P. 1
27698484-makalah-pragmatik

27698484-makalah-pragmatik

|Views: 2,475|Likes:
Published by asgun69

More info:

Published by: asgun69 on Oct 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/01/2013

pdf

text

original

PRAGMATIK

pragmatics (n) - pragmatik - pragmatika pragmatis (adj) : melihat sesuatu dari kegunaan pragmatisme: aliran yang melihat sesuatu dari kegunaan Dalam komunikasi, satu maksud atau satu fungsi dapat diungkapkan dengan berbagai bentuk/struktur. Untuk maksud ³menyuruh´ orang lain, penutur dapat mengungkapkannya dengan kalimat imperatif, kalimat deklaratif, atau bahkan dengan kalimat inter ogatif. Dengan demikian, pragmatik lebih cenderung ke fungsionalisme daripada ke formalisme. Pragmatik berbeda dengan semantik dalam hal pragmatik mengkaji maksud ujaran dengan satuan analisisnya berupa tindak tutur (speech act), sedangkan semantik menelaah makna satuan lingual (kata atau kalimat) dengan satuan analisisnya berupa arti atau makna. Kajian pragmatik lebih menitikberatkan pada ilokusi dan perlokusi daripada lokusi sebab di dalam ilokusi terdapat daya ujaran (maksud dan fungsi tuturan), perlokusi berarti terjadi tindakan sebagai akibat dari daya ujaran tersebut. Sementara itu, di dalam lokusi belum terlihat adanya fungsi ujaran, yang ada barulah makna kata/kalimat yang diujarkan . Berbagai tindak tutur (TT) yang terjadi di masyarakat, baik TT representatif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif, TT langsung dan tidak langsung, maupun TT harafiah dan tidak harafiah, atau kombinasi dari dua/lebih TT tersebut, merupakan bahan sekaligus fenomena yang sangat menarik untuk dikaji secara pragmatis. Misalnya, bagaimanakah TT yang dilakukan oleh orang Jawa apabila ingin menyatakan suatu maksud tertentu, seperti ngongkon µmenyuruh¶, nyilih µmeminjam¶, njaluk µmeminta¶, ngelem µmemuji¶, janji µberjanji¶, menging µmelarang¶, dan ngapura µmemaafkan¶. Pengkajian TT tersebut tentu menjadi semakin menarik apabila peneliti mau mempertimbangkan prinsip kerja sama Grice dengan empat maksim: kuantitas, kualitas, hubungan, dan cara; serta skala pragmatik dan derajat kesopansantunan yang dikembangkan oleh Leech (1983).

Pragmatik dan Fungsi Bahasa Bidang ³pragmatik´ dalam linguistik dewasa ini mulai mendapat perhatian para peneliti dan pakar bahasa di Indonesia. Bidang ini cenderung mengkaji fungsi ujaran atau fungsi bahasa daripada bentuk atau strukturnya. Dengan kata lain, pragmatik lebih cenderung ke fungsionalisme daripada ke formalisme. Hal itu sesuai dengan pengertian pragmatik yang dikemukakan oleh Levinson (1987: 5 dan 7), pragmatik adalah kajian mengenai penggunaan

bahasa atau kajian bahasa dan perspektif fungsional. Artinya, kajian ini mencoba menjelaskan aspek-aspek struktur bahasa dengan mengacu ke pengaruh-pengaruh dan sebabsebab nonbahasa. Fungsi bahasa yang paling utama adalah sebagai sarana komunikasi. Di dalam komunikasi, satu maksud atau satu fungsi dapat dituturkan dengan berbagai bentuk tuturan. Misalnya, seorang guru yang bermaksud menyuruh muridnya untuk mengambilkan kapur di kantor, dia dapat memilih satu di antara tuturan-tuturan berikut: (1) Jupukna kapur!( kalimat imperatif) (2) Kene ora ana kapur.( kalimat deklaratif) (3) Ibu ngersakake kapur.( kalimat deklaratif) (4) O, jebul ora ana kapur.( kalimat deklaratif) (5) Ing kene ora ana kapur, ya?( kalimat interogatif) (6) Ngapa ora padha gelem njupuk kapur?( kalimat interogatif) Dengan demikian untuk maksud ³menyuruh´ agar seseorang melakukan suatu tindakan dapat diungkapkan dengan menggunakan kalimat imperatif seperti tuturan (1), kalimat deklaratif seperti tuturan (2-4), atau kalimat interogatif seperti tuturan (5-6). Jadi, secara pragmatis, kalimat berita (deklaratif) dan kalimat tanya (interogatif) di samping berfungsi untuk memberitakan atau menanyakan sesuatu juga berfungsi untuk menyuruh (imperatif atau direktif).

PRAGMATIK VS SEMANTIK Sebelum dikemukakan batasan pragmatik kiranya perlu dijelaskan lebih dahulu perbedaan antara pragmatik dengan semantik. (a) Semantik mempelajari makna, yaitu makna kata dan makna kalimat, sedangkan pragmatik mempelajari maksud ujaran, yaitu untuk apa ujaran itu dilakukan. (b) Kalau semantik bertanya ³Apa makna X?´ maka pragmatik bertanya ³Apa yang Anda maksudkan dengan X?´ (c) Makna di dalam semantik ditentukan oleh koteks, sedangkan makna di dalam pragmatik ditentukan oleh konteks, yakni siapa yang berbicara, kepada siapa, di mana, bilamana, bagaimana, dan apa fungsi ujaran itu. Berkaitan dengan perbedaan (c) ini, Kaswanti Purwo (1990: 16) merumuskan secara singkat ³semantik bersifat bebas konteks (context independent), sedangkan pragmatik bersifat terikat konteks (context dependent)´ (bandingkan Wijana, 1996: 3).

Definisi pragmatik:
1. cabang ilmu bahasa yang menelaah penggunaan bahasa. Satuan -satuan lingual dalam penggunaannya. 2. studi kebahasaan yang terikat konteks. 3. studies meaning in relation to speech situation (Leech, 1983). 4. cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal, yakni bagaimana satuan kebahasaan digunakan dalam komunikasi (Wijana, 1996: 2). Cukup banyak kiranya batasan atau definisi mengenai pragmatik. Levinson (1987: 1 53), misalnya, membutuhkan 53 halaman hanya untuk menerangkan apakah pragmatik itu dan apa saja yang menjadi cakupannya. Di sini dikutipkan beberapa di antaranya yang dianggap cukup penting. (1) Pragmatik adalah kajian mengenai hubungan antara tanda (lambang) dengan penafsirnya, sedangkan semantik adalah kajian mengenai hubungan antara tanda (lambang) dengan objek yang diacu oleh tanda tersebut. (2) Pragmatik adalah kajian mengenai penggunaan bahasa, sedangkan semantik adalah kajian mengenai makna. (3) Pragmatik adalah kajian bahasa dan perspektif fungsional, artinya kajian ini mencoba menjelaskan aspek-aspek struktur linguistik dengan mengacu ke pengaruh-pengaruh dan sebabsebab nonlinguistik. (4) Pragmatik adalah kajian mengenai hubungan antara bahasa dengan konteks yang menjadi dasar dari penjelasan tentang pemahaman bahasa. (5) Pragmatik adalah kajian mengenai deiksis, implikatur, praanggapan, tindak tutur, dan aspek-aspek struktur wacana. (6) Pragmatik adalah kajian mengenai bagaimana bahasa dipakai untuk berkomunikasi, terutama hubungan antara kalimat dengan konteks dan situasi pemakaiannya. Dari beberapa definisi tersebut dapat dipahami bahwa cakupan kajian pragmatik sangat luas sehingga sering dianggap tumpang tindih dengan kajian wacana atau kajian sosiolinguistik. Yang jelas disepakati ialah bahwa satuan kajian pragmatik bukanlah kata atau kalimat, melainkan tindak tutur atau tindak ujaran (speech act). Stephen C. Levinson telah mengumpulkan sejumlah batasan pragmatik yang berasal dari berbagai sumber dan pakar, yang dapat dirangkum seperti berikut ini.

4. atau semiotik (semiotics). tindak ujar. Dalam semiotik. Ketiga cabang tersebut kemudian lebih dikenal dengan teori trikotomi. Morris membedakan tiga cabang yang berbeda dalam penyelidikan. yaitu: sintaktik (syntactics) atau sintaksis (syntax) yaitu telaah tentang relasi formal dari tanda yang satu dengan tanda yang lain (mempelajari hubungan satuan lingual dengan satuan lingual lain: tanda dengan tanda). 2. 5. Secara kasar dapat dirumuskan: pragmatik = makna .1. d pragmatik an yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan penafsir (interpreters).kondisi-kondisi kebenaran. Pragmatik adalah telaah mengenai hubungan tanda-tanda dengan penafsir (Morris. implikatur. Parker (1986: 11). anggapan penutur (presupposition). Teori pragmatik menjelaskan alasan atau pemikiran para pembicara dan penyimak dalam menyusun korelasi dalam suatu konteks sebuah tanda kalimat dengan suatu proposisi (rencana. Pragmatik adalah telaah mengenai deiksis. Pragmatik adalah telaah mengenai relasi antara bahasa dan konteks yang merupakan dasar bagi suatu catatan atau laporan pemahaman bahasa. 3. dengan kata lain: telaah mengenai kemampuan pemakai bahasa menghubungkan serta menyerasikan kalimatkalimat dan konteks-konteks secara tepat. Pragmatik adalah telaah mengenai segala aspek makna yang tidak tercakup dalam teori semantik. Pemakaian istilah pragmatik (pragmatics) dipopulerkan oleh seorang filosof bernama Charles Morris (1938). Pragmatik adalah telaah mengenai hubungan antara bahasa dan konteks yang tergramatisasikan atau disandikan dalam struktur sesuatu bahasa. semantik (semantics) yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan objek di mana tanda-tanda itu diterapkan (ditandainya) (atau hubungan antara penanda dan petanda (signifiant dan signifie/yang ditandai)). pragmatics is distinct from grammar. Pragmatics is the study of how language is used to communicate. . atau masalah). dan aspek struktur wacana. Dalam hal ini teori pragmatik merupakan bagian dari performansi. atau dengan perkataaan lain: memperbincangkan segala aspek makna ucapan yang tidak dapat dijelaskan secara tuntas oleh referensi langsung kepada kondisi-kondisi kebenaran kalimat yang ciucapkan. Pragmatik sebenarnya merupakan bagian dari ilmu tanda atau semiotics atau semiotika. yang mempunyai perhatian besar pada ilmu pengetahuan tentang tanda-tanda. which is the study of the internal structure of language. 1938:6).

Pragmatik: cabang ilmu bahasa yang mempelajari makna satuan kebahasaan eksternal atau fungsional yang bersifat eksternal / bagaimana triadik: bentuk. wacana. dan satuan kebahasaan itu dikomunikasikan maksud. makna. klausa. Baik! makna: baik. . situasinya bagaimana? L. misalnya menyindir atau memarahi. Pragmatik: makna penutur (maksud). bersifat internal. Contoh: Sugeng enjing! makna: menyapa maksud: tergantung siapa yang berbicara atau maksud lain. Cabang-cabang bahasa: Fonologi: bunyi sebagai sistem Morfologi: satuan gramatikal terkecil. ada hal-hal yang tidak langsung ¶indirectness atau secara tidak literal¶. dilihat dari berbagai faktor . sudah pulang! Isteri: ¶betul-betul terkejut¶ atau ¶orang itu lama sekali perginya¶ Suami menafsirkan: siapa yang berbicara.Contoh: Kok. diadik: bentuk dan makna Semantik: makna (biasanya leksikal). makna dalam penutur. kepada siapa. kalimat. internal atau formal Sintaksis: frase. Makna sebuah tuturan itu penggunaannya. apik maksud: bisa tidak baik. Witgenstein (filsuf): makna adalah penggunaannya. Semantik: makna linguistik (makna).

Contoh semantika: kursi signifiant (penanda) ¶tempat duduk¶ signifie (petanda) Terdapat suatu prinsip: Noam Chomsky: Terdapat hubungan satu lawan satu antara penanda dan petanda (signifiant dan signifie). Akhirnya pengarang menyimpulkan bahwa perbedaan pemakaian istilah pragmatik ditimbulkan dari bagian asal-usul semantik karya Morris. Ketiga cabang tersebut kemudian lebih dikenal dengan teori trikotomi. sebenarnya semantik sudah ada pragmatik. semantik (semantics) yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan objek di mana tanda-tanda itu diterapkan (ditandainya). Buku ini secara eksklusif menyangkut istilah pada gagasan yang terakhir dan menerapkannya pada pembicaraan ini. yaitu suatu telaah dari sebagian besar jajaran fenomena psikologis dan sosiologis yang mencakup sistem tanda pada umumnya atau dalam bahasa tertentu (the Continental sense of the term). atau studi istilah indeksikal atau deiktis (deictis) (gagasan Montague). atau akhirnya pemakaian dalam linguistik Anglo-American dan filsafat. Morris memberikan contoh interjeksi seperti Oh!. Morris membedakan tiga cabang yang berbeda dalam penyelidikan. Come here!. atau semiotik (semiotics). Asal-usul dan perilaku historis istilah pragmatik Pemakaian istilah pragmatik (pragmatics) dipopulerkan oleh seorang filosof bernama Charles Morris (1938). yang mempunyai perhatian besar pada ilmu pengetahuan tentang tanda-tanda. . dan pragmatik yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan penafsir (interpreters). Good morning! dipengaruhi oleh hukum pragmatik. atau telaah konsep abstrak tertentu yang membuat acuan pada pelaku (agents) (satu gagasan dari Carnap). Dalam semiotik.Makna itu berubah-ubah tergantung pada konteksnya. yaitu: sintaktik (syntactics) atau sintaksis (syntax) yaitu telaah tentang relasi formal dari tanda yang satu dengan tanda yang lain. Pragmatik: bagaimana orang menafsirkan. yaitu bahwa variasi retoris dan alat puitis hanya muncul di bawah kondisi tertentu dalam batas-batas pemakaian bahasa. Mempelajari bagaimana satuan lingual itu ditafsirkan. Jadi.

Data pragmatik: utterance (kalimat + konteks).Maksud .W. Contoh: ¶menolak¶ bisa dinyatakan dengan . Sosiolinguistik: berkaitan dengan variasi bahasa. Contoh: Lunga! (tidak sopan) dan Lungaa! (lebih sopan) Semakin langsung semakin tidak sopan. : ada pada satuan lingual (internal) : ada pada penutur (eksternal) : isi tuturan (internal) J.M.Ora duwe dhuwit. yang tidak jelas siapa penuturnya tidak jelas. aku nyilih sepedha motore (lebih sopan)).Makna . Bahasa tulis juga bisa asalkan mampu merekonstruksi tuturan yang sebenarnya.Informasi Dia membeli buku Buku dibelinya makna: µaktif¶ dan µpasif¶ Makna yang abstrak. jelas. Makna kongkrit: makna tuturan. · o · Tuturan semakin panjang tuturan semakin sopan. karena: jelas kapan bahasa itu digunakan siapa yang berbicara kepada siapa. Verhaar (Pengantar Lingguistik Umum): . Berkenaan dengan data: Data kalimat : sentence.Omahku sepi kok. Obyek data primer adalah bahasa lisan. semakin tidak langsung semakin sopan. . Obyek data pragmatik itu konkrit. (Contoh: Nyilih sepedha motore (tidak sopan) dan Menawa pareng. .Pragmatik: Satu tanda bisa menyatakan bermacam-macam maksud atau bermacam-macam tanda satu maksud. semakin pendek tidak sopan.

2. teks tidak jelas konteksnya. 2. Wacana: mengandung amanat yang lengkap. . ayah dengan anak.plus konteks. Mode (bentuk bahasa): strategi memilih yang mana) wacana pragmatik Pragmatik: retorika. ²-> terkait dengan wacana. 3. Kopi bisa menolak atau menerima. bagaimana strateginya. Dia pergi ke Surabaya.kalimat tanya.minus konteks. Widowson: 1.di atas kalimat plus konteks. Tenor (pelibat): misalnya. 4. Wacana (discourse) . Arep? marahi saya melek terus. 2.1. . Kalimat (sentence) Teks (texs) . Lunga! Wacana. Contoh: Sugeng rawuh.di atas kalimat minus konteks. + Piye bijimu . 3. Field (medan): siapa berbicara kepada siapa. wacana tidak selalu di atas kalimat. Jadi. Tuturan (utterance) . Ayahnya sakit.Entuk 4 + Apik! Menurut Halliday (pakar Functional Grammar): 1. Neng ngendi sabune? TUTURAN PERFORMATIF DAN TUTURAN KONSTATIF .

oleh Kridalaksana disebut dengan istilah ujaran): (1) regangan wicara bermakna di antara dua kesenyapan aktual atau potensial. Filosof J. 1989: 212).L. Dengan demikian bahasa bukan semata-mata alat untuk menyatakan sesuatu tetapi juga melakukan sesuatu. Longman: Longman Group UK Limited. New York: Oxford University Press. tetapi sebenarnya ada tindakan tertentu yang baru dapat terlaksana kalau orang itu mengemukakan tuturan/bahasa. Jack dkk. Jakarta: PT Gramedia. Definisi: Tuturan performatif (performative utterance): tuturan yang memperlihatkan bahwa suatu perbuatan telah diselesaikan pembicara dan bahwa dengan mengungkapkannya berarti perbuatan itu diselesaikan pada saat itu juga. such as Watch out (=a warning). Searle. Cambridge: Cambridge University Press. misalnya: I promise that I shall be there (Saya berjanji bahwa saya akan hadir di sana) . Urmson). I promise not to be late (= a promise). 1969.Pustaka: Austin. (2) kalimat atau bagian kalimat yang dilisankan (Kridalaksana. 1962. Jakarta: Universitas Indonesia.O. (ed. Austin membedakan antara tuturan performatif (performativei) dan konstatif (constative). 1993. Geoffrey. Harimurti Kridalaksana.. misalnya: dalam ujaran Saya mengucapkan terima kasih. How to Do Things with Words.L. Prinsip-prinsip Pragmatik. ((Richards dkk. pembicara mengujarkannya dan sekaligus menyelesaikan perbuatan ³mengucapkan´ (Kridalaksana. Speech Acts. Performative (in speech act theory): an utterance which performs an act. Kamus Linguistik. (Terjemahan M. J. Richards. Secara ringkas dikatakan pula bahwa tuturan performatif adalah tuturan untuk melakukan sesuatu (perform the action). tetapi sebagai tepat atau tidak tepat. Oka).D. Longman Dictionary of Applied Linguistics.D. 1984: 2001). 1984. J. John. Leech. 1989. Tuturan performatif tidak dievaluasi sebagai benar atau salah. 1984: 2001). Tuturan (utterance. Intinya: bahasa pada umumnya sebagai alat komunikasi.

(Tindakan memberi nama: the act of naming). Contoh lain: 1. tempatnya di KUA. Saya berterima kasih atas kebaikan Saudara. (Tindakan berterima kasih: the act of Saya mohon maaf atas keterlambatan saya. (Tindakan menyerahkan: the act of Saya akan pergi sekarang. subjek orang pertama dan kala-nya present tense. Misalnya: Saya berjanji akan setia padamu. yaitu dengan adanya syarat-syarat lainnya yang disebut syarat tuturan performatif (felicity condition). Akhirnya direvisi (dilengkapi) oleh murid-muridnya. Tindakan harus dilakukan secara sungguh-sungguholeh penutur. Misalnya: Saya nyatakan Anda berdua suami-isteri. Syarat itu juga belum cukup. (Tindakan bertaruh: the act of betting). sebagai berikut. 2. bukan orang kedua atau ketiga. marrying). (Tindakan pergi: the act of going). Tindakan sedang/akan dilakukan Kalau dalam bahasa Inggris. Orang yang menyatakan tuturan dan tempatnya harus sesuai atau cocok. Misalnya: Saya mohon maaf atas kesalahan saya. pendeta. Austin dalam menentukan ciri-ciri tuturan performatif ini hanya melihat aspek gramatikalnya saja. objeknya 2 orang (berdua). 7. Masjid. rama. (Tindakan menyatakan/menikahkan: the act of Saya serahkan semua harta saya kepada anak saya.dan performatif primer atau tuturan primer I shall be there (Saya akan hadir di sana) (Geoffrey Leech (terjemahan). (Tindakan mohon maaf: the act of Saya namakan anak saya Parikesit. Syarat-syarat itu antara lain: 1. tidak dengan tindakan menginjak kaki mitra tutur-nya. kemudian diperbaharui lagi oleh John Searle. 2. Harus diucapkan sungguh-sungguh. thanking) apologizing). 4. Pura. 5. 6. . Penuturnya adalah penghulu (naib). Penutur harus memiliki niat yang sungguh-sungguh dalam mengemukakan tuturannya. 3. Gereja. Saya bertaruh Mike Tyson pasti menang. 1. Saya nyatakan Anda berua suami-isteri. Ciri-ciri tindakan performatif § § Subyek harus orang pertama. (the act of promising). bequeting). 1993: 280).

Penutur harus yakin bahwa ia mampu melakukan tindakan itu. 4. keadaan. 5.2. Chicago is in the United States (Richards dkk. Misalnya: Misalnya: Saya berjanji akan setia. Tuturan harus mempredikasi tindakan yan g akan dilakukan. proses. Aku njaluk pangapura marang sliramu. speech event): pengujaran kalimat untuk menyatakan agar suatu maksud dari pembicara diketahui pendengar (Kridalaksana. Pengertian Tindak tutur (istilah Kridalaksana µpertuturan¶ / speech act. TINDAK TUTUR (Speech Act) A. tumindakku kang ora ndadekake renaning penggalihmu. Di dalam mengatakan suatu kalimat. bukan yang telah dilakukan.. A constative is an utterance which assert something that is either true or false. atau Austin mengatakan bahwa tuturan konstatif dapat dievaluasi dari segi benar-salah (Geoffrey Leech (terjemahan). atau mampu melakukan apa yang dinyatakan dalam tuturannya. seseorang tidak semata -mata mengatakan sesuatu dengan . orang lain. kalau tidak berarti bukan tuturan performatif). Kalau tuturan tidak memenuhi kelima syarat tersebut. for example. (Orang perta dan kedua melakukan tindakan secara sungguh-sungguh). 3. Misalnya: Saya berjanji bahwa saya akan selalu datang tepat waktu. 2. dan sifatnya betul atau tidak betul (Kridalaksana. Ali pergi ke Jakarta Saya tidur di hotel. 1984: 154) Speech act: an utterance as a functional unit in communication (Richards et al. Misalnya: 1. Tuturan harus mempredikasi tindakan yang akan dilakukan oleh penutur. 1989: 265). Misalnya: Sesuk kowe tak-tukokke sepur (yakin tidak. 1993: 316).. 1989: 212-213). Tuturan konstatif atau deskriptif (constative utterance): tuturan yang dipergunakan untuk menggambarkan atau memerikan peristiwa. 1984: 2001). maka tuturan itu dikatakan tidak valid (infelicition). bukan oleh Tindakan harus dilakukan secara sungguh-sungguh oleh kedua belah pihak. dsb.

ilokusi. Ia membedakan tiga jenis tindakan yang berkaitan dengan ujaran. ia juga menindakkan sesuatu. mengatakan Sampun jam sanga ia tidak semata-mata memberi tahu keadaan jam pada waktu itu. tawaran (offers). tanpa bermaksud untuk minta minum. Ilokusi. dan perlokusi. . Di sini maksud atau fungsi ujaran itu belum menjadi perhatian. apabila seorang penutur (selanjutnya disingkat P) Jawa mengujarkan ³Aku ngelak´ dalam tindak lokusi kita akan mengartikan ³aku´ sebagai µpronomina persona tunggal¶ (yaitu si P) dan ³ngelak´ mengacu ke µtenggorokan kering dan perlu dibasahi¶. permintaan (requests). pemberian izin (permissons). Seorang ibu rumah pondokan putri. Di sini kita mulai berbicara tentang maksud dan fungsi atau daya ujaran yang bersangkutan.1 Lokusi. ³ Aku ngelak´ yang diujarkan oleh P dengan maksud µminta minum¶ adalah sebuah tindak ilokusi. yaitu tindak mengucapkan sesuatu dengan kata dan kalimat sesuai dengan makna kata itu (di dalam kamus) dan makna kalimat itu sesuai dengan kaidah sintaksisnya. yaitu lokusi. penerimaan akan tawaran (acceptation of offers) B. Dengan pengucapan kalimat Arep ngombe apa? si pembicara tidak semata-mata menanyakan atau meminta jawaban tertentu. yakni menawarkan minuman. antara lain. ia juga menindakkan sesuatu. Lokusi adalah semata-mata tindak berbicara. Uraian berikut memaparkan klasifikasi dari berbagai jenis TT. ajakan (invitation). TINDAK TUTUR DAN JENIS-JENISNYA Tindak tutur (selanjutnya TT) atau tindak ujaran (speech act) mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam pragmatik karena TT adalah satuan analisisnya. Hal-hal apa sajakah yang dapat ditindakkan di dalam berbicara? Ada cukup banyak. Ilokusi adalah tindak melakukan sesuatu. Di dalam pengucapan kalimat ia juga ³menindakkan´ sesuatu. dan Perlokusi Austin (1962) dalam How to do Things with Words mengemukakan bahwa mengujarkan sebuah kalimat tertentu dapat dipandang sebagai melakukan tindakan (act). untuk apa ujaran itu dilakukan. 3. Jadi. yaitu memerintahkan si mitratutur supaya pergi meninggalkan rumah pondokannya.pengucapan kalimat itu. Jadi. di samping memang mengucapkan kalimat tersebut.

menunjukkan. mengizinkan. memohon. menuntut. Untuk maksud atau fungsi ³menyuruh´. misalnya menyatakan. jika MT melakukan tindakan mengambilkan air minum untuk P sebagai akibat dari TT itu maka di sini dapat dikatakan terjadi tindak perlokusi. misalnya. mengucapkan terima kasih.Perlokusi mengacu ke efek yang ditimbulkan oleh ujaran yang dihasilkan oleh P. misalnya memuji. melarang. (2) TT direktif yaitu TT yang dilakukan P-nya dengan maksud agar si pendengar atau MT melakukan tindakan yang disebutkan di dalam ujaran itu. dan Deklaratif Searle (1975) mengembangkan teori TT dan membaginya menjadi lima jenis TT (dalam Ibrahim. mengritik. dan mengeluh. perlokusi adalah efek dari TT itu bagi mitra-tutur (selanjutnya MT). (1) Kalimat bermodus imperatif (2) Performatif eksplisit (3) Performatif berpagar iki. misalnya berjanji dan bersumpah. dan menyebutkan. menurut Blum-Kulka (1987) (lihat Gunarwan. dan menantang.2 TT Representatif. (5) TT deklaratif merupakan TT yang dilakukan P dengan maksud untuk menciptakan hal (status. misalnya memutuskan. menyarankan. Komisif. dan sebagainya) yang baru. Jadi. Direktif. keadaan. Kelima TT itu sebagai berikut: (1) TT representatif yaitu TT yang mengikat P-nya kepada kebenaran atas apa yang dikatakannya. 1993: 11-54). Ekspresif. : Pindhahen meja iki! : Dakjaluk sliramu mindhahke meja iki! : Aku jan-jane arep njaluk tulung sliramu mindhahke meja dapat . melaporkan. dan memberi maaf. Pada bagian terdahulu telah disinggung bahwa di dalam komunikasi satu fungsi dapat dinyatakan atau diutarakan melalui berbagai bentuk ujaran. 1993: diungkapkan dengan menggunakan berbagai ujaran sebagai berikut. (3) TT ekspresif ialah TT yang dilakukan dengan maksud agar ujarannya diartikan sebagai evaluasi mengenai hal yang disebutkan di dalam ujaran itu. Secara singkat. membatalkan. misalnya menyuruh. 3. (4) TT komisif adalah TT yang mengikat P-nya untuk melaksanakan apa yang disebutkan di dalam ujarannya. (4) Pernyataan keharusan (5) Pernyataan keinginan : Sliramu kudu mindhahke meja iki! : Aku kepengin meja iki dipindhah.

kita masing-masing´. secara ringkas. Derajat kelangsungan TT dapat diukur berdasarkan ³jarak tempuh´ antara titik ilokusi ( di benak P) ke titik tujuan ilokusi (di benak MT). kamar iki katon rupek. lebih baik jika kita semua sepakat menutup mulut MT-nya yang selalu ³cerewet´. yaitu: (1) TT-LH (2) TT-LTH (3) TT-TLH (4) TT-TLTH rahasia. maka MT harus mencari-cari konteks yang relevan untuk dapat menangkap maksud P. Dengan demikian. P dapat juga menggunakan tindak tutur harafiah (TT-H) atau tindak tutur tidak harafiah (TT-TH) di dalam mengutarakan maksudnya. kelangsungan dan keharafiahan ujaran. misalnya diucapkan oleh dokter gigi : ³Untuk menjaga rahasia. Karena kata ³meja´ sama sekali tidak disebutkan oleh P dalam ujaran (9). : ³Tutup mulut´. Jika kedua hal itu.(6) Rumusan saran (7) Persiapan pertanyaan (8) Isyarat kuat (9) Isyarat halus : Piye yen meja iki dipindhah? : Kowe bisa mindhah meja iki? : Yen meja iki ana ing kene. misalnya diucapkan oleh seseorang yang jengkel kepada : ³Bagaimana kalau mulutnya dibuka?´. yang paling samar-samar maksudnya ialah bentuk ujaran (9). digabungkan maka akan didapatkan empat macam ujaran. Derajat kelangsungan dapat pula diukur berdasarkan kejelasan pragmatisnya: makin jelas maksud ujaran makin langsunglah ujaran itu. (1) Tindak tutur langsung (TT-L) (2) Tindak tutur tidak langsung (TT-TL) (3) Tindak tutur harafiah (TT-H) : ³Buka mulut´. berdasarkan uraian dan contoh -contoh di atas dapat dicatat ada delapan TT sebagai berikut (bandingkan Wijana. berupa isyarat halus. misalnya diucapkan oleh dokter gigi kepada pasiennya. Selain TT-L dan TT-TL. : Kamar iki kok katone sesak ngono ya? 3. dan sebaliknya. Hal ini berkaitan dengan tindak tutur langsung (TT-L) dan tindak tutur tidak langsung (TT-TL). 1996: 36). Dari kesembilan bentuk ujaran tersebut.3 TT Langsung vs TT Tidak Langsung Dari sembilan bentuk ujaran tersebut diperoleh sembilan TT yang berbeda-beda derajat kelangsungannya dalam menyampaikan maksud µmenyuruh memindahkan meja¶ itu. misalnya diucapkan oleh P yang mengajak MT-nya untuk tidak membuka . kepada pasien yang masih kecil agar anak itu tidak takut.

Dalam mengatakan X. dan tindak perlokusi (melakukan tindakan dengan mengatakan sesuatu). Misalnya. dan membuat tertawa) Perbedaan kekuatan antara perlokusi dan ilokusi tidak selalu jelas. Hal ini sejalan dengan pendapat Austin (1962) yang melihat adanya tiga jenis tindak ujar. dan mencakup tindak-tindak seperti bertaruh.) Dengan mengatakan X. tindak ilokusi (melakukan tidakan dalam mengatakan sesuatu). yaitu tindak lokusi (melakukan tindakan mengatakan sesuatu). Dengan demikian mengatakan Saya menolak bahwa X sama halnya menolak bahwa X.(4) Tindak tutur tidak harafiah (TT-TH) (5) Tindak tutur langsung harafiah (TT-LH) (6) Tindak tutur tidak langsung harafiah (TT-TLH) (7) Tindak tutur langsung tidak harafiah (TT-LTH)\ (8) Tindak tutur tidak langsung tidak harafiah (TT-TLTH) Apabila seseorang menggunakan bahasa. Persuasi 3. yaitu lokusi. n meyakinkan (convinces) t bahwa P. menolak. Ilokusi berjanji. n menegaskan (asserts) bahwa P. dan perlokusi. melukai. Lokusi bahasa yang tindak mengatakan pokok sesuatu: menghasilkan linguistik serangkaian bunyi yang berarti sesuatu. 2. (Menghasilkan efek tertentu pada pendengar. (Dilakukan dengan mengatakan sesuatu. Kesulitan dalam . Sebagian verba yang digunakan untuk melabel tindak ilokusi bisa digunakan secara performatif. maka ada 3 jenis tindakan atau tindak tutur (selanjutnya disingkat TT). menakut-nakuti. Contoh-contoh yang sesuai adalah meyakinkan. Perlokusi merupakan tindak perlokusi: orang tidak dapat mempersuai seseorang tentang sesuatu hanya dengan mengatakan Saya mempersuasi anda. suruhan (request) memiliki kekuatan esensial untuk membuat pendengar melakukan sesuatu. dan memesan. (merupakan 1. Misalnya: n mengatakan kepada t bahwa X. Ini merupakan aspek merupakan penekanan tradisional). ilokusi.

definisi ini muncul dari urutan tindakan yang banyak diabaikan oleh teori tindak tutur. Kesulitan itu juga muncul dari dasar definisi maksud penutur, yang merupakan keadaan psikologis yang tidak bisa diobservasi (lihat Abd. Syukur Ibrahim, 1993: 115). 1. TT lokusi: Austin, perbuatan bertutur, hal mengungkapkan sesuatu atau menyatakan sesuatu (locutionary speech act). Misalnya: Dia sakit. Kaki manusia dua. Pohon punya daun. Wacana-wacana ilmiah yang tidak menekankan emosi termasuk TT lokusi. TT ini sangat sedikit peranannya dalam pragmatik. 2. TT ilokusi: Austin, Searle, perbuatan yang dilakukan dalam mengujarkan sesuatu atau melakukan sesuatu, mis. memperingatkan, bertanya (illocutionary speech act). Misalnya: Saya berjanji. Ibunya di rumah! (bisa bermaksud melarang datang menemui anaknya) Bapaknya galak! (bisa melarang jangan ke sana) Saya tidak dapat datang. (minta maaf) Kula nyuwun sekilo. (membeli) Temboknya dicat! (jangan dekat tembok itu) Adoh lho le! (jangan ke sana) 3. TT perlokusi: Austin, Searle, perbuatan yang dilakukan dengan mengujarkan sesuatu, membuat orang lain percaya akan sesuatu dengan mendesak orang lain untuk berbuat sesuatu, dll. atau mempengaruhi orang lain (perlocutionary speech act) Misalnya: Tempat itu jauh.

Tempat itu jauh Lokusi Tempat itu jauh. mengandung pesan. Lokusi Tempat itu jauh. metapesan µJangan pergi ke sana!¶ Perlokusi Tempat itu jauh. metapesan pikiran (Dalam ada mitratutur

keputusan) ³Saya tidak akan pergi ke sana.´

C. Tindak tutur langsung-tidak langsung dan literal-tidak literal Berdasarkan isi kalimat atau tuturannya, kalimat dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu kalimat berita (deklaratif), kalimat tanya (interogatif), dan kalimat perintah (imperatif). Berita Adiknya sakit. Informasi Tanya Di mana handuk saya? ya, tidak (apa, intonasi) mana, kapan, ke mana, untuk apa, dsb.) TT langsung (direct TT speech) langsung (direct TT langsung (direct speech) speech) Perintah Pergi! larangan, ajakan, dan

informasi (apa, siapa, di perintah biasa

Berdasarkan mudusnya, kalimat atau tuturan dapat dibedakan menjadi tuturan langsung dan tutran tidak langsung. Misalnya: [Tuturan langsung] A: Minta uang untuk membeli gula! B: Ini. [Tuturan tidak langsung] A: Gulanya habis, nyah. B: Ini uangnya. Beli sana! Kadang-kadang secara pragmatis kalimat berita dan tanya digunakan untuk memerintah, sehingga merupakan TT tidak langsung (indirect speech). Hal ini merupakan sesuatu yang penting dalam kajian pragmatik. Misalnya: 1. Rumahnya jauh. (ada maksud: jangan pergi ke sana). 2. Adiknya sakit. (ada maksud: jangan ribut atau tengoklah!)

Berdasarkan keliteralannya, tuturan dapat dibedakan menjadi tuturan literal dan tuturan tidal literal. 1. Tuturan literal: tuturan yang sesuai dengan maksud atau modusnya. Misalnya, Buka mulutnya! (makna lugas: buka). 2. Tuturan tidak literal: tuturan yang tidak sesuai dengan maksud dalam tulisan/tuturan. Misalnya, Buka mulutnya! (makna tidak lugas: tutup). Hal ini disebut juga µnglulu¶ Dalan bahasa kadang-kadang terjadi, yang bagus dikatakan jelek (hal ini disebut banter [bEnte]), yang jelek dikatakan bagus (disebut µironi¶). Masing-masing tindak tutur (langsung, tidak langsung, literal, dan tidak literal) apabila disinggungkan (diinterseksikan) dapat dibedakan menjadi 8 macam seperti sebagai berikut. 1. TT langsung 2. TT tidak langsung 3. TT literal 4. TT tidak literal 5. TT langsung literal 6. TT tidak langsung literal 7. TT langsung tidak literal 8. TT tidak langsung tidak literal Misalnya, kalimat Radione kurang banter. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. TT langsung TT tidak langsung TT literal TT tidak literal Radione TT langsung literal TT tidak langsung literal TT langsung tidak literal TT tidak langsung tidak banter. kurang betul-betul kurang keras. keraskan radionya! betul-betul kurang keras. suara sekali. betul-betul kurang keras keraskan radionya! suara sekali. matikan! radionya keras radionya keras

sehingga orang lain bisa mengetahui maksudnya. tidak berlebihan. Dengan adanya 2 tujuan ini. ada maksudmaksud tertentu. tidak berbelit-belit. maka orang akan berbicara sejelas mungkin. kita perlu belajar tentang µasumsi pragmatik¶.literal PRINSIP KERJA SAMA (Cooperative Principle) Sebelum belajar tentang µprinsip kerja sama¶. Mereka harus bekerja sama. berbicara secara wajar (termasuk volume suara yang wajar). Selanjutnya orang lain diharapkan menangkap apa (hal) yang dikemukakan. Kalau orang berbicara kepada orang lain pasti ingin mengemukakan sesuatu. Hanya saja dalam pragmatik terdapat penyimpangan-penyimpangan. Contoh: kikir tekate dhewe kutujukan wawan prawan ayu kian maju lali main dik daniel kaki lima thank before : q2r : TKTDW : ku¥49kan : wa-one : pra one are you : q-an maju : la5in : dick&niel : kq lima : thx b4 berdua satu tujuan : ber-217-an . ringkas. tetapi ia harus bertanggung jawab atas penyimpangan itu.

b. Bicaralah seperlunya saja. d. b. jangan mengatakan sesuatu yang tidak perlu. Hindari ketaksaan. 1996: 46-53). (2) Maksim kualitas: a. Bicaralah sesuai dengan permasalahan. Katakanlah hal yang sebenarnya. . (3) Maksim relevansi: a. Prinsip kerja sama ini terealisasi dalam berbagai kaidah percakapan. antara P dengan MT harus saling menjaga prinsip kerja sama (cooperative principle) agar proses komunikasi berjalan dengan lancar. Lubis. Hindari kekaburanan ujaran. tidak bertele-tele. Berikan informasi Anda secukupnya atau sejumlah yang diperlukan oleh MT. Keempat maksim percakapan itu ialah sebagai berikut. Secara lebih rinci. 1993: 73. b. Jangan katakan sesuatu tanpa bukti yang cukup. 1993: 11. Jangan katakan sesuatu yang Anda tahu bahwa sesuatu itu tidak benar. Katakan yang relevan. Tanpa adanya prinsip kerja sama komunikasi akan terganggu. Bicaralah secara singkat. b. dan bandingkan pula Wijana. c. Grice menjabarkan prinsip kerja sama itu menjadi empat maksim percakapan (periksa Gunarwan. (1) Maksim kuantitas: a.aku kamu sama-sama yang sayang anti gadis dan := : y9 : sy9 : aq :u : an3dis :n Di dalam berkomunikasi. (4) Maksim cara: a. Katakan dengan jelas. c.

Terdapat beberapa asumsi pragmatik. kalau informasi itu tidak relevan dengan permasalahan toh tidak akan membawa manfaat. maksim ketiga atau maksim relevansilah yang paling penting sebab betapa pun informasi yang kita sampaikan itu cukup serta disampaikan dengan cara yang jelas. maka dalam komunikasi harus memenuhi prinsip (maksim). Ibu kota Provinsi Jawa Timur Sura «« Tuturan ini disampaikan oleh guru. sedangkan dalam gramatika/ tatabahasa diatur oleh kaidah ( rule governed). dan tidak ambigu. Untuk memenuhi komunikasi secara wajar dan terjadi kerja sama yang baik. Asumsi pragmatik ini merupakan titik acuan (point of reference). Dalam kaitannya dengan maksim . 2. Kalau lebih berarti ada tujuannya. di dalam percakapan sehari hari tidak jarang kita temukan praktik-praktik pelanggaran terhadap maksim-maksim Grice tersebut. (Secara kuantitas cukup jelas). Dalam pragmatik dikontrol oleh maksim (principle controlled).e. Sejauh mana asumsi ini benar juga masih memerlukan pengkajian secara pragmatis. Misalnya: Buku itu dibuat dari kertas.. di antara empat maksim itu. Maksim kuantitas Berbicara sejumlah yang dibutuhkan oleh pendengar. ada maksud apa di balik pelanggaran maksim tersebut? Misalnya. Misalnya: Ibu kota Provinsi Jawa Timur Surabaya. yaitu: 1. justeru pelanggaran-pelanggaran itulah yang menarik untuk dikaji: mengapa P melakukan pelanggaran terhadap maksim tertentu. lalu murid menjawab «. Berkatalah secara sistematis. sistematis. tetapi apabila ada tuturan *Buku itu dibuat dari nasi. Kenyataan membuktikan. mengapa P yang bermaksud meminjam uang atau memerlukan bantuan kepada MT biasanya diawali dengan menceritakan secara panjang lebar keadaan dirinya seraya disertai dengan janji-janji? Apakah itu berlaku secara universal? Bukankah tindakan tersebut melanggar maksim kuantitas? Pada hemat saya. bukti tidak memadai. bagi pengamat pragmatik. Maksim kualitas Prinsip yang menghendaki orang-orang berbicara berdasarkan bukti-bukti yang memadai. Bukti cukup memadai. baya. Akan tetapi.

tidak boleh ambigu (taksa). yaitu maksim kuantitas. : Ini Tanah Abang. 4. sehingga kata-kata yang ambigu itu hanya satu makna. Akan menjadi tidak relevan misalnya apabila B menjawab Ini baju kamu atau Di sana. Retorika tekstual harus memenuhi 4 prinsip (maksim) kerja sama. terdapat penyimpangan maksim. 3. ya? : Bukan. mujair. Maksim cara Tuturan harus dikomunikasikan secara wajar. tidak terbalik (harus runtut). ya? : Jangan menghina. masak saya miskin seperti ini punya tanah. misalnya Modal saja tidak bisa dan Untung saja tidak dapat. maksim kualitas. Sedangkan retorika interpersonal harus memperhitungkan orang lain. Misalnya: A B : Ini jam berapa? : Ini jam 3. Retorika interpersonal membutuhkan prinsip kesopanan (politeness principle). Ada 6 macam prinsip agar memenuhi prinsip kesopanan. Misalnya: A B : Dia penyanyi solo. Tetapi Misalnya: A B A B : Kamu penjahat kelas kakap. : Benar. Jadi tidak hanya bersifat tekstual. Keempat prinsip tersebut di atas termasuk pada jenis µretorika tekstual¶ sebab dalam pragmatik dikenal adanya retorika tekstual dan retorika interpersonal. dia sering tampil di TVRI. kadang-kadang dalam tuturan yang wajar terjadi dis-ambiguasi (pengawaambiguan). Maksim relevansi Penutur dan mitra tutur berbicara secara relevan berdasarkan konteks pembicaraan. dan maksim cara.kualitas. . maksim relevansi.

dan perintah. 1. Misalnya: Ada yang bisa saya bantu? A B : Mari saya bawakan! : Tidak usah. meminimalkan kerugian orang lain. Gadis itu cantik sekali. tuturan impositif (direktif). Selanjutnya agar memenuhi prinsip (maksim) kesopanan. Misalnya: Gedung itu indah sekali. berikut ini inti 6 prinsip kesopanan menurut Leech. Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS memiliki 8 jurusan. Misalnya: Bali terletak di sebelah timur Pulau Jawa. Dalam kaitannya dengan kategori pragmatik ini ada tuturan komisif. Swear. Tuturan asertif: menyatakan sesuatu (objektif). memohon. tanya. 4. 2. Kadang-kadang sulit dibedakan antara tuturan asertif dengan ekspresif. Misalnya: Apakah Anda bisa menolong saya. Saya akan datang (ada efek yang lain untuk memerintah) 3. menawarkan. tuturan asertif. Maksim kebijaksanaan/kedermawanan. Tuturan ekspresif: menyatakan perasaan (emosi). perlu mengingat kembali dari adanya kategori sintaktik yang terdiri dari berita. Yang diperhatikan adalah tuturan.Sebelum sampai pada prinsip kesopanan. Boleh saya bawakan? Saya akan setia. Tuturan komisif: berjanji. memerintah. Misalnya: Saya akan datang. Dalam kategori pragmatik didasarkan pada fungsi komunikatifnya. . Tuturan impositif (direktif): menyuruh. = memaksimalkan keuntungan orang lain. Jenis maksim ini untuk berjanji dan menawarkan (impositif. tact maxim. 1. Tuturan A dan B disebut pragmatik paradoks. tuturan ekspresif. Ditujukan pada orang lain (other centred maxim). komisif).

ning emane cedhak pabrik. begini saja kok bagus. = meminimalkan rasa hormat pada diri sendiri dan memaksimalkan rasa tidak hormat pada diri sendiri. = memaksimalkan kesetujuan pada orang lain dan meminimalkan ketidaksetujuan pada orang lain. Pusatnya pada orang lain (other centred maxim). Misalnya: Omahmu jane apik. Ditujukan untuk menyatakan pendapat dan ekspresif. . 5. Pusatnya orang lain (other centred maxim) Maksim ini ditujukan untuk kategori asertif dan ekspresif. meminimalkan rasa tidak hormat pada orang lain. nanging emane akeh sukete. Pekarangane jembar. Maksim penerimaan ini ditujukan untuk menawarkan dan berjanji. Maksim kemurahhatian (generosity maxim). = memaksimalkan rasa hormat pada orang lain. : Mobilnya bagus! : Ah. meminimalkan keuntungan diri sendiri. Ditujukan pada diri sendiri. biasa-biasa saja. Maksim kesetujuan atau kecocokan (agreement maxim). bukan pada orang lain (self centred maxim). Misalnya: Bolehkah saya bantu? Mari saya bantu. Maksim kerendahhatian (modesty maxim). Misalnya: A B A B : Kau sangat pandai. Pusatnya pada diri sendiri (self centred maxim). : Ah tidak. Maksim penerimaan (approbation maxim). Apakah Anda bersedia membawakan? Bawakan ini! (tidak sopan) Mari saya antarkan! Tolong saya dihantarkan! 3.2. 4. = memaksimalkan kerugian diri sendiri.

Misalnya: A B A B : Omah kuwi apik. : Iya, apik banget. : Omah kuwi apik banget. : Wah elek banget ngono kok.

(Ketidaksetujuan total / tidak sopan) A B : Wah, ayu banget ya dheweke? : Iya, ning rada «. (kera).

(Ketidaksetujuan parsial / sopan) 6. Maksim kesimpatian (symphaty maxim). Pusatnya orang lain (other centred maxim). Ditujukan untuk menyatakan asertif dan ekspresif. = memaksimalkan simpati pada orang lain dan meminimalkan antipati pada orang lain. Misalnya: A B A B : Saya lolos di UMPTN, Jon. : Selamat, ya. : Baru-baru ini dia telah meninggal. : Oh, saya turut berduka cita.

Pragmatik
Mengapa Pragmatik Perlu Dipelajari dalam Program Studi Linguistik?

1. Pendahuluan Dalam jangka yang cukup lama, seperti diungkap oleh Yule (1996: 6), studi bahasa sangat dikuasai oleh kecenderungan untuk menjelaskan bahasa berdasarkan sistem formalnya, yaitu dengan menurunkan sistem yang terdapat dalam matematika dan logika, dan mengabaikan unsur pengguna bahasa. Sebagai tataran terbaru dalam linguistik, Pragmatik merupakan satu satunya tataran yang turut memperhitungkan manusia sebagai pengguna bahasa. Meskipun memiliki fokus kajian yang serupa dengan semantik, yaitu makna, seperti akan saya jelaskan kemudian, makna yang dikaji dalam pragmatik berbeda dengan makna yang dikaji dalam semantik. Makalah ini bertujuan menjelaskan pentingnya bidang pragmatik untuk dipelajari dalam program studi linguistik. Untuk tujuan tersebut, saya mengawali makalah ini dengan pembahasan mengenai pengertian pragmatik, perkembangannya, menjelaskan secara singkat topik-topik bahasannya, dan, dengan melihat perbedaan kajiannya dengan bidang lain dalam

linguistik, menunjukkan pentingnya pragmatik. 2. Definisi Pragmatik Para pakar pragmatik mendefinisikan istilah ini secara berbeda-beda. Yule (1996: 3), misalnya, menyebutkan empat definisi pragmatik, yaitu (1) bidang yang mengkaji makna pembicara; (2) bidang yang mengkaji makna menurut konteksnya; (3) bidang yang, melebihi kajian tentang makna yang diujarkan, mengkaji makna yang dikomunikasikan atau terkomunikasikan oleh pembicara; dan (4) bidang yang mengkaji bentuk ekspresi menurut jarak sosial yang membatasi partisipan yang terlibat dalam percakapan tertentu. Thomas (1995: 2) menyebut dua kecenderungan dalam pragmatik terbagi menjadi dua bagian, pertama, dengan menggunakan sudut pandang sosial, menghubungkan pragmatik dengan makna pembicara (speaker meaning); dan kedua, dengan menggunakan sudut pandang kognitif, menghubungkan pragmatik dengan interpretasi ujaran (utterance interpretation). Selanjutnya Thomas (1995: 22), dengan mengandaikan bahwa pemaknaan merupakan proses dinamis yang melibatkan negosiasi antara pembicara dan pendengar serta antara konteks ujaran (fisik, sosial, dan linguistik) dan makna potensial yang mungkin dari sebuah ujaran ujaran, mendefinisikan pragmatik sebagai bidang yang mengkaji makna dalam interaksi (meaning in interaction). Leech (1983: 6 (dalam Gunarwan 2004: 2)) melihat pragmatik sebagai bidang kajian dalam linguistik yang mempunyai kaitan dengan semantik. Keterkaitan ini ia sebut semantisisme, yaitu melihat pragmatik sebagai bagian dari semantik; pragmatisisme, yaitu melihat semantik sebagai bagian dari pragmatik; dan komplementarisme, atau melihat semantik dan pragmatik sebagai dua bidang yang saling melengkapi. 3. Perkembangan Pragmatik Mey (1998), seperti dikutip oleh Gunarwan (2004: 5), mengungkapkan bahwa pragmatik tumbuh dan berkembang dari empat kecenderungan atau tradisi, yaitu: (1) kecenderungan antisintaksisme; (2) kecenderungan sosial-kritis; (3) tradisi filsafat; dan (4) tradisi etnometodologi. Kecenderungan yang pertama, yang dimotori oleh George Lakoff dan Haji John Robert Ross, menolak pandangan sintaksisme Chomsky, yaitu bahwa dalam kajian bahasa yang sentral adalah sintaksis, dan bahwa fonologi, morfologi, dan semantik bersifat periferal. Menurut Lakoff dan Ross, keapikan sintaksis (well-formedness) bukanlah segalanya, sebab, seperti sering kita jumpai, komunikasi tetap dapat berjalan dengan penggunaan bentuk yang tidak apik secara sintaksis (ill-formed), bahkan semantik (Gunarwan 2004: 6). Kecenderungan kedua, yang tumbuh di Eropa, tepatnya di Britania, Jerman, dan Skandinavia (Mey 1998: 717 (dalam Gunarwan 2004: 6)), muncul dari keperluan terhadap ilmu bahasa yang secara sosial relevan, bukan yang sibuk dengan deskripsi bahasa semata-mata secara mandiri. Tradisi yang ketiga, yang dipelopori oleh Bertrand Russell, Ludwig Wittgenstein, dan terutama John L. Austin dan John R. Searle, adalah tradisi filsafat. Para pakar tersebut mengkaji bahasa, termasuk penggunaannya, dalam kaitannya dengan logika. Leech (1983: 2), seperti dikutip Gunarwan (2004: 7), mengemukakan bahwa pengaruh para filsuf bahasa, misalnya Austin, Searle, dan Grice, dalam pragmatik lebih besar daripada pengaruh Lakoff dan Ross. Tradisi yang keempat adalah tradisi tradisi etnometodologi, yaitu cabang sosiologi yang mengkaji cara para anggota masyarakat tutur (speech community) mangorganisasi dan memahami kegiatan mereka. Dalam etnometodologi, bahasa dikaji bukan berdasarkan aspek kegramatikalannya, melainkan berdasarkan cara para peserta interaksi saling memahami apa yang mereka ujarkan. Dengan kata lain, kajian bahasa dalam etnometodologi lebih ditekankan pada komunikasi, bukan tata bahasa (Gunarwan 2004: 6). 4. Beberapa Topik Pembahasan dalam Pragmatik 4.1 Teori Tindak-Tutur Melalui bukunya, How to Do Things with Words, Austin dapat dianggap sebagai pemicu minat yang paling utama dalam kajian pragmatik. Sebab, seperti diungkap oleh Marmaridou (2000: 1

(dalam Gunarwan 2004: 8)), sejak itu bidang kajian ini telah berkembang jauh, sehingga kita dapat melihat sejumlah kecenderungan dalam pragmatik, yaitu pragmatik filosofis (Austin, Searle, dan Grice), pragmatik neo-Gricean (Cole), pragmatik kognitif (Sperber dan Wilson), dan pragmatik interaktif (Thomas). Austin, seperti dikutip oleh Thomas (1995: 29-30), bermaksud menyanggah pendapat filosof positivisme logis, seperti Russel dan Moore, yang berpendapat bahwa bahasa yang digunakan sehari-hari penuh kontradiksi dan ketaksaan, dan bahwa pernyataan hanya benar jika bersifat analitis atau jika dapat diverifikasi secara empiris. Contoh. (1) Ada enam kata dalam kalimat ini (2) Presiden RI adalah Soesilo Bambang Yoedoyono Dari contoh di atas, dapat dipahami bahwa para filosof yang dikritik Austin ini mengevaluasi pernyataan berdasarkan benar atau salah (truth condition), yaitu, sesuai contoh di atas, kalimat (1) benar secara analitis dan kalimat (2) benar karena sesuai dengan kenyataan. Persyaratan kebenaran ini kemudian diadopsi oleh linguistik sebagai truth conditional semantics (Thomas 1995: 30). Austin (dalam Thomas 1995: 31) berpendapat bahwa salah satu cara untuk membuat pembedaan yang baik bukanlah menurut kadar benar atau salahnya, melainkan melalui bagaimana bahasa dipakai sehari-hari. Melalui hipotesis performatifnya, yang menjadi landasan teori tindak-tutur (speech-act), Austin berpendapat bahwa dengan berbahasa kita tidak hanya mengatakan sesuatu (to make statements), melainkan juga melakukan sesuatu (perform actions). Ujaran yang bertujuan mendeskripsikan sesuatu disebut konstatif dan ujaran yang bertujuan melakukan sesuatu disebut performatif. Yang pertama tunduk pada persyaratan kebenaran (truth condition) dan yang kedua tunduk pada persyaratan kesahihan (felicity condition) (Gunarwan 2004: 8). Contoh. (3) Dengan ini, saya nikahkan kalian (performatif) (4) Rumah Joni terbakar (konstatif) Selanjutnya Austin, seperti juga ditekankan lebih lanjut oleh Searle (dalam Gunarwan 2004: 9), memasukkan ujaran konstatif, karena memiliki struktur dalam yang mengandungi makna performatif, sebagai bagian dari performatif (Austin 1962: 52 dan Thomas 1995: 49). Dalam contoh (4), struktur dalam ujaran tersebut dapat saja berbunyi Saya katakan bahwa rumah Joni terbakar. Tindakan yang dihasilkan dengan ujaran ini mengandung tiga tindakan lain yang berhubungan, yaitu lokusi (locutionary act), ilokusi (illocutionary act), dan perlokusi (perlocutionary act) (Yule 1996: 48). Tindak lokusioner berkaitan dengan produksi ujaran yang bermakna, tindak ilokusioner terutama berkaitan dengan intensi atau maksud pembicara, dan tindak perlokusioner berkaitan dengan efek pemahaman pendengar terhadap maksud pembicara yang terwujud dalam tindakan (Thomas 1995: 49). Tindak-tutur, seperti dikembangkan lebih jauh oleh Searle (dalam Gunarwan 2004: 9), dapat berupa tindak-tutur langsung (direct speech-act) dan tindak-tutur tidak langsung (indirect speech-act). Dalam direct speeh-act terdapat hubungan langsung antara struktur kalimat dengan fungsinya, sedangkan dalam indirect speech-act hubungannya tidak langsung atau menggunakan (bentuk) tindak-tutur lain (Gunarwan 2004: 9; dan Yule 1996: 5455). Selain itu, Searle juga menyebut lima jenis fungsi tindak-tutur, yaitu asertif (assertive), direktif (directive), komisif (comissive), ekspresif (expressive), dan deklarasi (declaration) (Littlejohn 2002: 80; dan Yule 1996: 53 -54). Asertif atau representatif merupakan tindak-tutur yang menyatakan tentang sesuatu yang dipercayai pembicaranya benar; direktif merupakan tindak tutur yang menghendaki pendengarnya melakukan sesuatu; komisif merupakan tindak-tutur yang digunakan pembicaranya untuk menyatakan sesuatu yang akan dilakukannya; ekspresif merupakan tindak-tutur yang menyatakan perasaan pembicaranya; dan deklarasi merupakan tindak-tutur yang mengubah status sesuatu.

dan percakapan dapat terus berjalan meski hanya melalui bidal ini. Contoh. misalnya untuk memberikan informasi secara tersirat (implicature) dan menjaga muka lawan bicara (politeness). misalnya contoh (6) di atas. memberi sumbangan informasi yang relevan. mengungkapkan secara beraturan (Gunarwan 2004: 11 dan Thomas 1995: 63-64). menghindari ketaksaan. implikatur dapat dibedakan menjadi implikatur khusus dan implikatur umum. yaitu (1) bidal kuantitas (quantity maxim). sedangkan contoh (6) merupakan implikatur konversasional yang bermakna µtidak¶ dan merupakan jawaban atas pertanyaan maukah Anda menghadiri selamatan sunatan anak saya? Berbeda dengan Grice. menetapkan tiga macam hubungan antara cue dan implicature. Sperber dan Wilson (1995). bukan untuk setiap kali meninggalkan ruangan. ujaran yang mengandung implikatur jenis ini. Sperber dan Wilson (1995).2 Prinsip Kerja Sama (Cooperative Principle) Grice mengemukakan bahwa percakapan yang terjadi di dalam anggota masyarakat dilandasi oleh sebuah prinsip dasar. Selanjutnya. yaitu: pertama. seperti diungkap oleh Gunarwan (2004: 12-14). bidal yang terpenting dalam teori Grice adalah bidal relevansi. seperti diungkap oleh Thomas (1995: 57). dan (4) bidal cara (manner maxim). menghindari ketidakjelasan pengungkapan. seperti diungkap oleh Gunarwan (2004: 14). didasarkan atas beberapa alasan. . (3) bidal relasi (relation maxim). Berkaitan dengan prinsip kerja sama Grice di atas. yaitu prinsip kerja sama (cooperative principle) (Yule 1996: 36-37 dan Thomas 1995: 61). dapat dicontohkan dengan penggunaan kata bahkan. 4. Melalui hal tersebut. Kerja sama yang terjalin dalam komunikasi ini terwujud dalam empat bidal (maxim). 4. misalnya untuk ke kamar mandi. menyatakan hanya yang menurut kita benar atau cukup bukti kebenarannya. Yang pertama ada karena konteks ujaran. Implikatur konversasional merupakan implikatur yang dihasilkan karena tuntutan konteks tertentu (Thomas 1995: 58). Dengan kata lain. Implikatur konvensional merupakan implikatur yang dihasilkan dari penalaran logika. memberi informasi sesuai yang diminta. misalnya contoh (5) di atas. menyebutkan bahwa bahasa dalam penggunaannya (language in use) selalu dapat diidentifikasi melalui hal yang disebutnya indeterminacy atau underspecification. Dalam teori relevansi dipelajari bagaimana sebuah muatan pesan dapat dipahami oleh penerimanya.3 Implikatur (Implicature) Grice. (7) Pastikan semua pintu terkunci jika meninggalkan ruangan ini. pesan ini berada dalam spesifikasi tertentu yang disepakati oleh addresser dan addressee dalam konteks komunikasi. dengan menggunakan prinsip kerja sama Grice. untuk menjelaskan cara sebuah pesan dipahami penerimanya. menyebut dua macam implikatur. menurut Gazdar. dalam komunikasi kadang kita tidak mematuhi prinsip tersebut. Hal ini. (2) bidal kualitas (quality maxim). Setiap pembaca dapat memahami bahwa pesan ini hanya berlaku jika ia akan meninggalkan ruangan tersebut untuk terakhir kalinya. sedangkan yang kedua tidak. seperti dikutip oleh Renkema (2004: 22). seperti dikutip oleh Renkema (2004: 22). penerima pesan (addressee) hanya memilih sesuatu yang dianggapnya relevan dengan apa yang hendak disampaikan oleh pengirim pesan (addresser) dalam konteks komunikasi tertentu. (5) Bahkan Bapak Menteri Agama menghadiri sunatan anak saya (6) Saya kebetulan ke Inggris untuk studi selama dua tahun dan berangkat besok Contoh (5) di atas merupakan implikatur konvensional yang berarti Bapak Menteri Agama biasanya tidak menghadiri acara sunatan. Menurut mereka. ujaran merupakan sebentuk tindakan dari komunikasi ostensif.4. Contoh. pada kenyataannya.4 Teori Relevansi Teori relevansi yang dikembangkan oleh Sperber dan Wilson merupakan kritik terhadap empat maksim yang terdapat dalam prinsip kerja sama Grice. mengungkapkan secara singkat. yaitu implikatur konvensional dan implikatur konversasional.

ia mengandaikan B dapat mengerti bahwa that migh be cheaper dapat berarti If you purchase a ticket now. tingkat gangguan atau rate of imposition (R). face dapat diartikan kehormatan. komunikasi tidak hanya memasukkan apa yang ada dalam pikiran pengirim pesan ke dalam pikiran penerima pesan. Misalnya pada contoh (7) di atas. B mengira A mengerti bahwa at the weekend berarti next weekend. pengirim pesan dapat memperkirakan reaksi penerima pesan terhadap pesan yang disampaikannya. 4. sedangkan yang kedua disebut negative face. namun mencakup perluasan wilayah kognitif (cognitive environment) kedua belah pihak. it costs 50 euros. Mas? Dalam contoh di atas terlihat jelas. "face merupakan gambaran citra diri dalam atribut sosial yang telah disepakati". sedangkan ujaran (9b) mungkin diucapkan kepada orang yang secara sosial jaraknya lebih dekat (9a). Menurut Goffman (1956). Dalam hal ini. explicature atau degree of relevance. Brown dan Levinson (1978) membangun teori tentang hubungan intensitas FTA dengan kesantunan yang terrealisasi dalam bahasa (Renkema 2004: 25). kedua. padahal A harus memastikan dengan jelas setiap pemesanan pembelian tiket. . ujaran at the weekend. ujaran (9a) mungkin diucapkan pembicara yang secara sosial lebih rendah dari lawan bicaranya. yaitu tidak perlu mengunci pintu jika keluar dalam batasan waktu dan situasi yang diperkirakan cukup aman. Pak. (9) a. Maaf. If you buy ticket when you turn up. sedangkan that might be cheaper merupakan ujaran yang relevansinya lebih baik. A: What weekend? B: Next weekend. Contoh. Dalam percakapan tersebut. you have booked seat which costs 60 euros. Then that's fifty. harga diri (self-esteem). How does it works? You just turn up for the shuttle service? A: That might be cheaper. jarak sosial atau social distance (D) antara pembicara dengan lawan bicaranya. yang dikutip oleh Jaszczolt (2002: 318). Dalam percakapan di atas. there is a shuttle service sixty euros one-way. kekuasaan atau power (P) yang dimiliki lawan bicara (Renkema 2004: 26).misalnya tindakan untuk membuat sesuatu menjadi jelas dan dapat dimengerti oleh penerima pesan. seperti dikutip oleh Renkema (2004: 25). Numpang tanya. berkenaan dengan bobot mutlak (absolute weight) tindakan tertentu dalam kebudayaan tertentu. Begitu juga A. Kebutuhan yang pertama disebut positive face. (8) A: Well. misalnya bobot kedua permintaan di atas tidak terlalu besar jika kedua ungkapan tersebut ditujukan kepada saudara sendiri. boleh tanya? b. dalam pengertian degree of relevance. when do you want to go? B: At the weekend. Contoh yang ditulis Renkema (2004: 23) di bawah ini memberikan gambaran yang cukup jelas. Dengan kata lain. karena semakin tinggi contextual effect maka semakin rendah ia membutuhkan processing effort. yaitu: pertama. pemahaman penerima pesan terhadap apa yang hendak disampaikan oleh pengirim pesan terjadi melalui beberapa tahapan. kedua. misalnya mahasiswa kepada dosen atau yang muda kepada yang tua. Intensitas FTA diekspresikan dengan bobot atau weight (W) yang mencakup tiga parameter sosial. dan ketiga. tahapan yang harus dil wati untuk memahami e implikatur dalam percakapan.5 Kesantunan (Politeness) Konsep strategi kesantunan yang dikembangkan oleh Brown dan Levinson diadaptasi dari konsep face yang diperkenalkan oleh seorang sosiolog bernama Erving Goffman (1956) (Renkema 2004: 24-25). misalnya permintaan "May I borrow your car?" mempunyai bobot yang berbeda dengan permintaan "May I borrow your pen?". dan citra diri di depan umum (public self-image). setiap partisipan memiliki dua kebutuhan dalam setiap proses sosial: yaitu kebutuhan untuk diapresiasi dan kebutuhan untuk bebas (tidak terganggu). Berdasarkan konsep face yang dikemukakan oleh Goffman ini. Menurut Goffman (1967: 5). dan ketiga. merupakan ujaran yang relevansinya rendah dan membutuhkan processing effort yang lebih besar.

Politeness (kesantunan) dalam hal ini dapat dipahami sebagai upaya pencegahan dan atau perbaikan dari kerusakan yang ditimbulkan oleh FTA; semakin besar intensitas FTA mengancam stabilitas komunikasi, maka politeness strategy semakin dibutuhkan. Politeness, face work technique, yang bertujuan untuk mendapatkan positive face disebut solidarity politeness, dapat dilakukan, misalnya dengan pujian; sedangkan politeness yang dilakukan untuk tujuan sebaliknya disebut respect politeness, dapat dilakukan, misalnya dengan melakukan tindakan yang tidak kooperatif dalam komunikasi (Renkema 2004: 25). Berkaitan dengan politeness strategy ini, Brown dan Levinson (1978), seperti diungkapkan oleh Renkema (2004: 26), dalam penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat banyak cara untuk menghindari FTA yang dapat direduksi menjadi lima macam cara. Kelima strategi tersebut diurut berdasarkan tingkat resiko "kehilangan muka"; semakin tinggi resiko kehilangan muka, maka semakin kecil kemungkinan pembicara melakukan FTA. Dalam hal ini, Renkema (2004: 27) memberi contoh strategi tersebut. (5) a. Hey, lend me a hundred dollars. (baldly) b. Hey, friend, could you lend me a hundred bucks? (positive polite) c. I'm sorry I have to ask, but could you lend me a hundred dollars? (negative polite) e. Oh no, I'm out of cash! I forgot to go to the bank today. (off record) Teori kesantunan lain dibahas oleh Leech (1983). Pakar ini membahas teori kesantunan dalam kerangka retorika interpersonal (Eelen 2001: 6). Dalam hal ini, Leech (dalam Eelen 2001: 8) menyebutkan enam bidal kesantunan, yaitu bidal kebijaksanaan (tact maxim), bidal kedermawanan (generosity maxim), bidal pujian (approbation maxim), bidal kerendahhatian (modesty maxim), bidal kesetujuan (aggreement maxim), bidal simpati (sympathy maxim); dan, seperti diungkap oleh Gunarwan (2004: 19), ditambah bidal pertimbangan (consideration maxim). 5. Pragmatik dalam Linguistik Seperti telah saya uraikan sedikit dalam sub 3 di atas, salah satu kecenderungan yang melatarbelakangi berkembangnya pragmatik adalah antisintaksisme Lakoff dan Ross. Dalam sintaksis, seperti dikemukakan oleh Yule (1996: 4), dipelajari bagaimana hubungan antarbentuk linguistis, bagaimana bentuk-bentuk tersebut dirangkai dalam kalimat, dan bagaimana rangkaian tersebut dapat dinyatakan well-formed secara gramatikal. Secara umum, sintaksis tidak mempersoalkan baik makna yang ditunjuknya maupun pengguna bahasanya, sehingga bentuk seperti kucing menyapu halaman, meskipun tidak dapat diverifikasi secara empiris, tetap dapat dinyatakan apik secara sintaksis. Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan bahasa tidak semata-mata didasarkan atas prinsip well-formed dalam sintaksis, melainkan atas dasar kepentingan agar komunikasi tetap dapat berjalan. Lebih tepatnya, dengan mengikuti kecenderungan dalam etnometodologi, bahasa digunakan oleh masyarakat tutur sebagai cara para peserta interaksi saling memahami apa yang mereka ujarkan. Atas dasar ini, pertama, dapat dipahami, dan memang sering kita temukan, bahwa komunikasi tetap dapat berjalan meskipun menggunakan bahasa yang tidak apik secara sintaksis; dan kedua, demi kebutuhan para anggota masyarakat tutur untuk mangorganisasi dan memahami kegiatan mereka, selain tata bahasa, makna juga merupakan hal yang tidak dapat diabaikan dalam analisis bahasa. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa perbedaan utam a antara sintaksis dan pragmatik, sekaligus menyatakan pentingnya studi pragmatik dalam linguistik, terletak pada makna ujaran dan pada pengguna bahasa. Pembahasan tentang makna membawa kita pada pentingnya semantik, yaitu tataran linguistik yang mengkaji hubungan antara bentuk-bentuk linguistik (linguistic forms) dan entitas yang terdapat di luar bahasa, dalam analisis bahasa. Berdasarkan truth conditional semantics, untuk dapat dinyatakan benar, sebuah pernyataan harus dapat diverifikasi secara empiris at u harus a bersifat analitis. Dengan demikian, bentuk kucing menyapu halaman adalah bentuk yang tidak berterima secara semantis, karena tidak dapat diverifikasi secara empiris dan bukan termasuk

pernyataan logika. Namun demikian, pembahasan makna dalam semantik belum memadai, karena masih mengabaikan unsur pengguna bahasa, sehingga bentuk seperti seandainya saya dapat berdiri tentu saya tidak akan dapat berdiri dan saya akan datang besok pagi, meskipun bentuk seperti ini dapat saja kita jumpai, tidak dapat dinyatakan benar karena yang pertama menyalahi logika dan yang kedua tidak dapat diverifikasi langsung. Dengan kata lain, untuk menjelaskan fenomena pemakaian bahasa sehari-hari, di samping sintaksis dan semantik, dibutuhkan juga pragmatik yang dalam hal ini saya pahami sebagai bidang yang mengkaji hubungan antara struktur yang digunakan penutur, makna apa yang dituturkan, dan maksud dari tuturan. Kegunaan pragmatik, yang tidak terdapat dalam sintaksis dan semantik, dalam hal ini dapat ditunjukkan dengan, misalnya, bagaimana strategi kesantunan mempengaruhi penggunaan bahasa, bagaimana memahami implikatur percakapan, dan bagaimana kondisi felisitas yang memungkinkan bagi sebuah tindak-tutur. Selanjutnya, untuk melihat pentingnya pragmatik dalam linguistik, saya akan mengemukakan pendapat Leech (1980). Menurut Leech (dalam Eelen 2001: 6) perbedaan antara semantik dan pragmatik pada, pertama, semantik mengkaji makna (sense) kalimat yang bersifat abstrak dan logis, sedangkan pragmatik mengkaji hubungan antara makna ujaran dan daya (force) pragmatiknya; dan kedua, semantik terikat pada kaidah (rule-governed), sedangkan pragmatik terikat pada prinsip (principle-governed). Tentang perbedaan yang pertama, meskipun makna dan daya adalah dua hal yang berbeda, keduanya tidak dapat benar-benar dipisahkan, sebab daya mencakup juga makna. Dengan kata lain, semantik mengkaji makna ujaran yang dituturkan, sedangkan pragmatik mengkaji makna ujaran yang terkomunikasikan atau dikomunikasikan. Selanjutnya, kaidah berbeda dengan prinsip berdasarkan sifatnya. Kaidah bersifat deskriptif, absolut atau bersifat mutlak, dan memiliki batasan yang jelas dengan kaidah lainnya, sedangkan prinsip bersifat normatif atau dapat diaplikasikan secara relatif, dapat bertentangan dengan prinsip lain, dan memiliki batasan yang bersinggungan dengan prinsip lain. Lebih jauh lagi, dalam pengajaran bahasa, seperti diungkapkan Gunarwan (2004: 22), terdapat keterkaitan, yaitu bahwa pengetahuan pragmatik, dalam arti praktis, patut diketahui oleh pengajar untuk membekali pemelajar dengan pengetahuan tentang penggunaan bahasa menurut situasi tertentu. Dalam pengajaran bahasa Indonesia, misalnya, pengetahuan ini penting untuk membimbing pemelajar agar dapat menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan situasinya , karena selain benar, bahasa yang digunakan harus baik. Dalam pengajaran bahasa asing, pengetahuan tentang prinsip-prinsip pragmatik dalam bahasa yang dimaksud penting demi kemampuan komunikasi yang baik dalam bahasa tersebut. Secara umum, dapat disimpulkan bahwa kaitan antara pragmatik dan pengajaran bahasa adalah dalam hal kompetensi komunikatif yang mencakup tiga macam kompetensi lain selain kompetensi gramatikal (grammatical competence), yaitu kompetensi sosiolinguistik (sociolinguistic competence) yang berkaitan dengan pengetahuan sosial budaya bahasa tertentu, kompetensi wacana (discourse competence) yang berkaitan dengan kemampuan untuk menuangkan gagasan secara baik, dan kompetensi strategik (strategic competence) yang berkaitan dengan kemampuan pengungkapan gagasan melalui beragam gaya yang berlaku khusus dalam setiap bahasa. 6. Penutup Seperti telah disebutkan di muka, tujuan tulisan ini adalah menunjukkan bahwa pragmatik penting dipelajari dalam program studi linguistik. Berdasarkan penjelasan di atas, saya melihat pentingnya pragmatik dalam linguistik setidaknya dalam dua hal, pertama, pragmatik merupakan satu-satunya tataran dalam linguistik yang mengkaji bahasa dengan memperhitungkan juga penggunanya; kedua, berkaitan dengan ketidakmampuan sintaksis dan semantik dalam menjelaskan fenomena penggunaan bahasa sehari hari, saya melihat kedudukan semantik dan pragmatik sebagai dua hal yang saling melengkapi. Selain itu, berkaitan dengan pengajaran bahasa, pragmatik berperan dalam pengembangan kompetensi komunikatif.

Daftar Acuan Austin, John L. 1962. How to Do Things with Word (edisi kedua). Oxford: Oxfod University Press. Brown, Penelope., dan Stephen C. Levinson. 1978. Politeness: Some Universal in Language Usage. Cambridge: Cambridge University Press. Eelen, Gino. 2001. A Critique of Politeness Theories. Manchester, UK: St. Jerome Publishing Gunarwan, Asim. 2004. Dari Pragmatik ke Pengajaran Bahasa (Makalah Seminar Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah). IKIP Singaraja. Jaszczolt, K.M. 2002. Semantics and Pragmatics: Meaning in Language and Discourse. Edinburgh: Pearson Education. Renkema, Jan. 2004. Introduction to Discourse Studies. Amsterdam: John Benjamins Publishing Company. Thomas. Jenny. 1995. Meaning in Interaction: an Introduction to Pragmatics. London/New York: Longman. Yule, George. 1996. Pragmatics. Oxford. Oxford University Press. Posted by Hendri Rahmana at 15.55 0 comments

EMA KEMANUSIAAN DALAM KUMPULAN CERPEN KUDA TERBANG MARIA PINTO KARYA LINDA CHRISTANTY SKRIPSI diajukan untuk memenuhi persyaratan akademik Program S-1 Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra .Universitas Padjadjaran Wemmy al-Fadhli H1A01018 JURUSAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS SASTRA Universitas padjadjaran 2007 ABSTRAK Penelitian ini bertujan untuk mengetahui tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen Kuda Terbang Maria Pinto karya Linda Christanty. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian .

Used objective approach with structur analiysis²hooked theme aspect as an object²this research will become distangled variously senses and values on this literary work.cerpen: as sulak. Dengan menggunakan pendekatan objektif melalui analisis struktur karya diharapkan dapat dibongkar nilai-nilai yang terkandung dalam objek analisis terkait dengan aspek tematiknya sebagai tujuan utama penelitian. .´ BIDADARI yang Mengembara. Humanism look as a grand narration of this short story collection. The method that used in this research is structuralism with focused on theme aspect. Tema kemanusiaan merupakan narasi utama yang terlihat menjadi benang merah pemaknaan atas kumpulan cerpen ini.ini adalah struktural dengan penekanan pada aspek tematik. ABSTRACT The objective of this research is to observe humanity theme in Kuda Terbang Maria Pinto written by Linda Christanty. «dari cahaya? Dari ketiaknya tercium harum bunga yang membuat kuntum-kuntum mawar di halaman menunduk dan kelopaknya memerah karena malu.

Essli(li)n. wemmy selalu mewanti kita: ³Hati-hati dengan Permukaan. akan sebodoh mencari garis-garis jelas yang tersembunyi di balik kesamaran lukisan Rembrandtj dengan mengikis habis tinta-tintanya.´ (Porphyry. sama artinya dengan belajar dari orang lain. Sastrawan Bali) dalam mentertawakan diri sendiri. Tetapi orang-orang bodoh mengotori Tuhan.´ ³Orang-orang yang bijaksana memuliakan tuhan. ³Segala usaha untuk tiba pada penafsiran yang jelas dan tertentu melalui analisis kritis. meskipun ia sedang diam.´ [Aporisma kumaha urang] . meskipun ia sedang berdoa dan memberikan pengorbanan. Putu Sedana. 233-301 M) ³Karena mengajari orang lain.´ (Drs.

Semoga d is ana bisa menjadi berharga.Jabar. thanks & goodbai. di atas dinding berbingkai kaca. «lembar tak berguna itu akan kukirimkan kepada engkau ibubapakku. .

.´ BIDADARI yang Mengembara.Kaca-kaca airmata« «dari cahaya? Dari ketiaknya tercium harum bunga yang membuat kuntum-kuntum mawar di halaman menunduk dan kelopaknya memerah karena malu.cerpen: as sulak.

´ [Aporisma kumaha urang] Jabar. wemmy selalu mewanti kita: ³Hati-hati dengan Permukaan. Fakultas Sastra. Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul ³Tema Kamanusiaan dalam Kumpulan Cerpen Kuda Terbang Maria Pinto Karya Linda Christanty´. thanks & goodbai. . Putu Sedana. KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim. sama artinya dengan belajar dari orang lain.´ (Drs. Skripsi ini disusun sebagai salah satu persyaratan ujian sarjana pada Jurusan Sastra Indonesia. Sastrawan Bali) dalam mentertawakan diri sendiri.³Karena mengajari orang lain.

April 2007 Penulis LEMBAR PENGESAHAN .. saran. selaku dosen wali penulis atas segala bantuan. dan waktu yang telah diberikan pada penulis. kritik dan saran akan sangat penulis harapkan.Seluruh kawan-kawan sekelas yang bagaimanapun memberikan pengalaman hidup kepada penulis. selaku pembimbing pendamping atas segala bantuan. Dadang Suganda. dukungan.Ibu Hj. M. selaku ketua Jurusan Sastra Indonesia. Penulis menyadari sepenuhnya skripsi ini masih jauh dari sempurna.Bapak Nana Suryana. Terima kasih banyak. Jatinangor. Selama penyusunan skripsi ini. masukan. masukan. selaku pembimbing utama atas segala bantuan.Bapak Andi dan Lili. 3. 9. Untuk itu. Yetti Setianingsih. penulis banyak memperoleh bantuan dan dorongan baik moral dan material dari berbagai pihak.Bapak Dr. 7. Drs. Hum. penulis hendak mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada: 1. masukan.. saran. Dra. Drs. dan waktu yang telah diberikan pada penulis. 6..Bapak Abdul Hamid. saran. 4.Bapak R. 5. Semoga skripsi ini dapat berguna bagi pihak-pihak yang memerlukan.Universitas Padjajaran.Seluruh staf pengajar Jurusan Sastra Indonesia pada khususnya dan Fakultas Sastra pada umumnya atas segala ilmu pengetahuan yang telah diberikan pada penulis semasa masa perkuliahan. Universitas Padjajaran. dan waktu yang telah diberikan pada penulis. Fakultas Sastra. selaku dekan Fakultas Sastra Universitas Padjajaran. Yudi Permadi. a 8. 2. yang telah banyak membantu kelancaran administrasi dan finansial penulis selama masa perkuli han. beserta segenap karyawan SBA dan SBK Fakultas Sastra lainnya. dukungan. pada kesempatan ini.Seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Oleh karenanya. dukungan.

NIP.Pd. Abdul Hamid. Dadang Suganda R. 131472538 NIP. 132102803 LEMBAR PENGESAHAN Judul : Tema Kemanusiaan dalam Kumpulan Cerpen Kuda Terbang Maria Pinto Karya Linda Christanty Penyusun : Wemmy al-Fadhli NPM : H1A 01018 . Nana Suryana. Pembimbing II. NIP. Yudi Permadi. Drs. 131573157 Disahkan Diketahui Dekan Fakultas Sastra Ketua Jurusan Universitas Padjadjaran. 131954729 NIP. Dr. April 2007 Pembimbing I. Sastra Indonesia.Judul : Tema Kemanusiaan dalam Kumpulan Cerpen Kuda Terbang Maria Pinto Karya Linda Christanty Penyusun : Wemmy al-Fadhli NPM : H1A 01018 Jatinangor. M. Drs.

Pd. Dadang Suganda R. 131573157 NIP. Sastra Indonesia. NIP. Dr. Pembimbing II.Jatinangor. Nana Suryana. Yudi Permadi. Drs. 132102803 DAFTAR ISI Lembar Pengesahan Lembar Persembahan Abstrak i Abstract ii Kata Pengantar iii Daftar Isi v BAB I PENDAHULUAN 1 1. 131472538 NIP. Abdul Hamid. Drs.1 Latar Belakang Masalah 1 . 131954729 Disahkan Diketahui Dekan Fakultas Sastra Ketua Jurusan Universitas Padjadjaran. M. NIP. April 2007 Pembimbing I.

2Cerpen ³Makan Malam´ 63 3.2.4.4Cerpen ³Balada Hari Hujan´ 64 3.1 Telaah Struktural 15 2.3.1.3.3Struktur Umum 66 3.5 Sistematika Penulisan 14 BAB II LANDASAN TEORI 15 2.6Cerpen ³Makam Keempat´ 65 3.3Sudut Pandang 87 3.2 Cerpen 19 2.3.1Kehampaan Jiwa dan Kesetiaan terhadap Tugas dalam Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ 89 3.1Gaya Realis dan Surealis 51 3.3.4.2.4 Kemanusiaan 43 BAB III TEMA KEMANUSIAAN DALAM KUMPULAN CERPEN KUDA TERBANG MARIA PINTO KARYA LINDA CHRISTANTY 50 3.3Cerpen ³Pesta Terakhir´ 63 3.2Tokoh 35 2.1Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ 62 3.2.1Tokoh 66 3.4Sudut Pandang 41 2.3 Tujuan Penelitian 13 1.2Diksi Puitis 56 3.1Corak Estetis Kumpulan Cerpen KTMP 50 3.5Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ 64 3.2.1.4Tema 89 3.3.2 Pembatasan Masalah 11 1.2.4 Metode Penelitian 13 1.3.3Latar 38 2.3 Struktur Cerpen 24 2.1Tema 26 2.2Ringkasan Cerita 62 3.2Latar 83 3.3.2Derita Seorang Ibu dan Makna Keutuhan Sebuah Keluarga .1.2.

6Mencintai Buah Hati yang Diam-Diam Telah ³Pergi´ dalam Cerpen ³Makam Keempat´ 113 BAB IV SIMPULAN 119 Daftar Pustaka 122 Riwayat Hidup Ucapan Terima Kasih BAB I PENDAHULUAN 1. Segala Kenangan. keyakinan dalam suatu bentuk gambaran konkret yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa. Pengertian pengalaman tidak harus .dalam Cerpen ³Makan Malam´ 94 3.5Kampung Halaman.3Antara Rahasia Pengkhianatan dan Usaha Untuk Menjaga Persahabatan dalam Cerpen ³Pesta Terakhir´ 98 3. ide. pemikiran.4. semangat. perasaan.4.4Seorang Waria yang Dilukai Hatinya dalam Cerpen ³Balada Hari Hujan´ 104 3.4.4. dan yang Tersisa Darinya dalam Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ 107 3.1Latar Belakang Masalah Sastra didefenisikan Sumardjo (1997: 3) sebagai ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman.

dapat diciptakan pengalamanpengalaman kemanusiaan yang bisa jadi juga bersumber dari masyarakat umum (Hanafi. benturan antarnilai akibat kompleksitas cara memandang atas berbagai persoalan kehidupan. Kebaruan tersebut meliputi penyegaran cara pandang bagi masyarakat dalam melihat kehidupan ini. ide. Saini K. perasaan. Segala perbedaan antara sastrawan dengan masyarakat pada umumnya itu menyebabkan terciptanya produk kreatif bernama karya sastra. Kesegaran itu diperoleh karena keunikan cara pandang yang dimiliki oleh sastrawan dalam menghayati kehidupan ini dibandingkan dengan masyarakat kebanyakan. dijernihkan. semangat. Lingkungan itu baik berupa lingkungan jasmani ataupun berupa lingkungan rohani. pengalaman kehidupan disaring. Dalam karya-karya sastra yang memekatkan. Kedudukan pertama adalah sebagai ³pemekat´ (intensifikator). Kedudukan kedua adalah sastra sebagai penentangan terhadap kehidupan. 1984:9) Dari defenisi tersebut bisa dipahami bahwasanya karya sastra diciptakan oleh sastrawan berdasarkan pengalaman. dan dikristalkan hingga pembaca dapat mengambil hikmah dan kekayaan pengalaman itu dengan mudah dan dalam waktu singkat. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana kedudukan sastra itu dalam hubungannya dengan kehidupan. sastrawan memiliki karakteristik yang unik dalam memandang persoalan-persoalan hidup dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya.selalu merujuk pada pengungkapan pengalaman pribadi seorang individu saja. pikiran. serta perbedaan cara melihat persoalan kehidupan tersebut dengan pandangan masyarakat di sekitarnya merupakan sebuah karakteristik umum yang menghinggapi seorang pengarang karya sastra. Jiwa yang selalu gelisah. sebagai bagian dari kesenian seperti halnya filsafat dan ilmu pengetahuan. Dalam perihal seperti ini gambaran yang dilukiskan sastra bertentangan dengan kehidupan yang dihadapi pembaca. adalah salah satu dari lembaga manusiawi yang menjadi sarana bagi manusia untuk berupaya mengendalikan lingkungannya. dan keyakinannya. (1990: 14-16 & 49-50) mengemukakan adanya tiga kedudukan sastra terhadap kehidupan. Hal-hal tersebutlah yang diolah sastrawan dengan menggunakan kemahirannya dalam berkreasi atas potensi estetis bahasa. Sebagaimana diketahui. Sastra. Kreativitas yang dihasilkan dalam sebuah karya sastra inilah yang membuat dikenali akan adanya kebaruan dalam karya sastra.M. jelas mempunyai hubungan dengan kehidupan. diambil sarinya. Kemahiran dalam mengaplikasikan ungkapan pribadi inilah yang membedakan sastrawan dengan masyarakat pada umumnya. dengan demikian. . Sastra sebagai seni. Dengan daya imajinasi yang tinggi dan daya pengamatan yang teliti dan tajam.

Melalui perenungan itulah diharapkan pembaca akan dapat mengambil hikmah dalam bentuk kemampuan mengendalikan kehidupan mereka secara lebih baik. sastra sering dilihat sebagai suatu bentuk filsafat atau sebagai suatu pemikiran yang terbungkus dalam bentuk khusus. Kebahagiaan yang dicetuskan di sana-sini dalam karya-karya yang baik akhirnya dikalahkan oleh dominasi kepahitan hidup. Oleh karena itu. Kedudukan sastra yang ketiga adalah mengolah dan mendistorsi gambaran kehidupan sehingga menjadi sesuatu yang menggelikan. akan nampak bahwa sastra menyadarkan manusia atau lebih menyadarkan manusia. 2003: 714). Kemampuan untuk menertawakan sesuatu. Kemampuan memperolokolokkan ini membantu pembaca untuk merenungkan kehidupan dengan lebih luas. Kalau sastra dianggap sebagai jalan untuk memanusiawikan manusia dan memang demikian. Sastra justru menunjukkan kenyataan . bahwa hidup adalah pahit dan bahwa keadilan belum tentu dapat menjalankan tugasnya. yang selalu melihat dirinya sebagai tampan tanpa mengantongi penyakit´. Dalam karya mereka kita melihat berkecamuknya manusia yang tidak jujur. Supadjar (2003: 43) menyatakan bahwa umumnya tema kefilsafatan dalam karya sastra yang menonjol itu adalah mengenai soal-soal kemanusiaan.Penentangan ini dimaksudkan agar pembaca bisa melihat kehidupan dari perspektif lain sehingga bertambah jelaslah gambaran tentangnya. mendalam. Dalam usahanya memecahkan manusia sebagai misteri. tema-tema kemanusiaan dalam karya sastra tidak pelak lagi dengan berbagai cara membicarakan manusia dan karakteristiknya. terutama yang menyangkut keadilan. merupakan kemampuan untuk mengambil jarak dan memandang sesuatu dengan lebih objektif. Dalam hubungannya dengan dunia pemikiran. caranya adalah justru dengan menunjukkan bahwa hidup adalah pahit. Hampir semua karya sastra yang baik mengimplikasikan. bahwa manusia adalah keterbatasan. dan mendasar. termasuk diri sendiri. Wellek & Warren (1990: 134-135) mengemukakan bahwa sejarah sastra sejajar dan mencerminkan sejarah p emikiran. Kalau dilihat dari segi ini saja. ³Untuk dapat melihat diri kita sendiri dengan benar kita tidak selayaknya menjadi narkisus. Filsafat atau dunia pemikiran tentulah sangat berhubungan erat dengan kehidupan manusia. baik aspek kejiwaannya atau moral sosial. Oleh karena itu. Hal ini sesuai dengan perkataan Budi Darma dalam penutup Olenka. Kemanusiaan adalah bentuk pembendaan dari kata sifat manusiawi. Sementara yang baik itu belum tentu menang dan yang jelek belum tentu mendapat hukuman yang setimpal. Manusiawi berarti bersifat manusia (kemanusiaan) dan kemanusiaan adalah sifat-sifat manusia atau secara manusia dan sebagai manusia (KBBI. para pengarang yang baik berkesimpulan bahwa hidup memang pahit. manusia yang diinjak dan sebagainya. manusia dengan segala tragedi dan kepedihannya. serta manusia dan kehidupannya. manusia yang putus-asa.

dan bukannya menipu atau mengatakan apa yang seharusnya terjadi tapi tidak terjadi. Sebuah cerpen selain dipublikasikan lewat media di atas sebagian juga diterbitkan secara konvensional lewat bentuk buku kumpulan cerpen. kumpulan cerpen karangan perempuan lulusan UI kelahiran Bangka (1970) yang kini tengah menulis novel tentang perburuhan di Indonesia ini dipandang cukup mengejutkan mata khalayak sastra Indonesia ketika berhasil meraih penghargaan Khatulistiwa Literary Award (KLA) 2004. Selain itu.vision. Keberhasilan KTMP ini juga seperti memberi warna baru dalam peta sastra perempuan Indonesia. Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) karya Djenar Mahesa . Karya-karya tersebut dipublikasikan pertama kali dalam rentang tahun 2000 hingga tahun 2004 saat kumpulan cerpen ini diterbitkan.com/cetak/2006/102005/8/khazanah/index.net. cerpen merupakan salah satu bentuk kesusastraan yang cukup menonjol dewasa ini.pikiranrakyat. yang tertinggal dalam renungan seseorang yang telah mengalami katarsis adalah juga kepahitan hidup.html). berhasil menyingkirkan Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) karya Djenar Mahesa Ayu. Remy Silado. ringkas. dan Hamsad Rangkuti juga pernah meraih penghargaan yang baru dimulai pada tahun 2000 ini. Padahal pada masa itu sedang mewabah tren penulisan berani tentang seks oleh kalangan penulis perempuan. Dengan kesingkatannya cerpen mampu menjelaskan atau memaparkan bentuk-bentuk gejala sosial yang kompleks. Hal ini disebabkan format cerpen sendiri yang memang sesuai dengan perputaran yang cepat. Walaupun LC merupakan seorang pendatang baru dalam kancah sastra Indonesia. 2000: 10).php?id=3975). berdua dengan Negri Senja karya Seno Gumira Ajidarma. dan internet² yang semakin menonjol kehadirannya dewasa ini²membuat bentuk sastra seperti cerpen tertunjang eksistensinya. Adanya media publikasi dengan siklus penerbitan instan seperti koran. majalah. Nama-nama besar seperti Goenawan Mohammad. (Darma.id/detail. Semua cerpen yang dimasukkan ke dalam kumpulan cerpen tersebut adalah karya yang sudah pernah dipublikasikan di berbagai media massa nasional dan daerah meski dalam buku kumpulan cerpen itu sendiri tidak diterangkan karena persoalan dalam teknis proses penerbitan (http://www. Kumpulan cerpen Kuda Terbang Maria Pinto (KTMP) karya Linda Christanty (LC) merupakan salah satu karya sastra yang lahir dari situasi tersebut. 1984: 70) Soal-soal kemanusiaan dan kehidupan tersebut salah satunya bisa ditampilkan dalam bentuk cerpen. KLA ini sendiri adalah sebuah penghargaan yang cukup diakui di Indonesia (http://www. Cerpen sebagai salah satu sarana pengungkapan nilai-nilai kehidupan dalam beberapa hal tidak kalah dengan karya sastra lainnya (Suharjana. dan bergegas tersebut. Dalam ajang tersebut. Karena itu. karya ini.

merupakan hal yang tergolong luar biasa karena mampu mengalahkan buku pelajaran dalam hal cetak ulang. Dalam menafsirkan karya sastra (dengan wacananya yang ambigu). KTMP bisa mengalahkan popularitasnya di ajang KLA 2004. termasuk dalam hal nilai-nilai feminisme. seperti dikemukakan Sambodja (http://www.com/cetak/2006/012006/14/khazanah/index. Hal berbeda dikemukakan Susmana (http://www. seperti kemukaan Saidi (http://www.id/hiburan/budaya/2005/ 0402/bud2.id/berita/0410/13/ hib01.Ayu sendiri belum genap setahun terbit telah mengalami cetak ulang keempat.com/kompascetak/0406/27/Buku.html). Dia menganggap karya LC ini tidak sejalan dengan daya juang dan keberanian penulis perempuan dewasa ini yang berbicara tentang seks secara blak-blakan. Peristiwa yang dilukiskan LC dengan ringkas tetap mampu menyiratkan banyak dimensi. Namun. seperti kemukaan para juri.html). Padahal dengan cara lain (atau sudut pandang berbeda) sebuah karya bisa saja ditafsirkan sebaliknya.edu/apakabar/basisdata/1996/04/21/0006. dalam kumpulan cerpennya ini.pikiran-rakyat. Hal ini. Wajar kiranya Sapardi Djoko Damono. Selain itu.sinarharapan. . Kemenangan kumpulan cerpen ini dalam ajang KLA 2004.html). Sambodja menyatakan bahwa penilaian dewan juri KLA 2004 ini sungguh membesarkan hati para pengajar sastra di sekolah-sekolah karena ternyata karya sastra yang berhak mendapat penghargaan itu bukanlah karya sastra yang sekadar merangsang kelamin pembacanya. subjektivitas seorang aktivis feminisme bisa berpengaruh terhadap hasil pemaknaan. tulis Susmana. Hasil riset Associated Press (AP) 2003 mendudukkan Indonesia di peringkat kedua setelah Rusia dalam hal pornografi (http://www. LC dipandang memiliki kekuatan dalam hal yang amat mendasar yaitu makna. Akan tetapi.html). menilai bahwa kumpulan cerpen ini menjadi bayangan bagi perkembangan cerpen di masa depan.co. premis tentang ideologi patriarkat yang dianggap menekan kaum perempuan seperti didengungkan kaum feminis perlu ditelusuri kembali. LC mampu menjaga koherensi antara teknik dan tema dengan memanfaatkan konvensikonvensi dalam teknik retorika dan piranti sastra serta menata dan meraciknya secara kreatif sesuai dengan tema.sinarharapan.hamline. cerpen-cerpen LC masih terasa menggantung. Oleh karena itu.kompas. Dalam soal perjuangan kaum perempuan.co. pada sampul belakang kumpulan cerpen ini.html). kehadiran KTMP karangan seorang penulis perempuan ini sungguh mengharukan. melainkan juga yang merangsang pemikiran dan nurani pembacanya. adalah karena kumpulan cerpen ini dilihat mampu menjadikan bahasa sebagai ´kendaraan´ yang membimbing pembacanya memasuki relung-relung batin paling tersembunyi dan tak terduga (http://www.

Ajaran-ajaran dari kakeknya yang seorang aktivis kaum buruh sewaktu LC kecil.id/ BaliPostcetak/2004/6/14/rubrik. meraih piring ikan di meja. Tak berapa lama ia kembali. Sekarang ini bahkan LC sedang bekerja sebagai redaktur pada kantor berita Pantau di Banda Aceh. ³kelamin prosa dan kelamin puisi menyatu bersejiwa melahirkan pukauan mengasyikkan. Tangisku makin keras. Ada apa. Witoelar dalam wawancara tersebut menyebut LC sebagai ³begitu tenggelam dalam dunia kepedihan dan ekspresi kemanusiaan´. tapi aku cuma menyentuh sayur bening sawi. daerah yang sempat dilanda tragedi kemanusiaan besar berupa bencana tsunami. Aku tak mau makan daging hiu. Di malam hari. Siapa tahu putri kami dimakan hiu. Paula dibuang ke laut dan mungkin dimakan hiu. Ia langsung tersedak. aku memutuskan bicara pada istriku tentang Paula. Elia menghidangkan hiu panggang di meja makan.Litbang Kompas dalam sebuah resensinya menyatakan bahwa semua cerpen dalam kumpulan cerpen ini sungguh menarik karena semuanya mengangkat tema kemanusiaan (http://www.balipost. ³Linda begitu tenggelam dalam dunia kepedihan dan ekspresi kemanusiaan´. Ada apa. menangis di tepi bak cucian. Aku ingin Paula tenang. LC. dan aktivitasnya sendiri sebagai penentang pemerintahan Soeharto setelah dia dewasa. mengatasi namun meninggikan ikhwal pesan pada tukikan kedalaman yang mencerahkan´. Dalam bahasanya Witoelar. dalam catatannya di sampul belakang buku kumpulan cerpen ini. Dalam wawancara dengan Wimar Witoelar. membentuk kepeduliannya pada soal-soal kemanusiaan tersebut.html).html). Kumpulan cerpen ini terlihat begitu dalam menggarap persoalan kemanusiaan dan jauh memasuki relung-relung kehidupan. Aku ingin kami menjalani hidup tenang tanpa .com/kompas-cetak/0405/ 22/pustaka/ 1037030. Menampilkan tema-tema kemanusiaan tanpa menyerahkan sastra ke bawah telapak kaki penindasan pesan bukanlah upaya gampang. mampu menaklukkan kemuskilan ini. tersendat-sendat. Aku tak mau lagi menunggu putri kami setiap malam. beranjak dari kursi.kompas. Kata orang-orang. Berikut sebuah kutipan dari salah satu cerpen LC dalam kumpulan cerpen ini: Siang itu aku menyambut jam makan dengan perasaan aneh. LC mengatakan bahwa soal-soal kemanusiaan sangatlah menjadi perhatiannya (http://www. Dalam KTMP karya LC ini juga terlihat bagaimana dunia kepedihan dan ekspresi kemanusiaan itu digarap dalam membicarakan kemanusiaan. ia bertanya lebih lembut. lalu menuang isinya ke tong sampah. memuji LC karena dalam sebagian besar cerpennya. tegas Sutardji. Oleh karena itu. Hal ini menunjukkan keterlibatan langsung dan secara mendalam LC pada soal-soal kemanusiaan. bisikku. tanya Elia.co. Putri kita ada dalam hiu ini. Air mata menggenangi sepasang mataku. Sastrawan senior Sutardji. Elia memanggang ikan hiu.

kataku. kesegaran dan kebaruan juga didapat karena tokoh yang dieksploitasi perasaannya adalah sosok lelaki bukan seorang ibu dan kepekatan serta ironi atau kontras atas kenyataan umum didapat karena yang menghilang karena aktivitas politik melawan pemerintah tersebut adalah seorang anak perempuan. peristiwa politis ini dihadirkan atau sangat dikaitkan dengan bentuk kejadian perang. 1. Istriku mengangguk pelan. Pada cerpen ini diceritakan bagaimana tokoh Aku ini mengalami sebuah halusinasi sebagai manifestasi atas harapannya akan kehadiran putri tunggalnya yang telah sangat tipis kemungkinan untuk akan kembali lagi ke rumah. Dengan kata lain cerpen ini cukup kuat menggarap dialektika antara makna dan peristiwa sebagaimana teori Ricoeur²hasil interpretasi Ignas Kleden untuk penerapan pada cerpen²tentang sense dan reference (Kleden. Bayangannya tentang kemungkinan bahwa hiu di piring makannyalah yang telah memakan putrinya juga memperlihatkan bentuk kepedihan ini. Selain itu. ³Joao´. Rasa kehilangan tersebut terutama dialami tokoh Aku (ayah) yang menjadi pusat pengisahan. Kemudian juga. baik peristiwa maupun makna yang bisa didapat dari cerpen ini terlihat berimbang menghadirkan dan mengangkat tema kemanusiaan. namun juga bersifat kompleks sehingga memiliki berbagai kemungkinan penafsiran dan sekaligus menyebabkan pembaca menjadi terbata-bata untuk berkomunikasi dengannya (Nurgiyantoro. Semuanya bertema kemanusiaan. Hubungan antara pengalaman kemanusiaan dengan sejenis trauma politis ataupun sekedar berupa penghadiran latar peristiwa politik dapat ditemukan pada cerpen ³Makan Malam´. Akibatnya karya sastra menjadi lain dan tidak lazim. Ini terdapat pada cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´. ³Pesta Terakhir´. Lebih spesifik lagi. Biarlah. istrinya) terhadap anaknya (tokoh Paula). ³Perang´. (hlm. anak kita bersama ibu.2Pembatasan Masalah Kumpulan cerpen KTMP karya LC ini memuat dua belas cerpen. Karya sastra merupakan suatu bentuk komunikasi yang disampaikan dengan cara yang khas.133) Kutipan di atas diambil dari cerpen ³Makam Keempat´ yang bercerita tentang rasa kehilangan orang tua (tokoh Aku dan Elia. Untuk itulah kumpulan cerpen KTMP karya LC ini dianalisis. 2004: 128). Variasi bahasan atas narasi besar kemanusiaan ini dihadirkan beragam. 2000: 34 ± 35). dan ³Qirzar´. dan ³Makam Keempat´. ³Danau´. semata wayang pula. Meski peristiwa dalam cerpen ini utamanya terkait dengan aktivitas politik tokoh Paula. ³Rumput Liar´. . makna cerpen ini justru lebih tergarap lewat eksplorasiasi perasaan tokoh Aku sebagai sosok ayah yang tidak tahu di mana ³rimba´ anak gadis semata wayangnya.dia.

cerpen kedua menampilkan seorang waria. Terakhir. Keenam cerpen yang menjadi bahan analisis tersebut yaitu: 1.³Makan Malam´.³Kuda Terbang Maria Pinto´. tanpa perang dan konflik.³Pesta Terakhir´. bisa berakibat fatal bagi timbulnya tragedi kemanusiaan dalam jiwa tokoh-tokoh yang bukan orang kebanyakan.3Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. 2000: 11). unsur tema dalam cerita sangat penting di samping unsur lainnya. sebagaimana juga cerpen-cerpen lainnya. Penyimpangan terhadap normalitas di masyarakat kebanyakan.³Lelaki Beraroma Kebun´. Pemilihan judul-judul cerpen yang dipilih ini didasari kesamaan tema-tema kemanusiaannya yang begitu dominan. Lebih tepatnya dua cerpen ini mengedepankan keberlainan seksualnya. wacana simpati dan empati kemanusiaan pada akhirnya menjadi sangat mengemuka pada cerpen yang berbicara tentang hubungan antarmanusia ini. cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ tegak sendiri menghadirkan tema kemanusiaan yang kurang politis. tetapi sebagai pendukung munculnya tema.³Balada Hari Hujan´. Tentu saja. apalagi menyangkut aspek sensitif.Cerpen ³Lubang Hitam´ dan ³Balada Hari Hujan´ mengupas dan membahas sisi kemanusiaan manusia dari sisi perilaku seksualnya. 4. Ikatan batin pada keluarga dan tanah kelahiran merupakan segi yang mengemuka dalam cerita yang sanggup menghadirkan romantisme dalam bentuk tak biasa-biasa saja ini. Cerpen pertama mengemukakan sosok lesbian dan pelaku seks inses. 2. Dalam cerpen yang baik akan terkandung tema yang baik dan bermanfaat untuk pembaca.³Makam Keempat´. 5. serta sama sekali jauh dari isu seksual.Mengetahui kesatuan tematik cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC. Dengan demikian. Kemenonjolan unsur tema ini terbukti dengan lakuan yang ditampilkan tokoh pada setiap cerpen. dan 6. 3. Tema karya sastra selalu berkaitan dengan salah satu masalah kehidupan dan masalah tersebut dihadapi dan dialami manusia (Suharjana. Penulis membatasi analisis keenam cerpen tersebut pada unsur tema yang dianggap mewakili kedua belas cerpen yang ada dalam kumpulan cerpen ini. Hal ini bukan berarti unsur-unsur yang lain tidak ada. 1. Dalam analisis ini penulis membatasi pada enam cerpen dari dua belas cerpen yang ada dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC ini. . Tema kemanusiaan yang menjadi pokok analisis ini kehadirannya begitu menonjol dalam keenam cerpen ini.

tokoh. 2004: 73). 2.Mendeskripsikan makna-makna dan nilai-nilai yang didapat dari enam cerpen yang dianalisis terkait benang merah tema yang diusung kumpulan cerpen ini dan variasi nuansa atas tema tersebut pada setiap cerpennya. Teknik analisis dibagi menjadi empat tahap yaitu: 1. struktur cerpen. dan latar.5Sistematika Penulisan Penelitian ini disusun atas empat bab. 4. 1. seteliti. latar. alur.Mengidentifikasi unsur-unsur seperti tokoh. Metode struktural yang digunakan dalam penelitian ini diharapkan mampu mengungkapkan permasalahan kemanusiaan yang dieksplorasi dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC. Metode struktural adalah metode yang mengkaji karya sastra sebagai struktur yang dibangun oleh unsur-unsur seperti tema. Bab II berupa landasan teori tentang strukturalisme. 1995: 41). 3. Satu konsep dasar yang menjadi ciri khas teori struktural adalah adanya anggapan bahwa di dalam dirinya sendiri karya sastra merupakan suatu struktur yang otonom yang dapat dipahami sebagai suatu kesatuan yang bulat dengan unsur-unsur pembangunnya yang saling berjalinan (Pradopo dkk. unsur-unsur karya sastra berusaha dipahami dan dinilai sepenuhnya atas dasar permasalahan tempat dan fungsi unsur-unsur tersebut dalam keseluruhan karya sastra (Pradopo. tujuan penelitian. Dalam kaitan ini Teeuw (1984: 35) menyatakan bahwa analisis struktural bertujuan untuk membongkar dan memaparkan secermat. dan semendetail mungkin keterjalinan semua anasir dan semua aspek yang terdapat dalam karya tersebut. . diharapkan dapat dihasilkan hasil-hasil yang baru sekaligus maksimal dalam memahami karya sastra (Ratna.4Metode Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode struktural. 2003b: 54). Dengan menggunakan teori struktural. dan sistematika penulisan. pembatasan masalah. dan kemanusiaan.Memilih cerpen-cerpen yang dinilai mampu mewakili keseluruhan cerpen dalam karya tersebut.2. yang menjadi pelopor masuknya pendekatan objektif ke Indonesia pada 1960-an. Bab I berisi pendahuluan yang terdiri atas latar belakang masalah. metode penelitian.Membaca karya sastra (kumpulan cerpen) secara linear sampai mendapat kejelasan tentang semua isi karya tersebut. dan sudut pandang. cerpen. Jadi. 1.Melihat hubungan antarunsur tadi sehingga menghasilkan kebulatan tema yang global sebagai nyawa yang menjadi akhir analisis. dalam Suwondo.

(2) pendekatan pragmatik. Pendekatan mimetik lebih berorientasi pada aspek referensial yang terkait dengan kenyataan atau dunia nyata. Bab IV berisi simpulan. kata Sayuti (Suwondo. 2002: 45). Keempat model tersebut adalah: (1) pendekatan ekspresif. (3) pendekatan mimetik. Pendekatan pragmatik adalah model yang lebih menitikberatkan sorotannya terhadap peranan pembaca sebagai penyambut dan penghayat sastra. dan pembahasan tema kemanusiaan setiap cerpen. analisis struktur umum. 2004: 72). khususnya teori-teori yang menggunakan konsep dasar struktur (Ratna. Pendekatan objektif adalah model yang memberikan perhatian penuh pada karya sastra sebagai struktur yang otonom dengan koherensi intrinsik. BAB II LANDASAN TEORI 2. 2003: 167). dipandang telah mencakup keseluruhan situasi dan orientasi karya sastra. Kritik sastra objektif.H. dan (4) pendekatan objektif (Pradotokusumo. Abrams menyajikan empat model pendekatan dalam studi sastra. Keempat model tersebut juga dipandang telah mengandung pendekatan kritis utama terhadap karya sastra. Pendekatan objektif merupakan pendekatan yang terpenting sekaligus memiliki kaitan yang paling erat dengan teori sastra modern.1 Telaah Struktural M. Pendekatan ekspresif adalah model yang menonjolkan pengkajiannya terhadap peran pengarang sebagai pencipta karya sastra. dengan konsep dan tata kerja masing-masing.Bab III merupakan pembahasan yang meliputi corak estetis. mendekati . ringkasan cerita. Keempat model ini.

2003: 12-13). Kedua. yang hendaknya dianalisis dan ditimbang dengan kriteria intrinsik seperti kompleksitas. seperti yang dikatakan Ratna (2004: 73). dan interrelasi elemen-elemennya. koherensi. Pertama. dalam struktur ada stabilitas. 2002: 45). 2004: 73). Hawkes²dalam pandangan yang sesungguhnya didasari oleh pandangan Aristoteles ketika menulis Poetica²mengatakan bahwa strukturalisme adalah cara berpikir tentang dunia yang dikaitkan dengan persepsi dan deskripsi struktur (Teeuw. yang di antaranya tidak satu pun dapat mengalami perubahan tanpa menghasilkan perubahan dalam semua anasir lain (Strauss dalam Teeuw. Dalam kesatuan hubungan itu. 1984: 140-141). keseimbangan. struktur . Dengan demikian. Pendekatan objektif baru masuk ke Indonesia pada sekitar tahun 1960-an. yang terdiri atas sejumlah anasir. Kebiasaan mengait-ngaitkan sebuah karya sastra dengan kenyataan atau pengarang.karya sastra sebagai sesuatu yang berdiri bebas dari pengarang. Hal ini membuat seorang peneliti sastra mesti sangat berperan sebagai penyibak kekaburan (transferabilitas). struktur merupakan sebuah sistem. setiap unsur atau anasirnya tidak memiliki makna sendiri-sendiri kecuali dalam hubungannya dengan anasir-anasir lain sesuai dengan posisinya di dalam keseluruhan struktur. sudah sejak dahulu menjadi kebiasaan umum. Selden (1991: 53) mengatakan bahwa pendekatan-pendekatan struktur terhadap kesusastraan menantang beberapa kepercayaan yang paling dihargai oleh pembaca awam. hal ini tentu berbeda dengan model pendekatan objektif yang berlepas diri dari hal-hal tersebut. gejala-gejala dalam situasi kesastraan sering menuntut perhatian tersendiri (Soeratno. Namun. audiens. Dengan demikian. struktur adalah tatanan. Pada hakikatnya dunia ini lebih tersusun pada hubungan-hubungan daripada benda-bendanya sendiri. 1984: 120). dan dunia yang melingkupinya. meskipun pendekatan objekif di dunia Barat sama tuanya dengan umur puitika sebagai cabang ilmu pengetahuan sebagaimana bahasan Aristoteles dalam bukunya Poetica (Pradotokusumo. Menariknya. dengan jalan mulai dikenalnya teori strukturalisme (Ratna. sebuah struktur dapat diidentifikasi berdasarkan unsur-unsurnya. Menurut Jean Piaget. Prinsip objektif tersebut memiliki pengertian bebas dari unsur prasangka dan adanya distansi antara peneliti dengan objek yang diteliti. integritas. misalnya. pendekatan objektif merupakan pendekatan yang terpenting sebab pendekatan apapun yang dilakukan pada dasarnya bertumpu atas karya sastra itu sendiri. Kritik ini memerikan karya sastra sebagai objek yang mencukupi dirinya sendiri atau sebagai dunia dalam dirinya sendiri. Soeratno mengingatkan bahwa generalisasi sebagaimana yang dianjurkan oleh suatu metode penelitian positivistik tentu saja tidak dapat dilakukan mengingat karya sastra juga memiliki sifat unik dan khusus.

struktur juga mengubah tindakan-tindakan bahasa ke arah yang lebih produktif. Akan tetapi. tidak ada satu kesepakatan antara para pengarang dan para ahli. 2000: 37). tema. Dalam telaah karya sastra. Bahkan dia dianggap telah mempersiapkan jalan bagi lahirnya posstrukturalisme dalam kaitan dengan teori tentang otonomi tanda-tanda (atau makna-teks) dan kematian subjek. berapa ukuran panjang pendeknya itu memang tidak ada aturannya. Tegangan antara transformasi dan pengaturan-diri selalu intrinsik dalam setiap struktur.2 Cerpen Cerpen adalah cerita berbentuk prosa yang relatif pendek (Sumardjo & Saini K. bagaimana peristiwa terjadi. 2000: 36). Fayyadl. pemikiran struktural de Saussure ini telah mengubah tekanan studi linguistik dari pendekatan diakoronik ke sinkronik. mengkaji. atau mungkin nanti akan muncul lagi model terbaru yang lebih canggih. dapat dilakukan dengan mengidentifikasi. 1996: 55-56. plot. tokoh dan penokohan. Nurgiyantoro. Tapi. dan lain-lain. Teeuw (1983: 61) berpendapat bahwa bagaimanapun juga analisis struktur merupakan tugas prioritas bagi seseorang peneliti sastra sebelum ia melangkah ke hal-hal lain. 2000: 14. Hal ini juga mengundang minat para kritikus kritis untuk mengembangkan model-model pendekatan lain sebagai reaksi atas strukturalisme. 1997: 30). latar. Terbitnya buku Cours de Linguistique Generale karya Ferdinand de Saussure dianggap sebagai permulaan pemikiran strukturalis (Krampen. sebuah struktur tidak akan bertahan lama (Fayyadl.. seperti cerita rekaan. Edgar Allan Poe pernah mengatakan bahwa . semisal semiotik dan dekonstruksi. dan mendeskripsikan fungsi dan hubungan antar unsur intrinsiknya. terlepas dari paradigma logosentrisme yang masih membayang dan menaunginya (Fayyadl.M. dan kemudian menstabilkannya kembali. Struktur berfungsi menjaga keutuhan sebuah sistem bahasa dari erosi akibat perubahan waktu. 2. Tanpa tarik menarik antara kedua unsur tersebut. transformasi. Pada awalnya diidentifikasikan dan dideskripikan. Pun begitu. Analisis struktural karya sastra. Kemudian dijelaskan fungsi setiap unsur itu dalam menunjang makna keseluruhannya dan bagaimana hubungan antar unsur-unsur itu sehingga secara bersama membentuk makna yang padu (Suharjana. misalnya. pada saat yang sama. dan pengaturan diri. Analisis struktural juga dipandang memiliki banyak kelemahan karena melepaskan karya sastra dari banyak aspek ekstrinsiknya. 2005: 61-62). pemikiran de Saussure ini secara langsung dianggap telah mempengaruhi langsung kaum Formalis Rusia dan Strukturalisme Praha (Nurgiyantoro. Analisis struktural dalam dunia kritik sastra telah begitu mengalami perkembangan dewasa ini. sudut pandang. 2005: 32). 2005: 31).dicirikan oleh keutuhan. Dalam linguistik.

1997: 37). pikiran dan perasaannya. Meskipun cerpen hanyalah rekaan. tetapi cerita. tetapi dapat terjadi semacam itu. Cerita rakyat adalah juga cerita pendek. Ada cerpen yang pendek (short short story).. yakni tentang orang-orang atau peristiwa-peristiwa suatu kelompok suku atau bangsa yang diwariskan turun temurun. novelet ini lebih pendek dari novel. . Dalam pembedaan berdasarkan bentuk fisiknya tersebut ada juga jenis-jenis cerita pendek yang bukan cerpen. Namun tidak setiap cerita dapat disebut cerpen. dan kisah perjalanan dan petualangan juga berbentuk cerita. yakni cerita yang pendek dengan tokoh-tokoh binatang yang mengandung ajaran moral. keputusan dan keputusasaanya. Walaupun sama-sama pendek. sains. Orang membaca cerita rekaan bukan sekedar membaca lamunan. panjang cerpen itu sendiri bervariasi. perbuatan-perbuatannya. Terakhir. Dalam hal ini sebuah sketsa (penggambaran tentang sesuatu kenyataan). berita. Orang membaca cerita rekaan karena ia menunjukkan sesuatu sisi kenyataan. Aristoteles memformulasikannya dengan kata-kata bahwa sastra (termasuk cerpen) merupakan jalan keempat menuju kebenaran setelah filsafat. cerpen bersifat naratif atau penceritaan (Sumardjo & Saini K. yang terdiri dari puluhan (atau bahkan beberapa puluh) ribu kata. berdasarkan kenyataan kejadian yang sebenarnya. biasanya secara lisan. 1997: 36). Cerpen bukan penuturan kejadian yang pernah terjadi. direka oleh pengarangnya. Karya yang lebih panjang lagi dari cerpen disebut novelet. yakni cerita yang pendek berisi kisah lucu dan eksentrik dari tokoh-tokoh sejarah atau orang biasa baik nyata maupun hanya rekaan semata (Sumardjo & Saini K. dan sebagainya. Jenis itu adalah fabel.. bahkan mungkin pendek sekali (berkisar 500-an kata). ia ditulis berdasarkan kenyataan kehidupan. sebagai ciri dasarnya. Ada juga parabel yakni cerita pendek yang mengambil-ambil ajaran agama dari bagian-bagian kitab suci. ada cerpen yang panjangnya cukupan (midle short story). dan agama. Ada juga anekdot. tetapi juga lewat penghayatan perasaan orang lain.cerpen adalah sebuah cerita yang selesai dibaca dalam sekali duduk. Kebenaran kehidupan bukan hanya dapat kita dekati melalui ilmu pengetahuan atau filsafat yang lebih banyak berdasarkan penalaran semata. serta ada cerpen yang panjang (long short story). Cerpen bukanlah pencandraan (deskripsi) atau argumentasi dan analisis tentang sesuatu hal. namun semua itu berdasarkan hal-hal yang benar-benar ada dan telah terjadi. 2000: 10). mengidentifikasikan diri dengan tokoh cerita rekaan sehingga dapat ikut mengalami peristiwa-peristiwa yang dihadapinya. cerpen memiliki sifat rekaan. kira-kira berkisar antara setengah sampai dua jam²suatu hal yang kiranya mustahil diperlakukan terhadap novel (Nurgiyantoro. Kemudian. dilema-dilemanya. Orang menghayati pengalaman seseorang.M. tetapi murni ciptaan saja.M. Apa yang diceritakan di cerpen memang tidak pernah terjadi.

Dari sekian peristiwa penting dalam sebuah cerita pada akhirnya akan dihasilkan satu peristiwa terpenting yang diangkat ke muka. hingga cerita terus mengalir ke waktu perjalanan kembali Sersan Kasim bersama Acep ke tempat semula. Cerpen karangan sastrawan sekaligus birokrat yang juga sempat terlibat dalam dunia kemiliteran ini sangat suspensif sekali menghadirkan ketunggalan konflik lewat pengklimaksan alurnya. Ketunggalan peristiwa dalam cerpen dapat dipahami dalam bentuk hadirnya satu konflik utama di dalamnya. pemusatan tokoh. mulai dari tahap awal hingga akhir. namun. putranya. dijadikan pusat cerita dalam cerpen ini. penyataan amanat utama. dengan segala kesingkatannya. Cerpen yang berlatarkan peristiwa sejarah Perjanjian Renville ini bercerita tentang sebuat tragedi kemanusiaan saat seorang ayah mesti memutuskan untuk mengakhiri nafas anak kandungnya. dan hanya ada satu efek saja bagi pembacanya. saat kematian istrinya di Yogya ketika melahirkan Acep. Tentu saja pembagian garis besar ini bisa lebih akan beragam lagi satuan peristiwanya jika diurai dengan lebih detail. Semuanya harus serba ekonomis sehingga hanya ada satu kesan saja bagi pembacanya.Secara umum dapat disimpulkan bahwa cerpen adalah cerita atau narasi (bukan analisis argumentatif) yang fiktif (tidak benar-benar telah terjadi tetapi dapat terjadi di mana saja dan kapan saja) serta relatif pendek. Penceritaan atau narasi tadi harus dilakukan secara hemat dan ekonomis. pengintensifan sebuah latar. Dari peristiwa tersebut muncul sebuah tragedi yang sangat mengharukan. sang ayah tersebut. dalam alur terdapat sebuah peristiwa klimaks yang umumnya dibangun dari tegangan yang dihasilkan konflik dalam cerita. kejadian saat Sersan Kasim menenggelamkan Acep di Sungai Serayulah yang pada akhirnya paling jadi menonjol sebagai peristiwa. Namun begitu. Namun dari sekian peristiwa itu. dan seterusnya. dengan melalui berbagai titik peristiwa. . tentu pula hal demikian semakin berkecenderungan lebih kuat untuk terjadi. Contoh ketunggalan peristiwa dalam sebuah cerpen ini dapat dilihat pada cerpen ³Sungai´ karya Nugroho Notosusanto. Hal ini pula yang membuat sebuah cerpen sering diidentifikasikan secara teoritis sebagai beralur tunggal. Inilah sebabnya dalam sebuah cerpen biasanya hanya ada satu tokoh saja. Hal ini tentu saja terkait juga dengan tema pokok. Sersan Kasim. sebuah cerpen harus merupakan suatu kesatuan bentuk yang betul-betul utuh dan lengkap. Sebagaimana skema tradisonal yang sudah umum dikenali tentang runtutan alur sebuah cerita. hanya ada satu peristiwa. Berawal dari perjalanannya bersama prajurit-prajurit TNI lainnya dari Jawa Barat ke Yogya dengan membawa serta istri-anaknya. Dalam cerpen. Tragedi ini terhubung erat pada tema kemanusiaan. Beragam peristiwa yang faktualnya juga serta ada dalam cerita pada akhirnya akan merujuk pada peristiwa utama yang dihadirkan dan ditonjolkan oleh lain-lain peristiwa tersebut.

Ada kecenderungan dewasa ini bahwa kumpulan cerpen adalah publikasi ulang dari cerpen-cerpen yang telah terlebih dahulu diumumkan lewat koran minggu yang memiliki ruang sastra. yakni apartemen Jane. atau sejumlah pengarang. justru kehadiran tempat yang tunggal tersebut memberikan peluang besar bagi tokoh-tokohnya yang terkurung secara fisik untuk mengelebatkan ingatan hingga fantasi mereka ke berbagai belahan tempat lainnya. Kepadatan cerita dalam sebuah cerpen pada cerpen ini bukannya didapat dari terdapatnya satu buah latar tempat. dua atau tiga pengarang. Kesamaan tersebut biasanya terletak pada tema keseluruhan cerpen yang ditampilkan (Suharjana. baik yang nyata maupun yang khayalan semata. Kumpulan cerpen yang terdiri atas beragam cerpen ini selain bisa pula seragam dan memiliki ketunggalan tema namun tak pelak pula bisa cukup sangat beragam menggarap berbagai tema. Cerpen yang dikumpulkan mungkin berasal dari seorang pengarang. Ketunggalan peristiwa justru dihasilkan oleh peristiwa akhir setelah selesai sekian obrolan ke sana-sini sebelumnya: bagaimana menafsirkan menghilangnya Marno ke balik pintu yang terdengar sebentar beberapa langkah dan bantal tidur Jane yang basah? Cerpen-cerpen yang berperistiwa tunggal ini. Selain itu tentunya ada saja cerpenis pemula yang punya nyali untuk menerbitkan secara independen karya perdananya sebagai sebuah perlawanan terhadap otoritas koorporasi kapital media-media publikasi mapan. 2000: 9-10). sebuah cerpen karena kesingkatannya akan cukup sulit untuk menghindari ketunggalan peristiwa yang sudah semestinya hadir pada esensinya. pada akhirnya dikumpulkan ke dalam sebuah buku sehingga menjadi sebuah kumpulan cerpen. Kumpulan cerpen merupakan sarana untuk menerbitkan cerpen dalam bentuk buku. Contoh-contoh di atas telah menunjukkan bukti-bukti. Jane terbayang Tommy. selain alternatif mempublikasikan cerpen di media massa atau media on-line. hingga taman kota. Paman Tom. sementara Marno terkenang istri dan kunang-kunang kampung halamannya. Dalam ³Seribu Kunang-Kunang di Manhattan´ karya Umar Kayam ternyata bisa juga didapat esensi ketunggalan peristiwa sebuah cerpen ini. Kumpulan cerpen pada dasarnya kumpulan beberapa cerpen yang termuat dalam sebuah buku.sesuatu yang lebih universal daripada sekedar kepentingan politis berbagai negara yang sedang saling bertengkar. selain publikasi awal lewat kehadirannya di media massa.3 Struktur Cerpen Secara tradisional. unsur-unsur dalam cerpen bisa digolongkan menjadi dua bagian. Kumpulan cerpen biasanya memiliki kesamaan pada salah satu unsurnya. 2. Namun dalam keragaman maupun keseragaman itu. Pertama . Empire State Building. Alaska.

M. penekanan salah satu unsur cerpen tidak berarti meniadakan unsur-unsur lainnya. Unsur inilah yang secara faktual akan dijumpai dalam membaca karya sastra. dan setting.3. dan sebagainya. harus memenuhi unsur-unsur bentuk yang sudah disebutkan tadi. dalam sebuah novel. Tema dipakai sebagai dasar mengarang . ekonomi. Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra. Kedua adalah unsur ekstrinsik. 2000:23-24). alur. 2. biasanya penulis cerpen akan mementingkan salah satu unsur dalam cepennya (Sumardjo & Saini K. amanat. latar. Oleh karena itu. Fakta (facts) dalam sebuah cerita meliputi karakter (tokoh cerita).adalah unsur intrinsik. Macam sarana kesastraan yang dimaksud antara lain berupa sudut pandang penceritaan. 2000: 25) membagi unsur sebuah cerita rekaan kepada tema. tema dapat disinonimkan dengan ide dan tujuan utama cerita. adalah teknik yang dipergunakan oleh pengarang untuk memilih dan menyusun detil-detil cerita (peristiwa dan kejadian) menjadi pola yang bermakna.. Dalam hal ini. Stanton (Nurgiyantoro. ketiganya dapat pula disebut sebagai struktur faktual (factual structure) atau derajat faktual (factual level) sebuah cerita. dan sarana cerita. maut. Tema adalah sesuatu yang menjadi dasar cerita. Tujuan penggunaannya sarana kesastraan adalah untuk memungkinkan pembaca melihat fakta sebagaimana yang dilihat pengarang. plot. gaya (bahasa) dan nada. situasi politik. Berdasarkan tuntutan ekonomis serta efek pada pembacanya. sering. Ketiganya merupakan unsur fiksi yang secara faktual dapat dibayangkan peristiwanya. Hanya pengarang dapat memusatkan (fokus) pada salah satu unsurnya saja yang mendominasi cerpennya. bukan sebagai sesuatu yang berdiri sendiri dan terpisah satu dengan yang lain. religius. menafsirkan makna fakta sebagaimana yang ditafsirkan pengarang. seperti masalah cinta. tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra. sarana kesastraan (literary devices). kemanusiaan. rindu. dan merasakan pengalaman sepe yang rti dirasakan pengarang. seperti aspek tema. bulat. simbolisme. dan utuh. penokohan. Ketiga unsur tersebut harus dipandang sebagai satu kesatuan dalam rangkaian keseluruhan cerita. eksistensin ya. Ia selalu berkaitan dengan berbagai pengalaman kehidupan. sudut pandang. Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. takut. kasih. fakta. Artinya. dan ironi. dan sosial (Nurgiyantoro. dan gaya bahasa. 1997: 37). Dalam hal tertentu. Sebuah cerpen mesti lengkap. Sarana pengucapan sastra. Unsur intrinsik ini meliputi tema. Unsur ini antara lain meliputi pandangan hidup pengarang.1 Tema Tema adalah pokok pikiran atau dasar sebuah cerita.

Alasan pengarang hendak menyajikan cerita ialah hendak mengemukakan suatu gagasan. atau pilihan utama yang mendasari suatu karya sastra tersebutlah tema. Tema disaring dari motif-motif yang terdapat dalam karya sastra yang menentukan hadirnya peristiwa-peristiwa. semuanya didasari oleh ide pengarang tersebut.(KBBI. Tema itu beragam-ragam ditinjau dari segi corak maupun kedalamannya. dalam bentuk kebohongan melawan kejujuran. Dalam membaca cerita rekaan sering terasa bahwa pengarang tidak sekedar ingin menyampaikan sebuah cerita demi bercerita saja. konflik. Sebuah cerpen selalu harus mengatakan sesuatu. misalnya. Karena itu. 2003: 1164). Hartoko & Rahmanto mendefenisikan tema sebagai gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya sastra dan yang terkandung di dalam teks sebagai struktur semantis dan yang menyangkut persamaan-persamaan atau perbedaanperbedaan (Nurgiyantoro. Dengan kata lain ada sebuah konsep sentral yang dikembangkannya dalam cerita itu. Dalam sebuah cerita bisa didapatkan bermacam-macam makna. Masih banyak lagi ragam tema dan teknik penyampaiannya. Adanya tema membuat karya sastra lebih penting dari sekedar hiburan (Sudjiman. tapi mau mengatakan sesuatu pada pembacanya (Sumardjo & Saini K. konflik. Secara lebih kongkret tema pertentangan baik dan buruk ini dinyatakan. 1997: 56). termasuk berbagai unsur intrinsik yang lain. Pengarang dalam menulis ceritanya bukan sekedar mau bercerita.. 2000: 68). Cinta. sehingga orang bisa menjadi memahami kehidupan ini dengan lebih baik. Banyak pula yang disampaikan secara implisit (tersirat). yaitu pendapat pengarang tentang kehidupan ini. Bisa juga disebut komentarnya atas kehidupan ini. . kehidupan keluarga. merupakan tema yang disukai dan bersifat universal (Sudjiman. Kejadian dan perbuatan tokoh cerita. Ada kalanya tema cerita dengan jelas dinyatakan. Tema dalam banyak hal bersifat mengikat kehadiran atau ketidakhadiran peristiwa. atau korupsi melawan hidup sederhana. Ada jug a yang dinyatakan secara simbolik. Tema menurut Stanton dan Kenny adalah makna yang dikandung sebuah cerita (Nurgiyantoro. dan situasi tertentu. 2000: 67). defenisi sebuah tema mesti lebih dipersempit lagi. ide. kelaziman melawan keadilan. Ada sesuatu yang dibungkusnya dalam bercerita. 1987: 50-52). karena hal-hal tersebut haruslah bersifat mendukung kejelasan tema yang ingin disampaikan. Gagasan.M. 1987: 50). Tema yang banyak dijumpai dalam karya sastra yang bersifat didaktis adalah pertentangan antara buruk dan baik. artinya dinyatakan secara eksplisit. Sesuatu yang hendak dikatakannya itu bisa jadi merupakan sebuah masalah kehidupan atau pandangan hidupnya tentang kehidupan ini. dan situasi tertentu. Hal ini berarti tema adalah ide sebuah cerita.

Kriteria ini merupakan hal yang paling penting. peristiwa-peristiwa. bukanlah makna yang disembunyikan. haruslah dilakukan penyimpulan atas keseluruhan cerita. tidak hanya berdasarkan bagian-bagian tertentu saja. karena justru inilah yang ditawarkan pengarang kepada pembaca. Stanton (Nurgiyantoro.Tema menjadi dasar pengembangan seluruh cerita. misalnya. Usaha menemukan dan memahami konflik utama yang dihadapi tokoh utama merupakan cara khusus untuk menentukan tema sebuah cerita (Nurgiyantoro. Hal itu disebabkan pada detail-detail yang menonjol (atau: ditonjolkan) itulah²yang dapat diidentifikasi sebagai tokoh-masalahkonflik utama²pada umumnya sesuatu yang ingin disampaikan ditempatkan. Karena tema tersembunyi di balik sebuah cerita. Penemuan tema. lebih luas. 2000: 68-69). Oleh karena itu. untuk menemukan tema sebuah karya fiksi. Tema merupakan makna keseluruhan yang mendukung cerita. dengan sendirinya ia akan tersembunyi di balik cerita yang mendukungnya. Hal inilah yang menyebabkan kecilnya kemungkinan pelukisan secara langsung tersebut. Tema mempunyai generalisasi yang lebih umum. walau belum tentu juga dilukiskan secara eksplisit. selain dengan cara tersebut. pada umumnya erat berkaitan dengan tema. Oleh sebab itu ia pun bersifat menjiwai seluruh bagian cerita. Konflik. Dengan demikian. penafsiran terhadap tema bisa difokuskan pada upaya mengawasi gerak gerik tokoh utama tersebut. Kesulitan yang mungkin dihadapi adalah dalam hal menemukan atau menentukan detail-detail yang menonjol tersebut. Eksistensi atau kehadiran tema adalah terimplisit dan merasuki keseluruhan cerita. Sebagai sebuah makna. walau sulit ditentukan secara pasti.Penafsiran tema sebuah novel hendaknya mempertimbangkan tiap detail cerita yang menonjol. dan lebih abstrak. Tema sebagai makna pokok sebuah karya fiksi tidak secara sengaja disembunyikan. 2000: 85-86). Hal ini juga menyebabkan tidak mudahnya menafsirkan tema (Nurgiyantoro. dan latar. konflik. penafsiran terhadapnya haruslah dilakukan dengan berdasarkan pada fakta-fakta yang ada yang secara keseluruhan membangun cerita. yang merupakan salah satu unsur pokok dalam pengembangan ide cerita dan plot. Berikut kriteria-kriteris yang dimaksud: a. Para tokoh utama biasanya dibebani tugas membawakan tema. Dalam menafsirkan tema sebuah novel. apalagi jika novel yang bersangkutan relatif panjang dan sarat dengan berbagai . sebaiknya juga disertai dengan usaha untuk menemukan konflik sentral yang ada dalam cerita. Hal tersebut bisa dimulai dengan cara memahami cerita. pada umumnya tema tidak dilukiskan. mencari kejelasan ide-ide perwatakan. paling tidak pelukisan yang secara langsung atau khusus. 2000: 86-88) mengemukakan adanya sejumlah kriteria yang dapat diikuti. Tema.

atau bentuk dialog. Cerita pendek dan novel masih merupakan jenis sastra yang relatif sama. Kriteria-kriteria tersebut di atas secara umum dapat pula diterapkan terhadap cerita pendek. atau informasi lain yang kurang dapat dipercaya. muluk-muluk. Di antara pelbagai perbedaan yang ada antara cerpen dan novel.Penafsiran tema sebuah novel haruslah mendasarkan diri pada bukti-bukti yang secara langsung ada dan atau yang disarankan dalam cerita. Pandangan sangat sederhana bahkan hanya membedakan novel dan cerpen berdasarkan ketebalan jumlah halamannya atau kesingkatan waktu relatif pembacaannya. Dalam sebuah novel kadang-kadang dapat ditemui adanya data-data tertentu. c. Tidak jarang sejumlah pembaca membayangkan tema sebagai sesuatu yang filosofis. alinea. cerpen dan novel sesungguhnya juga memiliki kesamaan. Novel. baik yang berupa bukti-bukti langsung. kalimat. seperti telah dikemukakan. b. sikap dan pandangan hidup pengarang. mereka seolah -olah tetap memaksakan sebagai ada ditemui. Penentuan tema dari kerja yang demikian kurang dapat dipertanggungjawabkan karena kurangnya data empiris. sebagai salah satu genre sastra. maupun tidak langsung. Dengan kata lain. artinya hanya berupa penafsiran terhadap kata-kata yang ada.konflik. Selain sama-sama berjenis cerita rekaan yang . tokoh-masalah-konflik utama merupakan tempat yang paling strategis untuk mengungkapkan tema utama sebuah novel. merupakan suatu sarana pengungkapan keyakinan. sesuatu yang dibayangkan ada dalam cerita. cobalah diulangi sekali lagi penafsiran itu barangkali terjadi kesalahpahaman. Detail cerita yang demikian diperkirakan berada di sekitar persoalan tokoh utama yang menyebabkan terjadinya konflik yang dihadapi (-kan kepada) tokoh utama.Penafsiran tema sebuah novel hendaknya tidak mendasarkan diri pada bukti-bukti yang tidak dinyatakan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam novel yang bersangkutan. gagasan. tentunya pengarang tidak akan menjatuhkan sendiri sikap dan keyakinannya yang diungkapkan dalam detail-detail cerita tertentu lewat detail-detail cerita tertentu lainnya. Jika hal yang demikian terjadi. dan lain-lain yang tergolong unsur isi dan sebagai sesuatu yang ingin disampaikan. d. artinya kata-kata tersebut dapat ditemukan langsung dalam novel. yang dapat dipandang sebagai bentuk yang berisi (dan atau mencerminkan) tema pokok cerita yang bersangkutan. Tema cerita tidak dapat ditafsirkan hanya berdasarkan perkiraan. dan jika ternyata di dalam cerita tidak ditemukan harapannya itu. Oleh karena itu. mungkin berupa kata-kata. Kriteria ini mempertegas kriteria sebelumnya. Penunjukkan tema sebuah cerita haruslah dapat dibuktikan dengan data-data atau detail-detail cerita yang terdapat dalam cerita bersangkutan.Penafsiran tema sebuah novel hendaknya tidak bertentangan dengan tiap detail cerita. kebenaran. ide.

tema justru tersamar dalam seluruh elemen. Goenawan Mohammad (2000: xxv) menyebut istilah cerpen topikal untuk jenis sastra koran.M. Pengarang menyatakan ide atau temanya dalam unsur cerita. namun kemudian ternyata itulah yang menjadi terpenting. dan hukum yang bermunculan di koran²pada kesusastraan. juga untuk jenis sastra koran ini. Namun sudah selayaknya pula untuk cerpen-cerpen yang mengklaim diri telah berjiwa modernkontemporer guna justru menghindari sifat otoritatif tema. Pengarang mempergunakan dialog-dialog tokoh-tokohnya. Pengarang bisa saja hanya mengemukakan suatu masalah kehidupan dan problem tersebut tidak perlu ia pecahkan. setting cerita untuk mempertegas atau menyarankan isi temanya. Danujaya (2000: 139). ekonomi.umumnya bersifat prosaik. simpulannya. seperti dalam halnya cerita didaktis untuk kanak-kanak. Sikap konservatif sebuah tema bisa menghadirkan kekakuan ekspresi bagi sebuah cerita.. dalam hal tema cerpen pun bisa sangat sarat makna hingga juga tema sebagaimana halnya sebuah novel. pernah menjadi suatu topik pergunjingan yang hangat di kalangan para kritikus sastra. atau kebenaran pada akhirnya akan menang mutlak atas segala jenis pola kejahatan. Dalam cerpen yang berhasil.M. kata Danujaya. Pada awalnya sekedar sebuah ide. sesuatu yang membawa kita kembali surut menuju paradigma lama. Tema bisa saja hanya berwujud pengamatan pengarang terhadap kehidupan. Pemecahannya terserah pada masing-masing pembaca (Sumardjo & Saini K.. Pengarang-pengarang lama memang sering suka menyatakan secara eksplisit simpulan ceritanya sendiri. 1997: 56). menyebutnya dengan istilah penjajahan tema. kejadiankejadian. Kesingkatan. hingga kepadatan. atau ajaran moral. Misalnya di akhir cerita dikatakan: membohongi orang lain itu tidak baik dan orang yang berbuat jahat pasti akan mendapatkan hukuman atas perbuatannya. Tema tidak perlu selalu berwujud moral. satu tujuan. jalan pikirannya. Bahasa cerpen sebagai sebuah karya sastra pun kemudian menjadi. Bahasa akibatnya hanya sekedar menjadi komunikator yang siap pakai. Seluruh unsur cerita jadi memperkuat satu arti saja. perasaannya. atau bahkan hanya bahan mentah pengamatannya saja. Masalah penjajahan tema² dalam hal ini tema-tema sosial. yang terjadi pada cerpen justru membuat hal tersebut tak muskil untuk terjadi. tidak jarang mengulang-ulang . bukan sebuah wilayah penjelajahan tersendiri. hanya meminjam-minjam statemen lazim di rubrik berita koran-koran. Satu sifat yang terdapat dalam cerpen-cerpen yang ³patuh serta tunduk´ pada topik adalah bahwa cerita sebagai inti lebih berkuasa dan lebih sentral ketimbang kisah. 1997: 56). Dan yang mempersatukan segalanya itu adalah tema (Sumardjo & Saini K. seringnya bahkan. politik.

konflik yang penuh suspense. Dalam membaca sebuah cerpen.3. Semakin banyak persoalan serta implikasi-implikasinya yang terkandung dalam sebuah cerpen. sesuatu yang dikandung oleh sebuah cerpen. karakter setiap tokoh bisa berkembang secara wajar tanpa harus terbebani bobot tema. Unsur watak atau karakter dalam cerpen modern menjadi begitu menonjol dan dominan antara .M. ramai dengan keberbagaian kemungkinan. Dengan ³kewajaran´ tersebutlah pembaca akan bisa yakin bahwa dia sedang berhadapan dengan karya sastra. cerpen tersebut akan kaya dengan penafsiran-penafsiran. tokoh cerita dengan watak yang tidak akan terlupakan. apalagi kehendak yang serba memaksa milik nurani pengarang. 2. Penulis-penulis cerpen jenis ini banyak menciptakan karakter besar. Sebagai alternatif perlawanan terhadap cengkraman kaku topik terhadap cerita. Sebuah karya seni yang mengajak orang berpikir biasanya adalah karya seni yang dihargai (Sumardjo & Saini K. Memang dalam sebuah cerpen kadang-kadang tidak hanya terdapat satu penafsiran tema saja. Dengan hal itu. Mungkin mengandung masalah moral. maka dalam dunia penulisan prosa dikenallah apa yang disebut cerpen situasi (Mohammad. Dalam cerpen situasi.2 Tokoh Kecenderungan cerpen modern adalah penekanan pada unsur perwatakan tokohnya. maka barulah terasa bahwa semua itu mengandung satu arti yang berupa visi pengarang terhadap dunia. sebuah cerita. bukan berita apalagi propaganda. Hal itu terletak pada temanya. Cerpen seperti itulah yang biasanya berdaya tahan menempuh waktu karena ia tidak menjemukan bagi pembaca-pembaca yang kreatif. Usaha dalam rangka memburu makna itu sesungguhnya sangat mengasyikkan. atau bahkan menggunakan kata yang sama berkali-kali dalam satu paragraf. masalah individu. 1997: 57). Dengan cara itu pula sebuah karangan akan menjadi cerpen yang baik dan berhasil. masalah sosial. maka semakin baguslah cerpen tersebut. Ini tidak berarti bahwa pada cerpen lama perwatakan tidak dipentingkan.. Sebuah cerpen yang besar mengandung banyak persoalan yang bersegi-segi.klise lama. beku dan miskin kreatifitas. dan sebagainya. 2000: xxvi). pada dasarnya adalah mencari tema yang terkandung dalam cerpen tersebut. Jelaslah bahwa pengarang pastilah tidak secara jelas umumnya mengungkapkan tema karangannya. Sebuah cerpen kadang-kadang banyak menimbulkan penafsiran. masalah spritual. Akan tetapi kalau cerpen tersebut selesai dibaca. Mencari arti sebuah cerpen. memang pembaca bisa hanyut dalam pelukisan karakterkarakternya. dan sekaligus juga masalah politik. Tapi tema itu merasuk dan menyatu dalam semua unsur cerpen.

Bukan dengan menceritakannya secara langsung kepada pembaca. tidak ada salahnya pula ketika tokoh dan perwatakannya ditampilkan dengan begitu rumit dan tak selesai. kepribadian yang didapat tidaklah sama dengan kepribadian orang-orang yang ada dalam kehidupan sebenarnya. tindakan-tindakannya. 1997: 63-65). Tak ada sentral dan yang tunggal. Kejadian-kejadian dalam cerpen-cerpennya berpusat pada konflik watak tokoh utamanya. Di Indonesia dapat disebut Budi Darma yang sebagian karya cerpennya diumumkan di majalah sastra Horison atau rubrik seni dan budaya hari minggu di Kompas. Apa yang diucapkannya.. Konflik yang mendasari plot ceritanya merupakan konflik jiwa tokoh-tokoh protagonisnya. apa yang dirasakannya harus betul-betul menunjang penggambaran wataknya yang khas milik dia (Sumardjo & Saini K. yakni. jadi bukan hanya sekedar elemen untuk membawakan cerita. Oleh karena ³keresehan´ ilmiah untuk senantiasa menghadirkan distingsi dan membuat-buat kategorisasi.. maka menjadi lemahlah oleh karenanya seluruh cerita. atau juga pengalaman hidupnya. Pembedaan corak ini memang tidak bersangkut paut langsung dengan kualitas sastra sebuah karya. reaksinya terhadap peristiwa. apa yang diperbuatnya. Kalau karakter tokoh lemah. Dalam sebuah cerita yang bersifat rekaan. tetapi kepribadian dalam cerita hanya perlu menonjolkan beberapa sifat saja karena seni itu intensifikasi. Tokoh-tokoh dalam cerpen modern mendapatkan sorotan lebih tajam dari para penulisnya. . caranya berpakaian. Kepribadian dalam kehidupan sehari-hari begitu kompleks. namun kebanyakannya karya sastra yang dianggap bermutu memang yang berada di jalur story line. Terutama psikoanalisis yang menawarkan daerah baru dalam menyelami kehidupan jiwa manusia.M. Namun dalam estetika kontemporer. Tokoh cerita semestinya digambarkan seintens mungkin. dan sebagainya. yang ada adalah proses dialektis (dan eklektis) dan pencarian terus menerus sebagaimana usaha Iwan Simatupang ³mengakhiri´ novel Koong-nya (1975). tapi dengan mendramatisasinya. Hal ini dilaksanakan lewat cara bicaranya. kata Danujaya (2000: 136). Bergantung dari masa lalunya. Paradigma posmoisme memang merayakan keragaman dan memaafkan perbedaan. dan padat. pendidikannya. Seorang penulis yang cekatan hanya dalam satu adegan saja sanggup memberikan pada kita seluruh latar belakang kehidupan seseorang. penuh arti. asal daerahnya. Setiap tokoh semesti memiliki kepribadian sendiri-sendiri. antara yang lebih menekankan pada jalinan alur (plotting) dan yang lebih menekankan pada pengembangan karakter (story line). para teoritikus sastra sering membedakan fiksi menjadi dua corak. Bahkan menaifkan upaya -upaya pemutlakan. apa yang dipikirkannya. Mutu sebuah cerpen banyak ditentukan oleh kepandaian seorang pengarang dalam menghidupkan watak tokoh-tokohnya.lain disebabkan oleh semakin berkembangnya ilmu jiwa.

topik.Melalui penerangan langsung.Sebagaimana pembicaraan tentang cerpen topikal sebelumnya. Dengan cara ini pembaca dapat mengetahui alasan-alasan tindakannya. Sumardjo & Saini K. hingga plot cerita yang sudah ditentukan dari awal bisa dihindari. Ia memiliki peran untuk dimainkan. dan sebagainya. sukunya. Dalam fiksi lama penggambaran fisik kerap kali dilakukan untuk memperkuat watak. Namun. c. Penulis sering membuat deskripsi mengenai bentuk tubuh dan wajah tokoh-tokohnya. dan sebagainya. sastrawan termasyhur dari Amerika. Dalam hal ini. Tetapi dalam cerpen modern cara ini sudah jarang dipakai.M. Situasi kritis dalam hal ini tidak harus ditafsirkan kondisi bahaya. pada karya yang lebih cenderung mendukung bagi upaya pengembangan karakter segala macam penindasan tema. Melukiskan apa yang dipikirkan oleh seorang tokoh adalah salah satu cara penting untuk mempertentangkan perwatakannya. d. e.Melalui pikiran-pikirannya. Novelis . Ia akan bertindak spontan menurut karakternya. karena ia tak bisa lagi berpura-pura. Hal tersebut dikemukakan Henry James. b. Yaitu tentang cara berpakaian. Dari apa yang diucapkan oleh seorang tokoh cerita. orang berbudi halus atau kasar. tapi situasi yang mengharuskan dia mengambil keputusan dengan segera. dan sebagainya. upaya pembedaan di atas memang agak sulit dan lebih samar dibandingkan bentuk fiksi lain yang lebih panjang seperti novel karena paksaan efesiensi dan efektivitas pemakaian bahasa dalam pemerian maupun pencitraan menuntut pemakaian semua unsur penceritaan dengan lebih singkat dan padu.3. 2. (1997: 63-66) memerikan beberapa jalan yang akan menuntun menuju identifikasi sebuah karakter: a. orang dengan pendidikan yang masih rendah atau tinggi. ia perlu digambarkan sama jelasnya dengan unsur yang lain.Melalui ucapan-ucapannya. Dalam kenyataan hidup. Hal ini berbeda sekali dengan cara tidak langsung. untuk jenis cerpen. Tapi inilah konvensi fiksi. perempuan atau lelaki. Perlawanan terhadap hegemoni pusat. Watak seseorang memang kerap sekali tercermin dengan jelas pada sikapnya dalam situasi gawat (penting). terutama sekali bagaimana dia bersikap dalam situasi kritis. apa yang diucapkannya. dapat dikenali apakah dia orang tua. yang pengungkapan watak lewat perbuatannya. penggambaran yang demikian memang mustahil. menurut jalan pikirannya.Melalui penggambaran fisik tokoh. penulis membentangkan panjang lebar watak tokoh secara langsung. tindakan-tindakannya.3 Latar Tempat suatu peristiwa terjadi dalam pandangan Balzac sama pentingnya dengan peristiwa itu sendiri.Melalui apa yang diperbuatnya. atas. bentuk tubuhnya. atau dengan kata lain narasi besar (topik) merupakan nilai lebih estetika kontemporer.

Dalam cerpen Indonesia modern latar telah digarap para penulis menjadi unsur cerita yang penting. kegilaan mereka. 2004: 14-15). 2004: 14). Dalam hal ini memang latar sekedar menjadi tempat terjadinya cerita (Sumardjo & Saini K. artinya bukan hanya menunjukkan tempat kejadian dan kapan kejadian. tidak semua harus begitu. karakter. Abidah El Khalieqy misalnya. Harus ada tempat dan ruang kejadian. dan suasana terjadinya peristiwa dalam sebuah karya (Sudjiman. Setting bukan hanya menunjukkan tempat dan waktu tertentu tetapi juga hal-hal yang hakiki dari suatu wilayah. dan eksotis. pemikiran rakyatnya. browsing internet. 1987: 44). Belum lagi jika menengok karya-karya yang fantastis dengan sekedar berbekal fantasi semata. Setting dalam cerpen modern telah menjadi begitu kompleks terjalin dengan unsur-unsur cerpen lainnya.M. Latar pada prakteknya bisa beroperasi lebih subtil dalam kerangka estetika cerita-cerita dengan corak tertentu. 1997: 75).. petunjuk. kecurigaan mereka. hingga chatting dengan rekan-rekan luar negerinya. Sebuah cerpen dan novel memang harus terjadi di suatu tempat dan dalam suatu waktu. Bahkan karya bercorak realis seperti yang ditulis Karl May pun konon kabarnya berbekal riset kepustakaan semata. setting harus . Ia terjalin erat dengan tema. ia akan mengunjungi kota tersebut. serta menggemaskan. memilih beberapa rumah. sampai pada baunya (Adesita. kata Sapardi Djoko Damono. dan menggambarkan rumah-rumah tersebut sedemikian detail. Pada prinsipnya. Namun tentu saja. Terlebih lagi dalam estetika kontemporer meski tidak harus. sambung Maman S Mahayana²ketiganya dewan juri sayembara novel tersebut. latar merujuk pada segala keterangan. Pemenang kedua Sayembara Novel 2003 DKJ ini mengakui bahwa setting luar negeri bagi Geni Jora-nya sekedar didapat berbekal riset buku. dan sebagainya. Dia bisa juga menjadi dangkal untuk konteks cerita-cerita tertentu (Adesita. sampai pada macam debunya. dan pengacuan yang berkaitan dengan waktu. Namun pengertian ini sah-sah saja diperluas dan diperdalam. Dalam cerpen yang baik. imbuh Budi Darma. Berwawasan. Hanya tahu di mana suatu cerita terjadi saja tidak cukup karena sastra bukanlah alat untuk menginformasikan fakta. Dalam fiksi lama tempat kejadian cerita dan tahun-tahun terjadinya disebutkan panjang lebar oleh penulisnya. Novel tersebut berhasil menghadirkan keindahan negeri Maroko dan Suriah di Timur Tengah sana dengan cukup mempesona. Setting dalam fiksi bukan hanya sekedar sebagai background. gaya hidup mereka. Hasilnya cukup luar biasa. ruang.Prancis tersebut memang terkenal sangat bekerja keras untuk melukiskan lingkungan fisik bagi cerita-ceritanya. Secara sederhana latar bisa diartikan waktu dan tempat terjadinya cerita. dan suasana cerita. Sampai kadang-kadang sebelum membuat cerita yang berlatar belakang kota tertentu.

juara Sayembara Menulis Novel DKJ 2003. patriotisme. yaitu soal bagaimana pandangan pribadi pengarang dapat diungkapkan dengan sebaik-baiknya (Sumardjo & Saini K. Suara pribadi pengarang jelas akan masuk ke dalam karyanya. Ia dapat mempergunakan beberapa sudut pandang sekaligus dalam sebuah karya jika hal tersebut dirasakan lebih efektif (Nurgiyantoro. gaya.. Dari sudut pandang persona pertama dan ketiga tersebut.. ada juga yang menggunakannya dengan arti sudut pandang pencerita. artinya sudut pandangan yang diambil pengarang untuk melihat suatu kejadian cerita. Ada yang mengartikan sudut pandang pengarang. Dalam hal ini harus dibedakan dengan pandangan pengarang sebagai pribadi. kebencian. Oleh karena itu. pengungsian. Ini kemudian lazim dikenal dengan istilah gaya pengarang (stilistika). pelarian. 1997: 76). Penggunaan istilah sudut pandang sering tidak jelas apa yang diacunya. Bagaimanapun pengarang mempunyai kebebasan tidak terbatas. politik. watak. merupakan sebuah contoh karya sastra .benar-benar mutlak untuk menggarap tema dan karakter cerita. 1991: 125). maka setting demikian akan kurang integral. Kalau sebuah cerpen settingnya dapat diganti dengan tempat mana saja tanpa mengubah atau mempengaruhi watak tokoh-tokoh dan tema cerpennya.M. Dadaisme. Dalam setting yang demikian bisa didapatkan banyak kesempatan untuk terbahasnya segi-segi watak manusia (Sumardjo & Saini K. wilayah kebebasan dan keterbatasan perlu diperhatikan secara objektif sesuai dengan kemungkinan yang dapat dijangkau sudut pandang yang dipergunakan. sebuah cerpen adalah pandangan pengarang terhadap kehidupan. Hal itu dapat berasal dari berbagai pihak: pencerita yang memberi sudut pandang yang mencakup atau salah seorang tokoh (Luxemburg. 1987: 75). Kedua sudut pandang tersebut masing-masing menyaran dan menuntut konsekuensinya sendiri. Sedangkan sudut pandang hanya menyangkut teknik bercerita saja.M. 2. Sudut pandang pada dasarnya adalah visi pengarang. Dari setting wilayah tertentu harus dihasilkan perwatakan tokoh tertentu dan juga tema tertentu.3. Cerpen dengan setting perang misalnya dapat berbicara soal-soal khusus seperti dendam. dan implikasi (kaitan) filosofis. 1997: 76). pengkhianatan. Sudut pandang cerita itu sendiri secara garis besar dapat dibedakan ke dalam dua macam: gaya ³aku´ dan ³dia´. Dalam cerpen yang berhasil. kisah atau apa yang disajikan sebagai isi cerita selalu disuguhkan dari sudut pandang tertentu. dan kemanusiaan. setting terintegrasi (menyatu) dengan tema. dengan berbagai variasinya. sebuah cerita dikisahkan. 2000: 249). karena pengarang dan pencerita tidaklah perlu kiranya dibedakan (Sudjiman.4 Sudut Pandang Dalam sebuah cerita. Ada pula yang menganggap keduanya sama saja.

memperjuangkan hak dan martabat manusia. ³Di tengah-tengah perjalanan hidup kita. meski pragmatisnya bisa beraplikasi lokal (Nurgiyantoro. Dante berkata kepada Beatrice. 2. Dengan bermain dalam tataran psikologi. apalagi keseorangan. orang ketiga (dia). Bentuk pencerita pun dimanfaatkan ganti-berganti. dunia surealis. di Media Indonesia (http://www.kontemporer yang dinilai oleh sebagian kalangan kritikus sastra Indonesia papan atas cukup berhasil untuk tidak menyederhanakan soal sudut pandang di tengah arus era baru kreatifitas ini.com/news print. dia memerlukan cahaya dan cahaya ini tidak lain dan tidak bukan adalah agama. fiksi. yang notabenenya merujuk pula pada pernyataan Aristoteles. saya menemukan diri saya di sebuah hutan gelap gulita. Di antara itu. Berikut dikutipkan sebagian naskah pertanggungjawaban dewan juri lomba tersebut dari tulisan Maman S Mahayana. senantiasa menawarkan pesan moral yang berhubungan dengan sifat-sifat luhur kemanusiaan. filsafat. Proposisinya sebaliknya dengan proporsi yang tetap sama: karya sastra sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan. perselingkuhan. Cerita seperti melompat ke sana ke mari yang sebenarnya saling bersinggungan. Penghubungnya adalah peristiwa masa lalu. mulai dari pencerita orang pertama (aku). sampai ke pencerita orang kedua (kamu). Untuk menembus kegelapan ini. Sebuah rangkaian fragmen yang lepas-lepas. Dari sanalah secara perlahan terungkap kaitan tokoh yang satu dengan tokoh yang lain. Karya sastra. Ia tidak hanya bersifat kebangsaan. Novel ini seperti membentangkan serpihan-serpihan kritik atas kultur etnik. 1984: 70) . Sifat-sifat luhur kemanusiaan tersebut pada hakikatnya bersifat universal.media-indonesia. tema penyimpangan akibat peristiwa traumatis masa lalu seperti tidak dapat terlepas dari pergantian bentuk penceritaan itu.4 Kemanusiaan Dalam Divina Comedia. Ilustrasi dari tulisan Budi Darma tersebut. salah seorang juri dari dua orang juri lainnya: Sapardi Djoko Damono dan Budi Darma. dan peristiwa tragis.´ Hutan itu gelap karena dia tidak dapat melihat apa yang terjadi di seberang yang lain. di sana-sini muncul pula kisah-kisah halusinasi dengan tokoh-tokoh imajiner. 2000: 321). walau memang terdapat ajaran moral . Keuniversalan tersebut berarti sifat-sifat itu dimiliki dan diyakini oleh manusia sejagat. dan seni (salah satunya sastra) (Darma. halusinasi.asp?Id=2004071023464677&Jenis=c&cat_name=Tifa): Novel Dadaisme (No Kode 46) mengawali kisahannya dengan peristiwa-peristiwa yang seperti tidak ada hubungannya satu dengan yang lain. mengisyarat dengan eksplisit betapa kesusastraan sangat berperan bagi kemanusiaan.

kesedihan. Wijaya berkata bahwa berbeda tidak berarti bermusuhan. Sastra membebaskan manusia dari berbagai batasan. Sastra dengan demikian menjadi ³warga negara´ dunia yang bebas masuk ke mana saja karena dia kelihatan. penantian.id/putu. kelahiran. Sebuah karya fiksi yang menawarkan pesan moral yang bersifat universal. menyeberangi waktu dan jarak. tidak terhalang-halangi lagi oleh batas-batas negara dan politik. dan keyakinan. Ia begitu ampuh. Dalam sejarah sastra Indonesia. seperti kematian. Keuniversalan yang ditampilkan karya sastra dengan mengusung nilai-nilai kemanusiaan² sehingga menghapuskan segala batas-batas yang memisahkan manusia²bukan berarti pula menyatakan bahwa manusia yang satu harus sama rata dengan manusia yang lain. tetapi tidak seluruhnya bertubuh karena ia adalah sebuah pengalaman spiritual. tetapi tidak tampak seluruhnya. kesangsian. kesakitan. anutan. seperti nilai-nilai luhur kemanusiaan. 2000: 322). tetapi memiliki perjalanan yang tidak sama perkembangannya. Putu Wijaya dalam salah sebuah artikelnya juga menegaskan bahwa kemanusiaan tersebut bersifat universal (http://www. dan kemudian keberuntungan atau nasib baik yang menjadikannya berbeda. dan nafsu-nafsu bawah sadar yang sangat mendasar dan berserak pada setiap manusia di seluruh jagat raya. cinta. warna kulit. dan suasananya. biasanya akan diterima kebenarannya secara universal pula (Nurgiyantoro. serta menembus perbedaan strata sosial. Ia adalah imajinasi yang hanya akan tertangkap oleh mata hati yang peka. tidak ubahnya seperti yang dilakukan oleh jaringan internet dewasa ini. Ia berwujud. tetapi juga begitu halus. Dalam merekonstruksi sejarah awal sastra Indonesia.kesusilaan yang hanya berlaku dan diyakini oleh kelompok-kelompok tertentu. Sastra sudah menjadi sebuah jaringan internasional yang tidak terkendali lagi kemampuan jangkauannya. ia juga tidak terhalangi oleh kekuasaan yang merupakan bagian yang sangat berpengaruh dalam berbagai sengketa antarbangsa. Sastra. tema kemanusiaan merupakan aspek yang cukup menonjol hadir ke permukaan.bahasa-sastra. agama. kegigihan. tetapi h anya untuk menyadarkan bahwa manusia satu dengan yang lain saling terkait dan tidak mungkin seseorang hidup tanpa manusia yang lain. asp). Sastra yang universal memberitahukan bahwa manusia memiliki kemungkinan yang seharusnya sama. sejak awal sudah melihat kemanusiaan sebagai lahan yang sangat kaya dan luas jangkauannya. kesenangan. perse ngketaan. lanjut Wijaya. ia menembus batas suku dan negara. tetapi ada perjuangan. Sebagai upaya untuk menerobos segala barikade konteks manusia masing-masing pada tempat. Bahkan. sastra memilih tema-tema terbaik. waktu. persaudaraan. Rasa kemanusiaan itu menyeberangi perbedaan budaya.web. Sambodja .

dengan jumlah yang tidak kalah banyak ternyata tetap bertahan penulis-penulis sastra yang mengangkat tema humanisme universal atau kemanusiaan (http://www. khususnya cerpen. Golongan kedua adalah penulis cerpen-cerpen Islami.id/koran_detail. Seno mendapat penghargaan dalam kategori fiksi atas novelnya yang berjudul Negeri Senja. Contoh yang cukup mutakhir. penulis-penulis ini selalu menyisipkan ide-ide tentang kemanusiaan dalam karyakaryanya. namun juga telah cukup mapan. Contoh bagaimana karya sastra. co. Pada perkembangannya justru tema kemanusiaanlah yang lebih banyak diangkat oleh karya-karya puncak khasanah sastra Indonesia. Golongan pertama adalah cerpen-cerpen yang mengusung feminisme dengan jargon-jargon seksual vulgar. Bersama banyak pengarang mapan lainnya. hingga Ratna Indraswari Ibrahim yang sempat memunculkan kekhawatiran tentang regenerasi tokoh-tokoh sastra Indonesia. setidaknya. Keduanya sastra karangan penulis yang umumnya perempuan yang memang sedang menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Paling akrab dikenal adalah semangat humanisme universal yang diusung oleh seniman-seniman Gelanggang hingga kelompok Manifes Kebudayaan. tersebutlah Iwan Simatupang sebagai sosok yang sangat kental mengangkat tema kemanusiaan ini. dari penghargaan yang diterimanya pada ajang KLA 2004.net/cgibin/naskah/viewesai. Tentu tidak lupa pula karangan-karangan penulis gaek semacam Budi Darma.id/ koran_ detail.republika. Ahmadun Yosi Herfanda mengungkapkan dua mainstream terkuat yang menonjol dewasa ini. Namun di antara dua arus pendatang baru tersebut. Kekuatan pengarang yang satu ini dapat dilihat. Dalam mengamati perkembangan cerpen-cerpen dalam kesusastraan Indonesia terkini. utamanya soal keterasingan individu (http://cybersastra. Putu Wijaya.(http://cybersastra.asp?id=249828&kat_id=364). mengangkat tema kemanusiaan ini dapat .cgi?category=5&id=1030357707). Danarto.cgi?category =5&id=1030357707) mengemukakan kekurangtepatan penganggapan tema kebangsaan sebagai sarana identifikasi bagi kesusastraan Indonesia.asp?id= 60132&kat_id=102&kat_id1=&kat_id2=). Bersama kumpulan cerpen KTMP karya LC. Hal ini menunjukkan bahwa tema kemanusiaan selalu laris nyaris sepanjang sejarah kesusastraan Indonesia. bagi jenis ketiga ini adalah buah karya-buah karya Seno Gumira Ajidarma yang dianggap tokoh cerpenis Angkatan 2000 (http://www.co. Dalam bidang novel.republika.net/cgi-bin/naskah/viewesai. Produktivitas penulis yang satu ini²dapat dilihat dengan tebaran tulisannya di media massa²dan semangat kemanusiaan universal yang diangkatnya membuat ia menjadi tokoh sastra Indonesia yang cukup diperhitungkan dewasa ini.

A Navis. Akibatnya pemilik lengan tersebut dipensiun muda. Wanita itu.id/koran_detail.com/ kompas-cetak/0104/15/seni/iron32. tidak diketahui apakah pistol itu pun ikut menyesal. Awalnya kapten tersebut secara kebetulan saja bertemu wanita desa tersebut. Wanita itu mengambil pistol suaminya dan menembak. Sutardji Calzoum Bachri menyatakan bahwa manfaat dari karya sastra adalah memberikan pencerahan kepada pembacanya (http://www.dilihat pada cerpen ³Si Montok´ karya A. Karya sastra sesungguhnya dapat memberi hikmah dan hikmah dari karya sastra yang baik adalah membuat orang yang membacanya . Navis dalam kehidupannya banyak berkawan dengan perwira militer sehingga wajar jika ia memiliki stok respon cukup memadai untuk menulis tentang kehidupan tentara dan aspek manusiawi mereka. nafsu.asp?id=182197&kat_id=102). ungkap Adila.´ Dalam cerpen ³Si Montok´ terdapat kisah tentang seorang wanita desa yang dinikahi seorang komandan tentara berpangkat kapten pada masa perang.. Sebagaimana Idrus lewat Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma atau Asrul Sani dengan Naga Bonar. karena selama perang tidak pernah melukai musuh. ditinggalkan di desa hingga anak yang dikandungnya lahir. Akibatnya..htm). berbeda dengan Nugroho Notosusanto atau Trisnoyuwono yang kerap menulis cerpen berlatar militer. Namun lelucon-lelucon pahit atas ganasnya pertempuran tersebut tidak terkesan sebagai cemoohan terhadap dunia militer belaka. Seolah tidak ada orang selain dari mereka yang berjuang. lebih sebagai sentuhan batin terhadap masalah kemanusiaan²kemanusiaan yang digadaikan yang disebabkan oleh peperangan. Dalam cerpen yang diterbitkan pada usianya yang ke-77 ini. Si Mayor menyesali nasibnya. tetapi sehabis perang melukai pemiliknya sendiri´. dan kekuasaan (http://www. Di kemudian hari. yang diberi julukan si Montok sebab ³keindahannya´.kompas. Navis mengangkat tema kemanusiaan lewat satire dan ironi yang dibangunnya atas kehidupan militer pada zaman perang. co. Ketika perang usai sang kapten tersebut kembali ke kota.republika. Navis yang juga nonmiliter ini cenderung mengungkapkan sisi gelap kehidupan militer. Ironi yang diangkat Navis. Ide bagi Navis untuk menulis tentang militer dan kemanusiaan ini muncul pada 1995 ketika ia menyaksikan ³«hampir sebulan seluruh stasiun televisi menyiarkan para pejuang dengan segala atribut di bahu dan dada mengisahkan pertempuran dalam menegakkan kemerdekaan. Navis menutup cerita tersebut dengan kata-kata: ³Kedua perempuan itu menyesal. Namun. bersama anak laki buah perkawinannya dengan sang kapten. si Montok menemui sang kapten yang telah naik pangkat menjadi mayor di rumahnya di kota. Tembakan mengenai lengan suaminya dan lengan itu akhirnya harus diamputasi. isteri Mayor yang sebelumnya dan sebenarnya marah besar. Meskipun bukan seorang tentara.

Oleh karena itu. dan dengan karangannya itu akan diperjuangkannya hal-hal yang diyakininya kebenarannya. Nurgiyantoro (2000: 331) menyatakan bahwa seorang pengarang umumnya tampil sebagai pembela kebenaran dan keadilan. Seorang sastrawan bahkan dapat menjadi agen perubahan jika karya-karyanya dapat memberikan kesadaran baru bagi pembacanya dan mendorong mereka untuk melakukan perubahan. Hal-hal yang memang salah dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan tidak akan ditutup-tutupinya sebab terhadap nilai seni ia hanya bertanggung jawab kepada dirinya sendiri. ataupun sifat-sifat luhur kemanusiaan yang lain. meskipun barangkali lewat jalan yang diam-diam. Dengan karya sastra suatu bangsa menjadi menghargai masalah -masalah kemanusiaan dan keluhuran budi pekerti. sangatlah tidak sukar untuk ditemukan adanya nilai-nilai kemanusiaan dalam karya sastra²dengan segala keragaman estetika dan stilistiknya.1 Corak Estetis Kumpulan Cerpen KTMP Pembacaan terhadap kumpulan cerpen KTMP karya LC ini dapat menghasilkan sebuah . karya sastra juga menjadi salah satu tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Ia tidak akan diam. BAB III TEMA KEMANUSIAAN DALAM KUMPULAN CERPEN KUDA TERBANG MARIA PINTO KARYA LINDA CHRISTANTY 3. Karya sastra mencerahkan karena memberikan penyadaran terhadap masalah masalah kemanusiaan. baik itu seni untuk seni maupun seni untuk misi.tercerahkan. Karena itu.

naik becak atau andong. Oleh karena itu sulit untuk mengotakkan kumpulan cerpen ini ke dalam salah satu ragam estetika saja. 3. pembantu kami. Kami makan di restoran dan belanja macam-macam keperluan wanita. gaya surealis dan realis. Gaya realis dalam kumpulan cerpen ini bisa dilihat dari kutipan berikut ini: Kadangkala Ibu mengunjungiku.1. anaknya yang kembali pulang ke rumahnya. Cerita dalam cerpen ini memang sangat realistis dan bisa diperiksa logika referensinya terhadap kenyataan dengan cukup terang. berikut akan dituliskan sekilas corak estetis yang terdapat pada kumpulan cerpen ini.petualangan tersendiri. tapi tak mau diantar. Dilihat dari dua kutub oposisional aspek mimetik karya. terlihat beragam ekpresi estetika ditampilkan. Dua hal yang dipandang cukup menonjol untuk dibicarakan sebagai contoh corak estetis yang digunakan dalam kumpulan cerpen ini adalah terdapatnya gaya realis dan surealis serta terdapatnya penggunaan diksi yang puitis. Dalam kutipan tersebut diceritakan peristiwa keseharian seperti seorang ibu yang mengunjungi anaknya. Tidak ada yang aneh dan di luar nalar realitas. peristiwa-peristiwa yang diceritakan terlihat tidak melenceng dari kenyataan yang mungkin ada. Meski sosok pejuang tersebut tidak betul-betul faktual bisa dibuktikan lewat ilmu sejarah. 26) Kutipan di atas berasal dari cerpen ³Makan Malam´.1 Gaya Realis dan Surealis Dari dua belas cerpen yang terhimpun dalam kumpulan cerpen KTMP ini. dan pembantu yang suka menyanyi sambil menyapu lantai atau memasak di dapur. Ia berkali-kali ke dokter. suka menyanyikannya sambil memasak atau menyapu rumah. konvensi fiksi memang membenarkan upaya penyimbolan seperti ini. Dulu Bik Iyem. Dari segi mimetik. ibu yang mulai sakit-sakitan. Sakitnya tak pernah sembuh. kumpulan cerpen ini terlihat menggunakan keduanya. Jadi sang pejuang tersebut mewakili . Baru kali ini aku sungguhsungguh memperhatikan Ibu. Sakit pada tubuh bisa diobati. (hlm. Cerpen ³Perang´ mengisahkan suatu episode kehidupan seorang pejuang kemerdekaan. Aku ingat lagu ini. Ia tampak lelah. Sakit pada hati sampai mati. dalam kumpulan cerpen ini tidak hanya terdapat gaya realis namun juga terdapat bagian-bagian yang bersifat surealistik. Kedua gaya tersebut bisa terdapat berimbang pada sebuah karya dan bisa juga salah satunya lebih menonjol pada karya lain. Gaya realis seperti ini juga terdapat dalam sebagian besar cerpen lainnya. Setelah tamat perguruan tinggi. aku kembali ke rumah kami. Kami berjalan-jalan melihat kota. Dengan kata lain. Menyenangkan. Sebelum mendeskripsikan struktur umum dan makna-makna yang dapat digali dari keenam cerpen yang dianalisis. Beraneka ragam warna dan cita rasa estetis terdapat pada cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen ini.

Dua pengawal menyertai perjalanan rutin ini. Ia terduduk di tanah. Gaya surealis dalam kumpulan cerpen ini sangat terasa dalam cerpen ³Qirzar´ dan ³Kuda Terbang Maria Pinto´. Tubuh telanjang gadis itu menyerupai patung lilin para santa. hal tersebut pada sudut pandang lain kenyataannya ikut meneguhkan fakta bahwa terdapat bumbubumbu fantasi atau aspek khayalan dalam cerita itu. Cerpen ³Balada Hari Hujan´ mengisahkan sebuah episode dalam kehidupan seorang waria. Maria Pinto. paru-paru. dan seorang adik perempuan.kemungkinan faktual dari sosok-sosok pejuang lainnya yang sudah umum diketahui kisahkisahnya. Meski kedua hal tadi sebetulnya juga logis dalam kerangka pemikiran bahwa dunia realitas memang bersinggungan dengan unsur-unsur metafisika. namun mesti juga berpisah sebab ketidaksalingsesuaian antar mereka. (hlm. Yosef membiarkan iring-iringan di langit itu berlalu. lalu berangsur bening transparan. Lutut-lututnya lemas. Sekilas ia teringat film tentang makhluk luar angkasa yang pernah ditontonnya di barak dulu. dan tulang-tulang tengkorak gadis tersebut dengan jelas. Dengan tingkatan intensitas yang tidak terlalu kuat. unsur khayalan muncul pada bagian cerita yang mempertemukan tokoh Yosef Legiman dengan seorang pemimpin pemberontak yang mempunyai kemampuan magis. 11) Maria Pinto melepaskan gaun perinya yang putih. mempunyai aneka macam kesaktian atau memiliki tubuh yang kulitnya berwarna bening . dan pandangan seorang penjaga sebuah pos terhadap salah seorang prajurit yang singgah beberapa waktu di tempatnya. Berikut kutipannya: Gaun lembut Maria Pinto membelah anyir perang dengan kibaran putih yang menyilaukan. Kepala mungil yang cantik berubah membesar dengan pupil-pupil mata yang menonjol serta kulit wajah mengeriput. usus. gaya realis ini juga terdapat dalam cerpen-cerpen lainnya. Ia bisa melihat jantung. menjaga junjungan mereka dari atas kereta. Cerpen ³Rumput Liar´ mengisahkan sebuah keluarga yang tinggal hanya terdiri atas seorang ibu. pengetahuan.17) Cerita tentang tokoh Maria Pinto²yang diceritakan mempunyai kuda terbang yang terbuat dari kayu. (hlm. Dalam cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´. seorang kakak lelaki. Dengan berbagai tingkatan intensitas. Cerpen ³Pesta Terakhir´ mengisahkan seorang kakek yang terkenang akan masa lalunya sebagai seorang pengkhianat terhadap kawan-kawan seperjuangannya. gaya surealis ini juga terlihat hadir di dalam cerpen ³Makan Keempat´ lewat sebuah peristiwa halusinasi yang dialami salah seorang tokohnya atau lewat cerita mengenai kemampuan seorang anak bercakapcakap dengan roh neneknya. Cerpen ³Joao´ mengisahkan kesan.

Dalam bagian ini hanya diceritakan mengenai seseorang yang bercerita kepada kawan duduknya di atas kereta. Sejak saat itu Maria Pinto menjadi pemimpin pasukan kabut yang berbahaya. Malapetaka tengah melanda negeri leluhurnya. Di bagian lain cerpen ini. Dukundukun suku menahbiskan Maria sebagai panglima dengan senjata sihir tua dan kuda terbang. Penggunaan kata makhluk luar angkasa dan film pada kutipan di atas juga semakin memperjelas dan mempertegas sifat fantasi pada peristiwa dalam cerita tersebut. Cerita mengenai kuda yang bisa terbang hanya ada dalam dongeng meski buat sebagian orang hal-hal seperti ini tidak sekadar dongeng. bunuh diri.sehingga terlihat transparan²terlihat sangat kuat mengandung unsur khayalan jika dilihat dari aspek mimetik. sulit untuk membuktikan kebenaran hal-hal di luar logika kenyataan seharihari pada kutipan cerita di atas. Pada bagian cerita pertemuan Yosef Legiman dengan seorang gadis di atas kereta²yang pada bagian akhir cerita ternyata berstatus sebagai wanita pimpinan teroris yang menjadi target operasi Yosef saat ia berperan sebagai seorang penembak jitu²cerpen ini menjadi bergaya sangat realis. Terakhir terdapat bagian cerita perpisahan kedua orang ini setelah mereka sampai di stasiun tujuan. Dari sesuatu yang sangat jelas referensinya dalam kenyataan (kuliah di fakultas sastra sebuah . Ada juga cerita tentang para penumpang yang tertidur selama perjalanan atau para petugas kebersihan yang membersihkan gerbong-gerbong kereta. Begitu pula penggambaran mengenai seorang perempuan yang mempunyai kulit bening sehingga memperlihatkan isi organ tubuhnya. atau masuk hutan bersatu dengan babi liar dan rusa. Semuanya logis secara mimetik. karena dialah yang terpilih oleh bisikan gaib para leluhur. Para penghuni negeri tersebut bergegas mati.12) Sungguh cukup jauh dan tiba-tiba loncatan aspek mimetik cerita dalam paragraf ini. sebelum kembali ke negeri jeruk dan kopi. menciutkan nyali orang-orang yang bersandar pada hal-hal nyata. hilang. sulit untuk diterima logika mimetiknya. menjadi gila. Dari segi mimetik. sehingga Maria dipanggil pulang oleh para pemimpin suku agar memenuhi takdirnya. (hlm. Sulit untuk mencari referensi nyata bagi hal-hal tersebut dalam kenyataan kehidupan yang sebenarnya. golongan yang mencampakkan dongeng dan mimpi. Berikut kutipannya: Maria Pinto semula hanya gadis biasa. gaya realis dan gaya surealis dipadukan dengan sangat rapat karena dua jenis gaya yang bertolak belakang itu dihadirkan serentak dalam sebuah paragraf. sempat kuliah di fakultas sastra sebuah universitas terkemuka di Jakarta dan bertahan sampai semester tiga. mengepung musuh di tiap zona.

berupa tokoh di dunia nyata menceritakan kisah yang absurd yang tidak terjadi di saat. yakni cerpen ³Balada Hari Hujan´. Setelah tugas tersebut selesai dikerjakan Yosef. . Yosef menyambut jemari gadis yang menunggu. tiba-tiba diceritakan datangnya Maria Pinto dan kuda terbangnya. Berikut kutipannya: Angin tiba-tiba bertiup kencang lewat jendela. satu hal menarik dihadirkan lagi dalam cerpen ini dalam hal sintesis antara gaya realis dan surealis. atau takmungkin²buat sebagian besar manusia rasional. Dengan kata lain. Sebagian besar pembahasaan yang puitis itu terlihat cukup kuat ikut menciptakan nuansa bagi makna yang dihadirkan tema ceritanya. ³Makam Keempat´. Sebagai contoh akan dibahas penggunaan diksi puitis dalam tiga cerpen. 20) Hal ini menunjukkan betapa bagian ini menghadirkan sebuah peristiwa baur antara sesuatu yang realis dengan sesuatu yang bersifat khayalan semata. Jarum-jarum dingin menembus tulangnya. ia melihat Maria Pinto mengarungi langit dengan kuda terbang. Kejadian tersebut juga tidak dipisahkan dengan teknik penyudutpandangan atau pemberian cerita berbingkai. atau waktu itu juga. Tubuh Yosef menggigil bercampur nyeri. Cerita tentang Maria Pinto yang memiliki kuda terbang dan kesaktian tentulah sesuatu yang bisa dianggap mustahil secara mimetik. mengulurkan tangannya yang putih dan halus. tempat. Ketika hendak beranjak dari tepi jendela. 3. seperti yang terjadi pada bagian lain cerpen ini. Jika dalam peristiwa di atas kereta tokoh Yosef Legiman hanya bercerita tentang sebuah peristiwa yang penuh fantasi. Semula bagian ini sangat realis menceritakan tugas yang dijalani oleh Yosef Legiman guna membunuh seorang pimpinan teroris dengan menggunakan senapan sniper dari seberang sebuah gedung bertingkat. pada bagian akhir cerita peristiwa realis berupa upaya eksekusi terhadap wanita pimpinan teroris oleh Yosef Legiman disambung langsung oleh peristiwa kedatangan Maria Pinto dan kuda terbangnya yang bersifat surealistik.1. dusta. melihat sebuah dunia yang terus memudar di bawahnya.2 Diksi Puitis Kemampuan membahasakan peristiwa-peristiwa maupun suasana-suasana dalam sebuah cerita rekaan secara puitis juga terlihat menonjol dalam kumpulan cerpen ini. melayang. cerita berikutnya mengalir pada peristiwa yang bagaikan sebuah dongeng semata.universitas terkemuka di Jakarta dan bertahan sampai semester tiga). sesuatu yang dianggap dongeng²dalam pengertian bohongbohongan. (hlm. Bagai tersihir. Kemudian. Ia merasa terbang di antara awan. Mengapa perempuan itu selalu mengikutinya ke mana pun? Maria Pinto tersenyum. dan ³Lelaki Beraroma Kebun´. Hal tersebut menggambarkan terdapatnya paduan unsur realis dan fantasi (khayalan atau surealis) dalam kumpulan cerpen ini.

Pembahasaan peristiwa jatuhnya hujan ini secara puitis pada akhirnya memperkuat makna kesedihan dalam cerita ini. Kekuatan penggunaan diksi puitis ini juga bisa dilihat pada cerpen ³Makam Keempat´. Ia rapatkan kerahkerah mantelnya. Bisa juga warna tersebut dianggap mewakili sifat dan sikap inkonsistensi. Dalam cerpen ³Balada Hari Hujan´ terlihat bahwa pelukisan latar suasana dan peristiwa guyuran air hujan. sebuah sifat dan kondisi yang inharmonis²dengan catatan warna-warna tersebut tetap menjadi tampil harmonis ketika dibahasakan secara puitis dan estetis. Payung ungu itu mengembang lagi. Warna ungu dan abu-abu menjadi lambang bagi keabsurdan nasib yang mesti dijalani tokoh utama ini. Secara estetis. Terlebih tokoh tersebut adalah seorang waria yang dianggap makhluk ³menyimpang´ dalam tata norma masyarakat kebanyakan. (hlm. Dalam kutipan di atas juga terdapat penggunaan kata payung ungu dan langit abu-abu.. menahan udara dingin. (hlm. 64) Suasana mendung dan hawa dingin yang melekat pada pengertian kata hujan terlihat sesuai sekali bagi peristiwa kesedihan yang dialami tokoh utama cerita ini. 57) Hujan masih turun. Peristiwa penting dalam hidupnya selalu ditandai dengan hujan. apalagi dianggap menyimpang. Seolah-seolah rintik-rintik gerimis tersebut ikut bergemuruh dalam perasaan sang tokoh. wajar kiranya tokoh tersebut merasakan sesuatu yang serba tidak jelas dalam hal posisi kehidupannya di tengah-tengah masyarakat kebanyakan. Langit abu-abu tua. dan pembahasaannya. lalu mengibaskan ujung mantel yang basah. Pemilihan warna tersebut sangat cocok pula guna melambangkan kerisauan hati sang tokoh. sesuatu gemuruh di dada yang berujung pada hadirnya kerisauan jiwa. Hari masih terlalu pagi untuk orang-orang yang takut pada cuaca dingin bulan Juni. suasana yang serba sedih tersebut disimbolkan atau setidaknya dititipkan nuansanya kepada peristiwa hujan sehingga seolah menghadirkan sebuah ³gerimis perasaan´. Dalam cerpen ini beberapa kali digunakan pengasosiasian dan pengacuan pada mitos cerita silat untuk . Kelopak-kelopak bakung di bawah jendela terlihat segar berair. setakkonsistennya jati diri seorang waria. Butir-butir air meluncur dan meresap ke tanah . Jalan yang basah menyambut langkah-langkah kaki yang menggigil.Cerpen-cerpen tersebut dipandang cukup intensif memanfaatkan kekuatan bahasa puitis. Sebagai sosok yang minoritas di tengah masyarakat.. Berikut beberapa kutipannya: Ia menguncupkan payung ungunya. (hlm. Derai air dari langit membasuh jalanan yang sepi. ikut menyugestikan akan adanya ³kemendungan´ suasana hati pada tokoh utamanya. 59) Hujan masih menyambutnya di luar kafe.

keras hati. Aku memilih diam. (hlm. Secara kronologis dalam cerpen ini memang dikisahkan pada masa kecilnya Paula telah cukup kuat terpengaruh pada cerita-cerita silat tersebut. Ia putri kita satu-satunya. . Tetapi. Ia menjerit dan mencakarku. Elia melarangku memaksa Paula. penggunaan kata-kata seperti diktator. aku terlampau sering membacakan kisah-kisah silat Kho Ping Hoo pada anak kami dan sepak-terjang pendekar yang hebat membuat kanak-kanak terpikat. anggun.menggambarkan kependekaran (atau sifat seorang pendekar pada) tokoh Paula. membekas sampai dewasa. Seharusnya. Putri kami mengajak orang-orang melawan kaisar lalim. 132) Dengan menggunakan mitos tentang semangat heroik dalam cerita silat Kho Ping Hoo. Mata kanak-kanak yang bening itu tak berkedip. Elia protes lagi. Berikut dikutipkan: Elia sempat menyalahkanku. Ia jatuh cinta pada tokoh-tokoh pendekar. Ia membayangkan dirinya pendekar berpedang sakti. atau kaisar lalim. Para kaisar biasanya diktator. Sebuah benteng. Aku teringat kisah putri berambut panjang yang disekap di sebuah benteng. Paula kecil kurang menyukai kisah itu dan menyuruhku membacakan buku dongeng yang lain. suka menolong. Baiklah. Seharusnya ia bisa meloloskan diri. 128) Dari orang tersebut aku memperoleh pengetahuan baru. Kini ia disekap di benteng. Aku juga tak mau disebut diktator. Kuungkapkan hal itu pada istriku. Entah bagaimana mulanya. disekap di sebuah benteng. Jangan kau bawa-bawa kisahkisah silat itu. Kau yang hasut dia untuk jadi pendekar! « Sebuah majalah menyebutkan putriku mungkin disekap di sebuah benteng. Terlebih pula hubungan ini tidak terjadi secara kebetulan atau apalagi sekadar berupa tafsir pembacaan. Pilihan hidup sebagai seorang pembangkang (pemakar) atas pemerintahan sah yang berkuasa yang dipilih tokoh Paula menjadi terasa lebih heroik ketika dianalogikan kepada heroisme yang terdapat dalam mitos tentang pendekar-pendekar pembela kebenaran dan keadilan dalam cerita-cerita silat. sudah. Ya. cerpen ini dengan cukup puitis memberi penyimbolan dan pengacuan bagi karakter pemberontak pada tokoh Paula. Ia terkesima. Katanya. (hlm. Kemudian. Kaitan antara tokoh Paula yang pemberontak dan cerita-cerita silat tidak muncul serta merta ibarat sebuah pemanis cerita yang hadir tiba-tiba. Aku bukan kaisar. (127) Aku sangat berharap putriku mau bicara. Karakter pendekar dari mitos-mitos itulah yang mengilhami jalan hidup pemberontak tokoh Paula setelah dewasa. Pendekar sakti disekap dalam benteng. Jangan kasar padanya. kataku. kubacakan petikan karya Kho Ping Hoo untuk Paula. cantik.

intensif. 78-79) « Di balik awan gelap yang bergumpal. dan di tempat-tempat baru yang pertama kali dikunjunginya. debur ombak seperti nyanyian. (hlm. di kamar kontrakan. dan obsesif. terutama debur ombaknya di malam hari. 85) « Namun. di bus. seperti dulu. 87) Penggunaan diksi puitis pada kutipan-kutipan di atas sebagian besar berkaitan dengan suasana kebun atau nuansa alam yang menjadi latar cerpen ini. Diksi-diksi puitis tersebut membuat cerita terasa lebih segar dan menciptakan aneka nuansa hingga memberikan alternatif ³beribu´ makna. jari-jari petir putih bersinar. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan. laut berwarna hijau tua terlihat tenang bagai objek dalam lukisan. mengusap wajahnya yang kena tempias hujan. di kantor. bayangan seseorang berkelebat dalam gerimis dan menghilang di balik tapekong di sudut kebun. Dengan kepuitisan itu pula cerita terasa menjadi lebih kreatif menghadirkan amanatnya dalam rangka pemaknaan atas tema.ikut menguatkan semangat heroisme dan simbolisme perlawanan yang ada dalam cerpen ini. Dalam cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ intensitas penggunaan diksi puitis yang cukup kuat juga kerap bisa ditemukan. penghayatan terhadap peristiwa dalam cerita terasa menjadi lebih masif. Ia tidur nyenyak dalam buai bunyinya. « Ia punya banyak ingatan tentang pulau ini. Kata-kata seperti aroma segar. baik latar tempat maupun suasana. Jika kata pendekar merujuk pada tokoh Paula. karena aroma segar dari pohon-pohon tropis itu terbawa angin dan tercium olehnya. Bagi Halifa. (hlm. (hlm. Dulu keluarganya tinggal dekat pantai. pohon- . 80-81) « Aroma kebun dari dalam mengalahkan wangi tanah dan daun-daun di luar. Ia bergegas menyusul. Di belakang gazebo yang sudah berlumut. (hlm. Penggunaan diksi puitis ini lebih sering terdapat pada bagian yang berupa latar cerpen ini. Dengan pemilihan kata-kata yang puitis tersebut. Ia duduk di bangku batu yang lembab. sekaligus pilihan kata ini menguatkan makna heroiknya. Penggunaan diksi tersebut juga ikut menguatkan citra negatif bagi pihak yang dilawan oleh tokoh Paula. Hujan deras sudah menyambutnya di landasan « Di seberang jendela. kata-kata lainnya tersebut merujuk pada pihak sebaliknya. Tambah pula diksi yang digunakan bisa terlihat tampil estetis karena menggunakan kata pilihan atau penyimbolan yang tepat sasaran.

lelaki itu . mata orang yang mau menolong. Namun. selain dibahasakan dengan kata-kata yang puitis. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. (hlm. disokong oleh pelataran. atau kebun menghadirkan nuansa keindahan kepunyaan alam. 79) Bagian ini berhasil mendeskripsikan dengan cukup cantik dan sangat ciamik perasaan yang kuat tokoh Halifa terhadap tokoh Si Penjaga Kebun. Berikut salah satunya dikutipkan: Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. yang punya kebun. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. Sekaligus.pohon tropis. juga sangat kuat diformulasikan secara filosofis. Dengan itu pula tema cerita menjadi semakin kuat. dan pengunaan diksi puitis dalam membahasakannya. Nuansa yang dihadirkan pilihan-pilihan kata tersebut meliputi keindahan. Bila kalian ingin bertemu tuannya. juga penokohan. Dalam cerpen ini diksi puitis juga digunakan untuk menggambarkan pandangan tokoh Halifa tentang tokoh Si Penjaga Kebun. narasi seperti ini membuat paparan cerita selalu menghubungkan karakter tokoh Si Penjaga Kebun dengan nuansa alami dari suasana perkebunan yang menjadi latarnya. ia akan tunjukkan jalan. penggunaan kata-kata seperti pantai. Hal ini pulalah yang menjadi inti peristiwa cerita cerpen ini. ikuti saja aroma itu. Di bagian lain. Matanya tak pernah menyorot garang. atau wajah yang kena tempias hujan juga mendukung bagi atmosfer yang dibangun guna menonjolkan pelataran bernuansa panorama alam perkebunan. Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. Bila ada yang tersesat. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun. Bila ada yang ingin menemuinya. Hal ini menunjukkan bagaimana pemadatan makna bisa berjalan seiring dengan keindahan kata-kata dalam narasi sebuah cerita²yang notabenenya adalah rekaan semata. ombak. Hembusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. kedamaian. Berikut kutipannya: Sudah lama Halifa tak pulang. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. penggambaran hubungan tokoh Halifa dengan tokoh Si Penjaga Kebun dalam cerpen ini. ia akan berjanji menyampaikan pesan. semacam pengumuman. dan kesejukan. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. Diksi bernuansa alami ini mendukung bagi suasana yang hadir guna membangun makna-makna cerita. Bagian kutipan yang berupa awan gelap bergumpal pun diperhalus dengan personifikasi berupa jari-jari petir putih bersinar sehingga nuansa kedamaian dan keindahan dari diksi-diksi puitis ini tetap terjaga. Selain itu. laut yang bagai objek dalam lukisan.

Yosef tiada disengaja bertemu dengan pimpinan pasukan pemberontak tersebut. Saat situasi politik telah kondusif. 77-78) 3. Lembar hitam masa lalunya ini terutama berkaitan dengan pengkhianatan yang pernah dia lakukan terhadap sahabat-sahabatnya. Ia bernama Maria Pinto.2 Cerpen ³Makan Malam´ Cerpen ini mengisahkan kepulangan (kedatangan) sesosok ayah yang telah lama tiada berkabar ke tengah anak istrinya. Peristiwa pengkhianatan ini ternyata sangat terkait dengan gejolak seksualnya yang cukup agresif dan hormon libidonya yang agak reaktif.2. dan tepat di hadapan ujung hidungnya sendiri. Dalam perjalanan mencari posisi posnya. (hlm. Lain waktu. Tokoh Ayah ini menghilang dari tengah keluarganya berpuluh-puluh tahun silam disebabkan oleh sebuah peristiwa sejarah yang ³kelam´. Tokoh Ibu kembali hidup berdua dengan anak semata wayangnya. Orang ini ternyata hanya seorang wanita yang ternyata sakti mandraguna. tokoh ini memutuskan datang menjenguk istri dan anak tunggalnya. 3. . Pertemuan Yosef dengan Maria ini adalah akibat terpisahnya dirinya dari rombongan pasukannya.3 Cerpen ³Pesta Terakhir´ Cerpen ini mengisahkan acara ulang tahun yang akan diadakan Kakek Mar serta kenangan tokoh ini pada kelam masa lalunya. Tokoh Ayah pun ternyata hanya sebentar berkunjung karena dia akan melanjutkan ³safarinya´ bernostalgia dengan kawan-kawan lama. Yosef bertemu lagi dengan Maria yang kali ini membawanya terbang menuju angkasa.2.menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga. Kedatangan tokoh Ayah ini ternyata justru tambah merusak suasana.1 Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ Cerpen ini mengisahkan suka duka prajurit Yosef Legiman sebagai seorang tentara. Dalam sebuah pertempuran dalam rangka membasmi para pemberontak di sebuah wilayah yang bergolak. Tokoh Ibu sangat terpukul begitu mengetahui suaminya tersebut ternyata telah menikah dengan seorang wanita luar negeri dan telah beranak pula dua.2. membuat prajurit Yosef didiagnosis dokter tentara menderita tekanan jiwa sehingga mendapat semacam cutilah ia. Menyaksikan secara langsung keajaiban sosok Maria dengan kedua belah matanya. 3.2 Ringkasan Cerita 3. seusai mengeksekusi jiwa seorang wanita pimpinan teroris yang sebelumnya sebetulnya sempat mendengar cerita tentang Maria oleh Yosef dalam sebuah pertemuan tidak disengaja mereka di sebuah kereta malam.Yosef secara tidak disengaja tersesat ke pondok tempat Maria yang sakti tersebut menginap.

2. Di hari tuanya pun ternyata Kakek Mar masih senantiasa berdesir darah melihat kemolekan gadis-gadis muda.2. Ayah. Pertemuan pagi di sebuah restoran ini membuyarkan segala harapan indah tersebut karena lagi-lagi cinta tulusnya didustai. Cerita tersebut juga sangat menggetarkan perasaan sebab ada sebuah peristiwa memilukan di dalamnya. tokoh ini sempat berniat berbuat pengakuan dosa di hadapan Mursid. secara tidak sengaja Halifa menyaksikan kelebat bayang tokoh Si Penjaga Kebun tersebut. Ketika menginjakkan kaki di tanah kelahirannya didapatinya banyak sudah yang telah berubah. Dari cerita inilah Halifa baru tahu tentang hubungan darahnya dengan penjaga kebun keluarganya.5 Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ Cerpen ini mengisahkan kepulangan seorang gadis perantau bernama Halifa ke kampung halamannya. Halifa telah cukup lama tidak pulang kampung. dan Malida. Terkenang akan dosa khianat yang pernah dia perbuat. adik tunggalnya. Ayah Halifa ternyata adalah anak pungut dari sebuah keluarga miskin yang setiap anggotanya mengalami kematian dengan cara . Semalam orang tersebut bercerita bahwa dia kesepian dan istrinya telah tiada. Taksengaja.4 Cerpen ³Balada Hari Hujan´ Cerpen ini mengisahkan sebuah episode dalam kehidupan seorang waria. Di saat seperti ini tokoh penjaga kebun keluarganya menjadi perhatiannya. Orang itu terlihat datang bersama istrinya dan ketahuan pada akhirnya telah menipu dia. Tokoh Si Penjaga Kebun ini menjadi pusat kenangan Halifa akan kampung halamannya selain kenangan-kenangannya pada Kakek. Ibu. di restoran tersebut dia bertemu dengan ³langganannya´ semalam. waria ini melaksanakan rutinitasnya berupa sarapan bubur ayam di restoran yang satu-satunya buka pagi-pagi benar di kotanya. 3. Kemudian Halifa menyusul tokoh tersebut ke pondokannya. 3. Kesempatan emas tersebut adalah berkat dari pengkhianatan yang dilakukannya. Namun niat ini taksampai. Kakek Mar dapat sudah memuaskan hasrat birahinya dengan ³sambilan´ saat beroleh tugas bepergian ke mancanegara. Tokoh waria ini semula sempat berharap akan menjalani hubungan tetap dan sah dengan orang ini sehingga mampu mengakhiri ³pekerjaan´ kotornya. Di pondok inilah Halifa mendapatkan cerita menggemparkan dari tokoh itu tentang pohon sejarah keluarganya.Kebugaran dan kesegaran hormon seksualnya tersebut membuat Kakek Mar dikenal baik sebagai seorang petualang cinta. Di sebuah pagi. Sewaktu bermain atau berkunjung ke kebun. sahabat karibnya satu-satunya yang masih hidup yang bisa datang memenuhi undangan pesta ulang tahunnya kali ini. Nenek.

3. Yosef dilukiskan sebagai seorang prajurit baik-baik yang selalu setia dan taat menjalankan tugas-tugasnya. tokoh ayah ini pada akhir cerita diceritakan merelakan juga kepergian putrinya ke alam baka dengan mendirikan makam kosong untuknya.6 Cerpen ³Makam Keempat´ Cerpen ini mengisahkan rasa kehilangan sebuah keluarga di suatu tempat terhadap putri semata wayang mereka. kematian putrinya ini tidak menjadi peristiwa rutin dan biasa-biasa saja. Putrinya yang menghilang ini diduga mati dibunuh oleh aparatur pemerintah sebab kegiatan makar atau subversifnya terhadap penguasa. Kabut misteri menyelimuti keberadaan putri ini dan perihal kematiannya tidak pernah bisa diverifikasi (atau diricek). Memang tokoh ayahnyalah yang dari semenjak kecil mendidik putrinya dengan bibit jiwa pemberontak lewat cerita-cerita silat para pahlawan penumpas kaisar-kaisar zalim dan lalim. Tokoh Yosef Legiman dalam cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ berperan sebagai seorang prajurit yang setia menjalankan tugas pengabdiannya pada pemerintah yang berkuasa di sebuah negeri. ia berprofesi sebagai penembak jitu. Namun sebagaimana kematian para pahlawan. Ketika ia sempat mengalami sejenis stress berat. Hubungan-hubungan ini perlu diungkapkan sejauh ia berperan bagi pembahasan aspek tematik cerita nantinya. akibat pertemuan dengan .2. Karakter yang dikemukakan hanyalah tokoh-tokoh yang dianggap mempunyai peran utama dalam cerita dan berperan signifikan atas makna cerita. Dalam pembahasan karakter setiap tokoh tersebut tentunya akan disinggung pula hubungan sang tokoh dengan tokoh lainnya serta unsur cerita lainnya. Meski harapan akan masih hidupnya putrinya itu masih menghantui. Yosef berperan sebagai seorang infanteri di sebuah medan pertempuran di hutan belantara.3 Struktur Umum 3. 3. Dalam cerita pertemuannya dengan tokoh Maria Pinto untuk pertama kalinya. sedangkan dalam bagian cerita pembunuhan dengan target (assassination) terhadap tokoh Wanita Pimpinan Teroris (wanita teman duduknya di kereta) atau bagian cerita pertemuan keduanya dengan Maria.1 Tokoh Berikut ini akan dipaparkan penokohan pada setiap cerpen yang dianalisis. Rasa kehilangan ini utamanya dieksplorasi lewat perasaan dan pandangan tokoh ayah yang dalam cerpen ini menjadi sudut pandang orang pertama. Tokoh Si Penjaga Kebun adalah saudara dari ibu kandungnya ayah Halifa yang diduga orang mati dimakan ular atau buaya.3.mengenaskan.

14) Kutipan di atas memperlihatkan betapa teguhnya ia pada sumpah setianya sebagai prajurit² sebuah keteguhan yang diiringi keyakinan. besar sekali!´ Ada nada bangga bercampur haru.´ tutur Yosef. Kakak-kakaknya mengancam akan mencelakai saya bila kami nekat juga. (hlm. Jenazah sang adik kembali tanpa jantung. Kepedihan semakin memilukan. Mungkin«. Betapa sunyi mayat yang berongga! (hlm. Ketetapsetiaannya pada kepentingan negara dan pemerintah itu juga menjadi tambah menyentuh jika melihat kutipan perkataannya berikut ini: ³Saya benar-benar mencintai kekasih saya. Sisi kesetiaannya pada pemerintah negara tercintanya tersebut dapat dilihat dari kutipan berikut ini: ³Tadi pagi ibu saya menangis lagi. Yosef ternyata masih setia pada negaranya tercinta. Salah seorang pamannya sangat dekat dengan penguasa. yang tercincang-cincang dan terbantai demi tugas mempertahankan keutuhan negara yang dikuasai para pemimpin pemerintahan. Ibu saya trauma. Tapi. tidak dianggap Yosef sebagai sebuah soal besar dibandingkan dengan kebesaran bendera kenegaraan yang menyelimuti peti jasad tidak berongga tubuh adik kandungnya. ternyata ia dialihtugaskan ke bagian lain (dinas rahasia). ini sudah pilihan. dan kemaluan. Tidak berselang lama. Padahal orang-orang berkuasa inilah yang ia bela dan jaga. 15) Dalam kutipan di atas dapat dilihat betapa Yosef langsung kecut nyalinya untuk memperjuangkan kepentingannya sendiri saat kepentingan pribadi tersebut mesti bersilang lintas dengan kepentingan atau kehendak pihak lain yang berkuasa. Kematian adik kandungnya sendiri. terkunci rapat dalam peti mati kayu mahoni. ia sempat dipulangkan dari medan tempur untuk berlibur dari tugas beratnya sebagai seorang petempur. gaji saya terlalu kecil dan hidup seperti ini membuat keluarganya khawatir. lirih.Maria di hutan belantara. usus. Ini kepulangan terakhir saya sebelum kembali bertugas. Enam bulan lalu adiknya meninggal disiksa para pemberontak. ³Petinya berselubung bendera besar. bahkan mungkin agak . memandang lurus ke depan. Tapi. Kini Yosef satu-satunya anak lelaki dalam keluarga. Kekuatan dan kejanggalan perasaan ini bisa dibandingkan dengan kegigilan perasaan hati perempuan muda teman duduknya yang bukanlah sesiapa saudara kandungnya²bukan pula sesiapanya dia. kecintaan. Perempuan muda malah menggigil. Namun hal ini hanya berlangsung sebentar. Kasihan dia. Keluarganya tak merestui hubungan kami. Mungkin.´ tutur Yosef. kebanggaan. dan penghormatan. sore ini saya benar-benar terpukul.

dunia ini memang kejam pada serdadu. Titik merah dalam lensa Yosef ikut bergerak. Ia pelan-pelan menarik picu senapan. menyambar. nyatanya ia tidak perlu berbangga dengan kesetiaan dan pengabdian pada negara yang bersandang di bahunya. Berikut kutipannya: Tirai sebuah jendela di lantai tujuh gedung seberang terbuka lebar. saat Yosef barangkali terpaksa untuk tahu diri bahwa ia orang kecil²lebih konkretnya lagi: bergaji kecil dan memiliki hidup yang membuat keluarganya khawatir. Seseorang jatuh tersungkur. Suaminya tidak bisa lagi kembali ke dalam negeri disebabkan sebuah gejolak politik besar yang tengah melanda pemerintahan dalam negeri. Pupil matanya menajam. Kini dinyalakannya telepon seluler dan melapor pada sang komandan. Yosef kelak tetap ditampilkan sebagai serdadu berdarah dingin²kondisi kejiwaan yang mungkin berhimpitan dengan sisi sentimennya. Bagaimanapun. sejajar dengan tempatnya berada. Kaca jendela pecah berkeping di gedung seberang. Kini sasarannya berdiri membelakangi jendela. Yosef sempat tercenung lama: pemimpin para teroris. Bekunya perasaanya itu kembali hadir di akhir cerita pada saat pembunuhan wanita pimpinan teroris yang menyimpan sebagian rahasia hidupnya. Pastilah dia. Ia membayangkan dirinya seekor elang. Ia telah membunuh perempuan itu. Yosef menjadi orang kecil biasa yang menyerah pada petinggi-petinggi bangsa namun seraya tetap memelihara cinta dan setia. Ia teringat perempuan yang dijumpainya di kereta sebulan lalu. Dia adalah seorang istri yang ditinggal pergi suaminya (tokoh Ayah) ketika ia masih mengandung jabang bayinya²yakni tokoh Aku. (hlm. Yosef juga ditampilkan apa adanya sebagai manusia. melenyapkan nyawa orang yang menyimpan sebagian rahasia hidupnya. Dari kutipan di atas bisa terlihat kesedihan yang sangat di hati Yosef kala terpaksa mesti berpisah dengan kekasih hatinya. 19-20) Dalam cerpen ³Makan Malam´ terdapat tokoh Ibu yang menjadi pusat penceritaan. Perasaannya yang timbul dari pertemuan yang begitu membekasi hati dengan Maria diceritakannya pada seorang perempuan tidak dikenalnya di kereta api²yang kemudian ternyata akan menjadi target pembunuhannya sebagai wanita pimpinan teroris. Seseorang terlihat mondar-mandir di kejauhan. Di saat dan konteks seperti ini. Ya. Hal ini juga menunjukkan segi sentimental Yosef. menuju titik merah pada lingkaran. di balik keteguhannya membela dan mengabdi penguasa tersebut. pikir Yosef. Kepergian suaminya adalah kepergian ke luar negeri. Ketika pertama kali melihat potret perempuan muda itu. Meski begitu.memalukan. berbicara pada dua teman. Perempuan tersebutlah yang pada kisah sebelumnya mendengar segala keluh kesahnya. Yosef sudah melaksanakan tugas. Kebetulan sang suami tersebut berlatar belakang politik .

tak pernah lagi.´ (hlm. Ada apa? ³Dia akan pulang ke sini. Keesokan hari. demi membelikan kebutuhan ³susu´ anaknya. sehari sebelum lelaki itu datang. Fitnah-fitnah mulai gencar. seorang diri ia membesarkan dan menyekolahkan anak semata wayangnya. (hlm. Sepasang matanya menerawang. Dulu sering kulihat Ibu melamun. Suatu pagi buta. mengambil buku-buku dan dokumen lalu membakarnya. Sekarang Ibu kembali pada kebiasaan lama. Ketika Ibu melamun. dan akhirnya. Rencana kepulangan bapak kandung anaknya ternyata menggelisahkan tokoh Ibu. ia bersembunyi dalam kamar yang tak bisa kumasuki. Ibu meninggalkan rumah itu dan pergi ke kampung nenek. ³Siapa?´ ³Lelaki itu. Pria-pria silih-berganti. saat langit masih gelap. 22-23) Sementara kenangannya yang terasa indah pada lelaki itu dapat dilihat pada kutipan berikut ini: ³Sebaiknya kamu bertemu Ayahmu.´ kata Ibu. Setelah itu kehidupanku seperti berhenti. terpaksa menjalani hidup sebagai pelacur (pria-pria silih berganti). Di sisi lain ia seperti memendam amarah karena tiadanya kabar sekian lama dari sang suami tercinta tersebut sehingga dia terpaksa melacur dan membesarkan buah hati mereka hanya sekadar dengan curahan kasih sayang seorang ibu. . Beban perasaan yang berat menekan itu dapat dilihat dari sikap Ibu pada kutipan berikut ini: Malam ini Ibu agak dingin. Sebagai orang tua tunggal (single parent).bertolak belakang dengan pemerintahan yang berkuasa (kemudian) setelah berhasil merebut kekuasaaan dari pemerintah lama. Mayat-mayat mengambang di sungai. anak semata wayangnya ini (tokoh Aku) terpaksa harus menerima fakta bahwa dia cuma punya ibu dan ibunya itu dipanggil orang wanita panggilan. serombongan orang mendatangi rumah dan mencari Ayah. datar. aku seolah ditinggalkan sendiri dan bukan bagian dari dirinya lagi. Ketika Ibu melamun. Di satu sisi dia terlihat masih menyimpan harapan dan kenangan lama pada sang suami. setelah siaran radio berkali-kali menyiarkan berita kudeta. kata Ibu. Lama-kelamaan tokoh Aku pun terbiasa menerima kenyataan bahwa ibunya punya banyak ³langganan´ lelaki. Ibu memutuskan kembali ke kota. tokoh Ibu. Aku sudah lahir dan butuh susu. Hidup harus berlanjut. kemudian makin berkurang.´ kata Ibu. Kalimat µI love you¶ cuma terdengar sekali. 27) Setelah ketidakpulangan sang suami. Mereka mengobrak-abrik ruang kerja Ayah. Banyak orang dibunuh. Di sekolah. Ibu melamun. Ibu sedang hamil 5 bulan. dengan suara serak.

Aku dan Ibu sama-sama merokok. Jangankan berharap kepulangannya akan kembali mengutuhkan keutuhan keluarga yang sempat rumpang berpuluh-puluh tahun. ³Nanti kamu tanyai dia. Ibu masih tidur. Padahal. Gado-gado. Ibu menjadi perahu. untukku pun tak bisa dibagi. Kantorku lumayan jauh dari tepi kota ini. Ayah suka menembang. Ibu makan siang di rumah. Ya. Bahkan. Ibu memasak sendiri makanan yang disajikan. dan setelah kepergiannya kembali. Suaranya merdu. Sup ikan. Mereka bergulung-gulung dan saling hempas di laut lepas. Berikut dikutipkan: Kami makan malam bersama. Tetapi dia terekam di sini. Aku makan siang di kantor. . Ibu bagai terseret dalam alunan gending. Selera Ibu jadi berubah mendadak begini. aku suka Satie. Kali ini Bach. aku dan Ibu. Makan malam adalah waktu kami bersama. 26-27) Kenyataannya. saat kedatangannya. Di malam hari ketika Ibu mengandung aku. Kedatangannya ternyata hanya sekadar minta maaf pada istri tuanya dan memberikan syal buatan Rusia pada anak lamanya²dengan ekspresi ³dingin¶ pula. (hlm. Bu? Ibu tak menyimpan potret Ayah. Dulu ayahmu suka menembang. Sarapanku selalu terburu-buru. Aku pernah dininabobokkan Ayah dan itu membuat perasaanku tenteram. Hanya sebentar dia bertamu ke rumah anak istrinya sendiri. makan malam saja kami bersama. tidaklah sebagaimana yang diharapkan semula. ibu dan anak. Aneh juga.. Musik juga mengalun. Seperti apa wajah Ayah. setelah kedatangan sang ayah dan suami tersebut.Ibu sakit lagi. Mengapa? Pertanyaan itu juga yang ada di kepalaku selama lebih dari tiga puluh tahun ini. Kegetiran suasana setelah kedatangan sang suami dan sang ayah ini dapat terasa dari kontras suasana makan malam²yang menjadi judul cerpen ini²antara makan malam berdua Ibu dan anaknya sebelum kedatangan tokoh Ayah. tak bisa diganggu-gugat. Tubuhnya demam. Ibu menunjuk dadanya. Tempe goreng. ³Mengapa dia meninggalkan kita?´ Kemarahan menggumpal di tenggorokan. Bila sakit. Mengapa?´ Airmata meleleh di pipi Ibu yang mulai kelihatan kendur. kata Ibu. kami duduk di beranda belakang. kemarin Chopin. Ibu senang mendengar gending Jawa. Tiap makan malam usai. Aku makan dengan lahap dan Ibu akan memandangku dengan senyum puas. Kulihat mata Ibu berkaca-kaca. Kami selalu makan malam berdua. Ketika aku berangkat. Aku selalu bergegas. sesudah itu dia langsung pergi dan menginap cukup di hotel sebab dia akan melanjutkan ³bernostalgia´ mengunjungi teman-teman lama di dalam negeri lamanya. sang suami malah berkabar bahwa dia telah beranak pinak pula di perantauannya di tanah seberang (Soviet atau Rusia). Gending menjadi ombak. Makan malam adalah ritual kami. Suaranya jernih. Jalanan macet di pagi hari.

Di antara biusnya. Yah. aku ingin menangis. aku tak biasa mengenakan syal untuk penampilan sehari-hari. ³Aku mau selesaikan urusan dengan Ibumu. Ibu. ³E. ya sudah. kemudian lenyap. (hlm. aku ingin mendengar e « Ayah bercerita.Asap tembakau yang putih mengepul. Ayah memberiku sehelai syal biru. Uban sudah memenuhi kepala. ³Oh.´ Aku memanggilnya ³Om´! Ibu langsung mengusap-usap punggungku. Aku malas.´ ³Hmm « suaraku nggak bagus lagi. Panas. kulihat sepasang mata Ibu yang terpejam. kami juga mengisap ganja. bergetar. ³Kamu bisa mengenakannya untuk bepergian. Aku. melayang di udara. atau bergulung.´ kataku. Namun. ³Ayah berencana tinggal di sini?´ ³Belum tahu.´ Malam itu mereka berbicara di beranda. seperti bayi tidur. Kadangkala ia menampar wajahku atau wajah Ibu sebelum ditelan udara dingin yang mengisapnya. Bagaimana aku menghadapi pria ini? Kami makan tanpa suara. ya « terima kasih. Ini negeri tropis. Setelah makan malam. bisiknya. mengisap ganja. Dan sekarang lagi nggak pengen nembang. Wajah pria di hadapanku tirus. Tak ada musik klasik. Om « eh. Suaranya gemetar. Tetapi. Desain majalah yang harus selesai besok kubiarkan terbengkalai. dengan rongga mata dalam. Kadangkala. Layar komputer menyala.´ ³Oh. Aku seakan monyet yang terjebak. Tenang. ³Cerita apa? Aku belum punya cerita. Tulang-tulang rahangnya mengeras. Di sana aku juga punya kehidupan. mirip rintihan. Jasnya kebesarannya. 28-29) . Ibu kelihatan damai dengan mata terpejam. Denting sendok garpu saling bersahut. putih.´ kata Ayah. kenapa pulang?´ Ia memandangku. 21-22) « Makan malam kali ini kami bertiga. Ibu dan Ayah tak berani saling pandang. ³Jadi. Mungkin nggak. Inilah Ayahku. berputar. dan Ayah. (hlm. Ibu membeli makanan terbaik dari restoran mahal.´ Entah kenapa. suasana menjadi ganjil. Kalau begitu menembang saja.´ Kulirik Ibu yang tertunduk diam. Aku mendekam dalam kamarku.

Schubert « silih-berganti. hipertensi. Diceritakan Kakek Mar ini sedang menikmati ketenangan hidupnya sebagai seorang senior citizen. Perobahan cuaca dihayatinya sebagai suatu karya seni yang indah di mata dan ³sedap´ di hati. Siapa tahu. Pada usianya yang semakin uzur dan renta. Ayah. Kami akan selalu berdua. Pa. kata itu makin sayup dan tak terdengar lagi «. ia kubawa ke dokter. Dari lantai rumahnya yang asri ia mengamati perubahan alam dan kondisi. (hlm. Chopin. Nggak ada. Beethoven. 30) Tokoh dalam cerpen ³Pesta Terakhir´ adalah seorang kakek tua yang dalam cerpen ini cuma disebutkan dipanggil Mar oleh temannya Mursid dan Papa oleh anaknya Alma. Aku selalu berbicara padanya tentang bermacam hal. Papa nggak mikir apa-apa. Jika standar kebutuhan seorang pria adalah empat buah. (hlm. Karakter seperti ini bahkan awet hingga dia lansia. Sakit pada hati sampai mati. Kakek Mar ini dari dulu (masa mudanya) digambarkan sebagai seorang pria ³flamboyan´ yang gemar keindahan wanita. Ia sudah jarang berbicara padaku. kali ini aku yang memasak untuk kami. Aku juga menyuapi Ibu. dia digambar masih sehat wal afiat adanya. Bach. Wanita yang dipacari dan dikawininya secara tidak resmi tentulah dalam jumlah tidak berhingga. Sakit pada tubuh bisa diobati. Keindahan yang semakin lengkap sempurna berkat sokongan kondisi fit fisiknya. tak punya penyakit jantung. atau maag kronis seperti kebanyakan teman seusia. Namun. Kakek Mar tentulah tidak akan merasa cukup jika mendapat sebegitu saja. Barangkali inilah sebabnya secara resmi ia berhasil sudah menikahi beberapa wanita. Papa punya pacar lagi. Tokoh Alma adalah putrinya dari istri yang ketiga. Minggu lalu. tentu saja keadaan fit dengan konteks orang yang sudah tua. Kakek Mar dalam cerpen ini memang ditampilkan kukuh dan kokoh sebagai seorang petualang cinta atau petualang wanita. Diceritakan bahwa Kakek Mar berdesir darah kala mengamati ³keindahan´ gadis-gadis muda. ya? . masih bisa mencicipi makanan enak.« Aku dan Ibu masih makan malam bersama. Jangan ngomong begitu. 33) Selain itu. Pengertian gemar di sini adalah bernilai lebih dari standar. Beruntunglah ia. Mungkin perolehan nilai lebih ini berkat karuni kesehatan fisik yang diberikan Tuhan padanya. Siapa tahu ada yang memberatkan pikiran Papa. lho. Kesehatan Ibu makin memburuk.

Harini mencurahkan seluruh waktu untuk putri mereka. menghilang« Ia menduga rasa penasaran dan nelangsa akibat ditinggalkan itulah yang membuat cintanya pada Alijah seolah abadi. Indo-Belanda. Mar? Mursid berbisik di sisi sang mempelai pria yang menyeringai nakal. « Dalam sel yang sempit di Salemba dulu. katanya. Darahnya tetap berdesir macam ombak laut bila berpapasan dengan gadis-gadis belia. Ia tinggalkan begitu saja lantaran jemu « Istri pertamanya. meski mereka berdua masih berstatus suami-istri. Sudahlah. Mar. Istri keduanya. « Gadis-gadis mengagumi lakonnya di atas panggung dan ia dengan senang hati memacari mereka. Connie. butuh pelampiasan. siapa yang mampu mampu mengikat selera pria binal? Ia dan Harini memutuskan berpisah saat Alma berusia 12 tahun. Ia tak tahan. Tak terhitung gundik maupun pacar yang tersebar di berbagai kota dan negeri yang pernah disinggahi. meninggal dunia tiga tahun lalu. Serangan jantung. perempuan yang paling ia cintai. cinta pertama Mursid menjadi kekasihnya yang kesekian« Ketika ia menikah. Namun. Nafsunya.Pacar? Kamu kok tanya yang begitu-begitu. perempuan Italia. sampai tiga kali. Masak perempuan sedunia mau kau kawini. ya. Ia dulu memburu Harini karena tergila-gila pada cawak di kedua pipi perempuan itu yang muncul tiap senyum atau tawa merekah di wajahnya yang bundar. Ibu kandung Alma. minta bercerai setelah memergoki ia berselingkuh dengan perempuan lain yang kemudian menjadi istri keduanya « Connie gigih menjanda sampai kini. 35-39) Dari kutipan di atas terlihat bagaimana hasrat Kakek Mar terhadap ransangan dari kaum Hawa . terutama. Yang terakhir. mengamati ukuran bokong mereka. Ia menghabiskan waktu untuk para wanita. Tiga perempuan pernah menjadi istrinya. Berkali-kali ia onani saat teman-temannya sudah bergeletakan tidur malam sehabis korve seharian yang menyiksa. (hlm. ia tak pernah merasa tua apalagi buruk rupa. Sejak muda ia memang gemar keindahan wanita. Kadangkala ia bersiul menggoda gadis-gadis yang lari pagi di jalan depan rumah. berpanggul lebar dan suka berdendang. selalu menolak ditemui. Olala. satu saja tak akan habis. masih menyimpan sakit hati. Bahkan. Ia jadi teringat Mursid. mereka pernah bertaruh dengan nasib. Mursid yang menjadi wali. ya seolah abadi. si teman karib. Alma hanya tertawatawa melihat kelakuan ayahnya. sih. istri ketiganya. berbulan-bulan. yang lebih cermat ketimbang tukang jahit. Gimana kamu sendiri? « Sejujurnya. Mursid paling sering menentang tabiat Don Juannya itu.

bahwa Ia berkelamin wanita. dekat porselen persegi berisi rumpun mawar plastik warna kuning yang rimbun. . Sanborn mengingatkannya pada seorang pria berkaca mata hitam yang tersenyum lepas pada halaman sebuah majalah musik. Berkat bocoran informasi darinya. Berikut kutipan teks yang bisa diduga dapat memainkan penafsiran pembaca tersebut: Ia biasa mengambil meja di pojok. termasuk Mursid. yang sama-sama di tahan bersamanya di sebuah sel sempit di Salemba. kepastian jenis kelamin tersebut. karena memang jenis kelamin inilah yang umum dikenal dekat dan lekat pada ³profesi´ tersebut²terutama lagi bagi bangsa timur. Pengkhianatan Kakek Mar terhadap kawankawanya inilah yang kemudian menjadi bahan cerita dalam cerpen ini. teknik penceritaan seperti menghadirkan alur yang mengklimaks untuk membawa pembaca pada penafsiran jenis kelamin tokoh Ia ini. Dari kutipan paragraf terakhir terlihat bagaimana saat-saat ia harus hidup terkurung di bui pun ia mesti juga mencari-cari kesempatan untuk memenuhi tuntutan libido berlebihannya. Tokoh Ia ini dilukiskan dengan teknik penceritaan yang cukup menarik. kawan-kawannya dikirim dengan kapal pertama ke sebuah kamp dan dia menghirup hidup bebas. mirip pacar pertamanya. Seusai kerja paksa ternyata ia masih bertenaga untuk melaksanakan ³kerja´ lainnya. Lebih menariknya lagi. Mengikuti deskripsi tentang Ia pada awal hingga tengah cerita²dari apa-apa yang diceritakan pengarang tentang ³pekerjaan´ tokoh ini²hanya akan meghasilkan penafsiran pada pembaca bahwa tokoh tersebut adalah seorang pelacur. pada akhir cerita. (hlm. Hal ini bisa menjebak pembaca. warna cat kuku kesayangannya. terutama ke tempat-tempat umum dan ramai orang. Menariknya tersebut adalah bahwa cerpen ini memberikan kejutan kepada para pembaca dengan mengaburkan jenis kelamin tokoh cerpen ini pada awalnya hingga baru diketahui dengan jelas. Pada akhir ceri a t diperlihatkan bahwa rasa bersalah dalam diri Kakek Mar membuat dia berkeinginan melakukan pengakuan dosa pada Mursid. kawan baiknya. warna batu kelahirannya. Hmmm« Sejak melihat Sanborn yang funky dengan kaca mata hitam ia pun selalu mengenakan kaca mata hitam bila bepergian. Ia biasa ditemani rengek saksofn David Sanborn yang selalu terdengar di sini pada jam kedatangannya.begitu dahsyatnya. 58) « Kuku-kukunya terlihat berwarna biru turquoise. Tokoh dalam cerpen ³Balada Hari Hujan´ adalah seorang waria yang oleh pencerita tidak disebutkan namanya melainkan hanya dideskripsikan dengan menggunakan pronomina Ia. Minat dan hobi yang seperti inilah yang membuat Kakek Mar tega mengkhianati kawankawannya sendiri.

ia merasa kesal menatap gaun dan stocking sutranya yang robek di sana-sini. (hlm. Si pelayan tersenyum simpul. setulus hati. mengingat sang pria.´ pikirnya . Sepasang muda-mudi di sudut lain kafe tersebut melirik sebentar ke arahnya. Pria yang menerima segala kekurangannya itu bersedia mengawininya dan ia akan merawat Ben dengan baik. « ³Maaf. (hlm. sinis. Pelayan datang membawa nampan berisi pesanannya. 60) Ia mulai meniup-niup bubur ayamnya. ³Bibir yang kering menandakan kesehatan yang buruk. Secangkir susu coklat juga diangsurkan pelayan ke hadapannya. setia mendengar keluh kesah Ben tentang anak-anak yang satu . Mungkin. meski orang tua itu selalu memberi uang belanja untuk mengganti pakaiannya yang rusak tiap kali mereka selesai bercinta. Pikiran romantis hanya membuat hati sedih. pikirnya. Tatakrama kurang menghargai ekspresi masing-masing pribadi. bubur ayam yang masih mengepul panas. mungkin menganggapnya gila. Dengusan keras seakan mampir di telinganya lagi « Sesudah kegaduhan berlalu. Semula ia berharap Benyamin menjadi yang terakhir. teringat tips kecantikan di sebuah majalah wanita. Ia juga sering bersendawa seenaknya bila gas dalam perutnya yang kenyang mendesak keluar.´ suara perempuan bernada alto mampir di telinganya. sebal. Ah. terutama yang berakhir tragis. Sekilas ia melihat pelayan mengerdipkan sebelah mata sebelum berlalu. lalu menyeruput cairan kental itu dengan suara keras. Ia tak begitu peduli pada tatakrama yang diajarkan neneknya bahwa pantang mengeluarkan bunyibunyian saat mengunyah makanan atau meneguk minuman.« ³Sok ninggrat. Ia mencibir ke arah mereka dan bibirnya terasa kering. 61) « Ia masih ingat cengkraman kencang pria itu pada leher dan bahunya yang terbuka. sudahlah. 59-60) Ia mendadak terkikik-kikik « Ia sendiri lebih suka membaca novel-novel percintaan. Ia memang mencintai pria itu. (hlm. (hlm. Boleh saya ambil sambalnya. Jeng. ³Genit. Mereka bertemu tadi malam. pagi ini tak ada lagi kenangan.´ pikirnya gundah. Kesedihan ternyata menimbulkan orgasme juga. memperpendek umur. Ia terkikik lagi. 59) « Ia mengenal beberapa pria mengesankan saat hujan. Jari-jari kakek yang kurus terasa tajam di daging muda yang lunak. Pandangan mereka bertemu. lalu berpaling lagi pada kesibukan semula.´ pikirnya. Kali ini buru-buru diraihnya lip balm rasa stoberi.

benar-benar membuat perasaan tokoh Ia begitu terpukul pada akhirnya. Namun kenyataan berikut yang secara tidak sengaja ia temukan. sampai sang kekasih lelap dan mendengkur. kakek tua yang semalam dikencaninya dan begitu Ia kasihi. lurus-lurus dan berani. Tak sia-sia. Ia merasa puas dan menyungging senyum lebar. Tambah pula secara linear upaya manipulasi estetik ini terasa cukup runut dan runtut membentuk klimaks pada bagian akhir. Dalam keadaan yang sudah banyak berubah tersebut sekonyong-konyong tokoh Si Penjaga Kebun menjadi pusat perhatian bagi Halifa. Sepasang mata tua itu mendelik. . melanjutkan lagi roda takdirnya. Dari fakta terakhir ini baru bisa dipahami hubungan antara kata-kata yang terkesan saling bertolak belakang. « Ia membalas tatapan si pria tua secara khusus. Tokoh Halifa dalam cerpen ini adalah seorang perempuan muda yang telah lama tidak kembali ke kampung halaman. Harapan itu semula tumbuh pada tokoh Benyamin. kaget. tak peduli tua atau muda. Mereka sangat pintar mengarang cerita sedih. ada dua tokoh yang terlihat hampir sama kuat kedudukannya sebagai tokoh utama. Suatu waktu dia menyempatkan pulang dan mendapati keadaan di kampung halamannya telah banyak berubah. yang pertama adalah Halifa sebagai tokoh yang bercerita²meski dengan menggunakan sudut pandang persona ketiga²dan yang kedua adalah Si Penjaga Kebun sebagai tokoh yang cukup dominan dikisahkan. Sudah lama Halifa tak pulang. 63) (cetak tebal dari penulis) Variasi acuan dari kata-kata bercetak tebal dalam kutipan di atas menunjukkan upaya permainan penafsiran pembaca oleh pengarang sebelum pada akhirnya pembaca (bisa) dikejutkan sekaligus terpuaskan oleh fakta bahwa tokoh Ia adalah seorang waria. Dalam cerpen ³Lelaki Bearoma Kebun´.demi satu meninggalkan rumah untuk berkeluarga dan tak lagi peduli pada ayah mereka yang sendirian. ia mengelus-elus rambut pria itu dan menyanyikan lagu-lagu nostalgia yang digemari pria seusia Ben. memasang jerat untuk menaklukkan wanita. Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun. Ia diceritakan mesti menghibur diri kembali bermain dengan kawan-kawan sepermainan dan sepernasibannya. (hlm. Tokoh Ia dalam cerpen ini digambarkan sebagai seorang sosok yang berharap sangat pada akhirnya bisa menemukan pria terakhir yang bisa menjadi pasangan penghabisannya sehingga usai sudahlah profesi laknatnya selama ini. 62) Seperti biasa. sebagaimana kenyataan bahwa tokoh Ia adalah paduan antara tubuh seorang pria dan jiwa wanita. Ternyata lelaki tetap saja lelaki. bahwa lelaki ini telah berdusta. (hlm. seperti dikutip di atas.

dari bayi merah. Kadangkala lelaki itu mengeluarkan suling dari tas resam dan memainkan lagu-lagu berirama Melayu. mata orang yang mau menolong. Barangkali. Bila ada yang ingin menemuinya. Bila ada yang tersesat. bisa jadi obat sepinya. tanah perlu makan. (hlm. lelaki itu menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga. yang punya kebun. 79) Lelaki itu dilukiskan dalam cerita ini sebagai sosok yang setia dan tabah menjalankan profesinya sebagai tukang kebun. Dia merupakan jenis manusia yang mencintai apa yang menjadi pekerjaan dan kewajibannya sehingga terlihat dapat menikmati dan bisa berbahagia . (hlm. Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. belajar beranak-pinak.Namun. Kekaguman ini tentu bisa dimaklumi akan cukup berbekas hingga ia dewasa pun setelah sekian lama dan jauh berjarak dari masa lalunya. menabur kotoran ayam dan kambing di atasnya. Matanya tak pernah menyorot garang. rambut lelaki itu sudah memutih dan kerut-merut usia tua makin nyata. Itu galibnya perkembangan manusia. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. Hembusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. tanpa pengetahuan ini pun Halifa sedari kecil memang mengagumi sosok penjaga kebun ayahnya ini. bukan sekadar orang upahan biasa sebagaimana yang selama ini diketahui Halifa dari semenjak berumur kecil. lalu renta dan pikun. Halifa kecil tak urung bersiul-siul senang menimpali tiap nada yang berasal dari lubang-lubang suling si penjaga kebun. ikuti saja aroma itu. ³Biar gembur. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. Radio model lama berbentuk roti bantal itu warisan kakek Halifa. Bila kalian ingin bertemu tuannya. Bagaimana pandangan Halifa terhadap tokoh Si Penjaga Kebun bisa dilihat dari kutipan berikut ini. Apakah masih juga dikenakannya topi kebun dari kain belacu lusuh itu? Mata sabitnya yang berkilau saat terayun ke batang lalang dan semakbelukar seakan hadir di depan mata. 77-78) Tokoh Si Penjaga Kebun ini pada akhirnya cerita baru ketahuan bahwa dia sebetulnya masih mempunyai hubungan famili dengan keluarga Halifa. Daya ingatnya pun mungkin sudah menumpul. Ia punya radio transistor yang bisa menangkap siaran dari Malaysia. semacam pengumuman. Ia menyiangi lalang dari tanah kebun. ia akan berjanji menyampaikan pesan. ia akan tunjukkan jalan. Mungkin. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang.´ katanya pada Halifa kecil. Akan tetapi. Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang.

Kau di situ pun. Halifa cume nak mampir sebentar. Halifa juga terkenang pada keluarga besarnya: Malida. Kebenaran kau pulang. Ia cuma mengirim doa. tertatihtatih mendekati Halifa. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan. Atuk ni la sakit-sakit terus. Papa kau pun la pensiun. Ketika si penjaga kebun meninggal dan jenazahnya dimakamkan.atas apa yang dikerjakannya itu. dak ape-ape. kabur. Semue la berubah. ³Oh. Banyak yang berubah. mengas sampai « mate ni la dak keliat agik la. dalam keadaan hujan gerimis dan jari-jari petir menyambar Halifa memaksakan diri juga untuk berkunjung ke pondokan kecil tempat Si Penjaga Kebun tinggal. di kantor. yakni tokoh Aku dan Paula. Sebagai penutup cerita cerpen ini. Yai kau ape agik. (hlm. Namun. membawa gelas air. Lelaki itu akhirnya mengungkap kisah yang mengguncang Halifa (hlm. dari pening. 84) Oleh karena itu.´ lanjut lelaki tua itu. Lame dak pulang. di bus. Nyai la dak ade. tuk. ayah dan ibunya. perihal Si Penjaga Kebun inilah yang dilukiskan masih setia membayangi hari-hari selanjutnya Halifa di bumi perantauan.´ kata Halifa. Di sana Si Penjaga Kebun sakit-sakitan tersebut menceritakan sesuatu pada Halifa dewasa. ³Benar. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. adiknya. Aku adalah ayah Paula. Macam-macam sakit pun ade. Dari pertemuan inilah Halifa baru mengetahui rahasia pertalian darahnya dengan Si Penjaga Kebun yang selama ini tidak diketahuinya. Nilai-nilai yang bisa dipetik dari orangorang tercintanya tersebut senantiasa membekas dalam sanubari Halifa. Di sana Halifa mendapatkan lelaki tersebut sudah mulai sakit-sakitan. di kamar kontrakan. 85-86) Selain terhadap Si Penjaga Kebun. dan di tempattempat baru yang pertama kali dikunjunginya« (hlm. Halifa telah kembali ke tanah rantau. atuk dak bise nampak jelas. Dia adalah sosok yang menghadirkan ketenangan bagi mata yang memandang dan menebarkan kedamaian bagi siapapun yang berpapasan dengannya. seraya duduk di tepi ranjang. sebentar agik nak pulang ke tanah. Pilihan hidupnya yang memilih sendiri sungguh mengagumkan buat Halifa sedari kecil. Dengan pertimbangan dan argumentasi bahwa perasaan-perasaan tokoh Akulah yang menjadi fokus utama cerita maka bisa dikatakan bahwa . serta nenek dan kakeknya. Ade yang nak atuk cerite. terutama hidupnya yang sendiri. 87) Dalam cerpen ³Makan Keempat´ terdapat juga dua tokoh yang terlihat cukup menonjol.

Dan lantai licin yang kupijak tiba-tiba berperekat. Berikut kutipannya: Paula datang ketika lampu-lampu ruang telah padam. Namun. menggantung kaku. aku sering berteriak-teriak memanggil namanya dan berharap ia berbalik serta menatapku. ketika temaram di sekelilingku benar-benar hilang di ujung lorong gelap-gulita. Tokoh Aku dalam cerpen ini. Kedua tanganku yang bersiap memeluknya tertahan di udara. salah satunya secara retoris²dalam pengertian teknik bercerita²didukung oleh pemilihan sudut pandang ini. Jiwa Paula seolah tetap datang kembali ke rumah orang tua tercinta sebagaimana harapan seorang Aku yang selalu terkenang buah hatinya. kemudian menghilang tepat di tengah lorong menuju dapur. putri tercinta mereka. Kuletakkan kotak cerutuku di meja dan bangkit perlahan dari kursi malas untuk menyambutnya. meluncur di lantai. 133]). ia memunggungiku. apakah masih hidup atau memang telah tiada. Tak sekalipun ia menggubris. diceritakan kehilangan Paula. mirip tikus terjebak di perangkap berumpan. Menyedihkannya²terlebih²kepergian tokoh Paula tersebut bagai menghilang tanpa jejak dan tiada berbekas. Sebab itu sulit untuk membuktikan keberadaan Paula. Kusaksikan Paula sirna. Dibiarkannya kami menunggu selama sepuluh musim. Elia. terbit dari tiada dan lenyap ke dalam tiada.ayah tokoh Paulalah yang menjadi tokoh utama cerpen ini. Untuk itu kedua orang tua tokoh Paula ini membuatkan makam untuk putri kesayangan mereka. Ia meninggalkan aku. yang jelas. Aku tertahan di atasnya. Berpijar. Rasa sedih dan pedih kehilangan Paula tersebut menghadirkan ilusi bagi tokoh Aku pada harihari berikutnya tanpa kehadiran Paula. Pada akhirnya. . Lembut. sebelum lebur dalam udara. Ada pula dugaan-dugaan bahwasanya Paula telah disekap dan disandera pihak penguasa karena aktifitas subversifnya. demi menghilangkan kesedihannya tokoh Aku akhirnya memutuskan untuk menganggap bahwa Paula telah di alam baka sana. Karena pengarang dalam cerpen ini tidak bersikap dan bersifat mahatahu selalu. dan istrinya. soal keberadaan Paula pun hingga akhir cerita tetaplah kenyataannya berselimut kabut misteri. Ia meninggalkan ruang lengang tanpa aroma. Kedua telinganya bagai tersumbat besi tempaan. Tubuhnya memancarkan sinar putih. Datang dan perginya bagai tuah dari tongkat sihir. Tubuhnya meluncur lurus ke muka. Ketika belum terbiasa dengan cara datang dan pergi Paula. entah tenggelam di lautan atau ditelan daratan (dimakan hiu atau disekap dalam benteng bawah tanah [hlm. Paula selalu datang ketika hanya pijar lampu bacaku yang menyala dan membuat gradasi cahaya. aku masih berharap. Terlebih lagi tokoh Aku faktanya menjadi pusat pengisahan cerita ini sehingga dia senantiasa terlihat konsisten mengawal alur cerpen ini. Namun.

membius segala yang bergerak dan keras kepala. (hlm. seperti dikutipkan di atas.3. cemas. suara serak ini hanya dijawab oleh gemanya sendiri. terkait tema-tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen ini. dengan tokoh Maria Pinto. panglima perang mistis . Namun. (hlm. Sesuai kecenderungan ekspresi kemanusiaan yang begitu teraba dan terasa dari dua belas cerpen kumpulan cerpen ini. 11) Angin pun berangsur tenang.2 Latar Latar yang dianggap paling menonjol. Noktah-noktah cahaya dari perkampungan. Berikut dikutipkan narasi cerita ketika dalam cerpen ini dikisahkan Yosef bertemu langsung. haru. hanya berduaan saja. Suasana ³kelam´ seperti ini terlihat sangat sesuai dengan kemurungan jiwa yang tengah melanda prajurit Yosef Legiman. wangi. khususnya enam cerpen yang dibahas. mengerat sepi. Atmosfer ini juga sesuai dengan keseluruhan tema cerita yang mengungkapkan kegalauan hati Yosef sebagai seorang prajurit tempur atau sniper yang mesti menjalani suratan takdirnya membunuh sesama manusia. putus asa. Namun. semak-semak duri di tanah gersang. seperti barisan kunang-kunang muncul di jendela. 16) Penggambaran latar yang umumnya telah terpisah dan berjarak dari peristiwa utama cerita. yang akan dibahas pada bagian ini adalah latar suasana. dengan tekanan dan perasaan beragam.Aku menyebut namanya. 15) Kesenyapan dan kesabarannya saling beradu. Udara menjelma mantra ganjil yang berdengung dalam bahasa sihir. memperlihat suasana yang muram dan agak suram. (hlm. Sebagai contoh berikut akan dikutipkan beberapa potongan paragraf dari cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´. Bunyi gesekan sayap-sayap jangkrik makin menggema. Orang-orang lelap dalam selimut katun seragam biru tua. Alang-alang yang subur jangkung. Angin tiba-tiba menggeliat bangkit dan mendesis. letih« (hlm. tokoh utama cerpen ini. diikuti desah napasku yang berat. (hlm. selebihnya gelap pekat. senang. dan gunung batu terjal di kejauhan« Kereta ini seperti melayang di tengah gelap. Tidak hanya pelataran suasana alam semata yang menjadi sarana untuk membangun atmosfer gelap seperti ini. Keniscayaan yang lain memendarkan nyeri lagi pada ulu hati« Lorong kereta begitu sunyi. 13) Noktah-noktah cahaya timbul-tenggelam di bidang jendela. latar suasana dalam cerpen-cerpen tersebut terlihat sangat mendukung bagi tema-temanya. 123-124) 3. Peristiwa-peristiwa dalam cerita pun cenderung mendukung bagi terciptanya suasana seperti ini.

mengambil buku-buku dan dokumen lalu membakarnya. Mereka mengobrak-abrik ruang kerja Ayah. Setelah itu kehidupanku seperti berhenti. Banyak orang dibunuh. Ibu memutuskan kembali ke kota.²melainkan melalui kejadian-kejadian yang mengisi dan menempati waktu dan ruang statis itu. usus. kegelapan dalam pelataran ini bukan tersurat lewat keadaan tempat atau saat yang kelam²pengecualian pada bagian Keesokan hari. Berikut dikutipkan: ³Ketika kabut datang. kata Ibu. Aku sudah lahir dan butuh susu. Keesokan hari.. Bagian ini merupakan kisah perpisahan antara tokoh Ibu dan Ayah saat tokoh Aku belum lahir dikarenakan sebuah huruhara politik dan sosial..´ kisah teman Yosef. serombongan orang mendatangi rumah dan mencari Ayah. Berbagai objek cerita sangat memungkinkan untuk terjadinya bermacam variasi. Pria-pria silih-berganti. Mayat-mayat mengambang di sungai. Ketika kabut lenyap. Negeri itu memang ajaib. paru-paru. Tentu saja tidak semua pelataran menciptakan atmosfer yang cenderung ³gelap´ seperti ini. saat langit masih gelap. Kutipan di atas menunjukkan bahwa kekelaman suasana tidak hanya . Hidup harus berlanjut. Suatu pagi buta. (hlm. (hlm. Fitnah-fitnah mulai gencar. Berikut dikutipkan dua buah paragraf dari cerpen ³Makan Malam´. anggota pasukan kami satu demi satu mendadak gugur dengan luka tembak. Ia bisa melihat jantung. aku saksikan tujuh orang terkapar mati di tanah. dan tulang-tulang tengkorak gadis tersebut dengan jelas. Suatu hari kabut itu datang lagi. setelah siaran radio berkali-kali menyiarkan berita kudeta. 27) Pelataran di atas berangkat dari peristiwa-peristiwa dalam cerita atau berupa aksi kejadian. bergulung-gulung di atas kami dan aku menembaknya. 17) Hal seperti ini juga terasa dari kisahan rekan Yosef yang telah terlebih dahulu terjun ke medan tempur menghadapi Maria dan gerombolannya. tanpa henti. Kepala mungil yang cantik berubah membesar dengan pupil-pupil mata yang menonjol serta kulit wajah mengeriput. Meski masih sangat eksplisit terasa bernuansa gelap. bergulung-gulung melewati medan pertempuran. tersenyum pahit. Ibu sedang hamil 5 bulan. saat langit masih gelap. Ibu meninggalkan rumah itu dan pergi ke kampung nenek. pelataran suasana tersebut cenderung menunjang bagi suasana kepedihan manusia yang dominan menjadi nuansa tema-tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen ini. (hlm.pasukan musuhnya. 12-13) Hal seperti ini juga dapat dengan mudah ditemukan pada cerpen-cerpen lainnya. Namun secara keseluruhan.

Seorang lelaki tua berdiri tegak di depan jendela yang terbuka. secara berurut. Ia rapatkan kerahkerah mantelnya. Anak-anak itu terkurung di sana. Ia mencoba bersenandung.ditampilkan lewat pelataran gelap sesuatu latar tempat dan waktu namun juga secara lebih berjarak dengan tafsiran dan pemaknaan atas atmosfer sebuah peristiwa atau lakuan tokohtokoh cerita. Payung ungu itu mengembang lagi. debu« Bagaimana mengikis debu yang menebal di benaknya? Ia melihat daundaun gugur melayang dari pohon. tanpa mampu berteriak minta tolong. Suatu hari ketika perempuan itu kembali untuk memastikan anak-anaknya telah diambil orang. Di susut kolam. Masing-masing. tapi tak bisa. Terlihatlah juga betapa suasana mencekam dari peristiwa kerusuhan di atas sangat mendukung bagi suasana penderitaan hati tokoh Ibu yang menjadi tema cerpen ini. Ia merasa hidup begitu sepi. Ternyata pikiran yang kalut membuat si perempuan telah mengunci gubuk dari luar. sebagaimana kecenderungan tematik kumpulan cerpen ini. Angin sore terasa kering dan tajam. (hlm. 8687) « . memandang lurus patung di taman. 31) « Hujan masih menyambutnya di luar kafe. Setelah itu ia benar-benar senyap dari muka bumi. Air mata mulai mengembang di balik kaca mata hitam ala Sanborn. (hlm. Lelaki Beraroma Kebun´ dan ³Makam Keempat´. Perempuan itu tak sadarkan diri dan saat siuman ia sudah lupa pada siapa pun. (hlm. Merasa ada yang lucu dalam hidupnya. Barangkali. ia mati dimangsa ular atau buaya yang menghuni sungai. juga terlihat pada kutipan dari cerpen-cerpen berikutnya. ia menemukan lima mayat tergeletak di lantai tanah dan telah membusuk. Debu. Jalan yang basah menyambut langkah-langkah kaki yang menggigil. Tapi matanya terasa pedih. Amis lumpur menguap dari kolam dangkal serupa kubangan kerbau itu. Daun teratai yang layu dan busuk mengambang di permukaan air coklat keruh. begitu asing. patung perempuan gemuk memegang kendi telah bersalut kerak debu. menahan udara dingin. 64) « Berminggu-minggu anak-anak tersebut ditinggalkan ibunya yang berharap ada orang kampung datang dan menyelamatkan mereka. Suasana suram yang dibangun oleh pelataran. merupakan kutipan dari cerpen ³Pesta Terakhir´. Udara taman berdebu. berair. ³Balada Hari Hujan´. Orang-orang kampung melihatnya berlari kencang ke dalam hutan sambil melolong. Langit abu-abu tua.

³Balada Hari Hujan´. sendu. seperti kucing demam. kemahatahuan pengarang bisa dilihat dari kutipan berikut ini: Hari masih terlalu pagi untuk orang-orang yang takut pada cuaca dingin bulan Juni. Tak urung air matanya terbit ketika Mursid lagi-lagi berbisik. Ia membayangkan teman-teman prianya masih meringkuk dalam pelukan istri atau pacar mereka. Alangkah ganjil menyaksikan penembak jitu memercayai hal-hal yang jauh dari hukum benda dan kasatmata. Dalam cerpen ³Pesta Terakhir´ juga sama. Kini ia mulai menangis terisak-isak. Dalam cerpen ³Balada Hari Hujan´. Ia menyambutnya dengan peluk hangat. Ia mendorong pintu cepat-cepat. Benarkah? Air matanya meleleh. berikut kutipannya: Perempuan muda itu terusik sebentar. lalu kembali menekuni halaman-halaman buku. Barangkali. Pada cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ terlihat sudut pandang persona ketiganya bersifat mahatahu. 124) 3. selamat ulang tahun teman duniaakhirat. kurus dan ringkih. (hlm. Berikut kutipannya: Mursid muncul di ambang pintu. menuju baku. ini pestaku yang terakhir. 42) Narator cerpen ini terlihat mengetahui pikiran dan gumaman di dalam sanubari tokoh yang diceritakannya. Kelopakkelopak bakung di bawah jendela terlihat segar berair. 13) Dari kutipan di atas terlihat bahwa narator juga bisa mengetahui perasaan dan pikiran tokoh ceritanya. Mursid mengelus punggungnya.3. (hlm. inilah wajah orang yang hidup-mati dari perang. seraya mengerjap-ngerjapkan mata yang basah. Ia ingin membuat pengakuan. Ia menuntun Mursid ke sofa. sedangkan pada cerpen ³Makan Malam´ dan ³Makam Keempat´ yang dipakai adalah sudut pandang persona pertama. Semula ia kurang berminat mendengar ocehan prajurit cengeng ini.3 Sudut Pandang Sudut pandang persona ketiga digunakan pada cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´. ³Pesta Terakhir´. Tangan Mursid bergetar dalam genggamannya. Tapi. ³Pelayan lupa menaikkan volume. Tetapi. Jari-jari kakinya terasa mengeriput dalam stocking sutra setengah basah. (hlm. dalam hati.´ gerutunya. wangi kaldu ayam dalam adonan . menyerupai zombie.Kalian akan melihat sepasang rongsokan manusia berjalan tertatih-tatih. pikirnya. Tubuhnya makin menggigil oleh terpaan udara dari pendingin ruang. dan ³Lelaki Beraorma Kebun´. dia terkesiap ketika menatap wajah si prajurit. Mungkin.

Makan malam adalah waktu kami bersama. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. aku dan Ibu. (hlm.1 Kehampaan Jiwa dan Kesetiaan terhadap Tugas pada Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ Masalah kemanusiaan yang diangkat dalam cerpen ini berpusat pada sikap hidup yang dilakoni . Namun sulit pula untuk diingkari bahwa akibat dari aktifitas politik Paula tersebutlah²yang berimbas pada ³kehilangannya´ atau ³penghilangannya´ dan lalu berimbas pada kesedihan kedua orang tuanya (terutama lebih intensif lagi digarap pada detail perasaan tokoh Ayah)²yang paling dekat berkaitan dengan tema kemanusiaan pada cerita ini. Makan malam adalah ritual kami. Wajar kiranya sentral garapan cerpen ini berfokus pada perasaan sosok ayah yang kehilangan putrinya (tokoh Aku). Memang sulit untuk tidak diakui bahwa aktifitas tokoh Paula. (hlm. Hal ini berbeda dengan sudut pandang persona pertama pada cerpen ³Makam Keempat´. putrinya. lah yang menjadi bahan ceritaan dalam cerpen ini. 3. lelaki itu menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga. Selain itu secara kuantitas terlihat tokoh Akulah yang dominan mengawal alur cerita. Ia biasa mampir ke kafe ini untuk sarapan. 21) Dalam cerpen ³Makan Malam´ ini tokoh Aku sekadar berperan sebagai tokoh tambahan sehingga sudut pandangnya pun berupa sudut pandang ³Aku Tokoh Tambahan´. Sarapanku selalu terburu-buru. ibu dan anak. makan malam saja kami bersama. Namun. Sudah lama Halifa tak pulang. 77-78) Teknik penceritaan dengan menggunakan sudut pandang persona pertama pada cerpen ³Makan Malam´ bisa dilihat dari kutipan beikut ini. Ibu makan siang di rumah.4. Kami makan malam bersama. Ketika aku berangkat.4 Tema 3. Ya.bubur membuat otot-otot lambungnya berdenyut keras dan tubuhnya yang menggigil itu mulai dialiri hawa panas. (hlm. Jalanan macet di pagi hari. Pada cerpen ini justru penceritanya menjadi tokoh utama. Aku makan siang di kantor. 58) Sifat mahatahu pada sudut pandang persona ketiga cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ bisa dilihat pada kutipan berikut ini. Kantorku lumayan jauh dari tepi kota ini. Ibu masih tidur. Aku selalu bergegas. tak bisa diganggu-gugat. Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun.

Ketika membuka pembicaraan dengan perempuan di sebelahnya pun (tokoh Wanita Pimpinan Teroris) dia menjadikan kisah Maria ini sebagai bahan obrolan atau lebih tepatnya curhatan pribadi. Ini berarti. sebagaimana dieksplisitkan secara tekstual pada kutipan sebelum ini. Ia terduduk di tanah. Yosef kembali terbayang wajah Maria. Yosef membiarkan iring-iringan di langit itu berlalu. Lutut-lututnya lemas. sedih. Ketidakmampuannya untuk membunuh Maria dan kesempatan untuk meneruskan hidup yang diberikan Maria ternyata membekas pada kejiwaan Yosef.tokoh utamanya. Dua-duanya sad ending. Berikut kutipannya: ³Ini rahasia saya. 18) Fakta cerita seperti ini menciptakan pemaknaan bahwa nilai kenangan Yosef pada Maria berelasi dengan fakta cintanya terhadap kekasih nyatanya. pikirnya. Menariknya.´ ujar Yosef. terhadap Maria pun Yosef kemungkinan memiliki perasaan ³sejenis´ dengan entah berapa kadarnya. Dua pengawal menyertai perjalanan rutin ini. jatuh cinta. yakni dalam sebuah perjalan kereta. menyudahi kisahnya. Sebagai seorang manusia ia bisa sedih. . lalu membuat pengakuan dosa serta jadi amat perasa? (hlm. teks pikiran benak perempuan di sebelah Yosef ini sesudah mendengarkan seluruh cerita Yosef mengaitkan cerita Yosef tentang Maria dengan cerita perpisahannya yang baru saja terjadi dengan kekasihnya (kekasih Yosef) gara-gara tiada restu orang tuanya kekasih Yosef. menjaga junjungan mereka dari atas kereta. pada sisi lain dia juga ditampilkan sebagai sosok manusia apa adanya sebagaimana kebanyakan manusia pada umumnya. Wajar kiranya dalam suasana yang mendukung untuk banyak merenung dan termenung. Namun. Kemungkinan ini sebelumnya diperkuat oleh penggunaan kata gadis (bukan sekadar perempuan itu misalnya) pada narasi berikut di bawah ini oleh pencerita: Gaun lembut Maria Pinto membelah anyir perang dengan kibaran putih yang menyilaukan. Perempuan muda menghela napas panjang. 14) Timbulnya sifat perasa pada Yosef. Di satu sisi Yosef terlihat teguh menjalankan wataknya sebagai seorang prajurit (bukan sekadar dalam artian kepangkatan): menjalankan sumpah setia pada tugas negara dan patuh pada doktrin garis komando. diceritakan disebabkan oleh peristiwa pertemuannya dengan tokoh Maria Pinto. Kisah cinta segitiga yang rumit dan tragis. Prajurit ini terombang-ambing antara pacarnya dan panglima hantu. Yosef Legiman. dan amat perasa. (hlm. Berikut kutipannya: Apakah ini pertanda ia tengah bersiap menyongsong maut. hanya antara kita.

Bahkan hingga akhir cerita pun digambarkan seperti itu. (hlm. 20) Dapat dipahami bahwa pembaca bisa melihat ini sebagai sesuatu yang aneh. melihat sebuah dunia yang terus memudar di bawahnya. Kemudian. Namun di sisi lain. seorang gadis yang menjadi pelindung gerombolan pemberontak. perasaannya terhadap Maria. dan gunung batu terjal di kejauhan kembali memenuhi penglihatannya bersama kenangan pada gadis itu. Kekagetannya sewaktu mengetahui bahwa kuda Maria tersebut adalah kuda mainan yang terbuat dari kayu juga kurang kuat untuk bisa dianggap menjadi alasan keutamaan perannya karena tema cerita juga berputar ke peristiwa-peristiwa lain seperti kematian adiknya. semak-semak duri di tanah gersang.11-12) Gangguan kejiwaan yang melanda Yosef bisa dipandang cukup besar pengaruhnya dari pertemuan dengan Maria. Lagi pula hadir sebuah antiklimaks saat sang kuda sakti tersebut tidak lagi ³besar´ dengan selubung kabut mitos dan misterinya. Yosef terlihat memelihara. . melayang. Bagai tersihir Yosef menyambut jemari gadis yang menunggu. musuh negaranya. Ia merasa terbang di antara awan. Ia melihat Maria Pinto menyeberangi langit dengan kuda terbang. di satu sisi Yosef adalah seorang prajurit yang tetap setia menjalankan tugas yang diembannya.Angin pun berangsur tenang. salah satu alasannya juga bisa dilihat dari pilihan judul bagi cerpen ini: ³Kuda Terbang Maria Pinto´. bagaimana dia dengan tangan dingin membunuh seorang wanita pimpinan teroris yang menjadi target operasi instrumen keamanan negara yang ternyata tidak lain dan tidak bukan adalah merupakan perempuan di sebelahnya sewaktu mencurahkan ingatan tentang kisah kesaktian Maria di atas kereta. Seperti sudah dikemukakan sebelumnya. Mengapa perempuan itu selalu mengikutinya ke mana pun? Maria Pinto tersenyum. atau mungkin memendam. Alang-alang yang subur jangkung. Padahal kuda saktinya Maria tersebut secara frekuensif sangat kecil porsi kehadirannya dan bisa dianggap tidak berdiri di barisan tokoh-tokoh utama. Dari hal ini bisa diduga bahwa penonjolan kuda tersebut pada judul adalah berfungsi untuk menonjolkan peran Maria sendiri²sebagai empunya² bagi sisi kemanusiaan Yosef yang menjadi tema cerita. mengulurkan tangannya yang putih dan halus. perasaan dengan ³nilai lebih´ ini semakin kuat diduga ada setelah cerpen ini diakhiri oleh paragraf berikut ini: Angin tiba-tiba bertiup kencang lewat jendela. Tubuh Yosef menggigil. Perannya bagi tema cerita mengenai distorsi kejiwaan yang melanda prajurit Yosef juga bisa dipandang berlangsung tidak langsung. (hal.

tak akan.Kontradiksi inilah yang bisa dimaknai sebagai situasi hampa pada kejiwaan prajurit Yosef dalam cerpen ini. Kasihan dia.ia sangat sakti. Malahan dia digambarkan seolah tetap masih memiliki simpati terhadap sasaran yang pernah menjadi teman curhatnya tersebut. Semula . saya tak pernah menembak Maria Pinto dan kuda terbangnya. ³Tadi pagi ibu saya menangis lagi. terkunci rapat dalam peti mati kayu mahoni. Jiwa yang hampa ini menghadirkan logika sejalan dengan karakter pembunuh berdarah dingin pada perannya sebagai seorang sniper pada cerita bagian akhir. sisi manusiawinya mesti ³terdampar´ di kehampaan relung-relung jiwa. ini sudah pilihan. lalu kembali menekuni halaman-halaman buku. «. percuma saja.´ tutur Yosef. ia merasa tenang di sisinya. Dia tidak digambarkan begitu menggebu-gebu dalam menjalankan misi untuk membunuh musuh negara tersebut.´ ujar Yosef pelan. Jenazah sang adik kembali tanpa jantung. Berbagi cerita yang dilakukannya dengan wanita yang tanpa sebelumnya ia sadari nanti akan dibunuhnya (demi tugas) itu pun menjadi sebuah sarana untuk mengisi ruang-ruang tertekan dalam batinnya. (hlm. sebagaimana digambarkan di atas. usus. Enam bulan lalu adiknya meninggal disiksa para pemberontak. dan kemaluan. Walhasil. Ini kepulangan terakhir saya sebelum kembali bertugas. Ia merasa lega sudah membagi kisah-kisahnya yang terdengar lemah dan pengecut pada perempuan muda ini. Tapi. ³Petinya berselubung bendera besar. Perempuan muda itu terusik sebentar. di sisi orang asing yang bertemu di perjalanan. meski. nyaris bergumam. tidak akan berkhianat dan lari dari tugas. 14) Klausa memandang lurus ke depan di atas bisa dimaknai sebagai simbol sisi teguh Yosef sebagai prajurit yang telah bersumpah setia. 14) Paradoks dan paduan antara kehampaan jiwa dan kesetiaan pada tugas ini terlihat lebih jelas lagi dalam kutipan berikut ini: ³Tapi. memandang lurus ke depan. Ibu saya trauma. Paduan yang kontras seperti ini juga tergambar pada bagian cerita yang mengisahkan cerita Yosef pada perempuan di sebelahnya di atas kereta tentang kematian adiknya yang mungkin juga memilih jalan hidup sebagai tentara. akan tapi di sisi lain dia juga tidak desersi dari kewajiban dan loyalitas pada penguasa negara hanya digara-garakan persoalan perasaan dan cinta. beban emosionil menekan begitu berat dan sangat dahsyat. (hlm. Seperti ungkapan menjijikkan dalam roman. besar sekali!´ Ada nada bangga bercampur haru. Kini Yosef satu-satunya anak lelaki dalam keluarga.

4. Kehilangan inilah yang membuat tokoh Ibu ³terpaksa´ menjalani profesi sebagai wanita panggilan demi membesarkan . 13-14) 3. tokoh Aku terlihat tidak terlalu terguncang secara kejiwaan.. Sementara tokoh anak (Aku). wajah penuh luka jahitan. berbeda sekali dengan psikologis tokoh Ibu. Barangkali. inilah wajah orang yang hidup-mati dari perang. meski sudah kumal dan koyak-moyak tak dibuang ke tong sampah. Oleh karena itu. Wajah lelaki itu mirip boneka kain kanak-kanak yang terlalu disayang. Ayah. Tetapi. yang menyerupai sulaman bordir asal jadi dan bermotif sulur di tangan pemula. Sepasang matanya sayu berhias bekas-bekas sayatan dekat alis. yang menjadi sudut penceritaan.ia kurang berminat mendengar ocehan prajurit cengeng ini.2 Derita Seorang Ibu dan Makna Keutuhan Sebuah Keluarga dalam Cerpen ³Makan Malam´ Tiga kalimat terakhir yang menutup cerpen ini barangkali bisa dipandang sebagai persoalan inti. Kehilangan pertama kalinya terjadi sebagai akibat sebuah peristiwa atau lebih spesifiknya huru-hara sosial-politik yang membuat tokoh Ayah tidak bisa kembali ke tengah-tengah keluarganya karena sudah berada di luar negeri (tempat yang aman guna menyelamatkan diri dari peristiwa sosial-politik yang terjadi itu). (hlm. Sakit pada hati sampai mati. dalam hubungan dengan cerita kehilangan dan kemunculan tokoh Ayah. yang ingin dikemukakan: Sakit pada tubuh bisa diobati. 30) Garis relasi antara tokoh Ibu dan Ayah merupakan pemicu utama tema utama cerita meski tokoh Aku yang menjadi pembawa atau punggawa alur cerita dan hubungan atau interaksi antara tokoh Aku dan Ibu yang terbanyak menyita porsi kisahan cerita. atau setidaknya sari cerita. Garis tadi menghasilkan pemaknaan tentang kepedihan jiwa seorang istri yang ditinggalkan sang suami yang dicintanya. kata itu makin sayup dan tak terdengar lagi «(hlm. dia terkesiap ketika menatap wajah si prajurit. Penderitaan tokoh Ibu ini disebabkan dua hal yakni kehilangan sang suami dan ³kehilangan kedua kalinya´ sang suami. terlihat sudah cukup berjarak secara emosional dengan bapaknya karena sejak kecil dia memang hanya mengenal ibunya. Alangkah ganjil menyaksikan penembak jitu memercayai hal-hal yang jauh dari hukum benda dan kasatmata. Pedih dan perih ini terasa sekali berfokus di tokoh Ibu yang mengalami langsung dari jarak dekat peristiwa ditinggalkan orang terkasih tersebut.

datar. melainkan sudah berupa pilihan sikap dari tokoh Ayah untuk tidak sesegera mungkin menemui tokoh Ibu. Ibu melamun. Sepasang matanya menerawang. Aku nggak mau melihat Ibu sedih. Ketika Ibu melamun. Kesedihan ini terasa bercampur baur dengan adanya sedikit harapan bahwa sang suami akan kembali. 24) .´ Ibu menyeringai getir. Derita kejiwaan tokoh Ibu pun sebetulnya tetap telah ada meski dengan alasan keadaan sosial-politik sebelumnya.´ ³Ayah? Ibu bilang. Hal ini wajar kiranya dipahami begitu sangat menyakiti hati seorang wanita. Kenyataan terakhir ini baru diketahui belakangan setelah tokoh Ayah muncul kembali. kemudian makin berkurang. ³Yang satu ini tidak semudah itu. Ibu sudah menguncinya dengan jawaban singkat yang umum. hanya tahu bahwa dia bapak tidak ada. Ada apa? ³Dia akan pulang ke sini. putuskan saja. Bisa jadi hal ini karena dia sudah menduga kekurangsetiaan tokoh Ayah. 22-23) « ³Kalau begitu. Kutipan di bawah ini menunjukkan hal itu: Malam ini Ibu agak dingin. Kalimat µI love you¶ cuma terdengar sekali. lembut. Kita jemput dia di bandara dua hari lagi. Ketika Ibu melamun.´ (hlm. tokoh Aku. bisa ditafsirkan pula bahwa rasa kehilangan lebih mendalam diderita tokoh Ibu justru karena tiada kabar yang sekian lama dari tokoh Ayah. Dulu sering kulihat Ibu melamun. Di sini sebabnya mungkin bukan sekadar keadaan sosial-politik lagi.´ Aku tak melanjutkan pertanyaan. aku seolah ditinggalkan sendiri dan bukan bagian dari dirinya lagi. (hlm. ia bersembunyi dalam kamar yang tak bisa kumasuki. Namun kemudian. ³Siapa?´ ³Lelaki itu. ³Kamu minta cuti kantor saja sehari. lalu mengusap-usap kepalaku. aku diambil dari bank. Karena kami punya sejarah.´ ³Sejarah bisa dihapus.´ ³Kenapa?´ ³Dia ayahmu.´ kata Ibu. dari kehilangan yang pertama ini.putri semata wayangnya dan menerima takdir bahwa putri yang dicinta itu. Sekarang Ibu kembali pada kebiasaan lama. dan akhirnya. tak pernah lagi.´ ³Yang ini tidak bisa.´ Aku cemas.´ ³Oh «.

Aku. bisa dilihat dari kontrasnya (kejiwaan tokoh Ibu) dengan sikap tokoh Aku sebagai anak yang tidak pernah berjumpa bapak. Makan malam kali ini kami bertiga. Gesekan antara harapan ked atangan lagi dan kekecewaan ditinggal pergi inilah yang mengusik-usik ketenangan hidup tokoh Ibu. Aku seakan monyet yang terjebak. mirip rintihan. kegenapan. Bagaimana aku menghadapi pria ini? Kami makan tanpa suara. sekali lagi. hanya menjadi sarana untuk melukiskan suasana derita tersebut dalam konteks keutuhan. Inilah Ayahku. Suaranya gemetar. Sementara itu. Selain kedatangannya (tokoh Ayah) hanya. ³Makan Malam´. Denting sendok garpu saling bersahut. putih. dari sudut pandang tokoh Aku²yang telah sangat berjarak dengan bapaknya itu²justru kehadiran dan keutuhan tersebut menjadikan suasana yang tidak sempurna. suasana menjadi ganjil. kenyataannya kutipan kalimat-kalimat terakhir cerita di awal tadi menunjukkan bahwa tokoh Ibu menderita dan sakit hatinya. Entah apa permintaan maaf sang suami cukup mengurangi kadar derita sang istri. ia juga tidak mentah-mentah menolak kehadiran kembali tokoh Ayah. Seperti melengkapi sebuah puzzle dengan benda yang sudah berbeda. Namun. 28) . Harapan tokoh Ibu bisa dianggap tetap ada karena. justru suasana semula ini sirna. sementara tokoh Aku dari kutipan ini kelihatan tidak mempunyai ketertarikan untuk ³menyikapi´ peristiwa tersebut alias merasa biasa-biasa saja. Tak ada musik klasik. Ibu membeli makanan terbaik dari restoran mahal. seperti ditunjukkan dalam cerita ini. Ibu. Di saat keluarga menjadi utuh. Kedatangan sang suami ternyata hanya seperti ³merobek´ lagi luka lama dengan memberi kabar tentang istri keduanya dan dua anak barunya di negeri luar sana. (hlm. Pemaknaan seperti ini. suami tercintanya. Jasnya kebesarannya. Logika umum bahwa berkumpulnya semua anggota keluarga²orang-orang yang dicintai² akan membahagiakan hati ternyata dalam cerpen ini tidak terbukti. Ibu dan Ayah tak berani saling pandang. Judul cerpen sendiri. dan kebulatan sebuah keluarga. dan Ayah. Uban sudah memenuhi kepala. Wajah pria di hadapanku tirus. Dari cerita didapatkan kesan kebahagiaan hidup tokoh Aku dan tokoh Ibu meski sekadar hidup berdua setiap kali menjalani rutinitas makan malam mereka berdua. ketika tokoh Ayah kembali hadir di tengah-tengah mereka. kehilangan kedua kalinya justru terjadi di saat yang hilang itu telah kembali datang.Kutipan di atas memperlihatkan ³dinginnya´ tokoh Ibu (sekaligus menunjukkan kebimbangannya) dalam menyikapi kembalinya tokoh Ayah yang telah tiada berkabar sekian lama itu. dengan rongga mata dalam. seperti diistilahkan tadi: merobek luka lama.

soal apa saja. ya. 41) atau layaknya daun teratai yang layu dan busuk mengambang di permukaan air coklat keruh (hlm. pikirnya. ya. kurus dan ringkih. Benarkah? Air matanya meleleh. 3. . Sid.Dari cerita ini didapat pemaknaan bahwa kebahagian keluarga itu justru didapat dalam ketakutuhannya. Aku yang sakit-sakitan begini nggak pernah kepingin mati. Seorang cucunya menunjuk-nunjuk panik ke kolam. Ketidakutuhan ini lebih baik dibanding ³lengkap´ namun dengan sesuatu yang sudah sama sekali berbeda. Oh. Kamu yang segar bugar. soal yang dulu. Mungkin.3 Antara Rahasia Pengkhianatan dan Usaha Untuk Menjaga Persahabatan dalam Cerpen ³Pesta Terakhir´ Seperti debu tanah yang beterbangan di taman. malah cengeng. Umur manusia µkan terbatas« Sudah. Ia ingin membuat pengakuan. Aku mau minta maaf. Kini ia mulai menangis terisak-isak. Sampai ia menjalani usia lanjut dan hingga akhir cerita diceritakan bahwa rahasia pengkhianatan ini belum juga diceritakannya. taktahu apa ada dokter yang bisa mengobatinya. jangan menyumpahi dirimu sendiri. Tak urung air matanya terbit ketika Mursid lagi-lagi berbisik. bicaralah. selamat ulang tahun teman duniaakhirat. aku mau bicara sesuatu. Ia menuntun Mursid ke sofa.4. seraya mengerjap-ngerjapkan mata yang basah. Mursid mengelus punggungnya. Namun kepahitan akibat kedatangan itu telah membekas di hati tokoh Ibu dan justru menambah segala beban derita akibat rasa kehilangan sebelumnya. sudah. aku« Tiba-tiba terdengar jeritan dari arah kolam. Sid. namun sebuah peristiwa kecil mengganggu terungkapnya rahasia itu dan menggantungkan cerita pada sebuah tanda tanya: apa gerangan selanjutnya? Mursid muncul di ambang pintu. seperti begitulah perasaan hati tokoh Kakek Mar ketika terkenang akan sahabat-sahabat seperideologiannya dahulu sewaktu masih muda dan pengkhianatannya atas mereka. sendu. kok. Ia menyambutnya dengan peluk hangat. Tangan Mursid bergetar dalam genggamannya. Saat ia bertemu Mursid di akhir ³pesta terakhir´ diceritakan bahwa ia sudah hendak bercerita tentang pengkhianatan yang ia lakukan ini atau dengan kata lain hendak melakukan semacam pengakuan dosa. berulang-ulang menyepuh daun dan kelopak bunga-bunga yang tersisa di ranting hingga terlihat makin kusam (hlm. ini pestaku yang terakhir. 31). Untunglah keganjilan tersebut hanya berlangsung sementara lalu berlalu.

tokoh Alma. Karakter tokoh Kakek Mar yang doyan perempuan dan tiada dapat menahan nafsu birahi berlama-lama menjadi sebuah jalan untuk mendapatkan ³keterangan´ yang diperlukan darinya. Ketika seorang petugas mendekatinya dan menawarkan kerja sama. 42) Rahasia yang disimpan Kakek Mar adalah pengkhianatan terhadap kawan -kawannya sewaktu dahulu mereka dipenjara bersama gara-gara perbedaan ideologi dengan pemerintahan baru yang melakukan sebuah kudeta merangkak terhadap otoriterianisme pemimpin lama. terutama. Berikut kutipannya. Angin musim panas berdesir lagi dalam ruangan. ia merasa sedih. seperti disentakkan sesuatu di ulu hati. Apa susahnya. berbulan-bulan.Lho. berjualan manusia. Dua tukang kebun terlihat buru-buru menggotong tangga. Ia hanya diminta menyebutkan namanama yang dianggapnya sangat berbahaya. Barangkali pula bisa menjadi semacam pembenaran atas khianat terpaksa yang mesti dipilihnya. Kakek Mar bebas dari penjara dan selanjutnya berstatus sebagai ³pencatat´ atau ³penjaja manusia´ sebagaimana yang dikatakannya sendiri pada putrinya. Ia langsung berlari melewati lubang pintu yang terbuka. namun dalam buku rapor putrinya ia menulis: wiraswastra. mereka pernah bertaruh dengan nasib. Suatu hari Alma kecil bertanya tentang pekerjaannya. Orang-orang dalam rumah riuh. Tuhan. 39) Dengan ³melaporkan´ nama-nama kawannya sendiri. Tukang catat? Ya. Amis lumpur mengelana dalam udara. Ya. Ya. Berkali-kali ia onani saat teman-temannya sudah bergeletakan tidur malam sehabis korve seharian yang menyiksa. apa susahnya? (hlm. Nafsunya. 40) Kebebasan itu pun kemudian menjadi ³gerbang´ bagi Kakek Mar guna melanjutkan petualangan cinta (seksual)-nya. Seorang pria tua berjongkok di tepi kolam. Tiba-tiba. Apa sih pekerjaan Papa? Tukang catat. Barangkali dengan menggunakan anggaran rakyat (uang negara). Si Sena terjatuh. mana cucunya yang seorang lagi? Ya. Kakek Mar akhirnya bisa bersenang-senang ke berbagai belahan dunia. (hlm. kata petugas. butuh pelampiasan. geli. toh tinggal mencatat saja? Setelah itu kamu bisa bebas dan kumpul dengan anak-istri. (hlm. Dalam sel yang sempit di Salemba dulu. dengan bekal posisi yang didapat dari pengkhianatan tersebut²dengan tetap meneruskan profesi sebagai juru . termasuk memberi tanda ideolog pada nama Mursid. Ia tak tahan. Seorang perempuan menghambur ke taman sambil menggendong bayi. bersiap turun menjemput cucunya. Mursid tertegun di sofa. Pengkhianatan pada kawan seperjuangan memang berbuah surga duniawi bagi beliau. Bahkan. ia setuju. Ia terkekeh. Olala.

pada Mursid dia mengaku atau berbohong bahwa ³rezeki´ itu didapat berkat bantuan menantu adiknya. Tiap bulan dikirimnya wesel ke alamat sahabatnya. Ali« Lima orang. dia mengundang semua teman-temannya dulu yang kebetulan masih bernyawa dan beruntung belum mati karena pengkhianatan dan nafsu birahinya. entah mati. Hartono mati ditembak. tentu. 39) Meski dilukiskan sebagai seorang pengkhianat pada teman-teman seperjuangannya. (hlm. Tapi. Bagaimana kamu bisa punya koneksi di sana. Ia tersenyum kecut. Kami sudah melewati banyak suka-duka bersama. tentu. jumlah yang cukup untuk membeli beras dan lauk pauk di pasar. ternyata . terlebih lagi ³sahabat dunia-akhiratnya´ Mursid. Apakah Alma sudah mengundang semua sahabatnya? Ditariknya laci meja. tapi kebetulan menantu adikku sudah berpangkat tinggi di situ. yang diisyaratkan pengarang cerita sebagai pesta terakhir bagi kakek ini. ya sama Om Mursid? Oh. daftar nama para tamu yang ditulis Alma. Kakek Mar justru hidup berkecukupan atau berlebihan berkat pilihan menuruti kehendak nafsu birahi yang dahulu dipilihnya. ya. Nak. berturutturut tercantum nama Hendro. Mar. Ia ingin membaca ulang daftar tamu. lalu diraihnya sehelai catatan dari situ. ya. Meski begitu. ah. Akibatnya. Di tengah-tengah kehidupan serba susah yang dijalani Mursid. entah hidup. Kasman. Ketika putra sulung Mursid tamat sekolah menengah. Mursid memeluknya. setulus mungkin. Berikut kutipannya: Papa sayang sekali. terheran-heran. ia kehilangan jejak. disusul Arsyad. dikarenakan bekas dan berkas status ideologi politik yang melekat. Namun ternyata status sebagai seorang pengkhianat ini tidak membuat Kakek Mar melupakan kawan-kawan lama yang dikhianatinya itu. Dua lagi tinggal kenangan. Yusmin. balasnya. merasa kurang nyaman mendengar julukan itu. berulang-ulang berucap bahwa ia benar-benar sahabatnya dunia-akhirat. Di pesta ulang tahunnya. tanya Mursid. ia langsung menawarinya bekerja di sebuah kantor pemerintah. apa boleh buat. Nama Mursid berada di urutan pertama. Ia terlihat terus berusaha menjalin hubungan dengan mereka sembari tetap memelihara sebuah rahasia yang mungkin akan mengoyak-ngoyak hubungan mesra itu. Alma tak segan-segan mengirim masakan pada keluarga sahabat Ayahnya itu setiap minggu.catat²dia bisa membantu mencarikan pekerjaan di lahan ³basah´ bagi anak Mursid (sahabat yang dikhianatinya tetapi tetap terus ditemaninya). Setelah Arsyad. sudahlah. Bukan koneksi. juga kawan-kawan lamanya yang lain. Ia sendiri rajin menyantuni Mursid yang tak punya mata pencarian tetap selama puluhan tahun ini.

Oh. Tuhanku. Om Ali tak bisa datang. ya. Perempuan itu merasa percuma sudah menyiapkan banyak makanan. Katanya. Kepalanya mulai pusing dan perutnya mual lagi. Al? Om Yusmin bilang. Papa. Sewaktu Alma mewartakan ketidakdatangan sahabat-sahabatnya.Kakek Mar juga ditampilkan dengan sisi kemanusiawiannya. yang bertiup kering dengan tajam ke dalam ruangan. meninggalkan rasa tersengat dan perih di pori-pori. Istrinya baru saja telepon. menyalakan kran. (hlm. Ia kebetulan belum ada uang. Perhatikan kutipan berikut: Angin panas mengusap kulitnya lagi di ruangan ini. bagaimana ini? « Ia merenung-renung.) Om Mursid sudah janji datang. ya. Bagaimana Om Hendro. kecuali Mursid. dia dilarikan ke gawat darurat. 40-41) Beban dari dosa pengkhianatan yang dilakukannya yang berjalan seiring dengan kasih sayangnya yang tulus pada sahabat-sahabatnya merupakan sebuah fenomena kemanusiaan yang menarik untuk dimaknai dari tokoh Kakek Mar. . Ia berjalan tenang ke wastafel. Ia melihat debu tanah beterbangan di taman« « Sendi-sendi tulangnya tiba-tiba terasa lemas. ia juga tak bisa datang. Pa. Ya. Liver. Selain tetap menjalin hubungan dan berusaha membantu sahabat-sahabatnya. Nak. Sebagai seseorang yang berhasil lolos untuk hidup makmur dan sejahtera. mereka µkan nggak punya telepon. Terus « bagaimana yang lain. Kakek Mar menjadi sedih sekali sebagaimana sedihnya dia mendapat panggilan sahabat dunia-akhirat dari Mursid. Namun kemunculan berkali-kali teks yang menggambarkan gangguan kesehatan pada Kakek Mar bisa dianggap menunjukkan sesuatu beban yang melanda Kakek Mar. biar kita suruh sopir yang jemput? (Alma mengangkat bahunya. Kakek Mar juga terkenang akan sahabatsahabatnya yang telah tidak ada di dunia ini. Kakek Mar digambarkan sehat wal afiat secara fisik. Selamat ulang tahun saja buat Papa. Alma tiba-tiba muncul di ambang pintu. Kenapa dia nggak bilang dari kemarin. membasuh wajahnya dengan air dingin yang mengalir. Rumahnya memang jauh dari sini. aduh« aduh. Aduh. Ia menggeragap. Ia merasai kembali angin musim kemarau. sama Om Arsyad? Coba kamu telepon mereka. Papa. Dada sesak.

Musik bertempo cepat dari radio mobil membuat kepalanya makin berdenyut. Tanggo. ne. perasaan bersalah yang bersifat kebatinan (bukan fisik) inilah yang tengah melanda Kakek Mar.Musim kering ini hanya membuat kepala pusing dan perut mual. Tolong matikan radionya. yang sebelumnya semata diakui di dalam hati. Mbak. Dalam perjalanan. Alma sangat khawatir. ditambah udara memang panas sekarang ini. Ne. chacha. senang. 34-35) Bisa diduga. judul ³Pesta Terakhir´ bagi cerpen ini bisa dianggap memberi pemaknaan tersendiri untuk menafsirkan maksud penggantungan di bagian akhir tersebut. terima kasih. Snut. akhir cerita digantungkan. kok. dosa tersebut secara laten tetap mengendap dan menghantui sisi lain kemanusiaannya. dia terlihat lebih mudah untuk menyayangi dari pada memelihara benci. (hlm. buat apa memikirkan yang menyedihkan hati. salsa« mulai ia jauhi. berkat karakter ini. sehingga kemarin tergopoh-gopoh mengantarnya ke dokter. Papa harus banyak minum dan makan buah segar. 42). Hasilnya? Bapak sehat. Apalagi sebagai seorang manusia dengan karakter berorientasi senang dan bahagia. Siapa tahu ada yang memberatkan pikiran Papa. snut« Urat kepala bagai dawai dipetik. ia merasa pusing dan mual lagi. Siapa tahu. Gaya hidupnya yang berorientasi hedonis barangkali membuat dia berusaha untuk tidak menjadikan rasa bersalah itu membebani dirinya dan mengganggu kesenangan-kesenangannya. Perubahan cuaca memang sering mengagetkan tubuh. seperti saat melarang Alma kecil bermain air hujan) Jangan ngomong begitu. ada yang belum terucapkan di saat akhirnya berserah. ne. bersiap turun menjemput«(hlm. ne « (Ia gerakkan telunjuk kanannya. Pa. Mereka kembali ke mobil dan melaju di jalanan yang panas dan macet di siang terik. ne. ya. lho. Seorang pria tua berjongkok di tepi kolam. Kepala Papa pusing sekali. balas Alma. secara kurang disadari. ne. Di samping itu. Barangkali seperti derai-derai cemara. yang mendorong Kakek Mar untuk hendak melakukan pengakuan dosa pada sahabat terdekatnya Mursid di akhir cerita. Mungkin. Inilah sisi positif manusia dengan karakter seperti tokoh Kakek Mar. Meski begitu. kata dokter itu pada Alma. baiklah kalau begitu. Mungkin Papa banyak pikiran. Kemarin Papa habiskan jeruk manis sekilo sendiri. Siapa bilang? Orang seumur Papa ini µkan harus menikmati hidup yang sebentar lagi. kok. . Namun secara kurang ia sadari pula. meski pada akhirnya. Al. snut. Papa sudah banyak minum dan makan buah. Perasaan berdosa itulah. Oh. dia tetap bisa disadarkan bahwa dia seorang pendosa.

Lelaki tua ini datang dengan istrinya yang dari cakapannya pada tokoh Ia (yang menggunakan panggilan jeng) memperlihatkan bahwa tokoh Benyamin dan istri resminya ini memang orang-orang terhormat yang berlabel ortodoks ninggrat. setelah itu kami jadi orang asing lagi satu sama lain. Tapi siapa sangka. Kedatangan Benyamin dan istri ini sangat membuat sedih hati tokoh Ia karena kedatangan mereka itu membuka sebuah tabir rahasia yang bisa sangat mengecewakan hatinya.4. sampai sang kekasih lelap dan mendengkur. sekadar bermaaf-maafan. Benyamin mengaku sebagai pria kesepian yang sudah ditinggal pergi oleh anak-anaknya yang masing-masing juga sudah berkeluarga dan juga telah ditinggal mati oleh sang istri tercinta. tokoh Ia bertemu lagi di kafe tersebut dengan lelaki sok nigrat ³langganannya´ semalam yakni Benyamin G. Setelah mencari ³nafkah´ di malam hari. Semula ia berharap Benyamin menjadi yang terakhir. setelah menderita kanker ganas bertahun-tahun. Hidup ini hanya kesialan bagi orangorang tua. 62-63) . setia mendengar keluh kesah Ben tentang anak-anak yang satu demi satu meninggalkan rumah untuk berkeluarga dan tak lagi peduli pada ayah mereka yang sendirian. ia datang bersama istri yang dari tutur katanya yang sopan menunjukkan mereka merupakan orang -orang yang berstatus terhormat. tokoh Ia dalam cerpen ini melaksanakan rutinitasnya. saat berbaring di pangkuannya. di pagi yang dingin menusuk tulang di bulan Juni. Seperti biasa. setulus hati. Istri Ben hampil meninggal sepuluh tahun lau. Pria yang menerima segala kekurangannya itu bersedia mengawininya dan ia akan merawat Ben dengan baik. (hlm.4 Seorang Waria yang Dilukai Hatinya dalam Cerpen ³Balada Hari Hujan´ Dalam udara yang dingin dan cuaca hujan yang seperti tidak henti. tokoh Ia menjalani rutinitas lain yang juga tidak kalah manusiawi: sarapan. tokoh Ia sempat dibuai oleh harapan bahwa Benyamin yang terhormat ini akan menjadi kekasih terakhirnya dan bisa mengakhiri petualangan cintanya dari satu pria hidung belang ke pria hidung belang lainnya.´ kisah Ben. ³Anak-anak hanya datang pada hari raya.3. Di saat mereka sesaat ³bercinta´ semalam. Ia memang mencintai pria itu. kembali mengurus diri sendiri. Di sebuah restoran langganan²yang kata cerpenis cerpen ini merupakan satu-satunya kafe di kota dalam cerpen ini yang buka di pagi hari²tokoh Ia memakan makanan rutinnya yakni semangkok bubur ayam istimewa dan separo gelas coklat panas. Mungkin. Benyamin yang terhormat ini mungkin tidak menyangka akan bertemu lagi dengan banci yang semalam ³dipakainya´ untuk menumpahkan hasrat birahi. ia mengelus-elus rambut pria itu dan menyanyikan lagu-lagu nostalgia yang digemari pria seusia Ben. Lebih sialnya.

Benyamin tega berdusta. Kini sehelai sapu tangan mulai dikeluarkannya dari rongga tas tangan. memasang jerat untuk menaklukkan wanita. Langit abu-abu tua. Ada dua komposisi batuk sekarang. Ia rapatkan kerah- . Sorot mata mereka mengisyaratkan rasa terganggu. 63) Perhatikan penggunaan kata menaklukkan wanita di atas. Suara batuk keris yang khas pun terdengar menimpali batuknya. dan kepedihan. seolah mengisyaratkan betapa telah mewanitanya tokoh Ia yang sejatinya pria ini.) secara khusus. Ia merasa puas dan menyungging senyum lebar. Hiiiiiii «. samar-samar. Wangi musk bercampur kayu cheddar juga masih tertinggal. meski dalam cerita. kaget. Sensitifitas jiwa perempuan dalam tubuh lelaki tokoh Ia terang saja sangat terguncang dengan kenyataan pahit dan menyakitkan ini. sebagaimana bisa disimak dengan sangat nikmat lewat penutup cerita berikut ini: Ia ingin pulang dan menenangkan pikiran. yang sama-sama sumbang. pengarang cerpen ini mempertemukan tokoh Ia dan Benyamin dan istrinya²yang masih hidup ternyata²di pagi harinya di sebuah kafe. Jalan yang basah menyambut langkah-langkah kaki yang menggigil. (hlm. Secara fisik-psikis bisa diduga perasaan terluka itu spontan mampu untuk memancing reaksi tubuhnya. tokoh Ia merasa dibohongi oleh kakek yang satu ini. Virus influenza bisa saja beterbangan di udara. Ben bahkan tega membunuh istrinya sendiri. Ia sungguh kecewa. Pasangan muda-muda maupun manula (Benyamin dan istri-pen. yang dilakukan pengarang.) serentak menoleh ke arahnya. Ada inisial ³BG´ di sudut saputangan tersebut. Pilihan kata seperti ini. tak peduli tua atau muda. keperihan. kemudian dibekapkannya pada mulut yang bising. Berapa lama ia bisa bertahan di dunia semacam ini? Hujan masih menyambutnya di luar kafe. Hari yang cukup berat di antara puluhan ribu hari yang sama kembali berlangsung. Payung ungu itu mengembang lagi. Terang saja. jijik. 63-64) Sapu tangan berinisial ³BG´ pemberian Benyamin yang dijadikan pengelap ingus tokoh Ia yang terbatuk-batuk tersebut seolah menjadi sebuah simbol bagi muntahan kemarahan tokoh Ia terhadap Benyamin. lalu hinggap di mangkukmangkuk bubur mereka. Mereka sangat pintar mengarang cerita sedih.Namun tidak dinyana. Dengan teknik penceritaan yang cukup menegangkan serta agak mencengangkan. (hlm. terbuat dari sulaman benang biru. Ia membalas tatapan si pria tua (Benyamin-pen. Sebuah kemarahan yang berujung kesedihan. Sepasang mata tua itu mendelik. lurus-lurus dan berani. dan ngeri. Ia tiba-tiba tersedak dan mulai batuk-batuk. Tak siasia. bersahut-sahutan. Ternyata lelaki tetap saja lelaki.

langsung mengarah-arahkan pada Si Penjaga Kebun. Tapi. seperti warna langit hujan. (hlm. atau lebih tepat lagi. Sepasang mata yang sipit. Pada orang yang dipanggil Atuk oleh Halifa inilah cerita memusat. Hanya matanya yang sering berbinar melihat orang datang. ompong. Demikianlah bunyi kalimat terakhir cerita dari cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ ini. (hlm. ya.4. Ia merasa hidup begitu sepi. tapi tak bisa. Mungkin. ratu dari dunia yang abu-abu. 77) Demikianlah narasi paragraf pertama pembuka cerpen ini. Ketika si penjaga kebun meninggal dan jenazahnya dimakamkan. 64) 3. Suatu waktu disempatkanlah oleh tokoh Halifa pulang ke ³tanah´ airnya. Mella. kita dugem sampai pagi! Di diskotek itu pula ia dinobatkan sebagai ratu waria.5 Kampung Halaman. Ia senang dikunjungi dan cepat-cepat menyuguhkan air putih serta bijur rebus atau buah keremunting yang hitam-manis pada tamunya. Angie. Segala Kenangan. dan kerak nikotin menempel di celah-celah gusinya. Halifa masih ingat wajah lelaki itu. Ia mencoba bersenandung. ia jarang tertawa. begitu asing. Sophia« tunggu aku. Cerpen ini bercerita tentang kunjungan pulang ke rumah seorang gadis perantau bernama Halifa yang sudah lima belas tahun tidak sempat pulang karena sibuk bekerja mencari nafkah di perantauan. 87). Halifa telah kembali ke tanah . Si Penjaga Kebun. nanti malam ia akan menghibur hatinya yang sedih di sebuah diskotek di jantung kota bersama teman-teman senasib. Air mata mulai mengembang di balik kaca mata hitam ala Sanborn. Tapi ini bukan kisah tentang kerajaan. Jasmine. bagaimana akan dipahami segi keindahan seperti yang umum dilekatkan pada label kesusastraan? Namun ternyata dalam cerpen ini. dan bibir hitam terbenam di kepala yang kecil. melainkan kisah tentang kepedihan. Liza. Dengan narasi yang terlalu ³jujur´ tersebut. Hidup sendirian di tengah kebun tentu sebuah pengorbanan. Perhatikanlah empat kalimat pertama kutipan di atas. dan yang Tersisa Darinya dalam Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ Ia merasa ikatan hidupnya dengan pulau itu berangsur-angsur punah (hlm. dinyatakan bahwa Si Penjaga Kebun ini menjadi begitu berharga bagi Halifa.kerah mantelnya. Halifa bertemu lagi dengan salah satu bagian dari masa lalunya. menahan udara dingin. Sejauh manakah kenangan akan rumah baginya masih membekas? Di kampung halamannya ini. keluarga pemilik kebun. Saat ia tertawa terlihat gigi-gigi yang tak rata. yang terletak di sebuah pulau kecil. hidung pesek.

Sebab itu. yang selama ini belum pernah diketahuinya. Ternyata pikiran yang kalut membuat si perempuan telah mengunci gubuk . keberadaan Si Penjaga Kebun menjadi cukup penting bagi Halifa. Tentang sebuah keluarga yang tercerai-berai. Mereka tak sanggup membesarkan bayi itu lantaran kehidupan yang sulit di masa Jepang. Untunglah ada orang yang lebih mampu bersedia mengurus bayi mereka yang baru lahir. Namun.rantau. Ia cuma mengirim doa. di bus. (hlm. Namun. Selang beberapa minggu setelah putra bungsu mereka diserahkan. Ada sebuah rahasia. Sepasang suami-istri merelakan bayi mereka yang baru berumur dua hari untuk diangkat anak oleh keluarga lain. 77-78) Kakek dan nenek Halifa telah lebih dahulu berpulang ke ³tanah´. dan di tempattempat baru yang pertama kali dikunjunginya. juga telah punya kesibukan tersendiri di tanah rantau. 84) Namun ada sesuatu hal yang membuat hubungan Halifa kepada Si Penjaga Kebun lebih kuat lagi. sang suami meninggal dunia akibat tuberkulosa dan sang istri meninggalkan gubuk kecil mereka dengan lima anak kurus meringkuk lapar di dalamnya. Sudah lama Halifa tak pulang. Lelaki itu akhirnya mengungkap kisah yang mengguncang Halifa. lelaki itu menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga. di kantor. Berminggu-minggu anak-anak tersebut ditinggalkan ibunya yang berharap ada orang kampung datang dan menyelamatkan mereka. Sementara Malida. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. Ia merasa ikatan hidupnya dengan pulau itu berangsur-angsur punah. Lima anak yang lahir sebelumnya harus menanggung penderitaan. adiknya. Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun. 87) Kepulangan Halifa dewasa ke ³masa kecilnya´ tentu saja menghasilkan situasi yang telah banyak berubah dari masa lalunya itu. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. Tinggal ibu bapaknya yang tengah menikmati masa pensiun di hari tua. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan. (hlm. di kamar kontrakan. belakangan baru diceritakan Si Penjaga Kebun sewaktu Halifa mendatangi pondoknya. ia menemukan lima mayat tergeletak di lantai tanah dan telah membusuk. (hlm. Apalagi orang tua ini memiliki nilai historis baginya dan pernah menarik perhatiannya karena kesendiriannya. Suatu hari ketika perempuan itu kembali untuk memastikan anak-anaknya telah diambil orang. terutama hidupnya yang sendiri.

dari luar. Beberapa hal berikut ini juga menunjukkan kesan Halifa yang begitu kuat pada Si Penjaga Kebun: . Barangkali pula memang ada kemungkinan kakek Halifa memang tidak mengetahui. Perasaan Halifa pada Si Penjaga Kebun inilah yang menghadirkan segi keindahan tersendiri bagi cerpen ini. Betapa terenyuh Halifa menyikapi kesendirian Si Penjaga Kebun. Ayah dan ibu telah memutuskan pindah ke pedalaman. Kata ayah. terutama hidupnya yang sendiri. Anak-anak itu terkurung di sana. Namun wasiat kakek Halifa pada ayahnya tersebut lebih menguntungkan penafsiran bahwa beliau memang tahu tapi mengambil keputusan untuk tidak memberi tahu. tidak tahu cerita ini. Pantaslah kiranya akhir cerita² sebagaimana sudah dikutip sebelumnya²membentangkan dan menonjolkan hubungan erat antara Halifa dengan Si Penjaga Kebun. tapi tetap bertahan dalam kebun mereka. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. kakek berpesan agar ayah memperhatikan nasib penjaga kebun dan tak boleh menyia-nyiakannya. Dia sudah ayah minta istirahat dan kembali pada sanak-saudaranya. tapi katanya dia tak punya keluarga lagi. dia memilih tinggal di rumah kebun. Orang-orang kampung melihatnya berlari kencang ke dalam hutan sambil melolong. Perempuan itu tak sadarkan diri dan saat siuman ia sudah lupa pada siapa pun. tanpa mampu berteriak minta tolong. Ayah sudah menganggapnya keluarga. 84) Rupanya kakek Halifa tidak pula membuka rahasia tersebut sebelum wafatnya. Mereka larut pada kegetiran masing-masing. Setelah itu ia benar-benar senyap dari muka bumi. Ayah telah menjalankan wasiat kakek. Putra bungsu suami istri yang malang tadi adalah ayah Halifa. bukan dengan yang lain-lain. Ayah suruh tinggal di rumah ini. Sekadar memberi pengetahuan dengan jalan lain yang barangkali dipikirnya lebih elok dan yang terbaik. mendirikan rumah di kebun pusaka kakek. Halifa terdiam.´ Lelaki itu mulai sakit-sakitan lantaran usia tua. Apalagi jika dihubungkan dengan ingatan Halifa ketika suatu kali ia mendengar ayahnya pernah menyuruh Si Penjaga Kebun untuk istirahat dan kembali pada sanak saudaranya tanpa dia sadari bahwa dialah sanak saudaranya itu. dekat perkampungan orang-orang Tionghoa. ia mati dimangsa ular atau buaya yang menghuni sungai. Hubungan mereka ternyata bukan sekadar antara anak majikan dan orang upahan. (hlm. Sebelum meninggal. begitu pula si penjaga kebun. (hlm. Barangkali. dalam cerita. Bahkan Ayah Halifa sendiri. 86-87) Pada akhir cerita ini Halifa baru tahu bahwa dia dengan Si Penjaga Kebun tersebut ternyata adalah saudara. ³Dia turut menyaksikan jatuh-bangun keluarga kita. Lelaki tua yang bercerita ini adik kandung dari pihak istri.

79) Selain tentang Si Penjaga Kebun. Yu Sur. Hembusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. Mungkin. Apa pendapat lelaki itu saat melihatnya sekarang? Ia bukan lagi Halifa cengeng dan manja dulu. Halifa kecil tak urung bersiul-siul senang menimpali tiap nada yang berasal dari lubang-lubang suling si penjaga kebun. dia terkenang kepada sebuah peristiwa lucu. Ia menyiangi lalang dari tanah kebun. Bila ada yang ingin menemuinya. dalam cerpen ini juga dikisahkan kenangan Halifa pada orang-orang lain dalam keluarganya sendiri. berlari ke pantai untuk mencari kulit-kulit lokan dan siput. lalu memacu mereka . menabur kotoran ayam dan kambing di atasnya. Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. Dengan Nenek dan Malida. Malida. Mang Cali dan adiknya Malida. mata orang yang mau menolong. bisa jadi obat sepinya. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. ia dan adiknya. ia akan tunjukkan jalan. Orang-orang itu yaitu kakeknya. neneknya. ikuti saja aroma itu. 78) « Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. Bila ada yang tersesat. Apakah masih juga dikenakannya topi kebun dari kain belacu lusuh itu? Mata sabitnya yang berkilau saat terayun ke batang lalang dan semakbelukar seakan hadir di depan mata. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang. Halifa tersenyum-senyum bangga. ibunya. (hlm. Matanya tak pernah menyorot garang. tanah perlu makan. yang punya kebun. Itu galibnya perkembangan manusia. semacam pengumuman. ³Biar gembur. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. setelah bertukar pakaian dan makan siang. meluaskan pikiran penghuni pulau kecil itu dengan pahit-getir pengalaman. Mereka biasa menemukan umangumang yang menghuni bekas rumah-rumah siput. Bila kalian ingin bertemu tuannya. lalu renta dan pikun. Ia punya radio transistor yang bisa menangkap siaran dari Malaysia. mengeluarkan binatang-binatang tadi dari dalamnya. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. Tanah rantau telah membesarkan otot-ototnya lewat kerja. Berikut kutipannya: Seringkali sepulang sekolah. ayahnya. mengikat kaki-kaki tajam-lancip tersebut dengan benang. belajar beranak-pinak. Ia kini tumbuh jangkung dan manis.Barangkali. Radio model lama berbentuk roti bantal itu warisan kakek Halifa. ia akan berjanji menyampaikan pesan. dari bayi merah. Kadangkala lelaki itu mengeluarkan suling dari tas resam dan memainkan lagu-lagu berirama Melayu. rambut lelaki itu sudah memutih dan kerut-merut usia tua makin nyata. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun.´ katanya pada Halifa kecil. (hlm. Daya ingatnya pun mungkin sudah menumpul.

(hlm. Keluarga. dengan pendidikan yang lebih tinggi. Paula akan bisa menjadi orang sukses yang tidak hanya bertoko kecil sepertinya melainkan mempunyai toko besar sebagai pengusaha sukses dan kaya raya. Ayah mengirim Halifa merantau setamat sekolah menengah pertama. Dia juga terkenang pesan bijaksana ayahnya saat dia akan berangkat merantau. 83) Terhadap tokoh-tokoh lain penceritaan tidak dilakukan dengan intensif benar. Jangankan berharap Paula menjadi orang yang sukses dan terlihat terhormat di negeri ini. ³Pulau kecil membuat pikiran juga tak seberapa luas. memang telah taktampak lagi di depan kedua bola matanya tetapi akan tetap hadir pada mata hati. Di sela-selanya ada yang tersembunyi dan menambah manis kenangan ini. ia malah menjadi .6 Mencintai Buah Hati yang Diam-Diam Telah ³Pergi´ dalam Cerpen ³Makam ke Empat´ Dengan sebuah toko tembakau kecil di sebuah pulau kecil dan desa yang juga kecil dus terpencil. ³Kau yang punya lubang kunci dan jangan biarkan anak kunci masuk ke situ. sebuah ³kesalahan´ telah dilakukannya. tokoh Aku dalam cerpen ini membesarkan Paula. kebiasaan tokoh Aku membacakan kisah-kisah silat Kho Ping Hoo diduga telah memotivasi Paula. Kampung halaman yang telah sekian lama ditinggal pergi. Wajar kiranya seorang tua berharap hal yang bagus-bagus dan indah-indah bagi seluruh keluarga dan turunannya. putri mereka.´ Halifa sempat terbahak. Seperti yang dituduhkan tokoh Elia. (hlm. ³Biar kau temukan nasibmu sendiri dengan berjuang di rantau. Harapannya. dan tidak lagi ditinggali. telah menyisakan sejarah atas masa lalu. untuk mengajak orang-orang melawan kaisar lalim (hlm. Hanya dari hubungan Halifa dengan orang-orang tercintanya itulah tema utama cerita ini terintensifikasi. Namun apa daya.´ kata ayah. 83) Dengan ayahnya. Nenek memberi nasihat tentang menjaga diri. tapi perlahan-lahan ia paham.4. 3.´ lanjut ayah. Sebuah cita-cita yang mulia khas orang-orang tua. agar ia sebagai perempuan bisa menjaga diri di negeri orang. 132). lagi. (81-82) Dia juga terkenang pada sebuah petuah bijaksana dari neneknya. nanti di neraka kau dibuat begitu pula oleh mereka.´ Apa iya? Mereka µkan begitu imut. orang-orang yang dicintai dan mencintainya. Nenek selalu mengomel panjang-pendek melihat kelakuan cucu-cucunya yang nakal. beserta istrinya Elia dan mengirimkan putrinya ini bersekolah ke Jawa. ³Jangan kau siksa binatang. putrinya. Halifa terkenang masa-masa sulit ketika perusahaan tempat ayahnya bekerja ditutup.berlomba lari.

Toko ini pula yang telah menghidupi keluargaku. Mengapa harus pulang diam-diam. air tanah yang kau minum rupanya menentukan jalan hidupmu. Benarkah? (hlm. kilahnya). Bersama-sama kami mendaki tangga dan diam-diam menempelkan telinga di daun pintu. mengapa harus jalan itu? Elia sempat menyalahkanku. Bukan. pelan. aku terlampau sering membacakan kisah-kisah silat Kho Ping Hoo pada anak kami dan sepak-terjang pendekar yang hebat membuat kanak-kanak terpikat. 126-127) « Suatu malam. Nak?´ Bibir Elia bergetar. Tak kenal bagaimana? Kamu adalah putriku.´ jawabnya. Di desa ini orang-orang seusiaku senang mengisap tembakau rajangan yang dibungkus kertas marning. Aku ingin ia menjadi pengusaha besar. Kubalas dengan bergurau. bukan. anak kami satu-satunya. Istriku segera memperoleh firasat buruk. Ada yang murni. Toples-toples kaca berisi berjenis tembakau berderet dalam rak kayu. Paula memilih jalannya sendiri.´ ujarnya. Perasaanku tak enak. Biarkan bangau terbang. Aku sangat berharap putriku mau bicara. tak minta dijemput? Dari mana ongkos pulangmu? Bulan lalu. ³Kalau ada orang asing ke sini dan menanyakan aku. Pagi-pagi ia meninggalkan rumah. Malam itu Paula tak mau bicara. Terdengar laci-laci meja ditarik dan kertas-kertas disibak. Tiga ketukan untuk permulaan. Tetapi. Aku juga menjual cerutu bermutu sedang sampai mahal. ³Aku sedang dikejar-kejar orang. sigaret terasa kurang tajam. kamu sudah pulang. katakan saja Papa dan Mama tak kenal. Lagipula di desa kecil ini. ³Kamu melakukan apa. Ibu datang dalam sunyi. kata ibuku. bukan pemilik toko kecil sepertiku. Elia juga sependapat. ia pernah mengejutkan aku dan Elia. tak pernah ada orang yang kehilangan. datar. kemudian dirobek-robek. Kubiarkan ia meraih ilmu setinggi langit. tak acuh. Jangan kasar . Pembelinya tak sebanyak tembakau rajangan. Kami mendengar suara-suara dari atas loteng. Istriku menangis seharian. ³Aku juga tak akan menyebut-nyebut nama kalian kalau ada apa-apa. Ada yang campuran. tapi selalu ada. Aku terpaku. Tiga kali. ³Dikejar pacar?´ Wajah Paula justru menegang. ibu. Bagiku. Apakah ibuku sedang berbenah? Setahuku ibu selalu hadir tanpa suara. katanya. Elia melarangku memaksa Paula. Istriku menangis. Kata Paula.sosok yang dicari-cari karena kemungkinan aktifitasnya memberontaki sistem dan melawan penguasa. Tetapi. Namun. Ia hanya menggeleng atau menunduk. Paula menatap aku dan ibunya silih-berganti. termasuk membiayai kuliah Paula di Jawa. membekas sampai dewasa.´ balasnya. Kami menguatkan hati untuk mengetuk pintu. menyeberang naik kapal pertama. bisikku. Katanya. Rasanya beragam. ia sengaja pulang diam-diam dan masuk ke rumah lewat pintu samping yang tak dikunci (istriku kadangkadang ceroboh. Tak berapa lama muncul raut mungil putriku.

Jangan kau bawa-bawa kisahkisah silat itu. barulah tokoh Aku menggali makam keempat²sebagaimana judul cerpen ini²bagi arwah putrinya yang jasadnya tidak tahu dimana rimba. 127-128) Kata jalan itu sebagaimana yang dikutip di ataslah jalan yang dipilih Paula: mengajak orangorang melawan kaisar lalim. Hah? Dulu Papa dan Mama menikah dengan modal dengkul. karena pernikahan itu cuma cocok untuk orang-orang kaya. Setelah diupayakan namun tidak bertemu. Ketika pada akhirnya mengetahui kemungkinan kematian putri mereka dan kemudian juga jadi tahu mengapanya. Inilah yang di awal cerita sempat dimetaforkan secara sarkastik lewat klausa namun. tokoh Aku mulai tahu aktivitas putrinya. Ketika suatu kali tokoh Aku pernah mencoba bergurau lagi menyinggung persiapan seorang pacar bagi dirinya. sepertinya halnya kedua orang tua Paula. Ia putri kita satu-satunya. Kalau itu sudah tercapai. Elia protes lagi. sudah. Dua orang sederhana ini tentu tidak mengerti apa ³maunya´ putri mereka. ketika pada akhirnya seorang kawan Paula memberitahukan perihal menghilangnya Paula. (hlm. Para kaisar biasanya diktator. Berikut kutipannya: Ia kini sudah dewasa. Nak. Aku terbahak-bahak. Aku memilih diam. Aku bukan kaisar. Dengarkan Papa. Hal seperti inilah yang membuat tokoh Aku semakin merasa asing pada putri tunggalnya yang dengan bersusah payah dinafkahinya kuliah ke Pulau Jawa itu demi mencapai kesejahteraan dari segi ekonomi. Apakah ia sudah punya pacar? Suatu kali ia mengagetkanku dengan pernyataan seram. baru pada akhir cerita. tokoh Aku tidak pernah tahu. Ia terdiam sebentar. kataku. bisiknya. (hlm. Aktifitas inilah yang membuat Paula dikejar-kejar ³orang´ bukan dikejar-kejar pacar sebagaimana normalnya diharapkan oleh masyarakat yang tertib dan tunduk-tunduk saja pada apapun kemauan penguasa-penguasa lalim yang otoriter. 123). Apa peristiwa yang dihadapi oleh Paula. 131) Barangkali hal inilah yang membuat Paula tidak mau melibatkan kedua orang tuanya. Paula pernah memberikan jawaban yang sungguh mengagetkan dan barangkali sangat terdengar utopis di gendang telinga tokoh Aku yang awam kebaruan wacana. Ia terkekehkekeh. Aku juga tak mau disebut diktator. Makam itu merupakan tanda bahwa mereka bagaimanapun harus menerima kepergian atau lebih tepatnya kehilangan . kemudian menggamit lenganku. Kamu bukan tukang sulap. ia memunggungiku (hlm. Paula. Baiklah. tokoh Aku dan Elia masih berusaha mencari-carinya. Papa jangan harapkan aku menikah. tokoh Aku dan Elia.padanya. aku akan kawin. aku dan temanteman sedang berupaya agar setiap orang bisa hidup makmur dan aman. Ya.

. Aku tertahan di atasnya. beranjak dari kursi. Kenyatannya. Paragraf pertama cerpen ini telah menyodorkan bagaimana harapan seorang bapak. Air mata menggenangi sepasang mataku. mengental menjadi bayangan sebuah peristiwa. Ada apa. Aku tak mau makan daging hiu. Kata orang-orang. Putri kita ada dalam hiu ini. Dan lantai licin yang kupijak tiba-tiba berperekat. 133) Juga. lalu menuang isinya ke tong sampah. kemudian menghilang tepat di tengah lorong menuju dapur. Paula dibuang ke laut dan mungkin dimakan hiu. Tangisku makin keras. bisikku. tanya Elia. Tak berapa lama ia kembali. Bagaimana menyentuhnya perasaan manusiawi itu dan betapa perihnya rasa sakit hati kedua ayah bunda yang ditinggal anak satu-satunya ini bisa sangat dirasakan dari kutipan berikut ini: Siang itu aku menyambut jam makan dengan perasaan aneh. Elia memanggang ikan hiu. yang barangkali telah mustahil. Terlebih lagi kematian putri mereka ini penuh selaput misteri. (hlm. Ia meninggalkan aku. Ia langsung tersedak. Ia meninggalkan ruang lengang tanpa aroma. Lembut. menggantung kaku. meluncur di lantai. Kusaksikan Paula sirna. tapi aku cuma menyentuh sayur bening sawi. Tokoh Aku dalam cerpen ini juga menyadari bahwa dialah yang mengajari putri semata wayangnya itu untuk kelak menjadi pendekar yang berjuang guna menegakkan yang benar. Datang dan perginya bagai tuah dari tongkat sihir. Siapa tahu putri kami dimakan hiu. Tubuhnya memancarkan sinar putih. ia memunggungiku.putrinya tersebut dan dalam keharuan mereka pun²di akhir cerita²mesti melewati natal kelima tanpa Paula. tersendat-sendat. mirip tikus terjebak di perangkap berumpan. ia bertanya lebih lembut. Paula datang ketika lampu-lampu ruang telah padam. menangis di tepi bak cucian. rasa kehilangan ini telah menimbulkan semacam ilusi bagi tokoh Aku tentang kedatangan selalu putri tunggalnya itu di hari-hari selanjutnya tanpa Paula. meraih piring ikan di meja. Dibiarkannya kami menunggu selama sepuluh musim. Elia menghidangkan hiu panggang di meja makan. Lebihlebih pula yang menghilang dari mereka ini²dengan aroma intrik-intrik politik kekuasaan menyelubunginya²adalah seorang anak manusia berjenis kelamin perempuan. sebagai manusia biasa. tokoh Aku dan Elia tentulah sangat sedih atas kehilangan putri mereka tersebut. Ada apa. Namun. Berpijar. Kuletakkan kotak cerutuku di meja dan bangkit perlahan dari kursi malas untuk menyambutnya. Kedua tanganku yang bersiap memeluknya tertahan di udara. Sedikit banyaknya pada cerpen ini juga terlihat ketabahan orang tua Paula untuk merelakan menghilangnya putri mereka. terbit dari tiada dan lenyap ke dalam tiada.

Paula selalu datang ketika hanya pijar lampu bacaku yang menyala dan membuat gradasi cahaya. tapi kedatangannya menuntutku beranjak dari sini. dan kesempatan. Aku menyebut namanya. lalu menuntunku ke kamar kami. Namun. Aku lebih suka membiarkan istriku datang. semoga kembali ke kebenaran.Ketika belum terbiasa dengan cara datang dan pergi Paula. aku bukan orang yang patuh. (hlm. sebelum lebur dalam udara. letih. 123-124) Pilihan kata sinar putih yang merujuk pada tokoh Paula pada kalimat kedua paragraf pertama kutipan di atas atau paragraf Paula selalu datang ketika hanya pijar lampu bacaku yang menyala dan membuat gradasi cahaya. Setelah itu malam mendesakkan sebuah penyelesaian: aku harus tidur dan meninggalkan kursi malasku yang tegak lurus dengan lorong sebelum istriku muncul menjemput. suara serak ini hanya dijawab oleh gemanya sendiri. Tubuhnya meluncur lurus ke muka. Kalian akan melihat sepasang rongsokan manusia berjalan tertatih-tatih. senang. ketika temaram di sekelilingku benar-benar hilang di ujung lorong gelap-gulita (hlm. cemas. Kedua telinganya bagai tersumbat besi tempaan. putus asa. Sayang sekali. aku sering berteriak-teriak memanggil namanya dan berharap ia berbalik serta menatapku. menyerupai zombie. Ia selalu membujuk dengan berbisik. diikuti desah napasku yang berat. Ada yang salah memilih jalan. ketika temaram di sekelilingku benar-benar hilang di ujung lorong gelap-gulita. aku masih berharap. Tak sekalipun ia menggubris. haru. Bisikannya tak pernah kusimak. bahkan sengaja menunggu. dengan tekanan dan perasaan beragam. Namun. meski kutahu berjaga semalaman memicu asmaku kambuh. . 124) seolah menjadi simbol dari doa tokoh Aku bagi kebahagiaan putrinya di alam baka berkat segala kebenaran dan kesucian yang diperjuangkannya dalam menumpas segala kelaliman dan borok-borok yang ditutup-tutupi oleh orang-orang yang dikarunia Tuhan dengan setetek ketek ³sabit bermata dua´ bernama kekuasaan. hak.

dan ingin menumpahkan segala beban pikiran. Seorang tentara²bahkan kemudian menjadi seorang pembunuh profesional² ternyata juga bisa sedih. jatuh cinta. namun tidaklah sampai menghilangkannya. Terlihat dalam cerpen ini bagaimana pada berbagai kesempatan seorang serdadu dengan segala stereotipnya tersebut ternyata juga mempunyai perasaan manusiawi seperti manusia lain pada umumnya. Tokoh Ibu dalam cerpen ini akhirnya mesti mengidap rasa sakit hati²yang tentu saja bukan berupa hidup berbahagia²untuk selama-lamanya. Dalam cerpen´Pesta Terakhir´ tema kemanusiaan yang dihadirkan adalah mengenai beban mental yang melanda seorang tua atas dosa pengkhianatannya pada kawan-kawan karib yang dicintainya. takut. ternyata penulis berhasil menemukan intensitas garapan tema-tema kemanusiaan sebagai tema yang dominan dalam cerpen-cerpen tersebut. Variasi tematik yang digarap dalam keenam cerpen tersebut pun terlihat dapat mewakili wajah tematik kedua belas cerpen lainnya yang terdapat pada kumpulan cerpen ini. kedatangan tersebut hanya kembali mengoyak luka lama. Kenyataannya.BAB IV SIMPULAN Setelah menganalisis enam dari dua belas cerpen dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC. Semula seolah ada secercah harapan kembali berkobar saat datang kabar tentang kedatangan sang suami. Dalam cerpen ³Makan Malam´ perihal kemanusiaan yang digarap adalah mengenai perasaan sakit hati seorang ibu yang ditinggal sekian lama oleh suaminya. Tegangan antara dua kutub inilah yang menghadirkan narasi menarik tentang sisi kemanusiawian tokoh Prajurit Yosef Legiman dalam cerpen ini. Cerpen ³Balada Hari Hujan´ terlihat jauh menusuk dan menelisik ke relung-relung terdalam sanubari seorang waria. Pada cerpen ini dieksplorasi perasaan-perasaan manusiawi seorang waria yang ternyata juga ada dan nyata. Dalam cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ persoalan kemanusiaan yang digarap adalah tentang kehampaan jiwa seorang prajurit dalam menjalankan kewajibannya sebagai abdi bela negara. Pengkhianatan ini terutama didorong hasrat seksual yang begitu menggebu-gebu. di samping dia juga bisa terlihat bangga dengan jalan hidupnya ini. Waria ternyata juga punya harapan tentang masa depan yang lebih baik dan waria . Akan tetapi profesi sebagai prajurit terlihat membuat seorang sedadu mesti banyak menahan diri untuk mengungkapkan ekspresi pribadi. Pemenuhan atas hal tersebut sempat mesti meminggirkan sikap setia pada kawan seperjuangan. sosok yang memiliki citra negatif di tengah masyarakat umum.

terlihatlah betapa intensifnya LC dalam menggarap tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen KTMP ini. Tampilnya unsur jarak-waktu membuat cerita sedih dalam cerpen ini lebih sublimatif. ³Sastra Bisa Mengungkapkan Kepedihan Terdalam´ wawancara oleh . Jakarta: Kompas. Christanty. Kenedi (ed. ³Pengalaman di Balik Penciptaan: Kuda Terbang Maria Pinto´ dalam http://relawan. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Budianta. Christanty. Ternyata bukan hanya individu-individu yang memilih jalan hidup penuh onak dan duri²menentang para penguasa²yang akan menderita atas aksiaksinya. Sepi Pun Menari Di Tepi Hari. Diakses tanggal 6 Desember 2006. kumpulan cerpen KTMP karya LC ini bisa dikatakan telah berhasil sebagai sebuah karya sastra²setidaknya dari aspek penggarapan tema. Keluarga dan orang-orang yang dicintai serta mencintainya juga mesti menanggung ³buah´ dari itu semua. Akhir yang sedih (sad ending) membuat pesan kemanusiaan dari cerpen ini terasa penuh duka. 1987. agak memperlihatkan nuansa sedikit berbeda dengan kecenderungan cerpen-cerpen lainnya. Budianta. ³Makan Malam´. Linda. Linda. 2004c.vision. ³Lelaki Beraroma Kebun´. Poetry. manusia sakit yang diangkat disebabkan oleh akibat kepedihan dari peristiwa lainnya. dan Sunyi. DAFTAR PUSTAKA Adesita. ³Merekam Penulis Perempuan dalam Sejarah Kesusastraan´ wawancara dalam Jurnal Perempuan no.30 (hal. Dalam Kornel no. Foresman and Company. Dari paparan penulis tentang aspek tematik cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen ini. Uniknya. (hal. Cerpen ini tidak terlalu menonjol-nonjolkan manusia-manusia yang sakit perasaan. X. Ini terlihat sesuai dengan penghargaan dan apresiasi banyak pihak atas kumpulan cerpen ini. 2004.php?id=3975. 2003. kembali menggarap soal kepedihan jiwa manusia yang ³terluka´. Linda. and Drama edisi keempat. Sanksi politik bagi seorang pemrotes rezim yang berkuasa ternyata menghasilkan efek tambahan. Catatan Atas Cerpen Pilihan Kompas 2004´ dalam Nurhan. ³Jejak Lelaki. 2004a. Hubungan antara tokoh Halifa dan Si Penjaga Kebun lebih bernuansa keharuan bukan rasa sakit dan kepedihan yang sampai berlebih-lebihan. Syufra Malina. Cerpen terakhir yang digarap disini.J. Dengan demikian. Melani. Demikianlah hasil penelitian kali ini. dan perih. London: Scott. Christanty.100-107). Cerpen kelima. Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2004. Kekerasan. Terjemahan Bab 3 Literature: An Introduction to Fiction.id/detail.14-15). 2004. ³Berpolitik lewat Cerpen´ wawancara dalam http://www.ternyata juga bisa sangat terluka bila cintanya didusta. Kennedy.).net/wmview. ³Setting´. Melani. 2004b.net. pedih.php?ArtID=459&page=1. 10.

pikiran-rakyat. ³Realitas Koran Pada Sastra Koran´ dalam Dua Tengkorak Kepala. Esai-Esai Sastra dan Budaya. Imran.republika. Jakarta: Karya Unipress. ³Hidup di Dua Dunia´ wawancara dalam Pikiran Rakyat. ³Ferdinand de Saussure dan Perkembangan Semiologi´ dalam Sudjiman.24-25).155.id/koran_detail. 17 April 2005). Kleden. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti. Muhammad. Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2000. Irawati. Imran. Damono. 2005. Ignas. Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Gramedia. Kurniawan. Derrida. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Darma. 1978.id/Bali Postcetak/2004/6/14/rubrik. Linda. ³Perjalanan Sastra Buruh Indonesia´ dalam http://202.html (Pikiran Rakyat.co. 2004. Diakses tanggal 2 Februari 2007. Daery. Viddy AD.co.22). Diakses tanggal 18 Desember 2006.html (Pikiran Rakyat. 2000. Eka. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Yogyakarta: LkiS. 2004. 14 Januari 2005).pikiranrakyat. 1984.kompas.Wimar Witoelar dalam http://www. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Sapardi Djoko. Sastra Indonesia dalam Enam Pertanyaan. Sebuah Soal´ dalam http:/www.asp?id=211271 (Republika Online. ³Kesenian dalam RUAPdP´ dalam http://www.com/ kompas- . Diakses tanggal 6 Desember 2006.208/detail.com/kompas-cetak/0405/22/pustaka/1037030.com/ cetak/2006/012006/14/khazanah/index. Hanafi. 8 Oktober 2005). ³Peta Kecenderungan Cerpen Indonesia Terkini´ dalam http://www. 1996. Danujaya.kompas. Kompas Cyber Media. Ahmadun Yosi. Ahda. Budi. 28 Mei 2006).10 (hal.).asp?id=249828&kat_id=3 64 (Republika Online. Diakses tanggal 6 Desember 2006.html. ³Penghargaan Sastra Khatulistiwa. ³Cerpen Bertema Kemanusiaan´ dalam http://www.balipost. Christanty. ³Merayakan Pembacaan´ dalam http://www.com/cetak/2006/102006/08/khazanah/index. 2004. Martin. Jakarta: Pustaka AlHusna. Jakarta: Kompas. Sosiologi Sastra. Budiarto. ³Moral dalam Sastra´ dalam Sejumlah Esei Sastra. 15.html. Segi-Segi Kesusastraan pada Kisah-Kisah Al-Qur¶an. Herfanda. Krampen. Panuti & Aart van Zoest (ed. Serba-Serbi Semiotika. Fayyadl. 14 Desember 2006 (hal. Henny. 1984. A. ³Pohon Sejarah´ dalam Kornel no. Ahda.

³Posisi Perempuan dalam Karya Sastra´ dalam http://www.hamline. Asep. Bandung: Binacipta. Sawitri. Perspektif Wacana Naratif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Diakses tanggal 29 Januari 2007. Partini Sardjono. Dalam Jurnal Perempuan no. ³Mencari µKarya Sastra¶ yang menguntungkan Perempuan´. Selden. Diakses tanggal 28 Oktober 2006. Pradotokusumo. ³Khatulistiwa Literary Award 2004 Hasilkan Pemenang Kembar´ .55-63). Diakses tanggal 6 Desember 2006.net/cgi-bin/naskah/viewesai. Metode.com/newsprint. Mieke Bal dkk. 2003. 21 April 1996).cgi?category=5&id=10303 57707. ³Kenapa Menulis Cerita Pendek?´ dalam Nurhan. 2000. 2005. Nyoman Kutha.co.html (Kompas Cyber Media.html (Republika Online. Nurgiyantoro.com/ cetak/2006/102006/21/khazanah/index. Acep Iwan. 1998. Sambodja. Sambodja.asp?Id=2004071023464677 &Jenis=c&cat_name=Tifa (Media Indonesia Online. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Bandung: Wacana. Luxemburg. Maman S. ³Inovasi Tematik-Stilistik Novel µDadaisme¶´ dalam http://www. Dan Penerapannya.html. 21 Oktober 2006). Saidi. Pengkajian Sastra. Jakarta: Intermasa. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Tentang Sastra. Asep. Pradopo. Ratna. Sinar Harapan Online. Dari Strukturalisme Hingga Posstrukturalisme. Diakses tanggal 9 Januari 2007.. Metode Kritik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Jan van. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Lilis A.). Mahayana. Diakses tanggal 31 Mei 2006. ³Merekonstruksi Sejarah Sastra Indonesia´ dalam http://cybersastra. Nenden. Ajip. 1991. ³Djenar dan Paradoks Masyarakat Kita´ dalam http://www. 1 Oktober 2005). Bandung: Angkasa.mediaindonesia. Jakarta: Kompas. Panduan Membaca Teori Sastra Masa Kini.edu/apakabar/basisdata/1996/04/21/0006. 1996. 2002. ³Rigidnya Cerpen Gagasan´ dalam http://www. 1991. Protes Sosial dalam Sastra. Kenedi (ed. 11 Juli 2004).. 1995. Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia. Rosidi. Cok. Raman.html (Pikiran Rakyat. Burhan. 2004.cetak/0510/01/Bentara/2083130. 2004. Saini KM.30 (hal. Mohammad. 2000.pikiran-rakyat. Rachmat Djoko.id/hiburan/budaya/2005/0402 /bud2. Terjemahan Akhadiati Ikram. Pengkajian Fiksi. Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2000. 2002. Goenawan. 1990. Teori. dan Teknik Penelitian Sastra.sinarharapan. Dua Tengkorak Kepala. Beberapa Teori Sastra.

2003.html (Kompas Cyber Media. Soeratno.id/koran_detail.). Jakarta: PT Graemedia Pustaka Utama. Skripsi (Tidak Diterbitkan). 3 April 2005). Diakses tanggal 6 Desember 2006. Diakses tanggal 19 Juli 2005. Telaah Struktural dengan Penekanan pada Aspek Tematik.sinarharapan. ³Terbang Kemana µKuda Terbang Maria Pinto¶?´ dalam http://www.com/news. S Prasetyo.asp?id=60132&kat_id=102&kat_id1=&kat_id2 . Memahami Cerita Rekaan. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya. Supadjar. ³Wanita dalam Sastra´ dalam http://www.html. ³Generasi Cerpenis Pasca-Seno Gumira Ajidarma´ dalam http://www. co.asp?id=193015&kat_id=364 &kat_id1=&kat_id2= (Republika Online. Pergeseran Makna Cinta dalam Kumpulan Cerpen Sebuah Pertanyaan untuk Cinta. Jakarta: Pustaka Jaya. Jakarta: Pustaka Jaya. Metodologi Penelitian Sastra.republika. Sukiman. Metodologi Penelitian Sastra.co. Susmana. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya. Suwondo. A. Jakob & Saini K. Indonesia. 1987. Teeuw. Sumardjo. ³Sastra yang Berangkat dari Lamunan´ dalam http://www.suarakaryaonline. Universitas Padjajaran.J.id/berita/0410/13/ hib01. 1984.html.html?id=137985. Jakarta: Pustaka Jaya. Indra. Tjahyadi. Apresiasi Kesusastraan. Darmadjati. 1983.M.sinarharapan. Panuti. A. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya. A.com/kompas-cetak/0406/27/Buku. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Siti Chamamah. Chusnato. Studi Sastra. 1994. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya. 2006.kompas.id/hiburan/budaya/2005/0115/bud2. Tergantung Pada Kata. ³Ruang Fiksi di Media Gaya Hidup´ dalam http://www. ³Petunjuk Penelitian Sastra dengan Metode Pendekatan Tematis ± Filosofis´ dalam Jabrohim (ed.). 2003b. Suharjana. Sudjiman. 2000. ³Penelitian Sastra: Tinjauan Tentang Teori dan Metode Sebuah Pengantar´ dalam Jabrohim (ed. Diakses tanggal 8 Mei 2006. Agus.co. Jakarta: Pustaka Jaya. Beberapa Alternatif. Metodologi Penelitian Sastra. 27 Juni 2004). Diakses tanggal 6 Desember 2006. Teeuw. A.republika. Antara Kelisanan dan Keberaksaraan. Utomo. Tirto. 2003a.). 1997. ³Analisis Struktural: Salah Satu Model Pendekatan dalam Penelitian Sastra´ dalam Jabrohim (ed. Sastra dan Ilmu Sastra. 2003.co. 2005. Tirto.id/koran_detail.dalam http://www. Suwondo. Teeuw. Suara Karya Online. Pengantar Teori Sastra.

1990.web. Diakses tanggal 6 Desember 2006.com/ilist.republika. Pasaman. Diakses tanggal 6 Desember 2006.id/contributor.blogspot.asp. 13 Januari 2002). Putu. Wellek.or.pantau.15 WIB Istri: (1) Siti Nurani dan (2) Mutiara Sarumpaet .ba hasasastra.id/koran_detail. Wijaya. 2002. http://www.com/2005/01/literary-journalism-course-vii. Diakses tanggal 10 November 2006. http://andreasharsono.asp?id=182197&kat_id=102. Terjemahan Melani Budianta. Pukul 22.php?id=L. 11 Januari 2004. Diakses tanggal 2 Februari 2007. Rene & Austin Warren. Teori Kesusastraan. Diakses tanggal 2 Februari 2007. 10 Juni 1927 Meninggal: Jakarta. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Jakarta: Gramedia.id/putu.html. ³Sastra Sebagai Refleksi Kemanusiaan´ dalam http://www.(Republika Online. Nama: Asrul Sani Lahir: Rao. http://ubudwritersfestival. co.php?act=detail&id=6. http://www.

gelar Yang Dipertuan Rao Mapattunggal Mapatcancang Pendidikan: Fakultas Kedokteran Hewan. Sumatera Barat . enam cucu Ayah: Sultan Marah Sani Syair Alamsyah.Anak: Tiga putra. Universitas Indonesia (IPB) Dramaturgi dan sinematografi di University of Southern California. Amerika Seri kat tahun 1955-1957 Sekolah Seni Drama di Negeri Belanda tahun 1951-1952 SLTP hingga SLTA di Jakarta SD di Rao. tiga putri.

Karir Politik: Anggota DPR GR 1966 -1971 mewakili Partai Nahdhatul Ulama Anggota DPR RI 1972 -1982 mewakili PPP Pendiri : Gelanggang Seniman Merdeka Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) Kegiatan Pergerakan: Lasjkaer Rakjat Djakarta. Tentara Pelajar di Bogor Kegiatan Penerbitan: .

ruang kebudayaan Siasat .Menerbitkan kebudayaan Majalah Suara Bogor . tahun 2000 Enam buah Piala Citra pada Festifal Film Indonesia (FFI) Film Terbaik pada Festival Film Asia tahun 1970 Karya Puisi: . dan wartawan Majalah Zenith Konsep Kebudayaan: Surat Kepercayaan Gelanggang Penghargaan: Tokoh Angkatan 45 Bintang Mahaputra Utama. anggota redaksi Gelanggang . redaktur majalah Gema Sua sana .

Mimbar Indonesia . Kalibata. Kemelut Kejarlah Daku Kau Kutangkap .. Kau Cari Palupi Monumen . enam buah cerpen. dan puisi-puisi lain yang dimuat antara lain di yang dimuat di majalah Siasat . Pagar Kawat Berduri . 19 buah puisi dan lima buah Tiga Menguak Takdir tahun 1950. cerpen sebelum penerbitan antolo gi sesudahnya tujuh buah puisi. Karya Film: Titian Serambut Dibelah Tudjuh . tiga terjemahan drama. 4E.Tiga Menguak Takdir dan Rivai Apin. bersama Chairil Anwar Anak Laut . enam terjemahan puisi. Apa yang Naga Bonar . . dan Zenith . Pejaten. Hidup Salah Asuhan . Alamat Rumah: Kompleks Warga Indah Jalan Attahiriyah No. Para Perintis Kemerdekaan . Jakarta Selatan . lalu Surat dari Ibu .

Jika Indonesia lebih mengenal Chairil Anwar sebagai penyair paling legendaris milik bangsa. Seniman kelahiran Rao. dan Rivai Apin yang mengumpulkan karya puisi bersama -sama berjudul Menguak Takdir Tiga yang kemudian diterbitkan dalam bentuk buku di tahun 1950.15 di kediamannya di Jln. Attahiriah. Dia adalah pelaku terpenting sejarah kebudayaan modern Indonesia. kecuali puisi berjudul . Pejaten Jakarta. Sumbar. maka adalah Asrul Sani. 10 Juni 1927 ini wafat setelah kesehatannya terus menurun sejak menjalani operasi tulang pi nggul sekitar satu setengah tahun sebelumnya. Mereka bertiga bukan hanya menjadi pendiri malahan didaulat menjadi tokoh pelopor sas trawan Angkatan 45. Chairil Anwar. 4E. Kompleks Warga Indah No. Gelanggang Seniman Merdeka .Asrul Sani Seniman Pelopor Angkatan '45 Asrul Sani seniman kawakan yang antara lain dikenal lewat Sajak Tiga Menguak Takdir bersama Chairil Anwar dan Rivai Apin meninggal dunia hari Minggu 11 Januari 2004 malam sekitar pukul 22. Dalam antologi Tiga Menguak Takdir Asrul Surat dari Sani tak kurang menyumbangkan delapan puisi.

pada tahun 1945-an itu Asrul Sani yang pernah duduk seba ngku dengan sastrawan Pramoedya Ananta Toer sewaktu sekolah di SLTP Taman Siswa Jakarta. dan tiga terjemahan drama. 1948 hingga terbitnya antologi T iga Menguak Takdir tadi. namun lebih dari itu. siapapun pasti akan tunduk kepada suara nurani. 54. Siasat . Sesungguhnya bukan hanya bersastra. Asrul Sani tak kurang menghasilkan 19 puisi dan lima buah cerpen. menerbitkan suratkabar Gema Suasana . enam terjemahan puisi. Sejak puisi Anak Laut yang dimuat di Majalah Siasat No. ruang kebudayaan majalah Zenith . II. Mimbar Indonesia . Siasat . anggota redaksi Suara Bogor . di Bogor dia memimpin Te ntara Pelajar. Puisipuisi karya Asrul Sani antara lain dimuat di majalah Zenith . bersama kawan -kawan telah menyatukan visi perjuangan revolusi kemerdekaan ke dalam bentuk Lasjkar Rakjat Djakarta. Kemudian. lalu enam buah r cerpen. Namun ketika para nurani bangsa tu mensintesakan i dan keinginan kuat bebas merdeka menjadi jargon -jargon merdeka atau mati semacamnya. maka. redaktur majalah kebudayaan Gelanggang . semenjak antologi terbit hingga ke tahun 1959 ia antara lain kembali menghasilkan tujuh buah karya puisi. Adalah tidak realistis sebuah bangsa bisa merdeka hanya bermodalkan bambu runcing. dan Sastrawan Angkatan 45 bukan hanya dituntut bertanggungjawab untuk mengh asilkan karya-karya sastra pada zamannya. dua diantaranya dimuat dalam Tiga Menguak Takdi .Ibu . mereka adalah juga nurani bangsa yang menggelorakan semangat kemerdekaan. dan menjadi wartawan pada majalah . Masih di masa revolusi itu.

penulis skenario drama dan film. Asrul Sani yang kelahiran Rao. Asrul Sani sudah mengkonsep sekaligus mengumumkan pemikiran kebudayaannya yang sangat monumental berupa Surat Kepercayaan Gelanggang . Sempat pindah ke Fakultas Sastra UI namun kemudian balik lagi hingga tamat memperoleh titel dokter hewan. Kami lahir dari kalangan orang banyak dan pengertian rakyat kecil bagi kami adalah kumpulan campur baur dari mana -mana dunia-dunia baru yang sehat dan dapat dilahirkan . penterjemah berbagai naskah drama kenamaan dunia. Bahkan. sebagai politisi ia juga pernah lama mengecap aroma kursi parlemen sejak tahun 1966 hingga 1971 mewakili Partai Nahdhatul Ulama. terutama aktivitas keseniannya. Agaknya kekuatan jiwa seni telah memenangkan pertaruhan isi . Isinya. lalu masuk ke Fakultas Kehewanan Universitas Indonesia (di kemudian hari dikenal sebagai Institut Pertanian Bogor). Setamat Sekolah Rakyat di Rao. Hal itu semua terjadi. antara lain berb unyi. Seni dan keteknikan ada lah dua dunia yang berbenturan dalam diri Asrul. selain penyair adalah juga penulis cerita pendek. adalah karena keterpanggilan jiwa sebab meski telah menamatkan pendidikan sarjana kedokteran hewan pada Fakultas Kehewanan IPB Bogor (ketika itu masih fakultas bagiandari Universitas Indonesia) dan menjadi dokter hewan. dan berlanjut hingga tahun 1982 mewakili P artai Persatuan Pembangunan (PPP).Hingga tiba pada bulan Oktober 1950 saat usianya masih 23 tahun. esei. Pasaman. Sumatera Barat 10 Juni 1927 sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara. yang isinya adalah sebentuk sikap kritisnya terhadap kebudayaan Indonesia. serta sekaligus sutradara panggung dan film. Asrul Sani menuju Jakarta belajar di Sekolah Teknik. pada sekitar tahun 1955 hingga 1957 Asrul Sani pergi ke Amerika Serikat justru untuk menempuh pendidikan dramaturgi dan sinematografi di University of Southern California. kami adalah ahli waris yang sah dari kebudayaan dunia dan kebudayaan ini kami teruskan dengan cara kami sendiri.

dan lainlain. Monumen . yang pada hari Minggu.batin Asrul Sani. Maliyati.. Deddy Mizwar. Para Perintis Kemerdekaan . bukan hanya karena pengalaman masa kecil di desa kelahiran yang sangat membekas dalam sanubarinya. Kemelut Hidup . disamping beberapa kali masuk nomibasasi. totalitas jiwa berkesenian terutama film makin menguat pada dirinya setelah Asrul Sani bertemu Usmar Ismail. keduanya sepakat mendirikan Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) yang melahirkan banyak sineas mau un seniman teater kesohor. Ismed M Noor. dan lain-lain. Alam pikir yang ada adalah. k Naga Bonar . Tak kurang enam piala citra berhasil dia sabet. Kejarlah Daku Kau Kutang ap . Wahyu Sihombing. 11 . sebuah film jika dinominasikan saja sudah pertanda baik maka apabila hingga enam kali memenangkan piala citra maka sineasnya bukan lagi sebatas baik melainkan dia pantas dinobatkan sebagai tokoh perfilman. tokoh lain perfilman. Itulah Asrul Sani. - Film pertama yang disutradarai Asrul Sani adalah Titian Serambut Dibel Tudjuh ah pada tahun 1959. Tatiek W. sebelum ke Negeri Paman Sam Amerika Serikat pun pada tahun 1951 -1952 ia sudah terlebih dahulu ke Negeri Kincir Angin Belanda dan belajar di Sekolah Seni Drama. Dan. Selain karena pendekatan akademis dan romatisme kehidupan pertanian di desa. Nano dan Ratna Riantiarno. ia mulai mencapai Apa yang Kau Cari Palupi terpilih kematangan ketika sebuah film karyanya sebagai film terbaik pada Festival Film Asia pada tahun 1970. Pagar Salah Asuhan . p seperti Teguh Karya. Karya besar film lainnya adalah Kawat Berduri . Slamet Rahardjo Djarot. Maklum. Bahkan.

serta istri pertama Siti Nuraini yang diceraikannya dan istri kedua Mutiara Sani Sarumpaet. Sebagaimana kematian orang percay . dan sebelum mengkatupkan mata untuk selamanya terpejam dia masih sempat mencium pipi Mutiara Sani. Namun dia berpesan ke istrinya untuk hanya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Menteng Pulo. masak sampai detik terakhir. Selama hidupnya Asrul Sani hanya mendedikasikan dirinya pada seni dan sastra. Meski sudah mulai mengalami kemunduran . kita masih mau diatur negara . Semenjak menjalani operasi tulang pinggul enam bulan lalu. sambil bercanda tentunya ke Mutiara Sani setahun sebelumnya. Dia meninggal setelah digantikan popoknya oleh Mutiara. Asrul Sani meninggalkan tiga putra dan tiga putri serta enam cucu. Dia adalah putra bungsu dari tiga bersaudara. yang juga aktris film layar le bar dan sinetron. Sebagai penerima penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari Pemerintah RI pada tahun 2000 lalu. Yang Dipertuan Rao Mapattunggal Mapatcancang adalah raja adat di daerahnya. diberikan obat.15 WIB dengan tenang tepat di pelukan Mutiara Sani (56 tahun) istrinya meninggal dunia pada usia 76 tahun karena usia tua. lalu kepalanya terangkat. usai dibaringkan tiba -tiba dia seperti cegukan. Jakarta Selatan. Jakarta Selatan dengan alasan. Asrul Sani menjelang menit dan a detik kematiannya. Sultan Marah Sani Syair Alamsyah. dan dibaringkan. dia berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. hingga pernah d irawat di RS Tebet.Januari 2004 tepat pukul 22. Ayahnya. kesehatan Asrul Sani mulai menurun.

Memaafkan mungkin amat berat untuk diberikan kepada orang yang pernah melukai hati kita. Nafsu mengatakan perempuan itu cantik atas dasar rupanya. *hp kejahatan adalah perangai yg serendah-rendahnya. yang. fikirlah ia mungkin menyakitkan orang lain juga Tiada siapa paling pandai dan paling bodoh di dunia ini kerena setiap yg pandai itu boleh menjadi bodoh dan setiap yang bodoh itu boleh menjadi pandai Kata Kata Mutiara Cinta. Asrul Sani masih saja menyempatkan menulis sebuah pidato kebudayaan. Membalas kebaikan dengan kebaikan adalah hal biasa. Saya percaya. Tetapi hanya dengan memaafkan kita akan dapat mengubati hati yang telah terluka. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata oranglain. Kata Kata Mutiara Cinta. Tapi bia rlah nurani-nurani aru lain mekar tumbuh berkembang seturut zamannya. esok sudah tidak boleh mengubah apa berlaku hari ini. Apabila hal itu menyakitkan hatimu. Kita harus sanggup hidup untuk memberi cita-cita itu bertumbuh. tetapi hari ini masih boleh mengubah apa akan terjadi pada hari esok. tapi dengan lapang hati mencari jalan bagaimana memulihkan kembali kerugian yg dideritainya.kesehatan dalam jangka waktu lama. Membalas kejahatan dengan kejahatan. Dalam kesempitan hidup ada kekuasaan ilmu. Jakarta. bukanlah perikemanusiaan. Kita tidak dapat meneruskan hidup dengan baik jika tidak dapat melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu. Akal mengatakan perempuan itu cantik atas dasar ilmu dan kepintarannya. Membalas kejahatan dengan kebaikan adalah cita-cita kemanusiaan yg setingginya. Jembatan menjadi penghubung antara dua buah kampung. Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa. maaf diberi secara ikhlas umpama pisau bedah yang boleh membuang segala parut luka emosi Kasihkan manusia lepaskan dia kepada pilihan dan keputusannya kerana di situ tanda kita gembira melihat insan kita sayangi beroleh bahagia Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi. Selalu bayangkan diri anda di dalam kasut seseorang. Jika anda rasa ianya menyakitkan. konon akan dia sampaikan saat menerima gelar doktor kehormatan honoris causa dari Universitas Indonesia. perkahwinan menjadi penghubung antara dua insan dan anak menjadi penghubung antara ibu dan ayah . Orang bijaksana tidak sesekali duduk meratapi kegagalannya. Nurani bangsa itu telah pergi. sangat mungkin hal itu menyakitkan hari orang lain pula. Dan hati mengatakan perempuan itu cantik atas dasar akhlaknya.

Sabar adalah jalan keluar bagi orang yang tidak bisa menemukan jalan keluar. Tertariklah kepada seseorang yg dapat membuatmu tersenyum. runtuhlah hidup dan kalau tidak berpenjaga. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya kerna kekayaan dapat musnah. Sesuatu yang bagus. Kejayaan pula akan menentukan kebahagiaan. itu adalah sumber kebijaksanaan. Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai. Sesuatu yang benar. Pengawal peribadi yang paling waspada DIAM. itu adalah sumber ketenangan. binasalah hayat. sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Ambillah waktu untuk belajar. Agama menjadi sendi hidup. Jangan tertarik kepada seseorang kerna parasnya. maka tertipulah dia. maka terkutuklah dia.Pemimpin berjaya ialah orang yang boleh mengawal komunikasi dengan orang yang lebih atas daripadanya dan boleh mengawal komunikasi dengan orang lebih bawah daripadanya. belum tentu baik. Ada orang yang berputus asa berjalan ke arahnya lantaran disangkanya jalan ke sana amat sukar. Hidup memerlukan pengorbananan. Perjuangan memerlukan ketabahan. pengaruh menjadi penjaganya. kerna hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Barangsiapa yang hari ini sama dengan kemarin. Orang terhormat itu kehormatannya sendiri melarangnya berbuat jahat. Ambillah waktu untuk berdoa. Kalau tidak bersendi. kerana ia dimulai daripada dirinya sendiri -Said Mustafa Kata Kata Mutiara Cinta yang diucapkan sembarangan dapat mewujudkan perselisihan. belum tentu benar. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. belum tentu bagus. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkati. Teman yang paling akrab adalah AMAL. itu adalah hak istimewa Memang amat tinggi letaknya kebahagiaan. itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi. Bahasa yang paling manis SENYUM. kerana engkau dipandang manusia bukan kerana rupa tetapi kesempurnaan budi dan adab -Nabi SAW Kata Kata Mutiara Cinta. Sesuatu yang berharga/berguna. Ketabahan memerlukan keyakinan. Padahal mudah. Pengorbanan memerlukan perjuangan. Keyakinan pula menentukan kejayaan. . Namun kita harus menuju ke sana. Harta yang paling menguntungkan ialah SABAR. itu adalah sumber kekuatan. Sesuatu kebaikan. usahakanlah kemuliaannya. Kawan sejati ialah orang yg mencintaimu meskipun telah mengenalmu dengan sebenar-benarnya ia itu baik dan burukmu. Dan ibadah yang paling indah tentunya KHUSYUK. Ambillah waktu untuk berfikir. Ambillah waktu untuk bermain. Jagalah dirimu baik-baik. dan barangsiapa hari ini lebih jahat dari kelmarin. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. belum tentu berharga.

Kebahagiaan adalah haruman yang tidak boleh kamu semburkan kepada orang lain tanpa kamu sendiri mendapat beberapa titisan daripadanya Emerson Kata Kata Mutiara Cinta. . memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat ± Khalifah Abdul Malik bin Marwan Jangan tanya apa yang dibuat oleh negara untukmu. maka Aku akan menggantikannya dengan iman yang dirasakan manisnya dalam hati« Orang yang berkhianat selalu terhina.Kekayaan bukanlah satu dosa dan kecantikan bukan satu kesalahan. Jika anda rasa ianya menyakitkan. Oleh itu jika anda lah memiliki kedua-duanya janganlah anda lupa pada Yang Maha Berkuasa. maka siapa yang mengelakkannya kerana takut padaKu. Penglihatan itu sebagai panah iblis yang berbisa. Kegembiraan ibarat semburan pewangi. Oleh itu berikanlah walau setitik kegembiraan yang anda miliki itu kepada teman anda. Kata Kata Mutiara Cinta. fikirlah ia mungkin menyakitkan orang lain juga Nilai manusia adalah semahal nilai matlamatnya. kelalaian itu kegelapan. Orang yang berbohong itu sentiasa ingin melarikan diri sedangkan tiada seorang pun yang mengejarnya namun orang yang benar itu berani seperti singa -Goethe Barangsiapa membawa berita tentang orang lain kepadamu. Selalu bayangkan diri anda di dalam kasut seseorang. Kepada pasangan ± Cinta dan ketaatan Kepada manusia ± Kebebasan Berfikir itu cahaya. merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi. Jangan memberi makanan kepada orang lain yang anda sendiri tidak suka memakannya. kejahilan itu kesesatan dan manusia yang paling hina ialah orang yang menganiaya orang bawahannya. tapi tanyalah apa yang boleh kamu buat untuk negara -Abraham Lincol Ciri orang yang beradab ialah dia sangat rajin dan suka belajar. ± Marcus Aurelius Kepada kawan ± Kesetiaan Kepada musuh ± Kemaafan Kepada ketua ± Khidmat Kepada yang muda ± Contoh terbaik Kepada yang tua ± Hargai budi mereka dan kesetiaan. maka dia akan membawa berita tentang dirimu kepada orang lain. pabila kita memakainya semua akan dapat merasa keharumannya. asalkan ia sangat m enyukai pekerjaan yang dilakukan. dia tidak malu belajar daripada orang yang berkedudukan lebih rendah darinya ± Confucius Setiap orang dapat mencapai kejayaan dalam hal apa saja. Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab.

Maka berlumba-lumbalah beramal supaya hidup bahagia di dunia dan akhirat (freesmsc. Setiap bunga mawar pasti ada durinya. Tetapi manusia yang selalu mengecewakan agama. mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya. kita akan dibenci. seperti durian berduri kerana sedap isinya. . Ini adalah undangundang alam. Kita adalah pelakonnya. Kata Kata Mutiara Cinta. Fikirkan permusuhan kita akan dimusuhi. Dunia ini ibarat pentas.wordpress.Agama tidak pernah mengecewakan manusia. fikirkan kebencian. Dari kesusahan itu akan diperolehi kesenangan dan kebahagiaan. Kita menjadi seperti apa yang kita fikirkan Sesiapa yang tidak pernah merasai kepahitan tidak akan mengenal kemanisan. kulit manggis pahit sebab manis di dalamnya dan bunga ros berduri kerana harum baunya Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik. Tetapi sekiranya kita fikirkan kasih maka kita akan dikasihi.com).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->