P. 1
Makalah Jalan Rel

Makalah Jalan Rel

5.0

|Views: 4,291|Likes:
Published by adiw2709

More info:

Published by: adiw2709 on Oct 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/14/2015

pdf

text

original

Konstruksi Rel Kereta Api

Jalan rel kereta api (UK: Railway Tracks, US: Railroad Tracks) atau biasa disebut dengan rel kereta api, merupakan prasarana utama dalam perkeretaapian dan menjadi ciri khas moda transportasi kereta api. Ya, karena rangkaian kereta api hanya dapat melintas di atas jalan yang dibuat secara khusus untuknya, yakni rel kereta api. Rel inilah yang memandu rangkaian kereta api bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Dalam pengamatan secara awam, kita melihat rel sebagai jalan untuk lewat kereta api yang terdiri atas sepasang batang rel berbahan besi baja yang disusun secara paralel dengan jarak yang konstan (tetap) antara kedua sisinya. Batang rel tersebut ditambat (dikaitkan) pada bantalan yang disusun secara melintang terhadap batang rel dengan jarak yang rapat, untuk menjaga agar rel tidak bergeser atau renggang. Sejarah Rel Kereta Api Prinsip jalan rel telah berkembang sejak 2.000 tahun yang lalu. Waktu itu sarana transportasi untuk mengangkut penumpang dan barang masih sangat sederhana, yaitu dengan menggunakan kereta roda. Jalan yang dilewati masih berupa jalan tanah yang berdebu. Ketika jalan tanah tersebut diguyur hujan, kondisinya menjadi lembek dan kereta roda yang lewat meninggalkan bekas cekungan pada tanah. Setelah kering, cekungan tersebut mengeras, dan beberapa kereta roda yang lewat berikutnya juga melewati cekungan tersebut. Ternyata dengan mengikuti cekungan tersebut, kereta roda dapat berjalan dengan lebih terarah dan gampang, pengendara tinggal mengatur kecepatan kereta tanpa repot-repot lagi mengendalikan arah kereta roda. Kemudahan transportasi dengan prinsip jalur rel inilah, yang membuat jalur rel memiliki keunggulan tersendiri, sehingga terus berkembang hingga menjadi jalur rel KA yang kita kenal sekarang ini. Sejarah Perkeretaapian di Indonesia Diawali dengan pencangkulan pertama pembangunan jalan kereta api di desa Kemijen, Jumat tanggal 17 Juni 1864, oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele. Pembangunan diprakarsai oleh "Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij" (NV. NISM) yang dipimpin oleh Ir. J.P de Bordes dari Kemijen menuju desa Tanggung (26 Km) dengan lebar sepur 1435 mm. Ruas jalan ini dibuka untuk angkutan umum pada hari Sabtu, 10 Agustus 1867. Keberhasilan swasta, NV. NISM membangun jalan KA antara Samarang-Tanggung, yang kemudian pada tanggal 10 Februari 1870 dapat menghubungkan kota Semarang - Surakarta (110 Km), akhirnya mendorong minat investor untuk membangun jalan KA di daerah lainnya.

wikipedia. kurang lebih 901 km raib. juga pernah dilakukan studi pembangunan jalan KA. Demikian juga di pulau Bali dan Lombok. Untuk itulah dibuat jalan rel KA dengan permukaan baja. dengan teknologi yang seadanya. Inilah yang melandasi ditetapkannya 28 September 1945 sebagai Hari Kereta Api di Indonesia.org/wiki/Sejarah_perkeretaapian_di_Indonesia) Prinsip Rel Kereta Api Kereta api berjalan dengan roda besi. Jalan rel yang dibongkar semasa pendudukan Jepang (1942 1943) sepanjang 473 km. serta dibentuknya "Djawatan Kereta Api Republik Indonesia" (DKARI). Orang Jepang tidak diperkenankan lagi campur tangan dengan urusan perkeretaapian di Indonesia. kalau pertumbuhan panjang jalan rel antara 1864 . Perkembangan di luar Jawa Selain di Jawa. perbukitan. sehingga jalan baja ini dapat bertahan dalam waktu yang lama dan memungkinkan rangkaian KA dapat berjalan dengan cepat. banyak menelan korban yang makamnya bertebaran sepanjang Muaro . meskipun belum sempat dibangun. Peristiwa bersejarah yang terjadi pada tanggal 28 September 1945.Cikara dan 220 km antara Muaro . Sedangkan di Kalimantan. Sumatera Selatan (1914).Sambas (220 Km) sudah diselesaikan.cc/2010/05/konstruksi-rel-kereta-api. tahun 1870 menjadi 110 km. sisanya Ujungpandang-Maros belum sempat diselesaikan.co.Tidak mengherankan. yang diperkirakan karena dibongkar semasa pendudukan Jepang dan diangkut ke Burma untuk pembangunan jalan KA di sana.Pekanbaru. (http://www. Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945.html) . Jalan rel KA harus dibangun dengan kokoh. panjang jalan KA di Indonesia mencapai 6. aman dan nyaman. pembangunan rel KA juga dilakukan di Aceh (1874). karyawan KA yang tergabung dalam "Angkatan Moeda Kereta Api" (AMKA) mengambil alih kekuasaan perkeretaapian dari pihak Jepang. Pendudukan Jepang Sampai dengan tahun 1939. konstruksi rel KA dibuat sebaik mungkin agar mampu menahan beban berat atau istilahnya BEBAN GANDAR (AXLE LOAD) dari rangkaian KA yang berjalan di atasnya. pembacaan pernyataan sikap oleh Ismail dan sejumlah anggota AMKA lainnya. tahun 1890 menjadi 1. sehingga membutuhkan jalan khusus agar dapat berjalan dengan baik. sehingga konstruksinya lebih rumit dan melibatkan banyak komponen.Pekanbaru. Jalan yang melintasi rawa-rawa. serta sungai yang deras arusnya ini. studi jalan KA Pontianak .427 km dan pada tahun 1900 menjadi 3. Oleh karena itu. Jalan baja ini memiliki karakteristik dan syarat-syarat khusus yang berbeda dengan jalan aspal. Sumatera Barat (1891).338 km. 25. Ironisnya. apalagi setiap harinya akan dilalui berulang kali oleh beberapa rangkaian KA. sedangkan jalan KA yang dibangun semasa pendudukan Jepang adalah 83 km antara Bayah . (http://id. bahkan tahun 1922 di Sulawesi juga telah dibangun jalan KA sepanjang 47 Km antara Makasar-Takalar.1900 tumbuh dengan pesat.910 km.811 km.Pekanbaru diprogramkan selesai pembangunannya selama 15 bulan yang memperkerjakan 27. pada tahun 1950 panjangnya berkurang menjadi 5. yang pengoperasiannya dilakukan tanggal 1 Juli 1923. 750 mm (di Aceh) dan 600 mm di beberapa lintas cabang dan tram kota. menegaskan bahwa mulai tanggal 28 September 1945 kekuasaan perkeretaapian berada ditangan bangsa Indonesia. sehingga roda baja KA beradu dengan jalan rel dari baja.067 mm.raditzky. tahun 1880 mencapai 405 km.000 diantaranya adalah Romusha. karena setiap rangkaian KA yang lewat memiliki beban yang berat.500 orang. jalan KA Muaro . Kalau tahun 1867 baru 25 km. Jenis jalan rel KA di Indonesia dibedakan dengan lebar sepur 1. Tetapi. Sumatera Utara (1886).

Dalam arti. Oleh lapisan ballast. lapisan landasan (track foundation) ini dibuat untuk menjaga kestabilan trek rel saat rangkaian KA lewat. dan nyaman.Berdasarkan pada gambar di atas. Rel (rails) b. Konstruksi Jalan Rel Kereta Api . yang terdiri dari : a. Tanah Asli (Natural Ground) 2. tidak ambles ke dalam tanah. serta kuat menahan beban rangkaian KA yang lewat. jalan rel Kereta Api harus dapat mentransfer tekanan yang diterimanya dengan baik yang berupa beban berat (axle load) dari rangkaian Kereta Api yang melintas. Bantalan (Sleepers) Prinsipnya. yang terdiri dari : a. Tanah dasar (Improve Subgrade) d. dari bantalan akan diteruskan ke lapisan ballast dan sub-ballast di sekitarnya. Penambat (fastening) c. Oleh batang rel (rails) tekanan tersebut diteruskan ke bantalan (sleepers) yang ada dibawahnya.Lapisan Landasan Prinsipnya. tidak bergoyang-goyang. Bagian atas adalah Rail Track Structure atau Struktur Trek Rel. Lalu. pada dasarnya konstruksi jalan rel KA terdiri atas 2 bagian yaitu : 1. Roda-roda Kereta Api yang melintas akan memberikan tekanan berupa beban berat (axle load) ke permukaan trek rel. Sehingga trek rel tetap berada pada tempatnya. untuk mencegah amblesnya trek rel. sehingga rangkaian Kereta Api dapat melintas dengan cepat. jalan rel KA harus tetap kokoh ketika dilewati rangkaian Kereta Api. tekanan dari bantalan ini akan disebar ke seluruh permukaan tanah disekitarnya. . Selain itu. Balas (Ballast) b. aman. Bagian bawah adalah Track Foundation atau Lapisan Landasan/Pondasi. Subbalas (Sub Ballast) c. lapisan landasan juga berfungsi untuk mentransfer beban berat (axle load) dari rangkaian KA untuk disebar ke permukaan bumi (pada gambar di atas adalah Subsoil/Natural Ground).

samping. (3) menjaga trek rel agar tetap berada di tempatnya. lapisan landasan juga tersusun atas lapisan-lapisan material tanah dan bebatuan. SUB-BALLAST DAN BALLAST Lapisan ini disebut pula sebagai Tack Bed. ditambahkan lapisan Geotextile di bawah formation layer. Lapisan ini berupa campuran tanah. dan lempung yang diatur tingkat kepadatan dan kelembapan airnya. sehingga posisinya berada di bawah trek rel dan berfungsi sebagai pondasi. (4) sebagai lapisan yang mudah direlokasi untuk menyesuaikan dan meratakan ketinggian trek rel (Levelling). dan sekitar bantalan rel (sleepers). Formation layer ini dipersiapkan sebagai tempat ditaburkannya lapisan ballast. (2) menyebarkan axle load dari trek rel ke lapisan landasan di bawahnya. Lapisan Ballast merupakan suatu lapisan berupa batu-batu berukuran kecil yang ditaburkan di bawah trek rel. Bahkan terkadang dijumpai bantalan rel yang tenggelam tertutup lapisan ballast. (5) memperlancar proses drainase air hujan. Fungsi lapisan ballast adalah: (1) untuk meredam getaran trek rel saat rangkaian KA melintas. dan sekaligus memperkuat formation layer. Geotextile adalah material semacam kain yang bersifat permeable yang terbuat dari polipropilena atau polyester yang berguna untuk memperlancar drainase dari atas ke bawah (subgrade ke subsoil). . karena fungsinya sebagai tempat pembaringan trek rel KA. FORMATION LAYER Formation layer merupakan perkerjaan pemadatan tanah sebagai pondasi trek rel KA. pasir.Lapisan landasan merupakan lapisan yang harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum membangun trek rel. sehingga trek rel tidak ambles. 2. Pada Negara-negara maju yang lintasan KA-nya sangat padat. diantaranya: 1. serta (6) mencegah tumbuhnya rumput yang dapat mengganggu drainase air hujan. Sebagaimana struktur pondasi pada suatu bangunan. tepatnya di bawah. sehingga hanya terlihat batang relnya saja.

mengisi ronggarongga antarbantalan. ditaburkan terlebih dahulu lapisan sub-ballast. Ukuran partikel ballast yang terlalu kecil akan mengurangi kemampuan drainase. Di Indonesia ada mesin pemecok ballast (Ballast Tamping Machine) untuk mengembalikan ballast yang telah bergeser ke tempatnya semula. Kedua ketika trek rel selesai dirakit. yakni ditaburkan diatas formation layer dan menjadi track bed atau kasur bagi bantalan rel. yang akan mengurangi elastisitas ballast dalam menahan trek rel dan mengurangi kemampuan drainasenya. Dipilih yang sudutnya tajam untuk mencegah timbulnya rongga-rongga di dalam taburan ballast. Pertama saat sebelum perakitan trek rel. (3) harus ada di bawah bantalan (karena kalau bantalan langsung bersinggungan dengan tanah. Fungsinya untuk memperkuat lapisan ballast. Ketebalan lapisan ballast minimal 150 mm hingga 500 mm. sehingga lapisan ballast tersebut susunannya menjadi lebih rapat. Untuk itu. sebelum ballast. dan sekaligus menahan resapan air dari lapisan blanket dan subgrade di bawahnya agar tidak merembes ke lapisan ballast. dipecok. agar bantalan tidak bersentuhan langsung dengan lapisan tanah. sehingga bercampurlah ballast dengan tanah. untuk menambah ketinggian lapisan ballast hingga setinggi bantalan. Ballast juga ditabur disisi samping bantalan hingga jarak minimal 50cm dengan kemiringan (slope) tertentu sehingga membentuk bahu ballast yang berfungsi menahan gerakan lateral dari trek rel. yang berupa batu kricak yang berukuran lebih kecil. Secara periodik. sekaligus merapatkan lapisan ballast di bawah bantalan agar bantalan tidak bersinggungan langsung dengan tanah. dilakukan perawatan terhadap lapisan ballast dengan dibersihkan dari lumpur dan debu yang mengotorinya. akan mengurangi . karena jika kurang dari 150 mm menyebabkan mesin pecok ballast (Plasser and Theurer Tamping Machine) justru akan menyentuh formation layer yang berupa tanah. karena axle load yang diterima bantalan langsung menekan frontal ke bawah karena ketiadaan ballast untuk menyebarkan axle load. Karena jika bantalan langsung bersentuhan dengan tanah (formation layer) bisa-bisa bantalan tersebut akan ambles. (2) bersih tidak bercampur tanah dan lumpur. dilakukan perawatan dengan mesin khusus yang diproduksi oleh Plasser and Theurer Austria. Pada kasus tertentu. Intinya lapisan ballast harus (1) rapat. meredam getaran saat rangkaian KA lewat. atau bahkan diganti dengan yang baru.Ballast yang ditabur biasanya adalah batu kricak (bebatuan yang dihancurkan menjadi ukuran yang kecil) dengan diameter sekitar 28-50 mm dengan sudut yang tajam (bentuknya tidak bulat). dan di sekitar bantalan itu sendiri. dan ukuran yang terlalu besar akan mengurangi kemampuannya dalam mentransfer axle load saat rangkaian KA melintas. Ballast ditaburkan dalam dua tahap.

Makin besar R . Tipe rel paling besar yang digunakan di Indonesia adalah UIC R54) yang digunakan untuk jalur KA yang lalu lintasnya padat.kestabilan jalan rel KA). tahap berikutnya adalah membangun trek rel KA. Di Indonesia dikenal 4 macam batang rel. Inilah komponen yang pertama kalinya menerima transfer berat (axle load) dari rangkaian KA yang lewat. Perbedaan tipe batang rel mempengaruhi beberapa hal. dan juga (4) elastis (elastis bukan dalam arti material ballastnya yang elastis. . antara lain (1) besar tekanan maksimum (axle load) yang sanggup diterima rel saat KA melintas. dan juga mengandung karbon. dan (2) kecepatan laju KA yang diijinkan saat melewati rel. R33. Semakin besar R . dan KA yang melintas di atasnya dapat melaju pada kecepatan yang tinggi dengan stabil dan aman. makin tebal pula batang rel tersebut. tetapi formasi/susunannya yang tidak kaku. mangan. BATANGAN BESI BAJA (RAIL. Misalkan. Perlu diketahui bahwa pada setiap komponen terdapat beberapa tipe yang berbeda sehingga memiliki kekuatan/kemampuan yang berbeda pula. Tiap potongan (segmen) batang rel memiliki panjang 20-25 m untuk rel modern. dan silikon. yakni R25. sedangkan untuk rel jadul panjangnya hanya 5-15 m tiap segmen. Batang rel khusus dibuat agar dapat menahan beban berat (axle load) dari rangkaian KA yang berjalan di atasnya. yang akhirnya akan menentukan kualitas dari jalan rel KA itu sendiri. Web. 1. maka makin besar axle load yang sanggup diterima oleh rel tersebut. REL) Batang rel terbuat dari besi ataupun baja bertekanan tinggi. dapat bergerak-gerak sedikit) sehingga dapat mencengkeram bantalan rel saat rangkaian KA lewat. R25 berarti batang rel ini memiliki berat rata-rata 25 kilogram/meter. Setelah lapisan landasan sebagai pondasi jalan rel KA selesai dibangun. Batang rel dibedakan menjadi beberapa tipe berdasarkan berat batangan per meter panjangnya. Penampang rel. R42. seperti lintas Jabodetabek dan lintas Trans Jawa. Gambar di bawah ini adalah skema konstruksi jalan rel KA beserta komponen-komponennya. dan R54. Tak ketinggalan lintas angkutan batubara di Sumsel-Lampung yang memiliki axle load paling tinggi di Indonesia. dan Base. terdiri atas Head.

merupakan bantalan modern saat ini. (2) menjaga kelebaran trek (track gauge. perbandingan umur bantalan rel KA yang dipergunakan dalam keadaan normal dapat ditaksir sebagai berikut : Bantalan kayu yang tidak diawetkan: 3-15 tahun. terowongan. sekaligus kuat untuk menahan beban rangkaian KA. bantalan beton diproduksi oleh PT. sekaligus (4) mentransfer axle load yang diterima dari batang rel dan plat landas untuk disebarkan ke lapisan batu ballast di bawahnya. tapi tidak begitu awet terutama pada lingkungan yang lembab. yakni (1) Bantalan Kayu (Timber Sleepers). Oleh karena itu bantalan harus cukup kuat untuk menahan batang rel agar tidak bergesar. awet. Dan (3) Bantalan Beton Bertulang (Concrete Sleepers).2. yang dilapisi dengan creosote (minyak pelapis kayu) agar lebih awet dan tahan jamur. sehingga kini telah banyak ditinggalkan. dengan kata lain agar batang rel tidak meregang atau menyempit. Indonesia memiliki track gauge 1067 mm) agar selalu konstan. merupakan bantalan generasi kedua. Merupakan bantalan yang pertama kali digunakan. Bantalan besi baja: sekitar 45 tahun. terbuat dari batang kayu asli maupun kayu campuran. adalah ukuran lebar trek rel. Ada tiga jenis bantalan. UK: SLEEPERS) Bantalan rel (sleepers) dipasang sebagai landasan dimana batang rel diletakkan dan ditambatkan. Bantalan beton: diperkirakan 60 tahun. Bantalan besi tidak dipasang pada trek yang ter-eletrifikasi maupun pada trek yang menggunakan persinyalan elektrik. Bantalan dipasang melintang dari posisi rel pada jarak antarbantalan maksimal 60 cm. . maupun jembatan karena sifatnya yang lebih elastis daripada bantalan beton. Wijaya Karya (Wika). (3) menumpu batang rel agar tidak melengkung ke bawah saat dilewati rangkaian KA. Namun demikian tetap diperlukan sebagai bantalan rel pada wesel (wesel adalah bagian rel yang dapat digeser-geser untuk memindahkan jalur). Jenis-jenis Bantalan Rel. BANTALAN REL (USA: TIES. lebih awet dari kayu. dan paling banyak digunakan karena lebih kuat. Di Indonesia. dan mampu menahan beban lebih besar daripada dua bantalan lainnya. Berfungsi untuk (1) meletakkan dan menambat batang rel. murah. Menurut perkiraan yang ada. Bantalan kayu yang diawetkan: 25-40 tahun. (2) Bantalan Plat Besi (Steel Sleepers).

Fungsinya untuk menambat/mengaitkan batang rel dengan bantalan yang menjadi tumpuan batang rel tersebut. atau menggunakan tarpon (tirefond)) yang dipasang menggunakan pelat landas. 4. . jembatan. semacam pelat tipis berbahan besi tempat diletakkannya batang rel sekaligus sebagai lubang tempat dipasangnya Penambat (Spike). baut. mur. Namun demikian tetap diperlukan sebagai penambat rel pada bantalan kayu yang dipasang pada jalur wesel. dipasangi Rubber Pad. Ada dua jenis penambat rel. RUBBER PAD). dan sekaligus untuk mentransfer axle load yang diterima dari rel di atasnya ke bantalan yang ada tepat dibawahnya. Pada bantalan kayu maupun besi. CLIPS). sekrup. Penambat kaku misalnya paku rel. tapi berbahan plastik atau karet dan fungsinya hanya sebagai landasan rel. Penambat kaku kini sudah tidak layak digunakan untuk jalan rel dengan frekuensi dan axle load yang tinggi. dan (2) menjaga kelebaran trek (track gauge). beserta penggunaannya pada bantalan. agar (1) batang rel tetap menyatu/terikat pada bantalannya. yakni Penambat Kaku dan Penambat elastis.3. Sedangkan pada bantalan beton. Fungsi plat landas selain sebagai tempat perletakan batang rel dan juga lubang penambat. Umumnya penambat kaku ini digunakan pada jalur kereta api tua. sedangkan lubang/tempat dipasangnya penambat umumnya terpisah dari rubber pad karena telah melekat pada beton. Rubber Pad dan Tie Plate. Karakteristik dari penambat kaku adalah selalu dipasang pada bantalan kayu atau bantalan besi. PENAMBAT REL (SPIKE. PLAT LANDAS (TIE PLATE. di antara batang rel dengan bantalan dipasangi Tie Plate (plat landas). Jenis penambat yang digunakan bergantung kepada jenis bantalan dan tipe batang rel yang digunakan. sama seperti Tie Plate. baik yang masih aktif maupun tidak aktif. juga untuk melindungi permukaan bantalan dari kerusakan karena tindihan batang rel. dan terowongan.

2. Yang digunakan di Indonesia adalah E-Clip.Penambat Kaku Penambat elastis dibuat untuk menghasilkan jalan rel KA yang berkualitas tinggi. meskipun ada juga yang digunakan pada bantalan kayu dan bantalan besi. dan KA Clip. antara lain: 1. DE-Clip. Penambat Pandrol E-Clip produksi Pandrol Inggris Penambat Pandrol Fastclip produksi Pandrol Inggris Penambat Kupu-kupu produksi Vossloh Penambat DE-Clip produksi PT. 3. Pindad Bandung Penambat KA Clip produksi PT. terutama pada bantalan beton. Pindad Bandung. yang biasanya digunakan pada jalan rel KA yang memiliki frekuensi dan axle load yang tinggi. Karena sifatnya yang elastis sehingga mampu mengabsorbsi getaran pada rel saat rangkaian KA melintas. . Selain itu penambat elastis juga dipakai pada rel yang disambungan dengan las termit (istilahnya Continuous Welded Rails. 4. oleh karena itu perjalan KA menjadi lebih nyaman dan dapat mengurangi resiko kerusakan pada rel maupun bantalannya. Penambat elastis inilah yang sekarang banyak digunakan. karena sambungan rel dilas sehingga tidak punya celah pemuaian) karena kemampuannya untuk menahan batang rel agar tidak bergerak secara horizontal saat pemuaian. 5. Berbagai macam penambat elastis.

karena roda KA akan njeglong atau tersandung saat melewati celah pemuaian.jeg-jeg dari bunyi roda KA yang melewati celah pemuaian tersebut. Dengan metode CWR. yang disebut dengan Continuous Welded Rails (CWR). Pada plat tersebut terdapat 4 atau 6 lubang untuk tempat skrup/baut (Bolt) penyambung serta mur-nya (Nut). bisa disiasati dengan memasang rail anchor. BAUT (BOLT). sehingga perlu komponen penyambung berupa plat besi penyambung beserta bautnya.5. sehingga tiap CWR memiliki panjang sekitar 40-100 m. PLAT BESI PENYAMBUNG (FISHPLATE. Pada setiap sambungan rel. tiap 2 sampai 4 potong batang rel dapat dilas menjadi satu rel yang panjang tanpa diberi celah pemuaian. . JOINTBARS). Merupakan plat besi dengan panjang sekitar 50-60 cm. yang berfungsi untuk menyambung dua segmen/potongan batang rel. sehingga saat rangkaian KA lewat akan terdengar bunyi jeg-jeg. CWR biasanya diterapkan pada jalur dengan kecepatan laju KA yang tinggi.. DAN MUR (NUT). Penyambungan rel menggunakan komponen-komponen di atas dikenal sebagai Metode Sambungan Tradisional (Conventional Jointed Rails). Sedangkan dewasa ini telah dikenal metode penyambungan rel dengan Las Termit. Jika penambatnya berupa penambat kaku. terdapat celah pemuaian (Expansion Space). Lalu bagaimana dengan pemuaian batang rel? hal ini dapat disiasati dengan menggunakan penambat elastis yang mampu menahan gerakan pemuaian batang rel (gerakan mendatar dimana batang rel akan meregang saat panas dan menyusut saat dingin). Batang rel biasanya hanya memiliki panjang sekitar 20-25 meter tiap potongnya. karena permukaan rel menjadi lebih rata dan halus sehingga rangkaian KA dapat lewat dengan lebih nyaman.. Penerapan CWR juga mengurangi resiko rusaknya roda KA.

karena fungsinya sama seperti penambat elastis. Rail Anchor .Jointbars dan CWR 6. Rail anchor tidak dipasang pada rel yang ditambat dengan penambat elastic. rail anchor dipasang bersama dengan penambat kaku pada bantalan kayu atau besi. Jadi. Rail anchor digunakan pada rel yang disambung secara CWR. rail anchor dipasang di bawah permukaan batang rel tepat disamping bantalan agar dapat menahan gerakan pemuaian rel. karena pada sambungan CWR tidak terdapat celah pemuaian. Pada gambar di bawah. RAIL ANCHOR Satu lagi komponen trek rel KA yakni rail anchor (anti creep). yakni untuk mencegah gerakan pemuaian batang rel. Fungsinya untuk menahan gerakan pemuaian batang rel.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->