fo-ts I adalah Palembang yang terletak di Sumatera Selatan. Compiled from Chinese Source. yang menyatakan bahwa. Sumber Asing . dengan bersandar pada anggapan Groeneveldt dalam karangannya. Bagi penduduk Palembang keluhuran Sriwijaya telah menjadi inspirasi seni budaya seperti lagu dan tarian tradisional Gending Sriwijaya. Coedes kemudian menetapkan bahwa. Di samping Majapahit kaum nasionalis Indonesia juga mengagungkan Sriwijaya sebagai sumber kebanggaan dan bukti kejayaan masa lampau Indonesia.

yaitu Beal mengemukakan . Aturan dan upacara para pendeta Budha tersebut sama dengan aturan dan upacara yang dilakukan oleh para pendeta Budha di India. kardamunggu. Sumber India Kerajaan Sriwijaya pernah menjalin hubungan dengan raja-raja dari kerajaan yang ada di India seperti dengan Kerajaan Nalanda. gambir dan beberapa hasil bumi lainya. Sumber lain. Dalam catatannya disebutkan bahwa. cengkeh. seorang peziarah Budha dari China pertama adalah tahun 671 M. kayu gaharu.Sumber Cina Kunjungan I-sting. Catatan Cina yang lain menyebutkan tentang utusan Sriwijaya yang datang secara rutin ke Cina. yang terakhir adalah tahun 988 M Sumber Arab Arab. Mas udi. Shih-li-fo-shih merupakan suatu daerah yang terletak di tepi Sungai Musi. Sriwijaya disebut Sribuza. Dalam catatan itu. kayu cendana. I-tsing tinggal selama 6 bulan di Sriwijaya untuk belajar bahasa Sansekerta. Dengan Kerajaan Nalanda disebutkan bahwa Raja Sriwijaya mendirikan sebuah prasasti yang dikenal dengan nama Prasasti Nalanda Sumber lain Pada tahun 1886 Beal mengemukakan pendapatnya bahwa. digambarkan Sriwijaya merupakan sebuah kerajaan besar. seorang sejarawan Arab klasik menulis catatan tentang Sriwijaya pada tahun 955 M. Setelah lama belajar di Nalanda. dengan tentara yang sangat banyak. India. dan Kerajaan Chola. setelah itu. baru ia berangkat ke Nalanda. pala. tahun 685 I-tsing kembali ke Sriwijaya dan tinggal selama beberapa tahun untuk menerjemahkan teks-teks Budha dari bahasa Sansekerta ke bahasa Cina. saat itu terdapat lebih dari seribu orang pendeta Budha di Sriwijaya. Hasil bumi Sriwijaya adalah kapur barus.

Namun. prasasti peninggalan Sriwijaya yang ditemukan di Pulau Bangka. Pada tahun 1913 M. Kerajaan Sriwijaya menjadi makmur. Sumber Lokal atau Dalam Negeri Sumber dalam negeri berasal dari prasasti-prasasti yang dibuat oleh raja-raja dari Kerajaan Sriwijaya.213 tentara yang berjalan kaki. Kern menganggap Sriwijaya yang tercantum pada prasasti itu adalah nama seorang raja. Daerah yang dimaksud Minangatamwan itu kemungkinan adalah daerah Binaga yang terletak di Jambi. bersama dua laksa (20. bertarikh 682 M. Prasasti Kota Kapur Prasasti ini merupakan yang paling tua.000) tentara dan 200 peti perbekalan. saat itu. Kern telah menerbitkan Prasasti Kota Kapur.pendapatnya pada tahun 1886 bahwa. Prasasti Kedukan Bukit Prasasti berangka tahun 683 M itu menyebutkan bahwa raja Sriwijaya bernama Dapunta Hyang yang membawa tentara sebanyak 20. Daerah itu sangat strategis untuk perdagangan Prasasti Talangtuo . karena Cri biasanya digunakan sebagai sebutan atau gelar raja C. menceritakan tentang kisah perjalanan suci Dapunta Hyang dari Minana dengan perahu. Shih-li-fo-shih merupakan suatu daerah yang terletak di tepi Sungai Musi.000 orang berhasil menundukan Minangatamwan. Dengan kemenangan itu. Prasasti itu antara lain sebagai berikut. serta 1.

prasasti seperti itu biasanya ditempatkan di pusat kerajaan. Berbentuk batu lempeng mendekati segi lima. prasasti ini digunakan untuk pelaksanaan upacara sumpah kesetiaan dan kepatuhan para calon pejabat. Prasasti Telaga Batu.. prasasti ini juga menyebutkan bahwa Raja Dewa Paladewa berkenan membebaskan 5 buah desa dari pajak untuk membiayai para mahasiswa Sriwijaya yang belajar di Nalanda. . Dalam prosesi itu. Sebagai sarana untuk upacara persumpahan. pejabat yang disumpah meminum air yang dialirkan ke batu dan keluar melalui cerat tersebut. Di samping itu. di atasnya ada tujuh kepala ular kobra. dengan sebentuk mangkuk kecil dengan cerat (mulut kecil tempat keluar air) di bawahnya. Prasasti Nalanda Prasasti itu menyebutkan Raja Balaputra Dewa sebagai Raja terakhir dari Dinasti Syailendra yang terusir dari Jawa Tengah akibat kekalahannya melawan Kerajaan Mataram dari Dinasti Sanjaya. Balaputra Dewa meminta kepada Raja Nalanda agar mengakui haknya atas Kerajaan Syailendra. Menurut para arkeolog. Prasasti ini Karena ditemukan di sekitar Palembang pada tahun 1918 M.Prasasti berangka tahun 684 M itu menyebutkan tentang pembuatan Taman Srikesetra atas perintah Raja Dapunta Hyang. Prasasti Ligor Prasasti berangka tahun 775 M itu menyebutkan tentang ibu kota Ligor dengan tujuan untuk mengawasi pelayaran perdagangan di Selat Malaka. yang menunjukan penguasaan Sriwijaya atas daerah itu. Dalam prasasti itu. maka diduga kuat Palembang merupakan pusat Kerajaan Sriwijaya Prasasti-prasasti dari Kerajaan Sriwijaya itu sebagian besar menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Melayu Kuno. Prasasti Karang Berahi Prasasti berangka tahun 686 M itu ditemukan di daerah pedalaman Jambi.

Kehidupan Ekonomi. sutera dan porselen melalui relasi dagangnya dengan Cina. kayu sapan. yaitu : 1. Saat kerajaan Funan di Indo-China runtuh. dengan menikahkan Sobakancana. perak. Hal ini dilakukan oleh penguasa Sriwijaya Dapunta Hyang pada tahun 664 M. pinang. pala. Indratvam. India. putri kedua raja Kerajaan Tarumanegara. kapur barus.3. gading. Ekachattra. Politik. Barang-barang tersebut dijual atau dibarter dengan kain katu. Ada tiga syarat utama untuk menjadi raja Sriwijaya. kayu cendana. rempah-rempah dan penyu. Raja merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam sistem pemerintahan Kerajaan Sriwijaya. Kekuatan armada terbesar Sriwijaya juga melakukan ekspansi wilayah hingga ke pulau jawa termasuk sampai ke Brunei atau Borneo. serta menduduki semenanjung malaya. artinya memerintah seperti Dewa Indra yang selalu memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya 3. melalui kekuatan armada lautnya. artinya berdaulat atas rakyatnya 2. lada. kapulaga. Politik Untuk memperluas pengaruh kerajaan. kayu gaharu. Samraj. Sosial dan Budaya Ekonomi Menurut catatan asing. timah. yaitu cengkeh. cara yang dilakukan adalah melakukan perkawinan dengan kerajaan lain. kayu hitam. Kerajaan Sriwijaya telah mampu menguasai seluruh jalur perdagangan di Asia Tenggara. Arab dan Madagaskar. artinya mampu memayungi (melindungi) seluruh rakyatnya . Bumi Sriwijaya menghasilkan bumi beberapa diantaranya. Hingga pada abad ke-8. Sriwijaya mampu mengusai lalu lintas perdagangan antara India dan Cina. Di wilayah utara. Sriwijaya memperluas daerah kekuasaannya hingga bagian barat Nusantara. emas.

Malaysia. yaitu Ta Tiang si-yu-ku-fa-kao-seng-chuan yang selesai ditulis pada tahun 692 M. Cri Sanggrama Wijayatunggawarman (Prasasti Chola. 1004 M) Sosial dan Budaya Sriwijaya yang merupakan kerajaan besar penganut agama Budha telah berkembang iklim yang kondusif untuk mengembangkan agama Budha. tidak menetap di satu tempat dalam kurun waktu yang lama. Itsing. Cri Indrawarman (berita Cina. Prasasti Talangtuo 684 M) 2. Situs Kolam Pinishi. 1044 M) 10. Prasasti Leiden. Peninggalan-peninggalan Kerajaan Sriwijaya banyak ditemukan di daerah Palembang. yaitu Prasasti Boom Baru (abad ke7 M). 1044 M) 11. seorang pendeta Cina pernah menetap selama 6 tahun untuk memperdalam agama Budha. Riau.Berikut daftar silsilah para Raja Kerajaan Sriwijaya : 1. 724 M) 3. 775 M) 5. Maraviyatunggawarman (Prasasti Leiden. Dapunta Hyang Sri Yayanaga (Prasasti Kedukan Bukit 683 M. Cri Udayadityawarman (berita Cina. Cri Cudamaniwarmadewa (Berita Cina. Balaputradewa (Prasasti Nalanda. Prasasti dan situs yang ditemukan disekitar Palembang. Wishnu (Prasasti Ligor. Salah satu karya yang dihasilkan. 960 M) 8. Cri Udayaditya (Berita Cina. Maharaja (berita Arab. Jambi. Prasasti Kedukan Bukit (682 M). 1003. . dan Situs Tanjung Rawa. 851 M) 6. dan Thailand. 728 M) 4. Prasasti Talangtuo (684 M). 860 M) 7. Rudrawikrama (berita Cina. Situs Candi Angsoka. 962 M) 9. Ini disebabkan karena Sriwijaya merupakan kerajaan maritim selalu berpindah-pindah. Prasasti Telaga Batu ( abad ke-7 M).

pada abad ke-13 Kerajaan Sriwijaya di hancurkan oleh Kerajaan Majapahit. Sriwijaya menjadi kerajaan kecil dan lemah yang wilayahnya terbatas di daerah Palembang. Candi Astono dan Kolam Telagorajo. Catatan : Diolah dari berbagai Sumber Tags: sejarah. yaitu Prasasti Palas Pasemah dan Prasasti Bungkuk (Jabung). termasuk Tanah Genting Kra. Candi Gumpung. Kerajaan Siam berhasil menguasai daerah semanjung Malaka. Candi Gedong II. Candi Kedaton. Kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran yang luar biasa. prasasti yang ditemukan. Raja Rajendra Chola melakukan dua kali penyerangan ke Kerajaan Sriwijaya. Bahkan pada penyerangganya yang kedua. Candi Kembar batu. kegiatan pelayaran perdagangan Kerajaan Sriwijaya semakin berkurang. Sumatera Selatan dan Bengkulu. yaitu Candi Kotamahligai. Candi Muara Takus yang berbentuk stupa Budha. Situs Muarojambi. sriwijaya Prev: Sejarah Nasional Indonesia 1-6 Next: KERAJAAN MATARAM HINDU-BUDHA reply share . Akibat dari perluasan Kerajaan Siam tersebut.Peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya lainnya yang ditemukan di jambi. Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya Akibat dari persaingan di bidang pelayaran dan perdagangan. 4. Di Lampung. Di Riau. Candi Gedong I. Kerajaan besar di sebelah utara. seperti Siam. Candi Tinggi. Pada abad ke-13 M. Kerajaan Siam yang juga memiliki kepentingan dalam perdagangan memperluas wilayah kekuasaannya ke wilayah selatan. Kerajaan Chola berhasil menawan Raja Cri Sanggrama Wijayatunggawarman serta berhasil merebut kota dan bandar-bandar penting Kerajaan Sriwijaya.

Dalam bahasa Sansekerta. Sebagaimana diakui oleh Marcopolo bahwa Peureulak dan Samudera Pasai Sumatera-pada tahun 1292. seorang pendeta Tiongkok. Tegasnya. Itulah sebabnya mengapa bangsabangsa Eropa (baca-Portugis) menyebutnya sebagai Pulau Emas (Ophir). termasuk ekspansi kerajaan Majapahit. seorang penjelajah Cina telah mengabadikan pengalamannya dalam buku Mulasarvastivada. T-Shirts. sri berarti "bercahaya" dan wijaya berarti "kemenangan". Itulah sebabnya mengapa Arthasastra -buku India kuno. gambaran Sumatera mengenai masa lampau. Bukti awal mengenai keberadaan kerajaan ini berasal dari abad ke-7. Kerajaan ini mulai jatuh sekitar tahun 1200 . Prasasti pertama mengenai Sriwijaya juga berada pada abad ke-7. Sebab dalam kenyataannya. Accessories. Pierre-Yves Manguin membuktikan bahwa pusat Sriwijaya berada di Sungai Musi antara Bukit Seguntang dan Sabokingking (terletak di provinsi Sumatra Selatan. Sumatra. kesanggupan dan tanggungjawab dari bangsa-bangsa yang mendiami Sumatera. Sebenamya. Food. akan tetapi merupakan bukti nyata yang pemah disaksikan oleh para penjelajah ternama di dunia ke Sumatera. Para penjelajah dan pedagang dari India. Harga Sumatera bukanlah ditentukan oleh berapa harga dari hasil kekayaan bumi Sumatera. I-Tsing.menyebutnya dengan Pulau Emas (Suvamabhumi) atau kepulauan emas (Suvarnadvipa). Eksistensi Sriwijaya diketahui secara resmi tahun 1918 oleh sejarawan Perancis George Coedès dari École française d'Extrême-Orient. akan tetapi berapa harga yang berani kita bayar untuk membela dan mempertahankannya. kaya raya dan menganut agama Islam. yaitu Prasasti Kedukan Bukit di Palembang. Ini sudah tentu berkaitan langsung dengan kesadaran politik. sudah berdiri suatu kerajaan yang megah. bumi Sumatera sebenamya tidak terlepas dari berbagai keperluan dan kepentingan. yang meriwayatkan tentang tahap-tahap perjalanannya dari Tamralipti ke Canton. Indonesia). Itulah sebabnya mengapa I-Tsing. dimana sistem pemerintahannya sudah mapan. kerajaan ini terlupakan dan sejarawan tidak mengetahui keberadaan kerajaan ini. Clothing.Setelah Sriwijaya jatuh. menulis bahwa ia mengunjungi Sriwijaya tahun 671 selama 6 bulan. pada tahun 683. cerita mengenai kemegahan Sumatera bukan suatu mithos atau kisah novel fiksi yang mengisahkan petualangan di angkasa dalam fihn Star Track di layar TV anda. Electronics and Sriwijaya adalah kerajaan Melayu kuno di pulau Sumatra yang banyak berpengaruh di Nusantara. Cina Arab dan Eropa terus terang mengakui bahwa bumi Sumatera memiliki segala-galanya dan berkemampuan .1300 karena berbagai faktor. telah cukup menceritakan tentang kuasa besar. Sekitar tahun 1992 hingga 1993. kesan keindahan dan kekayaan alam yang melimpah ruah. Jewelry.Sponsored Links Shop at the Multiply Marketplace Low Prices on Shoes.

Wang Gungwu. 1964. hingga kapur Bar-us merupakan salah satu barang komoditi terpenting bagi devisa negara di bawah kerajaan Sriwijaya. 4) G. Kerajaan Sriwijaya berhasil membangun pangkalan-pangkalan ekonomi dan merangsang semangat rakyatnya berniaga dengan bangsa asing. Di kawasan Sumatera Tengah -Barus. pertahanan darat dan laut yang kuat. hingga kebanyakan negara selain Sriwijaya telah menggunakan upeti dan tanda mata.telah didapati bahan galian Batu Barus (Kapur Barus). kerajaan ini telah menj adi begitu masyhur sehingga hanya raja-raja yang dipertuan dari Sriwijaya. Untuk menggambarkannya.´ 3).´ Demikian dituturkan oleh Chou Chù-Fei. sehingga kerajaan Sriwijaya telah menjadi suatu khazanah dalam sejarah dunia Melayu di Asia Tenggara. Notes on relations and trade of China. kerajaan Udayana di Barat Laut India. Sebab pada kurun masa itu. (Halaman): 114. yang hablur-nya mendapat tempat dalam perobatan karangan Tao Hung Ching´. izinkan saya meminjam ucapan Wang Gungwu: ³Pada tahun 775.secara profesional mengatur negara. malahan ³Jambi dan Palembang sebagai pusat perdagangan yang sangat maju´ 2). Lada Kemukus berasal dari SriwijayaSumatera yang mendapat permintaan dalan pasaran di negeri Cina. 1958. pelabuhan-pelabuhan Palembang dan Jambi merupakan penghubung di antara Sumatera dengan pasar-pasar Asia. (Halaman): 135. Sistem pemerintahannya ditata mengikut acuan Melayu yang berasaskan keterbukaan dengan dunia luar dan memompa semangat rakyatnya untuk bekerja keras dan selalu peka terhadap setiap kemungkinan-kemungkinan adanya anasir luar yang mengancam keselamatan Sumatera. kerajaan To-Yuan di Asia Tenggara melakukan perkara yang sama. Ketika itu berbagai hasil bumi telah dijual dalam pasaran bebas. ³Sekitar 500 orang Cina selatan menggali dan menggunakan kapur bar-us. Hal ini telah dikemukakan oleh Chèn Tsàng-chi: ³dalam pertengahan abad ke-8. ³The Nanhai trade: A study of early history of Chinese trade in South China Sea´. (Halaman): 134-l 38. Masa depan sistem itu tidak bergantung kepada kekayaan pedalaman Sumatera Selatan. Kita tidak dapat membayangkan betapa masyhurnya kerajaan Sriwijaya di Sumatera. Selain dari pada itu kapur barus yang dipandang sebagai barang perniagaan yang mendatangkan hasil memuaskan. Contohnya: KERAJAAN SRIWIJAYA Munculnya kerajaan Melayu tua di Sumatera -Sriwijaya. Itulah sebabnya para sejarawan telah menyifatkan bahwa sistem yang digunakan sebagai suatu model pemerintahan yang modern pada waktu itu. Seperti Chih Tu telah mengirim Batu Kapur sebagai upeti kepada kerajan Chang Chun.yang telah dipandang sebagai suatu kerajaan yang memiliki kekayaan dan rakyatnya hidup sejahtera dari perdagangan hasil bumi Sumatera dan kemegahan Sriwijaya telah mampu membangun sistem politik yang mapan. J. Rockhill. kapur Barus merupakan barang mahal dan komoditi export besar. . Lebih dari pada itu telah menjadi satu model pemerintahan yang megah dan disegani di Asia Tenggara suatu masa dahulu. Sistem komunikasi yang menjadi dasar perkembangan pelabuhan-pelabuhan ini telah dicipta oleh nakhoda kapalnya. tetapi bergantung kepada kemampuan para pemerintahnya untuk memastikan agar pelabuhan-pelabuhan tetap menjadi tempat yang mesti disinggahi dalam pelayaran ke negeri Cina. . sehingga: ³pada awal sejarah Sriwijaya yang panjang itu. The King of Sri Dvaravati and His Regalia.G Boeles. raja tertinggi di antara semua raja di permukaan bumi´1).

Wolters.Ferrand. Kerajaan Sriwijaya sudah mempunyai hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Cina. (Halaman): 56-57. Wolters. Relations de Voyages et testes Geographyques. Keberhasilan dalam bidang ekonomi tidak terlepas daripada kemampuan mengadakan hubungan perdagangan dan diplomatik dengan negara lain. malah mengatakan bahwa: ³untuk memperkuat angkatan laut dalam usaha mempertahankan perdagangan mereka. yang selama berabad-abad telah memberi jalan kepada kerajaan Sriwijaya. Raja-raja itu mempunyai kapal dan orang juga membayangkan nakhoda-nakhoda kapal Melayu datang dari rawa-rawa bakau dan pulau-pulau berdekatan. suatu Kajian Asal Usul Kerajaan Sriwijaya. (Halaman): 58. Hampir setiap tahun para saudagar menaiki kapal barang ke Canton´. Sriwijaya melakukan tindakan-tindakan khusus untuk perang dan apabila mereka hendak berperang melawan negara lain.C. Pada 700 M. (Halaman): 312. Sriwijaya merupakan pusat perdagangan yang sangat maju dan masyhur. 6) Prof. ³Ini harus dipandang sebagai tanda bahwa kekuasaan proto-Sriwijaya agak kukuh.´ 8) Sung Shih. Memandangkan kenyataan-kenyataan ini maka ada penulis yang menuturkan bahwa: ³Pada zaman pertengahan. (Halaman): 323. Seorang penulis Belanda.W. Wealtly. Kekuatan militernya bergantung kepada kapalkapalnya. seperti dilukiskan di sini: ³Sejak abad ke-5 lagi. Malahan dikatakan bahwa beberapa kerajaan dagang seperti: Ho-lo-tan. Sriwijaya telah memperoleh pos luar wilayah di Barat Daya Semenanjung Tanah Melayu yang memberikan kepadanya kuasa di Selat Melaka. 235-236. Perluasan perdagangan laut ini adalah perkara yang belum pemah ada sebelumnya dalam catatan yang telah kita selidiki. dan Cina telah mengirim utusan kepada Kerajaan Sriwijaya. Suatu Kajian Asal Usul Kerajaan Sriwijaya.´ 7) Idem.Van Leur. yang dikutip dari catatan Ibnu al-Fakih. 902. Suma Oriental. mereka membanggakannya sebagai kekuatan laut yang besar dan empayer tertua di dalam sejarah kebangsaan mereka. sangat memainkan peranan penting dalam perdagangan Asia dan selama lebih 500 tahun dan setelah sejarahnya dihidupkan kembali oleh para sejarawan pada zaman modern dan di kalangan orang Melayu. (Halaman): 1. mereka mengumpul dan kemudian merujuk kepada ketua-ketua mereka dan semua menyiapkan persediaan militer sendiri dan bahan-bahan makan yang diperlukan´ 9). akan tetapi juga dalam bidang militer untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatan kerajaannya. Pohuang (berpusat antara Jambi-Palembang). Seterusnya dikatakan: ³raja Sriwijaya mempunyai senjata yang senantiasa bersedia untuk melaksanakan kekuasaannya atas saingannya. (Halaman):. J.W. Perdagangan Awal Indonesia. Perdagangan Awal Indonesia.´ 5) O. ³Sriwijaya di Sumatera Tenggara pada masa pertengahan abad ke-7M. Ka-to-li. Golden Khersonese. O. Kemasyhuran Sriwijaya tidak hanya terbatas dalam bidang perdagangan. Chu Fan . oleh itu wajar dipercayai bahwa terdapat latar belakang ekomoni di Asia Tenggara dan barangkali juga di tempat lain di Asia. hingga ia merasa tidak perlu mengingatkan orang Cina akan tanggung-jawabnya sebagai pelindung dengan sering mengirim utusan´ 6).

Semua peperangan yang berlaku antara Sriwijaya dengan seteru asing dicatat pada batu bersurat -prasasti. Palembang.00 Reaksi: 0 komentar: . Akhirnya. ternyata tidak dapat membantu Sriwijaya. India dan Arab merupakan mitra dagangnya. kecemburuan pihak asinglah yang menjadi puncak perang yang tidak dapat lagi dielakkan. Prasasti (batu bersurat) di Telaga Batu. mitra dagang yang sebelumnya akrab. (Halaman): 106. (Halaman): 336. Indonesian trade and socities.Chih. Pulau Bangka. 10). yaitu: 1. sebab peperangan yang panjang dan melelahkan itu telah banyak merengggut korban jiwa manusia dan sekaligus meruntuhkan peradaban yang beratus-ratus tahun telah dibina. Suatu kajian asal usul kerajaan Sriwijaya.48. peperangan ini telah memakan masa yang panjang sekali dan memerlukan kajian dan tafsiran ihniah terhadap fakta yang terungkap dalam historiografi Sriwijaya sehingga mampu melahirkan semula kegemilangan itu. secara formal kerajaan Sriwijaya belum menetapkan peraturan tertulis (perjanjian dagang) mengenai cukai dagang. Namun begitu. ketika ada gangguan dari kerajaan Cola dan Jawa yang menganggap Sriwijaya melakukan tindakan monopoli perdagangan telah dijadikan alasan yang sengaja dibuat oleh pihak asing untuk melakukan serangan terhadap post-post dagang Sriwijaya. W. Ketika itu Cina. Prasasti (batu bersurat) di Kota Kapur. Sejarah telah mencatat bahwa kerajaan Sriwijaya mempunyai kuasa penting di Sumatera bahkan sampai ke Semenanjung Malaysia dalam jangka masa yang lama. Dilihat dari segi psikologis dan sosiologis. Dilihat dari segi futurologis. wilayah-wilayah naungan Sriwijaya. Sejarahlah yang akan menjawabnya sendiditulis p16. Apalagi ³selama dua abad selepas itu. 3. Perkara ini dianggap sebagai salah satu sisi kelemahan yang tidak disadari pada ketika itu. sedikit demi sedikit menentang monopoli pantai yang digemari itu dengan mendorong para saudagar-saudagar asing mengunjungi pelabuhan-pelabuhan mereka sendiri´. perjanjian mengenai pertahanan bersama dan perlindungan dengan rakan dagangnya di Selat Melaka. sebab setidak-tidaknya. O. Perdagangan Awal Indonesia.yang dipandang penting dalam sejarahnya. 2. Prasasti (batu bersurat) di Muara Takus. peperangan ini telah mempengaruhi mentalitas bangsa ini untuk mempertahankan kesinambungan kerajaan Sriwijaya. Wolters.