PRAGMATIK

pragmatics (n) - pragmatik - pragmatika pragmatis (adj) : melihat sesuatu dari kegunaan pragmatisme: aliran yang melihat sesuatu dari kegunaan Dalam komunikasi, satu maksud atau satu fungsi dapat diungkapkan dengan berbagai bentuk/struktur. Untuk maksud ³menyuruh´ orang lain, penutur dapat mengungkapkannya dengan kalimat imperatif, kalimat deklaratif, atau bahkan dengan kalimat inter ogatif. Dengan demikian, pragmatik lebih cenderung ke fungsionalisme daripada ke formalisme. Pragmatik berbeda dengan semantik dalam hal pragmatik mengkaji maksud ujaran dengan satuan analisisnya berupa tindak tutur (speech act), sedangkan semantik menelaah makna satuan lingual (kata atau kalimat) dengan satuan analisisnya berupa arti atau makna. Kajian pragmatik lebih menitikberatkan pada ilokusi dan perlokusi daripada lokusi sebab di dalam ilokusi terdapat daya ujaran (maksud dan fungsi tuturan), perlokusi berarti terjadi tindakan sebagai akibat dari daya ujaran tersebut. Sementara itu, di dalam lokusi belum terlihat adanya fungsi ujaran, yang ada barulah makna kata/kalimat yang diujarkan . Berbagai tindak tutur (TT) yang terjadi di masyarakat, baik TT representatif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif, TT langsung dan tidak langsung, maupun TT harafiah dan tidak harafiah, atau kombinasi dari dua/lebih TT tersebut, merupakan bahan sekaligus fenomena yang sangat menarik untuk dikaji secara pragmatis. Misalnya, bagaimanakah TT yang dilakukan oleh orang Jawa apabila ingin menyatakan suatu maksud tertentu, seperti ngongkon µmenyuruh¶, nyilih µmeminjam¶, njaluk µmeminta¶, ngelem µmemuji¶, janji µberjanji¶, menging µmelarang¶, dan ngapura µmemaafkan¶. Pengkajian TT tersebut tentu menjadi semakin menarik apabila peneliti mau mempertimbangkan prinsip kerja sama Grice dengan empat maksim: kuantitas, kualitas, hubungan, dan cara; serta skala pragmatik dan derajat kesopansantunan yang dikembangkan oleh Leech (1983).

Pragmatik dan Fungsi Bahasa Bidang ³pragmatik´ dalam linguistik dewasa ini mulai mendapat perhatian para peneliti dan pakar bahasa di Indonesia. Bidang ini cenderung mengkaji fungsi ujaran atau fungsi bahasa daripada bentuk atau strukturnya. Dengan kata lain, pragmatik lebih cenderung ke fungsionalisme daripada ke formalisme. Hal itu sesuai dengan pengertian pragmatik yang dikemukakan oleh Levinson (1987: 5 dan 7), pragmatik adalah kajian mengenai penggunaan

bahasa atau kajian bahasa dan perspektif fungsional. Artinya, kajian ini mencoba menjelaskan aspek-aspek struktur bahasa dengan mengacu ke pengaruh-pengaruh dan sebabsebab nonbahasa. Fungsi bahasa yang paling utama adalah sebagai sarana komunikasi. Di dalam komunikasi, satu maksud atau satu fungsi dapat dituturkan dengan berbagai bentuk tuturan. Misalnya, seorang guru yang bermaksud menyuruh muridnya untuk mengambilkan kapur di kantor, dia dapat memilih satu di antara tuturan-tuturan berikut: (1) Jupukna kapur!( kalimat imperatif) (2) Kene ora ana kapur.( kalimat deklaratif) (3) Ibu ngersakake kapur.( kalimat deklaratif) (4) O, jebul ora ana kapur.( kalimat deklaratif) (5) Ing kene ora ana kapur, ya?( kalimat interogatif) (6) Ngapa ora padha gelem njupuk kapur?( kalimat interogatif) Dengan demikian untuk maksud ³menyuruh´ agar seseorang melakukan suatu tindakan dapat diungkapkan dengan menggunakan kalimat imperatif seperti tuturan (1), kalimat deklaratif seperti tuturan (2-4), atau kalimat interogatif seperti tuturan (5-6). Jadi, secara pragmatis, kalimat berita (deklaratif) dan kalimat tanya (interogatif) di samping berfungsi untuk memberitakan atau menanyakan sesuatu juga berfungsi untuk menyuruh (imperatif atau direktif).

PRAGMATIK VS SEMANTIK Sebelum dikemukakan batasan pragmatik kiranya perlu dijelaskan lebih dahulu perbedaan antara pragmatik dengan semantik. (a) Semantik mempelajari makna, yaitu makna kata dan makna kalimat, sedangkan pragmatik mempelajari maksud ujaran, yaitu untuk apa ujaran itu dilakukan. (b) Kalau semantik bertanya ³Apa makna X?´ maka pragmatik bertanya ³Apa yang Anda maksudkan dengan X?´ (c) Makna di dalam semantik ditentukan oleh koteks, sedangkan makna di dalam pragmatik ditentukan oleh konteks, yakni siapa yang berbicara, kepada siapa, di mana, bilamana, bagaimana, dan apa fungsi ujaran itu. Berkaitan dengan perbedaan (c) ini, Kaswanti Purwo (1990: 16) merumuskan secara singkat ³semantik bersifat bebas konteks (context independent), sedangkan pragmatik bersifat terikat konteks (context dependent)´ (bandingkan Wijana, 1996: 3).

Definisi pragmatik:
1. cabang ilmu bahasa yang menelaah penggunaan bahasa. Satuan -satuan lingual dalam penggunaannya. 2. studi kebahasaan yang terikat konteks. 3. studies meaning in relation to speech situation (Leech, 1983). 4. cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal, yakni bagaimana satuan kebahasaan digunakan dalam komunikasi (Wijana, 1996: 2). Cukup banyak kiranya batasan atau definisi mengenai pragmatik. Levinson (1987: 1 53), misalnya, membutuhkan 53 halaman hanya untuk menerangkan apakah pragmatik itu dan apa saja yang menjadi cakupannya. Di sini dikutipkan beberapa di antaranya yang dianggap cukup penting. (1) Pragmatik adalah kajian mengenai hubungan antara tanda (lambang) dengan penafsirnya, sedangkan semantik adalah kajian mengenai hubungan antara tanda (lambang) dengan objek yang diacu oleh tanda tersebut. (2) Pragmatik adalah kajian mengenai penggunaan bahasa, sedangkan semantik adalah kajian mengenai makna. (3) Pragmatik adalah kajian bahasa dan perspektif fungsional, artinya kajian ini mencoba menjelaskan aspek-aspek struktur linguistik dengan mengacu ke pengaruh-pengaruh dan sebabsebab nonlinguistik. (4) Pragmatik adalah kajian mengenai hubungan antara bahasa dengan konteks yang menjadi dasar dari penjelasan tentang pemahaman bahasa. (5) Pragmatik adalah kajian mengenai deiksis, implikatur, praanggapan, tindak tutur, dan aspek-aspek struktur wacana. (6) Pragmatik adalah kajian mengenai bagaimana bahasa dipakai untuk berkomunikasi, terutama hubungan antara kalimat dengan konteks dan situasi pemakaiannya. Dari beberapa definisi tersebut dapat dipahami bahwa cakupan kajian pragmatik sangat luas sehingga sering dianggap tumpang tindih dengan kajian wacana atau kajian sosiolinguistik. Yang jelas disepakati ialah bahwa satuan kajian pragmatik bukanlah kata atau kalimat, melainkan tindak tutur atau tindak ujaran (speech act). Stephen C. Levinson telah mengumpulkan sejumlah batasan pragmatik yang berasal dari berbagai sumber dan pakar, yang dapat dirangkum seperti berikut ini.

Pragmatik sebenarnya merupakan bagian dari ilmu tanda atau semiotics atau semiotika. dan aspek struktur wacana. semantik (semantics) yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan objek di mana tanda-tanda itu diterapkan (ditandainya) (atau hubungan antara penanda dan petanda (signifiant dan signifie/yang ditandai)). atau semiotik (semiotics). 4. Teori pragmatik menjelaskan alasan atau pemikiran para pembicara dan penyimak dalam menyusun korelasi dalam suatu konteks sebuah tanda kalimat dengan suatu proposisi (rencana. Pragmatik adalah telaah mengenai relasi antara bahasa dan konteks yang merupakan dasar bagi suatu catatan atau laporan pemahaman bahasa. Pragmatik adalah telaah mengenai hubungan tanda-tanda dengan penafsir (Morris. Pragmatik adalah telaah mengenai segala aspek makna yang tidak tercakup dalam teori semantik. dengan kata lain: telaah mengenai kemampuan pemakai bahasa menghubungkan serta menyerasikan kalimatkalimat dan konteks-konteks secara tepat. 5. Morris membedakan tiga cabang yang berbeda dalam penyelidikan. 3. . Pragmatics is the study of how language is used to communicate. Secara kasar dapat dirumuskan: pragmatik = makna . pragmatics is distinct from grammar. d pragmatik an yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan penafsir (interpreters). atau masalah).1. yang mempunyai perhatian besar pada ilmu pengetahuan tentang tanda-tanda. Dalam semiotik. 2. 1938:6).kondisi-kondisi kebenaran. Parker (1986: 11). Pragmatik adalah telaah mengenai deiksis. tindak ujar. Ketiga cabang tersebut kemudian lebih dikenal dengan teori trikotomi. implikatur. Pragmatik adalah telaah mengenai hubungan antara bahasa dan konteks yang tergramatisasikan atau disandikan dalam struktur sesuatu bahasa. Pemakaian istilah pragmatik (pragmatics) dipopulerkan oleh seorang filosof bernama Charles Morris (1938). yaitu: sintaktik (syntactics) atau sintaksis (syntax) yaitu telaah tentang relasi formal dari tanda yang satu dengan tanda yang lain (mempelajari hubungan satuan lingual dengan satuan lingual lain: tanda dengan tanda). Dalam hal ini teori pragmatik merupakan bagian dari performansi. anggapan penutur (presupposition). atau dengan perkataaan lain: memperbincangkan segala aspek makna ucapan yang tidak dapat dijelaskan secara tuntas oleh referensi langsung kepada kondisi-kondisi kebenaran kalimat yang ciucapkan. which is the study of the internal structure of language.

Pragmatik: cabang ilmu bahasa yang mempelajari makna satuan kebahasaan eksternal atau fungsional yang bersifat eksternal / bagaimana triadik: bentuk. Contoh: Sugeng enjing! makna: menyapa maksud: tergantung siapa yang berbicara atau maksud lain. situasinya bagaimana? L. kepada siapa. misalnya menyindir atau memarahi. dan satuan kebahasaan itu dikomunikasikan maksud.Contoh: Kok. internal atau formal Sintaksis: frase. Witgenstein (filsuf): makna adalah penggunaannya. wacana. makna. Pragmatik: makna penutur (maksud). kalimat. Makna sebuah tuturan itu penggunaannya. ada hal-hal yang tidak langsung ¶indirectness atau secara tidak literal¶. apik maksud: bisa tidak baik. sudah pulang! Isteri: ¶betul-betul terkejut¶ atau ¶orang itu lama sekali perginya¶ Suami menafsirkan: siapa yang berbicara. dilihat dari berbagai faktor . . Cabang-cabang bahasa: Fonologi: bunyi sebagai sistem Morfologi: satuan gramatikal terkecil. bersifat internal. Semantik: makna linguistik (makna). klausa. diadik: bentuk dan makna Semantik: makna (biasanya leksikal). makna dalam penutur. Baik! makna: baik.

. yaitu: sintaktik (syntactics) atau sintaksis (syntax) yaitu telaah tentang relasi formal dari tanda yang satu dengan tanda yang lain. sebenarnya semantik sudah ada pragmatik. Akhirnya pengarang menyimpulkan bahwa perbedaan pemakaian istilah pragmatik ditimbulkan dari bagian asal-usul semantik karya Morris. atau semiotik (semiotics). Pragmatik: bagaimana orang menafsirkan. atau akhirnya pemakaian dalam linguistik Anglo-American dan filsafat. Ketiga cabang tersebut kemudian lebih dikenal dengan teori trikotomi. Morris membedakan tiga cabang yang berbeda dalam penyelidikan. yaitu bahwa variasi retoris dan alat puitis hanya muncul di bawah kondisi tertentu dalam batas-batas pemakaian bahasa. Mempelajari bagaimana satuan lingual itu ditafsirkan. yaitu suatu telaah dari sebagian besar jajaran fenomena psikologis dan sosiologis yang mencakup sistem tanda pada umumnya atau dalam bahasa tertentu (the Continental sense of the term). atau telaah konsep abstrak tertentu yang membuat acuan pada pelaku (agents) (satu gagasan dari Carnap). Good morning! dipengaruhi oleh hukum pragmatik. Asal-usul dan perilaku historis istilah pragmatik Pemakaian istilah pragmatik (pragmatics) dipopulerkan oleh seorang filosof bernama Charles Morris (1938). Jadi.Makna itu berubah-ubah tergantung pada konteksnya. Morris memberikan contoh interjeksi seperti Oh!. atau studi istilah indeksikal atau deiktis (deictis) (gagasan Montague). semantik (semantics) yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan objek di mana tanda-tanda itu diterapkan (ditandainya). Dalam semiotik. yang mempunyai perhatian besar pada ilmu pengetahuan tentang tanda-tanda. dan pragmatik yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan penafsir (interpreters). Contoh semantika: kursi signifiant (penanda) ¶tempat duduk¶ signifie (petanda) Terdapat suatu prinsip: Noam Chomsky: Terdapat hubungan satu lawan satu antara penanda dan petanda (signifiant dan signifie). Buku ini secara eksklusif menyangkut istilah pada gagasan yang terakhir dan menerapkannya pada pembicaraan ini. Come here!.

jelas.W. Verhaar (Pengantar Lingguistik Umum): . Contoh: Lunga! (tidak sopan) dan Lungaa! (lebih sopan) Semakin langsung semakin tidak sopan. Makna kongkrit: makna tuturan. . Berkenaan dengan data: Data kalimat : sentence. (Contoh: Nyilih sepedha motore (tidak sopan) dan Menawa pareng.Pragmatik: Satu tanda bisa menyatakan bermacam-macam maksud atau bermacam-macam tanda satu maksud. : ada pada satuan lingual (internal) : ada pada penutur (eksternal) : isi tuturan (internal) J. Sosiolinguistik: berkaitan dengan variasi bahasa. . aku nyilih sepedha motore (lebih sopan)). Bahasa tulis juga bisa asalkan mampu merekonstruksi tuturan yang sebenarnya.M.Omahku sepi kok. yang tidak jelas siapa penuturnya tidak jelas. Contoh: ¶menolak¶ bisa dinyatakan dengan . semakin tidak langsung semakin sopan. karena: jelas kapan bahasa itu digunakan siapa yang berbicara kepada siapa.Ora duwe dhuwit.Makna . · o · Tuturan semakin panjang tuturan semakin sopan. Obyek data pragmatik itu konkrit.Informasi Dia membeli buku Buku dibelinya makna: µaktif¶ dan µpasif¶ Makna yang abstrak.Maksud . Obyek data primer adalah bahasa lisan. Data pragmatik: utterance (kalimat + konteks). semakin pendek tidak sopan.

Neng ngendi sabune? TUTURAN PERFORMATIF DAN TUTURAN KONSTATIF . Dia pergi ke Surabaya. ²-> terkait dengan wacana.minus konteks. Arep? marahi saya melek terus. Jadi. ayah dengan anak.Entuk 4 + Apik! Menurut Halliday (pakar Functional Grammar): 1. wacana tidak selalu di atas kalimat. Ayahnya sakit. 2. . Mode (bentuk bahasa): strategi memilih yang mana) wacana pragmatik Pragmatik: retorika. Tenor (pelibat): misalnya. Kopi bisa menolak atau menerima. Widowson: 1. Kalimat (sentence) Teks (texs) .plus konteks. 2.di atas kalimat plus konteks. .di atas kalimat minus konteks. Contoh: Sugeng rawuh. Wacana (discourse) . Field (medan): siapa berbicara kepada siapa. teks tidak jelas konteksnya. Tuturan (utterance) . Lunga! Wacana.kalimat tanya. 3.1. 3. + Piye bijimu . 4. 2. Wacana: mengandung amanat yang lengkap. bagaimana strateginya.

I promise not to be late (= a promise). 1989: 212). such as Watch out (=a warning). J.L. Longman Dictionary of Applied Linguistics.Pustaka: Austin. Jakarta: Universitas Indonesia. Performative (in speech act theory): an utterance which performs an act. ((Richards dkk. Tuturan (utterance. How to Do Things with Words. pembicara mengujarkannya dan sekaligus menyelesaikan perbuatan ³mengucapkan´ (Kridalaksana. Secara ringkas dikatakan pula bahwa tuturan performatif adalah tuturan untuk melakukan sesuatu (perform the action). Filosof J. 1969. Jack dkk. 1984. 1962. Austin membedakan antara tuturan performatif (performativei) dan konstatif (constative). Longman: Longman Group UK Limited. 1989. Oka). Prinsip-prinsip Pragmatik. J. (Terjemahan M. Kamus Linguistik. Cambridge: Cambridge University Press. New York: Oxford University Press. Tuturan performatif tidak dievaluasi sebagai benar atau salah. Richards. Jakarta: PT Gramedia. Speech Acts.L. John.O. misalnya: dalam ujaran Saya mengucapkan terima kasih. Searle.. Urmson). misalnya: I promise that I shall be there (Saya berjanji bahwa saya akan hadir di sana) .D. Geoffrey. (ed. 1984: 2001). (2) kalimat atau bagian kalimat yang dilisankan (Kridalaksana. tetapi sebagai tepat atau tidak tepat. Definisi: Tuturan performatif (performative utterance): tuturan yang memperlihatkan bahwa suatu perbuatan telah diselesaikan pembicara dan bahwa dengan mengungkapkannya berarti perbuatan itu diselesaikan pada saat itu juga. Harimurti Kridalaksana. 1993. tetapi sebenarnya ada tindakan tertentu yang baru dapat terlaksana kalau orang itu mengemukakan tuturan/bahasa.D. oleh Kridalaksana disebut dengan istilah ujaran): (1) regangan wicara bermakna di antara dua kesenyapan aktual atau potensial. Leech. Intinya: bahasa pada umumnya sebagai alat komunikasi. Dengan demikian bahasa bukan semata-mata alat untuk menyatakan sesuatu tetapi juga melakukan sesuatu. 1984: 2001).

(Tindakan menyerahkan: the act of Saya akan pergi sekarang. Syarat itu juga belum cukup. Tindakan sedang/akan dilakukan Kalau dalam bahasa Inggris. objeknya 2 orang (berdua). 4. Misalnya: Saya mohon maaf atas kesalahan saya. 6. 1. 2. yaitu dengan adanya syarat-syarat lainnya yang disebut syarat tuturan performatif (felicity condition). pendeta. sebagai berikut. tidak dengan tindakan menginjak kaki mitra tutur-nya. (Tindakan bertaruh: the act of betting). Austin dalam menentukan ciri-ciri tuturan performatif ini hanya melihat aspek gramatikalnya saja. Misalnya: Saya berjanji akan setia padamu. Contoh lain: 1. 5. thanking) apologizing). Penutur harus memiliki niat yang sungguh-sungguh dalam mengemukakan tuturannya. Saya bertaruh Mike Tyson pasti menang. (Tindakan pergi: the act of going). tempatnya di KUA. Harus diucapkan sungguh-sungguh. Ciri-ciri tindakan performatif § § Subyek harus orang pertama. bequeting). Tindakan harus dilakukan secara sungguh-sungguholeh penutur. subjek orang pertama dan kala-nya present tense. marrying). Syarat-syarat itu antara lain: 1. Saya berterima kasih atas kebaikan Saudara. (Tindakan menyatakan/menikahkan: the act of Saya serahkan semua harta saya kepada anak saya. (Tindakan memberi nama: the act of naming). Gereja. Akhirnya direvisi (dilengkapi) oleh murid-muridnya. bukan orang kedua atau ketiga. (Tindakan mohon maaf: the act of Saya namakan anak saya Parikesit. 2. (the act of promising). (Tindakan berterima kasih: the act of Saya mohon maaf atas keterlambatan saya. Misalnya: Saya nyatakan Anda berdua suami-isteri. Orang yang menyatakan tuturan dan tempatnya harus sesuai atau cocok. 7.dan performatif primer atau tuturan primer I shall be there (Saya akan hadir di sana) (Geoffrey Leech (terjemahan). Masjid. 3. Pura. Saya nyatakan Anda berua suami-isteri. 1993: 280). . Penuturnya adalah penghulu (naib). rama. kemudian diperbaharui lagi oleh John Searle.

Aku njaluk pangapura marang sliramu. proses. A constative is an utterance which assert something that is either true or false. 1984: 154) Speech act: an utterance as a functional unit in communication (Richards et al. atau Austin mengatakan bahwa tuturan konstatif dapat dievaluasi dari segi benar-salah (Geoffrey Leech (terjemahan). Kalau tuturan tidak memenuhi kelima syarat tersebut. 1984: 2001). 4. dsb. 1993: 316). keadaan. TINDAK TUTUR (Speech Act) A. Misalnya: Misalnya: Saya berjanji akan setia. tumindakku kang ora ndadekake renaning penggalihmu. Pengertian Tindak tutur (istilah Kridalaksana µpertuturan¶ / speech act.. Misalnya: Saya berjanji bahwa saya akan selalu datang tepat waktu. kalau tidak berarti bukan tuturan performatif). dan sifatnya betul atau tidak betul (Kridalaksana. Ali pergi ke Jakarta Saya tidur di hotel. Di dalam mengatakan suatu kalimat. (Orang perta dan kedua melakukan tindakan secara sungguh-sungguh). 3. 1989: 265). maka tuturan itu dikatakan tidak valid (infelicition). Tuturan harus mempredikasi tindakan yang akan dilakukan oleh penutur. Tuturan harus mempredikasi tindakan yan g akan dilakukan. seseorang tidak semata -mata mengatakan sesuatu dengan . 5.2. Chicago is in the United States (Richards dkk. Misalnya: Sesuk kowe tak-tukokke sepur (yakin tidak.. orang lain. Penutur harus yakin bahwa ia mampu melakukan tindakan itu. bukan oleh Tindakan harus dilakukan secara sungguh-sungguh oleh kedua belah pihak. Misalnya: 1. for example. Tuturan konstatif atau deskriptif (constative utterance): tuturan yang dipergunakan untuk menggambarkan atau memerikan peristiwa. speech event): pengujaran kalimat untuk menyatakan agar suatu maksud dari pembicara diketahui pendengar (Kridalaksana. atau mampu melakukan apa yang dinyatakan dalam tuturannya. 1989: 212-213). bukan yang telah dilakukan. 2.

Dengan pengucapan kalimat Arep ngombe apa? si pembicara tidak semata-mata menanyakan atau meminta jawaban tertentu. yaitu tindak mengucapkan sesuatu dengan kata dan kalimat sesuai dengan makna kata itu (di dalam kamus) dan makna kalimat itu sesuai dengan kaidah sintaksisnya. permintaan (requests). yakni menawarkan minuman. yaitu memerintahkan si mitratutur supaya pergi meninggalkan rumah pondokannya. antara lain. yaitu lokusi. tanpa bermaksud untuk minta minum. 3. Jadi. penerimaan akan tawaran (acceptation of offers) B. dan Perlokusi Austin (1962) dalam How to do Things with Words mengemukakan bahwa mengujarkan sebuah kalimat tertentu dapat dipandang sebagai melakukan tindakan (act). Ilokusi. apabila seorang penutur (selanjutnya disingkat P) Jawa mengujarkan ³Aku ngelak´ dalam tindak lokusi kita akan mengartikan ³aku´ sebagai µpronomina persona tunggal¶ (yaitu si P) dan ³ngelak´ mengacu ke µtenggorokan kering dan perlu dibasahi¶. Uraian berikut memaparkan klasifikasi dari berbagai jenis TT. Hal-hal apa sajakah yang dapat ditindakkan di dalam berbicara? Ada cukup banyak. Seorang ibu rumah pondokan putri. dan perlokusi. pemberian izin (permissons). Di sini kita mulai berbicara tentang maksud dan fungsi atau daya ujaran yang bersangkutan. Ilokusi adalah tindak melakukan sesuatu. ilokusi. ajakan (invitation). TINDAK TUTUR DAN JENIS-JENISNYA Tindak tutur (selanjutnya TT) atau tindak ujaran (speech act) mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam pragmatik karena TT adalah satuan analisisnya. Di sini maksud atau fungsi ujaran itu belum menjadi perhatian. Jadi. . Lokusi adalah semata-mata tindak berbicara. untuk apa ujaran itu dilakukan. ia juga menindakkan sesuatu.1 Lokusi. di samping memang mengucapkan kalimat tersebut.pengucapan kalimat itu. ³ Aku ngelak´ yang diujarkan oleh P dengan maksud µminta minum¶ adalah sebuah tindak ilokusi. mengatakan Sampun jam sanga ia tidak semata-mata memberi tahu keadaan jam pada waktu itu. tawaran (offers). Ia membedakan tiga jenis tindakan yang berkaitan dengan ujaran. ia juga menindakkan sesuatu. Di dalam pengucapan kalimat ia juga ³menindakkan´ sesuatu.

: Pindhahen meja iki! : Dakjaluk sliramu mindhahke meja iki! : Aku jan-jane arep njaluk tulung sliramu mindhahke meja dapat . misalnya memutuskan. jika MT melakukan tindakan mengambilkan air minum untuk P sebagai akibat dari TT itu maka di sini dapat dikatakan terjadi tindak perlokusi. mengucapkan terima kasih. membatalkan. Jadi. misalnya memuji. misalnya. perlokusi adalah efek dari TT itu bagi mitra-tutur (selanjutnya MT). 3. mengizinkan. Direktif. dan menyebutkan. misalnya menyuruh. misalnya berjanji dan bersumpah.2 TT Representatif. mengritik. Secara singkat. dan memberi maaf.Perlokusi mengacu ke efek yang ditimbulkan oleh ujaran yang dihasilkan oleh P. (4) Pernyataan keharusan (5) Pernyataan keinginan : Sliramu kudu mindhahke meja iki! : Aku kepengin meja iki dipindhah. (3) TT ekspresif ialah TT yang dilakukan dengan maksud agar ujarannya diartikan sebagai evaluasi mengenai hal yang disebutkan di dalam ujaran itu. 1993: 11-54). (1) Kalimat bermodus imperatif (2) Performatif eksplisit (3) Performatif berpagar iki. (5) TT deklaratif merupakan TT yang dilakukan P dengan maksud untuk menciptakan hal (status. menurut Blum-Kulka (1987) (lihat Gunarwan. melaporkan. Untuk maksud atau fungsi ³menyuruh´. dan mengeluh. Komisif. melarang. Pada bagian terdahulu telah disinggung bahwa di dalam komunikasi satu fungsi dapat dinyatakan atau diutarakan melalui berbagai bentuk ujaran. menunjukkan. 1993: diungkapkan dengan menggunakan berbagai ujaran sebagai berikut. misalnya menyatakan. Ekspresif. dan menantang. Kelima TT itu sebagai berikut: (1) TT representatif yaitu TT yang mengikat P-nya kepada kebenaran atas apa yang dikatakannya. dan Deklaratif Searle (1975) mengembangkan teori TT dan membaginya menjadi lima jenis TT (dalam Ibrahim. dan sebagainya) yang baru. menyarankan. keadaan. (4) TT komisif adalah TT yang mengikat P-nya untuk melaksanakan apa yang disebutkan di dalam ujarannya. menuntut. (2) TT direktif yaitu TT yang dilakukan P-nya dengan maksud agar si pendengar atau MT melakukan tindakan yang disebutkan di dalam ujaran itu. memohon.

dan sebaliknya.3 TT Langsung vs TT Tidak Langsung Dari sembilan bentuk ujaran tersebut diperoleh sembilan TT yang berbeda-beda derajat kelangsungannya dalam menyampaikan maksud µmenyuruh memindahkan meja¶ itu. yaitu: (1) TT-LH (2) TT-LTH (3) TT-TLH (4) TT-TLTH rahasia.(6) Rumusan saran (7) Persiapan pertanyaan (8) Isyarat kuat (9) Isyarat halus : Piye yen meja iki dipindhah? : Kowe bisa mindhah meja iki? : Yen meja iki ana ing kene. secara ringkas. digabungkan maka akan didapatkan empat macam ujaran. Derajat kelangsungan TT dapat diukur berdasarkan ³jarak tempuh´ antara titik ilokusi ( di benak P) ke titik tujuan ilokusi (di benak MT). maka MT harus mencari-cari konteks yang relevan untuk dapat menangkap maksud P. lebih baik jika kita semua sepakat menutup mulut MT-nya yang selalu ³cerewet´. Hal ini berkaitan dengan tindak tutur langsung (TT-L) dan tindak tutur tidak langsung (TT-TL). Karena kata ³meja´ sama sekali tidak disebutkan oleh P dalam ujaran (9). Dari kesembilan bentuk ujaran tersebut. Selain TT-L dan TT-TL. Dengan demikian. berdasarkan uraian dan contoh -contoh di atas dapat dicatat ada delapan TT sebagai berikut (bandingkan Wijana. kita masing-masing´. kepada pasien yang masih kecil agar anak itu tidak takut. misalnya diucapkan oleh seseorang yang jengkel kepada : ³Bagaimana kalau mulutnya dibuka?´. : ³Tutup mulut´. (1) Tindak tutur langsung (TT-L) (2) Tindak tutur tidak langsung (TT-TL) (3) Tindak tutur harafiah (TT-H) : ³Buka mulut´. misalnya diucapkan oleh dokter gigi : ³Untuk menjaga rahasia. kamar iki katon rupek. berupa isyarat halus. : Kamar iki kok katone sesak ngono ya? 3. misalnya diucapkan oleh dokter gigi kepada pasiennya. yang paling samar-samar maksudnya ialah bentuk ujaran (9). 1996: 36). Jika kedua hal itu. kelangsungan dan keharafiahan ujaran. P dapat juga menggunakan tindak tutur harafiah (TT-H) atau tindak tutur tidak harafiah (TT-TH) di dalam mengutarakan maksudnya. misalnya diucapkan oleh P yang mengajak MT-nya untuk tidak membuka . Derajat kelangsungan dapat pula diukur berdasarkan kejelasan pragmatisnya: makin jelas maksud ujaran makin langsunglah ujaran itu.

Dalam mengatakan X. ilokusi. dan perlokusi. Ini merupakan aspek merupakan penekanan tradisional). Misalnya. (merupakan 1. Dengan demikian mengatakan Saya menolak bahwa X sama halnya menolak bahwa X. (Dilakukan dengan mengatakan sesuatu. Hal ini sejalan dengan pendapat Austin (1962) yang melihat adanya tiga jenis tindak ujar. suruhan (request) memiliki kekuatan esensial untuk membuat pendengar melakukan sesuatu. tindak ilokusi (melakukan tidakan dalam mengatakan sesuatu).(4) Tindak tutur tidak harafiah (TT-TH) (5) Tindak tutur langsung harafiah (TT-LH) (6) Tindak tutur tidak langsung harafiah (TT-TLH) (7) Tindak tutur langsung tidak harafiah (TT-LTH)\ (8) Tindak tutur tidak langsung tidak harafiah (TT-TLTH) Apabila seseorang menggunakan bahasa. dan membuat tertawa) Perbedaan kekuatan antara perlokusi dan ilokusi tidak selalu jelas. n menegaskan (asserts) bahwa P. melukai. dan mencakup tindak-tindak seperti bertaruh. menakut-nakuti. Lokusi bahasa yang tindak mengatakan pokok sesuatu: menghasilkan linguistik serangkaian bunyi yang berarti sesuatu. maka ada 3 jenis tindakan atau tindak tutur (selanjutnya disingkat TT). Ilokusi berjanji. Persuasi 3. (Menghasilkan efek tertentu pada pendengar. n meyakinkan (convinces) t bahwa P. Perlokusi merupakan tindak perlokusi: orang tidak dapat mempersuai seseorang tentang sesuatu hanya dengan mengatakan Saya mempersuasi anda. Misalnya: n mengatakan kepada t bahwa X. Sebagian verba yang digunakan untuk melabel tindak ilokusi bisa digunakan secara performatif. yaitu tindak lokusi (melakukan tindakan mengatakan sesuatu). Kesulitan dalam . 2. dan tindak perlokusi (melakukan tindakan dengan mengatakan sesuatu).) Dengan mengatakan X. Contoh-contoh yang sesuai adalah meyakinkan. yaitu lokusi. menolak. dan memesan.

definisi ini muncul dari urutan tindakan yang banyak diabaikan oleh teori tindak tutur. Kesulitan itu juga muncul dari dasar definisi maksud penutur, yang merupakan keadaan psikologis yang tidak bisa diobservasi (lihat Abd. Syukur Ibrahim, 1993: 115). 1. TT lokusi: Austin, perbuatan bertutur, hal mengungkapkan sesuatu atau menyatakan sesuatu (locutionary speech act). Misalnya: Dia sakit. Kaki manusia dua. Pohon punya daun. Wacana-wacana ilmiah yang tidak menekankan emosi termasuk TT lokusi. TT ini sangat sedikit peranannya dalam pragmatik. 2. TT ilokusi: Austin, Searle, perbuatan yang dilakukan dalam mengujarkan sesuatu atau melakukan sesuatu, mis. memperingatkan, bertanya (illocutionary speech act). Misalnya: Saya berjanji. Ibunya di rumah! (bisa bermaksud melarang datang menemui anaknya) Bapaknya galak! (bisa melarang jangan ke sana) Saya tidak dapat datang. (minta maaf) Kula nyuwun sekilo. (membeli) Temboknya dicat! (jangan dekat tembok itu) Adoh lho le! (jangan ke sana) 3. TT perlokusi: Austin, Searle, perbuatan yang dilakukan dengan mengujarkan sesuatu, membuat orang lain percaya akan sesuatu dengan mendesak orang lain untuk berbuat sesuatu, dll. atau mempengaruhi orang lain (perlocutionary speech act) Misalnya: Tempat itu jauh.

Tempat itu jauh Lokusi Tempat itu jauh. mengandung pesan. Lokusi Tempat itu jauh. metapesan µJangan pergi ke sana!¶ Perlokusi Tempat itu jauh. metapesan pikiran (Dalam ada mitratutur

keputusan) ³Saya tidak akan pergi ke sana.´

C. Tindak tutur langsung-tidak langsung dan literal-tidak literal Berdasarkan isi kalimat atau tuturannya, kalimat dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu kalimat berita (deklaratif), kalimat tanya (interogatif), dan kalimat perintah (imperatif). Berita Adiknya sakit. Informasi Tanya Di mana handuk saya? ya, tidak (apa, intonasi) mana, kapan, ke mana, untuk apa, dsb.) TT langsung (direct TT speech) langsung (direct TT langsung (direct speech) speech) Perintah Pergi! larangan, ajakan, dan

informasi (apa, siapa, di perintah biasa

Berdasarkan mudusnya, kalimat atau tuturan dapat dibedakan menjadi tuturan langsung dan tutran tidak langsung. Misalnya: [Tuturan langsung] A: Minta uang untuk membeli gula! B: Ini. [Tuturan tidak langsung] A: Gulanya habis, nyah. B: Ini uangnya. Beli sana! Kadang-kadang secara pragmatis kalimat berita dan tanya digunakan untuk memerintah, sehingga merupakan TT tidak langsung (indirect speech). Hal ini merupakan sesuatu yang penting dalam kajian pragmatik. Misalnya: 1. Rumahnya jauh. (ada maksud: jangan pergi ke sana). 2. Adiknya sakit. (ada maksud: jangan ribut atau tengoklah!)

Berdasarkan keliteralannya, tuturan dapat dibedakan menjadi tuturan literal dan tuturan tidal literal. 1. Tuturan literal: tuturan yang sesuai dengan maksud atau modusnya. Misalnya, Buka mulutnya! (makna lugas: buka). 2. Tuturan tidak literal: tuturan yang tidak sesuai dengan maksud dalam tulisan/tuturan. Misalnya, Buka mulutnya! (makna tidak lugas: tutup). Hal ini disebut juga µnglulu¶ Dalan bahasa kadang-kadang terjadi, yang bagus dikatakan jelek (hal ini disebut banter [bEnte]), yang jelek dikatakan bagus (disebut µironi¶). Masing-masing tindak tutur (langsung, tidak langsung, literal, dan tidak literal) apabila disinggungkan (diinterseksikan) dapat dibedakan menjadi 8 macam seperti sebagai berikut. 1. TT langsung 2. TT tidak langsung 3. TT literal 4. TT tidak literal 5. TT langsung literal 6. TT tidak langsung literal 7. TT langsung tidak literal 8. TT tidak langsung tidak literal Misalnya, kalimat Radione kurang banter. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. TT langsung TT tidak langsung TT literal TT tidak literal Radione TT langsung literal TT tidak langsung literal TT langsung tidak literal TT tidak langsung tidak banter. kurang betul-betul kurang keras. keraskan radionya! betul-betul kurang keras. suara sekali. betul-betul kurang keras keraskan radionya! suara sekali. matikan! radionya keras radionya keras

maka orang akan berbicara sejelas mungkin. kita perlu belajar tentang µasumsi pragmatik¶. tidak berlebihan. Contoh: kikir tekate dhewe kutujukan wawan prawan ayu kian maju lali main dik daniel kaki lima thank before : q2r : TKTDW : ku¥49kan : wa-one : pra one are you : q-an maju : la5in : dick&niel : kq lima : thx b4 berdua satu tujuan : ber-217-an . ringkas. berbicara secara wajar (termasuk volume suara yang wajar). Kalau orang berbicara kepada orang lain pasti ingin mengemukakan sesuatu. tidak berbelit-belit.literal PRINSIP KERJA SAMA (Cooperative Principle) Sebelum belajar tentang µprinsip kerja sama¶. Mereka harus bekerja sama. ada maksudmaksud tertentu. Hanya saja dalam pragmatik terdapat penyimpangan-penyimpangan. Dengan adanya 2 tujuan ini. tetapi ia harus bertanggung jawab atas penyimpangan itu. Selanjutnya orang lain diharapkan menangkap apa (hal) yang dikemukakan. sehingga orang lain bisa mengetahui maksudnya.

Prinsip kerja sama ini terealisasi dalam berbagai kaidah percakapan. Hindari kekaburanan ujaran. d. (3) Maksim relevansi: a. c. Tanpa adanya prinsip kerja sama komunikasi akan terganggu. Berikan informasi Anda secukupnya atau sejumlah yang diperlukan oleh MT.aku kamu sama-sama yang sayang anti gadis dan := : y9 : sy9 : aq :u : an3dis :n Di dalam berkomunikasi. tidak bertele-tele. Bicaralah secara singkat. Lubis. (4) Maksim cara: a. 1996: 46-53). Katakan yang relevan. b. (1) Maksim kuantitas: a. Katakan dengan jelas. Hindari ketaksaan. . Grice menjabarkan prinsip kerja sama itu menjadi empat maksim percakapan (periksa Gunarwan. Jangan katakan sesuatu tanpa bukti yang cukup. jangan mengatakan sesuatu yang tidak perlu. c. 1993: 73. b. b. Bicaralah seperlunya saja. Katakanlah hal yang sebenarnya. Jangan katakan sesuatu yang Anda tahu bahwa sesuatu itu tidak benar. 1993: 11. Bicaralah sesuai dengan permasalahan. Secara lebih rinci. dan bandingkan pula Wijana. antara P dengan MT harus saling menjaga prinsip kerja sama (cooperative principle) agar proses komunikasi berjalan dengan lancar. b. Keempat maksim percakapan itu ialah sebagai berikut. (2) Maksim kualitas: a.

Dalam pragmatik dikontrol oleh maksim (principle controlled). Maksim kualitas Prinsip yang menghendaki orang-orang berbicara berdasarkan bukti-bukti yang memadai. Akan tetapi. justeru pelanggaran-pelanggaran itulah yang menarik untuk dikaji: mengapa P melakukan pelanggaran terhadap maksim tertentu. di antara empat maksim itu. lalu murid menjawab «. Maksim kuantitas Berbicara sejumlah yang dibutuhkan oleh pendengar. Misalnya: Ibu kota Provinsi Jawa Timur Surabaya. tetapi apabila ada tuturan *Buku itu dibuat dari nasi. mengapa P yang bermaksud meminjam uang atau memerlukan bantuan kepada MT biasanya diawali dengan menceritakan secara panjang lebar keadaan dirinya seraya disertai dengan janji-janji? Apakah itu berlaku secara universal? Bukankah tindakan tersebut melanggar maksim kuantitas? Pada hemat saya. ada maksud apa di balik pelanggaran maksim tersebut? Misalnya. Bukti cukup memadai. Kenyataan membuktikan. maksim ketiga atau maksim relevansilah yang paling penting sebab betapa pun informasi yang kita sampaikan itu cukup serta disampaikan dengan cara yang jelas. sistematis. Misalnya: Buku itu dibuat dari kertas. bukti tidak memadai.. kalau informasi itu tidak relevan dengan permasalahan toh tidak akan membawa manfaat. Asumsi pragmatik ini merupakan titik acuan (point of reference). Untuk memenuhi komunikasi secara wajar dan terjadi kerja sama yang baik. yaitu: 1. (Secara kuantitas cukup jelas). dan tidak ambigu. Dalam kaitannya dengan maksim . 2. maka dalam komunikasi harus memenuhi prinsip (maksim). baya.e. bagi pengamat pragmatik. Berkatalah secara sistematis. Ibu kota Provinsi Jawa Timur Sura «« Tuturan ini disampaikan oleh guru. sedangkan dalam gramatika/ tatabahasa diatur oleh kaidah ( rule governed). Kalau lebih berarti ada tujuannya. Sejauh mana asumsi ini benar juga masih memerlukan pengkajian secara pragmatis. di dalam percakapan sehari hari tidak jarang kita temukan praktik-praktik pelanggaran terhadap maksim-maksim Grice tersebut. Terdapat beberapa asumsi pragmatik.

yaitu maksim kuantitas. terdapat penyimpangan maksim. ya? : Jangan menghina. Jadi tidak hanya bersifat tekstual. 4. 3. misalnya Modal saja tidak bisa dan Untung saja tidak dapat. Akan menjadi tidak relevan misalnya apabila B menjawab Ini baju kamu atau Di sana. masak saya miskin seperti ini punya tanah. : Ini Tanah Abang. dan maksim cara. Ada 6 macam prinsip agar memenuhi prinsip kesopanan. Retorika tekstual harus memenuhi 4 prinsip (maksim) kerja sama. maksim kualitas. ya? : Bukan. maksim relevansi. kadang-kadang dalam tuturan yang wajar terjadi dis-ambiguasi (pengawaambiguan). Misalnya: A B : Dia penyanyi solo. Keempat prinsip tersebut di atas termasuk pada jenis µretorika tekstual¶ sebab dalam pragmatik dikenal adanya retorika tekstual dan retorika interpersonal. Maksim cara Tuturan harus dikomunikasikan secara wajar. dia sering tampil di TVRI. tidak terbalik (harus runtut). Misalnya: A B : Ini jam berapa? : Ini jam 3. Sedangkan retorika interpersonal harus memperhitungkan orang lain. Retorika interpersonal membutuhkan prinsip kesopanan (politeness principle). Tetapi Misalnya: A B A B : Kamu penjahat kelas kakap. sehingga kata-kata yang ambigu itu hanya satu makna. tidak boleh ambigu (taksa). mujair. Maksim relevansi Penutur dan mitra tutur berbicara secara relevan berdasarkan konteks pembicaraan.kualitas. : Benar. .

tact maxim. Tuturan ekspresif: menyatakan perasaan (emosi). Tuturan A dan B disebut pragmatik paradoks. Yang diperhatikan adalah tuturan.Sebelum sampai pada prinsip kesopanan. Misalnya: Ada yang bisa saya bantu? A B : Mari saya bawakan! : Tidak usah. 1. Jenis maksim ini untuk berjanji dan menawarkan (impositif. 2. Boleh saya bawakan? Saya akan setia. Saya akan datang (ada efek yang lain untuk memerintah) 3. Tuturan impositif (direktif): menyuruh. tanya. Gadis itu cantik sekali. Misalnya: Gedung itu indah sekali. Tuturan asertif: menyatakan sesuatu (objektif). Kadang-kadang sulit dibedakan antara tuturan asertif dengan ekspresif. tuturan ekspresif. Misalnya: Bali terletak di sebelah timur Pulau Jawa. meminimalkan kerugian orang lain. tuturan asertif. Swear. 1. memohon. menawarkan. Misalnya: Apakah Anda bisa menolong saya. Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS memiliki 8 jurusan. komisif). Misalnya: Saya akan datang. Tuturan komisif: berjanji. perlu mengingat kembali dari adanya kategori sintaktik yang terdiri dari berita. Selanjutnya agar memenuhi prinsip (maksim) kesopanan. Dalam kategori pragmatik didasarkan pada fungsi komunikatifnya. Maksim kebijaksanaan/kedermawanan. Ditujukan pada orang lain (other centred maxim). tuturan impositif (direktif). berikut ini inti 6 prinsip kesopanan menurut Leech. . dan perintah. = memaksimalkan keuntungan orang lain. Dalam kaitannya dengan kategori pragmatik ini ada tuturan komisif. 4. memerintah.

Ditujukan untuk menyatakan pendapat dan ekspresif. Misalnya: A B A B : Kau sangat pandai. = memaksimalkan kerugian diri sendiri. Maksim penerimaan (approbation maxim). = memaksimalkan kesetujuan pada orang lain dan meminimalkan ketidaksetujuan pada orang lain. Misalnya: Omahmu jane apik. Maksim kerendahhatian (modesty maxim). Misalnya: Bolehkah saya bantu? Mari saya bantu. meminimalkan keuntungan diri sendiri. Pekarangane jembar.2. Pusatnya orang lain (other centred maxim) Maksim ini ditujukan untuk kategori asertif dan ekspresif. begini saja kok bagus. Ditujukan pada diri sendiri. Pusatnya pada orang lain (other centred maxim). Maksim kesetujuan atau kecocokan (agreement maxim). : Mobilnya bagus! : Ah. meminimalkan rasa tidak hormat pada orang lain. = memaksimalkan rasa hormat pada orang lain. nanging emane akeh sukete. biasa-biasa saja. = meminimalkan rasa hormat pada diri sendiri dan memaksimalkan rasa tidak hormat pada diri sendiri. Maksim penerimaan ini ditujukan untuk menawarkan dan berjanji. bukan pada orang lain (self centred maxim). . 4. Apakah Anda bersedia membawakan? Bawakan ini! (tidak sopan) Mari saya antarkan! Tolong saya dihantarkan! 3. 5. Maksim kemurahhatian (generosity maxim). ning emane cedhak pabrik. : Ah tidak. Pusatnya pada diri sendiri (self centred maxim).

Misalnya: A B A B : Omah kuwi apik. : Iya, apik banget. : Omah kuwi apik banget. : Wah elek banget ngono kok.

(Ketidaksetujuan total / tidak sopan) A B : Wah, ayu banget ya dheweke? : Iya, ning rada «. (kera).

(Ketidaksetujuan parsial / sopan) 6. Maksim kesimpatian (symphaty maxim). Pusatnya orang lain (other centred maxim). Ditujukan untuk menyatakan asertif dan ekspresif. = memaksimalkan simpati pada orang lain dan meminimalkan antipati pada orang lain. Misalnya: A B A B : Saya lolos di UMPTN, Jon. : Selamat, ya. : Baru-baru ini dia telah meninggal. : Oh, saya turut berduka cita.

Pragmatik
Mengapa Pragmatik Perlu Dipelajari dalam Program Studi Linguistik?

1. Pendahuluan Dalam jangka yang cukup lama, seperti diungkap oleh Yule (1996: 6), studi bahasa sangat dikuasai oleh kecenderungan untuk menjelaskan bahasa berdasarkan sistem formalnya, yaitu dengan menurunkan sistem yang terdapat dalam matematika dan logika, dan mengabaikan unsur pengguna bahasa. Sebagai tataran terbaru dalam linguistik, Pragmatik merupakan satu satunya tataran yang turut memperhitungkan manusia sebagai pengguna bahasa. Meskipun memiliki fokus kajian yang serupa dengan semantik, yaitu makna, seperti akan saya jelaskan kemudian, makna yang dikaji dalam pragmatik berbeda dengan makna yang dikaji dalam semantik. Makalah ini bertujuan menjelaskan pentingnya bidang pragmatik untuk dipelajari dalam program studi linguistik. Untuk tujuan tersebut, saya mengawali makalah ini dengan pembahasan mengenai pengertian pragmatik, perkembangannya, menjelaskan secara singkat topik-topik bahasannya, dan, dengan melihat perbedaan kajiannya dengan bidang lain dalam

linguistik, menunjukkan pentingnya pragmatik. 2. Definisi Pragmatik Para pakar pragmatik mendefinisikan istilah ini secara berbeda-beda. Yule (1996: 3), misalnya, menyebutkan empat definisi pragmatik, yaitu (1) bidang yang mengkaji makna pembicara; (2) bidang yang mengkaji makna menurut konteksnya; (3) bidang yang, melebihi kajian tentang makna yang diujarkan, mengkaji makna yang dikomunikasikan atau terkomunikasikan oleh pembicara; dan (4) bidang yang mengkaji bentuk ekspresi menurut jarak sosial yang membatasi partisipan yang terlibat dalam percakapan tertentu. Thomas (1995: 2) menyebut dua kecenderungan dalam pragmatik terbagi menjadi dua bagian, pertama, dengan menggunakan sudut pandang sosial, menghubungkan pragmatik dengan makna pembicara (speaker meaning); dan kedua, dengan menggunakan sudut pandang kognitif, menghubungkan pragmatik dengan interpretasi ujaran (utterance interpretation). Selanjutnya Thomas (1995: 22), dengan mengandaikan bahwa pemaknaan merupakan proses dinamis yang melibatkan negosiasi antara pembicara dan pendengar serta antara konteks ujaran (fisik, sosial, dan linguistik) dan makna potensial yang mungkin dari sebuah ujaran ujaran, mendefinisikan pragmatik sebagai bidang yang mengkaji makna dalam interaksi (meaning in interaction). Leech (1983: 6 (dalam Gunarwan 2004: 2)) melihat pragmatik sebagai bidang kajian dalam linguistik yang mempunyai kaitan dengan semantik. Keterkaitan ini ia sebut semantisisme, yaitu melihat pragmatik sebagai bagian dari semantik; pragmatisisme, yaitu melihat semantik sebagai bagian dari pragmatik; dan komplementarisme, atau melihat semantik dan pragmatik sebagai dua bidang yang saling melengkapi. 3. Perkembangan Pragmatik Mey (1998), seperti dikutip oleh Gunarwan (2004: 5), mengungkapkan bahwa pragmatik tumbuh dan berkembang dari empat kecenderungan atau tradisi, yaitu: (1) kecenderungan antisintaksisme; (2) kecenderungan sosial-kritis; (3) tradisi filsafat; dan (4) tradisi etnometodologi. Kecenderungan yang pertama, yang dimotori oleh George Lakoff dan Haji John Robert Ross, menolak pandangan sintaksisme Chomsky, yaitu bahwa dalam kajian bahasa yang sentral adalah sintaksis, dan bahwa fonologi, morfologi, dan semantik bersifat periferal. Menurut Lakoff dan Ross, keapikan sintaksis (well-formedness) bukanlah segalanya, sebab, seperti sering kita jumpai, komunikasi tetap dapat berjalan dengan penggunaan bentuk yang tidak apik secara sintaksis (ill-formed), bahkan semantik (Gunarwan 2004: 6). Kecenderungan kedua, yang tumbuh di Eropa, tepatnya di Britania, Jerman, dan Skandinavia (Mey 1998: 717 (dalam Gunarwan 2004: 6)), muncul dari keperluan terhadap ilmu bahasa yang secara sosial relevan, bukan yang sibuk dengan deskripsi bahasa semata-mata secara mandiri. Tradisi yang ketiga, yang dipelopori oleh Bertrand Russell, Ludwig Wittgenstein, dan terutama John L. Austin dan John R. Searle, adalah tradisi filsafat. Para pakar tersebut mengkaji bahasa, termasuk penggunaannya, dalam kaitannya dengan logika. Leech (1983: 2), seperti dikutip Gunarwan (2004: 7), mengemukakan bahwa pengaruh para filsuf bahasa, misalnya Austin, Searle, dan Grice, dalam pragmatik lebih besar daripada pengaruh Lakoff dan Ross. Tradisi yang keempat adalah tradisi tradisi etnometodologi, yaitu cabang sosiologi yang mengkaji cara para anggota masyarakat tutur (speech community) mangorganisasi dan memahami kegiatan mereka. Dalam etnometodologi, bahasa dikaji bukan berdasarkan aspek kegramatikalannya, melainkan berdasarkan cara para peserta interaksi saling memahami apa yang mereka ujarkan. Dengan kata lain, kajian bahasa dalam etnometodologi lebih ditekankan pada komunikasi, bukan tata bahasa (Gunarwan 2004: 6). 4. Beberapa Topik Pembahasan dalam Pragmatik 4.1 Teori Tindak-Tutur Melalui bukunya, How to Do Things with Words, Austin dapat dianggap sebagai pemicu minat yang paling utama dalam kajian pragmatik. Sebab, seperti diungkap oleh Marmaridou (2000: 1

(dalam Gunarwan 2004: 8)), sejak itu bidang kajian ini telah berkembang jauh, sehingga kita dapat melihat sejumlah kecenderungan dalam pragmatik, yaitu pragmatik filosofis (Austin, Searle, dan Grice), pragmatik neo-Gricean (Cole), pragmatik kognitif (Sperber dan Wilson), dan pragmatik interaktif (Thomas). Austin, seperti dikutip oleh Thomas (1995: 29-30), bermaksud menyanggah pendapat filosof positivisme logis, seperti Russel dan Moore, yang berpendapat bahwa bahasa yang digunakan sehari-hari penuh kontradiksi dan ketaksaan, dan bahwa pernyataan hanya benar jika bersifat analitis atau jika dapat diverifikasi secara empiris. Contoh. (1) Ada enam kata dalam kalimat ini (2) Presiden RI adalah Soesilo Bambang Yoedoyono Dari contoh di atas, dapat dipahami bahwa para filosof yang dikritik Austin ini mengevaluasi pernyataan berdasarkan benar atau salah (truth condition), yaitu, sesuai contoh di atas, kalimat (1) benar secara analitis dan kalimat (2) benar karena sesuai dengan kenyataan. Persyaratan kebenaran ini kemudian diadopsi oleh linguistik sebagai truth conditional semantics (Thomas 1995: 30). Austin (dalam Thomas 1995: 31) berpendapat bahwa salah satu cara untuk membuat pembedaan yang baik bukanlah menurut kadar benar atau salahnya, melainkan melalui bagaimana bahasa dipakai sehari-hari. Melalui hipotesis performatifnya, yang menjadi landasan teori tindak-tutur (speech-act), Austin berpendapat bahwa dengan berbahasa kita tidak hanya mengatakan sesuatu (to make statements), melainkan juga melakukan sesuatu (perform actions). Ujaran yang bertujuan mendeskripsikan sesuatu disebut konstatif dan ujaran yang bertujuan melakukan sesuatu disebut performatif. Yang pertama tunduk pada persyaratan kebenaran (truth condition) dan yang kedua tunduk pada persyaratan kesahihan (felicity condition) (Gunarwan 2004: 8). Contoh. (3) Dengan ini, saya nikahkan kalian (performatif) (4) Rumah Joni terbakar (konstatif) Selanjutnya Austin, seperti juga ditekankan lebih lanjut oleh Searle (dalam Gunarwan 2004: 9), memasukkan ujaran konstatif, karena memiliki struktur dalam yang mengandungi makna performatif, sebagai bagian dari performatif (Austin 1962: 52 dan Thomas 1995: 49). Dalam contoh (4), struktur dalam ujaran tersebut dapat saja berbunyi Saya katakan bahwa rumah Joni terbakar. Tindakan yang dihasilkan dengan ujaran ini mengandung tiga tindakan lain yang berhubungan, yaitu lokusi (locutionary act), ilokusi (illocutionary act), dan perlokusi (perlocutionary act) (Yule 1996: 48). Tindak lokusioner berkaitan dengan produksi ujaran yang bermakna, tindak ilokusioner terutama berkaitan dengan intensi atau maksud pembicara, dan tindak perlokusioner berkaitan dengan efek pemahaman pendengar terhadap maksud pembicara yang terwujud dalam tindakan (Thomas 1995: 49). Tindak-tutur, seperti dikembangkan lebih jauh oleh Searle (dalam Gunarwan 2004: 9), dapat berupa tindak-tutur langsung (direct speech-act) dan tindak-tutur tidak langsung (indirect speech-act). Dalam direct speeh-act terdapat hubungan langsung antara struktur kalimat dengan fungsinya, sedangkan dalam indirect speech-act hubungannya tidak langsung atau menggunakan (bentuk) tindak-tutur lain (Gunarwan 2004: 9; dan Yule 1996: 5455). Selain itu, Searle juga menyebut lima jenis fungsi tindak-tutur, yaitu asertif (assertive), direktif (directive), komisif (comissive), ekspresif (expressive), dan deklarasi (declaration) (Littlejohn 2002: 80; dan Yule 1996: 53 -54). Asertif atau representatif merupakan tindak-tutur yang menyatakan tentang sesuatu yang dipercayai pembicaranya benar; direktif merupakan tindak tutur yang menghendaki pendengarnya melakukan sesuatu; komisif merupakan tindak-tutur yang digunakan pembicaranya untuk menyatakan sesuatu yang akan dilakukannya; ekspresif merupakan tindak-tutur yang menyatakan perasaan pembicaranya; dan deklarasi merupakan tindak-tutur yang mengubah status sesuatu.

Hal ini. sedangkan contoh (6) merupakan implikatur konversasional yang bermakna µtidak¶ dan merupakan jawaban atas pertanyaan maukah Anda menghadiri selamatan sunatan anak saya? Berbeda dengan Grice.3 Implikatur (Implicature) Grice. mengungkapkan secara beraturan (Gunarwan 2004: 11 dan Thomas 1995: 63-64). Menurut mereka. misalnya contoh (6) di atas. didasarkan atas beberapa alasan. memberi sumbangan informasi yang relevan. seperti diungkap oleh Gunarwan (2004: 14). seperti diungkap oleh Gunarwan (2004: 12-14). menyebut dua macam implikatur. 4. seperti dikutip oleh Renkema (2004: 22). dalam komunikasi kadang kita tidak mematuhi prinsip tersebut. misalnya contoh (5) di atas. Implikatur konversasional merupakan implikatur yang dihasilkan karena tuntutan konteks tertentu (Thomas 1995: 58). penerima pesan (addressee) hanya memilih sesuatu yang dianggapnya relevan dengan apa yang hendak disampaikan oleh pengirim pesan (addresser) dalam konteks komunikasi tertentu. menyebutkan bahwa bahasa dalam penggunaannya (language in use) selalu dapat diidentifikasi melalui hal yang disebutnya indeterminacy atau underspecification. dengan menggunakan prinsip kerja sama Grice. yaitu prinsip kerja sama (cooperative principle) (Yule 1996: 36-37 dan Thomas 1995: 61). seperti diungkap oleh Thomas (1995: 57). (7) Pastikan semua pintu terkunci jika meninggalkan ruangan ini. yaitu: pertama. Contoh. pada kenyataannya. menyatakan hanya yang menurut kita benar atau cukup bukti kebenarannya. Sperber dan Wilson (1995). (3) bidal relasi (relation maxim). dapat dicontohkan dengan penggunaan kata bahkan. Selanjutnya. misalnya untuk ke kamar mandi. . dan (4) bidal cara (manner maxim). (2) bidal kualitas (quality maxim). Sperber dan Wilson (1995). Berkaitan dengan prinsip kerja sama Grice di atas. menghindari ketaksaan. menurut Gazdar. seperti dikutip oleh Renkema (2004: 22). Kerja sama yang terjalin dalam komunikasi ini terwujud dalam empat bidal (maxim).4. mengungkapkan secara singkat.4 Teori Relevansi Teori relevansi yang dikembangkan oleh Sperber dan Wilson merupakan kritik terhadap empat maksim yang terdapat dalam prinsip kerja sama Grice. Setiap pembaca dapat memahami bahwa pesan ini hanya berlaku jika ia akan meninggalkan ruangan tersebut untuk terakhir kalinya. (5) Bahkan Bapak Menteri Agama menghadiri sunatan anak saya (6) Saya kebetulan ke Inggris untuk studi selama dua tahun dan berangkat besok Contoh (5) di atas merupakan implikatur konvensional yang berarti Bapak Menteri Agama biasanya tidak menghadiri acara sunatan. yaitu (1) bidal kuantitas (quantity maxim). menetapkan tiga macam hubungan antara cue dan implicature.2 Prinsip Kerja Sama (Cooperative Principle) Grice mengemukakan bahwa percakapan yang terjadi di dalam anggota masyarakat dilandasi oleh sebuah prinsip dasar. ujaran merupakan sebentuk tindakan dari komunikasi ostensif. Yang pertama ada karena konteks ujaran. ujaran yang mengandung implikatur jenis ini. misalnya untuk memberikan informasi secara tersirat (implicature) dan menjaga muka lawan bicara (politeness). bidal yang terpenting dalam teori Grice adalah bidal relevansi. untuk menjelaskan cara sebuah pesan dipahami penerimanya. yaitu implikatur konvensional dan implikatur konversasional. bukan untuk setiap kali meninggalkan ruangan. Implikatur konvensional merupakan implikatur yang dihasilkan dari penalaran logika. 4. dan percakapan dapat terus berjalan meski hanya melalui bidal ini. Contoh. Melalui hal tersebut. pesan ini berada dalam spesifikasi tertentu yang disepakati oleh addresser dan addressee dalam konteks komunikasi. memberi informasi sesuai yang diminta. Dengan kata lain. sedangkan yang kedua tidak. Dalam teori relevansi dipelajari bagaimana sebuah muatan pesan dapat dipahami oleh penerimanya. menghindari ketidakjelasan pengungkapan. implikatur dapat dibedakan menjadi implikatur khusus dan implikatur umum.

padahal A harus memastikan dengan jelas setiap pemesanan pembelian tiket. (9) a. setiap partisipan memiliki dua kebutuhan dalam setiap proses sosial: yaitu kebutuhan untuk diapresiasi dan kebutuhan untuk bebas (tidak terganggu). misalnya permintaan "May I borrow your car?" mempunyai bobot yang berbeda dengan permintaan "May I borrow your pen?". "face merupakan gambaran citra diri dalam atribut sosial yang telah disepakati". karena semakin tinggi contextual effect maka semakin rendah ia membutuhkan processing effort. komunikasi tidak hanya memasukkan apa yang ada dalam pikiran pengirim pesan ke dalam pikiran penerima pesan. Mas? Dalam contoh di atas terlihat jelas. Begitu juga A. How does it works? You just turn up for the shuttle service? A: That might be cheaper. Intensitas FTA diekspresikan dengan bobot atau weight (W) yang mencakup tiga parameter sosial. dan ketiga. Contoh yang ditulis Renkema (2004: 23) di bawah ini memberikan gambaran yang cukup jelas. Brown dan Levinson (1978) membangun teori tentang hubungan intensitas FTA dengan kesantunan yang terrealisasi dalam bahasa (Renkema 2004: 25). tahapan yang harus dil wati untuk memahami e implikatur dalam percakapan. boleh tanya? b. Then that's fifty. . kekuasaan atau power (P) yang dimiliki lawan bicara (Renkema 2004: 26). yaitu tidak perlu mengunci pintu jika keluar dalam batasan waktu dan situasi yang diperkirakan cukup aman. Berdasarkan konsep face yang dikemukakan oleh Goffman ini. Kebutuhan yang pertama disebut positive face. kedua. Pak. sedangkan that might be cheaper merupakan ujaran yang relevansinya lebih baik. Menurut Goffman (1956). when do you want to go? B: At the weekend. pengirim pesan dapat memperkirakan reaksi penerima pesan terhadap pesan yang disampaikannya. A: What weekend? B: Next weekend. dan citra diri di depan umum (public self-image). B mengira A mengerti bahwa at the weekend berarti next weekend. Maaf. misalnya bobot kedua permintaan di atas tidak terlalu besar jika kedua ungkapan tersebut ditujukan kepada saudara sendiri.5 Kesantunan (Politeness) Konsep strategi kesantunan yang dikembangkan oleh Brown dan Levinson diadaptasi dari konsep face yang diperkenalkan oleh seorang sosiolog bernama Erving Goffman (1956) (Renkema 2004: 24-25). Dalam percakapan tersebut. you have booked seat which costs 60 euros. jarak sosial atau social distance (D) antara pembicara dengan lawan bicaranya. it costs 50 euros.misalnya tindakan untuk membuat sesuatu menjadi jelas dan dapat dimengerti oleh penerima pesan. berkenaan dengan bobot mutlak (absolute weight) tindakan tertentu dalam kebudayaan tertentu. Menurut Goffman (1967: 5). (8) A: Well. ia mengandaikan B dapat mengerti bahwa that migh be cheaper dapat berarti If you purchase a ticket now. tingkat gangguan atau rate of imposition (R). pemahaman penerima pesan terhadap apa yang hendak disampaikan oleh pengirim pesan terjadi melalui beberapa tahapan. yang dikutip oleh Jaszczolt (2002: 318). kedua. Misalnya pada contoh (7) di atas. Dalam hal ini. 4. dan ketiga. namun mencakup perluasan wilayah kognitif (cognitive environment) kedua belah pihak. misalnya mahasiswa kepada dosen atau yang muda kepada yang tua. seperti dikutip oleh Renkema (2004: 25). Contoh. face dapat diartikan kehormatan. ujaran (9a) mungkin diucapkan pembicara yang secara sosial lebih rendah dari lawan bicaranya. there is a shuttle service sixty euros one-way. sedangkan yang kedua disebut negative face. Numpang tanya. merupakan ujaran yang relevansinya rendah dan membutuhkan processing effort yang lebih besar. explicature atau degree of relevance. sedangkan ujaran (9b) mungkin diucapkan kepada orang yang secara sosial jaraknya lebih dekat (9a). dalam pengertian degree of relevance. ujaran at the weekend. Dengan kata lain. harga diri (self-esteem). If you buy ticket when you turn up. yaitu: pertama. Dalam percakapan di atas.

Politeness (kesantunan) dalam hal ini dapat dipahami sebagai upaya pencegahan dan atau perbaikan dari kerusakan yang ditimbulkan oleh FTA; semakin besar intensitas FTA mengancam stabilitas komunikasi, maka politeness strategy semakin dibutuhkan. Politeness, face work technique, yang bertujuan untuk mendapatkan positive face disebut solidarity politeness, dapat dilakukan, misalnya dengan pujian; sedangkan politeness yang dilakukan untuk tujuan sebaliknya disebut respect politeness, dapat dilakukan, misalnya dengan melakukan tindakan yang tidak kooperatif dalam komunikasi (Renkema 2004: 25). Berkaitan dengan politeness strategy ini, Brown dan Levinson (1978), seperti diungkapkan oleh Renkema (2004: 26), dalam penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat banyak cara untuk menghindari FTA yang dapat direduksi menjadi lima macam cara. Kelima strategi tersebut diurut berdasarkan tingkat resiko "kehilangan muka"; semakin tinggi resiko kehilangan muka, maka semakin kecil kemungkinan pembicara melakukan FTA. Dalam hal ini, Renkema (2004: 27) memberi contoh strategi tersebut. (5) a. Hey, lend me a hundred dollars. (baldly) b. Hey, friend, could you lend me a hundred bucks? (positive polite) c. I'm sorry I have to ask, but could you lend me a hundred dollars? (negative polite) e. Oh no, I'm out of cash! I forgot to go to the bank today. (off record) Teori kesantunan lain dibahas oleh Leech (1983). Pakar ini membahas teori kesantunan dalam kerangka retorika interpersonal (Eelen 2001: 6). Dalam hal ini, Leech (dalam Eelen 2001: 8) menyebutkan enam bidal kesantunan, yaitu bidal kebijaksanaan (tact maxim), bidal kedermawanan (generosity maxim), bidal pujian (approbation maxim), bidal kerendahhatian (modesty maxim), bidal kesetujuan (aggreement maxim), bidal simpati (sympathy maxim); dan, seperti diungkap oleh Gunarwan (2004: 19), ditambah bidal pertimbangan (consideration maxim). 5. Pragmatik dalam Linguistik Seperti telah saya uraikan sedikit dalam sub 3 di atas, salah satu kecenderungan yang melatarbelakangi berkembangnya pragmatik adalah antisintaksisme Lakoff dan Ross. Dalam sintaksis, seperti dikemukakan oleh Yule (1996: 4), dipelajari bagaimana hubungan antarbentuk linguistis, bagaimana bentuk-bentuk tersebut dirangkai dalam kalimat, dan bagaimana rangkaian tersebut dapat dinyatakan well-formed secara gramatikal. Secara umum, sintaksis tidak mempersoalkan baik makna yang ditunjuknya maupun pengguna bahasanya, sehingga bentuk seperti kucing menyapu halaman, meskipun tidak dapat diverifikasi secara empiris, tetap dapat dinyatakan apik secara sintaksis. Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan bahasa tidak semata-mata didasarkan atas prinsip well-formed dalam sintaksis, melainkan atas dasar kepentingan agar komunikasi tetap dapat berjalan. Lebih tepatnya, dengan mengikuti kecenderungan dalam etnometodologi, bahasa digunakan oleh masyarakat tutur sebagai cara para peserta interaksi saling memahami apa yang mereka ujarkan. Atas dasar ini, pertama, dapat dipahami, dan memang sering kita temukan, bahwa komunikasi tetap dapat berjalan meskipun menggunakan bahasa yang tidak apik secara sintaksis; dan kedua, demi kebutuhan para anggota masyarakat tutur untuk mangorganisasi dan memahami kegiatan mereka, selain tata bahasa, makna juga merupakan hal yang tidak dapat diabaikan dalam analisis bahasa. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa perbedaan utam a antara sintaksis dan pragmatik, sekaligus menyatakan pentingnya studi pragmatik dalam linguistik, terletak pada makna ujaran dan pada pengguna bahasa. Pembahasan tentang makna membawa kita pada pentingnya semantik, yaitu tataran linguistik yang mengkaji hubungan antara bentuk-bentuk linguistik (linguistic forms) dan entitas yang terdapat di luar bahasa, dalam analisis bahasa. Berdasarkan truth conditional semantics, untuk dapat dinyatakan benar, sebuah pernyataan harus dapat diverifikasi secara empiris at u harus a bersifat analitis. Dengan demikian, bentuk kucing menyapu halaman adalah bentuk yang tidak berterima secara semantis, karena tidak dapat diverifikasi secara empiris dan bukan termasuk

pernyataan logika. Namun demikian, pembahasan makna dalam semantik belum memadai, karena masih mengabaikan unsur pengguna bahasa, sehingga bentuk seperti seandainya saya dapat berdiri tentu saya tidak akan dapat berdiri dan saya akan datang besok pagi, meskipun bentuk seperti ini dapat saja kita jumpai, tidak dapat dinyatakan benar karena yang pertama menyalahi logika dan yang kedua tidak dapat diverifikasi langsung. Dengan kata lain, untuk menjelaskan fenomena pemakaian bahasa sehari-hari, di samping sintaksis dan semantik, dibutuhkan juga pragmatik yang dalam hal ini saya pahami sebagai bidang yang mengkaji hubungan antara struktur yang digunakan penutur, makna apa yang dituturkan, dan maksud dari tuturan. Kegunaan pragmatik, yang tidak terdapat dalam sintaksis dan semantik, dalam hal ini dapat ditunjukkan dengan, misalnya, bagaimana strategi kesantunan mempengaruhi penggunaan bahasa, bagaimana memahami implikatur percakapan, dan bagaimana kondisi felisitas yang memungkinkan bagi sebuah tindak-tutur. Selanjutnya, untuk melihat pentingnya pragmatik dalam linguistik, saya akan mengemukakan pendapat Leech (1980). Menurut Leech (dalam Eelen 2001: 6) perbedaan antara semantik dan pragmatik pada, pertama, semantik mengkaji makna (sense) kalimat yang bersifat abstrak dan logis, sedangkan pragmatik mengkaji hubungan antara makna ujaran dan daya (force) pragmatiknya; dan kedua, semantik terikat pada kaidah (rule-governed), sedangkan pragmatik terikat pada prinsip (principle-governed). Tentang perbedaan yang pertama, meskipun makna dan daya adalah dua hal yang berbeda, keduanya tidak dapat benar-benar dipisahkan, sebab daya mencakup juga makna. Dengan kata lain, semantik mengkaji makna ujaran yang dituturkan, sedangkan pragmatik mengkaji makna ujaran yang terkomunikasikan atau dikomunikasikan. Selanjutnya, kaidah berbeda dengan prinsip berdasarkan sifatnya. Kaidah bersifat deskriptif, absolut atau bersifat mutlak, dan memiliki batasan yang jelas dengan kaidah lainnya, sedangkan prinsip bersifat normatif atau dapat diaplikasikan secara relatif, dapat bertentangan dengan prinsip lain, dan memiliki batasan yang bersinggungan dengan prinsip lain. Lebih jauh lagi, dalam pengajaran bahasa, seperti diungkapkan Gunarwan (2004: 22), terdapat keterkaitan, yaitu bahwa pengetahuan pragmatik, dalam arti praktis, patut diketahui oleh pengajar untuk membekali pemelajar dengan pengetahuan tentang penggunaan bahasa menurut situasi tertentu. Dalam pengajaran bahasa Indonesia, misalnya, pengetahuan ini penting untuk membimbing pemelajar agar dapat menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan situasinya , karena selain benar, bahasa yang digunakan harus baik. Dalam pengajaran bahasa asing, pengetahuan tentang prinsip-prinsip pragmatik dalam bahasa yang dimaksud penting demi kemampuan komunikasi yang baik dalam bahasa tersebut. Secara umum, dapat disimpulkan bahwa kaitan antara pragmatik dan pengajaran bahasa adalah dalam hal kompetensi komunikatif yang mencakup tiga macam kompetensi lain selain kompetensi gramatikal (grammatical competence), yaitu kompetensi sosiolinguistik (sociolinguistic competence) yang berkaitan dengan pengetahuan sosial budaya bahasa tertentu, kompetensi wacana (discourse competence) yang berkaitan dengan kemampuan untuk menuangkan gagasan secara baik, dan kompetensi strategik (strategic competence) yang berkaitan dengan kemampuan pengungkapan gagasan melalui beragam gaya yang berlaku khusus dalam setiap bahasa. 6. Penutup Seperti telah disebutkan di muka, tujuan tulisan ini adalah menunjukkan bahwa pragmatik penting dipelajari dalam program studi linguistik. Berdasarkan penjelasan di atas, saya melihat pentingnya pragmatik dalam linguistik setidaknya dalam dua hal, pertama, pragmatik merupakan satu-satunya tataran dalam linguistik yang mengkaji bahasa dengan memperhitungkan juga penggunanya; kedua, berkaitan dengan ketidakmampuan sintaksis dan semantik dalam menjelaskan fenomena penggunaan bahasa sehari hari, saya melihat kedudukan semantik dan pragmatik sebagai dua hal yang saling melengkapi. Selain itu, berkaitan dengan pengajaran bahasa, pragmatik berperan dalam pengembangan kompetensi komunikatif.

Daftar Acuan Austin, John L. 1962. How to Do Things with Word (edisi kedua). Oxford: Oxfod University Press. Brown, Penelope., dan Stephen C. Levinson. 1978. Politeness: Some Universal in Language Usage. Cambridge: Cambridge University Press. Eelen, Gino. 2001. A Critique of Politeness Theories. Manchester, UK: St. Jerome Publishing Gunarwan, Asim. 2004. Dari Pragmatik ke Pengajaran Bahasa (Makalah Seminar Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah). IKIP Singaraja. Jaszczolt, K.M. 2002. Semantics and Pragmatics: Meaning in Language and Discourse. Edinburgh: Pearson Education. Renkema, Jan. 2004. Introduction to Discourse Studies. Amsterdam: John Benjamins Publishing Company. Thomas. Jenny. 1995. Meaning in Interaction: an Introduction to Pragmatics. London/New York: Longman. Yule, George. 1996. Pragmatics. Oxford. Oxford University Press. Posted by Hendri Rahmana at 15.55 0 comments

Universitas Padjadjaran Wemmy al-Fadhli H1A01018 JURUSAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS SASTRA Universitas padjadjaran 2007 ABSTRAK Penelitian ini bertujan untuk mengetahui tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen Kuda Terbang Maria Pinto karya Linda Christanty.EMA KEMANUSIAAN DALAM KUMPULAN CERPEN KUDA TERBANG MARIA PINTO KARYA LINDA CHRISTANTY SKRIPSI diajukan untuk memenuhi persyaratan akademik Program S-1 Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra . Adapun metode yang digunakan dalam penelitian .

Used objective approach with structur analiysis²hooked theme aspect as an object²this research will become distangled variously senses and values on this literary work. ABSTRACT The objective of this research is to observe humanity theme in Kuda Terbang Maria Pinto written by Linda Christanty. . Humanism look as a grand narration of this short story collection. Tema kemanusiaan merupakan narasi utama yang terlihat menjadi benang merah pemaknaan atas kumpulan cerpen ini. «dari cahaya? Dari ketiaknya tercium harum bunga yang membuat kuntum-kuntum mawar di halaman menunduk dan kelopaknya memerah karena malu. Dengan menggunakan pendekatan objektif melalui analisis struktur karya diharapkan dapat dibongkar nilai-nilai yang terkandung dalam objek analisis terkait dengan aspek tematiknya sebagai tujuan utama penelitian.cerpen: as sulak.ini adalah struktural dengan penekanan pada aspek tematik. The method that used in this research is structuralism with focused on theme aspect.´ BIDADARI yang Mengembara.

wemmy selalu mewanti kita: ³Hati-hati dengan Permukaan. sama artinya dengan belajar dari orang lain. meskipun ia sedang diam.Essli(li)n. ³Segala usaha untuk tiba pada penafsiran yang jelas dan tertentu melalui analisis kritis.´ (Porphyry.´ ³Orang-orang yang bijaksana memuliakan tuhan. akan sebodoh mencari garis-garis jelas yang tersembunyi di balik kesamaran lukisan Rembrandtj dengan mengikis habis tinta-tintanya. Putu Sedana. meskipun ia sedang berdoa dan memberikan pengorbanan.´ [Aporisma kumaha urang] .´ (Drs. 233-301 M) ³Karena mengajari orang lain. Sastrawan Bali) dalam mentertawakan diri sendiri. Tetapi orang-orang bodoh mengotori Tuhan.

. thanks & goodbai. di atas dinding berbingkai kaca.Jabar. Semoga d is ana bisa menjadi berharga. «lembar tak berguna itu akan kukirimkan kepada engkau ibubapakku.

cerpen: as sulak.´ BIDADARI yang Mengembara. .Kaca-kaca airmata« «dari cahaya? Dari ketiaknya tercium harum bunga yang membuat kuntum-kuntum mawar di halaman menunduk dan kelopaknya memerah karena malu.

Putu Sedana. Sastrawan Bali) dalam mentertawakan diri sendiri. thanks & goodbai.´ [Aporisma kumaha urang] Jabar. Fakultas Sastra. .´ (Drs. Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul ³Tema Kamanusiaan dalam Kumpulan Cerpen Kuda Terbang Maria Pinto Karya Linda Christanty´. Skripsi ini disusun sebagai salah satu persyaratan ujian sarjana pada Jurusan Sastra Indonesia. KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim. wemmy selalu mewanti kita: ³Hati-hati dengan Permukaan. sama artinya dengan belajar dari orang lain.³Karena mengajari orang lain.

Bapak Dr. masukan. masukan. selaku dosen wali penulis atas segala bantuan. dukungan. Untuk itu. 9. 7. kritik dan saran akan sangat penulis harapkan. Yudi Permadi. dukungan. Dra. masukan.Ibu Hj.Bapak R.Bapak Abdul Hamid. Semoga skripsi ini dapat berguna bagi pihak-pihak yang memerlukan. 3. Penulis menyadari sepenuhnya skripsi ini masih jauh dari sempurna. M. yang telah banyak membantu kelancaran administrasi dan finansial penulis selama masa perkuli han. selaku dekan Fakultas Sastra Universitas Padjajaran. selaku ketua Jurusan Sastra Indonesia. a 8.Seluruh staf pengajar Jurusan Sastra Indonesia pada khususnya dan Fakultas Sastra pada umumnya atas segala ilmu pengetahuan yang telah diberikan pada penulis semasa masa perkuliahan.. 4. dan waktu yang telah diberikan pada penulis. 2. Hum. Drs. Terima kasih banyak. Selama penyusunan skripsi ini.Bapak Nana Suryana.. selaku pembimbing pendamping atas segala bantuan. dan waktu yang telah diberikan pada penulis.Universitas Padjajaran. dukungan. saran.Bapak Andi dan Lili. Jatinangor. beserta segenap karyawan SBA dan SBK Fakultas Sastra lainnya. Fakultas Sastra.Seluruh kawan-kawan sekelas yang bagaimanapun memberikan pengalaman hidup kepada penulis. Oleh karenanya. penulis hendak mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada: 1. 6. saran. Universitas Padjajaran. pada kesempatan ini. Dadang Suganda.. Drs. April 2007 Penulis LEMBAR PENGESAHAN . saran. penulis banyak memperoleh bantuan dan dorongan baik moral dan material dari berbagai pihak. 5. selaku pembimbing utama atas segala bantuan.Seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Yetti Setianingsih. dan waktu yang telah diberikan pada penulis.

Drs.Pd. 131573157 Disahkan Diketahui Dekan Fakultas Sastra Ketua Jurusan Universitas Padjadjaran.Judul : Tema Kemanusiaan dalam Kumpulan Cerpen Kuda Terbang Maria Pinto Karya Linda Christanty Penyusun : Wemmy al-Fadhli NPM : H1A 01018 Jatinangor. NIP. Dadang Suganda R. 132102803 LEMBAR PENGESAHAN Judul : Tema Kemanusiaan dalam Kumpulan Cerpen Kuda Terbang Maria Pinto Karya Linda Christanty Penyusun : Wemmy al-Fadhli NPM : H1A 01018 . Dr. NIP. Sastra Indonesia. Nana Suryana. Drs. Abdul Hamid. 131954729 NIP. April 2007 Pembimbing I. M. Yudi Permadi. Pembimbing II. 131472538 NIP.

Pd. Dr. Sastra Indonesia. M. Nana Suryana. April 2007 Pembimbing I. Pembimbing II. 131573157 NIP. Abdul Hamid. 131954729 Disahkan Diketahui Dekan Fakultas Sastra Ketua Jurusan Universitas Padjadjaran.1 Latar Belakang Masalah 1 . Drs. 132102803 DAFTAR ISI Lembar Pengesahan Lembar Persembahan Abstrak i Abstract ii Kata Pengantar iii Daftar Isi v BAB I PENDAHULUAN 1 1. Drs. Dadang Suganda R. NIP. 131472538 NIP. NIP. Yudi Permadi.Jatinangor.

3.3.3.2.3Sudut Pandang 87 3.5 Sistematika Penulisan 14 BAB II LANDASAN TEORI 15 2.3Cerpen ³Pesta Terakhir´ 63 3.1Corak Estetis Kumpulan Cerpen KTMP 50 3.2Ringkasan Cerita 62 3.4.4 Kemanusiaan 43 BAB III TEMA KEMANUSIAAN DALAM KUMPULAN CERPEN KUDA TERBANG MARIA PINTO KARYA LINDA CHRISTANTY 50 3.4Cerpen ³Balada Hari Hujan´ 64 3.1.2Diksi Puitis 56 3.3.6Cerpen ³Makam Keempat´ 65 3.2.2Tokoh 35 2.4Sudut Pandang 41 2.5Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ 64 3.1Gaya Realis dan Surealis 51 3.3 Struktur Cerpen 24 2.2.1.3Latar 38 2.2.2Derita Seorang Ibu dan Makna Keutuhan Sebuah Keluarga .2.3 Tujuan Penelitian 13 1.3.2Latar 83 3.2 Pembatasan Masalah 11 1.4 Metode Penelitian 13 1.3Struktur Umum 66 3.4.2 Cerpen 19 2.2Cerpen ³Makan Malam´ 63 3.1 Telaah Struktural 15 2.2.1Tema 26 2.1.1Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ 62 3.1Tokoh 66 3.3.3.1Kehampaan Jiwa dan Kesetiaan terhadap Tugas dalam Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ 89 3.4Tema 89 3.

semangat.1Latar Belakang Masalah Sastra didefenisikan Sumardjo (1997: 3) sebagai ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman.6Mencintai Buah Hati yang Diam-Diam Telah ³Pergi´ dalam Cerpen ³Makam Keempat´ 113 BAB IV SIMPULAN 119 Daftar Pustaka 122 Riwayat Hidup Ucapan Terima Kasih BAB I PENDAHULUAN 1. ide.4Seorang Waria yang Dilukai Hatinya dalam Cerpen ³Balada Hari Hujan´ 104 3.4.3Antara Rahasia Pengkhianatan dan Usaha Untuk Menjaga Persahabatan dalam Cerpen ³Pesta Terakhir´ 98 3.4.4.4. Pengertian pengalaman tidak harus .dalam Cerpen ³Makan Malam´ 94 3. pemikiran. perasaan. Segala Kenangan. dan yang Tersisa Darinya dalam Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ 107 3.5Kampung Halaman. keyakinan dalam suatu bentuk gambaran konkret yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa.

Kebaruan tersebut meliputi penyegaran cara pandang bagi masyarakat dalam melihat kehidupan ini. Jiwa yang selalu gelisah. Dengan daya imajinasi yang tinggi dan daya pengamatan yang teliti dan tajam. Segala perbedaan antara sastrawan dengan masyarakat pada umumnya itu menyebabkan terciptanya produk kreatif bernama karya sastra. dengan demikian. Kedudukan pertama adalah sebagai ³pemekat´ (intensifikator). serta perbedaan cara melihat persoalan kehidupan tersebut dengan pandangan masyarakat di sekitarnya merupakan sebuah karakteristik umum yang menghinggapi seorang pengarang karya sastra. Lingkungan itu baik berupa lingkungan jasmani ataupun berupa lingkungan rohani. Kreativitas yang dihasilkan dalam sebuah karya sastra inilah yang membuat dikenali akan adanya kebaruan dalam karya sastra. . dan keyakinannya.selalu merujuk pada pengungkapan pengalaman pribadi seorang individu saja. Sebagaimana diketahui. benturan antarnilai akibat kompleksitas cara memandang atas berbagai persoalan kehidupan. sebagai bagian dari kesenian seperti halnya filsafat dan ilmu pengetahuan. Sastra. sastrawan memiliki karakteristik yang unik dalam memandang persoalan-persoalan hidup dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya. dan dikristalkan hingga pembaca dapat mengambil hikmah dan kekayaan pengalaman itu dengan mudah dan dalam waktu singkat. Saini K. dijernihkan. dapat diciptakan pengalamanpengalaman kemanusiaan yang bisa jadi juga bersumber dari masyarakat umum (Hanafi. jelas mempunyai hubungan dengan kehidupan. ide. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana kedudukan sastra itu dalam hubungannya dengan kehidupan. Sastra sebagai seni. Dalam karya-karya sastra yang memekatkan. Hal-hal tersebutlah yang diolah sastrawan dengan menggunakan kemahirannya dalam berkreasi atas potensi estetis bahasa. perasaan. pikiran. Kesegaran itu diperoleh karena keunikan cara pandang yang dimiliki oleh sastrawan dalam menghayati kehidupan ini dibandingkan dengan masyarakat kebanyakan. diambil sarinya. semangat. Kedudukan kedua adalah sastra sebagai penentangan terhadap kehidupan. 1984:9) Dari defenisi tersebut bisa dipahami bahwasanya karya sastra diciptakan oleh sastrawan berdasarkan pengalaman. Kemahiran dalam mengaplikasikan ungkapan pribadi inilah yang membedakan sastrawan dengan masyarakat pada umumnya. Dalam perihal seperti ini gambaran yang dilukiskan sastra bertentangan dengan kehidupan yang dihadapi pembaca.M. (1990: 14-16 & 49-50) mengemukakan adanya tiga kedudukan sastra terhadap kehidupan. pengalaman kehidupan disaring. adalah salah satu dari lembaga manusiawi yang menjadi sarana bagi manusia untuk berupaya mengendalikan lingkungannya.

Kedudukan sastra yang ketiga adalah mengolah dan mendistorsi gambaran kehidupan sehingga menjadi sesuatu yang menggelikan. mendalam. akan nampak bahwa sastra menyadarkan manusia atau lebih menyadarkan manusia. Dalam hubungannya dengan dunia pemikiran. para pengarang yang baik berkesimpulan bahwa hidup memang pahit. manusia yang diinjak dan sebagainya. merupakan kemampuan untuk mengambil jarak dan memandang sesuatu dengan lebih objektif. terutama yang menyangkut keadilan. Sementara yang baik itu belum tentu menang dan yang jelek belum tentu mendapat hukuman yang setimpal. Melalui perenungan itulah diharapkan pembaca akan dapat mengambil hikmah dalam bentuk kemampuan mengendalikan kehidupan mereka secara lebih baik. Wellek & Warren (1990: 134-135) mengemukakan bahwa sejarah sastra sejajar dan mencerminkan sejarah p emikiran. Oleh karena itu. Hampir semua karya sastra yang baik mengimplikasikan.Penentangan ini dimaksudkan agar pembaca bisa melihat kehidupan dari perspektif lain sehingga bertambah jelaslah gambaran tentangnya. Kemampuan memperolokolokkan ini membantu pembaca untuk merenungkan kehidupan dengan lebih luas. yang selalu melihat dirinya sebagai tampan tanpa mengantongi penyakit´. Filsafat atau dunia pemikiran tentulah sangat berhubungan erat dengan kehidupan manusia. bahwa manusia adalah keterbatasan. Kemanusiaan adalah bentuk pembendaan dari kata sifat manusiawi. Dalam usahanya memecahkan manusia sebagai misteri. Manusiawi berarti bersifat manusia (kemanusiaan) dan kemanusiaan adalah sifat-sifat manusia atau secara manusia dan sebagai manusia (KBBI. sastra sering dilihat sebagai suatu bentuk filsafat atau sebagai suatu pemikiran yang terbungkus dalam bentuk khusus. ³Untuk dapat melihat diri kita sendiri dengan benar kita tidak selayaknya menjadi narkisus. Oleh karena itu. manusia dengan segala tragedi dan kepedihannya. Supadjar (2003: 43) menyatakan bahwa umumnya tema kefilsafatan dalam karya sastra yang menonjol itu adalah mengenai soal-soal kemanusiaan. Hal ini sesuai dengan perkataan Budi Darma dalam penutup Olenka. caranya adalah justru dengan menunjukkan bahwa hidup adalah pahit. baik aspek kejiwaannya atau moral sosial. bahwa hidup adalah pahit dan bahwa keadilan belum tentu dapat menjalankan tugasnya. tema-tema kemanusiaan dalam karya sastra tidak pelak lagi dengan berbagai cara membicarakan manusia dan karakteristiknya. Kalau dilihat dari segi ini saja. Sastra justru menunjukkan kenyataan . serta manusia dan kehidupannya. termasuk diri sendiri. manusia yang putus-asa. Dalam karya mereka kita melihat berkecamuknya manusia yang tidak jujur. Kebahagiaan yang dicetuskan di sana-sini dalam karya-karya yang baik akhirnya dikalahkan oleh dominasi kepahitan hidup. 2003: 714). Kalau sastra dianggap sebagai jalan untuk memanusiawikan manusia dan memang demikian. dan mendasar. Kemampuan untuk menertawakan sesuatu.

Padahal pada masa itu sedang mewabah tren penulisan berani tentang seks oleh kalangan penulis perempuan.vision. Karya-karya tersebut dipublikasikan pertama kali dalam rentang tahun 2000 hingga tahun 2004 saat kumpulan cerpen ini diterbitkan. Adanya media publikasi dengan siklus penerbitan instan seperti koran.net. dan internet² yang semakin menonjol kehadirannya dewasa ini²membuat bentuk sastra seperti cerpen tertunjang eksistensinya.php?id=3975). kumpulan cerpen karangan perempuan lulusan UI kelahiran Bangka (1970) yang kini tengah menulis novel tentang perburuhan di Indonesia ini dipandang cukup mengejutkan mata khalayak sastra Indonesia ketika berhasil meraih penghargaan Khatulistiwa Literary Award (KLA) 2004. cerpen merupakan salah satu bentuk kesusastraan yang cukup menonjol dewasa ini. Remy Silado. ringkas. Nama-nama besar seperti Goenawan Mohammad. majalah. Dengan kesingkatannya cerpen mampu menjelaskan atau memaparkan bentuk-bentuk gejala sosial yang kompleks. Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) karya Djenar Mahesa . 2000: 10). berhasil menyingkirkan Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) karya Djenar Mahesa Ayu.pikiranrakyat.com/cetak/2006/102005/8/khazanah/index. karya ini. berdua dengan Negri Senja karya Seno Gumira Ajidarma. Keberhasilan KTMP ini juga seperti memberi warna baru dalam peta sastra perempuan Indonesia. Dalam ajang tersebut. yang tertinggal dalam renungan seseorang yang telah mengalami katarsis adalah juga kepahitan hidup. (Darma.html). 1984: 70) Soal-soal kemanusiaan dan kehidupan tersebut salah satunya bisa ditampilkan dalam bentuk cerpen. Cerpen sebagai salah satu sarana pengungkapan nilai-nilai kehidupan dalam beberapa hal tidak kalah dengan karya sastra lainnya (Suharjana. Selain itu. Kumpulan cerpen Kuda Terbang Maria Pinto (KTMP) karya Linda Christanty (LC) merupakan salah satu karya sastra yang lahir dari situasi tersebut. Sebuah cerpen selain dipublikasikan lewat media di atas sebagian juga diterbitkan secara konvensional lewat bentuk buku kumpulan cerpen. dan Hamsad Rangkuti juga pernah meraih penghargaan yang baru dimulai pada tahun 2000 ini. KLA ini sendiri adalah sebuah penghargaan yang cukup diakui di Indonesia (http://www. Semua cerpen yang dimasukkan ke dalam kumpulan cerpen tersebut adalah karya yang sudah pernah dipublikasikan di berbagai media massa nasional dan daerah meski dalam buku kumpulan cerpen itu sendiri tidak diterangkan karena persoalan dalam teknis proses penerbitan (http://www. Walaupun LC merupakan seorang pendatang baru dalam kancah sastra Indonesia. dan bergegas tersebut.dan bukannya menipu atau mengatakan apa yang seharusnya terjadi tapi tidak terjadi.id/detail. Hal ini disebabkan format cerpen sendiri yang memang sesuai dengan perputaran yang cepat. Karena itu.

html). . seperti kemukaan para juri.html). Sambodja menyatakan bahwa penilaian dewan juri KLA 2004 ini sungguh membesarkan hati para pengajar sastra di sekolah-sekolah karena ternyata karya sastra yang berhak mendapat penghargaan itu bukanlah karya sastra yang sekadar merangsang kelamin pembacanya. menilai bahwa kumpulan cerpen ini menjadi bayangan bagi perkembangan cerpen di masa depan. LC dipandang memiliki kekuatan dalam hal yang amat mendasar yaitu makna.edu/apakabar/basisdata/1996/04/21/0006.id/berita/0410/13/ hib01. adalah karena kumpulan cerpen ini dilihat mampu menjadikan bahasa sebagai ´kendaraan´ yang membimbing pembacanya memasuki relung-relung batin paling tersembunyi dan tak terduga (http://www. melainkan juga yang merangsang pemikiran dan nurani pembacanya. tulis Susmana. subjektivitas seorang aktivis feminisme bisa berpengaruh terhadap hasil pemaknaan. seperti kemukaan Saidi (http://www.html). Hal berbeda dikemukakan Susmana (http://www. premis tentang ideologi patriarkat yang dianggap menekan kaum perempuan seperti didengungkan kaum feminis perlu ditelusuri kembali.sinarharapan. Oleh karena itu.co. Namun. Peristiwa yang dilukiskan LC dengan ringkas tetap mampu menyiratkan banyak dimensi. Hal ini. Kemenangan kumpulan cerpen ini dalam ajang KLA 2004. KTMP bisa mengalahkan popularitasnya di ajang KLA 2004.pikiran-rakyat.hamline. Dalam soal perjuangan kaum perempuan. Akan tetapi. cerpen-cerpen LC masih terasa menggantung. termasuk dalam hal nilai-nilai feminisme. Hasil riset Associated Press (AP) 2003 mendudukkan Indonesia di peringkat kedua setelah Rusia dalam hal pornografi (http://www. kehadiran KTMP karangan seorang penulis perempuan ini sungguh mengharukan.html). Dia menganggap karya LC ini tidak sejalan dengan daya juang dan keberanian penulis perempuan dewasa ini yang berbicara tentang seks secara blak-blakan. dalam kumpulan cerpennya ini. Dalam menafsirkan karya sastra (dengan wacananya yang ambigu). LC mampu menjaga koherensi antara teknik dan tema dengan memanfaatkan konvensikonvensi dalam teknik retorika dan piranti sastra serta menata dan meraciknya secara kreatif sesuai dengan tema.com/cetak/2006/012006/14/khazanah/index. merupakan hal yang tergolong luar biasa karena mampu mengalahkan buku pelajaran dalam hal cetak ulang.Ayu sendiri belum genap setahun terbit telah mengalami cetak ulang keempat. Wajar kiranya Sapardi Djoko Damono.kompas. pada sampul belakang kumpulan cerpen ini.sinarharapan. Padahal dengan cara lain (atau sudut pandang berbeda) sebuah karya bisa saja ditafsirkan sebaliknya.co.html). Selain itu.com/kompascetak/0406/27/Buku.id/hiburan/budaya/2005/ 0402/bud2. seperti dikemukakan Sambodja (http://www.

Di malam hari. beranjak dari kursi. memuji LC karena dalam sebagian besar cerpennya.co. Oleh karena itu. Sastrawan senior Sutardji. Ajaran-ajaran dari kakeknya yang seorang aktivis kaum buruh sewaktu LC kecil. Aku tak mau makan daging hiu. Dalam bahasanya Witoelar. aku memutuskan bicara pada istriku tentang Paula. LC mengatakan bahwa soal-soal kemanusiaan sangatlah menjadi perhatiannya (http://www. Aku tak mau lagi menunggu putri kami setiap malam. Aku ingin kami menjalani hidup tenang tanpa . Dalam KTMP karya LC ini juga terlihat bagaimana dunia kepedihan dan ekspresi kemanusiaan itu digarap dalam membicarakan kemanusiaan. Putri kita ada dalam hiu ini.balipost. tersendat-sendat. tapi aku cuma menyentuh sayur bening sawi.kompas.id/ BaliPostcetak/2004/6/14/rubrik. Kumpulan cerpen ini terlihat begitu dalam menggarap persoalan kemanusiaan dan jauh memasuki relung-relung kehidupan. dan aktivitasnya sendiri sebagai penentang pemerintahan Soeharto setelah dia dewasa. tanya Elia. mampu menaklukkan kemuskilan ini. Air mata menggenangi sepasang mataku. ³kelamin prosa dan kelamin puisi menyatu bersejiwa melahirkan pukauan mengasyikkan. daerah yang sempat dilanda tragedi kemanusiaan besar berupa bencana tsunami. Witoelar dalam wawancara tersebut menyebut LC sebagai ³begitu tenggelam dalam dunia kepedihan dan ekspresi kemanusiaan´. Elia menghidangkan hiu panggang di meja makan. membentuk kepeduliannya pada soal-soal kemanusiaan tersebut. mengatasi namun meninggikan ikhwal pesan pada tukikan kedalaman yang mencerahkan´. Dalam wawancara dengan Wimar Witoelar. Hal ini menunjukkan keterlibatan langsung dan secara mendalam LC pada soal-soal kemanusiaan.com/kompas-cetak/0405/ 22/pustaka/ 1037030. Ada apa. Siapa tahu putri kami dimakan hiu. ia bertanya lebih lembut. Ia langsung tersedak. bisikku. Elia memanggang ikan hiu. Menampilkan tema-tema kemanusiaan tanpa menyerahkan sastra ke bawah telapak kaki penindasan pesan bukanlah upaya gampang. menangis di tepi bak cucian. LC. Berikut sebuah kutipan dari salah satu cerpen LC dalam kumpulan cerpen ini: Siang itu aku menyambut jam makan dengan perasaan aneh. Ada apa. Aku ingin Paula tenang. ³Linda begitu tenggelam dalam dunia kepedihan dan ekspresi kemanusiaan´. dalam catatannya di sampul belakang buku kumpulan cerpen ini.Litbang Kompas dalam sebuah resensinya menyatakan bahwa semua cerpen dalam kumpulan cerpen ini sungguh menarik karena semuanya mengangkat tema kemanusiaan (http://www. Paula dibuang ke laut dan mungkin dimakan hiu.html). lalu menuang isinya ke tong sampah.html). meraih piring ikan di meja. Tak berapa lama ia kembali. Tangisku makin keras. Sekarang ini bahkan LC sedang bekerja sebagai redaktur pada kantor berita Pantau di Banda Aceh. Kata orang-orang. tegas Sutardji.

Semuanya bertema kemanusiaan. Bayangannya tentang kemungkinan bahwa hiu di piring makannyalah yang telah memakan putrinya juga memperlihatkan bentuk kepedihan ini. Dengan kata lain cerpen ini cukup kuat menggarap dialektika antara makna dan peristiwa sebagaimana teori Ricoeur²hasil interpretasi Ignas Kleden untuk penerapan pada cerpen²tentang sense dan reference (Kleden. Hubungan antara pengalaman kemanusiaan dengan sejenis trauma politis ataupun sekedar berupa penghadiran latar peristiwa politik dapat ditemukan pada cerpen ³Makan Malam´. Lebih spesifik lagi. namun juga bersifat kompleks sehingga memiliki berbagai kemungkinan penafsiran dan sekaligus menyebabkan pembaca menjadi terbata-bata untuk berkomunikasi dengannya (Nurgiyantoro.dia. Meski peristiwa dalam cerpen ini utamanya terkait dengan aktivitas politik tokoh Paula. anak kita bersama ibu. 2004: 128). (hlm.133) Kutipan di atas diambil dari cerpen ³Makam Keempat´ yang bercerita tentang rasa kehilangan orang tua (tokoh Aku dan Elia. Untuk itulah kumpulan cerpen KTMP karya LC ini dianalisis. ³Pesta Terakhir´. . Variasi bahasan atas narasi besar kemanusiaan ini dihadirkan beragam. makna cerpen ini justru lebih tergarap lewat eksplorasiasi perasaan tokoh Aku sebagai sosok ayah yang tidak tahu di mana ³rimba´ anak gadis semata wayangnya. ³Danau´. Rasa kehilangan tersebut terutama dialami tokoh Aku (ayah) yang menjadi pusat pengisahan. Karya sastra merupakan suatu bentuk komunikasi yang disampaikan dengan cara yang khas. dan ³Qirzar´. Biarlah. Ini terdapat pada cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´. Pada cerpen ini diceritakan bagaimana tokoh Aku ini mengalami sebuah halusinasi sebagai manifestasi atas harapannya akan kehadiran putri tunggalnya yang telah sangat tipis kemungkinan untuk akan kembali lagi ke rumah.2Pembatasan Masalah Kumpulan cerpen KTMP karya LC ini memuat dua belas cerpen. ³Rumput Liar´. ³Joao´. kataku. baik peristiwa maupun makna yang bisa didapat dari cerpen ini terlihat berimbang menghadirkan dan mengangkat tema kemanusiaan. Selain itu. Akibatnya karya sastra menjadi lain dan tidak lazim. semata wayang pula. 2000: 34 ± 35). dan ³Makam Keempat´. 1. istrinya) terhadap anaknya (tokoh Paula). ³Perang´. Istriku mengangguk pelan. peristiwa politis ini dihadirkan atau sangat dikaitkan dengan bentuk kejadian perang. Kemudian juga. kesegaran dan kebaruan juga didapat karena tokoh yang dieksploitasi perasaannya adalah sosok lelaki bukan seorang ibu dan kepekatan serta ironi atau kontras atas kenyataan umum didapat karena yang menghilang karena aktivitas politik melawan pemerintah tersebut adalah seorang anak perempuan.

2. Dalam cerpen yang baik akan terkandung tema yang baik dan bermanfaat untuk pembaca.³Balada Hari Hujan´. apalagi menyangkut aspek sensitif.³Lelaki Beraroma Kebun´. Penulis membatasi analisis keenam cerpen tersebut pada unsur tema yang dianggap mewakili kedua belas cerpen yang ada dalam kumpulan cerpen ini. 2000: 11). wacana simpati dan empati kemanusiaan pada akhirnya menjadi sangat mengemuka pada cerpen yang berbicara tentang hubungan antarmanusia ini. Tema kemanusiaan yang menjadi pokok analisis ini kehadirannya begitu menonjol dalam keenam cerpen ini. sebagaimana juga cerpen-cerpen lainnya. . Ikatan batin pada keluarga dan tanah kelahiran merupakan segi yang mengemuka dalam cerita yang sanggup menghadirkan romantisme dalam bentuk tak biasa-biasa saja ini.³Makan Malam´. Kemenonjolan unsur tema ini terbukti dengan lakuan yang ditampilkan tokoh pada setiap cerpen. Dalam analisis ini penulis membatasi pada enam cerpen dari dua belas cerpen yang ada dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC ini. cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ tegak sendiri menghadirkan tema kemanusiaan yang kurang politis. dan 6. 3. Keenam cerpen yang menjadi bahan analisis tersebut yaitu: 1. unsur tema dalam cerita sangat penting di samping unsur lainnya. Cerpen pertama mengemukakan sosok lesbian dan pelaku seks inses.³Makam Keempat´. Terakhir. cerpen kedua menampilkan seorang waria.Mengetahui kesatuan tematik cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC. serta sama sekali jauh dari isu seksual. Dengan demikian. Tema karya sastra selalu berkaitan dengan salah satu masalah kehidupan dan masalah tersebut dihadapi dan dialami manusia (Suharjana. Lebih tepatnya dua cerpen ini mengedepankan keberlainan seksualnya. Pemilihan judul-judul cerpen yang dipilih ini didasari kesamaan tema-tema kemanusiaannya yang begitu dominan. Penyimpangan terhadap normalitas di masyarakat kebanyakan.3Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.³Pesta Terakhir´. tanpa perang dan konflik. 5. bisa berakibat fatal bagi timbulnya tragedi kemanusiaan dalam jiwa tokoh-tokoh yang bukan orang kebanyakan. 4. Tentu saja. 1.Cerpen ³Lubang Hitam´ dan ³Balada Hari Hujan´ mengupas dan membahas sisi kemanusiaan manusia dari sisi perilaku seksualnya.³Kuda Terbang Maria Pinto´. Hal ini bukan berarti unsur-unsur yang lain tidak ada. tetapi sebagai pendukung munculnya tema.

struktur cerpen. dan kemanusiaan. dan semendetail mungkin keterjalinan semua anasir dan semua aspek yang terdapat dalam karya tersebut. tujuan penelitian.2. unsur-unsur karya sastra berusaha dipahami dan dinilai sepenuhnya atas dasar permasalahan tempat dan fungsi unsur-unsur tersebut dalam keseluruhan karya sastra (Pradopo. cerpen. Bab I berisi pendahuluan yang terdiri atas latar belakang masalah.Membaca karya sastra (kumpulan cerpen) secara linear sampai mendapat kejelasan tentang semua isi karya tersebut. seteliti. yang menjadi pelopor masuknya pendekatan objektif ke Indonesia pada 1960-an. Metode struktural adalah metode yang mengkaji karya sastra sebagai struktur yang dibangun oleh unsur-unsur seperti tema. Bab II berupa landasan teori tentang strukturalisme. 4. 1. 1. dan latar. Dengan menggunakan teori struktural.Mengidentifikasi unsur-unsur seperti tokoh. Satu konsep dasar yang menjadi ciri khas teori struktural adalah adanya anggapan bahwa di dalam dirinya sendiri karya sastra merupakan suatu struktur yang otonom yang dapat dipahami sebagai suatu kesatuan yang bulat dengan unsur-unsur pembangunnya yang saling berjalinan (Pradopo dkk. Dalam kaitan ini Teeuw (1984: 35) menyatakan bahwa analisis struktural bertujuan untuk membongkar dan memaparkan secermat. 2004: 73). 3. 1995: 41). dan sudut pandang. Jadi. Teknik analisis dibagi menjadi empat tahap yaitu: 1. tokoh.4Metode Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode struktural. 2003b: 54).Melihat hubungan antarunsur tadi sehingga menghasilkan kebulatan tema yang global sebagai nyawa yang menjadi akhir analisis.5Sistematika Penulisan Penelitian ini disusun atas empat bab. 2. . pembatasan masalah. metode penelitian. latar.Memilih cerpen-cerpen yang dinilai mampu mewakili keseluruhan cerpen dalam karya tersebut. dalam Suwondo. diharapkan dapat dihasilkan hasil-hasil yang baru sekaligus maksimal dalam memahami karya sastra (Ratna. dan sistematika penulisan.Mendeskripsikan makna-makna dan nilai-nilai yang didapat dari enam cerpen yang dianalisis terkait benang merah tema yang diusung kumpulan cerpen ini dan variasi nuansa atas tema tersebut pada setiap cerpennya. Metode struktural yang digunakan dalam penelitian ini diharapkan mampu mengungkapkan permasalahan kemanusiaan yang dieksplorasi dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC. alur.

dan (4) pendekatan objektif (Pradotokusumo. Keempat model tersebut juga dipandang telah mengandung pendekatan kritis utama terhadap karya sastra. Pendekatan objektif merupakan pendekatan yang terpenting sekaligus memiliki kaitan yang paling erat dengan teori sastra modern. Pendekatan mimetik lebih berorientasi pada aspek referensial yang terkait dengan kenyataan atau dunia nyata. Bab IV berisi simpulan. mendekati . 2003: 167). BAB II LANDASAN TEORI 2. dengan konsep dan tata kerja masing-masing. Pendekatan objektif adalah model yang memberikan perhatian penuh pada karya sastra sebagai struktur yang otonom dengan koherensi intrinsik.1 Telaah Struktural M. Keempat model tersebut adalah: (1) pendekatan ekspresif. Kritik sastra objektif. kata Sayuti (Suwondo. ringkasan cerita. Pendekatan ekspresif adalah model yang menonjolkan pengkajiannya terhadap peran pengarang sebagai pencipta karya sastra. Keempat model ini. dipandang telah mencakup keseluruhan situasi dan orientasi karya sastra. khususnya teori-teori yang menggunakan konsep dasar struktur (Ratna. analisis struktur umum. 2002: 45).Bab III merupakan pembahasan yang meliputi corak estetis. Abrams menyajikan empat model pendekatan dalam studi sastra. dan pembahasan tema kemanusiaan setiap cerpen.H. Pendekatan pragmatik adalah model yang lebih menitikberatkan sorotannya terhadap peranan pembaca sebagai penyambut dan penghayat sastra. (3) pendekatan mimetik. (2) pendekatan pragmatik. 2004: 72).

2004: 73). Dengan demikian. gejala-gejala dalam situasi kesastraan sering menuntut perhatian tersendiri (Soeratno. dalam struktur ada stabilitas. yang hendaknya dianalisis dan ditimbang dengan kriteria intrinsik seperti kompleksitas. Menurut Jean Piaget. Soeratno mengingatkan bahwa generalisasi sebagaimana yang dianjurkan oleh suatu metode penelitian positivistik tentu saja tidak dapat dilakukan mengingat karya sastra juga memiliki sifat unik dan khusus. struktur merupakan sebuah sistem. misalnya. dengan jalan mulai dikenalnya teori strukturalisme (Ratna. hal ini tentu berbeda dengan model pendekatan objektif yang berlepas diri dari hal-hal tersebut. Kebiasaan mengait-ngaitkan sebuah karya sastra dengan kenyataan atau pengarang. dan dunia yang melingkupinya. struktur . Hawkes²dalam pandangan yang sesungguhnya didasari oleh pandangan Aristoteles ketika menulis Poetica²mengatakan bahwa strukturalisme adalah cara berpikir tentang dunia yang dikaitkan dengan persepsi dan deskripsi struktur (Teeuw. 1984: 120). meskipun pendekatan objekif di dunia Barat sama tuanya dengan umur puitika sebagai cabang ilmu pengetahuan sebagaimana bahasan Aristoteles dalam bukunya Poetica (Pradotokusumo. koherensi. 2003: 12-13). sebuah struktur dapat diidentifikasi berdasarkan unsur-unsurnya. Pada hakikatnya dunia ini lebih tersusun pada hubungan-hubungan daripada benda-bendanya sendiri. Dalam kesatuan hubungan itu. setiap unsur atau anasirnya tidak memiliki makna sendiri-sendiri kecuali dalam hubungannya dengan anasir-anasir lain sesuai dengan posisinya di dalam keseluruhan struktur. Selden (1991: 53) mengatakan bahwa pendekatan-pendekatan struktur terhadap kesusastraan menantang beberapa kepercayaan yang paling dihargai oleh pembaca awam. yang di antaranya tidak satu pun dapat mengalami perubahan tanpa menghasilkan perubahan dalam semua anasir lain (Strauss dalam Teeuw. integritas. sudah sejak dahulu menjadi kebiasaan umum. Menariknya. Dengan demikian. Pendekatan objektif baru masuk ke Indonesia pada sekitar tahun 1960-an. 2002: 45).karya sastra sebagai sesuatu yang berdiri bebas dari pengarang. yang terdiri atas sejumlah anasir. audiens. Prinsip objektif tersebut memiliki pengertian bebas dari unsur prasangka dan adanya distansi antara peneliti dengan objek yang diteliti. seperti yang dikatakan Ratna (2004: 73). Hal ini membuat seorang peneliti sastra mesti sangat berperan sebagai penyibak kekaburan (transferabilitas). pendekatan objektif merupakan pendekatan yang terpenting sebab pendekatan apapun yang dilakukan pada dasarnya bertumpu atas karya sastra itu sendiri. Pertama. dan interrelasi elemen-elemennya. Kritik ini memerikan karya sastra sebagai objek yang mencukupi dirinya sendiri atau sebagai dunia dalam dirinya sendiri. 1984: 140-141). keseimbangan. Namun. Kedua. struktur adalah tatanan.

pemikiran struktural de Saussure ini telah mengubah tekanan studi linguistik dari pendekatan diakoronik ke sinkronik. atau mungkin nanti akan muncul lagi model terbaru yang lebih canggih. Analisis struktural dalam dunia kritik sastra telah begitu mengalami perkembangan dewasa ini. Edgar Allan Poe pernah mengatakan bahwa . Nurgiyantoro. berapa ukuran panjang pendeknya itu memang tidak ada aturannya. Kemudian dijelaskan fungsi setiap unsur itu dalam menunjang makna keseluruhannya dan bagaimana hubungan antar unsur-unsur itu sehingga secara bersama membentuk makna yang padu (Suharjana.. struktur juga mengubah tindakan-tindakan bahasa ke arah yang lebih produktif. Hal ini juga mengundang minat para kritikus kritis untuk mengembangkan model-model pendekatan lain sebagai reaksi atas strukturalisme. Tanpa tarik menarik antara kedua unsur tersebut. mengkaji.M. tidak ada satu kesepakatan antara para pengarang dan para ahli. dan pengaturan diri. sudut pandang. Akan tetapi. 2005: 32). Tegangan antara transformasi dan pengaturan-diri selalu intrinsik dalam setiap struktur.2 Cerpen Cerpen adalah cerita berbentuk prosa yang relatif pendek (Sumardjo & Saini K. 1996: 55-56. Tapi. 2. 2000: 37). Terbitnya buku Cours de Linguistique Generale karya Ferdinand de Saussure dianggap sebagai permulaan pemikiran strukturalis (Krampen. terlepas dari paradigma logosentrisme yang masih membayang dan menaunginya (Fayyadl. Teeuw (1983: 61) berpendapat bahwa bagaimanapun juga analisis struktur merupakan tugas prioritas bagi seseorang peneliti sastra sebelum ia melangkah ke hal-hal lain. dan kemudian menstabilkannya kembali. Dalam linguistik. dan mendeskripsikan fungsi dan hubungan antar unsur intrinsiknya. dan lain-lain. seperti cerita rekaan. Analisis struktural juga dipandang memiliki banyak kelemahan karena melepaskan karya sastra dari banyak aspek ekstrinsiknya. pada saat yang sama. tema. bagaimana peristiwa terjadi. 2005: 31). pemikiran de Saussure ini secara langsung dianggap telah mempengaruhi langsung kaum Formalis Rusia dan Strukturalisme Praha (Nurgiyantoro. 2000: 36). Bahkan dia dianggap telah mempersiapkan jalan bagi lahirnya posstrukturalisme dalam kaitan dengan teori tentang otonomi tanda-tanda (atau makna-teks) dan kematian subjek. misalnya. Struktur berfungsi menjaga keutuhan sebuah sistem bahasa dari erosi akibat perubahan waktu. Dalam telaah karya sastra. Fayyadl. Pada awalnya diidentifikasikan dan dideskripikan. 2005: 61-62). Pun begitu. latar. tokoh dan penokohan. transformasi. semisal semiotik dan dekonstruksi.dicirikan oleh keutuhan. dapat dilakukan dengan mengidentifikasi. 1997: 30). Analisis struktural karya sastra. plot. sebuah struktur tidak akan bertahan lama (Fayyadl. 2000: 14.

2000: 10). Terakhir. sains. Kemudian. Aristoteles memformulasikannya dengan kata-kata bahwa sastra (termasuk cerpen) merupakan jalan keempat menuju kebenaran setelah filsafat. Cerpen bukanlah pencandraan (deskripsi) atau argumentasi dan analisis tentang sesuatu hal. 1997: 36). Orang menghayati pengalaman seseorang. Dalam hal ini sebuah sketsa (penggambaran tentang sesuatu kenyataan). dan agama. tetapi dapat terjadi semacam itu. Apa yang diceritakan di cerpen memang tidak pernah terjadi. yakni tentang orang-orang atau peristiwa-peristiwa suatu kelompok suku atau bangsa yang diwariskan turun temurun. tetapi cerita. Meskipun cerpen hanyalah rekaan. yakni cerita yang pendek dengan tokoh-tokoh binatang yang mengandung ajaran moral. cerpen memiliki sifat rekaan. tetapi murni ciptaan saja. berita. Orang membaca cerita rekaan bukan sekedar membaca lamunan. Namun tidak setiap cerita dapat disebut cerpen.cerpen adalah sebuah cerita yang selesai dibaca dalam sekali duduk. yakni cerita yang pendek berisi kisah lucu dan eksentrik dari tokoh-tokoh sejarah atau orang biasa baik nyata maupun hanya rekaan semata (Sumardjo & Saini K. Kebenaran kehidupan bukan hanya dapat kita dekati melalui ilmu pengetahuan atau filsafat yang lebih banyak berdasarkan penalaran semata. yang terdiri dari puluhan (atau bahkan beberapa puluh) ribu kata. sebagai ciri dasarnya. tetapi juga lewat penghayatan perasaan orang lain. Ada cerpen yang pendek (short short story). keputusan dan keputusasaanya. kira-kira berkisar antara setengah sampai dua jam²suatu hal yang kiranya mustahil diperlakukan terhadap novel (Nurgiyantoro. mengidentifikasikan diri dengan tokoh cerita rekaan sehingga dapat ikut mengalami peristiwa-peristiwa yang dihadapinya. Jenis itu adalah fabel. . ada cerpen yang panjangnya cukupan (midle short story). ia ditulis berdasarkan kenyataan kehidupan. perbuatan-perbuatannya. Cerita rakyat adalah juga cerita pendek. Orang membaca cerita rekaan karena ia menunjukkan sesuatu sisi kenyataan. cerpen bersifat naratif atau penceritaan (Sumardjo & Saini K. serta ada cerpen yang panjang (long short story). Cerpen bukan penuturan kejadian yang pernah terjadi. dan sebagainya.M. bahkan mungkin pendek sekali (berkisar 500-an kata). Walaupun sama-sama pendek. direka oleh pengarangnya. 1997: 37). novelet ini lebih pendek dari novel.M. Ada juga parabel yakni cerita pendek yang mengambil-ambil ajaran agama dari bagian-bagian kitab suci. pikiran dan perasaannya. berdasarkan kenyataan kejadian yang sebenarnya. Dalam pembedaan berdasarkan bentuk fisiknya tersebut ada juga jenis-jenis cerita pendek yang bukan cerpen. panjang cerpen itu sendiri bervariasi. biasanya secara lisan.. Ada juga anekdot. namun semua itu berdasarkan hal-hal yang benar-benar ada dan telah terjadi. Karya yang lebih panjang lagi dari cerpen disebut novelet. dan kisah perjalanan dan petualangan juga berbentuk cerita. dilema-dilemanya..

pemusatan tokoh. mulai dari tahap awal hingga akhir. tentu pula hal demikian semakin berkecenderungan lebih kuat untuk terjadi.Secara umum dapat disimpulkan bahwa cerpen adalah cerita atau narasi (bukan analisis argumentatif) yang fiktif (tidak benar-benar telah terjadi tetapi dapat terjadi di mana saja dan kapan saja) serta relatif pendek. Ketunggalan peristiwa dalam cerpen dapat dipahami dalam bentuk hadirnya satu konflik utama di dalamnya. dengan melalui berbagai titik peristiwa. namun. pengintensifan sebuah latar. Semuanya harus serba ekonomis sehingga hanya ada satu kesan saja bagi pembacanya. hanya ada satu peristiwa. putranya. hingga cerita terus mengalir ke waktu perjalanan kembali Sersan Kasim bersama Acep ke tempat semula. Hal ini tentu saja terkait juga dengan tema pokok. dan seterusnya. dalam alur terdapat sebuah peristiwa klimaks yang umumnya dibangun dari tegangan yang dihasilkan konflik dalam cerita. dan hanya ada satu efek saja bagi pembacanya. dengan segala kesingkatannya. Inilah sebabnya dalam sebuah cerpen biasanya hanya ada satu tokoh saja. Namun begitu. . Dalam cerpen. Berawal dari perjalanannya bersama prajurit-prajurit TNI lainnya dari Jawa Barat ke Yogya dengan membawa serta istri-anaknya. Namun dari sekian peristiwa itu. sang ayah tersebut. Sersan Kasim. saat kematian istrinya di Yogya ketika melahirkan Acep. Cerpen yang berlatarkan peristiwa sejarah Perjanjian Renville ini bercerita tentang sebuat tragedi kemanusiaan saat seorang ayah mesti memutuskan untuk mengakhiri nafas anak kandungnya. dijadikan pusat cerita dalam cerpen ini. sebuah cerpen harus merupakan suatu kesatuan bentuk yang betul-betul utuh dan lengkap. Penceritaan atau narasi tadi harus dilakukan secara hemat dan ekonomis. Dari peristiwa tersebut muncul sebuah tragedi yang sangat mengharukan. Dari sekian peristiwa penting dalam sebuah cerita pada akhirnya akan dihasilkan satu peristiwa terpenting yang diangkat ke muka. Cerpen karangan sastrawan sekaligus birokrat yang juga sempat terlibat dalam dunia kemiliteran ini sangat suspensif sekali menghadirkan ketunggalan konflik lewat pengklimaksan alurnya. Tragedi ini terhubung erat pada tema kemanusiaan. Sebagaimana skema tradisonal yang sudah umum dikenali tentang runtutan alur sebuah cerita. penyataan amanat utama. Tentu saja pembagian garis besar ini bisa lebih akan beragam lagi satuan peristiwanya jika diurai dengan lebih detail. Contoh ketunggalan peristiwa dalam sebuah cerpen ini dapat dilihat pada cerpen ³Sungai´ karya Nugroho Notosusanto. Beragam peristiwa yang faktualnya juga serta ada dalam cerita pada akhirnya akan merujuk pada peristiwa utama yang dihadirkan dan ditonjolkan oleh lain-lain peristiwa tersebut. kejadian saat Sersan Kasim menenggelamkan Acep di Sungai Serayulah yang pada akhirnya paling jadi menonjol sebagai peristiwa. Hal ini pula yang membuat sebuah cerpen sering diidentifikasikan secara teoritis sebagai beralur tunggal.

Cerpen yang dikumpulkan mungkin berasal dari seorang pengarang. Kumpulan cerpen yang terdiri atas beragam cerpen ini selain bisa pula seragam dan memiliki ketunggalan tema namun tak pelak pula bisa cukup sangat beragam menggarap berbagai tema. Kumpulan cerpen merupakan sarana untuk menerbitkan cerpen dalam bentuk buku. Kumpulan cerpen pada dasarnya kumpulan beberapa cerpen yang termuat dalam sebuah buku. sebuah cerpen karena kesingkatannya akan cukup sulit untuk menghindari ketunggalan peristiwa yang sudah semestinya hadir pada esensinya. 2. pada akhirnya dikumpulkan ke dalam sebuah buku sehingga menjadi sebuah kumpulan cerpen. atau sejumlah pengarang. Ketunggalan peristiwa justru dihasilkan oleh peristiwa akhir setelah selesai sekian obrolan ke sana-sini sebelumnya: bagaimana menafsirkan menghilangnya Marno ke balik pintu yang terdengar sebentar beberapa langkah dan bantal tidur Jane yang basah? Cerpen-cerpen yang berperistiwa tunggal ini. Kesamaan tersebut biasanya terletak pada tema keseluruhan cerpen yang ditampilkan (Suharjana. Pertama . Jane terbayang Tommy. hingga taman kota. sementara Marno terkenang istri dan kunang-kunang kampung halamannya. yakni apartemen Jane. Paman Tom.sesuatu yang lebih universal daripada sekedar kepentingan politis berbagai negara yang sedang saling bertengkar. selain alternatif mempublikasikan cerpen di media massa atau media on-line. dua atau tiga pengarang. Contoh-contoh di atas telah menunjukkan bukti-bukti. 2000: 9-10). Ada kecenderungan dewasa ini bahwa kumpulan cerpen adalah publikasi ulang dari cerpen-cerpen yang telah terlebih dahulu diumumkan lewat koran minggu yang memiliki ruang sastra. Kepadatan cerita dalam sebuah cerpen pada cerpen ini bukannya didapat dari terdapatnya satu buah latar tempat. Empire State Building. baik yang nyata maupun yang khayalan semata. Kumpulan cerpen biasanya memiliki kesamaan pada salah satu unsurnya. Selain itu tentunya ada saja cerpenis pemula yang punya nyali untuk menerbitkan secara independen karya perdananya sebagai sebuah perlawanan terhadap otoritas koorporasi kapital media-media publikasi mapan. selain publikasi awal lewat kehadirannya di media massa. Dalam ³Seribu Kunang-Kunang di Manhattan´ karya Umar Kayam ternyata bisa juga didapat esensi ketunggalan peristiwa sebuah cerpen ini.3 Struktur Cerpen Secara tradisional. Namun dalam keragaman maupun keseragaman itu. justru kehadiran tempat yang tunggal tersebut memberikan peluang besar bagi tokoh-tokohnya yang terkurung secara fisik untuk mengelebatkan ingatan hingga fantasi mereka ke berbagai belahan tempat lainnya. Alaska. unsur-unsur dalam cerpen bisa digolongkan menjadi dua bagian.

Dalam hal tertentu. amanat. alur. 2. dan sosial (Nurgiyantoro. harus memenuhi unsur-unsur bentuk yang sudah disebutkan tadi. bukan sebagai sesuatu yang berdiri sendiri dan terpisah satu dengan yang lain. dan merasakan pengalaman sepe yang rti dirasakan pengarang. Tema adalah sesuatu yang menjadi dasar cerita. Tema dipakai sebagai dasar mengarang . Stanton (Nurgiyantoro. Sarana pengucapan sastra. tema dapat disinonimkan dengan ide dan tujuan utama cerita.. gaya (bahasa) dan nada. sering. situasi politik. dalam sebuah novel. dan setting. takut.M. kemanusiaan. Sebuah cerpen mesti lengkap. Ketiga unsur tersebut harus dipandang sebagai satu kesatuan dalam rangkaian keseluruhan cerita.3. sarana kesastraan (literary devices). Dalam hal ini. adalah teknik yang dipergunakan oleh pengarang untuk memilih dan menyusun detil-detil cerita (peristiwa dan kejadian) menjadi pola yang bermakna.adalah unsur intrinsik. dan sebagainya. plot. dan sarana cerita. Ketiganya merupakan unsur fiksi yang secara faktual dapat dibayangkan peristiwanya. dan ironi. Kedua adalah unsur ekstrinsik. sudut pandang. maut. Ia selalu berkaitan dengan berbagai pengalaman kehidupan. simbolisme. latar. Hanya pengarang dapat memusatkan (fokus) pada salah satu unsurnya saja yang mendominasi cerpennya. penokohan. Unsur ini antara lain meliputi pandangan hidup pengarang. 1997: 37). Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. 2000:23-24). Berdasarkan tuntutan ekonomis serta efek pada pembacanya. tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra. eksistensin ya. Oleh karena itu. Artinya. ketiganya dapat pula disebut sebagai struktur faktual (factual structure) atau derajat faktual (factual level) sebuah cerita. Unsur inilah yang secara faktual akan dijumpai dalam membaca karya sastra. fakta. seperti aspek tema. Fakta (facts) dalam sebuah cerita meliputi karakter (tokoh cerita). Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra. biasanya penulis cerpen akan mementingkan salah satu unsur dalam cepennya (Sumardjo & Saini K. Tujuan penggunaannya sarana kesastraan adalah untuk memungkinkan pembaca melihat fakta sebagaimana yang dilihat pengarang. dan utuh. penekanan salah satu unsur cerpen tidak berarti meniadakan unsur-unsur lainnya. dan gaya bahasa. bulat. 2000: 25) membagi unsur sebuah cerita rekaan kepada tema. religius. Unsur intrinsik ini meliputi tema. ekonomi. menafsirkan makna fakta sebagaimana yang ditafsirkan pengarang. Macam sarana kesastraan yang dimaksud antara lain berupa sudut pandang penceritaan. kasih.1 Tema Tema adalah pokok pikiran atau dasar sebuah cerita. rindu. seperti masalah cinta.

misalnya. termasuk berbagai unsur intrinsik yang lain. Ada sesuatu yang dibungkusnya dalam bercerita. Masih banyak lagi ragam tema dan teknik penyampaiannya. Adanya tema membuat karya sastra lebih penting dari sekedar hiburan (Sudjiman.. dalam bentuk kebohongan melawan kejujuran. 1987: 50-52). dan situasi tertentu. konflik. Ada kalanya tema cerita dengan jelas dinyatakan. Gagasan. Ada jug a yang dinyatakan secara simbolik. . Banyak pula yang disampaikan secara implisit (tersirat). karena hal-hal tersebut haruslah bersifat mendukung kejelasan tema yang ingin disampaikan. Tema dalam banyak hal bersifat mengikat kehadiran atau ketidakhadiran peristiwa. 2000: 68). defenisi sebuah tema mesti lebih dipersempit lagi. merupakan tema yang disukai dan bersifat universal (Sudjiman.(KBBI. kehidupan keluarga. ide. Dengan kata lain ada sebuah konsep sentral yang dikembangkannya dalam cerita itu. semuanya didasari oleh ide pengarang tersebut. Tema itu beragam-ragam ditinjau dari segi corak maupun kedalamannya. Karena itu. Pengarang dalam menulis ceritanya bukan sekedar mau bercerita. Alasan pengarang hendak menyajikan cerita ialah hendak mengemukakan suatu gagasan. Tema yang banyak dijumpai dalam karya sastra yang bersifat didaktis adalah pertentangan antara buruk dan baik. Kejadian dan perbuatan tokoh cerita. yaitu pendapat pengarang tentang kehidupan ini. 2000: 67). Tema menurut Stanton dan Kenny adalah makna yang dikandung sebuah cerita (Nurgiyantoro. Secara lebih kongkret tema pertentangan baik dan buruk ini dinyatakan. Dalam membaca cerita rekaan sering terasa bahwa pengarang tidak sekedar ingin menyampaikan sebuah cerita demi bercerita saja. 1997: 56). Sesuatu yang hendak dikatakannya itu bisa jadi merupakan sebuah masalah kehidupan atau pandangan hidupnya tentang kehidupan ini. Hal ini berarti tema adalah ide sebuah cerita. 2003: 1164). 1987: 50).M. konflik. sehingga orang bisa menjadi memahami kehidupan ini dengan lebih baik. atau korupsi melawan hidup sederhana. artinya dinyatakan secara eksplisit. Bisa juga disebut komentarnya atas kehidupan ini. Hartoko & Rahmanto mendefenisikan tema sebagai gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya sastra dan yang terkandung di dalam teks sebagai struktur semantis dan yang menyangkut persamaan-persamaan atau perbedaanperbedaan (Nurgiyantoro. Sebuah cerpen selalu harus mengatakan sesuatu. Cinta. dan situasi tertentu. atau pilihan utama yang mendasari suatu karya sastra tersebutlah tema. Dalam sebuah cerita bisa didapatkan bermacam-macam makna. Tema disaring dari motif-motif yang terdapat dalam karya sastra yang menentukan hadirnya peristiwa-peristiwa. tapi mau mengatakan sesuatu pada pembacanya (Sumardjo & Saini K. kelaziman melawan keadilan.

Konflik. Dengan demikian. haruslah dilakukan penyimpulan atas keseluruhan cerita. dengan sendirinya ia akan tersembunyi di balik cerita yang mendukungnya. konflik. Dalam menafsirkan tema sebuah novel. Kesulitan yang mungkin dihadapi adalah dalam hal menemukan atau menentukan detail-detail yang menonjol tersebut. walau sulit ditentukan secara pasti. Hal itu disebabkan pada detail-detail yang menonjol (atau: ditonjolkan) itulah²yang dapat diidentifikasi sebagai tokoh-masalahkonflik utama²pada umumnya sesuatu yang ingin disampaikan ditempatkan. lebih luas. Kriteria ini merupakan hal yang paling penting. 2000: 68-69). Penemuan tema. pada umumnya erat berkaitan dengan tema. peristiwa-peristiwa. Stanton (Nurgiyantoro. Tema mempunyai generalisasi yang lebih umum. Eksistensi atau kehadiran tema adalah terimplisit dan merasuki keseluruhan cerita. Para tokoh utama biasanya dibebani tugas membawakan tema. Sebagai sebuah makna. untuk menemukan tema sebuah karya fiksi. pada umumnya tema tidak dilukiskan. yang merupakan salah satu unsur pokok dalam pengembangan ide cerita dan plot. misalnya. Oleh sebab itu ia pun bersifat menjiwai seluruh bagian cerita.Penafsiran tema sebuah novel hendaknya mempertimbangkan tiap detail cerita yang menonjol. Hal inilah yang menyebabkan kecilnya kemungkinan pelukisan secara langsung tersebut. Tema. apalagi jika novel yang bersangkutan relatif panjang dan sarat dengan berbagai . Hal ini juga menyebabkan tidak mudahnya menafsirkan tema (Nurgiyantoro. Tema merupakan makna keseluruhan yang mendukung cerita. Oleh karena itu. dan latar. dan lebih abstrak. penafsiran terhadap tema bisa difokuskan pada upaya mengawasi gerak gerik tokoh utama tersebut. penafsiran terhadapnya haruslah dilakukan dengan berdasarkan pada fakta-fakta yang ada yang secara keseluruhan membangun cerita. tidak hanya berdasarkan bagian-bagian tertentu saja. karena justru inilah yang ditawarkan pengarang kepada pembaca. walau belum tentu juga dilukiskan secara eksplisit. Karena tema tersembunyi di balik sebuah cerita. Hal tersebut bisa dimulai dengan cara memahami cerita. Berikut kriteria-kriteris yang dimaksud: a. 2000: 86-88) mengemukakan adanya sejumlah kriteria yang dapat diikuti. sebaiknya juga disertai dengan usaha untuk menemukan konflik sentral yang ada dalam cerita. selain dengan cara tersebut.Tema menjadi dasar pengembangan seluruh cerita. Tema sebagai makna pokok sebuah karya fiksi tidak secara sengaja disembunyikan. Usaha menemukan dan memahami konflik utama yang dihadapi tokoh utama merupakan cara khusus untuk menentukan tema sebuah cerita (Nurgiyantoro. mencari kejelasan ide-ide perwatakan. paling tidak pelukisan yang secara langsung atau khusus. 2000: 85-86). bukanlah makna yang disembunyikan.

sebagai salah satu genre sastra. kebenaran. Detail cerita yang demikian diperkirakan berada di sekitar persoalan tokoh utama yang menyebabkan terjadinya konflik yang dihadapi (-kan kepada) tokoh utama. b. tokoh-masalah-konflik utama merupakan tempat yang paling strategis untuk mengungkapkan tema utama sebuah novel.Penafsiran tema sebuah novel hendaknya tidak bertentangan dengan tiap detail cerita. Tema cerita tidak dapat ditafsirkan hanya berdasarkan perkiraan. kalimat. artinya hanya berupa penafsiran terhadap kata-kata yang ada. Kriteria-kriteria tersebut di atas secara umum dapat pula diterapkan terhadap cerita pendek. Dalam sebuah novel kadang-kadang dapat ditemui adanya data-data tertentu. Oleh karena itu. baik yang berupa bukti-bukti langsung. dan lain-lain yang tergolong unsur isi dan sebagai sesuatu yang ingin disampaikan.Penafsiran tema sebuah novel haruslah mendasarkan diri pada bukti-bukti yang secara langsung ada dan atau yang disarankan dalam cerita. dan jika ternyata di dalam cerita tidak ditemukan harapannya itu. c. atau informasi lain yang kurang dapat dipercaya. Selain sama-sama berjenis cerita rekaan yang . cobalah diulangi sekali lagi penafsiran itu barangkali terjadi kesalahpahaman. yang dapat dipandang sebagai bentuk yang berisi (dan atau mencerminkan) tema pokok cerita yang bersangkutan. gagasan. sesuatu yang dibayangkan ada dalam cerita.konflik. artinya kata-kata tersebut dapat ditemukan langsung dalam novel. muluk-muluk. Penunjukkan tema sebuah cerita haruslah dapat dibuktikan dengan data-data atau detail-detail cerita yang terdapat dalam cerita bersangkutan. seperti telah dikemukakan. Dengan kata lain. mungkin berupa kata-kata. Di antara pelbagai perbedaan yang ada antara cerpen dan novel. Tidak jarang sejumlah pembaca membayangkan tema sebagai sesuatu yang filosofis. d. cerpen dan novel sesungguhnya juga memiliki kesamaan. Novel. Jika hal yang demikian terjadi. Cerita pendek dan novel masih merupakan jenis sastra yang relatif sama. ide. Pandangan sangat sederhana bahkan hanya membedakan novel dan cerpen berdasarkan ketebalan jumlah halamannya atau kesingkatan waktu relatif pembacaannya. tentunya pengarang tidak akan menjatuhkan sendiri sikap dan keyakinannya yang diungkapkan dalam detail-detail cerita tertentu lewat detail-detail cerita tertentu lainnya. mereka seolah -olah tetap memaksakan sebagai ada ditemui. Kriteria ini mempertegas kriteria sebelumnya. atau bentuk dialog.Penafsiran tema sebuah novel hendaknya tidak mendasarkan diri pada bukti-bukti yang tidak dinyatakan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam novel yang bersangkutan. sikap dan pandangan hidup pengarang. merupakan suatu sarana pengungkapan keyakinan. maupun tidak langsung. Penentuan tema dari kerja yang demikian kurang dapat dipertanggungjawabkan karena kurangnya data empiris. alinea.

kata Danujaya. hingga kepadatan. Bahasa cerpen sebagai sebuah karya sastra pun kemudian menjadi. Dan yang mempersatukan segalanya itu adalah tema (Sumardjo & Saini K. namun kemudian ternyata itulah yang menjadi terpenting. dan hukum yang bermunculan di koran²pada kesusastraan. Pengarang-pengarang lama memang sering suka menyatakan secara eksplisit simpulan ceritanya sendiri. simpulannya. Tema tidak perlu selalu berwujud moral. atau ajaran moral. politik. yang terjadi pada cerpen justru membuat hal tersebut tak muskil untuk terjadi. tema justru tersamar dalam seluruh elemen. kejadiankejadian. Satu sifat yang terdapat dalam cerpen-cerpen yang ³patuh serta tunduk´ pada topik adalah bahwa cerita sebagai inti lebih berkuasa dan lebih sentral ketimbang kisah. Danujaya (2000: 139).M. seperti dalam halnya cerita didaktis untuk kanak-kanak. Seluruh unsur cerita jadi memperkuat satu arti saja. sesuatu yang membawa kita kembali surut menuju paradigma lama. atau bahkan hanya bahan mentah pengamatannya saja.. 1997: 56). bukan sebuah wilayah penjelajahan tersendiri. hanya meminjam-minjam statemen lazim di rubrik berita koran-koran. Namun sudah selayaknya pula untuk cerpen-cerpen yang mengklaim diri telah berjiwa modernkontemporer guna justru menghindari sifat otoritatif tema. Masalah penjajahan tema² dalam hal ini tema-tema sosial. Tema bisa saja hanya berwujud pengamatan pengarang terhadap kehidupan. Bahasa akibatnya hanya sekedar menjadi komunikator yang siap pakai. dalam hal tema cerpen pun bisa sangat sarat makna hingga juga tema sebagaimana halnya sebuah novel.umumnya bersifat prosaik. Kesingkatan. perasaannya. 1997: 56). menyebutnya dengan istilah penjajahan tema. atau kebenaran pada akhirnya akan menang mutlak atas segala jenis pola kejahatan. Sikap konservatif sebuah tema bisa menghadirkan kekakuan ekspresi bagi sebuah cerita. Goenawan Mohammad (2000: xxv) menyebut istilah cerpen topikal untuk jenis sastra koran. Pengarang bisa saja hanya mengemukakan suatu masalah kehidupan dan problem tersebut tidak perlu ia pecahkan. jalan pikirannya. ekonomi. Pemecahannya terserah pada masing-masing pembaca (Sumardjo & Saini K. satu tujuan.M. setting cerita untuk mempertegas atau menyarankan isi temanya.. seringnya bahkan. Pada awalnya sekedar sebuah ide. Dalam cerpen yang berhasil. tidak jarang mengulang-ulang . juga untuk jenis sastra koran ini. pernah menjadi suatu topik pergunjingan yang hangat di kalangan para kritikus sastra. Pengarang menyatakan ide atau temanya dalam unsur cerita. Misalnya di akhir cerita dikatakan: membohongi orang lain itu tidak baik dan orang yang berbuat jahat pasti akan mendapatkan hukuman atas perbuatannya. Pengarang mempergunakan dialog-dialog tokoh-tokohnya.

M. Penulis-penulis cerpen jenis ini banyak menciptakan karakter besar. ramai dengan keberbagaian kemungkinan. Mencari arti sebuah cerpen. beku dan miskin kreatifitas. apalagi kehendak yang serba memaksa milik nurani pengarang. Sebagai alternatif perlawanan terhadap cengkraman kaku topik terhadap cerita. 2000: xxvi). bukan berita apalagi propaganda. Dengan ³kewajaran´ tersebutlah pembaca akan bisa yakin bahwa dia sedang berhadapan dengan karya sastra. Sebuah cerpen yang besar mengandung banyak persoalan yang bersegi-segi. memang pembaca bisa hanyut dalam pelukisan karakterkarakternya. Hal itu terletak pada temanya. tokoh cerita dengan watak yang tidak akan terlupakan. Dalam cerpen situasi. pada dasarnya adalah mencari tema yang terkandung dalam cerpen tersebut. Dengan hal itu. Dalam membaca sebuah cerpen. Semakin banyak persoalan serta implikasi-implikasinya yang terkandung dalam sebuah cerpen. atau bahkan menggunakan kata yang sama berkali-kali dalam satu paragraf. maka dalam dunia penulisan prosa dikenallah apa yang disebut cerpen situasi (Mohammad. Tapi tema itu merasuk dan menyatu dalam semua unsur cerpen. Mungkin mengandung masalah moral. Akan tetapi kalau cerpen tersebut selesai dibaca. 2. cerpen tersebut akan kaya dengan penafsiran-penafsiran. 1997: 57). Sebuah cerpen kadang-kadang banyak menimbulkan penafsiran. masalah individu. Sebuah karya seni yang mengajak orang berpikir biasanya adalah karya seni yang dihargai (Sumardjo & Saini K.3. dan sebagainya. Ini tidak berarti bahwa pada cerpen lama perwatakan tidak dipentingkan. maka barulah terasa bahwa semua itu mengandung satu arti yang berupa visi pengarang terhadap dunia. Dengan cara itu pula sebuah karangan akan menjadi cerpen yang baik dan berhasil. sesuatu yang dikandung oleh sebuah cerpen. masalah sosial. karakter setiap tokoh bisa berkembang secara wajar tanpa harus terbebani bobot tema. sebuah cerita. dan sekaligus juga masalah politik.2 Tokoh Kecenderungan cerpen modern adalah penekanan pada unsur perwatakan tokohnya. konflik yang penuh suspense. Cerpen seperti itulah yang biasanya berdaya tahan menempuh waktu karena ia tidak menjemukan bagi pembaca-pembaca yang kreatif. masalah spritual. maka semakin baguslah cerpen tersebut. Unsur watak atau karakter dalam cerpen modern menjadi begitu menonjol dan dominan antara ..klise lama. Jelaslah bahwa pengarang pastilah tidak secara jelas umumnya mengungkapkan tema karangannya. Memang dalam sebuah cerpen kadang-kadang tidak hanya terdapat satu penafsiran tema saja. Usaha dalam rangka memburu makna itu sesungguhnya sangat mengasyikkan.

lain disebabkan oleh semakin berkembangnya ilmu jiwa. tindakan-tindakannya. para teoritikus sastra sering membedakan fiksi menjadi dua corak. Seorang penulis yang cekatan hanya dalam satu adegan saja sanggup memberikan pada kita seluruh latar belakang kehidupan seseorang. antara yang lebih menekankan pada jalinan alur (plotting) dan yang lebih menekankan pada pengembangan karakter (story line). Bahkan menaifkan upaya -upaya pemutlakan. Pembedaan corak ini memang tidak bersangkut paut langsung dengan kualitas sastra sebuah karya. Konflik yang mendasari plot ceritanya merupakan konflik jiwa tokoh-tokoh protagonisnya. tapi dengan mendramatisasinya.. 1997: 63-65). .. apa yang dipikirkannya. Namun dalam estetika kontemporer. reaksinya terhadap peristiwa. Kepribadian dalam kehidupan sehari-hari begitu kompleks. Tak ada sentral dan yang tunggal. Oleh karena ³keresehan´ ilmiah untuk senantiasa menghadirkan distingsi dan membuat-buat kategorisasi. yang ada adalah proses dialektis (dan eklektis) dan pencarian terus menerus sebagaimana usaha Iwan Simatupang ³mengakhiri´ novel Koong-nya (1975). atau juga pengalaman hidupnya.M. namun kebanyakannya karya sastra yang dianggap bermutu memang yang berada di jalur story line. Apa yang diucapkannya. Di Indonesia dapat disebut Budi Darma yang sebagian karya cerpennya diumumkan di majalah sastra Horison atau rubrik seni dan budaya hari minggu di Kompas. dan padat. Dalam sebuah cerita yang bersifat rekaan. Hal ini dilaksanakan lewat cara bicaranya. Kalau karakter tokoh lemah. dan sebagainya. Bukan dengan menceritakannya secara langsung kepada pembaca. maka menjadi lemahlah oleh karenanya seluruh cerita. Bergantung dari masa lalunya. Kejadian-kejadian dalam cerpen-cerpennya berpusat pada konflik watak tokoh utamanya. caranya berpakaian. Tokoh cerita semestinya digambarkan seintens mungkin. kata Danujaya (2000: 136). pendidikannya. jadi bukan hanya sekedar elemen untuk membawakan cerita. asal daerahnya. apa yang dirasakannya harus betul-betul menunjang penggambaran wataknya yang khas milik dia (Sumardjo & Saini K. Paradigma posmoisme memang merayakan keragaman dan memaafkan perbedaan. Tokoh-tokoh dalam cerpen modern mendapatkan sorotan lebih tajam dari para penulisnya. penuh arti. Terutama psikoanalisis yang menawarkan daerah baru dalam menyelami kehidupan jiwa manusia. Mutu sebuah cerpen banyak ditentukan oleh kepandaian seorang pengarang dalam menghidupkan watak tokoh-tokohnya. tidak ada salahnya pula ketika tokoh dan perwatakannya ditampilkan dengan begitu rumit dan tak selesai. apa yang diperbuatnya. Setiap tokoh semesti memiliki kepribadian sendiri-sendiri. kepribadian yang didapat tidaklah sama dengan kepribadian orang-orang yang ada dalam kehidupan sebenarnya. tetapi kepribadian dalam cerita hanya perlu menonjolkan beberapa sifat saja karena seni itu intensifikasi. yakni.

menurut jalan pikirannya. atau dengan kata lain narasi besar (topik) merupakan nilai lebih estetika kontemporer. hingga plot cerita yang sudah ditentukan dari awal bisa dihindari. Penulis sering membuat deskripsi mengenai bentuk tubuh dan wajah tokoh-tokohnya. d. Hal tersebut dikemukakan Henry James. penulis membentangkan panjang lebar watak tokoh secara langsung. (1997: 63-66) memerikan beberapa jalan yang akan menuntun menuju identifikasi sebuah karakter: a. Tapi inilah konvensi fiksi. dan sebagainya. perempuan atau lelaki. orang berbudi halus atau kasar. b. Melukiskan apa yang dipikirkan oleh seorang tokoh adalah salah satu cara penting untuk mempertentangkan perwatakannya. dan sebagainya. karena ia tak bisa lagi berpura-pura. pada karya yang lebih cenderung mendukung bagi upaya pengembangan karakter segala macam penindasan tema. upaya pembedaan di atas memang agak sulit dan lebih samar dibandingkan bentuk fiksi lain yang lebih panjang seperti novel karena paksaan efesiensi dan efektivitas pemakaian bahasa dalam pemerian maupun pencitraan menuntut pemakaian semua unsur penceritaan dengan lebih singkat dan padu. bentuk tubuhnya. terutama sekali bagaimana dia bersikap dalam situasi kritis. Novelis . Tetapi dalam cerpen modern cara ini sudah jarang dipakai. dan sebagainya.Melalui ucapan-ucapannya. Hal ini berbeda sekali dengan cara tidak langsung. dapat dikenali apakah dia orang tua. Ia memiliki peran untuk dimainkan. penggambaran yang demikian memang mustahil. Dari apa yang diucapkan oleh seorang tokoh cerita. Yaitu tentang cara berpakaian. Dengan cara ini pembaca dapat mengetahui alasan-alasan tindakannya.Melalui pikiran-pikirannya. yang pengungkapan watak lewat perbuatannya.Sebagaimana pembicaraan tentang cerpen topikal sebelumnya. untuk jenis cerpen. apa yang diucapkannya.3. Sumardjo & Saini K.M. Situasi kritis dalam hal ini tidak harus ditafsirkan kondisi bahaya. Ia akan bertindak spontan menurut karakternya. Dalam kenyataan hidup. 2. Namun. Perlawanan terhadap hegemoni pusat. Dalam fiksi lama penggambaran fisik kerap kali dilakukan untuk memperkuat watak. Dalam hal ini.3 Latar Tempat suatu peristiwa terjadi dalam pandangan Balzac sama pentingnya dengan peristiwa itu sendiri. e. topik. orang dengan pendidikan yang masih rendah atau tinggi. c. Watak seseorang memang kerap sekali tercermin dengan jelas pada sikapnya dalam situasi gawat (penting). ia perlu digambarkan sama jelasnya dengan unsur yang lain.Melalui penggambaran fisik tokoh. atas.Melalui penerangan langsung.Melalui apa yang diperbuatnya. sastrawan termasyhur dari Amerika. tindakan-tindakannya. sukunya. tapi situasi yang mengharuskan dia mengambil keputusan dengan segera.

Dalam fiksi lama tempat kejadian cerita dan tahun-tahun terjadinya disebutkan panjang lebar oleh penulisnya. hingga chatting dengan rekan-rekan luar negerinya. kegilaan mereka. Dalam cerpen yang baik. Abidah El Khalieqy misalnya. Latar pada prakteknya bisa beroperasi lebih subtil dalam kerangka estetika cerita-cerita dengan corak tertentu. 2004: 14). tidak semua harus begitu. Dalam cerpen Indonesia modern latar telah digarap para penulis menjadi unsur cerita yang penting.. Belum lagi jika menengok karya-karya yang fantastis dengan sekedar berbekal fantasi semata. Novel tersebut berhasil menghadirkan keindahan negeri Maroko dan Suriah di Timur Tengah sana dengan cukup mempesona. Sampai kadang-kadang sebelum membuat cerita yang berlatar belakang kota tertentu. ruang. browsing internet. Dia bisa juga menjadi dangkal untuk konteks cerita-cerita tertentu (Adesita. petunjuk. Pada prinsipnya. Setting dalam cerpen modern telah menjadi begitu kompleks terjalin dengan unsur-unsur cerpen lainnya. ia akan mengunjungi kota tersebut. Terlebih lagi dalam estetika kontemporer meski tidak harus. dan eksotis.M. Harus ada tempat dan ruang kejadian. artinya bukan hanya menunjukkan tempat kejadian dan kapan kejadian. Namun pengertian ini sah-sah saja diperluas dan diperdalam. 1997: 75). Berwawasan. karakter. imbuh Budi Darma. Namun tentu saja. Dalam hal ini memang latar sekedar menjadi tempat terjadinya cerita (Sumardjo & Saini K. Hanya tahu di mana suatu cerita terjadi saja tidak cukup karena sastra bukanlah alat untuk menginformasikan fakta. sampai pada baunya (Adesita. dan menggambarkan rumah-rumah tersebut sedemikian detail. dan pengacuan yang berkaitan dengan waktu.Prancis tersebut memang terkenal sangat bekerja keras untuk melukiskan lingkungan fisik bagi cerita-ceritanya. Ia terjalin erat dengan tema. kata Sapardi Djoko Damono. 1987: 44). kecurigaan mereka. serta menggemaskan. dan suasana terjadinya peristiwa dalam sebuah karya (Sudjiman. Pemenang kedua Sayembara Novel 2003 DKJ ini mengakui bahwa setting luar negeri bagi Geni Jora-nya sekedar didapat berbekal riset buku. Hasilnya cukup luar biasa. sampai pada macam debunya. sambung Maman S Mahayana²ketiganya dewan juri sayembara novel tersebut. pemikiran rakyatnya. latar merujuk pada segala keterangan. gaya hidup mereka. dan sebagainya. memilih beberapa rumah. Sebuah cerpen dan novel memang harus terjadi di suatu tempat dan dalam suatu waktu. Setting dalam fiksi bukan hanya sekedar sebagai background. setting harus . Bahkan karya bercorak realis seperti yang ditulis Karl May pun konon kabarnya berbekal riset kepustakaan semata. Secara sederhana latar bisa diartikan waktu dan tempat terjadinya cerita. dan suasana cerita. Setting bukan hanya menunjukkan tempat dan waktu tertentu tetapi juga hal-hal yang hakiki dari suatu wilayah. 2004: 14-15).

. Kalau sebuah cerpen settingnya dapat diganti dengan tempat mana saja tanpa mengubah atau mempengaruhi watak tokoh-tokoh dan tema cerpennya. karena pengarang dan pencerita tidaklah perlu kiranya dibedakan (Sudjiman. politik. Suara pribadi pengarang jelas akan masuk ke dalam karyanya. pelarian. Hal itu dapat berasal dari berbagai pihak: pencerita yang memberi sudut pandang yang mencakup atau salah seorang tokoh (Luxemburg. maka setting demikian akan kurang integral. 1997: 76). Dari sudut pandang persona pertama dan ketiga tersebut. dengan berbagai variasinya. Ada pula yang menganggap keduanya sama saja. ada juga yang menggunakannya dengan arti sudut pandang pencerita. sebuah cerita dikisahkan. Ada yang mengartikan sudut pandang pengarang. Dadaisme. artinya sudut pandangan yang diambil pengarang untuk melihat suatu kejadian cerita. Dalam setting yang demikian bisa didapatkan banyak kesempatan untuk terbahasnya segi-segi watak manusia (Sumardjo & Saini K. dan kemanusiaan. sebuah cerpen adalah pandangan pengarang terhadap kehidupan. 2. watak.3. pengkhianatan. kisah atau apa yang disajikan sebagai isi cerita selalu disuguhkan dari sudut pandang tertentu.benar-benar mutlak untuk menggarap tema dan karakter cerita. Ia dapat mempergunakan beberapa sudut pandang sekaligus dalam sebuah karya jika hal tersebut dirasakan lebih efektif (Nurgiyantoro. yaitu soal bagaimana pandangan pribadi pengarang dapat diungkapkan dengan sebaik-baiknya (Sumardjo & Saini K.4 Sudut Pandang Dalam sebuah cerita. wilayah kebebasan dan keterbatasan perlu diperhatikan secara objektif sesuai dengan kemungkinan yang dapat dijangkau sudut pandang yang dipergunakan. Dalam cerpen yang berhasil.M. kebencian. 2000: 249). juara Sayembara Menulis Novel DKJ 2003. 1987: 75). Bagaimanapun pengarang mempunyai kebebasan tidak terbatas. Sudut pandang cerita itu sendiri secara garis besar dapat dibedakan ke dalam dua macam: gaya ³aku´ dan ³dia´. Oleh karena itu. 1991: 125). merupakan sebuah contoh karya sastra . Penggunaan istilah sudut pandang sering tidak jelas apa yang diacunya. dan implikasi (kaitan) filosofis. 1997: 76). setting terintegrasi (menyatu) dengan tema. pengungsian. patriotisme. Kedua sudut pandang tersebut masing-masing menyaran dan menuntut konsekuensinya sendiri. gaya. Dari setting wilayah tertentu harus dihasilkan perwatakan tokoh tertentu dan juga tema tertentu. Cerpen dengan setting perang misalnya dapat berbicara soal-soal khusus seperti dendam.. Sedangkan sudut pandang hanya menyangkut teknik bercerita saja. Dalam hal ini harus dibedakan dengan pandangan pengarang sebagai pribadi. Ini kemudian lazim dikenal dengan istilah gaya pengarang (stilistika). Sudut pandang pada dasarnya adalah visi pengarang.M.

sampai ke pencerita orang kedua (kamu). Karya sastra. senantiasa menawarkan pesan moral yang berhubungan dengan sifat-sifat luhur kemanusiaan. di Media Indonesia (http://www. Keuniversalan tersebut berarti sifat-sifat itu dimiliki dan diyakini oleh manusia sejagat. Novel ini seperti membentangkan serpihan-serpihan kritik atas kultur etnik.media-indonesia.kontemporer yang dinilai oleh sebagian kalangan kritikus sastra Indonesia papan atas cukup berhasil untuk tidak menyederhanakan soal sudut pandang di tengah arus era baru kreatifitas ini. Berikut dikutipkan sebagian naskah pertanggungjawaban dewan juri lomba tersebut dari tulisan Maman S Mahayana. perselingkuhan. tema penyimpangan akibat peristiwa traumatis masa lalu seperti tidak dapat terlepas dari pergantian bentuk penceritaan itu. Sebuah rangkaian fragmen yang lepas-lepas. Proposisinya sebaliknya dengan proporsi yang tetap sama: karya sastra sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan. Sifat-sifat luhur kemanusiaan tersebut pada hakikatnya bersifat universal. walau memang terdapat ajaran moral . Dari sanalah secara perlahan terungkap kaitan tokoh yang satu dengan tokoh yang lain.´ Hutan itu gelap karena dia tidak dapat melihat apa yang terjadi di seberang yang lain.com/news print. di sana-sini muncul pula kisah-kisah halusinasi dengan tokoh-tokoh imajiner. Bentuk pencerita pun dimanfaatkan ganti-berganti. apalagi keseorangan. memperjuangkan hak dan martabat manusia. Ilustrasi dari tulisan Budi Darma tersebut. halusinasi. Cerita seperti melompat ke sana ke mari yang sebenarnya saling bersinggungan. filsafat. 2. Dengan bermain dalam tataran psikologi. meski pragmatisnya bisa beraplikasi lokal (Nurgiyantoro. Ia tidak hanya bersifat kebangsaan. Untuk menembus kegelapan ini.4 Kemanusiaan Dalam Divina Comedia. ³Di tengah-tengah perjalanan hidup kita. salah seorang juri dari dua orang juri lainnya: Sapardi Djoko Damono dan Budi Darma. Penghubungnya adalah peristiwa masa lalu. dia memerlukan cahaya dan cahaya ini tidak lain dan tidak bukan adalah agama. mulai dari pencerita orang pertama (aku). dan seni (salah satunya sastra) (Darma. saya menemukan diri saya di sebuah hutan gelap gulita.asp?Id=2004071023464677&Jenis=c&cat_name=Tifa): Novel Dadaisme (No Kode 46) mengawali kisahannya dengan peristiwa-peristiwa yang seperti tidak ada hubungannya satu dengan yang lain. 2000: 321). mengisyarat dengan eksplisit betapa kesusastraan sangat berperan bagi kemanusiaan. yang notabenenya merujuk pula pada pernyataan Aristoteles. Dante berkata kepada Beatrice. Di antara itu. dan peristiwa tragis. dunia surealis. 1984: 70) . orang ketiga (dia). fiksi.

tetapi tidak tampak seluruhnya.bahasa-sastra. dan nafsu-nafsu bawah sadar yang sangat mendasar dan berserak pada setiap manusia di seluruh jagat raya. perse ngketaan. kelahiran. ia juga tidak terhalangi oleh kekuasaan yang merupakan bagian yang sangat berpengaruh dalam berbagai sengketa antarbangsa. Dalam merekonstruksi sejarah awal sastra Indonesia. Sebuah karya fiksi yang menawarkan pesan moral yang bersifat universal. tetapi memiliki perjalanan yang tidak sama perkembangannya. Sebagai upaya untuk menerobos segala barikade konteks manusia masing-masing pada tempat. Bahkan. dan keyakinan. dan suasananya. waktu. tema kemanusiaan merupakan aspek yang cukup menonjol hadir ke permukaan. seperti kematian. Sastra sudah menjadi sebuah jaringan internasional yang tidak terkendali lagi kemampuan jangkauannya. Wijaya berkata bahwa berbeda tidak berarti bermusuhan. Rasa kemanusiaan itu menyeberangi perbedaan budaya. tetapi tidak seluruhnya bertubuh karena ia adalah sebuah pengalaman spiritual. penantian. Sambodja . sastra memilih tema-tema terbaik. cinta.web.kesusilaan yang hanya berlaku dan diyakini oleh kelompok-kelompok tertentu. tetapi h anya untuk menyadarkan bahwa manusia satu dengan yang lain saling terkait dan tidak mungkin seseorang hidup tanpa manusia yang lain. tetapi ada perjuangan. menyeberangi waktu dan jarak.id/putu. agama. persaudaraan. ia menembus batas suku dan negara. kesakitan. Sastra membebaskan manusia dari berbagai batasan. Dalam sejarah sastra Indonesia. Putu Wijaya dalam salah sebuah artikelnya juga menegaskan bahwa kemanusiaan tersebut bersifat universal (http://www. Keuniversalan yang ditampilkan karya sastra dengan mengusung nilai-nilai kemanusiaan² sehingga menghapuskan segala batas-batas yang memisahkan manusia²bukan berarti pula menyatakan bahwa manusia yang satu harus sama rata dengan manusia yang lain. Ia adalah imajinasi yang hanya akan tertangkap oleh mata hati yang peka. kesedihan. serta menembus perbedaan strata sosial. lanjut Wijaya. seperti nilai-nilai luhur kemanusiaan. biasanya akan diterima kebenarannya secara universal pula (Nurgiyantoro. kesenangan. tetapi juga begitu halus. sejak awal sudah melihat kemanusiaan sebagai lahan yang sangat kaya dan luas jangkauannya. Ia begitu ampuh. asp). Ia berwujud. Sastra dengan demikian menjadi ³warga negara´ dunia yang bebas masuk ke mana saja karena dia kelihatan. anutan. kesangsian. tidak terhalang-halangi lagi oleh batas-batas negara dan politik. Sastra yang universal memberitahukan bahwa manusia memiliki kemungkinan yang seharusnya sama. dan kemudian keberuntungan atau nasib baik yang menjadikannya berbeda. kegigihan. warna kulit. Sastra. 2000: 322). tidak ubahnya seperti yang dilakukan oleh jaringan internet dewasa ini.

Dalam bidang novel. Contoh bagaimana karya sastra. Golongan kedua adalah penulis cerpen-cerpen Islami.republika.asp?id=249828&kat_id=364). Tentu tidak lupa pula karangan-karangan penulis gaek semacam Budi Darma. Putu Wijaya. tersebutlah Iwan Simatupang sebagai sosok yang sangat kental mengangkat tema kemanusiaan ini. Danarto.net/cgibin/naskah/viewesai.republika. Namun di antara dua arus pendatang baru tersebut. dari penghargaan yang diterimanya pada ajang KLA 2004. Bersama banyak pengarang mapan lainnya. Contoh yang cukup mutakhir. Golongan pertama adalah cerpen-cerpen yang mengusung feminisme dengan jargon-jargon seksual vulgar. Kekuatan pengarang yang satu ini dapat dilihat.co. bagi jenis ketiga ini adalah buah karya-buah karya Seno Gumira Ajidarma yang dianggap tokoh cerpenis Angkatan 2000 (http://www.cgi?category=5&id=1030357707). Paling akrab dikenal adalah semangat humanisme universal yang diusung oleh seniman-seniman Gelanggang hingga kelompok Manifes Kebudayaan. khususnya cerpen. Keduanya sastra karangan penulis yang umumnya perempuan yang memang sedang menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini.(http://cybersastra. penulis-penulis ini selalu menyisipkan ide-ide tentang kemanusiaan dalam karyakaryanya. Hal ini menunjukkan bahwa tema kemanusiaan selalu laris nyaris sepanjang sejarah kesusastraan Indonesia. Pada perkembangannya justru tema kemanusiaanlah yang lebih banyak diangkat oleh karya-karya puncak khasanah sastra Indonesia.asp?id= 60132&kat_id=102&kat_id1=&kat_id2=).net/cgi-bin/naskah/viewesai. Bersama kumpulan cerpen KTMP karya LC.id/koran_detail. mengangkat tema kemanusiaan ini dapat . hingga Ratna Indraswari Ibrahim yang sempat memunculkan kekhawatiran tentang regenerasi tokoh-tokoh sastra Indonesia. Produktivitas penulis yang satu ini²dapat dilihat dengan tebaran tulisannya di media massa²dan semangat kemanusiaan universal yang diangkatnya membuat ia menjadi tokoh sastra Indonesia yang cukup diperhitungkan dewasa ini. utamanya soal keterasingan individu (http://cybersastra. namun juga telah cukup mapan. co. Ahmadun Yosi Herfanda mengungkapkan dua mainstream terkuat yang menonjol dewasa ini.cgi?category =5&id=1030357707) mengemukakan kekurangtepatan penganggapan tema kebangsaan sebagai sarana identifikasi bagi kesusastraan Indonesia. Seno mendapat penghargaan dalam kategori fiksi atas novelnya yang berjudul Negeri Senja.id/ koran_ detail. Dalam mengamati perkembangan cerpen-cerpen dalam kesusastraan Indonesia terkini. dengan jumlah yang tidak kalah banyak ternyata tetap bertahan penulis-penulis sastra yang mengangkat tema humanisme universal atau kemanusiaan (http://www. setidaknya.

berbeda dengan Nugroho Notosusanto atau Trisnoyuwono yang kerap menulis cerpen berlatar militer.htm). Sebagaimana Idrus lewat Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma atau Asrul Sani dengan Naga Bonar. bersama anak laki buah perkawinannya dengan sang kapten. Navis yang juga nonmiliter ini cenderung mengungkapkan sisi gelap kehidupan militer. Karya sastra sesungguhnya dapat memberi hikmah dan hikmah dari karya sastra yang baik adalah membuat orang yang membacanya . Namun lelucon-lelucon pahit atas ganasnya pertempuran tersebut tidak terkesan sebagai cemoohan terhadap dunia militer belaka. dan kekuasaan (http://www. isteri Mayor yang sebelumnya dan sebenarnya marah besar. Tembakan mengenai lengan suaminya dan lengan itu akhirnya harus diamputasi. ungkap Adila. Awalnya kapten tersebut secara kebetulan saja bertemu wanita desa tersebut. Akibatnya pemilik lengan tersebut dipensiun muda. si Montok menemui sang kapten yang telah naik pangkat menjadi mayor di rumahnya di kota.id/koran_detail. Sutardji Calzoum Bachri menyatakan bahwa manfaat dari karya sastra adalah memberikan pencerahan kepada pembacanya (http://www. Seolah tidak ada orang selain dari mereka yang berjuang. Navis menutup cerita tersebut dengan kata-kata: ³Kedua perempuan itu menyesal.kompas. Wanita itu. karena selama perang tidak pernah melukai musuh. ditinggalkan di desa hingga anak yang dikandungnya lahir.republika. co. yang diberi julukan si Montok sebab ³keindahannya´.A Navis. Di kemudian hari. tidak diketahui apakah pistol itu pun ikut menyesal. Ironi yang diangkat Navis. Meskipun bukan seorang tentara.com/ kompas-cetak/0104/15/seni/iron32. nafsu. Navis mengangkat tema kemanusiaan lewat satire dan ironi yang dibangunnya atas kehidupan militer pada zaman perang..dilihat pada cerpen ³Si Montok´ karya A. tetapi sehabis perang melukai pemiliknya sendiri´.´ Dalam cerpen ³Si Montok´ terdapat kisah tentang seorang wanita desa yang dinikahi seorang komandan tentara berpangkat kapten pada masa perang. Wanita itu mengambil pistol suaminya dan menembak. Namun. Akibatnya. Ide bagi Navis untuk menulis tentang militer dan kemanusiaan ini muncul pada 1995 ketika ia menyaksikan ³«hampir sebulan seluruh stasiun televisi menyiarkan para pejuang dengan segala atribut di bahu dan dada mengisahkan pertempuran dalam menegakkan kemerdekaan. Si Mayor menyesali nasibnya. Navis dalam kehidupannya banyak berkawan dengan perwira militer sehingga wajar jika ia memiliki stok respon cukup memadai untuk menulis tentang kehidupan tentara dan aspek manusiawi mereka. lebih sebagai sentuhan batin terhadap masalah kemanusiaan²kemanusiaan yang digadaikan yang disebabkan oleh peperangan. Ketika perang usai sang kapten tersebut kembali ke kota.asp?id=182197&kat_id=102). Dalam cerpen yang diterbitkan pada usianya yang ke-77 ini..

Karya sastra mencerahkan karena memberikan penyadaran terhadap masalah masalah kemanusiaan. sangatlah tidak sukar untuk ditemukan adanya nilai-nilai kemanusiaan dalam karya sastra²dengan segala keragaman estetika dan stilistiknya. Nurgiyantoro (2000: 331) menyatakan bahwa seorang pengarang umumnya tampil sebagai pembela kebenaran dan keadilan. ataupun sifat-sifat luhur kemanusiaan yang lain. meskipun barangkali lewat jalan yang diam-diam. karya sastra juga menjadi salah satu tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Oleh karena itu. dan dengan karangannya itu akan diperjuangkannya hal-hal yang diyakininya kebenarannya. baik itu seni untuk seni maupun seni untuk misi.1 Corak Estetis Kumpulan Cerpen KTMP Pembacaan terhadap kumpulan cerpen KTMP karya LC ini dapat menghasilkan sebuah . Hal-hal yang memang salah dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan tidak akan ditutup-tutupinya sebab terhadap nilai seni ia hanya bertanggung jawab kepada dirinya sendiri. Ia tidak akan diam.tercerahkan. BAB III TEMA KEMANUSIAAN DALAM KUMPULAN CERPEN KUDA TERBANG MARIA PINTO KARYA LINDA CHRISTANTY 3. Dengan karya sastra suatu bangsa menjadi menghargai masalah -masalah kemanusiaan dan keluhuran budi pekerti. Seorang sastrawan bahkan dapat menjadi agen perubahan jika karya-karyanya dapat memberikan kesadaran baru bagi pembacanya dan mendorong mereka untuk melakukan perubahan. Karena itu.

Dalam kutipan tersebut diceritakan peristiwa keseharian seperti seorang ibu yang mengunjungi anaknya. Gaya realis seperti ini juga terdapat dalam sebagian besar cerpen lainnya. 26) Kutipan di atas berasal dari cerpen ³Makan Malam´. Jadi sang pejuang tersebut mewakili .1 Gaya Realis dan Surealis Dari dua belas cerpen yang terhimpun dalam kumpulan cerpen KTMP ini. Kami berjalan-jalan melihat kota. Tidak ada yang aneh dan di luar nalar realitas. Menyenangkan. Cerita dalam cerpen ini memang sangat realistis dan bisa diperiksa logika referensinya terhadap kenyataan dengan cukup terang. Dua hal yang dipandang cukup menonjol untuk dibicarakan sebagai contoh corak estetis yang digunakan dalam kumpulan cerpen ini adalah terdapatnya gaya realis dan surealis serta terdapatnya penggunaan diksi yang puitis. gaya surealis dan realis.petualangan tersendiri. Oleh karena itu sulit untuk mengotakkan kumpulan cerpen ini ke dalam salah satu ragam estetika saja. Aku ingat lagu ini. Sebelum mendeskripsikan struktur umum dan makna-makna yang dapat digali dari keenam cerpen yang dianalisis. terlihat beragam ekpresi estetika ditampilkan. Sakit pada tubuh bisa diobati. Kami makan di restoran dan belanja macam-macam keperluan wanita. konvensi fiksi memang membenarkan upaya penyimbolan seperti ini. dan pembantu yang suka menyanyi sambil menyapu lantai atau memasak di dapur. Ia berkali-kali ke dokter. Kedua gaya tersebut bisa terdapat berimbang pada sebuah karya dan bisa juga salah satunya lebih menonjol pada karya lain. 3. ibu yang mulai sakit-sakitan. Meski sosok pejuang tersebut tidak betul-betul faktual bisa dibuktikan lewat ilmu sejarah. Gaya realis dalam kumpulan cerpen ini bisa dilihat dari kutipan berikut ini: Kadangkala Ibu mengunjungiku. (hlm. Dulu Bik Iyem. Sakitnya tak pernah sembuh. Setelah tamat perguruan tinggi. Baru kali ini aku sungguhsungguh memperhatikan Ibu. Dilihat dari dua kutub oposisional aspek mimetik karya. peristiwa-peristiwa yang diceritakan terlihat tidak melenceng dari kenyataan yang mungkin ada. Beraneka ragam warna dan cita rasa estetis terdapat pada cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen ini. naik becak atau andong. tapi tak mau diantar. dalam kumpulan cerpen ini tidak hanya terdapat gaya realis namun juga terdapat bagian-bagian yang bersifat surealistik. suka menyanyikannya sambil memasak atau menyapu rumah. Dengan kata lain. Ia tampak lelah. aku kembali ke rumah kami. Sakit pada hati sampai mati. anaknya yang kembali pulang ke rumahnya. pembantu kami. kumpulan cerpen ini terlihat menggunakan keduanya. berikut akan dituliskan sekilas corak estetis yang terdapat pada kumpulan cerpen ini. Dari segi mimetik. Cerpen ³Perang´ mengisahkan suatu episode kehidupan seorang pejuang kemerdekaan.1.

Dua pengawal menyertai perjalanan rutin ini. dan seorang adik perempuan. Kepala mungil yang cantik berubah membesar dengan pupil-pupil mata yang menonjol serta kulit wajah mengeriput. Maria Pinto. paru-paru. Dengan berbagai tingkatan intensitas. hal tersebut pada sudut pandang lain kenyataannya ikut meneguhkan fakta bahwa terdapat bumbubumbu fantasi atau aspek khayalan dalam cerita itu. Gaya surealis dalam kumpulan cerpen ini sangat terasa dalam cerpen ³Qirzar´ dan ³Kuda Terbang Maria Pinto´. menjaga junjungan mereka dari atas kereta. gaya surealis ini juga terlihat hadir di dalam cerpen ³Makan Keempat´ lewat sebuah peristiwa halusinasi yang dialami salah seorang tokohnya atau lewat cerita mengenai kemampuan seorang anak bercakapcakap dengan roh neneknya. seorang kakak lelaki. usus. mempunyai aneka macam kesaktian atau memiliki tubuh yang kulitnya berwarna bening . Ia terduduk di tanah. Dengan tingkatan intensitas yang tidak terlalu kuat. Cerpen ³Rumput Liar´ mengisahkan sebuah keluarga yang tinggal hanya terdiri atas seorang ibu. 11) Maria Pinto melepaskan gaun perinya yang putih. Cerpen ³Joao´ mengisahkan kesan. dan tulang-tulang tengkorak gadis tersebut dengan jelas. Yosef membiarkan iring-iringan di langit itu berlalu. dan pandangan seorang penjaga sebuah pos terhadap salah seorang prajurit yang singgah beberapa waktu di tempatnya. pengetahuan. Sekilas ia teringat film tentang makhluk luar angkasa yang pernah ditontonnya di barak dulu. Cerpen ³Pesta Terakhir´ mengisahkan seorang kakek yang terkenang akan masa lalunya sebagai seorang pengkhianat terhadap kawan-kawan seperjuangannya. (hlm. unsur khayalan muncul pada bagian cerita yang mempertemukan tokoh Yosef Legiman dengan seorang pemimpin pemberontak yang mempunyai kemampuan magis. Dalam cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´. Ia bisa melihat jantung.kemungkinan faktual dari sosok-sosok pejuang lainnya yang sudah umum diketahui kisahkisahnya. (hlm. Tubuh telanjang gadis itu menyerupai patung lilin para santa. Meski kedua hal tadi sebetulnya juga logis dalam kerangka pemikiran bahwa dunia realitas memang bersinggungan dengan unsur-unsur metafisika.17) Cerita tentang tokoh Maria Pinto²yang diceritakan mempunyai kuda terbang yang terbuat dari kayu. Lutut-lututnya lemas. gaya realis ini juga terdapat dalam cerpen-cerpen lainnya. Berikut kutipannya: Gaun lembut Maria Pinto membelah anyir perang dengan kibaran putih yang menyilaukan. namun mesti juga berpisah sebab ketidaksalingsesuaian antar mereka. lalu berangsur bening transparan. Cerpen ³Balada Hari Hujan´ mengisahkan sebuah episode dalam kehidupan seorang waria.

sebelum kembali ke negeri jeruk dan kopi. gaya realis dan gaya surealis dipadukan dengan sangat rapat karena dua jenis gaya yang bertolak belakang itu dihadirkan serentak dalam sebuah paragraf. Penggunaan kata makhluk luar angkasa dan film pada kutipan di atas juga semakin memperjelas dan mempertegas sifat fantasi pada peristiwa dalam cerita tersebut. Begitu pula penggambaran mengenai seorang perempuan yang mempunyai kulit bening sehingga memperlihatkan isi organ tubuhnya. sulit untuk diterima logika mimetiknya.sehingga terlihat transparan²terlihat sangat kuat mengandung unsur khayalan jika dilihat dari aspek mimetik. Cerita mengenai kuda yang bisa terbang hanya ada dalam dongeng meski buat sebagian orang hal-hal seperti ini tidak sekadar dongeng. Dalam bagian ini hanya diceritakan mengenai seseorang yang bercerita kepada kawan duduknya di atas kereta. Di bagian lain cerpen ini. Semuanya logis secara mimetik. Sulit untuk mencari referensi nyata bagi hal-hal tersebut dalam kenyataan kehidupan yang sebenarnya. menjadi gila. atau masuk hutan bersatu dengan babi liar dan rusa. Terakhir terdapat bagian cerita perpisahan kedua orang ini setelah mereka sampai di stasiun tujuan. bunuh diri. Pada bagian cerita pertemuan Yosef Legiman dengan seorang gadis di atas kereta²yang pada bagian akhir cerita ternyata berstatus sebagai wanita pimpinan teroris yang menjadi target operasi Yosef saat ia berperan sebagai seorang penembak jitu²cerpen ini menjadi bergaya sangat realis. golongan yang mencampakkan dongeng dan mimpi.12) Sungguh cukup jauh dan tiba-tiba loncatan aspek mimetik cerita dalam paragraf ini. Dari segi mimetik. sehingga Maria dipanggil pulang oleh para pemimpin suku agar memenuhi takdirnya. (hlm. Ada juga cerita tentang para penumpang yang tertidur selama perjalanan atau para petugas kebersihan yang membersihkan gerbong-gerbong kereta. menciutkan nyali orang-orang yang bersandar pada hal-hal nyata. Berikut kutipannya: Maria Pinto semula hanya gadis biasa. sulit untuk membuktikan kebenaran hal-hal di luar logika kenyataan seharihari pada kutipan cerita di atas. Dukundukun suku menahbiskan Maria sebagai panglima dengan senjata sihir tua dan kuda terbang. Para penghuni negeri tersebut bergegas mati. mengepung musuh di tiap zona. Malapetaka tengah melanda negeri leluhurnya. hilang. Dari sesuatu yang sangat jelas referensinya dalam kenyataan (kuliah di fakultas sastra sebuah . karena dialah yang terpilih oleh bisikan gaib para leluhur. Sejak saat itu Maria Pinto menjadi pemimpin pasukan kabut yang berbahaya. sempat kuliah di fakultas sastra sebuah universitas terkemuka di Jakarta dan bertahan sampai semester tiga.

3. dan ³Lelaki Beraroma Kebun´. . melihat sebuah dunia yang terus memudar di bawahnya. Jika dalam peristiwa di atas kereta tokoh Yosef Legiman hanya bercerita tentang sebuah peristiwa yang penuh fantasi. Hal tersebut menggambarkan terdapatnya paduan unsur realis dan fantasi (khayalan atau surealis) dalam kumpulan cerpen ini. Setelah tugas tersebut selesai dikerjakan Yosef. Tubuh Yosef menggigil bercampur nyeri. Berikut kutipannya: Angin tiba-tiba bertiup kencang lewat jendela. 20) Hal ini menunjukkan betapa bagian ini menghadirkan sebuah peristiwa baur antara sesuatu yang realis dengan sesuatu yang bersifat khayalan semata. tempat.2 Diksi Puitis Kemampuan membahasakan peristiwa-peristiwa maupun suasana-suasana dalam sebuah cerita rekaan secara puitis juga terlihat menonjol dalam kumpulan cerpen ini. Kemudian. sesuatu yang dianggap dongeng²dalam pengertian bohongbohongan. Bagai tersihir. yakni cerpen ³Balada Hari Hujan´. Sebagian besar pembahasaan yang puitis itu terlihat cukup kuat ikut menciptakan nuansa bagi makna yang dihadirkan tema ceritanya. pada bagian akhir cerita peristiwa realis berupa upaya eksekusi terhadap wanita pimpinan teroris oleh Yosef Legiman disambung langsung oleh peristiwa kedatangan Maria Pinto dan kuda terbangnya yang bersifat surealistik. Ia merasa terbang di antara awan. Cerita tentang Maria Pinto yang memiliki kuda terbang dan kesaktian tentulah sesuatu yang bisa dianggap mustahil secara mimetik. Kejadian tersebut juga tidak dipisahkan dengan teknik penyudutpandangan atau pemberian cerita berbingkai. satu hal menarik dihadirkan lagi dalam cerpen ini dalam hal sintesis antara gaya realis dan surealis. ³Makam Keempat´. ia melihat Maria Pinto mengarungi langit dengan kuda terbang. Mengapa perempuan itu selalu mengikutinya ke mana pun? Maria Pinto tersenyum. atau waktu itu juga. cerita berikutnya mengalir pada peristiwa yang bagaikan sebuah dongeng semata. Sebagai contoh akan dibahas penggunaan diksi puitis dalam tiga cerpen. Dengan kata lain. mengulurkan tangannya yang putih dan halus. Jarum-jarum dingin menembus tulangnya. Semula bagian ini sangat realis menceritakan tugas yang dijalani oleh Yosef Legiman guna membunuh seorang pimpinan teroris dengan menggunakan senapan sniper dari seberang sebuah gedung bertingkat. tiba-tiba diceritakan datangnya Maria Pinto dan kuda terbangnya. (hlm. Yosef menyambut jemari gadis yang menunggu. melayang.1. atau takmungkin²buat sebagian besar manusia rasional. dusta.universitas terkemuka di Jakarta dan bertahan sampai semester tiga). Ketika hendak beranjak dari tepi jendela. seperti yang terjadi pada bagian lain cerpen ini. berupa tokoh di dunia nyata menceritakan kisah yang absurd yang tidak terjadi di saat.

Payung ungu itu mengembang lagi.. Sebagai sosok yang minoritas di tengah masyarakat.. 59) Hujan masih menyambutnya di luar kafe. dan pembahasaannya. Pembahasaan peristiwa jatuhnya hujan ini secara puitis pada akhirnya memperkuat makna kesedihan dalam cerita ini. Kekuatan penggunaan diksi puitis ini juga bisa dilihat pada cerpen ³Makam Keempat´. Derai air dari langit membasuh jalanan yang sepi. Bisa juga warna tersebut dianggap mewakili sifat dan sikap inkonsistensi. 57) Hujan masih turun. (hlm. (hlm. 64) Suasana mendung dan hawa dingin yang melekat pada pengertian kata hujan terlihat sesuai sekali bagi peristiwa kesedihan yang dialami tokoh utama cerita ini. Seolah-seolah rintik-rintik gerimis tersebut ikut bergemuruh dalam perasaan sang tokoh. Secara estetis. Hari masih terlalu pagi untuk orang-orang yang takut pada cuaca dingin bulan Juni. Terlebih tokoh tersebut adalah seorang waria yang dianggap makhluk ³menyimpang´ dalam tata norma masyarakat kebanyakan. Peristiwa penting dalam hidupnya selalu ditandai dengan hujan. Jalan yang basah menyambut langkah-langkah kaki yang menggigil. Dalam kutipan di atas juga terdapat penggunaan kata payung ungu dan langit abu-abu. setakkonsistennya jati diri seorang waria. Berikut beberapa kutipannya: Ia menguncupkan payung ungunya.Cerpen-cerpen tersebut dipandang cukup intensif memanfaatkan kekuatan bahasa puitis. Dalam cerpen ³Balada Hari Hujan´ terlihat bahwa pelukisan latar suasana dan peristiwa guyuran air hujan. Warna ungu dan abu-abu menjadi lambang bagi keabsurdan nasib yang mesti dijalani tokoh utama ini. Kelopak-kelopak bakung di bawah jendela terlihat segar berair. menahan udara dingin. lalu mengibaskan ujung mantel yang basah. sesuatu gemuruh di dada yang berujung pada hadirnya kerisauan jiwa. Ia rapatkan kerahkerah mantelnya. apalagi dianggap menyimpang. Pemilihan warna tersebut sangat cocok pula guna melambangkan kerisauan hati sang tokoh. Langit abu-abu tua. Butir-butir air meluncur dan meresap ke tanah . Dalam cerpen ini beberapa kali digunakan pengasosiasian dan pengacuan pada mitos cerita silat untuk . (hlm. wajar kiranya tokoh tersebut merasakan sesuatu yang serba tidak jelas dalam hal posisi kehidupannya di tengah-tengah masyarakat kebanyakan. suasana yang serba sedih tersebut disimbolkan atau setidaknya dititipkan nuansanya kepada peristiwa hujan sehingga seolah menghadirkan sebuah ³gerimis perasaan´. sebuah sifat dan kondisi yang inharmonis²dengan catatan warna-warna tersebut tetap menjadi tampil harmonis ketika dibahasakan secara puitis dan estetis. ikut menyugestikan akan adanya ³kemendungan´ suasana hati pada tokoh utamanya.

Entah bagaimana mulanya. 132) Dengan menggunakan mitos tentang semangat heroik dalam cerita silat Kho Ping Hoo.menggambarkan kependekaran (atau sifat seorang pendekar pada) tokoh Paula. Ia putri kita satu-satunya. Karakter pendekar dari mitos-mitos itulah yang mengilhami jalan hidup pemberontak tokoh Paula setelah dewasa. Aku bukan kaisar. Paula kecil kurang menyukai kisah itu dan menyuruhku membacakan buku dongeng yang lain. Seharusnya ia bisa meloloskan diri. Kemudian. Jangan kau bawa-bawa kisahkisah silat itu. Ia membayangkan dirinya pendekar berpedang sakti. Putri kami mengajak orang-orang melawan kaisar lalim. sudah. Ia terkesima. keras hati. Para kaisar biasanya diktator. Jangan kasar padanya. suka menolong. cerpen ini dengan cukup puitis memberi penyimbolan dan pengacuan bagi karakter pemberontak pada tokoh Paula. Katanya. Sebuah benteng. Baiklah. cantik. Kau yang hasut dia untuk jadi pendekar! « Sebuah majalah menyebutkan putriku mungkin disekap di sebuah benteng. Aku memilih diam. kataku. (hlm. membekas sampai dewasa. Seharusnya. 128) Dari orang tersebut aku memperoleh pengetahuan baru. Elia protes lagi. Tetapi. atau kaisar lalim. disekap di sebuah benteng. Ia menjerit dan mencakarku. Pilihan hidup sebagai seorang pembangkang (pemakar) atas pemerintahan sah yang berkuasa yang dipilih tokoh Paula menjadi terasa lebih heroik ketika dianalogikan kepada heroisme yang terdapat dalam mitos tentang pendekar-pendekar pembela kebenaran dan keadilan dalam cerita-cerita silat. aku terlampau sering membacakan kisah-kisah silat Kho Ping Hoo pada anak kami dan sepak-terjang pendekar yang hebat membuat kanak-kanak terpikat. Pendekar sakti disekap dalam benteng. . Secara kronologis dalam cerpen ini memang dikisahkan pada masa kecilnya Paula telah cukup kuat terpengaruh pada cerita-cerita silat tersebut. (127) Aku sangat berharap putriku mau bicara. (hlm. Elia melarangku memaksa Paula. Berikut dikutipkan: Elia sempat menyalahkanku. anggun. Aku teringat kisah putri berambut panjang yang disekap di sebuah benteng. penggunaan kata-kata seperti diktator. Kuungkapkan hal itu pada istriku. Mata kanak-kanak yang bening itu tak berkedip. Kini ia disekap di benteng. Kaitan antara tokoh Paula yang pemberontak dan cerita-cerita silat tidak muncul serta merta ibarat sebuah pemanis cerita yang hadir tiba-tiba. Terlebih pula hubungan ini tidak terjadi secara kebetulan atau apalagi sekadar berupa tafsir pembacaan. Ia jatuh cinta pada tokoh-tokoh pendekar. Aku juga tak mau disebut diktator. kubacakan petikan karya Kho Ping Hoo untuk Paula. Ya.

80-81) « Aroma kebun dari dalam mengalahkan wangi tanah dan daun-daun di luar. seperti dulu. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan. baik latar tempat maupun suasana. intensif. Dengan kepuitisan itu pula cerita terasa menjadi lebih kreatif menghadirkan amanatnya dalam rangka pemaknaan atas tema. Ia tidur nyenyak dalam buai bunyinya. jari-jari petir putih bersinar. Penggunaan diksi puitis ini lebih sering terdapat pada bagian yang berupa latar cerpen ini. Bagi Halifa. Jika kata pendekar merujuk pada tokoh Paula. « Ia punya banyak ingatan tentang pulau ini. (hlm. karena aroma segar dari pohon-pohon tropis itu terbawa angin dan tercium olehnya. laut berwarna hijau tua terlihat tenang bagai objek dalam lukisan. Dengan pemilihan kata-kata yang puitis tersebut. Di belakang gazebo yang sudah berlumut. bayangan seseorang berkelebat dalam gerimis dan menghilang di balik tapekong di sudut kebun. (hlm. Diksi-diksi puitis tersebut membuat cerita terasa lebih segar dan menciptakan aneka nuansa hingga memberikan alternatif ³beribu´ makna. 85) « Namun. (hlm. terutama debur ombaknya di malam hari.ikut menguatkan semangat heroisme dan simbolisme perlawanan yang ada dalam cerpen ini. Ia bergegas menyusul. Dalam cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ intensitas penggunaan diksi puitis yang cukup kuat juga kerap bisa ditemukan. Hujan deras sudah menyambutnya di landasan « Di seberang jendela. 78-79) « Di balik awan gelap yang bergumpal. di bus. (hlm. di kantor. mengusap wajahnya yang kena tempias hujan. Kata-kata seperti aroma segar. Ia duduk di bangku batu yang lembab. dan obsesif. 87) Penggunaan diksi puitis pada kutipan-kutipan di atas sebagian besar berkaitan dengan suasana kebun atau nuansa alam yang menjadi latar cerpen ini. pohon- . kata-kata lainnya tersebut merujuk pada pihak sebaliknya. debur ombak seperti nyanyian. Dulu keluarganya tinggal dekat pantai. sekaligus pilihan kata ini menguatkan makna heroiknya. di kamar kontrakan. penghayatan terhadap peristiwa dalam cerita terasa menjadi lebih masif. dan di tempat-tempat baru yang pertama kali dikunjunginya. Tambah pula diksi yang digunakan bisa terlihat tampil estetis karena menggunakan kata pilihan atau penyimbolan yang tepat sasaran. Penggunaan diksi tersebut juga ikut menguatkan citra negatif bagi pihak yang dilawan oleh tokoh Paula.

Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. Bila ada yang tersesat. Matanya tak pernah menyorot garang. (hlm. selain dibahasakan dengan kata-kata yang puitis. penggambaran hubungan tokoh Halifa dengan tokoh Si Penjaga Kebun dalam cerpen ini. kedamaian. Bila ada yang ingin menemuinya.pohon tropis. penggunaan kata-kata seperti pantai. Hal ini menunjukkan bagaimana pemadatan makna bisa berjalan seiring dengan keindahan kata-kata dalam narasi sebuah cerita²yang notabenenya adalah rekaan semata. juga sangat kuat diformulasikan secara filosofis. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. laut yang bagai objek dalam lukisan. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. ia akan tunjukkan jalan. Bagian kutipan yang berupa awan gelap bergumpal pun diperhalus dengan personifikasi berupa jari-jari petir putih bersinar sehingga nuansa kedamaian dan keindahan dari diksi-diksi puitis ini tetap terjaga. Sekaligus. dan pengunaan diksi puitis dalam membahasakannya. atau kebun menghadirkan nuansa keindahan kepunyaan alam. Selain itu. Nuansa yang dihadirkan pilihan-pilihan kata tersebut meliputi keindahan. ikuti saja aroma itu. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. yang punya kebun. Hembusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. juga penokohan. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. 79) Bagian ini berhasil mendeskripsikan dengan cukup cantik dan sangat ciamik perasaan yang kuat tokoh Halifa terhadap tokoh Si Penjaga Kebun. Berikut kutipannya: Sudah lama Halifa tak pulang. Namun. Hal ini pulalah yang menjadi inti peristiwa cerita cerpen ini. Di bagian lain. atau wajah yang kena tempias hujan juga mendukung bagi atmosfer yang dibangun guna menonjolkan pelataran bernuansa panorama alam perkebunan. dan kesejukan. Berikut salah satunya dikutipkan: Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. semacam pengumuman. Dengan itu pula tema cerita menjadi semakin kuat. narasi seperti ini membuat paparan cerita selalu menghubungkan karakter tokoh Si Penjaga Kebun dengan nuansa alami dari suasana perkebunan yang menjadi latarnya. lelaki itu . Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. Dalam cerpen ini diksi puitis juga digunakan untuk menggambarkan pandangan tokoh Halifa tentang tokoh Si Penjaga Kebun. mata orang yang mau menolong. ia akan berjanji menyampaikan pesan. ombak. Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun. Bila kalian ingin bertemu tuannya. disokong oleh pelataran. Diksi bernuansa alami ini mendukung bagi suasana yang hadir guna membangun makna-makna cerita.

Menyaksikan secara langsung keajaiban sosok Maria dengan kedua belah matanya. Saat situasi politik telah kondusif.2 Ringkasan Cerita 3. Tokoh Ayah ini menghilang dari tengah keluarganya berpuluh-puluh tahun silam disebabkan oleh sebuah peristiwa sejarah yang ³kelam´. tokoh ini memutuskan datang menjenguk istri dan anak tunggalnya. membuat prajurit Yosef didiagnosis dokter tentara menderita tekanan jiwa sehingga mendapat semacam cutilah ia. 77-78) 3. Lembar hitam masa lalunya ini terutama berkaitan dengan pengkhianatan yang pernah dia lakukan terhadap sahabat-sahabatnya. Lain waktu.Yosef secara tidak disengaja tersesat ke pondok tempat Maria yang sakti tersebut menginap.2 Cerpen ³Makan Malam´ Cerpen ini mengisahkan kepulangan (kedatangan) sesosok ayah yang telah lama tiada berkabar ke tengah anak istrinya. (hlm.2. .1 Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ Cerpen ini mengisahkan suka duka prajurit Yosef Legiman sebagai seorang tentara.2. Pertemuan Yosef dengan Maria ini adalah akibat terpisahnya dirinya dari rombongan pasukannya. Tokoh Ibu sangat terpukul begitu mengetahui suaminya tersebut ternyata telah menikah dengan seorang wanita luar negeri dan telah beranak pula dua. Kedatangan tokoh Ayah ini ternyata justru tambah merusak suasana. Peristiwa pengkhianatan ini ternyata sangat terkait dengan gejolak seksualnya yang cukup agresif dan hormon libidonya yang agak reaktif. Dalam perjalanan mencari posisi posnya. Tokoh Ibu kembali hidup berdua dengan anak semata wayangnya. Yosef bertemu lagi dengan Maria yang kali ini membawanya terbang menuju angkasa.3 Cerpen ³Pesta Terakhir´ Cerpen ini mengisahkan acara ulang tahun yang akan diadakan Kakek Mar serta kenangan tokoh ini pada kelam masa lalunya. Yosef tiada disengaja bertemu dengan pimpinan pasukan pemberontak tersebut. Ia bernama Maria Pinto. 3.menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga. 3. seusai mengeksekusi jiwa seorang wanita pimpinan teroris yang sebelumnya sebetulnya sempat mendengar cerita tentang Maria oleh Yosef dalam sebuah pertemuan tidak disengaja mereka di sebuah kereta malam. dan tepat di hadapan ujung hidungnya sendiri.2. Tokoh Ayah pun ternyata hanya sebentar berkunjung karena dia akan melanjutkan ³safarinya´ bernostalgia dengan kawan-kawan lama. Orang ini ternyata hanya seorang wanita yang ternyata sakti mandraguna. Dalam sebuah pertempuran dalam rangka membasmi para pemberontak di sebuah wilayah yang bergolak.

Terkenang akan dosa khianat yang pernah dia perbuat. Dari cerita inilah Halifa baru tahu tentang hubungan darahnya dengan penjaga kebun keluarganya. Orang itu terlihat datang bersama istrinya dan ketahuan pada akhirnya telah menipu dia. 3. Semalam orang tersebut bercerita bahwa dia kesepian dan istrinya telah tiada.2. sahabat karibnya satu-satunya yang masih hidup yang bisa datang memenuhi undangan pesta ulang tahunnya kali ini. Namun niat ini taksampai. Halifa telah cukup lama tidak pulang kampung. Sewaktu bermain atau berkunjung ke kebun. Di saat seperti ini tokoh penjaga kebun keluarganya menjadi perhatiannya. Tokoh Si Penjaga Kebun ini menjadi pusat kenangan Halifa akan kampung halamannya selain kenangan-kenangannya pada Kakek. Nenek. Pertemuan pagi di sebuah restoran ini membuyarkan segala harapan indah tersebut karena lagi-lagi cinta tulusnya didustai. Ayah. Tokoh waria ini semula sempat berharap akan menjalani hubungan tetap dan sah dengan orang ini sehingga mampu mengakhiri ³pekerjaan´ kotornya. Ibu. waria ini melaksanakan rutinitasnya berupa sarapan bubur ayam di restoran yang satu-satunya buka pagi-pagi benar di kotanya.5 Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ Cerpen ini mengisahkan kepulangan seorang gadis perantau bernama Halifa ke kampung halamannya. Ketika menginjakkan kaki di tanah kelahirannya didapatinya banyak sudah yang telah berubah. di restoran tersebut dia bertemu dengan ³langganannya´ semalam.4 Cerpen ³Balada Hari Hujan´ Cerpen ini mengisahkan sebuah episode dalam kehidupan seorang waria. Cerita tersebut juga sangat menggetarkan perasaan sebab ada sebuah peristiwa memilukan di dalamnya.2. dan Malida. Kesempatan emas tersebut adalah berkat dari pengkhianatan yang dilakukannya. Di sebuah pagi. Ayah Halifa ternyata adalah anak pungut dari sebuah keluarga miskin yang setiap anggotanya mengalami kematian dengan cara .Kebugaran dan kesegaran hormon seksualnya tersebut membuat Kakek Mar dikenal baik sebagai seorang petualang cinta. adik tunggalnya. secara tidak sengaja Halifa menyaksikan kelebat bayang tokoh Si Penjaga Kebun tersebut. Di hari tuanya pun ternyata Kakek Mar masih senantiasa berdesir darah melihat kemolekan gadis-gadis muda. Kakek Mar dapat sudah memuaskan hasrat birahinya dengan ³sambilan´ saat beroleh tugas bepergian ke mancanegara. Kemudian Halifa menyusul tokoh tersebut ke pondokannya. tokoh ini sempat berniat berbuat pengakuan dosa di hadapan Mursid. Taksengaja. Di pondok inilah Halifa mendapatkan cerita menggemparkan dari tokoh itu tentang pohon sejarah keluarganya. 3.

Yosef dilukiskan sebagai seorang prajurit baik-baik yang selalu setia dan taat menjalankan tugas-tugasnya. Tokoh Yosef Legiman dalam cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ berperan sebagai seorang prajurit yang setia menjalankan tugas pengabdiannya pada pemerintah yang berkuasa di sebuah negeri.2. Namun sebagaimana kematian para pahlawan. akibat pertemuan dengan . 3. Dalam cerita pertemuannya dengan tokoh Maria Pinto untuk pertama kalinya. Ketika ia sempat mengalami sejenis stress berat. Rasa kehilangan ini utamanya dieksplorasi lewat perasaan dan pandangan tokoh ayah yang dalam cerpen ini menjadi sudut pandang orang pertama. tokoh ayah ini pada akhir cerita diceritakan merelakan juga kepergian putrinya ke alam baka dengan mendirikan makam kosong untuknya. ia berprofesi sebagai penembak jitu. Yosef berperan sebagai seorang infanteri di sebuah medan pertempuran di hutan belantara. Hubungan-hubungan ini perlu diungkapkan sejauh ia berperan bagi pembahasan aspek tematik cerita nantinya. Putrinya yang menghilang ini diduga mati dibunuh oleh aparatur pemerintah sebab kegiatan makar atau subversifnya terhadap penguasa. Meski harapan akan masih hidupnya putrinya itu masih menghantui.6 Cerpen ³Makam Keempat´ Cerpen ini mengisahkan rasa kehilangan sebuah keluarga di suatu tempat terhadap putri semata wayang mereka.3 Struktur Umum 3. 3.1 Tokoh Berikut ini akan dipaparkan penokohan pada setiap cerpen yang dianalisis. Karakter yang dikemukakan hanyalah tokoh-tokoh yang dianggap mempunyai peran utama dalam cerita dan berperan signifikan atas makna cerita. sedangkan dalam bagian cerita pembunuhan dengan target (assassination) terhadap tokoh Wanita Pimpinan Teroris (wanita teman duduknya di kereta) atau bagian cerita pertemuan keduanya dengan Maria. Tokoh Si Penjaga Kebun adalah saudara dari ibu kandungnya ayah Halifa yang diduga orang mati dimakan ular atau buaya. Kabut misteri menyelimuti keberadaan putri ini dan perihal kematiannya tidak pernah bisa diverifikasi (atau diricek).3. Memang tokoh ayahnyalah yang dari semenjak kecil mendidik putrinya dengan bibit jiwa pemberontak lewat cerita-cerita silat para pahlawan penumpas kaisar-kaisar zalim dan lalim. Dalam pembahasan karakter setiap tokoh tersebut tentunya akan disinggung pula hubungan sang tokoh dengan tokoh lainnya serta unsur cerita lainnya. kematian putrinya ini tidak menjadi peristiwa rutin dan biasa-biasa saja.mengenaskan.

(hlm. Kakak-kakaknya mengancam akan mencelakai saya bila kami nekat juga. ternyata ia dialihtugaskan ke bagian lain (dinas rahasia). ³Petinya berselubung bendera besar.Maria di hutan belantara. tidak dianggap Yosef sebagai sebuah soal besar dibandingkan dengan kebesaran bendera kenegaraan yang menyelimuti peti jasad tidak berongga tubuh adik kandungnya. Kekuatan dan kejanggalan perasaan ini bisa dibandingkan dengan kegigilan perasaan hati perempuan muda teman duduknya yang bukanlah sesiapa saudara kandungnya²bukan pula sesiapanya dia. Ibu saya trauma. bahkan mungkin agak . Ini kepulangan terakhir saya sebelum kembali bertugas.´ tutur Yosef. Kini Yosef satu-satunya anak lelaki dalam keluarga. kebanggaan. memandang lurus ke depan. Perempuan muda malah menggigil. Sisi kesetiaannya pada pemerintah negara tercintanya tersebut dapat dilihat dari kutipan berikut ini: ³Tadi pagi ibu saya menangis lagi. Tidak berselang lama. Keluarganya tak merestui hubungan kami. Yosef ternyata masih setia pada negaranya tercinta. gaji saya terlalu kecil dan hidup seperti ini membuat keluarganya khawatir. Tapi. Kasihan dia. Mungkin«. ini sudah pilihan. Ketetapsetiaannya pada kepentingan negara dan pemerintah itu juga menjadi tambah menyentuh jika melihat kutipan perkataannya berikut ini: ³Saya benar-benar mencintai kekasih saya. Namun hal ini hanya berlangsung sebentar. Kematian adik kandungnya sendiri. ia sempat dipulangkan dari medan tempur untuk berlibur dari tugas beratnya sebagai seorang petempur. kecintaan. Tapi. dan penghormatan.14) Kutipan di atas memperlihatkan betapa teguhnya ia pada sumpah setianya sebagai prajurit² sebuah keteguhan yang diiringi keyakinan. usus.´ tutur Yosef. lirih. Kepedihan semakin memilukan. besar sekali!´ Ada nada bangga bercampur haru. sore ini saya benar-benar terpukul. 15) Dalam kutipan di atas dapat dilihat betapa Yosef langsung kecut nyalinya untuk memperjuangkan kepentingannya sendiri saat kepentingan pribadi tersebut mesti bersilang lintas dengan kepentingan atau kehendak pihak lain yang berkuasa. Mungkin. yang tercincang-cincang dan terbantai demi tugas mempertahankan keutuhan negara yang dikuasai para pemimpin pemerintahan. Jenazah sang adik kembali tanpa jantung. Salah seorang pamannya sangat dekat dengan penguasa. Enam bulan lalu adiknya meninggal disiksa para pemberontak. terkunci rapat dalam peti mati kayu mahoni. dan kemaluan. Betapa sunyi mayat yang berongga! (hlm. Padahal orang-orang berkuasa inilah yang ia bela dan jaga.

Perasaannya yang timbul dari pertemuan yang begitu membekasi hati dengan Maria diceritakannya pada seorang perempuan tidak dikenalnya di kereta api²yang kemudian ternyata akan menjadi target pembunuhannya sebagai wanita pimpinan teroris. Yosef kelak tetap ditampilkan sebagai serdadu berdarah dingin²kondisi kejiwaan yang mungkin berhimpitan dengan sisi sentimennya. Kebetulan sang suami tersebut berlatar belakang politik . menuju titik merah pada lingkaran. Meski begitu. di balik keteguhannya membela dan mengabdi penguasa tersebut. Hal ini juga menunjukkan segi sentimental Yosef. Ia pelan-pelan menarik picu senapan. Kepergian suaminya adalah kepergian ke luar negeri. Pupil matanya menajam. Yosef menjadi orang kecil biasa yang menyerah pada petinggi-petinggi bangsa namun seraya tetap memelihara cinta dan setia. nyatanya ia tidak perlu berbangga dengan kesetiaan dan pengabdian pada negara yang bersandang di bahunya. Di saat dan konteks seperti ini. Dari kutipan di atas bisa terlihat kesedihan yang sangat di hati Yosef kala terpaksa mesti berpisah dengan kekasih hatinya. Pastilah dia. Dia adalah seorang istri yang ditinggal pergi suaminya (tokoh Ayah) ketika ia masih mengandung jabang bayinya²yakni tokoh Aku. sejajar dengan tempatnya berada. Perempuan tersebutlah yang pada kisah sebelumnya mendengar segala keluh kesahnya.memalukan. menyambar. dunia ini memang kejam pada serdadu. pikir Yosef. Kini sasarannya berdiri membelakangi jendela. Yosef sudah melaksanakan tugas. melenyapkan nyawa orang yang menyimpan sebagian rahasia hidupnya. Seseorang jatuh tersungkur. Ia membayangkan dirinya seekor elang. Ya. Bekunya perasaanya itu kembali hadir di akhir cerita pada saat pembunuhan wanita pimpinan teroris yang menyimpan sebagian rahasia hidupnya. Ia teringat perempuan yang dijumpainya di kereta sebulan lalu. Suaminya tidak bisa lagi kembali ke dalam negeri disebabkan sebuah gejolak politik besar yang tengah melanda pemerintahan dalam negeri. Ketika pertama kali melihat potret perempuan muda itu. Berikut kutipannya: Tirai sebuah jendela di lantai tujuh gedung seberang terbuka lebar. Yosef sempat tercenung lama: pemimpin para teroris. (hlm. Yosef juga ditampilkan apa adanya sebagai manusia. Kini dinyalakannya telepon seluler dan melapor pada sang komandan. berbicara pada dua teman. 19-20) Dalam cerpen ³Makan Malam´ terdapat tokoh Ibu yang menjadi pusat penceritaan. Bagaimanapun. saat Yosef barangkali terpaksa untuk tahu diri bahwa ia orang kecil²lebih konkretnya lagi: bergaji kecil dan memiliki hidup yang membuat keluarganya khawatir. Kaca jendela pecah berkeping di gedung seberang. Titik merah dalam lensa Yosef ikut bergerak. Seseorang terlihat mondar-mandir di kejauhan. Ia telah membunuh perempuan itu.

³Siapa?´ ³Lelaki itu. datar.´ kata Ibu. saat langit masih gelap. Banyak orang dibunuh. Keesokan hari. dan akhirnya. sehari sebelum lelaki itu datang. Hidup harus berlanjut. tak pernah lagi. Dulu sering kulihat Ibu melamun. demi membelikan kebutuhan ³susu´ anaknya. anak semata wayangnya ini (tokoh Aku) terpaksa harus menerima fakta bahwa dia cuma punya ibu dan ibunya itu dipanggil orang wanita panggilan. dengan suara serak. 22-23) Sementara kenangannya yang terasa indah pada lelaki itu dapat dilihat pada kutipan berikut ini: ³Sebaiknya kamu bertemu Ayahmu. tokoh Ibu. Ibu memutuskan kembali ke kota. setelah siaran radio berkali-kali menyiarkan berita kudeta. Di sekolah. Setelah itu kehidupanku seperti berhenti. Ibu sedang hamil 5 bulan. kemudian makin berkurang.bertolak belakang dengan pemerintahan yang berkuasa (kemudian) setelah berhasil merebut kekuasaaan dari pemerintah lama. Fitnah-fitnah mulai gencar. Di sisi lain ia seperti memendam amarah karena tiadanya kabar sekian lama dari sang suami tercinta tersebut sehingga dia terpaksa melacur dan membesarkan buah hati mereka hanya sekadar dengan curahan kasih sayang seorang ibu.´ (hlm. Lama-kelamaan tokoh Aku pun terbiasa menerima kenyataan bahwa ibunya punya banyak ³langganan´ lelaki. Pria-pria silih-berganti. . Sekarang Ibu kembali pada kebiasaan lama. seorang diri ia membesarkan dan menyekolahkan anak semata wayangnya. Mereka mengobrak-abrik ruang kerja Ayah.´ kata Ibu. serombongan orang mendatangi rumah dan mencari Ayah. Sebagai orang tua tunggal (single parent). 27) Setelah ketidakpulangan sang suami. Ibu meninggalkan rumah itu dan pergi ke kampung nenek. Mayat-mayat mengambang di sungai. Suatu pagi buta. kata Ibu. Sepasang matanya menerawang. Beban perasaan yang berat menekan itu dapat dilihat dari sikap Ibu pada kutipan berikut ini: Malam ini Ibu agak dingin. ia bersembunyi dalam kamar yang tak bisa kumasuki. Kalimat µI love you¶ cuma terdengar sekali. Ketika Ibu melamun. terpaksa menjalani hidup sebagai pelacur (pria-pria silih berganti). Aku sudah lahir dan butuh susu. Ibu melamun. Di satu sisi dia terlihat masih menyimpan harapan dan kenangan lama pada sang suami. Ketika Ibu melamun. (hlm. mengambil buku-buku dan dokumen lalu membakarnya. aku seolah ditinggalkan sendiri dan bukan bagian dari dirinya lagi. Rencana kepulangan bapak kandung anaknya ternyata menggelisahkan tokoh Ibu. Ada apa? ³Dia akan pulang ke sini.

Di malam hari ketika Ibu mengandung aku. Kulihat mata Ibu berkaca-kaca. Kami selalu makan malam berdua. Ketika aku berangkat. Ibu menjadi perahu. Ibu menunjuk dadanya. tidaklah sebagaimana yang diharapkan semula. Ibu masih tidur. Kali ini Bach. Bila sakit. sang suami malah berkabar bahwa dia telah beranak pinak pula di perantauannya di tanah seberang (Soviet atau Rusia). setelah kedatangan sang ayah dan suami tersebut. Selera Ibu jadi berubah mendadak begini. Ibu senang mendengar gending Jawa. Aneh juga. Mengapa?´ Airmata meleleh di pipi Ibu yang mulai kelihatan kendur. Ibu memasak sendiri makanan yang disajikan. Bahkan. Ibu makan siang di rumah. Aku pernah dininabobokkan Ayah dan itu membuat perasaanku tenteram. Gending menjadi ombak.Ibu sakit lagi. Makan malam adalah ritual kami. aku suka Satie. . Tubuhnya demam. 26-27) Kenyataannya. Ya. Ibu bagai terseret dalam alunan gending. ³Nanti kamu tanyai dia. saat kedatangannya. Aku selalu bergegas. ibu dan anak. Jangankan berharap kepulangannya akan kembali mengutuhkan keutuhan keluarga yang sempat rumpang berpuluh-puluh tahun. Musik juga mengalun. Jalanan macet di pagi hari. Aku makan dengan lahap dan Ibu akan memandangku dengan senyum puas. Suaranya merdu. Kantorku lumayan jauh dari tepi kota ini. ³Mengapa dia meninggalkan kita?´ Kemarahan menggumpal di tenggorokan. tak bisa diganggu-gugat. aku dan Ibu. kata Ibu. untukku pun tak bisa dibagi. Mereka bergulung-gulung dan saling hempas di laut lepas. Tiap makan malam usai. makan malam saja kami bersama. kami duduk di beranda belakang. Suaranya jernih. sesudah itu dia langsung pergi dan menginap cukup di hotel sebab dia akan melanjutkan ³bernostalgia´ mengunjungi teman-teman lama di dalam negeri lamanya. Ayah suka menembang. kemarin Chopin. Makan malam adalah waktu kami bersama. Seperti apa wajah Ayah. Mengapa? Pertanyaan itu juga yang ada di kepalaku selama lebih dari tiga puluh tahun ini.. Aku dan Ibu sama-sama merokok. Sarapanku selalu terburu-buru. Gado-gado. Dulu ayahmu suka menembang. Berikut dikutipkan: Kami makan malam bersama. Aku makan siang di kantor. (hlm. Bu? Ibu tak menyimpan potret Ayah. Kedatangannya ternyata hanya sekadar minta maaf pada istri tuanya dan memberikan syal buatan Rusia pada anak lamanya²dengan ekspresi ³dingin¶ pula. Tetapi dia terekam di sini. Tempe goreng. Kegetiran suasana setelah kedatangan sang suami dan sang ayah ini dapat terasa dari kontras suasana makan malam²yang menjadi judul cerpen ini²antara makan malam berdua Ibu dan anaknya sebelum kedatangan tokoh Ayah. Padahal. Sup ikan. dan setelah kepergiannya kembali. Hanya sebentar dia bertamu ke rumah anak istrinya sendiri.

Dan sekarang lagi nggak pengen nembang. berputar. aku ingin mendengar e « Ayah bercerita.´ Kulirik Ibu yang tertunduk diam. Kadangkala ia menampar wajahku atau wajah Ibu sebelum ditelan udara dingin yang mengisapnya. kemudian lenyap. Namun. Mungkin nggak. Aku malas. seperti bayi tidur. ³Ayah berencana tinggal di sini?´ ³Belum tahu. ³Cerita apa? Aku belum punya cerita. ³Oh. Ayah memberiku sehelai syal biru. Inilah Ayahku. Setelah makan malam. Denting sendok garpu saling bersahut.´ ³Oh. Tetapi. aku ingin menangis. Ibu membeli makanan terbaik dari restoran mahal. kenapa pulang?´ Ia memandangku. Di sana aku juga punya kehidupan. Uban sudah memenuhi kepala. Aku. Ibu kelihatan damai dengan mata terpejam. mengisap ganja. Tulang-tulang rahangnya mengeras. Tenang.´ Aku memanggilnya ³Om´! Ibu langsung mengusap-usap punggungku. 21-22) « Makan malam kali ini kami bertiga. dan Ayah. Panas. dengan rongga mata dalam. 28-29) . Tak ada musik klasik. Aku seakan monyet yang terjebak. Ibu. aku tak biasa mengenakan syal untuk penampilan sehari-hari. Suaranya gemetar. (hlm. bisiknya.Asap tembakau yang putih mengepul.´ kataku. Kadangkala. Aku mendekam dalam kamarku.´ Malam itu mereka berbicara di beranda.´ Entah kenapa.´ kata Ayah. ³Kamu bisa mengenakannya untuk bepergian. bergetar. ³Aku mau selesaikan urusan dengan Ibumu. Om « eh. kulihat sepasang mata Ibu yang terpejam. Jasnya kebesarannya. melayang di udara. kami juga mengisap ganja. ³E. Desain majalah yang harus selesai besok kubiarkan terbengkalai. Wajah pria di hadapanku tirus.´ ³Hmm « suaraku nggak bagus lagi. mirip rintihan. Kalau begitu menembang saja. ³Jadi. Bagaimana aku menghadapi pria ini? Kami makan tanpa suara. Ibu dan Ayah tak berani saling pandang. Di antara biusnya. (hlm. atau bergulung. ya « terima kasih. putih. ya sudah. Yah. Layar komputer menyala. Ini negeri tropis. suasana menjadi ganjil.

Jangan ngomong begitu. Pada usianya yang semakin uzur dan renta. tentu saja keadaan fit dengan konteks orang yang sudah tua. Beruntunglah ia. Barangkali inilah sebabnya secara resmi ia berhasil sudah menikahi beberapa wanita. Diceritakan bahwa Kakek Mar berdesir darah kala mengamati ³keindahan´ gadis-gadis muda. ya? . Sakit pada hati sampai mati. Karakter seperti ini bahkan awet hingga dia lansia. Bach. (hlm. tak punya penyakit jantung. Aku selalu berbicara padanya tentang bermacam hal. kata itu makin sayup dan tak terdengar lagi «. Namun. Pengertian gemar di sini adalah bernilai lebih dari standar. Ayah. kali ini aku yang memasak untuk kami. Aku juga menyuapi Ibu. Kesehatan Ibu makin memburuk. Kakek Mar tentulah tidak akan merasa cukup jika mendapat sebegitu saja. Keindahan yang semakin lengkap sempurna berkat sokongan kondisi fit fisiknya. Perobahan cuaca dihayatinya sebagai suatu karya seni yang indah di mata dan ³sedap´ di hati. Kami akan selalu berdua. Jika standar kebutuhan seorang pria adalah empat buah. Diceritakan Kakek Mar ini sedang menikmati ketenangan hidupnya sebagai seorang senior citizen. Kakek Mar dalam cerpen ini memang ditampilkan kukuh dan kokoh sebagai seorang petualang cinta atau petualang wanita. Tokoh Alma adalah putrinya dari istri yang ketiga. Mungkin perolehan nilai lebih ini berkat karuni kesehatan fisik yang diberikan Tuhan padanya. 33) Selain itu. Sakit pada tubuh bisa diobati. 30) Tokoh dalam cerpen ³Pesta Terakhir´ adalah seorang kakek tua yang dalam cerpen ini cuma disebutkan dipanggil Mar oleh temannya Mursid dan Papa oleh anaknya Alma. Siapa tahu.« Aku dan Ibu masih makan malam bersama. dia digambar masih sehat wal afiat adanya. (hlm. atau maag kronis seperti kebanyakan teman seusia. Minggu lalu. Chopin. Pa. Ia sudah jarang berbicara padaku. Wanita yang dipacari dan dikawininya secara tidak resmi tentulah dalam jumlah tidak berhingga. Schubert « silih-berganti. Papa punya pacar lagi. Siapa tahu ada yang memberatkan pikiran Papa. Beethoven. Nggak ada. hipertensi. Papa nggak mikir apa-apa. masih bisa mencicipi makanan enak. lho. Dari lantai rumahnya yang asri ia mengamati perubahan alam dan kondisi. Kakek Mar ini dari dulu (masa mudanya) digambarkan sebagai seorang pria ³flamboyan´ yang gemar keindahan wanita. ia kubawa ke dokter.

sampai tiga kali. Mar? Mursid berbisik di sisi sang mempelai pria yang menyeringai nakal. Yang terakhir. Olala. mereka pernah bertaruh dengan nasib. Alma hanya tertawatawa melihat kelakuan ayahnya. si teman karib. Serangan jantung. Berkali-kali ia onani saat teman-temannya sudah bergeletakan tidur malam sehabis korve seharian yang menyiksa. Mursid yang menjadi wali. satu saja tak akan habis. berbulan-bulan. Kadangkala ia bersiul menggoda gadis-gadis yang lari pagi di jalan depan rumah. perempuan Italia. masih menyimpan sakit hati. « Dalam sel yang sempit di Salemba dulu. Connie. ya seolah abadi. yang lebih cermat ketimbang tukang jahit. Ia dulu memburu Harini karena tergila-gila pada cawak di kedua pipi perempuan itu yang muncul tiap senyum atau tawa merekah di wajahnya yang bundar. mengamati ukuran bokong mereka. Masak perempuan sedunia mau kau kawini. Ibu kandung Alma. Nafsunya. Ia tak tahan. terutama. meninggal dunia tiga tahun lalu. selalu menolak ditemui. Gimana kamu sendiri? « Sejujurnya. Tak terhitung gundik maupun pacar yang tersebar di berbagai kota dan negeri yang pernah disinggahi. perempuan yang paling ia cintai. Sejak muda ia memang gemar keindahan wanita. 35-39) Dari kutipan di atas terlihat bagaimana hasrat Kakek Mar terhadap ransangan dari kaum Hawa . Mursid paling sering menentang tabiat Don Juannya itu. berpanggul lebar dan suka berdendang. Bahkan. « Gadis-gadis mengagumi lakonnya di atas panggung dan ia dengan senang hati memacari mereka. meski mereka berdua masih berstatus suami-istri. Tiga perempuan pernah menjadi istrinya. Harini mencurahkan seluruh waktu untuk putri mereka. siapa yang mampu mampu mengikat selera pria binal? Ia dan Harini memutuskan berpisah saat Alma berusia 12 tahun. Istri keduanya. menghilang« Ia menduga rasa penasaran dan nelangsa akibat ditinggalkan itulah yang membuat cintanya pada Alijah seolah abadi. Namun. Ia tinggalkan begitu saja lantaran jemu « Istri pertamanya. Mar. ya. butuh pelampiasan. ia tak pernah merasa tua apalagi buruk rupa. cinta pertama Mursid menjadi kekasihnya yang kesekian« Ketika ia menikah. Ia jadi teringat Mursid. Indo-Belanda. (hlm. minta bercerai setelah memergoki ia berselingkuh dengan perempuan lain yang kemudian menjadi istri keduanya « Connie gigih menjanda sampai kini. katanya. istri ketiganya. Sudahlah.Pacar? Kamu kok tanya yang begitu-begitu. sih. Ia menghabiskan waktu untuk para wanita. Darahnya tetap berdesir macam ombak laut bila berpapasan dengan gadis-gadis belia.

pada akhir cerita. teknik penceritaan seperti menghadirkan alur yang mengklimaks untuk membawa pembaca pada penafsiran jenis kelamin tokoh Ia ini. Lebih menariknya lagi. Dari kutipan paragraf terakhir terlihat bagaimana saat-saat ia harus hidup terkurung di bui pun ia mesti juga mencari-cari kesempatan untuk memenuhi tuntutan libido berlebihannya. Tokoh Ia ini dilukiskan dengan teknik penceritaan yang cukup menarik.begitu dahsyatnya. Ia biasa ditemani rengek saksofn David Sanborn yang selalu terdengar di sini pada jam kedatangannya. . kawan baiknya. karena memang jenis kelamin inilah yang umum dikenal dekat dan lekat pada ³profesi´ tersebut²terutama lagi bagi bangsa timur. mirip pacar pertamanya. warna batu kelahirannya. Pada akhir ceri a t diperlihatkan bahwa rasa bersalah dalam diri Kakek Mar membuat dia berkeinginan melakukan pengakuan dosa pada Mursid. kawan-kawannya dikirim dengan kapal pertama ke sebuah kamp dan dia menghirup hidup bebas. Minat dan hobi yang seperti inilah yang membuat Kakek Mar tega mengkhianati kawankawannya sendiri. 58) « Kuku-kukunya terlihat berwarna biru turquoise. terutama ke tempat-tempat umum dan ramai orang. Sanborn mengingatkannya pada seorang pria berkaca mata hitam yang tersenyum lepas pada halaman sebuah majalah musik. Tokoh dalam cerpen ³Balada Hari Hujan´ adalah seorang waria yang oleh pencerita tidak disebutkan namanya melainkan hanya dideskripsikan dengan menggunakan pronomina Ia. kepastian jenis kelamin tersebut. Berikut kutipan teks yang bisa diduga dapat memainkan penafsiran pembaca tersebut: Ia biasa mengambil meja di pojok. termasuk Mursid. Berkat bocoran informasi darinya. (hlm. Pengkhianatan Kakek Mar terhadap kawankawanya inilah yang kemudian menjadi bahan cerita dalam cerpen ini. yang sama-sama di tahan bersamanya di sebuah sel sempit di Salemba. dekat porselen persegi berisi rumpun mawar plastik warna kuning yang rimbun. Seusai kerja paksa ternyata ia masih bertenaga untuk melaksanakan ³kerja´ lainnya. bahwa Ia berkelamin wanita. Mengikuti deskripsi tentang Ia pada awal hingga tengah cerita²dari apa-apa yang diceritakan pengarang tentang ³pekerjaan´ tokoh ini²hanya akan meghasilkan penafsiran pada pembaca bahwa tokoh tersebut adalah seorang pelacur. Hal ini bisa menjebak pembaca. Hmmm« Sejak melihat Sanborn yang funky dengan kaca mata hitam ia pun selalu mengenakan kaca mata hitam bila bepergian. Menariknya tersebut adalah bahwa cerpen ini memberikan kejutan kepada para pembaca dengan mengaburkan jenis kelamin tokoh cerpen ini pada awalnya hingga baru diketahui dengan jelas. warna cat kuku kesayangannya.

meski orang tua itu selalu memberi uang belanja untuk mengganti pakaiannya yang rusak tiap kali mereka selesai bercinta. (hlm. Kali ini buru-buru diraihnya lip balm rasa stoberi. ³Genit. Boleh saya ambil sambalnya. Sepasang muda-mudi di sudut lain kafe tersebut melirik sebentar ke arahnya. pagi ini tak ada lagi kenangan. pikirnya. Pelayan datang membawa nampan berisi pesanannya. (hlm. Mungkin. Pikiran romantis hanya membuat hati sedih. (hlm. Ia juga sering bersendawa seenaknya bila gas dalam perutnya yang kenyang mendesak keluar. Ia mencibir ke arah mereka dan bibirnya terasa kering. lalu menyeruput cairan kental itu dengan suara keras. setia mendengar keluh kesah Ben tentang anak-anak yang satu . Mereka bertemu tadi malam. Ia tak begitu peduli pada tatakrama yang diajarkan neneknya bahwa pantang mengeluarkan bunyibunyian saat mengunyah makanan atau meneguk minuman. setulus hati. 60) Ia mulai meniup-niup bubur ayamnya. ³Bibir yang kering menandakan kesehatan yang buruk. sudahlah. Kesedihan ternyata menimbulkan orgasme juga. (hlm. teringat tips kecantikan di sebuah majalah wanita. 59) « Ia mengenal beberapa pria mengesankan saat hujan. mungkin menganggapnya gila. Ia terkikik lagi. ia merasa kesal menatap gaun dan stocking sutranya yang robek di sana-sini. terutama yang berakhir tragis. Sekilas ia melihat pelayan mengerdipkan sebelah mata sebelum berlalu. bubur ayam yang masih mengepul panas.´ pikirnya gundah. Jeng.´ pikirnya . sinis. Ah. Ia memang mencintai pria itu. Pandangan mereka bertemu.´ suara perempuan bernada alto mampir di telinganya. « ³Maaf.« ³Sok ninggrat. Si pelayan tersenyum simpul. lalu berpaling lagi pada kesibukan semula. mengingat sang pria. 61) « Ia masih ingat cengkraman kencang pria itu pada leher dan bahunya yang terbuka. 59-60) Ia mendadak terkikik-kikik « Ia sendiri lebih suka membaca novel-novel percintaan. Tatakrama kurang menghargai ekspresi masing-masing pribadi. Semula ia berharap Benyamin menjadi yang terakhir. Dengusan keras seakan mampir di telinganya lagi « Sesudah kegaduhan berlalu. sebal. Jari-jari kakek yang kurus terasa tajam di daging muda yang lunak. memperpendek umur. Secangkir susu coklat juga diangsurkan pelayan ke hadapannya.´ pikirnya. Pria yang menerima segala kekurangannya itu bersedia mengawininya dan ia akan merawat Ben dengan baik.

tak peduli tua atau muda. Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun. sampai sang kekasih lelap dan mendengkur. yang pertama adalah Halifa sebagai tokoh yang bercerita²meski dengan menggunakan sudut pandang persona ketiga²dan yang kedua adalah Si Penjaga Kebun sebagai tokoh yang cukup dominan dikisahkan. Ternyata lelaki tetap saja lelaki.demi satu meninggalkan rumah untuk berkeluarga dan tak lagi peduli pada ayah mereka yang sendirian. ada dua tokoh yang terlihat hampir sama kuat kedudukannya sebagai tokoh utama. lurus-lurus dan berani. Dalam keadaan yang sudah banyak berubah tersebut sekonyong-konyong tokoh Si Penjaga Kebun menjadi pusat perhatian bagi Halifa. melanjutkan lagi roda takdirnya. Tambah pula secara linear upaya manipulasi estetik ini terasa cukup runut dan runtut membentuk klimaks pada bagian akhir. memasang jerat untuk menaklukkan wanita. Sepasang mata tua itu mendelik. Suatu waktu dia menyempatkan pulang dan mendapati keadaan di kampung halamannya telah banyak berubah. ia mengelus-elus rambut pria itu dan menyanyikan lagu-lagu nostalgia yang digemari pria seusia Ben. bahwa lelaki ini telah berdusta. benar-benar membuat perasaan tokoh Ia begitu terpukul pada akhirnya. Namun kenyataan berikut yang secara tidak sengaja ia temukan. seperti dikutip di atas. Ia merasa puas dan menyungging senyum lebar. Tak sia-sia. sebagaimana kenyataan bahwa tokoh Ia adalah paduan antara tubuh seorang pria dan jiwa wanita. « Ia membalas tatapan si pria tua secara khusus. (hlm. 63) (cetak tebal dari penulis) Variasi acuan dari kata-kata bercetak tebal dalam kutipan di atas menunjukkan upaya permainan penafsiran pembaca oleh pengarang sebelum pada akhirnya pembaca (bisa) dikejutkan sekaligus terpuaskan oleh fakta bahwa tokoh Ia adalah seorang waria. 62) Seperti biasa. Tokoh Halifa dalam cerpen ini adalah seorang perempuan muda yang telah lama tidak kembali ke kampung halaman. Dari fakta terakhir ini baru bisa dipahami hubungan antara kata-kata yang terkesan saling bertolak belakang. kaget. kakek tua yang semalam dikencaninya dan begitu Ia kasihi. Harapan itu semula tumbuh pada tokoh Benyamin. (hlm. . Mereka sangat pintar mengarang cerita sedih. Ia diceritakan mesti menghibur diri kembali bermain dengan kawan-kawan sepermainan dan sepernasibannya. Dalam cerpen ³Lelaki Bearoma Kebun´. Sudah lama Halifa tak pulang. Tokoh Ia dalam cerpen ini digambarkan sebagai seorang sosok yang berharap sangat pada akhirnya bisa menemukan pria terakhir yang bisa menjadi pasangan penghabisannya sehingga usai sudahlah profesi laknatnya selama ini.

ia akan berjanji menyampaikan pesan. Mungkin. mata orang yang mau menolong. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. Akan tetapi. rambut lelaki itu sudah memutih dan kerut-merut usia tua makin nyata. Radio model lama berbentuk roti bantal itu warisan kakek Halifa. Halifa kecil tak urung bersiul-siul senang menimpali tiap nada yang berasal dari lubang-lubang suling si penjaga kebun.Namun. Ia menyiangi lalang dari tanah kebun. Kadangkala lelaki itu mengeluarkan suling dari tas resam dan memainkan lagu-lagu berirama Melayu. (hlm. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. ia akan tunjukkan jalan. Barangkali. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. dari bayi merah. tanah perlu makan. tanpa pengetahuan ini pun Halifa sedari kecil memang mengagumi sosok penjaga kebun ayahnya ini. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang. bisa jadi obat sepinya. Bagaimana pandangan Halifa terhadap tokoh Si Penjaga Kebun bisa dilihat dari kutipan berikut ini. semacam pengumuman. yang punya kebun. belajar beranak-pinak. Itu galibnya perkembangan manusia. Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. ikuti saja aroma itu. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. lalu renta dan pikun. Apakah masih juga dikenakannya topi kebun dari kain belacu lusuh itu? Mata sabitnya yang berkilau saat terayun ke batang lalang dan semakbelukar seakan hadir di depan mata. 79) Lelaki itu dilukiskan dalam cerita ini sebagai sosok yang setia dan tabah menjalankan profesinya sebagai tukang kebun. bukan sekadar orang upahan biasa sebagaimana yang selama ini diketahui Halifa dari semenjak berumur kecil. ³Biar gembur. Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. Kekaguman ini tentu bisa dimaklumi akan cukup berbekas hingga ia dewasa pun setelah sekian lama dan jauh berjarak dari masa lalunya. Bila ada yang tersesat. Hembusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan.´ katanya pada Halifa kecil. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. Daya ingatnya pun mungkin sudah menumpul. 77-78) Tokoh Si Penjaga Kebun ini pada akhirnya cerita baru ketahuan bahwa dia sebetulnya masih mempunyai hubungan famili dengan keluarga Halifa. menabur kotoran ayam dan kambing di atasnya. Bila kalian ingin bertemu tuannya. Dia merupakan jenis manusia yang mencintai apa yang menjadi pekerjaan dan kewajibannya sehingga terlihat dapat menikmati dan bisa berbahagia . lelaki itu menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga. Matanya tak pernah menyorot garang. (hlm. Ia punya radio transistor yang bisa menangkap siaran dari Malaysia. Bila ada yang ingin menemuinya.

Yai kau ape agik.atas apa yang dikerjakannya itu.´ lanjut lelaki tua itu.´ kata Halifa. Sebagai penutup cerita cerpen ini. Dari pertemuan inilah Halifa baru mengetahui rahasia pertalian darahnya dengan Si Penjaga Kebun yang selama ini tidak diketahuinya. Dia adalah sosok yang menghadirkan ketenangan bagi mata yang memandang dan menebarkan kedamaian bagi siapapun yang berpapasan dengannya. Dengan pertimbangan dan argumentasi bahwa perasaan-perasaan tokoh Akulah yang menjadi fokus utama cerita maka bisa dikatakan bahwa . Kebenaran kau pulang. Lame dak pulang. Semue la berubah. di kamar kontrakan. ³Oh. 85-86) Selain terhadap Si Penjaga Kebun. Atuk ni la sakit-sakit terus. terutama hidupnya yang sendiri. Macam-macam sakit pun ade. di bus. dari pening. adiknya. Halifa juga terkenang pada keluarga besarnya: Malida. Ketika si penjaga kebun meninggal dan jenazahnya dimakamkan. perihal Si Penjaga Kebun inilah yang dilukiskan masih setia membayangi hari-hari selanjutnya Halifa di bumi perantauan. tertatihtatih mendekati Halifa. dak ape-ape. Aku adalah ayah Paula. serta nenek dan kakeknya. (hlm. Ia cuma mengirim doa. Halifa telah kembali ke tanah rantau. tuk. yakni tokoh Aku dan Paula. Di sana Halifa mendapatkan lelaki tersebut sudah mulai sakit-sakitan. Nilai-nilai yang bisa dipetik dari orangorang tercintanya tersebut senantiasa membekas dalam sanubari Halifa. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. kabur. 87) Dalam cerpen ³Makan Keempat´ terdapat juga dua tokoh yang terlihat cukup menonjol. atuk dak bise nampak jelas. Namun. Di sana Si Penjaga Kebun sakit-sakitan tersebut menceritakan sesuatu pada Halifa dewasa. Ade yang nak atuk cerite. Kau di situ pun. ayah dan ibunya. Banyak yang berubah. sebentar agik nak pulang ke tanah. Papa kau pun la pensiun. Pilihan hidupnya yang memilih sendiri sungguh mengagumkan buat Halifa sedari kecil. Lelaki itu akhirnya mengungkap kisah yang mengguncang Halifa (hlm. ³Benar. 84) Oleh karena itu. dan di tempattempat baru yang pertama kali dikunjunginya« (hlm. Nyai la dak ade. di kantor. mengas sampai « mate ni la dak keliat agik la. dalam keadaan hujan gerimis dan jari-jari petir menyambar Halifa memaksakan diri juga untuk berkunjung ke pondokan kecil tempat Si Penjaga Kebun tinggal. seraya duduk di tepi ranjang. Halifa cume nak mampir sebentar. membawa gelas air. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan.

aku sering berteriak-teriak memanggil namanya dan berharap ia berbalik serta menatapku. Tokoh Aku dalam cerpen ini. Kedua tanganku yang bersiap memeluknya tertahan di udara. soal keberadaan Paula pun hingga akhir cerita tetaplah kenyataannya berselimut kabut misteri. Ia meninggalkan aku. Rasa sedih dan pedih kehilangan Paula tersebut menghadirkan ilusi bagi tokoh Aku pada harihari berikutnya tanpa kehadiran Paula. apakah masih hidup atau memang telah tiada. Elia. Terlebih lagi tokoh Aku faktanya menjadi pusat pengisahan cerita ini sehingga dia senantiasa terlihat konsisten mengawal alur cerpen ini. Datang dan perginya bagai tuah dari tongkat sihir. ketika temaram di sekelilingku benar-benar hilang di ujung lorong gelap-gulita. ia memunggungiku. dan istrinya. Tak sekalipun ia menggubris. mirip tikus terjebak di perangkap berumpan. Aku tertahan di atasnya. Jiwa Paula seolah tetap datang kembali ke rumah orang tua tercinta sebagaimana harapan seorang Aku yang selalu terkenang buah hatinya. sebelum lebur dalam udara.ayah tokoh Paulalah yang menjadi tokoh utama cerpen ini. Lembut. Ketika belum terbiasa dengan cara datang dan pergi Paula. Kuletakkan kotak cerutuku di meja dan bangkit perlahan dari kursi malas untuk menyambutnya. Dibiarkannya kami menunggu selama sepuluh musim. salah satunya secara retoris²dalam pengertian teknik bercerita²didukung oleh pemilihan sudut pandang ini. Kedua telinganya bagai tersumbat besi tempaan. yang jelas. diceritakan kehilangan Paula. Berpijar. Ada pula dugaan-dugaan bahwasanya Paula telah disekap dan disandera pihak penguasa karena aktifitas subversifnya. terbit dari tiada dan lenyap ke dalam tiada. Tubuhnya meluncur lurus ke muka. Menyedihkannya²terlebih²kepergian tokoh Paula tersebut bagai menghilang tanpa jejak dan tiada berbekas. Paula selalu datang ketika hanya pijar lampu bacaku yang menyala dan membuat gradasi cahaya. Berikut kutipannya: Paula datang ketika lampu-lampu ruang telah padam. Sebab itu sulit untuk membuktikan keberadaan Paula. putri tercinta mereka. aku masih berharap. demi menghilangkan kesedihannya tokoh Aku akhirnya memutuskan untuk menganggap bahwa Paula telah di alam baka sana. Namun. kemudian menghilang tepat di tengah lorong menuju dapur. . Untuk itu kedua orang tua tokoh Paula ini membuatkan makam untuk putri kesayangan mereka. Tubuhnya memancarkan sinar putih. Dan lantai licin yang kupijak tiba-tiba berperekat. Pada akhirnya. Ia meninggalkan ruang lengang tanpa aroma. Kusaksikan Paula sirna. meluncur di lantai. Namun. 133]). menggantung kaku. Karena pengarang dalam cerpen ini tidak bersikap dan bersifat mahatahu selalu. entah tenggelam di lautan atau ditelan daratan (dimakan hiu atau disekap dalam benteng bawah tanah [hlm.

Namun. dengan tekanan dan perasaan beragam. memperlihat suasana yang muram dan agak suram. senang. putus asa. Berikut dikutipkan narasi cerita ketika dalam cerpen ini dikisahkan Yosef bertemu langsung. khususnya enam cerpen yang dibahas. Orang-orang lelap dalam selimut katun seragam biru tua.Aku menyebut namanya. Alang-alang yang subur jangkung. 15) Kesenyapan dan kesabarannya saling beradu. terkait tema-tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen ini. mengerat sepi. dan gunung batu terjal di kejauhan« Kereta ini seperti melayang di tengah gelap. semak-semak duri di tanah gersang. 123-124) 3. Atmosfer ini juga sesuai dengan keseluruhan tema cerita yang mengungkapkan kegalauan hati Yosef sebagai seorang prajurit tempur atau sniper yang mesti menjalani suratan takdirnya membunuh sesama manusia. 11) Angin pun berangsur tenang. Keniscayaan yang lain memendarkan nyeri lagi pada ulu hati« Lorong kereta begitu sunyi. Tidak hanya pelataran suasana alam semata yang menjadi sarana untuk membangun atmosfer gelap seperti ini. cemas. (hlm. Sebagai contoh berikut akan dikutipkan beberapa potongan paragraf dari cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´. 16) Penggambaran latar yang umumnya telah terpisah dan berjarak dari peristiwa utama cerita. haru. Udara menjelma mantra ganjil yang berdengung dalam bahasa sihir. diikuti desah napasku yang berat. seperti barisan kunang-kunang muncul di jendela. wangi. Angin tiba-tiba menggeliat bangkit dan mendesis. Namun. latar suasana dalam cerpen-cerpen tersebut terlihat sangat mendukung bagi tema-temanya. yang akan dibahas pada bagian ini adalah latar suasana. suara serak ini hanya dijawab oleh gemanya sendiri. panglima perang mistis . (hlm. seperti dikutipkan di atas. dengan tokoh Maria Pinto. tokoh utama cerpen ini. Noktah-noktah cahaya dari perkampungan. 13) Noktah-noktah cahaya timbul-tenggelam di bidang jendela. selebihnya gelap pekat. Sesuai kecenderungan ekspresi kemanusiaan yang begitu teraba dan terasa dari dua belas cerpen kumpulan cerpen ini. hanya berduaan saja. letih« (hlm.2 Latar Latar yang dianggap paling menonjol. Peristiwa-peristiwa dalam cerita pun cenderung mendukung bagi terciptanya suasana seperti ini. Suasana ³kelam´ seperti ini terlihat sangat sesuai dengan kemurungan jiwa yang tengah melanda prajurit Yosef Legiman. membius segala yang bergerak dan keras kepala.3. (hlm. (hlm. Bunyi gesekan sayap-sayap jangkrik makin menggema.

Ibu memutuskan kembali ke kota. Suatu pagi buta. Namun secara keseluruhan. Aku sudah lahir dan butuh susu. setelah siaran radio berkali-kali menyiarkan berita kudeta. usus. (hlm. bergulung-gulung melewati medan pertempuran. Tentu saja tidak semua pelataran menciptakan atmosfer yang cenderung ³gelap´ seperti ini. Berikut dikutipkan: ³Ketika kabut datang. Ibu sedang hamil 5 bulan. aku saksikan tujuh orang terkapar mati di tanah.. Berikut dikutipkan dua buah paragraf dari cerpen ³Makan Malam´. mengambil buku-buku dan dokumen lalu membakarnya. Mayat-mayat mengambang di sungai. (hlm. paru-paru. dan tulang-tulang tengkorak gadis tersebut dengan jelas. bergulung-gulung di atas kami dan aku menembaknya.. Negeri itu memang ajaib. Mereka mengobrak-abrik ruang kerja Ayah.pasukan musuhnya. 17) Hal seperti ini juga terasa dari kisahan rekan Yosef yang telah terlebih dahulu terjun ke medan tempur menghadapi Maria dan gerombolannya. Berbagai objek cerita sangat memungkinkan untuk terjadinya bermacam variasi. Keesokan hari.´ kisah teman Yosef. Kutipan di atas menunjukkan bahwa kekelaman suasana tidak hanya . Meski masih sangat eksplisit terasa bernuansa gelap. Ketika kabut lenyap. Ia bisa melihat jantung. tanpa henti. pelataran suasana tersebut cenderung menunjang bagi suasana kepedihan manusia yang dominan menjadi nuansa tema-tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen ini. Bagian ini merupakan kisah perpisahan antara tokoh Ibu dan Ayah saat tokoh Aku belum lahir dikarenakan sebuah huruhara politik dan sosial. Suatu hari kabut itu datang lagi. Hidup harus berlanjut. saat langit masih gelap. 27) Pelataran di atas berangkat dari peristiwa-peristiwa dalam cerita atau berupa aksi kejadian. Banyak orang dibunuh. Kepala mungil yang cantik berubah membesar dengan pupil-pupil mata yang menonjol serta kulit wajah mengeriput. Pria-pria silih-berganti. Setelah itu kehidupanku seperti berhenti. anggota pasukan kami satu demi satu mendadak gugur dengan luka tembak. 12-13) Hal seperti ini juga dapat dengan mudah ditemukan pada cerpen-cerpen lainnya. serombongan orang mendatangi rumah dan mencari Ayah. kegelapan dalam pelataran ini bukan tersurat lewat keadaan tempat atau saat yang kelam²pengecualian pada bagian Keesokan hari. Fitnah-fitnah mulai gencar. Ibu meninggalkan rumah itu dan pergi ke kampung nenek. saat langit masih gelap. kata Ibu.²melainkan melalui kejadian-kejadian yang mengisi dan menempati waktu dan ruang statis itu. (hlm. tersenyum pahit.

berair. Di susut kolam. Anak-anak itu terkurung di sana. Lelaki Beraroma Kebun´ dan ³Makam Keempat´. 8687) « . Orang-orang kampung melihatnya berlari kencang ke dalam hutan sambil melolong. (hlm. secara berurut. Suasana suram yang dibangun oleh pelataran. menahan udara dingin. Merasa ada yang lucu dalam hidupnya. ia mati dimangsa ular atau buaya yang menghuni sungai. patung perempuan gemuk memegang kendi telah bersalut kerak debu. begitu asing.ditampilkan lewat pelataran gelap sesuatu latar tempat dan waktu namun juga secara lebih berjarak dengan tafsiran dan pemaknaan atas atmosfer sebuah peristiwa atau lakuan tokohtokoh cerita. Langit abu-abu tua. Debu. Setelah itu ia benar-benar senyap dari muka bumi. sebagaimana kecenderungan tematik kumpulan cerpen ini. Payung ungu itu mengembang lagi. memandang lurus patung di taman. Udara taman berdebu. 31) « Hujan masih menyambutnya di luar kafe. juga terlihat pada kutipan dari cerpen-cerpen berikutnya. merupakan kutipan dari cerpen ³Pesta Terakhir´. Ia mencoba bersenandung. Barangkali. Jalan yang basah menyambut langkah-langkah kaki yang menggigil. 64) « Berminggu-minggu anak-anak tersebut ditinggalkan ibunya yang berharap ada orang kampung datang dan menyelamatkan mereka. ³Balada Hari Hujan´. Perempuan itu tak sadarkan diri dan saat siuman ia sudah lupa pada siapa pun. Seorang lelaki tua berdiri tegak di depan jendela yang terbuka. debu« Bagaimana mengikis debu yang menebal di benaknya? Ia melihat daundaun gugur melayang dari pohon. Ia rapatkan kerahkerah mantelnya. Tapi matanya terasa pedih. ia menemukan lima mayat tergeletak di lantai tanah dan telah membusuk. tanpa mampu berteriak minta tolong. Suatu hari ketika perempuan itu kembali untuk memastikan anak-anaknya telah diambil orang. (hlm. Ternyata pikiran yang kalut membuat si perempuan telah mengunci gubuk dari luar. Air mata mulai mengembang di balik kaca mata hitam ala Sanborn. Terlihatlah juga betapa suasana mencekam dari peristiwa kerusuhan di atas sangat mendukung bagi suasana penderitaan hati tokoh Ibu yang menjadi tema cerpen ini. tapi tak bisa. Daun teratai yang layu dan busuk mengambang di permukaan air coklat keruh. Ia merasa hidup begitu sepi. Angin sore terasa kering dan tajam. (hlm. Amis lumpur menguap dari kolam dangkal serupa kubangan kerbau itu. Masing-masing.

3 Sudut Pandang Sudut pandang persona ketiga digunakan pada cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´. ³Pesta Terakhir´. Mungkin. Tangan Mursid bergetar dalam genggamannya. Pada cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ terlihat sudut pandang persona ketiganya bersifat mahatahu. Ia menyambutnya dengan peluk hangat. Berikut kutipannya: Mursid muncul di ambang pintu. sendu. Barangkali. Benarkah? Air matanya meleleh.Kalian akan melihat sepasang rongsokan manusia berjalan tertatih-tatih. Tubuhnya makin menggigil oleh terpaan udara dari pendingin ruang. seperti kucing demam. ini pestaku yang terakhir. Tetapi.´ gerutunya. Alangkah ganjil menyaksikan penembak jitu memercayai hal-hal yang jauh dari hukum benda dan kasatmata. dia terkesiap ketika menatap wajah si prajurit. kemahatahuan pengarang bisa dilihat dari kutipan berikut ini: Hari masih terlalu pagi untuk orang-orang yang takut pada cuaca dingin bulan Juni. sedangkan pada cerpen ³Makan Malam´ dan ³Makam Keempat´ yang dipakai adalah sudut pandang persona pertama. Semula ia kurang berminat mendengar ocehan prajurit cengeng ini. pikirnya. ³Pelayan lupa menaikkan volume. Ia mendorong pintu cepat-cepat. Mursid mengelus punggungnya. Tapi. Kelopakkelopak bakung di bawah jendela terlihat segar berair. Kini ia mulai menangis terisak-isak. dan ³Lelaki Beraorma Kebun´. Ia menuntun Mursid ke sofa. Dalam cerpen ³Pesta Terakhir´ juga sama. Ia ingin membuat pengakuan. Jari-jari kakinya terasa mengeriput dalam stocking sutra setengah basah. menuju baku. 124) 3. 13) Dari kutipan di atas terlihat bahwa narator juga bisa mengetahui perasaan dan pikiran tokoh ceritanya. lalu kembali menekuni halaman-halaman buku. (hlm. (hlm. (hlm. Tak urung air matanya terbit ketika Mursid lagi-lagi berbisik. Ia membayangkan teman-teman prianya masih meringkuk dalam pelukan istri atau pacar mereka. wangi kaldu ayam dalam adonan . menyerupai zombie.3. inilah wajah orang yang hidup-mati dari perang. kurus dan ringkih. 42) Narator cerpen ini terlihat mengetahui pikiran dan gumaman di dalam sanubari tokoh yang diceritakannya. Dalam cerpen ³Balada Hari Hujan´. dalam hati. seraya mengerjap-ngerjapkan mata yang basah. selamat ulang tahun teman duniaakhirat. berikut kutipannya: Perempuan muda itu terusik sebentar. ³Balada Hari Hujan´.

tak bisa diganggu-gugat.bubur membuat otot-otot lambungnya berdenyut keras dan tubuhnya yang menggigil itu mulai dialiri hawa panas. Memang sulit untuk tidak diakui bahwa aktifitas tokoh Paula.4 Tema 3. 58) Sifat mahatahu pada sudut pandang persona ketiga cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ bisa dilihat pada kutipan berikut ini. Namun. Ibu masih tidur. Kami makan malam bersama. putrinya. Pada cerpen ini justru penceritanya menjadi tokoh utama. lelaki itu menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga.4. Aku makan siang di kantor. Sudah lama Halifa tak pulang. Wajar kiranya sentral garapan cerpen ini berfokus pada perasaan sosok ayah yang kehilangan putrinya (tokoh Aku). lah yang menjadi bahan ceritaan dalam cerpen ini. Sarapanku selalu terburu-buru. Selain itu secara kuantitas terlihat tokoh Akulah yang dominan mengawal alur cerita. (hlm. Ibu makan siang di rumah. Makan malam adalah waktu kami bersama.1 Kehampaan Jiwa dan Kesetiaan terhadap Tugas pada Cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ Masalah kemanusiaan yang diangkat dalam cerpen ini berpusat pada sikap hidup yang dilakoni . (hlm. aku dan Ibu. Makan malam adalah ritual kami. Ketika aku berangkat. 21) Dalam cerpen ³Makan Malam´ ini tokoh Aku sekadar berperan sebagai tokoh tambahan sehingga sudut pandangnya pun berupa sudut pandang ³Aku Tokoh Tambahan´. makan malam saja kami bersama. Hal ini berbeda dengan sudut pandang persona pertama pada cerpen ³Makam Keempat´. 77-78) Teknik penceritaan dengan menggunakan sudut pandang persona pertama pada cerpen ³Makan Malam´ bisa dilihat dari kutipan beikut ini. Namun sulit pula untuk diingkari bahwa akibat dari aktifitas politik Paula tersebutlah²yang berimbas pada ³kehilangannya´ atau ³penghilangannya´ dan lalu berimbas pada kesedihan kedua orang tuanya (terutama lebih intensif lagi digarap pada detail perasaan tokoh Ayah)²yang paling dekat berkaitan dengan tema kemanusiaan pada cerita ini. 3. Ia biasa mampir ke kafe ini untuk sarapan. Jalanan macet di pagi hari. Aku selalu bergegas. (hlm. Kantorku lumayan jauh dari tepi kota ini. Ya. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun. ibu dan anak.

Ini berarti. Ketidakmampuannya untuk membunuh Maria dan kesempatan untuk meneruskan hidup yang diberikan Maria ternyata membekas pada kejiwaan Yosef. Dua-duanya sad ending. dan amat perasa. Di satu sisi Yosef terlihat teguh menjalankan wataknya sebagai seorang prajurit (bukan sekadar dalam artian kepangkatan): menjalankan sumpah setia pada tugas negara dan patuh pada doktrin garis komando. (hlm. Kemungkinan ini sebelumnya diperkuat oleh penggunaan kata gadis (bukan sekadar perempuan itu misalnya) pada narasi berikut di bawah ini oleh pencerita: Gaun lembut Maria Pinto membelah anyir perang dengan kibaran putih yang menyilaukan. sedih. Ketika membuka pembicaraan dengan perempuan di sebelahnya pun (tokoh Wanita Pimpinan Teroris) dia menjadikan kisah Maria ini sebagai bahan obrolan atau lebih tepatnya curhatan pribadi. Namun. pikirnya. Yosef membiarkan iring-iringan di langit itu berlalu. Lutut-lututnya lemas. Dua pengawal menyertai perjalanan rutin ini. Yosef Legiman. terhadap Maria pun Yosef kemungkinan memiliki perasaan ³sejenis´ dengan entah berapa kadarnya. 14) Timbulnya sifat perasa pada Yosef. Wajar kiranya dalam suasana yang mendukung untuk banyak merenung dan termenung. diceritakan disebabkan oleh peristiwa pertemuannya dengan tokoh Maria Pinto. pada sisi lain dia juga ditampilkan sebagai sosok manusia apa adanya sebagaimana kebanyakan manusia pada umumnya. Perempuan muda menghela napas panjang. Berikut kutipannya: ³Ini rahasia saya.tokoh utamanya. Sebagai seorang manusia ia bisa sedih. . Berikut kutipannya: Apakah ini pertanda ia tengah bersiap menyongsong maut. hanya antara kita. menyudahi kisahnya. Yosef kembali terbayang wajah Maria. sebagaimana dieksplisitkan secara tekstual pada kutipan sebelum ini. Kisah cinta segitiga yang rumit dan tragis. lalu membuat pengakuan dosa serta jadi amat perasa? (hlm. teks pikiran benak perempuan di sebelah Yosef ini sesudah mendengarkan seluruh cerita Yosef mengaitkan cerita Yosef tentang Maria dengan cerita perpisahannya yang baru saja terjadi dengan kekasihnya (kekasih Yosef) gara-gara tiada restu orang tuanya kekasih Yosef. Prajurit ini terombang-ambing antara pacarnya dan panglima hantu. menjaga junjungan mereka dari atas kereta. 18) Fakta cerita seperti ini menciptakan pemaknaan bahwa nilai kenangan Yosef pada Maria berelasi dengan fakta cintanya terhadap kekasih nyatanya. jatuh cinta. Ia terduduk di tanah. Menariknya. yakni dalam sebuah perjalan kereta.´ ujar Yosef.

. Namun di sisi lain. Tubuh Yosef menggigil. melihat sebuah dunia yang terus memudar di bawahnya. Ia merasa terbang di antara awan. Seperti sudah dikemukakan sebelumnya. Bahkan hingga akhir cerita pun digambarkan seperti itu. musuh negaranya. Alang-alang yang subur jangkung. salah satu alasannya juga bisa dilihat dari pilihan judul bagi cerpen ini: ³Kuda Terbang Maria Pinto´. perasaan dengan ³nilai lebih´ ini semakin kuat diduga ada setelah cerpen ini diakhiri oleh paragraf berikut ini: Angin tiba-tiba bertiup kencang lewat jendela. Padahal kuda saktinya Maria tersebut secara frekuensif sangat kecil porsi kehadirannya dan bisa dianggap tidak berdiri di barisan tokoh-tokoh utama. dan gunung batu terjal di kejauhan kembali memenuhi penglihatannya bersama kenangan pada gadis itu. Bagai tersihir Yosef menyambut jemari gadis yang menunggu. mengulurkan tangannya yang putih dan halus. (hlm. atau mungkin memendam. Kekagetannya sewaktu mengetahui bahwa kuda Maria tersebut adalah kuda mainan yang terbuat dari kayu juga kurang kuat untuk bisa dianggap menjadi alasan keutamaan perannya karena tema cerita juga berputar ke peristiwa-peristiwa lain seperti kematian adiknya. Yosef terlihat memelihara. Ia melihat Maria Pinto menyeberangi langit dengan kuda terbang. (hal. semak-semak duri di tanah gersang.11-12) Gangguan kejiwaan yang melanda Yosef bisa dipandang cukup besar pengaruhnya dari pertemuan dengan Maria. Dari hal ini bisa diduga bahwa penonjolan kuda tersebut pada judul adalah berfungsi untuk menonjolkan peran Maria sendiri²sebagai empunya² bagi sisi kemanusiaan Yosef yang menjadi tema cerita. Perannya bagi tema cerita mengenai distorsi kejiwaan yang melanda prajurit Yosef juga bisa dipandang berlangsung tidak langsung. di satu sisi Yosef adalah seorang prajurit yang tetap setia menjalankan tugas yang diembannya. 20) Dapat dipahami bahwa pembaca bisa melihat ini sebagai sesuatu yang aneh. melayang. Lagi pula hadir sebuah antiklimaks saat sang kuda sakti tersebut tidak lagi ³besar´ dengan selubung kabut mitos dan misterinya. perasaannya terhadap Maria. Mengapa perempuan itu selalu mengikutinya ke mana pun? Maria Pinto tersenyum.Angin pun berangsur tenang. Kemudian. seorang gadis yang menjadi pelindung gerombolan pemberontak. bagaimana dia dengan tangan dingin membunuh seorang wanita pimpinan teroris yang menjadi target operasi instrumen keamanan negara yang ternyata tidak lain dan tidak bukan adalah merupakan perempuan di sebelahnya sewaktu mencurahkan ingatan tentang kisah kesaktian Maria di atas kereta.

akan tapi di sisi lain dia juga tidak desersi dari kewajiban dan loyalitas pada penguasa negara hanya digara-garakan persoalan perasaan dan cinta. ia merasa tenang di sisinya. Seperti ungkapan menjijikkan dalam roman. (hlm. sebagaimana digambarkan di atas. 14) Klausa memandang lurus ke depan di atas bisa dimaknai sebagai simbol sisi teguh Yosef sebagai prajurit yang telah bersumpah setia. Ia merasa lega sudah membagi kisah-kisahnya yang terdengar lemah dan pengecut pada perempuan muda ini. Dia tidak digambarkan begitu menggebu-gebu dalam menjalankan misi untuk membunuh musuh negara tersebut.´ tutur Yosef. lalu kembali menekuni halaman-halaman buku. nyaris bergumam. beban emosionil menekan begitu berat dan sangat dahsyat. Ibu saya trauma. percuma saja. Kini Yosef satu-satunya anak lelaki dalam keluarga. Tapi. ³Petinya berselubung bendera besar. usus. Jiwa yang hampa ini menghadirkan logika sejalan dengan karakter pembunuh berdarah dingin pada perannya sebagai seorang sniper pada cerita bagian akhir. ini sudah pilihan. Semula . Walhasil. meski. Kasihan dia. «. saya tak pernah menembak Maria Pinto dan kuda terbangnya. Ini kepulangan terakhir saya sebelum kembali bertugas. dan kemaluan. (hlm. besar sekali!´ Ada nada bangga bercampur haru. tak akan. 14) Paradoks dan paduan antara kehampaan jiwa dan kesetiaan pada tugas ini terlihat lebih jelas lagi dalam kutipan berikut ini: ³Tapi. terkunci rapat dalam peti mati kayu mahoni. ³Tadi pagi ibu saya menangis lagi. Paduan yang kontras seperti ini juga tergambar pada bagian cerita yang mengisahkan cerita Yosef pada perempuan di sebelahnya di atas kereta tentang kematian adiknya yang mungkin juga memilih jalan hidup sebagai tentara. di sisi orang asing yang bertemu di perjalanan. Enam bulan lalu adiknya meninggal disiksa para pemberontak. tidak akan berkhianat dan lari dari tugas. Malahan dia digambarkan seolah tetap masih memiliki simpati terhadap sasaran yang pernah menjadi teman curhatnya tersebut. sisi manusiawinya mesti ³terdampar´ di kehampaan relung-relung jiwa.´ ujar Yosef pelan. Jenazah sang adik kembali tanpa jantung. Berbagi cerita yang dilakukannya dengan wanita yang tanpa sebelumnya ia sadari nanti akan dibunuhnya (demi tugas) itu pun menjadi sebuah sarana untuk mengisi ruang-ruang tertekan dalam batinnya.Kontradiksi inilah yang bisa dimaknai sebagai situasi hampa pada kejiwaan prajurit Yosef dalam cerpen ini. Perempuan muda itu terusik sebentar.ia sangat sakti. memandang lurus ke depan.

Sementara tokoh anak (Aku). Pedih dan perih ini terasa sekali berfokus di tokoh Ibu yang mengalami langsung dari jarak dekat peristiwa ditinggalkan orang terkasih tersebut. Sepasang matanya sayu berhias bekas-bekas sayatan dekat alis. Ayah. wajah penuh luka jahitan. Garis tadi menghasilkan pemaknaan tentang kepedihan jiwa seorang istri yang ditinggalkan sang suami yang dicintanya.4. Alangkah ganjil menyaksikan penembak jitu memercayai hal-hal yang jauh dari hukum benda dan kasatmata.. Wajah lelaki itu mirip boneka kain kanak-kanak yang terlalu disayang. Penderitaan tokoh Ibu ini disebabkan dua hal yakni kehilangan sang suami dan ³kehilangan kedua kalinya´ sang suami. atau setidaknya sari cerita. yang menjadi sudut penceritaan. (hlm.2 Derita Seorang Ibu dan Makna Keutuhan Sebuah Keluarga dalam Cerpen ³Makan Malam´ Tiga kalimat terakhir yang menutup cerpen ini barangkali bisa dipandang sebagai persoalan inti. yang ingin dikemukakan: Sakit pada tubuh bisa diobati. tokoh Aku terlihat tidak terlalu terguncang secara kejiwaan.ia kurang berminat mendengar ocehan prajurit cengeng ini. Kehilangan inilah yang membuat tokoh Ibu ³terpaksa´ menjalani profesi sebagai wanita panggilan demi membesarkan . Barangkali. yang menyerupai sulaman bordir asal jadi dan bermotif sulur di tangan pemula. Kehilangan pertama kalinya terjadi sebagai akibat sebuah peristiwa atau lebih spesifiknya huru-hara sosial-politik yang membuat tokoh Ayah tidak bisa kembali ke tengah-tengah keluarganya karena sudah berada di luar negeri (tempat yang aman guna menyelamatkan diri dari peristiwa sosial-politik yang terjadi itu). berbeda sekali dengan psikologis tokoh Ibu. 30) Garis relasi antara tokoh Ibu dan Ayah merupakan pemicu utama tema utama cerita meski tokoh Aku yang menjadi pembawa atau punggawa alur cerita dan hubungan atau interaksi antara tokoh Aku dan Ibu yang terbanyak menyita porsi kisahan cerita. meski sudah kumal dan koyak-moyak tak dibuang ke tong sampah. inilah wajah orang yang hidup-mati dari perang. Oleh karena itu. terlihat sudah cukup berjarak secara emosional dengan bapaknya karena sejak kecil dia memang hanya mengenal ibunya. dalam hubungan dengan cerita kehilangan dan kemunculan tokoh Ayah. kata itu makin sayup dan tak terdengar lagi «(hlm. 13-14) 3. dia terkesiap ketika menatap wajah si prajurit. Sakit pada hati sampai mati. Tetapi.

³Yang satu ini tidak semudah itu. ³Siapa?´ ³Lelaki itu. hanya tahu bahwa dia bapak tidak ada. dan akhirnya. Kesedihan ini terasa bercampur baur dengan adanya sedikit harapan bahwa sang suami akan kembali. dari kehilangan yang pertama ini. melainkan sudah berupa pilihan sikap dari tokoh Ayah untuk tidak sesegera mungkin menemui tokoh Ibu.´ ³Yang ini tidak bisa. Kalimat µI love you¶ cuma terdengar sekali. Namun kemudian. Sepasang matanya menerawang. Bisa jadi hal ini karena dia sudah menduga kekurangsetiaan tokoh Ayah. Kutipan di bawah ini menunjukkan hal itu: Malam ini Ibu agak dingin. Derita kejiwaan tokoh Ibu pun sebetulnya tetap telah ada meski dengan alasan keadaan sosial-politik sebelumnya. tokoh Aku. datar. (hlm. Ada apa? ³Dia akan pulang ke sini. bisa ditafsirkan pula bahwa rasa kehilangan lebih mendalam diderita tokoh Ibu justru karena tiada kabar yang sekian lama dari tokoh Ayah. Sekarang Ibu kembali pada kebiasaan lama. ³Kamu minta cuti kantor saja sehari. Ketika Ibu melamun. Karena kami punya sejarah.´ Aku cemas. 24) .´ kata Ibu.´ ³Ayah? Ibu bilang.´ ³Sejarah bisa dihapus. Kenyataan terakhir ini baru diketahui belakangan setelah tokoh Ayah muncul kembali.´ Aku tak melanjutkan pertanyaan.putri semata wayangnya dan menerima takdir bahwa putri yang dicinta itu. aku seolah ditinggalkan sendiri dan bukan bagian dari dirinya lagi.´ ³Kenapa?´ ³Dia ayahmu.´ (hlm.´ ³Oh «. ia bersembunyi dalam kamar yang tak bisa kumasuki. putuskan saja. Kita jemput dia di bandara dua hari lagi. lalu mengusap-usap kepalaku. Dulu sering kulihat Ibu melamun. tak pernah lagi. Ibu sudah menguncinya dengan jawaban singkat yang umum. aku diambil dari bank. kemudian makin berkurang. Ibu melamun. 22-23) « ³Kalau begitu. Aku nggak mau melihat Ibu sedih. Ketika Ibu melamun. Di sini sebabnya mungkin bukan sekadar keadaan sosial-politik lagi. Hal ini wajar kiranya dipahami begitu sangat menyakiti hati seorang wanita. lembut.´ Ibu menyeringai getir.

seperti diistilahkan tadi: merobek luka lama. Aku. sementara tokoh Aku dari kutipan ini kelihatan tidak mempunyai ketertarikan untuk ³menyikapi´ peristiwa tersebut alias merasa biasa-biasa saja. dari sudut pandang tokoh Aku²yang telah sangat berjarak dengan bapaknya itu²justru kehadiran dan keutuhan tersebut menjadikan suasana yang tidak sempurna. Sementara itu. kehilangan kedua kalinya justru terjadi di saat yang hilang itu telah kembali datang. Ibu membeli makanan terbaik dari restoran mahal. Ibu dan Ayah tak berani saling pandang. Wajah pria di hadapanku tirus. Dari cerita didapatkan kesan kebahagiaan hidup tokoh Aku dan tokoh Ibu meski sekadar hidup berdua setiap kali menjalani rutinitas makan malam mereka berdua. Harapan tokoh Ibu bisa dianggap tetap ada karena. dan Ayah. Suaranya gemetar. Uban sudah memenuhi kepala. (hlm. Bagaimana aku menghadapi pria ini? Kami makan tanpa suara. Judul cerpen sendiri. justru suasana semula ini sirna. ³Makan Malam´. seperti ditunjukkan dalam cerita ini. dan kebulatan sebuah keluarga. Logika umum bahwa berkumpulnya semua anggota keluarga²orang-orang yang dicintai² akan membahagiakan hati ternyata dalam cerpen ini tidak terbukti. Inilah Ayahku. Aku seakan monyet yang terjebak. Di saat keluarga menjadi utuh. mirip rintihan. Tak ada musik klasik. hanya menjadi sarana untuk melukiskan suasana derita tersebut dalam konteks keutuhan. kegenapan. ia juga tidak mentah-mentah menolak kehadiran kembali tokoh Ayah. Namun. putih. kenyataannya kutipan kalimat-kalimat terakhir cerita di awal tadi menunjukkan bahwa tokoh Ibu menderita dan sakit hatinya. Jasnya kebesarannya. bisa dilihat dari kontrasnya (kejiwaan tokoh Ibu) dengan sikap tokoh Aku sebagai anak yang tidak pernah berjumpa bapak. sekali lagi. 28) .Kutipan di atas memperlihatkan ³dinginnya´ tokoh Ibu (sekaligus menunjukkan kebimbangannya) dalam menyikapi kembalinya tokoh Ayah yang telah tiada berkabar sekian lama itu. Entah apa permintaan maaf sang suami cukup mengurangi kadar derita sang istri. Pemaknaan seperti ini. Kedatangan sang suami ternyata hanya seperti ³merobek´ lagi luka lama dengan memberi kabar tentang istri keduanya dan dua anak barunya di negeri luar sana. suasana menjadi ganjil. Seperti melengkapi sebuah puzzle dengan benda yang sudah berbeda. dengan rongga mata dalam. ketika tokoh Ayah kembali hadir di tengah-tengah mereka. Ibu. Makan malam kali ini kami bertiga. Denting sendok garpu saling bersahut. Gesekan antara harapan ked atangan lagi dan kekecewaan ditinggal pergi inilah yang mengusik-usik ketenangan hidup tokoh Ibu. Selain kedatangannya (tokoh Ayah) hanya. suami tercintanya.

Untunglah keganjilan tersebut hanya berlangsung sementara lalu berlalu. berulang-ulang menyepuh daun dan kelopak bunga-bunga yang tersisa di ranting hingga terlihat makin kusam (hlm. Sid. 3. ya. Tangan Mursid bergetar dalam genggamannya. seperti begitulah perasaan hati tokoh Kakek Mar ketika terkenang akan sahabat-sahabat seperideologiannya dahulu sewaktu masih muda dan pengkhianatannya atas mereka. Benarkah? Air matanya meleleh. Umur manusia µkan terbatas« Sudah. aku mau bicara sesuatu. soal yang dulu.3 Antara Rahasia Pengkhianatan dan Usaha Untuk Menjaga Persahabatan dalam Cerpen ³Pesta Terakhir´ Seperti debu tanah yang beterbangan di taman. ini pestaku yang terakhir. pikirnya. Tak urung air matanya terbit ketika Mursid lagi-lagi berbisik. Namun kepahitan akibat kedatangan itu telah membekas di hati tokoh Ibu dan justru menambah segala beban derita akibat rasa kehilangan sebelumnya. sendu. Oh. Sid. Sampai ia menjalani usia lanjut dan hingga akhir cerita diceritakan bahwa rahasia pengkhianatan ini belum juga diceritakannya. Ketidakutuhan ini lebih baik dibanding ³lengkap´ namun dengan sesuatu yang sudah sama sekali berbeda. ya. bicaralah. taktahu apa ada dokter yang bisa mengobatinya. namun sebuah peristiwa kecil mengganggu terungkapnya rahasia itu dan menggantungkan cerita pada sebuah tanda tanya: apa gerangan selanjutnya? Mursid muncul di ambang pintu. Aku yang sakit-sakitan begini nggak pernah kepingin mati. Kamu yang segar bugar. Ia menyambutnya dengan peluk hangat. Saat ia bertemu Mursid di akhir ³pesta terakhir´ diceritakan bahwa ia sudah hendak bercerita tentang pengkhianatan yang ia lakukan ini atau dengan kata lain hendak melakukan semacam pengakuan dosa. . Mursid mengelus punggungnya. jangan menyumpahi dirimu sendiri. kurus dan ringkih. Aku mau minta maaf. selamat ulang tahun teman duniaakhirat. Ia menuntun Mursid ke sofa. sudah.4. 31). Mungkin. seraya mengerjap-ngerjapkan mata yang basah. Kini ia mulai menangis terisak-isak. Seorang cucunya menunjuk-nunjuk panik ke kolam. Ia ingin membuat pengakuan. 41) atau layaknya daun teratai yang layu dan busuk mengambang di permukaan air coklat keruh (hlm.Dari cerita ini didapat pemaknaan bahwa kebahagian keluarga itu justru didapat dalam ketakutuhannya. kok. malah cengeng. soal apa saja. aku« Tiba-tiba terdengar jeritan dari arah kolam.

Berkali-kali ia onani saat teman-temannya sudah bergeletakan tidur malam sehabis korve seharian yang menyiksa. toh tinggal mencatat saja? Setelah itu kamu bisa bebas dan kumpul dengan anak-istri. Ia tak tahan. Barangkali dengan menggunakan anggaran rakyat (uang negara). Seorang pria tua berjongkok di tepi kolam. Ia langsung berlari melewati lubang pintu yang terbuka. apa susahnya? (hlm. Bahkan. Barangkali pula bisa menjadi semacam pembenaran atas khianat terpaksa yang mesti dipilihnya. Berikut kutipannya. berbulan-bulan. Suatu hari Alma kecil bertanya tentang pekerjaannya. berjualan manusia. dengan bekal posisi yang didapat dari pengkhianatan tersebut²dengan tetap meneruskan profesi sebagai juru . 39) Dengan ³melaporkan´ nama-nama kawannya sendiri. Tuhan. Ia hanya diminta menyebutkan namanama yang dianggapnya sangat berbahaya. Kakek Mar bebas dari penjara dan selanjutnya berstatus sebagai ³pencatat´ atau ³penjaja manusia´ sebagaimana yang dikatakannya sendiri pada putrinya. Angin musim panas berdesir lagi dalam ruangan. (hlm. Amis lumpur mengelana dalam udara. (hlm. Apa susahnya. terutama. kata petugas. Ia terkekeh. Karakter tokoh Kakek Mar yang doyan perempuan dan tiada dapat menahan nafsu birahi berlama-lama menjadi sebuah jalan untuk mendapatkan ³keterangan´ yang diperlukan darinya. Ketika seorang petugas mendekatinya dan menawarkan kerja sama. Seorang perempuan menghambur ke taman sambil menggendong bayi. seperti disentakkan sesuatu di ulu hati. Ya. Orang-orang dalam rumah riuh. Apa sih pekerjaan Papa? Tukang catat. mereka pernah bertaruh dengan nasib. namun dalam buku rapor putrinya ia menulis: wiraswastra. Nafsunya. Si Sena terjatuh. termasuk memberi tanda ideolog pada nama Mursid. Tukang catat? Ya. 42) Rahasia yang disimpan Kakek Mar adalah pengkhianatan terhadap kawan -kawannya sewaktu dahulu mereka dipenjara bersama gara-gara perbedaan ideologi dengan pemerintahan baru yang melakukan sebuah kudeta merangkak terhadap otoriterianisme pemimpin lama. Pengkhianatan pada kawan seperjuangan memang berbuah surga duniawi bagi beliau. Kakek Mar akhirnya bisa bersenang-senang ke berbagai belahan dunia. butuh pelampiasan. geli. mana cucunya yang seorang lagi? Ya.Lho. Mursid tertegun di sofa. Dalam sel yang sempit di Salemba dulu. Olala. 40) Kebebasan itu pun kemudian menjadi ³gerbang´ bagi Kakek Mar guna melanjutkan petualangan cinta (seksual)-nya. ia setuju. Ya. ia merasa sedih. Tiba-tiba. Dua tukang kebun terlihat buru-buru menggotong tangga. tokoh Alma. bersiap turun menjemput cucunya.

tentu. lalu diraihnya sehelai catatan dari situ. ya. apa boleh buat. Kakek Mar justru hidup berkecukupan atau berlebihan berkat pilihan menuruti kehendak nafsu birahi yang dahulu dipilihnya. Mar. ah. Berikut kutipannya: Papa sayang sekali. tanya Mursid. Namun ternyata status sebagai seorang pengkhianat ini tidak membuat Kakek Mar melupakan kawan-kawan lama yang dikhianatinya itu. pada Mursid dia mengaku atau berbohong bahwa ³rezeki´ itu didapat berkat bantuan menantu adiknya. entah mati. ternyata . Ia terlihat terus berusaha menjalin hubungan dengan mereka sembari tetap memelihara sebuah rahasia yang mungkin akan mengoyak-ngoyak hubungan mesra itu. Bagaimana kamu bisa punya koneksi di sana. Ketika putra sulung Mursid tamat sekolah menengah. merasa kurang nyaman mendengar julukan itu.catat²dia bisa membantu mencarikan pekerjaan di lahan ³basah´ bagi anak Mursid (sahabat yang dikhianatinya tetapi tetap terus ditemaninya). Apakah Alma sudah mengundang semua sahabatnya? Ditariknya laci meja. Yusmin. Alma tak segan-segan mengirim masakan pada keluarga sahabat Ayahnya itu setiap minggu. berulang-ulang berucap bahwa ia benar-benar sahabatnya dunia-akhirat. dikarenakan bekas dan berkas status ideologi politik yang melekat. disusul Arsyad. ya sama Om Mursid? Oh. Di pesta ulang tahunnya. balasnya. ya. entah hidup. Ali« Lima orang. sudahlah. daftar nama para tamu yang ditulis Alma. Di tengah-tengah kehidupan serba susah yang dijalani Mursid. Nak. Tiap bulan dikirimnya wesel ke alamat sahabatnya. terlebih lagi ³sahabat dunia-akhiratnya´ Mursid. ia kehilangan jejak. Ia tersenyum kecut. Meski begitu. Mursid memeluknya. berturutturut tercantum nama Hendro. Nama Mursid berada di urutan pertama. (hlm. Tapi. 39) Meski dilukiskan sebagai seorang pengkhianat pada teman-teman seperjuangannya. Setelah Arsyad. jumlah yang cukup untuk membeli beras dan lauk pauk di pasar. setulus mungkin. ia langsung menawarinya bekerja di sebuah kantor pemerintah. Kami sudah melewati banyak suka-duka bersama. Hartono mati ditembak. Bukan koneksi. terheran-heran. Ia sendiri rajin menyantuni Mursid yang tak punya mata pencarian tetap selama puluhan tahun ini. tapi kebetulan menantu adikku sudah berpangkat tinggi di situ. Dua lagi tinggal kenangan. yang diisyaratkan pengarang cerita sebagai pesta terakhir bagi kakek ini. juga kawan-kawan lamanya yang lain. Kasman. dia mengundang semua teman-temannya dulu yang kebetulan masih bernyawa dan beruntung belum mati karena pengkhianatan dan nafsu birahinya. tentu. Ia ingin membaca ulang daftar tamu. Akibatnya.

(hlm. membasuh wajahnya dengan air dingin yang mengalir. Selain tetap menjalin hubungan dan berusaha membantu sahabat-sahabatnya. Kenapa dia nggak bilang dari kemarin. Selamat ulang tahun saja buat Papa. Bagaimana Om Hendro. Ia berjalan tenang ke wastafel. sama Om Arsyad? Coba kamu telepon mereka. Liver. Alma tiba-tiba muncul di ambang pintu. Kepalanya mulai pusing dan perutnya mual lagi. Terus « bagaimana yang lain. menyalakan kran. dia dilarikan ke gawat darurat. ya. Ya. Ia melihat debu tanah beterbangan di taman« « Sendi-sendi tulangnya tiba-tiba terasa lemas. aduh« aduh. Aduh. Ia merasai kembali angin musim kemarau. Dada sesak. Namun kemunculan berkali-kali teks yang menggambarkan gangguan kesehatan pada Kakek Mar bisa dianggap menunjukkan sesuatu beban yang melanda Kakek Mar. mereka µkan nggak punya telepon. Nak.) Om Mursid sudah janji datang. ia juga tak bisa datang. Istrinya baru saja telepon. Om Ali tak bisa datang. Kakek Mar menjadi sedih sekali sebagaimana sedihnya dia mendapat panggilan sahabat dunia-akhirat dari Mursid. Oh. kecuali Mursid. Sebagai seseorang yang berhasil lolos untuk hidup makmur dan sejahtera. Pa. Tuhanku. Katanya. yang bertiup kering dengan tajam ke dalam ruangan. Kakek Mar juga terkenang akan sahabatsahabatnya yang telah tidak ada di dunia ini.Kakek Mar juga ditampilkan dengan sisi kemanusiawiannya. Sewaktu Alma mewartakan ketidakdatangan sahabat-sahabatnya. Ia menggeragap. Perhatikan kutipan berikut: Angin panas mengusap kulitnya lagi di ruangan ini. Papa. bagaimana ini? « Ia merenung-renung. Al? Om Yusmin bilang. ya. Perempuan itu merasa percuma sudah menyiapkan banyak makanan. Kakek Mar digambarkan sehat wal afiat secara fisik. . Papa. 40-41) Beban dari dosa pengkhianatan yang dilakukannya yang berjalan seiring dengan kasih sayangnya yang tulus pada sahabat-sahabatnya merupakan sebuah fenomena kemanusiaan yang menarik untuk dimaknai dari tokoh Kakek Mar. biar kita suruh sopir yang jemput? (Alma mengangkat bahunya. meninggalkan rasa tersengat dan perih di pori-pori. Ia kebetulan belum ada uang. Rumahnya memang jauh dari sini.

ne. Siapa tahu ada yang memberatkan pikiran Papa. chacha. Tanggo. kata dokter itu pada Alma. Al. kok. Papa harus banyak minum dan makan buah segar. bersiap turun menjemput«(hlm. ne. balas Alma. yang sebelumnya semata diakui di dalam hati. ya. berkat karakter ini. lho. akhir cerita digantungkan. Siapa tahu. ia merasa pusing dan mual lagi. Perubahan cuaca memang sering mengagetkan tubuh. Mbak. senang. Snut. Pa. Mungkin Papa banyak pikiran. Kemarin Papa habiskan jeruk manis sekilo sendiri. yang mendorong Kakek Mar untuk hendak melakukan pengakuan dosa pada sahabat terdekatnya Mursid di akhir cerita. (hlm. Tolong matikan radionya. dia tetap bisa disadarkan bahwa dia seorang pendosa. perasaan bersalah yang bersifat kebatinan (bukan fisik) inilah yang tengah melanda Kakek Mar. Oh. ada yang belum terucapkan di saat akhirnya berserah. salsa« mulai ia jauhi. ditambah udara memang panas sekarang ini. terima kasih. sehingga kemarin tergopoh-gopoh mengantarnya ke dokter. seperti saat melarang Alma kecil bermain air hujan) Jangan ngomong begitu. judul ³Pesta Terakhir´ bagi cerpen ini bisa dianggap memberi pemaknaan tersendiri untuk menafsirkan maksud penggantungan di bagian akhir tersebut. 42). Mungkin. ne « (Ia gerakkan telunjuk kanannya. Dalam perjalanan. dosa tersebut secara laten tetap mengendap dan menghantui sisi lain kemanusiaannya.Musim kering ini hanya membuat kepala pusing dan perut mual. secara kurang disadari. Kepala Papa pusing sekali. ne. Meski begitu. Inilah sisi positif manusia dengan karakter seperti tokoh Kakek Mar. Siapa bilang? Orang seumur Papa ini µkan harus menikmati hidup yang sebentar lagi. Papa sudah banyak minum dan makan buah. Ne. Alma sangat khawatir. Apalagi sebagai seorang manusia dengan karakter berorientasi senang dan bahagia. Musik bertempo cepat dari radio mobil membuat kepalanya makin berdenyut. Hasilnya? Bapak sehat. snut. ne. Seorang pria tua berjongkok di tepi kolam. Barangkali seperti derai-derai cemara. Gaya hidupnya yang berorientasi hedonis barangkali membuat dia berusaha untuk tidak menjadikan rasa bersalah itu membebani dirinya dan mengganggu kesenangan-kesenangannya. Di samping itu. Perasaan berdosa itulah. dia terlihat lebih mudah untuk menyayangi dari pada memelihara benci. meski pada akhirnya. . baiklah kalau begitu. buat apa memikirkan yang menyedihkan hati. Namun secara kurang ia sadari pula. kok. snut« Urat kepala bagai dawai dipetik. 34-35) Bisa diduga. Mereka kembali ke mobil dan melaju di jalanan yang panas dan macet di siang terik.

Benyamin yang terhormat ini mungkin tidak menyangka akan bertemu lagi dengan banci yang semalam ³dipakainya´ untuk menumpahkan hasrat birahi. tokoh Ia sempat dibuai oleh harapan bahwa Benyamin yang terhormat ini akan menjadi kekasih terakhirnya dan bisa mengakhiri petualangan cintanya dari satu pria hidung belang ke pria hidung belang lainnya. Pria yang menerima segala kekurangannya itu bersedia mengawininya dan ia akan merawat Ben dengan baik. setia mendengar keluh kesah Ben tentang anak-anak yang satu demi satu meninggalkan rumah untuk berkeluarga dan tak lagi peduli pada ayah mereka yang sendirian.4 Seorang Waria yang Dilukai Hatinya dalam Cerpen ³Balada Hari Hujan´ Dalam udara yang dingin dan cuaca hujan yang seperti tidak henti. Tapi siapa sangka. Semula ia berharap Benyamin menjadi yang terakhir. Hidup ini hanya kesialan bagi orangorang tua. 62-63) . tokoh Ia dalam cerpen ini melaksanakan rutinitasnya. Istri Ben hampil meninggal sepuluh tahun lau.3.´ kisah Ben. ³Anak-anak hanya datang pada hari raya. tokoh Ia menjalani rutinitas lain yang juga tidak kalah manusiawi: sarapan. Di sebuah restoran langganan²yang kata cerpenis cerpen ini merupakan satu-satunya kafe di kota dalam cerpen ini yang buka di pagi hari²tokoh Ia memakan makanan rutinnya yakni semangkok bubur ayam istimewa dan separo gelas coklat panas. Di saat mereka sesaat ³bercinta´ semalam. tokoh Ia bertemu lagi di kafe tersebut dengan lelaki sok nigrat ³langganannya´ semalam yakni Benyamin G. Mungkin. Lebih sialnya. setelah itu kami jadi orang asing lagi satu sama lain. saat berbaring di pangkuannya. Benyamin mengaku sebagai pria kesepian yang sudah ditinggal pergi oleh anak-anaknya yang masing-masing juga sudah berkeluarga dan juga telah ditinggal mati oleh sang istri tercinta. sekadar bermaaf-maafan. kembali mengurus diri sendiri. ia datang bersama istri yang dari tutur katanya yang sopan menunjukkan mereka merupakan orang -orang yang berstatus terhormat. ia mengelus-elus rambut pria itu dan menyanyikan lagu-lagu nostalgia yang digemari pria seusia Ben. Kedatangan Benyamin dan istri ini sangat membuat sedih hati tokoh Ia karena kedatangan mereka itu membuka sebuah tabir rahasia yang bisa sangat mengecewakan hatinya. setulus hati. di pagi yang dingin menusuk tulang di bulan Juni. setelah menderita kanker ganas bertahun-tahun. Setelah mencari ³nafkah´ di malam hari. Lelaki tua ini datang dengan istrinya yang dari cakapannya pada tokoh Ia (yang menggunakan panggilan jeng) memperlihatkan bahwa tokoh Benyamin dan istri resminya ini memang orang-orang terhormat yang berlabel ortodoks ninggrat. Ia memang mencintai pria itu. sampai sang kekasih lelap dan mendengkur. (hlm. Seperti biasa.4.

Berapa lama ia bisa bertahan di dunia semacam ini? Hujan masih menyambutnya di luar kafe. sebagaimana bisa disimak dengan sangat nikmat lewat penutup cerita berikut ini: Ia ingin pulang dan menenangkan pikiran. lurus-lurus dan berani. tak peduli tua atau muda. Payung ungu itu mengembang lagi. terbuat dari sulaman benang biru. bersahut-sahutan. Pilihan kata seperti ini. Suara batuk keris yang khas pun terdengar menimpali batuknya. Tak siasia. Terang saja. Hari yang cukup berat di antara puluhan ribu hari yang sama kembali berlangsung. Benyamin tega berdusta. samar-samar. Dengan teknik penceritaan yang cukup menegangkan serta agak mencengangkan. tokoh Ia merasa dibohongi oleh kakek yang satu ini. Sensitifitas jiwa perempuan dalam tubuh lelaki tokoh Ia terang saja sangat terguncang dengan kenyataan pahit dan menyakitkan ini. keperihan. dan kepedihan. memasang jerat untuk menaklukkan wanita. Ia rapatkan kerah- . (hlm.) serentak menoleh ke arahnya. Langit abu-abu tua. Sorot mata mereka mengisyaratkan rasa terganggu. kemudian dibekapkannya pada mulut yang bising. Pasangan muda-muda maupun manula (Benyamin dan istri-pen. Mereka sangat pintar mengarang cerita sedih. Ada dua komposisi batuk sekarang. Ada inisial ³BG´ di sudut saputangan tersebut.Namun tidak dinyana. Ia merasa puas dan menyungging senyum lebar. Ia tiba-tiba tersedak dan mulai batuk-batuk. Wangi musk bercampur kayu cheddar juga masih tertinggal. Secara fisik-psikis bisa diduga perasaan terluka itu spontan mampu untuk memancing reaksi tubuhnya. Ben bahkan tega membunuh istrinya sendiri. (hlm. Hiiiiiii «. lalu hinggap di mangkukmangkuk bubur mereka. meski dalam cerita. yang dilakukan pengarang. Sepasang mata tua itu mendelik. Ia membalas tatapan si pria tua (Benyamin-pen. 63) Perhatikan penggunaan kata menaklukkan wanita di atas. Jalan yang basah menyambut langkah-langkah kaki yang menggigil. yang sama-sama sumbang. kaget. pengarang cerpen ini mempertemukan tokoh Ia dan Benyamin dan istrinya²yang masih hidup ternyata²di pagi harinya di sebuah kafe.) secara khusus. Sebuah kemarahan yang berujung kesedihan. Kini sehelai sapu tangan mulai dikeluarkannya dari rongga tas tangan. Ia sungguh kecewa. Ternyata lelaki tetap saja lelaki. dan ngeri. Virus influenza bisa saja beterbangan di udara. 63-64) Sapu tangan berinisial ³BG´ pemberian Benyamin yang dijadikan pengelap ingus tokoh Ia yang terbatuk-batuk tersebut seolah menjadi sebuah simbol bagi muntahan kemarahan tokoh Ia terhadap Benyamin. seolah mengisyaratkan betapa telah mewanitanya tokoh Ia yang sejatinya pria ini. jijik.

Demikianlah bunyi kalimat terakhir cerita dari cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ ini. ratu dari dunia yang abu-abu. 87). keluarga pemilik kebun.kerah mantelnya. Air mata mulai mengembang di balik kaca mata hitam ala Sanborn. Sejauh manakah kenangan akan rumah baginya masih membekas? Di kampung halamannya ini. Ia senang dikunjungi dan cepat-cepat menyuguhkan air putih serta bijur rebus atau buah keremunting yang hitam-manis pada tamunya. (hlm. Hidup sendirian di tengah kebun tentu sebuah pengorbanan. Cerpen ini bercerita tentang kunjungan pulang ke rumah seorang gadis perantau bernama Halifa yang sudah lima belas tahun tidak sempat pulang karena sibuk bekerja mencari nafkah di perantauan. Si Penjaga Kebun. atau lebih tepat lagi. dinyatakan bahwa Si Penjaga Kebun ini menjadi begitu berharga bagi Halifa. Ia merasa hidup begitu sepi. seperti warna langit hujan. Ia mencoba bersenandung. Halifa bertemu lagi dengan salah satu bagian dari masa lalunya. (hlm. Hanya matanya yang sering berbinar melihat orang datang. Saat ia tertawa terlihat gigi-gigi yang tak rata. Halifa masih ingat wajah lelaki itu. bagaimana akan dipahami segi keindahan seperti yang umum dilekatkan pada label kesusastraan? Namun ternyata dalam cerpen ini. Liza. 77) Demikianlah narasi paragraf pertama pembuka cerpen ini. dan kerak nikotin menempel di celah-celah gusinya. ya. begitu asing. langsung mengarah-arahkan pada Si Penjaga Kebun. menahan udara dingin. yang terletak di sebuah pulau kecil. Suatu waktu disempatkanlah oleh tokoh Halifa pulang ke ³tanah´ airnya. Mungkin. Jasmine. Pada orang yang dipanggil Atuk oleh Halifa inilah cerita memusat. nanti malam ia akan menghibur hatinya yang sedih di sebuah diskotek di jantung kota bersama teman-teman senasib. Angie.5 Kampung Halaman. kita dugem sampai pagi! Di diskotek itu pula ia dinobatkan sebagai ratu waria. dan bibir hitam terbenam di kepala yang kecil. Tapi ini bukan kisah tentang kerajaan. tapi tak bisa.4. Perhatikanlah empat kalimat pertama kutipan di atas. Sepasang mata yang sipit. Sophia« tunggu aku. Tapi. hidung pesek. Ketika si penjaga kebun meninggal dan jenazahnya dimakamkan. Halifa telah kembali ke tanah . melainkan kisah tentang kepedihan. Segala Kenangan. ompong. dan yang Tersisa Darinya dalam Cerpen ³Lelaki Beraroma Kebun´ Ia merasa ikatan hidupnya dengan pulau itu berangsur-angsur punah (hlm. Mella. 64) 3. Dengan narasi yang terlalu ³jujur´ tersebut. ia jarang tertawa.

Ia merasa ikatan hidupnya dengan pulau itu berangsur-angsur punah. di kamar kontrakan. Tinggal ibu bapaknya yang tengah menikmati masa pensiun di hari tua. Sementara Malida. Mereka tak sanggup membesarkan bayi itu lantaran kehidupan yang sulit di masa Jepang. terutama hidupnya yang sendiri. (hlm.rantau. Sudah lama Halifa tak pulang. Selang beberapa minggu setelah putra bungsu mereka diserahkan. lelaki itu menjadi bagian penting yang tersisa dan berharga. Namun. sang suami meninggal dunia akibat tuberkulosa dan sang istri meninggalkan gubuk kecil mereka dengan lima anak kurus meringkuk lapar di dalamnya. Ada sebuah rahasia. Sepasang suami-istri merelakan bayi mereka yang baru berumur dua hari untuk diangkat anak oleh keluarga lain. (hlm. juga telah punya kesibukan tersendiri di tanah rantau. Untunglah ada orang yang lebih mampu bersedia mengurus bayi mereka yang baru lahir. Ternyata pikiran yang kalut membuat si perempuan telah mengunci gubuk . Apalagi orang tua ini memiliki nilai historis baginya dan pernah menarik perhatiannya karena kesendiriannya. Sebab itu. ketika pulang dan melihat banyak yang telah hilang dari masa lalunya. 87) Kepulangan Halifa dewasa ke ³masa kecilnya´ tentu saja menghasilkan situasi yang telah banyak berubah dari masa lalunya itu. Berminggu-minggu anak-anak tersebut ditinggalkan ibunya yang berharap ada orang kampung datang dan menyelamatkan mereka. di kantor. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. Suatu hari ketika perempuan itu kembali untuk memastikan anak-anaknya telah diambil orang. yang selama ini belum pernah diketahuinya. Ia cuma mengirim doa. (hlm. Namun. Lelaki itu akhirnya mengungkap kisah yang mengguncang Halifa. dan di tempattempat baru yang pertama kali dikunjunginya. keberadaan Si Penjaga Kebun menjadi cukup penting bagi Halifa. Lima anak yang lahir sebelumnya harus menanggung penderitaan. 77-78) Kakek dan nenek Halifa telah lebih dahulu berpulang ke ³tanah´. di bus. adiknya. ia menemukan lima mayat tergeletak di lantai tanah dan telah membusuk. Di tanah rantau sesekali saja diingatnya si penjaga kebun. Tentang sebuah keluarga yang tercerai-berai. 84) Namun ada sesuatu hal yang membuat hubungan Halifa kepada Si Penjaga Kebun lebih kuat lagi. belakangan baru diceritakan Si Penjaga Kebun sewaktu Halifa mendatangi pondoknya.

Beberapa hal berikut ini juga menunjukkan kesan Halifa yang begitu kuat pada Si Penjaga Kebun: . Perasaan Halifa pada Si Penjaga Kebun inilah yang menghadirkan segi keindahan tersendiri bagi cerpen ini. tapi tetap bertahan dalam kebun mereka. ia mati dimangsa ular atau buaya yang menghuni sungai. ³Dia turut menyaksikan jatuh-bangun keluarga kita. 84) Rupanya kakek Halifa tidak pula membuka rahasia tersebut sebelum wafatnya. Bahkan Ayah Halifa sendiri. Hubungan mereka ternyata bukan sekadar antara anak majikan dan orang upahan. Anak-anak itu terkurung di sana. Pantaslah kiranya akhir cerita² sebagaimana sudah dikutip sebelumnya²membentangkan dan menonjolkan hubungan erat antara Halifa dengan Si Penjaga Kebun. Orang-orang kampung melihatnya berlari kencang ke dalam hutan sambil melolong. Barangkali pula memang ada kemungkinan kakek Halifa memang tidak mengetahui. Lelaki tua yang bercerita ini adik kandung dari pihak istri. dia memilih tinggal di rumah kebun. terutama hidupnya yang sendiri. kakek berpesan agar ayah memperhatikan nasib penjaga kebun dan tak boleh menyia-nyiakannya. 86-87) Pada akhir cerita ini Halifa baru tahu bahwa dia dengan Si Penjaga Kebun tersebut ternyata adalah saudara. Betapa terenyuh Halifa menyikapi kesendirian Si Penjaga Kebun. Dia sudah ayah minta istirahat dan kembali pada sanak-saudaranya. bukan dengan yang lain-lain. Ayah sudah menganggapnya keluarga.´ Lelaki itu mulai sakit-sakitan lantaran usia tua. Ayah dan ibu telah memutuskan pindah ke pedalaman. Ayah telah menjalankan wasiat kakek. (hlm. Apalagi jika dihubungkan dengan ingatan Halifa ketika suatu kali ia mendengar ayahnya pernah menyuruh Si Penjaga Kebun untuk istirahat dan kembali pada sanak saudaranya tanpa dia sadari bahwa dialah sanak saudaranya itu. Setelah itu ia benar-benar senyap dari muka bumi. tanpa mampu berteriak minta tolong. tidak tahu cerita ini. Mereka larut pada kegetiran masing-masing. Putra bungsu suami istri yang malang tadi adalah ayah Halifa. Ayah suruh tinggal di rumah ini. tapi katanya dia tak punya keluarga lagi. (hlm. Sebelum meninggal. Perempuan itu tak sadarkan diri dan saat siuman ia sudah lupa pada siapa pun. Sekadar memberi pengetahuan dengan jalan lain yang barangkali dipikirnya lebih elok dan yang terbaik. mendirikan rumah di kebun pusaka kakek. Namun wasiat kakek Halifa pada ayahnya tersebut lebih menguntungkan penafsiran bahwa beliau memang tahu tapi mengambil keputusan untuk tidak memberi tahu. Halifa terdiam. Barangkali.dari luar. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. begitu pula si penjaga kebun. dekat perkampungan orang-orang Tionghoa. dalam cerita. Kata ayah.

tanah perlu makan. Matanya tak pernah menyorot garang. yang punya kebun. neneknya. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang. ³Biar gembur. Dengan Nenek dan Malida. ibunya. dalam cerpen ini juga dikisahkan kenangan Halifa pada orang-orang lain dalam keluarganya sendiri. meluaskan pikiran penghuni pulau kecil itu dengan pahit-getir pengalaman. setelah bertukar pakaian dan makan siang. Mungkin. mata orang yang mau menolong. dari bayi merah. 78) « Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan.Barangkali. ikuti saja aroma itu. (hlm. Ia kini tumbuh jangkung dan manis. Hembusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. semacam pengumuman. Bila ada yang ingin menemuinya. Daya ingatnya pun mungkin sudah menumpul. dia terkenang kepada sebuah peristiwa lucu. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. Tanah rantau telah membesarkan otot-ototnya lewat kerja. Halifa tersenyum-senyum bangga. berlari ke pantai untuk mencari kulit-kulit lokan dan siput. bisa jadi obat sepinya. Bila kalian ingin bertemu tuannya. Halifa kecil tak urung bersiul-siul senang menimpali tiap nada yang berasal dari lubang-lubang suling si penjaga kebun. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. lalu memacu mereka . belajar beranak-pinak. Berikut kutipannya: Seringkali sepulang sekolah. Apa pendapat lelaki itu saat melihatnya sekarang? Ia bukan lagi Halifa cengeng dan manja dulu. Ia menyiangi lalang dari tanah kebun. ayahnya. menabur kotoran ayam dan kambing di atasnya. Mereka biasa menemukan umangumang yang menghuni bekas rumah-rumah siput. 79) Selain tentang Si Penjaga Kebun. Itu galibnya perkembangan manusia. lalu renta dan pikun. Orang-orang itu yaitu kakeknya. mengeluarkan binatang-binatang tadi dari dalamnya. ia akan tunjukkan jalan. Bila ada yang tersesat. ia akan berjanji menyampaikan pesan. ia dan adiknya. (hlm. Kadangkala lelaki itu mengeluarkan suling dari tas resam dan memainkan lagu-lagu berirama Melayu. Yu Sur. Radio model lama berbentuk roti bantal itu warisan kakek Halifa.´ katanya pada Halifa kecil. Ia punya radio transistor yang bisa menangkap siaran dari Malaysia. Mang Cali dan adiknya Malida. mengikat kaki-kaki tajam-lancip tersebut dengan benang. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. Malida. rambut lelaki itu sudah memutih dan kerut-merut usia tua makin nyata. Apakah masih juga dikenakannya topi kebun dari kain belacu lusuh itu? Mata sabitnya yang berkilau saat terayun ke batang lalang dan semakbelukar seakan hadir di depan mata.

putrinya. Wajar kiranya seorang tua berharap hal yang bagus-bagus dan indah-indah bagi seluruh keluarga dan turunannya. kebiasaan tokoh Aku membacakan kisah-kisah silat Kho Ping Hoo diduga telah memotivasi Paula. 83) Terhadap tokoh-tokoh lain penceritaan tidak dilakukan dengan intensif benar. Di sela-selanya ada yang tersembunyi dan menambah manis kenangan ini. Kampung halaman yang telah sekian lama ditinggal pergi. ³Jangan kau siksa binatang. dan tidak lagi ditinggali. (hlm. Harapannya. 83) Dengan ayahnya. dengan pendidikan yang lebih tinggi.4. orang-orang yang dicintai dan mencintainya. putri mereka. sebuah ³kesalahan´ telah dilakukannya.´ Halifa sempat terbahak. 3. Paula akan bisa menjadi orang sukses yang tidak hanya bertoko kecil sepertinya melainkan mempunyai toko besar sebagai pengusaha sukses dan kaya raya. Jangankan berharap Paula menjadi orang yang sukses dan terlihat terhormat di negeri ini. agar ia sebagai perempuan bisa menjaga diri di negeri orang.´ lanjut ayah. Seperti yang dituduhkan tokoh Elia.6 Mencintai Buah Hati yang Diam-Diam Telah ³Pergi´ dalam Cerpen ³Makam ke Empat´ Dengan sebuah toko tembakau kecil di sebuah pulau kecil dan desa yang juga kecil dus terpencil. Ayah mengirim Halifa merantau setamat sekolah menengah pertama. tokoh Aku dalam cerpen ini membesarkan Paula. Hanya dari hubungan Halifa dengan orang-orang tercintanya itulah tema utama cerita ini terintensifikasi. (81-82) Dia juga terkenang pada sebuah petuah bijaksana dari neneknya. beserta istrinya Elia dan mengirimkan putrinya ini bersekolah ke Jawa. Dia juga terkenang pesan bijaksana ayahnya saat dia akan berangkat merantau. nanti di neraka kau dibuat begitu pula oleh mereka. untuk mengajak orang-orang melawan kaisar lalim (hlm. ³Kau yang punya lubang kunci dan jangan biarkan anak kunci masuk ke situ.berlomba lari. Halifa terkenang masa-masa sulit ketika perusahaan tempat ayahnya bekerja ditutup. telah menyisakan sejarah atas masa lalu.´ Apa iya? Mereka µkan begitu imut. 132). Nenek memberi nasihat tentang menjaga diri. lagi. Namun apa daya. tapi perlahan-lahan ia paham. ia malah menjadi . ³Pulau kecil membuat pikiran juga tak seberapa luas. (hlm. Keluarga. Sebuah cita-cita yang mulia khas orang-orang tua. memang telah taktampak lagi di depan kedua bola matanya tetapi akan tetap hadir pada mata hati. Nenek selalu mengomel panjang-pendek melihat kelakuan cucu-cucunya yang nakal. ³Biar kau temukan nasibmu sendiri dengan berjuang di rantau.´ kata ayah.

126-127) « Suatu malam. Elia melarangku memaksa Paula. Kami mendengar suara-suara dari atas loteng. Benarkah? (hlm. tak pernah ada orang yang kehilangan. ia sengaja pulang diam-diam dan masuk ke rumah lewat pintu samping yang tak dikunci (istriku kadangkadang ceroboh. Kata Paula. Istriku menangis seharian. Tiga ketukan untuk permulaan. Mengapa harus pulang diam-diam.´ jawabnya. Di desa ini orang-orang seusiaku senang mengisap tembakau rajangan yang dibungkus kertas marning. Paula memilih jalannya sendiri. bisikku. Tetapi. ³Dikejar pacar?´ Wajah Paula justru menegang. tak minta dijemput? Dari mana ongkos pulangmu? Bulan lalu. termasuk membiayai kuliah Paula di Jawa. ³Kamu melakukan apa. Pembelinya tak sebanyak tembakau rajangan. Tak kenal bagaimana? Kamu adalah putriku. katakan saja Papa dan Mama tak kenal. Bukan. katanya. Kubiarkan ia meraih ilmu setinggi langit. kilahnya). Aku terpaku. Ibu datang dalam sunyi. Toples-toples kaca berisi berjenis tembakau berderet dalam rak kayu. Elia juga sependapat. Ada yang campuran. menyeberang naik kapal pertama. Terdengar laci-laci meja ditarik dan kertas-kertas disibak. Tetapi. Istriku segera memperoleh firasat buruk. pelan. Katanya. Kubalas dengan bergurau. Malam itu Paula tak mau bicara. Tak berapa lama muncul raut mungil putriku. sigaret terasa kurang tajam. Aku juga menjual cerutu bermutu sedang sampai mahal. Aku ingin ia menjadi pengusaha besar. kata ibuku. Apakah ibuku sedang berbenah? Setahuku ibu selalu hadir tanpa suara.´ balasnya. Jangan kasar . ³Aku juga tak akan menyebut-nyebut nama kalian kalau ada apa-apa.´ ujarnya. Bersama-sama kami mendaki tangga dan diam-diam menempelkan telinga di daun pintu. Ada yang murni. Istriku menangis. Kami menguatkan hati untuk mengetuk pintu. Biarkan bangau terbang. datar. membekas sampai dewasa. ³Kalau ada orang asing ke sini dan menanyakan aku. ia pernah mengejutkan aku dan Elia. Aku sangat berharap putriku mau bicara. Paula menatap aku dan ibunya silih-berganti. Bagiku. tak acuh. tapi selalu ada. mengapa harus jalan itu? Elia sempat menyalahkanku. Pagi-pagi ia meninggalkan rumah. bukan pemilik toko kecil sepertiku. Namun.sosok yang dicari-cari karena kemungkinan aktifitasnya memberontaki sistem dan melawan penguasa. bukan. anak kami satu-satunya. Toko ini pula yang telah menghidupi keluargaku. Lagipula di desa kecil ini. Perasaanku tak enak. Ia hanya menggeleng atau menunduk. kamu sudah pulang. Rasanya beragam. Nak?´ Bibir Elia bergetar. air tanah yang kau minum rupanya menentukan jalan hidupmu. Tiga kali. ibu. aku terlampau sering membacakan kisah-kisah silat Kho Ping Hoo pada anak kami dan sepak-terjang pendekar yang hebat membuat kanak-kanak terpikat. ³Aku sedang dikejar-kejar orang. kemudian dirobek-robek.

Apa peristiwa yang dihadapi oleh Paula. Aku juga tak mau disebut diktator. aku akan kawin. kemudian menggamit lenganku. ketika pada akhirnya seorang kawan Paula memberitahukan perihal menghilangnya Paula. Berikut kutipannya: Ia kini sudah dewasa. barulah tokoh Aku menggali makam keempat²sebagaimana judul cerpen ini²bagi arwah putrinya yang jasadnya tidak tahu dimana rimba.padanya. Paula. 123). sudah. Papa jangan harapkan aku menikah. tokoh Aku dan Elia. tokoh Aku tidak pernah tahu. kataku. Ia terkekehkekeh. tokoh Aku dan Elia masih berusaha mencari-carinya. Nak. Aku memilih diam. Aku bukan kaisar. Dengarkan Papa. karena pernikahan itu cuma cocok untuk orang-orang kaya. Jangan kau bawa-bawa kisahkisah silat itu. aku dan temanteman sedang berupaya agar setiap orang bisa hidup makmur dan aman. Apakah ia sudah punya pacar? Suatu kali ia mengagetkanku dengan pernyataan seram. (hlm. Paula pernah memberikan jawaban yang sungguh mengagetkan dan barangkali sangat terdengar utopis di gendang telinga tokoh Aku yang awam kebaruan wacana. 131) Barangkali hal inilah yang membuat Paula tidak mau melibatkan kedua orang tuanya. Ia putri kita satu-satunya. Ketika pada akhirnya mengetahui kemungkinan kematian putri mereka dan kemudian juga jadi tahu mengapanya. Dua orang sederhana ini tentu tidak mengerti apa ³maunya´ putri mereka. tokoh Aku mulai tahu aktivitas putrinya. Makam itu merupakan tanda bahwa mereka bagaimanapun harus menerima kepergian atau lebih tepatnya kehilangan . Baiklah. Aku terbahak-bahak. Aktifitas inilah yang membuat Paula dikejar-kejar ³orang´ bukan dikejar-kejar pacar sebagaimana normalnya diharapkan oleh masyarakat yang tertib dan tunduk-tunduk saja pada apapun kemauan penguasa-penguasa lalim yang otoriter. ia memunggungiku (hlm. Ia terdiam sebentar. Ketika suatu kali tokoh Aku pernah mencoba bergurau lagi menyinggung persiapan seorang pacar bagi dirinya. Inilah yang di awal cerita sempat dimetaforkan secara sarkastik lewat klausa namun. bisiknya. Para kaisar biasanya diktator. 127-128) Kata jalan itu sebagaimana yang dikutip di ataslah jalan yang dipilih Paula: mengajak orangorang melawan kaisar lalim. Kamu bukan tukang sulap. baru pada akhir cerita. Ya. sepertinya halnya kedua orang tua Paula. Hah? Dulu Papa dan Mama menikah dengan modal dengkul. Setelah diupayakan namun tidak bertemu. Elia protes lagi. Hal seperti inilah yang membuat tokoh Aku semakin merasa asing pada putri tunggalnya yang dengan bersusah payah dinafkahinya kuliah ke Pulau Jawa itu demi mencapai kesejahteraan dari segi ekonomi. (hlm. Kalau itu sudah tercapai.

Berpijar. Namun. tersendat-sendat. kemudian menghilang tepat di tengah lorong menuju dapur. (hlm. Dan lantai licin yang kupijak tiba-tiba berperekat. Lembut. Kenyatannya. tapi aku cuma menyentuh sayur bening sawi. Kata orang-orang. ia bertanya lebih lembut. Putri kita ada dalam hiu ini. Elia menghidangkan hiu panggang di meja makan. Terlebih lagi kematian putri mereka ini penuh selaput misteri. Dibiarkannya kami menunggu selama sepuluh musim. Kusaksikan Paula sirna. Elia memanggang ikan hiu. mirip tikus terjebak di perangkap berumpan. Kedua tanganku yang bersiap memeluknya tertahan di udara. mengental menjadi bayangan sebuah peristiwa. meluncur di lantai. terbit dari tiada dan lenyap ke dalam tiada. meraih piring ikan di meja. menggantung kaku. Tokoh Aku dalam cerpen ini juga menyadari bahwa dialah yang mengajari putri semata wayangnya itu untuk kelak menjadi pendekar yang berjuang guna menegakkan yang benar. Aku tak mau makan daging hiu.putrinya tersebut dan dalam keharuan mereka pun²di akhir cerita²mesti melewati natal kelima tanpa Paula. yang barangkali telah mustahil. Sedikit banyaknya pada cerpen ini juga terlihat ketabahan orang tua Paula untuk merelakan menghilangnya putri mereka. rasa kehilangan ini telah menimbulkan semacam ilusi bagi tokoh Aku tentang kedatangan selalu putri tunggalnya itu di hari-hari selanjutnya tanpa Paula. Ia meninggalkan aku. Paula datang ketika lampu-lampu ruang telah padam. Ia meninggalkan ruang lengang tanpa aroma. Ia langsung tersedak. lalu menuang isinya ke tong sampah. Paragraf pertama cerpen ini telah menyodorkan bagaimana harapan seorang bapak. Paula dibuang ke laut dan mungkin dimakan hiu. Kuletakkan kotak cerutuku di meja dan bangkit perlahan dari kursi malas untuk menyambutnya. Lebihlebih pula yang menghilang dari mereka ini²dengan aroma intrik-intrik politik kekuasaan menyelubunginya²adalah seorang anak manusia berjenis kelamin perempuan. Siapa tahu putri kami dimakan hiu. tanya Elia. Aku tertahan di atasnya. Bagaimana menyentuhnya perasaan manusiawi itu dan betapa perihnya rasa sakit hati kedua ayah bunda yang ditinggal anak satu-satunya ini bisa sangat dirasakan dari kutipan berikut ini: Siang itu aku menyambut jam makan dengan perasaan aneh. Tubuhnya memancarkan sinar putih. Ada apa. bisikku. Air mata menggenangi sepasang mataku. ia memunggungiku. Ada apa. sebagai manusia biasa. Tangisku makin keras. . 133) Juga. tokoh Aku dan Elia tentulah sangat sedih atas kehilangan putri mereka tersebut. menangis di tepi bak cucian. beranjak dari kursi. Tak berapa lama ia kembali. Datang dan perginya bagai tuah dari tongkat sihir.

aku masih berharap. aku sering berteriak-teriak memanggil namanya dan berharap ia berbalik serta menatapku. Kalian akan melihat sepasang rongsokan manusia berjalan tertatih-tatih. bahkan sengaja menunggu. Ada yang salah memilih jalan. lalu menuntunku ke kamar kami. senang.Ketika belum terbiasa dengan cara datang dan pergi Paula. meski kutahu berjaga semalaman memicu asmaku kambuh. Tak sekalipun ia menggubris. letih. (hlm. Namun. dengan tekanan dan perasaan beragam. 123-124) Pilihan kata sinar putih yang merujuk pada tokoh Paula pada kalimat kedua paragraf pertama kutipan di atas atau paragraf Paula selalu datang ketika hanya pijar lampu bacaku yang menyala dan membuat gradasi cahaya. 124) seolah menjadi simbol dari doa tokoh Aku bagi kebahagiaan putrinya di alam baka berkat segala kebenaran dan kesucian yang diperjuangkannya dalam menumpas segala kelaliman dan borok-borok yang ditutup-tutupi oleh orang-orang yang dikarunia Tuhan dengan setetek ketek ³sabit bermata dua´ bernama kekuasaan. ketika temaram di sekelilingku benar-benar hilang di ujung lorong gelap-gulita. ketika temaram di sekelilingku benar-benar hilang di ujung lorong gelap-gulita (hlm. Namun. semoga kembali ke kebenaran. menyerupai zombie. Sayang sekali. Paula selalu datang ketika hanya pijar lampu bacaku yang menyala dan membuat gradasi cahaya. diikuti desah napasku yang berat. cemas. Aku menyebut namanya. suara serak ini hanya dijawab oleh gemanya sendiri. putus asa. Aku lebih suka membiarkan istriku datang. Tubuhnya meluncur lurus ke muka. Bisikannya tak pernah kusimak. Kedua telinganya bagai tersumbat besi tempaan. tapi kedatangannya menuntutku beranjak dari sini. haru. Ia selalu membujuk dengan berbisik. sebelum lebur dalam udara. hak. . Setelah itu malam mendesakkan sebuah penyelesaian: aku harus tidur dan meninggalkan kursi malasku yang tegak lurus dengan lorong sebelum istriku muncul menjemput. aku bukan orang yang patuh. dan kesempatan.

Waria ternyata juga punya harapan tentang masa depan yang lebih baik dan waria . Tokoh Ibu dalam cerpen ini akhirnya mesti mengidap rasa sakit hati²yang tentu saja bukan berupa hidup berbahagia²untuk selama-lamanya. kedatangan tersebut hanya kembali mengoyak luka lama. sosok yang memiliki citra negatif di tengah masyarakat umum. Akan tetapi profesi sebagai prajurit terlihat membuat seorang sedadu mesti banyak menahan diri untuk mengungkapkan ekspresi pribadi. Tegangan antara dua kutub inilah yang menghadirkan narasi menarik tentang sisi kemanusiawian tokoh Prajurit Yosef Legiman dalam cerpen ini.BAB IV SIMPULAN Setelah menganalisis enam dari dua belas cerpen dalam kumpulan cerpen KTMP karya LC. di samping dia juga bisa terlihat bangga dengan jalan hidupnya ini. Pada cerpen ini dieksplorasi perasaan-perasaan manusiawi seorang waria yang ternyata juga ada dan nyata. Dalam cerpen ³Makan Malam´ perihal kemanusiaan yang digarap adalah mengenai perasaan sakit hati seorang ibu yang ditinggal sekian lama oleh suaminya. Cerpen ³Balada Hari Hujan´ terlihat jauh menusuk dan menelisik ke relung-relung terdalam sanubari seorang waria. Semula seolah ada secercah harapan kembali berkobar saat datang kabar tentang kedatangan sang suami. Pemenuhan atas hal tersebut sempat mesti meminggirkan sikap setia pada kawan seperjuangan. Seorang tentara²bahkan kemudian menjadi seorang pembunuh profesional² ternyata juga bisa sedih. dan ingin menumpahkan segala beban pikiran. Pengkhianatan ini terutama didorong hasrat seksual yang begitu menggebu-gebu. ternyata penulis berhasil menemukan intensitas garapan tema-tema kemanusiaan sebagai tema yang dominan dalam cerpen-cerpen tersebut. jatuh cinta. namun tidaklah sampai menghilangkannya. takut. Dalam cerpen ³Kuda Terbang Maria Pinto´ persoalan kemanusiaan yang digarap adalah tentang kehampaan jiwa seorang prajurit dalam menjalankan kewajibannya sebagai abdi bela negara. Kenyataannya. Terlihat dalam cerpen ini bagaimana pada berbagai kesempatan seorang serdadu dengan segala stereotipnya tersebut ternyata juga mempunyai perasaan manusiawi seperti manusia lain pada umumnya. Variasi tematik yang digarap dalam keenam cerpen tersebut pun terlihat dapat mewakili wajah tematik kedua belas cerpen lainnya yang terdapat pada kumpulan cerpen ini. Dalam cerpen´Pesta Terakhir´ tema kemanusiaan yang dihadirkan adalah mengenai beban mental yang melanda seorang tua atas dosa pengkhianatannya pada kawan-kawan karib yang dicintainya.

Dalam Kornel no. 2003. 2004b. 2004. dan Sunyi. ³Berpolitik lewat Cerpen´ wawancara dalam http://www. Sanksi politik bagi seorang pemrotes rezim yang berkuasa ternyata menghasilkan efek tambahan. Linda. Linda.net/wmview. Cerpen terakhir yang digarap disini. 1987. Melani. Terjemahan Bab 3 Literature: An Introduction to Fiction.id/detail. 2004c. Budianta. Christanty. Hubungan antara tokoh Halifa dan Si Penjaga Kebun lebih bernuansa keharuan bukan rasa sakit dan kepedihan yang sampai berlebih-lebihan. Cerpen ini tidak terlalu menonjol-nonjolkan manusia-manusia yang sakit perasaan. ³Jejak Lelaki. manusia sakit yang diangkat disebabkan oleh akibat kepedihan dari peristiwa lainnya. Sepi Pun Menari Di Tepi Hari. ³Merekam Penulis Perempuan dalam Sejarah Kesusastraan´ wawancara dalam Jurnal Perempuan no. pedih. ³Setting´. 10. Budianta. Akhir yang sedih (sad ending) membuat pesan kemanusiaan dari cerpen ini terasa penuh duka. Jakarta: Kompas. dan perih. Christanty. Ternyata bukan hanya individu-individu yang memilih jalan hidup penuh onak dan duri²menentang para penguasa²yang akan menderita atas aksiaksinya. Catatan Atas Cerpen Pilihan Kompas 2004´ dalam Nurhan.J. Kekerasan. Demikianlah hasil penelitian kali ini. Linda. London: Scott.php?id=3975. Syufra Malina. Cerpen kelima.30 (hal.vision. Melani. and Drama edisi keempat. Foresman and Company. ³Pengalaman di Balik Penciptaan: Kuda Terbang Maria Pinto´ dalam http://relawan. Christanty. agak memperlihatkan nuansa sedikit berbeda dengan kecenderungan cerpen-cerpen lainnya. Tampilnya unsur jarak-waktu membuat cerita sedih dalam cerpen ini lebih sublimatif. Keluarga dan orang-orang yang dicintai serta mencintainya juga mesti menanggung ³buah´ dari itu semua. Diakses tanggal 6 Desember 2006. ³Sastra Bisa Mengungkapkan Kepedihan Terdalam´ wawancara oleh .14-15). Diakses tanggal 6 Desember 2006. Uniknya.net. Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2004. Ini terlihat sesuai dengan penghargaan dan apresiasi banyak pihak atas kumpulan cerpen ini. ³Makan Malam´. Kenedi (ed. Poetry. Kennedy.ternyata juga bisa sangat terluka bila cintanya didusta.100-107).php?ArtID=459&page=1. (hal. X. terlihatlah betapa intensifnya LC dalam menggarap tema kemanusiaan dalam kumpulan cerpen KTMP ini. ³Lelaki Beraroma Kebun´. kumpulan cerpen KTMP karya LC ini bisa dikatakan telah berhasil sebagai sebuah karya sastra²setidaknya dari aspek penggarapan tema. DAFTAR PUSTAKA Adesita. kembali menggarap soal kepedihan jiwa manusia yang ³terluka´. 2004a. 2004. Dengan demikian. Dari paparan penulis tentang aspek tematik cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen ini.).

Diakses tanggal 6 Desember 2006.).pikiran-rakyat. Christanty. Linda. Esai-Esai Sastra dan Budaya. Sebuah Soal´ dalam http:/www. Jakarta: Gramedia. Diakses tanggal 6 Desember 2006. 1996. 2004. Diakses tanggal 2 Februari 2007. 14 Januari 2005). ³Perjalanan Sastra Buruh Indonesia´ dalam http://202. 1984.com/ cetak/2006/012006/14/khazanah/index.balipost. Jakarta: Karya Unipress. 2004.pikiranrakyat. Herfanda.208/detail. Jakarta: Pustaka AlHusna.republika. Ignas. Krampen. 14 Desember 2006 (hal.co. Sapardi Djoko. 17 April 2005). Darma. Jakarta: Kompas. 1984. ³Penghargaan Sastra Khatulistiwa. Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2000. ³Merayakan Pembacaan´ dalam http://www. Viddy AD. ³Peta Kecenderungan Cerpen Indonesia Terkini´ dalam http://www.kompas. 28 Mei 2006). Budiarto.kompas. 8 Oktober 2005).Wimar Witoelar dalam http://www. Kurniawan. Yogyakarta: LkiS. ³Realitas Koran Pada Sastra Koran´ dalam Dua Tengkorak Kepala. Sosiologi Sastra. ³Ferdinand de Saussure dan Perkembangan Semiologi´ dalam Sudjiman.com/kompas-cetak/0405/22/pustaka/1037030.24-25). 1978. Henny. ³Kesenian dalam RUAPdP´ dalam http://www.com/cetak/2006/102006/08/khazanah/index. ³Pohon Sejarah´ dalam Kornel no. 2005. Segi-Segi Kesusastraan pada Kisah-Kisah Al-Qur¶an. Derrida. Kleden. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Hanafi. Muhammad. Imran. 15. Kompas Cyber Media.com/ kompas- . Sebuah Pengantar Ringkas. Irawati.html. Ahmadun Yosi. A. Fayyadl. Daery.22). Eka.id/Bali Postcetak/2004/6/14/rubrik. Imran. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti. Budi.asp?id=249828&kat_id=3 64 (Republika Online. 2004.html (Pikiran Rakyat.id/koran_detail. ³Moral dalam Sastra´ dalam Sejumlah Esei Sastra.10 (hal. Sastra Indonesia dalam Enam Pertanyaan. Ahda.html (Pikiran Rakyat. Danujaya.co.html.asp?id=211271 (Republika Online. ³Hidup di Dua Dunia´ wawancara dalam Pikiran Rakyat.155. Damono. Serba-Serbi Semiotika. Martin. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. ³Cerpen Bertema Kemanusiaan´ dalam http://www. Diakses tanggal 18 Desember 2006. 2000. Ahda. Panuti & Aart van Zoest (ed. Diakses tanggal 6 Desember 2006.

³Djenar dan Paradoks Masyarakat Kita´ dalam http://www. Protes Sosial dalam Sastra. Pradopo.55-63).edu/apakabar/basisdata/1996/04/21/0006. Nenden.hamline. Metode Kritik. Rosidi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 2000. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.html.html (Kompas Cyber Media. dan Teknik Penelitian Sastra. ³Khatulistiwa Literary Award 2004 Hasilkan Pemenang Kembar´ . 1995.id/hiburan/budaya/2005/0402 /bud2. Diakses tanggal 31 Mei 2006. Mieke Bal dkk. Partini Sardjono. 2003.html (Republika Online. 2005. 1991. Pengkajian Fiksi. ³Rigidnya Cerpen Gagasan´ dalam http://www.com/ cetak/2006/102006/21/khazanah/index. Nyoman Kutha. Perspektif Wacana Naratif. Bandung: Binacipta. 21 April 1996). Pradotokusumo.cgi?category=5&id=10303 57707. Pengkajian Sastra. Sambodja.co. Nurgiyantoro. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 1991. Mahayana. Ajip. Diakses tanggal 28 Oktober 2006.mediaindonesia. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Terjemahan Akhadiati Ikram. Cok.net/cgi-bin/naskah/viewesai. 2000. Ratna.asp?Id=2004071023464677 &Jenis=c&cat_name=Tifa (Media Indonesia Online. Acep Iwan. Selden. Tentang Sastra. Asep. ³Kenapa Menulis Cerita Pendek?´ dalam Nurhan. 2002. Bandung: Wacana. Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2000. Saidi. Panduan Membaca Teori Sastra Masa Kini. ³Posisi Perempuan dalam Karya Sastra´ dalam http://www. Diakses tanggal 9 Januari 2007. Lilis A. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 1990. 2004. Luxemburg. Mohammad. 2004.. Metode. 21 Oktober 2006).. Diakses tanggal 6 Desember 2006.com/newsprint. 1 Oktober 2005).sinarharapan. Jakarta: Intermasa. Dan Penerapannya. Jan van. Goenawan. 1996. Beberapa Teori Sastra. 1998. 11 Juli 2004). Kenedi (ed. Dalam Jurnal Perempuan no. Dari Strukturalisme Hingga Posstrukturalisme. Sinar Harapan Online. Burhan. ³Merekonstruksi Sejarah Sastra Indonesia´ dalam http://cybersastra. Raman.pikiran-rakyat. Diakses tanggal 29 Januari 2007. Dua Tengkorak Kepala. Teori. Rachmat Djoko.). Sambodja. Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia. Asep.cetak/0510/01/Bentara/2083130. 2002.html (Pikiran Rakyat.30 (hal. Jakarta: Kompas. ³Inovasi Tematik-Stilistik Novel µDadaisme¶´ dalam http://www. Bandung: Angkasa. Saini KM. Sawitri. Maman S. ³Mencari µKarya Sastra¶ yang menguntungkan Perempuan´.

Metodologi Penelitian Sastra. 2003a.html (Kompas Cyber Media. Metodologi Penelitian Sastra. Memahami Cerita Rekaan.sinarharapan. Metodologi Penelitian Sastra. Sumardjo. A. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya. Agus. Soeratno. ³Terbang Kemana µKuda Terbang Maria Pinto¶?´ dalam http://www.co. Studi Sastra. ³Ruang Fiksi di Media Gaya Hidup´ dalam http://www.html?id=137985.).id/berita/0410/13/ hib01. Susmana. Sudjiman. Jakarta: Pustaka Jaya. Tergantung Pada Kata. S Prasetyo. Tirto. A. Jakarta: Pustaka Jaya. 1997. Universitas Padjajaran. 3 April 2005).). Skripsi (Tidak Diterbitkan). A. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya. 1984. Telaah Struktural dengan Penekanan pada Aspek Tematik. Indonesia. Indra.asp?id=193015&kat_id=364 &kat_id1=&kat_id2= (Republika Online. Jakarta: PT Graemedia Pustaka Utama.asp?id=60132&kat_id=102&kat_id1=&kat_id2 .com/news.html. 1987. 2005. Suharjana. Suara Karya Online. Darmadjati. Jakarta: Pustaka Jaya.co. Jakob & Saini K. Chusnato.M.id/koran_detail.kompas.sinarharapan. Sastra dan Ilmu Sastra. Diakses tanggal 19 Juli 2005. Antara Kelisanan dan Keberaksaraan.suarakaryaonline.html. Suwondo. ³Petunjuk Penelitian Sastra dengan Metode Pendekatan Tematis ± Filosofis´ dalam Jabrohim (ed. 2003.id/hiburan/budaya/2005/0115/bud2. ³Sastra yang Berangkat dari Lamunan´ dalam http://www. co. Jakarta: Pustaka Jaya.J. Pengantar Teori Sastra.). Diakses tanggal 8 Mei 2006. ³Wanita dalam Sastra´ dalam http://www. Teeuw. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Supadjar. 1983. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya. Beberapa Alternatif.republika. ³Penelitian Sastra: Tinjauan Tentang Teori dan Metode Sebuah Pengantar´ dalam Jabrohim (ed. Tjahyadi. 2003. ³Generasi Cerpenis Pasca-Seno Gumira Ajidarma´ dalam http://www. 1994. 2006. Pergeseran Makna Cinta dalam Kumpulan Cerpen Sebuah Pertanyaan untuk Cinta.dalam http://www. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Utomo. ³Analisis Struktural: Salah Satu Model Pendekatan dalam Penelitian Sastra´ dalam Jabrohim (ed.id/koran_detail. Panuti. Diakses tanggal 6 Desember 2006. 2003b.com/kompas-cetak/0406/27/Buku. Tirto. 2000. Teeuw. Teeuw. A. Apresiasi Kesusastraan. Sukiman. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya. Siti Chamamah.republika. 27 Juni 2004).co. Suwondo.

id/koran_detail.(Republika Online.asp. Diakses tanggal 2 Februari 2007. 10 Juni 1927 Meninggal: Jakarta. co.15 WIB Istri: (1) Siti Nurani dan (2) Mutiara Sarumpaet . Diakses tanggal 10 November 2006.php?act=detail&id=6. Jakarta: Gramedia.or. 11 Januari 2004. Diakses tanggal 2 Februari 2007.ba hasasastra. http://andreasharsono. Teori Kesusastraan.html.web.com/2005/01/literary-journalism-course-vii. Terjemahan Melani Budianta. Diakses tanggal 6 Desember 2006. Diakses tanggal 6 Desember 2006.blogspot. Putu.pantau.id/putu.asp?id=182197&kat_id=102. 13 Januari 2002). http://www. Pukul 22. 2002. Rene & Austin Warren. Diakses tanggal 6 Desember 2006. 1990. Wellek. Wijaya. Nama: Asrul Sani Lahir: Rao. ³Sastra Sebagai Refleksi Kemanusiaan´ dalam http://www.com/ilist.republika.php?id=L. http://www.id/contributor. http://ubudwritersfestival. Pasaman.

Universitas Indonesia (IPB) Dramaturgi dan sinematografi di University of Southern California.Anak: Tiga putra. tiga putri. Sumatera Barat . gelar Yang Dipertuan Rao Mapattunggal Mapatcancang Pendidikan: Fakultas Kedokteran Hewan. enam cucu Ayah: Sultan Marah Sani Syair Alamsyah. Amerika Seri kat tahun 1955-1957 Sekolah Seni Drama di Negeri Belanda tahun 1951-1952 SLTP hingga SLTA di Jakarta SD di Rao.

Karir Politik: Anggota DPR GR 1966 -1971 mewakili Partai Nahdhatul Ulama Anggota DPR RI 1972 -1982 mewakili PPP Pendiri : Gelanggang Seniman Merdeka Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) Kegiatan Pergerakan: Lasjkaer Rakjat Djakarta. Tentara Pelajar di Bogor Kegiatan Penerbitan: .

ruang kebudayaan Siasat .Menerbitkan kebudayaan Majalah Suara Bogor . redaktur majalah Gema Sua sana . dan wartawan Majalah Zenith Konsep Kebudayaan: Surat Kepercayaan Gelanggang Penghargaan: Tokoh Angkatan 45 Bintang Mahaputra Utama. anggota redaksi Gelanggang . tahun 2000 Enam buah Piala Citra pada Festifal Film Indonesia (FFI) Film Terbaik pada Festival Film Asia tahun 1970 Karya Puisi: .

. Mimbar Indonesia . Apa yang Naga Bonar . Para Perintis Kemerdekaan . Kalibata. dan puisi-puisi lain yang dimuat antara lain di yang dimuat di majalah Siasat .Tiga Menguak Takdir dan Rivai Apin. bersama Chairil Anwar Anak Laut . 19 buah puisi dan lima buah Tiga Menguak Takdir tahun 1950. Karya Film: Titian Serambut Dibelah Tudjuh . enam terjemahan puisi. Jakarta Selatan . Alamat Rumah: Kompleks Warga Indah Jalan Attahiriyah No. Pagar Kawat Berduri . tiga terjemahan drama. Kau Cari Palupi Monumen . Pejaten. 4E. enam buah cerpen. Kemelut Kejarlah Daku Kau Kutangkap . lalu Surat dari Ibu . . cerpen sebelum penerbitan antolo gi sesudahnya tujuh buah puisi. Hidup Salah Asuhan . dan Zenith .

Asrul Sani Seniman Pelopor Angkatan '45 Asrul Sani seniman kawakan yang antara lain dikenal lewat Sajak Tiga Menguak Takdir bersama Chairil Anwar dan Rivai Apin meninggal dunia hari Minggu 11 Januari 2004 malam sekitar pukul 22. 4E. 10 Juni 1927 ini wafat setelah kesehatannya terus menurun sejak menjalani operasi tulang pi nggul sekitar satu setengah tahun sebelumnya. Kompleks Warga Indah No. Seniman kelahiran Rao. kecuali puisi berjudul . Dalam antologi Tiga Menguak Takdir Asrul Surat dari Sani tak kurang menyumbangkan delapan puisi. Jika Indonesia lebih mengenal Chairil Anwar sebagai penyair paling legendaris milik bangsa. Chairil Anwar. dan Rivai Apin yang mengumpulkan karya puisi bersama -sama berjudul Menguak Takdir Tiga yang kemudian diterbitkan dalam bentuk buku di tahun 1950. Gelanggang Seniman Merdeka . Attahiriah. maka adalah Asrul Sani. Dia adalah pelaku terpenting sejarah kebudayaan modern Indonesia. Pejaten Jakarta.15 di kediamannya di Jln. Sumbar. Mereka bertiga bukan hanya menjadi pendiri malahan didaulat menjadi tokoh pelopor sas trawan Angkatan 45.

Asrul Sani tak kurang menghasilkan 19 puisi dan lima buah cerpen. di Bogor dia memimpin Te ntara Pelajar. Sejak puisi Anak Laut yang dimuat di Majalah Siasat No. siapapun pasti akan tunduk kepada suara nurani. Puisipuisi karya Asrul Sani antara lain dimuat di majalah Zenith . pada tahun 1945-an itu Asrul Sani yang pernah duduk seba ngku dengan sastrawan Pramoedya Ananta Toer sewaktu sekolah di SLTP Taman Siswa Jakarta. semenjak antologi terbit hingga ke tahun 1959 ia antara lain kembali menghasilkan tujuh buah karya puisi. lalu enam buah r cerpen. dan Sastrawan Angkatan 45 bukan hanya dituntut bertanggungjawab untuk mengh asilkan karya-karya sastra pada zamannya. ruang kebudayaan majalah Zenith .Ibu . anggota redaksi Suara Bogor . Namun ketika para nurani bangsa tu mensintesakan i dan keinginan kuat bebas merdeka menjadi jargon -jargon merdeka atau mati semacamnya. Sesungguhnya bukan hanya bersastra. mereka adalah juga nurani bangsa yang menggelorakan semangat kemerdekaan. dan menjadi wartawan pada majalah . 1948 hingga terbitnya antologi T iga Menguak Takdir tadi. bersama kawan -kawan telah menyatukan visi perjuangan revolusi kemerdekaan ke dalam bentuk Lasjkar Rakjat Djakarta. namun lebih dari itu. dua diantaranya dimuat dalam Tiga Menguak Takdi . Mimbar Indonesia . enam terjemahan puisi. maka. menerbitkan suratkabar Gema Suasana . II. Kemudian. Siasat . 54. dan tiga terjemahan drama. redaktur majalah kebudayaan Gelanggang . Siasat . Adalah tidak realistis sebuah bangsa bisa merdeka hanya bermodalkan bambu runcing. Masih di masa revolusi itu.

yang isinya adalah sebentuk sikap kritisnya terhadap kebudayaan Indonesia. Kami lahir dari kalangan orang banyak dan pengertian rakyat kecil bagi kami adalah kumpulan campur baur dari mana -mana dunia-dunia baru yang sehat dan dapat dilahirkan . Asrul Sani sudah mengkonsep sekaligus mengumumkan pemikiran kebudayaannya yang sangat monumental berupa Surat Kepercayaan Gelanggang . Hal itu semua terjadi. Seni dan keteknikan ada lah dua dunia yang berbenturan dalam diri Asrul. penterjemah berbagai naskah drama kenamaan dunia. antara lain berb unyi. penulis skenario drama dan film.Hingga tiba pada bulan Oktober 1950 saat usianya masih 23 tahun. Asrul Sani menuju Jakarta belajar di Sekolah Teknik. Sempat pindah ke Fakultas Sastra UI namun kemudian balik lagi hingga tamat memperoleh titel dokter hewan. Agaknya kekuatan jiwa seni telah memenangkan pertaruhan isi . Bahkan. serta sekaligus sutradara panggung dan film. Setamat Sekolah Rakyat di Rao. pada sekitar tahun 1955 hingga 1957 Asrul Sani pergi ke Amerika Serikat justru untuk menempuh pendidikan dramaturgi dan sinematografi di University of Southern California. kami adalah ahli waris yang sah dari kebudayaan dunia dan kebudayaan ini kami teruskan dengan cara kami sendiri. Sumatera Barat 10 Juni 1927 sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara. dan berlanjut hingga tahun 1982 mewakili P artai Persatuan Pembangunan (PPP). adalah karena keterpanggilan jiwa sebab meski telah menamatkan pendidikan sarjana kedokteran hewan pada Fakultas Kehewanan IPB Bogor (ketika itu masih fakultas bagiandari Universitas Indonesia) dan menjadi dokter hewan. sebagai politisi ia juga pernah lama mengecap aroma kursi parlemen sejak tahun 1966 hingga 1971 mewakili Partai Nahdhatul Ulama. Pasaman. Asrul Sani yang kelahiran Rao. selain penyair adalah juga penulis cerita pendek. Isinya. esei. terutama aktivitas keseniannya. lalu masuk ke Fakultas Kehewanan Universitas Indonesia (di kemudian hari dikenal sebagai Institut Pertanian Bogor).

Kejarlah Daku Kau Kutang ap . Pagar Salah Asuhan . Tatiek W. Slamet Rahardjo Djarot. Karya besar film lainnya adalah Kawat Berduri . Monumen . dan lainlain. p seperti Teguh Karya. Nano dan Ratna Riantiarno. sebelum ke Negeri Paman Sam Amerika Serikat pun pada tahun 1951 -1952 ia sudah terlebih dahulu ke Negeri Kincir Angin Belanda dan belajar di Sekolah Seni Drama. disamping beberapa kali masuk nomibasasi. keduanya sepakat mendirikan Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) yang melahirkan banyak sineas mau un seniman teater kesohor. sebuah film jika dinominasikan saja sudah pertanda baik maka apabila hingga enam kali memenangkan piala citra maka sineasnya bukan lagi sebatas baik melainkan dia pantas dinobatkan sebagai tokoh perfilman. k Naga Bonar . Kemelut Hidup . Para Perintis Kemerdekaan . Selain karena pendekatan akademis dan romatisme kehidupan pertanian di desa. Dan. ia mulai mencapai Apa yang Kau Cari Palupi terpilih kematangan ketika sebuah film karyanya sebagai film terbaik pada Festival Film Asia pada tahun 1970. bukan hanya karena pengalaman masa kecil di desa kelahiran yang sangat membekas dalam sanubarinya.batin Asrul Sani. yang pada hari Minggu. Maklum. Alam pikir yang ada adalah. Ismed M Noor. totalitas jiwa berkesenian terutama film makin menguat pada dirinya setelah Asrul Sani bertemu Usmar Ismail.. Itulah Asrul Sani. Deddy Mizwar. Wahyu Sihombing. - Film pertama yang disutradarai Asrul Sani adalah Titian Serambut Dibel Tudjuh ah pada tahun 1959. Tak kurang enam piala citra berhasil dia sabet. Bahkan. dan lain-lain. Maliyati. 11 . tokoh lain perfilman.

Sebagaimana kematian orang percay . dia berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Asrul Sani menjelang menit dan a detik kematiannya. diberikan obat. Meski sudah mulai mengalami kemunduran . sambil bercanda tentunya ke Mutiara Sani setahun sebelumnya. Dia adalah putra bungsu dari tiga bersaudara.15 WIB dengan tenang tepat di pelukan Mutiara Sani (56 tahun) istrinya meninggal dunia pada usia 76 tahun karena usia tua. masak sampai detik terakhir. yang juga aktris film layar le bar dan sinetron. Sultan Marah Sani Syair Alamsyah. Ayahnya. dan sebelum mengkatupkan mata untuk selamanya terpejam dia masih sempat mencium pipi Mutiara Sani. hingga pernah d irawat di RS Tebet. lalu kepalanya terangkat. Jakarta Selatan. Yang Dipertuan Rao Mapattunggal Mapatcancang adalah raja adat di daerahnya. Asrul Sani meninggalkan tiga putra dan tiga putri serta enam cucu. Sebagai penerima penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari Pemerintah RI pada tahun 2000 lalu. Selama hidupnya Asrul Sani hanya mendedikasikan dirinya pada seni dan sastra. usai dibaringkan tiba -tiba dia seperti cegukan. Dia meninggal setelah digantikan popoknya oleh Mutiara. serta istri pertama Siti Nuraini yang diceraikannya dan istri kedua Mutiara Sani Sarumpaet.Januari 2004 tepat pukul 22. kita masih mau diatur negara . Semenjak menjalani operasi tulang pinggul enam bulan lalu. Jakarta Selatan dengan alasan. Namun dia berpesan ke istrinya untuk hanya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Menteng Pulo. dan dibaringkan. kesehatan Asrul Sani mulai menurun.

Apabila hal itu menyakitkan hatimu. Dalam kesempitan hidup ada kekuasaan ilmu. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata oranglain. esok sudah tidak boleh mengubah apa berlaku hari ini. fikirlah ia mungkin menyakitkan orang lain juga Tiada siapa paling pandai dan paling bodoh di dunia ini kerena setiap yg pandai itu boleh menjadi bodoh dan setiap yang bodoh itu boleh menjadi pandai Kata Kata Mutiara Cinta. Jembatan menjadi penghubung antara dua buah kampung. Nurani bangsa itu telah pergi. bukanlah perikemanusiaan.kesehatan dalam jangka waktu lama. Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa. Tapi bia rlah nurani-nurani aru lain mekar tumbuh berkembang seturut zamannya. konon akan dia sampaikan saat menerima gelar doktor kehormatan honoris causa dari Universitas Indonesia. yang. Kita harus sanggup hidup untuk memberi cita-cita itu bertumbuh. Kata Kata Mutiara Cinta. Nafsu mengatakan perempuan itu cantik atas dasar rupanya. Asrul Sani masih saja menyempatkan menulis sebuah pidato kebudayaan. Selalu bayangkan diri anda di dalam kasut seseorang. tetapi hari ini masih boleh mengubah apa akan terjadi pada hari esok. Jika anda rasa ianya menyakitkan. sangat mungkin hal itu menyakitkan hari orang lain pula. Membalas kejahatan dengan kejahatan. Memaafkan mungkin amat berat untuk diberikan kepada orang yang pernah melukai hati kita. Akal mengatakan perempuan itu cantik atas dasar ilmu dan kepintarannya. Tetapi hanya dengan memaafkan kita akan dapat mengubati hati yang telah terluka. Membalas kejahatan dengan kebaikan adalah cita-cita kemanusiaan yg setingginya. perkahwinan menjadi penghubung antara dua insan dan anak menjadi penghubung antara ibu dan ayah . Saya percaya. maaf diberi secara ikhlas umpama pisau bedah yang boleh membuang segala parut luka emosi Kasihkan manusia lepaskan dia kepada pilihan dan keputusannya kerana di situ tanda kita gembira melihat insan kita sayangi beroleh bahagia Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi. Dan hati mengatakan perempuan itu cantik atas dasar akhlaknya. Jakarta. Orang bijaksana tidak sesekali duduk meratapi kegagalannya. Membalas kebaikan dengan kebaikan adalah hal biasa. Kita tidak dapat meneruskan hidup dengan baik jika tidak dapat melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu. *hp kejahatan adalah perangai yg serendah-rendahnya. tapi dengan lapang hati mencari jalan bagaimana memulihkan kembali kerugian yg dideritainya.

itu adalah sumber kebijaksanaan. belum tentu berharga. Kalau tidak bersendi. Sesuatu kebaikan. Sesuatu yang berharga/berguna. Harta yang paling menguntungkan ialah SABAR. Ada orang yang berputus asa berjalan ke arahnya lantaran disangkanya jalan ke sana amat sukar. Hidup memerlukan pengorbananan. dan barangsiapa hari ini lebih jahat dari kelmarin. Dan ibadah yang paling indah tentunya KHUSYUK. Barangsiapa yang hari ini sama dengan kemarin. Keyakinan pula menentukan kejayaan. Sabar adalah jalan keluar bagi orang yang tidak bisa menemukan jalan keluar. Jangan tertarik kepada seseorang kerna parasnya. maka terkutuklah dia. kerana ia dimulai daripada dirinya sendiri -Said Mustafa Kata Kata Mutiara Cinta yang diucapkan sembarangan dapat mewujudkan perselisihan. Sesuatu yang benar. belum tentu bagus. Pengawal peribadi yang paling waspada DIAM. pengaruh menjadi penjaganya. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya kerna kekayaan dapat musnah. kerana engkau dipandang manusia bukan kerana rupa tetapi kesempurnaan budi dan adab -Nabi SAW Kata Kata Mutiara Cinta. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Ambillah waktu untuk bermain. Ketabahan memerlukan keyakinan. itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkati. maka tertipulah dia. Bahasa yang paling manis SENYUM. Orang terhormat itu kehormatannya sendiri melarangnya berbuat jahat. Kejayaan pula akan menentukan kebahagiaan. Ambillah waktu untuk belajar. itu adalah sumber ketenangan. belum tentu benar. . Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai. Kawan sejati ialah orang yg mencintaimu meskipun telah mengenalmu dengan sebenar-benarnya ia itu baik dan burukmu. itu adalah sumber kekuatan. usahakanlah kemuliaannya. Agama menjadi sendi hidup. Tertariklah kepada seseorang yg dapat membuatmu tersenyum. Jagalah dirimu baik-baik. Pengorbanan memerlukan perjuangan. sebab keelokan paras dapat menyesatkan. kerna hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Perjuangan memerlukan ketabahan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Ambillah waktu untuk berfikir. Padahal mudah. Ambillah waktu untuk berdoa. binasalah hayat. itu adalah hak istimewa Memang amat tinggi letaknya kebahagiaan. Sesuatu yang bagus. runtuhlah hidup dan kalau tidak berpenjaga. Namun kita harus menuju ke sana.Pemimpin berjaya ialah orang yang boleh mengawal komunikasi dengan orang yang lebih atas daripadanya dan boleh mengawal komunikasi dengan orang lebih bawah daripadanya. belum tentu baik. Teman yang paling akrab adalah AMAL.

± Marcus Aurelius Kepada kawan ± Kesetiaan Kepada musuh ± Kemaafan Kepada ketua ± Khidmat Kepada yang muda ± Contoh terbaik Kepada yang tua ± Hargai budi mereka dan kesetiaan. tapi tanyalah apa yang boleh kamu buat untuk negara -Abraham Lincol Ciri orang yang beradab ialah dia sangat rajin dan suka belajar. merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi. . kelalaian itu kegelapan. pabila kita memakainya semua akan dapat merasa keharumannya. Selalu bayangkan diri anda di dalam kasut seseorang. Kata Kata Mutiara Cinta. dia tidak malu belajar daripada orang yang berkedudukan lebih rendah darinya ± Confucius Setiap orang dapat mencapai kejayaan dalam hal apa saja. Penglihatan itu sebagai panah iblis yang berbisa. maka Aku akan menggantikannya dengan iman yang dirasakan manisnya dalam hati« Orang yang berkhianat selalu terhina. Jika anda rasa ianya menyakitkan. maka siapa yang mengelakkannya kerana takut padaKu. Oleh itu jika anda lah memiliki kedua-duanya janganlah anda lupa pada Yang Maha Berkuasa.Kekayaan bukanlah satu dosa dan kecantikan bukan satu kesalahan. Kebahagiaan adalah haruman yang tidak boleh kamu semburkan kepada orang lain tanpa kamu sendiri mendapat beberapa titisan daripadanya Emerson Kata Kata Mutiara Cinta. Jangan memberi makanan kepada orang lain yang anda sendiri tidak suka memakannya. Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab. Oleh itu berikanlah walau setitik kegembiraan yang anda miliki itu kepada teman anda. maka dia akan membawa berita tentang dirimu kepada orang lain. kejahilan itu kesesatan dan manusia yang paling hina ialah orang yang menganiaya orang bawahannya. fikirlah ia mungkin menyakitkan orang lain juga Nilai manusia adalah semahal nilai matlamatnya. Kepada pasangan ± Cinta dan ketaatan Kepada manusia ± Kebebasan Berfikir itu cahaya. Orang yang berbohong itu sentiasa ingin melarikan diri sedangkan tiada seorang pun yang mengejarnya namun orang yang benar itu berani seperti singa -Goethe Barangsiapa membawa berita tentang orang lain kepadamu. memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat ± Khalifah Abdul Malik bin Marwan Jangan tanya apa yang dibuat oleh negara untukmu. asalkan ia sangat m enyukai pekerjaan yang dilakukan. Kegembiraan ibarat semburan pewangi.

Kita adalah pelakonnya. Maka berlumba-lumbalah beramal supaya hidup bahagia di dunia dan akhirat (freesmsc. Dari kesusahan itu akan diperolehi kesenangan dan kebahagiaan. Ini adalah undangundang alam. .Agama tidak pernah mengecewakan manusia. Kita menjadi seperti apa yang kita fikirkan Sesiapa yang tidak pernah merasai kepahitan tidak akan mengenal kemanisan. seperti durian berduri kerana sedap isinya. kita akan dibenci. Tetapi manusia yang selalu mengecewakan agama.wordpress. Dunia ini ibarat pentas.com). mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya. fikirkan kebencian. Kata Kata Mutiara Cinta. Tetapi sekiranya kita fikirkan kasih maka kita akan dikasihi. Fikirkan permusuhan kita akan dimusuhi. Setiap bunga mawar pasti ada durinya. kulit manggis pahit sebab manis di dalamnya dan bunga ros berduri kerana harum baunya Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful