Pendahuluan

Al-Qur¶an merupakan salah satu kitab yang mempunyai sejarah panjang yang dimiliki oleh umat Islam dan sampai sekarang masih terjaga keasliannya. Al-Qur¶an bukan hanya sekedar menjadi bahan bacaan, akan tetapi Al-Qur¶an memiliki multifungsi dan selalu cocok dengan fenomena dalam kehidupan ini, hal ini merupakan salah satu mukjizat yang dimiliki oleh Al-Qur¶an. Al-Qur¶an dalam pengumpulannya mempunyai dua tahap: tahap pertama yaitu tahap pengumpulan Al-Qur¶an dalam arti menghafal pada masa nabi, tahap kedua pengumpulan Al-Quran dalam arti penulisan Al-Qur¶an pada masa nabi, hal ini dinamakan pengahafalan dan pembukuan tahap pertama. Setelah wafatnya Nabi proses pengumpulan Al-Qur¶an terus dilaksanakan oleh para khalifah sehingga terbentuklah yang namanya ³mushaf usmani´ seperti yang ada pada sekarang ini. Penyebaran islam bertambah luas membuat dan para qurra pun tersebar dan itu memiliki latarbelakang yang berbeda sehingga menimbulkan perbedaan dalam tatacara membaca Al-Qur¶an sejalan dengan perbedaan ³huruf´ yang dengannya huruf diturunkan. Hal ini menimbulkan kecemasan dikalangan sahabat tak terkecuali khalifah pada waktu itu yaitu Usman bin Affan, melihat kejadian hal itu khalifah Usman memerintahkah dan mengirimkan utusan kepada Hafsah (untuk meminjam mushaf Abu Bakar yang ada padanya) dan Hafsah pun mengirimkan lembaran-lembaran itu kepadanya. Kemudian Usman mamanggil Zaid bin Zabit al-Ansari, Abdullah bin Zabair, Sa¶id bin µAs, dan Abdurrahman bin Haris bin Hisyam, ketiganya adalah orang quraisy (al-Qattan : 193). Khalifah Usman bin Affan memerintahkan kepada ketiga orang Quraisy itu untuk menyalin dan memperbanyak Al-Qur¶an dengan satu pedoman dalam cara-cara membacanya, hal ini telah disepakati oleh para sahabat. Setalah itu khalifah Usman mengembalikan lembaran-lembaran yang asli kepada Hafsah, dan mengirimkannya kepada wilayah masing-masing satu mushaf, dan ditahan satu untuk di madinah, yaitu mushafnya sendiri yang dikenal dengan ³Mushaf Imam´. Sebagaimana diriwayatkan terdahulu ´ bersatulah wahai sahabat-sahabat Muhammad, dan tulislah untuk semua orang satu imam (mushaf Qur¶an pedoman).´ Ibn Jabir dalam al-Qattan mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Usman: ³ Ia menyatukan umat Islam dalam satu mushaf dan s tu huruf, a sedang mushaf yang lain di sobek. Ia memerintahkan dengan tegas agar setiap orang yang

1

hal ini seperti halnya diding kota yang membatasi rumah-rumah. Hadi Ma¶rifat berpendapat dalam bukunya bahwa Surah berasal dari kata Sural Balad artinya dinding yang mengitari kota. Surah Surah jamaknya Suwar berasal dari bahasa Ibrani yaitu Shurah yang artinya suatu deratan ³bekas´ batu bata di dinding dan bekas pepohonan anggur ada juga pendapat lain bahwa Surah terambil dari kata Suriah (Suira) yang bermakna tulisan teks kitab suci atau bahkan kitab suci. dan tujuan Dengan makalah ini diharapkan kepada pembaca dapat dijadikan sumber pengetahuan tentang sebagian karakteristik yang dimiliki oleh Al-Qur¶an. Pengertian Surah dan Ayat Al-Qur¶an didalamnya terdiri dari Surah-surah dan ayat-ayat yang pendek maupun ayat yang panjang. nama. 2 . dan diharapkan kritik dan saran untuk kesempurnaan penulisan makalah ini. Istilah surah digunakan karena setiap surah mengandung atau membatasi ayat-ayat Al-Qur¶an. Pada makalah ini akan sedikit mengupas sebagian elemen-elemen yang ada didalam Al-Qur¶an diantaranya: 1. 1. sebagaimana Abu Futuh dalam Ma¶rifat bahwa mahmuz. M. berasal dari su¶rul ma¶ yaitu sisa air dalam sebuah wadah. Orang-orang berkata. Setiap tingkat dari suatu bangunan juga disebut dengan nama surah. Penentuan letak.mempunyai mushaf yang µberlainan¶ dengan mushaf yang disepakati itu membakar mushaf tersebut. adalah ketinggian dan Sa^ra Yas^ uru yang berarti marah dan bergejolak. Surah bisa juga diartikan potongan atau sisa sesuatu. Kontroversi jumlah dari ayat 3. As¶artu fil Ina (apabila kamu menyisakan sesuatu didalam wadah). A. Pengertian surah dan ayat 2. Menurut Ibnu Faris berpendapat dalam Ma¶rifat bahwa makna surah.

Mukjizat kata ini berkait dengan kata ibrani yaitu O-th dan Siria atha.µ Khali-l al-Qatta. M. Hadi Ma¶rifat juga berpendapat bahwa ayat Al-Qur¶an adalah petunjuk kebenaran firman Allah Swt. berfiman mendifinisikan tentang ayat. Ayat Ada sejumlah pendapat dalam mendefinisikan ayat salah satunya berpendapat bahwa ayat adalah alamat sebagaimana firman Allah SWT. Manna. dan tak ada yang ingkar kepada nya. ayat berati tanda.n berpendapat dalam bukunya bahwa surah adalah sejumlah ayat al-Qur¶an yang mempunyai permulaan dan kesudahan. hukum. Atau setiap ayat mengandung hukum atau hikmah dan nasihat yang menjelaskannya. alasannya adalah ketika mengujarkannya. 3. 2. Artinya : Dan Sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas.Manna. Sudah jelas sekali bahwa pengertian surah adalah potongan-potongan Al-Qur¶an yang terdiri dari sejumlah ayat yang mempunyai permulaan dan kesudahan. Seolah ayat yang dibaca 3 . 99 ). Di ayat lain Allah Swt.dan tanda jelas pengertian dasar. 252 ). terkadang Rasulullah Saw berhenti di ayat tertentu dan tidak melanjutkan bacaannya. Kontroversi Jumlah Ayat Para ulama berbeda pendapat tentang jumlah ayat-ayat Al-Quran. Artinya: Itu adalah ayat-ayat dari Allah.µ Khali-l Al-Qatta. nasehat yang terdapat dalam sebuah surah dari al-Qur¶an. melainkan orang-orang yang fasik ( Al-Baqorah. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa yang disebut ayat adalah suatu tanda-tanda kalam Allah yang menjelaskan tentang. kami bacakan kepadamu dengan hak (benar) dan Sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus ( Al-Baqorah. Selain itu.n juga berpendapat bahwa ayat adalah sejumlah kalam Allah yang terdapat dalam surah dari Al-Qur¶an.

Rasulullah telah selesai. karena dalam bacaan lain seringkali beliau terus melanjutkan bacaannya tanpa berhenti hingga selesai. Ada yang berpendapat bahwa kalimat Al-Quran bejumlah 77. tetapi disebabkan oleh perbedaan cara mereka menghitungnya. Al-Baqarah. 4 .236. Perbedaan pendapat ini timbul karena perbedaan masa para sahabat mendengarkan ayat yang disampaikan Nabi.236 ayat. Jumlah ini seperti jumlah yang terdapat dalam mushaf Asy-Syarif.671. Imam Al-Alusi menyebutkan 6. salah seorang ulama Kufah.434 kalimat. yaitu berdasarkan petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh Allah dan Rasulullah Saw. pendapat yang lain lagi adalah 77. sebagian lain berpendapat 77. Menurut Kufiyyin. Apakah setiap tempat berhenti merupakan satu ayat atau bagian dari ayat. Namun jumlah ayat-ayat yang ada dalam setiap surah masih diperselisihkan. Apakah huruf-huruf hijaiyah pada awal surat merupakan ayat yang berdiri sendiri atau digabung dengan ayat sesudahnya. Demikian seterusnya. riwayat ini dinukil dari Ali bin Abi Thalib. Menurut Az-Zarqani dan Subhi As-Salih.616 ayat. Jalaluddin As-Suyuti. menyebutkan 6.277.600 ayat. ayat-ayat yang terakhir turun adalah Ayat 281 dari Surah. namun tidak demikian dalam surah -surah yang lain. tidak berdasarkan ijtihad para sahabat. Hitungan ini berdasarkan pendapat bahwa Bismillahirrohmanirrohim dalam surah AlHamdu dihitung sebagai satu ayat. Apakah basmalah dihitung pada masing-masing setiap surat atau dihitung satu saja.000 ayat. sehingga timbul perbedaan di kalangan ulama. Huruf Muqaththa¶ah dalam awal-awal surah juga dihitung satu ayat. seorang ulama tafsir dan fiqh. Semua hurufnya berjumlah 320. menyebutkan bahwa ayat-ayat Al-Qur¶an berjumlah 6. Ayat-ayat Al-Qur¶an yang dimulai dari ayat pertama surat pertama (Surah Al-Fatihah) sampai dengan ayat terakhir surat terakhir (Surah AnNaas) disusun secara tauqifi. Abu Abdurrahman As-Salmi. Perbedaan pandangan mereka dalam hal ini tidak disebabkan karena perbedaan mereka menyangkut ayat-ayatnya. Dinukil dari Ibnu Abbas bahwa semua ayat-ayat Al-Quran berjumlah 6. riwayat yang paling sahih dan pasti tentang jumlah ayat Al-Qur¶an adalah 6.934.

dan Madaniyyah ialah ayat-ayat yang turun di Madinah. sedangkan ayat-ayat Madaniyyah ialah ayat-ayat yang turun sesudah hijrah walaupun turun di Mekah. Pendapat ketiga. menyatakan bahwa ayat Makkiyyah ialah ayat-ayat yang turun sebelum Nabi Muhammad Saw. yang antara lain ditandai dengan ungkapan yâ ayyuhal-ladzîna âmanû ( ). Untuk memudahkan mengatur hafalan dan mengatur waqaf (berhenti) berdasarkan batas-batas ayat. ayat-ayat Al-Qur¶an oleh para ulama dikelompokkan atas ayat-ayat Makkiyyah dan Madaniyyah. Terdapat tiga pendapat para ulama dalam memberikan pengertian Makkiyyah dan Madaniyyah.726 buah. Ayat-ayat Al-Qur¶an yang secara lengkap sampai kepada kita saat kini tidak diturunkan sekaligus. dan 2. Dilihat dari segi jumlahnya. Ini berarti bahwa di antara ayat-ayat itu ada yang turun pertama sekali. ada yang turun 5 . Untuk memudahkan penghitungan jumlah ayat yang dibaca pada saat melakukan shalat atau khutbah. Dilihat dari periode turunnya. berhijrah ke Madinah walaupun turunnya di tempat selain Mekah. Dari ayat-ayat Al-Qur¶an yang berjumlah 6. ayat-ayat Makkiyyah berjumlah 4.Pengelompokan Al-Qur¶an berdasarkan ayat-ayat mengandung beberapa hikmah. walaupun sesudah hijrah. merupakan pendapat yang populer. Pendapat kedua menyatakan bahwa yang dimaksud dengan Makkiyyah ialah ayat-ayat yang ditujukan kepada masyarakat Mekah yang antara lain ditandai dengan ungkapan yâ ayyuhan-nâs ( ) dan yang Madaniyyah ialah ayat-ayat yang turun untuk ditujukan kepada masyarakat Madinah yang sudah beriman. tetapi diturunkan secara berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan kaum muslimin pada awal Islam itu. sedangkan ayat-ayat Madaniyyah berjumlah 1. ayat-ayat Makkiyyah lebih banyak dibandingkan dengan ayat-ayat Madaniyyah.236 itu. Di antara hikmah-hikmah itu ialah: 1. Ini berarti bahwa tiga perempat dari jumlah ayat-ayat Al-Qur¶an adalah Makkiyyah. Pendapat pertama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ayat-ayat Makkiyyah adalah ayat-ayat yang turun di Mekah dan sekitarnya.510 buah.

berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abi Salmah bin Abdur Rahman bin µAuf. Al-µAlaq :96. ulama yang menyatakan bahwa ayat yang pertama turun adalah Ayat 1±5 dari Surah Al-Muddatstsir : 74. Surah Al-Fâtihah : 1. Al-Mi¶un. ulama yang mengatakan bahwa ayat yang pertama turun adalah Ayat 1±5 dari Surah. Al-Fâtihah : 1. berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari Abu Maisarah µUmar bin Syurahbil. Pertama. mungkin dapat dipandang sebagai surah Al-Qur¶an yang diturunkan pertama kali secara lengkap mulai dari ayat pertama sampai dengan ayat terakhir. berdasarkan. berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Al-Wahidi dari Ikrimah dan Al-Hasan. menyatakan ayat yang pertama turun ialah bismillâhirrahmânir-rahîm. Kedua. dan ada pula yang turun pada periode-periode di antara keduanya. 6 . ulama yang berpendapat bahwa ayat yang pertama turun adalah QS. merupakan wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad Saw. hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari µAisyah Ra. Ayat 1±5 dari Surah Al-Muddatstsir : 74. dan alMufassal. yakni Ayat 1±5 dari S. Mayoritas ulama menyatakan bahwa pendapat yang paling kuat adalah pendapat pertama. Tiga pendapat lainnya oleh Az-Zarqani dikompromikan sebagai berikut. Di dalam hal ini ada empat pendapat para ulama.terakhir sekali. antara lain. Al-µAlaq : 96. itu turun beberapa saat lamanya setelah Muhammad diangkat sebagai Nabi. al-Masani. dan tidak satu pun wahyu yang turun sebelum itu. Pembagian surah-surah dan ayat Al-Qur¶an yang terdiri dari surah-surah dan ayat-ayat yang bermacammacam jenisnya ada yang pendek ataupun yang panjang ini masih diklasifikasikan menjadi 4 bagian: At-Tiwal. merupakan ayat-ayat yang turun pertama kali setelah beberapa saat lamanya terjadi kekosongan turunnya wahyu setelah turunnya Ayat 1±5 dari Surah AlµAlaq :96. 4. Ayat-ayat dari Surah Al-Fâtihah :1. Ketiga. Adapun yang keempat. yang menceriterakan kejadian yang dialami Nabi ketika menerima wahyu itu.

dan Mufasshalat. Akan tetapi proses dari ketiga proses ini tidak sama. Proses Pengumpulan Al-Qur¶an Al-Qur¶an merupakan kitab suci bagi seluruh umat Islam yang terdiri dari sukusuku. bukan menggunakan dialek H udhail. pengumpulan Al-Qur¶an pada zaman Khalifah Abu Bakar As-siddiq. sebagaimana sabda Nabi: 7 . dan berbagai macam latar kebudayaan tidak dapat dirubah sesuai dengan kondisi al-Qur¶an berada.Apabila kami Telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu. Pengumpulan al-Qur¶an yang dilakukan dengan penghafalan hanya ada 7 orang sahabat yang memenuhi kriteria penghafalan. AI-Qur'an telah diturunkan dalam dialek Quraish. Dalam hakekatnya pengumpulan Al-Qur¶an telah dilakukan sejak zaman Rasulullah akan tetapi proses pengumpulannya tidak sama.Sesungguhnya atas tanggungan kami lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. pengumpulan Al-Qur¶an pada zaman Nabi Muhammad Saw. Al-qura¶an pada waktu itu dalam proses pewahyuan sehingga Rasulullah tidak memerintahkan untuk membentuk menjadi satu mushaf. karena pada waktu itu terkadang masih ada ayat me-nasihk (menghapuskan) sesuatu yang turun sebelumnya. Artinya : Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur¶an Karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Kemudian. dan yang terakhir pengumpulan Al-Qur¶an pada zaman Khalifah Ustman bin Affan. maka ajarkanlah menggunakan dialek Quraish. akan tetapi Al-Qur¶an tetap pada ke-khasannya yang bercirikhas yaitu berbahsa arab dalam bentuk penulisannya. Miin. Matsani. Sesungguhnya atas tanggungan kamilah penjelasannya. Hal ini merupakan salah satu mukjizat yang dimiliki oleh al-Qur¶an. B.Di buku lain juga diterangkan bahwa surah-surah dan ayat-ayat dalam mushaf Al-Qur¶an itu di bagi enam bagian: Sab¶un Tiwal. bangsa-bangsa. Mumtahat. Pada masa Nabi pengumpulan Al-Qur¶an dimaknai penghafalan dan pembukuan yang pertama. Hawamin.

Disamping itu para sahabat juga menulis dengan kemauan sendiri tanpa diperintah oleh Nabi. Pengumpulan pada masa Khalifah Abu Bakar As-siddiq dilatarbelakangi oleh ketakutan Abu Bakar yang semakin sedikitnya para sahabat yang hafal Al-Qur¶an yang banyak menjadi korban perang Yamamah. hal ini dilatarbelakangi oleh banyaknya perbedaan dalam membaca sejalan dengan perbedaan ³huruf´ yang dengannya AlQur¶an diturunkan. 8 . Mu¶az bin Jabal. kulit dan daun kayu. Zain bin Sabit berkata: ³kami menyusun Al-Qur¶an di hadapan Rasulullah pada kulit binatang. Dari kekawatiran tersebut Umar bin Khattab menghadap khalifah Abu Bakar untuk mengumpulkan Al-Qur¶an dan membukukannya. pelana. Setelah itu. daun lontar. Mu¶az bin Jabal. diceritakan bahwa banyak sekali perbedaan dalam cara-cara membaca dan itupun bercampur dengan kesalahannya dan diantara mereka saling mempertahankanya sampai saling mengkafirkan. Nabi juga mengangkat para penulis wahyu Al-Qur¶an dari sahabat-sahabat terkemuka seperti Ali. pada tahap pengumpulan yang ketiga pada yaitu pada masa pemerintahan Khalifah Usman bin Affan. dan potongan tulang belulang binatang.¶ Aku bertanya kepadanya: µsiapakah Abu Zaid itu?¶ ia manjawab: salah seorang pamanku¶ (Shahih Bukhari). Zaid bin sabit dan Abu Zaid. Ubai bin Ka¶b dan zaid bin Sabit. diantara yang menyerbu kedua tempat itu Huzaifah bin al-Yaman. Ubai bin Ka¶b.Artinya: Aku telah bertanya kepada Anas bin Malik: siapakah orang yang hafal al-Qur¶an di masa Rasulullah? Dia menjawab: semuanya dari kaum Ansar. sekitar tujuh puluh qori¶ dari para sahabat gugur. dan menulisnya pada pelepah kurma. dari Anas yang mengatakan: Artinya: Rasulullah wafat sedang al-Qur¶an belum dihafal kecuali oleh empat orang: Abu Darda¶. Hal inilah yang mendorong Khalifah Ustman bin Affan untuk membuat satu mushaf yang sampai sekarang disebut dengan mushaf Usman. Zaid bin Sabit dan Abu Zaid (Shahih Bukhari). Di lain hadits juga ditertangkan yang diriwayatkan melalui Sabit. Ketika terjadi peperangan Armenia dan Azerbaijan dengan penduduk Irak. Muawiyah. Dalam hal lain. lempengan batu.

Dan ayat yang terakhir laki turun ialah: dan periharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah (al-Baqorah:281). Al-Kirmani dalam al-Burhan yang dikutip oleh Al-Qatta-n mengatakan: ³ Tertib surah yang kita kenal sekarang ini adalah menurut Allah pada Lauhul Mahfudz. ada sebagian surah yang memiliki dua atau beberapa nama seperti: 9 . sebagaiman firman Allah Swt. Sesungguhnya atas tanggungan kamilah penjelasannya (AlQiyamah. serta letaknya dari surah-surah dan ayatayat. Letak. peletakan. Apabila kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. dan tujuan dari penyusunan Al-Qur¶an menjadi mushaf yang seperti yang kita lihat dan dibaca pada sekarang ini tidak ada pendapat dari ulama atau pendapat para ahli Al-Qur¶an menyebutkan alasan yang secara spesifik memberikan alasan dalam penamaan. Dalam penamaan. Dan hal ini Rasulullah tidaklah akan sembarangan karena al-Qur¶an adalah firman Allah dan menjadi ruh bagi agama islam. Artinya : Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Penentuan Nama.C. Lalu Jibril memerintahkan kepadanya untuk meletakkan ayat ini di antara ayat riba dan ayat tentang utang-piutang´ . Dan menurut tertib ini pula Nabi membacakan di hadapan Jibril setiap tahun apa yang dikumpulkannya dari Jibril itu. dan juga dari surah-surah itu kebanyakan memiliki satu nama. baik yang pendek maupun yang panjang. Tujuan Al-Qur¶an terdiri atas surah-surah dan ayat-ayat.998:1719). Hal itu semua sudah ditentukan oleh Nabi sebagimana wahyu yang diterima dari Allah. dalam surah AlQiyamah. Kemudian. Nabi membacakan di hadapan Jibril menurut tertib ini pada tahun kewafatannya sebanyak dua kali.AlQur¶an sudah menurut tertib ini. Manna-µ Khalili-l Al-Qatta-n dalam bukunya berpendapat bahwa urutan surahsurah dan ayat-ayat al-Qur¶an adalah ketentuan dari Rasululah (Tauqifi). tujuan.

Ummul Kitab dan Sab¶ul Matsani. Ali Imran An-Nisa Al-Maidah Yunus Al-isra¶ An.Nahl Dari table diatas sedikit kita pahami bahwa penamaan dan tujuan dari surah-surah itu kalau kita analogikan dengan tata cara penulisan dari kaidah bahasa Indonesia bisa kita simpulkan bahwa nama-nama surah itu adalah tema. Al-Ghafir nama lainnya al-Mu¶min 7. Jalaluddin Suyuthi menyebutkan lebih dari dua puluh nama surah ini. Satu-satunya surah dalam al-Qur¶an yang membahas tentang Nabi Yunus. ataupun ide pokok dari suatu karangan. Fushilat nama lainnya as-sajdah 8. Muhammad nama lainnya al-Qital 9.1. Hadi Ma¶rifat menjelaskan bahwa alasan penamaan sebagian dari surah-surah itu antara lain: Nama Surah Alasan Penamaan Penggunaan lafadzh baqarah (sapi betina) dan pembahasan tentangnya hanya ada dalam surah ini. At-Tauhid nama lainnya al-Ikhlash (Ma¶rifat. yaitu ayat 112 dan 114 dan tidak disebutkan di surah lainnya. 10 . Meskipun lafazh al- Al-baqarah baqarah tercantum dalam surah al-An¶am ayat 144 dan 146. Al-Mulk nama lainnya Tabarak 10.2007:123). An-Naml nama lainnya Sulaiman 6. Begitu juga M. Al-Isra¶ nama lainnya Subhan. At-taubah nama lainnya al-Bara¶ah 4. Satu-satunya surah yang membahas tentang isra¶ Satu-satunya surah yang membahas tentang lebah. Surah al-Hamdu memiliki nama lain Fatihatul Kitab. Ummul Kitab 3. namun tidak sedetail di surah al-Baqarah. dan lafazh baqarat tercantum dalam surah Yusuf ayat 42 dan 46. Lafadz Ali Imran hanya disebutkan sebanyak dua kali dalam surah ini (ayat 33 dan 35) dan tidak disebutkan di surah lain Surat ini menjelaskan hukum-hukum tentang wanita dalam tujuh belas ayatnya. Bani Israel 5. 2. Lafadz Maidah hanya disebut dalam surah ini saja.

11 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful