Olah gawe kelompok 6

PERCOBAAN II

Judul Tujuan

: Pembuatan Koloid : Membuat koloid dengan cara kondensasi dan dispersi langsung

Hari/Tanggal Tempat

: Jumat / 16 Oktober 2009 : Laboratorium Kimia FKIP UNLAM Banjarmasin

I.

DASAR TEORI Sistem koloid dapat dibuat dengan dua metode, yaitu dengan metode

mengelompokkan (agregasi) partikel larutan sejati dan atau menghaluskan bahan kasar kemudian mendispersikan ke dalam medium pendispersi. Metode pertama disebut kondensasi dan yang kedua disebut dispersi.

1. Metode kondensasi Pembuatan sistem koloid dengan metode kondensasi merupakan suatu metode pembuatan sistem koloid dengan menggumpalkan partikel larutan sejati (atom, ion atau molekul) menjadi partikel berukuran koloid. Metode kondensasi dapat berupa penggantian pelarut, reaksi dekomposisi rangkap, reaksi redoks atau reaksi hidrolisis.

a. Penggantian pelarut Belerang mudah larut dalam alkohol (misal etanol) tetapi sukar larut dalam air. Jadi, untuk membuat sol belerang dalam medium pendispersi air, belerang dilarutkan ke dalam etanol sampai jenuh. Setelah itu, larutan belerang dalam etanol dimasukkan ke dalam air sedikit demi sedikit. Partikel belerang akan menggumpal menjadi koloid akibat penurunan kelarutan belerang dalam air. Kemudian etanol dapat dipisahkan dengan dialisis, maka terbentuklah sol belerang.

Reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut. Reaksi dekomposisi rangkap Untuk membuat sol AgCl dapat dilakukan dengan cara mencampurkan larutan AgNO3 encer dan larutan HCl encer. Hal itu dikarenakan basa logam tersebut bersifat koloid. dan krom (Cr). Reaksi redoks Untuk membuat sol emas. Persamaan reaksinya dapat dituliskan sebagai berikut. aluminium (Al). Reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut. larutan FeCl3 ditambahkan pada air panas. As2O3(aq) + H2S(g) As2S3(koloid) + H2O(l) c.Olah gawe kelompok 6 b. dapat dilakukan dengan mereduksi garamnya dengan menggunakan reduktor formaldehida. Pada pembuatan sol Fe(OH)3. Reaksi hidrolisis 2Au(koloid) + 6HCl(aq) + 3HCOOH(aq) Reaksi hidrolisis digunakan untuk membuat koloid pada logam besi (Fe). Reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut. FeCl3(aq) + H2O(l) Fe(OH)3(koloid) + 3HCl(aq) . 2AuCl3(aq) + 3HCHO(aq) + H2O(l) d. AgNO3(aq) + HCl(aq) AgCl(koloid) + HNO3(aq) Sedangkan untuk membuat sol As2S3 dapat dilakukan dengan cara mengalirkan gas H2S ke dalam larutan As2O3.

karet oleh bensin. cara busur ini merupakan gabungan cara dispersi dan cara kondensasi. peptisasi. c) Cara Busur Bredig Cara busur Bredig digunakan untuk membuat sol-sol logam.Olah gawe kelompok 6 2. . Jadi. Mula-mula atomatom logam akan terlempar ke dalam air. b) Cara Peptisasi Peptisasi adalah cara pembuatan koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah). Logam yang akan dijadikan koloid digunakan sebagai elektrode yang dicelupkan dalam medium dispersi. Contoh: Agar-agar dipeptisasi oleh air. Metode dispersi Metode dispersi merupakan cara pembuatan koloid dengan menghaluskan partikel suspensi menjadi partikel koloid. dan busur Bredig. a) Cara Mekanik Menurut cara ini. Zat pemeptisasi memecahkan butir-butir kasar menjadi butir-butir koloid. sehingga membentuk partikel koloid. dan lainlain. Contoh: Sol belerang dapat dibuat dengan menggerus serbuk belerang bersamasama dengan suatu zat inert (seperti gula pasir). Endapan NiS dipeptisasi oleh H2S dan endapan Al(OH)3 oleh AlCl3. nitroselulosa oleh aseton. yaitu proses pemecahan protein (polipeptida) yang dikatalisis oleh enzim pepsin. butir-butir kasar digerus dengan lumping atau penggiling koloid sampai diperoleh tingkat kehalusan tertentu. kemudian mencampur serbuk halus itu dengan air. kemudian diaduk dengan medium dispersi. kemudian diberi loncatan listrik di antara kedua ujungnya. lalu atom-atom tersebut mengalami kondensasi. Yang termasuk metode dispersi adalah pembuatan koloid dengan cara mekanik. Istilah peptisasi dikaitkan dengan peptonisasi.

Spatula 5. PROSEDUR KERJA A. Menghentikan apabila larutan mulai berubah menjadi cokelat. Mengamati perubahan yang terjadi! . Larutan FeCl3 jenuh 3. setelah mendidih menetesi dengan 10 tetes larutan FeCl3 jenuh sambil mengaduk. Mereaksikan 25 mL larutan HCl 2 M dengan 25 mL larutan Na2S2O3 0. Lumpang dan mortar porselin 6. Memanaskan 100 mL akuades dalam gelas kimia. Gula Pasir 6. Pipet tetes 4. ALAT DAN BAHAN Alat 1. Kaki tiga dan kasa Bahan 1. Pembakaran spritus 3. mengamati sifatnya! 2.05 M 5. Gelas kimia 150 mL 2.Olah gawe kelompok 6 II. Larutan HCl 2 M 4. Pembuatan koloid dengan kondensasi 1. Akuades 2. Serbuk belerang III. Larutan Na2S2O3 0.05 M kemudian mengaduknya.

DATA PENGAMATAN 1. IV. Menyisihkan setengah gerusan belerang dan gula tersebut.  Larutan bening 4 25 mL larutan HCl 2 M + 25 mL larutan Na2S2O3 0. Menyisihkan kembali setengahnya. 4. Mengamati yang terjadi! 6.05 M 5 Mengaduk larutan  Larutan berubah menjadi agak . tidak terdapat endapan walaupun sudah didiamkan dalam waktu yang lama. Mengambil serbuk belerang yang belum digerus dengan gula. Menambahkan sisanya dengan 1 sendok gula dan menggerus hingga lembut. Pembuatan Koloid dengan Kondensasi No Variabel yang diamati 1 100 mL air mendidih + 10 tetes larutan FeCl3 jenuh 2 Mengaduk larutan Hasil pengamatan  Larutan menjadi kecokelatan  Larutan semakin berwarna cokelat 3 Mengamati sifatnya  Larutan terlihat homogen.Olah gawe kelompok 6 B. Melarutkan seujung sendok spatula hasil gerusan akhir. 3. Menggerus campuran 1 sendok gula pasir dan 1 sendok belerang pada lumpang porselen hingga lembut. kemudian memasukkan ke dalam 100 mL akuades. 5. kemudian menambahkan 1 sendok gula. Menggerus kembali campuran hingga lembut. Mengulangi sekali lagi langkah diatas. 2. Pembuatan koloid dengan dispersi langsung 1. Membandingkan hasilnya dengan pada langkah 5.

tidak terdapat endapan walaupun sudah didiamkan dalam waktu yang lama kelamaan berubah menjadi keputihan seperti 2. . Pembuatan Koloid dengan Dispersi Langsung No Variabel yang diamati 1 Menggerus campuran 1 sendok gula pasir dan 1 sendok belerang pada lumpang porselen 2 Gerusan campuran 1 sendok gula pasir dan 1 sendok belerang + 100 mL akuades 3 Mengaduk larutan  Larutan mulai berwarna Hasil pengamatan  Campuran halus berwarna kuning pudar dan kuning pudar namun gerusan masih belum melarut  Gerusan mulai melarut tetapi masih ada terdapat sedikit gerusan yang belum melarut 4 Serbuk belerang + 100 mL akuades  Serbuk belerang tidak melarut.Olah gawe kelompok 6 keruh  Lama susu 6 Mengamati sifatnya  Larutan terlihat homogen. dan serbuk belerang mengapung 5 Mengaduk campuran di atas permukaan akuades  Tetap tidak bisa melarut. serbuk belerang di masih atas mengapung permukaan akuades.

Namun gerusan yang melarut tadi setelah diperhatikan baik-baik tidak membentuk endapan.2HCl(aq) + Na2S2O3(aq) 2 NaCl(aq) + SO2(g) + S(koloid) + H2O(l) Perlakuan yang ketiga yaitu mencampurkan gerusan serbuk belerang dan gula pasir dengan 100 mL akuades. namun setelah diaduk larutan berubah menjadi keruh dan lama kelamaan menjadi keputihan seperti susu. Seperti yang kita tahu bahwa larutan koloid biasanya stabil (tidak memisah). hal ini berarti larutan tersebut merupakan koloid. Kemudian didiamkan dan dapat dilihat bahwa larutan tidak mengendap walaupun sudah didiamkan lama. sehingga tidak bisa didispersikan seluruhnya ke dalam akuades. setelah diamati ternyata larutan membentuk koloid dengan ditandainya larutan terlihat homogen dan tidak membentuk endapan walaupun sudah didiamkan dalam waktu yang lama. Hal ini disebabkan karena gerusan belum benar-benar halus. kemudian mengaduknya. Pada data pengamatan terlihat bahwa pada saat penetesan 10 tetes FeCl3 jenuh larutan mulai berwarna agak kecoklatan kemudian diaduk agar larutan benar-benar menyatu atau lebih tepatnya agar FeCl3 terdispersi ke dalam akuades sehingga membentuk koloid. Persamaan reaksi yang terjadi adalah: FeCl3(aq) + H2O(l) Fe(OH)3(koloid) + 3HCl(aq) Perlakuan yang kedua yaitu mereaksikan 25 mL larutan HCl 2 M dengan 25 mL larutan Na2S2O3 0. Pada pengadukan tersebut ternyata larutan semakin berwarna cokelat. Sama seperti di atas bahwa hal ini menunjukkan bahwa larutan membentuk koloid. Persamaan reaksi yang terjadi adalah: . . Pada awalnya larutan ini bening seolah-olah tidak terjadi reaksi apapun.Olah gawe kelompok 6 V. Ketika diaduk gerusan yang belum melarut mulai melarut namun tetap ada sedikit gerusan yang tidak melarut. Pada perlakuan ini terlihat gerusan melarut namun tidak seluruhnya. ANALISIS DATA Percobaan ini diawali dengan meneteskan 10 tetes FeCl3 jenuh ke dalam 100 mL akuades yang sudah mendidih. Hal ini menunjukkan bahwa larutan sudah bercampur homogen.05 M.

KIMIA untuk SMA dan MA Kelas XI.Olah gawe kelompok 6 Perlakuan yang terakhir yaitu melarutkan serbuk belerang yang tidak digerus dengan 100 mL akuades. KESIMPULAN Kesimpulan dari percobaan ini adalah: 1. 2009. Jakarta: Depdiknas. Budi dkk. 2. 2006. KIMIA untuk Kelas XI Jilid 2B SMA. . Hal ini disebabkan serbuk belerang terlalu besar untuk bisa didispersikan ke dalam akuades sehingga tidak bisa membentuk koloid. Jakarta: Depdiknas. Klaten: Pariwara Utami. Pada percobaan terlihat serbuk belerang tidak melarut dan serbuk belerang terdapat di atas permukaan akuades. VII. Sudiono. Sol belerang dapat dibuat dengan cara dispersi melalui cara mekanik/penghalusan. Sri dkk. VI. Crys dan Antuni Wiyarsi. Sol Fe(OH)3 dapat dibuat dengan cara kondensasi melalui reaksi hidrolisis yaitu dengan mereaksikan FeCl3 dengan air. dan ketika di aduk pun serbuk tetap tidak bisa melarut. Kimia Mari Belajar untuk SMAMA Kelas XI IPA. 2009. DAFTAR PUSTAKA Fajar Partana.

Jawab: 1. dibuat dengan cara dispersi melalui cara FLOWCHART A. 2. b) Sol belerang dapat mekanik/penghalusan. Pembuatan koloid dengan kondensasi 100 mL akuades mendidih + 10 tetes larutan FeCl3 jenuh  Mengaduk sampai larutan mulai berubah menjadi cokelat Larutan . Perbedaanya adalah pada metode kondensasi menggunakan larutan sejati yang digumpalkan menjadi partikel berukuran koloid 3. Kesimpulan percobaan: a) Sol Fe(OH)3 dapat dibuat dengan cara kondensasi melalui reaksi hidrolisis yaitu dengan mereaksikan FeCl3 dengan air. Tanpa pengadukan larutan tidak menjadi koloid karena zat terlarut tidak terdispersi ke dalam pelarut. Pengadukan bertujuan agar FeCl3 melarut dengan sempurna atau terdispersi ke dalam air sehingga membentuk koloid. 3. Buatlah kesimpulan dari hasil percobaan yang telah dilakukan. 2. Apakah tujuan pengadukan setelah penambahan FeCl3? Jelaskan.Olah gawe kelompok 6 LAMPIRAN Pertanyaan 1. Apa perbedaan dari metode kondensasi dengan dispersi pada proses pembuatan sistem koloid? Jelaskan.

Olah gawe kelompok 6 25 mL larutan HCl 2 M + 25 mL larutan Na2S2O3 0.05 M  Mengamati terjadi Campuran B. Pembuatan koloid dengan dispersi langsung 1 sendok gula pasir dan 1 sendok sendok belerang  Menggerus hingga lembut  Menyisihkan setengah gerusan belerang dan gula tersebut*  Menambahkan 1 sendok gula*  Menggerus kembali campuran hingga lembut*  Melarutkan seujung sendok spatula hasil gerusan akhir.  Mengamati yang terjadi Campuran *: Mengulangi langkah hingga 2 kali perubahan yang 1 sendok sendok belerang + 100 mL akuades  Mengamati  Membandingkan hasilnya dengan percobaan sebelumnya Larutan .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful