P. 1
PENGORGANISASIAN

PENGORGANISASIAN

|Views: 335|Likes:
Published by pramudia14

More info:

Published by: pramudia14 on Oct 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/18/2013

pdf

text

original

PENGORGANISASIAN, STRUKTUR ORGANISASI,BENTUK-BENTUK ORGANISASI, DEPARTEMENSI 1.

PENGORGANISASIAN

Dalam kehidupan nyata, orang-orang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan bersama, kegiatan yang dilakukan tersebut menandakan suatu lembaga atau kelompok fungsional atau biasa disebut dengan istilah organisasi . Organisasi dalam hal ini bisa terdapat pada badan usaha, instansi pemerintah, lembaga pendidikan, militer, kelompok masyarakat atau suatu perkumpulan olah raga.

Suatu organisasi perlu untuk mengalokasikan dan menugaskan kegiatan diantara para anggotanya agar tujuan dari organisasi tersebut dapat tercapai dengan efisien. Oleh karena itu, didalam bab ini akan diungkapkan mengenai bermacam-macam aspek proses pengorganisasian yang tentu saja berkenaan dengan pencapaian tujuan organisasi.

Kata Organisasi mempunyai dua pengertian umum. Pengertian pertama menandakan suatu lembaga atau kelompok fungsional, seperti organisasi perusahaan, rumah sakit, perwakilan pemerintah atau suatu perkumpulan olah raga. Pengertian kedua berkenaan dengan proses pengorganisasian, sebagai suatu cara dalam mana kegiatan organisasi dialokasikan dan ditugaskan diantara para anggotanya agar tujuan organisasinya dapat tercapai dengan efisien.

Pengorganisasian (Organizing) merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya-sumber daya yang dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya. Dua aspek utama proses penyusunan struktur organisasi adalah departementalisasi, yaitu merupakan pengelompokan kegiatan-kegiatan kerja suatu organisasi agar kegiatan-kegiatan yang sejenis yang saling berhubungan dapat dikerjakan bersama. Hal ini akan tercermin pada struktur formal suatu organisasi, dan tampak atau ditunjukkan oleh suatu bagan organisasi. Pembagian kerja adalah pemerincian tugas pekerjaan agar setiap individu dalam organisasi bertanggung jawab untuk dan melaksanakan sekumpulan kegiatan yang terbatas. Kedua aspek ini merupakan dasar proses pengorganisasian suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efisien dan efektif.

1.1 PENGERTIAN PENGORGANISASIAN

Istilah pengorganisasian mempunyai bermacam-macam pengertian. Istilah tersebut dapat digunakan untuk menujukkan hal-hal berikut ini :

agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien dengan sumber daya yang dimiliki dan lingkungan yang melingkupinya baik intern maupun ekstern. Adanya kehendak untuk bekerja sama. Adanya tujuan bersama 2. Hubungan-hubungan antara fungsi. Adanya kerjasama dua orang atau lebih 3. bahan baku. mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan diantara para anggota organisasi. 3. 2. Organisasi dalam arti bagan : gambaran skematis tentang hubungan kerjasama dari orang-orang yang terlibat dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama. Cara manajemen merancang struktur formal untuk penggunaan yang paling efektif sumberdayasumberdaya keuangan. mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas diantara para anggota untuk mencapai tujuan. Adanya pembagian tugas 4. . Unsur-unsur dasar yang membentuk organisasi yaitu : 1. Dua aspek utama dalam organisasi yaitu departementasi dan pembagian kerja yang merupakan dasar proses pengorganisasian. dan para karyawan. tugas. Dari tiga hal diatas dapat disimpulkan bahwa Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang anggota struktur formal. Cara dalam mana para manejer membagi lebih lanjut tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam departemen mereka dan mendelegasikan wewenang yang diperlukan untuk mengerjakan tugas tersebut. dan tenaga kerja organisasi. James D. Organisasi merupakan proses untuk merancang struktur formal. Mooney mengatakan Organisasi yaitu bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersana. jabatan.1. Bernard memberikan pengertian organisasi yaitu suatu system aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Organisasi dalam arti badan : kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. sedang Chester I. 2. Jadi organisasi dapat didefinisikan sebagai berikut : 1. fisik.

Sistem aturan yang mencakup hak-hak dan kewajiban-kewajiban posisi para pemegang jabatan . yaitu : teori birokrasi. yang berisi tentang organisasi mulai abad 19. Teori Administrasi : Teori ini dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reiley dari Amerika. teori administrasi dan teori manajemen ilmiah. a. kekuasaan. -Teori klasik mendefinisikan organisasi sebagai struktur hubungan. peranan-peranan. Karakteristik birokrasi menurut Weber adalah : . teori organisasi neoklasik dan teori organisasi modern. -Teori klasik berkembang dalam tiga aliran yang dibangun atas dasar anggapan-anggapan yang sama. Teori organisasi klasik : Teori klasik disebut juga teori tradisional.Hubungan antar pribadi yang bersifat impersonal 2. 1.Pembagian kerja .Hirarki wewenang yang dirumuskan secara baik . tujuantujuan. Teori birokrasi : Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam buku The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism . komunikasi dan faktor-faktor lain yang terjadi bila orangorang bekerja sama.Sistem prosedur bagi penanganan situasi kerja .TEORI-TEORI ORGANISASI Teori-teori organisasi meliputi teori organisasi klasik.Program rasional dalam pencapaian tujuan organisasi . kegiatan-kegiatan.Pembagian kerja yang jelas .kekuasaan. 14 kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi yaitu : .

Teori organisasi neoklasik Teori neoklasik secara sederhana dikenal sebagai teori/aliran hubungan manusiawi. dan pengawasan. Partisipasi 2. pemberian perintah.Kelanggengan personalia . teori neoklasik telah mengemukakan perlunya hal-hal sebagai berikut : 1.Rantai scalar . pengkoordinasian.Kesatuan perintah . pengorganisasian.Semangat korps Teori fungsionalisme Fayol yaitu : perencanaan.Aturan .Sentralisasi .Kesatuan pengarahan .Keadilan .Wewenang dan tanggung jawab . Manajemen ilmiah Manajemen ilimiah adalah seperangkat mekanisme atau teknik a bag of tricks untuk meningkatkan efisiensi kerja organisasi. Dalam hal pembagian kerja.Disiplin .Inisiatif . Perluasan kerja sebagai kebalikan dari pola spesialisasi . b.Balas jasa ..Mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi . 3.

Besarnya satuan oraganisasi dan satuan kerja mempengaruhi struktur organisasi. 4.3. Faktor-faktor yang menentukan perancangan struktur organisasi yaitu : 1. multidimensional. Struktur ini terdiri dari unsur spesialisasi kerja. standarisasi.Konsep keseimbangan . multilevel. Kemampuan dan cara berpikir para anggota serta kebutuhan mereka juga lingkungan sekitarnya perlu dipertimbangkan dalam penyusunan struktur perusahaan. 3. multivariable. dan probabilistic. Teori oraganisasi modern Teori modern menyebutkan bahwa kerja suatu organisasi adalah sangat kompleks. Unsur-unsur struktur organisasi terdiri dari : 1.Proses pengambilan keputusan 2. sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja. STRUKTUR ORGANISASI Didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal organisasi diolah. Perbedaan teknologi yang digunakan untuk memproduksi output akan membedakan bentuk struktur organisasi. Teori modern menunjukkan tiga kegiatan proses hubungan universal yang selalu muncul pada system manusia dalam perilakunya berorganisasi yaitu : . dinamis. Strategi organisasi pencapaian tujuan. 2. Spesialisasi kegiatan . Manajemen bottom-up yang akan memberikan kesempatan kepada para junior untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak c. koordinasi.Komunikasi .

Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan 5. Koordinasi kegiatan 3. Tipe pekerjaan yang dilaksanakan 4.2. Bagan ini menggambarkan lima aspek utama suatu struktur organisasi. Hodges dapat digambarkan sebagai berikut : 1. Bentuk Melingkar Bentuk-bentuk organisasi dapat dibedakan atas : 1. Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan 5. Bentuk Piramidal 2. Bentuk Vertikal 3. Bentuk Horisontal 4.2 BENTUK-BENTUK ORGANISASI Bagan organisasi memperlihatkan tentang susunan fungsi-fungsi dan departementasi yang menunjukkan hubungan kerja sama. Ukuran satuan kerja 1. Organisasi Garis . Pembagian kerja 2. Rantai perintah 3. Tingkatan manajemen Adapun cara penggambaran bagan struktur organisasi menurut Henry G. Standarisasi kegiatan 4. yaitu : 1.

diciptakan oleh Henry Fayol. karena pimpinan berhubungan langsung dengan bawahan. Staf yaitu orang yang ahli dalam bidang tertentu tugasnya memberi nasihat dan saran dalam bidang kepada pejabat pimpinan di dalam organisasi. jumlah karyawan sedikit dan saling mengenal serta spesialisasi kerja belum tinggi. Ciri-ciri bentuk organisasi ini yaitu organisasinya masih kecil. . Kebaikannya : Dapat digunakan dalam organisasi yang besar maupun kecil. Karyawan yang memiliki kecakapan yang tinggi serta yang rendah dapat segera diketahui.Merupakan bentuk organisasi tertua dan paling sederhana. Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis. serta apapun tujuan perusahaan Terdapatnya pembagian tugas antara pimpinan dengan pelaksana sebagai akibat adaya staf ahli. Kelemahannya : Seluruh organisasi tergantung pada satu orang saja. apabila dia tidak mampu melaksanakan tugas maka seluruh organisasi akan terancam kehancuran. Rasa solidaritas tinggi. juga karyawan yang rajin dan malas. Kebaikannya : Kesatuan komando terjamin sepenuhnya karena pimpinan berada pada satu tangan. Garis komando berjalan secara tegas. daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit dan jumlah karyawannya banyak. Organisasi Garis dan Staf Dianut oleh organisasi besar. Proses pengambilan keputusan cepat. 2. Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.

Kesatuan komando berkurang. 3. Kelemahannya : Rasa solidaritas menjadi berkurang. karena atasan dengan staf dapat terjadi adanya perintah sendiri-sendiri padahal kewenangannya berbeda. Solidaritas kerja. karena pimpinan masih dalam satu tangan. semangat kerja karyawan tinggi. Semangat kerja bertambah besar karena pekerjaannya disesuaikan dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki. Spesialisasi karyawan lebih efektif dan dikembangkan. Kelemahannya : Karyawan terlalu memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja . karena karyawan menjadi tidak saling mengenal. Koordinasi lebih baik karena adanya pembagian tugas yang terperinci. Organisasi ini dipakai pada perusahaan yang pembagian tugasnya dapat dibedakan dengan jelas. Kebaikkanya : Pembidangan tugas lebih jelas.Bakat yang berbeda yang dimiliki oleh setiap karyawan dapat ditentukan menjadi suatu spesiali-sasi. Koordinasi berjalan lancar dan tertib. Organisasi Fungsional Organisasi yang disusun atas dasar yang harus dilaksanakan. Perintah-perintah menjadi kabur dengan nasehat dari staf. Koordinasi kurang baik pada tingkat staf dapat mengakibatkan adanya hambatan pelaksanaan tugas. Prinsip penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat pula. Pengambilan keputusan dapat cepat walaupun banyak orang yang diajak berkonsultasi.

organisasi tunggal. Organisasi Formal dan Informal Ragam arti organisasi banyak sekali seperti organisasi statis. organisasi regional. 4. setelah tugas selesai maka selesailah organisasi tersebut. organisasi internasional dan lain sebagainya. Kelemahannya : Proses pengambilan keputusan memerlukan diskusi yang berlarut-larut yang menghambat pelaksanaan tugas. organisasi jamak. karena faktor kreatifitas lebih dipentingkan. organisasi negara. Menimbulkan rasa kelompok yang sangat sempit dari bagian yang sama sehingga sering timbul konflik. Tanggung jawabnya tidak jelas. yaitu : 1. Organisasi Statis . Koordinasi kerja telah dibahas oleh suatu team. Kemungkinan pimpinan bertindak otoriter sangat kecil. organisasi formal.Koordinasi menyeluruh sukar dilaksanakan. organisasi daerah. Kebaikannya : Segala keputusan dipertimbangkan masak-masak dalam pembahasan yang dalam dan terperinci. Ada beberapa saja yang akan dibahas di sini. Kreatifitas karyawan terhambat dan sukar untuk dikembangkan. karena tanggung jawabnya sama. organisasi dinamis. Organisasi Panitia Organisasi dibentuk hanya untuk sementara waktu saja. 5. organisasi informal.

4. tugas dan tanggung jawab. DEPARTEMENTASI (DEPARTEMENTATION) Efesiensi kerja tergantung kepada keberhasilan integrasi satuan-satuan yang bermacam-macam dalam organisasi.Yaitu gambaran skematis hubungan-hubungan kerjasama yang terdapat dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan. Macam bentuk departementasi yaitu : 1. 2. mengadakan departementasi dan menetapkan wewenang.Organisasi Dinamis Yaitu kegiatan yang berhubungan dengan usaha merencanakan skema organisasi. .. pemasaran. Ini merupakan bentuk organisasi yang paling umum dan bentuk dasar departementasi. dimana kedudukan dan fungsi-fungsi yang dilakukan tampak kabur. Proses penentuan cara bagaimana kegiatan dikelompokkan disebutkan departementasi. Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi. keuangan dan personalia (kepegawaian). Gambar 6.1 menunjukkan departementalisasi fungsional yang digunakan pda tingkatan manajemen puncak dalam membagi empat fungsi utama bisnis-produksi.Organisasi Informal Yaitu kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang tidak dikoordinir untuk mencapai tujuan yang disadari tapi akhirnya mempunyai tujuan bersama. Departementasi Fungsional Mengelompokkan fungsi yang sama atau kegiatan sejenis untuk membentuk satuan organisasi. 3. Organisasi Formal Yaitu sistem kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang dikoordinir untuk mencapai suatu tujuan yang ditetapkan secara rasional.

. Perusahaan-perusahaan jasa. Setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk). wilayah. Divisionalisasi produk adalah pola logik yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metoda-metoda pemasaran yang sangat Struktur Organisasi divisional atas dasar wilayah. dengan membuka kantor-kantor cabang. dapat membaginya menjadi kelompok-kelompok wilayah dengan manajer tersendiri (area manager) untuk setiap wilayah.Kebaikannya : Pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi-fungsi utama Menciptakan efisiensi melalui spesialisasi Memusatkan keahlian organisasi Memungkinkan pengawasan mana-jemen puncak terhadap fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi. Departementasi Devisional Dengan membagi divisi-divisi atas dasar produk. langganan. regional atau geografis. dan proses. kadang-kadang juga disebut departementalisasi daerah. adalah pengelompokan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya. Perusahaan yang menjual produknya diberbagai wilayah yang tersebar luas. dimana tiap divisi merancang. memproduksi dan memasarkan produknya sendiri. langganan. perbankan dan peruahaan-perusahaan bukan manufakturing lainnya lazin diorganisasikan atas dasar wilayah. Organisasi divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk. Departementalisasi wilayah. Struktur organisasi divisional atas dasar produk. dan proses atau peralatan. pasar dan tenaga kerja. wilayah (geografis). Kelemahannya : Menciptakan konflik antar fungsi Adanya kemacetan pelaksanaan tugas Umpan balik yang lambat Memusatkan pada kepentingan tugasnya Para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inovatif. 2. Faktor-faktor lokasi yang terutama menjadi pertimbangan adalah sumber bahan mentah.

Sebagai suatu pedoman umum. seorang manajer divisi tidak dapat membuat keputusan-keputusan sebebas pemilik perusahaan terpisah. Sebagai contoh. Tidak seperti departemen fungsional. Sebagai pedoman umum. Struktur organisasi divisional atas dasar langganan . penggilingan. pemasaran. perusahaan-perusahaan manufacturing dengan garis produk yang sangat beraneka ragam cenderung diorganisasikan atas dasar langganan atau produk Struktur organisasi divisional atas dasar proses atau peralatan. Pendekatan proses atau peralatan terutama ditentukan atas dasar pertimbangan ekonomis. Struktur organisasi divisional atas dasar produk Setiap departementasi bertanggung jawab atas suatu produk yang berhubungan. Kegiatan-kegiatan suatu pabrik menufacturing dapat dikelompokkan menjadi departemen-departemen pemboran. penggergajian. wewenang kepada divisi terbatas bila keputusan-keputusannya akan mempengaruhi kegiatan divisi-divisi lain. transportasi dan lain sebagainya. tenaga kerja. bertanggung jawab atas laba atau rugi. Faktor yang menjadi pertimbangan adalah bahan baku. Kepala divisi terutama memusatkan perhatiannya pada operasi divisinya. dan bahkan mungkin bersaing dengan satuan-satuan lainnya dalam perusahaan yang sama. perakitan dan penyelesaian terakhir. Pengelompokkan kegiatan atas dasar tempat dimana operasi berlokasi atau menjalankan usahanya. Struktur ini dipakai bila teknologi pemrosesan dan metode pemasaran sangat berbeda. Pembentukan divisi ata dasar langganan ini terutama digunakan dalam pengelompokan kegiatankegiatan penjualan atau pelayanan. Departementalisasi proses atau peralatan adalah pengelompokan kegiatan-kegiatan atas dasar proses atau peralatan produksi. suatu divisi menyerupai perusahaan yang terpisah. perusahaan elektronika mungkin mempunyai divisi-divisi yang terpisah untuk langganan militer. industri dan konsumen.Struktur organisasi divisional atas dasar langganan. dan diperlukan bila suatu divisi menjual sebagian besar atau semua produknya kepada suatu kelas langganan tertentu. Hal ini sering dijumpai dalam departemen produksi. Dalam hal ini. Tipe departementalisasi ini mempunyai kegunaan bila mesin-mesin atau peralatan-peralatan yang digunakan memerlukan ketrampilan-ketrampilan pengoperasian khusus atau akan lebih ekonomis bila kapasitas digunakan sepenuhnya. Struktur organisasi divisional atas dasar wilayah. Tetapi suatu divisi bukan merupakan kesatuan yang bebas seperti halnya perusahaan yang terpisah. karena dia masih harus melaporkan kegiatannya kepada direktur pusat. Departementalisasi langganan adalah pengelompokan kegiatan-kegiatan yang dipusatkan pada penggunaan produk atau jasa tertentu.

kemampuan untuk membuat keputusan bisa cepat dilakukan. Bila ada proyek yang sejenis berturut-turut.Pengelompokkan kegiatan yang dipusatkan pada penggunaan produk. Kelemahan . Pimpinan dalam hal ini manajer proyek bisa melakukan pembangunan sumber daya dari luar berupa sub kontraktor atau supplier selama sumberdaya itu tidak bersedia atau tidak bisa dikendalikan dalam organisasi. Menjadi organisasi tersendiri dalam staf teknis tersendiri. Adanya dukungan secara menyeluruh terhadap proyek. yakni antara manajer proyek dengan eksekutif secara langsung. Karena kewenangan terpusat. administrasi yang terpisah dari ikatan dengan organisasi induk. 3. terutama dalam kegiatan pengelompokkan penjualan. Semua anggota tim proyek secara langsung bertanggungjawab terhadap manajer proyek.ini dilakukan dengan mengkombinasikan kebaikkankebaikkan dari system fungsional dan divisional dengan menghindarkan segala kelemahannya. Adanya kesatuan komando. Rantai komunikasi menjadi pendek. pelayanan. laporan kemajuan atau kegagalan secara periodik mengenai proyek. organisasi ini bisa memanfaatkan para ahli yang sama sekaligus melakukan kaderisasi dalam penguasaan teknologi tertentu. Departemensi Proyek Merupakan bentuk departementasi campuran. Organisasi Proyek Murni Proyek terpisah dan organisasi induk. Bentuk ini cukup simpel sehingga mudah dilaksanakan. Kelebihan Manajer proyek (MP) mempunyai wewenang penuh untuk mengelola proyek.

wewenangnya melintasi departemen yang dilaksanakan oleh manajer proyek. Berapa lama proyek berlangsung Ukuran proyek: tingkat pemakaian tenaga kerja. Kebaikkan : . modal dan sumberdaya yang dibutuhkan.Bila organisasi induk mempunyai banyak proyek yang harus dikerjakan. sehingga menyerupai matrix dalam lalu-lintas aliran wewenang. 4. Sering kali manajer proyek menumpuk sumberdaya secara berlebihan untuk mendapatkan dukungan teknis dan teknologi sewaktu-waktu diperlukan. Struktur ini akan menambah biaya yang cukup mahal bagi Organisasi induk. Departemensi Matriks. Pada prinspinya sama dengan system proyek. fungsional. Kadua yaitu rantai perintah lateral atau horizontal. tapi disini para karyawan mempunyai dua atasan. yang tentunya berada di dua wewenang. Memilih Bentuk Organisasi Proyek Frekuensi adanya y proyek baru : berapa sering suatu perusahaan mendapat proyek dan sejauh mana perusahaan induk tersebut terlibat dengan aktivitas proyek. Kompleksitas hubungan : jumlah bidang fungsional yang terlibat dalam proyek dan bagaimana hubungan ketergantungannya. Rantai perintah pertama yaitu. Ketidakkonsistenan prosedur bisa sering terjadi dengan memakai alas an memenuhi permintaan klien . karena biasanya akan berdiri sendiri dengan staf yang penuh. sehingga terjadi duplikasi usaha dan fasilitas. yang wewenangnya mengalir secara vertical. Bila proyek selesai akan terjadi masalah tentang bagaimana nasib pekerja proyek yang ada. biasanya setiap proyek akan mengusahakan sendiri sumberdaya.

Mendorong pertentangan kekuasaan dan lebih mengarah perdebatan daripada kegiatan. Matriks dan organisasi proyek murni cocok untuk proyek berskala menengah dan besar.Memaksimumkan efisiensi penggunaan manajer fungsional. kompleksitas tinggi. Sangat mahal untuk diimplentasikan. Menstimulasi kerja sama antar displin dan mempermudah kegiatan perusahaan dengan orientasi obyek. Menimbulkan resiko timbulnya perasaan anarki. batasan waktu ketat. Mengembangkan keterampilan dan kreativitas karyawan serta fleksibilitas kepada organisasi/ Melibatkan motivasi dan menantang karyawan serta memperluas pandangan manajemen terhadap masalah strategi perusahaan yang akhirnya membebaskan manajemen puncak untuk perencanaan. waktu fleksibel. beresiko tinggi. Kelemahan : Adanya pertanggungjawaban ganda dan kebijaksanaan yang kontradiktif Memerlukan koordinasi vertical dan horizontal. Organisasi fungsional cocok untuk proyek dengan skala relatif kecil. Memerlukan lebih banyak keterampilan antar pribadi. . resiko kecil.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->