MAKALAH PKn

DISUSUN OLEH: NAMA KELAS NIS : MUHAJIR : II TMO : 051

SMK NEGERI 3 BULUKUMBA

TAHUN PELAJARAN 2009/2010 2 .

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas Rahmat dan Karunia-Nya sehingga Makalah ini dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat. merupakan tugas dari Bidang Studi PKn membahas secara detail yang berhubungan dengan Masyarakat Madani dan Ciri Ciri masyarakat Madani. Kami sangat mengharapkan agar makalah ini bersifat pembelajaran agar kita dimasa akan datang mendapat pengertian mengenai masyarakat madani Penulis i . Makalah ini berjudul Masyrakat Madani.

.................... Pemikiran masyarakat madani...................................... Ciri-Ciri masyarakat madani......................6 C........................ II.13 DAFTAR PUSTAKA ii .............ii I............3 B.................. Arkeologi Konsep..................................................1 PEMBAHASAN.......................................................................................................3 A...................................................................................... KESIMPULAN...........................Daftar isi KATA PENGANTAR........................................................................... PENDAHULUAN......................................................................i DAFTAR ISI.......6 III.........................

masyarakat madani dianggap sebagai institusi sosial yang mampu mengkoreksi kekuatan “militer “ yang otoriter. Dengan begitu menurut yang pro pada pemikiran ini. Dalam arti lain masyarakat sipil memiliki konotasi sebagai antitesa dari masyarakat militer. Kecenderungan sakralisasi berpotensi untuk menambah derajat kefrustasian yang lebih mendalam dalam masyarakat bila terjadi kesenjangan antara realisasi dengan harapan. Saat ini gejala itu sudah ada. kesalahan mengkonsepsi dan juga pada saat manarik parameter-parameter ketercapaian. Koreksi kritis terhadap peran sosial ABRI bagi sementara orang merupakan keharusan 1 . Masyarakat Sipil Vs Militer Dalam tataran praktis sementara orang melihat. antara lain. sehingga kebutuhan membuat wacana ini lebih terbuka menjadi sangat penting dalam kerangka pendidikan politik bagi masyarakat luas. yang merupakan kata lain dari masyarakat sipil (civil society). konsep Indonesia baru yang dicita-citakan merupakan masyarakat tanpa pengaruh dan dominasi kekuatan militer. Padahal kemungkinan untuk itu sangat terbuka. Maka dengan demikian dinamika kehidupan sosial dan politik harus memiliki garis batas pemisah yang jelas dengan dinamika pertahanan dan keamanan. PENDAHULUAN Masyarakat madani. kata ini sangat sering disebut sejak kekuatan otoriter orde baru tumbang selang satu tahun ini. Oleh sebab itu eksistensi masyarakat sipil selalu dianggap berjalan linier dengan penggugatan Dwi Fungsi ABRI. Malah cenderung terjadi sakralisasi pada kata itu seolah implementasinya mampu memberi jalan keluar untuk masalah yang tengah dihadapi oleh bangsa kita.MASYARAKAT MADANI I.

Kekurangsetujuan terhadap implementasi Dwi Fungsi ABRI. Dengan kata lain telah terjadi gejala “contradictio internemis” pada wacana masyarakat madani dalam masyarakat kita dewasa ini. Berlanjutnya kerusuhan di beberapa tempat dan terancamnya rasa aman masyarakat. sebenarnya syah-syah saja namun masalahnya apakah masyarakat madani tepat bila hanya dipersepsikan sebagai bentuk peminggiran peran militer. ke tempat yang lebih fungsional yakni barak-barak. Maka sangat wajar bila kader-kader militer dipersilahkan untuk hengkang dari posisi eksekutif dan legislatif. Kebutuhan untuk keluar dari rasa takut akibat distorsi peran militer selama masa orde baru menyebabkan terjadinya proses kristalisasi konsep masyarakat madani yang berbeda dengan konsep bakunya. Masyarakat Sipil Vs Negara 2 . Sementara mereka tidak melihat komitmen yang sebanding untuk fungsi substansialnya yakni pertahanan dan keamanan. khususnya tugas kekaryaan.sejarah setelah melihat betapa rezim lama memposisikan ABRI sebagai “backing” untuk melindungi kepentingan-kepentingan kelompok ekonomi kuat tertentu yang memiliki akses bagi penguatan legitimasi politik Soeharto. serta kekurangprofesionalan dalam teknik penanganan pada kasus-kasus politik tertentu merupakan bukti kuat bahwa militer tidak cukup memiliki kecakapan pada fungsi utamanya.

pengertian "sipil" itu dikesankan sebagai berkaitan dan tandingan dari "militer". kita lebih banyak berbicara mengenai demokratisasi politik atau liberalisasi ekonomi. yang dalam masyarakat hadir dalam bentuk dwi-fungsi ABRI itu. -yang di Indonesia telah diterjemahkan menjadi "masyarakat sipil" atau "masyarakat madani" itu --. Dalam sistem sosialis. civil society sebenarnya adalah konsep lama yang dilupakan. Konsep masyarakat sipil sendiri di Indonesia adalah sebuah istilah asing atau baru.II. Pemikiran Masyarakat Madani Berbagai pemikiran yang dilontarkan akhir-akhir ini di seputar civil society. Ia mulai bangkit atau diungkap lagi dalam kaitannya dengan perkembangan masyarakat di Eropa Timur di bawah rezim sosialis. -. semacam glasnots dan perestroika seperti yang merebak di Rusia pada dasawarsa '80-an. yang ditanggapi dengan penuh kecurigaan. PEMBAHASAN A. kehadiran dan peranan negara sangat kuat. Di Indonesia. sebenarnya merupakan imbas dari perkembangan pemikiran yang terjadi di dunia Barat. Dalam masyarakat Barat. berbagai kalangan akademi juga mulai tertarik untuk membicarakan konsep lama ini. 3 .dalam kaitannya dengan konsep masyarakat sipil ini --. politik dan sosialbudaya di bekas Uni Soviet dan Eropa Timur. dalam perhatian mereka terhadap perkembangan ekonomi. khususnya di negara-negara industri maju di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Para sarjana di Barat mula-mula melihat konsep itu dalam gejala pergerakan Serikat Buruh Solidaritas yang bangkit melawan negara. Namun di kawasan bekas Blok Sosialis yang sedang dilanda badai liberalisasi dan demokratisasi itu.

fondasi serikat buruh itu adalah umat beragama yang telah tumbuh menjadi kekuatan rakyat (people's power). Tetapi dalam kasus Polandia. bahkan diangkat menjadi Kepala Negara yang baru. Di balik organisasi dan gerakan buruh. Lebih dari itu. rezim sosialis justru mendapat perlawanan dari kelas buruh. Dalam kasus Polandia. Karena itu kita bisa menarik 4 . pemimpin Serikat Buruh Solidaritas itu. Setelah pemerintahan tumbang. Rupanya. di negara yang sikap pemerintahnya sangat kuat anti-agama itu. serikat buruh itu ternyata mampu menumbangkan rezim yang begitu kuat. Padahal. Gerakan kemasyarakatan (social movement) adalah bagian yang esensial dan merupakan pertanda kehadiran masyarakat sipil. Dalam teori perjuangan kelas Marx.Dimana negara sangat kuat dan mendominasi kehidupan individu dan masyarakat. Menarik untuk diamati bahwa Polandia adalah sebuah negara yang mayoritas penduduknya beragama Katholik yang taat. Dan akhirnya. Yang lebih nampak adalah kesadaran agama yang ternyata mampu mengatasi kesadaran kelas. Tidak kebetulan bahwa Sri Paus yang sekarang menduduki tahta Vatican. serikat buruh ternyata cukup kuat dan berperan sebagai masyarakat sipil berhadapan dengan negara. rezim sosialis memerintah atas nama kelas buruh dan kaum borjuis dianggap tidak ada. sulit kita berbicara mengenai kesadaran kelas (class counsciuosness) pada kaum buruh. karena dalam sistem itu tidak dikenal kelas kapitalis. buruh dan para penganggur akan melakukan pemberontakan melawan dominasi kaum borjuis. agama Katholik ternyata mampu bertahan. adalah seorang rohaniawan yang berasal dari Polandia. Tetapi dalam realitas. berdiri kekuatan sosial gereja. maka sulit dibayangkan adanya apa yang disebut civil society. Lech Wawensa.

kesimpulan. setidak-tidaknya jauh ketinggalan dibanding dengan proses liberalisasi ekonominya. Gereja Katholik ternyata juga mampu mengartikulasikan kepentingan dan aspirasi rakyat. kita bisa menengok kepada gereja dan umat beragama. Jika yang menggerakkan adalah masyarakat sipil. yang diharapkan mendukung pemerintah itu. Tetapi bagaimana jika kita melihat di negara-negara lain. Cekoslovakia atau RRC? Apakah peranan Gereja Yunani Ordodoks sama kuatnya dengan Gereja Katholik di Polandia? Ternyata proses liberalisasi ekonomi dan demokratisasi politik yang terjadi di Rusia itu cukup kuat juga. Dalam kasus Polandia. bagaimana bentuk dan struktur masyarakat sipil itu? Masyarakat Sipil di RRC mungkin lemah atau tidak tampak. Di negara-negara lain. Pemerintah yang totaliter itu agaknya memang tidak mampu menemu-kenali tumbuhnya masyarakat sipil sebagaimana yang dapat dilihat di negara-negara demokrasi-liberal. misalnya di Uni Soviet. dan karena itu menjadi sebuah lembaga dalam masyarakat sipil. ternyata justru berkembang menjadi masyarakat sipil. kedudukan dan peranan agama kurang nampak. Di Polandia. Karena itulah maka proses demokratisasi politik di situ mengalami kegagalan. Serikat buruh. agama menjadi ibu dari atau paling tidak memangku kelahiran masyarakat sipil. Dalam kasus Polandia. walaupun ia tumbuh sebagai kekuatan reaksi atau anti-tesis terhadap dominasi negara. agama justru mengalami marjinalisasi. Dalam kasus negara sosialis lain. kesadaran sipil itu tumbuh dari masyarakat Katholik yang kuat. dalam sistem komunispun. sebuah masyarakat sipil bisa tumbuh. 5 .

Locke umpamanya.M). Ciri dari suatu masyarakat sipil. Pertanyaannya adalah. selain terdapatnya tata kehidupan politik yang terikat pada hukum. civil society itu sendiri adalah terjemahan dari istilah Latin. civilis societas.Namun. istilah itu diambil dan dihidupkan lagi oleh John Locke (16321704) dan Rousseau (1712-1778) untuk mengungkapkan pemikirannya mengenai masyarakat dan politik. juga adanya kehidupan ekonomi yang didasarkan pada sistem uang sebagai alat tukar. -. apakah kehadiran agama membuat perbedaan dalam derajat kekuatan suatu masyarakat sipil? B. Di zaman modern. Adanya hukum yang mengatur pergaulan antar individu menandai keberadaban suatu jenis masyarakat tersendiri. Bahkan bisa pula dikatakan bahwa proses pembentukan masyarakat sipil itulah yang sesungguhnya membentuk masyarakat kota. di zaman dahulu adalah masyarakat yang tinggal di kota.seorang orator dan pujangga Roma --. Dalam kehidupan kota penghuninyatelah menundukkan hidupnya di bawah satu dan lain bentuk hukum sipil (civil law) sebagai dasar dan yang mengatur kehidupan bersama. masyarakat sipil mungkin pula tumbuh. Masyarakat sipil disebutnya sebagai sebuah masyarakat politik (political society) yang memiliki kode hukum sebagai dasar pengaturan hidup. Arkeologi Konsep Secara harfiah. Pengertian tentang gejala tersebut dihadapkan dengan pengertian tentang gejala "otoritas paternal" (peternal authority) atau "keadalan alami" (state of nature) suatu kelompok manusia. mendefinisikan masyarakat sipil sebagai "masyarakat politik" (political society). mula-mula dipakai oleh CICERO (106-43 S. terjadinya kegiatan tukar 6 . Masyarakat seperti itu. yang pengertiannya mengacu kepada gejala budaya perorangan dan masyarakat.

Ini adalah arena. Masyarakat seperti ini membedakan diri dari keadaan alami dari suatu masyarakat. seorang filsuf sosial Prancis abad ke-18. Pembedaan antara masyarakat sipil dan negara timbul dari pandangan Hegel (1770-1831). demikian pula terjadinya perkembangan teknologi yang dipakai untuk mensejahterakan dan memuliakan hidup sebagai ciri dari suatu masyarakat yang telah beradab. tidak sebagaimana halnya pandangan dua pemikir Inggris dan Prancis 7 . Sama halnya dengan Locke dan Rousseau. Tapi di sini. Karena negara. Dalam konsep Locke dan Rousseau belum dikenal pembedaan antara masyarakat sipil dan negara. Hegel melihat masyarakat sipil sebagai wilayah kehidupan orang-orang yang telah meninggalkan kesatuan keluarga dan masuk ke dalam kehidupan ekonomi yang kompetitif. pemerintah. yang menyebabkan perpecahan-perpecahan. dimana kebutuhan-kebutuhan tertentu atau khusus dan berbagai kepentingan perorangan bersaing. adalah merupakan hasil dari suatu perjanjian kemasyarakatan (social contract). Bahkan keduanya beranggapan bahwa masyarakat sipil adalah pemerintahan sipil. Dalam perjanjian kemasyarakatan tersebut anggota masyarakat telah menerima suatu pola perhubungan dan pergaulan bersama. adalah merupakan bagian dan salah satu bentuk masyarakat sipil. pemikir Jerman yang banyak menarik perhatian. lebih khusus lagi. masyarakat sipil.menukar atau perdagangan dalam suatu pasar bebas. Masyarakat politik itu sendiri. yang membedakan diri dari masyarakat alami atau keadaan alami. sehingga masyarakat sipil itu mengandung potensi besar untuk menghancurkan dirinya. suatu konsep yang dikemukakan oleh Rousseau. yang ditentang dan sekaligus diikuti oleh Marx itu.

Yang pertama adalah perkumpulanperkumpulan yang mengandung aspek politik. Bagian dari tatanan politik yang lain adalah negara (state). Di sini. Bahkan prinsip non-intervensi yang meminimalkan peranan negara dalam kehidupan ekonomi. Hegel dan para pengikutnya membedakan masyarakat sipil dari dan berhadapan dengan negara. masyarakat sipil itu bukan satu-satunya yang dibentuk dalam perjanjian kemasyarakatan (social contract). baik yang terartikulasi secara legal-politis maupun yang tidak.yang terdahulu. tetapi tidak bergantung pada hukum. dalam arti diakui kehadirannya dan dilindungi oleh negara. Dengan perkataan lain. bukanlah masyarakat politik. Oleh Hegel. dari teori Hegel inilah dikenal dikotomi antara negara dan masyarakat (state and society) Pengertian tentang masyarakat sipil di atas dibalik oleh Hegel dari pandangan Locke dan Rousseau. Baginya. Sedangkan yang kedua adalah lembaga hukum dan politik yang mengayomi masyarakat secara keseluruhan. yang dimaksud dengan masyarakat sipil adalah perkumpulan merdeka antara orang seorang yang membentuk apa yang disebutnya burgerlische Gesellschaft atau masyarakat borjuis (bourgeois society). masyarakat sipil dihadapkan dengan negara. Dari berbagai pandangan di atas. 8 . tetapi diayomi. Yang dipandang sebagai masyarakat politik adalah negara. kita bisa pula membedakan antara gejala masyarakat sipil dan masyarakat (society) itu sendiri. Agaknya. Sedangkan masyarakat merangkum keseluruhan perkumpulan. masyarakat sipil adalah satu bagian saja dari tatanan politik (political order) secara keseluruhan. Yang pertama adalah bentuk perkumpulan yang bersifat spontan dan berdasarkan kebiasaan dalam masyarakat.

menyikapi mass media secara kritis dan objektif. Karakteristik masyarakat madani adalah sebagai berikut : 9 . maka warga negara Indonesia perlu dikembangkan untuk menjadi warga negara yang cerdas. berani tampil dan kemasyarakatan secara profesionalis. sebagaimana dikatakan oleh pemikir Marxis Itali. demokratis. memiliki pengertian kesejagatan. Gramsci. Dalam perkembangannya istilah civil society dipahami sebagai organisasi-organisasi masyarakat yang terutama bercirikan kesukarelaan dan kemandirian yang tinggi berhadapan dengan negara serta keterikatan dengan nilai-nilai atau norma hukum yang dipatuhi masyarakat. dan religius dengan bercirikan imtak. Dalam kaitannya pembentukan masyarakat madani di Indonesia. C. berfikir dan berperasaan secara jernih sesuai dengan aturan. mampu dan mau silih asah-asih-asuh antara sejawat. memilih calon pemimpin secara jujur-adil. dan kreatif. memahami daerah Indonesia saat ini. mengenal cita-cita Indonesia di masa mendatang dan sebagainya. kritis argumentatif. Bangsa Indonesia berusaha untuk mencari bentuk masyarakat madani yang pada dasarnya adalah masyarakat sipil yang demokrasi dan agamis/religius. berorganisasi secara sadar dan bertanggung jawab. menerima semangat Bhineka Tunggal Ika.berani dan mampu menjadi saksi. memerlukan legalitas dari atau diciptakan oleh negara sendiri.misalnya laissez faire. Ciri-Ciri Masyarakat Madani Istilah masyarakat madani dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah civil society pertama kali dikemukan oleh Cicero dalam filsafat politiknya dengan istilah societies civilis yang identik dengan negara.

Demokratisasi dapat terwujud melalui penegakkan pilar-pilar demokrasi yang meliputi : (1) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) (2) Pers yang bebas (3) Supremasi hukum (4) Perguruan Tinggi (5) Partai politik 3. 10 . kesetaraan. bahwa kemajemukan sebagai nilai positif dan merupakan rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. yaitu proses untuk menerapkan prinsip-prinsip demokrasi sehingga muwujudkan masyarakat yang demokratis. 4. 2. Free public sphere (ruang publik yang bebas). mereka berhak melakukan kegiatan secara merdeka dalam menyampaikan pendapat. Toleransi. dan kemandirian serta kemampuan untuk berperilaku demokratis kepada orang lain dan menerima perlakuan demokratis dari orang lain. Untuk menumbuhkan demokratisasi dibutuhkan kesiapan anggota masyarakat berupa kesadaran pribadi. Pluralisme. yaitu kesediaan individu untuk menerima pandangan-pandangan politik dan sikap sosial yang berbeda dalam masyarakat. yaitu sikap mengakui dan menerima kenyataan mayarakat yang majemuk disertai dengan sikap tulus. sikap saling menghargai dan menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh orang/kelompok lain. berserikat. berkumpul. Demokratisasi. yaitu masyarakat memiliki akses penuh terhadap setiap kegiatan publik. serta mempublikasikan informasikan kepada publik.1.

Masih rendahnya pendidikan politik masyarakat 3. 7. artinya setiap orang memiliki kedudukan dan perlakuan hukum yang sama tanpa kecuali.5. sehingga masyarakat memiliki kedewasaan dan kemandirian berpolitik yang bertanggungjawab. yaitu upaya untuk memberikan jaminan terciptanya keadilan. Sebagai pengembangan masyarakat melalui upaya peningkatan pendapatan dan pendidikan 11 . Kondisi ekonomi nasional yang belum stabil pasca krisis moneter 4. Adapun yang masih menjadi kendala dalam mewujudkan masyarakat madani di Indonesia diantaranya : 1. yaitu partisipasi masyarakat yang benar-benar bersih dari rekayasa. intimidasi. 6. serta tanggung jawab individu terhadap lingkungannya. yaitu keseimbangan dan pembagian yang proporsiaonal antara hak dan kewajiban. Keadilan sosial (social justice). antara lain melalui peranannya sebagai berikut : 1. Kondisi sosial politik yang belum pulih pasca reformasi Oleh karena itu dalam menghadapi perkembangan dan perubahan jaman. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak dalam jumlah yang besar 6. Supremasi hukum. Tingginya angkatan kerja yang belum terserap karena lapangan kerja yang terbatas 5. Kualitas SDM yang belum memadai karena pendidikan yang belum merata 2. Partisipasi sosial. pemberdayaan civil society perlu ditekankan. Keadilan harus diposisikan secara netral. ataupun intervensi penguasa/pihak lain.

Dalam ruang lingkup tersebut terdapat sosialisasi warga masyarakat yang bersifat sukarela dan terbangun dari sebuah jaringan hubungan di antara assosiasi tersebut. Sebagai advokasi bagi masyarakt yang “teraniaya”.2. misalnya berupa perjanjian. koperasi. kalangan bisnis. dan bentuk organisasiorgansasi lainnya. Masyarakat madani pada dasarnya merupakan suatu ruang yang terletak antara negara di satu pihak dan masyarakat di pihak lain. tidak berdaya membela hakhak dan kepentingan mereka (masyarakat yang terkena pengangguran. Menjadi kelompok kepentingan (interest group) atau kelompok penekan (pressure group) 5. kelompok buruh yang digaji atau di PHK secara sepihak dan lain-lain) 3. Rukun Tetangga. Sebagai kontrol terhadap negara 4. 12 . Rukun Warga.

Sedangkan dalam masyarakat madani. 13 . tetapi diberlakukannya prinsip-prinsip demokrasi dan harus selalu menghindarkan diri dari kooptasi dari pihak penguasa (Haryatmoko. civil society bertujuan melindungi individu terhadap kesewenangwenangan negara dan berfungsi sebagai kekuatan moral yang mengimbangi praktikpraktik politik pemerintah dan lembaga-lembaga politik lainnya. dalam bentuk koperasi misalnya. keadilan adalah satu pilar utamanya. Masyarakat sipil lahir dan berkembang dalam asuhan liberalisme sehingga hasil masyarakat yang dihasilkannya pun lebih menekankan peranan dan kebebasan individu. prinsip civil society bukan pencapaian kekuasaan. Dalam arti ekonomi. Kesimpulan Dalam arti politik.III. Masyarakat sipil yang berkembang dalam masyarakat Barat secara teoritis bercorak egilitarian. civil society berusaha melindungi masyarakat dan individu terhadap ketidakpastian global dan cengkeraman konglomerasi dengan menciptakan jaringan ekonomi mandiri untuk kebutuhan pokok. persoalan keadilan sosial dan ekonomi masih tanda tanya. Oleh karena itu. toleran. dan terbuka—nilai-nilai yang juga dimiliki oleh masyarakat Madinah hasil bentukan Rasulullah. 2003: 212).

“State and Civil Society: Exploration in Political Theory”. dan Andi Arief. Mangunwijaya. Blackwell Publihers.1. Sindhunata (eds. Kelangsungan. Neera Chandoke. Edisi 1. dan Transformasinya”. “Social Theory of the Politics of Identity”.1994.Kanisius.1999. 1999. Craig Calhoun. 14 . Nezar Patria.B. USA.1955. New Delhi dan London: Sage Publication. Pustaka Pelajar 1999. “Antonio Gramci: Negara dan Hegemoni”. dalam Wacana (Jurnal Ilmu Sosial Transformatif). “Masyarakat Sipil Indonesia: Sejarah. “Menyokong Civil Society dalam era Kegelisahan”.). Nico Schulte Nordholt.Vo.Kepustakaan: Bob S.Hadiwinata. dalam Mengenang Y.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful