MODAL SOSIAL, MASYARAKAT MADANI DAN PEMBANGUNAN

FRANCIS FUKUYAMA

ABSTRAK Modal sosial adalah suatu norma informal instan yang mendorong kerjasama antar individu. Dalam lingkungan ekonomi, modal sosial dapat mereduksi biaya transaksi dan dalam lingkungan politik dapat mendorong jenis kehiduoan asosiatif yang diperlukan untuk keberhasilan pemerintah dan demokrasi modern. Meskipun seirng muncul dari game Prisoner's Dilemma, tetpi juga merupakan produk samping dari agama, tardisi, pengalaman historis bersama dan tipe-tipe norma-norma kultural lainnya. Jadi, meskipun pemahaman modal sosial adalah kritikal dalam memahami pembangunan, tetapi sulit untuk menterjemahkannya melalui kebijakan publik. Modal sosial adalah penting untuk berjalannya ekonomi modern, dan merupakan sine qua non dari demokrasi liberal yang stabil. Modal sosial mengandung komponen kultural dari masyarakat modern, yang sudah diorganisasikan sejak lahirnya dasar institusi formal, aturan hukum dan rasionalitas. Bangunan modal sosial tipikalnya dipandang sebagai suatu tugas bagi reformasi ekonomi 'generasi kedua’;tetapi tidak seperti kebijakan ekonomi atau institusi ekonomi, modal sosial tidak dapat dengan mudah diciptakan atau dibentuk oleh kebijakan publik. Apakah modal sosial itu ? Meksipun modal sosial telah memiliki beragam definisi, beberapa diantaranya menunjukkan manifestasi modal sosial dibandingkan modal sosial itu sendiri. Kami mendefinisikan modal sosial sebagai norma informal instan yang mendorong kerjasama antar dua individu atau lebih. Norma-norma yang menyusun modal sosial dapat berkisar dari norma timbal balik (norm of reciprocity) antara dua teman sampai ke yang lebih kompeks dan menggunakan doktrin seperti Kristiani atau konfusiusisme. Ini harus instan dalam hubungan aktual manusia: norma timbal balik berpotensi terdapat di semua orang. Dengan definisi ini, trust, jejaring

timbal Suatua norma seperti yang digambarkan oleh Edward Banfield yang mencirikan italia selatan. yang menggabungkan individu menjadi anggota trust dari keluarga inti tetapi mengambil keuntungan dari orang lain. sehingga dapat menghasilkan barang privat. Dalam frase Partha Dasgupta. Ini jelas salah karena kerjasama diperlukan bagi semua individu sebagai cara dalam mencapai tujuan akhirnya. dan sejenisnya. norma-norma tersebut harus mendorong kerjasama dalam grup dan oleh karenanya berhubungan dengan nilai-nilai tradisional seperti kejujuran. baik positif dan negatif. semuanya adalah epiphenominal. tetapi juga memproduksi eksternalitas negatif berlimpah bagi masyarakat lebih besar. Ku Klux Klan dan Mafia mencapai tujuan kooperatif berdasarkan norma-norma bersama. James Coleman. yang bertanggung jawab membawa istilah modal sosial ke dalam penggunaannya yang lebih luas mengargumentasikan bahwa modal sosial adalah barang publik dan oleh karenanya kurang dapat diproduksi oleh agen privat yang berinteraksi di pasar. muncul sebagai hasil dari modal sosial tetapi tidak menyusun modal sosial itu sendiri. dan bukan hanya anggota kerabat atau keluarga. dan oleh karenanya memiliki modal sosial.(network). yang berhubungan dengan modal sosial. keluarga tersebut. Bukan hanya set norma-norma instan yang menyusun modal sosial. Eksternalitas negatif juga sama. kinerja kewajiban yang handal. Terkadang diargumentasikan bahwa modal sosial berbeda dengan bentuk modal lainnya karena memberikan hasil buruk seperti grup yang benci atau birokrasi rumit. Beberapa grup mencapai kohesi internal dengan mengorbankan pihak luar. balik. dan sebagainya. modal sosial adalah suatu barang yang menyebar luas melalui eksternalitas. Ini tidak mendiskualifikasikannya sebangai jelas bukanlah dasar modal sosial diluar . Potensi untuk kerjasama menyebar keluar grup orang dengan norma-norma Puritan bersama. menjaga komitmen. masyarakat madani. Contoh eksternalitas positif dalam injuksi Puritanisme yang digambarkan oleh Max Weber adalah memperlakukan semua orang dengan moral.

bentuk modal. Secara virtual semua bentuk budaya tradisional — grup sosial seperti suku. sekte keagamaan. radius trust dapat lebih ebsar dibandingkan group itu sendiri. kita dapat memandang bahwa sebagian besar penggunaan legal modal sosial tidak lebih baik dibandingkan bentuk-bentuk lain modal karena membantu orang mencapai tujuannya. Semua grup yang menyusun modal sosial memilki radius trust tertentu. asosiasi desa. Cara lain dalam mendekati pertanyaan ini adalah melalui konsep the 'radius of trust'.dan sebagainya — . yaitu lingkaran orang dimana norma-norma kooperatif beroperasi. Karena masyarakat memiliki hukum untuk mencegah produksi “buruk” sosial. Inilah yang membuat adanya sebutan teman dan musuh. klan. sedangkan manusia modal dapat digunakan untuk menemukan cara dalam menipu orang. Jadi dalam mengukur modal sosial adalah penting mempertimbangkan net utility yang sebenarnya dari eksternalitasnya. Jika modal sosial suatu grup menghasilkan eksternalitas positif. modal fisik dapat menghasilkan bentuk hambar. Gambar 1. Jejaring trust. Juga ada kemungkinan radius trust lebih ekcil dibandingkan keanggotaan group. Ini karena solidaritas grup dalam komunitas manusia seringkali dibeli dengan harga kekerasan terhadap anggota grup lainnya. Suatu masyarakat modern dapat dipandang sebagai suatu seri rasius trust konsentrik dan saling tumpang tinfih (Gambar 1). Bisa jadi alasan bahwa modal sosial nampak kurang jelas sebagai baik secara sosial dibandingkan modal fisik atau manusia adalah karena cenderung memproduksi eksternalitas negatif lebih banyak dibandingka dua bentuk modal lainnya.

Solidaritas dalam grup mereduksi kemampuan Mislanya. dan dnegan demikian dihambat oleh kekuatan tradisionalisme.adalah didasarkan pada norma-norma bersama dan menggunakan norma-norma ini untuk mencapai tujuan kooperatif. Mengapa harus demikian. menemukan modal sosial dalam bentuk ini sebagai suatu aset. Ini benar untuk beberapa ahli teori. jika modal sosial merupakan suatu bentuk modal? Alasannya terkait dengan fakta bahwa grup tersebut memiliki radius trust sempit. individu heterodok (kaku) pada periphery jejaring sosial masyarakat yang dpat bergerak antar grup dan pada gilirannya menjaid pemilik ide dan informasi baru. seperti Everett E Hagen. Modernisasi ekonomi dipandang sebagai antithetik terhadap budaya tradisional dan organisasi sosial. dan seringkali memberlakukan eksternalitas negatif pada pihak luar. dimulai dengan Marx sendiri yang memandang hubungan sosial tradisional dari suatu desa sebagai penghambat pembangunan. W Arthur Lewis dan David C McClelldan. Masyarakat modern. masyarakat China di Asia Timur dan sebagian Amerika Latin. innovasi dan sumberdaya manusia kurang mudah. Adalah sulit bagi orang untuk mempercayai orang di luar lingkarannya. Masyarakat tradisional memiliki peluang lebih kecil untuk ikatan yang lemah antar segmen yang menyusunnya sehingga trasnfer informasi. tersusun atas banyak grup sosial yang saling overlaping yang menghasilkan multiple keanggoataan dan identitas. Masyarakat tradisional seringkali tersegmentasi. modal sosial sebagian besra terdapat dalam keluarga dan dalam lingkaran sempir teman pribadinya. yaitu terdiri dari beberapa unit sosial identik seperti suku dan desa. Beberapa pengamat pembangunan pasca perang. sebaliknya. . pada anggota grup untuk bekerjasama dengan pihak luar. Grup sosial tradisional juga bermasalah dengan adanya apa yang oleh Mark Granovetter sebut sebagai :ikatan lemah” yaitu.

Tentunya adalah memungkinkan untuk mencapai tindakan terkoordinasi diantara suatu group orang yang tidak memiliki modal sosial.Apa fungsi modal sosial dalam demokrasi liberal pasar bebas? Fungsi ekonomi modal sosial adalah mereduksi biaya transaksi yang berhubungan dengan mekanisme koordinasi formal seprti kontrak. Beberapa layanan yang kompleks adlaah membutuhkan biaya untuk memonitor dan kontrol lebih baik melalui internalisasi standar professional dibandingkan melalui mekanisme monitoring formal. Terdapat suatu periode ketika ahli sosial mengasumsikan bahwa modernissi membutuhkan penggantian mekanisme koordinasi informal dengan yang formal. dan dimana modal sosial adalah sat-satunya jalan dalam mencapai tindakan terkoordinasi. Beberapa studi empiris menunjukkan bahwa R&D teknologi tinggi seringkali tergantung pada pertukaran informal mengenai hak-hak kekayaan intelektual. negosiasi. Fakta permasalahannya adalah koordinasi berdasarkan norma informal tetap menjaid bagian penting dari ekonomi modern. dan sebagainya. tetapi ini akan memiliki tambahan biaya transaksi dalam monitoring. Seorang pengembang software sering lebih banyak tahu mengenai produktivitasnya dibandingkan supervisornya. aturan birokratik. Max Weber berargumen bahwa birokrasi rasional mengandung inti dari modernitas. dan menjadi semakin penting jika aktivitas ekonomi menjadis emakin kompleks dan maju secara teknologis. karena pertukaran formal memiliki biaya transaksi dan memperlambat pertukarannya. dan pelaksanaan kesepakatan formal. . Terdapat periode dalam sejarah manusia dengan hukum dan organisasi formal yang langka. litigasi. Tidak satupun kontrak yang dapat mensesifikasikan setiap ketidakpastian yang muncul antar pihak. hirarki. Kontrak yang berusaha menspesifikasikan semua ketidakpastian — seperti kontrol tenaga kerja — akan berakhir dengan ketidakfleksibelan dan biaya dalam menjalankannya.

negara harus mengorganisasikan individu yang tidka mampu mengroganisasikan Masyarakat madani bertidnak sebagai penyeimbang kekuasaan negara dan melindungi individu dari . modal sosial seringkali memberikan efisiensi lebih besar dibandingkan teknik koordinasi formal. Keutamaan demokrasi modern adalah mendorong individualisme berlebih. Menurut Tocqueville. tetapi lemah dalam keadilan karena mereka dilahirkan tanpa warisan konvensional. masyarakat madani. yang mengorganisasikan tempat kerja secara sangat tersentralisasi dan birokratif. “tidak ada Jika demokrasinya liberla. Stok berlimpah modal sosial dapat menghasilkan masyarakat madani yang rapat. kekuasaan negara. yang menggunakan frase 'art of association' untuk menunjukkan propensitas banga Amerika untuk asosiasi sipil. tidka ada demokrasi). Jika sistem politik tidak terdegenerasi menjaid anarki. Fungsi politik modal sosial dalam demokrasi modern degan baik telah dikaji oleh Alexis de Tocqueville dalam Democracy in America. maka akan melindungi kebebasan individual dimana negara dikendalai untuk melakukan campur tangan. demokrasi modern cenderung menghapuskan sebagian besar bentuk kelas sosial atau status yang diwarisinya yang mengikat orang bersama-sama dalam masyarakat ningrat. yaitu praokupasi dengan kehidupan privat seseorang dan keluarga dan ketidakmauan terlibat dalam urusan publik. yang merupakan kondisi yang diperlukan untuk demokrasi liberal modern (dalam frase Ernest Gellner. Taylorisme telah digantikan dengan struktur manajemen lebih datar yang emndorong tanggung jawab ke bagian bawah. Denagn tidak adanya masyarakat madani. Orang memiliki kebebasan yang sama. menciptakan ketidakefisienan karena keputusan akan tertunda dan informasiny akan terdistoris ketika bergerak ke atas dan ke bawah dalam hirarki rantai komando. masyarakat yang hidup di dalamnya harus dapat mengorganisasikan dirinya sendiri.Malahan dalam lingkungan non-hi-tech. Taylorisme klasik. Di beberapa fasilitas manufaktur.

tetpai tidak sangat baik dalam menjalankan pengaruh politik atau manufaktur semikonduktor. Jadi hasil dari individualisme berlebihan adalah bukanlah kebebasan. Ini menjadi dasar bagi budaya korupsi. menyebar luasnya korupsi. sayangnya. masyarakat umum. adalah baik dalam mensosialisasikan anak-anaknya dan menjalankan restoran keluarga. mernggunakan beragam sensus dan surveys untuk merunut ukuran keanggotaan dalam klub sport. Jumlah grup itu sendiri merupakan ukuran masyarakat madani. Menurut analisis Tocqueville untuk Perancis. dan kedua. keluarga. tetapi tirani. Rendhanya level modal sosial dikaitkan dengan pemerintah lokal yang tidak efisien di Italia Selatan. radius trust yang sempit memproduksi dua lapisan sistem moral. keterbatasan data menghambat . Faktanya terdapat banyak sekali grup dalam suatu masyarakat. Nilai ukuran grup yang kecil akan membatasi jenis tujuan yang dapat dicapai grup tersebut. melakukan sebsus grup dan keanggotaan group dalam suatu masyarakat. menggunakan data survey mengenai level trust dan asosiasi masyarakat. misalnya. klub politik. Bagaimana kita mengukur modal sosial? Salahs atu kelemahan terbesar dari konsep modal sosial adalah tidak adanya konsensus untuk mengukurnya. dan sebagainya yang bervariasi terhadap waktu dan antar wilayah geografis. dan standar lebih rendah pada lingkungan publik. Ukuran rata-rata grup dan jumlah grup adalah ukuran penting masyarakat madani.dirinya sendiri. Level modal sosial yang rendah menyebabkan sejumlah disfungsi politik. liga bowling. Robert Putnam berusaha mengukur modal sosial dengan menghitung grup dalam masyarakat madani. dengan perilaku yang baik terjaga dalam keluarga dan teman personal. yang dapat diubah hanya melalui gelombang anti-systemik seperti evenements tahun 1968. Setidaknya terdapat dua pendekatan : pertama. beberapa pengamat mencatat bahwa sentralisasi administratif telah menyebabkan sistem politik yang sangat kaku dan tidak responsif. Di beberapa masyarakat amerika latin.

Adalah jelas bahwa setiap group dicirikan oleh level kohesi internal yang berbeda dan oleh karenanya tindakan kolektifnya juga berbeda.kemampuan kita berapa jumlahnya dalam suatu masyarakat. Beberapa usaha telah dilakukan untuk menghasilkan sensus grup dan asosiasi yang lengkap di AS.14 juta organisasi nonprofit di AS mengindikasikan tingkat pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dibandingkan populasi secara keseluruhan. Perubahan teknologi mengubah bentuk asosiasi : bagaimana kita menghitung penyebarluasana grup diskusi on-line. Loga Bowling tidak akan mampu melakukan lobi konggres sehingga koefien kualitatif harus ditambahkan untuk memberikan ukuran kohesi group. dan faktor-faktor lainnya. yang mengestimasikan bahwa terdapat 201 000 organisasi perdagangan dan bisnis nonprofit. Sayangnya. ruang chatting. setiap ukuran efektivitas ditetapkan secara subyektif oleh pengamat luar yang mencatat tipe-tipe aktivitas group yang dapat dilakukan dan kesulitannya. Kohesivitas juga bervariais antar grup dan merupakan ukuran kualitatif kritikal dari modal sosial. grup wanita. belum ada metode yang diterima untuk mengukur kohesivitas internal grup. Lester Salamon mengestimasikan bahwa pada tahun 1989 terdapat 1. Masyarakat dengan ikatan kekeluargaan sangat kuat . serikat kerja. dan mempunyai liabilitas sosial. dan percakapan email dengan menyebarluasnya komputer pribadi pada tahun 1990-an. Salah satunya dilakukan oleh Departmen Perdagangan pada tahun 1949. disiplin dan terorganisir dengan baik yang memiliki nilai umum bersama dapat melakukan tindakan kolektif sangat terkoordinasi. Faktor terakhir yang mempengaruhi suplai modal sosial dalam masyarakat adalah bagaimana masyarakat berhubungan dengan pihak luar. Ikatan moral yang kuat dalam suatu group dapat menurunkan Suatu grup yang sangat derajad anggota group tersebut dalam mempercayai pihak luar dan bekerjasama secara efektif dengan mereka. kohesinya dalam lingkungan penuh tekanan. atau berapa banyak data yang hilang atau tidak tercatat. grup layanan sipil. klub luncheon dan grup professional pada semua level masyarakat AS.

Yang terbaik. Idealnya kita seharusnya memaksimasikan kohesivitas dan meminimalkan radius of distrust: Cara ketiga dalam mengukur modal sosial dalam organisasi tertentu adalah mengamati perubahan nilai pasar perusahaan sebelum dan sesudah pengambilalihan. Belum ada metodologi dalam memisahkan komponen modal sosial dari aset tidak berujuf. bagian dari premi yang ditawarkan mencerminkan penghematan biaya yang diharapkan pemilik baru melalui realisasi skala dan cakupan ekonomi. atau bahkan kekerasan pada pihak luar. Yaitu kohesivitas internal seringkali didasarkan pada kuatnya norma-norma bersama dan nilai Tetapi ikatan internal yang snagat kuat ini dapat menciptakan teluk antara anggota group dan pihak luar. kita dpaat mengurangkan premi ini .seperti China dan Italia Tengah-Selatan dicirikan oleh tidak adanya trust pada pihak di luar keluarga. Semakin besar radius of distrust. Oleh karenanya. ekpektais kondisi pasar di masa datang. Kapitalisasi pasar dari suatu perusahaan mencerminkan aset berujud dan tidak berujud (salah satunya modal sosial yang melekat pada pekerja dan manajemen perusahaan). niat baik. sehigga ukuran modal sosial grup tersebut arus dikualifikasi dengan kebencian eksternal yang dihasilkannya. semakin besar liabilitas group tersebut pada masyarakat sekitar. afiliasi grup dapat menghasilkan eksternalitas negatif yang dapat kita pandang sebagai radius of distrust. tidak adanya toleransi. dan yang terburuk. kita dapat emnduga adanya korelasi positif antara kohesivitas dan radius of distrust. dalam suatu group. kita dapat mengasumsikan bahwa premi yang ditawarkan adalah suatu ukuran derajad dimana pemilik baru meyakini bahwa mereka dapat mengelola perusahaan lebih baik dibandingkan pemilik lama. Perusahaan yang diambil alih oleh perusahaan lain biasanya dibeli pada harga sebelum pengambilalihan. Dalam beberapa hal. Dalam situasi ini. Dalam derajad tertentu. dengan semua faktor lain dianggap tidak berubah. akan melahirkan distrust. ini akan menghambat group tersebut mendapatkan manfaat dari luar. dan sebagainya. yang diantaranya berupa nama merek.

ekonom memiliki penjelasan dari mana modal sosial berasal : modal sosial lahir secara spontan sebagai produk game Prisoner's Dilemma (PD) berulang. menghasilkan pembangunan borjuis seperti kejujuran. yang meletakkan norma-norma dan kepatuhannya dengan alasan yang tidak rasional. Database teraakhirnya berhasil menjawab masalah sumberdaya bersama dimana kelas masalah ini memiliki game PD n sisi yang secara teoritis sulit diselesaikan melalu pengulangan game dengan dua pemain.dengan premi aktual utuk mendapatkan ukuran net value dari manajemen baru. Game PD satu putaran tidak akan menghasilkan outcome kooperatif karena meninggalkan keseimbangan Nash untu kedua pemainnya. Agama terkemuka di dunia seperti Budha. atau sistem kultural besar seperti Konfusius. kristen atau Islam. adalah contohnya. Masalahnya adalah bahwa modal sosial lebih sering tidak diproduksi melalui sumber hirarkis otoritas. seperti sosial yang diamati Adam Smith. tetapi mengandung modal manusia dibandingkan modal sosial. strategi sederhanan seperti tahu sama tahu menyebabkan kedua pemain mencapai outcome kooperatif. Norma-norma ini bukan hanya melalui penawaran terdesentralisasi (decentralised bargaining). Pendekatan ekonom untuk memahami bagaimana modal sosial dihasilkan adalah snagat terbatas. jika game tersebut diulangulang. akan membangun reputasi untuk kejujuran dan reliabilitas. Hindu. norma informal yang memproduksi kerjasama. industrialisasi dan kehati-hatian. Premi managemen ini bukanlah ukuran murni modal sosial. Robert Ellickson dan Elinor Ostrom telah mengkatalokkan beberapa kasus empiris dari norma-norma kooperatif yang lahir sebagai hasil dari interaksi komunitas berulang. Darimanakah modal sosial berasal? Jika kita mendefinisikan modal sosial sebagai instan. Interaksi pasar dalam masyarakat komersiil. jika individu berinteraksi satu sama lain secara berulang dengan waktu. Modal sosial secara spontan dihasilkan sepanjang waktu melalui permainan game PD berulang. tetapi ditransmiisikan dari satu generasi ke . Untuk kondisi non-game.

jejaring sosial yang digunakan dalam membangun informasi pinjaman mikro — tetapi tidak dapat menduplikasi pengaruh agama sebagai sumber nilai-nilai bersama. khusunya jika berhubungan dengan grup . Jalur ketergantungan — berarti bahwa norma-norma yang suboptimal secara sosial dapat terdapat dalam periode waktu sangat lama. Modal sosial adalah produk sampingan dari agama. Proses ini menghasilkan pengaruh sosial pada msyarakat miskin dimana konversi ke protestan dapat menemukan pendapatan. Penguasan militer Nazi dan Jepang menekan kebebasan serikat kerja dan menggantikannya dengan yang “kuning”. pengalamn historis bersama juga dapat membentuk norma informal dan menghasilkan modal sosial. manager dan negara pada tahun 1920-an dan 1930-an. Kebijakan publik dapat mengetahui bentuk-bentuk modal sosial yang sudah ada — misalnya. tradisi. diantaranya adalah : Pertama. kesehatan dan meluasnya jejaring sosial. negara tidak memiliki kewajiban yang jelas dalam menciptakan beragam bentuk modal sosial. level pendidikan. Disamping agama. pengalaman historis bersama. Pembuat kebijakan juga perlu menyadari bahwa modal sosial.genarasi berikutnya melalui proses sosialisasi yang lebih banyak melibatkan kebiasaan dibandingkan pertimbangan. dan faktor-faktor lain yang terletak di luar kontrol pemerintah. Bagaimana meningkatkan stok modal sosial? Negara dapat melakukan hal-hal positif untuk menciptakan modal sosial. Setelah mereka kalah dalam PD II. Revolusi kultural yang paling penting dan tidka dapat dipandang rendah adalah konversi katolik ke Protestan. Agama juga terus menjadi faktor penting dalam pembangunan ekonomi. Baik jerman dan Jepang mengalami masa kekacauan tenaga kerja dan konflik antara pekerja . regim pengganti demokratis menggunakan pendekatan konsensual untuk hubungan managemen – tenaga kerja yang menghasilkan Sozialmarktwirtschaft di Jerman dan sistem pekerjaan seumur hidup di Jepang.

Kedua. area dimana pemerintah mungkin memiliki kemampuan langsung dalam memproduksi modal sosial adalah pendidikan. tedapat sumber potensial modal sosial lainnya. tetapi juga membawa modal sosial dalam bentuk aturan dan norma-norma sosial. orang menjadi tergantung pada negara dan kehilangan kemampuan spontannya untuk bekerja satu sama lain. Diego Gambetta menunjukkan bahwa Mafia Sisilia dapat dipandang sebagai pelindung privat hak-hak properti di sebagian Italia dimana negara secara historis gagal menjalankannya. Beberapa LSm dan yayasan barat. dapat menghasilkan eksternalitas negatif dan bersifat merusak bagi masyarakat lebih luas. Keempat. obat-obatan tetapi juga sumpah Hippocratic. teori ilmu sosial umum mengenai kelemahan sekulerisasi nampaknya hanya khusus bagi negara Eropa Barat. tetapi juga pendidikan lebih tinggi dan professional..yang memiliki radius of trust terbatas. Ini bukan hanya benar untuk pendidikan dasar dan sekunder. Ketiga. Institusi Pendidikan bukan hanya mentransmisikan modal manusia. Bukti anekdotal menunjukkan bahwa adalah sulit bagi pihak luaruntuk mendorong masyarakat madani di negara yang tidak memiliki akar-akar lokal. Kemampuan untuk bekerjasama adalah didasarkan pada kebiasaan dan praktek. negara secara tidak langsung mendorong penciptaan modal sosial melalui secara efisien menyediakan barang publik yang diperlukan. Namun terdapat dua sumber potensial lainnya dari modal sosial yang efektif dalam mendorong masyarakat madani. Pertama adalah aga. Di luar peran negara. negara daat memiliki dampak negatif terhadap modal sosial jika mulai melakukan aktivitas yang lebih baik ditinggalkan untuk sektor privat atau masyarakat madani. jika negara masuk dalam urusan mengorganisasikan segala hal.. khususnya hak-hak kepemilikan dan keamanan publik. yang memahami artipenting modal sosial dan masyarakat madani. berusaha mendorong sejumlah negara berkembang pada tahun 1990-an.a. tidak banyak bukti Dokter bukan hanya belajar .

kebiasaan dan praktek-praktek baru. Tetapi agama secara historis juga menjaid sumber penting budaya. . termasuk di AS. . Tetapi juga membawa ide. Tentunyatidak semua bentuk agama adalah positif dari sudut pandang modal sosial. Setiap orang mengakui bahwa globalisasi dapat merusak budaya lokal dan mengancam tradisi yang sudah lama ada. Perubahan kultural yang diinspirasi agama tetap menjadi opsi hidup di beberapa wilayah dunia. sektarianisme dapat melahirkan sifat tidak toleransi dan kekerasan. dunia islam dan Amerika Latin keduanya telah mengalami bentuk-bentuk baru keagamaan dalam dekade terakhir. semua aktivis mulai dari lingkungan sampai organisasi buruj sekarang dapat beroperasi lintas negara. Globalisasi bukan hanya membawa modal tapi juga ide dan budaya. Sumber modal sosial kedua di negara berkembang adalah globalisasi. Bukan hanya bankir investasi yang memanfaatkan komunikasi global dan revoluasi informasi.yang menunjukkan agama kehilangan grip-nya. mulai dari standar akuntansi sampai praktek managemen ke aktivitas LSM. dan nampaknya akan tetap demikain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful