Pendahuluan

Al-Qur¶an merupakan salah satu kitab yang mempunyai sejarah panjang yang dimiliki oleh umat Islam dan sampai sekarang masih terjaga keasliannya. Al-Qur¶an bukan hanya sekedar menjadi bahan bacaan, akan tetapi Al-Qur¶an memiliki multifungsi dan selalu cocok dengan fenomena dalam kehidupan ini, hal ini merupakan salah satu mukjizat yang dimiliki oleh Al-Qur¶an. Al-Qur¶an dalam pengumpulannya mempunyai dua tahap: tahap pertama yaitu tahap pengumpulan Al-Qur¶an dalam arti menghafal pada masa nabi, tahap kedua pengumpulan Al-Quran dalam arti penulisan Al-Qur¶an pada masa nabi, hal ini dinamakan pengahafalan dan pembukuan tahap pertama. Setelah wafatnya Nabi proses pengumpulan Al-Qur¶an terus dilaksanakan oleh para khalifah sehingga terbentuklah yang namanya ³mushaf usmani´ seperti yang ada pada sekarang ini. Penyebaran islam bertambah luas membuat dan para qurra pun tersebar dan itu memiliki latarbelakang yang berbeda sehingga menimbulkan perbedaan dalam tatacara membaca Al-Qur¶an sejalan dengan perbedaan ³huruf´ yang dengannya huruf diturunkan. Hal ini menimbulkan kecemasan dikalangan sahabat tak terkecuali khalifah pada waktu itu yaitu Usman bin Affan, melihat kejadian hal itu khalifah Usman memerintahkah dan mengirimkan utusan kepada Hafsah (untuk meminjam mushaf Abu Bakar yang ada padanya) dan Hafsah pun mengirimkan lembaran-lembaran itu kepadanya. Kemudian Usman mamanggil Zaid bin Zabit al-Ansari, Abdullah bin Zabair, Sa¶id bin µAs, dan Abdurrahman bin Haris bin Hisyam, ketiganya adalah orang quraisy (al-Qattan : 193). Khalifah Usman bin Affan memerintahkan kepada ketiga orang Quraisy itu untuk menyalin dan memperbanyak Al-Qur¶an dengan satu pedoman dalam cara-cara membacanya, hal ini telah disepakati oleh para sahabat. Setalah itu khalifah Usman mengembalikan lembaran-lembaran yang asli kepada Hafsah, dan mengirimkannya kepada wilayah masing-masing satu mushaf, dan ditahan satu untuk di madinah, yaitu mushafnya sendiri yang dikenal dengan ³Mushaf Imam´. Sebagaimana diriwayatkan terdahulu ´ bersatulah wahai sahabat-sahabat Muhammad, dan tulislah untuk semua orang satu imam (mushaf Qur¶an pedoman).´ Ibn Jabir dalam al-Qattan mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Usman: ³ Ia menyatukan umat Islam dalam satu mushaf dan s tu huruf, a sedang mushaf yang lain di sobek. Ia memerintahkan dengan tegas agar setiap orang yang

1

2 . Penentuan letak. Pada makalah ini akan sedikit mengupas sebagian elemen-elemen yang ada didalam Al-Qur¶an diantaranya: 1. nama. 1. dan diharapkan kritik dan saran untuk kesempurnaan penulisan makalah ini. M. berasal dari su¶rul ma¶ yaitu sisa air dalam sebuah wadah. Kontroversi jumlah dari ayat 3. sebagaimana Abu Futuh dalam Ma¶rifat bahwa mahmuz. adalah ketinggian dan Sa^ra Yas^ uru yang berarti marah dan bergejolak. Surah Surah jamaknya Suwar berasal dari bahasa Ibrani yaitu Shurah yang artinya suatu deratan ³bekas´ batu bata di dinding dan bekas pepohonan anggur ada juga pendapat lain bahwa Surah terambil dari kata Suriah (Suira) yang bermakna tulisan teks kitab suci atau bahkan kitab suci. hal ini seperti halnya diding kota yang membatasi rumah-rumah. Hadi Ma¶rifat berpendapat dalam bukunya bahwa Surah berasal dari kata Sural Balad artinya dinding yang mengitari kota. Pengertian surah dan ayat 2. A. Surah bisa juga diartikan potongan atau sisa sesuatu. Orang-orang berkata. Pengertian Surah dan Ayat Al-Qur¶an didalamnya terdiri dari Surah-surah dan ayat-ayat yang pendek maupun ayat yang panjang. Istilah surah digunakan karena setiap surah mengandung atau membatasi ayat-ayat Al-Qur¶an. Setiap tingkat dari suatu bangunan juga disebut dengan nama surah. dan tujuan Dengan makalah ini diharapkan kepada pembaca dapat dijadikan sumber pengetahuan tentang sebagian karakteristik yang dimiliki oleh Al-Qur¶an.mempunyai mushaf yang µberlainan¶ dengan mushaf yang disepakati itu membakar mushaf tersebut. As¶artu fil Ina (apabila kamu menyisakan sesuatu didalam wadah). Menurut Ibnu Faris berpendapat dalam Ma¶rifat bahwa makna surah.

Artinya: Itu adalah ayat-ayat dari Allah. Di ayat lain Allah Swt. Hadi Ma¶rifat juga berpendapat bahwa ayat Al-Qur¶an adalah petunjuk kebenaran firman Allah Swt. Sudah jelas sekali bahwa pengertian surah adalah potongan-potongan Al-Qur¶an yang terdiri dari sejumlah ayat yang mempunyai permulaan dan kesudahan. nasehat yang terdapat dalam sebuah surah dari al-Qur¶an. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa yang disebut ayat adalah suatu tanda-tanda kalam Allah yang menjelaskan tentang. Atau setiap ayat mengandung hukum atau hikmah dan nasihat yang menjelaskannya. kami bacakan kepadamu dengan hak (benar) dan Sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus ( Al-Baqorah. alasannya adalah ketika mengujarkannya. Manna. ayat berati tanda. 3. Artinya : Dan Sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas. Selain itu. M. hukum.n berpendapat dalam bukunya bahwa surah adalah sejumlah ayat al-Qur¶an yang mempunyai permulaan dan kesudahan. melainkan orang-orang yang fasik ( Al-Baqorah. berfiman mendifinisikan tentang ayat. 252 ).µ Khali-l al-Qatta.Manna. Seolah ayat yang dibaca 3 . terkadang Rasulullah Saw berhenti di ayat tertentu dan tidak melanjutkan bacaannya.n juga berpendapat bahwa ayat adalah sejumlah kalam Allah yang terdapat dalam surah dari Al-Qur¶an. 2. Ayat Ada sejumlah pendapat dalam mendefinisikan ayat salah satunya berpendapat bahwa ayat adalah alamat sebagaimana firman Allah SWT. dan tak ada yang ingkar kepada nya. 99 ). Mukjizat kata ini berkait dengan kata ibrani yaitu O-th dan Siria atha.µ Khali-l Al-Qatta.dan tanda jelas pengertian dasar. Kontroversi Jumlah Ayat Para ulama berbeda pendapat tentang jumlah ayat-ayat Al-Quran.

sehingga timbul perbedaan di kalangan ulama. Semua hurufnya berjumlah 320. Dinukil dari Ibnu Abbas bahwa semua ayat-ayat Al-Quran berjumlah 6. Huruf Muqaththa¶ah dalam awal-awal surah juga dihitung satu ayat. pendapat yang lain lagi adalah 77. Menurut Az-Zarqani dan Subhi As-Salih. Perbedaan pendapat ini timbul karena perbedaan masa para sahabat mendengarkan ayat yang disampaikan Nabi.934. Ayat-ayat Al-Qur¶an yang dimulai dari ayat pertama surat pertama (Surah Al-Fatihah) sampai dengan ayat terakhir surat terakhir (Surah AnNaas) disusun secara tauqifi. Ada yang berpendapat bahwa kalimat Al-Quran bejumlah 77. 4 .236.Rasulullah telah selesai.277. Al-Baqarah. menyebutkan bahwa ayat-ayat Al-Qur¶an berjumlah 6. yaitu berdasarkan petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh Allah dan Rasulullah Saw. Jalaluddin As-Suyuti. karena dalam bacaan lain seringkali beliau terus melanjutkan bacaannya tanpa berhenti hingga selesai. Perbedaan pandangan mereka dalam hal ini tidak disebabkan karena perbedaan mereka menyangkut ayat-ayatnya.671. Jumlah ini seperti jumlah yang terdapat dalam mushaf Asy-Syarif. Apakah huruf-huruf hijaiyah pada awal surat merupakan ayat yang berdiri sendiri atau digabung dengan ayat sesudahnya.600 ayat. Apakah basmalah dihitung pada masing-masing setiap surat atau dihitung satu saja.236 ayat. sebagian lain berpendapat 77. tetapi disebabkan oleh perbedaan cara mereka menghitungnya. riwayat ini dinukil dari Ali bin Abi Thalib.000 ayat. Demikian seterusnya. menyebutkan 6. ayat-ayat yang terakhir turun adalah Ayat 281 dari Surah. seorang ulama tafsir dan fiqh. Hitungan ini berdasarkan pendapat bahwa Bismillahirrohmanirrohim dalam surah AlHamdu dihitung sebagai satu ayat. tidak berdasarkan ijtihad para sahabat.434 kalimat. riwayat yang paling sahih dan pasti tentang jumlah ayat Al-Qur¶an adalah 6. Imam Al-Alusi menyebutkan 6. namun tidak demikian dalam surah -surah yang lain.616 ayat. Abu Abdurrahman As-Salmi. salah seorang ulama Kufah. Namun jumlah ayat-ayat yang ada dalam setiap surah masih diperselisihkan. Menurut Kufiyyin. Apakah setiap tempat berhenti merupakan satu ayat atau bagian dari ayat.

Pendapat pertama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ayat-ayat Makkiyyah adalah ayat-ayat yang turun di Mekah dan sekitarnya. Untuk memudahkan mengatur hafalan dan mengatur waqaf (berhenti) berdasarkan batas-batas ayat. Terdapat tiga pendapat para ulama dalam memberikan pengertian Makkiyyah dan Madaniyyah. berhijrah ke Madinah walaupun turunnya di tempat selain Mekah. Pendapat ketiga. menyatakan bahwa ayat Makkiyyah ialah ayat-ayat yang turun sebelum Nabi Muhammad Saw. Dari ayat-ayat Al-Qur¶an yang berjumlah 6. Dilihat dari segi jumlahnya. sedangkan ayat-ayat Madaniyyah berjumlah 1. sedangkan ayat-ayat Madaniyyah ialah ayat-ayat yang turun sesudah hijrah walaupun turun di Mekah. ayat-ayat Makkiyyah lebih banyak dibandingkan dengan ayat-ayat Madaniyyah. ayat-ayat Al-Qur¶an oleh para ulama dikelompokkan atas ayat-ayat Makkiyyah dan Madaniyyah. tetapi diturunkan secara berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan kaum muslimin pada awal Islam itu.Pengelompokan Al-Qur¶an berdasarkan ayat-ayat mengandung beberapa hikmah. dan 2. Ini berarti bahwa di antara ayat-ayat itu ada yang turun pertama sekali. ayat-ayat Makkiyyah berjumlah 4. Di antara hikmah-hikmah itu ialah: 1. merupakan pendapat yang populer. walaupun sesudah hijrah. Untuk memudahkan penghitungan jumlah ayat yang dibaca pada saat melakukan shalat atau khutbah. Dilihat dari periode turunnya. Ayat-ayat Al-Qur¶an yang secara lengkap sampai kepada kita saat kini tidak diturunkan sekaligus. ada yang turun 5 . Ini berarti bahwa tiga perempat dari jumlah ayat-ayat Al-Qur¶an adalah Makkiyyah. yang antara lain ditandai dengan ungkapan yâ ayyuhal-ladzîna âmanû ( ).510 buah.726 buah.236 itu. dan Madaniyyah ialah ayat-ayat yang turun di Madinah. Pendapat kedua menyatakan bahwa yang dimaksud dengan Makkiyyah ialah ayat-ayat yang ditujukan kepada masyarakat Mekah yang antara lain ditandai dengan ungkapan yâ ayyuhan-nâs ( ) dan yang Madaniyyah ialah ayat-ayat yang turun untuk ditujukan kepada masyarakat Madinah yang sudah beriman.

ulama yang berpendapat bahwa ayat yang pertama turun adalah QS. merupakan wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad Saw.terakhir sekali. yakni Ayat 1±5 dari S. berdasarkan. Al-Fâtihah : 1. dan alMufassal. berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari Abu Maisarah µUmar bin Syurahbil. Ayat 1±5 dari Surah Al-Muddatstsir : 74. antara lain. dan ada pula yang turun pada periode-periode di antara keduanya. Al-µAlaq : 96. Ketiga. Pertama. 4. ulama yang menyatakan bahwa ayat yang pertama turun adalah Ayat 1±5 dari Surah Al-Muddatstsir : 74. yang menceriterakan kejadian yang dialami Nabi ketika menerima wahyu itu. Pembagian surah-surah dan ayat Al-Qur¶an yang terdiri dari surah-surah dan ayat-ayat yang bermacammacam jenisnya ada yang pendek ataupun yang panjang ini masih diklasifikasikan menjadi 4 bagian: At-Tiwal. berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Al-Wahidi dari Ikrimah dan Al-Hasan. Tiga pendapat lainnya oleh Az-Zarqani dikompromikan sebagai berikut. hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari µAisyah Ra. Al-µAlaq :96. Adapun yang keempat. Di dalam hal ini ada empat pendapat para ulama. Kedua. Surah Al-Fâtihah : 1. Mayoritas ulama menyatakan bahwa pendapat yang paling kuat adalah pendapat pertama. itu turun beberapa saat lamanya setelah Muhammad diangkat sebagai Nabi. berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abi Salmah bin Abdur Rahman bin µAuf. ulama yang mengatakan bahwa ayat yang pertama turun adalah Ayat 1±5 dari Surah. 6 . menyatakan ayat yang pertama turun ialah bismillâhirrahmânir-rahîm. Al-Mi¶un. mungkin dapat dipandang sebagai surah Al-Qur¶an yang diturunkan pertama kali secara lengkap mulai dari ayat pertama sampai dengan ayat terakhir. dan tidak satu pun wahyu yang turun sebelum itu. merupakan ayat-ayat yang turun pertama kali setelah beberapa saat lamanya terjadi kekosongan turunnya wahyu setelah turunnya Ayat 1±5 dari Surah AlµAlaq :96. Ayat-ayat dari Surah Al-Fâtihah :1. al-Masani.

Mumtahat.Sesungguhnya atas tanggungan kami lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. karena pada waktu itu terkadang masih ada ayat me-nasihk (menghapuskan) sesuatu yang turun sebelumnya. dan berbagai macam latar kebudayaan tidak dapat dirubah sesuai dengan kondisi al-Qur¶an berada. AI-Qur'an telah diturunkan dalam dialek Quraish. B. sebagaimana sabda Nabi: 7 .Di buku lain juga diterangkan bahwa surah-surah dan ayat-ayat dalam mushaf Al-Qur¶an itu di bagi enam bagian: Sab¶un Tiwal. Akan tetapi proses dari ketiga proses ini tidak sama. Hal ini merupakan salah satu mukjizat yang dimiliki oleh al-Qur¶an. Dalam hakekatnya pengumpulan Al-Qur¶an telah dilakukan sejak zaman Rasulullah akan tetapi proses pengumpulannya tidak sama. Pengumpulan al-Qur¶an yang dilakukan dengan penghafalan hanya ada 7 orang sahabat yang memenuhi kriteria penghafalan. Artinya : Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur¶an Karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya atas tanggungan kamilah penjelasannya. Hawamin. bukan menggunakan dialek H udhail. Al-qura¶an pada waktu itu dalam proses pewahyuan sehingga Rasulullah tidak memerintahkan untuk membentuk menjadi satu mushaf. akan tetapi Al-Qur¶an tetap pada ke-khasannya yang bercirikhas yaitu berbahsa arab dalam bentuk penulisannya. dan yang terakhir pengumpulan Al-Qur¶an pada zaman Khalifah Ustman bin Affan. maka ajarkanlah menggunakan dialek Quraish.Apabila kami Telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu. Matsani. dan Mufasshalat. bangsa-bangsa. Proses Pengumpulan Al-Qur¶an Al-Qur¶an merupakan kitab suci bagi seluruh umat Islam yang terdiri dari sukusuku. pengumpulan Al-Qur¶an pada zaman Khalifah Abu Bakar As-siddiq. Miin. Kemudian. pengumpulan Al-Qur¶an pada zaman Nabi Muhammad Saw. Pada masa Nabi pengumpulan Al-Qur¶an dimaknai penghafalan dan pembukuan yang pertama.

Zaid bin sabit dan Abu Zaid. Zaid bin Sabit dan Abu Zaid (Shahih Bukhari). Dari kekawatiran tersebut Umar bin Khattab menghadap khalifah Abu Bakar untuk mengumpulkan Al-Qur¶an dan membukukannya. dan potongan tulang belulang binatang. dan menulisnya pada pelepah kurma. Disamping itu para sahabat juga menulis dengan kemauan sendiri tanpa diperintah oleh Nabi.Artinya: Aku telah bertanya kepada Anas bin Malik: siapakah orang yang hafal al-Qur¶an di masa Rasulullah? Dia menjawab: semuanya dari kaum Ansar. Zain bin Sabit berkata: ³kami menyusun Al-Qur¶an di hadapan Rasulullah pada kulit binatang. Pengumpulan pada masa Khalifah Abu Bakar As-siddiq dilatarbelakangi oleh ketakutan Abu Bakar yang semakin sedikitnya para sahabat yang hafal Al-Qur¶an yang banyak menjadi korban perang Yamamah. dari Anas yang mengatakan: Artinya: Rasulullah wafat sedang al-Qur¶an belum dihafal kecuali oleh empat orang: Abu Darda¶. Di lain hadits juga ditertangkan yang diriwayatkan melalui Sabit. diceritakan bahwa banyak sekali perbedaan dalam cara-cara membaca dan itupun bercampur dengan kesalahannya dan diantara mereka saling mempertahankanya sampai saling mengkafirkan. Mu¶az bin Jabal. hal ini dilatarbelakangi oleh banyaknya perbedaan dalam membaca sejalan dengan perbedaan ³huruf´ yang dengannya AlQur¶an diturunkan. Nabi juga mengangkat para penulis wahyu Al-Qur¶an dari sahabat-sahabat terkemuka seperti Ali. pada tahap pengumpulan yang ketiga pada yaitu pada masa pemerintahan Khalifah Usman bin Affan. Ubai bin Ka¶b. lempengan batu.¶ Aku bertanya kepadanya: µsiapakah Abu Zaid itu?¶ ia manjawab: salah seorang pamanku¶ (Shahih Bukhari). sekitar tujuh puluh qori¶ dari para sahabat gugur. pelana. daun lontar. Setelah itu. kulit dan daun kayu. diantara yang menyerbu kedua tempat itu Huzaifah bin al-Yaman. Muawiyah. Ubai bin Ka¶b dan zaid bin Sabit. Hal inilah yang mendorong Khalifah Ustman bin Affan untuk membuat satu mushaf yang sampai sekarang disebut dengan mushaf Usman. Dalam hal lain. Mu¶az bin Jabal. Ketika terjadi peperangan Armenia dan Azerbaijan dengan penduduk Irak. 8 .

C.AlQur¶an sudah menurut tertib ini. Artinya : Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. baik yang pendek maupun yang panjang. Manna-µ Khalili-l Al-Qatta-n dalam bukunya berpendapat bahwa urutan surahsurah dan ayat-ayat al-Qur¶an adalah ketentuan dari Rasululah (Tauqifi). dan juga dari surah-surah itu kebanyakan memiliki satu nama. Dan ayat yang terakhir laki turun ialah: dan periharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah (al-Baqorah:281). dan tujuan dari penyusunan Al-Qur¶an menjadi mushaf yang seperti yang kita lihat dan dibaca pada sekarang ini tidak ada pendapat dari ulama atau pendapat para ahli Al-Qur¶an menyebutkan alasan yang secara spesifik memberikan alasan dalam penamaan. ada sebagian surah yang memiliki dua atau beberapa nama seperti: 9 . tujuan. Hal itu semua sudah ditentukan oleh Nabi sebagimana wahyu yang diterima dari Allah. sebagaiman firman Allah Swt. Al-Kirmani dalam al-Burhan yang dikutip oleh Al-Qatta-n mengatakan: ³ Tertib surah yang kita kenal sekarang ini adalah menurut Allah pada Lauhul Mahfudz. Sesungguhnya atas tanggungan kamilah penjelasannya (AlQiyamah. Nabi membacakan di hadapan Jibril menurut tertib ini pada tahun kewafatannya sebanyak dua kali. serta letaknya dari surah-surah dan ayatayat. Kemudian. Tujuan Al-Qur¶an terdiri atas surah-surah dan ayat-ayat. Penentuan Nama. Letak. peletakan.998:1719). Lalu Jibril memerintahkan kepadanya untuk meletakkan ayat ini di antara ayat riba dan ayat tentang utang-piutang´ . Dalam penamaan. dalam surah AlQiyamah. Dan menurut tertib ini pula Nabi membacakan di hadapan Jibril setiap tahun apa yang dikumpulkannya dari Jibril itu. Dan hal ini Rasulullah tidaklah akan sembarangan karena al-Qur¶an adalah firman Allah dan menjadi ruh bagi agama islam.

2007:123). Al-Ghafir nama lainnya al-Mu¶min 7. An-Naml nama lainnya Sulaiman 6. Lafadz Maidah hanya disebut dalam surah ini saja. Ali Imran An-Nisa Al-Maidah Yunus Al-isra¶ An. yaitu ayat 112 dan 114 dan tidak disebutkan di surah lainnya. Meskipun lafazh al- Al-baqarah baqarah tercantum dalam surah al-An¶am ayat 144 dan 146. Satu-satunya surah yang membahas tentang isra¶ Satu-satunya surah yang membahas tentang lebah. At-Tauhid nama lainnya al-Ikhlash (Ma¶rifat.Ummul Kitab dan Sab¶ul Matsani. Jalaluddin Suyuthi menyebutkan lebih dari dua puluh nama surah ini. Fushilat nama lainnya as-sajdah 8.Nahl Dari table diatas sedikit kita pahami bahwa penamaan dan tujuan dari surah-surah itu kalau kita analogikan dengan tata cara penulisan dari kaidah bahasa Indonesia bisa kita simpulkan bahwa nama-nama surah itu adalah tema. ataupun ide pokok dari suatu karangan. Bani Israel 5. Al-Isra¶ nama lainnya Subhan. At-taubah nama lainnya al-Bara¶ah 4. dan lafazh baqarat tercantum dalam surah Yusuf ayat 42 dan 46. Begitu juga M. Hadi Ma¶rifat menjelaskan bahwa alasan penamaan sebagian dari surah-surah itu antara lain: Nama Surah Alasan Penamaan Penggunaan lafadzh baqarah (sapi betina) dan pembahasan tentangnya hanya ada dalam surah ini. Muhammad nama lainnya al-Qital 9. Surah al-Hamdu memiliki nama lain Fatihatul Kitab.1. Lafadz Ali Imran hanya disebutkan sebanyak dua kali dalam surah ini (ayat 33 dan 35) dan tidak disebutkan di surah lain Surat ini menjelaskan hukum-hukum tentang wanita dalam tujuh belas ayatnya. 2. Ummul Kitab 3. 10 . namun tidak sedetail di surah al-Baqarah. Al-Mulk nama lainnya Tabarak 10. Satu-satunya surah dalam al-Qur¶an yang membahas tentang Nabi Yunus.

11 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful