BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Pelaksanaan kegiatan audit kinerja sebagai bagian dari proses

pengawasan yang dilakukan oleh aparat internal audit di sektor pemerintahan menjadi kebutuhan dalam rangka meningkatkan akuntabilitas kinerja sektor publik dalam mendukung terwujudnya birokrasi yang berkelanjutan.

good governance dan reformasi
kegiatan ini merupakan

Pelaksanaan

penjabaran dari UU No. 17 Tahun 2003 dan UU No. 25 Tahun 2005 yang menetapkan pelaksanaan anggaran berbasis kinerja berdasarkan Renstra dan Rencana Kerja instansi pemerintah, dalam hal ini khususnya di lingkungan Kementerian PPN/Bappenas. Tujuan dari kegiatan Audit kerja/organisasi Bappenas utamanya dimaksudkan unit-unit kerja di lingkungan Kementerian Kinerja unit untuk mewujudkan PPN/Bappenas muaranya adalah dalam kinerja

akuntabilitas pelaksanaan tupoksi dan untuk membantu peningkatkan kinerja melaksanakan tugas pokok, dan fungsi dimana dari organisasi Bappenas pada khususnya. Dengan demikian Audit Kinerja secara garis besar dapat digolongkan ke dalam kegiatan-kegiatan pemeriksaan manajemen pelaksanaan tupoksi, maupun kinerja pelaksanaan program/kegiatan dalam pelaksanaan tupoksi. Hasil audit berisi dilakukan rekomendasi dan tindak-lanjut yang disarankan untuk Kegiatan dalam rangka peningkatan kinerja kelembagaan.

monitoring merupakan rangkaian kegiatan yang tidak terpisahkan dari tindaklanjut penerapan kegiatan pemeriksaan /audit kinerja. Monitoring merupakan suatu proses yang kinerja berkesinambungan melalui sistem memantau pengawasan pelaksanaan internal yang manajemen/program kegiatan juga memantau tindak lanjut hasil dari pemeriksaan/audit sistematis.

Laporan Monitoring.doc

1

1.2 Tujuan dan Sasaran Tujuan dan sasaran dari Pelaksanaan Monitoring Pengawasan Kinerja Kegiatan UKE II Kementerian PPN/Bappenas adalah sebagai berikut : 1. Untuk memonitor apakah Unit Kerja/Organisasi melaksanakan rekomendasi perbaikan terhadap hasil temuan pemeriksaan/audit kinerja yang telah diberikan. 2. Untuk memantau pelaksanaan kinerja berjalan dengan baik sebelum kerja-unit kerja terkait yang dilakukan post-audit terhadap suatu kegiatan mengetahui perkembangan pelaksanaan Rencana Kerja (Renja) unit indikator kinerja sebagai acuan. 3. Membantu pemahaman unit kerja terhadap potensi penyimpangan/ ketidaksesuaian pelaksanaan kegiatan terhadap peraturan yang berlaku (langkah-langkah preventif). 4. Untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan Rencana Kerja (Renja) unit kerja-unit kerja terkait yang berupa penjabaran dari Rencana Strategis Bappenas berdasarkan indikator kinerja sebagai acuan. 5. Untuk mendapatkan deskripsi feedback dari pelaksanaan evaluasi dan dijadikan 6. Membentuk sebagai bahan pertimbangan awal terhadap dalam adanya penyempurnaan kemungkinan penyusunan Rencana Kerja UKE II untuk tahun selanjutnya. kesadaran ketidaksesuaian pelaksanaan kegiatan terhadap peraturan yang berlaku dan juga untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang ada dalam pelaksanaan kegiatan/Renja tersebut. 1.3. Keluaran (Output) Output yang diharapkan dapat tercapai dari kegiatan ini adalah: berupa penjabaran dari Rencana Strategis Bappenas berdasarkan

Laporan Monitoring.doc

2

4. Ruang Lingkup: Ruang lingkup dari kegiatan Pelaksanaan Monitoring Pengawasan Kinerja Kementrian Negara PPN/ Bappenas ini adalah sebagai berikut: 1. Merekomendasikan/memperingatkan telah direkomendasikan.doc 3 .1. 3.4. Tersedianya informasi hasil monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan tindak lanjut temuan pengawasan/evaluasi kinerja. 3. Melakukan rangkaian kegiatan monitoring baik secara in-desk studi maupun kegiatan lapangan untuk memastikan proses kegiatan manajemen atau pelaksanaan program/kegiatan berjalan sesuai peraturan atau manajemen yang baik. kembali terhadap langkah tindak-lanjut yang sebaiknya dilakukan terhadap hasil temuan yang Laporan Monitoring. Mengadakan pembahasan internal (organisasi/unit kerja) untuk menganalisa lebih lanjut hal-hal yang memerlukan perbaikan dari hasil temuan/audit kinerja pelaksanaan program/kegiatan. Memastikan rekomendasi/saran perbaikan terhadap hasil temuan telah ditindak-lanjuti. 2. Tersedianya informasi sebagai masukan dalam penyusunan kebijakan. 1. 2. Tersedianya informasi hasil monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Renja dan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi unit-unit kerja di lingkungan Kantor Kementerian PPN/Bappenas.

Rerangka indikator dengan demikian menjadi salah satu instrumen penting dalam pengukuran manajemen yang hasilnya akan dijadikan pertimbangan untuk langkah perbaikan peningkatan kualitas kinerja di sektor pemerintahan. Maksud pelaksanaan anggaran berbasis kinerja adalah untuk menjamin terselenggaranya prinsip akuntabilitas. Pada akhirnya. intensitas dan pelaksanaan upaya peningkatan kualitas kinerja tupoksi masing-masing Unit Kerja Eselon II terutama Inspektorat Utama dan Inspektorat Bidang Kinerja Kelembagaan dituntut untuk menjadi lebih efektif. Pada akhirnya sasaran yang ingin dicapai adalah adanya kesesuaian antara penetapan target dan penetapan kinerja di awal perencanaan kinerja dengan realisasi pencapaian kinerja. Tolok ukur perbandingan ini menggunakan indikator kinerja yang telah ditetapkan oleh UKE II terkait. diperlukan sistem pengawasan terhadap pelaksanaan pencapaian kinerja masing-masing Unit Kerja Eselon II.doc 4 . transparansi dan integritas di sektor pemerintahan. Kegiatan monitoring diperlukan untuk memantau tindak lanjut langkah perbaikan tersebut agar dapat dijadikan pertimbangan untuk penyempurnaan penetapan kinerja masing-masing Unit Kerja Eselon II di periode selanjutnya. efisien dan memperhatikan prinsip ekonomis. hasil akhir yang dicapai dan terus ditingkatkan adalah peningkatan akuntabilitas Laporan Monitoring.1 Kerangka Pemikiran Sejalan dengan diterapkannya pelaksanaan anggaran berbasis kinerja di sektor pemerintahan terutama di lingkungan Kementerian Negara PPN/Bappenas.BAB II METODOLOGI 2. Dengan demikian. Untuk itu. terdapat keterkaitan antara pengukuran dan pelaporan akuntabilitas manajemen kinerja dengan kegiatan monitoring yang akan berjalan selama periode 1 tahun yang dilaksanakan oleh IBKK.

manajemen keseluruhan. Diskusi internal terhadap hasil monitoring yang telah dilaksanakan oleh pihak auditor sebagai bentuk dari tanggung jawab dan ketranparansian. Mengetahui kendala pelaksanaan kegiatan UKE II terkait pelaksanaan dan penjabaran tupoksinya 3. 2. Survey lapangan yang dilaksanakan secara internal ataupun eksternal sebagai bahan untuk memperoleh informasi dan data yang relevan. 2.2 kinerja Kementerian Negara PPN/Bappenas secara Pengumpulan Data 1. 3. 4. 2.3 Metode Analisis Hasil dari pengumpulan data dan informasi yang dilaksanakan baik secara desk study. Studi literature mengenai tugas pokok dan fungsi unit kerja serta data/informasi lainnya yang relevan. survey lapangan secara internal ataupun eksternal serta diskusi yang dilakukan dengan pihak unit kerja terkait sebagai bagian dari proses untuk: 1. Mengetahui perkembangan pelaksanaan kegiatan UKE II 2. Merancang rekomendasi perbaikan untuk periode mendatang tindak lanjut kegiatan monitoring akan dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif yang tujuannya adalah Laporan Monitoring. Data/Informasi hasil evaluasi/audit kinerja kegiatan kajian TA 2005 yang dilaksanakan pada tahun 2006.doc 5 .

Penyusunan Kerangka Kerja dan Rencana Kerja (2 bulan) 2. Pengumpulan data dan informasi (5 bulan) 3.BAB III RENCANA KERJA DAN JADWAL KEGIATAN Rencana Kerja Kegiatan akan berlangsung selama 12 bulan dibagi dalam beberapa langkah kegiatan: 1. Pembahasan internal dengan unit kerja untuk analisa hal-hal yang perlu perbaikan (1 bulan) 5. Penyusunan laporan (2 bulan) Jadwal Kegiatan Bulan Kegiatan Jan Pebr Mart Apr Mei Jun Jul Agst Sep Okt Nop Des Penyusunan Kerangka Acuan Kerja dan Rencana Kerja Pengumpulan data/informasi Pelaksanaan monitoring secara in-desk study maupun kegiatan lapangan Pembahasan internal oleh unit kerja untuk analisa hal-hal yang perlu perbaikan Penyusunan laporan Laporan Monitoring.doc 6 . Pelaksanaan monitoring secara in-desk study atau survey lapangan (2 bulan) 4.

1. Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh Inspektorat Bidang Kinerja Kelembagaan secara swakelola dan berkoordinasi dengan UKE-UKE II di lingkungan Kementerian Negara PPN/Bappenas.BAB IV PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PEMBAHASAN 4. Pembahasan Pelaksanaan kegiatan pada dasarnya tetap mengacu kepada langkah-langkah kegiatan yang ada dalam kerangka acuan kerja. Hingga saat ini. data terkumpul adalah : 1) Data Monitoring dari Deputi SDM dan Kebudayaan dengan judul “Monitoring Pembangunan Bidang Kebudayaan. Hingga saat ini langkah-langkah yang telah dilaksanakan sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan monitoring IBKK terhadap kegiatan Unit Kerja Eselon II antara lain sebagai berikut : Pelaksanaan penyusunan kerangka acuan kerja dan rencana kerja Pengumpulan data/informasi terkait kegiatan Unit Kerja Eselon II termasuk kegiatan dan program-program yang berada bawah koordinasi direktorat terkait yang akan melalui proses audit kinerja Pelaksanaan kegiatan monitoring baik secara desk-study maupun secara kunjungan lapangan Perkembangan pelaksanaan kegiatan Monitoring dan evaluasi ini dalam tahap In-desk study/pengumpulan data dari Unit Kerja Eselon II terkait dan melakukan monitoring dan evaluasi kinerja pelaksanaan good governance yang dilaksanakan oleh daerah melalui proses kunjungan lapangan ke beberapa daerah untuk memberikan feedback dan masukan terhadap kegiatan monitoring yang telah dilaksanakan dilingkungan kementerian Negera PPN/Bappenas. Pemuda dan Olahraga Laporan Monitoring.doc 7 . 4.2. Pariwisata.

pemberdayaan perempuan masalah-masalah pelaksanaan dan yang dijumpai dalam program pemantauan Laporan Monitoring.Pada intinya. Pariwisata. Selain itu untuk mengidentifikasi permasalahan yang dijumpai dalam perencanaan. sasaran yag ingin dicapai adalah: a. Dit. Teridentifikasinya peta keterkaitan antara tujuan. Dit. implementasi dan pemantauan program serta untuk kepentingan penyusunan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan evaluasi maupun dalam perencanaan di tahun berikutnya. Teridentifikasinya perencanaan. Kependudukan dan Pemberdayaan Perempuan. keluarga berencana. pembangunan Selain itu. sasaran dan kegiatan pokok yang ditetapkan dalam RPJM dan RKP b. Pemantauan Pelaksanaan RKP 2007 Bidang Kesehatan Masyarakat. Dit. (5) pemantauan pelaksanaan program pembangunan di bidang kependudukan.doc 8 .Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Sementara itu. (4) Pemantauan Pelaksanaan Program Pembangunan Bidang Agama dan Pendidikan. (3) Koordinasi Pengelolaan Kerjasama Pemerintah RI-UNFPA Siklus ke-7 (2006-2007). Pemuda dan Olahraga. Kesehatand an Gizi Masyarakat. (2). Deputi SDM dan Kebudayaan juga telah menyampaikan Laporan Awal Kegiatan unit kerja-unit kerja di lingkungan Kedeputian SDM dan Kebudayaan antara lain : (1) Koordinasi Strategis Pengelolaan Program Kerjasama Pemerintah RI-UNICEF Thn 2006-2010. tujuan dari kegiatan monitoring yang dilakukan oleh Kedeputian SDM dan Kebudayaan adalah untuk memantau perkembangan pelaksanaan RPJM 2004-2009 dan RKP Tahun 2007 di Bidang Kebudayaan. Teridentifikasinya tingkat pencapaian kinerja program setiap tahun dengan mengacu kepada rencana program pembangunan dan indikator kinerjanya c.

Sedangkan untuk laporan kajian tahun anggaran 2007 ini Unit kerja Deputi SDM dan Kebudayaan. Direktorat Kependudukan dan Pemberdayaan perempuan telah menyelesaikan laporan pertengahan kajian 2007 dengan judul “Analisis Gender dalam Perencanaan Pembangunan” yang dilatarbelakangi dari Inpres No. Kalsel dan Sumbar) dengan menggunakan analisis Gender Analysis Pathway (GAP) yaitu (a) menghasilkan beberapa program pembangunan yang responsif gender (b) melakukan transfer of knowledge (keterampilan melakukan analisis gender dan mengintegrasikan isu gender ke dalam perencanaan. tujuannya dan sasaran dari pengambil kebijakan dan administrator yang secara resmi diumumkan merupakan ukuran tepat dari menfaat atau nilai dan evaluasi keputusan teoritis. NTB. Sulut. tujuannya dan sasaran dari berbagai pelaku yang diumumkan secara formal ataupun diam-diam merupakan ukuran tepat dari manfaat atau nilai. laporan awal “Kegiatan evaluasi pelaksanaan program pembangunan bidang perkotaan. 2) Data evaluasi dari Deputi Bidang Pengembangan Regional dan Otonomi Daerah antara lain : • Direktorat Bidang Perkotaan. Evaluasi yang akan dilakukan dengan menggunakan dua jenis evaluasi yaitu evaluasi formal. tata ruang dan pertanahan.dan anak. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan RKP tahun 2006 berdasarkan kinerja pelaksanaan program-program pembangunan dalam RPJM sebagai bahan masukan bagi perencanaan pembangunan tahap selanjutnya.doc 9 . 9 tahun 2007 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam pembangunan Nasional. Hasil dari kajian ini akan memuat antara lain : (a) data dan informasi mengenai realisasi kegiatan Laporan Monitoring. Jateng. Tujuan dari kajian ini untuk melakukan evaluasi pelaksanaan PUG di 18 kementerian. 7 provinsi dan 7 Kabupaten/kota terpilih (Jabar. (c) membangun kepemilikan dari stakeholder yang bersangkutan. tata ruang dan pertanahan”. Riau.

Menganalisas kondisi kawasan tertinggal khususnya wilayah terpencil melalui metode survey. tingkat efisiensi pencapaian target serta responsivitas 3. Mentetapkan keluaran hasil evaluasi sebagai rekomendasi yang ditujukan kepada stakeholder terkait pemerintah pusat dan daerah sebagai upaya percepatan pembangunan wilayah kawasan tertinggal. (b) penilaian kinerja terhadap hasil pembangunan bidang perkotaaan. • Direktorat Kewilayahan II. Kegiatan Monitoring juga dilaksanakan terhadap kegiatan Inspektorat Bidang Kinerja Kelembagaan pada tahun anggaran 2007.pembangunan bidang perkotaan. 2. Mendiskripsikan berbagai kendala hasil realisasi program pembangunan pengembangan kawasan tertinggal khususnya daerah terpencil terkait pada efektivitas. Tahap pertama dalam kegiatan Evaluasi Manajemen Laporan Monitoring. tata ruang dan pertanahan pada tahun 2006.doc 10 . diskusi dan wawancara 4. Evaluasi Manajemen Akuntabilitas Kinerja Kementerian Negara PPN/Bappenas TA 2007 Kelembagaan Kegiatan Evaluasi Manajemen Akuntabilitas Kinerja Kelembagaan yang tengah berjalan saat ini memasuki tahap pertama dari rencana kerja Evaluasi Manajemen Kinerja. Tujuan dari kajian ini untuk menganilisis titik kelemahan dan kekuatan dari program-program pembangunan kawasan tertinggil 2005-2006. dengan sasaran yang akan ditetapkan antara lain : 1. laporan dalam awal “Evaluasi kebijakan kawasan perencanaan pembangunan pengembangan tertinggal khususnya wilayah terisolir dan terpencil”. Beberapa kegiatan di antaranya adalah sebagai berikut: I. tata ruang dan pertanahan tahun 2006. Evaluasi yang fokus pada hasil program pembangunan kawasan tertinggal khususnya wilayah terpencil dan terisolir yang dilaksanakan secara lintas sektoral antar departemen. (c) Indentifikasi kendala pembangunan yang dihadapi pada tahun 2006 dan rekomendasi perbaikan.

Pelaksanaan kegiatan Evaluasi Manajemen Kinerja Unit Kerja Eselon II dilakukan oleh Tim Auditor Inspektorat Bidang Kinerja Kelembagaan bersama-sama dengan 3 Unit kerja sebagai pilot project yaitu Biro Renortala. tata rauang dan pertanahan dan Dit. Pelaksanaan kajian diagnostik terhadap data-data yang telah diperoleh di antaranya mengacu kepada referensi peraturan terkait dan Pedoman Audit Kinerja sebagai instrumen untuk melaksanakan audit dalam rangka uji coba penerapan Pedoman Audit Kinerja. laporan-laporan kegiatan yang telah dilakukan pada tahun anggaran 2006 serta laporan pencapaian kinerja yang dibuat berdasarkan Pedoman Manajemen Kinerja dan mengacu kepada indikator yang telah ditetapkan oleh UKE II terkait. struktur unit kerja. Direktorat Permukiman dan Perumahan. 2.Kinerja ini adalah persiapan dan penyusunan desain audit/evaluasi manajemen kinerja. data-data personil termasuk data personil honorer. Kemudian karena untuk lebih memantapkan penetapan indikator kinerja maka direkrut pula Dit. Dit. Permukiman. Aparatur Negara sebagai narasumber. Penyusunan rencana audit/evaluasi beserta langkah-langkahnya 3. Proses pengumpulan data dan informasi terkait untuk keperluan pelaksanaan evaluasi. Saat ini kegiatan Evaluasi Manajeman Akuntabilitas Kinerja Kelembagaan sudah pada tahap finalisasi kegiatan diantaranya : a. b. Penyempurnaan Form Pengisian RKT yang disesuaikan dengan Modul Penyusunan Penetapan Kinerja dari MenPAN.doc 11 . Pembuatan Tata cara pengisian matrik penetapan kinerja Unit Kerja Eselon II Kementerian Negara PPN/Bappenas c. Uji Coba Pengisian Matrik Penetapan Kinerja Oleh 3 unit kerja pilot Projek ( Direktorat Perkotaan. tata ruang dan Pertanahan. Informasi yang dibutuhkan seperti tupoksi unit kerja. Perkotaan. dan Biro Renortala) Laporan Monitoring. Termasuk dalam tahap ini adalah: 1.

2. Informasi secara umum terkait hal-hal seperti Undang-Undang dan Peraturan yang berlaku terkait dengan keberadaan Kementerian Negara PPN/Bappenas dan Tupoksi Unit Kerja. Peraturan-peraturan dan kebijakan yan terkait dengan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi unit kerja Saat ini proses uji coba penerapan Pedoman Audit Kinerja terhadap dua kegiatan tersebut telah disesuaikan dengan langkah prosedur yang terdapat dalam Pedoman Audit Kinerja. Struktur Organisasi b. II.doc 12 . diperlukan beberapa data/informasi pendahuluan.d. sumber anggaran TA 2006 serta TOR-TOR kegiatan d. Perencanaan strategis. Data Sumber Daya Manusia yang tersedia dan pembagian tugas masing-masing personil c. Kegiatan Evaluasi Manajemen Kinerja Unit Kerja Eselon II a. Data pendukung pelaksanaan kegiatan kajian seperti laporan hasil perjalanan survey. Kegiatan Kajian TA 2006 a. Penyusunan Pedoman Audit Kinerja yang berisi matrik 2008 ke Unit Kerja Kementerian Negara PPN/Bappenas TA 2007 Untuk pelaksanaan uji coba penerapan Pedoman Audit Kinerja terhadap kegiatan Audit Kinerja Kajian TA 2006 dan Kegiatan Evaluasi Manajemen Kinerja UKE II. Menyebarluaskan Rencana Kinerja Tahunan penetapan kinerja untuk tahun anggaran Dilingkungan Kementerian Negara PPN/Bappenas. SK Tim Pelaksana kegiatan kajian d. TOR dan RAB kegiatan kajian c. laporan pelaksanaan kegiatan diskusi/FGD serta laporan pelaksanaan Seminar/Workshop. Laporan-laporan yang dibuat pada TA 2006 beserta pencatatannya e. interim dan akhir kajian b. Sedangkan data/informasi khusus terkait kegiatan yang akan dilakukan uji coba penerapan Pedoman Audit Kinerja adalah sebagai berikut: 1. renja. Laporan awal. rencana anggaran. Hingga tahap ini langkah-langkah yang telah dilakukan adalah: Laporan Monitoring.

• • • Survey Pendahuluan a. Uji Kesahihan draf Permen Pedoman audit ini dilaksanakan dalam 2 tahap pelaksanaan. menelaah dan mendokumentasikan informasi dasar auditan melalui berbagai teknik audit yang dilaksanakan Penetapan Sasaran Audit a. Biro SDM dan Biro Aparatur Negara. Pada saat ini. Biro Hukum . III. Perumusan sasaran audit harus dapat membantu auditor untuk mengidentifikasi unsur-unsur temuan Penyusunan Program Kerja Audit Merupakan kegiatan mendesain pelaksanaan audit yang meliputi penetapan ruang lingkup audit dan metodologi audit yang akan digunakan untuk pelaksanaan pengujian Selain itu untuk lebih memperkuat pelaksanaan penerapan pedoman audit kinerja dlingkungan Kementerian Negara PPN/Bappenas ini diputuskan untuk dibuat dalam bentuk Permen. Sasaran audit adalah hal-hal yang ingin dicapai dari pelaksanaan audit b. Selanjutnya uji sahih ini akan dilakukan oleh seluruh Kedeputian di Bappenas. Kegiatan dalam pelaksanaan audit yang bertujuan untuk memperoleh informasi dan gambaran umum auditan b. Koordinasi Pengawasan Kinerja Kelembagaan Kementerian Negara PPN/Bappenas Pada tahap pelaksanaan yang sedang berjalan. seharusnya kegiatan telah memasuki tahap pelaksanaan pertemuan koordinasi rutin dengan Unit Kerja Laporan Monitoring. sedang dilaksanakan pengumpulan data-data terkait dengan pelaksanaan kegiatan koordinasi rutin yang dilaksanakan di lingkungan Kementerian Negara PPN/Bappenas dan sedang dirancang bentuk pelaksanaan seminar/diskusi/workshop dalam lingkup koordinasi yang sesuai dengan lingkup kerja audit kinerja sektor publik terutama di Bappenas. pertama dilakukan oleh pihak internal yang terlibat langsung dalam pembuatan permen ini antara lain Inspektorat Utama. Kegiatan dalam survey pendahuluan adalah memperoleh. Biro Renortala. yang saat ini masih dalam proses uji kesahihan.doc 13 .

TA 2007 Data yang diperoleh dari Biro Ortala mengenai daftar kajian dan prakarsa strategis untuk TA 2006 adalah sebagai berikut: a. 51 buah Kajian Strategis /Study yang dilaksanakan oleh 39 Direktorat/Unit Kerja Eselon II b. Pada tahap awal persiapan pelaksanaan kajian. Berdasarkan analisis data/kajian yang telah diterima diupayakan adanya tertib administrasi kelengkapan dokumen untuk dilakukannya proses audit. Adapun data/dokumen pendukung yang terdaftar adalah sebagai berikut: 14 Laporan Monitoring. Audit Kinerja Terhadap Hasil Kajian TA 2006 Kementerian Negara PPN/Bappenas. 8 buah Prakarsa Strategis yang dilaksanakan di bawah koordinasi SESTAMA MENNEG PPN/BAPPENAS.doc . 44 buah Kajian Strategis/Study yang dilaksanakan oleh 30 Direktorat/Unit Kerja Eselon II b.Eselon II terkait. Proses pelaksanaan audit terhadap kajian/study TA 2006 pada tahun anggaran 2007 pada dasarnya masih menggunakan metode analisis yang sama dengan kegiatan audit kajian TA 2005 di tahun anggaran 2006. 8 buah Kajian Staff Ahli yang dilaksanakan oleh 5 Staff Ahli Kementerian Negara PPN/Bappenas c. 8 buah Kajian Staff Ahli yang dilaksanakan oleh 4 Staff Ahli Kementerian Negara PPN/Bappenas c. Hingga saat ini jumlah kajian yang diterima oleh Inspektorat Bidang Kinerja Kelembagaan untuk dilakukan proses audit adalah: a. Akan tetapi. IV. 6 buah Prakarsa Strategis yang dilaksanakan di bawah koordinasi SESTAMA MENNEG PPN/BAPPENAS. Tim Inspektorat telah merancang matriks ketersediaan dokumen pendukung yang disebarkan kepada seluruh Unit Kerja Penanggung Jawab Kegiatan Kajian/Study TA 2006. Jangka waktu pelaksanaan tahap ini adalah selama 5 bulan. karena pengumpulan data belum mencapai tahap akhir maka pelaksanaan tahap pengumpulan data masih berjalan bersamaan dengan hal tersebut juga dilaksanakan kajian diagnostik terhadap hasil pengumpulan data yang diperoleh.

tampak dalam proses audit bahwa sebagian besar pelaksana kajian telah mematuhi kelengkapan dokumen tersebut dan hal ini menandakan adanya kesadaran ketertiban dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku meski belum secara keseluruhan. Hal ini diperlukan untuk mengetahui efektifitas dari proses tersebut sehingga dapat terlihat kajian yang memiliki kualitas baik dan memberikan kontribusi outcome yang signifikan dalam perumusan Laporan Monitoring. Dalam proses audit kajian di tahun anggaran 2007 ini.- Laporan final disertai ringkasan eksekutif Formulir Isian Informasi Kajian TOR swakelola dan revisi RAB swakelola dan revisi TOR pihak ketiga RAB pihak ketiga SK Tim Bukti pendukung berupa kontrak kerja dengan pihak ketiga Laporan pendahuluan dan interim Laporan pekerjaan swakelola Laporan pekerjaan pihak ketiga Laporan pelaksanaan survey kegiatan Laporan pelaksanaan konsinyasi stakeholder/diskusi/workshop Kelengkapan dokumen utama maupun pendukung dibutuhkan untuk menerapkan tertib administrasi dan transparansi guna melihat kesesuaian penggunaan input serta proses pelaksanaan kajian. fokus audit lebih ditekankan kepada penelaahan kualitas utamanya kepada penilaian terhadap keterlibatan atau peran serta dari masing-masing pihak seperti stakeholder yang berkepentingan.doc 15 . Selain itu. Nara Sumber). tenaga ahli/pihak ketiga dan penilaian terhadap proses partisipatori yang telah berjalan. FGD. pihak Tim Pelaksana Kajian (TPRK.

Perencanaan Makro) 7. Kebijakan Peningkatan Kesempatan dan Kesejahteraan Masyarakat (Dit. Kajian Manajemen Yang Berorientasi Pada Peningkatan Kinerja Instansi (Dit. Beberapa kajian tersebut adalah sebagai berikut: 1. dan Kerjasama Ekonomi Internasional) 6. Setelah melalui penelaahan kembali terhadap sejumlah kajian issue strategis dan juga terhadap prakarsa strategis maka terpilih beberapa kajian issue strategis dan prakarsa strategis yang akan tetap melakukan presentasi. Investasi. Perdagangan. IPTEK dan BUMN) Laporan Monitoring. Jasa Keuangan dan Analisa Moneter) 9. Industri. Kajian Pengembangan Lembaga Keuangan Non Bank sebagai Sumber Pendanaan Pembangunan (Dit. Aparatur Negara) 3. sedangkan Kajian dilaksanakan oleh Staff Ahli tidak diikutsertakan dalam kegiatan Seminar/Presentasi. Kajian Peningkatan Konsistensi Sasaran Ekonomi Makro (Dit. Kajian Tinjauan Terhadap Dana Alokasi Khusus (Dit. Dalam perkembangan pelaksanaan kegiatan audit kajian disepakati bahwa untuk pelaksanaan Seminar/Presentasi Kegiatan Kajian UKE II TA 2006 tidak akan melibatkan seluruh Unit Kerja Eselon II yang melakukan kegiatan kajian. Kajian Perumusan Alternatif Kebijakan Intermediasi Tehnologi dan Informasi (Dit.Penanggulangan Kemiskinan) 5. proses. Pengairan dan Irigasi) 10. Politik dan Komunikasi) 2. Khusus untuk kegiatan Kajian Prakarsa Strategis diikutsertakan secara keseluruhan. output dan manfaat kajian. Kajian Kebijakan Pemberdayaan Masyarakat Miskin (Dit. Keuangan Negara) 8. Kajian Optimalisasi Jaringan Irigasi Rawa di Pulau Sumatera (Dit. Kajian Penetepan Model GTAP terhadap Dampak Kerjasama Ekonomi ASEAN. Perlindungan dan Kesejahteraan Masyarakat) 4.rekomendasi atau bahan pertimbangan untuk perumusan kebijakan di sektor terkait. Ketidaksertaan beberapa Unit Kerja Eselon II dalam kegiatan presentasi disebabkan terdapat beberapa kajian yang telah memenuhi kriteria audit kajian yang meliputi review terhadap indicator input. Kajian Kelembagaan Partisipasi Politik Masyarakat Dalam Penyusunan Kebijakan Publik (Dit. (Dit.doc 16 .

Ketenagakerjaan dan UKM) 2.30 Wib. Kajian Keterpaduan Kebijakan. Kajian Penyusunan Prosedur Kerja Standar (SOP) Bappenas (Biro Hukum) 16. Prakarsa Strategis Industri Berbasis SDA dan Strategi Pengembangan Energi (Dit. Lingkungan Hidup) 13.Sumber Daya Energi. IPTEK dan BUMN: Dit. setiap minggu dilaksanakan 3 kali presentasi kajian terdiri dari 2 sampai dengan 3 unit kerja setiap hari. Selama pelaksanaan penerapan langkah-langkah audit seperti yang tertera dalam Pedoman Audit Laporan Monitoring. Mineral dan Pertambangan) 3. Pemantauan dan EValuasi Pendanaan Pembangunan) Sedangkan untuk Kajian Prakarsa Strategis yang akan diikutsertakan dalam presentasi adalah sebagai berikut: 1. Prakarsa Strategis Pengembangan Kebijakan Subsidi Langsung Tunai Bersyarat (SLT) (Deputi Bidang Kemiskinan. Pengembangan Kerjasama dan Swasta) 14. Kajian Mekanisme Estimasi dan Pengalokasian Dana Pendamping Dalam Pelaksanaan PHLN (Dit.30 Wib sampai dengan 12.11. Sumber Daya Energi. Mineral dan Pertambangan) 12.doc 17 . Kewilayahan II) 15. Kajian Percepatan Pembangunan Infrastruktur:Aspek Kebijakan Subsidi dan PSO (Deputi Sarana dan Prasarana) 6. Hukum. Prakarsa Strategis Penurunan Angka Kematian Ibu (Deputi SDM dan Kebudayaan) 5. Kajian Penyusunan Manajemen Pengusulan Proyek PHLN (Dit. Pengairan dan Irigasi) 4. Kajian Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Dalam Penyediaan Infrastruktur (Dit. Rumusan Grand Strategy Unifikasi Potensi Bela Negara (Deputi Politik. Kajian Asesment Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Strategis (Dit. Prakarsa Strategis Penanggulangan Banjir dan Kekeringan (Deputi Sarana dan Prasarana:Dit. Kajian Eksplorasi Pengembangan Mineral dan Industri (Dit. Kajian Pengembangan Sistem Penilaian Kinerja Individu (Biro Kepegawaian) 18. Iklim Investasi dan Regulasi Antar Sektor dan Antar Daerah dalam Mendukung Peningkatan Daya Saing Kawasan dan Produk Unggulan (Dit. mulai dari pukul 09. Pertahanan dan Kemanan) Pelaksanaan presentasi kajian dan prakarsa strategis dijadwalkan pada tanggal 6 Juni hingga 10 Juli 2007 (9 hari kerja). Industri. Sistem dan Prosedur Pendanaan Pembangunan) 17.

Ketidakjelasan dalam Pelaporan kegiatan Kajian Prakarsa Strategis yang melibatkan lintas sektor Kedeputian sehingga hasil akhir kajian kurang terangkum secara detail dan tidak saling menyatu satu dengan yang lainnya. Ketidaksesuaian waktu antara peserta presentasi dengan pembahas dan kegiatan dilingkungan Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas 4. telah digunakan beberapa informasi output kegiatan IBKK pada tahun anggaran 2006 dan 2007 untuk kepentingan konfirmasi kelegkapan proses input dalam sistem informasi yang sedang dikembangkan. Untuk hal itu. V. Pada saat ini kegiatan Penyusunan Data Base Kinerja Kelembagaan telah memasuki tahap penyempurnaan website IBKK sesuai dengan jadwal rencana kerja yang telah disepakati sebelumnya. Pekerjaan dalam kegiatan ini dilakukan seluruhnya secara swakelola oleh Tim Inspektorat Bidang Kinerja Kelembagaan dengan bantuan dari narasumber yang kompeten dan memiliki pengalaman di bidang informasi tehnologi. Pengembangan Sistem Informasi Kinerja Kelembagaan TA 2007 Pelaksanaan kegiatan Pengembangan Sistem Kinerja Kelembagaan pada tahun anggaran 2007 merupakan tindak lanjut dari kegiatan Pengembangan Sistem Kinerja Kelembagaan pada tahun anggaran 2006 sebelumnya. Kegiatan ini direncanakan berjalan selama 12 bulan dalam tahun anggaran 2007. Ketidaklengkapan dokumen pendukung dari pelaksanaan kajian 3. Penyempurnaan website IBKK yang sedang berjalan dengan dilakukan penyempurnaan desain input data produk/output yang telah dihasikan oleh Inspektorat Bidang Kinerja Kelembagaan.Kinerja terdapat beberapa kendala yang terkait dengan beberapa hal sebagai berikut: 1.doc 18 . Beberapa informasi atau output yang digunakan sementara ini adalah sebagai berikut: Laporan Monitoring. Keterlambatan penyerahan kajian dari jadwal waktu seharusnya 2.

4. pelaksanaan monitoring juga dilakukan secara survey lapangan dengan melakukan studi banding pelaksanaan monitoring pembangunan di daerah dengan melihat konsep. 2. kendala yang dihadapi didaerah dan tindak lanjut dari pelaksanaan monitoring. Pengenalan internal ini lebih difokuskan kepada administrator yang akan mengoperasikan website ini.PPN/09/2005 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kementerian Negara PPN/Bappenas Pedoman Manajemen Kinerja Pedoman Audit Kinerja Kerangka Acuan Kerja Kegiatan IBKK TA 2007 • Evaluasi Manajemen Akuntabilitas Kinerja Kelembagaan Kementerian PPN/Bappenas TA 2007 • Penyusunan Pedoman Audit Kinerja • Koordinasi Pengawasan Kinerja Kelembagaan • Audit Kinerja Terhadap Hasil Kajian TA 2006 • Pelaksanaan Monitoring Pengawasan Kinerja Kelembagaan • Pengembangan Sistem Informasi Kinerja Kelembagaan database sistem informasi kinerja kelembagaan sudah memasuki Saat ini tahap akhir pengenalan/sosialisasi yang bersifat internal belum untuk eksternal karena belum dilakukan link data sehingga aplikasi database IBKK ini belum dapat diakses oleh stakeholder. 47 tahun 2002 mengenai penataan kelembagaan khususnya Bapeda. hasil. Dari hasil survey yang dilaksanakan diantaranya : Propinsi Jawa Tengah (semarang) Kegiatan survey dilakukan pada Bapeda Kota Semarang sebagai Ibu kota Propinsi Jawa Tengah. Selain desk study. 3. Dari hasil wawancara dengan Kasubdit Monitoring dan Evaluasi Ekonomi Bapeda Semarang. Bagian dari kegiatan Monev tersebut diantaranya melakukan penataan on going tahun berjalan tanpa melihat kepada sumber dana yang berasal dari APBD.doc 19 . Peraturan Meneg PPN/Kepala Bappenas No: Per 01/M. kegiatan monitoring yang dilaksanakan pada Bapeda Semarang berdasarkan pada SK Gubernur No. dan untuk mengetahui pembangunan yang sedang berjalan dalam Laporan Monitoring.1.

Hal ini dilaksanakan untuk menolong harga gabah petani agar tidak anjlok/turun. budaya. Aset daerah dan Aparatur Negara. Fokus kegiatan monitoring ditujukan pada bidang keuangan negara. Untuk daerah riau kerangka konsep pengembangan monitoring pembangunan daerah merupakan suatu proses tindak lanjut dari kegiatan Bappeda. Bidang Monitoring dan Evaluasi Bapeda Kota Semarang dibagi kedalam 4 bidang kegiatan yaitu : ekonomi. (c) untuk yang pemeriksaan kasus lebih berdasarkan pada pengaduan masyarakat. 24 tahun 2001 untuk daerah Riau. Perda No. Sedangkan untuk pariwisata. Pembangunan. Sedangkan untuk tebu.areal wilayah sejawatengah terhadap 5 kabupaten kota.doc 20 . praswil dan pengembangan data. sudah dilakukan sonic bloom sejawatengan untuk memberikan daya rangsang pada stomata agar tebu yang dihasilkan memiliki kadar gula yang tinggi. (b) pemeriksaan yang sifatnya khusus yang berhubungan dengan jabatan kepala daerah dan pemeriksaan BPNKB. Kendala yang dihadapi dalam kegiatan monitoring ini mengenai akurasi data yang dilakukan di lapangan mengalami kesulitan sehingga dilakukan metode sampling yang sasarannya nantinya langsung kepada kelompok tanpa melalui sather. Pada pelaksanaannya pemeriksaan yang dilakukan oleh Bawasda Propinsi Riau terbagi dalam 3 tahap : (a) untuk pemeriksaan reguler berdasarkan pada pelaksanaan PP 39 dan 40 tahun 2006. Bentuk Pelaksanaan monitoring antara lain: o Badan pengawas kabupaten – kota menghasilkan input pengawasan Laporan Monitoring. Propinsi Riau Kegiatan survey dilaksanakan pada bulan November 2007 dengan lokasi survey Bawasda Propinsi Riau. Pengawasan ini dilaksanakan langsung oleh Bawasda dengan satuan kerja-satuan kerja yang kemudian dilaporkan ke BPK. Semarang telah mencanangkan Pesona Asia yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Agustus 2007 yang merupakan forum kerjasama yang dilaksanakan oleh Gubernur.

o Bawasda akan menggunakan input tersebut untuk pemutakhiran data Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan monitoring adalah lambatnya proses tindak lanjut dari hasil pengawasan. Laporan Monitoring. belum kepada sanksi yang sifat keras/tegas.doc 21 . Walaupun terlambat dalam pelaksanaan prosesnya tetapi diberlakukan sanksi yang sifatnya masih soft/lemah yaitu pemberian surat teguran saja. keterlambatan dikarenakan masalah struktural dan perbedaan persepsi. Hubungan antara pengawasan daerah kepada pusat dilaksanakan melalui MOU Inspketorat Jendral (Irjen) yang berasal dari instansi terkait.

Untuk itu hasil analisa kegiatan monitoring pengawasan kinerja berdasarkan pada evaluasi /audit kinerja kegiatan unit kerja-unit kerja dilakukan secara deskriprif kualitatif karena merupakan kegiatan tindak lanjut atas kegiatan yang dilaksanakan oleh UKE II dilingkungan Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas sebagai bagian dari bentuk pertanggungjawaban untuk Laporan Monitoring. Selain itu monitoring yang dilaksanakan juga untuk mengevaluasi sejauh mana keterlibatan stakeholder dalam setiap kajian melalui seminar-seminar dalam proses kegiatan evaluasi kinerja kegiatan dilingkungan Kementerian Negara PPN/Bappenas. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan monitoring yang dilaksanakan oleh Inspektorat Bidang Kinerja Kelembagaan selanjutnya antara lain : Monitoring Evaluasi/Audit Kinerja Kegiatan monitoring ini ditujukan pada peningkatan kualitas audit kinerja hasil kajian yang dilaksanakan oleh unit kerja-unit kerja dilingkungan Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dengan melihat ketepatan dan kualitas hasil pelaksanaan kajian dan kesesuaiannya terhadap tupoksi masing-masing UKE II. Pelaksanaan Kegiatan monitoring pengawasan kinerja ini lebih ditujukan kepada tersedianya informasi yang relevan sebagai bentuk ketranparansian kinerja setiap UKE II.doc 22 .BAB V KESIMPULAN Kegiatan monitoring pengawasan kinerja yang saat ini dilaksanakan merupakan kegiatan pemantauan yang ditujukan kepada penilaian terhadap kinerja unit kerja-unit kerja dilingkungan kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dan merupakan bagian dari proses akuntabilitas manajemen yang diharapkan mampu memberikan arahan dan masukan sebagai bahan dalam pelaksanaan tupoksi agar sesuai dengan renstra dan renja yang telah ditetapkan bersama.

Hasil dari monitoring akuntabilitas manajemen ini akan menghasilkan suatu laporan hasil audit kinerja terhadap temuan-temuan dari auditor yang dilakukan terhadap auditan dan mencari solusi atas permasalahan dari temuan audit.doc 23 . Sehingga pelaksanaan kegiatan evaluasi/audit ini untuk tahun berikutnya. Monitoring Akuntabilitas Manajeman Kegiatan monitoring pengawasan untuk tahap selanjutnya diharapkan mampu melakukan perbaikan terhadap mekanisme atau cara pelaksanaan kegiatan evaluasi/audit yang dilakukan oleh Inspektorat Bidang Kinerja kelembagaan sebagai bentuk dari akuntabilitas manajemen agar sesuai dengan arahan dari Sesmeneg PPN/Bappenas untuk dapat memberikan penilaian ataupun pembobotan terhadap hasil kajian yang dilaksanakan oleh masing-masing UKE II. diharapkan nantinya dapat diikuti oleh keseluruhan UKE II yang melakukan kegiatan kajian dilingkungan Kementerian Negara PPN/Bappenas.memberikan informasi yang realibel terhadap hasil pengawasan dan pemantauan kegiatan UKE II dalam menilai penyimpangan pelaksanaan kegiatan dan manajeman serta memberikan koreksi terhadap kegiatan yang sedang berjalan dan memberikan masukan bagi perencanaan selanjutnya agar sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku dilingkungan Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasiona/Bappenas. Selanjutnya hasil laporan monitoring ini untuk dapat melihat sejauhmana UKE II sebagai pelaksana dalam melakukan perbaikan-perbaikan terhadap penyimpangan-penyimpangan dalam pelaksanaan kinerja unit kerja yang akan menghasilkan rekomendasi penilaian terhadap hasil laporan audit kinerja. Kegiatan monitoring merupakan rangkaian kegiatan yang tidak terpisahkan dari tindak-lanjut penerapan kegiatan pemeriksaan /audit kinerja terhadap hasil kajian yang dilaksanakan oleh masing-masing Unit Kerja diLingkungan Kementerian Negara PPN/Bappenas dan dilaksanakan secara Laporan Monitoring.

berkelanjutan dan berkesinambungan dengan melihat. Laporan Monitoring.doc 24 . representatif dan akuntabel. menilai dan menetapkan suatu hasil laporan auditor terhadap pelaksanaan kegiatan unit kerja-unit kerja yang dilakukan oleh auditan serta mencari solusi atas permasalahan dari temuan obyek pemeriksaan agar dapat diperbaiki oleh unit kerja-unit kerja pelaksana. mengamati. agar hasil kegiatan/program yang dilaksanakan oleh UKE II dapat lebih realibel. Maka hasil penilaian kinerja tersebut dapat lebih berhasil guna dan bermanfaat terhadap kinerja unit kerja dalam melaksanakan tupoksinya dan dapat dijadikan pedoman bagi kegiatan yang akan dilaksanakan UKE II pada tahun berikutnya. Sehingga kegiatan monitor yang dilaksanakan oleh Inspektorat Bidang Kinerja Kelembagaan diharapkan akan menghasilkan suatu rekomendasi terhadap tindak lanjut kinerja unit kerja-unit kerja dan memperingatkan kembali kepada unit kerja-unit kerja terhadap hasil penilaian kinerja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful