P. 1
PENDAPATAN NASIONAL

PENDAPATAN NASIONAL

|Views: 1,287|Likes:

More info:

Published by: Nur Muhammad Iskandar on Oct 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/06/2013

pdf

text

original

PENDAPATAN NASIONAL

PENGERTIAN PENDAPATAN NASIONAL a.Pendapatan nasional dapat didefinisikan dengan tiga cara : ‡ Nilai seluruh produk ( barang dan jasa) yang diproduksi dalam suatu Negara selama satu periode tertentu. ‡ Jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh factor produksi dalam suatu Negara selama satu periode tertentu. ‡ Jumlah pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu Negara selama satu periode tertentu. Kita mengetahui pelaku-pelaku ekonominya, yaitu rumah tangga (konsumen) dan perusahaan (produsen). Rumah tangga menyalrukan faktor-faktor produksi kepada perusahaan, untuk itu mereka memperoleh pendapatan. Dengan menggunakan faktor-faktor produksi tersebut, perusahaan memproduksi berbagai produk (barang dan jasa) yang kemudian dijual kepada konsumen. Biaya yang dikeluarkan konsumen untuk mendapatkan barang dan jasa tersebut dinamakan pengeluaran. a.1. Pendekatan Pendapatan Pendekatan pendapatan adalah metode penghitungan pendapatan nasional dengan menghitung jumlah seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu Negara selama satu periode tertentu, sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan (tenaga kerja, tanah, modal, skill). a.2. Pendekatan Produksi Pendekatan produksi adalah metode penghitungan pendapatan nasional dengan menghitung jumlah nilai seluruh produk (narang dan jasa) yang dihasilkan suatu Negara selama suatu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi. Untuk menghindari terjadinya penghitungan ganda ini, dapat digunakan metode penghitungan nilai tambah. Pada setiap tahap produksi suatu barang, yang dihitung hanya nilai tambah terhadap barang tersebut. a.3. Pendekatan Pengeluaran Pendekatan pengeluaran adalah seatu metode penghitungan pendapatan nasional dengan menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negera dalam satu periode tertentu. Perhitungan dengan metode ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi Negara, yaitu rumah tangga, pemerintah, perusahaan, dan masyarakat luar negeri. Jenis pengeluaran dari masing-masing pelaku tersebut yairu : ‡ Pembelian atau belanja oleh rumah tangga ‡ Pengeluaran konsumsi oleh pemerintah ‡ Pengeluaran investasi oleh perusahaan ‡ Pembelian barang dan jasa ekspor oleh masyarakat luar negeri (nilai ekspor dikurangi nilai impor) B.. PERPUTARAN RODA PEREKONOMIAN A. Pertumbuhan Ekonomi

GDP Indonesia menurut lapangan usaha berdasarkan harga yang berlaku dan harga konstan. Pengeluaran aggreaget ini sama dengan Permintaan Agregat karena konsekuensi dari permintaan adalah adanya pengeluaran oleh rumah tangga.Pertumbuhan ekonomi suatu negara biasanya dihitung berdasarkan pertumbuhan ril dari GDP negara tersebut. Konsumsi ini memegang peranan penting dalam perekonomian menurut teori Keynesian karena akan menentukan output dan pendapatan masyarakat suatu negara. dan d. Dalam penghitungan GDP angka import ini harus dikeluarkan dari angka GDP. Pengeluaran pemerintah seperti uang pensiun (transer of payment) tidak dihitung dalam GDP karena pengeluaran tersebut bukan merupakan pembelian terhadap barang atau jasa yang baru diproduksi. pemerintah dan eksportir untuk membeli barang dan jasa. c. yaitu: a. Pengeluaran Aggregate dapat dikelompokkan atas empat komponen. Pengeluaran Konsumsi Merupakan bagian terbesar dari permintaan agregat yaitu berupa permintaan dari konsumen terhadap barang dan jasa yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. yakni seberapa besar GDP negara bertambah secara ril dari tahun ke tahun. Untuk dapat memahami lebih dalam tentang GDP perhatikan Lampiran 1.1. Berikut akan diuraikan satu persatu dari komponen Agregat Demand atau Agregat Spending tersebut. b. Pengeluaran pemerintah ini tercantum dalam Anggaran Belanja dan Pendapatan Nasional (APBN). terlepas dari siapa atau kelompok mana dari masyarakat yang menerima pendapatan tersebut.3 Pengeluaran Agregat (Aggregate Spending) Seperti diterangkan diatas bahwa GDP dapat dihitung dari sisi pengeluaran aggregate (Aggregate Spending) pelaku ekonomi dalam suatu negara. pengeluaran konsumsi rumah tangga. pengeluaran invesatasi oleh pengusaha (bisnis). investor. Pengelauran Investasi Investasi adalah tambahan terhadap akumulasi modal (physical stock of capital) ditambah . Dari sisi asal barang maka barang dan jasa yang dikonsumsi oleh konsumen dalam negeri terdiri dari barang produksi dalam negeri dan barang /jasa yang diproduksi oleh negara lain yang diimport ke Indonesia. Barang dan jasa yang dibeli oleh pemerintah tidak dihitung nilai tambahnya (value added) seperti halnya pada barang konsumsi karena barang dan jasa yang diproduksi oleh pemerinatah pada umumnya adalah gratis. 2. Pertumbuhan ini dihitung dengan cara membagi nilai dari output suatu sektor ekonomi pada tahun tertentu dengan nilai output sektor tersebut pada tahun sebelumnya dan dikali 100 % kemudian dikurangi 100. Konsumsi dapat dibagi atas tiga kategori yaitu barang tanah lama (durable goods) seperti mobil. Bila GDP mengalami pertumbuhan yang tinggi berarti pendapatan masyarakat juga akan mengalami pertumbuhan yang tinggi. Pengeluaran Pemerintah Yang termasuk dalam pengeluaran pemerintah adalah semua pengeluaran pemerintah yang diperlukan agar roda pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Kontribusi konsumsi terhadap pembentukan GDP di Indonesia diperkirakan sebesar 65% dari total GDP. pengeluaran pemerintah. permintaan luar negeri. dan jasa (services). barang tidak tahan lama (nondurable goods).

atau pemerintah negara asing sedangkan import adalah barang yang diproduksi di luar negeri. manfaat yang dapat diperoleh dari perhitungan pendapatan nasional adalah sebagai berikut: a. investor. ditambah dengan belanja barang investor. Singapura termasuk Negara yang unggul disektor jasa. perhitungan pendapatan nasional bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu Negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu Negara selama satu periode. Nilai barang import ini tentu sama dengan jumlah nilai barang yang diimport yang tercatat di Bea dan Cukai sehingga dengan mengeluarkannya dari angka export maka sama dengan mengeluarkannya dari angka konsumsi barang import. Jepang merupakan Negara industri. investor dan pemerintah ± sebagiannya adalah barang yang diproduksi di luar negeri. PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL Seperti yang telah diuraikan diatas. Export merupakan GDP dari dalam negeri karena merupakan barang atau jasa yang diproduksi di dalam negeri. peralatan. Barang-barang import yang telah dikonsumsi oleh konsumen dalam negeri tidak bisa dihitung sendiri karena telah masuk dalam perhitugan jumlah konsumsi. Disamping itu. Karena itu untuk mengkoreksinya maka ekspor harus dikurangi dengan impor agar barang import tidak terhitung sebagai GDP kita.dengan perobahan persediaan (inventory changes). pertanian. karena yang termasuk dalam GDP Indonesia adalah konsumsi rumah tangga berupa barang-barang produksi dalam negeri. Contohnya adalah pembelian barang investasi. dan sebagainya. dan sebagainya. b. Membandingkan Kemajuan Perekonomian Dari Waktu Ke Waktu Umumnya data pendapatan nasional dibuat setiap tahun sehingga dapat digunakan untuk membandingkan besarnya pendapatan nasional suatu Negara dari tahun ke tahun. perdagangan. tetapi tidak dikonsumsi di dalam negeri. Jadi komponen pengeluaran aggeregate yang diuraikan diatas ± pengeluaran rumah tangga. dan pemerintah tidak semuanya diproduksi di dalam negeri tetapi beberapa barang yang dibeli tersebut berasal dari luar negeri. data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya konstribusi berbagai sector pertanian. pertambangan. Barang dan jasa yang dibeli oleh rumah tangga. berarti adalah GDP negara asing. Bila ditinjau lebih jauh lagi. jasa. investor. ditambah belanja barang pemerintah dan ditambah dengan nilai barang yang diekspor ke luar negeri. Contohnya. Tetapi transaksi saham tidak termasuk dalam penambahan stok modal. 3. Sewa dari tumah tersebut dihitung sebagai konsumsi. Permintaan Ekspor Bersih (Net Export) Komponen terakhir dari GDP adalah net export yaitu selisih antara export dan import (X ± M). atau jasa. dan pembangunan rumah baru. industri. Jadi investasi adalah aktifitas yang bisa meningkatkan kemampuan ekonomi dalam memproduksi barang dan jasa dimasa mendatang. Barang ekspor akan dibeli atau dikonsumsi oleh rumah tangga. Dalam GDP yang dihitung adalah net ekspor untuk menghindari penghitungan dua kali (double counting). berarti adalah GDP negara asing atau bukan merupakan GDP Indonesia. Mengetahui dan Menelaah Struktur Perekonomian Nasional Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu Negara menjadi Negara industri. Perbandingan . berdasarkan perhitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk Negara pertanian atau agraris.

yaitu pengaruh faktor geografis dan social. kondisi lingkungan. a. yang disebut juga dengan saving (S) bila digambarkan dengan rumus. c. Membandingkan Perekonomian Antar Negara Atau Antar Daerah Data perhitungan pendapatan nasional selain dapat digunakan untuk membandingkan perekonomian suatu Negara dengan Negara lain. atau dengan kata lain melakukan kegiatan konsumsi atau consupsion (C) 2. sektor mana yang harus mendapatkan prioritas. 4. Jadi. 2. FAKTOR PENGELUARAN KOMPONEN PENDAPATAN NASIONAL Faktor-faktor ini penting untuk diketahui sebagai pedoman bagi pemerintah dalam menetapkan kebijakan-kebijakan ekonomi untuk meningkatkan pendapatan nasional. membeli barang dan jasa. Perekonomian sederhana tidak mengenal keterlibatan pemerintah dalam kegiatan perekonomian. maka kita akan mendapatkan rumus sebagai berikut. misalnya perkiraan mengenai kenaikan dan penurunan harga-harga barang dan jasa. . dari sisi rumah tangga akan digunakan untuk dua macam hal. menabung. komposisi anggota rumah tangga (jumlah dan umur anggota). dengan menggunakan sebuah tahun dasar sebagai tolak ukur. Konsumsi dan Tabungan Pendapatan nasional atau disebut juga dengan yield (Y). Perekonomian tertutup artinya tidak mengenal hubungan luar negeri. juga dapat digunakan untuk dapat membandingkan perekonomian antara suatu daerah atau provinsi dengan daerah atau provinsi lainya.dilakukan biasanya tidak hanya berdasarkan harga berlaku. besarnya pendapatan yang diterima oleh rumah tangga setelah dikurangi pajak dan potonganpotongan lainnya. Sebagai Landasan Perumusan Kebijakan Pemerintah Data pendapatan nasional dapat digunakan sebagai landasan atau pedomana bagi pemerintah untuk menetapkan kebijakan perekonomian. Y=C+S Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah pendapatan yang digunakan untuk konsumsi antara lain : 1. tapi juga dengan metode perbandingan data berdasarkan harga tetap atau konstan. Hal ini disebabkan karena perbandingan pendapatan nasional berdasarkan harga berlaku mengkin saja terkena pengaruh inflasi. yaitu : 1. dalam perekonomian tertutup sederhana. 3. perekonomian tertutup sederhana adalah perekonomian yang melibatkan dea pelaku. Dengan mengetahui konstribusi masing-masing sektor perekonomian terhadap pendapatan nasional berikut kemajuan atau kemundurannya. sehingga tidak ada kegiatan ekspor-impor. sehingga pemerintah dapat menentukan kebijakan apa yang harus diambil untuk memperbaiki situasi perekonomian. d. maka pemerintah dapat melihat sektor mana yang masih dapat digali potensinya. perkiraan masa depan. sehingga setiap kenaikan yang terjadi bias jadi disebabkan oleh adanya inflasi dari tahun ke tahun. 4. yaitu rumah tangga dan perusahaan. Perhitungan ini berguna untuk menilai seberapa jauh ketertinggalan atau kemajuan perekonomian suatu Negara atau daerah dibandingkan dengan Negara atau daerah lainnya.

Output ini juga sama dengan income yang diterima oleh seorang pelaku ekonomi (misalnya pengusaha) dan digunakan sebagian untuk konsumsi dan sisanya akan digunakan untuk belanja barang modal guna melanjutkan proses produksi berikutnya. artinya sumber dana untuk investasi berasal dari tabungan. Dengan demikian income (output) dari sisi produsen digunakan untuk konsumsi (C) dan sisanya diinvestasikan (I). Dari sisi alokasi income atau konsumen maka income yang didapat akan digunakan sebagian besar untuk konsumsi dan sisanya akan ditabungkan (S). belanja ini dikategorikan sebagai investasi untuk memproduksi barang dan jasa selanjutnya. Y sama dengan income. Keinginan untuk berjaga-jaga terhadap kemungkinan terjadinya hal-hal tidak terduga dimasa depan.Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah pendapatan yang digunakan untuk menabung antara lain : 1. Atau output yang diproduksi sama dengan output yang dijual dan sama dengan income yang diterima. Y = C + I (1) Seperti telah disebut diatas output. ANALISIS PENDAPATAN NASIONAL UNTUK PEREKONOMIAN TERTUTUP SEDERHANA DAN PERTUMBUHAN EKONOMI 1. Income yang diterima digunakan untuk konsumsi dan sisanya ditabung. Ekonomi Sederhana (Tertutup) Dengan asumsi tidak adanya ekspor dan impor dan tidak ada pemerintah maka komponen permintaan agregat (aggregate demand) atau output sama dengan konsumsi (dengan notasi C) ditambah dengan investasi (dengan notasi I). konsumen atau private sektor tidak melakukan investasi sendiri terhadap uangnya yang berlebih tetapi pada umumnya akan menyimpan uangnya di Bank sebagai tabungan (S) dan bank akan menyalurkan dana tersebut kepada orang-orang yang membutuhkan berupa kredit usaha atau investasi (I). Persamaan (1) diatas artinya bahwa output yang diproduksi oleh ekonomi sama dengan aggregate demand dimana aggregate demand ini terdiri dari konsumsi dan investasi. besarnya pendapatan yang diterima oleh rumah tangga setelah dikuranngi pengeluaran untuk konsumsi 2. karena keterbatasan yang dimiliki oleh konsumen sehingga mereka memerlukan jasa perbankan untuk . Dari sisi aggregate. Kenaikan tingkat bunga akan meningkatkan jumlah kecenderungan untuk menabung dan berinvestasi 3. hal ini karena konsumen tidak mempunyai usaha sendiri seperti halnya dengan produsen sehingga formula (1) diatas dapat ditulis sebagai berikut: Y = C + S (2) Bila kedua persamaan diatas digabung maka didapat C + I = Y = C + S (3) Persamaan sebela kiri adalah komponen aggregate demand atau output dan sebelah kanan adalah aloksi atau penggunaan income. Dari sisi individual saving yang dilakukan oleh konsumen tidak berarti akan langung dialoksikan kepada kegiatan produktif (productive investment). Persamaan diatas akhirnya menjadi: I = S (4) Saving sama dengan investasi. Tingkat bunga.

Kemajuan teknologi juga akan meningkatkan keinginan untuk berinvestasi. Perkembangan teknologi. Semua negara di dunia selalu menghadapi permasalahan inflasi ini. Semakin besar jumlah permintaan konsumen terhadap barang dan jasa. Tingkat bunga. Dengan tingkat pertumbuhan yang .melakukan kegiatan tersebut. Inflasi (inflation) adalah gejala yang menunjukkan kenaikan tingkat harga umum yang berlangsung terus menerus. pengangguran dan neraca pemba-yaran. karena teknologi yang maju akan mengurangi biaya produksi dan meningkatkan jumlah keuntungan. Masalah jangka pendek ekonomi tersebut yaitu inflasi. Oleh karena itu. Inflasi yang sangat tinggi tersebut disebut hiper inflasi (hyper inflation). Pengaruh Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Pengangguran di Indonesia Salah satu titik awal kelahiran ilmu ekonomi makro adalah adanya permasalahan ekonomi jangka pendek yang tidak dapat diatasi oleh teori ekonomi klasik. Tingkat inflasi yang berkisar antara 2 sampai 4 persen dikatakan tingkat inflasi yang rendah. Inflasi tarikan permintaan (demand-pull inflation) atau inflasi dari sisi permintaan (demand side inflation) adalah inflasi yang disebabkan karena adanya kenaikan permintaan agregat yang sangat besar dibandingkan dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Jumlah permintaan. Dari pengertian tersebut maka apabila terjadi kenaikan harga hanya bersifat sementara. maka akan didapat rumus berikut ini : Y=C+S Y = C + I sehingga I = S Faktor ± faktor yang mempengaruhi besar investasi anatara lain: 1. 2. Dengan kata lain. 2. Kenaikan tingkat bunga akan mempengaruhi keinginan untuk berinvestasi. tingkat inflasi yang terjadi berkisar antara 2 sampai 4 persen per tahun. Konsumsi dan Investasi Apabila tabungan berjumlah cukup besar. Bila digambarkan dengan rumus. Karena jumlah barang yang diminta lebih besar dari pada barang yang ditawarkan maka terjadi kenaikan harga. Depresi merupakan suatu malapetaka yang terjadi dalam ekonomi di mana kegiatan produksi terhenti akibat adanya inflasi yang tinggi dan pada saat yang sama terjadi pengangguran yang tinggi pula. tingkat inflasi yang terjadi dalam suatu negara merupakan salah satu ukuran untuk mengukur baik buruknya masalah eko-nomi yang dihadapi suatu negara. Inflasi tarikan permintaan biasanya berlaku pada saat perekonomian mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dan pertumbuhan eko-nomi berjalan dengan pesat (full employment and full capacity). maka akan digunakan untuk kegiatan menghasilkan kembali barang dan jasa yang diperlukan konsumen. maka kenaikan harga yang sementara sifatnya tersebut tidak dapat dikatakan inflasi. Bagi negara yang perekonomiannya baik. dan sebaliknya. tabungan akan digunakan melakukan investasi. 3. misalnya Indonesia pada tahun 1966 dengan tingkat inflasi 650 persen. Selanjut tingkat inflasi yang berkisar antara 7 sampai 10 persen dikatakan inflasi yang tinggi. Didasarkan pada faktor-faktor penyebab inflasi maka ada tiga jenis inflasi yaitu: 1) inflasi tarikan permintaan (demand-pull inflation) dan 2) inflasi desakan biaya (cost-push inflation) 3) inflasi karena pengaruh impor (imported inflation). Munculnya ekonomi makro dimulai dengan terjadinya depresi ekonomi Amerika Serikat pada tahun 1929. keinginan untuk melakukan investasi juga semakin besar. Namun demikian ada negara yang meng-hadapai tingkat inflasi yang lebih serius atau sangat tinggi.

yaitu meningkat dari 2. Hasil pengamatan Phillips ini dikenal dengan kurva Phillip. Inflasi desakan biaya (Cost-push Inflation) atau inflasi dari sisi penawaran (supply side inflation) adalah inflasi yang terjadi sebagai akibat dari adanya kenaikan biaya produksi yang pesat dibandingkan dengan tingkat produktivitas dan efisiensi.2 persen pada tahun 1990. Karena itu. tingkat pengangguran selama periode 1980 ± 1990 pada semua tingkat pendidikan memper-lihatkan kecenderungan yang meningkat. tingkat pengangguran di kota Indonesia selama periode 1971-1980 relatifnya rendah dan memperlihatkan kecenderungan yang menurun. Pertumbuhan tenaga kerja yang lebih besar dibandingkan dengan ketersediaan lapangan kerja menimbulkan pengangguran yang tinggi. Pengangguran. dan (c) pertumbuhan sektor pertanian yang tinggi dan adanya peluang pekerjaan baru di luar bidang usaha tani di pedesaan. Sebaliknya tingkat pengangguran di pedesaan menurun secara drastis yaitu dari 1. pengangguran terbuka di Indonesia meningkat hampir dua kali lipat yaitu dari 1. Menurut Manning (1984: 1-28). Phillips mengamati hubungan antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran.1 persen pada tahun 1990. bahwa pada saat terjadinya depresi ekonomi Amerika Serikat tahun 1929. Pengangguran merupakan salah satu masalah utama dalam jangka pendek yang selalu dihadapi setiap negara. setiap perekonomian dan negara pasti menghadapi masalah pengangguran. terjadi inflasi yang tinggi dan diikuti dengan pengangguran yang tinggi pula. Selanjutnya. Pada tahun 1980-an.7 persen pada tahun 1980 menjadi 3. Didasarkan pada fakta itulah A.8 persen pada tahun 1980 menjadi 6. meskipun mereka harus menerima resiko akan menghadapi penurunan permintaan terhadap barang dan jasa yang mereka produksi. sehingga perusahaan mengurangi supply barang dan jasa. .8 persen pada 1980 menjadi 15. Pertumbuhan pengangguran di perkotaan lebih tinggi daripada di pedesaan. Seterusnya. yaitu meningkat dari 1.1 persen.pesat/tinggi mendorong peningkatan permintaan sedangkan barang yang ditawarkan tetap karena kapasitas produksi sudah maksimal sehingga mendorong kenaikan harga yang terus menerus. (b) tingkat investasi pemerintah yang tinggi dalam projek pembangunan dan prasarana sosial (sekolah. Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Seperti yang telah diuraikan di atas. Pening-katan biaya produksi akan mendorong perusahaan menaikan harga barang dan jasa. ternyata ada hubungan yang erat antara inflasi dengan tingkat pengangguran. Masalah utama dan mendasar dalam ketenagakerjaan di Indonesia adalah masalah upah yang rendah dan tingkat pengangguran yang tinggi. bahkan menarik sejum-lah besar penganggur. pertambahan tenaga kerja baru jauh lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan lapangan kerja yang dapat disediakan setiap tahunnya. Dari sisi pendidikan. kadar pengangguran rendah ini disebabkan karena: (a) besarnya kemampuan sektor informal menyerap. dalam arti jika inflasi tinggi. yaitu pengangguran alamiah (natural rate of unemployment). Hal tersebut disebabkan karena.W. sehingga terjadi kenaikan harga umum di dalam negeri. tingkat angkatan kerja berpendidikan di bawah Sekolah Dasar yang menganggur paling rendah sedangkan yang berpendidikan tinggi adalah yang paling tinggi. maka pengangguran akan rendah. Dari hasil pengamatannya. Sedangkan inflasi karena pengaruh impor adalah inflasi yang terjadi karena naiknya harga barang di negara-negara asal barang itu. klinik kesehatan dan lain-lain).4 persen menjadi 0.9 persen pada 1990.

PENDAPATAN NASIONAL DAN ANALISIS PENDAPATAN NASIONAL UNTUK PEREKONOMIAN TERTUTUP SEDERHANA DAN PERTUMBUHAN EKONOMI Makalah : Teori Makro Dosen : Ibu Reni Di Susun Oleh : Nur Muhammad Iskandar NIM : 2009050838 FAKULTAS EKONOMI MANAJEMEN PAGI SMTR : III C UNIVERSITAS PAMULANG (UNPAM) .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->