TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan YME karena hanya dengan rahmat dan karuniaNya lah kami dapat menyelesaikan menyelesaikan makalah ini. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen pembimbing pada mata kuliah Teknologi Perbenihan III. Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak tertentu yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah yang berjudul ”Pengolahan Benih Padi”. Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi orang-orang yang membacanya dan bagi kami pada khususnya. Kami pun mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun sehingga pada akhirnya akan tercipta sebuah makalah yang berkualitas.

Jatinangor, September 2010

Penulis

1

TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengolahan benih merupakan upaya sangat strategis dalam rangka mendukung peningkatan produksi benih padi. Konstribusi penanganan pasca panen terhadap peningkatan produksi padi dapat tercermin dari penurunan kehilangan hasil dan tercapainya mutu benih sesuai persyaratan mutu. Dalam penanganan pengolahan benih salah satu permasalahan yang sering dihadapi adalah masih kurangnya kesadaran dan pemahaman petani terhadap penanganan pasca panen yang baik sebagai contoh, masih tingginya kehilangan hasil dan rendahnya mutu. Untuk mengatasi masalah ini maka perlu dilakukan pengolahan benih agar dapat menekan kehilangan hasil dan mempertahankan mutu hasil gabah/ beras dan jagung.benih padi. 1.2. Identifikasi Masalah Mengacu pada latar belakang masalah di atas dalam makalah ini maka dapat difokuskan pada masalah : 1. Bagaimana tahapan- tahapan pengolahan benih padi ? 2. Mengapa perlu mengetahui cara-cara pengolahan benih padi ? 3. Alat atau mesin apa saja yang digunakan dalam pengolahan benih padi? 1.3. Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini untuk memberikan panduan kepada para mahasiswa lainnya agar dapat memahami dan melakukan cara- cara pengolahan benih padi sehingga dapat menekan tingkat kehilangan hasil dan memproduksi benih sesuai persyaratan mutu. 1.4. Metodologi Penulisan Dalam mendapatkan data yang dibutuhkan, penulis melakukan library research, dengan mengumpulkan data berupa buku, berita, dan website yang memiliki hubungan dengan masalah yang dibahas. 2

TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III

1.5.

Sistematika Penulisan Untuk memperoleh suatu pembahasan yang teratur dan sistematis maka dalam

membahas dan menguraikan pokok-pokok materi, makalah ini penulis membagi dalam tiga bab yang sistematikanya sebagai berikut: BAB I BAB II : Pada bab ini penyusun mengemukakan latar belakang permasalahan, pokok permasalahan, tujuan, serta sistematika penulisan makalah ini. : Pada bab ini akan diulas mengenai botani tanaman padi dan pengolahan benih. BAB III : Pada bab ini, penyusun mengemukakan secara menyeluruh tentang pengolahan benih padi . BAB IV : Pada bab terakhir ini penyusun menyimpulkan pembahasan dari makalah ini.

3

1990). 2. Botani Tanaman Padi Menurut Grist (1960). akar akan dapat menembus hingga kedalaman 18 cm dan pada umur 50 hari akar sudah mulai dapat menembus lapisan tanah di bawahnya (sub soil) yaitu berkisar 25 cm (AAK. Akar tunggang Akar ini merupakan akar yang tumbuh pada saat benih berkecambah kemudian akan muncul calon akar maupun calon batang. Akar rambut Akar ini merupakan bagian yang keluar dari akar tunggang dan akar serabut. Akar adalah bagian tanaman yang berfungsi menyerap air dan zat makanan dari dalam tanah. Akar ini merupakan saluran pada kulit akar yang berada di luar dan berperan penting dalam penyerepan air maupun zat-zat makanan. Akar ini hanya dapat menembus lapisan tanah bagian atas/ lapisan olah tanah yaitu berkisar antara 10-12 cm. • Akar Pertumbuhan akar pada padi dimulai dari proses perkecambahan benih. Pada umur 30 hari setelah tanam. Akar tajuk Akar ini merupakan akar yang terbentuk dari ruas batang terendah. tanaman padi diklasifikasikan ke dalam divisio Spermatophytae dengan subdivisio Angiospermae. Akar serabut/akar adventif Akar serabut muncul setelah terbentuknya akar tunggang yaitu 5-6 hari setelah berkecambah. 1990). 3. Akar yang pertama muncul yaitu akar tunggang kemudian setelah 5-6 hari akan tumbuh akar serabut. Calon akar mengalami pertumbuhan ke arah bawah sehingga akan terbentuk akar tunggang. (AAK. Akar tanaman padi dapat dibedakan menjadi beberapa bagian yaitu : 1. • Daun 4 . 4. ordo Poales dengan famili Graminae dengan genus Oryza Linn dan nama spesies Oryza sativa L.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. digolongkan ke dalam kelas Monocotyledonae.

daun kedua dan seterusnya hingga mencapai puncak yang disebut daun bendera. Coleptile keluar dari benih yang disebar dan akan memanjang terus sampai ke permukaan air. 2005). Bakal buah mengandung air (cairan) untuk kebutuhan 5 . Helaian daun merupakan bagian yang menempel pada buku melalui pelepah daun dan bentuknya memanjang seperti pita. • Bunga Bunga padi merupakan bunga telanjang yang mempunyai satu bakal buah. namun lebih lebar daripada daun sebelumnya (Grist. • Batang Batang tanaman padi mempunyai batang yang beruas-ruas panjang. Daun bendera merupakan daun yang lebih pendek daripada daun yang di bawahnya. Ruas pertama dari atas merupakan ruas terpanjang. maka akan diikuti dengan keluarnya daun pertama. yang semula berupa kuncup kemudian mengalami pertumbuhan. yang pada akhirnya menjadi batang baru. 1960). Tiap daun terdiri atas : 1. Lidah daun (ligula) yaitu struktur segitiga tipis yang terletak pada perbatasan antara helaian daun dan upih tepat di atas telinga daun. 1990). 5. Pelepah daun merupakan bagian yang membungkus ruas di atasnya dan helaian daun ruas berikutnya. Pertumbuhan daun yang satu dengan daun berikutnya (daun baru) mempunyai selang waktu 7 hari dan kemudian akan muncul daun baru lainnya.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III Daun padi mula-mula muncul pada saat perkecambahan dan dinamakan coleoptil. satu daun pada tiap buku. Rangkaian ruas-ruas pada batang padi mempunyai panjang yang berbeda-beda. (Suharno. Diantara ruas batang padi terdapat buku dan tiap-tiap buku duduk sehelai daun. Sedangkan daun terpanjang biasanya terdapat pada daun ketiga. Batang baru dapat disebut batang sekunder (kedua). memiliki rongga dan berbentuk bulat. Batang baru akan muncul pada ketiak daun. apabila batang tersebut terletak pada buku terbawah (AAK. ruas batang bawah pendek dan semakin ke atas ruas batang akan semakin panjang. 6 buah benang sari serta dua tangkai putik. Telinga daun (auricle) terletak pada dua sisi pangkal helaian daun. Setelah coleoptile membuka. 3. Daun tanaman padi tumbuh pada batang dengan susunan yang berselang-seling. Daun bendera adalah daun teratas dan biasanya terletak di bawah malai. 4. 2.

tetapi dalam keadaan tertentu buku tersebut dapat menghasilkan 2 – 3 cabang primer.120 bunga (Tobing dkk. Jumlah cabang setiap malai berkisar antara 15 . Tujuan pengolahan benih yaitu memperoleh pesentase maksimum benih tanaman yang murni dengan potensi perkecambahan yang setinggi. zat anorganik dan juga protein. sedangkan pada kepala sari terletak kandung serbuk yang berisi tepung sari (pollen) (AAK. Bunga padi secara keseluruhan disebut malai. 2. 1990). 1990). bersatu dengan lemma dan palea.tingginya (dicerminkan oleh Pure Live Seed Percebtage). (AAK. Tangkai sari tipis dan pendek. warnanya keunguan atau ungu tua. Bagian ini terdiri dari mengandung zat gula. PROSES PENGOLAHAN BENIH Pengolahan benih adalah semua kegiatan pasca panen sampai benih tersebut siap dipasarkan. lemak.benda mati yang 6 .benih tanaman lain. kualitas benih menjadi lebih baik dengan 2 cara antara lain : memisahkan benih tanaman yang dimaksud dari benih. Buah ini merupakan hasil penyerbukan dan pembuahan yang mempunyai bagianbagian sebagai berikut : 1. 1995). Bekatul Bagian ini merupakan bagian buah padi yang berwarna coklat. Malai terdiri dari 8 – 10 buku yang menghasilkan cabang – cabang primer selanjutnya menghasilkan cabang – cabang sekunder. Lodicula merupakan daun mahkota yang telah berubah bentuk dan berfungsi mengatur pembukaan bunga. 3.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III lodicula. Dari buku pangkal malai akan muncul hanya satu cabang primer. Selama kegiatan pengolahan. kepala sari dan kandung serbuk. Endosperm Endosperm merupakan bagian dari buah/biji yang besar. Embrio (lembaga) Bagian ini terletak pada bagian lemma dan di dalamnya terdapat daun lembaga (calon batang dan calon daun) serta akar lembaga (calon akar). • Gabah Gabah atau buah padi adalah ovary yang telah masak. B. biji gulma serta benda.20 buah dan setiap malai bisa mencapai 100 . Benang sari terdiri dari tangkai sari.

Perontokan dapat dilakukan secara manual ataupun dengan menggunakan mesin perontok Kegiatan perontokan ini dapat dilakukan secara tradisional (manual) atau menggunakan mesin perontok. Ketidaktepatan dalam penentuan saat panen dapat mengakibatkan kehilangan hasil yang tinggi dan mutu rendah. Panen Penentuan saat panen merupakan tahap awal dari kegiatan penanganan pasca panen. Perontokan Perontokan bertujuan untuk memisahkan benih dari bagian tanaman yang lain : misal tangkai malai. dan kulit buah. Discharge : lubang untuk membuang sisa kotoran yang relatif ringan. Secara teoritis. Mesin perontok dirancang untuk mampu memperbesar kapasitas kerja. Bagianbagian mesin perontok benih antara lain : a. Feeder yang merupakan lubang tempat memasukkan hasil panen yang akan dirontok. Skala Produksi : Benih yang dipanen dalam jumlah banyak berhubungan dengan 7 . 2. Prosedur pengolahan benih antara lain : 1. mutu yang kurang baik. panen dikerjakan pada saat masak fisiologis. Pemilihan metode perontokan yang digunakan dapat didasarkan pada salah satu perkembangan metode antara lain sebagai berikut: a. e. f. Concave T/A : drum di luar beater dan berfungsi untuk merobek kulit buah sehingga benih dapat keluar. Pengamatan secara visual dilakukan dengan cara melihat kenampakan di lahan. mengurangi kehilangan hasil dan memperoleh mutu hasil yang baik. Beater T/A : drum bergigi yang dapat berputar untuk merontokkan benih. dan membutuhkan tenaga yang cukup melelahkan.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III mengotori benih dan menghilangkan benih yang berkualitas jelek. d. Tempat penampung benih yang telah dirontok. Secara tradisional kegiatan perontokan akan menghasilkan susut tercecer yang relatif besar. Penentuan saat panen dapat dilakukan berdasarkan pengamatan yaitu secara visual dan teoritis. c. daging buah. meningkatkan effisiensi kerja. b. Fan (kipas angin) : berfungsi untuk menghembuskan kotoran benih.

Pembersihan Proses pemisahan benda asing ini dilakukan secara bertahap. Ada banyak penangkar benih yang memanen benih pada saat masak morfologis. Oleh karena itu.sifat fisik yang digunakan antara lain : ukuran . dilakukan berdasarkan sifat. Precleaning Setelah perontokan/ekstraksi dapat terjadi benih tercampur dengan benda asing yang relatif besar. Sarana dan Prasarana : Tidak semua penangkar benih atau produksi benih memiliki sarana dan prasarana yang memadai d. 3.sifat elektrik. karena lebih mudah ditengarai dan untuk menentukan saat masak fisiologis dibutuhkan keahlian khusus dan peralatan laboratorium sehingga harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Sifat.benda lain yang tidak dikehendaki antara lain : pembuangan benda mati. Modal : Modal dibutuhkan untuk melengkapi sarana dan prasarana dalam membantu mempercepat proses perontokkan e. biji gulma. Prinsip pembersihan benih yaitu pembersihan yang dikehendaki dari benda. warna. prinsipnya sifat. Biaya Tenaga Kerja : Semakin sedikit tenaga kerja yang tersedia. antara lain dapat menyumbat/menutup conveyor atau saringan. lebar. Kerusakan : Benih tidak selalu harus dipanen pada saat masak fisiologis. biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja tersebut semakin tinggi c. benih tanaman lain / kultivar lain. b. serta benih rusak baik lebih besar atau lebih kecil dari benih yang dimaksud.sifat fisik yang berbeda antara benih yang tidak dikehendaki.sifat fisik yang berbeda dideteksi oleh proses mekanis atau elektrik. tekstur permukaan. Dikhawatirkan benda asing tersebut dapat mengganggu kerja mesin yang akan digunakan dalam proses selanjutnya. panjang. pada tahap ini yang dipisahkan hanyalah benda 8 . Sifat Benih : Pemilihan metode perontokan harus sesuai dengan struktur benih agar kerusakan akibat proses perontokan dapat dicegah. ketebalan. Benda. f. bobot. dan sifat.benda lain yang tidak dikehendaki. sehingga setelah benih dipanen harus segera dirontokkan agar kerusakan benih dapat dihindari.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III waktu dan jumlah tenaga yang dibutuhkan untuk perontokan. Tahapan-tahapan kegiatan tersebut adalah: a.

Tetapi sebaliknya. foundation seed. b. Benih bersifat hygroskopis. Basic Cleaning Mesin yang digunakan dalam tahap ini secara prinsip adalah sama dengan mesin yang digunakan dalam tahap precleaning. apabila berdasarkan pengamatan tidak tampak adanya materi/benda asing yang relatif lebih besar. jika benih diletakan dalam ruangan dengan RH tinggi. Selain bersifat hygroskopis. c. Proses ini biasa disebut sebagai proses separation and grading. Post Cleaning Tahapan kegiatan ini dilakukan apabila setelah proses basic cleaning masih terdapat benda asing yang memiliki ukuran dan bentuk yang sama dengan benih. Dengan demikian. sehingga jika benih diletakan di dalam ruangan dengan RH rendah. dan stock seed atau kelas benih exstantion seed pada varietas yang memiliki nilai ekonomis tinggi. akan tetapi saringan yang ada berukuran lebih halus. Pengeringan Pengeringan benih dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi kadar air benih sampai pada taraf yang aman untuk penyimpanan dan mempertahankan presentase viabilitas benih terutama yang berada di daerah bersuhu dan kelembaban tinggi.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III asing yang berukuran relatif lebih besar daripada ukuran benih. Pelaksanaan tahapan ini bertujuan untuk memisahkan materi yang masih tercampur dengan benih setelah proses precleaning. Proses ini biasanya disebut sebagai Scalping. maka akan memiliki persentase kemurnian benih yang sangat tinggi dan hal ini hanya dilakukan pada kelas-kelas benih tertentu saja. 4. Dengan demikian diperlukan mesin yang dapat digunakan untuk memisahkan materi tersebut dari benih. benih juga selalu ingin 9 . maka proses ini tidak perlu dilakukan. Pengeringan benih dapat terjadi sebelum benih tersebut dipanen. sehingga tidak dapat dipisahkan melalui tahapan kegiatan basic cleaning. berat jenis benih serta ukuran secara lebih teliti. maka kadar air benih akan bertambah atau meningkat. misalnya pemisahan yang dilakukan berdasarkan warna. Apabila benih selesai diproses hingga tahap ini. misalnya kelas breeder seed. maka benih akan kehilangan air. Hal ini terjadi bila kemasakan benih terjadi pada saat cuaca panas/musim kemarau.

Jika produksi di lapang harus lulus standar lapang maka proses pengolahan benih pun harus lulus standar laboratorium. Benih juga bersifat seperti spon yaitu dapat menyimpan air yang diserap sampai seimbang dengan keadaan di sekitarnya. Kesalahan dalam melakukan penyimpanan dapat mengakibatkan terjadinya respirasi. Pengeringan benih merupakan proses perpindahan air dari dalam benih kepermukaan benih. tumbuhnya jamur. Masa berlakunya label benih padi 6 bulan sejak selesainya pengujian dan paling lama 9 bulan setelah tanggal panen. Ruang penyimpan benih diusahakan mempunyai ventilasi yang baik agar kualitas benih dapat terjaga. 5. binatang mengerat dan kutu beras yang dapat menurunkan mutu benih. Lama penyimpangan benih hendaknya memperhatikan masa berlakunya label benih. Proses pengolahan benih merupakan proses yang cukup kritis. orientasi mutu maksimal merupakan prioritasnya. dengan memperhatikan kondisi ventilasi dan mencegah terjadinya pemanasan yang berlebih. Sebelum disimpan. serta penyimpanan. Jika saat di lahan. Penyimpanan Penyimpanan merupakan tindakan untuk mempertahankan agar tetap dalam keadaan baik dalam jangka waktu tertentu. pada umumnya benih diberi 10 . pengolahan. Selama proses pengeringan benih harus dibalik-balik agar tidak terjadi pemanasan yang berlebih dibagian bawah. maka pada proses pengolahan benih. Pengeringan benih dapat dilakukan dengan cara menjemur benih secara langsung. dan serangan serangga. BAB III PEMBAHASAN A.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III berada dalam kondisi equilibrium dengan kondisi sekitarnya. dan kemudian air yang berada dipermukaan benih akan diuapkan jika RH ruangan lebih rendah. orientasi produksi maksimal merupakan tujuan utama. Perlakuan tersebut antara lain perontokan. PROSES PENGOLAHAN BENIH PADI Padi yang telah dipanen masih ada beberapa tahap perlakukan agar siap digunakan sebagai benih. Benih yang telah kering dan bersih dikemas dalam karung atau kemasan siap salur dan kemudian disimpan di dalam ruang penyimpanan. pengeringan.

Ketidaktepatan dalam penentuan saat panen dapat mengakibatkan kehilangan hasil yang tinggi dan mutu gabah/beras yang rendah. antara lain : • Pengamatan Visual Pengamatan visual dilakukan dengan cara melihat kenampakan padi pada hamparan lahan sawah. Berdasarkan deskripsi varietas padi. Padi yang dipanen pada kondisi tersebut akan menghasilkan gabah ber-kualitas baik sehingga menghasil-kan rendemen giling yang tinggi. Damardjati et al. Ketidaktepatan dalam melakukan pemanenan padi dapat mengakibatkan kehilangan hasil yang tinggi dan mutu hasil yang rendah. Pada tahap ini. Berdasarkan kadar air.kemudian benih-benih tersebut akan diuji dengan berbagai peralatan modern. 1974. kehilangan hasil dapat mencapai 9.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III berbagai perlakuan pelapisan benih (seed coating). Waktu panen yang tepat ditandai dari kondisi pertanaman 11 . kesehatan. 1. Berdasarkan kenampakan visual. umur panen padi yang tepat adalah 30 sampai 35 hari setelah berbunga merata atau antara 135 sampai 145 hari setelah tanam. Penentuan Saat Panen Penentuan saat panen merupakan tahap awal dari kegiatan penanganan pasca panen padi. • Umur Panen Padi Umur panen adalah kondisi dimana tanaman sudah mencapai masak optimum dan siap untuk diambil hasilnya. dan antara 24 – 26 % pada musim penghujan (Damardjati. ekonomi dan ergonomis.52 % apabila pemanen padi dilakukan secara tidak tepat. Penentuan saat panen dapat dilakukan berdasarkan pengamatan. umur panen optimum dicapai setelah kadar air gabah mencapai 22 – 23 % pada musim kemarau. Pemanenan Pemanenan padi harus dilakukan pada umur panen yang tepat. serta menerapkan sistem panen yang tepat. 1981). menggunakan alat dan mesin panen yang memenuhi persyaratan teknis. 2. umur panen optimal padi dicapai apabila 90 sampai 95 % butir gabah pada malai padi sudah berwarna kuning atau kuning keemasan. • Pengamatan Teoritis Pengamatan teoritis dilakukan dengan melihat deskripsi varietas padi dan mengukur kadar air dengan moisture tester.

Nugraha et al. Cara Pemanenan Padi dengan Ani-ani. o Mata pisau terbuat dari baja keras yang satu sisinya bergerigi antara 12 – 16 gerigi sepanjang 1 inci. vigor optimal dicapai pada umur 30-42 hari setelah bunga merata bagi pertanaman padi musim hujan (MH). Berikut ini adalah cara-cara pemanen padi : a. Ani-ani dianjurkan digunakan untuk memotong padi varietas lokal yang berpostur tinggi. • Alat dan Mesin Pemanen Padi Alat dan mesin yang digunakan untuk memanen padi harus sesuai dengan jenis varietas padi yang akan dipanen. 1990). b. Pemanenan padi dengan aniani dilakukan dengan cara sebagai berikut : o Tekan mata pisau pada malai padi yang akan dipotong. o Kumpulkan di tangan kiri atau masukkan kedalam keranjang. serta kadar air gabah 22 – 26 % yang diukur dengan moisture tester Untuk pertanaman padi tanam pindah. o Dengan kedua jari tersebut tarik malai padi ke arah pisau. Pada saat ini.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III 90-95 % bulir sudah memasuki fase masak fisiologis (kuning jerami) dan bulir padi pada pangkal malai sudah mengeras. Penggunaan sabit bergerigi sangat dianjur-kan karena dapat menekan kehilangan hasil sebesar 3 % (Damardjati et al. alat dan mesin untuk memanen padi telah berkembang mengikuti berkembangnya varietas baru yang dihasilkan. sehingga malai ter-potong. Ani-ani merupakan alat panen padi yang terbuat dari bambu diameter 10 – 20 mm. Spesifikasi sabit bergerigi yaitu: o Gagang terbuat dari kayu bulat diameter ± 2 cm dan panjang 15 cm. Cara Pemanen Padi dengan Sabit Sabit merupakan alat panen manual untuk memotong padi secara cepat. stripper dan combine harvester. Alat pemanen padi telah berkembang dari ani-ani menjadi sabit biasa kemudian menjadi sabit bergerigi dengan bahan baja yang sangat tajam dan terakhir telah diintroduksikan reaper. dan 28-36 hari setelah berbunga merata bagi pertanaman musim kemarau (MK). 1989. panjang ± 10 cm dan pisau baja tebal 1. o Tempatkan malai diantara jari telunjuk dan jari manis tangan kanan. Sabit biasa/ bergerigi pada umumnya digunakan untuk memotong padi varietas unggul baru yang berpostur pendek seperti IR64 dan Cisadane. 12 . Sabit terdiri 2 jenis yaitu sabit biasa dan sabit bergerigi.5 – 3 mm.

Pemotongan dengan cara potong bawah dilakukan bila perontokan dengan cara dibanting/digebot atau meng gunakan pedal thresher. reaper 4 row dan reaper 5 row. o Motor penggerak bensin 3 HP – 2200 RPM. tuas pengatur kecepatan. 13 padi yang akan dipotong dengan tangan kiri. o Unit transmisi tenaga merupakan rangkaian gigi transmisi yang terbuat dari baja keras dengan jumlah gigi dan diameter bermacam-macam sesuai de-ngan tenaga dan kecepatan putar yang diinginkan. Pada saat ini terdapat 3 jenis tipe mesin reaper yaitu reaper 3 row. besi lembaran yang ukurannya bermacam-macam. tuas kopling pisau pemotong yang merupakan kawat baja. Mesin ini sewaktu bergerak maju akan menerjang dan memotong tegakan tanaman dan menjatuhkan atau merobohkan tanaman tersebut kearah samping mesin reaper dan ada pula yang mengikat tanaman yang terpotong menjadi seperti berbentuk sapu lidi ukuran besar. kira-kira 1/3 bagian Pemotongan dengan cara potong atas atau tengah dilakukan bila perontokan menggunakan power thresher. dilengkapi dengan tuas kopling. biasa/bergerigi: o Pegang rumpun tinggi tanaman. o Unit pisau pemotong terletak dalam rangka pisau pemotong yang terbuat dari pipa besi. o Tempatkan mata sabit pada bagian batang bawah atau tengah atau atas tanaman (tergantung cara perontokan) dan tarik pisau tersebut dengan tangan kanan hingga jerami terputus. potong tengah dan potong bawah tergantung cara perontokan. o Unit roda dapat diganti-ganti antara roda karet dan roda besi/keranjang. Bagian komponen mesin reaper adalah sebagai berikut : o Kerangka utama terdiri dari pegangan kemudi yang terbuat dari pipa baja dengan diameter ± 32 mm. c. Cara Pemanenan Padi dengan Reaper Reaper merupakan mesin pemanen untuk memotong padi sangat cepat. o Pisau pemotong merupakan rangkaian mata pisau berbentuk segitiga yang panjangnya 120 cm. besi strip. Berikut ini cara panen padi dengan sabit . Prinsip kerjanya mirip dengan cara kerja orang panen menggunakan sabit.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III Pemotongan padi dengan sabit dapat dilakukan dengan cara potong atas.

terlebih dahulu potong/panen padi dengan sabit pada ke 4 sudut petakan sawah dengan ukuran ± 2 m x 2 m sebagai tempat berputarnya mesin reaper. Bagian komponen mesin reaper binder adalah sebagai berikut : o Kerangka utama yang terdiri dari pegangan kemudi yang terbuat dari pipa baja dengan diameter ± 32 mm. dilengkapi dengan tuas kopling pisau pemotong yang merupakan kawat baja terserot. tidak berlumpur dan tidak becek). Cara Pemanenan padi dengan Reaper Binder Reaper binder merupakan jenis mesin reaper untuk memotong padi dengan cepat dan mengikat tanaman yang terpotong menjadi seperti berbentuk sapu lidi ukuran besar. dan besi bulat yang ukurannya bermacam-macam.1 %. o Sebelum mesin dihidupkan. Menurut hasil penelitian. d. kawat baja. Berikut ini cara pengoperasian mesin reaper : o Sebelum mengoperasikan mesin reaper.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III Penggunaan reaper di-anjurkan pada daerah-daerah yang kekurangan tenaga kerja dan dioperasikan di lahan dengan kondisi baik (tidak tergenang. o Pisau pengikat terbuat dari besi plat baja. penggunaan reaper dapat menekan kehilangan hasil sebesar 6. o Pemotongan dilakukan sekaligus untuk 2 atau 4 baris tanaman dan akan terlempar satu tertumpuk di sebelah kanan mesin tersebut. o Unit roda dapat diganti-ganti antara roda karet dan roda besi/keranjang. o Pemanenan dilakukan dengan cara berkeliling dan selesai di tengah petakan. o Unit pengikat ini dilengkapi dengan tali yang terbuat dari yute berbentuk gulungan. Pemanenan dimulai dari sisi sebelah kanan petakan. Berikut ini cara pengoperasian mesin reaper binder : 14 . o Motor penggerak bensin 3 HP – 2200 RPM. o Unit transmisi tenaga merupakan rangkaian gigi transmisi yang terbuat dari baja keras dengan jumlah gigi dan diameter bermacam-macam sesuai dengan reduksi tenaga dan kecepatan putar yang diinginkan. o Unit pisau pemotong merupakan rangkaian mata pisau mata pisau berbentuk segitiga yang panjangnya antara 40-60 cm. arahkan mesin pada tanaman padi yang akan dipanen.

94 – 2. Pemanenan dilakukan mulai dari sisi sebelah kanan petakan. arahkan mesin pada tanaman padi yang akan dipanen. Pada tahap ini. terlebih dahulu potong / panen padi dengan sabit pada ke 4 sudut petakan sawah dengan ukuran ± 2 m x 2 m sebagai tempat berputarnya mesin stripper. Pemanenan dilakukan dengan sistem beregu/kelompok. kehilangan hasil akibat ketidaktepatan dalam melakukan perontokan dapat mencapai lebih dari 5 %. Penggunaan alas dan wadah pada saat penumpukan dan pengangkutan dapat menekan kehilangan hasil antara 0. sebelum terlempar. o Pemotongan dilakukan sekaligus untuk 1 atau 2 baris tanaman sekaligus dan akan terlempar ke sisi kanan alat. o Pemanenan dilakukan dengan cara berkeliling dan selesai di tengah petakan. 15 . Perontokan Kegiatan perontokan padi dilakukan setelah kegiatan panen menggunakan sabit atau alat mesin panen (reaper). 3. o Sebelum mesin dihidupkan.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III o Sebelum mengoperasikan mesin pemanen. c. 2. Penumpukan dan Pengumpulan Penumpukan dan pengumpulan merupakan tahap penanganan pasca panen setelah padi dipanen.36 %. Kegiatan perontokan ini dapat dilakukan secara tradisional (manual) atau menggunakan mesin perontok. Jumlah pemanen antara 5 – 7 orang yang dilengkapi dengan 1 unit pedal thresher atau 15 – 20 orang yang dilengkapi 1 unit power thresher. b. Untuk menghindari atau mengurangi terjadinya kehilangan hasil sebaiknya pada waktu penumpukan dan pengangkutan padi menggunakan alas. • Sistem Panen Sistem panen harus dibuat berdasarkan perencanaan yang memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. Pemanenan dan perontokan di-lakukan oleh kelompok pemanen. Ketidaktepatan dalam penumpukan dan pengumpulan padi dapat mengakibatkan kehilangan hasil yang cukup tinggi. batang jerami yang sudah terpotong diikat dengan tali pengikat melalui mekanisme pengikat pada mesin tersebut. Secara tradisional kegiatan perontokan akan menghasilkan susut tercecer yang relatif besar.

kapasitas kerja 75 – 100 kg per jam dan cukup dioperasikan oleh 1 orang. mulai dari yang mempunyai kapasitas kecil. samping kanan dan kiri diberi dinding penutup dari tikar bambu. sedang. Thresher jenis pedal ini tidak dikategorikan sebagai ”Mekanis” karena menggunakan mesin penggerak (bensin/ diesel). Bermacam – macam jenis dan merk mesin perontok padi dapat dijumpai di Indonesia. Malai padi diambil secukupnya lalu dipukulkan/digebot pada meja rak perontok ± 5 kali dan hasil rontokannya akan jatuh di terpal yang ada di bawah meja rak perontok. meningkatkan effisiensi kerja. Bagian komponen pedal thresher terdiri dari : 16 . mudah diperasikan dan mengurangi kehilangan hasil (susut tercecer). mengurangi kehilangan hasil dan memperoleh mutu hasil gabah yang baik. c. b. plastik lembaran atau terpal sedangkan bagian depan terbuka. Meja rak perontok terbuat dari belahan bambu/kayu membujur atau melintang dengan jarak renggang 1 – 2 cm. Kelebihan alat ini dibandingkan dengan alat gebot adalah mampu menghemat tenaga dan waktu. hingga kapasitas besar. • Perontokan padi dengan cara digebot Gebotan merupakan alat perontok padi tradisionil yang masih banyak digunakan petani.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III mutu gabah yang kurang baik. Hasil rontokan berupa gabah kemudian dikumpulkan. dapat dibuat sendiri oleh petani dan cukup dioperasikan oleh satu orang serta mudah dijinjing ketengah lapangan/ sawah. dapat dipindah-pindah. Di bagian belakang. • Perontokan padi dengan pedal thresher Pedal thresher merupakan alat perontok padi dengan konstruksi sederhana dan digerakan menggunakan tenaga manusia. Rak perontok yang terbuat dari bambu/kayu dengan 4 kaki berdiri di atas tanah. Bagian komponen alat gebotan terdiri dari: a. Mesin perontok dirancang untuk mampu memperbesar kapasitas kerja. Cara perontokan padi telah mengalami perkembangan dari cara digebot menjadi menggunakan pedal thresher dan power thresher. dan membutuhkan tenaga yang cukup melelahkan. b. Thresher jenis pedal ini mempunyai konstruksi sederhana. Berikut ini cara perontokan padi dengan alat gebot : a.

Ukuran lempengan kayu. b. Di sisi kiri dan kanan ditutup dengan pipa bulat setebal 2 – 3 cm. Putaran silinder perontok yang memiliki gigi perontok dimanfaatkan dengan memukul gabah yang menempel pada jerami sampai rontok. • Putaran poros pemutar memutar silinder perontok.5 HP s/d 6 HP 17 . Arah putaran perontok berlawanan dengan posisi operator (men-jauh dari operator). lebar 90 mm dengan jarak antar lempengan 15 mm. tebal 10 – 15 mm. jagung dan kedelai) dan dilengkapi dengan pengayak sehingga biji – bijian yang dihasilkan relatif bersih. Silinder perontok terbuat dari lepengan papan berjajar berkeli-ling membentuk silinder dengan diameter 36 – 38 cm dan lebar 42 – 45 cm. Tutup penahan gabah terbuat dari lembaran plastik atau terpal dengan ukuran > 0 cm x 40 cm x 35 cm. Jumlah gigi perontok pada satu lempengan 10 buah dan jumlah lempengan papan 12 buah. Spesifikasi Power Thresher antara lain : a. c. Pada lempengan papan tersebut ditancapkan gigi perontok yang terbuat dari kawat baja berbentuk huruf V terbalik. Pedal perontok diinjak dengan kaki naik turun. biasanya 120 cm x 120 cm. Perontokan padi dengan power thresher Power thresher merupakan mesin perontok yang menggunakan sumber tenaga penggerak enjin. Berikut ini cara perontokan padi dengan pedal thresher : a.5 %. b. Penggunaan pedal thresher dalam perontokan dapat menekan kehilangan hasil padi sekitar 2. Tinggi perontok ± 50 mm dengan lebar kaki-kaki sebesar 25 mm dengan jarak antar gigi 40 mm. Cara pemasangan gigi perontok 20 mm diberi bantalan ball bearing yang posisinya duduk pada rangka utama. Kerangka utama terbuat dari kayu kaso atau pipa besi dengan ukuran keseluruhan unit bervariasi. Bagian ini dapat dilepas dari kerangka utama. Unit transmisi tenaga melalui rantai sepeda dan spocket yang prinsip kerjanya sama seperti mesin jahit. Kelebihan mesin perontok ini dibandingkan dengan alat perontok lainnya adalah kapasitas kerja lebih besar dan efisiensi kerja lebih tinggi. d.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III a. Tenaga penggerak : Mesin diesel atau bensin 5. d. Power Thresher ini dapat dipakai untuk merontok biji-bijian (padi. c.

panjang 50 – 60 mm diperkuat dengan mur. ukuran ayakan 45 mm x 390 mm. 350 hingga 450 kg per jam (Kedelai). Sirip pembawa terletak di bagian atas silinder perontok. terbuat dari plat lembaran tebal 1. 650 – 700 rpm (Jagung) f. Diameter poros perontok 25 mm. Kerangka utama terbuat dari besi siku. Ayakan terdiri dari 2 tingkat. Sirip ini mengarah ke pintu pengeluaran jerami di sebelah belakang mesin perontok. merupakan kedudukan komponen lainnya. Dalam ruang silinder terdapat sirip pembawa. 18 . Pada besi strip yang melintang tersebut terpasang gigi perontok yang terbuat dari besi as baja 10 mm. Silinder perontok terbuat dari besi strip dengan diameter berjajar berkeliling membentuk silinder dengan diameter 30 – 40 cm dan lebar 40 – 60 cm. Kecepatan putar silinder : 600 rpm (Padi). Terbuat dari plat lembaran dengan tebal 1 – 2 mm. Jumlah gigi perontok 30 – 88 buah.5 – 2 mm. Berat keseluruhan : 110 kg c. saringan perontok dan pelat pendorong jerami. Pelat pendorong jerami terpasang pada silinder perontok yang tak terpasang gigi perontok. c. jarak antar besi baja adalah 18 – 20 mm dan jarak antara ujung gigi perontok dan jaringan minimal 15 mm. Jaringan perontok terletak di sebelah bawah silinder perontok. Bagian ini terbuat dari besi plat tebal 2 – 3 mm denngan ukuran 15 – 15 mm. Panjang X Lebar X Tinggi (cm) : 1325 X 965 X 1213 d. Kapasitas kerja : 500 hingga 600 kg per jam (Padi).9 liter per jam bensin 1.0 liter per jam solar Bagian komponen power thresher terdiri dari: a. Kebutuhan tenaga : 3 sampai 4 orang g.6 – 8 mm bersusun menjajar. uk. 600 – 650 rpm (Kedelai). b. pada kedua ujung poros diberi bantalan ball bearing yang posisinya duduk pada kerangka utama. d. membentuk setengah lingkaran. Kebutuhan bahan bakar : 0. dan 700 hingga 1000 kg per jam (Jagung) e. 40 mm x 40 mm x 4 mm dan plat lembaran baja lunak tebal 1 – 3 mm. Di sisi kiri dan kanan ditutup dengan lembaran bulat tebal 2 – 3 mm. terbuat dari kawat baja atau besi baja 0.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III b. terletak menempel pada tutup atas perontok. Ayakan terletak di sebelah bawah saringan perontok.

kipas angin dan gerakan ayakan type V belt yang digunakan adalah tipe B. atur putaran silinder perontok sesuai dengan yang diinginkan untuk merontok padi d. e. e. tergesek terpukul dan terbawa oleh gigi perontok dan sirip pembwa menuju pintu pengeluaran jerami. Setelah mesin dihidupkan. Penggunaan power thresher dalam perontokan dapat menekan kehilangan hasil padi sekitar 3 %. Putaran silinder perontok untuk merontokan padi adalah 500 – 600 RPM. hanya bagian ujung padi yang ada butirannya ditekankan kepada alat perontok. 4. i. Butiran padi yang rontok dari jerami akan jatuh melalui saringan perontok. Ayakan ini bergerak maju mundur dan naik turun melalui sitem as nocken.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III Bagian atas berlubang-lubang dengan ukuran 13 mm x 13 mm dan bagian bawah rata. Pembersihan 19 . sedangkan butir padi akan jatuh dan tertampung pada pintu pengeluaran padi bernas. Berikut ini cara perontokan padi dengan power thresher : a. Pemotongan tangkai pendek disarankan untuk merontok dengan mesin perontok tipe “throw in” dimana semua bagian yang akan dirontok masuk ke dalam ruang perontok. Kipas angin terbuat dari plastik dengan jumlah daun kipas 5 – 7 buah. Butiran hampa atau benda-benda ringan lainnya akan tertiup terbuang melalui pintu pengeluaran kotoran ringan. Jerami akan berputar-putar di dalam ruang perontok. g. h. Putaran silinder perontok akan mengisap jerami padi yang di masukkan dari pintu pemasukkan. Unit transmisi tenaga. b. potongan jerami dan kotoran yang lolos dari saringan perontok akan jatuh ke ayakan dengan bergoyang dan juga terhembus oleh kipas angin. Butiran padi. Benda yang lebih besar dari butiran padi akan terpisah melalui ayakan yang berlubang. melalui puller dan V belt dari motor penggerak silinder perontok. f. c. Pemotongan tangkai panjang disarankan untuk merontok secara manual denngan alat atau mesin yang mempunyai tipe “Hold on” dimana tangki jerami dipegang. f. sedang jerami akan terdorong oleh plat pendorong ke pintu pengeluaran jerami.

4. Pengeringan Pengeringan merupakan proses penurunan kadar air gabah sampai mencapai nilai tertentu sehingga siap untuk diolah/digiling atau aman untuk disimpan dalam waktu yang lama. Permukaan lantai dapat dibuat rata atau bergelombang. Cara penjemuran dengan lantai jemur Dari berbagai alas penjemuran tersebut. Berikut ini cara penjemuran gabah basah. 2. 5. namun tidak dapat mengalirkan air 20 . maka penjemuran harus dilakukan dengan menggunakan alas. Lantai jemur rata pembuatannya lebih mudah dan murah. 5. Untuk mencegah bercampurnya kotoran. 6. Kegiatan ini dilakukan Dilakukan secara manual jika jumlah bahan sedikit. lantai dari semen merupakan alas penjemuran terbaik. Gunakan kemasan/karung baru dan pasang label atau keterangan diluar dan dalam kemasan.13 %. Apabila bahan dalam jumlah yang besar dilakukan dengan menggunakan mesin : Peralatan yang digunakan sebaiknya yang berfungsi baik. Penggunaan alas untuk penjemuran telah berkembang dari anyaman bambu kemudian menjadi lembaran plastik/terpal dan terakhir lantai dari semen/beton. Petugas pengawas benih tanaman pangan setempat diminta untuk mengambil contoh guna pengujian laboratorium. separator. a. blower. kotoran dan biji hampa sehingga diperoleh ukuran dan berat biji yang seragam. dan gravity table separator.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III Pembersihan dilakukan untuk memisahkan dan mengeluarkan dengan langkah sebagai berikut : 1. memudahkan pengumpulan gabah dan menghasilkan penyebaran panas yang merata. kehilangan butiran gabah. Bersihkan alat tersebut setiap kali akan digunakan. Pada saat ini cara pengeringan padi telah berkembang dari cara penjemuran menjadi pengering buatan. • Pengeringan Padi dengan Cara Penjemuran Penjemuran merupakan proses pengeringan gabah basah dengan memanfaatkan panas sinar matahari. 3. Kehilangan hasil akibat ketidaktepatan dalam melakukan proses pengeringan dapat mencapai 2.

00.00. o Memudahkan penyelamatan gabah bila pada waktu penjemuran hujan turun secara tiba-tiba. o Lakukan pembalikan setiap 1 – 2 jam atau 4 – 6 kali dalam sehari dengan menggunakan garuk dari kayu.00 – 17. Lantai jemur bergelombang lebih di-anjurkan.00 – jam 11.00. o Lakukan pembalikan secara teratur setiap 1 – 2 jam sekali atau 4 – 6 kali dalam sehari. Pembalikan di-anjurkan tanpa menggunakan garuk karena dapat mengakibatkan alas sobek. siang jam 14.00 – jam 14.00 – jam 14. o Waktu penjemuran : pagi jam 08. keuntungan penggunaan alas terpal/plastik adalah : o Memudahkan pengumpulan untuk pengarungan gabah pada akhir penjemuran.00. sekop dan sapu. siang jam 14. dan tempering time jam 11. karena dapat mengalirkan sisa air hujan dengan cepat. o Lakukan pengumpulan de-ngan cara langsung digulung.00 – 17.00 – jam 11.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III hujan secara cepat bahkan adakalanya menyebabkan genangan air yang dapat merusakkan gabah. b.00 dan tempering time jam 11. Berikut cara penjemuran dengan alas terpal/plastik : o Jemur gabah di atas alas terpal/plastik dengan ke-tebalan 5 – 7 cm untuk musim kemarau atau 1 – 5 cm untuk musim peng-hujan. o Lakukan pengumpulan dengan garuk. Cara penjemuran dengan alas terpal/plastik Alas terpal/plastik dapat juga dipakai untuk alas penjemuran. • Pengeringan Padi dengan Pengering Buatan Beberapa 21 . o Dapat mengurangi tenaga kerja buruh di lapangan. Berikut ini cara penjemuran dengan lantai jemur : o Jemur gabah di atas lantai jemur dengan ketebalan 5 cm – 7 cm untuk musim kemarau dan 1 cm – 5 cm untuk musim penghujan. o Waktu penjemuran : pagi jam 08.00.

o Udara panas naik ke ruang atau kotak pengering yang berisi padi melalui sekat yang berlubang. Continuous Flow Dryer Continuous Flow Dryer merupakan mesin pengering dengan bagian komponen mesin yeng terdiri dari kotak pengering. atas dan bawah. terbagi menjadi 2 ruangan. Pengeringan dengan continuous flow dryer dilakukan dengan cara sebagai berikut : o Cara kerja sama dengan drier lainnya. dihubungkan dengan cerobong. komponen pemanas seperti kompor. Secara garis besar pengeringan buatan dibagi atas 3 bentuk. Sirkulasi (Recirculation Batch) dan kontinyu (Continuous-Flow Dryer). namun padi yang akan dikeringkan diaduk posisinya oleh screw conveyor. o Blower/kipas dan kompor panas terletak di sebelah luar kotak pengering. Bagian ini terbuat dari plat baja lembaran dan tebalnya 2 – 3 mm. o Api dari sumber panas akan dihembuskan ke bagian/ ruangan bawah dari kotak pegering oleh blower yang digerakkan motor peng-gerak. . ber-bentuk kotak persegi panjang dengan ukuran bervariasi sesuai dengan kebutuhan. motor penggerak.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III Pengeringan buatan merupakan alternatif cara pengeringan padi bila penjemuran dengan matahari tidak dapat dilakukan. kipas / blower. 22 . dan screw conveyor discharge. yaitu tumpukan datar (Flat Bed). Pengeringan dengan meng-gunakan Flat Bed Dryer dilakukan dengan cara sebagai berikut : o Padi yang akan dikeringkan di tempatkan pada kotak pengering. Ruangan plenum terletak di bagian tengah butiran padi yang akan dikeringkan. Tingi kotak pengering 3 – 5 m. a. o Udara panas akan me-nurunkan kadar air padi. Pada kira-kira bagian kotak terdapat sekat/lantai yang berlubang terbuat dari plat baja lembaran. o Kompor pemanas memakai bahan bakar minyak tanah. Flat Bed Dryer Flat Bed Dryer merupakan mesin pengering yang terdiri dari: o Kotak pengering terbuat dari plat lembaran.

Penyimpanan benih dengan silo dilakukan dengan cara sebagai berkut : 23 . pemanas dan dilengkapi dengan screw conveyor dischange. e. Udara pemanas dihembuskan pada salah satu sisi kotak pengering dan keluar lewat sisi yang lain. pengering dan elevator. Silo dilengkapi dengan sistem aerasi. 6. Silo biasanya berbentuk silinder atau kotak segieempat yang terbuat dari plat lembaran atau papan. Silo merupakan tempat menyimpan gabah/beras dengan kapasitas yang sangat besar. Bentuk dan bagian komponen silo adalah sebagai berikut : a. Sistem aerasi terdiri dari kipas-kipas angin aksial dengan lubang saluran pemasukan dan pengeluaran pada dinding silo. o Gabah yang akan dikeringkan dimasukan pada bagian atas kotak pengering.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III o Alat ini terdiri dari kotak pengering vertikal. Cara penyimpanan benih dapat dilakukan dengan : • Penyimpanan benih dengan Sistem Curah Penyimpanan gabah dengan sistem curah dapat dilakukan dengan menggunakan silo. tumbuhnya jamur. o Pada saat pengeringan gabah terus turun ke bawah dan dikeluarkan pada bagian bawah “Screw Conveyor Dischange” yang terletak pada bagian bawah kotak pengering. Penyimpanan Penyimpanan merupakan tindakan untuk mempertahankan agar tetap dalam keadaan baik dalam jangka waktu tertentu. b. Kesalahan dalam melakukan penyimpanan dapat mengakibatkan terjadinya respirasi. Besarnya kecepatan keluarnya gabah dapat diatur. d.12 %. dan serangan serangga. c. binatang mengerat dan kutu beras yang dapat menurunkan mutu gabah/beras. Benih yang layak disimpan adalah benih dengan daya tumbuh awal sekitar 90 % dan KA 10. Pengering terdiri sumber pe-manas/kompor dan kipas penghembus. Elevator biasanya berbentuk mangkuk yang berjalan terbuat dari sabuk karet atau kulit serta plat lembaran.

b. Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan gabah dengan karung adalah : a. dapat menahan beban tumpukan dan melindungi fisik dan tahan terhadap goncangan serta dapat mempertahankan keseragaman. dan dicurahkan ke dalam silo. dan perawatan sebelum dan selama proses perontokan. c. Karung harus kuat. pengeringan. Benih yang disimpan dialirkan melalui bagian atas silo dengan menggunakan elevator. Kondisi benih dipertahankan dengan mengatur suhu udara panas dan aerasi. dan hewan sedangkan dengan mesin seperti: standard thresher dan plot thresher. dalam perontokan dapat dilakukan secara manual seperti: dengan tangan. Perlakuan tersebut antara lain perontokan. Karung harus dapat melindungi produk dari kerusakan dalam pengangkutan dan atau penyimpanan. Karung harus diberi label berupa tulisan yang dapat menjelaskan tentang produk yang dikemas. Ke dalam tumpukan benuh tersebut dialirkan udara panas yang dihasilkan oleh kompor pemanas dan kipas yang terletak di bagian bawah silo. Berbagai pertimbangan dibahas untuk menentukan metoda perontokan.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III a. pengolahan. Perontokan adalah pemisahan benih dari bagian tanaman yang lain. serta penyimpanan. tongkat pemukul. BAB IV KESIMPULAN Padi yang telah dipanen masih ada beberapa tahap perlakukan agar siap digunakan sebagai benih. Pengeringan benih dilakukan agar dapat mengurangi kadar air benih sampai taraf yang aman untuk penyimpanan dan mempertahankan 24 . Dalam kompetensi ini dibahas juga tentang persiapan. Karung tidak boleh mengakibatkan kerusakan atau pencemaran oleh bahan kemasan dan tidak membawa OPT. • Penyimpanan benih dengan Kemasan/Wadah Penyimpanan gabah dengan kemasan dapat dilakukan dengan menggunakan karung. c. b.

30). Sumber: Sigit Nugraha. Petunjuk Teknis Perontokan Padi Dengan Cara Mekanis dan Semi Mekanis. (Diakses pada tanggal 12 .org/mw/BAB_6.30). 25 : Balai Besar Penelitian Padi Sukamandi. Dalam pembersihan benih dibahas mengenai tahapan pemisahan dan metoda pembersihan.crayonpedia. Informasi Ringkas Bank Pengetahuan Padi Indonesia. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian. sumber panas. Penentuan Umur Panen dan Sistem Panen. dan sistem pengeringan. Sumber September 2010 jam 14. Dalam pengeringan benih harus dipertahankan kondisi udara di sekitarnya.30). kebutuhan energi. dan berdasarkan berat jenis dan sifat permukaan DAFTAR PUSTAKA BUKU : JURNAL : Juknis Perontokan Mekanis dan Semi Mekanis. Pengeringan dapat menggunakan peralatan dengan berbagai macam suhu. Keterlambatan Perontokan Padi. Pembersihan benih adalah pemisahan benda asing yang tercampur dengan benih selama proses perontokan maupun pengeringan sehingga diperoleh kemurnian benih yang tinggi. (Diakses pada tanggal 12 September 2010 jam 14.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III presentase viabilitas benih. http://www. berdasarkan panjang (cleaning by length seperation)._TEKNIK_PRODUKSI_BENIH_PADI (Diakses pada tanggal 12 September 2010 jam 14. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Selatan. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian. SITUS INTERNET : Teknik produksi Benih Padi. Sumber: Sigit Nugraha. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengeringan adalah waktu. Dalam metoda pembersihan dibahas mengenai: screen claning. Direktorat Penanganan Pasca Panen. metoda. pembersihan benih dengan aliran udara.

pustaka-deptan.go.id/index.pustaka-deptan. (Diakses pada tanggal 12 September 2010 jam 14.pustaka-deptan.30).pdf.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III http://www.pdf. (Diakses pada tanggal 12 September 2010 jam 14.go.go.30). http://www.litbang. (Diakses pada tanggal 12 September 2010 jam 14.go.pustaka-deptan.30).go.id/ind/bjagung/duasatu.id/agritek/lip50125. http://www.pdf.pdf. http://www.go.id/publikasi/wr283064.deptan.id/bppi/lengkap/bpp08040.30).30).pdf.id/bppi/lengkap/bpp09034.go.litbang.id/bppi/lengkap/bpp08042. (Diakses pada tanggal 12 September 2010 jam 14.pdf.30). http://balitsereal. (Diakses pada tanggal 12 September 2010 jam 14. September 2010 jam 14.deptan.30).php? option=com_content&view=article&id=142:teknik-produksi-benihpadi&catid=48:panduanpetunjuk-teknis-leaflet&Itemid=53. http://www. LAMPIRAN GAMBAR Alat Panen Ani-ani Pemotongan padi dengan sabit Reaper (Diakses pada tanggal 12 Panen Padi dengan reaper Panen dengan reaper binder Penumpukan dengan alas 26 . (Diakses pada tanggal 12 September 2010 jam 14. http://sulsel.pustaka-deptan.

TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III Perontokan dengan cara gebot Perontokan: pedal thresher power thresher Perontokan : power thresher Pengeringan dengan lantai jemur Flat bed dryer Pengeringan dengan continuous flow dryer Penyimpanan gabah dengan silo Mesin Pengupas Kulit Gabah Mesin Penyos Pengemasan dan penyimpanan 27 .

TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III LEMBAR KOREKSI PENGOLAHAN BENIH PADI Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Pembangunan Pertanian Semester Ganjil (V) Di Susun Oleh : Kelompok 1 Ovin Syaiful Nopa Nopiyani Luvy Agustin 150110080001 1501100800 150110080036 Angel Rebecca Sesylia 150110080009 Agroteknologi A 28 .

Wood.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran 2010 STRATEGI Proses pembersihan benih ini dapat dilakukan melalui beberapa metode sebagai berikut : a. persegi empat. sedangkan benih akan tertinggal di ayakan. pemisahan materi yang tercampur dengan benih dilakukan dengan menggunakan ayakan (screen) yang dibuat dari lempeng logam atau kawat dengan ukuran dan bentuk lubang yang berbeda-beda (bulat. dan segi tiga) tergantung pada benih yang akan diproses. stainless steel). Wire mesh (gauze). 29 . perlu diperhatikan ukuran dan bentuk lubang ayakan yang harus lebih kecil daripada ukuran benih yang akan dibersihkan. ayakan dapat dibedakan sebagai berikut : Metal (zinc. Dengan demikian. Screen cleaning Dalam metode ini. Berdasarkan jenis benda asing Berdasarkan jenis benda asing. benda asing yang berukuran lebih kecil daripada benih akan dapat lolos ayakan. lonjong. Adapun ayakan yang digunakan dalam pemisahan tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut: a). Pada pemilihan ayakan yang akan digunakan. brass. biasa digunakan untuk buah dan umbi.

Sementara benda asing yang relatif berat tidak dapat dipisahkan dengan alat ini. Winnower machine Winnower merupakan alat pembersih benih yang paling sederhana. Dari dasar pemikiran tersebut. ayakan dapat dibedakan sebagai berikut : Persegi (square). ayakan dapat dibedakan sebagai berikut : Datar dan Lengkung c). Berdasarkan bentuk Berdasarkan bentuk. ayakan yang digunakan adalah lebih dari satu dan bersusun. harus dilapisi terlebih dahulu dengan karet untuk mencegah kerusakan benih. Berdasarkan lubang Berdasarkan lubang. maka kemudian diciptakan peralatan yang lebih praktis. Di samping itu dapat dilakukan pula dengan cara menjatuhkan benih dari ketinggian tertentu di tempat terbuka. sehingga dapat digunakan untuk memisahkan berbagai macam bentuk dan ukuran benda asing yang tercampur benih. Pembersihan benih dengan aliran udara Metoda ini merupakan metode tradisional yang telah lama digunakan di Indonesia. Secara prinsip. untuk memisahkan benda asing-benda asing yang ringan/halus. alat ini bekerja dengan menggunakan aliran udara yang berasal dari blower. untuk benih yang mudah rusak. antara lain sebagai berikut: a. Segi Tiga (triangular) Pada mesin cleaning.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III Sementara. Bulat (round). apabila digunakan ayakan dari metal atau wire mesh. Lonjong (oblong). untuk benih kelas tertentu pembersihan benih dengan alat ini dipandang cukup memadai b. b). Meskipun demikian. Clipper (the air screen cleaner) Untuk dapat memisahkan benda asing yang relatif berat dan tidak terbawa oleh udara. Clipper merupakan suatu alat pembersih benih yang telah 30 . misalnya potongan bagian tanaman atau debu yang halus. sehingga pada waktu benih jatuh asing yang ringan akan terbawa oleh aliran angin. maka dibuatlah clipper. Metoda ini dilakukan menggunakan nyiru dengan hembusan udara (angin) untuk membuang benda asing yang relatif ringan. Dengan demikian alat ini hanya dapat digunakan sampai pada tahapan basic cleaning.

dan ukuran saringan yang digunakan. tergantung pada bentuk dan ukuran materi yang tercampur serta bentuk benih yang akan dibersihkan. Meskipun demikian apabila diperlukan benih dengan persyaratan tingkat kemurnian yang lebih tinggi. Alat ini merupakan alat yang banyak digunakan untuk membersihkan benih dan dapat digunakan untuk semua jenis benih. ada beberapa faktor yang harus diperhatikan antara lain sebagai berikut : a. Cylinder separator ini terdiri atas 2 buah silinder yang terbuat dari bahan metal (logam). Dengan demikian.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III dimodifikasi dan disebut air screen cleaner . aliran udara yang dialirkan hanya dapat membuang benda asing materi yang ringan. alat ini belum dapat digunakan untuk memisahkan benih berdasarkan panjang benih. c. Saringan yang digunakan pada alat ini terdiri atas satu set ayakan dengan bentuk lubang dan ukuran yang berbeda-beda. sering kali masih tercampur dengan materi yang tidak diinginkan dan harus dipisahkan berdasarkan panjangnya. Meskipun demikian. Benih berbentuk bulat (bundar) Untuk memisahkan benda asing yang tercampur dengan benih yang berbentuk bundar. dan berat jenis benih. Oleh karena itu. Alat pemisah benih berdasarkan panjang (cleaning by length separetion) Benih yang dibersihkan dengan air screen cleaner. Kecepatan aliran udara yang dialirkan kedalam alat. b. Sementara. yang berfungsi untuk menangkap benda asing yang akan dipisahkan. Pada saat menggunakan air screen cleaner ini. Sementara. Sehingga masih diperlukan alat lain yang dapat memisahkan benih berdasarkan panjang benih. Alat ini dapat digunakan untuk memisahkan benih berdasarkan ukuran. bentuk. di sebelah dalam terdapat silinder setengah lingkaran. yang 31 . susunan. Kecepatan gerakan saringan. terdapat cekungan dengan ukuran tertentu. perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut : a. dapat digunakan alat antara lain yang berupa clynder separator. yang berfungsi untuk mengumpulkan benih atau benda asing. Dalam penggunaan alat ini. Kombinasi. maka masih diperlukan alat lain. Adapun cekungan tersebut dinamakan cell atau identation. maka ukuran cell harus lebih kecil daripada ukuran benih.

Di samping itu. 32 . namun berat jenisnya lebih rendah daripada benih yang bernas/padat berisi (plumbness) d. maka ukuran cell harus sama atau lebih besar daripada ukuran benih yang akan dibersihkan. biasanya juga masih memiliki ukuran yang sama. Benih yang terserang cendawan atau busuk Benih yang terserang cendawan atau mengalami pembusukan. sedangkan materi atau benda asing akan jatuh dan terkumpul di silinder yang terdapat di tengah. kadang-kadang memiliki ukuran yang sama dengan benih. Partikel-partikel tanah Partikelir-partikelir tanah. kadang-kadang didapati benda asing yang memiliki ukuran dan bentuk yang hampir sama dengan benih yang akan dipisahkan. biasanya masih mempunyai ukuran yang sama dengan benih yang sehat.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III tertangkap dalam cell hanyalah benda asing atau campuran yang akan dibuang (dipisahkan). Namun karena endosperm/embrionya telah habis dimakan hama atau rusak. hanya benih saja yang terperangkap. Benih hampa Benih yang hampa. meskipun memiliki ukuran yang sama. maka berat jenisnya menjadi lebih ringan. Dengan demikian. Dengan demikian. Untuk memisahklan benda asing tersebut. Benih yang terserang hama Benih yang terserang hama. b. alat ini diharapkan juga dapat memisahkan benih dari beberapa benda asing sebagai berikut : a. namun umumnya memiliki berat jenis yang lebih besar daripada benih. Benih berbentuk lonjong (panjang) Untuk memisahkan benda asing yang tercampur dengan benih yang berbentuk panjang. harus digunakan alat yang dapat memisahkan benda asing berdasarkan berat jenis. Sedangkan benih akan terkumpul dalam silinder yang terdapat ditengah. namun berat jenisnya berbeda c. untuk memisahkan benda asing tersebut tidak dapat digunakan air screen cleaner atau intended cylinder separator. Alat pemisah benih berdasarkan berat jenis dan sifat permukaan Pada waktu memproses benih.

Alat ini terdiri atas lempeng yang berlubang-lubang dan dapat digerakan (seperti gerakan mengayak). Benih dari potongan tangkai atau kulit benih. sering kali juga dapat memiliki ukuran yang sama dengan benih yang akan dibersihkan. c. Kemudian. jarang yang memiliki berat jenis yang sama. dengan demikian dapat memisahkan benih dari benda asing yang tercampur. Kombinasi kedua gerakan tersebut. Adapun sudut kemiringan belt dapat diatur. Benih akan meluncur di sekitar sumbu spiral. Belt yang dibuat dari kanvas atau karet digerakan dan digetarkan dengan mesin fibrator. Benih yang berbentuk bulat atau mempunyai permukaan halus dapat bergerak ke bawah/jatuh. Benih yang mempunyai permukaan tidak teratur/rata dengan benih yang halus. Alat ini terdiri atas satu atau lebih lempengan logam yang berbentuk spiral pada sumbu yang vartikal. Biji lain Biji lain. Adapun alat yang dapat digunakan untuk memisahkan benih dan benda asing berdasarkan berat jenisnya. sehingga terpisah dari benda asing lain. Adapun beberapa macam alat yang dapat digunakan antara lain adalah sebagai berikut : a. Meskipun demikian. maka akan terjadi pemisahan benda asing dari benih.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III e. 33 . Alat ini terdiri atas sabuk/belt dan feeder tempat memasukan benih. Hal yang perlu diperhatikan adalah kecepatan jatuhnya benih sehingga dapat menimbulkan gaya sentripetal yang cukup besar. maka benih yang berbentuk bulat akan meluncur ke bawah secara lebih cepat daripada benih atau benda asing lain yang berbentuk pipih atau yang tidak beraturan. ke arah kanan. sering kali juga digunakan beberapa macam alat lain yang dapat memisahkan benih ataupun benda asing sebagai berikut : a. akan mendorong benda asing yang mempunyai berat jenis lebih besar daripada benih. sesuai dengan benih yang akan dibersihkan. Sebagai akibat dari kombinasi kedua gerakan tersebut. dari bagian bawah alat tersebut dialirkan udara dengan tekanan tertentu. Benih yang telah mengalami perubahan warna dengan yang belum. Di samping gravity separator tersebut. Spiral separator Alat ini dapat digunakan untuk memisahkan benih berdasarkan bentuk benih kecepatan jatuhnya benih. b. Jika benih dijatuhkan dari atas. antara lain adalah gravity separator.

Untuk memudahkan serbuk besi yang melekat pada permukaan benih. dan sebaliknya benih tanpa serbuk besi (tidak rusak) akan langsung jatuh ke tempat penampungan benih yang baik. apabila kulit benih rusak/cacat. ? Magnetic separator (magnetic drum) Alat ini digunakan untuk memisahkan benih berdasarkan permukaan kulit benih. maka benih sering disemprot dengan cairan. Adapun hal yang perlu diperhatikan pada waktu mengoperasikan alat ini adalah pengaturan rotasi dari drum agar benih berbentuk besi dapat melekat cukup lama pada drum sebelum dibersihkan dan ditampung dalam satu wadah. dan kemudian benih ini ditampung di tempat yang terpisah. maka serbuk besi tersebut akan menempel pada permukaan kulit.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III Sedangkan benda asing atau benih yang mempunyai permukaan kasar akan terbawa oleh belt ke atas. Benih dengan serbuk besi yang banyak. karena kerusakan mekanis atau terserang hama. dapat juga digunakan untuk memisahkan beberapa macam benih berikut: ? Benih stellaria (chick weed) dari biji clover dan lucerne 34 . Alat ini biasa digunakan untuk membersihkan benih dari potonganpotongan cabang/cluster dari benih beet dan benih bunga. akan melekat pada drum yang bermagnet. Alat ini selain berfungsi untuk memisahkan benih yang rusak dengan benih yang baik. maka tidak ada serbuk besi yang menempel pada permukaan benih. atau untuk memisahkan benih yang memiliki kulit benih yang rusak. Benih yang melekat di permukaan drum (merupakan benih yang rusak) dilepaskan dari permukaan drum dengan sikat. Apabila kulit benih tidak mengalami kerusakan. Alat ini terdiri atas drum yang bermagnet dan sebuah tabung yang berfungsi untuk menebarkan serbuk besi ke permukaan benih. Sebaliknya.

Colour separator bekerja berdasarkan fotosel. Salah satu alat yang dapat digunakan adalah Colour Separator. Untuk meningkatkan mutu benih. maka alat ini akan menghembuskan udara yang menyebabkan benih yang berbeda warna akan terpental/tersisih dari benih yang memiliki warna yang sama dengan warna standar pada fotosel. maka benih yang telah berubah warna harus dipisahkan dari benih yang belum mengalami proses deteriorasi (belum berubah warna). bentuk dan berat jenis yang relatif sama.TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN III (alfafa) ? Benih cucusta (dodder) dari biji clover dan lucerne (alfafa) ? Benih sinapsis (wild mustard) dari biji kobis Colour separator Benih yang telah mengalami proses deteriorasi akan berubah warnanya. Benih yang memiliki warna lain selain warna tersebut (warna standar). Kedua macam benih tersebut memiliki ukuran. yaitu berdasarkan perbedaan warna antara benih yang telah mengalami deteriorasi dengan benih standar (benih yang belum terdeteriorasi). Untuk memisahkan ke dua benih tersebut harus digunakan alat yang dapat memisahkan benih berdasarkan warna benih. PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 35 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful