PRAGMATIK

pragmatics (n) - pragmatik - pragmatika pragmatis (adj) : melihat sesuatu dari kegunaan pragmatisme: aliran yang melihat sesuatu dari kegunaan Dalam komunikasi, satu maksud atau satu fungsi dapat diungkapkan dengan berbagai bentuk/struktur. Untuk maksud ³menyuruh´ orang lain, penutur dapat mengungkapkannya dengan kalimat imperatif, kalimat deklaratif, atau bahkan dengan kalimat inter ogatif. Dengan demikian, pragmatik lebih cenderung ke fungsionalisme daripada ke formalisme. Pragmatik berbeda dengan semantik dalam hal pragmatik mengkaji maksud ujaran dengan satuan analisisnya berupa tindak tutur (speech act), sedangkan semantik menelaah makna satuan lingual (kata atau kalimat) dengan satuan analisisnya berupa arti atau makna. Kajian pragmatik lebih menitikberatkan pada ilokusi dan perlokusi daripada lokusi sebab di dalam ilokusi terdapat daya ujaran (maksud dan fungsi tuturan), perlokusi berarti terjadi tindakan sebagai akibat dari daya ujaran tersebut. Sementara itu, di dalam lokusi belum terlihat adanya fungsi ujaran, yang ada barulah makna kata/kalimat yang diujarkan . Berbagai tindak tutur (TT) yang terjadi di masyarakat, baik TT representatif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif, TT langsung dan tidak langsung, maupun TT harafiah dan tidak harafiah, atau kombinasi dari dua/lebih TT tersebut, merupakan bahan sekaligus fenomena yang sangat menarik untuk dikaji secara pragmatis. Misalnya, bagaimanakah TT yang dilakukan oleh orang Jawa apabila ingin menyatakan suatu maksud tertentu, seperti ngongkon µmenyuruh¶, nyilih µmeminjam¶, njaluk µmeminta¶, ngelem µmemuji¶, janji µberjanji¶, menging µmelarang¶, dan ngapura µmemaafkan¶. Pengkajian TT tersebut tentu menjadi semakin menarik apabila peneliti mau mempertimbangkan prinsip kerja sama Grice dengan empat maksim: kuantitas, kualitas, hubungan, dan cara; serta skala pragmatik dan derajat kesopansantunan yang dikembangkan oleh Leech (1983).

Pragmatik dan Fungsi Bahasa Bidang ³pragmatik´ dalam linguistik dewasa ini mulai mendapat perhatian para peneliti dan pakar bahasa di Indonesia. Bidang ini cenderung mengkaji fungsi ujaran atau fungsi bahasa daripada bentuk atau strukturnya. Dengan kata lain, pragmatik lebih cenderung ke fungsionalisme daripada ke formalisme. Hal itu sesuai dengan pengertian pragmatik yang dikemukakan oleh Levinson (1987: 5 dan 7), pragmatik adalah kajian mengenai penggunaan

bahasa atau kajian bahasa dan perspektif fungsional. Artinya, kajian ini mencoba menjelaskan aspek-aspek struktur bahasa dengan mengacu ke pengaruh-pengaruh dan sebabsebab nonbahasa. Fungsi bahasa yang paling utama adalah sebagai sarana komunikasi. Di dalam komunikasi, satu maksud atau satu fungsi dapat dituturkan dengan berbagai bentuk tuturan. Misalnya, seorang guru yang bermaksud menyuruh muridnya untuk mengambilkan kapur di kantor, dia dapat memilih satu di antara tuturan-tuturan berikut: (1) Jupukna kapur!( kalimat imperatif) (2) Kene ora ana kapur.( kalimat deklaratif) (3) Ibu ngersakake kapur.( kalimat deklaratif) (4) O, jebul ora ana kapur.( kalimat deklaratif) (5) Ing kene ora ana kapur, ya?( kalimat interogatif) (6) Ngapa ora padha gelem njupuk kapur?( kalimat interogatif) Dengan demikian untuk maksud ³menyuruh´ agar seseorang melakukan suatu tindakan dapat diungkapkan dengan menggunakan kalimat imperatif seperti tuturan (1), kalimat deklaratif seperti tuturan (2-4), atau kalimat interogatif seperti tuturan (5-6). Jadi, secara pragmatis, kalimat berita (deklaratif) dan kalimat tanya (interogatif) di samping berfungsi untuk memberitakan atau menanyakan sesuatu juga berfungsi untuk menyuruh (imperatif atau direktif).

PRAGMATIK VS SEMANTIK Sebelum dikemukakan batasan pragmatik kiranya perlu dijelaskan lebih dahulu perbedaan antara pragmatik dengan semantik. (a) Semantik mempelajari makna, yaitu makna kata dan makna kalimat, sedangkan pragmatik mempelajari maksud ujaran, yaitu untuk apa ujaran itu dilakukan. (b) Kalau semantik bertanya ³Apa makna X?´ maka pragmatik bertanya ³Apa yang Anda maksudkan dengan X?´ (c) Makna di dalam semantik ditentukan oleh koteks, sedangkan makna di dalam pragmatik ditentukan oleh konteks, yakni siapa yang berbicara, kepada siapa, di mana, bilamana, bagaimana, dan apa fungsi ujaran itu. Berkaitan dengan perbedaan (c) ini, Kaswanti Purwo (1990: 16) merumuskan secara singkat ³semantik bersifat bebas konteks (context independent), sedangkan pragmatik bersifat terikat konteks (context dependent)´ (bandingkan Wijana, 1996: 3).

Definisi pragmatik:
1. cabang ilmu bahasa yang menelaah penggunaan bahasa. Satuan -satuan lingual dalam penggunaannya. 2. studi kebahasaan yang terikat konteks. 3. studies meaning in relation to speech situation (Leech, 1983). 4. cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal, yakni bagaimana satuan kebahasaan digunakan dalam komunikasi (Wijana, 1996: 2). Cukup banyak kiranya batasan atau definisi mengenai pragmatik. Levinson (1987: 1 53), misalnya, membutuhkan 53 halaman hanya untuk menerangkan apakah pragmatik itu dan apa saja yang menjadi cakupannya. Di sini dikutipkan beberapa di antaranya yang dianggap cukup penting. (1) Pragmatik adalah kajian mengenai hubungan antara tanda (lambang) dengan penafsirnya, sedangkan semantik adalah kajian mengenai hubungan antara tanda (lambang) dengan objek yang diacu oleh tanda tersebut. (2) Pragmatik adalah kajian mengenai penggunaan bahasa, sedangkan semantik adalah kajian mengenai makna. (3) Pragmatik adalah kajian bahasa dan perspektif fungsional, artinya kajian ini mencoba menjelaskan aspek-aspek struktur linguistik dengan mengacu ke pengaruh-pengaruh dan sebabsebab nonlinguistik. (4) Pragmatik adalah kajian mengenai hubungan antara bahasa dengan konteks yang menjadi dasar dari penjelasan tentang pemahaman bahasa. (5) Pragmatik adalah kajian mengenai deiksis, implikatur, praanggapan, tindak tutur, dan aspek-aspek struktur wacana. (6) Pragmatik adalah kajian mengenai bagaimana bahasa dipakai untuk berkomunikasi, terutama hubungan antara kalimat dengan konteks dan situasi pemakaiannya. Dari beberapa definisi tersebut dapat dipahami bahwa cakupan kajian pragmatik sangat luas sehingga sering dianggap tumpang tindih dengan kajian wacana atau kajian sosiolinguistik. Yang jelas disepakati ialah bahwa satuan kajian pragmatik bukanlah kata atau kalimat, melainkan tindak tutur atau tindak ujaran (speech act). Stephen C. Levinson telah mengumpulkan sejumlah batasan pragmatik yang berasal dari berbagai sumber dan pakar, yang dapat dirangkum seperti berikut ini.

Pragmatik adalah telaah mengenai deiksis. 5. 4. Teori pragmatik menjelaskan alasan atau pemikiran para pembicara dan penyimak dalam menyusun korelasi dalam suatu konteks sebuah tanda kalimat dengan suatu proposisi (rencana. pragmatics is distinct from grammar. Pragmatik adalah telaah mengenai segala aspek makna yang tidak tercakup dalam teori semantik. semantik (semantics) yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan objek di mana tanda-tanda itu diterapkan (ditandainya) (atau hubungan antara penanda dan petanda (signifiant dan signifie/yang ditandai)). Secara kasar dapat dirumuskan: pragmatik = makna . 2. Ketiga cabang tersebut kemudian lebih dikenal dengan teori trikotomi. yang mempunyai perhatian besar pada ilmu pengetahuan tentang tanda-tanda. Dalam hal ini teori pragmatik merupakan bagian dari performansi. Dalam semiotik. Pragmatik sebenarnya merupakan bagian dari ilmu tanda atau semiotics atau semiotika. 3.1. which is the study of the internal structure of language. Parker (1986: 11). anggapan penutur (presupposition). atau semiotik (semiotics). Pragmatik adalah telaah mengenai hubungan tanda-tanda dengan penafsir (Morris. atau masalah). Pragmatik adalah telaah mengenai relasi antara bahasa dan konteks yang merupakan dasar bagi suatu catatan atau laporan pemahaman bahasa. Morris membedakan tiga cabang yang berbeda dalam penyelidikan. d pragmatik an yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan penafsir (interpreters). Pemakaian istilah pragmatik (pragmatics) dipopulerkan oleh seorang filosof bernama Charles Morris (1938). dengan kata lain: telaah mengenai kemampuan pemakai bahasa menghubungkan serta menyerasikan kalimatkalimat dan konteks-konteks secara tepat. 1938:6). atau dengan perkataaan lain: memperbincangkan segala aspek makna ucapan yang tidak dapat dijelaskan secara tuntas oleh referensi langsung kepada kondisi-kondisi kebenaran kalimat yang ciucapkan. Pragmatics is the study of how language is used to communicate. implikatur. tindak ujar.kondisi-kondisi kebenaran. Pragmatik adalah telaah mengenai hubungan antara bahasa dan konteks yang tergramatisasikan atau disandikan dalam struktur sesuatu bahasa. . yaitu: sintaktik (syntactics) atau sintaksis (syntax) yaitu telaah tentang relasi formal dari tanda yang satu dengan tanda yang lain (mempelajari hubungan satuan lingual dengan satuan lingual lain: tanda dengan tanda). dan aspek struktur wacana.

Contoh: Sugeng enjing! makna: menyapa maksud: tergantung siapa yang berbicara atau maksud lain. apik maksud: bisa tidak baik. makna. Cabang-cabang bahasa: Fonologi: bunyi sebagai sistem Morfologi: satuan gramatikal terkecil. Makna sebuah tuturan itu penggunaannya. ada hal-hal yang tidak langsung ¶indirectness atau secara tidak literal¶. sudah pulang! Isteri: ¶betul-betul terkejut¶ atau ¶orang itu lama sekali perginya¶ Suami menafsirkan: siapa yang berbicara. Pragmatik: makna penutur (maksud). Witgenstein (filsuf): makna adalah penggunaannya. kalimat. bersifat internal. situasinya bagaimana? L. klausa. Pragmatik: cabang ilmu bahasa yang mempelajari makna satuan kebahasaan eksternal atau fungsional yang bersifat eksternal / bagaimana triadik: bentuk. internal atau formal Sintaksis: frase. misalnya menyindir atau memarahi. makna dalam penutur. Baik! makna: baik. dilihat dari berbagai faktor . Semantik: makna linguistik (makna).Contoh: Kok. kepada siapa. wacana. . dan satuan kebahasaan itu dikomunikasikan maksud. diadik: bentuk dan makna Semantik: makna (biasanya leksikal).

atau studi istilah indeksikal atau deiktis (deictis) (gagasan Montague). Dalam semiotik. Ketiga cabang tersebut kemudian lebih dikenal dengan teori trikotomi. Akhirnya pengarang menyimpulkan bahwa perbedaan pemakaian istilah pragmatik ditimbulkan dari bagian asal-usul semantik karya Morris. yang mempunyai perhatian besar pada ilmu pengetahuan tentang tanda-tanda. Good morning! dipengaruhi oleh hukum pragmatik. Asal-usul dan perilaku historis istilah pragmatik Pemakaian istilah pragmatik (pragmatics) dipopulerkan oleh seorang filosof bernama Charles Morris (1938). yaitu: sintaktik (syntactics) atau sintaksis (syntax) yaitu telaah tentang relasi formal dari tanda yang satu dengan tanda yang lain. Morris membedakan tiga cabang yang berbeda dalam penyelidikan. dan pragmatik yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan penafsir (interpreters). Contoh semantika: kursi signifiant (penanda) ¶tempat duduk¶ signifie (petanda) Terdapat suatu prinsip: Noam Chomsky: Terdapat hubungan satu lawan satu antara penanda dan petanda (signifiant dan signifie). Come here!. Morris memberikan contoh interjeksi seperti Oh!. atau akhirnya pemakaian dalam linguistik Anglo-American dan filsafat. atau telaah konsep abstrak tertentu yang membuat acuan pada pelaku (agents) (satu gagasan dari Carnap). . semantik (semantics) yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan objek di mana tanda-tanda itu diterapkan (ditandainya). sebenarnya semantik sudah ada pragmatik. Mempelajari bagaimana satuan lingual itu ditafsirkan. atau semiotik (semiotics).Makna itu berubah-ubah tergantung pada konteksnya. Pragmatik: bagaimana orang menafsirkan. Jadi. yaitu bahwa variasi retoris dan alat puitis hanya muncul di bawah kondisi tertentu dalam batas-batas pemakaian bahasa. yaitu suatu telaah dari sebagian besar jajaran fenomena psikologis dan sosiologis yang mencakup sistem tanda pada umumnya atau dalam bahasa tertentu (the Continental sense of the term). Buku ini secara eksklusif menyangkut istilah pada gagasan yang terakhir dan menerapkannya pada pembicaraan ini.

· o · Tuturan semakin panjang tuturan semakin sopan.Omahku sepi kok. Contoh: Lunga! (tidak sopan) dan Lungaa! (lebih sopan) Semakin langsung semakin tidak sopan.Ora duwe dhuwit. aku nyilih sepedha motore (lebih sopan)). Obyek data pragmatik itu konkrit. . karena: jelas kapan bahasa itu digunakan siapa yang berbicara kepada siapa. Sosiolinguistik: berkaitan dengan variasi bahasa. Contoh: ¶menolak¶ bisa dinyatakan dengan .W. semakin pendek tidak sopan.M. Obyek data primer adalah bahasa lisan. (Contoh: Nyilih sepedha motore (tidak sopan) dan Menawa pareng.Pragmatik: Satu tanda bisa menyatakan bermacam-macam maksud atau bermacam-macam tanda satu maksud.Makna .Maksud .Informasi Dia membeli buku Buku dibelinya makna: µaktif¶ dan µpasif¶ Makna yang abstrak. semakin tidak langsung semakin sopan. Berkenaan dengan data: Data kalimat : sentence. Makna kongkrit: makna tuturan. Bahasa tulis juga bisa asalkan mampu merekonstruksi tuturan yang sebenarnya. Data pragmatik: utterance (kalimat + konteks). : ada pada satuan lingual (internal) : ada pada penutur (eksternal) : isi tuturan (internal) J. . yang tidak jelas siapa penuturnya tidak jelas. Verhaar (Pengantar Lingguistik Umum): . jelas.

di atas kalimat minus konteks. Mode (bentuk bahasa): strategi memilih yang mana) wacana pragmatik Pragmatik: retorika.Entuk 4 + Apik! Menurut Halliday (pakar Functional Grammar): 1. bagaimana strateginya. Wacana: mengandung amanat yang lengkap. Tenor (pelibat): misalnya.plus konteks. 4. wacana tidak selalu di atas kalimat. Contoh: Sugeng rawuh. Kopi bisa menolak atau menerima. Dia pergi ke Surabaya. ayah dengan anak. 2. Field (medan): siapa berbicara kepada siapa. Lunga! Wacana. 3. Tuturan (utterance) .minus konteks. Neng ngendi sabune? TUTURAN PERFORMATIF DAN TUTURAN KONSTATIF . 3. Kalimat (sentence) Teks (texs) . 2.1. Jadi.di atas kalimat plus konteks.kalimat tanya. teks tidak jelas konteksnya. Wacana (discourse) . . + Piye bijimu . Ayahnya sakit. Arep? marahi saya melek terus. Widowson: 1. 2. ²-> terkait dengan wacana. .

J. Geoffrey. ((Richards dkk. Jakarta: Universitas Indonesia.O. Austin membedakan antara tuturan performatif (performativei) dan konstatif (constative). 1989.L. Kamus Linguistik. How to Do Things with Words. Jack dkk. Longman: Longman Group UK Limited. Filosof J. Speech Acts. (ed. (2) kalimat atau bagian kalimat yang dilisankan (Kridalaksana.D. Oka). Tuturan (utterance. Cambridge: Cambridge University Press. Jakarta: PT Gramedia. (Terjemahan M.L. 1989: 212). 1984. 1962. Longman Dictionary of Applied Linguistics. Prinsip-prinsip Pragmatik. Dengan demikian bahasa bukan semata-mata alat untuk menyatakan sesuatu tetapi juga melakukan sesuatu. pembicara mengujarkannya dan sekaligus menyelesaikan perbuatan ³mengucapkan´ (Kridalaksana.D. Intinya: bahasa pada umumnya sebagai alat komunikasi. Secara ringkas dikatakan pula bahwa tuturan performatif adalah tuturan untuk melakukan sesuatu (perform the action). Urmson). misalnya: I promise that I shall be there (Saya berjanji bahwa saya akan hadir di sana) . I promise not to be late (= a promise). Searle. tetapi sebenarnya ada tindakan tertentu yang baru dapat terlaksana kalau orang itu mengemukakan tuturan/bahasa.Pustaka: Austin. 1969.. Harimurti Kridalaksana. Leech. oleh Kridalaksana disebut dengan istilah ujaran): (1) regangan wicara bermakna di antara dua kesenyapan aktual atau potensial. 1984: 2001). Tuturan performatif tidak dievaluasi sebagai benar atau salah. misalnya: dalam ujaran Saya mengucapkan terima kasih. New York: Oxford University Press. 1984: 2001). tetapi sebagai tepat atau tidak tepat. John. Richards. 1993. Definisi: Tuturan performatif (performative utterance): tuturan yang memperlihatkan bahwa suatu perbuatan telah diselesaikan pembicara dan bahwa dengan mengungkapkannya berarti perbuatan itu diselesaikan pada saat itu juga. J. such as Watch out (=a warning). Performative (in speech act theory): an utterance which performs an act.

(the act of promising). Ciri-ciri tindakan performatif § § Subyek harus orang pertama. 2. objeknya 2 orang (berdua). tempatnya di KUA. bukan orang kedua atau ketiga. Tindakan harus dilakukan secara sungguh-sungguholeh penutur. tidak dengan tindakan menginjak kaki mitra tutur-nya. Orang yang menyatakan tuturan dan tempatnya harus sesuai atau cocok. 1. (Tindakan mohon maaf: the act of Saya namakan anak saya Parikesit. subjek orang pertama dan kala-nya present tense. Pura. Penutur harus memiliki niat yang sungguh-sungguh dalam mengemukakan tuturannya. pendeta. bequeting). Syarat-syarat itu antara lain: 1. Saya nyatakan Anda berua suami-isteri. Penuturnya adalah penghulu (naib). Misalnya: Saya nyatakan Anda berdua suami-isteri. (Tindakan menyerahkan: the act of Saya akan pergi sekarang. Contoh lain: 1. Tindakan sedang/akan dilakukan Kalau dalam bahasa Inggris. (Tindakan berterima kasih: the act of Saya mohon maaf atas keterlambatan saya. marrying). Masjid. kemudian diperbaharui lagi oleh John Searle. yaitu dengan adanya syarat-syarat lainnya yang disebut syarat tuturan performatif (felicity condition). Misalnya: Saya berjanji akan setia padamu. (Tindakan memberi nama: the act of naming).dan performatif primer atau tuturan primer I shall be there (Saya akan hadir di sana) (Geoffrey Leech (terjemahan). Austin dalam menentukan ciri-ciri tuturan performatif ini hanya melihat aspek gramatikalnya saja. (Tindakan pergi: the act of going). sebagai berikut. 7. Saya berterima kasih atas kebaikan Saudara. (Tindakan menyatakan/menikahkan: the act of Saya serahkan semua harta saya kepada anak saya. rama. Akhirnya direvisi (dilengkapi) oleh murid-muridnya. 2. 3. 6. (Tindakan bertaruh: the act of betting). Gereja. Saya bertaruh Mike Tyson pasti menang. Harus diucapkan sungguh-sungguh. Misalnya: Saya mohon maaf atas kesalahan saya. . thanking) apologizing). 1993: 280). Syarat itu juga belum cukup. 5. 4.

atau Austin mengatakan bahwa tuturan konstatif dapat dievaluasi dari segi benar-salah (Geoffrey Leech (terjemahan). Tuturan konstatif atau deskriptif (constative utterance): tuturan yang dipergunakan untuk menggambarkan atau memerikan peristiwa. Aku njaluk pangapura marang sliramu. maka tuturan itu dikatakan tidak valid (infelicition). 4. Chicago is in the United States (Richards dkk. Misalnya: Misalnya: Saya berjanji akan setia. speech event): pengujaran kalimat untuk menyatakan agar suatu maksud dari pembicara diketahui pendengar (Kridalaksana.. Misalnya: 1. for example. Kalau tuturan tidak memenuhi kelima syarat tersebut. Misalnya: Saya berjanji bahwa saya akan selalu datang tepat waktu. dsb. 1993: 316). Penutur harus yakin bahwa ia mampu melakukan tindakan itu.. 1984: 154) Speech act: an utterance as a functional unit in communication (Richards et al. Di dalam mengatakan suatu kalimat. seseorang tidak semata -mata mengatakan sesuatu dengan . keadaan. TINDAK TUTUR (Speech Act) A. kalau tidak berarti bukan tuturan performatif). orang lain. Ali pergi ke Jakarta Saya tidur di hotel. A constative is an utterance which assert something that is either true or false. 3. tumindakku kang ora ndadekake renaning penggalihmu. proses. 2. Pengertian Tindak tutur (istilah Kridalaksana µpertuturan¶ / speech act. Misalnya: Sesuk kowe tak-tukokke sepur (yakin tidak. 5. Tuturan harus mempredikasi tindakan yang akan dilakukan oleh penutur. 1984: 2001). atau mampu melakukan apa yang dinyatakan dalam tuturannya.2. (Orang perta dan kedua melakukan tindakan secara sungguh-sungguh). bukan yang telah dilakukan. 1989: 265). Tuturan harus mempredikasi tindakan yan g akan dilakukan. bukan oleh Tindakan harus dilakukan secara sungguh-sungguh oleh kedua belah pihak. dan sifatnya betul atau tidak betul (Kridalaksana. 1989: 212-213).

untuk apa ujaran itu dilakukan. Jadi. Jadi. 3. Ilokusi. dan perlokusi. yaitu tindak mengucapkan sesuatu dengan kata dan kalimat sesuai dengan makna kata itu (di dalam kamus) dan makna kalimat itu sesuai dengan kaidah sintaksisnya. yaitu memerintahkan si mitratutur supaya pergi meninggalkan rumah pondokannya. yaitu lokusi. Seorang ibu rumah pondokan putri. Dengan pengucapan kalimat Arep ngombe apa? si pembicara tidak semata-mata menanyakan atau meminta jawaban tertentu. ajakan (invitation). Ia membedakan tiga jenis tindakan yang berkaitan dengan ujaran. mengatakan Sampun jam sanga ia tidak semata-mata memberi tahu keadaan jam pada waktu itu. permintaan (requests). Uraian berikut memaparkan klasifikasi dari berbagai jenis TT.1 Lokusi. antara lain. ³ Aku ngelak´ yang diujarkan oleh P dengan maksud µminta minum¶ adalah sebuah tindak ilokusi. ilokusi.pengucapan kalimat itu. penerimaan akan tawaran (acceptation of offers) B. ia juga menindakkan sesuatu. Lokusi adalah semata-mata tindak berbicara. tanpa bermaksud untuk minta minum. Di sini maksud atau fungsi ujaran itu belum menjadi perhatian. Ilokusi adalah tindak melakukan sesuatu. ia juga menindakkan sesuatu. Di sini kita mulai berbicara tentang maksud dan fungsi atau daya ujaran yang bersangkutan. yakni menawarkan minuman. Hal-hal apa sajakah yang dapat ditindakkan di dalam berbicara? Ada cukup banyak. TINDAK TUTUR DAN JENIS-JENISNYA Tindak tutur (selanjutnya TT) atau tindak ujaran (speech act) mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam pragmatik karena TT adalah satuan analisisnya. apabila seorang penutur (selanjutnya disingkat P) Jawa mengujarkan ³Aku ngelak´ dalam tindak lokusi kita akan mengartikan ³aku´ sebagai µpronomina persona tunggal¶ (yaitu si P) dan ³ngelak´ mengacu ke µtenggorokan kering dan perlu dibasahi¶. dan Perlokusi Austin (1962) dalam How to do Things with Words mengemukakan bahwa mengujarkan sebuah kalimat tertentu dapat dipandang sebagai melakukan tindakan (act). . tawaran (offers). di samping memang mengucapkan kalimat tersebut. pemberian izin (permissons). Di dalam pengucapan kalimat ia juga ³menindakkan´ sesuatu.

dan sebagainya) yang baru. melaporkan.2 TT Representatif. menyarankan. misalnya berjanji dan bersumpah. 1993: diungkapkan dengan menggunakan berbagai ujaran sebagai berikut. dan memberi maaf. Untuk maksud atau fungsi ³menyuruh´.Perlokusi mengacu ke efek yang ditimbulkan oleh ujaran yang dihasilkan oleh P. misalnya. (4) Pernyataan keharusan (5) Pernyataan keinginan : Sliramu kudu mindhahke meja iki! : Aku kepengin meja iki dipindhah. menunjukkan. misalnya memuji. (1) Kalimat bermodus imperatif (2) Performatif eksplisit (3) Performatif berpagar iki. menuntut. Komisif. Direktif. dan menantang. jika MT melakukan tindakan mengambilkan air minum untuk P sebagai akibat dari TT itu maka di sini dapat dikatakan terjadi tindak perlokusi. dan menyebutkan. Secara singkat. 1993: 11-54). mengritik. (3) TT ekspresif ialah TT yang dilakukan dengan maksud agar ujarannya diartikan sebagai evaluasi mengenai hal yang disebutkan di dalam ujaran itu. melarang. misalnya menyatakan. mengucapkan terima kasih. Pada bagian terdahulu telah disinggung bahwa di dalam komunikasi satu fungsi dapat dinyatakan atau diutarakan melalui berbagai bentuk ujaran. memohon. misalnya memutuskan. mengizinkan. : Pindhahen meja iki! : Dakjaluk sliramu mindhahke meja iki! : Aku jan-jane arep njaluk tulung sliramu mindhahke meja dapat . misalnya menyuruh. dan mengeluh. membatalkan. (2) TT direktif yaitu TT yang dilakukan P-nya dengan maksud agar si pendengar atau MT melakukan tindakan yang disebutkan di dalam ujaran itu. menurut Blum-Kulka (1987) (lihat Gunarwan. Ekspresif. Kelima TT itu sebagai berikut: (1) TT representatif yaitu TT yang mengikat P-nya kepada kebenaran atas apa yang dikatakannya. (4) TT komisif adalah TT yang mengikat P-nya untuk melaksanakan apa yang disebutkan di dalam ujarannya. perlokusi adalah efek dari TT itu bagi mitra-tutur (selanjutnya MT). keadaan. Jadi. (5) TT deklaratif merupakan TT yang dilakukan P dengan maksud untuk menciptakan hal (status. 3. dan Deklaratif Searle (1975) mengembangkan teori TT dan membaginya menjadi lima jenis TT (dalam Ibrahim.

misalnya diucapkan oleh dokter gigi kepada pasiennya.(6) Rumusan saran (7) Persiapan pertanyaan (8) Isyarat kuat (9) Isyarat halus : Piye yen meja iki dipindhah? : Kowe bisa mindhah meja iki? : Yen meja iki ana ing kene. Derajat kelangsungan TT dapat diukur berdasarkan ³jarak tempuh´ antara titik ilokusi ( di benak P) ke titik tujuan ilokusi (di benak MT). : ³Tutup mulut´. misalnya diucapkan oleh dokter gigi : ³Untuk menjaga rahasia. berupa isyarat halus. : Kamar iki kok katone sesak ngono ya? 3. (1) Tindak tutur langsung (TT-L) (2) Tindak tutur tidak langsung (TT-TL) (3) Tindak tutur harafiah (TT-H) : ³Buka mulut´. misalnya diucapkan oleh P yang mengajak MT-nya untuk tidak membuka . Hal ini berkaitan dengan tindak tutur langsung (TT-L) dan tindak tutur tidak langsung (TT-TL). dan sebaliknya. 1996: 36). yang paling samar-samar maksudnya ialah bentuk ujaran (9). misalnya diucapkan oleh seseorang yang jengkel kepada : ³Bagaimana kalau mulutnya dibuka?´. Derajat kelangsungan dapat pula diukur berdasarkan kejelasan pragmatisnya: makin jelas maksud ujaran makin langsunglah ujaran itu. kamar iki katon rupek. digabungkan maka akan didapatkan empat macam ujaran. Dengan demikian. kelangsungan dan keharafiahan ujaran. lebih baik jika kita semua sepakat menutup mulut MT-nya yang selalu ³cerewet´. Selain TT-L dan TT-TL. maka MT harus mencari-cari konteks yang relevan untuk dapat menangkap maksud P. kita masing-masing´.3 TT Langsung vs TT Tidak Langsung Dari sembilan bentuk ujaran tersebut diperoleh sembilan TT yang berbeda-beda derajat kelangsungannya dalam menyampaikan maksud µmenyuruh memindahkan meja¶ itu. secara ringkas. yaitu: (1) TT-LH (2) TT-LTH (3) TT-TLH (4) TT-TLTH rahasia. Dari kesembilan bentuk ujaran tersebut. Karena kata ³meja´ sama sekali tidak disebutkan oleh P dalam ujaran (9). kepada pasien yang masih kecil agar anak itu tidak takut. Jika kedua hal itu. berdasarkan uraian dan contoh -contoh di atas dapat dicatat ada delapan TT sebagai berikut (bandingkan Wijana. P dapat juga menggunakan tindak tutur harafiah (TT-H) atau tindak tutur tidak harafiah (TT-TH) di dalam mengutarakan maksudnya.

dan perlokusi. Ilokusi berjanji. dan memesan. (merupakan 1. Dengan demikian mengatakan Saya menolak bahwa X sama halnya menolak bahwa X. n meyakinkan (convinces) t bahwa P. Ini merupakan aspek merupakan penekanan tradisional). dan tindak perlokusi (melakukan tindakan dengan mengatakan sesuatu). Contoh-contoh yang sesuai adalah meyakinkan. menakut-nakuti. yaitu tindak lokusi (melakukan tindakan mengatakan sesuatu). dan membuat tertawa) Perbedaan kekuatan antara perlokusi dan ilokusi tidak selalu jelas. n menegaskan (asserts) bahwa P. yaitu lokusi. suruhan (request) memiliki kekuatan esensial untuk membuat pendengar melakukan sesuatu. Perlokusi merupakan tindak perlokusi: orang tidak dapat mempersuai seseorang tentang sesuatu hanya dengan mengatakan Saya mempersuasi anda. Lokusi bahasa yang tindak mengatakan pokok sesuatu: menghasilkan linguistik serangkaian bunyi yang berarti sesuatu. 2. Misalnya. tindak ilokusi (melakukan tidakan dalam mengatakan sesuatu). melukai. maka ada 3 jenis tindakan atau tindak tutur (selanjutnya disingkat TT). Hal ini sejalan dengan pendapat Austin (1962) yang melihat adanya tiga jenis tindak ujar. Persuasi 3. Kesulitan dalam . (Dilakukan dengan mengatakan sesuatu. Dalam mengatakan X.(4) Tindak tutur tidak harafiah (TT-TH) (5) Tindak tutur langsung harafiah (TT-LH) (6) Tindak tutur tidak langsung harafiah (TT-TLH) (7) Tindak tutur langsung tidak harafiah (TT-LTH)\ (8) Tindak tutur tidak langsung tidak harafiah (TT-TLTH) Apabila seseorang menggunakan bahasa. dan mencakup tindak-tindak seperti bertaruh. menolak. Misalnya: n mengatakan kepada t bahwa X. (Menghasilkan efek tertentu pada pendengar. ilokusi.) Dengan mengatakan X. Sebagian verba yang digunakan untuk melabel tindak ilokusi bisa digunakan secara performatif.

definisi ini muncul dari urutan tindakan yang banyak diabaikan oleh teori tindak tutur. Kesulitan itu juga muncul dari dasar definisi maksud penutur, yang merupakan keadaan psikologis yang tidak bisa diobservasi (lihat Abd. Syukur Ibrahim, 1993: 115). 1. TT lokusi: Austin, perbuatan bertutur, hal mengungkapkan sesuatu atau menyatakan sesuatu (locutionary speech act). Misalnya: Dia sakit. Kaki manusia dua. Pohon punya daun. Wacana-wacana ilmiah yang tidak menekankan emosi termasuk TT lokusi. TT ini sangat sedikit peranannya dalam pragmatik. 2. TT ilokusi: Austin, Searle, perbuatan yang dilakukan dalam mengujarkan sesuatu atau melakukan sesuatu, mis. memperingatkan, bertanya (illocutionary speech act). Misalnya: Saya berjanji. Ibunya di rumah! (bisa bermaksud melarang datang menemui anaknya) Bapaknya galak! (bisa melarang jangan ke sana) Saya tidak dapat datang. (minta maaf) Kula nyuwun sekilo. (membeli) Temboknya dicat! (jangan dekat tembok itu) Adoh lho le! (jangan ke sana) 3. TT perlokusi: Austin, Searle, perbuatan yang dilakukan dengan mengujarkan sesuatu, membuat orang lain percaya akan sesuatu dengan mendesak orang lain untuk berbuat sesuatu, dll. atau mempengaruhi orang lain (perlocutionary speech act) Misalnya: Tempat itu jauh.

Tempat itu jauh Lokusi Tempat itu jauh. mengandung pesan. Lokusi Tempat itu jauh. metapesan µJangan pergi ke sana!¶ Perlokusi Tempat itu jauh. metapesan pikiran (Dalam ada mitratutur

keputusan) ³Saya tidak akan pergi ke sana.´

C. Tindak tutur langsung-tidak langsung dan literal-tidak literal Berdasarkan isi kalimat atau tuturannya, kalimat dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu kalimat berita (deklaratif), kalimat tanya (interogatif), dan kalimat perintah (imperatif). Berita Adiknya sakit. Informasi Tanya Di mana handuk saya? ya, tidak (apa, intonasi) mana, kapan, ke mana, untuk apa, dsb.) TT langsung (direct TT speech) langsung (direct TT langsung (direct speech) speech) Perintah Pergi! larangan, ajakan, dan

informasi (apa, siapa, di perintah biasa

Berdasarkan mudusnya, kalimat atau tuturan dapat dibedakan menjadi tuturan langsung dan tutran tidak langsung. Misalnya: [Tuturan langsung] A: Minta uang untuk membeli gula! B: Ini. [Tuturan tidak langsung] A: Gulanya habis, nyah. B: Ini uangnya. Beli sana! Kadang-kadang secara pragmatis kalimat berita dan tanya digunakan untuk memerintah, sehingga merupakan TT tidak langsung (indirect speech). Hal ini merupakan sesuatu yang penting dalam kajian pragmatik. Misalnya: 1. Rumahnya jauh. (ada maksud: jangan pergi ke sana). 2. Adiknya sakit. (ada maksud: jangan ribut atau tengoklah!)

Berdasarkan keliteralannya, tuturan dapat dibedakan menjadi tuturan literal dan tuturan tidal literal. 1. Tuturan literal: tuturan yang sesuai dengan maksud atau modusnya. Misalnya, Buka mulutnya! (makna lugas: buka). 2. Tuturan tidak literal: tuturan yang tidak sesuai dengan maksud dalam tulisan/tuturan. Misalnya, Buka mulutnya! (makna tidak lugas: tutup). Hal ini disebut juga µnglulu¶ Dalan bahasa kadang-kadang terjadi, yang bagus dikatakan jelek (hal ini disebut banter [bEnte]), yang jelek dikatakan bagus (disebut µironi¶). Masing-masing tindak tutur (langsung, tidak langsung, literal, dan tidak literal) apabila disinggungkan (diinterseksikan) dapat dibedakan menjadi 8 macam seperti sebagai berikut. 1. TT langsung 2. TT tidak langsung 3. TT literal 4. TT tidak literal 5. TT langsung literal 6. TT tidak langsung literal 7. TT langsung tidak literal 8. TT tidak langsung tidak literal Misalnya, kalimat Radione kurang banter. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. TT langsung TT tidak langsung TT literal TT tidak literal Radione TT langsung literal TT tidak langsung literal TT langsung tidak literal TT tidak langsung tidak banter. kurang betul-betul kurang keras. keraskan radionya! betul-betul kurang keras. suara sekali. betul-betul kurang keras keraskan radionya! suara sekali. matikan! radionya keras radionya keras

berbicara secara wajar (termasuk volume suara yang wajar). Dengan adanya 2 tujuan ini. tetapi ia harus bertanggung jawab atas penyimpangan itu. tidak berlebihan.literal PRINSIP KERJA SAMA (Cooperative Principle) Sebelum belajar tentang µprinsip kerja sama¶. Selanjutnya orang lain diharapkan menangkap apa (hal) yang dikemukakan. Contoh: kikir tekate dhewe kutujukan wawan prawan ayu kian maju lali main dik daniel kaki lima thank before : q2r : TKTDW : ku¥49kan : wa-one : pra one are you : q-an maju : la5in : dick&niel : kq lima : thx b4 berdua satu tujuan : ber-217-an . ada maksudmaksud tertentu. ringkas. Mereka harus bekerja sama. sehingga orang lain bisa mengetahui maksudnya. kita perlu belajar tentang µasumsi pragmatik¶. maka orang akan berbicara sejelas mungkin. Kalau orang berbicara kepada orang lain pasti ingin mengemukakan sesuatu. Hanya saja dalam pragmatik terdapat penyimpangan-penyimpangan. tidak berbelit-belit.

Bicaralah sesuai dengan permasalahan. Lubis. c. Katakan dengan jelas. Bicaralah secara singkat. 1996: 46-53). 1993: 73. b. (1) Maksim kuantitas: a. (2) Maksim kualitas: a. jangan mengatakan sesuatu yang tidak perlu. Berikan informasi Anda secukupnya atau sejumlah yang diperlukan oleh MT. antara P dengan MT harus saling menjaga prinsip kerja sama (cooperative principle) agar proses komunikasi berjalan dengan lancar. Prinsip kerja sama ini terealisasi dalam berbagai kaidah percakapan. Hindari kekaburanan ujaran. Tanpa adanya prinsip kerja sama komunikasi akan terganggu. (3) Maksim relevansi: a. Hindari ketaksaan. Bicaralah seperlunya saja. Katakan yang relevan. Katakanlah hal yang sebenarnya. . Jangan katakan sesuatu yang Anda tahu bahwa sesuatu itu tidak benar. Secara lebih rinci. d. 1993: 11. c. tidak bertele-tele. b.aku kamu sama-sama yang sayang anti gadis dan := : y9 : sy9 : aq :u : an3dis :n Di dalam berkomunikasi. Grice menjabarkan prinsip kerja sama itu menjadi empat maksim percakapan (periksa Gunarwan. b. dan bandingkan pula Wijana. Keempat maksim percakapan itu ialah sebagai berikut. (4) Maksim cara: a. b. Jangan katakan sesuatu tanpa bukti yang cukup.

sedangkan dalam gramatika/ tatabahasa diatur oleh kaidah ( rule governed).. dan tidak ambigu. Bukti cukup memadai. Dalam pragmatik dikontrol oleh maksim (principle controlled). justeru pelanggaran-pelanggaran itulah yang menarik untuk dikaji: mengapa P melakukan pelanggaran terhadap maksim tertentu. di antara empat maksim itu. Kalau lebih berarti ada tujuannya. Terdapat beberapa asumsi pragmatik. Misalnya: Buku itu dibuat dari kertas. Ibu kota Provinsi Jawa Timur Sura «« Tuturan ini disampaikan oleh guru. Sejauh mana asumsi ini benar juga masih memerlukan pengkajian secara pragmatis. Berkatalah secara sistematis. Asumsi pragmatik ini merupakan titik acuan (point of reference). baya. Maksim kualitas Prinsip yang menghendaki orang-orang berbicara berdasarkan bukti-bukti yang memadai. lalu murid menjawab «. sistematis. mengapa P yang bermaksud meminjam uang atau memerlukan bantuan kepada MT biasanya diawali dengan menceritakan secara panjang lebar keadaan dirinya seraya disertai dengan janji-janji? Apakah itu berlaku secara universal? Bukankah tindakan tersebut melanggar maksim kuantitas? Pada hemat saya. bagi pengamat pragmatik. Maksim kuantitas Berbicara sejumlah yang dibutuhkan oleh pendengar. Dalam kaitannya dengan maksim . maka dalam komunikasi harus memenuhi prinsip (maksim). Akan tetapi. 2. Kenyataan membuktikan. yaitu: 1. ada maksud apa di balik pelanggaran maksim tersebut? Misalnya. bukti tidak memadai. Untuk memenuhi komunikasi secara wajar dan terjadi kerja sama yang baik. kalau informasi itu tidak relevan dengan permasalahan toh tidak akan membawa manfaat.e. (Secara kuantitas cukup jelas). maksim ketiga atau maksim relevansilah yang paling penting sebab betapa pun informasi yang kita sampaikan itu cukup serta disampaikan dengan cara yang jelas. Misalnya: Ibu kota Provinsi Jawa Timur Surabaya. tetapi apabila ada tuturan *Buku itu dibuat dari nasi. di dalam percakapan sehari hari tidak jarang kita temukan praktik-praktik pelanggaran terhadap maksim-maksim Grice tersebut.

Maksim cara Tuturan harus dikomunikasikan secara wajar. ya? : Jangan menghina. Akan menjadi tidak relevan misalnya apabila B menjawab Ini baju kamu atau Di sana. Sedangkan retorika interpersonal harus memperhitungkan orang lain. : Ini Tanah Abang. ya? : Bukan. Retorika interpersonal membutuhkan prinsip kesopanan (politeness principle). Maksim relevansi Penutur dan mitra tutur berbicara secara relevan berdasarkan konteks pembicaraan. Jadi tidak hanya bersifat tekstual. terdapat penyimpangan maksim. tidak boleh ambigu (taksa). maksim kualitas. 3. dan maksim cara. dia sering tampil di TVRI. Misalnya: A B : Dia penyanyi solo. Misalnya: A B : Ini jam berapa? : Ini jam 3. : Benar. Tetapi Misalnya: A B A B : Kamu penjahat kelas kakap. tidak terbalik (harus runtut). . kadang-kadang dalam tuturan yang wajar terjadi dis-ambiguasi (pengawaambiguan). maksim relevansi. yaitu maksim kuantitas. Retorika tekstual harus memenuhi 4 prinsip (maksim) kerja sama. Keempat prinsip tersebut di atas termasuk pada jenis µretorika tekstual¶ sebab dalam pragmatik dikenal adanya retorika tekstual dan retorika interpersonal. misalnya Modal saja tidak bisa dan Untung saja tidak dapat. masak saya miskin seperti ini punya tanah. Ada 6 macam prinsip agar memenuhi prinsip kesopanan. mujair. sehingga kata-kata yang ambigu itu hanya satu makna.kualitas. 4.

4. Selanjutnya agar memenuhi prinsip (maksim) kesopanan. berikut ini inti 6 prinsip kesopanan menurut Leech. Saya akan datang (ada efek yang lain untuk memerintah) 3. Tuturan asertif: menyatakan sesuatu (objektif). memohon. Dalam kaitannya dengan kategori pragmatik ini ada tuturan komisif. menawarkan. = memaksimalkan keuntungan orang lain. Boleh saya bawakan? Saya akan setia. Dalam kategori pragmatik didasarkan pada fungsi komunikatifnya. Kadang-kadang sulit dibedakan antara tuturan asertif dengan ekspresif. tact maxim. 2. memerintah. Maksim kebijaksanaan/kedermawanan. . tuturan ekspresif. Misalnya: Saya akan datang. tuturan asertif. Tuturan komisif: berjanji. tanya. Yang diperhatikan adalah tuturan. 1. 1. Swear.Sebelum sampai pada prinsip kesopanan. dan perintah. Jenis maksim ini untuk berjanji dan menawarkan (impositif. meminimalkan kerugian orang lain. Ditujukan pada orang lain (other centred maxim). Misalnya: Ada yang bisa saya bantu? A B : Mari saya bawakan! : Tidak usah. tuturan impositif (direktif). perlu mengingat kembali dari adanya kategori sintaktik yang terdiri dari berita. Misalnya: Gedung itu indah sekali. Tuturan A dan B disebut pragmatik paradoks. Tuturan impositif (direktif): menyuruh. Tuturan ekspresif: menyatakan perasaan (emosi). Misalnya: Bali terletak di sebelah timur Pulau Jawa. Misalnya: Apakah Anda bisa menolong saya. komisif). Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS memiliki 8 jurusan. Gadis itu cantik sekali.

Maksim penerimaan (approbation maxim). . Maksim penerimaan ini ditujukan untuk menawarkan dan berjanji. Ditujukan untuk menyatakan pendapat dan ekspresif. biasa-biasa saja. Pekarangane jembar. Maksim kesetujuan atau kecocokan (agreement maxim). = memaksimalkan kerugian diri sendiri. = memaksimalkan rasa hormat pada orang lain. nanging emane akeh sukete. Apakah Anda bersedia membawakan? Bawakan ini! (tidak sopan) Mari saya antarkan! Tolong saya dihantarkan! 3. 5. Pusatnya pada orang lain (other centred maxim). Ditujukan pada diri sendiri. Misalnya: Bolehkah saya bantu? Mari saya bantu. meminimalkan keuntungan diri sendiri. : Ah tidak. Pusatnya pada diri sendiri (self centred maxim). Misalnya: Omahmu jane apik. = meminimalkan rasa hormat pada diri sendiri dan memaksimalkan rasa tidak hormat pada diri sendiri. : Mobilnya bagus! : Ah. 4. meminimalkan rasa tidak hormat pada orang lain.2. Maksim kerendahhatian (modesty maxim). Maksim kemurahhatian (generosity maxim). Pusatnya orang lain (other centred maxim) Maksim ini ditujukan untuk kategori asertif dan ekspresif. bukan pada orang lain (self centred maxim). Misalnya: A B A B : Kau sangat pandai. begini saja kok bagus. = memaksimalkan kesetujuan pada orang lain dan meminimalkan ketidaksetujuan pada orang lain. ning emane cedhak pabrik.

Misalnya: A B A B : Omah kuwi apik. : Iya, apik banget. : Omah kuwi apik banget. : Wah elek banget ngono kok.

(Ketidaksetujuan total / tidak sopan) A B : Wah, ayu banget ya dheweke? : Iya, ning rada «. (kera).

(Ketidaksetujuan parsial / sopan) 6. Maksim kesimpatian (symphaty maxim). Pusatnya orang lain (other centred maxim). Ditujukan untuk menyatakan asertif dan ekspresif. = memaksimalkan simpati pada orang lain dan meminimalkan antipati pada orang lain. Misalnya: A B A B : Saya lolos di UMPTN, Jon. : Selamat, ya. : Baru-baru ini dia telah meninggal. : Oh, saya turut berduka cita.

Pragmatik
Mengapa Pragmatik Perlu Dipelajari dalam Program Studi Linguistik?

1. Pendahuluan Dalam jangka yang cukup lama, seperti diungkap oleh Yule (1996: 6), studi bahasa sangat dikuasai oleh kecenderungan untuk menjelaskan bahasa berdasarkan sistem formalnya, yaitu dengan menurunkan sistem yang terdapat dalam matematika dan logika, dan mengabaikan unsur pengguna bahasa. Sebagai tataran terbaru dalam linguistik, Pragmatik merupakan satu satunya tataran yang turut memperhitungkan manusia sebagai pengguna bahasa. Meskipun memiliki fokus kajian yang serupa dengan semantik, yaitu makna, seperti akan saya jelaskan kemudian, makna yang dikaji dalam pragmatik berbeda dengan makna yang dikaji dalam semantik. Makalah ini bertujuan menjelaskan pentingnya bidang pragmatik untuk dipelajari dalam program studi linguistik. Untuk tujuan tersebut, saya mengawali makalah ini dengan pembahasan mengenai pengertian pragmatik, perkembangannya, menjelaskan secara singkat topik-topik bahasannya, dan, dengan melihat perbedaan kajiannya dengan bidang lain dalam

linguistik, menunjukkan pentingnya pragmatik. 2. Definisi Pragmatik Para pakar pragmatik mendefinisikan istilah ini secara berbeda-beda. Yule (1996: 3), misalnya, menyebutkan empat definisi pragmatik, yaitu (1) bidang yang mengkaji makna pembicara; (2) bidang yang mengkaji makna menurut konteksnya; (3) bidang yang, melebihi kajian tentang makna yang diujarkan, mengkaji makna yang dikomunikasikan atau terkomunikasikan oleh pembicara; dan (4) bidang yang mengkaji bentuk ekspresi menurut jarak sosial yang membatasi partisipan yang terlibat dalam percakapan tertentu. Thomas (1995: 2) menyebut dua kecenderungan dalam pragmatik terbagi menjadi dua bagian, pertama, dengan menggunakan sudut pandang sosial, menghubungkan pragmatik dengan makna pembicara (speaker meaning); dan kedua, dengan menggunakan sudut pandang kognitif, menghubungkan pragmatik dengan interpretasi ujaran (utterance interpretation). Selanjutnya Thomas (1995: 22), dengan mengandaikan bahwa pemaknaan merupakan proses dinamis yang melibatkan negosiasi antara pembicara dan pendengar serta antara konteks ujaran (fisik, sosial, dan linguistik) dan makna potensial yang mungkin dari sebuah ujaran ujaran, mendefinisikan pragmatik sebagai bidang yang mengkaji makna dalam interaksi (meaning in interaction). Leech (1983: 6 (dalam Gunarwan 2004: 2)) melihat pragmatik sebagai bidang kajian dalam linguistik yang mempunyai kaitan dengan semantik. Keterkaitan ini ia sebut semantisisme, yaitu melihat pragmatik sebagai bagian dari semantik; pragmatisisme, yaitu melihat semantik sebagai bagian dari pragmatik; dan komplementarisme, atau melihat semantik dan pragmatik sebagai dua bidang yang saling melengkapi. 3. Perkembangan Pragmatik Mey (1998), seperti dikutip oleh Gunarwan (2004: 5), mengungkapkan bahwa pragmatik tumbuh dan berkembang dari empat kecenderungan atau tradisi, yaitu: (1) kecenderungan antisintaksisme; (2) kecenderungan sosial-kritis; (3) tradisi filsafat; dan (4) tradisi etnometodologi. Kecenderungan yang pertama, yang dimotori oleh George Lakoff dan Haji John Robert Ross, menolak pandangan sintaksisme Chomsky, yaitu bahwa dalam kajian bahasa yang sentral adalah sintaksis, dan bahwa fonologi, morfologi, dan semantik bersifat periferal. Menurut Lakoff dan Ross, keapikan sintaksis (well-formedness) bukanlah segalanya, sebab, seperti sering kita jumpai, komunikasi tetap dapat berjalan dengan penggunaan bentuk yang tidak apik secara sintaksis (ill-formed), bahkan semantik (Gunarwan 2004: 6). Kecenderungan kedua, yang tumbuh di Eropa, tepatnya di Britania, Jerman, dan Skandinavia (Mey 1998: 717 (dalam Gunarwan 2004: 6)), muncul dari keperluan terhadap ilmu bahasa yang secara sosial relevan, bukan yang sibuk dengan deskripsi bahasa semata-mata secara mandiri. Tradisi yang ketiga, yang dipelopori oleh Bertrand Russell, Ludwig Wittgenstein, dan terutama John L. Austin dan John R. Searle, adalah tradisi filsafat. Para pakar tersebut mengkaji bahasa, termasuk penggunaannya, dalam kaitannya dengan logika. Leech (1983: 2), seperti dikutip Gunarwan (2004: 7), mengemukakan bahwa pengaruh para filsuf bahasa, misalnya Austin, Searle, dan Grice, dalam pragmatik lebih besar daripada pengaruh Lakoff dan Ross. Tradisi yang keempat adalah tradisi tradisi etnometodologi, yaitu cabang sosiologi yang mengkaji cara para anggota masyarakat tutur (speech community) mangorganisasi dan memahami kegiatan mereka. Dalam etnometodologi, bahasa dikaji bukan berdasarkan aspek kegramatikalannya, melainkan berdasarkan cara para peserta interaksi saling memahami apa yang mereka ujarkan. Dengan kata lain, kajian bahasa dalam etnometodologi lebih ditekankan pada komunikasi, bukan tata bahasa (Gunarwan 2004: 6). 4. Beberapa Topik Pembahasan dalam Pragmatik 4.1 Teori Tindak-Tutur Melalui bukunya, How to Do Things with Words, Austin dapat dianggap sebagai pemicu minat yang paling utama dalam kajian pragmatik. Sebab, seperti diungkap oleh Marmaridou (2000: 1

(dalam Gunarwan 2004: 8)), sejak itu bidang kajian ini telah berkembang jauh, sehingga kita dapat melihat sejumlah kecenderungan dalam pragmatik, yaitu pragmatik filosofis (Austin, Searle, dan Grice), pragmatik neo-Gricean (Cole), pragmatik kognitif (Sperber dan Wilson), dan pragmatik interaktif (Thomas). Austin, seperti dikutip oleh Thomas (1995: 29-30), bermaksud menyanggah pendapat filosof positivisme logis, seperti Russel dan Moore, yang berpendapat bahwa bahasa yang digunakan sehari-hari penuh kontradiksi dan ketaksaan, dan bahwa pernyataan hanya benar jika bersifat analitis atau jika dapat diverifikasi secara empiris. Contoh. (1) Ada enam kata dalam kalimat ini (2) Presiden RI adalah Soesilo Bambang Yoedoyono Dari contoh di atas, dapat dipahami bahwa para filosof yang dikritik Austin ini mengevaluasi pernyataan berdasarkan benar atau salah (truth condition), yaitu, sesuai contoh di atas, kalimat (1) benar secara analitis dan kalimat (2) benar karena sesuai dengan kenyataan. Persyaratan kebenaran ini kemudian diadopsi oleh linguistik sebagai truth conditional semantics (Thomas 1995: 30). Austin (dalam Thomas 1995: 31) berpendapat bahwa salah satu cara untuk membuat pembedaan yang baik bukanlah menurut kadar benar atau salahnya, melainkan melalui bagaimana bahasa dipakai sehari-hari. Melalui hipotesis performatifnya, yang menjadi landasan teori tindak-tutur (speech-act), Austin berpendapat bahwa dengan berbahasa kita tidak hanya mengatakan sesuatu (to make statements), melainkan juga melakukan sesuatu (perform actions). Ujaran yang bertujuan mendeskripsikan sesuatu disebut konstatif dan ujaran yang bertujuan melakukan sesuatu disebut performatif. Yang pertama tunduk pada persyaratan kebenaran (truth condition) dan yang kedua tunduk pada persyaratan kesahihan (felicity condition) (Gunarwan 2004: 8). Contoh. (3) Dengan ini, saya nikahkan kalian (performatif) (4) Rumah Joni terbakar (konstatif) Selanjutnya Austin, seperti juga ditekankan lebih lanjut oleh Searle (dalam Gunarwan 2004: 9), memasukkan ujaran konstatif, karena memiliki struktur dalam yang mengandungi makna performatif, sebagai bagian dari performatif (Austin 1962: 52 dan Thomas 1995: 49). Dalam contoh (4), struktur dalam ujaran tersebut dapat saja berbunyi Saya katakan bahwa rumah Joni terbakar. Tindakan yang dihasilkan dengan ujaran ini mengandung tiga tindakan lain yang berhubungan, yaitu lokusi (locutionary act), ilokusi (illocutionary act), dan perlokusi (perlocutionary act) (Yule 1996: 48). Tindak lokusioner berkaitan dengan produksi ujaran yang bermakna, tindak ilokusioner terutama berkaitan dengan intensi atau maksud pembicara, dan tindak perlokusioner berkaitan dengan efek pemahaman pendengar terhadap maksud pembicara yang terwujud dalam tindakan (Thomas 1995: 49). Tindak-tutur, seperti dikembangkan lebih jauh oleh Searle (dalam Gunarwan 2004: 9), dapat berupa tindak-tutur langsung (direct speech-act) dan tindak-tutur tidak langsung (indirect speech-act). Dalam direct speeh-act terdapat hubungan langsung antara struktur kalimat dengan fungsinya, sedangkan dalam indirect speech-act hubungannya tidak langsung atau menggunakan (bentuk) tindak-tutur lain (Gunarwan 2004: 9; dan Yule 1996: 5455). Selain itu, Searle juga menyebut lima jenis fungsi tindak-tutur, yaitu asertif (assertive), direktif (directive), komisif (comissive), ekspresif (expressive), dan deklarasi (declaration) (Littlejohn 2002: 80; dan Yule 1996: 53 -54). Asertif atau representatif merupakan tindak-tutur yang menyatakan tentang sesuatu yang dipercayai pembicaranya benar; direktif merupakan tindak tutur yang menghendaki pendengarnya melakukan sesuatu; komisif merupakan tindak-tutur yang digunakan pembicaranya untuk menyatakan sesuatu yang akan dilakukannya; ekspresif merupakan tindak-tutur yang menyatakan perasaan pembicaranya; dan deklarasi merupakan tindak-tutur yang mengubah status sesuatu.

(2) bidal kualitas (quality maxim).4. Yang pertama ada karena konteks ujaran. yaitu: pertama. Sperber dan Wilson (1995). misalnya untuk memberikan informasi secara tersirat (implicature) dan menjaga muka lawan bicara (politeness). misalnya contoh (6) di atas. bukan untuk setiap kali meninggalkan ruangan. dengan menggunakan prinsip kerja sama Grice. untuk menjelaskan cara sebuah pesan dipahami penerimanya. sedangkan yang kedua tidak. Sperber dan Wilson (1995). didasarkan atas beberapa alasan. Contoh. menetapkan tiga macam hubungan antara cue dan implicature. mengungkapkan secara singkat. Dalam teori relevansi dipelajari bagaimana sebuah muatan pesan dapat dipahami oleh penerimanya.3 Implikatur (Implicature) Grice. Melalui hal tersebut. menghindari ketaksaan. Setiap pembaca dapat memahami bahwa pesan ini hanya berlaku jika ia akan meninggalkan ruangan tersebut untuk terakhir kalinya. seperti dikutip oleh Renkema (2004: 22). Selanjutnya. misalnya untuk ke kamar mandi. Kerja sama yang terjalin dalam komunikasi ini terwujud dalam empat bidal (maxim). menyebutkan bahwa bahasa dalam penggunaannya (language in use) selalu dapat diidentifikasi melalui hal yang disebutnya indeterminacy atau underspecification. memberi sumbangan informasi yang relevan. sedangkan contoh (6) merupakan implikatur konversasional yang bermakna µtidak¶ dan merupakan jawaban atas pertanyaan maukah Anda menghadiri selamatan sunatan anak saya? Berbeda dengan Grice. implikatur dapat dibedakan menjadi implikatur khusus dan implikatur umum. dan (4) bidal cara (manner maxim). Implikatur konvensional merupakan implikatur yang dihasilkan dari penalaran logika. pesan ini berada dalam spesifikasi tertentu yang disepakati oleh addresser dan addressee dalam konteks komunikasi. mengungkapkan secara beraturan (Gunarwan 2004: 11 dan Thomas 1995: 63-64). ujaran merupakan sebentuk tindakan dari komunikasi ostensif. Dengan kata lain. yaitu (1) bidal kuantitas (quantity maxim). menghindari ketidakjelasan pengungkapan. menyatakan hanya yang menurut kita benar atau cukup bukti kebenarannya. seperti diungkap oleh Thomas (1995: 57). menyebut dua macam implikatur. pada kenyataannya. yaitu prinsip kerja sama (cooperative principle) (Yule 1996: 36-37 dan Thomas 1995: 61). misalnya contoh (5) di atas. Implikatur konversasional merupakan implikatur yang dihasilkan karena tuntutan konteks tertentu (Thomas 1995: 58). dalam komunikasi kadang kita tidak mematuhi prinsip tersebut. Menurut mereka. Hal ini. Contoh. menurut Gazdar. seperti dikutip oleh Renkema (2004: 22). memberi informasi sesuai yang diminta. dan percakapan dapat terus berjalan meski hanya melalui bidal ini. seperti diungkap oleh Gunarwan (2004: 14). (3) bidal relasi (relation maxim). yaitu implikatur konvensional dan implikatur konversasional. penerima pesan (addressee) hanya memilih sesuatu yang dianggapnya relevan dengan apa yang hendak disampaikan oleh pengirim pesan (addresser) dalam konteks komunikasi tertentu. 4. seperti diungkap oleh Gunarwan (2004: 12-14).4 Teori Relevansi Teori relevansi yang dikembangkan oleh Sperber dan Wilson merupakan kritik terhadap empat maksim yang terdapat dalam prinsip kerja sama Grice. (5) Bahkan Bapak Menteri Agama menghadiri sunatan anak saya (6) Saya kebetulan ke Inggris untuk studi selama dua tahun dan berangkat besok Contoh (5) di atas merupakan implikatur konvensional yang berarti Bapak Menteri Agama biasanya tidak menghadiri acara sunatan. ujaran yang mengandung implikatur jenis ini. (7) Pastikan semua pintu terkunci jika meninggalkan ruangan ini.2 Prinsip Kerja Sama (Cooperative Principle) Grice mengemukakan bahwa percakapan yang terjadi di dalam anggota masyarakat dilandasi oleh sebuah prinsip dasar. dapat dicontohkan dengan penggunaan kata bahkan. 4. bidal yang terpenting dalam teori Grice adalah bidal relevansi. . Berkaitan dengan prinsip kerja sama Grice di atas.

boleh tanya? b. Pak. Kebutuhan yang pertama disebut positive face. face dapat diartikan kehormatan. merupakan ujaran yang relevansinya rendah dan membutuhkan processing effort yang lebih besar. padahal A harus memastikan dengan jelas setiap pemesanan pembelian tiket. Then that's fifty. yang dikutip oleh Jaszczolt (2002: 318). kekuasaan atau power (P) yang dimiliki lawan bicara (Renkema 2004: 26). A: What weekend? B: Next weekend. Contoh. Mas? Dalam contoh di atas terlihat jelas. yaitu tidak perlu mengunci pintu jika keluar dalam batasan waktu dan situasi yang diperkirakan cukup aman. Brown dan Levinson (1978) membangun teori tentang hubungan intensitas FTA dengan kesantunan yang terrealisasi dalam bahasa (Renkema 2004: 25). Berdasarkan konsep face yang dikemukakan oleh Goffman ini. explicature atau degree of relevance. misalnya permintaan "May I borrow your car?" mempunyai bobot yang berbeda dengan permintaan "May I borrow your pen?". misalnya mahasiswa kepada dosen atau yang muda kepada yang tua. sedangkan ujaran (9b) mungkin diucapkan kepada orang yang secara sosial jaraknya lebih dekat (9a). . dan ketiga. seperti dikutip oleh Renkema (2004: 25). Dalam percakapan tersebut. karena semakin tinggi contextual effect maka semakin rendah ia membutuhkan processing effort. Contoh yang ditulis Renkema (2004: 23) di bawah ini memberikan gambaran yang cukup jelas. when do you want to go? B: At the weekend. dalam pengertian degree of relevance. tahapan yang harus dil wati untuk memahami e implikatur dalam percakapan. Dengan kata lain. (9) a. dan citra diri di depan umum (public self-image). kedua. "face merupakan gambaran citra diri dalam atribut sosial yang telah disepakati". ia mengandaikan B dapat mengerti bahwa that migh be cheaper dapat berarti If you purchase a ticket now.5 Kesantunan (Politeness) Konsep strategi kesantunan yang dikembangkan oleh Brown dan Levinson diadaptasi dari konsep face yang diperkenalkan oleh seorang sosiolog bernama Erving Goffman (1956) (Renkema 2004: 24-25). Menurut Goffman (1967: 5). (8) A: Well. Menurut Goffman (1956). namun mencakup perluasan wilayah kognitif (cognitive environment) kedua belah pihak. sedangkan yang kedua disebut negative face. tingkat gangguan atau rate of imposition (R). yaitu: pertama. misalnya bobot kedua permintaan di atas tidak terlalu besar jika kedua ungkapan tersebut ditujukan kepada saudara sendiri. dan ketiga. 4. If you buy ticket when you turn up. Intensitas FTA diekspresikan dengan bobot atau weight (W) yang mencakup tiga parameter sosial. you have booked seat which costs 60 euros. setiap partisipan memiliki dua kebutuhan dalam setiap proses sosial: yaitu kebutuhan untuk diapresiasi dan kebutuhan untuk bebas (tidak terganggu). Dalam hal ini. Maaf. kedua. pemahaman penerima pesan terhadap apa yang hendak disampaikan oleh pengirim pesan terjadi melalui beberapa tahapan. B mengira A mengerti bahwa at the weekend berarti next weekend. Numpang tanya. pengirim pesan dapat memperkirakan reaksi penerima pesan terhadap pesan yang disampaikannya. ujaran (9a) mungkin diucapkan pembicara yang secara sosial lebih rendah dari lawan bicaranya. berkenaan dengan bobot mutlak (absolute weight) tindakan tertentu dalam kebudayaan tertentu. How does it works? You just turn up for the shuttle service? A: That might be cheaper. harga diri (self-esteem). it costs 50 euros. Misalnya pada contoh (7) di atas. jarak sosial atau social distance (D) antara pembicara dengan lawan bicaranya. Dalam percakapan di atas. ujaran at the weekend. sedangkan that might be cheaper merupakan ujaran yang relevansinya lebih baik. komunikasi tidak hanya memasukkan apa yang ada dalam pikiran pengirim pesan ke dalam pikiran penerima pesan. Begitu juga A.misalnya tindakan untuk membuat sesuatu menjadi jelas dan dapat dimengerti oleh penerima pesan. there is a shuttle service sixty euros one-way.

Politeness (kesantunan) dalam hal ini dapat dipahami sebagai upaya pencegahan dan atau perbaikan dari kerusakan yang ditimbulkan oleh FTA; semakin besar intensitas FTA mengancam stabilitas komunikasi, maka politeness strategy semakin dibutuhkan. Politeness, face work technique, yang bertujuan untuk mendapatkan positive face disebut solidarity politeness, dapat dilakukan, misalnya dengan pujian; sedangkan politeness yang dilakukan untuk tujuan sebaliknya disebut respect politeness, dapat dilakukan, misalnya dengan melakukan tindakan yang tidak kooperatif dalam komunikasi (Renkema 2004: 25). Berkaitan dengan politeness strategy ini, Brown dan Levinson (1978), seperti diungkapkan oleh Renkema (2004: 26), dalam penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat banyak cara untuk menghindari FTA yang dapat direduksi menjadi lima macam cara. Kelima strategi tersebut diurut berdasarkan tingkat resiko "kehilangan muka"; semakin tinggi resiko kehilangan muka, maka semakin kecil kemungkinan pembicara melakukan FTA. Dalam hal ini, Renkema (2004: 27) memberi contoh strategi tersebut. (5) a. Hey, lend me a hundred dollars. (baldly) b. Hey, friend, could you lend me a hundred bucks? (positive polite) c. I'm sorry I have to ask, but could you lend me a hundred dollars? (negative polite) e. Oh no, I'm out of cash! I forgot to go to the bank today. (off record) Teori kesantunan lain dibahas oleh Leech (1983). Pakar ini membahas teori kesantunan dalam kerangka retorika interpersonal (Eelen 2001: 6). Dalam hal ini, Leech (dalam Eelen 2001: 8) menyebutkan enam bidal kesantunan, yaitu bidal kebijaksanaan (tact maxim), bidal kedermawanan (generosity maxim), bidal pujian (approbation maxim), bidal kerendahhatian (modesty maxim), bidal kesetujuan (aggreement maxim), bidal simpati (sympathy maxim); dan, seperti diungkap oleh Gunarwan (2004: 19), ditambah bidal pertimbangan (consideration maxim). 5. Pragmatik dalam Linguistik Seperti telah saya uraikan sedikit dalam sub 3 di atas, salah satu kecenderungan yang melatarbelakangi berkembangnya pragmatik adalah antisintaksisme Lakoff dan Ross. Dalam sintaksis, seperti dikemukakan oleh Yule (1996: 4), dipelajari bagaimana hubungan antarbentuk linguistis, bagaimana bentuk-bentuk tersebut dirangkai dalam kalimat, dan bagaimana rangkaian tersebut dapat dinyatakan well-formed secara gramatikal. Secara umum, sintaksis tidak mempersoalkan baik makna yang ditunjuknya maupun pengguna bahasanya, sehingga bentuk seperti kucing menyapu halaman, meskipun tidak dapat diverifikasi secara empiris, tetap dapat dinyatakan apik secara sintaksis. Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan bahasa tidak semata-mata didasarkan atas prinsip well-formed dalam sintaksis, melainkan atas dasar kepentingan agar komunikasi tetap dapat berjalan. Lebih tepatnya, dengan mengikuti kecenderungan dalam etnometodologi, bahasa digunakan oleh masyarakat tutur sebagai cara para peserta interaksi saling memahami apa yang mereka ujarkan. Atas dasar ini, pertama, dapat dipahami, dan memang sering kita temukan, bahwa komunikasi tetap dapat berjalan meskipun menggunakan bahasa yang tidak apik secara sintaksis; dan kedua, demi kebutuhan para anggota masyarakat tutur untuk mangorganisasi dan memahami kegiatan mereka, selain tata bahasa, makna juga merupakan hal yang tidak dapat diabaikan dalam analisis bahasa. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa perbedaan utam a antara sintaksis dan pragmatik, sekaligus menyatakan pentingnya studi pragmatik dalam linguistik, terletak pada makna ujaran dan pada pengguna bahasa. Pembahasan tentang makna membawa kita pada pentingnya semantik, yaitu tataran linguistik yang mengkaji hubungan antara bentuk-bentuk linguistik (linguistic forms) dan entitas yang terdapat di luar bahasa, dalam analisis bahasa. Berdasarkan truth conditional semantics, untuk dapat dinyatakan benar, sebuah pernyataan harus dapat diverifikasi secara empiris at u harus a bersifat analitis. Dengan demikian, bentuk kucing menyapu halaman adalah bentuk yang tidak berterima secara semantis, karena tidak dapat diverifikasi secara empiris dan bukan termasuk

pernyataan logika. Namun demikian, pembahasan makna dalam semantik belum memadai, karena masih mengabaikan unsur pengguna bahasa, sehingga bentuk seperti seandainya saya dapat berdiri tentu saya tidak akan dapat berdiri dan saya akan datang besok pagi, meskipun bentuk seperti ini dapat saja kita jumpai, tidak dapat dinyatakan benar karena yang pertama menyalahi logika dan yang kedua tidak dapat diverifikasi langsung. Dengan kata lain, untuk menjelaskan fenomena pemakaian bahasa sehari-hari, di samping sintaksis dan semantik, dibutuhkan juga pragmatik yang dalam hal ini saya pahami sebagai bidang yang mengkaji hubungan antara struktur yang digunakan penutur, makna apa yang dituturkan, dan maksud dari tuturan. Kegunaan pragmatik, yang tidak terdapat dalam sintaksis dan semantik, dalam hal ini dapat ditunjukkan dengan, misalnya, bagaimana strategi kesantunan mempengaruhi penggunaan bahasa, bagaimana memahami implikatur percakapan, dan bagaimana kondisi felisitas yang memungkinkan bagi sebuah tindak-tutur. Selanjutnya, untuk melihat pentingnya pragmatik dalam linguistik, saya akan mengemukakan pendapat Leech (1980). Menurut Leech (dalam Eelen 2001: 6) perbedaan antara semantik dan pragmatik pada, pertama, semantik mengkaji makna (sense) kalimat yang bersifat abstrak dan logis, sedangkan pragmatik mengkaji hubungan antara makna ujaran dan daya (force) pragmatiknya; dan kedua, semantik terikat pada kaidah (rule-governed), sedangkan pragmatik terikat pada prinsip (principle-governed). Tentang perbedaan yang pertama, meskipun makna dan daya adalah dua hal yang berbeda, keduanya tidak dapat benar-benar dipisahkan, sebab daya mencakup juga makna. Dengan kata lain, semantik mengkaji makna ujaran yang dituturkan, sedangkan pragmatik mengkaji makna ujaran yang terkomunikasikan atau dikomunikasikan. Selanjutnya, kaidah berbeda dengan prinsip berdasarkan sifatnya. Kaidah bersifat deskriptif, absolut atau bersifat mutlak, dan memiliki batasan yang jelas dengan kaidah lainnya, sedangkan prinsip bersifat normatif atau dapat diaplikasikan secara relatif, dapat bertentangan dengan prinsip lain, dan memiliki batasan yang bersinggungan dengan prinsip lain. Lebih jauh lagi, dalam pengajaran bahasa, seperti diungkapkan Gunarwan (2004: 22), terdapat keterkaitan, yaitu bahwa pengetahuan pragmatik, dalam arti praktis, patut diketahui oleh pengajar untuk membekali pemelajar dengan pengetahuan tentang penggunaan bahasa menurut situasi tertentu. Dalam pengajaran bahasa Indonesia, misalnya, pengetahuan ini penting untuk membimbing pemelajar agar dapat menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan situasinya , karena selain benar, bahasa yang digunakan harus baik. Dalam pengajaran bahasa asing, pengetahuan tentang prinsip-prinsip pragmatik dalam bahasa yang dimaksud penting demi kemampuan komunikasi yang baik dalam bahasa tersebut. Secara umum, dapat disimpulkan bahwa kaitan antara pragmatik dan pengajaran bahasa adalah dalam hal kompetensi komunikatif yang mencakup tiga macam kompetensi lain selain kompetensi gramatikal (grammatical competence), yaitu kompetensi sosiolinguistik (sociolinguistic competence) yang berkaitan dengan pengetahuan sosial budaya bahasa tertentu, kompetensi wacana (discourse competence) yang berkaitan dengan kemampuan untuk menuangkan gagasan secara baik, dan kompetensi strategik (strategic competence) yang berkaitan dengan kemampuan pengungkapan gagasan melalui beragam gaya yang berlaku khusus dalam setiap bahasa. 6. Penutup Seperti telah disebutkan di muka, tujuan tulisan ini adalah menunjukkan bahwa pragmatik penting dipelajari dalam program studi linguistik. Berdasarkan penjelasan di atas, saya melihat pentingnya pragmatik dalam linguistik setidaknya dalam dua hal, pertama, pragmatik merupakan satu-satunya tataran dalam linguistik yang mengkaji bahasa dengan memperhitungkan juga penggunanya; kedua, berkaitan dengan ketidakmampuan sintaksis dan semantik dalam menjelaskan fenomena penggunaan bahasa sehari hari, saya melihat kedudukan semantik dan pragmatik sebagai dua hal yang saling melengkapi. Selain itu, berkaitan dengan pengajaran bahasa, pragmatik berperan dalam pengembangan kompetensi komunikatif.

Daftar Acuan Austin, John L. 1962. How to Do Things with Word (edisi kedua). Oxford: Oxfod University Press. Brown, Penelope., dan Stephen C. Levinson. 1978. Politeness: Some Universal in Language Usage. Cambridge: Cambridge University Press. Eelen, Gino. 2001. A Critique of Politeness Theories. Manchester, UK: St. Jerome Publishing Gunarwan, Asim. 2004. Dari Pragmatik ke Pengajaran Bahasa (Makalah Seminar Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah). IKIP Singaraja. Jaszczolt, K.M. 2002. Semantics and Pragmatics: Meaning in Language and Discourse. Edinburgh: Pearson Education. Renkema, Jan. 2004. Introduction to Discourse Studies. Amsterdam: John Benjamins Publishing Company. Thomas. Jenny. 1995. Meaning in Interaction: an Introduction to Pragmatics. London/New York: Longman. Yule, George. 1996. Pragmatics. Oxford. Oxford University Press. Posted by Hendri Rahmana at 15.55 0 comments

EMA KEMANUSIAAN DALAM KUMPULAN CERPEN KUDA TERBANG MARIA PINTO KARYA LINDA CHRISTANTY SKRIPSI diajukan untuk memenuhi persyaratan akademik Program S-1 Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra .Universitas Padjadjaran Wemmy al-Fadhli H1A01018 JURUSAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS SASTRA Universitas padjadjaran 2007 ABSTRAK Penelitian ini bertujan untuk mengetahui tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen Kuda Terbang Maria Pinto karya Linda Christanty. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian .

cerpen: as sulak. «dari cahaya? Dari ketiaknya tercium harum bunga yang membuat kuntum-kuntum mawar di halaman menunduk dan kelopaknya memerah karena malu.´ BIDADARI yang Mengembara. The method that used in this research is structuralism with focused on theme aspect.ini adalah struktural dengan penekanan pada aspek tematik. Tema kemanusiaan merupakan narasi utama yang terlihat menjadi benang merah pemaknaan atas kumpulan cerpen ini. Humanism look as a grand narration of this short story collection. Used objective approach with structur analiysis²hooked theme aspect as an object²this research will become distangled variously senses and values on this literary work. . ABSTRACT The objective of this research is to observe humanity theme in Kuda Terbang Maria Pinto written by Linda Christanty. Dengan menggunakan pendekatan objektif melalui analisis struktur karya diharapkan dapat dibongkar nilai-nilai yang terkandung dalam objek analisis terkait dengan aspek tematiknya sebagai tujuan utama penelitian.

³Segala usaha untuk tiba pada penafsiran yang jelas dan tertentu melalui analisis kritis. Putu Sedana. meskipun ia sedang berdoa dan memberikan pengorbanan.´ [Aporisma kumaha urang] . wemmy selalu mewanti kita: ³Hati-hati dengan Permukaan.´ (Porphyry. 233-301 M) ³Karena mengajari orang lain. Tetapi orang-orang bodoh mengotori Tuhan.´ (Drs. meskipun ia sedang diam. sama artinya dengan belajar dari orang lain.Essli(li)n.´ ³Orang-orang yang bijaksana memuliakan tuhan. Sastrawan Bali) dalam mentertawakan diri sendiri. akan sebodoh mencari garis-garis jelas yang tersembunyi di balik kesamaran lukisan Rembrandtj dengan mengikis habis tinta-tintanya.

Semoga d is ana bisa menjadi berharga. di atas dinding berbingkai kaca. thanks & goodbai. . «lembar tak berguna itu akan kukirimkan kepada engkau ibubapakku.Jabar.

cerpen: as sulak. .Kaca-kaca airmata« «dari cahaya? Dari ketiaknya tercium harum bunga yang membuat kuntum-kuntum mawar di halaman menunduk dan kelopaknya memerah karena malu.´ BIDADARI yang Mengembara.

³Karena mengajari orang lain. Fakultas Sastra. . thanks & goodbai. Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul ³Tema Kamanusiaan dalam Kumpulan Cerpen Kuda Terbang Maria Pinto Karya Linda Christanty´.´ (Drs. Putu Sedana.´ [Aporisma kumaha urang] Jabar. KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim. sama artinya dengan belajar dari orang lain. Skripsi ini disusun sebagai salah satu persyaratan ujian sarjana pada Jurusan Sastra Indonesia. wemmy selalu mewanti kita: ³Hati-hati dengan Permukaan. Sastrawan Bali) dalam mentertawakan diri sendiri.

masukan. Universitas Padjajaran. a 8. Dra. 2. dan waktu yang telah diberikan pada penulis. saran. dukungan. selaku pembimbing utama atas segala bantuan. Untuk itu. 5. Drs. 9. selaku dekan Fakultas Sastra Universitas Padjajaran. April 2007 Penulis LEMBAR PENGESAHAN . Selama penyusunan skripsi ini.Bapak Nana Suryana. masukan. 6. Dadang Suganda. penulis hendak mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada: 1. dan waktu yang telah diberikan pada penulis. Jatinangor.Seluruh staf pengajar Jurusan Sastra Indonesia pada khususnya dan Fakultas Sastra pada umumnya atas segala ilmu pengetahuan yang telah diberikan pada penulis semasa masa perkuliahan.. 3. penulis banyak memperoleh bantuan dan dorongan baik moral dan material dari berbagai pihak. selaku ketua Jurusan Sastra Indonesia.Bapak Abdul Hamid. Yetti Setianingsih. dukungan. beserta segenap karyawan SBA dan SBK Fakultas Sastra lainnya.Universitas Padjajaran.Bapak Dr. kritik dan saran akan sangat penulis harapkan. pada kesempatan ini. selaku pembimbing pendamping atas segala bantuan.. Semoga skripsi ini dapat berguna bagi pihak-pihak yang memerlukan. dukungan. Hum. masukan. 7. 4. Oleh karenanya.Seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu. saran.Ibu Hj. Terima kasih banyak. Drs. yang telah banyak membantu kelancaran administrasi dan finansial penulis selama masa perkuli han.Bapak R. Yudi Permadi. selaku dosen wali penulis atas segala bantuan. Penulis menyadari sepenuhnya skripsi ini masih jauh dari sempurna.. saran. dan waktu yang telah diberikan pada penulis. M.Seluruh kawan-kawan sekelas yang bagaimanapun memberikan pengalaman hidup kepada penulis. Fakultas Sastra.Bapak Andi dan Lili.

Nana Suryana.Judul : Tema Kemanusiaan dalam Kumpulan Cerpen Kuda Terbang Maria Pinto Karya Linda Christanty Penyusun : Wemmy al-Fadhli NPM : H1A 01018 Jatinangor. M. Yudi Permadi. Pembimbing II. Dadang Suganda R. NIP. April 2007 Pembimbing I. Abdul Hamid. Drs. 131573157 Disahkan Diketahui Dekan Fakultas Sastra Ketua Jurusan Universitas Padjadjaran. Sastra Indonesia. 132102803 LEMBAR PENGESAHAN Judul : Tema Kemanusiaan dalam Kumpulan Cerpen Kuda Terbang Maria Pinto Karya Linda Christanty Penyusun : Wemmy al-Fadhli NPM : H1A 01018 . Drs. Dr. 131954729 NIP. 131472538 NIP. NIP.Pd.

Nana Suryana. NIP. Abdul Hamid. M. Sastra Indonesia. Yudi Permadi. NIP.Jatinangor. Pembimbing II. 131954729 Disahkan Diketahui Dekan Fakultas Sastra Ketua Jurusan Universitas Padjadjaran.1 Latar Belakang Masalah 1 .Pd. Dr. Drs. 132102803 DAFTAR ISI Lembar Pengesahan Lembar Persembahan Abstrak i Abstract ii Kata Pengantar iii Daftar Isi v BAB I PENDAHULUAN 1 1. 131573157 NIP. Drs. April 2007 Pembimbing I. Dadang Suganda R. 131472538 NIP.

1 Telaah Struktural 15 2.3.4Cerpen ³Balada Hari Hujan´ 64 3.2.3.2.2.2Cerpen ³Makan Malam´ 63 3.4.3.2Latar 83 3.3 Struktur Cerpen 24 2.3Latar 38 2.2Ringkasan Cerita 62 3.3Struktur Umum 66 3.5 Sistematika Penulisan 14 BAB II LANDASAN TEORI 15 2.1.2.4 Kemanusiaan 43 BAB III TEMA KEMANUSIAAN DALAM KUMPULAN CERPEN KUDA TERBANG MARIA PINTO KARYA LINDA CHRISTANTY 50 3.1Kehampaan Jiwa dan Kesetiaan terhadap Tugas dalam Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ 89 3.2 Pembatasan Masalah 11 1.3Sudut Pandang 87 3.1Tema 26 2.6Cerpen ³Makam Keempat´ 65 3.1Tokoh 66 3.3 Tujuan Penelitian 13 1.2Tokoh 35 2.1.1Gaya Realis dan Surealis 51 3.2 Cerpen 19 2.4Tema 89 3.2Derita Seorang Ibu dan Makna Keutuhan Sebuah Keluarga .1Corak Estetis Kumpulan Cerpen KTMP 50 3.3.2.1Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ 62 3.3.4Sudut Pandang 41 2.5Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ 64 3.3.2.4 Metode Penelitian 13 1.4.3Cerpen ³Pesta Terakhir´ 63 3.1.2Diksi Puitis 56 3.3.

4. pemikiran.4.dalam Cerpen ³Makan Malam´ 94 3. Pengertian pengalaman tidak harus .4Seorang Waria yang Dilukai Hatinya dalam Cerpen ³Balada Hari Hujan´ 104 3. semangat.4. perasaan.6Mencintai Buah Hati yang Diam-Diam Telah ³Pergi´ dalam Cerpen ³Makam Keempat´ 113 BAB IV SIMPULAN 119 Daftar Pustaka 122 Riwayat Hidup Ucapan Terima Kasih BAB I PENDAHULUAN 1. ide.4.5Kampung Halaman. dan yang Tersisa Darinya dalam Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ 107 3.3Antara Rahasia Pengkhianatan dan Usaha Untuk Menjaga Persahabatan dalam Cerpen ³Pesta Terakhir´ 98 3. keyakinan dalam suatu bentuk gambaran konkret yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa. Segala Kenangan.1Latar Belakang Masalah Sastra didefenisikan Sumardjo (1997: 3) sebagai ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman.

selalu merujuk pada pengungkapan pengalaman pribadi seorang individu saja. dapat diciptakan pengalamanpengalaman kemanusiaan yang bisa jadi juga bersumber dari masyarakat umum (Hanafi. Lingkungan itu baik berupa lingkungan jasmani ataupun berupa lingkungan rohani. Kesegaran itu diperoleh karena keunikan cara pandang yang dimiliki oleh sastrawan dalam menghayati kehidupan ini dibandingkan dengan masyarakat kebanyakan. pikiran. Saini K. jelas mempunyai hubungan dengan kehidupan. dan dikristalkan hingga pembaca dapat mengambil hikmah dan kekayaan pengalaman itu dengan mudah dan dalam waktu singkat. benturan antarnilai akibat kompleksitas cara memandang atas berbagai persoalan kehidupan. Hal-hal tersebutlah yang diolah sastrawan dengan menggunakan kemahirannya dalam berkreasi atas potensi estetis bahasa. Sastra sebagai seni. (1990: 14-16 & 49-50) mengemukakan adanya tiga kedudukan sastra terhadap kehidupan. Kebaruan tersebut meliputi penyegaran cara pandang bagi masyarakat dalam melihat kehidupan ini. Dengan daya imajinasi yang tinggi dan daya pengamatan yang teliti dan tajam.M. semangat. ide. sebagai bagian dari kesenian seperti halnya filsafat dan ilmu pengetahuan. Jiwa yang selalu gelisah. Kedudukan kedua adalah sastra sebagai penentangan terhadap kehidupan. dengan demikian. sastrawan memiliki karakteristik yang unik dalam memandang persoalan-persoalan hidup dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya. Kemahiran dalam mengaplikasikan ungkapan pribadi inilah yang membedakan sastrawan dengan masyarakat pada umumnya. diambil sarinya. Kreativitas yang dihasilkan dalam sebuah karya sastra inilah yang membuat dikenali akan adanya kebaruan dalam karya sastra. Dalam perihal seperti ini gambaran yang dilukiskan sastra bertentangan dengan kehidupan yang dihadapi pembaca. Sastra. pengalaman kehidupan disaring. adalah salah satu dari lembaga manusiawi yang menjadi sarana bagi manusia untuk berupaya mengendalikan lingkungannya. serta perbedaan cara melihat persoalan kehidupan tersebut dengan pandangan masyarakat di sekitarnya merupakan sebuah karakteristik umum yang menghinggapi seorang pengarang karya sastra. Sebagaimana diketahui. dijernihkan. . 1984:9) Dari defenisi tersebut bisa dipahami bahwasanya karya sastra diciptakan oleh sastrawan berdasarkan pengalaman. Dalam karya-karya sastra yang memekatkan. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana kedudukan sastra itu dalam hubungannya dengan kehidupan. perasaan. dan keyakinannya. Segala perbedaan antara sastrawan dengan masyarakat pada umumnya itu menyebabkan terciptanya produk kreatif bernama karya sastra. Kedudukan pertama adalah sebagai ³pemekat´ (intensifikator).

manusia dengan segala tragedi dan kepedihannya. Dalam karya mereka kita melihat berkecamuknya manusia yang tidak jujur.Penentangan ini dimaksudkan agar pembaca bisa melihat kehidupan dari perspektif lain sehingga bertambah jelaslah gambaran tentangnya. termasuk diri sendiri. akan nampak bahwa sastra menyadarkan manusia atau lebih menyadarkan manusia. Hal ini sesuai dengan perkataan Budi Darma dalam penutup Olenka. 2003: 714). dan mendasar. Kemanusiaan adalah bentuk pembendaan dari kata sifat manusiawi. baik aspek kejiwaannya atau moral sosial. yang selalu melihat dirinya sebagai tampan tanpa mengantongi penyakit´. para pengarang yang baik berkesimpulan bahwa hidup memang pahit. Kalau dilihat dari segi ini saja. Wellek & Warren (1990: 134-135) mengemukakan bahwa sejarah sastra sejajar dan mencerminkan sejarah p emikiran. Sastra justru menunjukkan kenyataan . Kedudukan sastra yang ketiga adalah mengolah dan mendistorsi gambaran kehidupan sehingga menjadi sesuatu yang menggelikan. Filsafat atau dunia pemikiran tentulah sangat berhubungan erat dengan kehidupan manusia. serta manusia dan kehidupannya. Kalau sastra dianggap sebagai jalan untuk memanusiawikan manusia dan memang demikian. Supadjar (2003: 43) menyatakan bahwa umumnya tema kefilsafatan dalam karya sastra yang menonjol itu adalah mengenai soal-soal kemanusiaan. Oleh karena itu. Kemampuan untuk menertawakan sesuatu. manusia yang putus-asa. Dalam hubungannya dengan dunia pemikiran. ³Untuk dapat melihat diri kita sendiri dengan benar kita tidak selayaknya menjadi narkisus. mendalam. terutama yang menyangkut keadilan. caranya adalah justru dengan menunjukkan bahwa hidup adalah pahit. Sementara yang baik itu belum tentu menang dan yang jelek belum tentu mendapat hukuman yang setimpal. bahwa hidup adalah pahit dan bahwa keadilan belum tentu dapat menjalankan tugasnya. manusia yang diinjak dan sebagainya. Hampir semua karya sastra yang baik mengimplikasikan. Oleh karena itu. sastra sering dilihat sebagai suatu bentuk filsafat atau sebagai suatu pemikiran yang terbungkus dalam bentuk khusus. Manusiawi berarti bersifat manusia (kemanusiaan) dan kemanusiaan adalah sifat-sifat manusia atau secara manusia dan sebagai manusia (KBBI. bahwa manusia adalah keterbatasan. Melalui perenungan itulah diharapkan pembaca akan dapat mengambil hikmah dalam bentuk kemampuan mengendalikan kehidupan mereka secara lebih baik. Dalam usahanya memecahkan manusia sebagai misteri. Kebahagiaan yang dicetuskan di sana-sini dalam karya-karya yang baik akhirnya dikalahkan oleh dominasi kepahitan hidup. merupakan kemampuan untuk mengambil jarak dan memandang sesuatu dengan lebih objektif. tema-tema kemanusiaan dalam karya sastra tidak pelak lagi dengan berbagai cara membicarakan manusia dan karakteristiknya. Kemampuan memperolokolokkan ini membantu pembaca untuk merenungkan kehidupan dengan lebih luas.

(Darma. Keberhasilan KTMP ini juga seperti memberi warna baru dalam peta sastra perempuan Indonesia.dan bukannya menipu atau mengatakan apa yang seharusnya terjadi tapi tidak terjadi.vision. dan Hamsad Rangkuti juga pernah meraih penghargaan yang baru dimulai pada tahun 2000 ini. ringkas. cerpen merupakan salah satu bentuk kesusastraan yang cukup menonjol dewasa ini. berdua dengan Negri Senja karya Seno Gumira Ajidarma. 2000: 10). Adanya media publikasi dengan siklus penerbitan instan seperti koran. Selain itu.html). dan internet² yang semakin menonjol kehadirannya dewasa ini²membuat bentuk sastra seperti cerpen tertunjang eksistensinya. Walaupun LC merupakan seorang pendatang baru dalam kancah sastra Indonesia. karya ini. dan bergegas tersebut. yang tertinggal dalam renungan seseorang yang telah mengalami katarsis adalah juga kepahitan hidup. Nama-nama besar seperti Goenawan Mohammad. Cerpen sebagai salah satu sarana pengungkapan nilai-nilai kehidupan dalam beberapa hal tidak kalah dengan karya sastra lainnya (Suharjana. majalah. Karena itu. berhasil menyingkirkan Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) karya Djenar Mahesa Ayu. Remy Silado. KLA ini sendiri adalah sebuah penghargaan yang cukup diakui di Indonesia (http://www. Semua cerpen yang dimasukkan ke dalam kumpulan cerpen tersebut adalah karya yang sudah pernah dipublikasikan di berbagai media massa nasional dan daerah meski dalam buku kumpulan cerpen itu sendiri tidak diterangkan karena persoalan dalam teknis proses penerbitan (http://www.id/detail. Dalam ajang tersebut. Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) karya Djenar Mahesa .pikiranrakyat. Padahal pada masa itu sedang mewabah tren penulisan berani tentang seks oleh kalangan penulis perempuan. Kumpulan cerpen Kuda Terbang Maria Pinto (KTMP) karya Linda Christanty (LC) merupakan salah satu karya sastra yang lahir dari situasi tersebut.net. Karya-karya tersebut dipublikasikan pertama kali dalam rentang tahun 2000 hingga tahun 2004 saat kumpulan cerpen ini diterbitkan. 1984: 70) Soal-soal kemanusiaan dan kehidupan tersebut salah satunya bisa ditampilkan dalam bentuk cerpen.com/cetak/2006/102005/8/khazanah/index.php?id=3975). Sebuah cerpen selain dipublikasikan lewat media di atas sebagian juga diterbitkan secara konvensional lewat bentuk buku kumpulan cerpen. Hal ini disebabkan format cerpen sendiri yang memang sesuai dengan perputaran yang cepat. kumpulan cerpen karangan perempuan lulusan UI kelahiran Bangka (1970) yang kini tengah menulis novel tentang perburuhan di Indonesia ini dipandang cukup mengejutkan mata khalayak sastra Indonesia ketika berhasil meraih penghargaan Khatulistiwa Literary Award (KLA) 2004. Dengan kesingkatannya cerpen mampu menjelaskan atau memaparkan bentuk-bentuk gejala sosial yang kompleks.

html).co.html). Peristiwa yang dilukiskan LC dengan ringkas tetap mampu menyiratkan banyak dimensi. Dia menganggap karya LC ini tidak sejalan dengan daya juang dan keberanian penulis perempuan dewasa ini yang berbicara tentang seks secara blak-blakan. subjektivitas seorang aktivis feminisme bisa berpengaruh terhadap hasil pemaknaan. Hal ini. Hasil riset Associated Press (AP) 2003 mendudukkan Indonesia di peringkat kedua setelah Rusia dalam hal pornografi (http://www. tulis Susmana. Dalam menafsirkan karya sastra (dengan wacananya yang ambigu). Padahal dengan cara lain (atau sudut pandang berbeda) sebuah karya bisa saja ditafsirkan sebaliknya.Ayu sendiri belum genap setahun terbit telah mengalami cetak ulang keempat. pada sampul belakang kumpulan cerpen ini. LC dipandang memiliki kekuatan dalam hal yang amat mendasar yaitu makna.id/hiburan/budaya/2005/ 0402/bud2. . seperti dikemukakan Sambodja (http://www. Hal berbeda dikemukakan Susmana (http://www.edu/apakabar/basisdata/1996/04/21/0006. Kemenangan kumpulan cerpen ini dalam ajang KLA 2004. Wajar kiranya Sapardi Djoko Damono.sinarharapan. dalam kumpulan cerpennya ini. cerpen-cerpen LC masih terasa menggantung.html). menilai bahwa kumpulan cerpen ini menjadi bayangan bagi perkembangan cerpen di masa depan.kompas. LC mampu menjaga koherensi antara teknik dan tema dengan memanfaatkan konvensikonvensi dalam teknik retorika dan piranti sastra serta menata dan meraciknya secara kreatif sesuai dengan tema.hamline.html).com/kompascetak/0406/27/Buku. Selain itu. merupakan hal yang tergolong luar biasa karena mampu mengalahkan buku pelajaran dalam hal cetak ulang. KTMP bisa mengalahkan popularitasnya di ajang KLA 2004.id/berita/0410/13/ hib01. melainkan juga yang merangsang pemikiran dan nurani pembacanya. termasuk dalam hal nilai-nilai feminisme.pikiran-rakyat. kehadiran KTMP karangan seorang penulis perempuan ini sungguh mengharukan.html). Sambodja menyatakan bahwa penilaian dewan juri KLA 2004 ini sungguh membesarkan hati para pengajar sastra di sekolah-sekolah karena ternyata karya sastra yang berhak mendapat penghargaan itu bukanlah karya sastra yang sekadar merangsang kelamin pembacanya. adalah karena kumpulan cerpen ini dilihat mampu menjadikan bahasa sebagai ´kendaraan´ yang membimbing pembacanya memasuki relung-relung batin paling tersembunyi dan tak terduga (http://www.com/cetak/2006/012006/14/khazanah/index. Dalam soal perjuangan kaum perempuan. Namun. Oleh karena itu. seperti kemukaan Saidi (http://www. premis tentang ideologi patriarkat yang dianggap menekan kaum perempuan seperti didengungkan kaum feminis perlu ditelusuri kembali.co. seperti kemukaan para juri. Akan tetapi.sinarharapan.

Litbang Kompas dalam sebuah resensinya menyatakan bahwa semua cerpen dalam kumpulan cerpen ini sungguh menarik karena semuanya mengangkat tema kemanusiaan (http://www. ³Linda begitu tenggelam dalam dunia kepedihan dan ekspresi kemanusiaan´. Putri kita ada dalam hiu ini. daerah yang sempat dilanda tragedi kemanusiaan besar berupa bencana tsunami. Kumpulan cerpen ini terlihat begitu dalam menggarap persoalan kemanusiaan dan jauh memasuki relung-relung kehidupan. Aku ingin Paula tenang. lalu menuang isinya ke tong sampah. tersendat-sendat. LC. LC mengatakan bahwa soal-soal kemanusiaan sangatlah menjadi perhatiannya (http://www.com/kompas-cetak/0405/ 22/pustaka/ 1037030. Aku tak mau lagi menunggu putri kami setiap malam. Witoelar dalam wawancara tersebut menyebut LC sebagai ³begitu tenggelam dalam dunia kepedihan dan ekspresi kemanusiaan´. Ia langsung tersedak. aku memutuskan bicara pada istriku tentang Paula. Elia menghidangkan hiu panggang di meja makan. Dalam KTMP karya LC ini juga terlihat bagaimana dunia kepedihan dan ekspresi kemanusiaan itu digarap dalam membicarakan kemanusiaan. tanya Elia. menangis di tepi bak cucian. Air mata menggenangi sepasang mataku. mengatasi namun meninggikan ikhwal pesan pada tukikan kedalaman yang mencerahkan´. Ajaran-ajaran dari kakeknya yang seorang aktivis kaum buruh sewaktu LC kecil. Ada apa. membentuk kepeduliannya pada soal-soal kemanusiaan tersebut. dalam catatannya di sampul belakang buku kumpulan cerpen ini. Ada apa.id/ BaliPostcetak/2004/6/14/rubrik. Siapa tahu putri kami dimakan hiu.kompas.balipost. beranjak dari kursi. Tak berapa lama ia kembali.html). Dalam bahasanya Witoelar. Aku tak mau makan daging hiu. meraih piring ikan di meja. Sastrawan senior Sutardji. Aku ingin kami menjalani hidup tenang tanpa . Menampilkan tema-tema kemanusiaan tanpa menyerahkan sastra ke bawah telapak kaki penindasan pesan bukanlah upaya gampang. Hal ini menunjukkan keterlibatan langsung dan secara mendalam LC pada soal-soal kemanusiaan. ia bertanya lebih lembut. Di malam hari. Tangisku makin keras. dan aktivitasnya sendiri sebagai penentang pemerintahan Soeharto setelah dia dewasa. Sekarang ini bahkan LC sedang bekerja sebagai redaktur pada kantor berita Pantau di Banda Aceh. tegas Sutardji. Dalam wawancara dengan Wimar Witoelar. Elia memanggang ikan hiu. tapi aku cuma menyentuh sayur bening sawi.html).co. Kata orang-orang. mampu menaklukkan kemuskilan ini. bisikku. Berikut sebuah kutipan dari salah satu cerpen LC dalam kumpulan cerpen ini: Siang itu aku menyambut jam makan dengan perasaan aneh. Paula dibuang ke laut dan mungkin dimakan hiu. ³kelamin prosa dan kelamin puisi menyatu bersejiwa melahirkan pukauan mengasyikkan. memuji LC karena dalam sebagian besar cerpennya. Oleh karena itu.

. Untuk itulah kumpulan cerpen KTMP karya LC ini dianalisis.dia. ³Pesta Terakhir´. ³Joao´.133) Kutipan di atas diambil dari cerpen ³Makam Keempat´ yang bercerita tentang rasa kehilangan orang tua (tokoh Aku dan Elia. Biarlah. Hubungan antara pengalaman kemanusiaan dengan sejenis trauma politis ataupun sekedar berupa penghadiran latar peristiwa politik dapat ditemukan pada cerpen ³Makan Malam´. Istriku mengangguk pelan. Akibatnya karya sastra menjadi lain dan tidak lazim. Pada cerpen ini diceritakan bagaimana tokoh Aku ini mengalami sebuah halusinasi sebagai manifestasi atas harapannya akan kehadiran putri tunggalnya yang telah sangat tipis kemungkinan untuk akan kembali lagi ke rumah. Meski peristiwa dalam cerpen ini utamanya terkait dengan aktivitas politik tokoh Paula. peristiwa politis ini dihadirkan atau sangat dikaitkan dengan bentuk kejadian perang. Dengan kata lain cerpen ini cukup kuat menggarap dialektika antara makna dan peristiwa sebagaimana teori Ricoeur²hasil interpretasi Ignas Kleden untuk penerapan pada cerpen²tentang sense dan reference (Kleden. kesegaran dan kebaruan juga didapat karena tokoh yang dieksploitasi perasaannya adalah sosok lelaki bukan seorang ibu dan kepekatan serta ironi atau kontras atas kenyataan umum didapat karena yang menghilang karena aktivitas politik melawan pemerintah tersebut adalah seorang anak perempuan. 1. Selain itu. namun juga bersifat kompleks sehingga memiliki berbagai kemungkinan penafsiran dan sekaligus menyebabkan pembaca menjadi terbata-bata untuk berkomunikasi dengannya (Nurgiyantoro. Lebih spesifik lagi. (hlm. Kemudian juga. semata wayang pula. dan ³Qirzar´. istrinya) terhadap anaknya (tokoh Paula). ³Rumput Liar´. 2000: 34 ± 35). Variasi bahasan atas narasi besar kemanusiaan ini dihadirkan beragam. Bayangannya tentang kemungkinan bahwa hiu di piring makannyalah yang telah memakan putrinya juga memperlihatkan bentuk kepedihan ini. Rasa kehilangan tersebut terutama dialami tokoh Aku (ayah) yang menjadi pusat pengisahan. dan ³Makam Keempat´. Karya sastra merupakan suatu bentuk komunikasi yang disampaikan dengan cara yang khas. Ini terdapat pada cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´. anak kita bersama ibu. 2004: 128). kataku. baik peristiwa maupun makna yang bisa didapat dari cerpen ini terlihat berimbang menghadirkan dan mengangkat tema kemanusiaan. makna cerpen ini justru lebih tergarap lewat eksplorasiasi perasaan tokoh Aku sebagai sosok ayah yang tidak tahu di mana ³rimba´ anak gadis semata wayangnya. ³Perang´. ³Danau´.2Pembatasan Masalah Kumpulan cerpen KTMP karya LC ini memuat dua belas cerpen. Semuanya bertema kemanusiaan.

tanpa perang dan konflik. tetapi sebagai pendukung munculnya tema. 1.3Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Kemenonjolan unsur tema ini terbukti dengan lakuan yang ditampilkan tokoh pada setiap cerpen. Tentu saja. Keenam cerpen yang menjadi bahan analisis tersebut yaitu: 1. cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ tegak sendiri menghadirkan tema kemanusiaan yang kurang politis. bisa berakibat fatal bagi timbulnya tragedi kemanusiaan dalam jiwa tokoh-tokoh yang bukan orang kebanyakan. 2000: 11). Dalam analisis ini penulis membatasi pada enam cerpen dari dua belas cerpen yang ada dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC ini. dan 6. Lebih tepatnya dua cerpen ini mengedepankan keberlainan seksualnya. Tema karya sastra selalu berkaitan dengan salah satu masalah kehidupan dan masalah tersebut dihadapi dan dialami manusia (Suharjana.³Kuda Terbang Maria Pinto´. wacana simpati dan empati kemanusiaan pada akhirnya menjadi sangat mengemuka pada cerpen yang berbicara tentang hubungan antarmanusia ini. serta sama sekali jauh dari isu seksual. Ikatan batin pada keluarga dan tanah kelahiran merupakan segi yang mengemuka dalam cerita yang sanggup menghadirkan romantisme dalam bentuk tak biasa-biasa saja ini. Penulis membatasi analisis keenam cerpen tersebut pada unsur tema yang dianggap mewakili kedua belas cerpen yang ada dalam kumpulan cerpen ini. unsur tema dalam cerita sangat penting di samping unsur lainnya.³Makan Malam´. apalagi menyangkut aspek sensitif. Cerpen pertama mengemukakan sosok lesbian dan pelaku seks inses.³Makam Keempat´.³Balada Hari Hujan´. cerpen kedua menampilkan seorang waria. Penyimpangan terhadap normalitas di masyarakat kebanyakan. Dalam cerpen yang baik akan terkandung tema yang baik dan bermanfaat untuk pembaca.³Pesta Terakhir´. 3. Dengan demikian. Hal ini bukan berarti unsur-unsur yang lain tidak ada. Terakhir. Pemilihan judul-judul cerpen yang dipilih ini didasari kesamaan tema-tema kemanusiaannya yang begitu dominan. Tema kemanusiaan yang menjadi pokok analisis ini kehadirannya begitu menonjol dalam keenam cerpen ini. .³Lelaki Beraroma Kebun´. 5.Cerpen ³Lubang Hitam´ dan ³Balada Hari Hujan´ mengupas dan membahas sisi kemanusiaan manusia dari sisi perilaku seksualnya. 4. sebagaimana juga cerpen-cerpen lainnya.Mengetahui kesatuan tematik cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC. 2.

dan sudut pandang.Mendeskripsikan makna-makna dan nilai-nilai yang didapat dari enam cerpen yang dianalisis terkait benang merah tema yang diusung kumpulan cerpen ini dan variasi nuansa atas tema tersebut pada setiap cerpennya. 1995: 41).Melihat hubungan antarunsur tadi sehingga menghasilkan kebulatan tema yang global sebagai nyawa yang menjadi akhir analisis. 1. dan latar. yang menjadi pelopor masuknya pendekatan objektif ke Indonesia pada 1960-an. 1. 2004: 73). Satu konsep dasar yang menjadi ciri khas teori struktural adalah adanya anggapan bahwa di dalam dirinya sendiri karya sastra merupakan suatu struktur yang otonom yang dapat dipahami sebagai suatu kesatuan yang bulat dengan unsur-unsur pembangunnya yang saling berjalinan (Pradopo dkk. tujuan penelitian. dan sistematika penulisan. cerpen. Bab II berupa landasan teori tentang strukturalisme.Membaca karya sastra (kumpulan cerpen) secara linear sampai mendapat kejelasan tentang semua isi karya tersebut. 3. alur. metode penelitian.Mengidentifikasi unsur-unsur seperti tokoh.Memilih cerpen-cerpen yang dinilai mampu mewakili keseluruhan cerpen dalam karya tersebut. tokoh. . Metode struktural yang digunakan dalam penelitian ini diharapkan mampu mengungkapkan permasalahan kemanusiaan yang dieksplorasi dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC. latar.5Sistematika Penulisan Penelitian ini disusun atas empat bab. Bab I berisi pendahuluan yang terdiri atas latar belakang masalah. diharapkan dapat dihasilkan hasil-hasil yang baru sekaligus maksimal dalam memahami karya sastra (Ratna. Dengan menggunakan teori struktural. Dalam kaitan ini Teeuw (1984: 35) menyatakan bahwa analisis struktural bertujuan untuk membongkar dan memaparkan secermat. seteliti.4Metode Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode struktural. struktur cerpen. dalam Suwondo. 2003b: 54). unsur-unsur karya sastra berusaha dipahami dan dinilai sepenuhnya atas dasar permasalahan tempat dan fungsi unsur-unsur tersebut dalam keseluruhan karya sastra (Pradopo. 4. Teknik analisis dibagi menjadi empat tahap yaitu: 1. pembatasan masalah. Metode struktural adalah metode yang mengkaji karya sastra sebagai struktur yang dibangun oleh unsur-unsur seperti tema.2. dan semendetail mungkin keterjalinan semua anasir dan semua aspek yang terdapat dalam karya tersebut. 2. dan kemanusiaan. Jadi.

dan (4) pendekatan objektif (Pradotokusumo. dengan konsep dan tata kerja masing-masing. Pendekatan pragmatik adalah model yang lebih menitikberatkan sorotannya terhadap peranan pembaca sebagai penyambut dan penghayat sastra. Pendekatan objektif merupakan pendekatan yang terpenting sekaligus memiliki kaitan yang paling erat dengan teori sastra modern. kata Sayuti (Suwondo. khususnya teori-teori yang menggunakan konsep dasar struktur (Ratna.1 Telaah Struktural M. Pendekatan mimetik lebih berorientasi pada aspek referensial yang terkait dengan kenyataan atau dunia nyata. analisis struktur umum. mendekati .Bab III merupakan pembahasan yang meliputi corak estetis. Keempat model tersebut adalah: (1) pendekatan ekspresif. 2002: 45). Abrams menyajikan empat model pendekatan dalam studi sastra. Bab IV berisi simpulan. 2003: 167). Kritik sastra objektif. (2) pendekatan pragmatik. Pendekatan objektif adalah model yang memberikan perhatian penuh pada karya sastra sebagai struktur yang otonom dengan koherensi intrinsik. Keempat model tersebut juga dipandang telah mengandung pendekatan kritis utama terhadap karya sastra. (3) pendekatan mimetik. Keempat model ini.H. dipandang telah mencakup keseluruhan situasi dan orientasi karya sastra. Pendekatan ekspresif adalah model yang menonjolkan pengkajiannya terhadap peran pengarang sebagai pencipta karya sastra. BAB II LANDASAN TEORI 2. dan pembahasan tema kemanusiaan setiap cerpen. ringkasan cerita. 2004: 72).

1984: 120). Kebiasaan mengait-ngaitkan sebuah karya sastra dengan kenyataan atau pengarang. dan dunia yang melingkupinya. 1984: 140-141). misalnya. Hal ini membuat seorang peneliti sastra mesti sangat berperan sebagai penyibak kekaburan (transferabilitas). struktur . Pada hakikatnya dunia ini lebih tersusun pada hubungan-hubungan daripada benda-bendanya sendiri.karya sastra sebagai sesuatu yang berdiri bebas dari pengarang. Pertama. Dengan demikian. struktur merupakan sebuah sistem. Prinsip objektif tersebut memiliki pengertian bebas dari unsur prasangka dan adanya distansi antara peneliti dengan objek yang diteliti. Menurut Jean Piaget. yang di antaranya tidak satu pun dapat mengalami perubahan tanpa menghasilkan perubahan dalam semua anasir lain (Strauss dalam Teeuw. hal ini tentu berbeda dengan model pendekatan objektif yang berlepas diri dari hal-hal tersebut. Namun. yang hendaknya dianalisis dan ditimbang dengan kriteria intrinsik seperti kompleksitas. seperti yang dikatakan Ratna (2004: 73). Soeratno mengingatkan bahwa generalisasi sebagaimana yang dianjurkan oleh suatu metode penelitian positivistik tentu saja tidak dapat dilakukan mengingat karya sastra juga memiliki sifat unik dan khusus. Selden (1991: 53) mengatakan bahwa pendekatan-pendekatan struktur terhadap kesusastraan menantang beberapa kepercayaan yang paling dihargai oleh pembaca awam. Kritik ini memerikan karya sastra sebagai objek yang mencukupi dirinya sendiri atau sebagai dunia dalam dirinya sendiri. pendekatan objektif merupakan pendekatan yang terpenting sebab pendekatan apapun yang dilakukan pada dasarnya bertumpu atas karya sastra itu sendiri. Dengan demikian. 2002: 45). 2004: 73). dalam struktur ada stabilitas. Pendekatan objektif baru masuk ke Indonesia pada sekitar tahun 1960-an. setiap unsur atau anasirnya tidak memiliki makna sendiri-sendiri kecuali dalam hubungannya dengan anasir-anasir lain sesuai dengan posisinya di dalam keseluruhan struktur. integritas. dan interrelasi elemen-elemennya. dengan jalan mulai dikenalnya teori strukturalisme (Ratna. yang terdiri atas sejumlah anasir. koherensi. gejala-gejala dalam situasi kesastraan sering menuntut perhatian tersendiri (Soeratno. Hawkes²dalam pandangan yang sesungguhnya didasari oleh pandangan Aristoteles ketika menulis Poetica²mengatakan bahwa strukturalisme adalah cara berpikir tentang dunia yang dikaitkan dengan persepsi dan deskripsi struktur (Teeuw. meskipun pendekatan objekif di dunia Barat sama tuanya dengan umur puitika sebagai cabang ilmu pengetahuan sebagaimana bahasan Aristoteles dalam bukunya Poetica (Pradotokusumo. Dalam kesatuan hubungan itu. Kedua. audiens. sudah sejak dahulu menjadi kebiasaan umum. sebuah struktur dapat diidentifikasi berdasarkan unsur-unsurnya. 2003: 12-13). keseimbangan. Menariknya. struktur adalah tatanan.

Kemudian dijelaskan fungsi setiap unsur itu dalam menunjang makna keseluruhannya dan bagaimana hubungan antar unsur-unsur itu sehingga secara bersama membentuk makna yang padu (Suharjana.dicirikan oleh keutuhan. Tegangan antara transformasi dan pengaturan-diri selalu intrinsik dalam setiap struktur. struktur juga mengubah tindakan-tindakan bahasa ke arah yang lebih produktif. plot. sebuah struktur tidak akan bertahan lama (Fayyadl.M.. Tapi. Teeuw (1983: 61) berpendapat bahwa bagaimanapun juga analisis struktur merupakan tugas prioritas bagi seseorang peneliti sastra sebelum ia melangkah ke hal-hal lain. Hal ini juga mengundang minat para kritikus kritis untuk mengembangkan model-model pendekatan lain sebagai reaksi atas strukturalisme. bagaimana peristiwa terjadi. Akan tetapi. 2000: 14. transformasi. dan lain-lain. seperti cerita rekaan. pemikiran de Saussure ini secara langsung dianggap telah mempengaruhi langsung kaum Formalis Rusia dan Strukturalisme Praha (Nurgiyantoro. 1997: 30). Tanpa tarik menarik antara kedua unsur tersebut. Terbitnya buku Cours de Linguistique Generale karya Ferdinand de Saussure dianggap sebagai permulaan pemikiran strukturalis (Krampen. Pun begitu. 2005: 31). dan pengaturan diri. tema. Nurgiyantoro. mengkaji. Pada awalnya diidentifikasikan dan dideskripikan. sudut pandang. terlepas dari paradigma logosentrisme yang masih membayang dan menaunginya (Fayyadl. Fayyadl. 2. 1996: 55-56. tokoh dan penokohan. latar. pada saat yang sama. Analisis struktural karya sastra. berapa ukuran panjang pendeknya itu memang tidak ada aturannya. tidak ada satu kesepakatan antara para pengarang dan para ahli.2 Cerpen Cerpen adalah cerita berbentuk prosa yang relatif pendek (Sumardjo & Saini K. semisal semiotik dan dekonstruksi. Struktur berfungsi menjaga keutuhan sebuah sistem bahasa dari erosi akibat perubahan waktu. pemikiran struktural de Saussure ini telah mengubah tekanan studi linguistik dari pendekatan diakoronik ke sinkronik. Analisis struktural juga dipandang memiliki banyak kelemahan karena melepaskan karya sastra dari banyak aspek ekstrinsiknya. 2005: 32). atau mungkin nanti akan muncul lagi model terbaru yang lebih canggih. misalnya. Analisis struktural dalam dunia kritik sastra telah begitu mengalami perkembangan dewasa ini. Dalam linguistik. Dalam telaah karya sastra. Bahkan dia dianggap telah mempersiapkan jalan bagi lahirnya posstrukturalisme dalam kaitan dengan teori tentang otonomi tanda-tanda (atau makna-teks) dan kematian subjek. dan mendeskripsikan fungsi dan hubungan antar unsur intrinsiknya. 2005: 61-62). Edgar Allan Poe pernah mengatakan bahwa . 2000: 37). 2000: 36). dan kemudian menstabilkannya kembali. dapat dilakukan dengan mengidentifikasi.

1997: 37). cerpen bersifat naratif atau penceritaan (Sumardjo & Saini K. Kebenaran kehidupan bukan hanya dapat kita dekati melalui ilmu pengetahuan atau filsafat yang lebih banyak berdasarkan penalaran semata. tetapi cerita. Dalam hal ini sebuah sketsa (penggambaran tentang sesuatu kenyataan). Jenis itu adalah fabel. cerpen memiliki sifat rekaan. Cerita rakyat adalah juga cerita pendek. dan agama.M. tetapi murni ciptaan saja. yakni cerita yang pendek berisi kisah lucu dan eksentrik dari tokoh-tokoh sejarah atau orang biasa baik nyata maupun hanya rekaan semata (Sumardjo & Saini K. Apa yang diceritakan di cerpen memang tidak pernah terjadi. pikiran dan perasaannya. 2000: 10). Orang membaca cerita rekaan karena ia menunjukkan sesuatu sisi kenyataan. Dalam pembedaan berdasarkan bentuk fisiknya tersebut ada juga jenis-jenis cerita pendek yang bukan cerpen. 1997: 36). Namun tidak setiap cerita dapat disebut cerpen. yakni cerita yang pendek dengan tokoh-tokoh binatang yang mengandung ajaran moral. Ada cerpen yang pendek (short short story). perbuatan-perbuatannya.. Terakhir. serta ada cerpen yang panjang (long short story).. ada cerpen yang panjangnya cukupan (midle short story). berita. Orang menghayati pengalaman seseorang. . Cerpen bukan penuturan kejadian yang pernah terjadi. biasanya secara lisan.cerpen adalah sebuah cerita yang selesai dibaca dalam sekali duduk. Kemudian. Karya yang lebih panjang lagi dari cerpen disebut novelet.M. yakni tentang orang-orang atau peristiwa-peristiwa suatu kelompok suku atau bangsa yang diwariskan turun temurun. dan sebagainya. Walaupun sama-sama pendek. sebagai ciri dasarnya. Aristoteles memformulasikannya dengan kata-kata bahwa sastra (termasuk cerpen) merupakan jalan keempat menuju kebenaran setelah filsafat. namun semua itu berdasarkan hal-hal yang benar-benar ada dan telah terjadi. Meskipun cerpen hanyalah rekaan. ia ditulis berdasarkan kenyataan kehidupan. kira-kira berkisar antara setengah sampai dua jam²suatu hal yang kiranya mustahil diperlakukan terhadap novel (Nurgiyantoro. Ada juga anekdot. Ada juga parabel yakni cerita pendek yang mengambil-ambil ajaran agama dari bagian-bagian kitab suci. novelet ini lebih pendek dari novel. Orang membaca cerita rekaan bukan sekedar membaca lamunan. mengidentifikasikan diri dengan tokoh cerita rekaan sehingga dapat ikut mengalami peristiwa-peristiwa yang dihadapinya. dan kisah perjalanan dan petualangan juga berbentuk cerita. berdasarkan kenyataan kejadian yang sebenarnya. panjang cerpen itu sendiri bervariasi. keputusan dan keputusasaanya. bahkan mungkin pendek sekali (berkisar 500-an kata). yang terdiri dari puluhan (atau bahkan beberapa puluh) ribu kata. Cerpen bukanlah pencandraan (deskripsi) atau argumentasi dan analisis tentang sesuatu hal. sains. direka oleh pengarangnya. dilema-dilemanya. tetapi juga lewat penghayatan perasaan orang lain. tetapi dapat terjadi semacam itu.

Secara umum dapat disimpulkan bahwa cerpen adalah cerita atau narasi (bukan analisis argumentatif) yang fiktif (tidak benar-benar telah terjadi tetapi dapat terjadi di mana saja dan kapan saja) serta relatif pendek. Ketunggalan peristiwa dalam cerpen dapat dipahami dalam bentuk hadirnya satu konflik utama di dalamnya. namun. putranya. Sersan Kasim. Inilah sebabnya dalam sebuah cerpen biasanya hanya ada satu tokoh saja. hanya ada satu peristiwa. dijadikan pusat cerita dalam cerpen ini. Namun begitu. sang ayah tersebut. Penceritaan atau narasi tadi harus dilakukan secara hemat dan ekonomis. penyataan amanat utama. Cerpen karangan sastrawan sekaligus birokrat yang juga sempat terlibat dalam dunia kemiliteran ini sangat suspensif sekali menghadirkan ketunggalan konflik lewat pengklimaksan alurnya. Hal ini pula yang membuat sebuah cerpen sering diidentifikasikan secara teoritis sebagai beralur tunggal. saat kematian istrinya di Yogya ketika melahirkan Acep. Tentu saja pembagian garis besar ini bisa lebih akan beragam lagi satuan peristiwanya jika diurai dengan lebih detail. . Contoh ketunggalan peristiwa dalam sebuah cerpen ini dapat dilihat pada cerpen ³Sungai´ karya Nugroho Notosusanto. pengintensifan sebuah latar. sebuah cerpen harus merupakan suatu kesatuan bentuk yang betul-betul utuh dan lengkap. Tragedi ini terhubung erat pada tema kemanusiaan. Dari sekian peristiwa penting dalam sebuah cerita pada akhirnya akan dihasilkan satu peristiwa terpenting yang diangkat ke muka. Semuanya harus serba ekonomis sehingga hanya ada satu kesan saja bagi pembacanya. hingga cerita terus mengalir ke waktu perjalanan kembali Sersan Kasim bersama Acep ke tempat semula. mulai dari tahap awal hingga akhir. dan hanya ada satu efek saja bagi pembacanya. dalam alur terdapat sebuah peristiwa klimaks yang umumnya dibangun dari tegangan yang dihasilkan konflik dalam cerita. Berawal dari perjalanannya bersama prajurit-prajurit TNI lainnya dari Jawa Barat ke Yogya dengan membawa serta istri-anaknya. Hal ini tentu saja terkait juga dengan tema pokok. Beragam peristiwa yang faktualnya juga serta ada dalam cerita pada akhirnya akan merujuk pada peristiwa utama yang dihadirkan dan ditonjolkan oleh lain-lain peristiwa tersebut. Dari peristiwa tersebut muncul sebuah tragedi yang sangat mengharukan. Dalam cerpen. pemusatan tokoh. tentu pula hal demikian semakin berkecenderungan lebih kuat untuk terjadi. Cerpen yang berlatarkan peristiwa sejarah Perjanjian Renville ini bercerita tentang sebuat tragedi kemanusiaan saat seorang ayah mesti memutuskan untuk mengakhiri nafas anak kandungnya. kejadian saat Sersan Kasim menenggelamkan Acep di Sungai Serayulah yang pada akhirnya paling jadi menonjol sebagai peristiwa. dengan melalui berbagai titik peristiwa. dengan segala kesingkatannya. Namun dari sekian peristiwa itu. Sebagaimana skema tradisonal yang sudah umum dikenali tentang runtutan alur sebuah cerita. dan seterusnya.

Selain itu tentunya ada saja cerpenis pemula yang punya nyali untuk menerbitkan secara independen karya perdananya sebagai sebuah perlawanan terhadap otoritas koorporasi kapital media-media publikasi mapan. dua atau tiga pengarang. baik yang nyata maupun yang khayalan semata. Kepadatan cerita dalam sebuah cerpen pada cerpen ini bukannya didapat dari terdapatnya satu buah latar tempat. sebuah cerpen karena kesingkatannya akan cukup sulit untuk menghindari ketunggalan peristiwa yang sudah semestinya hadir pada esensinya. selain publikasi awal lewat kehadirannya di media massa. 2. Ketunggalan peristiwa justru dihasilkan oleh peristiwa akhir setelah selesai sekian obrolan ke sana-sini sebelumnya: bagaimana menafsirkan menghilangnya Marno ke balik pintu yang terdengar sebentar beberapa langkah dan bantal tidur Jane yang basah? Cerpen-cerpen yang berperistiwa tunggal ini. Jane terbayang Tommy. Pertama .3 Struktur Cerpen Secara tradisional. Kumpulan cerpen pada dasarnya kumpulan beberapa cerpen yang termuat dalam sebuah buku. unsur-unsur dalam cerpen bisa digolongkan menjadi dua bagian. Kumpulan cerpen merupakan sarana untuk menerbitkan cerpen dalam bentuk buku. Dalam ³Seribu Kunang-Kunang di Manhattan´ karya Umar Kayam ternyata bisa juga didapat esensi ketunggalan peristiwa sebuah cerpen ini. hingga taman kota. 2000: 9-10). sementara Marno terkenang istri dan kunang-kunang kampung halamannya. pada akhirnya dikumpulkan ke dalam sebuah buku sehingga menjadi sebuah kumpulan cerpen. justru kehadiran tempat yang tunggal tersebut memberikan peluang besar bagi tokoh-tokohnya yang terkurung secara fisik untuk mengelebatkan ingatan hingga fantasi mereka ke berbagai belahan tempat lainnya. yakni apartemen Jane. Namun dalam keragaman maupun keseragaman itu. Empire State Building. Cerpen yang dikumpulkan mungkin berasal dari seorang pengarang. Kesamaan tersebut biasanya terletak pada tema keseluruhan cerpen yang ditampilkan (Suharjana. Paman Tom. Alaska. Ada kecenderungan dewasa ini bahwa kumpulan cerpen adalah publikasi ulang dari cerpen-cerpen yang telah terlebih dahulu diumumkan lewat koran minggu yang memiliki ruang sastra. selain alternatif mempublikasikan cerpen di media massa atau media on-line. Kumpulan cerpen yang terdiri atas beragam cerpen ini selain bisa pula seragam dan memiliki ketunggalan tema namun tak pelak pula bisa cukup sangat beragam menggarap berbagai tema. atau sejumlah pengarang. Contoh-contoh di atas telah menunjukkan bukti-bukti. Kumpulan cerpen biasanya memiliki kesamaan pada salah satu unsurnya.sesuatu yang lebih universal daripada sekedar kepentingan politis berbagai negara yang sedang saling bertengkar.

3. Dalam hal ini. bulat. Ketiganya merupakan unsur fiksi yang secara faktual dapat dibayangkan peristiwanya. Tujuan penggunaannya sarana kesastraan adalah untuk memungkinkan pembaca melihat fakta sebagaimana yang dilihat pengarang. sudut pandang. dalam sebuah novel. takut.1 Tema Tema adalah pokok pikiran atau dasar sebuah cerita. Kedua adalah unsur ekstrinsik. situasi politik. fakta. kemanusiaan. alur. dan gaya bahasa. dan setting. seperti aspek tema. Artinya. Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra. Tema adalah sesuatu yang menjadi dasar cerita. Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. latar. 2. Fakta (facts) dalam sebuah cerita meliputi karakter (tokoh cerita). ekonomi. sarana kesastraan (literary devices). adalah teknik yang dipergunakan oleh pengarang untuk memilih dan menyusun detil-detil cerita (peristiwa dan kejadian) menjadi pola yang bermakna. amanat. kasih. Oleh karena itu. plot.adalah unsur intrinsik. Dalam hal tertentu. maut.M. seperti masalah cinta. menafsirkan makna fakta sebagaimana yang ditafsirkan pengarang. eksistensin ya. bukan sebagai sesuatu yang berdiri sendiri dan terpisah satu dengan yang lain. Macam sarana kesastraan yang dimaksud antara lain berupa sudut pandang penceritaan. 2000: 25) membagi unsur sebuah cerita rekaan kepada tema. ketiganya dapat pula disebut sebagai struktur faktual (factual structure) atau derajat faktual (factual level) sebuah cerita. Ketiga unsur tersebut harus dipandang sebagai satu kesatuan dalam rangkaian keseluruhan cerita. religius. dan sosial (Nurgiyantoro. Unsur inilah yang secara faktual akan dijumpai dalam membaca karya sastra. Ia selalu berkaitan dengan berbagai pengalaman kehidupan. Stanton (Nurgiyantoro. harus memenuhi unsur-unsur bentuk yang sudah disebutkan tadi. penokohan. 1997: 37). penekanan salah satu unsur cerpen tidak berarti meniadakan unsur-unsur lainnya. dan merasakan pengalaman sepe yang rti dirasakan pengarang.. sering. biasanya penulis cerpen akan mementingkan salah satu unsur dalam cepennya (Sumardjo & Saini K. dan ironi. tema dapat disinonimkan dengan ide dan tujuan utama cerita. Sarana pengucapan sastra. simbolisme. Unsur ini antara lain meliputi pandangan hidup pengarang. tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra. dan sebagainya. dan sarana cerita. gaya (bahasa) dan nada. Tema dipakai sebagai dasar mengarang . dan utuh. Hanya pengarang dapat memusatkan (fokus) pada salah satu unsurnya saja yang mendominasi cerpennya. rindu. Sebuah cerpen mesti lengkap. 2000:23-24). Unsur intrinsik ini meliputi tema. Berdasarkan tuntutan ekonomis serta efek pada pembacanya.

Pengarang dalam menulis ceritanya bukan sekedar mau bercerita. atau pilihan utama yang mendasari suatu karya sastra tersebutlah tema. . Hal ini berarti tema adalah ide sebuah cerita. Sebuah cerpen selalu harus mengatakan sesuatu. dan situasi tertentu. konflik. tapi mau mengatakan sesuatu pada pembacanya (Sumardjo & Saini K. Sesuatu yang hendak dikatakannya itu bisa jadi merupakan sebuah masalah kehidupan atau pandangan hidupnya tentang kehidupan ini. Tema disaring dari motif-motif yang terdapat dalam karya sastra yang menentukan hadirnya peristiwa-peristiwa. merupakan tema yang disukai dan bersifat universal (Sudjiman. Alasan pengarang hendak menyajikan cerita ialah hendak mengemukakan suatu gagasan. Tema menurut Stanton dan Kenny adalah makna yang dikandung sebuah cerita (Nurgiyantoro.. dan situasi tertentu. kehidupan keluarga.M. 2000: 67). Dalam sebuah cerita bisa didapatkan bermacam-macam makna. Secara lebih kongkret tema pertentangan baik dan buruk ini dinyatakan. 1987: 50). Tema itu beragam-ragam ditinjau dari segi corak maupun kedalamannya. Ada jug a yang dinyatakan secara simbolik. 1997: 56). 1987: 50-52). Adanya tema membuat karya sastra lebih penting dari sekedar hiburan (Sudjiman. Tema dalam banyak hal bersifat mengikat kehadiran atau ketidakhadiran peristiwa. misalnya. atau korupsi melawan hidup sederhana. termasuk berbagai unsur intrinsik yang lain.(KBBI. Ada kalanya tema cerita dengan jelas dinyatakan. kelaziman melawan keadilan. semuanya didasari oleh ide pengarang tersebut. Dalam membaca cerita rekaan sering terasa bahwa pengarang tidak sekedar ingin menyampaikan sebuah cerita demi bercerita saja. 2003: 1164). Hartoko & Rahmanto mendefenisikan tema sebagai gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya sastra dan yang terkandung di dalam teks sebagai struktur semantis dan yang menyangkut persamaan-persamaan atau perbedaanperbedaan (Nurgiyantoro. artinya dinyatakan secara eksplisit. Ada sesuatu yang dibungkusnya dalam bercerita. Cinta. Gagasan. karena hal-hal tersebut haruslah bersifat mendukung kejelasan tema yang ingin disampaikan. ide. Banyak pula yang disampaikan secara implisit (tersirat). Dengan kata lain ada sebuah konsep sentral yang dikembangkannya dalam cerita itu. Tema yang banyak dijumpai dalam karya sastra yang bersifat didaktis adalah pertentangan antara buruk dan baik. Masih banyak lagi ragam tema dan teknik penyampaiannya. yaitu pendapat pengarang tentang kehidupan ini. Kejadian dan perbuatan tokoh cerita. sehingga orang bisa menjadi memahami kehidupan ini dengan lebih baik. dalam bentuk kebohongan melawan kejujuran. konflik. 2000: 68). Bisa juga disebut komentarnya atas kehidupan ini. defenisi sebuah tema mesti lebih dipersempit lagi. Karena itu.

Tema mempunyai generalisasi yang lebih umum. Kesulitan yang mungkin dihadapi adalah dalam hal menemukan atau menentukan detail-detail yang menonjol tersebut. 2000: 85-86). Dalam menafsirkan tema sebuah novel. Konflik. sebaiknya juga disertai dengan usaha untuk menemukan konflik sentral yang ada dalam cerita. Para tokoh utama biasanya dibebani tugas membawakan tema. dengan sendirinya ia akan tersembunyi di balik cerita yang mendukungnya. Tema sebagai makna pokok sebuah karya fiksi tidak secara sengaja disembunyikan. Hal itu disebabkan pada detail-detail yang menonjol (atau: ditonjolkan) itulah²yang dapat diidentifikasi sebagai tokoh-masalahkonflik utama²pada umumnya sesuatu yang ingin disampaikan ditempatkan. Penemuan tema. konflik. Tema. bukanlah makna yang disembunyikan. penafsiran terhadapnya haruslah dilakukan dengan berdasarkan pada fakta-fakta yang ada yang secara keseluruhan membangun cerita. Oleh sebab itu ia pun bersifat menjiwai seluruh bagian cerita. dan latar. Sebagai sebuah makna. paling tidak pelukisan yang secara langsung atau khusus. Hal inilah yang menyebabkan kecilnya kemungkinan pelukisan secara langsung tersebut. mencari kejelasan ide-ide perwatakan. apalagi jika novel yang bersangkutan relatif panjang dan sarat dengan berbagai . selain dengan cara tersebut. Oleh karena itu. peristiwa-peristiwa. walau belum tentu juga dilukiskan secara eksplisit. dan lebih abstrak. Kriteria ini merupakan hal yang paling penting. lebih luas. pada umumnya tema tidak dilukiskan. penafsiran terhadap tema bisa difokuskan pada upaya mengawasi gerak gerik tokoh utama tersebut. Berikut kriteria-kriteris yang dimaksud: a. haruslah dilakukan penyimpulan atas keseluruhan cerita. yang merupakan salah satu unsur pokok dalam pengembangan ide cerita dan plot. pada umumnya erat berkaitan dengan tema. Tema merupakan makna keseluruhan yang mendukung cerita. misalnya. 2000: 86-88) mengemukakan adanya sejumlah kriteria yang dapat diikuti. 2000: 68-69). Eksistensi atau kehadiran tema adalah terimplisit dan merasuki keseluruhan cerita. Hal ini juga menyebabkan tidak mudahnya menafsirkan tema (Nurgiyantoro. Usaha menemukan dan memahami konflik utama yang dihadapi tokoh utama merupakan cara khusus untuk menentukan tema sebuah cerita (Nurgiyantoro. Hal tersebut bisa dimulai dengan cara memahami cerita. Dengan demikian. karena justru inilah yang ditawarkan pengarang kepada pembaca.Penafsiran tema sebuah novel hendaknya mempertimbangkan tiap detail cerita yang menonjol.Tema menjadi dasar pengembangan seluruh cerita. Stanton (Nurgiyantoro. walau sulit ditentukan secara pasti. tidak hanya berdasarkan bagian-bagian tertentu saja. untuk menemukan tema sebuah karya fiksi. Karena tema tersembunyi di balik sebuah cerita.

Cerita pendek dan novel masih merupakan jenis sastra yang relatif sama.konflik. Novel. baik yang berupa bukti-bukti langsung. Pandangan sangat sederhana bahkan hanya membedakan novel dan cerpen berdasarkan ketebalan jumlah halamannya atau kesingkatan waktu relatif pembacaannya. mungkin berupa kata-kata. Selain sama-sama berjenis cerita rekaan yang . b. Penentuan tema dari kerja yang demikian kurang dapat dipertanggungjawabkan karena kurangnya data empiris. c. sikap dan pandangan hidup pengarang. alinea. tentunya pengarang tidak akan menjatuhkan sendiri sikap dan keyakinannya yang diungkapkan dalam detail-detail cerita tertentu lewat detail-detail cerita tertentu lainnya. yang dapat dipandang sebagai bentuk yang berisi (dan atau mencerminkan) tema pokok cerita yang bersangkutan. atau informasi lain yang kurang dapat dipercaya. Tidak jarang sejumlah pembaca membayangkan tema sebagai sesuatu yang filosofis. Kriteria ini mempertegas kriteria sebelumnya. sesuatu yang dibayangkan ada dalam cerita. artinya kata-kata tersebut dapat ditemukan langsung dalam novel. Kriteria-kriteria tersebut di atas secara umum dapat pula diterapkan terhadap cerita pendek. Dengan kata lain. muluk-muluk. Tema cerita tidak dapat ditafsirkan hanya berdasarkan perkiraan. Penunjukkan tema sebuah cerita haruslah dapat dibuktikan dengan data-data atau detail-detail cerita yang terdapat dalam cerita bersangkutan. maupun tidak langsung. artinya hanya berupa penafsiran terhadap kata-kata yang ada. atau bentuk dialog.Penafsiran tema sebuah novel hendaknya tidak bertentangan dengan tiap detail cerita. Oleh karena itu. tokoh-masalah-konflik utama merupakan tempat yang paling strategis untuk mengungkapkan tema utama sebuah novel. mereka seolah -olah tetap memaksakan sebagai ada ditemui. merupakan suatu sarana pengungkapan keyakinan. gagasan. ide. Detail cerita yang demikian diperkirakan berada di sekitar persoalan tokoh utama yang menyebabkan terjadinya konflik yang dihadapi (-kan kepada) tokoh utama. Dalam sebuah novel kadang-kadang dapat ditemui adanya data-data tertentu. dan lain-lain yang tergolong unsur isi dan sebagai sesuatu yang ingin disampaikan. Jika hal yang demikian terjadi. kalimat. Di antara pelbagai perbedaan yang ada antara cerpen dan novel. seperti telah dikemukakan.Penafsiran tema sebuah novel haruslah mendasarkan diri pada bukti-bukti yang secara langsung ada dan atau yang disarankan dalam cerita. d.Penafsiran tema sebuah novel hendaknya tidak mendasarkan diri pada bukti-bukti yang tidak dinyatakan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam novel yang bersangkutan. cerpen dan novel sesungguhnya juga memiliki kesamaan. sebagai salah satu genre sastra. dan jika ternyata di dalam cerita tidak ditemukan harapannya itu. cobalah diulangi sekali lagi penafsiran itu barangkali terjadi kesalahpahaman. kebenaran.

Pengarang bisa saja hanya mengemukakan suatu masalah kehidupan dan problem tersebut tidak perlu ia pecahkan.M.M. sesuatu yang membawa kita kembali surut menuju paradigma lama. setting cerita untuk mempertegas atau menyarankan isi temanya. Kesingkatan. satu tujuan. ekonomi.umumnya bersifat prosaik.. menyebutnya dengan istilah penjajahan tema. Satu sifat yang terdapat dalam cerpen-cerpen yang ³patuh serta tunduk´ pada topik adalah bahwa cerita sebagai inti lebih berkuasa dan lebih sentral ketimbang kisah. atau ajaran moral. tema justru tersamar dalam seluruh elemen. dalam hal tema cerpen pun bisa sangat sarat makna hingga juga tema sebagaimana halnya sebuah novel. seperti dalam halnya cerita didaktis untuk kanak-kanak. atau bahkan hanya bahan mentah pengamatannya saja. Dan yang mempersatukan segalanya itu adalah tema (Sumardjo & Saini K. bukan sebuah wilayah penjelajahan tersendiri. Danujaya (2000: 139). Misalnya di akhir cerita dikatakan: membohongi orang lain itu tidak baik dan orang yang berbuat jahat pasti akan mendapatkan hukuman atas perbuatannya. Bahasa cerpen sebagai sebuah karya sastra pun kemudian menjadi. pernah menjadi suatu topik pergunjingan yang hangat di kalangan para kritikus sastra. Pengarang-pengarang lama memang sering suka menyatakan secara eksplisit simpulan ceritanya sendiri. kejadiankejadian. Tema tidak perlu selalu berwujud moral. Dalam cerpen yang berhasil. Masalah penjajahan tema² dalam hal ini tema-tema sosial. Tema bisa saja hanya berwujud pengamatan pengarang terhadap kehidupan.. Pengarang mempergunakan dialog-dialog tokoh-tokohnya. Pada awalnya sekedar sebuah ide. Namun sudah selayaknya pula untuk cerpen-cerpen yang mengklaim diri telah berjiwa modernkontemporer guna justru menghindari sifat otoritatif tema. 1997: 56). Bahasa akibatnya hanya sekedar menjadi komunikator yang siap pakai. tidak jarang mengulang-ulang . dan hukum yang bermunculan di koran²pada kesusastraan. atau kebenaran pada akhirnya akan menang mutlak atas segala jenis pola kejahatan. politik. Pemecahannya terserah pada masing-masing pembaca (Sumardjo & Saini K. Sikap konservatif sebuah tema bisa menghadirkan kekakuan ekspresi bagi sebuah cerita. simpulannya. perasaannya. seringnya bahkan. 1997: 56). jalan pikirannya. kata Danujaya. hingga kepadatan. hanya meminjam-minjam statemen lazim di rubrik berita koran-koran. Pengarang menyatakan ide atau temanya dalam unsur cerita. Goenawan Mohammad (2000: xxv) menyebut istilah cerpen topikal untuk jenis sastra koran. yang terjadi pada cerpen justru membuat hal tersebut tak muskil untuk terjadi. namun kemudian ternyata itulah yang menjadi terpenting. juga untuk jenis sastra koran ini. Seluruh unsur cerita jadi memperkuat satu arti saja.

Dalam cerpen situasi. maka semakin baguslah cerpen tersebut. konflik yang penuh suspense. Tapi tema itu merasuk dan menyatu dalam semua unsur cerpen. Ini tidak berarti bahwa pada cerpen lama perwatakan tidak dipentingkan. tokoh cerita dengan watak yang tidak akan terlupakan. masalah individu. masalah spritual. karakter setiap tokoh bisa berkembang secara wajar tanpa harus terbebani bobot tema.M.2 Tokoh Kecenderungan cerpen modern adalah penekanan pada unsur perwatakan tokohnya. Semakin banyak persoalan serta implikasi-implikasinya yang terkandung dalam sebuah cerpen. memang pembaca bisa hanyut dalam pelukisan karakterkarakternya. Sebuah cerpen kadang-kadang banyak menimbulkan penafsiran. Cerpen seperti itulah yang biasanya berdaya tahan menempuh waktu karena ia tidak menjemukan bagi pembaca-pembaca yang kreatif. Usaha dalam rangka memburu makna itu sesungguhnya sangat mengasyikkan. sesuatu yang dikandung oleh sebuah cerpen. sebuah cerita. Dengan ³kewajaran´ tersebutlah pembaca akan bisa yakin bahwa dia sedang berhadapan dengan karya sastra. Jelaslah bahwa pengarang pastilah tidak secara jelas umumnya mengungkapkan tema karangannya. Akan tetapi kalau cerpen tersebut selesai dibaca. Penulis-penulis cerpen jenis ini banyak menciptakan karakter besar. apalagi kehendak yang serba memaksa milik nurani pengarang. cerpen tersebut akan kaya dengan penafsiran-penafsiran. 2000: xxvi). atau bahkan menggunakan kata yang sama berkali-kali dalam satu paragraf. Sebagai alternatif perlawanan terhadap cengkraman kaku topik terhadap cerita. beku dan miskin kreatifitas. 2. Sebuah karya seni yang mengajak orang berpikir biasanya adalah karya seni yang dihargai (Sumardjo & Saini K.klise lama. Unsur watak atau karakter dalam cerpen modern menjadi begitu menonjol dan dominan antara . 1997: 57). maka barulah terasa bahwa semua itu mengandung satu arti yang berupa visi pengarang terhadap dunia. ramai dengan keberbagaian kemungkinan.3. Memang dalam sebuah cerpen kadang-kadang tidak hanya terdapat satu penafsiran tema saja. Dengan cara itu pula sebuah karangan akan menjadi cerpen yang baik dan berhasil. bukan berita apalagi propaganda. Mencari arti sebuah cerpen. Dengan hal itu. Dalam membaca sebuah cerpen. Hal itu terletak pada temanya. maka dalam dunia penulisan prosa dikenallah apa yang disebut cerpen situasi (Mohammad. Sebuah cerpen yang besar mengandung banyak persoalan yang bersegi-segi. pada dasarnya adalah mencari tema yang terkandung dalam cerpen tersebut. dan sekaligus juga masalah politik.. dan sebagainya. Mungkin mengandung masalah moral. masalah sosial.

Bergantung dari masa lalunya. namun kebanyakannya karya sastra yang dianggap bermutu memang yang berada di jalur story line. apa yang dirasakannya harus betul-betul menunjang penggambaran wataknya yang khas milik dia (Sumardjo & Saini K. asal daerahnya. Tokoh-tokoh dalam cerpen modern mendapatkan sorotan lebih tajam dari para penulisnya.M. Kalau karakter tokoh lemah. Pembedaan corak ini memang tidak bersangkut paut langsung dengan kualitas sastra sebuah karya. Setiap tokoh semesti memiliki kepribadian sendiri-sendiri. Konflik yang mendasari plot ceritanya merupakan konflik jiwa tokoh-tokoh protagonisnya. apa yang diperbuatnya. tapi dengan mendramatisasinya. para teoritikus sastra sering membedakan fiksi menjadi dua corak. Kejadian-kejadian dalam cerpen-cerpennya berpusat pada konflik watak tokoh utamanya. jadi bukan hanya sekedar elemen untuk membawakan cerita. Mutu sebuah cerpen banyak ditentukan oleh kepandaian seorang pengarang dalam menghidupkan watak tokoh-tokohnya.. atau juga pengalaman hidupnya. Terutama psikoanalisis yang menawarkan daerah baru dalam menyelami kehidupan jiwa manusia. reaksinya terhadap peristiwa. dan sebagainya. kepribadian yang didapat tidaklah sama dengan kepribadian orang-orang yang ada dalam kehidupan sebenarnya. . kata Danujaya (2000: 136). penuh arti. Bahkan menaifkan upaya -upaya pemutlakan. Kepribadian dalam kehidupan sehari-hari begitu kompleks. Di Indonesia dapat disebut Budi Darma yang sebagian karya cerpennya diumumkan di majalah sastra Horison atau rubrik seni dan budaya hari minggu di Kompas.. Tokoh cerita semestinya digambarkan seintens mungkin. Apa yang diucapkannya. caranya berpakaian. Paradigma posmoisme memang merayakan keragaman dan memaafkan perbedaan. Dalam sebuah cerita yang bersifat rekaan. apa yang dipikirkannya. antara yang lebih menekankan pada jalinan alur (plotting) dan yang lebih menekankan pada pengembangan karakter (story line).lain disebabkan oleh semakin berkembangnya ilmu jiwa. dan padat. tindakan-tindakannya. 1997: 63-65). maka menjadi lemahlah oleh karenanya seluruh cerita. Namun dalam estetika kontemporer. yakni. Bukan dengan menceritakannya secara langsung kepada pembaca. Tak ada sentral dan yang tunggal. Hal ini dilaksanakan lewat cara bicaranya. Seorang penulis yang cekatan hanya dalam satu adegan saja sanggup memberikan pada kita seluruh latar belakang kehidupan seseorang. yang ada adalah proses dialektis (dan eklektis) dan pencarian terus menerus sebagaimana usaha Iwan Simatupang ³mengakhiri´ novel Koong-nya (1975). tidak ada salahnya pula ketika tokoh dan perwatakannya ditampilkan dengan begitu rumit dan tak selesai. Oleh karena ³keresehan´ ilmiah untuk senantiasa menghadirkan distingsi dan membuat-buat kategorisasi. pendidikannya. tetapi kepribadian dalam cerita hanya perlu menonjolkan beberapa sifat saja karena seni itu intensifikasi.

M. Novelis . Ia akan bertindak spontan menurut karakternya. terutama sekali bagaimana dia bersikap dalam situasi kritis. karena ia tak bisa lagi berpura-pura.3. perempuan atau lelaki. dapat dikenali apakah dia orang tua. topik. Hal ini berbeda sekali dengan cara tidak langsung. Dari apa yang diucapkan oleh seorang tokoh cerita. b. Namun. pada karya yang lebih cenderung mendukung bagi upaya pengembangan karakter segala macam penindasan tema. Tapi inilah konvensi fiksi. penulis membentangkan panjang lebar watak tokoh secara langsung. d. dan sebagainya. Dalam kenyataan hidup. ia perlu digambarkan sama jelasnya dengan unsur yang lain. 2. sukunya. Tetapi dalam cerpen modern cara ini sudah jarang dipakai. Hal tersebut dikemukakan Henry James. (1997: 63-66) memerikan beberapa jalan yang akan menuntun menuju identifikasi sebuah karakter: a. Situasi kritis dalam hal ini tidak harus ditafsirkan kondisi bahaya. Perlawanan terhadap hegemoni pusat. upaya pembedaan di atas memang agak sulit dan lebih samar dibandingkan bentuk fiksi lain yang lebih panjang seperti novel karena paksaan efesiensi dan efektivitas pemakaian bahasa dalam pemerian maupun pencitraan menuntut pemakaian semua unsur penceritaan dengan lebih singkat dan padu. Sumardjo & Saini K. Dengan cara ini pembaca dapat mengetahui alasan-alasan tindakannya. untuk jenis cerpen. atas.Sebagaimana pembicaraan tentang cerpen topikal sebelumnya.Melalui penggambaran fisik tokoh. hingga plot cerita yang sudah ditentukan dari awal bisa dihindari. Yaitu tentang cara berpakaian. sastrawan termasyhur dari Amerika. orang dengan pendidikan yang masih rendah atau tinggi. bentuk tubuhnya. Melukiskan apa yang dipikirkan oleh seorang tokoh adalah salah satu cara penting untuk mempertentangkan perwatakannya. dan sebagainya.Melalui pikiran-pikirannya.3 Latar Tempat suatu peristiwa terjadi dalam pandangan Balzac sama pentingnya dengan peristiwa itu sendiri. Ia memiliki peran untuk dimainkan. tapi situasi yang mengharuskan dia mengambil keputusan dengan segera. yang pengungkapan watak lewat perbuatannya. apa yang diucapkannya. Watak seseorang memang kerap sekali tercermin dengan jelas pada sikapnya dalam situasi gawat (penting). Dalam hal ini. menurut jalan pikirannya.Melalui penerangan langsung.Melalui apa yang diperbuatnya.Melalui ucapan-ucapannya. tindakan-tindakannya. Dalam fiksi lama penggambaran fisik kerap kali dilakukan untuk memperkuat watak. Penulis sering membuat deskripsi mengenai bentuk tubuh dan wajah tokoh-tokohnya. dan sebagainya. c. penggambaran yang demikian memang mustahil. atau dengan kata lain narasi besar (topik) merupakan nilai lebih estetika kontemporer. e. orang berbudi halus atau kasar.

ruang. dan sebagainya. Terlebih lagi dalam estetika kontemporer meski tidak harus. browsing internet.. Dalam fiksi lama tempat kejadian cerita dan tahun-tahun terjadinya disebutkan panjang lebar oleh penulisnya. memilih beberapa rumah. sampai pada macam debunya. Setting dalam cerpen modern telah menjadi begitu kompleks terjalin dengan unsur-unsur cerpen lainnya. Harus ada tempat dan ruang kejadian. dan suasana cerita. sampai pada baunya (Adesita. Bahkan karya bercorak realis seperti yang ditulis Karl May pun konon kabarnya berbekal riset kepustakaan semata. Sampai kadang-kadang sebelum membuat cerita yang berlatar belakang kota tertentu.Prancis tersebut memang terkenal sangat bekerja keras untuk melukiskan lingkungan fisik bagi cerita-ceritanya. 1997: 75). artinya bukan hanya menunjukkan tempat kejadian dan kapan kejadian. dan suasana terjadinya peristiwa dalam sebuah karya (Sudjiman. dan menggambarkan rumah-rumah tersebut sedemikian detail. latar merujuk pada segala keterangan. Belum lagi jika menengok karya-karya yang fantastis dengan sekedar berbekal fantasi semata. dan eksotis.M. imbuh Budi Darma. Abidah El Khalieqy misalnya. Secara sederhana latar bisa diartikan waktu dan tempat terjadinya cerita. karakter. Dalam cerpen Indonesia modern latar telah digarap para penulis menjadi unsur cerita yang penting. Dalam hal ini memang latar sekedar menjadi tempat terjadinya cerita (Sumardjo & Saini K. pemikiran rakyatnya. Ia terjalin erat dengan tema. petunjuk. Pemenang kedua Sayembara Novel 2003 DKJ ini mengakui bahwa setting luar negeri bagi Geni Jora-nya sekedar didapat berbekal riset buku. 2004: 14). tidak semua harus begitu. Setting bukan hanya menunjukkan tempat dan waktu tertentu tetapi juga hal-hal yang hakiki dari suatu wilayah. Sebuah cerpen dan novel memang harus terjadi di suatu tempat dan dalam suatu waktu. kegilaan mereka. Dia bisa juga menjadi dangkal untuk konteks cerita-cerita tertentu (Adesita. sambung Maman S Mahayana²ketiganya dewan juri sayembara novel tersebut. Namun pengertian ini sah-sah saja diperluas dan diperdalam. Hanya tahu di mana suatu cerita terjadi saja tidak cukup karena sastra bukanlah alat untuk menginformasikan fakta. dan pengacuan yang berkaitan dengan waktu. Novel tersebut berhasil menghadirkan keindahan negeri Maroko dan Suriah di Timur Tengah sana dengan cukup mempesona. gaya hidup mereka. Berwawasan. kata Sapardi Djoko Damono. hingga chatting dengan rekan-rekan luar negerinya. ia akan mengunjungi kota tersebut. serta menggemaskan. Pada prinsipnya. Setting dalam fiksi bukan hanya sekedar sebagai background. Hasilnya cukup luar biasa. setting harus . Dalam cerpen yang baik. Latar pada prakteknya bisa beroperasi lebih subtil dalam kerangka estetika cerita-cerita dengan corak tertentu. 1987: 44). 2004: 14-15). Namun tentu saja. kecurigaan mereka.

Dari setting wilayah tertentu harus dihasilkan perwatakan tokoh tertentu dan juga tema tertentu. kisah atau apa yang disajikan sebagai isi cerita selalu disuguhkan dari sudut pandang tertentu. sebuah cerpen adalah pandangan pengarang terhadap kehidupan. 2. Hal itu dapat berasal dari berbagai pihak: pencerita yang memberi sudut pandang yang mencakup atau salah seorang tokoh (Luxemburg.benar-benar mutlak untuk menggarap tema dan karakter cerita. dengan berbagai variasinya. 1997: 76). pelarian. artinya sudut pandangan yang diambil pengarang untuk melihat suatu kejadian cerita. politik. juara Sayembara Menulis Novel DKJ 2003. sebuah cerita dikisahkan. yaitu soal bagaimana pandangan pribadi pengarang dapat diungkapkan dengan sebaik-baiknya (Sumardjo & Saini K. 1991: 125). dan implikasi (kaitan) filosofis. Penggunaan istilah sudut pandang sering tidak jelas apa yang diacunya. patriotisme. setting terintegrasi (menyatu) dengan tema.3. Dalam setting yang demikian bisa didapatkan banyak kesempatan untuk terbahasnya segi-segi watak manusia (Sumardjo & Saini K. ada juga yang menggunakannya dengan arti sudut pandang pencerita.4 Sudut Pandang Dalam sebuah cerita. Dari sudut pandang persona pertama dan ketiga tersebut. Cerpen dengan setting perang misalnya dapat berbicara soal-soal khusus seperti dendam. Dalam cerpen yang berhasil. watak.M. 2000: 249).. Suara pribadi pengarang jelas akan masuk ke dalam karyanya. maka setting demikian akan kurang integral. Kalau sebuah cerpen settingnya dapat diganti dengan tempat mana saja tanpa mengubah atau mempengaruhi watak tokoh-tokoh dan tema cerpennya. Sudut pandang cerita itu sendiri secara garis besar dapat dibedakan ke dalam dua macam: gaya ³aku´ dan ³dia´. gaya. kebencian. Ada pula yang menganggap keduanya sama saja. pengkhianatan.M. Sudut pandang pada dasarnya adalah visi pengarang. wilayah kebebasan dan keterbatasan perlu diperhatikan secara objektif sesuai dengan kemungkinan yang dapat dijangkau sudut pandang yang dipergunakan.. karena pengarang dan pencerita tidaklah perlu kiranya dibedakan (Sudjiman. pengungsian. merupakan sebuah contoh karya sastra . Sedangkan sudut pandang hanya menyangkut teknik bercerita saja. Kedua sudut pandang tersebut masing-masing menyaran dan menuntut konsekuensinya sendiri. Oleh karena itu. 1997: 76). Ini kemudian lazim dikenal dengan istilah gaya pengarang (stilistika). Bagaimanapun pengarang mempunyai kebebasan tidak terbatas. Dadaisme. 1987: 75). Ia dapat mempergunakan beberapa sudut pandang sekaligus dalam sebuah karya jika hal tersebut dirasakan lebih efektif (Nurgiyantoro. Dalam hal ini harus dibedakan dengan pandangan pengarang sebagai pribadi. dan kemanusiaan. Ada yang mengartikan sudut pandang pengarang.

Penghubungnya adalah peristiwa masa lalu. Dengan bermain dalam tataran psikologi. 2. saya menemukan diri saya di sebuah hutan gelap gulita. di Media Indonesia (http://www. Sifat-sifat luhur kemanusiaan tersebut pada hakikatnya bersifat universal.asp?Id=2004071023464677&Jenis=c&cat_name=Tifa): Novel Dadaisme (No Kode 46) mengawali kisahannya dengan peristiwa-peristiwa yang seperti tidak ada hubungannya satu dengan yang lain. Sebuah rangkaian fragmen yang lepas-lepas. meski pragmatisnya bisa beraplikasi lokal (Nurgiyantoro. 1984: 70) . Ilustrasi dari tulisan Budi Darma tersebut. halusinasi. Ia tidak hanya bersifat kebangsaan.media-indonesia. Bentuk pencerita pun dimanfaatkan ganti-berganti. sampai ke pencerita orang kedua (kamu). Karya sastra. dan peristiwa tragis. Cerita seperti melompat ke sana ke mari yang sebenarnya saling bersinggungan. Untuk menembus kegelapan ini. apalagi keseorangan. di sana-sini muncul pula kisah-kisah halusinasi dengan tokoh-tokoh imajiner. Di antara itu. Keuniversalan tersebut berarti sifat-sifat itu dimiliki dan diyakini oleh manusia sejagat. mulai dari pencerita orang pertama (aku). walau memang terdapat ajaran moral . orang ketiga (dia). dia memerlukan cahaya dan cahaya ini tidak lain dan tidak bukan adalah agama. tema penyimpangan akibat peristiwa traumatis masa lalu seperti tidak dapat terlepas dari pergantian bentuk penceritaan itu. dan seni (salah satunya sastra) (Darma. yang notabenenya merujuk pula pada pernyataan Aristoteles.4 Kemanusiaan Dalam Divina Comedia. Proposisinya sebaliknya dengan proporsi yang tetap sama: karya sastra sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan. memperjuangkan hak dan martabat manusia. Dante berkata kepada Beatrice. 2000: 321). Novel ini seperti membentangkan serpihan-serpihan kritik atas kultur etnik.com/news print. ³Di tengah-tengah perjalanan hidup kita. perselingkuhan. salah seorang juri dari dua orang juri lainnya: Sapardi Djoko Damono dan Budi Darma. Berikut dikutipkan sebagian naskah pertanggungjawaban dewan juri lomba tersebut dari tulisan Maman S Mahayana. senantiasa menawarkan pesan moral yang berhubungan dengan sifat-sifat luhur kemanusiaan. fiksi. filsafat.kontemporer yang dinilai oleh sebagian kalangan kritikus sastra Indonesia papan atas cukup berhasil untuk tidak menyederhanakan soal sudut pandang di tengah arus era baru kreatifitas ini. mengisyarat dengan eksplisit betapa kesusastraan sangat berperan bagi kemanusiaan. Dari sanalah secara perlahan terungkap kaitan tokoh yang satu dengan tokoh yang lain.´ Hutan itu gelap karena dia tidak dapat melihat apa yang terjadi di seberang yang lain. dunia surealis.

dan keyakinan. dan nafsu-nafsu bawah sadar yang sangat mendasar dan berserak pada setiap manusia di seluruh jagat raya. sastra memilih tema-tema terbaik. tetapi juga begitu halus. tetapi h anya untuk menyadarkan bahwa manusia satu dengan yang lain saling terkait dan tidak mungkin seseorang hidup tanpa manusia yang lain. Ia berwujud. penantian. tema kemanusiaan merupakan aspek yang cukup menonjol hadir ke permukaan. kegigihan. Sastra. Sebuah karya fiksi yang menawarkan pesan moral yang bersifat universal. sejak awal sudah melihat kemanusiaan sebagai lahan yang sangat kaya dan luas jangkauannya. Sambodja . tetapi tidak tampak seluruhnya. persaudaraan. Wijaya berkata bahwa berbeda tidak berarti bermusuhan. biasanya akan diterima kebenarannya secara universal pula (Nurgiyantoro. waktu. serta menembus perbedaan strata sosial. warna kulit. Bahkan. kelahiran. Ia adalah imajinasi yang hanya akan tertangkap oleh mata hati yang peka. kesakitan. Sastra dengan demikian menjadi ³warga negara´ dunia yang bebas masuk ke mana saja karena dia kelihatan. kesangsian. dan suasananya. kesedihan. dan kemudian keberuntungan atau nasib baik yang menjadikannya berbeda. Sebagai upaya untuk menerobos segala barikade konteks manusia masing-masing pada tempat. Rasa kemanusiaan itu menyeberangi perbedaan budaya. seperti kematian. anutan. kesenangan. Putu Wijaya dalam salah sebuah artikelnya juga menegaskan bahwa kemanusiaan tersebut bersifat universal (http://www. Sastra sudah menjadi sebuah jaringan internasional yang tidak terkendali lagi kemampuan jangkauannya. tidak ubahnya seperti yang dilakukan oleh jaringan internet dewasa ini. Ia begitu ampuh. tetapi memiliki perjalanan yang tidak sama perkembangannya. Sastra membebaskan manusia dari berbagai batasan. 2000: 322).web. ia juga tidak terhalangi oleh kekuasaan yang merupakan bagian yang sangat berpengaruh dalam berbagai sengketa antarbangsa.id/putu. tidak terhalang-halangi lagi oleh batas-batas negara dan politik. agama. perse ngketaan. Dalam merekonstruksi sejarah awal sastra Indonesia. Keuniversalan yang ditampilkan karya sastra dengan mengusung nilai-nilai kemanusiaan² sehingga menghapuskan segala batas-batas yang memisahkan manusia²bukan berarti pula menyatakan bahwa manusia yang satu harus sama rata dengan manusia yang lain.kesusilaan yang hanya berlaku dan diyakini oleh kelompok-kelompok tertentu. seperti nilai-nilai luhur kemanusiaan. ia menembus batas suku dan negara. asp). Dalam sejarah sastra Indonesia. Sastra yang universal memberitahukan bahwa manusia memiliki kemungkinan yang seharusnya sama. cinta. tetapi tidak seluruhnya bertubuh karena ia adalah sebuah pengalaman spiritual. menyeberangi waktu dan jarak. tetapi ada perjuangan. lanjut Wijaya.bahasa-sastra.

setidaknya. khususnya cerpen.(http://cybersastra. Produktivitas penulis yang satu ini²dapat dilihat dengan tebaran tulisannya di media massa²dan semangat kemanusiaan universal yang diangkatnya membuat ia menjadi tokoh sastra Indonesia yang cukup diperhitungkan dewasa ini. Kekuatan pengarang yang satu ini dapat dilihat. bagi jenis ketiga ini adalah buah karya-buah karya Seno Gumira Ajidarma yang dianggap tokoh cerpenis Angkatan 2000 (http://www. Golongan pertama adalah cerpen-cerpen yang mengusung feminisme dengan jargon-jargon seksual vulgar. Seno mendapat penghargaan dalam kategori fiksi atas novelnya yang berjudul Negeri Senja.net/cgibin/naskah/viewesai. Namun di antara dua arus pendatang baru tersebut. mengangkat tema kemanusiaan ini dapat . Golongan kedua adalah penulis cerpen-cerpen Islami. Keduanya sastra karangan penulis yang umumnya perempuan yang memang sedang menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. dari penghargaan yang diterimanya pada ajang KLA 2004. Dalam mengamati perkembangan cerpen-cerpen dalam kesusastraan Indonesia terkini. dengan jumlah yang tidak kalah banyak ternyata tetap bertahan penulis-penulis sastra yang mengangkat tema humanisme universal atau kemanusiaan (http://www. Hal ini menunjukkan bahwa tema kemanusiaan selalu laris nyaris sepanjang sejarah kesusastraan Indonesia. Pada perkembangannya justru tema kemanusiaanlah yang lebih banyak diangkat oleh karya-karya puncak khasanah sastra Indonesia.asp?id= 60132&kat_id=102&kat_id1=&kat_id2=). Ahmadun Yosi Herfanda mengungkapkan dua mainstream terkuat yang menonjol dewasa ini. namun juga telah cukup mapan. Contoh bagaimana karya sastra. tersebutlah Iwan Simatupang sebagai sosok yang sangat kental mengangkat tema kemanusiaan ini. utamanya soal keterasingan individu (http://cybersastra.republika. Bersama kumpulan cerpen KTMP karya LC. Dalam bidang novel.republika. penulis-penulis ini selalu menyisipkan ide-ide tentang kemanusiaan dalam karyakaryanya.cgi?category =5&id=1030357707) mengemukakan kekurangtepatan penganggapan tema kebangsaan sebagai sarana identifikasi bagi kesusastraan Indonesia. co. Putu Wijaya. Bersama banyak pengarang mapan lainnya. Paling akrab dikenal adalah semangat humanisme universal yang diusung oleh seniman-seniman Gelanggang hingga kelompok Manifes Kebudayaan. hingga Ratna Indraswari Ibrahim yang sempat memunculkan kekhawatiran tentang regenerasi tokoh-tokoh sastra Indonesia.co.cgi?category=5&id=1030357707). Danarto. Contoh yang cukup mutakhir. Tentu tidak lupa pula karangan-karangan penulis gaek semacam Budi Darma.id/koran_detail.asp?id=249828&kat_id=364).net/cgi-bin/naskah/viewesai.id/ koran_ detail.

co. yang diberi julukan si Montok sebab ³keindahannya´. Di kemudian hari. Sutardji Calzoum Bachri menyatakan bahwa manfaat dari karya sastra adalah memberikan pencerahan kepada pembacanya (http://www.republika.asp?id=182197&kat_id=102). ditinggalkan di desa hingga anak yang dikandungnya lahir. Ketika perang usai sang kapten tersebut kembali ke kota. Awalnya kapten tersebut secara kebetulan saja bertemu wanita desa tersebut. Ide bagi Navis untuk menulis tentang militer dan kemanusiaan ini muncul pada 1995 ketika ia menyaksikan ³«hampir sebulan seluruh stasiun televisi menyiarkan para pejuang dengan segala atribut di bahu dan dada mengisahkan pertempuran dalam menegakkan kemerdekaan. karena selama perang tidak pernah melukai musuh. isteri Mayor yang sebelumnya dan sebenarnya marah besar. tetapi sehabis perang melukai pemiliknya sendiri´.dilihat pada cerpen ³Si Montok´ karya A.A Navis. Navis dalam kehidupannya banyak berkawan dengan perwira militer sehingga wajar jika ia memiliki stok respon cukup memadai untuk menulis tentang kehidupan tentara dan aspek manusiawi mereka. Seolah tidak ada orang selain dari mereka yang berjuang. dan kekuasaan (http://www. si Montok menemui sang kapten yang telah naik pangkat menjadi mayor di rumahnya di kota. Meskipun bukan seorang tentara. Akibatnya. berbeda dengan Nugroho Notosusanto atau Trisnoyuwono yang kerap menulis cerpen berlatar militer. Ironi yang diangkat Navis. Si Mayor menyesali nasibnya. nafsu. Namun. Namun lelucon-lelucon pahit atas ganasnya pertempuran tersebut tidak terkesan sebagai cemoohan terhadap dunia militer belaka.id/koran_detail. lebih sebagai sentuhan batin terhadap masalah kemanusiaan²kemanusiaan yang digadaikan yang disebabkan oleh peperangan. Tembakan mengenai lengan suaminya dan lengan itu akhirnya harus diamputasi.. tidak diketahui apakah pistol itu pun ikut menyesal. Navis menutup cerita tersebut dengan kata-kata: ³Kedua perempuan itu menyesal. Akibatnya pemilik lengan tersebut dipensiun muda. Navis mengangkat tema kemanusiaan lewat satire dan ironi yang dibangunnya atas kehidupan militer pada zaman perang.kompas. Wanita itu. Karya sastra sesungguhnya dapat memberi hikmah dan hikmah dari karya sastra yang baik adalah membuat orang yang membacanya . ungkap Adila..com/ kompas-cetak/0104/15/seni/iron32. Sebagaimana Idrus lewat Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma atau Asrul Sani dengan Naga Bonar.´ Dalam cerpen ³Si Montok´ terdapat kisah tentang seorang wanita desa yang dinikahi seorang komandan tentara berpangkat kapten pada masa perang. Navis yang juga nonmiliter ini cenderung mengungkapkan sisi gelap kehidupan militer.htm). Wanita itu mengambil pistol suaminya dan menembak. Dalam cerpen yang diterbitkan pada usianya yang ke-77 ini. bersama anak laki buah perkawinannya dengan sang kapten.

Hal-hal yang memang salah dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan tidak akan ditutup-tutupinya sebab terhadap nilai seni ia hanya bertanggung jawab kepada dirinya sendiri. karya sastra juga menjadi salah satu tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Karena itu. ataupun sifat-sifat luhur kemanusiaan yang lain. Dengan karya sastra suatu bangsa menjadi menghargai masalah -masalah kemanusiaan dan keluhuran budi pekerti.1 Corak Estetis Kumpulan Cerpen KTMP Pembacaan terhadap kumpulan cerpen KTMP karya LC ini dapat menghasilkan sebuah . Nurgiyantoro (2000: 331) menyatakan bahwa seorang pengarang umumnya tampil sebagai pembela kebenaran dan keadilan. baik itu seni untuk seni maupun seni untuk misi. Ia tidak akan diam. dan dengan karangannya itu akan diperjuangkannya hal-hal yang diyakininya kebenarannya. meskipun barangkali lewat jalan yang diam-diam. BAB III TEMA KEMANUSIAAN DALAM KUMPULAN CERPEN KUDA TERBANG MARIA PINTO KARYA LINDA CHRISTANTY 3. Seorang sastrawan bahkan dapat menjadi agen perubahan jika karya-karyanya dapat memberikan kesadaran baru bagi pembacanya dan mendorong mereka untuk melakukan perubahan. Oleh karena itu.tercerahkan. Karya sastra mencerahkan karena memberikan penyadaran terhadap masalah masalah kemanusiaan. sangatlah tidak sukar untuk ditemukan adanya nilai-nilai kemanusiaan dalam karya sastra²dengan segala keragaman estetika dan stilistiknya.

ibu yang mulai sakit-sakitan. Meski sosok pejuang tersebut tidak betul-betul faktual bisa dibuktikan lewat ilmu sejarah. tapi tak mau diantar. Sakit pada tubuh bisa diobati. konvensi fiksi memang membenarkan upaya penyimbolan seperti ini. Sebelum mendeskripsikan struktur umum dan makna-makna yang dapat digali dari keenam cerpen yang dianalisis. Ia tampak lelah. Aku ingat lagu ini. Tidak ada yang aneh dan di luar nalar realitas. Cerita dalam cerpen ini memang sangat realistis dan bisa diperiksa logika referensinya terhadap kenyataan dengan cukup terang. Sakitnya tak pernah sembuh. aku kembali ke rumah kami. Dengan kata lain. peristiwa-peristiwa yang diceritakan terlihat tidak melenceng dari kenyataan yang mungkin ada. (hlm. anaknya yang kembali pulang ke rumahnya. terlihat beragam ekpresi estetika ditampilkan.petualangan tersendiri. Kami makan di restoran dan belanja macam-macam keperluan wanita. Jadi sang pejuang tersebut mewakili . naik becak atau andong. Gaya realis dalam kumpulan cerpen ini bisa dilihat dari kutipan berikut ini: Kadangkala Ibu mengunjungiku.1 Gaya Realis dan Surealis Dari dua belas cerpen yang terhimpun dalam kumpulan cerpen KTMP ini. Oleh karena itu sulit untuk mengotakkan kumpulan cerpen ini ke dalam salah satu ragam estetika saja. Dua hal yang dipandang cukup menonjol untuk dibicarakan sebagai contoh corak estetis yang digunakan dalam kumpulan cerpen ini adalah terdapatnya gaya realis dan surealis serta terdapatnya penggunaan diksi yang puitis. berikut akan dituliskan sekilas corak estetis yang terdapat pada kumpulan cerpen ini. Sakit pada hati sampai mati. Menyenangkan. Kedua gaya tersebut bisa terdapat berimbang pada sebuah karya dan bisa juga salah satunya lebih menonjol pada karya lain. Beraneka ragam warna dan cita rasa estetis terdapat pada cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen ini. Kami berjalan-jalan melihat kota. Dalam kutipan tersebut diceritakan peristiwa keseharian seperti seorang ibu yang mengunjungi anaknya. Ia berkali-kali ke dokter. gaya surealis dan realis. pembantu kami. 26) Kutipan di atas berasal dari cerpen ³Makan Malam´.1. kumpulan cerpen ini terlihat menggunakan keduanya. suka menyanyikannya sambil memasak atau menyapu rumah. Setelah tamat perguruan tinggi. Dulu Bik Iyem. Dilihat dari dua kutub oposisional aspek mimetik karya. dan pembantu yang suka menyanyi sambil menyapu lantai atau memasak di dapur. Dari segi mimetik. Baru kali ini aku sungguhsungguh memperhatikan Ibu. Gaya realis seperti ini juga terdapat dalam sebagian besar cerpen lainnya. 3. dalam kumpulan cerpen ini tidak hanya terdapat gaya realis namun juga terdapat bagian-bagian yang bersifat surealistik. Cerpen ³Perang´ mengisahkan suatu episode kehidupan seorang pejuang kemerdekaan.

Dengan tingkatan intensitas yang tidak terlalu kuat. (hlm. Ia bisa melihat jantung. gaya realis ini juga terdapat dalam cerpen-cerpen lainnya. Lutut-lututnya lemas. Maria Pinto. Dengan berbagai tingkatan intensitas. paru-paru. gaya surealis ini juga terlihat hadir di dalam cerpen ³Makan Keempat´ lewat sebuah peristiwa halusinasi yang dialami salah seorang tokohnya atau lewat cerita mengenai kemampuan seorang anak bercakapcakap dengan roh neneknya. Meski kedua hal tadi sebetulnya juga logis dalam kerangka pemikiran bahwa dunia realitas memang bersinggungan dengan unsur-unsur metafisika. Sekilas ia teringat film tentang makhluk luar angkasa yang pernah ditontonnya di barak dulu. pengetahuan.17) Cerita tentang tokoh Maria Pinto²yang diceritakan mempunyai kuda terbang yang terbuat dari kayu. seorang kakak lelaki. Dua pengawal menyertai perjalanan rutin ini. dan seorang adik perempuan. lalu berangsur bening transparan. (hlm. Tubuh telanjang gadis itu menyerupai patung lilin para santa. 11) Maria Pinto melepaskan gaun perinya yang putih. mempunyai aneka macam kesaktian atau memiliki tubuh yang kulitnya berwarna bening . menjaga junjungan mereka dari atas kereta. dan pandangan seorang penjaga sebuah pos terhadap salah seorang prajurit yang singgah beberapa waktu di tempatnya. namun mesti juga berpisah sebab ketidaksalingsesuaian antar mereka. Dalam cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´.kemungkinan faktual dari sosok-sosok pejuang lainnya yang sudah umum diketahui kisahkisahnya. Cerpen ³Balada Hari Hujan´ mengisahkan sebuah episode dalam kehidupan seorang waria. Berikut kutipannya: Gaun lembut Maria Pinto membelah anyir perang dengan kibaran putih yang menyilaukan. dan tulang-tulang tengkorak gadis tersebut dengan jelas. Ia terduduk di tanah. Cerpen ³Joao´ mengisahkan kesan. Gaya surealis dalam kumpulan cerpen ini sangat terasa dalam cerpen ³Qirzar´ dan ³Kuda Terbang Maria Pinto´. usus. hal tersebut pada sudut pandang lain kenyataannya ikut meneguhkan fakta bahwa terdapat bumbubumbu fantasi atau aspek khayalan dalam cerita itu. Cerpen ³Rumput Liar´ mengisahkan sebuah keluarga yang tinggal hanya terdiri atas seorang ibu. unsur khayalan muncul pada bagian cerita yang mempertemukan tokoh Yosef Legiman dengan seorang pemimpin pemberontak yang mempunyai kemampuan magis. Kepala mungil yang cantik berubah membesar dengan pupil-pupil mata yang menonjol serta kulit wajah mengeriput. Yosef membiarkan iring-iringan di langit itu berlalu. Cerpen ³Pesta Terakhir´ mengisahkan seorang kakek yang terkenang akan masa lalunya sebagai seorang pengkhianat terhadap kawan-kawan seperjuangannya.

Penggunaan kata makhluk luar angkasa dan film pada kutipan di atas juga semakin memperjelas dan mempertegas sifat fantasi pada peristiwa dalam cerita tersebut.12) Sungguh cukup jauh dan tiba-tiba loncatan aspek mimetik cerita dalam paragraf ini. hilang. sulit untuk membuktikan kebenaran hal-hal di luar logika kenyataan seharihari pada kutipan cerita di atas. Para penghuni negeri tersebut bergegas mati. menciutkan nyali orang-orang yang bersandar pada hal-hal nyata. Pada bagian cerita pertemuan Yosef Legiman dengan seorang gadis di atas kereta²yang pada bagian akhir cerita ternyata berstatus sebagai wanita pimpinan teroris yang menjadi target operasi Yosef saat ia berperan sebagai seorang penembak jitu²cerpen ini menjadi bergaya sangat realis. mengepung musuh di tiap zona. sulit untuk diterima logika mimetiknya. golongan yang mencampakkan dongeng dan mimpi. Dari sesuatu yang sangat jelas referensinya dalam kenyataan (kuliah di fakultas sastra sebuah . gaya realis dan gaya surealis dipadukan dengan sangat rapat karena dua jenis gaya yang bertolak belakang itu dihadirkan serentak dalam sebuah paragraf. Berikut kutipannya: Maria Pinto semula hanya gadis biasa. Sejak saat itu Maria Pinto menjadi pemimpin pasukan kabut yang berbahaya. Di bagian lain cerpen ini. Dari segi mimetik. sebelum kembali ke negeri jeruk dan kopi. Semuanya logis secara mimetik.sehingga terlihat transparan²terlihat sangat kuat mengandung unsur khayalan jika dilihat dari aspek mimetik. menjadi gila. sehingga Maria dipanggil pulang oleh para pemimpin suku agar memenuhi takdirnya. Begitu pula penggambaran mengenai seorang perempuan yang mempunyai kulit bening sehingga memperlihatkan isi organ tubuhnya. atau masuk hutan bersatu dengan babi liar dan rusa. bunuh diri. Sulit untuk mencari referensi nyata bagi hal-hal tersebut dalam kenyataan kehidupan yang sebenarnya. Dukundukun suku menahbiskan Maria sebagai panglima dengan senjata sihir tua dan kuda terbang. karena dialah yang terpilih oleh bisikan gaib para leluhur. (hlm. Cerita mengenai kuda yang bisa terbang hanya ada dalam dongeng meski buat sebagian orang hal-hal seperti ini tidak sekadar dongeng. Terakhir terdapat bagian cerita perpisahan kedua orang ini setelah mereka sampai di stasiun tujuan. Ada juga cerita tentang para penumpang yang tertidur selama perjalanan atau para petugas kebersihan yang membersihkan gerbong-gerbong kereta. sempat kuliah di fakultas sastra sebuah universitas terkemuka di Jakarta dan bertahan sampai semester tiga. Malapetaka tengah melanda negeri leluhurnya. Dalam bagian ini hanya diceritakan mengenai seseorang yang bercerita kepada kawan duduknya di atas kereta.

mengulurkan tangannya yang putih dan halus. Cerita tentang Maria Pinto yang memiliki kuda terbang dan kesaktian tentulah sesuatu yang bisa dianggap mustahil secara mimetik. Setelah tugas tersebut selesai dikerjakan Yosef.2 Diksi Puitis Kemampuan membahasakan peristiwa-peristiwa maupun suasana-suasana dalam sebuah cerita rekaan secara puitis juga terlihat menonjol dalam kumpulan cerpen ini. Kemudian. satu hal menarik dihadirkan lagi dalam cerpen ini dalam hal sintesis antara gaya realis dan surealis. Semula bagian ini sangat realis menceritakan tugas yang dijalani oleh Yosef Legiman guna membunuh seorang pimpinan teroris dengan menggunakan senapan sniper dari seberang sebuah gedung bertingkat. Jarum-jarum dingin menembus tulangnya. Bagai tersihir. sesuatu yang dianggap dongeng²dalam pengertian bohongbohongan.universitas terkemuka di Jakarta dan bertahan sampai semester tiga). Jika dalam peristiwa di atas kereta tokoh Yosef Legiman hanya bercerita tentang sebuah peristiwa yang penuh fantasi. 3. Sebagian besar pembahasaan yang puitis itu terlihat cukup kuat ikut menciptakan nuansa bagi makna yang dihadirkan tema ceritanya. dan ³Lelaki Beraroma Kebun´. ia melihat Maria Pinto mengarungi langit dengan kuda terbang. Dengan kata lain. Berikut kutipannya: Angin tiba-tiba bertiup kencang lewat jendela. atau takmungkin²buat sebagian besar manusia rasional. . Sebagai contoh akan dibahas penggunaan diksi puitis dalam tiga cerpen. Tubuh Yosef menggigil bercampur nyeri. ³Makam Keempat´. cerita berikutnya mengalir pada peristiwa yang bagaikan sebuah dongeng semata. 20) Hal ini menunjukkan betapa bagian ini menghadirkan sebuah peristiwa baur antara sesuatu yang realis dengan sesuatu yang bersifat khayalan semata. Yosef menyambut jemari gadis yang menunggu. melihat sebuah dunia yang terus memudar di bawahnya. pada bagian akhir cerita peristiwa realis berupa upaya eksekusi terhadap wanita pimpinan teroris oleh Yosef Legiman disambung langsung oleh peristiwa kedatangan Maria Pinto dan kuda terbangnya yang bersifat surealistik. melayang. berupa tokoh di dunia nyata menceritakan kisah yang absurd yang tidak terjadi di saat. tempat. Mengapa perempuan itu selalu mengikutinya ke mana pun? Maria Pinto tersenyum. atau waktu itu juga. yakni cerpen ³Balada Hari Hujan´. tiba-tiba diceritakan datangnya Maria Pinto dan kuda terbangnya. Kejadian tersebut juga tidak dipisahkan dengan teknik penyudutpandangan atau pemberian cerita berbingkai. Hal tersebut menggambarkan terdapatnya paduan unsur realis dan fantasi (khayalan atau surealis) dalam kumpulan cerpen ini. seperti yang terjadi pada bagian lain cerpen ini. dusta. Ketika hendak beranjak dari tepi jendela. Ia merasa terbang di antara awan.1. (hlm.

sebuah sifat dan kondisi yang inharmonis²dengan catatan warna-warna tersebut tetap menjadi tampil harmonis ketika dibahasakan secara puitis dan estetis. Pemilihan warna tersebut sangat cocok pula guna melambangkan kerisauan hati sang tokoh. Warna ungu dan abu-abu menjadi lambang bagi keabsurdan nasib yang mesti dijalani tokoh utama ini. (hlm. 64) Suasana mendung dan hawa dingin yang melekat pada pengertian kata hujan terlihat sesuai sekali bagi peristiwa kesedihan yang dialami tokoh utama cerita ini. setakkonsistennya jati diri seorang waria. Bisa juga warna tersebut dianggap mewakili sifat dan sikap inkonsistensi. 59) Hujan masih menyambutnya di luar kafe. apalagi dianggap menyimpang. Ia rapatkan kerahkerah mantelnya. (hlm. Dalam cerpen ³Balada Hari Hujan´ terlihat bahwa pelukisan latar suasana dan peristiwa guyuran air hujan. ikut menyugestikan akan adanya ³kemendungan´ suasana hati pada tokoh utamanya.Cerpen-cerpen tersebut dipandang cukup intensif memanfaatkan kekuatan bahasa puitis. (hlm. 57) Hujan masih turun. Derai air dari langit membasuh jalanan yang sepi. Dalam cerpen ini beberapa kali digunakan pengasosiasian dan pengacuan pada mitos cerita silat untuk .. Payung ungu itu mengembang lagi. Dalam kutipan di atas juga terdapat penggunaan kata payung ungu dan langit abu-abu. Secara estetis. lalu mengibaskan ujung mantel yang basah. Seolah-seolah rintik-rintik gerimis tersebut ikut bergemuruh dalam perasaan sang tokoh. Sebagai sosok yang minoritas di tengah masyarakat. sesuatu gemuruh di dada yang berujung pada hadirnya kerisauan jiwa.. Jalan yang basah menyambut langkah-langkah kaki yang menggigil. Butir-butir air meluncur dan meresap ke tanah . Hari masih terlalu pagi untuk orang-orang yang takut pada cuaca dingin bulan Juni. Pembahasaan peristiwa jatuhnya hujan ini secara puitis pada akhirnya memperkuat makna kesedihan dalam cerita ini. Kelopak-kelopak bakung di bawah jendela terlihat segar berair. dan pembahasaannya. menahan udara dingin. wajar kiranya tokoh tersebut merasakan sesuatu yang serba tidak jelas dalam hal posisi kehidupannya di tengah-tengah masyarakat kebanyakan. suasana yang serba sedih tersebut disimbolkan atau setidaknya dititipkan nuansanya kepada peristiwa hujan sehingga seolah menghadirkan sebuah ³gerimis perasaan´. Kekuatan penggunaan diksi puitis ini juga bisa dilihat pada cerpen ³Makam Keempat´. Langit abu-abu tua. Terlebih tokoh tersebut adalah seorang waria yang dianggap makhluk ³menyimpang´ dalam tata norma masyarakat kebanyakan. Peristiwa penting dalam hidupnya selalu ditandai dengan hujan. Berikut beberapa kutipannya: Ia menguncupkan payung ungunya.

membekas sampai dewasa. cerpen ini dengan cukup puitis memberi penyimbolan dan pengacuan bagi karakter pemberontak pada tokoh Paula. Aku bukan kaisar. Pilihan hidup sebagai seorang pembangkang (pemakar) atas pemerintahan sah yang berkuasa yang dipilih tokoh Paula menjadi terasa lebih heroik ketika dianalogikan kepada heroisme yang terdapat dalam mitos tentang pendekar-pendekar pembela kebenaran dan keadilan dalam cerita-cerita silat. Elia melarangku memaksa Paula. keras hati. Secara kronologis dalam cerpen ini memang dikisahkan pada masa kecilnya Paula telah cukup kuat terpengaruh pada cerita-cerita silat tersebut. Tetapi. Putri kami mengajak orang-orang melawan kaisar lalim. kataku. penggunaan kata-kata seperti diktator. kubacakan petikan karya Kho Ping Hoo untuk Paula. Ia jatuh cinta pada tokoh-tokoh pendekar. Elia protes lagi. 128) Dari orang tersebut aku memperoleh pengetahuan baru. Kau yang hasut dia untuk jadi pendekar! « Sebuah majalah menyebutkan putriku mungkin disekap di sebuah benteng. disekap di sebuah benteng. Terlebih pula hubungan ini tidak terjadi secara kebetulan atau apalagi sekadar berupa tafsir pembacaan. Seharusnya. atau kaisar lalim. Kaitan antara tokoh Paula yang pemberontak dan cerita-cerita silat tidak muncul serta merta ibarat sebuah pemanis cerita yang hadir tiba-tiba. Seharusnya ia bisa meloloskan diri. Berikut dikutipkan: Elia sempat menyalahkanku. Karakter pendekar dari mitos-mitos itulah yang mengilhami jalan hidup pemberontak tokoh Paula setelah dewasa. Aku juga tak mau disebut diktator. Kuungkapkan hal itu pada istriku. Mata kanak-kanak yang bening itu tak berkedip. Ia membayangkan dirinya pendekar berpedang sakti. Baiklah. (127) Aku sangat berharap putriku mau bicara. Para kaisar biasanya diktator. Ya. Jangan kau bawa-bawa kisahkisah silat itu. Kemudian. Ia terkesima. (hlm. 132) Dengan menggunakan mitos tentang semangat heroik dalam cerita silat Kho Ping Hoo. aku terlampau sering membacakan kisah-kisah silat Kho Ping Hoo pada anak kami dan sepak-terjang pendekar yang hebat membuat kanak-kanak terpikat. (hlm. anggun. Katanya. Aku teringat kisah putri berambut panjang yang disekap di sebuah benteng. Entah bagaimana mulanya. Jangan kasar padanya. cantik. Ia putri kita satu-satunya. Ia menjerit dan mencakarku. Kini ia disekap di benteng. . suka menolong.menggambarkan kependekaran (atau sifat seorang pendekar pada) tokoh Paula. Sebuah benteng. Paula kecil kurang menyukai kisah itu dan menyuruhku membacakan buku dongeng yang lain. Pendekar sakti disekap dalam benteng. Aku memilih diam. sudah.

Tambah pula diksi yang digunakan bisa terlihat tampil estetis karena menggunakan kata pilihan atau penyimbolan yang tepat sasaran. Ia bergegas menyusul. Dulu keluarganya tinggal dekat pantai. jari-jari petir putih bersinar. pohon- . 80-81) « Aroma kebun dari dalam mengalahkan wangi tanah dan daun-daun di luar. sekaligus pilihan kata ini menguatkan makna heroiknya. « Ia punya banyak ingatan tentang pulau ini. dan obsesif. (hlm. Dengan pemilihan kata-kata yang puitis tersebut. Kata-kata seperti aroma segar. 87) Penggunaan diksi puitis pada kutipan-kutipan di atas sebagian besar berkaitan dengan suasana kebun atau nuansa alam yang menjadi latar cerpen ini. 85) « Namun. di kantor. Ia duduk di bangku batu yang lembab. dan di tempat-tempat baru yang pertama kali dikunjunginya. debur ombak seperti nyanyian. mengusap wajahnya yang kena tempias hujan. laut berwarna hijau tua terlihat tenang bagai objek dalam lukisan. intensif. Ia tidur nyenyak dalam buai bunyinya. karena aroma segar dari pohon-pohon tropis itu terbawa angin dan tercium olehnya. Penggunaan diksi puitis ini lebih sering terdapat pada bagian yang berupa latar cerpen ini. bayangan seseorang berkelebat dalam gerimis dan menghilang di balik tapekong di sudut kebun. di bus.ikut menguatkan semangat heroisme dan simbolisme perlawanan yang ada dalam cerpen ini. Jika kata pendekar merujuk pada tokoh Paula. (hlm. Dalam cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ intensitas penggunaan diksi puitis yang cukup kuat juga kerap bisa ditemukan. kata-kata lainnya tersebut merujuk pada pihak sebaliknya. penghayatan terhadap peristiwa dalam cerita terasa menjadi lebih masif. Di belakang gazebo yang sudah berlumut. terutama debur ombaknya di malam hari. Bagi Halifa. Diksi-diksi puitis tersebut membuat cerita terasa lebih segar dan menciptakan aneka nuansa hingga memberikan alternatif ³beribu´ makna. Penggunaan diksi tersebut juga ikut menguatkan citra negatif bagi pihak yang dilawan oleh tokoh Paula. 78-79) « Di balik awan gelap yang bergumpal. Dengan kepuitisan itu pula cerita terasa menjadi lebih kreatif menghadirkan amanatnya dalam rangka pemaknaan atas tema. (hlm. baik latar tempat maupun suasana. di kamar kontrakan. Hujan deras sudah menyambutnya di landasan « Di seberang jendela. seperti dulu. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan. (hlm.

yang punya kebun. atau kebun menghadirkan nuansa keindahan kepunyaan alam. dan pengunaan diksi puitis dalam membahasakannya. Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun. penggambaran hubungan tokoh Halifa dengan tokoh Si Penjaga Kebun dalam cerpen ini. ombak. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. Dengan itu pula tema cerita menjadi semakin kuat. juga sangat kuat diformulasikan secara filosofis. Di bagian lain. atau wajah yang kena tempias hujan juga mendukung bagi atmosfer yang dibangun guna menonjolkan pelataran bernuansa panorama alam perkebunan. kedamaian. selain dibahasakan dengan kata-kata yang puitis. lelaki itu . Dalam cerpen ini diksi puitis juga digunakan untuk menggambarkan pandangan tokoh Halifa tentang tokoh Si Penjaga Kebun. Bila ada yang ingin menemuinya. Hal ini pulalah yang menjadi inti peristiwa cerita cerpen ini. Berikut kutipannya: Sudah lama Halifa tak pulang. (hlm. 79) Bagian ini berhasil mendeskripsikan dengan cukup cantik dan sangat ciamik perasaan yang kuat tokoh Halifa terhadap tokoh Si Penjaga Kebun. Hal ini menunjukkan bagaimana pemadatan makna bisa berjalan seiring dengan keindahan kata-kata dalam narasi sebuah cerita²yang notabenenya adalah rekaan semata. ia akan tunjukkan jalan. juga penokohan. narasi seperti ini membuat paparan cerita selalu menghubungkan karakter tokoh Si Penjaga Kebun dengan nuansa alami dari suasana perkebunan yang menjadi latarnya. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. Matanya tak pernah menyorot garang. Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. semacam pengumuman. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. penggunaan kata-kata seperti pantai. disokong oleh pelataran. Bila ada yang tersesat. Hembusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan.pohon tropis. ia akan berjanji menyampaikan pesan. Nuansa yang dihadirkan pilihan-pilihan kata tersebut meliputi keindahan. Diksi bernuansa alami ini mendukung bagi suasana yang hadir guna membangun makna-makna cerita. Namun. Sekaligus. ikuti saja aroma itu. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang. Bila kalian ingin bertemu tuannya. Selain itu. Berikut salah satunya dikutipkan: Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. mata orang yang mau menolong. laut yang bagai objek dalam lukisan. Bagian kutipan yang berupa awan gelap bergumpal pun diperhalus dengan personifikasi berupa jari-jari petir putih bersinar sehingga nuansa kedamaian dan keindahan dari diksi-diksi puitis ini tetap terjaga. dan kesejukan.

2 Ringkasan Cerita 3. . Tokoh Ibu kembali hidup berdua dengan anak semata wayangnya. Menyaksikan secara langsung keajaiban sosok Maria dengan kedua belah matanya. Peristiwa pengkhianatan ini ternyata sangat terkait dengan gejolak seksualnya yang cukup agresif dan hormon libidonya yang agak reaktif.2. tokoh ini memutuskan datang menjenguk istri dan anak tunggalnya. dan tepat di hadapan ujung hidungnya sendiri. Dalam sebuah pertempuran dalam rangka membasmi para pemberontak di sebuah wilayah yang bergolak.2. seusai mengeksekusi jiwa seorang wanita pimpinan teroris yang sebelumnya sebetulnya sempat mendengar cerita tentang Maria oleh Yosef dalam sebuah pertemuan tidak disengaja mereka di sebuah kereta malam.Yosef secara tidak disengaja tersesat ke pondok tempat Maria yang sakti tersebut menginap. Yosef bertemu lagi dengan Maria yang kali ini membawanya terbang menuju angkasa. Saat situasi politik telah kondusif. Tokoh Ayah pun ternyata hanya sebentar berkunjung karena dia akan melanjutkan ³safarinya´ bernostalgia dengan kawan-kawan lama. Yosef tiada disengaja bertemu dengan pimpinan pasukan pemberontak tersebut. 3. Lembar hitam masa lalunya ini terutama berkaitan dengan pengkhianatan yang pernah dia lakukan terhadap sahabat-sahabatnya. 3.3 Cerpen ³Pesta Terakhir´ Cerpen ini mengisahkan acara ulang tahun yang akan diadakan Kakek Mar serta kenangan tokoh ini pada kelam masa lalunya. 77-78) 3. Dalam perjalanan mencari posisi posnya. Ia bernama Maria Pinto.2. (hlm.2 Cerpen ³Makan Malam´ Cerpen ini mengisahkan kepulangan (kedatangan) sesosok ayah yang telah lama tiada berkabar ke tengah anak istrinya. Tokoh Ayah ini menghilang dari tengah keluarganya berpuluh-puluh tahun silam disebabkan oleh sebuah peristiwa sejarah yang ³kelam´. Lain waktu. membuat prajurit Yosef didiagnosis dokter tentara menderita tekanan jiwa sehingga mendapat semacam cutilah ia. Orang ini ternyata hanya seorang wanita yang ternyata sakti mandraguna. Kedatangan tokoh Ayah ini ternyata justru tambah merusak suasana. Pertemuan Yosef dengan Maria ini adalah akibat terpisahnya dirinya dari rombongan pasukannya.menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga.1 Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ Cerpen ini mengisahkan suka duka prajurit Yosef Legiman sebagai seorang tentara. Tokoh Ibu sangat terpukul begitu mengetahui suaminya tersebut ternyata telah menikah dengan seorang wanita luar negeri dan telah beranak pula dua.

Sewaktu bermain atau berkunjung ke kebun. Kesempatan emas tersebut adalah berkat dari pengkhianatan yang dilakukannya. Semalam orang tersebut bercerita bahwa dia kesepian dan istrinya telah tiada. tokoh ini sempat berniat berbuat pengakuan dosa di hadapan Mursid. Terkenang akan dosa khianat yang pernah dia perbuat. Namun niat ini taksampai. Ketika menginjakkan kaki di tanah kelahirannya didapatinya banyak sudah yang telah berubah. Ayah. Di hari tuanya pun ternyata Kakek Mar masih senantiasa berdesir darah melihat kemolekan gadis-gadis muda.2. Cerita tersebut juga sangat menggetarkan perasaan sebab ada sebuah peristiwa memilukan di dalamnya. Halifa telah cukup lama tidak pulang kampung.Kebugaran dan kesegaran hormon seksualnya tersebut membuat Kakek Mar dikenal baik sebagai seorang petualang cinta. adik tunggalnya. Di sebuah pagi. Pertemuan pagi di sebuah restoran ini membuyarkan segala harapan indah tersebut karena lagi-lagi cinta tulusnya didustai. di restoran tersebut dia bertemu dengan ³langganannya´ semalam. Ayah Halifa ternyata adalah anak pungut dari sebuah keluarga miskin yang setiap anggotanya mengalami kematian dengan cara .4 Cerpen ³Balada Hari Hujan´ Cerpen ini mengisahkan sebuah episode dalam kehidupan seorang waria. sahabat karibnya satu-satunya yang masih hidup yang bisa datang memenuhi undangan pesta ulang tahunnya kali ini.2. Tokoh waria ini semula sempat berharap akan menjalani hubungan tetap dan sah dengan orang ini sehingga mampu mengakhiri ³pekerjaan´ kotornya. Di saat seperti ini tokoh penjaga kebun keluarganya menjadi perhatiannya. 3. Taksengaja. waria ini melaksanakan rutinitasnya berupa sarapan bubur ayam di restoran yang satu-satunya buka pagi-pagi benar di kotanya. 3.5 Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ Cerpen ini mengisahkan kepulangan seorang gadis perantau bernama Halifa ke kampung halamannya. Dari cerita inilah Halifa baru tahu tentang hubungan darahnya dengan penjaga kebun keluarganya. Tokoh Si Penjaga Kebun ini menjadi pusat kenangan Halifa akan kampung halamannya selain kenangan-kenangannya pada Kakek. Ibu. Kemudian Halifa menyusul tokoh tersebut ke pondokannya. Nenek. Orang itu terlihat datang bersama istrinya dan ketahuan pada akhirnya telah menipu dia. Kakek Mar dapat sudah memuaskan hasrat birahinya dengan ³sambilan´ saat beroleh tugas bepergian ke mancanegara. Di pondok inilah Halifa mendapatkan cerita menggemparkan dari tokoh itu tentang pohon sejarah keluarganya. dan Malida. secara tidak sengaja Halifa menyaksikan kelebat bayang tokoh Si Penjaga Kebun tersebut.

akibat pertemuan dengan . Rasa kehilangan ini utamanya dieksplorasi lewat perasaan dan pandangan tokoh ayah yang dalam cerpen ini menjadi sudut pandang orang pertama. Yosef berperan sebagai seorang infanteri di sebuah medan pertempuran di hutan belantara.1 Tokoh Berikut ini akan dipaparkan penokohan pada setiap cerpen yang dianalisis.mengenaskan. kematian putrinya ini tidak menjadi peristiwa rutin dan biasa-biasa saja.6 Cerpen ³Makam Keempat´ Cerpen ini mengisahkan rasa kehilangan sebuah keluarga di suatu tempat terhadap putri semata wayang mereka. Ketika ia sempat mengalami sejenis stress berat. Memang tokoh ayahnyalah yang dari semenjak kecil mendidik putrinya dengan bibit jiwa pemberontak lewat cerita-cerita silat para pahlawan penumpas kaisar-kaisar zalim dan lalim. Tokoh Si Penjaga Kebun adalah saudara dari ibu kandungnya ayah Halifa yang diduga orang mati dimakan ular atau buaya. Kabut misteri menyelimuti keberadaan putri ini dan perihal kematiannya tidak pernah bisa diverifikasi (atau diricek). Yosef dilukiskan sebagai seorang prajurit baik-baik yang selalu setia dan taat menjalankan tugas-tugasnya. 3. Dalam pembahasan karakter setiap tokoh tersebut tentunya akan disinggung pula hubungan sang tokoh dengan tokoh lainnya serta unsur cerita lainnya.3.2. Meski harapan akan masih hidupnya putrinya itu masih menghantui. Putrinya yang menghilang ini diduga mati dibunuh oleh aparatur pemerintah sebab kegiatan makar atau subversifnya terhadap penguasa. ia berprofesi sebagai penembak jitu. 3. Namun sebagaimana kematian para pahlawan. Tokoh Yosef Legiman dalam cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ berperan sebagai seorang prajurit yang setia menjalankan tugas pengabdiannya pada pemerintah yang berkuasa di sebuah negeri. Hubungan-hubungan ini perlu diungkapkan sejauh ia berperan bagi pembahasan aspek tematik cerita nantinya.3 Struktur Umum 3. Dalam cerita pertemuannya dengan tokoh Maria Pinto untuk pertama kalinya. sedangkan dalam bagian cerita pembunuhan dengan target (assassination) terhadap tokoh Wanita Pimpinan Teroris (wanita teman duduknya di kereta) atau bagian cerita pertemuan keduanya dengan Maria. tokoh ayah ini pada akhir cerita diceritakan merelakan juga kepergian putrinya ke alam baka dengan mendirikan makam kosong untuknya. Karakter yang dikemukakan hanyalah tokoh-tokoh yang dianggap mempunyai peran utama dalam cerita dan berperan signifikan atas makna cerita.

Namun hal ini hanya berlangsung sebentar. ³Petinya berselubung bendera besar.´ tutur Yosef. Mungkin«. Kekuatan dan kejanggalan perasaan ini bisa dibandingkan dengan kegigilan perasaan hati perempuan muda teman duduknya yang bukanlah sesiapa saudara kandungnya²bukan pula sesiapanya dia. ini sudah pilihan. Kini Yosef satu-satunya anak lelaki dalam keluarga. Enam bulan lalu adiknya meninggal disiksa para pemberontak. lirih. 15) Dalam kutipan di atas dapat dilihat betapa Yosef langsung kecut nyalinya untuk memperjuangkan kepentingannya sendiri saat kepentingan pribadi tersebut mesti bersilang lintas dengan kepentingan atau kehendak pihak lain yang berkuasa. Keluarganya tak merestui hubungan kami. Sisi kesetiaannya pada pemerintah negara tercintanya tersebut dapat dilihat dari kutipan berikut ini: ³Tadi pagi ibu saya menangis lagi.14) Kutipan di atas memperlihatkan betapa teguhnya ia pada sumpah setianya sebagai prajurit² sebuah keteguhan yang diiringi keyakinan. yang tercincang-cincang dan terbantai demi tugas mempertahankan keutuhan negara yang dikuasai para pemimpin pemerintahan. Perempuan muda malah menggigil. Kepedihan semakin memilukan. Ini kepulangan terakhir saya sebelum kembali bertugas. Tapi. dan kemaluan. bahkan mungkin agak . ternyata ia dialihtugaskan ke bagian lain (dinas rahasia). gaji saya terlalu kecil dan hidup seperti ini membuat keluarganya khawatir. tidak dianggap Yosef sebagai sebuah soal besar dibandingkan dengan kebesaran bendera kenegaraan yang menyelimuti peti jasad tidak berongga tubuh adik kandungnya. Betapa sunyi mayat yang berongga! (hlm. sore ini saya benar-benar terpukul. usus. terkunci rapat dalam peti mati kayu mahoni. Padahal orang-orang berkuasa inilah yang ia bela dan jaga. besar sekali!´ Ada nada bangga bercampur haru. memandang lurus ke depan. (hlm. Ibu saya trauma.Maria di hutan belantara. Tidak berselang lama. Jenazah sang adik kembali tanpa jantung. Kasihan dia. kebanggaan.´ tutur Yosef. ia sempat dipulangkan dari medan tempur untuk berlibur dari tugas beratnya sebagai seorang petempur. Kakak-kakaknya mengancam akan mencelakai saya bila kami nekat juga. Kematian adik kandungnya sendiri. Salah seorang pamannya sangat dekat dengan penguasa. kecintaan. Ketetapsetiaannya pada kepentingan negara dan pemerintah itu juga menjadi tambah menyentuh jika melihat kutipan perkataannya berikut ini: ³Saya benar-benar mencintai kekasih saya. dan penghormatan. Yosef ternyata masih setia pada negaranya tercinta. Mungkin. Tapi.

Dia adalah seorang istri yang ditinggal pergi suaminya (tokoh Ayah) ketika ia masih mengandung jabang bayinya²yakni tokoh Aku. Kepergian suaminya adalah kepergian ke luar negeri. Seseorang jatuh tersungkur. Yosef juga ditampilkan apa adanya sebagai manusia. (hlm. Perasaannya yang timbul dari pertemuan yang begitu membekasi hati dengan Maria diceritakannya pada seorang perempuan tidak dikenalnya di kereta api²yang kemudian ternyata akan menjadi target pembunuhannya sebagai wanita pimpinan teroris. Ketika pertama kali melihat potret perempuan muda itu. Seseorang terlihat mondar-mandir di kejauhan. Dari kutipan di atas bisa terlihat kesedihan yang sangat di hati Yosef kala terpaksa mesti berpisah dengan kekasih hatinya. Yosef kelak tetap ditampilkan sebagai serdadu berdarah dingin²kondisi kejiwaan yang mungkin berhimpitan dengan sisi sentimennya. Yosef sempat tercenung lama: pemimpin para teroris. Ya. pikir Yosef. Pastilah dia.memalukan. di balik keteguhannya membela dan mengabdi penguasa tersebut. menyambar. 19-20) Dalam cerpen ³Makan Malam´ terdapat tokoh Ibu yang menjadi pusat penceritaan. nyatanya ia tidak perlu berbangga dengan kesetiaan dan pengabdian pada negara yang bersandang di bahunya. Kini dinyalakannya telepon seluler dan melapor pada sang komandan. Bagaimanapun. Titik merah dalam lensa Yosef ikut bergerak. Ia pelan-pelan menarik picu senapan. Berikut kutipannya: Tirai sebuah jendela di lantai tujuh gedung seberang terbuka lebar. Kaca jendela pecah berkeping di gedung seberang. menuju titik merah pada lingkaran. Suaminya tidak bisa lagi kembali ke dalam negeri disebabkan sebuah gejolak politik besar yang tengah melanda pemerintahan dalam negeri. Yosef sudah melaksanakan tugas. Di saat dan konteks seperti ini. saat Yosef barangkali terpaksa untuk tahu diri bahwa ia orang kecil²lebih konkretnya lagi: bergaji kecil dan memiliki hidup yang membuat keluarganya khawatir. Pupil matanya menajam. sejajar dengan tempatnya berada. Yosef menjadi orang kecil biasa yang menyerah pada petinggi-petinggi bangsa namun seraya tetap memelihara cinta dan setia. dunia ini memang kejam pada serdadu. Perempuan tersebutlah yang pada kisah sebelumnya mendengar segala keluh kesahnya. Bekunya perasaanya itu kembali hadir di akhir cerita pada saat pembunuhan wanita pimpinan teroris yang menyimpan sebagian rahasia hidupnya. Ia telah membunuh perempuan itu. Kini sasarannya berdiri membelakangi jendela. Ia membayangkan dirinya seekor elang. berbicara pada dua teman. Meski begitu. Ia teringat perempuan yang dijumpainya di kereta sebulan lalu. Hal ini juga menunjukkan segi sentimental Yosef. Kebetulan sang suami tersebut berlatar belakang politik . melenyapkan nyawa orang yang menyimpan sebagian rahasia hidupnya.

Di sekolah. Ibu sedang hamil 5 bulan.bertolak belakang dengan pemerintahan yang berkuasa (kemudian) setelah berhasil merebut kekuasaaan dari pemerintah lama. Sebagai orang tua tunggal (single parent). 22-23) Sementara kenangannya yang terasa indah pada lelaki itu dapat dilihat pada kutipan berikut ini: ³Sebaiknya kamu bertemu Ayahmu. aku seolah ditinggalkan sendiri dan bukan bagian dari dirinya lagi. dan akhirnya. Aku sudah lahir dan butuh susu. Ibu melamun. Lama-kelamaan tokoh Aku pun terbiasa menerima kenyataan bahwa ibunya punya banyak ³langganan´ lelaki. Pria-pria silih-berganti. . Rencana kepulangan bapak kandung anaknya ternyata menggelisahkan tokoh Ibu. setelah siaran radio berkali-kali menyiarkan berita kudeta. Kalimat µI love you¶ cuma terdengar sekali. saat langit masih gelap. demi membelikan kebutuhan ³susu´ anaknya. Ibu memutuskan kembali ke kota. Dulu sering kulihat Ibu melamun. Ketika Ibu melamun. Banyak orang dibunuh.´ (hlm. Ibu meninggalkan rumah itu dan pergi ke kampung nenek. Sekarang Ibu kembali pada kebiasaan lama. tokoh Ibu. Di sisi lain ia seperti memendam amarah karena tiadanya kabar sekian lama dari sang suami tercinta tersebut sehingga dia terpaksa melacur dan membesarkan buah hati mereka hanya sekadar dengan curahan kasih sayang seorang ibu. Fitnah-fitnah mulai gencar. terpaksa menjalani hidup sebagai pelacur (pria-pria silih berganti). ³Siapa?´ ³Lelaki itu. sehari sebelum lelaki itu datang. anak semata wayangnya ini (tokoh Aku) terpaksa harus menerima fakta bahwa dia cuma punya ibu dan ibunya itu dipanggil orang wanita panggilan. dengan suara serak.´ kata Ibu. Keesokan hari. serombongan orang mendatangi rumah dan mencari Ayah. Mereka mengobrak-abrik ruang kerja Ayah. Beban perasaan yang berat menekan itu dapat dilihat dari sikap Ibu pada kutipan berikut ini: Malam ini Ibu agak dingin. Sepasang matanya menerawang. seorang diri ia membesarkan dan menyekolahkan anak semata wayangnya. Mayat-mayat mengambang di sungai. kemudian makin berkurang. datar. kata Ibu. Ada apa? ³Dia akan pulang ke sini. Setelah itu kehidupanku seperti berhenti. Hidup harus berlanjut. Ketika Ibu melamun. 27) Setelah ketidakpulangan sang suami. (hlm. mengambil buku-buku dan dokumen lalu membakarnya. Di satu sisi dia terlihat masih menyimpan harapan dan kenangan lama pada sang suami. tak pernah lagi. Suatu pagi buta. ia bersembunyi dalam kamar yang tak bisa kumasuki.´ kata Ibu.

kami duduk di beranda belakang. Makan malam adalah ritual kami. kata Ibu. Kali ini Bach. Tetapi dia terekam di sini. Ibu bagai terseret dalam alunan gending. Bahkan. Jangankan berharap kepulangannya akan kembali mengutuhkan keutuhan keluarga yang sempat rumpang berpuluh-puluh tahun. Kulihat mata Ibu berkaca-kaca. Tubuhnya demam. Gado-gado. Sarapanku selalu terburu-buru. Aneh juga. Ketika aku berangkat. Bila sakit. 26-27) Kenyataannya. dan setelah kepergiannya kembali. Mengapa?´ Airmata meleleh di pipi Ibu yang mulai kelihatan kendur. untukku pun tak bisa dibagi. . setelah kedatangan sang ayah dan suami tersebut. Musik juga mengalun. aku suka Satie. Ibu menjadi perahu. Ayah suka menembang. Gending menjadi ombak. Berikut dikutipkan: Kami makan malam bersama.. Suaranya jernih. sang suami malah berkabar bahwa dia telah beranak pinak pula di perantauannya di tanah seberang (Soviet atau Rusia). Aku dan Ibu sama-sama merokok. Mereka bergulung-gulung dan saling hempas di laut lepas. tidaklah sebagaimana yang diharapkan semula. tak bisa diganggu-gugat. Kantorku lumayan jauh dari tepi kota ini. Ibu memasak sendiri makanan yang disajikan. ³Mengapa dia meninggalkan kita?´ Kemarahan menggumpal di tenggorokan. Ibu menunjuk dadanya. Suaranya merdu. Mengapa? Pertanyaan itu juga yang ada di kepalaku selama lebih dari tiga puluh tahun ini. Seperti apa wajah Ayah. Dulu ayahmu suka menembang. Jalanan macet di pagi hari. Aku makan dengan lahap dan Ibu akan memandangku dengan senyum puas. Aku makan siang di kantor. makan malam saja kami bersama. ibu dan anak. Bu? Ibu tak menyimpan potret Ayah. Kegetiran suasana setelah kedatangan sang suami dan sang ayah ini dapat terasa dari kontras suasana makan malam²yang menjadi judul cerpen ini²antara makan malam berdua Ibu dan anaknya sebelum kedatangan tokoh Ayah. ³Nanti kamu tanyai dia. Selera Ibu jadi berubah mendadak begini. Hanya sebentar dia bertamu ke rumah anak istrinya sendiri. (hlm. Di malam hari ketika Ibu mengandung aku. Ibu masih tidur. Aku pernah dininabobokkan Ayah dan itu membuat perasaanku tenteram. aku dan Ibu. kemarin Chopin. Ibu makan siang di rumah. sesudah itu dia langsung pergi dan menginap cukup di hotel sebab dia akan melanjutkan ³bernostalgia´ mengunjungi teman-teman lama di dalam negeri lamanya. Tempe goreng. Kami selalu makan malam berdua. Tiap makan malam usai. Makan malam adalah waktu kami bersama. Padahal. Kedatangannya ternyata hanya sekadar minta maaf pada istri tuanya dan memberikan syal buatan Rusia pada anak lamanya²dengan ekspresi ³dingin¶ pula. Sup ikan. Ya. Aku selalu bergegas.Ibu sakit lagi. Ibu senang mendengar gending Jawa. saat kedatangannya.

´ Kulirik Ibu yang tertunduk diam. ³Ayah berencana tinggal di sini?´ ³Belum tahu. Inilah Ayahku. Aku mendekam dalam kamarku. Tak ada musik klasik. aku tak biasa mengenakan syal untuk penampilan sehari-hari. Layar komputer menyala. berputar.´ kata Ayah. bisiknya. seperti bayi tidur. ya sudah. Bagaimana aku menghadapi pria ini? Kami makan tanpa suara. melayang di udara. Denting sendok garpu saling bersahut. Yah. Tetapi. Di sana aku juga punya kehidupan. Kadangkala. Setelah makan malam. kenapa pulang?´ Ia memandangku. dan Ayah. putih. atau bergulung. Di antara biusnya.´ Aku memanggilnya ³Om´! Ibu langsung mengusap-usap punggungku. Aku.Asap tembakau yang putih mengepul. Kadangkala ia menampar wajahku atau wajah Ibu sebelum ditelan udara dingin yang mengisapnya. Tulang-tulang rahangnya mengeras. 21-22) « Makan malam kali ini kami bertiga. Panas. ³Jadi. kemudian lenyap. kulihat sepasang mata Ibu yang terpejam. ³Aku mau selesaikan urusan dengan Ibumu.´ Entah kenapa. ya « terima kasih. Jasnya kebesarannya. Uban sudah memenuhi kepala. 28-29) . Ibu membeli makanan terbaik dari restoran mahal. ³Oh. ³Kamu bisa mengenakannya untuk bepergian. Suaranya gemetar. ³Cerita apa? Aku belum punya cerita. Dan sekarang lagi nggak pengen nembang.´ Malam itu mereka berbicara di beranda.´ ³Oh. (hlm. Ini negeri tropis. mirip rintihan.´ ³Hmm « suaraku nggak bagus lagi. Mungkin nggak.´ kataku. Ibu kelihatan damai dengan mata terpejam. aku ingin mendengar e « Ayah bercerita. Kalau begitu menembang saja. Aku seakan monyet yang terjebak. Ibu. Tenang. Aku malas. Desain majalah yang harus selesai besok kubiarkan terbengkalai. ³E. mengisap ganja. Namun. bergetar. Wajah pria di hadapanku tirus. suasana menjadi ganjil. dengan rongga mata dalam. aku ingin menangis. Ibu dan Ayah tak berani saling pandang. Om « eh. kami juga mengisap ganja. (hlm. Ayah memberiku sehelai syal biru.

Papa nggak mikir apa-apa. Papa punya pacar lagi. Chopin. Wanita yang dipacari dan dikawininya secara tidak resmi tentulah dalam jumlah tidak berhingga. dia digambar masih sehat wal afiat adanya. Bach. Ayah. Siapa tahu ada yang memberatkan pikiran Papa. (hlm. Barangkali inilah sebabnya secara resmi ia berhasil sudah menikahi beberapa wanita. Dari lantai rumahnya yang asri ia mengamati perubahan alam dan kondisi. ya? . Sakit pada tubuh bisa diobati. Aku selalu berbicara padanya tentang bermacam hal. Namun. Sakit pada hati sampai mati. Kesehatan Ibu makin memburuk. lho. kali ini aku yang memasak untuk kami. Pengertian gemar di sini adalah bernilai lebih dari standar. masih bisa mencicipi makanan enak. Perobahan cuaca dihayatinya sebagai suatu karya seni yang indah di mata dan ³sedap´ di hati. Nggak ada. Jika standar kebutuhan seorang pria adalah empat buah. Karakter seperti ini bahkan awet hingga dia lansia. tentu saja keadaan fit dengan konteks orang yang sudah tua. Ia sudah jarang berbicara padaku.« Aku dan Ibu masih makan malam bersama. Diceritakan bahwa Kakek Mar berdesir darah kala mengamati ³keindahan´ gadis-gadis muda. Keindahan yang semakin lengkap sempurna berkat sokongan kondisi fit fisiknya. Pa. Beruntunglah ia. Minggu lalu. 33) Selain itu. Aku juga menyuapi Ibu. Kakek Mar tentulah tidak akan merasa cukup jika mendapat sebegitu saja. Pada usianya yang semakin uzur dan renta. kata itu makin sayup dan tak terdengar lagi «. hipertensi. 30) Tokoh dalam cerpen ³Pesta Terakhir´ adalah seorang kakek tua yang dalam cerpen ini cuma disebutkan dipanggil Mar oleh temannya Mursid dan Papa oleh anaknya Alma. tak punya penyakit jantung. Siapa tahu. Tokoh Alma adalah putrinya dari istri yang ketiga. Beethoven. ia kubawa ke dokter. Diceritakan Kakek Mar ini sedang menikmati ketenangan hidupnya sebagai seorang senior citizen. Kakek Mar dalam cerpen ini memang ditampilkan kukuh dan kokoh sebagai seorang petualang cinta atau petualang wanita. (hlm. Kakek Mar ini dari dulu (masa mudanya) digambarkan sebagai seorang pria ³flamboyan´ yang gemar keindahan wanita. Kami akan selalu berdua. Mungkin perolehan nilai lebih ini berkat karuni kesehatan fisik yang diberikan Tuhan padanya. Jangan ngomong begitu. atau maag kronis seperti kebanyakan teman seusia. Schubert « silih-berganti.

Alma hanya tertawatawa melihat kelakuan ayahnya. Ia dulu memburu Harini karena tergila-gila pada cawak di kedua pipi perempuan itu yang muncul tiap senyum atau tawa merekah di wajahnya yang bundar. Mar? Mursid berbisik di sisi sang mempelai pria yang menyeringai nakal. Ia tinggalkan begitu saja lantaran jemu « Istri pertamanya. minta bercerai setelah memergoki ia berselingkuh dengan perempuan lain yang kemudian menjadi istri keduanya « Connie gigih menjanda sampai kini. Masak perempuan sedunia mau kau kawini. menghilang« Ia menduga rasa penasaran dan nelangsa akibat ditinggalkan itulah yang membuat cintanya pada Alijah seolah abadi. Harini mencurahkan seluruh waktu untuk putri mereka. Ia jadi teringat Mursid. Tak terhitung gundik maupun pacar yang tersebar di berbagai kota dan negeri yang pernah disinggahi. ia tak pernah merasa tua apalagi buruk rupa. Namun. Nafsunya. Connie. Sejak muda ia memang gemar keindahan wanita. Indo-Belanda. Ia tak tahan. Bahkan. siapa yang mampu mampu mengikat selera pria binal? Ia dan Harini memutuskan berpisah saat Alma berusia 12 tahun. si teman karib. Olala. Ia menghabiskan waktu untuk para wanita. berbulan-bulan. meski mereka berdua masih berstatus suami-istri. yang lebih cermat ketimbang tukang jahit. berpanggul lebar dan suka berdendang. Mar.Pacar? Kamu kok tanya yang begitu-begitu. Ibu kandung Alma. Serangan jantung. terutama. (hlm. Yang terakhir. Berkali-kali ia onani saat teman-temannya sudah bergeletakan tidur malam sehabis korve seharian yang menyiksa. 35-39) Dari kutipan di atas terlihat bagaimana hasrat Kakek Mar terhadap ransangan dari kaum Hawa . sampai tiga kali. cinta pertama Mursid menjadi kekasihnya yang kesekian« Ketika ia menikah. Istri keduanya. Tiga perempuan pernah menjadi istrinya. Gimana kamu sendiri? « Sejujurnya. selalu menolak ditemui. satu saja tak akan habis. « Dalam sel yang sempit di Salemba dulu. masih menyimpan sakit hati. mengamati ukuran bokong mereka. butuh pelampiasan. ya. Mursid paling sering menentang tabiat Don Juannya itu. meninggal dunia tiga tahun lalu. Darahnya tetap berdesir macam ombak laut bila berpapasan dengan gadis-gadis belia. Sudahlah. ya seolah abadi. katanya. perempuan yang paling ia cintai. Mursid yang menjadi wali. istri ketiganya. sih. perempuan Italia. « Gadis-gadis mengagumi lakonnya di atas panggung dan ia dengan senang hati memacari mereka. Kadangkala ia bersiul menggoda gadis-gadis yang lari pagi di jalan depan rumah. mereka pernah bertaruh dengan nasib.

(hlm. Mengikuti deskripsi tentang Ia pada awal hingga tengah cerita²dari apa-apa yang diceritakan pengarang tentang ³pekerjaan´ tokoh ini²hanya akan meghasilkan penafsiran pada pembaca bahwa tokoh tersebut adalah seorang pelacur. Minat dan hobi yang seperti inilah yang membuat Kakek Mar tega mengkhianati kawankawannya sendiri. karena memang jenis kelamin inilah yang umum dikenal dekat dan lekat pada ³profesi´ tersebut²terutama lagi bagi bangsa timur. Menariknya tersebut adalah bahwa cerpen ini memberikan kejutan kepada para pembaca dengan mengaburkan jenis kelamin tokoh cerpen ini pada awalnya hingga baru diketahui dengan jelas. Lebih menariknya lagi. Berkat bocoran informasi darinya. Berikut kutipan teks yang bisa diduga dapat memainkan penafsiran pembaca tersebut: Ia biasa mengambil meja di pojok. Pada akhir ceri a t diperlihatkan bahwa rasa bersalah dalam diri Kakek Mar membuat dia berkeinginan melakukan pengakuan dosa pada Mursid. kepastian jenis kelamin tersebut. Tokoh dalam cerpen ³Balada Hari Hujan´ adalah seorang waria yang oleh pencerita tidak disebutkan namanya melainkan hanya dideskripsikan dengan menggunakan pronomina Ia. Dari kutipan paragraf terakhir terlihat bagaimana saat-saat ia harus hidup terkurung di bui pun ia mesti juga mencari-cari kesempatan untuk memenuhi tuntutan libido berlebihannya. Sanborn mengingatkannya pada seorang pria berkaca mata hitam yang tersenyum lepas pada halaman sebuah majalah musik.begitu dahsyatnya. kawan baiknya. Hal ini bisa menjebak pembaca. Ia biasa ditemani rengek saksofn David Sanborn yang selalu terdengar di sini pada jam kedatangannya. . terutama ke tempat-tempat umum dan ramai orang. Hmmm« Sejak melihat Sanborn yang funky dengan kaca mata hitam ia pun selalu mengenakan kaca mata hitam bila bepergian. pada akhir cerita. Seusai kerja paksa ternyata ia masih bertenaga untuk melaksanakan ³kerja´ lainnya. teknik penceritaan seperti menghadirkan alur yang mengklimaks untuk membawa pembaca pada penafsiran jenis kelamin tokoh Ia ini. Pengkhianatan Kakek Mar terhadap kawankawanya inilah yang kemudian menjadi bahan cerita dalam cerpen ini. Tokoh Ia ini dilukiskan dengan teknik penceritaan yang cukup menarik. warna batu kelahirannya. warna cat kuku kesayangannya. termasuk Mursid. dekat porselen persegi berisi rumpun mawar plastik warna kuning yang rimbun. yang sama-sama di tahan bersamanya di sebuah sel sempit di Salemba. mirip pacar pertamanya. bahwa Ia berkelamin wanita. kawan-kawannya dikirim dengan kapal pertama ke sebuah kamp dan dia menghirup hidup bebas. 58) « Kuku-kukunya terlihat berwarna biru turquoise.

sebal. Kesedihan ternyata menimbulkan orgasme juga. Ia mencibir ke arah mereka dan bibirnya terasa kering. Jari-jari kakek yang kurus terasa tajam di daging muda yang lunak. 60) Ia mulai meniup-niup bubur ayamnya. ia merasa kesal menatap gaun dan stocking sutranya yang robek di sana-sini. 59) « Ia mengenal beberapa pria mengesankan saat hujan. lalu berpaling lagi pada kesibukan semula.´ suara perempuan bernada alto mampir di telinganya. (hlm. Mereka bertemu tadi malam. Kali ini buru-buru diraihnya lip balm rasa stoberi. Secangkir susu coklat juga diangsurkan pelayan ke hadapannya. « ³Maaf. Sekilas ia melihat pelayan mengerdipkan sebelah mata sebelum berlalu. pikirnya. setia mendengar keluh kesah Ben tentang anak-anak yang satu . Pria yang menerima segala kekurangannya itu bersedia mengawininya dan ia akan merawat Ben dengan baik. ³Genit. (hlm. Jeng. (hlm. Ia tak begitu peduli pada tatakrama yang diajarkan neneknya bahwa pantang mengeluarkan bunyibunyian saat mengunyah makanan atau meneguk minuman. ³Bibir yang kering menandakan kesehatan yang buruk. 61) « Ia masih ingat cengkraman kencang pria itu pada leher dan bahunya yang terbuka. lalu menyeruput cairan kental itu dengan suara keras. meski orang tua itu selalu memberi uang belanja untuk mengganti pakaiannya yang rusak tiap kali mereka selesai bercinta. teringat tips kecantikan di sebuah majalah wanita. Ia juga sering bersendawa seenaknya bila gas dalam perutnya yang kenyang mendesak keluar.« ³Sok ninggrat. Semula ia berharap Benyamin menjadi yang terakhir. bubur ayam yang masih mengepul panas. Pelayan datang membawa nampan berisi pesanannya. Boleh saya ambil sambalnya. Tatakrama kurang menghargai ekspresi masing-masing pribadi. sudahlah. Pandangan mereka bertemu. memperpendek umur. 59-60) Ia mendadak terkikik-kikik « Ia sendiri lebih suka membaca novel-novel percintaan. (hlm. Ia terkikik lagi. mungkin menganggapnya gila. Pikiran romantis hanya membuat hati sedih. setulus hati. Dengusan keras seakan mampir di telinganya lagi « Sesudah kegaduhan berlalu. terutama yang berakhir tragis. Sepasang muda-mudi di sudut lain kafe tersebut melirik sebentar ke arahnya. Ah.´ pikirnya. Ia memang mencintai pria itu.´ pikirnya . Si pelayan tersenyum simpul. pagi ini tak ada lagi kenangan. Mungkin.´ pikirnya gundah. mengingat sang pria. sinis.

Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun. Namun kenyataan berikut yang secara tidak sengaja ia temukan. melanjutkan lagi roda takdirnya. . Ia diceritakan mesti menghibur diri kembali bermain dengan kawan-kawan sepermainan dan sepernasibannya.demi satu meninggalkan rumah untuk berkeluarga dan tak lagi peduli pada ayah mereka yang sendirian. 62) Seperti biasa. « Ia membalas tatapan si pria tua secara khusus. (hlm. tak peduli tua atau muda. Tambah pula secara linear upaya manipulasi estetik ini terasa cukup runut dan runtut membentuk klimaks pada bagian akhir. bahwa lelaki ini telah berdusta. Tokoh Halifa dalam cerpen ini adalah seorang perempuan muda yang telah lama tidak kembali ke kampung halaman. Dari fakta terakhir ini baru bisa dipahami hubungan antara kata-kata yang terkesan saling bertolak belakang. lurus-lurus dan berani. Dalam cerpen ³Lelaki Bearoma Kebun´. ada dua tokoh yang terlihat hampir sama kuat kedudukannya sebagai tokoh utama. (hlm. Ia merasa puas dan menyungging senyum lebar. sampai sang kekasih lelap dan mendengkur. Sepasang mata tua itu mendelik. benar-benar membuat perasaan tokoh Ia begitu terpukul pada akhirnya. ia mengelus-elus rambut pria itu dan menyanyikan lagu-lagu nostalgia yang digemari pria seusia Ben. sebagaimana kenyataan bahwa tokoh Ia adalah paduan antara tubuh seorang pria dan jiwa wanita. yang pertama adalah Halifa sebagai tokoh yang bercerita²meski dengan menggunakan sudut pandang persona ketiga²dan yang kedua adalah Si Penjaga Kebun sebagai tokoh yang cukup dominan dikisahkan. Ternyata lelaki tetap saja lelaki. Harapan itu semula tumbuh pada tokoh Benyamin. Suatu waktu dia menyempatkan pulang dan mendapati keadaan di kampung halamannya telah banyak berubah. Dalam keadaan yang sudah banyak berubah tersebut sekonyong-konyong tokoh Si Penjaga Kebun menjadi pusat perhatian bagi Halifa. Tak sia-sia. Sudah lama Halifa tak pulang. seperti dikutip di atas. memasang jerat untuk menaklukkan wanita. Mereka sangat pintar mengarang cerita sedih. Tokoh Ia dalam cerpen ini digambarkan sebagai seorang sosok yang berharap sangat pada akhirnya bisa menemukan pria terakhir yang bisa menjadi pasangan penghabisannya sehingga usai sudahlah profesi laknatnya selama ini. kaget. 63) (cetak tebal dari penulis) Variasi acuan dari kata-kata bercetak tebal dalam kutipan di atas menunjukkan upaya permainan penafsiran pembaca oleh pengarang sebelum pada akhirnya pembaca (bisa) dikejutkan sekaligus terpuaskan oleh fakta bahwa tokoh Ia adalah seorang waria. kakek tua yang semalam dikencaninya dan begitu Ia kasihi.

77-78) Tokoh Si Penjaga Kebun ini pada akhirnya cerita baru ketahuan bahwa dia sebetulnya masih mempunyai hubungan famili dengan keluarga Halifa. bukan sekadar orang upahan biasa sebagaimana yang selama ini diketahui Halifa dari semenjak berumur kecil. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. Bila ada yang ingin menemuinya. Akan tetapi. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. mata orang yang mau menolong. ikuti saja aroma itu. Itu galibnya perkembangan manusia. Barangkali. tanpa pengetahuan ini pun Halifa sedari kecil memang mengagumi sosok penjaga kebun ayahnya ini. ia akan tunjukkan jalan. bisa jadi obat sepinya. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang. yang punya kebun. Mungkin. lelaki itu menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga. Bila ada yang tersesat. Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. menabur kotoran ayam dan kambing di atasnya. tanah perlu makan. (hlm. ³Biar gembur.Namun. Halifa kecil tak urung bersiul-siul senang menimpali tiap nada yang berasal dari lubang-lubang suling si penjaga kebun. 79) Lelaki itu dilukiskan dalam cerita ini sebagai sosok yang setia dan tabah menjalankan profesinya sebagai tukang kebun. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan.´ katanya pada Halifa kecil. (hlm. lalu renta dan pikun. Ia menyiangi lalang dari tanah kebun. Dia merupakan jenis manusia yang mencintai apa yang menjadi pekerjaan dan kewajibannya sehingga terlihat dapat menikmati dan bisa berbahagia . rambut lelaki itu sudah memutih dan kerut-merut usia tua makin nyata. belajar beranak-pinak. Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. Matanya tak pernah menyorot garang. Kekaguman ini tentu bisa dimaklumi akan cukup berbekas hingga ia dewasa pun setelah sekian lama dan jauh berjarak dari masa lalunya. Ia punya radio transistor yang bisa menangkap siaran dari Malaysia. Bagaimana pandangan Halifa terhadap tokoh Si Penjaga Kebun bisa dilihat dari kutipan berikut ini. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. Hembusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. Kadangkala lelaki itu mengeluarkan suling dari tas resam dan memainkan lagu-lagu berirama Melayu. semacam pengumuman. Radio model lama berbentuk roti bantal itu warisan kakek Halifa. ia akan berjanji menyampaikan pesan. dari bayi merah. Apakah masih juga dikenakannya topi kebun dari kain belacu lusuh itu? Mata sabitnya yang berkilau saat terayun ke batang lalang dan semakbelukar seakan hadir di depan mata. Bila kalian ingin bertemu tuannya. Daya ingatnya pun mungkin sudah menumpul.

tuk. Ia cuma mengirim doa. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. Nyai la dak ade. atuk dak bise nampak jelas. Dengan pertimbangan dan argumentasi bahwa perasaan-perasaan tokoh Akulah yang menjadi fokus utama cerita maka bisa dikatakan bahwa . Halifa cume nak mampir sebentar. Kau di situ pun. Ade yang nak atuk cerite. dalam keadaan hujan gerimis dan jari-jari petir menyambar Halifa memaksakan diri juga untuk berkunjung ke pondokan kecil tempat Si Penjaga Kebun tinggal. Papa kau pun la pensiun. Namun. di kamar kontrakan. dan di tempattempat baru yang pertama kali dikunjunginya« (hlm.´ lanjut lelaki tua itu. 87) Dalam cerpen ³Makan Keempat´ terdapat juga dua tokoh yang terlihat cukup menonjol. yakni tokoh Aku dan Paula. Atuk ni la sakit-sakit terus. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan. Halifa juga terkenang pada keluarga besarnya: Malida. Dia adalah sosok yang menghadirkan ketenangan bagi mata yang memandang dan menebarkan kedamaian bagi siapapun yang berpapasan dengannya. di bus. Aku adalah ayah Paula. Halifa telah kembali ke tanah rantau. Semue la berubah. Lame dak pulang. membawa gelas air.atas apa yang dikerjakannya itu. serta nenek dan kakeknya. Yai kau ape agik. adiknya. Dari pertemuan inilah Halifa baru mengetahui rahasia pertalian darahnya dengan Si Penjaga Kebun yang selama ini tidak diketahuinya. Banyak yang berubah. seraya duduk di tepi ranjang. terutama hidupnya yang sendiri. Ketika si penjaga kebun meninggal dan jenazahnya dimakamkan. perihal Si Penjaga Kebun inilah yang dilukiskan masih setia membayangi hari-hari selanjutnya Halifa di bumi perantauan. sebentar agik nak pulang ke tanah. Pilihan hidupnya yang memilih sendiri sungguh mengagumkan buat Halifa sedari kecil.´ kata Halifa. tertatihtatih mendekati Halifa. dak ape-ape. mengas sampai « mate ni la dak keliat agik la. 84) Oleh karena itu. Kebenaran kau pulang. Lelaki itu akhirnya mengungkap kisah yang mengguncang Halifa (hlm. ayah dan ibunya. Di sana Halifa mendapatkan lelaki tersebut sudah mulai sakit-sakitan. Di sana Si Penjaga Kebun sakit-sakitan tersebut menceritakan sesuatu pada Halifa dewasa. kabur. Nilai-nilai yang bisa dipetik dari orangorang tercintanya tersebut senantiasa membekas dalam sanubari Halifa. Macam-macam sakit pun ade. ³Benar. dari pening. 85-86) Selain terhadap Si Penjaga Kebun. Sebagai penutup cerita cerpen ini. di kantor. ³Oh. (hlm.

Kusaksikan Paula sirna. 133]). Ada pula dugaan-dugaan bahwasanya Paula telah disekap dan disandera pihak penguasa karena aktifitas subversifnya. Tubuhnya meluncur lurus ke muka. ia memunggungiku. yang jelas. Paula selalu datang ketika hanya pijar lampu bacaku yang menyala dan membuat gradasi cahaya. Ia meninggalkan aku. Tubuhnya memancarkan sinar putih. Sebab itu sulit untuk membuktikan keberadaan Paula. Namun. Tokoh Aku dalam cerpen ini. aku sering berteriak-teriak memanggil namanya dan berharap ia berbalik serta menatapku. Dan lantai licin yang kupijak tiba-tiba berperekat. mirip tikus terjebak di perangkap berumpan. salah satunya secara retoris²dalam pengertian teknik bercerita²didukung oleh pemilihan sudut pandang ini. Rasa sedih dan pedih kehilangan Paula tersebut menghadirkan ilusi bagi tokoh Aku pada harihari berikutnya tanpa kehadiran Paula. aku masih berharap. Tak sekalipun ia menggubris. Menyedihkannya²terlebih²kepergian tokoh Paula tersebut bagai menghilang tanpa jejak dan tiada berbekas. Karena pengarang dalam cerpen ini tidak bersikap dan bersifat mahatahu selalu. Aku tertahan di atasnya. Kedua telinganya bagai tersumbat besi tempaan. Berikut kutipannya: Paula datang ketika lampu-lampu ruang telah padam. apakah masih hidup atau memang telah tiada. diceritakan kehilangan Paula. putri tercinta mereka. Elia. Terlebih lagi tokoh Aku faktanya menjadi pusat pengisahan cerita ini sehingga dia senantiasa terlihat konsisten mengawal alur cerpen ini. meluncur di lantai. Kuletakkan kotak cerutuku di meja dan bangkit perlahan dari kursi malas untuk menyambutnya. Jiwa Paula seolah tetap datang kembali ke rumah orang tua tercinta sebagaimana harapan seorang Aku yang selalu terkenang buah hatinya. . Ketika belum terbiasa dengan cara datang dan pergi Paula. menggantung kaku. Berpijar. sebelum lebur dalam udara. Lembut. kemudian menghilang tepat di tengah lorong menuju dapur.ayah tokoh Paulalah yang menjadi tokoh utama cerpen ini. Ia meninggalkan ruang lengang tanpa aroma. entah tenggelam di lautan atau ditelan daratan (dimakan hiu atau disekap dalam benteng bawah tanah [hlm. Namun. demi menghilangkan kesedihannya tokoh Aku akhirnya memutuskan untuk menganggap bahwa Paula telah di alam baka sana. terbit dari tiada dan lenyap ke dalam tiada. dan istrinya. Dibiarkannya kami menunggu selama sepuluh musim. ketika temaram di sekelilingku benar-benar hilang di ujung lorong gelap-gulita. Datang dan perginya bagai tuah dari tongkat sihir. soal keberadaan Paula pun hingga akhir cerita tetaplah kenyataannya berselimut kabut misteri. Pada akhirnya. Kedua tanganku yang bersiap memeluknya tertahan di udara. Untuk itu kedua orang tua tokoh Paula ini membuatkan makam untuk putri kesayangan mereka.

Alang-alang yang subur jangkung. hanya berduaan saja. (hlm. Berikut dikutipkan narasi cerita ketika dalam cerpen ini dikisahkan Yosef bertemu langsung. 13) Noktah-noktah cahaya timbul-tenggelam di bidang jendela. Peristiwa-peristiwa dalam cerita pun cenderung mendukung bagi terciptanya suasana seperti ini.Aku menyebut namanya.3. seperti barisan kunang-kunang muncul di jendela. dengan tokoh Maria Pinto. letih« (hlm. Tidak hanya pelataran suasana alam semata yang menjadi sarana untuk membangun atmosfer gelap seperti ini. cemas. Udara menjelma mantra ganjil yang berdengung dalam bahasa sihir. tokoh utama cerpen ini. suara serak ini hanya dijawab oleh gemanya sendiri. 16) Penggambaran latar yang umumnya telah terpisah dan berjarak dari peristiwa utama cerita. (hlm. Noktah-noktah cahaya dari perkampungan. Angin tiba-tiba menggeliat bangkit dan mendesis. panglima perang mistis . Namun. khususnya enam cerpen yang dibahas. Keniscayaan yang lain memendarkan nyeri lagi pada ulu hati« Lorong kereta begitu sunyi. semak-semak duri di tanah gersang. 15) Kesenyapan dan kesabarannya saling beradu. seperti dikutipkan di atas. (hlm. membius segala yang bergerak dan keras kepala.2 Latar Latar yang dianggap paling menonjol. Sesuai kecenderungan ekspresi kemanusiaan yang begitu teraba dan terasa dari dua belas cerpen kumpulan cerpen ini. Orang-orang lelap dalam selimut katun seragam biru tua. mengerat sepi. yang akan dibahas pada bagian ini adalah latar suasana. senang. Namun. diikuti desah napasku yang berat. 123-124) 3. haru. memperlihat suasana yang muram dan agak suram. dan gunung batu terjal di kejauhan« Kereta ini seperti melayang di tengah gelap. Suasana ³kelam´ seperti ini terlihat sangat sesuai dengan kemurungan jiwa yang tengah melanda prajurit Yosef Legiman. terkait tema-tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen ini. latar suasana dalam cerpen-cerpen tersebut terlihat sangat mendukung bagi tema-temanya. selebihnya gelap pekat. 11) Angin pun berangsur tenang. Bunyi gesekan sayap-sayap jangkrik makin menggema. wangi. (hlm. Sebagai contoh berikut akan dikutipkan beberapa potongan paragraf dari cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´. Atmosfer ini juga sesuai dengan keseluruhan tema cerita yang mengungkapkan kegalauan hati Yosef sebagai seorang prajurit tempur atau sniper yang mesti menjalani suratan takdirnya membunuh sesama manusia. putus asa. dengan tekanan dan perasaan beragam.

Namun secara keseluruhan. saat langit masih gelap. saat langit masih gelap. setelah siaran radio berkali-kali menyiarkan berita kudeta. pelataran suasana tersebut cenderung menunjang bagi suasana kepedihan manusia yang dominan menjadi nuansa tema-tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen ini. Mayat-mayat mengambang di sungai. kegelapan dalam pelataran ini bukan tersurat lewat keadaan tempat atau saat yang kelam²pengecualian pada bagian Keesokan hari. Berikut dikutipkan dua buah paragraf dari cerpen ³Makan Malam´. (hlm. paru-paru. dan tulang-tulang tengkorak gadis tersebut dengan jelas. mengambil buku-buku dan dokumen lalu membakarnya. bergulung-gulung di atas kami dan aku menembaknya. (hlm. Suatu hari kabut itu datang lagi. Meski masih sangat eksplisit terasa bernuansa gelap. serombongan orang mendatangi rumah dan mencari Ayah.pasukan musuhnya. Fitnah-fitnah mulai gencar. Pria-pria silih-berganti. 12-13) Hal seperti ini juga dapat dengan mudah ditemukan pada cerpen-cerpen lainnya. Berbagai objek cerita sangat memungkinkan untuk terjadinya bermacam variasi. Ibu sedang hamil 5 bulan. aku saksikan tujuh orang terkapar mati di tanah. kata Ibu. Berikut dikutipkan: ³Ketika kabut datang. Kepala mungil yang cantik berubah membesar dengan pupil-pupil mata yang menonjol serta kulit wajah mengeriput. Negeri itu memang ajaib. tersenyum pahit.. (hlm. Setelah itu kehidupanku seperti berhenti. bergulung-gulung melewati medan pertempuran. 27) Pelataran di atas berangkat dari peristiwa-peristiwa dalam cerita atau berupa aksi kejadian. Keesokan hari. Banyak orang dibunuh. Aku sudah lahir dan butuh susu. Ketika kabut lenyap. anggota pasukan kami satu demi satu mendadak gugur dengan luka tembak.´ kisah teman Yosef. Suatu pagi buta. Mereka mengobrak-abrik ruang kerja Ayah. Ibu memutuskan kembali ke kota. usus. Kutipan di atas menunjukkan bahwa kekelaman suasana tidak hanya . Ibu meninggalkan rumah itu dan pergi ke kampung nenek. Ia bisa melihat jantung. Bagian ini merupakan kisah perpisahan antara tokoh Ibu dan Ayah saat tokoh Aku belum lahir dikarenakan sebuah huruhara politik dan sosial. Hidup harus berlanjut.. Tentu saja tidak semua pelataran menciptakan atmosfer yang cenderung ³gelap´ seperti ini. tanpa henti. 17) Hal seperti ini juga terasa dari kisahan rekan Yosef yang telah terlebih dahulu terjun ke medan tempur menghadapi Maria dan gerombolannya.²melainkan melalui kejadian-kejadian yang mengisi dan menempati waktu dan ruang statis itu.

juga terlihat pada kutipan dari cerpen-cerpen berikutnya. 64) « Berminggu-minggu anak-anak tersebut ditinggalkan ibunya yang berharap ada orang kampung datang dan menyelamatkan mereka. Anak-anak itu terkurung di sana. Amis lumpur menguap dari kolam dangkal serupa kubangan kerbau itu. (hlm. Udara taman berdebu. (hlm. patung perempuan gemuk memegang kendi telah bersalut kerak debu. Setelah itu ia benar-benar senyap dari muka bumi. begitu asing. debu« Bagaimana mengikis debu yang menebal di benaknya? Ia melihat daundaun gugur melayang dari pohon. Suatu hari ketika perempuan itu kembali untuk memastikan anak-anaknya telah diambil orang. Daun teratai yang layu dan busuk mengambang di permukaan air coklat keruh. Lelaki Beraroma Kebun´ dan ³Makam Keempat´. Ia rapatkan kerahkerah mantelnya. ia menemukan lima mayat tergeletak di lantai tanah dan telah membusuk. Ternyata pikiran yang kalut membuat si perempuan telah mengunci gubuk dari luar. Seorang lelaki tua berdiri tegak di depan jendela yang terbuka. Masing-masing. Air mata mulai mengembang di balik kaca mata hitam ala Sanborn. secara berurut. (hlm. Barangkali. tanpa mampu berteriak minta tolong. 8687) « . 31) « Hujan masih menyambutnya di luar kafe. tapi tak bisa. Payung ungu itu mengembang lagi. sebagaimana kecenderungan tematik kumpulan cerpen ini. Terlihatlah juga betapa suasana mencekam dari peristiwa kerusuhan di atas sangat mendukung bagi suasana penderitaan hati tokoh Ibu yang menjadi tema cerpen ini. memandang lurus patung di taman. Orang-orang kampung melihatnya berlari kencang ke dalam hutan sambil melolong.ditampilkan lewat pelataran gelap sesuatu latar tempat dan waktu namun juga secara lebih berjarak dengan tafsiran dan pemaknaan atas atmosfer sebuah peristiwa atau lakuan tokohtokoh cerita. Debu. Perempuan itu tak sadarkan diri dan saat siuman ia sudah lupa pada siapa pun. Jalan yang basah menyambut langkah-langkah kaki yang menggigil. merupakan kutipan dari cerpen ³Pesta Terakhir´. ³Balada Hari Hujan´. Ia merasa hidup begitu sepi. Suasana suram yang dibangun oleh pelataran. Angin sore terasa kering dan tajam. Tapi matanya terasa pedih. Merasa ada yang lucu dalam hidupnya. Ia mencoba bersenandung. ia mati dimangsa ular atau buaya yang menghuni sungai. Di susut kolam. berair. Langit abu-abu tua. menahan udara dingin.

seperti kucing demam. pikirnya. Barangkali. (hlm.3 Sudut Pandang Sudut pandang persona ketiga digunakan pada cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´. kurus dan ringkih. Tubuhnya makin menggigil oleh terpaan udara dari pendingin ruang. Kini ia mulai menangis terisak-isak. dan ³Lelaki Beraorma Kebun´. ini pestaku yang terakhir. Mungkin. Mursid mengelus punggungnya. 13) Dari kutipan di atas terlihat bahwa narator juga bisa mengetahui perasaan dan pikiran tokoh ceritanya. sendu. (hlm. seraya mengerjap-ngerjapkan mata yang basah. lalu kembali menekuni halaman-halaman buku. Tangan Mursid bergetar dalam genggamannya. Ia ingin membuat pengakuan. Semula ia kurang berminat mendengar ocehan prajurit cengeng ini. ³Pelayan lupa menaikkan volume. Tetapi. selamat ulang tahun teman duniaakhirat. berikut kutipannya: Perempuan muda itu terusik sebentar. Ia membayangkan teman-teman prianya masih meringkuk dalam pelukan istri atau pacar mereka. Benarkah? Air matanya meleleh. kemahatahuan pengarang bisa dilihat dari kutipan berikut ini: Hari masih terlalu pagi untuk orang-orang yang takut pada cuaca dingin bulan Juni. inilah wajah orang yang hidup-mati dari perang. ³Balada Hari Hujan´. Berikut kutipannya: Mursid muncul di ambang pintu. ³Pesta Terakhir´. Tak urung air matanya terbit ketika Mursid lagi-lagi berbisik. 124) 3. sedangkan pada cerpen ³Makan Malam´ dan ³Makam Keempat´ yang dipakai adalah sudut pandang persona pertama. Pada cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ terlihat sudut pandang persona ketiganya bersifat mahatahu.´ gerutunya. menyerupai zombie. Kelopakkelopak bakung di bawah jendela terlihat segar berair. Jari-jari kakinya terasa mengeriput dalam stocking sutra setengah basah. Alangkah ganjil menyaksikan penembak jitu memercayai hal-hal yang jauh dari hukum benda dan kasatmata. dia terkesiap ketika menatap wajah si prajurit.Kalian akan melihat sepasang rongsokan manusia berjalan tertatih-tatih. wangi kaldu ayam dalam adonan . menuju baku. Ia menyambutnya dengan peluk hangat. 42) Narator cerpen ini terlihat mengetahui pikiran dan gumaman di dalam sanubari tokoh yang diceritakannya. (hlm. Ia mendorong pintu cepat-cepat. Tapi. Ia menuntun Mursid ke sofa. dalam hati. Dalam cerpen ³Pesta Terakhir´ juga sama.3. Dalam cerpen ³Balada Hari Hujan´.

Kantorku lumayan jauh dari tepi kota ini.1 Kehampaan Jiwa dan Kesetiaan terhadap Tugas pada Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ Masalah kemanusiaan yang diangkat dalam cerpen ini berpusat pada sikap hidup yang dilakoni . ibu dan anak.bubur membuat otot-otot lambungnya berdenyut keras dan tubuhnya yang menggigil itu mulai dialiri hawa panas. putrinya. Namun sulit pula untuk diingkari bahwa akibat dari aktifitas politik Paula tersebutlah²yang berimbas pada ³kehilangannya´ atau ³penghilangannya´ dan lalu berimbas pada kesedihan kedua orang tuanya (terutama lebih intensif lagi digarap pada detail perasaan tokoh Ayah)²yang paling dekat berkaitan dengan tema kemanusiaan pada cerita ini. Wajar kiranya sentral garapan cerpen ini berfokus pada perasaan sosok ayah yang kehilangan putrinya (tokoh Aku). tak bisa diganggu-gugat. Makan malam adalah ritual kami. (hlm. Selain itu secara kuantitas terlihat tokoh Akulah yang dominan mengawal alur cerita. Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun. lah yang menjadi bahan ceritaan dalam cerpen ini. makan malam saja kami bersama. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. (hlm. 58) Sifat mahatahu pada sudut pandang persona ketiga cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ bisa dilihat pada kutipan berikut ini. Sarapanku selalu terburu-buru. Pada cerpen ini justru penceritanya menjadi tokoh utama. lelaki itu menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga. Makan malam adalah waktu kami bersama. Ketika aku berangkat. Hal ini berbeda dengan sudut pandang persona pertama pada cerpen ³Makam Keempat´. Sudah lama Halifa tak pulang. Kami makan malam bersama. Namun.4 Tema 3. Ia biasa mampir ke kafe ini untuk sarapan. 77-78) Teknik penceritaan dengan menggunakan sudut pandang persona pertama pada cerpen ³Makan Malam´ bisa dilihat dari kutipan beikut ini. 21) Dalam cerpen ³Makan Malam´ ini tokoh Aku sekadar berperan sebagai tokoh tambahan sehingga sudut pandangnya pun berupa sudut pandang ³Aku Tokoh Tambahan´. Ibu masih tidur. Aku selalu bergegas. (hlm. Aku makan siang di kantor.4. Ya. 3. Ibu makan siang di rumah. Memang sulit untuk tidak diakui bahwa aktifitas tokoh Paula. aku dan Ibu. Jalanan macet di pagi hari.

Menariknya. sebagaimana dieksplisitkan secara tekstual pada kutipan sebelum ini. Yosef membiarkan iring-iringan di langit itu berlalu. lalu membuat pengakuan dosa serta jadi amat perasa? (hlm.´ ujar Yosef. diceritakan disebabkan oleh peristiwa pertemuannya dengan tokoh Maria Pinto. Dua-duanya sad ending. Ia terduduk di tanah.tokoh utamanya. yakni dalam sebuah perjalan kereta. Di satu sisi Yosef terlihat teguh menjalankan wataknya sebagai seorang prajurit (bukan sekadar dalam artian kepangkatan): menjalankan sumpah setia pada tugas negara dan patuh pada doktrin garis komando. Ketika membuka pembicaraan dengan perempuan di sebelahnya pun (tokoh Wanita Pimpinan Teroris) dia menjadikan kisah Maria ini sebagai bahan obrolan atau lebih tepatnya curhatan pribadi. 18) Fakta cerita seperti ini menciptakan pemaknaan bahwa nilai kenangan Yosef pada Maria berelasi dengan fakta cintanya terhadap kekasih nyatanya. hanya antara kita. . Prajurit ini terombang-ambing antara pacarnya dan panglima hantu. Ini berarti. terhadap Maria pun Yosef kemungkinan memiliki perasaan ³sejenis´ dengan entah berapa kadarnya. Wajar kiranya dalam suasana yang mendukung untuk banyak merenung dan termenung. Perempuan muda menghela napas panjang. Lutut-lututnya lemas. Sebagai seorang manusia ia bisa sedih. (hlm. jatuh cinta. menyudahi kisahnya. Yosef kembali terbayang wajah Maria. 14) Timbulnya sifat perasa pada Yosef. teks pikiran benak perempuan di sebelah Yosef ini sesudah mendengarkan seluruh cerita Yosef mengaitkan cerita Yosef tentang Maria dengan cerita perpisahannya yang baru saja terjadi dengan kekasihnya (kekasih Yosef) gara-gara tiada restu orang tuanya kekasih Yosef. Yosef Legiman. menjaga junjungan mereka dari atas kereta. pikirnya. Berikut kutipannya: ³Ini rahasia saya. dan amat perasa. Namun. Dua pengawal menyertai perjalanan rutin ini. Ketidakmampuannya untuk membunuh Maria dan kesempatan untuk meneruskan hidup yang diberikan Maria ternyata membekas pada kejiwaan Yosef. pada sisi lain dia juga ditampilkan sebagai sosok manusia apa adanya sebagaimana kebanyakan manusia pada umumnya. Berikut kutipannya: Apakah ini pertanda ia tengah bersiap menyongsong maut. sedih. Kemungkinan ini sebelumnya diperkuat oleh penggunaan kata gadis (bukan sekadar perempuan itu misalnya) pada narasi berikut di bawah ini oleh pencerita: Gaun lembut Maria Pinto membelah anyir perang dengan kibaran putih yang menyilaukan. Kisah cinta segitiga yang rumit dan tragis.

Ia melihat Maria Pinto menyeberangi langit dengan kuda terbang. perasaan dengan ³nilai lebih´ ini semakin kuat diduga ada setelah cerpen ini diakhiri oleh paragraf berikut ini: Angin tiba-tiba bertiup kencang lewat jendela.Angin pun berangsur tenang. Alang-alang yang subur jangkung. Dari hal ini bisa diduga bahwa penonjolan kuda tersebut pada judul adalah berfungsi untuk menonjolkan peran Maria sendiri²sebagai empunya² bagi sisi kemanusiaan Yosef yang menjadi tema cerita. melayang. Ia merasa terbang di antara awan. (hal. (hlm. Yosef terlihat memelihara. Namun di sisi lain. perasaannya terhadap Maria. semak-semak duri di tanah gersang. Lagi pula hadir sebuah antiklimaks saat sang kuda sakti tersebut tidak lagi ³besar´ dengan selubung kabut mitos dan misterinya. . atau mungkin memendam. Tubuh Yosef menggigil. mengulurkan tangannya yang putih dan halus. melihat sebuah dunia yang terus memudar di bawahnya. di satu sisi Yosef adalah seorang prajurit yang tetap setia menjalankan tugas yang diembannya. Seperti sudah dikemukakan sebelumnya. Mengapa perempuan itu selalu mengikutinya ke mana pun? Maria Pinto tersenyum. salah satu alasannya juga bisa dilihat dari pilihan judul bagi cerpen ini: ³Kuda Terbang Maria Pinto´. dan gunung batu terjal di kejauhan kembali memenuhi penglihatannya bersama kenangan pada gadis itu. Bagai tersihir Yosef menyambut jemari gadis yang menunggu. Perannya bagi tema cerita mengenai distorsi kejiwaan yang melanda prajurit Yosef juga bisa dipandang berlangsung tidak langsung. 20) Dapat dipahami bahwa pembaca bisa melihat ini sebagai sesuatu yang aneh. Kemudian. musuh negaranya. Padahal kuda saktinya Maria tersebut secara frekuensif sangat kecil porsi kehadirannya dan bisa dianggap tidak berdiri di barisan tokoh-tokoh utama. seorang gadis yang menjadi pelindung gerombolan pemberontak. bagaimana dia dengan tangan dingin membunuh seorang wanita pimpinan teroris yang menjadi target operasi instrumen keamanan negara yang ternyata tidak lain dan tidak bukan adalah merupakan perempuan di sebelahnya sewaktu mencurahkan ingatan tentang kisah kesaktian Maria di atas kereta. Bahkan hingga akhir cerita pun digambarkan seperti itu. Kekagetannya sewaktu mengetahui bahwa kuda Maria tersebut adalah kuda mainan yang terbuat dari kayu juga kurang kuat untuk bisa dianggap menjadi alasan keutamaan perannya karena tema cerita juga berputar ke peristiwa-peristiwa lain seperti kematian adiknya.11-12) Gangguan kejiwaan yang melanda Yosef bisa dipandang cukup besar pengaruhnya dari pertemuan dengan Maria.

Dia tidak digambarkan begitu menggebu-gebu dalam menjalankan misi untuk membunuh musuh negara tersebut. Seperti ungkapan menjijikkan dalam roman. terkunci rapat dalam peti mati kayu mahoni. percuma saja. tak akan. memandang lurus ke depan. 14) Klausa memandang lurus ke depan di atas bisa dimaknai sebagai simbol sisi teguh Yosef sebagai prajurit yang telah bersumpah setia. Walhasil. Kini Yosef satu-satunya anak lelaki dalam keluarga. Jiwa yang hampa ini menghadirkan logika sejalan dengan karakter pembunuh berdarah dingin pada perannya sebagai seorang sniper pada cerita bagian akhir. sebagaimana digambarkan di atas. Berbagi cerita yang dilakukannya dengan wanita yang tanpa sebelumnya ia sadari nanti akan dibunuhnya (demi tugas) itu pun menjadi sebuah sarana untuk mengisi ruang-ruang tertekan dalam batinnya. ia merasa tenang di sisinya.´ ujar Yosef pelan. di sisi orang asing yang bertemu di perjalanan. beban emosionil menekan begitu berat dan sangat dahsyat. meski. Enam bulan lalu adiknya meninggal disiksa para pemberontak. 14) Paradoks dan paduan antara kehampaan jiwa dan kesetiaan pada tugas ini terlihat lebih jelas lagi dalam kutipan berikut ini: ³Tapi. Ibu saya trauma. lalu kembali menekuni halaman-halaman buku. nyaris bergumam. «. Tapi. besar sekali!´ Ada nada bangga bercampur haru.´ tutur Yosef. ³Petinya berselubung bendera besar. dan kemaluan.ia sangat sakti. Jenazah sang adik kembali tanpa jantung.Kontradiksi inilah yang bisa dimaknai sebagai situasi hampa pada kejiwaan prajurit Yosef dalam cerpen ini. ini sudah pilihan. ³Tadi pagi ibu saya menangis lagi. Semula . Paduan yang kontras seperti ini juga tergambar pada bagian cerita yang mengisahkan cerita Yosef pada perempuan di sebelahnya di atas kereta tentang kematian adiknya yang mungkin juga memilih jalan hidup sebagai tentara. tidak akan berkhianat dan lari dari tugas. Malahan dia digambarkan seolah tetap masih memiliki simpati terhadap sasaran yang pernah menjadi teman curhatnya tersebut. akan tapi di sisi lain dia juga tidak desersi dari kewajiban dan loyalitas pada penguasa negara hanya digara-garakan persoalan perasaan dan cinta. (hlm. usus. Ia merasa lega sudah membagi kisah-kisahnya yang terdengar lemah dan pengecut pada perempuan muda ini. Perempuan muda itu terusik sebentar. Ini kepulangan terakhir saya sebelum kembali bertugas. sisi manusiawinya mesti ³terdampar´ di kehampaan relung-relung jiwa. Kasihan dia. (hlm. saya tak pernah menembak Maria Pinto dan kuda terbangnya.

Oleh karena itu. yang menyerupai sulaman bordir asal jadi dan bermotif sulur di tangan pemula. yang ingin dikemukakan: Sakit pada tubuh bisa diobati. Barangkali. kata itu makin sayup dan tak terdengar lagi «(hlm.. 13-14) 3.2 Derita Seorang Ibu dan Makna Keutuhan Sebuah Keluarga dalam Cerpen ³Makan Malam´ Tiga kalimat terakhir yang menutup cerpen ini barangkali bisa dipandang sebagai persoalan inti. berbeda sekali dengan psikologis tokoh Ibu. (hlm.4. wajah penuh luka jahitan. 30) Garis relasi antara tokoh Ibu dan Ayah merupakan pemicu utama tema utama cerita meski tokoh Aku yang menjadi pembawa atau punggawa alur cerita dan hubungan atau interaksi antara tokoh Aku dan Ibu yang terbanyak menyita porsi kisahan cerita. Sakit pada hati sampai mati. Alangkah ganjil menyaksikan penembak jitu memercayai hal-hal yang jauh dari hukum benda dan kasatmata. yang menjadi sudut penceritaan. Ayah. Garis tadi menghasilkan pemaknaan tentang kepedihan jiwa seorang istri yang ditinggalkan sang suami yang dicintanya. inilah wajah orang yang hidup-mati dari perang. atau setidaknya sari cerita. Tetapi.ia kurang berminat mendengar ocehan prajurit cengeng ini. meski sudah kumal dan koyak-moyak tak dibuang ke tong sampah. dalam hubungan dengan cerita kehilangan dan kemunculan tokoh Ayah. Sepasang matanya sayu berhias bekas-bekas sayatan dekat alis. Wajah lelaki itu mirip boneka kain kanak-kanak yang terlalu disayang. dia terkesiap ketika menatap wajah si prajurit. Kehilangan pertama kalinya terjadi sebagai akibat sebuah peristiwa atau lebih spesifiknya huru-hara sosial-politik yang membuat tokoh Ayah tidak bisa kembali ke tengah-tengah keluarganya karena sudah berada di luar negeri (tempat yang aman guna menyelamatkan diri dari peristiwa sosial-politik yang terjadi itu). Pedih dan perih ini terasa sekali berfokus di tokoh Ibu yang mengalami langsung dari jarak dekat peristiwa ditinggalkan orang terkasih tersebut. Sementara tokoh anak (Aku). terlihat sudah cukup berjarak secara emosional dengan bapaknya karena sejak kecil dia memang hanya mengenal ibunya. Kehilangan inilah yang membuat tokoh Ibu ³terpaksa´ menjalani profesi sebagai wanita panggilan demi membesarkan . Penderitaan tokoh Ibu ini disebabkan dua hal yakni kehilangan sang suami dan ³kehilangan kedua kalinya´ sang suami. tokoh Aku terlihat tidak terlalu terguncang secara kejiwaan.

hanya tahu bahwa dia bapak tidak ada. putuskan saja. Kalimat µI love you¶ cuma terdengar sekali. aku diambil dari bank. ³Kamu minta cuti kantor saja sehari. Ibu melamun. datar. Kenyataan terakhir ini baru diketahui belakangan setelah tokoh Ayah muncul kembali. tokoh Aku. lembut.´ ³Sejarah bisa dihapus. (hlm.´ ³Yang ini tidak bisa. Kesedihan ini terasa bercampur baur dengan adanya sedikit harapan bahwa sang suami akan kembali. Derita kejiwaan tokoh Ibu pun sebetulnya tetap telah ada meski dengan alasan keadaan sosial-politik sebelumnya. kemudian makin berkurang. Ketika Ibu melamun. melainkan sudah berupa pilihan sikap dari tokoh Ayah untuk tidak sesegera mungkin menemui tokoh Ibu. lalu mengusap-usap kepalaku. Sekarang Ibu kembali pada kebiasaan lama.´ ³Oh «. Ada apa? ³Dia akan pulang ke sini. Kita jemput dia di bandara dua hari lagi.´ Ibu menyeringai getir. ³Siapa?´ ³Lelaki itu. bisa ditafsirkan pula bahwa rasa kehilangan lebih mendalam diderita tokoh Ibu justru karena tiada kabar yang sekian lama dari tokoh Ayah. Di sini sebabnya mungkin bukan sekadar keadaan sosial-politik lagi. ³Yang satu ini tidak semudah itu. Kutipan di bawah ini menunjukkan hal itu: Malam ini Ibu agak dingin. dan akhirnya.´ Aku tak melanjutkan pertanyaan. Karena kami punya sejarah. Bisa jadi hal ini karena dia sudah menduga kekurangsetiaan tokoh Ayah.´ (hlm. Namun kemudian. Aku nggak mau melihat Ibu sedih.´ Aku cemas.putri semata wayangnya dan menerima takdir bahwa putri yang dicinta itu. Ketika Ibu melamun. aku seolah ditinggalkan sendiri dan bukan bagian dari dirinya lagi. 22-23) « ³Kalau begitu. 24) . Ibu sudah menguncinya dengan jawaban singkat yang umum. dari kehilangan yang pertama ini. Sepasang matanya menerawang.´ ³Ayah? Ibu bilang. tak pernah lagi.´ kata Ibu. ia bersembunyi dalam kamar yang tak bisa kumasuki. Hal ini wajar kiranya dipahami begitu sangat menyakiti hati seorang wanita.´ ³Kenapa?´ ³Dia ayahmu. Dulu sering kulihat Ibu melamun.

justru suasana semula ini sirna. Ibu. sementara tokoh Aku dari kutipan ini kelihatan tidak mempunyai ketertarikan untuk ³menyikapi´ peristiwa tersebut alias merasa biasa-biasa saja. Di saat keluarga menjadi utuh. sekali lagi. Namun. kenyataannya kutipan kalimat-kalimat terakhir cerita di awal tadi menunjukkan bahwa tokoh Ibu menderita dan sakit hatinya. dari sudut pandang tokoh Aku²yang telah sangat berjarak dengan bapaknya itu²justru kehadiran dan keutuhan tersebut menjadikan suasana yang tidak sempurna. Entah apa permintaan maaf sang suami cukup mengurangi kadar derita sang istri. hanya menjadi sarana untuk melukiskan suasana derita tersebut dalam konteks keutuhan. Harapan tokoh Ibu bisa dianggap tetap ada karena. dan Ayah. Bagaimana aku menghadapi pria ini? Kami makan tanpa suara. Aku seakan monyet yang terjebak. Inilah Ayahku. kehilangan kedua kalinya justru terjadi di saat yang hilang itu telah kembali datang. Makan malam kali ini kami bertiga. Denting sendok garpu saling bersahut. Jasnya kebesarannya. ia juga tidak mentah-mentah menolak kehadiran kembali tokoh Ayah. Suaranya gemetar. Uban sudah memenuhi kepala. suasana menjadi ganjil. ³Makan Malam´. seperti ditunjukkan dalam cerita ini. dan kebulatan sebuah keluarga. putih. Sementara itu. Wajah pria di hadapanku tirus. Gesekan antara harapan ked atangan lagi dan kekecewaan ditinggal pergi inilah yang mengusik-usik ketenangan hidup tokoh Ibu. mirip rintihan. Tak ada musik klasik. (hlm. kegenapan. Seperti melengkapi sebuah puzzle dengan benda yang sudah berbeda. Dari cerita didapatkan kesan kebahagiaan hidup tokoh Aku dan tokoh Ibu meski sekadar hidup berdua setiap kali menjalani rutinitas makan malam mereka berdua. Ibu membeli makanan terbaik dari restoran mahal.Kutipan di atas memperlihatkan ³dinginnya´ tokoh Ibu (sekaligus menunjukkan kebimbangannya) dalam menyikapi kembalinya tokoh Ayah yang telah tiada berkabar sekian lama itu. Judul cerpen sendiri. bisa dilihat dari kontrasnya (kejiwaan tokoh Ibu) dengan sikap tokoh Aku sebagai anak yang tidak pernah berjumpa bapak. dengan rongga mata dalam. Selain kedatangannya (tokoh Ayah) hanya. Logika umum bahwa berkumpulnya semua anggota keluarga²orang-orang yang dicintai² akan membahagiakan hati ternyata dalam cerpen ini tidak terbukti. Kedatangan sang suami ternyata hanya seperti ³merobek´ lagi luka lama dengan memberi kabar tentang istri keduanya dan dua anak barunya di negeri luar sana. Pemaknaan seperti ini. seperti diistilahkan tadi: merobek luka lama. Ibu dan Ayah tak berani saling pandang. 28) . Aku. ketika tokoh Ayah kembali hadir di tengah-tengah mereka. suami tercintanya.

3 Antara Rahasia Pengkhianatan dan Usaha Untuk Menjaga Persahabatan dalam Cerpen ³Pesta Terakhir´ Seperti debu tanah yang beterbangan di taman. seraya mengerjap-ngerjapkan mata yang basah. Ia menuntun Mursid ke sofa. Sid. Ia ingin membuat pengakuan. Tak urung air matanya terbit ketika Mursid lagi-lagi berbisik. Untunglah keganjilan tersebut hanya berlangsung sementara lalu berlalu. . aku mau bicara sesuatu. selamat ulang tahun teman duniaakhirat. 31).4. soal yang dulu. Mungkin. 3. Sampai ia menjalani usia lanjut dan hingga akhir cerita diceritakan bahwa rahasia pengkhianatan ini belum juga diceritakannya. aku« Tiba-tiba terdengar jeritan dari arah kolam. Aku mau minta maaf. ya. Umur manusia µkan terbatas« Sudah. Kamu yang segar bugar. jangan menyumpahi dirimu sendiri. 41) atau layaknya daun teratai yang layu dan busuk mengambang di permukaan air coklat keruh (hlm. kok. soal apa saja. Aku yang sakit-sakitan begini nggak pernah kepingin mati. seperti begitulah perasaan hati tokoh Kakek Mar ketika terkenang akan sahabat-sahabat seperideologiannya dahulu sewaktu masih muda dan pengkhianatannya atas mereka. Oh. Mursid mengelus punggungnya. bicaralah. Kini ia mulai menangis terisak-isak. Seorang cucunya menunjuk-nunjuk panik ke kolam. Ketidakutuhan ini lebih baik dibanding ³lengkap´ namun dengan sesuatu yang sudah sama sekali berbeda. ini pestaku yang terakhir. Sid. Benarkah? Air matanya meleleh. pikirnya. sudah. kurus dan ringkih. Namun kepahitan akibat kedatangan itu telah membekas di hati tokoh Ibu dan justru menambah segala beban derita akibat rasa kehilangan sebelumnya. Tangan Mursid bergetar dalam genggamannya.Dari cerita ini didapat pemaknaan bahwa kebahagian keluarga itu justru didapat dalam ketakutuhannya. malah cengeng. berulang-ulang menyepuh daun dan kelopak bunga-bunga yang tersisa di ranting hingga terlihat makin kusam (hlm. namun sebuah peristiwa kecil mengganggu terungkapnya rahasia itu dan menggantungkan cerita pada sebuah tanda tanya: apa gerangan selanjutnya? Mursid muncul di ambang pintu. taktahu apa ada dokter yang bisa mengobatinya. Ia menyambutnya dengan peluk hangat. sendu. Saat ia bertemu Mursid di akhir ³pesta terakhir´ diceritakan bahwa ia sudah hendak bercerita tentang pengkhianatan yang ia lakukan ini atau dengan kata lain hendak melakukan semacam pengakuan dosa. ya.

Pengkhianatan pada kawan seperjuangan memang berbuah surga duniawi bagi beliau. Si Sena terjatuh. Ia langsung berlari melewati lubang pintu yang terbuka. Seorang perempuan menghambur ke taman sambil menggendong bayi. seperti disentakkan sesuatu di ulu hati. 39) Dengan ³melaporkan´ nama-nama kawannya sendiri. Olala. berjualan manusia. Ia hanya diminta menyebutkan namanama yang dianggapnya sangat berbahaya. termasuk memberi tanda ideolog pada nama Mursid. Bahkan. Berikut kutipannya. Ya. mana cucunya yang seorang lagi? Ya. Ya. Suatu hari Alma kecil bertanya tentang pekerjaannya. Karakter tokoh Kakek Mar yang doyan perempuan dan tiada dapat menahan nafsu birahi berlama-lama menjadi sebuah jalan untuk mendapatkan ³keterangan´ yang diperlukan darinya. Dalam sel yang sempit di Salemba dulu. Ia terkekeh. Angin musim panas berdesir lagi dalam ruangan. geli. Tuhan. kata petugas. namun dalam buku rapor putrinya ia menulis: wiraswastra. Tukang catat? Ya. Apa sih pekerjaan Papa? Tukang catat.Lho. Tiba-tiba. bersiap turun menjemput cucunya. Ia tak tahan. tokoh Alma. toh tinggal mencatat saja? Setelah itu kamu bisa bebas dan kumpul dengan anak-istri. Amis lumpur mengelana dalam udara. Nafsunya. Apa susahnya. 40) Kebebasan itu pun kemudian menjadi ³gerbang´ bagi Kakek Mar guna melanjutkan petualangan cinta (seksual)-nya. Barangkali dengan menggunakan anggaran rakyat (uang negara). ia merasa sedih. berbulan-bulan. Barangkali pula bisa menjadi semacam pembenaran atas khianat terpaksa yang mesti dipilihnya. Dua tukang kebun terlihat buru-buru menggotong tangga. apa susahnya? (hlm. 42) Rahasia yang disimpan Kakek Mar adalah pengkhianatan terhadap kawan -kawannya sewaktu dahulu mereka dipenjara bersama gara-gara perbedaan ideologi dengan pemerintahan baru yang melakukan sebuah kudeta merangkak terhadap otoriterianisme pemimpin lama. butuh pelampiasan. Mursid tertegun di sofa. Seorang pria tua berjongkok di tepi kolam. mereka pernah bertaruh dengan nasib. dengan bekal posisi yang didapat dari pengkhianatan tersebut²dengan tetap meneruskan profesi sebagai juru . Orang-orang dalam rumah riuh. ia setuju. Berkali-kali ia onani saat teman-temannya sudah bergeletakan tidur malam sehabis korve seharian yang menyiksa. Kakek Mar akhirnya bisa bersenang-senang ke berbagai belahan dunia. terutama. Kakek Mar bebas dari penjara dan selanjutnya berstatus sebagai ³pencatat´ atau ³penjaja manusia´ sebagaimana yang dikatakannya sendiri pada putrinya. (hlm. Ketika seorang petugas mendekatinya dan menawarkan kerja sama. (hlm.

Akibatnya. Ia sendiri rajin menyantuni Mursid yang tak punya mata pencarian tetap selama puluhan tahun ini. Tiap bulan dikirimnya wesel ke alamat sahabatnya. Nak. ya. berulang-ulang berucap bahwa ia benar-benar sahabatnya dunia-akhirat. Dua lagi tinggal kenangan. Berikut kutipannya: Papa sayang sekali. Bagaimana kamu bisa punya koneksi di sana. yang diisyaratkan pengarang cerita sebagai pesta terakhir bagi kakek ini. Ali« Lima orang. Ia terlihat terus berusaha menjalin hubungan dengan mereka sembari tetap memelihara sebuah rahasia yang mungkin akan mengoyak-ngoyak hubungan mesra itu. entah hidup. Di tengah-tengah kehidupan serba susah yang dijalani Mursid. Kasman. Yusmin. Di pesta ulang tahunnya. Ia tersenyum kecut. terheran-heran. Kakek Mar justru hidup berkecukupan atau berlebihan berkat pilihan menuruti kehendak nafsu birahi yang dahulu dipilihnya. Ketika putra sulung Mursid tamat sekolah menengah. Bukan koneksi. daftar nama para tamu yang ditulis Alma. 39) Meski dilukiskan sebagai seorang pengkhianat pada teman-teman seperjuangannya. tapi kebetulan menantu adikku sudah berpangkat tinggi di situ. tentu. berturutturut tercantum nama Hendro. sudahlah. dikarenakan bekas dan berkas status ideologi politik yang melekat. ia kehilangan jejak. Hartono mati ditembak. setulus mungkin. pada Mursid dia mengaku atau berbohong bahwa ³rezeki´ itu didapat berkat bantuan menantu adiknya. tanya Mursid. dia mengundang semua teman-temannya dulu yang kebetulan masih bernyawa dan beruntung belum mati karena pengkhianatan dan nafsu birahinya. ah. tentu. Nama Mursid berada di urutan pertama. Alma tak segan-segan mengirim masakan pada keluarga sahabat Ayahnya itu setiap minggu. ternyata . ya. merasa kurang nyaman mendengar julukan itu. (hlm. Mursid memeluknya. juga kawan-kawan lamanya yang lain. Setelah Arsyad. ya sama Om Mursid? Oh. ia langsung menawarinya bekerja di sebuah kantor pemerintah. Meski begitu. terlebih lagi ³sahabat dunia-akhiratnya´ Mursid. Ia ingin membaca ulang daftar tamu. Kami sudah melewati banyak suka-duka bersama. Apakah Alma sudah mengundang semua sahabatnya? Ditariknya laci meja. Mar. balasnya. Tapi. jumlah yang cukup untuk membeli beras dan lauk pauk di pasar. disusul Arsyad. lalu diraihnya sehelai catatan dari situ. Namun ternyata status sebagai seorang pengkhianat ini tidak membuat Kakek Mar melupakan kawan-kawan lama yang dikhianatinya itu.catat²dia bisa membantu mencarikan pekerjaan di lahan ³basah´ bagi anak Mursid (sahabat yang dikhianatinya tetapi tetap terus ditemaninya). entah mati. apa boleh buat.

Kakek Mar juga terkenang akan sahabatsahabatnya yang telah tidak ada di dunia ini. Alma tiba-tiba muncul di ambang pintu. sama Om Arsyad? Coba kamu telepon mereka. Selamat ulang tahun saja buat Papa. ia juga tak bisa datang. Nak. Ia kebetulan belum ada uang. Namun kemunculan berkali-kali teks yang menggambarkan gangguan kesehatan pada Kakek Mar bisa dianggap menunjukkan sesuatu beban yang melanda Kakek Mar. Papa. Sebagai seseorang yang berhasil lolos untuk hidup makmur dan sejahtera. Dada sesak. aduh« aduh. Bagaimana Om Hendro. Sewaktu Alma mewartakan ketidakdatangan sahabat-sahabatnya. bagaimana ini? « Ia merenung-renung. yang bertiup kering dengan tajam ke dalam ruangan. Perhatikan kutipan berikut: Angin panas mengusap kulitnya lagi di ruangan ini. Terus « bagaimana yang lain. Kakek Mar digambarkan sehat wal afiat secara fisik. Rumahnya memang jauh dari sini. Katanya.Kakek Mar juga ditampilkan dengan sisi kemanusiawiannya. 40-41) Beban dari dosa pengkhianatan yang dilakukannya yang berjalan seiring dengan kasih sayangnya yang tulus pada sahabat-sahabatnya merupakan sebuah fenomena kemanusiaan yang menarik untuk dimaknai dari tokoh Kakek Mar. Ya. Pa. mereka µkan nggak punya telepon. Perempuan itu merasa percuma sudah menyiapkan banyak makanan. Ia melihat debu tanah beterbangan di taman« « Sendi-sendi tulangnya tiba-tiba terasa lemas. Selain tetap menjalin hubungan dan berusaha membantu sahabat-sahabatnya. Tuhanku. Kepalanya mulai pusing dan perutnya mual lagi.) Om Mursid sudah janji datang. dia dilarikan ke gawat darurat. biar kita suruh sopir yang jemput? (Alma mengangkat bahunya. Kakek Mar menjadi sedih sekali sebagaimana sedihnya dia mendapat panggilan sahabat dunia-akhirat dari Mursid. kecuali Mursid. Ia berjalan tenang ke wastafel. Ia merasai kembali angin musim kemarau. . Papa. Liver. Oh. ya. Aduh. Istrinya baru saja telepon. meninggalkan rasa tersengat dan perih di pori-pori. Ia menggeragap. ya. Kenapa dia nggak bilang dari kemarin. membasuh wajahnya dengan air dingin yang mengalir. Al? Om Yusmin bilang. (hlm. menyalakan kran. Om Ali tak bisa datang.

Mungkin Papa banyak pikiran. secara kurang disadari. Dalam perjalanan. meski pada akhirnya. Barangkali seperti derai-derai cemara. ia merasa pusing dan mual lagi. ne « (Ia gerakkan telunjuk kanannya. . Di samping itu. chacha. (hlm. lho. Apalagi sebagai seorang manusia dengan karakter berorientasi senang dan bahagia. Tolong matikan radionya. terima kasih. Oh. ne. Alma sangat khawatir. dia terlihat lebih mudah untuk menyayangi dari pada memelihara benci. buat apa memikirkan yang menyedihkan hati. Seorang pria tua berjongkok di tepi kolam. Siapa tahu ada yang memberatkan pikiran Papa. seperti saat melarang Alma kecil bermain air hujan) Jangan ngomong begitu. ditambah udara memang panas sekarang ini. Tanggo. Ne. Papa sudah banyak minum dan makan buah. Kepala Papa pusing sekali. dia tetap bisa disadarkan bahwa dia seorang pendosa. judul ³Pesta Terakhir´ bagi cerpen ini bisa dianggap memberi pemaknaan tersendiri untuk menafsirkan maksud penggantungan di bagian akhir tersebut. bersiap turun menjemput«(hlm. snut. 34-35) Bisa diduga. Papa harus banyak minum dan makan buah segar. salsa« mulai ia jauhi. yang mendorong Kakek Mar untuk hendak melakukan pengakuan dosa pada sahabat terdekatnya Mursid di akhir cerita. balas Alma. dosa tersebut secara laten tetap mengendap dan menghantui sisi lain kemanusiaannya. kok. Hasilnya? Bapak sehat. ya. Pa. ada yang belum terucapkan di saat akhirnya berserah. kata dokter itu pada Alma. Gaya hidupnya yang berorientasi hedonis barangkali membuat dia berusaha untuk tidak menjadikan rasa bersalah itu membebani dirinya dan mengganggu kesenangan-kesenangannya. ne. Perasaan berdosa itulah. snut« Urat kepala bagai dawai dipetik. Siapa bilang? Orang seumur Papa ini µkan harus menikmati hidup yang sebentar lagi. Namun secara kurang ia sadari pula. akhir cerita digantungkan. ne. berkat karakter ini. yang sebelumnya semata diakui di dalam hati. Al. 42).Musim kering ini hanya membuat kepala pusing dan perut mual. Perubahan cuaca memang sering mengagetkan tubuh. ne. Meski begitu. Mungkin. Musik bertempo cepat dari radio mobil membuat kepalanya makin berdenyut. baiklah kalau begitu. perasaan bersalah yang bersifat kebatinan (bukan fisik) inilah yang tengah melanda Kakek Mar. Snut. Kemarin Papa habiskan jeruk manis sekilo sendiri. Siapa tahu. senang. sehingga kemarin tergopoh-gopoh mengantarnya ke dokter. Mbak. Mereka kembali ke mobil dan melaju di jalanan yang panas dan macet di siang terik. Inilah sisi positif manusia dengan karakter seperti tokoh Kakek Mar. kok.

sampai sang kekasih lelap dan mendengkur. Benyamin yang terhormat ini mungkin tidak menyangka akan bertemu lagi dengan banci yang semalam ³dipakainya´ untuk menumpahkan hasrat birahi. ia mengelus-elus rambut pria itu dan menyanyikan lagu-lagu nostalgia yang digemari pria seusia Ben. Pria yang menerima segala kekurangannya itu bersedia mengawininya dan ia akan merawat Ben dengan baik. Setelah mencari ³nafkah´ di malam hari. Di sebuah restoran langganan²yang kata cerpenis cerpen ini merupakan satu-satunya kafe di kota dalam cerpen ini yang buka di pagi hari²tokoh Ia memakan makanan rutinnya yakni semangkok bubur ayam istimewa dan separo gelas coklat panas. setelah itu kami jadi orang asing lagi satu sama lain. kembali mengurus diri sendiri.4. Istri Ben hampil meninggal sepuluh tahun lau. setelah menderita kanker ganas bertahun-tahun. 62-63) . Kedatangan Benyamin dan istri ini sangat membuat sedih hati tokoh Ia karena kedatangan mereka itu membuka sebuah tabir rahasia yang bisa sangat mengecewakan hatinya. tokoh Ia dalam cerpen ini melaksanakan rutinitasnya.3. Tapi siapa sangka. ³Anak-anak hanya datang pada hari raya. Di saat mereka sesaat ³bercinta´ semalam. Lebih sialnya. Seperti biasa. (hlm. tokoh Ia menjalani rutinitas lain yang juga tidak kalah manusiawi: sarapan. tokoh Ia bertemu lagi di kafe tersebut dengan lelaki sok nigrat ³langganannya´ semalam yakni Benyamin G. tokoh Ia sempat dibuai oleh harapan bahwa Benyamin yang terhormat ini akan menjadi kekasih terakhirnya dan bisa mengakhiri petualangan cintanya dari satu pria hidung belang ke pria hidung belang lainnya. setia mendengar keluh kesah Ben tentang anak-anak yang satu demi satu meninggalkan rumah untuk berkeluarga dan tak lagi peduli pada ayah mereka yang sendirian. saat berbaring di pangkuannya.´ kisah Ben. Hidup ini hanya kesialan bagi orangorang tua. sekadar bermaaf-maafan. Lelaki tua ini datang dengan istrinya yang dari cakapannya pada tokoh Ia (yang menggunakan panggilan jeng) memperlihatkan bahwa tokoh Benyamin dan istri resminya ini memang orang-orang terhormat yang berlabel ortodoks ninggrat. setulus hati. di pagi yang dingin menusuk tulang di bulan Juni.4 Seorang Waria yang Dilukai Hatinya dalam Cerpen ³Balada Hari Hujan´ Dalam udara yang dingin dan cuaca hujan yang seperti tidak henti. Ia memang mencintai pria itu. ia datang bersama istri yang dari tutur katanya yang sopan menunjukkan mereka merupakan orang -orang yang berstatus terhormat. Semula ia berharap Benyamin menjadi yang terakhir. Benyamin mengaku sebagai pria kesepian yang sudah ditinggal pergi oleh anak-anaknya yang masing-masing juga sudah berkeluarga dan juga telah ditinggal mati oleh sang istri tercinta. Mungkin.

memasang jerat untuk menaklukkan wanita. Kini sehelai sapu tangan mulai dikeluarkannya dari rongga tas tangan. sebagaimana bisa disimak dengan sangat nikmat lewat penutup cerita berikut ini: Ia ingin pulang dan menenangkan pikiran. lalu hinggap di mangkukmangkuk bubur mereka. Pilihan kata seperti ini. Tak siasia. pengarang cerpen ini mempertemukan tokoh Ia dan Benyamin dan istrinya²yang masih hidup ternyata²di pagi harinya di sebuah kafe. kaget.) serentak menoleh ke arahnya. terbuat dari sulaman benang biru. (hlm. Ada inisial ³BG´ di sudut saputangan tersebut. seolah mengisyaratkan betapa telah mewanitanya tokoh Ia yang sejatinya pria ini. samar-samar. Sorot mata mereka mengisyaratkan rasa terganggu. dan kepedihan. jijik. Ada dua komposisi batuk sekarang. Secara fisik-psikis bisa diduga perasaan terluka itu spontan mampu untuk memancing reaksi tubuhnya. Payung ungu itu mengembang lagi. kemudian dibekapkannya pada mulut yang bising. (hlm. lurus-lurus dan berani. 63-64) Sapu tangan berinisial ³BG´ pemberian Benyamin yang dijadikan pengelap ingus tokoh Ia yang terbatuk-batuk tersebut seolah menjadi sebuah simbol bagi muntahan kemarahan tokoh Ia terhadap Benyamin. tokoh Ia merasa dibohongi oleh kakek yang satu ini. yang sama-sama sumbang. Berapa lama ia bisa bertahan di dunia semacam ini? Hujan masih menyambutnya di luar kafe. dan ngeri. 63) Perhatikan penggunaan kata menaklukkan wanita di atas. yang dilakukan pengarang. Terang saja. Ternyata lelaki tetap saja lelaki. Benyamin tega berdusta. Hari yang cukup berat di antara puluhan ribu hari yang sama kembali berlangsung. Mereka sangat pintar mengarang cerita sedih. meski dalam cerita. Sepasang mata tua itu mendelik. Wangi musk bercampur kayu cheddar juga masih tertinggal. Ia tiba-tiba tersedak dan mulai batuk-batuk. Ia rapatkan kerah- . Dengan teknik penceritaan yang cukup menegangkan serta agak mencengangkan. Ia sungguh kecewa. tak peduli tua atau muda. Ia membalas tatapan si pria tua (Benyamin-pen. bersahut-sahutan. Langit abu-abu tua. Sensitifitas jiwa perempuan dalam tubuh lelaki tokoh Ia terang saja sangat terguncang dengan kenyataan pahit dan menyakitkan ini. Ia merasa puas dan menyungging senyum lebar.Namun tidak dinyana. Pasangan muda-muda maupun manula (Benyamin dan istri-pen. Hiiiiiii «. Sebuah kemarahan yang berujung kesedihan. keperihan. Ben bahkan tega membunuh istrinya sendiri. Virus influenza bisa saja beterbangan di udara. Suara batuk keris yang khas pun terdengar menimpali batuknya. Jalan yang basah menyambut langkah-langkah kaki yang menggigil.) secara khusus.

seperti warna langit hujan. Air mata mulai mengembang di balik kaca mata hitam ala Sanborn. dan yang Tersisa Darinya dalam Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ Ia merasa ikatan hidupnya dengan pulau itu berangsur-angsur punah (hlm. (hlm. dan bibir hitam terbenam di kepala yang kecil. (hlm. Sejauh manakah kenangan akan rumah baginya masih membekas? Di kampung halamannya ini. Mella. nanti malam ia akan menghibur hatinya yang sedih di sebuah diskotek di jantung kota bersama teman-teman senasib. yang terletak di sebuah pulau kecil. Cerpen ini bercerita tentang kunjungan pulang ke rumah seorang gadis perantau bernama Halifa yang sudah lima belas tahun tidak sempat pulang karena sibuk bekerja mencari nafkah di perantauan. Hanya matanya yang sering berbinar melihat orang datang. bagaimana akan dipahami segi keindahan seperti yang umum dilekatkan pada label kesusastraan? Namun ternyata dalam cerpen ini. Ketika si penjaga kebun meninggal dan jenazahnya dimakamkan.5 Kampung Halaman. 64) 3. Ia senang dikunjungi dan cepat-cepat menyuguhkan air putih serta bijur rebus atau buah keremunting yang hitam-manis pada tamunya. langsung mengarah-arahkan pada Si Penjaga Kebun. Saat ia tertawa terlihat gigi-gigi yang tak rata. melainkan kisah tentang kepedihan. Sepasang mata yang sipit. dinyatakan bahwa Si Penjaga Kebun ini menjadi begitu berharga bagi Halifa. Tapi ini bukan kisah tentang kerajaan. Ia mencoba bersenandung. Pada orang yang dipanggil Atuk oleh Halifa inilah cerita memusat. Tapi. hidung pesek. Perhatikanlah empat kalimat pertama kutipan di atas. Halifa masih ingat wajah lelaki itu. Mungkin. Sophia« tunggu aku. Liza. ya. Halifa telah kembali ke tanah . Segala Kenangan. Halifa bertemu lagi dengan salah satu bagian dari masa lalunya. 87). keluarga pemilik kebun. Suatu waktu disempatkanlah oleh tokoh Halifa pulang ke ³tanah´ airnya. Si Penjaga Kebun. Jasmine. ia jarang tertawa. Demikianlah bunyi kalimat terakhir cerita dari cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ ini. dan kerak nikotin menempel di celah-celah gusinya. menahan udara dingin. tapi tak bisa. Angie. Hidup sendirian di tengah kebun tentu sebuah pengorbanan. Dengan narasi yang terlalu ³jujur´ tersebut. Ia merasa hidup begitu sepi. ratu dari dunia yang abu-abu. begitu asing. ompong. kita dugem sampai pagi! Di diskotek itu pula ia dinobatkan sebagai ratu waria.kerah mantelnya. atau lebih tepat lagi.4. 77) Demikianlah narasi paragraf pertama pembuka cerpen ini.

Ternyata pikiran yang kalut membuat si perempuan telah mengunci gubuk . sang suami meninggal dunia akibat tuberkulosa dan sang istri meninggalkan gubuk kecil mereka dengan lima anak kurus meringkuk lapar di dalamnya. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan.rantau. Namun. (hlm. terutama hidupnya yang sendiri. yang selama ini belum pernah diketahuinya. Selang beberapa minggu setelah putra bungsu mereka diserahkan. di bus. ia menemukan lima mayat tergeletak di lantai tanah dan telah membusuk. Ia cuma mengirim doa. Tinggal ibu bapaknya yang tengah menikmati masa pensiun di hari tua. di kantor. Apalagi orang tua ini memiliki nilai historis baginya dan pernah menarik perhatiannya karena kesendiriannya. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. juga telah punya kesibukan tersendiri di tanah rantau. Mereka tak sanggup membesarkan bayi itu lantaran kehidupan yang sulit di masa Jepang. di kamar kontrakan. adiknya. Ia merasa ikatan hidupnya dengan pulau itu berangsur-angsur punah. Untunglah ada orang yang lebih mampu bersedia mengurus bayi mereka yang baru lahir. Tentang sebuah keluarga yang tercerai-berai. Sudah lama Halifa tak pulang. dan di tempattempat baru yang pertama kali dikunjunginya. 77-78) Kakek dan nenek Halifa telah lebih dahulu berpulang ke ³tanah´. Sementara Malida. Lima anak yang lahir sebelumnya harus menanggung penderitaan. Namun. Suatu hari ketika perempuan itu kembali untuk memastikan anak-anaknya telah diambil orang. belakangan baru diceritakan Si Penjaga Kebun sewaktu Halifa mendatangi pondoknya. Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun. Berminggu-minggu anak-anak tersebut ditinggalkan ibunya yang berharap ada orang kampung datang dan menyelamatkan mereka. (hlm. 84) Namun ada sesuatu hal yang membuat hubungan Halifa kepada Si Penjaga Kebun lebih kuat lagi. lelaki itu menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga. keberadaan Si Penjaga Kebun menjadi cukup penting bagi Halifa. (hlm. 87) Kepulangan Halifa dewasa ke ³masa kecilnya´ tentu saja menghasilkan situasi yang telah banyak berubah dari masa lalunya itu. Sebab itu. Ada sebuah rahasia. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. Sepasang suami-istri merelakan bayi mereka yang baru berumur dua hari untuk diangkat anak oleh keluarga lain. Lelaki itu akhirnya mengungkap kisah yang mengguncang Halifa.

ia mati dimangsa ular atau buaya yang menghuni sungai. dekat perkampungan orang-orang Tionghoa. Dia sudah ayah minta istirahat dan kembali pada sanak-saudaranya. (hlm. Anak-anak itu terkurung di sana. Bahkan Ayah Halifa sendiri. Putra bungsu suami istri yang malang tadi adalah ayah Halifa. Mereka larut pada kegetiran masing-masing. ³Dia turut menyaksikan jatuh-bangun keluarga kita. Barangkali. Sekadar memberi pengetahuan dengan jalan lain yang barangkali dipikirnya lebih elok dan yang terbaik. tapi tetap bertahan dalam kebun mereka. Kata ayah. tapi katanya dia tak punya keluarga lagi. Beberapa hal berikut ini juga menunjukkan kesan Halifa yang begitu kuat pada Si Penjaga Kebun: . Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. Sebelum meninggal. bukan dengan yang lain-lain. mendirikan rumah di kebun pusaka kakek. Barangkali pula memang ada kemungkinan kakek Halifa memang tidak mengetahui.´ Lelaki itu mulai sakit-sakitan lantaran usia tua. Hubungan mereka ternyata bukan sekadar antara anak majikan dan orang upahan. Namun wasiat kakek Halifa pada ayahnya tersebut lebih menguntungkan penafsiran bahwa beliau memang tahu tapi mengambil keputusan untuk tidak memberi tahu. Ayah telah menjalankan wasiat kakek.dari luar. Orang-orang kampung melihatnya berlari kencang ke dalam hutan sambil melolong. Perempuan itu tak sadarkan diri dan saat siuman ia sudah lupa pada siapa pun. tanpa mampu berteriak minta tolong. dalam cerita. terutama hidupnya yang sendiri. Setelah itu ia benar-benar senyap dari muka bumi. (hlm. Lelaki tua yang bercerita ini adik kandung dari pihak istri. Ayah suruh tinggal di rumah ini. Pantaslah kiranya akhir cerita² sebagaimana sudah dikutip sebelumnya²membentangkan dan menonjolkan hubungan erat antara Halifa dengan Si Penjaga Kebun. Halifa terdiam. Ayah sudah menganggapnya keluarga. Apalagi jika dihubungkan dengan ingatan Halifa ketika suatu kali ia mendengar ayahnya pernah menyuruh Si Penjaga Kebun untuk istirahat dan kembali pada sanak saudaranya tanpa dia sadari bahwa dialah sanak saudaranya itu. 84) Rupanya kakek Halifa tidak pula membuka rahasia tersebut sebelum wafatnya. kakek berpesan agar ayah memperhatikan nasib penjaga kebun dan tak boleh menyia-nyiakannya. Betapa terenyuh Halifa menyikapi kesendirian Si Penjaga Kebun. Ayah dan ibu telah memutuskan pindah ke pedalaman. dia memilih tinggal di rumah kebun. tidak tahu cerita ini. begitu pula si penjaga kebun. 86-87) Pada akhir cerita ini Halifa baru tahu bahwa dia dengan Si Penjaga Kebun tersebut ternyata adalah saudara. Perasaan Halifa pada Si Penjaga Kebun inilah yang menghadirkan segi keindahan tersendiri bagi cerpen ini.

menabur kotoran ayam dan kambing di atasnya. Halifa tersenyum-senyum bangga. Apakah masih juga dikenakannya topi kebun dari kain belacu lusuh itu? Mata sabitnya yang berkilau saat terayun ke batang lalang dan semakbelukar seakan hadir di depan mata. Dengan Nenek dan Malida. ikuti saja aroma itu. mata orang yang mau menolong. ³Biar gembur. Bila kalian ingin bertemu tuannya. Apa pendapat lelaki itu saat melihatnya sekarang? Ia bukan lagi Halifa cengeng dan manja dulu.´ katanya pada Halifa kecil. belajar beranak-pinak. ia akan berjanji menyampaikan pesan. Matanya tak pernah menyorot garang. lalu memacu mereka . Malida. mengikat kaki-kaki tajam-lancip tersebut dengan benang. Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. lalu renta dan pikun. Kadangkala lelaki itu mengeluarkan suling dari tas resam dan memainkan lagu-lagu berirama Melayu. Tanah rantau telah membesarkan otot-ototnya lewat kerja. 79) Selain tentang Si Penjaga Kebun. Bila ada yang ingin menemuinya. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. dalam cerpen ini juga dikisahkan kenangan Halifa pada orang-orang lain dalam keluarganya sendiri. ayahnya. tanah perlu makan. ia dan adiknya. Bila ada yang tersesat. Radio model lama berbentuk roti bantal itu warisan kakek Halifa. Daya ingatnya pun mungkin sudah menumpul. yang punya kebun. (hlm. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. Orang-orang itu yaitu kakeknya. Ia menyiangi lalang dari tanah kebun. Hembusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. setelah bertukar pakaian dan makan siang. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang. semacam pengumuman. Berikut kutipannya: Seringkali sepulang sekolah. dari bayi merah. Mang Cali dan adiknya Malida. Itu galibnya perkembangan manusia. Yu Sur.Barangkali. neneknya. ibunya. Mungkin. rambut lelaki itu sudah memutih dan kerut-merut usia tua makin nyata. Halifa kecil tak urung bersiul-siul senang menimpali tiap nada yang berasal dari lubang-lubang suling si penjaga kebun. berlari ke pantai untuk mencari kulit-kulit lokan dan siput. bisa jadi obat sepinya. mengeluarkan binatang-binatang tadi dari dalamnya. ia akan tunjukkan jalan. (hlm. 78) « Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. dia terkenang kepada sebuah peristiwa lucu. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. Ia punya radio transistor yang bisa menangkap siaran dari Malaysia. meluaskan pikiran penghuni pulau kecil itu dengan pahit-getir pengalaman. Ia kini tumbuh jangkung dan manis. Mereka biasa menemukan umangumang yang menghuni bekas rumah-rumah siput.

putri mereka. orang-orang yang dicintai dan mencintainya. dengan pendidikan yang lebih tinggi. sebuah ³kesalahan´ telah dilakukannya. Jangankan berharap Paula menjadi orang yang sukses dan terlihat terhormat di negeri ini. ³Pulau kecil membuat pikiran juga tak seberapa luas. 83) Terhadap tokoh-tokoh lain penceritaan tidak dilakukan dengan intensif benar. Ayah mengirim Halifa merantau setamat sekolah menengah pertama. Namun apa daya. 83) Dengan ayahnya. Halifa terkenang masa-masa sulit ketika perusahaan tempat ayahnya bekerja ditutup. tapi perlahan-lahan ia paham. ³Biar kau temukan nasibmu sendiri dengan berjuang di rantau. Wajar kiranya seorang tua berharap hal yang bagus-bagus dan indah-indah bagi seluruh keluarga dan turunannya. lagi. Sebuah cita-cita yang mulia khas orang-orang tua. (81-82) Dia juga terkenang pada sebuah petuah bijaksana dari neneknya. (hlm. putrinya. dan tidak lagi ditinggali. Dia juga terkenang pesan bijaksana ayahnya saat dia akan berangkat merantau. beserta istrinya Elia dan mengirimkan putrinya ini bersekolah ke Jawa. ³Jangan kau siksa binatang. Di sela-selanya ada yang tersembunyi dan menambah manis kenangan ini. Harapannya. tokoh Aku dalam cerpen ini membesarkan Paula. Hanya dari hubungan Halifa dengan orang-orang tercintanya itulah tema utama cerita ini terintensifikasi. Keluarga. 132).´ lanjut ayah. ia malah menjadi .berlomba lari. Kampung halaman yang telah sekian lama ditinggal pergi.4.´ kata ayah. telah menyisakan sejarah atas masa lalu. (hlm.6 Mencintai Buah Hati yang Diam-Diam Telah ³Pergi´ dalam Cerpen ³Makam ke Empat´ Dengan sebuah toko tembakau kecil di sebuah pulau kecil dan desa yang juga kecil dus terpencil.´ Apa iya? Mereka µkan begitu imut. 3. kebiasaan tokoh Aku membacakan kisah-kisah silat Kho Ping Hoo diduga telah memotivasi Paula. Nenek selalu mengomel panjang-pendek melihat kelakuan cucu-cucunya yang nakal. agar ia sebagai perempuan bisa menjaga diri di negeri orang. nanti di neraka kau dibuat begitu pula oleh mereka. ³Kau yang punya lubang kunci dan jangan biarkan anak kunci masuk ke situ.´ Halifa sempat terbahak. Seperti yang dituduhkan tokoh Elia. Paula akan bisa menjadi orang sukses yang tidak hanya bertoko kecil sepertinya melainkan mempunyai toko besar sebagai pengusaha sukses dan kaya raya. memang telah taktampak lagi di depan kedua bola matanya tetapi akan tetap hadir pada mata hati. Nenek memberi nasihat tentang menjaga diri. untuk mengajak orang-orang melawan kaisar lalim (hlm.

Katanya. Terdengar laci-laci meja ditarik dan kertas-kertas disibak. sigaret terasa kurang tajam. Tetapi. Kata Paula. Lagipula di desa kecil ini. Bersama-sama kami mendaki tangga dan diam-diam menempelkan telinga di daun pintu. bukan pemilik toko kecil sepertiku. Aku ingin ia menjadi pengusaha besar. Istriku menangis seharian. ³Kamu melakukan apa. ibu. katakan saja Papa dan Mama tak kenal. bukan. Malam itu Paula tak mau bicara. mengapa harus jalan itu? Elia sempat menyalahkanku. 126-127) « Suatu malam. Ada yang campuran. ³Dikejar pacar?´ Wajah Paula justru menegang. Di desa ini orang-orang seusiaku senang mengisap tembakau rajangan yang dibungkus kertas marning. pelan. Istriku segera memperoleh firasat buruk. Bukan. Tiga kali. Aku sangat berharap putriku mau bicara. ia pernah mengejutkan aku dan Elia. Kubiarkan ia meraih ilmu setinggi langit. Perasaanku tak enak. Aku terpaku. tapi selalu ada. Namun. tak acuh. ³Aku sedang dikejar-kejar orang. ³Kalau ada orang asing ke sini dan menanyakan aku. kemudian dirobek-robek. Toko ini pula yang telah menghidupi keluargaku. Apakah ibuku sedang berbenah? Setahuku ibu selalu hadir tanpa suara. Tiga ketukan untuk permulaan.´ balasnya. Elia juga sependapat. Ada yang murni. Tak berapa lama muncul raut mungil putriku. Mengapa harus pulang diam-diam. bisikku. kilahnya). Toples-toples kaca berisi berjenis tembakau berderet dalam rak kayu. Ia hanya menggeleng atau menunduk. kata ibuku. Bagiku. Kami menguatkan hati untuk mengetuk pintu. anak kami satu-satunya. Tetapi. Paula memilih jalannya sendiri. Nak?´ Bibir Elia bergetar.´ ujarnya. Istriku menangis. datar. membekas sampai dewasa.sosok yang dicari-cari karena kemungkinan aktifitasnya memberontaki sistem dan melawan penguasa. Biarkan bangau terbang. air tanah yang kau minum rupanya menentukan jalan hidupmu. Elia melarangku memaksa Paula. tak pernah ada orang yang kehilangan. Jangan kasar . Kubalas dengan bergurau. Benarkah? (hlm. Ibu datang dalam sunyi. menyeberang naik kapal pertama. termasuk membiayai kuliah Paula di Jawa. Tak kenal bagaimana? Kamu adalah putriku. Kami mendengar suara-suara dari atas loteng. Rasanya beragam. Pagi-pagi ia meninggalkan rumah. katanya.´ jawabnya. Aku juga menjual cerutu bermutu sedang sampai mahal. ³Aku juga tak akan menyebut-nyebut nama kalian kalau ada apa-apa. Paula menatap aku dan ibunya silih-berganti. tak minta dijemput? Dari mana ongkos pulangmu? Bulan lalu. kamu sudah pulang. ia sengaja pulang diam-diam dan masuk ke rumah lewat pintu samping yang tak dikunci (istriku kadangkadang ceroboh. aku terlampau sering membacakan kisah-kisah silat Kho Ping Hoo pada anak kami dan sepak-terjang pendekar yang hebat membuat kanak-kanak terpikat. Pembelinya tak sebanyak tembakau rajangan.

Aku bukan kaisar. Makam itu merupakan tanda bahwa mereka bagaimanapun harus menerima kepergian atau lebih tepatnya kehilangan . Paula pernah memberikan jawaban yang sungguh mengagetkan dan barangkali sangat terdengar utopis di gendang telinga tokoh Aku yang awam kebaruan wacana. aku dan temanteman sedang berupaya agar setiap orang bisa hidup makmur dan aman. Aku terbahak-bahak. kemudian menggamit lenganku. tokoh Aku dan Elia. Aktifitas inilah yang membuat Paula dikejar-kejar ³orang´ bukan dikejar-kejar pacar sebagaimana normalnya diharapkan oleh masyarakat yang tertib dan tunduk-tunduk saja pada apapun kemauan penguasa-penguasa lalim yang otoriter. Paula. ketika pada akhirnya seorang kawan Paula memberitahukan perihal menghilangnya Paula. Ketika suatu kali tokoh Aku pernah mencoba bergurau lagi menyinggung persiapan seorang pacar bagi dirinya. Setelah diupayakan namun tidak bertemu. Para kaisar biasanya diktator. Ya. Apakah ia sudah punya pacar? Suatu kali ia mengagetkanku dengan pernyataan seram. Berikut kutipannya: Ia kini sudah dewasa. Ia terdiam sebentar. Ketika pada akhirnya mengetahui kemungkinan kematian putri mereka dan kemudian juga jadi tahu mengapanya. ia memunggungiku (hlm. 131) Barangkali hal inilah yang membuat Paula tidak mau melibatkan kedua orang tuanya. barulah tokoh Aku menggali makam keempat²sebagaimana judul cerpen ini²bagi arwah putrinya yang jasadnya tidak tahu dimana rimba. Jangan kau bawa-bawa kisahkisah silat itu. baru pada akhir cerita. aku akan kawin. Baiklah. Papa jangan harapkan aku menikah. Apa peristiwa yang dihadapi oleh Paula. Nak. kataku. Elia protes lagi. karena pernikahan itu cuma cocok untuk orang-orang kaya. (hlm. Aku juga tak mau disebut diktator. Kamu bukan tukang sulap. tokoh Aku dan Elia masih berusaha mencari-carinya. sepertinya halnya kedua orang tua Paula. sudah. Ia putri kita satu-satunya. Dengarkan Papa. Hah? Dulu Papa dan Mama menikah dengan modal dengkul. 123). tokoh Aku tidak pernah tahu. bisiknya. (hlm. Hal seperti inilah yang membuat tokoh Aku semakin merasa asing pada putri tunggalnya yang dengan bersusah payah dinafkahinya kuliah ke Pulau Jawa itu demi mencapai kesejahteraan dari segi ekonomi. 127-128) Kata jalan itu sebagaimana yang dikutip di ataslah jalan yang dipilih Paula: mengajak orangorang melawan kaisar lalim. Dua orang sederhana ini tentu tidak mengerti apa ³maunya´ putri mereka. Ia terkekehkekeh. Inilah yang di awal cerita sempat dimetaforkan secara sarkastik lewat klausa namun.padanya. Aku memilih diam. Kalau itu sudah tercapai. tokoh Aku mulai tahu aktivitas putrinya.

putrinya tersebut dan dalam keharuan mereka pun²di akhir cerita²mesti melewati natal kelima tanpa Paula. Ia langsung tersedak. ia bertanya lebih lembut. Berpijar. . meraih piring ikan di meja. Bagaimana menyentuhnya perasaan manusiawi itu dan betapa perihnya rasa sakit hati kedua ayah bunda yang ditinggal anak satu-satunya ini bisa sangat dirasakan dari kutipan berikut ini: Siang itu aku menyambut jam makan dengan perasaan aneh. menggantung kaku. Dibiarkannya kami menunggu selama sepuluh musim. Tokoh Aku dalam cerpen ini juga menyadari bahwa dialah yang mengajari putri semata wayangnya itu untuk kelak menjadi pendekar yang berjuang guna menegakkan yang benar. Tak berapa lama ia kembali. Siapa tahu putri kami dimakan hiu. Paragraf pertama cerpen ini telah menyodorkan bagaimana harapan seorang bapak. beranjak dari kursi. Tangisku makin keras. meluncur di lantai. Tubuhnya memancarkan sinar putih. Kuletakkan kotak cerutuku di meja dan bangkit perlahan dari kursi malas untuk menyambutnya. Terlebih lagi kematian putri mereka ini penuh selaput misteri. Lembut. Ada apa. tersendat-sendat. ia memunggungiku. yang barangkali telah mustahil. Kata orang-orang. Lebihlebih pula yang menghilang dari mereka ini²dengan aroma intrik-intrik politik kekuasaan menyelubunginya²adalah seorang anak manusia berjenis kelamin perempuan. Ia meninggalkan aku. tanya Elia. Dan lantai licin yang kupijak tiba-tiba berperekat. mirip tikus terjebak di perangkap berumpan. (hlm. bisikku. 133) Juga. Elia memanggang ikan hiu. mengental menjadi bayangan sebuah peristiwa. Paula dibuang ke laut dan mungkin dimakan hiu. Elia menghidangkan hiu panggang di meja makan. Ia meninggalkan ruang lengang tanpa aroma. Kusaksikan Paula sirna. Kedua tanganku yang bersiap memeluknya tertahan di udara. Aku tertahan di atasnya. rasa kehilangan ini telah menimbulkan semacam ilusi bagi tokoh Aku tentang kedatangan selalu putri tunggalnya itu di hari-hari selanjutnya tanpa Paula. Aku tak mau makan daging hiu. sebagai manusia biasa. Sedikit banyaknya pada cerpen ini juga terlihat ketabahan orang tua Paula untuk merelakan menghilangnya putri mereka. Air mata menggenangi sepasang mataku. tokoh Aku dan Elia tentulah sangat sedih atas kehilangan putri mereka tersebut. Kenyatannya. terbit dari tiada dan lenyap ke dalam tiada. tapi aku cuma menyentuh sayur bening sawi. kemudian menghilang tepat di tengah lorong menuju dapur. Putri kita ada dalam hiu ini. lalu menuang isinya ke tong sampah. Namun. Ada apa. menangis di tepi bak cucian. Datang dan perginya bagai tuah dari tongkat sihir. Paula datang ketika lampu-lampu ruang telah padam.

(hlm. ketika temaram di sekelilingku benar-benar hilang di ujung lorong gelap-gulita. Kalian akan melihat sepasang rongsokan manusia berjalan tertatih-tatih. Bisikannya tak pernah kusimak. hak. sebelum lebur dalam udara. bahkan sengaja menunggu. Namun. semoga kembali ke kebenaran. letih. 123-124) Pilihan kata sinar putih yang merujuk pada tokoh Paula pada kalimat kedua paragraf pertama kutipan di atas atau paragraf Paula selalu datang ketika hanya pijar lampu bacaku yang menyala dan membuat gradasi cahaya. Namun. diikuti desah napasku yang berat. putus asa. aku bukan orang yang patuh. Setelah itu malam mendesakkan sebuah penyelesaian: aku harus tidur dan meninggalkan kursi malasku yang tegak lurus dengan lorong sebelum istriku muncul menjemput. dengan tekanan dan perasaan beragam. ketika temaram di sekelilingku benar-benar hilang di ujung lorong gelap-gulita (hlm. dan kesempatan. Ada yang salah memilih jalan. haru. Tak sekalipun ia menggubris. menyerupai zombie.Ketika belum terbiasa dengan cara datang dan pergi Paula. lalu menuntunku ke kamar kami. suara serak ini hanya dijawab oleh gemanya sendiri. tapi kedatangannya menuntutku beranjak dari sini. Ia selalu membujuk dengan berbisik. Tubuhnya meluncur lurus ke muka. senang. Aku menyebut namanya. 124) seolah menjadi simbol dari doa tokoh Aku bagi kebahagiaan putrinya di alam baka berkat segala kebenaran dan kesucian yang diperjuangkannya dalam menumpas segala kelaliman dan borok-borok yang ditutup-tutupi oleh orang-orang yang dikarunia Tuhan dengan setetek ketek ³sabit bermata dua´ bernama kekuasaan. Paula selalu datang ketika hanya pijar lampu bacaku yang menyala dan membuat gradasi cahaya. Sayang sekali. aku masih berharap. meski kutahu berjaga semalaman memicu asmaku kambuh. cemas. aku sering berteriak-teriak memanggil namanya dan berharap ia berbalik serta menatapku. . Kedua telinganya bagai tersumbat besi tempaan. Aku lebih suka membiarkan istriku datang.

Pengkhianatan ini terutama didorong hasrat seksual yang begitu menggebu-gebu. Variasi tematik yang digarap dalam keenam cerpen tersebut pun terlihat dapat mewakili wajah tematik kedua belas cerpen lainnya yang terdapat pada kumpulan cerpen ini. Tokoh Ibu dalam cerpen ini akhirnya mesti mengidap rasa sakit hati²yang tentu saja bukan berupa hidup berbahagia²untuk selama-lamanya. Terlihat dalam cerpen ini bagaimana pada berbagai kesempatan seorang serdadu dengan segala stereotipnya tersebut ternyata juga mempunyai perasaan manusiawi seperti manusia lain pada umumnya. Tegangan antara dua kutub inilah yang menghadirkan narasi menarik tentang sisi kemanusiawian tokoh Prajurit Yosef Legiman dalam cerpen ini. di samping dia juga bisa terlihat bangga dengan jalan hidupnya ini. kedatangan tersebut hanya kembali mengoyak luka lama. Waria ternyata juga punya harapan tentang masa depan yang lebih baik dan waria . namun tidaklah sampai menghilangkannya. dan ingin menumpahkan segala beban pikiran. jatuh cinta.BAB IV SIMPULAN Setelah menganalisis enam dari dua belas cerpen dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC. Kenyataannya. Dalam cerpen ³Makan Malam´ perihal kemanusiaan yang digarap adalah mengenai perasaan sakit hati seorang ibu yang ditinggal sekian lama oleh suaminya. Pemenuhan atas hal tersebut sempat mesti meminggirkan sikap setia pada kawan seperjuangan. Pada cerpen ini dieksplorasi perasaan-perasaan manusiawi seorang waria yang ternyata juga ada dan nyata. ternyata penulis berhasil menemukan intensitas garapan tema-tema kemanusiaan sebagai tema yang dominan dalam cerpen-cerpen tersebut. Seorang tentara²bahkan kemudian menjadi seorang pembunuh profesional² ternyata juga bisa sedih. sosok yang memiliki citra negatif di tengah masyarakat umum. Akan tetapi profesi sebagai prajurit terlihat membuat seorang sedadu mesti banyak menahan diri untuk mengungkapkan ekspresi pribadi. Semula seolah ada secercah harapan kembali berkobar saat datang kabar tentang kedatangan sang suami. Dalam cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ persoalan kemanusiaan yang digarap adalah tentang kehampaan jiwa seorang prajurit dalam menjalankan kewajibannya sebagai abdi bela negara. takut. Cerpen ³Balada Hari Hujan´ terlihat jauh menusuk dan menelisik ke relung-relung terdalam sanubari seorang waria. Dalam cerpen´Pesta Terakhir´ tema kemanusiaan yang dihadirkan adalah mengenai beban mental yang melanda seorang tua atas dosa pengkhianatannya pada kawan-kawan karib yang dicintainya.

³Merekam Penulis Perempuan dalam Sejarah Kesusastraan´ wawancara dalam Jurnal Perempuan no. Melani.net. terlihatlah betapa intensifnya LC dalam menggarap tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen KTMP ini. 2004. ³Lelaki Beraroma Kebun´. Jakarta: Kompas. DAFTAR PUSTAKA Adesita. ³Setting´. Demikianlah hasil penelitian kali ini. pedih.).net/wmview. Cerpen kelima. 1987. Sepi Pun Menari Di Tepi Hari.ternyata juga bisa sangat terluka bila cintanya didusta. Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2004. Linda. Sanksi politik bagi seorang pemrotes rezim yang berkuasa ternyata menghasilkan efek tambahan. ³Jejak Lelaki. 10. Linda. dan Sunyi. Dalam Kornel no. Kenedi (ed. ³Pengalaman di Balik Penciptaan: Kuda Terbang Maria Pinto´ dalam http://relawan.100-107). Terjemahan Bab 3 Literature: An Introduction to Fiction. London: Scott. Catatan Atas Cerpen Pilihan Kompas 2004´ dalam Nurhan.php?ArtID=459&page=1. Christanty. Budianta. agak memperlihatkan nuansa sedikit berbeda dengan kecenderungan cerpen-cerpen lainnya.vision. Dari paparan penulis tentang aspek tematik cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen ini. 2004c. 2004. Cerpen ini tidak terlalu menonjol-nonjolkan manusia-manusia yang sakit perasaan. Kekerasan. Keluarga dan orang-orang yang dicintai serta mencintainya juga mesti menanggung ³buah´ dari itu semua. manusia sakit yang diangkat disebabkan oleh akibat kepedihan dari peristiwa lainnya. kembali menggarap soal kepedihan jiwa manusia yang ³terluka´. Christanty.14-15). ³Berpolitik lewat Cerpen´ wawancara dalam http://www. Diakses tanggal 6 Desember 2006. 2004b. Akhir yang sedih (sad ending) membuat pesan kemanusiaan dari cerpen ini terasa penuh duka. Christanty. dan perih. Ini terlihat sesuai dengan penghargaan dan apresiasi banyak pihak atas kumpulan cerpen ini. (hal. X. Poetry. 2003.php?id=3975. Tampilnya unsur jarak-waktu membuat cerita sedih dalam cerpen ini lebih sublimatif.J. Budianta. ³Sastra Bisa Mengungkapkan Kepedihan Terdalam´ wawancara oleh . 2004a.id/detail. Foresman and Company. Hubungan antara tokoh Halifa dan Si Penjaga Kebun lebih bernuansa keharuan bukan rasa sakit dan kepedihan yang sampai berlebih-lebihan. Uniknya. Ternyata bukan hanya individu-individu yang memilih jalan hidup penuh onak dan duri²menentang para penguasa²yang akan menderita atas aksiaksinya. Melani.30 (hal. Kennedy. Cerpen terakhir yang digarap disini. kumpulan cerpen KTMP karya LC ini bisa dikatakan telah berhasil sebagai sebuah karya sastra²setidaknya dari aspek penggarapan tema. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Linda. ³Makan Malam´. Syufra Malina. and Drama edisi keempat. Dengan demikian.

³Realitas Koran Pada Sastra Koran´ dalam Dua Tengkorak Kepala.com/cetak/2006/102006/08/khazanah/index. Kleden. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Imran. Viddy AD. Darma. Ahmadun Yosi. Hanafi.22). 28 Mei 2006). 1984. Diakses tanggal 18 Desember 2006. Segi-Segi Kesusastraan pada Kisah-Kisah Al-Qur¶an. Christanty. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.).com/ kompas- . 14 Desember 2006 (hal. Jakarta: Kompas. Jakarta: Karya Unipress.id/Bali Postcetak/2004/6/14/rubrik.kompas. ³Moral dalam Sastra´ dalam Sejumlah Esei Sastra. 15. Daery.co.html (Pikiran Rakyat. Kompas Cyber Media. Kurniawan. Sapardi Djoko. Panuti & Aart van Zoest (ed. Linda.asp?id=211271 (Republika Online. Jakarta: Gramedia.Wimar Witoelar dalam http://www. Derrida. Ahda. Imran. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Diakses tanggal 2 Februari 2007.com/ cetak/2006/012006/14/khazanah/index.html. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Eka.155.republika. Sebuah Pengantar Ringkas. 17 April 2005).asp?id=249828&kat_id=3 64 (Republika Online. 2000. ³Pohon Sejarah´ dalam Kornel no. ³Cerpen Bertema Kemanusiaan´ dalam http://www.pikiran-rakyat.balipost.24-25). 1996. Muhammad. 2004.kompas. Danujaya. ³Hidup di Dua Dunia´ wawancara dalam Pikiran Rakyat. ³Ferdinand de Saussure dan Perkembangan Semiologi´ dalam Sudjiman.pikiranrakyat. ³Merayakan Pembacaan´ dalam http://www. ³Perjalanan Sastra Buruh Indonesia´ dalam http://202. Damono. ³Peta Kecenderungan Cerpen Indonesia Terkini´ dalam http://www. 14 Januari 2005). Jakarta: Pustaka AlHusna. 8 Oktober 2005). Krampen. Sosiologi Sastra. Serba-Serbi Semiotika. 2004.com/kompas-cetak/0405/22/pustaka/1037030. 2004. Budiarto. Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2000. Yogyakarta: LkiS. 2005. A.html. Herfanda.208/detail. ³Kesenian dalam RUAPdP´ dalam http://www. Fayyadl. Henny.10 (hal. 1978. Sebuah Soal´ dalam http:/www. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Martin. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1984.co.html (Pikiran Rakyat. Irawati.id/koran_detail. Sastra Indonesia dalam Enam Pertanyaan. Budi. Ignas. Ahda. Esai-Esai Sastra dan Budaya. ³Penghargaan Sastra Khatulistiwa.

Pengkajian Sastra. Metode. Protes Sosial dalam Sastra. ³Inovasi Tematik-Stilistik Novel µDadaisme¶´ dalam http://www. 2000. Diakses tanggal 28 Oktober 2006. Diakses tanggal 6 Desember 2006. 1991. Bandung: Binacipta. Bandung: Angkasa. Sawitri.. Selden.html (Pikiran Rakyat. Beberapa Teori Sastra. Tentang Sastra. Raman. 1995. Perspektif Wacana Naratif. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Diakses tanggal 31 Mei 2006. Saidi. Asep. Cok. Ajip.sinarharapan. Pradotokusumo. Jan van. 2000.).55-63).edu/apakabar/basisdata/1996/04/21/0006. Kenedi (ed.html. Lilis A. ³Khatulistiwa Literary Award 2004 Hasilkan Pemenang Kembar´ . Mahayana. 2004. 2002. Rosidi. Mieke Bal dkk. Sinar Harapan Online. Luxemburg. Diakses tanggal 9 Januari 2007. 1990. Ratna. 1 Oktober 2005).com/ cetak/2006/102006/21/khazanah/index. Teori.com/newsprint. Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia. Panduan Membaca Teori Sastra Masa Kini. 1998. 21 Oktober 2006). 21 April 1996). Asep. Dalam Jurnal Perempuan no. 1996. Pradopo. Acep Iwan.hamline. ³Mencari µKarya Sastra¶ yang menguntungkan Perempuan´. Pengkajian Fiksi. Goenawan. Dua Tengkorak Kepala.mediaindonesia. 2003. Dari Strukturalisme Hingga Posstrukturalisme. Diakses tanggal 29 Januari 2007. dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2004. Jakarta: Kompas.net/cgi-bin/naskah/viewesai. ³Rigidnya Cerpen Gagasan´ dalam http://www. Maman S. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.co. ³Djenar dan Paradoks Masyarakat Kita´ dalam http://www. Mohammad. Bandung: Wacana.. 2005.html (Republika Online.html (Kompas Cyber Media. ³Merekonstruksi Sejarah Sastra Indonesia´ dalam http://cybersastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Burhan. Dan Penerapannya.cetak/0510/01/Bentara/2083130.cgi?category=5&id=10303 57707. Nurgiyantoro. Jakarta: Intermasa. Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2000.asp?Id=2004071023464677 &Jenis=c&cat_name=Tifa (Media Indonesia Online. Sambodja. Nyoman Kutha.30 (hal. Rachmat Djoko. Partini Sardjono. Sambodja.id/hiburan/budaya/2005/0402 /bud2. Nenden.pikiran-rakyat. Terjemahan Akhadiati Ikram. Saini KM. ³Posisi Perempuan dalam Karya Sastra´ dalam http://www. 1991. 11 Juli 2004). ³Kenapa Menulis Cerita Pendek?´ dalam Nurhan. 2002. Metode Kritik.

Jakarta: PT Graemedia Pustaka Utama.co. A. 1997. Diakses tanggal 6 Desember 2006.com/kompas-cetak/0406/27/Buku.kompas. A. Chusnato. Susmana.html?id=137985. Tirto.). 1987. Telaah Struktural dengan Penekanan pada Aspek Tematik. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya. Suara Karya Online. Indra. Pengantar Teori Sastra. 27 Juni 2004). Sudjiman.id/berita/0410/13/ hib01.id/koran_detail. Tjahyadi. 2000. Darmadjati. Universitas Padjajaran. ³Penelitian Sastra: Tinjauan Tentang Teori dan Metode Sebuah Pengantar´ dalam Jabrohim (ed. Suwondo. ³Ruang Fiksi di Media Gaya Hidup´ dalam http://www. Soeratno. Studi Sastra. Diakses tanggal 6 Desember 2006. 2003b.html.asp?id=60132&kat_id=102&kat_id1=&kat_id2 . S Prasetyo. Metodologi Penelitian Sastra.sinarharapan. 2005. Metodologi Penelitian Sastra.).republika. Teeuw. Utomo. 1984. Siti Chamamah. Memahami Cerita Rekaan.dalam http://www. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya. Tergantung Pada Kata. 1994. Jakob & Saini K.republika.id/hiburan/budaya/2005/0115/bud2. Metodologi Penelitian Sastra. Antara Kelisanan dan Keberaksaraan. Apresiasi Kesusastraan. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya. Jakarta: Pustaka Jaya. 1983. Sumardjo.co.html (Kompas Cyber Media. Diakses tanggal 8 Mei 2006. ³Terbang Kemana µKuda Terbang Maria Pinto¶?´ dalam http://www.suarakaryaonline. ³Petunjuk Penelitian Sastra dengan Metode Pendekatan Tematis ± Filosofis´ dalam Jabrohim (ed. co. 2003.). 2003.J. Indonesia. Jakarta: Pustaka Jaya.sinarharapan. 2003a. Sastra dan Ilmu Sastra. 3 April 2005). A. 2006.id/koran_detail. Pergeseran Makna Cinta dalam Kumpulan Cerpen Sebuah Pertanyaan untuk Cinta.M. Teeuw.com/news.co. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya. ³Wanita dalam Sastra´ dalam http://www. ³Analisis Struktural: Salah Satu Model Pendekatan dalam Penelitian Sastra´ dalam Jabrohim (ed. ³Sastra yang Berangkat dari Lamunan´ dalam http://www. Tirto. Suwondo. Supadjar. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Suharjana. Diakses tanggal 19 Juli 2005. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Jakarta: Pustaka Jaya. Agus. ³Generasi Cerpenis Pasca-Seno Gumira Ajidarma´ dalam http://www. A. Panuti. Sukiman. Beberapa Alternatif.html. Teeuw.asp?id=193015&kat_id=364 &kat_id1=&kat_id2= (Republika Online. Jakarta: Pustaka Jaya.

php?act=detail&id=6.asp?id=182197&kat_id=102.id/putu. Diakses tanggal 2 Februari 2007. Rene & Austin Warren. Pukul 22. Pasaman.html. co. Wellek. Teori Kesusastraan.ba hasasastra. Nama: Asrul Sani Lahir: Rao. 1990.php?id=L. Putu. Wijaya.blogspot. 10 Juni 1927 Meninggal: Jakarta. http://www. Diakses tanggal 6 Desember 2006. http://ubudwritersfestival.republika. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Diakses tanggal 2 Februari 2007. Diakses tanggal 10 November 2006. http://andreasharsono.web.or.com/ilist. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Terjemahan Melani Budianta. http://www.(Republika Online.com/2005/01/literary-journalism-course-vii.id/koran_detail. 2002. 13 Januari 2002).asp.id/contributor.15 WIB Istri: (1) Siti Nurani dan (2) Mutiara Sarumpaet . 11 Januari 2004. Jakarta: Gramedia. ³Sastra Sebagai Refleksi Kemanusiaan´ dalam http://www.pantau.

tiga putri. Universitas Indonesia (IPB) Dramaturgi dan sinematografi di University of Southern California. enam cucu Ayah: Sultan Marah Sani Syair Alamsyah. Sumatera Barat . gelar Yang Dipertuan Rao Mapattunggal Mapatcancang Pendidikan: Fakultas Kedokteran Hewan. Amerika Seri kat tahun 1955-1957 Sekolah Seni Drama di Negeri Belanda tahun 1951-1952 SLTP hingga SLTA di Jakarta SD di Rao.Anak: Tiga putra.

Tentara Pelajar di Bogor Kegiatan Penerbitan: .Karir Politik: Anggota DPR GR 1966 -1971 mewakili Partai Nahdhatul Ulama Anggota DPR RI 1972 -1982 mewakili PPP Pendiri : Gelanggang Seniman Merdeka Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) Kegiatan Pergerakan: Lasjkaer Rakjat Djakarta.

Menerbitkan kebudayaan Majalah Suara Bogor . dan wartawan Majalah Zenith Konsep Kebudayaan: Surat Kepercayaan Gelanggang Penghargaan: Tokoh Angkatan 45 Bintang Mahaputra Utama. tahun 2000 Enam buah Piala Citra pada Festifal Film Indonesia (FFI) Film Terbaik pada Festival Film Asia tahun 1970 Karya Puisi: . ruang kebudayaan Siasat . redaktur majalah Gema Sua sana . anggota redaksi Gelanggang .

Kalibata. Mimbar Indonesia . Jakarta Selatan . cerpen sebelum penerbitan antolo gi sesudahnya tujuh buah puisi. dan Zenith . dan puisi-puisi lain yang dimuat antara lain di yang dimuat di majalah Siasat . . Para Perintis Kemerdekaan . Apa yang Naga Bonar . 19 buah puisi dan lima buah Tiga Menguak Takdir tahun 1950. Karya Film: Titian Serambut Dibelah Tudjuh . enam terjemahan puisi. Alamat Rumah: Kompleks Warga Indah Jalan Attahiriyah No. Pejaten. Kau Cari Palupi Monumen . Hidup Salah Asuhan . tiga terjemahan drama. Kemelut Kejarlah Daku Kau Kutangkap .. 4E. lalu Surat dari Ibu . bersama Chairil Anwar Anak Laut . Pagar Kawat Berduri . enam buah cerpen.Tiga Menguak Takdir dan Rivai Apin.

Jika Indonesia lebih mengenal Chairil Anwar sebagai penyair paling legendaris milik bangsa. Dalam antologi Tiga Menguak Takdir Asrul Surat dari Sani tak kurang menyumbangkan delapan puisi. Gelanggang Seniman Merdeka . Pejaten Jakarta. Attahiriah. maka adalah Asrul Sani. Mereka bertiga bukan hanya menjadi pendiri malahan didaulat menjadi tokoh pelopor sas trawan Angkatan 45. 10 Juni 1927 ini wafat setelah kesehatannya terus menurun sejak menjalani operasi tulang pi nggul sekitar satu setengah tahun sebelumnya. Chairil Anwar. Seniman kelahiran Rao.Asrul Sani Seniman Pelopor Angkatan '45 Asrul Sani seniman kawakan yang antara lain dikenal lewat Sajak Tiga Menguak Takdir bersama Chairil Anwar dan Rivai Apin meninggal dunia hari Minggu 11 Januari 2004 malam sekitar pukul 22. Dia adalah pelaku terpenting sejarah kebudayaan modern Indonesia. Sumbar. 4E.15 di kediamannya di Jln. dan Rivai Apin yang mengumpulkan karya puisi bersama -sama berjudul Menguak Takdir Tiga yang kemudian diterbitkan dalam bentuk buku di tahun 1950. kecuali puisi berjudul . Kompleks Warga Indah No.

enam terjemahan puisi. Sesungguhnya bukan hanya bersastra. dua diantaranya dimuat dalam Tiga Menguak Takdi . redaktur majalah kebudayaan Gelanggang . Mimbar Indonesia . dan Sastrawan Angkatan 45 bukan hanya dituntut bertanggungjawab untuk mengh asilkan karya-karya sastra pada zamannya. Siasat . ruang kebudayaan majalah Zenith . anggota redaksi Suara Bogor . dan tiga terjemahan drama. dan menjadi wartawan pada majalah . semenjak antologi terbit hingga ke tahun 1959 ia antara lain kembali menghasilkan tujuh buah karya puisi. bersama kawan -kawan telah menyatukan visi perjuangan revolusi kemerdekaan ke dalam bentuk Lasjkar Rakjat Djakarta. Kemudian. Namun ketika para nurani bangsa tu mensintesakan i dan keinginan kuat bebas merdeka menjadi jargon -jargon merdeka atau mati semacamnya. Siasat . II. Sejak puisi Anak Laut yang dimuat di Majalah Siasat No. 54. Masih di masa revolusi itu. siapapun pasti akan tunduk kepada suara nurani. menerbitkan suratkabar Gema Suasana . Asrul Sani tak kurang menghasilkan 19 puisi dan lima buah cerpen. mereka adalah juga nurani bangsa yang menggelorakan semangat kemerdekaan. namun lebih dari itu. lalu enam buah r cerpen.Ibu . Puisipuisi karya Asrul Sani antara lain dimuat di majalah Zenith . di Bogor dia memimpin Te ntara Pelajar. Adalah tidak realistis sebuah bangsa bisa merdeka hanya bermodalkan bambu runcing. 1948 hingga terbitnya antologi T iga Menguak Takdir tadi. maka. pada tahun 1945-an itu Asrul Sani yang pernah duduk seba ngku dengan sastrawan Pramoedya Ananta Toer sewaktu sekolah di SLTP Taman Siswa Jakarta.

pada sekitar tahun 1955 hingga 1957 Asrul Sani pergi ke Amerika Serikat justru untuk menempuh pendidikan dramaturgi dan sinematografi di University of Southern California. Sempat pindah ke Fakultas Sastra UI namun kemudian balik lagi hingga tamat memperoleh titel dokter hewan. antara lain berb unyi. Isinya. Kami lahir dari kalangan orang banyak dan pengertian rakyat kecil bagi kami adalah kumpulan campur baur dari mana -mana dunia-dunia baru yang sehat dan dapat dilahirkan . penterjemah berbagai naskah drama kenamaan dunia. esei. selain penyair adalah juga penulis cerita pendek. serta sekaligus sutradara panggung dan film. Bahkan. Pasaman. Hal itu semua terjadi. kami adalah ahli waris yang sah dari kebudayaan dunia dan kebudayaan ini kami teruskan dengan cara kami sendiri. Asrul Sani sudah mengkonsep sekaligus mengumumkan pemikiran kebudayaannya yang sangat monumental berupa Surat Kepercayaan Gelanggang .Hingga tiba pada bulan Oktober 1950 saat usianya masih 23 tahun. penulis skenario drama dan film. sebagai politisi ia juga pernah lama mengecap aroma kursi parlemen sejak tahun 1966 hingga 1971 mewakili Partai Nahdhatul Ulama. dan berlanjut hingga tahun 1982 mewakili P artai Persatuan Pembangunan (PPP). Setamat Sekolah Rakyat di Rao. adalah karena keterpanggilan jiwa sebab meski telah menamatkan pendidikan sarjana kedokteran hewan pada Fakultas Kehewanan IPB Bogor (ketika itu masih fakultas bagiandari Universitas Indonesia) dan menjadi dokter hewan. Agaknya kekuatan jiwa seni telah memenangkan pertaruhan isi . Sumatera Barat 10 Juni 1927 sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara. terutama aktivitas keseniannya. yang isinya adalah sebentuk sikap kritisnya terhadap kebudayaan Indonesia. Seni dan keteknikan ada lah dua dunia yang berbenturan dalam diri Asrul. Asrul Sani yang kelahiran Rao. Asrul Sani menuju Jakarta belajar di Sekolah Teknik. lalu masuk ke Fakultas Kehewanan Universitas Indonesia (di kemudian hari dikenal sebagai Institut Pertanian Bogor).

bukan hanya karena pengalaman masa kecil di desa kelahiran yang sangat membekas dalam sanubarinya.batin Asrul Sani. keduanya sepakat mendirikan Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) yang melahirkan banyak sineas mau un seniman teater kesohor. Tak kurang enam piala citra berhasil dia sabet. Karya besar film lainnya adalah Kawat Berduri . 11 . p seperti Teguh Karya. Alam pikir yang ada adalah. Wahyu Sihombing. - Film pertama yang disutradarai Asrul Sani adalah Titian Serambut Dibel Tudjuh ah pada tahun 1959. Itulah Asrul Sani. dan lain-lain. Tatiek W. Monumen . sebuah film jika dinominasikan saja sudah pertanda baik maka apabila hingga enam kali memenangkan piala citra maka sineasnya bukan lagi sebatas baik melainkan dia pantas dinobatkan sebagai tokoh perfilman. Deddy Mizwar. Kemelut Hidup . Pagar Salah Asuhan . Para Perintis Kemerdekaan . ia mulai mencapai Apa yang Kau Cari Palupi terpilih kematangan ketika sebuah film karyanya sebagai film terbaik pada Festival Film Asia pada tahun 1970. Kejarlah Daku Kau Kutang ap . dan lainlain. tokoh lain perfilman. Bahkan. totalitas jiwa berkesenian terutama film makin menguat pada dirinya setelah Asrul Sani bertemu Usmar Ismail. yang pada hari Minggu. Dan. Selain karena pendekatan akademis dan romatisme kehidupan pertanian di desa. sebelum ke Negeri Paman Sam Amerika Serikat pun pada tahun 1951 -1952 ia sudah terlebih dahulu ke Negeri Kincir Angin Belanda dan belajar di Sekolah Seni Drama. Slamet Rahardjo Djarot.. Ismed M Noor. disamping beberapa kali masuk nomibasasi. Maklum. Nano dan Ratna Riantiarno. k Naga Bonar . Maliyati.

lalu kepalanya terangkat. Sultan Marah Sani Syair Alamsyah. Selama hidupnya Asrul Sani hanya mendedikasikan dirinya pada seni dan sastra. diberikan obat. hingga pernah d irawat di RS Tebet. Ayahnya. usai dibaringkan tiba -tiba dia seperti cegukan. Asrul Sani menjelang menit dan a detik kematiannya. masak sampai detik terakhir. dia berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Asrul Sani meninggalkan tiga putra dan tiga putri serta enam cucu. sambil bercanda tentunya ke Mutiara Sani setahun sebelumnya. Meski sudah mulai mengalami kemunduran .Januari 2004 tepat pukul 22. Dia adalah putra bungsu dari tiga bersaudara. Sebagai penerima penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari Pemerintah RI pada tahun 2000 lalu. Semenjak menjalani operasi tulang pinggul enam bulan lalu. Sebagaimana kematian orang percay . Jakarta Selatan dengan alasan. Namun dia berpesan ke istrinya untuk hanya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Menteng Pulo. Dia meninggal setelah digantikan popoknya oleh Mutiara. dan sebelum mengkatupkan mata untuk selamanya terpejam dia masih sempat mencium pipi Mutiara Sani. dan dibaringkan. Yang Dipertuan Rao Mapattunggal Mapatcancang adalah raja adat di daerahnya.15 WIB dengan tenang tepat di pelukan Mutiara Sani (56 tahun) istrinya meninggal dunia pada usia 76 tahun karena usia tua. Jakarta Selatan. kesehatan Asrul Sani mulai menurun. yang juga aktris film layar le bar dan sinetron. serta istri pertama Siti Nuraini yang diceraikannya dan istri kedua Mutiara Sani Sarumpaet. kita masih mau diatur negara .

Tetapi hanya dengan memaafkan kita akan dapat mengubati hati yang telah terluka. Saya percaya. Kita harus sanggup hidup untuk memberi cita-cita itu bertumbuh. Membalas kejahatan dengan kejahatan. perkahwinan menjadi penghubung antara dua insan dan anak menjadi penghubung antara ibu dan ayah . Orang bijaksana tidak sesekali duduk meratapi kegagalannya. Selalu bayangkan diri anda di dalam kasut seseorang. Jembatan menjadi penghubung antara dua buah kampung. bukanlah perikemanusiaan. Kita tidak dapat meneruskan hidup dengan baik jika tidak dapat melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu. Jika anda rasa ianya menyakitkan. Jakarta. Dan hati mengatakan perempuan itu cantik atas dasar akhlaknya. *hp kejahatan adalah perangai yg serendah-rendahnya. Dalam kesempitan hidup ada kekuasaan ilmu. Asrul Sani masih saja menyempatkan menulis sebuah pidato kebudayaan. yang.kesehatan dalam jangka waktu lama. Tapi bia rlah nurani-nurani aru lain mekar tumbuh berkembang seturut zamannya. Kata Kata Mutiara Cinta. tetapi hari ini masih boleh mengubah apa akan terjadi pada hari esok. tapi dengan lapang hati mencari jalan bagaimana memulihkan kembali kerugian yg dideritainya. Nurani bangsa itu telah pergi. esok sudah tidak boleh mengubah apa berlaku hari ini. Nafsu mengatakan perempuan itu cantik atas dasar rupanya. Akal mengatakan perempuan itu cantik atas dasar ilmu dan kepintarannya. Memaafkan mungkin amat berat untuk diberikan kepada orang yang pernah melukai hati kita. sangat mungkin hal itu menyakitkan hari orang lain pula. maaf diberi secara ikhlas umpama pisau bedah yang boleh membuang segala parut luka emosi Kasihkan manusia lepaskan dia kepada pilihan dan keputusannya kerana di situ tanda kita gembira melihat insan kita sayangi beroleh bahagia Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi. fikirlah ia mungkin menyakitkan orang lain juga Tiada siapa paling pandai dan paling bodoh di dunia ini kerena setiap yg pandai itu boleh menjadi bodoh dan setiap yang bodoh itu boleh menjadi pandai Kata Kata Mutiara Cinta. Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa. Membalas kejahatan dengan kebaikan adalah cita-cita kemanusiaan yg setingginya. Apabila hal itu menyakitkan hatimu. konon akan dia sampaikan saat menerima gelar doktor kehormatan honoris causa dari Universitas Indonesia. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata oranglain. Membalas kebaikan dengan kebaikan adalah hal biasa.

Orang terhormat itu kehormatannya sendiri melarangnya berbuat jahat. belum tentu berharga. pengaruh menjadi penjaganya. Sesuatu yang bagus. belum tentu bagus. itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Sabar adalah jalan keluar bagi orang yang tidak bisa menemukan jalan keluar. itu adalah sumber kebijaksanaan. Ambillah waktu untuk berdoa. . Ada orang yang berputus asa berjalan ke arahnya lantaran disangkanya jalan ke sana amat sukar. Padahal mudah. Teman yang paling akrab adalah AMAL. Dan ibadah yang paling indah tentunya KHUSYUK. itu adalah sumber kekuatan. Pengawal peribadi yang paling waspada DIAM. Perjuangan memerlukan ketabahan. Bahasa yang paling manis SENYUM. Pengorbanan memerlukan perjuangan. kerana ia dimulai daripada dirinya sendiri -Said Mustafa Kata Kata Mutiara Cinta yang diucapkan sembarangan dapat mewujudkan perselisihan. belum tentu benar. Tertariklah kepada seseorang yg dapat membuatmu tersenyum. Namun kita harus menuju ke sana. binasalah hayat.Pemimpin berjaya ialah orang yang boleh mengawal komunikasi dengan orang yang lebih atas daripadanya dan boleh mengawal komunikasi dengan orang lebih bawah daripadanya. kerna hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Kejayaan pula akan menentukan kebahagiaan. itu adalah hak istimewa Memang amat tinggi letaknya kebahagiaan. Ketabahan memerlukan keyakinan. maka terkutuklah dia. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. belum tentu baik. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya kerna kekayaan dapat musnah. itu adalah sumber ketenangan. sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Barangsiapa yang hari ini sama dengan kemarin. Sesuatu yang benar. Sesuatu yang berharga/berguna. Agama menjadi sendi hidup. Jagalah dirimu baik-baik. Harta yang paling menguntungkan ialah SABAR. Jangan tertarik kepada seseorang kerna parasnya. Sesuatu kebaikan. Ambillah waktu untuk berfikir. kerana engkau dipandang manusia bukan kerana rupa tetapi kesempurnaan budi dan adab -Nabi SAW Kata Kata Mutiara Cinta. usahakanlah kemuliaannya. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkati. Kawan sejati ialah orang yg mencintaimu meskipun telah mengenalmu dengan sebenar-benarnya ia itu baik dan burukmu. runtuhlah hidup dan kalau tidak berpenjaga. Keyakinan pula menentukan kejayaan. Ambillah waktu untuk bermain. Kalau tidak bersendi. maka tertipulah dia. Hidup memerlukan pengorbananan. Ambillah waktu untuk belajar. Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai. dan barangsiapa hari ini lebih jahat dari kelmarin.

Oleh itu berikanlah walau setitik kegembiraan yang anda miliki itu kepada teman anda. pabila kita memakainya semua akan dapat merasa keharumannya. kelalaian itu kegelapan. tapi tanyalah apa yang boleh kamu buat untuk negara -Abraham Lincol Ciri orang yang beradab ialah dia sangat rajin dan suka belajar. maka dia akan membawa berita tentang dirimu kepada orang lain. Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab. . memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat ± Khalifah Abdul Malik bin Marwan Jangan tanya apa yang dibuat oleh negara untukmu. asalkan ia sangat m enyukai pekerjaan yang dilakukan. Jika anda rasa ianya menyakitkan. Jangan memberi makanan kepada orang lain yang anda sendiri tidak suka memakannya. maka Aku akan menggantikannya dengan iman yang dirasakan manisnya dalam hati« Orang yang berkhianat selalu terhina. Orang yang berbohong itu sentiasa ingin melarikan diri sedangkan tiada seorang pun yang mengejarnya namun orang yang benar itu berani seperti singa -Goethe Barangsiapa membawa berita tentang orang lain kepadamu.Kekayaan bukanlah satu dosa dan kecantikan bukan satu kesalahan. kejahilan itu kesesatan dan manusia yang paling hina ialah orang yang menganiaya orang bawahannya. Selalu bayangkan diri anda di dalam kasut seseorang. Kata Kata Mutiara Cinta. dia tidak malu belajar daripada orang yang berkedudukan lebih rendah darinya ± Confucius Setiap orang dapat mencapai kejayaan dalam hal apa saja. Kepada pasangan ± Cinta dan ketaatan Kepada manusia ± Kebebasan Berfikir itu cahaya. Kebahagiaan adalah haruman yang tidak boleh kamu semburkan kepada orang lain tanpa kamu sendiri mendapat beberapa titisan daripadanya Emerson Kata Kata Mutiara Cinta. Penglihatan itu sebagai panah iblis yang berbisa. Kegembiraan ibarat semburan pewangi. fikirlah ia mungkin menyakitkan orang lain juga Nilai manusia adalah semahal nilai matlamatnya. merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi. maka siapa yang mengelakkannya kerana takut padaKu. Oleh itu jika anda lah memiliki kedua-duanya janganlah anda lupa pada Yang Maha Berkuasa. ± Marcus Aurelius Kepada kawan ± Kesetiaan Kepada musuh ± Kemaafan Kepada ketua ± Khidmat Kepada yang muda ± Contoh terbaik Kepada yang tua ± Hargai budi mereka dan kesetiaan.

Maka berlumba-lumbalah beramal supaya hidup bahagia di dunia dan akhirat (freesmsc.Agama tidak pernah mengecewakan manusia. kita akan dibenci. Kita menjadi seperti apa yang kita fikirkan Sesiapa yang tidak pernah merasai kepahitan tidak akan mengenal kemanisan. Tetapi sekiranya kita fikirkan kasih maka kita akan dikasihi. Fikirkan permusuhan kita akan dimusuhi. Dunia ini ibarat pentas. Setiap bunga mawar pasti ada durinya. . Kata Kata Mutiara Cinta. Kita adalah pelakonnya. Tetapi manusia yang selalu mengecewakan agama. Dari kesusahan itu akan diperolehi kesenangan dan kebahagiaan. fikirkan kebencian. mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.wordpress.com). kulit manggis pahit sebab manis di dalamnya dan bunga ros berduri kerana harum baunya Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik. Ini adalah undangundang alam. seperti durian berduri kerana sedap isinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful