P. 1
contoh konflik

contoh konflik

|Views: 5,454|Likes:
Published by Harno Caem

More info:

Published by: Harno Caem on Oct 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/07/2013

pdf

text

original

Konflik dalam Perusahaan

Selasa, 24 November 2009
Diposkan oleh Felix The Flexi Perusahaan manapun pasti pernah mengalami konflik internal. Mulai dari tingkat individu, kelompok, sampai unit. .Mulai dari derajat dan lingkup konflik yang kecil sampai yang besar. Yang relatif kecil seperti masalah adu mulut tentang pribadi antarkaryawan, sampai yang relatif besar seperti beda pandangan tentang strategi bisnis di kalangan manajemen. Contoh lainnya dari konflik yang relatif besar yakni antara karyawan dan manajemen. Secara kasat mata kita bisa ikuti berita sehari-hari di berbagai media. Disitu tampak konflik dalam bentuk demonstrasi dan pemogokan. Apakah hal itu karena tuntutan besarnya kompensasi, kesejahteraan, keadilan promosi karir, ataukah karena tuntutan hak asasi manusia karyawan. Konflik itu sendiri merupakan proses yang dimulai bila satu pihak merasakan bahwa pihak lain telah mempengaruhi secara negatif atau akan segera mempengaruhi secara negatif. Faktor-faktor kondisi konflik (Robbins, Sthepen ,2003, Perilaku Organisasi):
• • • •

Harus dirasakan oleh pihak terkait Merupakan masalah persepsiAda oposisi atau ketidakcocokan tujuan, perbedaan dalam penafsiran fakta, ketidaksepakatan pada pengharapan perilaku Interaksi negatif-bersilangan Ada peringkat konflik dari kekerasan sampai lunak.

Menurut Baden Eunson (Conflict Management, 2007,diadaptasi), terdapat beragam jenis konflik:

Konflik vertikal yang terjadi antara tingkat hirarki,seperti antara manajemen puncak dan manajemen menengah, manajemen menengah dan penyelia, dan penyelia dan subordinasi. Bentuk konflik bisa berupa bagaimana mengalokasi sumberdaya secara optimum, mendeskripsikan tujuan, pencapaian kinerja organisasi, manajemen kompensasi dan karir. Konflik Horizontal, yang terjadi di antara orang-orang yang bekerja pada tingkat hirarki yang sama di dalam perusahaan. Contoh bentuk konflik ini adalah tentang perumusan tujuan yang tidak cocok, tentang alokasi dan efisiensi penggunaan sumberdaya, dan pemasaran. Konflik di antara staf lini, yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki tugas berbeda. Misalnya antara divisi pembelian bahan baku dan divisi keuangan. Divisi pembelian mengganggap akan efektif apabila bahan baku dibeli dalam jumlah besar dibanding sedikit-sedikit tetapi makan waktu berulang-ulang. Sementara divisi keuangan menghendaki jumlah yang lebih kecil karena terbatasnya anggaran. Misal lainnya antara divisi produksi dan divisi pemasaran. Divisi pemasaran membutuhkan produk yang beragam sesuai permintaan pasar. Sementara divisi produksi hanya mampu memproduksi jumlah produksi secara

dan sistem koordinasi yang tidak jelas. dan tergantung (serta dikendalikan oleh) masing-masing tingkatan etika yang dimiliki oleh individu-individu bersangkutan. dan faktor-faktor penyebab konflik itu sendiri. pendekatan formal dan informal. Ada yang menerapkan pendekatan negosiasi. Konflik jenis ini telah menjadi “tantangan” yang tidak mudah bagi banyak pelaku organisasi dalam memastikan berjalannya proses organisasi dan berorganisasi yang “sesuai aturan”. karena beda kepentingan organisasi (departemen) dalam melakukan proses untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut. pendekatan mediasi. pertanyaan-pertanyaan sinis terhadap orang-pihak lain. Namun demikian. Dalam prakteknya ternyata tidak semudah ucapan. Apalagi kalau konflik itu diciptakan seseorang dengan maksud tidak untuk membangun organisasi yang sehat. ancaman dan ultimatum. Pada beberapa kasus yang di temui.• terbatas karena langkanya sumberdaya manusia yang akhli dan teknologi yang tepat. bobot. dan bahkan penghancuran atau pembunuhan karakter orang lain. “ketidaketisan” individual ini. misalnya dalam membangun kekuasaan. MENGELOLA KONFLIK Model pendekatan pengelolaan konflik begitu beragam bergantung pada jenis lingkup. Konflik bisa terjadi antarkaryawan karena tidak lengkapnya uraian pekerjaan. kekuatan dan pengaruh. Ketika itu terjadi maka keteganganketegangan akan timbul mulai dari ketidaksepakatan misalnya tentang suatu tujuan dan kebijakan perusahaan. antara lain. maka konflik akan muncul. jika “tujuan perusahaan” dipersepsikan lain-lain oleh masing-masing individu pelaku konflik. serangan fisik. Melainkan untuk kepentingan pribadi dan klik. bisa saja terjadi bukan karena “tercipta” oleh dinamika organisasi. Karena itu. dsb. untuk tujuan-tujuan lain di luar konflik itu sendiri. maka konflik yang terjadi menjadi demikian sulit karena tidak lagi bisa diantisipasi dengan batasan-batasan aturan perusahaan. pendekatan gender. Konflik ini telah memasuki ranah ego individu. kerap kali bisa tetap eksis karena memang dengan sengaja dimanfaatkan oleh individu-individu dengan otoritas yang lebih tinggi yang menginginkan agar konflik tetap berlangsung. Kepentingan individu dan klik ditempatkan di atas kepentingan perusahaan. serangan verbal yang keras. tetapi “sengaja diciptakan”. konflik organisasi. sekalipun dimafhumi bersama sebagai “tidak etis”. dinamika kelompok. Dalam konteks bekerja untuk hal-hal yang sesuai dengan tujuan perusahaan. Lalu mengapa konflik perlu dikelola? Apa untungnya? Bukankah nanti akan reda dengan . pendekatan kompromi. pihak karyawan memiliki lebih dari seorang manajer. atau juga bahkan “sengaja dikelola” untuk tujuantujuan lain yang sifatnya individual dan tidak berkorelasi dengan tujuan organisasi perusahaan. Konflik peran berupa kesalahpahaman tentang apa yang seharusnya dikerjakan oleh seseorang.

karena kalau tidak dikelola bakal menjadi semakin parah. Penyediaan sumberdaya yang dibutuhkan dalam proses produksi dan distribusi secara lengkap dan bersinambung. (c) Pendekatan Pemecahan konflik. 3. obyektif. Yang rugi adalah karyawan. 2009 • Related • Filed Under . Meningkatkan partisipasi seluruh elemen pelaku organisasi khususnya subordinasi dalam perumusan kebijakan dan perencanaan perusahaan. akhli. Yang menjadi pertanyaan.Menggunakan peran mediator yang netral. Mengembangkan tujuan dan kepentingan bersama di antara yang berkonflik. o Kesediaan membuka pintu maaf. manajemen. Melakukan sosialisasi dan internalisasi strategi dan kebijakan perusahaan. dan tentu saja perusahaan. Persoalan pribadi pun akan berkembang menjadi kebencian dan dendam mendalam. 5. Bahkan berkembang menjadi kekerasan fisik dan non-fisik. Kalau dikelola dengan baik maka secara bertahap ketegangan konflik diharapkan semakin mereda dan pada gilirannya suasana akan pulih kembali. Memperkecil perbedaan-perbedaan. • • • • Yang berkonflik saling mengidentifikasi penyebab konflik secara terbuka. Ada tiga pendekatan yakni : (a) Pendekatan Pencegahan. sebaliknya menumbuhkan pemahaman bersama tentang kerugian adanya konflik yang berkepanjangan. KONFLIK DALAM SUATU PERUSAHAAN ANTAR KARYAWAN November 28th. 1. Uraian berikut lebih menggambarkan prinsip-prinsip pendekatan ketimbang uraian beragam jenis pendekatan secara teknis. Dan bagaimana pendekatannya?. Membangun struktur organisasi yang fleksibel dalam mengembangkan komunikasi dan koordinasi yang efektif serta dinamika kelompok. 4. Proses produksi. 2.Tak ada ujung solusi.sendirinya? Tidak juga. o Setiap yang berkonflik siap menghilangkan keegoannya masing-masing. Membangun suasana kekeluargaan dan kebersamaan secara psikologis. dimulai dari segi mana pengelolaan konflik seharusnya dilakukan. distribusi. (b) Pendekatan Penghindaran o Menarik diri secara ikhlas dari konflik sebelum datangnya konflik yang parah. dan transaksi bisnis akan sangat terganggu. dan berpengalaman.

2. disini saya mengambil satu contoh konflik dengan karyawan dalam perusahaan/organisasi. Apakah mereka bersedia untuk mendiskusikan masalah mereka? Apakah mereka bersedia untuk melihat permasalahan dari sudut pandang orang lain? Apa solusi yang diusulkan dari masing-masing pihak? 5. Dengarkan kedua belah pihak. Membiarkan mereka mengeluarkan pendapat dan perasaan. Fokus pada masalah. oleh karenanya Solusi merupakan jalan yang terbaik untuk diambil. lalu tetap monitor situasi dan perkembangan pasca konflik. Hal ini juga berlaku untuk diri Anda sebagai seorang pemimpin. Be a good sheperd. Tanyakan apa menurut mereka yang diperlukan untuk memecahkan masalah.sebelumnya Anda harus tahu persoalan dari berbagai sisi. Tuntun tiap pihak untuk mendapatkan consensus akan konflik mereka. 6. yang mengeluh karena kurangnya kerjasama antar rekan kerja yang selama ini anda bilang bagus yang disatu tugaskan dengannya. buatlah keputusan yang jelas dan tegas. 4. Untuk memberikan solusi yang tepat sasaran. Ingatkan dan jaga agar mereka tetap fokus pada masalah yang sedang dihadapi pada saat ini. Tunjukkan bahwa Anda mengerti situasi yang sedang terjadi. tapi tunjukkan bahwa Anda memahami duduk persoalan.Konflik dapat saja terjadi tidak hanya karena kepentingan antar individu. Jika saja ada salah satu karyawan anda. Dengarkan versi masalah dari tiap karyawan yang terlibat. bukan pada pribadi yang bermasalah. 3. solusi merupakan suatu tindakan memilih dimana kita bisa menyelesaikan suatu masalah dengan cara yang terbaik dengan berbagai macam cara yang positif tentunya dan mendukung. Buat keputusan. keluarga dan antar kelompok sosial yang berbeda. melainkan banyak kepentingan yang bertentangan. 1. Yakinkan mereka bahwa negosiasi dan kompromi adalah hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan win-win solution. Tunjukkan empati kepada kedua belah pihak. dengan penuh emosi si karyawan tersebut mengungkapkan kekecewaannya pada anda akan keluh kesah dengan rekan kerjanya. lalu meminta anda untuk segera melakukan tindakan ?? Berikut ini adalah langkah yang dapat Anda ambil untuk mengatasi konflik antar karyawan. Tanyakan pendapat mereka. tanpa mengaitkan masalah dengan hal-hal yang tidak relevan. Hal ini tidak berarti Anda harus setuju dengan pendapat karyawan. . Setelah solusi didapat. sehingga mereka berupaya untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan mereka sendiri dan jelas berupaya untuk mengalahkan kepentingan dan kebutuhan orang lain. membantu menenangkan mereka agar lebih siap untuk berkompromi dan negosiasi.

Hal yang lebih penting adalah penguasaan atas sumber daya manusia karena seberapa besar seseorang mampu menguasai sumber daya manusia.raja membentuk penguasa tanah yang bertanggung jawab terhadap sumbangan pajak dan kerja bakti.sangat di perlukan dalam upaya memperluas wilayah.antara elite ( kerajaan ) yang satu dengan yang lainnya. Konflik Agraria Pada Masa Prakemerdekaan June 3rd.Van der Meer kemudian menyatakan bahwa tanah yang baru saja di buka di kenal sebagai tanah bakalan.untuk memperkuat posisi kerajaan.ada tiga pihak yang msing masing berkepentingan dalam sistem penguasaan tanah.Dalam sistem feodal.Penguasaan tanah bukanlah suatau hal yang dominan dalam hubungan agraris.Selain tanah sebagai lambang struktur kekuasaan raja. karena tanpa solusi masalah tidak akan selesai dan malah akan berakibat panjang untuk kedepannya baik dalam kehidupan sosial maupun dalam Organisasi/Perusahaan.Konflik ini juga merupakan manifestasi kegelisahan petani akibat pengambilalihan tanah tanah mereka secara paksa oleh pihak kerajaan yang di sebut potong ( pancasan ) dari sikep lama kepada sikep baru(Mackenzie dalam Onghoklam ).priyayi dan rakyat atau petani ( wong cilik ).menyatakan bahwa masyarakat bahwa masyarakat jawa prakolonial sampai tahun 1800an terbagi menjadi dua kondisi.Demikian pula apabila membutuhkan banyak tenaga kerja untuk pembangunan. Jika tidak diselesaikan akan semakin membesar dan membahayakan organisasi.dan kepala kepala yang berada diatas kekuasaan desa (feodal ).karena dasar hubungan agraris akan selalu berkaitan dengan pola pola penguasaan tanah yang ada.sebesar itu pulalah penguasaan tanah akan bermakna.konflik konflik agraria yang terjadi pada masa itu berhubungan dengan diambilnya tanah tanah yang semula di kuasakan kepada petani.tanah bukaan tersebut menjadi kolektif sebagai sawah desa ( Van Setten van der Meer ). ialah bahwa konflik adalah suatu proses yang bermula dari konflik lama yang masih terpendam.sehingga memungkinkan orang untuk memiliki atau menguasai tanah seluas mungkin sesuai dengan kemampuannya membuka lahan.Semakin banyak raja membutuhkan tenaga kerja.yaitu raja.Hal ini mengakibatkan terjadinya pengambilan tanah tanah yang sebelumnya di kuasai sikep lama oleh pihak kerajaan untuk di berikan kepada sikep baru.penguasaan terhadap sumber daya manusia. 2010 Konflik Agraria Pada Masa Prakemerdekaan Hubungan Agraris Penguasa Versus Rakyat Periode Prakolonial Konflik Agraria di Indonesia pada masa prakolonial tidak lepas dari hubungan hubungan agraris antara penduduk yang satu dan penduduk yang lain.Kedua.di desa desa terdapat kehidupan ekonomi yang sederhana ( subsistence ).Jikalau seluruh penduduk desa bekerja bersama membuka tanah bagi kepentingan semua warga masyarakat desa.semakin banyak pula pembentukan sikep baru.kehidupan masyarakat yang terikat pada hubungan hubungan kekuasaan dan ketaatan kepada kekuasaan raja raja.Menurut Van Setten van der Meer.hak menguasai tanah pada awalnya bersumber dari kerja seseorang membuka hutan atau tanah tanah yang semula tak tergarap. Akibatnya.Implikasi dari konflik konflik yang sering .Pembahasan tentang hubungan hubungan agraris tidak dapat di lepaskan dari pembahasan tentang awal mula penguasaan tanah.dalam hal ini adalah jumlah rakyat. Menurut Burger di lihat dari pola hubungan produksi. Pendapat diatas mengasumsikan bahwa rasio manusia dan tanah masih tak terbatas.antara penduduk dan elite (desa).Pertama.bupati bupati.antara komunitas yang satu dan komunitas yang lain. Solusi lah yang tepat untuk diambil dalam membereskan suatu masalah.Kesimpulan yang dapat ditarik dari berbagai pendapat.Pembukaan tanah dan percetakan sawah di lakukan oleh beberapa orang bersama sama menjadikan tanah tersebut milik gabungan. Kemudian Untuk menyelesaikannya.

Masa imperialisme diawali dengan ketertarikan bangsa bangsa eropa untuk mencari sumber rempah rempah yang sudah sejak lama menjadi mata dagangan dunia.ternate tidore dll. Mulailah berbagai konflik yang muncul akibat perebutan pasaran sember daya rempah rempah.Setelah bangsa Portugal berhasil menguasai Malaka.menyebakan keadaan ekonomi kerajaan itu menjadi lemah.penjajah menggantikan kedudukan raja untuk menguasai tanah dengan cara berperang melawan kerajaan dan kesultanan.peraturan dan kebijakan agraria yang di terapkan pemerintah kolonial menyebabkan konflik konflik agraria antara pihak pemerintah kolonial yang lebih sering bersekongkol dengan raja melawan kaum elite pedesaan yang bersatu dengan massa rakyat yang semuanya bermuara pada persoalan siapa yang lebih berkuasa atas tanah.Portugis mulai meluaskan monopoli perdagangan rempah rempah.Kolonialisme ternyata semakin mempertajam konflik antar golongan yang terjadi di dalam masyarakat feodal.seperti ambon.Sementara itu.Peraturan feodal yang mengikat sering menyebabkan konflik agraria antara petani yang di beri hak apanage dan raja sebagai pemilik tanah.Pola pola konflik yang terjadi menunjukkan adanya gerakan yang tidak semata mata berasal dari satu kelas sosial tetapi bahkan hampir semua gerakan petani di pimpin oleh kaum elit yang merasa di rugikan oleh sistem pemerintahan kolonial.Dalam masa prakolonial.pada masa itu.Disinilah permasalahan agraria muncul.Penaklukan ini otomatis berbanding lurus dengan kumlah penduduk ( cacah ) yang berhasil dikuasai.khususnya ke wilayah timur.pemberontakan petani di daerah ini tidak pernah surut.Nusantara sudah terkenal sebagai wilayah yang kaya akan rempah rempah.yakni ketika seluruh tanah milik pemegang apanage telah diambil alih kolonial.Sampai dengan dimulainya masa tanam paksa pada tahun 1830.Untuk melagenggkan kekuasaan. Ciri dari gerakan petani secara keseluruhan menampakkan pola yang sama yakni berupa aktivitas perlawanan dan penolakan terhadap dominasi asing dan struktur kelembagaan modern yang menyertainya.dan gerakan petani timbul manakala terjadi penguasaan tanah oleh dominasi asing.Pada masa itu.Melalui VOC.sehingga timbul banyak perlawanan dari berbagai kerajaan di tanah air dan merugikan kedua belah pihak.VOC berusaha menggabungkan diri dengan raja raja yang dianggap sangat berpengaruh dengan cara membantu otokrasi raja raja dan kaum bangsawan. Periode Kolonial Pada masa kolonial.konflik agraria yang terjadi berdampingan erat dengan aturan feodal yang mengikat bahwa tanah adalah milik raja sehingga hampir semua konflik agraria bermuara pada kepentingan vertikal antara raja dan rakyat.mereka melakukan monopoli juga.diikuti denghan proses proses petani di desa desa karerna di paksa menyerahkan sepertiga sampai setengah luas sawah untuk memenuhi kebutuhan tanaman dan pelipatgandaan kerja wajib Vitalis.pemberontakan-pemberontakan petani yang di pimpin sultan sultan secara berturut turut antara tahun 1808-1818 menelan korban jiwa hampir seperlima dari jumlah penduduk.Pemberontakan petani tahun 1830 meletus ketika penanaman nila dijalankan di karesidenan Cirebon.konflik antar golongan terjadi karena masing masing pihak menganut norma dan nilai yang bertentangan. Kolonialisme telah menandai masuknya kapitalisme ke pedesaan. Pada masa prakolonial dan kolonial.pemberontakan pemberontakan petani terus terjadi dan mengganggu kedamaian.Jauh sebelum masa kolonialisme.dan portugis juga menguasai aceh.terjadi di beberapa bagian kerajaan menyebabkan timbulnya ketidakstabilan ini bisa dilihat dari luasnya wilayah sebuah kerajaan melalui penaklukan kerajaan kerajaan kecil.kondisi semakin memburuk saat Belanda datang ke Indoensia pada akhir abad ke 16.Akibatnya.konflik agraria yang muncul bersifat vertikal dan sangat tergantung dari berlakunya sistem dan mekanisme aturan yang ada.maka munculah dorongan untuk mulai menguasai pasaran rempah rempah Nusantara yang sebelumnya di kuasai kerajaan kerajaaan Jawa.seperti dilaporkan Vam der Broek (1891 ).Pada masa Daendels.Kedudukan mereka menjadi seperti pemegang apanage di .Dibawah sistem tanam paksa.kaum tani merupakan pendukung kekuatan fisik yang potensial.yang terlibat dalam konflik adalah semua lapisan masyarakat yang memiliki kepentingan sama dalam menentang struktur feodal yakni melawan kelas pemilik tanah feodal.

sementara konflik horisontal banyak berkaitan dengan konflik yang terjadi antar sikep akibat kebijakan kerajaan dalam hal pancasan. Peluncuran system Eoffice dilakukan oleh Dirjen Imigrasi pada 2 Juni 2008 di Ditjen Imigrasi. pelayanan jasa keimigrasian bagi warga negara asing dilakukan melalui transaksi elektronis. baik prosedur mekanisme tiap tahapan proses dan.dari beberapa sumber di peroleh keterangan bahwa konflik struktural lebih dominan dari pada horisontal.dilihat dari sisi pihak yang terlibat.paling tidak ada 3 faktor yang mempunyai kepentingan terhadap tanah yaitu raja. Sistem E-office memiliki delapan keunggulan. Dalam konteks ini Basyir mengungkapkan bahwa para Direktur Jenderal Imigrasi terdahulu telah meletakan rencana dasar grand design berupa Sistem Informasi dan Manajemen Keimigrasian (SIMKIM). Melalui aplikasi yang tersedia. Permohonan baru.konflik dapat dilkasifikasikan menjadi konflik struktral dan horisontal.P. alamat.Walaupun demikian. duplikat. Pada kesempatan itu Dirjen Imigrasi mengirimkan prasasti elektronis berupa Instruksi Direktur Jenderal Imigrasi sebagai tanda dimulainya penerapan secara serentak sistem E-office yang digelar melalui interkoneksi di 103 kanim dan 33 Divisi Imigrasi di 33 propinsi diseluruh Indonesia. 12 Agustus 2008 Saat ini Ditjen Imigrasi telah memasuki era baru dalam memberikan pelayanan keimigrasian.areal yang di sewa oleh raja. Penerapan Sistem E-Office Menandai Era Baru Pelayanan Keimigrasian Ditulis oleh Agato P. konversi. Melalui prosedur dan mekanisme setiap tahapan .Akibat kebutuhan tenaga kerja dalam sistem tanam paksa meningkat. 1 Unit Khusus. Border Control Mangement (BCM). memantau. sampai pada perubahan nama. karena aplikasi yang ada dapat menampung pengembangan terstruktur dari Enhance Cekal System (EHS).Bangsawan dan Kolonial Dalam struktur masyarakat feodal.menyebabkan banyak konflik antara rakyat dan pihak perkebunan. alih jabatan. alih sponsor bagi pemegang KITAS/KITAP .Pada masyarakat ini. alur kerja. Aplikasi sistem E-office dapat dipergunakan untuk melayani.tetapi meminta areal tanah beserta penggarapnya.Seperti yang dikatakan Sartono. menciptakan standarisasi pelayanan keimigrasian. status sipil dan kewarganegaraan orang asing.Konflik struktural terjadi antara masyarakat dan pihak kerajaan sebagai akibat penerapan berbagai kewajiban.Belanda tidak lagi berminat terhadap pajak berupa hasil bumi atau uang seperti halnya pemegang apanage terhadap tuan tanah dalam sistem feodal. 1 AIM dan 1 Ditjenim. serta mengidentifikasi setiap Perpanjangan dan alih status Ijin Tinggal . Rakyat versus Raja. Passanger Management System (PMS) dan E-Passport. Simamora Selasa.pada abad ke 19 di daerah pedesaan seperti Banten bermunculan konflik konflik agraria yang diakibatkan oleh eksploitasi tenaga petani yang melampaui batas.Banyaknya tanah yang dikuasai.Ini di bukukan dengan fenomena munculnya reaksi sama dalam wilayah tertentu dalam waktu yang singkat tetapi dengan frekuensi aksi pemberontakan petani yang tinggi pada setiap masanya. ERP/MERP/EPO . Pertama. perpanjangan. sistem E-Office merupakan wujud nyata tindak lanjut secara bertahap dengan penyempurnaanpenyempurnaan sesuai perkembangan kemajuan tehnologi dan tutuntan kebutuhan masyarakat.aktor yang terlibat konflik mulai bergeser dengan hadirnya pemilik modal perkebunan.bangsawan dan rakyat. sebagai paltform pengembangan sistem keimigrasian yang berkelanjutan.terlebih lagi terjadinya pengambilan tanah tanah penduduk untuk kemudian digunakan sebagai perkebunan serta adanya perkebunan di sekitar atau di tengah perkampungan penduduk. Kewarganegaran Ganda Terbatas . Sistem pelayanan yang selama ini manual mulai awal juni lalu mulai ditinggalkan dengan diterapkannya sistem e-office.Setelah dikeluarkannya Undang Undang Agraria 1870. Kedua.konflik yang terjadi bersifat lokal dan cenderung mewakili reaksi reaksi lokal terhadap keresahan khusus. Konflik konflik Berlevel Lokal Dilihat dari pola umum.

dimilikinya data base WNA terpusat berupa identitas pribadi. Kelima. Keempat. jenis pekerjaan. Petugas yang tidak memiliki otorisasi tidak dapat melakukan verifikasi berkas. Hal yang membawa perbedaan signifikan adalah data orang asing dapat diolah menjadi berbagai informasi baik berupa inventarisasi. rekapitulasi. jabatan. integrasi sistem cekal. Hal ini sangat membawa dampak positif bahwa setiap unit pelaksana di daerah akan tau bahwa kinerjanya diawasi dengan demikian diharapkan akan lebih berhati-hati dalam melaksanakan tugas. pemeriksaan. anggota keluarga sehingga pemerintah daerah dan pelaku bisnis dapat memaksimalkan dampak posistif kehadiran orang asing diwilayah tersebut. Sekarang sistem cekal telah treintegrasi dalam sistem E-office. Melalui sistem E-office komunikasi internal antar petugas imigrasi diseluruh Indonesia sampai ke pelosok dapat terjangkau dan tanpa biaya sambungan telekomunikasi. sistem pelaporan internal menjadi lebih efektif dan efisien karena kompilasi data-data yang diperlukan dapat segera disajikan oleh program dapat digunakan sebagai bahan analisa pengambilan keputusan. Sebelumnya sistem cekal memiliki sistem terpisah sehingga dalam alur proses kerja dilakukan oleh petugas Akhusus. perubahaan alamat sampai dengan perubahan nama dan kewarganegaraan akan terekam di Pusat Data Keimigrasian (Pusdakim). Sistem Baru Pembuatan Paspor Tidak Hambat Imigrasi Awasi cegah Tangkal Ditulis oleh Admin Jumat. Alur proses penyekesaian berkas setiap tahapan dilakukan oleh sistem. Passanger Management System (PMS) setiap orang yang keluar masuk wilayah dapat diketahui secara pasti. berapa jumlah. Kedepan dengan semakin banyak input data orang asing serta integrasi BCM dan PMS maka dengan mudah dan cepat dapat ketahui data orang asing. Keuntungannya mata rantai birokrasi dapat dipangkas. Dapat dijelaskan . Dalam perspektif keamanan nasional kelengkapan data base dapat dipergunakan instansi terkait untuk meminimalkan dampak negatif keberadaan orang asing. Peromohonan yang tidak lengkap tidak dapat mengikuti proses lanjuta. Bahkan historical kapan orang asing itu masuk. ijin keimigrasian. Kebijakan yang didasarkan atas keputusan subjektif petugas dapat minimalisir karena proses dilakukan by system. Data digital tersebut dapat diakses oleh kantor didaerah. sedangkan dalam perspektif ekonomi dapat diketahui sentra-sentra orang asing disuatu wilayah. jenis pekerjaan. memiliki document management system. karena input data dari Merauke dapat ditampilkan secara real time di Jayapura dan Jakarta begitu sebalikya. Keberadaan orang asing di Indonesia akan terdata dengan akurat bahkan tahun 2009-2010 melalui Border Control Mangement (BCM). Sebelumnya sangat sulit mencari data kapan dan dari mana seseorang masuk atau keluar wilayah Indonesia. Dengan sistem baru proses administrasi dapat dilakukan secara elektronis. dan pusat. data sponsor. alasan dimasukkan dalam daftar cekal atau tidak. Kedelapan. alamat tinggal dapat diketahui secara akurat. komunikasi via voip. Efek domino yang diharapkan adalah konflik kepentingan petugas dengan pemohon dapat ditekan. Contoh lainnya ketika kantor imigrasi di Sabang mendeportasi orang asing maka kantor wilayah di propinsi serta kantor pusat di ibukat dapat mengakses identitas. pelayan keimigrasian menjadi lebih cepat karena bekerja secara manual digantikan secara elektronis. Sistem ini juga dapat digunakan sebagai intrumen penyebaran informasi penambahan dan/atau pengurangan daftar cekal secara real time. Ketujuh. Keenam. Setiap lampiran permohonan berupa persyaratan dan atau data pendukung disimpan dalam bentuk file digital memudahkan proses penemuan kembali. TPI laut dan Udara dapat dimaksimalkan. yang sayangnya hanya berupa statement narasumber tanpa dijelaskan bagaimana hal itu dapat terjadi. wilayah. suatu persetujuan dan penerbitan keputusan hanya dapat dikeluarkan berdasarkan otoritas yang secara limitatif (terbatas) ditetapkan dalam program aplikasi. lama tinggal. Masarakat dan petugas sama-sama didorong oleh sistem melakukan hak dan kewajiban masing-masing. Hal ini akan memberikan jaminan kepasatian hukum bagai seseorang bilamana sesoarang masuk dalam daftar cekal atau hilang dalam daftar cekal. karena harus mencari satu persatu lemba E/D Card dan passanger list yang ada di 126 pelabuhan laut dan udata yang menjadi Tempat Pemeriksaan Imigrasi. alasan pedeportasian. dan ketika mendapat persetujuan maka dilakukan melalui pengiriman surat ke Jayapura dan diteruskan ke Merauke. keluar. serta penyelesaian berkas. Ribuan meter persegi ruangan dikantor-kantor imigrasi dan rumah detensi. proses digitalisasi file. 29 Agustus 2008 Jakarta.penerimaan. Menanggapi pemberitaan sebuat surat kabar nasional mengenai pergantian peralatan lama ke sistem baru pembuatan paspor bisa menjadi celah bagi seseorang yang masuk dalam daftar cekal untuk meloloskan diri l. Pengunaan anggaran keuangan negara akan lebih dapat ditekan. Ketiga. Masalah klasik tentang penyimpan puluhan juta lembar kertas akibat penambahan arsip namun tidak diikuti dengan penambahan ruangan dapat diatasi. Kalau sebelumnya permohonan diajukan dari Merauke harus dilayangkan melalui surat ke Kantor Wilayah di Jayapura dan kemudian diteruskan ke Ditjenim di Jakarta.

tahapan entry data pemohon.bahwa tidak benar seseorang yang masuk dalam daftar cegah tangkal dapat membuat paspor dalam masa peralihan sistem penerbitan paspor. pemeriksaan cegah tangkal itu sudah harga mati yang harus muncul dalam setiap proses pelayanan keimigrasian. baik sistem pelayanan WNA maupun WNI. Sistem aplikasi penerbitan paspor dan sistem aplikasi cekal merupakan sistem yang berbeda dan terpisah. Data base cekal ini dapat terkoneksi dengan semua sistem aplikasi keimigrasian yang ada. Dasar pernyataan ini melalui konstruksi pemikiran sebagai berikut : 1. Bagi Imigrasi. maka sistem secara otomatis akan terkoneksi dengan data base cegah tangkal. Penambahan dan pengurangan daftar cegah tangkal sepenuhnya dilakukan terpusat yang manghasilkan suatu data base cekal. Aplikasi sistem penerbitan SPRI/paspor (sistem baru) meliputi keseluruhan rangkaian tahapan pembuatan paspor sejak penerimaan berkas sampai pada pencetakan paspor. 4. Saat ini imigrasi memiliki sistem aplikasi Cekal yang secara kesisteman merupakan aplikasi sistem yang mandiri (terpisah) yang dikelola secara terpusat oleh Pusat Data Keimigrasian pada Ditjen Imigrasi. Oleh karena ini kekhawatiran bahwa sistem baru dapat meloloskan orang yang ada dalam sistem cekal terkait dengan peralihan peralatan baru adalah kurang tepat. dan tahapan verifikasi data base cegah tangkal. Sedangkan strategi perencanaan dan pelaksanaannya menggunakan konsepsi pengembangan dan pembangunan yang berkesinambungan dengan langkah pelaksanaan secara parsial (terpisah) namun semuanya menuju satu kesatutan (integrasi) kesisteman. 2. Integrasi/koneksi database cekal terjadi pada tahap ke-4 yaitu tahapan penerimaan berkas. Namun sistem penerbitan paspor baru yang dibangun dapat diintegrasikan dengan data base sistem cekal. 3. Tanpa melewati tahapan aplikasi cekal permohonan paspor tidak dapat melanjutkan tahapan berikut apalagi sampai pada tahapan pencetakan paspor. Apabila tahapan ini tidak dapat dilaksanakan maka sistem tidak akan beralih ke tahap selanjutnya. ketika petugas melakukan entry data. Bahwa konsepsi pembangunan sistem informasi tehnologi keimigrasian yang dikembangkan dijajaran Imigrasi merupakan suatu konsep integral dan holistik. Jelas bahwa tahapan verivikasi cekal adalah termasuk bagian dari tahap awal dari sistem pembuatan paspor. *** . Pada tahapan verifikasi data base cegah tangkal. tahapan pemindaian (scanning) persyaratan yang dilampirkan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->