PRAGMATIK

pragmatics (n) - pragmatik - pragmatika pragmatis (adj) : melihat sesuatu dari kegunaan pragmatisme: aliran yang melihat sesuatu dari kegunaan Dalam komunikasi, satu maksud atau satu fungsi dapat diungkapkan dengan berbagai bentuk/struktur. Untuk maksud ³menyuruh´ orang lain, penutur dapat mengungkapkannya dengan kalimat imperatif, kalimat deklaratif, atau bahkan dengan kalimat inter ogatif. Dengan demikian, pragmatik lebih cenderung ke fungsionalisme daripada ke formalisme. Pragmatik berbeda dengan semantik dalam hal pragmatik mengkaji maksud ujaran dengan satuan analisisnya berupa tindak tutur (speech act), sedangkan semantik menelaah makna satuan lingual (kata atau kalimat) dengan satuan analisisnya berupa arti atau makna. Kajian pragmatik lebih menitikberatkan pada ilokusi dan perlokusi daripada lokusi sebab di dalam ilokusi terdapat daya ujaran (maksud dan fungsi tuturan), perlokusi berarti terjadi tindakan sebagai akibat dari daya ujaran tersebut. Sementara itu, di dalam lokusi belum terlihat adanya fungsi ujaran, yang ada barulah makna kata/kalimat yang diujarkan . Berbagai tindak tutur (TT) yang terjadi di masyarakat, baik TT representatif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif, TT langsung dan tidak langsung, maupun TT harafiah dan tidak harafiah, atau kombinasi dari dua/lebih TT tersebut, merupakan bahan sekaligus fenomena yang sangat menarik untuk dikaji secara pragmatis. Misalnya, bagaimanakah TT yang dilakukan oleh orang Jawa apabila ingin menyatakan suatu maksud tertentu, seperti ngongkon µmenyuruh¶, nyilih µmeminjam¶, njaluk µmeminta¶, ngelem µmemuji¶, janji µberjanji¶, menging µmelarang¶, dan ngapura µmemaafkan¶. Pengkajian TT tersebut tentu menjadi semakin menarik apabila peneliti mau mempertimbangkan prinsip kerja sama Grice dengan empat maksim: kuantitas, kualitas, hubungan, dan cara; serta skala pragmatik dan derajat kesopansantunan yang dikembangkan oleh Leech (1983).

Pragmatik dan Fungsi Bahasa Bidang ³pragmatik´ dalam linguistik dewasa ini mulai mendapat perhatian para peneliti dan pakar bahasa di Indonesia. Bidang ini cenderung mengkaji fungsi ujaran atau fungsi bahasa daripada bentuk atau strukturnya. Dengan kata lain, pragmatik lebih cenderung ke fungsionalisme daripada ke formalisme. Hal itu sesuai dengan pengertian pragmatik yang dikemukakan oleh Levinson (1987: 5 dan 7), pragmatik adalah kajian mengenai penggunaan

bahasa atau kajian bahasa dan perspektif fungsional. Artinya, kajian ini mencoba menjelaskan aspek-aspek struktur bahasa dengan mengacu ke pengaruh-pengaruh dan sebabsebab nonbahasa. Fungsi bahasa yang paling utama adalah sebagai sarana komunikasi. Di dalam komunikasi, satu maksud atau satu fungsi dapat dituturkan dengan berbagai bentuk tuturan. Misalnya, seorang guru yang bermaksud menyuruh muridnya untuk mengambilkan kapur di kantor, dia dapat memilih satu di antara tuturan-tuturan berikut: (1) Jupukna kapur!( kalimat imperatif) (2) Kene ora ana kapur.( kalimat deklaratif) (3) Ibu ngersakake kapur.( kalimat deklaratif) (4) O, jebul ora ana kapur.( kalimat deklaratif) (5) Ing kene ora ana kapur, ya?( kalimat interogatif) (6) Ngapa ora padha gelem njupuk kapur?( kalimat interogatif) Dengan demikian untuk maksud ³menyuruh´ agar seseorang melakukan suatu tindakan dapat diungkapkan dengan menggunakan kalimat imperatif seperti tuturan (1), kalimat deklaratif seperti tuturan (2-4), atau kalimat interogatif seperti tuturan (5-6). Jadi, secara pragmatis, kalimat berita (deklaratif) dan kalimat tanya (interogatif) di samping berfungsi untuk memberitakan atau menanyakan sesuatu juga berfungsi untuk menyuruh (imperatif atau direktif).

PRAGMATIK VS SEMANTIK Sebelum dikemukakan batasan pragmatik kiranya perlu dijelaskan lebih dahulu perbedaan antara pragmatik dengan semantik. (a) Semantik mempelajari makna, yaitu makna kata dan makna kalimat, sedangkan pragmatik mempelajari maksud ujaran, yaitu untuk apa ujaran itu dilakukan. (b) Kalau semantik bertanya ³Apa makna X?´ maka pragmatik bertanya ³Apa yang Anda maksudkan dengan X?´ (c) Makna di dalam semantik ditentukan oleh koteks, sedangkan makna di dalam pragmatik ditentukan oleh konteks, yakni siapa yang berbicara, kepada siapa, di mana, bilamana, bagaimana, dan apa fungsi ujaran itu. Berkaitan dengan perbedaan (c) ini, Kaswanti Purwo (1990: 16) merumuskan secara singkat ³semantik bersifat bebas konteks (context independent), sedangkan pragmatik bersifat terikat konteks (context dependent)´ (bandingkan Wijana, 1996: 3).

Definisi pragmatik:
1. cabang ilmu bahasa yang menelaah penggunaan bahasa. Satuan -satuan lingual dalam penggunaannya. 2. studi kebahasaan yang terikat konteks. 3. studies meaning in relation to speech situation (Leech, 1983). 4. cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal, yakni bagaimana satuan kebahasaan digunakan dalam komunikasi (Wijana, 1996: 2). Cukup banyak kiranya batasan atau definisi mengenai pragmatik. Levinson (1987: 1 53), misalnya, membutuhkan 53 halaman hanya untuk menerangkan apakah pragmatik itu dan apa saja yang menjadi cakupannya. Di sini dikutipkan beberapa di antaranya yang dianggap cukup penting. (1) Pragmatik adalah kajian mengenai hubungan antara tanda (lambang) dengan penafsirnya, sedangkan semantik adalah kajian mengenai hubungan antara tanda (lambang) dengan objek yang diacu oleh tanda tersebut. (2) Pragmatik adalah kajian mengenai penggunaan bahasa, sedangkan semantik adalah kajian mengenai makna. (3) Pragmatik adalah kajian bahasa dan perspektif fungsional, artinya kajian ini mencoba menjelaskan aspek-aspek struktur linguistik dengan mengacu ke pengaruh-pengaruh dan sebabsebab nonlinguistik. (4) Pragmatik adalah kajian mengenai hubungan antara bahasa dengan konteks yang menjadi dasar dari penjelasan tentang pemahaman bahasa. (5) Pragmatik adalah kajian mengenai deiksis, implikatur, praanggapan, tindak tutur, dan aspek-aspek struktur wacana. (6) Pragmatik adalah kajian mengenai bagaimana bahasa dipakai untuk berkomunikasi, terutama hubungan antara kalimat dengan konteks dan situasi pemakaiannya. Dari beberapa definisi tersebut dapat dipahami bahwa cakupan kajian pragmatik sangat luas sehingga sering dianggap tumpang tindih dengan kajian wacana atau kajian sosiolinguistik. Yang jelas disepakati ialah bahwa satuan kajian pragmatik bukanlah kata atau kalimat, melainkan tindak tutur atau tindak ujaran (speech act). Stephen C. Levinson telah mengumpulkan sejumlah batasan pragmatik yang berasal dari berbagai sumber dan pakar, yang dapat dirangkum seperti berikut ini.

implikatur. pragmatics is distinct from grammar. Pragmatik sebenarnya merupakan bagian dari ilmu tanda atau semiotics atau semiotika. Pragmatik adalah telaah mengenai deiksis. Ketiga cabang tersebut kemudian lebih dikenal dengan teori trikotomi. 3. atau masalah). 5. atau dengan perkataaan lain: memperbincangkan segala aspek makna ucapan yang tidak dapat dijelaskan secara tuntas oleh referensi langsung kepada kondisi-kondisi kebenaran kalimat yang ciucapkan. yang mempunyai perhatian besar pada ilmu pengetahuan tentang tanda-tanda. dengan kata lain: telaah mengenai kemampuan pemakai bahasa menghubungkan serta menyerasikan kalimatkalimat dan konteks-konteks secara tepat. Pragmatik adalah telaah mengenai segala aspek makna yang tidak tercakup dalam teori semantik.1. Dalam semiotik. atau semiotik (semiotics). Pragmatik adalah telaah mengenai hubungan tanda-tanda dengan penafsir (Morris. anggapan penutur (presupposition). . 1938:6). Parker (1986: 11). Dalam hal ini teori pragmatik merupakan bagian dari performansi. yaitu: sintaktik (syntactics) atau sintaksis (syntax) yaitu telaah tentang relasi formal dari tanda yang satu dengan tanda yang lain (mempelajari hubungan satuan lingual dengan satuan lingual lain: tanda dengan tanda). Pragmatik adalah telaah mengenai hubungan antara bahasa dan konteks yang tergramatisasikan atau disandikan dalam struktur sesuatu bahasa. Pragmatics is the study of how language is used to communicate. Teori pragmatik menjelaskan alasan atau pemikiran para pembicara dan penyimak dalam menyusun korelasi dalam suatu konteks sebuah tanda kalimat dengan suatu proposisi (rencana.kondisi-kondisi kebenaran. d pragmatik an yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan penafsir (interpreters). Pemakaian istilah pragmatik (pragmatics) dipopulerkan oleh seorang filosof bernama Charles Morris (1938). Pragmatik adalah telaah mengenai relasi antara bahasa dan konteks yang merupakan dasar bagi suatu catatan atau laporan pemahaman bahasa. 2. dan aspek struktur wacana. which is the study of the internal structure of language. 4. Secara kasar dapat dirumuskan: pragmatik = makna . tindak ujar. Morris membedakan tiga cabang yang berbeda dalam penyelidikan. semantik (semantics) yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan objek di mana tanda-tanda itu diterapkan (ditandainya) (atau hubungan antara penanda dan petanda (signifiant dan signifie/yang ditandai)).

situasinya bagaimana? L. Pragmatik: cabang ilmu bahasa yang mempelajari makna satuan kebahasaan eksternal atau fungsional yang bersifat eksternal / bagaimana triadik: bentuk. internal atau formal Sintaksis: frase. dan satuan kebahasaan itu dikomunikasikan maksud. wacana. Pragmatik: makna penutur (maksud). Contoh: Sugeng enjing! makna: menyapa maksud: tergantung siapa yang berbicara atau maksud lain. dilihat dari berbagai faktor . bersifat internal. . makna dalam penutur. Cabang-cabang bahasa: Fonologi: bunyi sebagai sistem Morfologi: satuan gramatikal terkecil. Witgenstein (filsuf): makna adalah penggunaannya. kepada siapa. klausa. makna. Semantik: makna linguistik (makna). Makna sebuah tuturan itu penggunaannya. apik maksud: bisa tidak baik. misalnya menyindir atau memarahi.Contoh: Kok. sudah pulang! Isteri: ¶betul-betul terkejut¶ atau ¶orang itu lama sekali perginya¶ Suami menafsirkan: siapa yang berbicara. Baik! makna: baik. kalimat. ada hal-hal yang tidak langsung ¶indirectness atau secara tidak literal¶. diadik: bentuk dan makna Semantik: makna (biasanya leksikal).

Ketiga cabang tersebut kemudian lebih dikenal dengan teori trikotomi. Come here!. Pragmatik: bagaimana orang menafsirkan. Contoh semantika: kursi signifiant (penanda) ¶tempat duduk¶ signifie (petanda) Terdapat suatu prinsip: Noam Chomsky: Terdapat hubungan satu lawan satu antara penanda dan petanda (signifiant dan signifie). semantik (semantics) yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan objek di mana tanda-tanda itu diterapkan (ditandainya). . yaitu: sintaktik (syntactics) atau sintaksis (syntax) yaitu telaah tentang relasi formal dari tanda yang satu dengan tanda yang lain. Buku ini secara eksklusif menyangkut istilah pada gagasan yang terakhir dan menerapkannya pada pembicaraan ini. atau akhirnya pemakaian dalam linguistik Anglo-American dan filsafat. atau telaah konsep abstrak tertentu yang membuat acuan pada pelaku (agents) (satu gagasan dari Carnap). Good morning! dipengaruhi oleh hukum pragmatik. Morris memberikan contoh interjeksi seperti Oh!. atau semiotik (semiotics). Morris membedakan tiga cabang yang berbeda dalam penyelidikan. yaitu bahwa variasi retoris dan alat puitis hanya muncul di bawah kondisi tertentu dalam batas-batas pemakaian bahasa. Mempelajari bagaimana satuan lingual itu ditafsirkan. yaitu suatu telaah dari sebagian besar jajaran fenomena psikologis dan sosiologis yang mencakup sistem tanda pada umumnya atau dalam bahasa tertentu (the Continental sense of the term). Jadi. Asal-usul dan perilaku historis istilah pragmatik Pemakaian istilah pragmatik (pragmatics) dipopulerkan oleh seorang filosof bernama Charles Morris (1938). yang mempunyai perhatian besar pada ilmu pengetahuan tentang tanda-tanda. sebenarnya semantik sudah ada pragmatik.Makna itu berubah-ubah tergantung pada konteksnya. dan pragmatik yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan penafsir (interpreters). atau studi istilah indeksikal atau deiktis (deictis) (gagasan Montague). Akhirnya pengarang menyimpulkan bahwa perbedaan pemakaian istilah pragmatik ditimbulkan dari bagian asal-usul semantik karya Morris. Dalam semiotik.

Sosiolinguistik: berkaitan dengan variasi bahasa. Contoh: Lunga! (tidak sopan) dan Lungaa! (lebih sopan) Semakin langsung semakin tidak sopan. semakin pendek tidak sopan. Berkenaan dengan data: Data kalimat : sentence. Obyek data pragmatik itu konkrit. aku nyilih sepedha motore (lebih sopan)). jelas.M.W. yang tidak jelas siapa penuturnya tidak jelas. Obyek data primer adalah bahasa lisan. . (Contoh: Nyilih sepedha motore (tidak sopan) dan Menawa pareng. . Makna kongkrit: makna tuturan. Bahasa tulis juga bisa asalkan mampu merekonstruksi tuturan yang sebenarnya. Data pragmatik: utterance (kalimat + konteks). karena: jelas kapan bahasa itu digunakan siapa yang berbicara kepada siapa. semakin tidak langsung semakin sopan.Makna . Contoh: ¶menolak¶ bisa dinyatakan dengan .Omahku sepi kok. · o · Tuturan semakin panjang tuturan semakin sopan.Ora duwe dhuwit.Informasi Dia membeli buku Buku dibelinya makna: µaktif¶ dan µpasif¶ Makna yang abstrak.Maksud .Pragmatik: Satu tanda bisa menyatakan bermacam-macam maksud atau bermacam-macam tanda satu maksud. : ada pada satuan lingual (internal) : ada pada penutur (eksternal) : isi tuturan (internal) J. Verhaar (Pengantar Lingguistik Umum): .

wacana tidak selalu di atas kalimat. 3. Lunga! Wacana. Tenor (pelibat): misalnya. 2. teks tidak jelas konteksnya.1.Entuk 4 + Apik! Menurut Halliday (pakar Functional Grammar): 1. Kopi bisa menolak atau menerima. + Piye bijimu .di atas kalimat minus konteks. Widowson: 1. Neng ngendi sabune? TUTURAN PERFORMATIF DAN TUTURAN KONSTATIF .minus konteks. ²-> terkait dengan wacana. Wacana: mengandung amanat yang lengkap. Mode (bentuk bahasa): strategi memilih yang mana) wacana pragmatik Pragmatik: retorika. bagaimana strateginya. 4. Contoh: Sugeng rawuh.di atas kalimat plus konteks. Field (medan): siapa berbicara kepada siapa. Wacana (discourse) . 2. 3. Arep? marahi saya melek terus.kalimat tanya. . Jadi. ayah dengan anak. 2. . Ayahnya sakit.plus konteks. Dia pergi ke Surabaya. Tuturan (utterance) . Kalimat (sentence) Teks (texs) .

misalnya: I promise that I shall be there (Saya berjanji bahwa saya akan hadir di sana) . Jack dkk. New York: Oxford University Press. I promise not to be late (= a promise). 1984: 2001). Kamus Linguistik. oleh Kridalaksana disebut dengan istilah ujaran): (1) regangan wicara bermakna di antara dua kesenyapan aktual atau potensial. Longman Dictionary of Applied Linguistics.L. Richards. Performative (in speech act theory): an utterance which performs an act. J.O. 1984. tetapi sebenarnya ada tindakan tertentu yang baru dapat terlaksana kalau orang itu mengemukakan tuturan/bahasa. Filosof J. Dengan demikian bahasa bukan semata-mata alat untuk menyatakan sesuatu tetapi juga melakukan sesuatu. Tuturan (utterance. tetapi sebagai tepat atau tidak tepat. 1969. ((Richards dkk. (Terjemahan M. Jakarta: Universitas Indonesia. Searle. misalnya: dalam ujaran Saya mengucapkan terima kasih. Jakarta: PT Gramedia. 1989. Harimurti Kridalaksana. pembicara mengujarkannya dan sekaligus menyelesaikan perbuatan ³mengucapkan´ (Kridalaksana. Oka). J. Urmson). 1984: 2001). (2) kalimat atau bagian kalimat yang dilisankan (Kridalaksana. Definisi: Tuturan performatif (performative utterance): tuturan yang memperlihatkan bahwa suatu perbuatan telah diselesaikan pembicara dan bahwa dengan mengungkapkannya berarti perbuatan itu diselesaikan pada saat itu juga. John.D. Secara ringkas dikatakan pula bahwa tuturan performatif adalah tuturan untuk melakukan sesuatu (perform the action). Prinsip-prinsip Pragmatik.. Speech Acts.L. 1989: 212). such as Watch out (=a warning). 1993. Longman: Longman Group UK Limited. Tuturan performatif tidak dievaluasi sebagai benar atau salah. Leech. Geoffrey. Intinya: bahasa pada umumnya sebagai alat komunikasi.Pustaka: Austin. 1962. How to Do Things with Words.D. Austin membedakan antara tuturan performatif (performativei) dan konstatif (constative). Cambridge: Cambridge University Press. (ed.

2. Ciri-ciri tindakan performatif § § Subyek harus orang pertama. objeknya 2 orang (berdua). Saya nyatakan Anda berua suami-isteri. sebagai berikut. Akhirnya direvisi (dilengkapi) oleh murid-muridnya.dan performatif primer atau tuturan primer I shall be there (Saya akan hadir di sana) (Geoffrey Leech (terjemahan). (Tindakan berterima kasih: the act of Saya mohon maaf atas keterlambatan saya. (Tindakan mohon maaf: the act of Saya namakan anak saya Parikesit. Contoh lain: 1. 5. Tindakan harus dilakukan secara sungguh-sungguholeh penutur. 6. Saya bertaruh Mike Tyson pasti menang. Saya berterima kasih atas kebaikan Saudara. Misalnya: Saya nyatakan Anda berdua suami-isteri. Penuturnya adalah penghulu (naib). Syarat itu juga belum cukup. (Tindakan menyerahkan: the act of Saya akan pergi sekarang. (Tindakan pergi: the act of going). 3. 4. Tindakan sedang/akan dilakukan Kalau dalam bahasa Inggris. 1993: 280). Syarat-syarat itu antara lain: 1. bukan orang kedua atau ketiga. (Tindakan menyatakan/menikahkan: the act of Saya serahkan semua harta saya kepada anak saya. tempatnya di KUA. Orang yang menyatakan tuturan dan tempatnya harus sesuai atau cocok. Pura. (Tindakan bertaruh: the act of betting). Misalnya: Saya mohon maaf atas kesalahan saya. . Gereja. marrying). Penutur harus memiliki niat yang sungguh-sungguh dalam mengemukakan tuturannya. yaitu dengan adanya syarat-syarat lainnya yang disebut syarat tuturan performatif (felicity condition). kemudian diperbaharui lagi oleh John Searle. 1. Misalnya: Saya berjanji akan setia padamu. (Tindakan memberi nama: the act of naming). pendeta. Austin dalam menentukan ciri-ciri tuturan performatif ini hanya melihat aspek gramatikalnya saja. bequeting). 7. 2. tidak dengan tindakan menginjak kaki mitra tutur-nya. subjek orang pertama dan kala-nya present tense. (the act of promising). thanking) apologizing). Harus diucapkan sungguh-sungguh. rama. Masjid.

Tuturan harus mempredikasi tindakan yan g akan dilakukan. tumindakku kang ora ndadekake renaning penggalihmu. dan sifatnya betul atau tidak betul (Kridalaksana.. 1984: 154) Speech act: an utterance as a functional unit in communication (Richards et al. Chicago is in the United States (Richards dkk. Kalau tuturan tidak memenuhi kelima syarat tersebut. 1984: 2001). Penutur harus yakin bahwa ia mampu melakukan tindakan itu. seseorang tidak semata -mata mengatakan sesuatu dengan . 1989: 212-213). 1993: 316). atau Austin mengatakan bahwa tuturan konstatif dapat dievaluasi dari segi benar-salah (Geoffrey Leech (terjemahan). TINDAK TUTUR (Speech Act) A. Misalnya: Misalnya: Saya berjanji akan setia. Tuturan harus mempredikasi tindakan yang akan dilakukan oleh penutur. 4. bukan oleh Tindakan harus dilakukan secara sungguh-sungguh oleh kedua belah pihak.. speech event): pengujaran kalimat untuk menyatakan agar suatu maksud dari pembicara diketahui pendengar (Kridalaksana. proses. dsb. A constative is an utterance which assert something that is either true or false. Misalnya: Sesuk kowe tak-tukokke sepur (yakin tidak. Aku njaluk pangapura marang sliramu. kalau tidak berarti bukan tuturan performatif). 1989: 265). maka tuturan itu dikatakan tidak valid (infelicition). atau mampu melakukan apa yang dinyatakan dalam tuturannya. 5.2. bukan yang telah dilakukan. Misalnya: 1. for example. keadaan. Tuturan konstatif atau deskriptif (constative utterance): tuturan yang dipergunakan untuk menggambarkan atau memerikan peristiwa. Di dalam mengatakan suatu kalimat. Pengertian Tindak tutur (istilah Kridalaksana µpertuturan¶ / speech act. 3. 2. orang lain. Misalnya: Saya berjanji bahwa saya akan selalu datang tepat waktu. Ali pergi ke Jakarta Saya tidur di hotel. (Orang perta dan kedua melakukan tindakan secara sungguh-sungguh).

Ia membedakan tiga jenis tindakan yang berkaitan dengan ujaran. ³ Aku ngelak´ yang diujarkan oleh P dengan maksud µminta minum¶ adalah sebuah tindak ilokusi. Ilokusi. Seorang ibu rumah pondokan putri. tawaran (offers). Ilokusi adalah tindak melakukan sesuatu. Dengan pengucapan kalimat Arep ngombe apa? si pembicara tidak semata-mata menanyakan atau meminta jawaban tertentu. ajakan (invitation). . yakni menawarkan minuman. ia juga menindakkan sesuatu. Hal-hal apa sajakah yang dapat ditindakkan di dalam berbicara? Ada cukup banyak. tanpa bermaksud untuk minta minum. Jadi. antara lain. penerimaan akan tawaran (acceptation of offers) B. 3.1 Lokusi. Di dalam pengucapan kalimat ia juga ³menindakkan´ sesuatu. Lokusi adalah semata-mata tindak berbicara. Jadi. untuk apa ujaran itu dilakukan. permintaan (requests). Uraian berikut memaparkan klasifikasi dari berbagai jenis TT. di samping memang mengucapkan kalimat tersebut. apabila seorang penutur (selanjutnya disingkat P) Jawa mengujarkan ³Aku ngelak´ dalam tindak lokusi kita akan mengartikan ³aku´ sebagai µpronomina persona tunggal¶ (yaitu si P) dan ³ngelak´ mengacu ke µtenggorokan kering dan perlu dibasahi¶. mengatakan Sampun jam sanga ia tidak semata-mata memberi tahu keadaan jam pada waktu itu. yaitu tindak mengucapkan sesuatu dengan kata dan kalimat sesuai dengan makna kata itu (di dalam kamus) dan makna kalimat itu sesuai dengan kaidah sintaksisnya. TINDAK TUTUR DAN JENIS-JENISNYA Tindak tutur (selanjutnya TT) atau tindak ujaran (speech act) mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam pragmatik karena TT adalah satuan analisisnya. ia juga menindakkan sesuatu. Di sini maksud atau fungsi ujaran itu belum menjadi perhatian. dan Perlokusi Austin (1962) dalam How to do Things with Words mengemukakan bahwa mengujarkan sebuah kalimat tertentu dapat dipandang sebagai melakukan tindakan (act). Di sini kita mulai berbicara tentang maksud dan fungsi atau daya ujaran yang bersangkutan. ilokusi. dan perlokusi. yaitu lokusi. yaitu memerintahkan si mitratutur supaya pergi meninggalkan rumah pondokannya.pengucapan kalimat itu. pemberian izin (permissons).

misalnya menyatakan. dan mengeluh.2 TT Representatif. (4) Pernyataan keharusan (5) Pernyataan keinginan : Sliramu kudu mindhahke meja iki! : Aku kepengin meja iki dipindhah. dan sebagainya) yang baru. mengucapkan terima kasih. dan menyebutkan. keadaan. (3) TT ekspresif ialah TT yang dilakukan dengan maksud agar ujarannya diartikan sebagai evaluasi mengenai hal yang disebutkan di dalam ujaran itu. (4) TT komisif adalah TT yang mengikat P-nya untuk melaksanakan apa yang disebutkan di dalam ujarannya. menyarankan. jika MT melakukan tindakan mengambilkan air minum untuk P sebagai akibat dari TT itu maka di sini dapat dikatakan terjadi tindak perlokusi. Komisif. 3. misalnya menyuruh. (5) TT deklaratif merupakan TT yang dilakukan P dengan maksud untuk menciptakan hal (status. misalnya. menurut Blum-Kulka (1987) (lihat Gunarwan. menunjukkan. melaporkan. Kelima TT itu sebagai berikut: (1) TT representatif yaitu TT yang mengikat P-nya kepada kebenaran atas apa yang dikatakannya.Perlokusi mengacu ke efek yang ditimbulkan oleh ujaran yang dihasilkan oleh P. misalnya berjanji dan bersumpah. (2) TT direktif yaitu TT yang dilakukan P-nya dengan maksud agar si pendengar atau MT melakukan tindakan yang disebutkan di dalam ujaran itu. (1) Kalimat bermodus imperatif (2) Performatif eksplisit (3) Performatif berpagar iki. memohon. mengritik. Jadi. dan Deklaratif Searle (1975) mengembangkan teori TT dan membaginya menjadi lima jenis TT (dalam Ibrahim. perlokusi adalah efek dari TT itu bagi mitra-tutur (selanjutnya MT). 1993: diungkapkan dengan menggunakan berbagai ujaran sebagai berikut. mengizinkan. melarang. : Pindhahen meja iki! : Dakjaluk sliramu mindhahke meja iki! : Aku jan-jane arep njaluk tulung sliramu mindhahke meja dapat . misalnya memuji. membatalkan. dan menantang. Direktif. Untuk maksud atau fungsi ³menyuruh´. Secara singkat. Ekspresif. menuntut. dan memberi maaf. Pada bagian terdahulu telah disinggung bahwa di dalam komunikasi satu fungsi dapat dinyatakan atau diutarakan melalui berbagai bentuk ujaran. misalnya memutuskan. 1993: 11-54).

Derajat kelangsungan dapat pula diukur berdasarkan kejelasan pragmatisnya: makin jelas maksud ujaran makin langsunglah ujaran itu. misalnya diucapkan oleh dokter gigi : ³Untuk menjaga rahasia. 1996: 36). berupa isyarat halus. kita masing-masing´. (1) Tindak tutur langsung (TT-L) (2) Tindak tutur tidak langsung (TT-TL) (3) Tindak tutur harafiah (TT-H) : ³Buka mulut´. Dari kesembilan bentuk ujaran tersebut.3 TT Langsung vs TT Tidak Langsung Dari sembilan bentuk ujaran tersebut diperoleh sembilan TT yang berbeda-beda derajat kelangsungannya dalam menyampaikan maksud µmenyuruh memindahkan meja¶ itu. yaitu: (1) TT-LH (2) TT-LTH (3) TT-TLH (4) TT-TLTH rahasia. Dengan demikian. kepada pasien yang masih kecil agar anak itu tidak takut. kelangsungan dan keharafiahan ujaran.(6) Rumusan saran (7) Persiapan pertanyaan (8) Isyarat kuat (9) Isyarat halus : Piye yen meja iki dipindhah? : Kowe bisa mindhah meja iki? : Yen meja iki ana ing kene. misalnya diucapkan oleh P yang mengajak MT-nya untuk tidak membuka . misalnya diucapkan oleh seseorang yang jengkel kepada : ³Bagaimana kalau mulutnya dibuka?´. berdasarkan uraian dan contoh -contoh di atas dapat dicatat ada delapan TT sebagai berikut (bandingkan Wijana. P dapat juga menggunakan tindak tutur harafiah (TT-H) atau tindak tutur tidak harafiah (TT-TH) di dalam mengutarakan maksudnya. maka MT harus mencari-cari konteks yang relevan untuk dapat menangkap maksud P. : Kamar iki kok katone sesak ngono ya? 3. digabungkan maka akan didapatkan empat macam ujaran. Derajat kelangsungan TT dapat diukur berdasarkan ³jarak tempuh´ antara titik ilokusi ( di benak P) ke titik tujuan ilokusi (di benak MT). secara ringkas. dan sebaliknya. : ³Tutup mulut´. Selain TT-L dan TT-TL. yang paling samar-samar maksudnya ialah bentuk ujaran (9). lebih baik jika kita semua sepakat menutup mulut MT-nya yang selalu ³cerewet´. Jika kedua hal itu. Hal ini berkaitan dengan tindak tutur langsung (TT-L) dan tindak tutur tidak langsung (TT-TL). kamar iki katon rupek. Karena kata ³meja´ sama sekali tidak disebutkan oleh P dalam ujaran (9). misalnya diucapkan oleh dokter gigi kepada pasiennya.

tindak ilokusi (melakukan tidakan dalam mengatakan sesuatu). maka ada 3 jenis tindakan atau tindak tutur (selanjutnya disingkat TT). menolak. Sebagian verba yang digunakan untuk melabel tindak ilokusi bisa digunakan secara performatif. n meyakinkan (convinces) t bahwa P. (Dilakukan dengan mengatakan sesuatu. Kesulitan dalam . Hal ini sejalan dengan pendapat Austin (1962) yang melihat adanya tiga jenis tindak ujar. Persuasi 3. Dengan demikian mengatakan Saya menolak bahwa X sama halnya menolak bahwa X. dan membuat tertawa) Perbedaan kekuatan antara perlokusi dan ilokusi tidak selalu jelas. Dalam mengatakan X. Lokusi bahasa yang tindak mengatakan pokok sesuatu: menghasilkan linguistik serangkaian bunyi yang berarti sesuatu. dan tindak perlokusi (melakukan tindakan dengan mengatakan sesuatu). n menegaskan (asserts) bahwa P. melukai. Contoh-contoh yang sesuai adalah meyakinkan. dan memesan. menakut-nakuti. (Menghasilkan efek tertentu pada pendengar. (merupakan 1.(4) Tindak tutur tidak harafiah (TT-TH) (5) Tindak tutur langsung harafiah (TT-LH) (6) Tindak tutur tidak langsung harafiah (TT-TLH) (7) Tindak tutur langsung tidak harafiah (TT-LTH)\ (8) Tindak tutur tidak langsung tidak harafiah (TT-TLTH) Apabila seseorang menggunakan bahasa. Perlokusi merupakan tindak perlokusi: orang tidak dapat mempersuai seseorang tentang sesuatu hanya dengan mengatakan Saya mempersuasi anda. yaitu tindak lokusi (melakukan tindakan mengatakan sesuatu). Ini merupakan aspek merupakan penekanan tradisional). dan mencakup tindak-tindak seperti bertaruh. suruhan (request) memiliki kekuatan esensial untuk membuat pendengar melakukan sesuatu. Misalnya. ilokusi. Misalnya: n mengatakan kepada t bahwa X. Ilokusi berjanji. yaitu lokusi. 2.) Dengan mengatakan X. dan perlokusi.

definisi ini muncul dari urutan tindakan yang banyak diabaikan oleh teori tindak tutur. Kesulitan itu juga muncul dari dasar definisi maksud penutur, yang merupakan keadaan psikologis yang tidak bisa diobservasi (lihat Abd. Syukur Ibrahim, 1993: 115). 1. TT lokusi: Austin, perbuatan bertutur, hal mengungkapkan sesuatu atau menyatakan sesuatu (locutionary speech act). Misalnya: Dia sakit. Kaki manusia dua. Pohon punya daun. Wacana-wacana ilmiah yang tidak menekankan emosi termasuk TT lokusi. TT ini sangat sedikit peranannya dalam pragmatik. 2. TT ilokusi: Austin, Searle, perbuatan yang dilakukan dalam mengujarkan sesuatu atau melakukan sesuatu, mis. memperingatkan, bertanya (illocutionary speech act). Misalnya: Saya berjanji. Ibunya di rumah! (bisa bermaksud melarang datang menemui anaknya) Bapaknya galak! (bisa melarang jangan ke sana) Saya tidak dapat datang. (minta maaf) Kula nyuwun sekilo. (membeli) Temboknya dicat! (jangan dekat tembok itu) Adoh lho le! (jangan ke sana) 3. TT perlokusi: Austin, Searle, perbuatan yang dilakukan dengan mengujarkan sesuatu, membuat orang lain percaya akan sesuatu dengan mendesak orang lain untuk berbuat sesuatu, dll. atau mempengaruhi orang lain (perlocutionary speech act) Misalnya: Tempat itu jauh.

Tempat itu jauh Lokusi Tempat itu jauh. mengandung pesan. Lokusi Tempat itu jauh. metapesan µJangan pergi ke sana!¶ Perlokusi Tempat itu jauh. metapesan pikiran (Dalam ada mitratutur

keputusan) ³Saya tidak akan pergi ke sana.´

C. Tindak tutur langsung-tidak langsung dan literal-tidak literal Berdasarkan isi kalimat atau tuturannya, kalimat dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu kalimat berita (deklaratif), kalimat tanya (interogatif), dan kalimat perintah (imperatif). Berita Adiknya sakit. Informasi Tanya Di mana handuk saya? ya, tidak (apa, intonasi) mana, kapan, ke mana, untuk apa, dsb.) TT langsung (direct TT speech) langsung (direct TT langsung (direct speech) speech) Perintah Pergi! larangan, ajakan, dan

informasi (apa, siapa, di perintah biasa

Berdasarkan mudusnya, kalimat atau tuturan dapat dibedakan menjadi tuturan langsung dan tutran tidak langsung. Misalnya: [Tuturan langsung] A: Minta uang untuk membeli gula! B: Ini. [Tuturan tidak langsung] A: Gulanya habis, nyah. B: Ini uangnya. Beli sana! Kadang-kadang secara pragmatis kalimat berita dan tanya digunakan untuk memerintah, sehingga merupakan TT tidak langsung (indirect speech). Hal ini merupakan sesuatu yang penting dalam kajian pragmatik. Misalnya: 1. Rumahnya jauh. (ada maksud: jangan pergi ke sana). 2. Adiknya sakit. (ada maksud: jangan ribut atau tengoklah!)

Berdasarkan keliteralannya, tuturan dapat dibedakan menjadi tuturan literal dan tuturan tidal literal. 1. Tuturan literal: tuturan yang sesuai dengan maksud atau modusnya. Misalnya, Buka mulutnya! (makna lugas: buka). 2. Tuturan tidak literal: tuturan yang tidak sesuai dengan maksud dalam tulisan/tuturan. Misalnya, Buka mulutnya! (makna tidak lugas: tutup). Hal ini disebut juga µnglulu¶ Dalan bahasa kadang-kadang terjadi, yang bagus dikatakan jelek (hal ini disebut banter [bEnte]), yang jelek dikatakan bagus (disebut µironi¶). Masing-masing tindak tutur (langsung, tidak langsung, literal, dan tidak literal) apabila disinggungkan (diinterseksikan) dapat dibedakan menjadi 8 macam seperti sebagai berikut. 1. TT langsung 2. TT tidak langsung 3. TT literal 4. TT tidak literal 5. TT langsung literal 6. TT tidak langsung literal 7. TT langsung tidak literal 8. TT tidak langsung tidak literal Misalnya, kalimat Radione kurang banter. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. TT langsung TT tidak langsung TT literal TT tidak literal Radione TT langsung literal TT tidak langsung literal TT langsung tidak literal TT tidak langsung tidak banter. kurang betul-betul kurang keras. keraskan radionya! betul-betul kurang keras. suara sekali. betul-betul kurang keras keraskan radionya! suara sekali. matikan! radionya keras radionya keras

Dengan adanya 2 tujuan ini.literal PRINSIP KERJA SAMA (Cooperative Principle) Sebelum belajar tentang µprinsip kerja sama¶. tetapi ia harus bertanggung jawab atas penyimpangan itu. tidak berbelit-belit. maka orang akan berbicara sejelas mungkin. ringkas. Contoh: kikir tekate dhewe kutujukan wawan prawan ayu kian maju lali main dik daniel kaki lima thank before : q2r : TKTDW : ku¥49kan : wa-one : pra one are you : q-an maju : la5in : dick&niel : kq lima : thx b4 berdua satu tujuan : ber-217-an . tidak berlebihan. sehingga orang lain bisa mengetahui maksudnya. Kalau orang berbicara kepada orang lain pasti ingin mengemukakan sesuatu. kita perlu belajar tentang µasumsi pragmatik¶. Mereka harus bekerja sama. Selanjutnya orang lain diharapkan menangkap apa (hal) yang dikemukakan. ada maksudmaksud tertentu. Hanya saja dalam pragmatik terdapat penyimpangan-penyimpangan. berbicara secara wajar (termasuk volume suara yang wajar).

Lubis. Katakanlah hal yang sebenarnya. 1993: 73. Hindari kekaburanan ujaran. dan bandingkan pula Wijana. Bicaralah seperlunya saja. b. (1) Maksim kuantitas: a. (2) Maksim kualitas: a. 1996: 46-53). Jangan katakan sesuatu tanpa bukti yang cukup. Katakan yang relevan. Grice menjabarkan prinsip kerja sama itu menjadi empat maksim percakapan (periksa Gunarwan. antara P dengan MT harus saling menjaga prinsip kerja sama (cooperative principle) agar proses komunikasi berjalan dengan lancar. Bicaralah sesuai dengan permasalahan. Jangan katakan sesuatu yang Anda tahu bahwa sesuatu itu tidak benar. jangan mengatakan sesuatu yang tidak perlu. Katakan dengan jelas. b. Hindari ketaksaan. Keempat maksim percakapan itu ialah sebagai berikut. Tanpa adanya prinsip kerja sama komunikasi akan terganggu. Bicaralah secara singkat. Prinsip kerja sama ini terealisasi dalam berbagai kaidah percakapan. (3) Maksim relevansi: a.aku kamu sama-sama yang sayang anti gadis dan := : y9 : sy9 : aq :u : an3dis :n Di dalam berkomunikasi. c. b. 1993: 11. d. c. (4) Maksim cara: a. Berikan informasi Anda secukupnya atau sejumlah yang diperlukan oleh MT. b. Secara lebih rinci. tidak bertele-tele. .

Dalam pragmatik dikontrol oleh maksim (principle controlled). Kalau lebih berarti ada tujuannya. Maksim kuantitas Berbicara sejumlah yang dibutuhkan oleh pendengar. Maksim kualitas Prinsip yang menghendaki orang-orang berbicara berdasarkan bukti-bukti yang memadai. sedangkan dalam gramatika/ tatabahasa diatur oleh kaidah ( rule governed). Bukti cukup memadai. (Secara kuantitas cukup jelas). Ibu kota Provinsi Jawa Timur Sura «« Tuturan ini disampaikan oleh guru. baya. yaitu: 1. maka dalam komunikasi harus memenuhi prinsip (maksim). mengapa P yang bermaksud meminjam uang atau memerlukan bantuan kepada MT biasanya diawali dengan menceritakan secara panjang lebar keadaan dirinya seraya disertai dengan janji-janji? Apakah itu berlaku secara universal? Bukankah tindakan tersebut melanggar maksim kuantitas? Pada hemat saya. ada maksud apa di balik pelanggaran maksim tersebut? Misalnya. Kenyataan membuktikan. di antara empat maksim itu. bukti tidak memadai. 2. dan tidak ambigu. bagi pengamat pragmatik. justeru pelanggaran-pelanggaran itulah yang menarik untuk dikaji: mengapa P melakukan pelanggaran terhadap maksim tertentu..e. lalu murid menjawab «. Untuk memenuhi komunikasi secara wajar dan terjadi kerja sama yang baik. maksim ketiga atau maksim relevansilah yang paling penting sebab betapa pun informasi yang kita sampaikan itu cukup serta disampaikan dengan cara yang jelas. Terdapat beberapa asumsi pragmatik. Dalam kaitannya dengan maksim . di dalam percakapan sehari hari tidak jarang kita temukan praktik-praktik pelanggaran terhadap maksim-maksim Grice tersebut. Akan tetapi. tetapi apabila ada tuturan *Buku itu dibuat dari nasi. kalau informasi itu tidak relevan dengan permasalahan toh tidak akan membawa manfaat. Misalnya: Buku itu dibuat dari kertas. Sejauh mana asumsi ini benar juga masih memerlukan pengkajian secara pragmatis. sistematis. Misalnya: Ibu kota Provinsi Jawa Timur Surabaya. Asumsi pragmatik ini merupakan titik acuan (point of reference). Berkatalah secara sistematis.

tidak boleh ambigu (taksa). Keempat prinsip tersebut di atas termasuk pada jenis µretorika tekstual¶ sebab dalam pragmatik dikenal adanya retorika tekstual dan retorika interpersonal. dan maksim cara. . Akan menjadi tidak relevan misalnya apabila B menjawab Ini baju kamu atau Di sana. Retorika interpersonal membutuhkan prinsip kesopanan (politeness principle). terdapat penyimpangan maksim. Retorika tekstual harus memenuhi 4 prinsip (maksim) kerja sama. dia sering tampil di TVRI. masak saya miskin seperti ini punya tanah. kadang-kadang dalam tuturan yang wajar terjadi dis-ambiguasi (pengawaambiguan). 3. Sedangkan retorika interpersonal harus memperhitungkan orang lain. Misalnya: A B : Dia penyanyi solo. sehingga kata-kata yang ambigu itu hanya satu makna. ya? : Bukan. ya? : Jangan menghina. Misalnya: A B : Ini jam berapa? : Ini jam 3. Jadi tidak hanya bersifat tekstual. maksim kualitas. : Ini Tanah Abang. 4. Maksim cara Tuturan harus dikomunikasikan secara wajar. Ada 6 macam prinsip agar memenuhi prinsip kesopanan. mujair. yaitu maksim kuantitas. misalnya Modal saja tidak bisa dan Untung saja tidak dapat. tidak terbalik (harus runtut). Tetapi Misalnya: A B A B : Kamu penjahat kelas kakap. : Benar. maksim relevansi.kualitas. Maksim relevansi Penutur dan mitra tutur berbicara secara relevan berdasarkan konteks pembicaraan.

Yang diperhatikan adalah tuturan. komisif). memerintah. meminimalkan kerugian orang lain.Sebelum sampai pada prinsip kesopanan. Misalnya: Ada yang bisa saya bantu? A B : Mari saya bawakan! : Tidak usah. perlu mengingat kembali dari adanya kategori sintaktik yang terdiri dari berita. Tuturan komisif: berjanji. Tuturan asertif: menyatakan sesuatu (objektif). Jenis maksim ini untuk berjanji dan menawarkan (impositif. Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS memiliki 8 jurusan. Tuturan A dan B disebut pragmatik paradoks. Kadang-kadang sulit dibedakan antara tuturan asertif dengan ekspresif. Misalnya: Bali terletak di sebelah timur Pulau Jawa. Tuturan ekspresif: menyatakan perasaan (emosi). . tuturan ekspresif. tanya. menawarkan. Swear. tuturan asertif. berikut ini inti 6 prinsip kesopanan menurut Leech. 1. Ditujukan pada orang lain (other centred maxim). Gadis itu cantik sekali. = memaksimalkan keuntungan orang lain. Maksim kebijaksanaan/kedermawanan. tuturan impositif (direktif). memohon. Misalnya: Apakah Anda bisa menolong saya. Misalnya: Saya akan datang. tact maxim. 1. Tuturan impositif (direktif): menyuruh. Saya akan datang (ada efek yang lain untuk memerintah) 3. 2. dan perintah. Boleh saya bawakan? Saya akan setia. 4. Dalam kaitannya dengan kategori pragmatik ini ada tuturan komisif. Dalam kategori pragmatik didasarkan pada fungsi komunikatifnya. Misalnya: Gedung itu indah sekali. Selanjutnya agar memenuhi prinsip (maksim) kesopanan.

= memaksimalkan rasa hormat pada orang lain. meminimalkan keuntungan diri sendiri. . = meminimalkan rasa hormat pada diri sendiri dan memaksimalkan rasa tidak hormat pada diri sendiri. = memaksimalkan kerugian diri sendiri. Ditujukan pada diri sendiri. Pekarangane jembar. nanging emane akeh sukete. : Mobilnya bagus! : Ah. = memaksimalkan kesetujuan pada orang lain dan meminimalkan ketidaksetujuan pada orang lain. bukan pada orang lain (self centred maxim). begini saja kok bagus. Maksim kesetujuan atau kecocokan (agreement maxim). Maksim penerimaan (approbation maxim). Pusatnya pada diri sendiri (self centred maxim). Apakah Anda bersedia membawakan? Bawakan ini! (tidak sopan) Mari saya antarkan! Tolong saya dihantarkan! 3. : Ah tidak. ning emane cedhak pabrik. biasa-biasa saja. 4. Maksim kemurahhatian (generosity maxim). Maksim kerendahhatian (modesty maxim). meminimalkan rasa tidak hormat pada orang lain. Maksim penerimaan ini ditujukan untuk menawarkan dan berjanji. Pusatnya orang lain (other centred maxim) Maksim ini ditujukan untuk kategori asertif dan ekspresif. 5. Misalnya: Bolehkah saya bantu? Mari saya bantu. Misalnya: A B A B : Kau sangat pandai.2. Misalnya: Omahmu jane apik. Ditujukan untuk menyatakan pendapat dan ekspresif. Pusatnya pada orang lain (other centred maxim).

Misalnya: A B A B : Omah kuwi apik. : Iya, apik banget. : Omah kuwi apik banget. : Wah elek banget ngono kok.

(Ketidaksetujuan total / tidak sopan) A B : Wah, ayu banget ya dheweke? : Iya, ning rada «. (kera).

(Ketidaksetujuan parsial / sopan) 6. Maksim kesimpatian (symphaty maxim). Pusatnya orang lain (other centred maxim). Ditujukan untuk menyatakan asertif dan ekspresif. = memaksimalkan simpati pada orang lain dan meminimalkan antipati pada orang lain. Misalnya: A B A B : Saya lolos di UMPTN, Jon. : Selamat, ya. : Baru-baru ini dia telah meninggal. : Oh, saya turut berduka cita.

Pragmatik
Mengapa Pragmatik Perlu Dipelajari dalam Program Studi Linguistik?

1. Pendahuluan Dalam jangka yang cukup lama, seperti diungkap oleh Yule (1996: 6), studi bahasa sangat dikuasai oleh kecenderungan untuk menjelaskan bahasa berdasarkan sistem formalnya, yaitu dengan menurunkan sistem yang terdapat dalam matematika dan logika, dan mengabaikan unsur pengguna bahasa. Sebagai tataran terbaru dalam linguistik, Pragmatik merupakan satu satunya tataran yang turut memperhitungkan manusia sebagai pengguna bahasa. Meskipun memiliki fokus kajian yang serupa dengan semantik, yaitu makna, seperti akan saya jelaskan kemudian, makna yang dikaji dalam pragmatik berbeda dengan makna yang dikaji dalam semantik. Makalah ini bertujuan menjelaskan pentingnya bidang pragmatik untuk dipelajari dalam program studi linguistik. Untuk tujuan tersebut, saya mengawali makalah ini dengan pembahasan mengenai pengertian pragmatik, perkembangannya, menjelaskan secara singkat topik-topik bahasannya, dan, dengan melihat perbedaan kajiannya dengan bidang lain dalam

linguistik, menunjukkan pentingnya pragmatik. 2. Definisi Pragmatik Para pakar pragmatik mendefinisikan istilah ini secara berbeda-beda. Yule (1996: 3), misalnya, menyebutkan empat definisi pragmatik, yaitu (1) bidang yang mengkaji makna pembicara; (2) bidang yang mengkaji makna menurut konteksnya; (3) bidang yang, melebihi kajian tentang makna yang diujarkan, mengkaji makna yang dikomunikasikan atau terkomunikasikan oleh pembicara; dan (4) bidang yang mengkaji bentuk ekspresi menurut jarak sosial yang membatasi partisipan yang terlibat dalam percakapan tertentu. Thomas (1995: 2) menyebut dua kecenderungan dalam pragmatik terbagi menjadi dua bagian, pertama, dengan menggunakan sudut pandang sosial, menghubungkan pragmatik dengan makna pembicara (speaker meaning); dan kedua, dengan menggunakan sudut pandang kognitif, menghubungkan pragmatik dengan interpretasi ujaran (utterance interpretation). Selanjutnya Thomas (1995: 22), dengan mengandaikan bahwa pemaknaan merupakan proses dinamis yang melibatkan negosiasi antara pembicara dan pendengar serta antara konteks ujaran (fisik, sosial, dan linguistik) dan makna potensial yang mungkin dari sebuah ujaran ujaran, mendefinisikan pragmatik sebagai bidang yang mengkaji makna dalam interaksi (meaning in interaction). Leech (1983: 6 (dalam Gunarwan 2004: 2)) melihat pragmatik sebagai bidang kajian dalam linguistik yang mempunyai kaitan dengan semantik. Keterkaitan ini ia sebut semantisisme, yaitu melihat pragmatik sebagai bagian dari semantik; pragmatisisme, yaitu melihat semantik sebagai bagian dari pragmatik; dan komplementarisme, atau melihat semantik dan pragmatik sebagai dua bidang yang saling melengkapi. 3. Perkembangan Pragmatik Mey (1998), seperti dikutip oleh Gunarwan (2004: 5), mengungkapkan bahwa pragmatik tumbuh dan berkembang dari empat kecenderungan atau tradisi, yaitu: (1) kecenderungan antisintaksisme; (2) kecenderungan sosial-kritis; (3) tradisi filsafat; dan (4) tradisi etnometodologi. Kecenderungan yang pertama, yang dimotori oleh George Lakoff dan Haji John Robert Ross, menolak pandangan sintaksisme Chomsky, yaitu bahwa dalam kajian bahasa yang sentral adalah sintaksis, dan bahwa fonologi, morfologi, dan semantik bersifat periferal. Menurut Lakoff dan Ross, keapikan sintaksis (well-formedness) bukanlah segalanya, sebab, seperti sering kita jumpai, komunikasi tetap dapat berjalan dengan penggunaan bentuk yang tidak apik secara sintaksis (ill-formed), bahkan semantik (Gunarwan 2004: 6). Kecenderungan kedua, yang tumbuh di Eropa, tepatnya di Britania, Jerman, dan Skandinavia (Mey 1998: 717 (dalam Gunarwan 2004: 6)), muncul dari keperluan terhadap ilmu bahasa yang secara sosial relevan, bukan yang sibuk dengan deskripsi bahasa semata-mata secara mandiri. Tradisi yang ketiga, yang dipelopori oleh Bertrand Russell, Ludwig Wittgenstein, dan terutama John L. Austin dan John R. Searle, adalah tradisi filsafat. Para pakar tersebut mengkaji bahasa, termasuk penggunaannya, dalam kaitannya dengan logika. Leech (1983: 2), seperti dikutip Gunarwan (2004: 7), mengemukakan bahwa pengaruh para filsuf bahasa, misalnya Austin, Searle, dan Grice, dalam pragmatik lebih besar daripada pengaruh Lakoff dan Ross. Tradisi yang keempat adalah tradisi tradisi etnometodologi, yaitu cabang sosiologi yang mengkaji cara para anggota masyarakat tutur (speech community) mangorganisasi dan memahami kegiatan mereka. Dalam etnometodologi, bahasa dikaji bukan berdasarkan aspek kegramatikalannya, melainkan berdasarkan cara para peserta interaksi saling memahami apa yang mereka ujarkan. Dengan kata lain, kajian bahasa dalam etnometodologi lebih ditekankan pada komunikasi, bukan tata bahasa (Gunarwan 2004: 6). 4. Beberapa Topik Pembahasan dalam Pragmatik 4.1 Teori Tindak-Tutur Melalui bukunya, How to Do Things with Words, Austin dapat dianggap sebagai pemicu minat yang paling utama dalam kajian pragmatik. Sebab, seperti diungkap oleh Marmaridou (2000: 1

(dalam Gunarwan 2004: 8)), sejak itu bidang kajian ini telah berkembang jauh, sehingga kita dapat melihat sejumlah kecenderungan dalam pragmatik, yaitu pragmatik filosofis (Austin, Searle, dan Grice), pragmatik neo-Gricean (Cole), pragmatik kognitif (Sperber dan Wilson), dan pragmatik interaktif (Thomas). Austin, seperti dikutip oleh Thomas (1995: 29-30), bermaksud menyanggah pendapat filosof positivisme logis, seperti Russel dan Moore, yang berpendapat bahwa bahasa yang digunakan sehari-hari penuh kontradiksi dan ketaksaan, dan bahwa pernyataan hanya benar jika bersifat analitis atau jika dapat diverifikasi secara empiris. Contoh. (1) Ada enam kata dalam kalimat ini (2) Presiden RI adalah Soesilo Bambang Yoedoyono Dari contoh di atas, dapat dipahami bahwa para filosof yang dikritik Austin ini mengevaluasi pernyataan berdasarkan benar atau salah (truth condition), yaitu, sesuai contoh di atas, kalimat (1) benar secara analitis dan kalimat (2) benar karena sesuai dengan kenyataan. Persyaratan kebenaran ini kemudian diadopsi oleh linguistik sebagai truth conditional semantics (Thomas 1995: 30). Austin (dalam Thomas 1995: 31) berpendapat bahwa salah satu cara untuk membuat pembedaan yang baik bukanlah menurut kadar benar atau salahnya, melainkan melalui bagaimana bahasa dipakai sehari-hari. Melalui hipotesis performatifnya, yang menjadi landasan teori tindak-tutur (speech-act), Austin berpendapat bahwa dengan berbahasa kita tidak hanya mengatakan sesuatu (to make statements), melainkan juga melakukan sesuatu (perform actions). Ujaran yang bertujuan mendeskripsikan sesuatu disebut konstatif dan ujaran yang bertujuan melakukan sesuatu disebut performatif. Yang pertama tunduk pada persyaratan kebenaran (truth condition) dan yang kedua tunduk pada persyaratan kesahihan (felicity condition) (Gunarwan 2004: 8). Contoh. (3) Dengan ini, saya nikahkan kalian (performatif) (4) Rumah Joni terbakar (konstatif) Selanjutnya Austin, seperti juga ditekankan lebih lanjut oleh Searle (dalam Gunarwan 2004: 9), memasukkan ujaran konstatif, karena memiliki struktur dalam yang mengandungi makna performatif, sebagai bagian dari performatif (Austin 1962: 52 dan Thomas 1995: 49). Dalam contoh (4), struktur dalam ujaran tersebut dapat saja berbunyi Saya katakan bahwa rumah Joni terbakar. Tindakan yang dihasilkan dengan ujaran ini mengandung tiga tindakan lain yang berhubungan, yaitu lokusi (locutionary act), ilokusi (illocutionary act), dan perlokusi (perlocutionary act) (Yule 1996: 48). Tindak lokusioner berkaitan dengan produksi ujaran yang bermakna, tindak ilokusioner terutama berkaitan dengan intensi atau maksud pembicara, dan tindak perlokusioner berkaitan dengan efek pemahaman pendengar terhadap maksud pembicara yang terwujud dalam tindakan (Thomas 1995: 49). Tindak-tutur, seperti dikembangkan lebih jauh oleh Searle (dalam Gunarwan 2004: 9), dapat berupa tindak-tutur langsung (direct speech-act) dan tindak-tutur tidak langsung (indirect speech-act). Dalam direct speeh-act terdapat hubungan langsung antara struktur kalimat dengan fungsinya, sedangkan dalam indirect speech-act hubungannya tidak langsung atau menggunakan (bentuk) tindak-tutur lain (Gunarwan 2004: 9; dan Yule 1996: 5455). Selain itu, Searle juga menyebut lima jenis fungsi tindak-tutur, yaitu asertif (assertive), direktif (directive), komisif (comissive), ekspresif (expressive), dan deklarasi (declaration) (Littlejohn 2002: 80; dan Yule 1996: 53 -54). Asertif atau representatif merupakan tindak-tutur yang menyatakan tentang sesuatu yang dipercayai pembicaranya benar; direktif merupakan tindak tutur yang menghendaki pendengarnya melakukan sesuatu; komisif merupakan tindak-tutur yang digunakan pembicaranya untuk menyatakan sesuatu yang akan dilakukannya; ekspresif merupakan tindak-tutur yang menyatakan perasaan pembicaranya; dan deklarasi merupakan tindak-tutur yang mengubah status sesuatu.

yaitu prinsip kerja sama (cooperative principle) (Yule 1996: 36-37 dan Thomas 1995: 61). menghindari ketaksaan. yaitu: pertama. menyebut dua macam implikatur. misalnya untuk memberikan informasi secara tersirat (implicature) dan menjaga muka lawan bicara (politeness). dan (4) bidal cara (manner maxim). Implikatur konversasional merupakan implikatur yang dihasilkan karena tuntutan konteks tertentu (Thomas 1995: 58). Setiap pembaca dapat memahami bahwa pesan ini hanya berlaku jika ia akan meninggalkan ruangan tersebut untuk terakhir kalinya.3 Implikatur (Implicature) Grice. yaitu (1) bidal kuantitas (quantity maxim). Contoh. seperti dikutip oleh Renkema (2004: 22). Berkaitan dengan prinsip kerja sama Grice di atas. dengan menggunakan prinsip kerja sama Grice. misalnya contoh (5) di atas. pesan ini berada dalam spesifikasi tertentu yang disepakati oleh addresser dan addressee dalam konteks komunikasi. bukan untuk setiap kali meninggalkan ruangan. Kerja sama yang terjalin dalam komunikasi ini terwujud dalam empat bidal (maxim). menurut Gazdar. ujaran yang mengandung implikatur jenis ini. memberi sumbangan informasi yang relevan. Contoh. ujaran merupakan sebentuk tindakan dari komunikasi ostensif. Yang pertama ada karena konteks ujaran. dan percakapan dapat terus berjalan meski hanya melalui bidal ini. seperti dikutip oleh Renkema (2004: 22). menyatakan hanya yang menurut kita benar atau cukup bukti kebenarannya. dapat dicontohkan dengan penggunaan kata bahkan. menyebutkan bahwa bahasa dalam penggunaannya (language in use) selalu dapat diidentifikasi melalui hal yang disebutnya indeterminacy atau underspecification. (7) Pastikan semua pintu terkunci jika meninggalkan ruangan ini. penerima pesan (addressee) hanya memilih sesuatu yang dianggapnya relevan dengan apa yang hendak disampaikan oleh pengirim pesan (addresser) dalam konteks komunikasi tertentu. misalnya untuk ke kamar mandi. Sperber dan Wilson (1995). implikatur dapat dibedakan menjadi implikatur khusus dan implikatur umum. (5) Bahkan Bapak Menteri Agama menghadiri sunatan anak saya (6) Saya kebetulan ke Inggris untuk studi selama dua tahun dan berangkat besok Contoh (5) di atas merupakan implikatur konvensional yang berarti Bapak Menteri Agama biasanya tidak menghadiri acara sunatan. memberi informasi sesuai yang diminta. 4. Dalam teori relevansi dipelajari bagaimana sebuah muatan pesan dapat dipahami oleh penerimanya. Dengan kata lain. pada kenyataannya. mengungkapkan secara singkat.4. menghindari ketidakjelasan pengungkapan. bidal yang terpenting dalam teori Grice adalah bidal relevansi. . sedangkan contoh (6) merupakan implikatur konversasional yang bermakna µtidak¶ dan merupakan jawaban atas pertanyaan maukah Anda menghadiri selamatan sunatan anak saya? Berbeda dengan Grice. dalam komunikasi kadang kita tidak mematuhi prinsip tersebut. seperti diungkap oleh Gunarwan (2004: 14). Hal ini. didasarkan atas beberapa alasan. 4. Menurut mereka. seperti diungkap oleh Gunarwan (2004: 12-14). yaitu implikatur konvensional dan implikatur konversasional. Implikatur konvensional merupakan implikatur yang dihasilkan dari penalaran logika. (2) bidal kualitas (quality maxim). untuk menjelaskan cara sebuah pesan dipahami penerimanya. sedangkan yang kedua tidak. mengungkapkan secara beraturan (Gunarwan 2004: 11 dan Thomas 1995: 63-64). Selanjutnya. seperti diungkap oleh Thomas (1995: 57). Sperber dan Wilson (1995). misalnya contoh (6) di atas. (3) bidal relasi (relation maxim). Melalui hal tersebut. menetapkan tiga macam hubungan antara cue dan implicature.2 Prinsip Kerja Sama (Cooperative Principle) Grice mengemukakan bahwa percakapan yang terjadi di dalam anggota masyarakat dilandasi oleh sebuah prinsip dasar.4 Teori Relevansi Teori relevansi yang dikembangkan oleh Sperber dan Wilson merupakan kritik terhadap empat maksim yang terdapat dalam prinsip kerja sama Grice.

yaitu tidak perlu mengunci pintu jika keluar dalam batasan waktu dan situasi yang diperkirakan cukup aman. tahapan yang harus dil wati untuk memahami e implikatur dalam percakapan. (8) A: Well. there is a shuttle service sixty euros one-way. boleh tanya? b. Dengan kata lain. face dapat diartikan kehormatan. misalnya bobot kedua permintaan di atas tidak terlalu besar jika kedua ungkapan tersebut ditujukan kepada saudara sendiri. explicature atau degree of relevance. Dalam percakapan tersebut. (9) a. tingkat gangguan atau rate of imposition (R). misalnya permintaan "May I borrow your car?" mempunyai bobot yang berbeda dengan permintaan "May I borrow your pen?". Contoh yang ditulis Renkema (2004: 23) di bawah ini memberikan gambaran yang cukup jelas. kekuasaan atau power (P) yang dimiliki lawan bicara (Renkema 2004: 26). sedangkan ujaran (9b) mungkin diucapkan kepada orang yang secara sosial jaraknya lebih dekat (9a). dalam pengertian degree of relevance. dan citra diri di depan umum (public self-image).misalnya tindakan untuk membuat sesuatu menjadi jelas dan dapat dimengerti oleh penerima pesan. dan ketiga. komunikasi tidak hanya memasukkan apa yang ada dalam pikiran pengirim pesan ke dalam pikiran penerima pesan. A: What weekend? B: Next weekend. setiap partisipan memiliki dua kebutuhan dalam setiap proses sosial: yaitu kebutuhan untuk diapresiasi dan kebutuhan untuk bebas (tidak terganggu). 4. sedangkan yang kedua disebut negative face. Brown dan Levinson (1978) membangun teori tentang hubungan intensitas FTA dengan kesantunan yang terrealisasi dalam bahasa (Renkema 2004: 25). yaitu: pertama. .5 Kesantunan (Politeness) Konsep strategi kesantunan yang dikembangkan oleh Brown dan Levinson diadaptasi dari konsep face yang diperkenalkan oleh seorang sosiolog bernama Erving Goffman (1956) (Renkema 2004: 24-25). Berdasarkan konsep face yang dikemukakan oleh Goffman ini. pemahaman penerima pesan terhadap apa yang hendak disampaikan oleh pengirim pesan terjadi melalui beberapa tahapan. Intensitas FTA diekspresikan dengan bobot atau weight (W) yang mencakup tiga parameter sosial. Pak. Dalam hal ini. jarak sosial atau social distance (D) antara pembicara dengan lawan bicaranya. Kebutuhan yang pertama disebut positive face. berkenaan dengan bobot mutlak (absolute weight) tindakan tertentu dalam kebudayaan tertentu. padahal A harus memastikan dengan jelas setiap pemesanan pembelian tiket. merupakan ujaran yang relevansinya rendah dan membutuhkan processing effort yang lebih besar. Dalam percakapan di atas. ia mengandaikan B dapat mengerti bahwa that migh be cheaper dapat berarti If you purchase a ticket now. Begitu juga A. "face merupakan gambaran citra diri dalam atribut sosial yang telah disepakati". Then that's fifty. pengirim pesan dapat memperkirakan reaksi penerima pesan terhadap pesan yang disampaikannya. Maaf. misalnya mahasiswa kepada dosen atau yang muda kepada yang tua. ujaran at the weekend. Contoh. namun mencakup perluasan wilayah kognitif (cognitive environment) kedua belah pihak. B mengira A mengerti bahwa at the weekend berarti next weekend. when do you want to go? B: At the weekend. Menurut Goffman (1967: 5). ujaran (9a) mungkin diucapkan pembicara yang secara sosial lebih rendah dari lawan bicaranya. karena semakin tinggi contextual effect maka semakin rendah ia membutuhkan processing effort. kedua. Misalnya pada contoh (7) di atas. If you buy ticket when you turn up. harga diri (self-esteem). Numpang tanya. you have booked seat which costs 60 euros. yang dikutip oleh Jaszczolt (2002: 318). it costs 50 euros. sedangkan that might be cheaper merupakan ujaran yang relevansinya lebih baik. Menurut Goffman (1956). Mas? Dalam contoh di atas terlihat jelas. How does it works? You just turn up for the shuttle service? A: That might be cheaper. kedua. dan ketiga. seperti dikutip oleh Renkema (2004: 25).

Politeness (kesantunan) dalam hal ini dapat dipahami sebagai upaya pencegahan dan atau perbaikan dari kerusakan yang ditimbulkan oleh FTA; semakin besar intensitas FTA mengancam stabilitas komunikasi, maka politeness strategy semakin dibutuhkan. Politeness, face work technique, yang bertujuan untuk mendapatkan positive face disebut solidarity politeness, dapat dilakukan, misalnya dengan pujian; sedangkan politeness yang dilakukan untuk tujuan sebaliknya disebut respect politeness, dapat dilakukan, misalnya dengan melakukan tindakan yang tidak kooperatif dalam komunikasi (Renkema 2004: 25). Berkaitan dengan politeness strategy ini, Brown dan Levinson (1978), seperti diungkapkan oleh Renkema (2004: 26), dalam penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat banyak cara untuk menghindari FTA yang dapat direduksi menjadi lima macam cara. Kelima strategi tersebut diurut berdasarkan tingkat resiko "kehilangan muka"; semakin tinggi resiko kehilangan muka, maka semakin kecil kemungkinan pembicara melakukan FTA. Dalam hal ini, Renkema (2004: 27) memberi contoh strategi tersebut. (5) a. Hey, lend me a hundred dollars. (baldly) b. Hey, friend, could you lend me a hundred bucks? (positive polite) c. I'm sorry I have to ask, but could you lend me a hundred dollars? (negative polite) e. Oh no, I'm out of cash! I forgot to go to the bank today. (off record) Teori kesantunan lain dibahas oleh Leech (1983). Pakar ini membahas teori kesantunan dalam kerangka retorika interpersonal (Eelen 2001: 6). Dalam hal ini, Leech (dalam Eelen 2001: 8) menyebutkan enam bidal kesantunan, yaitu bidal kebijaksanaan (tact maxim), bidal kedermawanan (generosity maxim), bidal pujian (approbation maxim), bidal kerendahhatian (modesty maxim), bidal kesetujuan (aggreement maxim), bidal simpati (sympathy maxim); dan, seperti diungkap oleh Gunarwan (2004: 19), ditambah bidal pertimbangan (consideration maxim). 5. Pragmatik dalam Linguistik Seperti telah saya uraikan sedikit dalam sub 3 di atas, salah satu kecenderungan yang melatarbelakangi berkembangnya pragmatik adalah antisintaksisme Lakoff dan Ross. Dalam sintaksis, seperti dikemukakan oleh Yule (1996: 4), dipelajari bagaimana hubungan antarbentuk linguistis, bagaimana bentuk-bentuk tersebut dirangkai dalam kalimat, dan bagaimana rangkaian tersebut dapat dinyatakan well-formed secara gramatikal. Secara umum, sintaksis tidak mempersoalkan baik makna yang ditunjuknya maupun pengguna bahasanya, sehingga bentuk seperti kucing menyapu halaman, meskipun tidak dapat diverifikasi secara empiris, tetap dapat dinyatakan apik secara sintaksis. Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan bahasa tidak semata-mata didasarkan atas prinsip well-formed dalam sintaksis, melainkan atas dasar kepentingan agar komunikasi tetap dapat berjalan. Lebih tepatnya, dengan mengikuti kecenderungan dalam etnometodologi, bahasa digunakan oleh masyarakat tutur sebagai cara para peserta interaksi saling memahami apa yang mereka ujarkan. Atas dasar ini, pertama, dapat dipahami, dan memang sering kita temukan, bahwa komunikasi tetap dapat berjalan meskipun menggunakan bahasa yang tidak apik secara sintaksis; dan kedua, demi kebutuhan para anggota masyarakat tutur untuk mangorganisasi dan memahami kegiatan mereka, selain tata bahasa, makna juga merupakan hal yang tidak dapat diabaikan dalam analisis bahasa. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa perbedaan utam a antara sintaksis dan pragmatik, sekaligus menyatakan pentingnya studi pragmatik dalam linguistik, terletak pada makna ujaran dan pada pengguna bahasa. Pembahasan tentang makna membawa kita pada pentingnya semantik, yaitu tataran linguistik yang mengkaji hubungan antara bentuk-bentuk linguistik (linguistic forms) dan entitas yang terdapat di luar bahasa, dalam analisis bahasa. Berdasarkan truth conditional semantics, untuk dapat dinyatakan benar, sebuah pernyataan harus dapat diverifikasi secara empiris at u harus a bersifat analitis. Dengan demikian, bentuk kucing menyapu halaman adalah bentuk yang tidak berterima secara semantis, karena tidak dapat diverifikasi secara empiris dan bukan termasuk

pernyataan logika. Namun demikian, pembahasan makna dalam semantik belum memadai, karena masih mengabaikan unsur pengguna bahasa, sehingga bentuk seperti seandainya saya dapat berdiri tentu saya tidak akan dapat berdiri dan saya akan datang besok pagi, meskipun bentuk seperti ini dapat saja kita jumpai, tidak dapat dinyatakan benar karena yang pertama menyalahi logika dan yang kedua tidak dapat diverifikasi langsung. Dengan kata lain, untuk menjelaskan fenomena pemakaian bahasa sehari-hari, di samping sintaksis dan semantik, dibutuhkan juga pragmatik yang dalam hal ini saya pahami sebagai bidang yang mengkaji hubungan antara struktur yang digunakan penutur, makna apa yang dituturkan, dan maksud dari tuturan. Kegunaan pragmatik, yang tidak terdapat dalam sintaksis dan semantik, dalam hal ini dapat ditunjukkan dengan, misalnya, bagaimana strategi kesantunan mempengaruhi penggunaan bahasa, bagaimana memahami implikatur percakapan, dan bagaimana kondisi felisitas yang memungkinkan bagi sebuah tindak-tutur. Selanjutnya, untuk melihat pentingnya pragmatik dalam linguistik, saya akan mengemukakan pendapat Leech (1980). Menurut Leech (dalam Eelen 2001: 6) perbedaan antara semantik dan pragmatik pada, pertama, semantik mengkaji makna (sense) kalimat yang bersifat abstrak dan logis, sedangkan pragmatik mengkaji hubungan antara makna ujaran dan daya (force) pragmatiknya; dan kedua, semantik terikat pada kaidah (rule-governed), sedangkan pragmatik terikat pada prinsip (principle-governed). Tentang perbedaan yang pertama, meskipun makna dan daya adalah dua hal yang berbeda, keduanya tidak dapat benar-benar dipisahkan, sebab daya mencakup juga makna. Dengan kata lain, semantik mengkaji makna ujaran yang dituturkan, sedangkan pragmatik mengkaji makna ujaran yang terkomunikasikan atau dikomunikasikan. Selanjutnya, kaidah berbeda dengan prinsip berdasarkan sifatnya. Kaidah bersifat deskriptif, absolut atau bersifat mutlak, dan memiliki batasan yang jelas dengan kaidah lainnya, sedangkan prinsip bersifat normatif atau dapat diaplikasikan secara relatif, dapat bertentangan dengan prinsip lain, dan memiliki batasan yang bersinggungan dengan prinsip lain. Lebih jauh lagi, dalam pengajaran bahasa, seperti diungkapkan Gunarwan (2004: 22), terdapat keterkaitan, yaitu bahwa pengetahuan pragmatik, dalam arti praktis, patut diketahui oleh pengajar untuk membekali pemelajar dengan pengetahuan tentang penggunaan bahasa menurut situasi tertentu. Dalam pengajaran bahasa Indonesia, misalnya, pengetahuan ini penting untuk membimbing pemelajar agar dapat menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan situasinya , karena selain benar, bahasa yang digunakan harus baik. Dalam pengajaran bahasa asing, pengetahuan tentang prinsip-prinsip pragmatik dalam bahasa yang dimaksud penting demi kemampuan komunikasi yang baik dalam bahasa tersebut. Secara umum, dapat disimpulkan bahwa kaitan antara pragmatik dan pengajaran bahasa adalah dalam hal kompetensi komunikatif yang mencakup tiga macam kompetensi lain selain kompetensi gramatikal (grammatical competence), yaitu kompetensi sosiolinguistik (sociolinguistic competence) yang berkaitan dengan pengetahuan sosial budaya bahasa tertentu, kompetensi wacana (discourse competence) yang berkaitan dengan kemampuan untuk menuangkan gagasan secara baik, dan kompetensi strategik (strategic competence) yang berkaitan dengan kemampuan pengungkapan gagasan melalui beragam gaya yang berlaku khusus dalam setiap bahasa. 6. Penutup Seperti telah disebutkan di muka, tujuan tulisan ini adalah menunjukkan bahwa pragmatik penting dipelajari dalam program studi linguistik. Berdasarkan penjelasan di atas, saya melihat pentingnya pragmatik dalam linguistik setidaknya dalam dua hal, pertama, pragmatik merupakan satu-satunya tataran dalam linguistik yang mengkaji bahasa dengan memperhitungkan juga penggunanya; kedua, berkaitan dengan ketidakmampuan sintaksis dan semantik dalam menjelaskan fenomena penggunaan bahasa sehari hari, saya melihat kedudukan semantik dan pragmatik sebagai dua hal yang saling melengkapi. Selain itu, berkaitan dengan pengajaran bahasa, pragmatik berperan dalam pengembangan kompetensi komunikatif.

Daftar Acuan Austin, John L. 1962. How to Do Things with Word (edisi kedua). Oxford: Oxfod University Press. Brown, Penelope., dan Stephen C. Levinson. 1978. Politeness: Some Universal in Language Usage. Cambridge: Cambridge University Press. Eelen, Gino. 2001. A Critique of Politeness Theories. Manchester, UK: St. Jerome Publishing Gunarwan, Asim. 2004. Dari Pragmatik ke Pengajaran Bahasa (Makalah Seminar Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah). IKIP Singaraja. Jaszczolt, K.M. 2002. Semantics and Pragmatics: Meaning in Language and Discourse. Edinburgh: Pearson Education. Renkema, Jan. 2004. Introduction to Discourse Studies. Amsterdam: John Benjamins Publishing Company. Thomas. Jenny. 1995. Meaning in Interaction: an Introduction to Pragmatics. London/New York: Longman. Yule, George. 1996. Pragmatics. Oxford. Oxford University Press. Posted by Hendri Rahmana at 15.55 0 comments

Adapun metode yang digunakan dalam penelitian .Universitas Padjadjaran Wemmy al-Fadhli H1A01018 JURUSAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS SASTRA Universitas padjadjaran 2007 ABSTRAK Penelitian ini bertujan untuk mengetahui tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen Kuda Terbang Maria Pinto karya Linda Christanty.EMA KEMANUSIAAN DALAM KUMPULAN CERPEN KUDA TERBANG MARIA PINTO KARYA LINDA CHRISTANTY SKRIPSI diajukan untuk memenuhi persyaratan akademik Program S-1 Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra .

Tema kemanusiaan merupakan narasi utama yang terlihat menjadi benang merah pemaknaan atas kumpulan cerpen ini. Dengan menggunakan pendekatan objektif melalui analisis struktur karya diharapkan dapat dibongkar nilai-nilai yang terkandung dalam objek analisis terkait dengan aspek tematiknya sebagai tujuan utama penelitian. Used objective approach with structur analiysis²hooked theme aspect as an object²this research will become distangled variously senses and values on this literary work. The method that used in this research is structuralism with focused on theme aspect.´ BIDADARI yang Mengembara. ABSTRACT The objective of this research is to observe humanity theme in Kuda Terbang Maria Pinto written by Linda Christanty. . Humanism look as a grand narration of this short story collection. «dari cahaya? Dari ketiaknya tercium harum bunga yang membuat kuntum-kuntum mawar di halaman menunduk dan kelopaknya memerah karena malu.ini adalah struktural dengan penekanan pada aspek tematik.cerpen: as sulak.

´ (Drs. ³Segala usaha untuk tiba pada penafsiran yang jelas dan tertentu melalui analisis kritis.´ [Aporisma kumaha urang] . 233-301 M) ³Karena mengajari orang lain. Tetapi orang-orang bodoh mengotori Tuhan. Sastrawan Bali) dalam mentertawakan diri sendiri. wemmy selalu mewanti kita: ³Hati-hati dengan Permukaan. sama artinya dengan belajar dari orang lain. meskipun ia sedang berdoa dan memberikan pengorbanan. meskipun ia sedang diam. Putu Sedana.Essli(li)n.´ (Porphyry. akan sebodoh mencari garis-garis jelas yang tersembunyi di balik kesamaran lukisan Rembrandtj dengan mengikis habis tinta-tintanya.´ ³Orang-orang yang bijaksana memuliakan tuhan.

.Jabar. Semoga d is ana bisa menjadi berharga. «lembar tak berguna itu akan kukirimkan kepada engkau ibubapakku. di atas dinding berbingkai kaca. thanks & goodbai.

Kaca-kaca airmata« «dari cahaya? Dari ketiaknya tercium harum bunga yang membuat kuntum-kuntum mawar di halaman menunduk dan kelopaknya memerah karena malu. .´ BIDADARI yang Mengembara.cerpen: as sulak.

. KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim. Putu Sedana. sama artinya dengan belajar dari orang lain.³Karena mengajari orang lain. Fakultas Sastra.´ [Aporisma kumaha urang] Jabar. Skripsi ini disusun sebagai salah satu persyaratan ujian sarjana pada Jurusan Sastra Indonesia. Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul ³Tema Kamanusiaan dalam Kumpulan Cerpen Kuda Terbang Maria Pinto Karya Linda Christanty´. thanks & goodbai. wemmy selalu mewanti kita: ³Hati-hati dengan Permukaan. Sastrawan Bali) dalam mentertawakan diri sendiri.´ (Drs.

pada kesempatan ini. Drs.Seluruh staf pengajar Jurusan Sastra Indonesia pada khususnya dan Fakultas Sastra pada umumnya atas segala ilmu pengetahuan yang telah diberikan pada penulis semasa masa perkuliahan. selaku pembimbing utama atas segala bantuan. dukungan. dukungan. 6. 9. 4. dukungan.. penulis hendak mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada: 1. penulis banyak memperoleh bantuan dan dorongan baik moral dan material dari berbagai pihak. selaku dosen wali penulis atas segala bantuan.Seluruh kawan-kawan sekelas yang bagaimanapun memberikan pengalaman hidup kepada penulis. dan waktu yang telah diberikan pada penulis. masukan.Bapak Dr. saran.Bapak Nana Suryana. Drs. saran.Universitas Padjajaran. Untuk itu. yang telah banyak membantu kelancaran administrasi dan finansial penulis selama masa perkuli han. selaku pembimbing pendamping atas segala bantuan. Terima kasih banyak. Dadang Suganda. masukan. selaku ketua Jurusan Sastra Indonesia. Oleh karenanya. Yetti Setianingsih. Semoga skripsi ini dapat berguna bagi pihak-pihak yang memerlukan.Ibu Hj. masukan. beserta segenap karyawan SBA dan SBK Fakultas Sastra lainnya. Universitas Padjajaran. Dra. selaku dekan Fakultas Sastra Universitas Padjajaran.Bapak Andi dan Lili.. April 2007 Penulis LEMBAR PENGESAHAN ..Bapak R. 2. Hum. Jatinangor. dan waktu yang telah diberikan pada penulis. 5.Seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu. 3. Fakultas Sastra. a 8. dan waktu yang telah diberikan pada penulis. Yudi Permadi. 7. Selama penyusunan skripsi ini. saran. M.Bapak Abdul Hamid. kritik dan saran akan sangat penulis harapkan. Penulis menyadari sepenuhnya skripsi ini masih jauh dari sempurna.

NIP. Nana Suryana. M. NIP. Sastra Indonesia. Drs. 131472538 NIP.Judul : Tema Kemanusiaan dalam Kumpulan Cerpen Kuda Terbang Maria Pinto Karya Linda Christanty Penyusun : Wemmy al-Fadhli NPM : H1A 01018 Jatinangor. Dr. Drs. 131954729 NIP. April 2007 Pembimbing I. Dadang Suganda R. Pembimbing II. Abdul Hamid. 132102803 LEMBAR PENGESAHAN Judul : Tema Kemanusiaan dalam Kumpulan Cerpen Kuda Terbang Maria Pinto Karya Linda Christanty Penyusun : Wemmy al-Fadhli NPM : H1A 01018 . 131573157 Disahkan Diketahui Dekan Fakultas Sastra Ketua Jurusan Universitas Padjadjaran. Yudi Permadi.Pd.

April 2007 Pembimbing I. NIP. Drs.1 Latar Belakang Masalah 1 . NIP. 131954729 Disahkan Diketahui Dekan Fakultas Sastra Ketua Jurusan Universitas Padjadjaran. Nana Suryana. Yudi Permadi. 131573157 NIP. 131472538 NIP. Drs. Pembimbing II.Pd. Dr. Abdul Hamid. M. 132102803 DAFTAR ISI Lembar Pengesahan Lembar Persembahan Abstrak i Abstract ii Kata Pengantar iii Daftar Isi v BAB I PENDAHULUAN 1 1. Dadang Suganda R. Sastra Indonesia.Jatinangor.

3.2 Pembatasan Masalah 11 1.1.4.1Tema 26 2.4.2Ringkasan Cerita 62 3.6Cerpen ³Makam Keempat´ 65 3.1Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ 62 3.3.4Cerpen ³Balada Hari Hujan´ 64 3.2.5 Sistematika Penulisan 14 BAB II LANDASAN TEORI 15 2.2 Cerpen 19 2.2Tokoh 35 2.4Sudut Pandang 41 2.3Struktur Umum 66 3.4Tema 89 3.3 Struktur Cerpen 24 2.1.2.2.2Derita Seorang Ibu dan Makna Keutuhan Sebuah Keluarga .5Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ 64 3.2Diksi Puitis 56 3.3Latar 38 2.1Kehampaan Jiwa dan Kesetiaan terhadap Tugas dalam Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ 89 3.2Cerpen ³Makan Malam´ 63 3.2.3Cerpen ³Pesta Terakhir´ 63 3.3.1.3.2.1 Telaah Struktural 15 2.2.1Corak Estetis Kumpulan Cerpen KTMP 50 3.3Sudut Pandang 87 3.3 Tujuan Penelitian 13 1.4 Metode Penelitian 13 1.2Latar 83 3.3.1Tokoh 66 3.3.1Gaya Realis dan Surealis 51 3.3.4 Kemanusiaan 43 BAB III TEMA KEMANUSIAAN DALAM KUMPULAN CERPEN KUDA TERBANG MARIA PINTO KARYA LINDA CHRISTANTY 50 3.

semangat.4.5Kampung Halaman.4. keyakinan dalam suatu bentuk gambaran konkret yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa.3Antara Rahasia Pengkhianatan dan Usaha Untuk Menjaga Persahabatan dalam Cerpen ³Pesta Terakhir´ 98 3. Segala Kenangan.dalam Cerpen ³Makan Malam´ 94 3. ide. dan yang Tersisa Darinya dalam Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ 107 3.4. pemikiran.4Seorang Waria yang Dilukai Hatinya dalam Cerpen ³Balada Hari Hujan´ 104 3. perasaan.4. Pengertian pengalaman tidak harus .6Mencintai Buah Hati yang Diam-Diam Telah ³Pergi´ dalam Cerpen ³Makam Keempat´ 113 BAB IV SIMPULAN 119 Daftar Pustaka 122 Riwayat Hidup Ucapan Terima Kasih BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang Masalah Sastra didefenisikan Sumardjo (1997: 3) sebagai ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman.

adalah salah satu dari lembaga manusiawi yang menjadi sarana bagi manusia untuk berupaya mengendalikan lingkungannya. Kebaruan tersebut meliputi penyegaran cara pandang bagi masyarakat dalam melihat kehidupan ini. serta perbedaan cara melihat persoalan kehidupan tersebut dengan pandangan masyarakat di sekitarnya merupakan sebuah karakteristik umum yang menghinggapi seorang pengarang karya sastra. pengalaman kehidupan disaring. Kedudukan pertama adalah sebagai ³pemekat´ (intensifikator). dapat diciptakan pengalamanpengalaman kemanusiaan yang bisa jadi juga bersumber dari masyarakat umum (Hanafi. ide. dan keyakinannya. sastrawan memiliki karakteristik yang unik dalam memandang persoalan-persoalan hidup dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya. Saini K. Sastra.M. Hal-hal tersebutlah yang diolah sastrawan dengan menggunakan kemahirannya dalam berkreasi atas potensi estetis bahasa. Sastra sebagai seni. Kemahiran dalam mengaplikasikan ungkapan pribadi inilah yang membedakan sastrawan dengan masyarakat pada umumnya. pikiran. Lingkungan itu baik berupa lingkungan jasmani ataupun berupa lingkungan rohani. Kesegaran itu diperoleh karena keunikan cara pandang yang dimiliki oleh sastrawan dalam menghayati kehidupan ini dibandingkan dengan masyarakat kebanyakan. Dengan daya imajinasi yang tinggi dan daya pengamatan yang teliti dan tajam. benturan antarnilai akibat kompleksitas cara memandang atas berbagai persoalan kehidupan. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana kedudukan sastra itu dalam hubungannya dengan kehidupan. jelas mempunyai hubungan dengan kehidupan. . Dalam karya-karya sastra yang memekatkan. (1990: 14-16 & 49-50) mengemukakan adanya tiga kedudukan sastra terhadap kehidupan.selalu merujuk pada pengungkapan pengalaman pribadi seorang individu saja. semangat. dengan demikian. Dalam perihal seperti ini gambaran yang dilukiskan sastra bertentangan dengan kehidupan yang dihadapi pembaca. Kreativitas yang dihasilkan dalam sebuah karya sastra inilah yang membuat dikenali akan adanya kebaruan dalam karya sastra. dijernihkan. Kedudukan kedua adalah sastra sebagai penentangan terhadap kehidupan. 1984:9) Dari defenisi tersebut bisa dipahami bahwasanya karya sastra diciptakan oleh sastrawan berdasarkan pengalaman. diambil sarinya. sebagai bagian dari kesenian seperti halnya filsafat dan ilmu pengetahuan. Sebagaimana diketahui. perasaan. dan dikristalkan hingga pembaca dapat mengambil hikmah dan kekayaan pengalaman itu dengan mudah dan dalam waktu singkat. Jiwa yang selalu gelisah. Segala perbedaan antara sastrawan dengan masyarakat pada umumnya itu menyebabkan terciptanya produk kreatif bernama karya sastra.

³Untuk dapat melihat diri kita sendiri dengan benar kita tidak selayaknya menjadi narkisus. serta manusia dan kehidupannya. Oleh karena itu. Kemampuan memperolokolokkan ini membantu pembaca untuk merenungkan kehidupan dengan lebih luas. akan nampak bahwa sastra menyadarkan manusia atau lebih menyadarkan manusia. Manusiawi berarti bersifat manusia (kemanusiaan) dan kemanusiaan adalah sifat-sifat manusia atau secara manusia dan sebagai manusia (KBBI. manusia yang putus-asa. Kalau dilihat dari segi ini saja. dan mendasar. yang selalu melihat dirinya sebagai tampan tanpa mengantongi penyakit´. terutama yang menyangkut keadilan. Kedudukan sastra yang ketiga adalah mengolah dan mendistorsi gambaran kehidupan sehingga menjadi sesuatu yang menggelikan. Filsafat atau dunia pemikiran tentulah sangat berhubungan erat dengan kehidupan manusia. merupakan kemampuan untuk mengambil jarak dan memandang sesuatu dengan lebih objektif. termasuk diri sendiri. baik aspek kejiwaannya atau moral sosial. Sementara yang baik itu belum tentu menang dan yang jelek belum tentu mendapat hukuman yang setimpal. caranya adalah justru dengan menunjukkan bahwa hidup adalah pahit. sastra sering dilihat sebagai suatu bentuk filsafat atau sebagai suatu pemikiran yang terbungkus dalam bentuk khusus. Dalam hubungannya dengan dunia pemikiran. Melalui perenungan itulah diharapkan pembaca akan dapat mengambil hikmah dalam bentuk kemampuan mengendalikan kehidupan mereka secara lebih baik. Dalam usahanya memecahkan manusia sebagai misteri. Oleh karena itu. para pengarang yang baik berkesimpulan bahwa hidup memang pahit. Sastra justru menunjukkan kenyataan . 2003: 714). Kebahagiaan yang dicetuskan di sana-sini dalam karya-karya yang baik akhirnya dikalahkan oleh dominasi kepahitan hidup. Dalam karya mereka kita melihat berkecamuknya manusia yang tidak jujur.Penentangan ini dimaksudkan agar pembaca bisa melihat kehidupan dari perspektif lain sehingga bertambah jelaslah gambaran tentangnya. manusia dengan segala tragedi dan kepedihannya. Hal ini sesuai dengan perkataan Budi Darma dalam penutup Olenka. Wellek & Warren (1990: 134-135) mengemukakan bahwa sejarah sastra sejajar dan mencerminkan sejarah p emikiran. Kalau sastra dianggap sebagai jalan untuk memanusiawikan manusia dan memang demikian. bahwa hidup adalah pahit dan bahwa keadilan belum tentu dapat menjalankan tugasnya. bahwa manusia adalah keterbatasan. Hampir semua karya sastra yang baik mengimplikasikan. tema-tema kemanusiaan dalam karya sastra tidak pelak lagi dengan berbagai cara membicarakan manusia dan karakteristiknya. manusia yang diinjak dan sebagainya. Kemampuan untuk menertawakan sesuatu. Kemanusiaan adalah bentuk pembendaan dari kata sifat manusiawi. mendalam. Supadjar (2003: 43) menyatakan bahwa umumnya tema kefilsafatan dalam karya sastra yang menonjol itu adalah mengenai soal-soal kemanusiaan.

Remy Silado.php?id=3975). Sebuah cerpen selain dipublikasikan lewat media di atas sebagian juga diterbitkan secara konvensional lewat bentuk buku kumpulan cerpen.html). dan internet² yang semakin menonjol kehadirannya dewasa ini²membuat bentuk sastra seperti cerpen tertunjang eksistensinya. dan bergegas tersebut. Kumpulan cerpen Kuda Terbang Maria Pinto (KTMP) karya Linda Christanty (LC) merupakan salah satu karya sastra yang lahir dari situasi tersebut. Padahal pada masa itu sedang mewabah tren penulisan berani tentang seks oleh kalangan penulis perempuan. Adanya media publikasi dengan siklus penerbitan instan seperti koran. Cerpen sebagai salah satu sarana pengungkapan nilai-nilai kehidupan dalam beberapa hal tidak kalah dengan karya sastra lainnya (Suharjana. cerpen merupakan salah satu bentuk kesusastraan yang cukup menonjol dewasa ini. kumpulan cerpen karangan perempuan lulusan UI kelahiran Bangka (1970) yang kini tengah menulis novel tentang perburuhan di Indonesia ini dipandang cukup mengejutkan mata khalayak sastra Indonesia ketika berhasil meraih penghargaan Khatulistiwa Literary Award (KLA) 2004. (Darma. berdua dengan Negri Senja karya Seno Gumira Ajidarma. KLA ini sendiri adalah sebuah penghargaan yang cukup diakui di Indonesia (http://www.com/cetak/2006/102005/8/khazanah/index. Walaupun LC merupakan seorang pendatang baru dalam kancah sastra Indonesia. Hal ini disebabkan format cerpen sendiri yang memang sesuai dengan perputaran yang cepat. majalah. Dengan kesingkatannya cerpen mampu menjelaskan atau memaparkan bentuk-bentuk gejala sosial yang kompleks. 1984: 70) Soal-soal kemanusiaan dan kehidupan tersebut salah satunya bisa ditampilkan dalam bentuk cerpen. karya ini.id/detail. ringkas. Semua cerpen yang dimasukkan ke dalam kumpulan cerpen tersebut adalah karya yang sudah pernah dipublikasikan di berbagai media massa nasional dan daerah meski dalam buku kumpulan cerpen itu sendiri tidak diterangkan karena persoalan dalam teknis proses penerbitan (http://www. Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) karya Djenar Mahesa . yang tertinggal dalam renungan seseorang yang telah mengalami katarsis adalah juga kepahitan hidup. Keberhasilan KTMP ini juga seperti memberi warna baru dalam peta sastra perempuan Indonesia. Selain itu. berhasil menyingkirkan Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) karya Djenar Mahesa Ayu.pikiranrakyat. Karena itu. Dalam ajang tersebut.net. Nama-nama besar seperti Goenawan Mohammad. dan Hamsad Rangkuti juga pernah meraih penghargaan yang baru dimulai pada tahun 2000 ini. Karya-karya tersebut dipublikasikan pertama kali dalam rentang tahun 2000 hingga tahun 2004 saat kumpulan cerpen ini diterbitkan.dan bukannya menipu atau mengatakan apa yang seharusnya terjadi tapi tidak terjadi.vision. 2000: 10).

com/cetak/2006/012006/14/khazanah/index.sinarharapan.Ayu sendiri belum genap setahun terbit telah mengalami cetak ulang keempat. premis tentang ideologi patriarkat yang dianggap menekan kaum perempuan seperti didengungkan kaum feminis perlu ditelusuri kembali.kompas.html). Oleh karena itu. seperti kemukaan Saidi (http://www. pada sampul belakang kumpulan cerpen ini. tulis Susmana.html). termasuk dalam hal nilai-nilai feminisme. LC dipandang memiliki kekuatan dalam hal yang amat mendasar yaitu makna. kehadiran KTMP karangan seorang penulis perempuan ini sungguh mengharukan. merupakan hal yang tergolong luar biasa karena mampu mengalahkan buku pelajaran dalam hal cetak ulang. melainkan juga yang merangsang pemikiran dan nurani pembacanya.html). Selain itu. LC mampu menjaga koherensi antara teknik dan tema dengan memanfaatkan konvensikonvensi dalam teknik retorika dan piranti sastra serta menata dan meraciknya secara kreatif sesuai dengan tema.co. adalah karena kumpulan cerpen ini dilihat mampu menjadikan bahasa sebagai ´kendaraan´ yang membimbing pembacanya memasuki relung-relung batin paling tersembunyi dan tak terduga (http://www. seperti kemukaan para juri. . subjektivitas seorang aktivis feminisme bisa berpengaruh terhadap hasil pemaknaan. Dalam menafsirkan karya sastra (dengan wacananya yang ambigu). menilai bahwa kumpulan cerpen ini menjadi bayangan bagi perkembangan cerpen di masa depan. seperti dikemukakan Sambodja (http://www. Hal ini.pikiran-rakyat. Namun. Peristiwa yang dilukiskan LC dengan ringkas tetap mampu menyiratkan banyak dimensi.co. Padahal dengan cara lain (atau sudut pandang berbeda) sebuah karya bisa saja ditafsirkan sebaliknya. Dalam soal perjuangan kaum perempuan.html).html).id/berita/0410/13/ hib01.com/kompascetak/0406/27/Buku.edu/apakabar/basisdata/1996/04/21/0006.sinarharapan. Hasil riset Associated Press (AP) 2003 mendudukkan Indonesia di peringkat kedua setelah Rusia dalam hal pornografi (http://www. KTMP bisa mengalahkan popularitasnya di ajang KLA 2004. Hal berbeda dikemukakan Susmana (http://www. Sambodja menyatakan bahwa penilaian dewan juri KLA 2004 ini sungguh membesarkan hati para pengajar sastra di sekolah-sekolah karena ternyata karya sastra yang berhak mendapat penghargaan itu bukanlah karya sastra yang sekadar merangsang kelamin pembacanya. dalam kumpulan cerpennya ini. cerpen-cerpen LC masih terasa menggantung. Dia menganggap karya LC ini tidak sejalan dengan daya juang dan keberanian penulis perempuan dewasa ini yang berbicara tentang seks secara blak-blakan.hamline. Kemenangan kumpulan cerpen ini dalam ajang KLA 2004. Wajar kiranya Sapardi Djoko Damono.id/hiburan/budaya/2005/ 0402/bud2. Akan tetapi.

beranjak dari kursi. Kata orang-orang. Dalam bahasanya Witoelar. tanya Elia. Aku ingin kami menjalani hidup tenang tanpa . tegas Sutardji. LC. Elia menghidangkan hiu panggang di meja makan.Litbang Kompas dalam sebuah resensinya menyatakan bahwa semua cerpen dalam kumpulan cerpen ini sungguh menarik karena semuanya mengangkat tema kemanusiaan (http://www. Dalam wawancara dengan Wimar Witoelar.kompas. Aku tak mau makan daging hiu. Aku ingin Paula tenang. Air mata menggenangi sepasang mataku. ³Linda begitu tenggelam dalam dunia kepedihan dan ekspresi kemanusiaan´. mampu menaklukkan kemuskilan ini. tersendat-sendat. Berikut sebuah kutipan dari salah satu cerpen LC dalam kumpulan cerpen ini: Siang itu aku menyambut jam makan dengan perasaan aneh. Ia langsung tersedak. membentuk kepeduliannya pada soal-soal kemanusiaan tersebut. lalu menuang isinya ke tong sampah. Menampilkan tema-tema kemanusiaan tanpa menyerahkan sastra ke bawah telapak kaki penindasan pesan bukanlah upaya gampang. Tak berapa lama ia kembali. Paula dibuang ke laut dan mungkin dimakan hiu. meraih piring ikan di meja. Hal ini menunjukkan keterlibatan langsung dan secara mendalam LC pada soal-soal kemanusiaan. LC mengatakan bahwa soal-soal kemanusiaan sangatlah menjadi perhatiannya (http://www. Sekarang ini bahkan LC sedang bekerja sebagai redaktur pada kantor berita Pantau di Banda Aceh. Witoelar dalam wawancara tersebut menyebut LC sebagai ³begitu tenggelam dalam dunia kepedihan dan ekspresi kemanusiaan´.html). ia bertanya lebih lembut. Putri kita ada dalam hiu ini. bisikku. Oleh karena itu. aku memutuskan bicara pada istriku tentang Paula. Tangisku makin keras. daerah yang sempat dilanda tragedi kemanusiaan besar berupa bencana tsunami. Siapa tahu putri kami dimakan hiu. Aku tak mau lagi menunggu putri kami setiap malam. Sastrawan senior Sutardji.id/ BaliPostcetak/2004/6/14/rubrik. Ada apa. Ajaran-ajaran dari kakeknya yang seorang aktivis kaum buruh sewaktu LC kecil. Ada apa. memuji LC karena dalam sebagian besar cerpennya. Elia memanggang ikan hiu. dan aktivitasnya sendiri sebagai penentang pemerintahan Soeharto setelah dia dewasa. menangis di tepi bak cucian. ³kelamin prosa dan kelamin puisi menyatu bersejiwa melahirkan pukauan mengasyikkan.html). mengatasi namun meninggikan ikhwal pesan pada tukikan kedalaman yang mencerahkan´. Di malam hari. Dalam KTMP karya LC ini juga terlihat bagaimana dunia kepedihan dan ekspresi kemanusiaan itu digarap dalam membicarakan kemanusiaan. tapi aku cuma menyentuh sayur bening sawi.com/kompas-cetak/0405/ 22/pustaka/ 1037030. dalam catatannya di sampul belakang buku kumpulan cerpen ini.balipost. Kumpulan cerpen ini terlihat begitu dalam menggarap persoalan kemanusiaan dan jauh memasuki relung-relung kehidupan.co.

Selain itu. 2004: 128). Rasa kehilangan tersebut terutama dialami tokoh Aku (ayah) yang menjadi pusat pengisahan. Pada cerpen ini diceritakan bagaimana tokoh Aku ini mengalami sebuah halusinasi sebagai manifestasi atas harapannya akan kehadiran putri tunggalnya yang telah sangat tipis kemungkinan untuk akan kembali lagi ke rumah. Meski peristiwa dalam cerpen ini utamanya terkait dengan aktivitas politik tokoh Paula. Istriku mengangguk pelan. (hlm. kesegaran dan kebaruan juga didapat karena tokoh yang dieksploitasi perasaannya adalah sosok lelaki bukan seorang ibu dan kepekatan serta ironi atau kontras atas kenyataan umum didapat karena yang menghilang karena aktivitas politik melawan pemerintah tersebut adalah seorang anak perempuan. ³Rumput Liar´. ³Joao´. . Untuk itulah kumpulan cerpen KTMP karya LC ini dianalisis. 2000: 34 ± 35). kataku. Kemudian juga. dan ³Makam Keempat´. 1. Ini terdapat pada cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´. ³Perang´. semata wayang pula. dan ³Qirzar´. Lebih spesifik lagi. namun juga bersifat kompleks sehingga memiliki berbagai kemungkinan penafsiran dan sekaligus menyebabkan pembaca menjadi terbata-bata untuk berkomunikasi dengannya (Nurgiyantoro. istrinya) terhadap anaknya (tokoh Paula). anak kita bersama ibu. baik peristiwa maupun makna yang bisa didapat dari cerpen ini terlihat berimbang menghadirkan dan mengangkat tema kemanusiaan.dia. Bayangannya tentang kemungkinan bahwa hiu di piring makannyalah yang telah memakan putrinya juga memperlihatkan bentuk kepedihan ini. ³Danau´. ³Pesta Terakhir´. peristiwa politis ini dihadirkan atau sangat dikaitkan dengan bentuk kejadian perang.133) Kutipan di atas diambil dari cerpen ³Makam Keempat´ yang bercerita tentang rasa kehilangan orang tua (tokoh Aku dan Elia. Semuanya bertema kemanusiaan. Variasi bahasan atas narasi besar kemanusiaan ini dihadirkan beragam.2Pembatasan Masalah Kumpulan cerpen KTMP karya LC ini memuat dua belas cerpen. Akibatnya karya sastra menjadi lain dan tidak lazim. Hubungan antara pengalaman kemanusiaan dengan sejenis trauma politis ataupun sekedar berupa penghadiran latar peristiwa politik dapat ditemukan pada cerpen ³Makan Malam´. Karya sastra merupakan suatu bentuk komunikasi yang disampaikan dengan cara yang khas. Dengan kata lain cerpen ini cukup kuat menggarap dialektika antara makna dan peristiwa sebagaimana teori Ricoeur²hasil interpretasi Ignas Kleden untuk penerapan pada cerpen²tentang sense dan reference (Kleden. makna cerpen ini justru lebih tergarap lewat eksplorasiasi perasaan tokoh Aku sebagai sosok ayah yang tidak tahu di mana ³rimba´ anak gadis semata wayangnya. Biarlah.

Penyimpangan terhadap normalitas di masyarakat kebanyakan. wacana simpati dan empati kemanusiaan pada akhirnya menjadi sangat mengemuka pada cerpen yang berbicara tentang hubungan antarmanusia ini.³Pesta Terakhir´.³Lelaki Beraroma Kebun´. Hal ini bukan berarti unsur-unsur yang lain tidak ada. cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ tegak sendiri menghadirkan tema kemanusiaan yang kurang politis.³Makam Keempat´. Dalam cerpen yang baik akan terkandung tema yang baik dan bermanfaat untuk pembaca.³Kuda Terbang Maria Pinto´.Cerpen ³Lubang Hitam´ dan ³Balada Hari Hujan´ mengupas dan membahas sisi kemanusiaan manusia dari sisi perilaku seksualnya. Pemilihan judul-judul cerpen yang dipilih ini didasari kesamaan tema-tema kemanusiaannya yang begitu dominan. Tema kemanusiaan yang menjadi pokok analisis ini kehadirannya begitu menonjol dalam keenam cerpen ini. 5. tanpa perang dan konflik. apalagi menyangkut aspek sensitif. bisa berakibat fatal bagi timbulnya tragedi kemanusiaan dalam jiwa tokoh-tokoh yang bukan orang kebanyakan. Cerpen pertama mengemukakan sosok lesbian dan pelaku seks inses. dan 6.3Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. sebagaimana juga cerpen-cerpen lainnya. 3.Mengetahui kesatuan tematik cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC. cerpen kedua menampilkan seorang waria. Terakhir. Ikatan batin pada keluarga dan tanah kelahiran merupakan segi yang mengemuka dalam cerita yang sanggup menghadirkan romantisme dalam bentuk tak biasa-biasa saja ini. Tentu saja. 4. 2. unsur tema dalam cerita sangat penting di samping unsur lainnya. . serta sama sekali jauh dari isu seksual. Lebih tepatnya dua cerpen ini mengedepankan keberlainan seksualnya. Tema karya sastra selalu berkaitan dengan salah satu masalah kehidupan dan masalah tersebut dihadapi dan dialami manusia (Suharjana. 1. tetapi sebagai pendukung munculnya tema. Penulis membatasi analisis keenam cerpen tersebut pada unsur tema yang dianggap mewakili kedua belas cerpen yang ada dalam kumpulan cerpen ini. Dengan demikian. Keenam cerpen yang menjadi bahan analisis tersebut yaitu: 1.³Makan Malam´.³Balada Hari Hujan´. Dalam analisis ini penulis membatasi pada enam cerpen dari dua belas cerpen yang ada dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC ini. Kemenonjolan unsur tema ini terbukti dengan lakuan yang ditampilkan tokoh pada setiap cerpen. 2000: 11).

4. Jadi. 2. 3. Satu konsep dasar yang menjadi ciri khas teori struktural adalah adanya anggapan bahwa di dalam dirinya sendiri karya sastra merupakan suatu struktur yang otonom yang dapat dipahami sebagai suatu kesatuan yang bulat dengan unsur-unsur pembangunnya yang saling berjalinan (Pradopo dkk. dan latar. Dengan menggunakan teori struktural. diharapkan dapat dihasilkan hasil-hasil yang baru sekaligus maksimal dalam memahami karya sastra (Ratna. 1995: 41). Dalam kaitan ini Teeuw (1984: 35) menyatakan bahwa analisis struktural bertujuan untuk membongkar dan memaparkan secermat. Bab II berupa landasan teori tentang strukturalisme. dan sudut pandang.2. struktur cerpen. dan semendetail mungkin keterjalinan semua anasir dan semua aspek yang terdapat dalam karya tersebut. Bab I berisi pendahuluan yang terdiri atas latar belakang masalah. 2003b: 54). seteliti. tokoh. alur. Teknik analisis dibagi menjadi empat tahap yaitu: 1. dalam Suwondo. Metode struktural adalah metode yang mengkaji karya sastra sebagai struktur yang dibangun oleh unsur-unsur seperti tema.Mendeskripsikan makna-makna dan nilai-nilai yang didapat dari enam cerpen yang dianalisis terkait benang merah tema yang diusung kumpulan cerpen ini dan variasi nuansa atas tema tersebut pada setiap cerpennya.5Sistematika Penulisan Penelitian ini disusun atas empat bab. cerpen. Metode struktural yang digunakan dalam penelitian ini diharapkan mampu mengungkapkan permasalahan kemanusiaan yang dieksplorasi dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC.Membaca karya sastra (kumpulan cerpen) secara linear sampai mendapat kejelasan tentang semua isi karya tersebut. pembatasan masalah. unsur-unsur karya sastra berusaha dipahami dan dinilai sepenuhnya atas dasar permasalahan tempat dan fungsi unsur-unsur tersebut dalam keseluruhan karya sastra (Pradopo. metode penelitian. yang menjadi pelopor masuknya pendekatan objektif ke Indonesia pada 1960-an. .Mengidentifikasi unsur-unsur seperti tokoh. latar. 2004: 73).4Metode Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode struktural.Memilih cerpen-cerpen yang dinilai mampu mewakili keseluruhan cerpen dalam karya tersebut. dan sistematika penulisan. 1. dan kemanusiaan.Melihat hubungan antarunsur tadi sehingga menghasilkan kebulatan tema yang global sebagai nyawa yang menjadi akhir analisis. tujuan penelitian. 1.

dipandang telah mencakup keseluruhan situasi dan orientasi karya sastra. kata Sayuti (Suwondo. Pendekatan ekspresif adalah model yang menonjolkan pengkajiannya terhadap peran pengarang sebagai pencipta karya sastra. analisis struktur umum.1 Telaah Struktural M. Pendekatan mimetik lebih berorientasi pada aspek referensial yang terkait dengan kenyataan atau dunia nyata. BAB II LANDASAN TEORI 2. Keempat model tersebut juga dipandang telah mengandung pendekatan kritis utama terhadap karya sastra.H. Pendekatan objektif merupakan pendekatan yang terpenting sekaligus memiliki kaitan yang paling erat dengan teori sastra modern.Bab III merupakan pembahasan yang meliputi corak estetis. 2004: 72). Keempat model ini. 2003: 167). Kritik sastra objektif. 2002: 45). ringkasan cerita. dan (4) pendekatan objektif (Pradotokusumo. (2) pendekatan pragmatik. Bab IV berisi simpulan. dengan konsep dan tata kerja masing-masing. Pendekatan objektif adalah model yang memberikan perhatian penuh pada karya sastra sebagai struktur yang otonom dengan koherensi intrinsik. Abrams menyajikan empat model pendekatan dalam studi sastra. khususnya teori-teori yang menggunakan konsep dasar struktur (Ratna. mendekati . Keempat model tersebut adalah: (1) pendekatan ekspresif. Pendekatan pragmatik adalah model yang lebih menitikberatkan sorotannya terhadap peranan pembaca sebagai penyambut dan penghayat sastra. dan pembahasan tema kemanusiaan setiap cerpen. (3) pendekatan mimetik.

sebuah struktur dapat diidentifikasi berdasarkan unsur-unsurnya. 1984: 120). seperti yang dikatakan Ratna (2004: 73). pendekatan objektif merupakan pendekatan yang terpenting sebab pendekatan apapun yang dilakukan pada dasarnya bertumpu atas karya sastra itu sendiri. Pada hakikatnya dunia ini lebih tersusun pada hubungan-hubungan daripada benda-bendanya sendiri. Menurut Jean Piaget. gejala-gejala dalam situasi kesastraan sering menuntut perhatian tersendiri (Soeratno. Dengan demikian. Prinsip objektif tersebut memiliki pengertian bebas dari unsur prasangka dan adanya distansi antara peneliti dengan objek yang diteliti. keseimbangan. dengan jalan mulai dikenalnya teori strukturalisme (Ratna. 2004: 73). struktur adalah tatanan. Kedua. yang di antaranya tidak satu pun dapat mengalami perubahan tanpa menghasilkan perubahan dalam semua anasir lain (Strauss dalam Teeuw. dalam struktur ada stabilitas. Dengan demikian. koherensi. Hawkes²dalam pandangan yang sesungguhnya didasari oleh pandangan Aristoteles ketika menulis Poetica²mengatakan bahwa strukturalisme adalah cara berpikir tentang dunia yang dikaitkan dengan persepsi dan deskripsi struktur (Teeuw. dan interrelasi elemen-elemennya. audiens. meskipun pendekatan objekif di dunia Barat sama tuanya dengan umur puitika sebagai cabang ilmu pengetahuan sebagaimana bahasan Aristoteles dalam bukunya Poetica (Pradotokusumo. struktur merupakan sebuah sistem. setiap unsur atau anasirnya tidak memiliki makna sendiri-sendiri kecuali dalam hubungannya dengan anasir-anasir lain sesuai dengan posisinya di dalam keseluruhan struktur. Selden (1991: 53) mengatakan bahwa pendekatan-pendekatan struktur terhadap kesusastraan menantang beberapa kepercayaan yang paling dihargai oleh pembaca awam. 1984: 140-141). Pertama. 2002: 45). sudah sejak dahulu menjadi kebiasaan umum. Menariknya. Namun. dan dunia yang melingkupinya. integritas. struktur . Dalam kesatuan hubungan itu. Kritik ini memerikan karya sastra sebagai objek yang mencukupi dirinya sendiri atau sebagai dunia dalam dirinya sendiri. misalnya.karya sastra sebagai sesuatu yang berdiri bebas dari pengarang. hal ini tentu berbeda dengan model pendekatan objektif yang berlepas diri dari hal-hal tersebut. 2003: 12-13). Soeratno mengingatkan bahwa generalisasi sebagaimana yang dianjurkan oleh suatu metode penelitian positivistik tentu saja tidak dapat dilakukan mengingat karya sastra juga memiliki sifat unik dan khusus. Pendekatan objektif baru masuk ke Indonesia pada sekitar tahun 1960-an. yang terdiri atas sejumlah anasir. yang hendaknya dianalisis dan ditimbang dengan kriteria intrinsik seperti kompleksitas. Hal ini membuat seorang peneliti sastra mesti sangat berperan sebagai penyibak kekaburan (transferabilitas). Kebiasaan mengait-ngaitkan sebuah karya sastra dengan kenyataan atau pengarang.

seperti cerita rekaan. bagaimana peristiwa terjadi.. tokoh dan penokohan. berapa ukuran panjang pendeknya itu memang tidak ada aturannya. Struktur berfungsi menjaga keutuhan sebuah sistem bahasa dari erosi akibat perubahan waktu. 2000: 37). latar. misalnya. Hal ini juga mengundang minat para kritikus kritis untuk mengembangkan model-model pendekatan lain sebagai reaksi atas strukturalisme. Tegangan antara transformasi dan pengaturan-diri selalu intrinsik dalam setiap struktur. tidak ada satu kesepakatan antara para pengarang dan para ahli. transformasi. 1997: 30). dan kemudian menstabilkannya kembali. Analisis struktural dalam dunia kritik sastra telah begitu mengalami perkembangan dewasa ini.M.2 Cerpen Cerpen adalah cerita berbentuk prosa yang relatif pendek (Sumardjo & Saini K. Analisis struktural karya sastra. pemikiran struktural de Saussure ini telah mengubah tekanan studi linguistik dari pendekatan diakoronik ke sinkronik. pada saat yang sama. 2000: 36). sudut pandang. Dalam linguistik. 2. Nurgiyantoro. Pun begitu. dan mendeskripsikan fungsi dan hubungan antar unsur intrinsiknya. 2000: 14. Bahkan dia dianggap telah mempersiapkan jalan bagi lahirnya posstrukturalisme dalam kaitan dengan teori tentang otonomi tanda-tanda (atau makna-teks) dan kematian subjek. 2005: 32). struktur juga mengubah tindakan-tindakan bahasa ke arah yang lebih produktif. Akan tetapi. mengkaji. plot. tema. Kemudian dijelaskan fungsi setiap unsur itu dalam menunjang makna keseluruhannya dan bagaimana hubungan antar unsur-unsur itu sehingga secara bersama membentuk makna yang padu (Suharjana. Analisis struktural juga dipandang memiliki banyak kelemahan karena melepaskan karya sastra dari banyak aspek ekstrinsiknya. Edgar Allan Poe pernah mengatakan bahwa . terlepas dari paradigma logosentrisme yang masih membayang dan menaunginya (Fayyadl. Dalam telaah karya sastra. Fayyadl. dan pengaturan diri. dan lain-lain. Tapi. 2005: 61-62). Terbitnya buku Cours de Linguistique Generale karya Ferdinand de Saussure dianggap sebagai permulaan pemikiran strukturalis (Krampen. pemikiran de Saussure ini secara langsung dianggap telah mempengaruhi langsung kaum Formalis Rusia dan Strukturalisme Praha (Nurgiyantoro. Teeuw (1983: 61) berpendapat bahwa bagaimanapun juga analisis struktur merupakan tugas prioritas bagi seseorang peneliti sastra sebelum ia melangkah ke hal-hal lain.dicirikan oleh keutuhan. sebuah struktur tidak akan bertahan lama (Fayyadl. dapat dilakukan dengan mengidentifikasi. 1996: 55-56. semisal semiotik dan dekonstruksi. Tanpa tarik menarik antara kedua unsur tersebut. Pada awalnya diidentifikasikan dan dideskripikan. atau mungkin nanti akan muncul lagi model terbaru yang lebih canggih. 2005: 31).

Cerita rakyat adalah juga cerita pendek. Jenis itu adalah fabel. 1997: 36). novelet ini lebih pendek dari novel. Dalam hal ini sebuah sketsa (penggambaran tentang sesuatu kenyataan). mengidentifikasikan diri dengan tokoh cerita rekaan sehingga dapat ikut mengalami peristiwa-peristiwa yang dihadapinya.M. pikiran dan perasaannya. serta ada cerpen yang panjang (long short story). dan kisah perjalanan dan petualangan juga berbentuk cerita. yakni cerita yang pendek dengan tokoh-tokoh binatang yang mengandung ajaran moral. Aristoteles memformulasikannya dengan kata-kata bahwa sastra (termasuk cerpen) merupakan jalan keempat menuju kebenaran setelah filsafat. namun semua itu berdasarkan hal-hal yang benar-benar ada dan telah terjadi. ia ditulis berdasarkan kenyataan kehidupan. sebagai ciri dasarnya. perbuatan-perbuatannya. Orang menghayati pengalaman seseorang. yakni tentang orang-orang atau peristiwa-peristiwa suatu kelompok suku atau bangsa yang diwariskan turun temurun.cerpen adalah sebuah cerita yang selesai dibaca dalam sekali duduk. panjang cerpen itu sendiri bervariasi. berita. sains. Cerpen bukan penuturan kejadian yang pernah terjadi. dan sebagainya. 2000: 10). Kemudian. berdasarkan kenyataan kejadian yang sebenarnya. dan agama. Dalam pembedaan berdasarkan bentuk fisiknya tersebut ada juga jenis-jenis cerita pendek yang bukan cerpen. Namun tidak setiap cerita dapat disebut cerpen. Orang membaca cerita rekaan karena ia menunjukkan sesuatu sisi kenyataan. tetapi juga lewat penghayatan perasaan orang lain. direka oleh pengarangnya. cerpen memiliki sifat rekaan. Cerpen bukanlah pencandraan (deskripsi) atau argumentasi dan analisis tentang sesuatu hal. keputusan dan keputusasaanya. dilema-dilemanya. Kebenaran kehidupan bukan hanya dapat kita dekati melalui ilmu pengetahuan atau filsafat yang lebih banyak berdasarkan penalaran semata. bahkan mungkin pendek sekali (berkisar 500-an kata). Karya yang lebih panjang lagi dari cerpen disebut novelet. tetapi murni ciptaan saja. Apa yang diceritakan di cerpen memang tidak pernah terjadi. yang terdiri dari puluhan (atau bahkan beberapa puluh) ribu kata. cerpen bersifat naratif atau penceritaan (Sumardjo & Saini K. Walaupun sama-sama pendek.. tetapi cerita. Ada cerpen yang pendek (short short story). Orang membaca cerita rekaan bukan sekedar membaca lamunan. ada cerpen yang panjangnya cukupan (midle short story). . Meskipun cerpen hanyalah rekaan.M. Terakhir. biasanya secara lisan. tetapi dapat terjadi semacam itu. Ada juga parabel yakni cerita pendek yang mengambil-ambil ajaran agama dari bagian-bagian kitab suci. 1997: 37). kira-kira berkisar antara setengah sampai dua jam²suatu hal yang kiranya mustahil diperlakukan terhadap novel (Nurgiyantoro.. yakni cerita yang pendek berisi kisah lucu dan eksentrik dari tokoh-tokoh sejarah atau orang biasa baik nyata maupun hanya rekaan semata (Sumardjo & Saini K. Ada juga anekdot.

pengintensifan sebuah latar. dengan segala kesingkatannya. mulai dari tahap awal hingga akhir. Ketunggalan peristiwa dalam cerpen dapat dipahami dalam bentuk hadirnya satu konflik utama di dalamnya. Namun dari sekian peristiwa itu. Hal ini pula yang membuat sebuah cerpen sering diidentifikasikan secara teoritis sebagai beralur tunggal. pemusatan tokoh. hingga cerita terus mengalir ke waktu perjalanan kembali Sersan Kasim bersama Acep ke tempat semula. Inilah sebabnya dalam sebuah cerpen biasanya hanya ada satu tokoh saja. Penceritaan atau narasi tadi harus dilakukan secara hemat dan ekonomis. Semuanya harus serba ekonomis sehingga hanya ada satu kesan saja bagi pembacanya. Sersan Kasim. saat kematian istrinya di Yogya ketika melahirkan Acep. . Cerpen yang berlatarkan peristiwa sejarah Perjanjian Renville ini bercerita tentang sebuat tragedi kemanusiaan saat seorang ayah mesti memutuskan untuk mengakhiri nafas anak kandungnya. dan hanya ada satu efek saja bagi pembacanya. sebuah cerpen harus merupakan suatu kesatuan bentuk yang betul-betul utuh dan lengkap. Contoh ketunggalan peristiwa dalam sebuah cerpen ini dapat dilihat pada cerpen ³Sungai´ karya Nugroho Notosusanto. Namun begitu. tentu pula hal demikian semakin berkecenderungan lebih kuat untuk terjadi.Secara umum dapat disimpulkan bahwa cerpen adalah cerita atau narasi (bukan analisis argumentatif) yang fiktif (tidak benar-benar telah terjadi tetapi dapat terjadi di mana saja dan kapan saja) serta relatif pendek. penyataan amanat utama. Dari peristiwa tersebut muncul sebuah tragedi yang sangat mengharukan. Tragedi ini terhubung erat pada tema kemanusiaan. dijadikan pusat cerita dalam cerpen ini. dalam alur terdapat sebuah peristiwa klimaks yang umumnya dibangun dari tegangan yang dihasilkan konflik dalam cerita. Dalam cerpen. sang ayah tersebut. namun. putranya. dan seterusnya. kejadian saat Sersan Kasim menenggelamkan Acep di Sungai Serayulah yang pada akhirnya paling jadi menonjol sebagai peristiwa. dengan melalui berbagai titik peristiwa. hanya ada satu peristiwa. Cerpen karangan sastrawan sekaligus birokrat yang juga sempat terlibat dalam dunia kemiliteran ini sangat suspensif sekali menghadirkan ketunggalan konflik lewat pengklimaksan alurnya. Berawal dari perjalanannya bersama prajurit-prajurit TNI lainnya dari Jawa Barat ke Yogya dengan membawa serta istri-anaknya. Beragam peristiwa yang faktualnya juga serta ada dalam cerita pada akhirnya akan merujuk pada peristiwa utama yang dihadirkan dan ditonjolkan oleh lain-lain peristiwa tersebut. Tentu saja pembagian garis besar ini bisa lebih akan beragam lagi satuan peristiwanya jika diurai dengan lebih detail. Hal ini tentu saja terkait juga dengan tema pokok. Dari sekian peristiwa penting dalam sebuah cerita pada akhirnya akan dihasilkan satu peristiwa terpenting yang diangkat ke muka. Sebagaimana skema tradisonal yang sudah umum dikenali tentang runtutan alur sebuah cerita.

Paman Tom. unsur-unsur dalam cerpen bisa digolongkan menjadi dua bagian. 2000: 9-10). yakni apartemen Jane. dua atau tiga pengarang. sebuah cerpen karena kesingkatannya akan cukup sulit untuk menghindari ketunggalan peristiwa yang sudah semestinya hadir pada esensinya. Alaska. Kesamaan tersebut biasanya terletak pada tema keseluruhan cerpen yang ditampilkan (Suharjana.sesuatu yang lebih universal daripada sekedar kepentingan politis berbagai negara yang sedang saling bertengkar. baik yang nyata maupun yang khayalan semata. 2. Kumpulan cerpen yang terdiri atas beragam cerpen ini selain bisa pula seragam dan memiliki ketunggalan tema namun tak pelak pula bisa cukup sangat beragam menggarap berbagai tema. Contoh-contoh di atas telah menunjukkan bukti-bukti. pada akhirnya dikumpulkan ke dalam sebuah buku sehingga menjadi sebuah kumpulan cerpen. hingga taman kota. Kumpulan cerpen biasanya memiliki kesamaan pada salah satu unsurnya. selain alternatif mempublikasikan cerpen di media massa atau media on-line. Kumpulan cerpen merupakan sarana untuk menerbitkan cerpen dalam bentuk buku.3 Struktur Cerpen Secara tradisional. Pertama . Jane terbayang Tommy. Ketunggalan peristiwa justru dihasilkan oleh peristiwa akhir setelah selesai sekian obrolan ke sana-sini sebelumnya: bagaimana menafsirkan menghilangnya Marno ke balik pintu yang terdengar sebentar beberapa langkah dan bantal tidur Jane yang basah? Cerpen-cerpen yang berperistiwa tunggal ini. Ada kecenderungan dewasa ini bahwa kumpulan cerpen adalah publikasi ulang dari cerpen-cerpen yang telah terlebih dahulu diumumkan lewat koran minggu yang memiliki ruang sastra. atau sejumlah pengarang. sementara Marno terkenang istri dan kunang-kunang kampung halamannya. Cerpen yang dikumpulkan mungkin berasal dari seorang pengarang. selain publikasi awal lewat kehadirannya di media massa. justru kehadiran tempat yang tunggal tersebut memberikan peluang besar bagi tokoh-tokohnya yang terkurung secara fisik untuk mengelebatkan ingatan hingga fantasi mereka ke berbagai belahan tempat lainnya. Dalam ³Seribu Kunang-Kunang di Manhattan´ karya Umar Kayam ternyata bisa juga didapat esensi ketunggalan peristiwa sebuah cerpen ini. Kumpulan cerpen pada dasarnya kumpulan beberapa cerpen yang termuat dalam sebuah buku. Namun dalam keragaman maupun keseragaman itu. Selain itu tentunya ada saja cerpenis pemula yang punya nyali untuk menerbitkan secara independen karya perdananya sebagai sebuah perlawanan terhadap otoritas koorporasi kapital media-media publikasi mapan. Kepadatan cerita dalam sebuah cerpen pada cerpen ini bukannya didapat dari terdapatnya satu buah latar tempat. Empire State Building.

dan sarana cerita.adalah unsur intrinsik. penekanan salah satu unsur cerpen tidak berarti meniadakan unsur-unsur lainnya. Kedua adalah unsur ekstrinsik. 2000:23-24). seperti aspek tema. dan gaya bahasa. Fakta (facts) dalam sebuah cerita meliputi karakter (tokoh cerita). sudut pandang. Dalam hal ini. seperti masalah cinta. latar. 1997: 37). Oleh karena itu. Tujuan penggunaannya sarana kesastraan adalah untuk memungkinkan pembaca melihat fakta sebagaimana yang dilihat pengarang.3. simbolisme. Ketiganya merupakan unsur fiksi yang secara faktual dapat dibayangkan peristiwanya. dan sebagainya. penokohan. eksistensin ya. Ketiga unsur tersebut harus dipandang sebagai satu kesatuan dalam rangkaian keseluruhan cerita. Tema adalah sesuatu yang menjadi dasar cerita. amanat. situasi politik. Berdasarkan tuntutan ekonomis serta efek pada pembacanya. rindu. kasih. kemanusiaan. adalah teknik yang dipergunakan oleh pengarang untuk memilih dan menyusun detil-detil cerita (peristiwa dan kejadian) menjadi pola yang bermakna. ekonomi. bukan sebagai sesuatu yang berdiri sendiri dan terpisah satu dengan yang lain. Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra. dan ironi. bulat. Unsur intrinsik ini meliputi tema. harus memenuhi unsur-unsur bentuk yang sudah disebutkan tadi. alur. Stanton (Nurgiyantoro.. Ia selalu berkaitan dengan berbagai pengalaman kehidupan. fakta.1 Tema Tema adalah pokok pikiran atau dasar sebuah cerita. dalam sebuah novel. Unsur inilah yang secara faktual akan dijumpai dalam membaca karya sastra. 2. dan merasakan pengalaman sepe yang rti dirasakan pengarang. 2000: 25) membagi unsur sebuah cerita rekaan kepada tema. sarana kesastraan (literary devices). religius. gaya (bahasa) dan nada. Tema dipakai sebagai dasar mengarang . maut. takut. plot. Sarana pengucapan sastra. Hanya pengarang dapat memusatkan (fokus) pada salah satu unsurnya saja yang mendominasi cerpennya. tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra. Sebuah cerpen mesti lengkap. Unsur ini antara lain meliputi pandangan hidup pengarang. Artinya. dan utuh. sering. Macam sarana kesastraan yang dimaksud antara lain berupa sudut pandang penceritaan. dan setting. Dalam hal tertentu.M. tema dapat disinonimkan dengan ide dan tujuan utama cerita. dan sosial (Nurgiyantoro. menafsirkan makna fakta sebagaimana yang ditafsirkan pengarang. ketiganya dapat pula disebut sebagai struktur faktual (factual structure) atau derajat faktual (factual level) sebuah cerita. Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. biasanya penulis cerpen akan mementingkan salah satu unsur dalam cepennya (Sumardjo & Saini K.

Sebuah cerpen selalu harus mengatakan sesuatu. Tema yang banyak dijumpai dalam karya sastra yang bersifat didaktis adalah pertentangan antara buruk dan baik. atau pilihan utama yang mendasari suatu karya sastra tersebutlah tema. Tema menurut Stanton dan Kenny adalah makna yang dikandung sebuah cerita (Nurgiyantoro. 1987: 50-52). semuanya didasari oleh ide pengarang tersebut. 1997: 56). 2000: 67).(KBBI. Alasan pengarang hendak menyajikan cerita ialah hendak mengemukakan suatu gagasan. artinya dinyatakan secara eksplisit. Cinta. kehidupan keluarga. dan situasi tertentu. dan situasi tertentu. Tema dalam banyak hal bersifat mengikat kehadiran atau ketidakhadiran peristiwa. yaitu pendapat pengarang tentang kehidupan ini. konflik. Ada kalanya tema cerita dengan jelas dinyatakan. Masih banyak lagi ragam tema dan teknik penyampaiannya. konflik. Bisa juga disebut komentarnya atas kehidupan ini.. Sesuatu yang hendak dikatakannya itu bisa jadi merupakan sebuah masalah kehidupan atau pandangan hidupnya tentang kehidupan ini. ide. 2003: 1164). 2000: 68). Secara lebih kongkret tema pertentangan baik dan buruk ini dinyatakan. tapi mau mengatakan sesuatu pada pembacanya (Sumardjo & Saini K. Ada jug a yang dinyatakan secara simbolik. Karena itu. Pengarang dalam menulis ceritanya bukan sekedar mau bercerita. termasuk berbagai unsur intrinsik yang lain. Dalam membaca cerita rekaan sering terasa bahwa pengarang tidak sekedar ingin menyampaikan sebuah cerita demi bercerita saja. defenisi sebuah tema mesti lebih dipersempit lagi. Hartoko & Rahmanto mendefenisikan tema sebagai gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya sastra dan yang terkandung di dalam teks sebagai struktur semantis dan yang menyangkut persamaan-persamaan atau perbedaanperbedaan (Nurgiyantoro. karena hal-hal tersebut haruslah bersifat mendukung kejelasan tema yang ingin disampaikan. dalam bentuk kebohongan melawan kejujuran. misalnya. atau korupsi melawan hidup sederhana. Hal ini berarti tema adalah ide sebuah cerita. Tema disaring dari motif-motif yang terdapat dalam karya sastra yang menentukan hadirnya peristiwa-peristiwa. kelaziman melawan keadilan.M. Tema itu beragam-ragam ditinjau dari segi corak maupun kedalamannya. Adanya tema membuat karya sastra lebih penting dari sekedar hiburan (Sudjiman. Gagasan. Dalam sebuah cerita bisa didapatkan bermacam-macam makna. Kejadian dan perbuatan tokoh cerita. . Ada sesuatu yang dibungkusnya dalam bercerita. merupakan tema yang disukai dan bersifat universal (Sudjiman. sehingga orang bisa menjadi memahami kehidupan ini dengan lebih baik. Dengan kata lain ada sebuah konsep sentral yang dikembangkannya dalam cerita itu. Banyak pula yang disampaikan secara implisit (tersirat). 1987: 50).

apalagi jika novel yang bersangkutan relatif panjang dan sarat dengan berbagai . penafsiran terhadap tema bisa difokuskan pada upaya mengawasi gerak gerik tokoh utama tersebut. Tema merupakan makna keseluruhan yang mendukung cerita. pada umumnya erat berkaitan dengan tema. Hal inilah yang menyebabkan kecilnya kemungkinan pelukisan secara langsung tersebut.Tema menjadi dasar pengembangan seluruh cerita. Tema. misalnya. dan latar. walau belum tentu juga dilukiskan secara eksplisit. Hal tersebut bisa dimulai dengan cara memahami cerita. yang merupakan salah satu unsur pokok dalam pengembangan ide cerita dan plot. Eksistensi atau kehadiran tema adalah terimplisit dan merasuki keseluruhan cerita. penafsiran terhadapnya haruslah dilakukan dengan berdasarkan pada fakta-fakta yang ada yang secara keseluruhan membangun cerita. Konflik. bukanlah makna yang disembunyikan. lebih luas. 2000: 85-86). Oleh karena itu. tidak hanya berdasarkan bagian-bagian tertentu saja. mencari kejelasan ide-ide perwatakan. karena justru inilah yang ditawarkan pengarang kepada pembaca. selain dengan cara tersebut. dengan sendirinya ia akan tersembunyi di balik cerita yang mendukungnya. Karena tema tersembunyi di balik sebuah cerita. Kesulitan yang mungkin dihadapi adalah dalam hal menemukan atau menentukan detail-detail yang menonjol tersebut. walau sulit ditentukan secara pasti. Stanton (Nurgiyantoro. pada umumnya tema tidak dilukiskan. Hal ini juga menyebabkan tidak mudahnya menafsirkan tema (Nurgiyantoro. 2000: 68-69). Oleh sebab itu ia pun bersifat menjiwai seluruh bagian cerita. Sebagai sebuah makna. konflik. dan lebih abstrak. Penemuan tema. Hal itu disebabkan pada detail-detail yang menonjol (atau: ditonjolkan) itulah²yang dapat diidentifikasi sebagai tokoh-masalahkonflik utama²pada umumnya sesuatu yang ingin disampaikan ditempatkan. Usaha menemukan dan memahami konflik utama yang dihadapi tokoh utama merupakan cara khusus untuk menentukan tema sebuah cerita (Nurgiyantoro. Kriteria ini merupakan hal yang paling penting. Tema mempunyai generalisasi yang lebih umum. Tema sebagai makna pokok sebuah karya fiksi tidak secara sengaja disembunyikan.Penafsiran tema sebuah novel hendaknya mempertimbangkan tiap detail cerita yang menonjol. 2000: 86-88) mengemukakan adanya sejumlah kriteria yang dapat diikuti. Para tokoh utama biasanya dibebani tugas membawakan tema. Dengan demikian. untuk menemukan tema sebuah karya fiksi. sebaiknya juga disertai dengan usaha untuk menemukan konflik sentral yang ada dalam cerita. peristiwa-peristiwa. Dalam menafsirkan tema sebuah novel. haruslah dilakukan penyimpulan atas keseluruhan cerita. Berikut kriteria-kriteris yang dimaksud: a. paling tidak pelukisan yang secara langsung atau khusus.

merupakan suatu sarana pengungkapan keyakinan. alinea. tentunya pengarang tidak akan menjatuhkan sendiri sikap dan keyakinannya yang diungkapkan dalam detail-detail cerita tertentu lewat detail-detail cerita tertentu lainnya. Detail cerita yang demikian diperkirakan berada di sekitar persoalan tokoh utama yang menyebabkan terjadinya konflik yang dihadapi (-kan kepada) tokoh utama. d.Penafsiran tema sebuah novel hendaknya tidak bertentangan dengan tiap detail cerita. Kriteria-kriteria tersebut di atas secara umum dapat pula diterapkan terhadap cerita pendek.Penafsiran tema sebuah novel haruslah mendasarkan diri pada bukti-bukti yang secara langsung ada dan atau yang disarankan dalam cerita. muluk-muluk. kalimat. Dengan kata lain. Oleh karena itu. sikap dan pandangan hidup pengarang. tokoh-masalah-konflik utama merupakan tempat yang paling strategis untuk mengungkapkan tema utama sebuah novel. Di antara pelbagai perbedaan yang ada antara cerpen dan novel. Tema cerita tidak dapat ditafsirkan hanya berdasarkan perkiraan. Penunjukkan tema sebuah cerita haruslah dapat dibuktikan dengan data-data atau detail-detail cerita yang terdapat dalam cerita bersangkutan. atau bentuk dialog. Cerita pendek dan novel masih merupakan jenis sastra yang relatif sama. mungkin berupa kata-kata. baik yang berupa bukti-bukti langsung. cerpen dan novel sesungguhnya juga memiliki kesamaan. yang dapat dipandang sebagai bentuk yang berisi (dan atau mencerminkan) tema pokok cerita yang bersangkutan. Kriteria ini mempertegas kriteria sebelumnya. cobalah diulangi sekali lagi penafsiran itu barangkali terjadi kesalahpahaman. atau informasi lain yang kurang dapat dipercaya. c. maupun tidak langsung. gagasan. Selain sama-sama berjenis cerita rekaan yang . mereka seolah -olah tetap memaksakan sebagai ada ditemui. artinya kata-kata tersebut dapat ditemukan langsung dalam novel. b. Penentuan tema dari kerja yang demikian kurang dapat dipertanggungjawabkan karena kurangnya data empiris.konflik. Novel. sebagai salah satu genre sastra. dan jika ternyata di dalam cerita tidak ditemukan harapannya itu. dan lain-lain yang tergolong unsur isi dan sebagai sesuatu yang ingin disampaikan. ide. seperti telah dikemukakan. kebenaran. Tidak jarang sejumlah pembaca membayangkan tema sebagai sesuatu yang filosofis. Pandangan sangat sederhana bahkan hanya membedakan novel dan cerpen berdasarkan ketebalan jumlah halamannya atau kesingkatan waktu relatif pembacaannya. Jika hal yang demikian terjadi. artinya hanya berupa penafsiran terhadap kata-kata yang ada. Dalam sebuah novel kadang-kadang dapat ditemui adanya data-data tertentu. sesuatu yang dibayangkan ada dalam cerita.Penafsiran tema sebuah novel hendaknya tidak mendasarkan diri pada bukti-bukti yang tidak dinyatakan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam novel yang bersangkutan.

Misalnya di akhir cerita dikatakan: membohongi orang lain itu tidak baik dan orang yang berbuat jahat pasti akan mendapatkan hukuman atas perbuatannya. menyebutnya dengan istilah penjajahan tema.M. simpulannya. namun kemudian ternyata itulah yang menjadi terpenting. Pengarang menyatakan ide atau temanya dalam unsur cerita. atau ajaran moral.. juga untuk jenis sastra koran ini. 1997: 56). politik. seringnya bahkan. ekonomi. Masalah penjajahan tema² dalam hal ini tema-tema sosial. 1997: 56). tema justru tersamar dalam seluruh elemen. hingga kepadatan. Pengarang mempergunakan dialog-dialog tokoh-tokohnya. atau kebenaran pada akhirnya akan menang mutlak atas segala jenis pola kejahatan. hanya meminjam-minjam statemen lazim di rubrik berita koran-koran.umumnya bersifat prosaik. Sikap konservatif sebuah tema bisa menghadirkan kekakuan ekspresi bagi sebuah cerita. Pengarang-pengarang lama memang sering suka menyatakan secara eksplisit simpulan ceritanya sendiri. perasaannya. Tema bisa saja hanya berwujud pengamatan pengarang terhadap kehidupan. yang terjadi pada cerpen justru membuat hal tersebut tak muskil untuk terjadi. Satu sifat yang terdapat dalam cerpen-cerpen yang ³patuh serta tunduk´ pada topik adalah bahwa cerita sebagai inti lebih berkuasa dan lebih sentral ketimbang kisah. seperti dalam halnya cerita didaktis untuk kanak-kanak. satu tujuan. Pada awalnya sekedar sebuah ide.M. Tema tidak perlu selalu berwujud moral. Dan yang mempersatukan segalanya itu adalah tema (Sumardjo & Saini K. Dalam cerpen yang berhasil. Goenawan Mohammad (2000: xxv) menyebut istilah cerpen topikal untuk jenis sastra koran. sesuatu yang membawa kita kembali surut menuju paradigma lama. dalam hal tema cerpen pun bisa sangat sarat makna hingga juga tema sebagaimana halnya sebuah novel. kata Danujaya. kejadiankejadian. dan hukum yang bermunculan di koran²pada kesusastraan. bukan sebuah wilayah penjelajahan tersendiri. Seluruh unsur cerita jadi memperkuat satu arti saja. Namun sudah selayaknya pula untuk cerpen-cerpen yang mengklaim diri telah berjiwa modernkontemporer guna justru menghindari sifat otoritatif tema. Danujaya (2000: 139). Pemecahannya terserah pada masing-masing pembaca (Sumardjo & Saini K. Pengarang bisa saja hanya mengemukakan suatu masalah kehidupan dan problem tersebut tidak perlu ia pecahkan. atau bahkan hanya bahan mentah pengamatannya saja. Bahasa cerpen sebagai sebuah karya sastra pun kemudian menjadi. pernah menjadi suatu topik pergunjingan yang hangat di kalangan para kritikus sastra. Kesingkatan. jalan pikirannya. tidak jarang mengulang-ulang . setting cerita untuk mempertegas atau menyarankan isi temanya.. Bahasa akibatnya hanya sekedar menjadi komunikator yang siap pakai.

. Mencari arti sebuah cerpen. dan sekaligus juga masalah politik. Sebagai alternatif perlawanan terhadap cengkraman kaku topik terhadap cerita. maka barulah terasa bahwa semua itu mengandung satu arti yang berupa visi pengarang terhadap dunia. Semakin banyak persoalan serta implikasi-implikasinya yang terkandung dalam sebuah cerpen. Unsur watak atau karakter dalam cerpen modern menjadi begitu menonjol dan dominan antara . Dengan ³kewajaran´ tersebutlah pembaca akan bisa yakin bahwa dia sedang berhadapan dengan karya sastra. karakter setiap tokoh bisa berkembang secara wajar tanpa harus terbebani bobot tema. sebuah cerita. Dengan cara itu pula sebuah karangan akan menjadi cerpen yang baik dan berhasil. memang pembaca bisa hanyut dalam pelukisan karakterkarakternya. Penulis-penulis cerpen jenis ini banyak menciptakan karakter besar. pada dasarnya adalah mencari tema yang terkandung dalam cerpen tersebut. 1997: 57). Sebuah cerpen kadang-kadang banyak menimbulkan penafsiran. apalagi kehendak yang serba memaksa milik nurani pengarang. Hal itu terletak pada temanya. Tapi tema itu merasuk dan menyatu dalam semua unsur cerpen. masalah spritual. Memang dalam sebuah cerpen kadang-kadang tidak hanya terdapat satu penafsiran tema saja.3. Akan tetapi kalau cerpen tersebut selesai dibaca.2 Tokoh Kecenderungan cerpen modern adalah penekanan pada unsur perwatakan tokohnya. Ini tidak berarti bahwa pada cerpen lama perwatakan tidak dipentingkan. sesuatu yang dikandung oleh sebuah cerpen. dan sebagainya. beku dan miskin kreatifitas. Mungkin mengandung masalah moral. ramai dengan keberbagaian kemungkinan. 2000: xxvi). konflik yang penuh suspense. Dalam cerpen situasi. maka dalam dunia penulisan prosa dikenallah apa yang disebut cerpen situasi (Mohammad. Dengan hal itu. cerpen tersebut akan kaya dengan penafsiran-penafsiran. atau bahkan menggunakan kata yang sama berkali-kali dalam satu paragraf.M. Sebuah cerpen yang besar mengandung banyak persoalan yang bersegi-segi. tokoh cerita dengan watak yang tidak akan terlupakan. 2. Cerpen seperti itulah yang biasanya berdaya tahan menempuh waktu karena ia tidak menjemukan bagi pembaca-pembaca yang kreatif. bukan berita apalagi propaganda. Dalam membaca sebuah cerpen. maka semakin baguslah cerpen tersebut. Usaha dalam rangka memburu makna itu sesungguhnya sangat mengasyikkan.klise lama. masalah individu. Sebuah karya seni yang mengajak orang berpikir biasanya adalah karya seni yang dihargai (Sumardjo & Saini K. Jelaslah bahwa pengarang pastilah tidak secara jelas umumnya mengungkapkan tema karangannya. masalah sosial.

dan sebagainya. apa yang dirasakannya harus betul-betul menunjang penggambaran wataknya yang khas milik dia (Sumardjo & Saini K. Setiap tokoh semesti memiliki kepribadian sendiri-sendiri. Kepribadian dalam kehidupan sehari-hari begitu kompleks.lain disebabkan oleh semakin berkembangnya ilmu jiwa. Kalau karakter tokoh lemah. Apa yang diucapkannya. tetapi kepribadian dalam cerita hanya perlu menonjolkan beberapa sifat saja karena seni itu intensifikasi.. Seorang penulis yang cekatan hanya dalam satu adegan saja sanggup memberikan pada kita seluruh latar belakang kehidupan seseorang. dan padat. Mutu sebuah cerpen banyak ditentukan oleh kepandaian seorang pengarang dalam menghidupkan watak tokoh-tokohnya. tapi dengan mendramatisasinya. Hal ini dilaksanakan lewat cara bicaranya. para teoritikus sastra sering membedakan fiksi menjadi dua corak. caranya berpakaian. tidak ada salahnya pula ketika tokoh dan perwatakannya ditampilkan dengan begitu rumit dan tak selesai. yang ada adalah proses dialektis (dan eklektis) dan pencarian terus menerus sebagaimana usaha Iwan Simatupang ³mengakhiri´ novel Koong-nya (1975). jadi bukan hanya sekedar elemen untuk membawakan cerita. Pembedaan corak ini memang tidak bersangkut paut langsung dengan kualitas sastra sebuah karya. Tokoh-tokoh dalam cerpen modern mendapatkan sorotan lebih tajam dari para penulisnya. pendidikannya.M. reaksinya terhadap peristiwa. Tokoh cerita semestinya digambarkan seintens mungkin. Dalam sebuah cerita yang bersifat rekaan. Tak ada sentral dan yang tunggal. Bergantung dari masa lalunya. asal daerahnya. 1997: 63-65). Terutama psikoanalisis yang menawarkan daerah baru dalam menyelami kehidupan jiwa manusia. Paradigma posmoisme memang merayakan keragaman dan memaafkan perbedaan. . Di Indonesia dapat disebut Budi Darma yang sebagian karya cerpennya diumumkan di majalah sastra Horison atau rubrik seni dan budaya hari minggu di Kompas. apa yang diperbuatnya. apa yang dipikirkannya. penuh arti. kepribadian yang didapat tidaklah sama dengan kepribadian orang-orang yang ada dalam kehidupan sebenarnya. Kejadian-kejadian dalam cerpen-cerpennya berpusat pada konflik watak tokoh utamanya. yakni. antara yang lebih menekankan pada jalinan alur (plotting) dan yang lebih menekankan pada pengembangan karakter (story line).. Oleh karena ³keresehan´ ilmiah untuk senantiasa menghadirkan distingsi dan membuat-buat kategorisasi. Konflik yang mendasari plot ceritanya merupakan konflik jiwa tokoh-tokoh protagonisnya. kata Danujaya (2000: 136). atau juga pengalaman hidupnya. namun kebanyakannya karya sastra yang dianggap bermutu memang yang berada di jalur story line. Namun dalam estetika kontemporer. Bahkan menaifkan upaya -upaya pemutlakan. Bukan dengan menceritakannya secara langsung kepada pembaca. tindakan-tindakannya. maka menjadi lemahlah oleh karenanya seluruh cerita.

Hal ini berbeda sekali dengan cara tidak langsung.Melalui pikiran-pikirannya.Melalui apa yang diperbuatnya. hingga plot cerita yang sudah ditentukan dari awal bisa dihindari. dan sebagainya. pada karya yang lebih cenderung mendukung bagi upaya pengembangan karakter segala macam penindasan tema. Dengan cara ini pembaca dapat mengetahui alasan-alasan tindakannya. bentuk tubuhnya. Dalam kenyataan hidup. Dalam fiksi lama penggambaran fisik kerap kali dilakukan untuk memperkuat watak. Melukiskan apa yang dipikirkan oleh seorang tokoh adalah salah satu cara penting untuk mempertentangkan perwatakannya. orang dengan pendidikan yang masih rendah atau tinggi. perempuan atau lelaki. atas. Watak seseorang memang kerap sekali tercermin dengan jelas pada sikapnya dalam situasi gawat (penting). karena ia tak bisa lagi berpura-pura. atau dengan kata lain narasi besar (topik) merupakan nilai lebih estetika kontemporer.Melalui penerangan langsung. orang berbudi halus atau kasar. Tetapi dalam cerpen modern cara ini sudah jarang dipakai. Ia akan bertindak spontan menurut karakternya. b. Ia memiliki peran untuk dimainkan. apa yang diucapkannya. Novelis . tapi situasi yang mengharuskan dia mengambil keputusan dengan segera. sukunya. Dari apa yang diucapkan oleh seorang tokoh cerita. Penulis sering membuat deskripsi mengenai bentuk tubuh dan wajah tokoh-tokohnya. Hal tersebut dikemukakan Henry James. untuk jenis cerpen.Melalui penggambaran fisik tokoh.Melalui ucapan-ucapannya. 2. Sumardjo & Saini K. penggambaran yang demikian memang mustahil.3. e.Sebagaimana pembicaraan tentang cerpen topikal sebelumnya. dapat dikenali apakah dia orang tua. Dalam hal ini. upaya pembedaan di atas memang agak sulit dan lebih samar dibandingkan bentuk fiksi lain yang lebih panjang seperti novel karena paksaan efesiensi dan efektivitas pemakaian bahasa dalam pemerian maupun pencitraan menuntut pemakaian semua unsur penceritaan dengan lebih singkat dan padu. d. tindakan-tindakannya. Tapi inilah konvensi fiksi. menurut jalan pikirannya. dan sebagainya.M. topik. (1997: 63-66) memerikan beberapa jalan yang akan menuntun menuju identifikasi sebuah karakter: a. terutama sekali bagaimana dia bersikap dalam situasi kritis. yang pengungkapan watak lewat perbuatannya. Yaitu tentang cara berpakaian. ia perlu digambarkan sama jelasnya dengan unsur yang lain. sastrawan termasyhur dari Amerika. dan sebagainya.3 Latar Tempat suatu peristiwa terjadi dalam pandangan Balzac sama pentingnya dengan peristiwa itu sendiri. c. Namun. Perlawanan terhadap hegemoni pusat. Situasi kritis dalam hal ini tidak harus ditafsirkan kondisi bahaya. penulis membentangkan panjang lebar watak tokoh secara langsung.

serta menggemaskan. Berwawasan. 1997: 75). browsing internet. 1987: 44). sambung Maman S Mahayana²ketiganya dewan juri sayembara novel tersebut. sampai pada macam debunya. Novel tersebut berhasil menghadirkan keindahan negeri Maroko dan Suriah di Timur Tengah sana dengan cukup mempesona.M. Bahkan karya bercorak realis seperti yang ditulis Karl May pun konon kabarnya berbekal riset kepustakaan semata. Abidah El Khalieqy misalnya. karakter. Dalam hal ini memang latar sekedar menjadi tempat terjadinya cerita (Sumardjo & Saini K. dan suasana cerita. dan pengacuan yang berkaitan dengan waktu. petunjuk. hingga chatting dengan rekan-rekan luar negerinya. Pada prinsipnya. Secara sederhana latar bisa diartikan waktu dan tempat terjadinya cerita. Namun pengertian ini sah-sah saja diperluas dan diperdalam. dan sebagainya. kecurigaan mereka. Sebuah cerpen dan novel memang harus terjadi di suatu tempat dan dalam suatu waktu. dan eksotis. gaya hidup mereka. pemikiran rakyatnya. Setting dalam cerpen modern telah menjadi begitu kompleks terjalin dengan unsur-unsur cerpen lainnya. Dalam cerpen yang baik. ruang. dan suasana terjadinya peristiwa dalam sebuah karya (Sudjiman. Harus ada tempat dan ruang kejadian. setting harus . Hanya tahu di mana suatu cerita terjadi saja tidak cukup karena sastra bukanlah alat untuk menginformasikan fakta. tidak semua harus begitu. Dalam cerpen Indonesia modern latar telah digarap para penulis menjadi unsur cerita yang penting. imbuh Budi Darma. Dia bisa juga menjadi dangkal untuk konteks cerita-cerita tertentu (Adesita. Latar pada prakteknya bisa beroperasi lebih subtil dalam kerangka estetika cerita-cerita dengan corak tertentu. Pemenang kedua Sayembara Novel 2003 DKJ ini mengakui bahwa setting luar negeri bagi Geni Jora-nya sekedar didapat berbekal riset buku. 2004: 14). kegilaan mereka. ia akan mengunjungi kota tersebut. 2004: 14-15). Dalam fiksi lama tempat kejadian cerita dan tahun-tahun terjadinya disebutkan panjang lebar oleh penulisnya..Prancis tersebut memang terkenal sangat bekerja keras untuk melukiskan lingkungan fisik bagi cerita-ceritanya. Ia terjalin erat dengan tema. kata Sapardi Djoko Damono. Setting bukan hanya menunjukkan tempat dan waktu tertentu tetapi juga hal-hal yang hakiki dari suatu wilayah. Belum lagi jika menengok karya-karya yang fantastis dengan sekedar berbekal fantasi semata. artinya bukan hanya menunjukkan tempat kejadian dan kapan kejadian. Hasilnya cukup luar biasa. Terlebih lagi dalam estetika kontemporer meski tidak harus. Sampai kadang-kadang sebelum membuat cerita yang berlatar belakang kota tertentu. latar merujuk pada segala keterangan. Setting dalam fiksi bukan hanya sekedar sebagai background. dan menggambarkan rumah-rumah tersebut sedemikian detail. sampai pada baunya (Adesita. Namun tentu saja. memilih beberapa rumah.

Sudut pandang cerita itu sendiri secara garis besar dapat dibedakan ke dalam dua macam: gaya ³aku´ dan ³dia´. ada juga yang menggunakannya dengan arti sudut pandang pencerita. kisah atau apa yang disajikan sebagai isi cerita selalu disuguhkan dari sudut pandang tertentu. 1991: 125). Suara pribadi pengarang jelas akan masuk ke dalam karyanya. Dari setting wilayah tertentu harus dihasilkan perwatakan tokoh tertentu dan juga tema tertentu. Sudut pandang pada dasarnya adalah visi pengarang. Ia dapat mempergunakan beberapa sudut pandang sekaligus dalam sebuah karya jika hal tersebut dirasakan lebih efektif (Nurgiyantoro. patriotisme.. Dalam setting yang demikian bisa didapatkan banyak kesempatan untuk terbahasnya segi-segi watak manusia (Sumardjo & Saini K. sebuah cerita dikisahkan. 2000: 249). Dalam cerpen yang berhasil. Dalam hal ini harus dibedakan dengan pandangan pengarang sebagai pribadi. dan implikasi (kaitan) filosofis.M.. dan kemanusiaan. Cerpen dengan setting perang misalnya dapat berbicara soal-soal khusus seperti dendam. merupakan sebuah contoh karya sastra . karena pengarang dan pencerita tidaklah perlu kiranya dibedakan (Sudjiman. Ada pula yang menganggap keduanya sama saja. 1987: 75). 1997: 76).benar-benar mutlak untuk menggarap tema dan karakter cerita. sebuah cerpen adalah pandangan pengarang terhadap kehidupan.4 Sudut Pandang Dalam sebuah cerita. wilayah kebebasan dan keterbatasan perlu diperhatikan secara objektif sesuai dengan kemungkinan yang dapat dijangkau sudut pandang yang dipergunakan. gaya. kebencian.M. Sedangkan sudut pandang hanya menyangkut teknik bercerita saja. Kedua sudut pandang tersebut masing-masing menyaran dan menuntut konsekuensinya sendiri. politik. pengungsian. setting terintegrasi (menyatu) dengan tema. Penggunaan istilah sudut pandang sering tidak jelas apa yang diacunya. Kalau sebuah cerpen settingnya dapat diganti dengan tempat mana saja tanpa mengubah atau mempengaruhi watak tokoh-tokoh dan tema cerpennya. maka setting demikian akan kurang integral. Dadaisme. Dari sudut pandang persona pertama dan ketiga tersebut. 2. Oleh karena itu.3. 1997: 76). pengkhianatan. watak. Ada yang mengartikan sudut pandang pengarang. Ini kemudian lazim dikenal dengan istilah gaya pengarang (stilistika). juara Sayembara Menulis Novel DKJ 2003. yaitu soal bagaimana pandangan pribadi pengarang dapat diungkapkan dengan sebaik-baiknya (Sumardjo & Saini K. Hal itu dapat berasal dari berbagai pihak: pencerita yang memberi sudut pandang yang mencakup atau salah seorang tokoh (Luxemburg. dengan berbagai variasinya. pelarian. artinya sudut pandangan yang diambil pengarang untuk melihat suatu kejadian cerita. Bagaimanapun pengarang mempunyai kebebasan tidak terbatas.

senantiasa menawarkan pesan moral yang berhubungan dengan sifat-sifat luhur kemanusiaan. Karya sastra. tema penyimpangan akibat peristiwa traumatis masa lalu seperti tidak dapat terlepas dari pergantian bentuk penceritaan itu. di sana-sini muncul pula kisah-kisah halusinasi dengan tokoh-tokoh imajiner. walau memang terdapat ajaran moral . Dengan bermain dalam tataran psikologi. Cerita seperti melompat ke sana ke mari yang sebenarnya saling bersinggungan. 1984: 70) . sampai ke pencerita orang kedua (kamu). saya menemukan diri saya di sebuah hutan gelap gulita. Di antara itu. Dante berkata kepada Beatrice.media-indonesia.´ Hutan itu gelap karena dia tidak dapat melihat apa yang terjadi di seberang yang lain. memperjuangkan hak dan martabat manusia. Sebuah rangkaian fragmen yang lepas-lepas. salah seorang juri dari dua orang juri lainnya: Sapardi Djoko Damono dan Budi Darma. halusinasi. ³Di tengah-tengah perjalanan hidup kita. 2. dan seni (salah satunya sastra) (Darma. 2000: 321). Untuk menembus kegelapan ini. apalagi keseorangan. Bentuk pencerita pun dimanfaatkan ganti-berganti. Keuniversalan tersebut berarti sifat-sifat itu dimiliki dan diyakini oleh manusia sejagat. orang ketiga (dia).asp?Id=2004071023464677&Jenis=c&cat_name=Tifa): Novel Dadaisme (No Kode 46) mengawali kisahannya dengan peristiwa-peristiwa yang seperti tidak ada hubungannya satu dengan yang lain. perselingkuhan. Sifat-sifat luhur kemanusiaan tersebut pada hakikatnya bersifat universal. Ilustrasi dari tulisan Budi Darma tersebut. Proposisinya sebaliknya dengan proporsi yang tetap sama: karya sastra sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan. yang notabenenya merujuk pula pada pernyataan Aristoteles. mulai dari pencerita orang pertama (aku). di Media Indonesia (http://www. dan peristiwa tragis. Dari sanalah secara perlahan terungkap kaitan tokoh yang satu dengan tokoh yang lain. Ia tidak hanya bersifat kebangsaan.4 Kemanusiaan Dalam Divina Comedia. Penghubungnya adalah peristiwa masa lalu. meski pragmatisnya bisa beraplikasi lokal (Nurgiyantoro. dia memerlukan cahaya dan cahaya ini tidak lain dan tidak bukan adalah agama. mengisyarat dengan eksplisit betapa kesusastraan sangat berperan bagi kemanusiaan. Novel ini seperti membentangkan serpihan-serpihan kritik atas kultur etnik. dunia surealis. Berikut dikutipkan sebagian naskah pertanggungjawaban dewan juri lomba tersebut dari tulisan Maman S Mahayana.com/news print.kontemporer yang dinilai oleh sebagian kalangan kritikus sastra Indonesia papan atas cukup berhasil untuk tidak menyederhanakan soal sudut pandang di tengah arus era baru kreatifitas ini. fiksi. filsafat.

kesakitan. penantian. tetapi h anya untuk menyadarkan bahwa manusia satu dengan yang lain saling terkait dan tidak mungkin seseorang hidup tanpa manusia yang lain. menyeberangi waktu dan jarak. ia menembus batas suku dan negara. kesangsian. tetapi memiliki perjalanan yang tidak sama perkembangannya. Dalam sejarah sastra Indonesia.web. Sastra dengan demikian menjadi ³warga negara´ dunia yang bebas masuk ke mana saja karena dia kelihatan. Sambodja . Ia berwujud. kesedihan. perse ngketaan. Sebuah karya fiksi yang menawarkan pesan moral yang bersifat universal. persaudaraan.kesusilaan yang hanya berlaku dan diyakini oleh kelompok-kelompok tertentu. Putu Wijaya dalam salah sebuah artikelnya juga menegaskan bahwa kemanusiaan tersebut bersifat universal (http://www. Sastra membebaskan manusia dari berbagai batasan.id/putu. dan kemudian keberuntungan atau nasib baik yang menjadikannya berbeda. Dalam merekonstruksi sejarah awal sastra Indonesia. Sastra yang universal memberitahukan bahwa manusia memiliki kemungkinan yang seharusnya sama. cinta. Wijaya berkata bahwa berbeda tidak berarti bermusuhan. Keuniversalan yang ditampilkan karya sastra dengan mengusung nilai-nilai kemanusiaan² sehingga menghapuskan segala batas-batas yang memisahkan manusia²bukan berarti pula menyatakan bahwa manusia yang satu harus sama rata dengan manusia yang lain. 2000: 322). tidak ubahnya seperti yang dilakukan oleh jaringan internet dewasa ini. ia juga tidak terhalangi oleh kekuasaan yang merupakan bagian yang sangat berpengaruh dalam berbagai sengketa antarbangsa. Sastra. dan keyakinan. asp). dan nafsu-nafsu bawah sadar yang sangat mendasar dan berserak pada setiap manusia di seluruh jagat raya. dan suasananya. sejak awal sudah melihat kemanusiaan sebagai lahan yang sangat kaya dan luas jangkauannya. tetapi tidak tampak seluruhnya. tetapi ada perjuangan. tetapi juga begitu halus. agama. Sebagai upaya untuk menerobos segala barikade konteks manusia masing-masing pada tempat. Ia begitu ampuh. warna kulit. lanjut Wijaya. kegigihan. Sastra sudah menjadi sebuah jaringan internasional yang tidak terkendali lagi kemampuan jangkauannya. kelahiran. tetapi tidak seluruhnya bertubuh karena ia adalah sebuah pengalaman spiritual. waktu. tema kemanusiaan merupakan aspek yang cukup menonjol hadir ke permukaan. biasanya akan diterima kebenarannya secara universal pula (Nurgiyantoro. Rasa kemanusiaan itu menyeberangi perbedaan budaya. sastra memilih tema-tema terbaik. tidak terhalang-halangi lagi oleh batas-batas negara dan politik. serta menembus perbedaan strata sosial. seperti kematian. Bahkan. seperti nilai-nilai luhur kemanusiaan. Ia adalah imajinasi yang hanya akan tertangkap oleh mata hati yang peka. kesenangan. anutan.bahasa-sastra.

Dalam mengamati perkembangan cerpen-cerpen dalam kesusastraan Indonesia terkini. Seno mendapat penghargaan dalam kategori fiksi atas novelnya yang berjudul Negeri Senja.cgi?category =5&id=1030357707) mengemukakan kekurangtepatan penganggapan tema kebangsaan sebagai sarana identifikasi bagi kesusastraan Indonesia.asp?id= 60132&kat_id=102&kat_id1=&kat_id2=). Dalam bidang novel.republika. dari penghargaan yang diterimanya pada ajang KLA 2004. utamanya soal keterasingan individu (http://cybersastra. Danarto. Keduanya sastra karangan penulis yang umumnya perempuan yang memang sedang menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. hingga Ratna Indraswari Ibrahim yang sempat memunculkan kekhawatiran tentang regenerasi tokoh-tokoh sastra Indonesia. Tentu tidak lupa pula karangan-karangan penulis gaek semacam Budi Darma. co. Namun di antara dua arus pendatang baru tersebut.co. setidaknya.asp?id=249828&kat_id=364). Bersama kumpulan cerpen KTMP karya LC.republika.net/cgibin/naskah/viewesai. Golongan kedua adalah penulis cerpen-cerpen Islami. Pada perkembangannya justru tema kemanusiaanlah yang lebih banyak diangkat oleh karya-karya puncak khasanah sastra Indonesia. Kekuatan pengarang yang satu ini dapat dilihat. tersebutlah Iwan Simatupang sebagai sosok yang sangat kental mengangkat tema kemanusiaan ini. namun juga telah cukup mapan.net/cgi-bin/naskah/viewesai. Contoh yang cukup mutakhir. Bersama banyak pengarang mapan lainnya. penulis-penulis ini selalu menyisipkan ide-ide tentang kemanusiaan dalam karyakaryanya. Paling akrab dikenal adalah semangat humanisme universal yang diusung oleh seniman-seniman Gelanggang hingga kelompok Manifes Kebudayaan. Contoh bagaimana karya sastra. Ahmadun Yosi Herfanda mengungkapkan dua mainstream terkuat yang menonjol dewasa ini. Produktivitas penulis yang satu ini²dapat dilihat dengan tebaran tulisannya di media massa²dan semangat kemanusiaan universal yang diangkatnya membuat ia menjadi tokoh sastra Indonesia yang cukup diperhitungkan dewasa ini.(http://cybersastra. Golongan pertama adalah cerpen-cerpen yang mengusung feminisme dengan jargon-jargon seksual vulgar.id/koran_detail. Hal ini menunjukkan bahwa tema kemanusiaan selalu laris nyaris sepanjang sejarah kesusastraan Indonesia. Putu Wijaya. bagi jenis ketiga ini adalah buah karya-buah karya Seno Gumira Ajidarma yang dianggap tokoh cerpenis Angkatan 2000 (http://www.id/ koran_ detail. dengan jumlah yang tidak kalah banyak ternyata tetap bertahan penulis-penulis sastra yang mengangkat tema humanisme universal atau kemanusiaan (http://www. mengangkat tema kemanusiaan ini dapat . khususnya cerpen.cgi?category=5&id=1030357707).

dilihat pada cerpen ³Si Montok´ karya A. Akibatnya pemilik lengan tersebut dipensiun muda. karena selama perang tidak pernah melukai musuh. Navis yang juga nonmiliter ini cenderung mengungkapkan sisi gelap kehidupan militer. dan kekuasaan (http://www. isteri Mayor yang sebelumnya dan sebenarnya marah besar. Navis mengangkat tema kemanusiaan lewat satire dan ironi yang dibangunnya atas kehidupan militer pada zaman perang.A Navis. Navis dalam kehidupannya banyak berkawan dengan perwira militer sehingga wajar jika ia memiliki stok respon cukup memadai untuk menulis tentang kehidupan tentara dan aspek manusiawi mereka. Di kemudian hari.. Sutardji Calzoum Bachri menyatakan bahwa manfaat dari karya sastra adalah memberikan pencerahan kepada pembacanya (http://www.republika. ditinggalkan di desa hingga anak yang dikandungnya lahir. Sebagaimana Idrus lewat Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma atau Asrul Sani dengan Naga Bonar. Namun lelucon-lelucon pahit atas ganasnya pertempuran tersebut tidak terkesan sebagai cemoohan terhadap dunia militer belaka. yang diberi julukan si Montok sebab ³keindahannya´.´ Dalam cerpen ³Si Montok´ terdapat kisah tentang seorang wanita desa yang dinikahi seorang komandan tentara berpangkat kapten pada masa perang. co.asp?id=182197&kat_id=102). Wanita itu mengambil pistol suaminya dan menembak. Ironi yang diangkat Navis. Awalnya kapten tersebut secara kebetulan saja bertemu wanita desa tersebut.kompas. ungkap Adila. Dalam cerpen yang diterbitkan pada usianya yang ke-77 ini. Akibatnya. tidak diketahui apakah pistol itu pun ikut menyesal. tetapi sehabis perang melukai pemiliknya sendiri´. Tembakan mengenai lengan suaminya dan lengan itu akhirnya harus diamputasi. Karya sastra sesungguhnya dapat memberi hikmah dan hikmah dari karya sastra yang baik adalah membuat orang yang membacanya . Wanita itu. Ketika perang usai sang kapten tersebut kembali ke kota. si Montok menemui sang kapten yang telah naik pangkat menjadi mayor di rumahnya di kota. Namun. Navis menutup cerita tersebut dengan kata-kata: ³Kedua perempuan itu menyesal.com/ kompas-cetak/0104/15/seni/iron32.id/koran_detail. bersama anak laki buah perkawinannya dengan sang kapten. Si Mayor menyesali nasibnya. lebih sebagai sentuhan batin terhadap masalah kemanusiaan²kemanusiaan yang digadaikan yang disebabkan oleh peperangan.. Ide bagi Navis untuk menulis tentang militer dan kemanusiaan ini muncul pada 1995 ketika ia menyaksikan ³«hampir sebulan seluruh stasiun televisi menyiarkan para pejuang dengan segala atribut di bahu dan dada mengisahkan pertempuran dalam menegakkan kemerdekaan. berbeda dengan Nugroho Notosusanto atau Trisnoyuwono yang kerap menulis cerpen berlatar militer.htm). Seolah tidak ada orang selain dari mereka yang berjuang. Meskipun bukan seorang tentara. nafsu.

BAB III TEMA KEMANUSIAAN DALAM KUMPULAN CERPEN KUDA TERBANG MARIA PINTO KARYA LINDA CHRISTANTY 3. karya sastra juga menjadi salah satu tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Nurgiyantoro (2000: 331) menyatakan bahwa seorang pengarang umumnya tampil sebagai pembela kebenaran dan keadilan. Dengan karya sastra suatu bangsa menjadi menghargai masalah -masalah kemanusiaan dan keluhuran budi pekerti. Ia tidak akan diam. dan dengan karangannya itu akan diperjuangkannya hal-hal yang diyakininya kebenarannya.1 Corak Estetis Kumpulan Cerpen KTMP Pembacaan terhadap kumpulan cerpen KTMP karya LC ini dapat menghasilkan sebuah . Hal-hal yang memang salah dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan tidak akan ditutup-tutupinya sebab terhadap nilai seni ia hanya bertanggung jawab kepada dirinya sendiri. ataupun sifat-sifat luhur kemanusiaan yang lain. meskipun barangkali lewat jalan yang diam-diam. Karena itu. Seorang sastrawan bahkan dapat menjadi agen perubahan jika karya-karyanya dapat memberikan kesadaran baru bagi pembacanya dan mendorong mereka untuk melakukan perubahan.tercerahkan. Karya sastra mencerahkan karena memberikan penyadaran terhadap masalah masalah kemanusiaan. sangatlah tidak sukar untuk ditemukan adanya nilai-nilai kemanusiaan dalam karya sastra²dengan segala keragaman estetika dan stilistiknya. baik itu seni untuk seni maupun seni untuk misi. Oleh karena itu.

Ia tampak lelah. Dulu Bik Iyem.1. Meski sosok pejuang tersebut tidak betul-betul faktual bisa dibuktikan lewat ilmu sejarah. Aku ingat lagu ini. Sakit pada hati sampai mati. Cerpen ³Perang´ mengisahkan suatu episode kehidupan seorang pejuang kemerdekaan. naik becak atau andong. tapi tak mau diantar. Kedua gaya tersebut bisa terdapat berimbang pada sebuah karya dan bisa juga salah satunya lebih menonjol pada karya lain. Dari segi mimetik. terlihat beragam ekpresi estetika ditampilkan. Dua hal yang dipandang cukup menonjol untuk dibicarakan sebagai contoh corak estetis yang digunakan dalam kumpulan cerpen ini adalah terdapatnya gaya realis dan surealis serta terdapatnya penggunaan diksi yang puitis. kumpulan cerpen ini terlihat menggunakan keduanya. Baru kali ini aku sungguhsungguh memperhatikan Ibu. gaya surealis dan realis. Kami makan di restoran dan belanja macam-macam keperluan wanita. Kami berjalan-jalan melihat kota. Menyenangkan. suka menyanyikannya sambil memasak atau menyapu rumah. Cerita dalam cerpen ini memang sangat realistis dan bisa diperiksa logika referensinya terhadap kenyataan dengan cukup terang. (hlm. Tidak ada yang aneh dan di luar nalar realitas. peristiwa-peristiwa yang diceritakan terlihat tidak melenceng dari kenyataan yang mungkin ada. pembantu kami. Jadi sang pejuang tersebut mewakili . Dilihat dari dua kutub oposisional aspek mimetik karya. dalam kumpulan cerpen ini tidak hanya terdapat gaya realis namun juga terdapat bagian-bagian yang bersifat surealistik. Ia berkali-kali ke dokter. 3. Sakit pada tubuh bisa diobati. Dalam kutipan tersebut diceritakan peristiwa keseharian seperti seorang ibu yang mengunjungi anaknya. Sebelum mendeskripsikan struktur umum dan makna-makna yang dapat digali dari keenam cerpen yang dianalisis. ibu yang mulai sakit-sakitan.petualangan tersendiri. Setelah tamat perguruan tinggi. Beraneka ragam warna dan cita rasa estetis terdapat pada cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen ini. berikut akan dituliskan sekilas corak estetis yang terdapat pada kumpulan cerpen ini. Sakitnya tak pernah sembuh. Gaya realis seperti ini juga terdapat dalam sebagian besar cerpen lainnya. Oleh karena itu sulit untuk mengotakkan kumpulan cerpen ini ke dalam salah satu ragam estetika saja. konvensi fiksi memang membenarkan upaya penyimbolan seperti ini. anaknya yang kembali pulang ke rumahnya. Gaya realis dalam kumpulan cerpen ini bisa dilihat dari kutipan berikut ini: Kadangkala Ibu mengunjungiku.1 Gaya Realis dan Surealis Dari dua belas cerpen yang terhimpun dalam kumpulan cerpen KTMP ini. Dengan kata lain. dan pembantu yang suka menyanyi sambil menyapu lantai atau memasak di dapur. 26) Kutipan di atas berasal dari cerpen ³Makan Malam´. aku kembali ke rumah kami.

Meski kedua hal tadi sebetulnya juga logis dalam kerangka pemikiran bahwa dunia realitas memang bersinggungan dengan unsur-unsur metafisika. lalu berangsur bening transparan. Yosef membiarkan iring-iringan di langit itu berlalu. dan pandangan seorang penjaga sebuah pos terhadap salah seorang prajurit yang singgah beberapa waktu di tempatnya. menjaga junjungan mereka dari atas kereta.17) Cerita tentang tokoh Maria Pinto²yang diceritakan mempunyai kuda terbang yang terbuat dari kayu. usus. Berikut kutipannya: Gaun lembut Maria Pinto membelah anyir perang dengan kibaran putih yang menyilaukan. paru-paru. Ia terduduk di tanah. (hlm. Dengan berbagai tingkatan intensitas. Tubuh telanjang gadis itu menyerupai patung lilin para santa. Cerpen ³Pesta Terakhir´ mengisahkan seorang kakek yang terkenang akan masa lalunya sebagai seorang pengkhianat terhadap kawan-kawan seperjuangannya.kemungkinan faktual dari sosok-sosok pejuang lainnya yang sudah umum diketahui kisahkisahnya. Lutut-lututnya lemas. Kepala mungil yang cantik berubah membesar dengan pupil-pupil mata yang menonjol serta kulit wajah mengeriput. gaya surealis ini juga terlihat hadir di dalam cerpen ³Makan Keempat´ lewat sebuah peristiwa halusinasi yang dialami salah seorang tokohnya atau lewat cerita mengenai kemampuan seorang anak bercakapcakap dengan roh neneknya. 11) Maria Pinto melepaskan gaun perinya yang putih. Dengan tingkatan intensitas yang tidak terlalu kuat. Maria Pinto. dan tulang-tulang tengkorak gadis tersebut dengan jelas. dan seorang adik perempuan. namun mesti juga berpisah sebab ketidaksalingsesuaian antar mereka. Gaya surealis dalam kumpulan cerpen ini sangat terasa dalam cerpen ³Qirzar´ dan ³Kuda Terbang Maria Pinto´. Cerpen ³Balada Hari Hujan´ mengisahkan sebuah episode dalam kehidupan seorang waria. pengetahuan. Ia bisa melihat jantung. unsur khayalan muncul pada bagian cerita yang mempertemukan tokoh Yosef Legiman dengan seorang pemimpin pemberontak yang mempunyai kemampuan magis. Cerpen ³Rumput Liar´ mengisahkan sebuah keluarga yang tinggal hanya terdiri atas seorang ibu. gaya realis ini juga terdapat dalam cerpen-cerpen lainnya. Dalam cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´. Cerpen ³Joao´ mengisahkan kesan. (hlm. Dua pengawal menyertai perjalanan rutin ini. hal tersebut pada sudut pandang lain kenyataannya ikut meneguhkan fakta bahwa terdapat bumbubumbu fantasi atau aspek khayalan dalam cerita itu. seorang kakak lelaki. mempunyai aneka macam kesaktian atau memiliki tubuh yang kulitnya berwarna bening . Sekilas ia teringat film tentang makhluk luar angkasa yang pernah ditontonnya di barak dulu.

Penggunaan kata makhluk luar angkasa dan film pada kutipan di atas juga semakin memperjelas dan mempertegas sifat fantasi pada peristiwa dalam cerita tersebut. golongan yang mencampakkan dongeng dan mimpi. Di bagian lain cerpen ini. sulit untuk membuktikan kebenaran hal-hal di luar logika kenyataan seharihari pada kutipan cerita di atas. menjadi gila. sebelum kembali ke negeri jeruk dan kopi. karena dialah yang terpilih oleh bisikan gaib para leluhur. menciutkan nyali orang-orang yang bersandar pada hal-hal nyata. Malapetaka tengah melanda negeri leluhurnya.sehingga terlihat transparan²terlihat sangat kuat mengandung unsur khayalan jika dilihat dari aspek mimetik. Sulit untuk mencari referensi nyata bagi hal-hal tersebut dalam kenyataan kehidupan yang sebenarnya. gaya realis dan gaya surealis dipadukan dengan sangat rapat karena dua jenis gaya yang bertolak belakang itu dihadirkan serentak dalam sebuah paragraf. sehingga Maria dipanggil pulang oleh para pemimpin suku agar memenuhi takdirnya. Berikut kutipannya: Maria Pinto semula hanya gadis biasa. bunuh diri. Sejak saat itu Maria Pinto menjadi pemimpin pasukan kabut yang berbahaya. Semuanya logis secara mimetik. atau masuk hutan bersatu dengan babi liar dan rusa. Pada bagian cerita pertemuan Yosef Legiman dengan seorang gadis di atas kereta²yang pada bagian akhir cerita ternyata berstatus sebagai wanita pimpinan teroris yang menjadi target operasi Yosef saat ia berperan sebagai seorang penembak jitu²cerpen ini menjadi bergaya sangat realis. Dari segi mimetik. Ada juga cerita tentang para penumpang yang tertidur selama perjalanan atau para petugas kebersihan yang membersihkan gerbong-gerbong kereta.12) Sungguh cukup jauh dan tiba-tiba loncatan aspek mimetik cerita dalam paragraf ini. Dalam bagian ini hanya diceritakan mengenai seseorang yang bercerita kepada kawan duduknya di atas kereta. Dukundukun suku menahbiskan Maria sebagai panglima dengan senjata sihir tua dan kuda terbang. Cerita mengenai kuda yang bisa terbang hanya ada dalam dongeng meski buat sebagian orang hal-hal seperti ini tidak sekadar dongeng. Begitu pula penggambaran mengenai seorang perempuan yang mempunyai kulit bening sehingga memperlihatkan isi organ tubuhnya. Para penghuni negeri tersebut bergegas mati. sulit untuk diterima logika mimetiknya. sempat kuliah di fakultas sastra sebuah universitas terkemuka di Jakarta dan bertahan sampai semester tiga. (hlm. hilang. Terakhir terdapat bagian cerita perpisahan kedua orang ini setelah mereka sampai di stasiun tujuan. mengepung musuh di tiap zona. Dari sesuatu yang sangat jelas referensinya dalam kenyataan (kuliah di fakultas sastra sebuah .

tiba-tiba diceritakan datangnya Maria Pinto dan kuda terbangnya. Bagai tersihir. cerita berikutnya mengalir pada peristiwa yang bagaikan sebuah dongeng semata. satu hal menarik dihadirkan lagi dalam cerpen ini dalam hal sintesis antara gaya realis dan surealis. . Yosef menyambut jemari gadis yang menunggu. atau takmungkin²buat sebagian besar manusia rasional. melayang. atau waktu itu juga. yakni cerpen ³Balada Hari Hujan´. tempat. dan ³Lelaki Beraroma Kebun´. Berikut kutipannya: Angin tiba-tiba bertiup kencang lewat jendela. Ia merasa terbang di antara awan. Jarum-jarum dingin menembus tulangnya. Mengapa perempuan itu selalu mengikutinya ke mana pun? Maria Pinto tersenyum. 20) Hal ini menunjukkan betapa bagian ini menghadirkan sebuah peristiwa baur antara sesuatu yang realis dengan sesuatu yang bersifat khayalan semata. (hlm. Sebagai contoh akan dibahas penggunaan diksi puitis dalam tiga cerpen. Semula bagian ini sangat realis menceritakan tugas yang dijalani oleh Yosef Legiman guna membunuh seorang pimpinan teroris dengan menggunakan senapan sniper dari seberang sebuah gedung bertingkat. mengulurkan tangannya yang putih dan halus.2 Diksi Puitis Kemampuan membahasakan peristiwa-peristiwa maupun suasana-suasana dalam sebuah cerita rekaan secara puitis juga terlihat menonjol dalam kumpulan cerpen ini. 3. pada bagian akhir cerita peristiwa realis berupa upaya eksekusi terhadap wanita pimpinan teroris oleh Yosef Legiman disambung langsung oleh peristiwa kedatangan Maria Pinto dan kuda terbangnya yang bersifat surealistik.1. Sebagian besar pembahasaan yang puitis itu terlihat cukup kuat ikut menciptakan nuansa bagi makna yang dihadirkan tema ceritanya. seperti yang terjadi pada bagian lain cerpen ini.universitas terkemuka di Jakarta dan bertahan sampai semester tiga). Kejadian tersebut juga tidak dipisahkan dengan teknik penyudutpandangan atau pemberian cerita berbingkai. Tubuh Yosef menggigil bercampur nyeri. sesuatu yang dianggap dongeng²dalam pengertian bohongbohongan. Hal tersebut menggambarkan terdapatnya paduan unsur realis dan fantasi (khayalan atau surealis) dalam kumpulan cerpen ini. dusta. Ketika hendak beranjak dari tepi jendela. Kemudian. Setelah tugas tersebut selesai dikerjakan Yosef. berupa tokoh di dunia nyata menceritakan kisah yang absurd yang tidak terjadi di saat. melihat sebuah dunia yang terus memudar di bawahnya. Cerita tentang Maria Pinto yang memiliki kuda terbang dan kesaktian tentulah sesuatu yang bisa dianggap mustahil secara mimetik. ³Makam Keempat´. ia melihat Maria Pinto mengarungi langit dengan kuda terbang. Dengan kata lain. Jika dalam peristiwa di atas kereta tokoh Yosef Legiman hanya bercerita tentang sebuah peristiwa yang penuh fantasi.

Pembahasaan peristiwa jatuhnya hujan ini secara puitis pada akhirnya memperkuat makna kesedihan dalam cerita ini. apalagi dianggap menyimpang. Pemilihan warna tersebut sangat cocok pula guna melambangkan kerisauan hati sang tokoh. Terlebih tokoh tersebut adalah seorang waria yang dianggap makhluk ³menyimpang´ dalam tata norma masyarakat kebanyakan. Berikut beberapa kutipannya: Ia menguncupkan payung ungunya. Derai air dari langit membasuh jalanan yang sepi. Butir-butir air meluncur dan meresap ke tanah . Sebagai sosok yang minoritas di tengah masyarakat.. dan pembahasaannya. Ia rapatkan kerahkerah mantelnya. suasana yang serba sedih tersebut disimbolkan atau setidaknya dititipkan nuansanya kepada peristiwa hujan sehingga seolah menghadirkan sebuah ³gerimis perasaan´. Langit abu-abu tua. wajar kiranya tokoh tersebut merasakan sesuatu yang serba tidak jelas dalam hal posisi kehidupannya di tengah-tengah masyarakat kebanyakan.. Jalan yang basah menyambut langkah-langkah kaki yang menggigil. Kekuatan penggunaan diksi puitis ini juga bisa dilihat pada cerpen ³Makam Keempat´. Dalam kutipan di atas juga terdapat penggunaan kata payung ungu dan langit abu-abu. 57) Hujan masih turun. Kelopak-kelopak bakung di bawah jendela terlihat segar berair. Secara estetis. lalu mengibaskan ujung mantel yang basah. Warna ungu dan abu-abu menjadi lambang bagi keabsurdan nasib yang mesti dijalani tokoh utama ini. setakkonsistennya jati diri seorang waria. (hlm. sesuatu gemuruh di dada yang berujung pada hadirnya kerisauan jiwa. 64) Suasana mendung dan hawa dingin yang melekat pada pengertian kata hujan terlihat sesuai sekali bagi peristiwa kesedihan yang dialami tokoh utama cerita ini. menahan udara dingin. sebuah sifat dan kondisi yang inharmonis²dengan catatan warna-warna tersebut tetap menjadi tampil harmonis ketika dibahasakan secara puitis dan estetis. Payung ungu itu mengembang lagi. Seolah-seolah rintik-rintik gerimis tersebut ikut bergemuruh dalam perasaan sang tokoh. 59) Hujan masih menyambutnya di luar kafe. Dalam cerpen ³Balada Hari Hujan´ terlihat bahwa pelukisan latar suasana dan peristiwa guyuran air hujan.Cerpen-cerpen tersebut dipandang cukup intensif memanfaatkan kekuatan bahasa puitis. ikut menyugestikan akan adanya ³kemendungan´ suasana hati pada tokoh utamanya. Dalam cerpen ini beberapa kali digunakan pengasosiasian dan pengacuan pada mitos cerita silat untuk . (hlm. Hari masih terlalu pagi untuk orang-orang yang takut pada cuaca dingin bulan Juni. Bisa juga warna tersebut dianggap mewakili sifat dan sikap inkonsistensi. Peristiwa penting dalam hidupnya selalu ditandai dengan hujan. (hlm.

Entah bagaimana mulanya. atau kaisar lalim. Kemudian. Jangan kasar padanya. Putri kami mengajak orang-orang melawan kaisar lalim. aku terlampau sering membacakan kisah-kisah silat Kho Ping Hoo pada anak kami dan sepak-terjang pendekar yang hebat membuat kanak-kanak terpikat. Kini ia disekap di benteng. Baiklah. cantik. Pendekar sakti disekap dalam benteng. Sebuah benteng. Seharusnya ia bisa meloloskan diri. Kuungkapkan hal itu pada istriku. Aku memilih diam. Pilihan hidup sebagai seorang pembangkang (pemakar) atas pemerintahan sah yang berkuasa yang dipilih tokoh Paula menjadi terasa lebih heroik ketika dianalogikan kepada heroisme yang terdapat dalam mitos tentang pendekar-pendekar pembela kebenaran dan keadilan dalam cerita-cerita silat. Jangan kau bawa-bawa kisahkisah silat itu. 128) Dari orang tersebut aku memperoleh pengetahuan baru. Secara kronologis dalam cerpen ini memang dikisahkan pada masa kecilnya Paula telah cukup kuat terpengaruh pada cerita-cerita silat tersebut. Kau yang hasut dia untuk jadi pendekar! « Sebuah majalah menyebutkan putriku mungkin disekap di sebuah benteng. Ia membayangkan dirinya pendekar berpedang sakti.menggambarkan kependekaran (atau sifat seorang pendekar pada) tokoh Paula. membekas sampai dewasa. suka menolong. Tetapi. Mata kanak-kanak yang bening itu tak berkedip. anggun. disekap di sebuah benteng. Seharusnya. sudah. Aku juga tak mau disebut diktator. kubacakan petikan karya Kho Ping Hoo untuk Paula. (127) Aku sangat berharap putriku mau bicara. Paula kecil kurang menyukai kisah itu dan menyuruhku membacakan buku dongeng yang lain. Terlebih pula hubungan ini tidak terjadi secara kebetulan atau apalagi sekadar berupa tafsir pembacaan. Para kaisar biasanya diktator. Ia menjerit dan mencakarku. Elia protes lagi. Berikut dikutipkan: Elia sempat menyalahkanku. 132) Dengan menggunakan mitos tentang semangat heroik dalam cerita silat Kho Ping Hoo. cerpen ini dengan cukup puitis memberi penyimbolan dan pengacuan bagi karakter pemberontak pada tokoh Paula. Ya. penggunaan kata-kata seperti diktator. Ia putri kita satu-satunya. Katanya. Aku bukan kaisar. Aku teringat kisah putri berambut panjang yang disekap di sebuah benteng. keras hati. Ia terkesima. Ia jatuh cinta pada tokoh-tokoh pendekar. (hlm. . Karakter pendekar dari mitos-mitos itulah yang mengilhami jalan hidup pemberontak tokoh Paula setelah dewasa. Kaitan antara tokoh Paula yang pemberontak dan cerita-cerita silat tidak muncul serta merta ibarat sebuah pemanis cerita yang hadir tiba-tiba. kataku. Elia melarangku memaksa Paula. (hlm.

karena aroma segar dari pohon-pohon tropis itu terbawa angin dan tercium olehnya. Tambah pula diksi yang digunakan bisa terlihat tampil estetis karena menggunakan kata pilihan atau penyimbolan yang tepat sasaran. Penggunaan diksi puitis ini lebih sering terdapat pada bagian yang berupa latar cerpen ini. 80-81) « Aroma kebun dari dalam mengalahkan wangi tanah dan daun-daun di luar. di kantor. pohon- . aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan. Dulu keluarganya tinggal dekat pantai. Di belakang gazebo yang sudah berlumut. (hlm. (hlm. sekaligus pilihan kata ini menguatkan makna heroiknya. (hlm. Dengan pemilihan kata-kata yang puitis tersebut. « Ia punya banyak ingatan tentang pulau ini. Dengan kepuitisan itu pula cerita terasa menjadi lebih kreatif menghadirkan amanatnya dalam rangka pemaknaan atas tema. dan di tempat-tempat baru yang pertama kali dikunjunginya. kata-kata lainnya tersebut merujuk pada pihak sebaliknya. debur ombak seperti nyanyian. Kata-kata seperti aroma segar. Bagi Halifa. Diksi-diksi puitis tersebut membuat cerita terasa lebih segar dan menciptakan aneka nuansa hingga memberikan alternatif ³beribu´ makna. 87) Penggunaan diksi puitis pada kutipan-kutipan di atas sebagian besar berkaitan dengan suasana kebun atau nuansa alam yang menjadi latar cerpen ini. Penggunaan diksi tersebut juga ikut menguatkan citra negatif bagi pihak yang dilawan oleh tokoh Paula. intensif. baik latar tempat maupun suasana. Ia bergegas menyusul. Ia duduk di bangku batu yang lembab. dan obsesif. Dalam cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ intensitas penggunaan diksi puitis yang cukup kuat juga kerap bisa ditemukan. bayangan seseorang berkelebat dalam gerimis dan menghilang di balik tapekong di sudut kebun. penghayatan terhadap peristiwa dalam cerita terasa menjadi lebih masif. Jika kata pendekar merujuk pada tokoh Paula. (hlm. Hujan deras sudah menyambutnya di landasan « Di seberang jendela. seperti dulu.ikut menguatkan semangat heroisme dan simbolisme perlawanan yang ada dalam cerpen ini. Ia tidur nyenyak dalam buai bunyinya. mengusap wajahnya yang kena tempias hujan. di bus. 78-79) « Di balik awan gelap yang bergumpal. jari-jari petir putih bersinar. laut berwarna hijau tua terlihat tenang bagai objek dalam lukisan. 85) « Namun. terutama debur ombaknya di malam hari. di kamar kontrakan.

ikuti saja aroma itu. Hal ini menunjukkan bagaimana pemadatan makna bisa berjalan seiring dengan keindahan kata-kata dalam narasi sebuah cerita²yang notabenenya adalah rekaan semata. lelaki itu . semacam pengumuman. Namun. ombak. Berikut kutipannya: Sudah lama Halifa tak pulang. Matanya tak pernah menyorot garang. Sekaligus. (hlm. selain dibahasakan dengan kata-kata yang puitis. atau wajah yang kena tempias hujan juga mendukung bagi atmosfer yang dibangun guna menonjolkan pelataran bernuansa panorama alam perkebunan. Berikut salah satunya dikutipkan: Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. dan pengunaan diksi puitis dalam membahasakannya. Dengan itu pula tema cerita menjadi semakin kuat. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. Nuansa yang dihadirkan pilihan-pilihan kata tersebut meliputi keindahan. Hal ini pulalah yang menjadi inti peristiwa cerita cerpen ini. 79) Bagian ini berhasil mendeskripsikan dengan cukup cantik dan sangat ciamik perasaan yang kuat tokoh Halifa terhadap tokoh Si Penjaga Kebun. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. yang punya kebun. Dalam cerpen ini diksi puitis juga digunakan untuk menggambarkan pandangan tokoh Halifa tentang tokoh Si Penjaga Kebun. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. ia akan tunjukkan jalan. Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. Hembusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. disokong oleh pelataran. kedamaian. Selain itu. laut yang bagai objek dalam lukisan. narasi seperti ini membuat paparan cerita selalu menghubungkan karakter tokoh Si Penjaga Kebun dengan nuansa alami dari suasana perkebunan yang menjadi latarnya.pohon tropis. ia akan berjanji menyampaikan pesan. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. Bila ada yang tersesat. juga sangat kuat diformulasikan secara filosofis. Bila ada yang ingin menemuinya. atau kebun menghadirkan nuansa keindahan kepunyaan alam. penggambaran hubungan tokoh Halifa dengan tokoh Si Penjaga Kebun dalam cerpen ini. dan kesejukan. mata orang yang mau menolong. Di bagian lain. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. juga penokohan. Diksi bernuansa alami ini mendukung bagi suasana yang hadir guna membangun makna-makna cerita. Bagian kutipan yang berupa awan gelap bergumpal pun diperhalus dengan personifikasi berupa jari-jari petir putih bersinar sehingga nuansa kedamaian dan keindahan dari diksi-diksi puitis ini tetap terjaga. penggunaan kata-kata seperti pantai. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang. Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun. Bila kalian ingin bertemu tuannya.

Yosef bertemu lagi dengan Maria yang kali ini membawanya terbang menuju angkasa.2 Cerpen ³Makan Malam´ Cerpen ini mengisahkan kepulangan (kedatangan) sesosok ayah yang telah lama tiada berkabar ke tengah anak istrinya. 3. . Lembar hitam masa lalunya ini terutama berkaitan dengan pengkhianatan yang pernah dia lakukan terhadap sahabat-sahabatnya. Dalam perjalanan mencari posisi posnya. Peristiwa pengkhianatan ini ternyata sangat terkait dengan gejolak seksualnya yang cukup agresif dan hormon libidonya yang agak reaktif. (hlm. dan tepat di hadapan ujung hidungnya sendiri. 77-78) 3. Yosef tiada disengaja bertemu dengan pimpinan pasukan pemberontak tersebut. Pertemuan Yosef dengan Maria ini adalah akibat terpisahnya dirinya dari rombongan pasukannya. 3. Orang ini ternyata hanya seorang wanita yang ternyata sakti mandraguna.2.Yosef secara tidak disengaja tersesat ke pondok tempat Maria yang sakti tersebut menginap. Tokoh Ayah ini menghilang dari tengah keluarganya berpuluh-puluh tahun silam disebabkan oleh sebuah peristiwa sejarah yang ³kelam´. Tokoh Ibu kembali hidup berdua dengan anak semata wayangnya. tokoh ini memutuskan datang menjenguk istri dan anak tunggalnya. Saat situasi politik telah kondusif. Tokoh Ibu sangat terpukul begitu mengetahui suaminya tersebut ternyata telah menikah dengan seorang wanita luar negeri dan telah beranak pula dua. seusai mengeksekusi jiwa seorang wanita pimpinan teroris yang sebelumnya sebetulnya sempat mendengar cerita tentang Maria oleh Yosef dalam sebuah pertemuan tidak disengaja mereka di sebuah kereta malam. Kedatangan tokoh Ayah ini ternyata justru tambah merusak suasana.2.1 Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ Cerpen ini mengisahkan suka duka prajurit Yosef Legiman sebagai seorang tentara.3 Cerpen ³Pesta Terakhir´ Cerpen ini mengisahkan acara ulang tahun yang akan diadakan Kakek Mar serta kenangan tokoh ini pada kelam masa lalunya.2 Ringkasan Cerita 3. Lain waktu.menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga.2. Tokoh Ayah pun ternyata hanya sebentar berkunjung karena dia akan melanjutkan ³safarinya´ bernostalgia dengan kawan-kawan lama. membuat prajurit Yosef didiagnosis dokter tentara menderita tekanan jiwa sehingga mendapat semacam cutilah ia. Dalam sebuah pertempuran dalam rangka membasmi para pemberontak di sebuah wilayah yang bergolak. Ia bernama Maria Pinto. Menyaksikan secara langsung keajaiban sosok Maria dengan kedua belah matanya.

Semalam orang tersebut bercerita bahwa dia kesepian dan istrinya telah tiada. secara tidak sengaja Halifa menyaksikan kelebat bayang tokoh Si Penjaga Kebun tersebut. Di hari tuanya pun ternyata Kakek Mar masih senantiasa berdesir darah melihat kemolekan gadis-gadis muda. adik tunggalnya. Dari cerita inilah Halifa baru tahu tentang hubungan darahnya dengan penjaga kebun keluarganya. Sewaktu bermain atau berkunjung ke kebun. Tokoh waria ini semula sempat berharap akan menjalani hubungan tetap dan sah dengan orang ini sehingga mampu mengakhiri ³pekerjaan´ kotornya.4 Cerpen ³Balada Hari Hujan´ Cerpen ini mengisahkan sebuah episode dalam kehidupan seorang waria. Kakek Mar dapat sudah memuaskan hasrat birahinya dengan ³sambilan´ saat beroleh tugas bepergian ke mancanegara. Taksengaja.Kebugaran dan kesegaran hormon seksualnya tersebut membuat Kakek Mar dikenal baik sebagai seorang petualang cinta.2. 3. Cerita tersebut juga sangat menggetarkan perasaan sebab ada sebuah peristiwa memilukan di dalamnya. Kemudian Halifa menyusul tokoh tersebut ke pondokannya. Halifa telah cukup lama tidak pulang kampung. Ayah. Kesempatan emas tersebut adalah berkat dari pengkhianatan yang dilakukannya. Ayah Halifa ternyata adalah anak pungut dari sebuah keluarga miskin yang setiap anggotanya mengalami kematian dengan cara . tokoh ini sempat berniat berbuat pengakuan dosa di hadapan Mursid. Pertemuan pagi di sebuah restoran ini membuyarkan segala harapan indah tersebut karena lagi-lagi cinta tulusnya didustai. Nenek. 3. Ketika menginjakkan kaki di tanah kelahirannya didapatinya banyak sudah yang telah berubah.5 Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ Cerpen ini mengisahkan kepulangan seorang gadis perantau bernama Halifa ke kampung halamannya. Namun niat ini taksampai. dan Malida. Ibu. di restoran tersebut dia bertemu dengan ³langganannya´ semalam. Tokoh Si Penjaga Kebun ini menjadi pusat kenangan Halifa akan kampung halamannya selain kenangan-kenangannya pada Kakek. Terkenang akan dosa khianat yang pernah dia perbuat. Di saat seperti ini tokoh penjaga kebun keluarganya menjadi perhatiannya. sahabat karibnya satu-satunya yang masih hidup yang bisa datang memenuhi undangan pesta ulang tahunnya kali ini. waria ini melaksanakan rutinitasnya berupa sarapan bubur ayam di restoran yang satu-satunya buka pagi-pagi benar di kotanya. Di sebuah pagi. Di pondok inilah Halifa mendapatkan cerita menggemparkan dari tokoh itu tentang pohon sejarah keluarganya. Orang itu terlihat datang bersama istrinya dan ketahuan pada akhirnya telah menipu dia.2.

Karakter yang dikemukakan hanyalah tokoh-tokoh yang dianggap mempunyai peran utama dalam cerita dan berperan signifikan atas makna cerita. Meski harapan akan masih hidupnya putrinya itu masih menghantui. Rasa kehilangan ini utamanya dieksplorasi lewat perasaan dan pandangan tokoh ayah yang dalam cerpen ini menjadi sudut pandang orang pertama. Dalam cerita pertemuannya dengan tokoh Maria Pinto untuk pertama kalinya. Namun sebagaimana kematian para pahlawan. Kabut misteri menyelimuti keberadaan putri ini dan perihal kematiannya tidak pernah bisa diverifikasi (atau diricek).mengenaskan. Memang tokoh ayahnyalah yang dari semenjak kecil mendidik putrinya dengan bibit jiwa pemberontak lewat cerita-cerita silat para pahlawan penumpas kaisar-kaisar zalim dan lalim. 3. akibat pertemuan dengan . tokoh ayah ini pada akhir cerita diceritakan merelakan juga kepergian putrinya ke alam baka dengan mendirikan makam kosong untuknya. kematian putrinya ini tidak menjadi peristiwa rutin dan biasa-biasa saja.3 Struktur Umum 3. Putrinya yang menghilang ini diduga mati dibunuh oleh aparatur pemerintah sebab kegiatan makar atau subversifnya terhadap penguasa. Hubungan-hubungan ini perlu diungkapkan sejauh ia berperan bagi pembahasan aspek tematik cerita nantinya.6 Cerpen ³Makam Keempat´ Cerpen ini mengisahkan rasa kehilangan sebuah keluarga di suatu tempat terhadap putri semata wayang mereka.1 Tokoh Berikut ini akan dipaparkan penokohan pada setiap cerpen yang dianalisis. Dalam pembahasan karakter setiap tokoh tersebut tentunya akan disinggung pula hubungan sang tokoh dengan tokoh lainnya serta unsur cerita lainnya. sedangkan dalam bagian cerita pembunuhan dengan target (assassination) terhadap tokoh Wanita Pimpinan Teroris (wanita teman duduknya di kereta) atau bagian cerita pertemuan keduanya dengan Maria. Tokoh Si Penjaga Kebun adalah saudara dari ibu kandungnya ayah Halifa yang diduga orang mati dimakan ular atau buaya.3. Ketika ia sempat mengalami sejenis stress berat. Yosef berperan sebagai seorang infanteri di sebuah medan pertempuran di hutan belantara. 3. ia berprofesi sebagai penembak jitu. Tokoh Yosef Legiman dalam cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ berperan sebagai seorang prajurit yang setia menjalankan tugas pengabdiannya pada pemerintah yang berkuasa di sebuah negeri. Yosef dilukiskan sebagai seorang prajurit baik-baik yang selalu setia dan taat menjalankan tugas-tugasnya.2.

Salah seorang pamannya sangat dekat dengan penguasa. ternyata ia dialihtugaskan ke bagian lain (dinas rahasia). ini sudah pilihan. sore ini saya benar-benar terpukul. Ini kepulangan terakhir saya sebelum kembali bertugas. terkunci rapat dalam peti mati kayu mahoni. bahkan mungkin agak . Kekuatan dan kejanggalan perasaan ini bisa dibandingkan dengan kegigilan perasaan hati perempuan muda teman duduknya yang bukanlah sesiapa saudara kandungnya²bukan pula sesiapanya dia. Enam bulan lalu adiknya meninggal disiksa para pemberontak. dan penghormatan. Yosef ternyata masih setia pada negaranya tercinta. Kini Yosef satu-satunya anak lelaki dalam keluarga. Ketetapsetiaannya pada kepentingan negara dan pemerintah itu juga menjadi tambah menyentuh jika melihat kutipan perkataannya berikut ini: ³Saya benar-benar mencintai kekasih saya. tidak dianggap Yosef sebagai sebuah soal besar dibandingkan dengan kebesaran bendera kenegaraan yang menyelimuti peti jasad tidak berongga tubuh adik kandungnya. 15) Dalam kutipan di atas dapat dilihat betapa Yosef langsung kecut nyalinya untuk memperjuangkan kepentingannya sendiri saat kepentingan pribadi tersebut mesti bersilang lintas dengan kepentingan atau kehendak pihak lain yang berkuasa. Perempuan muda malah menggigil. Mungkin. dan kemaluan. Betapa sunyi mayat yang berongga! (hlm. Kakak-kakaknya mengancam akan mencelakai saya bila kami nekat juga. Jenazah sang adik kembali tanpa jantung. kebanggaan. ia sempat dipulangkan dari medan tempur untuk berlibur dari tugas beratnya sebagai seorang petempur. Kepedihan semakin memilukan. gaji saya terlalu kecil dan hidup seperti ini membuat keluarganya khawatir. Keluarganya tak merestui hubungan kami.´ tutur Yosef. lirih. kecintaan. memandang lurus ke depan. besar sekali!´ Ada nada bangga bercampur haru.14) Kutipan di atas memperlihatkan betapa teguhnya ia pada sumpah setianya sebagai prajurit² sebuah keteguhan yang diiringi keyakinan. (hlm. ³Petinya berselubung bendera besar. Namun hal ini hanya berlangsung sebentar. Ibu saya trauma. Mungkin«. Tapi. Tidak berselang lama. yang tercincang-cincang dan terbantai demi tugas mempertahankan keutuhan negara yang dikuasai para pemimpin pemerintahan. Padahal orang-orang berkuasa inilah yang ia bela dan jaga.´ tutur Yosef. Kematian adik kandungnya sendiri.Maria di hutan belantara. usus. Tapi. Sisi kesetiaannya pada pemerintah negara tercintanya tersebut dapat dilihat dari kutipan berikut ini: ³Tadi pagi ibu saya menangis lagi. Kasihan dia.

menuju titik merah pada lingkaran. Hal ini juga menunjukkan segi sentimental Yosef. Yosef juga ditampilkan apa adanya sebagai manusia. Meski begitu. Ia telah membunuh perempuan itu. Yosef menjadi orang kecil biasa yang menyerah pada petinggi-petinggi bangsa namun seraya tetap memelihara cinta dan setia. Ia membayangkan dirinya seekor elang. berbicara pada dua teman. pikir Yosef. Dari kutipan di atas bisa terlihat kesedihan yang sangat di hati Yosef kala terpaksa mesti berpisah dengan kekasih hatinya. Pastilah dia. menyambar. nyatanya ia tidak perlu berbangga dengan kesetiaan dan pengabdian pada negara yang bersandang di bahunya. Titik merah dalam lensa Yosef ikut bergerak. Perasaannya yang timbul dari pertemuan yang begitu membekasi hati dengan Maria diceritakannya pada seorang perempuan tidak dikenalnya di kereta api²yang kemudian ternyata akan menjadi target pembunuhannya sebagai wanita pimpinan teroris. Ya. Pupil matanya menajam. Suaminya tidak bisa lagi kembali ke dalam negeri disebabkan sebuah gejolak politik besar yang tengah melanda pemerintahan dalam negeri. Bagaimanapun. Seseorang terlihat mondar-mandir di kejauhan. Ia teringat perempuan yang dijumpainya di kereta sebulan lalu. Ia pelan-pelan menarik picu senapan. Yosef sempat tercenung lama: pemimpin para teroris. Di saat dan konteks seperti ini. Kini dinyalakannya telepon seluler dan melapor pada sang komandan. Bekunya perasaanya itu kembali hadir di akhir cerita pada saat pembunuhan wanita pimpinan teroris yang menyimpan sebagian rahasia hidupnya. Seseorang jatuh tersungkur. melenyapkan nyawa orang yang menyimpan sebagian rahasia hidupnya. 19-20) Dalam cerpen ³Makan Malam´ terdapat tokoh Ibu yang menjadi pusat penceritaan. Kini sasarannya berdiri membelakangi jendela. Perempuan tersebutlah yang pada kisah sebelumnya mendengar segala keluh kesahnya. Kebetulan sang suami tersebut berlatar belakang politik . Kepergian suaminya adalah kepergian ke luar negeri. Yosef sudah melaksanakan tugas. Yosef kelak tetap ditampilkan sebagai serdadu berdarah dingin²kondisi kejiwaan yang mungkin berhimpitan dengan sisi sentimennya. di balik keteguhannya membela dan mengabdi penguasa tersebut. Kaca jendela pecah berkeping di gedung seberang. Ketika pertama kali melihat potret perempuan muda itu. (hlm. dunia ini memang kejam pada serdadu.memalukan. Berikut kutipannya: Tirai sebuah jendela di lantai tujuh gedung seberang terbuka lebar. sejajar dengan tempatnya berada. saat Yosef barangkali terpaksa untuk tahu diri bahwa ia orang kecil²lebih konkretnya lagi: bergaji kecil dan memiliki hidup yang membuat keluarganya khawatir. Dia adalah seorang istri yang ditinggal pergi suaminya (tokoh Ayah) ketika ia masih mengandung jabang bayinya²yakni tokoh Aku.

Ketika Ibu melamun. Ibu melamun. ia bersembunyi dalam kamar yang tak bisa kumasuki. terpaksa menjalani hidup sebagai pelacur (pria-pria silih berganti). Ada apa? ³Dia akan pulang ke sini. dengan suara serak. Aku sudah lahir dan butuh susu. Di sisi lain ia seperti memendam amarah karena tiadanya kabar sekian lama dari sang suami tercinta tersebut sehingga dia terpaksa melacur dan membesarkan buah hati mereka hanya sekadar dengan curahan kasih sayang seorang ibu. (hlm. Beban perasaan yang berat menekan itu dapat dilihat dari sikap Ibu pada kutipan berikut ini: Malam ini Ibu agak dingin. Lama-kelamaan tokoh Aku pun terbiasa menerima kenyataan bahwa ibunya punya banyak ³langganan´ lelaki. Dulu sering kulihat Ibu melamun. Fitnah-fitnah mulai gencar.bertolak belakang dengan pemerintahan yang berkuasa (kemudian) setelah berhasil merebut kekuasaaan dari pemerintah lama. 27) Setelah ketidakpulangan sang suami. Mereka mengobrak-abrik ruang kerja Ayah. Pria-pria silih-berganti. demi membelikan kebutuhan ³susu´ anaknya. sehari sebelum lelaki itu datang. anak semata wayangnya ini (tokoh Aku) terpaksa harus menerima fakta bahwa dia cuma punya ibu dan ibunya itu dipanggil orang wanita panggilan. . Suatu pagi buta. Ketika Ibu melamun. aku seolah ditinggalkan sendiri dan bukan bagian dari dirinya lagi. kemudian makin berkurang. 22-23) Sementara kenangannya yang terasa indah pada lelaki itu dapat dilihat pada kutipan berikut ini: ³Sebaiknya kamu bertemu Ayahmu. dan akhirnya. Keesokan hari. mengambil buku-buku dan dokumen lalu membakarnya. datar. Ibu memutuskan kembali ke kota. tak pernah lagi. Setelah itu kehidupanku seperti berhenti. Di satu sisi dia terlihat masih menyimpan harapan dan kenangan lama pada sang suami. Sekarang Ibu kembali pada kebiasaan lama. Sebagai orang tua tunggal (single parent). Kalimat µI love you¶ cuma terdengar sekali. ³Siapa?´ ³Lelaki itu. Hidup harus berlanjut.´ (hlm. saat langit masih gelap. Mayat-mayat mengambang di sungai. serombongan orang mendatangi rumah dan mencari Ayah. seorang diri ia membesarkan dan menyekolahkan anak semata wayangnya. tokoh Ibu. Sepasang matanya menerawang. setelah siaran radio berkali-kali menyiarkan berita kudeta. Banyak orang dibunuh. Di sekolah. Ibu sedang hamil 5 bulan.´ kata Ibu.´ kata Ibu. Ibu meninggalkan rumah itu dan pergi ke kampung nenek. Rencana kepulangan bapak kandung anaknya ternyata menggelisahkan tokoh Ibu. kata Ibu.

Ibu senang mendengar gending Jawa. Berikut dikutipkan: Kami makan malam bersama. Mengapa?´ Airmata meleleh di pipi Ibu yang mulai kelihatan kendur. Ketika aku berangkat. Sup ikan. sesudah itu dia langsung pergi dan menginap cukup di hotel sebab dia akan melanjutkan ³bernostalgia´ mengunjungi teman-teman lama di dalam negeri lamanya. kata Ibu. Aku dan Ibu sama-sama merokok. Mengapa? Pertanyaan itu juga yang ada di kepalaku selama lebih dari tiga puluh tahun ini.. Aneh juga. Ibu menjadi perahu. . Tetapi dia terekam di sini. Kantorku lumayan jauh dari tepi kota ini. Jangankan berharap kepulangannya akan kembali mengutuhkan keutuhan keluarga yang sempat rumpang berpuluh-puluh tahun. Ibu bagai terseret dalam alunan gending. Ayah suka menembang. Kali ini Bach. dan setelah kepergiannya kembali. Bila sakit. setelah kedatangan sang ayah dan suami tersebut. Hanya sebentar dia bertamu ke rumah anak istrinya sendiri. Kegetiran suasana setelah kedatangan sang suami dan sang ayah ini dapat terasa dari kontras suasana makan malam²yang menjadi judul cerpen ini²antara makan malam berdua Ibu dan anaknya sebelum kedatangan tokoh Ayah. saat kedatangannya. Tempe goreng. Mereka bergulung-gulung dan saling hempas di laut lepas. Dulu ayahmu suka menembang. Kedatangannya ternyata hanya sekadar minta maaf pada istri tuanya dan memberikan syal buatan Rusia pada anak lamanya²dengan ekspresi ³dingin¶ pula. Ibu memasak sendiri makanan yang disajikan. untukku pun tak bisa dibagi. Ibu masih tidur. Ya. makan malam saja kami bersama. Aku makan dengan lahap dan Ibu akan memandangku dengan senyum puas. Di malam hari ketika Ibu mengandung aku. Ibu makan siang di rumah. Aku pernah dininabobokkan Ayah dan itu membuat perasaanku tenteram. (hlm. kemarin Chopin. ³Mengapa dia meninggalkan kita?´ Kemarahan menggumpal di tenggorokan. Padahal. Aku selalu bergegas. Suaranya merdu. Selera Ibu jadi berubah mendadak begini. ibu dan anak. Seperti apa wajah Ayah. ³Nanti kamu tanyai dia. tak bisa diganggu-gugat. 26-27) Kenyataannya. Kulihat mata Ibu berkaca-kaca. Bahkan. Gending menjadi ombak. tidaklah sebagaimana yang diharapkan semula. Makan malam adalah waktu kami bersama. Gado-gado. Ibu menunjuk dadanya. Musik juga mengalun. Kami selalu makan malam berdua. Jalanan macet di pagi hari. kami duduk di beranda belakang. Makan malam adalah ritual kami.Ibu sakit lagi. Aku makan siang di kantor. Bu? Ibu tak menyimpan potret Ayah. sang suami malah berkabar bahwa dia telah beranak pinak pula di perantauannya di tanah seberang (Soviet atau Rusia). Suaranya jernih. Sarapanku selalu terburu-buru. aku dan Ibu. Tiap makan malam usai. aku suka Satie. Tubuhnya demam.

´ Malam itu mereka berbicara di beranda.´ Entah kenapa. bisiknya. melayang di udara. (hlm. 21-22) « Makan malam kali ini kami bertiga. suasana menjadi ganjil. Yah. Bagaimana aku menghadapi pria ini? Kami makan tanpa suara.´ kataku. aku ingin mendengar e « Ayah bercerita. Om « eh. kenapa pulang?´ Ia memandangku.´ Kulirik Ibu yang tertunduk diam. mengisap ganja. dan Ayah. Aku seakan monyet yang terjebak. Ibu membeli makanan terbaik dari restoran mahal. Tulang-tulang rahangnya mengeras. kami juga mengisap ganja. Jasnya kebesarannya. Dan sekarang lagi nggak pengen nembang. ya « terima kasih. ³Jadi. Denting sendok garpu saling bersahut. bergetar. ³Oh.´ kata Ayah. Aku. Kadangkala. atau bergulung. Di sana aku juga punya kehidupan. Tetapi. kemudian lenyap. Aku mendekam dalam kamarku. kulihat sepasang mata Ibu yang terpejam. Ini negeri tropis. Suaranya gemetar. Namun. Layar komputer menyala. Desain majalah yang harus selesai besok kubiarkan terbengkalai. (hlm. Setelah makan malam. aku tak biasa mengenakan syal untuk penampilan sehari-hari. Di antara biusnya.´ Aku memanggilnya ³Om´! Ibu langsung mengusap-usap punggungku. dengan rongga mata dalam.´ ³Oh. Inilah Ayahku. aku ingin menangis.Asap tembakau yang putih mengepul. Ibu. Ayah memberiku sehelai syal biru. seperti bayi tidur. ³Aku mau selesaikan urusan dengan Ibumu. Panas. 28-29) . Ibu kelihatan damai dengan mata terpejam. Tenang. mirip rintihan. putih. Uban sudah memenuhi kepala. ³Ayah berencana tinggal di sini?´ ³Belum tahu. Aku malas. ³E. Tak ada musik klasik. ³Kamu bisa mengenakannya untuk bepergian. ³Cerita apa? Aku belum punya cerita. Kalau begitu menembang saja. Mungkin nggak. Ibu dan Ayah tak berani saling pandang. Wajah pria di hadapanku tirus.´ ³Hmm « suaraku nggak bagus lagi. berputar. ya sudah. Kadangkala ia menampar wajahku atau wajah Ibu sebelum ditelan udara dingin yang mengisapnya.

Kami akan selalu berdua. Aku juga menyuapi Ibu. Kakek Mar dalam cerpen ini memang ditampilkan kukuh dan kokoh sebagai seorang petualang cinta atau petualang wanita. Papa punya pacar lagi. Mungkin perolehan nilai lebih ini berkat karuni kesehatan fisik yang diberikan Tuhan padanya. Barangkali inilah sebabnya secara resmi ia berhasil sudah menikahi beberapa wanita. Schubert « silih-berganti. Aku selalu berbicara padanya tentang bermacam hal. 30) Tokoh dalam cerpen ³Pesta Terakhir´ adalah seorang kakek tua yang dalam cerpen ini cuma disebutkan dipanggil Mar oleh temannya Mursid dan Papa oleh anaknya Alma. Chopin. Siapa tahu ada yang memberatkan pikiran Papa. Pa. Diceritakan bahwa Kakek Mar berdesir darah kala mengamati ³keindahan´ gadis-gadis muda. Diceritakan Kakek Mar ini sedang menikmati ketenangan hidupnya sebagai seorang senior citizen. Namun. tak punya penyakit jantung. Kesehatan Ibu makin memburuk. Perobahan cuaca dihayatinya sebagai suatu karya seni yang indah di mata dan ³sedap´ di hati. Kakek Mar tentulah tidak akan merasa cukup jika mendapat sebegitu saja. 33) Selain itu. hipertensi. Sakit pada hati sampai mati. kata itu makin sayup dan tak terdengar lagi «. Nggak ada. Ia sudah jarang berbicara padaku. Sakit pada tubuh bisa diobati. Pengertian gemar di sini adalah bernilai lebih dari standar. atau maag kronis seperti kebanyakan teman seusia. Beruntunglah ia. Karakter seperti ini bahkan awet hingga dia lansia. Minggu lalu. Dari lantai rumahnya yang asri ia mengamati perubahan alam dan kondisi. Pada usianya yang semakin uzur dan renta. Bach. (hlm. ia kubawa ke dokter. Keindahan yang semakin lengkap sempurna berkat sokongan kondisi fit fisiknya. lho. Jangan ngomong begitu. kali ini aku yang memasak untuk kami. Tokoh Alma adalah putrinya dari istri yang ketiga. tentu saja keadaan fit dengan konteks orang yang sudah tua. dia digambar masih sehat wal afiat adanya. Beethoven. Jika standar kebutuhan seorang pria adalah empat buah.« Aku dan Ibu masih makan malam bersama. Papa nggak mikir apa-apa. Wanita yang dipacari dan dikawininya secara tidak resmi tentulah dalam jumlah tidak berhingga. Kakek Mar ini dari dulu (masa mudanya) digambarkan sebagai seorang pria ³flamboyan´ yang gemar keindahan wanita. ya? . (hlm. Ayah. masih bisa mencicipi makanan enak. Siapa tahu.

satu saja tak akan habis. (hlm. Harini mencurahkan seluruh waktu untuk putri mereka. Alma hanya tertawatawa melihat kelakuan ayahnya. Istri keduanya. sampai tiga kali. Connie. Ia dulu memburu Harini karena tergila-gila pada cawak di kedua pipi perempuan itu yang muncul tiap senyum atau tawa merekah di wajahnya yang bundar. Kadangkala ia bersiul menggoda gadis-gadis yang lari pagi di jalan depan rumah. Ia tinggalkan begitu saja lantaran jemu « Istri pertamanya. Indo-Belanda. Sudahlah. masih menyimpan sakit hati. 35-39) Dari kutipan di atas terlihat bagaimana hasrat Kakek Mar terhadap ransangan dari kaum Hawa . minta bercerai setelah memergoki ia berselingkuh dengan perempuan lain yang kemudian menjadi istri keduanya « Connie gigih menjanda sampai kini. selalu menolak ditemui. Ia jadi teringat Mursid. « Dalam sel yang sempit di Salemba dulu. Bahkan. ya seolah abadi. Sejak muda ia memang gemar keindahan wanita. Ia menghabiskan waktu untuk para wanita. meski mereka berdua masih berstatus suami-istri. mengamati ukuran bokong mereka. siapa yang mampu mampu mengikat selera pria binal? Ia dan Harini memutuskan berpisah saat Alma berusia 12 tahun. perempuan Italia. katanya. Olala. Mursid yang menjadi wali. berpanggul lebar dan suka berdendang. Ia tak tahan. cinta pertama Mursid menjadi kekasihnya yang kesekian« Ketika ia menikah. yang lebih cermat ketimbang tukang jahit. Mar? Mursid berbisik di sisi sang mempelai pria yang menyeringai nakal. si teman karib. Berkali-kali ia onani saat teman-temannya sudah bergeletakan tidur malam sehabis korve seharian yang menyiksa. meninggal dunia tiga tahun lalu. Yang terakhir. Mar. Masak perempuan sedunia mau kau kawini. istri ketiganya. ya. Gimana kamu sendiri? « Sejujurnya. sih. butuh pelampiasan. mereka pernah bertaruh dengan nasib.Pacar? Kamu kok tanya yang begitu-begitu. menghilang« Ia menduga rasa penasaran dan nelangsa akibat ditinggalkan itulah yang membuat cintanya pada Alijah seolah abadi. Tak terhitung gundik maupun pacar yang tersebar di berbagai kota dan negeri yang pernah disinggahi. Serangan jantung. terutama. Namun. Nafsunya. Mursid paling sering menentang tabiat Don Juannya itu. Tiga perempuan pernah menjadi istrinya. Darahnya tetap berdesir macam ombak laut bila berpapasan dengan gadis-gadis belia. berbulan-bulan. ia tak pernah merasa tua apalagi buruk rupa. Ibu kandung Alma. perempuan yang paling ia cintai. « Gadis-gadis mengagumi lakonnya di atas panggung dan ia dengan senang hati memacari mereka.

warna batu kelahirannya. termasuk Mursid. Hal ini bisa menjebak pembaca. Pada akhir ceri a t diperlihatkan bahwa rasa bersalah dalam diri Kakek Mar membuat dia berkeinginan melakukan pengakuan dosa pada Mursid. Minat dan hobi yang seperti inilah yang membuat Kakek Mar tega mengkhianati kawankawannya sendiri. 58) « Kuku-kukunya terlihat berwarna biru turquoise. yang sama-sama di tahan bersamanya di sebuah sel sempit di Salemba. Ia biasa ditemani rengek saksofn David Sanborn yang selalu terdengar di sini pada jam kedatangannya. Tokoh dalam cerpen ³Balada Hari Hujan´ adalah seorang waria yang oleh pencerita tidak disebutkan namanya melainkan hanya dideskripsikan dengan menggunakan pronomina Ia. Sanborn mengingatkannya pada seorang pria berkaca mata hitam yang tersenyum lepas pada halaman sebuah majalah musik. (hlm. Berkat bocoran informasi darinya. kawan-kawannya dikirim dengan kapal pertama ke sebuah kamp dan dia menghirup hidup bebas. Tokoh Ia ini dilukiskan dengan teknik penceritaan yang cukup menarik. warna cat kuku kesayangannya. teknik penceritaan seperti menghadirkan alur yang mengklimaks untuk membawa pembaca pada penafsiran jenis kelamin tokoh Ia ini. Mengikuti deskripsi tentang Ia pada awal hingga tengah cerita²dari apa-apa yang diceritakan pengarang tentang ³pekerjaan´ tokoh ini²hanya akan meghasilkan penafsiran pada pembaca bahwa tokoh tersebut adalah seorang pelacur. Hmmm« Sejak melihat Sanborn yang funky dengan kaca mata hitam ia pun selalu mengenakan kaca mata hitam bila bepergian. pada akhir cerita. Pengkhianatan Kakek Mar terhadap kawankawanya inilah yang kemudian menjadi bahan cerita dalam cerpen ini. mirip pacar pertamanya. kawan baiknya. dekat porselen persegi berisi rumpun mawar plastik warna kuning yang rimbun.begitu dahsyatnya. Menariknya tersebut adalah bahwa cerpen ini memberikan kejutan kepada para pembaca dengan mengaburkan jenis kelamin tokoh cerpen ini pada awalnya hingga baru diketahui dengan jelas. Berikut kutipan teks yang bisa diduga dapat memainkan penafsiran pembaca tersebut: Ia biasa mengambil meja di pojok. Lebih menariknya lagi. kepastian jenis kelamin tersebut. Seusai kerja paksa ternyata ia masih bertenaga untuk melaksanakan ³kerja´ lainnya. terutama ke tempat-tempat umum dan ramai orang. . karena memang jenis kelamin inilah yang umum dikenal dekat dan lekat pada ³profesi´ tersebut²terutama lagi bagi bangsa timur. bahwa Ia berkelamin wanita. Dari kutipan paragraf terakhir terlihat bagaimana saat-saat ia harus hidup terkurung di bui pun ia mesti juga mencari-cari kesempatan untuk memenuhi tuntutan libido berlebihannya.

« ³Maaf. (hlm. lalu menyeruput cairan kental itu dengan suara keras. Jari-jari kakek yang kurus terasa tajam di daging muda yang lunak. Boleh saya ambil sambalnya. ³Bibir yang kering menandakan kesehatan yang buruk. sudahlah.« ³Sok ninggrat.´ suara perempuan bernada alto mampir di telinganya. 61) « Ia masih ingat cengkraman kencang pria itu pada leher dan bahunya yang terbuka. Mungkin. Pria yang menerima segala kekurangannya itu bersedia mengawininya dan ia akan merawat Ben dengan baik. (hlm. Sepasang muda-mudi di sudut lain kafe tersebut melirik sebentar ke arahnya.´ pikirnya gundah. sebal. Sekilas ia melihat pelayan mengerdipkan sebelah mata sebelum berlalu. Ia juga sering bersendawa seenaknya bila gas dalam perutnya yang kenyang mendesak keluar. Pikiran romantis hanya membuat hati sedih. lalu berpaling lagi pada kesibukan semula. Mereka bertemu tadi malam. Tatakrama kurang menghargai ekspresi masing-masing pribadi. mengingat sang pria. Kali ini buru-buru diraihnya lip balm rasa stoberi. ia merasa kesal menatap gaun dan stocking sutranya yang robek di sana-sini. Secangkir susu coklat juga diangsurkan pelayan ke hadapannya. Ia memang mencintai pria itu. meski orang tua itu selalu memberi uang belanja untuk mengganti pakaiannya yang rusak tiap kali mereka selesai bercinta. Si pelayan tersenyum simpul. ³Genit. mungkin menganggapnya gila. (hlm. setia mendengar keluh kesah Ben tentang anak-anak yang satu . pagi ini tak ada lagi kenangan. Semula ia berharap Benyamin menjadi yang terakhir. pikirnya. teringat tips kecantikan di sebuah majalah wanita. Kesedihan ternyata menimbulkan orgasme juga. (hlm. 60) Ia mulai meniup-niup bubur ayamnya. memperpendek umur. bubur ayam yang masih mengepul panas. Ia terkikik lagi. Pelayan datang membawa nampan berisi pesanannya.´ pikirnya . Dengusan keras seakan mampir di telinganya lagi « Sesudah kegaduhan berlalu. Ah.´ pikirnya. Jeng. terutama yang berakhir tragis. Ia mencibir ke arah mereka dan bibirnya terasa kering. Pandangan mereka bertemu. setulus hati. 59-60) Ia mendadak terkikik-kikik « Ia sendiri lebih suka membaca novel-novel percintaan. sinis. 59) « Ia mengenal beberapa pria mengesankan saat hujan. Ia tak begitu peduli pada tatakrama yang diajarkan neneknya bahwa pantang mengeluarkan bunyibunyian saat mengunyah makanan atau meneguk minuman.

tak peduli tua atau muda. sebagaimana kenyataan bahwa tokoh Ia adalah paduan antara tubuh seorang pria dan jiwa wanita. Sepasang mata tua itu mendelik. « Ia membalas tatapan si pria tua secara khusus. Harapan itu semula tumbuh pada tokoh Benyamin. (hlm. Tak sia-sia. kakek tua yang semalam dikencaninya dan begitu Ia kasihi. melanjutkan lagi roda takdirnya. Namun kenyataan berikut yang secara tidak sengaja ia temukan. Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun. bahwa lelaki ini telah berdusta.demi satu meninggalkan rumah untuk berkeluarga dan tak lagi peduli pada ayah mereka yang sendirian. 63) (cetak tebal dari penulis) Variasi acuan dari kata-kata bercetak tebal dalam kutipan di atas menunjukkan upaya permainan penafsiran pembaca oleh pengarang sebelum pada akhirnya pembaca (bisa) dikejutkan sekaligus terpuaskan oleh fakta bahwa tokoh Ia adalah seorang waria. memasang jerat untuk menaklukkan wanita. Dalam cerpen ³Lelaki Bearoma Kebun´. Ia merasa puas dan menyungging senyum lebar. Dari fakta terakhir ini baru bisa dipahami hubungan antara kata-kata yang terkesan saling bertolak belakang. Tokoh Ia dalam cerpen ini digambarkan sebagai seorang sosok yang berharap sangat pada akhirnya bisa menemukan pria terakhir yang bisa menjadi pasangan penghabisannya sehingga usai sudahlah profesi laknatnya selama ini. (hlm. Mereka sangat pintar mengarang cerita sedih. 62) Seperti biasa. ia mengelus-elus rambut pria itu dan menyanyikan lagu-lagu nostalgia yang digemari pria seusia Ben. yang pertama adalah Halifa sebagai tokoh yang bercerita²meski dengan menggunakan sudut pandang persona ketiga²dan yang kedua adalah Si Penjaga Kebun sebagai tokoh yang cukup dominan dikisahkan. . sampai sang kekasih lelap dan mendengkur. lurus-lurus dan berani. Tokoh Halifa dalam cerpen ini adalah seorang perempuan muda yang telah lama tidak kembali ke kampung halaman. benar-benar membuat perasaan tokoh Ia begitu terpukul pada akhirnya. Ternyata lelaki tetap saja lelaki. Dalam keadaan yang sudah banyak berubah tersebut sekonyong-konyong tokoh Si Penjaga Kebun menjadi pusat perhatian bagi Halifa. Tambah pula secara linear upaya manipulasi estetik ini terasa cukup runut dan runtut membentuk klimaks pada bagian akhir. Sudah lama Halifa tak pulang. Ia diceritakan mesti menghibur diri kembali bermain dengan kawan-kawan sepermainan dan sepernasibannya. kaget. ada dua tokoh yang terlihat hampir sama kuat kedudukannya sebagai tokoh utama. Suatu waktu dia menyempatkan pulang dan mendapati keadaan di kampung halamannya telah banyak berubah. seperti dikutip di atas.

Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. Matanya tak pernah menyorot garang. Ia punya radio transistor yang bisa menangkap siaran dari Malaysia. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. Ia menyiangi lalang dari tanah kebun. Apakah masih juga dikenakannya topi kebun dari kain belacu lusuh itu? Mata sabitnya yang berkilau saat terayun ke batang lalang dan semakbelukar seakan hadir di depan mata. ia akan berjanji menyampaikan pesan. tanah perlu makan. bisa jadi obat sepinya. Akan tetapi. tanpa pengetahuan ini pun Halifa sedari kecil memang mengagumi sosok penjaga kebun ayahnya ini. 77-78) Tokoh Si Penjaga Kebun ini pada akhirnya cerita baru ketahuan bahwa dia sebetulnya masih mempunyai hubungan famili dengan keluarga Halifa. Halifa kecil tak urung bersiul-siul senang menimpali tiap nada yang berasal dari lubang-lubang suling si penjaga kebun. bukan sekadar orang upahan biasa sebagaimana yang selama ini diketahui Halifa dari semenjak berumur kecil. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. ikuti saja aroma itu. Bila ada yang ingin menemuinya. belajar beranak-pinak. lelaki itu menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga. yang punya kebun. Kekaguman ini tentu bisa dimaklumi akan cukup berbekas hingga ia dewasa pun setelah sekian lama dan jauh berjarak dari masa lalunya. dari bayi merah. mata orang yang mau menolong. Dia merupakan jenis manusia yang mencintai apa yang menjadi pekerjaan dan kewajibannya sehingga terlihat dapat menikmati dan bisa berbahagia . menabur kotoran ayam dan kambing di atasnya.´ katanya pada Halifa kecil. Bila ada yang tersesat. Bila kalian ingin bertemu tuannya. Mungkin. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang. ia akan tunjukkan jalan. lalu renta dan pikun. Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. semacam pengumuman.Namun. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. (hlm. Hembusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. Kadangkala lelaki itu mengeluarkan suling dari tas resam dan memainkan lagu-lagu berirama Melayu. Radio model lama berbentuk roti bantal itu warisan kakek Halifa. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. 79) Lelaki itu dilukiskan dalam cerita ini sebagai sosok yang setia dan tabah menjalankan profesinya sebagai tukang kebun. Bagaimana pandangan Halifa terhadap tokoh Si Penjaga Kebun bisa dilihat dari kutipan berikut ini. Daya ingatnya pun mungkin sudah menumpul. (hlm. Itu galibnya perkembangan manusia. Barangkali. rambut lelaki itu sudah memutih dan kerut-merut usia tua makin nyata. ³Biar gembur.

dan di tempattempat baru yang pertama kali dikunjunginya« (hlm. dari pening.´ kata Halifa. sebentar agik nak pulang ke tanah.´ lanjut lelaki tua itu. Sebagai penutup cerita cerpen ini. atuk dak bise nampak jelas. Yai kau ape agik. Dengan pertimbangan dan argumentasi bahwa perasaan-perasaan tokoh Akulah yang menjadi fokus utama cerita maka bisa dikatakan bahwa . Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. adiknya. Di sana Si Penjaga Kebun sakit-sakitan tersebut menceritakan sesuatu pada Halifa dewasa. kabur. ayah dan ibunya. 85-86) Selain terhadap Si Penjaga Kebun. dalam keadaan hujan gerimis dan jari-jari petir menyambar Halifa memaksakan diri juga untuk berkunjung ke pondokan kecil tempat Si Penjaga Kebun tinggal. di kantor. yakni tokoh Aku dan Paula. membawa gelas air. 87) Dalam cerpen ³Makan Keempat´ terdapat juga dua tokoh yang terlihat cukup menonjol. Semue la berubah. terutama hidupnya yang sendiri. perihal Si Penjaga Kebun inilah yang dilukiskan masih setia membayangi hari-hari selanjutnya Halifa di bumi perantauan. Dari pertemuan inilah Halifa baru mengetahui rahasia pertalian darahnya dengan Si Penjaga Kebun yang selama ini tidak diketahuinya. Ketika si penjaga kebun meninggal dan jenazahnya dimakamkan. seraya duduk di tepi ranjang. Ia cuma mengirim doa. Lame dak pulang. serta nenek dan kakeknya. Nilai-nilai yang bisa dipetik dari orangorang tercintanya tersebut senantiasa membekas dalam sanubari Halifa. 84) Oleh karena itu. tuk. Macam-macam sakit pun ade. Kebenaran kau pulang. Papa kau pun la pensiun. tertatihtatih mendekati Halifa. Halifa cume nak mampir sebentar. Ade yang nak atuk cerite. Namun. Pilihan hidupnya yang memilih sendiri sungguh mengagumkan buat Halifa sedari kecil. di kamar kontrakan. mengas sampai « mate ni la dak keliat agik la.atas apa yang dikerjakannya itu. Atuk ni la sakit-sakit terus. Halifa telah kembali ke tanah rantau. Halifa juga terkenang pada keluarga besarnya: Malida. Kau di situ pun. Aku adalah ayah Paula. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan. Di sana Halifa mendapatkan lelaki tersebut sudah mulai sakit-sakitan. Nyai la dak ade. ³Oh. ³Benar. di bus. Lelaki itu akhirnya mengungkap kisah yang mengguncang Halifa (hlm. Dia adalah sosok yang menghadirkan ketenangan bagi mata yang memandang dan menebarkan kedamaian bagi siapapun yang berpapasan dengannya. Banyak yang berubah. dak ape-ape. (hlm.

soal keberadaan Paula pun hingga akhir cerita tetaplah kenyataannya berselimut kabut misteri. Jiwa Paula seolah tetap datang kembali ke rumah orang tua tercinta sebagaimana harapan seorang Aku yang selalu terkenang buah hatinya. Kedua tanganku yang bersiap memeluknya tertahan di udara. putri tercinta mereka. Tak sekalipun ia menggubris. Tubuhnya memancarkan sinar putih. dan istrinya. Tokoh Aku dalam cerpen ini. Ia meninggalkan ruang lengang tanpa aroma. Paula selalu datang ketika hanya pijar lampu bacaku yang menyala dan membuat gradasi cahaya. Karena pengarang dalam cerpen ini tidak bersikap dan bersifat mahatahu selalu. menggantung kaku.ayah tokoh Paulalah yang menjadi tokoh utama cerpen ini. salah satunya secara retoris²dalam pengertian teknik bercerita²didukung oleh pemilihan sudut pandang ini. Terlebih lagi tokoh Aku faktanya menjadi pusat pengisahan cerita ini sehingga dia senantiasa terlihat konsisten mengawal alur cerpen ini. Kusaksikan Paula sirna. aku masih berharap. yang jelas. Tubuhnya meluncur lurus ke muka. 133]). meluncur di lantai. Menyedihkannya²terlebih²kepergian tokoh Paula tersebut bagai menghilang tanpa jejak dan tiada berbekas. Elia. Sebab itu sulit untuk membuktikan keberadaan Paula. Namun. terbit dari tiada dan lenyap ke dalam tiada. Ketika belum terbiasa dengan cara datang dan pergi Paula. mirip tikus terjebak di perangkap berumpan. demi menghilangkan kesedihannya tokoh Aku akhirnya memutuskan untuk menganggap bahwa Paula telah di alam baka sana. . diceritakan kehilangan Paula. entah tenggelam di lautan atau ditelan daratan (dimakan hiu atau disekap dalam benteng bawah tanah [hlm. Untuk itu kedua orang tua tokoh Paula ini membuatkan makam untuk putri kesayangan mereka. sebelum lebur dalam udara. Ada pula dugaan-dugaan bahwasanya Paula telah disekap dan disandera pihak penguasa karena aktifitas subversifnya. ketika temaram di sekelilingku benar-benar hilang di ujung lorong gelap-gulita. apakah masih hidup atau memang telah tiada. aku sering berteriak-teriak memanggil namanya dan berharap ia berbalik serta menatapku. Ia meninggalkan aku. Kuletakkan kotak cerutuku di meja dan bangkit perlahan dari kursi malas untuk menyambutnya. Namun. Lembut. Aku tertahan di atasnya. kemudian menghilang tepat di tengah lorong menuju dapur. Kedua telinganya bagai tersumbat besi tempaan. Datang dan perginya bagai tuah dari tongkat sihir. Rasa sedih dan pedih kehilangan Paula tersebut menghadirkan ilusi bagi tokoh Aku pada harihari berikutnya tanpa kehadiran Paula. ia memunggungiku. Berikut kutipannya: Paula datang ketika lampu-lampu ruang telah padam. Berpijar. Dan lantai licin yang kupijak tiba-tiba berperekat. Dibiarkannya kami menunggu selama sepuluh musim. Pada akhirnya.

suara serak ini hanya dijawab oleh gemanya sendiri. Peristiwa-peristiwa dalam cerita pun cenderung mendukung bagi terciptanya suasana seperti ini. semak-semak duri di tanah gersang. Bunyi gesekan sayap-sayap jangkrik makin menggema. 13) Noktah-noktah cahaya timbul-tenggelam di bidang jendela. Atmosfer ini juga sesuai dengan keseluruhan tema cerita yang mengungkapkan kegalauan hati Yosef sebagai seorang prajurit tempur atau sniper yang mesti menjalani suratan takdirnya membunuh sesama manusia. panglima perang mistis . Keniscayaan yang lain memendarkan nyeri lagi pada ulu hati« Lorong kereta begitu sunyi. Sesuai kecenderungan ekspresi kemanusiaan yang begitu teraba dan terasa dari dua belas cerpen kumpulan cerpen ini. seperti barisan kunang-kunang muncul di jendela. Sebagai contoh berikut akan dikutipkan beberapa potongan paragraf dari cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´. putus asa. latar suasana dalam cerpen-cerpen tersebut terlihat sangat mendukung bagi tema-temanya. Udara menjelma mantra ganjil yang berdengung dalam bahasa sihir. dengan tokoh Maria Pinto. dengan tekanan dan perasaan beragam. Alang-alang yang subur jangkung. haru. Namun. dan gunung batu terjal di kejauhan« Kereta ini seperti melayang di tengah gelap. Orang-orang lelap dalam selimut katun seragam biru tua. terkait tema-tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen ini. Namun. hanya berduaan saja. 15) Kesenyapan dan kesabarannya saling beradu. memperlihat suasana yang muram dan agak suram. membius segala yang bergerak dan keras kepala. tokoh utama cerpen ini. wangi. letih« (hlm. 123-124) 3. (hlm. 16) Penggambaran latar yang umumnya telah terpisah dan berjarak dari peristiwa utama cerita. Berikut dikutipkan narasi cerita ketika dalam cerpen ini dikisahkan Yosef bertemu langsung. (hlm.2 Latar Latar yang dianggap paling menonjol. diikuti desah napasku yang berat. selebihnya gelap pekat. seperti dikutipkan di atas.3. 11) Angin pun berangsur tenang. mengerat sepi. Noktah-noktah cahaya dari perkampungan. senang. yang akan dibahas pada bagian ini adalah latar suasana. khususnya enam cerpen yang dibahas. (hlm. Tidak hanya pelataran suasana alam semata yang menjadi sarana untuk membangun atmosfer gelap seperti ini. cemas. Angin tiba-tiba menggeliat bangkit dan mendesis. Suasana ³kelam´ seperti ini terlihat sangat sesuai dengan kemurungan jiwa yang tengah melanda prajurit Yosef Legiman. (hlm.Aku menyebut namanya.

Setelah itu kehidupanku seperti berhenti. (hlm. 17) Hal seperti ini juga terasa dari kisahan rekan Yosef yang telah terlebih dahulu terjun ke medan tempur menghadapi Maria dan gerombolannya. Berikut dikutipkan dua buah paragraf dari cerpen ³Makan Malam´. Meski masih sangat eksplisit terasa bernuansa gelap. setelah siaran radio berkali-kali menyiarkan berita kudeta. saat langit masih gelap. Keesokan hari. tanpa henti. pelataran suasana tersebut cenderung menunjang bagi suasana kepedihan manusia yang dominan menjadi nuansa tema-tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen ini. (hlm. Fitnah-fitnah mulai gencar.. Aku sudah lahir dan butuh susu. Ibu meninggalkan rumah itu dan pergi ke kampung nenek.pasukan musuhnya. anggota pasukan kami satu demi satu mendadak gugur dengan luka tembak. Bagian ini merupakan kisah perpisahan antara tokoh Ibu dan Ayah saat tokoh Aku belum lahir dikarenakan sebuah huruhara politik dan sosial.. Berbagai objek cerita sangat memungkinkan untuk terjadinya bermacam variasi. Ketika kabut lenyap. kata Ibu. Negeri itu memang ajaib. aku saksikan tujuh orang terkapar mati di tanah. paru-paru. Hidup harus berlanjut. Pria-pria silih-berganti. Tentu saja tidak semua pelataran menciptakan atmosfer yang cenderung ³gelap´ seperti ini. bergulung-gulung di atas kami dan aku menembaknya. Ibu memutuskan kembali ke kota. bergulung-gulung melewati medan pertempuran. tersenyum pahit. Namun secara keseluruhan. Ia bisa melihat jantung. 27) Pelataran di atas berangkat dari peristiwa-peristiwa dalam cerita atau berupa aksi kejadian. Berikut dikutipkan: ³Ketika kabut datang. dan tulang-tulang tengkorak gadis tersebut dengan jelas.´ kisah teman Yosef. (hlm. Banyak orang dibunuh. 12-13) Hal seperti ini juga dapat dengan mudah ditemukan pada cerpen-cerpen lainnya. Kutipan di atas menunjukkan bahwa kekelaman suasana tidak hanya . Suatu pagi buta. Suatu hari kabut itu datang lagi. saat langit masih gelap. serombongan orang mendatangi rumah dan mencari Ayah. kegelapan dalam pelataran ini bukan tersurat lewat keadaan tempat atau saat yang kelam²pengecualian pada bagian Keesokan hari. Kepala mungil yang cantik berubah membesar dengan pupil-pupil mata yang menonjol serta kulit wajah mengeriput. Ibu sedang hamil 5 bulan. mengambil buku-buku dan dokumen lalu membakarnya.²melainkan melalui kejadian-kejadian yang mengisi dan menempati waktu dan ruang statis itu. Mereka mengobrak-abrik ruang kerja Ayah. usus. Mayat-mayat mengambang di sungai.

31) « Hujan masih menyambutnya di luar kafe. Masing-masing. patung perempuan gemuk memegang kendi telah bersalut kerak debu. tanpa mampu berteriak minta tolong. secara berurut. (hlm. 64) « Berminggu-minggu anak-anak tersebut ditinggalkan ibunya yang berharap ada orang kampung datang dan menyelamatkan mereka. sebagaimana kecenderungan tematik kumpulan cerpen ini. merupakan kutipan dari cerpen ³Pesta Terakhir´. Ia merasa hidup begitu sepi. Amis lumpur menguap dari kolam dangkal serupa kubangan kerbau itu. Udara taman berdebu. Jalan yang basah menyambut langkah-langkah kaki yang menggigil. Setelah itu ia benar-benar senyap dari muka bumi. Anak-anak itu terkurung di sana. Debu. Merasa ada yang lucu dalam hidupnya. Payung ungu itu mengembang lagi. Daun teratai yang layu dan busuk mengambang di permukaan air coklat keruh. Suatu hari ketika perempuan itu kembali untuk memastikan anak-anaknya telah diambil orang. Tapi matanya terasa pedih. Suasana suram yang dibangun oleh pelataran. Di susut kolam. (hlm. Air mata mulai mengembang di balik kaca mata hitam ala Sanborn. tapi tak bisa. juga terlihat pada kutipan dari cerpen-cerpen berikutnya. Orang-orang kampung melihatnya berlari kencang ke dalam hutan sambil melolong. ia menemukan lima mayat tergeletak di lantai tanah dan telah membusuk. Angin sore terasa kering dan tajam. ia mati dimangsa ular atau buaya yang menghuni sungai. (hlm. Terlihatlah juga betapa suasana mencekam dari peristiwa kerusuhan di atas sangat mendukung bagi suasana penderitaan hati tokoh Ibu yang menjadi tema cerpen ini. Langit abu-abu tua. menahan udara dingin. memandang lurus patung di taman. begitu asing. berair. Barangkali. Ia rapatkan kerahkerah mantelnya. debu« Bagaimana mengikis debu yang menebal di benaknya? Ia melihat daundaun gugur melayang dari pohon. Ia mencoba bersenandung. 8687) « . ³Balada Hari Hujan´.ditampilkan lewat pelataran gelap sesuatu latar tempat dan waktu namun juga secara lebih berjarak dengan tafsiran dan pemaknaan atas atmosfer sebuah peristiwa atau lakuan tokohtokoh cerita. Perempuan itu tak sadarkan diri dan saat siuman ia sudah lupa pada siapa pun. Ternyata pikiran yang kalut membuat si perempuan telah mengunci gubuk dari luar. Lelaki Beraroma Kebun´ dan ³Makam Keempat´. Seorang lelaki tua berdiri tegak di depan jendela yang terbuka.

Tubuhnya makin menggigil oleh terpaan udara dari pendingin ruang. dia terkesiap ketika menatap wajah si prajurit. berikut kutipannya: Perempuan muda itu terusik sebentar. Barangkali. sendu. Kini ia mulai menangis terisak-isak. pikirnya. Dalam cerpen ³Balada Hari Hujan´. ³Balada Hari Hujan´. Ia membayangkan teman-teman prianya masih meringkuk dalam pelukan istri atau pacar mereka. Tak urung air matanya terbit ketika Mursid lagi-lagi berbisik. 124) 3. selamat ulang tahun teman duniaakhirat. (hlm. wangi kaldu ayam dalam adonan . Mungkin. Jari-jari kakinya terasa mengeriput dalam stocking sutra setengah basah. seperti kucing demam. Alangkah ganjil menyaksikan penembak jitu memercayai hal-hal yang jauh dari hukum benda dan kasatmata. ³Pelayan lupa menaikkan volume. sedangkan pada cerpen ³Makan Malam´ dan ³Makam Keempat´ yang dipakai adalah sudut pandang persona pertama. Tangan Mursid bergetar dalam genggamannya. (hlm. menuju baku.Kalian akan melihat sepasang rongsokan manusia berjalan tertatih-tatih. dalam hati. 42) Narator cerpen ini terlihat mengetahui pikiran dan gumaman di dalam sanubari tokoh yang diceritakannya.3. Ia mendorong pintu cepat-cepat. dan ³Lelaki Beraorma Kebun´. ini pestaku yang terakhir. inilah wajah orang yang hidup-mati dari perang. 13) Dari kutipan di atas terlihat bahwa narator juga bisa mengetahui perasaan dan pikiran tokoh ceritanya. Tetapi. (hlm. Mursid mengelus punggungnya. Semula ia kurang berminat mendengar ocehan prajurit cengeng ini. ³Pesta Terakhir´. menyerupai zombie. Berikut kutipannya: Mursid muncul di ambang pintu. kemahatahuan pengarang bisa dilihat dari kutipan berikut ini: Hari masih terlalu pagi untuk orang-orang yang takut pada cuaca dingin bulan Juni. Kelopakkelopak bakung di bawah jendela terlihat segar berair. seraya mengerjap-ngerjapkan mata yang basah.3 Sudut Pandang Sudut pandang persona ketiga digunakan pada cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´.´ gerutunya. Dalam cerpen ³Pesta Terakhir´ juga sama. Ia menyambutnya dengan peluk hangat. Ia menuntun Mursid ke sofa. Benarkah? Air matanya meleleh. Pada cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ terlihat sudut pandang persona ketiganya bersifat mahatahu. lalu kembali menekuni halaman-halaman buku. Ia ingin membuat pengakuan. kurus dan ringkih. Tapi.

Pada cerpen ini justru penceritanya menjadi tokoh utama. aku dan Ibu. Makan malam adalah ritual kami. putrinya. Sudah lama Halifa tak pulang. Sarapanku selalu terburu-buru. Namun. 77-78) Teknik penceritaan dengan menggunakan sudut pandang persona pertama pada cerpen ³Makan Malam´ bisa dilihat dari kutipan beikut ini. 21) Dalam cerpen ³Makan Malam´ ini tokoh Aku sekadar berperan sebagai tokoh tambahan sehingga sudut pandangnya pun berupa sudut pandang ³Aku Tokoh Tambahan´. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. 58) Sifat mahatahu pada sudut pandang persona ketiga cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ bisa dilihat pada kutipan berikut ini. Kantorku lumayan jauh dari tepi kota ini.4 Tema 3. Wajar kiranya sentral garapan cerpen ini berfokus pada perasaan sosok ayah yang kehilangan putrinya (tokoh Aku). Selain itu secara kuantitas terlihat tokoh Akulah yang dominan mengawal alur cerita. (hlm. Namun sulit pula untuk diingkari bahwa akibat dari aktifitas politik Paula tersebutlah²yang berimbas pada ³kehilangannya´ atau ³penghilangannya´ dan lalu berimbas pada kesedihan kedua orang tuanya (terutama lebih intensif lagi digarap pada detail perasaan tokoh Ayah)²yang paling dekat berkaitan dengan tema kemanusiaan pada cerita ini. ibu dan anak. 3. Ketika aku berangkat. Memang sulit untuk tidak diakui bahwa aktifitas tokoh Paula.1 Kehampaan Jiwa dan Kesetiaan terhadap Tugas pada Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ Masalah kemanusiaan yang diangkat dalam cerpen ini berpusat pada sikap hidup yang dilakoni . Aku makan siang di kantor. lelaki itu menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga. Ibu masih tidur. lah yang menjadi bahan ceritaan dalam cerpen ini. Ya. Jalanan macet di pagi hari. Kami makan malam bersama. Hal ini berbeda dengan sudut pandang persona pertama pada cerpen ³Makam Keempat´.4. Makan malam adalah waktu kami bersama. makan malam saja kami bersama. (hlm. Ia biasa mampir ke kafe ini untuk sarapan. tak bisa diganggu-gugat. Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun. Aku selalu bergegas.bubur membuat otot-otot lambungnya berdenyut keras dan tubuhnya yang menggigil itu mulai dialiri hawa panas. Ibu makan siang di rumah. (hlm.

Di satu sisi Yosef terlihat teguh menjalankan wataknya sebagai seorang prajurit (bukan sekadar dalam artian kepangkatan): menjalankan sumpah setia pada tugas negara dan patuh pada doktrin garis komando. . sebagaimana dieksplisitkan secara tekstual pada kutipan sebelum ini. Kisah cinta segitiga yang rumit dan tragis. Ketika membuka pembicaraan dengan perempuan di sebelahnya pun (tokoh Wanita Pimpinan Teroris) dia menjadikan kisah Maria ini sebagai bahan obrolan atau lebih tepatnya curhatan pribadi. Wajar kiranya dalam suasana yang mendukung untuk banyak merenung dan termenung. Namun. Ketidakmampuannya untuk membunuh Maria dan kesempatan untuk meneruskan hidup yang diberikan Maria ternyata membekas pada kejiwaan Yosef. menyudahi kisahnya. yakni dalam sebuah perjalan kereta. jatuh cinta. Berikut kutipannya: Apakah ini pertanda ia tengah bersiap menyongsong maut.´ ujar Yosef. Dua-duanya sad ending. Ini berarti. Berikut kutipannya: ³Ini rahasia saya. pada sisi lain dia juga ditampilkan sebagai sosok manusia apa adanya sebagaimana kebanyakan manusia pada umumnya. Yosef Legiman. Yosef membiarkan iring-iringan di langit itu berlalu. (hlm. 14) Timbulnya sifat perasa pada Yosef. lalu membuat pengakuan dosa serta jadi amat perasa? (hlm. Prajurit ini terombang-ambing antara pacarnya dan panglima hantu. Yosef kembali terbayang wajah Maria. sedih. terhadap Maria pun Yosef kemungkinan memiliki perasaan ³sejenis´ dengan entah berapa kadarnya. Menariknya. Kemungkinan ini sebelumnya diperkuat oleh penggunaan kata gadis (bukan sekadar perempuan itu misalnya) pada narasi berikut di bawah ini oleh pencerita: Gaun lembut Maria Pinto membelah anyir perang dengan kibaran putih yang menyilaukan. pikirnya. menjaga junjungan mereka dari atas kereta. 18) Fakta cerita seperti ini menciptakan pemaknaan bahwa nilai kenangan Yosef pada Maria berelasi dengan fakta cintanya terhadap kekasih nyatanya. Dua pengawal menyertai perjalanan rutin ini. dan amat perasa. Lutut-lututnya lemas. Ia terduduk di tanah. Perempuan muda menghela napas panjang. Sebagai seorang manusia ia bisa sedih.tokoh utamanya. teks pikiran benak perempuan di sebelah Yosef ini sesudah mendengarkan seluruh cerita Yosef mengaitkan cerita Yosef tentang Maria dengan cerita perpisahannya yang baru saja terjadi dengan kekasihnya (kekasih Yosef) gara-gara tiada restu orang tuanya kekasih Yosef. diceritakan disebabkan oleh peristiwa pertemuannya dengan tokoh Maria Pinto. hanya antara kita.

Alang-alang yang subur jangkung. perasaan dengan ³nilai lebih´ ini semakin kuat diduga ada setelah cerpen ini diakhiri oleh paragraf berikut ini: Angin tiba-tiba bertiup kencang lewat jendela. Kemudian. bagaimana dia dengan tangan dingin membunuh seorang wanita pimpinan teroris yang menjadi target operasi instrumen keamanan negara yang ternyata tidak lain dan tidak bukan adalah merupakan perempuan di sebelahnya sewaktu mencurahkan ingatan tentang kisah kesaktian Maria di atas kereta. (hal. Namun di sisi lain. Kekagetannya sewaktu mengetahui bahwa kuda Maria tersebut adalah kuda mainan yang terbuat dari kayu juga kurang kuat untuk bisa dianggap menjadi alasan keutamaan perannya karena tema cerita juga berputar ke peristiwa-peristiwa lain seperti kematian adiknya. Ia merasa terbang di antara awan. Dari hal ini bisa diduga bahwa penonjolan kuda tersebut pada judul adalah berfungsi untuk menonjolkan peran Maria sendiri²sebagai empunya² bagi sisi kemanusiaan Yosef yang menjadi tema cerita. salah satu alasannya juga bisa dilihat dari pilihan judul bagi cerpen ini: ³Kuda Terbang Maria Pinto´. Ia melihat Maria Pinto menyeberangi langit dengan kuda terbang. musuh negaranya. dan gunung batu terjal di kejauhan kembali memenuhi penglihatannya bersama kenangan pada gadis itu. Perannya bagi tema cerita mengenai distorsi kejiwaan yang melanda prajurit Yosef juga bisa dipandang berlangsung tidak langsung. semak-semak duri di tanah gersang. atau mungkin memendam. perasaannya terhadap Maria. Mengapa perempuan itu selalu mengikutinya ke mana pun? Maria Pinto tersenyum. Bahkan hingga akhir cerita pun digambarkan seperti itu. (hlm. Lagi pula hadir sebuah antiklimaks saat sang kuda sakti tersebut tidak lagi ³besar´ dengan selubung kabut mitos dan misterinya. melihat sebuah dunia yang terus memudar di bawahnya. Yosef terlihat memelihara. mengulurkan tangannya yang putih dan halus. di satu sisi Yosef adalah seorang prajurit yang tetap setia menjalankan tugas yang diembannya. seorang gadis yang menjadi pelindung gerombolan pemberontak. Bagai tersihir Yosef menyambut jemari gadis yang menunggu. Padahal kuda saktinya Maria tersebut secara frekuensif sangat kecil porsi kehadirannya dan bisa dianggap tidak berdiri di barisan tokoh-tokoh utama. . Seperti sudah dikemukakan sebelumnya. melayang. 20) Dapat dipahami bahwa pembaca bisa melihat ini sebagai sesuatu yang aneh.Angin pun berangsur tenang. Tubuh Yosef menggigil.11-12) Gangguan kejiwaan yang melanda Yosef bisa dipandang cukup besar pengaruhnya dari pertemuan dengan Maria.

Enam bulan lalu adiknya meninggal disiksa para pemberontak.´ tutur Yosef. beban emosionil menekan begitu berat dan sangat dahsyat. Ia merasa lega sudah membagi kisah-kisahnya yang terdengar lemah dan pengecut pada perempuan muda ini. Perempuan muda itu terusik sebentar. ia merasa tenang di sisinya. sisi manusiawinya mesti ³terdampar´ di kehampaan relung-relung jiwa. Malahan dia digambarkan seolah tetap masih memiliki simpati terhadap sasaran yang pernah menjadi teman curhatnya tersebut. Paduan yang kontras seperti ini juga tergambar pada bagian cerita yang mengisahkan cerita Yosef pada perempuan di sebelahnya di atas kereta tentang kematian adiknya yang mungkin juga memilih jalan hidup sebagai tentara.´ ujar Yosef pelan. Kini Yosef satu-satunya anak lelaki dalam keluarga. tidak akan berkhianat dan lari dari tugas.Kontradiksi inilah yang bisa dimaknai sebagai situasi hampa pada kejiwaan prajurit Yosef dalam cerpen ini. tak akan. dan kemaluan. Kasihan dia. memandang lurus ke depan. (hlm. meski. Jiwa yang hampa ini menghadirkan logika sejalan dengan karakter pembunuh berdarah dingin pada perannya sebagai seorang sniper pada cerita bagian akhir. ini sudah pilihan. saya tak pernah menembak Maria Pinto dan kuda terbangnya. nyaris bergumam. di sisi orang asing yang bertemu di perjalanan. Seperti ungkapan menjijikkan dalam roman. «.ia sangat sakti. usus. Berbagi cerita yang dilakukannya dengan wanita yang tanpa sebelumnya ia sadari nanti akan dibunuhnya (demi tugas) itu pun menjadi sebuah sarana untuk mengisi ruang-ruang tertekan dalam batinnya. 14) Paradoks dan paduan antara kehampaan jiwa dan kesetiaan pada tugas ini terlihat lebih jelas lagi dalam kutipan berikut ini: ³Tapi. Jenazah sang adik kembali tanpa jantung. sebagaimana digambarkan di atas. ³Petinya berselubung bendera besar. Ibu saya trauma. Walhasil. besar sekali!´ Ada nada bangga bercampur haru. Tapi. lalu kembali menekuni halaman-halaman buku. ³Tadi pagi ibu saya menangis lagi. Ini kepulangan terakhir saya sebelum kembali bertugas. (hlm. 14) Klausa memandang lurus ke depan di atas bisa dimaknai sebagai simbol sisi teguh Yosef sebagai prajurit yang telah bersumpah setia. percuma saja. akan tapi di sisi lain dia juga tidak desersi dari kewajiban dan loyalitas pada penguasa negara hanya digara-garakan persoalan perasaan dan cinta. terkunci rapat dalam peti mati kayu mahoni. Dia tidak digambarkan begitu menggebu-gebu dalam menjalankan misi untuk membunuh musuh negara tersebut. Semula .

Alangkah ganjil menyaksikan penembak jitu memercayai hal-hal yang jauh dari hukum benda dan kasatmata. Sakit pada hati sampai mati. yang ingin dikemukakan: Sakit pada tubuh bisa diobati. 30) Garis relasi antara tokoh Ibu dan Ayah merupakan pemicu utama tema utama cerita meski tokoh Aku yang menjadi pembawa atau punggawa alur cerita dan hubungan atau interaksi antara tokoh Aku dan Ibu yang terbanyak menyita porsi kisahan cerita. Kehilangan pertama kalinya terjadi sebagai akibat sebuah peristiwa atau lebih spesifiknya huru-hara sosial-politik yang membuat tokoh Ayah tidak bisa kembali ke tengah-tengah keluarganya karena sudah berada di luar negeri (tempat yang aman guna menyelamatkan diri dari peristiwa sosial-politik yang terjadi itu). Kehilangan inilah yang membuat tokoh Ibu ³terpaksa´ menjalani profesi sebagai wanita panggilan demi membesarkan .. meski sudah kumal dan koyak-moyak tak dibuang ke tong sampah. tokoh Aku terlihat tidak terlalu terguncang secara kejiwaan. dia terkesiap ketika menatap wajah si prajurit. Oleh karena itu. yang menjadi sudut penceritaan. Wajah lelaki itu mirip boneka kain kanak-kanak yang terlalu disayang. inilah wajah orang yang hidup-mati dari perang. Penderitaan tokoh Ibu ini disebabkan dua hal yakni kehilangan sang suami dan ³kehilangan kedua kalinya´ sang suami. yang menyerupai sulaman bordir asal jadi dan bermotif sulur di tangan pemula. Barangkali.2 Derita Seorang Ibu dan Makna Keutuhan Sebuah Keluarga dalam Cerpen ³Makan Malam´ Tiga kalimat terakhir yang menutup cerpen ini barangkali bisa dipandang sebagai persoalan inti. dalam hubungan dengan cerita kehilangan dan kemunculan tokoh Ayah. atau setidaknya sari cerita. kata itu makin sayup dan tak terdengar lagi «(hlm. Garis tadi menghasilkan pemaknaan tentang kepedihan jiwa seorang istri yang ditinggalkan sang suami yang dicintanya.4. Sepasang matanya sayu berhias bekas-bekas sayatan dekat alis. (hlm. wajah penuh luka jahitan. Pedih dan perih ini terasa sekali berfokus di tokoh Ibu yang mengalami langsung dari jarak dekat peristiwa ditinggalkan orang terkasih tersebut. Sementara tokoh anak (Aku). Tetapi. Ayah. berbeda sekali dengan psikologis tokoh Ibu. terlihat sudah cukup berjarak secara emosional dengan bapaknya karena sejak kecil dia memang hanya mengenal ibunya. 13-14) 3.ia kurang berminat mendengar ocehan prajurit cengeng ini.

Aku nggak mau melihat Ibu sedih. Bisa jadi hal ini karena dia sudah menduga kekurangsetiaan tokoh Ayah. ³Siapa?´ ³Lelaki itu. 22-23) « ³Kalau begitu. lembut.´ ³Sejarah bisa dihapus. Ada apa? ³Dia akan pulang ke sini. Hal ini wajar kiranya dipahami begitu sangat menyakiti hati seorang wanita. aku diambil dari bank.´ Ibu menyeringai getir. putuskan saja. Ibu sudah menguncinya dengan jawaban singkat yang umum. lalu mengusap-usap kepalaku. datar. kemudian makin berkurang. 24) . Kita jemput dia di bandara dua hari lagi. bisa ditafsirkan pula bahwa rasa kehilangan lebih mendalam diderita tokoh Ibu justru karena tiada kabar yang sekian lama dari tokoh Ayah. Kalimat µI love you¶ cuma terdengar sekali. Namun kemudian.´ ³Oh «. Ibu melamun. Dulu sering kulihat Ibu melamun. Kutipan di bawah ini menunjukkan hal itu: Malam ini Ibu agak dingin. ³Kamu minta cuti kantor saja sehari.´ (hlm.´ ³Ayah? Ibu bilang. Kenyataan terakhir ini baru diketahui belakangan setelah tokoh Ayah muncul kembali. (hlm. tokoh Aku.´ Aku cemas. ia bersembunyi dalam kamar yang tak bisa kumasuki. hanya tahu bahwa dia bapak tidak ada.putri semata wayangnya dan menerima takdir bahwa putri yang dicinta itu. Di sini sebabnya mungkin bukan sekadar keadaan sosial-politik lagi. Sepasang matanya menerawang.´ Aku tak melanjutkan pertanyaan. Kesedihan ini terasa bercampur baur dengan adanya sedikit harapan bahwa sang suami akan kembali. Ketika Ibu melamun. ³Yang satu ini tidak semudah itu.´ ³Yang ini tidak bisa. dari kehilangan yang pertama ini. Sekarang Ibu kembali pada kebiasaan lama. Derita kejiwaan tokoh Ibu pun sebetulnya tetap telah ada meski dengan alasan keadaan sosial-politik sebelumnya. melainkan sudah berupa pilihan sikap dari tokoh Ayah untuk tidak sesegera mungkin menemui tokoh Ibu.´ ³Kenapa?´ ³Dia ayahmu. dan akhirnya.´ kata Ibu. aku seolah ditinggalkan sendiri dan bukan bagian dari dirinya lagi. Ketika Ibu melamun. Karena kami punya sejarah. tak pernah lagi.

kegenapan. Ibu. dari sudut pandang tokoh Aku²yang telah sangat berjarak dengan bapaknya itu²justru kehadiran dan keutuhan tersebut menjadikan suasana yang tidak sempurna. dan kebulatan sebuah keluarga. dengan rongga mata dalam. Gesekan antara harapan ked atangan lagi dan kekecewaan ditinggal pergi inilah yang mengusik-usik ketenangan hidup tokoh Ibu. kenyataannya kutipan kalimat-kalimat terakhir cerita di awal tadi menunjukkan bahwa tokoh Ibu menderita dan sakit hatinya. bisa dilihat dari kontrasnya (kejiwaan tokoh Ibu) dengan sikap tokoh Aku sebagai anak yang tidak pernah berjumpa bapak. Jasnya kebesarannya. Namun. putih. Inilah Ayahku. ketika tokoh Ayah kembali hadir di tengah-tengah mereka. ia juga tidak mentah-mentah menolak kehadiran kembali tokoh Ayah. Selain kedatangannya (tokoh Ayah) hanya. justru suasana semula ini sirna. dan Ayah. Dari cerita didapatkan kesan kebahagiaan hidup tokoh Aku dan tokoh Ibu meski sekadar hidup berdua setiap kali menjalani rutinitas makan malam mereka berdua. sementara tokoh Aku dari kutipan ini kelihatan tidak mempunyai ketertarikan untuk ³menyikapi´ peristiwa tersebut alias merasa biasa-biasa saja. Ibu membeli makanan terbaik dari restoran mahal. Judul cerpen sendiri. Wajah pria di hadapanku tirus. Ibu dan Ayah tak berani saling pandang. Seperti melengkapi sebuah puzzle dengan benda yang sudah berbeda. suami tercintanya. 28) . sekali lagi. hanya menjadi sarana untuk melukiskan suasana derita tersebut dalam konteks keutuhan. Di saat keluarga menjadi utuh. Denting sendok garpu saling bersahut. suasana menjadi ganjil. Kedatangan sang suami ternyata hanya seperti ³merobek´ lagi luka lama dengan memberi kabar tentang istri keduanya dan dua anak barunya di negeri luar sana.Kutipan di atas memperlihatkan ³dinginnya´ tokoh Ibu (sekaligus menunjukkan kebimbangannya) dalam menyikapi kembalinya tokoh Ayah yang telah tiada berkabar sekian lama itu. Uban sudah memenuhi kepala. Entah apa permintaan maaf sang suami cukup mengurangi kadar derita sang istri. kehilangan kedua kalinya justru terjadi di saat yang hilang itu telah kembali datang. seperti diistilahkan tadi: merobek luka lama. Makan malam kali ini kami bertiga. (hlm. Logika umum bahwa berkumpulnya semua anggota keluarga²orang-orang yang dicintai² akan membahagiakan hati ternyata dalam cerpen ini tidak terbukti. Pemaknaan seperti ini. Aku. seperti ditunjukkan dalam cerita ini. ³Makan Malam´. Tak ada musik klasik. Harapan tokoh Ibu bisa dianggap tetap ada karena. Bagaimana aku menghadapi pria ini? Kami makan tanpa suara. Sementara itu. Aku seakan monyet yang terjebak. mirip rintihan. Suaranya gemetar.

taktahu apa ada dokter yang bisa mengobatinya. 31). 3. malah cengeng. Kamu yang segar bugar. Oh. Mursid mengelus punggungnya. soal yang dulu. kurus dan ringkih. Seorang cucunya menunjuk-nunjuk panik ke kolam. Sid.3 Antara Rahasia Pengkhianatan dan Usaha Untuk Menjaga Persahabatan dalam Cerpen ³Pesta Terakhir´ Seperti debu tanah yang beterbangan di taman. 41) atau layaknya daun teratai yang layu dan busuk mengambang di permukaan air coklat keruh (hlm. Ketidakutuhan ini lebih baik dibanding ³lengkap´ namun dengan sesuatu yang sudah sama sekali berbeda. Ia menyambutnya dengan peluk hangat.Dari cerita ini didapat pemaknaan bahwa kebahagian keluarga itu justru didapat dalam ketakutuhannya. Untunglah keganjilan tersebut hanya berlangsung sementara lalu berlalu. seperti begitulah perasaan hati tokoh Kakek Mar ketika terkenang akan sahabat-sahabat seperideologiannya dahulu sewaktu masih muda dan pengkhianatannya atas mereka. Saat ia bertemu Mursid di akhir ³pesta terakhir´ diceritakan bahwa ia sudah hendak bercerita tentang pengkhianatan yang ia lakukan ini atau dengan kata lain hendak melakukan semacam pengakuan dosa. aku« Tiba-tiba terdengar jeritan dari arah kolam. Tangan Mursid bergetar dalam genggamannya. selamat ulang tahun teman duniaakhirat. bicaralah. ya. soal apa saja. seraya mengerjap-ngerjapkan mata yang basah. Namun kepahitan akibat kedatangan itu telah membekas di hati tokoh Ibu dan justru menambah segala beban derita akibat rasa kehilangan sebelumnya. aku mau bicara sesuatu. pikirnya. Umur manusia µkan terbatas« Sudah. Benarkah? Air matanya meleleh. sudah. kok. Sampai ia menjalani usia lanjut dan hingga akhir cerita diceritakan bahwa rahasia pengkhianatan ini belum juga diceritakannya. Tak urung air matanya terbit ketika Mursid lagi-lagi berbisik. namun sebuah peristiwa kecil mengganggu terungkapnya rahasia itu dan menggantungkan cerita pada sebuah tanda tanya: apa gerangan selanjutnya? Mursid muncul di ambang pintu. jangan menyumpahi dirimu sendiri. Aku mau minta maaf. ini pestaku yang terakhir. Ia menuntun Mursid ke sofa. ya. Ia ingin membuat pengakuan.4. Kini ia mulai menangis terisak-isak. Sid. Aku yang sakit-sakitan begini nggak pernah kepingin mati. . berulang-ulang menyepuh daun dan kelopak bunga-bunga yang tersisa di ranting hingga terlihat makin kusam (hlm. Mungkin. sendu.

berjualan manusia. 42) Rahasia yang disimpan Kakek Mar adalah pengkhianatan terhadap kawan -kawannya sewaktu dahulu mereka dipenjara bersama gara-gara perbedaan ideologi dengan pemerintahan baru yang melakukan sebuah kudeta merangkak terhadap otoriterianisme pemimpin lama. Ya. Tuhan. 39) Dengan ³melaporkan´ nama-nama kawannya sendiri. Berikut kutipannya. mana cucunya yang seorang lagi? Ya. Tiba-tiba. Karakter tokoh Kakek Mar yang doyan perempuan dan tiada dapat menahan nafsu birahi berlama-lama menjadi sebuah jalan untuk mendapatkan ³keterangan´ yang diperlukan darinya. Mursid tertegun di sofa. Kakek Mar bebas dari penjara dan selanjutnya berstatus sebagai ³pencatat´ atau ³penjaja manusia´ sebagaimana yang dikatakannya sendiri pada putrinya. apa susahnya? (hlm. berbulan-bulan. butuh pelampiasan. Dalam sel yang sempit di Salemba dulu. Dua tukang kebun terlihat buru-buru menggotong tangga. seperti disentakkan sesuatu di ulu hati. mereka pernah bertaruh dengan nasib. Ia terkekeh. Barangkali pula bisa menjadi semacam pembenaran atas khianat terpaksa yang mesti dipilihnya. toh tinggal mencatat saja? Setelah itu kamu bisa bebas dan kumpul dengan anak-istri. namun dalam buku rapor putrinya ia menulis: wiraswastra. Apa sih pekerjaan Papa? Tukang catat. Ya.Lho. ia merasa sedih. bersiap turun menjemput cucunya. Nafsunya. Ia tak tahan. Orang-orang dalam rumah riuh. Olala. Angin musim panas berdesir lagi dalam ruangan. Ia hanya diminta menyebutkan namanama yang dianggapnya sangat berbahaya. termasuk memberi tanda ideolog pada nama Mursid. Pengkhianatan pada kawan seperjuangan memang berbuah surga duniawi bagi beliau. tokoh Alma. Tukang catat? Ya. Barangkali dengan menggunakan anggaran rakyat (uang negara). kata petugas. Apa susahnya. Seorang perempuan menghambur ke taman sambil menggendong bayi. (hlm. Ketika seorang petugas mendekatinya dan menawarkan kerja sama. ia setuju. geli. terutama. Seorang pria tua berjongkok di tepi kolam. Si Sena terjatuh. Ia langsung berlari melewati lubang pintu yang terbuka. dengan bekal posisi yang didapat dari pengkhianatan tersebut²dengan tetap meneruskan profesi sebagai juru . Suatu hari Alma kecil bertanya tentang pekerjaannya. Kakek Mar akhirnya bisa bersenang-senang ke berbagai belahan dunia. (hlm. Amis lumpur mengelana dalam udara. 40) Kebebasan itu pun kemudian menjadi ³gerbang´ bagi Kakek Mar guna melanjutkan petualangan cinta (seksual)-nya. Bahkan. Berkali-kali ia onani saat teman-temannya sudah bergeletakan tidur malam sehabis korve seharian yang menyiksa.

Namun ternyata status sebagai seorang pengkhianat ini tidak membuat Kakek Mar melupakan kawan-kawan lama yang dikhianatinya itu. entah hidup. tanya Mursid. Akibatnya. tentu. Nak. ya. terheran-heran. pada Mursid dia mengaku atau berbohong bahwa ³rezeki´ itu didapat berkat bantuan menantu adiknya. berturutturut tercantum nama Hendro. Bukan koneksi. ternyata . ya. Yusmin. Kakek Mar justru hidup berkecukupan atau berlebihan berkat pilihan menuruti kehendak nafsu birahi yang dahulu dipilihnya. Tiap bulan dikirimnya wesel ke alamat sahabatnya. Ia sendiri rajin menyantuni Mursid yang tak punya mata pencarian tetap selama puluhan tahun ini. setulus mungkin. ia kehilangan jejak. tentu. Di pesta ulang tahunnya. Setelah Arsyad. dikarenakan bekas dan berkas status ideologi politik yang melekat. sudahlah. berulang-ulang berucap bahwa ia benar-benar sahabatnya dunia-akhirat. Alma tak segan-segan mengirim masakan pada keluarga sahabat Ayahnya itu setiap minggu. dia mengundang semua teman-temannya dulu yang kebetulan masih bernyawa dan beruntung belum mati karena pengkhianatan dan nafsu birahinya. entah mati. ia langsung menawarinya bekerja di sebuah kantor pemerintah. terlebih lagi ³sahabat dunia-akhiratnya´ Mursid. Meski begitu. tapi kebetulan menantu adikku sudah berpangkat tinggi di situ. apa boleh buat. Nama Mursid berada di urutan pertama. Bagaimana kamu bisa punya koneksi di sana. merasa kurang nyaman mendengar julukan itu. yang diisyaratkan pengarang cerita sebagai pesta terakhir bagi kakek ini. jumlah yang cukup untuk membeli beras dan lauk pauk di pasar. lalu diraihnya sehelai catatan dari situ. ah. Kami sudah melewati banyak suka-duka bersama. disusul Arsyad. Ia ingin membaca ulang daftar tamu. Kasman. Mursid memeluknya. Berikut kutipannya: Papa sayang sekali. Dua lagi tinggal kenangan. Mar. Hartono mati ditembak. balasnya. 39) Meski dilukiskan sebagai seorang pengkhianat pada teman-teman seperjuangannya.catat²dia bisa membantu mencarikan pekerjaan di lahan ³basah´ bagi anak Mursid (sahabat yang dikhianatinya tetapi tetap terus ditemaninya). juga kawan-kawan lamanya yang lain. Ia tersenyum kecut. daftar nama para tamu yang ditulis Alma. (hlm. ya sama Om Mursid? Oh. Ali« Lima orang. Tapi. Di tengah-tengah kehidupan serba susah yang dijalani Mursid. Ketika putra sulung Mursid tamat sekolah menengah. Ia terlihat terus berusaha menjalin hubungan dengan mereka sembari tetap memelihara sebuah rahasia yang mungkin akan mengoyak-ngoyak hubungan mesra itu. Apakah Alma sudah mengundang semua sahabatnya? Ditariknya laci meja.

menyalakan kran. Oh. Bagaimana Om Hendro. ya. Nak. Ia kebetulan belum ada uang. Papa. Katanya. Ia merasai kembali angin musim kemarau. Rumahnya memang jauh dari sini. bagaimana ini? « Ia merenung-renung. yang bertiup kering dengan tajam ke dalam ruangan. Kakek Mar juga terkenang akan sahabatsahabatnya yang telah tidak ada di dunia ini. Sewaktu Alma mewartakan ketidakdatangan sahabat-sahabatnya. Perhatikan kutipan berikut: Angin panas mengusap kulitnya lagi di ruangan ini. kecuali Mursid. aduh« aduh. Perempuan itu merasa percuma sudah menyiapkan banyak makanan. Pa. membasuh wajahnya dengan air dingin yang mengalir. dia dilarikan ke gawat darurat. Kenapa dia nggak bilang dari kemarin. Om Ali tak bisa datang. Ya. Tuhanku. Selamat ulang tahun saja buat Papa. Ia melihat debu tanah beterbangan di taman« « Sendi-sendi tulangnya tiba-tiba terasa lemas. (hlm. biar kita suruh sopir yang jemput? (Alma mengangkat bahunya. . Kakek Mar digambarkan sehat wal afiat secara fisik. 40-41) Beban dari dosa pengkhianatan yang dilakukannya yang berjalan seiring dengan kasih sayangnya yang tulus pada sahabat-sahabatnya merupakan sebuah fenomena kemanusiaan yang menarik untuk dimaknai dari tokoh Kakek Mar. mereka µkan nggak punya telepon. Namun kemunculan berkali-kali teks yang menggambarkan gangguan kesehatan pada Kakek Mar bisa dianggap menunjukkan sesuatu beban yang melanda Kakek Mar. ia juga tak bisa datang. Istrinya baru saja telepon.Kakek Mar juga ditampilkan dengan sisi kemanusiawiannya. Dada sesak. Selain tetap menjalin hubungan dan berusaha membantu sahabat-sahabatnya. ya. Terus « bagaimana yang lain.) Om Mursid sudah janji datang. Alma tiba-tiba muncul di ambang pintu. Kakek Mar menjadi sedih sekali sebagaimana sedihnya dia mendapat panggilan sahabat dunia-akhirat dari Mursid. Ia menggeragap. Liver. Ia berjalan tenang ke wastafel. Al? Om Yusmin bilang. Sebagai seseorang yang berhasil lolos untuk hidup makmur dan sejahtera. Aduh. meninggalkan rasa tersengat dan perih di pori-pori. sama Om Arsyad? Coba kamu telepon mereka. Papa. Kepalanya mulai pusing dan perutnya mual lagi.

ditambah udara memang panas sekarang ini. Siapa bilang? Orang seumur Papa ini µkan harus menikmati hidup yang sebentar lagi. Namun secara kurang ia sadari pula. secara kurang disadari. Mungkin. snut. Dalam perjalanan. (hlm. ne. dosa tersebut secara laten tetap mengendap dan menghantui sisi lain kemanusiaannya. Al. Perasaan berdosa itulah. ne « (Ia gerakkan telunjuk kanannya. ada yang belum terucapkan di saat akhirnya berserah. Mbak.Musim kering ini hanya membuat kepala pusing dan perut mual. Perubahan cuaca memang sering mengagetkan tubuh. Alma sangat khawatir. bersiap turun menjemput«(hlm. 34-35) Bisa diduga. kok. ya. balas Alma. Hasilnya? Bapak sehat. Siapa tahu. berkat karakter ini. Mereka kembali ke mobil dan melaju di jalanan yang panas dan macet di siang terik. kata dokter itu pada Alma. meski pada akhirnya. senang. sehingga kemarin tergopoh-gopoh mengantarnya ke dokter. perasaan bersalah yang bersifat kebatinan (bukan fisik) inilah yang tengah melanda Kakek Mar. terima kasih. Mungkin Papa banyak pikiran. Kepala Papa pusing sekali. Ne. dia tetap bisa disadarkan bahwa dia seorang pendosa. Gaya hidupnya yang berorientasi hedonis barangkali membuat dia berusaha untuk tidak menjadikan rasa bersalah itu membebani dirinya dan mengganggu kesenangan-kesenangannya. Pa. akhir cerita digantungkan. Siapa tahu ada yang memberatkan pikiran Papa. . salsa« mulai ia jauhi. Snut. Meski begitu. Inilah sisi positif manusia dengan karakter seperti tokoh Kakek Mar. yang mendorong Kakek Mar untuk hendak melakukan pengakuan dosa pada sahabat terdekatnya Mursid di akhir cerita. Oh. judul ³Pesta Terakhir´ bagi cerpen ini bisa dianggap memberi pemaknaan tersendiri untuk menafsirkan maksud penggantungan di bagian akhir tersebut. Kemarin Papa habiskan jeruk manis sekilo sendiri. ia merasa pusing dan mual lagi. chacha. Di samping itu. ne. Tanggo. Apalagi sebagai seorang manusia dengan karakter berorientasi senang dan bahagia. baiklah kalau begitu. snut« Urat kepala bagai dawai dipetik. Tolong matikan radionya. Seorang pria tua berjongkok di tepi kolam. 42). yang sebelumnya semata diakui di dalam hati. Musik bertempo cepat dari radio mobil membuat kepalanya makin berdenyut. seperti saat melarang Alma kecil bermain air hujan) Jangan ngomong begitu. Barangkali seperti derai-derai cemara. buat apa memikirkan yang menyedihkan hati. kok. ne. dia terlihat lebih mudah untuk menyayangi dari pada memelihara benci. ne. Papa harus banyak minum dan makan buah segar. Papa sudah banyak minum dan makan buah. lho.

setelah itu kami jadi orang asing lagi satu sama lain. Lelaki tua ini datang dengan istrinya yang dari cakapannya pada tokoh Ia (yang menggunakan panggilan jeng) memperlihatkan bahwa tokoh Benyamin dan istri resminya ini memang orang-orang terhormat yang berlabel ortodoks ninggrat. Mungkin. Benyamin mengaku sebagai pria kesepian yang sudah ditinggal pergi oleh anak-anaknya yang masing-masing juga sudah berkeluarga dan juga telah ditinggal mati oleh sang istri tercinta. sampai sang kekasih lelap dan mendengkur. setulus hati.3. Hidup ini hanya kesialan bagi orangorang tua. Seperti biasa. sekadar bermaaf-maafan. Di saat mereka sesaat ³bercinta´ semalam. tokoh Ia bertemu lagi di kafe tersebut dengan lelaki sok nigrat ³langganannya´ semalam yakni Benyamin G. Semula ia berharap Benyamin menjadi yang terakhir. Lebih sialnya. saat berbaring di pangkuannya.´ kisah Ben. Pria yang menerima segala kekurangannya itu bersedia mengawininya dan ia akan merawat Ben dengan baik.4. Ia memang mencintai pria itu. kembali mengurus diri sendiri. Kedatangan Benyamin dan istri ini sangat membuat sedih hati tokoh Ia karena kedatangan mereka itu membuka sebuah tabir rahasia yang bisa sangat mengecewakan hatinya. Istri Ben hampil meninggal sepuluh tahun lau. setelah menderita kanker ganas bertahun-tahun. tokoh Ia dalam cerpen ini melaksanakan rutinitasnya. Benyamin yang terhormat ini mungkin tidak menyangka akan bertemu lagi dengan banci yang semalam ³dipakainya´ untuk menumpahkan hasrat birahi. 62-63) . (hlm. di pagi yang dingin menusuk tulang di bulan Juni.4 Seorang Waria yang Dilukai Hatinya dalam Cerpen ³Balada Hari Hujan´ Dalam udara yang dingin dan cuaca hujan yang seperti tidak henti. ia datang bersama istri yang dari tutur katanya yang sopan menunjukkan mereka merupakan orang -orang yang berstatus terhormat. ³Anak-anak hanya datang pada hari raya. Di sebuah restoran langganan²yang kata cerpenis cerpen ini merupakan satu-satunya kafe di kota dalam cerpen ini yang buka di pagi hari²tokoh Ia memakan makanan rutinnya yakni semangkok bubur ayam istimewa dan separo gelas coklat panas. Tapi siapa sangka. Setelah mencari ³nafkah´ di malam hari. tokoh Ia sempat dibuai oleh harapan bahwa Benyamin yang terhormat ini akan menjadi kekasih terakhirnya dan bisa mengakhiri petualangan cintanya dari satu pria hidung belang ke pria hidung belang lainnya. setia mendengar keluh kesah Ben tentang anak-anak yang satu demi satu meninggalkan rumah untuk berkeluarga dan tak lagi peduli pada ayah mereka yang sendirian. ia mengelus-elus rambut pria itu dan menyanyikan lagu-lagu nostalgia yang digemari pria seusia Ben. tokoh Ia menjalani rutinitas lain yang juga tidak kalah manusiawi: sarapan.

dan ngeri. samar-samar. Payung ungu itu mengembang lagi. Dengan teknik penceritaan yang cukup menegangkan serta agak mencengangkan. Kini sehelai sapu tangan mulai dikeluarkannya dari rongga tas tangan. lalu hinggap di mangkukmangkuk bubur mereka. seolah mengisyaratkan betapa telah mewanitanya tokoh Ia yang sejatinya pria ini. lurus-lurus dan berani. 63) Perhatikan penggunaan kata menaklukkan wanita di atas. Ia sungguh kecewa. Terang saja. Ada dua komposisi batuk sekarang. Ia tiba-tiba tersedak dan mulai batuk-batuk. memasang jerat untuk menaklukkan wanita. tak peduli tua atau muda. tokoh Ia merasa dibohongi oleh kakek yang satu ini. Wangi musk bercampur kayu cheddar juga masih tertinggal. keperihan. yang sama-sama sumbang. Secara fisik-psikis bisa diduga perasaan terluka itu spontan mampu untuk memancing reaksi tubuhnya.) serentak menoleh ke arahnya. Ia merasa puas dan menyungging senyum lebar. Hiiiiiii «. Sorot mata mereka mengisyaratkan rasa terganggu. Mereka sangat pintar mengarang cerita sedih. Ternyata lelaki tetap saja lelaki. Langit abu-abu tua. (hlm. (hlm. Suara batuk keris yang khas pun terdengar menimpali batuknya. Ia membalas tatapan si pria tua (Benyamin-pen. Hari yang cukup berat di antara puluhan ribu hari yang sama kembali berlangsung. Berapa lama ia bisa bertahan di dunia semacam ini? Hujan masih menyambutnya di luar kafe. pengarang cerpen ini mempertemukan tokoh Ia dan Benyamin dan istrinya²yang masih hidup ternyata²di pagi harinya di sebuah kafe. meski dalam cerita. Sensitifitas jiwa perempuan dalam tubuh lelaki tokoh Ia terang saja sangat terguncang dengan kenyataan pahit dan menyakitkan ini. Pilihan kata seperti ini.Namun tidak dinyana. bersahut-sahutan. Ia rapatkan kerah- . Pasangan muda-muda maupun manula (Benyamin dan istri-pen. Sepasang mata tua itu mendelik. kemudian dibekapkannya pada mulut yang bising.) secara khusus. Jalan yang basah menyambut langkah-langkah kaki yang menggigil. terbuat dari sulaman benang biru. 63-64) Sapu tangan berinisial ³BG´ pemberian Benyamin yang dijadikan pengelap ingus tokoh Ia yang terbatuk-batuk tersebut seolah menjadi sebuah simbol bagi muntahan kemarahan tokoh Ia terhadap Benyamin. sebagaimana bisa disimak dengan sangat nikmat lewat penutup cerita berikut ini: Ia ingin pulang dan menenangkan pikiran. jijik. Sebuah kemarahan yang berujung kesedihan. Ada inisial ³BG´ di sudut saputangan tersebut. Benyamin tega berdusta. Tak siasia. kaget. dan kepedihan. yang dilakukan pengarang. Virus influenza bisa saja beterbangan di udara. Ben bahkan tega membunuh istrinya sendiri.

5 Kampung Halaman. dan kerak nikotin menempel di celah-celah gusinya. dan yang Tersisa Darinya dalam Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ Ia merasa ikatan hidupnya dengan pulau itu berangsur-angsur punah (hlm. nanti malam ia akan menghibur hatinya yang sedih di sebuah diskotek di jantung kota bersama teman-teman senasib. Halifa masih ingat wajah lelaki itu. ia jarang tertawa. Hanya matanya yang sering berbinar melihat orang datang. keluarga pemilik kebun. Sepasang mata yang sipit. Sophia« tunggu aku. Mungkin. (hlm. Halifa bertemu lagi dengan salah satu bagian dari masa lalunya. Si Penjaga Kebun. Halifa telah kembali ke tanah . atau lebih tepat lagi. langsung mengarah-arahkan pada Si Penjaga Kebun. Pada orang yang dipanggil Atuk oleh Halifa inilah cerita memusat. begitu asing. Sejauh manakah kenangan akan rumah baginya masih membekas? Di kampung halamannya ini. Cerpen ini bercerita tentang kunjungan pulang ke rumah seorang gadis perantau bernama Halifa yang sudah lima belas tahun tidak sempat pulang karena sibuk bekerja mencari nafkah di perantauan. Ia merasa hidup begitu sepi. bagaimana akan dipahami segi keindahan seperti yang umum dilekatkan pada label kesusastraan? Namun ternyata dalam cerpen ini. Perhatikanlah empat kalimat pertama kutipan di atas. dinyatakan bahwa Si Penjaga Kebun ini menjadi begitu berharga bagi Halifa. Saat ia tertawa terlihat gigi-gigi yang tak rata. Angie. ya. (hlm. yang terletak di sebuah pulau kecil.4. Tapi ini bukan kisah tentang kerajaan. Jasmine. Ketika si penjaga kebun meninggal dan jenazahnya dimakamkan. seperti warna langit hujan. hidung pesek. Tapi. menahan udara dingin. Mella. ratu dari dunia yang abu-abu. Hidup sendirian di tengah kebun tentu sebuah pengorbanan. 64) 3. Air mata mulai mengembang di balik kaca mata hitam ala Sanborn. 87). ompong. melainkan kisah tentang kepedihan. Demikianlah bunyi kalimat terakhir cerita dari cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ ini. Liza. kita dugem sampai pagi! Di diskotek itu pula ia dinobatkan sebagai ratu waria. Suatu waktu disempatkanlah oleh tokoh Halifa pulang ke ³tanah´ airnya. Ia senang dikunjungi dan cepat-cepat menyuguhkan air putih serta bijur rebus atau buah keremunting yang hitam-manis pada tamunya. Dengan narasi yang terlalu ³jujur´ tersebut.kerah mantelnya. Segala Kenangan. 77) Demikianlah narasi paragraf pertama pembuka cerpen ini. tapi tak bisa. Ia mencoba bersenandung. dan bibir hitam terbenam di kepala yang kecil.

Sepasang suami-istri merelakan bayi mereka yang baru berumur dua hari untuk diangkat anak oleh keluarga lain. 77-78) Kakek dan nenek Halifa telah lebih dahulu berpulang ke ³tanah´. sang suami meninggal dunia akibat tuberkulosa dan sang istri meninggalkan gubuk kecil mereka dengan lima anak kurus meringkuk lapar di dalamnya. di kantor. dan di tempattempat baru yang pertama kali dikunjunginya. di kamar kontrakan. terutama hidupnya yang sendiri. Sementara Malida. keberadaan Si Penjaga Kebun menjadi cukup penting bagi Halifa. Sebab itu. Untunglah ada orang yang lebih mampu bersedia mengurus bayi mereka yang baru lahir. adiknya. yang selama ini belum pernah diketahuinya. 87) Kepulangan Halifa dewasa ke ³masa kecilnya´ tentu saja menghasilkan situasi yang telah banyak berubah dari masa lalunya itu. Lima anak yang lahir sebelumnya harus menanggung penderitaan. Ia merasa ikatan hidupnya dengan pulau itu berangsur-angsur punah. lelaki itu menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga. Sudah lama Halifa tak pulang. Berminggu-minggu anak-anak tersebut ditinggalkan ibunya yang berharap ada orang kampung datang dan menyelamatkan mereka. Tentang sebuah keluarga yang tercerai-berai. Selang beberapa minggu setelah putra bungsu mereka diserahkan. Namun. Suatu hari ketika perempuan itu kembali untuk memastikan anak-anaknya telah diambil orang. Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun. Apalagi orang tua ini memiliki nilai historis baginya dan pernah menarik perhatiannya karena kesendiriannya. Ternyata pikiran yang kalut membuat si perempuan telah mengunci gubuk . Lelaki itu akhirnya mengungkap kisah yang mengguncang Halifa. juga telah punya kesibukan tersendiri di tanah rantau. (hlm. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan. belakangan baru diceritakan Si Penjaga Kebun sewaktu Halifa mendatangi pondoknya. (hlm. Ia cuma mengirim doa. Mereka tak sanggup membesarkan bayi itu lantaran kehidupan yang sulit di masa Jepang. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. (hlm. ia menemukan lima mayat tergeletak di lantai tanah dan telah membusuk.rantau. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. Ada sebuah rahasia. Tinggal ibu bapaknya yang tengah menikmati masa pensiun di hari tua. di bus. Namun. 84) Namun ada sesuatu hal yang membuat hubungan Halifa kepada Si Penjaga Kebun lebih kuat lagi.

tanpa mampu berteriak minta tolong. tidak tahu cerita ini. (hlm. 86-87) Pada akhir cerita ini Halifa baru tahu bahwa dia dengan Si Penjaga Kebun tersebut ternyata adalah saudara.dari luar. Barangkali. tapi tetap bertahan dalam kebun mereka. Kata ayah. Putra bungsu suami istri yang malang tadi adalah ayah Halifa. Hubungan mereka ternyata bukan sekadar antara anak majikan dan orang upahan. Ayah dan ibu telah memutuskan pindah ke pedalaman. dalam cerita. Halifa terdiam. ia mati dimangsa ular atau buaya yang menghuni sungai. Ayah sudah menganggapnya keluarga. dia memilih tinggal di rumah kebun. kakek berpesan agar ayah memperhatikan nasib penjaga kebun dan tak boleh menyia-nyiakannya. terutama hidupnya yang sendiri. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. Dia sudah ayah minta istirahat dan kembali pada sanak-saudaranya. Orang-orang kampung melihatnya berlari kencang ke dalam hutan sambil melolong. Apalagi jika dihubungkan dengan ingatan Halifa ketika suatu kali ia mendengar ayahnya pernah menyuruh Si Penjaga Kebun untuk istirahat dan kembali pada sanak saudaranya tanpa dia sadari bahwa dialah sanak saudaranya itu.´ Lelaki itu mulai sakit-sakitan lantaran usia tua. Sebelum meninggal. Bahkan Ayah Halifa sendiri. mendirikan rumah di kebun pusaka kakek. Betapa terenyuh Halifa menyikapi kesendirian Si Penjaga Kebun. Barangkali pula memang ada kemungkinan kakek Halifa memang tidak mengetahui. Anak-anak itu terkurung di sana. Namun wasiat kakek Halifa pada ayahnya tersebut lebih menguntungkan penafsiran bahwa beliau memang tahu tapi mengambil keputusan untuk tidak memberi tahu. Sekadar memberi pengetahuan dengan jalan lain yang barangkali dipikirnya lebih elok dan yang terbaik. ³Dia turut menyaksikan jatuh-bangun keluarga kita. begitu pula si penjaga kebun. 84) Rupanya kakek Halifa tidak pula membuka rahasia tersebut sebelum wafatnya. Perasaan Halifa pada Si Penjaga Kebun inilah yang menghadirkan segi keindahan tersendiri bagi cerpen ini. tapi katanya dia tak punya keluarga lagi. Lelaki tua yang bercerita ini adik kandung dari pihak istri. bukan dengan yang lain-lain. Beberapa hal berikut ini juga menunjukkan kesan Halifa yang begitu kuat pada Si Penjaga Kebun: . Ayah suruh tinggal di rumah ini. Setelah itu ia benar-benar senyap dari muka bumi. Ayah telah menjalankan wasiat kakek. Pantaslah kiranya akhir cerita² sebagaimana sudah dikutip sebelumnya²membentangkan dan menonjolkan hubungan erat antara Halifa dengan Si Penjaga Kebun. dekat perkampungan orang-orang Tionghoa. (hlm. Mereka larut pada kegetiran masing-masing. Perempuan itu tak sadarkan diri dan saat siuman ia sudah lupa pada siapa pun.

lalu memacu mereka . Bila ada yang tersesat. mata orang yang mau menolong. Mereka biasa menemukan umangumang yang menghuni bekas rumah-rumah siput. 79) Selain tentang Si Penjaga Kebun. belajar beranak-pinak. Mungkin. Itu galibnya perkembangan manusia. Mang Cali dan adiknya Malida. ia akan tunjukkan jalan. Halifa kecil tak urung bersiul-siul senang menimpali tiap nada yang berasal dari lubang-lubang suling si penjaga kebun. neneknya. ayahnya. ia dan adiknya. ikuti saja aroma itu. lalu renta dan pikun. Radio model lama berbentuk roti bantal itu warisan kakek Halifa. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang. 78) « Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. Tanah rantau telah membesarkan otot-ototnya lewat kerja. dalam cerpen ini juga dikisahkan kenangan Halifa pada orang-orang lain dalam keluarganya sendiri. mengeluarkan binatang-binatang tadi dari dalamnya. Hembusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. Apa pendapat lelaki itu saat melihatnya sekarang? Ia bukan lagi Halifa cengeng dan manja dulu.Barangkali. Ia punya radio transistor yang bisa menangkap siaran dari Malaysia. (hlm. Yu Sur. ia akan berjanji menyampaikan pesan. Daya ingatnya pun mungkin sudah menumpul. menabur kotoran ayam dan kambing di atasnya. tanah perlu makan. Bila ada yang ingin menemuinya. ibunya. Malida. Berikut kutipannya: Seringkali sepulang sekolah. Kadangkala lelaki itu mengeluarkan suling dari tas resam dan memainkan lagu-lagu berirama Melayu. mengikat kaki-kaki tajam-lancip tersebut dengan benang. Bila kalian ingin bertemu tuannya. semacam pengumuman. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun.´ katanya pada Halifa kecil. Matanya tak pernah menyorot garang. Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. Dengan Nenek dan Malida. yang punya kebun. dari bayi merah. ³Biar gembur. bisa jadi obat sepinya. rambut lelaki itu sudah memutih dan kerut-merut usia tua makin nyata. Apakah masih juga dikenakannya topi kebun dari kain belacu lusuh itu? Mata sabitnya yang berkilau saat terayun ke batang lalang dan semakbelukar seakan hadir di depan mata. setelah bertukar pakaian dan makan siang. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. Ia menyiangi lalang dari tanah kebun. berlari ke pantai untuk mencari kulit-kulit lokan dan siput. dia terkenang kepada sebuah peristiwa lucu. Orang-orang itu yaitu kakeknya. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. Ia kini tumbuh jangkung dan manis. (hlm. Halifa tersenyum-senyum bangga. meluaskan pikiran penghuni pulau kecil itu dengan pahit-getir pengalaman.

agar ia sebagai perempuan bisa menjaga diri di negeri orang. ³Jangan kau siksa binatang. Harapannya.´ Halifa sempat terbahak. Dia juga terkenang pesan bijaksana ayahnya saat dia akan berangkat merantau. nanti di neraka kau dibuat begitu pula oleh mereka. 83) Dengan ayahnya.4. ³Biar kau temukan nasibmu sendiri dengan berjuang di rantau. beserta istrinya Elia dan mengirimkan putrinya ini bersekolah ke Jawa. sebuah ³kesalahan´ telah dilakukannya. Sebuah cita-cita yang mulia khas orang-orang tua. Ayah mengirim Halifa merantau setamat sekolah menengah pertama. ³Kau yang punya lubang kunci dan jangan biarkan anak kunci masuk ke situ. Nenek selalu mengomel panjang-pendek melihat kelakuan cucu-cucunya yang nakal.6 Mencintai Buah Hati yang Diam-Diam Telah ³Pergi´ dalam Cerpen ³Makam ke Empat´ Dengan sebuah toko tembakau kecil di sebuah pulau kecil dan desa yang juga kecil dus terpencil. Seperti yang dituduhkan tokoh Elia. (hlm. Halifa terkenang masa-masa sulit ketika perusahaan tempat ayahnya bekerja ditutup. 132). orang-orang yang dicintai dan mencintainya. memang telah taktampak lagi di depan kedua bola matanya tetapi akan tetap hadir pada mata hati.´ kata ayah. tapi perlahan-lahan ia paham. putri mereka. (hlm. Di sela-selanya ada yang tersembunyi dan menambah manis kenangan ini. Jangankan berharap Paula menjadi orang yang sukses dan terlihat terhormat di negeri ini. dengan pendidikan yang lebih tinggi. Paula akan bisa menjadi orang sukses yang tidak hanya bertoko kecil sepertinya melainkan mempunyai toko besar sebagai pengusaha sukses dan kaya raya. 83) Terhadap tokoh-tokoh lain penceritaan tidak dilakukan dengan intensif benar. Hanya dari hubungan Halifa dengan orang-orang tercintanya itulah tema utama cerita ini terintensifikasi. putrinya. telah menyisakan sejarah atas masa lalu. Kampung halaman yang telah sekian lama ditinggal pergi. ³Pulau kecil membuat pikiran juga tak seberapa luas. Keluarga.´ lanjut ayah. (81-82) Dia juga terkenang pada sebuah petuah bijaksana dari neneknya. kebiasaan tokoh Aku membacakan kisah-kisah silat Kho Ping Hoo diduga telah memotivasi Paula. ia malah menjadi .berlomba lari. Nenek memberi nasihat tentang menjaga diri. tokoh Aku dalam cerpen ini membesarkan Paula. dan tidak lagi ditinggali. 3. lagi.´ Apa iya? Mereka µkan begitu imut. Wajar kiranya seorang tua berharap hal yang bagus-bagus dan indah-indah bagi seluruh keluarga dan turunannya. untuk mengajak orang-orang melawan kaisar lalim (hlm. Namun apa daya.

Paula memilih jalannya sendiri. ³Dikejar pacar?´ Wajah Paula justru menegang. ibu. kilahnya). bisikku. Perasaanku tak enak. bukan pemilik toko kecil sepertiku. anak kami satu-satunya. Ia hanya menggeleng atau menunduk. Katanya. kamu sudah pulang. Pagi-pagi ia meninggalkan rumah. kata ibuku. ³Kamu melakukan apa. sigaret terasa kurang tajam.´ balasnya. bukan. Kata Paula. katanya. Kubiarkan ia meraih ilmu setinggi langit. ³Kalau ada orang asing ke sini dan menanyakan aku. tak minta dijemput? Dari mana ongkos pulangmu? Bulan lalu. Benarkah? (hlm. Mengapa harus pulang diam-diam. Nak?´ Bibir Elia bergetar. Ada yang murni. ia sengaja pulang diam-diam dan masuk ke rumah lewat pintu samping yang tak dikunci (istriku kadangkadang ceroboh. Elia juga sependapat. Tetapi. Apakah ibuku sedang berbenah? Setahuku ibu selalu hadir tanpa suara. Ada yang campuran. Aku sangat berharap putriku mau bicara. Elia melarangku memaksa Paula. Malam itu Paula tak mau bicara. ³Aku sedang dikejar-kejar orang. ia pernah mengejutkan aku dan Elia. datar. Bersama-sama kami mendaki tangga dan diam-diam menempelkan telinga di daun pintu. Istriku menangis. Pembelinya tak sebanyak tembakau rajangan. aku terlampau sering membacakan kisah-kisah silat Kho Ping Hoo pada anak kami dan sepak-terjang pendekar yang hebat membuat kanak-kanak terpikat. Istriku segera memperoleh firasat buruk. mengapa harus jalan itu? Elia sempat menyalahkanku. tak pernah ada orang yang kehilangan. termasuk membiayai kuliah Paula di Jawa. air tanah yang kau minum rupanya menentukan jalan hidupmu. Ibu datang dalam sunyi. Toples-toples kaca berisi berjenis tembakau berderet dalam rak kayu.´ jawabnya. Jangan kasar . Biarkan bangau terbang. membekas sampai dewasa.sosok yang dicari-cari karena kemungkinan aktifitasnya memberontaki sistem dan melawan penguasa. katakan saja Papa dan Mama tak kenal. ³Aku juga tak akan menyebut-nyebut nama kalian kalau ada apa-apa. Bukan. Namun. Kami mendengar suara-suara dari atas loteng. menyeberang naik kapal pertama. Tak berapa lama muncul raut mungil putriku. Lagipula di desa kecil ini.´ ujarnya. Bagiku. Kubalas dengan bergurau. Tiga ketukan untuk permulaan. Aku juga menjual cerutu bermutu sedang sampai mahal. Kami menguatkan hati untuk mengetuk pintu. tapi selalu ada. Tak kenal bagaimana? Kamu adalah putriku. 126-127) « Suatu malam. Aku terpaku. Di desa ini orang-orang seusiaku senang mengisap tembakau rajangan yang dibungkus kertas marning. Rasanya beragam. Tetapi. kemudian dirobek-robek. Aku ingin ia menjadi pengusaha besar. Paula menatap aku dan ibunya silih-berganti. Terdengar laci-laci meja ditarik dan kertas-kertas disibak. Istriku menangis seharian. Tiga kali. Toko ini pula yang telah menghidupi keluargaku. tak acuh. pelan.

Jangan kau bawa-bawa kisahkisah silat itu. Makam itu merupakan tanda bahwa mereka bagaimanapun harus menerima kepergian atau lebih tepatnya kehilangan . Apakah ia sudah punya pacar? Suatu kali ia mengagetkanku dengan pernyataan seram. Baiklah. Ia terdiam sebentar. Aku memilih diam. Ketika pada akhirnya mengetahui kemungkinan kematian putri mereka dan kemudian juga jadi tahu mengapanya. tokoh Aku tidak pernah tahu. 131) Barangkali hal inilah yang membuat Paula tidak mau melibatkan kedua orang tuanya. Kalau itu sudah tercapai. sepertinya halnya kedua orang tua Paula. aku dan temanteman sedang berupaya agar setiap orang bisa hidup makmur dan aman. tokoh Aku dan Elia masih berusaha mencari-carinya. karena pernikahan itu cuma cocok untuk orang-orang kaya. barulah tokoh Aku menggali makam keempat²sebagaimana judul cerpen ini²bagi arwah putrinya yang jasadnya tidak tahu dimana rimba. tokoh Aku dan Elia. kataku. Dengarkan Papa. (hlm. Papa jangan harapkan aku menikah. (hlm. aku akan kawin. Ketika suatu kali tokoh Aku pernah mencoba bergurau lagi menyinggung persiapan seorang pacar bagi dirinya. Inilah yang di awal cerita sempat dimetaforkan secara sarkastik lewat klausa namun. Nak. Ia putri kita satu-satunya. ketika pada akhirnya seorang kawan Paula memberitahukan perihal menghilangnya Paula. Paula pernah memberikan jawaban yang sungguh mengagetkan dan barangkali sangat terdengar utopis di gendang telinga tokoh Aku yang awam kebaruan wacana. 123). tokoh Aku mulai tahu aktivitas putrinya. Kamu bukan tukang sulap. sudah. Para kaisar biasanya diktator. Berikut kutipannya: Ia kini sudah dewasa. ia memunggungiku (hlm. Hah? Dulu Papa dan Mama menikah dengan modal dengkul. Setelah diupayakan namun tidak bertemu. baru pada akhir cerita. Aku juga tak mau disebut diktator. Dua orang sederhana ini tentu tidak mengerti apa ³maunya´ putri mereka. Aktifitas inilah yang membuat Paula dikejar-kejar ³orang´ bukan dikejar-kejar pacar sebagaimana normalnya diharapkan oleh masyarakat yang tertib dan tunduk-tunduk saja pada apapun kemauan penguasa-penguasa lalim yang otoriter.padanya. bisiknya. Hal seperti inilah yang membuat tokoh Aku semakin merasa asing pada putri tunggalnya yang dengan bersusah payah dinafkahinya kuliah ke Pulau Jawa itu demi mencapai kesejahteraan dari segi ekonomi. Ia terkekehkekeh. Aku terbahak-bahak. Apa peristiwa yang dihadapi oleh Paula. Aku bukan kaisar. 127-128) Kata jalan itu sebagaimana yang dikutip di ataslah jalan yang dipilih Paula: mengajak orangorang melawan kaisar lalim. Ya. kemudian menggamit lenganku. Paula. Elia protes lagi.

Lebihlebih pula yang menghilang dari mereka ini²dengan aroma intrik-intrik politik kekuasaan menyelubunginya²adalah seorang anak manusia berjenis kelamin perempuan. . Elia memanggang ikan hiu. bisikku. Paragraf pertama cerpen ini telah menyodorkan bagaimana harapan seorang bapak.putrinya tersebut dan dalam keharuan mereka pun²di akhir cerita²mesti melewati natal kelima tanpa Paula. Ia meninggalkan ruang lengang tanpa aroma. Ada apa. ia memunggungiku. sebagai manusia biasa. mirip tikus terjebak di perangkap berumpan. mengental menjadi bayangan sebuah peristiwa. ia bertanya lebih lembut. Kuletakkan kotak cerutuku di meja dan bangkit perlahan dari kursi malas untuk menyambutnya. Namun. Air mata menggenangi sepasang mataku. rasa kehilangan ini telah menimbulkan semacam ilusi bagi tokoh Aku tentang kedatangan selalu putri tunggalnya itu di hari-hari selanjutnya tanpa Paula. Datang dan perginya bagai tuah dari tongkat sihir. kemudian menghilang tepat di tengah lorong menuju dapur. Tubuhnya memancarkan sinar putih. meluncur di lantai. menangis di tepi bak cucian. Sedikit banyaknya pada cerpen ini juga terlihat ketabahan orang tua Paula untuk merelakan menghilangnya putri mereka. (hlm. Elia menghidangkan hiu panggang di meja makan. 133) Juga. Terlebih lagi kematian putri mereka ini penuh selaput misteri. Dibiarkannya kami menunggu selama sepuluh musim. Tokoh Aku dalam cerpen ini juga menyadari bahwa dialah yang mengajari putri semata wayangnya itu untuk kelak menjadi pendekar yang berjuang guna menegakkan yang benar. Paula dibuang ke laut dan mungkin dimakan hiu. Bagaimana menyentuhnya perasaan manusiawi itu dan betapa perihnya rasa sakit hati kedua ayah bunda yang ditinggal anak satu-satunya ini bisa sangat dirasakan dari kutipan berikut ini: Siang itu aku menyambut jam makan dengan perasaan aneh. Ia langsung tersedak. tersendat-sendat. menggantung kaku. beranjak dari kursi. Kenyatannya. Putri kita ada dalam hiu ini. Tak berapa lama ia kembali. Dan lantai licin yang kupijak tiba-tiba berperekat. Kusaksikan Paula sirna. terbit dari tiada dan lenyap ke dalam tiada. Siapa tahu putri kami dimakan hiu. Aku tak mau makan daging hiu. Aku tertahan di atasnya. Paula datang ketika lampu-lampu ruang telah padam. Tangisku makin keras. Kata orang-orang. meraih piring ikan di meja. Lembut. yang barangkali telah mustahil. Berpijar. lalu menuang isinya ke tong sampah. Ia meninggalkan aku. tokoh Aku dan Elia tentulah sangat sedih atas kehilangan putri mereka tersebut. Kedua tanganku yang bersiap memeluknya tertahan di udara. tanya Elia. Ada apa. tapi aku cuma menyentuh sayur bening sawi.

Namun. dan kesempatan. (hlm. aku bukan orang yang patuh. Namun. bahkan sengaja menunggu. diikuti desah napasku yang berat. . hak.Ketika belum terbiasa dengan cara datang dan pergi Paula. aku masih berharap. Tubuhnya meluncur lurus ke muka. putus asa. suara serak ini hanya dijawab oleh gemanya sendiri. senang. lalu menuntunku ke kamar kami. ketika temaram di sekelilingku benar-benar hilang di ujung lorong gelap-gulita. semoga kembali ke kebenaran. dengan tekanan dan perasaan beragam. sebelum lebur dalam udara. tapi kedatangannya menuntutku beranjak dari sini. Tak sekalipun ia menggubris. Kedua telinganya bagai tersumbat besi tempaan. menyerupai zombie. Aku menyebut namanya. Ada yang salah memilih jalan. letih. Ia selalu membujuk dengan berbisik. Setelah itu malam mendesakkan sebuah penyelesaian: aku harus tidur dan meninggalkan kursi malasku yang tegak lurus dengan lorong sebelum istriku muncul menjemput. 124) seolah menjadi simbol dari doa tokoh Aku bagi kebahagiaan putrinya di alam baka berkat segala kebenaran dan kesucian yang diperjuangkannya dalam menumpas segala kelaliman dan borok-borok yang ditutup-tutupi oleh orang-orang yang dikarunia Tuhan dengan setetek ketek ³sabit bermata dua´ bernama kekuasaan. 123-124) Pilihan kata sinar putih yang merujuk pada tokoh Paula pada kalimat kedua paragraf pertama kutipan di atas atau paragraf Paula selalu datang ketika hanya pijar lampu bacaku yang menyala dan membuat gradasi cahaya. meski kutahu berjaga semalaman memicu asmaku kambuh. Bisikannya tak pernah kusimak. Kalian akan melihat sepasang rongsokan manusia berjalan tertatih-tatih. Sayang sekali. Paula selalu datang ketika hanya pijar lampu bacaku yang menyala dan membuat gradasi cahaya. aku sering berteriak-teriak memanggil namanya dan berharap ia berbalik serta menatapku. ketika temaram di sekelilingku benar-benar hilang di ujung lorong gelap-gulita (hlm. cemas. haru. Aku lebih suka membiarkan istriku datang.

takut. ternyata penulis berhasil menemukan intensitas garapan tema-tema kemanusiaan sebagai tema yang dominan dalam cerpen-cerpen tersebut. Dalam cerpen´Pesta Terakhir´ tema kemanusiaan yang dihadirkan adalah mengenai beban mental yang melanda seorang tua atas dosa pengkhianatannya pada kawan-kawan karib yang dicintainya. Pengkhianatan ini terutama didorong hasrat seksual yang begitu menggebu-gebu. sosok yang memiliki citra negatif di tengah masyarakat umum. Pemenuhan atas hal tersebut sempat mesti meminggirkan sikap setia pada kawan seperjuangan. Dalam cerpen ³Makan Malam´ perihal kemanusiaan yang digarap adalah mengenai perasaan sakit hati seorang ibu yang ditinggal sekian lama oleh suaminya. Akan tetapi profesi sebagai prajurit terlihat membuat seorang sedadu mesti banyak menahan diri untuk mengungkapkan ekspresi pribadi. di samping dia juga bisa terlihat bangga dengan jalan hidupnya ini. Waria ternyata juga punya harapan tentang masa depan yang lebih baik dan waria . Tegangan antara dua kutub inilah yang menghadirkan narasi menarik tentang sisi kemanusiawian tokoh Prajurit Yosef Legiman dalam cerpen ini. Seorang tentara²bahkan kemudian menjadi seorang pembunuh profesional² ternyata juga bisa sedih. Cerpen ³Balada Hari Hujan´ terlihat jauh menusuk dan menelisik ke relung-relung terdalam sanubari seorang waria. jatuh cinta. Terlihat dalam cerpen ini bagaimana pada berbagai kesempatan seorang serdadu dengan segala stereotipnya tersebut ternyata juga mempunyai perasaan manusiawi seperti manusia lain pada umumnya. dan ingin menumpahkan segala beban pikiran. Tokoh Ibu dalam cerpen ini akhirnya mesti mengidap rasa sakit hati²yang tentu saja bukan berupa hidup berbahagia²untuk selama-lamanya. Kenyataannya. Semula seolah ada secercah harapan kembali berkobar saat datang kabar tentang kedatangan sang suami. kedatangan tersebut hanya kembali mengoyak luka lama. namun tidaklah sampai menghilangkannya. Variasi tematik yang digarap dalam keenam cerpen tersebut pun terlihat dapat mewakili wajah tematik kedua belas cerpen lainnya yang terdapat pada kumpulan cerpen ini.BAB IV SIMPULAN Setelah menganalisis enam dari dua belas cerpen dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC. Dalam cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ persoalan kemanusiaan yang digarap adalah tentang kehampaan jiwa seorang prajurit dalam menjalankan kewajibannya sebagai abdi bela negara. Pada cerpen ini dieksplorasi perasaan-perasaan manusiawi seorang waria yang ternyata juga ada dan nyata.

³Pengalaman di Balik Penciptaan: Kuda Terbang Maria Pinto´ dalam http://relawan. Catatan Atas Cerpen Pilihan Kompas 2004´ dalam Nurhan. Cerpen kelima.J. Budianta. Tampilnya unsur jarak-waktu membuat cerita sedih dalam cerpen ini lebih sublimatif. Demikianlah hasil penelitian kali ini. Christanty.php?ArtID=459&page=1. 2004b. ³Jejak Lelaki. Sepi Pun Menari Di Tepi Hari. X.id/detail. 10. Dari paparan penulis tentang aspek tematik cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen ini. London: Scott. pedih. Foresman and Company. 2004c.vision. 2004a. Ini terlihat sesuai dengan penghargaan dan apresiasi banyak pihak atas kumpulan cerpen ini. Kennedy. Keluarga dan orang-orang yang dicintai serta mencintainya juga mesti menanggung ³buah´ dari itu semua. 2003. ³Makan Malam´. Linda. Kekerasan. 1987. Poetry. Christanty. kembali menggarap soal kepedihan jiwa manusia yang ³terluka´. terlihatlah betapa intensifnya LC dalam menggarap tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen KTMP ini. Syufra Malina. ³Setting´. Cerpen terakhir yang digarap disini. ³Merekam Penulis Perempuan dalam Sejarah Kesusastraan´ wawancara dalam Jurnal Perempuan no. Cerpen ini tidak terlalu menonjol-nonjolkan manusia-manusia yang sakit perasaan. dan Sunyi. Jakarta: Kompas.ternyata juga bisa sangat terluka bila cintanya didusta. 2004. (hal. Uniknya. Hubungan antara tokoh Halifa dan Si Penjaga Kebun lebih bernuansa keharuan bukan rasa sakit dan kepedihan yang sampai berlebih-lebihan.100-107). Sanksi politik bagi seorang pemrotes rezim yang berkuasa ternyata menghasilkan efek tambahan.30 (hal. ³Lelaki Beraroma Kebun´. Terjemahan Bab 3 Literature: An Introduction to Fiction. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Linda. kumpulan cerpen KTMP karya LC ini bisa dikatakan telah berhasil sebagai sebuah karya sastra²setidaknya dari aspek penggarapan tema. Dalam Kornel no.net. dan perih. Linda. 2004. manusia sakit yang diangkat disebabkan oleh akibat kepedihan dari peristiwa lainnya. agak memperlihatkan nuansa sedikit berbeda dengan kecenderungan cerpen-cerpen lainnya.php?id=3975. Dengan demikian. Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2004. Ternyata bukan hanya individu-individu yang memilih jalan hidup penuh onak dan duri²menentang para penguasa²yang akan menderita atas aksiaksinya. Melani. and Drama edisi keempat.). Kenedi (ed. ³Sastra Bisa Mengungkapkan Kepedihan Terdalam´ wawancara oleh . Budianta.net/wmview. ³Berpolitik lewat Cerpen´ wawancara dalam http://www. Melani. Christanty.14-15). Akhir yang sedih (sad ending) membuat pesan kemanusiaan dari cerpen ini terasa penuh duka. Diakses tanggal 6 Desember 2006. DAFTAR PUSTAKA Adesita.

Sebuah Pengantar Ringkas.republika. ³Cerpen Bertema Kemanusiaan´ dalam http://www. 8 Oktober 2005). Henny. Diakses tanggal 18 Desember 2006. Budiarto. Danujaya. Kurniawan.pikiranrakyat. Ahmadun Yosi.155.com/cetak/2006/102006/08/khazanah/index.html (Pikiran Rakyat. Jakarta: Pustaka AlHusna. Kleden. Krampen. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.Wimar Witoelar dalam http://www. ³Penghargaan Sastra Khatulistiwa. Viddy AD. A. Imran. Darma. Jakarta: Kompas.kompas.24-25). 17 April 2005). Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2000. 14 Desember 2006 (hal. Segi-Segi Kesusastraan pada Kisah-Kisah Al-Qur¶an. Ahda.pikiran-rakyat. Linda. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Kompas Cyber Media. Muhammad. Herfanda. 2005. 2004. Esai-Esai Sastra dan Budaya. Sapardi Djoko. Yogyakarta: LkiS. Serba-Serbi Semiotika. 14 Januari 2005). ³Ferdinand de Saussure dan Perkembangan Semiologi´ dalam Sudjiman. ³Merayakan Pembacaan´ dalam http://www. Diakses tanggal 6 Desember 2006. 1984.id/koran_detail. ³Peta Kecenderungan Cerpen Indonesia Terkini´ dalam http://www. 1978. Diakses tanggal 2 Februari 2007.kompas. Panuti & Aart van Zoest (ed. Sebuah Soal´ dalam http:/www. Budi. Daery.co. Jakarta: Karya Unipress. ³Realitas Koran Pada Sastra Koran´ dalam Dua Tengkorak Kepala. Sastra Indonesia dalam Enam Pertanyaan.balipost. Jakarta: Gramedia. 1984. 2004. 2000. Eka.). ³Kesenian dalam RUAPdP´ dalam http://www. Martin.com/ kompas- . Derrida. Diakses tanggal 6 Desember 2006.com/kompas-cetak/0405/22/pustaka/1037030.html (Pikiran Rakyat. ³Perjalanan Sastra Buruh Indonesia´ dalam http://202.html. Hanafi. Damono. Imran.id/Bali Postcetak/2004/6/14/rubrik. ³Hidup di Dua Dunia´ wawancara dalam Pikiran Rakyat.10 (hal. Christanty. 15.html. ³Pohon Sejarah´ dalam Kornel no. 28 Mei 2006). 1996. Ignas.com/ cetak/2006/012006/14/khazanah/index. 2004. Ahda.asp?id=249828&kat_id=3 64 (Republika Online.208/detail. Fayyadl. Sosiologi Sastra.22).co. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Irawati.asp?id=211271 (Republika Online. ³Moral dalam Sastra´ dalam Sejumlah Esei Sastra.

³Merekonstruksi Sejarah Sastra Indonesia´ dalam http://cybersastra. ³Inovasi Tematik-Stilistik Novel µDadaisme¶´ dalam http://www. Dari Strukturalisme Hingga Posstrukturalisme.html (Pikiran Rakyat. Kenedi (ed. 21 April 1996). Cok.30 (hal. 1996. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.mediaindonesia.net/cgi-bin/naskah/viewesai. Teori. Burhan. Goenawan. 2000. Partini Sardjono.. Lilis A. Diakses tanggal 6 Desember 2006.edu/apakabar/basisdata/1996/04/21/0006. Diakses tanggal 28 Oktober 2006. 1998. 11 Juli 2004). Nenden. 2002. Bandung: Angkasa. Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2000. Sambodja. Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia. Mieke Bal dkk.55-63). Panduan Membaca Teori Sastra Masa Kini. 2002.com/ cetak/2006/102006/21/khazanah/index. Metode. Acep Iwan. Dan Penerapannya. Maman S. 1991. 2005. Metode Kritik. 2000. Protes Sosial dalam Sastra. dan Teknik Penelitian Sastra. Rosidi.. Pengkajian Fiksi. Bandung: Binacipta.html (Republika Online. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Nyoman Kutha.html. Dalam Jurnal Perempuan no. ³Khatulistiwa Literary Award 2004 Hasilkan Pemenang Kembar´ . Perspektif Wacana Naratif. Sawitri.html (Kompas Cyber Media. Ratna.co. Dua Tengkorak Kepala.cetak/0510/01/Bentara/2083130.pikiran-rakyat. Mohammad. Sambodja. Raman. Pradotokusumo.asp?Id=2004071023464677 &Jenis=c&cat_name=Tifa (Media Indonesia Online. ³Rigidnya Cerpen Gagasan´ dalam http://www. Pradopo.sinarharapan. Selden. Pengkajian Sastra. Beberapa Teori Sastra. 1 Oktober 2005). ³Posisi Perempuan dalam Karya Sastra´ dalam http://www. ³Djenar dan Paradoks Masyarakat Kita´ dalam http://www. Terjemahan Akhadiati Ikram. Saidi.cgi?category=5&id=10303 57707. Bandung: Wacana. 1995.). Diakses tanggal 6 Desember 2006.com/newsprint. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Mahayana. 2003. Diakses tanggal 9 Januari 2007. Asep. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 1991. 21 Oktober 2006). Saini KM. Ajip. Luxemburg. Jakarta: Intermasa.id/hiburan/budaya/2005/0402 /bud2. Jakarta: Kompas. 1990. Rachmat Djoko. ³Kenapa Menulis Cerita Pendek?´ dalam Nurhan. Nurgiyantoro. Diakses tanggal 29 Januari 2007. 2004. Sinar Harapan Online. Diakses tanggal 31 Mei 2006.hamline. Tentang Sastra. Jan van. ³Mencari µKarya Sastra¶ yang menguntungkan Perempuan´. 2004. Asep.

Diakses tanggal 6 Desember 2006.dalam http://www. A. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya. Susmana.html (Kompas Cyber Media.com/kompas-cetak/0406/27/Buku. Jakarta: Pustaka Jaya. 2000. Memahami Cerita Rekaan. ³Ruang Fiksi di Media Gaya Hidup´ dalam http://www.). Teeuw. 1983. Supadjar. Chusnato. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya.co.asp?id=60132&kat_id=102&kat_id1=&kat_id2 .co. Suharjana. Jakob & Saini K. Apresiasi Kesusastraan.suarakaryaonline. Indra.id/berita/0410/13/ hib01. Metodologi Penelitian Sastra. Sumardjo.sinarharapan. Tergantung Pada Kata. Suara Karya Online. 2003a. A. Indonesia.republika. Sudjiman. Jakarta: PT Graemedia Pustaka Utama. 1994. Teeuw. co. Sukiman. Agus. ³Penelitian Sastra: Tinjauan Tentang Teori dan Metode Sebuah Pengantar´ dalam Jabrohim (ed. Universitas Padjajaran. Tjahyadi.co. ³Wanita dalam Sastra´ dalam http://www. Darmadjati. Tirto. ³Generasi Cerpenis Pasca-Seno Gumira Ajidarma´ dalam http://www. Skripsi (Tidak Diterbitkan). 2003. Jakarta: Pustaka Jaya. Suwondo. ³Petunjuk Penelitian Sastra dengan Metode Pendekatan Tematis ± Filosofis´ dalam Jabrohim (ed.). Antara Kelisanan dan Keberaksaraan.kompas. Studi Sastra. Soeratno. 2006. S Prasetyo. Siti Chamamah.id/koran_detail. Pengantar Teori Sastra.html. 27 Juni 2004). Metodologi Penelitian Sastra.J. ³Analisis Struktural: Salah Satu Model Pendekatan dalam Penelitian Sastra´ dalam Jabrohim (ed. Utomo. Diakses tanggal 6 Desember 2006.republika. Panuti. 2005. Diakses tanggal 8 Mei 2006. 2003. 1997. 3 April 2005).com/news. Sastra dan Ilmu Sastra. Suwondo. 2003b. A. Jakarta: Pustaka Jaya. 1987. Telaah Struktural dengan Penekanan pada Aspek Tematik. Teeuw. ³Terbang Kemana µKuda Terbang Maria Pinto¶?´ dalam http://www.sinarharapan.html?id=137985.id/koran_detail. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya.id/hiburan/budaya/2005/0115/bud2. Tirto. Diakses tanggal 19 Juli 2005. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya. Beberapa Alternatif.M.). Jakarta: Pustaka Jaya. A. Pergeseran Makna Cinta dalam Kumpulan Cerpen Sebuah Pertanyaan untuk Cinta.asp?id=193015&kat_id=364 &kat_id1=&kat_id2= (Republika Online. 1984. ³Sastra yang Berangkat dari Lamunan´ dalam http://www. Metodologi Penelitian Sastra. Diakses tanggal 6 Desember 2006.html.

com/ilist. Diakses tanggal 10 November 2006. http://www.ba hasasastra.pantau.blogspot. 11 Januari 2004.asp?id=182197&kat_id=102. Terjemahan Melani Budianta. Diakses tanggal 6 Desember 2006. http://www.html. 2002.or. Nama: Asrul Sani Lahir: Rao.com/2005/01/literary-journalism-course-vii.(Republika Online. 1990.id/koran_detail.php?id=L. Diakses tanggal 2 Februari 2007.republika. Diakses tanggal 6 Desember 2006.id/contributor. Teori Kesusastraan. Wijaya. Wellek. Diakses tanggal 2 Februari 2007. 10 Juni 1927 Meninggal: Jakarta.asp.id/putu. Diakses tanggal 6 Desember 2006. ³Sastra Sebagai Refleksi Kemanusiaan´ dalam http://www. Putu.15 WIB Istri: (1) Siti Nurani dan (2) Mutiara Sarumpaet . Pukul 22. http://ubudwritersfestival. Pasaman. 13 Januari 2002).php?act=detail&id=6. co. http://andreasharsono.web. Jakarta: Gramedia. Rene & Austin Warren.

enam cucu Ayah: Sultan Marah Sani Syair Alamsyah. gelar Yang Dipertuan Rao Mapattunggal Mapatcancang Pendidikan: Fakultas Kedokteran Hewan.Anak: Tiga putra. Universitas Indonesia (IPB) Dramaturgi dan sinematografi di University of Southern California. Sumatera Barat . tiga putri. Amerika Seri kat tahun 1955-1957 Sekolah Seni Drama di Negeri Belanda tahun 1951-1952 SLTP hingga SLTA di Jakarta SD di Rao.

Karir Politik: Anggota DPR GR 1966 -1971 mewakili Partai Nahdhatul Ulama Anggota DPR RI 1972 -1982 mewakili PPP Pendiri : Gelanggang Seniman Merdeka Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) Kegiatan Pergerakan: Lasjkaer Rakjat Djakarta. Tentara Pelajar di Bogor Kegiatan Penerbitan: .

redaktur majalah Gema Sua sana .Menerbitkan kebudayaan Majalah Suara Bogor . anggota redaksi Gelanggang . ruang kebudayaan Siasat . tahun 2000 Enam buah Piala Citra pada Festifal Film Indonesia (FFI) Film Terbaik pada Festival Film Asia tahun 1970 Karya Puisi: . dan wartawan Majalah Zenith Konsep Kebudayaan: Surat Kepercayaan Gelanggang Penghargaan: Tokoh Angkatan 45 Bintang Mahaputra Utama.

19 buah puisi dan lima buah Tiga Menguak Takdir tahun 1950. Kalibata. cerpen sebelum penerbitan antolo gi sesudahnya tujuh buah puisi. Kau Cari Palupi Monumen . . tiga terjemahan drama. enam buah cerpen. Apa yang Naga Bonar . Alamat Rumah: Kompleks Warga Indah Jalan Attahiriyah No. Para Perintis Kemerdekaan . Hidup Salah Asuhan . dan puisi-puisi lain yang dimuat antara lain di yang dimuat di majalah Siasat . dan Zenith . 4E. bersama Chairil Anwar Anak Laut . Pejaten. enam terjemahan puisi. Mimbar Indonesia . Jakarta Selatan . Karya Film: Titian Serambut Dibelah Tudjuh .Tiga Menguak Takdir dan Rivai Apin. lalu Surat dari Ibu . Kemelut Kejarlah Daku Kau Kutangkap .. Pagar Kawat Berduri .

Dalam antologi Tiga Menguak Takdir Asrul Surat dari Sani tak kurang menyumbangkan delapan puisi. Seniman kelahiran Rao. Chairil Anwar. Sumbar.15 di kediamannya di Jln. kecuali puisi berjudul . Attahiriah. Jika Indonesia lebih mengenal Chairil Anwar sebagai penyair paling legendaris milik bangsa. dan Rivai Apin yang mengumpulkan karya puisi bersama -sama berjudul Menguak Takdir Tiga yang kemudian diterbitkan dalam bentuk buku di tahun 1950.Asrul Sani Seniman Pelopor Angkatan '45 Asrul Sani seniman kawakan yang antara lain dikenal lewat Sajak Tiga Menguak Takdir bersama Chairil Anwar dan Rivai Apin meninggal dunia hari Minggu 11 Januari 2004 malam sekitar pukul 22. Pejaten Jakarta. maka adalah Asrul Sani. Mereka bertiga bukan hanya menjadi pendiri malahan didaulat menjadi tokoh pelopor sas trawan Angkatan 45. Gelanggang Seniman Merdeka . Dia adalah pelaku terpenting sejarah kebudayaan modern Indonesia. Kompleks Warga Indah No. 10 Juni 1927 ini wafat setelah kesehatannya terus menurun sejak menjalani operasi tulang pi nggul sekitar satu setengah tahun sebelumnya. 4E.

dua diantaranya dimuat dalam Tiga Menguak Takdi . namun lebih dari itu. Namun ketika para nurani bangsa tu mensintesakan i dan keinginan kuat bebas merdeka menjadi jargon -jargon merdeka atau mati semacamnya. ruang kebudayaan majalah Zenith . lalu enam buah r cerpen. 1948 hingga terbitnya antologi T iga Menguak Takdir tadi. Kemudian. semenjak antologi terbit hingga ke tahun 1959 ia antara lain kembali menghasilkan tujuh buah karya puisi.Ibu . enam terjemahan puisi. II. Sejak puisi Anak Laut yang dimuat di Majalah Siasat No. Sesungguhnya bukan hanya bersastra. menerbitkan suratkabar Gema Suasana . Siasat . bersama kawan -kawan telah menyatukan visi perjuangan revolusi kemerdekaan ke dalam bentuk Lasjkar Rakjat Djakarta. dan tiga terjemahan drama. Mimbar Indonesia . redaktur majalah kebudayaan Gelanggang . di Bogor dia memimpin Te ntara Pelajar. Masih di masa revolusi itu. Siasat . anggota redaksi Suara Bogor . 54. dan menjadi wartawan pada majalah . Adalah tidak realistis sebuah bangsa bisa merdeka hanya bermodalkan bambu runcing. Asrul Sani tak kurang menghasilkan 19 puisi dan lima buah cerpen. Puisipuisi karya Asrul Sani antara lain dimuat di majalah Zenith . mereka adalah juga nurani bangsa yang menggelorakan semangat kemerdekaan. dan Sastrawan Angkatan 45 bukan hanya dituntut bertanggungjawab untuk mengh asilkan karya-karya sastra pada zamannya. pada tahun 1945-an itu Asrul Sani yang pernah duduk seba ngku dengan sastrawan Pramoedya Ananta Toer sewaktu sekolah di SLTP Taman Siswa Jakarta. siapapun pasti akan tunduk kepada suara nurani. maka.

Agaknya kekuatan jiwa seni telah memenangkan pertaruhan isi . sebagai politisi ia juga pernah lama mengecap aroma kursi parlemen sejak tahun 1966 hingga 1971 mewakili Partai Nahdhatul Ulama. Setamat Sekolah Rakyat di Rao. Sumatera Barat 10 Juni 1927 sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara. Sempat pindah ke Fakultas Sastra UI namun kemudian balik lagi hingga tamat memperoleh titel dokter hewan. penulis skenario drama dan film. esei. dan berlanjut hingga tahun 1982 mewakili P artai Persatuan Pembangunan (PPP). Pasaman. pada sekitar tahun 1955 hingga 1957 Asrul Sani pergi ke Amerika Serikat justru untuk menempuh pendidikan dramaturgi dan sinematografi di University of Southern California. penterjemah berbagai naskah drama kenamaan dunia. terutama aktivitas keseniannya. Bahkan. Asrul Sani menuju Jakarta belajar di Sekolah Teknik. Seni dan keteknikan ada lah dua dunia yang berbenturan dalam diri Asrul.Hingga tiba pada bulan Oktober 1950 saat usianya masih 23 tahun. selain penyair adalah juga penulis cerita pendek. Asrul Sani yang kelahiran Rao. kami adalah ahli waris yang sah dari kebudayaan dunia dan kebudayaan ini kami teruskan dengan cara kami sendiri. antara lain berb unyi. adalah karena keterpanggilan jiwa sebab meski telah menamatkan pendidikan sarjana kedokteran hewan pada Fakultas Kehewanan IPB Bogor (ketika itu masih fakultas bagiandari Universitas Indonesia) dan menjadi dokter hewan. Asrul Sani sudah mengkonsep sekaligus mengumumkan pemikiran kebudayaannya yang sangat monumental berupa Surat Kepercayaan Gelanggang . Isinya. yang isinya adalah sebentuk sikap kritisnya terhadap kebudayaan Indonesia. Kami lahir dari kalangan orang banyak dan pengertian rakyat kecil bagi kami adalah kumpulan campur baur dari mana -mana dunia-dunia baru yang sehat dan dapat dilahirkan . serta sekaligus sutradara panggung dan film. lalu masuk ke Fakultas Kehewanan Universitas Indonesia (di kemudian hari dikenal sebagai Institut Pertanian Bogor). Hal itu semua terjadi.

totalitas jiwa berkesenian terutama film makin menguat pada dirinya setelah Asrul Sani bertemu Usmar Ismail. Dan. Itulah Asrul Sani. - Film pertama yang disutradarai Asrul Sani adalah Titian Serambut Dibel Tudjuh ah pada tahun 1959. bukan hanya karena pengalaman masa kecil di desa kelahiran yang sangat membekas dalam sanubarinya. Nano dan Ratna Riantiarno.. Kejarlah Daku Kau Kutang ap . dan lainlain. 11 .batin Asrul Sani. Maklum. Selain karena pendekatan akademis dan romatisme kehidupan pertanian di desa. Para Perintis Kemerdekaan . yang pada hari Minggu. k Naga Bonar . Deddy Mizwar. Alam pikir yang ada adalah. Karya besar film lainnya adalah Kawat Berduri . Tatiek W. Maliyati. Pagar Salah Asuhan . dan lain-lain. Monumen . Tak kurang enam piala citra berhasil dia sabet. p seperti Teguh Karya. Wahyu Sihombing. sebuah film jika dinominasikan saja sudah pertanda baik maka apabila hingga enam kali memenangkan piala citra maka sineasnya bukan lagi sebatas baik melainkan dia pantas dinobatkan sebagai tokoh perfilman. keduanya sepakat mendirikan Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) yang melahirkan banyak sineas mau un seniman teater kesohor. Bahkan. sebelum ke Negeri Paman Sam Amerika Serikat pun pada tahun 1951 -1952 ia sudah terlebih dahulu ke Negeri Kincir Angin Belanda dan belajar di Sekolah Seni Drama. Ismed M Noor. Slamet Rahardjo Djarot. disamping beberapa kali masuk nomibasasi. tokoh lain perfilman. Kemelut Hidup . ia mulai mencapai Apa yang Kau Cari Palupi terpilih kematangan ketika sebuah film karyanya sebagai film terbaik pada Festival Film Asia pada tahun 1970.

Yang Dipertuan Rao Mapattunggal Mapatcancang adalah raja adat di daerahnya. Jakarta Selatan dengan alasan. Sebagai penerima penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari Pemerintah RI pada tahun 2000 lalu. sambil bercanda tentunya ke Mutiara Sani setahun sebelumnya. Dia meninggal setelah digantikan popoknya oleh Mutiara. usai dibaringkan tiba -tiba dia seperti cegukan. masak sampai detik terakhir. lalu kepalanya terangkat. kesehatan Asrul Sani mulai menurun. Jakarta Selatan. Sebagaimana kematian orang percay . yang juga aktris film layar le bar dan sinetron. Dia adalah putra bungsu dari tiga bersaudara. dan dibaringkan. Namun dia berpesan ke istrinya untuk hanya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Menteng Pulo. dan sebelum mengkatupkan mata untuk selamanya terpejam dia masih sempat mencium pipi Mutiara Sani. diberikan obat. Semenjak menjalani operasi tulang pinggul enam bulan lalu. Selama hidupnya Asrul Sani hanya mendedikasikan dirinya pada seni dan sastra.Januari 2004 tepat pukul 22. serta istri pertama Siti Nuraini yang diceraikannya dan istri kedua Mutiara Sani Sarumpaet. Asrul Sani menjelang menit dan a detik kematiannya. Sultan Marah Sani Syair Alamsyah. hingga pernah d irawat di RS Tebet. Asrul Sani meninggalkan tiga putra dan tiga putri serta enam cucu. kita masih mau diatur negara . Ayahnya.15 WIB dengan tenang tepat di pelukan Mutiara Sani (56 tahun) istrinya meninggal dunia pada usia 76 tahun karena usia tua. Meski sudah mulai mengalami kemunduran . dia berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

kesehatan dalam jangka waktu lama. fikirlah ia mungkin menyakitkan orang lain juga Tiada siapa paling pandai dan paling bodoh di dunia ini kerena setiap yg pandai itu boleh menjadi bodoh dan setiap yang bodoh itu boleh menjadi pandai Kata Kata Mutiara Cinta. Jika anda rasa ianya menyakitkan. sangat mungkin hal itu menyakitkan hari orang lain pula. Kita tidak dapat meneruskan hidup dengan baik jika tidak dapat melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu. Nurani bangsa itu telah pergi. perkahwinan menjadi penghubung antara dua insan dan anak menjadi penghubung antara ibu dan ayah . bukanlah perikemanusiaan. Membalas kebaikan dengan kebaikan adalah hal biasa. maaf diberi secara ikhlas umpama pisau bedah yang boleh membuang segala parut luka emosi Kasihkan manusia lepaskan dia kepada pilihan dan keputusannya kerana di situ tanda kita gembira melihat insan kita sayangi beroleh bahagia Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi. Tetapi hanya dengan memaafkan kita akan dapat mengubati hati yang telah terluka. Membalas kejahatan dengan kejahatan. Apabila hal itu menyakitkan hatimu. Asrul Sani masih saja menyempatkan menulis sebuah pidato kebudayaan. *hp kejahatan adalah perangai yg serendah-rendahnya. Membalas kejahatan dengan kebaikan adalah cita-cita kemanusiaan yg setingginya. Akal mengatakan perempuan itu cantik atas dasar ilmu dan kepintarannya. tetapi hari ini masih boleh mengubah apa akan terjadi pada hari esok. Dalam kesempitan hidup ada kekuasaan ilmu. Saya percaya. Jakarta. Jembatan menjadi penghubung antara dua buah kampung. Kata Kata Mutiara Cinta. Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa. Selalu bayangkan diri anda di dalam kasut seseorang. konon akan dia sampaikan saat menerima gelar doktor kehormatan honoris causa dari Universitas Indonesia. esok sudah tidak boleh mengubah apa berlaku hari ini. Orang bijaksana tidak sesekali duduk meratapi kegagalannya. tapi dengan lapang hati mencari jalan bagaimana memulihkan kembali kerugian yg dideritainya. Tapi bia rlah nurani-nurani aru lain mekar tumbuh berkembang seturut zamannya. Dan hati mengatakan perempuan itu cantik atas dasar akhlaknya. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata oranglain. yang. Memaafkan mungkin amat berat untuk diberikan kepada orang yang pernah melukai hati kita. Nafsu mengatakan perempuan itu cantik atas dasar rupanya. Kita harus sanggup hidup untuk memberi cita-cita itu bertumbuh.

runtuhlah hidup dan kalau tidak berpenjaga. Ambillah waktu untuk belajar. Jangan tertarik kepada seseorang kerna parasnya. Agama menjadi sendi hidup. itu adalah sumber kekuatan. Sesuatu yang bagus.Pemimpin berjaya ialah orang yang boleh mengawal komunikasi dengan orang yang lebih atas daripadanya dan boleh mengawal komunikasi dengan orang lebih bawah daripadanya. itu adalah hak istimewa Memang amat tinggi letaknya kebahagiaan. Teman yang paling akrab adalah AMAL. Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai. belum tentu berharga. Sesuatu yang berharga/berguna. itu adalah sumber ketenangan. Barangsiapa yang hari ini sama dengan kemarin. itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi. pengaruh menjadi penjaganya. Bahasa yang paling manis SENYUM. belum tentu benar. Sesuatu kebaikan. maka tertipulah dia. belum tentu bagus. belum tentu baik. . Keyakinan pula menentukan kejayaan. binasalah hayat. Ada orang yang berputus asa berjalan ke arahnya lantaran disangkanya jalan ke sana amat sukar. Dan ibadah yang paling indah tentunya KHUSYUK. usahakanlah kemuliaannya. Ambillah waktu untuk bermain. kerna hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Ambillah waktu untuk berfikir. kerana engkau dipandang manusia bukan kerana rupa tetapi kesempurnaan budi dan adab -Nabi SAW Kata Kata Mutiara Cinta. Jagalah dirimu baik-baik. Perjuangan memerlukan ketabahan. Kawan sejati ialah orang yg mencintaimu meskipun telah mengenalmu dengan sebenar-benarnya ia itu baik dan burukmu. Tertariklah kepada seseorang yg dapat membuatmu tersenyum. sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Ambillah waktu untuk berdoa. Kalau tidak bersendi. Ketabahan memerlukan keyakinan. Pengorbanan memerlukan perjuangan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya kerna kekayaan dapat musnah. itu adalah sumber kebijaksanaan. Padahal mudah. kerana ia dimulai daripada dirinya sendiri -Said Mustafa Kata Kata Mutiara Cinta yang diucapkan sembarangan dapat mewujudkan perselisihan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Pengawal peribadi yang paling waspada DIAM. Harta yang paling menguntungkan ialah SABAR. dan barangsiapa hari ini lebih jahat dari kelmarin. Sabar adalah jalan keluar bagi orang yang tidak bisa menemukan jalan keluar. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkati. Sesuatu yang benar. maka terkutuklah dia. Orang terhormat itu kehormatannya sendiri melarangnya berbuat jahat. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kejayaan pula akan menentukan kebahagiaan. Hidup memerlukan pengorbananan. Namun kita harus menuju ke sana.

asalkan ia sangat m enyukai pekerjaan yang dilakukan. Kebahagiaan adalah haruman yang tidak boleh kamu semburkan kepada orang lain tanpa kamu sendiri mendapat beberapa titisan daripadanya Emerson Kata Kata Mutiara Cinta. Jangan memberi makanan kepada orang lain yang anda sendiri tidak suka memakannya. kejahilan itu kesesatan dan manusia yang paling hina ialah orang yang menganiaya orang bawahannya. Penglihatan itu sebagai panah iblis yang berbisa. fikirlah ia mungkin menyakitkan orang lain juga Nilai manusia adalah semahal nilai matlamatnya. tapi tanyalah apa yang boleh kamu buat untuk negara -Abraham Lincol Ciri orang yang beradab ialah dia sangat rajin dan suka belajar. Selalu bayangkan diri anda di dalam kasut seseorang. merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi. Kegembiraan ibarat semburan pewangi. Orang yang berbohong itu sentiasa ingin melarikan diri sedangkan tiada seorang pun yang mengejarnya namun orang yang benar itu berani seperti singa -Goethe Barangsiapa membawa berita tentang orang lain kepadamu. maka Aku akan menggantikannya dengan iman yang dirasakan manisnya dalam hati« Orang yang berkhianat selalu terhina. Kepada pasangan ± Cinta dan ketaatan Kepada manusia ± Kebebasan Berfikir itu cahaya. Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab. memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat ± Khalifah Abdul Malik bin Marwan Jangan tanya apa yang dibuat oleh negara untukmu. . Oleh itu berikanlah walau setitik kegembiraan yang anda miliki itu kepada teman anda. kelalaian itu kegelapan. Jika anda rasa ianya menyakitkan. maka dia akan membawa berita tentang dirimu kepada orang lain. ± Marcus Aurelius Kepada kawan ± Kesetiaan Kepada musuh ± Kemaafan Kepada ketua ± Khidmat Kepada yang muda ± Contoh terbaik Kepada yang tua ± Hargai budi mereka dan kesetiaan. Oleh itu jika anda lah memiliki kedua-duanya janganlah anda lupa pada Yang Maha Berkuasa. maka siapa yang mengelakkannya kerana takut padaKu. Kata Kata Mutiara Cinta. pabila kita memakainya semua akan dapat merasa keharumannya.Kekayaan bukanlah satu dosa dan kecantikan bukan satu kesalahan. dia tidak malu belajar daripada orang yang berkedudukan lebih rendah darinya ± Confucius Setiap orang dapat mencapai kejayaan dalam hal apa saja.

Ini adalah undangundang alam. Dari kesusahan itu akan diperolehi kesenangan dan kebahagiaan. seperti durian berduri kerana sedap isinya. Maka berlumba-lumbalah beramal supaya hidup bahagia di dunia dan akhirat (freesmsc. Kata Kata Mutiara Cinta.Agama tidak pernah mengecewakan manusia. Kita adalah pelakonnya. kulit manggis pahit sebab manis di dalamnya dan bunga ros berduri kerana harum baunya Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik. Dunia ini ibarat pentas. . Tetapi sekiranya kita fikirkan kasih maka kita akan dikasihi. Tetapi manusia yang selalu mengecewakan agama. fikirkan kebencian.wordpress. Setiap bunga mawar pasti ada durinya. kita akan dibenci. Fikirkan permusuhan kita akan dimusuhi. Kita menjadi seperti apa yang kita fikirkan Sesiapa yang tidak pernah merasai kepahitan tidak akan mengenal kemanisan. mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.com).