MODAL SOSIAL, MASYARAKAT MADANI DAN PEMBANGUNAN

FRANCIS FUKUYAMA

ABSTRAK Modal sosial adalah suatu norma informal instan yang mendorong kerjasama antar individu. Dalam lingkungan ekonomi, modal sosial dapat mereduksi biaya transaksi dan dalam lingkungan politik dapat mendorong jenis kehiduoan asosiatif yang diperlukan untuk keberhasilan pemerintah dan demokrasi modern. Meskipun seirng muncul dari game Prisoner's Dilemma, tetpi juga merupakan produk samping dari agama, tardisi, pengalaman historis bersama dan tipe-tipe norma-norma kultural lainnya. Jadi, meskipun pemahaman modal sosial adalah kritikal dalam memahami pembangunan, tetapi sulit untuk menterjemahkannya melalui kebijakan publik. Modal sosial adalah penting untuk berjalannya ekonomi modern, dan merupakan sine qua non dari demokrasi liberal yang stabil. Modal sosial mengandung komponen kultural dari masyarakat modern, yang sudah diorganisasikan sejak lahirnya dasar institusi formal, aturan hukum dan rasionalitas. Bangunan modal sosial tipikalnya dipandang sebagai suatu tugas bagi reformasi ekonomi 'generasi kedua’;tetapi tidak seperti kebijakan ekonomi atau institusi ekonomi, modal sosial tidak dapat dengan mudah diciptakan atau dibentuk oleh kebijakan publik. Apakah modal sosial itu ? Meksipun modal sosial telah memiliki beragam definisi, beberapa diantaranya menunjukkan manifestasi modal sosial dibandingkan modal sosial itu sendiri. Kami mendefinisikan modal sosial sebagai norma informal instan yang mendorong kerjasama antar dua individu atau lebih. Norma-norma yang menyusun modal sosial dapat berkisar dari norma timbal balik (norm of reciprocity) antara dua teman sampai ke yang lebih kompeks dan menggunakan doktrin seperti Kristiani atau konfusiusisme. Ini harus instan dalam hubungan aktual manusia: norma timbal balik berpotensi terdapat di semua orang. Dengan definisi ini, trust, jejaring

balik. Ini jelas salah karena kerjasama diperlukan bagi semua individu sebagai cara dalam mencapai tujuan akhirnya. Beberapa grup mencapai kohesi internal dengan mengorbankan pihak luar. kinerja kewajiban yang handal. yang berhubungan dengan modal sosial. Potensi untuk kerjasama menyebar keluar grup orang dengan norma-norma Puritan bersama. Ku Klux Klan dan Mafia mencapai tujuan kooperatif berdasarkan norma-norma bersama. timbal Suatua norma seperti yang digambarkan oleh Edward Banfield yang mencirikan italia selatan. sehingga dapat menghasilkan barang privat. yang menggabungkan individu menjadi anggota trust dari keluarga inti tetapi mengambil keuntungan dari orang lain. dan sejenisnya. Terkadang diargumentasikan bahwa modal sosial berbeda dengan bentuk modal lainnya karena memberikan hasil buruk seperti grup yang benci atau birokrasi rumit. baik positif dan negatif. keluarga tersebut. Bukan hanya set norma-norma instan yang menyusun modal sosial. yang bertanggung jawab membawa istilah modal sosial ke dalam penggunaannya yang lebih luas mengargumentasikan bahwa modal sosial adalah barang publik dan oleh karenanya kurang dapat diproduksi oleh agen privat yang berinteraksi di pasar. Contoh eksternalitas positif dalam injuksi Puritanisme yang digambarkan oleh Max Weber adalah memperlakukan semua orang dengan moral. masyarakat madani. tetapi juga memproduksi eksternalitas negatif berlimpah bagi masyarakat lebih besar. semuanya adalah epiphenominal. dan sebagainya. modal sosial adalah suatu barang yang menyebar luas melalui eksternalitas. dan oleh karenanya memiliki modal sosial.(network). muncul sebagai hasil dari modal sosial tetapi tidak menyusun modal sosial itu sendiri. Eksternalitas negatif juga sama. dan bukan hanya anggota kerabat atau keluarga. menjaga komitmen. Dalam frase Partha Dasgupta. norma-norma tersebut harus mendorong kerjasama dalam grup dan oleh karenanya berhubungan dengan nilai-nilai tradisional seperti kejujuran. Ini tidak mendiskualifikasikannya sebangai jelas bukanlah dasar modal sosial diluar . James Coleman.

Jika modal sosial suatu grup menghasilkan eksternalitas positif. sedangkan manusia modal dapat digunakan untuk menemukan cara dalam menipu orang. Secara virtual semua bentuk budaya tradisional — grup sosial seperti suku. kita dapat memandang bahwa sebagian besar penggunaan legal modal sosial tidak lebih baik dibandingkan bentuk-bentuk lain modal karena membantu orang mencapai tujuannya. Juga ada kemungkinan radius trust lebih ekcil dibandingkan keanggotaan group. klan. Bisa jadi alasan bahwa modal sosial nampak kurang jelas sebagai baik secara sosial dibandingkan modal fisik atau manusia adalah karena cenderung memproduksi eksternalitas negatif lebih banyak dibandingka dua bentuk modal lainnya. radius trust dapat lebih ebsar dibandingkan group itu sendiri.bentuk modal. Gambar 1.dan sebagainya — . Jadi dalam mengukur modal sosial adalah penting mempertimbangkan net utility yang sebenarnya dari eksternalitasnya. asosiasi desa. Ini karena solidaritas grup dalam komunitas manusia seringkali dibeli dengan harga kekerasan terhadap anggota grup lainnya. sekte keagamaan. yaitu lingkaran orang dimana norma-norma kooperatif beroperasi. Cara lain dalam mendekati pertanyaan ini adalah melalui konsep the 'radius of trust'. modal fisik dapat menghasilkan bentuk hambar. Inilah yang membuat adanya sebutan teman dan musuh. Semua grup yang menyusun modal sosial memilki radius trust tertentu. Karena masyarakat memiliki hukum untuk mencegah produksi “buruk” sosial. Jejaring trust. Suatu masyarakat modern dapat dipandang sebagai suatu seri rasius trust konsentrik dan saling tumpang tinfih (Gambar 1).

Modernisasi ekonomi dipandang sebagai antithetik terhadap budaya tradisional dan organisasi sosial. seperti Everett E Hagen. . Masyarakat modern. yaitu terdiri dari beberapa unit sosial identik seperti suku dan desa. Masyarakat tradisional memiliki peluang lebih kecil untuk ikatan yang lemah antar segmen yang menyusunnya sehingga trasnfer informasi. sebaliknya. Mengapa harus demikian. individu heterodok (kaku) pada periphery jejaring sosial masyarakat yang dpat bergerak antar grup dan pada gilirannya menjaid pemilik ide dan informasi baru. masyarakat China di Asia Timur dan sebagian Amerika Latin. menemukan modal sosial dalam bentuk ini sebagai suatu aset. Beberapa pengamat pembangunan pasca perang. W Arthur Lewis dan David C McClelldan. Masyarakat tradisional seringkali tersegmentasi. Adalah sulit bagi orang untuk mempercayai orang di luar lingkarannya.adalah didasarkan pada norma-norma bersama dan menggunakan norma-norma ini untuk mencapai tujuan kooperatif. dan seringkali memberlakukan eksternalitas negatif pada pihak luar. dimulai dengan Marx sendiri yang memandang hubungan sosial tradisional dari suatu desa sebagai penghambat pembangunan. tersusun atas banyak grup sosial yang saling overlaping yang menghasilkan multiple keanggoataan dan identitas. Grup sosial tradisional juga bermasalah dengan adanya apa yang oleh Mark Granovetter sebut sebagai :ikatan lemah” yaitu. Solidaritas dalam grup mereduksi kemampuan Mislanya. innovasi dan sumberdaya manusia kurang mudah. jika modal sosial merupakan suatu bentuk modal? Alasannya terkait dengan fakta bahwa grup tersebut memiliki radius trust sempit. modal sosial sebagian besra terdapat dalam keluarga dan dalam lingkaran sempir teman pribadinya. dan dnegan demikian dihambat oleh kekuatan tradisionalisme. Ini benar untuk beberapa ahli teori. pada anggota grup untuk bekerjasama dengan pihak luar.

.Apa fungsi modal sosial dalam demokrasi liberal pasar bebas? Fungsi ekonomi modal sosial adalah mereduksi biaya transaksi yang berhubungan dengan mekanisme koordinasi formal seprti kontrak. Kontrak yang berusaha menspesifikasikan semua ketidakpastian — seperti kontrol tenaga kerja — akan berakhir dengan ketidakfleksibelan dan biaya dalam menjalankannya. Tentunya adalah memungkinkan untuk mencapai tindakan terkoordinasi diantara suatu group orang yang tidak memiliki modal sosial. karena pertukaran formal memiliki biaya transaksi dan memperlambat pertukarannya. Seorang pengembang software sering lebih banyak tahu mengenai produktivitasnya dibandingkan supervisornya. negosiasi. dan menjadi semakin penting jika aktivitas ekonomi menjadis emakin kompleks dan maju secara teknologis. tetapi ini akan memiliki tambahan biaya transaksi dalam monitoring. Tidak satupun kontrak yang dapat mensesifikasikan setiap ketidakpastian yang muncul antar pihak. dan sebagainya. litigasi. Max Weber berargumen bahwa birokrasi rasional mengandung inti dari modernitas. Beberapa layanan yang kompleks adlaah membutuhkan biaya untuk memonitor dan kontrol lebih baik melalui internalisasi standar professional dibandingkan melalui mekanisme monitoring formal. aturan birokratik. Fakta permasalahannya adalah koordinasi berdasarkan norma informal tetap menjaid bagian penting dari ekonomi modern. Beberapa studi empiris menunjukkan bahwa R&D teknologi tinggi seringkali tergantung pada pertukaran informal mengenai hak-hak kekayaan intelektual. Terdapat periode dalam sejarah manusia dengan hukum dan organisasi formal yang langka. hirarki. dan pelaksanaan kesepakatan formal. dan dimana modal sosial adalah sat-satunya jalan dalam mencapai tindakan terkoordinasi. Terdapat suatu periode ketika ahli sosial mengasumsikan bahwa modernissi membutuhkan penggantian mekanisme koordinasi informal dengan yang formal.

tetapi lemah dalam keadilan karena mereka dilahirkan tanpa warisan konvensional. Taylorisme klasik. yaitu praokupasi dengan kehidupan privat seseorang dan keluarga dan ketidakmauan terlibat dalam urusan publik. Orang memiliki kebebasan yang sama. Stok berlimpah modal sosial dapat menghasilkan masyarakat madani yang rapat. masyarakat madani. “tidak ada Jika demokrasinya liberla. demokrasi modern cenderung menghapuskan sebagian besar bentuk kelas sosial atau status yang diwarisinya yang mengikat orang bersama-sama dalam masyarakat ningrat. modal sosial seringkali memberikan efisiensi lebih besar dibandingkan teknik koordinasi formal. masyarakat yang hidup di dalamnya harus dapat mengorganisasikan dirinya sendiri. Fungsi politik modal sosial dalam demokrasi modern degan baik telah dikaji oleh Alexis de Tocqueville dalam Democracy in America. yang mengorganisasikan tempat kerja secara sangat tersentralisasi dan birokratif. Jika sistem politik tidak terdegenerasi menjaid anarki. maka akan melindungi kebebasan individual dimana negara dikendalai untuk melakukan campur tangan. Di beberapa fasilitas manufaktur. Keutamaan demokrasi modern adalah mendorong individualisme berlebih.Malahan dalam lingkungan non-hi-tech. kekuasaan negara. tidka ada demokrasi). yang menggunakan frase 'art of association' untuk menunjukkan propensitas banga Amerika untuk asosiasi sipil. Denagn tidak adanya masyarakat madani. Taylorisme telah digantikan dengan struktur manajemen lebih datar yang emndorong tanggung jawab ke bagian bawah. yang merupakan kondisi yang diperlukan untuk demokrasi liberal modern (dalam frase Ernest Gellner. Menurut Tocqueville. negara harus mengorganisasikan individu yang tidka mampu mengroganisasikan Masyarakat madani bertidnak sebagai penyeimbang kekuasaan negara dan melindungi individu dari . menciptakan ketidakefisienan karena keputusan akan tertunda dan informasiny akan terdistoris ketika bergerak ke atas dan ke bawah dalam hirarki rantai komando.

dirinya sendiri. tetpai tidak sangat baik dalam menjalankan pengaruh politik atau manufaktur semikonduktor. mernggunakan beragam sensus dan surveys untuk merunut ukuran keanggotaan dalam klub sport. misalnya. dan sebagainya yang bervariasi terhadap waktu dan antar wilayah geografis. masyarakat umum. Setidaknya terdapat dua pendekatan : pertama. Level modal sosial yang rendah menyebabkan sejumlah disfungsi politik. dengan perilaku yang baik terjaga dalam keluarga dan teman personal. Faktanya terdapat banyak sekali grup dalam suatu masyarakat. melakukan sebsus grup dan keanggotaan group dalam suatu masyarakat. Jadi hasil dari individualisme berlebihan adalah bukanlah kebebasan. Robert Putnam berusaha mengukur modal sosial dengan menghitung grup dalam masyarakat madani. keluarga. Jumlah grup itu sendiri merupakan ukuran masyarakat madani. radius trust yang sempit memproduksi dua lapisan sistem moral. dan standar lebih rendah pada lingkungan publik. klub politik. sayangnya. Rendhanya level modal sosial dikaitkan dengan pemerintah lokal yang tidak efisien di Italia Selatan. dan kedua. Menurut analisis Tocqueville untuk Perancis. menyebar luasnya korupsi. tetapi tirani. Ukuran rata-rata grup dan jumlah grup adalah ukuran penting masyarakat madani. keterbatasan data menghambat . Nilai ukuran grup yang kecil akan membatasi jenis tujuan yang dapat dicapai grup tersebut. Ini menjadi dasar bagi budaya korupsi. adalah baik dalam mensosialisasikan anak-anaknya dan menjalankan restoran keluarga. beberapa pengamat mencatat bahwa sentralisasi administratif telah menyebabkan sistem politik yang sangat kaku dan tidak responsif. liga bowling. Bagaimana kita mengukur modal sosial? Salahs atu kelemahan terbesar dari konsep modal sosial adalah tidak adanya konsensus untuk mengukurnya. yang dapat diubah hanya melalui gelombang anti-systemik seperti evenements tahun 1968. menggunakan data survey mengenai level trust dan asosiasi masyarakat. Di beberapa masyarakat amerika latin.

disiplin dan terorganisir dengan baik yang memiliki nilai umum bersama dapat melakukan tindakan kolektif sangat terkoordinasi. kohesinya dalam lingkungan penuh tekanan. Sayangnya. grup wanita.kemampuan kita berapa jumlahnya dalam suatu masyarakat. ruang chatting. Faktor terakhir yang mempengaruhi suplai modal sosial dalam masyarakat adalah bagaimana masyarakat berhubungan dengan pihak luar. atau berapa banyak data yang hilang atau tidak tercatat. serikat kerja.14 juta organisasi nonprofit di AS mengindikasikan tingkat pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dibandingkan populasi secara keseluruhan. Kohesivitas juga bervariais antar grup dan merupakan ukuran kualitatif kritikal dari modal sosial. dan percakapan email dengan menyebarluasnya komputer pribadi pada tahun 1990-an. grup layanan sipil. klub luncheon dan grup professional pada semua level masyarakat AS. dan faktor-faktor lainnya. Lester Salamon mengestimasikan bahwa pada tahun 1989 terdapat 1. Salah satunya dilakukan oleh Departmen Perdagangan pada tahun 1949. belum ada metode yang diterima untuk mengukur kohesivitas internal grup. yang mengestimasikan bahwa terdapat 201 000 organisasi perdagangan dan bisnis nonprofit. dan mempunyai liabilitas sosial. Ikatan moral yang kuat dalam suatu group dapat menurunkan Suatu grup yang sangat derajad anggota group tersebut dalam mempercayai pihak luar dan bekerjasama secara efektif dengan mereka. setiap ukuran efektivitas ditetapkan secara subyektif oleh pengamat luar yang mencatat tipe-tipe aktivitas group yang dapat dilakukan dan kesulitannya. Beberapa usaha telah dilakukan untuk menghasilkan sensus grup dan asosiasi yang lengkap di AS. Loga Bowling tidak akan mampu melakukan lobi konggres sehingga koefien kualitatif harus ditambahkan untuk memberikan ukuran kohesi group. Adalah jelas bahwa setiap group dicirikan oleh level kohesi internal yang berbeda dan oleh karenanya tindakan kolektifnya juga berbeda. Masyarakat dengan ikatan kekeluargaan sangat kuat . Perubahan teknologi mengubah bentuk asosiasi : bagaimana kita menghitung penyebarluasana grup diskusi on-line.

niat baik. Semakin besar radius of distrust. Perusahaan yang diambil alih oleh perusahaan lain biasanya dibeli pada harga sebelum pengambilalihan. Idealnya kita seharusnya memaksimasikan kohesivitas dan meminimalkan radius of distrust: Cara ketiga dalam mengukur modal sosial dalam organisasi tertentu adalah mengamati perubahan nilai pasar perusahaan sebelum dan sesudah pengambilalihan. kita dapat mengasumsikan bahwa premi yang ditawarkan adalah suatu ukuran derajad dimana pemilik baru meyakini bahwa mereka dapat mengelola perusahaan lebih baik dibandingkan pemilik lama. dan yang terburuk. dan sebagainya. Yang terbaik. ekpektais kondisi pasar di masa datang. akan melahirkan distrust. bagian dari premi yang ditawarkan mencerminkan penghematan biaya yang diharapkan pemilik baru melalui realisasi skala dan cakupan ekonomi. yang diantaranya berupa nama merek. Dalam beberapa hal. kita dapat emnduga adanya korelasi positif antara kohesivitas dan radius of distrust. semakin besar liabilitas group tersebut pada masyarakat sekitar. atau bahkan kekerasan pada pihak luar. Oleh karenanya. dalam suatu group. Belum ada metodologi dalam memisahkan komponen modal sosial dari aset tidak berujuf. Kapitalisasi pasar dari suatu perusahaan mencerminkan aset berujud dan tidak berujud (salah satunya modal sosial yang melekat pada pekerja dan manajemen perusahaan). afiliasi grup dapat menghasilkan eksternalitas negatif yang dapat kita pandang sebagai radius of distrust. Yaitu kohesivitas internal seringkali didasarkan pada kuatnya norma-norma bersama dan nilai Tetapi ikatan internal yang snagat kuat ini dapat menciptakan teluk antara anggota group dan pihak luar. kita dpaat mengurangkan premi ini . tidak adanya toleransi.seperti China dan Italia Tengah-Selatan dicirikan oleh tidak adanya trust pada pihak di luar keluarga. dengan semua faktor lain dianggap tidak berubah. sehigga ukuran modal sosial grup tersebut arus dikualifikasi dengan kebencian eksternal yang dihasilkannya. ini akan menghambat group tersebut mendapatkan manfaat dari luar. Dalam situasi ini. Dalam derajad tertentu.

strategi sederhanan seperti tahu sama tahu menyebabkan kedua pemain mencapai outcome kooperatif. tetapi mengandung modal manusia dibandingkan modal sosial. Untuk kondisi non-game. Agama terkemuka di dunia seperti Budha. menghasilkan pembangunan borjuis seperti kejujuran. adalah contohnya. Hindu. Premi managemen ini bukanlah ukuran murni modal sosial. Masalahnya adalah bahwa modal sosial lebih sering tidak diproduksi melalui sumber hirarkis otoritas. kristen atau Islam. Modal sosial secara spontan dihasilkan sepanjang waktu melalui permainan game PD berulang. Darimanakah modal sosial berasal? Jika kita mendefinisikan modal sosial sebagai instan. Database teraakhirnya berhasil menjawab masalah sumberdaya bersama dimana kelas masalah ini memiliki game PD n sisi yang secara teoritis sulit diselesaikan melalu pengulangan game dengan dua pemain. tetapi ditransmiisikan dari satu generasi ke . jika game tersebut diulangulang. seperti sosial yang diamati Adam Smith. norma informal yang memproduksi kerjasama. atau sistem kultural besar seperti Konfusius. Game PD satu putaran tidak akan menghasilkan outcome kooperatif karena meninggalkan keseimbangan Nash untu kedua pemainnya. yang meletakkan norma-norma dan kepatuhannya dengan alasan yang tidak rasional. Robert Ellickson dan Elinor Ostrom telah mengkatalokkan beberapa kasus empiris dari norma-norma kooperatif yang lahir sebagai hasil dari interaksi komunitas berulang. ekonom memiliki penjelasan dari mana modal sosial berasal : modal sosial lahir secara spontan sebagai produk game Prisoner's Dilemma (PD) berulang. Interaksi pasar dalam masyarakat komersiil.dengan premi aktual utuk mendapatkan ukuran net value dari manajemen baru. industrialisasi dan kehati-hatian. Norma-norma ini bukan hanya melalui penawaran terdesentralisasi (decentralised bargaining). akan membangun reputasi untuk kejujuran dan reliabilitas. Pendekatan ekonom untuk memahami bagaimana modal sosial dihasilkan adalah snagat terbatas. jika individu berinteraksi satu sama lain secara berulang dengan waktu.

negara tidak memiliki kewajiban yang jelas dalam menciptakan beragam bentuk modal sosial.genarasi berikutnya melalui proses sosialisasi yang lebih banyak melibatkan kebiasaan dibandingkan pertimbangan. jejaring sosial yang digunakan dalam membangun informasi pinjaman mikro — tetapi tidak dapat menduplikasi pengaruh agama sebagai sumber nilai-nilai bersama. tradisi. Revolusi kultural yang paling penting dan tidka dapat dipandang rendah adalah konversi katolik ke Protestan. Modal sosial adalah produk sampingan dari agama. Baik jerman dan Jepang mengalami masa kekacauan tenaga kerja dan konflik antara pekerja . dan faktor-faktor lain yang terletak di luar kontrol pemerintah. kesehatan dan meluasnya jejaring sosial. khusunya jika berhubungan dengan grup . manager dan negara pada tahun 1920-an dan 1930-an. pengalaman historis bersama. Pembuat kebijakan juga perlu menyadari bahwa modal sosial. diantaranya adalah : Pertama. Proses ini menghasilkan pengaruh sosial pada msyarakat miskin dimana konversi ke protestan dapat menemukan pendapatan. Agama juga terus menjadi faktor penting dalam pembangunan ekonomi. Penguasan militer Nazi dan Jepang menekan kebebasan serikat kerja dan menggantikannya dengan yang “kuning”. Kebijakan publik dapat mengetahui bentuk-bentuk modal sosial yang sudah ada — misalnya. Setelah mereka kalah dalam PD II. Bagaimana meningkatkan stok modal sosial? Negara dapat melakukan hal-hal positif untuk menciptakan modal sosial. pengalamn historis bersama juga dapat membentuk norma informal dan menghasilkan modal sosial. level pendidikan. regim pengganti demokratis menggunakan pendekatan konsensual untuk hubungan managemen – tenaga kerja yang menghasilkan Sozialmarktwirtschaft di Jerman dan sistem pekerjaan seumur hidup di Jepang. Jalur ketergantungan — berarti bahwa norma-norma yang suboptimal secara sosial dapat terdapat dalam periode waktu sangat lama. Disamping agama.

Ketiga. tetapi juga membawa modal sosial dalam bentuk aturan dan norma-norma sosial. Kedua. tedapat sumber potensial modal sosial lainnya. Institusi Pendidikan bukan hanya mentransmisikan modal manusia. area dimana pemerintah mungkin memiliki kemampuan langsung dalam memproduksi modal sosial adalah pendidikan. negara daat memiliki dampak negatif terhadap modal sosial jika mulai melakukan aktivitas yang lebih baik ditinggalkan untuk sektor privat atau masyarakat madani. tetapi juga pendidikan lebih tinggi dan professional. khususnya hak-hak kepemilikan dan keamanan publik.. tidak banyak bukti Dokter bukan hanya belajar . yang memahami artipenting modal sosial dan masyarakat madani. Kemampuan untuk bekerjasama adalah didasarkan pada kebiasaan dan praktek. Beberapa LSm dan yayasan barat.a. berusaha mendorong sejumlah negara berkembang pada tahun 1990-an. Ini bukan hanya benar untuk pendidikan dasar dan sekunder. Diego Gambetta menunjukkan bahwa Mafia Sisilia dapat dipandang sebagai pelindung privat hak-hak properti di sebagian Italia dimana negara secara historis gagal menjalankannya. Di luar peran negara. Pertama adalah aga. dapat menghasilkan eksternalitas negatif dan bersifat merusak bagi masyarakat lebih luas. negara secara tidak langsung mendorong penciptaan modal sosial melalui secara efisien menyediakan barang publik yang diperlukan. teori ilmu sosial umum mengenai kelemahan sekulerisasi nampaknya hanya khusus bagi negara Eropa Barat.. Keempat. Namun terdapat dua sumber potensial lainnya dari modal sosial yang efektif dalam mendorong masyarakat madani. Bukti anekdotal menunjukkan bahwa adalah sulit bagi pihak luaruntuk mendorong masyarakat madani di negara yang tidak memiliki akar-akar lokal. jika negara masuk dalam urusan mengorganisasikan segala hal. orang menjadi tergantung pada negara dan kehilangan kemampuan spontannya untuk bekerja satu sama lain. obat-obatan tetapi juga sumpah Hippocratic.yang memiliki radius of trust terbatas.

Sumber modal sosial kedua di negara berkembang adalah globalisasi. mulai dari standar akuntansi sampai praktek managemen ke aktivitas LSM. dunia islam dan Amerika Latin keduanya telah mengalami bentuk-bentuk baru keagamaan dalam dekade terakhir. Tetapi agama secara historis juga menjaid sumber penting budaya. Setiap orang mengakui bahwa globalisasi dapat merusak budaya lokal dan mengancam tradisi yang sudah lama ada. Globalisasi bukan hanya membawa modal tapi juga ide dan budaya. kebiasaan dan praktek-praktek baru. dan nampaknya akan tetap demikain.yang menunjukkan agama kehilangan grip-nya. Tetapi juga membawa ide. Tentunyatidak semua bentuk agama adalah positif dari sudut pandang modal sosial. . termasuk di AS. Perubahan kultural yang diinspirasi agama tetap menjadi opsi hidup di beberapa wilayah dunia. . Bukan hanya bankir investasi yang memanfaatkan komunikasi global dan revoluasi informasi. semua aktivis mulai dari lingkungan sampai organisasi buruj sekarang dapat beroperasi lintas negara. sektarianisme dapat melahirkan sifat tidak toleransi dan kekerasan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful