PRAGMATIK

pragmatics (n) - pragmatik - pragmatika pragmatis (adj) : melihat sesuatu dari kegunaan pragmatisme: aliran yang melihat sesuatu dari kegunaan Dalam komunikasi, satu maksud atau satu fungsi dapat diungkapkan dengan berbagai bentuk/struktur. Untuk maksud ³menyuruh´ orang lain, penutur dapat mengungkapkannya dengan kalimat imperatif, kalimat deklaratif, atau bahkan dengan kalimat inter ogatif. Dengan demikian, pragmatik lebih cenderung ke fungsionalisme daripada ke formalisme. Pragmatik berbeda dengan semantik dalam hal pragmatik mengkaji maksud ujaran dengan satuan analisisnya berupa tindak tutur (speech act), sedangkan semantik menelaah makna satuan lingual (kata atau kalimat) dengan satuan analisisnya berupa arti atau makna. Kajian pragmatik lebih menitikberatkan pada ilokusi dan perlokusi daripada lokusi sebab di dalam ilokusi terdapat daya ujaran (maksud dan fungsi tuturan), perlokusi berarti terjadi tindakan sebagai akibat dari daya ujaran tersebut. Sementara itu, di dalam lokusi belum terlihat adanya fungsi ujaran, yang ada barulah makna kata/kalimat yang diujarkan . Berbagai tindak tutur (TT) yang terjadi di masyarakat, baik TT representatif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif, TT langsung dan tidak langsung, maupun TT harafiah dan tidak harafiah, atau kombinasi dari dua/lebih TT tersebut, merupakan bahan sekaligus fenomena yang sangat menarik untuk dikaji secara pragmatis. Misalnya, bagaimanakah TT yang dilakukan oleh orang Jawa apabila ingin menyatakan suatu maksud tertentu, seperti ngongkon µmenyuruh¶, nyilih µmeminjam¶, njaluk µmeminta¶, ngelem µmemuji¶, janji µberjanji¶, menging µmelarang¶, dan ngapura µmemaafkan¶. Pengkajian TT tersebut tentu menjadi semakin menarik apabila peneliti mau mempertimbangkan prinsip kerja sama Grice dengan empat maksim: kuantitas, kualitas, hubungan, dan cara; serta skala pragmatik dan derajat kesopansantunan yang dikembangkan oleh Leech (1983).

Pragmatik dan Fungsi Bahasa Bidang ³pragmatik´ dalam linguistik dewasa ini mulai mendapat perhatian para peneliti dan pakar bahasa di Indonesia. Bidang ini cenderung mengkaji fungsi ujaran atau fungsi bahasa daripada bentuk atau strukturnya. Dengan kata lain, pragmatik lebih cenderung ke fungsionalisme daripada ke formalisme. Hal itu sesuai dengan pengertian pragmatik yang dikemukakan oleh Levinson (1987: 5 dan 7), pragmatik adalah kajian mengenai penggunaan

bahasa atau kajian bahasa dan perspektif fungsional. Artinya, kajian ini mencoba menjelaskan aspek-aspek struktur bahasa dengan mengacu ke pengaruh-pengaruh dan sebabsebab nonbahasa. Fungsi bahasa yang paling utama adalah sebagai sarana komunikasi. Di dalam komunikasi, satu maksud atau satu fungsi dapat dituturkan dengan berbagai bentuk tuturan. Misalnya, seorang guru yang bermaksud menyuruh muridnya untuk mengambilkan kapur di kantor, dia dapat memilih satu di antara tuturan-tuturan berikut: (1) Jupukna kapur!( kalimat imperatif) (2) Kene ora ana kapur.( kalimat deklaratif) (3) Ibu ngersakake kapur.( kalimat deklaratif) (4) O, jebul ora ana kapur.( kalimat deklaratif) (5) Ing kene ora ana kapur, ya?( kalimat interogatif) (6) Ngapa ora padha gelem njupuk kapur?( kalimat interogatif) Dengan demikian untuk maksud ³menyuruh´ agar seseorang melakukan suatu tindakan dapat diungkapkan dengan menggunakan kalimat imperatif seperti tuturan (1), kalimat deklaratif seperti tuturan (2-4), atau kalimat interogatif seperti tuturan (5-6). Jadi, secara pragmatis, kalimat berita (deklaratif) dan kalimat tanya (interogatif) di samping berfungsi untuk memberitakan atau menanyakan sesuatu juga berfungsi untuk menyuruh (imperatif atau direktif).

PRAGMATIK VS SEMANTIK Sebelum dikemukakan batasan pragmatik kiranya perlu dijelaskan lebih dahulu perbedaan antara pragmatik dengan semantik. (a) Semantik mempelajari makna, yaitu makna kata dan makna kalimat, sedangkan pragmatik mempelajari maksud ujaran, yaitu untuk apa ujaran itu dilakukan. (b) Kalau semantik bertanya ³Apa makna X?´ maka pragmatik bertanya ³Apa yang Anda maksudkan dengan X?´ (c) Makna di dalam semantik ditentukan oleh koteks, sedangkan makna di dalam pragmatik ditentukan oleh konteks, yakni siapa yang berbicara, kepada siapa, di mana, bilamana, bagaimana, dan apa fungsi ujaran itu. Berkaitan dengan perbedaan (c) ini, Kaswanti Purwo (1990: 16) merumuskan secara singkat ³semantik bersifat bebas konteks (context independent), sedangkan pragmatik bersifat terikat konteks (context dependent)´ (bandingkan Wijana, 1996: 3).

Definisi pragmatik:
1. cabang ilmu bahasa yang menelaah penggunaan bahasa. Satuan -satuan lingual dalam penggunaannya. 2. studi kebahasaan yang terikat konteks. 3. studies meaning in relation to speech situation (Leech, 1983). 4. cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal, yakni bagaimana satuan kebahasaan digunakan dalam komunikasi (Wijana, 1996: 2). Cukup banyak kiranya batasan atau definisi mengenai pragmatik. Levinson (1987: 1 53), misalnya, membutuhkan 53 halaman hanya untuk menerangkan apakah pragmatik itu dan apa saja yang menjadi cakupannya. Di sini dikutipkan beberapa di antaranya yang dianggap cukup penting. (1) Pragmatik adalah kajian mengenai hubungan antara tanda (lambang) dengan penafsirnya, sedangkan semantik adalah kajian mengenai hubungan antara tanda (lambang) dengan objek yang diacu oleh tanda tersebut. (2) Pragmatik adalah kajian mengenai penggunaan bahasa, sedangkan semantik adalah kajian mengenai makna. (3) Pragmatik adalah kajian bahasa dan perspektif fungsional, artinya kajian ini mencoba menjelaskan aspek-aspek struktur linguistik dengan mengacu ke pengaruh-pengaruh dan sebabsebab nonlinguistik. (4) Pragmatik adalah kajian mengenai hubungan antara bahasa dengan konteks yang menjadi dasar dari penjelasan tentang pemahaman bahasa. (5) Pragmatik adalah kajian mengenai deiksis, implikatur, praanggapan, tindak tutur, dan aspek-aspek struktur wacana. (6) Pragmatik adalah kajian mengenai bagaimana bahasa dipakai untuk berkomunikasi, terutama hubungan antara kalimat dengan konteks dan situasi pemakaiannya. Dari beberapa definisi tersebut dapat dipahami bahwa cakupan kajian pragmatik sangat luas sehingga sering dianggap tumpang tindih dengan kajian wacana atau kajian sosiolinguistik. Yang jelas disepakati ialah bahwa satuan kajian pragmatik bukanlah kata atau kalimat, melainkan tindak tutur atau tindak ujaran (speech act). Stephen C. Levinson telah mengumpulkan sejumlah batasan pragmatik yang berasal dari berbagai sumber dan pakar, yang dapat dirangkum seperti berikut ini.

semantik (semantics) yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan objek di mana tanda-tanda itu diterapkan (ditandainya) (atau hubungan antara penanda dan petanda (signifiant dan signifie/yang ditandai)). Teori pragmatik menjelaskan alasan atau pemikiran para pembicara dan penyimak dalam menyusun korelasi dalam suatu konteks sebuah tanda kalimat dengan suatu proposisi (rencana. 5. yang mempunyai perhatian besar pada ilmu pengetahuan tentang tanda-tanda. tindak ujar. Pragmatik adalah telaah mengenai segala aspek makna yang tidak tercakup dalam teori semantik. Secara kasar dapat dirumuskan: pragmatik = makna . yaitu: sintaktik (syntactics) atau sintaksis (syntax) yaitu telaah tentang relasi formal dari tanda yang satu dengan tanda yang lain (mempelajari hubungan satuan lingual dengan satuan lingual lain: tanda dengan tanda). . Pragmatik adalah telaah mengenai hubungan antara bahasa dan konteks yang tergramatisasikan atau disandikan dalam struktur sesuatu bahasa. Pragmatik adalah telaah mengenai hubungan tanda-tanda dengan penafsir (Morris. Pemakaian istilah pragmatik (pragmatics) dipopulerkan oleh seorang filosof bernama Charles Morris (1938). Morris membedakan tiga cabang yang berbeda dalam penyelidikan. Ketiga cabang tersebut kemudian lebih dikenal dengan teori trikotomi.kondisi-kondisi kebenaran. pragmatics is distinct from grammar. dan aspek struktur wacana. atau masalah). anggapan penutur (presupposition). 1938:6). atau dengan perkataaan lain: memperbincangkan segala aspek makna ucapan yang tidak dapat dijelaskan secara tuntas oleh referensi langsung kepada kondisi-kondisi kebenaran kalimat yang ciucapkan. atau semiotik (semiotics).1. Dalam semiotik. Pragmatik adalah telaah mengenai relasi antara bahasa dan konteks yang merupakan dasar bagi suatu catatan atau laporan pemahaman bahasa. Dalam hal ini teori pragmatik merupakan bagian dari performansi. 4. Pragmatik sebenarnya merupakan bagian dari ilmu tanda atau semiotics atau semiotika. 3. Parker (1986: 11). Pragmatik adalah telaah mengenai deiksis. 2. d pragmatik an yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan penafsir (interpreters). Pragmatics is the study of how language is used to communicate. implikatur. dengan kata lain: telaah mengenai kemampuan pemakai bahasa menghubungkan serta menyerasikan kalimatkalimat dan konteks-konteks secara tepat. which is the study of the internal structure of language.

diadik: bentuk dan makna Semantik: makna (biasanya leksikal). kalimat. Witgenstein (filsuf): makna adalah penggunaannya. .Contoh: Kok. dilihat dari berbagai faktor . Pragmatik: cabang ilmu bahasa yang mempelajari makna satuan kebahasaan eksternal atau fungsional yang bersifat eksternal / bagaimana triadik: bentuk. makna. internal atau formal Sintaksis: frase. Contoh: Sugeng enjing! makna: menyapa maksud: tergantung siapa yang berbicara atau maksud lain. apik maksud: bisa tidak baik. Makna sebuah tuturan itu penggunaannya. Pragmatik: makna penutur (maksud). Semantik: makna linguistik (makna). dan satuan kebahasaan itu dikomunikasikan maksud. situasinya bagaimana? L. kepada siapa. makna dalam penutur. Baik! makna: baik. bersifat internal. klausa. sudah pulang! Isteri: ¶betul-betul terkejut¶ atau ¶orang itu lama sekali perginya¶ Suami menafsirkan: siapa yang berbicara. wacana. ada hal-hal yang tidak langsung ¶indirectness atau secara tidak literal¶. misalnya menyindir atau memarahi. Cabang-cabang bahasa: Fonologi: bunyi sebagai sistem Morfologi: satuan gramatikal terkecil.

semantik (semantics) yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan objek di mana tanda-tanda itu diterapkan (ditandainya). Pragmatik: bagaimana orang menafsirkan. Akhirnya pengarang menyimpulkan bahwa perbedaan pemakaian istilah pragmatik ditimbulkan dari bagian asal-usul semantik karya Morris. Ketiga cabang tersebut kemudian lebih dikenal dengan teori trikotomi. Come here!. dan pragmatik yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan penafsir (interpreters). atau telaah konsep abstrak tertentu yang membuat acuan pada pelaku (agents) (satu gagasan dari Carnap). yaitu: sintaktik (syntactics) atau sintaksis (syntax) yaitu telaah tentang relasi formal dari tanda yang satu dengan tanda yang lain. Contoh semantika: kursi signifiant (penanda) ¶tempat duduk¶ signifie (petanda) Terdapat suatu prinsip: Noam Chomsky: Terdapat hubungan satu lawan satu antara penanda dan petanda (signifiant dan signifie). atau semiotik (semiotics). Morris memberikan contoh interjeksi seperti Oh!.Makna itu berubah-ubah tergantung pada konteksnya. atau akhirnya pemakaian dalam linguistik Anglo-American dan filsafat. yaitu suatu telaah dari sebagian besar jajaran fenomena psikologis dan sosiologis yang mencakup sistem tanda pada umumnya atau dalam bahasa tertentu (the Continental sense of the term). Good morning! dipengaruhi oleh hukum pragmatik. sebenarnya semantik sudah ada pragmatik. Dalam semiotik. yang mempunyai perhatian besar pada ilmu pengetahuan tentang tanda-tanda. Morris membedakan tiga cabang yang berbeda dalam penyelidikan. . Mempelajari bagaimana satuan lingual itu ditafsirkan. yaitu bahwa variasi retoris dan alat puitis hanya muncul di bawah kondisi tertentu dalam batas-batas pemakaian bahasa. Jadi. Asal-usul dan perilaku historis istilah pragmatik Pemakaian istilah pragmatik (pragmatics) dipopulerkan oleh seorang filosof bernama Charles Morris (1938). atau studi istilah indeksikal atau deiktis (deictis) (gagasan Montague). Buku ini secara eksklusif menyangkut istilah pada gagasan yang terakhir dan menerapkannya pada pembicaraan ini.

Pragmatik: Satu tanda bisa menyatakan bermacam-macam maksud atau bermacam-macam tanda satu maksud.Omahku sepi kok. Verhaar (Pengantar Lingguistik Umum): .Maksud . semakin pendek tidak sopan. . karena: jelas kapan bahasa itu digunakan siapa yang berbicara kepada siapa. Contoh: ¶menolak¶ bisa dinyatakan dengan . . semakin tidak langsung semakin sopan. Data pragmatik: utterance (kalimat + konteks). Berkenaan dengan data: Data kalimat : sentence.Informasi Dia membeli buku Buku dibelinya makna: µaktif¶ dan µpasif¶ Makna yang abstrak. aku nyilih sepedha motore (lebih sopan)). : ada pada satuan lingual (internal) : ada pada penutur (eksternal) : isi tuturan (internal) J.W. jelas. (Contoh: Nyilih sepedha motore (tidak sopan) dan Menawa pareng. · o · Tuturan semakin panjang tuturan semakin sopan. Obyek data pragmatik itu konkrit. Obyek data primer adalah bahasa lisan. Makna kongkrit: makna tuturan. Bahasa tulis juga bisa asalkan mampu merekonstruksi tuturan yang sebenarnya.M.Ora duwe dhuwit. yang tidak jelas siapa penuturnya tidak jelas.Makna . Contoh: Lunga! (tidak sopan) dan Lungaa! (lebih sopan) Semakin langsung semakin tidak sopan. Sosiolinguistik: berkaitan dengan variasi bahasa.

2. Tuturan (utterance) . . Neng ngendi sabune? TUTURAN PERFORMATIF DAN TUTURAN KONSTATIF .di atas kalimat minus konteks. 2. ²-> terkait dengan wacana. Kopi bisa menolak atau menerima. Mode (bentuk bahasa): strategi memilih yang mana) wacana pragmatik Pragmatik: retorika. Arep? marahi saya melek terus. ayah dengan anak. Jadi. Dia pergi ke Surabaya.kalimat tanya. Lunga! Wacana. Wacana (discourse) . 4. Contoh: Sugeng rawuh. + Piye bijimu . Kalimat (sentence) Teks (texs) . bagaimana strateginya.Entuk 4 + Apik! Menurut Halliday (pakar Functional Grammar): 1. Wacana: mengandung amanat yang lengkap. 2. 3. 3. Widowson: 1. teks tidak jelas konteksnya.minus konteks.1. Field (medan): siapa berbicara kepada siapa. Ayahnya sakit. Tenor (pelibat): misalnya. wacana tidak selalu di atas kalimat.di atas kalimat plus konteks. .plus konteks.

such as Watch out (=a warning). 1989: 212). 1993. Secara ringkas dikatakan pula bahwa tuturan performatif adalah tuturan untuk melakukan sesuatu (perform the action). J. 1984: 2001). (Terjemahan M.O. Longman Dictionary of Applied Linguistics. oleh Kridalaksana disebut dengan istilah ujaran): (1) regangan wicara bermakna di antara dua kesenyapan aktual atau potensial. Austin membedakan antara tuturan performatif (performativei) dan konstatif (constative). Speech Acts. New York: Oxford University Press. Urmson). 1962. (ed. Geoffrey. pembicara mengujarkannya dan sekaligus menyelesaikan perbuatan ³mengucapkan´ (Kridalaksana. Dengan demikian bahasa bukan semata-mata alat untuk menyatakan sesuatu tetapi juga melakukan sesuatu. Oka). misalnya: I promise that I shall be there (Saya berjanji bahwa saya akan hadir di sana) . Tuturan performatif tidak dievaluasi sebagai benar atau salah. 1984. Richards. Definisi: Tuturan performatif (performative utterance): tuturan yang memperlihatkan bahwa suatu perbuatan telah diselesaikan pembicara dan bahwa dengan mengungkapkannya berarti perbuatan itu diselesaikan pada saat itu juga.L. ((Richards dkk.D. Leech. Tuturan (utterance. Intinya: bahasa pada umumnya sebagai alat komunikasi. John. J. 1989. tetapi sebenarnya ada tindakan tertentu yang baru dapat terlaksana kalau orang itu mengemukakan tuturan/bahasa.Pustaka: Austin. Jakarta: Universitas Indonesia. tetapi sebagai tepat atau tidak tepat. Jack dkk. Performative (in speech act theory): an utterance which performs an act.L. Filosof J.. How to Do Things with Words. Cambridge: Cambridge University Press. Jakarta: PT Gramedia. Searle.D. 1984: 2001). misalnya: dalam ujaran Saya mengucapkan terima kasih. I promise not to be late (= a promise). 1969. Prinsip-prinsip Pragmatik. Kamus Linguistik. Longman: Longman Group UK Limited. (2) kalimat atau bagian kalimat yang dilisankan (Kridalaksana. Harimurti Kridalaksana.

Tindakan harus dilakukan secara sungguh-sungguholeh penutur. Pura. Gereja. (Tindakan menyatakan/menikahkan: the act of Saya serahkan semua harta saya kepada anak saya. Harus diucapkan sungguh-sungguh. Contoh lain: 1. kemudian diperbaharui lagi oleh John Searle.dan performatif primer atau tuturan primer I shall be there (Saya akan hadir di sana) (Geoffrey Leech (terjemahan). 3. rama. yaitu dengan adanya syarat-syarat lainnya yang disebut syarat tuturan performatif (felicity condition). (Tindakan bertaruh: the act of betting). Penutur harus memiliki niat yang sungguh-sungguh dalam mengemukakan tuturannya. (Tindakan mohon maaf: the act of Saya namakan anak saya Parikesit. 5. 1993: 280). marrying). thanking) apologizing). Misalnya: Saya nyatakan Anda berdua suami-isteri. Saya bertaruh Mike Tyson pasti menang. bequeting). Misalnya: Saya berjanji akan setia padamu. subjek orang pertama dan kala-nya present tense. Saya nyatakan Anda berua suami-isteri. (Tindakan berterima kasih: the act of Saya mohon maaf atas keterlambatan saya. pendeta. Ciri-ciri tindakan performatif § § Subyek harus orang pertama. . tempatnya di KUA. Orang yang menyatakan tuturan dan tempatnya harus sesuai atau cocok. Austin dalam menentukan ciri-ciri tuturan performatif ini hanya melihat aspek gramatikalnya saja. objeknya 2 orang (berdua). 2. (Tindakan menyerahkan: the act of Saya akan pergi sekarang. (Tindakan pergi: the act of going). sebagai berikut. 7. (Tindakan memberi nama: the act of naming). 6. 1. Tindakan sedang/akan dilakukan Kalau dalam bahasa Inggris. Misalnya: Saya mohon maaf atas kesalahan saya. Masjid. bukan orang kedua atau ketiga. Syarat itu juga belum cukup. Akhirnya direvisi (dilengkapi) oleh murid-muridnya. (the act of promising). Penuturnya adalah penghulu (naib). tidak dengan tindakan menginjak kaki mitra tutur-nya. 2. Syarat-syarat itu antara lain: 1. Saya berterima kasih atas kebaikan Saudara. 4.

Tuturan konstatif atau deskriptif (constative utterance): tuturan yang dipergunakan untuk menggambarkan atau memerikan peristiwa. Tuturan harus mempredikasi tindakan yan g akan dilakukan.. tumindakku kang ora ndadekake renaning penggalihmu. for example. 2. Di dalam mengatakan suatu kalimat.2. Misalnya: Misalnya: Saya berjanji akan setia. atau mampu melakukan apa yang dinyatakan dalam tuturannya. proses. Tuturan harus mempredikasi tindakan yang akan dilakukan oleh penutur. 5. Ali pergi ke Jakarta Saya tidur di hotel. maka tuturan itu dikatakan tidak valid (infelicition). Misalnya: Sesuk kowe tak-tukokke sepur (yakin tidak. 1989: 265). 3. kalau tidak berarti bukan tuturan performatif). orang lain. bukan oleh Tindakan harus dilakukan secara sungguh-sungguh oleh kedua belah pihak. bukan yang telah dilakukan. (Orang perta dan kedua melakukan tindakan secara sungguh-sungguh). dan sifatnya betul atau tidak betul (Kridalaksana. A constative is an utterance which assert something that is either true or false. Chicago is in the United States (Richards dkk.. dsb. Penutur harus yakin bahwa ia mampu melakukan tindakan itu. speech event): pengujaran kalimat untuk menyatakan agar suatu maksud dari pembicara diketahui pendengar (Kridalaksana. 1984: 2001). TINDAK TUTUR (Speech Act) A. Misalnya: Saya berjanji bahwa saya akan selalu datang tepat waktu. 1984: 154) Speech act: an utterance as a functional unit in communication (Richards et al. atau Austin mengatakan bahwa tuturan konstatif dapat dievaluasi dari segi benar-salah (Geoffrey Leech (terjemahan). keadaan. 1989: 212-213). 4. Pengertian Tindak tutur (istilah Kridalaksana µpertuturan¶ / speech act. Misalnya: 1. Aku njaluk pangapura marang sliramu. seseorang tidak semata -mata mengatakan sesuatu dengan . 1993: 316). Kalau tuturan tidak memenuhi kelima syarat tersebut.

ia juga menindakkan sesuatu. Ia membedakan tiga jenis tindakan yang berkaitan dengan ujaran. Di sini kita mulai berbicara tentang maksud dan fungsi atau daya ujaran yang bersangkutan. Di dalam pengucapan kalimat ia juga ³menindakkan´ sesuatu. penerimaan akan tawaran (acceptation of offers) B. mengatakan Sampun jam sanga ia tidak semata-mata memberi tahu keadaan jam pada waktu itu. Seorang ibu rumah pondokan putri.pengucapan kalimat itu. pemberian izin (permissons). Jadi. . tawaran (offers). 3. ajakan (invitation). yaitu tindak mengucapkan sesuatu dengan kata dan kalimat sesuai dengan makna kata itu (di dalam kamus) dan makna kalimat itu sesuai dengan kaidah sintaksisnya. Uraian berikut memaparkan klasifikasi dari berbagai jenis TT. dan perlokusi. tanpa bermaksud untuk minta minum. TINDAK TUTUR DAN JENIS-JENISNYA Tindak tutur (selanjutnya TT) atau tindak ujaran (speech act) mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam pragmatik karena TT adalah satuan analisisnya. Ilokusi adalah tindak melakukan sesuatu. Dengan pengucapan kalimat Arep ngombe apa? si pembicara tidak semata-mata menanyakan atau meminta jawaban tertentu. di samping memang mengucapkan kalimat tersebut. dan Perlokusi Austin (1962) dalam How to do Things with Words mengemukakan bahwa mengujarkan sebuah kalimat tertentu dapat dipandang sebagai melakukan tindakan (act). antara lain. yaitu lokusi. ia juga menindakkan sesuatu. untuk apa ujaran itu dilakukan. apabila seorang penutur (selanjutnya disingkat P) Jawa mengujarkan ³Aku ngelak´ dalam tindak lokusi kita akan mengartikan ³aku´ sebagai µpronomina persona tunggal¶ (yaitu si P) dan ³ngelak´ mengacu ke µtenggorokan kering dan perlu dibasahi¶. ³ Aku ngelak´ yang diujarkan oleh P dengan maksud µminta minum¶ adalah sebuah tindak ilokusi. Jadi. Di sini maksud atau fungsi ujaran itu belum menjadi perhatian. ilokusi. yaitu memerintahkan si mitratutur supaya pergi meninggalkan rumah pondokannya. Ilokusi. Lokusi adalah semata-mata tindak berbicara.1 Lokusi. yakni menawarkan minuman. permintaan (requests). Hal-hal apa sajakah yang dapat ditindakkan di dalam berbicara? Ada cukup banyak.

Perlokusi mengacu ke efek yang ditimbulkan oleh ujaran yang dihasilkan oleh P. Untuk maksud atau fungsi ³menyuruh´. Secara singkat. (4) Pernyataan keharusan (5) Pernyataan keinginan : Sliramu kudu mindhahke meja iki! : Aku kepengin meja iki dipindhah. mengritik. : Pindhahen meja iki! : Dakjaluk sliramu mindhahke meja iki! : Aku jan-jane arep njaluk tulung sliramu mindhahke meja dapat . Jadi. dan mengeluh. misalnya. 1993: 11-54). Ekspresif. perlokusi adalah efek dari TT itu bagi mitra-tutur (selanjutnya MT). (5) TT deklaratif merupakan TT yang dilakukan P dengan maksud untuk menciptakan hal (status. menyarankan. misalnya memuji. (4) TT komisif adalah TT yang mengikat P-nya untuk melaksanakan apa yang disebutkan di dalam ujarannya. mengizinkan. menurut Blum-Kulka (1987) (lihat Gunarwan. misalnya berjanji dan bersumpah. (3) TT ekspresif ialah TT yang dilakukan dengan maksud agar ujarannya diartikan sebagai evaluasi mengenai hal yang disebutkan di dalam ujaran itu. misalnya menyatakan. melarang. Komisif. dan memberi maaf. dan Deklaratif Searle (1975) mengembangkan teori TT dan membaginya menjadi lima jenis TT (dalam Ibrahim. Kelima TT itu sebagai berikut: (1) TT representatif yaitu TT yang mengikat P-nya kepada kebenaran atas apa yang dikatakannya. (1) Kalimat bermodus imperatif (2) Performatif eksplisit (3) Performatif berpagar iki. melaporkan. 3. menuntut. dan menyebutkan. memohon. dan menantang.2 TT Representatif. misalnya menyuruh. jika MT melakukan tindakan mengambilkan air minum untuk P sebagai akibat dari TT itu maka di sini dapat dikatakan terjadi tindak perlokusi. Pada bagian terdahulu telah disinggung bahwa di dalam komunikasi satu fungsi dapat dinyatakan atau diutarakan melalui berbagai bentuk ujaran. keadaan. mengucapkan terima kasih. membatalkan. Direktif. 1993: diungkapkan dengan menggunakan berbagai ujaran sebagai berikut. (2) TT direktif yaitu TT yang dilakukan P-nya dengan maksud agar si pendengar atau MT melakukan tindakan yang disebutkan di dalam ujaran itu. menunjukkan. dan sebagainya) yang baru. misalnya memutuskan.

berupa isyarat halus. 1996: 36). misalnya diucapkan oleh dokter gigi kepada pasiennya. dan sebaliknya. kita masing-masing´. digabungkan maka akan didapatkan empat macam ujaran. : Kamar iki kok katone sesak ngono ya? 3. yaitu: (1) TT-LH (2) TT-LTH (3) TT-TLH (4) TT-TLTH rahasia. kamar iki katon rupek. P dapat juga menggunakan tindak tutur harafiah (TT-H) atau tindak tutur tidak harafiah (TT-TH) di dalam mengutarakan maksudnya. misalnya diucapkan oleh P yang mengajak MT-nya untuk tidak membuka . kelangsungan dan keharafiahan ujaran. : ³Tutup mulut´. misalnya diucapkan oleh seseorang yang jengkel kepada : ³Bagaimana kalau mulutnya dibuka?´. (1) Tindak tutur langsung (TT-L) (2) Tindak tutur tidak langsung (TT-TL) (3) Tindak tutur harafiah (TT-H) : ³Buka mulut´. Selain TT-L dan TT-TL. lebih baik jika kita semua sepakat menutup mulut MT-nya yang selalu ³cerewet´. berdasarkan uraian dan contoh -contoh di atas dapat dicatat ada delapan TT sebagai berikut (bandingkan Wijana. maka MT harus mencari-cari konteks yang relevan untuk dapat menangkap maksud P. Dari kesembilan bentuk ujaran tersebut. Dengan demikian. yang paling samar-samar maksudnya ialah bentuk ujaran (9).(6) Rumusan saran (7) Persiapan pertanyaan (8) Isyarat kuat (9) Isyarat halus : Piye yen meja iki dipindhah? : Kowe bisa mindhah meja iki? : Yen meja iki ana ing kene.3 TT Langsung vs TT Tidak Langsung Dari sembilan bentuk ujaran tersebut diperoleh sembilan TT yang berbeda-beda derajat kelangsungannya dalam menyampaikan maksud µmenyuruh memindahkan meja¶ itu. Jika kedua hal itu. kepada pasien yang masih kecil agar anak itu tidak takut. Derajat kelangsungan TT dapat diukur berdasarkan ³jarak tempuh´ antara titik ilokusi ( di benak P) ke titik tujuan ilokusi (di benak MT). Hal ini berkaitan dengan tindak tutur langsung (TT-L) dan tindak tutur tidak langsung (TT-TL). secara ringkas. Karena kata ³meja´ sama sekali tidak disebutkan oleh P dalam ujaran (9). Derajat kelangsungan dapat pula diukur berdasarkan kejelasan pragmatisnya: makin jelas maksud ujaran makin langsunglah ujaran itu. misalnya diucapkan oleh dokter gigi : ³Untuk menjaga rahasia.

Ilokusi berjanji. (merupakan 1. Misalnya: n mengatakan kepada t bahwa X. dan memesan. n menegaskan (asserts) bahwa P. (Menghasilkan efek tertentu pada pendengar. tindak ilokusi (melakukan tidakan dalam mengatakan sesuatu). dan tindak perlokusi (melakukan tindakan dengan mengatakan sesuatu). Persuasi 3. maka ada 3 jenis tindakan atau tindak tutur (selanjutnya disingkat TT). ilokusi. Sebagian verba yang digunakan untuk melabel tindak ilokusi bisa digunakan secara performatif. suruhan (request) memiliki kekuatan esensial untuk membuat pendengar melakukan sesuatu. Perlokusi merupakan tindak perlokusi: orang tidak dapat mempersuai seseorang tentang sesuatu hanya dengan mengatakan Saya mempersuasi anda. Dalam mengatakan X. yaitu tindak lokusi (melakukan tindakan mengatakan sesuatu). 2. Misalnya. melukai. menolak. Dengan demikian mengatakan Saya menolak bahwa X sama halnya menolak bahwa X.(4) Tindak tutur tidak harafiah (TT-TH) (5) Tindak tutur langsung harafiah (TT-LH) (6) Tindak tutur tidak langsung harafiah (TT-TLH) (7) Tindak tutur langsung tidak harafiah (TT-LTH)\ (8) Tindak tutur tidak langsung tidak harafiah (TT-TLTH) Apabila seseorang menggunakan bahasa. Contoh-contoh yang sesuai adalah meyakinkan. (Dilakukan dengan mengatakan sesuatu. dan perlokusi. Ini merupakan aspek merupakan penekanan tradisional). yaitu lokusi. dan membuat tertawa) Perbedaan kekuatan antara perlokusi dan ilokusi tidak selalu jelas. Kesulitan dalam . menakut-nakuti. Hal ini sejalan dengan pendapat Austin (1962) yang melihat adanya tiga jenis tindak ujar. n meyakinkan (convinces) t bahwa P.) Dengan mengatakan X. dan mencakup tindak-tindak seperti bertaruh. Lokusi bahasa yang tindak mengatakan pokok sesuatu: menghasilkan linguistik serangkaian bunyi yang berarti sesuatu.

definisi ini muncul dari urutan tindakan yang banyak diabaikan oleh teori tindak tutur. Kesulitan itu juga muncul dari dasar definisi maksud penutur, yang merupakan keadaan psikologis yang tidak bisa diobservasi (lihat Abd. Syukur Ibrahim, 1993: 115). 1. TT lokusi: Austin, perbuatan bertutur, hal mengungkapkan sesuatu atau menyatakan sesuatu (locutionary speech act). Misalnya: Dia sakit. Kaki manusia dua. Pohon punya daun. Wacana-wacana ilmiah yang tidak menekankan emosi termasuk TT lokusi. TT ini sangat sedikit peranannya dalam pragmatik. 2. TT ilokusi: Austin, Searle, perbuatan yang dilakukan dalam mengujarkan sesuatu atau melakukan sesuatu, mis. memperingatkan, bertanya (illocutionary speech act). Misalnya: Saya berjanji. Ibunya di rumah! (bisa bermaksud melarang datang menemui anaknya) Bapaknya galak! (bisa melarang jangan ke sana) Saya tidak dapat datang. (minta maaf) Kula nyuwun sekilo. (membeli) Temboknya dicat! (jangan dekat tembok itu) Adoh lho le! (jangan ke sana) 3. TT perlokusi: Austin, Searle, perbuatan yang dilakukan dengan mengujarkan sesuatu, membuat orang lain percaya akan sesuatu dengan mendesak orang lain untuk berbuat sesuatu, dll. atau mempengaruhi orang lain (perlocutionary speech act) Misalnya: Tempat itu jauh.

Tempat itu jauh Lokusi Tempat itu jauh. mengandung pesan. Lokusi Tempat itu jauh. metapesan µJangan pergi ke sana!¶ Perlokusi Tempat itu jauh. metapesan pikiran (Dalam ada mitratutur

keputusan) ³Saya tidak akan pergi ke sana.´

C. Tindak tutur langsung-tidak langsung dan literal-tidak literal Berdasarkan isi kalimat atau tuturannya, kalimat dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu kalimat berita (deklaratif), kalimat tanya (interogatif), dan kalimat perintah (imperatif). Berita Adiknya sakit. Informasi Tanya Di mana handuk saya? ya, tidak (apa, intonasi) mana, kapan, ke mana, untuk apa, dsb.) TT langsung (direct TT speech) langsung (direct TT langsung (direct speech) speech) Perintah Pergi! larangan, ajakan, dan

informasi (apa, siapa, di perintah biasa

Berdasarkan mudusnya, kalimat atau tuturan dapat dibedakan menjadi tuturan langsung dan tutran tidak langsung. Misalnya: [Tuturan langsung] A: Minta uang untuk membeli gula! B: Ini. [Tuturan tidak langsung] A: Gulanya habis, nyah. B: Ini uangnya. Beli sana! Kadang-kadang secara pragmatis kalimat berita dan tanya digunakan untuk memerintah, sehingga merupakan TT tidak langsung (indirect speech). Hal ini merupakan sesuatu yang penting dalam kajian pragmatik. Misalnya: 1. Rumahnya jauh. (ada maksud: jangan pergi ke sana). 2. Adiknya sakit. (ada maksud: jangan ribut atau tengoklah!)

Berdasarkan keliteralannya, tuturan dapat dibedakan menjadi tuturan literal dan tuturan tidal literal. 1. Tuturan literal: tuturan yang sesuai dengan maksud atau modusnya. Misalnya, Buka mulutnya! (makna lugas: buka). 2. Tuturan tidak literal: tuturan yang tidak sesuai dengan maksud dalam tulisan/tuturan. Misalnya, Buka mulutnya! (makna tidak lugas: tutup). Hal ini disebut juga µnglulu¶ Dalan bahasa kadang-kadang terjadi, yang bagus dikatakan jelek (hal ini disebut banter [bEnte]), yang jelek dikatakan bagus (disebut µironi¶). Masing-masing tindak tutur (langsung, tidak langsung, literal, dan tidak literal) apabila disinggungkan (diinterseksikan) dapat dibedakan menjadi 8 macam seperti sebagai berikut. 1. TT langsung 2. TT tidak langsung 3. TT literal 4. TT tidak literal 5. TT langsung literal 6. TT tidak langsung literal 7. TT langsung tidak literal 8. TT tidak langsung tidak literal Misalnya, kalimat Radione kurang banter. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. TT langsung TT tidak langsung TT literal TT tidak literal Radione TT langsung literal TT tidak langsung literal TT langsung tidak literal TT tidak langsung tidak banter. kurang betul-betul kurang keras. keraskan radionya! betul-betul kurang keras. suara sekali. betul-betul kurang keras keraskan radionya! suara sekali. matikan! radionya keras radionya keras

Kalau orang berbicara kepada orang lain pasti ingin mengemukakan sesuatu. tidak berlebihan.literal PRINSIP KERJA SAMA (Cooperative Principle) Sebelum belajar tentang µprinsip kerja sama¶. ringkas. sehingga orang lain bisa mengetahui maksudnya. Dengan adanya 2 tujuan ini. maka orang akan berbicara sejelas mungkin. ada maksudmaksud tertentu. berbicara secara wajar (termasuk volume suara yang wajar). tidak berbelit-belit. kita perlu belajar tentang µasumsi pragmatik¶. Hanya saja dalam pragmatik terdapat penyimpangan-penyimpangan. Mereka harus bekerja sama. tetapi ia harus bertanggung jawab atas penyimpangan itu. Contoh: kikir tekate dhewe kutujukan wawan prawan ayu kian maju lali main dik daniel kaki lima thank before : q2r : TKTDW : ku¥49kan : wa-one : pra one are you : q-an maju : la5in : dick&niel : kq lima : thx b4 berdua satu tujuan : ber-217-an . Selanjutnya orang lain diharapkan menangkap apa (hal) yang dikemukakan.

Katakanlah hal yang sebenarnya. 1993: 73. (4) Maksim cara: a. tidak bertele-tele. Jangan katakan sesuatu tanpa bukti yang cukup. Bicaralah secara singkat. Berikan informasi Anda secukupnya atau sejumlah yang diperlukan oleh MT. jangan mengatakan sesuatu yang tidak perlu. b. Bicaralah sesuai dengan permasalahan. b. (2) Maksim kualitas: a. Keempat maksim percakapan itu ialah sebagai berikut. (3) Maksim relevansi: a. Jangan katakan sesuatu yang Anda tahu bahwa sesuatu itu tidak benar.aku kamu sama-sama yang sayang anti gadis dan := : y9 : sy9 : aq :u : an3dis :n Di dalam berkomunikasi. Prinsip kerja sama ini terealisasi dalam berbagai kaidah percakapan. b. Katakan yang relevan. b. . Hindari ketaksaan. dan bandingkan pula Wijana. Tanpa adanya prinsip kerja sama komunikasi akan terganggu. c. antara P dengan MT harus saling menjaga prinsip kerja sama (cooperative principle) agar proses komunikasi berjalan dengan lancar. Katakan dengan jelas. d. (1) Maksim kuantitas: a. 1996: 46-53). Bicaralah seperlunya saja. Grice menjabarkan prinsip kerja sama itu menjadi empat maksim percakapan (periksa Gunarwan. 1993: 11. c. Secara lebih rinci. Hindari kekaburanan ujaran. Lubis.

Sejauh mana asumsi ini benar juga masih memerlukan pengkajian secara pragmatis.. Kenyataan membuktikan. maksim ketiga atau maksim relevansilah yang paling penting sebab betapa pun informasi yang kita sampaikan itu cukup serta disampaikan dengan cara yang jelas. bagi pengamat pragmatik. Misalnya: Buku itu dibuat dari kertas. yaitu: 1. lalu murid menjawab «. di dalam percakapan sehari hari tidak jarang kita temukan praktik-praktik pelanggaran terhadap maksim-maksim Grice tersebut. sedangkan dalam gramatika/ tatabahasa diatur oleh kaidah ( rule governed). maka dalam komunikasi harus memenuhi prinsip (maksim). baya. Dalam pragmatik dikontrol oleh maksim (principle controlled). Maksim kualitas Prinsip yang menghendaki orang-orang berbicara berdasarkan bukti-bukti yang memadai. kalau informasi itu tidak relevan dengan permasalahan toh tidak akan membawa manfaat. justeru pelanggaran-pelanggaran itulah yang menarik untuk dikaji: mengapa P melakukan pelanggaran terhadap maksim tertentu. Asumsi pragmatik ini merupakan titik acuan (point of reference). Misalnya: Ibu kota Provinsi Jawa Timur Surabaya. bukti tidak memadai. dan tidak ambigu. Kalau lebih berarti ada tujuannya. Dalam kaitannya dengan maksim . mengapa P yang bermaksud meminjam uang atau memerlukan bantuan kepada MT biasanya diawali dengan menceritakan secara panjang lebar keadaan dirinya seraya disertai dengan janji-janji? Apakah itu berlaku secara universal? Bukankah tindakan tersebut melanggar maksim kuantitas? Pada hemat saya. Ibu kota Provinsi Jawa Timur Sura «« Tuturan ini disampaikan oleh guru. sistematis. di antara empat maksim itu. tetapi apabila ada tuturan *Buku itu dibuat dari nasi. Terdapat beberapa asumsi pragmatik. ada maksud apa di balik pelanggaran maksim tersebut? Misalnya. (Secara kuantitas cukup jelas). 2. Untuk memenuhi komunikasi secara wajar dan terjadi kerja sama yang baik.e. Akan tetapi. Bukti cukup memadai. Berkatalah secara sistematis. Maksim kuantitas Berbicara sejumlah yang dibutuhkan oleh pendengar.

Maksim cara Tuturan harus dikomunikasikan secara wajar. : Benar. yaitu maksim kuantitas. sehingga kata-kata yang ambigu itu hanya satu makna. Misalnya: A B : Ini jam berapa? : Ini jam 3. tidak boleh ambigu (taksa). Akan menjadi tidak relevan misalnya apabila B menjawab Ini baju kamu atau Di sana. : Ini Tanah Abang. Misalnya: A B : Dia penyanyi solo. Sedangkan retorika interpersonal harus memperhitungkan orang lain. ya? : Jangan menghina. tidak terbalik (harus runtut). terdapat penyimpangan maksim. Tetapi Misalnya: A B A B : Kamu penjahat kelas kakap. Maksim relevansi Penutur dan mitra tutur berbicara secara relevan berdasarkan konteks pembicaraan. ya? : Bukan. dia sering tampil di TVRI. Jadi tidak hanya bersifat tekstual. maksim relevansi. maksim kualitas. Ada 6 macam prinsip agar memenuhi prinsip kesopanan. Retorika tekstual harus memenuhi 4 prinsip (maksim) kerja sama.kualitas. mujair. kadang-kadang dalam tuturan yang wajar terjadi dis-ambiguasi (pengawaambiguan). 4. misalnya Modal saja tidak bisa dan Untung saja tidak dapat. Keempat prinsip tersebut di atas termasuk pada jenis µretorika tekstual¶ sebab dalam pragmatik dikenal adanya retorika tekstual dan retorika interpersonal. dan maksim cara. masak saya miskin seperti ini punya tanah. . 3. Retorika interpersonal membutuhkan prinsip kesopanan (politeness principle).

Tuturan impositif (direktif): menyuruh. Jenis maksim ini untuk berjanji dan menawarkan (impositif. Kadang-kadang sulit dibedakan antara tuturan asertif dengan ekspresif. Swear. tanya. Maksim kebijaksanaan/kedermawanan. 2. = memaksimalkan keuntungan orang lain. Yang diperhatikan adalah tuturan. berikut ini inti 6 prinsip kesopanan menurut Leech. Tuturan A dan B disebut pragmatik paradoks. memohon. Misalnya: Gedung itu indah sekali. Saya akan datang (ada efek yang lain untuk memerintah) 3. Tuturan komisif: berjanji. 1. Misalnya: Apakah Anda bisa menolong saya. Boleh saya bawakan? Saya akan setia. Gadis itu cantik sekali. memerintah. perlu mengingat kembali dari adanya kategori sintaktik yang terdiri dari berita.Sebelum sampai pada prinsip kesopanan. Misalnya: Ada yang bisa saya bantu? A B : Mari saya bawakan! : Tidak usah. Dalam kategori pragmatik didasarkan pada fungsi komunikatifnya. Selanjutnya agar memenuhi prinsip (maksim) kesopanan. Tuturan asertif: menyatakan sesuatu (objektif). komisif). 4. tuturan impositif (direktif). tact maxim. Dalam kaitannya dengan kategori pragmatik ini ada tuturan komisif. tuturan asertif. menawarkan. Misalnya: Bali terletak di sebelah timur Pulau Jawa. Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS memiliki 8 jurusan. Misalnya: Saya akan datang. tuturan ekspresif. Tuturan ekspresif: menyatakan perasaan (emosi). meminimalkan kerugian orang lain. . dan perintah. 1. Ditujukan pada orang lain (other centred maxim).

Misalnya: Omahmu jane apik. Misalnya: A B A B : Kau sangat pandai. = memaksimalkan rasa hormat pada orang lain. ning emane cedhak pabrik. Maksim kesetujuan atau kecocokan (agreement maxim). Apakah Anda bersedia membawakan? Bawakan ini! (tidak sopan) Mari saya antarkan! Tolong saya dihantarkan! 3. = meminimalkan rasa hormat pada diri sendiri dan memaksimalkan rasa tidak hormat pada diri sendiri. Maksim kerendahhatian (modesty maxim). = memaksimalkan kesetujuan pada orang lain dan meminimalkan ketidaksetujuan pada orang lain. 4. Maksim penerimaan ini ditujukan untuk menawarkan dan berjanji. begini saja kok bagus. Ditujukan pada diri sendiri. : Ah tidak. Pusatnya pada diri sendiri (self centred maxim). Misalnya: Bolehkah saya bantu? Mari saya bantu. meminimalkan rasa tidak hormat pada orang lain. meminimalkan keuntungan diri sendiri. Ditujukan untuk menyatakan pendapat dan ekspresif. Maksim kemurahhatian (generosity maxim). = memaksimalkan kerugian diri sendiri. Maksim penerimaan (approbation maxim). biasa-biasa saja. bukan pada orang lain (self centred maxim).2. . : Mobilnya bagus! : Ah. Pekarangane jembar. Pusatnya orang lain (other centred maxim) Maksim ini ditujukan untuk kategori asertif dan ekspresif. nanging emane akeh sukete. 5. Pusatnya pada orang lain (other centred maxim).

Misalnya: A B A B : Omah kuwi apik. : Iya, apik banget. : Omah kuwi apik banget. : Wah elek banget ngono kok.

(Ketidaksetujuan total / tidak sopan) A B : Wah, ayu banget ya dheweke? : Iya, ning rada «. (kera).

(Ketidaksetujuan parsial / sopan) 6. Maksim kesimpatian (symphaty maxim). Pusatnya orang lain (other centred maxim). Ditujukan untuk menyatakan asertif dan ekspresif. = memaksimalkan simpati pada orang lain dan meminimalkan antipati pada orang lain. Misalnya: A B A B : Saya lolos di UMPTN, Jon. : Selamat, ya. : Baru-baru ini dia telah meninggal. : Oh, saya turut berduka cita.

Pragmatik
Mengapa Pragmatik Perlu Dipelajari dalam Program Studi Linguistik?

1. Pendahuluan Dalam jangka yang cukup lama, seperti diungkap oleh Yule (1996: 6), studi bahasa sangat dikuasai oleh kecenderungan untuk menjelaskan bahasa berdasarkan sistem formalnya, yaitu dengan menurunkan sistem yang terdapat dalam matematika dan logika, dan mengabaikan unsur pengguna bahasa. Sebagai tataran terbaru dalam linguistik, Pragmatik merupakan satu satunya tataran yang turut memperhitungkan manusia sebagai pengguna bahasa. Meskipun memiliki fokus kajian yang serupa dengan semantik, yaitu makna, seperti akan saya jelaskan kemudian, makna yang dikaji dalam pragmatik berbeda dengan makna yang dikaji dalam semantik. Makalah ini bertujuan menjelaskan pentingnya bidang pragmatik untuk dipelajari dalam program studi linguistik. Untuk tujuan tersebut, saya mengawali makalah ini dengan pembahasan mengenai pengertian pragmatik, perkembangannya, menjelaskan secara singkat topik-topik bahasannya, dan, dengan melihat perbedaan kajiannya dengan bidang lain dalam

linguistik, menunjukkan pentingnya pragmatik. 2. Definisi Pragmatik Para pakar pragmatik mendefinisikan istilah ini secara berbeda-beda. Yule (1996: 3), misalnya, menyebutkan empat definisi pragmatik, yaitu (1) bidang yang mengkaji makna pembicara; (2) bidang yang mengkaji makna menurut konteksnya; (3) bidang yang, melebihi kajian tentang makna yang diujarkan, mengkaji makna yang dikomunikasikan atau terkomunikasikan oleh pembicara; dan (4) bidang yang mengkaji bentuk ekspresi menurut jarak sosial yang membatasi partisipan yang terlibat dalam percakapan tertentu. Thomas (1995: 2) menyebut dua kecenderungan dalam pragmatik terbagi menjadi dua bagian, pertama, dengan menggunakan sudut pandang sosial, menghubungkan pragmatik dengan makna pembicara (speaker meaning); dan kedua, dengan menggunakan sudut pandang kognitif, menghubungkan pragmatik dengan interpretasi ujaran (utterance interpretation). Selanjutnya Thomas (1995: 22), dengan mengandaikan bahwa pemaknaan merupakan proses dinamis yang melibatkan negosiasi antara pembicara dan pendengar serta antara konteks ujaran (fisik, sosial, dan linguistik) dan makna potensial yang mungkin dari sebuah ujaran ujaran, mendefinisikan pragmatik sebagai bidang yang mengkaji makna dalam interaksi (meaning in interaction). Leech (1983: 6 (dalam Gunarwan 2004: 2)) melihat pragmatik sebagai bidang kajian dalam linguistik yang mempunyai kaitan dengan semantik. Keterkaitan ini ia sebut semantisisme, yaitu melihat pragmatik sebagai bagian dari semantik; pragmatisisme, yaitu melihat semantik sebagai bagian dari pragmatik; dan komplementarisme, atau melihat semantik dan pragmatik sebagai dua bidang yang saling melengkapi. 3. Perkembangan Pragmatik Mey (1998), seperti dikutip oleh Gunarwan (2004: 5), mengungkapkan bahwa pragmatik tumbuh dan berkembang dari empat kecenderungan atau tradisi, yaitu: (1) kecenderungan antisintaksisme; (2) kecenderungan sosial-kritis; (3) tradisi filsafat; dan (4) tradisi etnometodologi. Kecenderungan yang pertama, yang dimotori oleh George Lakoff dan Haji John Robert Ross, menolak pandangan sintaksisme Chomsky, yaitu bahwa dalam kajian bahasa yang sentral adalah sintaksis, dan bahwa fonologi, morfologi, dan semantik bersifat periferal. Menurut Lakoff dan Ross, keapikan sintaksis (well-formedness) bukanlah segalanya, sebab, seperti sering kita jumpai, komunikasi tetap dapat berjalan dengan penggunaan bentuk yang tidak apik secara sintaksis (ill-formed), bahkan semantik (Gunarwan 2004: 6). Kecenderungan kedua, yang tumbuh di Eropa, tepatnya di Britania, Jerman, dan Skandinavia (Mey 1998: 717 (dalam Gunarwan 2004: 6)), muncul dari keperluan terhadap ilmu bahasa yang secara sosial relevan, bukan yang sibuk dengan deskripsi bahasa semata-mata secara mandiri. Tradisi yang ketiga, yang dipelopori oleh Bertrand Russell, Ludwig Wittgenstein, dan terutama John L. Austin dan John R. Searle, adalah tradisi filsafat. Para pakar tersebut mengkaji bahasa, termasuk penggunaannya, dalam kaitannya dengan logika. Leech (1983: 2), seperti dikutip Gunarwan (2004: 7), mengemukakan bahwa pengaruh para filsuf bahasa, misalnya Austin, Searle, dan Grice, dalam pragmatik lebih besar daripada pengaruh Lakoff dan Ross. Tradisi yang keempat adalah tradisi tradisi etnometodologi, yaitu cabang sosiologi yang mengkaji cara para anggota masyarakat tutur (speech community) mangorganisasi dan memahami kegiatan mereka. Dalam etnometodologi, bahasa dikaji bukan berdasarkan aspek kegramatikalannya, melainkan berdasarkan cara para peserta interaksi saling memahami apa yang mereka ujarkan. Dengan kata lain, kajian bahasa dalam etnometodologi lebih ditekankan pada komunikasi, bukan tata bahasa (Gunarwan 2004: 6). 4. Beberapa Topik Pembahasan dalam Pragmatik 4.1 Teori Tindak-Tutur Melalui bukunya, How to Do Things with Words, Austin dapat dianggap sebagai pemicu minat yang paling utama dalam kajian pragmatik. Sebab, seperti diungkap oleh Marmaridou (2000: 1

(dalam Gunarwan 2004: 8)), sejak itu bidang kajian ini telah berkembang jauh, sehingga kita dapat melihat sejumlah kecenderungan dalam pragmatik, yaitu pragmatik filosofis (Austin, Searle, dan Grice), pragmatik neo-Gricean (Cole), pragmatik kognitif (Sperber dan Wilson), dan pragmatik interaktif (Thomas). Austin, seperti dikutip oleh Thomas (1995: 29-30), bermaksud menyanggah pendapat filosof positivisme logis, seperti Russel dan Moore, yang berpendapat bahwa bahasa yang digunakan sehari-hari penuh kontradiksi dan ketaksaan, dan bahwa pernyataan hanya benar jika bersifat analitis atau jika dapat diverifikasi secara empiris. Contoh. (1) Ada enam kata dalam kalimat ini (2) Presiden RI adalah Soesilo Bambang Yoedoyono Dari contoh di atas, dapat dipahami bahwa para filosof yang dikritik Austin ini mengevaluasi pernyataan berdasarkan benar atau salah (truth condition), yaitu, sesuai contoh di atas, kalimat (1) benar secara analitis dan kalimat (2) benar karena sesuai dengan kenyataan. Persyaratan kebenaran ini kemudian diadopsi oleh linguistik sebagai truth conditional semantics (Thomas 1995: 30). Austin (dalam Thomas 1995: 31) berpendapat bahwa salah satu cara untuk membuat pembedaan yang baik bukanlah menurut kadar benar atau salahnya, melainkan melalui bagaimana bahasa dipakai sehari-hari. Melalui hipotesis performatifnya, yang menjadi landasan teori tindak-tutur (speech-act), Austin berpendapat bahwa dengan berbahasa kita tidak hanya mengatakan sesuatu (to make statements), melainkan juga melakukan sesuatu (perform actions). Ujaran yang bertujuan mendeskripsikan sesuatu disebut konstatif dan ujaran yang bertujuan melakukan sesuatu disebut performatif. Yang pertama tunduk pada persyaratan kebenaran (truth condition) dan yang kedua tunduk pada persyaratan kesahihan (felicity condition) (Gunarwan 2004: 8). Contoh. (3) Dengan ini, saya nikahkan kalian (performatif) (4) Rumah Joni terbakar (konstatif) Selanjutnya Austin, seperti juga ditekankan lebih lanjut oleh Searle (dalam Gunarwan 2004: 9), memasukkan ujaran konstatif, karena memiliki struktur dalam yang mengandungi makna performatif, sebagai bagian dari performatif (Austin 1962: 52 dan Thomas 1995: 49). Dalam contoh (4), struktur dalam ujaran tersebut dapat saja berbunyi Saya katakan bahwa rumah Joni terbakar. Tindakan yang dihasilkan dengan ujaran ini mengandung tiga tindakan lain yang berhubungan, yaitu lokusi (locutionary act), ilokusi (illocutionary act), dan perlokusi (perlocutionary act) (Yule 1996: 48). Tindak lokusioner berkaitan dengan produksi ujaran yang bermakna, tindak ilokusioner terutama berkaitan dengan intensi atau maksud pembicara, dan tindak perlokusioner berkaitan dengan efek pemahaman pendengar terhadap maksud pembicara yang terwujud dalam tindakan (Thomas 1995: 49). Tindak-tutur, seperti dikembangkan lebih jauh oleh Searle (dalam Gunarwan 2004: 9), dapat berupa tindak-tutur langsung (direct speech-act) dan tindak-tutur tidak langsung (indirect speech-act). Dalam direct speeh-act terdapat hubungan langsung antara struktur kalimat dengan fungsinya, sedangkan dalam indirect speech-act hubungannya tidak langsung atau menggunakan (bentuk) tindak-tutur lain (Gunarwan 2004: 9; dan Yule 1996: 5455). Selain itu, Searle juga menyebut lima jenis fungsi tindak-tutur, yaitu asertif (assertive), direktif (directive), komisif (comissive), ekspresif (expressive), dan deklarasi (declaration) (Littlejohn 2002: 80; dan Yule 1996: 53 -54). Asertif atau representatif merupakan tindak-tutur yang menyatakan tentang sesuatu yang dipercayai pembicaranya benar; direktif merupakan tindak tutur yang menghendaki pendengarnya melakukan sesuatu; komisif merupakan tindak-tutur yang digunakan pembicaranya untuk menyatakan sesuatu yang akan dilakukannya; ekspresif merupakan tindak-tutur yang menyatakan perasaan pembicaranya; dan deklarasi merupakan tindak-tutur yang mengubah status sesuatu.

Setiap pembaca dapat memahami bahwa pesan ini hanya berlaku jika ia akan meninggalkan ruangan tersebut untuk terakhir kalinya. Yang pertama ada karena konteks ujaran. yaitu (1) bidal kuantitas (quantity maxim). menyebutkan bahwa bahasa dalam penggunaannya (language in use) selalu dapat diidentifikasi melalui hal yang disebutnya indeterminacy atau underspecification. mengungkapkan secara beraturan (Gunarwan 2004: 11 dan Thomas 1995: 63-64). Kerja sama yang terjalin dalam komunikasi ini terwujud dalam empat bidal (maxim). Contoh. mengungkapkan secara singkat. yaitu prinsip kerja sama (cooperative principle) (Yule 1996: 36-37 dan Thomas 1995: 61). implikatur dapat dibedakan menjadi implikatur khusus dan implikatur umum. Dengan kata lain. seperti dikutip oleh Renkema (2004: 22). Sperber dan Wilson (1995). Contoh. (7) Pastikan semua pintu terkunci jika meninggalkan ruangan ini. ujaran merupakan sebentuk tindakan dari komunikasi ostensif. (3) bidal relasi (relation maxim). Implikatur konvensional merupakan implikatur yang dihasilkan dari penalaran logika. yaitu implikatur konvensional dan implikatur konversasional. Hal ini. menghindari ketidakjelasan pengungkapan. Menurut mereka. memberi informasi sesuai yang diminta. 4. pesan ini berada dalam spesifikasi tertentu yang disepakati oleh addresser dan addressee dalam konteks komunikasi. didasarkan atas beberapa alasan. misalnya untuk ke kamar mandi. menyebut dua macam implikatur. 4. Selanjutnya. misalnya contoh (6) di atas. bidal yang terpenting dalam teori Grice adalah bidal relevansi. dapat dicontohkan dengan penggunaan kata bahkan. Melalui hal tersebut. seperti diungkap oleh Gunarwan (2004: 12-14). misalnya untuk memberikan informasi secara tersirat (implicature) dan menjaga muka lawan bicara (politeness). penerima pesan (addressee) hanya memilih sesuatu yang dianggapnya relevan dengan apa yang hendak disampaikan oleh pengirim pesan (addresser) dalam konteks komunikasi tertentu. Implikatur konversasional merupakan implikatur yang dihasilkan karena tuntutan konteks tertentu (Thomas 1995: 58). .3 Implikatur (Implicature) Grice. (5) Bahkan Bapak Menteri Agama menghadiri sunatan anak saya (6) Saya kebetulan ke Inggris untuk studi selama dua tahun dan berangkat besok Contoh (5) di atas merupakan implikatur konvensional yang berarti Bapak Menteri Agama biasanya tidak menghadiri acara sunatan. sedangkan contoh (6) merupakan implikatur konversasional yang bermakna µtidak¶ dan merupakan jawaban atas pertanyaan maukah Anda menghadiri selamatan sunatan anak saya? Berbeda dengan Grice. Sperber dan Wilson (1995). ujaran yang mengandung implikatur jenis ini.2 Prinsip Kerja Sama (Cooperative Principle) Grice mengemukakan bahwa percakapan yang terjadi di dalam anggota masyarakat dilandasi oleh sebuah prinsip dasar. dan percakapan dapat terus berjalan meski hanya melalui bidal ini. menyatakan hanya yang menurut kita benar atau cukup bukti kebenarannya. dalam komunikasi kadang kita tidak mematuhi prinsip tersebut. Berkaitan dengan prinsip kerja sama Grice di atas. menetapkan tiga macam hubungan antara cue dan implicature. dengan menggunakan prinsip kerja sama Grice. seperti diungkap oleh Gunarwan (2004: 14). pada kenyataannya. Dalam teori relevansi dipelajari bagaimana sebuah muatan pesan dapat dipahami oleh penerimanya. yaitu: pertama. memberi sumbangan informasi yang relevan. (2) bidal kualitas (quality maxim). menghindari ketaksaan. bukan untuk setiap kali meninggalkan ruangan. misalnya contoh (5) di atas. seperti diungkap oleh Thomas (1995: 57). untuk menjelaskan cara sebuah pesan dipahami penerimanya. dan (4) bidal cara (manner maxim). menurut Gazdar. sedangkan yang kedua tidak. seperti dikutip oleh Renkema (2004: 22).4 Teori Relevansi Teori relevansi yang dikembangkan oleh Sperber dan Wilson merupakan kritik terhadap empat maksim yang terdapat dalam prinsip kerja sama Grice.4.

ujaran (9a) mungkin diucapkan pembicara yang secara sosial lebih rendah dari lawan bicaranya. A: What weekend? B: Next weekend. Brown dan Levinson (1978) membangun teori tentang hubungan intensitas FTA dengan kesantunan yang terrealisasi dalam bahasa (Renkema 2004: 25). namun mencakup perluasan wilayah kognitif (cognitive environment) kedua belah pihak. kedua. pengirim pesan dapat memperkirakan reaksi penerima pesan terhadap pesan yang disampaikannya. "face merupakan gambaran citra diri dalam atribut sosial yang telah disepakati". Numpang tanya. Maaf. dan citra diri di depan umum (public self-image). Mas? Dalam contoh di atas terlihat jelas. Berdasarkan konsep face yang dikemukakan oleh Goffman ini. misalnya mahasiswa kepada dosen atau yang muda kepada yang tua. pemahaman penerima pesan terhadap apa yang hendak disampaikan oleh pengirim pesan terjadi melalui beberapa tahapan. you have booked seat which costs 60 euros. Dalam hal ini. Intensitas FTA diekspresikan dengan bobot atau weight (W) yang mencakup tiga parameter sosial. berkenaan dengan bobot mutlak (absolute weight) tindakan tertentu dalam kebudayaan tertentu. 4. yaitu tidak perlu mengunci pintu jika keluar dalam batasan waktu dan situasi yang diperkirakan cukup aman. (9) a. yaitu: pertama. Pak. seperti dikutip oleh Renkema (2004: 25). Contoh. yang dikutip oleh Jaszczolt (2002: 318). tahapan yang harus dil wati untuk memahami e implikatur dalam percakapan. sedangkan ujaran (9b) mungkin diucapkan kepada orang yang secara sosial jaraknya lebih dekat (9a). dan ketiga. How does it works? You just turn up for the shuttle service? A: That might be cheaper. dalam pengertian degree of relevance. setiap partisipan memiliki dua kebutuhan dalam setiap proses sosial: yaitu kebutuhan untuk diapresiasi dan kebutuhan untuk bebas (tidak terganggu). kekuasaan atau power (P) yang dimiliki lawan bicara (Renkema 2004: 26). sedangkan yang kedua disebut negative face. explicature atau degree of relevance. harga diri (self-esteem).5 Kesantunan (Politeness) Konsep strategi kesantunan yang dikembangkan oleh Brown dan Levinson diadaptasi dari konsep face yang diperkenalkan oleh seorang sosiolog bernama Erving Goffman (1956) (Renkema 2004: 24-25). sedangkan that might be cheaper merupakan ujaran yang relevansinya lebih baik. ujaran at the weekend. Dalam percakapan tersebut. B mengira A mengerti bahwa at the weekend berarti next weekend. Begitu juga A. misalnya bobot kedua permintaan di atas tidak terlalu besar jika kedua ungkapan tersebut ditujukan kepada saudara sendiri. it costs 50 euros. . merupakan ujaran yang relevansinya rendah dan membutuhkan processing effort yang lebih besar. Dengan kata lain. Then that's fifty. Menurut Goffman (1967: 5). karena semakin tinggi contextual effect maka semakin rendah ia membutuhkan processing effort. tingkat gangguan atau rate of imposition (R). face dapat diartikan kehormatan. boleh tanya? b. misalnya permintaan "May I borrow your car?" mempunyai bobot yang berbeda dengan permintaan "May I borrow your pen?". (8) A: Well. jarak sosial atau social distance (D) antara pembicara dengan lawan bicaranya. Contoh yang ditulis Renkema (2004: 23) di bawah ini memberikan gambaran yang cukup jelas.misalnya tindakan untuk membuat sesuatu menjadi jelas dan dapat dimengerti oleh penerima pesan. padahal A harus memastikan dengan jelas setiap pemesanan pembelian tiket. dan ketiga. komunikasi tidak hanya memasukkan apa yang ada dalam pikiran pengirim pesan ke dalam pikiran penerima pesan. Misalnya pada contoh (7) di atas. when do you want to go? B: At the weekend. Kebutuhan yang pertama disebut positive face. there is a shuttle service sixty euros one-way. If you buy ticket when you turn up. kedua. Menurut Goffman (1956). Dalam percakapan di atas. ia mengandaikan B dapat mengerti bahwa that migh be cheaper dapat berarti If you purchase a ticket now.

Politeness (kesantunan) dalam hal ini dapat dipahami sebagai upaya pencegahan dan atau perbaikan dari kerusakan yang ditimbulkan oleh FTA; semakin besar intensitas FTA mengancam stabilitas komunikasi, maka politeness strategy semakin dibutuhkan. Politeness, face work technique, yang bertujuan untuk mendapatkan positive face disebut solidarity politeness, dapat dilakukan, misalnya dengan pujian; sedangkan politeness yang dilakukan untuk tujuan sebaliknya disebut respect politeness, dapat dilakukan, misalnya dengan melakukan tindakan yang tidak kooperatif dalam komunikasi (Renkema 2004: 25). Berkaitan dengan politeness strategy ini, Brown dan Levinson (1978), seperti diungkapkan oleh Renkema (2004: 26), dalam penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat banyak cara untuk menghindari FTA yang dapat direduksi menjadi lima macam cara. Kelima strategi tersebut diurut berdasarkan tingkat resiko "kehilangan muka"; semakin tinggi resiko kehilangan muka, maka semakin kecil kemungkinan pembicara melakukan FTA. Dalam hal ini, Renkema (2004: 27) memberi contoh strategi tersebut. (5) a. Hey, lend me a hundred dollars. (baldly) b. Hey, friend, could you lend me a hundred bucks? (positive polite) c. I'm sorry I have to ask, but could you lend me a hundred dollars? (negative polite) e. Oh no, I'm out of cash! I forgot to go to the bank today. (off record) Teori kesantunan lain dibahas oleh Leech (1983). Pakar ini membahas teori kesantunan dalam kerangka retorika interpersonal (Eelen 2001: 6). Dalam hal ini, Leech (dalam Eelen 2001: 8) menyebutkan enam bidal kesantunan, yaitu bidal kebijaksanaan (tact maxim), bidal kedermawanan (generosity maxim), bidal pujian (approbation maxim), bidal kerendahhatian (modesty maxim), bidal kesetujuan (aggreement maxim), bidal simpati (sympathy maxim); dan, seperti diungkap oleh Gunarwan (2004: 19), ditambah bidal pertimbangan (consideration maxim). 5. Pragmatik dalam Linguistik Seperti telah saya uraikan sedikit dalam sub 3 di atas, salah satu kecenderungan yang melatarbelakangi berkembangnya pragmatik adalah antisintaksisme Lakoff dan Ross. Dalam sintaksis, seperti dikemukakan oleh Yule (1996: 4), dipelajari bagaimana hubungan antarbentuk linguistis, bagaimana bentuk-bentuk tersebut dirangkai dalam kalimat, dan bagaimana rangkaian tersebut dapat dinyatakan well-formed secara gramatikal. Secara umum, sintaksis tidak mempersoalkan baik makna yang ditunjuknya maupun pengguna bahasanya, sehingga bentuk seperti kucing menyapu halaman, meskipun tidak dapat diverifikasi secara empiris, tetap dapat dinyatakan apik secara sintaksis. Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan bahasa tidak semata-mata didasarkan atas prinsip well-formed dalam sintaksis, melainkan atas dasar kepentingan agar komunikasi tetap dapat berjalan. Lebih tepatnya, dengan mengikuti kecenderungan dalam etnometodologi, bahasa digunakan oleh masyarakat tutur sebagai cara para peserta interaksi saling memahami apa yang mereka ujarkan. Atas dasar ini, pertama, dapat dipahami, dan memang sering kita temukan, bahwa komunikasi tetap dapat berjalan meskipun menggunakan bahasa yang tidak apik secara sintaksis; dan kedua, demi kebutuhan para anggota masyarakat tutur untuk mangorganisasi dan memahami kegiatan mereka, selain tata bahasa, makna juga merupakan hal yang tidak dapat diabaikan dalam analisis bahasa. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa perbedaan utam a antara sintaksis dan pragmatik, sekaligus menyatakan pentingnya studi pragmatik dalam linguistik, terletak pada makna ujaran dan pada pengguna bahasa. Pembahasan tentang makna membawa kita pada pentingnya semantik, yaitu tataran linguistik yang mengkaji hubungan antara bentuk-bentuk linguistik (linguistic forms) dan entitas yang terdapat di luar bahasa, dalam analisis bahasa. Berdasarkan truth conditional semantics, untuk dapat dinyatakan benar, sebuah pernyataan harus dapat diverifikasi secara empiris at u harus a bersifat analitis. Dengan demikian, bentuk kucing menyapu halaman adalah bentuk yang tidak berterima secara semantis, karena tidak dapat diverifikasi secara empiris dan bukan termasuk

pernyataan logika. Namun demikian, pembahasan makna dalam semantik belum memadai, karena masih mengabaikan unsur pengguna bahasa, sehingga bentuk seperti seandainya saya dapat berdiri tentu saya tidak akan dapat berdiri dan saya akan datang besok pagi, meskipun bentuk seperti ini dapat saja kita jumpai, tidak dapat dinyatakan benar karena yang pertama menyalahi logika dan yang kedua tidak dapat diverifikasi langsung. Dengan kata lain, untuk menjelaskan fenomena pemakaian bahasa sehari-hari, di samping sintaksis dan semantik, dibutuhkan juga pragmatik yang dalam hal ini saya pahami sebagai bidang yang mengkaji hubungan antara struktur yang digunakan penutur, makna apa yang dituturkan, dan maksud dari tuturan. Kegunaan pragmatik, yang tidak terdapat dalam sintaksis dan semantik, dalam hal ini dapat ditunjukkan dengan, misalnya, bagaimana strategi kesantunan mempengaruhi penggunaan bahasa, bagaimana memahami implikatur percakapan, dan bagaimana kondisi felisitas yang memungkinkan bagi sebuah tindak-tutur. Selanjutnya, untuk melihat pentingnya pragmatik dalam linguistik, saya akan mengemukakan pendapat Leech (1980). Menurut Leech (dalam Eelen 2001: 6) perbedaan antara semantik dan pragmatik pada, pertama, semantik mengkaji makna (sense) kalimat yang bersifat abstrak dan logis, sedangkan pragmatik mengkaji hubungan antara makna ujaran dan daya (force) pragmatiknya; dan kedua, semantik terikat pada kaidah (rule-governed), sedangkan pragmatik terikat pada prinsip (principle-governed). Tentang perbedaan yang pertama, meskipun makna dan daya adalah dua hal yang berbeda, keduanya tidak dapat benar-benar dipisahkan, sebab daya mencakup juga makna. Dengan kata lain, semantik mengkaji makna ujaran yang dituturkan, sedangkan pragmatik mengkaji makna ujaran yang terkomunikasikan atau dikomunikasikan. Selanjutnya, kaidah berbeda dengan prinsip berdasarkan sifatnya. Kaidah bersifat deskriptif, absolut atau bersifat mutlak, dan memiliki batasan yang jelas dengan kaidah lainnya, sedangkan prinsip bersifat normatif atau dapat diaplikasikan secara relatif, dapat bertentangan dengan prinsip lain, dan memiliki batasan yang bersinggungan dengan prinsip lain. Lebih jauh lagi, dalam pengajaran bahasa, seperti diungkapkan Gunarwan (2004: 22), terdapat keterkaitan, yaitu bahwa pengetahuan pragmatik, dalam arti praktis, patut diketahui oleh pengajar untuk membekali pemelajar dengan pengetahuan tentang penggunaan bahasa menurut situasi tertentu. Dalam pengajaran bahasa Indonesia, misalnya, pengetahuan ini penting untuk membimbing pemelajar agar dapat menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan situasinya , karena selain benar, bahasa yang digunakan harus baik. Dalam pengajaran bahasa asing, pengetahuan tentang prinsip-prinsip pragmatik dalam bahasa yang dimaksud penting demi kemampuan komunikasi yang baik dalam bahasa tersebut. Secara umum, dapat disimpulkan bahwa kaitan antara pragmatik dan pengajaran bahasa adalah dalam hal kompetensi komunikatif yang mencakup tiga macam kompetensi lain selain kompetensi gramatikal (grammatical competence), yaitu kompetensi sosiolinguistik (sociolinguistic competence) yang berkaitan dengan pengetahuan sosial budaya bahasa tertentu, kompetensi wacana (discourse competence) yang berkaitan dengan kemampuan untuk menuangkan gagasan secara baik, dan kompetensi strategik (strategic competence) yang berkaitan dengan kemampuan pengungkapan gagasan melalui beragam gaya yang berlaku khusus dalam setiap bahasa. 6. Penutup Seperti telah disebutkan di muka, tujuan tulisan ini adalah menunjukkan bahwa pragmatik penting dipelajari dalam program studi linguistik. Berdasarkan penjelasan di atas, saya melihat pentingnya pragmatik dalam linguistik setidaknya dalam dua hal, pertama, pragmatik merupakan satu-satunya tataran dalam linguistik yang mengkaji bahasa dengan memperhitungkan juga penggunanya; kedua, berkaitan dengan ketidakmampuan sintaksis dan semantik dalam menjelaskan fenomena penggunaan bahasa sehari hari, saya melihat kedudukan semantik dan pragmatik sebagai dua hal yang saling melengkapi. Selain itu, berkaitan dengan pengajaran bahasa, pragmatik berperan dalam pengembangan kompetensi komunikatif.

Daftar Acuan Austin, John L. 1962. How to Do Things with Word (edisi kedua). Oxford: Oxfod University Press. Brown, Penelope., dan Stephen C. Levinson. 1978. Politeness: Some Universal in Language Usage. Cambridge: Cambridge University Press. Eelen, Gino. 2001. A Critique of Politeness Theories. Manchester, UK: St. Jerome Publishing Gunarwan, Asim. 2004. Dari Pragmatik ke Pengajaran Bahasa (Makalah Seminar Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah). IKIP Singaraja. Jaszczolt, K.M. 2002. Semantics and Pragmatics: Meaning in Language and Discourse. Edinburgh: Pearson Education. Renkema, Jan. 2004. Introduction to Discourse Studies. Amsterdam: John Benjamins Publishing Company. Thomas. Jenny. 1995. Meaning in Interaction: an Introduction to Pragmatics. London/New York: Longman. Yule, George. 1996. Pragmatics. Oxford. Oxford University Press. Posted by Hendri Rahmana at 15.55 0 comments

Adapun metode yang digunakan dalam penelitian .EMA KEMANUSIAAN DALAM KUMPULAN CERPEN KUDA TERBANG MARIA PINTO KARYA LINDA CHRISTANTY SKRIPSI diajukan untuk memenuhi persyaratan akademik Program S-1 Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra .Universitas Padjadjaran Wemmy al-Fadhli H1A01018 JURUSAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS SASTRA Universitas padjadjaran 2007 ABSTRAK Penelitian ini bertujan untuk mengetahui tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen Kuda Terbang Maria Pinto karya Linda Christanty.

Tema kemanusiaan merupakan narasi utama yang terlihat menjadi benang merah pemaknaan atas kumpulan cerpen ini. . The method that used in this research is structuralism with focused on theme aspect. Dengan menggunakan pendekatan objektif melalui analisis struktur karya diharapkan dapat dibongkar nilai-nilai yang terkandung dalam objek analisis terkait dengan aspek tematiknya sebagai tujuan utama penelitian.cerpen: as sulak. Humanism look as a grand narration of this short story collection. «dari cahaya? Dari ketiaknya tercium harum bunga yang membuat kuntum-kuntum mawar di halaman menunduk dan kelopaknya memerah karena malu. ABSTRACT The objective of this research is to observe humanity theme in Kuda Terbang Maria Pinto written by Linda Christanty.ini adalah struktural dengan penekanan pada aspek tematik. Used objective approach with structur analiysis²hooked theme aspect as an object²this research will become distangled variously senses and values on this literary work.´ BIDADARI yang Mengembara.

meskipun ia sedang berdoa dan memberikan pengorbanan. Sastrawan Bali) dalam mentertawakan diri sendiri. akan sebodoh mencari garis-garis jelas yang tersembunyi di balik kesamaran lukisan Rembrandtj dengan mengikis habis tinta-tintanya. Putu Sedana. sama artinya dengan belajar dari orang lain. ³Segala usaha untuk tiba pada penafsiran yang jelas dan tertentu melalui analisis kritis. Tetapi orang-orang bodoh mengotori Tuhan. meskipun ia sedang diam.´ (Porphyry.´ ³Orang-orang yang bijaksana memuliakan tuhan.Essli(li)n. 233-301 M) ³Karena mengajari orang lain.´ (Drs.´ [Aporisma kumaha urang] . wemmy selalu mewanti kita: ³Hati-hati dengan Permukaan.

«lembar tak berguna itu akan kukirimkan kepada engkau ibubapakku. di atas dinding berbingkai kaca. Semoga d is ana bisa menjadi berharga. thanks & goodbai. .Jabar.

cerpen: as sulak. .´ BIDADARI yang Mengembara.Kaca-kaca airmata« «dari cahaya? Dari ketiaknya tercium harum bunga yang membuat kuntum-kuntum mawar di halaman menunduk dan kelopaknya memerah karena malu.

. Putu Sedana. Sastrawan Bali) dalam mentertawakan diri sendiri. sama artinya dengan belajar dari orang lain. KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim.³Karena mengajari orang lain. Fakultas Sastra.´ (Drs. Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul ³Tema Kamanusiaan dalam Kumpulan Cerpen Kuda Terbang Maria Pinto Karya Linda Christanty´.´ [Aporisma kumaha urang] Jabar. wemmy selalu mewanti kita: ³Hati-hati dengan Permukaan. thanks & goodbai. Skripsi ini disusun sebagai salah satu persyaratan ujian sarjana pada Jurusan Sastra Indonesia.

4. dukungan. masukan. 2. 6. 5. Jatinangor. selaku dosen wali penulis atas segala bantuan. Dra. Semoga skripsi ini dapat berguna bagi pihak-pihak yang memerlukan. April 2007 Penulis LEMBAR PENGESAHAN .Seluruh kawan-kawan sekelas yang bagaimanapun memberikan pengalaman hidup kepada penulis. Fakultas Sastra.. yang telah banyak membantu kelancaran administrasi dan finansial penulis selama masa perkuli han. Dadang Suganda. 7.Seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Selama penyusunan skripsi ini. 9. Oleh karenanya.Ibu Hj. dukungan. Yudi Permadi. Hum. Untuk itu.Universitas Padjajaran. penulis hendak mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada: 1.Bapak Nana Suryana. dukungan.Bapak Dr. saran. Penulis menyadari sepenuhnya skripsi ini masih jauh dari sempurna. penulis banyak memperoleh bantuan dan dorongan baik moral dan material dari berbagai pihak. selaku ketua Jurusan Sastra Indonesia. saran. Drs. pada kesempatan ini. masukan. masukan.Bapak Andi dan Lili. Terima kasih banyak.Bapak Abdul Hamid. dan waktu yang telah diberikan pada penulis. dan waktu yang telah diberikan pada penulis. beserta segenap karyawan SBA dan SBK Fakultas Sastra lainnya. selaku pembimbing pendamping atas segala bantuan. M. dan waktu yang telah diberikan pada penulis. 3. selaku dekan Fakultas Sastra Universitas Padjajaran. kritik dan saran akan sangat penulis harapkan. a 8.Seluruh staf pengajar Jurusan Sastra Indonesia pada khususnya dan Fakultas Sastra pada umumnya atas segala ilmu pengetahuan yang telah diberikan pada penulis semasa masa perkuliahan. selaku pembimbing utama atas segala bantuan.Bapak R. Yetti Setianingsih. Drs. saran... Universitas Padjajaran.

Dr.Pd. Abdul Hamid. Pembimbing II. Yudi Permadi. Dadang Suganda R. NIP. 131954729 NIP. NIP. Drs. 131472538 NIP. 131573157 Disahkan Diketahui Dekan Fakultas Sastra Ketua Jurusan Universitas Padjadjaran. M.Judul : Tema Kemanusiaan dalam Kumpulan Cerpen Kuda Terbang Maria Pinto Karya Linda Christanty Penyusun : Wemmy al-Fadhli NPM : H1A 01018 Jatinangor. 132102803 LEMBAR PENGESAHAN Judul : Tema Kemanusiaan dalam Kumpulan Cerpen Kuda Terbang Maria Pinto Karya Linda Christanty Penyusun : Wemmy al-Fadhli NPM : H1A 01018 . Sastra Indonesia. Nana Suryana. April 2007 Pembimbing I. Drs.

Sastra Indonesia. Abdul Hamid. Pembimbing II. Nana Suryana. 132102803 DAFTAR ISI Lembar Pengesahan Lembar Persembahan Abstrak i Abstract ii Kata Pengantar iii Daftar Isi v BAB I PENDAHULUAN 1 1. 131472538 NIP. 131573157 NIP. Drs.1 Latar Belakang Masalah 1 . 131954729 Disahkan Diketahui Dekan Fakultas Sastra Ketua Jurusan Universitas Padjadjaran. NIP. Yudi Permadi. April 2007 Pembimbing I. M. Drs. Dadang Suganda R.Jatinangor. NIP. Dr.Pd.

5 Sistematika Penulisan 14 BAB II LANDASAN TEORI 15 2.4Sudut Pandang 41 2.1.5Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ 64 3.4.3.2.2 Pembatasan Masalah 11 1.2Tokoh 35 2.4Cerpen ³Balada Hari Hujan´ 64 3.3.1 Telaah Struktural 15 2.2 Cerpen 19 2.2.4 Kemanusiaan 43 BAB III TEMA KEMANUSIAAN DALAM KUMPULAN CERPEN KUDA TERBANG MARIA PINTO KARYA LINDA CHRISTANTY 50 3.3.3Sudut Pandang 87 3.3.2Latar 83 3.2.1Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ 62 3.2.2Derita Seorang Ibu dan Makna Keutuhan Sebuah Keluarga .4.2Diksi Puitis 56 3.3 Struktur Cerpen 24 2.6Cerpen ³Makam Keempat´ 65 3.3 Tujuan Penelitian 13 1.3Latar 38 2.4Tema 89 3.3.2.1Tokoh 66 3.1Kehampaan Jiwa dan Kesetiaan terhadap Tugas dalam Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ 89 3.2Ringkasan Cerita 62 3.3.1Gaya Realis dan Surealis 51 3.1.2.3Cerpen ³Pesta Terakhir´ 63 3.1Tema 26 2.1.3Struktur Umum 66 3.2Cerpen ³Makan Malam´ 63 3.3.4 Metode Penelitian 13 1.1Corak Estetis Kumpulan Cerpen KTMP 50 3.

4. pemikiran. Segala Kenangan.4. ide.dalam Cerpen ³Makan Malam´ 94 3.4.5Kampung Halaman.1Latar Belakang Masalah Sastra didefenisikan Sumardjo (1997: 3) sebagai ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman.4Seorang Waria yang Dilukai Hatinya dalam Cerpen ³Balada Hari Hujan´ 104 3.4. semangat. perasaan. keyakinan dalam suatu bentuk gambaran konkret yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa.3Antara Rahasia Pengkhianatan dan Usaha Untuk Menjaga Persahabatan dalam Cerpen ³Pesta Terakhir´ 98 3.6Mencintai Buah Hati yang Diam-Diam Telah ³Pergi´ dalam Cerpen ³Makam Keempat´ 113 BAB IV SIMPULAN 119 Daftar Pustaka 122 Riwayat Hidup Ucapan Terima Kasih BAB I PENDAHULUAN 1. Pengertian pengalaman tidak harus . dan yang Tersisa Darinya dalam Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ 107 3.

benturan antarnilai akibat kompleksitas cara memandang atas berbagai persoalan kehidupan. diambil sarinya.selalu merujuk pada pengungkapan pengalaman pribadi seorang individu saja. Kesegaran itu diperoleh karena keunikan cara pandang yang dimiliki oleh sastrawan dalam menghayati kehidupan ini dibandingkan dengan masyarakat kebanyakan. dan dikristalkan hingga pembaca dapat mengambil hikmah dan kekayaan pengalaman itu dengan mudah dan dalam waktu singkat. Kebaruan tersebut meliputi penyegaran cara pandang bagi masyarakat dalam melihat kehidupan ini. perasaan. Dengan daya imajinasi yang tinggi dan daya pengamatan yang teliti dan tajam. sastrawan memiliki karakteristik yang unik dalam memandang persoalan-persoalan hidup dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya. sebagai bagian dari kesenian seperti halnya filsafat dan ilmu pengetahuan. Hal-hal tersebutlah yang diolah sastrawan dengan menggunakan kemahirannya dalam berkreasi atas potensi estetis bahasa.M. serta perbedaan cara melihat persoalan kehidupan tersebut dengan pandangan masyarakat di sekitarnya merupakan sebuah karakteristik umum yang menghinggapi seorang pengarang karya sastra. Sastra. Jiwa yang selalu gelisah. Sastra sebagai seni. dan keyakinannya. Kemahiran dalam mengaplikasikan ungkapan pribadi inilah yang membedakan sastrawan dengan masyarakat pada umumnya. . ide. 1984:9) Dari defenisi tersebut bisa dipahami bahwasanya karya sastra diciptakan oleh sastrawan berdasarkan pengalaman. (1990: 14-16 & 49-50) mengemukakan adanya tiga kedudukan sastra terhadap kehidupan. pikiran. adalah salah satu dari lembaga manusiawi yang menjadi sarana bagi manusia untuk berupaya mengendalikan lingkungannya. dijernihkan. dapat diciptakan pengalamanpengalaman kemanusiaan yang bisa jadi juga bersumber dari masyarakat umum (Hanafi. Saini K. Lingkungan itu baik berupa lingkungan jasmani ataupun berupa lingkungan rohani. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana kedudukan sastra itu dalam hubungannya dengan kehidupan. Dalam perihal seperti ini gambaran yang dilukiskan sastra bertentangan dengan kehidupan yang dihadapi pembaca. Kreativitas yang dihasilkan dalam sebuah karya sastra inilah yang membuat dikenali akan adanya kebaruan dalam karya sastra. jelas mempunyai hubungan dengan kehidupan. Sebagaimana diketahui. pengalaman kehidupan disaring. dengan demikian. Kedudukan pertama adalah sebagai ³pemekat´ (intensifikator). Kedudukan kedua adalah sastra sebagai penentangan terhadap kehidupan. semangat. Segala perbedaan antara sastrawan dengan masyarakat pada umumnya itu menyebabkan terciptanya produk kreatif bernama karya sastra. Dalam karya-karya sastra yang memekatkan.

baik aspek kejiwaannya atau moral sosial. Kebahagiaan yang dicetuskan di sana-sini dalam karya-karya yang baik akhirnya dikalahkan oleh dominasi kepahitan hidup. mendalam. Kalau dilihat dari segi ini saja. Sastra justru menunjukkan kenyataan . Dalam karya mereka kita melihat berkecamuknya manusia yang tidak jujur. Melalui perenungan itulah diharapkan pembaca akan dapat mengambil hikmah dalam bentuk kemampuan mengendalikan kehidupan mereka secara lebih baik. Hampir semua karya sastra yang baik mengimplikasikan. Kemampuan memperolokolokkan ini membantu pembaca untuk merenungkan kehidupan dengan lebih luas. para pengarang yang baik berkesimpulan bahwa hidup memang pahit. Kalau sastra dianggap sebagai jalan untuk memanusiawikan manusia dan memang demikian. dan mendasar. ³Untuk dapat melihat diri kita sendiri dengan benar kita tidak selayaknya menjadi narkisus. akan nampak bahwa sastra menyadarkan manusia atau lebih menyadarkan manusia. yang selalu melihat dirinya sebagai tampan tanpa mengantongi penyakit´. bahwa manusia adalah keterbatasan. Supadjar (2003: 43) menyatakan bahwa umumnya tema kefilsafatan dalam karya sastra yang menonjol itu adalah mengenai soal-soal kemanusiaan. sastra sering dilihat sebagai suatu bentuk filsafat atau sebagai suatu pemikiran yang terbungkus dalam bentuk khusus. Filsafat atau dunia pemikiran tentulah sangat berhubungan erat dengan kehidupan manusia. caranya adalah justru dengan menunjukkan bahwa hidup adalah pahit. Wellek & Warren (1990: 134-135) mengemukakan bahwa sejarah sastra sejajar dan mencerminkan sejarah p emikiran. manusia dengan segala tragedi dan kepedihannya. manusia yang putus-asa. Manusiawi berarti bersifat manusia (kemanusiaan) dan kemanusiaan adalah sifat-sifat manusia atau secara manusia dan sebagai manusia (KBBI. Oleh karena itu. Dalam hubungannya dengan dunia pemikiran. 2003: 714).Penentangan ini dimaksudkan agar pembaca bisa melihat kehidupan dari perspektif lain sehingga bertambah jelaslah gambaran tentangnya. Kemanusiaan adalah bentuk pembendaan dari kata sifat manusiawi. manusia yang diinjak dan sebagainya. Oleh karena itu. Kemampuan untuk menertawakan sesuatu. Kedudukan sastra yang ketiga adalah mengolah dan mendistorsi gambaran kehidupan sehingga menjadi sesuatu yang menggelikan. termasuk diri sendiri. merupakan kemampuan untuk mengambil jarak dan memandang sesuatu dengan lebih objektif. terutama yang menyangkut keadilan. Sementara yang baik itu belum tentu menang dan yang jelek belum tentu mendapat hukuman yang setimpal. Dalam usahanya memecahkan manusia sebagai misteri. tema-tema kemanusiaan dalam karya sastra tidak pelak lagi dengan berbagai cara membicarakan manusia dan karakteristiknya. serta manusia dan kehidupannya. bahwa hidup adalah pahit dan bahwa keadilan belum tentu dapat menjalankan tugasnya. Hal ini sesuai dengan perkataan Budi Darma dalam penutup Olenka.

Selain itu. Hal ini disebabkan format cerpen sendiri yang memang sesuai dengan perputaran yang cepat. Padahal pada masa itu sedang mewabah tren penulisan berani tentang seks oleh kalangan penulis perempuan. majalah. Keberhasilan KTMP ini juga seperti memberi warna baru dalam peta sastra perempuan Indonesia.vision. Remy Silado. 1984: 70) Soal-soal kemanusiaan dan kehidupan tersebut salah satunya bisa ditampilkan dalam bentuk cerpen.html). Dalam ajang tersebut. Walaupun LC merupakan seorang pendatang baru dalam kancah sastra Indonesia. cerpen merupakan salah satu bentuk kesusastraan yang cukup menonjol dewasa ini.id/detail. Semua cerpen yang dimasukkan ke dalam kumpulan cerpen tersebut adalah karya yang sudah pernah dipublikasikan di berbagai media massa nasional dan daerah meski dalam buku kumpulan cerpen itu sendiri tidak diterangkan karena persoalan dalam teknis proses penerbitan (http://www. Kumpulan cerpen Kuda Terbang Maria Pinto (KTMP) karya Linda Christanty (LC) merupakan salah satu karya sastra yang lahir dari situasi tersebut.php?id=3975). Dengan kesingkatannya cerpen mampu menjelaskan atau memaparkan bentuk-bentuk gejala sosial yang kompleks. Karya-karya tersebut dipublikasikan pertama kali dalam rentang tahun 2000 hingga tahun 2004 saat kumpulan cerpen ini diterbitkan. Cerpen sebagai salah satu sarana pengungkapan nilai-nilai kehidupan dalam beberapa hal tidak kalah dengan karya sastra lainnya (Suharjana. yang tertinggal dalam renungan seseorang yang telah mengalami katarsis adalah juga kepahitan hidup.com/cetak/2006/102005/8/khazanah/index. Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) karya Djenar Mahesa . kumpulan cerpen karangan perempuan lulusan UI kelahiran Bangka (1970) yang kini tengah menulis novel tentang perburuhan di Indonesia ini dipandang cukup mengejutkan mata khalayak sastra Indonesia ketika berhasil meraih penghargaan Khatulistiwa Literary Award (KLA) 2004.net. 2000: 10). (Darma.dan bukannya menipu atau mengatakan apa yang seharusnya terjadi tapi tidak terjadi. karya ini. dan Hamsad Rangkuti juga pernah meraih penghargaan yang baru dimulai pada tahun 2000 ini. KLA ini sendiri adalah sebuah penghargaan yang cukup diakui di Indonesia (http://www. berhasil menyingkirkan Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) karya Djenar Mahesa Ayu. dan internet² yang semakin menonjol kehadirannya dewasa ini²membuat bentuk sastra seperti cerpen tertunjang eksistensinya. dan bergegas tersebut. Adanya media publikasi dengan siklus penerbitan instan seperti koran. Nama-nama besar seperti Goenawan Mohammad. Karena itu. ringkas. berdua dengan Negri Senja karya Seno Gumira Ajidarma.pikiranrakyat. Sebuah cerpen selain dipublikasikan lewat media di atas sebagian juga diterbitkan secara konvensional lewat bentuk buku kumpulan cerpen.

html). adalah karena kumpulan cerpen ini dilihat mampu menjadikan bahasa sebagai ´kendaraan´ yang membimbing pembacanya memasuki relung-relung batin paling tersembunyi dan tak terduga (http://www. Akan tetapi. Namun. kehadiran KTMP karangan seorang penulis perempuan ini sungguh mengharukan. Hal ini. Hasil riset Associated Press (AP) 2003 mendudukkan Indonesia di peringkat kedua setelah Rusia dalam hal pornografi (http://www. Oleh karena itu. menilai bahwa kumpulan cerpen ini menjadi bayangan bagi perkembangan cerpen di masa depan. cerpen-cerpen LC masih terasa menggantung.id/hiburan/budaya/2005/ 0402/bud2. subjektivitas seorang aktivis feminisme bisa berpengaruh terhadap hasil pemaknaan. LC dipandang memiliki kekuatan dalam hal yang amat mendasar yaitu makna. melainkan juga yang merangsang pemikiran dan nurani pembacanya. Dalam soal perjuangan kaum perempuan.com/kompascetak/0406/27/Buku. Kemenangan kumpulan cerpen ini dalam ajang KLA 2004. Dalam menafsirkan karya sastra (dengan wacananya yang ambigu).html).html). Peristiwa yang dilukiskan LC dengan ringkas tetap mampu menyiratkan banyak dimensi. Hal berbeda dikemukakan Susmana (http://www. . LC mampu menjaga koherensi antara teknik dan tema dengan memanfaatkan konvensikonvensi dalam teknik retorika dan piranti sastra serta menata dan meraciknya secara kreatif sesuai dengan tema.kompas.sinarharapan. merupakan hal yang tergolong luar biasa karena mampu mengalahkan buku pelajaran dalam hal cetak ulang.html).edu/apakabar/basisdata/1996/04/21/0006. pada sampul belakang kumpulan cerpen ini.pikiran-rakyat. seperti dikemukakan Sambodja (http://www.Ayu sendiri belum genap setahun terbit telah mengalami cetak ulang keempat. premis tentang ideologi patriarkat yang dianggap menekan kaum perempuan seperti didengungkan kaum feminis perlu ditelusuri kembali.html). KTMP bisa mengalahkan popularitasnya di ajang KLA 2004. dalam kumpulan cerpennya ini. seperti kemukaan Saidi (http://www.co.com/cetak/2006/012006/14/khazanah/index.id/berita/0410/13/ hib01.sinarharapan. seperti kemukaan para juri. Wajar kiranya Sapardi Djoko Damono. Selain itu.co. termasuk dalam hal nilai-nilai feminisme. tulis Susmana. Padahal dengan cara lain (atau sudut pandang berbeda) sebuah karya bisa saja ditafsirkan sebaliknya.hamline. Dia menganggap karya LC ini tidak sejalan dengan daya juang dan keberanian penulis perempuan dewasa ini yang berbicara tentang seks secara blak-blakan. Sambodja menyatakan bahwa penilaian dewan juri KLA 2004 ini sungguh membesarkan hati para pengajar sastra di sekolah-sekolah karena ternyata karya sastra yang berhak mendapat penghargaan itu bukanlah karya sastra yang sekadar merangsang kelamin pembacanya.

Paula dibuang ke laut dan mungkin dimakan hiu. ia bertanya lebih lembut.html). mengatasi namun meninggikan ikhwal pesan pada tukikan kedalaman yang mencerahkan´. tanya Elia. lalu menuang isinya ke tong sampah. tersendat-sendat.Litbang Kompas dalam sebuah resensinya menyatakan bahwa semua cerpen dalam kumpulan cerpen ini sungguh menarik karena semuanya mengangkat tema kemanusiaan (http://www. Menampilkan tema-tema kemanusiaan tanpa menyerahkan sastra ke bawah telapak kaki penindasan pesan bukanlah upaya gampang.id/ BaliPostcetak/2004/6/14/rubrik. dan aktivitasnya sendiri sebagai penentang pemerintahan Soeharto setelah dia dewasa. Aku tak mau lagi menunggu putri kami setiap malam. Dalam bahasanya Witoelar. Kata orang-orang. Aku tak mau makan daging hiu. Ia langsung tersedak. Kumpulan cerpen ini terlihat begitu dalam menggarap persoalan kemanusiaan dan jauh memasuki relung-relung kehidupan. Oleh karena itu. Dalam wawancara dengan Wimar Witoelar. LC mengatakan bahwa soal-soal kemanusiaan sangatlah menjadi perhatiannya (http://www.co. Aku ingin Paula tenang.kompas. Sekarang ini bahkan LC sedang bekerja sebagai redaktur pada kantor berita Pantau di Banda Aceh. Witoelar dalam wawancara tersebut menyebut LC sebagai ³begitu tenggelam dalam dunia kepedihan dan ekspresi kemanusiaan´. Sastrawan senior Sutardji. Hal ini menunjukkan keterlibatan langsung dan secara mendalam LC pada soal-soal kemanusiaan. aku memutuskan bicara pada istriku tentang Paula. Ajaran-ajaran dari kakeknya yang seorang aktivis kaum buruh sewaktu LC kecil. Air mata menggenangi sepasang mataku. Ada apa.html). beranjak dari kursi.com/kompas-cetak/0405/ 22/pustaka/ 1037030. ³Linda begitu tenggelam dalam dunia kepedihan dan ekspresi kemanusiaan´. Siapa tahu putri kami dimakan hiu. Aku ingin kami menjalani hidup tenang tanpa . Putri kita ada dalam hiu ini. mampu menaklukkan kemuskilan ini. tegas Sutardji. Ada apa. LC. Elia menghidangkan hiu panggang di meja makan. ³kelamin prosa dan kelamin puisi menyatu bersejiwa melahirkan pukauan mengasyikkan. Elia memanggang ikan hiu. Dalam KTMP karya LC ini juga terlihat bagaimana dunia kepedihan dan ekspresi kemanusiaan itu digarap dalam membicarakan kemanusiaan. menangis di tepi bak cucian. Berikut sebuah kutipan dari salah satu cerpen LC dalam kumpulan cerpen ini: Siang itu aku menyambut jam makan dengan perasaan aneh. membentuk kepeduliannya pada soal-soal kemanusiaan tersebut. daerah yang sempat dilanda tragedi kemanusiaan besar berupa bencana tsunami. meraih piring ikan di meja. Di malam hari. memuji LC karena dalam sebagian besar cerpennya. bisikku. tapi aku cuma menyentuh sayur bening sawi. Tak berapa lama ia kembali. Tangisku makin keras. dalam catatannya di sampul belakang buku kumpulan cerpen ini.balipost.

2000: 34 ± 35). 1. Pada cerpen ini diceritakan bagaimana tokoh Aku ini mengalami sebuah halusinasi sebagai manifestasi atas harapannya akan kehadiran putri tunggalnya yang telah sangat tipis kemungkinan untuk akan kembali lagi ke rumah. namun juga bersifat kompleks sehingga memiliki berbagai kemungkinan penafsiran dan sekaligus menyebabkan pembaca menjadi terbata-bata untuk berkomunikasi dengannya (Nurgiyantoro. Biarlah. Bayangannya tentang kemungkinan bahwa hiu di piring makannyalah yang telah memakan putrinya juga memperlihatkan bentuk kepedihan ini. ³Pesta Terakhir´. 2004: 128). dan ³Qirzar´.133) Kutipan di atas diambil dari cerpen ³Makam Keempat´ yang bercerita tentang rasa kehilangan orang tua (tokoh Aku dan Elia.2Pembatasan Masalah Kumpulan cerpen KTMP karya LC ini memuat dua belas cerpen. anak kita bersama ibu. ³Joao´. ³Perang´. Selain itu. ³Rumput Liar´. Untuk itulah kumpulan cerpen KTMP karya LC ini dianalisis. Istriku mengangguk pelan. Meski peristiwa dalam cerpen ini utamanya terkait dengan aktivitas politik tokoh Paula. Rasa kehilangan tersebut terutama dialami tokoh Aku (ayah) yang menjadi pusat pengisahan. makna cerpen ini justru lebih tergarap lewat eksplorasiasi perasaan tokoh Aku sebagai sosok ayah yang tidak tahu di mana ³rimba´ anak gadis semata wayangnya. Ini terdapat pada cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´. Kemudian juga. dan ³Makam Keempat´.dia. (hlm. baik peristiwa maupun makna yang bisa didapat dari cerpen ini terlihat berimbang menghadirkan dan mengangkat tema kemanusiaan. Hubungan antara pengalaman kemanusiaan dengan sejenis trauma politis ataupun sekedar berupa penghadiran latar peristiwa politik dapat ditemukan pada cerpen ³Makan Malam´. . semata wayang pula. Dengan kata lain cerpen ini cukup kuat menggarap dialektika antara makna dan peristiwa sebagaimana teori Ricoeur²hasil interpretasi Ignas Kleden untuk penerapan pada cerpen²tentang sense dan reference (Kleden. Variasi bahasan atas narasi besar kemanusiaan ini dihadirkan beragam. kataku. Akibatnya karya sastra menjadi lain dan tidak lazim. peristiwa politis ini dihadirkan atau sangat dikaitkan dengan bentuk kejadian perang. istrinya) terhadap anaknya (tokoh Paula). Lebih spesifik lagi. kesegaran dan kebaruan juga didapat karena tokoh yang dieksploitasi perasaannya adalah sosok lelaki bukan seorang ibu dan kepekatan serta ironi atau kontras atas kenyataan umum didapat karena yang menghilang karena aktivitas politik melawan pemerintah tersebut adalah seorang anak perempuan. Semuanya bertema kemanusiaan. ³Danau´. Karya sastra merupakan suatu bentuk komunikasi yang disampaikan dengan cara yang khas.

tetapi sebagai pendukung munculnya tema. .³Lelaki Beraroma Kebun´. Dengan demikian. Penulis membatasi analisis keenam cerpen tersebut pada unsur tema yang dianggap mewakili kedua belas cerpen yang ada dalam kumpulan cerpen ini. dan 6. bisa berakibat fatal bagi timbulnya tragedi kemanusiaan dalam jiwa tokoh-tokoh yang bukan orang kebanyakan. 3.³Balada Hari Hujan´. Terakhir.3Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Penyimpangan terhadap normalitas di masyarakat kebanyakan. Dalam analisis ini penulis membatasi pada enam cerpen dari dua belas cerpen yang ada dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC ini. Lebih tepatnya dua cerpen ini mengedepankan keberlainan seksualnya. 1.Cerpen ³Lubang Hitam´ dan ³Balada Hari Hujan´ mengupas dan membahas sisi kemanusiaan manusia dari sisi perilaku seksualnya. cerpen kedua menampilkan seorang waria.³Makam Keempat´. Ikatan batin pada keluarga dan tanah kelahiran merupakan segi yang mengemuka dalam cerita yang sanggup menghadirkan romantisme dalam bentuk tak biasa-biasa saja ini. 4.³Kuda Terbang Maria Pinto´. sebagaimana juga cerpen-cerpen lainnya. cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ tegak sendiri menghadirkan tema kemanusiaan yang kurang politis.³Makan Malam´. Hal ini bukan berarti unsur-unsur yang lain tidak ada. Tema kemanusiaan yang menjadi pokok analisis ini kehadirannya begitu menonjol dalam keenam cerpen ini. unsur tema dalam cerita sangat penting di samping unsur lainnya. Pemilihan judul-judul cerpen yang dipilih ini didasari kesamaan tema-tema kemanusiaannya yang begitu dominan. tanpa perang dan konflik. 2. 2000: 11). Keenam cerpen yang menjadi bahan analisis tersebut yaitu: 1. 5. Kemenonjolan unsur tema ini terbukti dengan lakuan yang ditampilkan tokoh pada setiap cerpen.Mengetahui kesatuan tematik cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC. apalagi menyangkut aspek sensitif. Tema karya sastra selalu berkaitan dengan salah satu masalah kehidupan dan masalah tersebut dihadapi dan dialami manusia (Suharjana. Tentu saja. serta sama sekali jauh dari isu seksual. wacana simpati dan empati kemanusiaan pada akhirnya menjadi sangat mengemuka pada cerpen yang berbicara tentang hubungan antarmanusia ini. Cerpen pertama mengemukakan sosok lesbian dan pelaku seks inses.³Pesta Terakhir´. Dalam cerpen yang baik akan terkandung tema yang baik dan bermanfaat untuk pembaca.

Satu konsep dasar yang menjadi ciri khas teori struktural adalah adanya anggapan bahwa di dalam dirinya sendiri karya sastra merupakan suatu struktur yang otonom yang dapat dipahami sebagai suatu kesatuan yang bulat dengan unsur-unsur pembangunnya yang saling berjalinan (Pradopo dkk. pembatasan masalah. Teknik analisis dibagi menjadi empat tahap yaitu: 1. struktur cerpen.4Metode Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode struktural. 2003b: 54). dan kemanusiaan. 2. Metode struktural yang digunakan dalam penelitian ini diharapkan mampu mengungkapkan permasalahan kemanusiaan yang dieksplorasi dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC.Membaca karya sastra (kumpulan cerpen) secara linear sampai mendapat kejelasan tentang semua isi karya tersebut.5Sistematika Penulisan Penelitian ini disusun atas empat bab. Dengan menggunakan teori struktural. dan semendetail mungkin keterjalinan semua anasir dan semua aspek yang terdapat dalam karya tersebut. Jadi. 1. alur. dalam Suwondo.Melihat hubungan antarunsur tadi sehingga menghasilkan kebulatan tema yang global sebagai nyawa yang menjadi akhir analisis. latar. . Bab II berupa landasan teori tentang strukturalisme. metode penelitian. Bab I berisi pendahuluan yang terdiri atas latar belakang masalah. 1995: 41). yang menjadi pelopor masuknya pendekatan objektif ke Indonesia pada 1960-an. seteliti.Memilih cerpen-cerpen yang dinilai mampu mewakili keseluruhan cerpen dalam karya tersebut.Mengidentifikasi unsur-unsur seperti tokoh. dan sudut pandang. dan latar. Dalam kaitan ini Teeuw (1984: 35) menyatakan bahwa analisis struktural bertujuan untuk membongkar dan memaparkan secermat. Metode struktural adalah metode yang mengkaji karya sastra sebagai struktur yang dibangun oleh unsur-unsur seperti tema. 3. cerpen. dan sistematika penulisan.2. 2004: 73). tokoh. diharapkan dapat dihasilkan hasil-hasil yang baru sekaligus maksimal dalam memahami karya sastra (Ratna.Mendeskripsikan makna-makna dan nilai-nilai yang didapat dari enam cerpen yang dianalisis terkait benang merah tema yang diusung kumpulan cerpen ini dan variasi nuansa atas tema tersebut pada setiap cerpennya. tujuan penelitian. 1. 4. unsur-unsur karya sastra berusaha dipahami dan dinilai sepenuhnya atas dasar permasalahan tempat dan fungsi unsur-unsur tersebut dalam keseluruhan karya sastra (Pradopo.

dan pembahasan tema kemanusiaan setiap cerpen.1 Telaah Struktural M. dipandang telah mencakup keseluruhan situasi dan orientasi karya sastra. Kritik sastra objektif. khususnya teori-teori yang menggunakan konsep dasar struktur (Ratna. dan (4) pendekatan objektif (Pradotokusumo. analisis struktur umum. mendekati . dengan konsep dan tata kerja masing-masing. Pendekatan mimetik lebih berorientasi pada aspek referensial yang terkait dengan kenyataan atau dunia nyata. kata Sayuti (Suwondo. Abrams menyajikan empat model pendekatan dalam studi sastra. Pendekatan ekspresif adalah model yang menonjolkan pengkajiannya terhadap peran pengarang sebagai pencipta karya sastra. 2002: 45).H. (2) pendekatan pragmatik. Bab IV berisi simpulan. (3) pendekatan mimetik. ringkasan cerita. Keempat model tersebut juga dipandang telah mengandung pendekatan kritis utama terhadap karya sastra. Pendekatan pragmatik adalah model yang lebih menitikberatkan sorotannya terhadap peranan pembaca sebagai penyambut dan penghayat sastra. Pendekatan objektif adalah model yang memberikan perhatian penuh pada karya sastra sebagai struktur yang otonom dengan koherensi intrinsik. BAB II LANDASAN TEORI 2. 2004: 72). Keempat model tersebut adalah: (1) pendekatan ekspresif. Pendekatan objektif merupakan pendekatan yang terpenting sekaligus memiliki kaitan yang paling erat dengan teori sastra modern.Bab III merupakan pembahasan yang meliputi corak estetis. 2003: 167). Keempat model ini.

koherensi. 2004: 73). 2002: 45). dalam struktur ada stabilitas. struktur . misalnya. Hawkes²dalam pandangan yang sesungguhnya didasari oleh pandangan Aristoteles ketika menulis Poetica²mengatakan bahwa strukturalisme adalah cara berpikir tentang dunia yang dikaitkan dengan persepsi dan deskripsi struktur (Teeuw. sebuah struktur dapat diidentifikasi berdasarkan unsur-unsurnya. Menariknya. gejala-gejala dalam situasi kesastraan sering menuntut perhatian tersendiri (Soeratno. yang hendaknya dianalisis dan ditimbang dengan kriteria intrinsik seperti kompleksitas. Soeratno mengingatkan bahwa generalisasi sebagaimana yang dianjurkan oleh suatu metode penelitian positivistik tentu saja tidak dapat dilakukan mengingat karya sastra juga memiliki sifat unik dan khusus. Dalam kesatuan hubungan itu.karya sastra sebagai sesuatu yang berdiri bebas dari pengarang. sudah sejak dahulu menjadi kebiasaan umum. yang terdiri atas sejumlah anasir. Pada hakikatnya dunia ini lebih tersusun pada hubungan-hubungan daripada benda-bendanya sendiri. 1984: 120). setiap unsur atau anasirnya tidak memiliki makna sendiri-sendiri kecuali dalam hubungannya dengan anasir-anasir lain sesuai dengan posisinya di dalam keseluruhan struktur. dan interrelasi elemen-elemennya. 1984: 140-141). dengan jalan mulai dikenalnya teori strukturalisme (Ratna. seperti yang dikatakan Ratna (2004: 73). Dengan demikian. Kritik ini memerikan karya sastra sebagai objek yang mencukupi dirinya sendiri atau sebagai dunia dalam dirinya sendiri. struktur adalah tatanan. Selden (1991: 53) mengatakan bahwa pendekatan-pendekatan struktur terhadap kesusastraan menantang beberapa kepercayaan yang paling dihargai oleh pembaca awam. dan dunia yang melingkupinya. Dengan demikian. hal ini tentu berbeda dengan model pendekatan objektif yang berlepas diri dari hal-hal tersebut. Menurut Jean Piaget. struktur merupakan sebuah sistem. meskipun pendekatan objekif di dunia Barat sama tuanya dengan umur puitika sebagai cabang ilmu pengetahuan sebagaimana bahasan Aristoteles dalam bukunya Poetica (Pradotokusumo. Kebiasaan mengait-ngaitkan sebuah karya sastra dengan kenyataan atau pengarang. 2003: 12-13). integritas. audiens. Pertama. Hal ini membuat seorang peneliti sastra mesti sangat berperan sebagai penyibak kekaburan (transferabilitas). Prinsip objektif tersebut memiliki pengertian bebas dari unsur prasangka dan adanya distansi antara peneliti dengan objek yang diteliti. keseimbangan. Namun. Pendekatan objektif baru masuk ke Indonesia pada sekitar tahun 1960-an. Kedua. pendekatan objektif merupakan pendekatan yang terpenting sebab pendekatan apapun yang dilakukan pada dasarnya bertumpu atas karya sastra itu sendiri. yang di antaranya tidak satu pun dapat mengalami perubahan tanpa menghasilkan perubahan dalam semua anasir lain (Strauss dalam Teeuw.

Pada awalnya diidentifikasikan dan dideskripikan.dicirikan oleh keutuhan. terlepas dari paradigma logosentrisme yang masih membayang dan menaunginya (Fayyadl. tokoh dan penokohan. 2005: 31). dan pengaturan diri. tidak ada satu kesepakatan antara para pengarang dan para ahli. Kemudian dijelaskan fungsi setiap unsur itu dalam menunjang makna keseluruhannya dan bagaimana hubungan antar unsur-unsur itu sehingga secara bersama membentuk makna yang padu (Suharjana. Fayyadl.M. 2000: 36). 2005: 32). berapa ukuran panjang pendeknya itu memang tidak ada aturannya. transformasi. Struktur berfungsi menjaga keutuhan sebuah sistem bahasa dari erosi akibat perubahan waktu. misalnya. Tanpa tarik menarik antara kedua unsur tersebut. 1997: 30). 2000: 14. sebuah struktur tidak akan bertahan lama (Fayyadl. Analisis struktural juga dipandang memiliki banyak kelemahan karena melepaskan karya sastra dari banyak aspek ekstrinsiknya. Tegangan antara transformasi dan pengaturan-diri selalu intrinsik dalam setiap struktur. sudut pandang. Edgar Allan Poe pernah mengatakan bahwa . mengkaji. latar. dan mendeskripsikan fungsi dan hubungan antar unsur intrinsiknya. dan lain-lain. Dalam telaah karya sastra. atau mungkin nanti akan muncul lagi model terbaru yang lebih canggih. Pun begitu. Bahkan dia dianggap telah mempersiapkan jalan bagi lahirnya posstrukturalisme dalam kaitan dengan teori tentang otonomi tanda-tanda (atau makna-teks) dan kematian subjek. 2000: 37). 2. Terbitnya buku Cours de Linguistique Generale karya Ferdinand de Saussure dianggap sebagai permulaan pemikiran strukturalis (Krampen. tema. Akan tetapi. bagaimana peristiwa terjadi. Teeuw (1983: 61) berpendapat bahwa bagaimanapun juga analisis struktur merupakan tugas prioritas bagi seseorang peneliti sastra sebelum ia melangkah ke hal-hal lain. Tapi. 2005: 61-62). Analisis struktural karya sastra. dan kemudian menstabilkannya kembali. Nurgiyantoro. pemikiran struktural de Saussure ini telah mengubah tekanan studi linguistik dari pendekatan diakoronik ke sinkronik. struktur juga mengubah tindakan-tindakan bahasa ke arah yang lebih produktif. seperti cerita rekaan. pada saat yang sama. pemikiran de Saussure ini secara langsung dianggap telah mempengaruhi langsung kaum Formalis Rusia dan Strukturalisme Praha (Nurgiyantoro. Dalam linguistik. dapat dilakukan dengan mengidentifikasi.. plot.2 Cerpen Cerpen adalah cerita berbentuk prosa yang relatif pendek (Sumardjo & Saini K. 1996: 55-56. semisal semiotik dan dekonstruksi. Hal ini juga mengundang minat para kritikus kritis untuk mengembangkan model-model pendekatan lain sebagai reaksi atas strukturalisme. Analisis struktural dalam dunia kritik sastra telah begitu mengalami perkembangan dewasa ini.

Cerita rakyat adalah juga cerita pendek. Terakhir. dan kisah perjalanan dan petualangan juga berbentuk cerita. mengidentifikasikan diri dengan tokoh cerita rekaan sehingga dapat ikut mengalami peristiwa-peristiwa yang dihadapinya. Orang menghayati pengalaman seseorang. perbuatan-perbuatannya. dan sebagainya. cerpen memiliki sifat rekaan.. Ada juga anekdot. Karya yang lebih panjang lagi dari cerpen disebut novelet. tetapi murni ciptaan saja. sebagai ciri dasarnya. 1997: 36). direka oleh pengarangnya.M. biasanya secara lisan. Cerpen bukan penuturan kejadian yang pernah terjadi. Jenis itu adalah fabel.. 2000: 10). Meskipun cerpen hanyalah rekaan. yakni cerita yang pendek dengan tokoh-tokoh binatang yang mengandung ajaran moral. kira-kira berkisar antara setengah sampai dua jam²suatu hal yang kiranya mustahil diperlakukan terhadap novel (Nurgiyantoro. Walaupun sama-sama pendek. berdasarkan kenyataan kejadian yang sebenarnya. tetapi dapat terjadi semacam itu. ada cerpen yang panjangnya cukupan (midle short story). dan agama. tetapi juga lewat penghayatan perasaan orang lain. yakni cerita yang pendek berisi kisah lucu dan eksentrik dari tokoh-tokoh sejarah atau orang biasa baik nyata maupun hanya rekaan semata (Sumardjo & Saini K. ia ditulis berdasarkan kenyataan kehidupan. Orang membaca cerita rekaan karena ia menunjukkan sesuatu sisi kenyataan. panjang cerpen itu sendiri bervariasi. namun semua itu berdasarkan hal-hal yang benar-benar ada dan telah terjadi. Kemudian.M. dilema-dilemanya. Namun tidak setiap cerita dapat disebut cerpen.cerpen adalah sebuah cerita yang selesai dibaca dalam sekali duduk. yakni tentang orang-orang atau peristiwa-peristiwa suatu kelompok suku atau bangsa yang diwariskan turun temurun. cerpen bersifat naratif atau penceritaan (Sumardjo & Saini K. . Kebenaran kehidupan bukan hanya dapat kita dekati melalui ilmu pengetahuan atau filsafat yang lebih banyak berdasarkan penalaran semata. keputusan dan keputusasaanya. novelet ini lebih pendek dari novel. 1997: 37). berita. Ada juga parabel yakni cerita pendek yang mengambil-ambil ajaran agama dari bagian-bagian kitab suci. pikiran dan perasaannya. yang terdiri dari puluhan (atau bahkan beberapa puluh) ribu kata. serta ada cerpen yang panjang (long short story). Dalam hal ini sebuah sketsa (penggambaran tentang sesuatu kenyataan). Aristoteles memformulasikannya dengan kata-kata bahwa sastra (termasuk cerpen) merupakan jalan keempat menuju kebenaran setelah filsafat. sains. Apa yang diceritakan di cerpen memang tidak pernah terjadi. Ada cerpen yang pendek (short short story). tetapi cerita. Orang membaca cerita rekaan bukan sekedar membaca lamunan. Dalam pembedaan berdasarkan bentuk fisiknya tersebut ada juga jenis-jenis cerita pendek yang bukan cerpen. bahkan mungkin pendek sekali (berkisar 500-an kata). Cerpen bukanlah pencandraan (deskripsi) atau argumentasi dan analisis tentang sesuatu hal.

pemusatan tokoh. Ketunggalan peristiwa dalam cerpen dapat dipahami dalam bentuk hadirnya satu konflik utama di dalamnya. hanya ada satu peristiwa. Namun dari sekian peristiwa itu. mulai dari tahap awal hingga akhir. Tentu saja pembagian garis besar ini bisa lebih akan beragam lagi satuan peristiwanya jika diurai dengan lebih detail. Contoh ketunggalan peristiwa dalam sebuah cerpen ini dapat dilihat pada cerpen ³Sungai´ karya Nugroho Notosusanto. penyataan amanat utama. Dari peristiwa tersebut muncul sebuah tragedi yang sangat mengharukan. Hal ini pula yang membuat sebuah cerpen sering diidentifikasikan secara teoritis sebagai beralur tunggal. Sebagaimana skema tradisonal yang sudah umum dikenali tentang runtutan alur sebuah cerita. dan seterusnya. sang ayah tersebut. dan hanya ada satu efek saja bagi pembacanya. Dari sekian peristiwa penting dalam sebuah cerita pada akhirnya akan dihasilkan satu peristiwa terpenting yang diangkat ke muka. pengintensifan sebuah latar. Semuanya harus serba ekonomis sehingga hanya ada satu kesan saja bagi pembacanya. tentu pula hal demikian semakin berkecenderungan lebih kuat untuk terjadi. namun. dijadikan pusat cerita dalam cerpen ini. dengan segala kesingkatannya. Tragedi ini terhubung erat pada tema kemanusiaan.Secara umum dapat disimpulkan bahwa cerpen adalah cerita atau narasi (bukan analisis argumentatif) yang fiktif (tidak benar-benar telah terjadi tetapi dapat terjadi di mana saja dan kapan saja) serta relatif pendek. Cerpen yang berlatarkan peristiwa sejarah Perjanjian Renville ini bercerita tentang sebuat tragedi kemanusiaan saat seorang ayah mesti memutuskan untuk mengakhiri nafas anak kandungnya. Berawal dari perjalanannya bersama prajurit-prajurit TNI lainnya dari Jawa Barat ke Yogya dengan membawa serta istri-anaknya. Beragam peristiwa yang faktualnya juga serta ada dalam cerita pada akhirnya akan merujuk pada peristiwa utama yang dihadirkan dan ditonjolkan oleh lain-lain peristiwa tersebut. Hal ini tentu saja terkait juga dengan tema pokok. Penceritaan atau narasi tadi harus dilakukan secara hemat dan ekonomis. Dalam cerpen. saat kematian istrinya di Yogya ketika melahirkan Acep. Inilah sebabnya dalam sebuah cerpen biasanya hanya ada satu tokoh saja. Cerpen karangan sastrawan sekaligus birokrat yang juga sempat terlibat dalam dunia kemiliteran ini sangat suspensif sekali menghadirkan ketunggalan konflik lewat pengklimaksan alurnya. dengan melalui berbagai titik peristiwa. Namun begitu. kejadian saat Sersan Kasim menenggelamkan Acep di Sungai Serayulah yang pada akhirnya paling jadi menonjol sebagai peristiwa. sebuah cerpen harus merupakan suatu kesatuan bentuk yang betul-betul utuh dan lengkap. Sersan Kasim. hingga cerita terus mengalir ke waktu perjalanan kembali Sersan Kasim bersama Acep ke tempat semula. . dalam alur terdapat sebuah peristiwa klimaks yang umumnya dibangun dari tegangan yang dihasilkan konflik dalam cerita. putranya.

3 Struktur Cerpen Secara tradisional. Paman Tom. Empire State Building. yakni apartemen Jane. Alaska. Namun dalam keragaman maupun keseragaman itu. Ada kecenderungan dewasa ini bahwa kumpulan cerpen adalah publikasi ulang dari cerpen-cerpen yang telah terlebih dahulu diumumkan lewat koran minggu yang memiliki ruang sastra.sesuatu yang lebih universal daripada sekedar kepentingan politis berbagai negara yang sedang saling bertengkar. atau sejumlah pengarang. Kumpulan cerpen biasanya memiliki kesamaan pada salah satu unsurnya. Selain itu tentunya ada saja cerpenis pemula yang punya nyali untuk menerbitkan secara independen karya perdananya sebagai sebuah perlawanan terhadap otoritas koorporasi kapital media-media publikasi mapan. Ketunggalan peristiwa justru dihasilkan oleh peristiwa akhir setelah selesai sekian obrolan ke sana-sini sebelumnya: bagaimana menafsirkan menghilangnya Marno ke balik pintu yang terdengar sebentar beberapa langkah dan bantal tidur Jane yang basah? Cerpen-cerpen yang berperistiwa tunggal ini. pada akhirnya dikumpulkan ke dalam sebuah buku sehingga menjadi sebuah kumpulan cerpen. dua atau tiga pengarang. baik yang nyata maupun yang khayalan semata. hingga taman kota. Kepadatan cerita dalam sebuah cerpen pada cerpen ini bukannya didapat dari terdapatnya satu buah latar tempat. selain publikasi awal lewat kehadirannya di media massa. justru kehadiran tempat yang tunggal tersebut memberikan peluang besar bagi tokoh-tokohnya yang terkurung secara fisik untuk mengelebatkan ingatan hingga fantasi mereka ke berbagai belahan tempat lainnya. Pertama . Dalam ³Seribu Kunang-Kunang di Manhattan´ karya Umar Kayam ternyata bisa juga didapat esensi ketunggalan peristiwa sebuah cerpen ini. selain alternatif mempublikasikan cerpen di media massa atau media on-line. 2. Contoh-contoh di atas telah menunjukkan bukti-bukti. unsur-unsur dalam cerpen bisa digolongkan menjadi dua bagian. sebuah cerpen karena kesingkatannya akan cukup sulit untuk menghindari ketunggalan peristiwa yang sudah semestinya hadir pada esensinya. Kumpulan cerpen merupakan sarana untuk menerbitkan cerpen dalam bentuk buku. Cerpen yang dikumpulkan mungkin berasal dari seorang pengarang. Jane terbayang Tommy. Kumpulan cerpen pada dasarnya kumpulan beberapa cerpen yang termuat dalam sebuah buku. 2000: 9-10). Kumpulan cerpen yang terdiri atas beragam cerpen ini selain bisa pula seragam dan memiliki ketunggalan tema namun tak pelak pula bisa cukup sangat beragam menggarap berbagai tema. Kesamaan tersebut biasanya terletak pada tema keseluruhan cerpen yang ditampilkan (Suharjana. sementara Marno terkenang istri dan kunang-kunang kampung halamannya.

Sebuah cerpen mesti lengkap. situasi politik. Tema dipakai sebagai dasar mengarang . alur. dan sebagainya. Tujuan penggunaannya sarana kesastraan adalah untuk memungkinkan pembaca melihat fakta sebagaimana yang dilihat pengarang..3. bulat. dalam sebuah novel.M. Dalam hal ini. dan utuh. gaya (bahasa) dan nada. Macam sarana kesastraan yang dimaksud antara lain berupa sudut pandang penceritaan. dan merasakan pengalaman sepe yang rti dirasakan pengarang. dan sosial (Nurgiyantoro. Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra. Stanton (Nurgiyantoro. eksistensin ya. Tema adalah sesuatu yang menjadi dasar cerita. adalah teknik yang dipergunakan oleh pengarang untuk memilih dan menyusun detil-detil cerita (peristiwa dan kejadian) menjadi pola yang bermakna. Berdasarkan tuntutan ekonomis serta efek pada pembacanya. harus memenuhi unsur-unsur bentuk yang sudah disebutkan tadi. tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra. menafsirkan makna fakta sebagaimana yang ditafsirkan pengarang. Hanya pengarang dapat memusatkan (fokus) pada salah satu unsurnya saja yang mendominasi cerpennya. Unsur intrinsik ini meliputi tema. maut. dan ironi. Ia selalu berkaitan dengan berbagai pengalaman kehidupan. dan setting. Oleh karena itu. latar. sering. ketiganya dapat pula disebut sebagai struktur faktual (factual structure) atau derajat faktual (factual level) sebuah cerita. Kedua adalah unsur ekstrinsik. seperti aspek tema. kasih. 1997: 37). dan sarana cerita. Ketiga unsur tersebut harus dipandang sebagai satu kesatuan dalam rangkaian keseluruhan cerita. penekanan salah satu unsur cerpen tidak berarti meniadakan unsur-unsur lainnya. bukan sebagai sesuatu yang berdiri sendiri dan terpisah satu dengan yang lain. penokohan. religius. simbolisme. 2000:23-24). 2. Artinya. Unsur inilah yang secara faktual akan dijumpai dalam membaca karya sastra. kemanusiaan. takut.adalah unsur intrinsik. Ketiganya merupakan unsur fiksi yang secara faktual dapat dibayangkan peristiwanya.1 Tema Tema adalah pokok pikiran atau dasar sebuah cerita. biasanya penulis cerpen akan mementingkan salah satu unsur dalam cepennya (Sumardjo & Saini K. rindu. sarana kesastraan (literary devices). fakta. plot. amanat. seperti masalah cinta. Sarana pengucapan sastra. 2000: 25) membagi unsur sebuah cerita rekaan kepada tema. dan gaya bahasa. ekonomi. sudut pandang. Fakta (facts) dalam sebuah cerita meliputi karakter (tokoh cerita). Dalam hal tertentu. Unsur ini antara lain meliputi pandangan hidup pengarang. tema dapat disinonimkan dengan ide dan tujuan utama cerita. Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri.

Cinta. Ada jug a yang dinyatakan secara simbolik. 2000: 68). Bisa juga disebut komentarnya atas kehidupan ini. Dalam membaca cerita rekaan sering terasa bahwa pengarang tidak sekedar ingin menyampaikan sebuah cerita demi bercerita saja.(KBBI. Ada kalanya tema cerita dengan jelas dinyatakan. Hal ini berarti tema adalah ide sebuah cerita. artinya dinyatakan secara eksplisit. dan situasi tertentu. kelaziman melawan keadilan. 1987: 50). termasuk berbagai unsur intrinsik yang lain. Tema menurut Stanton dan Kenny adalah makna yang dikandung sebuah cerita (Nurgiyantoro. dalam bentuk kebohongan melawan kejujuran. Pengarang dalam menulis ceritanya bukan sekedar mau bercerita. Hartoko & Rahmanto mendefenisikan tema sebagai gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya sastra dan yang terkandung di dalam teks sebagai struktur semantis dan yang menyangkut persamaan-persamaan atau perbedaanperbedaan (Nurgiyantoro.. konflik. 1997: 56). 1987: 50-52). tapi mau mengatakan sesuatu pada pembacanya (Sumardjo & Saini K.M. dan situasi tertentu. 2000: 67). Sebuah cerpen selalu harus mengatakan sesuatu. Gagasan. karena hal-hal tersebut haruslah bersifat mendukung kejelasan tema yang ingin disampaikan. Secara lebih kongkret tema pertentangan baik dan buruk ini dinyatakan. Dengan kata lain ada sebuah konsep sentral yang dikembangkannya dalam cerita itu. yaitu pendapat pengarang tentang kehidupan ini. . merupakan tema yang disukai dan bersifat universal (Sudjiman. Tema yang banyak dijumpai dalam karya sastra yang bersifat didaktis adalah pertentangan antara buruk dan baik. defenisi sebuah tema mesti lebih dipersempit lagi. Banyak pula yang disampaikan secara implisit (tersirat). Kejadian dan perbuatan tokoh cerita. sehingga orang bisa menjadi memahami kehidupan ini dengan lebih baik. misalnya. Dalam sebuah cerita bisa didapatkan bermacam-macam makna. ide. Karena itu. Alasan pengarang hendak menyajikan cerita ialah hendak mengemukakan suatu gagasan. atau korupsi melawan hidup sederhana. Sesuatu yang hendak dikatakannya itu bisa jadi merupakan sebuah masalah kehidupan atau pandangan hidupnya tentang kehidupan ini. 2003: 1164). konflik. Masih banyak lagi ragam tema dan teknik penyampaiannya. Adanya tema membuat karya sastra lebih penting dari sekedar hiburan (Sudjiman. kehidupan keluarga. Tema dalam banyak hal bersifat mengikat kehadiran atau ketidakhadiran peristiwa. semuanya didasari oleh ide pengarang tersebut. Tema disaring dari motif-motif yang terdapat dalam karya sastra yang menentukan hadirnya peristiwa-peristiwa. Ada sesuatu yang dibungkusnya dalam bercerita. Tema itu beragam-ragam ditinjau dari segi corak maupun kedalamannya. atau pilihan utama yang mendasari suatu karya sastra tersebutlah tema.

bukanlah makna yang disembunyikan. apalagi jika novel yang bersangkutan relatif panjang dan sarat dengan berbagai .Penafsiran tema sebuah novel hendaknya mempertimbangkan tiap detail cerita yang menonjol. yang merupakan salah satu unsur pokok dalam pengembangan ide cerita dan plot. selain dengan cara tersebut. Penemuan tema. tidak hanya berdasarkan bagian-bagian tertentu saja. Hal inilah yang menyebabkan kecilnya kemungkinan pelukisan secara langsung tersebut. mencari kejelasan ide-ide perwatakan.Tema menjadi dasar pengembangan seluruh cerita. peristiwa-peristiwa. paling tidak pelukisan yang secara langsung atau khusus. Tema merupakan makna keseluruhan yang mendukung cerita. Berikut kriteria-kriteris yang dimaksud: a. haruslah dilakukan penyimpulan atas keseluruhan cerita. misalnya. untuk menemukan tema sebuah karya fiksi. penafsiran terhadapnya haruslah dilakukan dengan berdasarkan pada fakta-fakta yang ada yang secara keseluruhan membangun cerita. Usaha menemukan dan memahami konflik utama yang dihadapi tokoh utama merupakan cara khusus untuk menentukan tema sebuah cerita (Nurgiyantoro. Karena tema tersembunyi di balik sebuah cerita. dan lebih abstrak. penafsiran terhadap tema bisa difokuskan pada upaya mengawasi gerak gerik tokoh utama tersebut. Sebagai sebuah makna. walau sulit ditentukan secara pasti. Tema sebagai makna pokok sebuah karya fiksi tidak secara sengaja disembunyikan. Eksistensi atau kehadiran tema adalah terimplisit dan merasuki keseluruhan cerita. sebaiknya juga disertai dengan usaha untuk menemukan konflik sentral yang ada dalam cerita. Oleh sebab itu ia pun bersifat menjiwai seluruh bagian cerita. Kesulitan yang mungkin dihadapi adalah dalam hal menemukan atau menentukan detail-detail yang menonjol tersebut. dengan sendirinya ia akan tersembunyi di balik cerita yang mendukungnya. 2000: 68-69). Hal tersebut bisa dimulai dengan cara memahami cerita. Oleh karena itu. pada umumnya tema tidak dilukiskan. konflik. lebih luas. walau belum tentu juga dilukiskan secara eksplisit. Hal ini juga menyebabkan tidak mudahnya menafsirkan tema (Nurgiyantoro. dan latar. 2000: 86-88) mengemukakan adanya sejumlah kriteria yang dapat diikuti. Para tokoh utama biasanya dibebani tugas membawakan tema. Stanton (Nurgiyantoro. Tema. Konflik. Kriteria ini merupakan hal yang paling penting. 2000: 85-86). Dalam menafsirkan tema sebuah novel. karena justru inilah yang ditawarkan pengarang kepada pembaca. Hal itu disebabkan pada detail-detail yang menonjol (atau: ditonjolkan) itulah²yang dapat diidentifikasi sebagai tokoh-masalahkonflik utama²pada umumnya sesuatu yang ingin disampaikan ditempatkan. pada umumnya erat berkaitan dengan tema. Dengan demikian. Tema mempunyai generalisasi yang lebih umum.

maupun tidak langsung. Detail cerita yang demikian diperkirakan berada di sekitar persoalan tokoh utama yang menyebabkan terjadinya konflik yang dihadapi (-kan kepada) tokoh utama. merupakan suatu sarana pengungkapan keyakinan. Dengan kata lain. alinea. c. muluk-muluk. artinya hanya berupa penafsiran terhadap kata-kata yang ada. atau informasi lain yang kurang dapat dipercaya. Kriteria-kriteria tersebut di atas secara umum dapat pula diterapkan terhadap cerita pendek. Jika hal yang demikian terjadi. mungkin berupa kata-kata. Tema cerita tidak dapat ditafsirkan hanya berdasarkan perkiraan. Dalam sebuah novel kadang-kadang dapat ditemui adanya data-data tertentu. tentunya pengarang tidak akan menjatuhkan sendiri sikap dan keyakinannya yang diungkapkan dalam detail-detail cerita tertentu lewat detail-detail cerita tertentu lainnya. Cerita pendek dan novel masih merupakan jenis sastra yang relatif sama. baik yang berupa bukti-bukti langsung. Pandangan sangat sederhana bahkan hanya membedakan novel dan cerpen berdasarkan ketebalan jumlah halamannya atau kesingkatan waktu relatif pembacaannya. kalimat. Penunjukkan tema sebuah cerita haruslah dapat dibuktikan dengan data-data atau detail-detail cerita yang terdapat dalam cerita bersangkutan.Penafsiran tema sebuah novel hendaknya tidak bertentangan dengan tiap detail cerita. Di antara pelbagai perbedaan yang ada antara cerpen dan novel. Tidak jarang sejumlah pembaca membayangkan tema sebagai sesuatu yang filosofis.Penafsiran tema sebuah novel hendaknya tidak mendasarkan diri pada bukti-bukti yang tidak dinyatakan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam novel yang bersangkutan. Kriteria ini mempertegas kriteria sebelumnya. ide.konflik. sikap dan pandangan hidup pengarang. cobalah diulangi sekali lagi penafsiran itu barangkali terjadi kesalahpahaman. d. yang dapat dipandang sebagai bentuk yang berisi (dan atau mencerminkan) tema pokok cerita yang bersangkutan. sebagai salah satu genre sastra. b. seperti telah dikemukakan.Penafsiran tema sebuah novel haruslah mendasarkan diri pada bukti-bukti yang secara langsung ada dan atau yang disarankan dalam cerita. sesuatu yang dibayangkan ada dalam cerita. Oleh karena itu. dan lain-lain yang tergolong unsur isi dan sebagai sesuatu yang ingin disampaikan. Selain sama-sama berjenis cerita rekaan yang . Novel. atau bentuk dialog. kebenaran. gagasan. dan jika ternyata di dalam cerita tidak ditemukan harapannya itu. tokoh-masalah-konflik utama merupakan tempat yang paling strategis untuk mengungkapkan tema utama sebuah novel. cerpen dan novel sesungguhnya juga memiliki kesamaan. mereka seolah -olah tetap memaksakan sebagai ada ditemui. artinya kata-kata tersebut dapat ditemukan langsung dalam novel. Penentuan tema dari kerja yang demikian kurang dapat dipertanggungjawabkan karena kurangnya data empiris.

1997: 56). bukan sebuah wilayah penjelajahan tersendiri. setting cerita untuk mempertegas atau menyarankan isi temanya. Tema bisa saja hanya berwujud pengamatan pengarang terhadap kehidupan. Pemecahannya terserah pada masing-masing pembaca (Sumardjo & Saini K. juga untuk jenis sastra koran ini.. menyebutnya dengan istilah penjajahan tema. kata Danujaya. Goenawan Mohammad (2000: xxv) menyebut istilah cerpen topikal untuk jenis sastra koran. dalam hal tema cerpen pun bisa sangat sarat makna hingga juga tema sebagaimana halnya sebuah novel. Seluruh unsur cerita jadi memperkuat satu arti saja. satu tujuan. atau kebenaran pada akhirnya akan menang mutlak atas segala jenis pola kejahatan. Misalnya di akhir cerita dikatakan: membohongi orang lain itu tidak baik dan orang yang berbuat jahat pasti akan mendapatkan hukuman atas perbuatannya. atau ajaran moral. kejadiankejadian. simpulannya. tidak jarang mengulang-ulang .M. namun kemudian ternyata itulah yang menjadi terpenting. Bahasa cerpen sebagai sebuah karya sastra pun kemudian menjadi.M. Pengarang menyatakan ide atau temanya dalam unsur cerita. Pengarang bisa saja hanya mengemukakan suatu masalah kehidupan dan problem tersebut tidak perlu ia pecahkan. hanya meminjam-minjam statemen lazim di rubrik berita koran-koran.. Pengarang-pengarang lama memang sering suka menyatakan secara eksplisit simpulan ceritanya sendiri. Danujaya (2000: 139). hingga kepadatan. perasaannya. Namun sudah selayaknya pula untuk cerpen-cerpen yang mengklaim diri telah berjiwa modernkontemporer guna justru menghindari sifat otoritatif tema. Sikap konservatif sebuah tema bisa menghadirkan kekakuan ekspresi bagi sebuah cerita. Pengarang mempergunakan dialog-dialog tokoh-tokohnya. 1997: 56). jalan pikirannya. Bahasa akibatnya hanya sekedar menjadi komunikator yang siap pakai. seperti dalam halnya cerita didaktis untuk kanak-kanak. dan hukum yang bermunculan di koran²pada kesusastraan. Tema tidak perlu selalu berwujud moral. sesuatu yang membawa kita kembali surut menuju paradigma lama.umumnya bersifat prosaik. Kesingkatan. Dan yang mempersatukan segalanya itu adalah tema (Sumardjo & Saini K. Pada awalnya sekedar sebuah ide. yang terjadi pada cerpen justru membuat hal tersebut tak muskil untuk terjadi. seringnya bahkan. atau bahkan hanya bahan mentah pengamatannya saja. tema justru tersamar dalam seluruh elemen. Masalah penjajahan tema² dalam hal ini tema-tema sosial. ekonomi. politik. Satu sifat yang terdapat dalam cerpen-cerpen yang ³patuh serta tunduk´ pada topik adalah bahwa cerita sebagai inti lebih berkuasa dan lebih sentral ketimbang kisah. Dalam cerpen yang berhasil. pernah menjadi suatu topik pergunjingan yang hangat di kalangan para kritikus sastra.

maka barulah terasa bahwa semua itu mengandung satu arti yang berupa visi pengarang terhadap dunia.klise lama. Penulis-penulis cerpen jenis ini banyak menciptakan karakter besar.. beku dan miskin kreatifitas. maka semakin baguslah cerpen tersebut.2 Tokoh Kecenderungan cerpen modern adalah penekanan pada unsur perwatakan tokohnya. Dalam membaca sebuah cerpen. Unsur watak atau karakter dalam cerpen modern menjadi begitu menonjol dan dominan antara . tokoh cerita dengan watak yang tidak akan terlupakan. Ini tidak berarti bahwa pada cerpen lama perwatakan tidak dipentingkan. Jelaslah bahwa pengarang pastilah tidak secara jelas umumnya mengungkapkan tema karangannya. masalah sosial. Mencari arti sebuah cerpen. Mungkin mengandung masalah moral. dan sebagainya. Usaha dalam rangka memburu makna itu sesungguhnya sangat mengasyikkan. Memang dalam sebuah cerpen kadang-kadang tidak hanya terdapat satu penafsiran tema saja. cerpen tersebut akan kaya dengan penafsiran-penafsiran. maka dalam dunia penulisan prosa dikenallah apa yang disebut cerpen situasi (Mohammad. Dengan cara itu pula sebuah karangan akan menjadi cerpen yang baik dan berhasil. Akan tetapi kalau cerpen tersebut selesai dibaca. Sebagai alternatif perlawanan terhadap cengkraman kaku topik terhadap cerita.3. ramai dengan keberbagaian kemungkinan. Sebuah karya seni yang mengajak orang berpikir biasanya adalah karya seni yang dihargai (Sumardjo & Saini K. 2000: xxvi). Semakin banyak persoalan serta implikasi-implikasinya yang terkandung dalam sebuah cerpen. Tapi tema itu merasuk dan menyatu dalam semua unsur cerpen. masalah individu. 2. konflik yang penuh suspense. Hal itu terletak pada temanya. atau bahkan menggunakan kata yang sama berkali-kali dalam satu paragraf. masalah spritual. Cerpen seperti itulah yang biasanya berdaya tahan menempuh waktu karena ia tidak menjemukan bagi pembaca-pembaca yang kreatif. 1997: 57). Dalam cerpen situasi. Sebuah cerpen yang besar mengandung banyak persoalan yang bersegi-segi. dan sekaligus juga masalah politik. bukan berita apalagi propaganda. karakter setiap tokoh bisa berkembang secara wajar tanpa harus terbebani bobot tema. Dengan hal itu. pada dasarnya adalah mencari tema yang terkandung dalam cerpen tersebut. Dengan ³kewajaran´ tersebutlah pembaca akan bisa yakin bahwa dia sedang berhadapan dengan karya sastra.M. apalagi kehendak yang serba memaksa milik nurani pengarang. sebuah cerita. Sebuah cerpen kadang-kadang banyak menimbulkan penafsiran. sesuatu yang dikandung oleh sebuah cerpen. memang pembaca bisa hanyut dalam pelukisan karakterkarakternya.

. dan padat. yang ada adalah proses dialektis (dan eklektis) dan pencarian terus menerus sebagaimana usaha Iwan Simatupang ³mengakhiri´ novel Koong-nya (1975). Terutama psikoanalisis yang menawarkan daerah baru dalam menyelami kehidupan jiwa manusia. Kalau karakter tokoh lemah. reaksinya terhadap peristiwa. jadi bukan hanya sekedar elemen untuk membawakan cerita. apa yang dirasakannya harus betul-betul menunjang penggambaran wataknya yang khas milik dia (Sumardjo & Saini K. Oleh karena ³keresehan´ ilmiah untuk senantiasa menghadirkan distingsi dan membuat-buat kategorisasi. Setiap tokoh semesti memiliki kepribadian sendiri-sendiri. Tokoh cerita semestinya digambarkan seintens mungkin. Bahkan menaifkan upaya -upaya pemutlakan.. kata Danujaya (2000: 136). Konflik yang mendasari plot ceritanya merupakan konflik jiwa tokoh-tokoh protagonisnya. Namun dalam estetika kontemporer. Tak ada sentral dan yang tunggal. caranya berpakaian. Apa yang diucapkannya. tidak ada salahnya pula ketika tokoh dan perwatakannya ditampilkan dengan begitu rumit dan tak selesai. kepribadian yang didapat tidaklah sama dengan kepribadian orang-orang yang ada dalam kehidupan sebenarnya.lain disebabkan oleh semakin berkembangnya ilmu jiwa. maka menjadi lemahlah oleh karenanya seluruh cerita. tapi dengan mendramatisasinya. Hal ini dilaksanakan lewat cara bicaranya. asal daerahnya. tetapi kepribadian dalam cerita hanya perlu menonjolkan beberapa sifat saja karena seni itu intensifikasi. dan sebagainya. Dalam sebuah cerita yang bersifat rekaan. apa yang dipikirkannya. namun kebanyakannya karya sastra yang dianggap bermutu memang yang berada di jalur story line. yakni. atau juga pengalaman hidupnya.M. Seorang penulis yang cekatan hanya dalam satu adegan saja sanggup memberikan pada kita seluruh latar belakang kehidupan seseorang. Tokoh-tokoh dalam cerpen modern mendapatkan sorotan lebih tajam dari para penulisnya. Bergantung dari masa lalunya. penuh arti. Kejadian-kejadian dalam cerpen-cerpennya berpusat pada konflik watak tokoh utamanya. . pendidikannya. tindakan-tindakannya. Di Indonesia dapat disebut Budi Darma yang sebagian karya cerpennya diumumkan di majalah sastra Horison atau rubrik seni dan budaya hari minggu di Kompas. Kepribadian dalam kehidupan sehari-hari begitu kompleks. Mutu sebuah cerpen banyak ditentukan oleh kepandaian seorang pengarang dalam menghidupkan watak tokoh-tokohnya. 1997: 63-65). para teoritikus sastra sering membedakan fiksi menjadi dua corak. Paradigma posmoisme memang merayakan keragaman dan memaafkan perbedaan. antara yang lebih menekankan pada jalinan alur (plotting) dan yang lebih menekankan pada pengembangan karakter (story line). apa yang diperbuatnya. Bukan dengan menceritakannya secara langsung kepada pembaca. Pembedaan corak ini memang tidak bersangkut paut langsung dengan kualitas sastra sebuah karya.

Namun. tindakan-tindakannya. Hal tersebut dikemukakan Henry James. dan sebagainya. Penulis sering membuat deskripsi mengenai bentuk tubuh dan wajah tokoh-tokohnya. menurut jalan pikirannya. karena ia tak bisa lagi berpura-pura. Novelis .3. Dengan cara ini pembaca dapat mengetahui alasan-alasan tindakannya. Ia memiliki peran untuk dimainkan. Dalam hal ini. e. ia perlu digambarkan sama jelasnya dengan unsur yang lain. Watak seseorang memang kerap sekali tercermin dengan jelas pada sikapnya dalam situasi gawat (penting). untuk jenis cerpen. bentuk tubuhnya. orang berbudi halus atau kasar.Melalui penggambaran fisik tokoh. pada karya yang lebih cenderung mendukung bagi upaya pengembangan karakter segala macam penindasan tema. Dalam kenyataan hidup. sastrawan termasyhur dari Amerika. Situasi kritis dalam hal ini tidak harus ditafsirkan kondisi bahaya. dapat dikenali apakah dia orang tua.Melalui penerangan langsung. Sumardjo & Saini K.Melalui apa yang diperbuatnya. orang dengan pendidikan yang masih rendah atau tinggi. (1997: 63-66) memerikan beberapa jalan yang akan menuntun menuju identifikasi sebuah karakter: a. tapi situasi yang mengharuskan dia mengambil keputusan dengan segera. Perlawanan terhadap hegemoni pusat. hingga plot cerita yang sudah ditentukan dari awal bisa dihindari. Hal ini berbeda sekali dengan cara tidak langsung.3 Latar Tempat suatu peristiwa terjadi dalam pandangan Balzac sama pentingnya dengan peristiwa itu sendiri.Melalui ucapan-ucapannya. perempuan atau lelaki. Ia akan bertindak spontan menurut karakternya.Sebagaimana pembicaraan tentang cerpen topikal sebelumnya. b. sukunya. Tetapi dalam cerpen modern cara ini sudah jarang dipakai. Melukiskan apa yang dipikirkan oleh seorang tokoh adalah salah satu cara penting untuk mempertentangkan perwatakannya. 2. penulis membentangkan panjang lebar watak tokoh secara langsung. yang pengungkapan watak lewat perbuatannya. apa yang diucapkannya. d. Tapi inilah konvensi fiksi. terutama sekali bagaimana dia bersikap dalam situasi kritis. atas. topik. penggambaran yang demikian memang mustahil. dan sebagainya. Dalam fiksi lama penggambaran fisik kerap kali dilakukan untuk memperkuat watak. Yaitu tentang cara berpakaian. Dari apa yang diucapkan oleh seorang tokoh cerita. dan sebagainya. c.Melalui pikiran-pikirannya. upaya pembedaan di atas memang agak sulit dan lebih samar dibandingkan bentuk fiksi lain yang lebih panjang seperti novel karena paksaan efesiensi dan efektivitas pemakaian bahasa dalam pemerian maupun pencitraan menuntut pemakaian semua unsur penceritaan dengan lebih singkat dan padu.M. atau dengan kata lain narasi besar (topik) merupakan nilai lebih estetika kontemporer.

dan pengacuan yang berkaitan dengan waktu. 1987: 44). Hasilnya cukup luar biasa. Dalam cerpen Indonesia modern latar telah digarap para penulis menjadi unsur cerita yang penting. ruang. kegilaan mereka. 1997: 75). Setting dalam cerpen modern telah menjadi begitu kompleks terjalin dengan unsur-unsur cerpen lainnya. setting harus . Novel tersebut berhasil menghadirkan keindahan negeri Maroko dan Suriah di Timur Tengah sana dengan cukup mempesona. Ia terjalin erat dengan tema.Prancis tersebut memang terkenal sangat bekerja keras untuk melukiskan lingkungan fisik bagi cerita-ceritanya. sambung Maman S Mahayana²ketiganya dewan juri sayembara novel tersebut. Bahkan karya bercorak realis seperti yang ditulis Karl May pun konon kabarnya berbekal riset kepustakaan semata. dan eksotis. Hanya tahu di mana suatu cerita terjadi saja tidak cukup karena sastra bukanlah alat untuk menginformasikan fakta. Namun tentu saja. gaya hidup mereka. sampai pada baunya (Adesita. pemikiran rakyatnya. imbuh Budi Darma. Pada prinsipnya. Terlebih lagi dalam estetika kontemporer meski tidak harus.. Setting dalam fiksi bukan hanya sekedar sebagai background. 2004: 14-15). Namun pengertian ini sah-sah saja diperluas dan diperdalam. Dalam hal ini memang latar sekedar menjadi tempat terjadinya cerita (Sumardjo & Saini K. ia akan mengunjungi kota tersebut. Secara sederhana latar bisa diartikan waktu dan tempat terjadinya cerita. petunjuk. sampai pada macam debunya. Sampai kadang-kadang sebelum membuat cerita yang berlatar belakang kota tertentu. Abidah El Khalieqy misalnya. Dalam cerpen yang baik. Pemenang kedua Sayembara Novel 2003 DKJ ini mengakui bahwa setting luar negeri bagi Geni Jora-nya sekedar didapat berbekal riset buku. 2004: 14). dan suasana terjadinya peristiwa dalam sebuah karya (Sudjiman. hingga chatting dengan rekan-rekan luar negerinya. Dia bisa juga menjadi dangkal untuk konteks cerita-cerita tertentu (Adesita. dan sebagainya. kata Sapardi Djoko Damono. Setting bukan hanya menunjukkan tempat dan waktu tertentu tetapi juga hal-hal yang hakiki dari suatu wilayah. Harus ada tempat dan ruang kejadian. serta menggemaskan. kecurigaan mereka. Dalam fiksi lama tempat kejadian cerita dan tahun-tahun terjadinya disebutkan panjang lebar oleh penulisnya. memilih beberapa rumah. Sebuah cerpen dan novel memang harus terjadi di suatu tempat dan dalam suatu waktu. Latar pada prakteknya bisa beroperasi lebih subtil dalam kerangka estetika cerita-cerita dengan corak tertentu. dan suasana cerita. latar merujuk pada segala keterangan. tidak semua harus begitu. Berwawasan. dan menggambarkan rumah-rumah tersebut sedemikian detail. artinya bukan hanya menunjukkan tempat kejadian dan kapan kejadian. Belum lagi jika menengok karya-karya yang fantastis dengan sekedar berbekal fantasi semata. karakter.M. browsing internet.

wilayah kebebasan dan keterbatasan perlu diperhatikan secara objektif sesuai dengan kemungkinan yang dapat dijangkau sudut pandang yang dipergunakan. Kedua sudut pandang tersebut masing-masing menyaran dan menuntut konsekuensinya sendiri.benar-benar mutlak untuk menggarap tema dan karakter cerita. 1987: 75). juara Sayembara Menulis Novel DKJ 2003. setting terintegrasi (menyatu) dengan tema. patriotisme. Ini kemudian lazim dikenal dengan istilah gaya pengarang (stilistika). kebencian. Sedangkan sudut pandang hanya menyangkut teknik bercerita saja. dengan berbagai variasinya.4 Sudut Pandang Dalam sebuah cerita. Kalau sebuah cerpen settingnya dapat diganti dengan tempat mana saja tanpa mengubah atau mempengaruhi watak tokoh-tokoh dan tema cerpennya. Bagaimanapun pengarang mempunyai kebebasan tidak terbatas. karena pengarang dan pencerita tidaklah perlu kiranya dibedakan (Sudjiman. artinya sudut pandangan yang diambil pengarang untuk melihat suatu kejadian cerita. sebuah cerpen adalah pandangan pengarang terhadap kehidupan.M. 2. sebuah cerita dikisahkan. Hal itu dapat berasal dari berbagai pihak: pencerita yang memberi sudut pandang yang mencakup atau salah seorang tokoh (Luxemburg. Dadaisme. Ada pula yang menganggap keduanya sama saja.. Sudut pandang pada dasarnya adalah visi pengarang. Suara pribadi pengarang jelas akan masuk ke dalam karyanya. yaitu soal bagaimana pandangan pribadi pengarang dapat diungkapkan dengan sebaik-baiknya (Sumardjo & Saini K.M. gaya. 1997: 76). Ia dapat mempergunakan beberapa sudut pandang sekaligus dalam sebuah karya jika hal tersebut dirasakan lebih efektif (Nurgiyantoro. politik. ada juga yang menggunakannya dengan arti sudut pandang pencerita. pengkhianatan. 1997: 76). 2000: 249). Ada yang mengartikan sudut pandang pengarang. Penggunaan istilah sudut pandang sering tidak jelas apa yang diacunya. dan kemanusiaan. Dalam hal ini harus dibedakan dengan pandangan pengarang sebagai pribadi. maka setting demikian akan kurang integral.3. Oleh karena itu. Dalam setting yang demikian bisa didapatkan banyak kesempatan untuk terbahasnya segi-segi watak manusia (Sumardjo & Saini K. 1991: 125). merupakan sebuah contoh karya sastra . Dari setting wilayah tertentu harus dihasilkan perwatakan tokoh tertentu dan juga tema tertentu. pelarian. Sudut pandang cerita itu sendiri secara garis besar dapat dibedakan ke dalam dua macam: gaya ³aku´ dan ³dia´. Dalam cerpen yang berhasil.. pengungsian. kisah atau apa yang disajikan sebagai isi cerita selalu disuguhkan dari sudut pandang tertentu. watak. dan implikasi (kaitan) filosofis. Dari sudut pandang persona pertama dan ketiga tersebut. Cerpen dengan setting perang misalnya dapat berbicara soal-soal khusus seperti dendam.

orang ketiga (dia). walau memang terdapat ajaran moral . Penghubungnya adalah peristiwa masa lalu. senantiasa menawarkan pesan moral yang berhubungan dengan sifat-sifat luhur kemanusiaan. Ilustrasi dari tulisan Budi Darma tersebut. ³Di tengah-tengah perjalanan hidup kita. Karya sastra. dan peristiwa tragis. Dante berkata kepada Beatrice. dunia surealis. tema penyimpangan akibat peristiwa traumatis masa lalu seperti tidak dapat terlepas dari pergantian bentuk penceritaan itu. Sebuah rangkaian fragmen yang lepas-lepas. Dengan bermain dalam tataran psikologi. apalagi keseorangan.asp?Id=2004071023464677&Jenis=c&cat_name=Tifa): Novel Dadaisme (No Kode 46) mengawali kisahannya dengan peristiwa-peristiwa yang seperti tidak ada hubungannya satu dengan yang lain. salah seorang juri dari dua orang juri lainnya: Sapardi Djoko Damono dan Budi Darma. Proposisinya sebaliknya dengan proporsi yang tetap sama: karya sastra sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan. 2000: 321).4 Kemanusiaan Dalam Divina Comedia. fiksi. sampai ke pencerita orang kedua (kamu). yang notabenenya merujuk pula pada pernyataan Aristoteles. Ia tidak hanya bersifat kebangsaan. 1984: 70) . perselingkuhan. Keuniversalan tersebut berarti sifat-sifat itu dimiliki dan diyakini oleh manusia sejagat. filsafat. halusinasi.media-indonesia. Novel ini seperti membentangkan serpihan-serpihan kritik atas kultur etnik.´ Hutan itu gelap karena dia tidak dapat melihat apa yang terjadi di seberang yang lain. mengisyarat dengan eksplisit betapa kesusastraan sangat berperan bagi kemanusiaan. 2. Berikut dikutipkan sebagian naskah pertanggungjawaban dewan juri lomba tersebut dari tulisan Maman S Mahayana. di Media Indonesia (http://www. mulai dari pencerita orang pertama (aku). meski pragmatisnya bisa beraplikasi lokal (Nurgiyantoro. Di antara itu. dia memerlukan cahaya dan cahaya ini tidak lain dan tidak bukan adalah agama.kontemporer yang dinilai oleh sebagian kalangan kritikus sastra Indonesia papan atas cukup berhasil untuk tidak menyederhanakan soal sudut pandang di tengah arus era baru kreatifitas ini.com/news print. Sifat-sifat luhur kemanusiaan tersebut pada hakikatnya bersifat universal. Cerita seperti melompat ke sana ke mari yang sebenarnya saling bersinggungan. Bentuk pencerita pun dimanfaatkan ganti-berganti. memperjuangkan hak dan martabat manusia. dan seni (salah satunya sastra) (Darma. saya menemukan diri saya di sebuah hutan gelap gulita. di sana-sini muncul pula kisah-kisah halusinasi dengan tokoh-tokoh imajiner. Dari sanalah secara perlahan terungkap kaitan tokoh yang satu dengan tokoh yang lain. Untuk menembus kegelapan ini.

kesusilaan yang hanya berlaku dan diyakini oleh kelompok-kelompok tertentu. Sastra. seperti kematian. Sastra membebaskan manusia dari berbagai batasan. 2000: 322). cinta. Sastra dengan demikian menjadi ³warga negara´ dunia yang bebas masuk ke mana saja karena dia kelihatan. anutan. ia menembus batas suku dan negara. Sastra yang universal memberitahukan bahwa manusia memiliki kemungkinan yang seharusnya sama. tetapi juga begitu halus. perse ngketaan. Ia berwujud. serta menembus perbedaan strata sosial. lanjut Wijaya. Dalam merekonstruksi sejarah awal sastra Indonesia. Sebagai upaya untuk menerobos segala barikade konteks manusia masing-masing pada tempat. sastra memilih tema-tema terbaik. Rasa kemanusiaan itu menyeberangi perbedaan budaya. persaudaraan. kelahiran. kesakitan. biasanya akan diterima kebenarannya secara universal pula (Nurgiyantoro. seperti nilai-nilai luhur kemanusiaan. sejak awal sudah melihat kemanusiaan sebagai lahan yang sangat kaya dan luas jangkauannya.web. tetapi h anya untuk menyadarkan bahwa manusia satu dengan yang lain saling terkait dan tidak mungkin seseorang hidup tanpa manusia yang lain. Ia begitu ampuh. ia juga tidak terhalangi oleh kekuasaan yang merupakan bagian yang sangat berpengaruh dalam berbagai sengketa antarbangsa.bahasa-sastra.id/putu. dan kemudian keberuntungan atau nasib baik yang menjadikannya berbeda. Ia adalah imajinasi yang hanya akan tertangkap oleh mata hati yang peka. kesangsian. Sastra sudah menjadi sebuah jaringan internasional yang tidak terkendali lagi kemampuan jangkauannya. kesedihan. tetapi memiliki perjalanan yang tidak sama perkembangannya. Wijaya berkata bahwa berbeda tidak berarti bermusuhan. tetapi tidak seluruhnya bertubuh karena ia adalah sebuah pengalaman spiritual. Sebuah karya fiksi yang menawarkan pesan moral yang bersifat universal. Sambodja . tidak ubahnya seperti yang dilakukan oleh jaringan internet dewasa ini. asp). penantian. agama. kegigihan. tetapi tidak tampak seluruhnya. dan keyakinan. tetapi ada perjuangan. dan nafsu-nafsu bawah sadar yang sangat mendasar dan berserak pada setiap manusia di seluruh jagat raya. Dalam sejarah sastra Indonesia. dan suasananya. Keuniversalan yang ditampilkan karya sastra dengan mengusung nilai-nilai kemanusiaan² sehingga menghapuskan segala batas-batas yang memisahkan manusia²bukan berarti pula menyatakan bahwa manusia yang satu harus sama rata dengan manusia yang lain. tidak terhalang-halangi lagi oleh batas-batas negara dan politik. menyeberangi waktu dan jarak. waktu. Putu Wijaya dalam salah sebuah artikelnya juga menegaskan bahwa kemanusiaan tersebut bersifat universal (http://www. Bahkan. kesenangan. tema kemanusiaan merupakan aspek yang cukup menonjol hadir ke permukaan. warna kulit.

Hal ini menunjukkan bahwa tema kemanusiaan selalu laris nyaris sepanjang sejarah kesusastraan Indonesia. mengangkat tema kemanusiaan ini dapat . Pada perkembangannya justru tema kemanusiaanlah yang lebih banyak diangkat oleh karya-karya puncak khasanah sastra Indonesia. Danarto. penulis-penulis ini selalu menyisipkan ide-ide tentang kemanusiaan dalam karyakaryanya.net/cgibin/naskah/viewesai. Bersama banyak pengarang mapan lainnya.republika. dari penghargaan yang diterimanya pada ajang KLA 2004. Paling akrab dikenal adalah semangat humanisme universal yang diusung oleh seniman-seniman Gelanggang hingga kelompok Manifes Kebudayaan. Bersama kumpulan cerpen KTMP karya LC.co. hingga Ratna Indraswari Ibrahim yang sempat memunculkan kekhawatiran tentang regenerasi tokoh-tokoh sastra Indonesia.republika.id/koran_detail. setidaknya. Contoh bagaimana karya sastra. Produktivitas penulis yang satu ini²dapat dilihat dengan tebaran tulisannya di media massa²dan semangat kemanusiaan universal yang diangkatnya membuat ia menjadi tokoh sastra Indonesia yang cukup diperhitungkan dewasa ini. Golongan kedua adalah penulis cerpen-cerpen Islami. Namun di antara dua arus pendatang baru tersebut. Keduanya sastra karangan penulis yang umumnya perempuan yang memang sedang menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. utamanya soal keterasingan individu (http://cybersastra.net/cgi-bin/naskah/viewesai. bagi jenis ketiga ini adalah buah karya-buah karya Seno Gumira Ajidarma yang dianggap tokoh cerpenis Angkatan 2000 (http://www. Seno mendapat penghargaan dalam kategori fiksi atas novelnya yang berjudul Negeri Senja.cgi?category =5&id=1030357707) mengemukakan kekurangtepatan penganggapan tema kebangsaan sebagai sarana identifikasi bagi kesusastraan Indonesia. Golongan pertama adalah cerpen-cerpen yang mengusung feminisme dengan jargon-jargon seksual vulgar. Kekuatan pengarang yang satu ini dapat dilihat. khususnya cerpen. Dalam bidang novel. tersebutlah Iwan Simatupang sebagai sosok yang sangat kental mengangkat tema kemanusiaan ini.id/ koran_ detail. Tentu tidak lupa pula karangan-karangan penulis gaek semacam Budi Darma. co.asp?id= 60132&kat_id=102&kat_id1=&kat_id2=). Ahmadun Yosi Herfanda mengungkapkan dua mainstream terkuat yang menonjol dewasa ini. Contoh yang cukup mutakhir.(http://cybersastra. Putu Wijaya. namun juga telah cukup mapan.cgi?category=5&id=1030357707).asp?id=249828&kat_id=364). Dalam mengamati perkembangan cerpen-cerpen dalam kesusastraan Indonesia terkini. dengan jumlah yang tidak kalah banyak ternyata tetap bertahan penulis-penulis sastra yang mengangkat tema humanisme universal atau kemanusiaan (http://www.

Karya sastra sesungguhnya dapat memberi hikmah dan hikmah dari karya sastra yang baik adalah membuat orang yang membacanya . tetapi sehabis perang melukai pemiliknya sendiri´. Wanita itu mengambil pistol suaminya dan menembak. nafsu. Navis menutup cerita tersebut dengan kata-kata: ³Kedua perempuan itu menyesal. Ironi yang diangkat Navis. Ide bagi Navis untuk menulis tentang militer dan kemanusiaan ini muncul pada 1995 ketika ia menyaksikan ³«hampir sebulan seluruh stasiun televisi menyiarkan para pejuang dengan segala atribut di bahu dan dada mengisahkan pertempuran dalam menegakkan kemerdekaan. Si Mayor menyesali nasibnya. berbeda dengan Nugroho Notosusanto atau Trisnoyuwono yang kerap menulis cerpen berlatar militer. Di kemudian hari. Akibatnya pemilik lengan tersebut dipensiun muda. Awalnya kapten tersebut secara kebetulan saja bertemu wanita desa tersebut. karena selama perang tidak pernah melukai musuh. Namun. Tembakan mengenai lengan suaminya dan lengan itu akhirnya harus diamputasi. lebih sebagai sentuhan batin terhadap masalah kemanusiaan²kemanusiaan yang digadaikan yang disebabkan oleh peperangan. Sutardji Calzoum Bachri menyatakan bahwa manfaat dari karya sastra adalah memberikan pencerahan kepada pembacanya (http://www. Navis dalam kehidupannya banyak berkawan dengan perwira militer sehingga wajar jika ia memiliki stok respon cukup memadai untuk menulis tentang kehidupan tentara dan aspek manusiawi mereka. Ketika perang usai sang kapten tersebut kembali ke kota. ditinggalkan di desa hingga anak yang dikandungnya lahir. dan kekuasaan (http://www.id/koran_detail.kompas. Wanita itu. si Montok menemui sang kapten yang telah naik pangkat menjadi mayor di rumahnya di kota.htm). Namun lelucon-lelucon pahit atas ganasnya pertempuran tersebut tidak terkesan sebagai cemoohan terhadap dunia militer belaka.republika. isteri Mayor yang sebelumnya dan sebenarnya marah besar. Navis yang juga nonmiliter ini cenderung mengungkapkan sisi gelap kehidupan militer... yang diberi julukan si Montok sebab ³keindahannya´. Meskipun bukan seorang tentara.dilihat pada cerpen ³Si Montok´ karya A. co. Seolah tidak ada orang selain dari mereka yang berjuang. Dalam cerpen yang diterbitkan pada usianya yang ke-77 ini. ungkap Adila. Sebagaimana Idrus lewat Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma atau Asrul Sani dengan Naga Bonar.´ Dalam cerpen ³Si Montok´ terdapat kisah tentang seorang wanita desa yang dinikahi seorang komandan tentara berpangkat kapten pada masa perang. tidak diketahui apakah pistol itu pun ikut menyesal. Navis mengangkat tema kemanusiaan lewat satire dan ironi yang dibangunnya atas kehidupan militer pada zaman perang.A Navis. bersama anak laki buah perkawinannya dengan sang kapten.asp?id=182197&kat_id=102).com/ kompas-cetak/0104/15/seni/iron32. Akibatnya.

Ia tidak akan diam. Hal-hal yang memang salah dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan tidak akan ditutup-tutupinya sebab terhadap nilai seni ia hanya bertanggung jawab kepada dirinya sendiri. dan dengan karangannya itu akan diperjuangkannya hal-hal yang diyakininya kebenarannya. karya sastra juga menjadi salah satu tolak ukur kemajuan suatu bangsa. ataupun sifat-sifat luhur kemanusiaan yang lain. Karya sastra mencerahkan karena memberikan penyadaran terhadap masalah masalah kemanusiaan. baik itu seni untuk seni maupun seni untuk misi. Karena itu. Dengan karya sastra suatu bangsa menjadi menghargai masalah -masalah kemanusiaan dan keluhuran budi pekerti. Oleh karena itu.1 Corak Estetis Kumpulan Cerpen KTMP Pembacaan terhadap kumpulan cerpen KTMP karya LC ini dapat menghasilkan sebuah .tercerahkan. BAB III TEMA KEMANUSIAAN DALAM KUMPULAN CERPEN KUDA TERBANG MARIA PINTO KARYA LINDA CHRISTANTY 3. Nurgiyantoro (2000: 331) menyatakan bahwa seorang pengarang umumnya tampil sebagai pembela kebenaran dan keadilan. sangatlah tidak sukar untuk ditemukan adanya nilai-nilai kemanusiaan dalam karya sastra²dengan segala keragaman estetika dan stilistiknya. Seorang sastrawan bahkan dapat menjadi agen perubahan jika karya-karyanya dapat memberikan kesadaran baru bagi pembacanya dan mendorong mereka untuk melakukan perubahan. meskipun barangkali lewat jalan yang diam-diam.

Meski sosok pejuang tersebut tidak betul-betul faktual bisa dibuktikan lewat ilmu sejarah. ibu yang mulai sakit-sakitan. pembantu kami. Kami berjalan-jalan melihat kota. naik becak atau andong. Sakit pada tubuh bisa diobati. Oleh karena itu sulit untuk mengotakkan kumpulan cerpen ini ke dalam salah satu ragam estetika saja. Sakit pada hati sampai mati. Gaya realis dalam kumpulan cerpen ini bisa dilihat dari kutipan berikut ini: Kadangkala Ibu mengunjungiku.petualangan tersendiri. anaknya yang kembali pulang ke rumahnya. 26) Kutipan di atas berasal dari cerpen ³Makan Malam´. Kedua gaya tersebut bisa terdapat berimbang pada sebuah karya dan bisa juga salah satunya lebih menonjol pada karya lain. Gaya realis seperti ini juga terdapat dalam sebagian besar cerpen lainnya. Sakitnya tak pernah sembuh. Dengan kata lain. Dilihat dari dua kutub oposisional aspek mimetik karya. (hlm. Jadi sang pejuang tersebut mewakili . konvensi fiksi memang membenarkan upaya penyimbolan seperti ini. terlihat beragam ekpresi estetika ditampilkan. peristiwa-peristiwa yang diceritakan terlihat tidak melenceng dari kenyataan yang mungkin ada. aku kembali ke rumah kami. Tidak ada yang aneh dan di luar nalar realitas. Dulu Bik Iyem. Ia tampak lelah. Dari segi mimetik. Ia berkali-kali ke dokter.1 Gaya Realis dan Surealis Dari dua belas cerpen yang terhimpun dalam kumpulan cerpen KTMP ini.1. Cerpen ³Perang´ mengisahkan suatu episode kehidupan seorang pejuang kemerdekaan. Aku ingat lagu ini. Setelah tamat perguruan tinggi. Cerita dalam cerpen ini memang sangat realistis dan bisa diperiksa logika referensinya terhadap kenyataan dengan cukup terang. Kami makan di restoran dan belanja macam-macam keperluan wanita. Baru kali ini aku sungguhsungguh memperhatikan Ibu. tapi tak mau diantar. dalam kumpulan cerpen ini tidak hanya terdapat gaya realis namun juga terdapat bagian-bagian yang bersifat surealistik. Dua hal yang dipandang cukup menonjol untuk dibicarakan sebagai contoh corak estetis yang digunakan dalam kumpulan cerpen ini adalah terdapatnya gaya realis dan surealis serta terdapatnya penggunaan diksi yang puitis. berikut akan dituliskan sekilas corak estetis yang terdapat pada kumpulan cerpen ini. Sebelum mendeskripsikan struktur umum dan makna-makna yang dapat digali dari keenam cerpen yang dianalisis. Beraneka ragam warna dan cita rasa estetis terdapat pada cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen ini. Dalam kutipan tersebut diceritakan peristiwa keseharian seperti seorang ibu yang mengunjungi anaknya. kumpulan cerpen ini terlihat menggunakan keduanya. suka menyanyikannya sambil memasak atau menyapu rumah. Menyenangkan. 3. dan pembantu yang suka menyanyi sambil menyapu lantai atau memasak di dapur. gaya surealis dan realis.

seorang kakak lelaki. Dengan tingkatan intensitas yang tidak terlalu kuat.kemungkinan faktual dari sosok-sosok pejuang lainnya yang sudah umum diketahui kisahkisahnya. Dua pengawal menyertai perjalanan rutin ini. namun mesti juga berpisah sebab ketidaksalingsesuaian antar mereka. pengetahuan. hal tersebut pada sudut pandang lain kenyataannya ikut meneguhkan fakta bahwa terdapat bumbubumbu fantasi atau aspek khayalan dalam cerita itu. Kepala mungil yang cantik berubah membesar dengan pupil-pupil mata yang menonjol serta kulit wajah mengeriput. menjaga junjungan mereka dari atas kereta. gaya realis ini juga terdapat dalam cerpen-cerpen lainnya. unsur khayalan muncul pada bagian cerita yang mempertemukan tokoh Yosef Legiman dengan seorang pemimpin pemberontak yang mempunyai kemampuan magis. Cerpen ³Rumput Liar´ mengisahkan sebuah keluarga yang tinggal hanya terdiri atas seorang ibu. gaya surealis ini juga terlihat hadir di dalam cerpen ³Makan Keempat´ lewat sebuah peristiwa halusinasi yang dialami salah seorang tokohnya atau lewat cerita mengenai kemampuan seorang anak bercakapcakap dengan roh neneknya. Sekilas ia teringat film tentang makhluk luar angkasa yang pernah ditontonnya di barak dulu. (hlm. Ia terduduk di tanah. Lutut-lututnya lemas. Meski kedua hal tadi sebetulnya juga logis dalam kerangka pemikiran bahwa dunia realitas memang bersinggungan dengan unsur-unsur metafisika. paru-paru. Berikut kutipannya: Gaun lembut Maria Pinto membelah anyir perang dengan kibaran putih yang menyilaukan.17) Cerita tentang tokoh Maria Pinto²yang diceritakan mempunyai kuda terbang yang terbuat dari kayu. Cerpen ³Balada Hari Hujan´ mengisahkan sebuah episode dalam kehidupan seorang waria. mempunyai aneka macam kesaktian atau memiliki tubuh yang kulitnya berwarna bening . dan pandangan seorang penjaga sebuah pos terhadap salah seorang prajurit yang singgah beberapa waktu di tempatnya. Cerpen ³Pesta Terakhir´ mengisahkan seorang kakek yang terkenang akan masa lalunya sebagai seorang pengkhianat terhadap kawan-kawan seperjuangannya. Ia bisa melihat jantung. Yosef membiarkan iring-iringan di langit itu berlalu. lalu berangsur bening transparan. 11) Maria Pinto melepaskan gaun perinya yang putih. (hlm. Cerpen ³Joao´ mengisahkan kesan. dan seorang adik perempuan. Tubuh telanjang gadis itu menyerupai patung lilin para santa. usus. Maria Pinto. Dalam cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´. dan tulang-tulang tengkorak gadis tersebut dengan jelas. Gaya surealis dalam kumpulan cerpen ini sangat terasa dalam cerpen ³Qirzar´ dan ³Kuda Terbang Maria Pinto´. Dengan berbagai tingkatan intensitas.

hilang. Pada bagian cerita pertemuan Yosef Legiman dengan seorang gadis di atas kereta²yang pada bagian akhir cerita ternyata berstatus sebagai wanita pimpinan teroris yang menjadi target operasi Yosef saat ia berperan sebagai seorang penembak jitu²cerpen ini menjadi bergaya sangat realis. Semuanya logis secara mimetik. Dari segi mimetik. sebelum kembali ke negeri jeruk dan kopi. Begitu pula penggambaran mengenai seorang perempuan yang mempunyai kulit bening sehingga memperlihatkan isi organ tubuhnya. Dukundukun suku menahbiskan Maria sebagai panglima dengan senjata sihir tua dan kuda terbang. menjadi gila. Malapetaka tengah melanda negeri leluhurnya. Ada juga cerita tentang para penumpang yang tertidur selama perjalanan atau para petugas kebersihan yang membersihkan gerbong-gerbong kereta. Dari sesuatu yang sangat jelas referensinya dalam kenyataan (kuliah di fakultas sastra sebuah . Di bagian lain cerpen ini. golongan yang mencampakkan dongeng dan mimpi. Sulit untuk mencari referensi nyata bagi hal-hal tersebut dalam kenyataan kehidupan yang sebenarnya. karena dialah yang terpilih oleh bisikan gaib para leluhur. sulit untuk diterima logika mimetiknya. Cerita mengenai kuda yang bisa terbang hanya ada dalam dongeng meski buat sebagian orang hal-hal seperti ini tidak sekadar dongeng.sehingga terlihat transparan²terlihat sangat kuat mengandung unsur khayalan jika dilihat dari aspek mimetik. mengepung musuh di tiap zona. sulit untuk membuktikan kebenaran hal-hal di luar logika kenyataan seharihari pada kutipan cerita di atas. Berikut kutipannya: Maria Pinto semula hanya gadis biasa. Terakhir terdapat bagian cerita perpisahan kedua orang ini setelah mereka sampai di stasiun tujuan. (hlm. atau masuk hutan bersatu dengan babi liar dan rusa. Para penghuni negeri tersebut bergegas mati. Sejak saat itu Maria Pinto menjadi pemimpin pasukan kabut yang berbahaya.12) Sungguh cukup jauh dan tiba-tiba loncatan aspek mimetik cerita dalam paragraf ini. bunuh diri. Penggunaan kata makhluk luar angkasa dan film pada kutipan di atas juga semakin memperjelas dan mempertegas sifat fantasi pada peristiwa dalam cerita tersebut. menciutkan nyali orang-orang yang bersandar pada hal-hal nyata. sehingga Maria dipanggil pulang oleh para pemimpin suku agar memenuhi takdirnya. gaya realis dan gaya surealis dipadukan dengan sangat rapat karena dua jenis gaya yang bertolak belakang itu dihadirkan serentak dalam sebuah paragraf. Dalam bagian ini hanya diceritakan mengenai seseorang yang bercerita kepada kawan duduknya di atas kereta. sempat kuliah di fakultas sastra sebuah universitas terkemuka di Jakarta dan bertahan sampai semester tiga.

1. Semula bagian ini sangat realis menceritakan tugas yang dijalani oleh Yosef Legiman guna membunuh seorang pimpinan teroris dengan menggunakan senapan sniper dari seberang sebuah gedung bertingkat. cerita berikutnya mengalir pada peristiwa yang bagaikan sebuah dongeng semata. yakni cerpen ³Balada Hari Hujan´. Dengan kata lain. Berikut kutipannya: Angin tiba-tiba bertiup kencang lewat jendela. (hlm. pada bagian akhir cerita peristiwa realis berupa upaya eksekusi terhadap wanita pimpinan teroris oleh Yosef Legiman disambung langsung oleh peristiwa kedatangan Maria Pinto dan kuda terbangnya yang bersifat surealistik.universitas terkemuka di Jakarta dan bertahan sampai semester tiga). Setelah tugas tersebut selesai dikerjakan Yosef. satu hal menarik dihadirkan lagi dalam cerpen ini dalam hal sintesis antara gaya realis dan surealis. Bagai tersihir. Tubuh Yosef menggigil bercampur nyeri. Cerita tentang Maria Pinto yang memiliki kuda terbang dan kesaktian tentulah sesuatu yang bisa dianggap mustahil secara mimetik. Sebagian besar pembahasaan yang puitis itu terlihat cukup kuat ikut menciptakan nuansa bagi makna yang dihadirkan tema ceritanya. . mengulurkan tangannya yang putih dan halus. ia melihat Maria Pinto mengarungi langit dengan kuda terbang. ³Makam Keempat´. Jika dalam peristiwa di atas kereta tokoh Yosef Legiman hanya bercerita tentang sebuah peristiwa yang penuh fantasi. melayang. 20) Hal ini menunjukkan betapa bagian ini menghadirkan sebuah peristiwa baur antara sesuatu yang realis dengan sesuatu yang bersifat khayalan semata. Kemudian. Jarum-jarum dingin menembus tulangnya.2 Diksi Puitis Kemampuan membahasakan peristiwa-peristiwa maupun suasana-suasana dalam sebuah cerita rekaan secara puitis juga terlihat menonjol dalam kumpulan cerpen ini. Hal tersebut menggambarkan terdapatnya paduan unsur realis dan fantasi (khayalan atau surealis) dalam kumpulan cerpen ini. Kejadian tersebut juga tidak dipisahkan dengan teknik penyudutpandangan atau pemberian cerita berbingkai. dusta. dan ³Lelaki Beraroma Kebun´. tiba-tiba diceritakan datangnya Maria Pinto dan kuda terbangnya. Ia merasa terbang di antara awan. 3. melihat sebuah dunia yang terus memudar di bawahnya. sesuatu yang dianggap dongeng²dalam pengertian bohongbohongan. Sebagai contoh akan dibahas penggunaan diksi puitis dalam tiga cerpen. Mengapa perempuan itu selalu mengikutinya ke mana pun? Maria Pinto tersenyum. berupa tokoh di dunia nyata menceritakan kisah yang absurd yang tidak terjadi di saat. Ketika hendak beranjak dari tepi jendela. Yosef menyambut jemari gadis yang menunggu. seperti yang terjadi pada bagian lain cerpen ini. tempat. atau waktu itu juga. atau takmungkin²buat sebagian besar manusia rasional.

Bisa juga warna tersebut dianggap mewakili sifat dan sikap inkonsistensi. menahan udara dingin. wajar kiranya tokoh tersebut merasakan sesuatu yang serba tidak jelas dalam hal posisi kehidupannya di tengah-tengah masyarakat kebanyakan. Kelopak-kelopak bakung di bawah jendela terlihat segar berair. sesuatu gemuruh di dada yang berujung pada hadirnya kerisauan jiwa. Secara estetis. Dalam cerpen ³Balada Hari Hujan´ terlihat bahwa pelukisan latar suasana dan peristiwa guyuran air hujan. Kekuatan penggunaan diksi puitis ini juga bisa dilihat pada cerpen ³Makam Keempat´. Dalam kutipan di atas juga terdapat penggunaan kata payung ungu dan langit abu-abu. Terlebih tokoh tersebut adalah seorang waria yang dianggap makhluk ³menyimpang´ dalam tata norma masyarakat kebanyakan. (hlm. ikut menyugestikan akan adanya ³kemendungan´ suasana hati pada tokoh utamanya. Langit abu-abu tua. suasana yang serba sedih tersebut disimbolkan atau setidaknya dititipkan nuansanya kepada peristiwa hujan sehingga seolah menghadirkan sebuah ³gerimis perasaan´. Hari masih terlalu pagi untuk orang-orang yang takut pada cuaca dingin bulan Juni. 59) Hujan masih menyambutnya di luar kafe.. 57) Hujan masih turun. (hlm. Warna ungu dan abu-abu menjadi lambang bagi keabsurdan nasib yang mesti dijalani tokoh utama ini. Pembahasaan peristiwa jatuhnya hujan ini secara puitis pada akhirnya memperkuat makna kesedihan dalam cerita ini. setakkonsistennya jati diri seorang waria. Payung ungu itu mengembang lagi. Butir-butir air meluncur dan meresap ke tanah . Berikut beberapa kutipannya: Ia menguncupkan payung ungunya. Pemilihan warna tersebut sangat cocok pula guna melambangkan kerisauan hati sang tokoh. Dalam cerpen ini beberapa kali digunakan pengasosiasian dan pengacuan pada mitos cerita silat untuk . Derai air dari langit membasuh jalanan yang sepi. apalagi dianggap menyimpang. Jalan yang basah menyambut langkah-langkah kaki yang menggigil. Peristiwa penting dalam hidupnya selalu ditandai dengan hujan. 64) Suasana mendung dan hawa dingin yang melekat pada pengertian kata hujan terlihat sesuai sekali bagi peristiwa kesedihan yang dialami tokoh utama cerita ini. sebuah sifat dan kondisi yang inharmonis²dengan catatan warna-warna tersebut tetap menjadi tampil harmonis ketika dibahasakan secara puitis dan estetis. (hlm. Ia rapatkan kerahkerah mantelnya. Sebagai sosok yang minoritas di tengah masyarakat. dan pembahasaannya.Cerpen-cerpen tersebut dipandang cukup intensif memanfaatkan kekuatan bahasa puitis. Seolah-seolah rintik-rintik gerimis tersebut ikut bergemuruh dalam perasaan sang tokoh. lalu mengibaskan ujung mantel yang basah..

Kaitan antara tokoh Paula yang pemberontak dan cerita-cerita silat tidak muncul serta merta ibarat sebuah pemanis cerita yang hadir tiba-tiba. (hlm. (127) Aku sangat berharap putriku mau bicara. 132) Dengan menggunakan mitos tentang semangat heroik dalam cerita silat Kho Ping Hoo. Secara kronologis dalam cerpen ini memang dikisahkan pada masa kecilnya Paula telah cukup kuat terpengaruh pada cerita-cerita silat tersebut. kataku. Ia membayangkan dirinya pendekar berpedang sakti. Para kaisar biasanya diktator. penggunaan kata-kata seperti diktator. Ya. Kuungkapkan hal itu pada istriku. Paula kecil kurang menyukai kisah itu dan menyuruhku membacakan buku dongeng yang lain. Kau yang hasut dia untuk jadi pendekar! « Sebuah majalah menyebutkan putriku mungkin disekap di sebuah benteng. Kemudian. (hlm. sudah. Jangan kau bawa-bawa kisahkisah silat itu. Ia terkesima. Ia menjerit dan mencakarku. Terlebih pula hubungan ini tidak terjadi secara kebetulan atau apalagi sekadar berupa tafsir pembacaan. keras hati. Pendekar sakti disekap dalam benteng. disekap di sebuah benteng. 128) Dari orang tersebut aku memperoleh pengetahuan baru. Aku memilih diam. Kini ia disekap di benteng. Ia jatuh cinta pada tokoh-tokoh pendekar. Jangan kasar padanya. anggun. Aku teringat kisah putri berambut panjang yang disekap di sebuah benteng. kubacakan petikan karya Kho Ping Hoo untuk Paula. Mata kanak-kanak yang bening itu tak berkedip. Tetapi. Ia putri kita satu-satunya. Entah bagaimana mulanya. membekas sampai dewasa. . suka menolong. Elia protes lagi. Pilihan hidup sebagai seorang pembangkang (pemakar) atas pemerintahan sah yang berkuasa yang dipilih tokoh Paula menjadi terasa lebih heroik ketika dianalogikan kepada heroisme yang terdapat dalam mitos tentang pendekar-pendekar pembela kebenaran dan keadilan dalam cerita-cerita silat. Baiklah. Elia melarangku memaksa Paula. Aku bukan kaisar. Berikut dikutipkan: Elia sempat menyalahkanku. cantik.menggambarkan kependekaran (atau sifat seorang pendekar pada) tokoh Paula. Sebuah benteng. atau kaisar lalim. Karakter pendekar dari mitos-mitos itulah yang mengilhami jalan hidup pemberontak tokoh Paula setelah dewasa. Katanya. aku terlampau sering membacakan kisah-kisah silat Kho Ping Hoo pada anak kami dan sepak-terjang pendekar yang hebat membuat kanak-kanak terpikat. cerpen ini dengan cukup puitis memberi penyimbolan dan pengacuan bagi karakter pemberontak pada tokoh Paula. Seharusnya. Putri kami mengajak orang-orang melawan kaisar lalim. Seharusnya ia bisa meloloskan diri. Aku juga tak mau disebut diktator.

Bagi Halifa. Dengan pemilihan kata-kata yang puitis tersebut. baik latar tempat maupun suasana. mengusap wajahnya yang kena tempias hujan. Penggunaan diksi tersebut juga ikut menguatkan citra negatif bagi pihak yang dilawan oleh tokoh Paula. (hlm. kata-kata lainnya tersebut merujuk pada pihak sebaliknya. 87) Penggunaan diksi puitis pada kutipan-kutipan di atas sebagian besar berkaitan dengan suasana kebun atau nuansa alam yang menjadi latar cerpen ini. Ia duduk di bangku batu yang lembab. pohon- . Ia bergegas menyusul. (hlm. 85) « Namun. bayangan seseorang berkelebat dalam gerimis dan menghilang di balik tapekong di sudut kebun. Jika kata pendekar merujuk pada tokoh Paula. penghayatan terhadap peristiwa dalam cerita terasa menjadi lebih masif. 78-79) « Di balik awan gelap yang bergumpal. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan. (hlm. terutama debur ombaknya di malam hari. Hujan deras sudah menyambutnya di landasan « Di seberang jendela. di kantor. 80-81) « Aroma kebun dari dalam mengalahkan wangi tanah dan daun-daun di luar. laut berwarna hijau tua terlihat tenang bagai objek dalam lukisan. seperti dulu. Diksi-diksi puitis tersebut membuat cerita terasa lebih segar dan menciptakan aneka nuansa hingga memberikan alternatif ³beribu´ makna. di kamar kontrakan. sekaligus pilihan kata ini menguatkan makna heroiknya. Dengan kepuitisan itu pula cerita terasa menjadi lebih kreatif menghadirkan amanatnya dalam rangka pemaknaan atas tema. (hlm.ikut menguatkan semangat heroisme dan simbolisme perlawanan yang ada dalam cerpen ini. Dulu keluarganya tinggal dekat pantai. jari-jari petir putih bersinar. Kata-kata seperti aroma segar. karena aroma segar dari pohon-pohon tropis itu terbawa angin dan tercium olehnya. Penggunaan diksi puitis ini lebih sering terdapat pada bagian yang berupa latar cerpen ini. Tambah pula diksi yang digunakan bisa terlihat tampil estetis karena menggunakan kata pilihan atau penyimbolan yang tepat sasaran. Di belakang gazebo yang sudah berlumut. debur ombak seperti nyanyian. Dalam cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ intensitas penggunaan diksi puitis yang cukup kuat juga kerap bisa ditemukan. dan obsesif. « Ia punya banyak ingatan tentang pulau ini. intensif. dan di tempat-tempat baru yang pertama kali dikunjunginya. Ia tidur nyenyak dalam buai bunyinya. di bus.

Selain itu. penggambaran hubungan tokoh Halifa dengan tokoh Si Penjaga Kebun dalam cerpen ini. ia akan berjanji menyampaikan pesan. Nuansa yang dihadirkan pilihan-pilihan kata tersebut meliputi keindahan. kedamaian. juga sangat kuat diformulasikan secara filosofis. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang. laut yang bagai objek dalam lukisan. ia akan tunjukkan jalan. ikuti saja aroma itu. Berikut salah satunya dikutipkan: Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. penggunaan kata-kata seperti pantai. 79) Bagian ini berhasil mendeskripsikan dengan cukup cantik dan sangat ciamik perasaan yang kuat tokoh Halifa terhadap tokoh Si Penjaga Kebun. Matanya tak pernah menyorot garang. ombak. Di bagian lain. yang punya kebun. Sekaligus. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. (hlm. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. lelaki itu . Bila ada yang ingin menemuinya.pohon tropis. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. Namun. semacam pengumuman. Hal ini pulalah yang menjadi inti peristiwa cerita cerpen ini. Dengan itu pula tema cerita menjadi semakin kuat. disokong oleh pelataran. selain dibahasakan dengan kata-kata yang puitis. Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. Bila kalian ingin bertemu tuannya. mata orang yang mau menolong. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. Hal ini menunjukkan bagaimana pemadatan makna bisa berjalan seiring dengan keindahan kata-kata dalam narasi sebuah cerita²yang notabenenya adalah rekaan semata. dan kesejukan. Bagian kutipan yang berupa awan gelap bergumpal pun diperhalus dengan personifikasi berupa jari-jari petir putih bersinar sehingga nuansa kedamaian dan keindahan dari diksi-diksi puitis ini tetap terjaga. atau kebun menghadirkan nuansa keindahan kepunyaan alam. narasi seperti ini membuat paparan cerita selalu menghubungkan karakter tokoh Si Penjaga Kebun dengan nuansa alami dari suasana perkebunan yang menjadi latarnya. dan pengunaan diksi puitis dalam membahasakannya. Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun. Diksi bernuansa alami ini mendukung bagi suasana yang hadir guna membangun makna-makna cerita. Bila ada yang tersesat. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. Dalam cerpen ini diksi puitis juga digunakan untuk menggambarkan pandangan tokoh Halifa tentang tokoh Si Penjaga Kebun. atau wajah yang kena tempias hujan juga mendukung bagi atmosfer yang dibangun guna menonjolkan pelataran bernuansa panorama alam perkebunan. Berikut kutipannya: Sudah lama Halifa tak pulang. Hembusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. juga penokohan.

2.2. Yosef bertemu lagi dengan Maria yang kali ini membawanya terbang menuju angkasa. Tokoh Ayah ini menghilang dari tengah keluarganya berpuluh-puluh tahun silam disebabkan oleh sebuah peristiwa sejarah yang ³kelam´. Dalam perjalanan mencari posisi posnya. Ia bernama Maria Pinto. Orang ini ternyata hanya seorang wanita yang ternyata sakti mandraguna.1 Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ Cerpen ini mengisahkan suka duka prajurit Yosef Legiman sebagai seorang tentara.2 Ringkasan Cerita 3. 77-78) 3. Kedatangan tokoh Ayah ini ternyata justru tambah merusak suasana. .2 Cerpen ³Makan Malam´ Cerpen ini mengisahkan kepulangan (kedatangan) sesosok ayah yang telah lama tiada berkabar ke tengah anak istrinya. Pertemuan Yosef dengan Maria ini adalah akibat terpisahnya dirinya dari rombongan pasukannya. Saat situasi politik telah kondusif.2. Tokoh Ayah pun ternyata hanya sebentar berkunjung karena dia akan melanjutkan ³safarinya´ bernostalgia dengan kawan-kawan lama. 3. Lain waktu. dan tepat di hadapan ujung hidungnya sendiri. seusai mengeksekusi jiwa seorang wanita pimpinan teroris yang sebelumnya sebetulnya sempat mendengar cerita tentang Maria oleh Yosef dalam sebuah pertemuan tidak disengaja mereka di sebuah kereta malam. 3. Peristiwa pengkhianatan ini ternyata sangat terkait dengan gejolak seksualnya yang cukup agresif dan hormon libidonya yang agak reaktif. Dalam sebuah pertempuran dalam rangka membasmi para pemberontak di sebuah wilayah yang bergolak.3 Cerpen ³Pesta Terakhir´ Cerpen ini mengisahkan acara ulang tahun yang akan diadakan Kakek Mar serta kenangan tokoh ini pada kelam masa lalunya.Yosef secara tidak disengaja tersesat ke pondok tempat Maria yang sakti tersebut menginap. Yosef tiada disengaja bertemu dengan pimpinan pasukan pemberontak tersebut. Tokoh Ibu kembali hidup berdua dengan anak semata wayangnya. tokoh ini memutuskan datang menjenguk istri dan anak tunggalnya. Menyaksikan secara langsung keajaiban sosok Maria dengan kedua belah matanya. Tokoh Ibu sangat terpukul begitu mengetahui suaminya tersebut ternyata telah menikah dengan seorang wanita luar negeri dan telah beranak pula dua.menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga. Lembar hitam masa lalunya ini terutama berkaitan dengan pengkhianatan yang pernah dia lakukan terhadap sahabat-sahabatnya. membuat prajurit Yosef didiagnosis dokter tentara menderita tekanan jiwa sehingga mendapat semacam cutilah ia. (hlm.

dan Malida. Di saat seperti ini tokoh penjaga kebun keluarganya menjadi perhatiannya. sahabat karibnya satu-satunya yang masih hidup yang bisa datang memenuhi undangan pesta ulang tahunnya kali ini. Kesempatan emas tersebut adalah berkat dari pengkhianatan yang dilakukannya. Dari cerita inilah Halifa baru tahu tentang hubungan darahnya dengan penjaga kebun keluarganya. Tokoh Si Penjaga Kebun ini menjadi pusat kenangan Halifa akan kampung halamannya selain kenangan-kenangannya pada Kakek. Pertemuan pagi di sebuah restoran ini membuyarkan segala harapan indah tersebut karena lagi-lagi cinta tulusnya didustai. Sewaktu bermain atau berkunjung ke kebun. Ayah. Tokoh waria ini semula sempat berharap akan menjalani hubungan tetap dan sah dengan orang ini sehingga mampu mengakhiri ³pekerjaan´ kotornya. Di sebuah pagi. secara tidak sengaja Halifa menyaksikan kelebat bayang tokoh Si Penjaga Kebun tersebut. Di pondok inilah Halifa mendapatkan cerita menggemparkan dari tokoh itu tentang pohon sejarah keluarganya. Nenek. 3. tokoh ini sempat berniat berbuat pengakuan dosa di hadapan Mursid.2.5 Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ Cerpen ini mengisahkan kepulangan seorang gadis perantau bernama Halifa ke kampung halamannya. Taksengaja. Kemudian Halifa menyusul tokoh tersebut ke pondokannya. Halifa telah cukup lama tidak pulang kampung.2. Di hari tuanya pun ternyata Kakek Mar masih senantiasa berdesir darah melihat kemolekan gadis-gadis muda. 3. waria ini melaksanakan rutinitasnya berupa sarapan bubur ayam di restoran yang satu-satunya buka pagi-pagi benar di kotanya. Ketika menginjakkan kaki di tanah kelahirannya didapatinya banyak sudah yang telah berubah.Kebugaran dan kesegaran hormon seksualnya tersebut membuat Kakek Mar dikenal baik sebagai seorang petualang cinta. di restoran tersebut dia bertemu dengan ³langganannya´ semalam. Ayah Halifa ternyata adalah anak pungut dari sebuah keluarga miskin yang setiap anggotanya mengalami kematian dengan cara . Terkenang akan dosa khianat yang pernah dia perbuat. Kakek Mar dapat sudah memuaskan hasrat birahinya dengan ³sambilan´ saat beroleh tugas bepergian ke mancanegara.4 Cerpen ³Balada Hari Hujan´ Cerpen ini mengisahkan sebuah episode dalam kehidupan seorang waria. adik tunggalnya. Orang itu terlihat datang bersama istrinya dan ketahuan pada akhirnya telah menipu dia. Cerita tersebut juga sangat menggetarkan perasaan sebab ada sebuah peristiwa memilukan di dalamnya. Ibu. Semalam orang tersebut bercerita bahwa dia kesepian dan istrinya telah tiada. Namun niat ini taksampai.

Dalam cerita pertemuannya dengan tokoh Maria Pinto untuk pertama kalinya. Kabut misteri menyelimuti keberadaan putri ini dan perihal kematiannya tidak pernah bisa diverifikasi (atau diricek). ia berprofesi sebagai penembak jitu. Tokoh Yosef Legiman dalam cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ berperan sebagai seorang prajurit yang setia menjalankan tugas pengabdiannya pada pemerintah yang berkuasa di sebuah negeri. Namun sebagaimana kematian para pahlawan.1 Tokoh Berikut ini akan dipaparkan penokohan pada setiap cerpen yang dianalisis. tokoh ayah ini pada akhir cerita diceritakan merelakan juga kepergian putrinya ke alam baka dengan mendirikan makam kosong untuknya. Hubungan-hubungan ini perlu diungkapkan sejauh ia berperan bagi pembahasan aspek tematik cerita nantinya. Putrinya yang menghilang ini diduga mati dibunuh oleh aparatur pemerintah sebab kegiatan makar atau subversifnya terhadap penguasa.mengenaskan. kematian putrinya ini tidak menjadi peristiwa rutin dan biasa-biasa saja. Karakter yang dikemukakan hanyalah tokoh-tokoh yang dianggap mempunyai peran utama dalam cerita dan berperan signifikan atas makna cerita.3. Memang tokoh ayahnyalah yang dari semenjak kecil mendidik putrinya dengan bibit jiwa pemberontak lewat cerita-cerita silat para pahlawan penumpas kaisar-kaisar zalim dan lalim.6 Cerpen ³Makam Keempat´ Cerpen ini mengisahkan rasa kehilangan sebuah keluarga di suatu tempat terhadap putri semata wayang mereka. Yosef berperan sebagai seorang infanteri di sebuah medan pertempuran di hutan belantara. Rasa kehilangan ini utamanya dieksplorasi lewat perasaan dan pandangan tokoh ayah yang dalam cerpen ini menjadi sudut pandang orang pertama. Ketika ia sempat mengalami sejenis stress berat.3 Struktur Umum 3. Tokoh Si Penjaga Kebun adalah saudara dari ibu kandungnya ayah Halifa yang diduga orang mati dimakan ular atau buaya. Yosef dilukiskan sebagai seorang prajurit baik-baik yang selalu setia dan taat menjalankan tugas-tugasnya. 3.2. Meski harapan akan masih hidupnya putrinya itu masih menghantui. 3. sedangkan dalam bagian cerita pembunuhan dengan target (assassination) terhadap tokoh Wanita Pimpinan Teroris (wanita teman duduknya di kereta) atau bagian cerita pertemuan keduanya dengan Maria. akibat pertemuan dengan . Dalam pembahasan karakter setiap tokoh tersebut tentunya akan disinggung pula hubungan sang tokoh dengan tokoh lainnya serta unsur cerita lainnya.

´ tutur Yosef. 15) Dalam kutipan di atas dapat dilihat betapa Yosef langsung kecut nyalinya untuk memperjuangkan kepentingannya sendiri saat kepentingan pribadi tersebut mesti bersilang lintas dengan kepentingan atau kehendak pihak lain yang berkuasa. Ini kepulangan terakhir saya sebelum kembali bertugas. Tapi. Tapi. Keluarganya tak merestui hubungan kami. kebanggaan. bahkan mungkin agak . Kematian adik kandungnya sendiri.´ tutur Yosef. tidak dianggap Yosef sebagai sebuah soal besar dibandingkan dengan kebesaran bendera kenegaraan yang menyelimuti peti jasad tidak berongga tubuh adik kandungnya. besar sekali!´ Ada nada bangga bercampur haru. Kasihan dia. (hlm. Namun hal ini hanya berlangsung sebentar. usus. terkunci rapat dalam peti mati kayu mahoni. Betapa sunyi mayat yang berongga! (hlm. ³Petinya berselubung bendera besar. Mungkin«. Ibu saya trauma. dan kemaluan. Perempuan muda malah menggigil. yang tercincang-cincang dan terbantai demi tugas mempertahankan keutuhan negara yang dikuasai para pemimpin pemerintahan. Tidak berselang lama. memandang lurus ke depan. dan penghormatan. sore ini saya benar-benar terpukul. Kepedihan semakin memilukan. lirih. Ketetapsetiaannya pada kepentingan negara dan pemerintah itu juga menjadi tambah menyentuh jika melihat kutipan perkataannya berikut ini: ³Saya benar-benar mencintai kekasih saya. ini sudah pilihan. gaji saya terlalu kecil dan hidup seperti ini membuat keluarganya khawatir. ternyata ia dialihtugaskan ke bagian lain (dinas rahasia). Kini Yosef satu-satunya anak lelaki dalam keluarga. Kekuatan dan kejanggalan perasaan ini bisa dibandingkan dengan kegigilan perasaan hati perempuan muda teman duduknya yang bukanlah sesiapa saudara kandungnya²bukan pula sesiapanya dia. Jenazah sang adik kembali tanpa jantung.Maria di hutan belantara. Padahal orang-orang berkuasa inilah yang ia bela dan jaga.14) Kutipan di atas memperlihatkan betapa teguhnya ia pada sumpah setianya sebagai prajurit² sebuah keteguhan yang diiringi keyakinan. Kakak-kakaknya mengancam akan mencelakai saya bila kami nekat juga. Mungkin. Salah seorang pamannya sangat dekat dengan penguasa. Sisi kesetiaannya pada pemerintah negara tercintanya tersebut dapat dilihat dari kutipan berikut ini: ³Tadi pagi ibu saya menangis lagi. Yosef ternyata masih setia pada negaranya tercinta. ia sempat dipulangkan dari medan tempur untuk berlibur dari tugas beratnya sebagai seorang petempur. kecintaan. Enam bulan lalu adiknya meninggal disiksa para pemberontak.

Dari kutipan di atas bisa terlihat kesedihan yang sangat di hati Yosef kala terpaksa mesti berpisah dengan kekasih hatinya. Seseorang jatuh tersungkur. sejajar dengan tempatnya berada. Bekunya perasaanya itu kembali hadir di akhir cerita pada saat pembunuhan wanita pimpinan teroris yang menyimpan sebagian rahasia hidupnya. nyatanya ia tidak perlu berbangga dengan kesetiaan dan pengabdian pada negara yang bersandang di bahunya. Yosef menjadi orang kecil biasa yang menyerah pada petinggi-petinggi bangsa namun seraya tetap memelihara cinta dan setia. Ia telah membunuh perempuan itu. Ia pelan-pelan menarik picu senapan. Perempuan tersebutlah yang pada kisah sebelumnya mendengar segala keluh kesahnya. Yosef sempat tercenung lama: pemimpin para teroris. 19-20) Dalam cerpen ³Makan Malam´ terdapat tokoh Ibu yang menjadi pusat penceritaan. saat Yosef barangkali terpaksa untuk tahu diri bahwa ia orang kecil²lebih konkretnya lagi: bergaji kecil dan memiliki hidup yang membuat keluarganya khawatir. menuju titik merah pada lingkaran. Di saat dan konteks seperti ini. Perasaannya yang timbul dari pertemuan yang begitu membekasi hati dengan Maria diceritakannya pada seorang perempuan tidak dikenalnya di kereta api²yang kemudian ternyata akan menjadi target pembunuhannya sebagai wanita pimpinan teroris. Pupil matanya menajam. Yosef kelak tetap ditampilkan sebagai serdadu berdarah dingin²kondisi kejiwaan yang mungkin berhimpitan dengan sisi sentimennya. berbicara pada dua teman.memalukan. Suaminya tidak bisa lagi kembali ke dalam negeri disebabkan sebuah gejolak politik besar yang tengah melanda pemerintahan dalam negeri. Yosef juga ditampilkan apa adanya sebagai manusia. melenyapkan nyawa orang yang menyimpan sebagian rahasia hidupnya. Ia teringat perempuan yang dijumpainya di kereta sebulan lalu. Kepergian suaminya adalah kepergian ke luar negeri. Berikut kutipannya: Tirai sebuah jendela di lantai tujuh gedung seberang terbuka lebar. dunia ini memang kejam pada serdadu. Dia adalah seorang istri yang ditinggal pergi suaminya (tokoh Ayah) ketika ia masih mengandung jabang bayinya²yakni tokoh Aku. Ia membayangkan dirinya seekor elang. Seseorang terlihat mondar-mandir di kejauhan. Meski begitu. Ya. Pastilah dia. Kini dinyalakannya telepon seluler dan melapor pada sang komandan. di balik keteguhannya membela dan mengabdi penguasa tersebut. pikir Yosef. Hal ini juga menunjukkan segi sentimental Yosef. Kaca jendela pecah berkeping di gedung seberang. Yosef sudah melaksanakan tugas. Kini sasarannya berdiri membelakangi jendela. (hlm. menyambar. Kebetulan sang suami tersebut berlatar belakang politik . Bagaimanapun. Titik merah dalam lensa Yosef ikut bergerak. Ketika pertama kali melihat potret perempuan muda itu.

27) Setelah ketidakpulangan sang suami. Di sisi lain ia seperti memendam amarah karena tiadanya kabar sekian lama dari sang suami tercinta tersebut sehingga dia terpaksa melacur dan membesarkan buah hati mereka hanya sekadar dengan curahan kasih sayang seorang ibu. terpaksa menjalani hidup sebagai pelacur (pria-pria silih berganti). dengan suara serak. tak pernah lagi. Beban perasaan yang berat menekan itu dapat dilihat dari sikap Ibu pada kutipan berikut ini: Malam ini Ibu agak dingin. Ketika Ibu melamun. Ibu memutuskan kembali ke kota. mengambil buku-buku dan dokumen lalu membakarnya. Di satu sisi dia terlihat masih menyimpan harapan dan kenangan lama pada sang suami.´ kata Ibu. Banyak orang dibunuh. Mereka mengobrak-abrik ruang kerja Ayah. (hlm. Setelah itu kehidupanku seperti berhenti. tokoh Ibu. ia bersembunyi dalam kamar yang tak bisa kumasuki. Ada apa? ³Dia akan pulang ke sini. Mayat-mayat mengambang di sungai. Sepasang matanya menerawang. Suatu pagi buta.´ (hlm. ³Siapa?´ ³Lelaki itu. . Pria-pria silih-berganti. Ketika Ibu melamun. saat langit masih gelap. setelah siaran radio berkali-kali menyiarkan berita kudeta. Kalimat µI love you¶ cuma terdengar sekali. aku seolah ditinggalkan sendiri dan bukan bagian dari dirinya lagi. Hidup harus berlanjut. Fitnah-fitnah mulai gencar. Ibu melamun.´ kata Ibu. Ibu meninggalkan rumah itu dan pergi ke kampung nenek. 22-23) Sementara kenangannya yang terasa indah pada lelaki itu dapat dilihat pada kutipan berikut ini: ³Sebaiknya kamu bertemu Ayahmu. Sekarang Ibu kembali pada kebiasaan lama. Aku sudah lahir dan butuh susu. demi membelikan kebutuhan ³susu´ anaknya. datar. Rencana kepulangan bapak kandung anaknya ternyata menggelisahkan tokoh Ibu. Keesokan hari. kata Ibu. dan akhirnya. kemudian makin berkurang. Ibu sedang hamil 5 bulan.bertolak belakang dengan pemerintahan yang berkuasa (kemudian) setelah berhasil merebut kekuasaaan dari pemerintah lama. seorang diri ia membesarkan dan menyekolahkan anak semata wayangnya. Dulu sering kulihat Ibu melamun. serombongan orang mendatangi rumah dan mencari Ayah. anak semata wayangnya ini (tokoh Aku) terpaksa harus menerima fakta bahwa dia cuma punya ibu dan ibunya itu dipanggil orang wanita panggilan. Lama-kelamaan tokoh Aku pun terbiasa menerima kenyataan bahwa ibunya punya banyak ³langganan´ lelaki. Di sekolah. Sebagai orang tua tunggal (single parent). sehari sebelum lelaki itu datang.

Suaranya jernih.Ibu sakit lagi. Aku pernah dininabobokkan Ayah dan itu membuat perasaanku tenteram. tak bisa diganggu-gugat. Ibu bagai terseret dalam alunan gending. Makan malam adalah ritual kami. Aku selalu bergegas. Makan malam adalah waktu kami bersama. Aneh juga. kata Ibu. (hlm. Dulu ayahmu suka menembang. kami duduk di beranda belakang. Suaranya merdu. Ibu masih tidur. Berikut dikutipkan: Kami makan malam bersama. Gending menjadi ombak. aku suka Satie. sang suami malah berkabar bahwa dia telah beranak pinak pula di perantauannya di tanah seberang (Soviet atau Rusia). ibu dan anak. setelah kedatangan sang ayah dan suami tersebut. Mereka bergulung-gulung dan saling hempas di laut lepas. Ibu menjadi perahu. Seperti apa wajah Ayah. Gado-gado. Kami selalu makan malam berdua. Tempe goreng. Mengapa? Pertanyaan itu juga yang ada di kepalaku selama lebih dari tiga puluh tahun ini. Ibu memasak sendiri makanan yang disajikan.. Bila sakit. aku dan Ibu. Bu? Ibu tak menyimpan potret Ayah. . Tubuhnya demam. makan malam saja kami bersama. Hanya sebentar dia bertamu ke rumah anak istrinya sendiri. Padahal. Tetapi dia terekam di sini. Selera Ibu jadi berubah mendadak begini. Ayah suka menembang. Di malam hari ketika Ibu mengandung aku. tidaklah sebagaimana yang diharapkan semula. Musik juga mengalun. Kantorku lumayan jauh dari tepi kota ini. Sup ikan. Kedatangannya ternyata hanya sekadar minta maaf pada istri tuanya dan memberikan syal buatan Rusia pada anak lamanya²dengan ekspresi ³dingin¶ pula. dan setelah kepergiannya kembali. Kegetiran suasana setelah kedatangan sang suami dan sang ayah ini dapat terasa dari kontras suasana makan malam²yang menjadi judul cerpen ini²antara makan malam berdua Ibu dan anaknya sebelum kedatangan tokoh Ayah. Aku makan dengan lahap dan Ibu akan memandangku dengan senyum puas. untukku pun tak bisa dibagi. ³Nanti kamu tanyai dia. saat kedatangannya. Ibu menunjuk dadanya. Aku makan siang di kantor. kemarin Chopin. Mengapa?´ Airmata meleleh di pipi Ibu yang mulai kelihatan kendur. Aku dan Ibu sama-sama merokok. Kali ini Bach. Jalanan macet di pagi hari. Ketika aku berangkat. Jangankan berharap kepulangannya akan kembali mengutuhkan keutuhan keluarga yang sempat rumpang berpuluh-puluh tahun. ³Mengapa dia meninggalkan kita?´ Kemarahan menggumpal di tenggorokan. 26-27) Kenyataannya. Bahkan. sesudah itu dia langsung pergi dan menginap cukup di hotel sebab dia akan melanjutkan ³bernostalgia´ mengunjungi teman-teman lama di dalam negeri lamanya. Ya. Tiap makan malam usai. Ibu senang mendengar gending Jawa. Ibu makan siang di rumah. Sarapanku selalu terburu-buru. Kulihat mata Ibu berkaca-kaca.

´ Malam itu mereka berbicara di beranda. putih. ³Kamu bisa mengenakannya untuk bepergian. 21-22) « Makan malam kali ini kami bertiga. kami juga mengisap ganja. Ibu kelihatan damai dengan mata terpejam. Denting sendok garpu saling bersahut. ³Aku mau selesaikan urusan dengan Ibumu. Uban sudah memenuhi kepala. Namun. mirip rintihan. Ibu dan Ayah tak berani saling pandang. ya sudah. melayang di udara.´ ³Oh. Kalau begitu menembang saja. Mungkin nggak. kenapa pulang?´ Ia memandangku.´ Aku memanggilnya ³Om´! Ibu langsung mengusap-usap punggungku. (hlm. suasana menjadi ganjil.´ Entah kenapa. berputar. ³Oh. Wajah pria di hadapanku tirus.´ kata Ayah. Aku mendekam dalam kamarku. 28-29) . ³Ayah berencana tinggal di sini?´ ³Belum tahu. bergetar. Inilah Ayahku.´ kataku. Jasnya kebesarannya. mengisap ganja. Bagaimana aku menghadapi pria ini? Kami makan tanpa suara. Kadangkala ia menampar wajahku atau wajah Ibu sebelum ditelan udara dingin yang mengisapnya. seperti bayi tidur. Layar komputer menyala. Panas. aku ingin mendengar e « Ayah bercerita. aku ingin menangis.´ ³Hmm « suaraku nggak bagus lagi. ya « terima kasih. kulihat sepasang mata Ibu yang terpejam. (hlm. dengan rongga mata dalam. ³Cerita apa? Aku belum punya cerita. Aku seakan monyet yang terjebak.Asap tembakau yang putih mengepul. ³E. Di antara biusnya. Om « eh. kemudian lenyap. Kadangkala. Ibu. ³Jadi. Aku. Yah. Tak ada musik klasik. Ini negeri tropis. dan Ayah. Setelah makan malam. aku tak biasa mengenakan syal untuk penampilan sehari-hari. Desain majalah yang harus selesai besok kubiarkan terbengkalai. Ayah memberiku sehelai syal biru. bisiknya. Di sana aku juga punya kehidupan. atau bergulung. Tenang. Ibu membeli makanan terbaik dari restoran mahal.´ Kulirik Ibu yang tertunduk diam. Tetapi. Tulang-tulang rahangnya mengeras. Dan sekarang lagi nggak pengen nembang. Suaranya gemetar. Aku malas.

Sakit pada tubuh bisa diobati. Perobahan cuaca dihayatinya sebagai suatu karya seni yang indah di mata dan ³sedap´ di hati. Pada usianya yang semakin uzur dan renta. Minggu lalu. Mungkin perolehan nilai lebih ini berkat karuni kesehatan fisik yang diberikan Tuhan padanya. Pa. Diceritakan bahwa Kakek Mar berdesir darah kala mengamati ³keindahan´ gadis-gadis muda. (hlm. (hlm. tak punya penyakit jantung. lho. Jangan ngomong begitu. Nggak ada. Barangkali inilah sebabnya secara resmi ia berhasil sudah menikahi beberapa wanita. Kakek Mar dalam cerpen ini memang ditampilkan kukuh dan kokoh sebagai seorang petualang cinta atau petualang wanita. Beethoven. masih bisa mencicipi makanan enak. Wanita yang dipacari dan dikawininya secara tidak resmi tentulah dalam jumlah tidak berhingga. Karakter seperti ini bahkan awet hingga dia lansia. Aku selalu berbicara padanya tentang bermacam hal. Kakek Mar tentulah tidak akan merasa cukup jika mendapat sebegitu saja. Sakit pada hati sampai mati. Ayah. Jika standar kebutuhan seorang pria adalah empat buah. Pengertian gemar di sini adalah bernilai lebih dari standar. Kesehatan Ibu makin memburuk. Schubert « silih-berganti. Namun. ia kubawa ke dokter. Kami akan selalu berdua. Papa punya pacar lagi. Diceritakan Kakek Mar ini sedang menikmati ketenangan hidupnya sebagai seorang senior citizen. Siapa tahu. Aku juga menyuapi Ibu. Beruntunglah ia.« Aku dan Ibu masih makan malam bersama. atau maag kronis seperti kebanyakan teman seusia. tentu saja keadaan fit dengan konteks orang yang sudah tua. hipertensi. Kakek Mar ini dari dulu (masa mudanya) digambarkan sebagai seorang pria ³flamboyan´ yang gemar keindahan wanita. Dari lantai rumahnya yang asri ia mengamati perubahan alam dan kondisi. kali ini aku yang memasak untuk kami. 30) Tokoh dalam cerpen ³Pesta Terakhir´ adalah seorang kakek tua yang dalam cerpen ini cuma disebutkan dipanggil Mar oleh temannya Mursid dan Papa oleh anaknya Alma. Siapa tahu ada yang memberatkan pikiran Papa. Tokoh Alma adalah putrinya dari istri yang ketiga. Ia sudah jarang berbicara padaku. Bach. Chopin. Papa nggak mikir apa-apa. 33) Selain itu. dia digambar masih sehat wal afiat adanya. ya? . Keindahan yang semakin lengkap sempurna berkat sokongan kondisi fit fisiknya. kata itu makin sayup dan tak terdengar lagi «.

35-39) Dari kutipan di atas terlihat bagaimana hasrat Kakek Mar terhadap ransangan dari kaum Hawa . Indo-Belanda. Masak perempuan sedunia mau kau kawini. Sejak muda ia memang gemar keindahan wanita. Ia jadi teringat Mursid. selalu menolak ditemui. meski mereka berdua masih berstatus suami-istri. meninggal dunia tiga tahun lalu. yang lebih cermat ketimbang tukang jahit. terutama. ia tak pernah merasa tua apalagi buruk rupa. Mar? Mursid berbisik di sisi sang mempelai pria yang menyeringai nakal. cinta pertama Mursid menjadi kekasihnya yang kesekian« Ketika ia menikah. si teman karib. ya seolah abadi. Gimana kamu sendiri? « Sejujurnya. masih menyimpan sakit hati. menghilang« Ia menduga rasa penasaran dan nelangsa akibat ditinggalkan itulah yang membuat cintanya pada Alijah seolah abadi. Mar. perempuan yang paling ia cintai. butuh pelampiasan. Serangan jantung. Olala. Tiga perempuan pernah menjadi istrinya. mengamati ukuran bokong mereka. Ia tak tahan. Mursid paling sering menentang tabiat Don Juannya itu. Harini mencurahkan seluruh waktu untuk putri mereka. Namun. Alma hanya tertawatawa melihat kelakuan ayahnya. Kadangkala ia bersiul menggoda gadis-gadis yang lari pagi di jalan depan rumah. Istri keduanya. katanya. berbulan-bulan. istri ketiganya. sih. Connie. sampai tiga kali. ya. Ia menghabiskan waktu untuk para wanita. Berkali-kali ia onani saat teman-temannya sudah bergeletakan tidur malam sehabis korve seharian yang menyiksa. Ia dulu memburu Harini karena tergila-gila pada cawak di kedua pipi perempuan itu yang muncul tiap senyum atau tawa merekah di wajahnya yang bundar.Pacar? Kamu kok tanya yang begitu-begitu. Nafsunya. Yang terakhir. mereka pernah bertaruh dengan nasib. (hlm. Darahnya tetap berdesir macam ombak laut bila berpapasan dengan gadis-gadis belia. Tak terhitung gundik maupun pacar yang tersebar di berbagai kota dan negeri yang pernah disinggahi. minta bercerai setelah memergoki ia berselingkuh dengan perempuan lain yang kemudian menjadi istri keduanya « Connie gigih menjanda sampai kini. satu saja tak akan habis. perempuan Italia. siapa yang mampu mampu mengikat selera pria binal? Ia dan Harini memutuskan berpisah saat Alma berusia 12 tahun. Ibu kandung Alma. berpanggul lebar dan suka berdendang. « Gadis-gadis mengagumi lakonnya di atas panggung dan ia dengan senang hati memacari mereka. Sudahlah. Bahkan. « Dalam sel yang sempit di Salemba dulu. Mursid yang menjadi wali. Ia tinggalkan begitu saja lantaran jemu « Istri pertamanya.

Seusai kerja paksa ternyata ia masih bertenaga untuk melaksanakan ³kerja´ lainnya. Menariknya tersebut adalah bahwa cerpen ini memberikan kejutan kepada para pembaca dengan mengaburkan jenis kelamin tokoh cerpen ini pada awalnya hingga baru diketahui dengan jelas. Ia biasa ditemani rengek saksofn David Sanborn yang selalu terdengar di sini pada jam kedatangannya. Lebih menariknya lagi. Berikut kutipan teks yang bisa diduga dapat memainkan penafsiran pembaca tersebut: Ia biasa mengambil meja di pojok. Hal ini bisa menjebak pembaca. Hmmm« Sejak melihat Sanborn yang funky dengan kaca mata hitam ia pun selalu mengenakan kaca mata hitam bila bepergian. bahwa Ia berkelamin wanita. warna batu kelahirannya. kepastian jenis kelamin tersebut. . dekat porselen persegi berisi rumpun mawar plastik warna kuning yang rimbun. Pengkhianatan Kakek Mar terhadap kawankawanya inilah yang kemudian menjadi bahan cerita dalam cerpen ini. karena memang jenis kelamin inilah yang umum dikenal dekat dan lekat pada ³profesi´ tersebut²terutama lagi bagi bangsa timur. Tokoh Ia ini dilukiskan dengan teknik penceritaan yang cukup menarik. (hlm. Pada akhir ceri a t diperlihatkan bahwa rasa bersalah dalam diri Kakek Mar membuat dia berkeinginan melakukan pengakuan dosa pada Mursid. Sanborn mengingatkannya pada seorang pria berkaca mata hitam yang tersenyum lepas pada halaman sebuah majalah musik. kawan-kawannya dikirim dengan kapal pertama ke sebuah kamp dan dia menghirup hidup bebas. Minat dan hobi yang seperti inilah yang membuat Kakek Mar tega mengkhianati kawankawannya sendiri. terutama ke tempat-tempat umum dan ramai orang. pada akhir cerita. teknik penceritaan seperti menghadirkan alur yang mengklimaks untuk membawa pembaca pada penafsiran jenis kelamin tokoh Ia ini. Mengikuti deskripsi tentang Ia pada awal hingga tengah cerita²dari apa-apa yang diceritakan pengarang tentang ³pekerjaan´ tokoh ini²hanya akan meghasilkan penafsiran pada pembaca bahwa tokoh tersebut adalah seorang pelacur.begitu dahsyatnya. yang sama-sama di tahan bersamanya di sebuah sel sempit di Salemba. warna cat kuku kesayangannya. mirip pacar pertamanya. termasuk Mursid. 58) « Kuku-kukunya terlihat berwarna biru turquoise. Berkat bocoran informasi darinya. Dari kutipan paragraf terakhir terlihat bagaimana saat-saat ia harus hidup terkurung di bui pun ia mesti juga mencari-cari kesempatan untuk memenuhi tuntutan libido berlebihannya. kawan baiknya. Tokoh dalam cerpen ³Balada Hari Hujan´ adalah seorang waria yang oleh pencerita tidak disebutkan namanya melainkan hanya dideskripsikan dengan menggunakan pronomina Ia.

Tatakrama kurang menghargai ekspresi masing-masing pribadi. pagi ini tak ada lagi kenangan. mungkin menganggapnya gila.´ pikirnya . mengingat sang pria. Ia memang mencintai pria itu. Si pelayan tersenyum simpul. Sekilas ia melihat pelayan mengerdipkan sebelah mata sebelum berlalu. ³Genit. teringat tips kecantikan di sebuah majalah wanita. (hlm. Mereka bertemu tadi malam. Boleh saya ambil sambalnya. « ³Maaf. 59) « Ia mengenal beberapa pria mengesankan saat hujan.« ³Sok ninggrat. Semula ia berharap Benyamin menjadi yang terakhir. 61) « Ia masih ingat cengkraman kencang pria itu pada leher dan bahunya yang terbuka. (hlm. bubur ayam yang masih mengepul panas. ia merasa kesal menatap gaun dan stocking sutranya yang robek di sana-sini. sebal. Kesedihan ternyata menimbulkan orgasme juga. Dengusan keras seakan mampir di telinganya lagi « Sesudah kegaduhan berlalu. Ia tak begitu peduli pada tatakrama yang diajarkan neneknya bahwa pantang mengeluarkan bunyibunyian saat mengunyah makanan atau meneguk minuman. Sepasang muda-mudi di sudut lain kafe tersebut melirik sebentar ke arahnya. terutama yang berakhir tragis.´ pikirnya gundah. Ah. Kali ini buru-buru diraihnya lip balm rasa stoberi. (hlm. memperpendek umur. setia mendengar keluh kesah Ben tentang anak-anak yang satu .´ pikirnya. sinis. 59-60) Ia mendadak terkikik-kikik « Ia sendiri lebih suka membaca novel-novel percintaan. pikirnya. Pria yang menerima segala kekurangannya itu bersedia mengawininya dan ia akan merawat Ben dengan baik. 60) Ia mulai meniup-niup bubur ayamnya.´ suara perempuan bernada alto mampir di telinganya. lalu menyeruput cairan kental itu dengan suara keras. Secangkir susu coklat juga diangsurkan pelayan ke hadapannya. Mungkin. Pelayan datang membawa nampan berisi pesanannya. Jeng. Pandangan mereka bertemu. ³Bibir yang kering menandakan kesehatan yang buruk. lalu berpaling lagi pada kesibukan semula. Ia mencibir ke arah mereka dan bibirnya terasa kering. Jari-jari kakek yang kurus terasa tajam di daging muda yang lunak. sudahlah. Ia juga sering bersendawa seenaknya bila gas dalam perutnya yang kenyang mendesak keluar. (hlm. meski orang tua itu selalu memberi uang belanja untuk mengganti pakaiannya yang rusak tiap kali mereka selesai bercinta. setulus hati. Pikiran romantis hanya membuat hati sedih. Ia terkikik lagi.

kaget. Harapan itu semula tumbuh pada tokoh Benyamin. Sepasang mata tua itu mendelik. seperti dikutip di atas. (hlm. Namun kenyataan berikut yang secara tidak sengaja ia temukan. sampai sang kekasih lelap dan mendengkur. 62) Seperti biasa. benar-benar membuat perasaan tokoh Ia begitu terpukul pada akhirnya. 63) (cetak tebal dari penulis) Variasi acuan dari kata-kata bercetak tebal dalam kutipan di atas menunjukkan upaya permainan penafsiran pembaca oleh pengarang sebelum pada akhirnya pembaca (bisa) dikejutkan sekaligus terpuaskan oleh fakta bahwa tokoh Ia adalah seorang waria. « Ia membalas tatapan si pria tua secara khusus. Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun. . Dari fakta terakhir ini baru bisa dipahami hubungan antara kata-kata yang terkesan saling bertolak belakang. Suatu waktu dia menyempatkan pulang dan mendapati keadaan di kampung halamannya telah banyak berubah. Tambah pula secara linear upaya manipulasi estetik ini terasa cukup runut dan runtut membentuk klimaks pada bagian akhir. ia mengelus-elus rambut pria itu dan menyanyikan lagu-lagu nostalgia yang digemari pria seusia Ben.demi satu meninggalkan rumah untuk berkeluarga dan tak lagi peduli pada ayah mereka yang sendirian. melanjutkan lagi roda takdirnya. Tokoh Ia dalam cerpen ini digambarkan sebagai seorang sosok yang berharap sangat pada akhirnya bisa menemukan pria terakhir yang bisa menjadi pasangan penghabisannya sehingga usai sudahlah profesi laknatnya selama ini. lurus-lurus dan berani. Ia merasa puas dan menyungging senyum lebar. Mereka sangat pintar mengarang cerita sedih. Ia diceritakan mesti menghibur diri kembali bermain dengan kawan-kawan sepermainan dan sepernasibannya. bahwa lelaki ini telah berdusta. Dalam keadaan yang sudah banyak berubah tersebut sekonyong-konyong tokoh Si Penjaga Kebun menjadi pusat perhatian bagi Halifa. Tokoh Halifa dalam cerpen ini adalah seorang perempuan muda yang telah lama tidak kembali ke kampung halaman. kakek tua yang semalam dikencaninya dan begitu Ia kasihi. yang pertama adalah Halifa sebagai tokoh yang bercerita²meski dengan menggunakan sudut pandang persona ketiga²dan yang kedua adalah Si Penjaga Kebun sebagai tokoh yang cukup dominan dikisahkan. memasang jerat untuk menaklukkan wanita. Dalam cerpen ³Lelaki Bearoma Kebun´. tak peduli tua atau muda. Ternyata lelaki tetap saja lelaki. (hlm. Sudah lama Halifa tak pulang. Tak sia-sia. ada dua tokoh yang terlihat hampir sama kuat kedudukannya sebagai tokoh utama. sebagaimana kenyataan bahwa tokoh Ia adalah paduan antara tubuh seorang pria dan jiwa wanita.

´ katanya pada Halifa kecil. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. yang punya kebun. belajar beranak-pinak. 77-78) Tokoh Si Penjaga Kebun ini pada akhirnya cerita baru ketahuan bahwa dia sebetulnya masih mempunyai hubungan famili dengan keluarga Halifa. tanah perlu makan. dari bayi merah. Mungkin. Radio model lama berbentuk roti bantal itu warisan kakek Halifa. ³Biar gembur. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. ikuti saja aroma itu. Itu galibnya perkembangan manusia. Bila ada yang ingin menemuinya. Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. bisa jadi obat sepinya. Bila ada yang tersesat. Akan tetapi. Bagaimana pandangan Halifa terhadap tokoh Si Penjaga Kebun bisa dilihat dari kutipan berikut ini. Ia menyiangi lalang dari tanah kebun. Barangkali. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. Kadangkala lelaki itu mengeluarkan suling dari tas resam dan memainkan lagu-lagu berirama Melayu. Halifa kecil tak urung bersiul-siul senang menimpali tiap nada yang berasal dari lubang-lubang suling si penjaga kebun. bukan sekadar orang upahan biasa sebagaimana yang selama ini diketahui Halifa dari semenjak berumur kecil. Kekaguman ini tentu bisa dimaklumi akan cukup berbekas hingga ia dewasa pun setelah sekian lama dan jauh berjarak dari masa lalunya. (hlm. lelaki itu menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga. Apakah masih juga dikenakannya topi kebun dari kain belacu lusuh itu? Mata sabitnya yang berkilau saat terayun ke batang lalang dan semakbelukar seakan hadir di depan mata. Daya ingatnya pun mungkin sudah menumpul. Hembusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. ia akan berjanji menyampaikan pesan. rambut lelaki itu sudah memutih dan kerut-merut usia tua makin nyata. Matanya tak pernah menyorot garang. semacam pengumuman. (hlm.Namun. Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. tanpa pengetahuan ini pun Halifa sedari kecil memang mengagumi sosok penjaga kebun ayahnya ini. Ia punya radio transistor yang bisa menangkap siaran dari Malaysia. mata orang yang mau menolong. 79) Lelaki itu dilukiskan dalam cerita ini sebagai sosok yang setia dan tabah menjalankan profesinya sebagai tukang kebun. ia akan tunjukkan jalan. lalu renta dan pikun. menabur kotoran ayam dan kambing di atasnya. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang. Dia merupakan jenis manusia yang mencintai apa yang menjadi pekerjaan dan kewajibannya sehingga terlihat dapat menikmati dan bisa berbahagia . Bila kalian ingin bertemu tuannya.

dari pening. sebentar agik nak pulang ke tanah. mengas sampai « mate ni la dak keliat agik la. Halifa juga terkenang pada keluarga besarnya: Malida. Ketika si penjaga kebun meninggal dan jenazahnya dimakamkan. Aku adalah ayah Paula. serta nenek dan kakeknya. Semue la berubah. Kebenaran kau pulang. Nilai-nilai yang bisa dipetik dari orangorang tercintanya tersebut senantiasa membekas dalam sanubari Halifa. Papa kau pun la pensiun. 84) Oleh karena itu. Yai kau ape agik. tuk. Ia cuma mengirim doa. Atuk ni la sakit-sakit terus. Macam-macam sakit pun ade. membawa gelas air. kabur. Nyai la dak ade. seraya duduk di tepi ranjang. di kantor. yakni tokoh Aku dan Paula. dalam keadaan hujan gerimis dan jari-jari petir menyambar Halifa memaksakan diri juga untuk berkunjung ke pondokan kecil tempat Si Penjaga Kebun tinggal. 85-86) Selain terhadap Si Penjaga Kebun. (hlm. dan di tempattempat baru yang pertama kali dikunjunginya« (hlm.´ kata Halifa. dak ape-ape. Di sana Si Penjaga Kebun sakit-sakitan tersebut menceritakan sesuatu pada Halifa dewasa. adiknya. Dengan pertimbangan dan argumentasi bahwa perasaan-perasaan tokoh Akulah yang menjadi fokus utama cerita maka bisa dikatakan bahwa .atas apa yang dikerjakannya itu. Dia adalah sosok yang menghadirkan ketenangan bagi mata yang memandang dan menebarkan kedamaian bagi siapapun yang berpapasan dengannya. di bus. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. Dari pertemuan inilah Halifa baru mengetahui rahasia pertalian darahnya dengan Si Penjaga Kebun yang selama ini tidak diketahuinya. 87) Dalam cerpen ³Makan Keempat´ terdapat juga dua tokoh yang terlihat cukup menonjol. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan. Pilihan hidupnya yang memilih sendiri sungguh mengagumkan buat Halifa sedari kecil. ayah dan ibunya. Namun. Di sana Halifa mendapatkan lelaki tersebut sudah mulai sakit-sakitan. Banyak yang berubah.´ lanjut lelaki tua itu. Lelaki itu akhirnya mengungkap kisah yang mengguncang Halifa (hlm. di kamar kontrakan. Lame dak pulang. Halifa telah kembali ke tanah rantau. perihal Si Penjaga Kebun inilah yang dilukiskan masih setia membayangi hari-hari selanjutnya Halifa di bumi perantauan. tertatihtatih mendekati Halifa. Halifa cume nak mampir sebentar. terutama hidupnya yang sendiri. atuk dak bise nampak jelas. ³Oh. ³Benar. Ade yang nak atuk cerite. Sebagai penutup cerita cerpen ini. Kau di situ pun.

Dan lantai licin yang kupijak tiba-tiba berperekat. Ia meninggalkan ruang lengang tanpa aroma. aku masih berharap. Elia. ketika temaram di sekelilingku benar-benar hilang di ujung lorong gelap-gulita. Tak sekalipun ia menggubris. Ketika belum terbiasa dengan cara datang dan pergi Paula. aku sering berteriak-teriak memanggil namanya dan berharap ia berbalik serta menatapku. Pada akhirnya. Sebab itu sulit untuk membuktikan keberadaan Paula. Tokoh Aku dalam cerpen ini. soal keberadaan Paula pun hingga akhir cerita tetaplah kenyataannya berselimut kabut misteri. apakah masih hidup atau memang telah tiada. meluncur di lantai. ia memunggungiku. salah satunya secara retoris²dalam pengertian teknik bercerita²didukung oleh pemilihan sudut pandang ini. Kusaksikan Paula sirna. Ia meninggalkan aku. diceritakan kehilangan Paula. Kuletakkan kotak cerutuku di meja dan bangkit perlahan dari kursi malas untuk menyambutnya. Dibiarkannya kami menunggu selama sepuluh musim. yang jelas. demi menghilangkan kesedihannya tokoh Aku akhirnya memutuskan untuk menganggap bahwa Paula telah di alam baka sana. sebelum lebur dalam udara. terbit dari tiada dan lenyap ke dalam tiada. . mirip tikus terjebak di perangkap berumpan. Tubuhnya meluncur lurus ke muka. Rasa sedih dan pedih kehilangan Paula tersebut menghadirkan ilusi bagi tokoh Aku pada harihari berikutnya tanpa kehadiran Paula. entah tenggelam di lautan atau ditelan daratan (dimakan hiu atau disekap dalam benteng bawah tanah [hlm. Karena pengarang dalam cerpen ini tidak bersikap dan bersifat mahatahu selalu. Namun. Untuk itu kedua orang tua tokoh Paula ini membuatkan makam untuk putri kesayangan mereka. menggantung kaku. Kedua tanganku yang bersiap memeluknya tertahan di udara. Terlebih lagi tokoh Aku faktanya menjadi pusat pengisahan cerita ini sehingga dia senantiasa terlihat konsisten mengawal alur cerpen ini. Berikut kutipannya: Paula datang ketika lampu-lampu ruang telah padam. Tubuhnya memancarkan sinar putih. Aku tertahan di atasnya. Lembut. Jiwa Paula seolah tetap datang kembali ke rumah orang tua tercinta sebagaimana harapan seorang Aku yang selalu terkenang buah hatinya. putri tercinta mereka. Paula selalu datang ketika hanya pijar lampu bacaku yang menyala dan membuat gradasi cahaya. Menyedihkannya²terlebih²kepergian tokoh Paula tersebut bagai menghilang tanpa jejak dan tiada berbekas. Kedua telinganya bagai tersumbat besi tempaan.ayah tokoh Paulalah yang menjadi tokoh utama cerpen ini. Berpijar. 133]). Datang dan perginya bagai tuah dari tongkat sihir. Ada pula dugaan-dugaan bahwasanya Paula telah disekap dan disandera pihak penguasa karena aktifitas subversifnya. dan istrinya. kemudian menghilang tepat di tengah lorong menuju dapur. Namun.

wangi. memperlihat suasana yang muram dan agak suram. khususnya enam cerpen yang dibahas. suara serak ini hanya dijawab oleh gemanya sendiri. seperti dikutipkan di atas. hanya berduaan saja. yang akan dibahas pada bagian ini adalah latar suasana. putus asa. Namun. 16) Penggambaran latar yang umumnya telah terpisah dan berjarak dari peristiwa utama cerita. dan gunung batu terjal di kejauhan« Kereta ini seperti melayang di tengah gelap. haru. Bunyi gesekan sayap-sayap jangkrik makin menggema. panglima perang mistis . Orang-orang lelap dalam selimut katun seragam biru tua. seperti barisan kunang-kunang muncul di jendela. Noktah-noktah cahaya dari perkampungan.2 Latar Latar yang dianggap paling menonjol. Keniscayaan yang lain memendarkan nyeri lagi pada ulu hati« Lorong kereta begitu sunyi. (hlm. senang. terkait tema-tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen ini. Berikut dikutipkan narasi cerita ketika dalam cerpen ini dikisahkan Yosef bertemu langsung. dengan tekanan dan perasaan beragam. letih« (hlm. dengan tokoh Maria Pinto. Tidak hanya pelataran suasana alam semata yang menjadi sarana untuk membangun atmosfer gelap seperti ini. 123-124) 3. Suasana ³kelam´ seperti ini terlihat sangat sesuai dengan kemurungan jiwa yang tengah melanda prajurit Yosef Legiman. 15) Kesenyapan dan kesabarannya saling beradu. 13) Noktah-noktah cahaya timbul-tenggelam di bidang jendela. Sesuai kecenderungan ekspresi kemanusiaan yang begitu teraba dan terasa dari dua belas cerpen kumpulan cerpen ini. Atmosfer ini juga sesuai dengan keseluruhan tema cerita yang mengungkapkan kegalauan hati Yosef sebagai seorang prajurit tempur atau sniper yang mesti menjalani suratan takdirnya membunuh sesama manusia. (hlm. Alang-alang yang subur jangkung. (hlm. selebihnya gelap pekat. Angin tiba-tiba menggeliat bangkit dan mendesis. tokoh utama cerpen ini. Sebagai contoh berikut akan dikutipkan beberapa potongan paragraf dari cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´. (hlm.Aku menyebut namanya. Udara menjelma mantra ganjil yang berdengung dalam bahasa sihir. Peristiwa-peristiwa dalam cerita pun cenderung mendukung bagi terciptanya suasana seperti ini. latar suasana dalam cerpen-cerpen tersebut terlihat sangat mendukung bagi tema-temanya. Namun. diikuti desah napasku yang berat. cemas. membius segala yang bergerak dan keras kepala.3. semak-semak duri di tanah gersang. mengerat sepi. 11) Angin pun berangsur tenang.

usus. Ibu memutuskan kembali ke kota. serombongan orang mendatangi rumah dan mencari Ayah.pasukan musuhnya. Namun secara keseluruhan. aku saksikan tujuh orang terkapar mati di tanah. Mayat-mayat mengambang di sungai. saat langit masih gelap. 27) Pelataran di atas berangkat dari peristiwa-peristiwa dalam cerita atau berupa aksi kejadian. pelataran suasana tersebut cenderung menunjang bagi suasana kepedihan manusia yang dominan menjadi nuansa tema-tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen ini. Kepala mungil yang cantik berubah membesar dengan pupil-pupil mata yang menonjol serta kulit wajah mengeriput. Berikut dikutipkan: ³Ketika kabut datang. Suatu pagi buta. Negeri itu memang ajaib. Kutipan di atas menunjukkan bahwa kekelaman suasana tidak hanya . Ia bisa melihat jantung.. Suatu hari kabut itu datang lagi. dan tulang-tulang tengkorak gadis tersebut dengan jelas. Setelah itu kehidupanku seperti berhenti. Keesokan hari. kata Ibu. Mereka mengobrak-abrik ruang kerja Ayah. Ibu sedang hamil 5 bulan. Berbagai objek cerita sangat memungkinkan untuk terjadinya bermacam variasi. paru-paru. Bagian ini merupakan kisah perpisahan antara tokoh Ibu dan Ayah saat tokoh Aku belum lahir dikarenakan sebuah huruhara politik dan sosial.²melainkan melalui kejadian-kejadian yang mengisi dan menempati waktu dan ruang statis itu. (hlm. Meski masih sangat eksplisit terasa bernuansa gelap. (hlm. tersenyum pahit. Tentu saja tidak semua pelataran menciptakan atmosfer yang cenderung ³gelap´ seperti ini. anggota pasukan kami satu demi satu mendadak gugur dengan luka tembak. 17) Hal seperti ini juga terasa dari kisahan rekan Yosef yang telah terlebih dahulu terjun ke medan tempur menghadapi Maria dan gerombolannya. (hlm..´ kisah teman Yosef. tanpa henti. bergulung-gulung di atas kami dan aku menembaknya. Aku sudah lahir dan butuh susu. setelah siaran radio berkali-kali menyiarkan berita kudeta. Ketika kabut lenyap. mengambil buku-buku dan dokumen lalu membakarnya. bergulung-gulung melewati medan pertempuran. Ibu meninggalkan rumah itu dan pergi ke kampung nenek. 12-13) Hal seperti ini juga dapat dengan mudah ditemukan pada cerpen-cerpen lainnya. Berikut dikutipkan dua buah paragraf dari cerpen ³Makan Malam´. Fitnah-fitnah mulai gencar. Hidup harus berlanjut. Banyak orang dibunuh. Pria-pria silih-berganti. kegelapan dalam pelataran ini bukan tersurat lewat keadaan tempat atau saat yang kelam²pengecualian pada bagian Keesokan hari. saat langit masih gelap.

Air mata mulai mengembang di balik kaca mata hitam ala Sanborn. Suatu hari ketika perempuan itu kembali untuk memastikan anak-anaknya telah diambil orang. (hlm. ia menemukan lima mayat tergeletak di lantai tanah dan telah membusuk. juga terlihat pada kutipan dari cerpen-cerpen berikutnya. Orang-orang kampung melihatnya berlari kencang ke dalam hutan sambil melolong. sebagaimana kecenderungan tematik kumpulan cerpen ini. Daun teratai yang layu dan busuk mengambang di permukaan air coklat keruh. Ia merasa hidup begitu sepi. Ternyata pikiran yang kalut membuat si perempuan telah mengunci gubuk dari luar. Amis lumpur menguap dari kolam dangkal serupa kubangan kerbau itu. merupakan kutipan dari cerpen ³Pesta Terakhir´. Barangkali. debu« Bagaimana mengikis debu yang menebal di benaknya? Ia melihat daundaun gugur melayang dari pohon. Perempuan itu tak sadarkan diri dan saat siuman ia sudah lupa pada siapa pun. Lelaki Beraroma Kebun´ dan ³Makam Keempat´. Di susut kolam. 8687) « . menahan udara dingin. Merasa ada yang lucu dalam hidupnya. Ia mencoba bersenandung. Anak-anak itu terkurung di sana. (hlm. ia mati dimangsa ular atau buaya yang menghuni sungai. (hlm. Setelah itu ia benar-benar senyap dari muka bumi. Terlihatlah juga betapa suasana mencekam dari peristiwa kerusuhan di atas sangat mendukung bagi suasana penderitaan hati tokoh Ibu yang menjadi tema cerpen ini. Angin sore terasa kering dan tajam. Suasana suram yang dibangun oleh pelataran. Seorang lelaki tua berdiri tegak di depan jendela yang terbuka. berair. secara berurut. Udara taman berdebu. patung perempuan gemuk memegang kendi telah bersalut kerak debu. Jalan yang basah menyambut langkah-langkah kaki yang menggigil. Payung ungu itu mengembang lagi.ditampilkan lewat pelataran gelap sesuatu latar tempat dan waktu namun juga secara lebih berjarak dengan tafsiran dan pemaknaan atas atmosfer sebuah peristiwa atau lakuan tokohtokoh cerita. tapi tak bisa. Masing-masing. Tapi matanya terasa pedih. Langit abu-abu tua. ³Balada Hari Hujan´. Debu. begitu asing. tanpa mampu berteriak minta tolong. 64) « Berminggu-minggu anak-anak tersebut ditinggalkan ibunya yang berharap ada orang kampung datang dan menyelamatkan mereka. Ia rapatkan kerahkerah mantelnya. 31) « Hujan masih menyambutnya di luar kafe. memandang lurus patung di taman.

´ gerutunya. (hlm. Mursid mengelus punggungnya. wangi kaldu ayam dalam adonan . 13) Dari kutipan di atas terlihat bahwa narator juga bisa mengetahui perasaan dan pikiran tokoh ceritanya. Ia mendorong pintu cepat-cepat. menyerupai zombie. berikut kutipannya: Perempuan muda itu terusik sebentar. Benarkah? Air matanya meleleh. Kini ia mulai menangis terisak-isak. Ia menuntun Mursid ke sofa. Semula ia kurang berminat mendengar ocehan prajurit cengeng ini. dia terkesiap ketika menatap wajah si prajurit. selamat ulang tahun teman duniaakhirat. dalam hati. Ia menyambutnya dengan peluk hangat. Mungkin. Barangkali. menuju baku. Ia ingin membuat pengakuan. lalu kembali menekuni halaman-halaman buku. sendu. 124) 3. Dalam cerpen ³Balada Hari Hujan´. ³Pesta Terakhir´. seperti kucing demam. ³Balada Hari Hujan´. (hlm. pikirnya. Alangkah ganjil menyaksikan penembak jitu memercayai hal-hal yang jauh dari hukum benda dan kasatmata. Berikut kutipannya: Mursid muncul di ambang pintu. Kelopakkelopak bakung di bawah jendela terlihat segar berair. Jari-jari kakinya terasa mengeriput dalam stocking sutra setengah basah. inilah wajah orang yang hidup-mati dari perang. Tetapi. (hlm. Tapi. kurus dan ringkih.Kalian akan melihat sepasang rongsokan manusia berjalan tertatih-tatih. kemahatahuan pengarang bisa dilihat dari kutipan berikut ini: Hari masih terlalu pagi untuk orang-orang yang takut pada cuaca dingin bulan Juni. dan ³Lelaki Beraorma Kebun´.3. ini pestaku yang terakhir. sedangkan pada cerpen ³Makan Malam´ dan ³Makam Keempat´ yang dipakai adalah sudut pandang persona pertama. Tak urung air matanya terbit ketika Mursid lagi-lagi berbisik. ³Pelayan lupa menaikkan volume. Ia membayangkan teman-teman prianya masih meringkuk dalam pelukan istri atau pacar mereka. Tubuhnya makin menggigil oleh terpaan udara dari pendingin ruang. Dalam cerpen ³Pesta Terakhir´ juga sama. Pada cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ terlihat sudut pandang persona ketiganya bersifat mahatahu. seraya mengerjap-ngerjapkan mata yang basah. Tangan Mursid bergetar dalam genggamannya.3 Sudut Pandang Sudut pandang persona ketiga digunakan pada cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´. 42) Narator cerpen ini terlihat mengetahui pikiran dan gumaman di dalam sanubari tokoh yang diceritakannya.

tak bisa diganggu-gugat. Selain itu secara kuantitas terlihat tokoh Akulah yang dominan mengawal alur cerita. Jalanan macet di pagi hari. Ibu masih tidur. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. Aku selalu bergegas. putrinya. aku dan Ibu. (hlm. (hlm. (hlm. Sudah lama Halifa tak pulang. Ya. lah yang menjadi bahan ceritaan dalam cerpen ini. Memang sulit untuk tidak diakui bahwa aktifitas tokoh Paula. Sarapanku selalu terburu-buru. ibu dan anak. Aku makan siang di kantor.1 Kehampaan Jiwa dan Kesetiaan terhadap Tugas pada Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ Masalah kemanusiaan yang diangkat dalam cerpen ini berpusat pada sikap hidup yang dilakoni .4. Kami makan malam bersama.4 Tema 3. Hal ini berbeda dengan sudut pandang persona pertama pada cerpen ³Makam Keempat´. Namun. 3. Makan malam adalah waktu kami bersama. Ketika aku berangkat. Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun. 21) Dalam cerpen ³Makan Malam´ ini tokoh Aku sekadar berperan sebagai tokoh tambahan sehingga sudut pandangnya pun berupa sudut pandang ³Aku Tokoh Tambahan´. Wajar kiranya sentral garapan cerpen ini berfokus pada perasaan sosok ayah yang kehilangan putrinya (tokoh Aku). Ibu makan siang di rumah. Makan malam adalah ritual kami. Kantorku lumayan jauh dari tepi kota ini. makan malam saja kami bersama. Pada cerpen ini justru penceritanya menjadi tokoh utama. Namun sulit pula untuk diingkari bahwa akibat dari aktifitas politik Paula tersebutlah²yang berimbas pada ³kehilangannya´ atau ³penghilangannya´ dan lalu berimbas pada kesedihan kedua orang tuanya (terutama lebih intensif lagi digarap pada detail perasaan tokoh Ayah)²yang paling dekat berkaitan dengan tema kemanusiaan pada cerita ini. 58) Sifat mahatahu pada sudut pandang persona ketiga cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ bisa dilihat pada kutipan berikut ini.bubur membuat otot-otot lambungnya berdenyut keras dan tubuhnya yang menggigil itu mulai dialiri hawa panas. 77-78) Teknik penceritaan dengan menggunakan sudut pandang persona pertama pada cerpen ³Makan Malam´ bisa dilihat dari kutipan beikut ini. lelaki itu menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga. Ia biasa mampir ke kafe ini untuk sarapan.

menjaga junjungan mereka dari atas kereta. . Ia terduduk di tanah. diceritakan disebabkan oleh peristiwa pertemuannya dengan tokoh Maria Pinto. yakni dalam sebuah perjalan kereta. Menariknya. Namun. menyudahi kisahnya. dan amat perasa. sedih. Kisah cinta segitiga yang rumit dan tragis. teks pikiran benak perempuan di sebelah Yosef ini sesudah mendengarkan seluruh cerita Yosef mengaitkan cerita Yosef tentang Maria dengan cerita perpisahannya yang baru saja terjadi dengan kekasihnya (kekasih Yosef) gara-gara tiada restu orang tuanya kekasih Yosef. Berikut kutipannya: Apakah ini pertanda ia tengah bersiap menyongsong maut. Yosef kembali terbayang wajah Maria. Dua pengawal menyertai perjalanan rutin ini. jatuh cinta. (hlm. terhadap Maria pun Yosef kemungkinan memiliki perasaan ³sejenis´ dengan entah berapa kadarnya. Ini berarti. Yosef Legiman. Sebagai seorang manusia ia bisa sedih.´ ujar Yosef. hanya antara kita. pada sisi lain dia juga ditampilkan sebagai sosok manusia apa adanya sebagaimana kebanyakan manusia pada umumnya. 18) Fakta cerita seperti ini menciptakan pemaknaan bahwa nilai kenangan Yosef pada Maria berelasi dengan fakta cintanya terhadap kekasih nyatanya. pikirnya. 14) Timbulnya sifat perasa pada Yosef. Wajar kiranya dalam suasana yang mendukung untuk banyak merenung dan termenung. sebagaimana dieksplisitkan secara tekstual pada kutipan sebelum ini.tokoh utamanya. Berikut kutipannya: ³Ini rahasia saya. Dua-duanya sad ending. Yosef membiarkan iring-iringan di langit itu berlalu. Ketika membuka pembicaraan dengan perempuan di sebelahnya pun (tokoh Wanita Pimpinan Teroris) dia menjadikan kisah Maria ini sebagai bahan obrolan atau lebih tepatnya curhatan pribadi. Lutut-lututnya lemas. Di satu sisi Yosef terlihat teguh menjalankan wataknya sebagai seorang prajurit (bukan sekadar dalam artian kepangkatan): menjalankan sumpah setia pada tugas negara dan patuh pada doktrin garis komando. Ketidakmampuannya untuk membunuh Maria dan kesempatan untuk meneruskan hidup yang diberikan Maria ternyata membekas pada kejiwaan Yosef. Prajurit ini terombang-ambing antara pacarnya dan panglima hantu. lalu membuat pengakuan dosa serta jadi amat perasa? (hlm. Kemungkinan ini sebelumnya diperkuat oleh penggunaan kata gadis (bukan sekadar perempuan itu misalnya) pada narasi berikut di bawah ini oleh pencerita: Gaun lembut Maria Pinto membelah anyir perang dengan kibaran putih yang menyilaukan. Perempuan muda menghela napas panjang.

Kekagetannya sewaktu mengetahui bahwa kuda Maria tersebut adalah kuda mainan yang terbuat dari kayu juga kurang kuat untuk bisa dianggap menjadi alasan keutamaan perannya karena tema cerita juga berputar ke peristiwa-peristiwa lain seperti kematian adiknya. 20) Dapat dipahami bahwa pembaca bisa melihat ini sebagai sesuatu yang aneh. Bagai tersihir Yosef menyambut jemari gadis yang menunggu. Bahkan hingga akhir cerita pun digambarkan seperti itu. perasaan dengan ³nilai lebih´ ini semakin kuat diduga ada setelah cerpen ini diakhiri oleh paragraf berikut ini: Angin tiba-tiba bertiup kencang lewat jendela. Seperti sudah dikemukakan sebelumnya. salah satu alasannya juga bisa dilihat dari pilihan judul bagi cerpen ini: ³Kuda Terbang Maria Pinto´. bagaimana dia dengan tangan dingin membunuh seorang wanita pimpinan teroris yang menjadi target operasi instrumen keamanan negara yang ternyata tidak lain dan tidak bukan adalah merupakan perempuan di sebelahnya sewaktu mencurahkan ingatan tentang kisah kesaktian Maria di atas kereta. (hlm.11-12) Gangguan kejiwaan yang melanda Yosef bisa dipandang cukup besar pengaruhnya dari pertemuan dengan Maria. Ia merasa terbang di antara awan. semak-semak duri di tanah gersang. Lagi pula hadir sebuah antiklimaks saat sang kuda sakti tersebut tidak lagi ³besar´ dengan selubung kabut mitos dan misterinya. (hal. Dari hal ini bisa diduga bahwa penonjolan kuda tersebut pada judul adalah berfungsi untuk menonjolkan peran Maria sendiri²sebagai empunya² bagi sisi kemanusiaan Yosef yang menjadi tema cerita. di satu sisi Yosef adalah seorang prajurit yang tetap setia menjalankan tugas yang diembannya. Yosef terlihat memelihara. Padahal kuda saktinya Maria tersebut secara frekuensif sangat kecil porsi kehadirannya dan bisa dianggap tidak berdiri di barisan tokoh-tokoh utama. musuh negaranya. Namun di sisi lain. Perannya bagi tema cerita mengenai distorsi kejiwaan yang melanda prajurit Yosef juga bisa dipandang berlangsung tidak langsung. Mengapa perempuan itu selalu mengikutinya ke mana pun? Maria Pinto tersenyum. Alang-alang yang subur jangkung. melihat sebuah dunia yang terus memudar di bawahnya. Ia melihat Maria Pinto menyeberangi langit dengan kuda terbang. mengulurkan tangannya yang putih dan halus.Angin pun berangsur tenang. . perasaannya terhadap Maria. Kemudian. seorang gadis yang menjadi pelindung gerombolan pemberontak. atau mungkin memendam. dan gunung batu terjal di kejauhan kembali memenuhi penglihatannya bersama kenangan pada gadis itu. melayang. Tubuh Yosef menggigil.

nyaris bergumam. percuma saja. (hlm. Ia merasa lega sudah membagi kisah-kisahnya yang terdengar lemah dan pengecut pada perempuan muda ini. ia merasa tenang di sisinya. Malahan dia digambarkan seolah tetap masih memiliki simpati terhadap sasaran yang pernah menjadi teman curhatnya tersebut. Paduan yang kontras seperti ini juga tergambar pada bagian cerita yang mengisahkan cerita Yosef pada perempuan di sebelahnya di atas kereta tentang kematian adiknya yang mungkin juga memilih jalan hidup sebagai tentara.ia sangat sakti. Enam bulan lalu adiknya meninggal disiksa para pemberontak. Kini Yosef satu-satunya anak lelaki dalam keluarga.Kontradiksi inilah yang bisa dimaknai sebagai situasi hampa pada kejiwaan prajurit Yosef dalam cerpen ini. dan kemaluan. 14) Paradoks dan paduan antara kehampaan jiwa dan kesetiaan pada tugas ini terlihat lebih jelas lagi dalam kutipan berikut ini: ³Tapi. Perempuan muda itu terusik sebentar. sebagaimana digambarkan di atas. memandang lurus ke depan. besar sekali!´ Ada nada bangga bercampur haru. sisi manusiawinya mesti ³terdampar´ di kehampaan relung-relung jiwa. tidak akan berkhianat dan lari dari tugas. (hlm. meski. Dia tidak digambarkan begitu menggebu-gebu dalam menjalankan misi untuk membunuh musuh negara tersebut. Kasihan dia. usus. Ini kepulangan terakhir saya sebelum kembali bertugas. Berbagi cerita yang dilakukannya dengan wanita yang tanpa sebelumnya ia sadari nanti akan dibunuhnya (demi tugas) itu pun menjadi sebuah sarana untuk mengisi ruang-ruang tertekan dalam batinnya. ³Tadi pagi ibu saya menangis lagi. terkunci rapat dalam peti mati kayu mahoni. saya tak pernah menembak Maria Pinto dan kuda terbangnya. di sisi orang asing yang bertemu di perjalanan. 14) Klausa memandang lurus ke depan di atas bisa dimaknai sebagai simbol sisi teguh Yosef sebagai prajurit yang telah bersumpah setia. ³Petinya berselubung bendera besar. Ibu saya trauma. ini sudah pilihan. tak akan. «.´ ujar Yosef pelan. Semula . lalu kembali menekuni halaman-halaman buku.´ tutur Yosef. Walhasil. Jiwa yang hampa ini menghadirkan logika sejalan dengan karakter pembunuh berdarah dingin pada perannya sebagai seorang sniper pada cerita bagian akhir. Jenazah sang adik kembali tanpa jantung. akan tapi di sisi lain dia juga tidak desersi dari kewajiban dan loyalitas pada penguasa negara hanya digara-garakan persoalan perasaan dan cinta. Tapi. Seperti ungkapan menjijikkan dalam roman. beban emosionil menekan begitu berat dan sangat dahsyat.

Alangkah ganjil menyaksikan penembak jitu memercayai hal-hal yang jauh dari hukum benda dan kasatmata. Sementara tokoh anak (Aku). yang menyerupai sulaman bordir asal jadi dan bermotif sulur di tangan pemula. Sakit pada hati sampai mati. dalam hubungan dengan cerita kehilangan dan kemunculan tokoh Ayah. Ayah. yang menjadi sudut penceritaan. Barangkali. Pedih dan perih ini terasa sekali berfokus di tokoh Ibu yang mengalami langsung dari jarak dekat peristiwa ditinggalkan orang terkasih tersebut. meski sudah kumal dan koyak-moyak tak dibuang ke tong sampah. Oleh karena itu. 13-14) 3. atau setidaknya sari cerita. Sepasang matanya sayu berhias bekas-bekas sayatan dekat alis. tokoh Aku terlihat tidak terlalu terguncang secara kejiwaan. berbeda sekali dengan psikologis tokoh Ibu.ia kurang berminat mendengar ocehan prajurit cengeng ini. Kehilangan pertama kalinya terjadi sebagai akibat sebuah peristiwa atau lebih spesifiknya huru-hara sosial-politik yang membuat tokoh Ayah tidak bisa kembali ke tengah-tengah keluarganya karena sudah berada di luar negeri (tempat yang aman guna menyelamatkan diri dari peristiwa sosial-politik yang terjadi itu). inilah wajah orang yang hidup-mati dari perang. dia terkesiap ketika menatap wajah si prajurit. yang ingin dikemukakan: Sakit pada tubuh bisa diobati. kata itu makin sayup dan tak terdengar lagi «(hlm. terlihat sudah cukup berjarak secara emosional dengan bapaknya karena sejak kecil dia memang hanya mengenal ibunya. Wajah lelaki itu mirip boneka kain kanak-kanak yang terlalu disayang. 30) Garis relasi antara tokoh Ibu dan Ayah merupakan pemicu utama tema utama cerita meski tokoh Aku yang menjadi pembawa atau punggawa alur cerita dan hubungan atau interaksi antara tokoh Aku dan Ibu yang terbanyak menyita porsi kisahan cerita. (hlm..4. Tetapi. Penderitaan tokoh Ibu ini disebabkan dua hal yakni kehilangan sang suami dan ³kehilangan kedua kalinya´ sang suami. wajah penuh luka jahitan.2 Derita Seorang Ibu dan Makna Keutuhan Sebuah Keluarga dalam Cerpen ³Makan Malam´ Tiga kalimat terakhir yang menutup cerpen ini barangkali bisa dipandang sebagai persoalan inti. Kehilangan inilah yang membuat tokoh Ibu ³terpaksa´ menjalani profesi sebagai wanita panggilan demi membesarkan . Garis tadi menghasilkan pemaknaan tentang kepedihan jiwa seorang istri yang ditinggalkan sang suami yang dicintanya.

Kesedihan ini terasa bercampur baur dengan adanya sedikit harapan bahwa sang suami akan kembali. Bisa jadi hal ini karena dia sudah menduga kekurangsetiaan tokoh Ayah. Ibu melamun. ia bersembunyi dalam kamar yang tak bisa kumasuki. Kalimat µI love you¶ cuma terdengar sekali.´ Ibu menyeringai getir. kemudian makin berkurang.´ ³Ayah? Ibu bilang. tokoh Aku. Sepasang matanya menerawang.´ kata Ibu. Hal ini wajar kiranya dipahami begitu sangat menyakiti hati seorang wanita.´ Aku cemas. hanya tahu bahwa dia bapak tidak ada. ³Kamu minta cuti kantor saja sehari. Ketika Ibu melamun. ³Siapa?´ ³Lelaki itu. Di sini sebabnya mungkin bukan sekadar keadaan sosial-politik lagi. lalu mengusap-usap kepalaku. bisa ditafsirkan pula bahwa rasa kehilangan lebih mendalam diderita tokoh Ibu justru karena tiada kabar yang sekian lama dari tokoh Ayah.´ Aku tak melanjutkan pertanyaan.´ ³Sejarah bisa dihapus. 24) . (hlm. 22-23) « ³Kalau begitu. dan akhirnya. Kita jemput dia di bandara dua hari lagi. Kenyataan terakhir ini baru diketahui belakangan setelah tokoh Ayah muncul kembali. Namun kemudian. Sekarang Ibu kembali pada kebiasaan lama. Ketika Ibu melamun. Ibu sudah menguncinya dengan jawaban singkat yang umum. Dulu sering kulihat Ibu melamun. lembut. putuskan saja. aku diambil dari bank. datar.´ ³Yang ini tidak bisa. ³Yang satu ini tidak semudah itu. Derita kejiwaan tokoh Ibu pun sebetulnya tetap telah ada meski dengan alasan keadaan sosial-politik sebelumnya.putri semata wayangnya dan menerima takdir bahwa putri yang dicinta itu.´ ³Kenapa?´ ³Dia ayahmu. aku seolah ditinggalkan sendiri dan bukan bagian dari dirinya lagi.´ (hlm. melainkan sudah berupa pilihan sikap dari tokoh Ayah untuk tidak sesegera mungkin menemui tokoh Ibu. Karena kami punya sejarah. Kutipan di bawah ini menunjukkan hal itu: Malam ini Ibu agak dingin. tak pernah lagi. dari kehilangan yang pertama ini. Aku nggak mau melihat Ibu sedih.´ ³Oh «. Ada apa? ³Dia akan pulang ke sini.

Kedatangan sang suami ternyata hanya seperti ³merobek´ lagi luka lama dengan memberi kabar tentang istri keduanya dan dua anak barunya di negeri luar sana. Makan malam kali ini kami bertiga. Dari cerita didapatkan kesan kebahagiaan hidup tokoh Aku dan tokoh Ibu meski sekadar hidup berdua setiap kali menjalani rutinitas makan malam mereka berdua. kenyataannya kutipan kalimat-kalimat terakhir cerita di awal tadi menunjukkan bahwa tokoh Ibu menderita dan sakit hatinya. dan kebulatan sebuah keluarga. seperti diistilahkan tadi: merobek luka lama. Namun. hanya menjadi sarana untuk melukiskan suasana derita tersebut dalam konteks keutuhan. sementara tokoh Aku dari kutipan ini kelihatan tidak mempunyai ketertarikan untuk ³menyikapi´ peristiwa tersebut alias merasa biasa-biasa saja. suasana menjadi ganjil. ia juga tidak mentah-mentah menolak kehadiran kembali tokoh Ayah. Aku. justru suasana semula ini sirna. dengan rongga mata dalam. putih. sekali lagi. kegenapan. dari sudut pandang tokoh Aku²yang telah sangat berjarak dengan bapaknya itu²justru kehadiran dan keutuhan tersebut menjadikan suasana yang tidak sempurna. Ibu. Ibu membeli makanan terbaik dari restoran mahal. dan Ayah. kehilangan kedua kalinya justru terjadi di saat yang hilang itu telah kembali datang. Seperti melengkapi sebuah puzzle dengan benda yang sudah berbeda. Entah apa permintaan maaf sang suami cukup mengurangi kadar derita sang istri. Sementara itu. Ibu dan Ayah tak berani saling pandang. Bagaimana aku menghadapi pria ini? Kami makan tanpa suara. Gesekan antara harapan ked atangan lagi dan kekecewaan ditinggal pergi inilah yang mengusik-usik ketenangan hidup tokoh Ibu. ³Makan Malam´. Tak ada musik klasik. Di saat keluarga menjadi utuh. Judul cerpen sendiri. bisa dilihat dari kontrasnya (kejiwaan tokoh Ibu) dengan sikap tokoh Aku sebagai anak yang tidak pernah berjumpa bapak. suami tercintanya. Suaranya gemetar. Uban sudah memenuhi kepala. Inilah Ayahku. Aku seakan monyet yang terjebak. Logika umum bahwa berkumpulnya semua anggota keluarga²orang-orang yang dicintai² akan membahagiakan hati ternyata dalam cerpen ini tidak terbukti. Harapan tokoh Ibu bisa dianggap tetap ada karena. Pemaknaan seperti ini. (hlm. seperti ditunjukkan dalam cerita ini.Kutipan di atas memperlihatkan ³dinginnya´ tokoh Ibu (sekaligus menunjukkan kebimbangannya) dalam menyikapi kembalinya tokoh Ayah yang telah tiada berkabar sekian lama itu. ketika tokoh Ayah kembali hadir di tengah-tengah mereka. mirip rintihan. 28) . Jasnya kebesarannya. Wajah pria di hadapanku tirus. Denting sendok garpu saling bersahut. Selain kedatangannya (tokoh Ayah) hanya.

Ia menuntun Mursid ke sofa. ya. namun sebuah peristiwa kecil mengganggu terungkapnya rahasia itu dan menggantungkan cerita pada sebuah tanda tanya: apa gerangan selanjutnya? Mursid muncul di ambang pintu. Tangan Mursid bergetar dalam genggamannya. selamat ulang tahun teman duniaakhirat. Mungkin. soal yang dulu. Kini ia mulai menangis terisak-isak.4. Umur manusia µkan terbatas« Sudah. sendu. seperti begitulah perasaan hati tokoh Kakek Mar ketika terkenang akan sahabat-sahabat seperideologiannya dahulu sewaktu masih muda dan pengkhianatannya atas mereka. aku« Tiba-tiba terdengar jeritan dari arah kolam.Dari cerita ini didapat pemaknaan bahwa kebahagian keluarga itu justru didapat dalam ketakutuhannya. taktahu apa ada dokter yang bisa mengobatinya. . Ketidakutuhan ini lebih baik dibanding ³lengkap´ namun dengan sesuatu yang sudah sama sekali berbeda. 41) atau layaknya daun teratai yang layu dan busuk mengambang di permukaan air coklat keruh (hlm. aku mau bicara sesuatu. malah cengeng. sudah.3 Antara Rahasia Pengkhianatan dan Usaha Untuk Menjaga Persahabatan dalam Cerpen ³Pesta Terakhir´ Seperti debu tanah yang beterbangan di taman. ini pestaku yang terakhir. Ia menyambutnya dengan peluk hangat. Tak urung air matanya terbit ketika Mursid lagi-lagi berbisik. Aku yang sakit-sakitan begini nggak pernah kepingin mati. kurus dan ringkih. pikirnya. ya. Untunglah keganjilan tersebut hanya berlangsung sementara lalu berlalu. soal apa saja. Saat ia bertemu Mursid di akhir ³pesta terakhir´ diceritakan bahwa ia sudah hendak bercerita tentang pengkhianatan yang ia lakukan ini atau dengan kata lain hendak melakukan semacam pengakuan dosa. Oh. seraya mengerjap-ngerjapkan mata yang basah. Mursid mengelus punggungnya. Benarkah? Air matanya meleleh. Sid. Aku mau minta maaf. jangan menyumpahi dirimu sendiri. bicaralah. 3. kok. 31). berulang-ulang menyepuh daun dan kelopak bunga-bunga yang tersisa di ranting hingga terlihat makin kusam (hlm. Ia ingin membuat pengakuan. Sampai ia menjalani usia lanjut dan hingga akhir cerita diceritakan bahwa rahasia pengkhianatan ini belum juga diceritakannya. Namun kepahitan akibat kedatangan itu telah membekas di hati tokoh Ibu dan justru menambah segala beban derita akibat rasa kehilangan sebelumnya. Seorang cucunya menunjuk-nunjuk panik ke kolam. Sid. Kamu yang segar bugar.

terutama. berjualan manusia. Ia hanya diminta menyebutkan namanama yang dianggapnya sangat berbahaya. (hlm. tokoh Alma. Mursid tertegun di sofa. seperti disentakkan sesuatu di ulu hati. Dua tukang kebun terlihat buru-buru menggotong tangga. Angin musim panas berdesir lagi dalam ruangan. Dalam sel yang sempit di Salemba dulu. Nafsunya. Amis lumpur mengelana dalam udara. namun dalam buku rapor putrinya ia menulis: wiraswastra. ia setuju. Apa sih pekerjaan Papa? Tukang catat. berbulan-bulan. Olala. apa susahnya? (hlm. Berikut kutipannya. Bahkan. Karakter tokoh Kakek Mar yang doyan perempuan dan tiada dapat menahan nafsu birahi berlama-lama menjadi sebuah jalan untuk mendapatkan ³keterangan´ yang diperlukan darinya. (hlm. geli. Apa susahnya. toh tinggal mencatat saja? Setelah itu kamu bisa bebas dan kumpul dengan anak-istri. Seorang perempuan menghambur ke taman sambil menggendong bayi. mereka pernah bertaruh dengan nasib. Kakek Mar akhirnya bisa bersenang-senang ke berbagai belahan dunia. Barangkali dengan menggunakan anggaran rakyat (uang negara). Barangkali pula bisa menjadi semacam pembenaran atas khianat terpaksa yang mesti dipilihnya. 40) Kebebasan itu pun kemudian menjadi ³gerbang´ bagi Kakek Mar guna melanjutkan petualangan cinta (seksual)-nya. Ya. Ia langsung berlari melewati lubang pintu yang terbuka. 39) Dengan ³melaporkan´ nama-nama kawannya sendiri. mana cucunya yang seorang lagi? Ya. Tuhan. Orang-orang dalam rumah riuh. Seorang pria tua berjongkok di tepi kolam. Si Sena terjatuh. Ya. 42) Rahasia yang disimpan Kakek Mar adalah pengkhianatan terhadap kawan -kawannya sewaktu dahulu mereka dipenjara bersama gara-gara perbedaan ideologi dengan pemerintahan baru yang melakukan sebuah kudeta merangkak terhadap otoriterianisme pemimpin lama. ia merasa sedih. kata petugas. bersiap turun menjemput cucunya. dengan bekal posisi yang didapat dari pengkhianatan tersebut²dengan tetap meneruskan profesi sebagai juru . Ia terkekeh. Kakek Mar bebas dari penjara dan selanjutnya berstatus sebagai ³pencatat´ atau ³penjaja manusia´ sebagaimana yang dikatakannya sendiri pada putrinya. Tiba-tiba. butuh pelampiasan. Ia tak tahan. Ketika seorang petugas mendekatinya dan menawarkan kerja sama. Pengkhianatan pada kawan seperjuangan memang berbuah surga duniawi bagi beliau.Lho. Berkali-kali ia onani saat teman-temannya sudah bergeletakan tidur malam sehabis korve seharian yang menyiksa. Tukang catat? Ya. Suatu hari Alma kecil bertanya tentang pekerjaannya. termasuk memberi tanda ideolog pada nama Mursid.

catat²dia bisa membantu mencarikan pekerjaan di lahan ³basah´ bagi anak Mursid (sahabat yang dikhianatinya tetapi tetap terus ditemaninya). sudahlah. pada Mursid dia mengaku atau berbohong bahwa ³rezeki´ itu didapat berkat bantuan menantu adiknya. berulang-ulang berucap bahwa ia benar-benar sahabatnya dunia-akhirat. setulus mungkin. terlebih lagi ³sahabat dunia-akhiratnya´ Mursid. berturutturut tercantum nama Hendro. Kakek Mar justru hidup berkecukupan atau berlebihan berkat pilihan menuruti kehendak nafsu birahi yang dahulu dipilihnya. Ia tersenyum kecut. ya. dia mengundang semua teman-temannya dulu yang kebetulan masih bernyawa dan beruntung belum mati karena pengkhianatan dan nafsu birahinya. Mursid memeluknya. Ia ingin membaca ulang daftar tamu. Namun ternyata status sebagai seorang pengkhianat ini tidak membuat Kakek Mar melupakan kawan-kawan lama yang dikhianatinya itu. terheran-heran. Nak. Dua lagi tinggal kenangan. Bukan koneksi. Meski begitu. entah hidup. Ali« Lima orang. disusul Arsyad. 39) Meski dilukiskan sebagai seorang pengkhianat pada teman-teman seperjuangannya. dikarenakan bekas dan berkas status ideologi politik yang melekat. Kami sudah melewati banyak suka-duka bersama. Kasman. ternyata . Ketika putra sulung Mursid tamat sekolah menengah. Di tengah-tengah kehidupan serba susah yang dijalani Mursid. ah. apa boleh buat. Tiap bulan dikirimnya wesel ke alamat sahabatnya. Akibatnya. tentu. Apakah Alma sudah mengundang semua sahabatnya? Ditariknya laci meja. tapi kebetulan menantu adikku sudah berpangkat tinggi di situ. Tapi. merasa kurang nyaman mendengar julukan itu. Ia sendiri rajin menyantuni Mursid yang tak punya mata pencarian tetap selama puluhan tahun ini. daftar nama para tamu yang ditulis Alma. (hlm. Setelah Arsyad. jumlah yang cukup untuk membeli beras dan lauk pauk di pasar. ya sama Om Mursid? Oh. ia langsung menawarinya bekerja di sebuah kantor pemerintah. yang diisyaratkan pengarang cerita sebagai pesta terakhir bagi kakek ini. Berikut kutipannya: Papa sayang sekali. tanya Mursid. lalu diraihnya sehelai catatan dari situ. Hartono mati ditembak. Alma tak segan-segan mengirim masakan pada keluarga sahabat Ayahnya itu setiap minggu. Di pesta ulang tahunnya. Mar. tentu. Ia terlihat terus berusaha menjalin hubungan dengan mereka sembari tetap memelihara sebuah rahasia yang mungkin akan mengoyak-ngoyak hubungan mesra itu. Yusmin. entah mati. ya. Nama Mursid berada di urutan pertama. balasnya. ia kehilangan jejak. Bagaimana kamu bisa punya koneksi di sana. juga kawan-kawan lamanya yang lain.

Ia kebetulan belum ada uang. Ia melihat debu tanah beterbangan di taman« « Sendi-sendi tulangnya tiba-tiba terasa lemas. ya. Kakek Mar juga terkenang akan sahabatsahabatnya yang telah tidak ada di dunia ini. membasuh wajahnya dengan air dingin yang mengalir. sama Om Arsyad? Coba kamu telepon mereka. Terus « bagaimana yang lain. dia dilarikan ke gawat darurat. menyalakan kran. Tuhanku. Pa. . aduh« aduh. bagaimana ini? « Ia merenung-renung. 40-41) Beban dari dosa pengkhianatan yang dilakukannya yang berjalan seiring dengan kasih sayangnya yang tulus pada sahabat-sahabatnya merupakan sebuah fenomena kemanusiaan yang menarik untuk dimaknai dari tokoh Kakek Mar. Ia merasai kembali angin musim kemarau. Kenapa dia nggak bilang dari kemarin. Rumahnya memang jauh dari sini. Om Ali tak bisa datang. Sewaktu Alma mewartakan ketidakdatangan sahabat-sahabatnya. Ia menggeragap. ya. Kakek Mar digambarkan sehat wal afiat secara fisik. Papa. Kakek Mar menjadi sedih sekali sebagaimana sedihnya dia mendapat panggilan sahabat dunia-akhirat dari Mursid. Alma tiba-tiba muncul di ambang pintu. Ya. yang bertiup kering dengan tajam ke dalam ruangan. Istrinya baru saja telepon. Liver.) Om Mursid sudah janji datang. Perempuan itu merasa percuma sudah menyiapkan banyak makanan.Kakek Mar juga ditampilkan dengan sisi kemanusiawiannya. Ia berjalan tenang ke wastafel. Oh. Al? Om Yusmin bilang. Katanya. Selamat ulang tahun saja buat Papa. mereka µkan nggak punya telepon. Bagaimana Om Hendro. meninggalkan rasa tersengat dan perih di pori-pori. Namun kemunculan berkali-kali teks yang menggambarkan gangguan kesehatan pada Kakek Mar bisa dianggap menunjukkan sesuatu beban yang melanda Kakek Mar. Nak. Sebagai seseorang yang berhasil lolos untuk hidup makmur dan sejahtera. Selain tetap menjalin hubungan dan berusaha membantu sahabat-sahabatnya. Perhatikan kutipan berikut: Angin panas mengusap kulitnya lagi di ruangan ini. (hlm. kecuali Mursid. biar kita suruh sopir yang jemput? (Alma mengangkat bahunya. Dada sesak. Kepalanya mulai pusing dan perutnya mual lagi. Aduh. ia juga tak bisa datang. Papa.

judul ³Pesta Terakhir´ bagi cerpen ini bisa dianggap memberi pemaknaan tersendiri untuk menafsirkan maksud penggantungan di bagian akhir tersebut. dia terlihat lebih mudah untuk menyayangi dari pada memelihara benci. buat apa memikirkan yang menyedihkan hati. snut« Urat kepala bagai dawai dipetik. Perasaan berdosa itulah. kok. seperti saat melarang Alma kecil bermain air hujan) Jangan ngomong begitu. Kepala Papa pusing sekali. Kemarin Papa habiskan jeruk manis sekilo sendiri. dosa tersebut secara laten tetap mengendap dan menghantui sisi lain kemanusiaannya. kok. 42). Mereka kembali ke mobil dan melaju di jalanan yang panas dan macet di siang terik. yang sebelumnya semata diakui di dalam hati. Perubahan cuaca memang sering mengagetkan tubuh. Papa sudah banyak minum dan makan buah. Oh. Meski begitu. . secara kurang disadari. balas Alma. Siapa bilang? Orang seumur Papa ini µkan harus menikmati hidup yang sebentar lagi. Mbak. Tanggo. terima kasih. Hasilnya? Bapak sehat. Ne. dia tetap bisa disadarkan bahwa dia seorang pendosa. Alma sangat khawatir. baiklah kalau begitu. yang mendorong Kakek Mar untuk hendak melakukan pengakuan dosa pada sahabat terdekatnya Mursid di akhir cerita. perasaan bersalah yang bersifat kebatinan (bukan fisik) inilah yang tengah melanda Kakek Mar. Di samping itu. ne. ya. Pa. ditambah udara memang panas sekarang ini. (hlm. Papa harus banyak minum dan makan buah segar. ia merasa pusing dan mual lagi. snut. ne. Barangkali seperti derai-derai cemara. Mungkin. Siapa tahu ada yang memberatkan pikiran Papa. Seorang pria tua berjongkok di tepi kolam. Al. kata dokter itu pada Alma. Dalam perjalanan. sehingga kemarin tergopoh-gopoh mengantarnya ke dokter. Gaya hidupnya yang berorientasi hedonis barangkali membuat dia berusaha untuk tidak menjadikan rasa bersalah itu membebani dirinya dan mengganggu kesenangan-kesenangannya. Siapa tahu. meski pada akhirnya. ne. Inilah sisi positif manusia dengan karakter seperti tokoh Kakek Mar. ada yang belum terucapkan di saat akhirnya berserah. akhir cerita digantungkan. Snut. Apalagi sebagai seorang manusia dengan karakter berorientasi senang dan bahagia. 34-35) Bisa diduga. bersiap turun menjemput«(hlm.Musim kering ini hanya membuat kepala pusing dan perut mual. lho. salsa« mulai ia jauhi. senang. Mungkin Papa banyak pikiran. chacha. Namun secara kurang ia sadari pula. ne. Tolong matikan radionya. ne « (Ia gerakkan telunjuk kanannya. berkat karakter ini. Musik bertempo cepat dari radio mobil membuat kepalanya makin berdenyut.

Pria yang menerima segala kekurangannya itu bersedia mengawininya dan ia akan merawat Ben dengan baik. setia mendengar keluh kesah Ben tentang anak-anak yang satu demi satu meninggalkan rumah untuk berkeluarga dan tak lagi peduli pada ayah mereka yang sendirian. setelah itu kami jadi orang asing lagi satu sama lain. kembali mengurus diri sendiri. sampai sang kekasih lelap dan mendengkur. Lebih sialnya. Ia memang mencintai pria itu. Seperti biasa. Kedatangan Benyamin dan istri ini sangat membuat sedih hati tokoh Ia karena kedatangan mereka itu membuka sebuah tabir rahasia yang bisa sangat mengecewakan hatinya. ia datang bersama istri yang dari tutur katanya yang sopan menunjukkan mereka merupakan orang -orang yang berstatus terhormat. (hlm.´ kisah Ben. sekadar bermaaf-maafan. setulus hati.3. Tapi siapa sangka. Hidup ini hanya kesialan bagi orangorang tua. ia mengelus-elus rambut pria itu dan menyanyikan lagu-lagu nostalgia yang digemari pria seusia Ben. Di sebuah restoran langganan²yang kata cerpenis cerpen ini merupakan satu-satunya kafe di kota dalam cerpen ini yang buka di pagi hari²tokoh Ia memakan makanan rutinnya yakni semangkok bubur ayam istimewa dan separo gelas coklat panas. Benyamin mengaku sebagai pria kesepian yang sudah ditinggal pergi oleh anak-anaknya yang masing-masing juga sudah berkeluarga dan juga telah ditinggal mati oleh sang istri tercinta. Di saat mereka sesaat ³bercinta´ semalam. tokoh Ia sempat dibuai oleh harapan bahwa Benyamin yang terhormat ini akan menjadi kekasih terakhirnya dan bisa mengakhiri petualangan cintanya dari satu pria hidung belang ke pria hidung belang lainnya. tokoh Ia bertemu lagi di kafe tersebut dengan lelaki sok nigrat ³langganannya´ semalam yakni Benyamin G. Setelah mencari ³nafkah´ di malam hari. Lelaki tua ini datang dengan istrinya yang dari cakapannya pada tokoh Ia (yang menggunakan panggilan jeng) memperlihatkan bahwa tokoh Benyamin dan istri resminya ini memang orang-orang terhormat yang berlabel ortodoks ninggrat.4. tokoh Ia dalam cerpen ini melaksanakan rutinitasnya. tokoh Ia menjalani rutinitas lain yang juga tidak kalah manusiawi: sarapan. Semula ia berharap Benyamin menjadi yang terakhir. ³Anak-anak hanya datang pada hari raya. 62-63) . Mungkin. saat berbaring di pangkuannya. di pagi yang dingin menusuk tulang di bulan Juni. Benyamin yang terhormat ini mungkin tidak menyangka akan bertemu lagi dengan banci yang semalam ³dipakainya´ untuk menumpahkan hasrat birahi.4 Seorang Waria yang Dilukai Hatinya dalam Cerpen ³Balada Hari Hujan´ Dalam udara yang dingin dan cuaca hujan yang seperti tidak henti. setelah menderita kanker ganas bertahun-tahun. Istri Ben hampil meninggal sepuluh tahun lau.

) serentak menoleh ke arahnya. keperihan. sebagaimana bisa disimak dengan sangat nikmat lewat penutup cerita berikut ini: Ia ingin pulang dan menenangkan pikiran. Mereka sangat pintar mengarang cerita sedih. Pilihan kata seperti ini. samar-samar. meski dalam cerita. (hlm.Namun tidak dinyana. Sorot mata mereka mengisyaratkan rasa terganggu. Ia membalas tatapan si pria tua (Benyamin-pen. Ia tiba-tiba tersedak dan mulai batuk-batuk. lurus-lurus dan berani. Ada inisial ³BG´ di sudut saputangan tersebut. Ben bahkan tega membunuh istrinya sendiri. dan ngeri. terbuat dari sulaman benang biru. Ia merasa puas dan menyungging senyum lebar. kaget. Langit abu-abu tua. lalu hinggap di mangkukmangkuk bubur mereka. memasang jerat untuk menaklukkan wanita. Tak siasia. Payung ungu itu mengembang lagi. Hiiiiiii «. tokoh Ia merasa dibohongi oleh kakek yang satu ini. Dengan teknik penceritaan yang cukup menegangkan serta agak mencengangkan. Sebuah kemarahan yang berujung kesedihan. Jalan yang basah menyambut langkah-langkah kaki yang menggigil. Benyamin tega berdusta. Kini sehelai sapu tangan mulai dikeluarkannya dari rongga tas tangan. yang dilakukan pengarang.) secara khusus. Secara fisik-psikis bisa diduga perasaan terluka itu spontan mampu untuk memancing reaksi tubuhnya. tak peduli tua atau muda. Ternyata lelaki tetap saja lelaki. Hari yang cukup berat di antara puluhan ribu hari yang sama kembali berlangsung. Terang saja. Sepasang mata tua itu mendelik. Wangi musk bercampur kayu cheddar juga masih tertinggal. (hlm. seolah mengisyaratkan betapa telah mewanitanya tokoh Ia yang sejatinya pria ini. Pasangan muda-muda maupun manula (Benyamin dan istri-pen. Ia rapatkan kerah- . bersahut-sahutan. kemudian dibekapkannya pada mulut yang bising. Ia sungguh kecewa. Ada dua komposisi batuk sekarang. 63-64) Sapu tangan berinisial ³BG´ pemberian Benyamin yang dijadikan pengelap ingus tokoh Ia yang terbatuk-batuk tersebut seolah menjadi sebuah simbol bagi muntahan kemarahan tokoh Ia terhadap Benyamin. Virus influenza bisa saja beterbangan di udara. jijik. pengarang cerpen ini mempertemukan tokoh Ia dan Benyamin dan istrinya²yang masih hidup ternyata²di pagi harinya di sebuah kafe. 63) Perhatikan penggunaan kata menaklukkan wanita di atas. yang sama-sama sumbang. Sensitifitas jiwa perempuan dalam tubuh lelaki tokoh Ia terang saja sangat terguncang dengan kenyataan pahit dan menyakitkan ini. Berapa lama ia bisa bertahan di dunia semacam ini? Hujan masih menyambutnya di luar kafe. Suara batuk keris yang khas pun terdengar menimpali batuknya. dan kepedihan.

Ia mencoba bersenandung. Demikianlah bunyi kalimat terakhir cerita dari cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ ini. Angie.5 Kampung Halaman. langsung mengarah-arahkan pada Si Penjaga Kebun. Sejauh manakah kenangan akan rumah baginya masih membekas? Di kampung halamannya ini. 87). dinyatakan bahwa Si Penjaga Kebun ini menjadi begitu berharga bagi Halifa. Cerpen ini bercerita tentang kunjungan pulang ke rumah seorang gadis perantau bernama Halifa yang sudah lima belas tahun tidak sempat pulang karena sibuk bekerja mencari nafkah di perantauan. Hidup sendirian di tengah kebun tentu sebuah pengorbanan. Dengan narasi yang terlalu ³jujur´ tersebut. begitu asing. Ia merasa hidup begitu sepi. ya. ratu dari dunia yang abu-abu. kita dugem sampai pagi! Di diskotek itu pula ia dinobatkan sebagai ratu waria. dan bibir hitam terbenam di kepala yang kecil. Jasmine. ompong. menahan udara dingin. (hlm. hidung pesek. (hlm. keluarga pemilik kebun. ia jarang tertawa. Liza. Tapi ini bukan kisah tentang kerajaan. 77) Demikianlah narasi paragraf pertama pembuka cerpen ini. bagaimana akan dipahami segi keindahan seperti yang umum dilekatkan pada label kesusastraan? Namun ternyata dalam cerpen ini. seperti warna langit hujan. Halifa masih ingat wajah lelaki itu. Saat ia tertawa terlihat gigi-gigi yang tak rata.kerah mantelnya. dan yang Tersisa Darinya dalam Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ Ia merasa ikatan hidupnya dengan pulau itu berangsur-angsur punah (hlm. atau lebih tepat lagi.4. Pada orang yang dipanggil Atuk oleh Halifa inilah cerita memusat. Tapi. Ia senang dikunjungi dan cepat-cepat menyuguhkan air putih serta bijur rebus atau buah keremunting yang hitam-manis pada tamunya. Air mata mulai mengembang di balik kaca mata hitam ala Sanborn. Suatu waktu disempatkanlah oleh tokoh Halifa pulang ke ³tanah´ airnya. yang terletak di sebuah pulau kecil. Perhatikanlah empat kalimat pertama kutipan di atas. melainkan kisah tentang kepedihan. nanti malam ia akan menghibur hatinya yang sedih di sebuah diskotek di jantung kota bersama teman-teman senasib. Mungkin. Ketika si penjaga kebun meninggal dan jenazahnya dimakamkan. Sepasang mata yang sipit. Si Penjaga Kebun. Halifa bertemu lagi dengan salah satu bagian dari masa lalunya. Sophia« tunggu aku. Mella. tapi tak bisa. dan kerak nikotin menempel di celah-celah gusinya. Halifa telah kembali ke tanah . 64) 3. Segala Kenangan. Hanya matanya yang sering berbinar melihat orang datang.

Ia cuma mengirim doa. Sepasang suami-istri merelakan bayi mereka yang baru berumur dua hari untuk diangkat anak oleh keluarga lain. Ia merasa ikatan hidupnya dengan pulau itu berangsur-angsur punah. (hlm. juga telah punya kesibukan tersendiri di tanah rantau. Namun. Lelaki itu akhirnya mengungkap kisah yang mengguncang Halifa. di kantor. Berminggu-minggu anak-anak tersebut ditinggalkan ibunya yang berharap ada orang kampung datang dan menyelamatkan mereka. Selang beberapa minggu setelah putra bungsu mereka diserahkan. Ada sebuah rahasia. di bus. Apalagi orang tua ini memiliki nilai historis baginya dan pernah menarik perhatiannya karena kesendiriannya. belakangan baru diceritakan Si Penjaga Kebun sewaktu Halifa mendatangi pondoknya. Namun. Ternyata pikiran yang kalut membuat si perempuan telah mengunci gubuk . Sementara Malida. ia menemukan lima mayat tergeletak di lantai tanah dan telah membusuk. yang selama ini belum pernah diketahuinya. Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun. adiknya. Tentang sebuah keluarga yang tercerai-berai.rantau. 87) Kepulangan Halifa dewasa ke ³masa kecilnya´ tentu saja menghasilkan situasi yang telah banyak berubah dari masa lalunya itu. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. 84) Namun ada sesuatu hal yang membuat hubungan Halifa kepada Si Penjaga Kebun lebih kuat lagi. Tinggal ibu bapaknya yang tengah menikmati masa pensiun di hari tua. terutama hidupnya yang sendiri. lelaki itu menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga. dan di tempattempat baru yang pertama kali dikunjunginya. keberadaan Si Penjaga Kebun menjadi cukup penting bagi Halifa. Lima anak yang lahir sebelumnya harus menanggung penderitaan. (hlm. 77-78) Kakek dan nenek Halifa telah lebih dahulu berpulang ke ³tanah´. Mereka tak sanggup membesarkan bayi itu lantaran kehidupan yang sulit di masa Jepang. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan. sang suami meninggal dunia akibat tuberkulosa dan sang istri meninggalkan gubuk kecil mereka dengan lima anak kurus meringkuk lapar di dalamnya. di kamar kontrakan. (hlm. Untunglah ada orang yang lebih mampu bersedia mengurus bayi mereka yang baru lahir. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. Sudah lama Halifa tak pulang. Sebab itu. Suatu hari ketika perempuan itu kembali untuk memastikan anak-anaknya telah diambil orang.

Beberapa hal berikut ini juga menunjukkan kesan Halifa yang begitu kuat pada Si Penjaga Kebun: . Pantaslah kiranya akhir cerita² sebagaimana sudah dikutip sebelumnya²membentangkan dan menonjolkan hubungan erat antara Halifa dengan Si Penjaga Kebun. Perasaan Halifa pada Si Penjaga Kebun inilah yang menghadirkan segi keindahan tersendiri bagi cerpen ini. Lelaki tua yang bercerita ini adik kandung dari pihak istri. (hlm. Hubungan mereka ternyata bukan sekadar antara anak majikan dan orang upahan. Apalagi jika dihubungkan dengan ingatan Halifa ketika suatu kali ia mendengar ayahnya pernah menyuruh Si Penjaga Kebun untuk istirahat dan kembali pada sanak saudaranya tanpa dia sadari bahwa dialah sanak saudaranya itu. Ayah telah menjalankan wasiat kakek. Ayah dan ibu telah memutuskan pindah ke pedalaman. Namun wasiat kakek Halifa pada ayahnya tersebut lebih menguntungkan penafsiran bahwa beliau memang tahu tapi mengambil keputusan untuk tidak memberi tahu. Anak-anak itu terkurung di sana. Barangkali pula memang ada kemungkinan kakek Halifa memang tidak mengetahui. dia memilih tinggal di rumah kebun. 86-87) Pada akhir cerita ini Halifa baru tahu bahwa dia dengan Si Penjaga Kebun tersebut ternyata adalah saudara. tapi katanya dia tak punya keluarga lagi.´ Lelaki itu mulai sakit-sakitan lantaran usia tua. Dia sudah ayah minta istirahat dan kembali pada sanak-saudaranya. Betapa terenyuh Halifa menyikapi kesendirian Si Penjaga Kebun. Sebelum meninggal. dalam cerita. Putra bungsu suami istri yang malang tadi adalah ayah Halifa. terutama hidupnya yang sendiri. tanpa mampu berteriak minta tolong. tidak tahu cerita ini. Mereka larut pada kegetiran masing-masing. Barangkali. ia mati dimangsa ular atau buaya yang menghuni sungai. Sekadar memberi pengetahuan dengan jalan lain yang barangkali dipikirnya lebih elok dan yang terbaik. tapi tetap bertahan dalam kebun mereka. ³Dia turut menyaksikan jatuh-bangun keluarga kita. Setelah itu ia benar-benar senyap dari muka bumi. bukan dengan yang lain-lain. Kata ayah. kakek berpesan agar ayah memperhatikan nasib penjaga kebun dan tak boleh menyia-nyiakannya. Ayah suruh tinggal di rumah ini. begitu pula si penjaga kebun.dari luar. Ayah sudah menganggapnya keluarga. 84) Rupanya kakek Halifa tidak pula membuka rahasia tersebut sebelum wafatnya. mendirikan rumah di kebun pusaka kakek. Halifa terdiam. Orang-orang kampung melihatnya berlari kencang ke dalam hutan sambil melolong. dekat perkampungan orang-orang Tionghoa. Bahkan Ayah Halifa sendiri. (hlm. Perempuan itu tak sadarkan diri dan saat siuman ia sudah lupa pada siapa pun. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak.

Radio model lama berbentuk roti bantal itu warisan kakek Halifa. Malida. tanah perlu makan. 78) « Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. dalam cerpen ini juga dikisahkan kenangan Halifa pada orang-orang lain dalam keluarganya sendiri. ia akan berjanji menyampaikan pesan. Yu Sur. ibunya. Apakah masih juga dikenakannya topi kebun dari kain belacu lusuh itu? Mata sabitnya yang berkilau saat terayun ke batang lalang dan semakbelukar seakan hadir di depan mata. Ia kini tumbuh jangkung dan manis. yang punya kebun. Itu galibnya perkembangan manusia. Ia punya radio transistor yang bisa menangkap siaran dari Malaysia. Apa pendapat lelaki itu saat melihatnya sekarang? Ia bukan lagi Halifa cengeng dan manja dulu. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. Orang-orang itu yaitu kakeknya. berlari ke pantai untuk mencari kulit-kulit lokan dan siput. bisa jadi obat sepinya. (hlm. Dengan Nenek dan Malida. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. rambut lelaki itu sudah memutih dan kerut-merut usia tua makin nyata. Mungkin. Bila kalian ingin bertemu tuannya. semacam pengumuman. mengeluarkan binatang-binatang tadi dari dalamnya. meluaskan pikiran penghuni pulau kecil itu dengan pahit-getir pengalaman. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. ayahnya. ia dan adiknya. (hlm. Mereka biasa menemukan umangumang yang menghuni bekas rumah-rumah siput. Mang Cali dan adiknya Malida. ia akan tunjukkan jalan. ikuti saja aroma itu. menabur kotoran ayam dan kambing di atasnya. Berikut kutipannya: Seringkali sepulang sekolah. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. Matanya tak pernah menyorot garang. dia terkenang kepada sebuah peristiwa lucu. Ia menyiangi lalang dari tanah kebun. belajar beranak-pinak. Kadangkala lelaki itu mengeluarkan suling dari tas resam dan memainkan lagu-lagu berirama Melayu. setelah bertukar pakaian dan makan siang. lalu memacu mereka . dari bayi merah. Bila ada yang ingin menemuinya. mata orang yang mau menolong. Daya ingatnya pun mungkin sudah menumpul. Bila ada yang tersesat. 79) Selain tentang Si Penjaga Kebun. Hembusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. neneknya. Halifa tersenyum-senyum bangga.Barangkali. mengikat kaki-kaki tajam-lancip tersebut dengan benang.´ katanya pada Halifa kecil. Tanah rantau telah membesarkan otot-ototnya lewat kerja. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang. Halifa kecil tak urung bersiul-siul senang menimpali tiap nada yang berasal dari lubang-lubang suling si penjaga kebun. ³Biar gembur. lalu renta dan pikun.

Ayah mengirim Halifa merantau setamat sekolah menengah pertama. beserta istrinya Elia dan mengirimkan putrinya ini bersekolah ke Jawa. ³Jangan kau siksa binatang. Hanya dari hubungan Halifa dengan orang-orang tercintanya itulah tema utama cerita ini terintensifikasi. (81-82) Dia juga terkenang pada sebuah petuah bijaksana dari neneknya. Halifa terkenang masa-masa sulit ketika perusahaan tempat ayahnya bekerja ditutup. nanti di neraka kau dibuat begitu pula oleh mereka. putri mereka. tokoh Aku dalam cerpen ini membesarkan Paula. untuk mengajak orang-orang melawan kaisar lalim (hlm. Seperti yang dituduhkan tokoh Elia. kebiasaan tokoh Aku membacakan kisah-kisah silat Kho Ping Hoo diduga telah memotivasi Paula. Harapannya. ³Biar kau temukan nasibmu sendiri dengan berjuang di rantau. Paula akan bisa menjadi orang sukses yang tidak hanya bertoko kecil sepertinya melainkan mempunyai toko besar sebagai pengusaha sukses dan kaya raya. Dia juga terkenang pesan bijaksana ayahnya saat dia akan berangkat merantau. putrinya.´ Halifa sempat terbahak. sebuah ³kesalahan´ telah dilakukannya. (hlm. memang telah taktampak lagi di depan kedua bola matanya tetapi akan tetap hadir pada mata hati. dan tidak lagi ditinggali. ia malah menjadi .´ Apa iya? Mereka µkan begitu imut. ³Pulau kecil membuat pikiran juga tak seberapa luas. (hlm.´ lanjut ayah. Nenek memberi nasihat tentang menjaga diri. Di sela-selanya ada yang tersembunyi dan menambah manis kenangan ini. 83) Dengan ayahnya. dengan pendidikan yang lebih tinggi. lagi. telah menyisakan sejarah atas masa lalu. Jangankan berharap Paula menjadi orang yang sukses dan terlihat terhormat di negeri ini. Kampung halaman yang telah sekian lama ditinggal pergi. agar ia sebagai perempuan bisa menjaga diri di negeri orang. 132).berlomba lari. Keluarga. ³Kau yang punya lubang kunci dan jangan biarkan anak kunci masuk ke situ. tapi perlahan-lahan ia paham.4. Sebuah cita-cita yang mulia khas orang-orang tua. Wajar kiranya seorang tua berharap hal yang bagus-bagus dan indah-indah bagi seluruh keluarga dan turunannya. 83) Terhadap tokoh-tokoh lain penceritaan tidak dilakukan dengan intensif benar. Namun apa daya. Nenek selalu mengomel panjang-pendek melihat kelakuan cucu-cucunya yang nakal.6 Mencintai Buah Hati yang Diam-Diam Telah ³Pergi´ dalam Cerpen ³Makam ke Empat´ Dengan sebuah toko tembakau kecil di sebuah pulau kecil dan desa yang juga kecil dus terpencil. orang-orang yang dicintai dan mencintainya.´ kata ayah. 3.

³Aku sedang dikejar-kejar orang. Kami mendengar suara-suara dari atas loteng.´ ujarnya. bukan. Tak berapa lama muncul raut mungil putriku. Ibu datang dalam sunyi. kilahnya). Kubiarkan ia meraih ilmu setinggi langit. menyeberang naik kapal pertama. ³Kamu melakukan apa. Terdengar laci-laci meja ditarik dan kertas-kertas disibak. Tetapi. Rasanya beragam. Pembelinya tak sebanyak tembakau rajangan. Aku sangat berharap putriku mau bicara. Kata Paula. sigaret terasa kurang tajam. pelan.´ balasnya. Apakah ibuku sedang berbenah? Setahuku ibu selalu hadir tanpa suara. ³Dikejar pacar?´ Wajah Paula justru menegang.´ jawabnya. aku terlampau sering membacakan kisah-kisah silat Kho Ping Hoo pada anak kami dan sepak-terjang pendekar yang hebat membuat kanak-kanak terpikat. Elia melarangku memaksa Paula. Kubalas dengan bergurau. ia pernah mengejutkan aku dan Elia. kemudian dirobek-robek. Bersama-sama kami mendaki tangga dan diam-diam menempelkan telinga di daun pintu. tak pernah ada orang yang kehilangan. Di desa ini orang-orang seusiaku senang mengisap tembakau rajangan yang dibungkus kertas marning. tak minta dijemput? Dari mana ongkos pulangmu? Bulan lalu. Tak kenal bagaimana? Kamu adalah putriku.sosok yang dicari-cari karena kemungkinan aktifitasnya memberontaki sistem dan melawan penguasa. ia sengaja pulang diam-diam dan masuk ke rumah lewat pintu samping yang tak dikunci (istriku kadangkadang ceroboh. membekas sampai dewasa. Bukan. kata ibuku. katakan saja Papa dan Mama tak kenal. Tiga ketukan untuk permulaan. katanya. Mengapa harus pulang diam-diam. air tanah yang kau minum rupanya menentukan jalan hidupmu. Istriku menangis. anak kami satu-satunya. Tiga kali. datar. Bagiku. Toples-toples kaca berisi berjenis tembakau berderet dalam rak kayu. Elia juga sependapat. Namun. Paula memilih jalannya sendiri. Pagi-pagi ia meninggalkan rumah. Ada yang murni. ³Kalau ada orang asing ke sini dan menanyakan aku. termasuk membiayai kuliah Paula di Jawa. Benarkah? (hlm. Aku juga menjual cerutu bermutu sedang sampai mahal. Ada yang campuran. Kami menguatkan hati untuk mengetuk pintu. Nak?´ Bibir Elia bergetar. Perasaanku tak enak. Toko ini pula yang telah menghidupi keluargaku. tapi selalu ada. Aku ingin ia menjadi pengusaha besar. Paula menatap aku dan ibunya silih-berganti. Istriku menangis seharian. Istriku segera memperoleh firasat buruk. Biarkan bangau terbang. Tetapi. ibu. Lagipula di desa kecil ini. Aku terpaku. mengapa harus jalan itu? Elia sempat menyalahkanku. Malam itu Paula tak mau bicara. kamu sudah pulang. ³Aku juga tak akan menyebut-nyebut nama kalian kalau ada apa-apa. bukan pemilik toko kecil sepertiku. Katanya. bisikku. tak acuh. 126-127) « Suatu malam. Ia hanya menggeleng atau menunduk. Jangan kasar .

Berikut kutipannya: Ia kini sudah dewasa. Baiklah. Paula pernah memberikan jawaban yang sungguh mengagetkan dan barangkali sangat terdengar utopis di gendang telinga tokoh Aku yang awam kebaruan wacana. Aktifitas inilah yang membuat Paula dikejar-kejar ³orang´ bukan dikejar-kejar pacar sebagaimana normalnya diharapkan oleh masyarakat yang tertib dan tunduk-tunduk saja pada apapun kemauan penguasa-penguasa lalim yang otoriter. Ia terkekehkekeh. Jangan kau bawa-bawa kisahkisah silat itu. baru pada akhir cerita. Ia terdiam sebentar. kataku. Kalau itu sudah tercapai. Aku bukan kaisar. sudah. Ia putri kita satu-satunya. Aku juga tak mau disebut diktator.padanya. Apakah ia sudah punya pacar? Suatu kali ia mengagetkanku dengan pernyataan seram. Para kaisar biasanya diktator. Makam itu merupakan tanda bahwa mereka bagaimanapun harus menerima kepergian atau lebih tepatnya kehilangan . Elia protes lagi. Aku memilih diam. bisiknya. tokoh Aku mulai tahu aktivitas putrinya. Setelah diupayakan namun tidak bertemu. aku dan temanteman sedang berupaya agar setiap orang bisa hidup makmur dan aman. ketika pada akhirnya seorang kawan Paula memberitahukan perihal menghilangnya Paula. Aku terbahak-bahak. Dengarkan Papa. Inilah yang di awal cerita sempat dimetaforkan secara sarkastik lewat klausa namun. Paula. Nak. (hlm. Hal seperti inilah yang membuat tokoh Aku semakin merasa asing pada putri tunggalnya yang dengan bersusah payah dinafkahinya kuliah ke Pulau Jawa itu demi mencapai kesejahteraan dari segi ekonomi. 127-128) Kata jalan itu sebagaimana yang dikutip di ataslah jalan yang dipilih Paula: mengajak orangorang melawan kaisar lalim. 131) Barangkali hal inilah yang membuat Paula tidak mau melibatkan kedua orang tuanya. tokoh Aku dan Elia masih berusaha mencari-carinya. aku akan kawin. Ya. Hah? Dulu Papa dan Mama menikah dengan modal dengkul. Dua orang sederhana ini tentu tidak mengerti apa ³maunya´ putri mereka. barulah tokoh Aku menggali makam keempat²sebagaimana judul cerpen ini²bagi arwah putrinya yang jasadnya tidak tahu dimana rimba. karena pernikahan itu cuma cocok untuk orang-orang kaya. 123). tokoh Aku tidak pernah tahu. Kamu bukan tukang sulap. ia memunggungiku (hlm. Ketika pada akhirnya mengetahui kemungkinan kematian putri mereka dan kemudian juga jadi tahu mengapanya. Papa jangan harapkan aku menikah. Apa peristiwa yang dihadapi oleh Paula. tokoh Aku dan Elia. kemudian menggamit lenganku. sepertinya halnya kedua orang tua Paula. (hlm. Ketika suatu kali tokoh Aku pernah mencoba bergurau lagi menyinggung persiapan seorang pacar bagi dirinya.

Paula datang ketika lampu-lampu ruang telah padam. terbit dari tiada dan lenyap ke dalam tiada. mengental menjadi bayangan sebuah peristiwa. menggantung kaku. Paula dibuang ke laut dan mungkin dimakan hiu. Namun. . Ia meninggalkan ruang lengang tanpa aroma. Paragraf pertama cerpen ini telah menyodorkan bagaimana harapan seorang bapak. Kata orang-orang. yang barangkali telah mustahil. ia bertanya lebih lembut. tapi aku cuma menyentuh sayur bening sawi. Berpijar. Terlebih lagi kematian putri mereka ini penuh selaput misteri. Tubuhnya memancarkan sinar putih. Tangisku makin keras. Tokoh Aku dalam cerpen ini juga menyadari bahwa dialah yang mengajari putri semata wayangnya itu untuk kelak menjadi pendekar yang berjuang guna menegakkan yang benar. bisikku. Kenyatannya. Ada apa. sebagai manusia biasa. mirip tikus terjebak di perangkap berumpan. Ada apa. Sedikit banyaknya pada cerpen ini juga terlihat ketabahan orang tua Paula untuk merelakan menghilangnya putri mereka. Datang dan perginya bagai tuah dari tongkat sihir. Ia meninggalkan aku. Air mata menggenangi sepasang mataku. Dibiarkannya kami menunggu selama sepuluh musim. Kusaksikan Paula sirna. Kuletakkan kotak cerutuku di meja dan bangkit perlahan dari kursi malas untuk menyambutnya. Elia memanggang ikan hiu. tanya Elia. lalu menuang isinya ke tong sampah. Lebihlebih pula yang menghilang dari mereka ini²dengan aroma intrik-intrik politik kekuasaan menyelubunginya²adalah seorang anak manusia berjenis kelamin perempuan. Elia menghidangkan hiu panggang di meja makan. 133) Juga. Dan lantai licin yang kupijak tiba-tiba berperekat. rasa kehilangan ini telah menimbulkan semacam ilusi bagi tokoh Aku tentang kedatangan selalu putri tunggalnya itu di hari-hari selanjutnya tanpa Paula. meluncur di lantai. menangis di tepi bak cucian. kemudian menghilang tepat di tengah lorong menuju dapur. meraih piring ikan di meja. Putri kita ada dalam hiu ini. tersendat-sendat. Tak berapa lama ia kembali. Aku tak mau makan daging hiu. beranjak dari kursi. Aku tertahan di atasnya. ia memunggungiku. Bagaimana menyentuhnya perasaan manusiawi itu dan betapa perihnya rasa sakit hati kedua ayah bunda yang ditinggal anak satu-satunya ini bisa sangat dirasakan dari kutipan berikut ini: Siang itu aku menyambut jam makan dengan perasaan aneh. Kedua tanganku yang bersiap memeluknya tertahan di udara. Ia langsung tersedak. Lembut. (hlm. tokoh Aku dan Elia tentulah sangat sedih atas kehilangan putri mereka tersebut.putrinya tersebut dan dalam keharuan mereka pun²di akhir cerita²mesti melewati natal kelima tanpa Paula. Siapa tahu putri kami dimakan hiu.

Namun. letih. (hlm. dengan tekanan dan perasaan beragam. aku masih berharap. dan kesempatan. Paula selalu datang ketika hanya pijar lampu bacaku yang menyala dan membuat gradasi cahaya. aku bukan orang yang patuh. lalu menuntunku ke kamar kami. Aku menyebut namanya. haru. diikuti desah napasku yang berat. Tak sekalipun ia menggubris. semoga kembali ke kebenaran. Setelah itu malam mendesakkan sebuah penyelesaian: aku harus tidur dan meninggalkan kursi malasku yang tegak lurus dengan lorong sebelum istriku muncul menjemput. Ada yang salah memilih jalan. 123-124) Pilihan kata sinar putih yang merujuk pada tokoh Paula pada kalimat kedua paragraf pertama kutipan di atas atau paragraf Paula selalu datang ketika hanya pijar lampu bacaku yang menyala dan membuat gradasi cahaya. aku sering berteriak-teriak memanggil namanya dan berharap ia berbalik serta menatapku. Kedua telinganya bagai tersumbat besi tempaan. Tubuhnya meluncur lurus ke muka. Ia selalu membujuk dengan berbisik. cemas. . hak. bahkan sengaja menunggu. ketika temaram di sekelilingku benar-benar hilang di ujung lorong gelap-gulita (hlm. putus asa. Aku lebih suka membiarkan istriku datang. Sayang sekali. Namun. senang. Bisikannya tak pernah kusimak.Ketika belum terbiasa dengan cara datang dan pergi Paula. menyerupai zombie. tapi kedatangannya menuntutku beranjak dari sini. sebelum lebur dalam udara. suara serak ini hanya dijawab oleh gemanya sendiri. meski kutahu berjaga semalaman memicu asmaku kambuh. Kalian akan melihat sepasang rongsokan manusia berjalan tertatih-tatih. 124) seolah menjadi simbol dari doa tokoh Aku bagi kebahagiaan putrinya di alam baka berkat segala kebenaran dan kesucian yang diperjuangkannya dalam menumpas segala kelaliman dan borok-borok yang ditutup-tutupi oleh orang-orang yang dikarunia Tuhan dengan setetek ketek ³sabit bermata dua´ bernama kekuasaan. ketika temaram di sekelilingku benar-benar hilang di ujung lorong gelap-gulita.

Semula seolah ada secercah harapan kembali berkobar saat datang kabar tentang kedatangan sang suami. Akan tetapi profesi sebagai prajurit terlihat membuat seorang sedadu mesti banyak menahan diri untuk mengungkapkan ekspresi pribadi. sosok yang memiliki citra negatif di tengah masyarakat umum. Pemenuhan atas hal tersebut sempat mesti meminggirkan sikap setia pada kawan seperjuangan. Dalam cerpen´Pesta Terakhir´ tema kemanusiaan yang dihadirkan adalah mengenai beban mental yang melanda seorang tua atas dosa pengkhianatannya pada kawan-kawan karib yang dicintainya. Kenyataannya. kedatangan tersebut hanya kembali mengoyak luka lama. dan ingin menumpahkan segala beban pikiran.BAB IV SIMPULAN Setelah menganalisis enam dari dua belas cerpen dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC. Seorang tentara²bahkan kemudian menjadi seorang pembunuh profesional² ternyata juga bisa sedih. Waria ternyata juga punya harapan tentang masa depan yang lebih baik dan waria . Cerpen ³Balada Hari Hujan´ terlihat jauh menusuk dan menelisik ke relung-relung terdalam sanubari seorang waria. Pengkhianatan ini terutama didorong hasrat seksual yang begitu menggebu-gebu. Dalam cerpen ³Makan Malam´ perihal kemanusiaan yang digarap adalah mengenai perasaan sakit hati seorang ibu yang ditinggal sekian lama oleh suaminya. ternyata penulis berhasil menemukan intensitas garapan tema-tema kemanusiaan sebagai tema yang dominan dalam cerpen-cerpen tersebut. Tokoh Ibu dalam cerpen ini akhirnya mesti mengidap rasa sakit hati²yang tentu saja bukan berupa hidup berbahagia²untuk selama-lamanya. Terlihat dalam cerpen ini bagaimana pada berbagai kesempatan seorang serdadu dengan segala stereotipnya tersebut ternyata juga mempunyai perasaan manusiawi seperti manusia lain pada umumnya. jatuh cinta. Variasi tematik yang digarap dalam keenam cerpen tersebut pun terlihat dapat mewakili wajah tematik kedua belas cerpen lainnya yang terdapat pada kumpulan cerpen ini. namun tidaklah sampai menghilangkannya. takut. Pada cerpen ini dieksplorasi perasaan-perasaan manusiawi seorang waria yang ternyata juga ada dan nyata. di samping dia juga bisa terlihat bangga dengan jalan hidupnya ini. Dalam cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ persoalan kemanusiaan yang digarap adalah tentang kehampaan jiwa seorang prajurit dalam menjalankan kewajibannya sebagai abdi bela negara. Tegangan antara dua kutub inilah yang menghadirkan narasi menarik tentang sisi kemanusiawian tokoh Prajurit Yosef Legiman dalam cerpen ini.

³Berpolitik lewat Cerpen´ wawancara dalam http://www. ³Sastra Bisa Mengungkapkan Kepedihan Terdalam´ wawancara oleh . Ternyata bukan hanya individu-individu yang memilih jalan hidup penuh onak dan duri²menentang para penguasa²yang akan menderita atas aksiaksinya. Poetry. and Drama edisi keempat. Hubungan antara tokoh Halifa dan Si Penjaga Kebun lebih bernuansa keharuan bukan rasa sakit dan kepedihan yang sampai berlebih-lebihan.net. DAFTAR PUSTAKA Adesita. Kennedy. 2004. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Dalam Kornel no. dan Sunyi. Cerpen ini tidak terlalu menonjol-nonjolkan manusia-manusia yang sakit perasaan. dan perih.30 (hal. Linda. 2003. terlihatlah betapa intensifnya LC dalam menggarap tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen KTMP ini. Foresman and Company. kembali menggarap soal kepedihan jiwa manusia yang ³terluka´. X. 2004c. Demikianlah hasil penelitian kali ini.vision. Christanty. 2004b. ³Jejak Lelaki.14-15). Budianta. Linda. 2004. Melani. Jakarta: Kompas. kumpulan cerpen KTMP karya LC ini bisa dikatakan telah berhasil sebagai sebuah karya sastra²setidaknya dari aspek penggarapan tema. Sanksi politik bagi seorang pemrotes rezim yang berkuasa ternyata menghasilkan efek tambahan. Terjemahan Bab 3 Literature: An Introduction to Fiction. ³Lelaki Beraroma Kebun´. Cerpen kelima. manusia sakit yang diangkat disebabkan oleh akibat kepedihan dari peristiwa lainnya. (hal. Catatan Atas Cerpen Pilihan Kompas 2004´ dalam Nurhan. agak memperlihatkan nuansa sedikit berbeda dengan kecenderungan cerpen-cerpen lainnya. Kenedi (ed. Budianta.100-107). London: Scott. 1987.php?id=3975. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Uniknya. Christanty. Linda. ³Setting´. Ini terlihat sesuai dengan penghargaan dan apresiasi banyak pihak atas kumpulan cerpen ini. ³Makan Malam´. Christanty. ³Merekam Penulis Perempuan dalam Sejarah Kesusastraan´ wawancara dalam Jurnal Perempuan no. Syufra Malina.).php?ArtID=459&page=1. ³Pengalaman di Balik Penciptaan: Kuda Terbang Maria Pinto´ dalam http://relawan. Melani. Dari paparan penulis tentang aspek tematik cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen ini.ternyata juga bisa sangat terluka bila cintanya didusta. Keluarga dan orang-orang yang dicintai serta mencintainya juga mesti menanggung ³buah´ dari itu semua.net/wmview. pedih. Dengan demikian.J. Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2004. Akhir yang sedih (sad ending) membuat pesan kemanusiaan dari cerpen ini terasa penuh duka. Kekerasan. 2004a. Sepi Pun Menari Di Tepi Hari. 10. Tampilnya unsur jarak-waktu membuat cerita sedih dalam cerpen ini lebih sublimatif.id/detail. Cerpen terakhir yang digarap disini.

Diakses tanggal 6 Desember 2006. Daery. Jakarta: Pustaka AlHusna. 1978. Kompas Cyber Media. ³Peta Kecenderungan Cerpen Indonesia Terkini´ dalam http://www. Ahda. Muhammad. Sastra Indonesia dalam Enam Pertanyaan. Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2000. A.24-25).asp?id=211271 (Republika Online. 17 April 2005).html. 2004. 14 Desember 2006 (hal. Budiarto.co. Kurniawan. Sosiologi Sastra. ³Kesenian dalam RUAPdP´ dalam http://www. 2004. ³Ferdinand de Saussure dan Perkembangan Semiologi´ dalam Sudjiman.208/detail. Diakses tanggal 6 Desember 2006. 2000. Herfanda. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Diakses tanggal 2 Februari 2007.co. Damono. Krampen.html (Pikiran Rakyat. Derrida. ³Realitas Koran Pada Sastra Koran´ dalam Dua Tengkorak Kepala. Ahda.html (Pikiran Rakyat.com/cetak/2006/102006/08/khazanah/index. ³Merayakan Pembacaan´ dalam http://www. Imran. Sebuah Pengantar Ringkas.com/kompas-cetak/0405/22/pustaka/1037030. 1996. 14 Januari 2005). 8 Oktober 2005).10 (hal. Diakses tanggal 18 Desember 2006. Jakarta: Karya Unipress. Darma.html. Viddy AD. Ignas. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti. Ahmadun Yosi. ³Cerpen Bertema Kemanusiaan´ dalam http://www. ³Perjalanan Sastra Buruh Indonesia´ dalam http://202.Wimar Witoelar dalam http://www.).com/ kompas- . Yogyakarta: LkiS. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Linda. Martin. 1984. 15. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.kompas. Panuti & Aart van Zoest (ed. Budi.balipost. Jakarta: Kompas. Serba-Serbi Semiotika. Esai-Esai Sastra dan Budaya. 2004. Imran. Eka. Jakarta: Gramedia. Fayyadl.155.id/Bali Postcetak/2004/6/14/rubrik. 28 Mei 2006). Christanty. Irawati. ³Pohon Sejarah´ dalam Kornel no.com/ cetak/2006/012006/14/khazanah/index.kompas. Segi-Segi Kesusastraan pada Kisah-Kisah Al-Qur¶an. Henny.pikiranrakyat. 1984. ³Hidup di Dua Dunia´ wawancara dalam Pikiran Rakyat.pikiran-rakyat.22). ³Moral dalam Sastra´ dalam Sejumlah Esei Sastra. ³Penghargaan Sastra Khatulistiwa.id/koran_detail. Kleden. Hanafi.republika.asp?id=249828&kat_id=3 64 (Republika Online. 2005. Danujaya. Sapardi Djoko. Sebuah Soal´ dalam http:/www.

Rachmat Djoko. 1996. 1991. Mahayana.edu/apakabar/basisdata/1996/04/21/0006. 1998. Rosidi. Luxemburg. Cok. Selden. Asep. Nenden. Dan Penerapannya. Dua Tengkorak Kepala. 2002. Bandung: Wacana.net/cgi-bin/naskah/viewesai.cgi?category=5&id=10303 57707. 2005.sinarharapan.html. Pengkajian Fiksi. Sambodja. ³Posisi Perempuan dalam Karya Sastra´ dalam http://www.co. Metode. 1 Oktober 2005).html (Kompas Cyber Media. Acep Iwan. Ratna. 2002. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Jakarta: Intermasa. Panduan Membaca Teori Sastra Masa Kini. Partini Sardjono.). Terjemahan Akhadiati Ikram. Dari Strukturalisme Hingga Posstrukturalisme.pikiran-rakyat. dan Teknik Penelitian Sastra. Diakses tanggal 9 Januari 2007. 2003. Sinar Harapan Online. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Bandung: Binacipta. 2004.asp?Id=2004071023464677 &Jenis=c&cat_name=Tifa (Media Indonesia Online. Sambodja. ³Mencari µKarya Sastra¶ yang menguntungkan Perempuan´. Metode Kritik. ³Djenar dan Paradoks Masyarakat Kita´ dalam http://www. Teori. ³Inovasi Tematik-Stilistik Novel µDadaisme¶´ dalam http://www.. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Dalam Jurnal Perempuan no. Goenawan. Raman. Asep. Mieke Bal dkk. Pengkajian Sastra. 1995. 2004. 21 April 1996). Diakses tanggal 29 Januari 2007.com/ cetak/2006/102006/21/khazanah/index.html (Republika Online.id/hiburan/budaya/2005/0402 /bud2. Mohammad. Perspektif Wacana Naratif. Pradopo. Lilis A. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 11 Juli 2004).com/newsprint. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Bandung: Angkasa. Diakses tanggal 28 Oktober 2006. Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2000. ³Merekonstruksi Sejarah Sastra Indonesia´ dalam http://cybersastra. Tentang Sastra.hamline. Jakarta: Kompas.html (Pikiran Rakyat. Beberapa Teori Sastra. 2000. Nurgiyantoro. Maman S. 21 Oktober 2006). Diakses tanggal 6 Desember 2006. Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia. 2000. Saini KM. Jan van. Pradotokusumo.. Protes Sosial dalam Sastra. ³Kenapa Menulis Cerita Pendek?´ dalam Nurhan. ³Khatulistiwa Literary Award 2004 Hasilkan Pemenang Kembar´ . 1990. Diakses tanggal 31 Mei 2006. ³Rigidnya Cerpen Gagasan´ dalam http://www. Saidi. Kenedi (ed. Ajip. Burhan. Nyoman Kutha. 1991. Sawitri.30 (hal.55-63).mediaindonesia.cetak/0510/01/Bentara/2083130.

Teeuw.dalam http://www. 1994. ³Sastra yang Berangkat dari Lamunan´ dalam http://www. Sumardjo.asp?id=193015&kat_id=364 &kat_id1=&kat_id2= (Republika Online.html. Tirto.html (Kompas Cyber Media. 2006. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya.co. Sastra dan Ilmu Sastra. 1983. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya.id/hiburan/budaya/2005/0115/bud2. Studi Sastra. Agus. 2005. Tirto. Antara Kelisanan dan Keberaksaraan. Pergeseran Makna Cinta dalam Kumpulan Cerpen Sebuah Pertanyaan untuk Cinta. Tergantung Pada Kata. Darmadjati. Jakob & Saini K. Jakarta: Pustaka Jaya. Siti Chamamah. 2003a.asp?id=60132&kat_id=102&kat_id1=&kat_id2 . ³Terbang Kemana µKuda Terbang Maria Pinto¶?´ dalam http://www. A. 1987.). Diakses tanggal 6 Desember 2006. Apresiasi Kesusastraan. 27 Juni 2004). Susmana. 1984. Tjahyadi. Teeuw. Teeuw. S Prasetyo. Supadjar. Suara Karya Online. 1997. Jakarta: PT Graemedia Pustaka Utama. Indonesia.). A. Beberapa Alternatif. ³Penelitian Sastra: Tinjauan Tentang Teori dan Metode Sebuah Pengantar´ dalam Jabrohim (ed.id/berita/0410/13/ hib01. Memahami Cerita Rekaan.com/kompas-cetak/0406/27/Buku.republika.co. 2003b. Soeratno. Indra.html?id=137985. Suharjana. Metodologi Penelitian Sastra.sinarharapan. A. co. Metodologi Penelitian Sastra. Utomo. Universitas Padjajaran.republika.id/koran_detail. Sukiman. Jakarta: Pustaka Jaya. Diakses tanggal 6 Desember 2006.html.M. ³Ruang Fiksi di Media Gaya Hidup´ dalam http://www. Skripsi (Tidak Diterbitkan). ³Wanita dalam Sastra´ dalam http://www. Telaah Struktural dengan Penekanan pada Aspek Tematik. 3 April 2005). Chusnato. Jakarta: Pustaka Jaya. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Diakses tanggal 19 Juli 2005. ³Generasi Cerpenis Pasca-Seno Gumira Ajidarma´ dalam http://www.). Diakses tanggal 8 Mei 2006. Suwondo. Sudjiman. ³Petunjuk Penelitian Sastra dengan Metode Pendekatan Tematis ± Filosofis´ dalam Jabrohim (ed.sinarharapan. A. Suwondo. Pengantar Teori Sastra.kompas.J.suarakaryaonline. 2003.com/news. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya. ³Analisis Struktural: Salah Satu Model Pendekatan dalam Penelitian Sastra´ dalam Jabrohim (ed. Panuti. Jakarta: Pustaka Jaya. 2000.id/koran_detail. Metodologi Penelitian Sastra.co. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya. 2003.

com/2005/01/literary-journalism-course-vii.id/putu. Teori Kesusastraan. Diakses tanggal 2 Februari 2007.republika. http://andreasharsono. Rene & Austin Warren.blogspot.asp.15 WIB Istri: (1) Siti Nurani dan (2) Mutiara Sarumpaet . Wijaya.or. 2002. Diakses tanggal 10 November 2006. 1990. 10 Juni 1927 Meninggal: Jakarta. Diakses tanggal 6 Desember 2006. 13 Januari 2002). Nama: Asrul Sani Lahir: Rao. 11 Januari 2004.php?id=L. http://www. Pukul 22. http://www. Pasaman. Diakses tanggal 2 Februari 2007. co.pantau. Wellek.com/ilist.html. Terjemahan Melani Budianta.(Republika Online.web.id/koran_detail.asp?id=182197&kat_id=102. Jakarta: Gramedia. Putu.php?act=detail&id=6.ba hasasastra.id/contributor. Diakses tanggal 6 Desember 2006. http://ubudwritersfestival. Diakses tanggal 6 Desember 2006. ³Sastra Sebagai Refleksi Kemanusiaan´ dalam http://www.

Anak: Tiga putra. Amerika Seri kat tahun 1955-1957 Sekolah Seni Drama di Negeri Belanda tahun 1951-1952 SLTP hingga SLTA di Jakarta SD di Rao. Sumatera Barat . tiga putri. gelar Yang Dipertuan Rao Mapattunggal Mapatcancang Pendidikan: Fakultas Kedokteran Hewan. enam cucu Ayah: Sultan Marah Sani Syair Alamsyah. Universitas Indonesia (IPB) Dramaturgi dan sinematografi di University of Southern California.

Karir Politik: Anggota DPR GR 1966 -1971 mewakili Partai Nahdhatul Ulama Anggota DPR RI 1972 -1982 mewakili PPP Pendiri : Gelanggang Seniman Merdeka Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) Kegiatan Pergerakan: Lasjkaer Rakjat Djakarta. Tentara Pelajar di Bogor Kegiatan Penerbitan: .

redaktur majalah Gema Sua sana . ruang kebudayaan Siasat . anggota redaksi Gelanggang .Menerbitkan kebudayaan Majalah Suara Bogor . tahun 2000 Enam buah Piala Citra pada Festifal Film Indonesia (FFI) Film Terbaik pada Festival Film Asia tahun 1970 Karya Puisi: . dan wartawan Majalah Zenith Konsep Kebudayaan: Surat Kepercayaan Gelanggang Penghargaan: Tokoh Angkatan 45 Bintang Mahaputra Utama.

Apa yang Naga Bonar . . 4E. Para Perintis Kemerdekaan . enam buah cerpen. Karya Film: Titian Serambut Dibelah Tudjuh . Hidup Salah Asuhan . Kalibata. Pejaten. tiga terjemahan drama.Tiga Menguak Takdir dan Rivai Apin. Alamat Rumah: Kompleks Warga Indah Jalan Attahiriyah No.. Kemelut Kejarlah Daku Kau Kutangkap . Mimbar Indonesia . Kau Cari Palupi Monumen . dan puisi-puisi lain yang dimuat antara lain di yang dimuat di majalah Siasat . cerpen sebelum penerbitan antolo gi sesudahnya tujuh buah puisi. Jakarta Selatan . Pagar Kawat Berduri . 19 buah puisi dan lima buah Tiga Menguak Takdir tahun 1950. lalu Surat dari Ibu . enam terjemahan puisi. dan Zenith . bersama Chairil Anwar Anak Laut .

4E. dan Rivai Apin yang mengumpulkan karya puisi bersama -sama berjudul Menguak Takdir Tiga yang kemudian diterbitkan dalam bentuk buku di tahun 1950. Pejaten Jakarta. Gelanggang Seniman Merdeka . Jika Indonesia lebih mengenal Chairil Anwar sebagai penyair paling legendaris milik bangsa. Kompleks Warga Indah No. Chairil Anwar. Dia adalah pelaku terpenting sejarah kebudayaan modern Indonesia. Mereka bertiga bukan hanya menjadi pendiri malahan didaulat menjadi tokoh pelopor sas trawan Angkatan 45. Seniman kelahiran Rao. maka adalah Asrul Sani.15 di kediamannya di Jln. kecuali puisi berjudul .Asrul Sani Seniman Pelopor Angkatan '45 Asrul Sani seniman kawakan yang antara lain dikenal lewat Sajak Tiga Menguak Takdir bersama Chairil Anwar dan Rivai Apin meninggal dunia hari Minggu 11 Januari 2004 malam sekitar pukul 22. 10 Juni 1927 ini wafat setelah kesehatannya terus menurun sejak menjalani operasi tulang pi nggul sekitar satu setengah tahun sebelumnya. Attahiriah. Sumbar. Dalam antologi Tiga Menguak Takdir Asrul Surat dari Sani tak kurang menyumbangkan delapan puisi.

1948 hingga terbitnya antologi T iga Menguak Takdir tadi. Siasat . mereka adalah juga nurani bangsa yang menggelorakan semangat kemerdekaan. Puisipuisi karya Asrul Sani antara lain dimuat di majalah Zenith . pada tahun 1945-an itu Asrul Sani yang pernah duduk seba ngku dengan sastrawan Pramoedya Ananta Toer sewaktu sekolah di SLTP Taman Siswa Jakarta. II. Namun ketika para nurani bangsa tu mensintesakan i dan keinginan kuat bebas merdeka menjadi jargon -jargon merdeka atau mati semacamnya. Sesungguhnya bukan hanya bersastra. Asrul Sani tak kurang menghasilkan 19 puisi dan lima buah cerpen. redaktur majalah kebudayaan Gelanggang . dan menjadi wartawan pada majalah . Masih di masa revolusi itu. Mimbar Indonesia . Siasat .Ibu . Sejak puisi Anak Laut yang dimuat di Majalah Siasat No. dan Sastrawan Angkatan 45 bukan hanya dituntut bertanggungjawab untuk mengh asilkan karya-karya sastra pada zamannya. di Bogor dia memimpin Te ntara Pelajar. Kemudian. dan tiga terjemahan drama. anggota redaksi Suara Bogor . 54. menerbitkan suratkabar Gema Suasana . lalu enam buah r cerpen. namun lebih dari itu. enam terjemahan puisi. ruang kebudayaan majalah Zenith . maka. Adalah tidak realistis sebuah bangsa bisa merdeka hanya bermodalkan bambu runcing. dua diantaranya dimuat dalam Tiga Menguak Takdi . siapapun pasti akan tunduk kepada suara nurani. semenjak antologi terbit hingga ke tahun 1959 ia antara lain kembali menghasilkan tujuh buah karya puisi. bersama kawan -kawan telah menyatukan visi perjuangan revolusi kemerdekaan ke dalam bentuk Lasjkar Rakjat Djakarta.

Hal itu semua terjadi. Isinya. Bahkan. Asrul Sani menuju Jakarta belajar di Sekolah Teknik. sebagai politisi ia juga pernah lama mengecap aroma kursi parlemen sejak tahun 1966 hingga 1971 mewakili Partai Nahdhatul Ulama. antara lain berb unyi. selain penyair adalah juga penulis cerita pendek. Seni dan keteknikan ada lah dua dunia yang berbenturan dalam diri Asrul. adalah karena keterpanggilan jiwa sebab meski telah menamatkan pendidikan sarjana kedokteran hewan pada Fakultas Kehewanan IPB Bogor (ketika itu masih fakultas bagiandari Universitas Indonesia) dan menjadi dokter hewan. Sumatera Barat 10 Juni 1927 sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara. dan berlanjut hingga tahun 1982 mewakili P artai Persatuan Pembangunan (PPP). Agaknya kekuatan jiwa seni telah memenangkan pertaruhan isi . kami adalah ahli waris yang sah dari kebudayaan dunia dan kebudayaan ini kami teruskan dengan cara kami sendiri. yang isinya adalah sebentuk sikap kritisnya terhadap kebudayaan Indonesia. Pasaman. Kami lahir dari kalangan orang banyak dan pengertian rakyat kecil bagi kami adalah kumpulan campur baur dari mana -mana dunia-dunia baru yang sehat dan dapat dilahirkan . esei. Setamat Sekolah Rakyat di Rao. penterjemah berbagai naskah drama kenamaan dunia. Asrul Sani sudah mengkonsep sekaligus mengumumkan pemikiran kebudayaannya yang sangat monumental berupa Surat Kepercayaan Gelanggang .Hingga tiba pada bulan Oktober 1950 saat usianya masih 23 tahun. lalu masuk ke Fakultas Kehewanan Universitas Indonesia (di kemudian hari dikenal sebagai Institut Pertanian Bogor). pada sekitar tahun 1955 hingga 1957 Asrul Sani pergi ke Amerika Serikat justru untuk menempuh pendidikan dramaturgi dan sinematografi di University of Southern California. Sempat pindah ke Fakultas Sastra UI namun kemudian balik lagi hingga tamat memperoleh titel dokter hewan. Asrul Sani yang kelahiran Rao. penulis skenario drama dan film. terutama aktivitas keseniannya. serta sekaligus sutradara panggung dan film.

Tak kurang enam piala citra berhasil dia sabet.. Ismed M Noor. sebuah film jika dinominasikan saja sudah pertanda baik maka apabila hingga enam kali memenangkan piala citra maka sineasnya bukan lagi sebatas baik melainkan dia pantas dinobatkan sebagai tokoh perfilman. Kejarlah Daku Kau Kutang ap . p seperti Teguh Karya. yang pada hari Minggu. sebelum ke Negeri Paman Sam Amerika Serikat pun pada tahun 1951 -1952 ia sudah terlebih dahulu ke Negeri Kincir Angin Belanda dan belajar di Sekolah Seni Drama. Selain karena pendekatan akademis dan romatisme kehidupan pertanian di desa. k Naga Bonar . Dan. tokoh lain perfilman. Pagar Salah Asuhan . dan lainlain. bukan hanya karena pengalaman masa kecil di desa kelahiran yang sangat membekas dalam sanubarinya. Karya besar film lainnya adalah Kawat Berduri . Para Perintis Kemerdekaan . Bahkan. Maklum. Alam pikir yang ada adalah. Nano dan Ratna Riantiarno. Monumen . 11 . Wahyu Sihombing. disamping beberapa kali masuk nomibasasi. ia mulai mencapai Apa yang Kau Cari Palupi terpilih kematangan ketika sebuah film karyanya sebagai film terbaik pada Festival Film Asia pada tahun 1970.batin Asrul Sani. Itulah Asrul Sani. Tatiek W. Deddy Mizwar. Slamet Rahardjo Djarot. - Film pertama yang disutradarai Asrul Sani adalah Titian Serambut Dibel Tudjuh ah pada tahun 1959. Kemelut Hidup . Maliyati. totalitas jiwa berkesenian terutama film makin menguat pada dirinya setelah Asrul Sani bertemu Usmar Ismail. dan lain-lain. keduanya sepakat mendirikan Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) yang melahirkan banyak sineas mau un seniman teater kesohor.

Meski sudah mulai mengalami kemunduran . Sebagaimana kematian orang percay . Sultan Marah Sani Syair Alamsyah. Namun dia berpesan ke istrinya untuk hanya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Menteng Pulo. lalu kepalanya terangkat. Dia meninggal setelah digantikan popoknya oleh Mutiara. Sebagai penerima penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari Pemerintah RI pada tahun 2000 lalu. Asrul Sani menjelang menit dan a detik kematiannya. Ayahnya.15 WIB dengan tenang tepat di pelukan Mutiara Sani (56 tahun) istrinya meninggal dunia pada usia 76 tahun karena usia tua.Januari 2004 tepat pukul 22. Jakarta Selatan dengan alasan. dan dibaringkan. Selama hidupnya Asrul Sani hanya mendedikasikan dirinya pada seni dan sastra. Jakarta Selatan. Dia adalah putra bungsu dari tiga bersaudara. masak sampai detik terakhir. dia berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. sambil bercanda tentunya ke Mutiara Sani setahun sebelumnya. Asrul Sani meninggalkan tiga putra dan tiga putri serta enam cucu. diberikan obat. yang juga aktris film layar le bar dan sinetron. hingga pernah d irawat di RS Tebet. kita masih mau diatur negara . Semenjak menjalani operasi tulang pinggul enam bulan lalu. Yang Dipertuan Rao Mapattunggal Mapatcancang adalah raja adat di daerahnya. usai dibaringkan tiba -tiba dia seperti cegukan. kesehatan Asrul Sani mulai menurun. serta istri pertama Siti Nuraini yang diceraikannya dan istri kedua Mutiara Sani Sarumpaet. dan sebelum mengkatupkan mata untuk selamanya terpejam dia masih sempat mencium pipi Mutiara Sani.

Tetapi hanya dengan memaafkan kita akan dapat mengubati hati yang telah terluka. Memaafkan mungkin amat berat untuk diberikan kepada orang yang pernah melukai hati kita. Membalas kejahatan dengan kebaikan adalah cita-cita kemanusiaan yg setingginya. Dalam kesempitan hidup ada kekuasaan ilmu. Nurani bangsa itu telah pergi. Selalu bayangkan diri anda di dalam kasut seseorang. Jembatan menjadi penghubung antara dua buah kampung. perkahwinan menjadi penghubung antara dua insan dan anak menjadi penghubung antara ibu dan ayah . Jakarta. tapi dengan lapang hati mencari jalan bagaimana memulihkan kembali kerugian yg dideritainya. Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa. Kita harus sanggup hidup untuk memberi cita-cita itu bertumbuh. esok sudah tidak boleh mengubah apa berlaku hari ini. Jika anda rasa ianya menyakitkan. tetapi hari ini masih boleh mengubah apa akan terjadi pada hari esok.kesehatan dalam jangka waktu lama. Asrul Sani masih saja menyempatkan menulis sebuah pidato kebudayaan. fikirlah ia mungkin menyakitkan orang lain juga Tiada siapa paling pandai dan paling bodoh di dunia ini kerena setiap yg pandai itu boleh menjadi bodoh dan setiap yang bodoh itu boleh menjadi pandai Kata Kata Mutiara Cinta. sangat mungkin hal itu menyakitkan hari orang lain pula. yang. Saya percaya. Kita tidak dapat meneruskan hidup dengan baik jika tidak dapat melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata oranglain. maaf diberi secara ikhlas umpama pisau bedah yang boleh membuang segala parut luka emosi Kasihkan manusia lepaskan dia kepada pilihan dan keputusannya kerana di situ tanda kita gembira melihat insan kita sayangi beroleh bahagia Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi. Kata Kata Mutiara Cinta. Nafsu mengatakan perempuan itu cantik atas dasar rupanya. *hp kejahatan adalah perangai yg serendah-rendahnya. Membalas kejahatan dengan kejahatan. Tapi bia rlah nurani-nurani aru lain mekar tumbuh berkembang seturut zamannya. bukanlah perikemanusiaan. Akal mengatakan perempuan itu cantik atas dasar ilmu dan kepintarannya. Membalas kebaikan dengan kebaikan adalah hal biasa. konon akan dia sampaikan saat menerima gelar doktor kehormatan honoris causa dari Universitas Indonesia. Dan hati mengatakan perempuan itu cantik atas dasar akhlaknya. Apabila hal itu menyakitkan hatimu. Orang bijaksana tidak sesekali duduk meratapi kegagalannya.

Keyakinan pula menentukan kejayaan. Perjuangan memerlukan ketabahan. Kalau tidak bersendi. . Kejayaan pula akan menentukan kebahagiaan. Pengawal peribadi yang paling waspada DIAM. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkati. belum tentu berharga. Dan ibadah yang paling indah tentunya KHUSYUK. itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi. itu adalah hak istimewa Memang amat tinggi letaknya kebahagiaan. belum tentu bagus. itu adalah sumber ketenangan. Ambillah waktu untuk berfikir. usahakanlah kemuliaannya. itu adalah sumber kekuatan. kerna hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Ambillah waktu untuk bermain. Tertariklah kepada seseorang yg dapat membuatmu tersenyum. dan barangsiapa hari ini lebih jahat dari kelmarin. Bahasa yang paling manis SENYUM. Barangsiapa yang hari ini sama dengan kemarin. Ada orang yang berputus asa berjalan ke arahnya lantaran disangkanya jalan ke sana amat sukar. Pengorbanan memerlukan perjuangan. Ambillah waktu untuk belajar. Namun kita harus menuju ke sana. Padahal mudah. Harta yang paling menguntungkan ialah SABAR. Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai. belum tentu benar. kerana engkau dipandang manusia bukan kerana rupa tetapi kesempurnaan budi dan adab -Nabi SAW Kata Kata Mutiara Cinta. belum tentu baik. Ketabahan memerlukan keyakinan. Ambillah waktu untuk berdoa. Sesuatu yang benar.Pemimpin berjaya ialah orang yang boleh mengawal komunikasi dengan orang yang lebih atas daripadanya dan boleh mengawal komunikasi dengan orang lebih bawah daripadanya. Sesuatu yang bagus. Orang terhormat itu kehormatannya sendiri melarangnya berbuat jahat. Sesuatu yang berharga/berguna. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Sabar adalah jalan keluar bagi orang yang tidak bisa menemukan jalan keluar. kerana ia dimulai daripada dirinya sendiri -Said Mustafa Kata Kata Mutiara Cinta yang diucapkan sembarangan dapat mewujudkan perselisihan. maka terkutuklah dia. Sesuatu kebaikan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jagalah dirimu baik-baik. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya kerna kekayaan dapat musnah. Hidup memerlukan pengorbananan. binasalah hayat. itu adalah sumber kebijaksanaan. pengaruh menjadi penjaganya. Jangan tertarik kepada seseorang kerna parasnya. runtuhlah hidup dan kalau tidak berpenjaga. maka tertipulah dia. Kawan sejati ialah orang yg mencintaimu meskipun telah mengenalmu dengan sebenar-benarnya ia itu baik dan burukmu. Teman yang paling akrab adalah AMAL. Agama menjadi sendi hidup.

Oleh itu jika anda lah memiliki kedua-duanya janganlah anda lupa pada Yang Maha Berkuasa. tapi tanyalah apa yang boleh kamu buat untuk negara -Abraham Lincol Ciri orang yang beradab ialah dia sangat rajin dan suka belajar. Selalu bayangkan diri anda di dalam kasut seseorang. Kepada pasangan ± Cinta dan ketaatan Kepada manusia ± Kebebasan Berfikir itu cahaya. Jika anda rasa ianya menyakitkan. Penglihatan itu sebagai panah iblis yang berbisa. Kebahagiaan adalah haruman yang tidak boleh kamu semburkan kepada orang lain tanpa kamu sendiri mendapat beberapa titisan daripadanya Emerson Kata Kata Mutiara Cinta. pabila kita memakainya semua akan dapat merasa keharumannya. merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi. Oleh itu berikanlah walau setitik kegembiraan yang anda miliki itu kepada teman anda. fikirlah ia mungkin menyakitkan orang lain juga Nilai manusia adalah semahal nilai matlamatnya. maka dia akan membawa berita tentang dirimu kepada orang lain. memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat ± Khalifah Abdul Malik bin Marwan Jangan tanya apa yang dibuat oleh negara untukmu. Orang yang berbohong itu sentiasa ingin melarikan diri sedangkan tiada seorang pun yang mengejarnya namun orang yang benar itu berani seperti singa -Goethe Barangsiapa membawa berita tentang orang lain kepadamu. Jangan memberi makanan kepada orang lain yang anda sendiri tidak suka memakannya. asalkan ia sangat m enyukai pekerjaan yang dilakukan. Kata Kata Mutiara Cinta. kelalaian itu kegelapan. dia tidak malu belajar daripada orang yang berkedudukan lebih rendah darinya ± Confucius Setiap orang dapat mencapai kejayaan dalam hal apa saja.Kekayaan bukanlah satu dosa dan kecantikan bukan satu kesalahan. Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab. maka siapa yang mengelakkannya kerana takut padaKu. kejahilan itu kesesatan dan manusia yang paling hina ialah orang yang menganiaya orang bawahannya. Kegembiraan ibarat semburan pewangi. maka Aku akan menggantikannya dengan iman yang dirasakan manisnya dalam hati« Orang yang berkhianat selalu terhina. ± Marcus Aurelius Kepada kawan ± Kesetiaan Kepada musuh ± Kemaafan Kepada ketua ± Khidmat Kepada yang muda ± Contoh terbaik Kepada yang tua ± Hargai budi mereka dan kesetiaan. .

seperti durian berduri kerana sedap isinya. kulit manggis pahit sebab manis di dalamnya dan bunga ros berduri kerana harum baunya Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik. kita akan dibenci. Tetapi sekiranya kita fikirkan kasih maka kita akan dikasihi.wordpress. fikirkan kebencian. Setiap bunga mawar pasti ada durinya. Dari kesusahan itu akan diperolehi kesenangan dan kebahagiaan. . mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya. Ini adalah undangundang alam. Kata Kata Mutiara Cinta.Agama tidak pernah mengecewakan manusia. Maka berlumba-lumbalah beramal supaya hidup bahagia di dunia dan akhirat (freesmsc. Kita menjadi seperti apa yang kita fikirkan Sesiapa yang tidak pernah merasai kepahitan tidak akan mengenal kemanisan. Tetapi manusia yang selalu mengecewakan agama. Fikirkan permusuhan kita akan dimusuhi.com). Kita adalah pelakonnya. Dunia ini ibarat pentas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful