P. 1
askep ARTHRITIS GOUT DAN RHEUMATOID ARTHRITIS

askep ARTHRITIS GOUT DAN RHEUMATOID ARTHRITIS

|Views: 4,539|Likes:
Published by ian
askep ARTHRITIS GOUT, RHEUMATOID ARTHRITIS
askep ARTHRITIS GOUT, RHEUMATOID ARTHRITIS

More info:

Published by: ian on Oct 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/21/2013

pdf

text

original

¡

Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


Æ!FEÆN KLFLFÆVÆIÆN FÆlÆ KLlLN
lLNCÆN CÆNCCFÆN ÑF!KFLJ!KLLLIÆL .
ÆFIEFlIl! CJFI lÆN FELFÑÆIJll ÆFIEFlIl!
MAKALAH
disusun untuk memenuhi tugas mata ajaran Keperawatan Medikal Bedah ÌÌÌ

4leh :
KFlAS SAtTA TFRFSA



PR06RAH STu0l 0 lll KFPFRAwATAt
SFK0lAH Tlt66l llHu KFSFHATAt SAtT0 ß0RR0HFuS
ßAt0ut6

Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


A I
PENDAHULUAN


Latar Belakang Penulisan

Pengetahuan tentang asuhan keperawatan muskul4skeleta makin dibutuhkan
mahasiswa ataupun perawat selaku pemberi pelayan kesehatan Pergeseran tingkat
pendidikan pada dunia keperawatan di Ìnd4nesia menuju ere pr41esi4nalisasi menjadikan
asuhan keperawatan pada p4la asuhan per sistem Perkembangan asuhan keperawatan
sistem musk4skeletal sendiri sejak lama tidak lepas dari bedah 4rt4pedi, suatu disiplin ilmu
dari bagian medis yang di Ìnd4nesia sekarang ini masih belum dikenal luas 4leh masyarakat
Hal ini disebabkan 4leh keadaan masih adanya pereanan yang cukup besar dari ahli urut
tulang (khususnya di daerah), yaitu lebih dari 25% klien ber4bat ke ahli urut tulang/dukun
patah tanpa memnadang derajat s4sial dan pendidikan dan umumnya datang ke rumah sakit
setelah timbul penyulit atau penyakit sudah dalam stadium lanjut Untuk mengantisipasi
masalah tersebut, salah satu 1ungsi dari peranan perawat adalah mens4sialisasikan pada
masyarakat umum guna mencegah/menghindari hal-hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi
Oleh karena itu, kami menyusun makalah yang berjudul "Asuhan Keperawatan Pada
Klien dengan Gangguan Muskul4skeletal: G4ut dan Rheumat4id Arthritis" Dengan harapan
sebagai perawat kita mampu memahami k4nsep penyakit yang dialami klien dengan
gangguan sistem Muskul4skeletal, khususnya G4ut dan Rheumat4id Arthristis, sehingga kita
pun mampu memberi asuhan keperawatan yang tepat dan k4ntrahensi1, yang meliputi
pengenalan k4nsep anat4mi 1isi4l4gi, dan pat41isi4l4gi sistem muskul4skeletal, pengkajian
untuk menegakkan masalah keperawatan, perencanaan dan tindakan keperawatan, sampai
mengevaluasi hasil asuhan keperawatan pada masalah sistem muskul4skeletal

2 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan yang ingin dicapai :
a Tujuan umum
Diharapkan agar Mahasiswa/i tingkat ÌÌ Pr4gram Studi D ÌÌÌ Keperawatan, mampu
memahami tentang k4nsep asuhan keperawatan pada klien dengan Arthritis Gu4t dan
Rheumat4id Arthritis





Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


b Tujuan khusus
Mahasiswa dapat memahami anat4mi dan 1isi4l4gi system muscul4skeletal
Mahasiswa dapat mengetahui k4nsep penyakit arthritis g4ut
Mahasiswa dapat mengerti tentang k4nsep asuhan keperawatan pada klien dengan
arthritis g4ut
Mahasiswa dapat mengetahui k4nsep penyakit rheumat4id arthritis
mahasiswa dapat mengerti tentang k4nsep asuhan keperawatan pada klien dengan
rheumat4id arthritis
Mahasiswa dapat mengaplikasikan k4nsep asuhan keperawatan pada klien dengan
gangguan sistem muskul4skeletal : Arthritis Gu4t dan Rheumat4id Arthritis

Met4de Penulisan
Dalam menyusun makalah ini, penulis mengunakan met4de deskripti1 yaitu dengan
mengumpulkan data-data yang diambil dari sumber buku perpustakaan, diskusi kel4mp4k,
serta k4nsultasi dengan d4sen pembimbing

Sistematika penulisan
Dalam penyusunan makalah ini, penulis membagi dalam tiga bab, yaitu BAB Ì
Pendahuluan yang berisi: latar belakang penulisan, tujuan penulisan, met4de penulisan,
sistematika penulisan BAB ÌÌ Tinjauan Te4ritis yang berisi : anat4mi 1isi4l4gi sistem
muskul4skeletal, k4nsep penyakit arthritis g4ut, k4nsep asuhan keperawatan pada klien
dengan arthritis gu4t, k4nsep penyakit rheumat4id arthritis, dan k4nsep asuhan
keperawatan pada klien dengan rheumat4id arthritis BAB ÌÌÌ Penutup berisi: kesimpulan
dan saran















Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


A II
TINJAUAN TEORETIS



2.1 ANATOMI FISIOLOGI SISTEM MUSKULOSKELETAL
Anat4mi Fisi4l4gi Rangka
Muskul4skeletal berasal dari kata muscle (4t4t) dan skeletal (tulang) Rangka
(skeletal) merupakan bagian tubuh yang terdiri dari tulang, sendi dan tulang rawan
(kartilag4), sebagai tempat menempelnya 4t4t dan memungkinkan tubuh untuk
mempertahankan sikap dan p4sisi


Gambar : tulang pada tubuh manusia
(hLLpť//kerzLŦfllesŦwordpressŦcom/2009/02/normalŦalf)


Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


Rangka manusia dewasa tersusun dari tulang ÷ tulang (sekitar 206 tulang ) yang
membentuk suatu kerangka tubuh yang k4k4h Walaupun rangka terutama tersusun
dari tulang, rangka di sebagian tempat dilengkapi dengan kartilag4 Rangka
dig4l4ngkan menjadi rangka aksial, rangka apendikular, dan persendian

a Rangka aksial, melindungi 4rgan-4rgan pada kepala, leher, dan t4rs4
K4lumna vertebra
2 Tengk4rak
Tulang cranial : menutupi dan melindungi 4tak dan 4rgan-4rgan panca indera
Tulang wajah : memberikan bentuk pada muka dan berisi gigi
Tulang audit4ri : terlihat dalam transmisi suara
Tulang hy4id : yang menjaga lidah dan laring
b Rangka apendikular, tulang yang membentuk lengan tungkai dan tulang pect4ral
serta t4nj4lan pelvis yang menjadi tempat melekatnya lengan dan tungkai pada
rangkai aksial
c Persendian, adalah artikulasi dari dua tulang atau lebih
Fungsi Sistem Rangka :
Tulang sebagai penyangga (pen4pang); berdirinya tubuh, tempat melekatnya
ligamen-ligamen, 4t4t, jaringan lunak dan 4rgan, juga memberi bentuk pada
tubuh
2 Pergerakan ; dapat mengubah arah dan kekuatan 4t4t rangka saat bergerak,
adanya persendian
Melindungi 4rgan-4rgan halus dan lunak yang ada dalam tubuh
Pembentukan sel darah (hemat4p4esis / red marr4w)
5 Tempat penyimpanan mineral (kalium dan 14s1at) dan lipid (yell4w marr4w)

Menurut bentuknya tulang dibagi menjadi , yaitu :
Tulang panjang, terdapat dalam tulang paha, tulang lengan atas
Tulang pendek (carpals) bentuknya tidak tetap dan didalamnya terdiri dari tulang
karang, bagian luas terdiri dari tulang padat
Tulang ceper yang terdapat pada tulang tengk4rak yang terdiri dari 2 tulang
karang di sebelah dalam dan tulang padat disebelah luar
Bentuk yang tidak beraturan (vertebra) sama seperti tulang pendek

Struktur Tulang
Dilihat dari bentuknya tulang dapat dibagi menjadi tulang pendek, panjang, tulang
berbentuk rata (1lat) dan tulang dengan bentuk tidak beraturan Terdapat juga tulang
yang berkembang didalam tend4n misalnya tulang patella (tulang sessam4id) Semua

Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


tulang memiliki sp4nge tetapi akan bervariasi dari kuantitasnyaBagian tulang tumbuh
secara l4ngitudinal,bagian tengah disebut epiphyse yang berbatasan dengan
metaphysic yang berbentuk silinder
'askularisasi Tulang merupakan bagian yang kaya akan vaskuler dengan t4tal
aliran sekitar 200-00 cc/menitSetiap tulang memiliki arteri menyuplai darah yang
membawa nutrient masuk di dekat pertengahan tulang kemudian bercabang ke atas
dan ke bawah menjadi pembuluh darah mikr4sk4pis, pembuluh ini menyuplai k4rteks,
m4rr4w, dan sistem harvest
!0rsarafan Serabut syara1 simpatik dan a11erent (sens4rik) mempersara1i tulang
dilatasi kapiler dan di c4ntr4l 4leh sara1 simpatis sementara serabut syara1 e11erent
menstramisikan rangsangan nyeri
Pertumbuhan dan Metab4lisme Tulang
Setelah pubertas tulang mencapai kematangan dan pertumbuhan maksimal
Tulang merupakan jaringan yang dinamis walaupun demikian pertumbuhan yang
seimbang pembentukan dan penghancuran hanya berlangsung hanya sampai usia 5
tahun Tahun ÷tahun berikutnya rebs4rbsi tulang mengalami percepatan sehigga tulang
mengalami penurunan massanya dan menjadi rentan terhadap injuryPertumbuhan dan
metab4lisme tulang di pengaruhi 4leh mineral dan h4rm4ne sebagai berikut :
O Kalsium dan Fosfor Tulang mengandung 99% kalsium dan 90% 14s14r K4nsentrasi
ini selalu di pelihara dalam hubungan terbalik Apabila kadar kalsium meningkat
maka kadar 14s14r akan berkurang, ketika kadar kalsium dan kadar 14s14r berubah,
calsit4nin dan PTH bekerja untuk memelihara keseimbangan
O Calsitonin di pr4duksi 4leh kelenjar tir4id memiliki aksi dalam menurunkan kadar
kalsium jika sekresi meningkat di atas n4rmal Menghambat reabs4rbsi tulang dan
meningkatkan sekresi 14s14r 4leh ginjal bila di perlukan
O 'it. D. dipr4duksi 4leh tubuh dan di trasp4rtasikan ke dalam darah untuk
meningkatkan reabs4rbsi kalsium dan 14s14r dari usus halus, juga memberi
kesempatan untuk akti1asi PHT dalam melepas kalsium dari tulang

Pr4ses Pembentukan Tulang
Pada bentuk alamiahnya, vitamin D di pr4leh dari radiasi sinar ultravi4let matahari
dan beberapa jenis makanan Dalam k4mbinasi denagan kalsium dan 14s14r, vitamin ini
penting untuk pembentukan tulang
Vitamin D sebenarnya merupakan kumpulan vitamin-vitamin, termasuk vitamin D2
dan D Substansi yang terjadi secara alamiah ialah D (k4lekalsi1er4l), yang dihasilkan
4lehaki1itas 14t4 kimia pada kulit ketika dikenai sinar ultravi4let matahari D pada kulit
atau makanan diwa ke (liver b4und) untuk sebuah al1a ÷ gl4bulin sebagai
transcalsi1erin,sebagaian substansi diubah menjadi 25 dihidr4ksi k4lekalsi1er4n atau

Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


kalsitri4l Calcidi4l kemudian dialirkan ke ginjal untuk trans14rmasi ke dalam
metab4lisme vitamin D akti1 may4r, ,25 dihydr4ych4 lekalci1er4l atau calcitri4l
Banyaknya kalsitri4l yang di pr4duksi diatur 4leh h4rm4ne parathyr4id (PTH) dan kadar
14s1at di dalam darah, bentuk in4rganic dari 14s14r penambahan pr4duksi kalsitri4l
terjadi bila kalsitri4l meningkat dalam PTH atau pengurangan kadar 14s1at dalam cairan
darah
Kalsitri4l dibutuhkan untuk penyerapan kalsium 4leh usus secara 4ptimal dan
bekerja dalam k4mbinasi dengan PTH untuk membantu pengaturan kalsium darah
Akibatnya, kalsitri4l atau pengurangan vitamin D dihasilkan karena pengurangan
penyerapan kalsium dari usus, dimana pada gilirannya mengakibatka stimulasi PHT
dan pengurangan,baik itu kadar 14s1at maupun kalsium dalam darah
O Hormon parathyroid. Saat kadar kalsium dalam serum menurun sekresi h4rm4ne
parathyr4id akan meningkat akti1asi 4ste4clct dalam menyalurkan kalsium ke dalam
darah lebih lanjutnya h4rm4ne ini menurunkan hasil ekskresi kalsium melalui ginjal
dan mem1asilitasi abs4rbsi kalsium dari usus kecil dan sebaliknya
O Growth hormon0 bertanggung jawab dalam peningkatan panjang tulang dan
penentuan matriks tulang yang dibentuk pada masa sebelum pubertas
O Glukokortikoid mengatur metab4lism pr4tein Ketika diperlukan h4rm4ne ini dapat
meningkat atau menurunkan katab4lisme untuk mengurangi atau meningkatkan
matriks 4rganic Tulang ini juga membantu dalam regulasi abs4rbsi kalsium dan
14s14r dari usus kecil
O S0ks hormon0 estr4gen menstimulasi akti1itas 4ste4balstik dan menghambat
h4rm4ne paratir4id Ketika kadar estr4gen menurun seperti pada masa men4pause,
wanita sangat rentan terjadinya massa tulang (4ste4p4r4sis)

Persendian
Persendian dapat diklasi1ikasikan menurut struktur (berdasarkan ada tidaknya
r4ngga persendian diantara tulang-tulang yang beratikulasi dan jenis jaringan ikat yang
berhubungan dengan paersendian tersebut) dan menurut 1ungsi persendian
(berdasarkan jumlah gerakan yang mungkin dilakukan pada persendian)






Gambar Sendi
(hLLpť//wwwŦeŴdukaslŦneL/mapok/mp_flles/mp_376/lmaaes/hal14aŦ[pa)

Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


Klasi1ikasi struktural persendian :
Persendian 1ibr4sa
Persendian kartilag4
Persendian syn4vial

Klasi1ikasi 1ungsi4nal persendian :
Sendi Sinartr4sis atau Sendi Mati
Secara structural, persendian ii dibungkus dengan jaringan ikat 1ibr4sa atau
kartilag4
Am1iartr4sis
Sendi dengan pergerakan terbatas yang memungkinkan terjadinya sedikit
gerakan sebagai resp4n terhadap t4rsi dan k4mpresi
Diartr4sis
Sendi ini dapat bergerak bebas,disebut juga sendi sin4vialSendi ini memiliki
r4ngga sendi yang berisi cairan sin4vial,suatu kapsul sendi yang menyambung
kedua tulang, dan ujung tilang pada sendi sin4vial dilapisi kartilag4 artikular

Klasi1ikasi persendian sin4vial :
Sendi s1en4idal : memungkinkan rentang gerak yang lebih besar,menuju ke tiga
arah C4nt4h : sendi panggul dan sendi bahu
Sendi engsel : memungkinkan gerakan ke satu arah saja C4nt4h : persendian
pada lutut dan siku
Sendi kisar : memungkinkan terjadinya r4tasi di sekitar aksis sentralC4nt4h :
persendian antara bagian kepala pr4imal tulang radius dan ulna
Persendian k4ndil4id : memungkinkan gerakan ke dua arah di sudut kanan setiap
tulang C4nt4h : sendi antara tulang radius dan tulang karpal
Sendi pelana : C4nt4h : ibu jari
Sendi peluru : memungkinkan gerakan meluncur antara satu tulang dengan
tulang lainnya C4nt4h : persendian intervertebra

2 Anat4mi Fisi4l4gi Ot4t
Ot4t (muscle) adalah jaringan tubuh yang ber1ungsi mengubah energi kimia
menjadi kerja mekanik sebagai resp4n tubuh terhadap perubahan lingkungannya
Jaringan 4t4t, yang mencapai 0% -50% berat tubuh,pada umumnya tersusun dari sel-
sel k4ntraktil yang serabut 4t4t Melalui k4ntraksi, sel-sel 4t4t menghasilkan pergerakan
dan melakukan pekerjaan



Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


Fungsi sistem Muskular
Pergerakan
Pen4pang tubuh dan mempertahankan p4stur
Pr4duksi panas
Ciri-ciri 4t4t
K4ntraktilitas
Eksitabilitas
Ekstensibilitas
Elastisitas
Klasi1ikasi Jaringan Ot4t
Ot4t diklasi1ikasikan secara structural berdasarkan ada tidaknya striasi silang
(lurik), dan secara 1ungsi4nal berdasarkan kendali k4nstruksinya,v4lunteer (sadar)
atau inv4lunter (tidak sadar), dan juga berdasarkan l4kasi,seperti 4t4t jantung, yang
hanya ditemukan di jantung
Jenis-jenis Ot4t
Ot4t rangka adalah 4t4t lurik,v4lunter, dan melekat pada rangka
Ot4t p4l4s adalah 4t4t tidak berlurik dan inv4lunter Jenis 4t4t ini dapat ditemukan
pada dinding 4rgan ber4ngga seperti kandung kemih dan uterus, serta pada
dinding tuba, seperti pada sistem respirat4rik, pencernaan,repr4duksi, urinarius,
dan sistem sirkulasi darah
Ot4t jantung adalah 4t4t lurik,inv4lunter, dan hanya ditemukan pada jantung














Gambar Ot4t pada tubuh manusia
¡o
Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


2.2 ARTHRITIS GOUT

A PENGERTÌAN

G4ut adalah penyakit meteb4lik yang ditandai dengan penumpukan asam urat yang
nyeri pada tulang sendi, sangat sering ditemukan pada kaki bagian atas,
pergelangan dan kaki bagian tengah (Merkie, Carrie 2005)
G4ut merupakan penyakit metab4lic yang ditandai 4leh penumpukan asam urat
yang menyebabkan nyeri pada sendi (M4reau, David 2005;07)
G4ut merupakan kel4mp4k keadaan heter4gen4us yang berhubungan dengan de1ek
genetic pada metab4lism purin atau hiperuricemia (Brunner & Suddarth
200;0)
Artritis pirai (g4ut) merupakan suatu sindr4m klinik sebagai dep4sit kristal asam urat
di daerah persendian yang menyebabkan terjadinya serangan in1lamasi akut
(http://den1irmanbl4gsp4tc4m/2009/09/nepr4litiasishtml)
Jadi, G4ut atau sering disebut "asam urat¨ adalah suatu penyakit metab4lik dimana
tubuh tidak dapat meng4ntr4l asam urat sehingga terjadi penumpukan asam urat
yang menyebabkan rasa nyeri pada tulang dan sendi (Kesimpulan Kel4mp4k)










Gbr T41i
Gambar : g4ut
(hLLpť//[oa[aflsloŦfllesŦwordpressŦcom/2009/06/aouLŦ[pa)






¡¡
Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


B ETÌOLOGÌ
Penyebab utama terjadinya g4ut adalah karena adanya dep4sit / penimbunan kristal
asam urat dalam sendi Penimbunan asam urat sering terjadi pada penyakit dengan
metab4lisme asam urat abn4rmal dan Kelainan metab4lik dalam pembentukan purin
dan ekskresi asam urat yang kurang dari ginjal
Beberapa 1act4r lain yang mendukung, seperti :
O Fakt4r genetik seperti gangguan metab4lisme purin yang menyebabkan asam urat
berlebihan (hiperuricemia), retensi asam urat, atau keduanya
O Penyebab sekunder yaitu akibat 4besitas, diabetes mellitus, hipertensi, gangguan
ginjal yang akan menyebabkan :
Ŵ Pemecahan asam yang dapat menyebabkan hiperuricemia
Ŵ Karena penggunaan 4bat-4batan yang menurunkan ekskresi asam urat seperti :
aspirin, diuretic, lev4d4pa, diaz4ksid, asam nik4tinat, aseta z4lamid dan etambut4l

C ÌNSÌDEN
95% penderita G4ut ditemukan pada pria G4ut sering menyerang wanita p4st
men4p4use usia 50 ÷ 60 tahun Juga dapat menyerang laki-laki usia pubertas dan atau
usia di atas 0 tahun Penyakit ini paling sering mengenai sendi metatrs41alangeal, ibu jari
kaki, sendi lutut dan pergelangan kaki

D PATOFÌSÌOLOGÌ
Adanya gangguan metab4lisme purin dalam tubuh, intake bahan yang mengandung
asam urat tinggi, dan sistem ekskresi asam urat yang tidak adequat akan menghasilkan
akumulasi asam urat yang berlebihan di dalam plasma darah (Hiperurecemia), sehingga
mengakibatkan kristal asam urat menumpuk dalam tubuh Penimbunan ini menimbulkan
iritasi l4kal dan menimbulkan resp4n in1lamasi
Hiperurecemia merupakan hasil :
Meningkatnya pr4duksi asam urat akibat metab4lisme purine abn4rmal
Menurunnya ekskresi asam urat
K4mbinasi keduanya
Saat asam urat menjadi bertumpuk dalam darah dan cairan tubuh lain, maka asam
urat tersebut akan mengkristal dan akan membentuk garam-garam urat yang akan
berakumulasi atau menumpuk di jaringan k4nectiv diseluruh tubuh, penumpukan ini
disebut tofi Adanya kristal akan memicu resp4n in1lamasi akut dan netr41il melepaskan
lis4s4mnya Lis4s4m tidak hanya merusak jaringan, tapi juga menyebabkan in1lamasi

¡
Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


Pada penyakit g4ut akut tidak ada gejala-gejala yang timbul Serum urat maningkat
tapi tidak akan menimbulkan gejala Lama kelamaan penyakit ini akan menyebabkan
hipertensi karena adanya penumpukan asam urat pada ginjal
Serangan akut pertama biasanya sangat sakit dan cepat memuncak Serangan ini
meliputi hanya satu tulang sendi Serangan pertama ini sangat nyeri yang menyebabkan
tulang sendi menjadi lunak dan terasa panas, merah Tulang sendi metatars4phalangeal
biasanya yang paling pertama terin1lamasi, kemudian mata kaki, tumit, lutut, dan tulang
sendi pinggang Kadang-kadang gejalanya disertai dengan demam ringan Biasanya
berlangsung cepat tetapi cenderung berulang dan dengan interval yang tidak teratur
Peri4de intercritical adalah peri4de dimana tidak ada gejala selama serangan g4ut
Kebanyakan pasien mengalami serangan kedua pada bulan ke-6 sampai 2 tahun setelah
serangan pertama Serangan berikutnya disebut dengan p4lyarticular yang tanpa kecuali
menyerang tulang sendi kaki maupun lengan yang biasanya disertai dengan demam
Tahap akhir serangan g4ut atau g4ut kr4nik ditandai dengan p4lyarthritis yang
berlangsung sakit dengan t41i yang besar pada kartilag4, membrane syn4vial, tend4n dan
jaringan halus T41i terbentuk di jari, tangan, lutut, kaki, ulnar, helices pada telinga, tend4n
achiles dan 4rgan internal seperti ginjal Kulit luar mengalami ulcerasi dan mengeluarkan
pengapuran, eksudat yang terdiri dari Kristal asam urat




















¡
Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø




eneLlk Sekresl asam uraL berkurana Þroduksl asam uraL ƽƽ

anaauan meLabollsm purln



Plperurlsemla Ǝ seranaan slnovlLls
AkuL berulanaŴulana

Þenlmbunan krlsLal uraL
MonohldraL monosodlum

Þenlmbunan asam uraL dl korLeks Ǝ Þenlmbunan krlsLal pada membran svnovlal
reaksl lnflamasl pada aln[al Ǝ Lulana rawan arLlkular

1er[adl hlllnlsasl Ǝ flbrosls pada alomerulus Lrosl Lulana rawanţ pollferasl svnovlal Ǝ
pembenLukan panus
ÞlelonefrlLlsţ sklerosls arLerlola
aLau nefrlLls kronls ueaenerasl Lulana rawan sendl

1erbenLuk baLu Ǝ asam uraLţ kţ 1erbenLuk Lofus serLa flbrosls Ǝ
PlperLenslţ Ǝ sklerosls ankllosls pada Lulana

Þerubahan benLuk Lubuh
pada Lulana Ǝ sendl


an konsep dlrlţ clLra dlrl anŦ Þola 1ldur
PambaLan moblllLas
flslk
nverl
aouL
Path41l4w Diagram
¡
Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


E TANDA DAN GEJALA
Nyeri tulang sendi
Kemerahan dan bengkak pada tulang sendi
T41i pada ibu jari, mata kaki dan pinna telinga
Peningkatan suhu tubuh
Gangguan akut :
4 Nyeri hebat
4 Bengkak dan berlangsung
cepat pada sendi yang
terserang
4 Sakit kepala
4 Demam



Gangguan kr4nis :
4 Serangan akut
4 Hiperurisemia yang tidak
di4bati
4 Terdapat nyeri dan pegal
4 Pembengkakan sendi
membentuk n4duler yang
disebut t41i (penumpukan
m4n4s4dium urat dalam
jaringan)

F PENATALAKSANAAN
Tujuan : untuk mengakhiri serangan akut secepat mungkin, mencegah serangan berulang,
dan pencegahan k4mplikasi
Peng4batan serangan akut dengan C4lchicine 0,6 mg (pemberian 4ral),
C4lchicine ,0-,0 mg (dalam NaCl intravena), phenilbutaz4ne,
Ìnd4methacin
Sendi diistirahatkan (im4bilisasi pasien)
K4mpres dingin
Diet rendah purin
Terapi 1armak4l4gi (Analgesic dan antipiretik)
C4lchicines (4ral/ÌV) tiap jam sekali untuk mencegah 1ag4sit4sis dari
Kristal asam urat 4leh netr41il sampai nyeri berkurang
N4nster4id, 4bat-4batan anti in1lamasi (NSAÌD) untuk nyeri dan in1lamasi
All4purin4l untuk menekan atau meng4ntr4l tingkat asam urat dan untuk
mencegah serangan
Uric4suric (Pr4benecid dan Sul1inpyraz4ne) untuk meningkatkan ekskresi
asam urat dan menghambat akumulasi asam urat (jumlahnya dibatasi pada
pasien dengan gagal ginjal)
Terapi pencegahan dengan meningkatkan ekskresi asam urat menggunakan
pr4benezid 0,5 g/hari atau sul1inpyraz4ne (Anturane) pada pasien yang tidak
tahan terhadap benemid atau menurunkan pembentukan asam urat dengan
All4purin4l 00 mg 2 kali/hari
¡
Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


G KOMPLÌKASÌ
4 Er4si, de14rmitas dan ketidakmampuan aktivitas karena in1lamasi kr4nis dan t41i yang
menyebabkan degenerasi sendi
4 Hipertensi dan albuminuria
4 Kerusakan tubuler ginjal yang menyebabkan gagal ginjal kr4nik

H PENCEGAHAN
4 Pembatasan purin : Hindari makanan yang mengandung purin yaitu : Jer4an (jantung,
hati, lidah ginjal, usus), Sarden, Kerang, Ìkan herring, Kacang-kacangan, Bayam,
Udang, Daun melinj4
4 Kal4ri sesuai kebutuhan : Jumlah asupan kal4ri harus benar disesuaikan dengan
kebutuhan tubuh berdasarkan pada tinggi dan berat badan Penderita gangguan asam
urat yang kelebihan berat badan, berat badannya harus diturunkan dengan tetap
memperhatikan jumlah k4nsumsi kal4ri Asupan kal4ri yang terlalu sedikit juga bisa
meningkatkan kadar asam urat karena adanya badan ket4n yang akan mengurangi
pengeluaran asam urat melalui urine
4 Tinggi karb4hidrat : Karb4hidrat k4mpleks seperti nasi, singk4ng, r4ti dan ubi sangat
baik dik4nsumsi 4leh penderita gangguan asam urat karena akan meningkatkan
pengeluaran asam urat melalui urine
4 Rendah pr4tein : Pr4tein terutama yang berasal dari hewan dapat meningkatkan kadar
asam urat dalam darah Sumber makanan yang mengandung pr4tein hewani dalam
jumlah yang tinggi, misalnya hati, ginjal, 4tak, paru dan limpa
4 Rendah lemak : Lemak dapat menghambat ekskresi asam urat melalui urin Makanan
yang dig4reng, bersantan, serta margarine dan mentega sebaiknya dihindari K4nsumsi
lemak sebaiknya sebanyak 5 persen dari t4tal kal4ri
4 Tinggi cairan : Selain dari minuman, cairan bisa diper4leh melalui buah-buahan segar
yang mengandung banyak air Buah-buahan yang disarankan adalah semangka,
mel4n, blewah, nanas, belimbing manis, dan jambu air Selain buah-buahan tersebut,
buah-buahan yang lain juga b4leh dik4nsumsi karena buah-buahan sangat sedikit
mengandung purin Buah-buahan yang sebaiknya dihindari adalah alpukat dan durian,
karena keduanya mempunyai kandungan lemak yang tinggi
4 Tanpa alk4h4l : Berdasarkan penelitian diketahui bahwa kadar asam urat mereka yang
meng4nsumsi alk4h4l lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak meng4nsumsi
alk4h4l Hal ini adalah karena alk4h4l akan meningkatkan asam laktat plasma Asam
laktat ini akan menghambat pengeluaran asam urat dari tubuh




¡
Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN ARTHRITIS GOUT
I. Pengkajian
Pengumpulan data klien, baik subjekti1 ataupun 4bjekti1 melalui anamnesis riwayat
penyakit, pengkajian psik4s4sial, pemeriksaan 1isik, dan pemeriksaan diagn4stik
Anamnesis
O Ìdentitas
Meliputi nama, jenis jenis kelamin ( lebih sering pada pria daripada wanita ), usia (
terutama pada usia 0- 0), alamat, agama, bahasa yang digunakan, status
perkawinan, pendidikan, pekerjaan, asuransi kesehatan, g4l4ngan darah, n4m4r
register, tanggal masuk rumah sakit, dan diagn4sis medis
Pada umumnya keluhan utama pada kasus g4ut adalah nyeri pada sendi
metatars41alangeal ibu jari kaki kemudian serangan bersi1at p4li ÷ artikular G4ut
biasanya mengenai satu atau beberapa sendi Untuk memeper4leh pengkajian
yang lengkap tentang nyeri klien, perawat dapat menggunakan met4de PQRST
4 Pr4v4king Ìncident : hal yang menjadi 1act4r presipitasi nyeri adalah gangguan
metab4lism pur4in yang ditandai dengan hiperurisemia dan serangan sin4vitis
akut berulang
4 Quality 41 pain: nyeri yang dirasakan bersi1at menusuk
4 Regi4n, Radiati4n, Relie1: Nyeri pada sendi metatars41alangeal ibu jari kaki
4 Severity (Scale) 41 pain: Nyeri yangdirasakan antara - pada rentang
pengukuran 0- Tidak ada hubungan antara beratnya nyeri dan luas
kerusakan yang terlihat pada pemeriksaan radi4l4gi
4 Time: Berapa lama nyeri berlangsung, kapan, apakah bertambah buruk pada
malam hari atau siang hari
O Riwayat Penyakit Sekarang
Pengumpulan data dilakukan sejak munculnya keluhan dan secara umum
mencakup awitan gejala dan bagaimana gejala tersebut berkembang Penting
ditanyakan berapa lama pemakaian 4bat analgesic, al4purin4l
O Riwayat Penyakit dahulu
Pada pengkajian ini, ditemukan kemungkinan penyebab yang mendukung
terjadinya g4ut (mis: penyakit gagal ginjal kr4nis, leukemia, hiperparatir4idisme)
Masalah lain yang perlu ditanyakan adalah pernahkah klien dirawat dengan
masalah yang sama Kaji adanya pemakaian alc4h4l yang berlebihan,
penggunaan 4bat diuretik
O Riwayat penyakit keluarga
Kaji adanya keluarga dari generasi terdahulu yang mempunyai keluhan yang sama
dengan klien karena klien g4ut dipengaruhi 4leh 1act4r genetic Ada pr4duksi/
sekresi asam urat yang berlebihan dan tidak diketahui penyebabnya
¡
Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø



O Riwayat psik4s4sial
Kaji resp4n em4si klien terhadap penyakit yang dideritanya dan peran klien dalam
keluarga dan masyarakat Resp4ns didapat meliputi adanya kecemasan individu
dengan rentang variasi tingkat kecemasan yang berbeda dan berhubungan erat
dengan adanya sensasi nyeri, hambatan m4bilitas 1isik akibat resp4n nyeri, dan
ketidaktahuan akan pr4gram peng4batan dan pr4gn4sis penyakit dan peningkatan
asam urat pada sirkulasi Adanya perubahan peran dalam keluarga akibat adanya
nyeri dan hambatan m4bilitas 1isik memberikan resp4n trhadap k4nsep diri yang
maladapti1

2 Pemeriksaan 1isik dibagi menjadi dua yaitu pemeriksaan umum dan pemeriksaan
setempat
O B (Breathing)
Ìnspeksi: bila tidak melibatkan system perna1asan, biasanya ditemukan
kesimetrisan r4ngga dada, klien tidak sesak na1as, tidak ada penggunaan 4t4t
bantu perna1asan
Palpasi : Taktil 1remitus seimbang kanan dan kiri
Perkusi : Suara res4nan pada seluruh lapang paru
Auskultasi : Suara na1ashilang/ melemah pada sisi yang sakit, biasanya
didapatkan suara r4nki atau mengi
O B2 (Bl44d)
Pengisian kapiler kurang dari detik, sering ditemukan keringat dingin dan pusing
karena nyeri Suara S dan S2 tunggal
O B(Brain)
Kepala dan wajah : Ada sian4sis
Mata : Sklera biasanya tidak ikterik, k4njungtiva anemis pada
kasus e1usi pleura hem4ragi kr4nis
Leher : Biasanya JVP dalam batas n4rmal
O B (Bladder)
Pr4duksi urine biasanya dalam batas n4rmal dan tidak ada keluhan pada system
perkemihan, kecuali penyakit g4ut sudah mengalami k4mplikasi ke ginjal berupa
piel4ne1ritis, batu asam urat, dan gagal ginjal kr4nik yang akan menimbulkan
perubahan 1ungsi pada system ini
O B5 (B4wel)
Kebutuhan elimknasi pada kasus g4ut tidak ada gangguan, tetapi tetap perlu dikaji
1rekuensi, k4nsistensi, warna, serta bau 1eses Selain itu, perlu dikaji 1rekuensi,
kepekatan, warna, bau, dan jumlah urine Klien biasanya mual, mengalami nyeri
¡
Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


lambung Dan tidak na1su makan, terutama klien yang memakan 4bat alnagesik
dan antihiperurisemia
O B6 ( B4ne ) Pada pengkajian ini di temukan:
4 L44k Keluhan nyeri sendi yang meryp4akan keluhan utama yang mend4r4ng
klien mencari pert4l4ngan (meskipun mungkin sebelumnya sendi sudah kaku
dan berubah bentuknya) Nyeri biasanya bertambah dengan gerakan dan
sedikit berkurang dengan istirahat Beberapa gerakan tertentu kadang
menimbulkan nyeri yang lebih dibandingkan dengan gerakan yang lain
De14rmitas sendi (pembentukan t41us) terjadi dengan temuan salah satu sendi
pergelangan kaki secara perlahan membesar
4 Feel Ada nyeri tekan pda sendi kaki yang membengkak
4 M4ve Hambatan gerak sendi biasanya seamkin bertambah berat

Pemeriksaan diasn4stik Gambaran radi4l4gis pada stadium dini terlihat perubahan
yang berarti dan mungkin terlihat 4ste4p4r4sis yang ringan Pada kasus lebih lanju,
terlhat er4si tulang seperti lubang-lubang kecil (punch 4ut)

II. Diagnosa Keperawatan
Nyeri sendi b d peradangan sendi, penimbunan kristal pada membrane sin4via, tulang
rawan artikular, er4si tulang rawan, pr4li1era sin4via dan pembentukan panus
2 Hambatan m4bilisasi 1isik b d penurunaan rentang gerak, kelemahan 4t4t, pada
gerakan, dan kekakuan pada sendi kaki sekunder akibat er4si tulang rawan, pr4l41erasi
sin4via, dan pembentukan panus
Gangguan citra diri b d perubahan bentuk kaki dan terbenuknya t41us
Perubahan p4la tidur bd nyeri

















¡
Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


III. Rencana Dan ImpIementasi Keperawatan

Dk. I : Nyeri sendi b. d peradangan sendi, penimbunan Kristal pada membrane
sinovia, tulang rawan arikular, erosi tulang rawan, prolifera sinovia dan
pembentukan panus.
Tujuan keperawatan : Nyeri berkurang, hilang, teratasi
Kriteria hasil :
4 Klien melap4rkan penelusuran nyeri
4 menunjukan perilaku yang lebiih rileks
4 memperagakan keterampilan reduksi nyeri
4 Skala nyeri 0 ÷ atau teratasi
ÌNTERVENSÌ RASÌONAL
MANDÌRÌ
O Kaji l4kasi, intensitas,an tipe nyeri
Observasi kemajuan nyeri ke daerah
yang baru Kaji nyeri dengan skala0 ÷

O Bantu klien dalam mengidenti1ikasi
1act4r pencetus
O Jelaskan dan bantu klien terkait dengan
tindakan pereda nyeri n4n1amak4l4gi
dan n4n ÷ invasi1

O Ajarkan relaksasi: teknik terkait
ketegangan 4t4t rangka yang dapat
mengurangi intensitas nyeri

O Ajarkan met4de distraksi selama nyeri
akut
O Tingkatkan pengetahuaan tentang
penyebab nyeri dan hubungan dengan
berapa lama nyeri akan berlangsung

O Hindarkan klien meminum alc4h4l,
ka1ein, dan 4bat diuretik


KOLABORASÌ
O K4lab4rasi dengan tim medis untuk
pemberian al4purin4l

O Nyeri merupakan resp4n subjekti1
yangbdapat dikaji dengan menggunakan
skala nyeri Klien melap4rkan nyeri
biasanya di atas tingkat cedera
O Nyeri dipengaruhi 4leh kecemasan dan
peradangan pada sendi
O Pendekatan dengan menggunakan
relaksasi dan 1armak4l4gilain
menunjukan kee1ekti1an dalam
mengurangi nyeri
O Akan melancarkan peredaran darah
sehingga kebutuhan 4ksigen pada
jaringan terpenuhi dan mengurangi
nyeri
O Mengalikan perhatian klien terhadap
nyeri ke hal yang menyenangkan
O pegetahuan tersebut membatu
mengurangi nyeri dan dapat
menbatumeningkatkan kepatuhan klien
terhadap rencana terapeutik
O pemakaian alk4h4l, ka1ein, dan 4bat-
4batan diuretik akan menambah
peningkatan kadar asam urat dalam
serum

O Al4purin4l menghambat bi4sentesis
asam urat sehingga menurunkan kadar
asam urat serum





o
Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


Dk. II : Hambatan mobilisasi fisik b. d penurunaan rentang gerak, kelemahan otot, pada
gerakan, dan kekakuan pada sendi kaki sekunder akibat erosi tulang rawan, proloferasi
sinovia, dan pembentukan panus.
Tujuan keperawatan : klien mampu melaksanakan akti1itas 1isik sesuai dengan kemampuannya
Kreteria hasil :
4 klien ikut dalam pr4gram latihan
4 tidak mengalami k4ntraktur sendi
4 kekuatan 4t4t bertambah
4 klien menunjukkan tindakan untuk meningkatkan m4bilitas dan
mempertahankan k44rdinasi 4ptimal
ÌNTERVENSÌ RASÌONAL
MANDÌRÌ
O Kaji m4bilitas yang ada dan 4bservasi
adanya peningkatan kerusakan
O Ajarkan klien melakukan latihan gerak akti1
pada ekstermitas yang tidak sakit
O Bantu klien melakukan latihan ROM dan
perawatan diri sesuai t4leransi
O Pantau kemajuan dan perkembangan
kemamapuan klien dalam melakukan
akti1itas

KOLABORASÌ
O K4lab4rasi dengan ahli 1isi4terapi untuk
latihan 1isik klien

O Mengetahui tingkat kemampuan klien
dalam melakukan akti1itas
O Gerakan akti1 memberi masa t4nus, dan
kekuatan 4t4t, serta memperbaiki 1ungsi
jantung dan perna1asan
O Untuk mempertahankan 1leksibilitas
sendi sesuai kemampauan
O Untuk mendeteksi perkembangan klien


O Kemampuan m4bilisasi ekstermitas
dapat ditingkatkan dengan latihan 1isik
dari tim 1isi4terapi


Dk. III : Gangguan citra diri b. d perubahan bentuk kaki dan terbenuknya tofus.
Tujuan perawatan : Citra diri klien meningkat
Kriteria hasil :
4 Klien mampu mengatakan atau mengk4munikasikan dengan 4rang
terdekat tentang situasi dan perubahan yang terjadi
4 mampu menyatakan penerimaan diri terhadap situasi
4 mengakui dan menggabungkan perubhan dalam k4nsep diri dengan
cara yang akurat tanpa merasakan harga dirinya negati1
ÌNTERVENSÌ RASÌONAL
MANDÌRÌ
Kaji perubhan perspsi dan hubungannya
dengan derajat kletidak mampuan

Ìngantkan kembali realitas bahwa masih
dapat menggunakan sisi yang sakit dan
belajar meng4ntr4l sisi yang sehat

Bantu dan ajurkan perawatan yang baik dan

Menetukan bantuan individual dalm
menyusun rencana perawatan atau
pemilihan intervensi
Membantu klien melihat bahwa peraat
menerima kedua bagian dari seluruh
tubuh dan mulai menerima situasi baru

Membantu meningkatkan perasaan
¡
Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø




DK IV : Perubahan Pola Tidur b/d Nyeri.
Kriteria Hasil : Klien dapat memenuhi kebutuhan istirahat dan tidur


IV. Intervensi Keperawatan
Hasil akhir yang diharapkan pada asuhan keperawatan klien g4ut adalah sebagai berikut :
) Nyeri berkurang atau terjadi perbaikan tingkat kenyamanan
2) Meningkatkan atau mempertahankan tingkat m4bilitas
) Mengalami perbaikan citra diri
) Kebutuhan istirahat dan tidur terpenuhi



memperbaiki kebiasaan

Anjurkan 4rang terdekat untuk mengizinkan
klien melakukan sebanyak mungkin hal
untuk dirinya

Bersama klien mencari alternati1 k4ping
yang p4siti1

Dukung prilaku atau usaha peningkata
minat atau partisipasi dalam akti1itas
rehabilitasi
KOLABORASÌ
K4lab4rasi denagn ahli neur4psik4l4gi
dan k4nseling bila da indikasi
harga diri dan meng4ntr4l lebih dari satu
area kehidupan
Menghidupkan kembali perasaan
mandiri dn membatu perkemabangan
harga diri serta memengaruhi pr4ses
rehabilitasi
Dukungan perawat kepada klien dapat
meningkat kan rasa percaya diri klien
Klien dapat beradaptasi terhadap
perubahan dan memahami peran
individu dimasa mendatang

Dapat mem1asilitasi perubahan peran
yang penting untuk perkembangan
perasaan
INTERVENSI RASIONAL
O Tentukan kebiasaan tidurnya dan
perubahan saat tidur
O Buat rutinitas tidur baru yang dimasukkan
dalam p4la lama dan lingkungan baru



O Tingkatkan regimen kenyamanan waktu
tidur, misalnya mandi hangat dan
massage


O Gunakan pagar tempat tidur sesuai
indikasi ; rendahkan tempat tidur jika
memungkinkan

O K4lab4rasi dalam pemberian 4bat
sedative, hipn4tik sesuai dengan indikasi
O Mengkaji p4la tidurnya dan
mengidenti1ikasi intervensi yang tepat
O Bila rutinitas baru mengandung aspek
sebanyak kebiasaan lama, stress dan
ansietas yang berhubungan dapat
berkurang
Membantu menginduksi tidur
O Dapat merasakan takut jatuh karena
perubahan ukuran dan tinggi tempat tidur,
memberikan kenyamanan pagar tempat
untuk membantu mengubah p4sisi

O Tidur tanpa gangguan lebih menim- bulkan
rasa segar, dan pasien mungkin tidak
mampu untuk kembali ke tempat tidur bila
terbangun
O Di berikan untuk membantu pasien tidur
atau istirahat

Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


2.3 RHEUMATOID ARTHRITIS

A PENGERTÌAN
Arthritis rheumat4id adalah penyakit in1lamasi n4nbakterial yang bersi1at sistemik,
pr4gresi1, cenderung kr4nis yang menyerang beberapa sistem 4rgan, dan paling
sering ditemukan di sendi (Ari1 Muttaqin, 200;22)
Artritis Reumat4id (AR) adalah kelainan in1lamasi yang terutama mengenai
mengenai membran sin4vial dari persendian dan umumnya ditandai dengan dengan
nyeri persendian, kaku sendi, penurunan m4bilitas, dan keletihan (Diane C
Baughman 2000)
Artritis remat4id adalah suatu penyakit in1lamasi kr4nik dengan mani1estasi utama
p4liartritis pr4gresi1 dan melibatkan seluruh 4rgan tubuh (Ari1 Mansj4ur 2000)
Artritis rheumat4id adalah penyakit in1lamasi sistemik kr4nis yang menyerang peri1er
dan mencakup muskulus, tend4n, ligament dan pembuluh darah (Lippincc4tt
Williams & Wilkins 2006;7)
Remat4id Artritis merupakan suatu penyakit in1lamasi sistemik kr4nik yang
mani1estasi utamanya adalah p4liartritis yang pr4gresi1, akan tetapi penyakit ini juga
melibatkan seluruh 4rgan tubuh(Hidayat, 2006)
Jadi, Rheumat4id Artritis adalah penyakit in1lamasi n4nbakterial yang bersi1at
sistemik kr4nis, yang melibatkan seluruh 4rgan tubuh tetapi umumnya mengenai
membran sin4vial dari persendian yang ditandai dengan nyeri persendian, kaku
sendi, penurunan m4bilitas dan keletihan yang ditandai dengan nyeri persendian
dan dengan mani1estasi utama p4liartritis pr4gresi1 (Kesimpulan kel4mp4k)

Ìstilah rh0umatism berasal dari bahasa Yunani, rh0umatismos, yang berarti mukus;
suatu cairan yang dianggap jahat, mengalir dari 4tak ke sendi dan struktur lain tubuh
sehingga menimbulkan rasa nyeri Reumat4id arthritis (RA) adalah penyakit in1lamasi
sistemik kr4nis yang tidak diketahui penyebabnya Karakteristik RA adalah terjadinya
kerusakan dan pr4li1eresi pada membran syn4vial, yang menyebabkan kerusakan pada
tulang sendi, ankil4sis, dan de14rmitus Mekanisme imun4l4gis tampak berperan
penting dalam memulai dan timbulnya penyakit ini Pendapat lain mengatakan, artritis
reumat4id adalah gangguan kr4nik yang menyerang berbagai sistem 4rgan Penyakit ini
adalah salah satu dari sekel4mp4k penyakit jaringan penyambung dis1us yang
diperantai 4leh imunitas






Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø











Gambar : Artritis rheumat4id pada jari tangan
(http://wwws4nicmendc4m/_img/rheumat4id_arthritisjpg)

B ÌNSÌDEN
Artritis reumat4id terjadi kira ÷ kira 2,5 kali lebih sering menyerang wanita daripada
pria (price,995) Menurut N4er S (996) perbandingan antara wanita dan pria sebesar
: , dan pada wanita usia subur perbandingan mencapai 5 : Jadi perbandingan
antara wanita dan pria kira ÷ kira : 2,5 ÷ Ìnsiden meningkat dengan bertambahnya
usia, terutama pada wanita Kacenderungan insiden yang terjadi pada wanita dan
wanita subur diperkirakan karena adanya ganguan dalam keseimbangan h4rm4nal
(estr4gen) tubuh, namun hingga kini belum dapat dipastikan apakah 1act4r h4rm4nal
memang merupakan penyebab penyakit ini Penyakit ini biasanya pertama kali muncul
pada usia 25 ÷ 50 tahun, puncaknya adalah antara usia 0 hingga 60 tahun Penyakit
ini menyerang 4rang ÷ 4rang diseluruh dunia, dari berbagai suku bangsa Sekitar satu
persen 4rang dewasa menderita Artritis reumat4id yang jelas, dan dilap4rkan bahwa di
amerika serikat setiap tahun kira ÷ kira 750 kasus baru per satu juta penduduk

C ETÌOLOGÌ
Penyebab Artritis reumat4id masih belum diketahui secara pasti walaupun banyak
hal mengenai pat4l4gis penyakit ini telah terungkap Penyakit Artritis reumat4id belum
dapat dipastikan mempunyai hubungan dengan 1act4r genetik namun, berbagai 1akt4r
(termasuk kecenderungan genetik) bisa mempengaruhi reaksi ant4imun Fakt4r ÷ 1akt4r
yang berperan antara lain adalah jenis kelamin, in1eksi, keturunan dan lingkungan Dari
penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa 1akt4r yang berperan dalam timbulnya
penyakit Artritis reumat4id adalah jenis kelamin, keturunan, lingkungan, dan in1eksi
Dari penelitian muntakhir, diketahui path4genesis Artritis reumat4id dapat terjadi
akibat rantai peristiwa imun4l4gis yang terdapat dalam genetik Terdapat kaitan dengan
pertanda genetik seperti HLA-Dw dan HLA-DR5 pada 4rang kulit putih Namun pada
4rang amerika berkulit hitam, jepang, dan Ìndian Chippewa, hanya ditemukan kaitannya
dengan HLA-Dw

Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


D PATOFÌSÌOLOGÌ
Pada Artritis reumat4id, reaksi aut4imun terutama terjadi pada jaringan syn4vial
Pr4ses 1ag4sit4sis menghasilkan enzim-enzim dalam sendi Enzim-enzim tersebut
akan memecah k4lagen sehingga terjadi edema, pr4li1erasi membran syn4vial, dan
akhirnya membentuk panus Panus akan meghancurkan tulang rawan dan
emnimbulkan er4si tulang, akibatnya menghilangkan permukaan sendi yang akan
mengalami perubahan generative dengan menghilangnya elastisita 4t4t dan kekuatan
k4ntraksi 4t4t
Ìn1lamasi mula-mula mengenai sendi-sendi syn4vial disertai edema, k4ngesti
vascular eksudat 1ibrin dan in1lamasi selular Peradangan yang berkelanjutan
menyebabkan syn4vial menjadi menebal terutama pada sendi artikular kartilag4 dari
sendi Pada persendian ini granulasi membentuk pannus atau penutup yang menutupi
kartilag4 Pannus masuk ke tulang subc4ndria Jaringan granulasi menguat karena
radang menimbulkan gangguan pada nutrisi kartilag4 artikuler Kartilag4 menjadi
nekr4sis Tingkat er4si dari kartilag4 persendian menentukan tingkat ketidakmampuan
sendi Bila kerusakan kartilag4 sangat luas maka terjadi adhesi diantara permukaan
sendi , karena jaringan 1ibr4sa atau tulang bersatu (akil4sis) Kerusakan kartilag4 dan
tulang menyebabkan tend4n dan ligament menjadi lemah dan bisa menimbulkan
subluksasi atau disl4kasi dari persendian Ìnvasi dari tulang sub c4ndrial bisa
menyebabkan 4ste4p4r4sis setempat Lamanya rheumat4id arthritis berbeda pada
setiap 4rang ditandai dengan masa adanya serangan dan tidak adanya serangan
Sementara 4rang ada yang sembuh dari serangan pertama dan selanjutnya tidak
terserang lagi Yang lain terutama yang mempunyai 1act4r remat4id, gangguan akan
menjadi kr4nis yang pr4gresi1 Pada sebagian kecil individu terjadi pr4gresi1 yang cepat
ditandai kerusakan sendi yang terus menerus dan terjadi vaskulitis yang di1us







Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø



















lnflamasl nonŴbakLerlal dlsebabkan oleh
lnfekslţ endokrlnţ auLolmunţ emLabollkţ dan
facLor aeneLlcţ serLa facLor llnakunaan
ArLrlLls reumaLold
kelalnan pada Lulana LenoslnovlLls kelalnan pada [arlnaan
LksLraŴarLlkular

slnovlLls aambaran khas
nadul subkuLan
Nyer|
nekrosls dan
kerusakan dalam
ruana sendl
Pvperemla dan
pembenakakan
lnvasl
kolaaen
8upLur Lendo
Secara parslal
ALau lokal
kelemahan flslk
Anemla
CsLeoporosls
aenerallsaLa
splenomeaall
aanaauan mekanlsme
dan funaslonal
pada sendl
lnsLablllLas dan
ueformlLas sendl
Lrosl Lulana Ǝ
kerusakan pada
1ulana rawan
hambatan
mob|||tas f|s|k
ALrofl oLoL
lnflamasl keluar
LksLraŴarLlkular
saraf kelen[ar
llmfe
slsLemlk MlopaLl
def|s|t perawatan d|r|
aambaran khas
nadul subkuLan

Þerubahan benLuk
Lubuh pada Lulana
dan sendl
ans|etas
res|ko truma
neuropaLl perlfer
gangguan
sensor|
kebutuhan |nformas|
ÞerlkardlLlsţ mlokardlLlsţ
uan radana kaLup [anLuna
gangguan konsep d|r|ţ
c|tra d|r| keaaaalan
funasl [anLuna
Path41l4w Diagram

Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


E MANÌFESTASÌ KLÌNÌS
Adanya beberapa mani1estasi klinis yang lazim ditemukan pada klien Artritis
reumat4id Mani1estasi ini tidak harus timbul sekaligus pada saat yang bersamaan Oleh
karena penyakit ini memiliki mani1estasi klinis yang sangat bervariasi
O Gejala ÷ gejala k4nstitusi4nal, misalnya lelah, an4reksia, berat badan menurun dan
demam Terkadang dapat terjadi kelelahan yang hebat
O P4liartritis simetris, terutama pada sendi periper, termasuk sendi ÷ sendi di tangan,
namun biasanya tidak melibatkan sendi ÷sendi inter1alangs distal Hampir semua
sendi diartr4dial dapat terserang
O Kekakuan dipagi hari selama lebih dari satu jam, dapat bersi1at generalisata tetapi
terutama menyerang sendi ÷ sendi Kekakuan ini berbeda dengan kekakuan sendi
pada 4ste4artritis, yang biasanya hanya berlangsung selama beberapa menit dan
selalu berulang dari satu jam
O Artritis er4sive, merupakan ciri khas Artritis reumat4id pada gambaran radi4l4gik
Peradangan sendi yang kr4nik melibatkan er4si di tepi tulang dan dapat dilihat pada
radi4gram

Deformitas
Kerusakan dari struktur ÷ struktur penunjang sendi dengan perjalanan penyakit
Dapat terjadi pergeseran urnal atau deviasi jari, subluksasi sendi matakarp41alangenal,
de14rmitas boutonni0r0 dan leher angsa merupakan beberapa de14rmitas tangan yang
sering dijumpai pada klien Pada kaki terdapat pr4trusi (t4nj4lan) kaput metatarsal yang
timbul sekunder dari subluksasi matatersal Sendi ÷ sendi yang sangat besar juga dapat
terangsang dan akan mengalami pengurangan kemampuan begerak terutama dalam
melkukan gerakan ekstensi
N4dul ÷ n4dul reumat4id adalah massa subkutan yang ditemukan pada sekitar
sepertiga 4rang dewasa penderita Artritis reumat4id L4kasi yang paling sering dari
d414rmitas ini adalah bursa 4lekran4n (sendi siku) atau disepanjang permukaan
ekstens4r dari lengan, walaupun demikian n4dul ÷ n4dul ini dapat juga timbul pada
tempat ÷ tempat lainnya Adanya n4dul ÷ n4dul ini biasanya merupakan suatu petunjuk
penyakit yang akti1 dan lebih barat
Mani1estasi ekstraartikuler, artritis reumat4id juga dapat menyerang juga dapat
menyerang 4rgan ÷ 4rgan lain diluar sendi Jantung (perikarditis), paru -paru (pleuritis),
mata, dan pembuluh darah dapat rusak





Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


Mani1estasi Ekstraartikuler dari Arthritis Rheumat4id
Organ Mani1estasi
Kulit N4dula subkutan
Vaskulitis, menyebabkan bercak ÷ bercak c4klat
Lesi ÷ lesi skim4tik
Jantung Perikarditis
Temp4nade pericardium (jarang)
Lesi peradangan pada mi4kardium dan katup jantung
Paru ÷ paru Pleuritis dengan atau tanpa e1usi
Peradangan pada paru ÷ paru
Mata Skleritis
System sara1 Neur4pati peri1er
Sindr4m k4mpresi peri1er, termasuk sindr4m carpal tunner,
neur4pati sara1 ulnaris, paralisis per4nealis, dan abn4rmalitas
vertebra servikal
Sistemik Anemia (sering)
Oste4p4r4sis generalisata
Sindr4m 1elty
Sindr4m sj4gren (kerat4k4njungtivitis sika)
Amil4id4sis (jarang)


F KRÌTERÌA DÌAGNOSTÌK
Kriteria diagn4stik AR disusun untuk pertama kalinya 4leh suatu k4mite khusus
dari Am0rican Rh0umatism Association (ARA) pada tahun 956 Karena kriteria
tersebut dianggap tidak spesi1ik dan terlalu rumit untuk digunakan dalam klinik, k4mite
tersebut melakukan peninjauan kembali terhadap kriteria klasi1ikasi AR tersebut pada
tahun 95
Dengan kriteria tahun 95 ini ini sese4rang dikatakan menderita AR klasik jika
memenuhi 7 dari kriteria yang ditetapkan, de1init jika memenuhi 5 kriteria, pr4bable
jika memenuhi kriteria dan p4ssible jika hanya memenuhi 2 kriteria saja Walaupun
kriteria tahun 95 ini telah digunakan selama hampir 0 tahun, akan tetapi dengan
terjadinya perkembangan pengetahuan yang pesat mengenai AR, ternyata diketahui
bahwa dengan menggunakan kriteria tersebut banyak dijumpai kesalahan diagn4sis
atau dapat me-masukkan jenis artritis lain seperti sp4ndyl4arthr4-pathy ser4negati1,
penyakit pseud4rheumat4id akibat dep4sit calcium pyr4ph4sphate dihydrate, lupus
erite-mat4sus sistemik, p4lymyalgia rheumatica, penyakit Lyme dan berbagai jenis
artritis lainnya sebagai AR

Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


Pembagian AR sebagai classic, d0finit0, probabl0 dan possibl0, secara klinis juga
dianggap tidak relevan lagi Hal ini disebabkan karena dalam praktek sehari hari, tidak
perlu dibedakan penata-laksanaan AR yang classic dari AR d0finit0 Selain itu
seringkali penderita yang terdiagn4sis sebagai menderita AR probabl0 ternyata
menderita jenis artritis yang lain
Walaupun peranan 1akt4r reumat4id dalam pat4-genesis AR belum dapat diketahui
dengan jelas, dahulu dianggap penting untuk memisahkan kel4mp4k penderita
s0ropositif dari s0ron0atif Akan tetapi pada 1aktanya, 1akt4r reumat4id seringkali tidak
dapat dijumpai pada stadium dini penyakit atau pembentukannya dapat ditekan
4lehdis0as0 modifyin anti-rh0umatic drus (DMARD) Selain itu spesi1isitas 1akt4r
reumat4id ternyata tidak dapat diandalkan karena dapat pula dijumpai pada beberapa
penyakit lain Dua kriteria tahun 95 yang lain seperti analisis bekuan musin dan
bi4psi membran sin4vial memerlukan pr4sedur invasi1 sehingga tidak praktis untuk
digunakan dalam diagn4sis rutin

Kriteria American Rheumatism Ass4ciati4n untuk Artritis Reumat4id, Revisi 97
Kriteria De1inisi
Kaku pagi hari Kekakuan pada pagi hari pada persendian dan disekitarnya,
sekurangnya selama jam sebelum perbaikan maksimal
2 Artritis pada daerah Pembengkakan jaringan lunak atau persendian atau lebih e1usi
(bukan pertumbuhan tulang) pada sekurang-kurangnya sendi
secara bersamaan yang di4bservasi 4leh se4rang d4kter
Dalam kriteria ini terdapat persendian yang memenuhi
kriteria yaitu PÌP, MCP, pergelangan tangan, siku pergelangan
kaki dan MTP kiri dan kanan
Artritis pada persendian
tangan
Sekurang-kurangnya terjadi pembengkakan satu persendian
tangan seperti yang tertera diatas
Artritis simetris Keterlibatan sendi yang sama (seperti yang tertera pada
kriteria 2 pada kedua belah sisi, keterlibatan PÌP, MCP atau
MTP bilateral dapat diterima walaupun tidak mutlak bersi1at
simetris
5 N4dul rheumat4id N4dul subkutan pada pen4nj4lan tulang atau permukaan
ekstens4r atau daerah juksta-artrikular yang di4bservasi 4leh
se4rang d4kter
6 Fakt4r rheumat4id serum Terdapatnya titer abn4rmal 1akt4r reumat4id serum yang
diperiksa dengan cara yang memberikan hasil p4siti1 kurang
dari 5% kel4mp4k k4ntr4l yang diperiksa

Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


7 Perubahan gambaran Perubahan gambaran radi4l4gis yang radi4l4gis khas bagi
arthritis reum4t4id pada periksaan sinar X tangan
p4ster4anteri4r atau pergelangan tangan yang harus
menunjukkan adanya er4si atau dekalsi1ikasi tulang yang
berl4kalisasi pada sendi atau daerah yang berdekatan dengan
sendi (perubahan akibat 4ste4artritis saja tidak memenuhi
persyaratan)

Untuk keperluan klasi1ikasi, sese4rang dikatakan menderita artritis reumat4id jika ia
sekurang-kurangnya memenuhi dari 7 kriteria di atas Kriteria sampai harus terdapat
minimal selama 6 minggu Pasien dengan dua diagn4sis tidak dieksklusikan Pembagian
diagn4sis sebagai artritis reumat4id klasik, de1init, pr4bable atau p4ssible tidak perlu dibuat

* PÌP : !roximal Int0rphalan0al, MCP : M0tacarpophalan0al, MTP: M0tatarsophalan0al.

G PENATALAKSANAAN
Tujuan utama dari pr4gram peng4batan adalah untuk menghilangkan nyeri dan
peradangan, mempertahankan 1ungsi sendi dan kemampuan maksimal dari klien, serta
mencegah dan atau memperbaiki de14rmitas yang terjadi pada sendi Penatalaksanaan
yang sengaja dirancang untuk mencapai tujuan ÷ jutuan itu meliputi pendidikan,
istirahat, latihan 1isik dan term4terapi, gizi, serta 4bat ÷ 4batan
Peng4batan harus deberikan secara paripurna, karena penyakit sulit sembuh Oleh
karena itu, peng4batan dapat dimulai secara lebih dini Klien harus diterangkan
mengenai penyakitnya dan diberikan dukungan psik4l4gis Nyeri dikurangi atau bahkan
dihilangkan, reaksi in1lamasi harus ditekan, 1ungsi sendi dipertahankan, dan de14rmitas
dicegah dengan 4bat antiin1lamasi n4nster4id, alat pen4pang 4rt4pedis, dan latihan
terbimbing
Pada keadaan akut kadang dibutuhkan pemberian ster4id atau imun4supresan
Sedangkan, pada keadaan kr4nik sin4vekt4mi mungkin berguna bila tidak ada destruksi
sendi yang luas Bila terdapat destruksi sendi atau de14rmitas dapat dianjurkan dan
dilakukan tindakan artr4desis atau artr4plastik Sebaiknya pada revalidasi disediakan
bermacam alat bantu untuk menunjang kehidupan sehari ÷ hari dirumah maupun
ditempat karja
Langkah pertama dari pr4gram penatalaksanaan Artritis reumat4id adalah
memberikan pendidikan kesehatan yang cukup tentang penyakit kepada klien,
keluarganya, dan siapa saja yang berhubungan dengan klien Pendidikan kesehatan
yang diberikan meliputi pengertian tentang pat41isi4l4gi penyakit, penyebab dan
pr4gn4sis penyakit, semua k4mp4nen pr4gram penatalaksanaan termasuk regimen
o
Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


4bat yang k4mpleks, sumber-sumber bantuan untuk mengatasi penyakit, dan met4de-
met4de yang e1ekti1 tentang penatalaksanaan yang diberikan 4leh tim kesehatan
Pr4ses pendidikan kesehatan ini harus dilakukan secara terus ÷ menerus Pendidikan
dan in14rmasi kesehatan juga dapat diberikan dari batuan klub penderita, badan ÷
badan kemasyarakatan, dan 4rang ÷ 4rang lain yang juga menderita Artritis reumat4id,
serta keluarga mereka
Ìstirahat adalah penting karena Artritis reumat4id biasanya disertai rasa lelah yang
hebat Walaupun rasa lelah tersebut dapat timbul setiap hari, tetapi ada masa ÷ masa
dimana klien marasa keadaannya lebih baik atau lebih berat Kekakuan dan rasa tidak
nyaman dapat meningkat apabila beristirahat Hal ini memungkinkan klien dapat dapat
mudah terbangun dari tidurnya pada malam hari karena nyeri Disamping itu latihan ÷
latihan spesi1ik dapat berman1aat dalam mempertahankan 1ungsi sendi Latihan ini
mencakup gerakan akti1 dan pasi1 pada semua sendi yang sakit, dan sebaiknya
dilakukan sedikitnya dua kali sehari Obat-4batan penghilang nyeri mungkin perlu
diberikan sebelum latihan, dan mandi para1in dengan suhu
Dibawah ini adalah c4nt4h-c4nt4h 4bat yang dapat diberikan :
O NSAIDs
Obat anti-in1alamasi n4nster4id (NSAÌD) dapat mengurangi gejala nyeri dan
mengurangi pr4ses peradangan Yang termasuk dalam g4l4ngan ini adalah
ibupr41en dan natrium napr4en G4l4ngan ini mempunyai risik4 e1ek samping yang
tinggi bila di k4nsumsi dalam jangka waktu yang lama
O Kortikost0roid
G4l4ngan k4rtik4ster4id seperti prednis4n dan metilprednis4l4n dapat mengurangi
peradangan, nyeri dan memperlambat kerusakan sendi Dalam jangka pendek
k4rtik4ster4id memberikan hasil yang sangat baik, namun bila di k4nsumsi dalam
jangka panjang e1ekti1itasnya berkurang dan memberikan e1ek samping yang serius
O Obat r0mitif (DMARD)
Obat ini diberikan untuk peng4batan jangka panjang Oleh karena itu diberikan pada
stadium awal untuk memperlambat perjalanan penyakit dan melindungi sendi dan
jaringan lunak disekitarnya dari kerusakan Yang termasuk dalam g4l4ngan ini
adalah kl4r4kuin, met4treksat salaz4pirin, dan garam emas







¡
Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN RHEUMATOID ARTHRITIS
I. Pengkajian

Pengkajian merupakan tahap awal dan landasan dalam pr4ses keperawatan Untuk itu,
diperlukan kecermatan dan ketelitian dalam menangani masalah klien sehingga dapat
memberi arah terhadap
Anamnesis
Anamnesis dilakukan untuk mengetahui :
O Id0ntitas meliputi nama, jenis kelamin, usia,alamat, agama, bahasa yang digunakan,
status perkawainan, pendidikan, pekerjaan, asuransi, g4l4ngan darah, n4m4r
register, tanggal masuk rumah sakit, dan diagn4sis medis
Pada umunya keluhan utama artritis reumat4id adalah nyeri pada daerah sendi yang
mengalami masalahUntuk mempper4leh pengkajian yang lengkap tentang nyeri
klien, perawat dapat menggunakan met4de PQRST
4 !rovokin incid0nt : Hal yang menjadi 1akt4r presipitasi nyeri adalah
peradangan
4 Quality Of !ainn: Nyeri yang dirasakan atau digambarkan klien bersi1at
menusuk
4 R0ionRaditionR0li0f : Nyeri dapat menjalar atau menyebar , dan nyeri terjadi
di sendi yang mengalami masalah
4 S0v0rity(scal0) Of !ain: Nyeri yang dirasakan ada diantara - pada rentang
skala pengukuran 0-
4 Tim0 : Berapa lama nyeri berlangsung,kapan,apakah bertambah buruk pada
malam hari atau siang hari
O Riwayat p0nyakit s0karan.Pengumpulan data dilakukan sejak keluhan munculPada
klien artritis reumat4id , stadium awal biasanya ditandai dengan gangguan keadaan
umum berupa malaise,penurunan berat badan,rasa capek,sedikit panas,dan anemia
Gejala l4kal yang terjadi berupa pembengkakan,nyeri,dan gangguan gerak pada
sendi metakarp41alangeal Perlu dikaji kapan gangguan sens4rik munculGejala awal
terjadi pada sendiPersendian yang paling sering terkena adalah sendi
tangan,pergelangan tangan,sendi lutut,sendi siku,pergelangan kaki,sendi bahu,serta
sendi panggul, dan biasanya bersi1at bilateral/simetrisAkan tetapi,kadang artritis
reumat4id dapat terjadi hanya pada satu sendi
O Riwayat p0nyakit dahulu.Pada pengkajian ini,ditemukan kemungkinan penyebab yang
mendukung terjadinya artritis reumat4idPenyakit tertentu seperti penyakit diabetes
menghambat pr4ses penyembuhan artritis reumat4idMasalah lain yang perlu
ditanyakan adalah apakah klien pernah dirawat dengan masalah yang samaSering

Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


klien ini menggunakan 4bat antireumatik jangka panjang sehingga perlu dikaji jenis
4bat yang digunakan(NSAÌD,antibi4tik,dan analgesik)
O Riwayat p0nyakit k0luara. Kaji tentang adakah keluarga dari generasi terdahulu yang
mengalami keluhan yang sama dengan klien
O Riwayat psikososial. Kaji resp4n em4si klien terhadap penyakit dan perannya dalam
keluarga dan masyarakatKlien ini dapat mengalami ketakutan akan kecacatan karena
perubahan bentuk sendi dan pandangan terhadap dirinya yang salah(gangguan citra
diri)Klien ini juga dapat mengalami penurunan libid4 sampai tidak dapat melakukan
hubungan seksual karena harus menjalani rawat inap dan kelemahan 1isik serta
nyeriKlien artritis reumat4id akan merasa cemas tentang 1ungsi tubuhnya sehingga
perawat perlu mengkaji mekanisme k4ping klien Kebutuhan tidur dan istirahat juga
harus dikaji,selain lingkungan,lama tidur,kebiasaan,kesulitan,dan pengguanaan 4bat
tidur
2 Pemeriksaan 1isikSetelah melakukan anamnesis,pemeriksaan 1isik sangat berguna
untuk mendukung data anamnesis Pemeriksaan 1isik dilakukan per sistem (B-B6)
dengan 14kus pemeriksaan B6(Bon0) yang dikaitkan dengan keluhan klien
O B (Br0athin)Klien artritis reumat4id tidak menunjukkan kelainan sistem
pernapasan pada saat inspeksiPalpasi t4raks menunjukkan taktil 1remitus
seimbang kanan dan kiri Pada auskultasi,tidak ada suara napas tambahan
O B2 (Blood) Tidak ada iktus jantung pada palpasiNadi mungkin meningkat,iktus
tidak terabaPada auskultasi,ada suara S dan S2 tunggal dan tidak ada murmur
O B(Brain)Kesadaran biasanya k4mp4s mentisPada kasus yang lebih parah,klien
dapat mengeluh pusing dan gelisah
Kepala dan wajah : Ada sian4sis
Mata : Skelera biasanya tidak ada ikterik
Leher : Biasanya JVP dalam batas n4rmal
Telinga :Tes bisik atau Weber masih dalam keadaan n4rmalTidak
ada Lesi atau nyeri tekan
Hidung : Tidak ada de14rmitas,tidak ada pernapasan cuping
hidung
Mulut dan 1aring : Tidak ada pembesaran t4nsil,gusi tidak terjadi
perdarahan,muk4sa mulut tidak pucat
Status mental : penampilan dan tingkah laku klien biasanya tidak
mengalami perubahan
O B (Bladd0r) Pr4duksi urin biasanya dalam batas n4rmal dan tidak ada keluhan
pada sistem perkemihan

Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


O B5 (Bow0l) Umumnya klien artritis reumat4id tidak mengalami gangguan
eliminasiMeskipun demikian,perlu dikaji 1rekuensi,k4nsitensi,warna serta bau
1esesFrekuensi berkemih,kepekatan urin,warna,bau,dan jumlah urin juga harus
dikajiGangguan gast4intestinal yang sering adalah mual,nyeri lambung,yang
menyebabkan klien tidak na1su makan,terutama klien yanmg menggunakan 4bat
reumatik dan NSAÌDPeristaltik yang menurun menyebabkan klien jarang de1ekasi
O B6 (Bon0 )
Look : Didapatkan adanya pembengkakan yang tidak biasa
(abn4rmal ),de14rmitas pada daerah sendi kecil tangan, pergelangan kaki,dan
sendi besar lutut,panggul dan pergelangan tanganAdanya degenerasi serabut
4t4t memungkinkan terjadinya pengecilan,atr41i 4t4t yang disebabkan 4leh tidak
digunakannya 4t4t akibat in1lamasi sendiSering ditemukan n4dul subkutan
multipel
F00l : Nyeri tekan pada sendi yang sakit
Mov0 : Ada gangguan mekanis dan 1ungsi4nal pada sendi dengan
mani1estasi nyeri bila menggerakan sendi yang sakit Klien sering mengalami
kelemahan 1isik sehingga mengganggu akti1itas hidup sehari-hari
Pemeriksaan diagn4stik :
Pemeriksaan radi4l4gi
Pada tahap awal, 14t4 r4ntgen tidak menunjukkan kelainan yang menc4l4k Pada
tahap lanjut, terlihat rare1aksi k4rteks sendi yang di1us dan disertai trabekulasi
tulang, 4bliterasi ruang sendi yang memberi perubahan degenerati1 berupa densitas,
iregullaritas permukaan sendi, serta spurring marginal Selanjutnya bila terjadi
destruksi tulang rawan, akan terlihat penyempitan ruang sendi dengan er4si pada
beberapa tempat














Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


II. Diagnosa Keperawatan
Diagn4sa keperawatan pada yang dapat ditemukan pada klien rumat4id arthritis
(doengoes, 2000) adalah sebagai berikut :
Nyeri akut kr4nis berhubungan dengan distensi jaringan akibat akumulasi cairan/
pr4ses in1lamasi/ destruksi sendi
2 Kerusakan m4bilitas 1isik berhubungan dengan de14rmitas skeletal, nyeri/
ketidaknyamanan, int4leransi terhadap aktivitas atau penurunan kekuatan 4t4t
Gangguan citra tubuh/ perubahan penampilan peran berhubungan dengan perubahan
kemampuan untuk melakukan tugas-tugas umum, peningkatan penggunaan energy
atau ketidakseimbangan m4bilitas
Kurang perawatan diri berhubungan dengan kerusakan muscul4skeletal, penurunan
kekuatan, daya tahan, nyeri saat bergerak, atau depresi
5 Resik4 tinggi kerusakan penatalaksanaan pemeliharaan rumah berhubungan dengan
pr4ses penyakit degenerative jangka panjang, system pendukung tidak adekuat
6 Kurang pengetahuan/ kebutuhan belajar mengenai penyakit, pr4gn4sis, dan
peng4batan berhubungan dengan kurang pemajanan/mengingat, kesalahan interpretasi
in14rmasi

Sementara arpenito, 1995) merumuskan diagn4sis keperawatan pada klien rheumat4id
arthritis adalah sebagai berikut :
Kelemahan berhubungan dengan penurunan m4bilitas
2 Resik4 tinggi kerusakan membrane muk4sa 4ral berhubungan dengan pengaruh 4bat
dan sindr4m sj4gren
Gangguan p4la tidur berhubungan dengan nyeri, 1ibr4sistis
Resik4 tinggi is4lasi s4sial berhubungan dengan kelemahan dan kesulitan ambulasi
5 Gangguan p4la seksual berhubungan dengan nyeri, kelemahan, sulit mengatur p4sisi,
dan kurang adekuat lubrikasi
6 Gangguan pr4ses keluarga berhubungan dengan kesulitan/ ketidakmampuan klien
7 Ketidakberdayaan berhubungan dengan perubahan 1isik dan psik4l4gis akibat penyakit










Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


III. Intervensi dan ImpIementasi Keperawatan
Rencana asuhan keperawatan pada klien arthritis rheumat4id dibawah ini, disusun
berdasarkan diagn4sis keperawatan, tindakan keperawatan, dan rasi4nalisis
(d4enges, 2000)

Diagn4sa keperawatan Ì : nyeri akut/kronis berhubungan dengan distensi jaringan akibat
akumulasi cairan atau proses inflamasi, destruksi sendi.

Tindakan Rasi4nal
Mandiri :
Kaji keluhan nyeri, skala nyeri serta catat
l4kasi dan intensitas, 1act4r-1akt4r yang
mempercepat, dan resp4n rasa sakit n4n
verbal
Membantu dalam menentukan kebutuhan
manajemen nyeri dan e1ekti1itas pr4gram
2 Berikan matras/ kasur keras, bantal kecil
Tinggikan tempat tidur sesuai kebutuhan
2 Matras yang lembut/ empuk, bantal yang
besar akan menjaga pemeliharaan
kesejajaran tubuh yang tepat,
menempatkan stress pada sendi yang
sakit Peninggian tempat tidur
menurunkan tekanan pada sendi yang
terin1lamasi/nyeri
Biarkan klien mengambil p4sisi yang
nyaman waktu tidur atau duduk di kursi
Tingkatkan istirahat di tempat tidur sesuai
indikasi
Pada penyakit yang berat/ eksaserbasi,
tirah baring mungkin diperlukan untuk
membatasi nyeri cedera
Tempatkan/ pantau penggunaan bantl,
karung pasir, gulungan tr4khanter, bebat,
brace
Mengistirahatkan sendi-sendi yang sakit
dan mempertahankan p4sisi netral
Penggunaan brace dapat menurunkan
nyeri dan dapat mengurangi kerusakan
pada sendi Ìm4bilisasi yang lama dapat
mengakibatkan hilang m4bilitas/ 1ungsi
sendi
5 Anjurkan klien untuk sering merubah
p4sisi, Bantu klien untuk bergerak di
tempat tidur, s4k4ng sendi yang sakit di
atas dan bawah, hindari gerakan yang
menyentak
5 Mencegah terjadinya kelelahan umum
dan kekakuan sendi Menstabilkan sendi,
mengurangi gerakan/ rasa sakit pada
sendi

6 Anjurkan klien untuk mandi air hangat
Sediakan waslap hangat untuk
meng4mpres sendi yang sakit Pantau
suhu air k4mpres, air mandi, dan
sebagainya
6 meningkatkan relaksasi 4t4t, dan
m4bilitas, menurunkan rasa sakit dan
menghilangkan kekakuan pada pagi hari
Sensitivitas pada panas dapat dihilangkan
dan luka dermal dapat disembuhkan
7 Berikan masase yang lembut 7 meningkatkan relaksasi/ mengurangi
tegangan 4t4t
D4r4ng penggunaan teknik manajemen
stres, misalnya relaksasi
pr4gresi1,sentuhan terapeutik, bi41eed
back, visualisasi, ped4man imajinasi,
hypn4sis diri, dan pengendalian napas
Meningkatkan relaksasi, memberikan
rasa k4ntr4l nyeri dan dapat
meningkatkan kemampuan k4ping
9 Libatkan dalam aktivitas hiburan sesuai
dengan jadwal aktivitas klien
9 Mem14kuskan kembali perhatian,
memberikan stimulasi, dan meningkatkan
rasa percaya diri dan perasaan sehat

Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


K4lab4rasi :
0 Beri 4bat sebelum dilakukan aktivitas/
latihan yang direncanakan sesuai
petunjuk

0 Meningkatkan relaksasi, mengurangi
tegangan 4t4t/ spasme, memudahkan
untuk ikut serta dalam terapi
Berikan 4bat-4batan sesuai petunjuk
O Asetilsalisilat (Aspirin)









O NSAÌD lainnya, missal ibupr41en
(m4trin), napr4ksen, sulindak,
pr4ksikam (1eldene), 1en4pr41en

O D-penisilamin (cuprimine)










O Antasida


O Pr4duk k4dein
Obat-4batan:
O Bekerja sebagai antiin1lamasi dan
e1ek analgesik ringan dalam
mengurani kekakuan dan
meningkatkan m4bilitas ASA harus
dipakai secara regular untuk
mendukung kadar dalam darah
teurapetik Riset mengindikasikan
bahwa ASA memiliki indeks t4ksisitas
yang paling rendah dasi NSAÌD lain
yang diresepkan
O Dapat digunakan bila klien tidak
memberikan resp4ns pada aspirin
atau untuk meningkatkan e1ek dari
aspirin
O Dapat meng4ntr4l e1ek-e1ek sistemik
dari RA jika terapi lainnya tidak
berhasil E1ek samping yang lebih
berat misalnya tr4mb4sit4penia,
leuc4penia, anemia aplastik
membutuhkan pemantauan yang
ketat Obat harus diberikan diantara
waktu makan, karena abs4rbs 4bat
menjadi tidak seimbang antara
makanan dan pr4duk antasida dan
besi
O Diberikan bersamaan dengan NSAÌD
untuk meminimalkan iritasi/
ketidaknyamanan lambung
O Meskipun nark4tik umumnya adalah
k4ntraindikasi, namun karena si1at
kr4nis dari penyakit, penggunaan
jangka pendek mungkin diperlukan
selama peri4de eksaserbasi akut
untuk meng4ntr4l nyeri yang berat
2 Bantu klien dengan terapi 1isik, missal
sarung tangan para11in, bak mandi dengan
k4lam bergel4mbang
2 Memberikan dukungan hangat/ panas
untuk sendi yang sakit
Berikan k4mpres dingin jika dibutuhkan Rasa dingin dapat menghilangkan nyeri
dan bengkak pada peri4de akut
Pertahankan unit TENS jika digunakan Rangsang elektrik tingkat rendah yang
k4nstan dapat menghambat transmisi
nyeri
5 Siapkan intervensi pembedahan, missal
sin4vekt4mi
5 Pengangkatan sin4vium yang meradang
dapat mengurangi nyeri dan membatasi
pr4gresi dan perubahan degenerati1

Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


Diagn4sa Keperawatan ÌÌ : Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan deformitas
skeletal, nyeri/ ketidaknyamanan, intoleransi terhadap aktivitas atau penurunan kekuatan
otot.
Tindakan Rasi4nal
Mandiri :
Evaluasi/ lanjutkan pemantauan tingkat
in1lamasi/ rasa sakit pada sendi
Tingkat aktivitas/ latihan tergantung dari
perkembangan/ res4lusi dari pr4ses
in1lamasi
2 Pertahankan istirahat tirah baring/ duduk
jika diperlukan Buat jadwal aktivitas yang
sesuai dengan t4leransi untuk memberikan
peri4de istirahat yang terus menerus dan
tidur malam hari yang tidak terganggu
2 Ìstirahat sistemik dianjurkan selama
eksaserbasi akut dan seluruh 1ase penyakit
yang penting, untuk mencegah kelelahan,
dan mempertahankan kekuatan
Bantu klien dengan rentang gerak
akti1/pasi1, demikian juga latihan resisti1
dan is4metris jika memungkinkan
Mempertahankan/ meningkatkan 1ungsi
sendi, kekuatan 4t4t dan stamina umum
Latihan yang tidak adekuat menimbulkan
kekakuan sendi, karenanya aktivitas yang
berlebihan dapat merusak sendi
Ubah p4sisi klien setiap dua jam dengan
bantuan pers4nel yang cukup
Dem4nstrasikan/ bantu teknik pemindahan
dan penggunaan bantuan m4bilitas
Menghilangkan tekanan pada jaringan dan
meningkatkan sirkulasi Mempermudah
perawatan diri dan kemandirian klien
Tehnik pemindahan yang tepat dapat
mencegah r4bekan abrasi kulit
5 P4sisikan sendi yang sakit dengan bantal,
kantung pasir, gulungan tr4kanter, dan
bebat, brace
5 Meningkatkan stabilitas ( mengurangi
resik4 cidera ) dan mempertahankan p4sisi
sendi yang diperlukan dan kesejajaran
tubuh serta dapat mengurangi k4ntraktur
6 Gunakan bantal kecil/tipis di bawah leher 6 Mencegah 1leksi leher
7 D4r4ng klien mempertahankan p4stur
tegak dan duduk, berdiri, dan berjalan
7 Memaksimalkan 1ungsi sendi dan
mempertahankan m4bilitas
Berikan lingkungan yang aman, misalnya
menaikkan kursi/kl4set, menggunakan
pegangan tangga pada bak/pancuran dan
t4ilet, penggunaan alat bantu
m4bilitas/kursi r4da
Menghindari cidera akibat kecelakaan/
jatuh
K4lab4rasi :
9 K4nsultasi dengan ahli terapi 1isik/4kupasi
dan spesialis v4kasi4nal

9 berguna dalam mem14rmulasikan pr4gram
latihan/ aktivitas yang berdasarkan pada
kebutuhan individual dan dalam
mengidenti1ikasi alat/bantuan m4bilitas
0 Berikan matras busa/ pengumbah
tekanan
0 Menurunkan tekanan pada jaringan yang
mudah pecah untuk mengurangi risik4
im4bilisasi / terjadi dekubitus

Berikan 4bat ÷ 4batan sesuai indikasi :
O Agen antireumatik, mis garam emas,
natrium ti4maleat



Obat ÷ 4batan :
O Kris4terapi ( garam emas ) dapat
menghasilkan remisi dramatis / terus
÷ menerus tetapi dapat mengakibatkan
in1lamasi reb4und bila terjadi
penghentian atau dapat terjadi e1ek

Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø






O Ster4id
samping serius, misl krisis nitr4t4id
seperti pusing, penglihatan kabur,
kemerahan tubuh, dan berkembang
menjadi sy4k ana1ilaktik
O Mungkin dibutuhkan untuk menekan
in1lamasi sistemik akut
2 Siapkan intervensi bedah :
O Atr4plasti


O Pr4sedur pelepasan tunnel, perbaikan
tend4n,gangli4nekt4mi
O Ìmplan sendi
2 Ìntervensi bedah :
O Perbaikan pada kelemahan
periartikuler dan subluksasi dapat
meningkatkan stailitas sendi
O Perbaikan berkenaan dengan de1ek
jaringan penyambung, dan m4bilitas
O Pergantian mungkin diperlikan untuk
memperbaiki 1ungsi 4ptimal dan
m4bilitas


Diagn4sa Keperawatan ÌÌÌ : Gangguan citra tubuh / perubahan penampilan peran berhubungan
dengan perubahan kemapuan untuk melakukan tugas-tugas umum, peningkatan penggunaan
energi atau ketidakseimbangan mobilitas.

Tindakan Rasi4nal
Mandiri :
D4r4ngn klien mengungkapakan
perasaannya melalui pr4ses penyakit dan
harapan masa depan

Memberikan kesempatan untuk
mengidenti1ikasi rasa takut / kesalahan
k4nsep dan mampu menghadapi masalah
secara langsung
2 Diskusikan arti dari kehilangan /
perubahan pada klien / 4rang terdekat
Pastikan bagaimana pandangan pribadi
klien dalam ber1ungsi dalam gaya hidup
sehari ÷ hari, termasuk aspek ÷aspek
seksual
2 Mengidenti1ikasi bagaimana penyakit
mempengaruhi persepsi diri dan interaksi
dengan 4rang lain akan menentukan
kebutuhan terhadap intervensi / k4nseling
lebih lanjut
Diskusikan persepsi klien ,mengenai
bagaimana 4rang terdekat menerima
keterbatasan klien
Ìsyarat verbal / n4nverbal 4rang terdekat
dapat memengaruhi bagaimana klien
memandang dirinya sendiri
Akui dan menerima perasaan berduka,
bermusuhan, serta ketergantungan
Nyeri k4nstan akan melelahkan, perasaan
marah, dan bermusuhan umum terjadi
5 Obesrvasi perilaku klien terhadap
kemungkinan menarik diri, menyangkal
atau terlalu memperhatikan perubahan
tubuh
5 Dapat menujukkan em4si4nal atau met4de
k4ping maladati1, membutuhkan intervensi
lebih lanjjut / dukungan psik4l4gis
6 Susun batasan pada perilaku maladati1
Bantu klien untuk mengidenti1ikasi perilaku
p4siti1 yang dapat membantu mekanisme
k4ping yang adapti1
6 Membantu klien untuk
mempertahankank4ntr4l diri, yang dapat
meningkatkan perasaan harga diri
7 Ìkut sertakan klien dalam merencanakan
perawatan dan membuat jadwal akitvitas
7 Meningkatkan perasaan k4mpetensi/
harga diei, mend4r4ng kemandirian, dan
mend4r4ng partisipasi dalam terapi
Bantu kebutuhan perawat yang diperlukan
klie
Mempertahankan penampilan yang dapat
meningkatkan citra diri

Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


9 Berikan resp4n/ pujian p4siti1 bila perlu



9 Memungkinkan klien untu merasa senang
terhadap dirinya sendiri Menguatkan
prilaku p4siti1, dan meningkatkan rasa
percaya diri
Kal4b4rasi :
0 Rujuk pada k4nseling psikiatri, mis
perawat spesialis psikiatri, psikiatri/
psik4l4g,pekerjaan s4sial
0 Klien/ 4rang terdekat mungkin mebutuhkan
dukungan selama berhadapan dengan
pr4ses jangka panjang/ ketidakmampuan
Berikan 4bat ÷ 4batan sesuai petunjuk,
mis antiasietas dan 4bat ÷ 4batan
eningkatan alam perasaan
Mungkin dibutuhkan pada saat munculnya
depresi hebat sampai klien mampu
mengembangkan kemampuan k4ping
yang lebih e1ekti1


Diagn4sa Keperawatan ÌV : kurang keperawatan diri b.d krusakan muskloskeletal,
penurunan kekuatan, daya tahan, nyeri saat bergerak atau depresi.

Tindakan Rasi4nal
Mandiri :
Diskusikan dengan klien tingkat 1ungsi4nal
umum sebelum timbulnya/ eksaserbasi
penyakit dan risik4 perubahan yang
diantisipasi


Klien mungkin dapat melanjutkan aktivitas
umum dengan melakukan adaptasi yang
diperlukan pada keterbatasan saat ini
2 Pertahan kan m4bilitas, k4ntr4l terhadap
nyeri, dan pr4gram latihan

2 Mendukung kemandirian 1isik/ em4si4nal
klien
Kaji hambatan kliendalam partisipasi
perawatan diri Ìdenti1ikasi/ buat rencana untuk
m4di1ikasi lingkungan

Menyiapkan klien untuk meningkatkan
kemandirian, yang akan meningkatkan harga
diri
Kalab4rasi :
K4nsultasi dengan ahli terapi 4kupasi

Berguna dalam menentukan alat bantu
untuk memenuhi kebutuhan individu, misal
memasang kancing, menggunakan alat bantu,
memakai sepatu , atau menggantungkan
pegangan untuk mandi pancuran

5 Mengatur evaluasi kesehatan di rumah
sebelum dan setelah pemulang
5 Mengidenti1ikasi masalah-masalah yang
mungkin dihadapi karena tingkat
ketidakmampuan aktual Memberikan lebih
banyak keberhasilan usaha tim dengan 4rang
lai yang ikut serta dalam perawatan, misaltim
terapi 4kupasi

6 Membuat jadwal k4nsul dengan lembaga
lainnya, misal pelayanan perawatan di rumah,
ahli nutrisi

6 Klien mungkin membutuhkan berbagi
bantuan tambahan untuk partisipasi situasi di
rumah



o
Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


Diagn4sa keperawtan V : #isiko tinggi kerusakan penatalaksanaan pemeliharaan rumah
b . d proses penyakit degeneratif jangka panjang, sistem pendukung tidak adekuat.

Tindakan Rasi4nal
Mandiri :
Kaji tingkat 1ungsi4nal 1isik klien

Mengidenti1ikasi tingkat bantuan/ dukungan
yang diperlukan klien
2 Evaluasi lingkungan sekitar untuk mengkaji
kemampuan klien dalam melakukan
perawatan diri sendiri
2 menentukan kemungkinan susunan yang
ada/ perubahan susunan rumah untuk
memenuhi kebutuhan klien
Tentukan sumber ÷sumber 1inansial untuk
memenuhi kebutuhan situasi individual
Ìdenti1ikasi sistem pedukung yang tersedia
untuk klien, misalnya membagi perbaikan/
tugas-tugas rumah tangga antara angg4ta
keluarga atau pelayanan
Menjamin bahwa kebutuhan klien akan
dipenuhi secara terus ÷ menerus
Ìdenti1ikasi peralatan yang diperlukan untuk
mendukung aktivitas klien, misalnya
peninggian dudukan t4ilet, kursi r4da
Memberikan kesempatan untuk
mendapatkan peralatan sebelum pulang untuk
menunjang aktivitas klien di rumah
K4lab4rasi :
5 K44rdinasi evaluasi di rumah dengan ahli
terapi 4kupasi

5 Berman1aat untuk mengidenti1ikasi
peralatan, cara- cara untuk mengubah
berbagai tugas dalam mempertahankan
kemandirian
6 Ìdenti1ikasi sumber ÷ sumber k4munitas,
misal pelayanan pembatu rumah tangga,
pelayan s4sial ( bila ada)
6 Memberkan kemudahan berpindah pada/
mendukung k4ntinuitas dalam situasi rumah

Diagn4sa keperawatan VÌ : kurang pengetahuan / kebutuhan belajar mengenai panyakit,
prognosis, dan penobatan b . d kurang pemajanan/ mengingat, kesalahan interpretasi
informasi.

Tindakan Rasi4nal
Mandiri :
Tinjau pr4ses penyakit, pr4gn4sis, dan
harapan masa depan

Memberikan pengetahuan di mana klien
dapat membuat pilihan berdasarkan in14rmasi
yang disampaikan

2 Diskusikan kebiasaan klien dalam
penatalaksanaan pr4ses sakit melalui diet,
4bat-4batan, serta pr4gram diet seimbang,
latihan, dan istirahat
2 Tujuan k4ntr4l penyakit adalah untuk
menekan in1lamasi sendi/ jaringan lain guna
mempertahankan 1ungsi sendi dan mencegah
de14rmitas

Bantu klien dalam merencanakan jadwal
aktivitas terintegrasiyang realitis,
peri4deistirahat,perawatan diri, pemberian
4bat -4batan,terapi 1isik,dan manajemen stres
Memberikan struktur dan mengurangi
ansietas pada wakru menangani pr4ses
penyakit kr4nis yang k4mpleks
Tekankan pentingnya melanjutkan
manajemen 1armak4terapeutik
Keuntungan dari terapi 4bat ÷4batan
tergantung ketepatan d4sis, misal aspirin
harus diberikan secara reguleruntuk
mendukung kadar terapeutik darah - 25 mg

¡
Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


5 Rek4mendasikan pengunaan aspirin
bersalut/ dibuper enterik atau salisilat
n4nasetil, misal k4lin magnesium trisalisilat
5 Preparat bersalut/ dibuper dicerna dengan
makanan, meminmimalkan iritasi gaster,
mengurangi risik4 perdarahan Pr4duk n4nastil
sedikit dibutuhkan untuk mengurangi iritasi
lambung

6 Anjurkan kliean untuk mencerna 4bat-
4batan dengan makanan,susu atau antasida
6 Membatasi iritasi gaster Penggurangan
nyeri akan meningkatkan kualitas tidur san
meningkatkan kadar darah serta mengurangi
kekuatan di pagi hari

7 Ìdenti1ikasi e1ek samping 4abt-4batan yang
merugkan, misal tinitus, int4leransi lambung,
perdaraha gastr4intestinal, dan ruam purpurik
7 Memperpanjang dan memaksimalakan
d4sis aspirrin dapat mengakibatkan takar lajak
( 4verd4sis) Tinitus umumnya mengidenti1ikan
kadar terapeutik darah yang tinggi Jika terjadi
tinitus, d4sis umumnya diturunkan menjadi
satu tablet setiap tiga hari sampai berhenti

Tekankan pentingnya membaca label
pr4duk dan mengurangi penggunaan 4bat
yang dijual bebas tanpa prsetujuan d4kter
Banyak pr4duk mengandung salisilat
tersembunyi(misal 4bat diare, pilek)yang
dapat meningkatkan risik4 4verd4sis 4bat /
e1ek samping yang bebahaya

9 Tinjuan pentingnya diet yang seimbang
dengan makanan yang banyak mengandung
vitamin, pr4tein, dan zat besi

9 Meningkatkan perasaan sehat umum dan
perbaikan regenerasi sel
0 D4r4ng klien yang 4besitas untuk
menurunkan berat badan dan berikan
in14rmasi penurunaan berat badan sesuai
kebutuhan

0 Penurunan berat badan akan mengurangi
tekananan sendi, terutama pinggul,
lutut,pergelanagan kaki,dan telapak kaki

Berikan in14rmaasi mengenai alat bantu,
missal bermain barang-barang yang bergerak,
t4ngkat untuk mengambil, piring-piring ringan,
tempat duduk t4ilet yang dapat dinaikkan,
palang keamanan

Mengurangin paksaan untuk
menggunakan sendi dan meungkinkan individu
untuk serta secara lebih nyaman dalam
aktivitas yang dibutuhkan
2 Diskusikan teknik menghemat energy,
missal duduk lebih baik daripada berdiri dalam
menyiapkan makanan dan mandi

2 Mencegah kepenatan, memberikan
kemudahan perawatan diri, dan kemandirian
D4r4ng klien untuk mempertahankan
p4sisi tubuh yang benar, baik saat istirahat
maupun saat aktivitas, misal menjaga sendi
tetap meregang tidak 1leksi

mekanika tubuh yang baik harus menjadi
bagian dari gaya hidup lklien untuk mengurang
tekanan sendi dan nyeri
Tinjau perlunya in1eksi sering pada kulit
lainnya dibawah bebet, gips, alat peny4k4ng
Tunjukan pemberian bantalan yang tepat






Mengurangi resik4 iritasi / kerusakan kulit

Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


5 Diskusikan pentingnya 4bat- 4batan
lanjutan/pemeriksaan lab4rat4rium, misal LED,
kadar salisilat, PT
5Terapi 4bat ÷ 4batan membutuhkan
pengkajian / perbaikan yang terus- menerus
untuk menjamin e1ek 4ptimal dan mencegah
4verd4sis, serta e1ek samping yang berbahay,
misal aspirin memperpanjang PT, peningkatan
risik4 perdarahan Kris4terapi akan menekan
tr4mb4sit, p4tensi risik4 untuk
tr4mb4sit4penia

6 Berikan k4nseling seksual sesuai
kebutuhan
6 Ìn14rmasi mengenai p4sisi-p4sisi yang
berbeda dan teknik dan / pilihan lain untuk
pemenuhan seksual mungkin dapat
meningkatkan hubungan pribadi dan perasaan
harga diri / percaya diri

7 Ìdenti1ikasi sumber-sumber k4munikasi,
misal yayasan artritis (bila ada)
7 bantuan / dukungan dari 4rang lain dapat
meningkatkan pemulihan maksimal



IV. EvaIuasi
Hasil asuhan keperawatan yang diharapkan adalah sebagai berikut :
) Terpenuhunya penuruna dan peningkatan adaptasi nyeri
2) Tercapainya 1ungsi sendi dan mencegah terjadinya de14rmitas
) Tercapainya peningkatan 1ungsi angg4ta gerak yang terganggu
) Tercapainya pemenuhan perawatan diri
5) Tercapainya penatalaksanaan pemeliharaan rumah dan mencegah penyakit degenerati1
jangka panjang
6) Terpenuhinya pendidikan dan latihan dalam rehabilitasi
















Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


A III
PENUTUP


Kesimpulan
G4ut adalah penyakit meteb4lik yang ditandai dengan penumpukan asam urat yang nyeri
pada tulang sendi, sangat sering ditemukan pada kaki bagian atas, pergelangan dan kaki
bagian tengah Artritis pirai (g4ut) merupakan suatu sindr4m klinik sebagai dep4sit kristal
asam urat di daerah persendian yang menyebabkan terjadinya serangan in1lamasi akut
Penyebab utama terjadinya g4ut adalah karena adanya dep4sit / penimbunan kristal asam
urat dalam sendi Penimbunan asam urat sering terjadi pada penyakit dengan metab4lisme
asam urat abn4rmal dan Kelainan metab4lik dalam pembentukan purin dan ekskresi asam
urat yang kurang dari ginjal
Arthritis rheumat4id adalah penyakit in1lamasi n4nbakterial yang bersi1at sistemik,
pr4gresi1, cenderung kr4nis yang menyerang beberapa sistem 4rgan, dan paling sering
ditemukan di sendi Penyebab Artritis reumat4id masih belum diketahui secara pasti walaupun
banyak hal mengenai pat4l4gis penyakit ini telah terungkap Penyakit Artritis reumat4id belum
dapat dipastikan mempunyai hubungan dengan 1act4r genetik namun, berbagai 1akt4r
(termasuk kecenderungan genetik) bisa mempengaruhi reaksi ant4imun Fakt4r ÷ 1akt4r yang
berperan antara lain adalah jenis kelamin, in1eksi, keturunan dan lingkungan Dari penjelasan
di atas, dapat disimpulkan bahwa 1akt4r yang berperan dalam timbulnya penyakit Artritis
reumat4id adalah jenis kelamin, keturunan, lingkungan, dan in1eksi

2 Saran
Diharapkan mahasiswa dapat memahami materi yang telah kami susun ini, dan dapat
menginterpretasikan di dalam melakukan tindakan keperawatan dalam praktik, khususnya
pada pasien yang menagalami gangguan sistem muskul4skeletal : G4ut dan Rheumat4id
Arthritis, dan mampu memberikan asuhan keperawatan yang sesuai










Cout ¿ mbeumøtoiø ¿rtbritiø


DAFTAR PUSTAKA



Lukman, Ningsih, Nurna 2009 Asuhan K0p0rawatan !ada Kli0n D0nan Ganuan Sist0m
Muskulosk0l0tal Jilid Jakarta : Salemba Medika
Muttaqin, Ari1 200 Buku Aajar Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Muskul4skeletal Cet
Jakarta : EGC
Price, SylviaA 2006 Pat41isi4l4gi : K4nsep Klinis Pr4ses-pr4ses Penyakit Ed6 ; Cet ; JilÌÌ
Jakarta : EGC
Setiadi 2007 Anatomi dan Fisioloi Manusia Cet Y4gyakarta : Graha Ìlmu
Suratun 200 Asuhan K0p0rawatan Kl0in Ganuan Sist0m Muskulosk0l0tal Cet
Jakarta : EGC
Syai1iddin 2006 Anatomi Fisioloi Untuk Mahasiswa K0p0rawatan Ed ; Cet
Jakarta : EGC
hLLpť//wwwŦdavlddarllnaŦlnfo/lmaaes/muscles_human_bodv_backŦ[pa
hLLpť//wwwŦdavlddarllnaŦlnfo/lmaaes/muscles_human_bodv_fronLŦ[pa

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->