Guru dan siswa adalah dua elemen yang tidak dapat dipisahkan dalam sebuah konteks, yakni belajar

-mengajar. Seorang siswa belajar dan menggali ilmu dari seorang guru, demikian pula sebaliknya, seorang guru haruslah membimbing sang murid dengan hati ikhlas dan niat yang tulus. Guru dan siswa merupakan dua elemen penting yang tidak dapat dipisahkan. Kedua elemen ini penentu masa depan bangsa. Sudah saatnya, guru dan murid, bersama dan bersatu untuk memperbaiki anggapan buruk masyarakat selama ini. Hakikinya, guru adalah khalifah bagi para muridnya. Guru adalah cahaya yang memberi sinar terhadap para siswa didik yang masih buta akan ilmu. Guru adalah pahlawan tertinggi kedudukannya di mata Allah. Guru dapat mengubah seseorang yang bodoh menjadi pintar, dari seseorang yang tidak tahu menjadi tahu. Sementara siswa adalah peserta didik yang memang sepatutnya patuh terhadap setiap nasihat yang diberikan oleh guru. Apabila kita dapat memahami hakikat seorang guru dan siswa ini semua, Indonesia tentu akan maju dalam segala bidang, terutama pendidikan. Guru adalah orang yang bertugas mendidik dan mentransferkan ilmunya kepada para peserta didiknya. Siswa adalah peserta didik yang berhak mendapatkan bimbingan dari seorang guru. Guru dan siswa adalah satu kesatuan dalam proses pendidikan. Masing-masing berperan dengan fungsi dan tugasnya masing-masing. Guru dan siswa sama-sama memiliki hak dan kewajiban. Hak seorang siswa adalah mendapatkan bimbingan dan pelayanan prima dari guru. Sedangkan kewajiban siswa yang utama adalah belajar, berusaha memahami ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh gurunya. Di sinilah terjadi proses interaksi guru dan siswa. Siswa dan guru sebenarnya sama-sama belajar. Mereka melakukan apa yang disebut proses pembelajaran. Dari proses pembelajaran inilah didapatkan potensi unik siswa dan hasil belajar yang diharapkan. Guru mengajar, siswa diajar. Guru mengawasi, siswa mengerjakan kegiatan yang diperintahkan guru. Semua perintah guru itu tertulis dalam apa yang disebut rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Dalam sebuah pembelajaran yang efektif, guru dan siswa akan saling melengkapi. Dimana guru bertugas merencanakan pembelajaran dan siswa adalah peserta didik yang akan mendapatkan pembelajaran dari yang direncanakan guru. Ketika guru merencanakan pembelajarannya dengan sangat matang, maka terjadilah proses pembelajaran yang sangat menantang siswa untuk mengeksplore pengetahuan itu. Tetapi, bila guru tak matang dalam membuat perencanaan pembelajaran, maka pembelajaran menjadi terkesan membosankan. Tak terlihat lagi suasana yang saling menyenangkan, menyenangkan siswa dan juga menyenangkan guru. Kalau itu sampai terjadi, guru harus melakukan instropeksi diri dan lakukanlah sebuah penelitian tindakan kelas (PTK).Guru dan siswa adalah pasangan pembelajaran yang tak akan pernah hilang dalam dunia pendidikan kita. Tingal kita mengolahnya menjadi pasangan yang indah, penuh warna, dan disanalah para guru akan lebih mengenal karakter para siswanya dengan baik. Ketika kita menjadi siswa kita masih dibantu, diayomi, dan diarahkan dalam menghadapi persoalan. Menjadi mahasiswa adalah kesempatan bagi kita untuk menetapkan jati diri sehingga kita menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, dan komunikatif dalam memecahkan persoalan kehidupan. dr segi pola pikir siswa msi sring subjektif sdgkan mhsiswa beberapa sdh brupaya objektif. Beda siswa dan mahasiswa : 1.klo siswa mendapatkan pendidikan di SD,SMP ato SMA yang persaingan untuk mendapatkannya tuh lebih mudah daripada mahasiswa yang bersaing untuk mendapatkan pendidikan di suatu Universitas/Perguruan Tinggi. 2.Kebanyakan Siswa lebih banyak menampung ajaran dari gurunya sedangkan mahasiswa diharuskan untuk berpikir terlebih dahulu akan sesuatu yang baru ia dapati atau ia alami 3.Cara berpikir mahasiswa lebih ilmiah daripada siswa 4.Bacaan dan tontonan seorang mahasiswa yang sebenarnya lebih bermanfaat daripada seorang siswa,,misalnya seorang mahasiswa lebih suka membaca koran daripada komik,,dan mahasiswa lebih suka menonton siaran berita daripada menonton sinetron....Itulah idealnya seorang Mahasiswa ... 5. Sama sama bukan preman Menurut saya saat menjadi mahasiswa nanti akan dituntut untuk Lebih kritis berpikir dengan matang, tidak "gegabah" mengambiL keputusan, namun memang begituLah orang dewasa - sesuai dengan semua hak yg didapatnya.. Sementara menjadi siswa adaLah yg masih harus diarahkan & tidak sebebas mahasiswa daLam kesehariannya, tapi masih dimakLumi daLam meLakukan berbagai haL. sebetulnya simple aja.. menurut saya perbedaan mendasar siswa dan mahasiswa; siswa : kita menerima ilmu | kita menerima nilai mahasiswa : kita mencari ilmu | kita mencari nilai macem2 siswa: ada yang pintar secara akademik, ada yang berprestasi di bidang non akademik, ada yang prestasinya biasa2 saja, ada yang menganggap sekolah cuma buat cabut, ada yang yaaaaaaah macem2 lah mahasiswa: kata guru saya, mahasiswa itu idealis, maunya selalu tegakkan kebenaran, yaaaa mahasiswa juga katanya macem2 ada mahasiswa yang berprestasi di bidang akademik maupun non akademik, ada juga yang katanya belajar cuma pas mau uas aja, atau ada juga yang mahasiswa itu cuma buat status aja, mau siswa mau mahasiswa kita seharusnya tetap jadi pembelajar kehidupan sejati yang tidak hanya berkutat di depan buku atau di depan mikrofon

oh iya k'lo siswa: guru yang dateng ke kelas(siswa) Mahasiswa.uhmm. lebih mudah untuk menerima. menurut saya.pake almamater. kurang kritis dalam melihat masalah... siswa hanya punya pikiran tentang apa yang harus saya lakukan sekarang dan yang akan saya lakukan nanti atau besok. memiliki wawasan yang lebih luas sehingga jadi lebih kritis...... masih cenderung diatur... kita.idealis pasti..Punya KTM(kartu tanda mahasiswa)hehehe ga penting kynya. sdngkan mahasiswa ga pake sragam.merasa bahwa sekolah itu hanya sebatas mengisi kekosongan waktu dengan kesibukan kegiatan2 yang ada disekolah dibandingkan tugas utama mereka sebagai pelajar.buka "mata" lebih lebar..lebih terstruktur. tapi karena belum pernah mengalami menjadi mahasiswa jadi kurang gitu ngerti apa perbedaan yang sebenarnya...sulit juga ngebedain mahasiswa kaya ama yang miskin.k'lo mahasiswa: kita yang dateng ke guru(dosen) siswa itu mreka dlm proses pembelajaran hnya menerima dan menguLngnya lgi d.kurang terstruktur. beda siswa ma mahasiwa banyak terutama dari pola pikir klo siswa mash bs dibilang remaja yg pikirannya sangat labil tp klo dah jadi mahasiswa harus bisa bersikap dewasa dan tidak boleh sembarangan bertindak mahasiswa juga merupakan awal dari proses pendewasaan diri dimana nanti akan melqnjutkan dengan usha sendiri tanpa bantuan dari orang tua lagi ada lagi klo siswa msh maklum berbuat ksalahan yg tdak perlu atw manja tp mahasiswa tdk pantas melakukan hal yg tidak dipikirkan dahulu siswa pke Kartu Tanda Pelajar mahasiswa KTm(kartu Tanda Mahasiswa) hhe siswa pke seragam .. harus mandiri... ataupun nanti dan besok. tapi mahasiswa: kita dituntut untuk lebih mandiri dan aktif di segala bidang... mereka....Mandiri(nah ini yang paling penting). mahasiswa harusnya memikirkan apa yang dilkakukan saya. baik secara akademis maupun non akademis........k'lo pelajar yang kaya ama yang miskin bisa dibedain.mncai referensi2 dr mcam2 bku. tetapi kita mesti mencari..pola pikir yang lebih Rasional dan Kritis.tuntut KEMAndiRian dr mahasiswa itu sendiri..penemu..hehhe. tp klo mahasiwa kita tdak bisa hnya menerima saja..simplenya gini. dia........ hmmm..... siswa: intinya kita masih menerima segala sesuatunya dari guru/pengajar. bisa jadi masih ada sosok lain yang lebih "terpelajar" dari seorang siswa ataupun mahasiswa salut bagi siapa saja yang selalu ingin dan selalu berusaha untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik K'lo siswa pake seragam pasti.siswa itu pake seragam... dituntut kerja keras. pokoknya menurut saya banyak bedanya... bagian dari kontrol masyarakat terhadap pemerintah jadi mahasiswa punya daya juang untuk menegakkan kebenaran dan keadilan.jenjang Mahasiwa ini juga kita sudah tau apa yg mesti kita lkukan untuk meraih cita2 kita sehinnga Wktunya Lbih bermanfaat d.....satu lagi. jangan terjerat dengan status..... tidak terlalu dikekang peraturan (artinya lebih bebas)... klo menurut saya siswa itu cenderung untuk menunggu dan mengikuti instruksi..90% masih dibimbing dalam bidang akademis maupun non akademis... d. tingkat ketergantungan masih cukup tinggi dan lebih banyak mendapatkan perhatian atau larangan (misalnya tata tertib di sekolah beserta sanksinya) sedangkan mahasiswa lebih dewasa dan independent (katanya sih gitu). sekarang.. mmbhas breng teman.yg jelas mahsiswa itu lebih cenderung menjadi pionir.dewasa.rumah. baik kemarin.pake tu yg gk berguna.hehehe. punya KTP(kartu tanda pelajar).gak acak2an..dan merupakan agen perubahan .klo mahasiswa pke bju bebas ya scara gris besar tu tp msh bnyak lg beda. sehingga d..pembaharu...bndingkan swktu msih jd Siswa yg kbnyakan wktunya d..

Anda diminta untuk berfikir dalam tataran yang lebih tinggi. Ketika menjadi mahasiswa lah jati diri dan pemikiran kita bnr2 dibentuk menjadi lebih dewasa dan lebih matang.Jelas beda bgt siswa ama MAHAsiswa. jumlah buku di perpustakaan ini bisa banyak sekali dan beragam. apalagi kalau ditambah dengan informasi yang ada di internet. Tes atau ujian di sekolah menengah diberikan cukup sering dan meliputi sejumlah kecil informasi/materi pelajaran. Artinya. Anda harus dapat memotivasi diri Anda sendiri untuk belajar. Ketika menjadi mahasiswa. Sumber informasi tentang ilmu yang dipelajari juga beragam dan itu disediakan di perpustakan. Usahakan untuk tidak mengambil dua matakuliah yang jadwalnya berurutan sehingga Anda mempunyai waktu untuk menata catatan kuliah Anda segera sesudah kuliah itu selesai (karena Anda tidak terburu-buru mengikuti kuliah yang lain). banyak mahasiswa yang merasa kesulitan untuk menyesuaikan cara belajanya di perguruan tinggi.. Dosen menganggap Anda sudah dewasa dan Anda sendirilah yang ingin berhasil di perguruan tinggi. Anda harus menjadi pembelajar yang mandiri. di tengah semester dan di akhir semester. sementara guru yang lebih aktif. Anda diwajibkan untuk menghadiri setiap pelajaran. Anda perlu mengubah cara belajar Anda dari yang semula pasif menjadi aktif. Anda mempunyai pilihan untuk mengambil mata kuliah tertentu atau tidak. Anda merasa lebih siap. itu sih cm sebagian law mwnurut aq. Usahakan untuk selalu menghadiri kuliah. siswa biasanya bersifat lebih pasif.. Di perguruan tinggi yang besar. Ini berarti Anda akan harus bekerja lebih keras dan lebih lama. 6. tp jg mencari kehidupan yang lebih baik buat sesama dan lingkungannya dengan banyaknya dibentuk berbagai organisasi2 yang ada. Ujian atau tes di perguruan tinggi lebih jarang diberikan dan mencakup materi/infomasi yang lebih banyak. Di perguruan tinggi. 3. penting sekali Anda mengatur waktu belajar Anda di antara kuliah-kuliah itu. maka Anda mungkin perlu belajar untuk mata kuliah itu selama 180 atau 279 menit setiap minggu. Pelajaran di sekolah menengah biasanya diberikan setiap hari dengan jadwal yang sudah ditetapkan.. Mungkin yang penting bagi mereka adalah apakah Anda dapat memenuhi standar kompetensi yang telah mereka tetapkan untuk matakuliah tersebut (ini biasanya diukur berdasarkan hasil ujian atau nilai tugas yang diberikan kepada Adna). ^^ Belajar di perguruan tinggi itu sangat berbeda dari belajar di sekolah menengah. hal ini sering kali tidak berlaku.. Oleh karena itu. Oleh karena itu. Siswa lebih banyak berperan sebagai penerima ilmu pengetahuan. Banyak mahasiswa yang terpaksa berhenti kuliah (drop-out) di tahun pertama karena kesulitan menyesuaikan diri ini. Di sekolah menengah. Di sekolah menengah. 1. di perguruan tinggi. Anda akan beruntung kalau ada dosen yang memberikan lebih dari dua kali ujian. Dengan demikian Anda merasa terdorong untuk belajar di rumah sehingga.. Umumnya ujian diberikan dua kali. Dengan mengetahui perbedaan itu. Menjadi mahasiswa pun dituntut untuk aktif dalam menyumbangkan pikiran dan kritik untuk perbaikan bersama. hasilnya tidak sebagus ketika mereka di sekolah menengah. Mereka tampaknya tidak begitu peduli apakah Anda hadir di ruang kuliah atau tidak. Catatan kuliah yang terorganisir rapi akan sangat membantu ketika Anda mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian nanti. ketika menghadapi ujian. qt d'tuntut untuk mandiri dlm berbagai hal. untuk mengatasi perbedaan situasi seperti ini. Anda mungkin akan perlu belajar 2 atau 3 untuk setiap jam kuliah. sementara ia berfungsi sebagai fasilitator yang membantu mahasiswa mencapai tujuan pembelajaran yang telah disepakati. guru seringkali memeriksa apakah Anda mengerjakan tugas yang harus Anda kerjakan di rumah. Oleh karena itu. namun mereka kecewa karena ternyata. dsb. Mereka mengharapkan Anda melakukan hal itu tanpa harus didorong-dorong. di akhir semester saja. Siswa sekolah menengah biasanya belajar selama 2 sampai 3 jam setiap minggu untuk setiap mata pelajaran. seperti membaca. Anda harus mempunyai target atau tujuan jelas yang ingin Anda capai di perguruan tinggi. Di sekolah menengah. Di perguuan tinggi. 4. untuk setiap mata kuliah. Di perguruan tinggi. Tugas akademik di pergurtuan tinggi itu lebih sulit daripada tugas akademik di sekolah menengah. mengerjakan latihan. Di perguruan tinggi. Di perguruan tinggi. Di perguruan tinggi. Tetapi ada juga dosen yang hanya memberikan sekali. di setiap awal semester. Tapi jangan menyerah pada godaan itu. Anda perlu sekali membuat rencana atau jadwal belajar dan mentaatinya. Mahasiswa yang menghadiri dan berpartisipasi di ruang kuliah secara teratu memperoleh nilai yang lebih tinggi daripada mereka yang jarang masuk. . msh banyak lagi perbedaan yang ada. Proses belajar pun beda. Di perguruan tinggi. 5. mahasiswa harus menyusun program pendidikan yang ingin mereka ikuti dalam semester itu. Siswa tidak mempunyai pilihan lain dan tinggal mengikuti apa yang telah ditetapkan sekolah. Anda akan dapat memilih strategi belajar yang tepat untuk mengatasi perbedaan tersebut. siswa biasanya hanya diminta untuk merangkum isi sebagian buku atau mengerjakan latihan yang ada di dalam buku teks. sementara guru dianggap sebagai pemberi ilmu pengetahuan. Anda akan mudah sekalil menemukan hal-hal yang lebih menarik bagi Anda daripada mengikuti kuliah. Di sekolah menangah. kalau Anda mengambil matakuliah yang bobotnya 2 sks dan masuk kuliah selama 90 menit (satu setengah jam). Bersiaplah untuk menyediakan waktu sejumlah itu sebagai komitmen belajar Anda di perguruan tinggi. Jadwal kuliah Anda di perguruan tinggi akan lebih rersebar jika dibandingkan dengan jadwal pelajaran Anda di sekolah menengah. dosen lebih banyak mengharapkan mahasiswa aktif dalam mencari ilmu pengetahuan. tujuannya pun lebih banyak. dari yang semula sebagai penerima ilmu menjadi pencari ilmu. Banyak dosen di perguruan tinggi yang tidak mengabsen mahasiswanya. menganalisa suatu persoalan dan menuliskan analisa tersebut dalam bentuk makalah. Karena perbedaannya itu. Banyak dosen yang tidak mau memeriksa apakah Anda belajar di rumah atau tidak. Yaaah. kadang-kadang ada yang 2 kali seminggu (untuk yang lebih dari 2 sks). Kuliah di perguruan tinggi di Indonesia biasanya diberikan sekali seminggu (untuk yang 2 sks). tidak hanya semata2 mencari nilai dan klulusan. Andalah yang harus berinisiatif untuk mempelajari ilmu itu (melalui membaca buku dan artikel) dan manfaatkan dosen Anda sebagai tempat bertanya dan meminta penjelasan. Berikut ini adalah beberapa perbedaan penting antara belajar di sekolah menengah dan di perguruan tinggi yang dapat membuat penyesuaian diri di perguuan tinggi itu sulit. Mereka menggunakan strategi belajar yang telah mereka gunakan secara berhasil di sekolah menengah. karena itu akan membuat Anda menjadi lebih siap menghadapi 2.

Adakah perbedaan antara siswa dengan maha-siswa?. merasa lebih santai. dan predikat lain. Hal ini dikarenakan adanya tuntutan bagi mahasiswa untuk tidak hanya memperkaya dirinya dengan ilmu perkuliahan. Anda harus membuat catatan dari dalam kelas dan dari buku teks Anda. Ujian ulangan jarang diberikan di perguuan tinggi. Akhirnya tibalah kita pada saat ini dimana telah kita tinggalkan kenangan itu dan kita tanggalkan seragam itu. Ketika siswa SMA/SMk lulus tes masuk perguruan tinggi dan telah registrasi. Bertambahnya usia. seiring berbedanya jenjang usia maka perbedaan fisik juga menjadi akibat dari hal tersebut. kita sering menemui sosok mahasiswa yang masih berfikiran kekanak-kanakan. Memang Beda Jika kita telusuri perbedaan yang terdapat diantara keduanya. Dalam berperilaku dan bertindak. tiba-tiba Anda menyadari bahwa waktu ujian sudah dekat sementara Anda merasa belum siap karena belum banyak mempelajari materi ujian itu. Adapun gelar mahasiswa hanya bisa didapat oleh kaum borjuis yang memiliki kekayaan melimpah. 3. Dr. Perbedaan sejarah Dalam tinjauan sejarah. Namun setelah sekian tahun kita gelar siswa menempel pada diri kita. maka mereka telah sah dipanggil dengan sebutan mahasiswa. Siswa dalam banyak perspektif dimaknai sebagai pelajar di tingkatan Sekolah Dasar hingga Menengah. Khatimah Dari paparan singkat tersebut diatas akan dapat kita tarik benang merah bahwa memiliki status mahasiswa bukanlah hal yang ringan dan remeh semata. keduanya jelas berbeda. Jangan belajar di perguuan tinggi dengan menggunakan teknik belajar di sekolah menengah. Kini satu predikat lagi yang menempel dalam diri kita. Anda juga perlu memiliki strategi yang baik untuk menghadapi ujian. . Murid dan siswa berada di sekolah. namun tentu diimbangi dengan besarnya tanggung jawab yang harus dipikul oleh mahasiswa. Untuk berhasil dalam ujian di perguruan tinggi. dan mahasiswa. dan mahasiswa. 4. Muqaddimah Mengutip kata pepatah lama. Perbedaan Tanggung Jawab Mahasiswa memiliki predikat lain. hari demi hari. Perguruan tinggi adalah pengalaman baru yang menuntut Anda untuk menggunakan cara-cara baru sejak hari pertama agar berhasil di perguuan tinggi. Hal tersebut dikarenakan pada zaman dahulu pendidikan yang dienyam masyarakat hanya terbatas pada sekolah rakyat yang tentu saja jenjang pendidikannya jauh dari perguruan tinggi. Lantas benarkah ada bedanya antara mahasiswa dan siswa? II. siswa. Perbedaan Fisik Jelas. Sedangkan Siswa adalah peserta didik yang bersekolah di jalur pendidikan SMP/SMA/SMK. Hal ini perlu di review ulang mengingat banyaknya mahasiswa baru maupun mahasiswa lama yang kurang memahami hal ini sehingga kurang dapat memposisikan dirinya pada tempat yang selayaknya. bagi bangsanya dan bagi agamanya. Hitung-hitung sebagai persiapan untuk belajar di perguruan tinggi. Akan lebih baik kalau Anda belajar di sekolah menengah dengan menggunakan cara belajar di perguruan tinggi. Padahal jelas sekali perbedaan antara murid.ujian akhir semester. Ketika telah melewati jenjang tersebut dan melaju pada jenjang di atasnya. tahun demi tahun. I. banyak mahasiswa yang lebih pantas disejajarkan dengan "preman". Beliau pernah mengatakan dalam sebuah seminar di perpustakaan UNJ. sedangkan mahasiswa berada di perguruan tinggi. Namun. Ketiga kata di atas sering kita dengar dalam percakapan kita sehari-hari. Mereka berhak disebut siswa SMP/SMA/SMK. Pernah kita alami warna merah dan putih mendominasi pakaian kita. yakni sebagai pelajar tingkat perguruan tinggi maka predikat yang ia sandang bukan lagi siswa melainkan Mahasiswa. Ana Suhaenah Soeparno. Murid adalah peserta didik yang bersekolah di sekolah TK dan SD. 2. Karena jarangnya ujian/tes diberikan dan tidak adanya dosen yang mengejar-ngejar Anda untuk belajar. Diantaranya : 1. bulan demi bulan. namun juga mahasiswa dituntut untuk dapat mengapresiasikan ilmunya kepada masyarakat. Dalam kondisi tertentu dimana akal sehat sudah tidak lagi menjadi senjata utama. yakni “Mahasiswa”. warna hidup kian berganti. kini sudah siapkah kita menyandang predikat "Maha"?. maka kita akan mendapati beberapa perbedaan berdasarkan tinjauan yang kita gunakan. Namun dalam penempatannya terkadang kita masih salah menempatkannya. Perguruan tinggi bukanlah sekedar kelanjutan sekolah menengah. bagi lingkungannya. Jadi anak TK dan anak SD berhak disebut murid TK dan murid SD. dan Anda buasanya tidak dapat meningkatkan nilai rendah yang Anda peroleh dengan melakukan tugas tambahan. maka ia tidak akan tampak sama sekali sebagai sosok mahasiswa. mungkin saja Anda akan terlena. mantan Rektor IKIP (Sekarang UNJ). Jika seorang mahasiswa tidak mengetahui perannya sebagai mahasiswa. yang kemudian digantikan dengan biru putih lantas dengan abu-abu-putih. agent of social control. III. Saya jadi teringat ucapan Prof. Dalam bergaul dan berfikir. Tanggung jawab bagi dirinya. bahwa ada perbedaan yang paling prinsip antara murid. tidak banyak masyarakat indonesia yang sempat merasakan indahnya gelar mahasiswa. Perbedaan Makna Secara pustaka. yakni sebagai agent of chage (Agen perubahan). perbedaan usia tersebut membawa perbedaan fisik lain seperti perbedaan kekuatan dan sebagainya. Lalu bagaimana dengan mahasiswa? Mahasiswa adalah peserta didik yang menuntut ilmu di perguruan tinggi. siswa. banyak mahasiswa yang masih memiliki pola pikir layaknya anak SMA. 5. Pola pikir yang kita miliki sedikit demi sedikit mengalami perubahan. Perbedaan Psikis Mahasiswa dengan gelar maha-nya tentu harus dapat berfikir lebih matang daripada siswa. pengetahuan dan pengalaman membuat pola pikir mahasiswa selangkah lebih maju.

Pembelajaran yang dilakukan adalah pembelajaran orang dewasa. Ketika menjadi siswa kita masih dibantu. pembelajaran yang diberikan lebih banyak kepada Pedagogi. Banyak orang yang mengatakan murid dan siswa itu sama. Mereka hanya memikirkan bagaimana mereka mendapatkan nilai atau IPK yang tinggi maupun untuk mencapai kelulusan. Mahasiswa yang tergolong mahasiswa akademis adalah mereka yang hanya fokus kepada pelajaran dan nilai. terdapat pula jenis-jenis mahasiswa yang dikelompokkan atas mahasiswa akademis. dan siswa SMA/SMK masuk dalam pendidikan menengah. Guru masih menjadi primadona siswa. perlu dilakukan atau diharapkan dapat melihat kondisi sosial masyarakat. Orang yang mengajar ereka biasa disebut dosen. yakni maha dan siswa. Dalam hal ini akan dijelaskan lebih detail perbedaan-perbedaan antara siswa dan mahasiswa. Kembali kepada topik awal. dan mahasiswa adalah mereka sama-sama peserta didik yang berhak mendapatkan layanan pendidikan sesuai dengan jenjang yang sedang ditempuhnya. melainkan betul-betul ingin menjadi seorang mahasiswa yang intelektual dan memiliki perubahan / melakukan perubahan dari status siswa menjadi mahasiswa. Menjadi mahasiswa adalah sebuah kesempatan bagi kita untuk menetapkan jati diri sehingga kita menjadi pribadi yang mandiri. Selanjutnya. sedangkan siswa berarti pelajar. sedikit demi sedikit proses pembelajaran telah beralih kepada sistem belajar siswa aktif. mahasiswa adalah orang yang telah terdaftar di perguruan tinggi. hura-hura dan hal-hal lain yang berkaitan dengan hal tersebut. Siswa adalah seorang atau sekelompok orang yang menuntut ilmu di bangku sekolah.Banyak hal yang terkadang rancu kita temui. . melainkan mereka datang untuk melakukan hal-hal yang tidak bermafaat. Dituntut untuk lebih kritis berpikir dengan matang. yang ketiga adalah social control. baik negeri maupun swasta. Jenis atau kelompok manusia seperti ini sebaiknya tidak menjadi identitas bagi mahasiswa. Guru harus bisa menghidupkan suasana pembelajaran agar siswa dapat menemukan sendiri (inquiry) gaya belajarnya. Sedangkan mahasiswa masuk dalam jalur pendidikan tinggi. Sedangkan bagi seorang mahasiswa. dan social control. diayomi dan diarahkan dalam menghadapi persoalan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. segala jerih payah dll dengan tujuan untuk menempuh masa depan yang cerah dengan catatan tidak menyianyiakan kesempatan yang diberikan. secara istilah dapat dikatakan bahwa mahasiswa adalah orang-orang yang memiliki kecerdasan intelektual dan moral yang dapat digunakan atau diterapkan dalam kehidupan sosial. mahasiswa organisatoris. dalam hal ini mahasiswa berperan melakukan kontrol terhadap pemerintah dan juga masyarakat. Tujuan mereka sepenuhnya bukan ingin mengikuti kegiatan perkuliahan seperti belajar dan organisasi. Efektif. karena perannya yang sangat dibutuhkan. Kreatif. kreatif. Maha berarti tinggi. Mahasiswa memiliki peran atau tanggung jawab khususnya di masyarakat. mereka cenderung 90 % fokus pada kegiatan organisasi namun mengabaikan akademik. Lain halnya dengan pengertian mahasiswa. Persamaan murid. Kemudian. hal itu wajar jika ingin fokus pada pelajaran atau akademik namun juga terkesan kurang baik apabila memikirkan tujuan hanya berarah kepada hal tersebut. Dalam hal ini. dan komunikatif dalam memecahkan persoalan kehidupan. karena sesungguhnya mahasiswa dalam artian manusia adalah makhluk sosial. moral force. kata mahasiswa berasal dari dua kata. Mereka hanya datang ke kampus untuk mengurusi hal-hal atau masalah-masalah terkait dengan organisasi yang mereka jalankan. Jadi. apa yang harus dipelajarinya. murid SD masuk dalam pendidikan dasar. keduanya harus diseimbangkan dan sangat penting dimiliki oleh seorang mahasiswa agar berperan maksimal dalam melaksanakan tanggung jawabnya. siswa. Dan yang keempat adalah mahasiswa hedonis. Dosen hanya tinggal mengarahkan saja. Dalam hal ini. siswa adalah orang yang menuntut ilmu sedalam mungkin. tidak “gegabah” dalam mengambil keputusan. Moral force atau kekuatan moral. bukan hanya sekedar identitas belaka. tetap saja kendali dan arahan ada pada guru. Ada 3 peran mahasiswa antara lain sebagai agent of exchange. Murid SD dan TK adalah peserta didik yang benar-benar mendapatkan bimbingan penuh dari seorang guru. Kelompok mahasiswa religius adalah dimana mereka fokus kepada kegiatan keagamaan mereka atau kebanyakan melakukan ibadah sehingga mereka juga meninggalkan kewajiban-kewajiban urusan dunianya. Murid TK masuk dalam pendidikan anak usia dini. Padahal dalam proses pembelajarannya jelas berbeda. murid TK dan SD masih disuapin oleh gurunya dalam hal menuntut ilmu. yang membahas masalah siswa vs mahasiswa. yang ada pembelajaran siswa aktif. mahasiswa religius maupun mahasiswa hedonis. Bagi siswa SMP/SMA/SMK. Untuk menjadi seorang mahasiswa. siswa smp masuk dalam pendidikan dasar lanjutan. dan Menyenangkan). seperti gaya-gayaan. Dalam hal ini. perlu banyak diketahui hal-hal yang berkaitan tentang masa transisi dari siswa menjadi mahasiswa. Menurut bahasa. siswa itu adalah pelajar yang bisa dikatakan masih terkait oleh aturan-aturan yang masih dibatasi kebebasannya. Beban dosen tidak seberat beban guru TK atau guru SD yang memng harus dengan sabar mengajari mereka membaca dan menulis. Artinya. Makanya tidak ada istilah murid aktif. Paradigma lama biasa disebut CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) dan paradigma baru biasa desebut PAKEM (Pembelajaran Aktif. mahasiswa berperan untuk melakukan perubahan-perubahan atau sebagai aspirasi atau penyaluran argumen yang bertujuan ke arah yang positif. baik yang rela mengeluarkan ataupun tidak. Dalam memasuki jenjang dan tahap yang baru. guru harus mampu mengaktifkan para siswa untuk belajar secara mandiri. dimana seorang mahasiswa harus memiliki intelektual dan moral. Setelah membahas mengenai pengertian dan peran mahasiwa. Mahasiswa dianggap telah mampu untuk mengarahkan dirinya sendiri dalam menuntut ilmu. Secara logis. Misalnya saja mahasiswa merupakan perantara penyampaian aspirasi / wakil rakyat yang dapat menyampaikan argumen-argumen atau masalah-masalah kepada pemerintah. Agent of exchange bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah agen pertukaran atau agen perubahan. Bisa juga dikatakan. Atau dengan kata lain. memamerkan barang-barang. Namun. Mereka tidak mengikuti kegiatan organisasi atau berpartisipasi pada forum-forum mahasiswa. Mahasiswa yang berperan dalam masyarakat. adalah mahasiswa organisatoris. Secara umum.

maka mereka telah sah dipanggil dengan sebutan mahasiswa. namun di PT diharapkan dapat menjadi pembelajar yang mandiri. jangan terjerat dengan status. Murid TK masuk dalam pendidikan anak usia dini. murid SD masuk dalam pendidikan dasar. guru seringkali memeriksa tugas seperti membaca dsb. Bagi siswa SMP/SMA/SMK. mantan Rektor IKIP (Sekarang UNJ). Beliau pernah mengatakan dalam sebuah seminar di perpustakaan UNJ. Di sekolah menengah. Padahal jelas sekali perbedaan antara murid. Orang yang mengajar ereka biasa disebut dosen. Siswa lebih banyak berperan aktif sebagai penerima ilpeng sementara guru sebagai pemberi ilpeng. 1. 3.. Di sekolah menengah. dan siswa SMA/SMK masuk dalam pendidikan menengah.. 5. apa yang harus dipelajarinya. 4. dan mahasiswa adalah mereka sama-sama peserta didik yang berhak mendapatkan layanan pendidikan sesuai dengan jenjang yang sedang ditempuhnya. dapat disimpulkan bahwa baik siswa ataupun mahasiswa seharusnya tetap menjadi pembelajar kehidupan sejati yang tidak hanya berkutat di depan buku atau mikrofon. yang ada pembelajaran siswa aktif. siswa. karena perannya yang sangat dibutuhkan. bisa jadi masih ada sosok lain yang lebih “terpelajar” dari siswa maupun mahasiswa. dan mahasiswa. Beban dosen tidak seberat beban guru TK atau guru SD yang memng harus dengan sabar mengajari mereka membaca dan menulis. Artinya. bahwa ada perbedaan yang paling prinsip antara murid. Efektif. Makanya tidak ada istilah murid aktif. Paradigma lama biasa disebut CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) dan paradigma baru biasa desebut PAKEM (Pembelajaran Aktif. Bahkan. Guru harus bisa menghidupkan suasana pembelajaran agar siswa dapat menemukan sendiri (inquiry) gaya belajarnya. banyak mahasiswa yang merasa kesulitan untuk menyesuaikan cara belajarnya di PT. Saya jadi teringat ucapan Prof. Ketiga kata di atas sering kita dengar dalam percakapan kita sehari-hari. guru harus mampu mengaktifkan para siswa untuk belajar secara mandiri. Persamaan murid. tetap saja kendali dan arahan ada pada guru. siswa. Murid adalah peserta didik yang bersekolah di sekolah TK dan SD. Bisa juga dikatakan. Perguruan tinggi adalah pengalaman baru yang menuntut kita melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Sedangkan bagi seorang mahasiswa. Banyak orang yang mengatakan murid dan siswa itu sama. Di PT. sedikit demi sedikit proses pembelajaran telah beralih kepada sistem belajar siswa aktif. Banyak hal yang terkadang rancu kita temui. Tugas akademik di PT lebih sulit dibandingkan di sekolah menengah. Ketika siswa SMA/SMk lulus tes masuk perguruan tinggi dan telah registrasi. siswa biasanya bersifat lebih pasif. Lalu bagaimana dengan mahasiswa? Mahasiswa adalah peserta didik yang menuntut ilmu di perguruan tinggi. Murid. Siswa. Padahal dalam proses pembelajarannya jelas berbeda. Di sekolah menengah. Jadi anak TK dan anak SD berhak disebut murid TK dan murid SD. Ujian di sekolah menengah cukup sering diberikan dan meliputi sejumlah kecil informasi / materi pembelajaran. pembelajaran yang diberikan lebih banyak kepada Pedagogi. Karena prebedaannya itu. Sedangkan Siswa adalah peserta didik yang bersekolah di jalur pendidikan SMP/SMA/SMK. sementara guru lebih aktif. Murid SD dan TK adalah peserta didik yang benar-benar mendapatkan bimbingan penuh dari seorang guru. 2. Jadi. ada yang terpaksa berhenti kuliah (drop-out) di tahun pertama karena kesulitan menyesuaikan diri. sedangkan mahasiswa berada di perguruan tinggi. Mahasiswa dianggap telah mampu untuk mengarahkan dirinya sendiri dalam menuntut ilmu. Dosen hanya tinggal mengarahkan saja. dan mahasiswa. siswa smp masuk dalam pendidikan dasar lanjutan. dosen mengharapkan mahasiswa bukan hanya sekedar sebagai penerima ilmu namun jg pencari ilmu. . murid TK dan SD masih disuapin oleh gurunya dalam hal menuntut ilmu. Selain itu. diwajibkan untuk menghadiri setiap pembelajaran namun di PT sering tidak berlaku. dan Mahasiswa. siswa. Buka “mata lebar”. Pembelajaran yang dilakukan adalah pembelajaran orang dewasa. Ana Suhaenah Soeparno. Guru masih menjadi primadona siswa. dan Menyenangkan). perguruan tinggi bukanlah sekedar kelanjutan sekolah menengah. ujian di PT lebih jarang diberikan dan mencakup informasi yang lebih banyak.Selain itu. Namun. Dr. terdapat perbedaan metode pembelajaran dalam hal ini belajar di sekolah menengah dan di perguruan tinggi. Mereka berhak disebut siswa SMP/SMA/SMK. Namun. Namun dalam penempatannya terkadang kita masih salah menempatkannya. Murid dan siswa berada di sekolah. Sedangkan mahasiswa masuk dalam jalur pendidikan tinggi. Kreatif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful