Konflik dalam Perusahaan

Selasa, 24 November 2009
Diposkan oleh Felix The Flexi Perusahaan manapun pasti pernah mengalami konflik internal. Mulai dari tingkat individu, kelompok, sampai unit. .Mulai dari derajat dan lingkup konflik yang kecil sampai yang besar. Yang relatif kecil seperti masalah adu mulut tentang pribadi antarkaryawan, sampai yang relatif besar seperti beda pandangan tentang strategi bisnis di kalangan manajemen. Contoh lainnya dari konflik yang relatif besar yakni antara karyawan dan manajemen. Secara kasat mata kita bisa ikuti berita sehari-hari di berbagai media. Disitu tampak konflik dalam bentuk demonstrasi dan pemogokan. Apakah hal itu karena tuntutan besarnya kompensasi, kesejahteraan, keadilan promosi karir, ataukah karena tuntutan hak asasi manusia karyawan. Konflik itu sendiri merupakan proses yang dimulai bila satu pihak merasakan bahwa pihak lain telah mempengaruhi secara negatif atau akan segera mempengaruhi secara negatif. Faktor-faktor kondisi konflik (Robbins, Sthepen ,2003, Perilaku Organisasi):
• • • •

Harus dirasakan oleh pihak terkait Merupakan masalah persepsiAda oposisi atau ketidakcocokan tujuan, perbedaan dalam penafsiran fakta, ketidaksepakatan pada pengharapan perilaku Interaksi negatif-bersilangan Ada peringkat konflik dari kekerasan sampai lunak.

Menurut Baden Eunson (Conflict Management, 2007,diadaptasi), terdapat beragam jenis konflik:

Konflik vertikal yang terjadi antara tingkat hirarki,seperti antara manajemen puncak dan manajemen menengah, manajemen menengah dan penyelia, dan penyelia dan subordinasi. Bentuk konflik bisa berupa bagaimana mengalokasi sumberdaya secara optimum, mendeskripsikan tujuan, pencapaian kinerja organisasi, manajemen kompensasi dan karir. Konflik Horizontal, yang terjadi di antara orang-orang yang bekerja pada tingkat hirarki yang sama di dalam perusahaan. Contoh bentuk konflik ini adalah tentang perumusan tujuan yang tidak cocok, tentang alokasi dan efisiensi penggunaan sumberdaya, dan pemasaran. Konflik di antara staf lini, yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki tugas berbeda. Misalnya antara divisi pembelian bahan baku dan divisi keuangan. Divisi pembelian mengganggap akan efektif apabila bahan baku dibeli dalam jumlah besar dibanding sedikit-sedikit tetapi makan waktu berulang-ulang. Sementara divisi keuangan menghendaki jumlah yang lebih kecil karena terbatasnya anggaran. Misal lainnya antara divisi produksi dan divisi pemasaran. Divisi pemasaran membutuhkan produk yang beragam sesuai permintaan pasar. Sementara divisi produksi hanya mampu memproduksi jumlah produksi secara

Kepentingan individu dan klik ditempatkan di atas kepentingan perusahaan. Pada beberapa kasus yang di temui. dan bahkan penghancuran atau pembunuhan karakter orang lain. misalnya dalam membangun kekuasaan. Lalu mengapa konflik perlu dikelola? Apa untungnya? Bukankah nanti akan reda dengan . Konflik jenis ini telah menjadi “tantangan” yang tidak mudah bagi banyak pelaku organisasi dalam memastikan berjalannya proses organisasi dan berorganisasi yang “sesuai aturan”. Namun demikian. Konflik bisa terjadi antarkaryawan karena tidak lengkapnya uraian pekerjaan. dinamika kelompok. pihak karyawan memiliki lebih dari seorang manajer. dan sistem koordinasi yang tidak jelas. Dalam prakteknya ternyata tidak semudah ucapan. kekuatan dan pengaruh. Ketika itu terjadi maka keteganganketegangan akan timbul mulai dari ketidaksepakatan misalnya tentang suatu tujuan dan kebijakan perusahaan. bisa saja terjadi bukan karena “tercipta” oleh dinamika organisasi.• terbatas karena langkanya sumberdaya manusia yang akhli dan teknologi yang tepat. dan tergantung (serta dikendalikan oleh) masing-masing tingkatan etika yang dimiliki oleh individu-individu bersangkutan. konflik organisasi. Apalagi kalau konflik itu diciptakan seseorang dengan maksud tidak untuk membangun organisasi yang sehat. Konflik ini telah memasuki ranah ego individu. tetapi “sengaja diciptakan”. pendekatan kompromi. pertanyaan-pertanyaan sinis terhadap orang-pihak lain. Ada yang menerapkan pendekatan negosiasi. bobot. pendekatan mediasi. serangan verbal yang keras. atau juga bahkan “sengaja dikelola” untuk tujuantujuan lain yang sifatnya individual dan tidak berkorelasi dengan tujuan organisasi perusahaan. antara lain. dsb. kerap kali bisa tetap eksis karena memang dengan sengaja dimanfaatkan oleh individu-individu dengan otoritas yang lebih tinggi yang menginginkan agar konflik tetap berlangsung. jika “tujuan perusahaan” dipersepsikan lain-lain oleh masing-masing individu pelaku konflik. pendekatan formal dan informal. ancaman dan ultimatum. Karena itu. sekalipun dimafhumi bersama sebagai “tidak etis”. dan faktor-faktor penyebab konflik itu sendiri. maka konflik yang terjadi menjadi demikian sulit karena tidak lagi bisa diantisipasi dengan batasan-batasan aturan perusahaan. Konflik peran berupa kesalahpahaman tentang apa yang seharusnya dikerjakan oleh seseorang. MENGELOLA KONFLIK Model pendekatan pengelolaan konflik begitu beragam bergantung pada jenis lingkup. pendekatan gender. serangan fisik. karena beda kepentingan organisasi (departemen) dalam melakukan proses untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut. Melainkan untuk kepentingan pribadi dan klik. “ketidaketisan” individual ini. Dalam konteks bekerja untuk hal-hal yang sesuai dengan tujuan perusahaan. untuk tujuan-tujuan lain di luar konflik itu sendiri. maka konflik akan muncul.

sendirinya? Tidak juga. distribusi. Ada tiga pendekatan yakni : (a) Pendekatan Pencegahan. (b) Pendekatan Penghindaran o Menarik diri secara ikhlas dari konflik sebelum datangnya konflik yang parah. karena kalau tidak dikelola bakal menjadi semakin parah. Kalau dikelola dengan baik maka secara bertahap ketegangan konflik diharapkan semakin mereda dan pada gilirannya suasana akan pulih kembali. o Setiap yang berkonflik siap menghilangkan keegoannya masing-masing. o Kesediaan membuka pintu maaf. Persoalan pribadi pun akan berkembang menjadi kebencian dan dendam mendalam. dan tentu saja perusahaan. Membangun suasana kekeluargaan dan kebersamaan secara psikologis. 5. Bahkan berkembang menjadi kekerasan fisik dan non-fisik. dan transaksi bisnis akan sangat terganggu. Yang menjadi pertanyaan. KONFLIK DALAM SUATU PERUSAHAAN ANTAR KARYAWAN November 28th. Proses produksi. Uraian berikut lebih menggambarkan prinsip-prinsip pendekatan ketimbang uraian beragam jenis pendekatan secara teknis. Dan bagaimana pendekatannya?. Meningkatkan partisipasi seluruh elemen pelaku organisasi khususnya subordinasi dalam perumusan kebijakan dan perencanaan perusahaan.Tak ada ujung solusi. Membangun struktur organisasi yang fleksibel dalam mengembangkan komunikasi dan koordinasi yang efektif serta dinamika kelompok. manajemen. dan berpengalaman. Mengembangkan tujuan dan kepentingan bersama di antara yang berkonflik. Yang rugi adalah karyawan. sebaliknya menumbuhkan pemahaman bersama tentang kerugian adanya konflik yang berkepanjangan. 1. akhli. obyektif. Penyediaan sumberdaya yang dibutuhkan dalam proses produksi dan distribusi secara lengkap dan bersinambung. 2. • • • • Yang berkonflik saling mengidentifikasi penyebab konflik secara terbuka. dimulai dari segi mana pengelolaan konflik seharusnya dilakukan. (c) Pendekatan Pemecahan konflik. Memperkecil perbedaan-perbedaan. 2009 • Related • Filed Under . 3.Menggunakan peran mediator yang netral. 4. Melakukan sosialisasi dan internalisasi strategi dan kebijakan perusahaan.

Yakinkan mereka bahwa negosiasi dan kompromi adalah hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan win-win solution. 3. Membiarkan mereka mengeluarkan pendapat dan perasaan. Dengarkan versi masalah dari tiap karyawan yang terlibat. Tunjukkan empati kepada kedua belah pihak. oleh karenanya Solusi merupakan jalan yang terbaik untuk diambil. lalu meminta anda untuk segera melakukan tindakan ?? Berikut ini adalah langkah yang dapat Anda ambil untuk mengatasi konflik antar karyawan. Dengarkan kedua belah pihak.sebelumnya Anda harus tahu persoalan dari berbagai sisi. 2. disini saya mengambil satu contoh konflik dengan karyawan dalam perusahaan/organisasi. Jika saja ada salah satu karyawan anda. Ingatkan dan jaga agar mereka tetap fokus pada masalah yang sedang dihadapi pada saat ini. bukan pada pribadi yang bermasalah. lalu tetap monitor situasi dan perkembangan pasca konflik. Untuk memberikan solusi yang tepat sasaran. 1. 6. Fokus pada masalah. Tunjukkan bahwa Anda mengerti situasi yang sedang terjadi. Hal ini tidak berarti Anda harus setuju dengan pendapat karyawan. melainkan banyak kepentingan yang bertentangan. Tanyakan apa menurut mereka yang diperlukan untuk memecahkan masalah. Tanyakan pendapat mereka. membantu menenangkan mereka agar lebih siap untuk berkompromi dan negosiasi. keluarga dan antar kelompok sosial yang berbeda. buatlah keputusan yang jelas dan tegas. sehingga mereka berupaya untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan mereka sendiri dan jelas berupaya untuk mengalahkan kepentingan dan kebutuhan orang lain. Hal ini juga berlaku untuk diri Anda sebagai seorang pemimpin. tanpa mengaitkan masalah dengan hal-hal yang tidak relevan. . yang mengeluh karena kurangnya kerjasama antar rekan kerja yang selama ini anda bilang bagus yang disatu tugaskan dengannya. solusi merupakan suatu tindakan memilih dimana kita bisa menyelesaikan suatu masalah dengan cara yang terbaik dengan berbagai macam cara yang positif tentunya dan mendukung. Be a good sheperd. Tuntun tiap pihak untuk mendapatkan consensus akan konflik mereka. dengan penuh emosi si karyawan tersebut mengungkapkan kekecewaannya pada anda akan keluh kesah dengan rekan kerjanya.Konflik dapat saja terjadi tidak hanya karena kepentingan antar individu. 4. Setelah solusi didapat. tapi tunjukkan bahwa Anda memahami duduk persoalan. Apakah mereka bersedia untuk mendiskusikan masalah mereka? Apakah mereka bersedia untuk melihat permasalahan dari sudut pandang orang lain? Apa solusi yang diusulkan dari masing-masing pihak? 5. Buat keputusan.

yaitu raja.Implikasi dari konflik konflik yang sering .karena dasar hubungan agraris akan selalu berkaitan dengan pola pola penguasaan tanah yang ada.raja membentuk penguasa tanah yang bertanggung jawab terhadap sumbangan pajak dan kerja bakti.tanah bukaan tersebut menjadi kolektif sebagai sawah desa ( Van Setten van der Meer ).hak menguasai tanah pada awalnya bersumber dari kerja seseorang membuka hutan atau tanah tanah yang semula tak tergarap.menyatakan bahwa masyarakat bahwa masyarakat jawa prakolonial sampai tahun 1800an terbagi menjadi dua kondisi. Jika tidak diselesaikan akan semakin membesar dan membahayakan organisasi.ada tiga pihak yang msing masing berkepentingan dalam sistem penguasaan tanah.Semakin banyak raja membutuhkan tenaga kerja.Demikian pula apabila membutuhkan banyak tenaga kerja untuk pembangunan.dan kepala kepala yang berada diatas kekuasaan desa (feodal ).penguasaan terhadap sumber daya manusia.sebesar itu pulalah penguasaan tanah akan bermakna.sehingga memungkinkan orang untuk memiliki atau menguasai tanah seluas mungkin sesuai dengan kemampuannya membuka lahan. 2010 Konflik Agraria Pada Masa Prakemerdekaan Hubungan Agraris Penguasa Versus Rakyat Periode Prakolonial Konflik Agraria di Indonesia pada masa prakolonial tidak lepas dari hubungan hubungan agraris antara penduduk yang satu dan penduduk yang lain.Pertama.Pembukaan tanah dan percetakan sawah di lakukan oleh beberapa orang bersama sama menjadikan tanah tersebut milik gabungan.Hal yang lebih penting adalah penguasaan atas sumber daya manusia karena seberapa besar seseorang mampu menguasai sumber daya manusia.semakin banyak pula pembentukan sikep baru. ialah bahwa konflik adalah suatu proses yang bermula dari konflik lama yang masih terpendam.antara elite ( kerajaan ) yang satu dengan yang lainnya.sangat di perlukan dalam upaya memperluas wilayah. Akibatnya. Pendapat diatas mengasumsikan bahwa rasio manusia dan tanah masih tak terbatas.priyayi dan rakyat atau petani ( wong cilik ). Solusi lah yang tepat untuk diambil dalam membereskan suatu masalah.Kedua.Menurut Van Setten van der Meer.Konflik ini juga merupakan manifestasi kegelisahan petani akibat pengambilalihan tanah tanah mereka secara paksa oleh pihak kerajaan yang di sebut potong ( pancasan ) dari sikep lama kepada sikep baru(Mackenzie dalam Onghoklam ).Selain tanah sebagai lambang struktur kekuasaan raja.antara komunitas yang satu dan komunitas yang lain.di desa desa terdapat kehidupan ekonomi yang sederhana ( subsistence ).kehidupan masyarakat yang terikat pada hubungan hubungan kekuasaan dan ketaatan kepada kekuasaan raja raja.bupati bupati. karena tanpa solusi masalah tidak akan selesai dan malah akan berakibat panjang untuk kedepannya baik dalam kehidupan sosial maupun dalam Organisasi/Perusahaan.Kesimpulan yang dapat ditarik dari berbagai pendapat. Menurut Burger di lihat dari pola hubungan produksi.Jikalau seluruh penduduk desa bekerja bersama membuka tanah bagi kepentingan semua warga masyarakat desa.Hal ini mengakibatkan terjadinya pengambilan tanah tanah yang sebelumnya di kuasai sikep lama oleh pihak kerajaan untuk di berikan kepada sikep baru.antara penduduk dan elite (desa).Penguasaan tanah bukanlah suatau hal yang dominan dalam hubungan agraris.Van der Meer kemudian menyatakan bahwa tanah yang baru saja di buka di kenal sebagai tanah bakalan. Kemudian Untuk menyelesaikannya.Dalam sistem feodal.Pembahasan tentang hubungan hubungan agraris tidak dapat di lepaskan dari pembahasan tentang awal mula penguasaan tanah.untuk memperkuat posisi kerajaan.konflik konflik agraria yang terjadi pada masa itu berhubungan dengan diambilnya tanah tanah yang semula di kuasakan kepada petani. Konflik Agraria Pada Masa Prakemerdekaan June 3rd.dalam hal ini adalah jumlah rakyat.

pemberontakan-pemberontakan petani yang di pimpin sultan sultan secara berturut turut antara tahun 1808-1818 menelan korban jiwa hampir seperlima dari jumlah penduduk.seperti dilaporkan Vam der Broek (1891 ).Portugis mulai meluaskan monopoli perdagangan rempah rempah.Sementara itu.VOC berusaha menggabungkan diri dengan raja raja yang dianggap sangat berpengaruh dengan cara membantu otokrasi raja raja dan kaum bangsawan.yang terlibat dalam konflik adalah semua lapisan masyarakat yang memiliki kepentingan sama dalam menentang struktur feodal yakni melawan kelas pemilik tanah feodal.Nusantara sudah terkenal sebagai wilayah yang kaya akan rempah rempah. Ciri dari gerakan petani secara keseluruhan menampakkan pola yang sama yakni berupa aktivitas perlawanan dan penolakan terhadap dominasi asing dan struktur kelembagaan modern yang menyertainya.penjajah menggantikan kedudukan raja untuk menguasai tanah dengan cara berperang melawan kerajaan dan kesultanan.Kolonialisme ternyata semakin mempertajam konflik antar golongan yang terjadi di dalam masyarakat feodal. Kolonialisme telah menandai masuknya kapitalisme ke pedesaan.maka munculah dorongan untuk mulai menguasai pasaran rempah rempah Nusantara yang sebelumnya di kuasai kerajaan kerajaaan Jawa. Pada masa prakolonial dan kolonial.kaum tani merupakan pendukung kekuatan fisik yang potensial.Untuk melagenggkan kekuasaan.kondisi semakin memburuk saat Belanda datang ke Indoensia pada akhir abad ke 16.Sampai dengan dimulainya masa tanam paksa pada tahun 1830. Periode Kolonial Pada masa kolonial.pada masa itu.konflik agraria yang terjadi berdampingan erat dengan aturan feodal yang mengikat bahwa tanah adalah milik raja sehingga hampir semua konflik agraria bermuara pada kepentingan vertikal antara raja dan rakyat.sehingga timbul banyak perlawanan dari berbagai kerajaan di tanah air dan merugikan kedua belah pihak. Mulailah berbagai konflik yang muncul akibat perebutan pasaran sember daya rempah rempah.Dibawah sistem tanam paksa.Pola pola konflik yang terjadi menunjukkan adanya gerakan yang tidak semata mata berasal dari satu kelas sosial tetapi bahkan hampir semua gerakan petani di pimpin oleh kaum elit yang merasa di rugikan oleh sistem pemerintahan kolonial.menyebakan keadaan ekonomi kerajaan itu menjadi lemah.Penaklukan ini otomatis berbanding lurus dengan kumlah penduduk ( cacah ) yang berhasil dikuasai.Disinilah permasalahan agraria muncul.peraturan dan kebijakan agraria yang di terapkan pemerintah kolonial menyebabkan konflik konflik agraria antara pihak pemerintah kolonial yang lebih sering bersekongkol dengan raja melawan kaum elite pedesaan yang bersatu dengan massa rakyat yang semuanya bermuara pada persoalan siapa yang lebih berkuasa atas tanah.dan portugis juga menguasai aceh.seperti ambon.diikuti denghan proses proses petani di desa desa karerna di paksa menyerahkan sepertiga sampai setengah luas sawah untuk memenuhi kebutuhan tanaman dan pelipatgandaan kerja wajib Vitalis.konflik agraria yang muncul bersifat vertikal dan sangat tergantung dari berlakunya sistem dan mekanisme aturan yang ada.khususnya ke wilayah timur.Pada masa itu.dan gerakan petani timbul manakala terjadi penguasaan tanah oleh dominasi asing.Setelah bangsa Portugal berhasil menguasai Malaka.yakni ketika seluruh tanah milik pemegang apanage telah diambil alih kolonial.mereka melakukan monopoli juga.Dalam masa prakolonial.terjadi di beberapa bagian kerajaan menyebabkan timbulnya ketidakstabilan ini bisa dilihat dari luasnya wilayah sebuah kerajaan melalui penaklukan kerajaan kerajaan kecil.Akibatnya. Masa imperialisme diawali dengan ketertarikan bangsa bangsa eropa untuk mencari sumber rempah rempah yang sudah sejak lama menjadi mata dagangan dunia.konflik antar golongan terjadi karena masing masing pihak menganut norma dan nilai yang bertentangan.Jauh sebelum masa kolonialisme.Pada masa Daendels.Kedudukan mereka menjadi seperti pemegang apanage di .Melalui VOC.pemberontakan petani di daerah ini tidak pernah surut.Pemberontakan petani tahun 1830 meletus ketika penanaman nila dijalankan di karesidenan Cirebon.pemberontakan pemberontakan petani terus terjadi dan mengganggu kedamaian.ternate tidore dll.Peraturan feodal yang mengikat sering menyebabkan konflik agraria antara petani yang di beri hak apanage dan raja sebagai pemilik tanah.

dilihat dari sisi pihak yang terlibat.bangsawan dan rakyat. Kedua. Passanger Management System (PMS) dan E-Passport. Konflik konflik Berlevel Lokal Dilihat dari pola umum. Pada kesempatan itu Dirjen Imigrasi mengirimkan prasasti elektronis berupa Instruksi Direktur Jenderal Imigrasi sebagai tanda dimulainya penerapan secara serentak sistem E-office yang digelar melalui interkoneksi di 103 kanim dan 33 Divisi Imigrasi di 33 propinsi diseluruh Indonesia. sistem E-Office merupakan wujud nyata tindak lanjut secara bertahap dengan penyempurnaanpenyempurnaan sesuai perkembangan kemajuan tehnologi dan tutuntan kebutuhan masyarakat. Sistem pelayanan yang selama ini manual mulai awal juni lalu mulai ditinggalkan dengan diterapkannya sistem e-office.paling tidak ada 3 faktor yang mempunyai kepentingan terhadap tanah yaitu raja.Belanda tidak lagi berminat terhadap pajak berupa hasil bumi atau uang seperti halnya pemegang apanage terhadap tuan tanah dalam sistem feodal.aktor yang terlibat konflik mulai bergeser dengan hadirnya pemilik modal perkebunan. Permohonan baru. duplikat.konflik yang terjadi bersifat lokal dan cenderung mewakili reaksi reaksi lokal terhadap keresahan khusus.P.Pada masyarakat ini. Melalui aplikasi yang tersedia. serta mengidentifikasi setiap Perpanjangan dan alih status Ijin Tinggal . Melalui prosedur dan mekanisme setiap tahapan . Border Control Mangement (BCM). konversi. status sipil dan kewarganegaraan orang asing.Walaupun demikian.Akibat kebutuhan tenaga kerja dalam sistem tanam paksa meningkat. karena aplikasi yang ada dapat menampung pengembangan terstruktur dari Enhance Cekal System (EHS).areal yang di sewa oleh raja. sebagai paltform pengembangan sistem keimigrasian yang berkelanjutan.tetapi meminta areal tanah beserta penggarapnya.menyebabkan banyak konflik antara rakyat dan pihak perkebunan. perpanjangan. Peluncuran system Eoffice dilakukan oleh Dirjen Imigrasi pada 2 Juni 2008 di Ditjen Imigrasi.Konflik struktural terjadi antara masyarakat dan pihak kerajaan sebagai akibat penerapan berbagai kewajiban. Pertama.konflik dapat dilkasifikasikan menjadi konflik struktral dan horisontal. Rakyat versus Raja. Penerapan Sistem E-Office Menandai Era Baru Pelayanan Keimigrasian Ditulis oleh Agato P. alih jabatan. alur kerja. Aplikasi sistem E-office dapat dipergunakan untuk melayani. menciptakan standarisasi pelayanan keimigrasian.Seperti yang dikatakan Sartono. sampai pada perubahan nama. memantau. baik prosedur mekanisme tiap tahapan proses dan.Bangsawan dan Kolonial Dalam struktur masyarakat feodal.Ini di bukukan dengan fenomena munculnya reaksi sama dalam wilayah tertentu dalam waktu yang singkat tetapi dengan frekuensi aksi pemberontakan petani yang tinggi pada setiap masanya. Dalam konteks ini Basyir mengungkapkan bahwa para Direktur Jenderal Imigrasi terdahulu telah meletakan rencana dasar grand design berupa Sistem Informasi dan Manajemen Keimigrasian (SIMKIM).pada abad ke 19 di daerah pedesaan seperti Banten bermunculan konflik konflik agraria yang diakibatkan oleh eksploitasi tenaga petani yang melampaui batas.Setelah dikeluarkannya Undang Undang Agraria 1870.dari beberapa sumber di peroleh keterangan bahwa konflik struktural lebih dominan dari pada horisontal. Simamora Selasa. Sistem E-office memiliki delapan keunggulan. alih sponsor bagi pemegang KITAS/KITAP . 1 AIM dan 1 Ditjenim. alamat. ERP/MERP/EPO . 1 Unit Khusus.terlebih lagi terjadinya pengambilan tanah tanah penduduk untuk kemudian digunakan sebagai perkebunan serta adanya perkebunan di sekitar atau di tengah perkampungan penduduk. Kewarganegaran Ganda Terbatas .Banyaknya tanah yang dikuasai. 12 Agustus 2008 Saat ini Ditjen Imigrasi telah memasuki era baru dalam memberikan pelayanan keimigrasian. pelayanan jasa keimigrasian bagi warga negara asing dilakukan melalui transaksi elektronis.sementara konflik horisontal banyak berkaitan dengan konflik yang terjadi antar sikep akibat kebijakan kerajaan dalam hal pancasan.

Masarakat dan petugas sama-sama didorong oleh sistem melakukan hak dan kewajiban masing-masing. Keuntungannya mata rantai birokrasi dapat dipangkas. berapa jumlah. Sekarang sistem cekal telah treintegrasi dalam sistem E-office. Melalui sistem E-office komunikasi internal antar petugas imigrasi diseluruh Indonesia sampai ke pelosok dapat terjangkau dan tanpa biaya sambungan telekomunikasi. Efek domino yang diharapkan adalah konflik kepentingan petugas dengan pemohon dapat ditekan. data sponsor. lama tinggal. Petugas yang tidak memiliki otorisasi tidak dapat melakukan verifikasi berkas. jenis pekerjaan. 29 Agustus 2008 Jakarta. Setiap lampiran permohonan berupa persyaratan dan atau data pendukung disimpan dalam bentuk file digital memudahkan proses penemuan kembali. Contoh lainnya ketika kantor imigrasi di Sabang mendeportasi orang asing maka kantor wilayah di propinsi serta kantor pusat di ibukat dapat mengakses identitas. Peromohonan yang tidak lengkap tidak dapat mengikuti proses lanjuta. Hal yang membawa perbedaan signifikan adalah data orang asing dapat diolah menjadi berbagai informasi baik berupa inventarisasi. pemeriksaan. Kalau sebelumnya permohonan diajukan dari Merauke harus dilayangkan melalui surat ke Kantor Wilayah di Jayapura dan kemudian diteruskan ke Ditjenim di Jakarta. Bahkan historical kapan orang asing itu masuk. jenis pekerjaan. Dalam perspektif keamanan nasional kelengkapan data base dapat dipergunakan instansi terkait untuk meminimalkan dampak negatif keberadaan orang asing. Menanggapi pemberitaan sebuat surat kabar nasional mengenai pergantian peralatan lama ke sistem baru pembuatan paspor bisa menjadi celah bagi seseorang yang masuk dalam daftar cekal untuk meloloskan diri l. wilayah. Masalah klasik tentang penyimpan puluhan juta lembar kertas akibat penambahan arsip namun tidak diikuti dengan penambahan ruangan dapat diatasi. dan ketika mendapat persetujuan maka dilakukan melalui pengiriman surat ke Jayapura dan diteruskan ke Merauke. dan pusat. alasan dimasukkan dalam daftar cekal atau tidak. memiliki document management system. Pengunaan anggaran keuangan negara akan lebih dapat ditekan. Ketujuh. Kelima. Keenam. ijin keimigrasian. alamat tinggal dapat diketahui secara akurat.penerimaan. serta penyelesaian berkas. keluar. Passanger Management System (PMS) setiap orang yang keluar masuk wilayah dapat diketahui secara pasti. integrasi sistem cekal. TPI laut dan Udara dapat dimaksimalkan. pelayan keimigrasian menjadi lebih cepat karena bekerja secara manual digantikan secara elektronis. Kedepan dengan semakin banyak input data orang asing serta integrasi BCM dan PMS maka dengan mudah dan cepat dapat ketahui data orang asing. proses digitalisasi file. komunikasi via voip. alasan pedeportasian. Sebelumnya sistem cekal memiliki sistem terpisah sehingga dalam alur proses kerja dilakukan oleh petugas Akhusus. rekapitulasi. Sebelumnya sangat sulit mencari data kapan dan dari mana seseorang masuk atau keluar wilayah Indonesia. Kebijakan yang didasarkan atas keputusan subjektif petugas dapat minimalisir karena proses dilakukan by system. Hal ini akan memberikan jaminan kepasatian hukum bagai seseorang bilamana sesoarang masuk dalam daftar cekal atau hilang dalam daftar cekal. jabatan. Ribuan meter persegi ruangan dikantor-kantor imigrasi dan rumah detensi. Dengan sistem baru proses administrasi dapat dilakukan secara elektronis. perubahaan alamat sampai dengan perubahan nama dan kewarganegaraan akan terekam di Pusat Data Keimigrasian (Pusdakim). Dapat dijelaskan . Ketiga. yang sayangnya hanya berupa statement narasumber tanpa dijelaskan bagaimana hal itu dapat terjadi. Alur proses penyekesaian berkas setiap tahapan dilakukan oleh sistem. sedangkan dalam perspektif ekonomi dapat diketahui sentra-sentra orang asing disuatu wilayah. sistem pelaporan internal menjadi lebih efektif dan efisien karena kompilasi data-data yang diperlukan dapat segera disajikan oleh program dapat digunakan sebagai bahan analisa pengambilan keputusan. karena input data dari Merauke dapat ditampilkan secara real time di Jayapura dan Jakarta begitu sebalikya. Sistem ini juga dapat digunakan sebagai intrumen penyebaran informasi penambahan dan/atau pengurangan daftar cekal secara real time. Hal ini sangat membawa dampak positif bahwa setiap unit pelaksana di daerah akan tau bahwa kinerjanya diawasi dengan demikian diharapkan akan lebih berhati-hati dalam melaksanakan tugas. Sistem Baru Pembuatan Paspor Tidak Hambat Imigrasi Awasi cegah Tangkal Ditulis oleh Admin Jumat. Data digital tersebut dapat diakses oleh kantor didaerah. Kedelapan. dimilikinya data base WNA terpusat berupa identitas pribadi. Keempat. suatu persetujuan dan penerbitan keputusan hanya dapat dikeluarkan berdasarkan otoritas yang secara limitatif (terbatas) ditetapkan dalam program aplikasi. karena harus mencari satu persatu lemba E/D Card dan passanger list yang ada di 126 pelabuhan laut dan udata yang menjadi Tempat Pemeriksaan Imigrasi. anggota keluarga sehingga pemerintah daerah dan pelaku bisnis dapat memaksimalkan dampak posistif kehadiran orang asing diwilayah tersebut. Keberadaan orang asing di Indonesia akan terdata dengan akurat bahkan tahun 2009-2010 melalui Border Control Mangement (BCM).

Pada tahapan verifikasi data base cegah tangkal. ketika petugas melakukan entry data. Namun sistem penerbitan paspor baru yang dibangun dapat diintegrasikan dengan data base sistem cekal. maka sistem secara otomatis akan terkoneksi dengan data base cegah tangkal. Bahwa konsepsi pembangunan sistem informasi tehnologi keimigrasian yang dikembangkan dijajaran Imigrasi merupakan suatu konsep integral dan holistik. Oleh karena ini kekhawatiran bahwa sistem baru dapat meloloskan orang yang ada dalam sistem cekal terkait dengan peralihan peralatan baru adalah kurang tepat. Data base cekal ini dapat terkoneksi dengan semua sistem aplikasi keimigrasian yang ada. Integrasi/koneksi database cekal terjadi pada tahap ke-4 yaitu tahapan penerimaan berkas. dan tahapan verifikasi data base cegah tangkal. Sedangkan strategi perencanaan dan pelaksanaannya menggunakan konsepsi pengembangan dan pembangunan yang berkesinambungan dengan langkah pelaksanaan secara parsial (terpisah) namun semuanya menuju satu kesatutan (integrasi) kesisteman. tahapan entry data pemohon. Aplikasi sistem penerbitan SPRI/paspor (sistem baru) meliputi keseluruhan rangkaian tahapan pembuatan paspor sejak penerimaan berkas sampai pada pencetakan paspor.bahwa tidak benar seseorang yang masuk dalam daftar cegah tangkal dapat membuat paspor dalam masa peralihan sistem penerbitan paspor. Penambahan dan pengurangan daftar cegah tangkal sepenuhnya dilakukan terpusat yang manghasilkan suatu data base cekal. *** . 2. Tanpa melewati tahapan aplikasi cekal permohonan paspor tidak dapat melanjutkan tahapan berikut apalagi sampai pada tahapan pencetakan paspor. Jelas bahwa tahapan verivikasi cekal adalah termasuk bagian dari tahap awal dari sistem pembuatan paspor. Dasar pernyataan ini melalui konstruksi pemikiran sebagai berikut : 1. pemeriksaan cegah tangkal itu sudah harga mati yang harus muncul dalam setiap proses pelayanan keimigrasian. Apabila tahapan ini tidak dapat dilaksanakan maka sistem tidak akan beralih ke tahap selanjutnya. baik sistem pelayanan WNA maupun WNI. 3. Sistem aplikasi penerbitan paspor dan sistem aplikasi cekal merupakan sistem yang berbeda dan terpisah. 4. tahapan pemindaian (scanning) persyaratan yang dilampirkan. Bagi Imigrasi. Saat ini imigrasi memiliki sistem aplikasi Cekal yang secara kesisteman merupakan aplikasi sistem yang mandiri (terpisah) yang dikelola secara terpusat oleh Pusat Data Keimigrasian pada Ditjen Imigrasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful