KONSEP-KONSEP DASAR DARI ILMU POLITIK Ilmu politik memiliki beberapa konsep.

Konsep-konsep ini merupakan hal-hal yang ingin dicapai dalam politik. Pada paper ini akan dibahas tentang konsep-konsep tersebut, sumber kekuasaan, serta perbedaan antara kekuasaan dan kewenangan, dengan beberapa sumber seperti buku dan internet. Berikut pembahasannya secara ringkas.

1. Power (Kekuasaan)

Power sering diartikan sebagai kekuasaan. Sering juga diartikan sebagai kemampuan yang dimiliki oleh suatu pihak yang digunakan untuk memengaruhi pihak lain, untuk mencapai apa yang diinginkan oleh pemegang kekuasaan. Max Weber dalam bukunya Wirtschaft und Gesselshaft menyatakan, kekuasaan adalah kemampuan untuk, dalam suatu hubungan sosial, melaksanakan kemauan sendiri meskipun mengalami perlawanan. Pernyataan ini menjadi rujukan banyak ahli, seperti yang dinyatakan Harold D. Laswell dan A. Kaplan,´ Kekuasaan adalah suatu hubungan dimana seseorang atau kelompok dapat menentukan tindakan seseorang atau kelompok lain kearah tujuan pihak pertama.´

Kekuasaan merupakan konsep politik yang paling banyak dibahas, bahkan kekuasaan dianggap identik dengan politik. Harold D. Laswell dan A. Kaplan dalam Power and Society: ³Ilmu politik mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan.´

2. Authority (Kewenangan)

Kewenangan (authority) adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu. Kewenangan biasanya dihubungkan dengan kekuasaan. Penggunaan kewenangan secara bijaksana merupakan faktor kritis bagi efektevitas organisasi.

Kewenangan digunakan untuk mencapai tujuan pihak yang berwenang. Karena itu, kewenangan biasanya dikaitkan dengan kekuasaan. Robert Bierstedt menyatakan dalam bukunya an analysis of social power , bahwa kewenangan merupakan kekuasaan yang dilembagakan. Seseorang yang memiliki kewenangan berhak membuat peraturan dan mengharapkan kepatuhan terhadap peraturannya.

3. Influence (Pengaruh)

Norman Barry, seorang ahli, menyatakan bahwa pengaruh adala suatu tipe kekuasaan, yang jika seorang dipengaruhi agar bertindak dengan cara tertentu, dapat dikatakan terdorong untuk bertindak demikian, sekalipun ancaman sanksi terbuka bukan merupakan motivasi pendorongnya. Dengan demikian, dapat dikatakan pengaruh tidak bersifat terikat untuk mencapai sebuah tujuan.

Contoh dari paksaan yang diberlakukan sekarang adalah sistem ketentuan pajak. B. Acquiescence (Perjanjian) Perjanjian adalah suatu peristiwa dimana satu pihak membuat janji kepada pihak lain untuk melaksanakan satu hal. untuk melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan orang yang mengajak. tapi lebih kepada gagasan untuk melakukan sesuatu. Oleh karena itu. Persuasi bersifat tidak memaksa dan tidak mengharuskan ikut serta. Peragaan kekuasaan atau ancaman berupa paksaan yang dilakukan seseorang atau kelompok terhadap pihak lain agar bersikap dan berperilaku sesuai dengan kehendak atau keinginan pemilik kekuasaan. Persuasion (Ajakan) Persuasi adalah kemampuan untuk mengajak orang lain agar mengubah sikap dengan argumentasi. Dengan demikian. Sifat pajak ini memaksa wajib pajak untuk menaati semua yang diberlakukan dan apabila melanggar akan dikenai sanksi. Sumber-sumber Kekuasaan . 6. pengaruh lebih unggul karena terkadang ia memiliki unsur psikologis dan menyentuh hati. di negara demokratis tetap disadari bahwa paksaan hendaknya digunakan seminimal mungkin dan hanya digunakan untuk meyakinkan suatu pihak. Acquiescence diartikan sebagai perjanjian yang disetujui tanpa protes. perjanjian berlaku sebagai undang-undang bagi pihak yang melakukan perjanjian. Dalam politik.Pengaruh biasanya bukan faktor satu-satunya yang menentukan tindakan pelakunya. 5. Persuasi disini dilakukan untuk ikut serta dalam suatu komunitas dan mencapai tujuan komunitas tersebut. Paksaan tidak selalu memengaruhi dan tidak tampak. dan masih bersaing dengan faktor lainnya. Bagi pelaku masih ada faktor lain yang menentukannya bertindak. Gagasan ini dinyatakan dalam argumen untuk memengaruhi orang atau kelompok lain. Perjanjian dilaksanakan dalam bentuk lisan atau tulisan. Dalam masyarakat yang bersifat homogen ada konsensus nasional yang kuat untuk mencapai tujuan-tujuan bersama. dan karena itu sering berhasil. Walaupun pengaruh sering kurang efektif dibandingkan kekuasaan. 4. Coercion (Paksaan) Paksaan merupakan cara yang mengharuskan seseorang atau kelompok untuk mematuhi suatu keputusan. persuasi diperlukan untuk memperoleh dukungan.

seorang direktur bisa memecat seorang karyawan. baik itu di pusat ataupun di cabang-cabangnya. alim ulama banyak dituruti dan dipatuhi masyarakat. dan ketergantungan satu pihak dengan pihak lain. Seseorang yang memiliki kekayaan dapat memiliki kekuasaan. sedangkan kekuasaan berada diluar formalitas. Perbedaan Power (Kekuasaan) dan Authority (Kewenangan) Dalam pembahasan sebelumnya dinyatakan bahwa kewenangan berhubungan dengan kekuasaan. perlu dibedakan antara scope of power dan domain of power (wilayah kekuasaan). Jika bawahan melanggar perintah atasan.Seorang yang memiliki sesuatu. Jack H. tentu mempunyai sumber darimana ia mendapatkan sesuatu tersebut. Hal ini disebut hegemoni. Semakin timpang hubungan ini. dominasi. kekayaan. tetapi direktur tersebut tidak mempunyai kuasa apa-apa terhadap karyawan diluar hubungan pekerjaan. Kekuasaan datang dari berbagai sumber. Misalnya seorang konglomerat dapat menguasai suatu pihak yang didanainya. Kewenangan adalah salah satu cara bagi seseorang untuk memperkuat kekuasaannya. Salah satunya. kewenangan adalah kekuasaan secara formal yang diberikan oleh organisasi. sedangkan kekuasaan tidak selalu memiliki keabsahan. Kewenangan merupakan kekuasaan yang memiliki keabsahan ( legitimate power ). atau kolektivitas yang kena kekuasaan. Hal ini menyebabkan hubungan tidak seimbang(asimetris). serta sikap dan keputusan yang menjadi subyek dari kekuasaan. Cakupan kekuasaan (scope of power) menunjuk kepada perilaku. Misalnya di Indonesia. maka ia perlu diperhitungkan dalam proses pengambilan keputusan di tempat umatnya. tapi dari segi lain. Alim ulama bertindak sebagai pemimpin informal umat. Seorang atasan dapat memerintahkan bawahannya agar melakukan sesuatu. C. Kewenangan adalah kekuasaan namun kekuasaan tidak terlalu berupa kewenangan. jadi menunjuk pada pelaku organisasi. atau penundukan oleh pemikir abad 20. Misalnya seorang direktur memiliki kekuasaan di perusahaannya. Nagel dalam bukunya The Descriptive Analysis of Power yang juga terdapat dalam buku Dasardasar Ilmu Politik. diantaranya kedudukan. dan kepercayaan. Misalnya. Dalam suatu hubungan kekuasaan(power relationship) selalu ada pihak yang lebih kuat daripada pihak lain. Wilayah kekuasaan (domain of power) menjelaskan siapa-siapa saja yang dikuasai oleh orang atau kelompok yang berkuasa. Demikian halnya dengan kekuasaan. Kepercayaan atau agama juga merupakan sumber kekuasaan. maka makin kuat ketergantungannya. Apabila kekuasaan politik di rumuskan sebgai kemampuan menggunakan sumber- . maka bawahan bisa dikenai sanksi. ada perbedaan mendasar antara keduanya.

Biograf Publishing. Jakarta. 2. Dahl. 4. Kewenangan merupakan kekuasaan formal yang diberikan oleh organisasi. sedangkan kekuasaan berada diluar formalitas. 5. Remaja Rosda Karya. Pengantar Ilmu Politik. . Kekuasaan dan kewenangan adalah konsep yang berhubungan. Gramedia. 2002 Rusadi Kantaprawira. Benarkah DPR Kita Mandul. bandung. Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa kekuasaan merupakan konsep yang paling banyak dibahas dalam ilmu politik. maka kewenangan merupakan hak moral sesuai dengan nilai-nilai dan norma masyarakat. 1992 Affan Gaffar. Yogyakarta. dan kepercayaan. 7. Miriam Budiardjo. Pustaka Pelajar. Jakarta. Kekuasaan berasal dari beberapa sumber. 1997 Robert A. Sinar Baru. Jakarta. 1998. 1988 Ipong S. Sistem Politik Indonesia. Kewenangan merupakan hak berkuasa yang di tetapkan dalam struktur organisasi sosial guna melaksanakan kebijakan yang di perlukan. Bandung. 1980 Inu Kencana Syafe I. Dasar-dasar Ilmu Politik. selain konsep lainnya. Memahami Ilmu Politik. Analisa Politik Modern. Gramedia Pustaka Utama. 3. 1996 Ramlan Surbakti. Dewaruci Press. 6. Politik Indonesia. tetapi keduanya berbeda.sumber untuk memengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan politik. termasuk peratuaran perundangundangan. Yogyakarta. Referensi : 1. misalnya kekayaan. kedudukan. Azhar.