PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 18 TAHUN 2009 BANTUAN ATAU SUMBANGAN TERMASUK ZAKAT ATAU SUMBANGAN KEAGAMAAN YANG SIFATNYA

WAJIB YANG DIKECUALIKAN DARI OBJEK PPH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang:

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 4 ayat (3) huruf a angka 1 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Bantuan atau Sumbangan termasuk zakat atau Sumbangan Keagamaan yang Sifatnya Wajib yang Dikecualikan dari Objek Pajak Penghasilan;

Mengingat:

1.

Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

2.

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3263) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 133, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4893);

termasuk zakat dan sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia. Pasal 2 Zakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 adalah zakat yang diterima oleh: a. badan amil zakat atau lembaga atau disahkan oleh Pemerintah. Pasal 3 .MEMUTUSKAN: Menetapkan: PERATURAN PEMERINTAH TENTANG BANTUAN ATAU SUMBANGAN TERMASUK ZAKAT ATAU SUMBANGAN KEAGAMAAN YANG SIFATNYA WAJIB YANG DIKECUALIKAN DARI OBJEK PAJAK PENGHASILAN. penerima zakat yang berhak. dan b. pekerjaan. atau penguasaan di antara pihak-pihak yang bersangkutan. kepemilikan. dikecualikan sebagai objek Pajak penghasilan sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha. Pasal 1 Bantuan atau sumbangan.

memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. Pasal 4 Bantuan atau sumbangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 adalah pemberian dalam bentuk uang atau barang kepada orang pribadi atau badan.Sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 adalah sumbangan keagamaan yang diterima oleh: a. Pasal 5 Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2009. Ditetapkan di Pada tanggal : : Jakarta 9 Februari 2009 Presiden Republik Indonesia. lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah. penerima sumbangan yang berhak. . Agar setiap orang mengetahuinya. dan b.

UMUM . H. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono Diundangkan di : Pada tanggal Jakarta : 9 Februari 2009 Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. ttd. Andi Mattalatta LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2009 NOMOR 35 PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2009 TENTANG BANTUAN ATAU SUMBANGAN TERMASUK ZAKAT ATAU SUMBANGAN KEAGAMAAN YANG SIFATNYA WAJIB YANG DIKECUALIKAN DARI OBJEK PAJAK PENGHASILAN I.ttd.

atau penguasaan di antara pihak-pihak yang bersangkutan dapat terjadi karena ketergantungan atau keterikatan antara satu pihak dan pihak lain baik langsung maupun tidak langsung. kepemilikan. Pasal 3 .Berdasarkan ketentuan Pasal 4 ayat (3) huruf a angka 1 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan. termasuk zakat atau sumbangan keagamaan. dikecualikan sebagai objek Pajak Penghasilan yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Hubungan dengan usaha. Pengaturan mengenai hal-hal yang tidak termasuk sebagai objek Pajak Penghasilan ini bertujuan untuk meningkatkan iman dan takwa para pemeluk agama dan perlakuan yang sama (equal treatment) bagi setiap pemeluk agama di Indonesia. bantuan atau Sumbangan. II. pekerjaan. Pasal 2 Cukup jelas.

Pasal 5 Cukup jelas.Cukup jelas. TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4984 . Pasal 4 Cukup jelas.

PERLAKUAN ZAKAT ATAS PENGHASILAN DALAM PENGHITUNGAN PENGHASILAN KENA PAJAK PAJAK PENGHASILAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK. Menimbang : Bahwa .

Menimbang : Undang-undang No.sebagai pelaksanaan ketentuan Pasal 9 ayat (1) huruf g Undang-undang No. 127 LN RI No.50. 17 Tahun 2000. 17 Tahun 2000 (LN RI Tahun 2000 No. 49 TLN RI No. TLN RI No. 3262) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang No. TLN RI No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak PenghasiIan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang No. 3263) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang No. . 3984). perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Perlakuan Zakat atas Penghasilan dalam Penghitungan Penghasilan Kena Pajak Pajak Penghasilan. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (LN RI Tahun 1983 No. No. 126. 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (LN RI Tahun 1983. 16 Tahun 2000 (LN RI Tahun 2000 No. Undang-undang No.

Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No. 561 Tahun 1999 tentang Pelaksanaan Undang-undang No. Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Dan Urusan Haji Nomor D/291 Tahun 2001. TLN RI No.3985). 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat. Undang-undang No.3885). 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat (LN RI Tahun 1999 No.164. M EMUTUSKAN: Menetapkan .

boleh dikurangkan dari penghasilan bruto Wajib Pajak. Pasal 1(1) Zakat atas penghasilan yang nyata-nyata dibayarkan oleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri pemeluk agama Islam dan atau Wajib Pajak hadan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama Islam kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah sesuai ketentuan Undang-undang No. badan atau penghasilan neto Wajib Pajak orang pribadi yang bersangkutan dalam menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak. 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat.: KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PERLAKUAN ZAKAT ATAS PENGHASILAN DALAM PENGHITUNGAN PENGHASILAN KENA PAJAK PAJAK PENGHASILAN. berdasarkan ketentuan Pasal 16 ayat (1) atau ayat (2) Undang-undang Pajak Penghasilan. (2) Penghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah penghasilan yang merupakan Objek Pajak yang dikenakan Pajak Penghasilan yang tidak bersifat final. (3) Besarnya .

5 % (dua setengah persen) dari jumlah penghasilan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2). Pasal 2 (1 ) Zakat atas penghasilan wanita kawin dan penghasilan anak Yang belum dewasa yang pengenaan pajaknya digabungkan dengan penghasilan suami/orang tua kecuali zakat atas penghasilan tsb pada ayat (2). serta zakat atas penghasilan anak yang belum dewasa dari pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan usaha orang yang mernpunyai .zakat yang dapat dikurangan dari Penghasilan Kena Pajak adalah sebesar 2. (2) Zakat atas penghasilan wanita kawin yang dikenakan pajak secara terpisah atau penghaslan yang semata-mata diterima atau diperoleh dari 1 (satu) pemberi kerja yang telah dipotong pajak berdasarkan ketentuan Pasal 21 Undang-undang Pajak Pnghasilan dan pekerjaan tsb tidak ada hubungannya dengan usaha atau pekerjaan bobas suami atau anggota keluarga lainnya. dikurangkan dari penghasilan suami/orangtuanya.

zakat atas penghasilan tsb belum dibayar. hanya dapat dikurangkan dari penghasilan yag bersangkutan apabila terdaftar sebagai Wajib Pajak. maka penguranqan zakat atas penghasilan dapat dilakukan dalam tahun pajak dilakukannya pembayaran sepanjang Wajib Pajak dapat menunjukkan bahwa penghasilan tsb telah dilaporkan dalam SPT Tahunan tahun pajak sebelumnya. Pasal 4(1) Wajib Pajak yang melakukan pengurangan zakat . (2) Apabila dalam tahun pajak dilaporkannya penghasilan dalam SPT Tahunan. sesuai dengan tahun diterima/diperolehnya penghasilan. dimaksud dalam Pasal I di lakukan dalam tahun pajak dilaporkannya penghasilan tsb dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak yang bersangkutan.hubungan keluarga baik sedarah maupun semenda dalam garis keturunan lurus dan atau ke samping satu derajat. Pasal 3(1) Pengurangan zakat atas penghasilan sebagaimana.

. Jenis penghasilan yang dibayar zakatnya. Alamat jelas Wajib Pajak. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).atas penghasilan. wajib melampirkan lembar ke-1 Surat Setoran Zakat atau fotokopinya yang telah dilegalisir oleh Badan Amil Zakat atau Lembaga Amil Zakat penerima setoran zakat yang bersangkutan pada SPT Tahunan Pajak Penghasilan tahun pajak dilakukannya pengurangan zakat atas penghasilan tsb. (2) Surat Setoran Zakat yang dapat diakui sebagai bukti sekurang-kurangnnya harus memuat. Nama lengkap Wajib Pajak.

. Besarnya zakat atas penghasilan.Sumber/jenis penghasilan dan bulan/tahun perolehannya. Besarnya penghasilan. Pasal 5 Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Agar setiap orang mengetahuinya. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 10 Juni 2003 DIREKTUR JENDERAL. ttd. memerintahkan pengumuman Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini dengan penempatanya dalam Berita Negara Republik Indonesia. .

HADI POERNOMO NIP 060027375 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful