MAKALAH PENYELENGGARAAN SEKOLAH GRATIS MELALUI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS

NEGERI 6 PALEMBANG

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Landasan Dan Problematika Pendidikan

Oleh : Nama Program Studi NIM : Yuhanah Mulyadi : Teknologi Pendidikan : 200925113040

PROGRAM PASCASARJANA TEKNOLOGI PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2009

A. Latar Belakang Masalah Salah satu cara untuk meningkatkan sumber daya manusia adalah melalui pendidikan, baik secara pendidikan formal, nonformal dan informal. Pendidikan yang lebih banyak dirasakan seorang manusia dari lahir hingga mencapai tahap dewasa adalah pendidikan informal dan nonformal tapi pendidikan yang membuat seoarang manusia mengalami lingkungan sosial adalah pendidikan formal karena memiliki jenjang yang akan memenuhi kebutuhan yang sesuai dengan tingkat usia. suatu kewajiban seorang manusia belajar dan untuk mendapatkan pendidikan formal. Selanjutnya pendidikan pun harus dilangsungkan seumur hidup. Untuk mendapatkan pendidikan di lingkungan rumah tangga dan masyarakat tidak perlu dirisaukan hambatannya karena merupakan bagian dari kehidupan sehari hari. Tetapi yang masih menjadi kendala adalah hak untuk mendapatkan pendidikan dari lingkungan sekolah. Indonesia adalah sebuah negara berkembang sehingga masih ada masyarakat yang dibawah garis hidup kemiskinan. untuk menjalani pendidikan merupakan suatu hal yang tidak diutamakan. Sekolah merupakan suatu hal yang sangat mahal yang dirasakan oleh masyarakat pada lapisan tersebut. Pemerintah pun dalam rangka menyelesaikan masalah tersebut menyelenggarakan suatu program dengan nama Sekolah Gratis. Kebijakan tersebut merupakan salah satu strategi pemerintah dalam mewujudkan program jangka menengah untuk sasaran sebagai berikut: • • APK SMP/MTs= 98%; APK Perguruan Tinggi= 18% Memberi kesempatan yang sama pada seluruh peserta didik dari berbagai golongan menurut kategori tingkat ekonomi, gender, wilayah, tingkat kemampuan intelektual dan kondisifisik meningkatkan mutu pendidikan dengan

(3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. siswa hingga paradigma masyarakat yang tidak melihat secara menyeluruh dan bijak sehingga dapat mempengaruhi manajemen sekolah dan sikap yang dapat mempengaruhi kualitas pendidikan. Namun dari segi pihak penyelenggara sekolah.• • Memperluas daya tampung satuan pendidikan sesuai dengan prioritas nasional Penggunaan TIK untuk menjangkau daerah terpencil/sulitdijangkau. Memberi harapan untuk tidak pantang menyerah dalam menuntut ilmu. Program pemerintah tersebut membawa angin segar bagi warga negara Indonesia yang kurang mampu untuk mengikuti pendidikan disekolah. (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang. Di sinilah terlihat. Terjadi masalah dalam proses penyelenggaraan.kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. bahwa tak ada pendidikan yang gratis. Program tersebut juga sesuai dengan UUD 1945 Pasal 31 yang menyatakan bahwa (1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Namun dalam aplikasi pelaksanaan peraturan yang diberlakukan memberi problema-problematik pendidikan meskipun sisi lain menguntungkan salah satu pihak. persoalan dana pendidikan untuk sekolah gratis mulai terasa. Ketika kegiatan belajarmengajar berjalan. . (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. serta (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

Pada SMA Negeri 6 selain sudah menyelenggarakan program Sekolah Gratis. meskipun baru diperuntukkan kelas X.000. dan guru. Rincian pembayaran tersebut adalah Rp 150. Makalah ini akan mengangkat kesenjangan yang terjadi di SMA Negeri 6 Palembang. mereka menjadi tidak serius dalam belajar karena merasa tidak dibebani biaya. tentunya membutuhkan biaya. faktor dana bukanlah satu-satunya penentu kegiatan belajar-mengajar.00 mendapat perlakukan mendapatkan fasilitas lebih untuk pembelajaran. sarana dan prasarana lain cukup . juga menyelenggarakan RSBI atau Rencana Sekolah Berstandar Internasional. seperti penggunaan LCD.000. selama ini guru menerima transpot jumlahnya dihitung per jam pelajaran (Rp. Disinilah kesenjangan mulai terjadi. sesuai falsafah dunia pendidikan. Fasilitas yang mereka dapatkan dari sekolah hanya kelas untuk belajar. harus ditunjang oleh faktor dana. Meski demikian. Perlakuan lain yaitu siswa kelas RSBI mendapatkan fasilitas dalam pembelajaran lengkap.Kegiatan dan sarana infrastruktur apapun. untuk SPP. Rp 200. menggunakan Laboratorium Komputer satu siswa satu komputer. Dampak lain yang terjadi adalah siswa sekolah gratis. Sedangkan peserta didik pada kelas RSBI yang membayar sendiri sebesar Rp 495. dan 145. bahwa kualitas peserta didik dan tenaga pendidik. Tak dapat dipungkiri.7500). untuk pembayaran les tambahan dari sekolah. Dampak pada pendidik yaitu guru tidak menerima uang transport dari komite. Siswa sekolah gratis tidak mendapatkan fasilitas les tambahan lagi.000.000.000 uang makan. Terjadi perbedaan pemberian sarana dan prasrana antara peserta didik kelas RSBI dan kelas yang mengenyam Sekolah Gratis. Peserta didik yang masuk program Sekolah Gratis mendapat bantuan subsidi dari pemerintah untuk membayar biaya sekolah SPP sebesar Rp80.

2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Perbedaan tersebut tidak sepantasnya terjadi. enyelenggaraan sekolah gratis di setiap lembaga sekolah harus dikelola aspek dengan dalam baik. Kebijakan pemerintah yang dicantumkan dalam undang-undang hingga peraturan daerah harus dilaksanakan tidak dengan mentah-mentah tapi tidak memperhatikan aspek lain untuk meningkatkan kulitas pendidikan. Hak tersebut juga dijamin oleh pemerintah yang dituangkan dalam Undang–Undang NO. termasuk juga pada kebijakan apa-pun yang dikeluarkan pemerintah. karena adanya sekolah gratis untuk membantu siswa yang tidak mampu melanjutkan sekolah. dalam hal hak peserta didik yang berbunyi ”mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya”. Khususnya dalam membayar biaya sekolah karena tidak semua siswa yang sekolah adalah siswa yang tidak mampu dan sebagian juga pasti ada siswa yang kaya. . kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Adanya hak berarti ada suatu kewajiban kewajiban peserta didik ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan. yang baik yaitu memperhitungkan mengorganiasikan. Sekolah Gratis bukan berarti semua siswa disamaratakan mendapat kebijakan sekolah gratis. Pengelolaan merencanakan. Meskipun gratis penjaminan mutu tetap diutamakan. Agar sekolah gratis dapat berjalan tanpa mengesampingkan kualitas pendidikan. dimana memang sudah hak siswa yang tidak mampu untuk mendapat pendidikan. Sekolah gratis juga bukan berarti tidak mengutamakan kualitas hasil pendidikan. Meskipun sekolah gratis penjaminan mutu pendidikan tetap diutamakan. 20 TH. melaksanakan dan evaluasi secara sistematis beradsarkan kebutuhan sekolah atau melaksanakan dengan menerapkan manajemen berbasis sekolah sehingga program Sekolah Gratis tepat pada sasaran sesuai yang membutuhkan.

Rumusan Masalah. pengkoordinasian dan pemanfaatan dengan melibatkan secara menyeluruh elemen-elemen yang ada pada sekolah untuk mencapai tujuan (mutu pendidikan) yang diharapkan secara efisien. Bagaimana penyelenggaraan program sekolah gratis? 2. Betapa pentingnya dilakukan kajian mendalam tentang masalah pelaksanaan sekolah gratis dengan menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah hingga kualitas pendidikan meningkat dan dapat terjamin. Masalah yang timbul dari kebijakan sekolah gratis diharapkan dapat diselesaikan dengan penerapan manajemen berbasis sekolah yang merupakan proses pengintegrasian. Berdasarkan pemaparan latar belakang diatas maka masalah yang akan dibahas dalam penulisan makalah ini adalah : 1. Bagaimana penerapan Manajemen Berbasis Sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan? C. Tidak hanya program sekolah gratis juga dengan kebijakan lain. Berdasarkan hal tersebut makalah ini mengangkat masalah penyelenggaraan sekolah gratis melalui manajemen berbasis sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 6 Palembang? B. Untuk Untuk mendapatkan memahami pemahaman Manajemen tentang Berbasis penyelenggaraan Sekolah dalam program sekolah gratis.Manajemen yang baik sesuai kebutuhan sekolah sangat mempengaruhi kualitas tersebut.Tujuan Penulisan Makalah. 2. 1. meningkatan kualitas pendidikan .

Sekolah Gratis merupakan program pemerintah untuk membebaskan biaya sekolah dari Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Lanjutan Tinggat Pertama (SLTP). Peningkatan biaya tersebut telah dijadikan pilar utama bagi pemerintah untuk mewujudkan pendidikan gratis pada tingkat pendidikan dasar terutama pada sekolahsekolah negeri dan menggratiskan seluruh siswa miskin pada sekolah swasta. Tahun 2009 biaya satuan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mengalami peningkatan. Pendidikan adalah hak setiap warga negara. Menurut Peraturan Pemerintah ini biaya pendidikan dikategorikan menjadi 3 jenis. Sebagai upaya untuk mewujudkan amanat tersebut. pemerintah sejak bulan Juli 2005 telah mengeluarkan kebijakan tentang Bantuan Operasional sekolah (BOS). Peraturan Pemerintah No. UUD 1945 hasil amandemen juga telah mengamanatkan 20% anggaran pendidikan. Rp 16 triliun pembiayaan BOS. Sekolah gratis juga dilandasi oleh kebijakan hukum dari Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan. Untuk . Rinciannya.D. Pada Tahun 2009 Anggaran berasal dari 20 % persen dari anggaran pendidikan atau kurang lebih Rp 207 triliun. jenis-jenis biaya pendidikan semakin jelas dan gamblang. Rp 60 triliun khusus buat Depdiknas. serta Biaya Pribadi Peserta Didik. 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan. Biaya Penyelenggaraan dan/atau Pengelolaan Pendidikan. yaitu Biaya Satuan Pendidikan. Pemerintah wajib membuat anggaran biaya untuk warga negara yang memadai sehingga pendidikan dapat diselenggarakan tanpa memungut biaya atau gratis melalui pembiayaan kas negara. Rp 105 triliun gaji guru. Program Sekolah Gratis Kebijakan ini adalah aplikasi dari kebijakan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara telah memberikan jaminan bagi setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan. sisanya 26 triliun untuk alokasi lain.

Berdasarkan Perda. biaya investasi. Provinsi ini juga mengeluarkan Perda tentang Penyelenggaraan Program Sekolah Gratis. (Amzulian Rifai: 2009) Untuk penerapan peraturan tersebut pemerintah memberikan subsidi Rp 80 ribu/bulan untuk setiap siswa. Program tersebut ditujukan kepada siswa mulai dari jenjang SD/SDLB/MI. kecuali SSN (Sekolah Standar Nasional). Dengan demikian. biaya operasional. Kelompok Belajar (Kejar) Paket dan Diniyah. bantuan biaya pendidikan.biaya satuan pendidikan adalah biaya penyelenggaraan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan meliputi. pendidikan seyogyanya menjadi wahana strategis bagi upaya mengembangkan segenap potensi individu.SMP/SMPLB/MTs. setiap penduduk Sumatera Selatan dalam usia sekolah berhak mendapatkan pelayanan sekolah gratis. dan beasiswa. Pendidikan merupakan proses sistematis untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik. RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional). sehingga cita-cita membangun manusia seutuhnya dapat terpecahkan. SMA/SMALB/MA/SMK baik negeri maupun swasta. Namun . Adapun BOS merupakan program pemerintah untuk penyediaan pendanaan biaya operasional bagi satuan pendidikan dasar. Pemerintah dengan segenap usaha melalui kebijakan harus merujudkan pendidikan yang berjalan sesuai undang-undang yang dibuat dan diselaraskan sesuai kebutuhan daerah oleh pemerintah daerah. Pada 19 Maret 2009 diterbitkan Perda Provinsi Sumatera Selatan No 3 tahun 2009 di Provinsi Sumatera Selatan. yang memungkinkan ketiga dimensi kemanusiaan paling elementer di atas dapat berkembang secara optimal. Kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 31 tahun 2009 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Sekolah Gratis di Provinsi Sumatera Selatan. SBI (Sekolah Bertaraf Internasional). Salah satu propinsi yang telah membuat peraturan tentang sekolah gratis adalah Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan.

jumlah tersebut berbeda jauh antara subsidi dari pemerintah dengan kebutuhan ril sekolah. UU Sisdiknas telah mensinyalir bahwa pembiayaan pendidikan tidak hanya merupakan peran pemerintah saja. Salah satu hak peserta didik adalah mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. Untuk pengaturan hak dan kewajiban tersebut tentu yang paling tepat untuk mengolahnya dalah pihak sekolah sendiri. Meskipun pemerintah menjamin pendidikan setiap warga negara dan adalah hak setiap warga negara mendapatkan pendidikan. Kemungkinan kondisi setiap lembaga sekolah yang berbeda dapat dipastikan terjadi perbedaan taraf hidup setiap siswa. didalamnya juga melibatkan pemerintah daerah dan peran serta masyarakat. Berdasarkan Undang–Undang NO. kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kewajiban tersebut juga memberi pengecualian untuk siswa yang tidak mapu membayar. ada siswa yang mampu membayar uang sekolah ada pula siswa yang mencukupi bahkan lebih. Pengolahan yang baik kebijakan pemerintah di masing-masing sekolah menuju pada suatu pendekatan yaitu manajemen sekolah gratis tetapi perlu dilihat siapa saja siswa yang membutuhkan sekolah gratis tidak menyamaratakan semua siswa untuk di . Sedangkan pemerintah sebagai pihak mengelola pendidikan secara sistematis tapi pihakpihak terkait harus ikut serta dalam kelangsungan pendidikan yang berkualitas yaitu dari warga itu sendiri atau masyarakat. 20 TH. Meskipun program penuntusan masalah APK dengan mengadakan gratiskan.2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa ada hak dan kewajiban dari peserta didik. Jelas sekali kewajiban tersebut diperuntukkan bagi siswa yang mampu membayar sekolah sendiri bahkan untuk yang lebih. Untuk kewajiban peserta didik adalah ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan.

MBS merupakan paradigma baru pendidikan yang memberikan otonomi luas pada tingkat sekolah dengan maksud agar sekolah leluasa mengelola sumber daya dan sumber dana dengan mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan. Kewenangan terhadap pembelajaran di serahkan kepada unit yang paling dekat dengan pelaksanaan proses pembelajaran itu sendiri yaitu sekolah. 20/2003 menyatakan bahwa “Pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini. MBS pada intinya adalah untuk penyeimbangan struktur kewenangan antara sekolah. Sedangkan menurut Nanang Fatah (1996: 1) mengartikan manajemen sebgai ilmu. pemerintah daerah pelaksanaan proses dan pusat sehingga manajemen menjadi lebih efisien.berbasis sekolah agar hambatan dan kesenjangan yang terjadi dapat diminimalisir. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan konsep pengelolaan sekolah yang ditujukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di era desentralisasi pendidikan. sebagai dukungan terhadap diberlakukannya otonomi daerah (desentalisasi pendidikan). . Sehingga pemeratan pendidikan melalui sekolah gratis dapat mencapai tujuan dan kualitas pendidikan tidak terabaikan. dan pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah/madrasah”. pendidikan ndasar. A. Pasal 51 UU Sistem Pendidikan Nasional No. Konsep Manajemen Berbasis Sekolah Kebijakan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan kebijakan publik Departemen Pendidikan Nasional untuk memberikan otonomi kepada sekolah. Pengertian manajemen menurut (Depdiknas. 2006) adalah ”proses mencapai hasil dengan mendayagunakan sumber daya yang tersedia secara produktif ”. yaitu bidang pengetahuan yang secara sistematik berusaha memahami mengapa dan bagaimana orang bekerja sama.

Manajemen berbasis sekolah bertujuan untuk "memberdayakan" sekolah. orang tua siswa. kepala sekolah. dan pendidikan melalui pengambilan keputusan . meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orangtua. karyawan. melalui pemberian kewenangan.Mulyasa (2002: 11) mengungkapkan bahwa manajemen berbasis sekolah merupakan suatu konsep yang menawarkan otonomi pada sekolah yang menentukan kebijakan sekolah dalam rangka meningkatkan mutu. karyawan. terutama sumber daya manusianya (kepala sekolah. MBS bertujuan untuk: 1. meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia. dan sumber daya lain untuk memecahkan persoalan yang dihadapi oleh sekolah yang bersangkutan. meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam menyelenggarakan bersama. guru. 3. efisiensi dan pemeretaan poendidikan agar dapat mengakomodasi keinginan masyarakt setempat serta saling menjaling kerjasama yang erat antara sekolah masyarakat dan pemerintah (Nur Ainy:2005) . siswa. fleksibilitas. orang tua siswa dan masyarakat) untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan nasional. masyarakat. Selain itu. Menurut buku Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (2002: 3) mengartikan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) sebagai bagian dari Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yaitu model manajemen yang memberikan otonomi lebih besar pada sekolah dan mengorong pengambilan keputusan partisipasif yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah (guru. dan pemerintah tentang mutu sekolahnya. 2. dan masyarakat sekitarnya).

dan sumber daya yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan manajemen berbasis sekolah.siswa. Peningkatan mutu secara berkelanjutan Strategi Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah Pada dasarnya. dan sumber daya sekolah yang ada secermat-cermatnya dan direfleksikan kecocokannya dengan sistem. mengubah pendekatan manajemen berbasis pusat menjadi manajemen berbasis sekolah bukanlah merupakan one-shot and quick-fix. Fokus pada mutu 2. dan media masa. meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai. wakil kandep. Hendaknya dalam sosialisasi ini juga dibaca dan dipahami sistem. . pengawas. karyawan dan unsur-unsur terkait lainnya (orangtua murid. 2000): 1. Prinsip dan Implementasi MBS Prinsip utama pelaksanaan MBS ada 5 (lima) hal yaitu: 1. konselor.) melalui seminar. dsb. Direktorat Dikmenum. strategi utama yang perlu ditempuh dalam melaksanakan manajemen berbasis sekolah adalah sebagai berikut (Slamet PH. Oleh karena itu. akan tetapi merupakan proses yang berlangsung secara terus menerus dan melibatkan semua unsur yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pendidikan persekolahan. Bottom-up planning and decision making 3. budaya.4. Mensosialiasikan konsep manajemen berbasis sekolah keseluruh warga sekolah. budaya. wakil kanwil. wakil-wakil kepala sekolah. yaitu guru. diskusi. Manajemen yang transparan 4. Pemberdayaan masyarakat 5. 2000. forum ilmiah.

Karena itu. besar kecilnya ketidaksesuaian antara keadaan sekarang (kenyataan) dan keadaan yang diharapkan (idealnya) memberitahukan besar kecilnya tantangan (loncatan). . 5. pengembangan siswa. Weaknes. pengembangan tenaga kependidikan dan nonkependidikan. pengembangan iklim akademik sekolah. Tantangan adalah selisih (ketidaksesuaian) antara keadaan sekarang (manajemen berbasis pusat) dan keadaan yang diharapkan (manajemen berbasis sekolah).2. pengembangan hubungan sekolah-masyarakat. Mengidentifikasi fungsi-fungsi yang perlu dilibatkan untuk mencapai tujuan situasional dan yang masih perlu diteliti tingkat kesiapannya. Opportunity. Melakukan analisis situasi sekolah dan luar sekolah yang hasilnya berupa tantangan nyata yang harus dihadapi oleh sekolah dalam rangka mengubah manajemen berbasis pusat menjadi manajemen berbasis sekolah. kriteria kesiapan setiap fungsi dan faktor-faktornya ditetapkan. maka perlu diidentifikasi fungsi-fungsi mana yang perlu dilibatkan untuk mencapai tujuan situasional dan yang masih perlu diteliti tingkat kesiapannya. Untuk mencapai tujuan situasional yang telah ditetapkan. 3. Fungsi-fungsi yang dimaksud meliputi antara lain: pengembangan kurikulum. Merumuskan tujuan situasional yang akan dicapai dari pelaksanaan manajemen berbasis sekolah berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi (butir 2). Menentukan tingkat kesiapan setiap fungsi dan faktor-faktornya melalui analisis SWOT (Strength. pengembangan fasilitas. Kriteria inilah yang akan digunakan sebagai standar atau kriteria untuk mengukur tingkat kesiapan setiap fungsi dan faktor-faktornya. and Threat). dan fungsi-fungsi lain. 4. Segera setelah tujuan situasional ditetapkan.

baik faktor yang tergolong internal maupun eksternal. Memilih langkah-langkah pemecahan (peniadaan) persoalan. yakni tindakan yang diperlukan untuk mengubah fungsi yang tidak siap menjadi fungsi yang siap. agar menjadi kekuatan dan/atau peluang. yang dinyatakan sebagai: kekuatan. Oleh karena itu. yang hakekatnya merupakan tindakan mengatasi makna kelemahan dan/atau ancaman. menengah. agar tujuan situasional tercapai. Sedang tingkat kesiapan yang kurang memadai. bagi faktor yang tergolong internal. Analisis SWOT dilakukan terhadap keseluruhan faktor dalam setiap fungsi. Sekolah tidak selalu memiliki sumber daya yang cukup untuk melaksanakan . Tindakan yang dimaksud lazimnya disebut langkah-langkah pemecahan persoalan. perlu dilakukan tindakan-tindakan yang mengubah ketidaksiapan menjadi kesiapan fungsi. dan panjang.dilakukan dengan maksud mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi yang diperlukan untuk mencapai tujuan situasional yang telah ditetapkan. yang sama artinya dengan ada ketidaksiapan fungsi. bagi faktor yang tergolong faktor eksternal. yakni dengan memanfaatkan adanya satu/lebih faktor yang bermakna kekuatan dan/atau peluang. 6. sekolah bersama-sama dengan semua unsur-unsurnya membuat rencana untuk jangka pendek. artinya tidak memenuhi ukuran kesiapan. dan ancaman. dinyatakan bermakna: kelemahan. maka tujuan situasional yang telah ditetapkan tidak akan tercapai. Berdasarkan langkah-langkah pemecahan persoalan tersebut. Selama masih ada persoalan. 7. bagi faktor yang tergolong faktor internal. beserta programprogramnya untuk merealisasikan rencana tersebut. peluang. bagi faktor yang tergolong faktor eksternal.

sehingga proses dan hasil manajemen berbasis sekolah dapat dioptimalkan. dan panjang. Hasil pantauan proses dapat digunakan sebagai umpan balik bagi perbaikan penyelenggaraan dan hasil evaluasi dapat digunakan untuk mengukur tingkat ketercapaian tujuan situasional yang telah dirumuskan. Kewenangan yang Didesentralisasikan : 1. maka tujuan situasional tidak akan tercapai. 9. Melaksanakan program-program untuk merealisasikan rencana jangka pendek manajemen berbasis sekolah. Evaluasi internal dilakukan oleh warga sekolah untuk memantau proses pelaksanaan dan untuk mengevaluasi hasil program-program yang telah dilaksanakan. Evaluasi semacam ini sering disebut evaluasi diri. khususnya evaluasi yang dilakukan secara internal. sekolah harus melakukan analisis kebutuhan mutu dan berdasarkan hasil analisis kebutuhan mutu inilah kemudian sekolah membuat rencana peningkatan mutu. Jika input tidak siap/tidak memadai. Sekolah diberi wewenang untuk melakukan evaluasi. pengelolaan program. semua input yang diperlukan untuk berlangsungnya proses (pelaksanaan) manajemen berbasis sekolah harus siap. Oleh karena itu.manajemen berbasis sekolah idealnya. menengah. Yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan adalah pengelolaan kelembagaan. sehingga perlu dibuat sekala prioritas jangka pendek. Evaluasi diri harus . Dalam pelaksanaan. 8. dan pengelolaan proses belajar mengajar. Pemantauan terhadap proses dan evaluasi terhadap hasil manajemen berbasis sekolah perlu dilakukan. Perencanaan dan Evaluasi Sekolah diberi kewenangan untuk melakukan perencanaan sekolah sesuai dengan kebutuhannya (school-based plan). Demikian kegiatan ini dilakukan secara terus-menerus.

rekrutmen. sampai evaluasi kinerja tenaga kerja sekolah (guru. laboran. Pengelolaan Kurikulum Kurikulum yang dibuat oleh Pemerintah Pusat adalah kurikulum standar yang berlaku secara nasional. mulai dari analisis kebutuhan. namun tidak boleh mengurangi isi kurikulum yang berlaku secara nasional. hubungan kerja. Pengelolaan Ketenagaan Pengelolaan ketenagaaan. pemeliharaan dan perbaikan. Selain itu. Pengelolaan Proses Belajar Mengajar Proses belajar mengajar merupakan kegiatan utama sekolah. strategi/metode/teknik pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered) lebih mampu memberdayakan pembelajaran siswa. Oleh karena itu. Padahal kondisi sekolah pada umumnya sangat beragam. 4. Hal ini didasarkan oleh kenyataan bahwa sekolahlah . karakteristik guru. kecuali yang menyangkut pengupahan/imbal jasa dan rekrutmen guru pegawai negeri yang sampai saat ini masih ditangani oleh Pemerintah Pusat/Daerah. dan kondisi nyata sumber daya yang tersedia di sekolah. dalam impelentasinya sekolah dapat mengembangkan (memperdalam. sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. metode. 2. perencanaan. dan memodifikasi). memperkaya. sekolah diberi kebebasan untuk mengembanhgkan kurikulum muatan lokal. mulai dari pengadaan. 5. Pengelolaan Fasilitas (Peralatan dan Perlengkapan) Pengelolaan fasilitas sudah seharusnya dilakukan oleh sekolah. dan teknik-teknik pembelajaran dan penagjaran yang paling efektif. 3.jujur dan transparan agar benar-benar dapat mengungkap informasi yang sebenarnya. dan sebagainya) dapat dilakukan oleh sekolah. hingga sampai pengembangan. Secara umum. tenaga administrasi. karakteristik siswa. hadiah dan sanksi (reward and punishment). Sekolah diberi kebebasan memilih strategi. pengembangan.

maupun kemutakhirannya. pengembangan/pembinaan/ pembimbingan. Hubungan Sekolah-Masyarakat Esensi hubungan sekolahmasyarakat adalah untuk meningkatkan keterlibatan. Oleh karena itu. Pengelolaan Keuangan Pengelolaan keuangan. Sekolah juga harus diberi kebebasan untuk melakukan ? kegiatan-kegiatan yang mendatangkan penghasilan? (income generating activities) sehingga sumber keuangan tidak semata-mata tergantung pada pemerintah. baik kecukupan. hubungan sekolahmasyarakat dari dahulu sudah didesentraslisasikan. Pelayanan Siswa Pelayanan siswa. sekali lagi yang dibutuhkan adalah peningkatan intensitas dan ekstensitas hubungan sekolah-masyarakat. Pengelolaan Iklim Sekolah Iklim sekolah (fisik dan non fisik) yang kondusif-akademik merupakan prasyarat bagi terselenggaranya proses belajar mengajar yang efektif. paling mengetahui kebutuhan fasilitas. Lingkungan sekolah yang aman dan tertib. optimisme dan harapan/espektasi yang tinggi dari warga sekolah. pengalokasian/penggunaan uang sudah sepantasnya dilakukan oleh sekolah. mulai dari penerimaan siswa baru. kepemilikan. 8. Karena itu. kesehatan sekolah.yang 6. kepedulian. 7. 9. Dalam arti yang sebenarnya. yang diperlukan adalah peningkatan intensitas dan ekstensitasnya. dan kegiatan-kegiatan yang terpusat . dan dukungan dari masyarakat terutama dukungan moral dan finansial. penempatan untuk melanjutkan sekolah atau untuk memasuki dunia kerja hingga sampai pada pengurusan alumni. sebenarnya dari dahulu sudah didesentralisasikan. Hal ini juga didasari oleh kenyataan bahwa sekolahlah yang paling memahami kebutuhannya sehingga desentraslisasi pengalokasian/penggunaan uang sudah seharusnya dilimpahkan ke sekolah. terutama kesesuaian.

Melakukan evaluasi pelaksanaan peningkatan mutu. menawarkan partisipasi langsung kepada kelompok-kelompok terkait. Pengambilan keputusan lebih partisipatif terutama dalam hal : a. . 2. mengendalikan. dan meningkatkan pemahaman kepada masyarakat terhadap pendidikan. Ketelitian dalam pengelolaan semua aspek yang ada di sekolah dan sesuai karakteristik sekolah akan membantu penyelenggraan sekolah gratis yang tepat sasaran dan kebutuhan sehingga tidak mengesampingkan kualitas atau mutu pendidikan. Melaksanakan rencana peningkatan mutu d. Iklmi sekolah sudah merupakan kewenangan sekolah sehingga yang diperlukan adalah upaya-upaya yang lebih intensif dan ekstensif. MBS juga merupakan salah satu wujud dari reformasi pendidikan yang menawarkan kepada sekolah untuk menyediakan pendidikan yang lebih baik dan memadai bagi siswa. kelemahan. menentukan prioritas. peluang dan ancaman bagi sekolah yang bersangkutan sehingga sekolah dapat lebih mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada. Sekolah lebih mengetahui kebutuhan skala prioritas. baik kepada masyarakat maupun pemerintah. mengalokasikan. 3. Penggunaan dana lebih efektif dan efisien sesuai dengan skala prioritasnya Pada sistem MBS sekolah dituntut secara mandiri menggali. 4. Menetapkan sasaran peningkatan mutu b. dan mempertanggungjawabkan pemberdayaan sumber-sumber. Bahwa penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) akan menghasilkan nilai positif bagi sekolah antara lain : 1. Sekolah lebih mengetahui kekuatan.pada siswa (student-centered activities) adalah contoh-contoh iklim sekolah yang dapat menumbuhkan semangat belajar siswa. Menyusun rencana peningkatan mutu c. Hal ini juga berpotensi untuk meningkatkan kinerja staf.

Proses pendidikan yang bermutu apabila seluruh komponen pendidikan terlibat dalam proses pendidikan itu sendiri. dukungan administrasi dan sarana prasarana dan sumber daya lainnya serta penciptaan suasana kondusif. Peran serta masyarakat sebagaimana disinnyalir dalam Undang-Undang Sisdiknas masih sangat diperlukan untuk mewujudkan sekolah gratis di tanah air. Mutu pendidikan dapat dilihat dalam dua hal. E. Faktor-faktor dalam proses pendidikan adalah berbagai input. mutu pendidikan dalam konteks hasil pendidikan mengacu pada prestasi yang dicapai oleh sekolah pada setiap kurun waktu tertentu Kualitas Pendidikan . Masyarakat harus menjadi kontrol atau pengawas secara nonformil yang mengingatkan jika terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan. metodologi. Sedangkan. seperti bahan ajar. Kerjasama antara masyarakat dengan pihak sekolah akan lebih mengefisenkan tugas-tugas yang sudah dibentuk untuk mengatasi masalah yang terjadi.Anggaran sebesar berapapun yang diturunkan jangan sampai membuat sekolah menjadikan alasan untuk menghambat proses pembelajaran bagi peserta didik karena sudah menjadi hak peserta didik untuk mendapatkan pendidikan. saran sekolah. yakni mengacu pada proses pendidikan dan hasil pendidikan. Pendidikan gratis yang diprogramkan pemerintah pada saat ini pada hakikatnya merupakan cikal bakal pendidikan gratis di masa yang akan datang atau mungkin lebih tepat disebut sebagai pendidikan murah bagi rakyat. Manajemen Berbasis Sekolah dalam Meningkatkan Secara umum kualitas atau mutu adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang diharapkan atau tersirat. Dan pihak harus dengan bijak mengatur pendanaan yang didapatkan.

siswa dan sarana pendukung di kelas maupun di luar kelas. keterampilan. Antara proses dan hasil pendidikan yang bermutu saling berhubungan. atau dari segi jumlah siswa yang lulus di akhir tahun sekolah. (iii) prestasi harus diperoleh melalui pemahaman visi bukan dengan pemaksaan aturan.menerus mengumandangkan peningkatan mutu. Kualitas pendidikan dari segi penyelenggaraan dapat tercapai maksimal dengan adanya pengelolaan yang baik pula. Tetapi dari segi kulitas penyelenggaran menuju hasil adalah yang terpenting karena akan berdampak dari hasil akhir. dukungan kelas berfungsi mensinkronkan berbagai input tersebut atau mensinergikan semua komponen dalam interaksi (proses) belajar mengajar baik antara guru. (i) perhatian harus ditekankan kepada proses dengan terus . sikap .prinsip pengelolaan kualitas total yaitu. (ii) kualitas/mutu harus ditentukan oleh pengguna jasa sekolah. maka mutu dalam artian hasil (ouput) harus dirumuskan lebih dahulu oleh sekolah. namun akan tetap dilaksanakan mengacu pada Standar Pendidikan Nasional dari kebijakan pemerintah. Manajemen sekolah. (iv) sekolah harus menghasilkan siswa yang memiliki ilmu pengetahuan. dan harus jelas target yang akan dicapai untuk setiap tahun atau kurun waktu lainnya. Ada empat hal yang terkait dengan prinsip . Berbagai input dan proses harus selalu mengacu pada mutu-hasil (output) yang ingin dicapai.Kualitas pendidikan dapat terlihat secara kasat adalah hasil belajar siswa. baik konteks kurikuler maupun ekstra-kurikuler. baik dalam lingkup subtansi yang akademis maupun yang non-akademis dalam suasana yang mendukung proses pembelajaran. Dalam hal ini penerapan Manajemen Berbasis Sekolah untuk meningkatkan kualitas adalah jalan yang tepat mengingat setiap lembaga mempunyai kondisi yang berbeda. Akan tetapi agar proses yang baik itu tidak salah arah.

karakter. yaitu. Total Quality Management (TQM). proses dan lingkungan. keinginan dan harapan pelanggan saat ini dan dimasa yang akan datang. 7) menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan. TQM pertama kali dikemukakan dan dikembangkan oleh Edward Deming. Pada hakekatnya MBS akan membawa kemajuan dalam dua area yang saling tergantung. dan memiliki kematangan emosional (Umaedi: 1999). kualitas lingkungan kerja untuk semua anggota organisasi. . Namun pendekatan TQM hanya dapat dicapai dengan memperhatikan karakteristiknya. yaitu: 1) fokus pada pelanggan baik internal maupun eksternal. kemajuan program pendidikan dan pelayanan kepada siswa-orang tua. Paine. 4) memiliki komitmen jangka panjang.arief bijaksana. jasa. 8) memberikan kebebasan yang terkendali. pertama. siswa dan masyarakat. 2) memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas. 3) menggunakan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. dkk tahun TQM dalam pendidikan adalah filosofi perbaikan terus-menerus dimana lembaga pendidikan menyediakan seperangkat sarana atau alat untuk memenuhi bahkan melampaui kebutuhan. 9) memiliki kesatuan tujuan. Kedua. dan 10) adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan Konsep peningkatan mutu pendidikan berbasis sekolah muncul dalam kerangka pendekatan manajemen berbasis sekolah. manusia. 6) memperbaiki proses secara berkesinambungan. 5) membutuihkan kerjasama tim. TQM merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus atas produk.13 Wohlstetter dalam Watson (1999) memberikan panduan yang komprehensif sebagai elemen kunci reformasi MBS yang terdiri dari atas: 1) menetapkan secara jelas visi dan hasil yang diharapkan. Upaya peningkatan kualitas pendidikan dapat ditempuh dalam menerapkan 1982.

4) tingkat kepemimpinan yang kuat dan dukungan politik serta dukungan kepemimpinan dari atas. memiliki kontrol yang kuat terhadap input manajemen dan sumber dayanya. fleksibilitas kepada sekolah. dan anggota dewan sekolah. para guru. memiliki kontrol yang kuat terhadap kondisi kerja. 5) pembagunan kelembagaan (capacity building) melalui pelatihan dan dukungan kepada kepala sekolah. MPMBS dapat diartikan sebagai model manajemen yang memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah. dan mendorong partisipasi secara langsung warga sekolah dan masyarakat untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan pendidikan nasional serta peraturan perundangundangan yang berlaku. Kesimpulan . Otonomi sekolah adalah kewenangan sekolah untuk mengatur dan mengurus kepentingan warga sekolah sesuai dengan peraturan perundangundangan pendidikan nasional yang berlaku.2) menciptakan fokus tujuan nasional yang memerlukan perbaikan. komitmen yang tinggi pada dirinya dan prestasi merupakan acuan bagi penilaiannya F. Sehingga diharapkan sekolah akan menjadi mandiri dengan ciri-ciri sebagai berikut: tingkat kemandirian tinggi. antisipatif. adaptif. MPMBS merupakan bagian dari manajemen berbasis sekolah (MBS). 3) adanya panduan kebijakan dari pusat yang berisi standar-standar kepada sekolah. Sedangkan pengambilan keputusan partisipatif adalah cara untuk mengambil keputusan melalui penciptaan lingkungan yang terbuka dan demokratik dimana warga sekolah di dorong untuk terlibat secara langsung dalam proses pengambilan keputusan yang dapat berkontribusi terhadap pencapaian tujuan sekolah. 6) adanya keadilan dalam pendanaan atau pembiayaan pendidikan (Feiby Ismail: 2008) Model MBS di Indonesia disebut Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS). dan proaktif.

Selanjutnya dapat merancang kebijakan baru untuk petunjuk teknis dari penyelenggaraan program tersebut. G. Kewenangan yang diberikan pemerintah dalam bentuk Manajemen Berbasis Sekolah merupakan otonomi untuk sekolah agar mengelola sesuai karakteristik dan kebutuhan sekolah sehingga setiap kebijakan baru seperti “Sekolah Gratis” dapat diselenggarakan sesuai kondisi sekolah. Setiap daerah pun dalam rangka otonomi daerah diberikan kebijakan untuk menyelenggarakan Sekolah Gratis yang mengacu pada standar pendidikan nasional dan Undang-Undang. Sehingga pembelajaran dapat berjalan maksimal dan peningkatan kualitas pendidikan dapat tercapai. Negara pun memberi anggaran sebesar 20% untuk untuk pendidikan untuk penyeleggaraan program tersebut. Pemberdayaan semua komponen suatu lembaga sekolah dan pengolaan yang baik dapat mengefisienkan kinerja hingga tujuan lembaga dapat tercapai. Negara juga untuk biaya sekolah dari Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Lanjutan Tinggat Pertama (SLTP) hingga SMA. akibat kebijakan tersebut maka sekolah harus diberikan sosialisasi dari pemerintah secara lengkap tentang manajemen berbasis sekolah sehingga tidak melupakan tujuan utama sebagai alat untuk memberi pendidikan semua warga.Sekolah Gratis merupakan program pemerintah suatu aplikasi kebijakan yang tertulis Pembukaan Undang-Undang 1945 dan UndangUndang Negara Indonesia hingga peraturan daerah. Untuk menerapkan sekolah gratis yang ideal tanpa penyelewangan kebijakan baru disekolah. Sosialisasi secara serius dari pemerintah harus dilakukan sehingga . Saran Setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah harus diujicoba yaitu diteliti terlebih dahulu untuk mengetahui efektifitas dan efiseiensi sehingga mendapatkan kekurangan dari kebijakan. dan siswa yang ada.

fkip.ac. . DAFTAR PUSTAKA ________(2002). Masyarakat pun harus berperan serta dalam pelaksaaan setiap kebijakan pemerintah termasuk juga pendidikan.id/pub/ono/pendidikan/pelajaran-sekolah/ktsp-smk/03. Selain itu setelah sosialisasi dan penyelenggaraan dari pihak sekolah berlangsung pemerintah secara berkala memonitoring atau mengawasi penyelenggaraan program tersebut. Meskipun yang program sekolah gratis diharapkan tapi adalah kualitas tetap dijaga bahkan ditingkatkan. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah.2009 [Online] Tersedia: http://bos. _______(2004) Rencana Pembangunan Pendidikan Nasional Jangka Menengah 2005.ppt. Jakarta : depdiknas. Masyarakat pun dalam bentuk warga sekolah atau komite sekolah diharapkan ikut andil dan berperan dalam pengawasan program tersebut.penyelewengan kebijakan dari pihak sekolah dapat dihindari.uns. Untuk selanjutnya melakukan program dengan manajemen berbasis sekolah agar mencapai sekolah gratis yang berkualitas dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Sekolah pun harus mengadakan analisis kebutuhan untuk mengetahui siswa yang layak mengikuti program sekolah gratis. Buku 1 Konsep Dasar.

Ainy (2005) Pelaksanaan manajemen Berbasis Sekolah di SDN Berjo I Ngarso Kabupaten Karanganyar: Universitas Negeri Yogyakarta Rifai. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum. 2000. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (Buku 1). 2004). Landasan Teori Administrasi/Manajemen (Sebuah Intisari). (Manado:Yayasan Tri Ganesha Nusantara. (2002) Menjadi Kepala Sekolah Profesional.files. Manajemen Kualitas Total Dalam Pendidikan (Total Quality Managementin Education) Penerjemah : Kambey Daniel C. Remaja Rosdakarya Nur. Bandung: PT. (1999). Yogyakarta. Nanang.com/2008/08/01-eby-1-12. LAMPIRAN Laporan Presentasi Sesi Tanya Jawab : No 1 Sesi Sesi 1 Nama Penanya Ibu Sumarni Pertanyaan 1. Kambey. Bandung: remaja Rosdakarya Feiby Ismail (2008) Manajemen Berbasis Sekolah Solusi Peningkatan Kualitas Pendidikan [Online] Tersedia: http://jurnaliqro.wordpress. Menuju Pengelolaan Pendidikan Berbasis Sekolah. Universitas Negeri Yogyakarta dengan Tema "Pendidikan yang Berwawasan Pembebasan: Tantangan Masa Depan" pada Tanggal 27 Mei 2000 di Ambarukmo Palace Hotel. Landasan Manajemen Pendidikan. 2004. Departemen Pendidikan Nasional Edward dan Sallis. Makalah pada Acara Seminar dan Temu Alumni Fakultas Ilmu Sosial. Manado : Program Pascasarjana Universitas Negeri Manado Fatah.. hlm. dalam Menyukseskan MBS dan KBK.com//pdf/15289/mengaudit_sekolah_gratis.pdf [21 Juli 2009] Slamet PH (2000). Tolong Jelaskan kembali prinsip dan implementasi MBS dan berikan . 34-45 Direktorat Pendidikan Menengah Umum. Amzulian (2009) Mengaudit Sekolah Gratis [Online] Tersedia: http://www.Daniel C.pdf [1 Agustus 2008 Mulyasa E.sripoku..

yang ada sekarang kita ingin MBS tapi biaya masih minta di tanggung 6 Ibu Sumarni pemerintah. ada yang RSBI dan ada yang Gratis? 4 5 Sesi 2 Ibu Muliadiniarti Pak Amrulah 1. Masukan: Dengan adanya MBS. campur tangan pemerintah harus sudah dikurangi sekolah sendiri dengan harus tidak membiyayai tergantung pemerintah. Apakah sekolah gratis dapat meningkatkan 3 Ibu Evi kualitas terhadap output di SMA 6? 1. Bagaimana penyelenggaraan sekolah gratis di SMA 6? 2. 1.2 Ibu Anerly Agung contohnya? 1. Apakah kaitan MBS dengan permasalahan sekolah gratis? 1. Masukan: SMA 3 sudah sekolah gratis tapi tidak ada RSBI . Apakah ada landasan hukum yang menyebabkan ada 2 kelompok di SMA 6.