Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial budaya Terjadinya sebuah perubahan tidak selalu berjalan dengan lancar

, meskipun perubahan tersebut diharapkan dan direncanakan. Terdapat faktor yang mendorong sehingga mendukung perubahan, tetapi juga ada faktor penghambat sehingga perubahan tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Faktor pendorong perubahanϖ Faktor pendorong merupakan alasan yang mendukung terjadinya perubahan. Menurut Soerjono Soekanto ada sembilan faktor yang mendorong terjadinya perubahan sosial, yaitu: 1. Terjadinya kontak atau sentuhan dengan kebudayaan lain. Bertemunya budaya yang berbeda menyebabkan manusia saling berinteraksi dan mampu menghimpun berbagai penemuan yang telah dihasilkan, baik dari budaya asli maupun budaya asing, dan bahkan hasil perpaduannya. Hal ini dapat mendorong terjadinya perubahan dan tentu akan memperkaya kebudayaan yang ada. 2. Sistem pendidikan formal yang maju. Pendidikan merupakan salah satu faktor yang bisa mengukur tingkat kemajuan sebuah masyarakat. Pendidikan telah membuka pikiran dan membiasakan berpola pikir ilmiah, rasional, dan objektif. Hal ini akan memberikan kemampuan manusia untuk menilai apakah kebudayaan masyarakatnya memenuhi perkembangan zaman, dan perlu sebuah perubahan atau tidak. 3. Sikap menghargai hasil karya orang dan keinginan untuk maju. Sebuah hasil karya bisa memotivasi seseorang untuk mengikuti jejak karya. Orang yang berpikiran dan berkeinginan maju senantiasa termotivasi untuk mengembangkan diri. 4. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang. Penyimpangan sosial sejauh tidak melanggar hukum atau merupakan tindak pidana, dapat merupakan cikal bakal terjadinya perubahan sosial budaya. Untuk itu, toleransi dapat diberikan agar semakin tercipta hal-hal baru yang kreatif. 5. Sistem terbuka dalam lapisan-lapisan masyarakat. Open stratification atau sistem terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal atau horizontal yang lebih luas kepada anggota masyarakat. Masyarakat tidak lagi mempermasalahkan status sosial dalam menjalin hubungan dengan sesamanya. Hal ini membuka kesempatan kepada para individu untuk dapat mengembangkan kemampuan dirinya. 6. Penduduk yang heterogen. Masyarakat heterogen dengan latar belakang budaya, ras, dan ideologi yang berbeda akan mudah terjadi pertentangan yang dapat menimbulkan kegoncangan sosial. Keadaan demikian merupakan pendorong terjadinya perubahan-perubahan baru dalam masyarakat untuk mencapai keselarasan sosial.

Usaha merupakan keharusan bagi manusia dalam upaya memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas.7. tetapi juga ada faktor penghambat sehingga perubahan tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Terdapat faktor yang mendorong sehingga mendukung perubahan. 4. Orientasi ke masa depan Kondisi yang senantiasa berubah merangsang orang mengikuti dan menyesusikan dengan perubahan. Ketidakpuasan menimbulkan reaksi berupa perlawanan. Menurut Soerjono Soekanto. Faktor pendorong perubahanϖ Faktor pendorong merupakan alasan yang mendukung terjadinya perubahan. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain. terutama yang berasal dari Barat. Faktor penghambat perubahanϖ Banyak faktor yang menghambat sebuah proses perubahan. ada delapan buah faktor yang menghalangi terjadinya perubahan sosial. Rasa takut terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan dan menimbulkan perubahan pada aspek-aspek tertentu dalam masyarakat. pertentangan. 5. 8. Prasangka terhadap hal-hal baru atau asing. 3. Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis. Usaha-usaha ini merupakan faktor terjadinya perubahan. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat. 2. Sikap masyarakat yang mengagungkan tradisi masa lampau dan cenderung konservatif. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang tertentu Rasa tidak puas bisa menjadi sebab terjadinya perubahan. 6. Menurut . Adanya kepentingan pribadi dan kelompok yang sudah tertanam kuat (vested interest). 8. Adat dan kebiasaan tertentu dalam masyarakat yang cenderung sukar diubah. 7. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial budaya Terjadinya sebuah perubahan tidak selalu berjalan dengan lancar. yaitu: 1. Nilai bahwa manusia harus selalu berusaha untuk perbaikan hidup. dan berbagai gerakan revolusi untuk mengubahnya. meskipun perubahan tersebut diharapkan dan direncanakan. 9. Pemikiran yang selalu berorientasi ke masa depan akan membuat masyarakat selalu berpikir maju dan mendorong terciptanya penemuan-penemuan baru yang disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan zaman.

Soerjono Soekanto ada sembilan faktor yang mendorong terjadinya perubahan sosial. Pemikiran yang selalu berorientasi ke masa depan akan membuat masyarakat . dapat merupakan cikal bakal terjadinya perubahan sosial budaya. Pendidikan merupakan salah satu faktor yang bisa mengukur tingkat kemajuan sebuah masyarakat. 8. Bertemunya budaya yang berbeda menyebabkan manusia saling berinteraksi dan mampu menghimpun berbagai penemuan yang telah dihasilkan. 3. Pendidikan telah membuka pikiran dan membiasakan berpola pikir ilmiah. Open stratification atau sistem terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal atau horizontal yang lebih luas kepada anggota masyarakat. Sebuah hasil karya bisa memotivasi seseorang untuk mengikuti jejak karya. pertentangan. dan perlu sebuah perubahan atau tidak. Penduduk yang heterogen. Sikap menghargai hasil karya orang dan keinginan untuk maju. toleransi dapat diberikan agar semakin tercipta hal-hal baru yang kreatif. 4. ras. Hal ini akan memberikan kemampuan manusia untuk menilai apakah kebudayaan masyarakatnya memenuhi perkembangan zaman. baik dari budaya asli maupun budaya asing. Sistem pendidikan formal yang maju. Keadaan demikian merupakan pendorong terjadinya perubahan-perubahan baru dalam masyarakat untuk mencapai keselarasan sosial. 7. Sistem terbuka dalam lapisan-lapisan masyarakat. dan objektif. Orientasi ke masa depan Kondisi yang senantiasa berubah merangsang orang mengikuti dan menyesusikan dengan perubahan. Untuk itu. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang. 2. Masyarakat tidak lagi mempermasalahkan status sosial dalam menjalin hubungan dengan sesamanya. yaitu: 1. 5. Masyarakat heterogen dengan latar belakang budaya. 6. dan bahkan hasil perpaduannya. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang tertentu Rasa tidak puas bisa menjadi sebab terjadinya perubahan. Penyimpangan sosial sejauh tidak melanggar hukum atau merupakan tindak pidana. Hal ini membuka kesempatan kepada para individu untuk dapat mengembangkan kemampuan dirinya. dan berbagai gerakan revolusi untuk mengubahnya. Orang yang berpikiran dan berkeinginan maju senantiasa termotivasi untuk mengembangkan diri. Ketidakpuasan menimbulkan reaksi berupa perlawanan. rasional. Terjadinya kontak atau sentuhan dengan kebudayaan lain. Hal ini dapat mendorong terjadinya perubahan dan tentu akan memperkaya kebudayaan yang ada. dan ideologi yang berbeda akan mudah terjadi pertentangan yang dapat menimbulkan kegoncangan sosial.

Usaha merupakan keharusan bagi manusia dalam upaya memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas. 9. 2. terutama yang berasal dari Barat. Faktor penghambat perubahanϖ Banyak faktor yang menghambat sebuah proses perubahan.selalu berpikir maju dan mendorong terciptanya penemuan-penemuan baru yang disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan zaman. 7. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain. Menurut Soerjono Soekanto. Prasangka terhadap hal-hal baru atau asing. Adat dan kebiasaan tertentu dalam masyarakat yang cenderung sukar diubah. Usaha-usaha ini merupakan faktor terjadinya perubahan. 5. yaitu: 1. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat. Nilai bahwa manusia harus selalu berusaha untuk perbaikan hidup. 4. Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis. ada delapan buah faktor yang menghalangi terjadinya perubahan sosial. Rasa takut terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan dan menimbulkan perubahan pada aspek-aspek tertentu dalam masyarakat. • . 6. Adanya kepentingan pribadi dan kelompok yang sudah tertanam kuat (vested interest). Sikap masyarakat yang mengagungkan tradisi masa lampau dan cenderung konservatif. 3. 8.