Guru dan siswa adalah dua elemen yang tidak dapat dipisahkan dalam sebuah konteks, yakni belajar

-mengajar. Seorang siswa belajar dan menggali ilmu dari seorang guru, demikian pula sebaliknya, seorang guru haruslah membimbing sang murid dengan hati ikhlas dan niat yang tulus. Guru dan siswa merupakan dua elemen penting yang tidak dapat dipisahkan. Kedua elemen ini penentu masa depan bangsa. Sudah saatnya, guru dan murid, bersama dan bersatu untuk memperbaiki anggapan buruk masyarakat selama ini. Hakikinya, guru adalah khalifah bagi para muridnya. Guru adalah cahaya yang memberi sinar terhadap para siswa didik yang masih buta akan ilmu. Guru adalah pahlawan tertinggi kedudukannya di mata Allah. Guru dapat mengubah seseorang yang bodoh menjadi pintar, dari seseorang yang tidak tahu menjadi tahu. Sementara siswa adalah peserta didik yang memang sepatutnya patuh terhadap setiap nasihat yang diberikan oleh guru. Apabila kita dapat memahami hakikat seorang guru dan siswa ini semua, Indonesia tentu akan maju dalam segala bidang, terutama pendidikan. Guru adalah orang yang bertugas mendidik dan mentransferkan ilmunya kepada para peserta didiknya. Siswa adalah peserta didik yang berhak mendapatkan bimbingan dari seorang guru. Guru dan siswa adalah satu kesatuan dalam proses pendidikan. Masing-masing berperan dengan fungsi dan tugasnya masing-masing. Guru dan siswa sama-sama memiliki hak dan kewajiban. Hak seorang siswa adalah mendapatkan bimbingan dan pelayanan prima dari guru. Sedangkan kewajiban siswa yang utama adalah belajar, berusaha memahami ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh gurunya. Di sinilah terjadi proses interaksi guru dan siswa. Siswa dan guru sebenarnya sama-sama belajar. Mereka melakukan apa yang disebut proses pembelajaran. Dari proses pembelajaran inilah didapatkan potensi unik siswa dan hasil belajar yang diharapkan. Guru mengajar, siswa diajar. Guru mengawasi, siswa mengerjakan kegiatan yang diperintahkan guru. Semua perintah guru itu tertulis dalam apa yang disebut rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Dalam sebuah pembelajaran yang efektif, guru dan siswa akan saling melengkapi. Dimana guru bertugas merencanakan pembelajaran dan siswa adalah peserta didik yang akan mendapatkan pembelajaran dari yang direncanakan guru. Ketika guru merencanakan pembelajarannya dengan sangat matang, maka terjadilah proses pembelajaran yang sangat menantang siswa untuk mengeksplore pengetahuan itu. Tetapi, bila guru tak matang dalam membuat perencanaan pembelajaran, maka pembelajaran menjadi terkesan membosankan. Tak terlihat lagi suasana yang saling menyenangkan, menyenangkan siswa dan juga menyenangkan guru. Kalau itu sampai terjadi, guru harus melakukan instropeksi diri dan lakukanlah sebuah penelitian tindakan kelas (PTK).Guru dan siswa adalah pasangan pembelajaran yang tak akan pernah hilang dalam dunia pendidikan kita. Tingal kita mengolahnya menjadi pasangan yang indah, penuh warna, dan disanalah para guru akan lebih mengenal karakter para siswanya dengan baik. Ketika kita menjadi siswa kita masih dibantu, diayomi, dan diarahkan dalam menghadapi persoalan. Menjadi mahasiswa adalah kesempatan bagi kita untuk menetapkan jati diri sehingga kita menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, dan komunikatif dalam memecahkan persoalan kehidupan. dr segi pola pikir siswa msi sring subjektif sdgkan mhsiswa beberapa sdh brupaya objektif. Beda siswa dan mahasiswa : 1.klo siswa mendapatkan pendidikan di SD,SMP ato SMA yang persaingan untuk mendapatkannya tuh lebih mudah daripada mahasiswa yang bersaing untuk mendapatkan pendidikan di suatu Universitas/Perguruan Tinggi. 2.Kebanyakan Siswa lebih banyak menampung ajaran dari gurunya sedangkan mahasiswa diharuskan untuk berpikir terlebih dahulu akan sesuatu yang baru ia dapati atau ia alami 3.Cara berpikir mahasiswa lebih ilmiah daripada siswa 4.Bacaan dan tontonan seorang mahasiswa yang sebenarnya lebih bermanfaat daripada seorang siswa,,misalnya seorang mahasiswa lebih suka membaca koran daripada komik,,dan mahasiswa lebih suka menonton siaran berita daripada menonton sinetron....Itulah idealnya seorang Mahasiswa ... 5. Sama sama bukan preman Menurut saya saat menjadi mahasiswa nanti akan dituntut untuk Lebih kritis berpikir dengan matang, tidak "gegabah" mengambiL keputusan, namun memang begituLah orang dewasa - sesuai dengan semua hak yg didapatnya.. Sementara menjadi siswa adaLah yg masih harus diarahkan & tidak sebebas mahasiswa daLam kesehariannya, tapi masih dimakLumi daLam meLakukan berbagai haL. sebetulnya simple aja.. menurut saya perbedaan mendasar siswa dan mahasiswa; siswa : kita menerima ilmu | kita menerima nilai mahasiswa : kita mencari ilmu | kita mencari nilai macem2 siswa: ada yang pintar secara akademik, ada yang berprestasi di bidang non akademik, ada yang prestasinya biasa2 saja, ada yang menganggap sekolah cuma buat cabut, ada yang yaaaaaaah macem2 lah mahasiswa: kata guru saya, mahasiswa itu idealis, maunya selalu tegakkan kebenaran, yaaaa mahasiswa juga katanya macem2 ada mahasiswa yang berprestasi di bidang akademik maupun non akademik, ada juga yang katanya belajar cuma pas mau uas aja, atau ada juga yang mahasiswa itu cuma buat status aja, mau siswa mau mahasiswa kita seharusnya tetap jadi pembelajar kehidupan sejati yang tidak hanya berkutat di depan buku atau di depan mikrofon

kurang terstruktur...... sdngkan mahasiswa ga pake sragam.uhmm..simplenya gini. tapi karena belum pernah mengalami menjadi mahasiswa jadi kurang gitu ngerti apa perbedaan yang sebenarnya. memiliki wawasan yang lebih luas sehingga jadi lebih kritis.k'lo pelajar yang kaya ama yang miskin bisa dibedain.hehhe........ jangan terjerat dengan status.Punya KTM(kartu tanda mahasiswa)hehehe ga penting kynya.pembaharu. pokoknya menurut saya banyak bedanya.90% masih dibimbing dalam bidang akademis maupun non akademis. punya KTP(kartu tanda pelajar).....satu lagi..sulit juga ngebedain mahasiswa kaya ama yang miskin. klo menurut saya siswa itu cenderung untuk menunggu dan mengikuti instruksi. kita.hehehe.. mereka. tp klo mahasiwa kita tdak bisa hnya menerima saja. mmbhas breng teman.. masih cenderung diatur..pake tu yg gk berguna..lebih terstruktur.... bisa jadi masih ada sosok lain yang lebih "terpelajar" dari seorang siswa ataupun mahasiswa salut bagi siapa saja yang selalu ingin dan selalu berusaha untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik K'lo siswa pake seragam pasti.k'lo mahasiswa: kita yang dateng ke guru(dosen) siswa itu mreka dlm proses pembelajaran hnya menerima dan menguLngnya lgi d.. ataupun nanti dan besok. siswa: intinya kita masih menerima segala sesuatunya dari guru/pengajar....siswa itu pake seragam. tingkat ketergantungan masih cukup tinggi dan lebih banyak mendapatkan perhatian atau larangan (misalnya tata tertib di sekolah beserta sanksinya) sedangkan mahasiswa lebih dewasa dan independent (katanya sih gitu)..Mandiri(nah ini yang paling penting)....merasa bahwa sekolah itu hanya sebatas mengisi kekosongan waktu dengan kesibukan kegiatan2 yang ada disekolah dibandingkan tugas utama mereka sebagai pelajar.oh iya k'lo siswa: guru yang dateng ke kelas(siswa) Mahasiswa..jenjang Mahasiwa ini juga kita sudah tau apa yg mesti kita lkukan untuk meraih cita2 kita sehinnga Wktunya Lbih bermanfaat d... tidak terlalu dikekang peraturan (artinya lebih bebas)..tuntut KEMAndiRian dr mahasiswa itu sendiri.bndingkan swktu msih jd Siswa yg kbnyakan wktunya d...dewasa.. harus mandiri. beda siswa ma mahasiwa banyak terutama dari pola pikir klo siswa mash bs dibilang remaja yg pikirannya sangat labil tp klo dah jadi mahasiswa harus bisa bersikap dewasa dan tidak boleh sembarangan bertindak mahasiswa juga merupakan awal dari proses pendewasaan diri dimana nanti akan melqnjutkan dengan usha sendiri tanpa bantuan dari orang tua lagi ada lagi klo siswa msh maklum berbuat ksalahan yg tdak perlu atw manja tp mahasiswa tdk pantas melakukan hal yg tidak dipikirkan dahulu siswa pke Kartu Tanda Pelajar mahasiswa KTm(kartu Tanda Mahasiswa) hhe siswa pke seragam ...rumah. menurut saya.. sehingga d...gak acak2an.. baik secara akademis maupun non akademis...dan merupakan agen perubahan . baik kemarin..yg jelas mahsiswa itu lebih cenderung menjadi pionir.. dituntut kerja keras. tapi mahasiswa: kita dituntut untuk lebih mandiri dan aktif di segala bidang..pola pikir yang lebih Rasional dan Kritis... sekarang. siswa hanya punya pikiran tentang apa yang harus saya lakukan sekarang dan yang akan saya lakukan nanti atau besok. lebih mudah untuk menerima.........klo mahasiswa pke bju bebas ya scara gris besar tu tp msh bnyak lg beda.. mahasiswa harusnya memikirkan apa yang dilkakukan saya. kurang kritis dalam melihat masalah.pake almamater.idealis pasti. dia.penemu..buka "mata" lebih lebar. d. hmmm.. tetapi kita mesti mencari...mncai referensi2 dr mcam2 bku. bagian dari kontrol masyarakat terhadap pemerintah jadi mahasiswa punya daya juang untuk menegakkan kebenaran dan keadilan.

. Oleh karena itu. Siswa tidak mempunyai pilihan lain dan tinggal mengikuti apa yang telah ditetapkan sekolah. di tengah semester dan di akhir semester. namun mereka kecewa karena ternyata. dari yang semula sebagai penerima ilmu menjadi pencari ilmu. mahasiswa harus menyusun program pendidikan yang ingin mereka ikuti dalam semester itu. banyak mahasiswa yang merasa kesulitan untuk menyesuaikan cara belajanya di perguruan tinggi. Di sekolah menengah. Siswa lebih banyak berperan sebagai penerima ilmu pengetahuan. Mereka mengharapkan Anda melakukan hal itu tanpa harus didorong-dorong. Tes atau ujian di sekolah menengah diberikan cukup sering dan meliputi sejumlah kecil informasi/materi pelajaran. Anda akan mudah sekalil menemukan hal-hal yang lebih menarik bagi Anda daripada mengikuti kuliah. Di perguruan tinggi yang besar. mengerjakan latihan. kalau Anda mengambil matakuliah yang bobotnya 2 sks dan masuk kuliah selama 90 menit (satu setengah jam). dosen lebih banyak mengharapkan mahasiswa aktif dalam mencari ilmu pengetahuan. hasilnya tidak sebagus ketika mereka di sekolah menengah. Ujian atau tes di perguruan tinggi lebih jarang diberikan dan mencakup materi/infomasi yang lebih banyak. 1. Anda mempunyai pilihan untuk mengambil mata kuliah tertentu atau tidak. Di perguruan tinggi. Dengan mengetahui perbedaan itu. msh banyak lagi perbedaan yang ada. Yaaah. Anda diminta untuk berfikir dalam tataran yang lebih tinggi.. Sumber informasi tentang ilmu yang dipelajari juga beragam dan itu disediakan di perpustakan. seperti membaca. Mungkin yang penting bagi mereka adalah apakah Anda dapat memenuhi standar kompetensi yang telah mereka tetapkan untuk matakuliah tersebut (ini biasanya diukur berdasarkan hasil ujian atau nilai tugas yang diberikan kepada Adna). Pelajaran di sekolah menengah biasanya diberikan setiap hari dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Kuliah di perguruan tinggi di Indonesia biasanya diberikan sekali seminggu (untuk yang 2 sks). Anda akan dapat memilih strategi belajar yang tepat untuk mengatasi perbedaan tersebut. Di sekolah menangah. menganalisa suatu persoalan dan menuliskan analisa tersebut dalam bentuk makalah. Anda diwajibkan untuk menghadiri setiap pelajaran. . untuk mengatasi perbedaan situasi seperti ini. Mereka menggunakan strategi belajar yang telah mereka gunakan secara berhasil di sekolah menengah. hal ini sering kali tidak berlaku. Di perguruan tinggi. Artinya. Oleh karena itu. Banyak mahasiswa yang terpaksa berhenti kuliah (drop-out) di tahun pertama karena kesulitan menyesuaikan diri ini. Anda akan beruntung kalau ada dosen yang memberikan lebih dari dua kali ujian. Banyak dosen di perguruan tinggi yang tidak mengabsen mahasiswanya. Di perguuan tinggi. tidak hanya semata2 mencari nilai dan klulusan. Andalah yang harus berinisiatif untuk mempelajari ilmu itu (melalui membaca buku dan artikel) dan manfaatkan dosen Anda sebagai tempat bertanya dan meminta penjelasan.. Anda perlu mengubah cara belajar Anda dari yang semula pasif menjadi aktif. karena itu akan membuat Anda menjadi lebih siap menghadapi 2. ketika menghadapi ujian. Di perguruan tinggi. Siswa sekolah menengah biasanya belajar selama 2 sampai 3 jam setiap minggu untuk setiap mata pelajaran. Di sekolah menengah. 5. Menjadi mahasiswa pun dituntut untuk aktif dalam menyumbangkan pikiran dan kritik untuk perbaikan bersama. Mereka tampaknya tidak begitu peduli apakah Anda hadir di ruang kuliah atau tidak. tp jg mencari kehidupan yang lebih baik buat sesama dan lingkungannya dengan banyaknya dibentuk berbagai organisasi2 yang ada. Di sekolah menengah. Ketika menjadi mahasiswa. apalagi kalau ditambah dengan informasi yang ada di internet. guru seringkali memeriksa apakah Anda mengerjakan tugas yang harus Anda kerjakan di rumah.Jelas beda bgt siswa ama MAHAsiswa. Catatan kuliah yang terorganisir rapi akan sangat membantu ketika Anda mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian nanti. Banyak dosen yang tidak mau memeriksa apakah Anda belajar di rumah atau tidak. Anda perlu sekali membuat rencana atau jadwal belajar dan mentaatinya. Oleh karena itu. Di perguruan tinggi. Anda merasa lebih siap.. maka Anda mungkin perlu belajar untuk mata kuliah itu selama 180 atau 279 menit setiap minggu. sementara guru yang lebih aktif. Usahakan untuk selalu menghadiri kuliah. Berikut ini adalah beberapa perbedaan penting antara belajar di sekolah menengah dan di perguruan tinggi yang dapat membuat penyesuaian diri di perguuan tinggi itu sulit. siswa biasanya bersifat lebih pasif. sementara ia berfungsi sebagai fasilitator yang membantu mahasiswa mencapai tujuan pembelajaran yang telah disepakati. Jadwal kuliah Anda di perguruan tinggi akan lebih rersebar jika dibandingkan dengan jadwal pelajaran Anda di sekolah menengah. di setiap awal semester. Ketika menjadi mahasiswa lah jati diri dan pemikiran kita bnr2 dibentuk menjadi lebih dewasa dan lebih matang. siswa biasanya hanya diminta untuk merangkum isi sebagian buku atau mengerjakan latihan yang ada di dalam buku teks. tujuannya pun lebih banyak. Umumnya ujian diberikan dua kali. Bersiaplah untuk menyediakan waktu sejumlah itu sebagai komitmen belajar Anda di perguruan tinggi.. itu sih cm sebagian law mwnurut aq. Tetapi ada juga dosen yang hanya memberikan sekali. Anda mungkin akan perlu belajar 2 atau 3 untuk setiap jam kuliah. Dosen menganggap Anda sudah dewasa dan Anda sendirilah yang ingin berhasil di perguruan tinggi. Karena perbedaannya itu. sementara guru dianggap sebagai pemberi ilmu pengetahuan. 4. Dengan demikian Anda merasa terdorong untuk belajar di rumah sehingga. Usahakan untuk tidak mengambil dua matakuliah yang jadwalnya berurutan sehingga Anda mempunyai waktu untuk menata catatan kuliah Anda segera sesudah kuliah itu selesai (karena Anda tidak terburu-buru mengikuti kuliah yang lain). di perguruan tinggi. 6. Tapi jangan menyerah pada godaan itu. dsb. Di perguruan tinggi. Tugas akademik di pergurtuan tinggi itu lebih sulit daripada tugas akademik di sekolah menengah. Anda harus dapat memotivasi diri Anda sendiri untuk belajar. untuk setiap mata kuliah. Di perguruan tinggi. 3. Mahasiswa yang menghadiri dan berpartisipasi di ruang kuliah secara teratu memperoleh nilai yang lebih tinggi daripada mereka yang jarang masuk. di akhir semester saja. Anda harus menjadi pembelajar yang mandiri. Ini berarti Anda akan harus bekerja lebih keras dan lebih lama. penting sekali Anda mengatur waktu belajar Anda di antara kuliah-kuliah itu. qt d'tuntut untuk mandiri dlm berbagai hal. Anda harus mempunyai target atau tujuan jelas yang ingin Anda capai di perguruan tinggi. jumlah buku di perpustakaan ini bisa banyak sekali dan beragam. Proses belajar pun beda. ^^ Belajar di perguruan tinggi itu sangat berbeda dari belajar di sekolah menengah. kadang-kadang ada yang 2 kali seminggu (untuk yang lebih dari 2 sks).

Jadi anak TK dan anak SD berhak disebut murid TK dan murid SD. III. Tanggung jawab bagi dirinya. warna hidup kian berganti. bagi bangsanya dan bagi agamanya. Mereka berhak disebut siswa SMP/SMA/SMK. Beliau pernah mengatakan dalam sebuah seminar di perpustakaan UNJ. pengetahuan dan pengalaman membuat pola pikir mahasiswa selangkah lebih maju. Murid adalah peserta didik yang bersekolah di sekolah TK dan SD. Lantas benarkah ada bedanya antara mahasiswa dan siswa? II. dan mahasiswa. yakni sebagai pelajar tingkat perguruan tinggi maka predikat yang ia sandang bukan lagi siswa melainkan Mahasiswa. Dr. Siswa dalam banyak perspektif dimaknai sebagai pelajar di tingkatan Sekolah Dasar hingga Menengah. banyak mahasiswa yang lebih pantas disejajarkan dengan "preman". Saya jadi teringat ucapan Prof. perbedaan usia tersebut membawa perbedaan fisik lain seperti perbedaan kekuatan dan sebagainya. Hitung-hitung sebagai persiapan untuk belajar di perguruan tinggi. Karena jarangnya ujian/tes diberikan dan tidak adanya dosen yang mengejar-ngejar Anda untuk belajar. Hal ini perlu di review ulang mengingat banyaknya mahasiswa baru maupun mahasiswa lama yang kurang memahami hal ini sehingga kurang dapat memposisikan dirinya pada tempat yang selayaknya. Hal ini dikarenakan adanya tuntutan bagi mahasiswa untuk tidak hanya memperkaya dirinya dengan ilmu perkuliahan. Jika seorang mahasiswa tidak mengetahui perannya sebagai mahasiswa. 3. Akhirnya tibalah kita pada saat ini dimana telah kita tinggalkan kenangan itu dan kita tanggalkan seragam itu. Pola pikir yang kita miliki sedikit demi sedikit mengalami perubahan. yakni sebagai agent of chage (Agen perubahan). Ana Suhaenah Soeparno. Padahal jelas sekali perbedaan antara murid. hari demi hari. keduanya jelas berbeda. kita sering menemui sosok mahasiswa yang masih berfikiran kekanak-kanakan. dan predikat lain. Ketiga kata di atas sering kita dengar dalam percakapan kita sehari-hari. Memang Beda Jika kita telusuri perbedaan yang terdapat diantara keduanya. Ketika telah melewati jenjang tersebut dan melaju pada jenjang di atasnya. Diantaranya : 1. Bertambahnya usia. yakni “Mahasiswa”. Hal tersebut dikarenakan pada zaman dahulu pendidikan yang dienyam masyarakat hanya terbatas pada sekolah rakyat yang tentu saja jenjang pendidikannya jauh dari perguruan tinggi. Namun dalam penempatannya terkadang kita masih salah menempatkannya. Perbedaan sejarah Dalam tinjauan sejarah. maka kita akan mendapati beberapa perbedaan berdasarkan tinjauan yang kita gunakan. Pernah kita alami warna merah dan putih mendominasi pakaian kita. sedangkan mahasiswa berada di perguruan tinggi. dan Anda buasanya tidak dapat meningkatkan nilai rendah yang Anda peroleh dengan melakukan tugas tambahan. Perbedaan Psikis Mahasiswa dengan gelar maha-nya tentu harus dapat berfikir lebih matang daripada siswa. Perguruan tinggi bukanlah sekedar kelanjutan sekolah menengah. Perbedaan Fisik Jelas. tiba-tiba Anda menyadari bahwa waktu ujian sudah dekat sementara Anda merasa belum siap karena belum banyak mempelajari materi ujian itu. dan mahasiswa. mungkin saja Anda akan terlena. Ketika siswa SMA/SMk lulus tes masuk perguruan tinggi dan telah registrasi. Murid dan siswa berada di sekolah. bagi lingkungannya. Perguruan tinggi adalah pengalaman baru yang menuntut Anda untuk menggunakan cara-cara baru sejak hari pertama agar berhasil di perguuan tinggi. Dalam kondisi tertentu dimana akal sehat sudah tidak lagi menjadi senjata utama. . banyak mahasiswa yang masih memiliki pola pikir layaknya anak SMA. Ujian ulangan jarang diberikan di perguuan tinggi. Khatimah Dari paparan singkat tersebut diatas akan dapat kita tarik benang merah bahwa memiliki status mahasiswa bukanlah hal yang ringan dan remeh semata. Adakah perbedaan antara siswa dengan maha-siswa?. yang kemudian digantikan dengan biru putih lantas dengan abu-abu-putih. siswa. I. Lalu bagaimana dengan mahasiswa? Mahasiswa adalah peserta didik yang menuntut ilmu di perguruan tinggi. Dalam bergaul dan berfikir. Muqaddimah Mengutip kata pepatah lama. Untuk berhasil dalam ujian di perguruan tinggi. Akan lebih baik kalau Anda belajar di sekolah menengah dengan menggunakan cara belajar di perguruan tinggi. siswa. namun juga mahasiswa dituntut untuk dapat mengapresiasikan ilmunya kepada masyarakat. seiring berbedanya jenjang usia maka perbedaan fisik juga menjadi akibat dari hal tersebut. maka ia tidak akan tampak sama sekali sebagai sosok mahasiswa. Anda harus membuat catatan dari dalam kelas dan dari buku teks Anda. 2.ujian akhir semester. tidak banyak masyarakat indonesia yang sempat merasakan indahnya gelar mahasiswa. kini sudah siapkah kita menyandang predikat "Maha"?. Anda juga perlu memiliki strategi yang baik untuk menghadapi ujian. maka mereka telah sah dipanggil dengan sebutan mahasiswa. Jangan belajar di perguuan tinggi dengan menggunakan teknik belajar di sekolah menengah. tahun demi tahun. Dalam berperilaku dan bertindak. 4. Namun. bahwa ada perbedaan yang paling prinsip antara murid. Perbedaan Tanggung Jawab Mahasiswa memiliki predikat lain. Kini satu predikat lagi yang menempel dalam diri kita. namun tentu diimbangi dengan besarnya tanggung jawab yang harus dipikul oleh mahasiswa. agent of social control. Adapun gelar mahasiswa hanya bisa didapat oleh kaum borjuis yang memiliki kekayaan melimpah. Perbedaan Makna Secara pustaka. mantan Rektor IKIP (Sekarang UNJ). bulan demi bulan. Namun setelah sekian tahun kita gelar siswa menempel pada diri kita. Sedangkan Siswa adalah peserta didik yang bersekolah di jalur pendidikan SMP/SMA/SMK. merasa lebih santai. 5.

perlu dilakukan atau diharapkan dapat melihat kondisi sosial masyarakat. mahasiswa organisatoris. Kreatif. melainkan betul-betul ingin menjadi seorang mahasiswa yang intelektual dan memiliki perubahan / melakukan perubahan dari status siswa menjadi mahasiswa.Banyak hal yang terkadang rancu kita temui. Untuk menjadi seorang mahasiswa. sedangkan siswa berarti pelajar. keduanya harus diseimbangkan dan sangat penting dimiliki oleh seorang mahasiswa agar berperan maksimal dalam melaksanakan tanggung jawabnya. adalah mahasiswa organisatoris. bukan hanya sekedar identitas belaka. moral force. Ada 3 peran mahasiswa antara lain sebagai agent of exchange. Dalam hal ini. Dalam hal ini. Menjadi mahasiswa adalah sebuah kesempatan bagi kita untuk menetapkan jati diri sehingga kita menjadi pribadi yang mandiri. siswa adalah orang yang menuntut ilmu sedalam mungkin. Kembali kepada topik awal. Artinya. Selanjutnya. Siswa adalah seorang atau sekelompok orang yang menuntut ilmu di bangku sekolah. Bagi siswa SMP/SMA/SMK. mahasiswa adalah orang yang telah terdaftar di perguruan tinggi. mereka cenderung 90 % fokus pada kegiatan organisasi namun mengabaikan akademik. Kemudian. dan siswa SMA/SMK masuk dalam pendidikan menengah. mahasiswa religius maupun mahasiswa hedonis. Agent of exchange bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah agen pertukaran atau agen perubahan. Lain halnya dengan pengertian mahasiswa. tidak “gegabah” dalam mengambil keputusan. Jenis atau kelompok manusia seperti ini sebaiknya tidak menjadi identitas bagi mahasiswa. Secara logis. Efektif. dimana seorang mahasiswa harus memiliki intelektual dan moral. sedikit demi sedikit proses pembelajaran telah beralih kepada sistem belajar siswa aktif. Dan yang keempat adalah mahasiswa hedonis. yakni maha dan siswa. mahasiswa berperan untuk melakukan perubahan-perubahan atau sebagai aspirasi atau penyaluran argumen yang bertujuan ke arah yang positif. yang ada pembelajaran siswa aktif. Banyak orang yang mengatakan murid dan siswa itu sama. siswa smp masuk dalam pendidikan dasar lanjutan. Misalnya saja mahasiswa merupakan perantara penyampaian aspirasi / wakil rakyat yang dapat menyampaikan argumen-argumen atau masalah-masalah kepada pemerintah. melainkan mereka datang untuk melakukan hal-hal yang tidak bermafaat. terdapat pula jenis-jenis mahasiswa yang dikelompokkan atas mahasiswa akademis. dan Menyenangkan). Mahasiswa yang tergolong mahasiswa akademis adalah mereka yang hanya fokus kepada pelajaran dan nilai. diayomi dan diarahkan dalam menghadapi persoalan. hura-hura dan hal-hal lain yang berkaitan dengan hal tersebut. dalam hal ini mahasiswa berperan melakukan kontrol terhadap pemerintah dan juga masyarakat. memamerkan barang-barang. Dalam memasuki jenjang dan tahap yang baru. Moral force atau kekuatan moral. Bisa juga dikatakan. Guru masih menjadi primadona siswa. yang ketiga adalah social control. Mereka tidak mengikuti kegiatan organisasi atau berpartisipasi pada forum-forum mahasiswa. dan komunikatif dalam memecahkan persoalan kehidupan. Paradigma lama biasa disebut CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) dan paradigma baru biasa desebut PAKEM (Pembelajaran Aktif. baik yang rela mengeluarkan ataupun tidak. Namun. dan social control. Sedangkan bagi seorang mahasiswa. dan mahasiswa adalah mereka sama-sama peserta didik yang berhak mendapatkan layanan pendidikan sesuai dengan jenjang yang sedang ditempuhnya. Persamaan murid. Makanya tidak ada istilah murid aktif. siswa. murid TK dan SD masih disuapin oleh gurunya dalam hal menuntut ilmu. Mahasiswa yang berperan dalam masyarakat. Kelompok mahasiswa religius adalah dimana mereka fokus kepada kegiatan keagamaan mereka atau kebanyakan melakukan ibadah sehingga mereka juga meninggalkan kewajiban-kewajiban urusan dunianya. Maha berarti tinggi. murid SD masuk dalam pendidikan dasar. Pembelajaran yang dilakukan adalah pembelajaran orang dewasa. baik negeri maupun swasta. perlu banyak diketahui hal-hal yang berkaitan tentang masa transisi dari siswa menjadi mahasiswa. seperti gaya-gayaan. guru harus mampu mengaktifkan para siswa untuk belajar secara mandiri. Dalam hal ini. apa yang harus dipelajarinya. yang membahas masalah siswa vs mahasiswa. Orang yang mengajar ereka biasa disebut dosen. Ketika menjadi siswa kita masih dibantu. Setelah membahas mengenai pengertian dan peran mahasiwa. Beban dosen tidak seberat beban guru TK atau guru SD yang memng harus dengan sabar mengajari mereka membaca dan menulis. Dosen hanya tinggal mengarahkan saja. . karena perannya yang sangat dibutuhkan. Dalam hal ini akan dijelaskan lebih detail perbedaan-perbedaan antara siswa dan mahasiswa. Menurut bahasa. Murid TK masuk dalam pendidikan anak usia dini. karena sesungguhnya mahasiswa dalam artian manusia adalah makhluk sosial. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. kreatif. Sedangkan mahasiswa masuk dalam jalur pendidikan tinggi. secara istilah dapat dikatakan bahwa mahasiswa adalah orang-orang yang memiliki kecerdasan intelektual dan moral yang dapat digunakan atau diterapkan dalam kehidupan sosial. pembelajaran yang diberikan lebih banyak kepada Pedagogi. Mahasiswa memiliki peran atau tanggung jawab khususnya di masyarakat. Secara umum. Tujuan mereka sepenuhnya bukan ingin mengikuti kegiatan perkuliahan seperti belajar dan organisasi. segala jerih payah dll dengan tujuan untuk menempuh masa depan yang cerah dengan catatan tidak menyianyiakan kesempatan yang diberikan. hal itu wajar jika ingin fokus pada pelajaran atau akademik namun juga terkesan kurang baik apabila memikirkan tujuan hanya berarah kepada hal tersebut. siswa itu adalah pelajar yang bisa dikatakan masih terkait oleh aturan-aturan yang masih dibatasi kebebasannya. tetap saja kendali dan arahan ada pada guru. Dituntut untuk lebih kritis berpikir dengan matang. Mereka hanya datang ke kampus untuk mengurusi hal-hal atau masalah-masalah terkait dengan organisasi yang mereka jalankan. Guru harus bisa menghidupkan suasana pembelajaran agar siswa dapat menemukan sendiri (inquiry) gaya belajarnya. Murid SD dan TK adalah peserta didik yang benar-benar mendapatkan bimbingan penuh dari seorang guru. Jadi. Padahal dalam proses pembelajarannya jelas berbeda. Atau dengan kata lain. Mahasiswa dianggap telah mampu untuk mengarahkan dirinya sendiri dalam menuntut ilmu. kata mahasiswa berasal dari dua kata. Mereka hanya memikirkan bagaimana mereka mendapatkan nilai atau IPK yang tinggi maupun untuk mencapai kelulusan.

Selain itu. apa yang harus dipelajarinya. dan mahasiswa. siswa smp masuk dalam pendidikan dasar lanjutan. tetap saja kendali dan arahan ada pada guru. . Bisa juga dikatakan. perguruan tinggi bukanlah sekedar kelanjutan sekolah menengah. Di PT. Guru harus bisa menghidupkan suasana pembelajaran agar siswa dapat menemukan sendiri (inquiry) gaya belajarnya. Padahal dalam proses pembelajarannya jelas berbeda. guru harus mampu mengaktifkan para siswa untuk belajar secara mandiri. dapat disimpulkan bahwa baik siswa ataupun mahasiswa seharusnya tetap menjadi pembelajar kehidupan sejati yang tidak hanya berkutat di depan buku atau mikrofon. Namun. 2. Banyak orang yang mengatakan murid dan siswa itu sama. Paradigma lama biasa disebut CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) dan paradigma baru biasa desebut PAKEM (Pembelajaran Aktif. Namun. Dosen hanya tinggal mengarahkan saja. siswa. yang ada pembelajaran siswa aktif. dan Mahasiswa. Ketika siswa SMA/SMk lulus tes masuk perguruan tinggi dan telah registrasi. Ujian di sekolah menengah cukup sering diberikan dan meliputi sejumlah kecil informasi / materi pembelajaran. Murid. mantan Rektor IKIP (Sekarang UNJ). 3. pembelajaran yang diberikan lebih banyak kepada Pedagogi. Orang yang mengajar ereka biasa disebut dosen.. Sedangkan mahasiswa masuk dalam jalur pendidikan tinggi. Jadi. Bagi siswa SMP/SMA/SMK. 5. Murid TK masuk dalam pendidikan anak usia dini. namun di PT diharapkan dapat menjadi pembelajar yang mandiri. sedangkan mahasiswa berada di perguruan tinggi. Murid dan siswa berada di sekolah. jangan terjerat dengan status. dan siswa SMA/SMK masuk dalam pendidikan menengah. Guru masih menjadi primadona siswa. siswa. Di sekolah menengah. 4. Kreatif. Di sekolah menengah. Mereka berhak disebut siswa SMP/SMA/SMK. dan mahasiswa adalah mereka sama-sama peserta didik yang berhak mendapatkan layanan pendidikan sesuai dengan jenjang yang sedang ditempuhnya. banyak mahasiswa yang merasa kesulitan untuk menyesuaikan cara belajarnya di PT. Sedangkan Siswa adalah peserta didik yang bersekolah di jalur pendidikan SMP/SMA/SMK. dan Menyenangkan). Buka “mata lebar”.. Banyak hal yang terkadang rancu kita temui. Ana Suhaenah Soeparno. Efektif. Mahasiswa dianggap telah mampu untuk mengarahkan dirinya sendiri dalam menuntut ilmu. sedikit demi sedikit proses pembelajaran telah beralih kepada sistem belajar siswa aktif. Tugas akademik di PT lebih sulit dibandingkan di sekolah menengah. murid SD masuk dalam pendidikan dasar. Beliau pernah mengatakan dalam sebuah seminar di perpustakaan UNJ. Saya jadi teringat ucapan Prof. Padahal jelas sekali perbedaan antara murid. Pembelajaran yang dilakukan adalah pembelajaran orang dewasa. Murid SD dan TK adalah peserta didik yang benar-benar mendapatkan bimbingan penuh dari seorang guru. Beban dosen tidak seberat beban guru TK atau guru SD yang memng harus dengan sabar mengajari mereka membaca dan menulis. karena perannya yang sangat dibutuhkan.Selain itu. Ketiga kata di atas sering kita dengar dalam percakapan kita sehari-hari. siswa biasanya bersifat lebih pasif. Makanya tidak ada istilah murid aktif. siswa. Jadi anak TK dan anak SD berhak disebut murid TK dan murid SD. Dr. Artinya. bahwa ada perbedaan yang paling prinsip antara murid. ujian di PT lebih jarang diberikan dan mencakup informasi yang lebih banyak. Bahkan. sementara guru lebih aktif. Siswa. diwajibkan untuk menghadiri setiap pembelajaran namun di PT sering tidak berlaku. dan mahasiswa. Lalu bagaimana dengan mahasiswa? Mahasiswa adalah peserta didik yang menuntut ilmu di perguruan tinggi. Namun dalam penempatannya terkadang kita masih salah menempatkannya. guru seringkali memeriksa tugas seperti membaca dsb. bisa jadi masih ada sosok lain yang lebih “terpelajar” dari siswa maupun mahasiswa. ada yang terpaksa berhenti kuliah (drop-out) di tahun pertama karena kesulitan menyesuaikan diri. Di sekolah menengah. Siswa lebih banyak berperan aktif sebagai penerima ilpeng sementara guru sebagai pemberi ilpeng. Sedangkan bagi seorang mahasiswa. terdapat perbedaan metode pembelajaran dalam hal ini belajar di sekolah menengah dan di perguruan tinggi. maka mereka telah sah dipanggil dengan sebutan mahasiswa. murid TK dan SD masih disuapin oleh gurunya dalam hal menuntut ilmu. Persamaan murid. 1. Perguruan tinggi adalah pengalaman baru yang menuntut kita melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Murid adalah peserta didik yang bersekolah di sekolah TK dan SD. Karena prebedaannya itu. dosen mengharapkan mahasiswa bukan hanya sekedar sebagai penerima ilmu namun jg pencari ilmu.