Hakikat Menyimak

Dalam pengetahuan kebahasaan kita mengenal istilah mendengar, mendengarkan dan menuimak.. Ketiga kata ini tentu mempunyai makna yang berbeda. Secara sekilas, mendengar adalah proses kegiatan menerima bunyi-bunyian yang dilakukan tanpa sengaja atau secara kebetulan saja. Contoh : Saat Anda mengikuti kegiatan perkuliahan, Anda mendengar benda jatuh. Anda menoleh ke arah suara benda tadi. Anda tidak melihat apa-apa kemudian Anda melanjutkan kembali kegiatannya. Mendengarkan adalah proses kegiatan menerima bunyi bahasa yang dilakukan dengan senagaja tetapi belum ada unsur pemahaman. Contoh : Saya sedang membuat materi perkuliahan bahasa Indonesia. Saat saya sedang menulis, tiba-tiba saya mendengarkan lagu kesenangan saya. Kemudian saya berhenti sejenak sambil menikmati lagu tersebut. Setelah lagu selesai, saya mengerjakan tugas lagi. Sedangkan menyimak adalah suatu proses kegiatan menyimak lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan (HG.Tarigan : 28) Contoh : pada saat belajar bahasa Indonesia, saya menyimaknya dengan sungguhsungguh. Sambil menyimak, saya mencatat hal-hal penting yang ada kaitannya dengan isi pembicaraan. Tanpa saya sadari, sesekali saya mengangguk-anggukkan kepala karena saya memahami apa yang telah dijelaskan. Saat guru memberi kesempatan untuk bertanya, saya bertanya apa yang belum saya pahami. Sebelum berakhir, saya merasa puas mengenai pembelajaran yang telah dibahas. Setelah Anda membaca dan memahami ketiga kata dan contoh di atas, maka kata apa yang paling tepat digunakan dalam bahan pelatihan ini? Tentu kata menyimak bukan? Oleh sebab itu, dalam pembahasan pembelajaran, konsep atau pengetahuan dalam pelatihan ini istilah yang digunakan adalah istilah menyimak.

Menyimak dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting karena dapat memperoleh informasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Begitu juga di sekola, menyimak mempunyai peranan penting karena dengan menyimak siswa dapat menambah ilmu, menerima dan menghargai pendapat orang lain. Oleh sebab itu dalam pembelajaran menyimak memerlukan latihan-latihan yang intensif. MENYIMAK Modul 1 HAKIKAT MENYIMAK Pendahuluan Modul ini membicarakan tentang hakikat menyimak. Pembicaraan dipusatkan kepada tiga hal yakni : (1) pengertian, tujuan, dan peranan menyimak (2) menyimak sebagai proses dan kemampuan penunjang (3) jenis-jenis menyimak Pembicaran mengenai ketiga butir tersebut di atas dianggap sangat penting karena beberapa alasan. Pertama, hakikat menyimak merupakan dasar pengetahuan yang sangat fungsional dalam rangka memahami seluk beluk menyimak. Kedua, butir-butir tersebut di atas perlu dipahami para mahasiswa sehingga pengetahuan dan pengalaman menyimak mereka selama ini menjadi lebih bermakna. Dalam alasan kedua ini tersirat pengertian pengetahuan dan pengalaman menyimak mahasiswa dikaitkan dengan teori. Sebagai alasan ketiga, pemahaman ketiga unsur hakikat menyimak sangat membantu para mahasiswa dalam mempelajari modul menyimak berikutnya serat merupakan modal dalam mempraktekkan pengajaran menyimak di kelas. Setelah mengkaji isi modul ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami atau mengetahui pengertian, tujuan, dan peranan menyimak, menyimak sebagai

proses dan kemampuan penunjang, serta jenis-jenis menyimak. Tujuan yang sangat umum ini bila dirinci adalah sebagai berikut: (1) mahasiswa dapat menjelaskan pengertian menyimak (2) mahasiswa dapat menyebutkan empat tujuan menyimak (3) mahasiswa dapat menjelaskan pengertian setiap tujuan menyimak (4) mahasiswa dapat menyebutkan tahap-tahap menyimak (5) mahasiswa dapat mengidentifikasi kemampuan penunjang dalam setiap tahap menyimak

PENGERTIAN, TUJUAN, DAN PERANAN MENYIMAK Istilah mendengarkan, mendengar dan menyimak sering kita jumpai dalam dunia pengajaran bahasa. Ketiga istilah itu berkaitan dengan makna. Peristiwa mendengar biasanya terjadi secara kebetulan, tiba-tiba dan tidak diduga sebelumnya. Karena itu kegiatan mendengar tidak direncanakan. Hal itu terjadi secara kebetulan. Apa yang didengar mungkin tidak dimengerti maknanya dan mungkin pula tidak menjadi perhatian sama sekali. Suara yang didengar masuk telingan kanan dan keluar dari telinga kiri. Dalam hal tertentu suara yang didengar itu dipahami benar-benar maknanya. Hal itu terbukti dari reaksi si pendengar yang bersangkutan. Mendengarkan setingkat lebih tinggi tarafnya dari mendengar. Bila dalam peristiwa mendengar belum ada faktor kesengajaan , maka dalam peristiwa mendengarkan hal itu sudah ada. Faktor pemahaman biasanya juga mungkin tidak ada karena hal itu belum menjadi tujuan. Mendengarkan sudah mencakup mendengar. Di antara ketiga istilah teraf tertinggi diduduki istilah menyimak. Dalam peristiwa menyimak sudah ada faktor kesengajaan. Faktor pemahaman merupakan unsur utama dalam setiap peristiwa menyimak. Bila mendengar sudah tercakup dalam

Bahkan situasi yang menyertai bunyi bahasa yang disimakpun harus diperhitungkan dalam menentukan maknanya.ide. Tujuan yang bersifat umum itu dapat dipecah-pecah menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek tertentu yang ditekankan. menilai dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya. Bunyi bahasa yang diterima kemudian diinterpretasikan maknanya. Salah satu klasifikasi tujuan menyimak adalah seperti pembagian berikut yaitu menyimak untuk tujuan : 1. Lagu dan intonasi yang menyertai ucapan pembicarapun turut diperhatikan oleh penyimak. kalimat dan wacana. kata. Perbedaan dalam tujuan menyebabkan perbedaan dalam aktivitas menyimak yang bersangkutan. ingatan. penghayatan. Peristiwa menyimak selalu diawali dengan mendengarkan bunyi bahasa baik secara langsung atau pun melalui rekaman. Bunyi bahasa yang ditangkap oleh telinga diidentifikasi bunyinya. Salah satu butir dari perencanaan itu ada alasan tertentu mengapa yang bersangkutan menyimak. gagasan yang tersirat dalam bahan simakan. menginterpretasi. menganalisis fakta 3. ditelaah kebenarannya atau dinilai lalu diambil keputusan menerima atau menolaknya.memahami. radio atau televisi. penglihatan. Alasan inilah yang kita sebut sebagai tujuan menyimak. mengevaluasi fakta 4. Penyimak yang baik adalah penyimak yang berencana. mendapatkan inspirasi . “ Menyimak melinbatkan pendengaran. mendapatkan fakta 2. Pengelompokannya menjadi suku kata. Menyimak pada hakikatnya adalah mendengarkan dan memahami isi bahan simakan Karena itu dapat disimpulkan bahwa tujuan utama menyimak adalah menangkap.mendengarkan maka baik mendengar maupun mendengarkan sudah tercakup dalam menyimak. frasa dan klausa. Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan difinisi menyimak sbb : “ Menyimak adalah suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa. mengidentifikasi. atau menghayati pesan. pengertian.

dan populer. Bagi rakyat biasa hal itu jarang atau hampir-hampir tidak dapat dilakukan.majalah ilmiah. percakapan dalam keluarga. riset atau eksperimen. sekelas dsb. pidato ilmiah. Kegiatan pengumpulan fakta atau informasi melalui menyimak dapat berwujud dalam berbagai variasi. percakapan dengan teman sekerja. Penilaian akan jitu bila hasil analisis itu benar. Apa yang disampaikan pembicara harus dikaitkan dengan pengetahuan atau pengalaman menyimak dalam bidang yang relevan. Dalam masyarakat modern pun pengumpulan fakta melalui menyimak itu masih banyak digunakan. sebab dan akibat apa yang terkandung di dalamnya. laporan penelitian. Para peneliti mengumpulkan atau mendapatkan fakta melalui kegiatan penelitian. Fakta atau informasi yang telah terkumpul perlu dianalisis. Cara lain yang dapat dilakukan dalam pengumpulan fakta ialah melalui membaca. Fakta yang diperoleh melalui kegiatan menyimak ini kemudian dilengkapi dengan kegiatan membaca atau mengadakan eksperimen. Kegiatan pengumpulan fakta atau informasi ini di kalangan pelajar dan mahasiswa banyak sekali dilakukan melalui menyimak. meningkatkan kemampuan berbicara Pengumpulan fakta dapat dilakukan dengan berbagai cara. Harus jelas kaitan antarunsur fakta. Yang dimaksud waktu ekstra adalah selisih kecepatan pembicaraan 120 – 150 kata per menit dengan kecepatan berpikir menyimak sekitar 300 – 500 kata per menit. Waktu untuk menganalisis fakta itu cukup tersedia asal penyimak dapar menggunakan waktu ekstra. Misalnya mendengarkan radio. televisi. makalah hasil seminar. percakapan dengan tetangga. Orang-orang terpelajar sering mendapatkan fakta melakui kegiatan membaca seperti membaca buku-buku ilmu pengetahuan. . Hal yang seperti ini pun jarang dilakukan oleh rakyat biasa. menghibur diri 6. surat kabar. penyampaian makalah dalam seminar. Pengumpulan fakta seperti cara ini hanya dapat dilakukan oleh orang-orang terpelajar. Dalam masyarakat tradisional pengumpulan fakta melalui menyimak tersebut banyak sekali digunakan. dsb. Proses analisis fakta ini harus berlangsung secara konsisten dari saat-ke saat selama proses menyimak berlangsung. Analisis kata sangat penting dan merupakan landasan bagi penilaian fakta.5.

Akuratkah fakta yang disampaikan? Apabila fakta yang disampaikan pembicara sesuai dengan kenyataan. dari direktur perusahaan. Mereka ini sangat mengharapkan pembicara yang isnpiratif. Mereka menyimak pembicaraan orang lain semata-mata untuk tujuan mencari ilham. Benarkah fakta yang diajukan? 2. Dalam situasi ini penyimak sering mengajukan sejumlah pertanyaan seperti antara lain : 1. Mereka perlu penyegaran fisik dan mental agar kondisinya pulih. Mereka ini adalah orang-orang yang sudah lelah letih dan jenuh. sugestif dan penuh gagasan orisinal. Hasil pengevaluasian fakta-fakta ini akan berpengaruh kepada kredibilitas isi pembicaraan dan pembicaranya. Relevankah fakta yang diajukan? 3. . Sejumlah penyimak datang menghadiri pertunjukan seperti bioskop. atau percakapan untuk menghibur diri. sandiwara. orator ulung. menonton pertunjukan yang kocak seperti yang dibawakan Grup Srimulat. Yang mereka perlukan adalah sugesti. Sebaliknya bila fakta yang disampaikan kurang akurat atau kurang relevan. Adakalanya orang menghadiri suatu konvensi. atau inspirasi guna pemecahan masalah yang sedang mereka hadapi.Tujuan ketiga dalam suatu proses menyimak adalah mengevaluasi fakta-fakta yang disampaikan pembicara. tokoh periklanan. pertemuan ilmiah atau jamuan tertentu. Pembicaraan yang semacam ini dapat muncul dari tokoh-tokoh yang disegani. misalnya menyimak pembicaraan ceritacerita lucu. Setelah selesai mengevaluasi biasanya penyimak akan mengambil simpulan apa isi pembicaraan pantas diterima atau ditolak. Sasaran yang mereka pilih pun tertentu. banyolan percakapan pelawak. suntikan semangat. salesman dsb. Penyimak seperti ini biasanya orang yang tidak memerlukan fakta baru. pengalaman dan pengetahuan penyimak maka fakta itu dapat diterima. bukan untuk mencari atau mendapatkan fakta. Karena itulah mereka menyimak untuk tujuan menghibur diri. dorongan. atau kurang meyakinkan kebenarannya maka penyimak pantas meragukan fakta tersebut.

Berapa jam manusia menyimak dalam kegiatan sehari-hari? Jawaban pertanyaan itu bagi masyarakat diindonesia belum ada karena penelitian terhadap masalah tersebut sepengetahuan penulis belum pernah ada. cara mengarahkan perhatian pendengar 5. cara mengorganisasikan bahan pembicaraan 2. berbicara : 25% c. Cara menyimak untuk tujuan peningkatan kemampuan berbicara biasanya dilakukan oleh mereka yang baru belajar menjadi orator dan mereka yang mau menjadi profesional dalam membawa acara atau master ceremony. menyimak : 42% b. 6.Tujuan menyimak yang lain yaitu untuk meningkatkan keterampilan berbicara. penulis kutipan beberapa laporan hasil penelitian yang pernah dilaksanakan oleh para ahli di Amerika serikat. Dalam hal ini penyimak memperhatikan seseorang pembicara pada segi : 1. Menyimak yang seperti inilah yang disebut menyimak untuk tujuan peningkatan kemampuan berbicara. Bird melaporkan hasil penelitiannya terhadap mahasiswa Stephene College Girls bahwa mahasiswa pada perguruan tinggi tersebut dalam mengikuti perkuliahan membagi aktivitasnya sebagai berikut: a. membaca : 15% . Untuk sekedar informasi. alat peraga dsb. cara penyampaian bahan pembicaraan 3. cara menggunakan alat-alat bantu seperti mikrofon. cara memulai dan mengakhiri pembicaraan Semua hal tersebut diperhatikan oleh penyimak dan kemudian dipraktikkan. cara memikat perhatian pendengar 4. Donald E.

membaca atau menulis. menyimak : 42% b. Harper & Row Publisher.. Diskusi yang beranggotakan dua orang dan kesempatan berbicara untuk masing-masing anggota setengah jam. Bila jumlah peserta . Hasil penelitian lainnya walaupun hasilnya agak bervareasi namun tetap membuktikan bahwa kegiatan menyimak lebih lama dari kegiatan berbicara. menulis : 18% _____ Jumlah : 100% (Stuart Vhase. Evanston.d. New York. Brace & World. halaman 158). Dalam diskusi yang pesertanya tiga orang dengan kesempatan berbicara masing-masing setengah jam. menulis : 11% _____ Jumlah : 100% (Martin P. New York. 1951. membaca : 15% d. Power of Words. and London. Laporan Rankin adalah sebagai berikut: a. meneliti tentang penggunaan waktu kerja sekelompok manusia. perbandingan kegiatan menyimak dan berbicara adalah 2 : 1. Anderson dkk. Inc. The speaker and His Audience. Harcourt. maka perbandingan antara kegiatan menyimak dan berbicara adalah 1 : 1. Sekarang mari kita perhatikan sejenak bagaiman perbandingan antara kegiatan menyimak dan berbicara dalam suatu diskusi dengan jumlah peserta yang berbeda-beda. berbicara : 32% c. Rankin seorang ahli bidang komunikasi. halaman 166) Paul T.

5. Uru t 1. teman sekelas atau teman sejurusan di fakultas. SMP. Dalam kehidupan sehari-hari. Tandatanda kesempurnaan ini amat banyak. Apa makna dari kenyataan ini?Kenyataan tersebut mengisyaratkan kepada kita bahwa faktor menyimak sangat penting. Dialog di keluarga baik antara anak dan orang tua. Kemajuan ilmu dan teknologi khususnya di bidang komunikasi menyebabkan arus informasi melalui radio. telepon. ataupun tingkat perguruan tinggi tugas menyimak sangat sering dan harus dilakukan oleh siswa ataupun mahasiswa. Artinya semakin banyak peserta diskusi. 4. setidak-tidaknya. antara lain kelihatan bahwa manusia (normal) dianugerahi dengan satu mulut dan dua telinga. semakin lama kegiatan menyimak. televisi. 2. jalur untuk mendengar berbanding jalur untuk berbicara adalah 2:1. 3. dan film semakin menderas. terjadi dialog atau percakapan ataupun diskusi dengan teman sepermainan. Mungkin juga dialog terjadi di pasar sewaktu berbelanja. Untuk memperjelas uraian diatas perhatikanlah diagram berikut: No. maka perbandingan tersebut menjadi 4 :1. manusia dihadapkan dengan berbagai kesibukan menyimak.diskusi empat orang. Dalam semua peristiwa itu pun aktivitas menyimak terjadi juga. antar anak-anak sendiriaktivitas menyimak terjadi. Jumlah Peserta 2 Orang 3 Orang 4 Orang 5 Orang 6 Orang 7 Orang 8 Orang Kesempatan/orang Berbicara Menyimak ½ jam ½ jam ½ jam ½ jam ½ jam ½ jam ½ jam 1x½ jam 2x½ jam 3x½ jam 4x½ jam 5x½ jam 6x½ jam 7x½ jam Perbandingan BicaraMenyimak 1:1 1:2 1:3 1:4 1:5 1:6 1:7 Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna di muka bumi ini. 7. antara orang tua. rekaman. Dalam peristiwa ini pun . rekan kerja sekantor. Dalam mengikuti pendidikan baik di tingkat SD. SMA. 6. Keluar dari rumah.

keterampilan menyimka mutlak diperlukan. ataupun . Yang bersangkutan mulai dengan mendengarkan cara pengucapan fonem. penambah informasi Belajar berbahasa dimulai dengan menyimak. Coba perhatikan bagaimana anak kecil belajar bahasa ibunya. membaca. orang dapat menguasai pengucapan fonem. Menyimak berperan sebagai: 1. Semakin banyak yang bersangkutan menyimak. dan mempraktekannya dalam berbicara. meniru. meniru. Semakin banyak yang bersangkutan menyimak. pelancar komunikasi lisan 4. dan kalimat serta menghafalkannya dalam berbicara. dan mempraktekkan bunyi bahasa itu dilakukannya berulang-ulang sampai akhirnya yang bersangkutan lancar berbicara. Mula-mula yang bersangkutan banyak menyimak rangkaian bunyi bahasa. penunjang keterampilan berbicara. membaca. Bunyi bahasa itu dikaitkan dengan makna. Pendek kata seribu satu macam kegiatan menuntut manusia terampil menyimak. kata dan kalimat ini sangat membantu yang bersangkutan dalam kegiatan berbicara. kosa kata. landasan belajar berbahasa 2. Langkah berikutnya meniru pengucapan. orang dapat menguasai pengucapan fonem. Setelah banyak menyimak. meniru. dan menulis 3. ia mulai meniru ucapan-ucapan yang pernah disimaknya dan kemudian mencoba menerapkannya dalam pembicaraan. dan berlatih berbicara. Proses menyimak. dan berlatih berbicara semakin cepat ia menguasai bahasa yang dipelajarinya. Pemahaman terhadap fonem. Pemahaman terhadap fonem. Melalui proses menyimak. mengartikan makna. semakin cepat ia menguasai bahasa yang dipelajarinya. Hal yang sama terjadi pula pada saat orang dewasa belajar bahasa asing. kata. dan kalimat. dan kalimat serta menghafalkan maknanya. Melalui proses menyimak. kosa kata. kata. Uraian tersebut di atas menggambarkan secara umum betapa fungsionalnya kegiatan menyimak bagi kehidupan manusia. peranan menyimak tersebut hasilnya seperti berikut. dan kalimat. Bila diperinci.

Namun sebelum sampai kepada taraf pemahaman. Bila penyimak memahami apa yang disampaikan pembicara maka ia dapat memberikan reaksi. Dengan demikian terjadilah komunikasi dua arah yang lancar. 2. Terutama dalam komunikasi lisan dua arah. Penyimak harus memahami benar apa yang diutarakan pembicara. Pada giliran memberikan reaksi atas apa yang telah disimak. Petunjuk-petunjuk dalam belajar berbicara. Berbagai ragam pengetahuan atau informasi dapat dikuasai melalui menyimak. yang bersangkutan harus berupaya bersungguh-sungguh. Kita pun dapat mengundang para pakar di bidangnya berceramah dan ceramahnya kita simak. Dalam komunikasi lisan dua arah. Bila penyimak kedua ini benar-benar menyimak pembicaraan teman bicaranya. atau tanggapan yang tepat. menyimak berperan sebagai pelancar jalannya komunikasi. Kenyataan ini membuktikan bahwa menyimak sebenarnya bersifat aktif. Ini berarti bahwa keterampilan menyimak memang benar-benar menunjang keterampilan berbicara. membaca. Artinya. konvensi. maka ia dapat memberikan reaksi yang tepat pula. . juga yang satu arah. menyimak berarti mendengarkan dan memahami bunyi bahasa.menulis. membaca dan menulis. faktor menyimak sangat penting. MENYIMAK SEBAGAI SUATU KEMAMPUAN PENUNJANGNYA PROSES PENUNJANG DAN Pada hakikatnya. pembicaraan para ahli dalam diskusi. Menyimak merupakan salah satu sarana ampuh dalam menjaring informasi. Komunikasi lisan dapat bebrbentuk jarak dekat dan jarak jauh dengan dua arah atau satu arah. seminar. yang bersangkutan harus menapaki jalan yang berliku-liku. respon. atau pertemuan ilmiah. sedang pembicara pertama beralih fungsi sebagai penyimak. penyimak berubah manjadi pembicara. Karena itu dapatlah disimpulkan bahwa salah satu peranan menyimak adalah sebagai penambah informasi. ataupun menulis selalu disampaikan melalui bahasa lisan. Kita dapat menyimak siaran radio dan televisi.

dan menanggapi. mengidentifikasikan 3. dan menanggapi. maka si penyimak sampai pada tahap mengambil keputusan apakah dia menerima.Bial perhatian kita hanya berpusat pada aktivitas fisik penyimak selama yang bersangkutan terlibat dalam peristiwa menyimak. memahami. dikaji. Walker Morris membagi proses menyimak itu atas lima tahap. yakni pemahaman. Bunyi yang ditangkap perlu diidentifikasi. Loban membagi proses menyimak tersebut atas tiga tahap. Logan dan Greene membagi proses menyimak atas empat tahap. Beberapa orang ahli pengajaran bahasa beranggapan bahwa menyimak adalah suatu proses. Kecermatan managgapi isi bahan simakan membutuhkan kemampuan mereaksi atau menanggapi. Dala hal ini penyimak harus menggunakan kemampuan linguistik dan non-linguistik. yang bersangkutan harus menggunakan kemampuan memusatkan perhatian. menginterpretasi . penginterpelasikan. mendengar 2. Pada saat penyimak menangkap bunyi bahasa. Berdasarkan keteraguan dan pendapat para ahli pengajaran bahasa tersebut di atas penyusun modul ini berkesimpulan bahwa menyimak adalah suatu proses. Meyimak dianggap bersifat aktif-reseptif. yakni: 1. perhatian. makna itu harus pula ditelaah. atau menolak isi bahan simakan. maka seolah-olah menyimak memang benar bersifat pasif. bunyi yang sudah diidentifikasi itu harus diidentifikasi dan dipahami maknannya. dipertimbangkan. dan penilaian. Melalui kegiatan menilai ini. Anggapan seperti ini memang pernah dianut orang. Setiap orang yang terlibat dalam proses menyimak harus menggunakan sejumlah kemampuan. Di sini diperlukan kemampuan linguistik. Kembali. yakni mendengarkan. Makna yang sudah diidentifikasi dan dipahami. Tetapi kini anggapan seperti itu sudah ditinggalkan. yakni mendengar. dan dikaitkan dengan pengalaman serta pengetahuan yang dimiliki si penyimak. mengevaluasi. meragukan. Jumlah kemampuan yang digunakan itu sesuai dengan aktivitas penyimak. menilai. persepsi. Proses menyimak tersebut mencakup enam tahap. Pada situasi ini diperlukan kemampuan mengevaluasi.

dan pengetahuan penyimak. Setelah proses penginterpretasian makna selesai. Menyimak adalah suatu proses. Tanggapan atau reaksi penyimak terhadap pesan yang diterimanya dapat berujud berbagai bentuk seperti mengagguk-angguk tanda setuju. Kemudian. memahami 5. atau wacana. mendengar 2. Tahap akhir dari proses menyimak ialah menanggapi makna pesan yang telah selesai dinilai. mencibir atau mengerjakan sesuatu. penyimak berusaha menagkap pesan pembicara yang sudah diterjemahkan dalam bentuk bunyi bahasa. bunyi bahasa itu perlu diinterprestasikan maknannya. menilai 6. Hal ini sangat perlu buat langkah berikutnya. kata. Untuk menangkap bunyi bahasaitu diperlukan telinga yang peka dan perhatian terpusat.4. yakni penilaian. dipertimbangkan. maka penyimak dituntut untuk memahamiatau menghayati makna itu. menginterpretasi 4. Bunyi yang sudah ditangkap perlu diidentifikasi. dikenali dan dikelompokkan menjadi suku kata. dikaji. memahami . Makna pesan yang sudah dipahami kemudian ditelaah. mengidentifikasi 3. Perlu diupayakan agar interpretasi makna ini sesuai atau mendekati makna yang dimaksudkan oleh pembicara. yakni: 1. kelompk kata. Proses itu terbagi atas tahap-tahap. Kualitas hasil penilaian sangat tergantung kepada kualitas pengetahuan dan pengetahuan penyimak. kalimat. paragraf. menanggapi Dalam tahap mendengar. Pengidentifikasian bunyi bahasa akan semakin sempurna apabila penyimak memiliki kemampuan linguistik. dikaitkan dengan pengalaman.

kemampuan mengingat digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan hal yang akan disampaikan. menaggapi Dalam setiap tahap itu diperlukan kemampuan tertentu agar proses menyimak dapat berjalan mulus. Memusatkan perhatian merupakan pekerjaan yang sangat melelahkan. . pernagkat kebahasaan untuk mengidentifikasi dan menafsirkan makna bunyi bahasa. respon. Dalam fase menilai perlu diingat kembali isi pesan bahan simakan. menilai 6. atau tanggapan yang tepat. dalam fase mendengar bunyi bahasa diperlukan kemampuan menangkap bunyi. Kemampuan menangkap danmengingat itu harus dilandasi kemampuan memusatkan perhatian. Kemampuan memusatkan perhatian sangat penting dalam menyimak. sedang maupun setelah proses menyimak berlangsung. baik sebelum. Artinya kemampuan memusatkan perhatian selalu diperlukan dalam setiap fase menyimak. sebagai landasan menyusun reaksi. Karena itu kemampuan memusatkan perhatian tidak sama pada setiap saat.5. hasil penilaian. tuntutan isi bahan simakan. Memusatkan perhatian terhadap sesuatu berarti yang bersangkutan memusatkan pikiran dan perasaannya pada objek itu. Menyimak setelah lewat waktu 45 menit merupakan pekerjaan sia-sia karena pendengar sudah tak dapat lagi memusatkan perhatiannya. yakni kemampuan menyimak. Dalam 15 menit bagian kedua jumlah itu meyusut menjadi setengahnya. Pada saat menyimak berlangsung. Hanya tiga perempat dari jumlah orang dewasa dapat meusatkan perhatiannya kepada bagian simakan dalam 15 menit pertama. kemampuan menyimak digunakan untuk mengingat bunyi yang sudah didengar. Telinga penyimak harus peka. Dan 15 menit bagian ketiga jumlah itu hanya tingghal seperempatnya. masih ada satu kemampuan lagi yang diperlukan dalam setiap fase menyimak. Di samping itu penyimak ditunutut pula dapat mengingat bunyi yang telah ditangkap oleh telinganya. Disamping kemampuan memusatkan kemampuan memusatkan perhatian. Gangguan pada alat pendengaran menyebabkan penangkapan bunyi kurang sempurna. Misalnya.

Kualitas hasil pengujian sangat ditentukan oleh kualitas orang yang mengujinya. Makna itu kemudian dikaji dari berbagai segi. Dalam fase menilai inilah diperlukan kemampuan menilai. memperhatikan kebali catat-annya. Bunyi itu kemudian diidentifikasi.kalimat paragraf atau wacana yang telah dilisankan. Kualitas individu yang berbeda menyebabkan reaksi yang berbeda atas makna pesan yang sama. diketahui bila disimpan dalam dua bulan sudah berkurang setengahnya saat diproduksi kembali. pemahaman makna pesan. Bunyi bahasa yang disampaikan oleh pembicara diterima oleh penyimak. Tidak hanya itu. serta situasi yang menyertai pembicara perlu dipahami agar penafsiran makna dan pemahaman makna tepat. cara pengucapan. penilaian pesan. dan ketepatan memberikan reaksi atas makna pesan. dan intonasi pembicara. misalnya. Di sini diperlukan kemampuan linguistik. Dan diantaranya. Mungkin dalam dua bulan berikutnya hanya tinggal sedikit yang tinggal.Perlu didasari bahwa kemempuan mengingat seseorang terbatas. kata. Penyimak menterjemahkan pesan dalam bentuk bunyi bahasa itu. Setelah itu makna pesan itu perlu pula ditelaah. ditafsirkan. dan memahami diperlukan tiga atau empat kemampuan. kedalaman dan keluasan ilmu dari penyimak. dipahami. penginterpretasian makna pesan. nada. gerak-gerik tubuh. yakni kemampuan linguistik dan non-linguistik akan dijelaskan dalam paragraf berikut. respon atau tanggapan. Hasil pengkajian itu digunakan sebagai dasar untuk memberikan reaksi. Melalui proses persepsi bunyi yang ditangkap oleh gendang pendengaran diteruskan ke syaraf-syaraf pendengaran. . Kualitas tanggapan diwarnai dan dipengaruhi oleh kualitas penangkapan pesan. Apa yang sudah ditangkap. mengekspresikan kembali simpanan itu baik secara lisan maupun tulisan. menginterpretasi. ekspresi wajah. membaca kembali sumbernya. dipahami maknanya. Pesan yang sudah ditangkap. Karena itu diperlukan penyegaran. dikaji. diuji kebenaran isinya. ditafsirkan dan dipahami maknanya. Di sini diperlukan pengalaman yang luas. Penyimak harus memahami susunan dan makna dari fonem. Dalam fase mengidentifikasi. Di sini diperlukan kemampuan memberikan tanggapan. Kemampuan yang terakhir ini disebut kemampuan nonlinguistik.

Menurut pengamatan penulis. kemampuan nonlinguistik 6. cibiran atau gelengan kepala penyimak. kemampuan menilai 7. menyimak sosial. Pesan yang kebenarannya diragukan kurang meyakinkan. kemampuan memusatkan perhatian 2. menyimak sekelumit. atau pesan yang tidak didukung oleh argumentasi yang kuat akan menimbulkan reaksi cemooh. kemampuan mengingat 3. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam setiap fase penyimak diperlukan kemampuan tertentu. menyimak kritis. Ketujuh titik pandang itu adalah : . JENIS-JENIS MENYIMAK Apabila kita membaca dan memperhatikan berbagai buku literatur mengenai menyimak. kemampuan linguistik 5. paling sedikit ada tujuh kemampuan penunjang penyimak yaitu : 1.Kualitas pesan yang diterima menentukan ragam respon yang terjadi. Menurut pengamatan penulis. maka akan ditemui jenis dan nama menyimak. mengangguk. acungan jempol dari penyimak. kemampuan menanggapi 3. Misalnya menyimak terputus-putus. kemampuan menangkap bunyi 4. Kemampuan inilah yang dimaksud dengan kemampuan penunjang menyimak. paling sedikit ada tujuh titik pandang yang digunakan sebagai dasar pengklasifikasian menyimak. Serbaliknya pesan yang meyakinkan akan menghadirkan reaksi mengiakan. menyimak dangkal. Keanekaragaman nama menyimak ini disebabkan oleh pengklasifikasian menyimak dengan titik pandang yang berbeda-beda pula. menyimak responsif dan sebagainya.

dan sebagainya. saya setuju. Sumber suara yang disimak dapat pula berasal dari luar diri penyimak. Taraf aktivitas penyimak dalam menyimak dapat dibedakan atas kegiatan bertaraf rendah dan bertaraf tinggi. sumber suara 2. dan menunjang pembicaraan. Menyimak dalam taraf rendah ini dikenal dengan nama silent listening. Biasanya aktivitas itu bersifat nonverbal seperti menganggukangguk. penyimak sudah dapat mengutarakan kembali isi bahan simakan.1. Menyimak yang seperti inilah yang paling banyak kita lakukan misalnya dalam percakapan. sikap tertib dan penuh perhatian atau melalui ucapan-ucapan pendek seperti benar. atau berkata-kata dengan diri sendiri. ya dan sebagainya. dikenal dua jenis nama penyimak yaitu intrapersonal listening atau menyimak intrapribadi dan interpersonal listening atau menyimak antarpribadi. Dalam aktivitas bertarf rendah penyimak baru sampai pada kegiatan memberikan dorongan. Jenis menyimak yang seperti ini disebut inter personal listening. Pengutaraan kembali isi bahan simakan menandakan bahwa penyimak sudah memahami isi bahan simakan. taraf aktivitas menyimak 3. perhatian. Jenis menyimak yang seperti inilah yang disebut intrapersonal listening. taraf hasil simakan 4. cara penyimakan bahan simakan 6. menyesali perbuatan sendiri. Jenis menyimak seperti ini disebut dengan nama active listening. Dalam aktivitas yang bertaraf tinggi. tujuan spesifik Berdasarkan sumber suara yang disimak. ya. senyum. Ini terjadi di saat kita menyendiri merenungkam nasib diri. Sumber suara yang disimak dapat berasal dari diri kita sendiri. diskusi. keterbatasan penyimak dan kemampuan khusus 5. . tujuan menyimak 7. seminar.

Bagian-bagian yang penting tidak disimak. Menyimak kritis : penyimak menganalisis secara kritis terhadap materi yang disampaikan pembicara. Menyimak dangkal : penyimak hanya menangkap sebagian isi simakan. 7. 4. kemudian menbandingkan isi pesan itu dengan pengalaman dan pengetahuan penyimak yang relevan. Dalam menyimak pasif sudah ada reaksi walau sedikit. mungkin karena sudah tahu. penyimak minta data atau keterangan terhadap pernyataan yang disampaikan pembicara. Menyimak terpusat : pikiran penyimak terpusat pada sesuatu. Komisi kurikulum pengajaran bahasa Inggris di Amerika Serikat melandaskan klasifikasi menyimak pada taraf hasil simakan dan keterampilan khusus yang diperlukan dalam menyimak. Menyimak kreatif & apresiatif : penyimak memberikan responsi mental dan fisik yang asli terhadap bahan simakan yang diterima. Menyimak untuk membandingkan : penyimak menyimak sesuatu pesan. Menyimak organisasi materi : penyimak berusaha mengetahui organisasi materi yang disampaikan pembicara. Yaitu : 1. 2. 5. Bila diperlukan. Nama setiap jenis menyimak beserta alasannya seperti di bawah ini : . 8. namun yang bersangkutan tidak memberikan reaksi apa-apa. Berdasarkan taraf hasil simakan tersebut dikenal sembilan jenis penyimak.. misalnya pada aba-aba untuk mengetahui bila saatnya mengerjakan sesuatu. ide pokoknya beserta detail penunjangnya. Menurut komisi tersebut ada empat jenis menyimak.Taraf hasil simakan bervariasi merentang mulai dari taraf terendah sampai taraf mendalam. Menyimak terputus-putus : penyimak sebentar menyimak sebentar tidak menyimak. Pikiran penyimak bercabang. 3. 9. kemudian meneruskan menyimak lagi dan seterusnya. Menyimak tanpa mereaksi : penyimak mendengar sesuatu berupa suaraatau teriakan. tidak terpusat pada bahan simakan. menyetujui atau menerima. Menyimak pasif : menyimak pasif hampir sama dengan menyimak tanpa mereaksi. Suara masuk ke telinga kiri keluar dari telinga kanan. 6.

Menyimak dituntut memahami secara tepat isi bahan simakan. melakukan atentif. tanya jawab dan sejenisnya. Penyimak larut dalam bahan yang disimaknya. Menyimak intensif mencakup menyimak kritis. Perhatian menyimak terhadap siaran radio hanya sambilan. Berdasarkan cara penyimakan dikenal dua jenis menyimak : 1. Penyimak dalam karakter pelaku cerita menyimak atentif 3. menyimak eksploratori. isi simakan dibandingkan dan dipertentangkan dengan pengalaman dan pengetahuan penyimak. Misalnya menyimak isi petunjuk. Jenis menyimak ini perlu dikuasai oleh siswa atau mahasiswa agar mereka dapat menilai secara kritis apa yang mereka simak. pengumuman dan perkenalan. sedikit 2. dalam garis besar. teliti dan mendalam bahan yang disimak.salah satu karateristik jenis menyimak ini ialah penyimak tidak berpartisipasi secara langsung seperti dalam percakapan. Cara menyimak isi bahan simakan mempengaruhi kedalaman dan keluasan hasil simakan. Menyimak intensif. dan menyimak pasif. dan menyimak selektif. menyimak sekunder. menyimak kreatif.1. Menyimak analisis : Penyimak mempertimbangkan. menyimak interogatif. mengkaji isi bahan simakan yang diterimanya. Penyimak memahami secara terinci. menyimak konsentratif. Ia terpaku dan terpukau dalam menikmati drmatisasi cerita atau puis. Menyimak marginal : Menyimak marginal atau sekelumit. atau butir-butir penting tertentu. biasa juga disebut menyimak pasif. Menyimak ekstensif meliputi menyimak sosial. umum. menelaah. dalam menyimak pemecahan masalah yang disajikan secara orisinil oleh pembicara. menyimak estetis. 2. 4. siaran contoh menyimak marginal. radio Orang adalah yang sedang belajar sambil mendengarkan atau kecil. menyimak ekstensif. Bila diperlukan. Ecara imajinatif penyimak seolah-olah ikut yang mengalami. Penyimak memahami isi bahan simakan secara sepintas. diskusi. . Klasifikasi menyimak dapat pula didasarkan kepada cara penyimakan bahan simakan. dilisankan. Menyimak apresiatif. merasakan.

marah. percakapan. atau kecewa. materi dari berbagai sumber. Menurut mereka ada tujuh jenis menyimak yang perlu dikembangkan melalui pengajaran bahasa bagi siswa di sekolah. misalnya. pertunjukan sandiwara. . Menyimak literatur : Menyimak untuk mengorganisasikan ide seperti penyusunan penemuan. rekaman dagelan atau lawak. 2. membedakan butir-butir mencari penjelasan butir tertentu. merangkum. Menyimak kritis : Menyimak untuk menganalisis tujuan pembicara. diskusi dan sebagainya. Misalnya para siswa menyimak ceramah guru sejarah. pembahasan dalam hasil pidato. guru bahasa Indonesia. perubahan suara seperti membedakan suara burung. melebih-lebihkan propaganda. televisi. yakni tujuan khusus. Jenis dan penjelasan setiap menyimak tersebut adalah : 1. Hasil pengklasifikasian mereka menghasilkan tujuh jenis menyimak : 1. Menyimak diskriminatif : Menyimak untuk membedakan suara. film dan sebagainya. mahasiswa mendengarkan siaran radio.Tidyman dan Butterfield mengklasifikasikan menyimak atas dasar tujuan menyimak. suara orang dalam senang. Logan dan kawan-kawan mengklasifikasikan menyimak atas dasar tujuan juga. 5. Menyimak informatif : Menyimak untuk mencari informasi seperti menyimak pengumuman. khotbah atau untuk mengetahui penyimpangan emosi. Menyimak sederhana : menyimak sederhana terjadi dalam percakapan dengan teman atau bertelepon. Menyimak untuk belajar : Melalui kegiatan menyimak seseorang mempelajari berbagai hal yang dibutuhkan. 2. cerita pendek. 3. menyimak sesuatu untuk menghibur dirinya. botani dan sebagainya. 4. mendaftar ide dsb. jawaban pertanyaan. Menyimak santai : Menyimak untuk tujuan kesenangan misalnya pembacaan puisi. 6. Menyimak untuk menghibur : Penyimak. suara mobil. misalnya dalam diskusi. menyimak pembacaan cerita-cerita lucu. perdebatan. kebingungan dan sebagainya. dagelan. kejengkelan.

membandingkan dengan pengalaman dan pengetahuan menyimak. ( Logan dan kawankawan. Creative Communication. secara kreatif dan analitis setelah yang bersangkutan mendapat informasi dari menyimak sesuatu. Menyimak untuk menilai : Penyimak mendengarkan dan memahami isi simakan kemudian menelaah. Mc Grawa Hill Ryerson Limited. Montreal. cerita pendek. roman. Menyimak diskriminatif : Menyimak untuk membedakan bunyi. menyimak pertunjukan sandiwara dan lain-lain. menguji. Secara umum dapat dipastikan setiap penyimak berkeinginan untuk menjadi penyimak yang berkualitas. 7. merasakan ide. hal 42 ) Modul 2 EFEKTIVITAS MENYIMAK PENDAHULUAN Modul kedua ini membahas efektivitas menyimak secara umum dengan fokus pembicaraan tiga butir masalah. Menyimak apresiatif : Penyimak memahami. dan (3) dianggap sangat penting mengingat berbagai alasan. Misalnya menyimak pembacaan puisi. menghayati. mengkaji. Dalam belajar bahasa Inggris masalah misalnya : siswa harus dapat uraian membedakan bunyi [ i ] dan [ i: ]. 1972. 4. gagasan. Menyimak untuk mengkomunikasikan ide dan perasaan : Penyimak memahami. Hal yang sama . perasaan pembicara sehingga terjadi sambung rasa antara pembicara dengan pendengar. faktor keberhasilan menyimak 2. Mungkin juga penyimak dapat memecahkan masalah yang dihadapinya. 6. suara. Teaching The Language Arts. Menyimak pemecahan Penyimak mengikuti pemecahan masalah secara kreatif dan analitis yang disampaikan oleh pembicara. (2). mengapresiasi isi bahan simakan.3. 5. meningkatkan daya simak pembahasan butir (1). ciri penyimak ideal dan duga daya simak 3. Canada. yakni: 1. penyimak yang efektif.

atau mengetahui faktor penentu keberhasilan menyimak. mahasiswa diharapkan dapat memenuhi. mahasiswa dan pelajar sering harus menyimak dosen atau gurunya. . Rakyat jelata menyimak. dan menguasai faktor penentu keberhasilan menyimak. mahasiswa dapat menyebutkan semua ciri penyimak ideal 4. menghayati. para ilmuwanpun harus menyimak dalam berbagai kegiatan seperti pidato ilmiah. mahasiswa dapat menyebutkan semua faktor keberhasilan menyimak 2. para pedagang menyimak. dan sebagainya.tentu juga berlaku bagi para mahasiswa yang bersangkutan mengenal. mahasiswa dapat menyusun skenario pelaksanaan cara peningkatan daya simak FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN MENYIMAK Dalam modul pertama sudah disinggung bahwa menyimak sangat fungsional dalam kehidupan sehari-hari manusia. saat mahasiswa sudah bertugas sebagai guru bahasa Indonesia di kelas. mahasiswa dapat menjelaskan pengertian semua ciri penyimak yang ideal 5. mahasiswa dapat menyebutkan manfaat pengenalan dan daya simak diri 6. Pembicaraan butir (1). mengenal. serta cara-cara meningkatkan daya simak. mahasiswa dapat menjelaskan pengertian semua penentu keberhasilan menyimak 3. serta cara-cara meningkatkan daya simak. ciri menyimak ideal. kapan saja. Tujuan yang masih bersifat umum tersebut di atas dapat dirinci menjadi tujuan yang khusus sebagai berikut: 1. Di bagian akhir proses pengkajian modul ini. seminar. dan (3) pun sangat penting bagi memperkuat landasan pembahasan bagian modul berikutnya. setiap insan tak akan terlepas dari kegiatan menyimak. Kegiatan menyimak selalu terjadi dimana saja. serta merupakan modal utama bagi pengajaran menyimak nantinya. Artinya. diskusi. dan dilakukan oleh siapa saja. ciri menyimak ideal. (2).

suasana. ada yang berbeda. Sebentar-sebentar suara mesin mobil menderu mengalahkan suara penyiar. peralatan. Siaran yang berisi cara memelihara domba itu tidak bisa mereka tangkap sepenuhnya. (2) Kelompencapir Mayangsari sedang mendengarkan siaran pedesaan dari RRI Bandung. dan ada pula yang tidak lengkap. yaitu: . Suasana akrab. Inti pertanyaan berkisar tentang hukuman yang dijatuhkan wasit Malaysia terhadap Darwis.(2). dijelaskan lagi butir-butir tertentu. rumah Pak Hasan. Udara di ruangan itu pengap dipenuhi asap rokok. dengan tekun dan penuh perhatian mengikuti kuliah menyimak. waktu. kadang-kadang serius. (1) Ganda mengikuti dengan cermat tanya-jawab antara wartawan olah raga dengan Robby Darwis yang disiarkan melalui televisi. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. (3). (3) Anggota Koperasi Mahasiswa FPBS IKIP Bandung. Materi yang direncanakan dosen mencakup pengertian. Perhatikan faktor-faktor yang terlibat dalam setiap contoh. sehingga ia mengikuti acara itu sampai selesai. Faktor-faktor itu ada yang sering berulang. kadang-kadang minta diulangi. Peristiwa menyimak selalu mencakup faktor pembicara. meriah. Bila pembaca jeli memperhatikan contoh tang tertera pada nomor (1). Kuliah tersebut berlangsung di ruang 19 pagi-pagi jam 7. bahan yang dibicarakn. dan jenis-jenis menyimak. IKIP Bandung.00. ruangan. Mereka berdesak-desakan duduk di ruang tamu. mendengarkan dengan cermat ceramah koperasi yang disampaikan oleh dekan. Salah seorang ahli bahasa mengklarifikasikan faktorfaktor itu menjadi empat bagian.Berikut ini disajikan beberapa gambaran peristiwa menyimak yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. mahasiswa tingkat pertama. dan (4) maka akan ditemui sejumlah faktor pendukung setiap peristiwa menyimak. dan sebagainya. pendengar. (4) Halimah. Sebentarsebentar mahasiwa itu bertanya ini-itu. Ganda sangat berminat terhadap masalah tersebut. Kegiatan itu berlangsung digedung baru. peranan. Karena sering dikatakan orang bahwa efektivitas menyimak bergantung kepada sejumlah faktor. ada yang lengkap. keadaan cuaca.

intonasi tepat. Akan lebih baik apabila pembicara adalah pakar. benar-benar materi yang akan disampaikannya kepada para pendengar. keahliannya. pilihan kata atau istilah tepat. dalam bidang yang disampaikan tersebut. penyimak Pembicara adalah orang yang menyampaikan pesan. ide. Pembicara yang yakin akan kemampuan dirinya akan tampil dengan mantap dan meyakinkan pendengar. dan kepaopulerannya sangat berpengaruh kepada para pendengarnya. (2) Berbahasa baik dan benar: Pembicara harus menyampaikan materi pembicaraannya dalam bahasa yang baik dan benar. karismanya. informasi kepada para pendengar melalui bahasa lisan. pembicara b. (4) Berbicara sistematis: Pembicara harus berbahasa sistematis. Karena itu ada sejumlah tuntutan yang dialamatkan kepada pembicara seperti: (1) Penguasaan materi: Pembicara harus menguasai. memahami. Bahasa yang digunakan pembicara dalam menyampaikan materi pembicaraan menarik. . pembicaraan c.a. Yang bersangkutan harus menghindari tingkah laku yang dibuat-buat atau berlebih-lebihan. Kualitas pembicara. efektif. Bahan yang disampaikan harus tersusun secara sistematis dan mudah dimengerti. dan sesuai dengan taraf pendengarnya. Pembicara yang terlalu “over acting” akan membuat pendengarnya beralih dari isi pesan yang disampaikan kepada tingkah laku yang dianggap aneh itu. susunan kalimat sederhana dan benar. situasi d. (5) Gaya bahasa menarik: Pembicara harus tampil dengan gaya yang menarik dan simpatik. Ucapan jelas. (3) Percaya diri: Pembicara haru percaya akan kemampuan diri sendiri. menghayati. sederhana.

atau bermakna bagi pendengar. (2) Bermakna: Pembicaraan haruslah sesuatu yang berarti. Materi yang bermakna bagi kelompok pendengar A belum tentu bermakna bagi kelompok pendengar B. penataan tempat duduk . pesan. ventilasi. atau digandrungi oleh pendengar. dan aktual. Pembicaraan yang baik harus memenuhi syarat-syarat tertentu seperti: (1) Aktual: pembicaraan haruslah sesuatu yang baru. pembicaraan. dan menyimak. antara lain: (1) Ruangan: Ruangan atau tempat berlangsungnya peristiwa menyimak harus menunjang. sehingga mudah diikuti dan dipaham pendengar. berguna. serta menguasai para pendengarnya. Situasi tersebut sangatlah berpengaruh dan menentukan kefektifan menyimak. yang termasuk kategori situasi dalam proses menyimak. penerangan. hangat. Ruangan yan menunjang adalah ruangan yang memenuhi persyaratan akustik. Pembicaraan adalah materi. atau informasi yang hendak disampaikan oleh seseorang pembicara kepada pendengarnya. Materi pembicaraan yan terlalu mudah tidak menarik dan berguna bagi pendengar. isi. diminati. (3) Dalam pusat minat mendengar: Pembicaraan haruslah yang berkaitan dengan pendengar. Situasi dalam menyimak diartikan segala sesuatu yang menyertai peristiwa menyimak di luar pembicara. Sesuatu yang baru pastilah lebih menarik. Pembicara menghargai. Sebaliknya materi pembicaran yang terlalu tinggi akan membuat pendengar kewalahan. menghormati.(6) Kontak dnegan pendengar: Pembicara harus menjalin kontak dengan pendengarnya. Beberapa hal yan pantas diperhatikan. (5) Seimbang: Taraf kesukaran pembicaraan harus seimbang dengan taraf kemampuan pendengar. Akan lebih baik lagi bila pembicaraan itu berada dalam lingkaran pusat minat pendengar. (4) Sistematis: Pembicaraan harus tersusun sistematis.

(2) Waktu: waktu berlangsungnya peristiwa menyimak harus diperhatikan dan diperhitungkan sebaiknya pada saat yang tepat misalnya pagi-pagi. (4) Peralatan: Peralatan yang digunakan dalam peristiwa menyimak haruslah yang mudah dioperasikan. Penyimak tidak mungkin menyimak secara efektif bila kondisi fisik dan mentalnya tidak menunjang. (3) Tenang: Suasana dan lingkungan yang tenang. Penyimak adalah orang yang mendengarkan dan memahami isi bahan simakan yang disampaikan oleh pembicara dalam suatu peristiwa menyimak. dan sebagainya. warna ruangan. dan menyenangkan serta dilengkapi dengan peralatan yang fungsional dapat diharapkan hasilnya yang efektif. Dibandingkan dengan faktor pembicara. kurang sempurna. asal si penyimak berusaha sungguh-sungguh. faktor penyimak adalah yang terpenting dan paling menentukan keefektifan dalam peristiwa menyimak. walau ketiga faktor yang pertama sudah memenuhi segala persyaratan. jauh dari kebisingan. Sebaliknya biarpun ketiga faktor yang pertama kurang memadai. bila si penyimak tidak mau menyimak maka sia-sialah semuanya. Peristiwa menyimak yang berlangsung dalam ruangan yang baik. suasana yang baik antar kelompok pendengar sangat menunjang keefektifan menyimak. pembicaraan dan situasi. rileks. waktu yang tepat. tempat pembicara. . saatsaat pendengar masih segar. baik produksi suasananya dan berguna dalam melancarkan kegiatan menyimak. Sebab. nyaman. tekun.pendengar. Hal-hal yang perlu diperhatikan menyangkut diri penyimak antara lain: (1) Kondisi: Kondisi fisik dan mental penyimak dalam keadaan baik dan stabil. suasana tenteram. dan kerja keras maka keefektifan menyimak dapat tercapai. pemandangan yang tidak mengganggu konsentrasi. luas ruangan dan sebagainya.

CIRI MENYIMAK IDEAL DAN DUGA DAYA SIMAK Menyimak pernah dianggap dan diperlakukan oleh para ahli. Di samping itu penyimak juga harus memiliki kemampuan nonlinguistik. mencerna. Buat sementara yang bersangkutan harus dapat menyingkirkan pikiran-pikiran lain selain bahan simakan. Penyimak yang dapat memenuhi persyaratan tersebut diatas pasti berhasil dalam setiap peristiwa menyimak. (5) Mempunyai kemampuan linguistik dan nonlinguistik. perubahan air mukanya. (6) Berpengalaman luas dan berpengetahuan: penyimak juga harus memiliki pengalaman dan pengetahuan luas mendalam akan lebih mudah menerima. menafsirkan gerak-gerik pembicara. Penyimak yang belum dapat memenuhi persyaratan tersebut jelas akan mengalami berbagai hambatan dalam menyimak. Penyimak haruslah memiliki kemampuan linguistik agar yang bersangkutan dapat menginterpretasi dan memahami makna yang terkandung dalam bunyi bahasa. dan orang awam sebagai suatu hal yang akan dikuasai oleh manusia normal pada . dan memahami isi bahan simakan. (3) Bertujuan: penyimak harus bertujuan dalam penyimak. Kemampuan nonlinguistik berguna dalam membaca situasi. atau mengusahakan meminati bahan yang disimaknya.(2) Konsentrasi: penyimak harus dapat memusatkan pikirannya terhadap bahan simakan. guru bahasa. Penyimak seperti golongan terakhir ini sudah dapat dipastikan gagal dalam menyimak. (4) Berminat: Penyimak hendaknya berminat. yang berfungsi sebagai pelengkap makna pembicaraannya. Yang bersagkutan harus dapat merumuskan tujuannya secara tegas sehingga ia mempunyai arah dan pendorong dalam menyimak.

pengetahuan tentang ciri penyimak ideal itu dapat digunakan . Pengajaran menyimak mulai diperhatikan. Mulai tahun lima puluhan. Dalam pokok bahasan faktor penentu keberhasilan menyimak. Buku teks menyimak bermunculan. pemahaman. metode. terarah. Perlakuan demikian didasari oleh asumsi bahwa keterampilan menyimak akan dikuasai secara otomatis. sudah dijelaskan faktor-faktor penentu keberhasilan menyimak itu mencakup: (1) pembicara (2) pembicaraan (3) situasi (4) penyimak Faktor penyimak ini akan dibicarakan sekali lagi. dan penghayatan ciri-ciri penyimak yang baik atau ideal sangat berguna bagi setiap penyimak. potensi itu perlu dikembangkan melalui latihan sistematis. dan penilaian menyimak direncanakan. Bahkan lebih dari itu. menyimak diperlakukan sebagai mata pelajaran yang mandiri. bahan. Sebagai mana orang dapat bernafas tanpa mempelajari cara bernafas. Lama-kelamaan para ahli menyadari bahwa asumsi yang dipegang selama ini mengenai menyimak. Penelitian mengenai menyimak jarang dilakukan. begitu pula menyimak tidak perlu dipelajari karena pada saatnya orang akan dapat menyimak. Bagi penyimak yang belum berpengalaman. menyimak mulai banyak diperhatikan. dilaksanakan. Tujuan. ternyata keliru. Fokus pembicaraan mengenai ciri-ciri atau karakteristiknya. Sebagai mata pelajaran yang mandiri. Buku teks jarang ditulis. menyimak dilaksanakan tersendiri.waktunya. dikembangkan. atau dibina. Potensi itu akan tetap merupakan potensi bila tidak dipupuk. Pengenalan. Menyimak dengan segala aspeknya diteliti. Namun. Manusia memang dilahirkan dengan potensi dapat menyimak. media. Pada gilirannya pengajaran menyimak diabaikan. dan dinilai tersendiri pula. dan berkesinambungan supaya menjadi kenyataan.

dalam menyimak. bila salah. paling sedikit ada lima belas ciri penyimak ideal. mau belajar tentang sesuatum mau menguji tentang sesuatu dan sebagainya. Berikut ini akan disajikan ciri-ciri tersebut beserta penjelasannya. (3) Bermotivasi Penyimak yang baik selalu mempunyai motivasi yang kuat dalam menyimak. Dari hasil pengamatan penulis. (2) Berkonsentrasi Penyimak yang baik adalah penyimak yang dapat memusatkan perhatiannyakepada bahan simakan. (1) Siap fisik dan mental Penyimak yang baik adalah penyimak yang benar-benar bersiap untuk menyimak. Bagi penyimak yang sudah berpengalaman. Yang bersangkutaan dapat menggunakan hal yang dianggap perlu dan membuang hal yang dianggap tak perlu. (5) Menyeluruh . Yang bersangkutan bukan melihat siapa yang berbicara tetapi apa yang dikatakannya. atau dalam kondisi prima. pendorong. Fisiknya segar. ia terima. pikiran jernih. Yang bersangkutan harus dapat menyingkirkan hal-hal lain selain materi simakan.sebagai pedoman dalam melatih diri menjadi penyimak yang ideal. penggerak. ia menolak siapapun yang mengatakannya. Bila yang dikatakan itu memang benar. pengetahuan tersebut dapat digunakan sebagai bahan perbandingan. Mentalnya stabil. Hal itulah yang dijadikannya sebagai motivasi atau pemacu. tidak berat sebelah. (4) Objektif Penyimak yang baik adalah penyimak yang berprasangka. sehat. Yang bersangkutan mungkin mempunyai tujuan menambah pengetahuan.

(6) Menghargai pembicara Penyimak yang baik ialah penyimak yang menghargai pembicara. menyepelakan apa yang disampaikan oleh pembicara. atau menyeluruh. yakni menyimak.Penyimak yang baik ialah penyimak yang menyimak bahan simakan secara lengkap. Tidak semua bahan yang diterima diteln mentah-mentah. (7) Selektif Penyimak yang baik tahu memilih bagian-bagian penting dari bahan simakan yang perlu diperhatikan da diingat. Penyimak yang baik selalu menghargai pendapat pembicara. Yang bersangkutan benar-benar menyimak pesan pembicara walau pesan itu kurang menarik baginya. Ia pun tidak mengaggap diri tahu segalanya dan pengetahuannya melebihi pembicara. utuh. ia dengan cepat kembali kepada tugas semula. (8) Sungguh-sungguh Penyimak yang baik selalu menyimak bahan simakan dengan sesungguh hatinya. tetapi dipilihnya bagian–bagian yang bersifat inti. Kalaupun sekali waktu ia mendapat gangguan yang tak terelakan. (9) Tak mudah terganggu Penyimak yang baik tak mudah diganggu oleh hal-hal lain di luar bahan simakan. walaupun mungkin pendapat itu berbeda dengan pendapatnya. Ia tidak menganggap enteng. atau hanya menyimak yang disenangi saja. (10) Cepat menyesuaikan diri . Yang bersangkutan dapat membentengi diri dari berbagai gangguan kecil seperti kebisingan. Ia tidak menyimak meloncat-loncat ataupun terputus-putus. Ia tidak akan berpura-pura menyimak padahal hatinya dan perhatiannya ke tempat lain.

benar. ya. atau saya sependapat. Fakta yang diterima dikaitkan atau dibandingkan dnegan pengetahuan dan pengalamannya. Yang bersangkutan . Misalnya dengan cara memperhatikan pembicara.Penyimak yang baik ialah penyimak yang tanggap terhadap situasi. (11) Kenal arah pembicaraan Penyimak yang baik selalu mengenal arah pembicaraan. Biasanya. dan sebagainya. bahkan sudah dapat menduga ke arah mana pembicaraan berlangsung. ya. (15) Merespons Sebagai tindak lanjut dari kegiatan penilaian hasil simakan. (14) Menilai Penyimak yang baik selalu menilai. atau menelaah isi bahan simakan yang diterimanya. Ia cepat menghayati dan menyesuaikan diri dengan inti pembicaraan. mengkaji. penyimak menyatakan pendapat terhadap isi pembicaraan tersebut. dan gaya pembicara. (12) Kontak dengan pembicara Penyimak yang baik selalu mengadakan kontak dengan pembicara. saya setuju. (13) Merangkum Penyimak yang selalu dapat menangkap sebagian besar isi bahan simakan. mengacungkan jempol dan sebagainya. Hal itu terbukti dari hasil rangkuman penyimak yang disampaikan secara lisan atau tertulis setelah proses menyimak selesai. irama pembicaraan. penyimak yang baik sudah mengetahui arah pembicaraan dan barangkali sudah dapat menduga isi pembicaraan. Hal yang sama dapat pula disampaikan melalui gerak-gerik tubuh seperti mengagguk-angguk. memberikan dukungan atau dorongan kepada pembicara melalui ucapan singkat. menguji. pada menit-menit pertama awal pembicaraan.

Siapkah saya untuk menyimak? (1) Sudahkah saya duduk di tempat yang nyaman dna strategis sehingga saya dapat melihat dan mendengarkan si pembicara (2) Terarahkah pandangan saya kepada pembicara? 2. sependapat atau tidak sependapat dengan si pembicara. Duga Daya Simak Diri 1. Anda mempunyai daya simak yang rendah. Keinginan seperti itu dapat dipenuhi melalui “Checking up on my listening”. mengerjakan sesuatu. bila seseorang menilai apakah orang lain penyimak ideal atau tidak. Tentang hal itu dia tidak ingin dicampuri atau diketahui orang lain. Duga daya simak diri berisi sebelas pertanyaan pada diri sendiri yang dapat dijawab dengan ya atau tidak. menggeleng-geleng. dan sebagainya. Reaksi atau tanggapn penyimak itu dapat berwujud dalam bentuk mengagguk-angguk. maka penilai memeriksa karakteristik penyimak yang dinilainya. Berkonsentrasilah saya terhadap pembicaraan yang akan disampaikan? (1) Dapatkah menyingkirkan pikiran lain pada saat ini? (2) Siapkah saya memikirkan topik pembicaran dan menghubungkannya dengan pengetahuan siap saya mengenai hal itu? (3) Bersiapkah saya belajar lebih lanjut mengenai topik yang akan disampaikan? .mungkin setuju atau tidak setuju. Bila semua pertanyaan itu dapat dijawab dengan ya. artinya Anda mempunyai daya simak tinggi. dan mendapat gambaran kemampuan menyimaknya. Patokan penilaian adalah ciri penyimak yang sudah dibicarakan. mengetahui. Artinya. Ciri-ciri penyimak ideal biasanya diterapkan kepada orang lain. Sebaliknya bila pertanyaan itu dijawab tidak. yang disadur secara bebas menjadi duga daya simak diri. Ada kalanya seseorang ingin pula menilai.

yang dimuat dalam Greene&Petty. Walaupun manusia berlatih menyimak. kemampuan menyimaknya terbatas. Salah satu potensi pembawaan sejak lahir itu adalah potensi mampu menyimak. Tidak timbuh. sadarkah saya ke mana dibawa oleh pembicara? (2) Dapatkah saya temukan ide pusat sehingga saya dapat mengikutinya sepanjang pembicaraan? 4. Setalah pembicaraan selesai. Siapkah saya memulai menyimak? (1) Pada menit-menit pertama. Keterbatasan itu dosebabkan oleh daya tangkapnya yang terbatas dan daya . yang terpenting dan sebagainya) guna membantu menyusun ide-ide dalam pikiran saya? 5. Dapatkah saya temukan ide penunjang ide pusat atau pokok? (1) Saya manfaatkankah petunjuk-petunjuk pembicara (seperti yang pertama. Tanpa pembinaan dan pengembangan. 1969:182) MENINGKATKAN DAYA SIMAK Setiap manusia dialhirkan dengan sejumlah potensi. sudahkah saya evaluasi pembicaraan pembicara? (1) Sesuaikah pengetahuan baru itu (hasil simakan) dengan pengetahuan siap saya? (2) Saya pertimbangkan setiap ide yang disampaikan pembicara sehingga saya dapat mengatakan setuju atau tidak setuju dengan pembicara? (Diterjemahkan secara bebas dari Checking up on my listening. Potensi harus dibina dan dikembangkan. potensi tadi dapat berwujud menjadi kemampuan menyimak yang nyata.3. Melalui latihan menyimak yang terarah dan berkesinambungan. ataumati. potensi tersebut tetap berupa potensi tertutup.

ingatannya terbatas pula. Para ahli memperkirakan orang yang cukup mendapat latihan menyimak, dlam kondisi fisik yang segar dan mental yang stabil, hanya dpat menangkap isi bahan simakan 50%. Dalam dua bulan berikutnya yang diingat hanya setengahnya. Mungkin dalam dua bulan berikutnya sisanya sudah menghilang pula. Menyimak sangat fungsional dalam kehidupan manusia. Melalui menyimak seseorang memperoleh kemungkinan besar mendapatkan informasi. Para ahli berpendapat bahwa sebagian besar dari pengetahuan seseorang dan nilai-nilai yang diyakininya diperoleh melalui kegiatan menyimak. Karena itu sangatlah beralasan bila setiap orang dituntut terampil menyimak. Kawolda, seorang ahli, menawarkan lima cara untuk mempertajam daya simak. Kelima cara tersebut adalah: (1) simak-ulang ucap (2) identifikasi kata kunci (3) parafrase (4) merangkum (5) menjawab pertanyaan.

MODUL 3 BAHAN DAN METODE PENGAJARAN MENYIMAK Modul ketiga ini membahas tentang bahan dan metode pengajaran menyimak. Pembicaraan dipusatkan kepada tiga hal, yakni: (1) Bahan pengajaran

(2) Metode pengajaran (3) Penilaian dan umpan balik Bahan, metode, dan penilaian merupakan sebagian dari butir-butir panjang dalam setiap pengajaran, termasuk pengajaran menyimak. Setiap guru atau calon guru harus memahami benar-benar dan mempraktekkan penyusunan bahan, penerapan metode dan penilaian dalam proses belajar mengajar. Jika guru dan calon guru sudah menguasai ketiga hal terseebut, mak ayang bersangkutan akan mendapatkan berbagai manfaat. Pertama, yang bersangkutan dapat merencanakan pengajaran menyimak dengan sebaik-baiknya. Kedua, yang bersangkutan akan tampil di kelas dengan penuh percaya diri, meyakinkan dan mengesankan.Ketiga, pemahaman terhadap ketiga butir tersebut diatas sangat membantu yang bersangkutan dalam melaksanakan pengajaran pokok bahasan lainnya. Sebagimana modul-modul lainnya, modul ini pun dapat Anda pelajari denagn berbagai cara. Anda dapat mempelajari secara mandiri, berkelompok, berdiskusi, atau secara tutorial. Cara mana pun yang dipilih, pada akhirnya kegiatan belajar-mengajar Anda diharapkan dpat memahami dan menerapkan penyusunan bahan, metode dan penilaian dalam pengajaran menyimak. Tujuan instruksional umum di atas dapat dirinci menjadi tujuan instruksional khusus seperti berikut yaitu mahasiswa dapat;
a. menjelaskan kedudukan pengajaran menyimak; b. menggunakan bahan pokok bahasan membaca; pragmatik; dan apresiasi menjadi bahan pengajaran menyimak; c. menyebutkan manfaat berbagai metode pangajaran menyimak; d. meyebutkan ciri metode pengajaran menyimak yang baik; e. mengidentifikasi metode pengajaran menyimak; f. membuat dua contoh penerapan metode pengajaran menyimak; g. menjelaskan pengertian penilaian; h. membuat dua contoh penilaian pengajaran menyimak; dan i. menyusun langkah tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian.

BAHAN PENGAJARAN MENYIMAK Teori tidak selamanya sejalan dengan prakteknya. Buktinya, tergambar dalam pengajaran menyimak. Kita sudah mengetahui bahwa menyimak sangat fungsional dalam kehidupan manusia. Pengajaran bahasa, baik bahasa pertama ataupun bahasa kedua, harus berlandaskan menyimak. Menyimak juga memperlancar ketrampilan berbicara, membaca, dan menulis. Keterampilan menyimak juga sangat penting dalam memperlancar komunikasi lisan. Menyimak adalah sarana ampuh dalam mengumpulkan informasi. Sebenarnya menyusun bahan pengajaran menyimka tidak sesukar yang diduga. Hampir sama bahan pengajaran pokok bahasan yang ada dapt dijadikan bahan pengajaran menyimak. Semua bahan pengajaran yang tertulis dialihkan dalam bentuk suara maka jadilah bahan tersebut menjadi bahan pengajaran menyimak. Bahan pengajaran membaca yang sudah ada dapat dijadikan sebagai bahan pengajaran menyimak. Caranya dengan mengubah bentuk tetulis menjadi bentuk lisan.

METODE PENGAJARAN MENYIMAK Disamping menguasai materi pelajaran, pengajar dituntut terampil menyampaikan materi itu kepada siswa. Cara penyampaian materi itu disebut dengan istilah metode pengajaran. Keterampilan menyampaikan bahan itu akan tercapai apabila pengajar sudah mengenal, mengetahui, dan dapat menerapkan berbagai metode pengajaran sehingga dapat menguntungkan pengajar tersebut antara lain: Pengajaran Menyimak Bervariasi Pengajaran menyimak dapat dilaksanakan dengan berbagai cara. Metode yang dipilih sangat bergantung kepada pengajar dengan mempertimbangkan tujuan, bahan,dan keterampilan proses yang ingin dikembangkan. Pengajaran menyimak yang bervariasi sangat menunjang minat dan gairah belajar. Proses belajar yang dilandasi oleh minat dan gairah dapat diharapkan akan berhasil.

dan menarik.Memecahkan Berbagai Masalah Pemilihan dan penerapan metode pengajaran menyimak yang tepat akan dapat menanggulangi berbagai masalah seperti: a. Penyampaian Materi Pelajaran Terarah Pemilihan dan penerapan metode pengajaran menyimak yang tepat menjamin penyampaian materi pejaran lebih terarah. materi pelajaran yang kurang menarik d. lingkungan belajar yang kurang menarik Meningkatkan Rasa Percaya Diri Pengajar yang memiliki pengetahuan dan keterampilan menggunakan berbagai teknik pengajaran menyimak akan tampil lebih meyakinkan. Ini berarti pengajarn pun akan berhasil dengan baik. Membangun Suasana Belajar Yang Baik Pemilihan dan penerapan metode pengajaran menyimak yang tepat akan menumbuhkan suasana belajar-mengajar yang baik. perbedaan kemmpuan individu c. Pengajaran Lebih Berhasil Pemilihan dan penerapan metode pengajaran meenyimak yang lebi tepat lebih menjamin tercapainya tujuan pengajaran. percaya diri. jumlah yang belajar terlalu banyak b. . Memusatkan Perhatian Pemilihan dan penerapan metode pengajaran menyimak yang tepat membuat perhatian terpusat pada pelajaran. efisien dan efektif.

Ulang Ucap (2) Simak – Kerjakan (3) Simak – Terka (4) Simak – Tulis (5) Memperluas kalimat (6) Bisik Berantai (7) Identifikasi Kata Kunci . 2) mengaktifkan siswa dalam belajar. Berikut ini disajikan sejumlah metode pengajaran menyimak. Metode itu sifatnya netral. Anda akan menemukan bermacam-macam metode pengajaran bahasa. Sebagian dari metode tersebut digunakan sebagai metode pengajaran menyimak. 5) mengarahkan aktivitas belajar siswa ke arah tujuan pengajaran. karena baik buruknya suatu metode tergantung dari pengajar itu sendiri yang memakai. tidak menuntut peralatan yang rumit. Apabila anda rajin membuka-buka buku pengajaran bahasa. penampilan siswa secara individu atau kelompok. Sesuatu metode pengajaran yang baik dapat dikenal dari ciri-cirinya seperti: 1) menantang atau merangsang siswa untuk belajar. 3) mengembangkan kreativitas siswa. Namun dalam praktek pengajaran kita kenal juga istilah metode yang baik. 6) mudah dipraktekkan. (1) Simak . 4) memudahkan siswa memahami materi pengajaran.Pada hakikatnya tidak ada metode yang baik atau buruk.

Contoh : Saya sedang membuat materi perkuliahan bahasa Indonesia. saya menyimaknya dengan sungguhsungguh. saya mencatat hal-hal penting yang ada kaitannya dengan isi pembicaraan. Anda mendengar benda jatuh.. Anda tidak melihat apa-apa kemudian Anda melanjutkan kembali kegiatannya. sesekali saya mengangguk-anggukkan kepala karena saya memahami apa yang telah dijelaskan. Secara sekilas. Mendengarkan adalah proses kegiatan menerima bunyi bahasa yang dilakukan dengan senagaja tetapi belum ada unsur pemahaman. Kemudian saya berhenti sejenak sambil menikmati lagu tersebut. menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan (HG. tiba-tiba saya mendengarkan lagu kesenangan saya. mendengar adalah proses kegiatan menerima bunyi-bunyian yang dilakukan tanpa sengaja atau secara kebetulan saja. Contoh : Saat Anda mengikuti kegiatan perkuliahan. saya mengerjakan tugas lagi. Tanpa saya sadari. Sambil menyimak.Tarigan : 28) Contoh : pada saat belajar bahasa Indonesia. Setelah lagu selesai. Anda menoleh ke arah suara benda tadi. Saat guru memberi . Ketiga kata ini tentu mempunyai makna yang berbeda. apresiasi. Saat saya sedang menulis. pemahaman.(8) Identifikasi Kalimat Topik (9) Menjawab Pertanyaan (10) Menyelesaikan Cerita (11) Merangkum (12) Parafrase Dalam pengetahuan kebahasaan kita mengenal istilah mendengar. Sedangkan menyimak adalah suatu proses kegiatan menyimak lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian. mendengarkan dan menuimak. serta interpretasi untuk memperoleh informasi.

Kedua. dan peranan menyimak (2) menyimak sebagai proses dan kemampuan penunjang (3) jenis-jenis menyimak Pembicaran mengenai ketiga butir tersebut di atas dianggap sangat penting karena beberapa alasan. maka kata apa yang paling tepat digunakan dalam bahan pelatihan ini? Tentu kata menyimak bukan? Oleh sebab itu. Pembicaraan dipusatkan kepada tiga hal yakni : (1) pengertian. butir-butir tersebut di atas perlu dipahami para mahasiswa sehingga pengetahuan dan pengalaman menyimak mereka selama ini menjadi lebih bermakna. Oleh sebab itu dalam pembelajaran menyimak memerlukan latihan-latihan yang intensif. MENYIMAK Modul 1 HAKIKAT MENYIMAK Pendahuluan Modul ini membicarakan tentang hakikat menyimak. tujuan. menerima dan menghargai pendapat orang lain. dalam pembahasan pembelajaran. Pertama. saya bertanya apa yang belum saya pahami. Menyimak dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting karena dapat memperoleh informasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Begitu juga di sekola. Setelah Anda membaca dan memahami ketiga kata dan contoh di atas. saya merasa puas mengenai pembelajaran yang telah dibahas. Dalam alasan kedua ini tersirat pengertian pengetahuan dan .kesempatan untuk bertanya. menyimak mempunyai peranan penting karena dengan menyimak siswa dapat menambah ilmu. konsep atau pengetahuan dalam pelatihan ini istilah yang digunakan adalah istilah menyimak. hakikat menyimak merupakan dasar pengetahuan yang sangat fungsional dalam rangka memahami seluk beluk menyimak. Sebelum berakhir.

Dalam hal tertentu suara yang didengar itu dipahami benar-benar maknanya. Tujuan yang sangat umum ini bila dirinci adalah sebagai berikut: (1) mahasiswa dapat menjelaskan pengertian menyimak (2) mahasiswa dapat menyebutkan empat tujuan menyimak (3) mahasiswa dapat menjelaskan pengertian setiap tujuan menyimak (4) mahasiswa dapat menyebutkan tahap-tahap menyimak (5) mahasiswa dapat mengidentifikasi kemampuan penunjang dalam setiap tahap menyimak PENGERTIAN. maka dalam peristiwa . Hal itu terjadi secara kebetulan. tiba-tiba dan tidak diduga sebelumnya. Sebagai alasan ketiga. Mendengarkan setingkat lebih tinggi tarafnya dari mendengar. DAN PERANAN MENYIMAK Istilah mendengarkan. Karena itu kegiatan mendengar tidak direncanakan. Hal itu terbukti dari reaksi si pendengar yang bersangkutan. serta jenis-jenis menyimak. Ketiga istilah itu berkaitan dengan makna. TUJUAN. Suara yang didengar masuk telingan kanan dan keluar dari telinga kiri. Setelah mengkaji isi modul ini. Apa yang didengar mungkin tidak dimengerti maknanya dan mungkin pula tidak menjadi perhatian sama sekali. Peristiwa mendengar biasanya terjadi secara kebetulan. pemahaman ketiga unsur hakikat menyimak sangat membantu para mahasiswa dalam mempelajari modul menyimak berikutnya serat merupakan modal dalam mempraktekkan pengajaran menyimak di kelas. tujuan. menyimak sebagai proses dan kemampuan penunjang. mendengar dan menyimak sering kita jumpai dalam dunia pengajaran bahasa. mahasiswa diharapkan dapat memahami atau mengetahui pengertian.pengalaman menyimak mahasiswa dikaitkan dengan teori. Bila dalam peristiwa mendengar belum ada faktor kesengajaan . dan peranan menyimak.

penglihatan. Pengelompokannya menjadi suku kata. Bahkan situasi yang menyertai bunyi bahasa yang disimakpun harus diperhitungkan dalam menentukan maknanya. mengidentifikasi. radio atau televisi. menginterpretasi. kata. Di antara ketiga istilah teraf tertinggi diduduki istilah menyimak. Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan difinisi menyimak sbb : “ Menyimak adalah suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa. Salah satu butir dari perencanaan itu ada alasan tertentu mengapa yang bersangkutan menyimak. kalimat dan wacana. gagasan yang tersirat dalam bahan simakan. menilai dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya.ide. pengertian.mendengarkan hal itu sudah ada. Penyimak yang baik adalah penyimak yang berencana. frasa dan klausa. Faktor pemahaman biasanya juga mungkin tidak ada karena hal itu belum menjadi tujuan. Dalam peristiwa menyimak sudah ada faktor kesengajaan. “ Menyimak melinbatkan pendengaran. Alasan inilah yang kita sebut sebagai tujuan menyimak. Bunyi bahasa yang diterima kemudian diinterpretasikan maknanya. Perbedaan dalam tujuan menyebabkan perbedaan dalam aktivitas menyimak yang bersangkutan. Bila mendengar sudah tercakup dalam mendengarkan maka baik mendengar maupun mendengarkan sudah tercakup dalam menyimak. Salah .memahami. penghayatan. Bunyi bahasa yang ditangkap oleh telinga diidentifikasi bunyinya. Mendengarkan sudah mencakup mendengar. Menyimak pada hakikatnya adalah mendengarkan dan memahami isi bahan simakan Karena itu dapat disimpulkan bahwa tujuan utama menyimak adalah menangkap. Lagu dan intonasi yang menyertai ucapan pembicarapun turut diperhatikan oleh penyimak. ditelaah kebenarannya atau dinilai lalu diambil keputusan menerima atau menolaknya. Tujuan yang bersifat umum itu dapat dipecah-pecah menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek tertentu yang ditekankan. ingatan. Faktor pemahaman merupakan unsur utama dalam setiap peristiwa menyimak. atau menghayati pesan. Peristiwa menyimak selalu diawali dengan mendengarkan bunyi bahasa baik secara langsung atau pun melalui rekaman.

percakapan dengan tetangga. Kegiatan pengumpulan fakta atau informasi ini di kalangan pelajar dan mahasiswa banyak sekali dilakukan melalui menyimak. sebab dan akibat apa yang terkandung di dalamnya. sekelas dsb. Apa yang disampaikan pembicara harus dikaitkan dengan pengetahuan atau pengalaman menyimak dalam bidang yang relevan. Kegiatan pengumpulan fakta atau informasi melalui menyimak dapat berwujud dalam berbagai variasi. Misalnya mendengarkan radio.majalah ilmiah. meningkatkan kemampuan berbicara Pengumpulan fakta dapat dilakukan dengan berbagai cara. laporan penelitian. percakapan dengan teman sekerja. mendapatkan fakta 2. Proses analisis fakta ini harus . mengevaluasi fakta 4. pidato ilmiah. percakapan dalam keluarga. Orang-orang terpelajar sering mendapatkan fakta melakui kegiatan membaca seperti membaca buku-buku ilmu pengetahuan. Pengumpulan fakta seperti cara ini hanya dapat dilakukan oleh orang-orang terpelajar. Dalam masyarakat tradisional pengumpulan fakta melalui menyimak tersebut banyak sekali digunakan. mendapatkan inspirasi 5. makalah hasil seminar. Para peneliti mengumpulkan atau mendapatkan fakta melalui kegiatan penelitian. Bagi rakyat biasa hal itu jarang atau hampir-hampir tidak dapat dilakukan. dsb. televisi. menghibur diri 6. menganalisis fakta 3.satu klasifikasi tujuan menyimak adalah seperti pembagian berikut yaitu menyimak untuk tujuan : 1. dan populer. Hal yang seperti ini pun jarang dilakukan oleh rakyat biasa. penyampaian makalah dalam seminar. Harus jelas kaitan antarunsur fakta. Dalam masyarakat modern pun pengumpulan fakta melalui menyimak itu masih banyak digunakan. Fakta atau informasi yang telah terkumpul perlu dianalisis. Cara lain yang dapat dilakukan dalam pengumpulan fakta ialah melalui membaca. riset atau eksperimen. surat kabar. Fakta yang diperoleh melalui kegiatan menyimak ini kemudian dilengkapi dengan kegiatan membaca atau mengadakan eksperimen.

Penyimak seperti ini biasanya orang yang tidak memerlukan fakta baru. atau percakapan untuk menghibur diri. salesman dsb. Analisis kata sangat penting dan merupakan landasan bagi penilaian fakta. Hasil pengevaluasian fakta-fakta ini akan berpengaruh kepada kredibilitas isi pembicaraan dan pembicaranya. Yang mereka perlukan adalah sugesti. Adakalanya orang menghadiri suatu konvensi.berlangsung secara konsisten dari saat-ke saat selama proses menyimak berlangsung. orator ulung. pertemuan ilmiah atau jamuan tertentu. Pembicaraan yang semacam ini dapat muncul dari tokoh-tokoh yang disegani. atau kurang meyakinkan kebenarannya maka penyimak pantas meragukan fakta tersebut. Tujuan ketiga dalam suatu proses menyimak adalah mengevaluasi fakta-fakta yang disampaikan pembicara. atau inspirasi guna pemecahan masalah yang sedang mereka hadapi. dorongan. Dalam situasi ini penyimak sering mengajukan sejumlah pertanyaan seperti antara lain : 1. dari direktur perusahaan. Mereka ini adalah orang-orang . Relevankah fakta yang diajukan? 3. Waktu untuk menganalisis fakta itu cukup tersedia asal penyimak dapar menggunakan waktu ekstra. bukan untuk mencari atau mendapatkan fakta. sandiwara. Sebaliknya bila fakta yang disampaikan kurang akurat atau kurang relevan. Mereka menyimak pembicaraan orang lain semata-mata untuk tujuan mencari ilham. suntikan semangat. Setelah selesai mengevaluasi biasanya penyimak akan mengambil simpulan apa isi pembicaraan pantas diterima atau ditolak. Penilaian akan jitu bila hasil analisis itu benar. Akuratkah fakta yang disampaikan? Apabila fakta yang disampaikan pembicara sesuai dengan kenyataan. Sejumlah penyimak datang menghadiri pertunjukan seperti bioskop. Mereka ini sangat mengharapkan pembicara yang isnpiratif. Yang dimaksud waktu ekstra adalah selisih kecepatan pembicaraan 120 – 150 kata per menit dengan kecepatan berpikir menyimak sekitar 300 – 500 kata per menit. Benarkah fakta yang diajukan? 2. sugestif dan penuh gagasan orisinal. tokoh periklanan. pengalaman dan pengetahuan penyimak maka fakta itu dapat diterima.

banyolan percakapan pelawak. Bird melaporkan hasil penelitiannya terhadap mahasiswa Stephene College Girls bahwa mahasiswa pada perguruan tinggi tersebut dalam mengikuti perkuliahan membagi aktivitasnya sebagai berikut: . Cara menyimak untuk tujuan peningkatan kemampuan berbicara biasanya dilakukan oleh mereka yang baru belajar menjadi orator dan mereka yang mau menjadi profesional dalam membawa acara atau master ceremony. cara penyampaian bahan pembicaraan 3. cara menggunakan alat-alat bantu seperti mikrofon. Karena itulah mereka menyimak untuk tujuan menghibur diri. menonton pertunjukan yang kocak seperti yang dibawakan Grup Srimulat.yang sudah lelah letih dan jenuh. Tujuan menyimak yang lain yaitu untuk meningkatkan keterampilan berbicara. 6. Menyimak yang seperti inilah yang disebut menyimak untuk tujuan peningkatan kemampuan berbicara. cara mengorganisasikan bahan pembicaraan 2. Sasaran yang mereka pilih pun tertentu. Berapa jam manusia menyimak dalam kegiatan sehari-hari? Jawaban pertanyaan itu bagi masyarakat diindonesia belum ada karena penelitian terhadap masalah tersebut sepengetahuan penulis belum pernah ada. Dalam hal ini penyimak memperhatikan seseorang pembicara pada segi : 1. cara memulai dan mengakhiri pembicaraan Semua hal tersebut diperhatikan oleh penyimak dan kemudian dipraktikkan. Mereka perlu penyegaran fisik dan mental agar kondisinya pulih. penulis kutipan beberapa laporan hasil penelitian yang pernah dilaksanakan oleh para ahli di Amerika serikat. Donald E. Untuk sekedar informasi. cara memikat perhatian pendengar 4. alat peraga dsb. cara mengarahkan perhatian pendengar 5. misalnya menyimak pembicaraan ceritacerita lucu.

1951. Harper & Row Publisher. halaman 158). Laporan Rankin adalah sebagai berikut: a. menyimak : 42% b. Sekarang mari kita perhatikan sejenak bagaiman perbandingan antara kegiatan menyimak dan berbicara dalam suatu diskusi dengan jumlah peserta . Brace & World. New York. Inc. Rankin seorang ahli bidang komunikasi. membaca : 15% d. Hasil penelitian lainnya walaupun hasilnya agak bervareasi namun tetap membuktikan bahwa kegiatan menyimak lebih lama dari kegiatan berbicara. berbicara : 25% c. Harcourt.. halaman 166) Paul T. Power of Words. membaca atau menulis. Evanston. meneliti tentang penggunaan waktu kerja sekelompok manusia. membaca : 15% d. and London.a. menulis : 11% _____ Jumlah : 100% (Martin P. Anderson dkk. New York. menulis : 18% _____ Jumlah : 100% (Stuart Vhase. menyimak : 42% b. berbicara : 32% c. The speaker and His Audience.

manusia dihadapkan dengan berbagai kesibukan menyimak. Mungkin juga dialog terjadi di pasar sewaktu berbelanja. Keluar dari rumah. jalur untuk mendengar berbanding jalur untuk berbicara adalah 2:1. perbandingan kegiatan menyimak dan berbicara adalah 2 : 1. Dalam kehidupan sehari-hari. Uru t 1. 5. rekan kerja sekantor. maka perbandingan antara kegiatan menyimak dan berbicara adalah 1 : 1. Jumlah Peserta 2 Orang 3 Orang 4 Orang 5 Orang 6 Orang 7 Orang 8 Orang Kesempatan/orang Berbicara Menyimak ½ jam ½ jam ½ jam ½ jam ½ jam ½ jam ½ jam 1x½ jam 2x½ jam 3x½ jam 4x½ jam 5x½ jam 6x½ jam 7x½ jam Perbandingan BicaraMenyimak 1:1 1:2 1:3 1:4 1:5 1:6 1:7 Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna di muka bumi ini. Dalam diskusi yang pesertanya tiga orang dengan kesempatan berbicara masing-masing setengah jam. Artinya semakin banyak peserta diskusi. antara lain kelihatan bahwa manusia (normal) dianugerahi dengan satu mulut dan dua telinga. Dalam semua peristiwa itu pun aktivitas . Untuk memperjelas uraian diatas perhatikanlah diagram berikut: No. 7. Diskusi yang beranggotakan dua orang dan kesempatan berbicara untuk masing-masing anggota setengah jam. Apa makna dari kenyataan ini?Kenyataan tersebut mengisyaratkan kepada kita bahwa faktor menyimak sangat penting. terjadi dialog atau percakapan ataupun diskusi dengan teman sepermainan. Bila jumlah peserta diskusi empat orang. antar anak-anak sendiriaktivitas menyimak terjadi. Dialog di keluarga baik antara anak dan orang tua. teman sekelas atau teman sejurusan di fakultas. 2. setidak-tidaknya. 4. Tandatanda kesempurnaan ini amat banyak. antara orang tua. maka perbandingan tersebut menjadi 4 :1. 3. semakin lama kegiatan menyimak. 6.yang berbeda-beda.

membaca. dan kalimat serta menghafalkan maknanya. dan mempraktekannya dalam berbicara. kata. orang dapat menguasai pengucapan fonem. Kemajuan ilmu dan teknologi khususnya di bidang komunikasi menyebabkan arus informasi melalui radio. Menyimak berperan sebagai: 1. Yang bersangkutan mulai dengan mendengarkan cara pengucapan fonem. peranan menyimak tersebut hasilnya seperti berikut. SMP. dan menulis 3. penambah informasi Belajar berbahasa dimulai dengan menyimak.menyimak terjadi juga. Semakin banyak yang bersangkutan . Proses menyimak. dan kalimat serta menghafalkannya dalam berbicara. meniru. Pendek kata seribu satu macam kegiatan menuntut manusia terampil menyimak. meniru. SMA. telepon. Langkah berikutnya meniru pengucapan. Dalam peristiwa ini pun keterampilan menyimka mutlak diperlukan. kosa kata. Dalam mengikuti pendidikan baik di tingkat SD. Coba perhatikan bagaimana anak kecil belajar bahasa ibunya. Melalui proses menyimak. landasan belajar berbahasa 2. Semakin banyak yang bersangkutan menyimak. Mula-mula yang bersangkutan banyak menyimak rangkaian bunyi bahasa. dan film semakin menderas. Uraian tersebut di atas menggambarkan secara umum betapa fungsionalnya kegiatan menyimak bagi kehidupan manusia. kata. dan mempraktekkan bunyi bahasa itu dilakukannya berulang-ulang sampai akhirnya yang bersangkutan lancar berbicara. dan kalimat. Pemahaman terhadap fonem. dan berlatih berbicara semakin cepat ia menguasai bahasa yang dipelajarinya. mengartikan makna. Bunyi bahasa itu dikaitkan dengan makna. penunjang keterampilan berbicara. televisi. Setelah banyak menyimak. pelancar komunikasi lisan 4. Bila diperinci. ia mulai meniru ucapan-ucapan yang pernah disimaknya dan kemudian mencoba menerapkannya dalam pembicaraan. rekaman. ataupun tingkat perguruan tinggi tugas menyimak sangat sering dan harus dilakukan oleh siswa ataupun mahasiswa. Hal yang sama terjadi pula pada saat orang dewasa belajar bahasa asing.

Ini berarti bahwa keterampilan menyimak memang benar-benar menunjang keterampilan berbicara. faktor menyimak sangat penting. membaca dan menulis. dan kalimat. 2. Terutama dalam komunikasi lisan dua arah. kata dan kalimat ini sangat membantu yang bersangkutan dalam kegiatan berbicara.menyimak. meniru. dan berlatih berbicara. atau pertemuan ilmiah. menyimak berperan sebagai pelancar jalannya komunikasi. Kita pun dapat mengundang para pakar di bidangnya berceramah dan ceramahnya kita simak. konvensi. Penyimak harus memahami benar apa yang diutarakan pembicara. orang dapat menguasai pengucapan fonem. Pemahaman terhadap fonem. semakin cepat ia menguasai bahasa yang dipelajarinya. pembicaraan para ahli dalam diskusi. ataupun menulis. Menyimak merupakan salah satu sarana ampuh dalam menjaring informasi. sedang pembicara pertama beralih fungsi sebagai penyimak. juga yang satu arah. seminar. Dengan demikian terjadilah komunikasi dua arah yang lancar. Dalam komunikasi lisan dua arah. MENYIMAK SEBAGAI SUATU KEMAMPUAN PENUNJANGNYA PROSES PENUNJANG DAN . Melalui proses menyimak. Bila penyimak memahami apa yang disampaikan pembicara maka ia dapat memberikan reaksi. penyimak berubah manjadi pembicara. Petunjuk-petunjuk dalam belajar berbicara. Berbagai ragam pengetahuan atau informasi dapat dikuasai melalui menyimak. maka ia dapat memberikan reaksi yang tepat pula. atau tanggapan yang tepat. Karena itu dapatlah disimpulkan bahwa salah satu peranan menyimak adalah sebagai penambah informasi. Bila penyimak kedua ini benar-benar menyimak pembicaraan teman bicaranya. kosa kata. Kita dapat menyimak siaran radio dan televisi. Komunikasi lisan dapat bebrbentuk jarak dekat dan jarak jauh dengan dua arah atau satu arah. membaca. Pada giliran memberikan reaksi atas apa yang telah disimak. ataupun menulis selalu disampaikan melalui bahasa lisan. respon. membaca.

Beberapa orang ahli pengajaran bahasa beranggapan bahwa menyimak adalah suatu proses. dan dikaitkan dengan pengalaman serta pengetahuan yang dimiliki si penyimak. Melalui kegiatan menilai ini. meragukan. yang bersangkutan harus menapaki jalan yang berliku-liku. menyimak berarti mendengarkan dan memahami bunyi bahasa. makna itu harus pula ditelaah. maka si penyimak sampai pada tahap mengambil keputusan apakah dia menerima. Kecermatan managgapi isi bahan simakan membutuhkan kemampuan mereaksi atau menanggapi. dan menanggapi. Tetapi kini anggapan seperti itu sudah ditinggalkan. dikaji. maka seolah-olah menyimak memang benar bersifat pasif. Bial perhatian kita hanya berpusat pada aktivitas fisik penyimak selama yang bersangkutan terlibat dalam peristiwa menyimak. Setiap orang yang terlibat dalam proses menyimak harus menggunakan sejumlah kemampuan. Anggapan seperti ini memang pernah dianut orang. yakni pemahaman. dan penilaian. Kenyataan ini membuktikan bahwa menyimak sebenarnya bersifat aktif. Logan dan Greene membagi proses menyimak atas empat tahap. Jumlah kemampuan yang digunakan itu sesuai dengan aktivitas penyimak. Kembali. Walker Morris membagi proses menyimak itu atas lima tahap. Pada saat penyimak menangkap bunyi bahasa. Dala hal ini penyimak harus menggunakan kemampuan linguistik dan non-linguistik. bunyi yang sudah diidentifikasi itu harus diidentifikasi dan dipahami maknannya. Meyimak dianggap bersifat aktif-reseptif. Pada situasi ini diperlukan kemampuan mengevaluasi. Bunyi yang ditangkap perlu diidentifikasi. perhatian. yang bersangkutan harus menggunakan kemampuan memusatkan perhatian. Artinya. Namun sebelum sampai kepada taraf pemahaman. dipertimbangkan. dan menanggapi. persepsi. yakni mendengar. yang bersangkutan harus berupaya bersungguh-sungguh. menilai.Pada hakikatnya. penginterpelasikan. mengevaluasi. yakni mendengarkan. Di sini diperlukan kemampuan linguistik. . atau menolak isi bahan simakan. Makna yang sudah diidentifikasi dan dipahami. Loban membagi proses menyimak tersebut atas tiga tahap. memahami.

Proses menyimak tersebut mencakup enam tahap. Bunyi yang sudah ditangkap perlu diidentifikasi. paragraf. atau wacana. dikaitkan dengan pengalaman.Berdasarkan keteraguan dan pendapat para ahli pengajaran bahasa tersebut di atas penyusun modul ini berkesimpulan bahwa menyimak adalah suatu proses. . Tahap akhir dari proses menyimak ialah menanggapi makna pesan yang telah selesai dinilai. maka penyimak dituntut untuk memahamiatau menghayati makna itu. Setelah proses penginterpretasian makna selesai. yakni penilaian. dipertimbangkan. Pengidentifikasian bunyi bahasa akan semakin sempurna apabila penyimak memiliki kemampuan linguistik. kata. menginterpretasi 4. Hal ini sangat perlu buat langkah berikutnya. Makna pesan yang sudah dipahami kemudian ditelaah. kalimat. menilai 6. dikaji. dikenali dan dikelompokkan menjadi suku kata. Kualitas hasil penilaian sangat tergantung kepada kualitas pengetahuan dan pengetahuan penyimak. kelompk kata. dan pengetahuan penyimak. Untuk menangkap bunyi bahasaitu diperlukan telinga yang peka dan perhatian terpusat. mengidentifikasikan 3. memahami 5. Perlu diupayakan agar interpretasi makna ini sesuai atau mendekati makna yang dimaksudkan oleh pembicara. Kemudian. bunyi bahasa itu perlu diinterprestasikan maknannya. yakni: 1. menanggapi Dalam tahap mendengar. mencibir atau mengerjakan sesuatu. mendengar 2. Tanggapan atau reaksi penyimak terhadap pesan yang diterimanya dapat berujud berbagai bentuk seperti mengagguk-angguk tanda setuju. penyimak berusaha menagkap pesan pembicara yang sudah diterjemahkan dalam bentuk bunyi bahasa.

Dalam 15 menit bagian kedua jumlah itu meyusut menjadi setengahnya. Telinga penyimak harus peka. yakni: 1. Hanya tiga perempat dari jumlah orang dewasa dapat meusatkan perhatiannya kepada bagian simakan dalam 15 menit pertama. Memusatkan perhatian merupakan pekerjaan yang sangat melelahkan. Artinya kemampuan memusatkan perhatian selalu diperlukan dalam setiap fase menyimak. Menyimak setelah lewat waktu 45 menit merupakan pekerjaan sia-sia karena pendengar sudah tak dapat lagi memusatkan perhatiannya. mengidentifikasi 3. dalam fase mendengar bunyi bahasa diperlukan kemampuan menangkap bunyi. sedang maupun setelah proses menyimak berlangsung. menilai 6. mendengar 2. Di samping itu penyimak ditunutut pula dapat mengingat bunyi yang telah ditangkap oleh telinganya. Gangguan pada alat pendengaran menyebabkan penangkapan bunyi kurang sempurna. Memusatkan perhatian terhadap sesuatu berarti yang bersangkutan memusatkan pikiran dan perasaannya pada objek itu. Proses itu terbagi atas tahap-tahap. Pada saat menyimak . Karena itu kemampuan memusatkan perhatian tidak sama pada setiap saat.Menyimak adalah suatu proses. Kemampuan menangkap danmengingat itu harus dilandasi kemampuan memusatkan perhatian. Dan 15 menit bagian ketiga jumlah itu hanya tingghal seperempatnya. menginterpretasi 4. memahami 5. Kemampuan memusatkan perhatian sangat penting dalam menyimak. yakni kemampuan menyimak. Misalnya. menaggapi Dalam setiap tahap itu diperlukan kemampuan tertentu agar proses menyimak dapat berjalan mulus. baik sebelum. masih ada satu kemampuan lagi yang diperlukan dalam setiap fase menyimak. Disamping kemampuan memusatkan kemampuan memusatkan perhatian. kemampuan mengingat digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan hal yang akan disampaikan.

berlangsung. serta situasi yang menyertai pembicara perlu dipahami agar penafsiran makna dan pemahaman makna tepat. kata. Apa yang sudah ditangkap. Hasil pengkajian itu digunakan sebagai dasar . Dalam fase menilai perlu diingat kembali isi pesan bahan simakan. tuntutan isi bahan simakan. dikaji. kedalaman dan keluasan ilmu dari penyimak. cara pengucapan. Mungkin dalam dua bulan berikutnya hanya tinggal sedikit yang tinggal. Kualitas hasil pengujian sangat ditentukan oleh kualitas orang yang mengujinya. Melalui proses persepsi bunyi yang ditangkap oleh gendang pendengaran diteruskan ke syaraf-syaraf pendengaran. Karena itu diperlukan penyegaran. dan memahami diperlukan tiga atau empat kemampuan. diketahui bila disimpan dalam dua bulan sudah berkurang setengahnya saat diproduksi kembali. misalnya. ekspresi wajah. Kemampuan yang terakhir ini disebut kemampuan nonlinguistik. Perlu didasari bahwa kemempuan mengingat seseorang terbatas. dan intonasi pembicara. Di sini diperlukan kemampuan linguistik. nada.kalimat paragraf atau wacana yang telah dilisankan. mengekspresikan kembali simpanan itu baik secara lisan maupun tulisan. dipahami maknanya. ditafsirkan dan dipahami maknanya. Penyimak harus memahami susunan dan makna dari fonem. membaca kembali sumbernya. Tidak hanya itu. ditafsirkan. Dalam fase menilai inilah diperlukan kemampuan menilai. dipahami. gerak-gerik tubuh. Bunyi bahasa yang disampaikan oleh pembicara diterima oleh penyimak. Bunyi itu kemudian diidentifikasi. Setelah itu makna pesan itu perlu pula ditelaah. respon. memperhatikan kebali catat-annya. Penyimak menterjemahkan pesan dalam bentuk bunyi bahasa itu. Di sini diperlukan pengalaman yang luas. diuji kebenaran isinya. Pesan yang sudah ditangkap. atau tanggapan yang tepat. menginterpretasi. kemampuan menyimak digunakan untuk mengingat bunyi yang sudah didengar. hasil penilaian. yakni kemampuan linguistik dan non-linguistik akan dijelaskan dalam paragraf berikut. sebagai landasan menyusun reaksi. Dan diantaranya. Makna itu kemudian dikaji dari berbagai segi. Dalam fase mengidentifikasi. pernagkat kebahasaan untuk mengidentifikasi dan menafsirkan makna bunyi bahasa.

cibiran atau gelengan kepala penyimak. Kemampuan inilah yang dimaksud dengan kemampuan penunjang menyimak. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam setiap fase penyimak diperlukan kemampuan tertentu. menyimak sosial. paling sedikit ada tujuh kemampuan penunjang penyimak yaitu : 1. Pesan yang kebenarannya diragukan kurang meyakinkan. penilaian pesan. Misalnya menyimak terputus-putus. Menurut pengamatan penulis. kemampuan menilai 7. JENIS-JENIS MENYIMAK Apabila kita membaca dan memperhatikan berbagai buku literatur mengenai menyimak. Serbaliknya pesan yang meyakinkan akan menghadirkan reaksi mengiakan. Kualitas pesan yang diterima menentukan ragam respon yang terjadi. acungan jempol dari penyimak. atau pesan yang tidak didukung oleh argumentasi yang kuat akan menimbulkan reaksi cemooh. kemampuan nonlinguistik 6. . kemampuan memusatkan perhatian 2. kemampuan menanggapi 3. menyimak dangkal. Kualitas individu yang berbeda menyebabkan reaksi yang berbeda atas makna pesan yang sama.untuk memberikan reaksi. maka akan ditemui jenis dan nama menyimak. mengangguk. Kualitas tanggapan diwarnai dan dipengaruhi oleh kualitas penangkapan pesan. dan ketepatan memberikan reaksi atas makna pesan. penginterpretasian makna pesan. Di sini diperlukan kemampuan memberikan tanggapan. respon atau tanggapan. menyimak sekelumit. kemampuan mengingat 3. kemampuan linguistik 5. kemampuan menangkap bunyi 4. pemahaman makna pesan.

taraf aktivitas menyimak 3. Ketujuh titik pandang itu adalah : 1. menyimak responsif dan sebagainya. tujuan spesifik Berdasarkan sumber suara yang disimak. Ini terjadi di saat kita menyendiri merenungkam nasib diri. sumber suara 2. Menurut pengamatan penulis. cara penyimakan bahan simakan 6. Dalam aktivitas bertarf rendah penyimak baru sampai pada kegiatan memberikan dorongan. Menyimak yang seperti inilah yang paling banyak kita lakukan misalnya dalam percakapan. Keanekaragaman nama menyimak ini disebabkan oleh pengklasifikasian menyimak dengan titik pandang yang berbeda-beda pula. taraf hasil simakan 4. menyesali perbuatan sendiri. Taraf aktivitas penyimak dalam menyimak dapat dibedakan atas kegiatan bertaraf rendah dan bertaraf tinggi. Sumber suara yang disimak dapat berasal dari diri kita sendiri. seminar. keterbatasan penyimak dan kemampuan khusus 5. dan sebagainya. paling sedikit ada tujuh titik pandang yang digunakan sebagai dasar pengklasifikasian menyimak. Jenis menyimak yang seperti ini disebut inter personal listening. Biasanya aktivitas itu bersifat nonverbal seperti mengangguk- . dan menunjang pembicaraan. dikenal dua jenis nama penyimak yaitu intrapersonal listening atau menyimak intrapribadi dan interpersonal listening atau menyimak antarpribadi. perhatian. Sumber suara yang disimak dapat pula berasal dari luar diri penyimak. Jenis menyimak yang seperti inilah yang disebut intrapersonal listening. tujuan menyimak 7. diskusi. atau berkata-kata dengan diri sendiri.menyimak kritis.

namun yang bersangkutan tidak memberikan reaksi apa-apa. Jenis menyimak seperti ini disebut dengan nama active listening. Menyimak dalam taraf rendah ini dikenal dengan nama silent listening. misalnya pada aba-aba untuk mengetahui bila saatnya mengerjakan . Dalam menyimak pasif sudah ada reaksi walau sedikit. sikap tertib dan penuh perhatian atau melalui ucapan-ucapan pendek seperti benar.angguk. Pengutaraan kembali isi bahan simakan menandakan bahwa penyimak sudah memahami isi bahan simakan. kemudian meneruskan menyimak lagi dan seterusnya. kemudian menbandingkan isi pesan itu dengan pengalaman dan pengetahuan penyimak yang relevan. 3. Dalam aktivitas yang bertaraf tinggi. Menyimak dangkal : penyimak hanya menangkap sebagian isi simakan. menyetujui atau menerima. 4. Menyimak pasif : menyimak pasif hampir sama dengan menyimak tanpa mereaksi. Bagian-bagian yang penting tidak disimak. 2. Suara masuk ke telinga kiri keluar dari telinga kanan. Menyimak untuk membandingkan : penyimak menyimak sesuatu pesan. ide pokoknya beserta detail penunjangnya. ya. 7. saya setuju. mungkin karena sudah tahu. ya dan sebagainya. penyimak sudah dapat mengutarakan kembali isi bahan simakan. Pikiran penyimak bercabang. Taraf hasil simakan bervariasi merentang mulai dari taraf terendah sampai taraf mendalam. senyum.. Menyimak terputus-putus : penyimak sebentar menyimak sebentar tidak menyimak. 5. Yaitu : 1. terpusat : pikiran penyimak terpusat pada sesuatu. Berdasarkan taraf hasil simakan tersebut dikenal sembilan jenis penyimak. Menyimak organisasi materi : penyimak berusaha mengetahui organisasi materi yang disampaikan pembicara. Menyimak tanpa mereaksi : penyimak mendengar sesuatu berupa suaraatau teriakan. tidak terpusat pada bahan simakan. Menyimak sesuatu. 6.

Menyimak marginal : Menyimak marginal atau sekelumit. Bila diperlukan.salah satu karateristik jenis menyimak ini ialah penyimak tidak berpartisipasi secara langsung seperti dalam percakapan. Penyimak larut dalam bahan yang disimaknya. 2. diskusi. merasakan. biasa juga disebut menyimak pasif. sedikit Klasifikasi menyimak dapat pula didasarkan kepada cara penyimakan bahan simakan. Menyimak analisis : Penyimak mempertimbangkan. 4. menelaah. Menyimak kreatif & apresiatif : penyimak memberikan responsi mental dan fisik yang asli terhadap bahan simakan yang diterima. Misalnya menyimak isi petunjuk. Menurut komisi tersebut ada empat jenis menyimak. Perhatian menyimak terhadap siaran radio hanya sambilan. 9. Menyimak kritis : penyimak menganalisis secara kritis terhadap materi yang disampaikan pembicara. mengkaji isi bahan simakan yang diterimanya. 3. dilisankan. Cara menyimak isi bahan simakan mempengaruhi kedalaman dan . radio Orang adalah yang sedang belajar sambil mendengarkan atau kecil.8. Jenis menyimak ini perlu dikuasai oleh siswa atau mahasiswa agar mereka dapat menilai secara kritis apa yang mereka simak. melakukan karakter pelaku cerita siaran contoh menyimak marginal. Ecara imajinatif penyimak seolah-olah ikut yang mengalami. penyimak minta data atau keterangan terhadap pernyataan yang disampaikan pembicara. dalam menyimak pemecahan masalah yang disajikan secara orisinil oleh pembicara. Menyimak atentif. tanya jawab dan sejenisnya. pengumuman dan perkenalan. Bila diperlukan. isi simakan dibandingkan dan dipertentangkan dengan pengalaman dan pengetahuan penyimak. Menyimak apresiatif. Penyimak dalam menyimak atentif dituntut memahami secara tepat isi bahan simakan. Komisi kurikulum pengajaran bahasa Inggris di Amerika Serikat melandaskan klasifikasi menyimak pada taraf hasil simakan dan keterampilan khusus yang diperlukan dalam menyimak. Ia terpaku dan terpukau dalam menikmati drmatisasi cerita atau puis. Nama setiap jenis menyimak beserta alasannya seperti di bawah ini : 1.

Penyimak memahami isi bahan simakan secara sepintas. kejengkelan. suara mobil. Menyimak diskriminatif : Menyimak untuk membedakan suara. Menyimak sederhana : menyimak sederhana terjadi dalam percakapan dengan teman atau bertelepon. marah. Menyimak informatif : Menyimak untuk mencari informasi seperti menyimak pengumuman. menyimak eksploratori. menyimak konsentratif. perubahan suara seperti membedakan suara burung. dan menyimak selektif. Hasil pengklasifikasian mereka menghasilkan tujuh jenis menyimak : 1. Menurut mereka ada tujuh jenis menyimak yang perlu . yakni tujuan khusus. dan menyimak pasif. Menyimak santai : Menyimak untuk tujuan kesenangan misalnya pembacaan puisi. pembahasan dalam hasil pidato. atau kecewa. Menyimak intensif mencakup menyimak kritis. 5. misalnya dalam diskusi. materi dari berbagai sumber. Logan dan kawan-kawan mengklasifikasikan menyimak atas dasar tujuan juga. Menyimak ekstensif meliputi menyimak sosial. Menyimak kritis : Menyimak untuk menganalisis tujuan pembicara. Menyimak literatur : Menyimak untuk mengorganisasikan ide seperti penyusunan penemuan. rekaman dagelan atau lawak. mendaftar ide dsb. khotbah atau untuk mengetahui penyimpangan emosi. menyimak sekunder. merangkum. Penyimak memahami secara terinci. 2. perdebatan. jawaban pertanyaan. suara orang dalam senang. Berdasarkan cara penyimakan dikenal dua jenis menyimak : 1. menyimak estetis.keluasan hasil simakan. dalam garis besar. Tidyman dan Butterfield mengklasifikasikan menyimak atas dasar tujuan menyimak. teliti dan mendalam bahan yang disimak. atau butir-butir penting tertentu. menyimak kreatif. menyimak ekstensif. Menyimak intensif. cerita pendek. kebingungan dan sebagainya. umum. menyimak interogatif. 2. 3. membedakan butir-butir mencari penjelasan butir tertentu. melebih-lebihkan propaganda. 6. percakapan. 4.

secara kreatif dan analitis setelah yang bersangkutan mendapat informasi dari menyimak sesuatu. mengkaji. Menyimak untuk menilai : Penyimak mendengarkan dan memahami isi simakan kemudian menelaah. Menyimak untuk mengkomunikasikan ide dan perasaan : Penyimak memahami. Menyimak pemecahan Penyimak mengikuti pemecahan masalah secara kreatif dan analitis yang disampaikan oleh pembicara. guru bahasa Indonesia. 3. ( Logan dan kawankawan. 4. Mungkin juga penyimak dapat memecahkan masalah yang dihadapinya. cerita pendek. dagelan. diskusi dan sebagainya. merasakan ide. Menyimak untuk belajar : Melalui kegiatan menyimak seseorang mempelajari berbagai hal yang dibutuhkan. mengapresiasi isi bahan simakan. menghayati. Teaching The Language Arts. gagasan. misalnya. membandingkan dengan pengalaman dan pengetahuan menyimak. Misalnya menyimak pembacaan puisi. Jenis dan penjelasan setiap menyimak tersebut adalah : 1. film dan sebagainya. menyimak pertunjukan sandiwara dan lain-lain. pertunjukan sandiwara. Misalnya para siswa menyimak ceramah guru sejarah. 6.dikembangkan melalui pengajaran bahasa bagi siswa di sekolah. 7. Menyimak diskriminatif : Menyimak untuk membedakan bunyi. mahasiswa mendengarkan siaran radio. Dalam belajar bahasa Inggris masalah misalnya : siswa harus dapat uraian membedakan bunyi [ i ] dan [ i: ]. menyimak sesuatu untuk menghibur dirinya. Creative Communication. perasaan pembicara sehingga terjadi sambung rasa antara pembicara dengan pendengar. Canada. Menyimak apresiatif : Penyimak memahami. suara. menyimak pembacaan cerita-cerita lucu. televisi. hal 42 ) Modul 2 EFEKTIVITAS MENYIMAK . Menyimak untuk menghibur : Penyimak. 5. botani dan sebagainya. Mc Grawa Hill Ryerson Limited. roman. 2. Montreal. 1972. menguji.

penyimak yang efektif. (2). atau mengetahui faktor penentu keberhasilan menyimak. mahasiswa dapat menyebutkan manfaat pengenalan dan daya simak diri 6. meningkatkan daya simak pembahasan butir (1). faktor keberhasilan menyimak 2. ciri menyimak ideal. dan menguasai faktor penentu keberhasilan menyimak. serta cara-cara meningkatkan daya simak. Di bagian akhir proses pengkajian modul ini. dan (3) pun sangat penting bagi memperkuat landasan pembahasan bagian modul berikutnya. Tujuan yang masih bersifat umum tersebut di atas dapat dirinci menjadi tujuan yang khusus sebagai berikut: 1. Pembicaraan butir (1). mahasiswa dapat menjelaskan pengertian semua ciri penyimak yang ideal 5. ciri penyimak ideal dan duga daya simak 3. serta merupakan modal utama bagi pengajaran menyimak nantinya. mahasiswa dapat menyebutkan semua faktor keberhasilan menyimak 2. mahasiswa dapat menyusun skenario pelaksanaan cara peningkatan daya simak . mengenal. Secara umum dapat dipastikan setiap penyimak berkeinginan untuk menjadi penyimak yang berkualitas. ciri menyimak ideal. saat mahasiswa sudah bertugas sebagai guru bahasa Indonesia di kelas. mahasiswa dapat menyebutkan semua ciri penyimak ideal 4. mahasiswa dapat menjelaskan pengertian semua penentu keberhasilan menyimak 3. dan (3) dianggap sangat penting mengingat berbagai alasan. yakni: 1. menghayati. Hal yang sama tentu juga berlaku bagi para mahasiswa yang bersangkutan mengenal. mahasiswa diharapkan dapat memenuhi. (2).PENDAHULUAN Modul kedua ini membahas efektivitas menyimak secara umum dengan fokus pembicaraan tiga butir masalah. serta cara-cara meningkatkan daya simak.

mendengarkan dengan cermat ceramah koperasi yang disampaikan oleh dekan. Siaran yang berisi cara memelihara domba itu tidak bisa mereka tangkap sepenuhnya. kadang-kadang serius. para pedagang menyimak. mahasiswa tingkat pertama. Artinya. sehingga ia mengikuti acara itu sampai selesai. (1) Ganda mengikuti dengan cermat tanya-jawab antara wartawan olah raga dengan Robby Darwis yang disiarkan melalui televisi. dan sebagainya. Kegiatan menyimak selalu terjadi dimana saja. (2) Kelompencapir Mayangsari sedang mendengarkan siaran pedesaan dari RRI Bandung. dan jenis-jenis menyimak. diskusi. para ilmuwanpun harus menyimak dalam berbagai kegiatan seperti pidato ilmiah. Kuliah tersebut berlangsung di ruang 19 pagi-pagi jam 7. (3) Anggota Koperasi Mahasiswa FPBS IKIP Bandung. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. kadang-kadang minta diulangi.FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN MENYIMAK Dalam modul pertama sudah disinggung bahwa menyimak sangat fungsional dalam kehidupan sehari-hari manusia. Kegiatan itu berlangsung digedung baru. IKIP Bandung. dijelaskan lagi butir-butir tertentu. Suasana akrab. Rakyat jelata menyimak. meriah. Udara di ruangan itu pengap dipenuhi asap rokok. Inti pertanyaan berkisar tentang hukuman yang dijatuhkan wasit Malaysia terhadap Darwis. kapan saja. peranan. dengan tekun dan penuh perhatian mengikuti kuliah menyimak. rumah Pak Hasan. dan dilakukan oleh siapa saja. Materi yang direncanakan dosen mencakup pengertian. . Sebentarsebentar mahasiwa itu bertanya ini-itu. Sebentar-sebentar suara mesin mobil menderu mengalahkan suara penyiar. setiap insan tak akan terlepas dari kegiatan menyimak. Mereka berdesak-desakan duduk di ruang tamu. Ganda sangat berminat terhadap masalah tersebut. seminar. mahasiswa dan pelajar sering harus menyimak dosen atau gurunya. Perhatikan faktor-faktor yang terlibat dalam setiap contoh.00. (4) Halimah. Berikut ini disajikan beberapa gambaran peristiwa menyimak yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

suasana. dan ada pula yang tidak lengkap. waktu. situasi d. (3) Percaya diri: Pembicara haru percaya akan kemampuan diri sendiri. ide. (3). ruangan. menghayati. dan (4) maka akan ditemui sejumlah faktor pendukung setiap peristiwa menyimak. Pembicara yang yakin akan kemampuan dirinya akan tampil dengan mantap dan meyakinkan pendengar. peralatan. informasi kepada para pendengar melalui bahasa lisan. benar-benar materi yang akan disampaikannya kepada para pendengar. yaitu: a. pendengar. efektif. Karena itu ada sejumlah tuntutan yang dialamatkan kepada pembicara seperti: (1) Penguasaan materi: Pembicara harus menguasai. Ucapan jelas. pilihan kata atau istilah tepat. dan sebagainya.Bila pembaca jeli memperhatikan contoh tang tertera pada nomor (1). ada yang lengkap. Salah seorang ahli bahasa mengklarifikasikan faktorfaktor itu menjadi empat bagian. keahliannya. pembicara b. keadaan cuaca. Bahasa yang digunakan pembicara dalam menyampaikan materi pembicaraan menarik. susunan kalimat sederhana dan benar. dan sesuai dengan taraf pendengarnya. ada yang berbeda. karismanya. Karena sering dikatakan orang bahwa efektivitas menyimak bergantung kepada sejumlah faktor. intonasi tepat. Peristiwa menyimak selalu mencakup faktor pembicara.(2). dalam bidang yang disampaikan tersebut. pembicaraan c. sederhana. Kualitas pembicara. penyimak Pembicara adalah orang yang menyampaikan pesan. Faktor-faktor itu ada yang sering berulang. bahan yang dibicarakn. Akan lebih baik apabila pembicara adalah pakar. . dan kepaopulerannya sangat berpengaruh kepada para pendengarnya. memahami. (2) Berbahasa baik dan benar: Pembicara harus menyampaikan materi pembicaraannya dalam bahasa yang baik dan benar.

Bahan yang disampaikan harus tersusun secara sistematis dan mudah dimengerti. (6) Kontak dnegan pendengar: Pembicara harus menjalin kontak dengan pendengarnya. Pembicara yang terlalu “over acting” akan membuat pendengarnya beralih dari isi pesan yang disampaikan kepada tingkah laku yang dianggap aneh itu. Akan lebih baik lagi bila pembicaraan itu berada dalam lingkaran pusat minat pendengar. hangat. Pembicaraan yang baik harus memenuhi syarat-syarat tertentu seperti: (1) Aktual: pembicaraan haruslah sesuatu yang baru. dan aktual. Sebaliknya materi pembicaran yang terlalu tinggi akan membuat pendengar kewalahan. (2) Bermakna: Pembicaraan haruslah sesuatu yang berarti. Pembicara menghargai.(4) Berbicara sistematis: Pembicara harus berbahasa sistematis. (5) Seimbang: Taraf kesukaran pembicaraan harus seimbang dengan taraf kemampuan pendengar. Yang bersangkutan harus menghindari tingkah laku yang dibuat-buat atau berlebih-lebihan. (3) Dalam pusat minat mendengar: Pembicaraan haruslah yang berkaitan dengan pendengar. Pembicaraan adalah materi. pesan. sehingga mudah diikuti dan dipaham pendengar. Sesuatu yang baru pastilah lebih menarik. Materi pembicaraan yan terlalu mudah tidak menarik dan berguna bagi pendengar. isi. (4) Sistematis: Pembicaraan harus tersusun sistematis. . (5) Gaya bahasa menarik: Pembicara harus tampil dengan gaya yang menarik dan simpatik. diminati. menghormati. atau digandrungi oleh pendengar. atau bermakna bagi pendengar. berguna. atau informasi yang hendak disampaikan oleh seseorang pembicara kepada pendengarnya. serta menguasai para pendengarnya. Materi yang bermakna bagi kelompok pendengar A belum tentu bermakna bagi kelompok pendengar B.

baik produksi suasananya dan berguna dalam melancarkan kegiatan menyimak. Peristiwa menyimak yang berlangsung dalam ruangan yang baik. Situasi tersebut sangatlah berpengaruh dan menentukan kefektifan menyimak. Beberapa hal yan pantas diperhatikan. dan menyimak.Situasi dalam menyimak diartikan segala sesuatu yang menyertai peristiwa menyimak di luar pembicara. pemandangan yang tidak mengganggu konsentrasi. kurang sempurna. pembicaraan. dan sebagainya. dan menyenangkan serta dilengkapi dengan peralatan yang fungsional dapat diharapkan hasilnya yang efektif. nyaman. tempat pembicara. waktu yang tepat. saatsaat pendengar masih segar. suasana tenteram. (2) Waktu: waktu berlangsungnya peristiwa menyimak harus diperhatikan dan diperhitungkan sebaiknya pada saat yang tepat misalnya pagi-pagi. luas ruangan dan sebagainya. (3) Tenang: Suasana dan lingkungan yang tenang. Penyimak adalah orang yang mendengarkan dan memahami isi bahan simakan yang disampaikan oleh pembicara dalam suatu peristiwa menyimak. Sebaliknya biarpun ketiga faktor yang pertama kurang memadai. dan kerja keras maka keefektifan menyimak dapat tercapai. (4) Peralatan: Peralatan yang digunakan dalam peristiwa menyimak haruslah yang mudah dioperasikan. . yang termasuk kategori situasi dalam proses menyimak. pembicaraan dan situasi. penataan tempat duduk pendengar. rileks. warna ruangan. suasana yang baik antar kelompok pendengar sangat menunjang keefektifan menyimak. antara lain: (1) Ruangan: Ruangan atau tempat berlangsungnya peristiwa menyimak harus menunjang. walau ketiga faktor yang pertama sudah memenuhi segala persyaratan. bila si penyimak tidak mau menyimak maka sia-sialah semuanya. tekun. ventilasi. asal si penyimak berusaha sungguh-sungguh. Dibandingkan dengan faktor pembicara. faktor penyimak adalah yang terpenting dan paling menentukan keefektifan dalam peristiwa menyimak. Ruangan yan menunjang adalah ruangan yang memenuhi persyaratan akustik. jauh dari kebisingan. Sebab. penerangan.

Penyimak yang dapat memenuhi persyaratan tersebut diatas pasti berhasil dalam setiap peristiwa menyimak. (2) Konsentrasi: penyimak harus dapat memusatkan pikirannya terhadap bahan simakan.Hal-hal yang perlu diperhatikan menyangkut diri penyimak antara lain: (1) Kondisi: Kondisi fisik dan mental penyimak dalam keadaan baik dan stabil. Penyimak tidak mungkin menyimak secara efektif bila kondisi fisik dan mentalnya tidak menunjang. (6) Berpengalaman luas dan berpengetahuan: penyimak juga harus memiliki pengalaman dan pengetahuan luas mendalam akan lebih mudah menerima. menafsirkan gerak-gerik pembicara. Penyimak yang belum dapat memenuhi persyaratan tersebut jelas akan mengalami berbagai hambatan dalam menyimak. atau mengusahakan meminati bahan yang disimaknya. . Yang bersagkutan harus dapat merumuskan tujuannya secara tegas sehingga ia mempunyai arah dan pendorong dalam menyimak. Penyimak haruslah memiliki kemampuan linguistik agar yang bersangkutan dapat menginterpretasi dan memahami makna yang terkandung dalam bunyi bahasa. Kemampuan nonlinguistik berguna dalam membaca situasi. Di samping itu penyimak juga harus memiliki kemampuan nonlinguistik. (3) Bertujuan: penyimak harus bertujuan dalam penyimak. perubahan air mukanya. mencerna. (5) Mempunyai kemampuan linguistik dan nonlinguistik. dan memahami isi bahan simakan. yang berfungsi sebagai pelengkap makna pembicaraannya. (4) Berminat: Penyimak hendaknya berminat. Penyimak seperti golongan terakhir ini sudah dapat dipastikan gagal dalam menyimak. Buat sementara yang bersangkutan harus dapat menyingkirkan pikiran-pikiran lain selain bahan simakan.

dan dinilai tersendiri pula. Manusia memang dilahirkan dengan potensi dapat menyimak. Penelitian mengenai menyimak jarang dilakukan. Menyimak dengan segala aspeknya diteliti. Lama-kelamaan para ahli menyadari bahwa asumsi yang dipegang selama ini mengenai menyimak. atau dibina. Potensi itu akan tetap merupakan potensi bila tidak dipupuk. Sebagai mata pelajaran yang mandiri. guru bahasa. Pengajaran menyimak mulai diperhatikan. menyimak diperlakukan sebagai mata pelajaran yang mandiri. sudah dijelaskan faktor-faktor penentu keberhasilan menyimak itu mencakup: (1) pembicara (2) pembicaraan (3) situasi (4) penyimak . Sebagai mana orang dapat bernafas tanpa mempelajari cara bernafas. Tujuan. Dalam pokok bahasan faktor penentu keberhasilan menyimak. media. Pada gilirannya pengajaran menyimak diabaikan. dan penilaian menyimak direncanakan. menyimak dilaksanakan tersendiri. dan berkesinambungan supaya menjadi kenyataan. Bahkan lebih dari itu. Buku teks jarang ditulis. begitu pula menyimak tidak perlu dipelajari karena pada saatnya orang akan dapat menyimak. dilaksanakan. bahan. ternyata keliru. Mulai tahun lima puluhan. terarah. metode. dikembangkan. Perlakuan demikian didasari oleh asumsi bahwa keterampilan menyimak akan dikuasai secara otomatis. Buku teks menyimak bermunculan. potensi itu perlu dikembangkan melalui latihan sistematis. Namun.CIRI MENYIMAK IDEAL DAN DUGA DAYA SIMAK Menyimak pernah dianggap dan diperlakukan oleh para ahli. menyimak mulai banyak diperhatikan. dan orang awam sebagai suatu hal yang akan dikuasai oleh manusia normal pada waktunya.

pikiran jernih. pemahaman. (1) Siap fisik dan mental Penyimak yang baik adalah penyimak yang benar-benar bersiap untuk menyimak. Berikut ini akan disajikan ciri-ciri tersebut beserta penjelasannya. sehat. Yang bersangkutan harus dapat menyingkirkan hal-hal lain selain materi simakan. Yang bersangkutan mungkin mempunyai tujuan menambah pengetahuan. Hal itulah yang dijadikannya sebagai motivasi atau pemacu. Fokus pembicaraan mengenai ciri-ciri atau karakteristiknya. (2) Berkonsentrasi Penyimak yang baik adalah penyimak yang dapat memusatkan perhatiannyakepada bahan simakan. (3) Bermotivasi Penyimak yang baik selalu mempunyai motivasi yang kuat dalam menyimak. Bagi penyimak yang belum berpengalaman. Bagi penyimak yang sudah berpengalaman. (4) Objektif . Dari hasil pengamatan penulis. dalam menyimak.Faktor penyimak ini akan dibicarakan sekali lagi. atau dalam kondisi prima. pengetahuan tentang ciri penyimak ideal itu dapat digunakan sebagai pedoman dalam melatih diri menjadi penyimak yang ideal. Pengenalan. pengetahuan tersebut dapat digunakan sebagai bahan perbandingan. Yang bersangkutaan dapat menggunakan hal yang dianggap perlu dan membuang hal yang dianggap tak perlu. Mentalnya stabil. Fisiknya segar. penggerak. mau belajar tentang sesuatum mau menguji tentang sesuatu dan sebagainya. dan penghayatan ciri-ciri penyimak yang baik atau ideal sangat berguna bagi setiap penyimak. paling sedikit ada lima belas ciri penyimak ideal. pendorong.

Yang bersangkutan benar-benar menyimak pesan pembicara walau pesan itu kurang menarik baginya. Yang bersangkutan bukan melihat siapa yang berbicara tetapi apa yang dikatakannya. tetapi dipilihnya bagian–bagian yang bersifat inti. Ia tidak menyimak meloncat-loncat ataupun terputus-putus. Ia tidak akan berpura-pura menyimak padahal hatinya dan perhatiannya ke tempat lain. atau hanya menyimak yang disenangi saja. tidak berat sebelah. (5) Menyeluruh Penyimak yang baik ialah penyimak yang menyimak bahan simakan secara lengkap. ia menolak siapapun yang mengatakannya. Ia pun tidak mengaggap diri tahu segalanya dan pengetahuannya melebihi pembicara. bila salah. Penyimak yang baik selalu menghargai pendapat pembicara. atau menyeluruh. Yang bersangkutan dapat membentengi diri dari berbagai . (6) Menghargai pembicara Penyimak yang baik ialah penyimak yang menghargai pembicara. Tidak semua bahan yang diterima diteln mentah-mentah. menyepelakan apa yang disampaikan oleh pembicara. walaupun mungkin pendapat itu berbeda dengan pendapatnya. Ia tidak menganggap enteng. (8) Sungguh-sungguh Penyimak yang baik selalu menyimak bahan simakan dengan sesungguh hatinya. ia terima. (7) Selektif Penyimak yang baik tahu memilih bagian-bagian penting dari bahan simakan yang perlu diperhatikan da diingat. utuh. (9) Tak mudah terganggu Penyimak yang baik tak mudah diganggu oleh hal-hal lain di luar bahan simakan.Penyimak yang baik adalah penyimak yang berprasangka. Bila yang dikatakan itu memang benar.

ya.gangguan kecil seperti kebisingan. Kalaupun sekali waktu ia mendapat gangguan yang tak terelakan. memberikan dukungan atau dorongan kepada pembicara melalui ucapan singkat. (14) Menilai . benar. (12) Kontak dengan pembicara Penyimak yang baik selalu mengadakan kontak dengan pembicara. dan gaya pembicara. yakni menyimak. ia dengan cepat kembali kepada tugas semula. bahkan sudah dapat menduga ke arah mana pembicaraan berlangsung. Hal yang sama dapat pula disampaikan melalui gerak-gerik tubuh seperti mengagguk-angguk. (11) Kenal arah pembicaraan Penyimak yang baik selalu mengenal arah pembicaraan. ya. penyimak yang baik sudah mengetahui arah pembicaraan dan barangkali sudah dapat menduga isi pembicaraan. saya setuju. Misalnya dengan cara memperhatikan pembicara. irama pembicaraan. dan sebagainya. Biasanya. atau saya sependapat. (10) Cepat menyesuaikan diri Penyimak yang baik ialah penyimak yang tanggap terhadap situasi. pada menit-menit pertama awal pembicaraan. mengacungkan jempol dan sebagainya. (13) Merangkum Penyimak yang selalu dapat menangkap sebagian besar isi bahan simakan. Hal itu terbukti dari hasil rangkuman penyimak yang disampaikan secara lisan atau tertulis setelah proses menyimak selesai. Ia cepat menghayati dan menyesuaikan diri dengan inti pembicaraan.

menguji. mengetahui.Penyimak yang baik selalu menilai. mengkaji. Yang bersangkutan mungkin setuju atau tidak setuju. Ada kalanya seseorang ingin pula menilai. sependapat atau tidak sependapat dengan si pembicara. Duga daya simak diri berisi sebelas pertanyaan pada diri sendiri yang dapat dijawab dengan ya atau tidak. Keinginan seperti itu dapat dipenuhi melalui “Checking up on my listening”. dan sebagainya. Sebaliknya bila pertanyaan itu dijawab tidak. Anda mempunyai daya simak yang rendah. maka penilai memeriksa karakteristik penyimak yang dinilainya. Tentang hal itu dia tidak ingin dicampuri atau diketahui orang lain. penyimak menyatakan pendapat terhadap isi pembicaraan tersebut. menggeleng-geleng. dan mendapat gambaran kemampuan menyimaknya. Bila semua pertanyaan itu dapat dijawab dengan ya. Reaksi atau tanggapn penyimak itu dapat berwujud dalam bentuk mengagguk-angguk. yang disadur secara bebas menjadi duga daya simak diri. bila seseorang menilai apakah orang lain penyimak ideal atau tidak. Fakta yang diterima dikaitkan atau dibandingkan dnegan pengetahuan dan pengalamannya. Siapkah saya untuk menyimak? (1) Sudahkah saya duduk di tempat yang nyaman dna strategis sehingga saya dapat melihat dan mendengarkan si pembicara (2) Terarahkah pandangan saya kepada pembicara? . (15) Merespons Sebagai tindak lanjut dari kegiatan penilaian hasil simakan. Patokan penilaian adalah ciri penyimak yang sudah dibicarakan. Artinya. Duga Daya Simak Diri 1. mengerjakan sesuatu. atau menelaah isi bahan simakan yang diterimanya. artinya Anda mempunyai daya simak tinggi. Ciri-ciri penyimak ideal biasanya diterapkan kepada orang lain.

Dapatkah saya temukan ide penunjang ide pusat atau pokok? (1) Saya manfaatkankah petunjuk-petunjuk pembicara (seperti yang pertama.2. yang dimuat dalam Greene&Petty. Berkonsentrasilah saya terhadap pembicaraan yang akan disampaikan? (1) Dapatkah menyingkirkan pikiran lain pada saat ini? (2) Siapkah saya memikirkan topik pembicaran dan menghubungkannya dengan pengetahuan siap saya mengenai hal itu? (3) Bersiapkah saya belajar lebih lanjut mengenai topik yang akan disampaikan? 3. Setalah pembicaraan selesai. Siapkah saya memulai menyimak? (1) Pada menit-menit pertama. 1969:182) MENINGKATKAN DAYA SIMAK . sudahkah saya evaluasi pembicaraan pembicara? (1) Sesuaikah pengetahuan baru itu (hasil simakan) dengan pengetahuan siap saya? (2) Saya pertimbangkan setiap ide yang disampaikan pembicara sehingga saya dapat mengatakan setuju atau tidak setuju dengan pembicara? (Diterjemahkan secara bebas dari Checking up on my listening. sadarkah saya ke mana dibawa oleh pembicara? (2) Dapatkah saya temukan ide pusat sehingga saya dapat mengikutinya sepanjang pembicaraan? 4. yang terpenting dan sebagainya) guna membantu menyusun ide-ide dalam pikiran saya? 5.

Potensi harus dibina dan dikembangkan. Para ahli memperkirakan orang yang cukup mendapat latihan menyimak. Keterbatasan itu dosebabkan oleh daya tangkapnya yang terbatas dan daya ingatannya terbatas pula. kemampuan menyimaknya terbatas. Walaupun manusia berlatih menyimak.Setiap manusia dialhirkan dengan sejumlah potensi. Kelima cara tersebut adalah: (1) simak-ulang ucap (2) identifikasi kata kunci (3) parafrase (4) merangkum (5) menjawab pertanyaan. menawarkan lima cara untuk mempertajam daya simak. potensi tadi dapat berwujud menjadi kemampuan menyimak yang nyata. Menyimak sangat fungsional dalam kehidupan manusia. Mungkin dalam dua bulan berikutnya sisanya sudah menghilang pula. Melalui latihan menyimak yang terarah dan berkesinambungan. Karena itu sangatlah beralasan bila setiap orang dituntut terampil menyimak. Para ahli berpendapat bahwa sebagian besar dari pengetahuan seseorang dan nilai-nilai yang diyakininya diperoleh melalui kegiatan menyimak. Dalam dua bulan berikutnya yang diingat hanya setengahnya. potensi tersebut tetap berupa potensi tertutup. Tanpa pembinaan dan pengembangan. dlam kondisi fisik yang segar dan mental yang stabil. MODUL 3 . Salah satu potensi pembawaan sejak lahir itu adalah potensi mampu menyimak. Kawolda. Melalui menyimak seseorang memperoleh kemungkinan besar mendapatkan informasi. ataumati. seorang ahli. hanya dpat menangkap isi bahan simakan 50%. Tidak timbuh.

Pertama. berkelompok. pada akhirnya kegiatan belajar-mengajar Anda diharapkan dpat memahami dan menerapkan penyusunan bahan. berdiskusi. . yang bersangkutan dapat merencanakan pengajaran menyimak dengan sebaik-baiknya. Anda dapat mempelajari secara mandiri. pragmatik.Ketiga. menyebutkan manfaat berbagai metode pangajaran menyimak. metode.BAHAN DAN METODE PENGAJARAN MENYIMAK Modul ketiga ini membahas tentang bahan dan metode pengajaran menyimak. termasuk pengajaran menyimak. modul ini pun dapat Anda pelajari denagn berbagai cara. Jika guru dan calon guru sudah menguasai ketiga hal terseebut. Kedua. metode dan penilaian dalam pengajaran menyimak. Pembicaraan dipusatkan kepada tiga hal. Cara mana pun yang dipilih. a. Setiap guru atau calon guru harus memahami benar-benar dan mempraktekkan penyusunan bahan. yang bersangkutan akan tampil di kelas dengan penuh percaya diri. b. Sebagimana modul-modul lainnya. menggunakan bahan pokok bahasan membaca. dan penilaian merupakan sebagian dari butir-butir panjang dalam setiap pengajaran. yakni: (1) Bahan pengajaran (2) Metode pengajaran (3) Penilaian dan umpan balik Bahan. pemahaman terhadap ketiga butir tersebut diatas sangat membantu yang bersangkutan dalam melaksanakan pengajaran pokok bahasan lainnya. penerapan metode dan penilaian dalam proses belajar mengajar. meyakinkan dan mengesankan. dan apresiasi menjadi bahan pengajaran menyimak. atau secara tutorial. menjelaskan kedudukan pengajaran menyimak. mak ayang bersangkutan akan mendapatkan berbagai manfaat. c. Tujuan instruksional umum di atas dapat dirinci menjadi tujuan instruksional khusus seperti berikut yaitu mahasiswa dapat.

membuat dua contoh penerapan metode pengajaran menyimak. Menyimak juga memperlancar ketrampilan berbicara. e. mengidentifikasi metode pengajaran menyimak. menjelaskan pengertian penilaian. Caranya dengan mengubah bentuk tetulis menjadi bentuk lisan. BAHAN PENGAJARAN MENYIMAK Teori tidak selamanya sejalan dengan prakteknya. Hampir sama bahan pengajaran pokok bahasan yang ada dapt dijadikan bahan pengajaran menyimak. . baik bahasa pertama ataupun bahasa kedua. meyebutkan ciri metode pengajaran menyimak yang baik.d. tergambar dalam pengajaran menyimak. dan i. Pengajaran bahasa. membaca. harus berlandaskan menyimak. membuat dua contoh penilaian pengajaran menyimak. Keterampilan menyimak juga sangat penting dalam memperlancar komunikasi lisan. Sebenarnya menyusun bahan pengajaran menyimka tidak sesukar yang diduga. h. g. Menyimak adalah sarana ampuh dalam mengumpulkan informasi. f. Bahan pengajaran membaca yang sudah ada dapat dijadikan sebagai bahan pengajaran menyimak. dan menulis. Buktinya. Semua bahan pengajaran yang tertulis dialihkan dalam bentuk suara maka jadilah bahan tersebut menjadi bahan pengajaran menyimak. Kita sudah mengetahui bahwa menyimak sangat fungsional dalam kehidupan manusia. menyusun langkah tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian.