P. 1
Siswa Dan MAhasiswa

Siswa Dan MAhasiswa

|Views: 2,339|Likes:
Published by muhammad_anugerah

More info:

Published by: muhammad_anugerah on Oct 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/17/2013

pdf

text

original

Guru dan siswa adalah dua elemen yang tidak dapat dipisahkan dalam sebuah konteks, yakni belajar

-mengajar. Seorang siswa belajar dan menggali ilmu dari seorang guru, demikian pula sebaliknya, seorang guru haruslah membimbing sang murid dengan hati ikhlas dan niat yang tulus. Guru dan siswa merupakan dua elemen penting yang tidak dapat dipisahkan. Kedua elemen ini penentu masa depan bangsa. Sudah saatnya, guru dan murid, bersama dan bersatu untuk memperbaiki anggapan buruk masyarakat selama ini. Hakikinya, guru adalah khalifah bagi para muridnya. Guru adalah cahaya yang memberi sinar terhadap para siswa didik yang masih buta akan ilmu. Guru adalah pahlawan tertinggi kedudukannya di mata Allah. Guru dapat mengubah seseorang yang bodoh menjadi pintar, dari seseorang yang tidak tahu menjadi tahu. Sementara siswa adalah peserta didik yang memang sepatutnya patuh terhadap setiap nasihat yang diberikan oleh guru. Apabila kita dapat memahami hakikat seorang guru dan siswa ini semua, Indonesia tentu akan maju dalam segala bidang, terutama pendidikan. Guru adalah orang yang bertugas mendidik dan mentransferkan ilmunya kepada para peserta didiknya. Siswa adalah peserta didik yang berhak mendapatkan bimbingan dari seorang guru. Guru dan siswa adalah satu kesatuan dalam proses pendidikan. Masing-masing berperan dengan fungsi dan tugasnya masing-masing. Guru dan siswa sama-sama memiliki hak dan kewajiban. Hak seorang siswa adalah mendapatkan bimbingan dan pelayanan prima dari guru. Sedangkan kewajiban siswa yang utama adalah belajar, berusaha memahami ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh gurunya. Di sinilah terjadi proses interaksi guru dan siswa. Siswa dan guru sebenarnya sama-sama belajar. Mereka melakukan apa yang disebut proses pembelajaran. Dari proses pembelajaran inilah didapatkan potensi unik siswa dan hasil belajar yang diharapkan. Guru mengajar, siswa diajar. Guru mengawasi, siswa mengerjakan kegiatan yang diperintahkan guru. Semua perintah guru itu tertulis dalam apa yang disebut rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Dalam sebuah pembelajaran yang efektif, guru dan siswa akan saling melengkapi. Dimana guru bertugas merencanakan pembelajaran dan siswa adalah peserta didik yang akan mendapatkan pembelajaran dari yang direncanakan guru. Ketika guru merencanakan pembelajarannya dengan sangat matang, maka terjadilah proses pembelajaran yang sangat menantang siswa untuk mengeksplore pengetahuan itu. Tetapi, bila guru tak matang dalam membuat perencanaan pembelajaran, maka pembelajaran menjadi terkesan membosankan. Tak terlihat lagi suasana yang saling menyenangkan, menyenangkan siswa dan juga menyenangkan guru. Kalau itu sampai terjadi, guru harus melakukan instropeksi diri dan lakukanlah sebuah penelitian tindakan kelas (PTK).Guru dan siswa adalah pasangan pembelajaran yang tak akan pernah hilang dalam dunia pendidikan kita. Tingal kita mengolahnya menjadi pasangan yang indah, penuh warna, dan disanalah para guru akan lebih mengenal karakter para siswanya dengan baik. Ketika kita menjadi siswa kita masih dibantu, diayomi, dan diarahkan dalam menghadapi persoalan. Menjadi mahasiswa adalah kesempatan bagi kita untuk menetapkan jati diri sehingga kita menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, dan komunikatif dalam memecahkan persoalan kehidupan. dr segi pola pikir siswa msi sring subjektif sdgkan mhsiswa beberapa sdh brupaya objektif. Beda siswa dan mahasiswa : 1.klo siswa mendapatkan pendidikan di SD,SMP ato SMA yang persaingan untuk mendapatkannya tuh lebih mudah daripada mahasiswa yang bersaing untuk mendapatkan pendidikan di suatu Universitas/Perguruan Tinggi. 2.Kebanyakan Siswa lebih banyak menampung ajaran dari gurunya sedangkan mahasiswa diharuskan untuk berpikir terlebih dahulu akan sesuatu yang baru ia dapati atau ia alami 3.Cara berpikir mahasiswa lebih ilmiah daripada siswa 4.Bacaan dan tontonan seorang mahasiswa yang sebenarnya lebih bermanfaat daripada seorang siswa,,misalnya seorang mahasiswa lebih suka membaca koran daripada komik,,dan mahasiswa lebih suka menonton siaran berita daripada menonton sinetron....Itulah idealnya seorang Mahasiswa ... 5. Sama sama bukan preman Menurut saya saat menjadi mahasiswa nanti akan dituntut untuk Lebih kritis berpikir dengan matang, tidak "gegabah" mengambiL keputusan, namun memang begituLah orang dewasa - sesuai dengan semua hak yg didapatnya.. Sementara menjadi siswa adaLah yg masih harus diarahkan & tidak sebebas mahasiswa daLam kesehariannya, tapi masih dimakLumi daLam meLakukan berbagai haL. sebetulnya simple aja.. menurut saya perbedaan mendasar siswa dan mahasiswa; siswa : kita menerima ilmu | kita menerima nilai mahasiswa : kita mencari ilmu | kita mencari nilai macem2 siswa: ada yang pintar secara akademik, ada yang berprestasi di bidang non akademik, ada yang prestasinya biasa2 saja, ada yang menganggap sekolah cuma buat cabut, ada yang yaaaaaaah macem2 lah mahasiswa: kata guru saya, mahasiswa itu idealis, maunya selalu tegakkan kebenaran, yaaaa mahasiswa juga katanya macem2 ada mahasiswa yang berprestasi di bidang akademik maupun non akademik, ada juga yang katanya belajar cuma pas mau uas aja, atau ada juga yang mahasiswa itu cuma buat status aja, mau siswa mau mahasiswa kita seharusnya tetap jadi pembelajar kehidupan sejati yang tidak hanya berkutat di depan buku atau di depan mikrofon

.idealis pasti. kita....yg jelas mahsiswa itu lebih cenderung menjadi pionir.. dia..tuntut KEMAndiRian dr mahasiswa itu sendiri..bndingkan swktu msih jd Siswa yg kbnyakan wktunya d.merasa bahwa sekolah itu hanya sebatas mengisi kekosongan waktu dengan kesibukan kegiatan2 yang ada disekolah dibandingkan tugas utama mereka sebagai pelajar. baik secara akademis maupun non akademis..dan merupakan agen perubahan . tingkat ketergantungan masih cukup tinggi dan lebih banyak mendapatkan perhatian atau larangan (misalnya tata tertib di sekolah beserta sanksinya) sedangkan mahasiswa lebih dewasa dan independent (katanya sih gitu). tapi karena belum pernah mengalami menjadi mahasiswa jadi kurang gitu ngerti apa perbedaan yang sebenarnya.k'lo pelajar yang kaya ama yang miskin bisa dibedain. tapi mahasiswa: kita dituntut untuk lebih mandiri dan aktif di segala bidang. harus mandiri..simplenya gini.... sekarang.. hmmm..sulit juga ngebedain mahasiswa kaya ama yang miskin.... dituntut kerja keras...90% masih dibimbing dalam bidang akademis maupun non akademis.. bagian dari kontrol masyarakat terhadap pemerintah jadi mahasiswa punya daya juang untuk menegakkan kebenaran dan keadilan.hehehe.. siswa: intinya kita masih menerima segala sesuatunya dari guru/pengajar... memiliki wawasan yang lebih luas sehingga jadi lebih kritis. mahasiswa harusnya memikirkan apa yang dilkakukan saya. punya KTP(kartu tanda pelajar).oh iya k'lo siswa: guru yang dateng ke kelas(siswa) Mahasiswa.klo mahasiswa pke bju bebas ya scara gris besar tu tp msh bnyak lg beda.hehhe. baik kemarin.gak acak2an. bisa jadi masih ada sosok lain yang lebih "terpelajar" dari seorang siswa ataupun mahasiswa salut bagi siapa saja yang selalu ingin dan selalu berusaha untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik K'lo siswa pake seragam pasti. sehingga d..Mandiri(nah ini yang paling penting).. klo menurut saya siswa itu cenderung untuk menunggu dan mengikuti instruksi... d.. jangan terjerat dengan status... mereka.. masih cenderung diatur..siswa itu pake seragam...lebih terstruktur. siswa hanya punya pikiran tentang apa yang harus saya lakukan sekarang dan yang akan saya lakukan nanti atau besok....satu lagi...penemu...... pokoknya menurut saya banyak bedanya. tidak terlalu dikekang peraturan (artinya lebih bebas).. kurang kritis dalam melihat masalah. sdngkan mahasiswa ga pake sragam.....uhmm.dewasa...jenjang Mahasiwa ini juga kita sudah tau apa yg mesti kita lkukan untuk meraih cita2 kita sehinnga Wktunya Lbih bermanfaat d...kurang terstruktur...pake tu yg gk berguna..pembaharu..pake almamater.. mmbhas breng teman.mncai referensi2 dr mcam2 bku. beda siswa ma mahasiwa banyak terutama dari pola pikir klo siswa mash bs dibilang remaja yg pikirannya sangat labil tp klo dah jadi mahasiswa harus bisa bersikap dewasa dan tidak boleh sembarangan bertindak mahasiswa juga merupakan awal dari proses pendewasaan diri dimana nanti akan melqnjutkan dengan usha sendiri tanpa bantuan dari orang tua lagi ada lagi klo siswa msh maklum berbuat ksalahan yg tdak perlu atw manja tp mahasiswa tdk pantas melakukan hal yg tidak dipikirkan dahulu siswa pke Kartu Tanda Pelajar mahasiswa KTm(kartu Tanda Mahasiswa) hhe siswa pke seragam . tetapi kita mesti mencari..buka "mata" lebih lebar.rumah. menurut saya....pola pikir yang lebih Rasional dan Kritis..Punya KTM(kartu tanda mahasiswa)hehehe ga penting kynya.. tp klo mahasiwa kita tdak bisa hnya menerima saja. ataupun nanti dan besok.. lebih mudah untuk menerima..k'lo mahasiswa: kita yang dateng ke guru(dosen) siswa itu mreka dlm proses pembelajaran hnya menerima dan menguLngnya lgi d.

banyak mahasiswa yang merasa kesulitan untuk menyesuaikan cara belajanya di perguruan tinggi. hal ini sering kali tidak berlaku. guru seringkali memeriksa apakah Anda mengerjakan tugas yang harus Anda kerjakan di rumah. Anda perlu mengubah cara belajar Anda dari yang semula pasif menjadi aktif. Anda akan beruntung kalau ada dosen yang memberikan lebih dari dua kali ujian. untuk setiap mata kuliah. Oleh karena itu. Mahasiswa yang menghadiri dan berpartisipasi di ruang kuliah secara teratu memperoleh nilai yang lebih tinggi daripada mereka yang jarang masuk. msh banyak lagi perbedaan yang ada. Anda diminta untuk berfikir dalam tataran yang lebih tinggi.. Tugas akademik di pergurtuan tinggi itu lebih sulit daripada tugas akademik di sekolah menengah. Usahakan untuk tidak mengambil dua matakuliah yang jadwalnya berurutan sehingga Anda mempunyai waktu untuk menata catatan kuliah Anda segera sesudah kuliah itu selesai (karena Anda tidak terburu-buru mengikuti kuliah yang lain). 3. Mereka menggunakan strategi belajar yang telah mereka gunakan secara berhasil di sekolah menengah. Di perguruan tinggi.. dosen lebih banyak mengharapkan mahasiswa aktif dalam mencari ilmu pengetahuan. Di perguruan tinggi. qt d'tuntut untuk mandiri dlm berbagai hal. dsb. Banyak dosen di perguruan tinggi yang tidak mengabsen mahasiswanya. kadang-kadang ada yang 2 kali seminggu (untuk yang lebih dari 2 sks). Di sekolah menengah. Anda diwajibkan untuk menghadiri setiap pelajaran. Andalah yang harus berinisiatif untuk mempelajari ilmu itu (melalui membaca buku dan artikel) dan manfaatkan dosen Anda sebagai tempat bertanya dan meminta penjelasan. di akhir semester saja. sementara ia berfungsi sebagai fasilitator yang membantu mahasiswa mencapai tujuan pembelajaran yang telah disepakati. Anda akan dapat memilih strategi belajar yang tepat untuk mengatasi perbedaan tersebut.Jelas beda bgt siswa ama MAHAsiswa. mengerjakan latihan. sementara guru yang lebih aktif. itu sih cm sebagian law mwnurut aq. di setiap awal semester. sementara guru dianggap sebagai pemberi ilmu pengetahuan. tp jg mencari kehidupan yang lebih baik buat sesama dan lingkungannya dengan banyaknya dibentuk berbagai organisasi2 yang ada. siswa biasanya hanya diminta untuk merangkum isi sebagian buku atau mengerjakan latihan yang ada di dalam buku teks. Di sekolah menengah.. Yaaah. Menjadi mahasiswa pun dituntut untuk aktif dalam menyumbangkan pikiran dan kritik untuk perbaikan bersama. Oleh karena itu. 5. tujuannya pun lebih banyak. Ini berarti Anda akan harus bekerja lebih keras dan lebih lama. namun mereka kecewa karena ternyata. ^^ Belajar di perguruan tinggi itu sangat berbeda dari belajar di sekolah menengah. Anda perlu sekali membuat rencana atau jadwal belajar dan mentaatinya. Anda harus dapat memotivasi diri Anda sendiri untuk belajar. Bersiaplah untuk menyediakan waktu sejumlah itu sebagai komitmen belajar Anda di perguruan tinggi. dari yang semula sebagai penerima ilmu menjadi pencari ilmu. Di perguruan tinggi yang besar. Tapi jangan menyerah pada godaan itu. apalagi kalau ditambah dengan informasi yang ada di internet. Di sekolah menengah. hasilnya tidak sebagus ketika mereka di sekolah menengah. Siswa tidak mempunyai pilihan lain dan tinggal mengikuti apa yang telah ditetapkan sekolah. 4. mahasiswa harus menyusun program pendidikan yang ingin mereka ikuti dalam semester itu. di tengah semester dan di akhir semester. Dosen menganggap Anda sudah dewasa dan Anda sendirilah yang ingin berhasil di perguruan tinggi. Banyak dosen yang tidak mau memeriksa apakah Anda belajar di rumah atau tidak. 1. siswa biasanya bersifat lebih pasif. Di perguruan tinggi. Kuliah di perguruan tinggi di Indonesia biasanya diberikan sekali seminggu (untuk yang 2 sks). Tes atau ujian di sekolah menengah diberikan cukup sering dan meliputi sejumlah kecil informasi/materi pelajaran. Catatan kuliah yang terorganisir rapi akan sangat membantu ketika Anda mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian nanti. Di sekolah menangah. Umumnya ujian diberikan dua kali. Di perguruan tinggi. Artinya. Anda akan mudah sekalil menemukan hal-hal yang lebih menarik bagi Anda daripada mengikuti kuliah. Banyak mahasiswa yang terpaksa berhenti kuliah (drop-out) di tahun pertama karena kesulitan menyesuaikan diri ini. Anda merasa lebih siap. untuk mengatasi perbedaan situasi seperti ini.. Jadwal kuliah Anda di perguruan tinggi akan lebih rersebar jika dibandingkan dengan jadwal pelajaran Anda di sekolah menengah. Di perguuan tinggi. 6. maka Anda mungkin perlu belajar untuk mata kuliah itu selama 180 atau 279 menit setiap minggu. menganalisa suatu persoalan dan menuliskan analisa tersebut dalam bentuk makalah. Mereka tampaknya tidak begitu peduli apakah Anda hadir di ruang kuliah atau tidak. . Siswa lebih banyak berperan sebagai penerima ilmu pengetahuan. Anda mungkin akan perlu belajar 2 atau 3 untuk setiap jam kuliah. Ketika menjadi mahasiswa. Pelajaran di sekolah menengah biasanya diberikan setiap hari dengan jadwal yang sudah ditetapkan. jumlah buku di perpustakaan ini bisa banyak sekali dan beragam. seperti membaca. di perguruan tinggi. Karena perbedaannya itu. Di perguruan tinggi. Tetapi ada juga dosen yang hanya memberikan sekali. Ketika menjadi mahasiswa lah jati diri dan pemikiran kita bnr2 dibentuk menjadi lebih dewasa dan lebih matang. tidak hanya semata2 mencari nilai dan klulusan. Ujian atau tes di perguruan tinggi lebih jarang diberikan dan mencakup materi/infomasi yang lebih banyak. Mungkin yang penting bagi mereka adalah apakah Anda dapat memenuhi standar kompetensi yang telah mereka tetapkan untuk matakuliah tersebut (ini biasanya diukur berdasarkan hasil ujian atau nilai tugas yang diberikan kepada Adna). Proses belajar pun beda. Dengan mengetahui perbedaan itu.. Mereka mengharapkan Anda melakukan hal itu tanpa harus didorong-dorong. Oleh karena itu. Anda harus mempunyai target atau tujuan jelas yang ingin Anda capai di perguruan tinggi. Dengan demikian Anda merasa terdorong untuk belajar di rumah sehingga. Di perguruan tinggi. Berikut ini adalah beberapa perbedaan penting antara belajar di sekolah menengah dan di perguruan tinggi yang dapat membuat penyesuaian diri di perguuan tinggi itu sulit. ketika menghadapi ujian. Usahakan untuk selalu menghadiri kuliah. Anda mempunyai pilihan untuk mengambil mata kuliah tertentu atau tidak. Sumber informasi tentang ilmu yang dipelajari juga beragam dan itu disediakan di perpustakan. Anda harus menjadi pembelajar yang mandiri. penting sekali Anda mengatur waktu belajar Anda di antara kuliah-kuliah itu. kalau Anda mengambil matakuliah yang bobotnya 2 sks dan masuk kuliah selama 90 menit (satu setengah jam). karena itu akan membuat Anda menjadi lebih siap menghadapi 2. Siswa sekolah menengah biasanya belajar selama 2 sampai 3 jam setiap minggu untuk setiap mata pelajaran.

namun juga mahasiswa dituntut untuk dapat mengapresiasikan ilmunya kepada masyarakat. agent of social control. yang kemudian digantikan dengan biru putih lantas dengan abu-abu-putih. dan predikat lain. Beliau pernah mengatakan dalam sebuah seminar di perpustakaan UNJ. Sedangkan Siswa adalah peserta didik yang bersekolah di jalur pendidikan SMP/SMA/SMK. Tanggung jawab bagi dirinya. Lantas benarkah ada bedanya antara mahasiswa dan siswa? II. warna hidup kian berganti. bagi bangsanya dan bagi agamanya. Lalu bagaimana dengan mahasiswa? Mahasiswa adalah peserta didik yang menuntut ilmu di perguruan tinggi. Ketika siswa SMA/SMk lulus tes masuk perguruan tinggi dan telah registrasi. dan Anda buasanya tidak dapat meningkatkan nilai rendah yang Anda peroleh dengan melakukan tugas tambahan. bahwa ada perbedaan yang paling prinsip antara murid. mungkin saja Anda akan terlena. Saya jadi teringat ucapan Prof. tidak banyak masyarakat indonesia yang sempat merasakan indahnya gelar mahasiswa. bagi lingkungannya. pengetahuan dan pengalaman membuat pola pikir mahasiswa selangkah lebih maju. Dalam kondisi tertentu dimana akal sehat sudah tidak lagi menjadi senjata utama. perbedaan usia tersebut membawa perbedaan fisik lain seperti perbedaan kekuatan dan sebagainya. Khatimah Dari paparan singkat tersebut diatas akan dapat kita tarik benang merah bahwa memiliki status mahasiswa bukanlah hal yang ringan dan remeh semata. tiba-tiba Anda menyadari bahwa waktu ujian sudah dekat sementara Anda merasa belum siap karena belum banyak mempelajari materi ujian itu. I. yakni sebagai agent of chage (Agen perubahan). Adapun gelar mahasiswa hanya bisa didapat oleh kaum borjuis yang memiliki kekayaan melimpah. Adakah perbedaan antara siswa dengan maha-siswa?. Hal tersebut dikarenakan pada zaman dahulu pendidikan yang dienyam masyarakat hanya terbatas pada sekolah rakyat yang tentu saja jenjang pendidikannya jauh dari perguruan tinggi. Pernah kita alami warna merah dan putih mendominasi pakaian kita. Jadi anak TK dan anak SD berhak disebut murid TK dan murid SD. siswa. maka mereka telah sah dipanggil dengan sebutan mahasiswa. Diantaranya : 1. bulan demi bulan. Murid dan siswa berada di sekolah. Namun. Anda harus membuat catatan dari dalam kelas dan dari buku teks Anda. sedangkan mahasiswa berada di perguruan tinggi. yakni sebagai pelajar tingkat perguruan tinggi maka predikat yang ia sandang bukan lagi siswa melainkan Mahasiswa. yakni “Mahasiswa”. Dr. seiring berbedanya jenjang usia maka perbedaan fisik juga menjadi akibat dari hal tersebut. Padahal jelas sekali perbedaan antara murid. namun tentu diimbangi dengan besarnya tanggung jawab yang harus dipikul oleh mahasiswa. Dalam bergaul dan berfikir. Akan lebih baik kalau Anda belajar di sekolah menengah dengan menggunakan cara belajar di perguruan tinggi. Anda juga perlu memiliki strategi yang baik untuk menghadapi ujian. Ana Suhaenah Soeparno. banyak mahasiswa yang lebih pantas disejajarkan dengan "preman". Muqaddimah Mengutip kata pepatah lama. .ujian akhir semester. 3. Ujian ulangan jarang diberikan di perguuan tinggi. Jika seorang mahasiswa tidak mengetahui perannya sebagai mahasiswa. Pola pikir yang kita miliki sedikit demi sedikit mengalami perubahan. Akhirnya tibalah kita pada saat ini dimana telah kita tinggalkan kenangan itu dan kita tanggalkan seragam itu. Perguruan tinggi bukanlah sekedar kelanjutan sekolah menengah. Perguruan tinggi adalah pengalaman baru yang menuntut Anda untuk menggunakan cara-cara baru sejak hari pertama agar berhasil di perguuan tinggi. mantan Rektor IKIP (Sekarang UNJ). keduanya jelas berbeda. Kini satu predikat lagi yang menempel dalam diri kita. kini sudah siapkah kita menyandang predikat "Maha"?. maka ia tidak akan tampak sama sekali sebagai sosok mahasiswa. Siswa dalam banyak perspektif dimaknai sebagai pelajar di tingkatan Sekolah Dasar hingga Menengah. 2. Namun dalam penempatannya terkadang kita masih salah menempatkannya. hari demi hari. Karena jarangnya ujian/tes diberikan dan tidak adanya dosen yang mengejar-ngejar Anda untuk belajar. merasa lebih santai. Bertambahnya usia. Perbedaan Fisik Jelas. Untuk berhasil dalam ujian di perguruan tinggi. dan mahasiswa. Ketika telah melewati jenjang tersebut dan melaju pada jenjang di atasnya. 4. Perbedaan Psikis Mahasiswa dengan gelar maha-nya tentu harus dapat berfikir lebih matang daripada siswa. Namun setelah sekian tahun kita gelar siswa menempel pada diri kita. banyak mahasiswa yang masih memiliki pola pikir layaknya anak SMA. kita sering menemui sosok mahasiswa yang masih berfikiran kekanak-kanakan. 5. Perbedaan Tanggung Jawab Mahasiswa memiliki predikat lain. maka kita akan mendapati beberapa perbedaan berdasarkan tinjauan yang kita gunakan. Hitung-hitung sebagai persiapan untuk belajar di perguruan tinggi. III. Murid adalah peserta didik yang bersekolah di sekolah TK dan SD. Hal ini perlu di review ulang mengingat banyaknya mahasiswa baru maupun mahasiswa lama yang kurang memahami hal ini sehingga kurang dapat memposisikan dirinya pada tempat yang selayaknya. Ketiga kata di atas sering kita dengar dalam percakapan kita sehari-hari. Dalam berperilaku dan bertindak. tahun demi tahun. Mereka berhak disebut siswa SMP/SMA/SMK. Hal ini dikarenakan adanya tuntutan bagi mahasiswa untuk tidak hanya memperkaya dirinya dengan ilmu perkuliahan. Perbedaan Makna Secara pustaka. dan mahasiswa. Memang Beda Jika kita telusuri perbedaan yang terdapat diantara keduanya. siswa. Jangan belajar di perguuan tinggi dengan menggunakan teknik belajar di sekolah menengah. Perbedaan sejarah Dalam tinjauan sejarah.

Misalnya saja mahasiswa merupakan perantara penyampaian aspirasi / wakil rakyat yang dapat menyampaikan argumen-argumen atau masalah-masalah kepada pemerintah. Makanya tidak ada istilah murid aktif. adalah mahasiswa organisatoris. Sedangkan mahasiswa masuk dalam jalur pendidikan tinggi. moral force. Persamaan murid. siswa smp masuk dalam pendidikan dasar lanjutan. Atau dengan kata lain. Maha berarti tinggi. karena sesungguhnya mahasiswa dalam artian manusia adalah makhluk sosial. Namun. dan social control. dan komunikatif dalam memecahkan persoalan kehidupan. sedangkan siswa berarti pelajar. Mahasiswa yang berperan dalam masyarakat. yakni maha dan siswa. Mahasiswa dianggap telah mampu untuk mengarahkan dirinya sendiri dalam menuntut ilmu. Lain halnya dengan pengertian mahasiswa. Menurut bahasa. . mahasiswa adalah orang yang telah terdaftar di perguruan tinggi.Banyak hal yang terkadang rancu kita temui. Mahasiswa memiliki peran atau tanggung jawab khususnya di masyarakat. diayomi dan diarahkan dalam menghadapi persoalan. Kembali kepada topik awal. mereka cenderung 90 % fokus pada kegiatan organisasi namun mengabaikan akademik. yang membahas masalah siswa vs mahasiswa. keduanya harus diseimbangkan dan sangat penting dimiliki oleh seorang mahasiswa agar berperan maksimal dalam melaksanakan tanggung jawabnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. siswa itu adalah pelajar yang bisa dikatakan masih terkait oleh aturan-aturan yang masih dibatasi kebebasannya. Mereka hanya memikirkan bagaimana mereka mendapatkan nilai atau IPK yang tinggi maupun untuk mencapai kelulusan. Jenis atau kelompok manusia seperti ini sebaiknya tidak menjadi identitas bagi mahasiswa. dalam hal ini mahasiswa berperan melakukan kontrol terhadap pemerintah dan juga masyarakat. apa yang harus dipelajarinya. seperti gaya-gayaan. murid SD masuk dalam pendidikan dasar. siswa adalah orang yang menuntut ilmu sedalam mungkin. dan mahasiswa adalah mereka sama-sama peserta didik yang berhak mendapatkan layanan pendidikan sesuai dengan jenjang yang sedang ditempuhnya. Beban dosen tidak seberat beban guru TK atau guru SD yang memng harus dengan sabar mengajari mereka membaca dan menulis. melainkan betul-betul ingin menjadi seorang mahasiswa yang intelektual dan memiliki perubahan / melakukan perubahan dari status siswa menjadi mahasiswa. Sedangkan bagi seorang mahasiswa. Murid SD dan TK adalah peserta didik yang benar-benar mendapatkan bimbingan penuh dari seorang guru. Agent of exchange bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah agen pertukaran atau agen perubahan. Artinya. yang ada pembelajaran siswa aktif. Untuk menjadi seorang mahasiswa. Secara umum. Murid TK masuk dalam pendidikan anak usia dini. mahasiswa berperan untuk melakukan perubahan-perubahan atau sebagai aspirasi atau penyaluran argumen yang bertujuan ke arah yang positif. mahasiswa religius maupun mahasiswa hedonis. Menjadi mahasiswa adalah sebuah kesempatan bagi kita untuk menetapkan jati diri sehingga kita menjadi pribadi yang mandiri. Setelah membahas mengenai pengertian dan peran mahasiwa. Mahasiswa yang tergolong mahasiswa akademis adalah mereka yang hanya fokus kepada pelajaran dan nilai. dan siswa SMA/SMK masuk dalam pendidikan menengah. tidak “gegabah” dalam mengambil keputusan. hura-hura dan hal-hal lain yang berkaitan dengan hal tersebut. bukan hanya sekedar identitas belaka. Dan yang keempat adalah mahasiswa hedonis. Paradigma lama biasa disebut CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) dan paradigma baru biasa desebut PAKEM (Pembelajaran Aktif. Ketika menjadi siswa kita masih dibantu. kreatif. murid TK dan SD masih disuapin oleh gurunya dalam hal menuntut ilmu. Dalam hal ini. Dituntut untuk lebih kritis berpikir dengan matang. Dalam hal ini akan dijelaskan lebih detail perbedaan-perbedaan antara siswa dan mahasiswa. secara istilah dapat dikatakan bahwa mahasiswa adalah orang-orang yang memiliki kecerdasan intelektual dan moral yang dapat digunakan atau diterapkan dalam kehidupan sosial. segala jerih payah dll dengan tujuan untuk menempuh masa depan yang cerah dengan catatan tidak menyianyiakan kesempatan yang diberikan. perlu banyak diketahui hal-hal yang berkaitan tentang masa transisi dari siswa menjadi mahasiswa. baik yang rela mengeluarkan ataupun tidak. Efektif. Mereka hanya datang ke kampus untuk mengurusi hal-hal atau masalah-masalah terkait dengan organisasi yang mereka jalankan. guru harus mampu mengaktifkan para siswa untuk belajar secara mandiri. Ada 3 peran mahasiswa antara lain sebagai agent of exchange. Selanjutnya. Bisa juga dikatakan. Kelompok mahasiswa religius adalah dimana mereka fokus kepada kegiatan keagamaan mereka atau kebanyakan melakukan ibadah sehingga mereka juga meninggalkan kewajiban-kewajiban urusan dunianya. hal itu wajar jika ingin fokus pada pelajaran atau akademik namun juga terkesan kurang baik apabila memikirkan tujuan hanya berarah kepada hal tersebut. Kreatif. perlu dilakukan atau diharapkan dapat melihat kondisi sosial masyarakat. siswa. pembelajaran yang diberikan lebih banyak kepada Pedagogi. Guru masih menjadi primadona siswa. terdapat pula jenis-jenis mahasiswa yang dikelompokkan atas mahasiswa akademis. memamerkan barang-barang. Orang yang mengajar ereka biasa disebut dosen. Kemudian. Padahal dalam proses pembelajarannya jelas berbeda. yang ketiga adalah social control. mahasiswa organisatoris. Jadi. Siswa adalah seorang atau sekelompok orang yang menuntut ilmu di bangku sekolah. Banyak orang yang mengatakan murid dan siswa itu sama. karena perannya yang sangat dibutuhkan. Guru harus bisa menghidupkan suasana pembelajaran agar siswa dapat menemukan sendiri (inquiry) gaya belajarnya. Moral force atau kekuatan moral. baik negeri maupun swasta. Tujuan mereka sepenuhnya bukan ingin mengikuti kegiatan perkuliahan seperti belajar dan organisasi. Dosen hanya tinggal mengarahkan saja. kata mahasiswa berasal dari dua kata. tetap saja kendali dan arahan ada pada guru. dan Menyenangkan). Secara logis. dimana seorang mahasiswa harus memiliki intelektual dan moral. Dalam hal ini. Dalam hal ini. Dalam memasuki jenjang dan tahap yang baru. melainkan mereka datang untuk melakukan hal-hal yang tidak bermafaat. sedikit demi sedikit proses pembelajaran telah beralih kepada sistem belajar siswa aktif. Bagi siswa SMP/SMA/SMK. Pembelajaran yang dilakukan adalah pembelajaran orang dewasa. Mereka tidak mengikuti kegiatan organisasi atau berpartisipasi pada forum-forum mahasiswa.

terdapat perbedaan metode pembelajaran dalam hal ini belajar di sekolah menengah dan di perguruan tinggi. Bisa juga dikatakan. yang ada pembelajaran siswa aktif. ujian di PT lebih jarang diberikan dan mencakup informasi yang lebih banyak. diwajibkan untuk menghadiri setiap pembelajaran namun di PT sering tidak berlaku. Murid SD dan TK adalah peserta didik yang benar-benar mendapatkan bimbingan penuh dari seorang guru. Mereka berhak disebut siswa SMP/SMA/SMK. Siswa. Guru masih menjadi primadona siswa. Tugas akademik di PT lebih sulit dibandingkan di sekolah menengah. siswa. siswa. bahwa ada perbedaan yang paling prinsip antara murid. Ketiga kata di atas sering kita dengar dalam percakapan kita sehari-hari. banyak mahasiswa yang merasa kesulitan untuk menyesuaikan cara belajarnya di PT. dan mahasiswa adalah mereka sama-sama peserta didik yang berhak mendapatkan layanan pendidikan sesuai dengan jenjang yang sedang ditempuhnya. Makanya tidak ada istilah murid aktif. Bagi siswa SMP/SMA/SMK. Sedangkan Siswa adalah peserta didik yang bersekolah di jalur pendidikan SMP/SMA/SMK. dosen mengharapkan mahasiswa bukan hanya sekedar sebagai penerima ilmu namun jg pencari ilmu. Karena prebedaannya itu. sedangkan mahasiswa berada di perguruan tinggi. guru harus mampu mengaktifkan para siswa untuk belajar secara mandiri. sementara guru lebih aktif. Beban dosen tidak seberat beban guru TK atau guru SD yang memng harus dengan sabar mengajari mereka membaca dan menulis. guru seringkali memeriksa tugas seperti membaca dsb. 4. Padahal dalam proses pembelajarannya jelas berbeda. ada yang terpaksa berhenti kuliah (drop-out) di tahun pertama karena kesulitan menyesuaikan diri. dapat disimpulkan bahwa baik siswa ataupun mahasiswa seharusnya tetap menjadi pembelajar kehidupan sejati yang tidak hanya berkutat di depan buku atau mikrofon. Murid adalah peserta didik yang bersekolah di sekolah TK dan SD. . 2. Lalu bagaimana dengan mahasiswa? Mahasiswa adalah peserta didik yang menuntut ilmu di perguruan tinggi. karena perannya yang sangat dibutuhkan. Artinya. Pembelajaran yang dilakukan adalah pembelajaran orang dewasa. Efektif. pembelajaran yang diberikan lebih banyak kepada Pedagogi. perguruan tinggi bukanlah sekedar kelanjutan sekolah menengah. Persamaan murid. Ana Suhaenah Soeparno. murid SD masuk dalam pendidikan dasar. Kreatif. dan Mahasiswa. Perguruan tinggi adalah pengalaman baru yang menuntut kita melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Guru harus bisa menghidupkan suasana pembelajaran agar siswa dapat menemukan sendiri (inquiry) gaya belajarnya. dan siswa SMA/SMK masuk dalam pendidikan menengah. Saya jadi teringat ucapan Prof. Dosen hanya tinggal mengarahkan saja. dan mahasiswa. siswa biasanya bersifat lebih pasif. Sedangkan bagi seorang mahasiswa. Murid dan siswa berada di sekolah. Jadi anak TK dan anak SD berhak disebut murid TK dan murid SD. Siswa lebih banyak berperan aktif sebagai penerima ilpeng sementara guru sebagai pemberi ilpeng. sedikit demi sedikit proses pembelajaran telah beralih kepada sistem belajar siswa aktif. jangan terjerat dengan status.. mantan Rektor IKIP (Sekarang UNJ). Mahasiswa dianggap telah mampu untuk mengarahkan dirinya sendiri dalam menuntut ilmu. dan Menyenangkan). Orang yang mengajar ereka biasa disebut dosen. Ketika siswa SMA/SMk lulus tes masuk perguruan tinggi dan telah registrasi. Paradigma lama biasa disebut CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) dan paradigma baru biasa desebut PAKEM (Pembelajaran Aktif. Di sekolah menengah. Namun dalam penempatannya terkadang kita masih salah menempatkannya. apa yang harus dipelajarinya. Murid TK masuk dalam pendidikan anak usia dini. Beliau pernah mengatakan dalam sebuah seminar di perpustakaan UNJ. Sedangkan mahasiswa masuk dalam jalur pendidikan tinggi. maka mereka telah sah dipanggil dengan sebutan mahasiswa. siswa smp masuk dalam pendidikan dasar lanjutan. 5. Banyak hal yang terkadang rancu kita temui. dan mahasiswa. Dr. Di PT. 3. murid TK dan SD masih disuapin oleh gurunya dalam hal menuntut ilmu. Bahkan. Banyak orang yang mengatakan murid dan siswa itu sama. tetap saja kendali dan arahan ada pada guru.Selain itu. Namun. Di sekolah menengah.. siswa. bisa jadi masih ada sosok lain yang lebih “terpelajar” dari siswa maupun mahasiswa. Buka “mata lebar”. Padahal jelas sekali perbedaan antara murid. Murid. 1. Ujian di sekolah menengah cukup sering diberikan dan meliputi sejumlah kecil informasi / materi pembelajaran. Namun. Jadi. namun di PT diharapkan dapat menjadi pembelajar yang mandiri. Di sekolah menengah. Selain itu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->