MODAL SOSIAL, MASYARAKAT MADANI DAN PEMBANGUNAN

FRANCIS FUKUYAMA

ABSTRAK Modal sosial adalah suatu norma informal instan yang mendorong kerjasama antar individu. Dalam lingkungan ekonomi, modal sosial dapat mereduksi biaya transaksi dan dalam lingkungan politik dapat mendorong jenis kehiduoan asosiatif yang diperlukan untuk keberhasilan pemerintah dan demokrasi modern. Meskipun seirng muncul dari game Prisoner's Dilemma, tetpi juga merupakan produk samping dari agama, tardisi, pengalaman historis bersama dan tipe-tipe norma-norma kultural lainnya. Jadi, meskipun pemahaman modal sosial adalah kritikal dalam memahami pembangunan, tetapi sulit untuk menterjemahkannya melalui kebijakan publik. Modal sosial adalah penting untuk berjalannya ekonomi modern, dan merupakan sine qua non dari demokrasi liberal yang stabil. Modal sosial mengandung komponen kultural dari masyarakat modern, yang sudah diorganisasikan sejak lahirnya dasar institusi formal, aturan hukum dan rasionalitas. Bangunan modal sosial tipikalnya dipandang sebagai suatu tugas bagi reformasi ekonomi 'generasi kedua’;tetapi tidak seperti kebijakan ekonomi atau institusi ekonomi, modal sosial tidak dapat dengan mudah diciptakan atau dibentuk oleh kebijakan publik. Apakah modal sosial itu ? Meksipun modal sosial telah memiliki beragam definisi, beberapa diantaranya menunjukkan manifestasi modal sosial dibandingkan modal sosial itu sendiri. Kami mendefinisikan modal sosial sebagai norma informal instan yang mendorong kerjasama antar dua individu atau lebih. Norma-norma yang menyusun modal sosial dapat berkisar dari norma timbal balik (norm of reciprocity) antara dua teman sampai ke yang lebih kompeks dan menggunakan doktrin seperti Kristiani atau konfusiusisme. Ini harus instan dalam hubungan aktual manusia: norma timbal balik berpotensi terdapat di semua orang. Dengan definisi ini, trust, jejaring

modal sosial adalah suatu barang yang menyebar luas melalui eksternalitas. sehingga dapat menghasilkan barang privat. Potensi untuk kerjasama menyebar keluar grup orang dengan norma-norma Puritan bersama. kinerja kewajiban yang handal. yang berhubungan dengan modal sosial. dan bukan hanya anggota kerabat atau keluarga.(network). menjaga komitmen. muncul sebagai hasil dari modal sosial tetapi tidak menyusun modal sosial itu sendiri. tetapi juga memproduksi eksternalitas negatif berlimpah bagi masyarakat lebih besar. norma-norma tersebut harus mendorong kerjasama dalam grup dan oleh karenanya berhubungan dengan nilai-nilai tradisional seperti kejujuran. dan oleh karenanya memiliki modal sosial. keluarga tersebut. Eksternalitas negatif juga sama. James Coleman. timbal Suatua norma seperti yang digambarkan oleh Edward Banfield yang mencirikan italia selatan. baik positif dan negatif. dan sejenisnya. Ku Klux Klan dan Mafia mencapai tujuan kooperatif berdasarkan norma-norma bersama. Bukan hanya set norma-norma instan yang menyusun modal sosial. yang bertanggung jawab membawa istilah modal sosial ke dalam penggunaannya yang lebih luas mengargumentasikan bahwa modal sosial adalah barang publik dan oleh karenanya kurang dapat diproduksi oleh agen privat yang berinteraksi di pasar. Ini tidak mendiskualifikasikannya sebangai jelas bukanlah dasar modal sosial diluar . dan sebagainya. yang menggabungkan individu menjadi anggota trust dari keluarga inti tetapi mengambil keuntungan dari orang lain. Beberapa grup mencapai kohesi internal dengan mengorbankan pihak luar. balik. Terkadang diargumentasikan bahwa modal sosial berbeda dengan bentuk modal lainnya karena memberikan hasil buruk seperti grup yang benci atau birokrasi rumit. Contoh eksternalitas positif dalam injuksi Puritanisme yang digambarkan oleh Max Weber adalah memperlakukan semua orang dengan moral. Dalam frase Partha Dasgupta. semuanya adalah epiphenominal. Ini jelas salah karena kerjasama diperlukan bagi semua individu sebagai cara dalam mencapai tujuan akhirnya. masyarakat madani.

yaitu lingkaran orang dimana norma-norma kooperatif beroperasi. Gambar 1. asosiasi desa. Juga ada kemungkinan radius trust lebih ekcil dibandingkan keanggotaan group. sekte keagamaan. Bisa jadi alasan bahwa modal sosial nampak kurang jelas sebagai baik secara sosial dibandingkan modal fisik atau manusia adalah karena cenderung memproduksi eksternalitas negatif lebih banyak dibandingka dua bentuk modal lainnya. Jejaring trust.bentuk modal. radius trust dapat lebih ebsar dibandingkan group itu sendiri. modal fisik dapat menghasilkan bentuk hambar. klan. kita dapat memandang bahwa sebagian besar penggunaan legal modal sosial tidak lebih baik dibandingkan bentuk-bentuk lain modal karena membantu orang mencapai tujuannya. Cara lain dalam mendekati pertanyaan ini adalah melalui konsep the 'radius of trust'. Suatu masyarakat modern dapat dipandang sebagai suatu seri rasius trust konsentrik dan saling tumpang tinfih (Gambar 1). Semua grup yang menyusun modal sosial memilki radius trust tertentu. Jika modal sosial suatu grup menghasilkan eksternalitas positif. Secara virtual semua bentuk budaya tradisional — grup sosial seperti suku. Inilah yang membuat adanya sebutan teman dan musuh. Ini karena solidaritas grup dalam komunitas manusia seringkali dibeli dengan harga kekerasan terhadap anggota grup lainnya.dan sebagainya — . Jadi dalam mengukur modal sosial adalah penting mempertimbangkan net utility yang sebenarnya dari eksternalitasnya. sedangkan manusia modal dapat digunakan untuk menemukan cara dalam menipu orang. Karena masyarakat memiliki hukum untuk mencegah produksi “buruk” sosial.

innovasi dan sumberdaya manusia kurang mudah. dimulai dengan Marx sendiri yang memandang hubungan sosial tradisional dari suatu desa sebagai penghambat pembangunan. Mengapa harus demikian. yaitu terdiri dari beberapa unit sosial identik seperti suku dan desa. Ini benar untuk beberapa ahli teori. seperti Everett E Hagen. dan seringkali memberlakukan eksternalitas negatif pada pihak luar. W Arthur Lewis dan David C McClelldan. Masyarakat tradisional memiliki peluang lebih kecil untuk ikatan yang lemah antar segmen yang menyusunnya sehingga trasnfer informasi. modal sosial sebagian besra terdapat dalam keluarga dan dalam lingkaran sempir teman pribadinya. tersusun atas banyak grup sosial yang saling overlaping yang menghasilkan multiple keanggoataan dan identitas. Adalah sulit bagi orang untuk mempercayai orang di luar lingkarannya. dan dnegan demikian dihambat oleh kekuatan tradisionalisme. Beberapa pengamat pembangunan pasca perang. pada anggota grup untuk bekerjasama dengan pihak luar. Masyarakat modern. sebaliknya. Modernisasi ekonomi dipandang sebagai antithetik terhadap budaya tradisional dan organisasi sosial. Solidaritas dalam grup mereduksi kemampuan Mislanya. menemukan modal sosial dalam bentuk ini sebagai suatu aset. Masyarakat tradisional seringkali tersegmentasi. masyarakat China di Asia Timur dan sebagian Amerika Latin.adalah didasarkan pada norma-norma bersama dan menggunakan norma-norma ini untuk mencapai tujuan kooperatif. Grup sosial tradisional juga bermasalah dengan adanya apa yang oleh Mark Granovetter sebut sebagai :ikatan lemah” yaitu. jika modal sosial merupakan suatu bentuk modal? Alasannya terkait dengan fakta bahwa grup tersebut memiliki radius trust sempit. . individu heterodok (kaku) pada periphery jejaring sosial masyarakat yang dpat bergerak antar grup dan pada gilirannya menjaid pemilik ide dan informasi baru.

negosiasi. hirarki. Tentunya adalah memungkinkan untuk mencapai tindakan terkoordinasi diantara suatu group orang yang tidak memiliki modal sosial. dan sebagainya. dan menjadi semakin penting jika aktivitas ekonomi menjadis emakin kompleks dan maju secara teknologis. litigasi. Beberapa studi empiris menunjukkan bahwa R&D teknologi tinggi seringkali tergantung pada pertukaran informal mengenai hak-hak kekayaan intelektual. karena pertukaran formal memiliki biaya transaksi dan memperlambat pertukarannya. tetapi ini akan memiliki tambahan biaya transaksi dalam monitoring. dan pelaksanaan kesepakatan formal. Fakta permasalahannya adalah koordinasi berdasarkan norma informal tetap menjaid bagian penting dari ekonomi modern. Max Weber berargumen bahwa birokrasi rasional mengandung inti dari modernitas. aturan birokratik. Beberapa layanan yang kompleks adlaah membutuhkan biaya untuk memonitor dan kontrol lebih baik melalui internalisasi standar professional dibandingkan melalui mekanisme monitoring formal. dan dimana modal sosial adalah sat-satunya jalan dalam mencapai tindakan terkoordinasi. Kontrak yang berusaha menspesifikasikan semua ketidakpastian — seperti kontrol tenaga kerja — akan berakhir dengan ketidakfleksibelan dan biaya dalam menjalankannya. Tidak satupun kontrak yang dapat mensesifikasikan setiap ketidakpastian yang muncul antar pihak. Terdapat periode dalam sejarah manusia dengan hukum dan organisasi formal yang langka. .Apa fungsi modal sosial dalam demokrasi liberal pasar bebas? Fungsi ekonomi modal sosial adalah mereduksi biaya transaksi yang berhubungan dengan mekanisme koordinasi formal seprti kontrak. Terdapat suatu periode ketika ahli sosial mengasumsikan bahwa modernissi membutuhkan penggantian mekanisme koordinasi informal dengan yang formal. Seorang pengembang software sering lebih banyak tahu mengenai produktivitasnya dibandingkan supervisornya.

Stok berlimpah modal sosial dapat menghasilkan masyarakat madani yang rapat. Jika sistem politik tidak terdegenerasi menjaid anarki. menciptakan ketidakefisienan karena keputusan akan tertunda dan informasiny akan terdistoris ketika bergerak ke atas dan ke bawah dalam hirarki rantai komando. negara harus mengorganisasikan individu yang tidka mampu mengroganisasikan Masyarakat madani bertidnak sebagai penyeimbang kekuasaan negara dan melindungi individu dari .Malahan dalam lingkungan non-hi-tech. modal sosial seringkali memberikan efisiensi lebih besar dibandingkan teknik koordinasi formal. kekuasaan negara. yang mengorganisasikan tempat kerja secara sangat tersentralisasi dan birokratif. yang menggunakan frase 'art of association' untuk menunjukkan propensitas banga Amerika untuk asosiasi sipil. Di beberapa fasilitas manufaktur. Taylorisme telah digantikan dengan struktur manajemen lebih datar yang emndorong tanggung jawab ke bagian bawah. Fungsi politik modal sosial dalam demokrasi modern degan baik telah dikaji oleh Alexis de Tocqueville dalam Democracy in America. yaitu praokupasi dengan kehidupan privat seseorang dan keluarga dan ketidakmauan terlibat dalam urusan publik. yang merupakan kondisi yang diperlukan untuk demokrasi liberal modern (dalam frase Ernest Gellner. masyarakat madani. “tidak ada Jika demokrasinya liberla. maka akan melindungi kebebasan individual dimana negara dikendalai untuk melakukan campur tangan. demokrasi modern cenderung menghapuskan sebagian besar bentuk kelas sosial atau status yang diwarisinya yang mengikat orang bersama-sama dalam masyarakat ningrat. tidka ada demokrasi). Taylorisme klasik. Orang memiliki kebebasan yang sama. tetapi lemah dalam keadilan karena mereka dilahirkan tanpa warisan konvensional. Menurut Tocqueville. Keutamaan demokrasi modern adalah mendorong individualisme berlebih. Denagn tidak adanya masyarakat madani. masyarakat yang hidup di dalamnya harus dapat mengorganisasikan dirinya sendiri.

tetpai tidak sangat baik dalam menjalankan pengaruh politik atau manufaktur semikonduktor. keluarga. radius trust yang sempit memproduksi dua lapisan sistem moral. menggunakan data survey mengenai level trust dan asosiasi masyarakat.dirinya sendiri. adalah baik dalam mensosialisasikan anak-anaknya dan menjalankan restoran keluarga. dengan perilaku yang baik terjaga dalam keluarga dan teman personal. beberapa pengamat mencatat bahwa sentralisasi administratif telah menyebabkan sistem politik yang sangat kaku dan tidak responsif. keterbatasan data menghambat . Bagaimana kita mengukur modal sosial? Salahs atu kelemahan terbesar dari konsep modal sosial adalah tidak adanya konsensus untuk mengukurnya. dan standar lebih rendah pada lingkungan publik. Faktanya terdapat banyak sekali grup dalam suatu masyarakat. Ini menjadi dasar bagi budaya korupsi. Level modal sosial yang rendah menyebabkan sejumlah disfungsi politik. Jadi hasil dari individualisme berlebihan adalah bukanlah kebebasan. liga bowling. Setidaknya terdapat dua pendekatan : pertama. klub politik. Robert Putnam berusaha mengukur modal sosial dengan menghitung grup dalam masyarakat madani. dan kedua. sayangnya. mernggunakan beragam sensus dan surveys untuk merunut ukuran keanggotaan dalam klub sport. Jumlah grup itu sendiri merupakan ukuran masyarakat madani. Nilai ukuran grup yang kecil akan membatasi jenis tujuan yang dapat dicapai grup tersebut. tetapi tirani. menyebar luasnya korupsi. masyarakat umum. dan sebagainya yang bervariasi terhadap waktu dan antar wilayah geografis. Menurut analisis Tocqueville untuk Perancis. Ukuran rata-rata grup dan jumlah grup adalah ukuran penting masyarakat madani. misalnya. Di beberapa masyarakat amerika latin. Rendhanya level modal sosial dikaitkan dengan pemerintah lokal yang tidak efisien di Italia Selatan. yang dapat diubah hanya melalui gelombang anti-systemik seperti evenements tahun 1968. melakukan sebsus grup dan keanggotaan group dalam suatu masyarakat.

Perubahan teknologi mengubah bentuk asosiasi : bagaimana kita menghitung penyebarluasana grup diskusi on-line. Sayangnya. Beberapa usaha telah dilakukan untuk menghasilkan sensus grup dan asosiasi yang lengkap di AS. disiplin dan terorganisir dengan baik yang memiliki nilai umum bersama dapat melakukan tindakan kolektif sangat terkoordinasi. dan faktor-faktor lainnya. dan percakapan email dengan menyebarluasnya komputer pribadi pada tahun 1990-an. yang mengestimasikan bahwa terdapat 201 000 organisasi perdagangan dan bisnis nonprofit. grup wanita. kohesinya dalam lingkungan penuh tekanan. serikat kerja. dan mempunyai liabilitas sosial. setiap ukuran efektivitas ditetapkan secara subyektif oleh pengamat luar yang mencatat tipe-tipe aktivitas group yang dapat dilakukan dan kesulitannya. atau berapa banyak data yang hilang atau tidak tercatat. grup layanan sipil. belum ada metode yang diterima untuk mengukur kohesivitas internal grup. Lester Salamon mengestimasikan bahwa pada tahun 1989 terdapat 1. klub luncheon dan grup professional pada semua level masyarakat AS. Loga Bowling tidak akan mampu melakukan lobi konggres sehingga koefien kualitatif harus ditambahkan untuk memberikan ukuran kohesi group.14 juta organisasi nonprofit di AS mengindikasikan tingkat pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dibandingkan populasi secara keseluruhan. ruang chatting. Ikatan moral yang kuat dalam suatu group dapat menurunkan Suatu grup yang sangat derajad anggota group tersebut dalam mempercayai pihak luar dan bekerjasama secara efektif dengan mereka. Faktor terakhir yang mempengaruhi suplai modal sosial dalam masyarakat adalah bagaimana masyarakat berhubungan dengan pihak luar. Kohesivitas juga bervariais antar grup dan merupakan ukuran kualitatif kritikal dari modal sosial.kemampuan kita berapa jumlahnya dalam suatu masyarakat. Adalah jelas bahwa setiap group dicirikan oleh level kohesi internal yang berbeda dan oleh karenanya tindakan kolektifnya juga berbeda. Salah satunya dilakukan oleh Departmen Perdagangan pada tahun 1949. Masyarakat dengan ikatan kekeluargaan sangat kuat .

kita dapat emnduga adanya korelasi positif antara kohesivitas dan radius of distrust. Oleh karenanya. dan yang terburuk. atau bahkan kekerasan pada pihak luar. dengan semua faktor lain dianggap tidak berubah. ini akan menghambat group tersebut mendapatkan manfaat dari luar. Semakin besar radius of distrust. dan sebagainya. kita dapat mengasumsikan bahwa premi yang ditawarkan adalah suatu ukuran derajad dimana pemilik baru meyakini bahwa mereka dapat mengelola perusahaan lebih baik dibandingkan pemilik lama. Dalam situasi ini.seperti China dan Italia Tengah-Selatan dicirikan oleh tidak adanya trust pada pihak di luar keluarga. Idealnya kita seharusnya memaksimasikan kohesivitas dan meminimalkan radius of distrust: Cara ketiga dalam mengukur modal sosial dalam organisasi tertentu adalah mengamati perubahan nilai pasar perusahaan sebelum dan sesudah pengambilalihan. Dalam derajad tertentu. afiliasi grup dapat menghasilkan eksternalitas negatif yang dapat kita pandang sebagai radius of distrust. Yang terbaik. bagian dari premi yang ditawarkan mencerminkan penghematan biaya yang diharapkan pemilik baru melalui realisasi skala dan cakupan ekonomi. yang diantaranya berupa nama merek. niat baik. sehigga ukuran modal sosial grup tersebut arus dikualifikasi dengan kebencian eksternal yang dihasilkannya. Belum ada metodologi dalam memisahkan komponen modal sosial dari aset tidak berujuf. kita dpaat mengurangkan premi ini . semakin besar liabilitas group tersebut pada masyarakat sekitar. Yaitu kohesivitas internal seringkali didasarkan pada kuatnya norma-norma bersama dan nilai Tetapi ikatan internal yang snagat kuat ini dapat menciptakan teluk antara anggota group dan pihak luar. Perusahaan yang diambil alih oleh perusahaan lain biasanya dibeli pada harga sebelum pengambilalihan. ekpektais kondisi pasar di masa datang. akan melahirkan distrust. tidak adanya toleransi. Kapitalisasi pasar dari suatu perusahaan mencerminkan aset berujud dan tidak berujud (salah satunya modal sosial yang melekat pada pekerja dan manajemen perusahaan). dalam suatu group. Dalam beberapa hal.

Premi managemen ini bukanlah ukuran murni modal sosial. Untuk kondisi non-game. industrialisasi dan kehati-hatian. atau sistem kultural besar seperti Konfusius. strategi sederhanan seperti tahu sama tahu menyebabkan kedua pemain mencapai outcome kooperatif. yang meletakkan norma-norma dan kepatuhannya dengan alasan yang tidak rasional. jika individu berinteraksi satu sama lain secara berulang dengan waktu. jika game tersebut diulangulang. Interaksi pasar dalam masyarakat komersiil. tetapi ditransmiisikan dari satu generasi ke . Game PD satu putaran tidak akan menghasilkan outcome kooperatif karena meninggalkan keseimbangan Nash untu kedua pemainnya. menghasilkan pembangunan borjuis seperti kejujuran. Norma-norma ini bukan hanya melalui penawaran terdesentralisasi (decentralised bargaining). Modal sosial secara spontan dihasilkan sepanjang waktu melalui permainan game PD berulang. Darimanakah modal sosial berasal? Jika kita mendefinisikan modal sosial sebagai instan.dengan premi aktual utuk mendapatkan ukuran net value dari manajemen baru. Hindu. ekonom memiliki penjelasan dari mana modal sosial berasal : modal sosial lahir secara spontan sebagai produk game Prisoner's Dilemma (PD) berulang. Agama terkemuka di dunia seperti Budha. seperti sosial yang diamati Adam Smith. Pendekatan ekonom untuk memahami bagaimana modal sosial dihasilkan adalah snagat terbatas. Database teraakhirnya berhasil menjawab masalah sumberdaya bersama dimana kelas masalah ini memiliki game PD n sisi yang secara teoritis sulit diselesaikan melalu pengulangan game dengan dua pemain. Masalahnya adalah bahwa modal sosial lebih sering tidak diproduksi melalui sumber hirarkis otoritas. adalah contohnya. kristen atau Islam. akan membangun reputasi untuk kejujuran dan reliabilitas. tetapi mengandung modal manusia dibandingkan modal sosial. Robert Ellickson dan Elinor Ostrom telah mengkatalokkan beberapa kasus empiris dari norma-norma kooperatif yang lahir sebagai hasil dari interaksi komunitas berulang. norma informal yang memproduksi kerjasama.

Modal sosial adalah produk sampingan dari agama. Baik jerman dan Jepang mengalami masa kekacauan tenaga kerja dan konflik antara pekerja . kesehatan dan meluasnya jejaring sosial. Disamping agama. Proses ini menghasilkan pengaruh sosial pada msyarakat miskin dimana konversi ke protestan dapat menemukan pendapatan. Penguasan militer Nazi dan Jepang menekan kebebasan serikat kerja dan menggantikannya dengan yang “kuning”. Jalur ketergantungan — berarti bahwa norma-norma yang suboptimal secara sosial dapat terdapat dalam periode waktu sangat lama. dan faktor-faktor lain yang terletak di luar kontrol pemerintah. pengalaman historis bersama. regim pengganti demokratis menggunakan pendekatan konsensual untuk hubungan managemen – tenaga kerja yang menghasilkan Sozialmarktwirtschaft di Jerman dan sistem pekerjaan seumur hidup di Jepang.genarasi berikutnya melalui proses sosialisasi yang lebih banyak melibatkan kebiasaan dibandingkan pertimbangan. Bagaimana meningkatkan stok modal sosial? Negara dapat melakukan hal-hal positif untuk menciptakan modal sosial. diantaranya adalah : Pertama. tradisi. Agama juga terus menjadi faktor penting dalam pembangunan ekonomi. Setelah mereka kalah dalam PD II. khusunya jika berhubungan dengan grup . Kebijakan publik dapat mengetahui bentuk-bentuk modal sosial yang sudah ada — misalnya. level pendidikan. Revolusi kultural yang paling penting dan tidka dapat dipandang rendah adalah konversi katolik ke Protestan. jejaring sosial yang digunakan dalam membangun informasi pinjaman mikro — tetapi tidak dapat menduplikasi pengaruh agama sebagai sumber nilai-nilai bersama. Pembuat kebijakan juga perlu menyadari bahwa modal sosial. pengalamn historis bersama juga dapat membentuk norma informal dan menghasilkan modal sosial. manager dan negara pada tahun 1920-an dan 1930-an. negara tidak memiliki kewajiban yang jelas dalam menciptakan beragam bentuk modal sosial.

tetapi juga pendidikan lebih tinggi dan professional. Beberapa LSm dan yayasan barat. Namun terdapat dua sumber potensial lainnya dari modal sosial yang efektif dalam mendorong masyarakat madani. negara daat memiliki dampak negatif terhadap modal sosial jika mulai melakukan aktivitas yang lebih baik ditinggalkan untuk sektor privat atau masyarakat madani.. Institusi Pendidikan bukan hanya mentransmisikan modal manusia. Diego Gambetta menunjukkan bahwa Mafia Sisilia dapat dipandang sebagai pelindung privat hak-hak properti di sebagian Italia dimana negara secara historis gagal menjalankannya. teori ilmu sosial umum mengenai kelemahan sekulerisasi nampaknya hanya khusus bagi negara Eropa Barat. Kemampuan untuk bekerjasama adalah didasarkan pada kebiasaan dan praktek. yang memahami artipenting modal sosial dan masyarakat madani. tedapat sumber potensial modal sosial lainnya. Ini bukan hanya benar untuk pendidikan dasar dan sekunder. Keempat.yang memiliki radius of trust terbatas.a. Ketiga. berusaha mendorong sejumlah negara berkembang pada tahun 1990-an. tetapi juga membawa modal sosial dalam bentuk aturan dan norma-norma sosial. Bukti anekdotal menunjukkan bahwa adalah sulit bagi pihak luaruntuk mendorong masyarakat madani di negara yang tidak memiliki akar-akar lokal. orang menjadi tergantung pada negara dan kehilangan kemampuan spontannya untuk bekerja satu sama lain. khususnya hak-hak kepemilikan dan keamanan publik. jika negara masuk dalam urusan mengorganisasikan segala hal. obat-obatan tetapi juga sumpah Hippocratic. dapat menghasilkan eksternalitas negatif dan bersifat merusak bagi masyarakat lebih luas. Kedua.. tidak banyak bukti Dokter bukan hanya belajar . area dimana pemerintah mungkin memiliki kemampuan langsung dalam memproduksi modal sosial adalah pendidikan. negara secara tidak langsung mendorong penciptaan modal sosial melalui secara efisien menyediakan barang publik yang diperlukan. Pertama adalah aga. Di luar peran negara.

. semua aktivis mulai dari lingkungan sampai organisasi buruj sekarang dapat beroperasi lintas negara. dan nampaknya akan tetap demikain. dunia islam dan Amerika Latin keduanya telah mengalami bentuk-bentuk baru keagamaan dalam dekade terakhir. Sumber modal sosial kedua di negara berkembang adalah globalisasi. mulai dari standar akuntansi sampai praktek managemen ke aktivitas LSM. sektarianisme dapat melahirkan sifat tidak toleransi dan kekerasan. termasuk di AS. Tetapi juga membawa ide. Setiap orang mengakui bahwa globalisasi dapat merusak budaya lokal dan mengancam tradisi yang sudah lama ada. . Tetapi agama secara historis juga menjaid sumber penting budaya.yang menunjukkan agama kehilangan grip-nya. Tentunyatidak semua bentuk agama adalah positif dari sudut pandang modal sosial. Bukan hanya bankir investasi yang memanfaatkan komunikasi global dan revoluasi informasi. Perubahan kultural yang diinspirasi agama tetap menjadi opsi hidup di beberapa wilayah dunia. kebiasaan dan praktek-praktek baru. Globalisasi bukan hanya membawa modal tapi juga ide dan budaya.