Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam adalah seorang yang sangat elok akhlaknya dan sangat agung wibawanya.

Akhlak beliau adalah Al-Qur¶an sebagaimana yang dituturkan µAisyah Radhiallahu¶anha, ia berkata, yang artinya: ³Akhlak Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam adalah Al-Qur¶an.´ (HR: Muslim). Beliau juga pernah bersabda, yang artinya: ³Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.´ (HR. Ahmad). Adapun sifat sifat terpuji itu diantaranya adalah
y y y y

Tawadhu Taat Qana'an Sabar dll.

Prilaku Terpuji Tawadhu
Sikap merendah tanpa menghinakan diri- merupakan sifat yang sangat terpuji di hadapan Allah dan seluruh makhluk-Nya. Sudahkah kita memilikinya? Merendahkan diri (tawadhu¶) adalah sifat yang sangat terpuji di hadapan Allah dan juga di hadapan seluruh makhluk-Nya. Setiap orang mencintai sifat ini sebagaimana Allah dan Rasul-Nya mencintainya. Sifat terpuji ini mencakup dan mengandung banyak sifat terpuji lainnya. Tawadhu¶''adalah ketundukan kepada kebenaran dan menerimanya dari siapapun datangnya baik ketika suka atau dalam keadaan marah. Artinya, janganlah kamu memandang dirimu berada di atas semua orang. Atau engkau menganggap semua orang membutuhkan dirimu. Lawan dari sifat tawadhu¶ adalah takabbur (sombong), sifat yang sangat dibenci Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah mendefinisikan sombong dengan sabdanya: ³Kesombongan adalah menolak kebenaran dan menganggap remeh orang lain.´ (Shahih, HR. Muslim no. 91 dari hadits Abdullah bin Mas¶ud z) Jika anda mengangkat kepala di hadapan kebenaran baik dalam rangka menolaknya, atau mengingkarinya berarti anda belum tawadhu¶ dan anda memiliki benih sifat sombong. Tahukah anda apa yang diperbuat Allah subhanahu wa ta¶ala terhadap Iblis yang terkutuk? Dan apa yang diperbuat Allah kepada Fir¶aun dan tentara-tentaranya? Kepada Qarun dengan semua anak buah dan hartanya? Dan kepada seluruh penentang para Rasul Allah? Mereka semua dibinasakan Allah subhanahu wa ta¶ala karena tidak memiliki sikap tawadhu¶ dan sebaliknya justru menyombongkan dirinya.

Tawadhu¶ di Hadapan Kebenaran Menerima dan tunduk di hadapan kebenaran sebagai perwujudan tawadhu¶ adalah sifat terpuji yang akan mengangkat derajat seseorang bahkan mengangkat derajat suatu kaum dan

keadilan dan kebaikan di tengah-tengah manusia sebagaimana sifat sombong akan melahirkan keangkuhan yang mengakibatkan memperlakukan orang lain dengan kesombongan.´ (Al-Ahzab: 21) Dalam hal ini banyak ayat yang memerintahkan kepada beliau untuk tawadhu¶. Macam-macam Tawadhu¶ Telah dibahas oleh para ulama sifat tawadhu¶ ini dalam karya-karya mereka. agamanya haq.´ (Asy-Syu¶ara: 215). baik dalam bentuk penggabungan dengan pembahasan yang lain atau menyendirikan pembahasannya. Allah subhanahu wa ta¶ala berfirman: ³Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu yaitu orang-orang yang beriman.´ (Madarijus Salikin.´ (Shahih.akan menyelamatkan mereka di dunia dan akhirat. kita selalu terkait dan bersandar kepada firman Allah subhanahu wa ta¶ala: ³Sungguh telah ada bagi kalian pada diri Rasul teladan yang baik. Rasulullah shallallahu µalaihi wasallam bersabda: ³Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku agar kalian merendahkan diri sehingga seseorang tidak menyombongkan diri atas yang lain dan tidak berbuat zhalim atas y ang lain. ucapannya haq. 2588).´ (Shahih. beliau menjawab: ³Ketundukan kepada kebenaran dan memasrahkan diri kepadanya serta menerima dari siapapun yang mengucapkannya. 556 dari shahabat Abu Hurairah z) Ibnul Qayyim t dalam kitab Madarijus Salikin (2/333) berkata: ³Barangsiapa yang angkuh untuk tunduk kepada kebenaran walaupun datang dari anak kecil atau orang yang dimarahinya atau yang dimusuhinya maka kesombongan orang tersebut hanyalah kesombongan kepada Allah karena Allah adalah Al -Haq. Barangsiapa menyombongkan diri untuk menerima kebenaran berarti dia menolak segala yang datang dari Allah dan menyombongkan diri di hadapan -Nya. HR. tentu juga perintah tersebut untuk umatnya dalam rangka meneladani beliau. Al-Haq datangnya dari Allah dan kepada-Nya akan kembali. Muslim no. HR Muslim no. Demikianlah Rasulullah shallallahu µalaihi wasallam mengingatkan kepada kita bahwa tawadhu¶ itu sebagai sebab tersebarnya persatuan dan persamaan derajat. Di antara mereka ada yang membagi tawadhu¶ menjadi dua: . Rasulullah shallallahu µalaihi wasallam bersabda: ³Tidak akan berkurang harta yang dishadaqahkan dan Allah tidak akan menambah bagi seorang hamba yang pemaaf melainkan kemuliaan dan tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah melainkan akan Allah angkat derajatnya.´ Perintah untuk Tawadhu¶ Dalam pembahasan masalah akhlak. 2/329). Allah subhanahu wa ta¶ala berfirman: ³Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di muka bumi dan kesudahan yang baik bagi orang -orang yang bertakwa.´ (Al-Qashash: 83) Fudhail bin Iyadh t (seorang ulama generasi tabiin) ditanya tentang tawadhu¶.

Qs Ali Imran ayat 32 memperjelasnya : ³ Katakanla. Sebagai mana yang difirmankan Allah didalam Qs At Taqabun ayat 12 ³ Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul. Tawadhu¶ yang terpuji yaitu ke-tawadhu¶-an seseorang kepada Allah dan tidak mengangkat diri di hadapan hamba-hamba Allah. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. sedangkan apaapa yang menjadi larangan-Nya sudah tertulis akan segala kemudharatanya (keburukan). jika kamu berpaling. Sebenarnya apa-apa yang menjadi perintah Allah Taalla sudah tidak diragukan lagi pasti tersimpan segala kemaslahatan (kebaikan). merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri dan sangat disukai oleh Allah dan Rasul-Nya. Kemudharatan (bencana alam dimana-mana) yang sering terjadi akhir-akhir ini merupakan imbas dari tidak menghiraukan segala larangan Allah dan Rasul-Nya. Berpedoman pada sepotong firman Allah diatas yang memerintahkan orang-orang yang beriman supaya selalu memurnikan ketaatan hanya kepada Allah. maka kembalikanlah kepada Allah (Al Quran) dan Rasul ( Sunahnya). suku dsb. . Tawadhu¶ yang dibenci yaitu tawadhu¶-nya seseorang kepada pemilik dunia karena menginginkan dunia yang ada di sisinya. Rasul maupun ulil amri. 2. Soal pemimpin yang bagaimana yang harus ditaati tsb ? tentu pemimpin yang juga taat kepada Allah dan Rasulnya. yaitu Rasulullah Saw dengan selalu meimplementasikan yang terdapat dalam hadis beliau. Hal ini sudah tertuang didalam Qs An Nisa ayat 59 ³ Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya). Taat pada Allah tidak hanya asal taat. Begitu juga ketaatan kepada Rasul. ma ka sesungguhnya kewajiban rasul kami hanyalah menyampaikan (amanah Allah) dengan terang ³. Oleh karena itu bagi setiap muslim yang taat kepada Allah Swt harus melengkapinya dengan mentaati segala perintah Rasulullah Saw sebagai utusan-Nya. Rasul maupun ulil amri. Sifat Terpuji Taat Beribadah secara Lillahitaalla (ikhlas) selalu taat. Sebagai utusan Allah Nabi Muhammad Saw mempunyai tugas menyampaikan amanah kepada umat manusia tampa memandang status. maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir ³. dan ulil amri diantara kamu. baik terhadap Allah. dan dengan tampa alasan apapun menghentikan segala larangan-Nya. jabatan. taatilah Allah dan Rasul-Nya. jika kamu berpaling. 1/657). Taat secara bahasa adalah senantiasa tunduk dan patuh.1. jika kamu benar -benar beriman kepada Allah dan hari kemudian yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya ³. (Bahjatun Nazhirin. lalu masih adakah pemimpin yang memiliki sifat seperti yang di uraikan diatas ? yang lebih mengutamakan kepentingan umum&rakyat badarai diatas kepentingan pribadi dan keluarganya ?. didalam pelaksanaan teknisnya harus benar dan sungguh-sungguh sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

tidak mau berusaha sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Malah Islam sangat memuliakan umatnya yang memiliki sifat tawaduk dengan selalu merendahkan hati baik terhadap Allah maupun terhadap sesama manusia. lebih kaya.mereka mengucapkan kata-kata yang baik µ. Pengertian Qana¶ah Qana¶ah artinya rela menerima dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Seorang anak harus taat dan patuh pada kedua orang tuanya. kemunafikan dsb. ( Qs Al Furqan-63 ). penyakit hati. Rasulullah Saw adalah utusan-Nya untuk seluruh umat manusia bahkan kelahiran dari beliau Saw alam semesta ini mendapat rahmat yang tidak ternilai harganya. Namun jenis ketaatan seperti yang disebutkan diatas akan lebih sempurna kalau diiringi dengan ketaatan dan kepatuhan kepada ulil amri atau pemimpin. Kita sebagai muslim harus menyadari bertawaduk merupakan bagian dari akhlakul karimah yang melahirkan manusia-manusia yang berprilaku baik. Ketaatan itu bukan hanya harus diimplementasikan pada pemimpin dalam artian luas saja dalam artian sempitpun harus menjadi keseharian kita. Rasul dan ulil amri merupakan ketaatan yang akan berakibat baik terhadap amal ibadah kita selama ketatan tersebut tidak diselimuti oleh berbagai bentuk kebohongan. lebih ganteng. murid kepada gurunya. Ketaatan tersebut dalam artian harus selalu taat dan mematuhi peraturan-peraturan yang telah ditelurkan secara bersama. lebih pintar. Ketatatan yang kita lakukan kepada Allah. lebih cantik maupun lebih-lebih lainya antara dirinya dengan orang lain.Allah Swt adalah adalah khalik. Dari Ibnu Umar Ra. ( Hr. dengan memunculkan suatu kesadaran akan hakikat kejadian dirinya dan tidak pernah mempunyai alasan untuk merasa lebih baik. Oleh karena itu siapapun yang telah berikrar (bersyahadad) maka dengan sendirinya lahirlah suatu kewajiban dalam bentuk ketaatan kepada keduanya dalam situasi dan kondisi apapun. Nabi Muhammad SAW Bersabda : . serta menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan merasa kurang yang berlebihan. seperti kepada orang-orang yang memiliki kuasa dan kedudukan yang lebih tinggi. Qana¶ah bukan berarti hidup bermalas-malasan. Muslim ). tentu selam peraturan itu masih diatas nilai-nilai kemanusiaan dan tidak menyimpang dari aturan agama Islam. Sifat Terpuji Qana'ah ( Berfikir Positif ) A. Justru orang yang Qana¶ah itu selalu giat bekerja dan berusaha. ia akan tetap rela hati menerima hasil tersebut dengan rasa syukur kepada Allah SWT. namun apabila hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sikap yang demikian itu akan mendatangkan rasa tentram dalam hidup dan menjauhkan diri dari sifat serakah dan tamak. istri kepada suaminya agar kasus-kasus perceraian yang marak terjadi belakangan ini dan dengan berbagai macam penyebabnya dapat diminimalisir dsb. Nabi Muhammad Saw bersabda : ³ Wajib bagi seorang muslim mendengarkan dan taat sesuai dengan yang disukai dan apabila diperintah untuk menjalankan maksiat jangan dengarkan dan jangan taati ³. ³ Dan hamba-hamba tuhan yang maha penyayang itu adalah orang -orang yang berjalan diatas bumi dengan rendah hati dan apabila orang -orang jahil menyapa mereka. pencipta alam semesta beserta isinya ini.

namun hatinya penuh diliputi keserakahan dan kesengsaraan. Lalu saya meminta lagi kepadanya. karena seorang muslim yang mempunyai sifat Qana¶ah akan selalu berlapang dada. karena sifat tersebut dapat menjadi pengendali agar tidak surut dalam keputusasaan dan tidak terlalu maju dalam keserakahan.a. Kemudian beliau bersabda : Ä Hai Hakim ! harta ini memang indah dan manis. Dan tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah. Bila kita perhatikan banyak orang yang lahirnya nampak berkecukupan bahkan mewah.a. Dikatakan stabilisator. (Hud : 6) B. dan beliaupun tetap memberi. sebaliknya banyak orang yang sepintas lalu seperti kekurangan namun hidupnya tenang. yaitu kekuatan batin yang selalu mendorong seseorang untuk meraih kemajuan hidup berdasarkan kemandirian dengan tetap bergantung kepada karunia Allah. Baaikan orang makan yang tak kunjung kenyang. maka orang yang mempunyai sifat Qana¶ah.a. penuh kegembiraan. Qana¶ah dalam kehidupan Qana¶ah seharusnya merupakan sifat dasar setiap muslim. Nabi Muhammad SAW telah memberikan nasehat kepada Hakim bin Hizam sebagaimana terungkap dalam riwayat berikut ini : Ä Dari Hakim bin Hizam r. tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan hati". sesungguhnya beruntung orang yang masuk Islam dan rizqinya cukup dan merasa cukup dengan apa-apa yang telah Allah berikan kepadanya. (sebagai Khalifah) memanggil Hakim untuk memberinya belanja ( dari Baitul Mal) tetapi ia menolaknya dan tidak mau menerima sedikitpun . berhati tentram. yang cirinya antara lain suka meminta-minta kepada sesama manusia karena merasa masih kurang pusa dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. bersabda Nabi SAW : Ä Bukanlah kekayaan itu banyak harta benda. Disamping itu Qana¶ah juga berfungsi sebagai dinamisator. Nabi SAW bersabda dalam salah satu hadisnya : Ä Dari Abu Hurairah r. sebaliknmya siapa yang mengambilnya dengan hati yang rakus pasti tidak berkat baginya. Berkenaan dengan Qana¶ah ini. Ia berkata : saya pernah meminta kepada Rasulullah SAW dan beliaupunmemberi kepadaku. saya tidak akan menerima apapun sepeningal engkau sampai saya meninggal dunia.R. Qana¶ah berfungsi sebagai stabilisator dan dinamisator hidup seorang muslim.Bukhari dan Muslim) karena hatinya senantiasa merasa berkecukupan. bebas dari keserakahan. (H. Firman Allah SWT : " Tiada sesuatu yang melata di bumi melainkan ditangan Allah rezekinya". Kemudian Abu Bakar RA. berkata : Bersabda Rasulullah SAW. memiliki pendirian bahwa apa yang diperoleh atau yang ada pada dirinya adalah ketentuan Allah. terhindar dari sifat loba dan tamak. Berkata Hakim .Muslim) orang yang memiliki sifat Qana¶ah.R. pasti dieri berkat baginya. ( H. Ya Rosulullah ! Demi Allah yang mengutus engkau dengan kebenaran. karena pada hakekatnya kekayaan dan kemiskinan terletak pada hati bukan pada harta yang dimilikinya." Abdullah bin Amru r. merasa kaya dan berkecukupan. maka siap yang mengambilnya dengan hati yang lapang. bahkan masih sanggup mengeluarkan sebagian hartanya untuk kepentingan sosial.

R.R. ³Sabar itu terbagi menjadi tiga macam: 1.pemberian itu. Sifat Terpuji Sabar Sabar adalah pilar kebahagiaan seorang hamba. dan tidak tertarik oleh tipu daya dunia. namun jika sifat Qana¶ah sudah membudaya dalam diri dan telah menjadi bagian dalam hidupnya maka kebahagiaan didunia akan dapat dinikmatinya. Betapa tidak. Dengan kesabaran itulah seorang hamba akan terjaga dari kemaksiatan. Pada tingkat pemulaan mungkin merupakan sesuatu yang memberatkan hati.Bukhari dan Muslim ) Qana¶ah itu bersangkut paut dengan sikap hati atau sikap mental. ³Kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi seluruh tubuh. hal. menahannya dari perbuatan maksiat kepada Allah. hal. 24) Macam-Macam Sabar Syaikh Muhammad bin Shalih Al µUtsaimin rahimahullah berkata. Oleh karena itu untuk menumbuhkan sifat Qana¶ah diperlukan latihan dan kesabaran. dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan. karena sebenarnya dalam Qana¶ah terkandung unsur pokok yang dapat membangun pribadi muslim yang menerima dengan rela apa adanya. dan bebas dari keserakahan. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam salah satu hadisnya : Ä Qana¶ah itu adalah simpanan yang tak akan pernah lenyap". Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan. (H. Kemudian Abu Bakar berkata : Whai kaum muslimin ! saya persaksikan kepada kalian tentang Hakim bahwa saya telah memberikan haknya yang diberikan Alah padanya". menerima ketentuan Allah dengan sabar.´ (Al Fawa¶id. ³Sabar adalah meneguhkan diri dalam menjalankan ketaatan kepada Allah.´ (Syarh Tsalatsatul Ushul. tidak cepat putus asa. Bersabar dalam menghadapi takdir-takdir Allah yang dialaminya. yang apabila dimiliki oleh setiap orang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari akan mendorong terwujudnya masyarakat yang penuh dengan ketentraman. serta menjaganya dari perasaan dan sikap marah dalam menghadapi takdir Allah«. dan kebahagiaan di akhirat kelak akan d icapainya. konsisten menjalankan ketaatan. (H. bertawakkal kepada Allah.seta selal berfikir positif dan maju. 95) Pengertian Sabar Syaikh Muhammad bin Shalih Al µUtsaimin rahimahullah berkata. Bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah 2. memohon tambahan yang pantas kepada Allah serta usahadan ikhtiar. Bersabar untuk tidak melakukan hal-hal yang diharamkan Allah 3.Thabrani) demikianlah betapa pentingnya sifat Qana¶ah dalam hidup. berupa berbagai hal yang menyakitkan dan gangguan yang timbul di luar kekuasaan manusia ataupun yang berasal dari orang lain (Syarh Tsalatsatul Ushul. hal. 24) . Apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh.

´ (QS. As Sajdah [32]: 24) (Lihat Taisir Lathifil Mannaan. mencatat dan memperhatikan penjelasan serta mengulang-ulang pelajaran dan lain sebagainya. ³Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. ada sebab-sebab lain yang merupakan bagian dari kedua perkara ini. hal.´ (QS. ³Ilmu itu tidak akan didapatkan dengan banyak mengistirahatkan badan´. Sabar adalah sebab untuk bisa mendapatkan berbagai kebaikan dan menolak berbagai keburukan. jauh dari keluarga dan tanah airnya. kekurangan harta. Ar Ra¶d [13] : 24).´ (QS. Maka dia harus bersabar untuk menahan rasa lapar. Allah ta¶ala berfirman kepada penduduk surga. Tidak ada yang bisa bertahan kecuali orang-orang yang mendapatkan anugerah ketegaran dari Allah.´ (Taisirul wushul. apalagi orang lain yang hubungannya jauh darinya. Al Furqaan [25] : 75). Semoga Allah merahmati Yahya bin Abi Katsir yang pernah mengatakan. ³Mereka itulah orang-orang yang dibalas dengan kedudukankedudukan tinggi (di surga) dengan sebab kesabaran mereka. Di antaranya adalah kesabaran.´ (QS. . Di samping itu. Hal ini sebagaimana diisyaratkan oleh firman Allah ta¶ala. Allah juga berfirman. Begitu pula sabar menjadi sebab hamba bisa meraih kenikmatan abadi yaitu surga. sebagaimana tercantum dalam shahih Imam Muslim. ³Dan orang yang ingin beramal dengan ilmunya juga harus bersabar dalam menghadapi gangguan yang ada di hadapannya. karena mereka mau bersabar dan meyakini ayat-ayat Kami. Terkadang seseorang harus menerima gangguan dari orang-orang yang terdekat darinya. Al Baqarah [2]: 45). Dalilnya adalah firman Allah ta¶ala. ³Keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian. 375) Sabar Dalam Ketaatan Sabar Dalam Menuntut Ilmu Syaikh Nu¶man mengatakan. hal. Sehingga dia harus bersabar dalam upaya menimba ilmu dengan cara menghadiri pengajian-pengajian. ³Betapa banyak gangguan yang harus dihadapi oleh seseorang yang berusaha menuntut ilmu. Yaitu mintalah pertolongan kepada Allah dengan bekal sabar dan shalat dalam menangani semua urusan kalian. demikian pula orang-orang bodoh yang tidak kenal agama kecuali ajaran warisan nenek moyang mereka.Sebab Meraih Kemuliaan Di dalam Taisir Lathifil Mannaan Syaikh As Sa¶di rahimahullah menyebutkan sebab-sebab untuk menggapai berbagai cita-cita yang tinggi. Beliau menyebutkan bahwa sebab terbesar untuk bisa meraih itu semua adalah iman dan amal shalih. Selain itu Allah pun menjadikan sabar dan yakin sebagai sebab untuk mencapai kedudukan tertinggi yaitu kepemimpinan dalam hal agama. ³Dan Kami menjadikan di antara mereka (Bani Isra¶il) para pemimpin yang memberikan petunjuk dengan titah Kami. 12-13) Sabar Dalam Mengamalkan Ilmu Syaikh Nu¶man mengatakan. Apabila dia melaksanakan ibadah kepada Allah menuruti syari¶at yang diajarkan Rasulullah niscaya akan ada ahlul bida¶ wal ahwaa¶ yang menghalangi di hadapannya. hanya karena kegiatannya menuntut ilmu.

karena di saat itu dia tengah menempati posisi sebagaimana para Rasul. Begitu juga Allah µazza wa jalla berfirman. Waraqah bin Naufal mengatakan kepada Nabi kita shallallahu µalaihi wa sallam. Mereka juga disakiti dengan ucapan dan perbuatan sekaligus. tidaklah ada seorang Rasul pun yang datang sebelum mereka melainkan mereka (kaumnya) mengatakan. Sedangkan apabila dia mengajak kepada ajaran As Sunnah maka akan ditemuinya para pembela bid¶ah dan hawa nafsu. kefasikan dan dosa besar serta orang-orang yang turut bergabung dengan kelompok mereka. maka mereka pun bersabar menghadapi pendustaan terhadap mereka dan mereka juga disakiti sampai tibalah pertolongan Kami. Akan tetapi yang dimaksud pertolongan itu terkadang muncul di saat sesudah kematiannya. bahkan terkadang dengan kedua-keduanya. Yaitu ketika Allah menundukkan hati-hati umat manusia sehingga menerima dakwahnya serta berpegang teguh dengannya.´ (QS. Hendaknya dia bersabar dalam menjalani agama Allah yang sedang didakwahkannya dan juga hendaknya dia bersabar dalam menghadapi rintangan dan gangguan yang menghalangi dakwahnya. Maka wajib bagi para da¶i untuk bersabar dalam melancarkan dakwahnya dan tetap konsisten dalam menjalankannya. ³Dan sungguh telah didustakan para Rasul sebelummu. Adz Dzariyaat [51]: 52). ³Demikianlah. ³Begitu pula orang yang berdakwah mengajak kepada agama Allah harus bersabar menghadapi gangguan yang timbul karena sebab dakwahnya. . dan terkadang berbentuk gangguan fisik. Begitu pula jika dia memerangi kemaksiatan dan berbagai kemungkaran niscaya akan ditemuinya para pemuja syahwat. Allah ta¶ala berfirman yang artinya. 13) Sabar Dalam Berdakwah Syaikh Nu¶man mengatakan. ³Allah ta¶ala berfirman kepada Nabi-Nya. Dan bukanlah pertolongan/kemenangan itu terbatas hanya pada saat seseorang (da¶i) masih hidup saja sehingga dia bisa menyaksikan buah dakwahnya terwujud.´ (QS. Al An¶aam [6]: 34). begitu pula para pengikut dan orang-orang yang mengenyangkan perut mereka dengan cara itu.´ Sehingga jika dia mengajak kepada tauhid didapatinya para da¶i pengajak kesyirikan tegak di hadapannya. Lihatlah para Rasul shalawatullaahi wa salaamuhu µalaihim.´ (Taisirul wushul. hal. Dialah sebaik-baik penolong´ (Taisirul wushul. 13-14) Sabar dan Kemenangan Syaikh Muhammad bin Shalih Al µUtsaimin rahimahullah berkata.Sehingga gangguan berupa ucapan harus diterimanya. bid¶ah dan kemaksiatan yang selama ini mereka tekuni. maka cukuplah Allah sebagai penolong bagi kita. Sesungguhnya hal itu termasuk pertolongan yang didapatkan oleh da¶i ini meskipun dia sudah mati. hal. ³Tidaklah ada seorang pun yang datang dengan membawa ajaran sebagaimana yang kamu bawa melainkan pasti akan disakiti orang. Mereka semua akan berusaha menghalang-halangi dakwahnya karena dia telah menghalangi mereka dari kesyirikan. µDia adalah tukang sihir atau orang gila¶. Semakin besar gangguan yang diterima niscaya semakin dekat pula datangnya kemenangan. Dan kita sekarang ini berada di zaman di mana orang yang berpegang teguh dengan agamanya seperti orang yang sedang menggenggam bara api.

sebagaimana hal itu dikabarkan oleh Allah µazza wa jalla di dalam muhkam al-Qur¶an. Ingatlah bagaimana siksaan tidak berperikemanusiaan yang dialami oleh Ammar bin Yasir dan keluarganya. 24) Sabar di atas Islam Ingatlah bagaimana kisah Bilal bin Rabah radhiyallahu µanhu yang tetap berpegang teguh dengan Islam meskipun harus merasakan siksaan ditindih batu besar oleh majikannya di atas padang pasir yang panas (Lihat Tegar di Jalan Kebenaran. inilah kekuatan iman. hal. 122-123) Lihatlah keteguhan Sa¶ad bin Abi Waqqash radhiyallahu µanhu yang dipaksa oleh ibunya untuk meninggalkan Islam sampai-sampai ibunya bersumpah mogok makan dan minum bahkan tidak mau mengajaknya bicara sampai mati. Ingatlah juga janji Allah yang artinya. (Lihat Tegar di Jalan Kebenaran. ³Bersabar menahan diri dari kemaksiatan kepada Allah. ³Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya akan Allah berikan jalan keluar dan Allah akan berikan rezeki kepadanya dari jalan yang tidak disangka-sangka. dituduh yang bukan-bukan. hal. alam kubur dan akhirat siap menimpanya apabila dia melakukannya. Ingatlah firman Allah ta¶ala yang artinya.´ (QS. diperangi. ³Ketahuilah. bahkan ada juga yang sampai meninggal di dalam penjara. Bersama kesusahan pasti akan ada kemudahan. (Syarh Arba¶in Ibnu µUtsaimin. baik yang berupa kehilangan harta. Abdu bin Humaid di dalam Musnadnya [636] (Lihat Durrah Salafiyah. namun sama sekali itu semua tidaklah menggoyahkan pilar keimanan mereka. Mereka disakiti. 200) Sabar Menjauhi Maksiat Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi Al Madkhali mengatakan. Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa Nabi shallallahu µalaihi wa sallam bersabda. Ath Thalaq [65] : 2-3). hendaknya para da¶i tabah dan bersabar dalam menghadapi itu semua«´ (Syarh Tsalatsatul Ushul.´ (QS. sedetikpun ananda tidak akan meninggalkan agama ini«´ (Lihat Tegar di Jalan Kebenaran.´ (HR. 148) dan Al Haakim dalam Mustadrak µala Shahihain. Namun. yang sanggup bertahan dan kokoh menjulang walaupun diterpa oleh berbagai badai dan topan kehidupan. hal. karena bahaya dunia. Al Furqaan [25]: 31). didustakan. hal. 122). itu semua jauh lebih ringan daripada cobaan yang dialami oleh salafush shalih dan para ulama pembela dakwah tauhid di masa silam. . sehingga dia berusaha menjauhi kemaksiatan. 133) Inilah akidah. Ada yang tertimpa kemiskinan harta. III/624).³Dan demikianlah Kami menjadikan bagi setiap Nabi ada musuh yang berasal dari kalangan orang-orang pendosa. Bersama kesempitan pasti akan ada jalan keluar. hal. andaikata ibu memiliki seratus nyawa kemudian satu persatu keluar. Namun dengan tegas Sa¶ad bin Abi Waqqash mengatakan. demi Allah. ³Wahai Ibu. Ibunya Sumayyah disiksa dengan cara yang sangat keji sehingga mati sebagai muslimah pertama yang syahid di jalan Allah.´ (QS. ketahuilah sesungguhnya cobaan yang menimpa kita pada hari ini. Ali µImran [3] : 102). kehilangan jiwa dari saudara yang tercinta. Dan tidaklah umat-umat terdahulu binasa kecuali karena disebabkan kemaksiatan mereka. hal. sesungguhnya datangnya kemenangan itu bersama dengan kesabaran. bahkan ada juga yang dikucilkan. Saudaraku. ³Dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan sebagai seorang muslim. kehilangan tempat tinggal atau kekurangan bahan makanan.

³Bukankah itu semua terjadi hanya karena satu sebab saja yaitu maksiat kepada Allah tabaaraka wa ta¶ala. Sebagaimana difirmankan Allah µazza wa jalla. ³Macam ketiga dari macammacam kesabaran adalah Bersabar dalam menghadapi takdir dan keputusan Allah serta hukum-Nya yang terjadi pada hamba-hamba-Nya.´ Pentahqiq kitab tersebut memberikan catatan. dan ada juga di antara mereka yang dibenamkan oleh Allah ke dalam perut bumi. dan di antara mereka ada yang kami benamkan ke dalam bumi. ³Dan ikutilah kejelekan dengan kebaikan. Huud [11] : 114). ³Sesungguhnya kebaikan-kebaikan akan menghapuskan kejelekan-kejelekan. maka kemaksiatan kepada Allah merupakan kejahatan yang sangat mungkar yang akan menimbulkan kemurkaan. dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka. anak. Maka di antara mereka ada yang kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur. akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. salah satu macam kesabaran adalah bersabar untuk menahan diri dari perbuatan maksiat kepada Allah. Ahmad. Jadi. Ia termasuk salah satu bagian ibadah yang . Karena tidak ada satu gerakan pun di alam raya ini. ³Sabar tergolong perkara yang menempati kedudukan agung (di dalam agama). ³Syaikh memberikan isyarat terhadap sebuah ayat. 15-17) Sabar dan Tauhid Syaikh Al Imam Al Mujaddid Al Mushlih Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullahu ta¶ala membuat sebuah bab di dalam Kitab Tauhid beliau yang berjudul. Bersabar menghadapi berbagai musibah yang menimpa diri. Dan hendaknya dia mengikuti kejelekan-kejelekannya dengan berbuat kebaikan-kebaikan.´ (QS. begitu pula tidak ada suatu kejadian atau urusan melainkan Allah lah yang mentakdirkannya. meminta ampunan dan menyesalinya di hadapan Allah. Dan juga sebagaimana disabdakan oleh Nabi shallallahu µalaihi wa sallam. Maka bersabar itu harus. 15-17) Sabar Menerima Takdir Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi Al Madkhali mengatakan. ada pula yang dimusnahkan dengan suara yang mengguntur. niscaya kebaikan itu akan menghapuskannya.Di antara mereka ada yang ditenggelamkan oleh Allah ke dalam lautan.´ (QS. dan di antara mereka ada yang kami tenggelamkan. ³Maka masing-masing (mereka itu) kami siksa disebabkan dosanya. Dan apabila seseorang sudah terlanjur terjatuh di dalamnya hendaklah dia segera bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya. dll. baik yang terkait dengan nyawa. ash-shabru µala aqdarillah´ (Bab Bersabar dalam menghadapi takdir Allah termasuk cabang keimanan kepada Allah) Syaikh Shalih bin Abdul µAziz Alusy Syaikh hafizhahullahu ta¶ala mengatakan dalam penjelasannya tentang bab yang sangat berfaedah ini. kemarahan serta mengakibatkan turunnya siksa-Nya yang sangat pedih. Janganlah mendekatinya.´ (HR. ada pula yang binasa karena disambar petir. Al µAnkabuut [29] : 40). dan ada juga di antara mereka yang di rubah bentuk fisiknya (dikutuk). hal. Karena hak Allah adalah untuk ditaati tidak boleh didurhakai. hal. dihasankan Al Albani dalam Misykatul Mashaabih 5043)«´ (Thariqul wushul. harta dan lain sebagainya yang merupakan takdir yang berjalan menurut ketentuan Allah di alam semesta«´ (Thariqul wushul. ³Bab Minal iman billah.

´ Karena amat sedikitnya dijumpai orang yang sanggup bersabar tatkala tertimpa musibah maka Syaikh pun membuat sebuah bab tersendiri. menahan hati untuk tidak merasa marah dan menahan anggota badan untuk tidak . Ujian yang ada dengan diutusnya beliau sebagai rasul ialah dengan bentuk perintah dan larangan. Dengan demikian ujian itu bisa melalui sarana ajaran agama dan melalui sarana keputusan takdir. tanpa ada perlawanan atau peperangan. Hal ini dikarenakan ibadah merupakan perintah syari¶at (untuk mengerjakan sesuatu). Dan Aku menguji (manusia) dengan dirimu¶. Orang Arab mengatakan. Begitu pula saat menghadapi keputusan takdir kauni (yang menyakitkan) tentu juga diperlukan bekal kesabaran. Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam pernah bersabda ³Allah ta¶ala berfirman: µSesungguhnya Aku mengutusmu dalam rangka menguji dirimu. Untuk meninggalkan berbagai larangan dibutuhkan bekal kesabaran. sabar dalam berbuat taat. Musibah yang dijadikan sebagai batu ujian oleh Allah jalla wa µala untuk menempa hamba-hamba-Nya. Dengan alasan itulah beliau membuat bab ini. gerak-gerik lisan dan tindakan anggota badan. semoga Allah merahmati beliau. Sedangkan adanya ujian jelas membutuhkan sikap sabar dalam menghadapinya. sabar dalam menahan diri dari maksiat dan sabar tatkala menerima takdir Allah yang terasa menyakitkan. Oleh sebab itulah sebagian ulama mengatakan. Hakikat penghambaan adalah tunduk melaksanakan perintah syari¶at serta menjauhi larangan syari¶at dan bersabar menghadapi musibah-musibah. untuk menerangkan bahwa sabar adalah hal yang wajib dilakukan tatkala tertimpa takdir yang terasa menyakitkan. sehingga ia pun bersabar menanggung ketentuan takdir Allah. Adapun ujian dengan dibebani ajaran-ajaran agama adalah sebagaimana tercermin dalam firman Allah jalla wa µala kepada Nabi-Nya shallallahu µalaihi wa sallam di dalam sebuah hadits qudsi riwayat Muslim dari µIyaadh bin Hamaar. Hal itu beliau lakukan dalam rangka menjelaskan bahwasanya sabar termasuk bagian dari kesempurnaan tauhid. atau berupa larangan syari¶at (untuk tidak mengerjakan sesuatu). ³Sesungguhnya sabar terbagi tiga. Secara bahasa sabar artinya tertahan. ³Qutila fulan shabran´ (artinya si polan dibunuh dalam keadaan ³shabr´) yaitu tatkala dia berada dalam tahanan atau sedang diikat lalu dibunuh. atau bisa juga berupa ujian dalam bentuk musibah yang ditimpakan Allah kepada seorang hamba supaya dia mau bersabar ketika menghadapinya. Ia disebut sebagai sabar karena di dalamnya terkandung penahanan lisan untuk tidak berkeluh kesah. Ia menempati relung-relung hati. Untuk melaksanakan berbagai kewajiban tentu saja dibutuhkan bekal kesabaran. Ungkapan rasa marah dan tak mau sabar itulah yang banyak muncul dalam diri orang-orang tatkala mereka mendapatkan ujian berupa ditimpakannya musibah. Sabar termasuk kewajiban yang harus ditunaikan oleh hamba. Dengan hal itu beliau juga ingin memberikan penegasan bahwa bersabar dalam rangka menjalankan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan hukumnya juga wajib. Dia berkata. Dan demikianlah inti makna kesabaran yang dipakai dalam pengertian syar¶i.´ Maka hakikat pengutusan Nabi µalaihish shalaatu was salaam adalah menjadi ujian. Sedangkan hakikat penghambaan yang sejati tidak akan terealisasi tanpa kesabaran.sangat mulia.

sebagaimana kedudukan kepala bagi jasad. Maka dengan perkataan ³Minal imaan ash shabru´ beliau ingin memberikan penegasan bahwa sabar termasuk salah satu cabang keimanan.389-391) . menahan hati dari marah dan menahan anggota badan dari menampakkan kemarahan dengan cara merobek-robek sesuatu dan tindakan lain semacamnya. tidak punya kesabaran untuk menjauhi maksiat serta tidak sabar tatkala tertimpa takdir yang menyakitkan maka dia kehilangan banyak sekali bagian keimanan´ Perkataan beliau ³Bab Minal imaan. Sabar adalah bagian iman. ash shabru µala aqdaarillah´ artinya: salah satu ciri karakteristik iman kepada Allah adalah bersabar tatkala menghadapi takdir-takdir Allah. hal. ³Di dalam al-Qur¶an kata sabar disebutkan dalam 90 tempat lebih. Maka menurut istilah syari¶at sabar artinya: Menahan lisan dari mengeluh. Sehingga setiap cabang kekafiran itu harus dihadapi dengan cabang keimanan. Beliau juga memberikan penegasan melalui sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim yang menunjukkan bahwa niyaahah (meratapi mayit) itu juga termasuk salah satu cabang kekufuran. Keimanan itu mempunyai cabang-cabang.mengekspresikan kemarahan dalam bentuk menampar-nampar pipi. Meratapi mayit adalah sebuah cabang kekafiran maka dia harus dihadapi dengan sebuah cabang keimanan yaitu bersabar terhadap takdir Allah yang terasa menyakitkan´ (At Tamhiid. Sebab orang yang tidak punya kesabaran dalam menjalankan ketaatan. Sebagaimana kekufuran juga bercabang-cabang. merobek-robek kain dan semacamnya. Imam Ahmad rahimahullah berkata.