PRAGMATIK

pragmatics (n) - pragmatik - pragmatika pragmatis (adj) : melihat sesuatu dari kegunaan pragmatisme: aliran yang melihat sesuatu dari kegunaan Dalam komunikasi, satu maksud atau satu fungsi dapat diungkapkan dengan berbagai bentuk/struktur. Untuk maksud ³menyuruh´ orang lain, penutur dapat mengungkapkannya dengan kalimat imperatif, kalimat deklaratif, atau bahkan dengan kalimat inter ogatif. Dengan demikian, pragmatik lebih cenderung ke fungsionalisme daripada ke formalisme. Pragmatik berbeda dengan semantik dalam hal pragmatik mengkaji maksud ujaran dengan satuan analisisnya berupa tindak tutur (speech act), sedangkan semantik menelaah makna satuan lingual (kata atau kalimat) dengan satuan analisisnya berupa arti atau makna. Kajian pragmatik lebih menitikberatkan pada ilokusi dan perlokusi daripada lokusi sebab di dalam ilokusi terdapat daya ujaran (maksud dan fungsi tuturan), perlokusi berarti terjadi tindakan sebagai akibat dari daya ujaran tersebut. Sementara itu, di dalam lokusi belum terlihat adanya fungsi ujaran, yang ada barulah makna kata/kalimat yang diujarkan . Berbagai tindak tutur (TT) yang terjadi di masyarakat, baik TT representatif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif, TT langsung dan tidak langsung, maupun TT harafiah dan tidak harafiah, atau kombinasi dari dua/lebih TT tersebut, merupakan bahan sekaligus fenomena yang sangat menarik untuk dikaji secara pragmatis. Misalnya, bagaimanakah TT yang dilakukan oleh orang Jawa apabila ingin menyatakan suatu maksud tertentu, seperti ngongkon µmenyuruh¶, nyilih µmeminjam¶, njaluk µmeminta¶, ngelem µmemuji¶, janji µberjanji¶, menging µmelarang¶, dan ngapura µmemaafkan¶. Pengkajian TT tersebut tentu menjadi semakin menarik apabila peneliti mau mempertimbangkan prinsip kerja sama Grice dengan empat maksim: kuantitas, kualitas, hubungan, dan cara; serta skala pragmatik dan derajat kesopansantunan yang dikembangkan oleh Leech (1983).

Pragmatik dan Fungsi Bahasa Bidang ³pragmatik´ dalam linguistik dewasa ini mulai mendapat perhatian para peneliti dan pakar bahasa di Indonesia. Bidang ini cenderung mengkaji fungsi ujaran atau fungsi bahasa daripada bentuk atau strukturnya. Dengan kata lain, pragmatik lebih cenderung ke fungsionalisme daripada ke formalisme. Hal itu sesuai dengan pengertian pragmatik yang dikemukakan oleh Levinson (1987: 5 dan 7), pragmatik adalah kajian mengenai penggunaan

bahasa atau kajian bahasa dan perspektif fungsional. Artinya, kajian ini mencoba menjelaskan aspek-aspek struktur bahasa dengan mengacu ke pengaruh-pengaruh dan sebabsebab nonbahasa. Fungsi bahasa yang paling utama adalah sebagai sarana komunikasi. Di dalam komunikasi, satu maksud atau satu fungsi dapat dituturkan dengan berbagai bentuk tuturan. Misalnya, seorang guru yang bermaksud menyuruh muridnya untuk mengambilkan kapur di kantor, dia dapat memilih satu di antara tuturan-tuturan berikut: (1) Jupukna kapur!( kalimat imperatif) (2) Kene ora ana kapur.( kalimat deklaratif) (3) Ibu ngersakake kapur.( kalimat deklaratif) (4) O, jebul ora ana kapur.( kalimat deklaratif) (5) Ing kene ora ana kapur, ya?( kalimat interogatif) (6) Ngapa ora padha gelem njupuk kapur?( kalimat interogatif) Dengan demikian untuk maksud ³menyuruh´ agar seseorang melakukan suatu tindakan dapat diungkapkan dengan menggunakan kalimat imperatif seperti tuturan (1), kalimat deklaratif seperti tuturan (2-4), atau kalimat interogatif seperti tuturan (5-6). Jadi, secara pragmatis, kalimat berita (deklaratif) dan kalimat tanya (interogatif) di samping berfungsi untuk memberitakan atau menanyakan sesuatu juga berfungsi untuk menyuruh (imperatif atau direktif).

PRAGMATIK VS SEMANTIK Sebelum dikemukakan batasan pragmatik kiranya perlu dijelaskan lebih dahulu perbedaan antara pragmatik dengan semantik. (a) Semantik mempelajari makna, yaitu makna kata dan makna kalimat, sedangkan pragmatik mempelajari maksud ujaran, yaitu untuk apa ujaran itu dilakukan. (b) Kalau semantik bertanya ³Apa makna X?´ maka pragmatik bertanya ³Apa yang Anda maksudkan dengan X?´ (c) Makna di dalam semantik ditentukan oleh koteks, sedangkan makna di dalam pragmatik ditentukan oleh konteks, yakni siapa yang berbicara, kepada siapa, di mana, bilamana, bagaimana, dan apa fungsi ujaran itu. Berkaitan dengan perbedaan (c) ini, Kaswanti Purwo (1990: 16) merumuskan secara singkat ³semantik bersifat bebas konteks (context independent), sedangkan pragmatik bersifat terikat konteks (context dependent)´ (bandingkan Wijana, 1996: 3).

Definisi pragmatik:
1. cabang ilmu bahasa yang menelaah penggunaan bahasa. Satuan -satuan lingual dalam penggunaannya. 2. studi kebahasaan yang terikat konteks. 3. studies meaning in relation to speech situation (Leech, 1983). 4. cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal, yakni bagaimana satuan kebahasaan digunakan dalam komunikasi (Wijana, 1996: 2). Cukup banyak kiranya batasan atau definisi mengenai pragmatik. Levinson (1987: 1 53), misalnya, membutuhkan 53 halaman hanya untuk menerangkan apakah pragmatik itu dan apa saja yang menjadi cakupannya. Di sini dikutipkan beberapa di antaranya yang dianggap cukup penting. (1) Pragmatik adalah kajian mengenai hubungan antara tanda (lambang) dengan penafsirnya, sedangkan semantik adalah kajian mengenai hubungan antara tanda (lambang) dengan objek yang diacu oleh tanda tersebut. (2) Pragmatik adalah kajian mengenai penggunaan bahasa, sedangkan semantik adalah kajian mengenai makna. (3) Pragmatik adalah kajian bahasa dan perspektif fungsional, artinya kajian ini mencoba menjelaskan aspek-aspek struktur linguistik dengan mengacu ke pengaruh-pengaruh dan sebabsebab nonlinguistik. (4) Pragmatik adalah kajian mengenai hubungan antara bahasa dengan konteks yang menjadi dasar dari penjelasan tentang pemahaman bahasa. (5) Pragmatik adalah kajian mengenai deiksis, implikatur, praanggapan, tindak tutur, dan aspek-aspek struktur wacana. (6) Pragmatik adalah kajian mengenai bagaimana bahasa dipakai untuk berkomunikasi, terutama hubungan antara kalimat dengan konteks dan situasi pemakaiannya. Dari beberapa definisi tersebut dapat dipahami bahwa cakupan kajian pragmatik sangat luas sehingga sering dianggap tumpang tindih dengan kajian wacana atau kajian sosiolinguistik. Yang jelas disepakati ialah bahwa satuan kajian pragmatik bukanlah kata atau kalimat, melainkan tindak tutur atau tindak ujaran (speech act). Stephen C. Levinson telah mengumpulkan sejumlah batasan pragmatik yang berasal dari berbagai sumber dan pakar, yang dapat dirangkum seperti berikut ini.

pragmatics is distinct from grammar.kondisi-kondisi kebenaran. 4. Pragmatik adalah telaah mengenai segala aspek makna yang tidak tercakup dalam teori semantik. Pragmatik sebenarnya merupakan bagian dari ilmu tanda atau semiotics atau semiotika. atau semiotik (semiotics). Pragmatics is the study of how language is used to communicate. Pragmatik adalah telaah mengenai deiksis.1. Morris membedakan tiga cabang yang berbeda dalam penyelidikan. atau dengan perkataaan lain: memperbincangkan segala aspek makna ucapan yang tidak dapat dijelaskan secara tuntas oleh referensi langsung kepada kondisi-kondisi kebenaran kalimat yang ciucapkan. 2. . 1938:6). Parker (1986: 11). anggapan penutur (presupposition). Pemakaian istilah pragmatik (pragmatics) dipopulerkan oleh seorang filosof bernama Charles Morris (1938). Teori pragmatik menjelaskan alasan atau pemikiran para pembicara dan penyimak dalam menyusun korelasi dalam suatu konteks sebuah tanda kalimat dengan suatu proposisi (rencana. semantik (semantics) yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan objek di mana tanda-tanda itu diterapkan (ditandainya) (atau hubungan antara penanda dan petanda (signifiant dan signifie/yang ditandai)). Pragmatik adalah telaah mengenai hubungan antara bahasa dan konteks yang tergramatisasikan atau disandikan dalam struktur sesuatu bahasa. Ketiga cabang tersebut kemudian lebih dikenal dengan teori trikotomi. Pragmatik adalah telaah mengenai hubungan tanda-tanda dengan penafsir (Morris. yang mempunyai perhatian besar pada ilmu pengetahuan tentang tanda-tanda. dan aspek struktur wacana. which is the study of the internal structure of language. Pragmatik adalah telaah mengenai relasi antara bahasa dan konteks yang merupakan dasar bagi suatu catatan atau laporan pemahaman bahasa. 5. 3. tindak ujar. d pragmatik an yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan penafsir (interpreters). Secara kasar dapat dirumuskan: pragmatik = makna . dengan kata lain: telaah mengenai kemampuan pemakai bahasa menghubungkan serta menyerasikan kalimatkalimat dan konteks-konteks secara tepat. atau masalah). Dalam semiotik. Dalam hal ini teori pragmatik merupakan bagian dari performansi. implikatur. yaitu: sintaktik (syntactics) atau sintaksis (syntax) yaitu telaah tentang relasi formal dari tanda yang satu dengan tanda yang lain (mempelajari hubungan satuan lingual dengan satuan lingual lain: tanda dengan tanda).

klausa. ada hal-hal yang tidak langsung ¶indirectness atau secara tidak literal¶. Contoh: Sugeng enjing! makna: menyapa maksud: tergantung siapa yang berbicara atau maksud lain. dan satuan kebahasaan itu dikomunikasikan maksud. Pragmatik: makna penutur (maksud). bersifat internal. misalnya menyindir atau memarahi. Baik! makna: baik. makna. dilihat dari berbagai faktor . Pragmatik: cabang ilmu bahasa yang mempelajari makna satuan kebahasaan eksternal atau fungsional yang bersifat eksternal / bagaimana triadik: bentuk. Semantik: makna linguistik (makna). kepada siapa. . Makna sebuah tuturan itu penggunaannya. diadik: bentuk dan makna Semantik: makna (biasanya leksikal).Contoh: Kok. wacana. sudah pulang! Isteri: ¶betul-betul terkejut¶ atau ¶orang itu lama sekali perginya¶ Suami menafsirkan: siapa yang berbicara. kalimat. internal atau formal Sintaksis: frase. situasinya bagaimana? L. Cabang-cabang bahasa: Fonologi: bunyi sebagai sistem Morfologi: satuan gramatikal terkecil. Witgenstein (filsuf): makna adalah penggunaannya. makna dalam penutur. apik maksud: bisa tidak baik.

dan pragmatik yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan penafsir (interpreters). atau studi istilah indeksikal atau deiktis (deictis) (gagasan Montague). Morris membedakan tiga cabang yang berbeda dalam penyelidikan. Morris memberikan contoh interjeksi seperti Oh!. Jadi. Buku ini secara eksklusif menyangkut istilah pada gagasan yang terakhir dan menerapkannya pada pembicaraan ini. Ketiga cabang tersebut kemudian lebih dikenal dengan teori trikotomi. yaitu: sintaktik (syntactics) atau sintaksis (syntax) yaitu telaah tentang relasi formal dari tanda yang satu dengan tanda yang lain. Contoh semantika: kursi signifiant (penanda) ¶tempat duduk¶ signifie (petanda) Terdapat suatu prinsip: Noam Chomsky: Terdapat hubungan satu lawan satu antara penanda dan petanda (signifiant dan signifie). atau akhirnya pemakaian dalam linguistik Anglo-American dan filsafat. Come here!. Asal-usul dan perilaku historis istilah pragmatik Pemakaian istilah pragmatik (pragmatics) dipopulerkan oleh seorang filosof bernama Charles Morris (1938). Pragmatik: bagaimana orang menafsirkan. yaitu bahwa variasi retoris dan alat puitis hanya muncul di bawah kondisi tertentu dalam batas-batas pemakaian bahasa. atau semiotik (semiotics). . yang mempunyai perhatian besar pada ilmu pengetahuan tentang tanda-tanda. atau telaah konsep abstrak tertentu yang membuat acuan pada pelaku (agents) (satu gagasan dari Carnap). Dalam semiotik. Good morning! dipengaruhi oleh hukum pragmatik.Makna itu berubah-ubah tergantung pada konteksnya. semantik (semantics) yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan objek di mana tanda-tanda itu diterapkan (ditandainya). sebenarnya semantik sudah ada pragmatik. Akhirnya pengarang menyimpulkan bahwa perbedaan pemakaian istilah pragmatik ditimbulkan dari bagian asal-usul semantik karya Morris. Mempelajari bagaimana satuan lingual itu ditafsirkan. yaitu suatu telaah dari sebagian besar jajaran fenomena psikologis dan sosiologis yang mencakup sistem tanda pada umumnya atau dalam bahasa tertentu (the Continental sense of the term).

Informasi Dia membeli buku Buku dibelinya makna: µaktif¶ dan µpasif¶ Makna yang abstrak. · o · Tuturan semakin panjang tuturan semakin sopan. Contoh: Lunga! (tidak sopan) dan Lungaa! (lebih sopan) Semakin langsung semakin tidak sopan. Berkenaan dengan data: Data kalimat : sentence. aku nyilih sepedha motore (lebih sopan)). Obyek data primer adalah bahasa lisan. Data pragmatik: utterance (kalimat + konteks). : ada pada satuan lingual (internal) : ada pada penutur (eksternal) : isi tuturan (internal) J. semakin tidak langsung semakin sopan.W. (Contoh: Nyilih sepedha motore (tidak sopan) dan Menawa pareng.Omahku sepi kok.M. Contoh: ¶menolak¶ bisa dinyatakan dengan . Sosiolinguistik: berkaitan dengan variasi bahasa. yang tidak jelas siapa penuturnya tidak jelas.Makna .Ora duwe dhuwit. semakin pendek tidak sopan. karena: jelas kapan bahasa itu digunakan siapa yang berbicara kepada siapa.Maksud . Obyek data pragmatik itu konkrit. . Verhaar (Pengantar Lingguistik Umum): . Makna kongkrit: makna tuturan. .Pragmatik: Satu tanda bisa menyatakan bermacam-macam maksud atau bermacam-macam tanda satu maksud. Bahasa tulis juga bisa asalkan mampu merekonstruksi tuturan yang sebenarnya. jelas.

bagaimana strateginya. Kopi bisa menolak atau menerima.Entuk 4 + Apik! Menurut Halliday (pakar Functional Grammar): 1. Lunga! Wacana. ayah dengan anak. Contoh: Sugeng rawuh.minus konteks. 3. Arep? marahi saya melek terus. . Wacana: mengandung amanat yang lengkap. ²-> terkait dengan wacana. Field (medan): siapa berbicara kepada siapa.plus konteks. Mode (bentuk bahasa): strategi memilih yang mana) wacana pragmatik Pragmatik: retorika. .1. 4. Dia pergi ke Surabaya. Tenor (pelibat): misalnya. wacana tidak selalu di atas kalimat. + Piye bijimu . Kalimat (sentence) Teks (texs) . teks tidak jelas konteksnya. Widowson: 1.di atas kalimat plus konteks. 3. Wacana (discourse) . 2. Ayahnya sakit. 2. 2.kalimat tanya. Jadi. Tuturan (utterance) .di atas kalimat minus konteks. Neng ngendi sabune? TUTURAN PERFORMATIF DAN TUTURAN KONSTATIF .

(Terjemahan M.. Cambridge: Cambridge University Press. John. Definisi: Tuturan performatif (performative utterance): tuturan yang memperlihatkan bahwa suatu perbuatan telah diselesaikan pembicara dan bahwa dengan mengungkapkannya berarti perbuatan itu diselesaikan pada saat itu juga. Performative (in speech act theory): an utterance which performs an act. tetapi sebenarnya ada tindakan tertentu yang baru dapat terlaksana kalau orang itu mengemukakan tuturan/bahasa. Searle. Secara ringkas dikatakan pula bahwa tuturan performatif adalah tuturan untuk melakukan sesuatu (perform the action). Leech. Jack dkk. ((Richards dkk. Longman Dictionary of Applied Linguistics. (2) kalimat atau bagian kalimat yang dilisankan (Kridalaksana. 1962. Kamus Linguistik. tetapi sebagai tepat atau tidak tepat. I promise not to be late (= a promise). such as Watch out (=a warning). Tuturan (utterance. New York: Oxford University Press. Longman: Longman Group UK Limited.L. 1969.Pustaka: Austin. (ed. Tuturan performatif tidak dievaluasi sebagai benar atau salah. 1984: 2001). J. 1993.L. 1989: 212). 1989. How to Do Things with Words. pembicara mengujarkannya dan sekaligus menyelesaikan perbuatan ³mengucapkan´ (Kridalaksana. Prinsip-prinsip Pragmatik. Urmson). Harimurti Kridalaksana. 1984: 2001). Richards. oleh Kridalaksana disebut dengan istilah ujaran): (1) regangan wicara bermakna di antara dua kesenyapan aktual atau potensial. Jakarta: Universitas Indonesia.O. Dengan demikian bahasa bukan semata-mata alat untuk menyatakan sesuatu tetapi juga melakukan sesuatu. Filosof J. Oka). misalnya: dalam ujaran Saya mengucapkan terima kasih. misalnya: I promise that I shall be there (Saya berjanji bahwa saya akan hadir di sana) . 1984.D. Jakarta: PT Gramedia. J.D. Intinya: bahasa pada umumnya sebagai alat komunikasi. Geoffrey. Speech Acts. Austin membedakan antara tuturan performatif (performativei) dan konstatif (constative).

Syarat-syarat itu antara lain: 1. rama. Harus diucapkan sungguh-sungguh. 4. Penuturnya adalah penghulu (naib). (Tindakan menyatakan/menikahkan: the act of Saya serahkan semua harta saya kepada anak saya. (Tindakan pergi: the act of going). tidak dengan tindakan menginjak kaki mitra tutur-nya. (Tindakan mohon maaf: the act of Saya namakan anak saya Parikesit. Misalnya: Saya nyatakan Anda berdua suami-isteri. subjek orang pertama dan kala-nya present tense. Saya bertaruh Mike Tyson pasti menang. Austin dalam menentukan ciri-ciri tuturan performatif ini hanya melihat aspek gramatikalnya saja. Tindakan harus dilakukan secara sungguh-sungguholeh penutur. bukan orang kedua atau ketiga. 1993: 280). . tempatnya di KUA. 2. Gereja. sebagai berikut. 3. thanking) apologizing). objeknya 2 orang (berdua). 7. Tindakan sedang/akan dilakukan Kalau dalam bahasa Inggris. 1. Misalnya: Saya mohon maaf atas kesalahan saya. pendeta. Penutur harus memiliki niat yang sungguh-sungguh dalam mengemukakan tuturannya. (Tindakan memberi nama: the act of naming). Akhirnya direvisi (dilengkapi) oleh murid-muridnya. Saya berterima kasih atas kebaikan Saudara. (Tindakan berterima kasih: the act of Saya mohon maaf atas keterlambatan saya. bequeting). Misalnya: Saya berjanji akan setia padamu. Orang yang menyatakan tuturan dan tempatnya harus sesuai atau cocok. Pura. 2.dan performatif primer atau tuturan primer I shall be there (Saya akan hadir di sana) (Geoffrey Leech (terjemahan). (Tindakan bertaruh: the act of betting). (Tindakan menyerahkan: the act of Saya akan pergi sekarang. Syarat itu juga belum cukup. Masjid. Saya nyatakan Anda berua suami-isteri. 6. yaitu dengan adanya syarat-syarat lainnya yang disebut syarat tuturan performatif (felicity condition). Contoh lain: 1. kemudian diperbaharui lagi oleh John Searle. Ciri-ciri tindakan performatif § § Subyek harus orang pertama. 5. (the act of promising). marrying).

2. bukan yang telah dilakukan. 1989: 265). keadaan. Pengertian Tindak tutur (istilah Kridalaksana µpertuturan¶ / speech act. bukan oleh Tindakan harus dilakukan secara sungguh-sungguh oleh kedua belah pihak. orang lain. 1984: 2001).2. speech event): pengujaran kalimat untuk menyatakan agar suatu maksud dari pembicara diketahui pendengar (Kridalaksana. A constative is an utterance which assert something that is either true or false. Misalnya: Misalnya: Saya berjanji akan setia. Kalau tuturan tidak memenuhi kelima syarat tersebut. 1993: 316). Penutur harus yakin bahwa ia mampu melakukan tindakan itu. Misalnya: 1. Tuturan harus mempredikasi tindakan yan g akan dilakukan.. proses. 5. 1989: 212-213). kalau tidak berarti bukan tuturan performatif). for example. TINDAK TUTUR (Speech Act) A. Misalnya: Sesuk kowe tak-tukokke sepur (yakin tidak. atau mampu melakukan apa yang dinyatakan dalam tuturannya. Chicago is in the United States (Richards dkk. maka tuturan itu dikatakan tidak valid (infelicition). 3. Di dalam mengatakan suatu kalimat. Misalnya: Saya berjanji bahwa saya akan selalu datang tepat waktu. 1984: 154) Speech act: an utterance as a functional unit in communication (Richards et al. (Orang perta dan kedua melakukan tindakan secara sungguh-sungguh). 4. Aku njaluk pangapura marang sliramu. Ali pergi ke Jakarta Saya tidur di hotel. seseorang tidak semata -mata mengatakan sesuatu dengan . atau Austin mengatakan bahwa tuturan konstatif dapat dievaluasi dari segi benar-salah (Geoffrey Leech (terjemahan). dan sifatnya betul atau tidak betul (Kridalaksana. Tuturan konstatif atau deskriptif (constative utterance): tuturan yang dipergunakan untuk menggambarkan atau memerikan peristiwa. tumindakku kang ora ndadekake renaning penggalihmu. dsb.. Tuturan harus mempredikasi tindakan yang akan dilakukan oleh penutur.

yaitu lokusi. Lokusi adalah semata-mata tindak berbicara. . tawaran (offers). yaitu memerintahkan si mitratutur supaya pergi meninggalkan rumah pondokannya. yakni menawarkan minuman. 3. ajakan (invitation). untuk apa ujaran itu dilakukan. ia juga menindakkan sesuatu. penerimaan akan tawaran (acceptation of offers) B. Hal-hal apa sajakah yang dapat ditindakkan di dalam berbicara? Ada cukup banyak.1 Lokusi. antara lain. Jadi. TINDAK TUTUR DAN JENIS-JENISNYA Tindak tutur (selanjutnya TT) atau tindak ujaran (speech act) mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam pragmatik karena TT adalah satuan analisisnya. Uraian berikut memaparkan klasifikasi dari berbagai jenis TT. tanpa bermaksud untuk minta minum. Ia membedakan tiga jenis tindakan yang berkaitan dengan ujaran. permintaan (requests). Di dalam pengucapan kalimat ia juga ³menindakkan´ sesuatu. di samping memang mengucapkan kalimat tersebut. pemberian izin (permissons). ³ Aku ngelak´ yang diujarkan oleh P dengan maksud µminta minum¶ adalah sebuah tindak ilokusi. Jadi. Ilokusi.pengucapan kalimat itu. ilokusi. Di sini kita mulai berbicara tentang maksud dan fungsi atau daya ujaran yang bersangkutan. yaitu tindak mengucapkan sesuatu dengan kata dan kalimat sesuai dengan makna kata itu (di dalam kamus) dan makna kalimat itu sesuai dengan kaidah sintaksisnya. ia juga menindakkan sesuatu. mengatakan Sampun jam sanga ia tidak semata-mata memberi tahu keadaan jam pada waktu itu. Ilokusi adalah tindak melakukan sesuatu. dan Perlokusi Austin (1962) dalam How to do Things with Words mengemukakan bahwa mengujarkan sebuah kalimat tertentu dapat dipandang sebagai melakukan tindakan (act). Seorang ibu rumah pondokan putri. Di sini maksud atau fungsi ujaran itu belum menjadi perhatian. Dengan pengucapan kalimat Arep ngombe apa? si pembicara tidak semata-mata menanyakan atau meminta jawaban tertentu. apabila seorang penutur (selanjutnya disingkat P) Jawa mengujarkan ³Aku ngelak´ dalam tindak lokusi kita akan mengartikan ³aku´ sebagai µpronomina persona tunggal¶ (yaitu si P) dan ³ngelak´ mengacu ke µtenggorokan kering dan perlu dibasahi¶. dan perlokusi.

dan Deklaratif Searle (1975) mengembangkan teori TT dan membaginya menjadi lima jenis TT (dalam Ibrahim. (4) TT komisif adalah TT yang mengikat P-nya untuk melaksanakan apa yang disebutkan di dalam ujarannya. misalnya memuji. Pada bagian terdahulu telah disinggung bahwa di dalam komunikasi satu fungsi dapat dinyatakan atau diutarakan melalui berbagai bentuk ujaran. mengritik. menyarankan. menunjukkan. misalnya menyuruh. 1993: diungkapkan dengan menggunakan berbagai ujaran sebagai berikut. (5) TT deklaratif merupakan TT yang dilakukan P dengan maksud untuk menciptakan hal (status. perlokusi adalah efek dari TT itu bagi mitra-tutur (selanjutnya MT). mengizinkan. Untuk maksud atau fungsi ³menyuruh´. (3) TT ekspresif ialah TT yang dilakukan dengan maksud agar ujarannya diartikan sebagai evaluasi mengenai hal yang disebutkan di dalam ujaran itu. misalnya menyatakan. (4) Pernyataan keharusan (5) Pernyataan keinginan : Sliramu kudu mindhahke meja iki! : Aku kepengin meja iki dipindhah. 3. melarang. misalnya memutuskan. Ekspresif. dan menantang. Kelima TT itu sebagai berikut: (1) TT representatif yaitu TT yang mengikat P-nya kepada kebenaran atas apa yang dikatakannya. dan menyebutkan. Direktif.2 TT Representatif. dan memberi maaf. dan mengeluh. memohon. keadaan. (1) Kalimat bermodus imperatif (2) Performatif eksplisit (3) Performatif berpagar iki. 1993: 11-54). misalnya. Jadi. melaporkan. Secara singkat. Komisif. : Pindhahen meja iki! : Dakjaluk sliramu mindhahke meja iki! : Aku jan-jane arep njaluk tulung sliramu mindhahke meja dapat . dan sebagainya) yang baru. menuntut. membatalkan. jika MT melakukan tindakan mengambilkan air minum untuk P sebagai akibat dari TT itu maka di sini dapat dikatakan terjadi tindak perlokusi. misalnya berjanji dan bersumpah. mengucapkan terima kasih.Perlokusi mengacu ke efek yang ditimbulkan oleh ujaran yang dihasilkan oleh P. menurut Blum-Kulka (1987) (lihat Gunarwan. (2) TT direktif yaitu TT yang dilakukan P-nya dengan maksud agar si pendengar atau MT melakukan tindakan yang disebutkan di dalam ujaran itu.

: Kamar iki kok katone sesak ngono ya? 3. kelangsungan dan keharafiahan ujaran. kepada pasien yang masih kecil agar anak itu tidak takut. Hal ini berkaitan dengan tindak tutur langsung (TT-L) dan tindak tutur tidak langsung (TT-TL).(6) Rumusan saran (7) Persiapan pertanyaan (8) Isyarat kuat (9) Isyarat halus : Piye yen meja iki dipindhah? : Kowe bisa mindhah meja iki? : Yen meja iki ana ing kene. kamar iki katon rupek. lebih baik jika kita semua sepakat menutup mulut MT-nya yang selalu ³cerewet´. 1996: 36). berdasarkan uraian dan contoh -contoh di atas dapat dicatat ada delapan TT sebagai berikut (bandingkan Wijana. secara ringkas. Dari kesembilan bentuk ujaran tersebut. : ³Tutup mulut´.3 TT Langsung vs TT Tidak Langsung Dari sembilan bentuk ujaran tersebut diperoleh sembilan TT yang berbeda-beda derajat kelangsungannya dalam menyampaikan maksud µmenyuruh memindahkan meja¶ itu. (1) Tindak tutur langsung (TT-L) (2) Tindak tutur tidak langsung (TT-TL) (3) Tindak tutur harafiah (TT-H) : ³Buka mulut´. Jika kedua hal itu. Karena kata ³meja´ sama sekali tidak disebutkan oleh P dalam ujaran (9). Selain TT-L dan TT-TL. misalnya diucapkan oleh seseorang yang jengkel kepada : ³Bagaimana kalau mulutnya dibuka?´. misalnya diucapkan oleh dokter gigi : ³Untuk menjaga rahasia. kita masing-masing´. Dengan demikian. yaitu: (1) TT-LH (2) TT-LTH (3) TT-TLH (4) TT-TLTH rahasia. misalnya diucapkan oleh P yang mengajak MT-nya untuk tidak membuka . dan sebaliknya. yang paling samar-samar maksudnya ialah bentuk ujaran (9). berupa isyarat halus. Derajat kelangsungan TT dapat diukur berdasarkan ³jarak tempuh´ antara titik ilokusi ( di benak P) ke titik tujuan ilokusi (di benak MT). maka MT harus mencari-cari konteks yang relevan untuk dapat menangkap maksud P. Derajat kelangsungan dapat pula diukur berdasarkan kejelasan pragmatisnya: makin jelas maksud ujaran makin langsunglah ujaran itu. P dapat juga menggunakan tindak tutur harafiah (TT-H) atau tindak tutur tidak harafiah (TT-TH) di dalam mengutarakan maksudnya. misalnya diucapkan oleh dokter gigi kepada pasiennya. digabungkan maka akan didapatkan empat macam ujaran.

(4) Tindak tutur tidak harafiah (TT-TH) (5) Tindak tutur langsung harafiah (TT-LH) (6) Tindak tutur tidak langsung harafiah (TT-TLH) (7) Tindak tutur langsung tidak harafiah (TT-LTH)\ (8) Tindak tutur tidak langsung tidak harafiah (TT-TLTH) Apabila seseorang menggunakan bahasa. ilokusi. Kesulitan dalam . yaitu lokusi.) Dengan mengatakan X. dan membuat tertawa) Perbedaan kekuatan antara perlokusi dan ilokusi tidak selalu jelas. Misalnya. Hal ini sejalan dengan pendapat Austin (1962) yang melihat adanya tiga jenis tindak ujar. (Menghasilkan efek tertentu pada pendengar. Ilokusi berjanji. dan memesan. Dalam mengatakan X. melukai. tindak ilokusi (melakukan tidakan dalam mengatakan sesuatu). Persuasi 3. menolak. (merupakan 1. suruhan (request) memiliki kekuatan esensial untuk membuat pendengar melakukan sesuatu. menakut-nakuti. Sebagian verba yang digunakan untuk melabel tindak ilokusi bisa digunakan secara performatif. Dengan demikian mengatakan Saya menolak bahwa X sama halnya menolak bahwa X. Lokusi bahasa yang tindak mengatakan pokok sesuatu: menghasilkan linguistik serangkaian bunyi yang berarti sesuatu. dan mencakup tindak-tindak seperti bertaruh. 2. Ini merupakan aspek merupakan penekanan tradisional). n meyakinkan (convinces) t bahwa P. maka ada 3 jenis tindakan atau tindak tutur (selanjutnya disingkat TT). dan perlokusi. (Dilakukan dengan mengatakan sesuatu. dan tindak perlokusi (melakukan tindakan dengan mengatakan sesuatu). yaitu tindak lokusi (melakukan tindakan mengatakan sesuatu). n menegaskan (asserts) bahwa P. Contoh-contoh yang sesuai adalah meyakinkan. Misalnya: n mengatakan kepada t bahwa X. Perlokusi merupakan tindak perlokusi: orang tidak dapat mempersuai seseorang tentang sesuatu hanya dengan mengatakan Saya mempersuasi anda.

definisi ini muncul dari urutan tindakan yang banyak diabaikan oleh teori tindak tutur. Kesulitan itu juga muncul dari dasar definisi maksud penutur, yang merupakan keadaan psikologis yang tidak bisa diobservasi (lihat Abd. Syukur Ibrahim, 1993: 115). 1. TT lokusi: Austin, perbuatan bertutur, hal mengungkapkan sesuatu atau menyatakan sesuatu (locutionary speech act). Misalnya: Dia sakit. Kaki manusia dua. Pohon punya daun. Wacana-wacana ilmiah yang tidak menekankan emosi termasuk TT lokusi. TT ini sangat sedikit peranannya dalam pragmatik. 2. TT ilokusi: Austin, Searle, perbuatan yang dilakukan dalam mengujarkan sesuatu atau melakukan sesuatu, mis. memperingatkan, bertanya (illocutionary speech act). Misalnya: Saya berjanji. Ibunya di rumah! (bisa bermaksud melarang datang menemui anaknya) Bapaknya galak! (bisa melarang jangan ke sana) Saya tidak dapat datang. (minta maaf) Kula nyuwun sekilo. (membeli) Temboknya dicat! (jangan dekat tembok itu) Adoh lho le! (jangan ke sana) 3. TT perlokusi: Austin, Searle, perbuatan yang dilakukan dengan mengujarkan sesuatu, membuat orang lain percaya akan sesuatu dengan mendesak orang lain untuk berbuat sesuatu, dll. atau mempengaruhi orang lain (perlocutionary speech act) Misalnya: Tempat itu jauh.

Tempat itu jauh Lokusi Tempat itu jauh. mengandung pesan. Lokusi Tempat itu jauh. metapesan µJangan pergi ke sana!¶ Perlokusi Tempat itu jauh. metapesan pikiran (Dalam ada mitratutur

keputusan) ³Saya tidak akan pergi ke sana.´

C. Tindak tutur langsung-tidak langsung dan literal-tidak literal Berdasarkan isi kalimat atau tuturannya, kalimat dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu kalimat berita (deklaratif), kalimat tanya (interogatif), dan kalimat perintah (imperatif). Berita Adiknya sakit. Informasi Tanya Di mana handuk saya? ya, tidak (apa, intonasi) mana, kapan, ke mana, untuk apa, dsb.) TT langsung (direct TT speech) langsung (direct TT langsung (direct speech) speech) Perintah Pergi! larangan, ajakan, dan

informasi (apa, siapa, di perintah biasa

Berdasarkan mudusnya, kalimat atau tuturan dapat dibedakan menjadi tuturan langsung dan tutran tidak langsung. Misalnya: [Tuturan langsung] A: Minta uang untuk membeli gula! B: Ini. [Tuturan tidak langsung] A: Gulanya habis, nyah. B: Ini uangnya. Beli sana! Kadang-kadang secara pragmatis kalimat berita dan tanya digunakan untuk memerintah, sehingga merupakan TT tidak langsung (indirect speech). Hal ini merupakan sesuatu yang penting dalam kajian pragmatik. Misalnya: 1. Rumahnya jauh. (ada maksud: jangan pergi ke sana). 2. Adiknya sakit. (ada maksud: jangan ribut atau tengoklah!)

Berdasarkan keliteralannya, tuturan dapat dibedakan menjadi tuturan literal dan tuturan tidal literal. 1. Tuturan literal: tuturan yang sesuai dengan maksud atau modusnya. Misalnya, Buka mulutnya! (makna lugas: buka). 2. Tuturan tidak literal: tuturan yang tidak sesuai dengan maksud dalam tulisan/tuturan. Misalnya, Buka mulutnya! (makna tidak lugas: tutup). Hal ini disebut juga µnglulu¶ Dalan bahasa kadang-kadang terjadi, yang bagus dikatakan jelek (hal ini disebut banter [bEnte]), yang jelek dikatakan bagus (disebut µironi¶). Masing-masing tindak tutur (langsung, tidak langsung, literal, dan tidak literal) apabila disinggungkan (diinterseksikan) dapat dibedakan menjadi 8 macam seperti sebagai berikut. 1. TT langsung 2. TT tidak langsung 3. TT literal 4. TT tidak literal 5. TT langsung literal 6. TT tidak langsung literal 7. TT langsung tidak literal 8. TT tidak langsung tidak literal Misalnya, kalimat Radione kurang banter. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. TT langsung TT tidak langsung TT literal TT tidak literal Radione TT langsung literal TT tidak langsung literal TT langsung tidak literal TT tidak langsung tidak banter. kurang betul-betul kurang keras. keraskan radionya! betul-betul kurang keras. suara sekali. betul-betul kurang keras keraskan radionya! suara sekali. matikan! radionya keras radionya keras

tidak berbelit-belit. maka orang akan berbicara sejelas mungkin. ada maksudmaksud tertentu. Dengan adanya 2 tujuan ini. ringkas. Contoh: kikir tekate dhewe kutujukan wawan prawan ayu kian maju lali main dik daniel kaki lima thank before : q2r : TKTDW : ku¥49kan : wa-one : pra one are you : q-an maju : la5in : dick&niel : kq lima : thx b4 berdua satu tujuan : ber-217-an . Mereka harus bekerja sama. Selanjutnya orang lain diharapkan menangkap apa (hal) yang dikemukakan. tetapi ia harus bertanggung jawab atas penyimpangan itu.literal PRINSIP KERJA SAMA (Cooperative Principle) Sebelum belajar tentang µprinsip kerja sama¶. berbicara secara wajar (termasuk volume suara yang wajar). Hanya saja dalam pragmatik terdapat penyimpangan-penyimpangan. tidak berlebihan. kita perlu belajar tentang µasumsi pragmatik¶. Kalau orang berbicara kepada orang lain pasti ingin mengemukakan sesuatu. sehingga orang lain bisa mengetahui maksudnya.

Hindari kekaburanan ujaran. Prinsip kerja sama ini terealisasi dalam berbagai kaidah percakapan. 1993: 73. (4) Maksim cara: a. Keempat maksim percakapan itu ialah sebagai berikut.aku kamu sama-sama yang sayang anti gadis dan := : y9 : sy9 : aq :u : an3dis :n Di dalam berkomunikasi. . jangan mengatakan sesuatu yang tidak perlu. (2) Maksim kualitas: a. c. b. 1993: 11. Jangan katakan sesuatu yang Anda tahu bahwa sesuatu itu tidak benar. tidak bertele-tele. (3) Maksim relevansi: a. (1) Maksim kuantitas: a. Bicaralah seperlunya saja. Grice menjabarkan prinsip kerja sama itu menjadi empat maksim percakapan (periksa Gunarwan. Berikan informasi Anda secukupnya atau sejumlah yang diperlukan oleh MT. c. Bicaralah sesuai dengan permasalahan. dan bandingkan pula Wijana. d. Katakanlah hal yang sebenarnya. Secara lebih rinci. Katakan dengan jelas. Katakan yang relevan. antara P dengan MT harus saling menjaga prinsip kerja sama (cooperative principle) agar proses komunikasi berjalan dengan lancar. Bicaralah secara singkat. Lubis. Hindari ketaksaan. b. 1996: 46-53). Jangan katakan sesuatu tanpa bukti yang cukup. Tanpa adanya prinsip kerja sama komunikasi akan terganggu. b. b.

Sejauh mana asumsi ini benar juga masih memerlukan pengkajian secara pragmatis. maka dalam komunikasi harus memenuhi prinsip (maksim).e. lalu murid menjawab «. Kalau lebih berarti ada tujuannya. Misalnya: Ibu kota Provinsi Jawa Timur Surabaya. Maksim kualitas Prinsip yang menghendaki orang-orang berbicara berdasarkan bukti-bukti yang memadai. Dalam pragmatik dikontrol oleh maksim (principle controlled). Berkatalah secara sistematis. Maksim kuantitas Berbicara sejumlah yang dibutuhkan oleh pendengar. baya. bagi pengamat pragmatik. kalau informasi itu tidak relevan dengan permasalahan toh tidak akan membawa manfaat. maksim ketiga atau maksim relevansilah yang paling penting sebab betapa pun informasi yang kita sampaikan itu cukup serta disampaikan dengan cara yang jelas. Bukti cukup memadai. tetapi apabila ada tuturan *Buku itu dibuat dari nasi. dan tidak ambigu. di antara empat maksim itu. justeru pelanggaran-pelanggaran itulah yang menarik untuk dikaji: mengapa P melakukan pelanggaran terhadap maksim tertentu. Kenyataan membuktikan. di dalam percakapan sehari hari tidak jarang kita temukan praktik-praktik pelanggaran terhadap maksim-maksim Grice tersebut. sedangkan dalam gramatika/ tatabahasa diatur oleh kaidah ( rule governed). Asumsi pragmatik ini merupakan titik acuan (point of reference). Ibu kota Provinsi Jawa Timur Sura «« Tuturan ini disampaikan oleh guru. Akan tetapi. (Secara kuantitas cukup jelas). Untuk memenuhi komunikasi secara wajar dan terjadi kerja sama yang baik. ada maksud apa di balik pelanggaran maksim tersebut? Misalnya. Terdapat beberapa asumsi pragmatik. yaitu: 1. mengapa P yang bermaksud meminjam uang atau memerlukan bantuan kepada MT biasanya diawali dengan menceritakan secara panjang lebar keadaan dirinya seraya disertai dengan janji-janji? Apakah itu berlaku secara universal? Bukankah tindakan tersebut melanggar maksim kuantitas? Pada hemat saya. bukti tidak memadai. 2. Dalam kaitannya dengan maksim . sistematis.. Misalnya: Buku itu dibuat dari kertas.

Maksim relevansi Penutur dan mitra tutur berbicara secara relevan berdasarkan konteks pembicaraan. Retorika interpersonal membutuhkan prinsip kesopanan (politeness principle). misalnya Modal saja tidak bisa dan Untung saja tidak dapat. ya? : Bukan. Jadi tidak hanya bersifat tekstual. maksim relevansi. dan maksim cara. tidak boleh ambigu (taksa). Keempat prinsip tersebut di atas termasuk pada jenis µretorika tekstual¶ sebab dalam pragmatik dikenal adanya retorika tekstual dan retorika interpersonal. Maksim cara Tuturan harus dikomunikasikan secara wajar. . 4. Misalnya: A B : Ini jam berapa? : Ini jam 3. 3. : Ini Tanah Abang. Misalnya: A B : Dia penyanyi solo. : Benar. ya? : Jangan menghina. mujair. sehingga kata-kata yang ambigu itu hanya satu makna. dia sering tampil di TVRI. kadang-kadang dalam tuturan yang wajar terjadi dis-ambiguasi (pengawaambiguan). maksim kualitas. tidak terbalik (harus runtut). Sedangkan retorika interpersonal harus memperhitungkan orang lain. terdapat penyimpangan maksim. Ada 6 macam prinsip agar memenuhi prinsip kesopanan.kualitas. yaitu maksim kuantitas. Tetapi Misalnya: A B A B : Kamu penjahat kelas kakap. Akan menjadi tidak relevan misalnya apabila B menjawab Ini baju kamu atau Di sana. masak saya miskin seperti ini punya tanah. Retorika tekstual harus memenuhi 4 prinsip (maksim) kerja sama.

. memerintah. Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS memiliki 8 jurusan. Dalam kaitannya dengan kategori pragmatik ini ada tuturan komisif. Misalnya: Gedung itu indah sekali. komisif). tuturan ekspresif. tuturan impositif (direktif). Selanjutnya agar memenuhi prinsip (maksim) kesopanan. tanya. 1. Maksim kebijaksanaan/kedermawanan. 1. Tuturan komisif: berjanji. Tuturan A dan B disebut pragmatik paradoks. berikut ini inti 6 prinsip kesopanan menurut Leech. Yang diperhatikan adalah tuturan. Boleh saya bawakan? Saya akan setia. Kadang-kadang sulit dibedakan antara tuturan asertif dengan ekspresif. Gadis itu cantik sekali. Ditujukan pada orang lain (other centred maxim). Saya akan datang (ada efek yang lain untuk memerintah) 3. menawarkan. Misalnya: Ada yang bisa saya bantu? A B : Mari saya bawakan! : Tidak usah. 2. memohon. = memaksimalkan keuntungan orang lain. meminimalkan kerugian orang lain. perlu mengingat kembali dari adanya kategori sintaktik yang terdiri dari berita. tuturan asertif. Misalnya: Bali terletak di sebelah timur Pulau Jawa. Misalnya: Saya akan datang. Tuturan asertif: menyatakan sesuatu (objektif). tact maxim.Sebelum sampai pada prinsip kesopanan. Jenis maksim ini untuk berjanji dan menawarkan (impositif. Misalnya: Apakah Anda bisa menolong saya. dan perintah. Swear. Tuturan ekspresif: menyatakan perasaan (emosi). 4. Tuturan impositif (direktif): menyuruh. Dalam kategori pragmatik didasarkan pada fungsi komunikatifnya.

Apakah Anda bersedia membawakan? Bawakan ini! (tidak sopan) Mari saya antarkan! Tolong saya dihantarkan! 3. Maksim kerendahhatian (modesty maxim). Misalnya: Omahmu jane apik. Misalnya: A B A B : Kau sangat pandai. Pusatnya orang lain (other centred maxim) Maksim ini ditujukan untuk kategori asertif dan ekspresif. begini saja kok bagus. ning emane cedhak pabrik. 5. Maksim penerimaan (approbation maxim). Ditujukan untuk menyatakan pendapat dan ekspresif. meminimalkan keuntungan diri sendiri. .2. Pusatnya pada orang lain (other centred maxim). Pekarangane jembar. = memaksimalkan kerugian diri sendiri. = memaksimalkan kesetujuan pada orang lain dan meminimalkan ketidaksetujuan pada orang lain. meminimalkan rasa tidak hormat pada orang lain. nanging emane akeh sukete. 4. Maksim penerimaan ini ditujukan untuk menawarkan dan berjanji. Maksim kemurahhatian (generosity maxim). = meminimalkan rasa hormat pada diri sendiri dan memaksimalkan rasa tidak hormat pada diri sendiri. : Mobilnya bagus! : Ah. Misalnya: Bolehkah saya bantu? Mari saya bantu. bukan pada orang lain (self centred maxim). Pusatnya pada diri sendiri (self centred maxim). Maksim kesetujuan atau kecocokan (agreement maxim). : Ah tidak. Ditujukan pada diri sendiri. biasa-biasa saja. = memaksimalkan rasa hormat pada orang lain.

Misalnya: A B A B : Omah kuwi apik. : Iya, apik banget. : Omah kuwi apik banget. : Wah elek banget ngono kok.

(Ketidaksetujuan total / tidak sopan) A B : Wah, ayu banget ya dheweke? : Iya, ning rada «. (kera).

(Ketidaksetujuan parsial / sopan) 6. Maksim kesimpatian (symphaty maxim). Pusatnya orang lain (other centred maxim). Ditujukan untuk menyatakan asertif dan ekspresif. = memaksimalkan simpati pada orang lain dan meminimalkan antipati pada orang lain. Misalnya: A B A B : Saya lolos di UMPTN, Jon. : Selamat, ya. : Baru-baru ini dia telah meninggal. : Oh, saya turut berduka cita.

Pragmatik
Mengapa Pragmatik Perlu Dipelajari dalam Program Studi Linguistik?

1. Pendahuluan Dalam jangka yang cukup lama, seperti diungkap oleh Yule (1996: 6), studi bahasa sangat dikuasai oleh kecenderungan untuk menjelaskan bahasa berdasarkan sistem formalnya, yaitu dengan menurunkan sistem yang terdapat dalam matematika dan logika, dan mengabaikan unsur pengguna bahasa. Sebagai tataran terbaru dalam linguistik, Pragmatik merupakan satu satunya tataran yang turut memperhitungkan manusia sebagai pengguna bahasa. Meskipun memiliki fokus kajian yang serupa dengan semantik, yaitu makna, seperti akan saya jelaskan kemudian, makna yang dikaji dalam pragmatik berbeda dengan makna yang dikaji dalam semantik. Makalah ini bertujuan menjelaskan pentingnya bidang pragmatik untuk dipelajari dalam program studi linguistik. Untuk tujuan tersebut, saya mengawali makalah ini dengan pembahasan mengenai pengertian pragmatik, perkembangannya, menjelaskan secara singkat topik-topik bahasannya, dan, dengan melihat perbedaan kajiannya dengan bidang lain dalam

linguistik, menunjukkan pentingnya pragmatik. 2. Definisi Pragmatik Para pakar pragmatik mendefinisikan istilah ini secara berbeda-beda. Yule (1996: 3), misalnya, menyebutkan empat definisi pragmatik, yaitu (1) bidang yang mengkaji makna pembicara; (2) bidang yang mengkaji makna menurut konteksnya; (3) bidang yang, melebihi kajian tentang makna yang diujarkan, mengkaji makna yang dikomunikasikan atau terkomunikasikan oleh pembicara; dan (4) bidang yang mengkaji bentuk ekspresi menurut jarak sosial yang membatasi partisipan yang terlibat dalam percakapan tertentu. Thomas (1995: 2) menyebut dua kecenderungan dalam pragmatik terbagi menjadi dua bagian, pertama, dengan menggunakan sudut pandang sosial, menghubungkan pragmatik dengan makna pembicara (speaker meaning); dan kedua, dengan menggunakan sudut pandang kognitif, menghubungkan pragmatik dengan interpretasi ujaran (utterance interpretation). Selanjutnya Thomas (1995: 22), dengan mengandaikan bahwa pemaknaan merupakan proses dinamis yang melibatkan negosiasi antara pembicara dan pendengar serta antara konteks ujaran (fisik, sosial, dan linguistik) dan makna potensial yang mungkin dari sebuah ujaran ujaran, mendefinisikan pragmatik sebagai bidang yang mengkaji makna dalam interaksi (meaning in interaction). Leech (1983: 6 (dalam Gunarwan 2004: 2)) melihat pragmatik sebagai bidang kajian dalam linguistik yang mempunyai kaitan dengan semantik. Keterkaitan ini ia sebut semantisisme, yaitu melihat pragmatik sebagai bagian dari semantik; pragmatisisme, yaitu melihat semantik sebagai bagian dari pragmatik; dan komplementarisme, atau melihat semantik dan pragmatik sebagai dua bidang yang saling melengkapi. 3. Perkembangan Pragmatik Mey (1998), seperti dikutip oleh Gunarwan (2004: 5), mengungkapkan bahwa pragmatik tumbuh dan berkembang dari empat kecenderungan atau tradisi, yaitu: (1) kecenderungan antisintaksisme; (2) kecenderungan sosial-kritis; (3) tradisi filsafat; dan (4) tradisi etnometodologi. Kecenderungan yang pertama, yang dimotori oleh George Lakoff dan Haji John Robert Ross, menolak pandangan sintaksisme Chomsky, yaitu bahwa dalam kajian bahasa yang sentral adalah sintaksis, dan bahwa fonologi, morfologi, dan semantik bersifat periferal. Menurut Lakoff dan Ross, keapikan sintaksis (well-formedness) bukanlah segalanya, sebab, seperti sering kita jumpai, komunikasi tetap dapat berjalan dengan penggunaan bentuk yang tidak apik secara sintaksis (ill-formed), bahkan semantik (Gunarwan 2004: 6). Kecenderungan kedua, yang tumbuh di Eropa, tepatnya di Britania, Jerman, dan Skandinavia (Mey 1998: 717 (dalam Gunarwan 2004: 6)), muncul dari keperluan terhadap ilmu bahasa yang secara sosial relevan, bukan yang sibuk dengan deskripsi bahasa semata-mata secara mandiri. Tradisi yang ketiga, yang dipelopori oleh Bertrand Russell, Ludwig Wittgenstein, dan terutama John L. Austin dan John R. Searle, adalah tradisi filsafat. Para pakar tersebut mengkaji bahasa, termasuk penggunaannya, dalam kaitannya dengan logika. Leech (1983: 2), seperti dikutip Gunarwan (2004: 7), mengemukakan bahwa pengaruh para filsuf bahasa, misalnya Austin, Searle, dan Grice, dalam pragmatik lebih besar daripada pengaruh Lakoff dan Ross. Tradisi yang keempat adalah tradisi tradisi etnometodologi, yaitu cabang sosiologi yang mengkaji cara para anggota masyarakat tutur (speech community) mangorganisasi dan memahami kegiatan mereka. Dalam etnometodologi, bahasa dikaji bukan berdasarkan aspek kegramatikalannya, melainkan berdasarkan cara para peserta interaksi saling memahami apa yang mereka ujarkan. Dengan kata lain, kajian bahasa dalam etnometodologi lebih ditekankan pada komunikasi, bukan tata bahasa (Gunarwan 2004: 6). 4. Beberapa Topik Pembahasan dalam Pragmatik 4.1 Teori Tindak-Tutur Melalui bukunya, How to Do Things with Words, Austin dapat dianggap sebagai pemicu minat yang paling utama dalam kajian pragmatik. Sebab, seperti diungkap oleh Marmaridou (2000: 1

(dalam Gunarwan 2004: 8)), sejak itu bidang kajian ini telah berkembang jauh, sehingga kita dapat melihat sejumlah kecenderungan dalam pragmatik, yaitu pragmatik filosofis (Austin, Searle, dan Grice), pragmatik neo-Gricean (Cole), pragmatik kognitif (Sperber dan Wilson), dan pragmatik interaktif (Thomas). Austin, seperti dikutip oleh Thomas (1995: 29-30), bermaksud menyanggah pendapat filosof positivisme logis, seperti Russel dan Moore, yang berpendapat bahwa bahasa yang digunakan sehari-hari penuh kontradiksi dan ketaksaan, dan bahwa pernyataan hanya benar jika bersifat analitis atau jika dapat diverifikasi secara empiris. Contoh. (1) Ada enam kata dalam kalimat ini (2) Presiden RI adalah Soesilo Bambang Yoedoyono Dari contoh di atas, dapat dipahami bahwa para filosof yang dikritik Austin ini mengevaluasi pernyataan berdasarkan benar atau salah (truth condition), yaitu, sesuai contoh di atas, kalimat (1) benar secara analitis dan kalimat (2) benar karena sesuai dengan kenyataan. Persyaratan kebenaran ini kemudian diadopsi oleh linguistik sebagai truth conditional semantics (Thomas 1995: 30). Austin (dalam Thomas 1995: 31) berpendapat bahwa salah satu cara untuk membuat pembedaan yang baik bukanlah menurut kadar benar atau salahnya, melainkan melalui bagaimana bahasa dipakai sehari-hari. Melalui hipotesis performatifnya, yang menjadi landasan teori tindak-tutur (speech-act), Austin berpendapat bahwa dengan berbahasa kita tidak hanya mengatakan sesuatu (to make statements), melainkan juga melakukan sesuatu (perform actions). Ujaran yang bertujuan mendeskripsikan sesuatu disebut konstatif dan ujaran yang bertujuan melakukan sesuatu disebut performatif. Yang pertama tunduk pada persyaratan kebenaran (truth condition) dan yang kedua tunduk pada persyaratan kesahihan (felicity condition) (Gunarwan 2004: 8). Contoh. (3) Dengan ini, saya nikahkan kalian (performatif) (4) Rumah Joni terbakar (konstatif) Selanjutnya Austin, seperti juga ditekankan lebih lanjut oleh Searle (dalam Gunarwan 2004: 9), memasukkan ujaran konstatif, karena memiliki struktur dalam yang mengandungi makna performatif, sebagai bagian dari performatif (Austin 1962: 52 dan Thomas 1995: 49). Dalam contoh (4), struktur dalam ujaran tersebut dapat saja berbunyi Saya katakan bahwa rumah Joni terbakar. Tindakan yang dihasilkan dengan ujaran ini mengandung tiga tindakan lain yang berhubungan, yaitu lokusi (locutionary act), ilokusi (illocutionary act), dan perlokusi (perlocutionary act) (Yule 1996: 48). Tindak lokusioner berkaitan dengan produksi ujaran yang bermakna, tindak ilokusioner terutama berkaitan dengan intensi atau maksud pembicara, dan tindak perlokusioner berkaitan dengan efek pemahaman pendengar terhadap maksud pembicara yang terwujud dalam tindakan (Thomas 1995: 49). Tindak-tutur, seperti dikembangkan lebih jauh oleh Searle (dalam Gunarwan 2004: 9), dapat berupa tindak-tutur langsung (direct speech-act) dan tindak-tutur tidak langsung (indirect speech-act). Dalam direct speeh-act terdapat hubungan langsung antara struktur kalimat dengan fungsinya, sedangkan dalam indirect speech-act hubungannya tidak langsung atau menggunakan (bentuk) tindak-tutur lain (Gunarwan 2004: 9; dan Yule 1996: 5455). Selain itu, Searle juga menyebut lima jenis fungsi tindak-tutur, yaitu asertif (assertive), direktif (directive), komisif (comissive), ekspresif (expressive), dan deklarasi (declaration) (Littlejohn 2002: 80; dan Yule 1996: 53 -54). Asertif atau representatif merupakan tindak-tutur yang menyatakan tentang sesuatu yang dipercayai pembicaranya benar; direktif merupakan tindak tutur yang menghendaki pendengarnya melakukan sesuatu; komisif merupakan tindak-tutur yang digunakan pembicaranya untuk menyatakan sesuatu yang akan dilakukannya; ekspresif merupakan tindak-tutur yang menyatakan perasaan pembicaranya; dan deklarasi merupakan tindak-tutur yang mengubah status sesuatu.

seperti diungkap oleh Gunarwan (2004: 14). menurut Gazdar. sedangkan yang kedua tidak. seperti diungkap oleh Thomas (1995: 57). Contoh. implikatur dapat dibedakan menjadi implikatur khusus dan implikatur umum. Dengan kata lain. dapat dicontohkan dengan penggunaan kata bahkan. yaitu (1) bidal kuantitas (quantity maxim). misalnya untuk ke kamar mandi. misalnya untuk memberikan informasi secara tersirat (implicature) dan menjaga muka lawan bicara (politeness). bukan untuk setiap kali meninggalkan ruangan. Selanjutnya. dan percakapan dapat terus berjalan meski hanya melalui bidal ini. seperti diungkap oleh Gunarwan (2004: 12-14). Setiap pembaca dapat memahami bahwa pesan ini hanya berlaku jika ia akan meninggalkan ruangan tersebut untuk terakhir kalinya. menyatakan hanya yang menurut kita benar atau cukup bukti kebenarannya. menetapkan tiga macam hubungan antara cue dan implicature. ujaran merupakan sebentuk tindakan dari komunikasi ostensif.4. memberi informasi sesuai yang diminta. sedangkan contoh (6) merupakan implikatur konversasional yang bermakna µtidak¶ dan merupakan jawaban atas pertanyaan maukah Anda menghadiri selamatan sunatan anak saya? Berbeda dengan Grice. Implikatur konvensional merupakan implikatur yang dihasilkan dari penalaran logika. Contoh. bidal yang terpenting dalam teori Grice adalah bidal relevansi. Implikatur konversasional merupakan implikatur yang dihasilkan karena tuntutan konteks tertentu (Thomas 1995: 58). (2) bidal kualitas (quality maxim). misalnya contoh (5) di atas. Menurut mereka. dan (4) bidal cara (manner maxim). seperti dikutip oleh Renkema (2004: 22). memberi sumbangan informasi yang relevan. yaitu: pertama. mengungkapkan secara beraturan (Gunarwan 2004: 11 dan Thomas 1995: 63-64). Sperber dan Wilson (1995).4 Teori Relevansi Teori relevansi yang dikembangkan oleh Sperber dan Wilson merupakan kritik terhadap empat maksim yang terdapat dalam prinsip kerja sama Grice. Melalui hal tersebut. menyebutkan bahwa bahasa dalam penggunaannya (language in use) selalu dapat diidentifikasi melalui hal yang disebutnya indeterminacy atau underspecification. mengungkapkan secara singkat. 4. menyebut dua macam implikatur.3 Implikatur (Implicature) Grice. penerima pesan (addressee) hanya memilih sesuatu yang dianggapnya relevan dengan apa yang hendak disampaikan oleh pengirim pesan (addresser) dalam konteks komunikasi tertentu. Hal ini. didasarkan atas beberapa alasan. Yang pertama ada karena konteks ujaran. Berkaitan dengan prinsip kerja sama Grice di atas. (3) bidal relasi (relation maxim). yaitu prinsip kerja sama (cooperative principle) (Yule 1996: 36-37 dan Thomas 1995: 61). misalnya contoh (6) di atas. untuk menjelaskan cara sebuah pesan dipahami penerimanya. . menghindari ketaksaan.2 Prinsip Kerja Sama (Cooperative Principle) Grice mengemukakan bahwa percakapan yang terjadi di dalam anggota masyarakat dilandasi oleh sebuah prinsip dasar. Dalam teori relevansi dipelajari bagaimana sebuah muatan pesan dapat dipahami oleh penerimanya. pesan ini berada dalam spesifikasi tertentu yang disepakati oleh addresser dan addressee dalam konteks komunikasi. menghindari ketidakjelasan pengungkapan. dalam komunikasi kadang kita tidak mematuhi prinsip tersebut. 4. (5) Bahkan Bapak Menteri Agama menghadiri sunatan anak saya (6) Saya kebetulan ke Inggris untuk studi selama dua tahun dan berangkat besok Contoh (5) di atas merupakan implikatur konvensional yang berarti Bapak Menteri Agama biasanya tidak menghadiri acara sunatan. pada kenyataannya. Sperber dan Wilson (1995). Kerja sama yang terjalin dalam komunikasi ini terwujud dalam empat bidal (maxim). dengan menggunakan prinsip kerja sama Grice. (7) Pastikan semua pintu terkunci jika meninggalkan ruangan ini. seperti dikutip oleh Renkema (2004: 22). ujaran yang mengandung implikatur jenis ini. yaitu implikatur konvensional dan implikatur konversasional.

Dalam percakapan tersebut. explicature atau degree of relevance. A: What weekend? B: Next weekend. kedua. seperti dikutip oleh Renkema (2004: 25). How does it works? You just turn up for the shuttle service? A: That might be cheaper.5 Kesantunan (Politeness) Konsep strategi kesantunan yang dikembangkan oleh Brown dan Levinson diadaptasi dari konsep face yang diperkenalkan oleh seorang sosiolog bernama Erving Goffman (1956) (Renkema 2004: 24-25). Brown dan Levinson (1978) membangun teori tentang hubungan intensitas FTA dengan kesantunan yang terrealisasi dalam bahasa (Renkema 2004: 25). dan ketiga. sedangkan yang kedua disebut negative face. yaitu tidak perlu mengunci pintu jika keluar dalam batasan waktu dan situasi yang diperkirakan cukup aman. yang dikutip oleh Jaszczolt (2002: 318). misalnya mahasiswa kepada dosen atau yang muda kepada yang tua. tingkat gangguan atau rate of imposition (R). namun mencakup perluasan wilayah kognitif (cognitive environment) kedua belah pihak. setiap partisipan memiliki dua kebutuhan dalam setiap proses sosial: yaitu kebutuhan untuk diapresiasi dan kebutuhan untuk bebas (tidak terganggu). merupakan ujaran yang relevansinya rendah dan membutuhkan processing effort yang lebih besar. ujaran at the weekend. tahapan yang harus dil wati untuk memahami e implikatur dalam percakapan. Intensitas FTA diekspresikan dengan bobot atau weight (W) yang mencakup tiga parameter sosial. yaitu: pertama. "face merupakan gambaran citra diri dalam atribut sosial yang telah disepakati". it costs 50 euros. B mengira A mengerti bahwa at the weekend berarti next weekend. kedua. Pak. dan citra diri di depan umum (public self-image). karena semakin tinggi contextual effect maka semakin rendah ia membutuhkan processing effort. dan ketiga. pemahaman penerima pesan terhadap apa yang hendak disampaikan oleh pengirim pesan terjadi melalui beberapa tahapan.misalnya tindakan untuk membuat sesuatu menjadi jelas dan dapat dimengerti oleh penerima pesan. If you buy ticket when you turn up. berkenaan dengan bobot mutlak (absolute weight) tindakan tertentu dalam kebudayaan tertentu. sedangkan that might be cheaper merupakan ujaran yang relevansinya lebih baik. Dalam hal ini. Dengan kata lain. Berdasarkan konsep face yang dikemukakan oleh Goffman ini. Numpang tanya. Then that's fifty. (9) a. harga diri (self-esteem). Begitu juga A. (8) A: Well. . Menurut Goffman (1967: 5). ia mengandaikan B dapat mengerti bahwa that migh be cheaper dapat berarti If you purchase a ticket now. Contoh. Mas? Dalam contoh di atas terlihat jelas. Dalam percakapan di atas. Contoh yang ditulis Renkema (2004: 23) di bawah ini memberikan gambaran yang cukup jelas. 4. sedangkan ujaran (9b) mungkin diucapkan kepada orang yang secara sosial jaraknya lebih dekat (9a). kekuasaan atau power (P) yang dimiliki lawan bicara (Renkema 2004: 26). boleh tanya? b. dalam pengertian degree of relevance. misalnya bobot kedua permintaan di atas tidak terlalu besar jika kedua ungkapan tersebut ditujukan kepada saudara sendiri. Menurut Goffman (1956). misalnya permintaan "May I borrow your car?" mempunyai bobot yang berbeda dengan permintaan "May I borrow your pen?". when do you want to go? B: At the weekend. Kebutuhan yang pertama disebut positive face. Maaf. komunikasi tidak hanya memasukkan apa yang ada dalam pikiran pengirim pesan ke dalam pikiran penerima pesan. Misalnya pada contoh (7) di atas. ujaran (9a) mungkin diucapkan pembicara yang secara sosial lebih rendah dari lawan bicaranya. you have booked seat which costs 60 euros. face dapat diartikan kehormatan. pengirim pesan dapat memperkirakan reaksi penerima pesan terhadap pesan yang disampaikannya. padahal A harus memastikan dengan jelas setiap pemesanan pembelian tiket. there is a shuttle service sixty euros one-way. jarak sosial atau social distance (D) antara pembicara dengan lawan bicaranya.

Politeness (kesantunan) dalam hal ini dapat dipahami sebagai upaya pencegahan dan atau perbaikan dari kerusakan yang ditimbulkan oleh FTA; semakin besar intensitas FTA mengancam stabilitas komunikasi, maka politeness strategy semakin dibutuhkan. Politeness, face work technique, yang bertujuan untuk mendapatkan positive face disebut solidarity politeness, dapat dilakukan, misalnya dengan pujian; sedangkan politeness yang dilakukan untuk tujuan sebaliknya disebut respect politeness, dapat dilakukan, misalnya dengan melakukan tindakan yang tidak kooperatif dalam komunikasi (Renkema 2004: 25). Berkaitan dengan politeness strategy ini, Brown dan Levinson (1978), seperti diungkapkan oleh Renkema (2004: 26), dalam penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat banyak cara untuk menghindari FTA yang dapat direduksi menjadi lima macam cara. Kelima strategi tersebut diurut berdasarkan tingkat resiko "kehilangan muka"; semakin tinggi resiko kehilangan muka, maka semakin kecil kemungkinan pembicara melakukan FTA. Dalam hal ini, Renkema (2004: 27) memberi contoh strategi tersebut. (5) a. Hey, lend me a hundred dollars. (baldly) b. Hey, friend, could you lend me a hundred bucks? (positive polite) c. I'm sorry I have to ask, but could you lend me a hundred dollars? (negative polite) e. Oh no, I'm out of cash! I forgot to go to the bank today. (off record) Teori kesantunan lain dibahas oleh Leech (1983). Pakar ini membahas teori kesantunan dalam kerangka retorika interpersonal (Eelen 2001: 6). Dalam hal ini, Leech (dalam Eelen 2001: 8) menyebutkan enam bidal kesantunan, yaitu bidal kebijaksanaan (tact maxim), bidal kedermawanan (generosity maxim), bidal pujian (approbation maxim), bidal kerendahhatian (modesty maxim), bidal kesetujuan (aggreement maxim), bidal simpati (sympathy maxim); dan, seperti diungkap oleh Gunarwan (2004: 19), ditambah bidal pertimbangan (consideration maxim). 5. Pragmatik dalam Linguistik Seperti telah saya uraikan sedikit dalam sub 3 di atas, salah satu kecenderungan yang melatarbelakangi berkembangnya pragmatik adalah antisintaksisme Lakoff dan Ross. Dalam sintaksis, seperti dikemukakan oleh Yule (1996: 4), dipelajari bagaimana hubungan antarbentuk linguistis, bagaimana bentuk-bentuk tersebut dirangkai dalam kalimat, dan bagaimana rangkaian tersebut dapat dinyatakan well-formed secara gramatikal. Secara umum, sintaksis tidak mempersoalkan baik makna yang ditunjuknya maupun pengguna bahasanya, sehingga bentuk seperti kucing menyapu halaman, meskipun tidak dapat diverifikasi secara empiris, tetap dapat dinyatakan apik secara sintaksis. Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan bahasa tidak semata-mata didasarkan atas prinsip well-formed dalam sintaksis, melainkan atas dasar kepentingan agar komunikasi tetap dapat berjalan. Lebih tepatnya, dengan mengikuti kecenderungan dalam etnometodologi, bahasa digunakan oleh masyarakat tutur sebagai cara para peserta interaksi saling memahami apa yang mereka ujarkan. Atas dasar ini, pertama, dapat dipahami, dan memang sering kita temukan, bahwa komunikasi tetap dapat berjalan meskipun menggunakan bahasa yang tidak apik secara sintaksis; dan kedua, demi kebutuhan para anggota masyarakat tutur untuk mangorganisasi dan memahami kegiatan mereka, selain tata bahasa, makna juga merupakan hal yang tidak dapat diabaikan dalam analisis bahasa. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa perbedaan utam a antara sintaksis dan pragmatik, sekaligus menyatakan pentingnya studi pragmatik dalam linguistik, terletak pada makna ujaran dan pada pengguna bahasa. Pembahasan tentang makna membawa kita pada pentingnya semantik, yaitu tataran linguistik yang mengkaji hubungan antara bentuk-bentuk linguistik (linguistic forms) dan entitas yang terdapat di luar bahasa, dalam analisis bahasa. Berdasarkan truth conditional semantics, untuk dapat dinyatakan benar, sebuah pernyataan harus dapat diverifikasi secara empiris at u harus a bersifat analitis. Dengan demikian, bentuk kucing menyapu halaman adalah bentuk yang tidak berterima secara semantis, karena tidak dapat diverifikasi secara empiris dan bukan termasuk

pernyataan logika. Namun demikian, pembahasan makna dalam semantik belum memadai, karena masih mengabaikan unsur pengguna bahasa, sehingga bentuk seperti seandainya saya dapat berdiri tentu saya tidak akan dapat berdiri dan saya akan datang besok pagi, meskipun bentuk seperti ini dapat saja kita jumpai, tidak dapat dinyatakan benar karena yang pertama menyalahi logika dan yang kedua tidak dapat diverifikasi langsung. Dengan kata lain, untuk menjelaskan fenomena pemakaian bahasa sehari-hari, di samping sintaksis dan semantik, dibutuhkan juga pragmatik yang dalam hal ini saya pahami sebagai bidang yang mengkaji hubungan antara struktur yang digunakan penutur, makna apa yang dituturkan, dan maksud dari tuturan. Kegunaan pragmatik, yang tidak terdapat dalam sintaksis dan semantik, dalam hal ini dapat ditunjukkan dengan, misalnya, bagaimana strategi kesantunan mempengaruhi penggunaan bahasa, bagaimana memahami implikatur percakapan, dan bagaimana kondisi felisitas yang memungkinkan bagi sebuah tindak-tutur. Selanjutnya, untuk melihat pentingnya pragmatik dalam linguistik, saya akan mengemukakan pendapat Leech (1980). Menurut Leech (dalam Eelen 2001: 6) perbedaan antara semantik dan pragmatik pada, pertama, semantik mengkaji makna (sense) kalimat yang bersifat abstrak dan logis, sedangkan pragmatik mengkaji hubungan antara makna ujaran dan daya (force) pragmatiknya; dan kedua, semantik terikat pada kaidah (rule-governed), sedangkan pragmatik terikat pada prinsip (principle-governed). Tentang perbedaan yang pertama, meskipun makna dan daya adalah dua hal yang berbeda, keduanya tidak dapat benar-benar dipisahkan, sebab daya mencakup juga makna. Dengan kata lain, semantik mengkaji makna ujaran yang dituturkan, sedangkan pragmatik mengkaji makna ujaran yang terkomunikasikan atau dikomunikasikan. Selanjutnya, kaidah berbeda dengan prinsip berdasarkan sifatnya. Kaidah bersifat deskriptif, absolut atau bersifat mutlak, dan memiliki batasan yang jelas dengan kaidah lainnya, sedangkan prinsip bersifat normatif atau dapat diaplikasikan secara relatif, dapat bertentangan dengan prinsip lain, dan memiliki batasan yang bersinggungan dengan prinsip lain. Lebih jauh lagi, dalam pengajaran bahasa, seperti diungkapkan Gunarwan (2004: 22), terdapat keterkaitan, yaitu bahwa pengetahuan pragmatik, dalam arti praktis, patut diketahui oleh pengajar untuk membekali pemelajar dengan pengetahuan tentang penggunaan bahasa menurut situasi tertentu. Dalam pengajaran bahasa Indonesia, misalnya, pengetahuan ini penting untuk membimbing pemelajar agar dapat menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan situasinya , karena selain benar, bahasa yang digunakan harus baik. Dalam pengajaran bahasa asing, pengetahuan tentang prinsip-prinsip pragmatik dalam bahasa yang dimaksud penting demi kemampuan komunikasi yang baik dalam bahasa tersebut. Secara umum, dapat disimpulkan bahwa kaitan antara pragmatik dan pengajaran bahasa adalah dalam hal kompetensi komunikatif yang mencakup tiga macam kompetensi lain selain kompetensi gramatikal (grammatical competence), yaitu kompetensi sosiolinguistik (sociolinguistic competence) yang berkaitan dengan pengetahuan sosial budaya bahasa tertentu, kompetensi wacana (discourse competence) yang berkaitan dengan kemampuan untuk menuangkan gagasan secara baik, dan kompetensi strategik (strategic competence) yang berkaitan dengan kemampuan pengungkapan gagasan melalui beragam gaya yang berlaku khusus dalam setiap bahasa. 6. Penutup Seperti telah disebutkan di muka, tujuan tulisan ini adalah menunjukkan bahwa pragmatik penting dipelajari dalam program studi linguistik. Berdasarkan penjelasan di atas, saya melihat pentingnya pragmatik dalam linguistik setidaknya dalam dua hal, pertama, pragmatik merupakan satu-satunya tataran dalam linguistik yang mengkaji bahasa dengan memperhitungkan juga penggunanya; kedua, berkaitan dengan ketidakmampuan sintaksis dan semantik dalam menjelaskan fenomena penggunaan bahasa sehari hari, saya melihat kedudukan semantik dan pragmatik sebagai dua hal yang saling melengkapi. Selain itu, berkaitan dengan pengajaran bahasa, pragmatik berperan dalam pengembangan kompetensi komunikatif.

Daftar Acuan Austin, John L. 1962. How to Do Things with Word (edisi kedua). Oxford: Oxfod University Press. Brown, Penelope., dan Stephen C. Levinson. 1978. Politeness: Some Universal in Language Usage. Cambridge: Cambridge University Press. Eelen, Gino. 2001. A Critique of Politeness Theories. Manchester, UK: St. Jerome Publishing Gunarwan, Asim. 2004. Dari Pragmatik ke Pengajaran Bahasa (Makalah Seminar Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah). IKIP Singaraja. Jaszczolt, K.M. 2002. Semantics and Pragmatics: Meaning in Language and Discourse. Edinburgh: Pearson Education. Renkema, Jan. 2004. Introduction to Discourse Studies. Amsterdam: John Benjamins Publishing Company. Thomas. Jenny. 1995. Meaning in Interaction: an Introduction to Pragmatics. London/New York: Longman. Yule, George. 1996. Pragmatics. Oxford. Oxford University Press. Posted by Hendri Rahmana at 15.55 0 comments

EMA KEMANUSIAAN DALAM KUMPULAN CERPEN KUDA TERBANG MARIA PINTO KARYA LINDA CHRISTANTY SKRIPSI diajukan untuk memenuhi persyaratan akademik Program S-1 Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra .Universitas Padjadjaran Wemmy al-Fadhli H1A01018 JURUSAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS SASTRA Universitas padjadjaran 2007 ABSTRAK Penelitian ini bertujan untuk mengetahui tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen Kuda Terbang Maria Pinto karya Linda Christanty. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian .

Tema kemanusiaan merupakan narasi utama yang terlihat menjadi benang merah pemaknaan atas kumpulan cerpen ini.cerpen: as sulak. ABSTRACT The objective of this research is to observe humanity theme in Kuda Terbang Maria Pinto written by Linda Christanty. «dari cahaya? Dari ketiaknya tercium harum bunga yang membuat kuntum-kuntum mawar di halaman menunduk dan kelopaknya memerah karena malu. Used objective approach with structur analiysis²hooked theme aspect as an object²this research will become distangled variously senses and values on this literary work. Dengan menggunakan pendekatan objektif melalui analisis struktur karya diharapkan dapat dibongkar nilai-nilai yang terkandung dalam objek analisis terkait dengan aspek tematiknya sebagai tujuan utama penelitian. The method that used in this research is structuralism with focused on theme aspect.´ BIDADARI yang Mengembara.ini adalah struktural dengan penekanan pada aspek tematik. . Humanism look as a grand narration of this short story collection.

´ (Porphyry. Tetapi orang-orang bodoh mengotori Tuhan.´ (Drs.´ ³Orang-orang yang bijaksana memuliakan tuhan. akan sebodoh mencari garis-garis jelas yang tersembunyi di balik kesamaran lukisan Rembrandtj dengan mengikis habis tinta-tintanya.Essli(li)n. 233-301 M) ³Karena mengajari orang lain. sama artinya dengan belajar dari orang lain. wemmy selalu mewanti kita: ³Hati-hati dengan Permukaan. meskipun ia sedang diam. Putu Sedana. meskipun ia sedang berdoa dan memberikan pengorbanan. Sastrawan Bali) dalam mentertawakan diri sendiri.´ [Aporisma kumaha urang] . ³Segala usaha untuk tiba pada penafsiran yang jelas dan tertentu melalui analisis kritis.

«lembar tak berguna itu akan kukirimkan kepada engkau ibubapakku. di atas dinding berbingkai kaca. thanks & goodbai. Semoga d is ana bisa menjadi berharga.Jabar. .

.cerpen: as sulak.Kaca-kaca airmata« «dari cahaya? Dari ketiaknya tercium harum bunga yang membuat kuntum-kuntum mawar di halaman menunduk dan kelopaknya memerah karena malu.´ BIDADARI yang Mengembara.

KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim. Sastrawan Bali) dalam mentertawakan diri sendiri. Fakultas Sastra. Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul ³Tema Kamanusiaan dalam Kumpulan Cerpen Kuda Terbang Maria Pinto Karya Linda Christanty´.´ (Drs. Skripsi ini disusun sebagai salah satu persyaratan ujian sarjana pada Jurusan Sastra Indonesia. Putu Sedana. wemmy selalu mewanti kita: ³Hati-hati dengan Permukaan.´ [Aporisma kumaha urang] Jabar. sama artinya dengan belajar dari orang lain. . thanks & goodbai.³Karena mengajari orang lain.

kritik dan saran akan sangat penulis harapkan. Universitas Padjajaran.Bapak Dr. Semoga skripsi ini dapat berguna bagi pihak-pihak yang memerlukan. dukungan.Seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu. selaku dekan Fakultas Sastra Universitas Padjajaran. penulis hendak mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada: 1. Drs. dukungan. saran. 4.Bapak Nana Suryana.Seluruh kawan-kawan sekelas yang bagaimanapun memberikan pengalaman hidup kepada penulis. masukan. dan waktu yang telah diberikan pada penulis. penulis banyak memperoleh bantuan dan dorongan baik moral dan material dari berbagai pihak. dukungan. Untuk itu. selaku pembimbing pendamping atas segala bantuan. 3. masukan. 5.. Jatinangor.Seluruh staf pengajar Jurusan Sastra Indonesia pada khususnya dan Fakultas Sastra pada umumnya atas segala ilmu pengetahuan yang telah diberikan pada penulis semasa masa perkuliahan. dan waktu yang telah diberikan pada penulis. a 8. saran. Oleh karenanya. beserta segenap karyawan SBA dan SBK Fakultas Sastra lainnya.. Selama penyusunan skripsi ini. dan waktu yang telah diberikan pada penulis. Dra. Fakultas Sastra.Bapak Abdul Hamid.Bapak R. yang telah banyak membantu kelancaran administrasi dan finansial penulis selama masa perkuli han. masukan.Bapak Andi dan Lili.Ibu Hj. Hum. Yetti Setianingsih. Dadang Suganda. 2. Terima kasih banyak. selaku pembimbing utama atas segala bantuan. Yudi Permadi. saran. selaku ketua Jurusan Sastra Indonesia. M. selaku dosen wali penulis atas segala bantuan. Penulis menyadari sepenuhnya skripsi ini masih jauh dari sempurna.. Drs. April 2007 Penulis LEMBAR PENGESAHAN . 9. 6. 7.Universitas Padjajaran. pada kesempatan ini.

Yudi Permadi. 131573157 Disahkan Diketahui Dekan Fakultas Sastra Ketua Jurusan Universitas Padjadjaran. 131954729 NIP. 132102803 LEMBAR PENGESAHAN Judul : Tema Kemanusiaan dalam Kumpulan Cerpen Kuda Terbang Maria Pinto Karya Linda Christanty Penyusun : Wemmy al-Fadhli NPM : H1A 01018 . Dadang Suganda R. Nana Suryana. Dr. Abdul Hamid. NIP. M. Drs. Pembimbing II. NIP. April 2007 Pembimbing I. Sastra Indonesia. Drs.Judul : Tema Kemanusiaan dalam Kumpulan Cerpen Kuda Terbang Maria Pinto Karya Linda Christanty Penyusun : Wemmy al-Fadhli NPM : H1A 01018 Jatinangor. 131472538 NIP.Pd.

Dr. 131954729 Disahkan Diketahui Dekan Fakultas Sastra Ketua Jurusan Universitas Padjadjaran. M. 131472538 NIP. 132102803 DAFTAR ISI Lembar Pengesahan Lembar Persembahan Abstrak i Abstract ii Kata Pengantar iii Daftar Isi v BAB I PENDAHULUAN 1 1. April 2007 Pembimbing I. NIP. Abdul Hamid.1 Latar Belakang Masalah 1 .Pd. Sastra Indonesia. Pembimbing II. Yudi Permadi. Dadang Suganda R.Jatinangor. Drs. NIP. Nana Suryana. 131573157 NIP. Drs.

2 Pembatasan Masalah 11 1.2.2.4Sudut Pandang 41 2.2Tokoh 35 2.1Gaya Realis dan Surealis 51 3.4 Metode Penelitian 13 1.4Tema 89 3.1.1Kehampaan Jiwa dan Kesetiaan terhadap Tugas dalam Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ 89 3.1Tema 26 2.4Cerpen ³Balada Hari Hujan´ 64 3.3Struktur Umum 66 3.2.3.4.2.2Derita Seorang Ibu dan Makna Keutuhan Sebuah Keluarga .5Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ 64 3.6Cerpen ³Makam Keempat´ 65 3.3.2Diksi Puitis 56 3.3Cerpen ³Pesta Terakhir´ 63 3.2 Cerpen 19 2.3.1Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ 62 3.4 Kemanusiaan 43 BAB III TEMA KEMANUSIAAN DALAM KUMPULAN CERPEN KUDA TERBANG MARIA PINTO KARYA LINDA CHRISTANTY 50 3.5 Sistematika Penulisan 14 BAB II LANDASAN TEORI 15 2.3Sudut Pandang 87 3.4.2Latar 83 3.1.2.3.3 Tujuan Penelitian 13 1.1.2Ringkasan Cerita 62 3.3.3.1 Telaah Struktural 15 2.3.3Latar 38 2.1Corak Estetis Kumpulan Cerpen KTMP 50 3.2.3 Struktur Cerpen 24 2.2Cerpen ³Makan Malam´ 63 3.1Tokoh 66 3.

4. keyakinan dalam suatu bentuk gambaran konkret yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa. perasaan. Pengertian pengalaman tidak harus .5Kampung Halaman. semangat. Segala Kenangan.3Antara Rahasia Pengkhianatan dan Usaha Untuk Menjaga Persahabatan dalam Cerpen ³Pesta Terakhir´ 98 3.4Seorang Waria yang Dilukai Hatinya dalam Cerpen ³Balada Hari Hujan´ 104 3.1Latar Belakang Masalah Sastra didefenisikan Sumardjo (1997: 3) sebagai ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman.4.dalam Cerpen ³Makan Malam´ 94 3.4. pemikiran. dan yang Tersisa Darinya dalam Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ 107 3.6Mencintai Buah Hati yang Diam-Diam Telah ³Pergi´ dalam Cerpen ³Makam Keempat´ 113 BAB IV SIMPULAN 119 Daftar Pustaka 122 Riwayat Hidup Ucapan Terima Kasih BAB I PENDAHULUAN 1. ide.4.

perasaan. Kesegaran itu diperoleh karena keunikan cara pandang yang dimiliki oleh sastrawan dalam menghayati kehidupan ini dibandingkan dengan masyarakat kebanyakan. Jiwa yang selalu gelisah. Kemahiran dalam mengaplikasikan ungkapan pribadi inilah yang membedakan sastrawan dengan masyarakat pada umumnya. Dalam karya-karya sastra yang memekatkan. Hal-hal tersebutlah yang diolah sastrawan dengan menggunakan kemahirannya dalam berkreasi atas potensi estetis bahasa. Dalam perihal seperti ini gambaran yang dilukiskan sastra bertentangan dengan kehidupan yang dihadapi pembaca. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana kedudukan sastra itu dalam hubungannya dengan kehidupan. Kedudukan pertama adalah sebagai ³pemekat´ (intensifikator). dapat diciptakan pengalamanpengalaman kemanusiaan yang bisa jadi juga bersumber dari masyarakat umum (Hanafi. (1990: 14-16 & 49-50) mengemukakan adanya tiga kedudukan sastra terhadap kehidupan. . Segala perbedaan antara sastrawan dengan masyarakat pada umumnya itu menyebabkan terciptanya produk kreatif bernama karya sastra.M. Sastra. diambil sarinya. Kebaruan tersebut meliputi penyegaran cara pandang bagi masyarakat dalam melihat kehidupan ini. Dengan daya imajinasi yang tinggi dan daya pengamatan yang teliti dan tajam.selalu merujuk pada pengungkapan pengalaman pribadi seorang individu saja. Sebagaimana diketahui. Sastra sebagai seni. pikiran. Kreativitas yang dihasilkan dalam sebuah karya sastra inilah yang membuat dikenali akan adanya kebaruan dalam karya sastra. sastrawan memiliki karakteristik yang unik dalam memandang persoalan-persoalan hidup dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya. benturan antarnilai akibat kompleksitas cara memandang atas berbagai persoalan kehidupan. dijernihkan. 1984:9) Dari defenisi tersebut bisa dipahami bahwasanya karya sastra diciptakan oleh sastrawan berdasarkan pengalaman. Saini K. jelas mempunyai hubungan dengan kehidupan. pengalaman kehidupan disaring. ide. serta perbedaan cara melihat persoalan kehidupan tersebut dengan pandangan masyarakat di sekitarnya merupakan sebuah karakteristik umum yang menghinggapi seorang pengarang karya sastra. dengan demikian. dan keyakinannya. Kedudukan kedua adalah sastra sebagai penentangan terhadap kehidupan. dan dikristalkan hingga pembaca dapat mengambil hikmah dan kekayaan pengalaman itu dengan mudah dan dalam waktu singkat. sebagai bagian dari kesenian seperti halnya filsafat dan ilmu pengetahuan. semangat. adalah salah satu dari lembaga manusiawi yang menjadi sarana bagi manusia untuk berupaya mengendalikan lingkungannya. Lingkungan itu baik berupa lingkungan jasmani ataupun berupa lingkungan rohani.

Filsafat atau dunia pemikiran tentulah sangat berhubungan erat dengan kehidupan manusia. mendalam. Melalui perenungan itulah diharapkan pembaca akan dapat mengambil hikmah dalam bentuk kemampuan mengendalikan kehidupan mereka secara lebih baik. Kedudukan sastra yang ketiga adalah mengolah dan mendistorsi gambaran kehidupan sehingga menjadi sesuatu yang menggelikan. Sementara yang baik itu belum tentu menang dan yang jelek belum tentu mendapat hukuman yang setimpal. terutama yang menyangkut keadilan. Kebahagiaan yang dicetuskan di sana-sini dalam karya-karya yang baik akhirnya dikalahkan oleh dominasi kepahitan hidup. bahwa manusia adalah keterbatasan. Oleh karena itu. 2003: 714). Wellek & Warren (1990: 134-135) mengemukakan bahwa sejarah sastra sejajar dan mencerminkan sejarah p emikiran.Penentangan ini dimaksudkan agar pembaca bisa melihat kehidupan dari perspektif lain sehingga bertambah jelaslah gambaran tentangnya. para pengarang yang baik berkesimpulan bahwa hidup memang pahit. baik aspek kejiwaannya atau moral sosial. ³Untuk dapat melihat diri kita sendiri dengan benar kita tidak selayaknya menjadi narkisus. merupakan kemampuan untuk mengambil jarak dan memandang sesuatu dengan lebih objektif. dan mendasar. manusia dengan segala tragedi dan kepedihannya. manusia yang putus-asa. Dalam karya mereka kita melihat berkecamuknya manusia yang tidak jujur. termasuk diri sendiri. Manusiawi berarti bersifat manusia (kemanusiaan) dan kemanusiaan adalah sifat-sifat manusia atau secara manusia dan sebagai manusia (KBBI. manusia yang diinjak dan sebagainya. sastra sering dilihat sebagai suatu bentuk filsafat atau sebagai suatu pemikiran yang terbungkus dalam bentuk khusus. tema-tema kemanusiaan dalam karya sastra tidak pelak lagi dengan berbagai cara membicarakan manusia dan karakteristiknya. Kalau dilihat dari segi ini saja. Dalam usahanya memecahkan manusia sebagai misteri. bahwa hidup adalah pahit dan bahwa keadilan belum tentu dapat menjalankan tugasnya. Hampir semua karya sastra yang baik mengimplikasikan. Dalam hubungannya dengan dunia pemikiran. Sastra justru menunjukkan kenyataan . serta manusia dan kehidupannya. caranya adalah justru dengan menunjukkan bahwa hidup adalah pahit. Oleh karena itu. yang selalu melihat dirinya sebagai tampan tanpa mengantongi penyakit´. Kemampuan memperolokolokkan ini membantu pembaca untuk merenungkan kehidupan dengan lebih luas. Kemampuan untuk menertawakan sesuatu. Kemanusiaan adalah bentuk pembendaan dari kata sifat manusiawi. Supadjar (2003: 43) menyatakan bahwa umumnya tema kefilsafatan dalam karya sastra yang menonjol itu adalah mengenai soal-soal kemanusiaan. Kalau sastra dianggap sebagai jalan untuk memanusiawikan manusia dan memang demikian. Hal ini sesuai dengan perkataan Budi Darma dalam penutup Olenka. akan nampak bahwa sastra menyadarkan manusia atau lebih menyadarkan manusia.

1984: 70) Soal-soal kemanusiaan dan kehidupan tersebut salah satunya bisa ditampilkan dalam bentuk cerpen. dan Hamsad Rangkuti juga pernah meraih penghargaan yang baru dimulai pada tahun 2000 ini.id/detail. Kumpulan cerpen Kuda Terbang Maria Pinto (KTMP) karya Linda Christanty (LC) merupakan salah satu karya sastra yang lahir dari situasi tersebut. Selain itu. Padahal pada masa itu sedang mewabah tren penulisan berani tentang seks oleh kalangan penulis perempuan. dan internet² yang semakin menonjol kehadirannya dewasa ini²membuat bentuk sastra seperti cerpen tertunjang eksistensinya. Walaupun LC merupakan seorang pendatang baru dalam kancah sastra Indonesia. ringkas. majalah. (Darma. Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) karya Djenar Mahesa .html). Adanya media publikasi dengan siklus penerbitan instan seperti koran. KLA ini sendiri adalah sebuah penghargaan yang cukup diakui di Indonesia (http://www. yang tertinggal dalam renungan seseorang yang telah mengalami katarsis adalah juga kepahitan hidup.vision. Keberhasilan KTMP ini juga seperti memberi warna baru dalam peta sastra perempuan Indonesia. berdua dengan Negri Senja karya Seno Gumira Ajidarma. karya ini. dan bergegas tersebut. berhasil menyingkirkan Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) karya Djenar Mahesa Ayu. kumpulan cerpen karangan perempuan lulusan UI kelahiran Bangka (1970) yang kini tengah menulis novel tentang perburuhan di Indonesia ini dipandang cukup mengejutkan mata khalayak sastra Indonesia ketika berhasil meraih penghargaan Khatulistiwa Literary Award (KLA) 2004. Dalam ajang tersebut. Hal ini disebabkan format cerpen sendiri yang memang sesuai dengan perputaran yang cepat.net. 2000: 10). Karena itu. cerpen merupakan salah satu bentuk kesusastraan yang cukup menonjol dewasa ini. Nama-nama besar seperti Goenawan Mohammad. Sebuah cerpen selain dipublikasikan lewat media di atas sebagian juga diterbitkan secara konvensional lewat bentuk buku kumpulan cerpen. Karya-karya tersebut dipublikasikan pertama kali dalam rentang tahun 2000 hingga tahun 2004 saat kumpulan cerpen ini diterbitkan.dan bukannya menipu atau mengatakan apa yang seharusnya terjadi tapi tidak terjadi.php?id=3975). Cerpen sebagai salah satu sarana pengungkapan nilai-nilai kehidupan dalam beberapa hal tidak kalah dengan karya sastra lainnya (Suharjana. Dengan kesingkatannya cerpen mampu menjelaskan atau memaparkan bentuk-bentuk gejala sosial yang kompleks. Semua cerpen yang dimasukkan ke dalam kumpulan cerpen tersebut adalah karya yang sudah pernah dipublikasikan di berbagai media massa nasional dan daerah meski dalam buku kumpulan cerpen itu sendiri tidak diterangkan karena persoalan dalam teknis proses penerbitan (http://www. Remy Silado.pikiranrakyat.com/cetak/2006/102005/8/khazanah/index.

adalah karena kumpulan cerpen ini dilihat mampu menjadikan bahasa sebagai ´kendaraan´ yang membimbing pembacanya memasuki relung-relung batin paling tersembunyi dan tak terduga (http://www. melainkan juga yang merangsang pemikiran dan nurani pembacanya. Dalam menafsirkan karya sastra (dengan wacananya yang ambigu). Padahal dengan cara lain (atau sudut pandang berbeda) sebuah karya bisa saja ditafsirkan sebaliknya. kehadiran KTMP karangan seorang penulis perempuan ini sungguh mengharukan.sinarharapan. Akan tetapi.sinarharapan.edu/apakabar/basisdata/1996/04/21/0006.html). termasuk dalam hal nilai-nilai feminisme. LC dipandang memiliki kekuatan dalam hal yang amat mendasar yaitu makna. pada sampul belakang kumpulan cerpen ini. premis tentang ideologi patriarkat yang dianggap menekan kaum perempuan seperti didengungkan kaum feminis perlu ditelusuri kembali.id/berita/0410/13/ hib01. Dia menganggap karya LC ini tidak sejalan dengan daya juang dan keberanian penulis perempuan dewasa ini yang berbicara tentang seks secara blak-blakan. Hal ini. . Hal berbeda dikemukakan Susmana (http://www.html). dalam kumpulan cerpennya ini. seperti dikemukakan Sambodja (http://www.com/kompascetak/0406/27/Buku. Oleh karena itu.Ayu sendiri belum genap setahun terbit telah mengalami cetak ulang keempat.com/cetak/2006/012006/14/khazanah/index.html). menilai bahwa kumpulan cerpen ini menjadi bayangan bagi perkembangan cerpen di masa depan.id/hiburan/budaya/2005/ 0402/bud2.html). Sambodja menyatakan bahwa penilaian dewan juri KLA 2004 ini sungguh membesarkan hati para pengajar sastra di sekolah-sekolah karena ternyata karya sastra yang berhak mendapat penghargaan itu bukanlah karya sastra yang sekadar merangsang kelamin pembacanya. seperti kemukaan para juri. cerpen-cerpen LC masih terasa menggantung. Selain itu. Kemenangan kumpulan cerpen ini dalam ajang KLA 2004. merupakan hal yang tergolong luar biasa karena mampu mengalahkan buku pelajaran dalam hal cetak ulang.html). Peristiwa yang dilukiskan LC dengan ringkas tetap mampu menyiratkan banyak dimensi. subjektivitas seorang aktivis feminisme bisa berpengaruh terhadap hasil pemaknaan. seperti kemukaan Saidi (http://www.co.hamline. Wajar kiranya Sapardi Djoko Damono.pikiran-rakyat. KTMP bisa mengalahkan popularitasnya di ajang KLA 2004.co.kompas. tulis Susmana. Hasil riset Associated Press (AP) 2003 mendudukkan Indonesia di peringkat kedua setelah Rusia dalam hal pornografi (http://www. Dalam soal perjuangan kaum perempuan. LC mampu menjaga koherensi antara teknik dan tema dengan memanfaatkan konvensikonvensi dalam teknik retorika dan piranti sastra serta menata dan meraciknya secara kreatif sesuai dengan tema. Namun.

html). Elia memanggang ikan hiu. mengatasi namun meninggikan ikhwal pesan pada tukikan kedalaman yang mencerahkan´. tegas Sutardji. Aku ingin Paula tenang. tapi aku cuma menyentuh sayur bening sawi. bisikku. menangis di tepi bak cucian. daerah yang sempat dilanda tragedi kemanusiaan besar berupa bencana tsunami. Oleh karena itu. Tak berapa lama ia kembali.html). membentuk kepeduliannya pada soal-soal kemanusiaan tersebut. ³Linda begitu tenggelam dalam dunia kepedihan dan ekspresi kemanusiaan´. memuji LC karena dalam sebagian besar cerpennya. Berikut sebuah kutipan dari salah satu cerpen LC dalam kumpulan cerpen ini: Siang itu aku menyambut jam makan dengan perasaan aneh. Hal ini menunjukkan keterlibatan langsung dan secara mendalam LC pada soal-soal kemanusiaan. beranjak dari kursi. tersendat-sendat. Aku ingin kami menjalani hidup tenang tanpa . LC mengatakan bahwa soal-soal kemanusiaan sangatlah menjadi perhatiannya (http://www.kompas. ³kelamin prosa dan kelamin puisi menyatu bersejiwa melahirkan pukauan mengasyikkan. mampu menaklukkan kemuskilan ini. Air mata menggenangi sepasang mataku. Ajaran-ajaran dari kakeknya yang seorang aktivis kaum buruh sewaktu LC kecil.balipost.id/ BaliPostcetak/2004/6/14/rubrik.co. Sekarang ini bahkan LC sedang bekerja sebagai redaktur pada kantor berita Pantau di Banda Aceh. Sastrawan senior Sutardji. Dalam wawancara dengan Wimar Witoelar. dan aktivitasnya sendiri sebagai penentang pemerintahan Soeharto setelah dia dewasa. Elia menghidangkan hiu panggang di meja makan. Putri kita ada dalam hiu ini. Menampilkan tema-tema kemanusiaan tanpa menyerahkan sastra ke bawah telapak kaki penindasan pesan bukanlah upaya gampang. dalam catatannya di sampul belakang buku kumpulan cerpen ini. tanya Elia. Aku tak mau makan daging hiu. Ia langsung tersedak. ia bertanya lebih lembut. lalu menuang isinya ke tong sampah. Dalam bahasanya Witoelar. Kumpulan cerpen ini terlihat begitu dalam menggarap persoalan kemanusiaan dan jauh memasuki relung-relung kehidupan. aku memutuskan bicara pada istriku tentang Paula. Aku tak mau lagi menunggu putri kami setiap malam. Ada apa.com/kompas-cetak/0405/ 22/pustaka/ 1037030. Siapa tahu putri kami dimakan hiu. Dalam KTMP karya LC ini juga terlihat bagaimana dunia kepedihan dan ekspresi kemanusiaan itu digarap dalam membicarakan kemanusiaan. Ada apa. Di malam hari. meraih piring ikan di meja. Witoelar dalam wawancara tersebut menyebut LC sebagai ³begitu tenggelam dalam dunia kepedihan dan ekspresi kemanusiaan´. LC. Tangisku makin keras.Litbang Kompas dalam sebuah resensinya menyatakan bahwa semua cerpen dalam kumpulan cerpen ini sungguh menarik karena semuanya mengangkat tema kemanusiaan (http://www. Kata orang-orang. Paula dibuang ke laut dan mungkin dimakan hiu.

³Danau´. Lebih spesifik lagi. Selain itu. baik peristiwa maupun makna yang bisa didapat dari cerpen ini terlihat berimbang menghadirkan dan mengangkat tema kemanusiaan. makna cerpen ini justru lebih tergarap lewat eksplorasiasi perasaan tokoh Aku sebagai sosok ayah yang tidak tahu di mana ³rimba´ anak gadis semata wayangnya. ³Rumput Liar´. 2004: 128). 1. ³Pesta Terakhir´. anak kita bersama ibu. Kemudian juga.2Pembatasan Masalah Kumpulan cerpen KTMP karya LC ini memuat dua belas cerpen.133) Kutipan di atas diambil dari cerpen ³Makam Keempat´ yang bercerita tentang rasa kehilangan orang tua (tokoh Aku dan Elia. istrinya) terhadap anaknya (tokoh Paula). Istriku mengangguk pelan. namun juga bersifat kompleks sehingga memiliki berbagai kemungkinan penafsiran dan sekaligus menyebabkan pembaca menjadi terbata-bata untuk berkomunikasi dengannya (Nurgiyantoro. dan ³Makam Keempat´. Meski peristiwa dalam cerpen ini utamanya terkait dengan aktivitas politik tokoh Paula. Rasa kehilangan tersebut terutama dialami tokoh Aku (ayah) yang menjadi pusat pengisahan. 2000: 34 ± 35). ³Perang´. semata wayang pula. Akibatnya karya sastra menjadi lain dan tidak lazim. Hubungan antara pengalaman kemanusiaan dengan sejenis trauma politis ataupun sekedar berupa penghadiran latar peristiwa politik dapat ditemukan pada cerpen ³Makan Malam´. peristiwa politis ini dihadirkan atau sangat dikaitkan dengan bentuk kejadian perang. Biarlah. Semuanya bertema kemanusiaan. Pada cerpen ini diceritakan bagaimana tokoh Aku ini mengalami sebuah halusinasi sebagai manifestasi atas harapannya akan kehadiran putri tunggalnya yang telah sangat tipis kemungkinan untuk akan kembali lagi ke rumah. dan ³Qirzar´. kataku. (hlm. Karya sastra merupakan suatu bentuk komunikasi yang disampaikan dengan cara yang khas. Untuk itulah kumpulan cerpen KTMP karya LC ini dianalisis. Bayangannya tentang kemungkinan bahwa hiu di piring makannyalah yang telah memakan putrinya juga memperlihatkan bentuk kepedihan ini. Ini terdapat pada cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´. Variasi bahasan atas narasi besar kemanusiaan ini dihadirkan beragam. ³Joao´. kesegaran dan kebaruan juga didapat karena tokoh yang dieksploitasi perasaannya adalah sosok lelaki bukan seorang ibu dan kepekatan serta ironi atau kontras atas kenyataan umum didapat karena yang menghilang karena aktivitas politik melawan pemerintah tersebut adalah seorang anak perempuan.dia. Dengan kata lain cerpen ini cukup kuat menggarap dialektika antara makna dan peristiwa sebagaimana teori Ricoeur²hasil interpretasi Ignas Kleden untuk penerapan pada cerpen²tentang sense dan reference (Kleden. .

Dalam cerpen yang baik akan terkandung tema yang baik dan bermanfaat untuk pembaca. Tentu saja. cerpen kedua menampilkan seorang waria. 1. dan 6.³Pesta Terakhir´. unsur tema dalam cerita sangat penting di samping unsur lainnya. serta sama sekali jauh dari isu seksual. wacana simpati dan empati kemanusiaan pada akhirnya menjadi sangat mengemuka pada cerpen yang berbicara tentang hubungan antarmanusia ini. 4. Dalam analisis ini penulis membatasi pada enam cerpen dari dua belas cerpen yang ada dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC ini. Dengan demikian. 3.³Makam Keempat´. apalagi menyangkut aspek sensitif. tanpa perang dan konflik. Penulis membatasi analisis keenam cerpen tersebut pada unsur tema yang dianggap mewakili kedua belas cerpen yang ada dalam kumpulan cerpen ini.³Kuda Terbang Maria Pinto´. Cerpen pertama mengemukakan sosok lesbian dan pelaku seks inses.3Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.³Lelaki Beraroma Kebun´. Lebih tepatnya dua cerpen ini mengedepankan keberlainan seksualnya. bisa berakibat fatal bagi timbulnya tragedi kemanusiaan dalam jiwa tokoh-tokoh yang bukan orang kebanyakan. 5. Keenam cerpen yang menjadi bahan analisis tersebut yaitu: 1. cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ tegak sendiri menghadirkan tema kemanusiaan yang kurang politis.Cerpen ³Lubang Hitam´ dan ³Balada Hari Hujan´ mengupas dan membahas sisi kemanusiaan manusia dari sisi perilaku seksualnya.Mengetahui kesatuan tematik cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC. Penyimpangan terhadap normalitas di masyarakat kebanyakan.³Balada Hari Hujan´. Tema karya sastra selalu berkaitan dengan salah satu masalah kehidupan dan masalah tersebut dihadapi dan dialami manusia (Suharjana. Hal ini bukan berarti unsur-unsur yang lain tidak ada. Terakhir. 2000: 11). Tema kemanusiaan yang menjadi pokok analisis ini kehadirannya begitu menonjol dalam keenam cerpen ini. Pemilihan judul-judul cerpen yang dipilih ini didasari kesamaan tema-tema kemanusiaannya yang begitu dominan. sebagaimana juga cerpen-cerpen lainnya. tetapi sebagai pendukung munculnya tema.³Makan Malam´. Ikatan batin pada keluarga dan tanah kelahiran merupakan segi yang mengemuka dalam cerita yang sanggup menghadirkan romantisme dalam bentuk tak biasa-biasa saja ini. Kemenonjolan unsur tema ini terbukti dengan lakuan yang ditampilkan tokoh pada setiap cerpen. 2. .

dan sudut pandang. yang menjadi pelopor masuknya pendekatan objektif ke Indonesia pada 1960-an. seteliti. metode penelitian. 4.Mendeskripsikan makna-makna dan nilai-nilai yang didapat dari enam cerpen yang dianalisis terkait benang merah tema yang diusung kumpulan cerpen ini dan variasi nuansa atas tema tersebut pada setiap cerpennya. Bab I berisi pendahuluan yang terdiri atas latar belakang masalah. Dalam kaitan ini Teeuw (1984: 35) menyatakan bahwa analisis struktural bertujuan untuk membongkar dan memaparkan secermat. 2004: 73).5Sistematika Penulisan Penelitian ini disusun atas empat bab. unsur-unsur karya sastra berusaha dipahami dan dinilai sepenuhnya atas dasar permasalahan tempat dan fungsi unsur-unsur tersebut dalam keseluruhan karya sastra (Pradopo.2. Jadi. 1995: 41). Bab II berupa landasan teori tentang strukturalisme. 3. latar. struktur cerpen. dalam Suwondo. alur. 2003b: 54). tokoh.Mengidentifikasi unsur-unsur seperti tokoh. .4Metode Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode struktural. dan kemanusiaan. Metode struktural adalah metode yang mengkaji karya sastra sebagai struktur yang dibangun oleh unsur-unsur seperti tema. Teknik analisis dibagi menjadi empat tahap yaitu: 1.Memilih cerpen-cerpen yang dinilai mampu mewakili keseluruhan cerpen dalam karya tersebut. Dengan menggunakan teori struktural. dan latar. dan semendetail mungkin keterjalinan semua anasir dan semua aspek yang terdapat dalam karya tersebut. cerpen. tujuan penelitian. 1.Melihat hubungan antarunsur tadi sehingga menghasilkan kebulatan tema yang global sebagai nyawa yang menjadi akhir analisis. Metode struktural yang digunakan dalam penelitian ini diharapkan mampu mengungkapkan permasalahan kemanusiaan yang dieksplorasi dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC.Membaca karya sastra (kumpulan cerpen) secara linear sampai mendapat kejelasan tentang semua isi karya tersebut. 2. pembatasan masalah. 1. Satu konsep dasar yang menjadi ciri khas teori struktural adalah adanya anggapan bahwa di dalam dirinya sendiri karya sastra merupakan suatu struktur yang otonom yang dapat dipahami sebagai suatu kesatuan yang bulat dengan unsur-unsur pembangunnya yang saling berjalinan (Pradopo dkk. dan sistematika penulisan. diharapkan dapat dihasilkan hasil-hasil yang baru sekaligus maksimal dalam memahami karya sastra (Ratna.

Pendekatan ekspresif adalah model yang menonjolkan pengkajiannya terhadap peran pengarang sebagai pencipta karya sastra. mendekati .1 Telaah Struktural M. kata Sayuti (Suwondo. dan (4) pendekatan objektif (Pradotokusumo. BAB II LANDASAN TEORI 2. Pendekatan objektif merupakan pendekatan yang terpenting sekaligus memiliki kaitan yang paling erat dengan teori sastra modern.H. ringkasan cerita. 2004: 72). Abrams menyajikan empat model pendekatan dalam studi sastra. analisis struktur umum. Pendekatan pragmatik adalah model yang lebih menitikberatkan sorotannya terhadap peranan pembaca sebagai penyambut dan penghayat sastra. Keempat model tersebut adalah: (1) pendekatan ekspresif. khususnya teori-teori yang menggunakan konsep dasar struktur (Ratna. Bab IV berisi simpulan.Bab III merupakan pembahasan yang meliputi corak estetis. (3) pendekatan mimetik. (2) pendekatan pragmatik. Keempat model ini. 2002: 45). dengan konsep dan tata kerja masing-masing. 2003: 167). Kritik sastra objektif. Pendekatan objektif adalah model yang memberikan perhatian penuh pada karya sastra sebagai struktur yang otonom dengan koherensi intrinsik. Pendekatan mimetik lebih berorientasi pada aspek referensial yang terkait dengan kenyataan atau dunia nyata. dan pembahasan tema kemanusiaan setiap cerpen. Keempat model tersebut juga dipandang telah mengandung pendekatan kritis utama terhadap karya sastra. dipandang telah mencakup keseluruhan situasi dan orientasi karya sastra.

yang terdiri atas sejumlah anasir. seperti yang dikatakan Ratna (2004: 73). dan interrelasi elemen-elemennya. struktur . Hal ini membuat seorang peneliti sastra mesti sangat berperan sebagai penyibak kekaburan (transferabilitas). dalam struktur ada stabilitas. Prinsip objektif tersebut memiliki pengertian bebas dari unsur prasangka dan adanya distansi antara peneliti dengan objek yang diteliti. yang di antaranya tidak satu pun dapat mengalami perubahan tanpa menghasilkan perubahan dalam semua anasir lain (Strauss dalam Teeuw. gejala-gejala dalam situasi kesastraan sering menuntut perhatian tersendiri (Soeratno. 2003: 12-13). dengan jalan mulai dikenalnya teori strukturalisme (Ratna. dan dunia yang melingkupinya. setiap unsur atau anasirnya tidak memiliki makna sendiri-sendiri kecuali dalam hubungannya dengan anasir-anasir lain sesuai dengan posisinya di dalam keseluruhan struktur. 2002: 45). pendekatan objektif merupakan pendekatan yang terpenting sebab pendekatan apapun yang dilakukan pada dasarnya bertumpu atas karya sastra itu sendiri. Dalam kesatuan hubungan itu. Hawkes²dalam pandangan yang sesungguhnya didasari oleh pandangan Aristoteles ketika menulis Poetica²mengatakan bahwa strukturalisme adalah cara berpikir tentang dunia yang dikaitkan dengan persepsi dan deskripsi struktur (Teeuw.karya sastra sebagai sesuatu yang berdiri bebas dari pengarang. audiens. integritas. 1984: 140-141). Menurut Jean Piaget. Soeratno mengingatkan bahwa generalisasi sebagaimana yang dianjurkan oleh suatu metode penelitian positivistik tentu saja tidak dapat dilakukan mengingat karya sastra juga memiliki sifat unik dan khusus. Selden (1991: 53) mengatakan bahwa pendekatan-pendekatan struktur terhadap kesusastraan menantang beberapa kepercayaan yang paling dihargai oleh pembaca awam. 2004: 73). misalnya. Dengan demikian. Pertama. Kedua. Namun. 1984: 120). Dengan demikian. Kebiasaan mengait-ngaitkan sebuah karya sastra dengan kenyataan atau pengarang. struktur adalah tatanan. sudah sejak dahulu menjadi kebiasaan umum. Pada hakikatnya dunia ini lebih tersusun pada hubungan-hubungan daripada benda-bendanya sendiri. struktur merupakan sebuah sistem. sebuah struktur dapat diidentifikasi berdasarkan unsur-unsurnya. Kritik ini memerikan karya sastra sebagai objek yang mencukupi dirinya sendiri atau sebagai dunia dalam dirinya sendiri. Pendekatan objektif baru masuk ke Indonesia pada sekitar tahun 1960-an. Menariknya. meskipun pendekatan objekif di dunia Barat sama tuanya dengan umur puitika sebagai cabang ilmu pengetahuan sebagaimana bahasan Aristoteles dalam bukunya Poetica (Pradotokusumo. hal ini tentu berbeda dengan model pendekatan objektif yang berlepas diri dari hal-hal tersebut. koherensi. yang hendaknya dianalisis dan ditimbang dengan kriteria intrinsik seperti kompleksitas. keseimbangan.

sudut pandang. berapa ukuran panjang pendeknya itu memang tidak ada aturannya. transformasi. tokoh dan penokohan. Analisis struktural juga dipandang memiliki banyak kelemahan karena melepaskan karya sastra dari banyak aspek ekstrinsiknya. Struktur berfungsi menjaga keutuhan sebuah sistem bahasa dari erosi akibat perubahan waktu. Bahkan dia dianggap telah mempersiapkan jalan bagi lahirnya posstrukturalisme dalam kaitan dengan teori tentang otonomi tanda-tanda (atau makna-teks) dan kematian subjek.2 Cerpen Cerpen adalah cerita berbentuk prosa yang relatif pendek (Sumardjo & Saini K. Teeuw (1983: 61) berpendapat bahwa bagaimanapun juga analisis struktur merupakan tugas prioritas bagi seseorang peneliti sastra sebelum ia melangkah ke hal-hal lain. pemikiran de Saussure ini secara langsung dianggap telah mempengaruhi langsung kaum Formalis Rusia dan Strukturalisme Praha (Nurgiyantoro. 1997: 30). 2005: 61-62). Analisis struktural dalam dunia kritik sastra telah begitu mengalami perkembangan dewasa ini. sebuah struktur tidak akan bertahan lama (Fayyadl. 2000: 14. 1996: 55-56. tema. dan kemudian menstabilkannya kembali. Kemudian dijelaskan fungsi setiap unsur itu dalam menunjang makna keseluruhannya dan bagaimana hubungan antar unsur-unsur itu sehingga secara bersama membentuk makna yang padu (Suharjana. bagaimana peristiwa terjadi. Edgar Allan Poe pernah mengatakan bahwa . Analisis struktural karya sastra.. Pada awalnya diidentifikasikan dan dideskripikan. 2. 2005: 31). Tapi. 2005: 32). dan lain-lain. Pun begitu. misalnya. Fayyadl. Tanpa tarik menarik antara kedua unsur tersebut. latar. pada saat yang sama. Akan tetapi. pemikiran struktural de Saussure ini telah mengubah tekanan studi linguistik dari pendekatan diakoronik ke sinkronik. mengkaji. Dalam linguistik. dan pengaturan diri. dapat dilakukan dengan mengidentifikasi. 2000: 37). Dalam telaah karya sastra. seperti cerita rekaan. Nurgiyantoro. struktur juga mengubah tindakan-tindakan bahasa ke arah yang lebih produktif. plot. 2000: 36). atau mungkin nanti akan muncul lagi model terbaru yang lebih canggih. Tegangan antara transformasi dan pengaturan-diri selalu intrinsik dalam setiap struktur. semisal semiotik dan dekonstruksi. terlepas dari paradigma logosentrisme yang masih membayang dan menaunginya (Fayyadl. tidak ada satu kesepakatan antara para pengarang dan para ahli.M. dan mendeskripsikan fungsi dan hubungan antar unsur intrinsiknya. Hal ini juga mengundang minat para kritikus kritis untuk mengembangkan model-model pendekatan lain sebagai reaksi atas strukturalisme.dicirikan oleh keutuhan. Terbitnya buku Cours de Linguistique Generale karya Ferdinand de Saussure dianggap sebagai permulaan pemikiran strukturalis (Krampen.

Terakhir. perbuatan-perbuatannya. cerpen bersifat naratif atau penceritaan (Sumardjo & Saini K. Ada cerpen yang pendek (short short story). berdasarkan kenyataan kejadian yang sebenarnya. yakni cerita yang pendek berisi kisah lucu dan eksentrik dari tokoh-tokoh sejarah atau orang biasa baik nyata maupun hanya rekaan semata (Sumardjo & Saini K. Cerpen bukan penuturan kejadian yang pernah terjadi. yang terdiri dari puluhan (atau bahkan beberapa puluh) ribu kata. novelet ini lebih pendek dari novel. Cerpen bukanlah pencandraan (deskripsi) atau argumentasi dan analisis tentang sesuatu hal. kira-kira berkisar antara setengah sampai dua jam²suatu hal yang kiranya mustahil diperlakukan terhadap novel (Nurgiyantoro. Jenis itu adalah fabel. yakni tentang orang-orang atau peristiwa-peristiwa suatu kelompok suku atau bangsa yang diwariskan turun temurun. Dalam pembedaan berdasarkan bentuk fisiknya tersebut ada juga jenis-jenis cerita pendek yang bukan cerpen. tetapi juga lewat penghayatan perasaan orang lain. Orang membaca cerita rekaan bukan sekedar membaca lamunan. dan agama. 1997: 37).. keputusan dan keputusasaanya. biasanya secara lisan. tetapi murni ciptaan saja. ia ditulis berdasarkan kenyataan kehidupan. bahkan mungkin pendek sekali (berkisar 500-an kata). tetapi cerita. tetapi dapat terjadi semacam itu. Kebenaran kehidupan bukan hanya dapat kita dekati melalui ilmu pengetahuan atau filsafat yang lebih banyak berdasarkan penalaran semata. dilema-dilemanya. Walaupun sama-sama pendek. Orang menghayati pengalaman seseorang..M. Karya yang lebih panjang lagi dari cerpen disebut novelet. direka oleh pengarangnya. Dalam hal ini sebuah sketsa (penggambaran tentang sesuatu kenyataan). Apa yang diceritakan di cerpen memang tidak pernah terjadi. 1997: 36). berita. namun semua itu berdasarkan hal-hal yang benar-benar ada dan telah terjadi. Orang membaca cerita rekaan karena ia menunjukkan sesuatu sisi kenyataan. Meskipun cerpen hanyalah rekaan. sains. pikiran dan perasaannya. panjang cerpen itu sendiri bervariasi. yakni cerita yang pendek dengan tokoh-tokoh binatang yang mengandung ajaran moral. Cerita rakyat adalah juga cerita pendek. Ada juga anekdot. cerpen memiliki sifat rekaan. . Ada juga parabel yakni cerita pendek yang mengambil-ambil ajaran agama dari bagian-bagian kitab suci. Aristoteles memformulasikannya dengan kata-kata bahwa sastra (termasuk cerpen) merupakan jalan keempat menuju kebenaran setelah filsafat. Namun tidak setiap cerita dapat disebut cerpen. dan sebagainya. Kemudian. sebagai ciri dasarnya. 2000: 10). ada cerpen yang panjangnya cukupan (midle short story).cerpen adalah sebuah cerita yang selesai dibaca dalam sekali duduk.M. dan kisah perjalanan dan petualangan juga berbentuk cerita. mengidentifikasikan diri dengan tokoh cerita rekaan sehingga dapat ikut mengalami peristiwa-peristiwa yang dihadapinya. serta ada cerpen yang panjang (long short story).

Inilah sebabnya dalam sebuah cerpen biasanya hanya ada satu tokoh saja. Hal ini pula yang membuat sebuah cerpen sering diidentifikasikan secara teoritis sebagai beralur tunggal. penyataan amanat utama. Tentu saja pembagian garis besar ini bisa lebih akan beragam lagi satuan peristiwanya jika diurai dengan lebih detail. mulai dari tahap awal hingga akhir. kejadian saat Sersan Kasim menenggelamkan Acep di Sungai Serayulah yang pada akhirnya paling jadi menonjol sebagai peristiwa. dengan melalui berbagai titik peristiwa. hingga cerita terus mengalir ke waktu perjalanan kembali Sersan Kasim bersama Acep ke tempat semula. Dari peristiwa tersebut muncul sebuah tragedi yang sangat mengharukan. pemusatan tokoh. Contoh ketunggalan peristiwa dalam sebuah cerpen ini dapat dilihat pada cerpen ³Sungai´ karya Nugroho Notosusanto. Hal ini tentu saja terkait juga dengan tema pokok. Dalam cerpen. Namun dari sekian peristiwa itu. dalam alur terdapat sebuah peristiwa klimaks yang umumnya dibangun dari tegangan yang dihasilkan konflik dalam cerita. dijadikan pusat cerita dalam cerpen ini. Namun begitu. Berawal dari perjalanannya bersama prajurit-prajurit TNI lainnya dari Jawa Barat ke Yogya dengan membawa serta istri-anaknya. Sebagaimana skema tradisonal yang sudah umum dikenali tentang runtutan alur sebuah cerita. Ketunggalan peristiwa dalam cerpen dapat dipahami dalam bentuk hadirnya satu konflik utama di dalamnya. Tragedi ini terhubung erat pada tema kemanusiaan. sebuah cerpen harus merupakan suatu kesatuan bentuk yang betul-betul utuh dan lengkap. Dari sekian peristiwa penting dalam sebuah cerita pada akhirnya akan dihasilkan satu peristiwa terpenting yang diangkat ke muka. putranya. saat kematian istrinya di Yogya ketika melahirkan Acep. hanya ada satu peristiwa. Semuanya harus serba ekonomis sehingga hanya ada satu kesan saja bagi pembacanya. pengintensifan sebuah latar. Penceritaan atau narasi tadi harus dilakukan secara hemat dan ekonomis. dan hanya ada satu efek saja bagi pembacanya. dengan segala kesingkatannya. Sersan Kasim. Beragam peristiwa yang faktualnya juga serta ada dalam cerita pada akhirnya akan merujuk pada peristiwa utama yang dihadirkan dan ditonjolkan oleh lain-lain peristiwa tersebut. dan seterusnya. Cerpen yang berlatarkan peristiwa sejarah Perjanjian Renville ini bercerita tentang sebuat tragedi kemanusiaan saat seorang ayah mesti memutuskan untuk mengakhiri nafas anak kandungnya. .Secara umum dapat disimpulkan bahwa cerpen adalah cerita atau narasi (bukan analisis argumentatif) yang fiktif (tidak benar-benar telah terjadi tetapi dapat terjadi di mana saja dan kapan saja) serta relatif pendek. sang ayah tersebut. tentu pula hal demikian semakin berkecenderungan lebih kuat untuk terjadi. Cerpen karangan sastrawan sekaligus birokrat yang juga sempat terlibat dalam dunia kemiliteran ini sangat suspensif sekali menghadirkan ketunggalan konflik lewat pengklimaksan alurnya. namun.

Kumpulan cerpen pada dasarnya kumpulan beberapa cerpen yang termuat dalam sebuah buku. sementara Marno terkenang istri dan kunang-kunang kampung halamannya. sebuah cerpen karena kesingkatannya akan cukup sulit untuk menghindari ketunggalan peristiwa yang sudah semestinya hadir pada esensinya. Ketunggalan peristiwa justru dihasilkan oleh peristiwa akhir setelah selesai sekian obrolan ke sana-sini sebelumnya: bagaimana menafsirkan menghilangnya Marno ke balik pintu yang terdengar sebentar beberapa langkah dan bantal tidur Jane yang basah? Cerpen-cerpen yang berperistiwa tunggal ini. selain alternatif mempublikasikan cerpen di media massa atau media on-line. Kesamaan tersebut biasanya terletak pada tema keseluruhan cerpen yang ditampilkan (Suharjana. Selain itu tentunya ada saja cerpenis pemula yang punya nyali untuk menerbitkan secara independen karya perdananya sebagai sebuah perlawanan terhadap otoritas koorporasi kapital media-media publikasi mapan. atau sejumlah pengarang. 2. dua atau tiga pengarang. 2000: 9-10). Empire State Building.3 Struktur Cerpen Secara tradisional. yakni apartemen Jane. Kumpulan cerpen merupakan sarana untuk menerbitkan cerpen dalam bentuk buku. Alaska. Paman Tom. Pertama .sesuatu yang lebih universal daripada sekedar kepentingan politis berbagai negara yang sedang saling bertengkar. Jane terbayang Tommy. Cerpen yang dikumpulkan mungkin berasal dari seorang pengarang. Namun dalam keragaman maupun keseragaman itu. selain publikasi awal lewat kehadirannya di media massa. hingga taman kota. Kepadatan cerita dalam sebuah cerpen pada cerpen ini bukannya didapat dari terdapatnya satu buah latar tempat. justru kehadiran tempat yang tunggal tersebut memberikan peluang besar bagi tokoh-tokohnya yang terkurung secara fisik untuk mengelebatkan ingatan hingga fantasi mereka ke berbagai belahan tempat lainnya. baik yang nyata maupun yang khayalan semata. Contoh-contoh di atas telah menunjukkan bukti-bukti. Kumpulan cerpen yang terdiri atas beragam cerpen ini selain bisa pula seragam dan memiliki ketunggalan tema namun tak pelak pula bisa cukup sangat beragam menggarap berbagai tema. Ada kecenderungan dewasa ini bahwa kumpulan cerpen adalah publikasi ulang dari cerpen-cerpen yang telah terlebih dahulu diumumkan lewat koran minggu yang memiliki ruang sastra. Kumpulan cerpen biasanya memiliki kesamaan pada salah satu unsurnya. Dalam ³Seribu Kunang-Kunang di Manhattan´ karya Umar Kayam ternyata bisa juga didapat esensi ketunggalan peristiwa sebuah cerpen ini. unsur-unsur dalam cerpen bisa digolongkan menjadi dua bagian. pada akhirnya dikumpulkan ke dalam sebuah buku sehingga menjadi sebuah kumpulan cerpen.

ekonomi. religius. tema dapat disinonimkan dengan ide dan tujuan utama cerita. Unsur inilah yang secara faktual akan dijumpai dalam membaca karya sastra. menafsirkan makna fakta sebagaimana yang ditafsirkan pengarang. kemanusiaan. plot. gaya (bahasa) dan nada. sering. situasi politik. Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Ketiganya merupakan unsur fiksi yang secara faktual dapat dibayangkan peristiwanya. Sarana pengucapan sastra. Tujuan penggunaannya sarana kesastraan adalah untuk memungkinkan pembaca melihat fakta sebagaimana yang dilihat pengarang. kasih. Ia selalu berkaitan dengan berbagai pengalaman kehidupan.M. Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra. dalam sebuah novel. seperti aspek tema. penekanan salah satu unsur cerpen tidak berarti meniadakan unsur-unsur lainnya. amanat. seperti masalah cinta. Unsur intrinsik ini meliputi tema. Kedua adalah unsur ekstrinsik. 2000:23-24). simbolisme. dan ironi.3. dan sarana cerita. Hanya pengarang dapat memusatkan (fokus) pada salah satu unsurnya saja yang mendominasi cerpennya. maut. rindu. Artinya. eksistensin ya. penokohan. dan setting. dan sebagainya.. Unsur ini antara lain meliputi pandangan hidup pengarang.adalah unsur intrinsik. ketiganya dapat pula disebut sebagai struktur faktual (factual structure) atau derajat faktual (factual level) sebuah cerita. latar. Oleh karena itu.1 Tema Tema adalah pokok pikiran atau dasar sebuah cerita. Tema dipakai sebagai dasar mengarang . dan merasakan pengalaman sepe yang rti dirasakan pengarang. Dalam hal tertentu. 2000: 25) membagi unsur sebuah cerita rekaan kepada tema. fakta. harus memenuhi unsur-unsur bentuk yang sudah disebutkan tadi. takut. Berdasarkan tuntutan ekonomis serta efek pada pembacanya. Macam sarana kesastraan yang dimaksud antara lain berupa sudut pandang penceritaan. Stanton (Nurgiyantoro. dan utuh. sarana kesastraan (literary devices). Tema adalah sesuatu yang menjadi dasar cerita. biasanya penulis cerpen akan mementingkan salah satu unsur dalam cepennya (Sumardjo & Saini K. bulat. Dalam hal ini. dan gaya bahasa. Fakta (facts) dalam sebuah cerita meliputi karakter (tokoh cerita). dan sosial (Nurgiyantoro. bukan sebagai sesuatu yang berdiri sendiri dan terpisah satu dengan yang lain. 1997: 37). sudut pandang. Sebuah cerpen mesti lengkap. alur. adalah teknik yang dipergunakan oleh pengarang untuk memilih dan menyusun detil-detil cerita (peristiwa dan kejadian) menjadi pola yang bermakna. 2. tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra. Ketiga unsur tersebut harus dipandang sebagai satu kesatuan dalam rangkaian keseluruhan cerita.

1987: 50). Tema dalam banyak hal bersifat mengikat kehadiran atau ketidakhadiran peristiwa. Alasan pengarang hendak menyajikan cerita ialah hendak mengemukakan suatu gagasan. Sebuah cerpen selalu harus mengatakan sesuatu. Gagasan. artinya dinyatakan secara eksplisit. termasuk berbagai unsur intrinsik yang lain. Secara lebih kongkret tema pertentangan baik dan buruk ini dinyatakan. 1987: 50-52). ide. 2000: 67). 2000: 68). merupakan tema yang disukai dan bersifat universal (Sudjiman. atau pilihan utama yang mendasari suatu karya sastra tersebutlah tema. dan situasi tertentu. Adanya tema membuat karya sastra lebih penting dari sekedar hiburan (Sudjiman. Ada jug a yang dinyatakan secara simbolik. atau korupsi melawan hidup sederhana. yaitu pendapat pengarang tentang kehidupan ini. 2003: 1164). . kehidupan keluarga. Bisa juga disebut komentarnya atas kehidupan ini.. Tema yang banyak dijumpai dalam karya sastra yang bersifat didaktis adalah pertentangan antara buruk dan baik. kelaziman melawan keadilan. Hartoko & Rahmanto mendefenisikan tema sebagai gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya sastra dan yang terkandung di dalam teks sebagai struktur semantis dan yang menyangkut persamaan-persamaan atau perbedaanperbedaan (Nurgiyantoro. sehingga orang bisa menjadi memahami kehidupan ini dengan lebih baik. konflik. Cinta. Ada sesuatu yang dibungkusnya dalam bercerita. Pengarang dalam menulis ceritanya bukan sekedar mau bercerita. Banyak pula yang disampaikan secara implisit (tersirat). Dalam membaca cerita rekaan sering terasa bahwa pengarang tidak sekedar ingin menyampaikan sebuah cerita demi bercerita saja. karena hal-hal tersebut haruslah bersifat mendukung kejelasan tema yang ingin disampaikan.M. Tema disaring dari motif-motif yang terdapat dalam karya sastra yang menentukan hadirnya peristiwa-peristiwa. Masih banyak lagi ragam tema dan teknik penyampaiannya. konflik. Dalam sebuah cerita bisa didapatkan bermacam-macam makna. Hal ini berarti tema adalah ide sebuah cerita. semuanya didasari oleh ide pengarang tersebut. 1997: 56). Ada kalanya tema cerita dengan jelas dinyatakan. Sesuatu yang hendak dikatakannya itu bisa jadi merupakan sebuah masalah kehidupan atau pandangan hidupnya tentang kehidupan ini.(KBBI. Karena itu. dan situasi tertentu. dalam bentuk kebohongan melawan kejujuran. Dengan kata lain ada sebuah konsep sentral yang dikembangkannya dalam cerita itu. tapi mau mengatakan sesuatu pada pembacanya (Sumardjo & Saini K. Tema menurut Stanton dan Kenny adalah makna yang dikandung sebuah cerita (Nurgiyantoro. Tema itu beragam-ragam ditinjau dari segi corak maupun kedalamannya. misalnya. Kejadian dan perbuatan tokoh cerita. defenisi sebuah tema mesti lebih dipersempit lagi.

walau belum tentu juga dilukiskan secara eksplisit. walau sulit ditentukan secara pasti. karena justru inilah yang ditawarkan pengarang kepada pembaca. penafsiran terhadapnya haruslah dilakukan dengan berdasarkan pada fakta-fakta yang ada yang secara keseluruhan membangun cerita. pada umumnya erat berkaitan dengan tema. Kesulitan yang mungkin dihadapi adalah dalam hal menemukan atau menentukan detail-detail yang menonjol tersebut. Usaha menemukan dan memahami konflik utama yang dihadapi tokoh utama merupakan cara khusus untuk menentukan tema sebuah cerita (Nurgiyantoro. bukanlah makna yang disembunyikan. mencari kejelasan ide-ide perwatakan. dan lebih abstrak. sebaiknya juga disertai dengan usaha untuk menemukan konflik sentral yang ada dalam cerita. Tema merupakan makna keseluruhan yang mendukung cerita. penafsiran terhadap tema bisa difokuskan pada upaya mengawasi gerak gerik tokoh utama tersebut. Karena tema tersembunyi di balik sebuah cerita. Oleh sebab itu ia pun bersifat menjiwai seluruh bagian cerita. peristiwa-peristiwa. Hal ini juga menyebabkan tidak mudahnya menafsirkan tema (Nurgiyantoro. Tema. Dengan demikian. Stanton (Nurgiyantoro. dengan sendirinya ia akan tersembunyi di balik cerita yang mendukungnya.Tema menjadi dasar pengembangan seluruh cerita. Oleh karena itu. Penemuan tema. misalnya. Sebagai sebuah makna. Konflik. haruslah dilakukan penyimpulan atas keseluruhan cerita. Dalam menafsirkan tema sebuah novel. lebih luas. dan latar. Hal itu disebabkan pada detail-detail yang menonjol (atau: ditonjolkan) itulah²yang dapat diidentifikasi sebagai tokoh-masalahkonflik utama²pada umumnya sesuatu yang ingin disampaikan ditempatkan. 2000: 85-86). Tema sebagai makna pokok sebuah karya fiksi tidak secara sengaja disembunyikan.Penafsiran tema sebuah novel hendaknya mempertimbangkan tiap detail cerita yang menonjol. Hal tersebut bisa dimulai dengan cara memahami cerita. Berikut kriteria-kriteris yang dimaksud: a. apalagi jika novel yang bersangkutan relatif panjang dan sarat dengan berbagai . Tema mempunyai generalisasi yang lebih umum. yang merupakan salah satu unsur pokok dalam pengembangan ide cerita dan plot. selain dengan cara tersebut. 2000: 86-88) mengemukakan adanya sejumlah kriteria yang dapat diikuti. paling tidak pelukisan yang secara langsung atau khusus. Para tokoh utama biasanya dibebani tugas membawakan tema. konflik. Kriteria ini merupakan hal yang paling penting. pada umumnya tema tidak dilukiskan. untuk menemukan tema sebuah karya fiksi. Eksistensi atau kehadiran tema adalah terimplisit dan merasuki keseluruhan cerita. tidak hanya berdasarkan bagian-bagian tertentu saja. Hal inilah yang menyebabkan kecilnya kemungkinan pelukisan secara langsung tersebut. 2000: 68-69).

gagasan. maupun tidak langsung. Novel. Jika hal yang demikian terjadi.Penafsiran tema sebuah novel hendaknya tidak bertentangan dengan tiap detail cerita. Cerita pendek dan novel masih merupakan jenis sastra yang relatif sama. sesuatu yang dibayangkan ada dalam cerita. cobalah diulangi sekali lagi penafsiran itu barangkali terjadi kesalahpahaman. mereka seolah -olah tetap memaksakan sebagai ada ditemui. tentunya pengarang tidak akan menjatuhkan sendiri sikap dan keyakinannya yang diungkapkan dalam detail-detail cerita tertentu lewat detail-detail cerita tertentu lainnya. Tema cerita tidak dapat ditafsirkan hanya berdasarkan perkiraan. yang dapat dipandang sebagai bentuk yang berisi (dan atau mencerminkan) tema pokok cerita yang bersangkutan. merupakan suatu sarana pengungkapan keyakinan. atau bentuk dialog.Penafsiran tema sebuah novel haruslah mendasarkan diri pada bukti-bukti yang secara langsung ada dan atau yang disarankan dalam cerita. Penentuan tema dari kerja yang demikian kurang dapat dipertanggungjawabkan karena kurangnya data empiris. ide. Dalam sebuah novel kadang-kadang dapat ditemui adanya data-data tertentu. c. sebagai salah satu genre sastra. Dengan kata lain. baik yang berupa bukti-bukti langsung. Tidak jarang sejumlah pembaca membayangkan tema sebagai sesuatu yang filosofis. b. kalimat. d. artinya hanya berupa penafsiran terhadap kata-kata yang ada. sikap dan pandangan hidup pengarang. dan lain-lain yang tergolong unsur isi dan sebagai sesuatu yang ingin disampaikan. mungkin berupa kata-kata. alinea. Selain sama-sama berjenis cerita rekaan yang . Di antara pelbagai perbedaan yang ada antara cerpen dan novel. Detail cerita yang demikian diperkirakan berada di sekitar persoalan tokoh utama yang menyebabkan terjadinya konflik yang dihadapi (-kan kepada) tokoh utama. cerpen dan novel sesungguhnya juga memiliki kesamaan. Penunjukkan tema sebuah cerita haruslah dapat dibuktikan dengan data-data atau detail-detail cerita yang terdapat dalam cerita bersangkutan. seperti telah dikemukakan.Penafsiran tema sebuah novel hendaknya tidak mendasarkan diri pada bukti-bukti yang tidak dinyatakan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam novel yang bersangkutan. artinya kata-kata tersebut dapat ditemukan langsung dalam novel. Kriteria ini mempertegas kriteria sebelumnya. atau informasi lain yang kurang dapat dipercaya. Oleh karena itu. tokoh-masalah-konflik utama merupakan tempat yang paling strategis untuk mengungkapkan tema utama sebuah novel. Kriteria-kriteria tersebut di atas secara umum dapat pula diterapkan terhadap cerita pendek. dan jika ternyata di dalam cerita tidak ditemukan harapannya itu. muluk-muluk.konflik. Pandangan sangat sederhana bahkan hanya membedakan novel dan cerpen berdasarkan ketebalan jumlah halamannya atau kesingkatan waktu relatif pembacaannya. kebenaran.

dan hukum yang bermunculan di koran²pada kesusastraan. Pengarang-pengarang lama memang sering suka menyatakan secara eksplisit simpulan ceritanya sendiri. Satu sifat yang terdapat dalam cerpen-cerpen yang ³patuh serta tunduk´ pada topik adalah bahwa cerita sebagai inti lebih berkuasa dan lebih sentral ketimbang kisah. hingga kepadatan. simpulannya. Pada awalnya sekedar sebuah ide. dalam hal tema cerpen pun bisa sangat sarat makna hingga juga tema sebagaimana halnya sebuah novel. ekonomi. Pengarang menyatakan ide atau temanya dalam unsur cerita.M. kejadiankejadian. seringnya bahkan. Misalnya di akhir cerita dikatakan: membohongi orang lain itu tidak baik dan orang yang berbuat jahat pasti akan mendapatkan hukuman atas perbuatannya.umumnya bersifat prosaik. Dalam cerpen yang berhasil.M. satu tujuan. atau bahkan hanya bahan mentah pengamatannya saja. Tema bisa saja hanya berwujud pengamatan pengarang terhadap kehidupan. bukan sebuah wilayah penjelajahan tersendiri. pernah menjadi suatu topik pergunjingan yang hangat di kalangan para kritikus sastra. 1997: 56). setting cerita untuk mempertegas atau menyarankan isi temanya. politik. Bahasa akibatnya hanya sekedar menjadi komunikator yang siap pakai. Danujaya (2000: 139). 1997: 56). Tema tidak perlu selalu berwujud moral. juga untuk jenis sastra koran ini. atau kebenaran pada akhirnya akan menang mutlak atas segala jenis pola kejahatan. Bahasa cerpen sebagai sebuah karya sastra pun kemudian menjadi. namun kemudian ternyata itulah yang menjadi terpenting. jalan pikirannya. kata Danujaya. Namun sudah selayaknya pula untuk cerpen-cerpen yang mengklaim diri telah berjiwa modernkontemporer guna justru menghindari sifat otoritatif tema. tidak jarang mengulang-ulang . Seluruh unsur cerita jadi memperkuat satu arti saja. seperti dalam halnya cerita didaktis untuk kanak-kanak. perasaannya. atau ajaran moral. sesuatu yang membawa kita kembali surut menuju paradigma lama. Sikap konservatif sebuah tema bisa menghadirkan kekakuan ekspresi bagi sebuah cerita. Pemecahannya terserah pada masing-masing pembaca (Sumardjo & Saini K. hanya meminjam-minjam statemen lazim di rubrik berita koran-koran. tema justru tersamar dalam seluruh elemen. Masalah penjajahan tema² dalam hal ini tema-tema sosial.. yang terjadi pada cerpen justru membuat hal tersebut tak muskil untuk terjadi. menyebutnya dengan istilah penjajahan tema. Pengarang mempergunakan dialog-dialog tokoh-tokohnya. Kesingkatan.. Pengarang bisa saja hanya mengemukakan suatu masalah kehidupan dan problem tersebut tidak perlu ia pecahkan. Goenawan Mohammad (2000: xxv) menyebut istilah cerpen topikal untuk jenis sastra koran. Dan yang mempersatukan segalanya itu adalah tema (Sumardjo & Saini K.

sesuatu yang dikandung oleh sebuah cerpen. Cerpen seperti itulah yang biasanya berdaya tahan menempuh waktu karena ia tidak menjemukan bagi pembaca-pembaca yang kreatif. Dengan ³kewajaran´ tersebutlah pembaca akan bisa yakin bahwa dia sedang berhadapan dengan karya sastra. maka dalam dunia penulisan prosa dikenallah apa yang disebut cerpen situasi (Mohammad. beku dan miskin kreatifitas. Sebuah karya seni yang mengajak orang berpikir biasanya adalah karya seni yang dihargai (Sumardjo & Saini K. 1997: 57).. karakter setiap tokoh bisa berkembang secara wajar tanpa harus terbebani bobot tema. masalah spritual.2 Tokoh Kecenderungan cerpen modern adalah penekanan pada unsur perwatakan tokohnya. Sebuah cerpen kadang-kadang banyak menimbulkan penafsiran. bukan berita apalagi propaganda. konflik yang penuh suspense. dan sebagainya. Dengan hal itu. ramai dengan keberbagaian kemungkinan. maka semakin baguslah cerpen tersebut. masalah individu.M. Mungkin mengandung masalah moral. Penulis-penulis cerpen jenis ini banyak menciptakan karakter besar. Dalam cerpen situasi. Akan tetapi kalau cerpen tersebut selesai dibaca.klise lama. tokoh cerita dengan watak yang tidak akan terlupakan. Sebagai alternatif perlawanan terhadap cengkraman kaku topik terhadap cerita. Dalam membaca sebuah cerpen. sebuah cerita. Ini tidak berarti bahwa pada cerpen lama perwatakan tidak dipentingkan. Semakin banyak persoalan serta implikasi-implikasinya yang terkandung dalam sebuah cerpen. Jelaslah bahwa pengarang pastilah tidak secara jelas umumnya mengungkapkan tema karangannya. dan sekaligus juga masalah politik. Hal itu terletak pada temanya. apalagi kehendak yang serba memaksa milik nurani pengarang. Usaha dalam rangka memburu makna itu sesungguhnya sangat mengasyikkan. cerpen tersebut akan kaya dengan penafsiran-penafsiran. 2000: xxvi). Sebuah cerpen yang besar mengandung banyak persoalan yang bersegi-segi. Mencari arti sebuah cerpen. memang pembaca bisa hanyut dalam pelukisan karakterkarakternya. Tapi tema itu merasuk dan menyatu dalam semua unsur cerpen. maka barulah terasa bahwa semua itu mengandung satu arti yang berupa visi pengarang terhadap dunia. masalah sosial. pada dasarnya adalah mencari tema yang terkandung dalam cerpen tersebut. 2. Memang dalam sebuah cerpen kadang-kadang tidak hanya terdapat satu penafsiran tema saja. atau bahkan menggunakan kata yang sama berkali-kali dalam satu paragraf. Dengan cara itu pula sebuah karangan akan menjadi cerpen yang baik dan berhasil.3. Unsur watak atau karakter dalam cerpen modern menjadi begitu menonjol dan dominan antara .

yang ada adalah proses dialektis (dan eklektis) dan pencarian terus menerus sebagaimana usaha Iwan Simatupang ³mengakhiri´ novel Koong-nya (1975). atau juga pengalaman hidupnya. Tak ada sentral dan yang tunggal. 1997: 63-65). dan sebagainya. Setiap tokoh semesti memiliki kepribadian sendiri-sendiri. Bukan dengan menceritakannya secara langsung kepada pembaca. Seorang penulis yang cekatan hanya dalam satu adegan saja sanggup memberikan pada kita seluruh latar belakang kehidupan seseorang. Terutama psikoanalisis yang menawarkan daerah baru dalam menyelami kehidupan jiwa manusia. Bergantung dari masa lalunya. Dalam sebuah cerita yang bersifat rekaan. maka menjadi lemahlah oleh karenanya seluruh cerita.. Konflik yang mendasari plot ceritanya merupakan konflik jiwa tokoh-tokoh protagonisnya. Apa yang diucapkannya. Hal ini dilaksanakan lewat cara bicaranya. namun kebanyakannya karya sastra yang dianggap bermutu memang yang berada di jalur story line. reaksinya terhadap peristiwa. Di Indonesia dapat disebut Budi Darma yang sebagian karya cerpennya diumumkan di majalah sastra Horison atau rubrik seni dan budaya hari minggu di Kompas. antara yang lebih menekankan pada jalinan alur (plotting) dan yang lebih menekankan pada pengembangan karakter (story line). yakni. Pembedaan corak ini memang tidak bersangkut paut langsung dengan kualitas sastra sebuah karya. apa yang dipikirkannya.. tindakan-tindakannya. kata Danujaya (2000: 136).lain disebabkan oleh semakin berkembangnya ilmu jiwa. tapi dengan mendramatisasinya. para teoritikus sastra sering membedakan fiksi menjadi dua corak. asal daerahnya.M. tidak ada salahnya pula ketika tokoh dan perwatakannya ditampilkan dengan begitu rumit dan tak selesai. apa yang dirasakannya harus betul-betul menunjang penggambaran wataknya yang khas milik dia (Sumardjo & Saini K. kepribadian yang didapat tidaklah sama dengan kepribadian orang-orang yang ada dalam kehidupan sebenarnya. Mutu sebuah cerpen banyak ditentukan oleh kepandaian seorang pengarang dalam menghidupkan watak tokoh-tokohnya. Kejadian-kejadian dalam cerpen-cerpennya berpusat pada konflik watak tokoh utamanya. Bahkan menaifkan upaya -upaya pemutlakan. jadi bukan hanya sekedar elemen untuk membawakan cerita. penuh arti. . Paradigma posmoisme memang merayakan keragaman dan memaafkan perbedaan. apa yang diperbuatnya. Kalau karakter tokoh lemah. tetapi kepribadian dalam cerita hanya perlu menonjolkan beberapa sifat saja karena seni itu intensifikasi. dan padat. Namun dalam estetika kontemporer. caranya berpakaian. Tokoh-tokoh dalam cerpen modern mendapatkan sorotan lebih tajam dari para penulisnya. Kepribadian dalam kehidupan sehari-hari begitu kompleks. Tokoh cerita semestinya digambarkan seintens mungkin. pendidikannya. Oleh karena ³keresehan´ ilmiah untuk senantiasa menghadirkan distingsi dan membuat-buat kategorisasi.

dapat dikenali apakah dia orang tua. Tapi inilah konvensi fiksi. perempuan atau lelaki. untuk jenis cerpen. Penulis sering membuat deskripsi mengenai bentuk tubuh dan wajah tokoh-tokohnya. tapi situasi yang mengharuskan dia mengambil keputusan dengan segera.Melalui ucapan-ucapannya.3 Latar Tempat suatu peristiwa terjadi dalam pandangan Balzac sama pentingnya dengan peristiwa itu sendiri. Dari apa yang diucapkan oleh seorang tokoh cerita. Watak seseorang memang kerap sekali tercermin dengan jelas pada sikapnya dalam situasi gawat (penting). Hal ini berbeda sekali dengan cara tidak langsung. dan sebagainya. penggambaran yang demikian memang mustahil. tindakan-tindakannya.3. ia perlu digambarkan sama jelasnya dengan unsur yang lain. Dalam kenyataan hidup. Dalam hal ini. Namun.Melalui pikiran-pikirannya. apa yang diucapkannya. penulis membentangkan panjang lebar watak tokoh secara langsung. Hal tersebut dikemukakan Henry James. (1997: 63-66) memerikan beberapa jalan yang akan menuntun menuju identifikasi sebuah karakter: a. sukunya. Dengan cara ini pembaca dapat mengetahui alasan-alasan tindakannya. karena ia tak bisa lagi berpura-pura. e. menurut jalan pikirannya. dan sebagainya. d. Tetapi dalam cerpen modern cara ini sudah jarang dipakai. bentuk tubuhnya. Novelis . Situasi kritis dalam hal ini tidak harus ditafsirkan kondisi bahaya. b. dan sebagainya.Melalui penerangan langsung. sastrawan termasyhur dari Amerika. terutama sekali bagaimana dia bersikap dalam situasi kritis. upaya pembedaan di atas memang agak sulit dan lebih samar dibandingkan bentuk fiksi lain yang lebih panjang seperti novel karena paksaan efesiensi dan efektivitas pemakaian bahasa dalam pemerian maupun pencitraan menuntut pemakaian semua unsur penceritaan dengan lebih singkat dan padu.Melalui penggambaran fisik tokoh. orang dengan pendidikan yang masih rendah atau tinggi. atas. c. Ia memiliki peran untuk dimainkan. topik. 2. Sumardjo & Saini K. yang pengungkapan watak lewat perbuatannya. atau dengan kata lain narasi besar (topik) merupakan nilai lebih estetika kontemporer. Ia akan bertindak spontan menurut karakternya.Melalui apa yang diperbuatnya. Melukiskan apa yang dipikirkan oleh seorang tokoh adalah salah satu cara penting untuk mempertentangkan perwatakannya. Yaitu tentang cara berpakaian. orang berbudi halus atau kasar. hingga plot cerita yang sudah ditentukan dari awal bisa dihindari. Dalam fiksi lama penggambaran fisik kerap kali dilakukan untuk memperkuat watak.M. Perlawanan terhadap hegemoni pusat. pada karya yang lebih cenderung mendukung bagi upaya pengembangan karakter segala macam penindasan tema.Sebagaimana pembicaraan tentang cerpen topikal sebelumnya.

sampai pada baunya (Adesita. Setting dalam fiksi bukan hanya sekedar sebagai background. kata Sapardi Djoko Damono. Ia terjalin erat dengan tema. 1997: 75). Pada prinsipnya. dan sebagainya. Sampai kadang-kadang sebelum membuat cerita yang berlatar belakang kota tertentu.M. dan pengacuan yang berkaitan dengan waktu. dan suasana terjadinya peristiwa dalam sebuah karya (Sudjiman. imbuh Budi Darma. dan eksotis. Secara sederhana latar bisa diartikan waktu dan tempat terjadinya cerita. Dalam hal ini memang latar sekedar menjadi tempat terjadinya cerita (Sumardjo & Saini K. Bahkan karya bercorak realis seperti yang ditulis Karl May pun konon kabarnya berbekal riset kepustakaan semata. Dia bisa juga menjadi dangkal untuk konteks cerita-cerita tertentu (Adesita. gaya hidup mereka. Belum lagi jika menengok karya-karya yang fantastis dengan sekedar berbekal fantasi semata. Namun pengertian ini sah-sah saja diperluas dan diperdalam. hingga chatting dengan rekan-rekan luar negerinya. Dalam fiksi lama tempat kejadian cerita dan tahun-tahun terjadinya disebutkan panjang lebar oleh penulisnya. Dalam cerpen Indonesia modern latar telah digarap para penulis menjadi unsur cerita yang penting. dan menggambarkan rumah-rumah tersebut sedemikian detail. kecurigaan mereka. browsing internet. Namun tentu saja. latar merujuk pada segala keterangan. Harus ada tempat dan ruang kejadian. ia akan mengunjungi kota tersebut. dan suasana cerita.Prancis tersebut memang terkenal sangat bekerja keras untuk melukiskan lingkungan fisik bagi cerita-ceritanya. Setting bukan hanya menunjukkan tempat dan waktu tertentu tetapi juga hal-hal yang hakiki dari suatu wilayah. Hasilnya cukup luar biasa. setting harus . pemikiran rakyatnya. Abidah El Khalieqy misalnya. sampai pada macam debunya. 1987: 44). tidak semua harus begitu. kegilaan mereka. sambung Maman S Mahayana²ketiganya dewan juri sayembara novel tersebut. karakter. Dalam cerpen yang baik. artinya bukan hanya menunjukkan tempat kejadian dan kapan kejadian. Hanya tahu di mana suatu cerita terjadi saja tidak cukup karena sastra bukanlah alat untuk menginformasikan fakta. serta menggemaskan. Sebuah cerpen dan novel memang harus terjadi di suatu tempat dan dalam suatu waktu. Latar pada prakteknya bisa beroperasi lebih subtil dalam kerangka estetika cerita-cerita dengan corak tertentu. 2004: 14-15). Terlebih lagi dalam estetika kontemporer meski tidak harus. 2004: 14). Pemenang kedua Sayembara Novel 2003 DKJ ini mengakui bahwa setting luar negeri bagi Geni Jora-nya sekedar didapat berbekal riset buku. petunjuk. ruang. memilih beberapa rumah. Setting dalam cerpen modern telah menjadi begitu kompleks terjalin dengan unsur-unsur cerpen lainnya. Berwawasan. Novel tersebut berhasil menghadirkan keindahan negeri Maroko dan Suriah di Timur Tengah sana dengan cukup mempesona..

Kedua sudut pandang tersebut masing-masing menyaran dan menuntut konsekuensinya sendiri. Dari sudut pandang persona pertama dan ketiga tersebut. Hal itu dapat berasal dari berbagai pihak: pencerita yang memberi sudut pandang yang mencakup atau salah seorang tokoh (Luxemburg. kebencian. Dalam setting yang demikian bisa didapatkan banyak kesempatan untuk terbahasnya segi-segi watak manusia (Sumardjo & Saini K. Sudut pandang pada dasarnya adalah visi pengarang.3. merupakan sebuah contoh karya sastra . Ia dapat mempergunakan beberapa sudut pandang sekaligus dalam sebuah karya jika hal tersebut dirasakan lebih efektif (Nurgiyantoro. Dari setting wilayah tertentu harus dihasilkan perwatakan tokoh tertentu dan juga tema tertentu. 1991: 125). Sudut pandang cerita itu sendiri secara garis besar dapat dibedakan ke dalam dua macam: gaya ³aku´ dan ³dia´. pengkhianatan. dan implikasi (kaitan) filosofis. yaitu soal bagaimana pandangan pribadi pengarang dapat diungkapkan dengan sebaik-baiknya (Sumardjo & Saini K. watak. 1987: 75).. pengungsian. setting terintegrasi (menyatu) dengan tema. Oleh karena itu. Dadaisme. Penggunaan istilah sudut pandang sering tidak jelas apa yang diacunya. Dalam cerpen yang berhasil. ada juga yang menggunakannya dengan arti sudut pandang pencerita. kisah atau apa yang disajikan sebagai isi cerita selalu disuguhkan dari sudut pandang tertentu. Suara pribadi pengarang jelas akan masuk ke dalam karyanya. Cerpen dengan setting perang misalnya dapat berbicara soal-soal khusus seperti dendam. Kalau sebuah cerpen settingnya dapat diganti dengan tempat mana saja tanpa mengubah atau mempengaruhi watak tokoh-tokoh dan tema cerpennya. 1997: 76).. maka setting demikian akan kurang integral. 2000: 249). Dalam hal ini harus dibedakan dengan pandangan pengarang sebagai pribadi. 1997: 76). karena pengarang dan pencerita tidaklah perlu kiranya dibedakan (Sudjiman. dengan berbagai variasinya. pelarian. sebuah cerita dikisahkan. Ini kemudian lazim dikenal dengan istilah gaya pengarang (stilistika). wilayah kebebasan dan keterbatasan perlu diperhatikan secara objektif sesuai dengan kemungkinan yang dapat dijangkau sudut pandang yang dipergunakan. 2. patriotisme. politik. artinya sudut pandangan yang diambil pengarang untuk melihat suatu kejadian cerita. Sedangkan sudut pandang hanya menyangkut teknik bercerita saja. dan kemanusiaan.M. Ada yang mengartikan sudut pandang pengarang. gaya. sebuah cerpen adalah pandangan pengarang terhadap kehidupan.benar-benar mutlak untuk menggarap tema dan karakter cerita.4 Sudut Pandang Dalam sebuah cerita. juara Sayembara Menulis Novel DKJ 2003. Bagaimanapun pengarang mempunyai kebebasan tidak terbatas.M. Ada pula yang menganggap keduanya sama saja.

dia memerlukan cahaya dan cahaya ini tidak lain dan tidak bukan adalah agama.kontemporer yang dinilai oleh sebagian kalangan kritikus sastra Indonesia papan atas cukup berhasil untuk tidak menyederhanakan soal sudut pandang di tengah arus era baru kreatifitas ini.4 Kemanusiaan Dalam Divina Comedia. tema penyimpangan akibat peristiwa traumatis masa lalu seperti tidak dapat terlepas dari pergantian bentuk penceritaan itu. Dengan bermain dalam tataran psikologi. Sifat-sifat luhur kemanusiaan tersebut pada hakikatnya bersifat universal. Dari sanalah secara perlahan terungkap kaitan tokoh yang satu dengan tokoh yang lain. mulai dari pencerita orang pertama (aku). Untuk menembus kegelapan ini. Penghubungnya adalah peristiwa masa lalu. Novel ini seperti membentangkan serpihan-serpihan kritik atas kultur etnik. di sana-sini muncul pula kisah-kisah halusinasi dengan tokoh-tokoh imajiner. Cerita seperti melompat ke sana ke mari yang sebenarnya saling bersinggungan. Ilustrasi dari tulisan Budi Darma tersebut. apalagi keseorangan. Berikut dikutipkan sebagian naskah pertanggungjawaban dewan juri lomba tersebut dari tulisan Maman S Mahayana. memperjuangkan hak dan martabat manusia. Sebuah rangkaian fragmen yang lepas-lepas. Keuniversalan tersebut berarti sifat-sifat itu dimiliki dan diyakini oleh manusia sejagat. ³Di tengah-tengah perjalanan hidup kita. perselingkuhan. dan peristiwa tragis. saya menemukan diri saya di sebuah hutan gelap gulita. senantiasa menawarkan pesan moral yang berhubungan dengan sifat-sifat luhur kemanusiaan.media-indonesia. orang ketiga (dia). walau memang terdapat ajaran moral . filsafat. meski pragmatisnya bisa beraplikasi lokal (Nurgiyantoro. 1984: 70) . Ia tidak hanya bersifat kebangsaan. halusinasi. fiksi. mengisyarat dengan eksplisit betapa kesusastraan sangat berperan bagi kemanusiaan. sampai ke pencerita orang kedua (kamu).com/news print. dunia surealis. Karya sastra. 2000: 321). yang notabenenya merujuk pula pada pernyataan Aristoteles. dan seni (salah satunya sastra) (Darma. Proposisinya sebaliknya dengan proporsi yang tetap sama: karya sastra sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan. Dante berkata kepada Beatrice. Bentuk pencerita pun dimanfaatkan ganti-berganti.´ Hutan itu gelap karena dia tidak dapat melihat apa yang terjadi di seberang yang lain. 2.asp?Id=2004071023464677&Jenis=c&cat_name=Tifa): Novel Dadaisme (No Kode 46) mengawali kisahannya dengan peristiwa-peristiwa yang seperti tidak ada hubungannya satu dengan yang lain. di Media Indonesia (http://www. salah seorang juri dari dua orang juri lainnya: Sapardi Djoko Damono dan Budi Darma. Di antara itu.

lanjut Wijaya. sejak awal sudah melihat kemanusiaan sebagai lahan yang sangat kaya dan luas jangkauannya. asp). biasanya akan diterima kebenarannya secara universal pula (Nurgiyantoro. anutan.web. tetapi tidak tampak seluruhnya. sastra memilih tema-tema terbaik. Dalam sejarah sastra Indonesia. tetapi h anya untuk menyadarkan bahwa manusia satu dengan yang lain saling terkait dan tidak mungkin seseorang hidup tanpa manusia yang lain. Keuniversalan yang ditampilkan karya sastra dengan mengusung nilai-nilai kemanusiaan² sehingga menghapuskan segala batas-batas yang memisahkan manusia²bukan berarti pula menyatakan bahwa manusia yang satu harus sama rata dengan manusia yang lain. kegigihan. Sastra. Ia berwujud. Putu Wijaya dalam salah sebuah artikelnya juga menegaskan bahwa kemanusiaan tersebut bersifat universal (http://www. tetapi tidak seluruhnya bertubuh karena ia adalah sebuah pengalaman spiritual. warna kulit. menyeberangi waktu dan jarak. kesenangan. perse ngketaan. waktu. dan keyakinan. persaudaraan. dan kemudian keberuntungan atau nasib baik yang menjadikannya berbeda. kesedihan. tetapi memiliki perjalanan yang tidak sama perkembangannya. Sastra membebaskan manusia dari berbagai batasan. Bahkan. Rasa kemanusiaan itu menyeberangi perbedaan budaya. agama. Dalam merekonstruksi sejarah awal sastra Indonesia. seperti kematian. kesangsian.id/putu. Sastra yang universal memberitahukan bahwa manusia memiliki kemungkinan yang seharusnya sama. tidak terhalang-halangi lagi oleh batas-batas negara dan politik. tetapi juga begitu halus. dan nafsu-nafsu bawah sadar yang sangat mendasar dan berserak pada setiap manusia di seluruh jagat raya. Sambodja . 2000: 322). Ia begitu ampuh. ia juga tidak terhalangi oleh kekuasaan yang merupakan bagian yang sangat berpengaruh dalam berbagai sengketa antarbangsa. Sebagai upaya untuk menerobos segala barikade konteks manusia masing-masing pada tempat.bahasa-sastra. tema kemanusiaan merupakan aspek yang cukup menonjol hadir ke permukaan. dan suasananya. tetapi ada perjuangan. ia menembus batas suku dan negara. cinta. Sastra dengan demikian menjadi ³warga negara´ dunia yang bebas masuk ke mana saja karena dia kelihatan. Ia adalah imajinasi yang hanya akan tertangkap oleh mata hati yang peka. Sastra sudah menjadi sebuah jaringan internasional yang tidak terkendali lagi kemampuan jangkauannya. penantian. serta menembus perbedaan strata sosial. kesakitan. Sebuah karya fiksi yang menawarkan pesan moral yang bersifat universal. Wijaya berkata bahwa berbeda tidak berarti bermusuhan. tidak ubahnya seperti yang dilakukan oleh jaringan internet dewasa ini.kesusilaan yang hanya berlaku dan diyakini oleh kelompok-kelompok tertentu. seperti nilai-nilai luhur kemanusiaan. kelahiran.

co. Putu Wijaya. Tentu tidak lupa pula karangan-karangan penulis gaek semacam Budi Darma.republika.net/cgi-bin/naskah/viewesai. mengangkat tema kemanusiaan ini dapat . Dalam mengamati perkembangan cerpen-cerpen dalam kesusastraan Indonesia terkini. Dalam bidang novel. hingga Ratna Indraswari Ibrahim yang sempat memunculkan kekhawatiran tentang regenerasi tokoh-tokoh sastra Indonesia. setidaknya. Pada perkembangannya justru tema kemanusiaanlah yang lebih banyak diangkat oleh karya-karya puncak khasanah sastra Indonesia.asp?id= 60132&kat_id=102&kat_id1=&kat_id2=).id/ koran_ detail. Contoh yang cukup mutakhir. bagi jenis ketiga ini adalah buah karya-buah karya Seno Gumira Ajidarma yang dianggap tokoh cerpenis Angkatan 2000 (http://www. Produktivitas penulis yang satu ini²dapat dilihat dengan tebaran tulisannya di media massa²dan semangat kemanusiaan universal yang diangkatnya membuat ia menjadi tokoh sastra Indonesia yang cukup diperhitungkan dewasa ini. tersebutlah Iwan Simatupang sebagai sosok yang sangat kental mengangkat tema kemanusiaan ini.co. Paling akrab dikenal adalah semangat humanisme universal yang diusung oleh seniman-seniman Gelanggang hingga kelompok Manifes Kebudayaan.id/koran_detail. dengan jumlah yang tidak kalah banyak ternyata tetap bertahan penulis-penulis sastra yang mengangkat tema humanisme universal atau kemanusiaan (http://www. Bersama banyak pengarang mapan lainnya. Golongan kedua adalah penulis cerpen-cerpen Islami. Kekuatan pengarang yang satu ini dapat dilihat. Namun di antara dua arus pendatang baru tersebut. utamanya soal keterasingan individu (http://cybersastra. Golongan pertama adalah cerpen-cerpen yang mengusung feminisme dengan jargon-jargon seksual vulgar. khususnya cerpen.(http://cybersastra.asp?id=249828&kat_id=364). Seno mendapat penghargaan dalam kategori fiksi atas novelnya yang berjudul Negeri Senja. penulis-penulis ini selalu menyisipkan ide-ide tentang kemanusiaan dalam karyakaryanya. Bersama kumpulan cerpen KTMP karya LC.cgi?category=5&id=1030357707). namun juga telah cukup mapan.net/cgibin/naskah/viewesai.cgi?category =5&id=1030357707) mengemukakan kekurangtepatan penganggapan tema kebangsaan sebagai sarana identifikasi bagi kesusastraan Indonesia. dari penghargaan yang diterimanya pada ajang KLA 2004. Hal ini menunjukkan bahwa tema kemanusiaan selalu laris nyaris sepanjang sejarah kesusastraan Indonesia.republika. Keduanya sastra karangan penulis yang umumnya perempuan yang memang sedang menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Contoh bagaimana karya sastra. Ahmadun Yosi Herfanda mengungkapkan dua mainstream terkuat yang menonjol dewasa ini. Danarto.

Navis dalam kehidupannya banyak berkawan dengan perwira militer sehingga wajar jika ia memiliki stok respon cukup memadai untuk menulis tentang kehidupan tentara dan aspek manusiawi mereka. Si Mayor menyesali nasibnya. Wanita itu. Akibatnya. dan kekuasaan (http://www.kompas.´ Dalam cerpen ³Si Montok´ terdapat kisah tentang seorang wanita desa yang dinikahi seorang komandan tentara berpangkat kapten pada masa perang. Namun lelucon-lelucon pahit atas ganasnya pertempuran tersebut tidak terkesan sebagai cemoohan terhadap dunia militer belaka. co. tetapi sehabis perang melukai pemiliknya sendiri´.A Navis.. Navis mengangkat tema kemanusiaan lewat satire dan ironi yang dibangunnya atas kehidupan militer pada zaman perang. isteri Mayor yang sebelumnya dan sebenarnya marah besar. tidak diketahui apakah pistol itu pun ikut menyesal. Sutardji Calzoum Bachri menyatakan bahwa manfaat dari karya sastra adalah memberikan pencerahan kepada pembacanya (http://www. nafsu. Di kemudian hari.com/ kompas-cetak/0104/15/seni/iron32.dilihat pada cerpen ³Si Montok´ karya A. Navis yang juga nonmiliter ini cenderung mengungkapkan sisi gelap kehidupan militer. Awalnya kapten tersebut secara kebetulan saja bertemu wanita desa tersebut. Sebagaimana Idrus lewat Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma atau Asrul Sani dengan Naga Bonar. Meskipun bukan seorang tentara.asp?id=182197&kat_id=102). Karya sastra sesungguhnya dapat memberi hikmah dan hikmah dari karya sastra yang baik adalah membuat orang yang membacanya .republika. yang diberi julukan si Montok sebab ³keindahannya´. berbeda dengan Nugroho Notosusanto atau Trisnoyuwono yang kerap menulis cerpen berlatar militer. Seolah tidak ada orang selain dari mereka yang berjuang. ditinggalkan di desa hingga anak yang dikandungnya lahir. Ironi yang diangkat Navis. Namun. Akibatnya pemilik lengan tersebut dipensiun muda. Ide bagi Navis untuk menulis tentang militer dan kemanusiaan ini muncul pada 1995 ketika ia menyaksikan ³«hampir sebulan seluruh stasiun televisi menyiarkan para pejuang dengan segala atribut di bahu dan dada mengisahkan pertempuran dalam menegakkan kemerdekaan. Navis menutup cerita tersebut dengan kata-kata: ³Kedua perempuan itu menyesal. ungkap Adila. Tembakan mengenai lengan suaminya dan lengan itu akhirnya harus diamputasi. karena selama perang tidak pernah melukai musuh. Wanita itu mengambil pistol suaminya dan menembak.htm). Dalam cerpen yang diterbitkan pada usianya yang ke-77 ini. bersama anak laki buah perkawinannya dengan sang kapten. si Montok menemui sang kapten yang telah naik pangkat menjadi mayor di rumahnya di kota. lebih sebagai sentuhan batin terhadap masalah kemanusiaan²kemanusiaan yang digadaikan yang disebabkan oleh peperangan. Ketika perang usai sang kapten tersebut kembali ke kota..id/koran_detail.

Dengan karya sastra suatu bangsa menjadi menghargai masalah -masalah kemanusiaan dan keluhuran budi pekerti. Seorang sastrawan bahkan dapat menjadi agen perubahan jika karya-karyanya dapat memberikan kesadaran baru bagi pembacanya dan mendorong mereka untuk melakukan perubahan. Karena itu. Karya sastra mencerahkan karena memberikan penyadaran terhadap masalah masalah kemanusiaan.tercerahkan. Ia tidak akan diam. Hal-hal yang memang salah dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan tidak akan ditutup-tutupinya sebab terhadap nilai seni ia hanya bertanggung jawab kepada dirinya sendiri. sangatlah tidak sukar untuk ditemukan adanya nilai-nilai kemanusiaan dalam karya sastra²dengan segala keragaman estetika dan stilistiknya. BAB III TEMA KEMANUSIAAN DALAM KUMPULAN CERPEN KUDA TERBANG MARIA PINTO KARYA LINDA CHRISTANTY 3. Nurgiyantoro (2000: 331) menyatakan bahwa seorang pengarang umumnya tampil sebagai pembela kebenaran dan keadilan. dan dengan karangannya itu akan diperjuangkannya hal-hal yang diyakininya kebenarannya. karya sastra juga menjadi salah satu tolak ukur kemajuan suatu bangsa.1 Corak Estetis Kumpulan Cerpen KTMP Pembacaan terhadap kumpulan cerpen KTMP karya LC ini dapat menghasilkan sebuah . ataupun sifat-sifat luhur kemanusiaan yang lain. Oleh karena itu. meskipun barangkali lewat jalan yang diam-diam. baik itu seni untuk seni maupun seni untuk misi.

dan pembantu yang suka menyanyi sambil menyapu lantai atau memasak di dapur. Cerpen ³Perang´ mengisahkan suatu episode kehidupan seorang pejuang kemerdekaan. (hlm. Dalam kutipan tersebut diceritakan peristiwa keseharian seperti seorang ibu yang mengunjungi anaknya. Gaya realis seperti ini juga terdapat dalam sebagian besar cerpen lainnya. 3. konvensi fiksi memang membenarkan upaya penyimbolan seperti ini. Gaya realis dalam kumpulan cerpen ini bisa dilihat dari kutipan berikut ini: Kadangkala Ibu mengunjungiku. peristiwa-peristiwa yang diceritakan terlihat tidak melenceng dari kenyataan yang mungkin ada. Ia berkali-kali ke dokter. Kami berjalan-jalan melihat kota. Setelah tamat perguruan tinggi. Kedua gaya tersebut bisa terdapat berimbang pada sebuah karya dan bisa juga salah satunya lebih menonjol pada karya lain. 26) Kutipan di atas berasal dari cerpen ³Makan Malam´. Jadi sang pejuang tersebut mewakili .1 Gaya Realis dan Surealis Dari dua belas cerpen yang terhimpun dalam kumpulan cerpen KTMP ini. kumpulan cerpen ini terlihat menggunakan keduanya. Sakitnya tak pernah sembuh. Dengan kata lain. aku kembali ke rumah kami.1. Sakit pada tubuh bisa diobati. pembantu kami. ibu yang mulai sakit-sakitan. anaknya yang kembali pulang ke rumahnya. Tidak ada yang aneh dan di luar nalar realitas. Cerita dalam cerpen ini memang sangat realistis dan bisa diperiksa logika referensinya terhadap kenyataan dengan cukup terang. Oleh karena itu sulit untuk mengotakkan kumpulan cerpen ini ke dalam salah satu ragam estetika saja. berikut akan dituliskan sekilas corak estetis yang terdapat pada kumpulan cerpen ini. Sakit pada hati sampai mati. Dilihat dari dua kutub oposisional aspek mimetik karya. terlihat beragam ekpresi estetika ditampilkan. Dari segi mimetik. naik becak atau andong. tapi tak mau diantar.petualangan tersendiri. Aku ingat lagu ini. Ia tampak lelah. gaya surealis dan realis. Menyenangkan. Meski sosok pejuang tersebut tidak betul-betul faktual bisa dibuktikan lewat ilmu sejarah. Kami makan di restoran dan belanja macam-macam keperluan wanita. Dua hal yang dipandang cukup menonjol untuk dibicarakan sebagai contoh corak estetis yang digunakan dalam kumpulan cerpen ini adalah terdapatnya gaya realis dan surealis serta terdapatnya penggunaan diksi yang puitis. Sebelum mendeskripsikan struktur umum dan makna-makna yang dapat digali dari keenam cerpen yang dianalisis. suka menyanyikannya sambil memasak atau menyapu rumah. Dulu Bik Iyem. dalam kumpulan cerpen ini tidak hanya terdapat gaya realis namun juga terdapat bagian-bagian yang bersifat surealistik. Beraneka ragam warna dan cita rasa estetis terdapat pada cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen ini. Baru kali ini aku sungguhsungguh memperhatikan Ibu.

Lutut-lututnya lemas. namun mesti juga berpisah sebab ketidaksalingsesuaian antar mereka. (hlm. Meski kedua hal tadi sebetulnya juga logis dalam kerangka pemikiran bahwa dunia realitas memang bersinggungan dengan unsur-unsur metafisika. dan tulang-tulang tengkorak gadis tersebut dengan jelas. Cerpen ³Balada Hari Hujan´ mengisahkan sebuah episode dalam kehidupan seorang waria. menjaga junjungan mereka dari atas kereta. mempunyai aneka macam kesaktian atau memiliki tubuh yang kulitnya berwarna bening . 11) Maria Pinto melepaskan gaun perinya yang putih. Ia bisa melihat jantung. Cerpen ³Rumput Liar´ mengisahkan sebuah keluarga yang tinggal hanya terdiri atas seorang ibu. Maria Pinto. Dua pengawal menyertai perjalanan rutin ini. paru-paru.kemungkinan faktual dari sosok-sosok pejuang lainnya yang sudah umum diketahui kisahkisahnya. pengetahuan. Ia terduduk di tanah. Cerpen ³Pesta Terakhir´ mengisahkan seorang kakek yang terkenang akan masa lalunya sebagai seorang pengkhianat terhadap kawan-kawan seperjuangannya. seorang kakak lelaki. Gaya surealis dalam kumpulan cerpen ini sangat terasa dalam cerpen ³Qirzar´ dan ³Kuda Terbang Maria Pinto´. usus. gaya realis ini juga terdapat dalam cerpen-cerpen lainnya. dan pandangan seorang penjaga sebuah pos terhadap salah seorang prajurit yang singgah beberapa waktu di tempatnya. Sekilas ia teringat film tentang makhluk luar angkasa yang pernah ditontonnya di barak dulu. lalu berangsur bening transparan. Dalam cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´. Yosef membiarkan iring-iringan di langit itu berlalu. unsur khayalan muncul pada bagian cerita yang mempertemukan tokoh Yosef Legiman dengan seorang pemimpin pemberontak yang mempunyai kemampuan magis. Berikut kutipannya: Gaun lembut Maria Pinto membelah anyir perang dengan kibaran putih yang menyilaukan. Dengan tingkatan intensitas yang tidak terlalu kuat.17) Cerita tentang tokoh Maria Pinto²yang diceritakan mempunyai kuda terbang yang terbuat dari kayu. gaya surealis ini juga terlihat hadir di dalam cerpen ³Makan Keempat´ lewat sebuah peristiwa halusinasi yang dialami salah seorang tokohnya atau lewat cerita mengenai kemampuan seorang anak bercakapcakap dengan roh neneknya. Tubuh telanjang gadis itu menyerupai patung lilin para santa. (hlm. hal tersebut pada sudut pandang lain kenyataannya ikut meneguhkan fakta bahwa terdapat bumbubumbu fantasi atau aspek khayalan dalam cerita itu. Kepala mungil yang cantik berubah membesar dengan pupil-pupil mata yang menonjol serta kulit wajah mengeriput. dan seorang adik perempuan. Cerpen ³Joao´ mengisahkan kesan. Dengan berbagai tingkatan intensitas.

sehingga terlihat transparan²terlihat sangat kuat mengandung unsur khayalan jika dilihat dari aspek mimetik. Begitu pula penggambaran mengenai seorang perempuan yang mempunyai kulit bening sehingga memperlihatkan isi organ tubuhnya. menciutkan nyali orang-orang yang bersandar pada hal-hal nyata. Dari segi mimetik. Cerita mengenai kuda yang bisa terbang hanya ada dalam dongeng meski buat sebagian orang hal-hal seperti ini tidak sekadar dongeng. gaya realis dan gaya surealis dipadukan dengan sangat rapat karena dua jenis gaya yang bertolak belakang itu dihadirkan serentak dalam sebuah paragraf. golongan yang mencampakkan dongeng dan mimpi. sebelum kembali ke negeri jeruk dan kopi. Malapetaka tengah melanda negeri leluhurnya. (hlm. Sejak saat itu Maria Pinto menjadi pemimpin pasukan kabut yang berbahaya.12) Sungguh cukup jauh dan tiba-tiba loncatan aspek mimetik cerita dalam paragraf ini. Terakhir terdapat bagian cerita perpisahan kedua orang ini setelah mereka sampai di stasiun tujuan. hilang. menjadi gila. Penggunaan kata makhluk luar angkasa dan film pada kutipan di atas juga semakin memperjelas dan mempertegas sifat fantasi pada peristiwa dalam cerita tersebut. Pada bagian cerita pertemuan Yosef Legiman dengan seorang gadis di atas kereta²yang pada bagian akhir cerita ternyata berstatus sebagai wanita pimpinan teroris yang menjadi target operasi Yosef saat ia berperan sebagai seorang penembak jitu²cerpen ini menjadi bergaya sangat realis. sulit untuk membuktikan kebenaran hal-hal di luar logika kenyataan seharihari pada kutipan cerita di atas. bunuh diri. Dalam bagian ini hanya diceritakan mengenai seseorang yang bercerita kepada kawan duduknya di atas kereta. Dari sesuatu yang sangat jelas referensinya dalam kenyataan (kuliah di fakultas sastra sebuah . karena dialah yang terpilih oleh bisikan gaib para leluhur. Semuanya logis secara mimetik. Di bagian lain cerpen ini. sehingga Maria dipanggil pulang oleh para pemimpin suku agar memenuhi takdirnya. Berikut kutipannya: Maria Pinto semula hanya gadis biasa. Para penghuni negeri tersebut bergegas mati. Ada juga cerita tentang para penumpang yang tertidur selama perjalanan atau para petugas kebersihan yang membersihkan gerbong-gerbong kereta. mengepung musuh di tiap zona. sulit untuk diterima logika mimetiknya. Dukundukun suku menahbiskan Maria sebagai panglima dengan senjata sihir tua dan kuda terbang. atau masuk hutan bersatu dengan babi liar dan rusa. sempat kuliah di fakultas sastra sebuah universitas terkemuka di Jakarta dan bertahan sampai semester tiga. Sulit untuk mencari referensi nyata bagi hal-hal tersebut dalam kenyataan kehidupan yang sebenarnya.

Bagai tersihir. Berikut kutipannya: Angin tiba-tiba bertiup kencang lewat jendela. Sebagian besar pembahasaan yang puitis itu terlihat cukup kuat ikut menciptakan nuansa bagi makna yang dihadirkan tema ceritanya. Semula bagian ini sangat realis menceritakan tugas yang dijalani oleh Yosef Legiman guna membunuh seorang pimpinan teroris dengan menggunakan senapan sniper dari seberang sebuah gedung bertingkat. Ketika hendak beranjak dari tepi jendela. Hal tersebut menggambarkan terdapatnya paduan unsur realis dan fantasi (khayalan atau surealis) dalam kumpulan cerpen ini. Kemudian. (hlm. ³Makam Keempat´. atau takmungkin²buat sebagian besar manusia rasional. 3.1. pada bagian akhir cerita peristiwa realis berupa upaya eksekusi terhadap wanita pimpinan teroris oleh Yosef Legiman disambung langsung oleh peristiwa kedatangan Maria Pinto dan kuda terbangnya yang bersifat surealistik. Ia merasa terbang di antara awan. . Jarum-jarum dingin menembus tulangnya. melayang. Tubuh Yosef menggigil bercampur nyeri. Setelah tugas tersebut selesai dikerjakan Yosef. Sebagai contoh akan dibahas penggunaan diksi puitis dalam tiga cerpen. melihat sebuah dunia yang terus memudar di bawahnya. Jika dalam peristiwa di atas kereta tokoh Yosef Legiman hanya bercerita tentang sebuah peristiwa yang penuh fantasi. berupa tokoh di dunia nyata menceritakan kisah yang absurd yang tidak terjadi di saat. sesuatu yang dianggap dongeng²dalam pengertian bohongbohongan. dusta. dan ³Lelaki Beraroma Kebun´. Yosef menyambut jemari gadis yang menunggu. satu hal menarik dihadirkan lagi dalam cerpen ini dalam hal sintesis antara gaya realis dan surealis. cerita berikutnya mengalir pada peristiwa yang bagaikan sebuah dongeng semata.2 Diksi Puitis Kemampuan membahasakan peristiwa-peristiwa maupun suasana-suasana dalam sebuah cerita rekaan secara puitis juga terlihat menonjol dalam kumpulan cerpen ini. tiba-tiba diceritakan datangnya Maria Pinto dan kuda terbangnya. atau waktu itu juga. tempat. ia melihat Maria Pinto mengarungi langit dengan kuda terbang. seperti yang terjadi pada bagian lain cerpen ini. yakni cerpen ³Balada Hari Hujan´. 20) Hal ini menunjukkan betapa bagian ini menghadirkan sebuah peristiwa baur antara sesuatu yang realis dengan sesuatu yang bersifat khayalan semata. Cerita tentang Maria Pinto yang memiliki kuda terbang dan kesaktian tentulah sesuatu yang bisa dianggap mustahil secara mimetik. Mengapa perempuan itu selalu mengikutinya ke mana pun? Maria Pinto tersenyum. mengulurkan tangannya yang putih dan halus.universitas terkemuka di Jakarta dan bertahan sampai semester tiga). Kejadian tersebut juga tidak dipisahkan dengan teknik penyudutpandangan atau pemberian cerita berbingkai. Dengan kata lain.

Terlebih tokoh tersebut adalah seorang waria yang dianggap makhluk ³menyimpang´ dalam tata norma masyarakat kebanyakan. setakkonsistennya jati diri seorang waria. 59) Hujan masih menyambutnya di luar kafe. wajar kiranya tokoh tersebut merasakan sesuatu yang serba tidak jelas dalam hal posisi kehidupannya di tengah-tengah masyarakat kebanyakan. Sebagai sosok yang minoritas di tengah masyarakat. Bisa juga warna tersebut dianggap mewakili sifat dan sikap inkonsistensi. (hlm. 57) Hujan masih turun. suasana yang serba sedih tersebut disimbolkan atau setidaknya dititipkan nuansanya kepada peristiwa hujan sehingga seolah menghadirkan sebuah ³gerimis perasaan´. Ia rapatkan kerahkerah mantelnya. Jalan yang basah menyambut langkah-langkah kaki yang menggigil. ikut menyugestikan akan adanya ³kemendungan´ suasana hati pada tokoh utamanya. 64) Suasana mendung dan hawa dingin yang melekat pada pengertian kata hujan terlihat sesuai sekali bagi peristiwa kesedihan yang dialami tokoh utama cerita ini. Warna ungu dan abu-abu menjadi lambang bagi keabsurdan nasib yang mesti dijalani tokoh utama ini. Secara estetis. Butir-butir air meluncur dan meresap ke tanah . (hlm. dan pembahasaannya... Pembahasaan peristiwa jatuhnya hujan ini secara puitis pada akhirnya memperkuat makna kesedihan dalam cerita ini. Derai air dari langit membasuh jalanan yang sepi. Dalam cerpen ³Balada Hari Hujan´ terlihat bahwa pelukisan latar suasana dan peristiwa guyuran air hujan. Kelopak-kelopak bakung di bawah jendela terlihat segar berair. apalagi dianggap menyimpang. Payung ungu itu mengembang lagi. Seolah-seolah rintik-rintik gerimis tersebut ikut bergemuruh dalam perasaan sang tokoh. Dalam cerpen ini beberapa kali digunakan pengasosiasian dan pengacuan pada mitos cerita silat untuk . sebuah sifat dan kondisi yang inharmonis²dengan catatan warna-warna tersebut tetap menjadi tampil harmonis ketika dibahasakan secara puitis dan estetis. Langit abu-abu tua. (hlm. Peristiwa penting dalam hidupnya selalu ditandai dengan hujan. menahan udara dingin. Dalam kutipan di atas juga terdapat penggunaan kata payung ungu dan langit abu-abu. Pemilihan warna tersebut sangat cocok pula guna melambangkan kerisauan hati sang tokoh. sesuatu gemuruh di dada yang berujung pada hadirnya kerisauan jiwa. Hari masih terlalu pagi untuk orang-orang yang takut pada cuaca dingin bulan Juni. Kekuatan penggunaan diksi puitis ini juga bisa dilihat pada cerpen ³Makam Keempat´. Berikut beberapa kutipannya: Ia menguncupkan payung ungunya. lalu mengibaskan ujung mantel yang basah.Cerpen-cerpen tersebut dipandang cukup intensif memanfaatkan kekuatan bahasa puitis.

Ia putri kita satu-satunya. 132) Dengan menggunakan mitos tentang semangat heroik dalam cerita silat Kho Ping Hoo. Aku juga tak mau disebut diktator. Seharusnya ia bisa meloloskan diri. cantik. suka menolong. atau kaisar lalim. Baiklah. Secara kronologis dalam cerpen ini memang dikisahkan pada masa kecilnya Paula telah cukup kuat terpengaruh pada cerita-cerita silat tersebut. Jangan kasar padanya. Pendekar sakti disekap dalam benteng. Terlebih pula hubungan ini tidak terjadi secara kebetulan atau apalagi sekadar berupa tafsir pembacaan. Para kaisar biasanya diktator. Kau yang hasut dia untuk jadi pendekar! « Sebuah majalah menyebutkan putriku mungkin disekap di sebuah benteng. penggunaan kata-kata seperti diktator. (hlm. Karakter pendekar dari mitos-mitos itulah yang mengilhami jalan hidup pemberontak tokoh Paula setelah dewasa. Putri kami mengajak orang-orang melawan kaisar lalim. Paula kecil kurang menyukai kisah itu dan menyuruhku membacakan buku dongeng yang lain. Ia menjerit dan mencakarku. . aku terlampau sering membacakan kisah-kisah silat Kho Ping Hoo pada anak kami dan sepak-terjang pendekar yang hebat membuat kanak-kanak terpikat. Sebuah benteng. (hlm. Entah bagaimana mulanya. Ia jatuh cinta pada tokoh-tokoh pendekar. Aku bukan kaisar. kataku. (127) Aku sangat berharap putriku mau bicara. Berikut dikutipkan: Elia sempat menyalahkanku. Kemudian. Ia membayangkan dirinya pendekar berpedang sakti. Elia protes lagi.menggambarkan kependekaran (atau sifat seorang pendekar pada) tokoh Paula. disekap di sebuah benteng. Jangan kau bawa-bawa kisahkisah silat itu. Ia terkesima. Aku memilih diam. 128) Dari orang tersebut aku memperoleh pengetahuan baru. Tetapi. keras hati. Katanya. Mata kanak-kanak yang bening itu tak berkedip. membekas sampai dewasa. anggun. Ya. Seharusnya. Kini ia disekap di benteng. Pilihan hidup sebagai seorang pembangkang (pemakar) atas pemerintahan sah yang berkuasa yang dipilih tokoh Paula menjadi terasa lebih heroik ketika dianalogikan kepada heroisme yang terdapat dalam mitos tentang pendekar-pendekar pembela kebenaran dan keadilan dalam cerita-cerita silat. kubacakan petikan karya Kho Ping Hoo untuk Paula. cerpen ini dengan cukup puitis memberi penyimbolan dan pengacuan bagi karakter pemberontak pada tokoh Paula. Kaitan antara tokoh Paula yang pemberontak dan cerita-cerita silat tidak muncul serta merta ibarat sebuah pemanis cerita yang hadir tiba-tiba. Aku teringat kisah putri berambut panjang yang disekap di sebuah benteng. Kuungkapkan hal itu pada istriku. Elia melarangku memaksa Paula. sudah.

Tambah pula diksi yang digunakan bisa terlihat tampil estetis karena menggunakan kata pilihan atau penyimbolan yang tepat sasaran. dan obsesif. (hlm. Bagi Halifa. « Ia punya banyak ingatan tentang pulau ini. Dalam cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ intensitas penggunaan diksi puitis yang cukup kuat juga kerap bisa ditemukan. intensif. Diksi-diksi puitis tersebut membuat cerita terasa lebih segar dan menciptakan aneka nuansa hingga memberikan alternatif ³beribu´ makna. mengusap wajahnya yang kena tempias hujan. Di belakang gazebo yang sudah berlumut. kata-kata lainnya tersebut merujuk pada pihak sebaliknya. (hlm. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan. Hujan deras sudah menyambutnya di landasan « Di seberang jendela. Penggunaan diksi puitis ini lebih sering terdapat pada bagian yang berupa latar cerpen ini. seperti dulu. di bus. Ia bergegas menyusul. terutama debur ombaknya di malam hari. di kamar kontrakan. baik latar tempat maupun suasana. dan di tempat-tempat baru yang pertama kali dikunjunginya. Dengan pemilihan kata-kata yang puitis tersebut. 78-79) « Di balik awan gelap yang bergumpal. pohon- . di kantor. Dulu keluarganya tinggal dekat pantai. 87) Penggunaan diksi puitis pada kutipan-kutipan di atas sebagian besar berkaitan dengan suasana kebun atau nuansa alam yang menjadi latar cerpen ini. 85) « Namun. penghayatan terhadap peristiwa dalam cerita terasa menjadi lebih masif. Ia tidur nyenyak dalam buai bunyinya. (hlm. Ia duduk di bangku batu yang lembab. Dengan kepuitisan itu pula cerita terasa menjadi lebih kreatif menghadirkan amanatnya dalam rangka pemaknaan atas tema. laut berwarna hijau tua terlihat tenang bagai objek dalam lukisan. 80-81) « Aroma kebun dari dalam mengalahkan wangi tanah dan daun-daun di luar. jari-jari petir putih bersinar. Kata-kata seperti aroma segar. (hlm. Jika kata pendekar merujuk pada tokoh Paula. debur ombak seperti nyanyian.ikut menguatkan semangat heroisme dan simbolisme perlawanan yang ada dalam cerpen ini. sekaligus pilihan kata ini menguatkan makna heroiknya. Penggunaan diksi tersebut juga ikut menguatkan citra negatif bagi pihak yang dilawan oleh tokoh Paula. karena aroma segar dari pohon-pohon tropis itu terbawa angin dan tercium olehnya. bayangan seseorang berkelebat dalam gerimis dan menghilang di balik tapekong di sudut kebun.

juga penokohan. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang.pohon tropis. Hal ini pulalah yang menjadi inti peristiwa cerita cerpen ini. dan pengunaan diksi puitis dalam membahasakannya. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. juga sangat kuat diformulasikan secara filosofis. Bila kalian ingin bertemu tuannya. Berikut kutipannya: Sudah lama Halifa tak pulang. (hlm. Bagian kutipan yang berupa awan gelap bergumpal pun diperhalus dengan personifikasi berupa jari-jari petir putih bersinar sehingga nuansa kedamaian dan keindahan dari diksi-diksi puitis ini tetap terjaga. Matanya tak pernah menyorot garang. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. atau wajah yang kena tempias hujan juga mendukung bagi atmosfer yang dibangun guna menonjolkan pelataran bernuansa panorama alam perkebunan. ombak. yang punya kebun. mata orang yang mau menolong. ia akan tunjukkan jalan. kedamaian. Dalam cerpen ini diksi puitis juga digunakan untuk menggambarkan pandangan tokoh Halifa tentang tokoh Si Penjaga Kebun. disokong oleh pelataran. laut yang bagai objek dalam lukisan. Sekaligus. Bila ada yang tersesat. 79) Bagian ini berhasil mendeskripsikan dengan cukup cantik dan sangat ciamik perasaan yang kuat tokoh Halifa terhadap tokoh Si Penjaga Kebun. Diksi bernuansa alami ini mendukung bagi suasana yang hadir guna membangun makna-makna cerita. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. Bila ada yang ingin menemuinya. Hembusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. penggambaran hubungan tokoh Halifa dengan tokoh Si Penjaga Kebun dalam cerpen ini. Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. Berikut salah satunya dikutipkan: Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. Namun. Di bagian lain. ia akan berjanji menyampaikan pesan. atau kebun menghadirkan nuansa keindahan kepunyaan alam. semacam pengumuman. dan kesejukan. ikuti saja aroma itu. selain dibahasakan dengan kata-kata yang puitis. Dengan itu pula tema cerita menjadi semakin kuat. lelaki itu . narasi seperti ini membuat paparan cerita selalu menghubungkan karakter tokoh Si Penjaga Kebun dengan nuansa alami dari suasana perkebunan yang menjadi latarnya. Hal ini menunjukkan bagaimana pemadatan makna bisa berjalan seiring dengan keindahan kata-kata dalam narasi sebuah cerita²yang notabenenya adalah rekaan semata. Selain itu. Nuansa yang dihadirkan pilihan-pilihan kata tersebut meliputi keindahan. penggunaan kata-kata seperti pantai.

Tokoh Ibu sangat terpukul begitu mengetahui suaminya tersebut ternyata telah menikah dengan seorang wanita luar negeri dan telah beranak pula dua. tokoh ini memutuskan datang menjenguk istri dan anak tunggalnya.menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga. Yosef tiada disengaja bertemu dengan pimpinan pasukan pemberontak tersebut. Peristiwa pengkhianatan ini ternyata sangat terkait dengan gejolak seksualnya yang cukup agresif dan hormon libidonya yang agak reaktif. Saat situasi politik telah kondusif. dan tepat di hadapan ujung hidungnya sendiri. Tokoh Ayah ini menghilang dari tengah keluarganya berpuluh-puluh tahun silam disebabkan oleh sebuah peristiwa sejarah yang ³kelam´.2. .2. Lembar hitam masa lalunya ini terutama berkaitan dengan pengkhianatan yang pernah dia lakukan terhadap sahabat-sahabatnya. Dalam perjalanan mencari posisi posnya. seusai mengeksekusi jiwa seorang wanita pimpinan teroris yang sebelumnya sebetulnya sempat mendengar cerita tentang Maria oleh Yosef dalam sebuah pertemuan tidak disengaja mereka di sebuah kereta malam. Tokoh Ayah pun ternyata hanya sebentar berkunjung karena dia akan melanjutkan ³safarinya´ bernostalgia dengan kawan-kawan lama.2 Cerpen ³Makan Malam´ Cerpen ini mengisahkan kepulangan (kedatangan) sesosok ayah yang telah lama tiada berkabar ke tengah anak istrinya.1 Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ Cerpen ini mengisahkan suka duka prajurit Yosef Legiman sebagai seorang tentara. membuat prajurit Yosef didiagnosis dokter tentara menderita tekanan jiwa sehingga mendapat semacam cutilah ia.2. 77-78) 3. 3. Ia bernama Maria Pinto. Orang ini ternyata hanya seorang wanita yang ternyata sakti mandraguna.3 Cerpen ³Pesta Terakhir´ Cerpen ini mengisahkan acara ulang tahun yang akan diadakan Kakek Mar serta kenangan tokoh ini pada kelam masa lalunya. Dalam sebuah pertempuran dalam rangka membasmi para pemberontak di sebuah wilayah yang bergolak. Tokoh Ibu kembali hidup berdua dengan anak semata wayangnya. Kedatangan tokoh Ayah ini ternyata justru tambah merusak suasana. Yosef bertemu lagi dengan Maria yang kali ini membawanya terbang menuju angkasa. Menyaksikan secara langsung keajaiban sosok Maria dengan kedua belah matanya.Yosef secara tidak disengaja tersesat ke pondok tempat Maria yang sakti tersebut menginap. (hlm. 3.2 Ringkasan Cerita 3. Lain waktu. Pertemuan Yosef dengan Maria ini adalah akibat terpisahnya dirinya dari rombongan pasukannya.

Ibu.2. Ayah Halifa ternyata adalah anak pungut dari sebuah keluarga miskin yang setiap anggotanya mengalami kematian dengan cara .5 Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ Cerpen ini mengisahkan kepulangan seorang gadis perantau bernama Halifa ke kampung halamannya. sahabat karibnya satu-satunya yang masih hidup yang bisa datang memenuhi undangan pesta ulang tahunnya kali ini. Pertemuan pagi di sebuah restoran ini membuyarkan segala harapan indah tersebut karena lagi-lagi cinta tulusnya didustai. Di saat seperti ini tokoh penjaga kebun keluarganya menjadi perhatiannya. Cerita tersebut juga sangat menggetarkan perasaan sebab ada sebuah peristiwa memilukan di dalamnya.4 Cerpen ³Balada Hari Hujan´ Cerpen ini mengisahkan sebuah episode dalam kehidupan seorang waria. Terkenang akan dosa khianat yang pernah dia perbuat. Dari cerita inilah Halifa baru tahu tentang hubungan darahnya dengan penjaga kebun keluarganya.Kebugaran dan kesegaran hormon seksualnya tersebut membuat Kakek Mar dikenal baik sebagai seorang petualang cinta. 3. dan Malida. Ayah. Sewaktu bermain atau berkunjung ke kebun. Semalam orang tersebut bercerita bahwa dia kesepian dan istrinya telah tiada. Tokoh waria ini semula sempat berharap akan menjalani hubungan tetap dan sah dengan orang ini sehingga mampu mengakhiri ³pekerjaan´ kotornya. adik tunggalnya. Ketika menginjakkan kaki di tanah kelahirannya didapatinya banyak sudah yang telah berubah. Di sebuah pagi. Di hari tuanya pun ternyata Kakek Mar masih senantiasa berdesir darah melihat kemolekan gadis-gadis muda. Orang itu terlihat datang bersama istrinya dan ketahuan pada akhirnya telah menipu dia. Kakek Mar dapat sudah memuaskan hasrat birahinya dengan ³sambilan´ saat beroleh tugas bepergian ke mancanegara. 3. Di pondok inilah Halifa mendapatkan cerita menggemparkan dari tokoh itu tentang pohon sejarah keluarganya. tokoh ini sempat berniat berbuat pengakuan dosa di hadapan Mursid. Tokoh Si Penjaga Kebun ini menjadi pusat kenangan Halifa akan kampung halamannya selain kenangan-kenangannya pada Kakek. Halifa telah cukup lama tidak pulang kampung. di restoran tersebut dia bertemu dengan ³langganannya´ semalam. Kemudian Halifa menyusul tokoh tersebut ke pondokannya. Namun niat ini taksampai.2. Kesempatan emas tersebut adalah berkat dari pengkhianatan yang dilakukannya. Nenek. waria ini melaksanakan rutinitasnya berupa sarapan bubur ayam di restoran yang satu-satunya buka pagi-pagi benar di kotanya. Taksengaja. secara tidak sengaja Halifa menyaksikan kelebat bayang tokoh Si Penjaga Kebun tersebut.

Yosef berperan sebagai seorang infanteri di sebuah medan pertempuran di hutan belantara. sedangkan dalam bagian cerita pembunuhan dengan target (assassination) terhadap tokoh Wanita Pimpinan Teroris (wanita teman duduknya di kereta) atau bagian cerita pertemuan keduanya dengan Maria.mengenaskan. akibat pertemuan dengan . Dalam pembahasan karakter setiap tokoh tersebut tentunya akan disinggung pula hubungan sang tokoh dengan tokoh lainnya serta unsur cerita lainnya. Putrinya yang menghilang ini diduga mati dibunuh oleh aparatur pemerintah sebab kegiatan makar atau subversifnya terhadap penguasa. Namun sebagaimana kematian para pahlawan. ia berprofesi sebagai penembak jitu. Tokoh Si Penjaga Kebun adalah saudara dari ibu kandungnya ayah Halifa yang diduga orang mati dimakan ular atau buaya. Rasa kehilangan ini utamanya dieksplorasi lewat perasaan dan pandangan tokoh ayah yang dalam cerpen ini menjadi sudut pandang orang pertama. Hubungan-hubungan ini perlu diungkapkan sejauh ia berperan bagi pembahasan aspek tematik cerita nantinya.3 Struktur Umum 3. Yosef dilukiskan sebagai seorang prajurit baik-baik yang selalu setia dan taat menjalankan tugas-tugasnya. kematian putrinya ini tidak menjadi peristiwa rutin dan biasa-biasa saja. Karakter yang dikemukakan hanyalah tokoh-tokoh yang dianggap mempunyai peran utama dalam cerita dan berperan signifikan atas makna cerita. Dalam cerita pertemuannya dengan tokoh Maria Pinto untuk pertama kalinya.1 Tokoh Berikut ini akan dipaparkan penokohan pada setiap cerpen yang dianalisis. Tokoh Yosef Legiman dalam cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ berperan sebagai seorang prajurit yang setia menjalankan tugas pengabdiannya pada pemerintah yang berkuasa di sebuah negeri.6 Cerpen ³Makam Keempat´ Cerpen ini mengisahkan rasa kehilangan sebuah keluarga di suatu tempat terhadap putri semata wayang mereka. 3. tokoh ayah ini pada akhir cerita diceritakan merelakan juga kepergian putrinya ke alam baka dengan mendirikan makam kosong untuknya. Ketika ia sempat mengalami sejenis stress berat. Kabut misteri menyelimuti keberadaan putri ini dan perihal kematiannya tidak pernah bisa diverifikasi (atau diricek). 3.3. Memang tokoh ayahnyalah yang dari semenjak kecil mendidik putrinya dengan bibit jiwa pemberontak lewat cerita-cerita silat para pahlawan penumpas kaisar-kaisar zalim dan lalim. Meski harapan akan masih hidupnya putrinya itu masih menghantui.2.

Ibu saya trauma. Keluarganya tak merestui hubungan kami. lirih. Padahal orang-orang berkuasa inilah yang ia bela dan jaga. tidak dianggap Yosef sebagai sebuah soal besar dibandingkan dengan kebesaran bendera kenegaraan yang menyelimuti peti jasad tidak berongga tubuh adik kandungnya. Jenazah sang adik kembali tanpa jantung. Tidak berselang lama. Sisi kesetiaannya pada pemerintah negara tercintanya tersebut dapat dilihat dari kutipan berikut ini: ³Tadi pagi ibu saya menangis lagi. memandang lurus ke depan. Enam bulan lalu adiknya meninggal disiksa para pemberontak.´ tutur Yosef.14) Kutipan di atas memperlihatkan betapa teguhnya ia pada sumpah setianya sebagai prajurit² sebuah keteguhan yang diiringi keyakinan. Tapi. Perempuan muda malah menggigil. Salah seorang pamannya sangat dekat dengan penguasa.´ tutur Yosef. Kematian adik kandungnya sendiri. Kasihan dia.Maria di hutan belantara. terkunci rapat dalam peti mati kayu mahoni. Yosef ternyata masih setia pada negaranya tercinta. dan penghormatan. 15) Dalam kutipan di atas dapat dilihat betapa Yosef langsung kecut nyalinya untuk memperjuangkan kepentingannya sendiri saat kepentingan pribadi tersebut mesti bersilang lintas dengan kepentingan atau kehendak pihak lain yang berkuasa. Betapa sunyi mayat yang berongga! (hlm. Namun hal ini hanya berlangsung sebentar. ternyata ia dialihtugaskan ke bagian lain (dinas rahasia). yang tercincang-cincang dan terbantai demi tugas mempertahankan keutuhan negara yang dikuasai para pemimpin pemerintahan. kebanggaan. (hlm. gaji saya terlalu kecil dan hidup seperti ini membuat keluarganya khawatir. Kakak-kakaknya mengancam akan mencelakai saya bila kami nekat juga. Mungkin. ia sempat dipulangkan dari medan tempur untuk berlibur dari tugas beratnya sebagai seorang petempur. besar sekali!´ Ada nada bangga bercampur haru. bahkan mungkin agak . sore ini saya benar-benar terpukul. Ketetapsetiaannya pada kepentingan negara dan pemerintah itu juga menjadi tambah menyentuh jika melihat kutipan perkataannya berikut ini: ³Saya benar-benar mencintai kekasih saya. Kekuatan dan kejanggalan perasaan ini bisa dibandingkan dengan kegigilan perasaan hati perempuan muda teman duduknya yang bukanlah sesiapa saudara kandungnya²bukan pula sesiapanya dia. Tapi. usus. Kini Yosef satu-satunya anak lelaki dalam keluarga. dan kemaluan. Kepedihan semakin memilukan. ³Petinya berselubung bendera besar. ini sudah pilihan. Mungkin«. Ini kepulangan terakhir saya sebelum kembali bertugas. kecintaan.

Hal ini juga menunjukkan segi sentimental Yosef. Meski begitu. nyatanya ia tidak perlu berbangga dengan kesetiaan dan pengabdian pada negara yang bersandang di bahunya. di balik keteguhannya membela dan mengabdi penguasa tersebut. Seseorang jatuh tersungkur. Kaca jendela pecah berkeping di gedung seberang. Ia pelan-pelan menarik picu senapan. Kebetulan sang suami tersebut berlatar belakang politik . Ia telah membunuh perempuan itu. Bagaimanapun. Ia teringat perempuan yang dijumpainya di kereta sebulan lalu. Ketika pertama kali melihat potret perempuan muda itu. 19-20) Dalam cerpen ³Makan Malam´ terdapat tokoh Ibu yang menjadi pusat penceritaan. Dia adalah seorang istri yang ditinggal pergi suaminya (tokoh Ayah) ketika ia masih mengandung jabang bayinya²yakni tokoh Aku. Kini dinyalakannya telepon seluler dan melapor pada sang komandan. Pupil matanya menajam. sejajar dengan tempatnya berada. Ia membayangkan dirinya seekor elang. Perempuan tersebutlah yang pada kisah sebelumnya mendengar segala keluh kesahnya.memalukan. Berikut kutipannya: Tirai sebuah jendela di lantai tujuh gedung seberang terbuka lebar. pikir Yosef. Di saat dan konteks seperti ini. Perasaannya yang timbul dari pertemuan yang begitu membekasi hati dengan Maria diceritakannya pada seorang perempuan tidak dikenalnya di kereta api²yang kemudian ternyata akan menjadi target pembunuhannya sebagai wanita pimpinan teroris. dunia ini memang kejam pada serdadu. Kepergian suaminya adalah kepergian ke luar negeri. Titik merah dalam lensa Yosef ikut bergerak. melenyapkan nyawa orang yang menyimpan sebagian rahasia hidupnya. menuju titik merah pada lingkaran. menyambar. Seseorang terlihat mondar-mandir di kejauhan. Dari kutipan di atas bisa terlihat kesedihan yang sangat di hati Yosef kala terpaksa mesti berpisah dengan kekasih hatinya. saat Yosef barangkali terpaksa untuk tahu diri bahwa ia orang kecil²lebih konkretnya lagi: bergaji kecil dan memiliki hidup yang membuat keluarganya khawatir. berbicara pada dua teman. Pastilah dia. Yosef sempat tercenung lama: pemimpin para teroris. Yosef menjadi orang kecil biasa yang menyerah pada petinggi-petinggi bangsa namun seraya tetap memelihara cinta dan setia. Bekunya perasaanya itu kembali hadir di akhir cerita pada saat pembunuhan wanita pimpinan teroris yang menyimpan sebagian rahasia hidupnya. Yosef sudah melaksanakan tugas. Suaminya tidak bisa lagi kembali ke dalam negeri disebabkan sebuah gejolak politik besar yang tengah melanda pemerintahan dalam negeri. Yosef juga ditampilkan apa adanya sebagai manusia. Kini sasarannya berdiri membelakangi jendela. Yosef kelak tetap ditampilkan sebagai serdadu berdarah dingin²kondisi kejiwaan yang mungkin berhimpitan dengan sisi sentimennya. (hlm. Ya.

22-23) Sementara kenangannya yang terasa indah pada lelaki itu dapat dilihat pada kutipan berikut ini: ³Sebaiknya kamu bertemu Ayahmu. Banyak orang dibunuh.bertolak belakang dengan pemerintahan yang berkuasa (kemudian) setelah berhasil merebut kekuasaaan dari pemerintah lama. Fitnah-fitnah mulai gencar. mengambil buku-buku dan dokumen lalu membakarnya. Sebagai orang tua tunggal (single parent). Aku sudah lahir dan butuh susu. . Ibu memutuskan kembali ke kota. demi membelikan kebutuhan ³susu´ anaknya. kata Ibu. tak pernah lagi. kemudian makin berkurang. tokoh Ibu. Setelah itu kehidupanku seperti berhenti.´ (hlm. Sepasang matanya menerawang. Rencana kepulangan bapak kandung anaknya ternyata menggelisahkan tokoh Ibu. saat langit masih gelap. ia bersembunyi dalam kamar yang tak bisa kumasuki. Hidup harus berlanjut.´ kata Ibu. Ketika Ibu melamun.´ kata Ibu. seorang diri ia membesarkan dan menyekolahkan anak semata wayangnya. serombongan orang mendatangi rumah dan mencari Ayah. Dulu sering kulihat Ibu melamun. Mereka mengobrak-abrik ruang kerja Ayah. Kalimat µI love you¶ cuma terdengar sekali. 27) Setelah ketidakpulangan sang suami. Ketika Ibu melamun. Beban perasaan yang berat menekan itu dapat dilihat dari sikap Ibu pada kutipan berikut ini: Malam ini Ibu agak dingin. ³Siapa?´ ³Lelaki itu. Di sekolah. terpaksa menjalani hidup sebagai pelacur (pria-pria silih berganti). aku seolah ditinggalkan sendiri dan bukan bagian dari dirinya lagi. setelah siaran radio berkali-kali menyiarkan berita kudeta. anak semata wayangnya ini (tokoh Aku) terpaksa harus menerima fakta bahwa dia cuma punya ibu dan ibunya itu dipanggil orang wanita panggilan. Ibu melamun. Di sisi lain ia seperti memendam amarah karena tiadanya kabar sekian lama dari sang suami tercinta tersebut sehingga dia terpaksa melacur dan membesarkan buah hati mereka hanya sekadar dengan curahan kasih sayang seorang ibu. Keesokan hari. Ibu meninggalkan rumah itu dan pergi ke kampung nenek. Mayat-mayat mengambang di sungai. Ibu sedang hamil 5 bulan. Pria-pria silih-berganti. (hlm. Di satu sisi dia terlihat masih menyimpan harapan dan kenangan lama pada sang suami. Lama-kelamaan tokoh Aku pun terbiasa menerima kenyataan bahwa ibunya punya banyak ³langganan´ lelaki. dengan suara serak. Ada apa? ³Dia akan pulang ke sini. sehari sebelum lelaki itu datang. datar. dan akhirnya. Sekarang Ibu kembali pada kebiasaan lama. Suatu pagi buta.

Dulu ayahmu suka menembang. Kedatangannya ternyata hanya sekadar minta maaf pada istri tuanya dan memberikan syal buatan Rusia pada anak lamanya²dengan ekspresi ³dingin¶ pula. Tiap makan malam usai. Hanya sebentar dia bertamu ke rumah anak istrinya sendiri. (hlm. Makan malam adalah ritual kami. Ibu makan siang di rumah. Padahal. Aku pernah dininabobokkan Ayah dan itu membuat perasaanku tenteram. Aku selalu bergegas. saat kedatangannya. dan setelah kepergiannya kembali. Mengapa? Pertanyaan itu juga yang ada di kepalaku selama lebih dari tiga puluh tahun ini. Musik juga mengalun. makan malam saja kami bersama. Jalanan macet di pagi hari.. Bu? Ibu tak menyimpan potret Ayah. Makan malam adalah waktu kami bersama. Kami selalu makan malam berdua. Suaranya jernih. tak bisa diganggu-gugat. Tubuhnya demam. kemarin Chopin. 26-27) Kenyataannya. Ibu masih tidur. untukku pun tak bisa dibagi. Aku makan dengan lahap dan Ibu akan memandangku dengan senyum puas. Di malam hari ketika Ibu mengandung aku. Aku dan Ibu sama-sama merokok. Jangankan berharap kepulangannya akan kembali mengutuhkan keutuhan keluarga yang sempat rumpang berpuluh-puluh tahun. Aneh juga. tidaklah sebagaimana yang diharapkan semula. Kantorku lumayan jauh dari tepi kota ini. aku dan Ibu. Ya.Ibu sakit lagi. kata Ibu. Ibu bagai terseret dalam alunan gending. Aku makan siang di kantor. sesudah itu dia langsung pergi dan menginap cukup di hotel sebab dia akan melanjutkan ³bernostalgia´ mengunjungi teman-teman lama di dalam negeri lamanya. Sarapanku selalu terburu-buru. Tetapi dia terekam di sini. ³Nanti kamu tanyai dia. ibu dan anak. Sup ikan. aku suka Satie. Ketika aku berangkat. Ibu menunjuk dadanya. Mereka bergulung-gulung dan saling hempas di laut lepas. . Seperti apa wajah Ayah. ³Mengapa dia meninggalkan kita?´ Kemarahan menggumpal di tenggorokan. Ibu memasak sendiri makanan yang disajikan. Gending menjadi ombak. Mengapa?´ Airmata meleleh di pipi Ibu yang mulai kelihatan kendur. Bila sakit. Suaranya merdu. Bahkan. Kali ini Bach. setelah kedatangan sang ayah dan suami tersebut. Kulihat mata Ibu berkaca-kaca. Gado-gado. Berikut dikutipkan: Kami makan malam bersama. kami duduk di beranda belakang. Ibu menjadi perahu. Ayah suka menembang. Selera Ibu jadi berubah mendadak begini. sang suami malah berkabar bahwa dia telah beranak pinak pula di perantauannya di tanah seberang (Soviet atau Rusia). Kegetiran suasana setelah kedatangan sang suami dan sang ayah ini dapat terasa dari kontras suasana makan malam²yang menjadi judul cerpen ini²antara makan malam berdua Ibu dan anaknya sebelum kedatangan tokoh Ayah. Tempe goreng. Ibu senang mendengar gending Jawa.

kami juga mengisap ganja. ³Ayah berencana tinggal di sini?´ ³Belum tahu. ³E.´ Kulirik Ibu yang tertunduk diam. Ibu. Aku. kemudian lenyap. 28-29) . (hlm. suasana menjadi ganjil.Asap tembakau yang putih mengepul. berputar.´ Aku memanggilnya ³Om´! Ibu langsung mengusap-usap punggungku. ³Aku mau selesaikan urusan dengan Ibumu. Om « eh. ³Cerita apa? Aku belum punya cerita. Ibu membeli makanan terbaik dari restoran mahal. Namun. Tetapi.´ ³Oh. Aku seakan monyet yang terjebak. Kadangkala. Jasnya kebesarannya. mirip rintihan. dengan rongga mata dalam. Tak ada musik klasik. Setelah makan malam. dan Ayah. kulihat sepasang mata Ibu yang terpejam. Aku malas. Panas. atau bergulung. 21-22) « Makan malam kali ini kami bertiga. melayang di udara. Wajah pria di hadapanku tirus. mengisap ganja. Tenang. Ibu dan Ayah tak berani saling pandang.´ Entah kenapa.´ kata Ayah. Layar komputer menyala. Dan sekarang lagi nggak pengen nembang. Ayah memberiku sehelai syal biru. Mungkin nggak. putih. aku ingin menangis. Kadangkala ia menampar wajahku atau wajah Ibu sebelum ditelan udara dingin yang mengisapnya. aku ingin mendengar e « Ayah bercerita. Di sana aku juga punya kehidupan. ya sudah. Bagaimana aku menghadapi pria ini? Kami makan tanpa suara. Di antara biusnya. Uban sudah memenuhi kepala. Yah. seperti bayi tidur.´ kataku. Suaranya gemetar. ya « terima kasih. ³Jadi. Aku mendekam dalam kamarku. (hlm. ³Oh. Denting sendok garpu saling bersahut. ³Kamu bisa mengenakannya untuk bepergian. kenapa pulang?´ Ia memandangku. Ibu kelihatan damai dengan mata terpejam. bisiknya.´ ³Hmm « suaraku nggak bagus lagi. Tulang-tulang rahangnya mengeras.´ Malam itu mereka berbicara di beranda. Inilah Ayahku. Kalau begitu menembang saja. Desain majalah yang harus selesai besok kubiarkan terbengkalai. Ini negeri tropis. aku tak biasa mengenakan syal untuk penampilan sehari-hari. bergetar.

Beruntunglah ia. (hlm. atau maag kronis seperti kebanyakan teman seusia. kata itu makin sayup dan tak terdengar lagi «. Kakek Mar tentulah tidak akan merasa cukup jika mendapat sebegitu saja. Wanita yang dipacari dan dikawininya secara tidak resmi tentulah dalam jumlah tidak berhingga. Papa nggak mikir apa-apa. Namun. (hlm. Siapa tahu ada yang memberatkan pikiran Papa. Minggu lalu. Kakek Mar dalam cerpen ini memang ditampilkan kukuh dan kokoh sebagai seorang petualang cinta atau petualang wanita. ya? . 33) Selain itu. hipertensi. Diceritakan Kakek Mar ini sedang menikmati ketenangan hidupnya sebagai seorang senior citizen. Barangkali inilah sebabnya secara resmi ia berhasil sudah menikahi beberapa wanita. Papa punya pacar lagi. Aku selalu berbicara padanya tentang bermacam hal. Kakek Mar ini dari dulu (masa mudanya) digambarkan sebagai seorang pria ³flamboyan´ yang gemar keindahan wanita. lho. Sakit pada tubuh bisa diobati. Aku juga menyuapi Ibu. Karakter seperti ini bahkan awet hingga dia lansia. Dari lantai rumahnya yang asri ia mengamati perubahan alam dan kondisi. Schubert « silih-berganti. Jika standar kebutuhan seorang pria adalah empat buah.« Aku dan Ibu masih makan malam bersama. Beethoven. Siapa tahu. Pada usianya yang semakin uzur dan renta. ia kubawa ke dokter. Diceritakan bahwa Kakek Mar berdesir darah kala mengamati ³keindahan´ gadis-gadis muda. Chopin. Mungkin perolehan nilai lebih ini berkat karuni kesehatan fisik yang diberikan Tuhan padanya. Kesehatan Ibu makin memburuk. Perobahan cuaca dihayatinya sebagai suatu karya seni yang indah di mata dan ³sedap´ di hati. Pa. kali ini aku yang memasak untuk kami. Bach. Kami akan selalu berdua. Sakit pada hati sampai mati. Nggak ada. dia digambar masih sehat wal afiat adanya. tentu saja keadaan fit dengan konteks orang yang sudah tua. masih bisa mencicipi makanan enak. Tokoh Alma adalah putrinya dari istri yang ketiga. Ia sudah jarang berbicara padaku. 30) Tokoh dalam cerpen ³Pesta Terakhir´ adalah seorang kakek tua yang dalam cerpen ini cuma disebutkan dipanggil Mar oleh temannya Mursid dan Papa oleh anaknya Alma. Jangan ngomong begitu. Ayah. tak punya penyakit jantung. Pengertian gemar di sini adalah bernilai lebih dari standar. Keindahan yang semakin lengkap sempurna berkat sokongan kondisi fit fisiknya.

Yang terakhir. mereka pernah bertaruh dengan nasib. 35-39) Dari kutipan di atas terlihat bagaimana hasrat Kakek Mar terhadap ransangan dari kaum Hawa . Connie. Mursid yang menjadi wali. katanya. « Dalam sel yang sempit di Salemba dulu. Ia menghabiskan waktu untuk para wanita. Bahkan. Istri keduanya. si teman karib. Olala. yang lebih cermat ketimbang tukang jahit. Kadangkala ia bersiul menggoda gadis-gadis yang lari pagi di jalan depan rumah. Ia jadi teringat Mursid. Alma hanya tertawatawa melihat kelakuan ayahnya. sampai tiga kali. ya seolah abadi. Sudahlah.Pacar? Kamu kok tanya yang begitu-begitu. terutama. Tiga perempuan pernah menjadi istrinya. Nafsunya. Harini mencurahkan seluruh waktu untuk putri mereka. Berkali-kali ia onani saat teman-temannya sudah bergeletakan tidur malam sehabis korve seharian yang menyiksa. siapa yang mampu mampu mengikat selera pria binal? Ia dan Harini memutuskan berpisah saat Alma berusia 12 tahun. menghilang« Ia menduga rasa penasaran dan nelangsa akibat ditinggalkan itulah yang membuat cintanya pada Alijah seolah abadi. Indo-Belanda. ya. Tak terhitung gundik maupun pacar yang tersebar di berbagai kota dan negeri yang pernah disinggahi. perempuan yang paling ia cintai. (hlm. mengamati ukuran bokong mereka. berpanggul lebar dan suka berdendang. Ibu kandung Alma. meski mereka berdua masih berstatus suami-istri. berbulan-bulan. Serangan jantung. masih menyimpan sakit hati. Ia dulu memburu Harini karena tergila-gila pada cawak di kedua pipi perempuan itu yang muncul tiap senyum atau tawa merekah di wajahnya yang bundar. cinta pertama Mursid menjadi kekasihnya yang kesekian« Ketika ia menikah. istri ketiganya. Masak perempuan sedunia mau kau kawini. minta bercerai setelah memergoki ia berselingkuh dengan perempuan lain yang kemudian menjadi istri keduanya « Connie gigih menjanda sampai kini. Mursid paling sering menentang tabiat Don Juannya itu. perempuan Italia. Darahnya tetap berdesir macam ombak laut bila berpapasan dengan gadis-gadis belia. Gimana kamu sendiri? « Sejujurnya. satu saja tak akan habis. Namun. Sejak muda ia memang gemar keindahan wanita. Ia tak tahan. Ia tinggalkan begitu saja lantaran jemu « Istri pertamanya. Mar. Mar? Mursid berbisik di sisi sang mempelai pria yang menyeringai nakal. « Gadis-gadis mengagumi lakonnya di atas panggung dan ia dengan senang hati memacari mereka. selalu menolak ditemui. butuh pelampiasan. sih. ia tak pernah merasa tua apalagi buruk rupa. meninggal dunia tiga tahun lalu.

58) « Kuku-kukunya terlihat berwarna biru turquoise. Pada akhir ceri a t diperlihatkan bahwa rasa bersalah dalam diri Kakek Mar membuat dia berkeinginan melakukan pengakuan dosa pada Mursid. Berkat bocoran informasi darinya. Dari kutipan paragraf terakhir terlihat bagaimana saat-saat ia harus hidup terkurung di bui pun ia mesti juga mencari-cari kesempatan untuk memenuhi tuntutan libido berlebihannya. Ia biasa ditemani rengek saksofn David Sanborn yang selalu terdengar di sini pada jam kedatangannya. Pengkhianatan Kakek Mar terhadap kawankawanya inilah yang kemudian menjadi bahan cerita dalam cerpen ini. kawan baiknya. kawan-kawannya dikirim dengan kapal pertama ke sebuah kamp dan dia menghirup hidup bebas. dekat porselen persegi berisi rumpun mawar plastik warna kuning yang rimbun. Sanborn mengingatkannya pada seorang pria berkaca mata hitam yang tersenyum lepas pada halaman sebuah majalah musik. Hal ini bisa menjebak pembaca. . Berikut kutipan teks yang bisa diduga dapat memainkan penafsiran pembaca tersebut: Ia biasa mengambil meja di pojok. (hlm. teknik penceritaan seperti menghadirkan alur yang mengklimaks untuk membawa pembaca pada penafsiran jenis kelamin tokoh Ia ini. bahwa Ia berkelamin wanita. pada akhir cerita. terutama ke tempat-tempat umum dan ramai orang. Mengikuti deskripsi tentang Ia pada awal hingga tengah cerita²dari apa-apa yang diceritakan pengarang tentang ³pekerjaan´ tokoh ini²hanya akan meghasilkan penafsiran pada pembaca bahwa tokoh tersebut adalah seorang pelacur. termasuk Mursid. warna cat kuku kesayangannya. karena memang jenis kelamin inilah yang umum dikenal dekat dan lekat pada ³profesi´ tersebut²terutama lagi bagi bangsa timur. yang sama-sama di tahan bersamanya di sebuah sel sempit di Salemba. warna batu kelahirannya. Seusai kerja paksa ternyata ia masih bertenaga untuk melaksanakan ³kerja´ lainnya. Hmmm« Sejak melihat Sanborn yang funky dengan kaca mata hitam ia pun selalu mengenakan kaca mata hitam bila bepergian. Tokoh dalam cerpen ³Balada Hari Hujan´ adalah seorang waria yang oleh pencerita tidak disebutkan namanya melainkan hanya dideskripsikan dengan menggunakan pronomina Ia. Tokoh Ia ini dilukiskan dengan teknik penceritaan yang cukup menarik. Menariknya tersebut adalah bahwa cerpen ini memberikan kejutan kepada para pembaca dengan mengaburkan jenis kelamin tokoh cerpen ini pada awalnya hingga baru diketahui dengan jelas. mirip pacar pertamanya. Lebih menariknya lagi. Minat dan hobi yang seperti inilah yang membuat Kakek Mar tega mengkhianati kawankawannya sendiri. kepastian jenis kelamin tersebut.begitu dahsyatnya.

pikirnya. setia mendengar keluh kesah Ben tentang anak-anak yang satu . teringat tips kecantikan di sebuah majalah wanita.´ pikirnya gundah. sebal.´ suara perempuan bernada alto mampir di telinganya. (hlm. lalu berpaling lagi pada kesibukan semula. Dengusan keras seakan mampir di telinganya lagi « Sesudah kegaduhan berlalu. (hlm. Secangkir susu coklat juga diangsurkan pelayan ke hadapannya. Kali ini buru-buru diraihnya lip balm rasa stoberi. (hlm. pagi ini tak ada lagi kenangan. Mungkin. ia merasa kesal menatap gaun dan stocking sutranya yang robek di sana-sini.´ pikirnya. 60) Ia mulai meniup-niup bubur ayamnya. mengingat sang pria. sudahlah. ³Bibir yang kering menandakan kesehatan yang buruk. Kesedihan ternyata menimbulkan orgasme juga. Jari-jari kakek yang kurus terasa tajam di daging muda yang lunak. Boleh saya ambil sambalnya. ³Genit. 59) « Ia mengenal beberapa pria mengesankan saat hujan. Pikiran romantis hanya membuat hati sedih. terutama yang berakhir tragis. lalu menyeruput cairan kental itu dengan suara keras. Tatakrama kurang menghargai ekspresi masing-masing pribadi. (hlm. mungkin menganggapnya gila. Ia tak begitu peduli pada tatakrama yang diajarkan neneknya bahwa pantang mengeluarkan bunyibunyian saat mengunyah makanan atau meneguk minuman.« ³Sok ninggrat. sinis. Sekilas ia melihat pelayan mengerdipkan sebelah mata sebelum berlalu. Pria yang menerima segala kekurangannya itu bersedia mengawininya dan ia akan merawat Ben dengan baik. Ia terkikik lagi.´ pikirnya . Mereka bertemu tadi malam. memperpendek umur. 61) « Ia masih ingat cengkraman kencang pria itu pada leher dan bahunya yang terbuka. meski orang tua itu selalu memberi uang belanja untuk mengganti pakaiannya yang rusak tiap kali mereka selesai bercinta. setulus hati. « ³Maaf. Ah. Pandangan mereka bertemu. Semula ia berharap Benyamin menjadi yang terakhir. Si pelayan tersenyum simpul. Ia juga sering bersendawa seenaknya bila gas dalam perutnya yang kenyang mendesak keluar. 59-60) Ia mendadak terkikik-kikik « Ia sendiri lebih suka membaca novel-novel percintaan. Sepasang muda-mudi di sudut lain kafe tersebut melirik sebentar ke arahnya. Pelayan datang membawa nampan berisi pesanannya. bubur ayam yang masih mengepul panas. Ia memang mencintai pria itu. Jeng. Ia mencibir ke arah mereka dan bibirnya terasa kering.

kakek tua yang semalam dikencaninya dan begitu Ia kasihi. Sepasang mata tua itu mendelik. Ia diceritakan mesti menghibur diri kembali bermain dengan kawan-kawan sepermainan dan sepernasibannya. « Ia membalas tatapan si pria tua secara khusus. Namun kenyataan berikut yang secara tidak sengaja ia temukan. yang pertama adalah Halifa sebagai tokoh yang bercerita²meski dengan menggunakan sudut pandang persona ketiga²dan yang kedua adalah Si Penjaga Kebun sebagai tokoh yang cukup dominan dikisahkan. lurus-lurus dan berani. sampai sang kekasih lelap dan mendengkur. sebagaimana kenyataan bahwa tokoh Ia adalah paduan antara tubuh seorang pria dan jiwa wanita. bahwa lelaki ini telah berdusta. Dalam keadaan yang sudah banyak berubah tersebut sekonyong-konyong tokoh Si Penjaga Kebun menjadi pusat perhatian bagi Halifa. Harapan itu semula tumbuh pada tokoh Benyamin. 62) Seperti biasa. ada dua tokoh yang terlihat hampir sama kuat kedudukannya sebagai tokoh utama. Mereka sangat pintar mengarang cerita sedih.demi satu meninggalkan rumah untuk berkeluarga dan tak lagi peduli pada ayah mereka yang sendirian. Sudah lama Halifa tak pulang. Ternyata lelaki tetap saja lelaki. Suatu waktu dia menyempatkan pulang dan mendapati keadaan di kampung halamannya telah banyak berubah. Dari fakta terakhir ini baru bisa dipahami hubungan antara kata-kata yang terkesan saling bertolak belakang. Dalam cerpen ³Lelaki Bearoma Kebun´. (hlm. seperti dikutip di atas. 63) (cetak tebal dari penulis) Variasi acuan dari kata-kata bercetak tebal dalam kutipan di atas menunjukkan upaya permainan penafsiran pembaca oleh pengarang sebelum pada akhirnya pembaca (bisa) dikejutkan sekaligus terpuaskan oleh fakta bahwa tokoh Ia adalah seorang waria. Tambah pula secara linear upaya manipulasi estetik ini terasa cukup runut dan runtut membentuk klimaks pada bagian akhir. Ia merasa puas dan menyungging senyum lebar. Tak sia-sia. . tak peduli tua atau muda. Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun. (hlm. benar-benar membuat perasaan tokoh Ia begitu terpukul pada akhirnya. kaget. ia mengelus-elus rambut pria itu dan menyanyikan lagu-lagu nostalgia yang digemari pria seusia Ben. Tokoh Halifa dalam cerpen ini adalah seorang perempuan muda yang telah lama tidak kembali ke kampung halaman. memasang jerat untuk menaklukkan wanita. Tokoh Ia dalam cerpen ini digambarkan sebagai seorang sosok yang berharap sangat pada akhirnya bisa menemukan pria terakhir yang bisa menjadi pasangan penghabisannya sehingga usai sudahlah profesi laknatnya selama ini. melanjutkan lagi roda takdirnya.

ia akan tunjukkan jalan. Bila kalian ingin bertemu tuannya. Ia punya radio transistor yang bisa menangkap siaran dari Malaysia. Daya ingatnya pun mungkin sudah menumpul. yang punya kebun. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. ia akan berjanji menyampaikan pesan. Radio model lama berbentuk roti bantal itu warisan kakek Halifa. rambut lelaki itu sudah memutih dan kerut-merut usia tua makin nyata. belajar beranak-pinak. Itu galibnya perkembangan manusia. Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. ikuti saja aroma itu. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya.Namun. dari bayi merah. Bila ada yang tersesat. Apakah masih juga dikenakannya topi kebun dari kain belacu lusuh itu? Mata sabitnya yang berkilau saat terayun ke batang lalang dan semakbelukar seakan hadir di depan mata. tanpa pengetahuan ini pun Halifa sedari kecil memang mengagumi sosok penjaga kebun ayahnya ini. Ia menyiangi lalang dari tanah kebun. tanah perlu makan. 77-78) Tokoh Si Penjaga Kebun ini pada akhirnya cerita baru ketahuan bahwa dia sebetulnya masih mempunyai hubungan famili dengan keluarga Halifa.´ katanya pada Halifa kecil. lalu renta dan pikun. (hlm. bukan sekadar orang upahan biasa sebagaimana yang selama ini diketahui Halifa dari semenjak berumur kecil. Dia merupakan jenis manusia yang mencintai apa yang menjadi pekerjaan dan kewajibannya sehingga terlihat dapat menikmati dan bisa berbahagia . ³Biar gembur. Bila ada yang ingin menemuinya. menabur kotoran ayam dan kambing di atasnya. Kekaguman ini tentu bisa dimaklumi akan cukup berbekas hingga ia dewasa pun setelah sekian lama dan jauh berjarak dari masa lalunya. Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang. (hlm. 79) Lelaki itu dilukiskan dalam cerita ini sebagai sosok yang setia dan tabah menjalankan profesinya sebagai tukang kebun. lelaki itu menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga. Kadangkala lelaki itu mengeluarkan suling dari tas resam dan memainkan lagu-lagu berirama Melayu. Akan tetapi. Matanya tak pernah menyorot garang. Hembusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. Halifa kecil tak urung bersiul-siul senang menimpali tiap nada yang berasal dari lubang-lubang suling si penjaga kebun. Mungkin. semacam pengumuman. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. bisa jadi obat sepinya. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. mata orang yang mau menolong. Bagaimana pandangan Halifa terhadap tokoh Si Penjaga Kebun bisa dilihat dari kutipan berikut ini. Barangkali.

dalam keadaan hujan gerimis dan jari-jari petir menyambar Halifa memaksakan diri juga untuk berkunjung ke pondokan kecil tempat Si Penjaga Kebun tinggal. Semue la berubah. 85-86) Selain terhadap Si Penjaga Kebun. Pilihan hidupnya yang memilih sendiri sungguh mengagumkan buat Halifa sedari kecil. seraya duduk di tepi ranjang. Kau di situ pun. Atuk ni la sakit-sakit terus. Halifa cume nak mampir sebentar. terutama hidupnya yang sendiri. Lame dak pulang. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. Dari pertemuan inilah Halifa baru mengetahui rahasia pertalian darahnya dengan Si Penjaga Kebun yang selama ini tidak diketahuinya. kabur. atuk dak bise nampak jelas. Sebagai penutup cerita cerpen ini. sebentar agik nak pulang ke tanah. Ketika si penjaga kebun meninggal dan jenazahnya dimakamkan. ³Benar.atas apa yang dikerjakannya itu. perihal Si Penjaga Kebun inilah yang dilukiskan masih setia membayangi hari-hari selanjutnya Halifa di bumi perantauan. dak ape-ape. 87) Dalam cerpen ³Makan Keempat´ terdapat juga dua tokoh yang terlihat cukup menonjol. Kebenaran kau pulang. di bus. Di sana Halifa mendapatkan lelaki tersebut sudah mulai sakit-sakitan. ³Oh. ayah dan ibunya. Di sana Si Penjaga Kebun sakit-sakitan tersebut menceritakan sesuatu pada Halifa dewasa. Aku adalah ayah Paula. Papa kau pun la pensiun. Macam-macam sakit pun ade. dan di tempattempat baru yang pertama kali dikunjunginya« (hlm. Banyak yang berubah. 84) Oleh karena itu. Dengan pertimbangan dan argumentasi bahwa perasaan-perasaan tokoh Akulah yang menjadi fokus utama cerita maka bisa dikatakan bahwa .´ lanjut lelaki tua itu. tuk. Halifa telah kembali ke tanah rantau. Ia cuma mengirim doa. Yai kau ape agik. Nilai-nilai yang bisa dipetik dari orangorang tercintanya tersebut senantiasa membekas dalam sanubari Halifa.´ kata Halifa. Ade yang nak atuk cerite. Dia adalah sosok yang menghadirkan ketenangan bagi mata yang memandang dan menebarkan kedamaian bagi siapapun yang berpapasan dengannya. di kamar kontrakan. Namun. yakni tokoh Aku dan Paula. di kantor. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan. serta nenek dan kakeknya. (hlm. Nyai la dak ade. adiknya. Lelaki itu akhirnya mengungkap kisah yang mengguncang Halifa (hlm. membawa gelas air. dari pening. Halifa juga terkenang pada keluarga besarnya: Malida. tertatihtatih mendekati Halifa. mengas sampai « mate ni la dak keliat agik la.

Ia meninggalkan ruang lengang tanpa aroma. entah tenggelam di lautan atau ditelan daratan (dimakan hiu atau disekap dalam benteng bawah tanah [hlm. demi menghilangkan kesedihannya tokoh Aku akhirnya memutuskan untuk menganggap bahwa Paula telah di alam baka sana. Karena pengarang dalam cerpen ini tidak bersikap dan bersifat mahatahu selalu. dan istrinya. 133]). Kedua tanganku yang bersiap memeluknya tertahan di udara. Kuletakkan kotak cerutuku di meja dan bangkit perlahan dari kursi malas untuk menyambutnya. Namun. Rasa sedih dan pedih kehilangan Paula tersebut menghadirkan ilusi bagi tokoh Aku pada harihari berikutnya tanpa kehadiran Paula. mirip tikus terjebak di perangkap berumpan. Kusaksikan Paula sirna. kemudian menghilang tepat di tengah lorong menuju dapur. Tak sekalipun ia menggubris. meluncur di lantai. Sebab itu sulit untuk membuktikan keberadaan Paula. apakah masih hidup atau memang telah tiada. . Untuk itu kedua orang tua tokoh Paula ini membuatkan makam untuk putri kesayangan mereka. Datang dan perginya bagai tuah dari tongkat sihir. diceritakan kehilangan Paula. terbit dari tiada dan lenyap ke dalam tiada. Jiwa Paula seolah tetap datang kembali ke rumah orang tua tercinta sebagaimana harapan seorang Aku yang selalu terkenang buah hatinya. Menyedihkannya²terlebih²kepergian tokoh Paula tersebut bagai menghilang tanpa jejak dan tiada berbekas. menggantung kaku. sebelum lebur dalam udara.ayah tokoh Paulalah yang menjadi tokoh utama cerpen ini. yang jelas. salah satunya secara retoris²dalam pengertian teknik bercerita²didukung oleh pemilihan sudut pandang ini. Ia meninggalkan aku. Tokoh Aku dalam cerpen ini. Berpijar. Terlebih lagi tokoh Aku faktanya menjadi pusat pengisahan cerita ini sehingga dia senantiasa terlihat konsisten mengawal alur cerpen ini. Kedua telinganya bagai tersumbat besi tempaan. Tubuhnya meluncur lurus ke muka. ketika temaram di sekelilingku benar-benar hilang di ujung lorong gelap-gulita. Ketika belum terbiasa dengan cara datang dan pergi Paula. Dibiarkannya kami menunggu selama sepuluh musim. Pada akhirnya. putri tercinta mereka. Tubuhnya memancarkan sinar putih. Paula selalu datang ketika hanya pijar lampu bacaku yang menyala dan membuat gradasi cahaya. aku masih berharap. soal keberadaan Paula pun hingga akhir cerita tetaplah kenyataannya berselimut kabut misteri. Lembut. Berikut kutipannya: Paula datang ketika lampu-lampu ruang telah padam. Namun. Elia. aku sering berteriak-teriak memanggil namanya dan berharap ia berbalik serta menatapku. Aku tertahan di atasnya. Ada pula dugaan-dugaan bahwasanya Paula telah disekap dan disandera pihak penguasa karena aktifitas subversifnya. Dan lantai licin yang kupijak tiba-tiba berperekat. ia memunggungiku.

Alang-alang yang subur jangkung. mengerat sepi.2 Latar Latar yang dianggap paling menonjol. membius segala yang bergerak dan keras kepala. (hlm. dengan tekanan dan perasaan beragam. Noktah-noktah cahaya dari perkampungan. seperti barisan kunang-kunang muncul di jendela. Sesuai kecenderungan ekspresi kemanusiaan yang begitu teraba dan terasa dari dua belas cerpen kumpulan cerpen ini. khususnya enam cerpen yang dibahas. 13) Noktah-noktah cahaya timbul-tenggelam di bidang jendela. cemas. Keniscayaan yang lain memendarkan nyeri lagi pada ulu hati« Lorong kereta begitu sunyi. 11) Angin pun berangsur tenang. 123-124) 3. senang. 16) Penggambaran latar yang umumnya telah terpisah dan berjarak dari peristiwa utama cerita. wangi. Udara menjelma mantra ganjil yang berdengung dalam bahasa sihir. panglima perang mistis . letih« (hlm. diikuti desah napasku yang berat. Angin tiba-tiba menggeliat bangkit dan mendesis. Namun. (hlm. selebihnya gelap pekat. semak-semak duri di tanah gersang. haru. suara serak ini hanya dijawab oleh gemanya sendiri. Berikut dikutipkan narasi cerita ketika dalam cerpen ini dikisahkan Yosef bertemu langsung. Sebagai contoh berikut akan dikutipkan beberapa potongan paragraf dari cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´. memperlihat suasana yang muram dan agak suram. tokoh utama cerpen ini. dengan tokoh Maria Pinto. Atmosfer ini juga sesuai dengan keseluruhan tema cerita yang mengungkapkan kegalauan hati Yosef sebagai seorang prajurit tempur atau sniper yang mesti menjalani suratan takdirnya membunuh sesama manusia. terkait tema-tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen ini.3. (hlm. Suasana ³kelam´ seperti ini terlihat sangat sesuai dengan kemurungan jiwa yang tengah melanda prajurit Yosef Legiman. Peristiwa-peristiwa dalam cerita pun cenderung mendukung bagi terciptanya suasana seperti ini. Bunyi gesekan sayap-sayap jangkrik makin menggema. Orang-orang lelap dalam selimut katun seragam biru tua. latar suasana dalam cerpen-cerpen tersebut terlihat sangat mendukung bagi tema-temanya. 15) Kesenyapan dan kesabarannya saling beradu. Tidak hanya pelataran suasana alam semata yang menjadi sarana untuk membangun atmosfer gelap seperti ini. dan gunung batu terjal di kejauhan« Kereta ini seperti melayang di tengah gelap. putus asa. hanya berduaan saja. Namun. yang akan dibahas pada bagian ini adalah latar suasana.Aku menyebut namanya. seperti dikutipkan di atas. (hlm.

Berikut dikutipkan: ³Ketika kabut datang. dan tulang-tulang tengkorak gadis tersebut dengan jelas.²melainkan melalui kejadian-kejadian yang mengisi dan menempati waktu dan ruang statis itu. serombongan orang mendatangi rumah dan mencari Ayah. Mayat-mayat mengambang di sungai. Kepala mungil yang cantik berubah membesar dengan pupil-pupil mata yang menonjol serta kulit wajah mengeriput. kegelapan dalam pelataran ini bukan tersurat lewat keadaan tempat atau saat yang kelam²pengecualian pada bagian Keesokan hari. Setelah itu kehidupanku seperti berhenti. tanpa henti. Berikut dikutipkan dua buah paragraf dari cerpen ³Makan Malam´. Suatu pagi buta. Meski masih sangat eksplisit terasa bernuansa gelap. Hidup harus berlanjut. Keesokan hari. (hlm. Aku sudah lahir dan butuh susu.. saat langit masih gelap.´ kisah teman Yosef. usus. saat langit masih gelap. 12-13) Hal seperti ini juga dapat dengan mudah ditemukan pada cerpen-cerpen lainnya. Negeri itu memang ajaib. Suatu hari kabut itu datang lagi.. bergulung-gulung di atas kami dan aku menembaknya. Tentu saja tidak semua pelataran menciptakan atmosfer yang cenderung ³gelap´ seperti ini. aku saksikan tujuh orang terkapar mati di tanah. paru-paru. Pria-pria silih-berganti. mengambil buku-buku dan dokumen lalu membakarnya. 27) Pelataran di atas berangkat dari peristiwa-peristiwa dalam cerita atau berupa aksi kejadian. Ibu meninggalkan rumah itu dan pergi ke kampung nenek. Ibu sedang hamil 5 bulan. Berbagai objek cerita sangat memungkinkan untuk terjadinya bermacam variasi. Namun secara keseluruhan. Fitnah-fitnah mulai gencar. bergulung-gulung melewati medan pertempuran.pasukan musuhnya. 17) Hal seperti ini juga terasa dari kisahan rekan Yosef yang telah terlebih dahulu terjun ke medan tempur menghadapi Maria dan gerombolannya. Ibu memutuskan kembali ke kota. tersenyum pahit. Mereka mengobrak-abrik ruang kerja Ayah. kata Ibu. anggota pasukan kami satu demi satu mendadak gugur dengan luka tembak. Kutipan di atas menunjukkan bahwa kekelaman suasana tidak hanya . Bagian ini merupakan kisah perpisahan antara tokoh Ibu dan Ayah saat tokoh Aku belum lahir dikarenakan sebuah huruhara politik dan sosial. Ketika kabut lenyap. pelataran suasana tersebut cenderung menunjang bagi suasana kepedihan manusia yang dominan menjadi nuansa tema-tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen ini. setelah siaran radio berkali-kali menyiarkan berita kudeta. Ia bisa melihat jantung. Banyak orang dibunuh. (hlm. (hlm.

(hlm. sebagaimana kecenderungan tematik kumpulan cerpen ini. Perempuan itu tak sadarkan diri dan saat siuman ia sudah lupa pada siapa pun. secara berurut. Daun teratai yang layu dan busuk mengambang di permukaan air coklat keruh. merupakan kutipan dari cerpen ³Pesta Terakhir´. 64) « Berminggu-minggu anak-anak tersebut ditinggalkan ibunya yang berharap ada orang kampung datang dan menyelamatkan mereka. Orang-orang kampung melihatnya berlari kencang ke dalam hutan sambil melolong. Angin sore terasa kering dan tajam. Lelaki Beraroma Kebun´ dan ³Makam Keempat´. ia menemukan lima mayat tergeletak di lantai tanah dan telah membusuk. Ia rapatkan kerahkerah mantelnya. patung perempuan gemuk memegang kendi telah bersalut kerak debu. (hlm. ³Balada Hari Hujan´. Ia mencoba bersenandung. Ternyata pikiran yang kalut membuat si perempuan telah mengunci gubuk dari luar. Anak-anak itu terkurung di sana. Langit abu-abu tua. Amis lumpur menguap dari kolam dangkal serupa kubangan kerbau itu. Debu.ditampilkan lewat pelataran gelap sesuatu latar tempat dan waktu namun juga secara lebih berjarak dengan tafsiran dan pemaknaan atas atmosfer sebuah peristiwa atau lakuan tokohtokoh cerita. debu« Bagaimana mengikis debu yang menebal di benaknya? Ia melihat daundaun gugur melayang dari pohon. Di susut kolam. tapi tak bisa. Barangkali. (hlm. memandang lurus patung di taman. Seorang lelaki tua berdiri tegak di depan jendela yang terbuka. 31) « Hujan masih menyambutnya di luar kafe. ia mati dimangsa ular atau buaya yang menghuni sungai. berair. menahan udara dingin. begitu asing. Air mata mulai mengembang di balik kaca mata hitam ala Sanborn. 8687) « . Payung ungu itu mengembang lagi. Tapi matanya terasa pedih. Merasa ada yang lucu dalam hidupnya. Setelah itu ia benar-benar senyap dari muka bumi. Masing-masing. Terlihatlah juga betapa suasana mencekam dari peristiwa kerusuhan di atas sangat mendukung bagi suasana penderitaan hati tokoh Ibu yang menjadi tema cerpen ini. Suatu hari ketika perempuan itu kembali untuk memastikan anak-anaknya telah diambil orang. tanpa mampu berteriak minta tolong. Ia merasa hidup begitu sepi. juga terlihat pada kutipan dari cerpen-cerpen berikutnya. Jalan yang basah menyambut langkah-langkah kaki yang menggigil. Udara taman berdebu. Suasana suram yang dibangun oleh pelataran.

(hlm. Semula ia kurang berminat mendengar ocehan prajurit cengeng ini. pikirnya. sedangkan pada cerpen ³Makan Malam´ dan ³Makam Keempat´ yang dipakai adalah sudut pandang persona pertama.´ gerutunya. Dalam cerpen ³Pesta Terakhir´ juga sama. 13) Dari kutipan di atas terlihat bahwa narator juga bisa mengetahui perasaan dan pikiran tokoh ceritanya. kurus dan ringkih. Tangan Mursid bergetar dalam genggamannya. Tetapi. Ia menyambutnya dengan peluk hangat. Mungkin. Tak urung air matanya terbit ketika Mursid lagi-lagi berbisik. dalam hati. Ia menuntun Mursid ke sofa. Mursid mengelus punggungnya. Tubuhnya makin menggigil oleh terpaan udara dari pendingin ruang. inilah wajah orang yang hidup-mati dari perang. 42) Narator cerpen ini terlihat mengetahui pikiran dan gumaman di dalam sanubari tokoh yang diceritakannya. ini pestaku yang terakhir. seperti kucing demam. selamat ulang tahun teman duniaakhirat. lalu kembali menekuni halaman-halaman buku.Kalian akan melihat sepasang rongsokan manusia berjalan tertatih-tatih. ³Balada Hari Hujan´. Benarkah? Air matanya meleleh. dia terkesiap ketika menatap wajah si prajurit. Pada cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ terlihat sudut pandang persona ketiganya bersifat mahatahu.3 Sudut Pandang Sudut pandang persona ketiga digunakan pada cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´. Jari-jari kakinya terasa mengeriput dalam stocking sutra setengah basah. kemahatahuan pengarang bisa dilihat dari kutipan berikut ini: Hari masih terlalu pagi untuk orang-orang yang takut pada cuaca dingin bulan Juni. Tapi. ³Pelayan lupa menaikkan volume. dan ³Lelaki Beraorma Kebun´. 124) 3. Dalam cerpen ³Balada Hari Hujan´. (hlm. Barangkali. Berikut kutipannya: Mursid muncul di ambang pintu. Kelopakkelopak bakung di bawah jendela terlihat segar berair. (hlm. Ia mendorong pintu cepat-cepat. Alangkah ganjil menyaksikan penembak jitu memercayai hal-hal yang jauh dari hukum benda dan kasatmata. menyerupai zombie. ³Pesta Terakhir´. seraya mengerjap-ngerjapkan mata yang basah.3. Ia ingin membuat pengakuan. menuju baku. sendu. berikut kutipannya: Perempuan muda itu terusik sebentar. Kini ia mulai menangis terisak-isak. wangi kaldu ayam dalam adonan . Ia membayangkan teman-teman prianya masih meringkuk dalam pelukan istri atau pacar mereka.

Kami makan malam bersama. ibu dan anak. Selain itu secara kuantitas terlihat tokoh Akulah yang dominan mengawal alur cerita. Memang sulit untuk tidak diakui bahwa aktifitas tokoh Paula. lelaki itu menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga. 21) Dalam cerpen ³Makan Malam´ ini tokoh Aku sekadar berperan sebagai tokoh tambahan sehingga sudut pandangnya pun berupa sudut pandang ³Aku Tokoh Tambahan´. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. Pada cerpen ini justru penceritanya menjadi tokoh utama.1 Kehampaan Jiwa dan Kesetiaan terhadap Tugas pada Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ Masalah kemanusiaan yang diangkat dalam cerpen ini berpusat pada sikap hidup yang dilakoni . Aku makan siang di kantor. Ibu makan siang di rumah. Ibu masih tidur. Namun sulit pula untuk diingkari bahwa akibat dari aktifitas politik Paula tersebutlah²yang berimbas pada ³kehilangannya´ atau ³penghilangannya´ dan lalu berimbas pada kesedihan kedua orang tuanya (terutama lebih intensif lagi digarap pada detail perasaan tokoh Ayah)²yang paling dekat berkaitan dengan tema kemanusiaan pada cerita ini. lah yang menjadi bahan ceritaan dalam cerpen ini. Sarapanku selalu terburu-buru. 77-78) Teknik penceritaan dengan menggunakan sudut pandang persona pertama pada cerpen ³Makan Malam´ bisa dilihat dari kutipan beikut ini.4. makan malam saja kami bersama. (hlm.4 Tema 3. Aku selalu bergegas. Kantorku lumayan jauh dari tepi kota ini. 58) Sifat mahatahu pada sudut pandang persona ketiga cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ bisa dilihat pada kutipan berikut ini. Sudah lama Halifa tak pulang. (hlm. aku dan Ibu. Wajar kiranya sentral garapan cerpen ini berfokus pada perasaan sosok ayah yang kehilangan putrinya (tokoh Aku). 3. Makan malam adalah ritual kami. tak bisa diganggu-gugat. Makan malam adalah waktu kami bersama. putrinya. Ia biasa mampir ke kafe ini untuk sarapan. Hal ini berbeda dengan sudut pandang persona pertama pada cerpen ³Makam Keempat´. (hlm. Jalanan macet di pagi hari. Ketika aku berangkat. Namun. Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun.bubur membuat otot-otot lambungnya berdenyut keras dan tubuhnya yang menggigil itu mulai dialiri hawa panas. Ya.

. Berikut kutipannya: ³Ini rahasia saya. Lutut-lututnya lemas. yakni dalam sebuah perjalan kereta. Prajurit ini terombang-ambing antara pacarnya dan panglima hantu. Menariknya. Sebagai seorang manusia ia bisa sedih. 14) Timbulnya sifat perasa pada Yosef. teks pikiran benak perempuan di sebelah Yosef ini sesudah mendengarkan seluruh cerita Yosef mengaitkan cerita Yosef tentang Maria dengan cerita perpisahannya yang baru saja terjadi dengan kekasihnya (kekasih Yosef) gara-gara tiada restu orang tuanya kekasih Yosef. Dua pengawal menyertai perjalanan rutin ini. (hlm. menyudahi kisahnya. Namun. terhadap Maria pun Yosef kemungkinan memiliki perasaan ³sejenis´ dengan entah berapa kadarnya. lalu membuat pengakuan dosa serta jadi amat perasa? (hlm. pada sisi lain dia juga ditampilkan sebagai sosok manusia apa adanya sebagaimana kebanyakan manusia pada umumnya. 18) Fakta cerita seperti ini menciptakan pemaknaan bahwa nilai kenangan Yosef pada Maria berelasi dengan fakta cintanya terhadap kekasih nyatanya. pikirnya. Berikut kutipannya: Apakah ini pertanda ia tengah bersiap menyongsong maut. dan amat perasa. menjaga junjungan mereka dari atas kereta. Yosef kembali terbayang wajah Maria. Ini berarti. Yosef Legiman. Dua-duanya sad ending. hanya antara kita. Ketidakmampuannya untuk membunuh Maria dan kesempatan untuk meneruskan hidup yang diberikan Maria ternyata membekas pada kejiwaan Yosef. diceritakan disebabkan oleh peristiwa pertemuannya dengan tokoh Maria Pinto. sebagaimana dieksplisitkan secara tekstual pada kutipan sebelum ini. Perempuan muda menghela napas panjang. Di satu sisi Yosef terlihat teguh menjalankan wataknya sebagai seorang prajurit (bukan sekadar dalam artian kepangkatan): menjalankan sumpah setia pada tugas negara dan patuh pada doktrin garis komando. Ia terduduk di tanah. Wajar kiranya dalam suasana yang mendukung untuk banyak merenung dan termenung. Yosef membiarkan iring-iringan di langit itu berlalu. jatuh cinta. Kemungkinan ini sebelumnya diperkuat oleh penggunaan kata gadis (bukan sekadar perempuan itu misalnya) pada narasi berikut di bawah ini oleh pencerita: Gaun lembut Maria Pinto membelah anyir perang dengan kibaran putih yang menyilaukan.´ ujar Yosef. sedih. Ketika membuka pembicaraan dengan perempuan di sebelahnya pun (tokoh Wanita Pimpinan Teroris) dia menjadikan kisah Maria ini sebagai bahan obrolan atau lebih tepatnya curhatan pribadi. Kisah cinta segitiga yang rumit dan tragis.tokoh utamanya.

(hal. seorang gadis yang menjadi pelindung gerombolan pemberontak. melayang. Ia merasa terbang di antara awan. Padahal kuda saktinya Maria tersebut secara frekuensif sangat kecil porsi kehadirannya dan bisa dianggap tidak berdiri di barisan tokoh-tokoh utama. di satu sisi Yosef adalah seorang prajurit yang tetap setia menjalankan tugas yang diembannya. Perannya bagi tema cerita mengenai distorsi kejiwaan yang melanda prajurit Yosef juga bisa dipandang berlangsung tidak langsung. Lagi pula hadir sebuah antiklimaks saat sang kuda sakti tersebut tidak lagi ³besar´ dengan selubung kabut mitos dan misterinya. Bagai tersihir Yosef menyambut jemari gadis yang menunggu. Mengapa perempuan itu selalu mengikutinya ke mana pun? Maria Pinto tersenyum. semak-semak duri di tanah gersang. atau mungkin memendam. Seperti sudah dikemukakan sebelumnya. Tubuh Yosef menggigil. bagaimana dia dengan tangan dingin membunuh seorang wanita pimpinan teroris yang menjadi target operasi instrumen keamanan negara yang ternyata tidak lain dan tidak bukan adalah merupakan perempuan di sebelahnya sewaktu mencurahkan ingatan tentang kisah kesaktian Maria di atas kereta. (hlm. salah satu alasannya juga bisa dilihat dari pilihan judul bagi cerpen ini: ³Kuda Terbang Maria Pinto´. melihat sebuah dunia yang terus memudar di bawahnya. Dari hal ini bisa diduga bahwa penonjolan kuda tersebut pada judul adalah berfungsi untuk menonjolkan peran Maria sendiri²sebagai empunya² bagi sisi kemanusiaan Yosef yang menjadi tema cerita.11-12) Gangguan kejiwaan yang melanda Yosef bisa dipandang cukup besar pengaruhnya dari pertemuan dengan Maria. Alang-alang yang subur jangkung. perasaan dengan ³nilai lebih´ ini semakin kuat diduga ada setelah cerpen ini diakhiri oleh paragraf berikut ini: Angin tiba-tiba bertiup kencang lewat jendela. . musuh negaranya. 20) Dapat dipahami bahwa pembaca bisa melihat ini sebagai sesuatu yang aneh. dan gunung batu terjal di kejauhan kembali memenuhi penglihatannya bersama kenangan pada gadis itu.Angin pun berangsur tenang. Namun di sisi lain. Yosef terlihat memelihara. Kemudian. Kekagetannya sewaktu mengetahui bahwa kuda Maria tersebut adalah kuda mainan yang terbuat dari kayu juga kurang kuat untuk bisa dianggap menjadi alasan keutamaan perannya karena tema cerita juga berputar ke peristiwa-peristiwa lain seperti kematian adiknya. mengulurkan tangannya yang putih dan halus. perasaannya terhadap Maria. Ia melihat Maria Pinto menyeberangi langit dengan kuda terbang. Bahkan hingga akhir cerita pun digambarkan seperti itu.

´ tutur Yosef. sebagaimana digambarkan di atas. dan kemaluan. besar sekali!´ Ada nada bangga bercampur haru. 14) Paradoks dan paduan antara kehampaan jiwa dan kesetiaan pada tugas ini terlihat lebih jelas lagi dalam kutipan berikut ini: ³Tapi. lalu kembali menekuni halaman-halaman buku. Dia tidak digambarkan begitu menggebu-gebu dalam menjalankan misi untuk membunuh musuh negara tersebut. nyaris bergumam. memandang lurus ke depan.ia sangat sakti. (hlm. Jenazah sang adik kembali tanpa jantung. Semula . percuma saja. tak akan. Ia merasa lega sudah membagi kisah-kisahnya yang terdengar lemah dan pengecut pada perempuan muda ini. ³Petinya berselubung bendera besar. akan tapi di sisi lain dia juga tidak desersi dari kewajiban dan loyalitas pada penguasa negara hanya digara-garakan persoalan perasaan dan cinta. Berbagi cerita yang dilakukannya dengan wanita yang tanpa sebelumnya ia sadari nanti akan dibunuhnya (demi tugas) itu pun menjadi sebuah sarana untuk mengisi ruang-ruang tertekan dalam batinnya. di sisi orang asing yang bertemu di perjalanan. 14) Klausa memandang lurus ke depan di atas bisa dimaknai sebagai simbol sisi teguh Yosef sebagai prajurit yang telah bersumpah setia. Seperti ungkapan menjijikkan dalam roman. Walhasil. sisi manusiawinya mesti ³terdampar´ di kehampaan relung-relung jiwa. Tapi. Paduan yang kontras seperti ini juga tergambar pada bagian cerita yang mengisahkan cerita Yosef pada perempuan di sebelahnya di atas kereta tentang kematian adiknya yang mungkin juga memilih jalan hidup sebagai tentara. usus.´ ujar Yosef pelan. Kasihan dia. «.Kontradiksi inilah yang bisa dimaknai sebagai situasi hampa pada kejiwaan prajurit Yosef dalam cerpen ini. saya tak pernah menembak Maria Pinto dan kuda terbangnya. Ini kepulangan terakhir saya sebelum kembali bertugas. meski. (hlm. Jiwa yang hampa ini menghadirkan logika sejalan dengan karakter pembunuh berdarah dingin pada perannya sebagai seorang sniper pada cerita bagian akhir. Enam bulan lalu adiknya meninggal disiksa para pemberontak. ³Tadi pagi ibu saya menangis lagi. Kini Yosef satu-satunya anak lelaki dalam keluarga. tidak akan berkhianat dan lari dari tugas. terkunci rapat dalam peti mati kayu mahoni. Perempuan muda itu terusik sebentar. Malahan dia digambarkan seolah tetap masih memiliki simpati terhadap sasaran yang pernah menjadi teman curhatnya tersebut. beban emosionil menekan begitu berat dan sangat dahsyat. Ibu saya trauma. ini sudah pilihan. ia merasa tenang di sisinya.

. wajah penuh luka jahitan. 30) Garis relasi antara tokoh Ibu dan Ayah merupakan pemicu utama tema utama cerita meski tokoh Aku yang menjadi pembawa atau punggawa alur cerita dan hubungan atau interaksi antara tokoh Aku dan Ibu yang terbanyak menyita porsi kisahan cerita. Ayah. berbeda sekali dengan psikologis tokoh Ibu. atau setidaknya sari cerita. tokoh Aku terlihat tidak terlalu terguncang secara kejiwaan.4. dalam hubungan dengan cerita kehilangan dan kemunculan tokoh Ayah. Penderitaan tokoh Ibu ini disebabkan dua hal yakni kehilangan sang suami dan ³kehilangan kedua kalinya´ sang suami. Kehilangan inilah yang membuat tokoh Ibu ³terpaksa´ menjalani profesi sebagai wanita panggilan demi membesarkan . inilah wajah orang yang hidup-mati dari perang. yang ingin dikemukakan: Sakit pada tubuh bisa diobati. yang menyerupai sulaman bordir asal jadi dan bermotif sulur di tangan pemula. Wajah lelaki itu mirip boneka kain kanak-kanak yang terlalu disayang. dia terkesiap ketika menatap wajah si prajurit. Oleh karena itu. terlihat sudah cukup berjarak secara emosional dengan bapaknya karena sejak kecil dia memang hanya mengenal ibunya. meski sudah kumal dan koyak-moyak tak dibuang ke tong sampah.ia kurang berminat mendengar ocehan prajurit cengeng ini. (hlm. Kehilangan pertama kalinya terjadi sebagai akibat sebuah peristiwa atau lebih spesifiknya huru-hara sosial-politik yang membuat tokoh Ayah tidak bisa kembali ke tengah-tengah keluarganya karena sudah berada di luar negeri (tempat yang aman guna menyelamatkan diri dari peristiwa sosial-politik yang terjadi itu). Garis tadi menghasilkan pemaknaan tentang kepedihan jiwa seorang istri yang ditinggalkan sang suami yang dicintanya. Tetapi. yang menjadi sudut penceritaan. 13-14) 3. Sakit pada hati sampai mati. Sementara tokoh anak (Aku). Sepasang matanya sayu berhias bekas-bekas sayatan dekat alis. Alangkah ganjil menyaksikan penembak jitu memercayai hal-hal yang jauh dari hukum benda dan kasatmata.2 Derita Seorang Ibu dan Makna Keutuhan Sebuah Keluarga dalam Cerpen ³Makan Malam´ Tiga kalimat terakhir yang menutup cerpen ini barangkali bisa dipandang sebagai persoalan inti. Barangkali. Pedih dan perih ini terasa sekali berfokus di tokoh Ibu yang mengalami langsung dari jarak dekat peristiwa ditinggalkan orang terkasih tersebut. kata itu makin sayup dan tak terdengar lagi «(hlm.

´ Aku tak melanjutkan pertanyaan.´ kata Ibu. dan akhirnya. datar. Ketika Ibu melamun. Bisa jadi hal ini karena dia sudah menduga kekurangsetiaan tokoh Ayah. tak pernah lagi. aku diambil dari bank.´ ³Oh «. 22-23) « ³Kalau begitu. Namun kemudian. aku seolah ditinggalkan sendiri dan bukan bagian dari dirinya lagi. Karena kami punya sejarah. Kesedihan ini terasa bercampur baur dengan adanya sedikit harapan bahwa sang suami akan kembali. (hlm. kemudian makin berkurang. Derita kejiwaan tokoh Ibu pun sebetulnya tetap telah ada meski dengan alasan keadaan sosial-politik sebelumnya. Ketika Ibu melamun. Ibu melamun. Kalimat µI love you¶ cuma terdengar sekali. hanya tahu bahwa dia bapak tidak ada. ³Yang satu ini tidak semudah itu. Sekarang Ibu kembali pada kebiasaan lama. ³Kamu minta cuti kantor saja sehari.´ Aku cemas. Dulu sering kulihat Ibu melamun.´ (hlm. Kenyataan terakhir ini baru diketahui belakangan setelah tokoh Ayah muncul kembali. Aku nggak mau melihat Ibu sedih.´ ³Yang ini tidak bisa. 24) . lembut. Ada apa? ³Dia akan pulang ke sini. Kutipan di bawah ini menunjukkan hal itu: Malam ini Ibu agak dingin. ia bersembunyi dalam kamar yang tak bisa kumasuki.´ ³Ayah? Ibu bilang.´ Ibu menyeringai getir. Sepasang matanya menerawang. Di sini sebabnya mungkin bukan sekadar keadaan sosial-politik lagi. ³Siapa?´ ³Lelaki itu. lalu mengusap-usap kepalaku.putri semata wayangnya dan menerima takdir bahwa putri yang dicinta itu.´ ³Kenapa?´ ³Dia ayahmu. dari kehilangan yang pertama ini. tokoh Aku.´ ³Sejarah bisa dihapus. Ibu sudah menguncinya dengan jawaban singkat yang umum. putuskan saja. Kita jemput dia di bandara dua hari lagi. bisa ditafsirkan pula bahwa rasa kehilangan lebih mendalam diderita tokoh Ibu justru karena tiada kabar yang sekian lama dari tokoh Ayah. melainkan sudah berupa pilihan sikap dari tokoh Ayah untuk tidak sesegera mungkin menemui tokoh Ibu. Hal ini wajar kiranya dipahami begitu sangat menyakiti hati seorang wanita.

Jasnya kebesarannya. Namun. kehilangan kedua kalinya justru terjadi di saat yang hilang itu telah kembali datang. Wajah pria di hadapanku tirus. Harapan tokoh Ibu bisa dianggap tetap ada karena. kegenapan. (hlm. sekali lagi. sementara tokoh Aku dari kutipan ini kelihatan tidak mempunyai ketertarikan untuk ³menyikapi´ peristiwa tersebut alias merasa biasa-biasa saja. Dari cerita didapatkan kesan kebahagiaan hidup tokoh Aku dan tokoh Ibu meski sekadar hidup berdua setiap kali menjalani rutinitas makan malam mereka berdua. Sementara itu. putih. Gesekan antara harapan ked atangan lagi dan kekecewaan ditinggal pergi inilah yang mengusik-usik ketenangan hidup tokoh Ibu. Bagaimana aku menghadapi pria ini? Kami makan tanpa suara. Di saat keluarga menjadi utuh. kenyataannya kutipan kalimat-kalimat terakhir cerita di awal tadi menunjukkan bahwa tokoh Ibu menderita dan sakit hatinya. Denting sendok garpu saling bersahut. Logika umum bahwa berkumpulnya semua anggota keluarga²orang-orang yang dicintai² akan membahagiakan hati ternyata dalam cerpen ini tidak terbukti. dan kebulatan sebuah keluarga. Judul cerpen sendiri. justru suasana semula ini sirna. dari sudut pandang tokoh Aku²yang telah sangat berjarak dengan bapaknya itu²justru kehadiran dan keutuhan tersebut menjadikan suasana yang tidak sempurna. Tak ada musik klasik. Selain kedatangannya (tokoh Ayah) hanya. bisa dilihat dari kontrasnya (kejiwaan tokoh Ibu) dengan sikap tokoh Aku sebagai anak yang tidak pernah berjumpa bapak.Kutipan di atas memperlihatkan ³dinginnya´ tokoh Ibu (sekaligus menunjukkan kebimbangannya) dalam menyikapi kembalinya tokoh Ayah yang telah tiada berkabar sekian lama itu. dan Ayah. 28) . Suaranya gemetar. seperti diistilahkan tadi: merobek luka lama. Kedatangan sang suami ternyata hanya seperti ³merobek´ lagi luka lama dengan memberi kabar tentang istri keduanya dan dua anak barunya di negeri luar sana. ia juga tidak mentah-mentah menolak kehadiran kembali tokoh Ayah. hanya menjadi sarana untuk melukiskan suasana derita tersebut dalam konteks keutuhan. Ibu. Entah apa permintaan maaf sang suami cukup mengurangi kadar derita sang istri. Ibu membeli makanan terbaik dari restoran mahal. ³Makan Malam´. Ibu dan Ayah tak berani saling pandang. seperti ditunjukkan dalam cerita ini. Aku seakan monyet yang terjebak. Inilah Ayahku. Uban sudah memenuhi kepala. Aku. suami tercintanya. mirip rintihan. suasana menjadi ganjil. dengan rongga mata dalam. Pemaknaan seperti ini. Seperti melengkapi sebuah puzzle dengan benda yang sudah berbeda. Makan malam kali ini kami bertiga. ketika tokoh Ayah kembali hadir di tengah-tengah mereka.

Tangan Mursid bergetar dalam genggamannya.4. malah cengeng. Kamu yang segar bugar. seperti begitulah perasaan hati tokoh Kakek Mar ketika terkenang akan sahabat-sahabat seperideologiannya dahulu sewaktu masih muda dan pengkhianatannya atas mereka. Sampai ia menjalani usia lanjut dan hingga akhir cerita diceritakan bahwa rahasia pengkhianatan ini belum juga diceritakannya. Mursid mengelus punggungnya.3 Antara Rahasia Pengkhianatan dan Usaha Untuk Menjaga Persahabatan dalam Cerpen ³Pesta Terakhir´ Seperti debu tanah yang beterbangan di taman. Benarkah? Air matanya meleleh. Aku mau minta maaf. namun sebuah peristiwa kecil mengganggu terungkapnya rahasia itu dan menggantungkan cerita pada sebuah tanda tanya: apa gerangan selanjutnya? Mursid muncul di ambang pintu. Ia menuntun Mursid ke sofa. Ketidakutuhan ini lebih baik dibanding ³lengkap´ namun dengan sesuatu yang sudah sama sekali berbeda. ya. Seorang cucunya menunjuk-nunjuk panik ke kolam. Aku yang sakit-sakitan begini nggak pernah kepingin mati. Untunglah keganjilan tersebut hanya berlangsung sementara lalu berlalu. 41) atau layaknya daun teratai yang layu dan busuk mengambang di permukaan air coklat keruh (hlm. Umur manusia µkan terbatas« Sudah. Kini ia mulai menangis terisak-isak. Ia ingin membuat pengakuan. Sid. bicaralah. Mungkin. ini pestaku yang terakhir. . kok. selamat ulang tahun teman duniaakhirat. Namun kepahitan akibat kedatangan itu telah membekas di hati tokoh Ibu dan justru menambah segala beban derita akibat rasa kehilangan sebelumnya. aku mau bicara sesuatu. soal yang dulu. taktahu apa ada dokter yang bisa mengobatinya.Dari cerita ini didapat pemaknaan bahwa kebahagian keluarga itu justru didapat dalam ketakutuhannya. sudah. berulang-ulang menyepuh daun dan kelopak bunga-bunga yang tersisa di ranting hingga terlihat makin kusam (hlm. soal apa saja. 3. Saat ia bertemu Mursid di akhir ³pesta terakhir´ diceritakan bahwa ia sudah hendak bercerita tentang pengkhianatan yang ia lakukan ini atau dengan kata lain hendak melakukan semacam pengakuan dosa. seraya mengerjap-ngerjapkan mata yang basah. aku« Tiba-tiba terdengar jeritan dari arah kolam. 31). kurus dan ringkih. Sid. ya. jangan menyumpahi dirimu sendiri. Tak urung air matanya terbit ketika Mursid lagi-lagi berbisik. Ia menyambutnya dengan peluk hangat. Oh. sendu. pikirnya.

Nafsunya. Ya. Ia tak tahan. berbulan-bulan. butuh pelampiasan. termasuk memberi tanda ideolog pada nama Mursid. Dua tukang kebun terlihat buru-buru menggotong tangga. Karakter tokoh Kakek Mar yang doyan perempuan dan tiada dapat menahan nafsu birahi berlama-lama menjadi sebuah jalan untuk mendapatkan ³keterangan´ yang diperlukan darinya. seperti disentakkan sesuatu di ulu hati. Barangkali pula bisa menjadi semacam pembenaran atas khianat terpaksa yang mesti dipilihnya. tokoh Alma. Ia terkekeh. mereka pernah bertaruh dengan nasib. Tuhan. Amis lumpur mengelana dalam udara. terutama. (hlm. toh tinggal mencatat saja? Setelah itu kamu bisa bebas dan kumpul dengan anak-istri. Berikut kutipannya. 40) Kebebasan itu pun kemudian menjadi ³gerbang´ bagi Kakek Mar guna melanjutkan petualangan cinta (seksual)-nya. ia setuju. Kakek Mar akhirnya bisa bersenang-senang ke berbagai belahan dunia. bersiap turun menjemput cucunya. Ia langsung berlari melewati lubang pintu yang terbuka.Lho. Apa sih pekerjaan Papa? Tukang catat. Tiba-tiba. Olala. berjualan manusia. Barangkali dengan menggunakan anggaran rakyat (uang negara). Kakek Mar bebas dari penjara dan selanjutnya berstatus sebagai ³pencatat´ atau ³penjaja manusia´ sebagaimana yang dikatakannya sendiri pada putrinya. Ketika seorang petugas mendekatinya dan menawarkan kerja sama. geli. 42) Rahasia yang disimpan Kakek Mar adalah pengkhianatan terhadap kawan -kawannya sewaktu dahulu mereka dipenjara bersama gara-gara perbedaan ideologi dengan pemerintahan baru yang melakukan sebuah kudeta merangkak terhadap otoriterianisme pemimpin lama. (hlm. Apa susahnya. Orang-orang dalam rumah riuh. Ia hanya diminta menyebutkan namanama yang dianggapnya sangat berbahaya. mana cucunya yang seorang lagi? Ya. Seorang pria tua berjongkok di tepi kolam. namun dalam buku rapor putrinya ia menulis: wiraswastra. 39) Dengan ³melaporkan´ nama-nama kawannya sendiri. Tukang catat? Ya. Dalam sel yang sempit di Salemba dulu. Pengkhianatan pada kawan seperjuangan memang berbuah surga duniawi bagi beliau. Angin musim panas berdesir lagi dalam ruangan. Ya. Mursid tertegun di sofa. ia merasa sedih. apa susahnya? (hlm. kata petugas. Bahkan. Berkali-kali ia onani saat teman-temannya sudah bergeletakan tidur malam sehabis korve seharian yang menyiksa. Suatu hari Alma kecil bertanya tentang pekerjaannya. Si Sena terjatuh. Seorang perempuan menghambur ke taman sambil menggendong bayi. dengan bekal posisi yang didapat dari pengkhianatan tersebut²dengan tetap meneruskan profesi sebagai juru .

tanya Mursid. tentu. Akibatnya. merasa kurang nyaman mendengar julukan itu. Di tengah-tengah kehidupan serba susah yang dijalani Mursid. ternyata . juga kawan-kawan lamanya yang lain. Hartono mati ditembak. (hlm. Bagaimana kamu bisa punya koneksi di sana. Di pesta ulang tahunnya.catat²dia bisa membantu mencarikan pekerjaan di lahan ³basah´ bagi anak Mursid (sahabat yang dikhianatinya tetapi tetap terus ditemaninya). Nama Mursid berada di urutan pertama. Setelah Arsyad. Namun ternyata status sebagai seorang pengkhianat ini tidak membuat Kakek Mar melupakan kawan-kawan lama yang dikhianatinya itu. Bukan koneksi. Tiap bulan dikirimnya wesel ke alamat sahabatnya. Ia sendiri rajin menyantuni Mursid yang tak punya mata pencarian tetap selama puluhan tahun ini. tentu. lalu diraihnya sehelai catatan dari situ. Apakah Alma sudah mengundang semua sahabatnya? Ditariknya laci meja. ya. disusul Arsyad. apa boleh buat. Kasman. dia mengundang semua teman-temannya dulu yang kebetulan masih bernyawa dan beruntung belum mati karena pengkhianatan dan nafsu birahinya. dikarenakan bekas dan berkas status ideologi politik yang melekat. tapi kebetulan menantu adikku sudah berpangkat tinggi di situ. Nak. ia langsung menawarinya bekerja di sebuah kantor pemerintah. Ia ingin membaca ulang daftar tamu. balasnya. yang diisyaratkan pengarang cerita sebagai pesta terakhir bagi kakek ini. ia kehilangan jejak. sudahlah. ya sama Om Mursid? Oh. jumlah yang cukup untuk membeli beras dan lauk pauk di pasar. daftar nama para tamu yang ditulis Alma. entah hidup. 39) Meski dilukiskan sebagai seorang pengkhianat pada teman-teman seperjuangannya. Meski begitu. berulang-ulang berucap bahwa ia benar-benar sahabatnya dunia-akhirat. Kakek Mar justru hidup berkecukupan atau berlebihan berkat pilihan menuruti kehendak nafsu birahi yang dahulu dipilihnya. setulus mungkin. terlebih lagi ³sahabat dunia-akhiratnya´ Mursid. entah mati. Ketika putra sulung Mursid tamat sekolah menengah. Kami sudah melewati banyak suka-duka bersama. Berikut kutipannya: Papa sayang sekali. Ia tersenyum kecut. ah. Mursid memeluknya. Tapi. terheran-heran. Ia terlihat terus berusaha menjalin hubungan dengan mereka sembari tetap memelihara sebuah rahasia yang mungkin akan mengoyak-ngoyak hubungan mesra itu. pada Mursid dia mengaku atau berbohong bahwa ³rezeki´ itu didapat berkat bantuan menantu adiknya. Mar. ya. Yusmin. Dua lagi tinggal kenangan. Ali« Lima orang. berturutturut tercantum nama Hendro. Alma tak segan-segan mengirim masakan pada keluarga sahabat Ayahnya itu setiap minggu.

Sebagai seseorang yang berhasil lolos untuk hidup makmur dan sejahtera. Kepalanya mulai pusing dan perutnya mual lagi.) Om Mursid sudah janji datang. Nak. dia dilarikan ke gawat darurat. Papa. meninggalkan rasa tersengat dan perih di pori-pori. Aduh. ya. ia juga tak bisa datang. biar kita suruh sopir yang jemput? (Alma mengangkat bahunya. sama Om Arsyad? Coba kamu telepon mereka. Pa. 40-41) Beban dari dosa pengkhianatan yang dilakukannya yang berjalan seiring dengan kasih sayangnya yang tulus pada sahabat-sahabatnya merupakan sebuah fenomena kemanusiaan yang menarik untuk dimaknai dari tokoh Kakek Mar. Om Ali tak bisa datang. .Kakek Mar juga ditampilkan dengan sisi kemanusiawiannya. Kenapa dia nggak bilang dari kemarin. Ia merasai kembali angin musim kemarau. menyalakan kran. Oh. (hlm. Perempuan itu merasa percuma sudah menyiapkan banyak makanan. Namun kemunculan berkali-kali teks yang menggambarkan gangguan kesehatan pada Kakek Mar bisa dianggap menunjukkan sesuatu beban yang melanda Kakek Mar. mereka µkan nggak punya telepon. membasuh wajahnya dengan air dingin yang mengalir. Papa. aduh« aduh. Selamat ulang tahun saja buat Papa. Selain tetap menjalin hubungan dan berusaha membantu sahabat-sahabatnya. Sewaktu Alma mewartakan ketidakdatangan sahabat-sahabatnya. yang bertiup kering dengan tajam ke dalam ruangan. Katanya. Bagaimana Om Hendro. Ia melihat debu tanah beterbangan di taman« « Sendi-sendi tulangnya tiba-tiba terasa lemas. Rumahnya memang jauh dari sini. bagaimana ini? « Ia merenung-renung. ya. Terus « bagaimana yang lain. Ia berjalan tenang ke wastafel. Istrinya baru saja telepon. Ya. Ia menggeragap. Tuhanku. Perhatikan kutipan berikut: Angin panas mengusap kulitnya lagi di ruangan ini. Kakek Mar menjadi sedih sekali sebagaimana sedihnya dia mendapat panggilan sahabat dunia-akhirat dari Mursid. kecuali Mursid. Kakek Mar juga terkenang akan sahabatsahabatnya yang telah tidak ada di dunia ini. Ia kebetulan belum ada uang. Dada sesak. Kakek Mar digambarkan sehat wal afiat secara fisik. Al? Om Yusmin bilang. Alma tiba-tiba muncul di ambang pintu. Liver.

Meski begitu. Seorang pria tua berjongkok di tepi kolam. Musik bertempo cepat dari radio mobil membuat kepalanya makin berdenyut. Perubahan cuaca memang sering mengagetkan tubuh. ne. Tolong matikan radionya. Namun secara kurang ia sadari pula. baiklah kalau begitu. 34-35) Bisa diduga. ia merasa pusing dan mual lagi. chacha. Apalagi sebagai seorang manusia dengan karakter berorientasi senang dan bahagia. Siapa tahu. Mereka kembali ke mobil dan melaju di jalanan yang panas dan macet di siang terik. dosa tersebut secara laten tetap mengendap dan menghantui sisi lain kemanusiaannya. Snut. Mungkin Papa banyak pikiran. Ne. ne. 42). kok. seperti saat melarang Alma kecil bermain air hujan) Jangan ngomong begitu. dia terlihat lebih mudah untuk menyayangi dari pada memelihara benci. Siapa bilang? Orang seumur Papa ini µkan harus menikmati hidup yang sebentar lagi. Siapa tahu ada yang memberatkan pikiran Papa. Hasilnya? Bapak sehat. Alma sangat khawatir. Papa harus banyak minum dan makan buah segar. Barangkali seperti derai-derai cemara. Mbak. Tanggo. Dalam perjalanan. ya. lho. bersiap turun menjemput«(hlm. (hlm. ada yang belum terucapkan di saat akhirnya berserah. Al. snut« Urat kepala bagai dawai dipetik. kata dokter itu pada Alma. Mungkin. Perasaan berdosa itulah. akhir cerita digantungkan. senang. snut. . sehingga kemarin tergopoh-gopoh mengantarnya ke dokter. ditambah udara memang panas sekarang ini. secara kurang disadari. berkat karakter ini. ne. ne. Di samping itu. meski pada akhirnya. dia tetap bisa disadarkan bahwa dia seorang pendosa. ne « (Ia gerakkan telunjuk kanannya. judul ³Pesta Terakhir´ bagi cerpen ini bisa dianggap memberi pemaknaan tersendiri untuk menafsirkan maksud penggantungan di bagian akhir tersebut. yang mendorong Kakek Mar untuk hendak melakukan pengakuan dosa pada sahabat terdekatnya Mursid di akhir cerita. balas Alma. terima kasih. Kemarin Papa habiskan jeruk manis sekilo sendiri. Pa. Kepala Papa pusing sekali. Inilah sisi positif manusia dengan karakter seperti tokoh Kakek Mar.Musim kering ini hanya membuat kepala pusing dan perut mual. buat apa memikirkan yang menyedihkan hati. yang sebelumnya semata diakui di dalam hati. Gaya hidupnya yang berorientasi hedonis barangkali membuat dia berusaha untuk tidak menjadikan rasa bersalah itu membebani dirinya dan mengganggu kesenangan-kesenangannya. Papa sudah banyak minum dan makan buah. kok. salsa« mulai ia jauhi. perasaan bersalah yang bersifat kebatinan (bukan fisik) inilah yang tengah melanda Kakek Mar. Oh.

Ia memang mencintai pria itu. kembali mengurus diri sendiri. ³Anak-anak hanya datang pada hari raya.4 Seorang Waria yang Dilukai Hatinya dalam Cerpen ³Balada Hari Hujan´ Dalam udara yang dingin dan cuaca hujan yang seperti tidak henti. setelah itu kami jadi orang asing lagi satu sama lain. Pria yang menerima segala kekurangannya itu bersedia mengawininya dan ia akan merawat Ben dengan baik. (hlm. tokoh Ia bertemu lagi di kafe tersebut dengan lelaki sok nigrat ³langganannya´ semalam yakni Benyamin G. Benyamin yang terhormat ini mungkin tidak menyangka akan bertemu lagi dengan banci yang semalam ³dipakainya´ untuk menumpahkan hasrat birahi. setulus hati. tokoh Ia dalam cerpen ini melaksanakan rutinitasnya. Semula ia berharap Benyamin menjadi yang terakhir. 62-63) . Lebih sialnya. Tapi siapa sangka. Istri Ben hampil meninggal sepuluh tahun lau. Di saat mereka sesaat ³bercinta´ semalam. saat berbaring di pangkuannya. setelah menderita kanker ganas bertahun-tahun. Lelaki tua ini datang dengan istrinya yang dari cakapannya pada tokoh Ia (yang menggunakan panggilan jeng) memperlihatkan bahwa tokoh Benyamin dan istri resminya ini memang orang-orang terhormat yang berlabel ortodoks ninggrat. Hidup ini hanya kesialan bagi orangorang tua. Di sebuah restoran langganan²yang kata cerpenis cerpen ini merupakan satu-satunya kafe di kota dalam cerpen ini yang buka di pagi hari²tokoh Ia memakan makanan rutinnya yakni semangkok bubur ayam istimewa dan separo gelas coklat panas.4. sekadar bermaaf-maafan. Kedatangan Benyamin dan istri ini sangat membuat sedih hati tokoh Ia karena kedatangan mereka itu membuka sebuah tabir rahasia yang bisa sangat mengecewakan hatinya. Mungkin. ia datang bersama istri yang dari tutur katanya yang sopan menunjukkan mereka merupakan orang -orang yang berstatus terhormat. setia mendengar keluh kesah Ben tentang anak-anak yang satu demi satu meninggalkan rumah untuk berkeluarga dan tak lagi peduli pada ayah mereka yang sendirian. Benyamin mengaku sebagai pria kesepian yang sudah ditinggal pergi oleh anak-anaknya yang masing-masing juga sudah berkeluarga dan juga telah ditinggal mati oleh sang istri tercinta. di pagi yang dingin menusuk tulang di bulan Juni.3. Seperti biasa.´ kisah Ben. Setelah mencari ³nafkah´ di malam hari. ia mengelus-elus rambut pria itu dan menyanyikan lagu-lagu nostalgia yang digemari pria seusia Ben. tokoh Ia sempat dibuai oleh harapan bahwa Benyamin yang terhormat ini akan menjadi kekasih terakhirnya dan bisa mengakhiri petualangan cintanya dari satu pria hidung belang ke pria hidung belang lainnya. sampai sang kekasih lelap dan mendengkur. tokoh Ia menjalani rutinitas lain yang juga tidak kalah manusiawi: sarapan.

63-64) Sapu tangan berinisial ³BG´ pemberian Benyamin yang dijadikan pengelap ingus tokoh Ia yang terbatuk-batuk tersebut seolah menjadi sebuah simbol bagi muntahan kemarahan tokoh Ia terhadap Benyamin. Dengan teknik penceritaan yang cukup menegangkan serta agak mencengangkan. Ia sungguh kecewa. Ternyata lelaki tetap saja lelaki. yang sama-sama sumbang. keperihan. Hiiiiiii «. memasang jerat untuk menaklukkan wanita. Berapa lama ia bisa bertahan di dunia semacam ini? Hujan masih menyambutnya di luar kafe. seolah mengisyaratkan betapa telah mewanitanya tokoh Ia yang sejatinya pria ini. dan kepedihan. Mereka sangat pintar mengarang cerita sedih. Payung ungu itu mengembang lagi. Sebuah kemarahan yang berujung kesedihan. Wangi musk bercampur kayu cheddar juga masih tertinggal. Benyamin tega berdusta. 63) Perhatikan penggunaan kata menaklukkan wanita di atas. Suara batuk keris yang khas pun terdengar menimpali batuknya. Sorot mata mereka mengisyaratkan rasa terganggu. Jalan yang basah menyambut langkah-langkah kaki yang menggigil. Tak siasia. Hari yang cukup berat di antara puluhan ribu hari yang sama kembali berlangsung. dan ngeri. Pilihan kata seperti ini. Ada inisial ³BG´ di sudut saputangan tersebut. Sensitifitas jiwa perempuan dalam tubuh lelaki tokoh Ia terang saja sangat terguncang dengan kenyataan pahit dan menyakitkan ini. Kini sehelai sapu tangan mulai dikeluarkannya dari rongga tas tangan. Ia merasa puas dan menyungging senyum lebar. Terang saja.Namun tidak dinyana. Ada dua komposisi batuk sekarang. meski dalam cerita. Sepasang mata tua itu mendelik.) secara khusus. lalu hinggap di mangkukmangkuk bubur mereka. jijik. terbuat dari sulaman benang biru. sebagaimana bisa disimak dengan sangat nikmat lewat penutup cerita berikut ini: Ia ingin pulang dan menenangkan pikiran. Virus influenza bisa saja beterbangan di udara. samar-samar. tak peduli tua atau muda. Ia rapatkan kerah- . (hlm. tokoh Ia merasa dibohongi oleh kakek yang satu ini. Secara fisik-psikis bisa diduga perasaan terluka itu spontan mampu untuk memancing reaksi tubuhnya. pengarang cerpen ini mempertemukan tokoh Ia dan Benyamin dan istrinya²yang masih hidup ternyata²di pagi harinya di sebuah kafe. (hlm. Ia membalas tatapan si pria tua (Benyamin-pen. Ben bahkan tega membunuh istrinya sendiri. Ia tiba-tiba tersedak dan mulai batuk-batuk. Pasangan muda-muda maupun manula (Benyamin dan istri-pen. kaget. Langit abu-abu tua. lurus-lurus dan berani. yang dilakukan pengarang.) serentak menoleh ke arahnya. bersahut-sahutan. kemudian dibekapkannya pada mulut yang bising.

yang terletak di sebuah pulau kecil. (hlm. ratu dari dunia yang abu-abu. menahan udara dingin. Saat ia tertawa terlihat gigi-gigi yang tak rata. 77) Demikianlah narasi paragraf pertama pembuka cerpen ini. (hlm. Pada orang yang dipanggil Atuk oleh Halifa inilah cerita memusat. seperti warna langit hujan. ya. keluarga pemilik kebun. Si Penjaga Kebun.5 Kampung Halaman. dan bibir hitam terbenam di kepala yang kecil. dinyatakan bahwa Si Penjaga Kebun ini menjadi begitu berharga bagi Halifa. 87). ompong. Sejauh manakah kenangan akan rumah baginya masih membekas? Di kampung halamannya ini. Perhatikanlah empat kalimat pertama kutipan di atas. Ia merasa hidup begitu sepi. Cerpen ini bercerita tentang kunjungan pulang ke rumah seorang gadis perantau bernama Halifa yang sudah lima belas tahun tidak sempat pulang karena sibuk bekerja mencari nafkah di perantauan. Angie. atau lebih tepat lagi. Segala Kenangan. Mella. begitu asing. Sophia« tunggu aku. langsung mengarah-arahkan pada Si Penjaga Kebun. Tapi ini bukan kisah tentang kerajaan. Jasmine. Dengan narasi yang terlalu ³jujur´ tersebut. ia jarang tertawa. kita dugem sampai pagi! Di diskotek itu pula ia dinobatkan sebagai ratu waria.4. Ketika si penjaga kebun meninggal dan jenazahnya dimakamkan. Tapi. Hidup sendirian di tengah kebun tentu sebuah pengorbanan. Halifa bertemu lagi dengan salah satu bagian dari masa lalunya. Suatu waktu disempatkanlah oleh tokoh Halifa pulang ke ³tanah´ airnya. Demikianlah bunyi kalimat terakhir cerita dari cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ ini. dan yang Tersisa Darinya dalam Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ Ia merasa ikatan hidupnya dengan pulau itu berangsur-angsur punah (hlm.kerah mantelnya. Ia senang dikunjungi dan cepat-cepat menyuguhkan air putih serta bijur rebus atau buah keremunting yang hitam-manis pada tamunya. Sepasang mata yang sipit. bagaimana akan dipahami segi keindahan seperti yang umum dilekatkan pada label kesusastraan? Namun ternyata dalam cerpen ini. Mungkin. Hanya matanya yang sering berbinar melihat orang datang. Air mata mulai mengembang di balik kaca mata hitam ala Sanborn. dan kerak nikotin menempel di celah-celah gusinya. tapi tak bisa. Liza. hidung pesek. Halifa masih ingat wajah lelaki itu. 64) 3. nanti malam ia akan menghibur hatinya yang sedih di sebuah diskotek di jantung kota bersama teman-teman senasib. melainkan kisah tentang kepedihan. Ia mencoba bersenandung. Halifa telah kembali ke tanah .

adiknya. di bus. Mereka tak sanggup membesarkan bayi itu lantaran kehidupan yang sulit di masa Jepang. juga telah punya kesibukan tersendiri di tanah rantau. (hlm. Tentang sebuah keluarga yang tercerai-berai. ia menemukan lima mayat tergeletak di lantai tanah dan telah membusuk. di kantor. lelaki itu menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga. Sebab itu. dan di tempattempat baru yang pertama kali dikunjunginya. Tinggal ibu bapaknya yang tengah menikmati masa pensiun di hari tua. 77-78) Kakek dan nenek Halifa telah lebih dahulu berpulang ke ³tanah´. (hlm. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. Sementara Malida. sang suami meninggal dunia akibat tuberkulosa dan sang istri meninggalkan gubuk kecil mereka dengan lima anak kurus meringkuk lapar di dalamnya. Namun.rantau. Berminggu-minggu anak-anak tersebut ditinggalkan ibunya yang berharap ada orang kampung datang dan menyelamatkan mereka. Namun. 87) Kepulangan Halifa dewasa ke ³masa kecilnya´ tentu saja menghasilkan situasi yang telah banyak berubah dari masa lalunya itu. Suatu hari ketika perempuan itu kembali untuk memastikan anak-anaknya telah diambil orang. Lelaki itu akhirnya mengungkap kisah yang mengguncang Halifa. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan. Sepasang suami-istri merelakan bayi mereka yang baru berumur dua hari untuk diangkat anak oleh keluarga lain. Lima anak yang lahir sebelumnya harus menanggung penderitaan. keberadaan Si Penjaga Kebun menjadi cukup penting bagi Halifa. Selang beberapa minggu setelah putra bungsu mereka diserahkan. Untunglah ada orang yang lebih mampu bersedia mengurus bayi mereka yang baru lahir. (hlm. Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun. Ternyata pikiran yang kalut membuat si perempuan telah mengunci gubuk . Apalagi orang tua ini memiliki nilai historis baginya dan pernah menarik perhatiannya karena kesendiriannya. di kamar kontrakan. 84) Namun ada sesuatu hal yang membuat hubungan Halifa kepada Si Penjaga Kebun lebih kuat lagi. Ada sebuah rahasia. belakangan baru diceritakan Si Penjaga Kebun sewaktu Halifa mendatangi pondoknya. Sudah lama Halifa tak pulang. Ia cuma mengirim doa. terutama hidupnya yang sendiri. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. Ia merasa ikatan hidupnya dengan pulau itu berangsur-angsur punah. yang selama ini belum pernah diketahuinya.

(hlm. dia memilih tinggal di rumah kebun. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. bukan dengan yang lain-lain. Sekadar memberi pengetahuan dengan jalan lain yang barangkali dipikirnya lebih elok dan yang terbaik. Namun wasiat kakek Halifa pada ayahnya tersebut lebih menguntungkan penafsiran bahwa beliau memang tahu tapi mengambil keputusan untuk tidak memberi tahu. Pantaslah kiranya akhir cerita² sebagaimana sudah dikutip sebelumnya²membentangkan dan menonjolkan hubungan erat antara Halifa dengan Si Penjaga Kebun. 86-87) Pada akhir cerita ini Halifa baru tahu bahwa dia dengan Si Penjaga Kebun tersebut ternyata adalah saudara. 84) Rupanya kakek Halifa tidak pula membuka rahasia tersebut sebelum wafatnya. Betapa terenyuh Halifa menyikapi kesendirian Si Penjaga Kebun. Ayah telah menjalankan wasiat kakek. Ayah suruh tinggal di rumah ini. Putra bungsu suami istri yang malang tadi adalah ayah Halifa. mendirikan rumah di kebun pusaka kakek. Orang-orang kampung melihatnya berlari kencang ke dalam hutan sambil melolong. Halifa terdiam. Anak-anak itu terkurung di sana. Beberapa hal berikut ini juga menunjukkan kesan Halifa yang begitu kuat pada Si Penjaga Kebun: . tapi katanya dia tak punya keluarga lagi. begitu pula si penjaga kebun. tanpa mampu berteriak minta tolong.dari luar. Apalagi jika dihubungkan dengan ingatan Halifa ketika suatu kali ia mendengar ayahnya pernah menyuruh Si Penjaga Kebun untuk istirahat dan kembali pada sanak saudaranya tanpa dia sadari bahwa dialah sanak saudaranya itu. ia mati dimangsa ular atau buaya yang menghuni sungai. (hlm. Ayah dan ibu telah memutuskan pindah ke pedalaman. Sebelum meninggal. Perasaan Halifa pada Si Penjaga Kebun inilah yang menghadirkan segi keindahan tersendiri bagi cerpen ini. Barangkali pula memang ada kemungkinan kakek Halifa memang tidak mengetahui. Bahkan Ayah Halifa sendiri. Mereka larut pada kegetiran masing-masing. Barangkali. Dia sudah ayah minta istirahat dan kembali pada sanak-saudaranya. Setelah itu ia benar-benar senyap dari muka bumi. dalam cerita. Ayah sudah menganggapnya keluarga. ³Dia turut menyaksikan jatuh-bangun keluarga kita. terutama hidupnya yang sendiri. tapi tetap bertahan dalam kebun mereka. dekat perkampungan orang-orang Tionghoa. Perempuan itu tak sadarkan diri dan saat siuman ia sudah lupa pada siapa pun. Kata ayah. Hubungan mereka ternyata bukan sekadar antara anak majikan dan orang upahan. Lelaki tua yang bercerita ini adik kandung dari pihak istri. tidak tahu cerita ini. kakek berpesan agar ayah memperhatikan nasib penjaga kebun dan tak boleh menyia-nyiakannya.´ Lelaki itu mulai sakit-sakitan lantaran usia tua.

Apa pendapat lelaki itu saat melihatnya sekarang? Ia bukan lagi Halifa cengeng dan manja dulu. Ia kini tumbuh jangkung dan manis. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. Dengan Nenek dan Malida. ia akan tunjukkan jalan. dalam cerpen ini juga dikisahkan kenangan Halifa pada orang-orang lain dalam keluarganya sendiri. (hlm. Daya ingatnya pun mungkin sudah menumpul. Matanya tak pernah menyorot garang. Halifa kecil tak urung bersiul-siul senang menimpali tiap nada yang berasal dari lubang-lubang suling si penjaga kebun. 79) Selain tentang Si Penjaga Kebun. Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. tanah perlu makan. Orang-orang itu yaitu kakeknya. Mungkin. ia akan berjanji menyampaikan pesan.Barangkali. Bila ada yang tersesat. ikuti saja aroma itu. mengikat kaki-kaki tajam-lancip tersebut dengan benang. Bila kalian ingin bertemu tuannya. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. ³Biar gembur. neneknya. setelah bertukar pakaian dan makan siang. (hlm.´ katanya pada Halifa kecil. Bila ada yang ingin menemuinya. Ia punya radio transistor yang bisa menangkap siaran dari Malaysia. Mang Cali dan adiknya Malida. Mereka biasa menemukan umangumang yang menghuni bekas rumah-rumah siput. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. ayahnya. mata orang yang mau menolong. semacam pengumuman. Yu Sur. dari bayi merah. rambut lelaki itu sudah memutih dan kerut-merut usia tua makin nyata. bisa jadi obat sepinya. ibunya. Halifa tersenyum-senyum bangga. Ia menyiangi lalang dari tanah kebun. yang punya kebun. menabur kotoran ayam dan kambing di atasnya. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang. lalu renta dan pikun. Tanah rantau telah membesarkan otot-ototnya lewat kerja. Radio model lama berbentuk roti bantal itu warisan kakek Halifa. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. meluaskan pikiran penghuni pulau kecil itu dengan pahit-getir pengalaman. mengeluarkan binatang-binatang tadi dari dalamnya. dia terkenang kepada sebuah peristiwa lucu. ia dan adiknya. Malida. lalu memacu mereka . Kadangkala lelaki itu mengeluarkan suling dari tas resam dan memainkan lagu-lagu berirama Melayu. Apakah masih juga dikenakannya topi kebun dari kain belacu lusuh itu? Mata sabitnya yang berkilau saat terayun ke batang lalang dan semakbelukar seakan hadir di depan mata. belajar beranak-pinak. Berikut kutipannya: Seringkali sepulang sekolah. berlari ke pantai untuk mencari kulit-kulit lokan dan siput. Hembusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. Itu galibnya perkembangan manusia. 78) « Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan.

putrinya. Kampung halaman yang telah sekian lama ditinggal pergi. 3. putri mereka. lagi. Seperti yang dituduhkan tokoh Elia.´ Halifa sempat terbahak. orang-orang yang dicintai dan mencintainya.6 Mencintai Buah Hati yang Diam-Diam Telah ³Pergi´ dalam Cerpen ³Makam ke Empat´ Dengan sebuah toko tembakau kecil di sebuah pulau kecil dan desa yang juga kecil dus terpencil. tokoh Aku dalam cerpen ini membesarkan Paula. Hanya dari hubungan Halifa dengan orang-orang tercintanya itulah tema utama cerita ini terintensifikasi. (81-82) Dia juga terkenang pada sebuah petuah bijaksana dari neneknya.berlomba lari. Halifa terkenang masa-masa sulit ketika perusahaan tempat ayahnya bekerja ditutup. tapi perlahan-lahan ia paham. (hlm. Keluarga. Di sela-selanya ada yang tersembunyi dan menambah manis kenangan ini. Ayah mengirim Halifa merantau setamat sekolah menengah pertama. ³Kau yang punya lubang kunci dan jangan biarkan anak kunci masuk ke situ. Dia juga terkenang pesan bijaksana ayahnya saat dia akan berangkat merantau. ia malah menjadi . nanti di neraka kau dibuat begitu pula oleh mereka. telah menyisakan sejarah atas masa lalu. Namun apa daya.´ kata ayah. Harapannya.´ Apa iya? Mereka µkan begitu imut. beserta istrinya Elia dan mengirimkan putrinya ini bersekolah ke Jawa. Sebuah cita-cita yang mulia khas orang-orang tua. sebuah ³kesalahan´ telah dilakukannya. (hlm. Nenek selalu mengomel panjang-pendek melihat kelakuan cucu-cucunya yang nakal. Jangankan berharap Paula menjadi orang yang sukses dan terlihat terhormat di negeri ini. 83) Terhadap tokoh-tokoh lain penceritaan tidak dilakukan dengan intensif benar. ³Jangan kau siksa binatang. dengan pendidikan yang lebih tinggi. Wajar kiranya seorang tua berharap hal yang bagus-bagus dan indah-indah bagi seluruh keluarga dan turunannya.´ lanjut ayah. 132). Paula akan bisa menjadi orang sukses yang tidak hanya bertoko kecil sepertinya melainkan mempunyai toko besar sebagai pengusaha sukses dan kaya raya. memang telah taktampak lagi di depan kedua bola matanya tetapi akan tetap hadir pada mata hati.4. ³Pulau kecil membuat pikiran juga tak seberapa luas. agar ia sebagai perempuan bisa menjaga diri di negeri orang. 83) Dengan ayahnya. Nenek memberi nasihat tentang menjaga diri. ³Biar kau temukan nasibmu sendiri dengan berjuang di rantau. untuk mengajak orang-orang melawan kaisar lalim (hlm. kebiasaan tokoh Aku membacakan kisah-kisah silat Kho Ping Hoo diduga telah memotivasi Paula. dan tidak lagi ditinggali.

Istriku menangis seharian. Bersama-sama kami mendaki tangga dan diam-diam menempelkan telinga di daun pintu. Benarkah? (hlm. kilahnya). ³Aku juga tak akan menyebut-nyebut nama kalian kalau ada apa-apa. tapi selalu ada. ³Kamu melakukan apa. Ibu datang dalam sunyi. Toples-toples kaca berisi berjenis tembakau berderet dalam rak kayu. termasuk membiayai kuliah Paula di Jawa. Kubiarkan ia meraih ilmu setinggi langit. Perasaanku tak enak. Rasanya beragam. Jangan kasar . datar. ia pernah mengejutkan aku dan Elia.sosok yang dicari-cari karena kemungkinan aktifitasnya memberontaki sistem dan melawan penguasa. Kata Paula.´ balasnya. Mengapa harus pulang diam-diam. ibu. Apakah ibuku sedang berbenah? Setahuku ibu selalu hadir tanpa suara. Katanya. tak acuh. Paula memilih jalannya sendiri. Toko ini pula yang telah menghidupi keluargaku. Tetapi. pelan. membekas sampai dewasa. katanya. Aku terpaku. 126-127) « Suatu malam. Kami menguatkan hati untuk mengetuk pintu. Ada yang murni. Kami mendengar suara-suara dari atas loteng. ³Dikejar pacar?´ Wajah Paula justru menegang. Tiga ketukan untuk permulaan. ³Aku sedang dikejar-kejar orang. tak minta dijemput? Dari mana ongkos pulangmu? Bulan lalu. Aku sangat berharap putriku mau bicara. aku terlampau sering membacakan kisah-kisah silat Kho Ping Hoo pada anak kami dan sepak-terjang pendekar yang hebat membuat kanak-kanak terpikat. kemudian dirobek-robek. mengapa harus jalan itu? Elia sempat menyalahkanku. Tiga kali. Elia juga sependapat. Terdengar laci-laci meja ditarik dan kertas-kertas disibak.´ ujarnya. ³Kalau ada orang asing ke sini dan menanyakan aku. tak pernah ada orang yang kehilangan. Lagipula di desa kecil ini. Aku ingin ia menjadi pengusaha besar. bukan. ia sengaja pulang diam-diam dan masuk ke rumah lewat pintu samping yang tak dikunci (istriku kadangkadang ceroboh. Nak?´ Bibir Elia bergetar. Ada yang campuran. sigaret terasa kurang tajam.´ jawabnya. Kubalas dengan bergurau. bisikku. menyeberang naik kapal pertama. Namun. Tak berapa lama muncul raut mungil putriku. kamu sudah pulang. Elia melarangku memaksa Paula. kata ibuku. Aku juga menjual cerutu bermutu sedang sampai mahal. Bagiku. Istriku segera memperoleh firasat buruk. Tetapi. Paula menatap aku dan ibunya silih-berganti. Di desa ini orang-orang seusiaku senang mengisap tembakau rajangan yang dibungkus kertas marning. Pagi-pagi ia meninggalkan rumah. Tak kenal bagaimana? Kamu adalah putriku. Malam itu Paula tak mau bicara. Pembelinya tak sebanyak tembakau rajangan. Biarkan bangau terbang. katakan saja Papa dan Mama tak kenal. Bukan. anak kami satu-satunya. air tanah yang kau minum rupanya menentukan jalan hidupmu. bukan pemilik toko kecil sepertiku. Istriku menangis. Ia hanya menggeleng atau menunduk.

sepertinya halnya kedua orang tua Paula. 127-128) Kata jalan itu sebagaimana yang dikutip di ataslah jalan yang dipilih Paula: mengajak orangorang melawan kaisar lalim. Hal seperti inilah yang membuat tokoh Aku semakin merasa asing pada putri tunggalnya yang dengan bersusah payah dinafkahinya kuliah ke Pulau Jawa itu demi mencapai kesejahteraan dari segi ekonomi. (hlm. Kamu bukan tukang sulap. Inilah yang di awal cerita sempat dimetaforkan secara sarkastik lewat klausa namun. Hah? Dulu Papa dan Mama menikah dengan modal dengkul. Makam itu merupakan tanda bahwa mereka bagaimanapun harus menerima kepergian atau lebih tepatnya kehilangan . Nak. Apa peristiwa yang dihadapi oleh Paula. tokoh Aku dan Elia. tokoh Aku mulai tahu aktivitas putrinya. Papa jangan harapkan aku menikah. (hlm. Baiklah. aku akan kawin. aku dan temanteman sedang berupaya agar setiap orang bisa hidup makmur dan aman. barulah tokoh Aku menggali makam keempat²sebagaimana judul cerpen ini²bagi arwah putrinya yang jasadnya tidak tahu dimana rimba. 123). kemudian menggamit lenganku. Aku bukan kaisar. Berikut kutipannya: Ia kini sudah dewasa. Paula. Aku memilih diam. 131) Barangkali hal inilah yang membuat Paula tidak mau melibatkan kedua orang tuanya. Ia terkekehkekeh. Para kaisar biasanya diktator. Jangan kau bawa-bawa kisahkisah silat itu.padanya. Dengarkan Papa. Ketika suatu kali tokoh Aku pernah mencoba bergurau lagi menyinggung persiapan seorang pacar bagi dirinya. ia memunggungiku (hlm. Ya. Paula pernah memberikan jawaban yang sungguh mengagetkan dan barangkali sangat terdengar utopis di gendang telinga tokoh Aku yang awam kebaruan wacana. Ia terdiam sebentar. Elia protes lagi. Aku juga tak mau disebut diktator. Aku terbahak-bahak. Ketika pada akhirnya mengetahui kemungkinan kematian putri mereka dan kemudian juga jadi tahu mengapanya. Ia putri kita satu-satunya. tokoh Aku dan Elia masih berusaha mencari-carinya. Setelah diupayakan namun tidak bertemu. Aktifitas inilah yang membuat Paula dikejar-kejar ³orang´ bukan dikejar-kejar pacar sebagaimana normalnya diharapkan oleh masyarakat yang tertib dan tunduk-tunduk saja pada apapun kemauan penguasa-penguasa lalim yang otoriter. Kalau itu sudah tercapai. Dua orang sederhana ini tentu tidak mengerti apa ³maunya´ putri mereka. kataku. ketika pada akhirnya seorang kawan Paula memberitahukan perihal menghilangnya Paula. Apakah ia sudah punya pacar? Suatu kali ia mengagetkanku dengan pernyataan seram. bisiknya. karena pernikahan itu cuma cocok untuk orang-orang kaya. baru pada akhir cerita. sudah. tokoh Aku tidak pernah tahu.

Siapa tahu putri kami dimakan hiu. Terlebih lagi kematian putri mereka ini penuh selaput misteri. Namun. sebagai manusia biasa. ia bertanya lebih lembut. Aku tak mau makan daging hiu. beranjak dari kursi. Dan lantai licin yang kupijak tiba-tiba berperekat. Paula dibuang ke laut dan mungkin dimakan hiu. tanya Elia. Bagaimana menyentuhnya perasaan manusiawi itu dan betapa perihnya rasa sakit hati kedua ayah bunda yang ditinggal anak satu-satunya ini bisa sangat dirasakan dari kutipan berikut ini: Siang itu aku menyambut jam makan dengan perasaan aneh. ia memunggungiku. meluncur di lantai. Lembut. rasa kehilangan ini telah menimbulkan semacam ilusi bagi tokoh Aku tentang kedatangan selalu putri tunggalnya itu di hari-hari selanjutnya tanpa Paula. Air mata menggenangi sepasang mataku. Tangisku makin keras. Sedikit banyaknya pada cerpen ini juga terlihat ketabahan orang tua Paula untuk merelakan menghilangnya putri mereka. Ia langsung tersedak. Ia meninggalkan aku. bisikku. terbit dari tiada dan lenyap ke dalam tiada. 133) Juga. menggantung kaku. Putri kita ada dalam hiu ini. Elia memanggang ikan hiu. Kedua tanganku yang bersiap memeluknya tertahan di udara. kemudian menghilang tepat di tengah lorong menuju dapur. Ada apa. tapi aku cuma menyentuh sayur bening sawi. Ada apa. lalu menuang isinya ke tong sampah. . Kata orang-orang. Paula datang ketika lampu-lampu ruang telah padam.putrinya tersebut dan dalam keharuan mereka pun²di akhir cerita²mesti melewati natal kelima tanpa Paula. Aku tertahan di atasnya. Ia meninggalkan ruang lengang tanpa aroma. Datang dan perginya bagai tuah dari tongkat sihir. Kenyatannya. tokoh Aku dan Elia tentulah sangat sedih atas kehilangan putri mereka tersebut. Kuletakkan kotak cerutuku di meja dan bangkit perlahan dari kursi malas untuk menyambutnya. Tak berapa lama ia kembali. mengental menjadi bayangan sebuah peristiwa. Elia menghidangkan hiu panggang di meja makan. Berpijar. tersendat-sendat. menangis di tepi bak cucian. Lebihlebih pula yang menghilang dari mereka ini²dengan aroma intrik-intrik politik kekuasaan menyelubunginya²adalah seorang anak manusia berjenis kelamin perempuan. (hlm. Paragraf pertama cerpen ini telah menyodorkan bagaimana harapan seorang bapak. Kusaksikan Paula sirna. meraih piring ikan di meja. mirip tikus terjebak di perangkap berumpan. Tubuhnya memancarkan sinar putih. yang barangkali telah mustahil. Dibiarkannya kami menunggu selama sepuluh musim. Tokoh Aku dalam cerpen ini juga menyadari bahwa dialah yang mengajari putri semata wayangnya itu untuk kelak menjadi pendekar yang berjuang guna menegakkan yang benar.

suara serak ini hanya dijawab oleh gemanya sendiri.Ketika belum terbiasa dengan cara datang dan pergi Paula. dan kesempatan. Aku menyebut namanya. lalu menuntunku ke kamar kami. Namun. Kedua telinganya bagai tersumbat besi tempaan. sebelum lebur dalam udara. dengan tekanan dan perasaan beragam. Ada yang salah memilih jalan. letih. aku masih berharap. . bahkan sengaja menunggu. haru. Sayang sekali. meski kutahu berjaga semalaman memicu asmaku kambuh. Namun. 124) seolah menjadi simbol dari doa tokoh Aku bagi kebahagiaan putrinya di alam baka berkat segala kebenaran dan kesucian yang diperjuangkannya dalam menumpas segala kelaliman dan borok-borok yang ditutup-tutupi oleh orang-orang yang dikarunia Tuhan dengan setetek ketek ³sabit bermata dua´ bernama kekuasaan. ketika temaram di sekelilingku benar-benar hilang di ujung lorong gelap-gulita. Ia selalu membujuk dengan berbisik. Bisikannya tak pernah kusimak. diikuti desah napasku yang berat. aku sering berteriak-teriak memanggil namanya dan berharap ia berbalik serta menatapku. aku bukan orang yang patuh. Paula selalu datang ketika hanya pijar lampu bacaku yang menyala dan membuat gradasi cahaya. Kalian akan melihat sepasang rongsokan manusia berjalan tertatih-tatih. semoga kembali ke kebenaran. putus asa. tapi kedatangannya menuntutku beranjak dari sini. Aku lebih suka membiarkan istriku datang. cemas. ketika temaram di sekelilingku benar-benar hilang di ujung lorong gelap-gulita (hlm. Tubuhnya meluncur lurus ke muka. 123-124) Pilihan kata sinar putih yang merujuk pada tokoh Paula pada kalimat kedua paragraf pertama kutipan di atas atau paragraf Paula selalu datang ketika hanya pijar lampu bacaku yang menyala dan membuat gradasi cahaya. senang. Setelah itu malam mendesakkan sebuah penyelesaian: aku harus tidur dan meninggalkan kursi malasku yang tegak lurus dengan lorong sebelum istriku muncul menjemput. hak. menyerupai zombie. (hlm. Tak sekalipun ia menggubris.

Dalam cerpen ³Makan Malam´ perihal kemanusiaan yang digarap adalah mengenai perasaan sakit hati seorang ibu yang ditinggal sekian lama oleh suaminya. Dalam cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ persoalan kemanusiaan yang digarap adalah tentang kehampaan jiwa seorang prajurit dalam menjalankan kewajibannya sebagai abdi bela negara. Seorang tentara²bahkan kemudian menjadi seorang pembunuh profesional² ternyata juga bisa sedih. Terlihat dalam cerpen ini bagaimana pada berbagai kesempatan seorang serdadu dengan segala stereotipnya tersebut ternyata juga mempunyai perasaan manusiawi seperti manusia lain pada umumnya. ternyata penulis berhasil menemukan intensitas garapan tema-tema kemanusiaan sebagai tema yang dominan dalam cerpen-cerpen tersebut. Pemenuhan atas hal tersebut sempat mesti meminggirkan sikap setia pada kawan seperjuangan. di samping dia juga bisa terlihat bangga dengan jalan hidupnya ini. Dalam cerpen´Pesta Terakhir´ tema kemanusiaan yang dihadirkan adalah mengenai beban mental yang melanda seorang tua atas dosa pengkhianatannya pada kawan-kawan karib yang dicintainya. Tokoh Ibu dalam cerpen ini akhirnya mesti mengidap rasa sakit hati²yang tentu saja bukan berupa hidup berbahagia²untuk selama-lamanya. kedatangan tersebut hanya kembali mengoyak luka lama. Semula seolah ada secercah harapan kembali berkobar saat datang kabar tentang kedatangan sang suami. jatuh cinta. dan ingin menumpahkan segala beban pikiran. Variasi tematik yang digarap dalam keenam cerpen tersebut pun terlihat dapat mewakili wajah tematik kedua belas cerpen lainnya yang terdapat pada kumpulan cerpen ini. Tegangan antara dua kutub inilah yang menghadirkan narasi menarik tentang sisi kemanusiawian tokoh Prajurit Yosef Legiman dalam cerpen ini. takut. Kenyataannya. sosok yang memiliki citra negatif di tengah masyarakat umum. Pengkhianatan ini terutama didorong hasrat seksual yang begitu menggebu-gebu. Waria ternyata juga punya harapan tentang masa depan yang lebih baik dan waria . Cerpen ³Balada Hari Hujan´ terlihat jauh menusuk dan menelisik ke relung-relung terdalam sanubari seorang waria. Pada cerpen ini dieksplorasi perasaan-perasaan manusiawi seorang waria yang ternyata juga ada dan nyata. Akan tetapi profesi sebagai prajurit terlihat membuat seorang sedadu mesti banyak menahan diri untuk mengungkapkan ekspresi pribadi. namun tidaklah sampai menghilangkannya.BAB IV SIMPULAN Setelah menganalisis enam dari dua belas cerpen dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC.

kumpulan cerpen KTMP karya LC ini bisa dikatakan telah berhasil sebagai sebuah karya sastra²setidaknya dari aspek penggarapan tema. Tampilnya unsur jarak-waktu membuat cerita sedih dalam cerpen ini lebih sublimatif. Kenedi (ed. Linda. 2004b. Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2004. 2004. Akhir yang sedih (sad ending) membuat pesan kemanusiaan dari cerpen ini terasa penuh duka. pedih. manusia sakit yang diangkat disebabkan oleh akibat kepedihan dari peristiwa lainnya. 2004c. Kennedy.php?ArtID=459&page=1. Foresman and Company.).net/wmview. London: Scott. ³Lelaki Beraroma Kebun´. ³Jejak Lelaki.30 (hal. ³Pengalaman di Balik Penciptaan: Kuda Terbang Maria Pinto´ dalam http://relawan.php?id=3975. kembali menggarap soal kepedihan jiwa manusia yang ³terluka´.net. Linda. Demikianlah hasil penelitian kali ini. Cerpen ini tidak terlalu menonjol-nonjolkan manusia-manusia yang sakit perasaan. Cerpen terakhir yang digarap disini. ³Sastra Bisa Mengungkapkan Kepedihan Terdalam´ wawancara oleh . ³Berpolitik lewat Cerpen´ wawancara dalam http://www. DAFTAR PUSTAKA Adesita. Budianta. Keluarga dan orang-orang yang dicintai serta mencintainya juga mesti menanggung ³buah´ dari itu semua. 2004a. dan Sunyi. Syufra Malina. Catatan Atas Cerpen Pilihan Kompas 2004´ dalam Nurhan. X. Linda. Jakarta: Kompas. 1987. Diakses tanggal 6 Desember 2006. and Drama edisi keempat. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Ternyata bukan hanya individu-individu yang memilih jalan hidup penuh onak dan duri²menentang para penguasa²yang akan menderita atas aksiaksinya. Poetry. Christanty. Dengan demikian. ³Merekam Penulis Perempuan dalam Sejarah Kesusastraan´ wawancara dalam Jurnal Perempuan no. Dari paparan penulis tentang aspek tematik cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen ini. ³Makan Malam´. 10. Christanty. Dalam Kornel no. Cerpen kelima. ³Setting´.id/detail. (hal. Kekerasan. Christanty. Uniknya. Sepi Pun Menari Di Tepi Hari. 2004. Budianta. terlihatlah betapa intensifnya LC dalam menggarap tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen KTMP ini. 2003.100-107).ternyata juga bisa sangat terluka bila cintanya didusta. Melani.J. Terjemahan Bab 3 Literature: An Introduction to Fiction. Melani.14-15). dan perih. Ini terlihat sesuai dengan penghargaan dan apresiasi banyak pihak atas kumpulan cerpen ini.vision. Hubungan antara tokoh Halifa dan Si Penjaga Kebun lebih bernuansa keharuan bukan rasa sakit dan kepedihan yang sampai berlebih-lebihan. Sanksi politik bagi seorang pemrotes rezim yang berkuasa ternyata menghasilkan efek tambahan. agak memperlihatkan nuansa sedikit berbeda dengan kecenderungan cerpen-cerpen lainnya.

2004.208/detail. Diakses tanggal 18 Desember 2006.balipost. Sebuah Soal´ dalam http:/www. ³Realitas Koran Pada Sastra Koran´ dalam Dua Tengkorak Kepala.kompas. ³Perjalanan Sastra Buruh Indonesia´ dalam http://202. Yogyakarta: LkiS. 28 Mei 2006). Linda. Sastra Indonesia dalam Enam Pertanyaan. Sosiologi Sastra. Kleden. Ahda. 2004. Henny. Diakses tanggal 6 Desember 2006.co.co. 14 Januari 2005). ³Merayakan Pembacaan´ dalam http://www. 1984. Viddy AD. 2005. A. Imran. Budi. Daery.id/Bali Postcetak/2004/6/14/rubrik.pikiranrakyat. Derrida. Sebuah Pengantar Ringkas. ³Cerpen Bertema Kemanusiaan´ dalam http://www. Segi-Segi Kesusastraan pada Kisah-Kisah Al-Qur¶an. 2000. ³Pohon Sejarah´ dalam Kornel no. Jakarta: Pustaka AlHusna. 14 Desember 2006 (hal. Ignas. Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2000. Krampen. Muhammad.html (Pikiran Rakyat.com/kompas-cetak/0405/22/pustaka/1037030. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Irawati. Fayyadl. Christanty.155. Herfanda.html (Pikiran Rakyat. Ahda. Darma. Danujaya.com/ cetak/2006/012006/14/khazanah/index. Hanafi.Wimar Witoelar dalam http://www. ³Hidup di Dua Dunia´ wawancara dalam Pikiran Rakyat. Jakarta: Kompas. Damono. 8 Oktober 2005).com/ kompas- . Kompas Cyber Media. Ahmadun Yosi.asp?id=211271 (Republika Online. Budiarto. Diakses tanggal 6 Desember 2006. ³Kesenian dalam RUAPdP´ dalam http://www. 2004.24-25).republika. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Serba-Serbi Semiotika. Diakses tanggal 2 Februari 2007. 1996. ³Moral dalam Sastra´ dalam Sejumlah Esei Sastra. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti. Esai-Esai Sastra dan Budaya. Imran. Martin. 1984. Jakarta: Karya Unipress. Panuti & Aart van Zoest (ed.com/cetak/2006/102006/08/khazanah/index. ³Peta Kecenderungan Cerpen Indonesia Terkini´ dalam http://www. 1978. Diakses tanggal 6 Desember 2006.10 (hal.kompas.html.).pikiran-rakyat. Eka. Jakarta: Gramedia. ³Penghargaan Sastra Khatulistiwa.id/koran_detail. Sapardi Djoko.asp?id=249828&kat_id=3 64 (Republika Online.22).html. 15. Kurniawan. ³Ferdinand de Saussure dan Perkembangan Semiologi´ dalam Sudjiman. 17 April 2005).

³Merekonstruksi Sejarah Sastra Indonesia´ dalam http://cybersastra. Bandung: Angkasa. Raman. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Dan Penerapannya. Perspektif Wacana Naratif. Mohammad. Protes Sosial dalam Sastra. ³Rigidnya Cerpen Gagasan´ dalam http://www.net/cgi-bin/naskah/viewesai. 1990. Terjemahan Akhadiati Ikram. ³Inovasi Tematik-Stilistik Novel µDadaisme¶´ dalam http://www. ³Mencari µKarya Sastra¶ yang menguntungkan Perempuan´.. 1991.co. Pradopo.sinarharapan. Dari Strukturalisme Hingga Posstrukturalisme. Mieke Bal dkk.edu/apakabar/basisdata/1996/04/21/0006. ³Djenar dan Paradoks Masyarakat Kita´ dalam http://www. Ajip. Sawitri. Bandung: Binacipta. ³Kenapa Menulis Cerita Pendek?´ dalam Nurhan.html. Beberapa Teori Sastra.hamline. 1996. dan Teknik Penelitian Sastra. Bandung: Wacana. Pradotokusumo.cgi?category=5&id=10303 57707. 1998. ³Posisi Perempuan dalam Karya Sastra´ dalam http://www. 1991. Diakses tanggal 29 Januari 2007. Diakses tanggal 6 Desember 2006. 1 Oktober 2005). Diakses tanggal 28 Oktober 2006. 2000. Maman S. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2000. Saidi. 2002. Lilis A. 2005. Mahayana.html (Republika Online.html (Kompas Cyber Media. Ratna. 2004. Goenawan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Jakarta: Intermasa. Tentang Sastra. Partini Sardjono.). Metode Kritik. Burhan.55-63). Dalam Jurnal Perempuan no. Diakses tanggal 31 Mei 2006.com/newsprint.cetak/0510/01/Bentara/2083130. Cok.asp?Id=2004071023464677 &Jenis=c&cat_name=Tifa (Media Indonesia Online.html (Pikiran Rakyat. 2004. Jakarta: Kompas. Nenden. Rachmat Djoko. ³Khatulistiwa Literary Award 2004 Hasilkan Pemenang Kembar´ . Panduan Membaca Teori Sastra Masa Kini. 21 April 1996). Teori. Rosidi.. Acep Iwan. 2003. Saini KM. Dua Tengkorak Kepala. Luxemburg.pikiran-rakyat. Nyoman Kutha. 21 Oktober 2006). 2002. Pengkajian Sastra. Asep. 1995. Sinar Harapan Online.30 (hal. Jan van. Nurgiyantoro. 11 Juli 2004). Sambodja.id/hiburan/budaya/2005/0402 /bud2. Metode.com/ cetak/2006/102006/21/khazanah/index. Pengkajian Fiksi. 2000. Sambodja. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Kenedi (ed. Diakses tanggal 9 Januari 2007. Selden. Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia. Asep.mediaindonesia.

J. Indonesia. Tirto. Tirto. Pergeseran Makna Cinta dalam Kumpulan Cerpen Sebuah Pertanyaan untuk Cinta. Soeratno. Jakob & Saini K. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya. Diakses tanggal 6 Desember 2006. A. ³Penelitian Sastra: Tinjauan Tentang Teori dan Metode Sebuah Pengantar´ dalam Jabrohim (ed. S Prasetyo.suarakaryaonline. ³Petunjuk Penelitian Sastra dengan Metode Pendekatan Tematis ± Filosofis´ dalam Jabrohim (ed. 2003. Jakarta: Pustaka Jaya.sinarharapan. Pengantar Teori Sastra.sinarharapan. 3 April 2005). 27 Juni 2004). 2003b. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Jakarta: PT Graemedia Pustaka Utama.com/news.co. Diakses tanggal 19 Juli 2005. Memahami Cerita Rekaan. ³Analisis Struktural: Salah Satu Model Pendekatan dalam Penelitian Sastra´ dalam Jabrohim (ed. Siti Chamamah.html. 2000.). Tjahyadi.id/koran_detail. Teeuw. Jakarta: Pustaka Jaya.). 2003a. 1983. A. Suwondo. Susmana. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Utomo.asp?id=193015&kat_id=364 &kat_id1=&kat_id2= (Republika Online. Beberapa Alternatif. Metodologi Penelitian Sastra. 1994.id/berita/0410/13/ hib01. Supadjar.id/koran_detail. 1984. Diakses tanggal 8 Mei 2006. 1997. Teeuw.dalam http://www. Sumardjo.). 2003. Metodologi Penelitian Sastra. Suara Karya Online. Metodologi Penelitian Sastra.M. Jakarta: Pustaka Jaya. Sukiman.com/kompas-cetak/0406/27/Buku. Panuti. Teeuw. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya. Indra. Universitas Padjajaran. 2005.co. ³Generasi Cerpenis Pasca-Seno Gumira Ajidarma´ dalam http://www. 1987. Darmadjati.html.id/hiburan/budaya/2005/0115/bud2.asp?id=60132&kat_id=102&kat_id1=&kat_id2 . Studi Sastra.republika. Agus. A. Antara Kelisanan dan Keberaksaraan. A. ³Terbang Kemana µKuda Terbang Maria Pinto¶?´ dalam http://www.co. Apresiasi Kesusastraan.republika. ³Ruang Fiksi di Media Gaya Hidup´ dalam http://www. Telaah Struktural dengan Penekanan pada Aspek Tematik. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Chusnato. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya. Jakarta: Pustaka Jaya. Sastra dan Ilmu Sastra. Sudjiman. Tergantung Pada Kata. ³Wanita dalam Sastra´ dalam http://www. 2006.html (Kompas Cyber Media.html?id=137985. co. ³Sastra yang Berangkat dari Lamunan´ dalam http://www. Suwondo. Suharjana.kompas.

id/putu.id/koran_detail.pantau.asp?id=182197&kat_id=102.web. 13 Januari 2002). Diakses tanggal 6 Desember 2006.com/2005/01/literary-journalism-course-vii.blogspot. http://www. ³Sastra Sebagai Refleksi Kemanusiaan´ dalam http://www. http://andreasharsono. Terjemahan Melani Budianta. http://www. Wijaya. Jakarta: Gramedia.or.php?id=L.asp. Nama: Asrul Sani Lahir: Rao. co. Pasaman. Wellek. Diakses tanggal 2 Februari 2007.(Republika Online.php?act=detail&id=6. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Diakses tanggal 10 November 2006.ba hasasastra. Diakses tanggal 2 Februari 2007.id/contributor. 11 Januari 2004. Rene & Austin Warren.html. Pukul 22. 10 Juni 1927 Meninggal: Jakarta.republika. 1990. 2002.com/ilist. http://ubudwritersfestival. Diakses tanggal 6 Desember 2006.15 WIB Istri: (1) Siti Nurani dan (2) Mutiara Sarumpaet . Teori Kesusastraan. Putu.

Amerika Seri kat tahun 1955-1957 Sekolah Seni Drama di Negeri Belanda tahun 1951-1952 SLTP hingga SLTA di Jakarta SD di Rao. enam cucu Ayah: Sultan Marah Sani Syair Alamsyah. Universitas Indonesia (IPB) Dramaturgi dan sinematografi di University of Southern California. Sumatera Barat .Anak: Tiga putra. gelar Yang Dipertuan Rao Mapattunggal Mapatcancang Pendidikan: Fakultas Kedokteran Hewan. tiga putri.

Karir Politik: Anggota DPR GR 1966 -1971 mewakili Partai Nahdhatul Ulama Anggota DPR RI 1972 -1982 mewakili PPP Pendiri : Gelanggang Seniman Merdeka Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) Kegiatan Pergerakan: Lasjkaer Rakjat Djakarta. Tentara Pelajar di Bogor Kegiatan Penerbitan: .

Menerbitkan kebudayaan Majalah Suara Bogor . dan wartawan Majalah Zenith Konsep Kebudayaan: Surat Kepercayaan Gelanggang Penghargaan: Tokoh Angkatan 45 Bintang Mahaputra Utama. ruang kebudayaan Siasat . tahun 2000 Enam buah Piala Citra pada Festifal Film Indonesia (FFI) Film Terbaik pada Festival Film Asia tahun 1970 Karya Puisi: . redaktur majalah Gema Sua sana . anggota redaksi Gelanggang .

Pejaten. Pagar Kawat Berduri . Alamat Rumah: Kompleks Warga Indah Jalan Attahiriyah No. Karya Film: Titian Serambut Dibelah Tudjuh . enam terjemahan puisi. enam buah cerpen. 19 buah puisi dan lima buah Tiga Menguak Takdir tahun 1950. lalu Surat dari Ibu . Para Perintis Kemerdekaan . Jakarta Selatan . Kau Cari Palupi Monumen . tiga terjemahan drama. Kalibata. dan Zenith . bersama Chairil Anwar Anak Laut . Apa yang Naga Bonar . .Tiga Menguak Takdir dan Rivai Apin. Kemelut Kejarlah Daku Kau Kutangkap . Mimbar Indonesia . dan puisi-puisi lain yang dimuat antara lain di yang dimuat di majalah Siasat . 4E.. cerpen sebelum penerbitan antolo gi sesudahnya tujuh buah puisi. Hidup Salah Asuhan .

15 di kediamannya di Jln. Kompleks Warga Indah No. kecuali puisi berjudul . Seniman kelahiran Rao. Chairil Anwar. maka adalah Asrul Sani. Dalam antologi Tiga Menguak Takdir Asrul Surat dari Sani tak kurang menyumbangkan delapan puisi. Mereka bertiga bukan hanya menjadi pendiri malahan didaulat menjadi tokoh pelopor sas trawan Angkatan 45. Pejaten Jakarta.Asrul Sani Seniman Pelopor Angkatan '45 Asrul Sani seniman kawakan yang antara lain dikenal lewat Sajak Tiga Menguak Takdir bersama Chairil Anwar dan Rivai Apin meninggal dunia hari Minggu 11 Januari 2004 malam sekitar pukul 22. 4E. Sumbar. 10 Juni 1927 ini wafat setelah kesehatannya terus menurun sejak menjalani operasi tulang pi nggul sekitar satu setengah tahun sebelumnya. dan Rivai Apin yang mengumpulkan karya puisi bersama -sama berjudul Menguak Takdir Tiga yang kemudian diterbitkan dalam bentuk buku di tahun 1950. Dia adalah pelaku terpenting sejarah kebudayaan modern Indonesia. Gelanggang Seniman Merdeka . Jika Indonesia lebih mengenal Chairil Anwar sebagai penyair paling legendaris milik bangsa. Attahiriah.

Asrul Sani tak kurang menghasilkan 19 puisi dan lima buah cerpen. semenjak antologi terbit hingga ke tahun 1959 ia antara lain kembali menghasilkan tujuh buah karya puisi. Kemudian. 1948 hingga terbitnya antologi T iga Menguak Takdir tadi. mereka adalah juga nurani bangsa yang menggelorakan semangat kemerdekaan. menerbitkan suratkabar Gema Suasana . anggota redaksi Suara Bogor .Ibu . enam terjemahan puisi. Puisipuisi karya Asrul Sani antara lain dimuat di majalah Zenith . namun lebih dari itu. Namun ketika para nurani bangsa tu mensintesakan i dan keinginan kuat bebas merdeka menjadi jargon -jargon merdeka atau mati semacamnya. dua diantaranya dimuat dalam Tiga Menguak Takdi . dan Sastrawan Angkatan 45 bukan hanya dituntut bertanggungjawab untuk mengh asilkan karya-karya sastra pada zamannya. pada tahun 1945-an itu Asrul Sani yang pernah duduk seba ngku dengan sastrawan Pramoedya Ananta Toer sewaktu sekolah di SLTP Taman Siswa Jakarta. Sesungguhnya bukan hanya bersastra. dan tiga terjemahan drama. bersama kawan -kawan telah menyatukan visi perjuangan revolusi kemerdekaan ke dalam bentuk Lasjkar Rakjat Djakarta. Masih di masa revolusi itu. II. lalu enam buah r cerpen. dan menjadi wartawan pada majalah . Siasat . Adalah tidak realistis sebuah bangsa bisa merdeka hanya bermodalkan bambu runcing. Sejak puisi Anak Laut yang dimuat di Majalah Siasat No. Mimbar Indonesia . Siasat . maka. siapapun pasti akan tunduk kepada suara nurani. ruang kebudayaan majalah Zenith . 54. di Bogor dia memimpin Te ntara Pelajar. redaktur majalah kebudayaan Gelanggang .

kami adalah ahli waris yang sah dari kebudayaan dunia dan kebudayaan ini kami teruskan dengan cara kami sendiri. selain penyair adalah juga penulis cerita pendek. Asrul Sani menuju Jakarta belajar di Sekolah Teknik. Pasaman. Sumatera Barat 10 Juni 1927 sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara. terutama aktivitas keseniannya. Isinya. Asrul Sani yang kelahiran Rao. penterjemah berbagai naskah drama kenamaan dunia. pada sekitar tahun 1955 hingga 1957 Asrul Sani pergi ke Amerika Serikat justru untuk menempuh pendidikan dramaturgi dan sinematografi di University of Southern California. Hal itu semua terjadi. esei. Sempat pindah ke Fakultas Sastra UI namun kemudian balik lagi hingga tamat memperoleh titel dokter hewan. antara lain berb unyi. adalah karena keterpanggilan jiwa sebab meski telah menamatkan pendidikan sarjana kedokteran hewan pada Fakultas Kehewanan IPB Bogor (ketika itu masih fakultas bagiandari Universitas Indonesia) dan menjadi dokter hewan. yang isinya adalah sebentuk sikap kritisnya terhadap kebudayaan Indonesia. Setamat Sekolah Rakyat di Rao. serta sekaligus sutradara panggung dan film. Bahkan. Kami lahir dari kalangan orang banyak dan pengertian rakyat kecil bagi kami adalah kumpulan campur baur dari mana -mana dunia-dunia baru yang sehat dan dapat dilahirkan . dan berlanjut hingga tahun 1982 mewakili P artai Persatuan Pembangunan (PPP). penulis skenario drama dan film. Seni dan keteknikan ada lah dua dunia yang berbenturan dalam diri Asrul. Asrul Sani sudah mengkonsep sekaligus mengumumkan pemikiran kebudayaannya yang sangat monumental berupa Surat Kepercayaan Gelanggang . lalu masuk ke Fakultas Kehewanan Universitas Indonesia (di kemudian hari dikenal sebagai Institut Pertanian Bogor). Agaknya kekuatan jiwa seni telah memenangkan pertaruhan isi . sebagai politisi ia juga pernah lama mengecap aroma kursi parlemen sejak tahun 1966 hingga 1971 mewakili Partai Nahdhatul Ulama.Hingga tiba pada bulan Oktober 1950 saat usianya masih 23 tahun.

ia mulai mencapai Apa yang Kau Cari Palupi terpilih kematangan ketika sebuah film karyanya sebagai film terbaik pada Festival Film Asia pada tahun 1970. yang pada hari Minggu. Itulah Asrul Sani. dan lainlain. Dan. Tatiek W. Pagar Salah Asuhan . dan lain-lain. Slamet Rahardjo Djarot. disamping beberapa kali masuk nomibasasi. k Naga Bonar . sebelum ke Negeri Paman Sam Amerika Serikat pun pada tahun 1951 -1952 ia sudah terlebih dahulu ke Negeri Kincir Angin Belanda dan belajar di Sekolah Seni Drama. Alam pikir yang ada adalah. Kejarlah Daku Kau Kutang ap . Selain karena pendekatan akademis dan romatisme kehidupan pertanian di desa. Deddy Mizwar. Para Perintis Kemerdekaan . Nano dan Ratna Riantiarno. Tak kurang enam piala citra berhasil dia sabet. Bahkan. totalitas jiwa berkesenian terutama film makin menguat pada dirinya setelah Asrul Sani bertemu Usmar Ismail.. Kemelut Hidup . Ismed M Noor. Monumen . 11 . Karya besar film lainnya adalah Kawat Berduri . keduanya sepakat mendirikan Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) yang melahirkan banyak sineas mau un seniman teater kesohor. p seperti Teguh Karya. - Film pertama yang disutradarai Asrul Sani adalah Titian Serambut Dibel Tudjuh ah pada tahun 1959. Maklum. sebuah film jika dinominasikan saja sudah pertanda baik maka apabila hingga enam kali memenangkan piala citra maka sineasnya bukan lagi sebatas baik melainkan dia pantas dinobatkan sebagai tokoh perfilman. bukan hanya karena pengalaman masa kecil di desa kelahiran yang sangat membekas dalam sanubarinya. tokoh lain perfilman.batin Asrul Sani. Maliyati. Wahyu Sihombing.

Dia adalah putra bungsu dari tiga bersaudara. Sultan Marah Sani Syair Alamsyah. diberikan obat. Namun dia berpesan ke istrinya untuk hanya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Menteng Pulo. Sebagaimana kematian orang percay . Asrul Sani menjelang menit dan a detik kematiannya. Dia meninggal setelah digantikan popoknya oleh Mutiara. Asrul Sani meninggalkan tiga putra dan tiga putri serta enam cucu. Semenjak menjalani operasi tulang pinggul enam bulan lalu. dan dibaringkan. dia berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Meski sudah mulai mengalami kemunduran . Jakarta Selatan. kita masih mau diatur negara . Jakarta Selatan dengan alasan. Ayahnya. Sebagai penerima penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari Pemerintah RI pada tahun 2000 lalu. dan sebelum mengkatupkan mata untuk selamanya terpejam dia masih sempat mencium pipi Mutiara Sani.15 WIB dengan tenang tepat di pelukan Mutiara Sani (56 tahun) istrinya meninggal dunia pada usia 76 tahun karena usia tua. Selama hidupnya Asrul Sani hanya mendedikasikan dirinya pada seni dan sastra. usai dibaringkan tiba -tiba dia seperti cegukan. yang juga aktris film layar le bar dan sinetron. lalu kepalanya terangkat. Yang Dipertuan Rao Mapattunggal Mapatcancang adalah raja adat di daerahnya.Januari 2004 tepat pukul 22. hingga pernah d irawat di RS Tebet. serta istri pertama Siti Nuraini yang diceraikannya dan istri kedua Mutiara Sani Sarumpaet. sambil bercanda tentunya ke Mutiara Sani setahun sebelumnya. masak sampai detik terakhir. kesehatan Asrul Sani mulai menurun.

sangat mungkin hal itu menyakitkan hari orang lain pula. Kata Kata Mutiara Cinta. Membalas kejahatan dengan kebaikan adalah cita-cita kemanusiaan yg setingginya. Membalas kebaikan dengan kebaikan adalah hal biasa. konon akan dia sampaikan saat menerima gelar doktor kehormatan honoris causa dari Universitas Indonesia. Jembatan menjadi penghubung antara dua buah kampung. yang. Tapi bia rlah nurani-nurani aru lain mekar tumbuh berkembang seturut zamannya. fikirlah ia mungkin menyakitkan orang lain juga Tiada siapa paling pandai dan paling bodoh di dunia ini kerena setiap yg pandai itu boleh menjadi bodoh dan setiap yang bodoh itu boleh menjadi pandai Kata Kata Mutiara Cinta. Orang bijaksana tidak sesekali duduk meratapi kegagalannya. Dan hati mengatakan perempuan itu cantik atas dasar akhlaknya. Apabila hal itu menyakitkan hatimu. *hp kejahatan adalah perangai yg serendah-rendahnya. Dalam kesempitan hidup ada kekuasaan ilmu. tapi dengan lapang hati mencari jalan bagaimana memulihkan kembali kerugian yg dideritainya. esok sudah tidak boleh mengubah apa berlaku hari ini. tetapi hari ini masih boleh mengubah apa akan terjadi pada hari esok. Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa. Nafsu mengatakan perempuan itu cantik atas dasar rupanya. perkahwinan menjadi penghubung antara dua insan dan anak menjadi penghubung antara ibu dan ayah . Membalas kejahatan dengan kejahatan. Nurani bangsa itu telah pergi. Jika anda rasa ianya menyakitkan.kesehatan dalam jangka waktu lama. Asrul Sani masih saja menyempatkan menulis sebuah pidato kebudayaan. Selalu bayangkan diri anda di dalam kasut seseorang. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata oranglain. Akal mengatakan perempuan itu cantik atas dasar ilmu dan kepintarannya. Memaafkan mungkin amat berat untuk diberikan kepada orang yang pernah melukai hati kita. Kita harus sanggup hidup untuk memberi cita-cita itu bertumbuh. Saya percaya. Kita tidak dapat meneruskan hidup dengan baik jika tidak dapat melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu. maaf diberi secara ikhlas umpama pisau bedah yang boleh membuang segala parut luka emosi Kasihkan manusia lepaskan dia kepada pilihan dan keputusannya kerana di situ tanda kita gembira melihat insan kita sayangi beroleh bahagia Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi. bukanlah perikemanusiaan. Jakarta. Tetapi hanya dengan memaafkan kita akan dapat mengubati hati yang telah terluka.

Pemimpin berjaya ialah orang yang boleh mengawal komunikasi dengan orang yang lebih atas daripadanya dan boleh mengawal komunikasi dengan orang lebih bawah daripadanya. Padahal mudah. Kejayaan pula akan menentukan kebahagiaan. maka terkutuklah dia. Ada orang yang berputus asa berjalan ke arahnya lantaran disangkanya jalan ke sana amat sukar. itu adalah hak istimewa Memang amat tinggi letaknya kebahagiaan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkati. usahakanlah kemuliaannya. belum tentu benar. Barangsiapa yang hari ini sama dengan kemarin. Pengorbanan memerlukan perjuangan. . Ambillah waktu untuk berfikir. Harta yang paling menguntungkan ialah SABAR. kerna hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Sesuatu kebaikan. Ambillah waktu untuk bermain. Teman yang paling akrab adalah AMAL. Orang terhormat itu kehormatannya sendiri melarangnya berbuat jahat. binasalah hayat. Perjuangan memerlukan ketabahan. Ketabahan memerlukan keyakinan. dan barangsiapa hari ini lebih jahat dari kelmarin. Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai. Jangan tertarik kepada seseorang kerna parasnya. itu adalah sumber ketenangan. Ambillah waktu untuk berdoa. Keyakinan pula menentukan kejayaan. itu adalah sumber kebijaksanaan. runtuhlah hidup dan kalau tidak berpenjaga. Ambillah waktu untuk belajar. belum tentu baik. itu adalah sumber kekuatan. itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi. belum tentu berharga. kerana ia dimulai daripada dirinya sendiri -Said Mustafa Kata Kata Mutiara Cinta yang diucapkan sembarangan dapat mewujudkan perselisihan. Namun kita harus menuju ke sana. Sabar adalah jalan keluar bagi orang yang tidak bisa menemukan jalan keluar. sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. maka tertipulah dia. belum tentu bagus. pengaruh menjadi penjaganya. Sesuatu yang berharga/berguna. Pengawal peribadi yang paling waspada DIAM. Bahasa yang paling manis SENYUM. Sesuatu yang bagus. Kalau tidak bersendi. Hidup memerlukan pengorbananan. Dan ibadah yang paling indah tentunya KHUSYUK. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya kerna kekayaan dapat musnah. Agama menjadi sendi hidup. Kawan sejati ialah orang yg mencintaimu meskipun telah mengenalmu dengan sebenar-benarnya ia itu baik dan burukmu. Jagalah dirimu baik-baik. kerana engkau dipandang manusia bukan kerana rupa tetapi kesempurnaan budi dan adab -Nabi SAW Kata Kata Mutiara Cinta. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Tertariklah kepada seseorang yg dapat membuatmu tersenyum. Sesuatu yang benar.

Oleh itu berikanlah walau setitik kegembiraan yang anda miliki itu kepada teman anda. pabila kita memakainya semua akan dapat merasa keharumannya. Jangan memberi makanan kepada orang lain yang anda sendiri tidak suka memakannya. asalkan ia sangat m enyukai pekerjaan yang dilakukan. Selalu bayangkan diri anda di dalam kasut seseorang. ± Marcus Aurelius Kepada kawan ± Kesetiaan Kepada musuh ± Kemaafan Kepada ketua ± Khidmat Kepada yang muda ± Contoh terbaik Kepada yang tua ± Hargai budi mereka dan kesetiaan. . tapi tanyalah apa yang boleh kamu buat untuk negara -Abraham Lincol Ciri orang yang beradab ialah dia sangat rajin dan suka belajar. Kata Kata Mutiara Cinta. Oleh itu jika anda lah memiliki kedua-duanya janganlah anda lupa pada Yang Maha Berkuasa. Kepada pasangan ± Cinta dan ketaatan Kepada manusia ± Kebebasan Berfikir itu cahaya. merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi. Kegembiraan ibarat semburan pewangi. Kebahagiaan adalah haruman yang tidak boleh kamu semburkan kepada orang lain tanpa kamu sendiri mendapat beberapa titisan daripadanya Emerson Kata Kata Mutiara Cinta. dia tidak malu belajar daripada orang yang berkedudukan lebih rendah darinya ± Confucius Setiap orang dapat mencapai kejayaan dalam hal apa saja. Orang yang berbohong itu sentiasa ingin melarikan diri sedangkan tiada seorang pun yang mengejarnya namun orang yang benar itu berani seperti singa -Goethe Barangsiapa membawa berita tentang orang lain kepadamu.Kekayaan bukanlah satu dosa dan kecantikan bukan satu kesalahan. memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat ± Khalifah Abdul Malik bin Marwan Jangan tanya apa yang dibuat oleh negara untukmu. maka dia akan membawa berita tentang dirimu kepada orang lain. kejahilan itu kesesatan dan manusia yang paling hina ialah orang yang menganiaya orang bawahannya. maka siapa yang mengelakkannya kerana takut padaKu. fikirlah ia mungkin menyakitkan orang lain juga Nilai manusia adalah semahal nilai matlamatnya. Jika anda rasa ianya menyakitkan. Penglihatan itu sebagai panah iblis yang berbisa. maka Aku akan menggantikannya dengan iman yang dirasakan manisnya dalam hati« Orang yang berkhianat selalu terhina. Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab. kelalaian itu kegelapan.

Setiap bunga mawar pasti ada durinya. Kita menjadi seperti apa yang kita fikirkan Sesiapa yang tidak pernah merasai kepahitan tidak akan mengenal kemanisan. Fikirkan permusuhan kita akan dimusuhi. kita akan dibenci. Maka berlumba-lumbalah beramal supaya hidup bahagia di dunia dan akhirat (freesmsc. Dunia ini ibarat pentas.Agama tidak pernah mengecewakan manusia. seperti durian berduri kerana sedap isinya. .wordpress. Tetapi sekiranya kita fikirkan kasih maka kita akan dikasihi. fikirkan kebencian. Kita adalah pelakonnya. Kata Kata Mutiara Cinta. kulit manggis pahit sebab manis di dalamnya dan bunga ros berduri kerana harum baunya Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik. Ini adalah undangundang alam.com). mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya. Dari kesusahan itu akan diperolehi kesenangan dan kebahagiaan. Tetapi manusia yang selalu mengecewakan agama.