1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Baja dikatakan paduan jika kompesisi unsur-unsur paduannya secara khusus, bukan baja karbon biasa yang terdiri dari unsur silisium dan mangan. Baja paduan semakin banyak digunakan.Unsur yang paling banyak digunakan untuk baja paduan, yaitu: Cr,Mn, Si, Ni, W, Mo, Ti, Al, Cu, Nb dan Zr. Penambahan unsur-unsur lain dalam baja karbon dapat dilakukan dengan satu atau lebih unsur, tergantung dari karakteristik atau sifat khusus yang dikehendaki. Baja ini memiliki lebih kekuatan, kekerasan, kekerasan panas, memakai perlawanan, kemampukerasan, atau

ketangguhan dibandingkan dengan baja karbon. Penggunaan baja paduan banyak sekali pada bidang teknik pertanian atau teknik mesin karena baja paduan memiliki kelebihan yang berbeda sesuai dengan campuran jenis logam yang digunakan. Penggunaan baja paduan pada bidang teknika adalah mesin penghancur plastik. Pada mesin ini penggunaan baja paduan berada pada bagian pisau yang membuat pisau tersebut mudah di asah dan mudah diganti jika sudah aus, katup coran, kawat yang terbuat dari baja karbon, r angka mesin perontok padi, gear pada mesin milling, alat tap, pipa, dan masih banyak lagi alat atau mesin yang menggunakan baja karbon

2

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya maka rumusan masalah pada makalah kali ini adalah : 1. Apa itu baja paduan ? 2. Aplikasi apa saja aplikasi yang dapat dihasilkan di bidang teknik dari baja paduan ?

1.3 Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah : 1. Untuk mengetahui apa itu baja paduan 2. Untuk mengetahui aplikasi yang dapat dihasilkan di bidang teknik dari baja paduan.

1.4 Manfaat

Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah : 1. Sebagai informasi menganai baja paduan. 2. Sebagai informasi mengenai aplikasi yang dapat dihasilkan di bidang teknik dari baja paduan.

namun di sisi lain membuatnya menjadi getas ( brittle) serta menurunkan keuletannya 2. Penambahan kandungan karbon pada baja dapat meningkatkan kekerasan (hardness) dan kekuatan tariknya (tensile strength).2% hingga 2. krom (chromium). dan agak kuat . Unsur paduan lain yang biasa ditambahkan selain karbon adalah mangan ( manganese).3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Baja Baja adalah logam paduan dengan besi sebagai unsur dasar dan karbon sebagai unsur paduan utamanya. Ferit ini mempunyai sifat magnetis. dan pearlite. Dengan memvariasikan kandungan karbon dan unsur paduan lainnya. dan tungsten. Fasa -fasa padat yang ada didalam baja adalah sebagai berikut : 1.1 Bentuk Struktur Mikro Baja secara umum memiliki struktur mikro berupa ferit. Fungsi karbon dalam baja adalah sebagai unsur pengeras dengan mencegah dislokasi bergeser pada kisi kristal (crystal lattice) atom besi. Ada beberapa perbedaan struktur mikro yang disebabkan oleh konsentrasi karbon pasa masing masing campuran. agak ulet. vanadium. berbagai jenis kualitas baja bisa didapatkan. Kandungan karbon dalam baja berkisar antara 0. Ferit (alpha) : merupakan sel satuan (susunan atom-atom yang paling kecil dan teratur) berupa Body Centered Cubic (BCC= kubus pusat badan).1.1% berat sesu ai grade-nya.

Vanadium.5~2. 5. mikroskop Olympus GX51 Inverted Type . Delta : merupakan sel satuan yang berupa Body Centered Cubic (BCC=kubus pusat badan) High Speed Steel (HSS) merupakan salah satu bagian dari Tool steel dengan kararakteristik mampu mempertahankan nilai kekerasan pada suhu 300~700 derajat ce lcius.0% C.4 2. 3. Autenit : merupakan sel satuan yang berupa Face Centered Cubic (FCC = kubus pusat muka). Selain itu material HSS juga memeliki kadar karbon yang relative lebih tinggi dibandingkan material tool steel lainnya yaitu berkisar 1. Molybdenum. Berikut ini saya tampilkan beberapa struktur mikro material HSS hasil proses pengecoran dengan menggunakan etsa Murakami dengan perbesaran 500X. Unsur Nickel dan Manganese tidak terlalu banyak digunakan yaitu berkisar 0. Penambahan Cobalt. Austenit ini mempunyai sifat Non magnetis. Niobium merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan kinerja material HSS. Chromium.2~0. dan ulet. Unsur-unsur paduan utama yang terdapat dalam material HSS yang akan membentuk karbida yaitu Tungsten.5%. Material HSS bisa di hasilkan melal ui proses pengecoran atau proses metalurgi serbuk. Sementid (besi karbida) : merupakan sel satuan yang berupa orthorombik. Boron. Sementid ini mempunyai sifat keras dan getas. Perlit : merupakan campuran fasa ferit dan sementid s ehingga mempunyai sifat kuat. 4.

6. 1% Cr.03%P. misalnya Smith dan Hashemi menyebutkan 4%).2 Klasifikasi Baja Paduan 2. 2.2.75%Cr.5%W [Dalam hal ini 6. 3.06%<8%]> 2. Baja paduan rendah Bila jumlah unsur tambahan selain karbon lebih kecil dari 8% (menurut Degarmo.03%S.35%C.5 2. Sebagai contoh baja paduan yang terdiri: 0. 0. 0.5%Cr. 2. 4. Baja empat komponen atau lebih Terdiri dua unsur atau lebih pemadu dalam penambahan Fe dan C.35%Si. misalnya : baja HSS (High Speed Steel) atau SKH 53 (JIS) atau M3-1 (AISI) mempunyai kandungan unsur : 1. Baja paduan tinggi Bila jumlah unsur tambahan selain karban lebih dari atau sama dengan 8% (atau 4% menurut Smith dan Hashemi). 0. 0.35% C. 6. Baja tiga komponen Terdiri satu unsur pemadu dalam penambahan Fe dan C. .7%W.3% Ni dan 1% Mo.2.2 Berdasarkan Jumlah Komponennya 1. Sumber lain. 0. misalnya : suatu baja terdiri atas 1. 4.2%Mo.25%C.3%V.1 Berdasarkan Persentase Paduannya 1.5%Mn.

Zr). W atau Si) tetapi karbonnya rendah. Baja ferrit Terdiri dari sejumlah besar unsur pemadu (Cr. . W. Baja austenit Terdiri dari 10 ± 30% unsur pemadu tertentu (Ni. Ti. Tidak dapat dikeraskan. Sesudah di heat treatment baja jenis ini sifat -sifat mekaniknya lebih baik dari pada baja karbon biasa.4 Berdasarkan Penggunaan dan Sifat -Sifatnya 1. sangat keras dan sukar dimesin 3. Mn atau CO) Misalnya : Baja tahan karat (Stainless steel).2. Baja konstruksi (structural steel) Dibedakan lagi menjadi tiga golongan tergantung persentase unsur pemadunya.3 Berdasarkan Strukturnya 1. baja paduan menengah (2.5 %). 4. sifat mekaniknya meningkat oleh heat treatment (hardening &tempering) 2. baja paduan tinggi (lebih dari 5 %). nonmagnetic dan baja tahan panas (heat resistant steel). Baja martensit Unsur pemadunya lebih dari 5 %.6 2. Baja pearlit (sorbit dan troostit) Unsur-unsur paduan relatif kecil maximum 5% Baja ini mampu dimesin.2. 2. Karbid atau ledeburit Terdiri sejumlah karbon dan unsur-unsur pembentuk karbid (Cr. yaitu baja paduan rendah (maksimum 2 %). 5. Mn.

8% C. dan 1% V. 3.35% C.7 2. yaitu baja tahan karat (mengandung 0. 0.5% C). Baja paduan istimewa Baja paduan istimewa lainnya terdiri 35 -44% Ni dan 0. Baja dengan sifat fisik khusus Dibedakan lagi menjadi tiga golongan. yaitu baja perkakas paduan rendah (kekerasannya tak berubah hingga pada suhu 250 °C) dan baja perkakas paduan tinggi (kekerasannya tak berubah hingga pada suhu 600°C). 18% W. ada yang terdiri dari 13-15% Cr. sementara yang mengandung 15-17% Cr tahan hingga suhu 850-1000oC). Platinite : memiliki koefisien muai seperti glass. sebagai pengganti platina. Biasanya terdiri dari 0.memiliki koefisien muai yang rendah yaitu : a. Baja perkakas (tool steel) Dipakai untuk alat-alat potong. 4.4-0. 18-21% Ni. 4% Cr dan 2 -2. yang lainnya terdiri dari 2 -2. digunakan untuk alat ukur presisi. dan baja tahan pakai pada suhu tinggi (ada yang terdiri dari 23 -27% Cr.4% Mo. baja tahan panas (yang mengandung 12-14% Cr tahan hingga suhu 750 -800oC. atau terdiri dari 0. 9 W. Baja paduan jenis ini dibedakan lagi menjadi dua golongan.kecepatan potong.45% C dan 12-14% Cr). suhu kerja. .25-0. Invar : memiliki koefisien muai sama dengan nol pada suhu 0 ± 100 °C. 13-15% Ni. b. komposisinya tergantung bahan dan tebal benda yang dipotong/disayat.7% W. 4% Cr.5% V. 0. 2-3% Si.1-0.9% C.

anti bocor. densitasnya besar dan permukaannya tahan aus ± Tahan terhadap oksidasi ± Kuat dan dapat ditempa ± Mudah dibersihkan ± Mengkilat dan tampak menarik b. sifat mampu mesin yang baik dan sifat mampu las yang tinggi (weldability). mudah dibentuk. karat dan goresan/gesekan ± Tahan temperature rendah maupun tinggi ± Memiliki kekuatan besar dengan massa yang kecil ± Keras. liat. High Strength Low Alloy Steel (HSLA) Sifat dari HSLA adalah memiliki tensile strength yang tinggi. 5. c. ulet. Untuk mendapatkan sifat-sifat di atas maka baja ini diproses secara khusus dengan menambahkan unsur -unsur seperti: tembaga (Cu). Molybdenum (Mo). tahan terhadap korosi. nikel (Ni). Chromium (Cr). Elinvar : memiliki modulus elastisitet tak berubah pada suhu 50°C sampai 100°C.8 c. Baja Perkakas (Tool Steel) . Digunakan untuk pegas arloji dan berbagai alat ukur fisika. Baja Tahan Karat (Stainless Steel) Sifatnya antara lain: ± Memiliki daya tahan yang baik terhadap panas. Baja Paduan dengan Sifat Khusus a. Vanadium (Va) dan Columbium. tahan terhadap abrasi.

diperoleh dengan proses hardening dengan pendinginan yang berbeda -beda. palu dan pisau. kuat dan ulet. Tipe O dijelaskan dengan mendinginkan pada minyak sedangkan tipe A dan D didinginkan di udara. Kelompok dari tool steel berdasarkan unsur paduan dan proses pengerjaan panas yang diberikan antara lain: ± Later hardening atau carbon tool steel (ditandai dengan tip e W oleh AISI). ± Hot Work Steel (tipe H). mula-mula dipanaskan hingga (300 ± 500) ºC dan didinginkan perlahan -lahan. ± Campuran carbon-tungsten (tipe F). memiliki sifat kuat dan ulet dan tahan terhadap beban kejut dan repeat loading. Shock resisting (Tipe S). sif atnya adalah keras tapi tidak tahan aus dan tidak cocok untuk beban dinamis serta untuk pemakaian pada temperatur tinggi. tajam atau mudah diasah. tahan panas.9 Sifat-sifat yang harus dimiliki oleh baja perkakas adalah tahan pakai. ± High speed steel (tipe T dan M). ± Cool work tool steel. Banyak dipakai untuk pahat. sehingga sifatnya . merupakan hasil paduan baja dengan tungsten dan molybdenum tanpa dilunakkan. karena baja ini banyak mengandung tungsten dan molybdenum keras. Dengan sifatnya yang tidak mudah tumpul dan tahan panas tetapi tidak tahan kejut.

2. penambahan unsur paduan juga bertujuan untuk memper baiki sifat mekanik diantaranya : 1. Elasisitas Elastisitas adalah kemampuan suatu bahan unuk kembali ke bentuk semula setelah pembebanan ditiadakan atau dilepas. Kekuatan Kekuatan merupakan kemampuan suatu bahan untuk menahan perubahan bentuk di bawah tekanan. Molibdenum) dengan komposisi sesuai akan menambah kekuatan baja. Penambahan logam (Ni.1 Sifat Mekanis Baja Paduan Baja paduan merupakan campuran dari baja dan beberapa jenis logam lainnya dengan tujuan untuk memperbaiki sifat baja karon yang relatif mudah berkarat dan getas bila kadar karbonnya tinggi.10 2.3 Sifat ± Sifat Teknis Bahan 2. Adanya penambahan logam pada baja akan meningkatkan kemampuan elastisitasnya dengan nilai modulus elastisitas yang lebih besar dari sebelumnya.3. Penambahan terseb ut dapat meningkatkan kekuatan sampai lima kali lipat. sebab Ni dan Cr yang ditambahkan akan masuk ke susunan atom dan menggantikan berapa atom C. Berikut beberapa logam dan nilai modulus elastisitasnya jika ditambahkan pada baja: . Selain itu. Cr. Modulus elastisitas merupakan indikator dari sifat elastis.

dan vanadium. titanium. chrom. . Paduan logam yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan tahan aus diantaranya nikel.11 3. Hal tersebut disebabkan dengan penambahan logam yang memiliki batas mulur tinggi akan menghasilkan baja paduan yang batas mulurnya tinggi pula. 4. Tahan aus Tahan aus merupakan. selain sebagai penambah kekutan tekan. Batas mulur (Plastisitas) Plastisitas adalah kemampuan suatu bahan untukberubah bentuk secara permanen setelah diberi beban. Selain itu. kandungan fosfor pada baja pa duan yang rendah akan meningkatkan keuletannya. 5. sehingga dengan paduan logam lain kadar karbonnya akan turun. Logam Ni dan Cr merupakan bahan yang biasa ditambahankan untuk meningkatkan kemampuan menahan tariakan. Baja dengan kandungan karbon rendah memiliki keuletan yang tinggi. 6. tungsten. Keuletan Keuletan adalah kemampuan suatu material untuk diregang atau ditekuk secara permanent tanpa mengakibatkan pecah atau patah. vanadium. Kekuatan Tarik Kekuatan tarik adalah kemampuan suatu material untuk menahan tarikan dua gaya yang saling berlawanan arah dan segaris. L ogam yang ditambahkan berupa nikel. chrome dsb akan meningkatkan nilai batas mulur.

yaitu: sifat logam.3.2±0. menghambat pertumbuhan butir Toughener Toughener Tahan terhadap Korosi Meningkatkan kekuatan Spring Baja Memperbaiki sifat-sifat magnetik Mesin bebas properti Perbaikan karbon dalam partikel inert.15 Fungsi utama Paduan unsur dalam nitriding baja Meningkatkan mesin Powerfull agen kemampukerasan Naik kemampukerasan Tahan Korosi Tahan Korosi Stabil karbida.08±0.4 0.7 2 Persentase tinggi 0.001±0.12 Tabel 2.95±1.1 Kurva Tegangan dan Regangan (baja paduan AISI 4. Berbagai faktor yang dapat menyebabkan terjadinya korosi. .15 0.1±0. meningkatkan kekuatan sementara tetap mempertahankan keuletan.1 Efek utama elemen paduan utama untuk baja Elemen Aluminium Bismut Boron Kromium Tembaga Molybdenum Nikel Silicon Persentase 0. yang meliputi perbedaan potensial.2±5 2±5 12±20 0.140) 2. mempromosikan struktur butir halus Belerang Titanium Tungsten Vanadium Gambar 2.003 0.2 Sifat Pengaruh Lingkungan Korosi merupakan proses elektrokimia yang terjadi pada logam dan tidak dapat dihindari karena merupakan suatu proses alamiah. ketidakmurnian.5±2 4±18 0.-0. mengurangi kekerasan di krom martensit baja Kekerasan pada temperatur tinggi Stabil karbida. unsur paduan. .

. atau dicampur dengan Nikel.5-1.liat dan kuat 2.85 % Fe.13 perlakuan panas yang dialami. ini berarti sifat fisisnya tidak banyak berubah.95-99.5% tembaga pada 99. Baja Paduan tahan terhadap perubahan suhu. temperatur. serta faktor lingkungan yang meliputi udara. mikroorganisme. 1. dengan Chromium. Penambahan Molibdenum akan memperbaiki baja menjadi tahan terhadap suhu tinggi. Baja paduan akan memiliki ketahanan terhadap korosi jika dicampur dengan Tembaga yang berkisar 0. Penambahan Wolfram dan penambahan Kobalt juga memberikan pengaruh yang sama seperti pada penambahan Molibdenum yaitu membuat baja paduan tahan terhadap suhu tinggi. dan tegangan.

Bahan tambahan bersifat asam apabila bijih besinya mempunyai sifat basa dan sebaliknya bahan tambahan diberikan yang bersifat basa apabila bijih besi bersifat asam. Proses reduksi di dalam dapur tinggi tersebut berlangsung sebagai berikut: Zat arang dari kokas terbakar menurut reaksi : CO2 C+O2 sebagian dari CO2 bersama dengan zat arang membentuk zat yang berada ditempat yang lebih atas yaitu gas CO. Agar tidak terjadi pembuntuan karena proses berlangsung maka diberi batu kapur sebagai bahan tambahan.1 Proses dalam Dapur Tinggi Prinsip dari proses dapur tinggi adalah prins ip reduksi. 2CO CO + C . Pada pembakar an suhu tinggi + 1800 0 C dengan udara panas. terak ini kemudian dipisahkan. maka dihasilkan suhu yang dapat menyelenggarakan reduksi tersebut.1 Cara Pembuatan 3.14 BAB III PEMBAHASAN 3. Terak yang menetes ke bawah melindungi besi kasar dari oksida oleh udara panas yang dimasukkan. Gas yang terbentuk dalam dapur tinggi selanjutnya dialirkan keluar melalui bagian atas dan ke dalam pemanas udara. Pada proses ini zat karbon monoksida dapat menyerap zat asam dari ikatan-ikatan besi zat asam pada suhu tinggi.1.

. Fe+CO FeO+C CO yang terbentuk itulah yang naik ke at as untuk mengadakan reduksi tidak langsung tadi.15 Di bagian atas dapur tinggi pada suhu 300 sampai 800 C oksid besi yang lebih tinggi diubah menjadi oksid yang lebih rendah oleh reduksi tidak langsung dengan CO tersebut menurut prinsip : 2FeO+CO Fe O + CO Pada waktu proses berlangsung muatan turun ke bawah dan terjadi reduksi tidak langsung menurut prinsip : FeO+CO2 FeO+CO Reduksi ini disebut tidak langsung karena bukan zat arang murni yang mereduksi melainkan persenyawaan zat arang dengan oksigen. Besi yang keluar dari dapur tinggi disebut besi kasar atau besi mentah yang digunakan untuk membuat baja pada dapur pengolahan baja atau dituang menjadi balok-balok tuangan yang dikirimkan pada pabrik-pabrik pembuatan baja sebagai bahan baku. yaitu langsung di atas pipa pengembus. Reduksi ini berlangsung sebagai berikut. sEdangkan reduksi langsung terjadi pada bagian yang terpanas dari dapur. pertama dikeluarkan teraknya dan baru kemudian besi. Besi cair dicerat dan dituang menjadi besi kasar dalam bentuk balok-balok besi kasar yang digunakan sebagai bahan ancuran untuk pembuatan besi tuang (di dalam dapur kubah) atau masih dalam keadaan cair dipindahkan pada bagian pembuatan baja (dapur Siemen Martin). Setiap 4 sampai 6 jam dapur tinggi dicerat.

16 Terak yang keluar dari dapur tinggi dapat pula dimanfaatkan menjadi bahanpembuatan pasir terak atau wol terak seba gai bahan isolasi atau sebagai bahan campuran semen. mengatur kadar karbon agar sesuai dengan tingkat grade/spesifikasi baja yang diinginkan. perlu dicampur dahulu di dalam bak pencampur agar kualitas dan susunannya seragam. yaitu : 1. 3. proses peleburan baja pada umumnya mempunyai tiga tujuan utama. . mengurangi sebanyak mungkin bahan -bahan impuritas. Dalam bak pencampur dikumpulkan besi kasar cair dari bermacam -macam dapur tinggi yang ada untuk mendapatkan besi kasar cair yang sama dan merata. Besi cair yang dihasilkan dari proses dapur tinggi sebelum dituang menjadi balok besin kasar sebagai bahan ancuran di pabrik penuangan. 3. menambah elemen-elemen pemadu yang diinginkan.2 Proses Peleburan Baja Proses peleburan dapat dilakukan pada tungku BOF (Basic Oxygen Furnace) atau pada tungku busur listrik (Electric Arc Furnace atau disingkat EAF). Untuk menghasilkan besi kasar yang sedikit mengandung belerang di dalam bak pencampur tersebut dipanaskan lagi menggunakan gas dapur tinggi. mengurangi sebanyak mungkin bahan -bahan impuritas 2.1. Tanpa memperhatikan tungku atau proses yang diterapkan. 4.

3 Proses Peleburan Baja Dengan BOF Bahan-bahan dengan BOF utama adalah kapur : yang besi dan digunakan kasar gas dalam proses peleburan skrap baja cair oksigen (65-85%). Pada saat oksidasi berlangsung. Gas oksigen bereaksi dengan akan mengikat karbon dari besi kasar berangsur-angsur turun sampai mencapai tingkat baja yang dibuat. Disamping itu. selama proses oksidasi berlangsung terjadi panas yang tinggi sehingga dapat menaikkan temperatur logam cair sampai diatas 165 0 oC. Bila proses oksidasi selesai maka aliran oksigen dihentikan dan pipa pengalir oksigen diangkat/dikeluarkan dari tungku. . Tingkat efisiensi yang demikian tinggi dari BOF ini disebabkan oleh pemakaian gas oksigen dengan kemurnian yang tinggi sebagai gas oksidator utama untuk memurnikan baja. Batu kapur tersebut kemudian mencair dan bercampur denga bahan-bahan impuritas (termasuk bahan-bahan yang teroksidasi) membentuk terak yang terapung diatas baja cair. batu Keunggulan (kemurnian 99. Tungku BOF kemudian dimiringkan dan benda uji dari baja cair diambil untuk dilakukan analisa komposisi kimia. baja proses BOF dibandingkan proses pembuatan lainnya adalah dari segi waktu peleburannya yang relatif singkat yaitu hanya berkisar sekitar 60 menit untuk setiap proses peleburan.5%). ke dalam tungku ditambahkan batu kapur.17 3.1. Gas oksigen dialirkan ke dalam tungku melalui pipa pengalir (oxygen lance) dan cairan logam di dalam tungku. (15-35%).

18 Bila komposisi kimia telah tercapai maka dilakukan penuangan (tapping).4 Proses Peleburan Baja Dengan EAF Proses peleburan dalam EAF ini menggunakan energi listrik.6 jam.lahan kedalam ladel. Kapasitas ton dengan ini dapat berkisar 2 . biasanya dibuat EAF grafit. Panas dihasilkan dari busur listrik yang terjadi pada ujung bawah dari elektroda. sehingga cairan baja akan tertuang masuk Di dalam ladel biasanya dilakukan skimming untuk permukaan baja cair dan proses perlakuan treatment tersebut terdiri dari membersihkan terak dari logam cair (metal treatment). Konstruksi tungku ini ditunjukkan dalam gambar 8. Metal proses pengurangan impuritas dan penambahan elemen -elemen maksud untuk memperbaiki kualitas baja pemadu atau lainnya dengan cair sebelum dituang ke dalam cetakan. Energi panas yang terjadi sangat muatan tergantung di karbon antara pada jarak antara Bahan elektroda dengan elektroda tungku waktu logam dari dalam atau tungku. yang dicampur skrap baja. Penuangan dilakukan dengan memiringkan perlahan. Penuangan tersebut dilakukan ketika temperatur baja cair sekitar 1600 oC.200 peleburannya baku yang berkisar antara 3 . dilebur biasanya dengan berupa besi spons Bahan (sponge iron) besi baik.1. Penggunaan spons dimaksudkan untuk menghasilkan kualitas baja yang lebih . 3.

pipa. dan masih banyak lagi alat atau mesin yang menggunakan baja karbon. dan lain-lain dengan maksud yang sama pula. 3. katup coran. sedangkan untuk pembuatan baja spesial biasanya Peleburan baja dengan EAF ini dapat lebih baik karena tidak terjadi digunakan proses basa. gear pada mesin milling. alat tap. karena skrap baja lebih murah dibandingkan dengan besi spons. Pada mesin ini penggunaan baja paduan berada pada bagian pisau yang membuat pisau tersebut mudah di asah dan mudah diganti jika sudah aus.19 Tetapi dalam banyak hal (terutama untuk pertimbangan biaya) bahan baku yang dilebur seluruhnya berupa skrap baja. bahan -bahan lainnya yang ditambahkan pada EAF adalah batu kapur. Penggunaan baja paduan pada bidang teknika adalah mesin penghancur plastik. ferosilikon. feromangan. seperti halnya pada proses BOF. Disamping bahan baku diatas. Untuk pembuatan baja berupa produk cor maka biasanya digunakan proses asam.2 Contoh Penggunaan / Aplikasi di Bidang Teknik Penggunaan baja paduan banyak sekali pada bidang teknik pertanian atau teknik mesin karena baja paduan memiliki kelebihan yang berbeda sesuai dengan campuran jenis logam yang digunakan. Proses basa dan asam dapat diterapkan dalam EAF. kawat yang terbuat dari baja karbon. rangka mesin perontok padi. menghasilkan kualitas baja yang kontaminasi oleh bahan bakar atau gas yang digunakan untuk proses pemanasannya. .

S andari asi dan P ngkodean B j A t A t AS i t ti A i i l E AISI A i St i . or the im age m ay hav e been corrupted. Al t P Pl ti K tB j K K t K i P t P i Pi Gam ar . y ou m ay hav e to delete the im age and then insert it again. Y our com puter m ay not hav e enough m em ory to open the im age. i tit t . i j . i j i K i t S IS t f . SAE S i . and then ope n the file again.20 T he im age cannot be display ed. f i I S ti St il i t j l I ifi t i l. t P li i B j P i Bi i . I f the red x still appears. R estart y our com puter.

Masing-masing unsur logam lainnya memilki angka kode yang mengisi digit pertama. 2. Namun. European de Normalization). Standarisasi untuk pengkodean SAE memiliki cara penulisan sebagai berikut: Gambar 3. DIN (Deutsches Institut fur Normung). Dua angka berikutnya dalam penunjukan menandakan jumlah karbon dalam baja. memang. dan Association francaise de normalization (AFNOR). ISO(International CEN(Committee Standardization Organization). baja karbon. karena mangan adalah normal produk baja karbon .2 Standaarisasi Pengkodean SAE Untuk dua angka pertama dalam sebutan ini menandak an paduan utama (s) dari baja. yaitu: 1.21 Industrial Standard). Baja Mangan: - Digit pertama adalah "1" seperti dalam 13xx dan. ASME(American Society of Mechanical Engineers). 11xx. Baja Karbon: - Digit pertama adalah "1" seperti dalam 10xx. dan 12xx Digit kedua menjelaskan proses: "1" adalah resulfurized dan "2" adalah resulfurized dan rephosphorized.

82%.82%.85% or 1.12% or 0. 5.40% or 0.50% or 0.50% to 0.25% or 0.20% or 0. 4.80% or 0. Mo 0.042% S Cr 0.1 Data pengkodean baja paduan sebagai berikut: Kode SAE Komposisi 13xx 40xx 41xx 43xx 44xx 46xx 47xx 48xx Mn 1.25% Mo & 0. - Digit kedua selalu "3" 3.20% or 0. Tabel 3.20% or 0. Baja paduan lebih satu unsur: - Baja ini mengandung tiga paduan Digit pertama dapat "4".45%.50%.35% Ni 3.95%.75% Mo 0. atau "9" tergantung pada paduan dominan - Angka kedua menunjuk persentase reaming dua paduan. Mo 0. "8".20% or 0.30% Ni 1. Angka kedua menunjuk persentase molibdenum dalam baja.25% Mo 0. Mo 0.25% Ni 1.52% Ni 0. Mo 0. Baja Molybdenum: - Digit pertama adalah "4" seperti dalam 40xx dan 44xx.05%.22 membuat AISI / SAE telah memutuskan untuk t idak mengklasifikasikan sebagai baja paduan. Mo 0. Baja Kromium: - Digit pertama adalah "5" seperti dalam 51xx dan 52xx Angka kedua menunjuk persentase kromium dalam baja.25% .25% or 0. Cr 0.80%. Cr 0.

15% min Ni 0.40% or 2. Mn 0.00% min Cr 0.50% or 0.00%. Mo 0.50%. Cr 0.28% or 0.65% Cr 0.50%. C 1.00% or 0.55%.82% or 0. V 0.00% min Cr 0.35% Si 1.02%. C 1.05% Cr 1.50%.55%.60% or 0.25% Ni 0.45%. Cr 0.65% or 0.50%.27% or 0. C 1.00% or 1.50% Cr 0.85%.92% or 1. Mo 0.87% or 0.10% or 0.80% or 0. Cr 0. Mo 0.55%.95%.00% min Cr 0.65% .80% or 0. Cr 0.40% or 0.20% Ni 0.23 50xx 50xxx 50Bxx 51xx 51xxx 51Bxx 52xxx 61xx 86xx 87xx 88xx 92xx Cr 0.80% Cr 1.

Baja didalamnya banyak terdapat kandungan -kandungan unsur kimia diantaranya kandungan atom atau unsur-unsur kimia dan bentuk-bentuk struktur mikro. Proses peleburan baja dengan EA 4. Hal ini diperlukan agar kita dapat mengetahui paduan utama dan berapa jumlah karbon yang terdapat dalam baja tersebut. Adapun proses-proses pembuatanya yaitu diantaranya : 1.baja dikatakan padu jika komposisi unsur-unsur paduannya secara khusus bukan baja karbon biasa yang terdiri dari unsur sisilium dan mangan. Proses peleburan baja 3. Hal ini juga bisa dila kukan untuk mengetahui jenis baja tersebut.24 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4. Proses dapur tinggi 2. Proses peleburan baja dengan BOF 4.1 Kesimpulan Dari apa yang telah dibahas pada bab ± bab yang sebelumnya .2 Saran Disarankan dalam memilih baja paduan hendaknya diperhatikan standarisasi dan pengkodean dari baja paduan tersebut. .

gunadarma .25 DAFTAR PUSTAKA Anonim.id/2010/01/tugas-makalah-material-teknik/ Diakses 3 Juli 2010 . Baja Paduan Alloy Steel http://wartawarga.scribd. Baja. Harli dkk. Dendi.com /doc/24012179/BAJA-PADUAN-Pengetahuan-Bahan-teknik Diakses 3 Juli 2010 Handiman.wikipedia. Baja Paduan Alloy Steel.ac.http://www. http://id.org/wiki/Baja Diakses 3 Juli 2010 Prawaningrum.