P. 1
Jenis Penyakit Sapi

Jenis Penyakit Sapi

|Views: 545|Likes:
Published by Rizal_msu

More info:

Published by: Rizal_msu on Oct 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/20/2012

pdf

text

original

Jenis Penyakit Sapi : Peluang Usaha Sapi Potong

May.09, 2010 in Tips dan Triks Usaha, Usaha Budidaya Peternakan Beberapa Penyakit Sapi yang Berjangkit di Indonesia : Berbagai jenis penyakit sapi sering berjangkit di Indonesia, baik yang menular maupun tak menular. Penyakit menular yang berjangkit pada umumnya menimbulkan kerugian besar bagi peternak, bisa jutaan rupiah setiap tahunnya. Dari tahun ke tahun, ribuan ternak sapi menjadi korban penyakit radang limpa (anthrax), ribuan ternak sapi lainnya kena serangan penyakit mulut dan kuku, yang lainnya lagi korban penyakit surra, dan sebagainya. Penyakit menular sungguh merupakan ancaman bagi para peternak. Walaupun penyakit menular tidak langsung mematikan, akan tetapi bisa merusak kesehatan ternak sapi secara berkepanjangan, mengurangi pertumbuhan dan bahkan menghentikan pertumbuhan sama sekali. Penyakit menular timbul karena serangan jasad renik atas tubuh hewan. Kebanyakan jasad renik ini mengeluarkan racun (toksin) yang bisa merusakkan jaringan tubuh penderita, menghancurkan alat-alat tubuh dan menimbulkan kematian. Jasad renik pada umumnya masuk ke dalam tubuh, seperti mulut, hidung, alat kelamin, kulit yang luka, lecet atau akibat gigitan serangga dan kutu. Para peternak tidak dituntut harus tahu masalah-masalah kedokteran hewan. Akan tetapi, mereka yang perlu ditumbuhkan minatnya dalam usaha pencegahan dan pembasmian penyakit-penyakit yang biasa berjangkit di daerahnya sesuai petunjuk dinas yang terkait. Sebab kesemuanya menyangkut kepentingan umum, bukan kepentingan pribadi semata-mata. Sehubungan dengan hal itu peternak harus mengetahui penyebab, gejala dan akibat serangan berbagai penyakit, serta cara-cara pencegahan dan pembasmiannya. Beberapa penyakit yang biasa berjangkit di Indonesia antara lain sebagai berikut. Anthrax (Radang Limpa) Gejala-gejala penyakit ini adalah sebagai berikut.
y y y y y

Suhu badan biasanya sangat tinggi, tetapi sesudah tiga hari turun menjadi dingin Nafsu makan hilang sama sekali Pada awalnya, penderita sulit buang kotoran (konstipasi), tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah Kadang-kadang darah yang keluar dari mulut, lubang hidung dan vulva Kematian ternak sapi akibat pennyakit anthrax bisa terjadi di mana saja dan pada sembarang waktu.

Penyebab: Penyakit anthrax disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Bakteri ini bentuknya panjang, terbungkus kapsul. Pada kondisi yang kurang menguntungkan, bakteri ini akan membentuk spora untuk melindungi dirinya, sehigga ia mampu bertahan hidup dalam segala cuaca dan dalam waktu bertahun-tahun. Penyakit juga bisa hidup dalam suasana anaerob,

juga bisa menular pada manusia. Bakteri ini selain berinfeksi pada hewan. Dari mulut keluar ludah yang memanjang seperti benang. kering dan panas. badan lesu. Pencegahan (pengobatan) y y y y Kandang dan semua peralatan diupayakan selalu bersih. Untuk membasmi spora ini diperlukan panas bersuhu 900C selama 45 menit dan 1000C selama 10 menit. Penyebab: Penyebabnya adalah virus. Pada saat tanah tergenang air. air ludah dan air kencing. Hindarkan tamu keluar masuk ke dalam atau lingkungan kandang. berisi cairan. Penderita harus disendirikan. air minum. Daging sapi yang menderita penyakit ini sama sekali tidak boleh dikonsumsi. nafsu makan hilang. . Sebab jenis penyakit ini termasuk zoonosis. dicangkul atau dibajak. Penyakit Mulut dan Kuku Gejala-gejala penyakit ini adalah sebagai berikut. Sapi-sapi yang masih sehat divaksinasi. mereka terangkat ke atas.sehingga apabila mereka terbenam ke dalam lapisan tanah pun tetap bisa bertahan hidup. Bagian pergelangan kaki dekat kuku bengkak. Lewat pembawa penyakit (carrier). disucihamakan dengan caustic soda 2 persen. Penularan (penyebaran) : Pada umumnya penyebarannya melalui makanan atau kontak langsung sesama hewan yang sakit dengan hewan yang sehat. y y y y Selaput lendir di dalam mulut. Virus ini hidup dalam daging dan sumsum tulang belakang bisa bertahan sangat lama. Pengawasan dan pemeriksaan dilakukan secara ketat terhadap sapi-sapi yang dipotong. yakni jenis penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia dan sebaliknya. Pengobatan dilakukan dengan antibiotik. Penularan (penyebaran) y y y Kontak secara langsung antara penderita dengan sapi-sapi yang sehat Lewat makanan. bibir dan gusi tampak merah. Pencegahan (pengobatan) y y y Semua bangkai harus dibakar. Suhu tubuh tinggi. demikian pula peralatan yang habis dipakai. yang akhirnya bagian tersebut lepuh.

kotor bercampur gelembung berbau busuk. Surra y y y y y y y Gejala-gejala penyakit ini adalah sebagai berikut. seakan-akan ada gas di dalamnya. bahu. nyamuk Anopheles dan pinjal atau kutu bisa menjadi perantara. Penyakit Radang Paha Gejala-gejala penyakit ini adalah sebagai berikut. Penderita menjadi letih. . y y y y Di beberapa bagian tubuh terjadi pembengkakan. Penyemprotan dilakukan terhadap semua peralatan ataupun lingkungan yang banyak dihinggapi lalat. Penularan (penyebaran) Penyakit surra berjangkit dari hewan yang satu ke hewan yang lain melalui gigitan lalat penghisap darah yang disebut Tabanus. sehingga menimbulkan gerakan berputarputar tanpa arah akibat parasit menyerang ke otak. tetapi akhirnya menjadi dingin. demam berselang-seling. Sedangkan ransumnya ditambahkan vitamin A guna menguatkan jaringan kulit. Selain lalat jenis Tabanus. Lalat ini merupakan perantara parasit Trypanosoma dari sapi yang sakit ke sapi yang sehat. Sapi yang mati akibat penyakit surra harus dibakar atau dikubur. Nafsu makan berkurang. Bahkan caplak. Pengobatannya menggunakan Nagonal. Bagi yang sudah parah kena gangguan saraf. Selain itu. ia mengeluarkan sejenis racun yang disebut trypanotoksin yang bisa mengganggu penderita. leher dan di sekitar vagina. Pencegahan (pengobatan) y y y y Penderita diasingkan di kandang yang tertutup sehingga terlindung dari gigitan lalat. Protozoa ini hidup di dalam darah penderita dan mengisap glukosa yang terkandung di dalam darah. penderita kurus dan kehilangan berat badan. Penyebab :Penyebabnya adalah sejenis protozoa Trypanosoma evansi. Bagian-bagian tubuh yang bengkak ini pada awalnya hangat dan sakit. Di bawah dagu dan kaki kelihatan kotor dan kering seperti bersisik. Terjadi gangguan pernafasan dan kadang-kadang kolik pada tubuh penderita. Atoxyl dan lain-lain. dada.y Pengobatan dilakukan dengan injeksi antibiotik atau sulfa. tak mampu bekerja. Jika bengkak di bawah kulit ditekan. Arsokol. tungging. Pengobatan dilakukan dengan peniciline powder. misalnya pada paha. kurang darah. Muka pucat. Suhu badan naik. lalat-lalat jenis lain pun bisa menjadi perantara. Jika bengkak dipotong akan tampak benda merah.

Penderita tampak biasa. Kadang-kadang gejala semacam ini pun tidak selalu tampak. Bahkan bisa membentuk spora jika kondisi tidak menguntungkan. Penularan (penyebaran) : Penularan penyakit ini melalui pakan dan luka.y Nafsu makan hilang dan tak lama kemudian mati dalam waktu 2-5 hari. Penularan (penyebaran) y y y Kontak langsung. menjadi sangat lemah tak berkembang. Melalui pakan dan air minum yang ditulari oleh janin yang digugurkan. Melalui luka. Penderita biasanya tidak menunjukkan suatu gejala yang menyolok. Spora ini akan mati di dalam air mendidih selama 15 menit dan yang terdapat di dalam daging akan mati pada temperatur 110oC selama 6 jam. sedangkan pedet dan sapi-sapi tua justru lebih kebal. maka semua sapi yang masih sehat harus divaksinasi. Sapi-sapi yang bisa didiagnosis secara awal secepatnya dilakukan pengobatan dengan antibiotik sebab penyakit ini berkembang begitu cepat. Pada jantan gejala ini lebih mudah diamati. Penyebab : Penyebabnya adalah bakteri Brucella abortus Bang. Anak yang gugur biasanya mati dan berwarna biru kecokelatan. Sapi-sapi muda sampai umur tiga tahun menjadi sasaran penyebarannya. Gejala pada sapi betina adalah terjadi keguguran pada pertengahan kebuntingan. Scrotum membengkak dan membesar (hernia). Penyebab : Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Clostridium chanvoei. Pencegahan y y Jika di suatu daerah dipastikan telah terjangkit penyakit ini. nafsu makan menurun dan demam. yakni pada saat terjadi perkawinan dengan pejantan yang tampaknya sehat tapi membawa penyakit. Brucellosis (Keguguran Menular) Gejala-gejala penyakit ini adalah sebagai berikut. Biasanya bakteri masuk ke urat melalui usus. Hidupnya anaerob (tanpa udara). Pencegahan (pengobatan) . Sehingga mereka bertahan hidup cukup lama di dalam tanah ataupun di rerumputan. Ambing dan alat kelamin kadang-kadang bengkak. tapi spora juga bisa dengan mudah masuk melalui luka walaupun luka tersebut sangat kecil akibat gigitan lalat atau nyamuk. nafsu makan biasa dan tidak menimbulkan perubahan klinis yang bisa diamati. Bakteri yang berada di dalam maupun di luar tubuh dapat membentuk spora. Anak yang lahir tetap hidup.

tajam atau kasar ataupun karena batu yang masuk ke dalam celah kuku. Kaki sapi kena paku. pecahan kaca. y y y Diawali adanya pembengkakan pada celah kuku dan sekitar tumit. Lantai yang selalu basah dan lembab akibat air. Selalu waspada terhadap bibit-bibit yang baru dibeli. Pencegahan (pengobatan) . air kencing bercampur lumpur dan kotoran sapi itu sendiri. jika kuman itu berada di lapangan penggembalaan atau di dalam kotoran sapi dan sebagainya. Usahakan pengebalan dengan cara vaksinasi sebelum sapi dikawinkan. Penderita disendirikan. Kutu Busuk (Food Rot) Gejala-gejala penyakit ini adalah sebagai berikut. Kondisi kuku itu sendiri yang lemah atau lunak karena sapi selalu berada di kandang terus-menerus sepanjang waktu. lecet.y y y y y Lakukan sanitasi atau kebersihan terhadap kandang dan segala peralatan secara teratur. Cara pengobatan belum berhasil baik. Kemudian diikuti keluarnya cairan berwarna putih kekuningan yang sangat kotor dan bau. ia hanya bisa bertahan sampai tiga minggu. Akibat : Sekali kuman itu masuk ke dalam luka dan seketika itupun mulai berkembang biak dengan pesat yang mengakibatkan bengkak dan jaringan-jaringan yang kena serangan menjadi rusak (mati) sehingga timbul pembusukan yang sangat berbau. Penyebab : Penyebabnya adalah kuman Fusiformis necrophorus. Upaya ini hendaknya dilakukan dengan penyemprotan secara periodik dengan obatobatan pencuci hama. goresan serta pada celahcelah kuku dan tumit sapi. Kuman ini bisa bertahan hidup bertahun-tahun pada celah kuku sapi. Penderita menjadi pincang karena kesakitan bahkan bisa lumpuh. Luka yang terjadi pada kuku dapat diakibatkan oleh sebab-sebab di bawah ini. Selaput kuku mengelupas karena jaringannya mati. Penularan dan penyebaran Tempat yang ideal bagi hidup kuman ialah pada kulit yang luka. y y y y Sapi berjalan di tempat yang keras. tonggak yang tajam. Jika peternak lalai di dalam menangani penyakit ini maka kuman lain akan masuk ke dalamnya yang mengakibatkan komplikasi kedua yang bisa menjalar ke pergelangan kaki. Akan tetapi.

Panjangnya bisa mencapai 2-3 cm. Timbul peradangan hati dan empedu. Akhirnya mereka menembus . kekurangan darah dan gizi. seperti rawa-rawa. Penularan (penyebaran) : Penyebarannya melalui pakan dan air minum. Pencegahan (pemberantasan) : y y Pembasmian penyakit terutama ditujukan kepada pembasmian siput. Larva yang baru saja keluar dari tubuh siput aktif berenang-renang dan menempel pada dedaunan atau rerumputan yang berada di dekatnya dan membungkus dirinya dengan suatu kista sebagai perlindungan. berwarna abu-abu kehijauan sampai kecokelatan. Selama pengobatan. Kadang-kadang sapi menjadi busung pada berbagai bagian tubuhnya. Berat badan berkurang. bentuknya segitiga. Misalnya tidak dibiarkan lapangan pangonan tergenang air atau drainase jelek. Pertumbuhan menjadi lambat. Cacing ini menyebabkan penderitaan yang kronis. lesu dan pucat. payau dan sebagainya. Memberikan copper sulphate di lapangan penggembalaan atau trusi. Pengobatan dengan injeksi sulfa atau antibiotik. bekicot. Larva itu berenang-renang mencari siput atau bekicot yang hidup di tempat-tempat yang basah atau tergenang air. mereka tidak kuat bertahan terhadap kondisi yang kering. Siklus hidup : Cacing hati yang masih muda berupa larva berasal dari telur yang menetas di dedaunan atau rerumputan yang basah. Kemudian dinding kista hancur dan cacing hati yang masih muda tadi muncul. Mengobati penderita dengan Hexachlorophene. Namun. Bersama-sama rumput yang termakan hewan. kista masuk ke dalam alat pencernaan. Cacing Hati Gejala y y Penderita menjadi kurus. pipih. khususnya melalui dedaunan atau rerumputan yang telah ditulari larva (tempayak). Cacing ini mengalami siklus hidup yang kompleks. menahun. Di dalam tubuh siput. larva mengalami beberapa fase perkembangan dengan cara membelah diri dan berubah bentuk. kaki harus dijaga agar selalu dalam keadaan kering. Setelah 6 minggu dalam tubuh siput. mereka mengalami perkembangan yang sempurna dan kemudian keluar dari tubuh siput. Penyebab : Cacing hati (Fasciola hepatica) ini menyerang ternak sapi berbagai umur. Hal ini harus dilakukan karena perkembangan cacing hati oleh siput sebagai hospes perantara. Akibat : Pengaruh cacing ini tergantung pada banyak larva yang masuk ke dalam tubuh dan kondisi tubuh ternak itu sendiri.y y Membersihkan celah kuku dengan cara merendamnya ke dalam cairan atau larutan copper sulphate 3% atau larutan formalin 10 persen.

Siklus hidup Telur cacing keluar dari tubuh hewan bersama kotoran. Ribuan cacing dari berbagai ukuran tinggal di dalam perut. Pedet tidak terlalu peka terhadap infeksi cacing. diare. maka cacing yang masih muda atau berupa larva tadi ikut masuk ke dalam tubuh hewan. Telur-telur tadi berpindah ke alat pencernaan melalui saluran darah dan kemudian keluar dari tubuh hewan bersama kotoran. Sebagian sulit diamati dengan mata karena terlalu kecil. Pada kondisi yang cocok karena kelembaban dan hawa serta zat asam menguntungkan baginya. Penularan (penyebaran) :Penularan atau penyebaran cacing ini melalui pakan atau air minum yang telah dicemari oleh larva (tempayak). . Parasit-parasit muda tadi akan berada dalam hati selama 6 ± 8 minggu. parasit berpindah ke saluran empedu dan bertelur di situ. Akibat serangan bisa menimbulkan penyakit kekurangan gizi. Kotoran encer. Pakan yang diberikan harus cukup dan baik guna menguatkan tubuh. cacing-cacing yang berada di dalam perut akan mati dengan sendirinya karena tidak bisa berkembang. Pedet dan sapisapi muda yang menjadi sasaran utama cacing-cacing ini. gangguan pencernaan dan sebagainya. Sesudah mereka mengalami kedewasaan. berat badan turun. Cacing-cacing itu (Parasitic Gastro Enteritis) bisa menimbulkan gangguan penyakit. mudah kena infeksi penyakit lain. pindah ke hati bersama aliran darah. Penyebab : Ada berbagai jenis cacing yang hidup di dalam perut keempat (abomasum) dan usus. Pencegahan (pengobatan) y y y Hindarkan kepadatan populasi ternak di dalam kandang ataupun di lapangan penggembalaan. Jangan sekali-kali menggembalakan pedet di tempat yang habis dipakai untuk menggembalakan sapi dewasa. maka larva akan mati dalam waktu beberapa hari saja. radang. Sapi-sapi dewasa yang umurnya lebih dari dua tahun akan tahan terhadap infeksi cacing. pertumbuhan lambat. kemudian jatuh di tanah. Kondisi menurun. maka dalam waktu 4-5 hari telur akan menetas menjadi larva dan kemudian akan menempel pada dedaunan dan rerumputan. Stomach Worm atau Cacing Perut Gejala y y y Penderita tampak pucat karena kekurangan darah (anemia).dinding-dinding usus. Jika kondisi lingkungan tidak menguntungkan karena terlalu panas atau kering. Mereka bisa bertahan hidup berbulan-bulan apabila kondisi menguntungkan. Pada saat rumput dimakan sapi. seperti anemi. Pada pedet yang sehat.

Akibat yang lebih jauh. Sebaliknya jika kondisi lingkungan terlalu kering dan larva tidak bisa berlindung. penderita berulang kali batuk-batuk. Selama perjalanan di dalam tubuh hewan. Pencegahan (pengobatan) y y y y y Sebaiknya sapi merumput di lapangan rumput yang kering. Diberikan pakan yang baik. Sesudah 28 hari larva itu berada di dalam tubuh hewan. Kondisi tubuh menurun. larva bisa bertahan hidup sampai setahun. lembab udara dan yang menguntungkan baginya. penderita bisa pneumonia bahkan bisa lebih fatal lagi yakni penderita bisa mati. Lakukan pengobatan dengan Anthelmintic. Larva yang berada di dalam perut akhirnya keluar dari tubuh hewan jatuh ke tanah bersama kotoran. Akibat : Oleh karena ribuan cacing berada di dalam paru-paru. mereka akan mengalami kedewasaan dan bertelur di dalam paru-paru. Telur itu bisa berpindah ke dalam perut atau alat pencernaan pada saat penderita batuk. . maka paru-paru sapi menjadi bengkak akibat jaringan-jaringan paru-paru rusak. Bloat Bloat adalah keadaan rumen (perut pertama) yang mengembang. Cacing Paru-paru (Husk) Gejala y y y Pada awalnya. Penularan (penyebaran) : Penyebaran cacing paru-paru ini dari penderita kepada sapi yang sehat lewat pakan yang telah tercemar larva. yakni di dalam usus halus. Memberikan air minum yang bersih pada sapi yang sekiranya bersih dari pencemaran larva. Pada saat pedet makan rumput yang tercemar larva. membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar. maka mereka tak akan bisa bertahan lebih dari sebulan. Jika larva itu memperoleh kondisi yang sesuai. Penyebab : Cacing ini tinggal dan bertelur di dalam paru-paru. Pernafasan meningkat lebih cepat. Setiap hari cacing paru-paru bisa bertelur sampai ribuan. yaitu terlepas ke mulut dan dari mulut masuk ke dalam perut atau usus bersama dengan pakan yang tertelan.y Memberikan obat cacing Anthelimintic secara periodik. hewan kurus. kehilangan berat badan. Hindarkan penggunaan pupuk kandang di lapangan penggembalaan yang berasal dari kotoran sapi yang menderita penyakit cacing paru-paru. larva itu masuk ke dalam tubuh pedet. kemudian menembus dinding usus pindah ke paru-paru. telur tadi mengalami perkembangan dan perubahan menjadi larva.

jika sapi menderita bloat. sebab minyak itu bisa menghancurkan buih yang terbentuk dalam rumen yang menghalangi keluarnya gas. Pencegahan : y y y Hindarkan pemberian pakan yang berasal dari jenis leguminose yang terlalu banyak. Sekali-kali jangan menggembalakan sapi di lapangan penggembalaan pada pagi hari yang rumputnya masih basah karena embun atau air hujan. Rumen tersebut terletak pada bagian sebelah kiri. Jika keadaan penderita memang sudah parah. Jerami kering akan bisa dipertahankan kontraksi refleksi rumen secara normal.6 liter ditambah minyak terpentin 28 cc. Akibat lebih jauh. Akibat : Rumen merupakan bagian dari perut yang paling besar dengan kapasitas 100-230 liter. Tempat penusukan pada bagian belakang rusuk yang terakhir atau pada ujung pinggang. tetapi meninggalkan bekas yang sekecil mungkin. tidak bisa berjalan. Oleh karena itu. Penderita juga bisa diberikan preparat silicone guna menghindarkan rentangan permukaan rumen dan sekali-kali bisa menghacurkan buih. bahkan ke segala arah. demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat. y y Penderita diberi minum minyak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. . tetapi kurang mendapatkan hijauan yang berserat kasar tinggi. Pernafasan terganggu dan bekerja berat. karena rumen yang mengembang mendorong ke arah luar. termasuk mendorong sekat rongga dada yang memisahkan isi perut dan dada yang di dalamnya terdapat paru-paru dan hati. Jenis leguminose hanya bisa diberikan maksimal 50 persen. hewan goyah bahkan bisa jatuh. tidak bisa bangun kembali dan dalam waktu yang singkat penderita akan mati. yakni dengan cara menusuk perut sebelah kiri dengan trocar dan canulla. Canulla bisa membuat lubang yang lebar. Bagian itu bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang. Berikan pakan pendahuluan berupa jerami kering kepada sapi-sapi yang lapar sebelum digembalakan. Penyebab : Kasus bloat semacam ini banyak dialami oleh sapi yang merumput pada lapangan penggembalaan yang masih basah karena embun pagi. maka gas harus diupayakan bisa keluar secepatnya. Pengendalian (Pengobatan) Bagi penderita bisa diatasi dengan dua macam cara sebagai berikut. perut kiri tampak menonjol. Kejadian ini mengakibatkan pernafasan dan sirkulasi darah terganggu.Gejala y y y Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang . misalnya minyak kacang tanah sebanyak 0. serta sapi yang terlalu banyak makan hijauan dari jenis leguminose. sapi yang makan biji-bijian gilingan halus terlalu banyak.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->