SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHA

Seorang wirausahawan adalah individu-individu yang berorientasi kepada tindakan, dan memiliki motivasi tinggi, yang beresiko dalam mengejar tujuannya. Untuk dapat mencapai tujuan tujuannya, maka diperlukan sikap dan perilaku yang mendukung pada diri seorang wirausahawan. Sikap dan Perilaku sangat dipengaruhi oleh sifat dan watak yang dimiliki oleh seseorang. Sifat dan watak yang baik, berorientasi pada kemajuan dan positif merupakan sifat dan watak yang dibutuhkan oleh seorang wirausahawan agar wirausahawan tersebut dapat maju/sukses.

Daftar ciri-ciri dan sifat-sifat profil seorang wirausahawan: 1. Percaya Diri. Wataknya : Keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.

2. Berorientasikan tugas dan hasil. Wataknya : Kebutuhan akan prestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan emiliki inisiatif.

3. Pengambil Resiko. Wataknya : Memiliki kemampuan mengambil resiko dan suka pada tantangan.

4. Kepemimpinan. Wataknya : Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.

5. Keorisinilan. Wataknya : Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.

6. Berorientasi ke masa depan. Wataknya : Persepsi dan memiliki cara pandang/ cara pikir yang berorientasi pada masa depan.

7. Jujur dan tekun. Wataknya : Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja

.Dari daftar ciri dan sifat watak seorang wirausahawan di atas. kualitas pekerjaan. Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat dibuat dengan mengidentifikasi cita-cita. Ketepatan terhadap waktu. Wirausahawan harus taat azas. Kedisiplinan terhadap komitmen akan kualitas pekerjaan dapat dibina dengan ketaatan wirausahawan akan komitmen tersebut. seorang wirausahawan harus memiliki komimten yang jelas. Komitmen Tinggi Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang. dengan dampak pembelian terus meningkat sehingga pada akhirnya tercapai target perusahaan yaitu memperoleh laba yang diharapkan. problem solving bagi masalah konsumen. adalah kendala yang dapat menghambat seorang wirausahawan meraih keberhasilan. Ketaatan wirausahawan akan kesepakatan-kesepakatan yang dibuatnya adalah contoh dari kedisiplinan akan kualitas pekerjaan dan sistem kerja. Hal tersebut akan dapat tercapai jika wirausahawan memiliki kedisiplinan yang tinggi terhadap sistem kerja yang telah ditetapkan. harapan dan target-target yang direncanakan dalam hidupnya. Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh. Arti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya. sebagai berikut: - a. seorang wirausahawan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi. akan memiliki nama baik (goodwill) di mata konsumen yang akhirnya wirausahawan tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari konsumen. dapat kita identifikasi sikap seorang wirausahawan yang dapat diangkat dari kegiatannya sehari hari. dan sebagainya. b. Disiplin Dalam melaksanakan kegiatannya. terarah dan bersifat progressif (berorientasi pada kemajuan). baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. yaitu ketepatan terhadap waktu. sistem kerja dan sebagainya. Seorang wirausahawan yang teguh menjaga komitmennya terhadap konsumen. Sifat sering menunda pekerjaan dengan berbagai macam alasan. dapat dibina dalam diri seseorang dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan. kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan. Dalam melaksanakan kegiatannya. Sedangkan contoh komitmen wirausahawan terhadap orang lain terutama konsumennya adalah pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen.

c. hanya akan menjadi sebuah mimpi. kreativitas yang tinggi tetap membutuhkan sentuhan inovasi agar laku di pasar. Kejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks. d. Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan. Dengan bertambahnya nilai guna atau manfaat pada sebuah produk. gagasan-gagasan yang baikpun. tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain. Namun. bentuk ataupun waktu. Kreatif dan Inovatif Untuk memenangkan persaingan. Gagasan-gagasan yang jenius umumnya membutuhkan daya inovasi yang tinggi dari wirausahawan yang bersangkutan. penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk -produk yang telah ada selama ini di pasar. jika tidak diimplementasikan dalam kehidupan sehari hari. Jujur Kejujuran merupakan landasan moral yang terkadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya. . dan inovasi yang dibutuhkan adalah kemampuan wirausahaw dalam an menambahkan nilai guna/nilai manfaat terhadap suatu produk dan menjaga mutu produk dengan memperhatikan market oriented atau apa yang sedang laku dipasaran. Daya kreatifitas tersebut sebaiknya adalah dilandasi oleh cara berpikir yang maju. e. maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. karena adanya peningkatan nilai ekonomis bagi produk tersebut bagi konsumen. Mandiri Seseorang dikatakan mandiri apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalam mengambil keputusan atau bertindak. kejujuran mengenai promosi yang dilakukan. Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang dan jasa) yang ditawarkan. maka meningkat pula daya jual produk tersebut di mata konsumen. Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang. Justru seringkali ide-ide jenius yang memberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil. kejujuran mengenai pelayanan purna jual yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan oleh wirausahawan. Pada prinsipnya seorang wirausahawan harus mem iliki sikap mandiri dalam memenuhi kegiatan usahanya.

Anisa Rosita. Banyak seorang calon wirausahawan yang berpotensi tinggi. obyektif dan rasionil dalam pengambilan keputusan bisnisnya. X-PM 9 SMK PELITA Ciampea .f. Realistis Seseorang dikatakan Realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta/realita sebagai landasan berpikir yang rasionil dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/perbuatannya. namun pada akhirnya mengalami kegagalan hanya karena wirausahawan tersebut tidak realistis. Karena itu dibutuhkan kecerdasan dalam melakukan seleksi terhadap masukan-masukan/sumbang saran yang ada keterkaitan erat dengan tingkat keberhasilan usaha yang sedang dirintis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful