Sosialisasi Tataran Dasar Bela Negara pada dasarnya adalah sebagai suatu upaya memberikan pengetahuan yang pada

akhirnya dapat mewujudkan sikap dan perilaku Bela Negara yang dilandasi Wawasan Kebangsaan. Untuk itu jadikanlah Bela Negara sebagai Gerakan Nasional bagi Bangsa Indonesia, agar Persatuan dan Kesatuan Bangsa di dalam Kebhinekaan tetap terjaga, guna utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Departemen Pertahanan (Dirjen Pothan Dephan) Bambang Murgiyanto, MSc dalam amanatnya yang dibacakan Direktur Pembinaan Kesadaran Bela Negara Brigjen TNI Ibnu Hadjar, pada penutupan Sosialisasi Tataran Dasar Bela Negara bagi Pejabat Eselon IV di lingkungan Depdagri, Depnakertrans dan unsur Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dilingkungan Depsos, Jum'at (10/10 ) di Aula Ditjen Pothan Dephan, Jl. Tanah Abang Timur no. 8 Jakarta. Lebih lanjut Drjen Pothan Dephan mengatakan, Penanaman Kesadaran Bela Negara adalah sebagai bagian dari suatu proses pembinaan Sumber Daya Manusia yang tidak akan pernah berhenti, senantiasa berlanjut dan berkesinambungan serta disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berkembang dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Menurut Bambang Murgiyanto, MSc, sumbangsih yang dilakukan bagi tumbuhnya Kesadaran Bela Negara tidak lain adalah wujud dari keikutsertaan dalam upaya Bela Negara itu sendiri. ?Oleh karena itu upaya Pembinaan Kesadaran Bela Negara hendaknya terus dilaksanakan dilingkungan masing-masing secara berlanjut dan berkesinambungan? Ujarnya. Pelaksanaan Sosialisasi Tataran Dasar Bela Negara berlansung selama empat hari dengan materi meliputi, PP tentang Bendera, Lambang Negara dan Lagu kebangsaan RI, Wawasan Nusantara, Wawasan Kebangsaan, Ketahanan Nasional. Selain itu juga mendapatkan penjelasan tentang Pembinaan Potensi Pertahanan, UU No.3 tahun2002 tentang Pertahanan Negara RI, Terorisme dan Penanggulangannya serta Pelaksanaan Ham di Indonesia.

Kewajiban Bela Negara Bagi Semua Warga Negara Indonesia - Pertahanan Dan Pembelaan Negara
Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 pada pasal 30 tertulis bahwa "Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara." dan " Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang." Jadi sudah pasti mau tidak mau kita wajib ikut serta

5. Dengan hak dan kewajiban yang sama setiap orang Indonesia tanpa harus dikomando dapat berperan aktif dalam melaksanakan bela negara. Ikut serta membantu korban bencana di dalam negeri 3. Diubah oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1988.VII Tahun 2000 tentang Peranan TNI dan POLRI. Tap MPR No. Beberapa jenis / macam ancaman dan gangguan pertahanan dan keamanan negara : 1. Amandemen UUD '45 Pasal 30 dan pasal 27 ayat 3.´.€. Pelanggaran wilayah negara baik di darat.3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. gangguan. laut.? 5ksH8 { ee5dd59b4075c9fd Bottom of Form . hambatan dan gangguan pada NKRI / Negara Kesatuan Republik Indonesia seperti para pahlawan yang rela berkorban demi kedaulatan dan kesatuan NKRI.20 tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Hankam Negara RI. Sebagai warga negara yang baik sudah sepantasnya kita turut serta dalam bela negara dengan mewaspadai dan mengatasi berbagai macam ATHG / ancaman. Ikut serta dalam mengamankan lingkungan sekitar (seperti siskamling) 2. 5. Mengikuti kegiatan ekstraklurikuler seperti Paskibra. Undang-Undang No. tantangan. Aksi kekerasan yang berbau SARA.29 tahun 1954 tentang Pokok-Pokok Perlawanan Rakyat.dalam membela negara dari segala macam ancaman.VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dengan POLRI. Membela negara tidak harus dalam wujud perang tetapi bisa diwujudkan dengan cara lain seperti : 1. Tap MPR No. 3. Beberapa dasar hukum dan peraturan tentang Wajib Bela Negara : 1. Belajar dengan tekun pelajaran atau mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan atau PKn 4. 4. Terorisme Internasional dan Nasional. Pengrusakan lingkungan. 7. 2. Top of Form €. Gerakan separatis pemisahan diri membuat negara baru. tantangan dan hambatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam. 6.´. 6.水. 4. udara dan luar angkasa. Tap MPR No. Undang-Undang No. PMR dan Pramuka. 3.VI Tahun 1973 tentang konsep Wawasan Nusantara dan Keamanan Nasional. Kejahatan dan gangguan lintas negara. Undang-Undang No. 2.? .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful