PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP: KONSEP DASAR

Diposting oleh rulam Tanggal: 16 July 2009 | Kategori: Artikel | dilihat 2,685 Kali | Oleh Slamet PH Abstrak: Pendidikan kecakapan hidup adalah pendidikan kemampuan, kesanggupan, dan keterampilan yang diperlukan oleh seseorang untuk menjalankan kehidupan. Tujuan pendidikan kecakapan hidup adalah menyiapkan peserta didik agar yang bersangkutan mampu, sanggup, dan terampil menjaga kelangsungan hidup, dan perkembangannya di masa datang. Kecakapan hidup mencakup kecakapan dasar dan kecakapan instrumental. Kecakapan dasar meliputi: (l) kecakapan belajar mandiri; (2) kecakapan membaca, menulis, dan menghitung; (3) kecakapan berkomunikasi; (4) kecakapan berpikir ilmiah, kritis, nalar, rasional, lateral, sistem, kreatif, eksploratif, reasoning, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah; (5) kecakapan kalbu/personal; (6) kecakapan mengelola raga; (7) kecakapan merumuskan kepentingan dan upaya-upaya untuk mencapainya; dan (8) kecakapan berkeluarga dan sosial. Kecakapan instrumental meliputi: (l) kecakapan memanfaatkan teknologi; (2) kecakapan mengelola sumber daya; (3) kecakapan bekerjasama dengan orang lain; (4) kecakapan memanfaatkan informasi; (5) kecakapan menggunakan sistem; (6) kecakapan berwirausaha; (7) kecakapan kejuruan; (8) kecakapan memilih, menyiapkan, dan mengembangkan karir; (9) kecakapan menjaga harmoni dengan lingkungan: dan (10) kecakapan menyatukan bangsa. Kata kunci: kecakapan hidup, kelangsungan hidup, kecakapan hidup dasar, kecakapan hidup instrumental. 1. Pendahuluan Tantangan pendidikan nasional yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dari waktu kewaktu meliputi empat hal, yaitu peningkatan: (1) pemerataan kesempatan, (2) kualitas, (3) efisiensi, dan (4) relevansi. Pengenalan pendidikan kecakapan hidup (life skill education) pada semua jenis dan jenjang pendidikan pada dasarnya didorong oleh anggapan bahwa relevansi antara pendidikan dengan kehidupan nyata kurang erat. Kesenjangan antara keduanya dianggap lebar, baik dalam kuantitas maupun kualitas. Pendidikan makin terisolasi dari kehidupan nyata sehinggu, tamatan pendidikan dari berbagai jenis dan jenjang pendidikan dianggap kurang siap menghadapi kehidupan nyata. Suatu pendidikan dikatakan relevan dengan kehidupan nyata jika pendidikan tersebut sesuai dengan kehidupan nyata. Namun, pertanyaannya adalah kehidupan nyata yang mana? Sementara itu, kehidupan nyata sangat luas dimensi dan ragamnya, misalnya ada kehidupan pribadi, kehidupan keluarga, kehidupan masyarakat, dan kehidupan bangsa. Kalau mengacu pada Garis-garis Besar Haluan

Idealnya. sanggup. cekat. Kehidupan-kehidupanin i (disebut juga kepentingan) tidak selamanya sejalan satu sama lain. PS dan PLS perlu memberikan bekal dasar kemampuan kesanggupan dan ketrampilan kepada peserta didik agar mereka siap menghadapi berbagai kehidupan nyata. baik melalui pendidikan di keluarga. pendidikan kecakapan hidup menyangkut salah satu strategi. Kecakapan hidup sudah diajarkan. Istilah pengintensifan dan pengefekktifan perlu digaris bawahi agar tidak salah persepsi bahwa selama ini tidak diajarkan kecakapan hidup sama sekali dan yang diajarkan adalah kecakapan untuk mati. jasa. komit. Sanggup dalam arti tamatan PS dan PLS mau. pada akhirnya perlu diambil keputusan mengenai manakah diantara kehidupan yang akan menjadi prioritas pada suatu kurun waktu tertentu. Dalam kerangka empat strategi dasar kebijakan pendidikan. yang bunyinya: ³Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarkatan dan kebangsaan³. Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN). pilihan kesempatan untuk bekerja maupun pilihan untuk mengembangkan dirinya. sanggup. di sekolah. dan terampil untuk menghadapi tantangan hidup yang sarat kompetisi dan kolaborasi sekaligus. maka salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah mendekatkan pendidikan (kegiatan belajar mengajar) dengan kehidupan nyata yang memiliki nilai-nilai preservative dan progresif sekaligus melalui pengintensifan dan pengefektifan pendidikan kecakapan hidup. baik pilihan kesempatan untuk melanjutkan pndidikan yang lebih tinggi. Jadi.2. kehidupan nyata itu menyangkut kehidupan peserta didik. Upaya-upaya tersebut bukan tidak berhasil sama sekali dalam meningkatkan kemampuan. Terampil dalam arti cepat. yaitu meningkatkan relevansi pendidikan dengan kehidupan nyata. pendidikan harus relevan dengan berbagai kehidupan nyata itu. Pendidikan sekolah (PS) dan pendidikan luar sekolah (PLS) diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas daya pikir.). sehingga PS dan PLS dapat menghasilkan tamatan yang mampu. bertanggung jawab dan berdedikasi menjalankan kehidupannya. . sehingga terjadi apa yang dikenal dengan perbedaan kepentingan antara berbagai kehidupan nyata terhadap pendidikan. akan tetapi perlu peningkatan intensitas dan efektivitasnya. UUSPN telah mengamantkan pendidikan kecakapan hidup. Namun. dsb. memiliki pengetahuan dan keterampilan. dan kehidupan pembangunan yang meliputi berbagai sektor dan subsector (pertanian. Telah banyak upaya yang dilakukan dalam memberikan bekal dasar kecakapan hidup. industri. kesehatan jasmani dan rohani. daya kalbu dan daya fisik peserta didik sehingga yang bersangkutan memiliki lebih banyak pilihan dalam kehidupan. Mampu dalam arti tamatan PS dan PLS memiliki kualifikasi yang dibutuhkan bagi kehidupan masa depan. kesanggupan dan keterampilan hidup tamatannya. akan tetapi kehidupan nyata yang memiliki ciri ³berubah´ telah menuntut PS dan PLS untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian PS dan PLS dituntut menghasilkan tamatanya yang mampu. dan tepat dalam mencapai sasaran hidup yang diinginkannya. maupun di masyarakat. dan terampil terjun dalam kehidupan nyata nantinya. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur. Untuk menecapai tujuan tersebut.Negara tahun 1998 dan Undang-Undang No. Mengingat peserta didik PS dan PLS berada dalam kehidupan nyata. kehidupan keluarga.

Yang benar-benar baru adalah bahwa kita mulai sadar dan berpikir bahwa relevansi antara pendidikan dengan kehidupan nyata perlu ditingkatkan intensitas dan efektivitasnya. kehidupan bangsa. dan terampil menjalankan kehidupan dengan nikmat dan bahagia. lebih kontekstual. Pendapat lain mengatakan bahwa kecakapan hidup adalah kecakapan sehari-hari yang diperlukan oleh seseorang agar sukses dalam menjalankan kehidupan (http://www. namun esensinya sama yaitu bahwa kecakapan hidup adalah kemampuan. 1. Kehidupan yang dimaksud meliputi kehidupan pribadi. Ciri kehidupan adalah perubahan dan perubahan selalu menuntut kecakapankecakapan untuk menghadapinya. to teach concepts and principles relevant to family living. Tidak akan mencabut peserta didik dari akarnya. Oleh karena itu. Dengan definisi tersebut. Naval Air Station Antlanta (2002) menuliskan bahwa tujuan pendidikan kecakapan hidup adalah: to promote family strength and growth through education. kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya. maka pendidikan kecakapan hidup harus merefleksikan nilai-nilai kehidupan nyata sehari-hari. kehidupan tetangga.pendidikan kecakapan hidup bukanlah sesuatu yang baru dan karenanya juga bukan topik yang orisinil. dan terampil menjalankan kehidupannya. kesanggupan. Oleh karena itu.html) Malik Fajar (2002) mendefinisikan kecakapan hidup sebagai kecakapan untuk bekerja selain kecakapan untuk berorientasi ke jalur akademik. kehidupan perusahaan. sanggup. tujuan pendidikan kecakapan hidup juga bervariasi sesuai kepentingan yang akan dipenuhi. Pendidikan perlu diupayakan relevansinya dengan nilai-nilai kehidupan nyata sehari-hari. sanggup. sudah sewajarnya jikpa PS dan PLS mengajarkan kecakapan hidup. pendidikan kecakapan hidup adalah. and help members understand and accept the attitudes and values of others. yaitu dapat menjaga kelangsungan hidup dan perkembangannya. Dengan cara ini. kehidupan masyarakat. Meskipun terdapat perbedaan dalam pengertian kecakapan hidup. attitudes and values. to explore personal. Tujuan Seperti jugpa ada pengertian kecakapan hidup. kehidupan keluarga. 1. pendidikan yang member bekal dasar dan latihan yang dilakukan secara benar kepada peserta didik tentang nilai-nilai kehidupan sehari-hari agar yang bersangkutan mampu. to develop interpersonal skills which contribute to family well-being. Brolin (l989) mendefinisikan kecakapan hidup sebagai kontinum pengetahuan dan kemampuan yang diperlukan oleh seseorang untuk berfungsi secara independen dalam kehidupan. dan keterampilan yang diperlukan oleh seseorang untuk menjalankan kehidupan dengan nikmat dan bahagia. baik yang bersifat preservative maupun progresif.org/page2.lifeskills-stl. Seseorang dikatakan memiliki kecakapan hidup apabila yang bersangkutan mampu. dan kehidupankehidupan lainnya. sehingga pendidikan akan lebih bermakna bagi peserta didik dan akan tumbuh subur. to reduce mariage and . namun esensi pengertiannya sama. pendidikan akan lebih realistis. Sementara itu Tim Broad-Based Education (2002) menafsirkan kecakapan hidup sebagai kecakapan yang dimiliki seseorang untuk mau dan berani menghadapi problema hidup dan kehidupan secara wajar tanpa merasa tertekan. Pengertian Meskipun kecakapan hidup telah didefinisikan berbeda-beda. Kajian Teori 2.

misalnya kesehatan mental dan pisik. kemiskinan. dan fleksibilitas pengelolaan sumber daya sekolah. memfasilitasi peserta didik dalam memecahkan permasalahan kehidupan yang dihadapi sehari-hari. Ketiga. keterbukaan. dan terampil menjaga kelangsungan hidup dan perkembangannya di masa datang. Pertama. peserta didik memiliki wawasan luas tentang pengembangan. dan (3) mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lingkungan sekolah. sesuai dengan prinsip pendidikan berbasis luas. Tim Broad-Based Education Depdiknas (2002) mengemukakan bahwa tujuan pendidikan kecakapan hidup adalah untuk: (1) mengaktualisasikan potensi peserta didik sehingga dapat digunakan untuk memecahkan problema yang dihadapi. peserta didik memiliki kemampuan berlatih untuk hidup dengan cara yang benar. Keempat. Kelima.dan perbuatan lahiriyah yang siap untuk menghadapi kehidupan masa depan sehingga yang bersangkutan mampu dan sanggup menjaga kelangsungan hidup dan perkembangannya. penghayatan (etos). lingkungan sosial dan pisik. dan penyiapan karir. namun konvergensinya cukup jelas yaitu bahwa tujuan utama pendidikan kecakapan hidup adalah menyiapkan peserta didik agar yang bersangkutan mampu. Sementara itu.´i appropriate to community programs. dan kemajuan iptek. bersaing. memberdayakan aset kualitas batiniyah. eksplorasi karir. baik preservatif maupun progresif. dan akuntabilitas yang diperlukan untuk menjaga kelangsungan hidup . sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah. Karir dalam dunia kerja yang sarat perubahan yaitu yang mampu memilih. peserta didik memiliki tingkat kemandirian.family conflict and theeby enhance service member productivity. pengangguran. partisipasi stakeholders. Esensi dari pendidikan kecakapan hidup adalah untuk meningkatkan relevansi pendidikan dengan nilai-nilai kehidupan nyata. memasuki. sikap. Pertama. 1. narkoba. (2) memberikan kesempatan kepada sekolah untuk mengembangkan pembelajaran yang fleksibel. Hasil yang Diharapkan Hasil yang diharapkan dari pendidikan kecakapan hidup pada PS dan PLS adalah sebagai berikut. sikap. Keempat. kerjasama. and to encourage on-base delivery of family education program and referral as appropriate to community programs. memberikan bekal dasar dan latihan-latihan yang dilakukan secara benar mengenai nilai-nilai kehidupan sehari-hari yang dapat memampukan peserta didik untuk berfungsi menghadapi kehidupan masa depan yang sarat kompetisi dan kolaborasi sekaligus. dengan member peluang pemanfaatan sumber daya yang ada di masyaakat. memberikan wawasan yang luas tentang pengembangan karir. dan perbuatan lahiriyah peserta didik melalui pengenalan (logos). kekerasan. dan maju dalam karir. yang memungkinan peserta didik berlatih tanpa bimbingan lagi. Meskipun bervariasi dalam menyatakan tujuan pendidikan kecakapan hidup. peserta didik memiliki asset kualitas batiniyah. tujuan pendidikan kecakapan hidup dapat dikemukakan sebagai berikut. Kedua. kriminal. orientasi karir. Ketiga. Kedua. Lebih spesifiknya. mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya sekolah melalui pendekatan manajemen berbasis sekolah dengan mendorong peningkatan kemandirian sekolah. yang dimulai dari pengenalan diri. dan pengamalan (patos) nilai-nilai kehidupan sehari-hari sehingga dapat digunakan untuk menjaga kelangsungan hidup dan perkembangannya. sanggup.

5.1. pengurangan perilaku destruksif sehingga dapat mereduksi masalahmasalah sosial. pendidikan kecakapan hidup dapat meningkatkan kualitas berpikir. pengaruh. kesehatan jasmani dan rohani. Konsekuensinya apa yang diajarkan harus menampilkan sosok utuh keempat kemampuan tersebut. . Kurikulum yang ada saat ini memang merupakan salah satu upaya untuk menjembataninya. solidaritas. 1. Konsep Dasar 2.dan perkembangannya. kemampuan kompetitif. Bagi masyarakat. (2) mengembangkan kehidupan untuk bermasyarakat. Bagi peserta didik. Peningkatan kualitas tersebut pada gilirannya akan dapat meningkatkan pilihan-pilihan dalam kehidupan individu. dan kualitas fisik. diperlukan upaya-upaya yang dapat menjembatani antara siswa dengan kehidupan nyata. memiliki pengetahuan dan keterampilan. Tahun 1989 tentang sistem Pendidikan Nasional). peluang. teori. penghasilan. Kesenjangan antara keduanya (kurikulum dan kehidupan nyata) merupakan tambahan pengayaan yang perlu diintegrasikan terhadap kurikulum yang ada sehingga kurikulum yang ada saat ini benar-benar merefleksikan nilai-nilai kehidupan nyata. pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya.2. Manfaat Pendidikan kecakapan hidup memberikan manfaat pribadi peserta didik dan manfaat sosial bagi masyarakat. prestise. 1. Berdasarkan tujuan tersebut. Tujuan Pendidikan Nasional Secara normatif. kesehatan jasmani dan rohani. misalnya karir. maka PS dan PLS bertugas dan berfungsi mempersiapkan peserta didik agar mampu: (1) mengembangkan kehidupan sebagai pribadi. dan (4) mempesiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan yang lebih tinggi. dan pengembangan masyarakat yang secara harmonis mampun memadukan nilai-nilai religi. pengembangan diri. kuasa dan seni (cita rasa). peserta didik memiliki kemampuan dan kesanggupan untuk mengatasi berbagai permasalahan hidup yang dihadapi. pendidikan kecakapan hidup dapat meningkatkan kehidupan yang maju dan madani dengan indikator-indikator adanya: peningkatan kesejahteraan sosial. ekonomi. pertanyaannya adalah: ³Apakah kurikulum yang ada sekarang sudah merefleksikan kehidupan nyata saat ini? Untuk menjawab pertanyaan ini diperlukan kajian yang mendalam terhadap kurikulum yang ada dan terhadap nilai-nilai kehidupan saat ini. (3) mengembangkan kehidupan untuk berbangsa. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur. Bila demikian. Pendidikan Kecakapan Hidup sebagai Upaya untuk Mencapai Tujuan Pendidikan Nasional Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional sebagaimana ditulis pada butir 2. 1. namun perlu ditingkatkan kedekatannya dengan nilai-nilai kehidupan nyata. dan kesejahteraan pribadi. Kelima. kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan (Undang-Undang Republik Indonesia No. k ualitas kalbu.

tempat belajar dan durasi belajar. pendidikan kecakapan hidup memerlukan penyesuaianpenyesuaian dari pendekatan supply-driven menuju ke demand-driven. melainkan juga dengan performance test dan bahkan dengan evaluasi otentik. masukan tersebut kemudian digunakan sebagai bahan. Karena evaluasi belajar disusun berdasarkan kompetensi. maka kurikulum merupakan sasaran yang bergerak dan bukan sasaran yang diam. akan tetapi untuk melakukan reorientasi terhadap kurikulum yang ada sekarang agar benarbenar merefleksikan nilai-nilai kehidupan nyata. siswa mempelajari kenyataan dan aktif. media pendidikan menggunakan kenyataan. maka penilaian terhadap prestasi belajar peserta didik tidak hanya dengan pencil and paper test. kerangka pengembagan pendidikan berbasis kecakapan hidup idealnya ditempuh secara berurutan sebagai berikut (Slamet PH. Artinya. seharusnya. Kelima. tujuan pendidikan nasional lebih menekankan pada penguasaan kehidupan. fasilitas. Diharapkan. sehingga sudah sewajarnya jika kurikulum yang ada perlu didekatkan dengan kehidupan nyata. tempat belajar tidak harus selalu dikelas tetapi juga di kancah/kehidupan. pilihan-pilihan nilai. pendidikan kecakapan hidup merupakan upaya untuk menjembatani kesenjangan antara kurikulum yang ada dengan tuntutan kehidupan nyata yang ada saat ini. kehidupan memiliki karakteristik untuk berubah. kurikulum lebih merefleksikan kehidupan nyata. Pada pendekatan supplydriven. diidentifikasi masukan dari hasil penelitian. Pendidikan PS dan PLS di masa depan akan menekankan pada kecakapan hidup. Hal-hal yang diperlukan untuk penyelenggaraan pendidikan kecakapan hidup seperti misalnya tenaga kependidikan (guru). Pertama. dan dugaan para ahli tentang nilai-nilai kehidupan nyata yang berlaku. apa yang diajarkan kepada peserta didik merupakan refleksi nilainilai kehidupan nyata yang dihadapinya sehingga lebih berorientasi kepada life skill-based learning. Ketiga. dan yang mungkin diajarkan pada peserta didik disusun berdasarkan kompetensi yang telah dikembangkan. Selain itu. untuk mengembangkan kompetensi kecakapan hidup. Penyesuaian-penyesuaian kurikulum terhadap tuntutan kehidupan perlu dilakukan mengingat kurikulum yang ada memang dirancang per mata pelajaran yang belum tentu sesuai dengan kehidupan nyata yang umumnya bersifat utuh (Tim Broad Based Education Depdiknas. apa yang diajarkan cenderung menekankan pada school-based learning yang belum tentu sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai kehidupan nyata yang dihadapi oleh peserla didik. metode pembelajaran lebih konkrit. penyelenggaraan pendidikan kecakapan hidup perlu dilaksanakan dengan jitu agar kurikulum berbasis kecakapan hidup dapat dilaksanakan secara cermat. durasi pembelajaran tergantung kompetensi yang . media pendidikan. 2002). Keempat. Jadi. Dalam arti yang sesungguhnya. evaluasi pendidikan kecakapan hidup perlu dibuat berdasarkan kompetensi kecakapan hidup yang telah dirumuskan pada langkah kedua. kesanggupan. dan keterampilan untuk menjaga kelangsungan hidup dan perkembangannya dalam dunia yang sarat perubahan. Dengan demikian. Kedua. harus siap. pendekatan-strategi-metode pembelajaran. Kompetensi kecakapan hidup yang dimaksud harus menunjukkan kemampuan. kerja tim kuat.Pengenalan kecakapan hidup terhadap peserta didik bukanlah untuk mengganti kurikulum yang ada. Dalam pandangan ini. Pada pendekatan demand-driven. penyelenggaraannya benar-benar jitu dalam merealisasikan kurikulum berbasis kecakapan hidup yang ditunjukkan oleh guru memiliki penguasaan kehidupan yang kuat. kurikulum dikembangkan berdasarkan kompetensi kecakapan hidup yang telah dirumuskan. apa yang harus. 2002). bukan untuk merombaknya.

Menurut Slamet PH (1997). kecakapan sosial. United Kingdom melalui General National Vocational Qualification (1993) mengharuskan bahwa setiap penduduknya harus memiliki core skills sebagai berikut: communication. solving problems. Agar tamatan PS dan PLS mampu. working with others and in team. dan perubahan yang diinginkan akan mendukung perkembangan manusia. problem solving. padahal kecakapan berpikir juga sangat luas dimensinya. kecakapan berfikir. Tidak jelas perbedaan antara kecakapan berpikir rasional (thinking skill) dan kecakapan berpikir akademik. kreatif. kreatif. kemampuan mencari dan menggunakan informasi. communicating ideas and information. New Zealand (l994) juga menghendaki semua generasi muda memiliki essential skills sebagai berikut: information skills. dan spiritual: (1) kecakapan fisik dapat diukur dari derajad keterampilan. dan kualitas personal). mendengar. exploratory. numeracy skills. dan evaluasi belajar lebih menekankan pada autentik. (2) kecakapan akal dapat diukur dari kecerdasan dan variasi daya fikirnya (deduktif. self-management skills. Demikian juga. Perubahan. yaitu kecakapan personal. yang tidak diinginkan akan mengusik kelangsungan hidup manusia. and using technology. using mathematical ideas and techniques. kritis. kalbu. hitung. dan (4) kecakapan spiritual ditunjukkan oleh derajad keimanan dan ketaqwaan terhadap TuhanYang Maha Esa. exploratory. lateral. disiplin diri.ingin dikuasai. Jenis Kecakapan Hidup Kehidupan adalah perubahan. sanggup. and modern language. personal skills. dan sistem. information technology. mereka harus diberi bekal kecakapan hidup. peserta didik harus diberi bekal kecakapan hidup yang terdiri dari lima kompetensi (kemampuan mengelola sumber daya. the National Training Board (1992) dari Australia mengharuskan agar setiap generasi mudanya memiliki tujuh kompetensi kunci sebagai berikut: collecting. toleransi. rasional. analysing and organising information. perubahan dan bahkan mampu dan sanggup menjadi agent of change. dan integritas. kecakapan hidup dapat dikategorikan menurut kualitas fisik. Padahal kecakapan personal sangat luas dimensinya. planning and organising activities. induktif. kecakapan berfikir rasional. tulis. work and study skills. kejujuran. kesopanan. Sementara itu. misalnya kecakapan berpikir deduktif induktif. komitmen. lateral. kritis. ilmiah. Wacana-wacana tersebut di atas mendorong penulis untuk merumuskan kecakapan hidup menjadi dua kategori. 1. Perubahan ada yang tidak diinginkan dan ada yang diinginkan. bicara. akal. pengalaman hidup akan lebih kaya. discovery. dan terampil menjalan kehidupan. communication skills. problem solving and decision-making skills. dan kemampuan rnenggunakan teknologi dalam kehidupan) dan tiga bagian kemampuan elementer (kecakapan elementer dalam baca. kemampuan inter personal. yaitu kecakapan hidup yang bersifat dasar dan instrumental. (3) kecakapan kalbu dapat diukur dari daya rasanya dan daya emosinya (rasa kasih saying. kecakapan akademik. Kecakapan . Tim Broad-Based Education Depdiknas (2002) memilah kecakapan hidup menjadi lima. nalar. Kemudian makna kecakapan akademik juga rancu karena yang dimaksud kecakapan akademik (oleh Tim Broad-Based Education) adalah kecakapan berpikir ilmiah. Kecakapan personal terlalu sempit definisinya karena hanya difokuskan pada pengenalan diri (self awareness). kemampuan menggunakan sistem. ilmiah. kecakapan berpikir juga hanya disempitkan pada berpikir rasional. dan kecakapan kejuruan. Kemudian. Menurut US Department of Labor (1992). nalar/logik. Tamatan PS dan PLS akan menjalani kehidupan. referensi tidak selalu berupa buku tetapi juga kehidupan nyata/konteks. discovery. yang berarti mereka harus mampu dan sanggup menghadapi . dan sistem).

jurnal. dan dokumen. baik secara lisan.memahami dan menafsirkan informasi tertulis dalam surat kabar. Kecakapan membaca. Pengetahuan. dan teknik belajar untuk memperoleh dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi baru dalam kehidupannya. selain harus belajar sesuatu yang baru (learning). dan harus diperbaharuhi secara terus menerus sesuai dengan derap perubahan. arahan. dengan atau tanpa bantuan teknologi. Jepang. atau yang lain. Mengingat manusia menggunakan . Kecakapan Dasar Kecakapan dasar meliputi: (l) Kecakapan belajar terus-menerus Kecakapan belajar terus menerus (sepanjang hayat) adalah kecakapan yang paling penting dibandingkan dengan semua kecakapan hidup lainnya. tertulis. dan diagram alir. manual.t ergambar. Karena itu. Oleh karena itu. ilmu pengetahuan dan teknologi. baik dalam bahasa Indonesia maupun salah satu bahasa asing. situasi. prinsip belajar sekali selesai dan tidak perlu beiajar lagi. majalah. Adapun kategori dimensi kecakapan hidup yang bersifat dasar dan instrumental yang dimaksud dapat dirinci sebagai berikut. Dengan kecakapan ini. Kecakapan ini merupakan kunci yang dapat membuka kesuksesan masa depan. metode. Jerman. dan kehidupan berubah makin cepat sehingga menuntut tamatan PS dan PLS memiliki kemampuan untuk belajar terus-menerus. menghitung Tamatan PS dan PLS diharapkan memiliki kecakapan membaca dan menulis secara fungsional. adaptif dan antisipatif. dan dapat berubah-ubah sesuai dengan perubahan ruang. Kecakapan hidup yang bersifat instrumental adalah kecakapan yang bersifat relatif kondisional.t ertulis. Tamatan PS dan PLS. laporan. menulis. dengan memilih secara tepat dari teknik-teknik matematika yang ada. waktu. Perancis. (2) Kecakapan membaca. tidak tergantung pada perubahan waktu dan ruang. Menulis ± mengkomunikasikan pikiran. bimbingan. misalnya bahasa Inggris. harus juga mampu melupakan pengalaman belajar yang lalu yang tidak lagi relevan lagi dengan kehidupan saat ini (unlearning) dan selalu belajar kembali (relearning). Kecakapan menghitung ± kemampuan dasar menghitung dan memecahkan masalah-masalah praktis. pedoman kerja. Arab. tamatan PS dan PLS mudah menguasai kecakapan-kecakapan lainnya. Mandarin. dan bahkan melalui kesan pun bisa. grafik. tergambar.m endengar Manusia berinteraksi dengan manusia lain melalui komunikasi langsung. 1. tamatan PS dan PLS perlu diberi bekal dasar tentang strategi. tidak relevan lagi. (3) Kecakapanb erkomunikasil:i san. maka diperlukan kecakapan-kecakapan yang mutakhir.hidup yang bersifat dasar adalah kecakapan yang bersifat universal dan berlaku sepanjang zaman. dan merupakan fondasi dan sokoguru bagi tamatan PS dan PLS agar bisa mengembangkan kecakapan hidup yang bersifat instrumental. ide-ide. Mengingat perubahan kehidupan berlangsung secara terus menerus. informasi dan pesan-pesan tertulis dan membuat dokumendokumen seperti surat.

lateral. Selain itu. Kecakapan kalbu yang terdiri dari iman (spiritual). Suatu studi menyimpulkan bahwa kelemahan berkomunikasi akan menghambat pengembangan personal dan professional seseorang. Iman dan Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Arab. Bahkan. (4) Kecakapan berpikir Tingkat kecakapan berpikir seseorang akan berpengaruh terhadap kesuksesan hidupnya. kepedulian. Jiwa merupakan sumber kekuatan dan kendali bagi setiap manusia dalam menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi. maka peserta didik perlu diberi bekal dasar dan latihan-latihan dengan cara yang benar tentang kecakapan berpikir deduktif induktil ilmiah. tetapi jika tidak dilandasi oleh moral. kritis. hanya kehancuran yang terjadi. dan pemecahan masalah. Bekerja keras. rasa dan emosi Memiliki bangsa kecakapan kalbu yang baik merupakan asset kualitas batiniyah yang sangat bermanfaat bagi kehidupan bangsa. semangat yang membaja. dan tanggung jawab adalah contoh-contoh kecakapan moral yang perlu diajarkan kepada peserta didik. Manusia diciptakan olehNya dengan martabat tertinggi sehingga yang bersangkutan harus memelihara kesehatan dirinya lebih baik dari pada memelihara barang-barangnya. kejujuran. baik buruknya suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh baik buruknya kalbu bangsa yang bersangkutan. dan berorientasi kedepan. kasih sayang pada orang lain. sistem. dan toleransi religius. hak asasi. J erman. rajin. maka kecakapan berkomunikasi termasuk kecakapan mendengar harus dimiliki oleh tamatan PS dan P LS. dsb) oleh peserta didik merupakan keniscayaan. Untuk itu peserta didik perlu diberi bekal dasar dan latihan-latihan dengan eara yang benar tentang kecakapan moral. Bahkan para pebisnis memperkirakan bahwa kelemahan berkomunikasi akan menambah pembiayaan usahanya akibat kesalahan yang dibuat. dan upaya-upaya secara konsisten untuk mencapai keinginan untuk maju. adalah contoh-contoh pendidikan kecakapan iman/spiritual yang merupakan payung bagi pendidikan kecakapan hidup lainnya. Mengingat era globalisasi telah bergulir. kesopanan. Integritas. menghargai orang lain.sebagian besar waktunya untuk berkomunikasi dengan orang lain. memiliki keinginan untuk maju. solidaritas. Pada dasarnya jiwa merupakan peleburan iman. Mengingat kehidupan manusia sebagian besar dipengaruhi oleh cara berpikir. emosional dan spiritual. peserta didik sudah selayaknya diberi bekal dasar tentang pengelolaan kesehatan badan agar yang bersangkutan . kedamaian antar umat beragama. reasoning. spiritual dan emosional yang baik. (5) Kecakapan kalbu: iman (spiritual). disiplin diri. kreatif. Erosi kalbu akan berpengaruh sangat dahsyat karena apapun tingginya derajad berpikir seseorang. pengambilan keputusan. disitulah terdapat kesehatan jiwa. Oleh karena itu. (6) Kecakapan mengelola kesehatan badan Di mana terdapat kesehatan badan. peserta didik harus diberi bekal dasar tentang kecintaan terhadap kebenaran. toleransi. dan akal. pintar bergaul. rasional. rasa. inventory. eksploratif. maka penguasaan salah satu bahasa asing (Inggris. keterbukaan terhadap kritik dan saran. emosi. rasa. Jepang. dan emosi merupakan unsur-unsur pembetuk jiwa selain akal. Mandarin. nalar. Perancis. adalah contoh-contoh kecakapan emosional yang sangat signifikan kontribusinya terhadap kesuksesan hidup seseorang. discovery.

Kecakapan merumuskan dua hal yang karakteristik ini merupakan bagian penting bagi kehidupan seseorang. keterbukaan dan apresiasi terhadap keanekaragaman. Berolahraga secara teratur. solidaritas. peserta didik harus memahami. bebas penyakit. dan masyarakat. makan yang bergizi dan bervitamin. respek. Peserta didik harus mampu berkomunikasi. Peserta didik harus memahami. menghayati. Kecakapan memanfaatkan teknologi dalam kehidupan Teknologi telah merambah ke segala kehidupan dan merupakan alat penggerak utama kehidupan. (7) Kecakapan merumuskan keinginan dan upaya-upaya untuk mencapainya Dua hal yang karakteristik sifatnya dalam kehidupan adalah: (l) adanya keinginan baru. dan menerapkan nilai-nilai kasih sayang. Bahkan keunggulan teknologi merupakan salah satu faktor daya saing yang ampuh. juga untuk memupuk kesehatan mental. (8) Kecakapan berkeluarga dan sosial Peserta didik hidup dalam lingkungan keluarga. peserta didik harus memahami. Mereka harus dididik bagaimana bekerja dengan jenis-jenis teknologi dan disiapkan agar mereka memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi dalam berbagai kehidupan (pertanian. menjaga kebersihan. menghayati. tidak jarang pula upaya-upaya yang ditempuh kurangs esuai. perikanan. sekolah. Dalam masyarakat. Kelancaran berkomunikasi. Dalam sekolah. Generasi muda harus diberi bekal agar mengapresiasi pentingnya teknologi bagi kehidupan dan mempersiapkannya untuk mempelajari dan mengembangkan teknologi yang ada. ibu. kesopanan. dan saudara-saudaranya. dan menerapkan ketentuan-ketentuan yang berlaku di sekolah. Salah satu faktor yang membuat negara berkembang tertinggal dengan negara maju adalah ketertinggalan teknologi.memiliki kesehatan badan yang prima. Dalam kehidupan banyak dijumpai orang-orang yang kurang mampu merumuskan tujuan hidup yang realistik. Perumusan tujuan study tour dan upaya-upaya yang diperlukan untuk mencapai tujuan study tour adalah contoh pendidikan kecakapan merumuskan keinginan dan upaya-upaya untuk mencapainya. Dalam keluarga. . dan (2) upaya-upaya yang diperlukan untuk mencapai keinginan baru tersebut. siswa tersebut berinteraksi dengan ayah. menghayati dan menerapkan nilai-nilai sosial sebagai berikut: menjunjung tinggi hak asasi manusia. Kecakapan semacam ini perlu diajarkan kepada peserta didik agar yang bersangkutan mampu menjalani kehidupan secara realistis. toleransi. kerjasama. maka dia harus memiliki kemampuan untuk memimpin dan dipimpin. keadilan. tanggung jawab dan akuntabilitas sosial. selain memperbanyak kawan. baik secara verbal maupun non-verbal. dan memiliki ketahanan badan yang kuat. 2.2 Kecakapan Instrumental Kecakapan instrumental meliputi: 1. dan tatakrama sebagai anak terhadap kedua orang tuanya maupun sebagai saudara terhadap saudara-saudaranya. kedamaian. dan kalaupun tujuan yang dirumuskan cukup realistic. kecintaan.5. Karena peserta didik hidup dalam masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan. peduli terhadap barang-barang milik publik.3. dan beristirahat cukup merupakan pendidikan kecakapan mengelola kesehatan badan yang harus diterapkan dalam kehidupan peserta didik.

siswa perlu dilatih: (1) mengelola sumber daya alam. merencanakan. Lebih spesifiknya. Kecakapan memanfaatkan informasi Saat ini dan lebih-lebih di masa mendatang. pendidikan. baik perusahaan. (3) mengelola uang. (5) mengelola sumber daya sosial budaya. mengorganisasi. 1. komunikasii.peternakan. konstruksi. dan (7) mengelola lingkungan. mengorganisasi dan memelihara informasi. penggunaannya. Sistem adalah kumpulan proses berstruktur hirarkis yang terikat pada tujuan. dan masih banyak hal-hal lain yang perlu diajarkan. pertunujukan. 1. kemauan baik yang kreatif. menghayati. Untuk itu. dan menggunakan computer untuk mengolah data agar menjadi informasi. apresiasi keanekaragaman. Peserta didik perlu dibekali cara-cara memilih teknologi. tanggung jawab dan akuntabilitas perbuatan. yang akan dimasuki oleh tamatan PS dan PLS kelak pada umumnya bersifat kolektif. dan mengalokasikan sumber daya. perdagangan. informasi akan mengalir secara cepat dan deras dalam berbagai kehidupan. informasi sudah merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh pada kehidupan seseorang. transportasi. Tamatan PS dan PLS hanyalah merupakan bagian dari kehidupan tersebut. pentingnya kebersamaan. dan perbankan). Karena itu. Jadi. kesenian. kerumahtanggan. olah raga. industry manufaktur. menafsirkan dan mengkomunikasikan informasi. keterbukaan. kerajinan. manajemen negosiasi. jika ingin mengenali hakikat (kebenaran seutuhnya) segala yang ada dalam kehidupan. Siapa yang tertinggal inforrnasi akan tertinggal pula dalam kehidupannya. Mereka nantinya harus bisa bekerjasama secara harmonis dengan orang lain. Mengenali sampai pada sistemnya ditempuh melalui perbuatan berpikir sistem. 1. Mereka perlu diberi bekal dasar tentang cara berpikir. tujuan dan cara-cara mengidentifikasi. Kecakapan menggunakan system dalam kehidupan Kehidupan diciptakan oleh-Nya dalam serba sistem. 1. harus mengenali sampai pada sistemnya. Kecakapan mengelola sumber daya Peserta didik perlu diberi bekal tentang arti. (2) mengelola waktu. dan menerapkan system dalam kehidupannya. menghargai hak asasi orang lain. Mereka harus dididik cara-cara mendapatkan dan mengevaluasi inforrnasi. kesehatan. Oleh karenanya. menggunakannya untuk tugas-tugas tertentu dan cara-cara memeliharanya. bank. Berpikir system adalah berpikir membangun keberadaan hal menurut kriteria sistem. maupun yang lain. cara mengelola. dan cara menganalisis kehidupan sebagai . dengan melatih mereka membuat rencana teknis dan anggaran. Peserta didik perlu memahami. peserta didik perlu dibekali cara-cara mendapatkan dan memanfaatkan aneka ragam informasi yang ada. dan membuat penyesuaian-penyasuaian untuk mencapai tujuan. sejak dini mereka perlu diberi bekal dan latihan: latihan yang dilakukan secara benar tentang cara-cara bekerja sama. kepemimpinan. (6) mengelola peralatan dan perlengkapan. Kecakapan bekerjasama dengan orang lain Kehidupan. (4) mengelola sumber daya ruang.

Kecakapan kejuruan. dan kesenian (seni kriya. Terhadap lingkungan fisik. dan seni pertunjukan dsb. Bahkan dirinya sebagai system harus dikenalinya secara baik. mereka jelas membutuhkan keterampilan kejuruan yang secara praktis dapat digunakan untuk mencari nafkah. career planning . persyaratan untuk memasuki jenis karir tertentu dan disiapkan agar kelak setelah lulus PS dan PLS mampu memilih. Mereka harus memahami cara kerja system-sistem kehidupan seperti misalnya bank. sekolah. air dan udara. Memang kewirausahaan terkait dengan IGA. jenis-jenis karir yang ada dalam kehidupan. terus menerus melakukan inovasi dan improvisasi demi perbaikan selanjutnya. (6) selalu ingin perubahan yang lebih baik. dan (8) memiliki tanggung jawab moral yang baik. seni tari. industry. dan mengembangkan karir yang sesuai dengan potensi dirinya. menyiapkan dan mengembangkan karir Setiap tamatan PS dan PLS kelak berharap memiliki karir yang sesuai dengan potensi diirinya dan sesuai dengan peluang yang ada. sampai pada career development perlu dikenalkan kepada semua peserta didik. olah raga. Untuk itu. (7) tidak pernah merasa puas. 1. 1. Jika IGA memiliki ciri untuk mencari keuntungan ekonomi. peternakan. dan keluarga. seni lukis. Jangan sampai tamatan PS dan PLS tidak mengenal potensi dirinya sendiri dan jenis-jenis karir yang ada. ketegaran . seni music. Kewirausahaan memiliki ciri-ciri: (1) bersikap dan berpikiran mandiri. bisnis. (2) memiliki sikap berani menanggung resiko. karir yang dimiliki diharapkan dapat memberikan penghargaan yang layak. peserta didik harus mampu menjaga kesehatan dirinya (kebersihan. Kecakapan menjaga harmoni dengan lingkungan Peserta didik hidup dalam lingkungan nyata dan lingkungan maya sekaligus. (5) terbuka terhadap umpan balik. Untuk sampai pada harapan tersebut. (4) selalu berusaha menciptakan dan meningkatkan nilai sumber daya. Seringkali istilah kewirausahaan dikaitkan dengan income generating activities (IGA). Kecakapan memilih.). menyiapkan. Karena itu tahap-tahap pendidikan karir yang dimulai dari career awareness. peternakan. pertanian. Lingkungan nyata berupa fisik yang dapat dirasakan oleh panca indera seperti tanah. (3) tidak suka mencari kambing hitam.sistem. peserta didik perlu dikenalkan tentang potensi diirinya. termasuk olah raga dan seni (cita rasa) Tidak semua peserta didik menyukai keterampilan berpikir. Juga tidak semua peserta didik melanjutkan kependidikan yang lebih tinggi dan karenanya perlu diberi bekal keterampilan kejuruan agar mereka memiliki kemampuan untuk mencari nafkah. sebagian dari mereka menyukai keterampilan-keterampilan kejuruan seperti misalnya pertanian. kewirausahaan tidak selalu. 1. Lebih-lebih bagi peserta didik yang berasal dari kalangan marginal secara ekonomi-sosial maka dapat dipastikan bahwa mereka tidak akan melanjutkan kependidikan yang lebih tinggi dan mereka akan terjun dalam kehidupan. Kecakapan berwirausaha Kecakapan berwirausaha adalah kecakapan memobilisasi sumber daya yang ada di sekitarnya untuk mencapai tujuan organisasinya atau untuk keuntungan ekonomi. perusahaan. 1. tetapi kewirausahaan tidak sama dengan IGA. seni suara. busana. boga. Selain itu. kerajinan.

Pada dasamya. dan kecakapan instrumental bersifat relative. Simpulan Pendidikan kecakapan hidup adalah pendidikan kemampuan. ras. pendidikan kecakapan hidup adalah pendidikan yang memberi bekal dasar dan latihan yang dilakukan secara benar kepada peserta didik tentang nilai-nilai kehidupan sehari-hari agar yang bersangkutan mampu. peserta didik harus mampu menjaga keharmonisan dengan masyarakat disekitarnya. 1. dan bukannya artifisial. keadilan sosial. kecintaan terhadap negaranya. Metodologi pembelajaran. alat bantu pendidikan. Pendidikan harus merefleksikan nilai-nilai kehidupan sehari-hari. b. Menghargai perbedaan agama. Kecakapan menyatukan bangsa berdasarkan nilai-nilai Pancasila Negara Kesatuan Repuplik Indonesia terdiri dari keanekaragaman kebhinekaan dalam suku. kontekstual. Kecakapan dasar bersifat universal dan berlaku sepanjang zaman. 1. Kecakapan hidup dapat dipilah menjadi dua kategori. Peserta didik perlu diberi bekal kemampuan mengintegrasikan kebhinekaan bangsa berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Saran Pendidikan kecakapan hidup memang bukan sesuatu yang baru. baik yang bersifat preservative dan progresif. demokrasi. Lingkungan maya yang juga disebut nirpisik adalah suasana sosial yang dapat ditangkap oleh otak dan dirasakan oleh hati. a. Karena itu. Terhadap lingkungan maya (nirpisik). Simpulan dan Saran 2. Sekolah harus menyatu dengan nilainilai kehidupan nyata yang ada di lingkungannya dan mendidik peserta didik sesuai dengan tuntutan nilai-nilai kehidupan yang sedang berlaku. tetapi harus tetap menjadi satu (bhineka tunggal ika).badan) dan keharmonisan dengan alam sekitarnya (memelihara lingkungan). kesanggupan dan keterampilan yang diperlukan oleh seseorang untuk menjalankan kehidupan dengan nikmat dan bahagia. dan dapat berubah-ubah sesuai dengan perubahan ruang. 1. menjunjung tinggi hak asasi manusia. yaitu kecakalpan hidup yang bersifat dasar dan instrumental. kepahlawanan dan apresiasi terhadap para pahlawan. kebebasan dan tanggung jawab. kondisional. kesadaran sebagai warganegara. Untuk mencapai bhineka tunggal ika diperlukan upaya-upaya nyata. agama. dan asal-usul. Pustaka . yang diperlukan adalah membawa sekolah sebagai bagian dari masyarakat dan bukannya menempatkan sekolah sebagai sesuatu yang berada dimasyarakat. guru. sanggup dan terampil menjalankan kehidupannya yaitu dapat menjaga kelangsungan hidup dan perkembangannya. waktu. adalah contoh-contoh kecakapan hidup untuk menyatukan bangsa berdasarkan nilai-nilai Pancasila. menjaga kesatuan bangsa. dan evaluasi pembelajaran benar-benar realistik. Yang benar-benar baru adalah bahwa kita mulai sadar dan berfikir bahwa relevansi antara pendidikan dengan nilai-nilai kehidupan nyata perlu ditingkatkan intensitas dan efektivitasnya. Ini menuntut proses belajar mengajar dan masukan instrumental sekolah seperti misalnya kurikulum. apresiasi terhadap peninggalan budaya. baik melalui PS maupun PLS. dan situasi.

Life Skills Foundation. VA: The Council for Exceptional Children. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Depdiknas. Garis-garis Besar Haluan Negara. The National Training Board. Direktorat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Life Centered Career Education: A Competency Based Approach.2002.html. 1989. workshopsinc. http://www. 2002. Slamet PH. Pendidikan Kecakapan Hidup di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama: Konsep dan Pelaksanaan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.Brolin. Core Skills. 1998. 2002. Jakarta. Jakarta: Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia.org/page2. London: The Office of General National Vocational Qualification. Laporan Menteri Pendidikan Nasional pada Rapat Koordinasi Bidang Kesra Tingkat Menteri. National Competency Standard: Policy and Guidelines. Pendidikan Berorientasi Kecakapan Hidup (Life Skill) Melalui Pendekatan Broad-Besed Education (Draft). Naval Air Station Atlanta. MPR. Reston.html ________. Life Skills for Vocational Success. Mil/life.com/manual/ Penulis . Slamet PH.lifeskills-stl. GNVQ. 2001.2002.: US Department of Labor. Canberra: The Office of NTB. US Department of Labor.E. The Life Skills Education Proiect. Paparan Seputar Langkah-langkah Menuju Tercapainya Sasaran Pembangunan Pendidikon (Disampaikan dalam Sidang Kabinet). 1997. Life Skills Education and Support. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional.nasatlanta. http//www. Malik Fadjar. Washington DC. Malik Fadjar. D. Learning a Living: A Blueprint for High Performance. Perlunya Kebijakan Sumber Daya Manusia yang Utuh (Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan). 2002. 2002. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. 1993. 1989. Jakarta: Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.html ________.org.2002. ________. http://www. 1992.it/text2/life skills. 1992. http://www. whomas. Jogjakarta: Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan.navy.

Ketua Dewan Latihan Kerja DIY. MA. Departemen Pendidikan Nasional. Tahun Ke-8. MEd. mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Ketua Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) DIY. Juli 2002.Slamet PH. Konsultan (internasional) Direktorat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Jakarta Jurnal Pendidikan milik perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM) Kontributor: MUFIDATUL UMMAH. MLHR. Angkatan Tahun 2007. No. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mitra Indonesia Yogyakarta. UNISMA (Universitas Islam Malang). Sumber Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Diterbitkan oleh : Badan Penelitian dan Pengembangan. Jurusan Bahasa Inggris. Digg this postBookmark to deliciousStumble the postAdd to your technorati favouriteSubscribes to this post « Model Pendidikan Berpikir Kritis-Kreatif untuk Siswa Sekolah Dasar Keutamaan Kompetensi Dalam Era Globalisasi Dan Implikasinya Bagi Pendidikan Sekolah » .D adalah dosen Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Yogyakarta. 037. dan Pengurus ISPI Pusat. Ph.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful