IDENTIFIKASI LALAT BUAH

I. PENDAHULUAN A . Latar Belakang
Lalat buah (Diptera : Tephritidae) merupakan salah satu hama potensial yang sangat merugikan produksi buah-buahan dan sayuran, baik secara kuantitas maupun kualitas (Rouse et al., 2005; Copeland et al., 2006). Hama ini menjadi key pest pada buah-buahan di seluruh dunia (Pena, et al., 1998; Vargas et al., 2005), termasuk di Indonesia (Sodiq, 1993; Soesilohadi, 2002; Siwi dkk., 2006). Dari beberapa jenis lalat buah, Bactrocera dorsalis Complex adalah yang paling banyak dan Elson-Harris, 1992; Sodiq, 1993; Soesilohadi, 2002; USDA-ARS, 2002; Revis et al., 2004; Robacker et al., 2005). Bahkan akibat serangan lalatbuah ini, beberapa jenis buah-buahan yang diekspor ke Jepang pada tahun 1981 semuanya ditolak karena terinfestasi hama ini (Priyono, 2002). Berdasarkan PP Nomor 14 Tahun 2002, lalat buah termasuk Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian untuk dicegah masuknya ke dalam dan tersebarnya di wilayah Negara Republik Indonesia (Iwantoro, 2005; Suwanda, 2005).

Lalat buah (Dacus sp.) merupakan hama yang menyerang tanaman buah mulai stadia buah masih muda dengan menimbulkan tingkat kerusakan yang parah saat buah menjadi matang. Kerusakan yang timbul dimulai dari lalat buah betina yang siap bertelur menyuntikkan telurnya ke dalam buah muda. Perkembangan selanjutnya adalah menetasnya larva berupa ulat yang memakan daging buah dan bahkan terdapat lubang kecil sebagai tempat keluar dari ulat tersebut. Dengan demikian buah akan membusuk dari dalam dan rontok. B. Tujuan

Tujuan dari praktikum kali ini adalah dapat mengidentifikasi jenis lalat buah yang didapat dan dapat mengetahui deskripsi lalat buah tersebut. II. TINJAUAN PUSTAKA Lalat buah merupakan salah satu hama utama penyebab kerugian pada produksi buahbuahan di Indonesia. Upaya pengendalian lalat buah dapat dilakukan dengan menggunakan umpan protein sebagai zat pemikat lalat buah Bactrocera carambolae. Umpan protein mampu menarik lalat buah karena dibutuhkan lalat buah sebagai sumber proteinnya (Dewi, 2007). Upaya memenuhi kebutuhan buah untuk menekan impor dan meningkatkan ekspor, pengembangan buah di Indonesia mengalami kendala, mulai penyediaan benih bermutu, budidaya sampai penanganan panen. Salah satu kendala dalam upaya meningkatkan produksi dan mutu buah di Indonesia adalah serangan hama lalat buah; Lebih kurang 75 % dari tanaman buah dapat diserang oleh hama lalat buah (Sutrisno,1991).; Dari berbagai laporan yang diterima, intensitas serangan lalat buah terus meningkat, fluktuasi maupun populasi lalat buah juga naik terus.; Kebutuhan terhadap teknik pengendalian yang ramah lingkungan sangat diharapkan, terutama yang efektif dan efisien serta mudah diperoleh petani dalam operasionalnya di lapangan.; Perbaikan terhadap teknik identifikasi yang disesuaikan dengan kunci determinasi yang terbaru, memerlukan sosialisasi, sehingga petani dapat mengetahui organisme pengganggu tumbuhan yang telah merusak tanamannya dan banyak menimbulkan kerugian. Secara ekonomis beberapa spesies lalat buah merupakan hama penting yang berasosiasi dengan berbagai buah-buahan dan sayuran tropika. Lalat buah dapat menyebabkan kerusakan langsung terhadap 150 spesies tanaman buah dan sayur-sayuran baik di daerah tropis maupun daerah subtropis (Christenson & Foote 1960; Haramoto & Bess 1970; Alyoklin et al. 2000; Bateman 1972). Musuh utama tanaman buah adalah lalat buah. Lalat buah merupakan hama yang banyak menyerang buah-buahan dan sayuran seperti mangga, jambu biji, belimbing, melon, nangka, jambu air, tomat, cabai merah, dan pare. Hama ini terdapat hampir di seluruh

kawasan asia-pasifik, dan diketahui dapat menyerang lebih dari 26 jenis buah-buahan dan sayuran. Kerugian akibat serangan lalat buah cukup besar. Cara yang aman dan cukup efektif untuk membrantas lalat buah yaitu dengan menggunakan perangkap lalat buah. Prinsip kerja perangkap lalat buah ini adalah memikat lalat buah agar masuk ke dalam perangkap. Perangkap dibuat dari botol aqua, kemudian potong ujungnya dan dipasang terbalik miring corong agar lalat buah mudah masuk dan sulit untuk keluar lagi. Minyak cemara hantu (Melaleuca bracteata) dan minyak selasih (Ocimum sanctum) berpeluang menjadi atraktan karena mengandung Metil eugenol cukup tinggi. Minyak atraktan dari metil eugenol diteteskan ke kapas kemudian ditempatkan di dalam perangkap. Lalat buah akan masuk, lengket atau tenggelam di dalam perangkap dan akhirnya mati. (www.Pustaka.deptan.go.id)

Lalat buah (Bactrocera sp.) tertarik pada aroma yang dikeluarkan oleh minyak cemara hantu (Melaleuca bracteata) dan minyak selasih (Ocimum sanctum). Beberapa petani buah telah membuktikan keefektifan minyak nabati tersebut untuk mengendalikan lalat buah.lalat buah merupakan hama yang banyak menyerang buah-buahan dan sayuran seperti mangga, jambu biji, belimbing, melon, nangka, jambu air, tomat, cabai merah,dan pare. Hama ini terdapat hampir di seluruh kawasan Asia-Pasifik, dan diketahui dapat menyerang lebih dari 26 jenis buah-buahan dan sayuran. Kerugian akibat serangan lalat buah cukup besar. Berdasarkanberita yang dimuat dalam Media Bisnis Indonesia tanggal 2 Maret 2003, luas serangan lalat buah diperkirakan mencapai 4.790 ha dengan kerugian Rp21,99 miliar. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) di Bogor telah melakukan serangkaian penelitian pengendalian hama tersebut. Pengendalian yang dipilih menggunakan Minyak cemara hantu (Melaleuca bracteata) dan minyak selasih (Ocimum sanctum) berpeluang menjadi atraktan karena mengandung metil eugenol cukup tinggi. Sesuai dengan fungsinya sebagai atraktan, minyak tersebut hanya bersifat menarik lalat buahtetapi tidak membunuhnya. Oleh karena itu, penggunaan minyak tersebut harus dilengkapi dengan alat yang dapat menjebak atau menangkap lalat buah. Tiga jenis alat perangkap telah dibuat Balittro untuk mengendalikan lalat buah. Alat tersebut telah diuji coba di kebun buah belimbing dan jambu batu. berada di bagian dalam (tutup botolnya

dibuka). Bagian depan dan belakang botol diikat dengan kawat agar mudah digantungkan di pohon. Pada bagian tengah botol diikatkan segumpal kapas yang ditetesi 2-4 ml metil eugenol, kemudian botol diisi dengan air seperempat bagian (jangan sampai mengenai kapas). Dengan adanya air, lalat yang masukke dalam botol akan tenggelam dan mati. Perangkap dipasang agak miring agar air tidak tumpah. Dalam waktu satu minggu, perangkap inidapat menjebak/mematikan 50- 150 ekor lalat buah jantan.(balitro,2003) Hama lalat buah (Bactrocera sp.) merupakan hama utama buah. Inangnya banyak Pada mangga, jambu air, jambu biji, cabai, papaya, nangka, jeruk, melon, ketimun, tomat, alpukat, pisang, dan belimbing. Kerugian yang ditimbulkan dapat secara kuantitatif maupun kualitatif. Kerugian kuantitatif yaitu berkurangnya produksi buah sebagai akibat rontoknya buah yang terserang sewaktu buah masih muda ataupun buah yang rusak serta busuk yang tidak laku dijual. Kerugian kualitatif yaitu buah yang cacat berupa bercak, busuk berlubang dan berulat yang akhirnya kurang diminati konsumen. Buah dapat mencapai 100% jika tidak dilakukan pengendalian secara tepat.(Sinar Tani). III. PROSEDUR PERCOBAAN A. Alat dan bahan Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum kali ini antara lain Cutter/pisau,sterofom,Mikroskop,Lup/Kaca Pembesar,Penggaris,Jarum Pentul dan bahan-bahan yang di butuhkan adalah Serangga lalat buah yang di dapat B. Cara Kerja Cara kerja dari praktikum kali ini adalah sebagai berikut : 1. Diambil Perangkap yang di pasang dari lokasi 2. Di lakukan identifikasi satu persatu perangkap yang telah di ambil 3. Kemudian di identifiksi menggunakan lup/kaca pembesar dan Mikroskop 4. Setelah di ketahui jenis lalat buah tersebut

5. Dilakukan pengeloksian lalat buah yang dtelah didapat dengan mencamtumkan jenis , nama ilmiah , di dapat dimana , jenis perangkap nya , dan Morfologi lalat buah 6. Pengoleksian dapat menggunkan sterofom sebagai media tersebut 7. Laporan dan Koleksi lalat buah dikumpul satu minggu kemudian IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengamatan No 1 2 Perlakuan Cure Lure (Cl) Cure Lure (Cl) Petrogenol Jenis Bactocera cucurbitae Bactocera dorsalis Bactocera dorsalis Jumlah 1 ekor 2 ekor 3 ekor

B. Pembahasan Dalam melakukan Praktikum Identifikasi Lalat buah pada saat melakukan identifikasi perlakuan Cure Lure (CL) di dapatkan jenis lalat buah Bactocera cucurbitae sejumlah 1 ekor , dari ciri morfologi dan lokasi pemasangan serta pengidentifikasian maka jenis ini benar lalat bauah bactocera cucurbitae , untuk perlakuan Cure Lure (CL) lainya adalah lalat buah yang di identifikasi adalah jenis lalat buah bactocera dorsalis yang berjumlah 2 ekor dugaan ini didukung dengan ciri morfologi lalat buah , pengindesifikasian serta lokasi pemasangan perangkap lalat buah. Untuk perlakuan Petrogenol pada saat melakukan identifikasi terdapat 3 jenis lalat buah bactocera dorsalis . Methyl eugenol adalah Parapheromone untuk penarik serangga jantan Bactrocera dorsalis sedangkan Cue lure merupakan Parapheromone untuk penarik serangga jantan Bactrocera cucurbitae (Alexander et al. 1962; Epsky & Heath 1998). Beberapa penelitian telah menemukan adanya interaksi antara isyarat visual dan isyarat kimia yang berfungsi untuk mengefektifkan daya tangkap lalat buah Bactocera dorsalis V. KESIMPULAN

Dari hasil pengamatan yang kita lakukan.com/2010/06/identifikasi-lalatbuah. Jenis lalat buah yang didapat pada perlakuan Cure Lure adalah Bactocera cucurbitae 1 ekor dan Bactocera dorsalis 2 ekor 2. keluarga lalat buah ukuran kecil.wikipedia. spesies yang biasa disebut "lalat buah".blogspot. Methyl eugenol adalah Parapheromone untuk penarik serangga jantan 4. Cue lure merupakan Parapheromone untuk penarik serangga jantan Bactrocera cucurbitae http://webcache. dan biasa digunakan sebagai model dalam biologi modern http://id. Jenis lalat buah yang didapat pada perlakuan Petrogenol adalah Bactocera dorsalis 3 ekor 3.googleusercontent. ensiklopedia bebas Terkini (belum ditinjau) Langsung ke: navigasi. cari Lalat buah dapat berupa: • • Tephritidae. maka simpulan yang dapat ditarik adalah sebagai berikut : 1.com/search?q=cache:XvEru72ndYJ:lestaritani.html+identifikasi+lalat+buah&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a Lalat buah Dari Wikipedia bahasa Indonesia.org/wiki/Lalat_buah . keluarga lalat buat ukuran besar Drosophilidae. termasuk: o Drosophila melanogaster.

belum sepenuhnya dilakukan petani kita. Bactrocera spp. jambu. pengasapan di sekitar pohon dan lainnya.Home Artikel Lainnya Mengatasi Lalat Buah dengan Minyak Sereh Wangi Lalat buah merupakan salah satu serangga hama yang menyerang tanaman buah-buahan di lapangan. dll. Luas serangan lalat buah diperkirakan 4. kimiawi dan memakai perangkap dengan menggunakan atraktan/penarik. semangka. diantaranya yaitu : pembungkusan buah. .700 ha dengan kerugian Rp. Hal ini dapat menurunkan daya saing komoditas hortikultura Indonesia di pasar dalam dan luar negeri. Namun dalam pelaksanaannya masih sulit. 1998). apel. Dalam menanggulangi hama ini. melon. dan penggunaan pestisida kimia. memiliki inang yang cukup banyak seperti: jeruk. cabai. nenas. nangka. pepaya. Spesies lalat buah dari famili Tephritidae yang menjadi hama tanaman mencapai 4. pear. belimbing.99 miliar pada tahun 2002. terong. dan terdapat 20 spesies dari genus Bactrocera merupakan hama penting pada buah-buahan dan sayuran di Asia (Vijaysegaran. sanitasi kebun. dengan perangkap/atraktan. mangga. jambu dan melon. Pengendalian lain yang telah dilakukan adalah pemandulan jantan. diantaranya dengan pembungkusan buah. pengasapan. nangka. PENDAHULUAN Lalat buah (Bactrocera spp. aprikot. alpokat. tetapi tidak efisien untuk lahan yang luasnya puluhan hektar.500 spesies. petani telah melakukan pengendalian secara alami. Kehilangan hasil akibat serangan lalat buah di Indonesia cukup besar. Usaha ini memungkinkan untuk luasan lahan yang relatif sempit. pisang. tomat. pare. Pada tanaman cabai kehilangan hasil dapat mencapai 80%. Ada beberapa cara pengendalian lalat buah yang dianjurkan. Hal ini disebabkan karena stadia yang merusak adalah larva yang menyerang langsung pada buah tanaman.) merupakan salah satu hama yang sangat ganas pada tanaman hortikultura diantaranya mangga. 21. Akibat serangan hama ini menyebabkan rendahnya produksi dan mutu buah. pengurungan tanaman dengan jaring plastik.

). ensiklopedia bebas Terkini (belum ditinjau) Langsung ke: navigasi. cari ?Drosophila melanogaster .distan. Laboratorium BPTPH Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta telah mengembangkan dan memproduksi minyak selasih yang mengandung Methyl Eugenol (ME) bahan penarik atau pemikat hama lalat buah jantan.id/index.go.googleusercontent.com/search? q=cache:cYWHTVWeNjIJ:www. http://webcache. Salah satu jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati untuk pengendalian lalat buah adalah tanaman selasih (Ocimum sp.pemda-diy. namun dirasa kurang bijaksana karena menimbulkan dampak negatif antara lain terhadap kesehatan manusia dan lingkungan hidup.Penggunaan pestisida kimia sering menjadi tumpuan dalam pengendalian lalat buah. Oleh karena itu perlu dicari cara pengendalian yang lebih aman dan akrab lingkungan diantaranya dengan menggunakan pestisida nabati.php%3Foption %3Dcontent%26task%3Dview%26id%3D110%26Itemid %3D2+lalat+buah&cd=14&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a Drosophila melanogaster Dari Wikipedia bahasa Indonesia.

D. (bangsa lalat). serta memiliki banyak variasi fenotipe yang relatif mudah diamati. mudah pemeliharaannya.org/wiki/Drosophila_melanogaster . dan evolusi sejarah kehidupan.Drosophila melanogaster Jantan Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Filum: Kelas: Ordo: Famili: Upafamili: Genus: Upagenus: Grup spesies: Upagrup spesies: Spesies kompleks: Spesies: Animalia Arthropoda Insecta Diptera Drosophilidae Drosophilinae Drosophila Sophophora Grup melanogaster Subgrup melanogaster melanogaster D. fisiologi. 1830[1] Drosophila melanogaster adalah jenis serangga bersayap yang masuk ke dalam ordo Diptera. Spesies ini umumnya dikenal sebagai lalat buah dalam pustaka-pustaka biologi eksperimental (walaupun banyak jenis lalat-lalat buah lainnya) dan merupakan organisme model yang paling banyak digunakan dalam penelitian genetika. http://id.wikipedia. melanogaster Nama binomial Drosophila melanogaster Meigen. melanogaster populer karena sangat mudah berbiak (hanya memerlukan waktu dua minggu untuk menyelesaikan seluruh daur kehidupannya).

ensiklopedia bebas Jump to: navigation .Kerajaan: Animalia Filum: Arthropoda Kelas: Insecta Ordo: Diptera Famili: Drosophilidae Upafamili: Drosophilinae Genus: Drosophila Upagenus: Sophophora Grup spesies: Grup melanogaster Upagrup spesies: Subgrup melanogaster Spesies kompleks: melanogaster Spesies: D. cari Drosophila melanogaster Drosophila melanogaster . melanogaster Drosophila melanogaster From Wikipedia. search Langsung ke: navigasi . the free encyclopedia Dari Wikipedia Bahasa Melayu.

Male Drosophila melanogaster Pria Drosophila melanogaster Scientific classification Klasifikasi ilmiah Kingdom: Animalia Kerajaan: Animalia Arthropoda Phylum: Filum: Arthropoda Class: Kelas: Insecta Insecta Order: Order: Diptera Diptera Family: Drosophilidae Keluarga: Drosophilidae Drosophila Genus: Genus: Drosophila Subgenus: Sophophora Subgenus: Sophophora melanogaster Species group: group Grup Spesies grup: melanogaster Species melanogaster subgroup: subgroup Spesies subkelompok subkelompok: melanogaster Species melanogaster complex: complex Spesies kompleks kompleks: melanogaster Species: D. melanogaster Spesies: D. μέλας = dark-coloured. lover. γαστήρ = belly [ 2 ] ) is a species of Diptera . 1830 [ 1 ] Meigen . melanogaster Binomial name Nama binomial Drosophila melanogaster Drosophila melanogaster Meigen . φίλος = intimate friend. 1830 [1] Drosophila melanogaster ( Greek for dark-bellied dew lover : δρόσος = dew. .

hama ekonomi dalam produksi buah. Woodworth . in the family Drosophilidae . [ 3 ] Mulai dari Charles W. μέλας = berwarna gelap. breed quickly. Drosophila melanogaster ( Yunani untuk bellied embun kekasih-gelap: δρόσος = embun. Starting from Charles W. Spesies ini umumnya dikenal sebagai lalat buah umum atau terbang cuka. termasuk studi dalam genetika . terutama di Australia di mana lalat buah merujuk pada Tephritidae. spesies ini merupakan salah satu yang paling umum digunakan organisme model dalam biologi. berkembang biak dengan cepat. γαστήρ = perut [2] ) adalah spesies Diptera . kekasih. physiology . φίλος = teman dekat. dan bertelur banyak . especially in Australia where the term fruit fly refers to the Tephritidae. which can lead to confusion. Lalat milik keluarga Tephritidae juga disebut lalat buah. patogenesis mikroba dan sejarah evolusi kehidupan karena mereka mudah untuk mengurus. economic pests in fruit production. microbial pathogenesis and life history evolution because they are easy to take care of. and lay many eggs.or the order of flies . this species is one of the most commonly used model organisms in biology. The species is commonly known as the common fruit fly or vinegar fly . yang dapat menyebabkan kebingungan. fisiologi . atau urutan lalat . dalam keluarga Drosophilidae . Woodworth . [3] Flies belonging to the family Tephritidae are also called fruit flies. . including studies in genetics .

They exhibit sexual dimorphism : females are about 2. and have transverse black rings across their abdomen.1 penanda genetik 5 Genome 5 Genom o 5.Contents Isi [hide] • • • • • • • • • • • • • • • 1 Physical appearance 1 Fisik penampilan 2 Life cycle and reproduction 2 Siklus hidup dan reproduksi 3 History of use in genetic analysis 3 Sejarah gunakan dalam analisis genetik 4 Model organism in genetics 4 Model organisme dalam genetika o 4.098 in) long.5 mm (0. with a distinct black patch at the abdomen. dengan patch hitam berbeda di perut. kuningcokelat di warna. Mereka menunjukkan dimorfisme seksual : perempuan adalah sekitar 2. are yellow-brown in color. Pria dengan mudah dibedakan dari wanita berdasarkan perbedaan warna. gambar). and the sexcombs (a row of dark bristles on the tarsus of the first leg). melanogaster melanogaster Wildtype fruit flies have brick red eyes.1 Genetic markers 4. dan sexcombs (sederet bulu gelap di Tarsus kaki yang pertama).5 millimeters (0. less noticeable in recently emerged flies (see fig). males are slightly smaller and the back of their bodies is darker. dan memiliki cincin hitam melintang di atas perut mereka. Males are easily distinguished from females based on color differences.1 kesamaan dengan manusia 6 Development 6 Pengembangan 7 Immunity 7 Imunitas 8 Behavioral genetics and neuroscience 8 Perilaku genetika dan neuroscience 9 Vision 9 Visi 10 Flight 10 Penerbangan 11 See also 11 Lihat pula 12 References 12 Referensi 13 Further reading 13 Bacaan lebih lanjut 14 Popular media 14 Populer media 15 External links 15 Pranala luar [ edit ] Physical appearance [ sunting penampilan fisik] Male (left) and female D. Furthermore. Pria (kiri) dan perempuan D. kurang terlihat di akhir-akhir ini muncul lalat (lih.098 in) panjang. Wildtype lalat buah memiliki mata merah bata. .1 Similarity to humans 5. laki-laki sedikit lebih kecil dan bagian belakang tubuh mereka lebih gelap.

The eggs. [ 5 ] [ 6 ] Under crowded conditions. Telur. Dalam kondisi ideal.5 hari. menetas setelah 12-15 jam (pada 25 ° C atau 77 ° F). hatch after 12–15 hours (at 25 °C or 77 °F). [5] [6] Pengembangan meningkatkan kali pada temperatur yang lebih tinggi (11 hari pada 30 ° C atau 86 ° F) karena panas stres. di sekitar 24 dan 48 jam setelah menetas. at about 24 and 48 h after hatching. [ 5 ] [ 6 ] The resulting larvae grow for about 4 days (at 25 °C) while molting twice (into 2nd. dicapai pada 28 ° C (82 ° F ). development time increases.males have a cluster of spiky hairs (claspers) surrounding the reproducing parts used to attach to the female during mating. waktu pengembangan di 25 ° C (77 ° F) adalah 8. . Under ideal conditions. [5] [6] yang dihasilkan larva tumbuh selama 4 hari (pada 25 ° C). [8] [9] Wanita berbaring sekitar 400 telur ( embrio). [ 8 ] while the emerging flies are smaller. [ 5 ] [ 6 ] During this time. [ 8 ] [ 9 ] Females lay some 400 eggs (embryos). 7 hari. is achieved at 28 °C (82 °F ). Waktu pengembangan terpendek (telur untuk dewasa). about five at a time. [5] [6] [7] pada 18 ° C (64 ° F) yang dibutuhkan 19 hari [5] [6] dan di 12 ° C (54 ° F) yang diperlukan lebih dari 50 hari. they feed on the microorganisms that decompose the fruit. 7 days.5 milimeter panjang. into rotting fruit or other suitable material such as decaying mushrooms and sap fluxes . seperti halnya dengan banyak ectothermic spesies. D. [5] [6] Di bawah kondisi yang penuh sesak. as with many ectothermic species. yang sekitar 0. [ 5 ] [ 6 ] [ 7 ] at 18 °C (64 °F) it takes 19 days [5] [6] and at 12 °C (54 °F) it takes over 50 days. Periode perkembangan untuk melanogaster Drosophila bervariasi dengan suhu. the development time at 25 °C (77 °F) is 8. pria memiliki sekelompok bulu runcing (penjepit) yang mengelilingi bagian-bagian reproduksi digunakan untuk melampirkan betina saat kawin. There are extensive images at FlyBase .5 millimetres long. pengembangan peningkatan waktu. The shortest development time (egg to adult).and 3rdinstar larvae). menjadi busuk buah atau bahan yang cocok lainnya seperti membusuk jamur dan getah flux . umur melanogaster adalah sekitar 30 hari pada 29 ° C (84 ° F). Telur D. which are about 0.5 days. The developmental period for Drosophila melanogaster varies with temperature. [ 4 ] Ada gambar yang luas di FlyBase . [4] [ edit ] Life cycle and reproduction [ sunting ] Daur hidup dan reproduksi Egg of D. melanogaster lifespan is about 30 days at 29 °C (84 °F). as well as on the sugar of the fruit itself. sekitar lima per satu. [ 5 ] [ 6 ] Development times increase at higher temperatures (11 days at 30 °C or 86 °F) due to heat stress. [8] sedangkan lalat muncul lebih kecil. sedangkan menyilih dua kali (ke 2 dan ke-3 larva instar-). Selain itu. melanogaster melanogaster The D.

di mana lakilaki transfer beberapa ratus sangat panjang (1. Note the sex combs on the forelegs of the male (insert) Catatan sisir seks pada kaki depan dari laki-laki (menyisipkan) Females become receptive to courting males at about 8–12 hours after emergence. [ 10 ] Males perform a sequence of five behavioral patterns to court females.76 mm) sperma sel di dalam air mani untuk wanita. Perempuan menjadi laki-laki menerima pacaran di sekitar 8-12 jam setelah munculnya. Sebuah diutamakan laki-laki terakhir yang diyakini ada di mana laki-laki terakhir yang kawin dengan perempuan yang pejantan sekitar 80% dari anaknya. [12] . during which males transfer a few hundred very long (1. Soon after. males orient themselves while playing a courtship song by horizontally extending and vibrating their wings. [5] [6] Mating fruit flies. Females can reject males by moving away and extruding their ovipositor. First. Durasi rata-rata kopulasi sukses adalah 30 menit. [ 5 ] [ 6 ] Kemudian larva mengenkapsulasi dalam puparium dan menjalani empat hari selama metamorfosis (pada 25 ° C). Kawin lalat buah. Pertama. berorientasi laki-laki sambil memainkan lagu pacaran oleh horizontal memperluas dan bergetar sayap mereka. dan upaya kopulasi. Finally. Wanita dapat menolak lakilaki dengan menjauh dan ekstrusi ovipositor mereka. The displacement is attributed to sperm handling by the female fly as multiple matings are conducted and is most significant during the first 1–2 days after copulation. pada mikroorganisme yang membusuk buah. This precedence was found to occur through displacement and incapacitation. [ 11 ] Females store the sperm in a tubular receptacle and in two mushroom-shaped spermathecae . [ 12 ] .[5] [6] Selama waktu ini mereka makan. perpindahan ini disebabkan penanganan sperma oleh terbang perempuan sebagai . A last male precedence is believed to exist in which the last male to mate with a female sires approximately 80% of her offspring. Akhirnya. after which the adults eclose (emerge). and attempts copulation. [11] Betina menyimpan sperma dalam sebuah wadah dan di dua tubular berbentuk jamur spermathecae . sperm from multiple matings compete for fertilization. preseden ini ditemukan terjadi melalui perpindahan dan menderita cacat. setelah itu eclose orang dewasa (emerge). Then the larvae encapsulate in the puparium and undergo a four-day-long metamorphosis (at 25 °C). [10] Jantan melakukan urutan lima pola perilaku untuk perempuan pengadilan. posisi laki-laki sendiri di bagian belakang perut betina dalam posisi rendah untuk menekan dan menjilat alat kelamin wanita. dan juga pada gula dari buah itu sendiri . laki-laki ikal perut. the male positions itself at the rear of the female's abdomen in a low posture to tap and lick the female genitalia. the male curls its abdomen. sperma dari beberapa perkawinan bersaing untuk pemupukan. The average duration of successful copulation is 30 minutes.76 mm) sperm cells in seminal fluid to the female. Segera setelah itu.

All organisms use common genetic systems. including humans . [12] [ edit ] History of use in genetic analysis [ sunting ] Sejarah gunakan dalam analisis genetik Drosophila melanogaster was among the first organisms used for genetic analysis . therefore. [ 12 ] Incapacitation of first male sperm by second male sperm becomes significant 2–7 days after copulation. [ 12 ] The delay in effectiveness of the incapacitation mechanism is believed to be a protective mechanism that prevents a male fly from incapacitating its own sperm should it mate with the same female fly repetitively. [ 13 ] Semua organisme menggunakan sistem genetik umum. Displacement from the seminal receptacle is more significant than displacement from the spermathecae. karena itu. Tapi itu tidak sampai 1910 bahwa Thomas Hunt Morgan mulai menggunakan lalat buah dalam studi eksperimental keturunan di Columbia University . Morgan's laboratory was located on the top floor of Schermerhorn Hall . comprehending processes such as transcription and replication in fruit flies helps in understanding these processes in other eukaryotes. Woodworth dikreditkan dengan menjadi yang pertama untuk berkembang biak Drosophila dalam jumlah dan untuk menyarankan untuk KAMI Castle bahwa mereka dapat digunakan untuk penelitian genetik selama waktunya di Universitas Harvard . [ 12 ] Cairan mani dari laki-laki kedua adalah diyakini bertanggung jawab untuk mekanisme menderita cacat (tanpa penghapusan sperma laki-laki pertama) yang berlaku sebelum pembuahan terjadi. dan hari ini adalah salah satu yang paling banyak digunakan dan genetis paling terkenal dari semua eukariotik organisme. The seminal fluid of the second male is believed to be responsible for this incapacitation mechanism (without removal of first male sperm) which takes effect before fertilization occurs. each occupied by students and their experiments. masing-masing diduduki oleh mahasiswa dan percobaan mereka. Charles W. [12] menderita cacat sperma laki-laki pertama oleh sperma laki-laki kedua menjadi signifikan 2-7 hari setelah kopulasi. The Fly Kamar itu sempit dengan delapan meja. Woodworth is credited with being the first to breed Drosophila in quantity and for suggesting to WE Castle that they might be used for genetic research during his time at Harvard University . Perpindahan dari wadah seminalis lebih penting daripada perpindahan dari spermathecae itu. which became known as the Fly Room. But it was not until 1910 that Thomas Hunt Morgan began using fruit flies in experimental studies of heredity at Columbia University . They . memahami proses seperti transkripsi dan replikasi pada lalat buah membantu dalam memahami proses-proses pada eukariota lainnya.beberapa perkawinan dilakukan dan yang paling signifikan selama 1-2 hari pertama setelah kopulasi. [13] Charles W. yang dikenal sebagai Fly Kamar. termasuk manusia . Drosophila melanogaster merupakan salah satu organisme yang digunakan untuk analisis genetik . [12] Penundaan efektifitas mekanisme menderita cacat diyakini menjadi mekanisme pelindung yang mencegah lalat laki-laki dari melumpuhkan sperma itu sendiri harus kawin dengan perempuan yang sama berulang-ulang terbang. The Fly Room was cramped with eight desks. Morgan's laboratorium yang terletak di lantai atas Schermerhorn Hall . and today it is one of the most widely used and genetically best-known of all eukaryotic organisms.

and gene mapping . "Thomas Hunt Morgan dan rekan diperpanjang Mendel kerja 'dengan menjelaskan pewarisan terkait-X dan dengan menunjukkan bahwa gen terletak di sama kromosom tidak menunjukkan berbagai independen. cinnabar eyes. The Fly Room was the source of some of the most important research in the history of biology . dan pemetaan gen . epistasis . The Fly Kamar adalah sumber dari beberapa penelitian yang paling penting dalam sejarah biologi . sementara studi dari sifat-sifat yang terkait menyebabkan peta-peta yang menunjukkan lokasi pertama lokus genetik pada kromosom "(Freman 214). Peta pertama Drosophila kromosom diselesaikan oleh Alfred Sturtevant . while studies of linked traits led to the first maps showing the locations of genetic loci on chromosomes" (Freman 214). Studi -link sifat X membantu memastikan bahwa gen yang ditemukan pada kromosom. The lenses were later replaced by microscopes which enhanced their observations. [ edit ] Model organism in genetics [ sunting ] Model dalam genetika organisme D. alel ganda. [13] "Thomas Hunt Morgan and colleagues extended Mendel 's work by describing X-linked inheritance and by showing that genes located on the same chromosome do not show independent assortment. Mereka mulai percobaan menggunakan botol susu ke belakang lalat buah dan lensa genggam untuk mengamati sifat-sifat mereka. [ 13 ] Morgan dan muridmuridnya akhirnya dijelaskan prinsip dasar banyak keturunan. Lensa kemudian digantikan oleh mikroskop yang disempurnakan pengamatan mereka. white eyes. melanogaster jenis (searah jarum jam): coklat mata dengan tubuh hitam. The first maps of Drosophila chromosomes were completed by Alfred Sturtevant . multiple alleles. and wild-type eyes with yellow body D. including sex-linked inheritance. epistasis . sepia eyes with ebony body. melanogaster types (clockwise): brown eyes with black body. Studies of X-linked traits helped confirm that genes are found on chromosomes. termasuk-linked warisan seks.started off experiments using milk bottles to rear the fruit flies and handheld lenses for observing their traits. vermilion eyes. mata . Morgan and his students eventually elucidated many basic principles of heredity.

. It is small and easy to grow in the laboratory and their morphology is easy to identify once they are anesthetized (usually with ether . Pria tidak menunjukkan meiosis rekombinasi . mata putih. khususnya dalam genetika dan biologi perkembangan. dan keseluruhan biaya rendah. mata sepia dengan tubuh hitam. dengan pendingin mereka. Larva dewasa menunjukkan kromosom raksasa dalam kelenjar ludah yang disebut kromosom polytene . facilitating genetic crossing. and the overall cost is low. Males do not show meiotic recombination . The mature larvae show giant chromosomes in the salivary glands called polytene chromosomes —"puffs" indicate regions of transcription and hence gene activity. particularly in genetics and developmental biology. memfasilitasi persilangan genetik. [3] Males and females are readily distinguished and virgin females are easily isolated. facilitating genetic studies. Jantan dan betina mudah dibedakan perempuan dan perawan yang mudah terisolasi. Itu hanya memiliki empat pasang kromosom : tiga autosom . carbon dioxide gas. Ia memiliki waktu generasi pendek (sekitar 10 hari pada suhu kamar) beberapa generasi sehingga dapat dipelajari dalam beberapa minggu. or with products like FlyNap ) Ini adalah kecil dan mudah tumbuh di laboratorium dan morfologi mereka adalah mudah untuk mengidentifikasi begitu mereka dibius (biasanya dengan eter . dan mungkin 2000 di seumur hidup). atau dengan produk-produk seperti FlyNap ) It has a short generation time (about 10 days at room temperature) so several generations can be studied within a few weeks. dan tipe-mata liar dengan tubuh kuning Drosophila melanogaster is one of the most studied organisms in biological research. There are several reasons: Ada beberapa alasan: • • • • • • • • • The care and culture requires little equipment and use little space even when using large cultures. memfasilitasi studi genetika. dan satu kromosom seks . It has only four pairs of chromosomes : three autosomes . and perhaps 2000 in a lifetime)."semprotan" mengindikasikan daerah transkripsi dan karenanya aktivitas gen.cinnabar. mata merah delima. by cooling them. Perawatan dan budaya memerlukan peralatan kecil dan menggunakan ruang kecil bahkan ketika menggunakan budaya besar. and one sex chromosome . [ 3 ] Ia memiliki tinggi fekunditas (perempuan berbaring hingga 100 telur per hari. Recessive lethal " balancer chromosomes " carrying visible genetic markers can be used to keep stocks of lethal alleles in a heterozygous state without recombination due to multiple inversions in the balancer. It has a high fecundity (females lay up to 100 eggs per day. Resesif mematikan " kromosom penyeimbang "tercatat terlihat tanda-tanda genetik dapat digunakan untuk menjaga stok dari alel mematikan dalam keadaan heterozigot tanpa rekombinasi karena beberapa inversi dalam penyeimbang tersebut. Drosophila melanogaster adalah salah satu yang paling banyak dipelajari organisme dalam penelitian biologi. karbon dioksida gas.

In the list of example common markers below. Eyes lack pigmentation and appear white. tidak adanya gen tertentu dalam Drosophila akan menghasilkan embrio mutan yang tidak mengembangkan hati. (Note: Recessive alleles are in lower case. pigmentasi Tubuh dan sayap tampak kuning. Hairs are shorter and thicker than wild type. Sayap kurva dari badan. while dominant alleles are capitalised. y 1: kuning. Drosophila genes are traditionally named after the phenotype they cause when mutated.) Dalam daftar contoh umum spidol di bawah ini. vision may be somewhat impaired. Body pigmentation and wings appear yellow. Sb 1: tunggul. [15] Sistem ini hasil tata-nama dalam berbagai nama gen yang lebih luas dari pada organisme lain. Sb 1 : stubble. (: Alel Resesif dalam huruf kecil. w 1 : white. visi mungkin sedikit terganggu. Black body and wings (heterozygotes are also visibly darker than wild type). Genetik marker biasanya digunakan dalam penelitian Drosophila. penerbangan mungkin sedikit terganggu. Sebagai contoh. simbol alel diikuti oleh nama gen yang terkena dampak dan deskripsi dari fenotipe tersebut Catatan. Cy 1: keriting. flight may be somewhat impaired. the absence of a particular gene in Drosophila will result in a mutant embryo that does not develop a heart. [ 15 ] This system of nomenclature results in a wider range of gene names than in other organisms. kurangnya Mata dan pigmentasi tampak putih. w 1: putih. and most phenotypes are easily identifiable either with the naked eye or under a microscope. for example within balancer chromosomes or P-element inserts. . [14] [ edit ] Genetic markers [ sunting ] penanda genetik Genetic markers are commonly used in Drosophila research. the allele symbol is followed by the name of the gene affected and a description of its phenotype. [ 14 ] yang lengkap genom adalah disekuensing dan pertama kali diterbitkan pada tahun 2000. tubuh dan sayap Hitam (heterozigot juga tampak lebih gelap dari wild type). gen Drosophila secara tradisional dinamai fenotipe mereka karena saat bermutasi. Rambut lebih pendek dan tebal dari wild type. Para ilmuwan telah demikian disebut gen tinman ini. Its complete genome was sequenced and first published in 2000. y 1 : yellow. e 1 : ebony. For example. named after the Oz character of the same name . Scientists have thus called this gene tinman . e 1: hitam. dinamai Oz karakter dengan nama yang sama . The wings curve away from the body.• • Genetic transformation techniques have been available since 1987. dan fenotip yang paling mudah diidentifikasi baik dengan mata telanjang atau di bawah mikroskop. sedangkan alel dominan dikapitalisasi.) • • • • • Cy 1 : curly. misalnya dalam kromosom penyeimbang atau sisipan unsur-P. teknik transformasi genetik telah tersedia sejak 1987.

many of which are thought to have male-related functions. Determination of sex in Drosophila occurs by the ratio of X chromosomes to autosomes.000 genes. melanogaster (diurutkan pada tahun 2000.[ edit ] Genome [ sunting ] Genom D. 3. melanogaster untuk skala dengan pasangan megabase berorientasi sebagai referensi dalam database Pusat Informasi Nasional Bioteknologi . [ 18 ] Meskipun kromosom Y adalah sepenuhnya heterochromatic . melanogaster sequenced genome of 165 million base pairs has been annotated [ 16 ] and contains approximately 13. jarak Centimorgan merupakan perkiraan dan diperkirakan dari lokus dipetakan lokasi yang dipilih. kromosom D. not because of the presence of a Y chromosome as in human sex determination. bukan karena adanya kromosom Y seperti dalam penentuan seks manusia. D. Lebih dari 60% dari genom tampaknya fungsional non-protein-coding DNA [17] terlibat dalam pengendalian ekspresi gen. berisi setidaknya 16 gen. The D. and three autosomes labeled 2.000. Kromosom keempat adalah sangat kecil sehingga sering diabaikan. 3. [18] . Although the Y chromosome is entirely heterochromatic . melanogaster (sequenced in 2000. it contains at least 16 genes. melanogaster chromosomes to scale with megabase-pair references oriented as in the National Center for Biotechnology Information database . banyak yang diduga terkait fungsi laki-laki. aside from its important eyeless gene. dan 4. dan tiga autosom berlabel 2. and curated at the FlyBase database [ 14 ] ) contains four pairs of chromosomes: an X/Y pair. melanogaster sekuensing genom dari 165 juta pasang basa telah terhubung [16] dan berisi sekitar 13. The genome of D. The genom D. Penentuan seks di Drosophila terjadi dengan rasio kromosom X untuk autosom. The fourth chromosome is so tiny that it is often ignored. and 4.767 gen pengkode protein yang terdiri dari ~ 20% dari out genom dari total sebuah gen diperkirakan 14. Centimorgan distances are approximate and estimated from the locations of selected mapped loci. More than 60% of the genome appears to be functional non-protein-coding DNA [ 17 ] involved in gene expression control. selain dari gen penting tanpa mata nya.767 protein-coding genes which comprise ~20% of the genome out of a total of an estimated 14. dan dikuratori di FlyBase database [14] ) berisi empat pasang kromosom: X / Y pasangan.

kekebalan . Embriogenesis di Drosophila telah dipelajari secara ekstensif.[ edit ] Similarity to humans [ sunting ] Kesamaan untuk manusia About 75% of known human disease genes have a recognizable match in the genetic code of fruit flies. spinocerebellar ataxia and Alzheimer's disease . Selama oogenesis. serta penyalahgunaan narkoba . Sekitar 75% dari penyakit manusia dikenal gen memiliki kecocokan dikenali dalam kode genetik lalat buah. dan kanker . Drosophila melanogaster oogenesis Drosophila melanogaster oogenesis During oogenesis. waktu generasi pendek. [ 19 ] and 50% of fly protein sequences have mammalian homologs. An online database called Homophila is available to search for human disease gene homologues in flies and vice versa. Huntington's . dan ukuran induk yang besar membuatnya ideal untuk studi genetik. terbang ini juga digunakan untuk mempelajari mekanisme yang mendasari penuaan dan oksidatif stres . as its small size. Nutrients and developmental control molecules move from the nurse cells into the oocyte. jembatan sitoplasma disebut "kanal cincin" menghubungkan ke sel oosit membentuk perawat. immunity . as well as drug abuse . and large brood size makes it ideal for genetic studies. The fly is also being used to study mechanisms underlying aging and oxidative stress . [20] Drosophila sedang digunakan sebagai model genetik untuk penyakit manusia beberapa termasuk gangguan neurodegenerative Parkinson . [ edit ] Development [ sunting ] Pembangunan Main article: Drosophila embryogenesis Artikel utama: Drosophila embryogenesis Embryogenesis in Drosophila has been extensively studied. Sebuah database online yang disebut Homophila tersedia untuk mencari homolog gen penyakit manusia di lalat dan sebaliknya. Nutrisi dan molekul kontrol . ataksia spinocerebellar dan Penyakit Alzheimer . and cancer . sebagai ukuran yang kecil. [19] dan 50% dari protein memiliki urutan terbang homologs mamalia. Hal ini juga unik di antara organisme model dalam yang terjadi di belahan syncytium . short generation time. diabetes . [ 20 ] Drosophila is being used as a genetic model for several human diseases including the neurodegenerative disorders Parkinson's . Huntington . diabetes . It is also unique among model organisms in that cleavage occurs in a syncytium . cytoplasmic bridges called "ring canals" connect the forming oocyte to nurse cells.

Once this process is completed gastrulation starts. the forming oocyte can be seen to be covered by follicular support cells. especially the patterning along the antero-posterior (AP) and dorso-ventral (DV) axes (See under morphogenesis ). membagi syncytium ke dalam sel somatik individu. Finally. Embrio baik ditandai mengalami morfogenetik gerakan selama gastrulasi dan pengembangan awal. pembentukan beberapa alur-alur. By the end of the 8th division most nuclei have migrated to the surface. [21] Nuclear division in the early Drosophila embryo happens so quickly there are no proper checkpoints so mistakes may be made in division of the DNA . dividing the syncytium into individual somatic cells. yang akan menjadi kuning inti). Untuk menyiasati masalah ini inti yang telah membuat kesalahan dari mereka melepaskan centrosomes dan jatuh ke tengah embrio (yolk sac) yang tidak akan merupakan bagian dari lalat itu. Pada gambar ke kiri. invaginasi ventral mesoderm. surrounding the yolk sac (leaving behind only a few nuclei. [21] The embryo undergoes well-characterized morphogenetic movements during gastrulation and early development. divisi Nuklir pada embrio Drosophila awal terjadi begitu cepat tidak ada pos-pos pemeriksaan yang sesuai sehingga kesalahan dapat dilakukan di divisi dari DNA . membentuk oosit dapat dilihat ditutupi oleh sel dukungan folikel. terutama pola sepanjang Antero-posterior (AP) dan Dorso-ventral (DV) sumbu (Lihat bawah morfogenesis ). In the figure to the left. segregating the germ line from the syncytium. After the 10th division the pole cells form at the posterior end of the embryo.perkembangan bergerak dari sel-sel perawat ke oosit. including germ-band extension. Akhirnya. sekitar yolk sac (hanya meninggalkan beberapa inti. pemisahan garis kuman dari syncytium tersebut. Pada akhir dari pembagian 8 inti sebagian besar bermigrasi ke permukaan. ventral invagination of the mesoderm. [ 21 ] Jaringan gen (transkripsi dan interaksi protein) yang mengatur awal perkembangan embrio lalat buah adalah salah satu jaringan gen terbaik dipahami saat ini. [ 21 ] Setelah proses ini selesai gastrulasi dimulai. which will become the yolk nuclei). setelah pembelahan sel membran lambat 13 invaginate. After fertilization of the oocyte the early embryo (or syncytial embryo ) undergoes rapid DNA replication and 13 nuclear divisions until approximately 5000 to 6000 nuclei accumulate in the unseparated cytoplasm of the embryo. Setelah fertilisasi oosit embrio awal (atau embrio syncytial ) mengalami replikasi DNA yang cepat dan 13 divisi nuklir sampai kira-kira 5-6000 inti terakumulasi dalam sitoplasma tidak terpisahkan dari embrio. termasuk-band ekstensi kuman. formation of several furrows. Setelah divisi bentuk sel 10 tiang pada bagian belakang embrio. posterior and anterior invagination of endoderm (gut). after the 13th division cell membranes slowly invaginate. dan invaginasi anterior posterior . The gene network (transcriptional and protein interactions) governing the early development of the fruit fly embryo is one of the best understood gene networks to date. as well as extensive body segmentation until finally hatching from the surrounding cuticle into a 1st-instar larva. To get around this problem the nuclei which have made a mistake detach from their centrosomes and fall into the centre of the embryo (yolk sac) which will not form part of the fly.

inside which the larval tissues are reabsorbed and the imaginal tissues undergo extensive morphogenetic movements to form adult structures. melanogaster has a "fat body" which is thought to be homologous to the human liver. Sel dari disk imajinal yang disisihkan selama embriogenesis dan terus tumbuh dan membagi selama tahap larva . Ron Konopka dan Seymour Benzer diterbitkan "mutan Drosophila melanogaster Jam". The former is a systemic response mediated through the Toll and imd pathways. These peptides are secreted into the hemolymph and bind infectious bacteria. D. It is the primary secretory organ and produces antimicrobial peptides . D. membunuh mereka dengan membentuk pori-pori di mereka dinding sel . melanogaster immune system can be divided into two responses: humoral and cell-mediated. thorax and genitalia. Imaginal discs develop to form most structures of the adult body. kertas menggambarkan pertama mutasi yang mempengaruhi perilaku hewan yang. At metamorphosis. kaki. dada dan alat kelamin. During larval development. Ini adalah organ sekretori primer dan menghasilkan peptida antimikrobial . [ edit ] Behavioral genetics and neuroscience [ sunting ] genetika perilaku dan neuroscience In 1971.tidak seperti sel-sel yang paling lain dari larva yang berbeda untuk melakukan fungsi-fungsi khusus dan tumbuh tanpa pembelahan sel lebih lanjut. Cells of the imaginal disks are set aside during embryogenesis and continue to grow and divide during the larval stages . Years ago many drug companies wanted to purify these peptides and use them as antibiotics. Pada metamorfosis. Wild-type flies show an activity rhythm with a frequency of about a day (24 . a paper describing the first mutations that affected an animal's behavior. sayap. Peptida ini juga dikeluarkan ke dalam hemolymph dan mengikat bakteri menular. such as the head.endoderm (usus). Yang pertama merupakan respon sistemik dimediasi melalui tol dan jalur IMD. D. sistem kekebalan melanogaster dapat dibagi menjadi dua tanggapan: humoral dan sel-dimediasi. tissues known as imaginal discs grow inside the larva. di dalam jaringan larva yang diserap dan jaringan imajinal mengalami gerakan morfogenetik luas untuk membentuk struktur dewasa. seperti kepala. the larva forms a pupa . Tahun lalu perusahaan obat banyak yang ingin memurnikan peptida tersebut dan menggunakannya sebagai antibiotik. which are parallel systems for detecting microbes. yang sistem paralel untuk mendeteksi mikroba. jaringan yang dikenal sebagai disc imajinal tumbuh di dalam larva. melanogaster memiliki lemak tubuh "" yang dianggap homolog ke hati manusia. legs. killing them by forming pores in their cell walls . [ edit ] Immunity [ sunting ] Imunitas The D. Dalam perkembangannya larva. Pada tahun 1971. imaginal cakram mengembangkan untuk membentuk sebagian besar struktur tubuh orang dewasa. wings. larva membentuk pupa . serta segmentasi tubuh yang ekstensif sampai akhirnya menetas dari kutikula sekitarnya menjadi larva instar-1. Ron Konopka and Seymour Benzer published "Clock mutants of Drosophila melanogaster ".unlike most other cells of the larva which have differentiated to perform specialized functions and grow without further cell division.

audisi. seperti umur panjang. Secara khusus. including studies of cocaine and alcohol consumption. audition. protein kinase A dan faktor transkripsi diketahui sebagai CREB. Male flies sing to the females during courtship using their wing to generate sound. Benzer dan lain-lain telah menggunakan layar perilaku untuk mengisolasi gen yang terlibat dalam visi. The first learning and memory mutants ( dunce . Selain itu. Drosophila has been used in neuropharmacological research. the fruitless gene has several different splice forms. protein kinase A and a transcription factor known as CREB. Drosophila telah digunakan dalam penelitian neuropharmacological. Molekul-molekul yang akan ditampilkan secara juga terlibat dalam plastisitas sinaps di Aplysia dan mamalia. rutabaga etc.lalat yang bergerak dan beristirahat di spurts acak. dan akhirnya ditunjukkan untuk menyandikan komponen dari jalur sinyal intraselular yang melibatkan AMP siklik . Work over the following 30 years has shown that these mutations (and others like them) affect a group of genes and their products that comprise a biochemical or biological clock . In particular. dan laki-laki lalat mengekspresikan sambatan wanita memiliki bentuk seperti perilaku perempuan dan sebaliknya. These molecules were shown to be also involved in synaptic plasticity in Aplysia and mammals. Benzer and others have used behavioral screens to isolate genes involved in vision. and were eventually shown to encode components of an intracellular signaling pathway involving cyclic AMP . termasuk studi kokain dan konsumsi alkohol. learning/memory. Penciuman. but the clock-bearing cells that control activity are several dozen neurons in the fly's central brain. Mereka menemukan mutan dengan ritme lebih cepat dan lebih lambat serta irama patah . belajar / memori. Furthermore. Pembelajaran pertama dan mutan memori (bodoh. and some of the genetics of sexual behavior have been characterized. tetapi sel jam-bantalan bahwa aktivitas kontrol neuron beberapa lusin pusat otak lalat. Pria lalat bernyanyi dengan perempuan selama pacaran dengan sayap mereka untuk menghasilkan suara. rutabaga dll) diisolasi oleh William "Chip" Quinn's laboratorium sementara di Benzer. tanpa hasil yang berbeda bentuk gen memiliki beberapa sambatan. Since then. . Bekerja selama 30 tahun berikutnya menunjukkan bahwa mutasi ini (dan lain-lain seperti mereka) mempengaruhi sekelompok gen dan produk mereka yang terdiri dari sebuah biokimia atau jam biologis .) were isolated by William "Chip" Quinn while in Benzer's lab. dan beberapa genetika perilaku seksual telah ditandai. such as longevity. courtship. Jam ini ditemukan dalam berbagai sel terbang.hours). Sejak itu. This clock is found in a wide range of fly cells. rasa sakit dan proses lainnya. pain and other processes. They found mutants with faster and slower rhythms as well as broken rhythms flies that move and rest in random spurts. and male flies expressing female splice forms have femalelike behavior and vice-versa. olfaction. pacaran. Wild-jenis lalat menunjukkan irama aktivitas dengan frekuensi kira sehari (24 jam).

sel pigmen. The R1-R6 photoreceptor cells express Rhodopsin1 (Rh1) which absorbs blue light (480 nm). Para mata majemuk dari mata lalat buah berisi 760 unit atau ommatidia . [22] The membran rhabdomere ini dikemas dengan sekitar 100 juta rhodopsin molekul. Sel-sel fotoreseptor R1-R6 mengungkapkan Rhodopsin1 (Rh1) yang menyerap cahaya biru (480 nm). dan Rh5 atau Rh6 yang menyerap biru (437 nm) dan hijau (508 nm) lampu masing-masing. pigment cells. The R7 and R8 cells express a combination of either Rh3 or Rh4 which absorb UV light (345 nm and 375 nm). The cell body contains the nucleus while the 100-μm-long rhabdomere is made up of toothbrushlike stacks of membrane called microvilli . the cell body and the rhabdomere . protein visual yang menyerap cahaya. Badan sel berisi inti sementara-μm-panjang rhabdomere 100 adalah terdiri dari tumpukan-seperti sikat gigi yang disebut membran mikrovili . The photoreceptors in Drosophila express a variety of rhodopsin isoforms . and Rh5 or Rh6 which absorb blue (437 nm) and green (508 nm) light respectively. [ 22 ] The membrane of the rhabdomere is packed with about 100 million rhodopsin molecules. Each photoreceptor cell consists of two main sections. the visual protein that absorbs light. and a cornea. sel yang R7 dan R8 mengungkapkan kombinasi baik atau Rh4 Rh3 yang menyerap sinar UV (345 nm dan 375 nm). yang berfungsi untuk menyerap cahaya biru kelebihan sehingga terbang tidak dibutakan oleh cahaya ambient. leaving little room for cytoplasm . Setiap ommatidium mengandung sel-sel fotoreseptor 8 (R1-8). support cells. Each rhodopsin molecule consists of an opsin protein covalently linked to a carotenoid chromophore. dan salah satu yang paling maju di antara serangga. Setiap microvillus 1-2 μm panjang dan ~ 60 nm dalam diameter. Setiap sel fotoreseptor terdiri dari dua bagian utama tubuh sel dan rhabdomere . and are one of the most advanced among insects. 11- . Each microvillus is 1–2 μm in length and ~60 nm in diameter. meninggalkan sedikit ruang untuk sitoplasma . The rest of the visual proteins are also tightly packed into the microvillar space.[ edit ] Vision [ sunting ] Visi Stereo images of the fly eye Gambar stereo pada mata lalat The compound eye of the fruit fly contains 760 unit eyes or ommatidia . Sisanya protein visual juga erat dikemas ke dalam ruang microvillar. dan kornea seorang. Wild-jenis lalat memiliki sel pigmen kemerahan. Wild-type flies have reddish pigment cells. sel dukungan. The fotoreseptor di Drosophila mengungkapkan berbagai rhodopsin isoform . which serve to absorb excess blue light so the fly isn't blinded by ambient light. Each ommatidium contains 8 photoreceptor cells (R1-8).

is isomerized to all-trans-3hydroxyretinal. Rh mengalami perubahan konformasi ke dalam bentuk aktif. DAG atau turunan dari DAG menyebabkan kalsium selektif saluran ion dikenal sebagai TRP (potensial reseptor fana) untuk membuka dan kalsium dan natrium mengalir ke sel. adalah isomerized untuk semua-trans-3-hydroxyretinal. Namun. in vertebrates the G protein is transducin. but this process doesn't seem to be essential for normal vision. an extension of the endoplasmic reticulum . [23] Expression of Rhodopsin1 (Rh1) in photoreceptors R1-R6 Ekspresi Rhodopsin1 (Rh1) dalam fotoreseptor R1-R6 As in vertebrate vision . a phospholipid found in the cell membrane . and cause release of calcium. dan menyebabkan pelepasan . menjadi larut inositol trifosfat (IP 3) dan diacylgycerol (DAG). 11-cis-3hydroxyretinal. [ 24 ] Metarhodopsin mengaktifkan GQ. metarhodopsin. Metarhodopsin activates Gq. merupakan perpanjangan dari retikulum endoplasma . IP 3 is thought to bind to IP 3 receptors in the subrhabdomeric cisternae. 11-cis-3-hydroxyretinal. visual transduction in invertebrates occurs via a G proteincoupled pathway. Ketika rhodopsin (Rh) menyerap foton cahaya kromofor nya. Hidrolisis PLCβ phosphatidylinositol (4. sedangkan protein G dalam invertebrata adalah GQ (dgq di Drosophila). which in turn activates a phospholipase Cβ (PLCβ) known as NorpA. metarhodopsin. When rhodopsin (Rh) absorbs a photon of light its chromophore. DAG or a derivative of DAG causes a calcium selective ion channel known as TRP (transient receptor potential) to open and calcium and sodium flows into the cell. yang pada gilirannya mengaktifkan fosfolipase Cβ (PLCβ) dikenal sebagai NorpA. transduksi visual dalam invertebrata terjadi melalui protein-coupled jalur G. [24] PLCβ hydrolyzes phosphatidylinositol (4. Rh undergoes a conformational change into its active form. [ 23 ] Setiap molekul rhodopsin terdiri dari protein opsin kovalen dihubungkan dengan karotenoid kromofor. while the G protein in invertebrates is Gq (dgq in Drosophila ).5)-bisphosphate (PIP 2 ). into soluble inositol triphosphate (IP 3 ) and diacylgycerol (DAG).5)bisphosphate (PIP 2). Seperti dalam visi vertebrata .cis-3-hydroxyretinal. 11-cis-3-hydroxyretinal. [ 24 ] IP 3 diduga berikatan dengan IP 3 reseptor di cisternae subrhabdomeric. dalam vertebrata yang protein G adalah transducin. suatu fosfolipid ditemukan di membran sel . However. yang tinggal di dalam selaput sel. which stays in the cell membrane.

invertebrata metarhodopsin dapat dikonversikan kembali ke rhodopsin dengan menyerap sebuah foton cahaya orange (580 nm).kalsium. and InaD results in a delay in inactivation of the light response . InaD berisi lima domain mengikat disebut domain PDZ protein yang secara khusus mengikat protein C Termini target. [24] Calcium binds to proteins such as calmodulin (CaM) and an eye-specific protein kinase C (PKC) known as InaC. InaC. These proteins interact with other proteins and have been shown to be necessary for shut off of the light response. and PLC form a signaling complex by binding a scaffolding protein called InaD. In addition. [25] TRP. TRP. the protein kinase C. proteins called arrestins bind metarhodopsin and prevent it from activating more Gq. dan hasil InaD dalam keterlambatan dalam inaktivasi dari respon cahaya . gangguan interaksi antara InaC. Misalnya. namun proses ini tampaknya tidak menjadi penting untuk penglihatan normal. Gangguan kompleks dengan mutasi baik dalam domain PDZ atau protein target mengurangi efisiensi sinyal. InaD contains five binding domains called PDZ domain proteins which specifically bind the C termini of target proteins. For example. Selain itu. [ 26 ] Although the spatial resolution of their vision is significantly worse than that of humans. Unlike vertebrate metarhodopsin. Approximately two-thirds of the Drosophila brain is dedicated to visual processing. [ 25 ] Ia menggunakan ke dalam gradien natrium untuk mengekspor kalsium pada stoikiometri dari 3 Na + / 1 + + Ca. mereka resolusi temporal adalah sekitar sepuluh kali lebih baik. invertebrate metarhodopsin can be converted back into rhodopsin by absorbing a photon of orange light (580 nm). Kalsium mengikat protein seperti kalmodulin (CAM) dan mataspesifik protein kinase C (PKC) yang dikenal sebagai InaC. their temporal resolution is approximately ten times better. Sekitar dua pertiga dari otak Drosophila didedikasikan untuk pemrosesan visual. . dan PLC membentuk kompleks sinyal oleh sebuah mengikat protein perancah disebut InaD. disruption of the interaction between InaC. A -kalsium exchanger natrium pompa dikenal sebagai kapur kalsium keluar dari sel. protein yang disebut arrestins metarhodopsin mengikat dan mencegahnya dari mengaktifkan lebih GQ. It uses the inward sodium gradient to export calcium at a stoichiometry of 3 Na + / 1 Ca ++ . protein kinase C. Protein ini berinteraksi dengan protein lain dan telah terbukti diperlukan untuk menutup dari respon cahaya. Disruption of the complex by mutations in either the PDZ domains or the target proteins reduces the efficiency of signaling. InaC. Tidak seperti metarhodopsin vertebrata. [26] Meskipun resolusi spasial visi mereka secara signifikan lebih buruk dari manusia. A sodium-calcium exchanger known as CalX pumps the calcium out of the cell.

2 Teori Dasar Drosophila melanogaster merupakan jenis lalat buah yang dapat ditemukan di buah-buahan busuk. Berikut merupakan klasifikasi dari Drosophila melanogaster (Borror. dan abdomen. Mengetahui lama dari tiap tahapan dalam siklus hidup Drosophila melanogaster. 1992): Kingdom Phyllum Kelas Ordo Famili Genus Spesies Animalia Arthropoda Insecta Diptera Drosophilidae Drosophila Drosophila melanogaster Selain itu. Drosophila juga diklasifikasikan ke dalam sub ordo Cyclophorpha (pengelompokan lalat yang pupanya terdapat kulit instar 3. Mengetahui tahapan-tahapan dalam siklus hidup Drosophila melanogaster. segmen ini menyusun tiga bagian tubuh utama. 1981). 3. . mempunyai jaw hooks) dan termasuk ke dalam seri Acaliptrata yaitu imago menetas dengan keluar dari bagian anterior pupa (Wheeler. Mengetahui cara menangani dan memelihara Drosophila melanogaster. informasi dengan benar dan akhirnya akan memicu struktur yang khas dari setiap segmen. Drosophila telah digunakan secara bertahun-tahun dalam kajian genetika dan perilaku hewan. Drosophila ini mempunyai poros anterior dan posterior (kepala-ekor) dan poros dorsoventral (punggung-perut).genetika: siklus hidup Drosophila melanogaster Lompat ke Komentar BAB I PENDAHULUAN I. seperti hewan simetris bilateral lainnya. 2. suatu seri segmen yang teratur. ayitu.1 Tujuan 1. Lalat buah dan Artrophoda lainnya mempunyai kontruksi modular. kepala. Pada Drosophila. setelah fertilisasi. thoraks. determinan sitoplasmik yang sudah ada di dalam telur memberi informasi posisional untuk penempatan kedua poros ini bahkan sebelum fertilisasi. I.

2. Thorax berbulu-bulu dengan warna dasar putih. larva tidak berhenti-berhenti untuk makan (Silvia. pupa. 2. Pertama. Dan pada saat seperti ini. Warna tubuh kuning kecoklatan dengan cincin berwarna hitam di tubuh bagian belakang. 1. Crossvein posterior umumnya lurus. Jantan 1. 4. Ujung abdomen tumpul dan lebih hitam Betina 1. Ujung abdomen runcing Metamorfosis pada Drosophila termasuk metamorfosis sempurna. 3. sedangkan abdomen bersegmen lima dan bergaris hitam Sayap panjang. berwarna transparan. Urat tepi sayap (costal vein) mempunyai dua bagian yang terinteruptus dekat dengan tubuhnya. Betina dewasa mulai bertelur pada hari kedua setelah menjadi lalat dewasa dan meningkat hingga seminggu sampai betina meletakkan 50-75 telur perhari dan mungkin maksimum 400-500 buah dalam 10 hari. Perkembangan dimulai segera setelah terjadi fertilisasi. tidak melengkung. Mata majemuk berbentuk bulat agak ellips dan berwana merah. yang terdiri dari dua periode. dan imago (fase seksual dengan perkembangan pada sayap). . 2003) Periode kedua adalah periode setelah menetas dari telur dan disebut perkembangan postembrionik yang dibagi menjadi tiga tahap. Formasi lainnya pada perkembangan secara seksual terjadi pada saat dewasa (Silvia. Tidak terdapat sisir kelamin (sex comb) 4. dan posisi bermula dari thorax. 1. Sayap lebih pendek dari sayap betina 3.Adapun ciri umum lain dari Drosophila melanogaster diantaranya: 1. Sungut (arista) umumnya berbentuk bulu. 2003). Fase perkembangan dari telur Drosophila melanogaster dapat dilihat lebih jelas pada gambar di bawah ini. yaitu larva. Sayap lebih panjang dari sayap jantan 3. Telur Drosophila berbentuk benda kecil bulat panjang dan biasanya diletakkan di permukaan makanan. Terdapat mata oceli pada bagian atas kepala dengan ukuran lebih kecil dibanding mata majemuk. yaitu dari telur – larva instar I – larva instar II – larva instar III – pupa – imago. Sedangkan ciri-ciri yang membedakan Drosophila jantan dan betina antara lain. memiliki 7-12 percabangan. periode embrionik di dalam telur pada saat fertilisasi sampai pada saat larva muda menetas dari telur dan ini terjadi dalam waktu kurang lebih 24 jam. 6. Ukuran tubuh lebih kecil dari betina 2. Berukuran kecil. antara 3-5 mm. Ukuran tubuh lebih besar dari jantan 2. (Silvia. Terdapat sisir kelamin (sex comb) 4. 5.

larva disebut instar. Saat kutikula tidak lunak lagi. Formasi pupa ditandai dengan pembentukan kepala. larva instar ketiga merayap ke atas permukaan medium makanan ke tempat yang kering dan berhenti bergerak. Untuk pernafasan pada trakea. Pembatasan jaringan preadult . dari instar III ke pupa. Dan indikasi instar adalah ukuran larva dan jumlah gigi pada mulut hitamnya. yaitu satu selaput vitellin tipis yang mengelilingi sitoplasma dan suatu selaput tipis tapi kuat (Khorion) di bagian luar dan di anteriornya terdapat dua tangkai. larva muda secara periodik berganti kulit untuk mencapai ukuran dewasa. Larva Drosophila berwarna putih. dan dalam keadaan ini. kutikula menjadi keras dan berpigmen. larva membuat saluran-saluran di dalam medium. Pada stadium pupa ini. Instar pertama adalah larva sesudah menetas sampai pergantian kulit pertama. berbentuk seperti cacing. Dan jika dapat diringkas. Telur Drosophila dilapisi oleh dua lapisan. Selama periode pergantian kulit. Kutikula lama dibuang dan integumen baru diperluas dengan kecepatan makan yang tinggi. terdapat sepasang spirakel yang keduanya berada pada ujung anterior dan posterior (Silvia. Larva yang dewasa biasanya merayap naik pada dinding botol atau pada kertas tissue dalam botol. dari larva instar II ke instar III. Dan disini larva akan melekatkan diri pada tempat kering dengan cairan seperti lem yang dihasilkan oleh kelenjar ludah dan kemudian membentuk pupa. 1985). dan dari pupa ke imago (Ashburner. 1985) Struktur dewasa tampak jelas selama periode pupa pada bagian kecil jaringan dorman yang sama seperti pada tahap embrio. 2003). Puparium (bentuk terluar pupa) menggunakan kutikula pada instar ketiga. Korion mempunyai kulit bagian luar yang keras dari telur tersebut (Borror. dan menggali dengan mulut berwarna hitam di dekat kepala. tubuhnya memendek. Sesudah pergantian kulit yang kedua. bantalan sayap. dan kaki. destruksi sel-sel larva terjadi pada prose pergantian kulit (molting) yang berlangsung empat kali dengan tiga stadia instar : dari larva instar 1 ke instar II.2003).tipis. pada Drosophila. dan jika terdapat banyak saluran maka pertumbuhan biakan dapat dikatakan berlangsung baik. larva berganti menjadi lalat dewasa (Ashburner. tanpa kepala dan sayap disebut larva instar 4. Pada tahap terakhir. larva dalam keadaan tidak aktif. Saat larva Drosophila membentuk cangkang pupa. bersegmen. larva (instar ketiga) makan hingga siap untuk membentuk pupa. 1992). Selama makan.

waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan siklus hidupnya relatif lebih lama dan lambat yaitu sekitar 18-20 hari. • Ketersediaan Media Makanan Jumlah telur Drosophila melanogaster yang dikeluarkan akan menurun apabila kekurangan makanan. Pada suhu ini lalat akan mengalami satu putaran siklus secara optimal.(sebelum dewasa) disebut anlagen. Larva ini mampu membentuk pupa berukuran kecil. Beberapa dapat menjadi dewasa yang hanya dapat menghasilkan sedikit telur. namun sering kali gagal berkembang menjadi individu dewasa. Pada suhu 30°C. Viabilitas dari telur-telur ini juga dipengaruhi oleh jenis dan jumlah makanan yang dimakan oleh larva betina (Shorrocks. 1992) Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pada siklus hidup Drosophila melanogaster diantaranya sebagai berikut: • Suhu Lingkungan Drosophila melanogaster mengalami siklus selama 8-11 hari dalam kondisi ideal. tempat spermatozoa masuk ke dalam telur. (Borror. 2003). lalat buah warnanya masih pucat dan sayapnya belum terbentang. Kondisi ideal yang dimaksud adalah suhu sekitar 25-28°C. Lalat buah dewasa yang kekurangan makanan akan menghasilkan larva berukuran kecil. Fungsi utama dari pupa adalah untuk perkembangan luar dari anlagen ke bentuk dewasa (Silvia. Pada ujung anterior terdapat mikrophyle. Sedangkan pada suhu rendah atau sekitar 180C. lalat dewasa yang tumbuh akan steril. Dewasa pada Drosophila melanogaster dalam satu siklus hidupnya berusia sekitar 9 hari. • Tingkat Kepadatan Botol Pemeliharaan . Setelah keluar dari pupa. lalat betina akan kawin setelah berumur 8 jam dan akan menyimpan sperma dalam jumlah yang sangat banyak dari lalat buah jantan. Walaupun banyak sperma yang masuk ke dalam mikrophyle tapi hanya satu yang dapat berfertilisasi dengan pronuleus betina dan yang lainnya segera berabsorpsi dalam perkembangan jaringan embrio. 1972). Sementara itu.

Kemudian botol disimpan di tempat teduh. Selain itu. Menangkap Lalat Buah Lalat buah dipancing untuk datang dengan memasukkan pisang atau buahbuahan lain yang sudah mulai membusuk ke dalam kantung plastik kosong. Pada Drosophila melanogaster dengan kondisi ideal dimana tersedia cukup ruang (tidak terlalu padat) individu dewasa dapat hidup sampai kurang lebih 40 hari. karena meningkatkan kemungkinan terdapatnya lalat betina dan memperkecil kemungkinan adanya kontaminasi oleh jamur. Setelah beberapa pasang lalat buah masuk ke dalam plastik. 2. Makin banyak lalat yang tertangkap makin baik.Botol medium sebaiknya diisi dengan medium buah yang cukup dan tidak terlalu padat. lalat buah dipindahkan ke botol media. cukup beberapa pasang saja. BAB II METODE KERJA II. Memelihara Lalat Buah .2 Metode Kerja 1.1 Alat dan Bahan ALAT BAHAN • Botol berisi medium dengan • Drosophila melanogaster sumbat busa • Buah-buahan yang membusuk • Kantong plastik II. Namun apabila kondisi botol medium terlalu padat akan menyebabkan menurunnya produksi telur dan meningkatnya jumlah kematian pada individu dewasa. lalat buah yang dikembangbiakan di dalam botol pun sebaiknya tidak terlalu banyak. • Intensitas Cahaya Drosophila melanogaster lebih menyukai cahaya remang-remang dan akan mengalami pertumbuhan yang lambat selama berada di tempat yang gelap.

Bila kultur terkontaminasi oleh jamur. jam penangkapan dan jumlah lalat buah yang tertangkap dicatat dalam lembar pengamatan. Pada saat pertama muncul tahapan pertumbuhan tertentu. Bila media menjadi sangat basah. 3. Botol media berisi lalat buah kemudian diamati paling sedikit dua kali sehari. lalat buah parental harus dikeluarkan dari botol media.masukkan kertas saring kedalam botol media tersebut. Kultur dapat juga dipindahkan ke media baru. dengan mensterilkan botol dan sumbat busa sebelum dipakai. Pengamatan dilanjutkan sampai lalat buah dewasa pertama muncul. tanggal dan jam pengamatan dicatat. Botol media berisi lalat buah ini sebaiknya disimpan ditempat yang teduh. tanggal. BAB III HASIL PENGAMATAN Siklus Hidup Lalat Buah Tanggal lalat buah parental dimasukkan ke dalam botol : 9 September 2008 Tanggal lalat buah parental dikeluarkan dari botol : 19 September 2008 Temperatur rata-rata : ± 25°C TabelPengamatan Pertama muncul Telur Ukuran (mm) dan hasil pengamatan lainnya berwarna putih dengan Umur Foto (hari/jam) ± 19 jam . Bila pupa pertama telah muncul. Media yang digunakan dibuat dari pisang yang sudah dihancurkan dan ragi.Lalat buah dipelihara didalam botol berisi media. bersihkan media dengan membuang bagian yang terkontaminasi dan sedikit daerah disekitarnya menggunakan sendok. Pengamatan Siklus Hidup Lalat Buah Tempat.

menggali dengan mulut tersebut Mulut hitam terlihat Larva Instar III jelas berbentuk sungut. terlihat seperti titik berwarna putih.ukuran kurang lebih 0. dan sayap belum terbentang 10 hari 7 hari 6 hari 4 hari 3 hari 2 hari Larva Instar I BAB IV PEMBAHASAN Orang pertama yang menggunakan Lalat buah (Drosophila melanogaster) sebagai objek penelitian genetika adalah Thomas Hunt Morgan yang berhasil menemukan “pautan seks” dan “gen rekombinan”. berbentuk seperti cacing. berwarna pucat. motil ukuran lebih besar dibanding larva instar I. Prepupa muncul selaput yang mengelilingi larva. tubuhnya memendek Kutikula menjadi keras Pupa dan berpigmen. bergerak lebih aktif.5 mm. ukuran menjadi lebih besar Tidak ada pergerakan. tidak bergerak (diam) Ukuran relatif kecil dan Imago kurus. Larva Instar II terlihat adanya warna kehitaman pada bagian anterior larva (mulut larva) . Ada beberapa keuntungan . bersegmen.

Media dalam botol akhirnya diganti dengan pisang ambon bulu busuk yang dilumatkan. ukuran larva makin bertambah besar dan fase larva instar 3 mulai muncul. 6. pupa hingga menjadi dewasa (imago). pergerakannya terlihat lebih aktif dibanding larva instar 1. Perubahan berikutnya terlihat saat larva instar 1 mulai membesar ukurannya pada hari ke 3. di antaranya : 1. Pada pengamatan ini. bercak-bercak putih berukuran kurang dari 0. Lalat buah (Drosophila melanogaster) dapat menghasilkan keturunan dalam jumlah yang besar. larva. Jumlahnya di alam sangat berlimpah dan mudah didapati. media di dalam botol mengalami kenaikan permukaan akibat gas yang menekan di bagian dasar. terlihat adanya kontaminasi jamur. sehingga mudah diamati di bawah mikroskop cahaya. Kemudian. hanya memerlukan sedikit ruangan dan tubuhnya cukup kuat. Saat pengamatan larva instar 3. praktikan mengganti media di dalam botol media. mati hanya dalam waktu beberapa jam saja. lalat dimasukkan ke dalam botol media pada pukul 09. kromosom ini terdapat dalam sel-sel kelenjar ludah yang besarnya 100 kali lipat dari kromosom biasa. Gas tersebut diperkirakan dari adanya hasil fermentasi oleh jamur yang tumbuh di sekitar . inilah yang disebut larva instar 2. dan terlihat adanya pergerakan (motil). berwarna putih. Alkohol yang berasal dari bahan anti jamur menyebabkan lalat tidak dapat bertahan lama. Pada tanggal 10 september 2008 pukul 04. 2. tungau. Lalat buah (Drosophila melanogaster) ini memiliki beberapa jenis mutan (individu yang dihasilkan karena adanya mutasi) yang dapat diamati dengan perbesaran yang lemah pula. 7.5 mm tersebut tidak lain adalah telur dari Drosophila melanogaster. Menurut literatur. Lalat buah (Drosophila melanogaster) mudah dipelihara dalam laboratorium karena makanannya sangat sederhana. Pergerakan larva ini aktif di atas media maupun di dinding botol. Perkembangan dari siklus hidupnya mudah di amati. menyelesaikan siklus hidupnya kurang lebih dalam 12 hari.sehingga lalat buah banyak dijadikan objek untuk kajian-kajian genetik. Lalat buah (Drosophila melanogaster) dapat 3. Selain itu. Larva instar 1 berukuran kurang lebih 0. Jumlah lalat yang dimasukkan ke dalam botol media sekitar 13 ekor.00 mulai ditemukan beberapa bercak-bercak putih. karena terjadi di luar tubuhnya mulai dari telur. Lalat yang telah dimasukkan ke dalam botol media. Jumlah kromosom relatif sedikit. yaitu 4 pasang dan memiliki “Giant Chromosme”. Karena telah dicampur beberapa bahan untuk mencegah kontaminasi mutan lain seperti bakteri. 4.5 mm. Pada temperatur kamar (suhu ruangan). Saat mengamati munculnya larva instar 2. 5. Pengamatan dilanjutkan lagi hingga mulai muncul larva instar 1 setelah 2 hari. Hari berikutnya. Lalat buah (Drosophila melanogaster) memiliki berbagai macam perbedaan sifat keturunan yang dapat dikenali dengan pembesaran lemah. atau jamur. Hal ini dapat disebabkan karena ketidaklayakan media yang pertama kali diberikan.00.

Waktu yang diperlukan Drosophila melanogaster untuk pergiliran yang dilakukan praktikan 2 adalah 8 hari. Larva instar 3 ini mulai akan berubah menjadi prepupa yang berwarna putih. Selanjutnya. BAB V SIMPULAN . Lamanya perubahan telur menjadi imago dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti suhu lingkungan (rendah. Namun setelah larva berubah menjadi larva instar 3. setelah beberapa waktu dilakukan pengamatan kembali. mengurangi pergerakannya dan diam menempel pada bagian dinding atas botol. akan lebih mudah untuk diamati fase-fase pergiliran keturunannya dan mudah diamati proses penurunan sifatnya. ideal atau tinggi) dan perlakuan yang diberikan masing-masing praktikan seperti pemberian intensitas cahaya (botol diletakkan di tempat gelap atau terang). Namun. juga dapat diaplikasikan untuk meningkatkan jangka hidup manusia dan mempelajari mortalitas manusia. Pada pengamatan. Dengan mempelajari siklus hidupnya. Prepupa kemudian berubah menjadi fase pupa.permukaan media. jamur yang tumbuh di atas medium buah tersebut menghilang karena Drosophila memakan jamur yang tumbuh dalam medium buah dalam botol. Hal ini disebabkan karena media semakin membusuk. praktikan perlu mengetahui dan mempelajari siklus hidup Drosophila melanogaster sebelumnya. jamur yang ada di permukaan media menghilang. Selain itu. Dalam mengembangbiakkan Drosophila melanogaster dalam botol medium teramati adanya kontaminasi dengan tumbuhnya jamur diatas medium buah pisang ambon bulu busuk yang dilumatkan. hal ini yang menyebabkan Drosophila melanogaster sebagai model yang ideal untuk dipelajari. beberapa saat botol sempat ditaruh di tempat yang cukup lembab (di dalam lemari). Larva-larva tersebut yang memakan jamur yang tumbuh di atas permukaan media. Genom Drosophila memiliki kemiripan 77% dengan genom pada manusia. setelah hilangnya jamur bagian dasar media mulai berair. Hal ini memperlihatkan bahwa Drosophila melanogaster. Dan imago pun akhirnya muncul setelah 10 hari lamanya. larva instar 3 mulai melakukan pergerakan ke bagian atas botol. sejenis serangga biasa yang umumnya tidak berbahaya yang merupakan pemakan jamur yang tumbuh pada buah. Namun. Selain itu.

Tahapan-tahapan fase pertumbuhan Drosophila melanogaster adalah. Selain itu. http://zarzen. Jumlah Drosophila melanogaster yang dimasukkan ke dalam botol cukup beberapa pasang saja sehingga memberikan ruang pada Drosophila melanogaster untuk hidup. dan pupa 3 hari. Dalam memelihara Drosophila melanogaster. larva instar1 sekitar 1 hari.wordpress.1. Botol media juga sebaiknya diletakkan di tempat dengan cahaya remang-remang yang tidak terlalu besar intensitas cahayanya. perlu diperhatikan ketersediaan media makanannya. botoL media diusahakan berada pada kondisi lingkungan yang ideal yaitu sekitar 25°C. telur – larva instar I – larva instar II – larva instar III – prepupa – pupa – imago 2. Lama perubahan dari telur menjadi imago bervariasi tergantung kondisi lingkungan termasuk suhu lingkungan. larva instar 3 sekitar 1 hari. pencahayaan. 17 Mei 2010 Drosophila melanogaster (Lalat Buah) . larva instar 2 sekitar 1 hari. prepupa 2 hari. 3.com/2008/09/27/siklus-hidup-drosophila/ Senin. kepadatan dan ketersediaan makanan. Lama siklus hidup lalat Drosophila melanogaster sejak telur menjadi imago adalah selama 10 hari. Lama fase telur sekitar 19 jam.

mediumnya dapat terdiri dari :  Molase  Agar Molase  Agar Pisang  Campuran antara Pisang dengan tape singkong dengan perbandingan 6:1 . Lalat buah adalah serangga yang mudah berkembang biak. hanya memerlukan sedikit ruangan dan tubuhnya cukup kuat. Spesies lalat buah. sejenis serangga biasa yang umumnya tidak berbahaya yang merupakan pemakan jamur yang tumbuh pada buah.Orang yang pertama yang menggunakan Lalat buah sebagai objek penelitian Genetika adalah Thomas Hunt Morgan yang berhasil menemukan penemuan pautan seks. Karakteristik ini menjadikan lalat buah menjadi organisme yang cocok sekali untuk kajian-kajian genetik. di antaranya : 1. Biasanya Lalat buah (Drosophila melanogaster) dikembangbiakan dalam botol medium. Drosophila melanogaster. Berikut merupakan klasifikasi dari Drosophila melanogaster (Borror. Dari satu perkawinan saja dapat dihasilkan ratusan keturunan.1992) : Kingdom Phyllum Kelas Ordo Famili Genus Spesies Animalia Arthropoda Insecta Diptera Drosophilidae Drosophila Drosophila melanogaster Ada beberapa keuntungan dari Lalat buah (Drosophila melanogaster) sehingga banyak dijadikan objek atau bahan percobaan genetik. Lalat buah (Drosophila melanogaster) mudah dipelihara dalam laboratorium karena makanannya sangat sederhana. dan generasi yang baru dapat dikembangbiakkan setiap dua minggu.

karena terjadi di luar tubuhnya mulai dari telur.com/search? q=cache:hEUZdXGkflQJ:ayosinauonline. Lalat buah (Drosophila melanogaster) dapat menghasilkan keturunan dalam jumlah yang besar. Pada temperatur kamar (suhu ruangan). Siklus hidup  Berkembang menjadi dewasa dalam 7-10 hari  Dewasa hidup selama 2-9 minggu c. Penampilan  Panjang 3 mm  Berwarna kunig coklat atau berbintik-bintik dengan mata merah terang  Perut menggelatung saat terbang . kromosom ini terdapat dalam sel-sel kelenjar ludah yang besarnya 100 kali lipat dari kromosom biasa.googleusercontent. Lalat buah (Drosophila melanogaster) dapat menyelesaikan siklus hidupnya kurang lebih dalam 12 hari.com/2010/05/drosophila- . Lalat buah (Drosophila melanogaster) ini memiliki beberapa jenis mutan (individu yang dihasilkan karena adanya mutasi) yang dapat diamati dengan perbesaran yang lemah pula. Perkembangan dari siklus hidupnya mudah di amati. 2. larva. Jumlahnya di alam sangat berlimpah dan mudah didapati. yaitu 4 pasang dan memiliki "Giant Chromosme”. sehingga jadi lambat  Cenderung melayang b. 6. Jenis medium ini juga biasanya digunakan untuk pemeliharaan. Jumlah kromosom relatif sedikit. 7. Lalat buah (Drosophila melanogaster) memiliki berbagai macam perbedaan sifat keturunan yang dapat dikenali dengan pembesaran lemah. 4.Jenis medium yang paling banyak digunakan adalah medium yang terdiri dari campuran antara pisang dengan tape singkong.blogspot. Pola hidup  Melakukan perkembangbiakan pada sisa sisa buah dan sayur http://webcache. pupa hinggá menjadi dewasa (imago) LALAT BUAH a. 3. 5. sehingga mudah diamati di bawah mikroskop cahaya.

html+karakter+lalat+buah&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a Ada beberapa keuntungan dari Lalat buah (Drosophila melanogaster) sehingga banyak dijadikan objek atau bahan percobaan genetik. Lalat buah (Drosophila melanogaster) mudah dipelihara dalam laboratorium karena makanannya sangat sederhana. . di antaranya : 1. 4. 2. Lalat buah (Drosophila melanogaster) dapat menyelesaikan siklus hidupnya kurang lebih dalam 12 hari. Pada temperatur kamar (suhu ruangan). mediumnya dapat terdiri dari : o Molase o Agar Molase o Agar Pisang o Campuran antara Pisang dengan tape singkong dengan perbandingan 6:1 Jenis medium yang paling banyak digunakan adalah medium yang terdiri dari campuran antara pisang dengan tape singkong.melanogaster-lalatbuah. hanya memerlukan sedikit ruangan dan tubuhnya cukup kuat. Biasanya Lalat buah (Drosophila melanogaster) dikembangbiakan dalam botol medium. 3. yaitu 4 pasang dan memiliki "Giant Chromosme”. Jumlah kromosom relatif sedikit. 5. Lalat buah (Drosophila melanogaster) dapat menghasilkan keturunan dalam jumlah yang besar. Jenis medium ini juga biasanya digunakan untuk pemeliharaan. Jumlahnya di alam sangat berlimpah dan mudah didapati.

larva instar ketiga merayp ke atas permukaan medium makanan ke tempat yang kering dan berhenti bergerak. pupa. ( Borror. Telur Drosophila berbentuk benda kecil bulat panjang dan biasanya diletakkan di permukaan makanan. 2003 ). destruksi sel-sel larva terjadi pada prose pergantian kulit ( molting ) yang berlangsung empat kali dengan tiga stadia instar : dari larva instar 1 ke instar II.kromosom ini terdapat dalam sel-sel kelenjar ludah yang besarnya 100 kali lipat dari kromosom biasa. ( Borror. Lalat buah (Drosophila melanogaster) memiliki berbagai macam perbedaan sifat keturunan yang dapat dikenali dengan pembesaran lemah. periode embrionik di dalam telur pada saat fertilisasi sampai pada saat larva muda menetas dari telur dan ini terjadi dalam waktu kurang lebih 24 jam. Kutikula lama dibuang dan integumen baru diperluas dengan kecepatan makan yang tinggi. ( Ashburner. Pada tahap terakhir. tubuhnya berwarna kuning kecoklatan. Betina dewasa mulai bertelur pada hari kedua setelah menjadi lalat dewasa dan meningkat hingga seminggu sampai betina meletakkan 50-75 telur perhari dan mungkin maksimum 400-500 buah dalam 10 hari. 1992 ). ( Silvia. karena terjadi di luar tubuhnya mulai dari telur. dan dari pupa ke imago. ( Silvia. Selama periode pergantian kulit. Larva Drosophila berwarna putih. dan menggali dengan mulut berwarna hitam di dekat kepala. 1992 ). dan imago ( fase seksual dengan perkembangan pada sayap ). ( Silvia. Untuk pernafasan pada trakea. yaitu satu selaput vitellin tipis yang mengelilingi sitoplasma dan suatu selaput tipis tapi kuat (Khorion) di bagian luar dan di anteriornya terdapat dua tangkai. Telur Drosophila dilapisi oleh dua lapisan.tipis. Dan indikasi instar adalah ukuran larva dan jumlah gigi pada mulut hitamnya. tempat spermatozoa masuk ke dalam telur. Dan pada saat seperti ini. Saat kutikula tidak lunak lagi. 7. 1992 ) Perkembangan dimulai segera setelah terjadi fertilisasi. larva tidak berhenti-berhenti untuk makan. 6. berbentuk seperti cacing. 2003 ). sehingga mudah diamati di bawah mikroskop cahaya. Dan jika dapat diringkas. pupa hinggá menjadi dewasa (imago). Drosophila melanogaster mempunyai panjang tubuh sekitar 3 sampai 4 mm. larva. ( Borror. terdapat sepasang spirakel yang keduanya berada pada ujung anterior dan posterior. bersegmen. 2003 ) Periode kedua adalah periode setelah menetas dari telur dan disebut perkembangan postembrionik yang dibagi menjadi tiga tahap. Sesudah pergantian kulit yang kedua. Formasi lainnya pada perkembangan secara seksual terjadi pada saat dewasa. 1985 ) . Korion mempunyai kulit bagian luar yang keras dari telur tersebut. dari instar III ke pupa. larva ( instar ketiga ) makan hingga siap untuk membentuk pupa. Pada ujung anterior terdapat mikrophyle. yaitu larva. larva disebut instar. Perkembangan dari siklus hidupnya mudah di amati. Instar pertama adalah larva sesudah menetas sampai pergantian kulit pertama. 2003 ). Walaupun banyak sperma yang masuk ke dalam mikrophyle tapi hanya satu yang dapat berfertilisasi dengan pronuleus betina dan yang lainnya segera berabsorpsi dalam perkembangan jaringan embrio. larva muda secara periodik berganti kulit untuk mencapai ukuran dewasa. ( Silvia. pada Drosophila. Pertama. yang terdiri dari dua periode. dari larva instar II ke instar III. Lalat buah (Drosophila melanogaster) ini memiliki beberapa jenis mutan (individu yang dihasilkan karena adanya mutasi) yang dapat diamati dengan perbesaran yang lemah pula.

Formasi pupa ditandai dengan pembentukan kepala. 2008 by ghostrecon • Biologi Umum DROSOPHILA MELANOGASTER: Pengamatan Siklus Hidup. 1985 ) Struktur dewasa tampak jelas selama periode pupa pada bagian kecil jaringan dorman yang sama seperti pada tahap embrio. Sementara itu. dan Persilangan Monohibrid Drosophila. larva berganti menjadi lalat dewasa. ( Ashburner. Pada stadium pupa ini. Posted August 17th. Determinasi Jenis. Dan disini larva akan melekatkan diri pada tempat kering dengan cairan sperti lem yang dihasilkan oleh kelenjar ludah dan kemudian membentuk puypa ( kepompong ). Setelah keluar dari pupa. larva dalam keadaan tidak aktif. lalat buah warnanya masih pucat dan sayapnya belum terbentang. bantalan sayap. ( Silvia.Selama makan. Pembatasan jaringan preadult ( sebelum dewasa ) disebut anlagen. Saat larva Drosophila membentuk cangkang pupa. tubuhnya memendek. Morfologi. 2003 ) Dewasa pada Drosophila melanogaster dalam satu siklus hidupnya berusia sekitar 9 hari. TUJUAN 1. tanpa kepala dan sayap disebut larva instar 4. dan dalam keadaan ini. Fungsi utama dari pupa adalah untuk perkembangan luar dari anlagen ke bentuk dewasa. Puparium ( bentuk terluar pupa ) menggunakan kutikula pada instar ketiga. Pengamatan Siklus Hidup Drosophila melanogaster ? Mengetahui tahapan-tahapan dalam siklus hidup Drosophila ? Mengetahui lama dari tiap tahapan dalam siklus hidup Drosophila ? Mengetahui cara menangani dan memelihara Drosophila . dan kaki. lalat betina kan kawin setelah berumur 8 jam dan akan menyimpan sperma dalam jumlah yang sangat banyak dari lalat buah jantan. kutikula menjadi keras dan berpigmen. Larva yang dewasa biasanya merayap naik pada dinding botol atau pada kertas tissue dalam botol. dan jika terdapat banyak saluran maka pertumbuhan biakan dapat dikatakan berlangsung baik. larva membuat saluran-saluran di dalam medium. Pengamatan Kromosom dari Kelenjar Ludah Drosophila.

Drosophila memiliki warna tubuhkuning kecoklatan dengan cincin berwarna hitam di tubuh bagian belakang. Pengamatan Morfologi dan Determinasi Drosophila melanogaster ? Mengetahui morfologi Drosophila melanogaster secara umum ? Dapat membedakan Drosophila melanogaster jantan dan betina ? Dapat mengetahui perbedaan dan ciri khas dari setiap strain Drosophila melanogaster 3. Pengamatan Kromosom dari Kelenjar Ludah Drosophila melanogaster ? Mendapatkan keterampilan memperoleh kromosom dari kelenjar ludah Drosophila melanogaster ? Mengetahui bentuk kromosom Drosophila melanogaster 4. Pengamatan Persilangan Monohibrid Drosophila melanogaster ? Mengetahui keturunan hasil persilangan monohibrid pada Drosophila melanogaster ? Menguji/membuktikan kebenaran hukum Mandel I LANDASAN TEORI Drosophila melanogaster meupakan jenis lalat buah. kikawai.2. seperti hewan simetris bilateral lainnya. mempunyai jaw hooks). dll. informasi dengan benar dan akhirnya akan memicu struktur yang khas dari setiap segmen. hypocausta. ayitu. Sungut (arista) umumnya berbentuk bulu. Berukuran kecil. 1981). bagian tubuh belakang lebih gelap. pada jantan. setelah fertilisasi. Drosophila melanogaster yang sering ditemukan di Indonesia dan Asia adalah Drosophila melanogaster ananasae. Drosophila ini mempunyai poros anterior dan posterior (kepala-ekor) dan poros dorsoventral (punggung-perut). Mata berwarna merah Gambar 3. antara 3-5 mm 2. pada Drosophila yang liar memilki mata berwarna merah. 4. pulau Jawa sekitar 120 jenis dari suku drosophilidae (Wheeler. betina memilki ukuran panjang sekitar 2. tidak melengkung 5.5 mm dan yang jantan lebih kecil dibandingkan dengan betina. dan abdomen. repleta. imigran. Sketsa perbedaan morfologi Drosophila jantan dan betina Setiap jenis Drosophila melanogaster khususnya jantan memiliki susunan yang berbeda antara jenis yang satu dengan yang lainnya. Pada Drosophila. Lalat buah dan Artrophoda lainnya mempunyai kontruksi modular. thoraks. memiliki 7-12 percabangan. seri Acaliptrata (imago menetas dengan keluar dari bagian anterior pupa). Urat tepi sayap (costal vein) mempunyai dua bagian yang terinteruptus dekat dengan tubuhnya. determinan sitoplasmik yang sudah ada di dalam telur memberi informasi posisional untuk penempatan keduaporos ini bahkan sebelum fertilisasi. Crossvein posterior umumnya lurus. Jenis Drosophila melanogaster di Indonesia terdapat sekitar 600 jenis. kepala. Periode dari pengembangan Drosophila . suku Drosophilidae. Adapun ciri umum dari Drosophila melanogaster antara lain : 1. segemn ini menyusun tiga bagian tubuh utama. suatu seri segmen yang teratur. anak bangsa Cyclophorpha (pengelompokan lalat yang pupanya terdapat kulit instar 3. dimasukkan dalam filum Artropoda kelas Insekta bangsa Diptera. 3. malerkotliana.

sedangkan pada suhu 18° C lama harinya sekitar 19 hari dan pada suhu 12° C lama hari perkembangannya adalah 50 hari. Betina menyimpan sperma dari jantan yang telah mengawininya. Genom terdiri atas 165 juta rantai basa dan kira-kira 14. Larva akan mengalami pergantian kulit 4 kali dan berubah menjadi pupa.5 millimetres akan mengeram setelah 12-15 jam pada suhu 25° C. Pupa akan menetas setelah 8-11 hari (tergantung dari spesies dan suhu lingkungan). Pengamatan Siklus Hidup Drosophila melanogaster Alat : Botol selai dan tutup busa steril. hal tersebut berkaitan dengan pemanasan tekanan. kemudian molting sebanyak dua kali sehingga masuk ke fase larva instar II & III. Kromosom yang keempat berukuran sangat kecil sehingga dapat diabaikan. Waktu perkembangan yang paling pendek (telur-dewasa). Pada ujunganterior terdapat lubang yang disebut mikropil dan terdapat tonjolan memanjang seperti sendok. adalah 7 hari. lama harinya umumnya adalah sekitar 8. selama 11 hari. Gambar perbedaan fase pada Drosophila Genom Drosophila terdiri atas 4 pasang kromosom.melanogaster bervariasi antara lain temperatur. betina meletakkan sekitar 400 telur. pupa tersebut akanmengalami metamorfosis selama 5 hari dan tumbuh menjadi dewasa. Kemudian larva dibungkus oleh kapsul yang disebut puparium. mikroskop.5 mm. dan Mikroskop Bahan : Drosophila melanogaster dan Media (makanan) Drosophila melanogaster 2. yaitu sekitar 30° C. hal tersebut terjadi sekitar 24 dan 48 jam setelah eclosion. dan 4. Drosophila melanogaster mulai bertelur setelah berumur lebih kurang 8 jam. Fase perkembangan dari telur Drosophila melanogaster dapat dilihat lebih jelas pada table di bawah ini.larva instar II . Pada suhu 25° C tersebut. Drosophila melanogaster betina sanggup menghasilkan 50-75 butir telur per hari atau dapat menghasilkan 400-500 butir telur. ALAT DAN BAHAN 1. dan kuas Bahan : Drosophila melanogaster .larva instar III -pupa . dan Chlorofom . sekitar lima tiap waktunya. Perkembangan meningkat pada suhu yang lebih tinggi. 3. dimasukkan ke dalam sebuag kantung atau material organik lain. psanagn X/Y dan tiga autosom yang berlabel 2. puparium ini berfungsi melindungi pupa lalat buah dari gannguan lingkungan sekitarnya. Akan menghasilkan larva instar I setelah 4 hari pada suhu 25° C. mereka akan mikroorganime yang menguraikan buah. Telur yang dikeluarkan pada umumnya sudah tahap blastula berkembang dalam 24 jam dan akan menetas menjadi larva. yaitu dari telur .imago. Perkawinan pertama lalat buah betina terjadi 12 jam setelah ”emergence”. Pengamatan Morfologi dan determinasi Drosophila melanogaster Alat : Cawan petri. umumnya semua jenis berdarah dingin. Telur Drosophila melanogaster berwarna putih susu berbentuk bulat panjang dengan ukuran 0. panjnag telur sekitar 0. dan dicapai pada suhu 28° C.000 gen.5 hari.larva instar I . Metamorfosis pada Drosophila termausk metamorfosis sempurna. Selama masa ini.

Bahan : Drosophila melanogaster strain white ? dan wild-type ?. bila ada.Mata majemuk : bentuk. lakukan pembiusan sekitar 30 detik. Larutan ringer. Pengamatan dilakukan secara periodik sekitar 4-6 jam sekali 2. d. Amati perubahan yang terjadi pada medium dan catat saat terjadinya telur. Pengamatan Siklus Hidup Drosophila melanogaster a. chloroform. dan jarum Bahan : Drosophila melanogaster. cawan petri. b.sungut : bentuk dan cabang-cabangnya .3. c. Pengamatan Persilangan Monohibrid Drosophila melanogaster Alat : Botol selai dan tutup busa steril. Ambil larva dan letakkan di atas object glass yang telah ditetesi larutan ringer c. Lalat yang sudah dalam keadaan pingsan selama 30-60 detik diamati di bawah mikroskop. dan larutan osein. Bersihkan lemak yang menempel pada kelenjar ludah. Letakkan kelenjar ludah di atas object glass yang telah ditetesi acetic acid dan diamkan selama 2-3 menit dalam keadaan tertutup cover glass. f. warna dan posisi d. pupa. dengan menggunakan jarum. dan imago. CARA KERJA 1.abdomen : garis-garis hitam pada segmen abdomen . larva. Pengamatan Kromosom dari Kelenjar Ludah Drosophila melanogaster Alat : Object glass dan cover glass. Lalu letakkan object glass pada meja dan ketu-ketukkan tepi object glass dengan pinset. ukuran dan warna . tusuk bagian anterior dan posterior larva kemudian tarik secara berlawanan arah. bila pengamatan belum selesai lalat sudah sadar dapat dimasukkan kembali ke dalam cawan Petri. c.thorax : warna dasar . Didapatkan kelenjar ludah dari bagian anterior larva. panjang. g. e. acetic acid. pipet.Jenis kelamin : jantan atau betina . Pegang object glass dengan satu tangan dan ketukkan tangan dengan tangan sebelahnya. dan kuas. Lakukan pengamatan tentang: . mikroskop. Gambarkan hasil pengamatan saudara 3. Dengan menggunakan dua buah jarum yang dipegang dengan kedua tangan. Bandingkan dengan Drosophila strain lain. Pengamatan Kromosom dari Kelenjar Ludah Drosophila melanogaster a. Masukkan Drosophila dalam botol kultur b.mata oceli : 3 mata tunggal pada bagian atas kepala . Pengamatan Morfologi dan Dterminasi Drosophila melanogaster a.kepala . Taruh object glass di selipan tisu untuk mengeringkan larutan yang keluar . aquades. amati ciri khas masing-masing strain e. 4. Ambil beberapa lalat dari botol kultur dan pindahkan dalam cawan petri yang dilengkapi kapas yang ditetesi eter.sayap : bentuk. Keluarkan larva Drosophila dari media kultur dan letakkan dalam cawan petri berisi aquadest b.

bila pupa telah berpigmentasi semua imago (p) dikeluarkan. tetesi object glass dengan larutan osein pada ujung lainnya. e. Amati dan lakukan perhitungan yang diperoleh dengan menggunakan Chi Square HASIL PENGAMATAN 1.h. Pelihara sampai terjadi pertumbuhan telur. Pengamatan Persilangan Monohibrid Drosophila melanogaster a. Pelihara sampai terjadi pertumbuhan telur. keluarkan semua imago (F1) f. c. Bila dalam botol telah terdapat pupa berpigmentasi. i. Lalu diamkan selama 30-60 menit. 4. Pengamatan Siklus Hidup Drosophila melanogaster Stadium Perkembangan Lama Hari Telur Larva (instar 1) Larva (instar 2) Larva (instar 3) Prepupa Pupa Imago 1 hari 1 hari 1 hari 2 hari 1 hari 4 hari 2. pupa. Dengan kertas isap pada ujung object glass. Imago baru (F1) yang keluar dipindahkan ke dalam botol biakkan baru. d. Sebelum 8 jam pilihlah dan kawinkan 20 ekor lalat betina dari biakan mutan dan 20 ekor lalat jantan dari biakan normal dalam botol biakkan baru. jumlahnya kurang lebih 20 pasang. larva. larva. pupa. Amati kromosom di bawah mikroskop. Pengamatan Morfologi dan determinasi Drosophila melanogaster . Kosongkan botol biakan mutan dan normal yang akan disilangkan b.

Ukuran tubuh normal . lurus .Tabel ciri-ciri morfologis Drosophila melanogaster Gambar Drosophila melanogaster Ciri morfologi .Mata majemuk: bentuk bulat agak elips warna merah .Terdapat mata oceli pada bagian atas kepala .Thorax berbulu-bulu dengan warna dasar putih .Drosophila normal .Kepala berbentuk elips .Terdapat sungut yang bercabang .Abdomen : Jumlah segmen lima Warna segmen garis hitam .Sayap panjang.Sayap : Warna transparan Panjang Posisi bermula dari thorax Tabel ciri khas masing-masing strain Jenis strain Cirri khas Wild-type Curly Ebony Black White Miniatur Dumphy .Warna mata majemuk merah .Warna tubuh coklat muda Sayap melengkung/menggulung ke atas Warna tubuh hitam Warna tubuh hitam Warna mata putih Warna tubuh keputihan .

larva terlihat sedikit hancur (bagian kulit larva terlihat mengelupas) . prepupa selama 1 hari. Pengamatan Kromosom dari Kelenjar Ludah Drosophila melanogaster . larva instar 3 selama 2 hari.ketika larva ditusuk dan ditarik berlawanan. Pengamatan Persilangan Monohibrid Drosophila melanogaster Tidak terjadi persilangan antara white dan wild-type sehingga tidak menghasilkan keturunan F1. Setelah satu hari telur berubah menjadi larva instar satu. terlihat adanya warna kehitaman pada bagian anterior . Memiliki jumlah keturunan yang banyak.tidak terlihat bentuk kromosom Drosophila melanogaster dengan pengamatan di bawah mikroskop.ketika kelenjar ludah ditetesi larutan osein.Ukuran tubuh kecil Sayap tereduksi 3. terlihat adanya kelenjar ludah yang berbentuk dua gelendong yang teruntai menjadi satu . Drosophila melanogaster merupakan hewan yang mengalami metamorfosa kompleks (holometabola). maka terlihat menjadi berwarna merah . Umur larva instar satu adalah kurang lebih selama satu hari. pupa dan imago. sebagai objek penelitian. berbentuk elips. pupa selama 4 hari dan menjadi imago setelah 10 hari. kemudian berubah menjadi larva instar dua dengan ukuran yang membesar dan memanjang.d 10 hari bergantung pada kondisi lingkungan termasuk suhu sekitar. dengan tahapan-tahapan antara lain: telur selama 1 hari. Memiliki banyak variasi sifat yang diturunkan. PEMBAHASAN 1. Jumlah kromosom yang sedikit (8 kromosom) sehingga memudahkan dalam pengontrolan.ketika larva dimasukkan ke dalam cairan ringer di atas object glass. larva instar 2 selama 1 hari. 4. Praktikum ini bertujuan untuk melihat lamanya siklus hidup Drosophila melanogaster serta mengetahui lama setiap tahapannya. motil. Pengamatan Siklus Hidup Drosophila melanogaster Drosophila melanogaster merupakan hewan yang seringkali dijadikan model dalam penelitian. larva instar 1 selama 1 hari. Hasil pengamatan terhadap Drosophila melanogaster strain wild-type memperlihatkan bahwa lama siklus Drosophila melanogaster yang kami kultur dari telur menjadi imago adalah selama 10 hari. antara lain: Drosophila memiliki siklus hidup yang pendek yaitu berkisar antara 7 s. Terdapat beberapa hal yang dapat dijadikan alasan dijadikannya Drosophila sebagai model dalam penelitian. dengan antena panjang di bagian anteriornya. Telur Drosophila berwarna putih susu transparant dengan ukuran yang sangat kecil (kami tidak melakukan pengukuran). larva. dan Memiliki nilai kepraktisan dan keekonomisan. yaitu berbentuk seperti ulat dengan ukuran yang masih relatif kecil. telur.

lurus. Ciri lainnya yang dapat membedakan jantan dan betina adalah dari ukuran tubuhnya. Terdapat pula mata oceli yang ukurannya jauh lebih kecil dari mata majemuk. Pengamatan morfologi Drosophila mencakup jenis kelamin. 2. ditumbuhi banyak bulu. Setelah melalui fase larva. mata majemuk dan mata oceli yang sempurna. white. Strain yang diamati pada praktikum ini antara lain: wild type. mata oceli. di atas di antara mata dua mata majemuk. . Pengamatan terhadap mata majemuk terlihat bahwa mata majemuk lalat Drosophila wild type memiliki mata yang berwarna merah erbentuk elips. sungut. thorax. warna tubuh. abdoment. Drosophila terlihat banyak berada pada dinding tabung/botol. Sayap Drosophila wild type memiliki panjang yang lebih panjang dari abdomen lalat. dan miniatur. inilah yang dinamakan fase pupa. dan sayap. Abdomen bersegmen lima. Masa prepupa hanya terjadi selama kurang lebih satu hari. abdoment. segmen terlihat dari garis-garis hitam yang terletak pada abdomen. Perbedaan jenis kelamin ini secara morfologi terlihat dari bentuk pantat Drosophila. Pada masa pupa juga terjadi peristiwa fagositosis. dan setelah fase pupa berakhir Drosophila menjadi imago yang sempurna. dan ukuran tubuh.larva. Terlihat adanya selaput yang mengelilingi larva. dimana lalat jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan ukuran lalat betina. Pengamatan Morfologi dan Determinasi Drosophila melanogaster Pada pengamatan morfologi Drosophila yang telah dipingsankan dengan chlorofom diamati dengan menggunakan mikroskop. inilah saatnya Drosophila dalam siklus hidupnya mengalami fase prepupa. namun sesungguhnya di dalamnya sedang terjadi proses pembentukan organ-organ tubuh yang nantinya akan membentuk imago. yaitu peristiwa pemakanan sel-sel tubuh larva tertentu sebagai sumber makanan dalam fase pupa. Terlihat sungut yang berbentuk tidak runcing dan bercabang-cabang. warna mata. curly. warna kehitaman pada bagian anterior larva menjadi lebih terlihat jelas berbentuk sungut. berbentuk bulat. dumphy. kepala. black. mulai bergerak pelan dan ahirnya berdiam di satu tempat. ebony. Drosophila berada dalam bentuk larva instar tiga selama dua hari. kemudian prepupa mengalami perubahan warna menjadi lebih coklat. jantan dan betina. mata majemuk. terlihat bahwa Drosophila sudah membentuk bagian tubuh yang sempurna dan siap untuk menjadi imago. berada pada bagian atas kepala. vestigeal. Hasil pengamatan mendapatkan dua buah Drosophila dengan jenis kelamin yang berbeda. Drosophila berada dalam bentuk larva instar dua selama satu hari. kemudian larva Drosophila mengalami pembesaran menjadi lebih besar dari sebelumnya. Kepala berbentuk elips. Prepupa merupakan tahapan sebelum menjadi pupa seutuhnya. dengan sayap. bagian kehitaman itu adalah mulut larva. sebuah insecta Drosophila melanogaster yang sempurna. dimana bagian tubuhnya menjadi terlihat lebih jelas karena lebih besar. dengan warna dasar putih. yaitu hari ke tiga fase pupa. Pengamatan determinasi dan pembedaan strain Drosophila satu dengan lainnya menunjukkan adanya perbedaan baik dari bentuk sayap. Pada fase akhir pupa. Thorax terlihat berwarna krem. kaki. warna prepupa masih krem agak transparant. Untuk mendapatkan seluruh bagian tubuh Drosophila lalat dibolak-balik dengan menggunakan kuas. dan bermula dari thorax dengan warna transparant. Pada fase prepupa dan masa pupa Drosophila terlihat tidak aktif . kepala. lalat jantan memiliki ujung posterior yang tumpul sedangkan lalat betina memiliki ujung posterior yang runcing. thorax.

Praktikum ini selalu gagal dilakukan oleh praktikan disebabkan karena kekurang ahlian praktikan dalam menentukan jantan danbetina sehingga memakan waktu yang mengakibatkan lalat Drosophila terlalu lama dalam keadaan terbius yang akhirnya mati. Mutan Drosophila dari segi warna tubuh adalah ebony yang memiliki warna tubuh coklat. Pengetuk-ketukan object glass berisi kelenjar ludah yang ditutup cover glass dimaksudkan agar sel menjadi rusak dan ahirnya kromosom dapat keluar dari sel. berwarna bening. Alasan mengapa kromosom lalat Drosophila diambil dari kelenjar ludah larva Drosophila instar tiga adalah karena pada kelenjar ludah tersebut terdapat giant chromosome sehingga akan memudahkan dalam pengamatan. Kelenjar ludah larva Drosophila berada pada bagian anterior larva. Pengamatan kromosom di bawah mikroskop tidak menunjukkan hasil yang memuaskan. Dengan adanya larutan ringer terlihat bahwa tubuh larva menjadi rusak. atau dapat pula disebabkan karena terlalu rusaknya sel dan kromosom sehingga tidak terlihat adanya kromosom. oleh karenanya untuk mengambil kelenjar ludah tersebut digunakan dua jarum yang ditusukkan pada bagian anterior untuk menarik kelenjar ludah leluar. Kesalahan juga disebabkan karena kesalahan dalam menggunakan pembius. dan sayap lalat mengenai media yang basah sehingga lengket pada . mutan Drosophila dari segi bentuk dan ukuran sayap adalah strain: dumphy yang memiliki sayap yang tereduksi. menyatu dengan mulut larva.Mutan Drosophila dari segi warna mata yaitu strain white yang memiliki warna mata yang putih. Sehingga keturunan yang dihasilkan diharapkan benar-benar berasal dari pejantan yang diharapkan. dan black yang memiliki warna tubuh hitam. umur betina yang masih virgin tidak lebih dari delapan jam adalah agar menghindari kemungkinan betina tersebut telah dibuahi oleh pejantan. dan satu jarum lagi untuk merobek atau menahan tubuh larva. Wild type betina yang diambil adalah betina yang masih virgin. Hal ini dapat disebabkan karena kekurang trampilan praktikan dalam melakukan pengamatan. Hal ini sangat penting karena betina dapat menyimpan sel sperma di dalam tubuhnya. Pengamatan Kromosom dari Kelenjar Ludah Drosophila melanogaster Pengamatan kromosom dari kelenjar ludah Drosophila bertujuan untuk mengetahui bentuk kromosom dari lalat Drosophila. dimana praktikan menggunakan alkohol dalam membius yang mengakibatkan Drosophila mati. 4. waktu yang digunakan setelah pentetesan adalah 30-60 menit dimaksudkan agar osein menyerap ke dalam kromosom sehingga kromosom dapat terlihat dengan jelas. Persilangan dilakukan antara white jantan dengan wild type betina. Kelenjar ludah terlihat seperti dua gelendong yang berhubungan/menyatu di bagian anterior. yaitu betina yang baru berubah dari pupa menjadi imago yang berumur tidak lebih dari delapan jam. Sedangkan mutan Drosophila dari segi ukuran tubuh adalah strain miniatur yang memiliki ukuran tubuh yang kecil. Larva yang akan diambil kelenjar ludahnya diletakkan di atas object glass yang telah ditetesi larutan ringer. Kesalahan lainnya adalah praktikan memasukkan lalat ke media persilangan dalam keadaan pingsan. sehingga mudah untuk dirobek dan diambil kelenjar ludahnya. Larutan osein berguna sebagai pewarna kromosom. karena kami tidak menemukan adanya kromosom Drosophila dalam sampel. dan vestigeal yaitu lalat yang tidak memiliki sayap. Pengamatan Persilangan Monohibrid Drosophila melanogaster Praktikum ini dimaksudkan untuk membuktikan kebenaran hukum mandel I. curly yang memiliki sayap yang melengkung ke atas. 3.

Ebony (warna tubuh coklat). • Ciri morfologi masing masing strain berbeda satu dengan lainnya disebabkan karena modifikasi pada bagian kromosom yang mengatur warna mata. jelaskan perbedaan antara bagian-bagian tubuh Drosophila dengan Drosophila liar yang saudara amati Perbedaan dengan wild type: White (warna mata putih). abdoment bersegmen 5. ukuran tubuh. dengan sayap yang panjang dan lurus melebihi abdomen. curly (bentuk sayap melengkung ke atas). prepupa 1 hari. dan pupa 4 hari. • Lama fase telur 1 hari. warna tubuh coklat krem. warna mata. larva instar 3 2 hari. • Drosophila melanogaster tipe wild type memiliki warna mata majemuk merah. black (warna tubuh hitam). KESIMPULAN • Lama siklus hidup lalat Drosophila melanogaster sejak telur menjadi imago adalah selama 10 hari. larva instar 2 1 hari. vestigeal (sayap tereduksi) 3. larva instar1 1 hari. black (warna tubuh hitam). tebtukan persamaan dan perbedaan yang menonjol! Perbedaan dengan wild type: White (warna mata putih). • Lama perubahan dari telur menjadi imago bervariasi tergantung kondisi lingkungan termasuk suhu lingkungan.media dan lalat tidak bisa bergerak lalu lama kelamaan mati karena kekurangan makanan. • Kromosom drosophila diambil dari kelenjar ludah karena didalamnya terdapat giant chromosome sehingga memudahkan untuk diamati. adakah variasi dari lalat Drosophila yang saudara mati? Terdapat variasi dari Drosophila yang diamati dari bentuk sayap. bagaimana ciri-ciri Drosophila jantan dan betina Jantan Betina Ukuran tubuh lebih kecil dari betina Sayap lebih pendek dari betina Terdapat sex comb Ujung abdomen tumpul Ukuran tubuh lebih besar dari jantan Sayap lebih panjang dari sayap jantan Tidak terdapat sex comb Ujung abdoment runcing . Ebony (warna tubuh coklat). • Persilangan monohibrida dilakukan untuk menguji kebenaran hukum mandel I JAWABAN PERTANYAAN 1. Jenis Drosophila manakah yang paling banyak ditemukan Drosophila melanogaster 5. warna tubuh. bentuk tubuh. curly (bentuk sayap melengkung ke atas). ciri apakah yang terbanyak. dengan posisi yang bermula dari thorax. dan bentuk sayap. vestigeal (sayap tereduksi) 4. 2.

betina dapat menyimpan sperma dari pejantan di tubuhnya. Apakah uji chi square telah menunjukkan perbandingan yang diharapkan? Persilangan monohibrida gagal dilakukan . 7.6. apakah pada jantan harus berumur kurang dari 8 jam? Tidak harus. karena virginitas pada jantan tidak mempengaruhi hasil 8. apakah yang terjadi bila betina yang saudara gunakan berumur lebih dari 8 jam? Betina sudah tidak vertil karena sudah dibuahi oleh pejantan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful