PRAGMATIK

pragmatics (n) - pragmatik - pragmatika pragmatis (adj) : melihat sesuatu dari kegunaan pragmatisme: aliran yang melihat sesuatu dari kegunaan Dalam komunikasi, satu maksud atau satu fungsi dapat diungkapkan dengan berbagai bentuk/struktur. Untuk maksud ³menyuruh´ orang lain, penutur dapat mengungkapkannya dengan kalimat imperatif, kalimat deklaratif, atau bahkan dengan kalimat inter ogatif. Dengan demikian, pragmatik lebih cenderung ke fungsionalisme daripada ke formalisme. Pragmatik berbeda dengan semantik dalam hal pragmatik mengkaji maksud ujaran dengan satuan analisisnya berupa tindak tutur (speech act), sedangkan semantik menelaah makna satuan lingual (kata atau kalimat) dengan satuan analisisnya berupa arti atau makna. Kajian pragmatik lebih menitikberatkan pada ilokusi dan perlokusi daripada lokusi sebab di dalam ilokusi terdapat daya ujaran (maksud dan fungsi tuturan), perlokusi berarti terjadi tindakan sebagai akibat dari daya ujaran tersebut. Sementara itu, di dalam lokusi belum terlihat adanya fungsi ujaran, yang ada barulah makna kata/kalimat yang diujarkan . Berbagai tindak tutur (TT) yang terjadi di masyarakat, baik TT representatif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif, TT langsung dan tidak langsung, maupun TT harafiah dan tidak harafiah, atau kombinasi dari dua/lebih TT tersebut, merupakan bahan sekaligus fenomena yang sangat menarik untuk dikaji secara pragmatis. Misalnya, bagaimanakah TT yang dilakukan oleh orang Jawa apabila ingin menyatakan suatu maksud tertentu, seperti ngongkon µmenyuruh¶, nyilih µmeminjam¶, njaluk µmeminta¶, ngelem µmemuji¶, janji µberjanji¶, menging µmelarang¶, dan ngapura µmemaafkan¶. Pengkajian TT tersebut tentu menjadi semakin menarik apabila peneliti mau mempertimbangkan prinsip kerja sama Grice dengan empat maksim: kuantitas, kualitas, hubungan, dan cara; serta skala pragmatik dan derajat kesopansantunan yang dikembangkan oleh Leech (1983).

Pragmatik dan Fungsi Bahasa Bidang ³pragmatik´ dalam linguistik dewasa ini mulai mendapat perhatian para peneliti dan pakar bahasa di Indonesia. Bidang ini cenderung mengkaji fungsi ujaran atau fungsi bahasa daripada bentuk atau strukturnya. Dengan kata lain, pragmatik lebih cenderung ke fungsionalisme daripada ke formalisme. Hal itu sesuai dengan pengertian pragmatik yang dikemukakan oleh Levinson (1987: 5 dan 7), pragmatik adalah kajian mengenai penggunaan

bahasa atau kajian bahasa dan perspektif fungsional. Artinya, kajian ini mencoba menjelaskan aspek-aspek struktur bahasa dengan mengacu ke pengaruh-pengaruh dan sebabsebab nonbahasa. Fungsi bahasa yang paling utama adalah sebagai sarana komunikasi. Di dalam komunikasi, satu maksud atau satu fungsi dapat dituturkan dengan berbagai bentuk tuturan. Misalnya, seorang guru yang bermaksud menyuruh muridnya untuk mengambilkan kapur di kantor, dia dapat memilih satu di antara tuturan-tuturan berikut: (1) Jupukna kapur!( kalimat imperatif) (2) Kene ora ana kapur.( kalimat deklaratif) (3) Ibu ngersakake kapur.( kalimat deklaratif) (4) O, jebul ora ana kapur.( kalimat deklaratif) (5) Ing kene ora ana kapur, ya?( kalimat interogatif) (6) Ngapa ora padha gelem njupuk kapur?( kalimat interogatif) Dengan demikian untuk maksud ³menyuruh´ agar seseorang melakukan suatu tindakan dapat diungkapkan dengan menggunakan kalimat imperatif seperti tuturan (1), kalimat deklaratif seperti tuturan (2-4), atau kalimat interogatif seperti tuturan (5-6). Jadi, secara pragmatis, kalimat berita (deklaratif) dan kalimat tanya (interogatif) di samping berfungsi untuk memberitakan atau menanyakan sesuatu juga berfungsi untuk menyuruh (imperatif atau direktif).

PRAGMATIK VS SEMANTIK Sebelum dikemukakan batasan pragmatik kiranya perlu dijelaskan lebih dahulu perbedaan antara pragmatik dengan semantik. (a) Semantik mempelajari makna, yaitu makna kata dan makna kalimat, sedangkan pragmatik mempelajari maksud ujaran, yaitu untuk apa ujaran itu dilakukan. (b) Kalau semantik bertanya ³Apa makna X?´ maka pragmatik bertanya ³Apa yang Anda maksudkan dengan X?´ (c) Makna di dalam semantik ditentukan oleh koteks, sedangkan makna di dalam pragmatik ditentukan oleh konteks, yakni siapa yang berbicara, kepada siapa, di mana, bilamana, bagaimana, dan apa fungsi ujaran itu. Berkaitan dengan perbedaan (c) ini, Kaswanti Purwo (1990: 16) merumuskan secara singkat ³semantik bersifat bebas konteks (context independent), sedangkan pragmatik bersifat terikat konteks (context dependent)´ (bandingkan Wijana, 1996: 3).

Definisi pragmatik:
1. cabang ilmu bahasa yang menelaah penggunaan bahasa. Satuan -satuan lingual dalam penggunaannya. 2. studi kebahasaan yang terikat konteks. 3. studies meaning in relation to speech situation (Leech, 1983). 4. cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal, yakni bagaimana satuan kebahasaan digunakan dalam komunikasi (Wijana, 1996: 2). Cukup banyak kiranya batasan atau definisi mengenai pragmatik. Levinson (1987: 1 53), misalnya, membutuhkan 53 halaman hanya untuk menerangkan apakah pragmatik itu dan apa saja yang menjadi cakupannya. Di sini dikutipkan beberapa di antaranya yang dianggap cukup penting. (1) Pragmatik adalah kajian mengenai hubungan antara tanda (lambang) dengan penafsirnya, sedangkan semantik adalah kajian mengenai hubungan antara tanda (lambang) dengan objek yang diacu oleh tanda tersebut. (2) Pragmatik adalah kajian mengenai penggunaan bahasa, sedangkan semantik adalah kajian mengenai makna. (3) Pragmatik adalah kajian bahasa dan perspektif fungsional, artinya kajian ini mencoba menjelaskan aspek-aspek struktur linguistik dengan mengacu ke pengaruh-pengaruh dan sebabsebab nonlinguistik. (4) Pragmatik adalah kajian mengenai hubungan antara bahasa dengan konteks yang menjadi dasar dari penjelasan tentang pemahaman bahasa. (5) Pragmatik adalah kajian mengenai deiksis, implikatur, praanggapan, tindak tutur, dan aspek-aspek struktur wacana. (6) Pragmatik adalah kajian mengenai bagaimana bahasa dipakai untuk berkomunikasi, terutama hubungan antara kalimat dengan konteks dan situasi pemakaiannya. Dari beberapa definisi tersebut dapat dipahami bahwa cakupan kajian pragmatik sangat luas sehingga sering dianggap tumpang tindih dengan kajian wacana atau kajian sosiolinguistik. Yang jelas disepakati ialah bahwa satuan kajian pragmatik bukanlah kata atau kalimat, melainkan tindak tutur atau tindak ujaran (speech act). Stephen C. Levinson telah mengumpulkan sejumlah batasan pragmatik yang berasal dari berbagai sumber dan pakar, yang dapat dirangkum seperti berikut ini.

d pragmatik an yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan penafsir (interpreters).kondisi-kondisi kebenaran. atau dengan perkataaan lain: memperbincangkan segala aspek makna ucapan yang tidak dapat dijelaskan secara tuntas oleh referensi langsung kepada kondisi-kondisi kebenaran kalimat yang ciucapkan. pragmatics is distinct from grammar. Pragmatik adalah telaah mengenai deiksis. Pragmatik adalah telaah mengenai relasi antara bahasa dan konteks yang merupakan dasar bagi suatu catatan atau laporan pemahaman bahasa. 5. Ketiga cabang tersebut kemudian lebih dikenal dengan teori trikotomi. Parker (1986: 11). dan aspek struktur wacana. Pragmatik adalah telaah mengenai hubungan tanda-tanda dengan penafsir (Morris. 3. 1938:6). Teori pragmatik menjelaskan alasan atau pemikiran para pembicara dan penyimak dalam menyusun korelasi dalam suatu konteks sebuah tanda kalimat dengan suatu proposisi (rencana. semantik (semantics) yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan objek di mana tanda-tanda itu diterapkan (ditandainya) (atau hubungan antara penanda dan petanda (signifiant dan signifie/yang ditandai)). yang mempunyai perhatian besar pada ilmu pengetahuan tentang tanda-tanda. dengan kata lain: telaah mengenai kemampuan pemakai bahasa menghubungkan serta menyerasikan kalimatkalimat dan konteks-konteks secara tepat. atau masalah). Pragmatics is the study of how language is used to communicate. 2. 4. Pemakaian istilah pragmatik (pragmatics) dipopulerkan oleh seorang filosof bernama Charles Morris (1938). anggapan penutur (presupposition). Pragmatik adalah telaah mengenai segala aspek makna yang tidak tercakup dalam teori semantik. which is the study of the internal structure of language. Dalam hal ini teori pragmatik merupakan bagian dari performansi. Dalam semiotik. yaitu: sintaktik (syntactics) atau sintaksis (syntax) yaitu telaah tentang relasi formal dari tanda yang satu dengan tanda yang lain (mempelajari hubungan satuan lingual dengan satuan lingual lain: tanda dengan tanda). implikatur. atau semiotik (semiotics). Morris membedakan tiga cabang yang berbeda dalam penyelidikan. tindak ujar. Pragmatik adalah telaah mengenai hubungan antara bahasa dan konteks yang tergramatisasikan atau disandikan dalam struktur sesuatu bahasa.1. Secara kasar dapat dirumuskan: pragmatik = makna . . Pragmatik sebenarnya merupakan bagian dari ilmu tanda atau semiotics atau semiotika.

internal atau formal Sintaksis: frase. diadik: bentuk dan makna Semantik: makna (biasanya leksikal). Pragmatik: cabang ilmu bahasa yang mempelajari makna satuan kebahasaan eksternal atau fungsional yang bersifat eksternal / bagaimana triadik: bentuk. Semantik: makna linguistik (makna). Witgenstein (filsuf): makna adalah penggunaannya. dilihat dari berbagai faktor . Pragmatik: makna penutur (maksud).Contoh: Kok. kepada siapa. sudah pulang! Isteri: ¶betul-betul terkejut¶ atau ¶orang itu lama sekali perginya¶ Suami menafsirkan: siapa yang berbicara. wacana. Cabang-cabang bahasa: Fonologi: bunyi sebagai sistem Morfologi: satuan gramatikal terkecil. makna dalam penutur. misalnya menyindir atau memarahi. Makna sebuah tuturan itu penggunaannya. kalimat. dan satuan kebahasaan itu dikomunikasikan maksud. Contoh: Sugeng enjing! makna: menyapa maksud: tergantung siapa yang berbicara atau maksud lain. klausa. . bersifat internal. apik maksud: bisa tidak baik. Baik! makna: baik. situasinya bagaimana? L. ada hal-hal yang tidak langsung ¶indirectness atau secara tidak literal¶. makna.

atau studi istilah indeksikal atau deiktis (deictis) (gagasan Montague). Dalam semiotik. Morris memberikan contoh interjeksi seperti Oh!. . Asal-usul dan perilaku historis istilah pragmatik Pemakaian istilah pragmatik (pragmatics) dipopulerkan oleh seorang filosof bernama Charles Morris (1938).Makna itu berubah-ubah tergantung pada konteksnya. yaitu: sintaktik (syntactics) atau sintaksis (syntax) yaitu telaah tentang relasi formal dari tanda yang satu dengan tanda yang lain. Akhirnya pengarang menyimpulkan bahwa perbedaan pemakaian istilah pragmatik ditimbulkan dari bagian asal-usul semantik karya Morris. Good morning! dipengaruhi oleh hukum pragmatik. dan pragmatik yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan penafsir (interpreters). Ketiga cabang tersebut kemudian lebih dikenal dengan teori trikotomi. Come here!. Pragmatik: bagaimana orang menafsirkan. semantik (semantics) yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan objek di mana tanda-tanda itu diterapkan (ditandainya). yang mempunyai perhatian besar pada ilmu pengetahuan tentang tanda-tanda. atau telaah konsep abstrak tertentu yang membuat acuan pada pelaku (agents) (satu gagasan dari Carnap). atau semiotik (semiotics). sebenarnya semantik sudah ada pragmatik. yaitu bahwa variasi retoris dan alat puitis hanya muncul di bawah kondisi tertentu dalam batas-batas pemakaian bahasa. Morris membedakan tiga cabang yang berbeda dalam penyelidikan. Mempelajari bagaimana satuan lingual itu ditafsirkan. Jadi. Contoh semantika: kursi signifiant (penanda) ¶tempat duduk¶ signifie (petanda) Terdapat suatu prinsip: Noam Chomsky: Terdapat hubungan satu lawan satu antara penanda dan petanda (signifiant dan signifie). yaitu suatu telaah dari sebagian besar jajaran fenomena psikologis dan sosiologis yang mencakup sistem tanda pada umumnya atau dalam bahasa tertentu (the Continental sense of the term). atau akhirnya pemakaian dalam linguistik Anglo-American dan filsafat. Buku ini secara eksklusif menyangkut istilah pada gagasan yang terakhir dan menerapkannya pada pembicaraan ini.

Obyek data primer adalah bahasa lisan.Makna . Bahasa tulis juga bisa asalkan mampu merekonstruksi tuturan yang sebenarnya. Verhaar (Pengantar Lingguistik Umum): .Informasi Dia membeli buku Buku dibelinya makna: µaktif¶ dan µpasif¶ Makna yang abstrak. yang tidak jelas siapa penuturnya tidak jelas.Maksud . Berkenaan dengan data: Data kalimat : sentence. semakin pendek tidak sopan.Pragmatik: Satu tanda bisa menyatakan bermacam-macam maksud atau bermacam-macam tanda satu maksud. Data pragmatik: utterance (kalimat + konteks).Omahku sepi kok. Contoh: Lunga! (tidak sopan) dan Lungaa! (lebih sopan) Semakin langsung semakin tidak sopan. .M. (Contoh: Nyilih sepedha motore (tidak sopan) dan Menawa pareng. . Contoh: ¶menolak¶ bisa dinyatakan dengan . semakin tidak langsung semakin sopan.Ora duwe dhuwit. : ada pada satuan lingual (internal) : ada pada penutur (eksternal) : isi tuturan (internal) J. · o · Tuturan semakin panjang tuturan semakin sopan.W. karena: jelas kapan bahasa itu digunakan siapa yang berbicara kepada siapa. Makna kongkrit: makna tuturan. aku nyilih sepedha motore (lebih sopan)). Obyek data pragmatik itu konkrit. jelas. Sosiolinguistik: berkaitan dengan variasi bahasa.

Arep? marahi saya melek terus. bagaimana strateginya. Neng ngendi sabune? TUTURAN PERFORMATIF DAN TUTURAN KONSTATIF . . Kopi bisa menolak atau menerima.Entuk 4 + Apik! Menurut Halliday (pakar Functional Grammar): 1. + Piye bijimu .di atas kalimat plus konteks. 3. 2.plus konteks. . Tuturan (utterance) . 3.di atas kalimat minus konteks. ²-> terkait dengan wacana. Dia pergi ke Surabaya.minus konteks.kalimat tanya. 2. wacana tidak selalu di atas kalimat. Jadi. Field (medan): siapa berbicara kepada siapa. Tenor (pelibat): misalnya. Widowson: 1. Contoh: Sugeng rawuh. 4. Wacana (discourse) . Ayahnya sakit. Kalimat (sentence) Teks (texs) . teks tidak jelas konteksnya. Lunga! Wacana. ayah dengan anak. 2. Wacana: mengandung amanat yang lengkap.1. Mode (bentuk bahasa): strategi memilih yang mana) wacana pragmatik Pragmatik: retorika.

Urmson). oleh Kridalaksana disebut dengan istilah ujaran): (1) regangan wicara bermakna di antara dua kesenyapan aktual atau potensial. J. misalnya: dalam ujaran Saya mengucapkan terima kasih.D. tetapi sebagai tepat atau tidak tepat. pembicara mengujarkannya dan sekaligus menyelesaikan perbuatan ³mengucapkan´ (Kridalaksana. Tuturan (utterance. (Terjemahan M. 1962.L. 1984: 2001). ((Richards dkk. Oka). Intinya: bahasa pada umumnya sebagai alat komunikasi. tetapi sebenarnya ada tindakan tertentu yang baru dapat terlaksana kalau orang itu mengemukakan tuturan/bahasa.. Dengan demikian bahasa bukan semata-mata alat untuk menyatakan sesuatu tetapi juga melakukan sesuatu. Tuturan performatif tidak dievaluasi sebagai benar atau salah. Harimurti Kridalaksana.Pustaka: Austin. New York: Oxford University Press. Kamus Linguistik. Jakarta: Universitas Indonesia. Longman Dictionary of Applied Linguistics. (2) kalimat atau bagian kalimat yang dilisankan (Kridalaksana. Speech Acts. Searle. Prinsip-prinsip Pragmatik.O. J. (ed. 1989. Austin membedakan antara tuturan performatif (performativei) dan konstatif (constative). such as Watch out (=a warning). Jakarta: PT Gramedia. Filosof J. 1984: 2001). Secara ringkas dikatakan pula bahwa tuturan performatif adalah tuturan untuk melakukan sesuatu (perform the action). How to Do Things with Words. misalnya: I promise that I shall be there (Saya berjanji bahwa saya akan hadir di sana) . I promise not to be late (= a promise). Definisi: Tuturan performatif (performative utterance): tuturan yang memperlihatkan bahwa suatu perbuatan telah diselesaikan pembicara dan bahwa dengan mengungkapkannya berarti perbuatan itu diselesaikan pada saat itu juga.D. Leech. Geoffrey. Cambridge: Cambridge University Press. Longman: Longman Group UK Limited. Richards. 1993. John.L. 1969. 1989: 212). 1984. Jack dkk. Performative (in speech act theory): an utterance which performs an act.

dan performatif primer atau tuturan primer I shall be there (Saya akan hadir di sana) (Geoffrey Leech (terjemahan). . (Tindakan pergi: the act of going). Misalnya: Saya berjanji akan setia padamu. 1993: 280). yaitu dengan adanya syarat-syarat lainnya yang disebut syarat tuturan performatif (felicity condition). objeknya 2 orang (berdua). Misalnya: Saya mohon maaf atas kesalahan saya. Harus diucapkan sungguh-sungguh. Gereja. (Tindakan memberi nama: the act of naming). Saya bertaruh Mike Tyson pasti menang. 6. subjek orang pertama dan kala-nya present tense. Akhirnya direvisi (dilengkapi) oleh murid-muridnya. Penuturnya adalah penghulu (naib). bequeting). (Tindakan bertaruh: the act of betting). Pura. 4. (Tindakan mohon maaf: the act of Saya namakan anak saya Parikesit. Austin dalam menentukan ciri-ciri tuturan performatif ini hanya melihat aspek gramatikalnya saja. rama. Masjid. 1. Saya berterima kasih atas kebaikan Saudara. Misalnya: Saya nyatakan Anda berdua suami-isteri. 2. tempatnya di KUA. tidak dengan tindakan menginjak kaki mitra tutur-nya. thanking) apologizing). (the act of promising). (Tindakan menyatakan/menikahkan: the act of Saya serahkan semua harta saya kepada anak saya. Tindakan sedang/akan dilakukan Kalau dalam bahasa Inggris. Orang yang menyatakan tuturan dan tempatnya harus sesuai atau cocok. Contoh lain: 1. Syarat itu juga belum cukup. Ciri-ciri tindakan performatif § § Subyek harus orang pertama. sebagai berikut. 2. Penutur harus memiliki niat yang sungguh-sungguh dalam mengemukakan tuturannya. bukan orang kedua atau ketiga. 5. Syarat-syarat itu antara lain: 1. Saya nyatakan Anda berua suami-isteri. (Tindakan berterima kasih: the act of Saya mohon maaf atas keterlambatan saya. Tindakan harus dilakukan secara sungguh-sungguholeh penutur. (Tindakan menyerahkan: the act of Saya akan pergi sekarang. marrying). 7. 3. pendeta. kemudian diperbaharui lagi oleh John Searle.

for example. Tuturan harus mempredikasi tindakan yang akan dilakukan oleh penutur. tumindakku kang ora ndadekake renaning penggalihmu. kalau tidak berarti bukan tuturan performatif). proses. 2. dan sifatnya betul atau tidak betul (Kridalaksana. keadaan. Misalnya: Saya berjanji bahwa saya akan selalu datang tepat waktu. speech event): pengujaran kalimat untuk menyatakan agar suatu maksud dari pembicara diketahui pendengar (Kridalaksana. 1989: 212-213). 3. maka tuturan itu dikatakan tidak valid (infelicition). Misalnya: Misalnya: Saya berjanji akan setia. atau Austin mengatakan bahwa tuturan konstatif dapat dievaluasi dari segi benar-salah (Geoffrey Leech (terjemahan).2. bukan oleh Tindakan harus dilakukan secara sungguh-sungguh oleh kedua belah pihak. Ali pergi ke Jakarta Saya tidur di hotel. Di dalam mengatakan suatu kalimat. atau mampu melakukan apa yang dinyatakan dalam tuturannya. 1989: 265).. Misalnya: 1. seseorang tidak semata -mata mengatakan sesuatu dengan . Tuturan harus mempredikasi tindakan yan g akan dilakukan. Penutur harus yakin bahwa ia mampu melakukan tindakan itu. TINDAK TUTUR (Speech Act) A. Pengertian Tindak tutur (istilah Kridalaksana µpertuturan¶ / speech act. 4.. orang lain. Kalau tuturan tidak memenuhi kelima syarat tersebut. dsb. Tuturan konstatif atau deskriptif (constative utterance): tuturan yang dipergunakan untuk menggambarkan atau memerikan peristiwa. 1984: 2001). 1993: 316). 1984: 154) Speech act: an utterance as a functional unit in communication (Richards et al. A constative is an utterance which assert something that is either true or false. Aku njaluk pangapura marang sliramu. Misalnya: Sesuk kowe tak-tukokke sepur (yakin tidak. bukan yang telah dilakukan. 5. (Orang perta dan kedua melakukan tindakan secara sungguh-sungguh). Chicago is in the United States (Richards dkk.

. Seorang ibu rumah pondokan putri. yakni menawarkan minuman.1 Lokusi. ia juga menindakkan sesuatu. ³ Aku ngelak´ yang diujarkan oleh P dengan maksud µminta minum¶ adalah sebuah tindak ilokusi. antara lain. di samping memang mengucapkan kalimat tersebut. tawaran (offers). ajakan (invitation). mengatakan Sampun jam sanga ia tidak semata-mata memberi tahu keadaan jam pada waktu itu. permintaan (requests). Di sini maksud atau fungsi ujaran itu belum menjadi perhatian. Uraian berikut memaparkan klasifikasi dari berbagai jenis TT. dan perlokusi. penerimaan akan tawaran (acceptation of offers) B. ia juga menindakkan sesuatu. Ilokusi adalah tindak melakukan sesuatu. Di sini kita mulai berbicara tentang maksud dan fungsi atau daya ujaran yang bersangkutan. yaitu lokusi.pengucapan kalimat itu. Jadi. tanpa bermaksud untuk minta minum. TINDAK TUTUR DAN JENIS-JENISNYA Tindak tutur (selanjutnya TT) atau tindak ujaran (speech act) mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam pragmatik karena TT adalah satuan analisisnya. yaitu tindak mengucapkan sesuatu dengan kata dan kalimat sesuai dengan makna kata itu (di dalam kamus) dan makna kalimat itu sesuai dengan kaidah sintaksisnya. 3. apabila seorang penutur (selanjutnya disingkat P) Jawa mengujarkan ³Aku ngelak´ dalam tindak lokusi kita akan mengartikan ³aku´ sebagai µpronomina persona tunggal¶ (yaitu si P) dan ³ngelak´ mengacu ke µtenggorokan kering dan perlu dibasahi¶. Di dalam pengucapan kalimat ia juga ³menindakkan´ sesuatu. untuk apa ujaran itu dilakukan. Lokusi adalah semata-mata tindak berbicara. Ia membedakan tiga jenis tindakan yang berkaitan dengan ujaran. dan Perlokusi Austin (1962) dalam How to do Things with Words mengemukakan bahwa mengujarkan sebuah kalimat tertentu dapat dipandang sebagai melakukan tindakan (act). Hal-hal apa sajakah yang dapat ditindakkan di dalam berbicara? Ada cukup banyak. Jadi. yaitu memerintahkan si mitratutur supaya pergi meninggalkan rumah pondokannya. pemberian izin (permissons). ilokusi. Dengan pengucapan kalimat Arep ngombe apa? si pembicara tidak semata-mata menanyakan atau meminta jawaban tertentu. Ilokusi.

dan sebagainya) yang baru. Jadi. (5) TT deklaratif merupakan TT yang dilakukan P dengan maksud untuk menciptakan hal (status. mengizinkan. 3. (3) TT ekspresif ialah TT yang dilakukan dengan maksud agar ujarannya diartikan sebagai evaluasi mengenai hal yang disebutkan di dalam ujaran itu. membatalkan. dan mengeluh. keadaan. menyarankan. misalnya memutuskan.2 TT Representatif. jika MT melakukan tindakan mengambilkan air minum untuk P sebagai akibat dari TT itu maka di sini dapat dikatakan terjadi tindak perlokusi. Kelima TT itu sebagai berikut: (1) TT representatif yaitu TT yang mengikat P-nya kepada kebenaran atas apa yang dikatakannya. misalnya menyatakan. mengucapkan terima kasih. dan menantang. Pada bagian terdahulu telah disinggung bahwa di dalam komunikasi satu fungsi dapat dinyatakan atau diutarakan melalui berbagai bentuk ujaran. Direktif. dan menyebutkan. misalnya menyuruh. 1993: diungkapkan dengan menggunakan berbagai ujaran sebagai berikut. dan Deklaratif Searle (1975) mengembangkan teori TT dan membaginya menjadi lima jenis TT (dalam Ibrahim. 1993: 11-54). memohon. mengritik. Ekspresif.Perlokusi mengacu ke efek yang ditimbulkan oleh ujaran yang dihasilkan oleh P. (2) TT direktif yaitu TT yang dilakukan P-nya dengan maksud agar si pendengar atau MT melakukan tindakan yang disebutkan di dalam ujaran itu. menurut Blum-Kulka (1987) (lihat Gunarwan. : Pindhahen meja iki! : Dakjaluk sliramu mindhahke meja iki! : Aku jan-jane arep njaluk tulung sliramu mindhahke meja dapat . Komisif. melarang. dan memberi maaf. misalnya berjanji dan bersumpah. (4) TT komisif adalah TT yang mengikat P-nya untuk melaksanakan apa yang disebutkan di dalam ujarannya. misalnya. (4) Pernyataan keharusan (5) Pernyataan keinginan : Sliramu kudu mindhahke meja iki! : Aku kepengin meja iki dipindhah. misalnya memuji. menuntut. perlokusi adalah efek dari TT itu bagi mitra-tutur (selanjutnya MT). melaporkan. Untuk maksud atau fungsi ³menyuruh´. (1) Kalimat bermodus imperatif (2) Performatif eksplisit (3) Performatif berpagar iki. menunjukkan. Secara singkat.

berupa isyarat halus. 1996: 36). maka MT harus mencari-cari konteks yang relevan untuk dapat menangkap maksud P.(6) Rumusan saran (7) Persiapan pertanyaan (8) Isyarat kuat (9) Isyarat halus : Piye yen meja iki dipindhah? : Kowe bisa mindhah meja iki? : Yen meja iki ana ing kene. Karena kata ³meja´ sama sekali tidak disebutkan oleh P dalam ujaran (9). misalnya diucapkan oleh dokter gigi kepada pasiennya.3 TT Langsung vs TT Tidak Langsung Dari sembilan bentuk ujaran tersebut diperoleh sembilan TT yang berbeda-beda derajat kelangsungannya dalam menyampaikan maksud µmenyuruh memindahkan meja¶ itu. yang paling samar-samar maksudnya ialah bentuk ujaran (9). (1) Tindak tutur langsung (TT-L) (2) Tindak tutur tidak langsung (TT-TL) (3) Tindak tutur harafiah (TT-H) : ³Buka mulut´. kita masing-masing´. Selain TT-L dan TT-TL. P dapat juga menggunakan tindak tutur harafiah (TT-H) atau tindak tutur tidak harafiah (TT-TH) di dalam mengutarakan maksudnya. dan sebaliknya. secara ringkas. kelangsungan dan keharafiahan ujaran. Dengan demikian. misalnya diucapkan oleh seseorang yang jengkel kepada : ³Bagaimana kalau mulutnya dibuka?´. kepada pasien yang masih kecil agar anak itu tidak takut. yaitu: (1) TT-LH (2) TT-LTH (3) TT-TLH (4) TT-TLTH rahasia. : Kamar iki kok katone sesak ngono ya? 3. lebih baik jika kita semua sepakat menutup mulut MT-nya yang selalu ³cerewet´. Dari kesembilan bentuk ujaran tersebut. : ³Tutup mulut´. misalnya diucapkan oleh P yang mengajak MT-nya untuk tidak membuka . berdasarkan uraian dan contoh -contoh di atas dapat dicatat ada delapan TT sebagai berikut (bandingkan Wijana. Hal ini berkaitan dengan tindak tutur langsung (TT-L) dan tindak tutur tidak langsung (TT-TL). Jika kedua hal itu. misalnya diucapkan oleh dokter gigi : ³Untuk menjaga rahasia. kamar iki katon rupek. Derajat kelangsungan dapat pula diukur berdasarkan kejelasan pragmatisnya: makin jelas maksud ujaran makin langsunglah ujaran itu. Derajat kelangsungan TT dapat diukur berdasarkan ³jarak tempuh´ antara titik ilokusi ( di benak P) ke titik tujuan ilokusi (di benak MT). digabungkan maka akan didapatkan empat macam ujaran.

ilokusi. Ilokusi berjanji. menakut-nakuti. tindak ilokusi (melakukan tidakan dalam mengatakan sesuatu). (merupakan 1. (Menghasilkan efek tertentu pada pendengar. Sebagian verba yang digunakan untuk melabel tindak ilokusi bisa digunakan secara performatif. Contoh-contoh yang sesuai adalah meyakinkan. dan mencakup tindak-tindak seperti bertaruh. yaitu lokusi. n menegaskan (asserts) bahwa P. yaitu tindak lokusi (melakukan tindakan mengatakan sesuatu). maka ada 3 jenis tindakan atau tindak tutur (selanjutnya disingkat TT). Dengan demikian mengatakan Saya menolak bahwa X sama halnya menolak bahwa X. dan membuat tertawa) Perbedaan kekuatan antara perlokusi dan ilokusi tidak selalu jelas. suruhan (request) memiliki kekuatan esensial untuk membuat pendengar melakukan sesuatu. menolak. dan perlokusi. Persuasi 3. Lokusi bahasa yang tindak mengatakan pokok sesuatu: menghasilkan linguistik serangkaian bunyi yang berarti sesuatu. Misalnya. Hal ini sejalan dengan pendapat Austin (1962) yang melihat adanya tiga jenis tindak ujar. dan tindak perlokusi (melakukan tindakan dengan mengatakan sesuatu). (Dilakukan dengan mengatakan sesuatu.(4) Tindak tutur tidak harafiah (TT-TH) (5) Tindak tutur langsung harafiah (TT-LH) (6) Tindak tutur tidak langsung harafiah (TT-TLH) (7) Tindak tutur langsung tidak harafiah (TT-LTH)\ (8) Tindak tutur tidak langsung tidak harafiah (TT-TLTH) Apabila seseorang menggunakan bahasa. dan memesan. melukai. n meyakinkan (convinces) t bahwa P.) Dengan mengatakan X. Ini merupakan aspek merupakan penekanan tradisional). Perlokusi merupakan tindak perlokusi: orang tidak dapat mempersuai seseorang tentang sesuatu hanya dengan mengatakan Saya mempersuasi anda. Kesulitan dalam . 2. Misalnya: n mengatakan kepada t bahwa X. Dalam mengatakan X.

definisi ini muncul dari urutan tindakan yang banyak diabaikan oleh teori tindak tutur. Kesulitan itu juga muncul dari dasar definisi maksud penutur, yang merupakan keadaan psikologis yang tidak bisa diobservasi (lihat Abd. Syukur Ibrahim, 1993: 115). 1. TT lokusi: Austin, perbuatan bertutur, hal mengungkapkan sesuatu atau menyatakan sesuatu (locutionary speech act). Misalnya: Dia sakit. Kaki manusia dua. Pohon punya daun. Wacana-wacana ilmiah yang tidak menekankan emosi termasuk TT lokusi. TT ini sangat sedikit peranannya dalam pragmatik. 2. TT ilokusi: Austin, Searle, perbuatan yang dilakukan dalam mengujarkan sesuatu atau melakukan sesuatu, mis. memperingatkan, bertanya (illocutionary speech act). Misalnya: Saya berjanji. Ibunya di rumah! (bisa bermaksud melarang datang menemui anaknya) Bapaknya galak! (bisa melarang jangan ke sana) Saya tidak dapat datang. (minta maaf) Kula nyuwun sekilo. (membeli) Temboknya dicat! (jangan dekat tembok itu) Adoh lho le! (jangan ke sana) 3. TT perlokusi: Austin, Searle, perbuatan yang dilakukan dengan mengujarkan sesuatu, membuat orang lain percaya akan sesuatu dengan mendesak orang lain untuk berbuat sesuatu, dll. atau mempengaruhi orang lain (perlocutionary speech act) Misalnya: Tempat itu jauh.

Tempat itu jauh Lokusi Tempat itu jauh. mengandung pesan. Lokusi Tempat itu jauh. metapesan µJangan pergi ke sana!¶ Perlokusi Tempat itu jauh. metapesan pikiran (Dalam ada mitratutur

keputusan) ³Saya tidak akan pergi ke sana.´

C. Tindak tutur langsung-tidak langsung dan literal-tidak literal Berdasarkan isi kalimat atau tuturannya, kalimat dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu kalimat berita (deklaratif), kalimat tanya (interogatif), dan kalimat perintah (imperatif). Berita Adiknya sakit. Informasi Tanya Di mana handuk saya? ya, tidak (apa, intonasi) mana, kapan, ke mana, untuk apa, dsb.) TT langsung (direct TT speech) langsung (direct TT langsung (direct speech) speech) Perintah Pergi! larangan, ajakan, dan

informasi (apa, siapa, di perintah biasa

Berdasarkan mudusnya, kalimat atau tuturan dapat dibedakan menjadi tuturan langsung dan tutran tidak langsung. Misalnya: [Tuturan langsung] A: Minta uang untuk membeli gula! B: Ini. [Tuturan tidak langsung] A: Gulanya habis, nyah. B: Ini uangnya. Beli sana! Kadang-kadang secara pragmatis kalimat berita dan tanya digunakan untuk memerintah, sehingga merupakan TT tidak langsung (indirect speech). Hal ini merupakan sesuatu yang penting dalam kajian pragmatik. Misalnya: 1. Rumahnya jauh. (ada maksud: jangan pergi ke sana). 2. Adiknya sakit. (ada maksud: jangan ribut atau tengoklah!)

Berdasarkan keliteralannya, tuturan dapat dibedakan menjadi tuturan literal dan tuturan tidal literal. 1. Tuturan literal: tuturan yang sesuai dengan maksud atau modusnya. Misalnya, Buka mulutnya! (makna lugas: buka). 2. Tuturan tidak literal: tuturan yang tidak sesuai dengan maksud dalam tulisan/tuturan. Misalnya, Buka mulutnya! (makna tidak lugas: tutup). Hal ini disebut juga µnglulu¶ Dalan bahasa kadang-kadang terjadi, yang bagus dikatakan jelek (hal ini disebut banter [bEnte]), yang jelek dikatakan bagus (disebut µironi¶). Masing-masing tindak tutur (langsung, tidak langsung, literal, dan tidak literal) apabila disinggungkan (diinterseksikan) dapat dibedakan menjadi 8 macam seperti sebagai berikut. 1. TT langsung 2. TT tidak langsung 3. TT literal 4. TT tidak literal 5. TT langsung literal 6. TT tidak langsung literal 7. TT langsung tidak literal 8. TT tidak langsung tidak literal Misalnya, kalimat Radione kurang banter. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. TT langsung TT tidak langsung TT literal TT tidak literal Radione TT langsung literal TT tidak langsung literal TT langsung tidak literal TT tidak langsung tidak banter. kurang betul-betul kurang keras. keraskan radionya! betul-betul kurang keras. suara sekali. betul-betul kurang keras keraskan radionya! suara sekali. matikan! radionya keras radionya keras

Kalau orang berbicara kepada orang lain pasti ingin mengemukakan sesuatu. berbicara secara wajar (termasuk volume suara yang wajar). ringkas. maka orang akan berbicara sejelas mungkin. tidak berbelit-belit. ada maksudmaksud tertentu. Hanya saja dalam pragmatik terdapat penyimpangan-penyimpangan. Contoh: kikir tekate dhewe kutujukan wawan prawan ayu kian maju lali main dik daniel kaki lima thank before : q2r : TKTDW : ku¥49kan : wa-one : pra one are you : q-an maju : la5in : dick&niel : kq lima : thx b4 berdua satu tujuan : ber-217-an . Selanjutnya orang lain diharapkan menangkap apa (hal) yang dikemukakan. tetapi ia harus bertanggung jawab atas penyimpangan itu. Mereka harus bekerja sama. tidak berlebihan. Dengan adanya 2 tujuan ini. sehingga orang lain bisa mengetahui maksudnya. kita perlu belajar tentang µasumsi pragmatik¶.literal PRINSIP KERJA SAMA (Cooperative Principle) Sebelum belajar tentang µprinsip kerja sama¶.

c. (3) Maksim relevansi: a. Hindari kekaburanan ujaran. Grice menjabarkan prinsip kerja sama itu menjadi empat maksim percakapan (periksa Gunarwan. Jangan katakan sesuatu yang Anda tahu bahwa sesuatu itu tidak benar. dan bandingkan pula Wijana. b. Bicaralah secara singkat. (4) Maksim cara: a. Katakan dengan jelas. c. d. Berikan informasi Anda secukupnya atau sejumlah yang diperlukan oleh MT. b. Katakan yang relevan. 1993: 11. . 1993: 73. b. Tanpa adanya prinsip kerja sama komunikasi akan terganggu. Bicaralah sesuai dengan permasalahan. Prinsip kerja sama ini terealisasi dalam berbagai kaidah percakapan. 1996: 46-53). Secara lebih rinci. (2) Maksim kualitas: a. (1) Maksim kuantitas: a. Lubis.aku kamu sama-sama yang sayang anti gadis dan := : y9 : sy9 : aq :u : an3dis :n Di dalam berkomunikasi. jangan mengatakan sesuatu yang tidak perlu. Jangan katakan sesuatu tanpa bukti yang cukup. Bicaralah seperlunya saja. tidak bertele-tele. Keempat maksim percakapan itu ialah sebagai berikut. Katakanlah hal yang sebenarnya. Hindari ketaksaan. antara P dengan MT harus saling menjaga prinsip kerja sama (cooperative principle) agar proses komunikasi berjalan dengan lancar. b.

di antara empat maksim itu. tetapi apabila ada tuturan *Buku itu dibuat dari nasi. maksim ketiga atau maksim relevansilah yang paling penting sebab betapa pun informasi yang kita sampaikan itu cukup serta disampaikan dengan cara yang jelas. Dalam kaitannya dengan maksim . Sejauh mana asumsi ini benar juga masih memerlukan pengkajian secara pragmatis. Asumsi pragmatik ini merupakan titik acuan (point of reference). ada maksud apa di balik pelanggaran maksim tersebut? Misalnya. Untuk memenuhi komunikasi secara wajar dan terjadi kerja sama yang baik. Terdapat beberapa asumsi pragmatik. Misalnya: Ibu kota Provinsi Jawa Timur Surabaya. Berkatalah secara sistematis. Kenyataan membuktikan. (Secara kuantitas cukup jelas). Dalam pragmatik dikontrol oleh maksim (principle controlled). Akan tetapi. baya. Maksim kualitas Prinsip yang menghendaki orang-orang berbicara berdasarkan bukti-bukti yang memadai. sedangkan dalam gramatika/ tatabahasa diatur oleh kaidah ( rule governed).. di dalam percakapan sehari hari tidak jarang kita temukan praktik-praktik pelanggaran terhadap maksim-maksim Grice tersebut. bukti tidak memadai. sistematis. bagi pengamat pragmatik. Ibu kota Provinsi Jawa Timur Sura «« Tuturan ini disampaikan oleh guru. dan tidak ambigu. Bukti cukup memadai. kalau informasi itu tidak relevan dengan permasalahan toh tidak akan membawa manfaat. mengapa P yang bermaksud meminjam uang atau memerlukan bantuan kepada MT biasanya diawali dengan menceritakan secara panjang lebar keadaan dirinya seraya disertai dengan janji-janji? Apakah itu berlaku secara universal? Bukankah tindakan tersebut melanggar maksim kuantitas? Pada hemat saya. 2. yaitu: 1. maka dalam komunikasi harus memenuhi prinsip (maksim). justeru pelanggaran-pelanggaran itulah yang menarik untuk dikaji: mengapa P melakukan pelanggaran terhadap maksim tertentu.e. Maksim kuantitas Berbicara sejumlah yang dibutuhkan oleh pendengar. Misalnya: Buku itu dibuat dari kertas. Kalau lebih berarti ada tujuannya. lalu murid menjawab «.

Akan menjadi tidak relevan misalnya apabila B menjawab Ini baju kamu atau Di sana. terdapat penyimpangan maksim. maksim relevansi. Tetapi Misalnya: A B A B : Kamu penjahat kelas kakap. Ada 6 macam prinsip agar memenuhi prinsip kesopanan. tidak terbalik (harus runtut). dia sering tampil di TVRI. Maksim relevansi Penutur dan mitra tutur berbicara secara relevan berdasarkan konteks pembicaraan. tidak boleh ambigu (taksa).kualitas. Sedangkan retorika interpersonal harus memperhitungkan orang lain. yaitu maksim kuantitas. dan maksim cara. Retorika interpersonal membutuhkan prinsip kesopanan (politeness principle). maksim kualitas. misalnya Modal saja tidak bisa dan Untung saja tidak dapat. 3. Retorika tekstual harus memenuhi 4 prinsip (maksim) kerja sama. ya? : Jangan menghina. Misalnya: A B : Ini jam berapa? : Ini jam 3. Keempat prinsip tersebut di atas termasuk pada jenis µretorika tekstual¶ sebab dalam pragmatik dikenal adanya retorika tekstual dan retorika interpersonal. : Ini Tanah Abang. Jadi tidak hanya bersifat tekstual. mujair. Misalnya: A B : Dia penyanyi solo. : Benar. masak saya miskin seperti ini punya tanah. ya? : Bukan. kadang-kadang dalam tuturan yang wajar terjadi dis-ambiguasi (pengawaambiguan). . sehingga kata-kata yang ambigu itu hanya satu makna. 4. Maksim cara Tuturan harus dikomunikasikan secara wajar.

1. 1. Saya akan datang (ada efek yang lain untuk memerintah) 3. Tuturan asertif: menyatakan sesuatu (objektif). Dalam kaitannya dengan kategori pragmatik ini ada tuturan komisif. tuturan ekspresif. = memaksimalkan keuntungan orang lain. tact maxim. 2. Swear. Boleh saya bawakan? Saya akan setia. memerintah. Misalnya: Gedung itu indah sekali. Tuturan A dan B disebut pragmatik paradoks. komisif). Misalnya: Bali terletak di sebelah timur Pulau Jawa. Tuturan ekspresif: menyatakan perasaan (emosi). Selanjutnya agar memenuhi prinsip (maksim) kesopanan. Tuturan komisif: berjanji. perlu mengingat kembali dari adanya kategori sintaktik yang terdiri dari berita. Tuturan impositif (direktif): menyuruh. Dalam kategori pragmatik didasarkan pada fungsi komunikatifnya. Jenis maksim ini untuk berjanji dan menawarkan (impositif. Yang diperhatikan adalah tuturan. 4. Ditujukan pada orang lain (other centred maxim). Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS memiliki 8 jurusan. berikut ini inti 6 prinsip kesopanan menurut Leech. meminimalkan kerugian orang lain. Misalnya: Ada yang bisa saya bantu? A B : Mari saya bawakan! : Tidak usah. menawarkan. memohon. dan perintah. Gadis itu cantik sekali. tanya. tuturan asertif. . Misalnya: Apakah Anda bisa menolong saya. Maksim kebijaksanaan/kedermawanan. Kadang-kadang sulit dibedakan antara tuturan asertif dengan ekspresif.Sebelum sampai pada prinsip kesopanan. tuturan impositif (direktif). Misalnya: Saya akan datang.

: Mobilnya bagus! : Ah. = meminimalkan rasa hormat pada diri sendiri dan memaksimalkan rasa tidak hormat pada diri sendiri. bukan pada orang lain (self centred maxim). nanging emane akeh sukete.2. begini saja kok bagus. biasa-biasa saja. Pusatnya orang lain (other centred maxim) Maksim ini ditujukan untuk kategori asertif dan ekspresif. Pusatnya pada orang lain (other centred maxim). meminimalkan rasa tidak hormat pada orang lain. Pusatnya pada diri sendiri (self centred maxim). Pekarangane jembar. Maksim kemurahhatian (generosity maxim). = memaksimalkan rasa hormat pada orang lain. meminimalkan keuntungan diri sendiri. : Ah tidak. Maksim kesetujuan atau kecocokan (agreement maxim). Ditujukan untuk menyatakan pendapat dan ekspresif. Maksim kerendahhatian (modesty maxim). Misalnya: Omahmu jane apik. Apakah Anda bersedia membawakan? Bawakan ini! (tidak sopan) Mari saya antarkan! Tolong saya dihantarkan! 3. Misalnya: Bolehkah saya bantu? Mari saya bantu. ning emane cedhak pabrik. Ditujukan pada diri sendiri. 5. . Maksim penerimaan ini ditujukan untuk menawarkan dan berjanji. = memaksimalkan kerugian diri sendiri. Misalnya: A B A B : Kau sangat pandai. Maksim penerimaan (approbation maxim). = memaksimalkan kesetujuan pada orang lain dan meminimalkan ketidaksetujuan pada orang lain. 4.

Misalnya: A B A B : Omah kuwi apik. : Iya, apik banget. : Omah kuwi apik banget. : Wah elek banget ngono kok.

(Ketidaksetujuan total / tidak sopan) A B : Wah, ayu banget ya dheweke? : Iya, ning rada «. (kera).

(Ketidaksetujuan parsial / sopan) 6. Maksim kesimpatian (symphaty maxim). Pusatnya orang lain (other centred maxim). Ditujukan untuk menyatakan asertif dan ekspresif. = memaksimalkan simpati pada orang lain dan meminimalkan antipati pada orang lain. Misalnya: A B A B : Saya lolos di UMPTN, Jon. : Selamat, ya. : Baru-baru ini dia telah meninggal. : Oh, saya turut berduka cita.

Pragmatik
Mengapa Pragmatik Perlu Dipelajari dalam Program Studi Linguistik?

1. Pendahuluan Dalam jangka yang cukup lama, seperti diungkap oleh Yule (1996: 6), studi bahasa sangat dikuasai oleh kecenderungan untuk menjelaskan bahasa berdasarkan sistem formalnya, yaitu dengan menurunkan sistem yang terdapat dalam matematika dan logika, dan mengabaikan unsur pengguna bahasa. Sebagai tataran terbaru dalam linguistik, Pragmatik merupakan satu satunya tataran yang turut memperhitungkan manusia sebagai pengguna bahasa. Meskipun memiliki fokus kajian yang serupa dengan semantik, yaitu makna, seperti akan saya jelaskan kemudian, makna yang dikaji dalam pragmatik berbeda dengan makna yang dikaji dalam semantik. Makalah ini bertujuan menjelaskan pentingnya bidang pragmatik untuk dipelajari dalam program studi linguistik. Untuk tujuan tersebut, saya mengawali makalah ini dengan pembahasan mengenai pengertian pragmatik, perkembangannya, menjelaskan secara singkat topik-topik bahasannya, dan, dengan melihat perbedaan kajiannya dengan bidang lain dalam

linguistik, menunjukkan pentingnya pragmatik. 2. Definisi Pragmatik Para pakar pragmatik mendefinisikan istilah ini secara berbeda-beda. Yule (1996: 3), misalnya, menyebutkan empat definisi pragmatik, yaitu (1) bidang yang mengkaji makna pembicara; (2) bidang yang mengkaji makna menurut konteksnya; (3) bidang yang, melebihi kajian tentang makna yang diujarkan, mengkaji makna yang dikomunikasikan atau terkomunikasikan oleh pembicara; dan (4) bidang yang mengkaji bentuk ekspresi menurut jarak sosial yang membatasi partisipan yang terlibat dalam percakapan tertentu. Thomas (1995: 2) menyebut dua kecenderungan dalam pragmatik terbagi menjadi dua bagian, pertama, dengan menggunakan sudut pandang sosial, menghubungkan pragmatik dengan makna pembicara (speaker meaning); dan kedua, dengan menggunakan sudut pandang kognitif, menghubungkan pragmatik dengan interpretasi ujaran (utterance interpretation). Selanjutnya Thomas (1995: 22), dengan mengandaikan bahwa pemaknaan merupakan proses dinamis yang melibatkan negosiasi antara pembicara dan pendengar serta antara konteks ujaran (fisik, sosial, dan linguistik) dan makna potensial yang mungkin dari sebuah ujaran ujaran, mendefinisikan pragmatik sebagai bidang yang mengkaji makna dalam interaksi (meaning in interaction). Leech (1983: 6 (dalam Gunarwan 2004: 2)) melihat pragmatik sebagai bidang kajian dalam linguistik yang mempunyai kaitan dengan semantik. Keterkaitan ini ia sebut semantisisme, yaitu melihat pragmatik sebagai bagian dari semantik; pragmatisisme, yaitu melihat semantik sebagai bagian dari pragmatik; dan komplementarisme, atau melihat semantik dan pragmatik sebagai dua bidang yang saling melengkapi. 3. Perkembangan Pragmatik Mey (1998), seperti dikutip oleh Gunarwan (2004: 5), mengungkapkan bahwa pragmatik tumbuh dan berkembang dari empat kecenderungan atau tradisi, yaitu: (1) kecenderungan antisintaksisme; (2) kecenderungan sosial-kritis; (3) tradisi filsafat; dan (4) tradisi etnometodologi. Kecenderungan yang pertama, yang dimotori oleh George Lakoff dan Haji John Robert Ross, menolak pandangan sintaksisme Chomsky, yaitu bahwa dalam kajian bahasa yang sentral adalah sintaksis, dan bahwa fonologi, morfologi, dan semantik bersifat periferal. Menurut Lakoff dan Ross, keapikan sintaksis (well-formedness) bukanlah segalanya, sebab, seperti sering kita jumpai, komunikasi tetap dapat berjalan dengan penggunaan bentuk yang tidak apik secara sintaksis (ill-formed), bahkan semantik (Gunarwan 2004: 6). Kecenderungan kedua, yang tumbuh di Eropa, tepatnya di Britania, Jerman, dan Skandinavia (Mey 1998: 717 (dalam Gunarwan 2004: 6)), muncul dari keperluan terhadap ilmu bahasa yang secara sosial relevan, bukan yang sibuk dengan deskripsi bahasa semata-mata secara mandiri. Tradisi yang ketiga, yang dipelopori oleh Bertrand Russell, Ludwig Wittgenstein, dan terutama John L. Austin dan John R. Searle, adalah tradisi filsafat. Para pakar tersebut mengkaji bahasa, termasuk penggunaannya, dalam kaitannya dengan logika. Leech (1983: 2), seperti dikutip Gunarwan (2004: 7), mengemukakan bahwa pengaruh para filsuf bahasa, misalnya Austin, Searle, dan Grice, dalam pragmatik lebih besar daripada pengaruh Lakoff dan Ross. Tradisi yang keempat adalah tradisi tradisi etnometodologi, yaitu cabang sosiologi yang mengkaji cara para anggota masyarakat tutur (speech community) mangorganisasi dan memahami kegiatan mereka. Dalam etnometodologi, bahasa dikaji bukan berdasarkan aspek kegramatikalannya, melainkan berdasarkan cara para peserta interaksi saling memahami apa yang mereka ujarkan. Dengan kata lain, kajian bahasa dalam etnometodologi lebih ditekankan pada komunikasi, bukan tata bahasa (Gunarwan 2004: 6). 4. Beberapa Topik Pembahasan dalam Pragmatik 4.1 Teori Tindak-Tutur Melalui bukunya, How to Do Things with Words, Austin dapat dianggap sebagai pemicu minat yang paling utama dalam kajian pragmatik. Sebab, seperti diungkap oleh Marmaridou (2000: 1

(dalam Gunarwan 2004: 8)), sejak itu bidang kajian ini telah berkembang jauh, sehingga kita dapat melihat sejumlah kecenderungan dalam pragmatik, yaitu pragmatik filosofis (Austin, Searle, dan Grice), pragmatik neo-Gricean (Cole), pragmatik kognitif (Sperber dan Wilson), dan pragmatik interaktif (Thomas). Austin, seperti dikutip oleh Thomas (1995: 29-30), bermaksud menyanggah pendapat filosof positivisme logis, seperti Russel dan Moore, yang berpendapat bahwa bahasa yang digunakan sehari-hari penuh kontradiksi dan ketaksaan, dan bahwa pernyataan hanya benar jika bersifat analitis atau jika dapat diverifikasi secara empiris. Contoh. (1) Ada enam kata dalam kalimat ini (2) Presiden RI adalah Soesilo Bambang Yoedoyono Dari contoh di atas, dapat dipahami bahwa para filosof yang dikritik Austin ini mengevaluasi pernyataan berdasarkan benar atau salah (truth condition), yaitu, sesuai contoh di atas, kalimat (1) benar secara analitis dan kalimat (2) benar karena sesuai dengan kenyataan. Persyaratan kebenaran ini kemudian diadopsi oleh linguistik sebagai truth conditional semantics (Thomas 1995: 30). Austin (dalam Thomas 1995: 31) berpendapat bahwa salah satu cara untuk membuat pembedaan yang baik bukanlah menurut kadar benar atau salahnya, melainkan melalui bagaimana bahasa dipakai sehari-hari. Melalui hipotesis performatifnya, yang menjadi landasan teori tindak-tutur (speech-act), Austin berpendapat bahwa dengan berbahasa kita tidak hanya mengatakan sesuatu (to make statements), melainkan juga melakukan sesuatu (perform actions). Ujaran yang bertujuan mendeskripsikan sesuatu disebut konstatif dan ujaran yang bertujuan melakukan sesuatu disebut performatif. Yang pertama tunduk pada persyaratan kebenaran (truth condition) dan yang kedua tunduk pada persyaratan kesahihan (felicity condition) (Gunarwan 2004: 8). Contoh. (3) Dengan ini, saya nikahkan kalian (performatif) (4) Rumah Joni terbakar (konstatif) Selanjutnya Austin, seperti juga ditekankan lebih lanjut oleh Searle (dalam Gunarwan 2004: 9), memasukkan ujaran konstatif, karena memiliki struktur dalam yang mengandungi makna performatif, sebagai bagian dari performatif (Austin 1962: 52 dan Thomas 1995: 49). Dalam contoh (4), struktur dalam ujaran tersebut dapat saja berbunyi Saya katakan bahwa rumah Joni terbakar. Tindakan yang dihasilkan dengan ujaran ini mengandung tiga tindakan lain yang berhubungan, yaitu lokusi (locutionary act), ilokusi (illocutionary act), dan perlokusi (perlocutionary act) (Yule 1996: 48). Tindak lokusioner berkaitan dengan produksi ujaran yang bermakna, tindak ilokusioner terutama berkaitan dengan intensi atau maksud pembicara, dan tindak perlokusioner berkaitan dengan efek pemahaman pendengar terhadap maksud pembicara yang terwujud dalam tindakan (Thomas 1995: 49). Tindak-tutur, seperti dikembangkan lebih jauh oleh Searle (dalam Gunarwan 2004: 9), dapat berupa tindak-tutur langsung (direct speech-act) dan tindak-tutur tidak langsung (indirect speech-act). Dalam direct speeh-act terdapat hubungan langsung antara struktur kalimat dengan fungsinya, sedangkan dalam indirect speech-act hubungannya tidak langsung atau menggunakan (bentuk) tindak-tutur lain (Gunarwan 2004: 9; dan Yule 1996: 5455). Selain itu, Searle juga menyebut lima jenis fungsi tindak-tutur, yaitu asertif (assertive), direktif (directive), komisif (comissive), ekspresif (expressive), dan deklarasi (declaration) (Littlejohn 2002: 80; dan Yule 1996: 53 -54). Asertif atau representatif merupakan tindak-tutur yang menyatakan tentang sesuatu yang dipercayai pembicaranya benar; direktif merupakan tindak tutur yang menghendaki pendengarnya melakukan sesuatu; komisif merupakan tindak-tutur yang digunakan pembicaranya untuk menyatakan sesuatu yang akan dilakukannya; ekspresif merupakan tindak-tutur yang menyatakan perasaan pembicaranya; dan deklarasi merupakan tindak-tutur yang mengubah status sesuatu.

mengungkapkan secara singkat. dan (4) bidal cara (manner maxim). seperti diungkap oleh Gunarwan (2004: 14). Berkaitan dengan prinsip kerja sama Grice di atas. sedangkan contoh (6) merupakan implikatur konversasional yang bermakna µtidak¶ dan merupakan jawaban atas pertanyaan maukah Anda menghadiri selamatan sunatan anak saya? Berbeda dengan Grice.2 Prinsip Kerja Sama (Cooperative Principle) Grice mengemukakan bahwa percakapan yang terjadi di dalam anggota masyarakat dilandasi oleh sebuah prinsip dasar. (7) Pastikan semua pintu terkunci jika meninggalkan ruangan ini. yaitu (1) bidal kuantitas (quantity maxim).4. untuk menjelaskan cara sebuah pesan dipahami penerimanya. didasarkan atas beberapa alasan.4 Teori Relevansi Teori relevansi yang dikembangkan oleh Sperber dan Wilson merupakan kritik terhadap empat maksim yang terdapat dalam prinsip kerja sama Grice. (3) bidal relasi (relation maxim). Contoh. menghindari ketidakjelasan pengungkapan. seperti diungkap oleh Gunarwan (2004: 12-14). ujaran merupakan sebentuk tindakan dari komunikasi ostensif.3 Implikatur (Implicature) Grice. yaitu: pertama. Kerja sama yang terjalin dalam komunikasi ini terwujud dalam empat bidal (maxim). ujaran yang mengandung implikatur jenis ini. Sperber dan Wilson (1995). mengungkapkan secara beraturan (Gunarwan 2004: 11 dan Thomas 1995: 63-64). Dengan kata lain. Hal ini. misalnya contoh (5) di atas. Contoh. Sperber dan Wilson (1995). memberi informasi sesuai yang diminta. seperti dikutip oleh Renkema (2004: 22). Melalui hal tersebut. seperti diungkap oleh Thomas (1995: 57). misalnya untuk ke kamar mandi. misalnya contoh (6) di atas. dalam komunikasi kadang kita tidak mematuhi prinsip tersebut. pada kenyataannya. Selanjutnya. implikatur dapat dibedakan menjadi implikatur khusus dan implikatur umum. menyebut dua macam implikatur. dapat dicontohkan dengan penggunaan kata bahkan. Menurut mereka. Dalam teori relevansi dipelajari bagaimana sebuah muatan pesan dapat dipahami oleh penerimanya. . memberi sumbangan informasi yang relevan. (5) Bahkan Bapak Menteri Agama menghadiri sunatan anak saya (6) Saya kebetulan ke Inggris untuk studi selama dua tahun dan berangkat besok Contoh (5) di atas merupakan implikatur konvensional yang berarti Bapak Menteri Agama biasanya tidak menghadiri acara sunatan. 4. yaitu prinsip kerja sama (cooperative principle) (Yule 1996: 36-37 dan Thomas 1995: 61). dengan menggunakan prinsip kerja sama Grice. (2) bidal kualitas (quality maxim). penerima pesan (addressee) hanya memilih sesuatu yang dianggapnya relevan dengan apa yang hendak disampaikan oleh pengirim pesan (addresser) dalam konteks komunikasi tertentu. pesan ini berada dalam spesifikasi tertentu yang disepakati oleh addresser dan addressee dalam konteks komunikasi. misalnya untuk memberikan informasi secara tersirat (implicature) dan menjaga muka lawan bicara (politeness). menetapkan tiga macam hubungan antara cue dan implicature. menurut Gazdar. Yang pertama ada karena konteks ujaran. bukan untuk setiap kali meninggalkan ruangan. seperti dikutip oleh Renkema (2004: 22). Implikatur konvensional merupakan implikatur yang dihasilkan dari penalaran logika. Implikatur konversasional merupakan implikatur yang dihasilkan karena tuntutan konteks tertentu (Thomas 1995: 58). menyebutkan bahwa bahasa dalam penggunaannya (language in use) selalu dapat diidentifikasi melalui hal yang disebutnya indeterminacy atau underspecification. dan percakapan dapat terus berjalan meski hanya melalui bidal ini. bidal yang terpenting dalam teori Grice adalah bidal relevansi. Setiap pembaca dapat memahami bahwa pesan ini hanya berlaku jika ia akan meninggalkan ruangan tersebut untuk terakhir kalinya. menyatakan hanya yang menurut kita benar atau cukup bukti kebenarannya. yaitu implikatur konvensional dan implikatur konversasional. 4. sedangkan yang kedua tidak. menghindari ketaksaan.

there is a shuttle service sixty euros one-way. Intensitas FTA diekspresikan dengan bobot atau weight (W) yang mencakup tiga parameter sosial. Brown dan Levinson (1978) membangun teori tentang hubungan intensitas FTA dengan kesantunan yang terrealisasi dalam bahasa (Renkema 2004: 25). 4. Kebutuhan yang pertama disebut positive face. ujaran (9a) mungkin diucapkan pembicara yang secara sosial lebih rendah dari lawan bicaranya. Dengan kata lain. ia mengandaikan B dapat mengerti bahwa that migh be cheaper dapat berarti If you purchase a ticket now. yaitu: pertama. Menurut Goffman (1956). tingkat gangguan atau rate of imposition (R). karena semakin tinggi contextual effect maka semakin rendah ia membutuhkan processing effort. If you buy ticket when you turn up. face dapat diartikan kehormatan. pengirim pesan dapat memperkirakan reaksi penerima pesan terhadap pesan yang disampaikannya. pemahaman penerima pesan terhadap apa yang hendak disampaikan oleh pengirim pesan terjadi melalui beberapa tahapan. Pak. kekuasaan atau power (P) yang dimiliki lawan bicara (Renkema 2004: 26). komunikasi tidak hanya memasukkan apa yang ada dalam pikiran pengirim pesan ke dalam pikiran penerima pesan. B mengira A mengerti bahwa at the weekend berarti next weekend. . Mas? Dalam contoh di atas terlihat jelas. sedangkan that might be cheaper merupakan ujaran yang relevansinya lebih baik. namun mencakup perluasan wilayah kognitif (cognitive environment) kedua belah pihak.5 Kesantunan (Politeness) Konsep strategi kesantunan yang dikembangkan oleh Brown dan Levinson diadaptasi dari konsep face yang diperkenalkan oleh seorang sosiolog bernama Erving Goffman (1956) (Renkema 2004: 24-25). Numpang tanya. How does it works? You just turn up for the shuttle service? A: That might be cheaper. Contoh yang ditulis Renkema (2004: 23) di bawah ini memberikan gambaran yang cukup jelas. jarak sosial atau social distance (D) antara pembicara dengan lawan bicaranya. Then that's fifty. when do you want to go? B: At the weekend. kedua. explicature atau degree of relevance. Maaf. (9) a. yang dikutip oleh Jaszczolt (2002: 318). misalnya mahasiswa kepada dosen atau yang muda kepada yang tua. Dalam percakapan di atas. seperti dikutip oleh Renkema (2004: 25). "face merupakan gambaran citra diri dalam atribut sosial yang telah disepakati". dan citra diri di depan umum (public self-image). harga diri (self-esteem). merupakan ujaran yang relevansinya rendah dan membutuhkan processing effort yang lebih besar. (8) A: Well. Berdasarkan konsep face yang dikemukakan oleh Goffman ini. Contoh. Dalam hal ini. you have booked seat which costs 60 euros. dalam pengertian degree of relevance. yaitu tidak perlu mengunci pintu jika keluar dalam batasan waktu dan situasi yang diperkirakan cukup aman. berkenaan dengan bobot mutlak (absolute weight) tindakan tertentu dalam kebudayaan tertentu. sedangkan ujaran (9b) mungkin diucapkan kepada orang yang secara sosial jaraknya lebih dekat (9a). Begitu juga A. ujaran at the weekend. padahal A harus memastikan dengan jelas setiap pemesanan pembelian tiket. kedua. misalnya permintaan "May I borrow your car?" mempunyai bobot yang berbeda dengan permintaan "May I borrow your pen?". dan ketiga. Misalnya pada contoh (7) di atas. Menurut Goffman (1967: 5). Dalam percakapan tersebut. tahapan yang harus dil wati untuk memahami e implikatur dalam percakapan. misalnya bobot kedua permintaan di atas tidak terlalu besar jika kedua ungkapan tersebut ditujukan kepada saudara sendiri. boleh tanya? b. dan ketiga. setiap partisipan memiliki dua kebutuhan dalam setiap proses sosial: yaitu kebutuhan untuk diapresiasi dan kebutuhan untuk bebas (tidak terganggu). A: What weekend? B: Next weekend. it costs 50 euros. sedangkan yang kedua disebut negative face.misalnya tindakan untuk membuat sesuatu menjadi jelas dan dapat dimengerti oleh penerima pesan.

Politeness (kesantunan) dalam hal ini dapat dipahami sebagai upaya pencegahan dan atau perbaikan dari kerusakan yang ditimbulkan oleh FTA; semakin besar intensitas FTA mengancam stabilitas komunikasi, maka politeness strategy semakin dibutuhkan. Politeness, face work technique, yang bertujuan untuk mendapatkan positive face disebut solidarity politeness, dapat dilakukan, misalnya dengan pujian; sedangkan politeness yang dilakukan untuk tujuan sebaliknya disebut respect politeness, dapat dilakukan, misalnya dengan melakukan tindakan yang tidak kooperatif dalam komunikasi (Renkema 2004: 25). Berkaitan dengan politeness strategy ini, Brown dan Levinson (1978), seperti diungkapkan oleh Renkema (2004: 26), dalam penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat banyak cara untuk menghindari FTA yang dapat direduksi menjadi lima macam cara. Kelima strategi tersebut diurut berdasarkan tingkat resiko "kehilangan muka"; semakin tinggi resiko kehilangan muka, maka semakin kecil kemungkinan pembicara melakukan FTA. Dalam hal ini, Renkema (2004: 27) memberi contoh strategi tersebut. (5) a. Hey, lend me a hundred dollars. (baldly) b. Hey, friend, could you lend me a hundred bucks? (positive polite) c. I'm sorry I have to ask, but could you lend me a hundred dollars? (negative polite) e. Oh no, I'm out of cash! I forgot to go to the bank today. (off record) Teori kesantunan lain dibahas oleh Leech (1983). Pakar ini membahas teori kesantunan dalam kerangka retorika interpersonal (Eelen 2001: 6). Dalam hal ini, Leech (dalam Eelen 2001: 8) menyebutkan enam bidal kesantunan, yaitu bidal kebijaksanaan (tact maxim), bidal kedermawanan (generosity maxim), bidal pujian (approbation maxim), bidal kerendahhatian (modesty maxim), bidal kesetujuan (aggreement maxim), bidal simpati (sympathy maxim); dan, seperti diungkap oleh Gunarwan (2004: 19), ditambah bidal pertimbangan (consideration maxim). 5. Pragmatik dalam Linguistik Seperti telah saya uraikan sedikit dalam sub 3 di atas, salah satu kecenderungan yang melatarbelakangi berkembangnya pragmatik adalah antisintaksisme Lakoff dan Ross. Dalam sintaksis, seperti dikemukakan oleh Yule (1996: 4), dipelajari bagaimana hubungan antarbentuk linguistis, bagaimana bentuk-bentuk tersebut dirangkai dalam kalimat, dan bagaimana rangkaian tersebut dapat dinyatakan well-formed secara gramatikal. Secara umum, sintaksis tidak mempersoalkan baik makna yang ditunjuknya maupun pengguna bahasanya, sehingga bentuk seperti kucing menyapu halaman, meskipun tidak dapat diverifikasi secara empiris, tetap dapat dinyatakan apik secara sintaksis. Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan bahasa tidak semata-mata didasarkan atas prinsip well-formed dalam sintaksis, melainkan atas dasar kepentingan agar komunikasi tetap dapat berjalan. Lebih tepatnya, dengan mengikuti kecenderungan dalam etnometodologi, bahasa digunakan oleh masyarakat tutur sebagai cara para peserta interaksi saling memahami apa yang mereka ujarkan. Atas dasar ini, pertama, dapat dipahami, dan memang sering kita temukan, bahwa komunikasi tetap dapat berjalan meskipun menggunakan bahasa yang tidak apik secara sintaksis; dan kedua, demi kebutuhan para anggota masyarakat tutur untuk mangorganisasi dan memahami kegiatan mereka, selain tata bahasa, makna juga merupakan hal yang tidak dapat diabaikan dalam analisis bahasa. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa perbedaan utam a antara sintaksis dan pragmatik, sekaligus menyatakan pentingnya studi pragmatik dalam linguistik, terletak pada makna ujaran dan pada pengguna bahasa. Pembahasan tentang makna membawa kita pada pentingnya semantik, yaitu tataran linguistik yang mengkaji hubungan antara bentuk-bentuk linguistik (linguistic forms) dan entitas yang terdapat di luar bahasa, dalam analisis bahasa. Berdasarkan truth conditional semantics, untuk dapat dinyatakan benar, sebuah pernyataan harus dapat diverifikasi secara empiris at u harus a bersifat analitis. Dengan demikian, bentuk kucing menyapu halaman adalah bentuk yang tidak berterima secara semantis, karena tidak dapat diverifikasi secara empiris dan bukan termasuk

pernyataan logika. Namun demikian, pembahasan makna dalam semantik belum memadai, karena masih mengabaikan unsur pengguna bahasa, sehingga bentuk seperti seandainya saya dapat berdiri tentu saya tidak akan dapat berdiri dan saya akan datang besok pagi, meskipun bentuk seperti ini dapat saja kita jumpai, tidak dapat dinyatakan benar karena yang pertama menyalahi logika dan yang kedua tidak dapat diverifikasi langsung. Dengan kata lain, untuk menjelaskan fenomena pemakaian bahasa sehari-hari, di samping sintaksis dan semantik, dibutuhkan juga pragmatik yang dalam hal ini saya pahami sebagai bidang yang mengkaji hubungan antara struktur yang digunakan penutur, makna apa yang dituturkan, dan maksud dari tuturan. Kegunaan pragmatik, yang tidak terdapat dalam sintaksis dan semantik, dalam hal ini dapat ditunjukkan dengan, misalnya, bagaimana strategi kesantunan mempengaruhi penggunaan bahasa, bagaimana memahami implikatur percakapan, dan bagaimana kondisi felisitas yang memungkinkan bagi sebuah tindak-tutur. Selanjutnya, untuk melihat pentingnya pragmatik dalam linguistik, saya akan mengemukakan pendapat Leech (1980). Menurut Leech (dalam Eelen 2001: 6) perbedaan antara semantik dan pragmatik pada, pertama, semantik mengkaji makna (sense) kalimat yang bersifat abstrak dan logis, sedangkan pragmatik mengkaji hubungan antara makna ujaran dan daya (force) pragmatiknya; dan kedua, semantik terikat pada kaidah (rule-governed), sedangkan pragmatik terikat pada prinsip (principle-governed). Tentang perbedaan yang pertama, meskipun makna dan daya adalah dua hal yang berbeda, keduanya tidak dapat benar-benar dipisahkan, sebab daya mencakup juga makna. Dengan kata lain, semantik mengkaji makna ujaran yang dituturkan, sedangkan pragmatik mengkaji makna ujaran yang terkomunikasikan atau dikomunikasikan. Selanjutnya, kaidah berbeda dengan prinsip berdasarkan sifatnya. Kaidah bersifat deskriptif, absolut atau bersifat mutlak, dan memiliki batasan yang jelas dengan kaidah lainnya, sedangkan prinsip bersifat normatif atau dapat diaplikasikan secara relatif, dapat bertentangan dengan prinsip lain, dan memiliki batasan yang bersinggungan dengan prinsip lain. Lebih jauh lagi, dalam pengajaran bahasa, seperti diungkapkan Gunarwan (2004: 22), terdapat keterkaitan, yaitu bahwa pengetahuan pragmatik, dalam arti praktis, patut diketahui oleh pengajar untuk membekali pemelajar dengan pengetahuan tentang penggunaan bahasa menurut situasi tertentu. Dalam pengajaran bahasa Indonesia, misalnya, pengetahuan ini penting untuk membimbing pemelajar agar dapat menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan situasinya , karena selain benar, bahasa yang digunakan harus baik. Dalam pengajaran bahasa asing, pengetahuan tentang prinsip-prinsip pragmatik dalam bahasa yang dimaksud penting demi kemampuan komunikasi yang baik dalam bahasa tersebut. Secara umum, dapat disimpulkan bahwa kaitan antara pragmatik dan pengajaran bahasa adalah dalam hal kompetensi komunikatif yang mencakup tiga macam kompetensi lain selain kompetensi gramatikal (grammatical competence), yaitu kompetensi sosiolinguistik (sociolinguistic competence) yang berkaitan dengan pengetahuan sosial budaya bahasa tertentu, kompetensi wacana (discourse competence) yang berkaitan dengan kemampuan untuk menuangkan gagasan secara baik, dan kompetensi strategik (strategic competence) yang berkaitan dengan kemampuan pengungkapan gagasan melalui beragam gaya yang berlaku khusus dalam setiap bahasa. 6. Penutup Seperti telah disebutkan di muka, tujuan tulisan ini adalah menunjukkan bahwa pragmatik penting dipelajari dalam program studi linguistik. Berdasarkan penjelasan di atas, saya melihat pentingnya pragmatik dalam linguistik setidaknya dalam dua hal, pertama, pragmatik merupakan satu-satunya tataran dalam linguistik yang mengkaji bahasa dengan memperhitungkan juga penggunanya; kedua, berkaitan dengan ketidakmampuan sintaksis dan semantik dalam menjelaskan fenomena penggunaan bahasa sehari hari, saya melihat kedudukan semantik dan pragmatik sebagai dua hal yang saling melengkapi. Selain itu, berkaitan dengan pengajaran bahasa, pragmatik berperan dalam pengembangan kompetensi komunikatif.

Daftar Acuan Austin, John L. 1962. How to Do Things with Word (edisi kedua). Oxford: Oxfod University Press. Brown, Penelope., dan Stephen C. Levinson. 1978. Politeness: Some Universal in Language Usage. Cambridge: Cambridge University Press. Eelen, Gino. 2001. A Critique of Politeness Theories. Manchester, UK: St. Jerome Publishing Gunarwan, Asim. 2004. Dari Pragmatik ke Pengajaran Bahasa (Makalah Seminar Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah). IKIP Singaraja. Jaszczolt, K.M. 2002. Semantics and Pragmatics: Meaning in Language and Discourse. Edinburgh: Pearson Education. Renkema, Jan. 2004. Introduction to Discourse Studies. Amsterdam: John Benjamins Publishing Company. Thomas. Jenny. 1995. Meaning in Interaction: an Introduction to Pragmatics. London/New York: Longman. Yule, George. 1996. Pragmatics. Oxford. Oxford University Press. Posted by Hendri Rahmana at 15.55 0 comments

Universitas Padjadjaran Wemmy al-Fadhli H1A01018 JURUSAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS SASTRA Universitas padjadjaran 2007 ABSTRAK Penelitian ini bertujan untuk mengetahui tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen Kuda Terbang Maria Pinto karya Linda Christanty.EMA KEMANUSIAAN DALAM KUMPULAN CERPEN KUDA TERBANG MARIA PINTO KARYA LINDA CHRISTANTY SKRIPSI diajukan untuk memenuhi persyaratan akademik Program S-1 Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra . Adapun metode yang digunakan dalam penelitian .

ini adalah struktural dengan penekanan pada aspek tematik. . ABSTRACT The objective of this research is to observe humanity theme in Kuda Terbang Maria Pinto written by Linda Christanty.´ BIDADARI yang Mengembara. The method that used in this research is structuralism with focused on theme aspect.cerpen: as sulak. Humanism look as a grand narration of this short story collection. Dengan menggunakan pendekatan objektif melalui analisis struktur karya diharapkan dapat dibongkar nilai-nilai yang terkandung dalam objek analisis terkait dengan aspek tematiknya sebagai tujuan utama penelitian. «dari cahaya? Dari ketiaknya tercium harum bunga yang membuat kuntum-kuntum mawar di halaman menunduk dan kelopaknya memerah karena malu. Used objective approach with structur analiysis²hooked theme aspect as an object²this research will become distangled variously senses and values on this literary work. Tema kemanusiaan merupakan narasi utama yang terlihat menjadi benang merah pemaknaan atas kumpulan cerpen ini.

233-301 M) ³Karena mengajari orang lain. wemmy selalu mewanti kita: ³Hati-hati dengan Permukaan.´ (Drs.´ [Aporisma kumaha urang] . ³Segala usaha untuk tiba pada penafsiran yang jelas dan tertentu melalui analisis kritis.Essli(li)n. meskipun ia sedang diam. meskipun ia sedang berdoa dan memberikan pengorbanan. sama artinya dengan belajar dari orang lain.´ ³Orang-orang yang bijaksana memuliakan tuhan. akan sebodoh mencari garis-garis jelas yang tersembunyi di balik kesamaran lukisan Rembrandtj dengan mengikis habis tinta-tintanya. Putu Sedana. Sastrawan Bali) dalam mentertawakan diri sendiri.´ (Porphyry. Tetapi orang-orang bodoh mengotori Tuhan.

di atas dinding berbingkai kaca. Semoga d is ana bisa menjadi berharga. thanks & goodbai. «lembar tak berguna itu akan kukirimkan kepada engkau ibubapakku.Jabar. .

Kaca-kaca airmata« «dari cahaya? Dari ketiaknya tercium harum bunga yang membuat kuntum-kuntum mawar di halaman menunduk dan kelopaknya memerah karena malu. .cerpen: as sulak.´ BIDADARI yang Mengembara.

Fakultas Sastra. sama artinya dengan belajar dari orang lain.³Karena mengajari orang lain.´ (Drs.´ [Aporisma kumaha urang] Jabar. Putu Sedana. Sastrawan Bali) dalam mentertawakan diri sendiri. Skripsi ini disusun sebagai salah satu persyaratan ujian sarjana pada Jurusan Sastra Indonesia. . thanks & goodbai. KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim. wemmy selalu mewanti kita: ³Hati-hati dengan Permukaan. Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul ³Tema Kamanusiaan dalam Kumpulan Cerpen Kuda Terbang Maria Pinto Karya Linda Christanty´.

penulis banyak memperoleh bantuan dan dorongan baik moral dan material dari berbagai pihak. dan waktu yang telah diberikan pada penulis. dukungan. Dadang Suganda. Untuk itu. 2. dukungan. 3. selaku dekan Fakultas Sastra Universitas Padjajaran. penulis hendak mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada: 1. Semoga skripsi ini dapat berguna bagi pihak-pihak yang memerlukan. selaku ketua Jurusan Sastra Indonesia. Terima kasih banyak. Drs. yang telah banyak membantu kelancaran administrasi dan finansial penulis selama masa perkuli han.. masukan. masukan.Bapak R. dan waktu yang telah diberikan pada penulis. Yetti Setianingsih. Hum. M. April 2007 Penulis LEMBAR PENGESAHAN . selaku pembimbing pendamping atas segala bantuan. Oleh karenanya. Penulis menyadari sepenuhnya skripsi ini masih jauh dari sempurna.Ibu Hj. saran. 6.Seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu.Seluruh kawan-kawan sekelas yang bagaimanapun memberikan pengalaman hidup kepada penulis. saran.Bapak Abdul Hamid.. a 8. Dra. 7. saran. pada kesempatan ini. 5. Fakultas Sastra. dan waktu yang telah diberikan pada penulis. Drs.Bapak Nana Suryana. selaku dosen wali penulis atas segala bantuan. kritik dan saran akan sangat penulis harapkan. masukan.Universitas Padjajaran.Bapak Dr. Selama penyusunan skripsi ini. 9. Jatinangor.. selaku pembimbing utama atas segala bantuan. 4. beserta segenap karyawan SBA dan SBK Fakultas Sastra lainnya. Yudi Permadi. Universitas Padjajaran.Bapak Andi dan Lili.Seluruh staf pengajar Jurusan Sastra Indonesia pada khususnya dan Fakultas Sastra pada umumnya atas segala ilmu pengetahuan yang telah diberikan pada penulis semasa masa perkuliahan. dukungan.

Dr. Yudi Permadi. Drs. Nana Suryana. 131472538 NIP. Dadang Suganda R. Pembimbing II. NIP.Judul : Tema Kemanusiaan dalam Kumpulan Cerpen Kuda Terbang Maria Pinto Karya Linda Christanty Penyusun : Wemmy al-Fadhli NPM : H1A 01018 Jatinangor. Abdul Hamid. 131573157 Disahkan Diketahui Dekan Fakultas Sastra Ketua Jurusan Universitas Padjadjaran. NIP.Pd. 131954729 NIP. Sastra Indonesia. M. Drs. April 2007 Pembimbing I. 132102803 LEMBAR PENGESAHAN Judul : Tema Kemanusiaan dalam Kumpulan Cerpen Kuda Terbang Maria Pinto Karya Linda Christanty Penyusun : Wemmy al-Fadhli NPM : H1A 01018 .

Abdul Hamid. Dadang Suganda R. Drs. Drs. 132102803 DAFTAR ISI Lembar Pengesahan Lembar Persembahan Abstrak i Abstract ii Kata Pengantar iii Daftar Isi v BAB I PENDAHULUAN 1 1. 131472538 NIP. NIP. 131954729 Disahkan Diketahui Dekan Fakultas Sastra Ketua Jurusan Universitas Padjadjaran. Yudi Permadi. NIP. April 2007 Pembimbing I. 131573157 NIP.Jatinangor. Sastra Indonesia. Dr. M. Nana Suryana.Pd.1 Latar Belakang Masalah 1 . Pembimbing II.

2 Cerpen 19 2.1Corak Estetis Kumpulan Cerpen KTMP 50 3.3 Struktur Cerpen 24 2.3.3.2Diksi Puitis 56 3.3Sudut Pandang 87 3.1Tokoh 66 3.1Tema 26 2.1Gaya Realis dan Surealis 51 3.2.1 Telaah Struktural 15 2.6Cerpen ³Makam Keempat´ 65 3.4 Kemanusiaan 43 BAB III TEMA KEMANUSIAAN DALAM KUMPULAN CERPEN KUDA TERBANG MARIA PINTO KARYA LINDA CHRISTANTY 50 3.4Cerpen ³Balada Hari Hujan´ 64 3.2Derita Seorang Ibu dan Makna Keutuhan Sebuah Keluarga .3Cerpen ³Pesta Terakhir´ 63 3.3.3Struktur Umum 66 3.4.2.2Latar 83 3.3Latar 38 2.3.4Sudut Pandang 41 2.4.4Tema 89 3.2.1.2Ringkasan Cerita 62 3.1Kehampaan Jiwa dan Kesetiaan terhadap Tugas dalam Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ 89 3.1.2 Pembatasan Masalah 11 1.2.3.1.3.1Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ 62 3.5Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ 64 3.2.2Tokoh 35 2.2Cerpen ³Makan Malam´ 63 3.5 Sistematika Penulisan 14 BAB II LANDASAN TEORI 15 2.2.3.4 Metode Penelitian 13 1.3 Tujuan Penelitian 13 1.

4. Segala Kenangan.5Kampung Halaman. perasaan. pemikiran.4Seorang Waria yang Dilukai Hatinya dalam Cerpen ³Balada Hari Hujan´ 104 3.6Mencintai Buah Hati yang Diam-Diam Telah ³Pergi´ dalam Cerpen ³Makam Keempat´ 113 BAB IV SIMPULAN 119 Daftar Pustaka 122 Riwayat Hidup Ucapan Terima Kasih BAB I PENDAHULUAN 1.4. semangat. ide.4. Pengertian pengalaman tidak harus . keyakinan dalam suatu bentuk gambaran konkret yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa.3Antara Rahasia Pengkhianatan dan Usaha Untuk Menjaga Persahabatan dalam Cerpen ³Pesta Terakhir´ 98 3.4. dan yang Tersisa Darinya dalam Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ 107 3.dalam Cerpen ³Makan Malam´ 94 3.1Latar Belakang Masalah Sastra didefenisikan Sumardjo (1997: 3) sebagai ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman.

Segala perbedaan antara sastrawan dengan masyarakat pada umumnya itu menyebabkan terciptanya produk kreatif bernama karya sastra. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana kedudukan sastra itu dalam hubungannya dengan kehidupan. sastrawan memiliki karakteristik yang unik dalam memandang persoalan-persoalan hidup dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya. ide. dijernihkan. Jiwa yang selalu gelisah. dapat diciptakan pengalamanpengalaman kemanusiaan yang bisa jadi juga bersumber dari masyarakat umum (Hanafi. Sebagaimana diketahui. . diambil sarinya. adalah salah satu dari lembaga manusiawi yang menjadi sarana bagi manusia untuk berupaya mengendalikan lingkungannya. dan dikristalkan hingga pembaca dapat mengambil hikmah dan kekayaan pengalaman itu dengan mudah dan dalam waktu singkat. semangat. Dalam karya-karya sastra yang memekatkan. Kreativitas yang dihasilkan dalam sebuah karya sastra inilah yang membuat dikenali akan adanya kebaruan dalam karya sastra. pikiran. Sastra sebagai seni. 1984:9) Dari defenisi tersebut bisa dipahami bahwasanya karya sastra diciptakan oleh sastrawan berdasarkan pengalaman. Kedudukan kedua adalah sastra sebagai penentangan terhadap kehidupan. Kesegaran itu diperoleh karena keunikan cara pandang yang dimiliki oleh sastrawan dalam menghayati kehidupan ini dibandingkan dengan masyarakat kebanyakan. perasaan. serta perbedaan cara melihat persoalan kehidupan tersebut dengan pandangan masyarakat di sekitarnya merupakan sebuah karakteristik umum yang menghinggapi seorang pengarang karya sastra. pengalaman kehidupan disaring. jelas mempunyai hubungan dengan kehidupan. sebagai bagian dari kesenian seperti halnya filsafat dan ilmu pengetahuan. Saini K. dengan demikian. benturan antarnilai akibat kompleksitas cara memandang atas berbagai persoalan kehidupan. dan keyakinannya. Kebaruan tersebut meliputi penyegaran cara pandang bagi masyarakat dalam melihat kehidupan ini. Dalam perihal seperti ini gambaran yang dilukiskan sastra bertentangan dengan kehidupan yang dihadapi pembaca. Kedudukan pertama adalah sebagai ³pemekat´ (intensifikator). Sastra. Kemahiran dalam mengaplikasikan ungkapan pribadi inilah yang membedakan sastrawan dengan masyarakat pada umumnya.selalu merujuk pada pengungkapan pengalaman pribadi seorang individu saja. (1990: 14-16 & 49-50) mengemukakan adanya tiga kedudukan sastra terhadap kehidupan. Hal-hal tersebutlah yang diolah sastrawan dengan menggunakan kemahirannya dalam berkreasi atas potensi estetis bahasa.M. Dengan daya imajinasi yang tinggi dan daya pengamatan yang teliti dan tajam. Lingkungan itu baik berupa lingkungan jasmani ataupun berupa lingkungan rohani.

sastra sering dilihat sebagai suatu bentuk filsafat atau sebagai suatu pemikiran yang terbungkus dalam bentuk khusus. bahwa hidup adalah pahit dan bahwa keadilan belum tentu dapat menjalankan tugasnya. merupakan kemampuan untuk mengambil jarak dan memandang sesuatu dengan lebih objektif. Kemanusiaan adalah bentuk pembendaan dari kata sifat manusiawi. akan nampak bahwa sastra menyadarkan manusia atau lebih menyadarkan manusia. Supadjar (2003: 43) menyatakan bahwa umumnya tema kefilsafatan dalam karya sastra yang menonjol itu adalah mengenai soal-soal kemanusiaan. caranya adalah justru dengan menunjukkan bahwa hidup adalah pahit. Oleh karena itu. manusia yang putus-asa. terutama yang menyangkut keadilan. Kalau sastra dianggap sebagai jalan untuk memanusiawikan manusia dan memang demikian. Dalam hubungannya dengan dunia pemikiran. serta manusia dan kehidupannya. Wellek & Warren (1990: 134-135) mengemukakan bahwa sejarah sastra sejajar dan mencerminkan sejarah p emikiran. Kemampuan untuk menertawakan sesuatu. ³Untuk dapat melihat diri kita sendiri dengan benar kita tidak selayaknya menjadi narkisus. Hampir semua karya sastra yang baik mengimplikasikan. Dalam karya mereka kita melihat berkecamuknya manusia yang tidak jujur. Dalam usahanya memecahkan manusia sebagai misteri. Manusiawi berarti bersifat manusia (kemanusiaan) dan kemanusiaan adalah sifat-sifat manusia atau secara manusia dan sebagai manusia (KBBI. Kemampuan memperolokolokkan ini membantu pembaca untuk merenungkan kehidupan dengan lebih luas. Oleh karena itu. Kalau dilihat dari segi ini saja. tema-tema kemanusiaan dalam karya sastra tidak pelak lagi dengan berbagai cara membicarakan manusia dan karakteristiknya. dan mendasar. Hal ini sesuai dengan perkataan Budi Darma dalam penutup Olenka. 2003: 714). Melalui perenungan itulah diharapkan pembaca akan dapat mengambil hikmah dalam bentuk kemampuan mengendalikan kehidupan mereka secara lebih baik. Kedudukan sastra yang ketiga adalah mengolah dan mendistorsi gambaran kehidupan sehingga menjadi sesuatu yang menggelikan. manusia dengan segala tragedi dan kepedihannya. manusia yang diinjak dan sebagainya. Filsafat atau dunia pemikiran tentulah sangat berhubungan erat dengan kehidupan manusia. mendalam. bahwa manusia adalah keterbatasan. yang selalu melihat dirinya sebagai tampan tanpa mengantongi penyakit´. para pengarang yang baik berkesimpulan bahwa hidup memang pahit.Penentangan ini dimaksudkan agar pembaca bisa melihat kehidupan dari perspektif lain sehingga bertambah jelaslah gambaran tentangnya. baik aspek kejiwaannya atau moral sosial. Kebahagiaan yang dicetuskan di sana-sini dalam karya-karya yang baik akhirnya dikalahkan oleh dominasi kepahitan hidup. termasuk diri sendiri. Sementara yang baik itu belum tentu menang dan yang jelek belum tentu mendapat hukuman yang setimpal. Sastra justru menunjukkan kenyataan .

cerpen merupakan salah satu bentuk kesusastraan yang cukup menonjol dewasa ini.id/detail.dan bukannya menipu atau mengatakan apa yang seharusnya terjadi tapi tidak terjadi. kumpulan cerpen karangan perempuan lulusan UI kelahiran Bangka (1970) yang kini tengah menulis novel tentang perburuhan di Indonesia ini dipandang cukup mengejutkan mata khalayak sastra Indonesia ketika berhasil meraih penghargaan Khatulistiwa Literary Award (KLA) 2004. Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) karya Djenar Mahesa . Adanya media publikasi dengan siklus penerbitan instan seperti koran. berhasil menyingkirkan Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) karya Djenar Mahesa Ayu. Dalam ajang tersebut. Karya-karya tersebut dipublikasikan pertama kali dalam rentang tahun 2000 hingga tahun 2004 saat kumpulan cerpen ini diterbitkan. 1984: 70) Soal-soal kemanusiaan dan kehidupan tersebut salah satunya bisa ditampilkan dalam bentuk cerpen.net. KLA ini sendiri adalah sebuah penghargaan yang cukup diakui di Indonesia (http://www.pikiranrakyat. Kumpulan cerpen Kuda Terbang Maria Pinto (KTMP) karya Linda Christanty (LC) merupakan salah satu karya sastra yang lahir dari situasi tersebut. Walaupun LC merupakan seorang pendatang baru dalam kancah sastra Indonesia. Cerpen sebagai salah satu sarana pengungkapan nilai-nilai kehidupan dalam beberapa hal tidak kalah dengan karya sastra lainnya (Suharjana. yang tertinggal dalam renungan seseorang yang telah mengalami katarsis adalah juga kepahitan hidup. Nama-nama besar seperti Goenawan Mohammad. Selain itu.com/cetak/2006/102005/8/khazanah/index.html). majalah. 2000: 10).php?id=3975). Semua cerpen yang dimasukkan ke dalam kumpulan cerpen tersebut adalah karya yang sudah pernah dipublikasikan di berbagai media massa nasional dan daerah meski dalam buku kumpulan cerpen itu sendiri tidak diterangkan karena persoalan dalam teknis proses penerbitan (http://www. ringkas. Hal ini disebabkan format cerpen sendiri yang memang sesuai dengan perputaran yang cepat.vision. berdua dengan Negri Senja karya Seno Gumira Ajidarma. karya ini. dan Hamsad Rangkuti juga pernah meraih penghargaan yang baru dimulai pada tahun 2000 ini. Sebuah cerpen selain dipublikasikan lewat media di atas sebagian juga diterbitkan secara konvensional lewat bentuk buku kumpulan cerpen. (Darma. dan internet² yang semakin menonjol kehadirannya dewasa ini²membuat bentuk sastra seperti cerpen tertunjang eksistensinya. Dengan kesingkatannya cerpen mampu menjelaskan atau memaparkan bentuk-bentuk gejala sosial yang kompleks. Padahal pada masa itu sedang mewabah tren penulisan berani tentang seks oleh kalangan penulis perempuan. dan bergegas tersebut. Keberhasilan KTMP ini juga seperti memberi warna baru dalam peta sastra perempuan Indonesia. Karena itu. Remy Silado.

kompas. seperti dikemukakan Sambodja (http://www.pikiran-rakyat. seperti kemukaan para juri. Selain itu. merupakan hal yang tergolong luar biasa karena mampu mengalahkan buku pelajaran dalam hal cetak ulang. premis tentang ideologi patriarkat yang dianggap menekan kaum perempuan seperti didengungkan kaum feminis perlu ditelusuri kembali.Ayu sendiri belum genap setahun terbit telah mengalami cetak ulang keempat. LC dipandang memiliki kekuatan dalam hal yang amat mendasar yaitu makna. Peristiwa yang dilukiskan LC dengan ringkas tetap mampu menyiratkan banyak dimensi.id/berita/0410/13/ hib01.co. melainkan juga yang merangsang pemikiran dan nurani pembacanya.id/hiburan/budaya/2005/ 0402/bud2. seperti kemukaan Saidi (http://www. Dia menganggap karya LC ini tidak sejalan dengan daya juang dan keberanian penulis perempuan dewasa ini yang berbicara tentang seks secara blak-blakan. . Sambodja menyatakan bahwa penilaian dewan juri KLA 2004 ini sungguh membesarkan hati para pengajar sastra di sekolah-sekolah karena ternyata karya sastra yang berhak mendapat penghargaan itu bukanlah karya sastra yang sekadar merangsang kelamin pembacanya. Kemenangan kumpulan cerpen ini dalam ajang KLA 2004. tulis Susmana. Wajar kiranya Sapardi Djoko Damono.html).html).html).html). Hal ini. Oleh karena itu. Hal berbeda dikemukakan Susmana (http://www. cerpen-cerpen LC masih terasa menggantung.sinarharapan.html). Namun. pada sampul belakang kumpulan cerpen ini.hamline.co. Padahal dengan cara lain (atau sudut pandang berbeda) sebuah karya bisa saja ditafsirkan sebaliknya.sinarharapan. Dalam soal perjuangan kaum perempuan. adalah karena kumpulan cerpen ini dilihat mampu menjadikan bahasa sebagai ´kendaraan´ yang membimbing pembacanya memasuki relung-relung batin paling tersembunyi dan tak terduga (http://www.edu/apakabar/basisdata/1996/04/21/0006. kehadiran KTMP karangan seorang penulis perempuan ini sungguh mengharukan. Hasil riset Associated Press (AP) 2003 mendudukkan Indonesia di peringkat kedua setelah Rusia dalam hal pornografi (http://www. menilai bahwa kumpulan cerpen ini menjadi bayangan bagi perkembangan cerpen di masa depan.com/cetak/2006/012006/14/khazanah/index. KTMP bisa mengalahkan popularitasnya di ajang KLA 2004. dalam kumpulan cerpennya ini. Akan tetapi. termasuk dalam hal nilai-nilai feminisme. Dalam menafsirkan karya sastra (dengan wacananya yang ambigu). subjektivitas seorang aktivis feminisme bisa berpengaruh terhadap hasil pemaknaan. LC mampu menjaga koherensi antara teknik dan tema dengan memanfaatkan konvensikonvensi dalam teknik retorika dan piranti sastra serta menata dan meraciknya secara kreatif sesuai dengan tema.com/kompascetak/0406/27/Buku.

dalam catatannya di sampul belakang buku kumpulan cerpen ini. Witoelar dalam wawancara tersebut menyebut LC sebagai ³begitu tenggelam dalam dunia kepedihan dan ekspresi kemanusiaan´.co. tanya Elia. beranjak dari kursi. memuji LC karena dalam sebagian besar cerpennya. Siapa tahu putri kami dimakan hiu. tegas Sutardji.kompas. ³Linda begitu tenggelam dalam dunia kepedihan dan ekspresi kemanusiaan´. Aku ingin Paula tenang. LC. Air mata menggenangi sepasang mataku. Aku tak mau makan daging hiu.balipost. Di malam hari. Ada apa. LC mengatakan bahwa soal-soal kemanusiaan sangatlah menjadi perhatiannya (http://www. Berikut sebuah kutipan dari salah satu cerpen LC dalam kumpulan cerpen ini: Siang itu aku menyambut jam makan dengan perasaan aneh. meraih piring ikan di meja. Putri kita ada dalam hiu ini. Aku ingin kami menjalani hidup tenang tanpa . menangis di tepi bak cucian. Aku tak mau lagi menunggu putri kami setiap malam. Oleh karena itu. Tak berapa lama ia kembali. mampu menaklukkan kemuskilan ini. Sastrawan senior Sutardji. bisikku. Elia memanggang ikan hiu. aku memutuskan bicara pada istriku tentang Paula.html). Elia menghidangkan hiu panggang di meja makan. Dalam KTMP karya LC ini juga terlihat bagaimana dunia kepedihan dan ekspresi kemanusiaan itu digarap dalam membicarakan kemanusiaan. Dalam bahasanya Witoelar. Paula dibuang ke laut dan mungkin dimakan hiu. Ada apa.Litbang Kompas dalam sebuah resensinya menyatakan bahwa semua cerpen dalam kumpulan cerpen ini sungguh menarik karena semuanya mengangkat tema kemanusiaan (http://www.html). Hal ini menunjukkan keterlibatan langsung dan secara mendalam LC pada soal-soal kemanusiaan. Dalam wawancara dengan Wimar Witoelar. Ajaran-ajaran dari kakeknya yang seorang aktivis kaum buruh sewaktu LC kecil. lalu menuang isinya ke tong sampah. tapi aku cuma menyentuh sayur bening sawi. tersendat-sendat. mengatasi namun meninggikan ikhwal pesan pada tukikan kedalaman yang mencerahkan´. daerah yang sempat dilanda tragedi kemanusiaan besar berupa bencana tsunami. Ia langsung tersedak. Kata orang-orang. membentuk kepeduliannya pada soal-soal kemanusiaan tersebut. Sekarang ini bahkan LC sedang bekerja sebagai redaktur pada kantor berita Pantau di Banda Aceh. Menampilkan tema-tema kemanusiaan tanpa menyerahkan sastra ke bawah telapak kaki penindasan pesan bukanlah upaya gampang.id/ BaliPostcetak/2004/6/14/rubrik. ia bertanya lebih lembut. dan aktivitasnya sendiri sebagai penentang pemerintahan Soeharto setelah dia dewasa. Tangisku makin keras.com/kompas-cetak/0405/ 22/pustaka/ 1037030. Kumpulan cerpen ini terlihat begitu dalam menggarap persoalan kemanusiaan dan jauh memasuki relung-relung kehidupan. ³kelamin prosa dan kelamin puisi menyatu bersejiwa melahirkan pukauan mengasyikkan.

makna cerpen ini justru lebih tergarap lewat eksplorasiasi perasaan tokoh Aku sebagai sosok ayah yang tidak tahu di mana ³rimba´ anak gadis semata wayangnya. 2000: 34 ± 35). peristiwa politis ini dihadirkan atau sangat dikaitkan dengan bentuk kejadian perang. ³Rumput Liar´. istrinya) terhadap anaknya (tokoh Paula).133) Kutipan di atas diambil dari cerpen ³Makam Keempat´ yang bercerita tentang rasa kehilangan orang tua (tokoh Aku dan Elia. ³Perang´. Hubungan antara pengalaman kemanusiaan dengan sejenis trauma politis ataupun sekedar berupa penghadiran latar peristiwa politik dapat ditemukan pada cerpen ³Makan Malam´. Rasa kehilangan tersebut terutama dialami tokoh Aku (ayah) yang menjadi pusat pengisahan. Istriku mengangguk pelan.2Pembatasan Masalah Kumpulan cerpen KTMP karya LC ini memuat dua belas cerpen. dan ³Makam Keempat´. semata wayang pula. kataku. ³Danau´. Karya sastra merupakan suatu bentuk komunikasi yang disampaikan dengan cara yang khas. dan ³Qirzar´. Bayangannya tentang kemungkinan bahwa hiu di piring makannyalah yang telah memakan putrinya juga memperlihatkan bentuk kepedihan ini. Selain itu. Biarlah. Ini terdapat pada cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´. (hlm. Akibatnya karya sastra menjadi lain dan tidak lazim. anak kita bersama ibu. 1. ³Joao´.dia. ³Pesta Terakhir´. namun juga bersifat kompleks sehingga memiliki berbagai kemungkinan penafsiran dan sekaligus menyebabkan pembaca menjadi terbata-bata untuk berkomunikasi dengannya (Nurgiyantoro. Dengan kata lain cerpen ini cukup kuat menggarap dialektika antara makna dan peristiwa sebagaimana teori Ricoeur²hasil interpretasi Ignas Kleden untuk penerapan pada cerpen²tentang sense dan reference (Kleden. Variasi bahasan atas narasi besar kemanusiaan ini dihadirkan beragam. 2004: 128). Meski peristiwa dalam cerpen ini utamanya terkait dengan aktivitas politik tokoh Paula. Lebih spesifik lagi. Untuk itulah kumpulan cerpen KTMP karya LC ini dianalisis. Kemudian juga. Semuanya bertema kemanusiaan. . baik peristiwa maupun makna yang bisa didapat dari cerpen ini terlihat berimbang menghadirkan dan mengangkat tema kemanusiaan. kesegaran dan kebaruan juga didapat karena tokoh yang dieksploitasi perasaannya adalah sosok lelaki bukan seorang ibu dan kepekatan serta ironi atau kontras atas kenyataan umum didapat karena yang menghilang karena aktivitas politik melawan pemerintah tersebut adalah seorang anak perempuan. Pada cerpen ini diceritakan bagaimana tokoh Aku ini mengalami sebuah halusinasi sebagai manifestasi atas harapannya akan kehadiran putri tunggalnya yang telah sangat tipis kemungkinan untuk akan kembali lagi ke rumah.

³Makam Keempat´.³Makan Malam´. cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ tegak sendiri menghadirkan tema kemanusiaan yang kurang politis. Hal ini bukan berarti unsur-unsur yang lain tidak ada. Tentu saja. 2. apalagi menyangkut aspek sensitif. wacana simpati dan empati kemanusiaan pada akhirnya menjadi sangat mengemuka pada cerpen yang berbicara tentang hubungan antarmanusia ini. Dalam analisis ini penulis membatasi pada enam cerpen dari dua belas cerpen yang ada dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC ini. serta sama sekali jauh dari isu seksual.³Pesta Terakhir´. dan 6. cerpen kedua menampilkan seorang waria. Penyimpangan terhadap normalitas di masyarakat kebanyakan. . Tema karya sastra selalu berkaitan dengan salah satu masalah kehidupan dan masalah tersebut dihadapi dan dialami manusia (Suharjana. Keenam cerpen yang menjadi bahan analisis tersebut yaitu: 1. Ikatan batin pada keluarga dan tanah kelahiran merupakan segi yang mengemuka dalam cerita yang sanggup menghadirkan romantisme dalam bentuk tak biasa-biasa saja ini.³Kuda Terbang Maria Pinto´. Kemenonjolan unsur tema ini terbukti dengan lakuan yang ditampilkan tokoh pada setiap cerpen. Pemilihan judul-judul cerpen yang dipilih ini didasari kesamaan tema-tema kemanusiaannya yang begitu dominan. Dengan demikian.³Balada Hari Hujan´. Tema kemanusiaan yang menjadi pokok analisis ini kehadirannya begitu menonjol dalam keenam cerpen ini. sebagaimana juga cerpen-cerpen lainnya. 5. 3. 2000: 11).Mengetahui kesatuan tematik cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC. 4.3Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Dalam cerpen yang baik akan terkandung tema yang baik dan bermanfaat untuk pembaca.Cerpen ³Lubang Hitam´ dan ³Balada Hari Hujan´ mengupas dan membahas sisi kemanusiaan manusia dari sisi perilaku seksualnya. bisa berakibat fatal bagi timbulnya tragedi kemanusiaan dalam jiwa tokoh-tokoh yang bukan orang kebanyakan. unsur tema dalam cerita sangat penting di samping unsur lainnya. tanpa perang dan konflik.³Lelaki Beraroma Kebun´. Lebih tepatnya dua cerpen ini mengedepankan keberlainan seksualnya. 1. Terakhir. Cerpen pertama mengemukakan sosok lesbian dan pelaku seks inses. tetapi sebagai pendukung munculnya tema. Penulis membatasi analisis keenam cerpen tersebut pada unsur tema yang dianggap mewakili kedua belas cerpen yang ada dalam kumpulan cerpen ini.

Memilih cerpen-cerpen yang dinilai mampu mewakili keseluruhan cerpen dalam karya tersebut. dalam Suwondo. 1. 3. 4. . tujuan penelitian. metode penelitian. 2. 1995: 41). alur. cerpen.Membaca karya sastra (kumpulan cerpen) secara linear sampai mendapat kejelasan tentang semua isi karya tersebut. struktur cerpen. 1. Metode struktural adalah metode yang mengkaji karya sastra sebagai struktur yang dibangun oleh unsur-unsur seperti tema. Dengan menggunakan teori struktural. latar. Dalam kaitan ini Teeuw (1984: 35) menyatakan bahwa analisis struktural bertujuan untuk membongkar dan memaparkan secermat. Jadi.4Metode Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode struktural. tokoh. diharapkan dapat dihasilkan hasil-hasil yang baru sekaligus maksimal dalam memahami karya sastra (Ratna. unsur-unsur karya sastra berusaha dipahami dan dinilai sepenuhnya atas dasar permasalahan tempat dan fungsi unsur-unsur tersebut dalam keseluruhan karya sastra (Pradopo. 2004: 73).Melihat hubungan antarunsur tadi sehingga menghasilkan kebulatan tema yang global sebagai nyawa yang menjadi akhir analisis. dan sudut pandang.Mendeskripsikan makna-makna dan nilai-nilai yang didapat dari enam cerpen yang dianalisis terkait benang merah tema yang diusung kumpulan cerpen ini dan variasi nuansa atas tema tersebut pada setiap cerpennya. dan sistematika penulisan.5Sistematika Penulisan Penelitian ini disusun atas empat bab. Bab I berisi pendahuluan yang terdiri atas latar belakang masalah. Teknik analisis dibagi menjadi empat tahap yaitu: 1. Metode struktural yang digunakan dalam penelitian ini diharapkan mampu mengungkapkan permasalahan kemanusiaan yang dieksplorasi dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC. 2003b: 54). Satu konsep dasar yang menjadi ciri khas teori struktural adalah adanya anggapan bahwa di dalam dirinya sendiri karya sastra merupakan suatu struktur yang otonom yang dapat dipahami sebagai suatu kesatuan yang bulat dengan unsur-unsur pembangunnya yang saling berjalinan (Pradopo dkk.Mengidentifikasi unsur-unsur seperti tokoh. Bab II berupa landasan teori tentang strukturalisme.2. dan latar. pembatasan masalah. dan semendetail mungkin keterjalinan semua anasir dan semua aspek yang terdapat dalam karya tersebut. seteliti. yang menjadi pelopor masuknya pendekatan objektif ke Indonesia pada 1960-an. dan kemanusiaan.

1 Telaah Struktural M. khususnya teori-teori yang menggunakan konsep dasar struktur (Ratna. dan pembahasan tema kemanusiaan setiap cerpen. Keempat model tersebut juga dipandang telah mengandung pendekatan kritis utama terhadap karya sastra. (3) pendekatan mimetik. mendekati . Pendekatan objektif adalah model yang memberikan perhatian penuh pada karya sastra sebagai struktur yang otonom dengan koherensi intrinsik. Keempat model ini.Bab III merupakan pembahasan yang meliputi corak estetis. kata Sayuti (Suwondo. Keempat model tersebut adalah: (1) pendekatan ekspresif. Pendekatan pragmatik adalah model yang lebih menitikberatkan sorotannya terhadap peranan pembaca sebagai penyambut dan penghayat sastra. Pendekatan ekspresif adalah model yang menonjolkan pengkajiannya terhadap peran pengarang sebagai pencipta karya sastra. ringkasan cerita. dipandang telah mencakup keseluruhan situasi dan orientasi karya sastra. 2002: 45). Abrams menyajikan empat model pendekatan dalam studi sastra. 2004: 72). dengan konsep dan tata kerja masing-masing. (2) pendekatan pragmatik. Pendekatan objektif merupakan pendekatan yang terpenting sekaligus memiliki kaitan yang paling erat dengan teori sastra modern. BAB II LANDASAN TEORI 2. Kritik sastra objektif. dan (4) pendekatan objektif (Pradotokusumo. Pendekatan mimetik lebih berorientasi pada aspek referensial yang terkait dengan kenyataan atau dunia nyata. Bab IV berisi simpulan. 2003: 167). analisis struktur umum.H.

Namun. yang terdiri atas sejumlah anasir. Kebiasaan mengait-ngaitkan sebuah karya sastra dengan kenyataan atau pengarang. misalnya. 2002: 45). Dengan demikian. yang hendaknya dianalisis dan ditimbang dengan kriteria intrinsik seperti kompleksitas. struktur . yang di antaranya tidak satu pun dapat mengalami perubahan tanpa menghasilkan perubahan dalam semua anasir lain (Strauss dalam Teeuw. Hal ini membuat seorang peneliti sastra mesti sangat berperan sebagai penyibak kekaburan (transferabilitas). setiap unsur atau anasirnya tidak memiliki makna sendiri-sendiri kecuali dalam hubungannya dengan anasir-anasir lain sesuai dengan posisinya di dalam keseluruhan struktur. dan interrelasi elemen-elemennya. Kritik ini memerikan karya sastra sebagai objek yang mencukupi dirinya sendiri atau sebagai dunia dalam dirinya sendiri. Soeratno mengingatkan bahwa generalisasi sebagaimana yang dianjurkan oleh suatu metode penelitian positivistik tentu saja tidak dapat dilakukan mengingat karya sastra juga memiliki sifat unik dan khusus. Prinsip objektif tersebut memiliki pengertian bebas dari unsur prasangka dan adanya distansi antara peneliti dengan objek yang diteliti. integritas. koherensi. Hawkes²dalam pandangan yang sesungguhnya didasari oleh pandangan Aristoteles ketika menulis Poetica²mengatakan bahwa strukturalisme adalah cara berpikir tentang dunia yang dikaitkan dengan persepsi dan deskripsi struktur (Teeuw. struktur adalah tatanan. Selden (1991: 53) mengatakan bahwa pendekatan-pendekatan struktur terhadap kesusastraan menantang beberapa kepercayaan yang paling dihargai oleh pembaca awam.karya sastra sebagai sesuatu yang berdiri bebas dari pengarang. gejala-gejala dalam situasi kesastraan sering menuntut perhatian tersendiri (Soeratno. sudah sejak dahulu menjadi kebiasaan umum. dan dunia yang melingkupinya. sebuah struktur dapat diidentifikasi berdasarkan unsur-unsurnya. Kedua. 2003: 12-13). dalam struktur ada stabilitas. Menurut Jean Piaget. dengan jalan mulai dikenalnya teori strukturalisme (Ratna. Pertama. Dengan demikian. Pendekatan objektif baru masuk ke Indonesia pada sekitar tahun 1960-an. seperti yang dikatakan Ratna (2004: 73). audiens. 1984: 120). 1984: 140-141). Pada hakikatnya dunia ini lebih tersusun pada hubungan-hubungan daripada benda-bendanya sendiri. struktur merupakan sebuah sistem. keseimbangan. Dalam kesatuan hubungan itu. pendekatan objektif merupakan pendekatan yang terpenting sebab pendekatan apapun yang dilakukan pada dasarnya bertumpu atas karya sastra itu sendiri. hal ini tentu berbeda dengan model pendekatan objektif yang berlepas diri dari hal-hal tersebut. meskipun pendekatan objekif di dunia Barat sama tuanya dengan umur puitika sebagai cabang ilmu pengetahuan sebagaimana bahasan Aristoteles dalam bukunya Poetica (Pradotokusumo. 2004: 73). Menariknya.

pemikiran struktural de Saussure ini telah mengubah tekanan studi linguistik dari pendekatan diakoronik ke sinkronik. Bahkan dia dianggap telah mempersiapkan jalan bagi lahirnya posstrukturalisme dalam kaitan dengan teori tentang otonomi tanda-tanda (atau makna-teks) dan kematian subjek. Analisis struktural juga dipandang memiliki banyak kelemahan karena melepaskan karya sastra dari banyak aspek ekstrinsiknya. Dalam linguistik. 2005: 61-62). 1997: 30). 2005: 31). Dalam telaah karya sastra. Kemudian dijelaskan fungsi setiap unsur itu dalam menunjang makna keseluruhannya dan bagaimana hubungan antar unsur-unsur itu sehingga secara bersama membentuk makna yang padu (Suharjana. Analisis struktural dalam dunia kritik sastra telah begitu mengalami perkembangan dewasa ini. Tegangan antara transformasi dan pengaturan-diri selalu intrinsik dalam setiap struktur. dan pengaturan diri. pemikiran de Saussure ini secara langsung dianggap telah mempengaruhi langsung kaum Formalis Rusia dan Strukturalisme Praha (Nurgiyantoro. mengkaji. 2000: 37). 2000: 36). bagaimana peristiwa terjadi. Edgar Allan Poe pernah mengatakan bahwa .. semisal semiotik dan dekonstruksi. terlepas dari paradigma logosentrisme yang masih membayang dan menaunginya (Fayyadl. atau mungkin nanti akan muncul lagi model terbaru yang lebih canggih. Analisis struktural karya sastra. Struktur berfungsi menjaga keutuhan sebuah sistem bahasa dari erosi akibat perubahan waktu. seperti cerita rekaan. 2. dan lain-lain.M. pada saat yang sama. latar. berapa ukuran panjang pendeknya itu memang tidak ada aturannya. plot. 2000: 14. Akan tetapi. Pun begitu. 2005: 32).dicirikan oleh keutuhan. dapat dilakukan dengan mengidentifikasi. Fayyadl. misalnya.2 Cerpen Cerpen adalah cerita berbentuk prosa yang relatif pendek (Sumardjo & Saini K. dan mendeskripsikan fungsi dan hubungan antar unsur intrinsiknya. struktur juga mengubah tindakan-tindakan bahasa ke arah yang lebih produktif. sebuah struktur tidak akan bertahan lama (Fayyadl. Hal ini juga mengundang minat para kritikus kritis untuk mengembangkan model-model pendekatan lain sebagai reaksi atas strukturalisme. tokoh dan penokohan. sudut pandang. Tanpa tarik menarik antara kedua unsur tersebut. transformasi. dan kemudian menstabilkannya kembali. Nurgiyantoro. Teeuw (1983: 61) berpendapat bahwa bagaimanapun juga analisis struktur merupakan tugas prioritas bagi seseorang peneliti sastra sebelum ia melangkah ke hal-hal lain. Tapi. 1996: 55-56. tidak ada satu kesepakatan antara para pengarang dan para ahli. Terbitnya buku Cours de Linguistique Generale karya Ferdinand de Saussure dianggap sebagai permulaan pemikiran strukturalis (Krampen. tema. Pada awalnya diidentifikasikan dan dideskripikan.

Aristoteles memformulasikannya dengan kata-kata bahwa sastra (termasuk cerpen) merupakan jalan keempat menuju kebenaran setelah filsafat. Dalam pembedaan berdasarkan bentuk fisiknya tersebut ada juga jenis-jenis cerita pendek yang bukan cerpen.M. Karya yang lebih panjang lagi dari cerpen disebut novelet. berdasarkan kenyataan kejadian yang sebenarnya. cerpen bersifat naratif atau penceritaan (Sumardjo & Saini K. dan agama. Orang membaca cerita rekaan karena ia menunjukkan sesuatu sisi kenyataan. novelet ini lebih pendek dari novel. Namun tidak setiap cerita dapat disebut cerpen. namun semua itu berdasarkan hal-hal yang benar-benar ada dan telah terjadi. tetapi juga lewat penghayatan perasaan orang lain. bahkan mungkin pendek sekali (berkisar 500-an kata). yakni cerita yang pendek dengan tokoh-tokoh binatang yang mengandung ajaran moral. pikiran dan perasaannya. serta ada cerpen yang panjang (long short story). mengidentifikasikan diri dengan tokoh cerita rekaan sehingga dapat ikut mengalami peristiwa-peristiwa yang dihadapinya. cerpen memiliki sifat rekaan. panjang cerpen itu sendiri bervariasi. Orang menghayati pengalaman seseorang. berita. 1997: 37).M. kira-kira berkisar antara setengah sampai dua jam²suatu hal yang kiranya mustahil diperlakukan terhadap novel (Nurgiyantoro. 2000: 10). keputusan dan keputusasaanya. sains. Jenis itu adalah fabel. sebagai ciri dasarnya. direka oleh pengarangnya. Apa yang diceritakan di cerpen memang tidak pernah terjadi. tetapi cerita. tetapi murni ciptaan saja. perbuatan-perbuatannya.. dilema-dilemanya. Kemudian. Walaupun sama-sama pendek. yang terdiri dari puluhan (atau bahkan beberapa puluh) ribu kata. yakni cerita yang pendek berisi kisah lucu dan eksentrik dari tokoh-tokoh sejarah atau orang biasa baik nyata maupun hanya rekaan semata (Sumardjo & Saini K. Cerita rakyat adalah juga cerita pendek. dan kisah perjalanan dan petualangan juga berbentuk cerita. Ada juga anekdot. Terakhir.cerpen adalah sebuah cerita yang selesai dibaca dalam sekali duduk. Orang membaca cerita rekaan bukan sekedar membaca lamunan. 1997: 36). ia ditulis berdasarkan kenyataan kehidupan. yakni tentang orang-orang atau peristiwa-peristiwa suatu kelompok suku atau bangsa yang diwariskan turun temurun. tetapi dapat terjadi semacam itu. Ada cerpen yang pendek (short short story). Meskipun cerpen hanyalah rekaan. Cerpen bukanlah pencandraan (deskripsi) atau argumentasi dan analisis tentang sesuatu hal. Ada juga parabel yakni cerita pendek yang mengambil-ambil ajaran agama dari bagian-bagian kitab suci.. ada cerpen yang panjangnya cukupan (midle short story). . dan sebagainya. biasanya secara lisan. Dalam hal ini sebuah sketsa (penggambaran tentang sesuatu kenyataan). Cerpen bukan penuturan kejadian yang pernah terjadi. Kebenaran kehidupan bukan hanya dapat kita dekati melalui ilmu pengetahuan atau filsafat yang lebih banyak berdasarkan penalaran semata.

Namun begitu. Ketunggalan peristiwa dalam cerpen dapat dipahami dalam bentuk hadirnya satu konflik utama di dalamnya. Penceritaan atau narasi tadi harus dilakukan secara hemat dan ekonomis. sebuah cerpen harus merupakan suatu kesatuan bentuk yang betul-betul utuh dan lengkap. namun. dan seterusnya. Contoh ketunggalan peristiwa dalam sebuah cerpen ini dapat dilihat pada cerpen ³Sungai´ karya Nugroho Notosusanto. dengan melalui berbagai titik peristiwa. pengintensifan sebuah latar. pemusatan tokoh. Berawal dari perjalanannya bersama prajurit-prajurit TNI lainnya dari Jawa Barat ke Yogya dengan membawa serta istri-anaknya. Sebagaimana skema tradisonal yang sudah umum dikenali tentang runtutan alur sebuah cerita.Secara umum dapat disimpulkan bahwa cerpen adalah cerita atau narasi (bukan analisis argumentatif) yang fiktif (tidak benar-benar telah terjadi tetapi dapat terjadi di mana saja dan kapan saja) serta relatif pendek. Hal ini tentu saja terkait juga dengan tema pokok. Tentu saja pembagian garis besar ini bisa lebih akan beragam lagi satuan peristiwanya jika diurai dengan lebih detail. tentu pula hal demikian semakin berkecenderungan lebih kuat untuk terjadi. Cerpen karangan sastrawan sekaligus birokrat yang juga sempat terlibat dalam dunia kemiliteran ini sangat suspensif sekali menghadirkan ketunggalan konflik lewat pengklimaksan alurnya. hanya ada satu peristiwa. dijadikan pusat cerita dalam cerpen ini. hingga cerita terus mengalir ke waktu perjalanan kembali Sersan Kasim bersama Acep ke tempat semula. Dari peristiwa tersebut muncul sebuah tragedi yang sangat mengharukan. dengan segala kesingkatannya. mulai dari tahap awal hingga akhir. Inilah sebabnya dalam sebuah cerpen biasanya hanya ada satu tokoh saja. Dalam cerpen. Cerpen yang berlatarkan peristiwa sejarah Perjanjian Renville ini bercerita tentang sebuat tragedi kemanusiaan saat seorang ayah mesti memutuskan untuk mengakhiri nafas anak kandungnya. . putranya. Semuanya harus serba ekonomis sehingga hanya ada satu kesan saja bagi pembacanya. Beragam peristiwa yang faktualnya juga serta ada dalam cerita pada akhirnya akan merujuk pada peristiwa utama yang dihadirkan dan ditonjolkan oleh lain-lain peristiwa tersebut. dan hanya ada satu efek saja bagi pembacanya. Dari sekian peristiwa penting dalam sebuah cerita pada akhirnya akan dihasilkan satu peristiwa terpenting yang diangkat ke muka. sang ayah tersebut. saat kematian istrinya di Yogya ketika melahirkan Acep. Sersan Kasim. dalam alur terdapat sebuah peristiwa klimaks yang umumnya dibangun dari tegangan yang dihasilkan konflik dalam cerita. Tragedi ini terhubung erat pada tema kemanusiaan. kejadian saat Sersan Kasim menenggelamkan Acep di Sungai Serayulah yang pada akhirnya paling jadi menonjol sebagai peristiwa. Namun dari sekian peristiwa itu. Hal ini pula yang membuat sebuah cerpen sering diidentifikasikan secara teoritis sebagai beralur tunggal. penyataan amanat utama.

baik yang nyata maupun yang khayalan semata. Alaska. Pertama . selain publikasi awal lewat kehadirannya di media massa. unsur-unsur dalam cerpen bisa digolongkan menjadi dua bagian. dua atau tiga pengarang. Kumpulan cerpen pada dasarnya kumpulan beberapa cerpen yang termuat dalam sebuah buku. yakni apartemen Jane. Ada kecenderungan dewasa ini bahwa kumpulan cerpen adalah publikasi ulang dari cerpen-cerpen yang telah terlebih dahulu diumumkan lewat koran minggu yang memiliki ruang sastra.3 Struktur Cerpen Secara tradisional. sebuah cerpen karena kesingkatannya akan cukup sulit untuk menghindari ketunggalan peristiwa yang sudah semestinya hadir pada esensinya. 2000: 9-10). Kumpulan cerpen merupakan sarana untuk menerbitkan cerpen dalam bentuk buku. Namun dalam keragaman maupun keseragaman itu. Kesamaan tersebut biasanya terletak pada tema keseluruhan cerpen yang ditampilkan (Suharjana. Kepadatan cerita dalam sebuah cerpen pada cerpen ini bukannya didapat dari terdapatnya satu buah latar tempat. Empire State Building. Kumpulan cerpen yang terdiri atas beragam cerpen ini selain bisa pula seragam dan memiliki ketunggalan tema namun tak pelak pula bisa cukup sangat beragam menggarap berbagai tema. Dalam ³Seribu Kunang-Kunang di Manhattan´ karya Umar Kayam ternyata bisa juga didapat esensi ketunggalan peristiwa sebuah cerpen ini. Ketunggalan peristiwa justru dihasilkan oleh peristiwa akhir setelah selesai sekian obrolan ke sana-sini sebelumnya: bagaimana menafsirkan menghilangnya Marno ke balik pintu yang terdengar sebentar beberapa langkah dan bantal tidur Jane yang basah? Cerpen-cerpen yang berperistiwa tunggal ini. sementara Marno terkenang istri dan kunang-kunang kampung halamannya. Paman Tom. pada akhirnya dikumpulkan ke dalam sebuah buku sehingga menjadi sebuah kumpulan cerpen.sesuatu yang lebih universal daripada sekedar kepentingan politis berbagai negara yang sedang saling bertengkar. justru kehadiran tempat yang tunggal tersebut memberikan peluang besar bagi tokoh-tokohnya yang terkurung secara fisik untuk mengelebatkan ingatan hingga fantasi mereka ke berbagai belahan tempat lainnya. atau sejumlah pengarang. 2. hingga taman kota. Cerpen yang dikumpulkan mungkin berasal dari seorang pengarang. Jane terbayang Tommy. Contoh-contoh di atas telah menunjukkan bukti-bukti. selain alternatif mempublikasikan cerpen di media massa atau media on-line. Kumpulan cerpen biasanya memiliki kesamaan pada salah satu unsurnya. Selain itu tentunya ada saja cerpenis pemula yang punya nyali untuk menerbitkan secara independen karya perdananya sebagai sebuah perlawanan terhadap otoritas koorporasi kapital media-media publikasi mapan.

sarana kesastraan (literary devices). amanat. tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra. sudut pandang. dan utuh. dan ironi. adalah teknik yang dipergunakan oleh pengarang untuk memilih dan menyusun detil-detil cerita (peristiwa dan kejadian) menjadi pola yang bermakna.1 Tema Tema adalah pokok pikiran atau dasar sebuah cerita. seperti masalah cinta. bulat. Ketiga unsur tersebut harus dipandang sebagai satu kesatuan dalam rangkaian keseluruhan cerita. latar. biasanya penulis cerpen akan mementingkan salah satu unsur dalam cepennya (Sumardjo & Saini K.adalah unsur intrinsik. Ia selalu berkaitan dengan berbagai pengalaman kehidupan. dan setting. bukan sebagai sesuatu yang berdiri sendiri dan terpisah satu dengan yang lain. Dalam hal ini.3. sering. Fakta (facts) dalam sebuah cerita meliputi karakter (tokoh cerita). Tujuan penggunaannya sarana kesastraan adalah untuk memungkinkan pembaca melihat fakta sebagaimana yang dilihat pengarang. dan sebagainya. menafsirkan makna fakta sebagaimana yang ditafsirkan pengarang. 2. dan sarana cerita. Kedua adalah unsur ekstrinsik. penokohan. religius. ekonomi. maut. Sebuah cerpen mesti lengkap. harus memenuhi unsur-unsur bentuk yang sudah disebutkan tadi. alur. tema dapat disinonimkan dengan ide dan tujuan utama cerita. Macam sarana kesastraan yang dimaksud antara lain berupa sudut pandang penceritaan. Stanton (Nurgiyantoro. dan sosial (Nurgiyantoro. Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. kasih. Unsur ini antara lain meliputi pandangan hidup pengarang. Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra. eksistensin ya. plot. fakta. Tema adalah sesuatu yang menjadi dasar cerita. Artinya. 1997: 37). 2000: 25) membagi unsur sebuah cerita rekaan kepada tema. simbolisme. 2000:23-24). dalam sebuah novel. takut. situasi politik. Tema dipakai sebagai dasar mengarang .M. Berdasarkan tuntutan ekonomis serta efek pada pembacanya. dan gaya bahasa. ketiganya dapat pula disebut sebagai struktur faktual (factual structure) atau derajat faktual (factual level) sebuah cerita. Oleh karena itu. Sarana pengucapan sastra. dan merasakan pengalaman sepe yang rti dirasakan pengarang. Hanya pengarang dapat memusatkan (fokus) pada salah satu unsurnya saja yang mendominasi cerpennya. Unsur inilah yang secara faktual akan dijumpai dalam membaca karya sastra.. gaya (bahasa) dan nada. Unsur intrinsik ini meliputi tema. seperti aspek tema. Dalam hal tertentu. Ketiganya merupakan unsur fiksi yang secara faktual dapat dibayangkan peristiwanya. rindu. kemanusiaan. penekanan salah satu unsur cerpen tidak berarti meniadakan unsur-unsur lainnya.

Secara lebih kongkret tema pertentangan baik dan buruk ini dinyatakan. defenisi sebuah tema mesti lebih dipersempit lagi. Dalam sebuah cerita bisa didapatkan bermacam-macam makna.. 1987: 50). 2000: 68). Tema yang banyak dijumpai dalam karya sastra yang bersifat didaktis adalah pertentangan antara buruk dan baik.(KBBI. Tema dalam banyak hal bersifat mengikat kehadiran atau ketidakhadiran peristiwa. misalnya. artinya dinyatakan secara eksplisit. Hal ini berarti tema adalah ide sebuah cerita. Sebuah cerpen selalu harus mengatakan sesuatu. . kehidupan keluarga. Dengan kata lain ada sebuah konsep sentral yang dikembangkannya dalam cerita itu. yaitu pendapat pengarang tentang kehidupan ini. ide. sehingga orang bisa menjadi memahami kehidupan ini dengan lebih baik. Gagasan. Pengarang dalam menulis ceritanya bukan sekedar mau bercerita. 2003: 1164). Banyak pula yang disampaikan secara implisit (tersirat). kelaziman melawan keadilan. Hartoko & Rahmanto mendefenisikan tema sebagai gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya sastra dan yang terkandung di dalam teks sebagai struktur semantis dan yang menyangkut persamaan-persamaan atau perbedaanperbedaan (Nurgiyantoro. karena hal-hal tersebut haruslah bersifat mendukung kejelasan tema yang ingin disampaikan. Alasan pengarang hendak menyajikan cerita ialah hendak mengemukakan suatu gagasan. Kejadian dan perbuatan tokoh cerita. dalam bentuk kebohongan melawan kejujuran. dan situasi tertentu. Masih banyak lagi ragam tema dan teknik penyampaiannya. atau korupsi melawan hidup sederhana. konflik. 2000: 67). Tema disaring dari motif-motif yang terdapat dalam karya sastra yang menentukan hadirnya peristiwa-peristiwa. tapi mau mengatakan sesuatu pada pembacanya (Sumardjo & Saini K. 1997: 56). Ada jug a yang dinyatakan secara simbolik. Dalam membaca cerita rekaan sering terasa bahwa pengarang tidak sekedar ingin menyampaikan sebuah cerita demi bercerita saja. Cinta. 1987: 50-52). Adanya tema membuat karya sastra lebih penting dari sekedar hiburan (Sudjiman. Ada sesuatu yang dibungkusnya dalam bercerita. Ada kalanya tema cerita dengan jelas dinyatakan. Karena itu. atau pilihan utama yang mendasari suatu karya sastra tersebutlah tema. Tema menurut Stanton dan Kenny adalah makna yang dikandung sebuah cerita (Nurgiyantoro. Tema itu beragam-ragam ditinjau dari segi corak maupun kedalamannya. merupakan tema yang disukai dan bersifat universal (Sudjiman. semuanya didasari oleh ide pengarang tersebut. Bisa juga disebut komentarnya atas kehidupan ini. konflik. Sesuatu yang hendak dikatakannya itu bisa jadi merupakan sebuah masalah kehidupan atau pandangan hidupnya tentang kehidupan ini. termasuk berbagai unsur intrinsik yang lain.M. dan situasi tertentu.

Stanton (Nurgiyantoro. lebih luas. selain dengan cara tersebut. Hal tersebut bisa dimulai dengan cara memahami cerita. Sebagai sebuah makna. Dengan demikian. Tema merupakan makna keseluruhan yang mendukung cerita. 2000: 85-86). haruslah dilakukan penyimpulan atas keseluruhan cerita. tidak hanya berdasarkan bagian-bagian tertentu saja. mencari kejelasan ide-ide perwatakan. sebaiknya juga disertai dengan usaha untuk menemukan konflik sentral yang ada dalam cerita. yang merupakan salah satu unsur pokok dalam pengembangan ide cerita dan plot. apalagi jika novel yang bersangkutan relatif panjang dan sarat dengan berbagai . bukanlah makna yang disembunyikan. walau sulit ditentukan secara pasti. Berikut kriteria-kriteris yang dimaksud: a. Kesulitan yang mungkin dihadapi adalah dalam hal menemukan atau menentukan detail-detail yang menonjol tersebut. Eksistensi atau kehadiran tema adalah terimplisit dan merasuki keseluruhan cerita. penafsiran terhadapnya haruslah dilakukan dengan berdasarkan pada fakta-fakta yang ada yang secara keseluruhan membangun cerita. Hal itu disebabkan pada detail-detail yang menonjol (atau: ditonjolkan) itulah²yang dapat diidentifikasi sebagai tokoh-masalahkonflik utama²pada umumnya sesuatu yang ingin disampaikan ditempatkan. Hal ini juga menyebabkan tidak mudahnya menafsirkan tema (Nurgiyantoro. Oleh karena itu. karena justru inilah yang ditawarkan pengarang kepada pembaca. penafsiran terhadap tema bisa difokuskan pada upaya mengawasi gerak gerik tokoh utama tersebut. walau belum tentu juga dilukiskan secara eksplisit. Tema sebagai makna pokok sebuah karya fiksi tidak secara sengaja disembunyikan. konflik. 2000: 86-88) mengemukakan adanya sejumlah kriteria yang dapat diikuti. Kriteria ini merupakan hal yang paling penting. untuk menemukan tema sebuah karya fiksi. Konflik. Hal inilah yang menyebabkan kecilnya kemungkinan pelukisan secara langsung tersebut. paling tidak pelukisan yang secara langsung atau khusus. peristiwa-peristiwa. misalnya. Dalam menafsirkan tema sebuah novel. dengan sendirinya ia akan tersembunyi di balik cerita yang mendukungnya. 2000: 68-69). Tema. Para tokoh utama biasanya dibebani tugas membawakan tema.Penafsiran tema sebuah novel hendaknya mempertimbangkan tiap detail cerita yang menonjol. Tema mempunyai generalisasi yang lebih umum. Penemuan tema. pada umumnya tema tidak dilukiskan. Oleh sebab itu ia pun bersifat menjiwai seluruh bagian cerita. pada umumnya erat berkaitan dengan tema.Tema menjadi dasar pengembangan seluruh cerita. dan lebih abstrak. Karena tema tersembunyi di balik sebuah cerita. dan latar. Usaha menemukan dan memahami konflik utama yang dihadapi tokoh utama merupakan cara khusus untuk menentukan tema sebuah cerita (Nurgiyantoro.

atau informasi lain yang kurang dapat dipercaya. cerpen dan novel sesungguhnya juga memiliki kesamaan. Novel. tentunya pengarang tidak akan menjatuhkan sendiri sikap dan keyakinannya yang diungkapkan dalam detail-detail cerita tertentu lewat detail-detail cerita tertentu lainnya. dan jika ternyata di dalam cerita tidak ditemukan harapannya itu.Penafsiran tema sebuah novel hendaknya tidak bertentangan dengan tiap detail cerita. Penentuan tema dari kerja yang demikian kurang dapat dipertanggungjawabkan karena kurangnya data empiris.Penafsiran tema sebuah novel hendaknya tidak mendasarkan diri pada bukti-bukti yang tidak dinyatakan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam novel yang bersangkutan. Tidak jarang sejumlah pembaca membayangkan tema sebagai sesuatu yang filosofis. sikap dan pandangan hidup pengarang. artinya kata-kata tersebut dapat ditemukan langsung dalam novel.Penafsiran tema sebuah novel haruslah mendasarkan diri pada bukti-bukti yang secara langsung ada dan atau yang disarankan dalam cerita. seperti telah dikemukakan. cobalah diulangi sekali lagi penafsiran itu barangkali terjadi kesalahpahaman. muluk-muluk. tokoh-masalah-konflik utama merupakan tempat yang paling strategis untuk mengungkapkan tema utama sebuah novel. b. Selain sama-sama berjenis cerita rekaan yang . Oleh karena itu. Penunjukkan tema sebuah cerita haruslah dapat dibuktikan dengan data-data atau detail-detail cerita yang terdapat dalam cerita bersangkutan. alinea. dan lain-lain yang tergolong unsur isi dan sebagai sesuatu yang ingin disampaikan. artinya hanya berupa penafsiran terhadap kata-kata yang ada. ide. maupun tidak langsung. gagasan. Di antara pelbagai perbedaan yang ada antara cerpen dan novel. d. Tema cerita tidak dapat ditafsirkan hanya berdasarkan perkiraan. sesuatu yang dibayangkan ada dalam cerita. baik yang berupa bukti-bukti langsung. Kriteria ini mempertegas kriteria sebelumnya. mereka seolah -olah tetap memaksakan sebagai ada ditemui. c. Dalam sebuah novel kadang-kadang dapat ditemui adanya data-data tertentu. merupakan suatu sarana pengungkapan keyakinan. sebagai salah satu genre sastra. Jika hal yang demikian terjadi. atau bentuk dialog. Dengan kata lain. Kriteria-kriteria tersebut di atas secara umum dapat pula diterapkan terhadap cerita pendek. kebenaran. Cerita pendek dan novel masih merupakan jenis sastra yang relatif sama. yang dapat dipandang sebagai bentuk yang berisi (dan atau mencerminkan) tema pokok cerita yang bersangkutan.konflik. mungkin berupa kata-kata. kalimat. Detail cerita yang demikian diperkirakan berada di sekitar persoalan tokoh utama yang menyebabkan terjadinya konflik yang dihadapi (-kan kepada) tokoh utama. Pandangan sangat sederhana bahkan hanya membedakan novel dan cerpen berdasarkan ketebalan jumlah halamannya atau kesingkatan waktu relatif pembacaannya.

seperti dalam halnya cerita didaktis untuk kanak-kanak. Sikap konservatif sebuah tema bisa menghadirkan kekakuan ekspresi bagi sebuah cerita. kata Danujaya. satu tujuan. Misalnya di akhir cerita dikatakan: membohongi orang lain itu tidak baik dan orang yang berbuat jahat pasti akan mendapatkan hukuman atas perbuatannya.. namun kemudian ternyata itulah yang menjadi terpenting. yang terjadi pada cerpen justru membuat hal tersebut tak muskil untuk terjadi. Goenawan Mohammad (2000: xxv) menyebut istilah cerpen topikal untuk jenis sastra koran. Tema bisa saja hanya berwujud pengamatan pengarang terhadap kehidupan. atau ajaran moral. sesuatu yang membawa kita kembali surut menuju paradigma lama. perasaannya.M. Seluruh unsur cerita jadi memperkuat satu arti saja. menyebutnya dengan istilah penjajahan tema. Pengarang bisa saja hanya mengemukakan suatu masalah kehidupan dan problem tersebut tidak perlu ia pecahkan. bukan sebuah wilayah penjelajahan tersendiri. hingga kepadatan. atau bahkan hanya bahan mentah pengamatannya saja. Bahasa cerpen sebagai sebuah karya sastra pun kemudian menjadi. tidak jarang mengulang-ulang .M. Pada awalnya sekedar sebuah ide. Namun sudah selayaknya pula untuk cerpen-cerpen yang mengklaim diri telah berjiwa modernkontemporer guna justru menghindari sifat otoritatif tema. kejadiankejadian. 1997: 56). hanya meminjam-minjam statemen lazim di rubrik berita koran-koran. Satu sifat yang terdapat dalam cerpen-cerpen yang ³patuh serta tunduk´ pada topik adalah bahwa cerita sebagai inti lebih berkuasa dan lebih sentral ketimbang kisah. 1997: 56). Pengarang-pengarang lama memang sering suka menyatakan secara eksplisit simpulan ceritanya sendiri. tema justru tersamar dalam seluruh elemen. Bahasa akibatnya hanya sekedar menjadi komunikator yang siap pakai. Tema tidak perlu selalu berwujud moral. dalam hal tema cerpen pun bisa sangat sarat makna hingga juga tema sebagaimana halnya sebuah novel. Pengarang menyatakan ide atau temanya dalam unsur cerita. juga untuk jenis sastra koran ini. dan hukum yang bermunculan di koran²pada kesusastraan. ekonomi. pernah menjadi suatu topik pergunjingan yang hangat di kalangan para kritikus sastra.umumnya bersifat prosaik. Pemecahannya terserah pada masing-masing pembaca (Sumardjo & Saini K. Dalam cerpen yang berhasil. simpulannya. atau kebenaran pada akhirnya akan menang mutlak atas segala jenis pola kejahatan. jalan pikirannya.. Dan yang mempersatukan segalanya itu adalah tema (Sumardjo & Saini K. politik. setting cerita untuk mempertegas atau menyarankan isi temanya. seringnya bahkan. Kesingkatan. Masalah penjajahan tema² dalam hal ini tema-tema sosial. Danujaya (2000: 139). Pengarang mempergunakan dialog-dialog tokoh-tokohnya.

Dengan ³kewajaran´ tersebutlah pembaca akan bisa yakin bahwa dia sedang berhadapan dengan karya sastra. Jelaslah bahwa pengarang pastilah tidak secara jelas umumnya mengungkapkan tema karangannya. konflik yang penuh suspense. Cerpen seperti itulah yang biasanya berdaya tahan menempuh waktu karena ia tidak menjemukan bagi pembaca-pembaca yang kreatif. maka semakin baguslah cerpen tersebut. Dalam cerpen situasi. Tapi tema itu merasuk dan menyatu dalam semua unsur cerpen.klise lama. tokoh cerita dengan watak yang tidak akan terlupakan. pada dasarnya adalah mencari tema yang terkandung dalam cerpen tersebut. cerpen tersebut akan kaya dengan penafsiran-penafsiran. apalagi kehendak yang serba memaksa milik nurani pengarang. Sebuah cerpen kadang-kadang banyak menimbulkan penafsiran. maka dalam dunia penulisan prosa dikenallah apa yang disebut cerpen situasi (Mohammad.3. dan sebagainya. 1997: 57). masalah spritual..M.2 Tokoh Kecenderungan cerpen modern adalah penekanan pada unsur perwatakan tokohnya. karakter setiap tokoh bisa berkembang secara wajar tanpa harus terbebani bobot tema. beku dan miskin kreatifitas. ramai dengan keberbagaian kemungkinan. sebuah cerita. sesuatu yang dikandung oleh sebuah cerpen. masalah individu. Dengan cara itu pula sebuah karangan akan menjadi cerpen yang baik dan berhasil. Sebuah karya seni yang mengajak orang berpikir biasanya adalah karya seni yang dihargai (Sumardjo & Saini K. atau bahkan menggunakan kata yang sama berkali-kali dalam satu paragraf. Hal itu terletak pada temanya. 2. Memang dalam sebuah cerpen kadang-kadang tidak hanya terdapat satu penafsiran tema saja. Semakin banyak persoalan serta implikasi-implikasinya yang terkandung dalam sebuah cerpen. Unsur watak atau karakter dalam cerpen modern menjadi begitu menonjol dan dominan antara . masalah sosial. maka barulah terasa bahwa semua itu mengandung satu arti yang berupa visi pengarang terhadap dunia. Akan tetapi kalau cerpen tersebut selesai dibaca. Dengan hal itu. 2000: xxvi). bukan berita apalagi propaganda. Dalam membaca sebuah cerpen. Ini tidak berarti bahwa pada cerpen lama perwatakan tidak dipentingkan. Sebuah cerpen yang besar mengandung banyak persoalan yang bersegi-segi. Usaha dalam rangka memburu makna itu sesungguhnya sangat mengasyikkan. Penulis-penulis cerpen jenis ini banyak menciptakan karakter besar. Mencari arti sebuah cerpen. dan sekaligus juga masalah politik. memang pembaca bisa hanyut dalam pelukisan karakterkarakternya. Sebagai alternatif perlawanan terhadap cengkraman kaku topik terhadap cerita. Mungkin mengandung masalah moral.

Bukan dengan menceritakannya secara langsung kepada pembaca. yakni.lain disebabkan oleh semakin berkembangnya ilmu jiwa. Hal ini dilaksanakan lewat cara bicaranya. Kejadian-kejadian dalam cerpen-cerpennya berpusat pada konflik watak tokoh utamanya. atau juga pengalaman hidupnya. Mutu sebuah cerpen banyak ditentukan oleh kepandaian seorang pengarang dalam menghidupkan watak tokoh-tokohnya. dan padat. Bergantung dari masa lalunya. Terutama psikoanalisis yang menawarkan daerah baru dalam menyelami kehidupan jiwa manusia. asal daerahnya. apa yang dipikirkannya. tidak ada salahnya pula ketika tokoh dan perwatakannya ditampilkan dengan begitu rumit dan tak selesai. Konflik yang mendasari plot ceritanya merupakan konflik jiwa tokoh-tokoh protagonisnya. Oleh karena ³keresehan´ ilmiah untuk senantiasa menghadirkan distingsi dan membuat-buat kategorisasi. Setiap tokoh semesti memiliki kepribadian sendiri-sendiri. kata Danujaya (2000: 136). Dalam sebuah cerita yang bersifat rekaan.. Namun dalam estetika kontemporer. . Apa yang diucapkannya. caranya berpakaian. reaksinya terhadap peristiwa. tapi dengan mendramatisasinya. kepribadian yang didapat tidaklah sama dengan kepribadian orang-orang yang ada dalam kehidupan sebenarnya. dan sebagainya. maka menjadi lemahlah oleh karenanya seluruh cerita. Bahkan menaifkan upaya -upaya pemutlakan.. tetapi kepribadian dalam cerita hanya perlu menonjolkan beberapa sifat saja karena seni itu intensifikasi. jadi bukan hanya sekedar elemen untuk membawakan cerita. Tokoh-tokoh dalam cerpen modern mendapatkan sorotan lebih tajam dari para penulisnya. 1997: 63-65). yang ada adalah proses dialektis (dan eklektis) dan pencarian terus menerus sebagaimana usaha Iwan Simatupang ³mengakhiri´ novel Koong-nya (1975). Kepribadian dalam kehidupan sehari-hari begitu kompleks. apa yang dirasakannya harus betul-betul menunjang penggambaran wataknya yang khas milik dia (Sumardjo & Saini K. Di Indonesia dapat disebut Budi Darma yang sebagian karya cerpennya diumumkan di majalah sastra Horison atau rubrik seni dan budaya hari minggu di Kompas. Kalau karakter tokoh lemah. tindakan-tindakannya. apa yang diperbuatnya. para teoritikus sastra sering membedakan fiksi menjadi dua corak. Seorang penulis yang cekatan hanya dalam satu adegan saja sanggup memberikan pada kita seluruh latar belakang kehidupan seseorang. Paradigma posmoisme memang merayakan keragaman dan memaafkan perbedaan. pendidikannya. antara yang lebih menekankan pada jalinan alur (plotting) dan yang lebih menekankan pada pengembangan karakter (story line). Pembedaan corak ini memang tidak bersangkut paut langsung dengan kualitas sastra sebuah karya. namun kebanyakannya karya sastra yang dianggap bermutu memang yang berada di jalur story line. penuh arti.M. Tokoh cerita semestinya digambarkan seintens mungkin. Tak ada sentral dan yang tunggal.

topik. yang pengungkapan watak lewat perbuatannya. Dari apa yang diucapkan oleh seorang tokoh cerita. perempuan atau lelaki.Sebagaimana pembicaraan tentang cerpen topikal sebelumnya. karena ia tak bisa lagi berpura-pura. atau dengan kata lain narasi besar (topik) merupakan nilai lebih estetika kontemporer. c. sukunya. Ia akan bertindak spontan menurut karakternya. Dengan cara ini pembaca dapat mengetahui alasan-alasan tindakannya. orang berbudi halus atau kasar. b. dan sebagainya. pada karya yang lebih cenderung mendukung bagi upaya pengembangan karakter segala macam penindasan tema. Dalam kenyataan hidup. Namun. sastrawan termasyhur dari Amerika. (1997: 63-66) memerikan beberapa jalan yang akan menuntun menuju identifikasi sebuah karakter: a. dan sebagainya. hingga plot cerita yang sudah ditentukan dari awal bisa dihindari. Dalam fiksi lama penggambaran fisik kerap kali dilakukan untuk memperkuat watak. untuk jenis cerpen. Penulis sering membuat deskripsi mengenai bentuk tubuh dan wajah tokoh-tokohnya. penulis membentangkan panjang lebar watak tokoh secara langsung. dan sebagainya. 2.M. d.Melalui pikiran-pikirannya. Hal tersebut dikemukakan Henry James.3.Melalui ucapan-ucapannya. Watak seseorang memang kerap sekali tercermin dengan jelas pada sikapnya dalam situasi gawat (penting). dapat dikenali apakah dia orang tua. bentuk tubuhnya.Melalui penggambaran fisik tokoh.Melalui apa yang diperbuatnya. Ia memiliki peran untuk dimainkan. Tapi inilah konvensi fiksi. Melukiskan apa yang dipikirkan oleh seorang tokoh adalah salah satu cara penting untuk mempertentangkan perwatakannya. Novelis . Dalam hal ini. terutama sekali bagaimana dia bersikap dalam situasi kritis. tindakan-tindakannya. Situasi kritis dalam hal ini tidak harus ditafsirkan kondisi bahaya. tapi situasi yang mengharuskan dia mengambil keputusan dengan segera. Yaitu tentang cara berpakaian. penggambaran yang demikian memang mustahil.Melalui penerangan langsung. e. orang dengan pendidikan yang masih rendah atau tinggi. Perlawanan terhadap hegemoni pusat. menurut jalan pikirannya. Sumardjo & Saini K.3 Latar Tempat suatu peristiwa terjadi dalam pandangan Balzac sama pentingnya dengan peristiwa itu sendiri. atas. apa yang diucapkannya. ia perlu digambarkan sama jelasnya dengan unsur yang lain. Hal ini berbeda sekali dengan cara tidak langsung. upaya pembedaan di atas memang agak sulit dan lebih samar dibandingkan bentuk fiksi lain yang lebih panjang seperti novel karena paksaan efesiensi dan efektivitas pemakaian bahasa dalam pemerian maupun pencitraan menuntut pemakaian semua unsur penceritaan dengan lebih singkat dan padu. Tetapi dalam cerpen modern cara ini sudah jarang dipakai.

Terlebih lagi dalam estetika kontemporer meski tidak harus. Bahkan karya bercorak realis seperti yang ditulis Karl May pun konon kabarnya berbekal riset kepustakaan semata. kegilaan mereka. dan pengacuan yang berkaitan dengan waktu. Novel tersebut berhasil menghadirkan keindahan negeri Maroko dan Suriah di Timur Tengah sana dengan cukup mempesona. Setting bukan hanya menunjukkan tempat dan waktu tertentu tetapi juga hal-hal yang hakiki dari suatu wilayah. memilih beberapa rumah. Harus ada tempat dan ruang kejadian.M. Dalam hal ini memang latar sekedar menjadi tempat terjadinya cerita (Sumardjo & Saini K. Secara sederhana latar bisa diartikan waktu dan tempat terjadinya cerita. Ia terjalin erat dengan tema. Pada prinsipnya. petunjuk. Sebuah cerpen dan novel memang harus terjadi di suatu tempat dan dalam suatu waktu. Latar pada prakteknya bisa beroperasi lebih subtil dalam kerangka estetika cerita-cerita dengan corak tertentu. Setting dalam cerpen modern telah menjadi begitu kompleks terjalin dengan unsur-unsur cerpen lainnya. Namun pengertian ini sah-sah saja diperluas dan diperdalam. gaya hidup mereka. Belum lagi jika menengok karya-karya yang fantastis dengan sekedar berbekal fantasi semata. hingga chatting dengan rekan-rekan luar negerinya. Abidah El Khalieqy misalnya. Dalam fiksi lama tempat kejadian cerita dan tahun-tahun terjadinya disebutkan panjang lebar oleh penulisnya. dan eksotis. dan suasana terjadinya peristiwa dalam sebuah karya (Sudjiman. dan sebagainya. ruang. dan menggambarkan rumah-rumah tersebut sedemikian detail. sampai pada baunya (Adesita. imbuh Budi Darma. tidak semua harus begitu. Dia bisa juga menjadi dangkal untuk konteks cerita-cerita tertentu (Adesita. Namun tentu saja. pemikiran rakyatnya. Setting dalam fiksi bukan hanya sekedar sebagai background. kecurigaan mereka. Hasilnya cukup luar biasa. sampai pada macam debunya. browsing internet. setting harus . 2004: 14-15). Berwawasan. Pemenang kedua Sayembara Novel 2003 DKJ ini mengakui bahwa setting luar negeri bagi Geni Jora-nya sekedar didapat berbekal riset buku. Dalam cerpen Indonesia modern latar telah digarap para penulis menjadi unsur cerita yang penting.. artinya bukan hanya menunjukkan tempat kejadian dan kapan kejadian. 2004: 14). Sampai kadang-kadang sebelum membuat cerita yang berlatar belakang kota tertentu. 1997: 75).Prancis tersebut memang terkenal sangat bekerja keras untuk melukiskan lingkungan fisik bagi cerita-ceritanya. kata Sapardi Djoko Damono. sambung Maman S Mahayana²ketiganya dewan juri sayembara novel tersebut. dan suasana cerita. serta menggemaskan. latar merujuk pada segala keterangan. 1987: 44). Dalam cerpen yang baik. karakter. ia akan mengunjungi kota tersebut. Hanya tahu di mana suatu cerita terjadi saja tidak cukup karena sastra bukanlah alat untuk menginformasikan fakta.

setting terintegrasi (menyatu) dengan tema. artinya sudut pandangan yang diambil pengarang untuk melihat suatu kejadian cerita. dengan berbagai variasinya.benar-benar mutlak untuk menggarap tema dan karakter cerita. kisah atau apa yang disajikan sebagai isi cerita selalu disuguhkan dari sudut pandang tertentu. Dadaisme. sebuah cerita dikisahkan. watak. karena pengarang dan pencerita tidaklah perlu kiranya dibedakan (Sudjiman. Dalam setting yang demikian bisa didapatkan banyak kesempatan untuk terbahasnya segi-segi watak manusia (Sumardjo & Saini K.4 Sudut Pandang Dalam sebuah cerita. Kedua sudut pandang tersebut masing-masing menyaran dan menuntut konsekuensinya sendiri. gaya. 1997: 76). juara Sayembara Menulis Novel DKJ 2003. ada juga yang menggunakannya dengan arti sudut pandang pencerita. Oleh karena itu. Hal itu dapat berasal dari berbagai pihak: pencerita yang memberi sudut pandang yang mencakup atau salah seorang tokoh (Luxemburg. yaitu soal bagaimana pandangan pribadi pengarang dapat diungkapkan dengan sebaik-baiknya (Sumardjo & Saini K. maka setting demikian akan kurang integral. kebencian. patriotisme. 1991: 125). Dari sudut pandang persona pertama dan ketiga tersebut. dan kemanusiaan. politik. 2000: 249). Cerpen dengan setting perang misalnya dapat berbicara soal-soal khusus seperti dendam.M. Sedangkan sudut pandang hanya menyangkut teknik bercerita saja. Dari setting wilayah tertentu harus dihasilkan perwatakan tokoh tertentu dan juga tema tertentu. pengungsian. Dalam hal ini harus dibedakan dengan pandangan pengarang sebagai pribadi. 1987: 75). sebuah cerpen adalah pandangan pengarang terhadap kehidupan. Sudut pandang pada dasarnya adalah visi pengarang. Suara pribadi pengarang jelas akan masuk ke dalam karyanya. pelarian. 1997: 76).M.. dan implikasi (kaitan) filosofis.3. Ia dapat mempergunakan beberapa sudut pandang sekaligus dalam sebuah karya jika hal tersebut dirasakan lebih efektif (Nurgiyantoro. pengkhianatan. wilayah kebebasan dan keterbatasan perlu diperhatikan secara objektif sesuai dengan kemungkinan yang dapat dijangkau sudut pandang yang dipergunakan. Ini kemudian lazim dikenal dengan istilah gaya pengarang (stilistika). Kalau sebuah cerpen settingnya dapat diganti dengan tempat mana saja tanpa mengubah atau mempengaruhi watak tokoh-tokoh dan tema cerpennya.. Penggunaan istilah sudut pandang sering tidak jelas apa yang diacunya. Ada yang mengartikan sudut pandang pengarang. Bagaimanapun pengarang mempunyai kebebasan tidak terbatas. Dalam cerpen yang berhasil. merupakan sebuah contoh karya sastra . Ada pula yang menganggap keduanya sama saja. Sudut pandang cerita itu sendiri secara garis besar dapat dibedakan ke dalam dua macam: gaya ³aku´ dan ³dia´. 2.

Dante berkata kepada Beatrice. 2000: 321). di Media Indonesia (http://www. Proposisinya sebaliknya dengan proporsi yang tetap sama: karya sastra sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan. ³Di tengah-tengah perjalanan hidup kita. sampai ke pencerita orang kedua (kamu). halusinasi. orang ketiga (dia).´ Hutan itu gelap karena dia tidak dapat melihat apa yang terjadi di seberang yang lain. 2. Bentuk pencerita pun dimanfaatkan ganti-berganti. Cerita seperti melompat ke sana ke mari yang sebenarnya saling bersinggungan. tema penyimpangan akibat peristiwa traumatis masa lalu seperti tidak dapat terlepas dari pergantian bentuk penceritaan itu. Karya sastra.media-indonesia. memperjuangkan hak dan martabat manusia. mulai dari pencerita orang pertama (aku). Ilustrasi dari tulisan Budi Darma tersebut. dan peristiwa tragis. Ia tidak hanya bersifat kebangsaan. filsafat. Penghubungnya adalah peristiwa masa lalu. apalagi keseorangan. Berikut dikutipkan sebagian naskah pertanggungjawaban dewan juri lomba tersebut dari tulisan Maman S Mahayana. meski pragmatisnya bisa beraplikasi lokal (Nurgiyantoro.com/news print. yang notabenenya merujuk pula pada pernyataan Aristoteles. salah seorang juri dari dua orang juri lainnya: Sapardi Djoko Damono dan Budi Darma.asp?Id=2004071023464677&Jenis=c&cat_name=Tifa): Novel Dadaisme (No Kode 46) mengawali kisahannya dengan peristiwa-peristiwa yang seperti tidak ada hubungannya satu dengan yang lain. Dengan bermain dalam tataran psikologi. Keuniversalan tersebut berarti sifat-sifat itu dimiliki dan diyakini oleh manusia sejagat. Sebuah rangkaian fragmen yang lepas-lepas. dunia surealis.kontemporer yang dinilai oleh sebagian kalangan kritikus sastra Indonesia papan atas cukup berhasil untuk tidak menyederhanakan soal sudut pandang di tengah arus era baru kreatifitas ini. mengisyarat dengan eksplisit betapa kesusastraan sangat berperan bagi kemanusiaan. Novel ini seperti membentangkan serpihan-serpihan kritik atas kultur etnik. walau memang terdapat ajaran moral . Di antara itu. perselingkuhan. Untuk menembus kegelapan ini. dia memerlukan cahaya dan cahaya ini tidak lain dan tidak bukan adalah agama. senantiasa menawarkan pesan moral yang berhubungan dengan sifat-sifat luhur kemanusiaan. fiksi. saya menemukan diri saya di sebuah hutan gelap gulita. Dari sanalah secara perlahan terungkap kaitan tokoh yang satu dengan tokoh yang lain.4 Kemanusiaan Dalam Divina Comedia. dan seni (salah satunya sastra) (Darma. Sifat-sifat luhur kemanusiaan tersebut pada hakikatnya bersifat universal. 1984: 70) . di sana-sini muncul pula kisah-kisah halusinasi dengan tokoh-tokoh imajiner.

Sastra sudah menjadi sebuah jaringan internasional yang tidak terkendali lagi kemampuan jangkauannya. kegigihan. penantian. waktu. Sebuah karya fiksi yang menawarkan pesan moral yang bersifat universal. tema kemanusiaan merupakan aspek yang cukup menonjol hadir ke permukaan. Ia adalah imajinasi yang hanya akan tertangkap oleh mata hati yang peka. tidak ubahnya seperti yang dilakukan oleh jaringan internet dewasa ini. tetapi tidak tampak seluruhnya. dan suasananya. sastra memilih tema-tema terbaik. asp). Dalam sejarah sastra Indonesia. Putu Wijaya dalam salah sebuah artikelnya juga menegaskan bahwa kemanusiaan tersebut bersifat universal (http://www.web. Wijaya berkata bahwa berbeda tidak berarti bermusuhan. Ia begitu ampuh. tetapi ada perjuangan. anutan.id/putu. biasanya akan diterima kebenarannya secara universal pula (Nurgiyantoro. kelahiran. lanjut Wijaya. perse ngketaan. kesangsian. Sebagai upaya untuk menerobos segala barikade konteks manusia masing-masing pada tempat. sejak awal sudah melihat kemanusiaan sebagai lahan yang sangat kaya dan luas jangkauannya. persaudaraan. seperti kematian. Sastra dengan demikian menjadi ³warga negara´ dunia yang bebas masuk ke mana saja karena dia kelihatan.kesusilaan yang hanya berlaku dan diyakini oleh kelompok-kelompok tertentu. 2000: 322). Sastra yang universal memberitahukan bahwa manusia memiliki kemungkinan yang seharusnya sama. kesakitan. serta menembus perbedaan strata sosial. tetapi memiliki perjalanan yang tidak sama perkembangannya. tetapi h anya untuk menyadarkan bahwa manusia satu dengan yang lain saling terkait dan tidak mungkin seseorang hidup tanpa manusia yang lain. seperti nilai-nilai luhur kemanusiaan. menyeberangi waktu dan jarak. Sastra. tidak terhalang-halangi lagi oleh batas-batas negara dan politik. Rasa kemanusiaan itu menyeberangi perbedaan budaya. kesenangan. ia juga tidak terhalangi oleh kekuasaan yang merupakan bagian yang sangat berpengaruh dalam berbagai sengketa antarbangsa. Sastra membebaskan manusia dari berbagai batasan. Sambodja . tetapi tidak seluruhnya bertubuh karena ia adalah sebuah pengalaman spiritual. dan kemudian keberuntungan atau nasib baik yang menjadikannya berbeda. agama. cinta. Dalam merekonstruksi sejarah awal sastra Indonesia. kesedihan.bahasa-sastra. Bahkan. warna kulit. Keuniversalan yang ditampilkan karya sastra dengan mengusung nilai-nilai kemanusiaan² sehingga menghapuskan segala batas-batas yang memisahkan manusia²bukan berarti pula menyatakan bahwa manusia yang satu harus sama rata dengan manusia yang lain. Ia berwujud. ia menembus batas suku dan negara. dan keyakinan. dan nafsu-nafsu bawah sadar yang sangat mendasar dan berserak pada setiap manusia di seluruh jagat raya. tetapi juga begitu halus.

hingga Ratna Indraswari Ibrahim yang sempat memunculkan kekhawatiran tentang regenerasi tokoh-tokoh sastra Indonesia. namun juga telah cukup mapan. Putu Wijaya.id/ koran_ detail.id/koran_detail. Dalam bidang novel. setidaknya.asp?id= 60132&kat_id=102&kat_id1=&kat_id2=).cgi?category=5&id=1030357707). Kekuatan pengarang yang satu ini dapat dilihat.cgi?category =5&id=1030357707) mengemukakan kekurangtepatan penganggapan tema kebangsaan sebagai sarana identifikasi bagi kesusastraan Indonesia. tersebutlah Iwan Simatupang sebagai sosok yang sangat kental mengangkat tema kemanusiaan ini.(http://cybersastra. Tentu tidak lupa pula karangan-karangan penulis gaek semacam Budi Darma. Bersama kumpulan cerpen KTMP karya LC. Contoh bagaimana karya sastra.republika.asp?id=249828&kat_id=364). khususnya cerpen. Produktivitas penulis yang satu ini²dapat dilihat dengan tebaran tulisannya di media massa²dan semangat kemanusiaan universal yang diangkatnya membuat ia menjadi tokoh sastra Indonesia yang cukup diperhitungkan dewasa ini.republika. mengangkat tema kemanusiaan ini dapat . Danarto. Hal ini menunjukkan bahwa tema kemanusiaan selalu laris nyaris sepanjang sejarah kesusastraan Indonesia. Ahmadun Yosi Herfanda mengungkapkan dua mainstream terkuat yang menonjol dewasa ini.net/cgibin/naskah/viewesai.co. Golongan pertama adalah cerpen-cerpen yang mengusung feminisme dengan jargon-jargon seksual vulgar.net/cgi-bin/naskah/viewesai. utamanya soal keterasingan individu (http://cybersastra. penulis-penulis ini selalu menyisipkan ide-ide tentang kemanusiaan dalam karyakaryanya. dari penghargaan yang diterimanya pada ajang KLA 2004. Golongan kedua adalah penulis cerpen-cerpen Islami. Paling akrab dikenal adalah semangat humanisme universal yang diusung oleh seniman-seniman Gelanggang hingga kelompok Manifes Kebudayaan. dengan jumlah yang tidak kalah banyak ternyata tetap bertahan penulis-penulis sastra yang mengangkat tema humanisme universal atau kemanusiaan (http://www. co. Keduanya sastra karangan penulis yang umumnya perempuan yang memang sedang menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Dalam mengamati perkembangan cerpen-cerpen dalam kesusastraan Indonesia terkini. Pada perkembangannya justru tema kemanusiaanlah yang lebih banyak diangkat oleh karya-karya puncak khasanah sastra Indonesia. Contoh yang cukup mutakhir. Seno mendapat penghargaan dalam kategori fiksi atas novelnya yang berjudul Negeri Senja. Namun di antara dua arus pendatang baru tersebut. bagi jenis ketiga ini adalah buah karya-buah karya Seno Gumira Ajidarma yang dianggap tokoh cerpenis Angkatan 2000 (http://www. Bersama banyak pengarang mapan lainnya.

yang diberi julukan si Montok sebab ³keindahannya´. Akibatnya pemilik lengan tersebut dipensiun muda. ungkap Adila. si Montok menemui sang kapten yang telah naik pangkat menjadi mayor di rumahnya di kota. Navis mengangkat tema kemanusiaan lewat satire dan ironi yang dibangunnya atas kehidupan militer pada zaman perang. Namun.. Ketika perang usai sang kapten tersebut kembali ke kota. nafsu. Wanita itu. dan kekuasaan (http://www. Akibatnya. Navis menutup cerita tersebut dengan kata-kata: ³Kedua perempuan itu menyesal. Tembakan mengenai lengan suaminya dan lengan itu akhirnya harus diamputasi. Navis yang juga nonmiliter ini cenderung mengungkapkan sisi gelap kehidupan militer. Navis dalam kehidupannya banyak berkawan dengan perwira militer sehingga wajar jika ia memiliki stok respon cukup memadai untuk menulis tentang kehidupan tentara dan aspek manusiawi mereka. lebih sebagai sentuhan batin terhadap masalah kemanusiaan²kemanusiaan yang digadaikan yang disebabkan oleh peperangan. berbeda dengan Nugroho Notosusanto atau Trisnoyuwono yang kerap menulis cerpen berlatar militer.id/koran_detail. Sutardji Calzoum Bachri menyatakan bahwa manfaat dari karya sastra adalah memberikan pencerahan kepada pembacanya (http://www..com/ kompas-cetak/0104/15/seni/iron32. Namun lelucon-lelucon pahit atas ganasnya pertempuran tersebut tidak terkesan sebagai cemoohan terhadap dunia militer belaka. Sebagaimana Idrus lewat Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma atau Asrul Sani dengan Naga Bonar. Di kemudian hari.htm).asp?id=182197&kat_id=102). Wanita itu mengambil pistol suaminya dan menembak. tidak diketahui apakah pistol itu pun ikut menyesal.republika. Ironi yang diangkat Navis. bersama anak laki buah perkawinannya dengan sang kapten.kompas. Dalam cerpen yang diterbitkan pada usianya yang ke-77 ini. co. Si Mayor menyesali nasibnya. Meskipun bukan seorang tentara. Ide bagi Navis untuk menulis tentang militer dan kemanusiaan ini muncul pada 1995 ketika ia menyaksikan ³«hampir sebulan seluruh stasiun televisi menyiarkan para pejuang dengan segala atribut di bahu dan dada mengisahkan pertempuran dalam menegakkan kemerdekaan. tetapi sehabis perang melukai pemiliknya sendiri´. Karya sastra sesungguhnya dapat memberi hikmah dan hikmah dari karya sastra yang baik adalah membuat orang yang membacanya . ditinggalkan di desa hingga anak yang dikandungnya lahir.´ Dalam cerpen ³Si Montok´ terdapat kisah tentang seorang wanita desa yang dinikahi seorang komandan tentara berpangkat kapten pada masa perang. isteri Mayor yang sebelumnya dan sebenarnya marah besar.A Navis. karena selama perang tidak pernah melukai musuh.dilihat pada cerpen ³Si Montok´ karya A. Seolah tidak ada orang selain dari mereka yang berjuang. Awalnya kapten tersebut secara kebetulan saja bertemu wanita desa tersebut.

ataupun sifat-sifat luhur kemanusiaan yang lain. Hal-hal yang memang salah dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan tidak akan ditutup-tutupinya sebab terhadap nilai seni ia hanya bertanggung jawab kepada dirinya sendiri. Karena itu. Seorang sastrawan bahkan dapat menjadi agen perubahan jika karya-karyanya dapat memberikan kesadaran baru bagi pembacanya dan mendorong mereka untuk melakukan perubahan. Karya sastra mencerahkan karena memberikan penyadaran terhadap masalah masalah kemanusiaan. meskipun barangkali lewat jalan yang diam-diam. Ia tidak akan diam. Dengan karya sastra suatu bangsa menjadi menghargai masalah -masalah kemanusiaan dan keluhuran budi pekerti. sangatlah tidak sukar untuk ditemukan adanya nilai-nilai kemanusiaan dalam karya sastra²dengan segala keragaman estetika dan stilistiknya.1 Corak Estetis Kumpulan Cerpen KTMP Pembacaan terhadap kumpulan cerpen KTMP karya LC ini dapat menghasilkan sebuah . karya sastra juga menjadi salah satu tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Nurgiyantoro (2000: 331) menyatakan bahwa seorang pengarang umumnya tampil sebagai pembela kebenaran dan keadilan.tercerahkan. BAB III TEMA KEMANUSIAAN DALAM KUMPULAN CERPEN KUDA TERBANG MARIA PINTO KARYA LINDA CHRISTANTY 3. baik itu seni untuk seni maupun seni untuk misi. Oleh karena itu. dan dengan karangannya itu akan diperjuangkannya hal-hal yang diyakininya kebenarannya.

Ia tampak lelah. Gaya realis seperti ini juga terdapat dalam sebagian besar cerpen lainnya. Sakit pada hati sampai mati. Baru kali ini aku sungguhsungguh memperhatikan Ibu.1. Sakit pada tubuh bisa diobati. gaya surealis dan realis. konvensi fiksi memang membenarkan upaya penyimbolan seperti ini. ibu yang mulai sakit-sakitan. berikut akan dituliskan sekilas corak estetis yang terdapat pada kumpulan cerpen ini. Meski sosok pejuang tersebut tidak betul-betul faktual bisa dibuktikan lewat ilmu sejarah. Dari segi mimetik. Dua hal yang dipandang cukup menonjol untuk dibicarakan sebagai contoh corak estetis yang digunakan dalam kumpulan cerpen ini adalah terdapatnya gaya realis dan surealis serta terdapatnya penggunaan diksi yang puitis. 3. Setelah tamat perguruan tinggi. Sakitnya tak pernah sembuh. dan pembantu yang suka menyanyi sambil menyapu lantai atau memasak di dapur. Ia berkali-kali ke dokter. anaknya yang kembali pulang ke rumahnya. Dilihat dari dua kutub oposisional aspek mimetik karya. tapi tak mau diantar. (hlm.1 Gaya Realis dan Surealis Dari dua belas cerpen yang terhimpun dalam kumpulan cerpen KTMP ini. kumpulan cerpen ini terlihat menggunakan keduanya.petualangan tersendiri. Sebelum mendeskripsikan struktur umum dan makna-makna yang dapat digali dari keenam cerpen yang dianalisis. 26) Kutipan di atas berasal dari cerpen ³Makan Malam´. Aku ingat lagu ini. Dalam kutipan tersebut diceritakan peristiwa keseharian seperti seorang ibu yang mengunjungi anaknya. naik becak atau andong. dalam kumpulan cerpen ini tidak hanya terdapat gaya realis namun juga terdapat bagian-bagian yang bersifat surealistik. aku kembali ke rumah kami. terlihat beragam ekpresi estetika ditampilkan. Gaya realis dalam kumpulan cerpen ini bisa dilihat dari kutipan berikut ini: Kadangkala Ibu mengunjungiku. Jadi sang pejuang tersebut mewakili . Menyenangkan. Dulu Bik Iyem. Oleh karena itu sulit untuk mengotakkan kumpulan cerpen ini ke dalam salah satu ragam estetika saja. suka menyanyikannya sambil memasak atau menyapu rumah. Kami makan di restoran dan belanja macam-macam keperluan wanita. Kedua gaya tersebut bisa terdapat berimbang pada sebuah karya dan bisa juga salah satunya lebih menonjol pada karya lain. pembantu kami. Beraneka ragam warna dan cita rasa estetis terdapat pada cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen ini. Dengan kata lain. Cerpen ³Perang´ mengisahkan suatu episode kehidupan seorang pejuang kemerdekaan. Kami berjalan-jalan melihat kota. peristiwa-peristiwa yang diceritakan terlihat tidak melenceng dari kenyataan yang mungkin ada. Cerita dalam cerpen ini memang sangat realistis dan bisa diperiksa logika referensinya terhadap kenyataan dengan cukup terang. Tidak ada yang aneh dan di luar nalar realitas.

Lutut-lututnya lemas. usus. gaya realis ini juga terdapat dalam cerpen-cerpen lainnya. Kepala mungil yang cantik berubah membesar dengan pupil-pupil mata yang menonjol serta kulit wajah mengeriput. Meski kedua hal tadi sebetulnya juga logis dalam kerangka pemikiran bahwa dunia realitas memang bersinggungan dengan unsur-unsur metafisika. mempunyai aneka macam kesaktian atau memiliki tubuh yang kulitnya berwarna bening . Cerpen ³Pesta Terakhir´ mengisahkan seorang kakek yang terkenang akan masa lalunya sebagai seorang pengkhianat terhadap kawan-kawan seperjuangannya. (hlm. namun mesti juga berpisah sebab ketidaksalingsesuaian antar mereka. Dalam cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´. dan tulang-tulang tengkorak gadis tersebut dengan jelas.17) Cerita tentang tokoh Maria Pinto²yang diceritakan mempunyai kuda terbang yang terbuat dari kayu.kemungkinan faktual dari sosok-sosok pejuang lainnya yang sudah umum diketahui kisahkisahnya. Dua pengawal menyertai perjalanan rutin ini. Cerpen ³Joao´ mengisahkan kesan. gaya surealis ini juga terlihat hadir di dalam cerpen ³Makan Keempat´ lewat sebuah peristiwa halusinasi yang dialami salah seorang tokohnya atau lewat cerita mengenai kemampuan seorang anak bercakapcakap dengan roh neneknya. Sekilas ia teringat film tentang makhluk luar angkasa yang pernah ditontonnya di barak dulu. Cerpen ³Balada Hari Hujan´ mengisahkan sebuah episode dalam kehidupan seorang waria. pengetahuan. lalu berangsur bening transparan. Gaya surealis dalam kumpulan cerpen ini sangat terasa dalam cerpen ³Qirzar´ dan ³Kuda Terbang Maria Pinto´. Dengan tingkatan intensitas yang tidak terlalu kuat. Tubuh telanjang gadis itu menyerupai patung lilin para santa. dan pandangan seorang penjaga sebuah pos terhadap salah seorang prajurit yang singgah beberapa waktu di tempatnya. dan seorang adik perempuan. menjaga junjungan mereka dari atas kereta. seorang kakak lelaki. Yosef membiarkan iring-iringan di langit itu berlalu. unsur khayalan muncul pada bagian cerita yang mempertemukan tokoh Yosef Legiman dengan seorang pemimpin pemberontak yang mempunyai kemampuan magis. hal tersebut pada sudut pandang lain kenyataannya ikut meneguhkan fakta bahwa terdapat bumbubumbu fantasi atau aspek khayalan dalam cerita itu. 11) Maria Pinto melepaskan gaun perinya yang putih. Ia terduduk di tanah. Maria Pinto. Cerpen ³Rumput Liar´ mengisahkan sebuah keluarga yang tinggal hanya terdiri atas seorang ibu. paru-paru. Berikut kutipannya: Gaun lembut Maria Pinto membelah anyir perang dengan kibaran putih yang menyilaukan. Ia bisa melihat jantung. (hlm. Dengan berbagai tingkatan intensitas.

hilang. Pada bagian cerita pertemuan Yosef Legiman dengan seorang gadis di atas kereta²yang pada bagian akhir cerita ternyata berstatus sebagai wanita pimpinan teroris yang menjadi target operasi Yosef saat ia berperan sebagai seorang penembak jitu²cerpen ini menjadi bergaya sangat realis. Dari sesuatu yang sangat jelas referensinya dalam kenyataan (kuliah di fakultas sastra sebuah . Dukundukun suku menahbiskan Maria sebagai panglima dengan senjata sihir tua dan kuda terbang. Cerita mengenai kuda yang bisa terbang hanya ada dalam dongeng meski buat sebagian orang hal-hal seperti ini tidak sekadar dongeng. sehingga Maria dipanggil pulang oleh para pemimpin suku agar memenuhi takdirnya. Berikut kutipannya: Maria Pinto semula hanya gadis biasa. Di bagian lain cerpen ini. golongan yang mencampakkan dongeng dan mimpi. Dari segi mimetik. Sulit untuk mencari referensi nyata bagi hal-hal tersebut dalam kenyataan kehidupan yang sebenarnya. karena dialah yang terpilih oleh bisikan gaib para leluhur. Begitu pula penggambaran mengenai seorang perempuan yang mempunyai kulit bening sehingga memperlihatkan isi organ tubuhnya. Para penghuni negeri tersebut bergegas mati. Terakhir terdapat bagian cerita perpisahan kedua orang ini setelah mereka sampai di stasiun tujuan. gaya realis dan gaya surealis dipadukan dengan sangat rapat karena dua jenis gaya yang bertolak belakang itu dihadirkan serentak dalam sebuah paragraf. Malapetaka tengah melanda negeri leluhurnya. Penggunaan kata makhluk luar angkasa dan film pada kutipan di atas juga semakin memperjelas dan mempertegas sifat fantasi pada peristiwa dalam cerita tersebut. (hlm. sebelum kembali ke negeri jeruk dan kopi.12) Sungguh cukup jauh dan tiba-tiba loncatan aspek mimetik cerita dalam paragraf ini. mengepung musuh di tiap zona. Semuanya logis secara mimetik. menciutkan nyali orang-orang yang bersandar pada hal-hal nyata.sehingga terlihat transparan²terlihat sangat kuat mengandung unsur khayalan jika dilihat dari aspek mimetik. Dalam bagian ini hanya diceritakan mengenai seseorang yang bercerita kepada kawan duduknya di atas kereta. sulit untuk diterima logika mimetiknya. menjadi gila. sulit untuk membuktikan kebenaran hal-hal di luar logika kenyataan seharihari pada kutipan cerita di atas. Ada juga cerita tentang para penumpang yang tertidur selama perjalanan atau para petugas kebersihan yang membersihkan gerbong-gerbong kereta. Sejak saat itu Maria Pinto menjadi pemimpin pasukan kabut yang berbahaya. bunuh diri. atau masuk hutan bersatu dengan babi liar dan rusa. sempat kuliah di fakultas sastra sebuah universitas terkemuka di Jakarta dan bertahan sampai semester tiga.

20) Hal ini menunjukkan betapa bagian ini menghadirkan sebuah peristiwa baur antara sesuatu yang realis dengan sesuatu yang bersifat khayalan semata. tiba-tiba diceritakan datangnya Maria Pinto dan kuda terbangnya. seperti yang terjadi pada bagian lain cerpen ini. cerita berikutnya mengalir pada peristiwa yang bagaikan sebuah dongeng semata.universitas terkemuka di Jakarta dan bertahan sampai semester tiga). atau waktu itu juga.2 Diksi Puitis Kemampuan membahasakan peristiwa-peristiwa maupun suasana-suasana dalam sebuah cerita rekaan secara puitis juga terlihat menonjol dalam kumpulan cerpen ini. satu hal menarik dihadirkan lagi dalam cerpen ini dalam hal sintesis antara gaya realis dan surealis. Sebagai contoh akan dibahas penggunaan diksi puitis dalam tiga cerpen.1. Semula bagian ini sangat realis menceritakan tugas yang dijalani oleh Yosef Legiman guna membunuh seorang pimpinan teroris dengan menggunakan senapan sniper dari seberang sebuah gedung bertingkat. ia melihat Maria Pinto mengarungi langit dengan kuda terbang. Sebagian besar pembahasaan yang puitis itu terlihat cukup kuat ikut menciptakan nuansa bagi makna yang dihadirkan tema ceritanya. dan ³Lelaki Beraroma Kebun´. Cerita tentang Maria Pinto yang memiliki kuda terbang dan kesaktian tentulah sesuatu yang bisa dianggap mustahil secara mimetik. pada bagian akhir cerita peristiwa realis berupa upaya eksekusi terhadap wanita pimpinan teroris oleh Yosef Legiman disambung langsung oleh peristiwa kedatangan Maria Pinto dan kuda terbangnya yang bersifat surealistik. Berikut kutipannya: Angin tiba-tiba bertiup kencang lewat jendela. ³Makam Keempat´. Jarum-jarum dingin menembus tulangnya. Tubuh Yosef menggigil bercampur nyeri. Ia merasa terbang di antara awan. sesuatu yang dianggap dongeng²dalam pengertian bohongbohongan. Yosef menyambut jemari gadis yang menunggu. Hal tersebut menggambarkan terdapatnya paduan unsur realis dan fantasi (khayalan atau surealis) dalam kumpulan cerpen ini. Ketika hendak beranjak dari tepi jendela. atau takmungkin²buat sebagian besar manusia rasional. Jika dalam peristiwa di atas kereta tokoh Yosef Legiman hanya bercerita tentang sebuah peristiwa yang penuh fantasi. Setelah tugas tersebut selesai dikerjakan Yosef. Dengan kata lain. Kemudian. melihat sebuah dunia yang terus memudar di bawahnya. yakni cerpen ³Balada Hari Hujan´. Kejadian tersebut juga tidak dipisahkan dengan teknik penyudutpandangan atau pemberian cerita berbingkai. . 3. melayang. Bagai tersihir. Mengapa perempuan itu selalu mengikutinya ke mana pun? Maria Pinto tersenyum. berupa tokoh di dunia nyata menceritakan kisah yang absurd yang tidak terjadi di saat. dusta. tempat. mengulurkan tangannya yang putih dan halus. (hlm.

menahan udara dingin. Kekuatan penggunaan diksi puitis ini juga bisa dilihat pada cerpen ³Makam Keempat´. Dalam kutipan di atas juga terdapat penggunaan kata payung ungu dan langit abu-abu. wajar kiranya tokoh tersebut merasakan sesuatu yang serba tidak jelas dalam hal posisi kehidupannya di tengah-tengah masyarakat kebanyakan. Pemilihan warna tersebut sangat cocok pula guna melambangkan kerisauan hati sang tokoh. suasana yang serba sedih tersebut disimbolkan atau setidaknya dititipkan nuansanya kepada peristiwa hujan sehingga seolah menghadirkan sebuah ³gerimis perasaan´. Payung ungu itu mengembang lagi. sesuatu gemuruh di dada yang berujung pada hadirnya kerisauan jiwa. Kelopak-kelopak bakung di bawah jendela terlihat segar berair. Ia rapatkan kerahkerah mantelnya. (hlm. (hlm. Derai air dari langit membasuh jalanan yang sepi. Dalam cerpen ³Balada Hari Hujan´ terlihat bahwa pelukisan latar suasana dan peristiwa guyuran air hujan. Peristiwa penting dalam hidupnya selalu ditandai dengan hujan. 64) Suasana mendung dan hawa dingin yang melekat pada pengertian kata hujan terlihat sesuai sekali bagi peristiwa kesedihan yang dialami tokoh utama cerita ini. Terlebih tokoh tersebut adalah seorang waria yang dianggap makhluk ³menyimpang´ dalam tata norma masyarakat kebanyakan.Cerpen-cerpen tersebut dipandang cukup intensif memanfaatkan kekuatan bahasa puitis. Berikut beberapa kutipannya: Ia menguncupkan payung ungunya.. Sebagai sosok yang minoritas di tengah masyarakat. setakkonsistennya jati diri seorang waria. (hlm. Bisa juga warna tersebut dianggap mewakili sifat dan sikap inkonsistensi. Langit abu-abu tua. lalu mengibaskan ujung mantel yang basah. sebuah sifat dan kondisi yang inharmonis²dengan catatan warna-warna tersebut tetap menjadi tampil harmonis ketika dibahasakan secara puitis dan estetis. Jalan yang basah menyambut langkah-langkah kaki yang menggigil.. Secara estetis. Dalam cerpen ini beberapa kali digunakan pengasosiasian dan pengacuan pada mitos cerita silat untuk . Seolah-seolah rintik-rintik gerimis tersebut ikut bergemuruh dalam perasaan sang tokoh. 57) Hujan masih turun. 59) Hujan masih menyambutnya di luar kafe. ikut menyugestikan akan adanya ³kemendungan´ suasana hati pada tokoh utamanya. dan pembahasaannya. apalagi dianggap menyimpang. Warna ungu dan abu-abu menjadi lambang bagi keabsurdan nasib yang mesti dijalani tokoh utama ini. Butir-butir air meluncur dan meresap ke tanah . Pembahasaan peristiwa jatuhnya hujan ini secara puitis pada akhirnya memperkuat makna kesedihan dalam cerita ini. Hari masih terlalu pagi untuk orang-orang yang takut pada cuaca dingin bulan Juni.

Ia terkesima. 128) Dari orang tersebut aku memperoleh pengetahuan baru. (hlm. Jangan kasar padanya. Katanya. . Seharusnya ia bisa meloloskan diri. Kaitan antara tokoh Paula yang pemberontak dan cerita-cerita silat tidak muncul serta merta ibarat sebuah pemanis cerita yang hadir tiba-tiba. Aku teringat kisah putri berambut panjang yang disekap di sebuah benteng. cantik. kataku. kubacakan petikan karya Kho Ping Hoo untuk Paula. Pilihan hidup sebagai seorang pembangkang (pemakar) atas pemerintahan sah yang berkuasa yang dipilih tokoh Paula menjadi terasa lebih heroik ketika dianalogikan kepada heroisme yang terdapat dalam mitos tentang pendekar-pendekar pembela kebenaran dan keadilan dalam cerita-cerita silat. Pendekar sakti disekap dalam benteng. Sebuah benteng. Aku memilih diam. disekap di sebuah benteng. (hlm. Mata kanak-kanak yang bening itu tak berkedip. Paula kecil kurang menyukai kisah itu dan menyuruhku membacakan buku dongeng yang lain. Kuungkapkan hal itu pada istriku. Ya. cerpen ini dengan cukup puitis memberi penyimbolan dan pengacuan bagi karakter pemberontak pada tokoh Paula. sudah. Terlebih pula hubungan ini tidak terjadi secara kebetulan atau apalagi sekadar berupa tafsir pembacaan. Tetapi. keras hati. Berikut dikutipkan: Elia sempat menyalahkanku. Ia putri kita satu-satunya. Elia melarangku memaksa Paula. Para kaisar biasanya diktator. Secara kronologis dalam cerpen ini memang dikisahkan pada masa kecilnya Paula telah cukup kuat terpengaruh pada cerita-cerita silat tersebut. Ia menjerit dan mencakarku. Kau yang hasut dia untuk jadi pendekar! « Sebuah majalah menyebutkan putriku mungkin disekap di sebuah benteng. Aku juga tak mau disebut diktator. Putri kami mengajak orang-orang melawan kaisar lalim. Aku bukan kaisar. Kemudian. (127) Aku sangat berharap putriku mau bicara. Baiklah. penggunaan kata-kata seperti diktator. membekas sampai dewasa. Entah bagaimana mulanya. aku terlampau sering membacakan kisah-kisah silat Kho Ping Hoo pada anak kami dan sepak-terjang pendekar yang hebat membuat kanak-kanak terpikat. Jangan kau bawa-bawa kisahkisah silat itu.menggambarkan kependekaran (atau sifat seorang pendekar pada) tokoh Paula. anggun. Elia protes lagi. suka menolong. Ia jatuh cinta pada tokoh-tokoh pendekar. atau kaisar lalim. Ia membayangkan dirinya pendekar berpedang sakti. Seharusnya. Kini ia disekap di benteng. Karakter pendekar dari mitos-mitos itulah yang mengilhami jalan hidup pemberontak tokoh Paula setelah dewasa. 132) Dengan menggunakan mitos tentang semangat heroik dalam cerita silat Kho Ping Hoo.

Penggunaan diksi puitis ini lebih sering terdapat pada bagian yang berupa latar cerpen ini. pohon- . Dulu keluarganya tinggal dekat pantai.ikut menguatkan semangat heroisme dan simbolisme perlawanan yang ada dalam cerpen ini. sekaligus pilihan kata ini menguatkan makna heroiknya. Tambah pula diksi yang digunakan bisa terlihat tampil estetis karena menggunakan kata pilihan atau penyimbolan yang tepat sasaran. (hlm. 87) Penggunaan diksi puitis pada kutipan-kutipan di atas sebagian besar berkaitan dengan suasana kebun atau nuansa alam yang menjadi latar cerpen ini. (hlm. di kantor. Dengan kepuitisan itu pula cerita terasa menjadi lebih kreatif menghadirkan amanatnya dalam rangka pemaknaan atas tema. Kata-kata seperti aroma segar. debur ombak seperti nyanyian. intensif. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan. Ia bergegas menyusul. Jika kata pendekar merujuk pada tokoh Paula. dan obsesif. mengusap wajahnya yang kena tempias hujan. Diksi-diksi puitis tersebut membuat cerita terasa lebih segar dan menciptakan aneka nuansa hingga memberikan alternatif ³beribu´ makna. jari-jari petir putih bersinar. Di belakang gazebo yang sudah berlumut. baik latar tempat maupun suasana. Hujan deras sudah menyambutnya di landasan « Di seberang jendela. bayangan seseorang berkelebat dalam gerimis dan menghilang di balik tapekong di sudut kebun. penghayatan terhadap peristiwa dalam cerita terasa menjadi lebih masif. Penggunaan diksi tersebut juga ikut menguatkan citra negatif bagi pihak yang dilawan oleh tokoh Paula. « Ia punya banyak ingatan tentang pulau ini. 85) « Namun. (hlm. Bagi Halifa. 78-79) « Di balik awan gelap yang bergumpal. terutama debur ombaknya di malam hari. seperti dulu. di kamar kontrakan. Ia duduk di bangku batu yang lembab. Dengan pemilihan kata-kata yang puitis tersebut. 80-81) « Aroma kebun dari dalam mengalahkan wangi tanah dan daun-daun di luar. kata-kata lainnya tersebut merujuk pada pihak sebaliknya. laut berwarna hijau tua terlihat tenang bagai objek dalam lukisan. karena aroma segar dari pohon-pohon tropis itu terbawa angin dan tercium olehnya. (hlm. dan di tempat-tempat baru yang pertama kali dikunjunginya. Ia tidur nyenyak dalam buai bunyinya. di bus. Dalam cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ intensitas penggunaan diksi puitis yang cukup kuat juga kerap bisa ditemukan.

semacam pengumuman. Diksi bernuansa alami ini mendukung bagi suasana yang hadir guna membangun makna-makna cerita. penggunaan kata-kata seperti pantai. Dengan itu pula tema cerita menjadi semakin kuat. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang. ia akan tunjukkan jalan. Bila ada yang tersesat. Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun. Bila kalian ingin bertemu tuannya. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. Di bagian lain.pohon tropis. atau wajah yang kena tempias hujan juga mendukung bagi atmosfer yang dibangun guna menonjolkan pelataran bernuansa panorama alam perkebunan. atau kebun menghadirkan nuansa keindahan kepunyaan alam. Nuansa yang dihadirkan pilihan-pilihan kata tersebut meliputi keindahan. (hlm. Bagian kutipan yang berupa awan gelap bergumpal pun diperhalus dengan personifikasi berupa jari-jari petir putih bersinar sehingga nuansa kedamaian dan keindahan dari diksi-diksi puitis ini tetap terjaga. ikuti saja aroma itu. Bila ada yang ingin menemuinya. ombak. juga sangat kuat diformulasikan secara filosofis. Berikut salah satunya dikutipkan: Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. Dalam cerpen ini diksi puitis juga digunakan untuk menggambarkan pandangan tokoh Halifa tentang tokoh Si Penjaga Kebun. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. Matanya tak pernah menyorot garang. penggambaran hubungan tokoh Halifa dengan tokoh Si Penjaga Kebun dalam cerpen ini. dan kesejukan. dan pengunaan diksi puitis dalam membahasakannya. Hembusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. Namun. Hal ini menunjukkan bagaimana pemadatan makna bisa berjalan seiring dengan keindahan kata-kata dalam narasi sebuah cerita²yang notabenenya adalah rekaan semata. narasi seperti ini membuat paparan cerita selalu menghubungkan karakter tokoh Si Penjaga Kebun dengan nuansa alami dari suasana perkebunan yang menjadi latarnya. 79) Bagian ini berhasil mendeskripsikan dengan cukup cantik dan sangat ciamik perasaan yang kuat tokoh Halifa terhadap tokoh Si Penjaga Kebun. lelaki itu . yang punya kebun. Selain itu. Sekaligus. Hal ini pulalah yang menjadi inti peristiwa cerita cerpen ini. disokong oleh pelataran. Berikut kutipannya: Sudah lama Halifa tak pulang. ia akan berjanji menyampaikan pesan. juga penokohan. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. laut yang bagai objek dalam lukisan. Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. kedamaian. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. mata orang yang mau menolong. selain dibahasakan dengan kata-kata yang puitis.

2 Cerpen ³Makan Malam´ Cerpen ini mengisahkan kepulangan (kedatangan) sesosok ayah yang telah lama tiada berkabar ke tengah anak istrinya. tokoh ini memutuskan datang menjenguk istri dan anak tunggalnya. Yosef bertemu lagi dengan Maria yang kali ini membawanya terbang menuju angkasa. Tokoh Ayah ini menghilang dari tengah keluarganya berpuluh-puluh tahun silam disebabkan oleh sebuah peristiwa sejarah yang ³kelam´. Lain waktu. 3. Tokoh Ibu kembali hidup berdua dengan anak semata wayangnya. (hlm. membuat prajurit Yosef didiagnosis dokter tentara menderita tekanan jiwa sehingga mendapat semacam cutilah ia.Yosef secara tidak disengaja tersesat ke pondok tempat Maria yang sakti tersebut menginap.2. Orang ini ternyata hanya seorang wanita yang ternyata sakti mandraguna. . 3. Kedatangan tokoh Ayah ini ternyata justru tambah merusak suasana. Dalam sebuah pertempuran dalam rangka membasmi para pemberontak di sebuah wilayah yang bergolak. Dalam perjalanan mencari posisi posnya. 77-78) 3. Ia bernama Maria Pinto.2. Tokoh Ibu sangat terpukul begitu mengetahui suaminya tersebut ternyata telah menikah dengan seorang wanita luar negeri dan telah beranak pula dua. Pertemuan Yosef dengan Maria ini adalah akibat terpisahnya dirinya dari rombongan pasukannya.2. Menyaksikan secara langsung keajaiban sosok Maria dengan kedua belah matanya. Yosef tiada disengaja bertemu dengan pimpinan pasukan pemberontak tersebut.1 Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ Cerpen ini mengisahkan suka duka prajurit Yosef Legiman sebagai seorang tentara.3 Cerpen ³Pesta Terakhir´ Cerpen ini mengisahkan acara ulang tahun yang akan diadakan Kakek Mar serta kenangan tokoh ini pada kelam masa lalunya.2 Ringkasan Cerita 3. Peristiwa pengkhianatan ini ternyata sangat terkait dengan gejolak seksualnya yang cukup agresif dan hormon libidonya yang agak reaktif.menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga. Lembar hitam masa lalunya ini terutama berkaitan dengan pengkhianatan yang pernah dia lakukan terhadap sahabat-sahabatnya. seusai mengeksekusi jiwa seorang wanita pimpinan teroris yang sebelumnya sebetulnya sempat mendengar cerita tentang Maria oleh Yosef dalam sebuah pertemuan tidak disengaja mereka di sebuah kereta malam. Saat situasi politik telah kondusif. Tokoh Ayah pun ternyata hanya sebentar berkunjung karena dia akan melanjutkan ³safarinya´ bernostalgia dengan kawan-kawan lama. dan tepat di hadapan ujung hidungnya sendiri.

Sewaktu bermain atau berkunjung ke kebun. adik tunggalnya. sahabat karibnya satu-satunya yang masih hidup yang bisa datang memenuhi undangan pesta ulang tahunnya kali ini. Tokoh waria ini semula sempat berharap akan menjalani hubungan tetap dan sah dengan orang ini sehingga mampu mengakhiri ³pekerjaan´ kotornya. tokoh ini sempat berniat berbuat pengakuan dosa di hadapan Mursid. di restoran tersebut dia bertemu dengan ³langganannya´ semalam. Nenek. 3. Di sebuah pagi. secara tidak sengaja Halifa menyaksikan kelebat bayang tokoh Si Penjaga Kebun tersebut. Di saat seperti ini tokoh penjaga kebun keluarganya menjadi perhatiannya. Dari cerita inilah Halifa baru tahu tentang hubungan darahnya dengan penjaga kebun keluarganya. Terkenang akan dosa khianat yang pernah dia perbuat.Kebugaran dan kesegaran hormon seksualnya tersebut membuat Kakek Mar dikenal baik sebagai seorang petualang cinta.2.5 Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ Cerpen ini mengisahkan kepulangan seorang gadis perantau bernama Halifa ke kampung halamannya. 3. Kemudian Halifa menyusul tokoh tersebut ke pondokannya. Ketika menginjakkan kaki di tanah kelahirannya didapatinya banyak sudah yang telah berubah. Ayah Halifa ternyata adalah anak pungut dari sebuah keluarga miskin yang setiap anggotanya mengalami kematian dengan cara .2. Kakek Mar dapat sudah memuaskan hasrat birahinya dengan ³sambilan´ saat beroleh tugas bepergian ke mancanegara. Halifa telah cukup lama tidak pulang kampung. Tokoh Si Penjaga Kebun ini menjadi pusat kenangan Halifa akan kampung halamannya selain kenangan-kenangannya pada Kakek. Ayah. Namun niat ini taksampai. Pertemuan pagi di sebuah restoran ini membuyarkan segala harapan indah tersebut karena lagi-lagi cinta tulusnya didustai. Di hari tuanya pun ternyata Kakek Mar masih senantiasa berdesir darah melihat kemolekan gadis-gadis muda. Ibu. Cerita tersebut juga sangat menggetarkan perasaan sebab ada sebuah peristiwa memilukan di dalamnya. waria ini melaksanakan rutinitasnya berupa sarapan bubur ayam di restoran yang satu-satunya buka pagi-pagi benar di kotanya. Di pondok inilah Halifa mendapatkan cerita menggemparkan dari tokoh itu tentang pohon sejarah keluarganya. Taksengaja. Semalam orang tersebut bercerita bahwa dia kesepian dan istrinya telah tiada. dan Malida. Orang itu terlihat datang bersama istrinya dan ketahuan pada akhirnya telah menipu dia.4 Cerpen ³Balada Hari Hujan´ Cerpen ini mengisahkan sebuah episode dalam kehidupan seorang waria. Kesempatan emas tersebut adalah berkat dari pengkhianatan yang dilakukannya.

Tokoh Yosef Legiman dalam cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ berperan sebagai seorang prajurit yang setia menjalankan tugas pengabdiannya pada pemerintah yang berkuasa di sebuah negeri. akibat pertemuan dengan . sedangkan dalam bagian cerita pembunuhan dengan target (assassination) terhadap tokoh Wanita Pimpinan Teroris (wanita teman duduknya di kereta) atau bagian cerita pertemuan keduanya dengan Maria. Dalam pembahasan karakter setiap tokoh tersebut tentunya akan disinggung pula hubungan sang tokoh dengan tokoh lainnya serta unsur cerita lainnya. Dalam cerita pertemuannya dengan tokoh Maria Pinto untuk pertama kalinya. 3. Yosef berperan sebagai seorang infanteri di sebuah medan pertempuran di hutan belantara. Kabut misteri menyelimuti keberadaan putri ini dan perihal kematiannya tidak pernah bisa diverifikasi (atau diricek). Tokoh Si Penjaga Kebun adalah saudara dari ibu kandungnya ayah Halifa yang diduga orang mati dimakan ular atau buaya. Hubungan-hubungan ini perlu diungkapkan sejauh ia berperan bagi pembahasan aspek tematik cerita nantinya. ia berprofesi sebagai penembak jitu. Meski harapan akan masih hidupnya putrinya itu masih menghantui. kematian putrinya ini tidak menjadi peristiwa rutin dan biasa-biasa saja. Yosef dilukiskan sebagai seorang prajurit baik-baik yang selalu setia dan taat menjalankan tugas-tugasnya. Rasa kehilangan ini utamanya dieksplorasi lewat perasaan dan pandangan tokoh ayah yang dalam cerpen ini menjadi sudut pandang orang pertama.3. Karakter yang dikemukakan hanyalah tokoh-tokoh yang dianggap mempunyai peran utama dalam cerita dan berperan signifikan atas makna cerita. Ketika ia sempat mengalami sejenis stress berat.6 Cerpen ³Makam Keempat´ Cerpen ini mengisahkan rasa kehilangan sebuah keluarga di suatu tempat terhadap putri semata wayang mereka.3 Struktur Umum 3. Memang tokoh ayahnyalah yang dari semenjak kecil mendidik putrinya dengan bibit jiwa pemberontak lewat cerita-cerita silat para pahlawan penumpas kaisar-kaisar zalim dan lalim.2.1 Tokoh Berikut ini akan dipaparkan penokohan pada setiap cerpen yang dianalisis. Namun sebagaimana kematian para pahlawan. tokoh ayah ini pada akhir cerita diceritakan merelakan juga kepergian putrinya ke alam baka dengan mendirikan makam kosong untuknya. Putrinya yang menghilang ini diduga mati dibunuh oleh aparatur pemerintah sebab kegiatan makar atau subversifnya terhadap penguasa.mengenaskan. 3.

Kasihan dia. Perempuan muda malah menggigil. kecintaan. lirih. Betapa sunyi mayat yang berongga! (hlm. Tidak berselang lama. ³Petinya berselubung bendera besar. besar sekali!´ Ada nada bangga bercampur haru. Namun hal ini hanya berlangsung sebentar. Ketetapsetiaannya pada kepentingan negara dan pemerintah itu juga menjadi tambah menyentuh jika melihat kutipan perkataannya berikut ini: ³Saya benar-benar mencintai kekasih saya. 15) Dalam kutipan di atas dapat dilihat betapa Yosef langsung kecut nyalinya untuk memperjuangkan kepentingannya sendiri saat kepentingan pribadi tersebut mesti bersilang lintas dengan kepentingan atau kehendak pihak lain yang berkuasa. Mungkin«. dan kemaluan. tidak dianggap Yosef sebagai sebuah soal besar dibandingkan dengan kebesaran bendera kenegaraan yang menyelimuti peti jasad tidak berongga tubuh adik kandungnya. Ini kepulangan terakhir saya sebelum kembali bertugas. Kepedihan semakin memilukan. Tapi. Salah seorang pamannya sangat dekat dengan penguasa.14) Kutipan di atas memperlihatkan betapa teguhnya ia pada sumpah setianya sebagai prajurit² sebuah keteguhan yang diiringi keyakinan. ternyata ia dialihtugaskan ke bagian lain (dinas rahasia). Ibu saya trauma. gaji saya terlalu kecil dan hidup seperti ini membuat keluarganya khawatir.Maria di hutan belantara. Yosef ternyata masih setia pada negaranya tercinta. Kakak-kakaknya mengancam akan mencelakai saya bila kami nekat juga. dan penghormatan. kebanggaan. (hlm. bahkan mungkin agak .´ tutur Yosef. Kini Yosef satu-satunya anak lelaki dalam keluarga. Jenazah sang adik kembali tanpa jantung. Tapi.´ tutur Yosef. Padahal orang-orang berkuasa inilah yang ia bela dan jaga. Keluarganya tak merestui hubungan kami. memandang lurus ke depan. ini sudah pilihan. Kekuatan dan kejanggalan perasaan ini bisa dibandingkan dengan kegigilan perasaan hati perempuan muda teman duduknya yang bukanlah sesiapa saudara kandungnya²bukan pula sesiapanya dia. ia sempat dipulangkan dari medan tempur untuk berlibur dari tugas beratnya sebagai seorang petempur. yang tercincang-cincang dan terbantai demi tugas mempertahankan keutuhan negara yang dikuasai para pemimpin pemerintahan. terkunci rapat dalam peti mati kayu mahoni. Mungkin. Enam bulan lalu adiknya meninggal disiksa para pemberontak. sore ini saya benar-benar terpukul. usus. Kematian adik kandungnya sendiri. Sisi kesetiaannya pada pemerintah negara tercintanya tersebut dapat dilihat dari kutipan berikut ini: ³Tadi pagi ibu saya menangis lagi.

Ia membayangkan dirinya seekor elang. Di saat dan konteks seperti ini. Kaca jendela pecah berkeping di gedung seberang. Perasaannya yang timbul dari pertemuan yang begitu membekasi hati dengan Maria diceritakannya pada seorang perempuan tidak dikenalnya di kereta api²yang kemudian ternyata akan menjadi target pembunuhannya sebagai wanita pimpinan teroris. Bekunya perasaanya itu kembali hadir di akhir cerita pada saat pembunuhan wanita pimpinan teroris yang menyimpan sebagian rahasia hidupnya. Yosef kelak tetap ditampilkan sebagai serdadu berdarah dingin²kondisi kejiwaan yang mungkin berhimpitan dengan sisi sentimennya. Suaminya tidak bisa lagi kembali ke dalam negeri disebabkan sebuah gejolak politik besar yang tengah melanda pemerintahan dalam negeri. Yosef sudah melaksanakan tugas. Hal ini juga menunjukkan segi sentimental Yosef. melenyapkan nyawa orang yang menyimpan sebagian rahasia hidupnya. Ia telah membunuh perempuan itu. Kini dinyalakannya telepon seluler dan melapor pada sang komandan. berbicara pada dua teman. Ketika pertama kali melihat potret perempuan muda itu. pikir Yosef. Seseorang jatuh tersungkur. di balik keteguhannya membela dan mengabdi penguasa tersebut. Kebetulan sang suami tersebut berlatar belakang politik . Berikut kutipannya: Tirai sebuah jendela di lantai tujuh gedung seberang terbuka lebar. Dari kutipan di atas bisa terlihat kesedihan yang sangat di hati Yosef kala terpaksa mesti berpisah dengan kekasih hatinya. menuju titik merah pada lingkaran. sejajar dengan tempatnya berada. Kepergian suaminya adalah kepergian ke luar negeri. (hlm. saat Yosef barangkali terpaksa untuk tahu diri bahwa ia orang kecil²lebih konkretnya lagi: bergaji kecil dan memiliki hidup yang membuat keluarganya khawatir. Seseorang terlihat mondar-mandir di kejauhan. Yosef menjadi orang kecil biasa yang menyerah pada petinggi-petinggi bangsa namun seraya tetap memelihara cinta dan setia. Yosef juga ditampilkan apa adanya sebagai manusia. dunia ini memang kejam pada serdadu. Ia teringat perempuan yang dijumpainya di kereta sebulan lalu. Yosef sempat tercenung lama: pemimpin para teroris. menyambar. Ia pelan-pelan menarik picu senapan. 19-20) Dalam cerpen ³Makan Malam´ terdapat tokoh Ibu yang menjadi pusat penceritaan. Kini sasarannya berdiri membelakangi jendela. Dia adalah seorang istri yang ditinggal pergi suaminya (tokoh Ayah) ketika ia masih mengandung jabang bayinya²yakni tokoh Aku. Meski begitu. Perempuan tersebutlah yang pada kisah sebelumnya mendengar segala keluh kesahnya. Bagaimanapun. Ya. Pupil matanya menajam. Titik merah dalam lensa Yosef ikut bergerak. Pastilah dia.memalukan. nyatanya ia tidak perlu berbangga dengan kesetiaan dan pengabdian pada negara yang bersandang di bahunya.

Ibu meninggalkan rumah itu dan pergi ke kampung nenek. tokoh Ibu. Hidup harus berlanjut. ³Siapa?´ ³Lelaki itu. (hlm. dan akhirnya.bertolak belakang dengan pemerintahan yang berkuasa (kemudian) setelah berhasil merebut kekuasaaan dari pemerintah lama. 22-23) Sementara kenangannya yang terasa indah pada lelaki itu dapat dilihat pada kutipan berikut ini: ³Sebaiknya kamu bertemu Ayahmu. seorang diri ia membesarkan dan menyekolahkan anak semata wayangnya. datar. Sepasang matanya menerawang. Ibu memutuskan kembali ke kota. anak semata wayangnya ini (tokoh Aku) terpaksa harus menerima fakta bahwa dia cuma punya ibu dan ibunya itu dipanggil orang wanita panggilan. Ketika Ibu melamun. Suatu pagi buta. ia bersembunyi dalam kamar yang tak bisa kumasuki. tak pernah lagi.´ kata Ibu. Beban perasaan yang berat menekan itu dapat dilihat dari sikap Ibu pada kutipan berikut ini: Malam ini Ibu agak dingin. Mayat-mayat mengambang di sungai. sehari sebelum lelaki itu datang. Sekarang Ibu kembali pada kebiasaan lama. . kemudian makin berkurang. saat langit masih gelap. setelah siaran radio berkali-kali menyiarkan berita kudeta. Banyak orang dibunuh. Keesokan hari. 27) Setelah ketidakpulangan sang suami. Mereka mengobrak-abrik ruang kerja Ayah. Pria-pria silih-berganti. Ibu sedang hamil 5 bulan. Ketika Ibu melamun. Lama-kelamaan tokoh Aku pun terbiasa menerima kenyataan bahwa ibunya punya banyak ³langganan´ lelaki. aku seolah ditinggalkan sendiri dan bukan bagian dari dirinya lagi. Di satu sisi dia terlihat masih menyimpan harapan dan kenangan lama pada sang suami. Setelah itu kehidupanku seperti berhenti. Ibu melamun. Ada apa? ³Dia akan pulang ke sini. Aku sudah lahir dan butuh susu. Dulu sering kulihat Ibu melamun. Fitnah-fitnah mulai gencar. kata Ibu.´ (hlm. demi membelikan kebutuhan ³susu´ anaknya. dengan suara serak. Kalimat µI love you¶ cuma terdengar sekali. Sebagai orang tua tunggal (single parent). terpaksa menjalani hidup sebagai pelacur (pria-pria silih berganti). Di sisi lain ia seperti memendam amarah karena tiadanya kabar sekian lama dari sang suami tercinta tersebut sehingga dia terpaksa melacur dan membesarkan buah hati mereka hanya sekadar dengan curahan kasih sayang seorang ibu. Rencana kepulangan bapak kandung anaknya ternyata menggelisahkan tokoh Ibu. serombongan orang mendatangi rumah dan mencari Ayah. mengambil buku-buku dan dokumen lalu membakarnya.´ kata Ibu. Di sekolah.

Aku pernah dininabobokkan Ayah dan itu membuat perasaanku tenteram. tak bisa diganggu-gugat. Kedatangannya ternyata hanya sekadar minta maaf pada istri tuanya dan memberikan syal buatan Rusia pada anak lamanya²dengan ekspresi ³dingin¶ pula. Gado-gado. makan malam saja kami bersama. Ya. aku dan Ibu. 26-27) Kenyataannya. kata Ibu. Bu? Ibu tak menyimpan potret Ayah. Sarapanku selalu terburu-buru. Hanya sebentar dia bertamu ke rumah anak istrinya sendiri. untukku pun tak bisa dibagi. Aneh juga. Ibu bagai terseret dalam alunan gending. Makan malam adalah waktu kami bersama. Bila sakit. Makan malam adalah ritual kami. Ketika aku berangkat. Aku selalu bergegas. Mengapa? Pertanyaan itu juga yang ada di kepalaku selama lebih dari tiga puluh tahun ini. Berikut dikutipkan: Kami makan malam bersama. Mengapa?´ Airmata meleleh di pipi Ibu yang mulai kelihatan kendur. dan setelah kepergiannya kembali. kami duduk di beranda belakang. kemarin Chopin. Ibu senang mendengar gending Jawa. Kulihat mata Ibu berkaca-kaca. Kami selalu makan malam berdua. Aku makan dengan lahap dan Ibu akan memandangku dengan senyum puas.. Aku makan siang di kantor. ³Nanti kamu tanyai dia. Ibu menunjuk dadanya. Ayah suka menembang. ibu dan anak. Ibu memasak sendiri makanan yang disajikan. Jalanan macet di pagi hari. Jangankan berharap kepulangannya akan kembali mengutuhkan keutuhan keluarga yang sempat rumpang berpuluh-puluh tahun. Tubuhnya demam. Dulu ayahmu suka menembang. Ibu makan siang di rumah. Tempe goreng. Ibu masih tidur. aku suka Satie. Tiap makan malam usai. Musik juga mengalun. Selera Ibu jadi berubah mendadak begini. sang suami malah berkabar bahwa dia telah beranak pinak pula di perantauannya di tanah seberang (Soviet atau Rusia). Kantorku lumayan jauh dari tepi kota ini. sesudah itu dia langsung pergi dan menginap cukup di hotel sebab dia akan melanjutkan ³bernostalgia´ mengunjungi teman-teman lama di dalam negeri lamanya. Kegetiran suasana setelah kedatangan sang suami dan sang ayah ini dapat terasa dari kontras suasana makan malam²yang menjadi judul cerpen ini²antara makan malam berdua Ibu dan anaknya sebelum kedatangan tokoh Ayah. Bahkan. Padahal. Ibu menjadi perahu. tidaklah sebagaimana yang diharapkan semula. . Kali ini Bach. Suaranya jernih. Mereka bergulung-gulung dan saling hempas di laut lepas. Suaranya merdu. Di malam hari ketika Ibu mengandung aku. ³Mengapa dia meninggalkan kita?´ Kemarahan menggumpal di tenggorokan. setelah kedatangan sang ayah dan suami tersebut. Seperti apa wajah Ayah. Tetapi dia terekam di sini. (hlm. Sup ikan. saat kedatangannya. Aku dan Ibu sama-sama merokok. Gending menjadi ombak.Ibu sakit lagi.

Wajah pria di hadapanku tirus. ³Kamu bisa mengenakannya untuk bepergian. suasana menjadi ganjil. Tak ada musik klasik. (hlm. kemudian lenyap. Denting sendok garpu saling bersahut.´ kataku. ya sudah. Di sana aku juga punya kehidupan. Setelah makan malam. Aku seakan monyet yang terjebak. Ayah memberiku sehelai syal biru. Aku malas. Ibu kelihatan damai dengan mata terpejam. Bagaimana aku menghadapi pria ini? Kami makan tanpa suara. mengisap ganja. aku tak biasa mengenakan syal untuk penampilan sehari-hari. Tetapi. putih. dan Ayah. ³Oh.´ Kulirik Ibu yang tertunduk diam. kenapa pulang?´ Ia memandangku.´ Entah kenapa. Tulang-tulang rahangnya mengeras.´ Aku memanggilnya ³Om´! Ibu langsung mengusap-usap punggungku.´ kata Ayah. aku ingin menangis. ³Jadi. Namun. Om « eh. Kadangkala. mirip rintihan. bisiknya. 28-29) . ³Ayah berencana tinggal di sini?´ ³Belum tahu. Uban sudah memenuhi kepala. Layar komputer menyala. Ibu dan Ayah tak berani saling pandang. 21-22) « Makan malam kali ini kami bertiga. bergetar. Ini negeri tropis.´ ³Oh. Suaranya gemetar. Aku mendekam dalam kamarku.´ Malam itu mereka berbicara di beranda. kami juga mengisap ganja. Kadangkala ia menampar wajahku atau wajah Ibu sebelum ditelan udara dingin yang mengisapnya. Aku. Ibu membeli makanan terbaik dari restoran mahal. Panas. atau bergulung. Desain majalah yang harus selesai besok kubiarkan terbengkalai. Inilah Ayahku. ³Cerita apa? Aku belum punya cerita. ya « terima kasih. Dan sekarang lagi nggak pengen nembang. ³Aku mau selesaikan urusan dengan Ibumu. melayang di udara. seperti bayi tidur. ³E. berputar. Di antara biusnya. aku ingin mendengar e « Ayah bercerita. Mungkin nggak.´ ³Hmm « suaraku nggak bagus lagi.Asap tembakau yang putih mengepul. Jasnya kebesarannya. Ibu. kulihat sepasang mata Ibu yang terpejam. Yah. dengan rongga mata dalam. Tenang. (hlm. Kalau begitu menembang saja.

hipertensi.« Aku dan Ibu masih makan malam bersama. Bach. Ayah. Diceritakan bahwa Kakek Mar berdesir darah kala mengamati ³keindahan´ gadis-gadis muda. Aku juga menyuapi Ibu. ia kubawa ke dokter. tentu saja keadaan fit dengan konteks orang yang sudah tua. (hlm. Kesehatan Ibu makin memburuk. Beethoven. kata itu makin sayup dan tak terdengar lagi «. Kakek Mar dalam cerpen ini memang ditampilkan kukuh dan kokoh sebagai seorang petualang cinta atau petualang wanita. Pengertian gemar di sini adalah bernilai lebih dari standar. Pada usianya yang semakin uzur dan renta. 33) Selain itu. Keindahan yang semakin lengkap sempurna berkat sokongan kondisi fit fisiknya. Barangkali inilah sebabnya secara resmi ia berhasil sudah menikahi beberapa wanita. Siapa tahu. Wanita yang dipacari dan dikawininya secara tidak resmi tentulah dalam jumlah tidak berhingga. Nggak ada. atau maag kronis seperti kebanyakan teman seusia. Karakter seperti ini bahkan awet hingga dia lansia. lho. Sakit pada hati sampai mati. Kakek Mar ini dari dulu (masa mudanya) digambarkan sebagai seorang pria ³flamboyan´ yang gemar keindahan wanita. Kakek Mar tentulah tidak akan merasa cukup jika mendapat sebegitu saja. Dari lantai rumahnya yang asri ia mengamati perubahan alam dan kondisi. Pa. Beruntunglah ia. Papa punya pacar lagi. Chopin. Sakit pada tubuh bisa diobati. 30) Tokoh dalam cerpen ³Pesta Terakhir´ adalah seorang kakek tua yang dalam cerpen ini cuma disebutkan dipanggil Mar oleh temannya Mursid dan Papa oleh anaknya Alma. masih bisa mencicipi makanan enak. Jangan ngomong begitu. Mungkin perolehan nilai lebih ini berkat karuni kesehatan fisik yang diberikan Tuhan padanya. Siapa tahu ada yang memberatkan pikiran Papa. Papa nggak mikir apa-apa. Namun. Minggu lalu. (hlm. ya? . dia digambar masih sehat wal afiat adanya. Kami akan selalu berdua. Diceritakan Kakek Mar ini sedang menikmati ketenangan hidupnya sebagai seorang senior citizen. Aku selalu berbicara padanya tentang bermacam hal. Schubert « silih-berganti. tak punya penyakit jantung. Jika standar kebutuhan seorang pria adalah empat buah. kali ini aku yang memasak untuk kami. Perobahan cuaca dihayatinya sebagai suatu karya seni yang indah di mata dan ³sedap´ di hati. Tokoh Alma adalah putrinya dari istri yang ketiga. Ia sudah jarang berbicara padaku.

butuh pelampiasan. Ia tak tahan. Mursid yang menjadi wali. Mursid paling sering menentang tabiat Don Juannya itu. Nafsunya. katanya. Serangan jantung. ia tak pernah merasa tua apalagi buruk rupa. masih menyimpan sakit hati.Pacar? Kamu kok tanya yang begitu-begitu. Ia tinggalkan begitu saja lantaran jemu « Istri pertamanya. Alma hanya tertawatawa melihat kelakuan ayahnya. meski mereka berdua masih berstatus suami-istri. minta bercerai setelah memergoki ia berselingkuh dengan perempuan lain yang kemudian menjadi istri keduanya « Connie gigih menjanda sampai kini. perempuan yang paling ia cintai. Ia jadi teringat Mursid. berpanggul lebar dan suka berdendang. berbulan-bulan. Sudahlah. Yang terakhir. (hlm. terutama. mereka pernah bertaruh dengan nasib. « Gadis-gadis mengagumi lakonnya di atas panggung dan ia dengan senang hati memacari mereka. siapa yang mampu mampu mengikat selera pria binal? Ia dan Harini memutuskan berpisah saat Alma berusia 12 tahun. selalu menolak ditemui. yang lebih cermat ketimbang tukang jahit. menghilang« Ia menduga rasa penasaran dan nelangsa akibat ditinggalkan itulah yang membuat cintanya pada Alijah seolah abadi. Bahkan. Kadangkala ia bersiul menggoda gadis-gadis yang lari pagi di jalan depan rumah. Ia menghabiskan waktu untuk para wanita. mengamati ukuran bokong mereka. sampai tiga kali. si teman karib. ya seolah abadi. satu saja tak akan habis. Tak terhitung gundik maupun pacar yang tersebar di berbagai kota dan negeri yang pernah disinggahi. cinta pertama Mursid menjadi kekasihnya yang kesekian« Ketika ia menikah. Ia dulu memburu Harini karena tergila-gila pada cawak di kedua pipi perempuan itu yang muncul tiap senyum atau tawa merekah di wajahnya yang bundar. Darahnya tetap berdesir macam ombak laut bila berpapasan dengan gadis-gadis belia. Mar. 35-39) Dari kutipan di atas terlihat bagaimana hasrat Kakek Mar terhadap ransangan dari kaum Hawa . Ibu kandung Alma. Masak perempuan sedunia mau kau kawini. Istri keduanya. Tiga perempuan pernah menjadi istrinya. Harini mencurahkan seluruh waktu untuk putri mereka. Mar? Mursid berbisik di sisi sang mempelai pria yang menyeringai nakal. perempuan Italia. Sejak muda ia memang gemar keindahan wanita. ya. Olala. « Dalam sel yang sempit di Salemba dulu. Gimana kamu sendiri? « Sejujurnya. sih. istri ketiganya. Berkali-kali ia onani saat teman-temannya sudah bergeletakan tidur malam sehabis korve seharian yang menyiksa. Namun. meninggal dunia tiga tahun lalu. Indo-Belanda. Connie.

Berkat bocoran informasi darinya. Lebih menariknya lagi. Mengikuti deskripsi tentang Ia pada awal hingga tengah cerita²dari apa-apa yang diceritakan pengarang tentang ³pekerjaan´ tokoh ini²hanya akan meghasilkan penafsiran pada pembaca bahwa tokoh tersebut adalah seorang pelacur. terutama ke tempat-tempat umum dan ramai orang. warna batu kelahirannya. mirip pacar pertamanya. Hmmm« Sejak melihat Sanborn yang funky dengan kaca mata hitam ia pun selalu mengenakan kaca mata hitam bila bepergian. kawan-kawannya dikirim dengan kapal pertama ke sebuah kamp dan dia menghirup hidup bebas. (hlm. Berikut kutipan teks yang bisa diduga dapat memainkan penafsiran pembaca tersebut: Ia biasa mengambil meja di pojok. warna cat kuku kesayangannya. pada akhir cerita. Tokoh dalam cerpen ³Balada Hari Hujan´ adalah seorang waria yang oleh pencerita tidak disebutkan namanya melainkan hanya dideskripsikan dengan menggunakan pronomina Ia. yang sama-sama di tahan bersamanya di sebuah sel sempit di Salemba. Dari kutipan paragraf terakhir terlihat bagaimana saat-saat ia harus hidup terkurung di bui pun ia mesti juga mencari-cari kesempatan untuk memenuhi tuntutan libido berlebihannya. Pengkhianatan Kakek Mar terhadap kawankawanya inilah yang kemudian menjadi bahan cerita dalam cerpen ini. kepastian jenis kelamin tersebut. karena memang jenis kelamin inilah yang umum dikenal dekat dan lekat pada ³profesi´ tersebut²terutama lagi bagi bangsa timur. kawan baiknya. bahwa Ia berkelamin wanita. Pada akhir ceri a t diperlihatkan bahwa rasa bersalah dalam diri Kakek Mar membuat dia berkeinginan melakukan pengakuan dosa pada Mursid. Menariknya tersebut adalah bahwa cerpen ini memberikan kejutan kepada para pembaca dengan mengaburkan jenis kelamin tokoh cerpen ini pada awalnya hingga baru diketahui dengan jelas. Minat dan hobi yang seperti inilah yang membuat Kakek Mar tega mengkhianati kawankawannya sendiri. Sanborn mengingatkannya pada seorang pria berkaca mata hitam yang tersenyum lepas pada halaman sebuah majalah musik. termasuk Mursid. Tokoh Ia ini dilukiskan dengan teknik penceritaan yang cukup menarik. teknik penceritaan seperti menghadirkan alur yang mengklimaks untuk membawa pembaca pada penafsiran jenis kelamin tokoh Ia ini.begitu dahsyatnya. Seusai kerja paksa ternyata ia masih bertenaga untuk melaksanakan ³kerja´ lainnya. Ia biasa ditemani rengek saksofn David Sanborn yang selalu terdengar di sini pada jam kedatangannya. dekat porselen persegi berisi rumpun mawar plastik warna kuning yang rimbun. . Hal ini bisa menjebak pembaca. 58) « Kuku-kukunya terlihat berwarna biru turquoise.

lalu menyeruput cairan kental itu dengan suara keras. (hlm. Ia tak begitu peduli pada tatakrama yang diajarkan neneknya bahwa pantang mengeluarkan bunyibunyian saat mengunyah makanan atau meneguk minuman. (hlm. (hlm. Kesedihan ternyata menimbulkan orgasme juga.« ³Sok ninggrat. ³Bibir yang kering menandakan kesehatan yang buruk. Sepasang muda-mudi di sudut lain kafe tersebut melirik sebentar ke arahnya. pikirnya.´ suara perempuan bernada alto mampir di telinganya. Ah.´ pikirnya. Ia mencibir ke arah mereka dan bibirnya terasa kering. sinis. Pelayan datang membawa nampan berisi pesanannya. Pria yang menerima segala kekurangannya itu bersedia mengawininya dan ia akan merawat Ben dengan baik. (hlm. memperpendek umur. Semula ia berharap Benyamin menjadi yang terakhir. teringat tips kecantikan di sebuah majalah wanita.´ pikirnya gundah. sudahlah. sebal. Tatakrama kurang menghargai ekspresi masing-masing pribadi. lalu berpaling lagi pada kesibukan semula. 61) « Ia masih ingat cengkraman kencang pria itu pada leher dan bahunya yang terbuka.´ pikirnya . Pikiran romantis hanya membuat hati sedih. terutama yang berakhir tragis. Ia memang mencintai pria itu. meski orang tua itu selalu memberi uang belanja untuk mengganti pakaiannya yang rusak tiap kali mereka selesai bercinta. 60) Ia mulai meniup-niup bubur ayamnya. setia mendengar keluh kesah Ben tentang anak-anak yang satu . Mereka bertemu tadi malam. Jari-jari kakek yang kurus terasa tajam di daging muda yang lunak. bubur ayam yang masih mengepul panas. Boleh saya ambil sambalnya. Mungkin. 59) « Ia mengenal beberapa pria mengesankan saat hujan. « ³Maaf. Dengusan keras seakan mampir di telinganya lagi « Sesudah kegaduhan berlalu. ia merasa kesal menatap gaun dan stocking sutranya yang robek di sana-sini. Ia terkikik lagi. Jeng. ³Genit. Ia juga sering bersendawa seenaknya bila gas dalam perutnya yang kenyang mendesak keluar. Si pelayan tersenyum simpul. pagi ini tak ada lagi kenangan. mungkin menganggapnya gila. mengingat sang pria. Pandangan mereka bertemu. Sekilas ia melihat pelayan mengerdipkan sebelah mata sebelum berlalu. 59-60) Ia mendadak terkikik-kikik « Ia sendiri lebih suka membaca novel-novel percintaan. Secangkir susu coklat juga diangsurkan pelayan ke hadapannya. setulus hati. Kali ini buru-buru diraihnya lip balm rasa stoberi.

sebagaimana kenyataan bahwa tokoh Ia adalah paduan antara tubuh seorang pria dan jiwa wanita. Tokoh Halifa dalam cerpen ini adalah seorang perempuan muda yang telah lama tidak kembali ke kampung halaman.demi satu meninggalkan rumah untuk berkeluarga dan tak lagi peduli pada ayah mereka yang sendirian. Mereka sangat pintar mengarang cerita sedih. kaget. Dari fakta terakhir ini baru bisa dipahami hubungan antara kata-kata yang terkesan saling bertolak belakang. Sepasang mata tua itu mendelik. « Ia membalas tatapan si pria tua secara khusus. ada dua tokoh yang terlihat hampir sama kuat kedudukannya sebagai tokoh utama. 62) Seperti biasa. Suatu waktu dia menyempatkan pulang dan mendapati keadaan di kampung halamannya telah banyak berubah. benar-benar membuat perasaan tokoh Ia begitu terpukul pada akhirnya. . Namun kenyataan berikut yang secara tidak sengaja ia temukan. Sudah lama Halifa tak pulang. yang pertama adalah Halifa sebagai tokoh yang bercerita²meski dengan menggunakan sudut pandang persona ketiga²dan yang kedua adalah Si Penjaga Kebun sebagai tokoh yang cukup dominan dikisahkan. 63) (cetak tebal dari penulis) Variasi acuan dari kata-kata bercetak tebal dalam kutipan di atas menunjukkan upaya permainan penafsiran pembaca oleh pengarang sebelum pada akhirnya pembaca (bisa) dikejutkan sekaligus terpuaskan oleh fakta bahwa tokoh Ia adalah seorang waria. Tambah pula secara linear upaya manipulasi estetik ini terasa cukup runut dan runtut membentuk klimaks pada bagian akhir. Ia merasa puas dan menyungging senyum lebar. Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun. Tokoh Ia dalam cerpen ini digambarkan sebagai seorang sosok yang berharap sangat pada akhirnya bisa menemukan pria terakhir yang bisa menjadi pasangan penghabisannya sehingga usai sudahlah profesi laknatnya selama ini. lurus-lurus dan berani. memasang jerat untuk menaklukkan wanita. Dalam cerpen ³Lelaki Bearoma Kebun´. (hlm. Dalam keadaan yang sudah banyak berubah tersebut sekonyong-konyong tokoh Si Penjaga Kebun menjadi pusat perhatian bagi Halifa. Tak sia-sia. ia mengelus-elus rambut pria itu dan menyanyikan lagu-lagu nostalgia yang digemari pria seusia Ben. Ia diceritakan mesti menghibur diri kembali bermain dengan kawan-kawan sepermainan dan sepernasibannya. bahwa lelaki ini telah berdusta. (hlm. kakek tua yang semalam dikencaninya dan begitu Ia kasihi. Harapan itu semula tumbuh pada tokoh Benyamin. melanjutkan lagi roda takdirnya. seperti dikutip di atas. sampai sang kekasih lelap dan mendengkur. Ternyata lelaki tetap saja lelaki. tak peduli tua atau muda.

Akan tetapi. lalu renta dan pikun. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. Bila ada yang ingin menemuinya. Bila kalian ingin bertemu tuannya. ³Biar gembur. dari bayi merah. ia akan tunjukkan jalan. Apakah masih juga dikenakannya topi kebun dari kain belacu lusuh itu? Mata sabitnya yang berkilau saat terayun ke batang lalang dan semakbelukar seakan hadir di depan mata. (hlm. Ia punya radio transistor yang bisa menangkap siaran dari Malaysia. lelaki itu menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga. tanah perlu makan. Daya ingatnya pun mungkin sudah menumpul. Kadangkala lelaki itu mengeluarkan suling dari tas resam dan memainkan lagu-lagu berirama Melayu. Radio model lama berbentuk roti bantal itu warisan kakek Halifa. bukan sekadar orang upahan biasa sebagaimana yang selama ini diketahui Halifa dari semenjak berumur kecil. yang punya kebun. tanpa pengetahuan ini pun Halifa sedari kecil memang mengagumi sosok penjaga kebun ayahnya ini. 79) Lelaki itu dilukiskan dalam cerita ini sebagai sosok yang setia dan tabah menjalankan profesinya sebagai tukang kebun. Hembusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. 77-78) Tokoh Si Penjaga Kebun ini pada akhirnya cerita baru ketahuan bahwa dia sebetulnya masih mempunyai hubungan famili dengan keluarga Halifa. ia akan berjanji menyampaikan pesan. Mungkin.Namun. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang. Itu galibnya perkembangan manusia. Kekaguman ini tentu bisa dimaklumi akan cukup berbekas hingga ia dewasa pun setelah sekian lama dan jauh berjarak dari masa lalunya. Bagaimana pandangan Halifa terhadap tokoh Si Penjaga Kebun bisa dilihat dari kutipan berikut ini.´ katanya pada Halifa kecil. Bila ada yang tersesat. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. Ia menyiangi lalang dari tanah kebun. ikuti saja aroma itu. Halifa kecil tak urung bersiul-siul senang menimpali tiap nada yang berasal dari lubang-lubang suling si penjaga kebun. rambut lelaki itu sudah memutih dan kerut-merut usia tua makin nyata. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. Barangkali. menabur kotoran ayam dan kambing di atasnya. (hlm. bisa jadi obat sepinya. Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. mata orang yang mau menolong. Dia merupakan jenis manusia yang mencintai apa yang menjadi pekerjaan dan kewajibannya sehingga terlihat dapat menikmati dan bisa berbahagia . Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. belajar beranak-pinak. semacam pengumuman. Matanya tak pernah menyorot garang.

³Benar. dak ape-ape. perihal Si Penjaga Kebun inilah yang dilukiskan masih setia membayangi hari-hari selanjutnya Halifa di bumi perantauan. Lame dak pulang. dalam keadaan hujan gerimis dan jari-jari petir menyambar Halifa memaksakan diri juga untuk berkunjung ke pondokan kecil tempat Si Penjaga Kebun tinggal.´ lanjut lelaki tua itu. 84) Oleh karena itu. membawa gelas air. tertatihtatih mendekati Halifa. Papa kau pun la pensiun. Atuk ni la sakit-sakit terus. Nilai-nilai yang bisa dipetik dari orangorang tercintanya tersebut senantiasa membekas dalam sanubari Halifa. Aku adalah ayah Paula. seraya duduk di tepi ranjang. 85-86) Selain terhadap Si Penjaga Kebun. di kantor. di kamar kontrakan. dan di tempattempat baru yang pertama kali dikunjunginya« (hlm. atuk dak bise nampak jelas. Macam-macam sakit pun ade. Dia adalah sosok yang menghadirkan ketenangan bagi mata yang memandang dan menebarkan kedamaian bagi siapapun yang berpapasan dengannya. Ketika si penjaga kebun meninggal dan jenazahnya dimakamkan. tuk. Halifa telah kembali ke tanah rantau. ³Oh. serta nenek dan kakeknya. di bus. Pilihan hidupnya yang memilih sendiri sungguh mengagumkan buat Halifa sedari kecil. Kau di situ pun. terutama hidupnya yang sendiri. ayah dan ibunya. Namun. Dengan pertimbangan dan argumentasi bahwa perasaan-perasaan tokoh Akulah yang menjadi fokus utama cerita maka bisa dikatakan bahwa . Banyak yang berubah. dari pening. Kebenaran kau pulang. (hlm. mengas sampai « mate ni la dak keliat agik la. Semue la berubah.´ kata Halifa. Di sana Halifa mendapatkan lelaki tersebut sudah mulai sakit-sakitan. Lelaki itu akhirnya mengungkap kisah yang mengguncang Halifa (hlm.atas apa yang dikerjakannya itu. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. Sebagai penutup cerita cerpen ini. adiknya. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan. sebentar agik nak pulang ke tanah. Halifa cume nak mampir sebentar. Yai kau ape agik. Dari pertemuan inilah Halifa baru mengetahui rahasia pertalian darahnya dengan Si Penjaga Kebun yang selama ini tidak diketahuinya. 87) Dalam cerpen ³Makan Keempat´ terdapat juga dua tokoh yang terlihat cukup menonjol. kabur. Ade yang nak atuk cerite. Di sana Si Penjaga Kebun sakit-sakitan tersebut menceritakan sesuatu pada Halifa dewasa. yakni tokoh Aku dan Paula. Nyai la dak ade. Ia cuma mengirim doa. Halifa juga terkenang pada keluarga besarnya: Malida.

Tak sekalipun ia menggubris. Pada akhirnya. Tubuhnya meluncur lurus ke muka. Ia meninggalkan aku. Ada pula dugaan-dugaan bahwasanya Paula telah disekap dan disandera pihak penguasa karena aktifitas subversifnya. Terlebih lagi tokoh Aku faktanya menjadi pusat pengisahan cerita ini sehingga dia senantiasa terlihat konsisten mengawal alur cerpen ini. apakah masih hidup atau memang telah tiada. Rasa sedih dan pedih kehilangan Paula tersebut menghadirkan ilusi bagi tokoh Aku pada harihari berikutnya tanpa kehadiran Paula. diceritakan kehilangan Paula. salah satunya secara retoris²dalam pengertian teknik bercerita²didukung oleh pemilihan sudut pandang ini. mirip tikus terjebak di perangkap berumpan. Tokoh Aku dalam cerpen ini. aku sering berteriak-teriak memanggil namanya dan berharap ia berbalik serta menatapku. Lembut. sebelum lebur dalam udara. ketika temaram di sekelilingku benar-benar hilang di ujung lorong gelap-gulita. soal keberadaan Paula pun hingga akhir cerita tetaplah kenyataannya berselimut kabut misteri. Dibiarkannya kami menunggu selama sepuluh musim. putri tercinta mereka. entah tenggelam di lautan atau ditelan daratan (dimakan hiu atau disekap dalam benteng bawah tanah [hlm. Ketika belum terbiasa dengan cara datang dan pergi Paula. Aku tertahan di atasnya. Berikut kutipannya: Paula datang ketika lampu-lampu ruang telah padam. Tubuhnya memancarkan sinar putih. kemudian menghilang tepat di tengah lorong menuju dapur. Kuletakkan kotak cerutuku di meja dan bangkit perlahan dari kursi malas untuk menyambutnya. Kedua telinganya bagai tersumbat besi tempaan. Berpijar. Ia meninggalkan ruang lengang tanpa aroma.ayah tokoh Paulalah yang menjadi tokoh utama cerpen ini. Untuk itu kedua orang tua tokoh Paula ini membuatkan makam untuk putri kesayangan mereka. meluncur di lantai. aku masih berharap. . Namun. 133]). menggantung kaku. Karena pengarang dalam cerpen ini tidak bersikap dan bersifat mahatahu selalu. Sebab itu sulit untuk membuktikan keberadaan Paula. terbit dari tiada dan lenyap ke dalam tiada. Paula selalu datang ketika hanya pijar lampu bacaku yang menyala dan membuat gradasi cahaya. Elia. yang jelas. ia memunggungiku. Kusaksikan Paula sirna. demi menghilangkan kesedihannya tokoh Aku akhirnya memutuskan untuk menganggap bahwa Paula telah di alam baka sana. Menyedihkannya²terlebih²kepergian tokoh Paula tersebut bagai menghilang tanpa jejak dan tiada berbekas. Datang dan perginya bagai tuah dari tongkat sihir. Kedua tanganku yang bersiap memeluknya tertahan di udara. Jiwa Paula seolah tetap datang kembali ke rumah orang tua tercinta sebagaimana harapan seorang Aku yang selalu terkenang buah hatinya. Dan lantai licin yang kupijak tiba-tiba berperekat. dan istrinya. Namun.

Sebagai contoh berikut akan dikutipkan beberapa potongan paragraf dari cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´. yang akan dibahas pada bagian ini adalah latar suasana. suara serak ini hanya dijawab oleh gemanya sendiri. Alang-alang yang subur jangkung. Bunyi gesekan sayap-sayap jangkrik makin menggema. latar suasana dalam cerpen-cerpen tersebut terlihat sangat mendukung bagi tema-temanya. (hlm.2 Latar Latar yang dianggap paling menonjol. 13) Noktah-noktah cahaya timbul-tenggelam di bidang jendela. Tidak hanya pelataran suasana alam semata yang menjadi sarana untuk membangun atmosfer gelap seperti ini. dengan tekanan dan perasaan beragam. membius segala yang bergerak dan keras kepala. putus asa. Atmosfer ini juga sesuai dengan keseluruhan tema cerita yang mengungkapkan kegalauan hati Yosef sebagai seorang prajurit tempur atau sniper yang mesti menjalani suratan takdirnya membunuh sesama manusia. 15) Kesenyapan dan kesabarannya saling beradu. memperlihat suasana yang muram dan agak suram. haru. khususnya enam cerpen yang dibahas. Suasana ³kelam´ seperti ini terlihat sangat sesuai dengan kemurungan jiwa yang tengah melanda prajurit Yosef Legiman. panglima perang mistis . Angin tiba-tiba menggeliat bangkit dan mendesis. 16) Penggambaran latar yang umumnya telah terpisah dan berjarak dari peristiwa utama cerita. (hlm. wangi.Aku menyebut namanya. Keniscayaan yang lain memendarkan nyeri lagi pada ulu hati« Lorong kereta begitu sunyi. 11) Angin pun berangsur tenang. Peristiwa-peristiwa dalam cerita pun cenderung mendukung bagi terciptanya suasana seperti ini. seperti dikutipkan di atas. tokoh utama cerpen ini. cemas. (hlm. senang. Namun. 123-124) 3. letih« (hlm. Orang-orang lelap dalam selimut katun seragam biru tua. seperti barisan kunang-kunang muncul di jendela. (hlm. Berikut dikutipkan narasi cerita ketika dalam cerpen ini dikisahkan Yosef bertemu langsung. Noktah-noktah cahaya dari perkampungan. Sesuai kecenderungan ekspresi kemanusiaan yang begitu teraba dan terasa dari dua belas cerpen kumpulan cerpen ini. selebihnya gelap pekat. terkait tema-tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen ini. semak-semak duri di tanah gersang. dengan tokoh Maria Pinto. dan gunung batu terjal di kejauhan« Kereta ini seperti melayang di tengah gelap. Namun. hanya berduaan saja. Udara menjelma mantra ganjil yang berdengung dalam bahasa sihir. diikuti desah napasku yang berat. mengerat sepi.3.

saat langit masih gelap. Berikut dikutipkan: ³Ketika kabut datang.. saat langit masih gelap. Aku sudah lahir dan butuh susu.pasukan musuhnya. (hlm. Namun secara keseluruhan. Negeri itu memang ajaib. pelataran suasana tersebut cenderung menunjang bagi suasana kepedihan manusia yang dominan menjadi nuansa tema-tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen ini. mengambil buku-buku dan dokumen lalu membakarnya. serombongan orang mendatangi rumah dan mencari Ayah. Ibu meninggalkan rumah itu dan pergi ke kampung nenek. setelah siaran radio berkali-kali menyiarkan berita kudeta. Bagian ini merupakan kisah perpisahan antara tokoh Ibu dan Ayah saat tokoh Aku belum lahir dikarenakan sebuah huruhara politik dan sosial. Pria-pria silih-berganti. dan tulang-tulang tengkorak gadis tersebut dengan jelas. Suatu pagi buta. aku saksikan tujuh orang terkapar mati di tanah. Kutipan di atas menunjukkan bahwa kekelaman suasana tidak hanya . Fitnah-fitnah mulai gencar. Mereka mengobrak-abrik ruang kerja Ayah. Ketika kabut lenyap. 12-13) Hal seperti ini juga dapat dengan mudah ditemukan pada cerpen-cerpen lainnya. bergulung-gulung melewati medan pertempuran. Ia bisa melihat jantung. paru-paru. Ibu sedang hamil 5 bulan. 17) Hal seperti ini juga terasa dari kisahan rekan Yosef yang telah terlebih dahulu terjun ke medan tempur menghadapi Maria dan gerombolannya. Keesokan hari. bergulung-gulung di atas kami dan aku menembaknya. anggota pasukan kami satu demi satu mendadak gugur dengan luka tembak.²melainkan melalui kejadian-kejadian yang mengisi dan menempati waktu dan ruang statis itu. Berikut dikutipkan dua buah paragraf dari cerpen ³Makan Malam´. Suatu hari kabut itu datang lagi. Tentu saja tidak semua pelataran menciptakan atmosfer yang cenderung ³gelap´ seperti ini. Mayat-mayat mengambang di sungai. kata Ibu. (hlm. Banyak orang dibunuh. (hlm.. Hidup harus berlanjut. kegelapan dalam pelataran ini bukan tersurat lewat keadaan tempat atau saat yang kelam²pengecualian pada bagian Keesokan hari. Berbagai objek cerita sangat memungkinkan untuk terjadinya bermacam variasi. tersenyum pahit. tanpa henti.´ kisah teman Yosef. Setelah itu kehidupanku seperti berhenti. 27) Pelataran di atas berangkat dari peristiwa-peristiwa dalam cerita atau berupa aksi kejadian. Meski masih sangat eksplisit terasa bernuansa gelap. Ibu memutuskan kembali ke kota. usus. Kepala mungil yang cantik berubah membesar dengan pupil-pupil mata yang menonjol serta kulit wajah mengeriput.

(hlm. Udara taman berdebu. 8687) « . Langit abu-abu tua. Ia merasa hidup begitu sepi. ia mati dimangsa ular atau buaya yang menghuni sungai. Debu. secara berurut. Ternyata pikiran yang kalut membuat si perempuan telah mengunci gubuk dari luar. ia menemukan lima mayat tergeletak di lantai tanah dan telah membusuk.ditampilkan lewat pelataran gelap sesuatu latar tempat dan waktu namun juga secara lebih berjarak dengan tafsiran dan pemaknaan atas atmosfer sebuah peristiwa atau lakuan tokohtokoh cerita. Suasana suram yang dibangun oleh pelataran. 31) « Hujan masih menyambutnya di luar kafe. Merasa ada yang lucu dalam hidupnya. Orang-orang kampung melihatnya berlari kencang ke dalam hutan sambil melolong. Ia mencoba bersenandung. Suatu hari ketika perempuan itu kembali untuk memastikan anak-anaknya telah diambil orang. Ia rapatkan kerahkerah mantelnya. Di susut kolam. patung perempuan gemuk memegang kendi telah bersalut kerak debu. merupakan kutipan dari cerpen ³Pesta Terakhir´. Setelah itu ia benar-benar senyap dari muka bumi. Daun teratai yang layu dan busuk mengambang di permukaan air coklat keruh. ³Balada Hari Hujan´. Payung ungu itu mengembang lagi. Tapi matanya terasa pedih. begitu asing. Seorang lelaki tua berdiri tegak di depan jendela yang terbuka. debu« Bagaimana mengikis debu yang menebal di benaknya? Ia melihat daundaun gugur melayang dari pohon. Masing-masing. tapi tak bisa. (hlm. Perempuan itu tak sadarkan diri dan saat siuman ia sudah lupa pada siapa pun. sebagaimana kecenderungan tematik kumpulan cerpen ini. memandang lurus patung di taman. Lelaki Beraroma Kebun´ dan ³Makam Keempat´. Jalan yang basah menyambut langkah-langkah kaki yang menggigil. berair. Air mata mulai mengembang di balik kaca mata hitam ala Sanborn. 64) « Berminggu-minggu anak-anak tersebut ditinggalkan ibunya yang berharap ada orang kampung datang dan menyelamatkan mereka. Barangkali. juga terlihat pada kutipan dari cerpen-cerpen berikutnya. menahan udara dingin. Angin sore terasa kering dan tajam. tanpa mampu berteriak minta tolong. Terlihatlah juga betapa suasana mencekam dari peristiwa kerusuhan di atas sangat mendukung bagi suasana penderitaan hati tokoh Ibu yang menjadi tema cerpen ini. Anak-anak itu terkurung di sana. (hlm. Amis lumpur menguap dari kolam dangkal serupa kubangan kerbau itu.

menuju baku. dia terkesiap ketika menatap wajah si prajurit. seperti kucing demam. Berikut kutipannya: Mursid muncul di ambang pintu. Tubuhnya makin menggigil oleh terpaan udara dari pendingin ruang. pikirnya. wangi kaldu ayam dalam adonan . kemahatahuan pengarang bisa dilihat dari kutipan berikut ini: Hari masih terlalu pagi untuk orang-orang yang takut pada cuaca dingin bulan Juni.3 Sudut Pandang Sudut pandang persona ketiga digunakan pada cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´. dan ³Lelaki Beraorma Kebun´. Jari-jari kakinya terasa mengeriput dalam stocking sutra setengah basah. Ia menyambutnya dengan peluk hangat. ini pestaku yang terakhir. seraya mengerjap-ngerjapkan mata yang basah. menyerupai zombie. Tak urung air matanya terbit ketika Mursid lagi-lagi berbisik. Ia mendorong pintu cepat-cepat. 124) 3. Pada cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ terlihat sudut pandang persona ketiganya bersifat mahatahu. 13) Dari kutipan di atas terlihat bahwa narator juga bisa mengetahui perasaan dan pikiran tokoh ceritanya. Tangan Mursid bergetar dalam genggamannya. Semula ia kurang berminat mendengar ocehan prajurit cengeng ini. ³Pesta Terakhir´. (hlm.Kalian akan melihat sepasang rongsokan manusia berjalan tertatih-tatih. Tapi. berikut kutipannya: Perempuan muda itu terusik sebentar. sendu. Ia membayangkan teman-teman prianya masih meringkuk dalam pelukan istri atau pacar mereka.´ gerutunya. Kini ia mulai menangis terisak-isak. dalam hati. (hlm. Alangkah ganjil menyaksikan penembak jitu memercayai hal-hal yang jauh dari hukum benda dan kasatmata.3. Dalam cerpen ³Pesta Terakhir´ juga sama. ³Balada Hari Hujan´. Dalam cerpen ³Balada Hari Hujan´. ³Pelayan lupa menaikkan volume. 42) Narator cerpen ini terlihat mengetahui pikiran dan gumaman di dalam sanubari tokoh yang diceritakannya. sedangkan pada cerpen ³Makan Malam´ dan ³Makam Keempat´ yang dipakai adalah sudut pandang persona pertama. selamat ulang tahun teman duniaakhirat. Ia menuntun Mursid ke sofa. Mursid mengelus punggungnya. Ia ingin membuat pengakuan. (hlm. inilah wajah orang yang hidup-mati dari perang. Tetapi. kurus dan ringkih. Kelopakkelopak bakung di bawah jendela terlihat segar berair. Mungkin. Benarkah? Air matanya meleleh. Barangkali. lalu kembali menekuni halaman-halaman buku.

4 Tema 3. putrinya. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. Ibu makan siang di rumah. (hlm. (hlm. tak bisa diganggu-gugat. Wajar kiranya sentral garapan cerpen ini berfokus pada perasaan sosok ayah yang kehilangan putrinya (tokoh Aku). Ketika aku berangkat. 77-78) Teknik penceritaan dengan menggunakan sudut pandang persona pertama pada cerpen ³Makan Malam´ bisa dilihat dari kutipan beikut ini. Selain itu secara kuantitas terlihat tokoh Akulah yang dominan mengawal alur cerita. Aku makan siang di kantor. Namun. Ibu masih tidur. Ya.1 Kehampaan Jiwa dan Kesetiaan terhadap Tugas pada Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ Masalah kemanusiaan yang diangkat dalam cerpen ini berpusat pada sikap hidup yang dilakoni . aku dan Ibu. Makan malam adalah ritual kami. Kami makan malam bersama. Pada cerpen ini justru penceritanya menjadi tokoh utama. lah yang menjadi bahan ceritaan dalam cerpen ini. lelaki itu menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga. Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun.4. Ia biasa mampir ke kafe ini untuk sarapan. Sudah lama Halifa tak pulang. Aku selalu bergegas. makan malam saja kami bersama. 21) Dalam cerpen ³Makan Malam´ ini tokoh Aku sekadar berperan sebagai tokoh tambahan sehingga sudut pandangnya pun berupa sudut pandang ³Aku Tokoh Tambahan´. Jalanan macet di pagi hari. ibu dan anak. 58) Sifat mahatahu pada sudut pandang persona ketiga cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ bisa dilihat pada kutipan berikut ini. Namun sulit pula untuk diingkari bahwa akibat dari aktifitas politik Paula tersebutlah²yang berimbas pada ³kehilangannya´ atau ³penghilangannya´ dan lalu berimbas pada kesedihan kedua orang tuanya (terutama lebih intensif lagi digarap pada detail perasaan tokoh Ayah)²yang paling dekat berkaitan dengan tema kemanusiaan pada cerita ini.bubur membuat otot-otot lambungnya berdenyut keras dan tubuhnya yang menggigil itu mulai dialiri hawa panas. 3. Makan malam adalah waktu kami bersama. Kantorku lumayan jauh dari tepi kota ini. Hal ini berbeda dengan sudut pandang persona pertama pada cerpen ³Makam Keempat´. (hlm. Memang sulit untuk tidak diakui bahwa aktifitas tokoh Paula. Sarapanku selalu terburu-buru.

Yosef Legiman. pada sisi lain dia juga ditampilkan sebagai sosok manusia apa adanya sebagaimana kebanyakan manusia pada umumnya. 18) Fakta cerita seperti ini menciptakan pemaknaan bahwa nilai kenangan Yosef pada Maria berelasi dengan fakta cintanya terhadap kekasih nyatanya. Kisah cinta segitiga yang rumit dan tragis. terhadap Maria pun Yosef kemungkinan memiliki perasaan ³sejenis´ dengan entah berapa kadarnya. hanya antara kita. Ketidakmampuannya untuk membunuh Maria dan kesempatan untuk meneruskan hidup yang diberikan Maria ternyata membekas pada kejiwaan Yosef. 14) Timbulnya sifat perasa pada Yosef. Ketika membuka pembicaraan dengan perempuan di sebelahnya pun (tokoh Wanita Pimpinan Teroris) dia menjadikan kisah Maria ini sebagai bahan obrolan atau lebih tepatnya curhatan pribadi. Menariknya. Lutut-lututnya lemas. Dua pengawal menyertai perjalanan rutin ini. Wajar kiranya dalam suasana yang mendukung untuk banyak merenung dan termenung.´ ujar Yosef. Di satu sisi Yosef terlihat teguh menjalankan wataknya sebagai seorang prajurit (bukan sekadar dalam artian kepangkatan): menjalankan sumpah setia pada tugas negara dan patuh pada doktrin garis komando. sebagaimana dieksplisitkan secara tekstual pada kutipan sebelum ini. jatuh cinta. . Kemungkinan ini sebelumnya diperkuat oleh penggunaan kata gadis (bukan sekadar perempuan itu misalnya) pada narasi berikut di bawah ini oleh pencerita: Gaun lembut Maria Pinto membelah anyir perang dengan kibaran putih yang menyilaukan. Sebagai seorang manusia ia bisa sedih. Berikut kutipannya: ³Ini rahasia saya. Prajurit ini terombang-ambing antara pacarnya dan panglima hantu. menyudahi kisahnya. dan amat perasa. menjaga junjungan mereka dari atas kereta. Namun. diceritakan disebabkan oleh peristiwa pertemuannya dengan tokoh Maria Pinto.tokoh utamanya. Dua-duanya sad ending. teks pikiran benak perempuan di sebelah Yosef ini sesudah mendengarkan seluruh cerita Yosef mengaitkan cerita Yosef tentang Maria dengan cerita perpisahannya yang baru saja terjadi dengan kekasihnya (kekasih Yosef) gara-gara tiada restu orang tuanya kekasih Yosef. yakni dalam sebuah perjalan kereta. (hlm. sedih. Ia terduduk di tanah. lalu membuat pengakuan dosa serta jadi amat perasa? (hlm. pikirnya. Yosef kembali terbayang wajah Maria. Yosef membiarkan iring-iringan di langit itu berlalu. Ini berarti. Berikut kutipannya: Apakah ini pertanda ia tengah bersiap menyongsong maut. Perempuan muda menghela napas panjang.

(hal. Tubuh Yosef menggigil. dan gunung batu terjal di kejauhan kembali memenuhi penglihatannya bersama kenangan pada gadis itu. perasaan dengan ³nilai lebih´ ini semakin kuat diduga ada setelah cerpen ini diakhiri oleh paragraf berikut ini: Angin tiba-tiba bertiup kencang lewat jendela. Ia merasa terbang di antara awan. salah satu alasannya juga bisa dilihat dari pilihan judul bagi cerpen ini: ³Kuda Terbang Maria Pinto´. Dari hal ini bisa diduga bahwa penonjolan kuda tersebut pada judul adalah berfungsi untuk menonjolkan peran Maria sendiri²sebagai empunya² bagi sisi kemanusiaan Yosef yang menjadi tema cerita. Namun di sisi lain. Kemudian. perasaannya terhadap Maria. Yosef terlihat memelihara. di satu sisi Yosef adalah seorang prajurit yang tetap setia menjalankan tugas yang diembannya.11-12) Gangguan kejiwaan yang melanda Yosef bisa dipandang cukup besar pengaruhnya dari pertemuan dengan Maria. Bahkan hingga akhir cerita pun digambarkan seperti itu. Kekagetannya sewaktu mengetahui bahwa kuda Maria tersebut adalah kuda mainan yang terbuat dari kayu juga kurang kuat untuk bisa dianggap menjadi alasan keutamaan perannya karena tema cerita juga berputar ke peristiwa-peristiwa lain seperti kematian adiknya. Mengapa perempuan itu selalu mengikutinya ke mana pun? Maria Pinto tersenyum. seorang gadis yang menjadi pelindung gerombolan pemberontak. 20) Dapat dipahami bahwa pembaca bisa melihat ini sebagai sesuatu yang aneh. Ia melihat Maria Pinto menyeberangi langit dengan kuda terbang. atau mungkin memendam. Bagai tersihir Yosef menyambut jemari gadis yang menunggu. (hlm. Perannya bagi tema cerita mengenai distorsi kejiwaan yang melanda prajurit Yosef juga bisa dipandang berlangsung tidak langsung. Lagi pula hadir sebuah antiklimaks saat sang kuda sakti tersebut tidak lagi ³besar´ dengan selubung kabut mitos dan misterinya. Seperti sudah dikemukakan sebelumnya. melayang. bagaimana dia dengan tangan dingin membunuh seorang wanita pimpinan teroris yang menjadi target operasi instrumen keamanan negara yang ternyata tidak lain dan tidak bukan adalah merupakan perempuan di sebelahnya sewaktu mencurahkan ingatan tentang kisah kesaktian Maria di atas kereta. Alang-alang yang subur jangkung. melihat sebuah dunia yang terus memudar di bawahnya. Padahal kuda saktinya Maria tersebut secara frekuensif sangat kecil porsi kehadirannya dan bisa dianggap tidak berdiri di barisan tokoh-tokoh utama.Angin pun berangsur tenang. mengulurkan tangannya yang putih dan halus. musuh negaranya. . semak-semak duri di tanah gersang.

(hlm.ia sangat sakti. Seperti ungkapan menjijikkan dalam roman. Berbagi cerita yang dilakukannya dengan wanita yang tanpa sebelumnya ia sadari nanti akan dibunuhnya (demi tugas) itu pun menjadi sebuah sarana untuk mengisi ruang-ruang tertekan dalam batinnya. Kasihan dia.´ tutur Yosef. Malahan dia digambarkan seolah tetap masih memiliki simpati terhadap sasaran yang pernah menjadi teman curhatnya tersebut.´ ujar Yosef pelan. Jiwa yang hampa ini menghadirkan logika sejalan dengan karakter pembunuh berdarah dingin pada perannya sebagai seorang sniper pada cerita bagian akhir. besar sekali!´ Ada nada bangga bercampur haru. Semula . akan tapi di sisi lain dia juga tidak desersi dari kewajiban dan loyalitas pada penguasa negara hanya digara-garakan persoalan perasaan dan cinta. Ia merasa lega sudah membagi kisah-kisahnya yang terdengar lemah dan pengecut pada perempuan muda ini. dan kemaluan. sebagaimana digambarkan di atas. di sisi orang asing yang bertemu di perjalanan. ia merasa tenang di sisinya. (hlm. meski. beban emosionil menekan begitu berat dan sangat dahsyat. Kini Yosef satu-satunya anak lelaki dalam keluarga. usus. Tapi. terkunci rapat dalam peti mati kayu mahoni. tidak akan berkhianat dan lari dari tugas. lalu kembali menekuni halaman-halaman buku. nyaris bergumam. Dia tidak digambarkan begitu menggebu-gebu dalam menjalankan misi untuk membunuh musuh negara tersebut. Paduan yang kontras seperti ini juga tergambar pada bagian cerita yang mengisahkan cerita Yosef pada perempuan di sebelahnya di atas kereta tentang kematian adiknya yang mungkin juga memilih jalan hidup sebagai tentara. memandang lurus ke depan. Jenazah sang adik kembali tanpa jantung. sisi manusiawinya mesti ³terdampar´ di kehampaan relung-relung jiwa. saya tak pernah menembak Maria Pinto dan kuda terbangnya. 14) Klausa memandang lurus ke depan di atas bisa dimaknai sebagai simbol sisi teguh Yosef sebagai prajurit yang telah bersumpah setia. «. 14) Paradoks dan paduan antara kehampaan jiwa dan kesetiaan pada tugas ini terlihat lebih jelas lagi dalam kutipan berikut ini: ³Tapi. tak akan. Enam bulan lalu adiknya meninggal disiksa para pemberontak. Ini kepulangan terakhir saya sebelum kembali bertugas. percuma saja. ³Petinya berselubung bendera besar. ini sudah pilihan. Perempuan muda itu terusik sebentar.Kontradiksi inilah yang bisa dimaknai sebagai situasi hampa pada kejiwaan prajurit Yosef dalam cerpen ini. ³Tadi pagi ibu saya menangis lagi. Walhasil. Ibu saya trauma.

Sepasang matanya sayu berhias bekas-bekas sayatan dekat alis. inilah wajah orang yang hidup-mati dari perang. dia terkesiap ketika menatap wajah si prajurit.2 Derita Seorang Ibu dan Makna Keutuhan Sebuah Keluarga dalam Cerpen ³Makan Malam´ Tiga kalimat terakhir yang menutup cerpen ini barangkali bisa dipandang sebagai persoalan inti. Alangkah ganjil menyaksikan penembak jitu memercayai hal-hal yang jauh dari hukum benda dan kasatmata. Penderitaan tokoh Ibu ini disebabkan dua hal yakni kehilangan sang suami dan ³kehilangan kedua kalinya´ sang suami. Sakit pada hati sampai mati. wajah penuh luka jahitan. yang menjadi sudut penceritaan. Barangkali. (hlm. Kehilangan inilah yang membuat tokoh Ibu ³terpaksa´ menjalani profesi sebagai wanita panggilan demi membesarkan . Sementara tokoh anak (Aku). dalam hubungan dengan cerita kehilangan dan kemunculan tokoh Ayah. yang ingin dikemukakan: Sakit pada tubuh bisa diobati.4. kata itu makin sayup dan tak terdengar lagi «(hlm. 30) Garis relasi antara tokoh Ibu dan Ayah merupakan pemicu utama tema utama cerita meski tokoh Aku yang menjadi pembawa atau punggawa alur cerita dan hubungan atau interaksi antara tokoh Aku dan Ibu yang terbanyak menyita porsi kisahan cerita. Pedih dan perih ini terasa sekali berfokus di tokoh Ibu yang mengalami langsung dari jarak dekat peristiwa ditinggalkan orang terkasih tersebut. yang menyerupai sulaman bordir asal jadi dan bermotif sulur di tangan pemula. Wajah lelaki itu mirip boneka kain kanak-kanak yang terlalu disayang. Kehilangan pertama kalinya terjadi sebagai akibat sebuah peristiwa atau lebih spesifiknya huru-hara sosial-politik yang membuat tokoh Ayah tidak bisa kembali ke tengah-tengah keluarganya karena sudah berada di luar negeri (tempat yang aman guna menyelamatkan diri dari peristiwa sosial-politik yang terjadi itu).. tokoh Aku terlihat tidak terlalu terguncang secara kejiwaan. atau setidaknya sari cerita. meski sudah kumal dan koyak-moyak tak dibuang ke tong sampah.ia kurang berminat mendengar ocehan prajurit cengeng ini. berbeda sekali dengan psikologis tokoh Ibu. 13-14) 3. Ayah. Tetapi. terlihat sudah cukup berjarak secara emosional dengan bapaknya karena sejak kecil dia memang hanya mengenal ibunya. Oleh karena itu. Garis tadi menghasilkan pemaknaan tentang kepedihan jiwa seorang istri yang ditinggalkan sang suami yang dicintanya.

putuskan saja. Derita kejiwaan tokoh Ibu pun sebetulnya tetap telah ada meski dengan alasan keadaan sosial-politik sebelumnya. Kenyataan terakhir ini baru diketahui belakangan setelah tokoh Ayah muncul kembali. ³Yang satu ini tidak semudah itu. (hlm. Kesedihan ini terasa bercampur baur dengan adanya sedikit harapan bahwa sang suami akan kembali. lalu mengusap-usap kepalaku. Ada apa? ³Dia akan pulang ke sini. ³Kamu minta cuti kantor saja sehari. Ketika Ibu melamun. Ibu sudah menguncinya dengan jawaban singkat yang umum. aku diambil dari bank. lembut.´ ³Yang ini tidak bisa. Ketika Ibu melamun. 22-23) « ³Kalau begitu. Sekarang Ibu kembali pada kebiasaan lama.´ ³Kenapa?´ ³Dia ayahmu. ia bersembunyi dalam kamar yang tak bisa kumasuki. bisa ditafsirkan pula bahwa rasa kehilangan lebih mendalam diderita tokoh Ibu justru karena tiada kabar yang sekian lama dari tokoh Ayah. Kalimat µI love you¶ cuma terdengar sekali. Di sini sebabnya mungkin bukan sekadar keadaan sosial-politik lagi.´ kata Ibu.´ Ibu menyeringai getir. Kita jemput dia di bandara dua hari lagi. hanya tahu bahwa dia bapak tidak ada. Dulu sering kulihat Ibu melamun.putri semata wayangnya dan menerima takdir bahwa putri yang dicinta itu.´ (hlm. Ibu melamun. tak pernah lagi. tokoh Aku. Aku nggak mau melihat Ibu sedih. dari kehilangan yang pertama ini. Karena kami punya sejarah. Bisa jadi hal ini karena dia sudah menduga kekurangsetiaan tokoh Ayah. Hal ini wajar kiranya dipahami begitu sangat menyakiti hati seorang wanita. Kutipan di bawah ini menunjukkan hal itu: Malam ini Ibu agak dingin. kemudian makin berkurang. melainkan sudah berupa pilihan sikap dari tokoh Ayah untuk tidak sesegera mungkin menemui tokoh Ibu. Sepasang matanya menerawang. ³Siapa?´ ³Lelaki itu.´ Aku tak melanjutkan pertanyaan. 24) . aku seolah ditinggalkan sendiri dan bukan bagian dari dirinya lagi. datar.´ ³Sejarah bisa dihapus.´ Aku cemas.´ ³Ayah? Ibu bilang. dan akhirnya.´ ³Oh «. Namun kemudian.

Pemaknaan seperti ini. kenyataannya kutipan kalimat-kalimat terakhir cerita di awal tadi menunjukkan bahwa tokoh Ibu menderita dan sakit hatinya. hanya menjadi sarana untuk melukiskan suasana derita tersebut dalam konteks keutuhan. mirip rintihan. dan kebulatan sebuah keluarga. Ibu. Wajah pria di hadapanku tirus. Makan malam kali ini kami bertiga. Di saat keluarga menjadi utuh. sekali lagi. Namun. seperti diistilahkan tadi: merobek luka lama. Harapan tokoh Ibu bisa dianggap tetap ada karena. Uban sudah memenuhi kepala. Jasnya kebesarannya. suasana menjadi ganjil. Ibu membeli makanan terbaik dari restoran mahal. Suaranya gemetar. suami tercintanya. sementara tokoh Aku dari kutipan ini kelihatan tidak mempunyai ketertarikan untuk ³menyikapi´ peristiwa tersebut alias merasa biasa-biasa saja. Aku. ³Makan Malam´. seperti ditunjukkan dalam cerita ini. Logika umum bahwa berkumpulnya semua anggota keluarga²orang-orang yang dicintai² akan membahagiakan hati ternyata dalam cerpen ini tidak terbukti. putih. Aku seakan monyet yang terjebak. dengan rongga mata dalam. bisa dilihat dari kontrasnya (kejiwaan tokoh Ibu) dengan sikap tokoh Aku sebagai anak yang tidak pernah berjumpa bapak. dari sudut pandang tokoh Aku²yang telah sangat berjarak dengan bapaknya itu²justru kehadiran dan keutuhan tersebut menjadikan suasana yang tidak sempurna. Inilah Ayahku. Gesekan antara harapan ked atangan lagi dan kekecewaan ditinggal pergi inilah yang mengusik-usik ketenangan hidup tokoh Ibu. dan Ayah. ketika tokoh Ayah kembali hadir di tengah-tengah mereka. Dari cerita didapatkan kesan kebahagiaan hidup tokoh Aku dan tokoh Ibu meski sekadar hidup berdua setiap kali menjalani rutinitas makan malam mereka berdua. Judul cerpen sendiri. Denting sendok garpu saling bersahut. justru suasana semula ini sirna. Tak ada musik klasik. Selain kedatangannya (tokoh Ayah) hanya. ia juga tidak mentah-mentah menolak kehadiran kembali tokoh Ayah. Entah apa permintaan maaf sang suami cukup mengurangi kadar derita sang istri. Bagaimana aku menghadapi pria ini? Kami makan tanpa suara. (hlm. Seperti melengkapi sebuah puzzle dengan benda yang sudah berbeda.Kutipan di atas memperlihatkan ³dinginnya´ tokoh Ibu (sekaligus menunjukkan kebimbangannya) dalam menyikapi kembalinya tokoh Ayah yang telah tiada berkabar sekian lama itu. 28) . Kedatangan sang suami ternyata hanya seperti ³merobek´ lagi luka lama dengan memberi kabar tentang istri keduanya dan dua anak barunya di negeri luar sana. Sementara itu. kehilangan kedua kalinya justru terjadi di saat yang hilang itu telah kembali datang. kegenapan. Ibu dan Ayah tak berani saling pandang.

ya. Seorang cucunya menunjuk-nunjuk panik ke kolam. bicaralah. kok. ini pestaku yang terakhir. seraya mengerjap-ngerjapkan mata yang basah. Saat ia bertemu Mursid di akhir ³pesta terakhir´ diceritakan bahwa ia sudah hendak bercerita tentang pengkhianatan yang ia lakukan ini atau dengan kata lain hendak melakukan semacam pengakuan dosa. soal apa saja. malah cengeng. Sampai ia menjalani usia lanjut dan hingga akhir cerita diceritakan bahwa rahasia pengkhianatan ini belum juga diceritakannya. Umur manusia µkan terbatas« Sudah. seperti begitulah perasaan hati tokoh Kakek Mar ketika terkenang akan sahabat-sahabat seperideologiannya dahulu sewaktu masih muda dan pengkhianatannya atas mereka. aku« Tiba-tiba terdengar jeritan dari arah kolam. Mursid mengelus punggungnya. Sid. Aku yang sakit-sakitan begini nggak pernah kepingin mati. Sid. Ia menuntun Mursid ke sofa. taktahu apa ada dokter yang bisa mengobatinya.4. 31). Aku mau minta maaf. Ia menyambutnya dengan peluk hangat. sudah. Oh. jangan menyumpahi dirimu sendiri. Kamu yang segar bugar. kurus dan ringkih.Dari cerita ini didapat pemaknaan bahwa kebahagian keluarga itu justru didapat dalam ketakutuhannya. 41) atau layaknya daun teratai yang layu dan busuk mengambang di permukaan air coklat keruh (hlm. selamat ulang tahun teman duniaakhirat. Tak urung air matanya terbit ketika Mursid lagi-lagi berbisik. ya. sendu. Namun kepahitan akibat kedatangan itu telah membekas di hati tokoh Ibu dan justru menambah segala beban derita akibat rasa kehilangan sebelumnya. aku mau bicara sesuatu. Untunglah keganjilan tersebut hanya berlangsung sementara lalu berlalu. Mungkin. namun sebuah peristiwa kecil mengganggu terungkapnya rahasia itu dan menggantungkan cerita pada sebuah tanda tanya: apa gerangan selanjutnya? Mursid muncul di ambang pintu. . pikirnya. Tangan Mursid bergetar dalam genggamannya. Ketidakutuhan ini lebih baik dibanding ³lengkap´ namun dengan sesuatu yang sudah sama sekali berbeda. berulang-ulang menyepuh daun dan kelopak bunga-bunga yang tersisa di ranting hingga terlihat makin kusam (hlm. 3. Kini ia mulai menangis terisak-isak.3 Antara Rahasia Pengkhianatan dan Usaha Untuk Menjaga Persahabatan dalam Cerpen ³Pesta Terakhir´ Seperti debu tanah yang beterbangan di taman. Benarkah? Air matanya meleleh. soal yang dulu. Ia ingin membuat pengakuan.

ia merasa sedih. Suatu hari Alma kecil bertanya tentang pekerjaannya. Berkali-kali ia onani saat teman-temannya sudah bergeletakan tidur malam sehabis korve seharian yang menyiksa. Ketika seorang petugas mendekatinya dan menawarkan kerja sama. Nafsunya. bersiap turun menjemput cucunya. 39) Dengan ³melaporkan´ nama-nama kawannya sendiri. Bahkan. Ya. Olala. Ya. Amis lumpur mengelana dalam udara. Mursid tertegun di sofa. Si Sena terjatuh. kata petugas. Seorang pria tua berjongkok di tepi kolam. seperti disentakkan sesuatu di ulu hati. Angin musim panas berdesir lagi dalam ruangan. Dua tukang kebun terlihat buru-buru menggotong tangga. Ia langsung berlari melewati lubang pintu yang terbuka. Dalam sel yang sempit di Salemba dulu. Kakek Mar bebas dari penjara dan selanjutnya berstatus sebagai ³pencatat´ atau ³penjaja manusia´ sebagaimana yang dikatakannya sendiri pada putrinya. apa susahnya? (hlm. Berikut kutipannya. geli. Ia hanya diminta menyebutkan namanama yang dianggapnya sangat berbahaya. Apa sih pekerjaan Papa? Tukang catat. Barangkali dengan menggunakan anggaran rakyat (uang negara). Barangkali pula bisa menjadi semacam pembenaran atas khianat terpaksa yang mesti dipilihnya. berjualan manusia. mana cucunya yang seorang lagi? Ya. (hlm. dengan bekal posisi yang didapat dari pengkhianatan tersebut²dengan tetap meneruskan profesi sebagai juru . Seorang perempuan menghambur ke taman sambil menggendong bayi. Pengkhianatan pada kawan seperjuangan memang berbuah surga duniawi bagi beliau. mereka pernah bertaruh dengan nasib. Tuhan. namun dalam buku rapor putrinya ia menulis: wiraswastra. Kakek Mar akhirnya bisa bersenang-senang ke berbagai belahan dunia. Tukang catat? Ya. Ia tak tahan. terutama. termasuk memberi tanda ideolog pada nama Mursid. Karakter tokoh Kakek Mar yang doyan perempuan dan tiada dapat menahan nafsu birahi berlama-lama menjadi sebuah jalan untuk mendapatkan ³keterangan´ yang diperlukan darinya. berbulan-bulan. toh tinggal mencatat saja? Setelah itu kamu bisa bebas dan kumpul dengan anak-istri. (hlm. 42) Rahasia yang disimpan Kakek Mar adalah pengkhianatan terhadap kawan -kawannya sewaktu dahulu mereka dipenjara bersama gara-gara perbedaan ideologi dengan pemerintahan baru yang melakukan sebuah kudeta merangkak terhadap otoriterianisme pemimpin lama. butuh pelampiasan. Orang-orang dalam rumah riuh. Apa susahnya.Lho. ia setuju. Ia terkekeh. Tiba-tiba. 40) Kebebasan itu pun kemudian menjadi ³gerbang´ bagi Kakek Mar guna melanjutkan petualangan cinta (seksual)-nya. tokoh Alma.

Tapi. terlebih lagi ³sahabat dunia-akhiratnya´ Mursid. ia kehilangan jejak. Ia ingin membaca ulang daftar tamu. Meski begitu. setulus mungkin. juga kawan-kawan lamanya yang lain. ia langsung menawarinya bekerja di sebuah kantor pemerintah. jumlah yang cukup untuk membeli beras dan lauk pauk di pasar. ya sama Om Mursid? Oh. Di pesta ulang tahunnya. Di tengah-tengah kehidupan serba susah yang dijalani Mursid. merasa kurang nyaman mendengar julukan itu. tanya Mursid. daftar nama para tamu yang ditulis Alma. Ketika putra sulung Mursid tamat sekolah menengah. Alma tak segan-segan mengirim masakan pada keluarga sahabat Ayahnya itu setiap minggu. entah mati. Bagaimana kamu bisa punya koneksi di sana. Ia tersenyum kecut. 39) Meski dilukiskan sebagai seorang pengkhianat pada teman-teman seperjuangannya. balasnya. Namun ternyata status sebagai seorang pengkhianat ini tidak membuat Kakek Mar melupakan kawan-kawan lama yang dikhianatinya itu. Nak. Kasman. Berikut kutipannya: Papa sayang sekali. apa boleh buat. lalu diraihnya sehelai catatan dari situ. Yusmin. yang diisyaratkan pengarang cerita sebagai pesta terakhir bagi kakek ini. Mar. Hartono mati ditembak. Ia terlihat terus berusaha menjalin hubungan dengan mereka sembari tetap memelihara sebuah rahasia yang mungkin akan mengoyak-ngoyak hubungan mesra itu. tentu. Tiap bulan dikirimnya wesel ke alamat sahabatnya. Ia sendiri rajin menyantuni Mursid yang tak punya mata pencarian tetap selama puluhan tahun ini.catat²dia bisa membantu mencarikan pekerjaan di lahan ³basah´ bagi anak Mursid (sahabat yang dikhianatinya tetapi tetap terus ditemaninya). dia mengundang semua teman-temannya dulu yang kebetulan masih bernyawa dan beruntung belum mati karena pengkhianatan dan nafsu birahinya. pada Mursid dia mengaku atau berbohong bahwa ³rezeki´ itu didapat berkat bantuan menantu adiknya. disusul Arsyad. ya. Bukan koneksi. terheran-heran. sudahlah. tapi kebetulan menantu adikku sudah berpangkat tinggi di situ. Apakah Alma sudah mengundang semua sahabatnya? Ditariknya laci meja. Nama Mursid berada di urutan pertama. Akibatnya. tentu. Ali« Lima orang. Setelah Arsyad. ternyata . ya. Dua lagi tinggal kenangan. Kami sudah melewati banyak suka-duka bersama. entah hidup. (hlm. dikarenakan bekas dan berkas status ideologi politik yang melekat. berulang-ulang berucap bahwa ia benar-benar sahabatnya dunia-akhirat. Kakek Mar justru hidup berkecukupan atau berlebihan berkat pilihan menuruti kehendak nafsu birahi yang dahulu dipilihnya. Mursid memeluknya. berturutturut tercantum nama Hendro. ah.

Perempuan itu merasa percuma sudah menyiapkan banyak makanan. Bagaimana Om Hendro. Ia menggeragap. Tuhanku. Papa. sama Om Arsyad? Coba kamu telepon mereka. Kepalanya mulai pusing dan perutnya mual lagi. Dada sesak. meninggalkan rasa tersengat dan perih di pori-pori. Pa. biar kita suruh sopir yang jemput? (Alma mengangkat bahunya. Ia berjalan tenang ke wastafel. Terus « bagaimana yang lain. Istrinya baru saja telepon. Alma tiba-tiba muncul di ambang pintu.Kakek Mar juga ditampilkan dengan sisi kemanusiawiannya. Ia merasai kembali angin musim kemarau. Namun kemunculan berkali-kali teks yang menggambarkan gangguan kesehatan pada Kakek Mar bisa dianggap menunjukkan sesuatu beban yang melanda Kakek Mar. ya. Katanya. yang bertiup kering dengan tajam ke dalam ruangan. mereka µkan nggak punya telepon. Nak. ia juga tak bisa datang. Oh. Kakek Mar juga terkenang akan sahabatsahabatnya yang telah tidak ada di dunia ini. Rumahnya memang jauh dari sini. Liver. membasuh wajahnya dengan air dingin yang mengalir. dia dilarikan ke gawat darurat. 40-41) Beban dari dosa pengkhianatan yang dilakukannya yang berjalan seiring dengan kasih sayangnya yang tulus pada sahabat-sahabatnya merupakan sebuah fenomena kemanusiaan yang menarik untuk dimaknai dari tokoh Kakek Mar. Perhatikan kutipan berikut: Angin panas mengusap kulitnya lagi di ruangan ini. ya. Ia kebetulan belum ada uang.) Om Mursid sudah janji datang. Kakek Mar menjadi sedih sekali sebagaimana sedihnya dia mendapat panggilan sahabat dunia-akhirat dari Mursid. bagaimana ini? « Ia merenung-renung. Kenapa dia nggak bilang dari kemarin. Sewaktu Alma mewartakan ketidakdatangan sahabat-sahabatnya. aduh« aduh. Kakek Mar digambarkan sehat wal afiat secara fisik. Sebagai seseorang yang berhasil lolos untuk hidup makmur dan sejahtera. Ya. Aduh. (hlm. Ia melihat debu tanah beterbangan di taman« « Sendi-sendi tulangnya tiba-tiba terasa lemas. Om Ali tak bisa datang. . Selain tetap menjalin hubungan dan berusaha membantu sahabat-sahabatnya. menyalakan kran. kecuali Mursid. Papa. Al? Om Yusmin bilang. Selamat ulang tahun saja buat Papa.

dia terlihat lebih mudah untuk menyayangi dari pada memelihara benci. kok. seperti saat melarang Alma kecil bermain air hujan) Jangan ngomong begitu. sehingga kemarin tergopoh-gopoh mengantarnya ke dokter. Meski begitu. Barangkali seperti derai-derai cemara. Musik bertempo cepat dari radio mobil membuat kepalanya makin berdenyut. dosa tersebut secara laten tetap mengendap dan menghantui sisi lain kemanusiaannya. Siapa tahu ada yang memberatkan pikiran Papa. yang mendorong Kakek Mar untuk hendak melakukan pengakuan dosa pada sahabat terdekatnya Mursid di akhir cerita. Apalagi sebagai seorang manusia dengan karakter berorientasi senang dan bahagia. Kemarin Papa habiskan jeruk manis sekilo sendiri. chacha. baiklah kalau begitu. kata dokter itu pada Alma. ne. Gaya hidupnya yang berorientasi hedonis barangkali membuat dia berusaha untuk tidak menjadikan rasa bersalah itu membebani dirinya dan mengganggu kesenangan-kesenangannya. Papa harus banyak minum dan makan buah segar. Oh. Seorang pria tua berjongkok di tepi kolam. bersiap turun menjemput«(hlm. 34-35) Bisa diduga. ya. Mungkin Papa banyak pikiran. Perubahan cuaca memang sering mengagetkan tubuh. Al. snut. senang. kok. dia tetap bisa disadarkan bahwa dia seorang pendosa. Ne. . akhir cerita digantungkan. Mbak. perasaan bersalah yang bersifat kebatinan (bukan fisik) inilah yang tengah melanda Kakek Mar. ne. snut« Urat kepala bagai dawai dipetik. 42). Kepala Papa pusing sekali. ne.Musim kering ini hanya membuat kepala pusing dan perut mual. lho. Perasaan berdosa itulah. balas Alma. Hasilnya? Bapak sehat. Papa sudah banyak minum dan makan buah. terima kasih. Namun secara kurang ia sadari pula. Di samping itu. Mereka kembali ke mobil dan melaju di jalanan yang panas dan macet di siang terik. Tanggo. berkat karakter ini. (hlm. Snut. judul ³Pesta Terakhir´ bagi cerpen ini bisa dianggap memberi pemaknaan tersendiri untuk menafsirkan maksud penggantungan di bagian akhir tersebut. Pa. buat apa memikirkan yang menyedihkan hati. Dalam perjalanan. ne « (Ia gerakkan telunjuk kanannya. yang sebelumnya semata diakui di dalam hati. meski pada akhirnya. Mungkin. Inilah sisi positif manusia dengan karakter seperti tokoh Kakek Mar. Siapa bilang? Orang seumur Papa ini µkan harus menikmati hidup yang sebentar lagi. secara kurang disadari. ada yang belum terucapkan di saat akhirnya berserah. Tolong matikan radionya. ne. ia merasa pusing dan mual lagi. Siapa tahu. salsa« mulai ia jauhi. Alma sangat khawatir. ditambah udara memang panas sekarang ini.

Benyamin yang terhormat ini mungkin tidak menyangka akan bertemu lagi dengan banci yang semalam ³dipakainya´ untuk menumpahkan hasrat birahi.´ kisah Ben. ia mengelus-elus rambut pria itu dan menyanyikan lagu-lagu nostalgia yang digemari pria seusia Ben. Mungkin. di pagi yang dingin menusuk tulang di bulan Juni. Semula ia berharap Benyamin menjadi yang terakhir.4 Seorang Waria yang Dilukai Hatinya dalam Cerpen ³Balada Hari Hujan´ Dalam udara yang dingin dan cuaca hujan yang seperti tidak henti.4. Ia memang mencintai pria itu. (hlm. ³Anak-anak hanya datang pada hari raya. Di saat mereka sesaat ³bercinta´ semalam. setelah itu kami jadi orang asing lagi satu sama lain.3. tokoh Ia bertemu lagi di kafe tersebut dengan lelaki sok nigrat ³langganannya´ semalam yakni Benyamin G. Pria yang menerima segala kekurangannya itu bersedia mengawininya dan ia akan merawat Ben dengan baik. setulus hati. 62-63) . setia mendengar keluh kesah Ben tentang anak-anak yang satu demi satu meninggalkan rumah untuk berkeluarga dan tak lagi peduli pada ayah mereka yang sendirian. kembali mengurus diri sendiri. sekadar bermaaf-maafan. sampai sang kekasih lelap dan mendengkur. Lelaki tua ini datang dengan istrinya yang dari cakapannya pada tokoh Ia (yang menggunakan panggilan jeng) memperlihatkan bahwa tokoh Benyamin dan istri resminya ini memang orang-orang terhormat yang berlabel ortodoks ninggrat. Hidup ini hanya kesialan bagi orangorang tua. ia datang bersama istri yang dari tutur katanya yang sopan menunjukkan mereka merupakan orang -orang yang berstatus terhormat. tokoh Ia dalam cerpen ini melaksanakan rutinitasnya. setelah menderita kanker ganas bertahun-tahun. Istri Ben hampil meninggal sepuluh tahun lau. Lebih sialnya. tokoh Ia sempat dibuai oleh harapan bahwa Benyamin yang terhormat ini akan menjadi kekasih terakhirnya dan bisa mengakhiri petualangan cintanya dari satu pria hidung belang ke pria hidung belang lainnya. Benyamin mengaku sebagai pria kesepian yang sudah ditinggal pergi oleh anak-anaknya yang masing-masing juga sudah berkeluarga dan juga telah ditinggal mati oleh sang istri tercinta. Di sebuah restoran langganan²yang kata cerpenis cerpen ini merupakan satu-satunya kafe di kota dalam cerpen ini yang buka di pagi hari²tokoh Ia memakan makanan rutinnya yakni semangkok bubur ayam istimewa dan separo gelas coklat panas. Tapi siapa sangka. Kedatangan Benyamin dan istri ini sangat membuat sedih hati tokoh Ia karena kedatangan mereka itu membuka sebuah tabir rahasia yang bisa sangat mengecewakan hatinya. Seperti biasa. Setelah mencari ³nafkah´ di malam hari. saat berbaring di pangkuannya. tokoh Ia menjalani rutinitas lain yang juga tidak kalah manusiawi: sarapan.

lurus-lurus dan berani.Namun tidak dinyana. Ada inisial ³BG´ di sudut saputangan tersebut. Berapa lama ia bisa bertahan di dunia semacam ini? Hujan masih menyambutnya di luar kafe. Langit abu-abu tua. Ada dua komposisi batuk sekarang. Payung ungu itu mengembang lagi. Benyamin tega berdusta. meski dalam cerita.) secara khusus. memasang jerat untuk menaklukkan wanita. Dengan teknik penceritaan yang cukup menegangkan serta agak mencengangkan. Ternyata lelaki tetap saja lelaki. bersahut-sahutan. Ia tiba-tiba tersedak dan mulai batuk-batuk. tokoh Ia merasa dibohongi oleh kakek yang satu ini. 63) Perhatikan penggunaan kata menaklukkan wanita di atas. yang sama-sama sumbang. samar-samar. terbuat dari sulaman benang biru. Wangi musk bercampur kayu cheddar juga masih tertinggal. tak peduli tua atau muda. jijik. Mereka sangat pintar mengarang cerita sedih. Ben bahkan tega membunuh istrinya sendiri. Ia merasa puas dan menyungging senyum lebar. Ia rapatkan kerah- . yang dilakukan pengarang. kemudian dibekapkannya pada mulut yang bising. lalu hinggap di mangkukmangkuk bubur mereka.) serentak menoleh ke arahnya. Sebuah kemarahan yang berujung kesedihan. Suara batuk keris yang khas pun terdengar menimpali batuknya. seolah mengisyaratkan betapa telah mewanitanya tokoh Ia yang sejatinya pria ini. Ia sungguh kecewa. Hiiiiiii «. kaget. Virus influenza bisa saja beterbangan di udara. pengarang cerpen ini mempertemukan tokoh Ia dan Benyamin dan istrinya²yang masih hidup ternyata²di pagi harinya di sebuah kafe. Jalan yang basah menyambut langkah-langkah kaki yang menggigil. Secara fisik-psikis bisa diduga perasaan terluka itu spontan mampu untuk memancing reaksi tubuhnya. Tak siasia. sebagaimana bisa disimak dengan sangat nikmat lewat penutup cerita berikut ini: Ia ingin pulang dan menenangkan pikiran. Sepasang mata tua itu mendelik. Terang saja. dan ngeri. 63-64) Sapu tangan berinisial ³BG´ pemberian Benyamin yang dijadikan pengelap ingus tokoh Ia yang terbatuk-batuk tersebut seolah menjadi sebuah simbol bagi muntahan kemarahan tokoh Ia terhadap Benyamin. Sorot mata mereka mengisyaratkan rasa terganggu. (hlm. Pilihan kata seperti ini. Hari yang cukup berat di antara puluhan ribu hari yang sama kembali berlangsung. Kini sehelai sapu tangan mulai dikeluarkannya dari rongga tas tangan. Pasangan muda-muda maupun manula (Benyamin dan istri-pen. Ia membalas tatapan si pria tua (Benyamin-pen. keperihan. (hlm. Sensitifitas jiwa perempuan dalam tubuh lelaki tokoh Ia terang saja sangat terguncang dengan kenyataan pahit dan menyakitkan ini. dan kepedihan.

dan bibir hitam terbenam di kepala yang kecil. Tapi. Hanya matanya yang sering berbinar melihat orang datang. Saat ia tertawa terlihat gigi-gigi yang tak rata. Liza. 64) 3. Ia merasa hidup begitu sepi. Angie. atau lebih tepat lagi. melainkan kisah tentang kepedihan. seperti warna langit hujan. Ia senang dikunjungi dan cepat-cepat menyuguhkan air putih serta bijur rebus atau buah keremunting yang hitam-manis pada tamunya. ia jarang tertawa. menahan udara dingin. dan yang Tersisa Darinya dalam Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ Ia merasa ikatan hidupnya dengan pulau itu berangsur-angsur punah (hlm. ya. Sophia« tunggu aku.4. bagaimana akan dipahami segi keindahan seperti yang umum dilekatkan pada label kesusastraan? Namun ternyata dalam cerpen ini. Segala Kenangan. Ketika si penjaga kebun meninggal dan jenazahnya dimakamkan. 87). langsung mengarah-arahkan pada Si Penjaga Kebun. Mungkin. dan kerak nikotin menempel di celah-celah gusinya. (hlm. Jasmine. Si Penjaga Kebun. Sepasang mata yang sipit. tapi tak bisa. begitu asing. Tapi ini bukan kisah tentang kerajaan. Perhatikanlah empat kalimat pertama kutipan di atas. Hidup sendirian di tengah kebun tentu sebuah pengorbanan. Suatu waktu disempatkanlah oleh tokoh Halifa pulang ke ³tanah´ airnya. Sejauh manakah kenangan akan rumah baginya masih membekas? Di kampung halamannya ini. Ia mencoba bersenandung.5 Kampung Halaman. dinyatakan bahwa Si Penjaga Kebun ini menjadi begitu berharga bagi Halifa. Halifa bertemu lagi dengan salah satu bagian dari masa lalunya. keluarga pemilik kebun. Dengan narasi yang terlalu ³jujur´ tersebut. ratu dari dunia yang abu-abu. Air mata mulai mengembang di balik kaca mata hitam ala Sanborn. Pada orang yang dipanggil Atuk oleh Halifa inilah cerita memusat. Cerpen ini bercerita tentang kunjungan pulang ke rumah seorang gadis perantau bernama Halifa yang sudah lima belas tahun tidak sempat pulang karena sibuk bekerja mencari nafkah di perantauan. kita dugem sampai pagi! Di diskotek itu pula ia dinobatkan sebagai ratu waria. Mella.kerah mantelnya. nanti malam ia akan menghibur hatinya yang sedih di sebuah diskotek di jantung kota bersama teman-teman senasib. Halifa telah kembali ke tanah . (hlm. yang terletak di sebuah pulau kecil. hidung pesek. ompong. Demikianlah bunyi kalimat terakhir cerita dari cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ ini. 77) Demikianlah narasi paragraf pertama pembuka cerpen ini. Halifa masih ingat wajah lelaki itu.

Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. Ia merasa ikatan hidupnya dengan pulau itu berangsur-angsur punah. juga telah punya kesibukan tersendiri di tanah rantau. Lima anak yang lahir sebelumnya harus menanggung penderitaan. yang selama ini belum pernah diketahuinya. Sebab itu. (hlm. 84) Namun ada sesuatu hal yang membuat hubungan Halifa kepada Si Penjaga Kebun lebih kuat lagi. (hlm. Tinggal ibu bapaknya yang tengah menikmati masa pensiun di hari tua. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. terutama hidupnya yang sendiri. Ternyata pikiran yang kalut membuat si perempuan telah mengunci gubuk . Apalagi orang tua ini memiliki nilai historis baginya dan pernah menarik perhatiannya karena kesendiriannya. sang suami meninggal dunia akibat tuberkulosa dan sang istri meninggalkan gubuk kecil mereka dengan lima anak kurus meringkuk lapar di dalamnya. dan di tempattempat baru yang pertama kali dikunjunginya.rantau. Lelaki itu akhirnya mengungkap kisah yang mengguncang Halifa. 87) Kepulangan Halifa dewasa ke ³masa kecilnya´ tentu saja menghasilkan situasi yang telah banyak berubah dari masa lalunya itu. Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun. Ia cuma mengirim doa. Mereka tak sanggup membesarkan bayi itu lantaran kehidupan yang sulit di masa Jepang. Ada sebuah rahasia. di kamar kontrakan. (hlm. Namun. keberadaan Si Penjaga Kebun menjadi cukup penting bagi Halifa. Untunglah ada orang yang lebih mampu bersedia mengurus bayi mereka yang baru lahir. Suatu hari ketika perempuan itu kembali untuk memastikan anak-anaknya telah diambil orang. Sudah lama Halifa tak pulang. Sementara Malida. lelaki itu menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga. di kantor. ia menemukan lima mayat tergeletak di lantai tanah dan telah membusuk. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan. 77-78) Kakek dan nenek Halifa telah lebih dahulu berpulang ke ³tanah´. belakangan baru diceritakan Si Penjaga Kebun sewaktu Halifa mendatangi pondoknya. Sepasang suami-istri merelakan bayi mereka yang baru berumur dua hari untuk diangkat anak oleh keluarga lain. Berminggu-minggu anak-anak tersebut ditinggalkan ibunya yang berharap ada orang kampung datang dan menyelamatkan mereka. di bus. Tentang sebuah keluarga yang tercerai-berai. Selang beberapa minggu setelah putra bungsu mereka diserahkan. adiknya. Namun.

Sekadar memberi pengetahuan dengan jalan lain yang barangkali dipikirnya lebih elok dan yang terbaik. terutama hidupnya yang sendiri. Betapa terenyuh Halifa menyikapi kesendirian Si Penjaga Kebun. Sebelum meninggal. tapi katanya dia tak punya keluarga lagi. 86-87) Pada akhir cerita ini Halifa baru tahu bahwa dia dengan Si Penjaga Kebun tersebut ternyata adalah saudara. Hubungan mereka ternyata bukan sekadar antara anak majikan dan orang upahan. Kata ayah. 84) Rupanya kakek Halifa tidak pula membuka rahasia tersebut sebelum wafatnya. kakek berpesan agar ayah memperhatikan nasib penjaga kebun dan tak boleh menyia-nyiakannya. (hlm. ³Dia turut menyaksikan jatuh-bangun keluarga kita.´ Lelaki itu mulai sakit-sakitan lantaran usia tua. Ayah dan ibu telah memutuskan pindah ke pedalaman. Halifa terdiam. Ayah telah menjalankan wasiat kakek. tidak tahu cerita ini. Namun wasiat kakek Halifa pada ayahnya tersebut lebih menguntungkan penafsiran bahwa beliau memang tahu tapi mengambil keputusan untuk tidak memberi tahu. Setelah itu ia benar-benar senyap dari muka bumi. Bahkan Ayah Halifa sendiri. Barangkali pula memang ada kemungkinan kakek Halifa memang tidak mengetahui. Beberapa hal berikut ini juga menunjukkan kesan Halifa yang begitu kuat pada Si Penjaga Kebun: .dari luar. Putra bungsu suami istri yang malang tadi adalah ayah Halifa. Mereka larut pada kegetiran masing-masing. Dia sudah ayah minta istirahat dan kembali pada sanak-saudaranya. Barangkali. tapi tetap bertahan dalam kebun mereka. Lelaki tua yang bercerita ini adik kandung dari pihak istri. Orang-orang kampung melihatnya berlari kencang ke dalam hutan sambil melolong. Anak-anak itu terkurung di sana. mendirikan rumah di kebun pusaka kakek. begitu pula si penjaga kebun. Ayah suruh tinggal di rumah ini. Ayah sudah menganggapnya keluarga. bukan dengan yang lain-lain. dekat perkampungan orang-orang Tionghoa. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. Perasaan Halifa pada Si Penjaga Kebun inilah yang menghadirkan segi keindahan tersendiri bagi cerpen ini. Perempuan itu tak sadarkan diri dan saat siuman ia sudah lupa pada siapa pun. tanpa mampu berteriak minta tolong. (hlm. Apalagi jika dihubungkan dengan ingatan Halifa ketika suatu kali ia mendengar ayahnya pernah menyuruh Si Penjaga Kebun untuk istirahat dan kembali pada sanak saudaranya tanpa dia sadari bahwa dialah sanak saudaranya itu. ia mati dimangsa ular atau buaya yang menghuni sungai. dalam cerita. dia memilih tinggal di rumah kebun. Pantaslah kiranya akhir cerita² sebagaimana sudah dikutip sebelumnya²membentangkan dan menonjolkan hubungan erat antara Halifa dengan Si Penjaga Kebun.

79) Selain tentang Si Penjaga Kebun.´ katanya pada Halifa kecil. ia akan berjanji menyampaikan pesan. ibunya. Berikut kutipannya: Seringkali sepulang sekolah. Yu Sur. rambut lelaki itu sudah memutih dan kerut-merut usia tua makin nyata. (hlm. berlari ke pantai untuk mencari kulit-kulit lokan dan siput. ³Biar gembur. Halifa tersenyum-senyum bangga. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. belajar beranak-pinak. Orang-orang itu yaitu kakeknya. mata orang yang mau menolong. Bila ada yang ingin menemuinya. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. setelah bertukar pakaian dan makan siang. Mungkin. ia akan tunjukkan jalan. Kadangkala lelaki itu mengeluarkan suling dari tas resam dan memainkan lagu-lagu berirama Melayu. Daya ingatnya pun mungkin sudah menumpul. Bila kalian ingin bertemu tuannya. Itu galibnya perkembangan manusia. yang punya kebun. ia dan adiknya. Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. 78) « Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. Matanya tak pernah menyorot garang. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. mengeluarkan binatang-binatang tadi dari dalamnya. dia terkenang kepada sebuah peristiwa lucu. dalam cerpen ini juga dikisahkan kenangan Halifa pada orang-orang lain dalam keluarganya sendiri. Bila ada yang tersesat. bisa jadi obat sepinya. Dengan Nenek dan Malida. lalu renta dan pikun. Hembusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. semacam pengumuman. (hlm. neneknya. tanah perlu makan. lalu memacu mereka . Mang Cali dan adiknya Malida. Halifa kecil tak urung bersiul-siul senang menimpali tiap nada yang berasal dari lubang-lubang suling si penjaga kebun.Barangkali. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. Ia menyiangi lalang dari tanah kebun. Ia punya radio transistor yang bisa menangkap siaran dari Malaysia. mengikat kaki-kaki tajam-lancip tersebut dengan benang. dari bayi merah. ayahnya. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang. Ia kini tumbuh jangkung dan manis. ikuti saja aroma itu. Tanah rantau telah membesarkan otot-ototnya lewat kerja. Apa pendapat lelaki itu saat melihatnya sekarang? Ia bukan lagi Halifa cengeng dan manja dulu. menabur kotoran ayam dan kambing di atasnya. Apakah masih juga dikenakannya topi kebun dari kain belacu lusuh itu? Mata sabitnya yang berkilau saat terayun ke batang lalang dan semakbelukar seakan hadir di depan mata. meluaskan pikiran penghuni pulau kecil itu dengan pahit-getir pengalaman. Malida. Mereka biasa menemukan umangumang yang menghuni bekas rumah-rumah siput. Radio model lama berbentuk roti bantal itu warisan kakek Halifa.

³Kau yang punya lubang kunci dan jangan biarkan anak kunci masuk ke situ. (hlm.4. untuk mengajak orang-orang melawan kaisar lalim (hlm. beserta istrinya Elia dan mengirimkan putrinya ini bersekolah ke Jawa.berlomba lari.´ kata ayah. Ayah mengirim Halifa merantau setamat sekolah menengah pertama. Di sela-selanya ada yang tersembunyi dan menambah manis kenangan ini. 3. putri mereka. Hanya dari hubungan Halifa dengan orang-orang tercintanya itulah tema utama cerita ini terintensifikasi. putrinya. Namun apa daya. memang telah taktampak lagi di depan kedua bola matanya tetapi akan tetap hadir pada mata hati. lagi. Jangankan berharap Paula menjadi orang yang sukses dan terlihat terhormat di negeri ini. (81-82) Dia juga terkenang pada sebuah petuah bijaksana dari neneknya. Nenek selalu mengomel panjang-pendek melihat kelakuan cucu-cucunya yang nakal. Dia juga terkenang pesan bijaksana ayahnya saat dia akan berangkat merantau. Keluarga. dengan pendidikan yang lebih tinggi. sebuah ³kesalahan´ telah dilakukannya. 132). ³Biar kau temukan nasibmu sendiri dengan berjuang di rantau. Harapannya. dan tidak lagi ditinggali. tokoh Aku dalam cerpen ini membesarkan Paula. nanti di neraka kau dibuat begitu pula oleh mereka. Paula akan bisa menjadi orang sukses yang tidak hanya bertoko kecil sepertinya melainkan mempunyai toko besar sebagai pengusaha sukses dan kaya raya. telah menyisakan sejarah atas masa lalu. tapi perlahan-lahan ia paham. Seperti yang dituduhkan tokoh Elia.´ lanjut ayah. Halifa terkenang masa-masa sulit ketika perusahaan tempat ayahnya bekerja ditutup. ³Pulau kecil membuat pikiran juga tak seberapa luas. 83) Dengan ayahnya. ³Jangan kau siksa binatang. orang-orang yang dicintai dan mencintainya.6 Mencintai Buah Hati yang Diam-Diam Telah ³Pergi´ dalam Cerpen ³Makam ke Empat´ Dengan sebuah toko tembakau kecil di sebuah pulau kecil dan desa yang juga kecil dus terpencil. 83) Terhadap tokoh-tokoh lain penceritaan tidak dilakukan dengan intensif benar. agar ia sebagai perempuan bisa menjaga diri di negeri orang.´ Halifa sempat terbahak. Nenek memberi nasihat tentang menjaga diri. Wajar kiranya seorang tua berharap hal yang bagus-bagus dan indah-indah bagi seluruh keluarga dan turunannya. (hlm. ia malah menjadi .´ Apa iya? Mereka µkan begitu imut. kebiasaan tokoh Aku membacakan kisah-kisah silat Kho Ping Hoo diduga telah memotivasi Paula. Kampung halaman yang telah sekian lama ditinggal pergi. Sebuah cita-cita yang mulia khas orang-orang tua.

³Aku juga tak akan menyebut-nyebut nama kalian kalau ada apa-apa. sigaret terasa kurang tajam. katakan saja Papa dan Mama tak kenal. Rasanya beragam. Tiga kali. pelan. Biarkan bangau terbang. Jangan kasar . Tetapi. bisikku.´ balasnya. Ia hanya menggeleng atau menunduk. kemudian dirobek-robek. Istriku segera memperoleh firasat buruk. tak acuh. Istriku menangis seharian. Malam itu Paula tak mau bicara. Paula memilih jalannya sendiri. Aku juga menjual cerutu bermutu sedang sampai mahal. anak kami satu-satunya. Ada yang murni. Tak kenal bagaimana? Kamu adalah putriku. Perasaanku tak enak. Istriku menangis. Katanya.´ jawabnya. ³Kamu melakukan apa. Paula menatap aku dan ibunya silih-berganti. Apakah ibuku sedang berbenah? Setahuku ibu selalu hadir tanpa suara. Aku sangat berharap putriku mau bicara. Kami mendengar suara-suara dari atas loteng. termasuk membiayai kuliah Paula di Jawa. ia sengaja pulang diam-diam dan masuk ke rumah lewat pintu samping yang tak dikunci (istriku kadangkadang ceroboh. ibu. Toples-toples kaca berisi berjenis tembakau berderet dalam rak kayu. kata ibuku. ³Dikejar pacar?´ Wajah Paula justru menegang. kilahnya). Namun. Tetapi. Nak?´ Bibir Elia bergetar. Bersama-sama kami mendaki tangga dan diam-diam menempelkan telinga di daun pintu. Tiga ketukan untuk permulaan. datar. Kubiarkan ia meraih ilmu setinggi langit. Di desa ini orang-orang seusiaku senang mengisap tembakau rajangan yang dibungkus kertas marning. menyeberang naik kapal pertama. Aku terpaku. Lagipula di desa kecil ini.´ ujarnya. membekas sampai dewasa. Elia melarangku memaksa Paula. Bukan. ia pernah mengejutkan aku dan Elia. mengapa harus jalan itu? Elia sempat menyalahkanku. ³Kalau ada orang asing ke sini dan menanyakan aku. kamu sudah pulang. bukan. Mengapa harus pulang diam-diam. tak pernah ada orang yang kehilangan.sosok yang dicari-cari karena kemungkinan aktifitasnya memberontaki sistem dan melawan penguasa. tak minta dijemput? Dari mana ongkos pulangmu? Bulan lalu. Elia juga sependapat. Ada yang campuran. 126-127) « Suatu malam. katanya. Ibu datang dalam sunyi. Tak berapa lama muncul raut mungil putriku. tapi selalu ada. Aku ingin ia menjadi pengusaha besar. Pagi-pagi ia meninggalkan rumah. Benarkah? (hlm. bukan pemilik toko kecil sepertiku. Bagiku. aku terlampau sering membacakan kisah-kisah silat Kho Ping Hoo pada anak kami dan sepak-terjang pendekar yang hebat membuat kanak-kanak terpikat. Toko ini pula yang telah menghidupi keluargaku. Kata Paula. Kami menguatkan hati untuk mengetuk pintu. ³Aku sedang dikejar-kejar orang. Kubalas dengan bergurau. Pembelinya tak sebanyak tembakau rajangan. Terdengar laci-laci meja ditarik dan kertas-kertas disibak. air tanah yang kau minum rupanya menentukan jalan hidupmu.

Kalau itu sudah tercapai. Paula. Aku terbahak-bahak. Apakah ia sudah punya pacar? Suatu kali ia mengagetkanku dengan pernyataan seram. Aktifitas inilah yang membuat Paula dikejar-kejar ³orang´ bukan dikejar-kejar pacar sebagaimana normalnya diharapkan oleh masyarakat yang tertib dan tunduk-tunduk saja pada apapun kemauan penguasa-penguasa lalim yang otoriter. ketika pada akhirnya seorang kawan Paula memberitahukan perihal menghilangnya Paula. Papa jangan harapkan aku menikah. Elia protes lagi. tokoh Aku dan Elia masih berusaha mencari-carinya. Baiklah. ia memunggungiku (hlm. (hlm. Ia terkekehkekeh. Ia terdiam sebentar. Dua orang sederhana ini tentu tidak mengerti apa ³maunya´ putri mereka. Setelah diupayakan namun tidak bertemu. kemudian menggamit lenganku. Aku juga tak mau disebut diktator. Ketika suatu kali tokoh Aku pernah mencoba bergurau lagi menyinggung persiapan seorang pacar bagi dirinya. Para kaisar biasanya diktator. Hah? Dulu Papa dan Mama menikah dengan modal dengkul. 123). 131) Barangkali hal inilah yang membuat Paula tidak mau melibatkan kedua orang tuanya. Dengarkan Papa. Apa peristiwa yang dihadapi oleh Paula. aku dan temanteman sedang berupaya agar setiap orang bisa hidup makmur dan aman. Inilah yang di awal cerita sempat dimetaforkan secara sarkastik lewat klausa namun. tokoh Aku mulai tahu aktivitas putrinya. Aku bukan kaisar. tokoh Aku dan Elia. Makam itu merupakan tanda bahwa mereka bagaimanapun harus menerima kepergian atau lebih tepatnya kehilangan . barulah tokoh Aku menggali makam keempat²sebagaimana judul cerpen ini²bagi arwah putrinya yang jasadnya tidak tahu dimana rimba. (hlm.padanya. Ia putri kita satu-satunya. bisiknya. kataku. baru pada akhir cerita. Nak. sepertinya halnya kedua orang tua Paula. karena pernikahan itu cuma cocok untuk orang-orang kaya. tokoh Aku tidak pernah tahu. Kamu bukan tukang sulap. Berikut kutipannya: Ia kini sudah dewasa. aku akan kawin. Hal seperti inilah yang membuat tokoh Aku semakin merasa asing pada putri tunggalnya yang dengan bersusah payah dinafkahinya kuliah ke Pulau Jawa itu demi mencapai kesejahteraan dari segi ekonomi. Ya. Paula pernah memberikan jawaban yang sungguh mengagetkan dan barangkali sangat terdengar utopis di gendang telinga tokoh Aku yang awam kebaruan wacana. 127-128) Kata jalan itu sebagaimana yang dikutip di ataslah jalan yang dipilih Paula: mengajak orangorang melawan kaisar lalim. sudah. Aku memilih diam. Jangan kau bawa-bawa kisahkisah silat itu. Ketika pada akhirnya mengetahui kemungkinan kematian putri mereka dan kemudian juga jadi tahu mengapanya.

Sedikit banyaknya pada cerpen ini juga terlihat ketabahan orang tua Paula untuk merelakan menghilangnya putri mereka. terbit dari tiada dan lenyap ke dalam tiada. Terlebih lagi kematian putri mereka ini penuh selaput misteri. menggantung kaku. ia memunggungiku. beranjak dari kursi. menangis di tepi bak cucian. Putri kita ada dalam hiu ini. Ada apa. Kenyatannya. mengental menjadi bayangan sebuah peristiwa. Ia langsung tersedak. Aku tertahan di atasnya. meraih piring ikan di meja. yang barangkali telah mustahil. tersendat-sendat. . lalu menuang isinya ke tong sampah. meluncur di lantai. Tangisku makin keras. (hlm. Elia menghidangkan hiu panggang di meja makan. Paragraf pertama cerpen ini telah menyodorkan bagaimana harapan seorang bapak. sebagai manusia biasa. bisikku. tokoh Aku dan Elia tentulah sangat sedih atas kehilangan putri mereka tersebut. tapi aku cuma menyentuh sayur bening sawi. Ia meninggalkan ruang lengang tanpa aroma. tanya Elia. Kata orang-orang. Aku tak mau makan daging hiu.putrinya tersebut dan dalam keharuan mereka pun²di akhir cerita²mesti melewati natal kelima tanpa Paula. Bagaimana menyentuhnya perasaan manusiawi itu dan betapa perihnya rasa sakit hati kedua ayah bunda yang ditinggal anak satu-satunya ini bisa sangat dirasakan dari kutipan berikut ini: Siang itu aku menyambut jam makan dengan perasaan aneh. Paula datang ketika lampu-lampu ruang telah padam. Datang dan perginya bagai tuah dari tongkat sihir. 133) Juga. Paula dibuang ke laut dan mungkin dimakan hiu. Namun. Lebihlebih pula yang menghilang dari mereka ini²dengan aroma intrik-intrik politik kekuasaan menyelubunginya²adalah seorang anak manusia berjenis kelamin perempuan. Kuletakkan kotak cerutuku di meja dan bangkit perlahan dari kursi malas untuk menyambutnya. Tubuhnya memancarkan sinar putih. Siapa tahu putri kami dimakan hiu. Kedua tanganku yang bersiap memeluknya tertahan di udara. Tak berapa lama ia kembali. Dan lantai licin yang kupijak tiba-tiba berperekat. ia bertanya lebih lembut. Dibiarkannya kami menunggu selama sepuluh musim. Ada apa. mirip tikus terjebak di perangkap berumpan. Lembut. Tokoh Aku dalam cerpen ini juga menyadari bahwa dialah yang mengajari putri semata wayangnya itu untuk kelak menjadi pendekar yang berjuang guna menegakkan yang benar. Ia meninggalkan aku. Air mata menggenangi sepasang mataku. rasa kehilangan ini telah menimbulkan semacam ilusi bagi tokoh Aku tentang kedatangan selalu putri tunggalnya itu di hari-hari selanjutnya tanpa Paula. kemudian menghilang tepat di tengah lorong menuju dapur. Kusaksikan Paula sirna. Berpijar. Elia memanggang ikan hiu.

Tubuhnya meluncur lurus ke muka. menyerupai zombie. Bisikannya tak pernah kusimak. cemas. Paula selalu datang ketika hanya pijar lampu bacaku yang menyala dan membuat gradasi cahaya. Setelah itu malam mendesakkan sebuah penyelesaian: aku harus tidur dan meninggalkan kursi malasku yang tegak lurus dengan lorong sebelum istriku muncul menjemput. Namun. sebelum lebur dalam udara. ketika temaram di sekelilingku benar-benar hilang di ujung lorong gelap-gulita (hlm. Namun. Kalian akan melihat sepasang rongsokan manusia berjalan tertatih-tatih. Aku lebih suka membiarkan istriku datang. diikuti desah napasku yang berat. letih. 124) seolah menjadi simbol dari doa tokoh Aku bagi kebahagiaan putrinya di alam baka berkat segala kebenaran dan kesucian yang diperjuangkannya dalam menumpas segala kelaliman dan borok-borok yang ditutup-tutupi oleh orang-orang yang dikarunia Tuhan dengan setetek ketek ³sabit bermata dua´ bernama kekuasaan. lalu menuntunku ke kamar kami. Ada yang salah memilih jalan. Sayang sekali. meski kutahu berjaga semalaman memicu asmaku kambuh. ketika temaram di sekelilingku benar-benar hilang di ujung lorong gelap-gulita. haru. tapi kedatangannya menuntutku beranjak dari sini. dengan tekanan dan perasaan beragam. aku sering berteriak-teriak memanggil namanya dan berharap ia berbalik serta menatapku. Ia selalu membujuk dengan berbisik. aku masih berharap. . (hlm. senang. 123-124) Pilihan kata sinar putih yang merujuk pada tokoh Paula pada kalimat kedua paragraf pertama kutipan di atas atau paragraf Paula selalu datang ketika hanya pijar lampu bacaku yang menyala dan membuat gradasi cahaya. bahkan sengaja menunggu. putus asa. semoga kembali ke kebenaran. suara serak ini hanya dijawab oleh gemanya sendiri. hak. Tak sekalipun ia menggubris. Aku menyebut namanya. aku bukan orang yang patuh. Kedua telinganya bagai tersumbat besi tempaan. dan kesempatan.Ketika belum terbiasa dengan cara datang dan pergi Paula.

jatuh cinta. Dalam cerpen ³Makan Malam´ perihal kemanusiaan yang digarap adalah mengenai perasaan sakit hati seorang ibu yang ditinggal sekian lama oleh suaminya. Cerpen ³Balada Hari Hujan´ terlihat jauh menusuk dan menelisik ke relung-relung terdalam sanubari seorang waria. Tegangan antara dua kutub inilah yang menghadirkan narasi menarik tentang sisi kemanusiawian tokoh Prajurit Yosef Legiman dalam cerpen ini. Tokoh Ibu dalam cerpen ini akhirnya mesti mengidap rasa sakit hati²yang tentu saja bukan berupa hidup berbahagia²untuk selama-lamanya.BAB IV SIMPULAN Setelah menganalisis enam dari dua belas cerpen dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC. Semula seolah ada secercah harapan kembali berkobar saat datang kabar tentang kedatangan sang suami. Dalam cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ persoalan kemanusiaan yang digarap adalah tentang kehampaan jiwa seorang prajurit dalam menjalankan kewajibannya sebagai abdi bela negara. sosok yang memiliki citra negatif di tengah masyarakat umum. Seorang tentara²bahkan kemudian menjadi seorang pembunuh profesional² ternyata juga bisa sedih. Variasi tematik yang digarap dalam keenam cerpen tersebut pun terlihat dapat mewakili wajah tematik kedua belas cerpen lainnya yang terdapat pada kumpulan cerpen ini. Dalam cerpen´Pesta Terakhir´ tema kemanusiaan yang dihadirkan adalah mengenai beban mental yang melanda seorang tua atas dosa pengkhianatannya pada kawan-kawan karib yang dicintainya. Pengkhianatan ini terutama didorong hasrat seksual yang begitu menggebu-gebu. Pemenuhan atas hal tersebut sempat mesti meminggirkan sikap setia pada kawan seperjuangan. Terlihat dalam cerpen ini bagaimana pada berbagai kesempatan seorang serdadu dengan segala stereotipnya tersebut ternyata juga mempunyai perasaan manusiawi seperti manusia lain pada umumnya. ternyata penulis berhasil menemukan intensitas garapan tema-tema kemanusiaan sebagai tema yang dominan dalam cerpen-cerpen tersebut. di samping dia juga bisa terlihat bangga dengan jalan hidupnya ini. dan ingin menumpahkan segala beban pikiran. Pada cerpen ini dieksplorasi perasaan-perasaan manusiawi seorang waria yang ternyata juga ada dan nyata. Kenyataannya. Akan tetapi profesi sebagai prajurit terlihat membuat seorang sedadu mesti banyak menahan diri untuk mengungkapkan ekspresi pribadi. kedatangan tersebut hanya kembali mengoyak luka lama. Waria ternyata juga punya harapan tentang masa depan yang lebih baik dan waria . namun tidaklah sampai menghilangkannya. takut.

DAFTAR PUSTAKA Adesita.net. agak memperlihatkan nuansa sedikit berbeda dengan kecenderungan cerpen-cerpen lainnya. Melani. dan Sunyi. Catatan Atas Cerpen Pilihan Kompas 2004´ dalam Nurhan. Ternyata bukan hanya individu-individu yang memilih jalan hidup penuh onak dan duri²menentang para penguasa²yang akan menderita atas aksiaksinya. Diakses tanggal 6 Desember 2006.30 (hal. Linda. 2003. Dengan demikian. kembali menggarap soal kepedihan jiwa manusia yang ³terluka´. Kennedy. 2004c. Tampilnya unsur jarak-waktu membuat cerita sedih dalam cerpen ini lebih sublimatif. Poetry. and Drama edisi keempat.ternyata juga bisa sangat terluka bila cintanya didusta. Demikianlah hasil penelitian kali ini.). manusia sakit yang diangkat disebabkan oleh akibat kepedihan dari peristiwa lainnya. X. Uniknya. ³Pengalaman di Balik Penciptaan: Kuda Terbang Maria Pinto´ dalam http://relawan. Cerpen kelima.net/wmview. dan perih. Hubungan antara tokoh Halifa dan Si Penjaga Kebun lebih bernuansa keharuan bukan rasa sakit dan kepedihan yang sampai berlebih-lebihan. Akhir yang sedih (sad ending) membuat pesan kemanusiaan dari cerpen ini terasa penuh duka. Sanksi politik bagi seorang pemrotes rezim yang berkuasa ternyata menghasilkan efek tambahan. Jakarta: Kompas.14-15).vision. Cerpen ini tidak terlalu menonjol-nonjolkan manusia-manusia yang sakit perasaan. Christanty. 2004. Budianta. Christanty. Budianta. pedih. Kenedi (ed.100-107). Dalam Kornel no. Syufra Malina. ³Sastra Bisa Mengungkapkan Kepedihan Terdalam´ wawancara oleh . (hal. Linda. ³Makan Malam´. Kekerasan.php?ArtID=459&page=1. ³Lelaki Beraroma Kebun´. 10. Melani. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Ini terlihat sesuai dengan penghargaan dan apresiasi banyak pihak atas kumpulan cerpen ini. Cerpen terakhir yang digarap disini. Christanty. ³Jejak Lelaki. Terjemahan Bab 3 Literature: An Introduction to Fiction. Dari paparan penulis tentang aspek tematik cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen ini.J. Sepi Pun Menari Di Tepi Hari.php?id=3975. 1987. ³Berpolitik lewat Cerpen´ wawancara dalam http://www. ³Merekam Penulis Perempuan dalam Sejarah Kesusastraan´ wawancara dalam Jurnal Perempuan no. Foresman and Company. 2004. terlihatlah betapa intensifnya LC dalam menggarap tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen KTMP ini. 2004a. Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2004. Keluarga dan orang-orang yang dicintai serta mencintainya juga mesti menanggung ³buah´ dari itu semua.id/detail. ³Setting´. London: Scott. 2004b. Linda. kumpulan cerpen KTMP karya LC ini bisa dikatakan telah berhasil sebagai sebuah karya sastra²setidaknya dari aspek penggarapan tema.

Darma. Imran. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.html. 8 Oktober 2005). Eka.155. Jakarta: Kompas.html. ³Moral dalam Sastra´ dalam Sejumlah Esei Sastra.asp?id=211271 (Republika Online.com/ kompas- . 2000.208/detail.com/cetak/2006/102006/08/khazanah/index. Jakarta: Pustaka AlHusna. Panuti & Aart van Zoest (ed. Diakses tanggal 2 Februari 2007. Sastra Indonesia dalam Enam Pertanyaan. Serba-Serbi Semiotika. ³Realitas Koran Pada Sastra Koran´ dalam Dua Tengkorak Kepala. ³Hidup di Dua Dunia´ wawancara dalam Pikiran Rakyat.com/ cetak/2006/012006/14/khazanah/index. Diakses tanggal 18 Desember 2006.id/Bali Postcetak/2004/6/14/rubrik.asp?id=249828&kat_id=3 64 (Republika Online. 2004. Muhammad. ³Pohon Sejarah´ dalam Kornel no.). Linda. Christanty. Danujaya. Ahmadun Yosi. 1978. Esai-Esai Sastra dan Budaya. 17 April 2005). Daery. Henny. ³Ferdinand de Saussure dan Perkembangan Semiologi´ dalam Sudjiman. 1984.pikiranrakyat.pikiran-rakyat. Fayyadl. Ahda. Ahda.co. ³Merayakan Pembacaan´ dalam http://www. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Budiarto. Yogyakarta: LkiS. Krampen. Kurniawan. 2004. 2004.10 (hal. Segi-Segi Kesusastraan pada Kisah-Kisah Al-Qur¶an. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Sosiologi Sastra. Budi. Irawati. 1996. Jakarta: Gramedia. 14 Desember 2006 (hal. ³Kesenian dalam RUAPdP´ dalam http://www.Wimar Witoelar dalam http://www. 15. ³Penghargaan Sastra Khatulistiwa.id/koran_detail.22). Diakses tanggal 6 Desember 2006. ³Perjalanan Sastra Buruh Indonesia´ dalam http://202. Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2000.kompas. Jakarta: Karya Unipress. Ignas. Imran.co.republika. Sebuah Soal´ dalam http:/www.html (Pikiran Rakyat. Damono. 2005.com/kompas-cetak/0405/22/pustaka/1037030. Herfanda. Viddy AD.balipost. Sebuah Pengantar Ringkas. 1984. Martin. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 28 Mei 2006). A. Derrida. Kompas Cyber Media.24-25).html (Pikiran Rakyat. ³Peta Kecenderungan Cerpen Indonesia Terkini´ dalam http://www. Hanafi. 14 Januari 2005). ³Cerpen Bertema Kemanusiaan´ dalam http://www.kompas. Kleden. Sapardi Djoko.

Selden. Ratna. ³Merekonstruksi Sejarah Sastra Indonesia´ dalam http://cybersastra. Perspektif Wacana Naratif. 2003.mediaindonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. ³Rigidnya Cerpen Gagasan´ dalam http://www. Pengkajian Fiksi. 1991. 1991. Bandung: Angkasa. Bandung: Binacipta. Sambodja. Pradopo. 2004. Nyoman Kutha. 1998.cetak/0510/01/Bentara/2083130. Pengkajian Sastra. Tentang Sastra. ³Posisi Perempuan dalam Karya Sastra´ dalam http://www. Rosidi. dan Teknik Penelitian Sastra. 21 April 1996). Saidi.sinarharapan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 1995.pikiran-rakyat. Raman. Sinar Harapan Online. Acep Iwan. 2005.id/hiburan/budaya/2005/0402 /bud2. Jan van. 2000. Nenden. Rachmat Djoko. Bandung: Wacana. ³Khatulistiwa Literary Award 2004 Hasilkan Pemenang Kembar´ . 1 Oktober 2005).co. Burhan. 1996. 2000.55-63). 11 Juli 2004).hamline. 1990. Dari Strukturalisme Hingga Posstrukturalisme.html (Republika Online. Pradotokusumo. Saini KM. Protes Sosial dalam Sastra. Diakses tanggal 9 Januari 2007.asp?Id=2004071023464677 &Jenis=c&cat_name=Tifa (Media Indonesia Online..edu/apakabar/basisdata/1996/04/21/0006. Lilis A.html (Kompas Cyber Media. Dua Tengkorak Kepala. ³Inovasi Tematik-Stilistik Novel µDadaisme¶´ dalam http://www. Ajip. 2004.com/newsprint.com/ cetak/2006/102006/21/khazanah/index. Beberapa Teori Sastra.cgi?category=5&id=10303 57707. Teori. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Metode Kritik. Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2000.html.30 (hal.html (Pikiran Rakyat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Cok. Asep. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Partini Sardjono. Jakarta: Intermasa. Nurgiyantoro. Diakses tanggal 31 Mei 2006. Diakses tanggal 28 Oktober 2006. Goenawan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Terjemahan Akhadiati Ikram. ³Kenapa Menulis Cerita Pendek?´ dalam Nurhan. Sambodja. Metode. Maman S. Mahayana. Dan Penerapannya. Sawitri. 2002. ³Mencari µKarya Sastra¶ yang menguntungkan Perempuan´. Luxemburg. Mohammad. Diakses tanggal 29 Januari 2007. Dalam Jurnal Perempuan no. Asep.). 21 Oktober 2006).net/cgi-bin/naskah/viewesai. Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia. Kenedi (ed. ³Djenar dan Paradoks Masyarakat Kita´ dalam http://www. Jakarta: Kompas. Panduan Membaca Teori Sastra Masa Kini. Mieke Bal dkk. 2002..

Jakob & Saini K. 2003. 1987.com/news. Tjahyadi. Suara Karya Online. ³Wanita dalam Sastra´ dalam http://www.html (Kompas Cyber Media.). Chusnato. Panuti. Tirto. ³Ruang Fiksi di Media Gaya Hidup´ dalam http://www. 2006. Metodologi Penelitian Sastra. 2005. 1983. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Teeuw.republika. ³Penelitian Sastra: Tinjauan Tentang Teori dan Metode Sebuah Pengantar´ dalam Jabrohim (ed. Pengantar Teori Sastra. Universitas Padjajaran. Memahami Cerita Rekaan. S Prasetyo.com/kompas-cetak/0406/27/Buku.kompas. Sumardjo. Telaah Struktural dengan Penekanan pada Aspek Tematik. ³Petunjuk Penelitian Sastra dengan Metode Pendekatan Tematis ± Filosofis´ dalam Jabrohim (ed.J. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya. Darmadjati. ³Terbang Kemana µKuda Terbang Maria Pinto¶?´ dalam http://www.suarakaryaonline. 3 April 2005). Tergantung Pada Kata. Sudjiman. 2003a. Susmana. Antara Kelisanan dan Keberaksaraan.sinarharapan.sinarharapan. Jakarta: Pustaka Jaya. Sastra dan Ilmu Sastra.asp?id=193015&kat_id=364 &kat_id1=&kat_id2= (Republika Online. Indonesia. Supadjar.id/berita/0410/13/ hib01. Metodologi Penelitian Sastra. Suwondo. 27 Juni 2004).dalam http://www.html?id=137985. Agus.co. Suwondo. 1984. Tirto. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Pergeseran Makna Cinta dalam Kumpulan Cerpen Sebuah Pertanyaan untuk Cinta. Diakses tanggal 19 Juli 2005. ³Sastra yang Berangkat dari Lamunan´ dalam http://www. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya.).id/koran_detail.M. Teeuw. Beberapa Alternatif. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Studi Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya. 1994. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya. Apresiasi Kesusastraan. A. Soeratno.). Indra. Diakses tanggal 8 Mei 2006. Jakarta: Pustaka Jaya. A. Sukiman. 1997. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya. Metodologi Penelitian Sastra. 2003b. A.co. Siti Chamamah. Jakarta: Pustaka Jaya. co. Jakarta: PT Graemedia Pustaka Utama.asp?id=60132&kat_id=102&kat_id1=&kat_id2 . ³Analisis Struktural: Salah Satu Model Pendekatan dalam Penelitian Sastra´ dalam Jabrohim (ed. ³Generasi Cerpenis Pasca-Seno Gumira Ajidarma´ dalam http://www. Suharjana.html. 2000.co. 2003.id/koran_detail. Utomo.html. Diakses tanggal 6 Desember 2006.republika. A. Teeuw.id/hiburan/budaya/2005/0115/bud2.

Terjemahan Melani Budianta. http://www. 11 Januari 2004. Diakses tanggal 6 Desember 2006.id/putu.or.php?id=L. 10 Juni 1927 Meninggal: Jakarta. 1990. Diakses tanggal 6 Desember 2006. http://ubudwritersfestival. ³Sastra Sebagai Refleksi Kemanusiaan´ dalam http://www. http://andreasharsono. Rene & Austin Warren. Nama: Asrul Sani Lahir: Rao.id/koran_detail. Wellek.asp?id=182197&kat_id=102. Jakarta: Gramedia. Diakses tanggal 10 November 2006.blogspot. Diakses tanggal 2 Februari 2007. Pukul 22.ba hasasastra. Teori Kesusastraan.asp. Diakses tanggal 6 Desember 2006.php?act=detail&id=6. 2002. Diakses tanggal 2 Februari 2007.(Republika Online. http://www.pantau.com/ilist.web.id/contributor.republika.com/2005/01/literary-journalism-course-vii. Pasaman. 13 Januari 2002). Wijaya.html. Putu.15 WIB Istri: (1) Siti Nurani dan (2) Mutiara Sarumpaet . co.

tiga putri. Sumatera Barat . Universitas Indonesia (IPB) Dramaturgi dan sinematografi di University of Southern California.Anak: Tiga putra. enam cucu Ayah: Sultan Marah Sani Syair Alamsyah. Amerika Seri kat tahun 1955-1957 Sekolah Seni Drama di Negeri Belanda tahun 1951-1952 SLTP hingga SLTA di Jakarta SD di Rao. gelar Yang Dipertuan Rao Mapattunggal Mapatcancang Pendidikan: Fakultas Kedokteran Hewan.

Karir Politik: Anggota DPR GR 1966 -1971 mewakili Partai Nahdhatul Ulama Anggota DPR RI 1972 -1982 mewakili PPP Pendiri : Gelanggang Seniman Merdeka Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) Kegiatan Pergerakan: Lasjkaer Rakjat Djakarta. Tentara Pelajar di Bogor Kegiatan Penerbitan: .

anggota redaksi Gelanggang .Menerbitkan kebudayaan Majalah Suara Bogor . redaktur majalah Gema Sua sana . ruang kebudayaan Siasat . dan wartawan Majalah Zenith Konsep Kebudayaan: Surat Kepercayaan Gelanggang Penghargaan: Tokoh Angkatan 45 Bintang Mahaputra Utama. tahun 2000 Enam buah Piala Citra pada Festifal Film Indonesia (FFI) Film Terbaik pada Festival Film Asia tahun 1970 Karya Puisi: .

bersama Chairil Anwar Anak Laut . 4E. enam terjemahan puisi. Hidup Salah Asuhan . Karya Film: Titian Serambut Dibelah Tudjuh . Jakarta Selatan . . lalu Surat dari Ibu . Kemelut Kejarlah Daku Kau Kutangkap . 19 buah puisi dan lima buah Tiga Menguak Takdir tahun 1950.. Kau Cari Palupi Monumen . Pagar Kawat Berduri . Apa yang Naga Bonar . Kalibata. enam buah cerpen. Pejaten. tiga terjemahan drama. cerpen sebelum penerbitan antolo gi sesudahnya tujuh buah puisi.Tiga Menguak Takdir dan Rivai Apin. Para Perintis Kemerdekaan . Alamat Rumah: Kompleks Warga Indah Jalan Attahiriyah No. dan puisi-puisi lain yang dimuat antara lain di yang dimuat di majalah Siasat . dan Zenith . Mimbar Indonesia .

10 Juni 1927 ini wafat setelah kesehatannya terus menurun sejak menjalani operasi tulang pi nggul sekitar satu setengah tahun sebelumnya. Mereka bertiga bukan hanya menjadi pendiri malahan didaulat menjadi tokoh pelopor sas trawan Angkatan 45. Dia adalah pelaku terpenting sejarah kebudayaan modern Indonesia. kecuali puisi berjudul . Sumbar. Chairil Anwar. Dalam antologi Tiga Menguak Takdir Asrul Surat dari Sani tak kurang menyumbangkan delapan puisi. dan Rivai Apin yang mengumpulkan karya puisi bersama -sama berjudul Menguak Takdir Tiga yang kemudian diterbitkan dalam bentuk buku di tahun 1950. 4E. Seniman kelahiran Rao. Kompleks Warga Indah No. Attahiriah. Jika Indonesia lebih mengenal Chairil Anwar sebagai penyair paling legendaris milik bangsa.Asrul Sani Seniman Pelopor Angkatan '45 Asrul Sani seniman kawakan yang antara lain dikenal lewat Sajak Tiga Menguak Takdir bersama Chairil Anwar dan Rivai Apin meninggal dunia hari Minggu 11 Januari 2004 malam sekitar pukul 22.15 di kediamannya di Jln. maka adalah Asrul Sani. Pejaten Jakarta. Gelanggang Seniman Merdeka .

semenjak antologi terbit hingga ke tahun 1959 ia antara lain kembali menghasilkan tujuh buah karya puisi. mereka adalah juga nurani bangsa yang menggelorakan semangat kemerdekaan. bersama kawan -kawan telah menyatukan visi perjuangan revolusi kemerdekaan ke dalam bentuk Lasjkar Rakjat Djakarta. 1948 hingga terbitnya antologi T iga Menguak Takdir tadi. enam terjemahan puisi. dan Sastrawan Angkatan 45 bukan hanya dituntut bertanggungjawab untuk mengh asilkan karya-karya sastra pada zamannya. menerbitkan suratkabar Gema Suasana . lalu enam buah r cerpen. Sesungguhnya bukan hanya bersastra. siapapun pasti akan tunduk kepada suara nurani. maka.Ibu . Siasat . Namun ketika para nurani bangsa tu mensintesakan i dan keinginan kuat bebas merdeka menjadi jargon -jargon merdeka atau mati semacamnya. di Bogor dia memimpin Te ntara Pelajar. dan menjadi wartawan pada majalah . Siasat . Masih di masa revolusi itu. dan tiga terjemahan drama. ruang kebudayaan majalah Zenith . namun lebih dari itu. Puisipuisi karya Asrul Sani antara lain dimuat di majalah Zenith . Mimbar Indonesia . II. Asrul Sani tak kurang menghasilkan 19 puisi dan lima buah cerpen. Adalah tidak realistis sebuah bangsa bisa merdeka hanya bermodalkan bambu runcing. pada tahun 1945-an itu Asrul Sani yang pernah duduk seba ngku dengan sastrawan Pramoedya Ananta Toer sewaktu sekolah di SLTP Taman Siswa Jakarta. 54. Sejak puisi Anak Laut yang dimuat di Majalah Siasat No. anggota redaksi Suara Bogor . redaktur majalah kebudayaan Gelanggang . dua diantaranya dimuat dalam Tiga Menguak Takdi . Kemudian.

sebagai politisi ia juga pernah lama mengecap aroma kursi parlemen sejak tahun 1966 hingga 1971 mewakili Partai Nahdhatul Ulama. Isinya. Asrul Sani sudah mengkonsep sekaligus mengumumkan pemikiran kebudayaannya yang sangat monumental berupa Surat Kepercayaan Gelanggang . penterjemah berbagai naskah drama kenamaan dunia. lalu masuk ke Fakultas Kehewanan Universitas Indonesia (di kemudian hari dikenal sebagai Institut Pertanian Bogor). Seni dan keteknikan ada lah dua dunia yang berbenturan dalam diri Asrul. adalah karena keterpanggilan jiwa sebab meski telah menamatkan pendidikan sarjana kedokteran hewan pada Fakultas Kehewanan IPB Bogor (ketika itu masih fakultas bagiandari Universitas Indonesia) dan menjadi dokter hewan. Bahkan. serta sekaligus sutradara panggung dan film. kami adalah ahli waris yang sah dari kebudayaan dunia dan kebudayaan ini kami teruskan dengan cara kami sendiri. esei. terutama aktivitas keseniannya. Asrul Sani menuju Jakarta belajar di Sekolah Teknik.Hingga tiba pada bulan Oktober 1950 saat usianya masih 23 tahun. antara lain berb unyi. Agaknya kekuatan jiwa seni telah memenangkan pertaruhan isi . Asrul Sani yang kelahiran Rao. Pasaman. selain penyair adalah juga penulis cerita pendek. dan berlanjut hingga tahun 1982 mewakili P artai Persatuan Pembangunan (PPP). Setamat Sekolah Rakyat di Rao. pada sekitar tahun 1955 hingga 1957 Asrul Sani pergi ke Amerika Serikat justru untuk menempuh pendidikan dramaturgi dan sinematografi di University of Southern California. Hal itu semua terjadi. penulis skenario drama dan film. Sumatera Barat 10 Juni 1927 sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara. yang isinya adalah sebentuk sikap kritisnya terhadap kebudayaan Indonesia. Kami lahir dari kalangan orang banyak dan pengertian rakyat kecil bagi kami adalah kumpulan campur baur dari mana -mana dunia-dunia baru yang sehat dan dapat dilahirkan . Sempat pindah ke Fakultas Sastra UI namun kemudian balik lagi hingga tamat memperoleh titel dokter hewan.

dan lainlain. 11 . Ismed M Noor. sebuah film jika dinominasikan saja sudah pertanda baik maka apabila hingga enam kali memenangkan piala citra maka sineasnya bukan lagi sebatas baik melainkan dia pantas dinobatkan sebagai tokoh perfilman. Pagar Salah Asuhan . yang pada hari Minggu. - Film pertama yang disutradarai Asrul Sani adalah Titian Serambut Dibel Tudjuh ah pada tahun 1959. Karya besar film lainnya adalah Kawat Berduri . keduanya sepakat mendirikan Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) yang melahirkan banyak sineas mau un seniman teater kesohor. Tak kurang enam piala citra berhasil dia sabet.batin Asrul Sani. tokoh lain perfilman. Tatiek W. bukan hanya karena pengalaman masa kecil di desa kelahiran yang sangat membekas dalam sanubarinya. Dan. Para Perintis Kemerdekaan . p seperti Teguh Karya. Monumen . Kemelut Hidup . Slamet Rahardjo Djarot. Selain karena pendekatan akademis dan romatisme kehidupan pertanian di desa. Deddy Mizwar. Maliyati.. ia mulai mencapai Apa yang Kau Cari Palupi terpilih kematangan ketika sebuah film karyanya sebagai film terbaik pada Festival Film Asia pada tahun 1970. Nano dan Ratna Riantiarno. Itulah Asrul Sani. Bahkan. Wahyu Sihombing. Maklum. totalitas jiwa berkesenian terutama film makin menguat pada dirinya setelah Asrul Sani bertemu Usmar Ismail. Kejarlah Daku Kau Kutang ap . dan lain-lain. k Naga Bonar . sebelum ke Negeri Paman Sam Amerika Serikat pun pada tahun 1951 -1952 ia sudah terlebih dahulu ke Negeri Kincir Angin Belanda dan belajar di Sekolah Seni Drama. Alam pikir yang ada adalah. disamping beberapa kali masuk nomibasasi.

sambil bercanda tentunya ke Mutiara Sani setahun sebelumnya.15 WIB dengan tenang tepat di pelukan Mutiara Sani (56 tahun) istrinya meninggal dunia pada usia 76 tahun karena usia tua. Yang Dipertuan Rao Mapattunggal Mapatcancang adalah raja adat di daerahnya. hingga pernah d irawat di RS Tebet. usai dibaringkan tiba -tiba dia seperti cegukan. Ayahnya. Semenjak menjalani operasi tulang pinggul enam bulan lalu. yang juga aktris film layar le bar dan sinetron. dan dibaringkan. Jakarta Selatan dengan alasan. Sebagai penerima penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari Pemerintah RI pada tahun 2000 lalu. lalu kepalanya terangkat. masak sampai detik terakhir. Dia meninggal setelah digantikan popoknya oleh Mutiara. Namun dia berpesan ke istrinya untuk hanya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Menteng Pulo.Januari 2004 tepat pukul 22. Sultan Marah Sani Syair Alamsyah. serta istri pertama Siti Nuraini yang diceraikannya dan istri kedua Mutiara Sani Sarumpaet. Asrul Sani menjelang menit dan a detik kematiannya. Asrul Sani meninggalkan tiga putra dan tiga putri serta enam cucu. diberikan obat. Sebagaimana kematian orang percay . dia berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Meski sudah mulai mengalami kemunduran . Jakarta Selatan. kita masih mau diatur negara . Selama hidupnya Asrul Sani hanya mendedikasikan dirinya pada seni dan sastra. Dia adalah putra bungsu dari tiga bersaudara. dan sebelum mengkatupkan mata untuk selamanya terpejam dia masih sempat mencium pipi Mutiara Sani. kesehatan Asrul Sani mulai menurun.

Nurani bangsa itu telah pergi. bukanlah perikemanusiaan. tetapi hari ini masih boleh mengubah apa akan terjadi pada hari esok. Kita tidak dapat meneruskan hidup dengan baik jika tidak dapat melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu. Asrul Sani masih saja menyempatkan menulis sebuah pidato kebudayaan. Membalas kejahatan dengan kebaikan adalah cita-cita kemanusiaan yg setingginya. Selalu bayangkan diri anda di dalam kasut seseorang. perkahwinan menjadi penghubung antara dua insan dan anak menjadi penghubung antara ibu dan ayah . Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa. Kata Kata Mutiara Cinta. Akal mengatakan perempuan itu cantik atas dasar ilmu dan kepintarannya. konon akan dia sampaikan saat menerima gelar doktor kehormatan honoris causa dari Universitas Indonesia. Kita harus sanggup hidup untuk memberi cita-cita itu bertumbuh. Jakarta. Dalam kesempitan hidup ada kekuasaan ilmu. *hp kejahatan adalah perangai yg serendah-rendahnya. maaf diberi secara ikhlas umpama pisau bedah yang boleh membuang segala parut luka emosi Kasihkan manusia lepaskan dia kepada pilihan dan keputusannya kerana di situ tanda kita gembira melihat insan kita sayangi beroleh bahagia Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi. Membalas kebaikan dengan kebaikan adalah hal biasa. Nafsu mengatakan perempuan itu cantik atas dasar rupanya. Dan hati mengatakan perempuan itu cantik atas dasar akhlaknya. esok sudah tidak boleh mengubah apa berlaku hari ini. yang. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata oranglain. Jembatan menjadi penghubung antara dua buah kampung. Jika anda rasa ianya menyakitkan. Apabila hal itu menyakitkan hatimu. Saya percaya. Tapi bia rlah nurani-nurani aru lain mekar tumbuh berkembang seturut zamannya. fikirlah ia mungkin menyakitkan orang lain juga Tiada siapa paling pandai dan paling bodoh di dunia ini kerena setiap yg pandai itu boleh menjadi bodoh dan setiap yang bodoh itu boleh menjadi pandai Kata Kata Mutiara Cinta. Membalas kejahatan dengan kejahatan. sangat mungkin hal itu menyakitkan hari orang lain pula. Memaafkan mungkin amat berat untuk diberikan kepada orang yang pernah melukai hati kita. Orang bijaksana tidak sesekali duduk meratapi kegagalannya. Tetapi hanya dengan memaafkan kita akan dapat mengubati hati yang telah terluka. tapi dengan lapang hati mencari jalan bagaimana memulihkan kembali kerugian yg dideritainya.kesehatan dalam jangka waktu lama.

Jagalah dirimu baik-baik. Ada orang yang berputus asa berjalan ke arahnya lantaran disangkanya jalan ke sana amat sukar. . maka tertipulah dia. Barangsiapa yang hari ini sama dengan kemarin. itu adalah sumber kebijaksanaan. Kejayaan pula akan menentukan kebahagiaan.Pemimpin berjaya ialah orang yang boleh mengawal komunikasi dengan orang yang lebih atas daripadanya dan boleh mengawal komunikasi dengan orang lebih bawah daripadanya. itu adalah sumber ketenangan. usahakanlah kemuliaannya. kerana engkau dipandang manusia bukan kerana rupa tetapi kesempurnaan budi dan adab -Nabi SAW Kata Kata Mutiara Cinta. Hidup memerlukan pengorbananan. Padahal mudah. Ketabahan memerlukan keyakinan. pengaruh menjadi penjaganya. Dan ibadah yang paling indah tentunya KHUSYUK. Sesuatu yang berharga/berguna. Teman yang paling akrab adalah AMAL. Ambillah waktu untuk berdoa. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya kerna kekayaan dapat musnah. Keyakinan pula menentukan kejayaan. Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai. itu adalah hak istimewa Memang amat tinggi letaknya kebahagiaan. maka terkutuklah dia. Pengawal peribadi yang paling waspada DIAM. Pengorbanan memerlukan perjuangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkati. sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Namun kita harus menuju ke sana. kerana ia dimulai daripada dirinya sendiri -Said Mustafa Kata Kata Mutiara Cinta yang diucapkan sembarangan dapat mewujudkan perselisihan. Sesuatu yang bagus. Ambillah waktu untuk belajar. Sesuatu kebaikan. belum tentu bagus. belum tentu benar. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Tertariklah kepada seseorang yg dapat membuatmu tersenyum. Orang terhormat itu kehormatannya sendiri melarangnya berbuat jahat. itu adalah sumber kekuatan. Jangan tertarik kepada seseorang kerna parasnya. Agama menjadi sendi hidup. kerna hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Perjuangan memerlukan ketabahan. dan barangsiapa hari ini lebih jahat dari kelmarin. Ambillah waktu untuk bermain. Sesuatu yang benar. runtuhlah hidup dan kalau tidak berpenjaga. Kawan sejati ialah orang yg mencintaimu meskipun telah mengenalmu dengan sebenar-benarnya ia itu baik dan burukmu. Sabar adalah jalan keluar bagi orang yang tidak bisa menemukan jalan keluar. Kalau tidak bersendi. belum tentu berharga. itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi. Harta yang paling menguntungkan ialah SABAR. binasalah hayat. belum tentu baik. Ambillah waktu untuk berfikir. Bahasa yang paling manis SENYUM. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan.

Kata Kata Mutiara Cinta. kejahilan itu kesesatan dan manusia yang paling hina ialah orang yang menganiaya orang bawahannya. Orang yang berbohong itu sentiasa ingin melarikan diri sedangkan tiada seorang pun yang mengejarnya namun orang yang benar itu berani seperti singa -Goethe Barangsiapa membawa berita tentang orang lain kepadamu. . dia tidak malu belajar daripada orang yang berkedudukan lebih rendah darinya ± Confucius Setiap orang dapat mencapai kejayaan dalam hal apa saja. Penglihatan itu sebagai panah iblis yang berbisa. Oleh itu jika anda lah memiliki kedua-duanya janganlah anda lupa pada Yang Maha Berkuasa. memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat ± Khalifah Abdul Malik bin Marwan Jangan tanya apa yang dibuat oleh negara untukmu. asalkan ia sangat m enyukai pekerjaan yang dilakukan. merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi. fikirlah ia mungkin menyakitkan orang lain juga Nilai manusia adalah semahal nilai matlamatnya. Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab. pabila kita memakainya semua akan dapat merasa keharumannya. maka dia akan membawa berita tentang dirimu kepada orang lain. Kepada pasangan ± Cinta dan ketaatan Kepada manusia ± Kebebasan Berfikir itu cahaya. kelalaian itu kegelapan. Jika anda rasa ianya menyakitkan.Kekayaan bukanlah satu dosa dan kecantikan bukan satu kesalahan. Kegembiraan ibarat semburan pewangi. ± Marcus Aurelius Kepada kawan ± Kesetiaan Kepada musuh ± Kemaafan Kepada ketua ± Khidmat Kepada yang muda ± Contoh terbaik Kepada yang tua ± Hargai budi mereka dan kesetiaan. tapi tanyalah apa yang boleh kamu buat untuk negara -Abraham Lincol Ciri orang yang beradab ialah dia sangat rajin dan suka belajar. maka Aku akan menggantikannya dengan iman yang dirasakan manisnya dalam hati« Orang yang berkhianat selalu terhina. Oleh itu berikanlah walau setitik kegembiraan yang anda miliki itu kepada teman anda. Jangan memberi makanan kepada orang lain yang anda sendiri tidak suka memakannya. Selalu bayangkan diri anda di dalam kasut seseorang. maka siapa yang mengelakkannya kerana takut padaKu. Kebahagiaan adalah haruman yang tidak boleh kamu semburkan kepada orang lain tanpa kamu sendiri mendapat beberapa titisan daripadanya Emerson Kata Kata Mutiara Cinta.

Kita adalah pelakonnya. Dari kesusahan itu akan diperolehi kesenangan dan kebahagiaan. Kita menjadi seperti apa yang kita fikirkan Sesiapa yang tidak pernah merasai kepahitan tidak akan mengenal kemanisan. Dunia ini ibarat pentas. fikirkan kebencian. Setiap bunga mawar pasti ada durinya. Kata Kata Mutiara Cinta. Tetapi sekiranya kita fikirkan kasih maka kita akan dikasihi.com). kita akan dibenci.Agama tidak pernah mengecewakan manusia. seperti durian berduri kerana sedap isinya. Ini adalah undangundang alam.wordpress. . Tetapi manusia yang selalu mengecewakan agama. Fikirkan permusuhan kita akan dimusuhi. kulit manggis pahit sebab manis di dalamnya dan bunga ros berduri kerana harum baunya Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik. mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya. Maka berlumba-lumbalah beramal supaya hidup bahagia di dunia dan akhirat (freesmsc.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful