Konflik dalam Perusahaan

Selasa, 24 November 2009
Diposkan oleh Felix The Flexi Perusahaan manapun pasti pernah mengalami konflik internal. Mulai dari tingkat individu, kelompok, sampai unit. .Mulai dari derajat dan lingkup konflik yang kecil sampai yang besar. Yang relatif kecil seperti masalah adu mulut tentang pribadi antarkaryawan, sampai yang relatif besar seperti beda pandangan tentang strategi bisnis di kalangan manajemen. Contoh lainnya dari konflik yang relatif besar yakni antara karyawan dan manajemen. Secara kasat mata kita bisa ikuti berita sehari-hari di berbagai media. Disitu tampak konflik dalam bentuk demonstrasi dan pemogokan. Apakah hal itu karena tuntutan besarnya kompensasi, kesejahteraan, keadilan promosi karir, ataukah karena tuntutan hak asasi manusia karyawan. Konflik itu sendiri merupakan proses yang dimulai bila satu pihak merasakan bahwa pihak lain telah mempengaruhi secara negatif atau akan segera mempengaruhi secara negatif. Faktor-faktor kondisi konflik (Robbins, Sthepen ,2003, Perilaku Organisasi):
• • • •

Harus dirasakan oleh pihak terkait Merupakan masalah persepsiAda oposisi atau ketidakcocokan tujuan, perbedaan dalam penafsiran fakta, ketidaksepakatan pada pengharapan perilaku Interaksi negatif-bersilangan Ada peringkat konflik dari kekerasan sampai lunak.

Menurut Baden Eunson (Conflict Management, 2007,diadaptasi), terdapat beragam jenis konflik:

Konflik vertikal yang terjadi antara tingkat hirarki,seperti antara manajemen puncak dan manajemen menengah, manajemen menengah dan penyelia, dan penyelia dan subordinasi. Bentuk konflik bisa berupa bagaimana mengalokasi sumberdaya secara optimum, mendeskripsikan tujuan, pencapaian kinerja organisasi, manajemen kompensasi dan karir. Konflik Horizontal, yang terjadi di antara orang-orang yang bekerja pada tingkat hirarki yang sama di dalam perusahaan. Contoh bentuk konflik ini adalah tentang perumusan tujuan yang tidak cocok, tentang alokasi dan efisiensi penggunaan sumberdaya, dan pemasaran. Konflik di antara staf lini, yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki tugas berbeda. Misalnya antara divisi pembelian bahan baku dan divisi keuangan. Divisi pembelian mengganggap akan efektif apabila bahan baku dibeli dalam jumlah besar dibanding sedikit-sedikit tetapi makan waktu berulang-ulang. Sementara divisi keuangan menghendaki jumlah yang lebih kecil karena terbatasnya anggaran. Misal lainnya antara divisi produksi dan divisi pemasaran. Divisi pemasaran membutuhkan produk yang beragam sesuai permintaan pasar. Sementara divisi produksi hanya mampu memproduksi jumlah produksi secara

bisa saja terjadi bukan karena “tercipta” oleh dinamika organisasi.• terbatas karena langkanya sumberdaya manusia yang akhli dan teknologi yang tepat. pendekatan kompromi. Ada yang menerapkan pendekatan negosiasi. Dalam prakteknya ternyata tidak semudah ucapan. maka konflik yang terjadi menjadi demikian sulit karena tidak lagi bisa diantisipasi dengan batasan-batasan aturan perusahaan. pendekatan gender. jika “tujuan perusahaan” dipersepsikan lain-lain oleh masing-masing individu pelaku konflik. Konflik jenis ini telah menjadi “tantangan” yang tidak mudah bagi banyak pelaku organisasi dalam memastikan berjalannya proses organisasi dan berorganisasi yang “sesuai aturan”. dan sistem koordinasi yang tidak jelas. bobot. atau juga bahkan “sengaja dikelola” untuk tujuantujuan lain yang sifatnya individual dan tidak berkorelasi dengan tujuan organisasi perusahaan. Melainkan untuk kepentingan pribadi dan klik. Konflik bisa terjadi antarkaryawan karena tidak lengkapnya uraian pekerjaan. Apalagi kalau konflik itu diciptakan seseorang dengan maksud tidak untuk membangun organisasi yang sehat. dan faktor-faktor penyebab konflik itu sendiri. sekalipun dimafhumi bersama sebagai “tidak etis”. Karena itu. serangan verbal yang keras. misalnya dalam membangun kekuasaan. dinamika kelompok. Konflik peran berupa kesalahpahaman tentang apa yang seharusnya dikerjakan oleh seseorang. “ketidaketisan” individual ini. ancaman dan ultimatum. kerap kali bisa tetap eksis karena memang dengan sengaja dimanfaatkan oleh individu-individu dengan otoritas yang lebih tinggi yang menginginkan agar konflik tetap berlangsung. Ketika itu terjadi maka keteganganketegangan akan timbul mulai dari ketidaksepakatan misalnya tentang suatu tujuan dan kebijakan perusahaan. MENGELOLA KONFLIK Model pendekatan pengelolaan konflik begitu beragam bergantung pada jenis lingkup. pendekatan formal dan informal. Konflik ini telah memasuki ranah ego individu. Pada beberapa kasus yang di temui. tetapi “sengaja diciptakan”. dan tergantung (serta dikendalikan oleh) masing-masing tingkatan etika yang dimiliki oleh individu-individu bersangkutan. antara lain. pihak karyawan memiliki lebih dari seorang manajer. maka konflik akan muncul. Namun demikian. Kepentingan individu dan klik ditempatkan di atas kepentingan perusahaan. untuk tujuan-tujuan lain di luar konflik itu sendiri. pendekatan mediasi. Lalu mengapa konflik perlu dikelola? Apa untungnya? Bukankah nanti akan reda dengan . kekuatan dan pengaruh. pertanyaan-pertanyaan sinis terhadap orang-pihak lain. karena beda kepentingan organisasi (departemen) dalam melakukan proses untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut. dsb. Dalam konteks bekerja untuk hal-hal yang sesuai dengan tujuan perusahaan. serangan fisik. konflik organisasi. dan bahkan penghancuran atau pembunuhan karakter orang lain.

(b) Pendekatan Penghindaran o Menarik diri secara ikhlas dari konflik sebelum datangnya konflik yang parah. Memperkecil perbedaan-perbedaan. Proses produksi. Uraian berikut lebih menggambarkan prinsip-prinsip pendekatan ketimbang uraian beragam jenis pendekatan secara teknis. Persoalan pribadi pun akan berkembang menjadi kebencian dan dendam mendalam. o Setiap yang berkonflik siap menghilangkan keegoannya masing-masing. 3. Meningkatkan partisipasi seluruh elemen pelaku organisasi khususnya subordinasi dalam perumusan kebijakan dan perencanaan perusahaan. 5.sendirinya? Tidak juga. 1. dan tentu saja perusahaan. distribusi. Ada tiga pendekatan yakni : (a) Pendekatan Pencegahan.Tak ada ujung solusi. Mengembangkan tujuan dan kepentingan bersama di antara yang berkonflik. karena kalau tidak dikelola bakal menjadi semakin parah. • • • • Yang berkonflik saling mengidentifikasi penyebab konflik secara terbuka. sebaliknya menumbuhkan pemahaman bersama tentang kerugian adanya konflik yang berkepanjangan. dan transaksi bisnis akan sangat terganggu. manajemen. akhli. Bahkan berkembang menjadi kekerasan fisik dan non-fisik.Menggunakan peran mediator yang netral. (c) Pendekatan Pemecahan konflik. o Kesediaan membuka pintu maaf. 2009 • Related • Filed Under . 2. obyektif. Kalau dikelola dengan baik maka secara bertahap ketegangan konflik diharapkan semakin mereda dan pada gilirannya suasana akan pulih kembali. Yang menjadi pertanyaan. KONFLIK DALAM SUATU PERUSAHAAN ANTAR KARYAWAN November 28th. 4. Yang rugi adalah karyawan. Dan bagaimana pendekatannya?. Melakukan sosialisasi dan internalisasi strategi dan kebijakan perusahaan. dimulai dari segi mana pengelolaan konflik seharusnya dilakukan. Membangun suasana kekeluargaan dan kebersamaan secara psikologis. Membangun struktur organisasi yang fleksibel dalam mengembangkan komunikasi dan koordinasi yang efektif serta dinamika kelompok. Penyediaan sumberdaya yang dibutuhkan dalam proses produksi dan distribusi secara lengkap dan bersinambung. dan berpengalaman.

Fokus pada masalah. oleh karenanya Solusi merupakan jalan yang terbaik untuk diambil. yang mengeluh karena kurangnya kerjasama antar rekan kerja yang selama ini anda bilang bagus yang disatu tugaskan dengannya. lalu meminta anda untuk segera melakukan tindakan ?? Berikut ini adalah langkah yang dapat Anda ambil untuk mengatasi konflik antar karyawan. Untuk memberikan solusi yang tepat sasaran. dengan penuh emosi si karyawan tersebut mengungkapkan kekecewaannya pada anda akan keluh kesah dengan rekan kerjanya. Ingatkan dan jaga agar mereka tetap fokus pada masalah yang sedang dihadapi pada saat ini. 4. lalu tetap monitor situasi dan perkembangan pasca konflik. Apakah mereka bersedia untuk mendiskusikan masalah mereka? Apakah mereka bersedia untuk melihat permasalahan dari sudut pandang orang lain? Apa solusi yang diusulkan dari masing-masing pihak? 5. solusi merupakan suatu tindakan memilih dimana kita bisa menyelesaikan suatu masalah dengan cara yang terbaik dengan berbagai macam cara yang positif tentunya dan mendukung. 6. Tanyakan pendapat mereka. sehingga mereka berupaya untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan mereka sendiri dan jelas berupaya untuk mengalahkan kepentingan dan kebutuhan orang lain. keluarga dan antar kelompok sosial yang berbeda. 1. Dengarkan kedua belah pihak. Dengarkan versi masalah dari tiap karyawan yang terlibat.Konflik dapat saja terjadi tidak hanya karena kepentingan antar individu. 3. Membiarkan mereka mengeluarkan pendapat dan perasaan. Tuntun tiap pihak untuk mendapatkan consensus akan konflik mereka. melainkan banyak kepentingan yang bertentangan. Tunjukkan bahwa Anda mengerti situasi yang sedang terjadi.sebelumnya Anda harus tahu persoalan dari berbagai sisi. buatlah keputusan yang jelas dan tegas. Tanyakan apa menurut mereka yang diperlukan untuk memecahkan masalah. Yakinkan mereka bahwa negosiasi dan kompromi adalah hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan win-win solution. membantu menenangkan mereka agar lebih siap untuk berkompromi dan negosiasi. Be a good sheperd. tanpa mengaitkan masalah dengan hal-hal yang tidak relevan. disini saya mengambil satu contoh konflik dengan karyawan dalam perusahaan/organisasi. Buat keputusan. Hal ini juga berlaku untuk diri Anda sebagai seorang pemimpin. Hal ini tidak berarti Anda harus setuju dengan pendapat karyawan. Tunjukkan empati kepada kedua belah pihak. tapi tunjukkan bahwa Anda memahami duduk persoalan. 2. bukan pada pribadi yang bermasalah. . Setelah solusi didapat. Jika saja ada salah satu karyawan anda.

Hal yang lebih penting adalah penguasaan atas sumber daya manusia karena seberapa besar seseorang mampu menguasai sumber daya manusia.Van der Meer kemudian menyatakan bahwa tanah yang baru saja di buka di kenal sebagai tanah bakalan.yaitu raja.raja membentuk penguasa tanah yang bertanggung jawab terhadap sumbangan pajak dan kerja bakti.Dalam sistem feodal.antara komunitas yang satu dan komunitas yang lain.tanah bukaan tersebut menjadi kolektif sebagai sawah desa ( Van Setten van der Meer ).Menurut Van Setten van der Meer.Kedua.dalam hal ini adalah jumlah rakyat. karena tanpa solusi masalah tidak akan selesai dan malah akan berakibat panjang untuk kedepannya baik dalam kehidupan sosial maupun dalam Organisasi/Perusahaan.antara penduduk dan elite (desa).untuk memperkuat posisi kerajaan.Pembahasan tentang hubungan hubungan agraris tidak dapat di lepaskan dari pembahasan tentang awal mula penguasaan tanah. Menurut Burger di lihat dari pola hubungan produksi. Solusi lah yang tepat untuk diambil dalam membereskan suatu masalah.penguasaan terhadap sumber daya manusia.karena dasar hubungan agraris akan selalu berkaitan dengan pola pola penguasaan tanah yang ada.konflik konflik agraria yang terjadi pada masa itu berhubungan dengan diambilnya tanah tanah yang semula di kuasakan kepada petani.Pembukaan tanah dan percetakan sawah di lakukan oleh beberapa orang bersama sama menjadikan tanah tersebut milik gabungan.Demikian pula apabila membutuhkan banyak tenaga kerja untuk pembangunan.sangat di perlukan dalam upaya memperluas wilayah. Akibatnya.di desa desa terdapat kehidupan ekonomi yang sederhana ( subsistence ). Konflik Agraria Pada Masa Prakemerdekaan June 3rd.priyayi dan rakyat atau petani ( wong cilik ). Pendapat diatas mengasumsikan bahwa rasio manusia dan tanah masih tak terbatas.Hal ini mengakibatkan terjadinya pengambilan tanah tanah yang sebelumnya di kuasai sikep lama oleh pihak kerajaan untuk di berikan kepada sikep baru.dan kepala kepala yang berada diatas kekuasaan desa (feodal ). 2010 Konflik Agraria Pada Masa Prakemerdekaan Hubungan Agraris Penguasa Versus Rakyat Periode Prakolonial Konflik Agraria di Indonesia pada masa prakolonial tidak lepas dari hubungan hubungan agraris antara penduduk yang satu dan penduduk yang lain.Pertama.Semakin banyak raja membutuhkan tenaga kerja.Jikalau seluruh penduduk desa bekerja bersama membuka tanah bagi kepentingan semua warga masyarakat desa.hak menguasai tanah pada awalnya bersumber dari kerja seseorang membuka hutan atau tanah tanah yang semula tak tergarap.Implikasi dari konflik konflik yang sering .ada tiga pihak yang msing masing berkepentingan dalam sistem penguasaan tanah.Konflik ini juga merupakan manifestasi kegelisahan petani akibat pengambilalihan tanah tanah mereka secara paksa oleh pihak kerajaan yang di sebut potong ( pancasan ) dari sikep lama kepada sikep baru(Mackenzie dalam Onghoklam ). Kemudian Untuk menyelesaikannya.antara elite ( kerajaan ) yang satu dengan yang lainnya.Kesimpulan yang dapat ditarik dari berbagai pendapat.sehingga memungkinkan orang untuk memiliki atau menguasai tanah seluas mungkin sesuai dengan kemampuannya membuka lahan. Jika tidak diselesaikan akan semakin membesar dan membahayakan organisasi.kehidupan masyarakat yang terikat pada hubungan hubungan kekuasaan dan ketaatan kepada kekuasaan raja raja.menyatakan bahwa masyarakat bahwa masyarakat jawa prakolonial sampai tahun 1800an terbagi menjadi dua kondisi.Penguasaan tanah bukanlah suatau hal yang dominan dalam hubungan agraris. ialah bahwa konflik adalah suatu proses yang bermula dari konflik lama yang masih terpendam.sebesar itu pulalah penguasaan tanah akan bermakna.Selain tanah sebagai lambang struktur kekuasaan raja.semakin banyak pula pembentukan sikep baru.bupati bupati.

yakni ketika seluruh tanah milik pemegang apanage telah diambil alih kolonial.diikuti denghan proses proses petani di desa desa karerna di paksa menyerahkan sepertiga sampai setengah luas sawah untuk memenuhi kebutuhan tanaman dan pelipatgandaan kerja wajib Vitalis.pemberontakan pemberontakan petani terus terjadi dan mengganggu kedamaian.kaum tani merupakan pendukung kekuatan fisik yang potensial.Jauh sebelum masa kolonialisme.Dalam masa prakolonial.sehingga timbul banyak perlawanan dari berbagai kerajaan di tanah air dan merugikan kedua belah pihak.maka munculah dorongan untuk mulai menguasai pasaran rempah rempah Nusantara yang sebelumnya di kuasai kerajaan kerajaaan Jawa.pemberontakan petani di daerah ini tidak pernah surut.dan gerakan petani timbul manakala terjadi penguasaan tanah oleh dominasi asing.Penaklukan ini otomatis berbanding lurus dengan kumlah penduduk ( cacah ) yang berhasil dikuasai.seperti dilaporkan Vam der Broek (1891 ).seperti ambon.Peraturan feodal yang mengikat sering menyebabkan konflik agraria antara petani yang di beri hak apanage dan raja sebagai pemilik tanah.Setelah bangsa Portugal berhasil menguasai Malaka.Dibawah sistem tanam paksa.khususnya ke wilayah timur.Pola pola konflik yang terjadi menunjukkan adanya gerakan yang tidak semata mata berasal dari satu kelas sosial tetapi bahkan hampir semua gerakan petani di pimpin oleh kaum elit yang merasa di rugikan oleh sistem pemerintahan kolonial.peraturan dan kebijakan agraria yang di terapkan pemerintah kolonial menyebabkan konflik konflik agraria antara pihak pemerintah kolonial yang lebih sering bersekongkol dengan raja melawan kaum elite pedesaan yang bersatu dengan massa rakyat yang semuanya bermuara pada persoalan siapa yang lebih berkuasa atas tanah.Melalui VOC.Untuk melagenggkan kekuasaan.Pada masa itu.Portugis mulai meluaskan monopoli perdagangan rempah rempah.pemberontakan-pemberontakan petani yang di pimpin sultan sultan secara berturut turut antara tahun 1808-1818 menelan korban jiwa hampir seperlima dari jumlah penduduk.menyebakan keadaan ekonomi kerajaan itu menjadi lemah. Pada masa prakolonial dan kolonial.Disinilah permasalahan agraria muncul.Akibatnya.Pemberontakan petani tahun 1830 meletus ketika penanaman nila dijalankan di karesidenan Cirebon. Masa imperialisme diawali dengan ketertarikan bangsa bangsa eropa untuk mencari sumber rempah rempah yang sudah sejak lama menjadi mata dagangan dunia.dan portugis juga menguasai aceh.Kolonialisme ternyata semakin mempertajam konflik antar golongan yang terjadi di dalam masyarakat feodal.VOC berusaha menggabungkan diri dengan raja raja yang dianggap sangat berpengaruh dengan cara membantu otokrasi raja raja dan kaum bangsawan.pada masa itu.konflik agraria yang muncul bersifat vertikal dan sangat tergantung dari berlakunya sistem dan mekanisme aturan yang ada.Sementara itu. Periode Kolonial Pada masa kolonial. Mulailah berbagai konflik yang muncul akibat perebutan pasaran sember daya rempah rempah. Kolonialisme telah menandai masuknya kapitalisme ke pedesaan.Sampai dengan dimulainya masa tanam paksa pada tahun 1830.Nusantara sudah terkenal sebagai wilayah yang kaya akan rempah rempah.kondisi semakin memburuk saat Belanda datang ke Indoensia pada akhir abad ke 16.penjajah menggantikan kedudukan raja untuk menguasai tanah dengan cara berperang melawan kerajaan dan kesultanan.Pada masa Daendels.konflik antar golongan terjadi karena masing masing pihak menganut norma dan nilai yang bertentangan.terjadi di beberapa bagian kerajaan menyebabkan timbulnya ketidakstabilan ini bisa dilihat dari luasnya wilayah sebuah kerajaan melalui penaklukan kerajaan kerajaan kecil.yang terlibat dalam konflik adalah semua lapisan masyarakat yang memiliki kepentingan sama dalam menentang struktur feodal yakni melawan kelas pemilik tanah feodal.Kedudukan mereka menjadi seperti pemegang apanage di .mereka melakukan monopoli juga.ternate tidore dll. Ciri dari gerakan petani secara keseluruhan menampakkan pola yang sama yakni berupa aktivitas perlawanan dan penolakan terhadap dominasi asing dan struktur kelembagaan modern yang menyertainya.konflik agraria yang terjadi berdampingan erat dengan aturan feodal yang mengikat bahwa tanah adalah milik raja sehingga hampir semua konflik agraria bermuara pada kepentingan vertikal antara raja dan rakyat.

Penerapan Sistem E-Office Menandai Era Baru Pelayanan Keimigrasian Ditulis oleh Agato P. konversi. 1 AIM dan 1 Ditjenim. alih jabatan. 1 Unit Khusus. karena aplikasi yang ada dapat menampung pengembangan terstruktur dari Enhance Cekal System (EHS).Pada masyarakat ini. Sistem E-office memiliki delapan keunggulan.menyebabkan banyak konflik antara rakyat dan pihak perkebunan.Bangsawan dan Kolonial Dalam struktur masyarakat feodal. memantau. Aplikasi sistem E-office dapat dipergunakan untuk melayani. Border Control Mangement (BCM). baik prosedur mekanisme tiap tahapan proses dan.paling tidak ada 3 faktor yang mempunyai kepentingan terhadap tanah yaitu raja. Simamora Selasa. Melalui prosedur dan mekanisme setiap tahapan . perpanjangan.bangsawan dan rakyat. Konflik konflik Berlevel Lokal Dilihat dari pola umum.sementara konflik horisontal banyak berkaitan dengan konflik yang terjadi antar sikep akibat kebijakan kerajaan dalam hal pancasan.Ini di bukukan dengan fenomena munculnya reaksi sama dalam wilayah tertentu dalam waktu yang singkat tetapi dengan frekuensi aksi pemberontakan petani yang tinggi pada setiap masanya. status sipil dan kewarganegaraan orang asing. Peluncuran system Eoffice dilakukan oleh Dirjen Imigrasi pada 2 Juni 2008 di Ditjen Imigrasi.konflik dapat dilkasifikasikan menjadi konflik struktral dan horisontal. Kewarganegaran Ganda Terbatas . pelayanan jasa keimigrasian bagi warga negara asing dilakukan melalui transaksi elektronis. sampai pada perubahan nama.aktor yang terlibat konflik mulai bergeser dengan hadirnya pemilik modal perkebunan. serta mengidentifikasi setiap Perpanjangan dan alih status Ijin Tinggal . 12 Agustus 2008 Saat ini Ditjen Imigrasi telah memasuki era baru dalam memberikan pelayanan keimigrasian. alih sponsor bagi pemegang KITAS/KITAP . duplikat. alamat.P. ERP/MERP/EPO .Setelah dikeluarkannya Undang Undang Agraria 1870.tetapi meminta areal tanah beserta penggarapnya. Rakyat versus Raja.Walaupun demikian.Banyaknya tanah yang dikuasai.Konflik struktural terjadi antara masyarakat dan pihak kerajaan sebagai akibat penerapan berbagai kewajiban. Melalui aplikasi yang tersedia. menciptakan standarisasi pelayanan keimigrasian.Akibat kebutuhan tenaga kerja dalam sistem tanam paksa meningkat. Sistem pelayanan yang selama ini manual mulai awal juni lalu mulai ditinggalkan dengan diterapkannya sistem e-office. Dalam konteks ini Basyir mengungkapkan bahwa para Direktur Jenderal Imigrasi terdahulu telah meletakan rencana dasar grand design berupa Sistem Informasi dan Manajemen Keimigrasian (SIMKIM). Pertama. Pada kesempatan itu Dirjen Imigrasi mengirimkan prasasti elektronis berupa Instruksi Direktur Jenderal Imigrasi sebagai tanda dimulainya penerapan secara serentak sistem E-office yang digelar melalui interkoneksi di 103 kanim dan 33 Divisi Imigrasi di 33 propinsi diseluruh Indonesia. sistem E-Office merupakan wujud nyata tindak lanjut secara bertahap dengan penyempurnaanpenyempurnaan sesuai perkembangan kemajuan tehnologi dan tutuntan kebutuhan masyarakat. Kedua.konflik yang terjadi bersifat lokal dan cenderung mewakili reaksi reaksi lokal terhadap keresahan khusus.areal yang di sewa oleh raja.terlebih lagi terjadinya pengambilan tanah tanah penduduk untuk kemudian digunakan sebagai perkebunan serta adanya perkebunan di sekitar atau di tengah perkampungan penduduk. alur kerja. sebagai paltform pengembangan sistem keimigrasian yang berkelanjutan.dilihat dari sisi pihak yang terlibat.pada abad ke 19 di daerah pedesaan seperti Banten bermunculan konflik konflik agraria yang diakibatkan oleh eksploitasi tenaga petani yang melampaui batas.Seperti yang dikatakan Sartono. Passanger Management System (PMS) dan E-Passport. Permohonan baru.dari beberapa sumber di peroleh keterangan bahwa konflik struktural lebih dominan dari pada horisontal.Belanda tidak lagi berminat terhadap pajak berupa hasil bumi atau uang seperti halnya pemegang apanage terhadap tuan tanah dalam sistem feodal.

sistem pelaporan internal menjadi lebih efektif dan efisien karena kompilasi data-data yang diperlukan dapat segera disajikan oleh program dapat digunakan sebagai bahan analisa pengambilan keputusan. Petugas yang tidak memiliki otorisasi tidak dapat melakukan verifikasi berkas. Hal ini akan memberikan jaminan kepasatian hukum bagai seseorang bilamana sesoarang masuk dalam daftar cekal atau hilang dalam daftar cekal. sedangkan dalam perspektif ekonomi dapat diketahui sentra-sentra orang asing disuatu wilayah. jenis pekerjaan. Kebijakan yang didasarkan atas keputusan subjektif petugas dapat minimalisir karena proses dilakukan by system. alasan dimasukkan dalam daftar cekal atau tidak. Keenam. Kalau sebelumnya permohonan diajukan dari Merauke harus dilayangkan melalui surat ke Kantor Wilayah di Jayapura dan kemudian diteruskan ke Ditjenim di Jakarta. TPI laut dan Udara dapat dimaksimalkan. Dengan sistem baru proses administrasi dapat dilakukan secara elektronis. Masarakat dan petugas sama-sama didorong oleh sistem melakukan hak dan kewajiban masing-masing. Dapat dijelaskan . Data digital tersebut dapat diakses oleh kantor didaerah. Keempat. Sistem Baru Pembuatan Paspor Tidak Hambat Imigrasi Awasi cegah Tangkal Ditulis oleh Admin Jumat. integrasi sistem cekal. rekapitulasi. keluar. Masalah klasik tentang penyimpan puluhan juta lembar kertas akibat penambahan arsip namun tidak diikuti dengan penambahan ruangan dapat diatasi. suatu persetujuan dan penerbitan keputusan hanya dapat dikeluarkan berdasarkan otoritas yang secara limitatif (terbatas) ditetapkan dalam program aplikasi. dimilikinya data base WNA terpusat berupa identitas pribadi. Peromohonan yang tidak lengkap tidak dapat mengikuti proses lanjuta. Kedelapan. data sponsor. Sistem ini juga dapat digunakan sebagai intrumen penyebaran informasi penambahan dan/atau pengurangan daftar cekal secara real time. Bahkan historical kapan orang asing itu masuk. Ketujuh. wilayah. Dalam perspektif keamanan nasional kelengkapan data base dapat dipergunakan instansi terkait untuk meminimalkan dampak negatif keberadaan orang asing. Setiap lampiran permohonan berupa persyaratan dan atau data pendukung disimpan dalam bentuk file digital memudahkan proses penemuan kembali. berapa jumlah. dan pusat.penerimaan. Passanger Management System (PMS) setiap orang yang keluar masuk wilayah dapat diketahui secara pasti. Kelima. Pengunaan anggaran keuangan negara akan lebih dapat ditekan. alamat tinggal dapat diketahui secara akurat. perubahaan alamat sampai dengan perubahan nama dan kewarganegaraan akan terekam di Pusat Data Keimigrasian (Pusdakim). lama tinggal. jabatan. 29 Agustus 2008 Jakarta. Menanggapi pemberitaan sebuat surat kabar nasional mengenai pergantian peralatan lama ke sistem baru pembuatan paspor bisa menjadi celah bagi seseorang yang masuk dalam daftar cekal untuk meloloskan diri l. komunikasi via voip. Melalui sistem E-office komunikasi internal antar petugas imigrasi diseluruh Indonesia sampai ke pelosok dapat terjangkau dan tanpa biaya sambungan telekomunikasi. yang sayangnya hanya berupa statement narasumber tanpa dijelaskan bagaimana hal itu dapat terjadi. dan ketika mendapat persetujuan maka dilakukan melalui pengiriman surat ke Jayapura dan diteruskan ke Merauke. Keuntungannya mata rantai birokrasi dapat dipangkas. anggota keluarga sehingga pemerintah daerah dan pelaku bisnis dapat memaksimalkan dampak posistif kehadiran orang asing diwilayah tersebut. Keberadaan orang asing di Indonesia akan terdata dengan akurat bahkan tahun 2009-2010 melalui Border Control Mangement (BCM). Alur proses penyekesaian berkas setiap tahapan dilakukan oleh sistem. alasan pedeportasian. Contoh lainnya ketika kantor imigrasi di Sabang mendeportasi orang asing maka kantor wilayah di propinsi serta kantor pusat di ibukat dapat mengakses identitas. serta penyelesaian berkas. Ketiga. Hal yang membawa perbedaan signifikan adalah data orang asing dapat diolah menjadi berbagai informasi baik berupa inventarisasi. pemeriksaan. karena input data dari Merauke dapat ditampilkan secara real time di Jayapura dan Jakarta begitu sebalikya. proses digitalisasi file. jenis pekerjaan. Hal ini sangat membawa dampak positif bahwa setiap unit pelaksana di daerah akan tau bahwa kinerjanya diawasi dengan demikian diharapkan akan lebih berhati-hati dalam melaksanakan tugas. Kedepan dengan semakin banyak input data orang asing serta integrasi BCM dan PMS maka dengan mudah dan cepat dapat ketahui data orang asing. pelayan keimigrasian menjadi lebih cepat karena bekerja secara manual digantikan secara elektronis. Sekarang sistem cekal telah treintegrasi dalam sistem E-office. Sebelumnya sistem cekal memiliki sistem terpisah sehingga dalam alur proses kerja dilakukan oleh petugas Akhusus. ijin keimigrasian. Efek domino yang diharapkan adalah konflik kepentingan petugas dengan pemohon dapat ditekan. Sebelumnya sangat sulit mencari data kapan dan dari mana seseorang masuk atau keluar wilayah Indonesia. memiliki document management system. Ribuan meter persegi ruangan dikantor-kantor imigrasi dan rumah detensi. karena harus mencari satu persatu lemba E/D Card dan passanger list yang ada di 126 pelabuhan laut dan udata yang menjadi Tempat Pemeriksaan Imigrasi.

2. Tanpa melewati tahapan aplikasi cekal permohonan paspor tidak dapat melanjutkan tahapan berikut apalagi sampai pada tahapan pencetakan paspor. Apabila tahapan ini tidak dapat dilaksanakan maka sistem tidak akan beralih ke tahap selanjutnya. 3. pemeriksaan cegah tangkal itu sudah harga mati yang harus muncul dalam setiap proses pelayanan keimigrasian. Oleh karena ini kekhawatiran bahwa sistem baru dapat meloloskan orang yang ada dalam sistem cekal terkait dengan peralihan peralatan baru adalah kurang tepat. Integrasi/koneksi database cekal terjadi pada tahap ke-4 yaitu tahapan penerimaan berkas. Aplikasi sistem penerbitan SPRI/paspor (sistem baru) meliputi keseluruhan rangkaian tahapan pembuatan paspor sejak penerimaan berkas sampai pada pencetakan paspor. Penambahan dan pengurangan daftar cegah tangkal sepenuhnya dilakukan terpusat yang manghasilkan suatu data base cekal. Data base cekal ini dapat terkoneksi dengan semua sistem aplikasi keimigrasian yang ada. Pada tahapan verifikasi data base cegah tangkal. 4. Saat ini imigrasi memiliki sistem aplikasi Cekal yang secara kesisteman merupakan aplikasi sistem yang mandiri (terpisah) yang dikelola secara terpusat oleh Pusat Data Keimigrasian pada Ditjen Imigrasi. Jelas bahwa tahapan verivikasi cekal adalah termasuk bagian dari tahap awal dari sistem pembuatan paspor. Namun sistem penerbitan paspor baru yang dibangun dapat diintegrasikan dengan data base sistem cekal. Sedangkan strategi perencanaan dan pelaksanaannya menggunakan konsepsi pengembangan dan pembangunan yang berkesinambungan dengan langkah pelaksanaan secara parsial (terpisah) namun semuanya menuju satu kesatutan (integrasi) kesisteman. Bahwa konsepsi pembangunan sistem informasi tehnologi keimigrasian yang dikembangkan dijajaran Imigrasi merupakan suatu konsep integral dan holistik. Dasar pernyataan ini melalui konstruksi pemikiran sebagai berikut : 1. maka sistem secara otomatis akan terkoneksi dengan data base cegah tangkal. tahapan entry data pemohon. tahapan pemindaian (scanning) persyaratan yang dilampirkan. baik sistem pelayanan WNA maupun WNI.bahwa tidak benar seseorang yang masuk dalam daftar cegah tangkal dapat membuat paspor dalam masa peralihan sistem penerbitan paspor. dan tahapan verifikasi data base cegah tangkal. ketika petugas melakukan entry data. *** . Sistem aplikasi penerbitan paspor dan sistem aplikasi cekal merupakan sistem yang berbeda dan terpisah. Bagi Imigrasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful