1

MANAJEMEN PEMASARAN PERGURUAN TINGGI ( Kontribusi Kepemimpinan, Kinerja dosen, dan Bauran Pemasaran terhadap Kepuasan Mahasiswa serta Dampaknya pada Loyalitas Mahasiswa di STP Trisakti)

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Profesor Toshiko Kinosita mengemukakan bahwa sumber daya manusia Indonesia masih sangat lemah untuk mendukung perkembangan industri dan ekonomi. Penyebabnya karena pemerintah selama ini tidak pernah menempatkan pendidikan sebagai prioritas terpenting. Tidak ditempatkannya pendidikan sebagai prioritas terpenting karena masyarakat Indonesia, mulai dari yang awam hingga politisi dan pejabat pemerintah, hanya berorientasi mengejar uang untuk memperkaya diri sendiri dan tidak pernah berfikir panjang (Kompas, 24 Mei 2002). Pendapat Guru Besar Universitas Waseda Jepang tersebut sangat menarik untuk dikaji mengingat saat ini pemerintah Indonesia mulai melirik pendidikan sebagai investasi jangka panjang, setelah selama ini pendidikan terabaikan. Salah satu indikatornya adalah telah disetujuinya oleh MPR untuk memprioritaskan anggaran pendidikan minimal 20 % dari APBN atau APBD. Langkah ini merupakan awal kesadaran pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka pangjang. Sedikitnya terdapat tiga alasan untuk memprioritaskan pendidikan sebagai investasi jangka panjang. Pendidikan adalah alat untuk perkembangan ekonomi dan bukan sekedar pertumbuhan ekonomi. Pada praksis manajemen pendidikan modern, salah satu dari lima fungsi pendidikan adalah fungsi teknis-ekonomis baik pada tataran individual hingga tataran global. Fungsi teknis-ekonomis merujuk pada kontribusi pendidikan untuk perkembangan ekonomi. Misalnya pendidikan dapat membantu siswa untuk

Oleh karena itu salah satu tujuan yang harus dicapai oleh pendidikan adalah mengembangkan keterampilan hidup. SLTA 1.5 juta rupiah. Produktivitas seseorang tersebut dikarenakan dimilikinya keterampilan teknis yang diperoleh dari pendidikan. Secara umum terbukti bahwa semakin berpendidikan seseorang maka tingkat pendapatannya semakin baik. Financing Education: Overcoming Inefficiency and Inequity. dan sarjana 33 juta dollar. pendapatan per tahun lulusan universitas 3.121). Hal ini dimungkinkan karena orang yang berpendidikan lebih produktif bila dibandingkan dengan yang tidak berpendidikan. master 40 juta dollar. Di Amerika Serikat (1992) seseorang yang berpendidikan doktor penghasilan rata-rata per tahun sebesar 55 juta dollar. Misalnya rata-rata. kepuasan menikmati masa pensiun dan manfaat hidup yang lebih lama karena peningkatan gizi dan kesehatan. McMahon dan Terry G. Manfaat moneter adalah manfaat ekonomis yaitu berupa tambahan pendapatan seseorang yang telah menyelesaikan tingkat pendidikan tertentu dibandingkan dengan pendapatan lulusan pendidikan dibawahnya. Para penganut teori human capital berpendapat bahwa pendidikan adalah sebagai investasi sumber daya manusia yang memberi manfaat moneter ataupun non-moneter. pendidikan life skill dan broad based education yang dikembangkan di Indonesia akhir-akhir ini. Sementara itu lulusan pendidikan lanjutan hanya berpanghasilan rata-rata 19 juta dollar per tahun. 1982. USA: University of Illionis. dan SD hanya 1.9 juta rupiah. Pada tahun yang sama struktur ini juga terjadi di Indonesia. Inilah sebenarnya arah kurikulum berbasis kompetensi. kepuasan kerja. Hal ini dikarenakan telah dikuasainya keterampilan. terutama untuk perkembangan ekonomi. (Walter W. Semakin banyak orang yang berpendidikan maka semakin mudah bagi suatu negara untuk membangun bangsanya. Sumber daya manusia yang berpendidikan akan menjadi modal utama pembangunan nasional. Geske. h.2 mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk hidup dan berkompetisi dalam ekonomi yang kompetitif. efisiensi konsumsi. Manfaat non-meneter dari pendidikan adalah diperolehnya kondisi kerja yang lebih baik. antara pedesaan dan perkotaan. akademi 3 juta rupiah.1 juta rupiah. ilmu pengetahuan .

Dikatakan ³benar-benar´ karena selama ini wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan pemerintah tidaklah gratis. 1999. fungsi politis. Proses pendidikan pada pendidikan dasar setidaknnya bertumpu pada empat pilar yaitu learning to know. investasi pendidikan memberikan nilai balik (rate of return) yang lebih tinggi dari pada investasi fisik di bidang lain. investasi dalam bidang pendidikan memiliki banyak fungsi selain fungsi teknis-ekonomis yaitu fungsi sosial-kemanusiaan. fungsi budaya. Kedua. Di negara-negara sedang berkembang umumnya menunjukkan nilai balik terhadap investasi pendidikan relatif lebih tinggi dari pada investasi modal fisik yaitu 20 % dibanding 15 %. Nilai balik pendidikan adalah perbandingan antara total biaya yang dikeluarkan untuk membiayai pendidikan dengan total pendapatan yang akan diperoleh setelah seseorang lulus dan memasuki dunia kerja. Selain itu pendidikan dasar seharusnya ³benarbenar´ dibebaskan dari segala beban biaya. menulis.3 dan teknologi oleh sumber daya manusianya sehingga pemerintah lebih mudah dalam menggerakkan pembangunan nasional. meneliti. Itulah sebabnya Profesor Kinosita menyarankan bahwa yang diperlukan di Indonesia adalah pendidikan dasar dan bukan pendidikan yang canggih.247). Apabila semua anak usia pendidikan dasar sudah terlayani mendapatkan pendidikan tanpa dipungut biaya. dan . Investasi SDM dan Pembangunan: Isu. Pendidikan. Anggaran pendidikan nasional seharusnya diprioritaskan untuk mengentaskan pendidikan dasar 9 tahun dan bila perlu diperluas menjadi 12 tahun. Sementara itu di negara-negara maju nilai balik investasi pendidikan lebih rendah dibanding investasi modal fisik yaitu 9 % dibanding 13 %. menghitung. Keadaan ini dapat dijelaskan bahwa dengan jumlah tenaga kerja terdidik yang terampil dan ahli di negara berkembang relatif lebih terbatas jumlahnya dibandingkan dengan kebutuhan sehingga tingkat upah lebih tinggi dan akan menyebabkan nilai balik terhadap pendidikan juga tinggi (Ace Suryadi. h. Teori dan Aplikasi. mendengar. menutur. barulah anggaran pendidikan dialokasikan untuk pendidikan tingkat selanjutnya. menghafal dan menghayal. Ketiga. Balai Pustaka: Jakarta. leraning to be dan learning live together yang dapat dicapai melalui delapan kompetensi dasar yaitu membaca. learning to do.

1996. (3) kuantitas dan kualitas serta relevansi kegiatan pengabdian pada masyarakat. memiliki keunggulan yang berbeda ( competitive comparative ). perlu diupaya kan adanya indicator mutu kinerja PT yang untuk sementara dikatakan oleh Soetisna (2000. ( Nurkolis. Selanjutnya. yaitu disatu sisi. Orang yang berpendidikan diharapkan bisa menggunakan pemikiranpemikirannya yang ber-orientasi pada kepentingan jangka panjang. Fungsi sosial-kemanusiaan merujuk pada kontribusi pendidikan terhadap perkembangan manusia dan hubungan sosial pada berbagai tingkat sosial yang berbeda. differensiasi. 2010) Sesungguhnya pemasaran bidang pendidikan nyaris sama dengan pemasaran untuk bidang usaha yang lain dimana. fisik dan membantu siswa mengembangkan potensinya semaksimal mungkin (Yin Cheong Cheng.7). sosial. (2) kuantitas dan kualitas serta relevansi hasil penelitian dan pengembangan. yaitu pembedaan antara PT yang satu dengan yang lain. Dalam persaingan perlu ditekankan oleh setiap lembaga bahwa perlu adanya. Orang yang berpendidikan diharapkan tidak memiliki kecenderungan orientasi materi/uang apalagi untuk memperkaya diri sendiri.4 fungsi kependidikan. price dan place dari Philip Kotler. product. h. . School Effectiveness and School-Based Management: A Mechanism for Development. Misalnya pada tingkat individual pendidikan membantu siswa untuk mengembangkan dirinya secara psikologis. xii ) bahwa PTS perlu menjaga (1) kualitas dan kuantitas serta relevansi lulusan. PT perlu menerapkan beberapa strategi sebagaimana teori bauran pemasaran yang berlaku. Strategi pemasaran yang paling dikenal ialah dengan istilah 4 p atau. Washington D. Seiring dengan peningkatan daya saing dan mutu PT maka. Di kalangan masyarakat luas juga berlaku pendapat umum bahwa semakin berpendidikan maka makin baik status sosial seseorang dan penghormatan masyarakat terhadap orang yang berpendidikan lebih baik dari pada yang kurang berpendidikan.C:The Palmer Press. PTS harus berupaya meningkatkan mutu dan kompetensi untuk bias bersaing secara global sedangkan pada sisi yang lain PTS mengalami penurunan jumlah peminat. Industry jasa pendidikan tinggi saat ini menghadapi suatu dilematis. people. antara lain. Kegunaan bauran pemasaran adalah untuk meningkatkan daya saing bagi PT tersebut.

Batasan dan Rumusan Masalah Dengan mengindahkan uraian yang ada dalam latar belakang masalah yang telah dikemukakan sebelumnya. Dengan demikian. Manfaat/ Kegunaan Penelitian . Mahasiswa sebagai pelanggan PT tentunya ingin mendapatkan pelayanan yang memuaskan. B. Dilihat adanya fenomena penurunan minat masuk perguruan seperti yang telal dikemukakan sebelumnya dalam latar belakang masalah. maka dipandang perlu untuk melakukan pembatasan baik secara opersional maupun konstektual. kinerja dosen dan bauran pemasaran terhadap kepuasan mahasiswa serta dampaknya pada loyalitas mahasiswa di Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti-Jakarta. Secara operasional. Tujuan Penelitian D.5 Melihat criteria tersebut maka. ³ Seberapa besar kontribusi kepemimpinan. PTS harus berorientasi pada kepuasan mahasiswa. Untuk itu. Masyarakat masih banyak yang ber orientasi pada Perguruan Tinggi Negeri ( PTN ). variable-vareabel penilitian seperti kepemimpinan. Perguruan Tinggi mempunyai misi untuk meningkatkan kemam puan masyarakat pada umumnya melalui pembinaan sumber daya manusia. kinerja dosen dan bauran pemasaran m C. prinsip link and match menjadi penting untuk di implementasikan dalam pendidikan tinggi sesuai dengan kemampuan dan ciri-ciri Perguruan Tinggi. kinerja dosen dan bauran pemasaran terhadap kepuasan mahasiswa serta dampaknya pada loyalitas perlu dipakai untuk menyusun strategi dalam upaya peningkatan manajemen pemasaran perguruan tinggi. permasalahannya dibatasi kepada factor kepemimpinan. Rumusan masalah secara umum yaitu. persaingan PT khususnya PTS semakin tajam. Dalam era globalisasi . PT harus dapat bersaing secara sehat. Agar dapat memenangkan persaingan.

Hipotesis BAB III. METODE PENELITIAN A. Asumsi-Asumsi Penelitian BAB II KAJIAN PUSTAKA. KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS A. Lokasi dan jadwal Penelitian D. Populasi dan Sampel C. Landasan teori B. Kerangka Pemikiran C. Objek Penelitian B. HASIL PENELITIAN BAB V.6 E. Sumber dan Teknik Pengumpulan Data E. KESIMPULAN DAN SARAN . Rancangan Hipotesis BAB IV. Metode Analisis data F.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful