P. 1
makalah ushul fiqh

makalah ushul fiqh

|Views: 200|Likes:
Published by Rastafara Jamaika

More info:

Published by: Rastafara Jamaika on Oct 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2012

pdf

text

original

Pendahuluan

Al-Qur¶an merupakan salah satu kitab yang mempunyai sejarah panjang yang dimiliki oleh umat Islam dan sampai sekarang masih terjaga keasliannya. Al-Qur¶an bukan hanya sekedar menjadi bahan bacaan, akan tetapi Al-Qur¶an memiliki multifungsi dan selalu cocok dengan fenomena dalam kehidupan ini, hal ini merupakan salah satu mukjizat yang dimiliki oleh Al-Qur¶an. Al-Qur¶an dalam pengumpulannya mempunyai dua tahap: tahap pertama yaitu tahap pengumpulan Al-Qur¶an dalam arti menghafal pada masa nabi, tahap kedua pengumpulan Al-Quran dalam arti penulisan Al-Qur¶an pada masa nabi, hal ini dinamakan pengahafalan dan pembukuan tahap pertama. Setelah wafatnya Nabi proses pengumpulan Al-Qur¶an terus dilaksanakan oleh para khalifah sehingga terbentuklah yang namanya ³mushaf usmani´ seperti yang ada pada sekarang ini. Penyebaran islam bertambah luas membuat dan para qurra pun tersebar dan itu memiliki latarbelakang yang berbeda sehingga menimbulkan perbedaan dalam tatacara membaca Al-Qur¶an sejalan dengan perbedaan ³huruf´ yang dengannya huruf diturunkan. Hal ini menimbulkan kecemasan dikalangan sahabat tak terkecuali khalifah pada waktu itu yaitu Usman bin Affan, melihat kejadian hal itu khalifah Usman memerintahkah dan mengirimkan utusan kepada Hafsah (untuk meminjam mushaf Abu Bakar yang ada padanya) dan Hafsah pun mengirimkan lembaran-lembaran itu kepadanya. Kemudian Usman mamanggil Zaid bin Zabit al-Ansari, Abdullah bin Zabair, Sa¶id bin µAs, dan Abdurrahman bin Haris bin Hisyam, ketiganya adalah orang quraisy (al-Qattan : 193). Khalifah Usman bin Affan memerintahkan kepada ketiga orang Quraisy itu untuk menyalin dan memperbanyak Al-Qur¶an dengan satu pedoman dalam cara-cara membacanya, hal ini telah disepakati oleh para sahabat. Setalah itu khalifah Usman mengembalikan lembaran-lembaran yang asli kepada Hafsah, dan mengirimkannya kepada wilayah masing-masing satu mushaf, dan ditahan satu untuk di madinah, yaitu mushafnya sendiri yang dikenal dengan ³Mushaf Imam´. Sebagaimana diriwayatkan terdahulu ´ bersatulah wahai sahabat-sahabat Muhammad, dan tulislah untuk semua orang satu imam (mushaf Qur¶an pedoman).´ Ibn Jabir dalam al-Qattan mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Usman: ³ Ia menyatukan umat Islam dalam satu mushaf dan s tu huruf, a sedang mushaf yang lain di sobek. Ia memerintahkan dengan tegas agar setiap orang yang

1

As¶artu fil Ina (apabila kamu menyisakan sesuatu didalam wadah). Istilah surah digunakan karena setiap surah mengandung atau membatasi ayat-ayat Al-Qur¶an. M. Hadi Ma¶rifat berpendapat dalam bukunya bahwa Surah berasal dari kata Sural Balad artinya dinding yang mengitari kota. adalah ketinggian dan Sa^ra Yas^ uru yang berarti marah dan bergejolak. dan tujuan Dengan makalah ini diharapkan kepada pembaca dapat dijadikan sumber pengetahuan tentang sebagian karakteristik yang dimiliki oleh Al-Qur¶an.mempunyai mushaf yang µberlainan¶ dengan mushaf yang disepakati itu membakar mushaf tersebut. Setiap tingkat dari suatu bangunan juga disebut dengan nama surah. Pengertian Surah dan Ayat Al-Qur¶an didalamnya terdiri dari Surah-surah dan ayat-ayat yang pendek maupun ayat yang panjang. Penentuan letak. 1. Surah bisa juga diartikan potongan atau sisa sesuatu. Kontroversi jumlah dari ayat 3. A. Menurut Ibnu Faris berpendapat dalam Ma¶rifat bahwa makna surah. Orang-orang berkata. berasal dari su¶rul ma¶ yaitu sisa air dalam sebuah wadah. Pengertian surah dan ayat 2. hal ini seperti halnya diding kota yang membatasi rumah-rumah. nama. Surah Surah jamaknya Suwar berasal dari bahasa Ibrani yaitu Shurah yang artinya suatu deratan ³bekas´ batu bata di dinding dan bekas pepohonan anggur ada juga pendapat lain bahwa Surah terambil dari kata Suriah (Suira) yang bermakna tulisan teks kitab suci atau bahkan kitab suci. dan diharapkan kritik dan saran untuk kesempurnaan penulisan makalah ini. Pada makalah ini akan sedikit mengupas sebagian elemen-elemen yang ada didalam Al-Qur¶an diantaranya: 1. 2 . sebagaimana Abu Futuh dalam Ma¶rifat bahwa mahmuz.

Atau setiap ayat mengandung hukum atau hikmah dan nasihat yang menjelaskannya. 252 ). berfiman mendifinisikan tentang ayat. alasannya adalah ketika mengujarkannya. Manna. Artinya : Dan Sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas. kami bacakan kepadamu dengan hak (benar) dan Sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus ( Al-Baqorah.µ Khali-l al-Qatta. nasehat yang terdapat dalam sebuah surah dari al-Qur¶an. hukum. 3. Sudah jelas sekali bahwa pengertian surah adalah potongan-potongan Al-Qur¶an yang terdiri dari sejumlah ayat yang mempunyai permulaan dan kesudahan. Ayat Ada sejumlah pendapat dalam mendefinisikan ayat salah satunya berpendapat bahwa ayat adalah alamat sebagaimana firman Allah SWT. Mukjizat kata ini berkait dengan kata ibrani yaitu O-th dan Siria atha. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa yang disebut ayat adalah suatu tanda-tanda kalam Allah yang menjelaskan tentang. 99 ). Artinya: Itu adalah ayat-ayat dari Allah.Manna.n berpendapat dalam bukunya bahwa surah adalah sejumlah ayat al-Qur¶an yang mempunyai permulaan dan kesudahan. 2. Seolah ayat yang dibaca 3 . Kontroversi Jumlah Ayat Para ulama berbeda pendapat tentang jumlah ayat-ayat Al-Quran. melainkan orang-orang yang fasik ( Al-Baqorah. ayat berati tanda. Selain itu. terkadang Rasulullah Saw berhenti di ayat tertentu dan tidak melanjutkan bacaannya.n juga berpendapat bahwa ayat adalah sejumlah kalam Allah yang terdapat dalam surah dari Al-Qur¶an. Hadi Ma¶rifat juga berpendapat bahwa ayat Al-Qur¶an adalah petunjuk kebenaran firman Allah Swt.dan tanda jelas pengertian dasar. M.µ Khali-l Al-Qatta. dan tak ada yang ingkar kepada nya. Di ayat lain Allah Swt.

Perbedaan pendapat ini timbul karena perbedaan masa para sahabat mendengarkan ayat yang disampaikan Nabi. Apakah huruf-huruf hijaiyah pada awal surat merupakan ayat yang berdiri sendiri atau digabung dengan ayat sesudahnya. namun tidak demikian dalam surah -surah yang lain. Ada yang berpendapat bahwa kalimat Al-Quran bejumlah 77. Menurut Az-Zarqani dan Subhi As-Salih. Huruf Muqaththa¶ah dalam awal-awal surah juga dihitung satu ayat.600 ayat. tidak berdasarkan ijtihad para sahabat. Jumlah ini seperti jumlah yang terdapat dalam mushaf Asy-Syarif. Perbedaan pandangan mereka dalam hal ini tidak disebabkan karena perbedaan mereka menyangkut ayat-ayatnya.934. riwayat yang paling sahih dan pasti tentang jumlah ayat Al-Qur¶an adalah 6. Ayat-ayat Al-Qur¶an yang dimulai dari ayat pertama surat pertama (Surah Al-Fatihah) sampai dengan ayat terakhir surat terakhir (Surah AnNaas) disusun secara tauqifi. Jalaluddin As-Suyuti.671. Apakah setiap tempat berhenti merupakan satu ayat atau bagian dari ayat. sebagian lain berpendapat 77. menyebutkan 6. Semua hurufnya berjumlah 320. yaitu berdasarkan petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh Allah dan Rasulullah Saw. ayat-ayat yang terakhir turun adalah Ayat 281 dari Surah. Abu Abdurrahman As-Salmi.236 ayat. salah seorang ulama Kufah. 4 . Al-Baqarah. karena dalam bacaan lain seringkali beliau terus melanjutkan bacaannya tanpa berhenti hingga selesai.434 kalimat. riwayat ini dinukil dari Ali bin Abi Thalib. tetapi disebabkan oleh perbedaan cara mereka menghitungnya. Dinukil dari Ibnu Abbas bahwa semua ayat-ayat Al-Quran berjumlah 6.Rasulullah telah selesai. Imam Al-Alusi menyebutkan 6.236. Menurut Kufiyyin. Demikian seterusnya. seorang ulama tafsir dan fiqh. menyebutkan bahwa ayat-ayat Al-Qur¶an berjumlah 6. sehingga timbul perbedaan di kalangan ulama. pendapat yang lain lagi adalah 77.616 ayat. Hitungan ini berdasarkan pendapat bahwa Bismillahirrohmanirrohim dalam surah AlHamdu dihitung sebagai satu ayat.000 ayat. Apakah basmalah dihitung pada masing-masing setiap surat atau dihitung satu saja. Namun jumlah ayat-ayat yang ada dalam setiap surah masih diperselisihkan.277.

merupakan pendapat yang populer. Dari ayat-ayat Al-Qur¶an yang berjumlah 6. berhijrah ke Madinah walaupun turunnya di tempat selain Mekah. ayat-ayat Makkiyyah berjumlah 4. Untuk memudahkan penghitungan jumlah ayat yang dibaca pada saat melakukan shalat atau khutbah. Ini berarti bahwa tiga perempat dari jumlah ayat-ayat Al-Qur¶an adalah Makkiyyah. Di antara hikmah-hikmah itu ialah: 1. ayat-ayat Makkiyyah lebih banyak dibandingkan dengan ayat-ayat Madaniyyah. Ini berarti bahwa di antara ayat-ayat itu ada yang turun pertama sekali.Pengelompokan Al-Qur¶an berdasarkan ayat-ayat mengandung beberapa hikmah. Terdapat tiga pendapat para ulama dalam memberikan pengertian Makkiyyah dan Madaniyyah. sedangkan ayat-ayat Madaniyyah berjumlah 1. Pendapat pertama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ayat-ayat Makkiyyah adalah ayat-ayat yang turun di Mekah dan sekitarnya. ada yang turun 5 . dan 2. ayat-ayat Al-Qur¶an oleh para ulama dikelompokkan atas ayat-ayat Makkiyyah dan Madaniyyah. sedangkan ayat-ayat Madaniyyah ialah ayat-ayat yang turun sesudah hijrah walaupun turun di Mekah.510 buah. menyatakan bahwa ayat Makkiyyah ialah ayat-ayat yang turun sebelum Nabi Muhammad Saw. Ayat-ayat Al-Qur¶an yang secara lengkap sampai kepada kita saat kini tidak diturunkan sekaligus. Dilihat dari periode turunnya. Untuk memudahkan mengatur hafalan dan mengatur waqaf (berhenti) berdasarkan batas-batas ayat. tetapi diturunkan secara berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan kaum muslimin pada awal Islam itu.236 itu. Pendapat ketiga. Dilihat dari segi jumlahnya.726 buah. dan Madaniyyah ialah ayat-ayat yang turun di Madinah. Pendapat kedua menyatakan bahwa yang dimaksud dengan Makkiyyah ialah ayat-ayat yang ditujukan kepada masyarakat Mekah yang antara lain ditandai dengan ungkapan yâ ayyuhan-nâs ( ) dan yang Madaniyyah ialah ayat-ayat yang turun untuk ditujukan kepada masyarakat Madinah yang sudah beriman. yang antara lain ditandai dengan ungkapan yâ ayyuhal-ladzîna âmanû ( ). walaupun sesudah hijrah.

yakni Ayat 1±5 dari S. ulama yang berpendapat bahwa ayat yang pertama turun adalah QS. Kedua. antara lain. 6 . merupakan wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad Saw. berdasarkan. ulama yang mengatakan bahwa ayat yang pertama turun adalah Ayat 1±5 dari Surah. Ayat 1±5 dari Surah Al-Muddatstsir : 74. berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Al-Wahidi dari Ikrimah dan Al-Hasan. Pembagian surah-surah dan ayat Al-Qur¶an yang terdiri dari surah-surah dan ayat-ayat yang bermacammacam jenisnya ada yang pendek ataupun yang panjang ini masih diklasifikasikan menjadi 4 bagian: At-Tiwal. Pertama. hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari µAisyah Ra. dan ada pula yang turun pada periode-periode di antara keduanya. dan tidak satu pun wahyu yang turun sebelum itu. Ayat-ayat dari Surah Al-Fâtihah :1. berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari Abu Maisarah µUmar bin Syurahbil. Ketiga.terakhir sekali. itu turun beberapa saat lamanya setelah Muhammad diangkat sebagai Nabi. al-Masani. Al-µAlaq :96. Al-Fâtihah : 1. berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abi Salmah bin Abdur Rahman bin µAuf. merupakan ayat-ayat yang turun pertama kali setelah beberapa saat lamanya terjadi kekosongan turunnya wahyu setelah turunnya Ayat 1±5 dari Surah AlµAlaq :96. dan alMufassal. Adapun yang keempat. mungkin dapat dipandang sebagai surah Al-Qur¶an yang diturunkan pertama kali secara lengkap mulai dari ayat pertama sampai dengan ayat terakhir. 4. ulama yang menyatakan bahwa ayat yang pertama turun adalah Ayat 1±5 dari Surah Al-Muddatstsir : 74. Al-µAlaq : 96. Al-Mi¶un. Tiga pendapat lainnya oleh Az-Zarqani dikompromikan sebagai berikut. yang menceriterakan kejadian yang dialami Nabi ketika menerima wahyu itu. Di dalam hal ini ada empat pendapat para ulama. Surah Al-Fâtihah : 1. Mayoritas ulama menyatakan bahwa pendapat yang paling kuat adalah pendapat pertama. menyatakan ayat yang pertama turun ialah bismillâhirrahmânir-rahîm.

Sesungguhnya atas tanggungan kami lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Sesungguhnya atas tanggungan kamilah penjelasannya. Hawamin. Hal ini merupakan salah satu mukjizat yang dimiliki oleh al-Qur¶an. dan yang terakhir pengumpulan Al-Qur¶an pada zaman Khalifah Ustman bin Affan. pengumpulan Al-Qur¶an pada zaman Nabi Muhammad Saw. bangsa-bangsa. Proses Pengumpulan Al-Qur¶an Al-Qur¶an merupakan kitab suci bagi seluruh umat Islam yang terdiri dari sukusuku.Apabila kami Telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu. maka ajarkanlah menggunakan dialek Quraish. akan tetapi Al-Qur¶an tetap pada ke-khasannya yang bercirikhas yaitu berbahsa arab dalam bentuk penulisannya. Miin. pengumpulan Al-Qur¶an pada zaman Khalifah Abu Bakar As-siddiq. AI-Qur'an telah diturunkan dalam dialek Quraish. karena pada waktu itu terkadang masih ada ayat me-nasihk (menghapuskan) sesuatu yang turun sebelumnya.Di buku lain juga diterangkan bahwa surah-surah dan ayat-ayat dalam mushaf Al-Qur¶an itu di bagi enam bagian: Sab¶un Tiwal. Pada masa Nabi pengumpulan Al-Qur¶an dimaknai penghafalan dan pembukuan yang pertama. dan berbagai macam latar kebudayaan tidak dapat dirubah sesuai dengan kondisi al-Qur¶an berada. Matsani. B. Dalam hakekatnya pengumpulan Al-Qur¶an telah dilakukan sejak zaman Rasulullah akan tetapi proses pengumpulannya tidak sama. Al-qura¶an pada waktu itu dalam proses pewahyuan sehingga Rasulullah tidak memerintahkan untuk membentuk menjadi satu mushaf. Pengumpulan al-Qur¶an yang dilakukan dengan penghafalan hanya ada 7 orang sahabat yang memenuhi kriteria penghafalan. Akan tetapi proses dari ketiga proses ini tidak sama. Artinya : Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur¶an Karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Mumtahat. Kemudian. bukan menggunakan dialek H udhail. dan Mufasshalat. sebagaimana sabda Nabi: 7 .

Artinya: Aku telah bertanya kepada Anas bin Malik: siapakah orang yang hafal al-Qur¶an di masa Rasulullah? Dia menjawab: semuanya dari kaum Ansar. 8 . Zain bin Sabit berkata: ³kami menyusun Al-Qur¶an di hadapan Rasulullah pada kulit binatang. dari Anas yang mengatakan: Artinya: Rasulullah wafat sedang al-Qur¶an belum dihafal kecuali oleh empat orang: Abu Darda¶. Pengumpulan pada masa Khalifah Abu Bakar As-siddiq dilatarbelakangi oleh ketakutan Abu Bakar yang semakin sedikitnya para sahabat yang hafal Al-Qur¶an yang banyak menjadi korban perang Yamamah. Ketika terjadi peperangan Armenia dan Azerbaijan dengan penduduk Irak. Disamping itu para sahabat juga menulis dengan kemauan sendiri tanpa diperintah oleh Nabi. Zaid bin Sabit dan Abu Zaid (Shahih Bukhari). kulit dan daun kayu. Di lain hadits juga ditertangkan yang diriwayatkan melalui Sabit. Nabi juga mengangkat para penulis wahyu Al-Qur¶an dari sahabat-sahabat terkemuka seperti Ali. sekitar tujuh puluh qori¶ dari para sahabat gugur. Ubai bin Ka¶b. lempengan batu. dan potongan tulang belulang binatang. Setelah itu. Hal inilah yang mendorong Khalifah Ustman bin Affan untuk membuat satu mushaf yang sampai sekarang disebut dengan mushaf Usman. Zaid bin sabit dan Abu Zaid. Ubai bin Ka¶b dan zaid bin Sabit. Mu¶az bin Jabal. Dari kekawatiran tersebut Umar bin Khattab menghadap khalifah Abu Bakar untuk mengumpulkan Al-Qur¶an dan membukukannya. dan menulisnya pada pelepah kurma. diceritakan bahwa banyak sekali perbedaan dalam cara-cara membaca dan itupun bercampur dengan kesalahannya dan diantara mereka saling mempertahankanya sampai saling mengkafirkan. Dalam hal lain. daun lontar. Mu¶az bin Jabal.¶ Aku bertanya kepadanya: µsiapakah Abu Zaid itu?¶ ia manjawab: salah seorang pamanku¶ (Shahih Bukhari). pelana. hal ini dilatarbelakangi oleh banyaknya perbedaan dalam membaca sejalan dengan perbedaan ³huruf´ yang dengannya AlQur¶an diturunkan. diantara yang menyerbu kedua tempat itu Huzaifah bin al-Yaman. pada tahap pengumpulan yang ketiga pada yaitu pada masa pemerintahan Khalifah Usman bin Affan. Muawiyah.

baik yang pendek maupun yang panjang. Al-Kirmani dalam al-Burhan yang dikutip oleh Al-Qatta-n mengatakan: ³ Tertib surah yang kita kenal sekarang ini adalah menurut Allah pada Lauhul Mahfudz. dan tujuan dari penyusunan Al-Qur¶an menjadi mushaf yang seperti yang kita lihat dan dibaca pada sekarang ini tidak ada pendapat dari ulama atau pendapat para ahli Al-Qur¶an menyebutkan alasan yang secara spesifik memberikan alasan dalam penamaan. serta letaknya dari surah-surah dan ayatayat. sebagaiman firman Allah Swt. dalam surah AlQiyamah. Dan hal ini Rasulullah tidaklah akan sembarangan karena al-Qur¶an adalah firman Allah dan menjadi ruh bagi agama islam. Dalam penamaan. dan juga dari surah-surah itu kebanyakan memiliki satu nama. Lalu Jibril memerintahkan kepadanya untuk meletakkan ayat ini di antara ayat riba dan ayat tentang utang-piutang´ .AlQur¶an sudah menurut tertib ini. tujuan. Kemudian. Hal itu semua sudah ditentukan oleh Nabi sebagimana wahyu yang diterima dari Allah. Dan ayat yang terakhir laki turun ialah: dan periharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah (al-Baqorah:281). ada sebagian surah yang memiliki dua atau beberapa nama seperti: 9 . Letak. Tujuan Al-Qur¶an terdiri atas surah-surah dan ayat-ayat. Dan menurut tertib ini pula Nabi membacakan di hadapan Jibril setiap tahun apa yang dikumpulkannya dari Jibril itu. Manna-µ Khalili-l Al-Qatta-n dalam bukunya berpendapat bahwa urutan surahsurah dan ayat-ayat al-Qur¶an adalah ketentuan dari Rasululah (Tauqifi).C. Artinya : Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Penentuan Nama.998:1719). Sesungguhnya atas tanggungan kamilah penjelasannya (AlQiyamah. Apabila kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Nabi membacakan di hadapan Jibril menurut tertib ini pada tahun kewafatannya sebanyak dua kali. peletakan.

Surah al-Hamdu memiliki nama lain Fatihatul Kitab. 2. 10 . Bani Israel 5.2007:123). Ali Imran An-Nisa Al-Maidah Yunus Al-isra¶ An. An-Naml nama lainnya Sulaiman 6. At-Tauhid nama lainnya al-Ikhlash (Ma¶rifat. Ummul Kitab 3. Al-Isra¶ nama lainnya Subhan. Lafadz Ali Imran hanya disebutkan sebanyak dua kali dalam surah ini (ayat 33 dan 35) dan tidak disebutkan di surah lain Surat ini menjelaskan hukum-hukum tentang wanita dalam tujuh belas ayatnya. Hadi Ma¶rifat menjelaskan bahwa alasan penamaan sebagian dari surah-surah itu antara lain: Nama Surah Alasan Penamaan Penggunaan lafadzh baqarah (sapi betina) dan pembahasan tentangnya hanya ada dalam surah ini. Lafadz Maidah hanya disebut dalam surah ini saja.Ummul Kitab dan Sab¶ul Matsani. dan lafazh baqarat tercantum dalam surah Yusuf ayat 42 dan 46.Nahl Dari table diatas sedikit kita pahami bahwa penamaan dan tujuan dari surah-surah itu kalau kita analogikan dengan tata cara penulisan dari kaidah bahasa Indonesia bisa kita simpulkan bahwa nama-nama surah itu adalah tema. Jalaluddin Suyuthi menyebutkan lebih dari dua puluh nama surah ini. Al-Mulk nama lainnya Tabarak 10. Satu-satunya surah dalam al-Qur¶an yang membahas tentang Nabi Yunus. Begitu juga M. yaitu ayat 112 dan 114 dan tidak disebutkan di surah lainnya.1. At-taubah nama lainnya al-Bara¶ah 4. Satu-satunya surah yang membahas tentang isra¶ Satu-satunya surah yang membahas tentang lebah. namun tidak sedetail di surah al-Baqarah. Muhammad nama lainnya al-Qital 9. ataupun ide pokok dari suatu karangan. Fushilat nama lainnya as-sajdah 8. Meskipun lafazh al- Al-baqarah baqarah tercantum dalam surah al-An¶am ayat 144 dan 146. Al-Ghafir nama lainnya al-Mu¶min 7.

11 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->