P. 1
Anak 2 tahun bandel

Anak 2 tahun bandel

|Views: 273|Likes:
Published by alifhanifa

More info:

Published by: alifhanifa on Oct 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2012

pdf

text

original

Sections

  • 1. Melatih anak melompat jauh
  • 2. Pra-operasional (usia 2-7 tahun)
  • 3. Operasional Kongkrit (usia 7-11 tahun)
  • 4. Operasional Formal (usia 11 tahun ke atas)

Anak 2 tahun bandel? Tegur dengan cinta..

P

utri saya sudah berusia 2 tahun. Setiap 2 kali dalam seminggu sekolah di playgroup

Al-May. Dalam waktu dekat saya juga akan mencari sekolah lain agar setiap hari dalam seminggu beliau bisa bersekolah. Tidak bikin anak capek? menurut saya tidak, terutama Neng Audin tergolong anak yang pintar dan kreatif. Sesaat setelah buka mata di pagi hari beliau akan mencari kesibukan yang selalu bikin saya takjub, seperti main air, mencoret dinding rumah, ikutan bibik mencuci baju, mengajak jalan-jalan, ke warung, main bola, teriak teriak, bernyanyi, nonton, wah banyak lain deh.. Dan di usia ini kadang tantrum nya datang. Tantrum datang jika tidak ada kesibukan lain yang menarik hatinya, atau beliau bosan dengan mainan yang ada. Jadi Neng harus selalu dibuat sibuk, sibuk otaknya untuk berfikir, sibuk matanya untuk melihat, sibuk telinganya mendengar music, sibuk tangan memainkan alat, dan sibuk kaki berlari-lari..Nah sekolah setiap hari salah satu solusi untuk mengurangi tantrumnya dan menyalurkan kreatifitasnya. Solusi lain juga saya akan membeli banyak alat permainan baru agar Neng semakin sibuk menggunakan inderanya. ……….. Jika tantrum datang, saya pernah mengeluh pada papah Dony. Wah Neng mulai bandel nih..dan sulit menanganinya. Jika tantrum barang yang dimainkannya bisa dibanting atau susu yang diminumnya tumpah..pokoknya menanganinya capek deh. Yang saya lakukan biasanya meninggalkannya sendirian, saya biarkan Neng marah-marah, menangis, kesal.. Lalu saya dekati setelah sekitar satu menitan. Biasanya marah atau tangisnya mereda, atau jika belum maka akan mereda, setelah saya dekati saya minta peluk dan menciuminya. Biasanya sih beliau pasti balas peluk. Ternyata cara saya cukup jitu. Jika beliau tantrum, Neng jadi paham pasti mamanya menjauh sebentar. Sehingga tantrumnya tak pernah lama. Nah itu baru satu solusi jika menghadapi tantrum. Bagaimana jika kreatifitasnya mulai datang? kreatif dalam banyak pengertian orang disebut “bandel” atau “nakal”. Pada banyak artikel yang saya baca, memang di usia batita dan atau dalam rentang usia 2 sampai 4 tahun, anak memulai masa eksplorasi. Eksplorasi emosi, dan eksplorasi keingintahuan. Baru saja hari ini saya

menemukan satu artikel bagus mengenai cara menangani perilaku anak tersebut, bagus juga.. terima kasih untuk penulis artikel ini “Irawati Istadi: Mendidik dengan Cinta” dan artikel ini saya kutip dari blog suryaningsih ** artikel Mendidik Dengan Cinta “Dasar bandel! Dasar anak nakal! Sudah dibilangi kalau minta susu ya diminum, dihabisin. Nggak malah ditumpahkan ke lantai seperti itu! Susu itu mahal!” Seorang ibu uring-uringan memarahi Fifi, anaknya yang baru berusia 3 tahun. Bagaimana ia tidak jengkel, bila lantai yang baru saja dipel kini kotor lagi oleh tumpahan susu si kecil. Si kecil pun diam sambil menatap wajah ibunya yang kecapekan. Sementara seorang ayah memarahi Latif, anaknya yang kelas satu SD, setelah dilapori wali kelasnya bahwa anaknya itu ketahuan mencuri uang temannya. “Kecil-kecil sudah jadi pencuri! Mau jadi apa kamu kalau besar nanti?” Katanya sambil berkacak pinggang. Memang, mendidik anak memerlukan kesabaran ekstra. Ada kalanya orang tua kehilangan kontrol saat kondisi fisiknya lelah atau emosinya tidak stabil. Kata-kata makian terhadap anak seperti bandel, nakal, badung, dan sebagainya, seringkali meluncur tanpa dapat ditahan. Padahal, makian atau celaan seperti itu akan sangat menjatuhkan harga diri anak dan berakibat buruk bagi perkembangannya. Mencerca Pribadi Hancurkan Harga Diri Dalam masa perkembangannya semenjak lahir, setiap anak belajar menilai segala sesuatu. Begitu juga yang terjadi pada persoalan penilaian diri. Setiap anak akan menilai dan memandang seperti apa keadaan dirinya sendiri sesuai dengan cara pandang orang tuanya terhadap diri si anak. Apabila pribadinya sering dicerca dengan julukan-julukan burukseperti anak nakal, bengal, tak tahu aturan, pencuri, bodoh, pemalas, dan sejenisnya, maka akan terbentuk keyakinan dalam diri anak bahwa memang seperti itulah sebenarnya taraf kepribadiannya. Selanjutnya ia akan merasa wajar jika berbuat nakal, toh ayah ibu menyebutnya ‘anak nakal’. Perkembangan buruk seperti ini bila diteruskan akan sampai pada tahap di mana anak akan selalu berusaha berperilaku sesuai anggapan terhadap kepribadiannya tersebut, sehingga ia akan merasa tak pantas jika berbuat baik, yang notabene menyalahi keyakinannya sebagai anak nakal dan bengal tersebut. Sampai tahap ini perilaku anak bisa jadi sangat membuat orang dewasa terheran-heran, sebab ia sudah tak mempan lagi diberi nasihat dan motivasi untuk mau berbuat baik, kecuali jika perbaikan dimulai dengan mengubah cara pandangnya yang keliru dalam menghargai pribadinya sendiri. Sungguh ini sebuah perbaikan yang sulit untuk dilakukan.

Begitulah kenyataannya, bahwa setiap orang membentuk kepribadian sesuai dengan cara pandangnya terhadap dirinya sendiri. Itu sebabnya, akan sangat fatal akibatnya jika dalam masa perkembangan anak diberi contoh untuk menilai dirinya dengan sebutan dan panggilan yang buruk. Anak tetap anak, sekalipun perilakunya buruk. Yang buruk adalah perilakunya, sementara pelakunya tetaplah anak baik. Jika patut dibenci, maka perilakunya yang harus dikutuk, bukan pelakunya. Sang anak sebagai pelaku tetap berhak untuk dicintai, disayangi, dan dihargai. Jika Anak Salah, Tegur Perilakunya Ketika seorang anak berbuat kesalahan, orang tua harus menegur ‘perilaku’ tersebut, tanpa mencela pelakunya. Anak harus mengerti letak kesalahannya. Ia harus mengerti betul bahwa orang tuanya marah, kecewa dan membenci perilaku yang baru saja dilakukannya, bukan marah dan membencinya. Agar anak tahu bahwa orang tuanya tidak menyukai perilakunya, maka sebaiknya orang tua menunjukkan perasaan kecewa, marah dan ketidaksukaannya dengan sejelas-jelasnya. Bisa dengan mimik wajah yang penuh emosi, bisa pula dengan kata-kata yang keras. Kembali pada kedua contoh kasus di awal tulisan ini, untuk Fifi yang menumpahkan susunya, akan lebih baik bila ibu marah dengan menegur perilakunya. “Fifi, sudah ibu bilangi berkali-kali kalau menumpahkan susu itu jelek! Itu perbuatan mubadzir! Susu itu harganya mahal!” Sedangkan untuk kasus Latif, akan lebih baik bila ayah tidak menyebutnya sebagai pencuri. “Latif, kamu kan tahu mencuri itu perbuatan buruk? Dosa! Kenapa kamu melakukannya? Kalau butuh uang, bilang sama ayah, jangan mencuri milik orang lain!” Kedua contoh tersebut sudah dapat menggambarkan dengan jelas apa yang dirasakan oleh ayah dan ibu. Tujuannya agar anak mengerti perasaan orang tua tentang perilaku anak yang buruk itu. Di sisi lain diharapkan dalam diri anak sendiri akan timbul perasaan yang tidak enak menghadapi kemarahan orang tuanya. Cukup Sekali Saja Teguran orang tua cukup dinyatakan sekali saja, anak sudah bisa memahami perasaan orang tuanya. Bila pernyataan ini diulang-ulang justru akan menimbulkan kebosanan, dan anak merasa digurui. Cara mendisiplinkan anak seperti itu tidak efisien. Banyak orang tua yang merasa perlu memberi nasihat panjang lebar terhadap kesalahan anaknya, karena menangkap kesan anak tidak mendengar nasihat yang dikatakan orang tua. Anak-anak itu berbuat seenaknya, tak mendengar omelan orang tua.Tingkah anak itu membuat orang tua jengkel dan merangsangnya untuk semakin memperpanjang dan mengulang-ulang nasihat, semata-mata untuk melampiaskan kejengkelannya.

Sekali lagi, sikap orang tua sebenarnya cukup dinyatakan sekali, ditunjang ekspresi wajah tak lebih dari satu menit. Inilah bagian awal dari metode disiplin yang disebut teguran satu menit. Selanjutnya, akan tercipta suasana yang tidak menyenangkan bagi anak. Pada saat ini sebaiknya orang tua diam sejenak agar suasana yang tidak enak ini benar-benar dirasakan anak. Manfaatkan waktu ini untuk menarik nafas panjang, seakan telah usai menyelesaikan tugas berat berupa pengungkapan rasa kecewa atas perilaku anak yang buruk. Selanjutnya, Hargai Pelakunya Bagian berikutnya adalah saatnya menggunakan kebenaran lain selain kebenaran pertama yang telah dikatakan terlebih dahulu. Kebenaran kedua ini adalah bahwa diri anak-anak sebagai ‘pelaku’ sebenarnya tetap baik, bahwa orang tua tetap mencintai sepenuh hati, karena mereka pada dasarnya adalah anak-anak yang salih. Bagian kedua ini harus diucapkan orang tua dengan ekspresi wajah penuh kasih sayang dan kelembutan. Bila perlu dengan memeluk dan mencium, agar anak bisa langsung merasakan bahwa bagaimanapun buruknya perilaku mereka, ternyata orang tua tetap mencintainya. Pernyataan ini pun tidak perlu diulang, cukup sekali saja. Misalnya, untuk kasus Fifi, setelah ibu marah dan menegur perilakunya yang buruk, maka sebaiknya ibu membelai kepalanya sambil berkata, “Fifi kan anak salihah, anak pintar. Lain kali jangan menumpahkan susu lagi ya sayang…” Demikian juga untuk kasus Latif. Setelah ayah menunjukkan kemarahannya, alangkah bijaksananya bila kemudian ia memeluk anaknya itu seraya berkata, “Latif kan anak yang salih…Masa’ anak salih mencuri, nanti jadi temannya setan. Lain kali jangan diulangi lagi ya….” Kelebihan Metode Ini Metode teguran satu menit mempunyai banyak kelebihan. Pertama, melatih disiplin anak-anak untuk bisa meninggalkan perilaku yang buruk. Dalam setengah menit yang pertama, anak mengerti bahwa tindakannya yang buruk telah membuat orang tuanya kecewa dan marah. Peristiwa itu akan masuk ke alam memorinya, selanjutnya memorinya mencatat mana perilaku baik yang disenangi orang tua, dan mana perilaku buruk yang membuat orang tuanya kecewa dan marah. Selanjutnya, dalam setengah menit kedua, anak segera dapat menemukan kembali citra dirinya yang positif sebagai anak yang baik. Mereka sangat menikmati belai kasih orang tua dalam selang waktu yang singkat ini. Buahnya, mereka menjadi senang dan bagga terhadap dirinya sendiri yang baik seperti kata orang tuanya. Satu hal penting yang tak boleh dilupakan orang tua adalah semakin anak menyenangi dirinya sendiri, semakin besar kemauannya untuk berperilaku lebih baik.

Ia juga mulai dapat menggunakan bahasa untuk berkomunikasi sehingga mulai tertarik untuk membuka diri bersosialisasi dengan anak lain walaupun untuk waktu yang sangat pendek dan membutuhkan dukungan orang dewasa. bahasa dan sosialisasi. 3 kali atau 2 kali seminggu. Memang dalam praktiknya metode ini agak sulit dilakukan. sedikit demi sedikit mulai berkembang iklim keterbukaan antara orang tua dengan anak. Banyak orang tua mengeluh karena tak bisa memahami jalan pikiran anaknya. Kemampuannya untuk berpindah tempat secara independen menumbuhkan rasa percaya diri untuk menjelajahi lingkungannya dan melakukan berbagai hal sendiri sesuai keinginannya. walaupun sulit. Pada periode ini anak sedang dalam masa peralihan dari seorang anak yang banyak membutuhkan bantuan orang lain menjadi anak yang lebih mandiri dan kompeten. Dalam setengah menit pertama menyalahkan habishabisan perilaku anak yang buruk. . karena orang tua seolah-olah harus ‘bersandiwara’. Banyak yang tak mengenal anaknya sendiri karena kemacetan komunikasi. Hal ini bisa terjadi karena keberanian orang tua menunjukkan perasaan terhadap anak tanpa mencerca. Komunikasi pun menjadi lancar. dengan jadwal masuk sebagai berikut: Kelas Kepik (09:00 – 11:00 WIB) Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Kepik Kumbang Kepik Kumbang Kepik atau Kumbang Kelas Kumbang (09:00 – 11:00 WIB) Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Kepik Kumbang Kepik Kumbang Kumbang atau Kepik Program pendidikan usia 2 tahun dirancang sesuai kebutuhan perkembangan anak usia 2-3 tahun. metode ini bisa digunakan sebagai alat komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak. Irawati Istadi Program Usia 2 Tahun Program ini dilaksanakan di kelas Kepik dan Kumbang dan berlangsung selama 2 jam. Tetapi setelah itu menyatakan bahwa diri pribadi anak selalu tetap baik dan dicintai orang tua. Yang pasti. (Oel) Sumber: Mendidik dengan Cinta. Dengan bantuan metode ini. motorik. akrab dan harmonis. khususnya pengembangan di bidang emosi. Anak tak pernah mau menyampaikan permasalahan yang ia hadapi kepada orang tua. Setelah marah-marah harus mengungkapkan rasa sayang.Keuntungan kedua. tetapi demi perkembangan jiwa anak. sensori-motor. tentu metode ini layak untuk dibiasakan.

Jadwal Kegiatan Harian Semester I Bermain bebas (di luar ruangan ) Makan bersama Menyanyi bersama Bermain bebas (di dalam ruangan) 45 menit 15 menit 15 menit 45 menit Jadwal Kegiatan Harian Semester II Bermain bebas (di luar ruangan ) Makan bersama Menyanyi bersama Kegiatan kelompok kecil Bermain bebas (di dalam ruangan) 30 menit 15 menit 20 menit 10 menit 45 menit . ia mulai terlihat siap untuk melakukan lebih banyak kegiatan secara berkelompok. Pada setiap sudut kegiatan seorang guru hadir untuk memberi dukungan pada anak untuk melakukan berbagai kegiatan dan berinteraksi dengan anak lain. Selain itu guru juga memastikan bahwa semua anak ada dalam pengawasan yang ketat. Untuk dapat memberi rangsangan yang optimal maka program kegiatan dirancang berdasarkan tema bulanan melalui sebuah jadwal harian teratur namun cukup fleksibel sehingga kebutuhan setiap anak selalu dapat terpenuhi. Oleh karenanya di semester II. untuk waktu yang singkat. Pada akhir periode ini anak mulai dapat merasakan dan memberitahu orang dewasa tentang kebutuhannya menggunakan toilet. dan mengikuti jadwal rutin kegiatan di kelas sehingga anak mulai dapat memisahkan diri dengan pengantarnya dan melakukan kegiatan secara santai. anak akan diminta untuk bergabung dalam kelompok kecil untuk mendengarkan cerita pendek dan melakukan ”learning games” sederhana.Untuk dapat mengimbangi berbagai perubahan yang terjadi dalam kehidupan anak usia 2-3 tahun maka sebuah jadwal dan rutinitas yang teratur diperlukan untuk memberinya rasa aman dan terkendali. mengenal guru dan murid lainnya. Biasanya ketika anak berusia 2 1/2 tahun. Sehubungan dengan kebutuhan perkembangan anak usia 2-3 tahun yang telah diuraikan diatas maka di semester I sebagian besar kegiatan program pendidikan anak usia 2 tahun di Taman Bermain Kepompong diberikan dalam bentuk kegiatan “bermain bebas” dimana anak dapat memilih kegiatan yang ingin dilakukannya. Fokus pengembangan pada semester I adalah anak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah.

Ia juga dapat meningkatkan koordinasi otot halusnya dengan bermain puzzle dan permainan manipulatif lainnya. Selain itu anak juga dapat melakukan berbagai kegiatan sensori-motor antara lain bermain pasir. melukis dan bermain air.Bermain bebas di luar ruangan: biasa dilakukan pada pagi hari sebagai waktu pemanasan. Anak dapat dengan bebas memilih permainan sesuai minatnya. serta berbagai permainan kelompok atas inisiatif anak dan guru dengan menggunakan bola dan balok kardus. Kegiatan membacakan cerita dilakukan sebagai selingan untuk menumbuhkan rasa senang pada buku. pengembangan otot kasar serta berinteraksi dengan teman dan guru. panjatan. . jembatan gantung. Permainan yang tersedia di halaman luas berumput adalah peralatan yang menunjang pengembangan otot kasar sesuai usia 2-3 tahun: peluncuran. ayunan.

.

.

.

. anak mengambil sendiri tas dari lokernya dan duduk untuk makan dan minum bersama temannya (makan dan minuman dibawa sendiri dari rumah). Pada kegiatan ini anak belajar untuk makan sendiri sambil bersosialisasi dengan temannya.Makan bersama: setelah mencuci tangan.

yang juga menunjang pengembangan kemampuan berbahasa mereka.Menyanyi bersama: dengan diiringi piano atau gitar anak mendapatkan pengalaman musik melalui menyanyi. menggunakan alat peraga dan bergerak sambil mengikuti irama. Anak usia 2-3 tahun biasanya terlihat senang mengikuti kegiatan ini. . fingerplay.

.

Practical Self-Help Skills. Kegiatan learning games: di semester I guru melakukan kegiatan learning games sederhana dalam kelompok besar dengan menggunakan benda-benda konkrit.Kegiatan mendengarkan cerita: di semester I guru bercerita dengan menggunakan Buku Besar di kelompok besar. Kemudian di semester II anak mengikuti kegiatan bercerita di kelompok kecil dan guru menggunakan buku cerita berukuran biasa. Seni Bebas. Bermain bebas di dalam ruangan merupakan kegiatan dimana anak dapat memilih untuk bermain di sudut kegiatan menurut minatnya sambil berinteraksi dengan teman dan gurunya. . Sudut-sudut kegiatan bermain yang tersedia adalah Playhouse & Dress up. Pengembangan Kognitif & Otot Halus. Kemudian di semester II anak mengikuti kegiatan ini dalam kelompok kecil. Playdough dan Bercerita.

.

.

Anak-anak akan sangat antusias untuk belajar pada usia berapapun. . menyerap informasi melalui interaksi setiap hari dan pengalaman dengan anak lain.Dalam hal toilet-training. sebuah acara keluarga yang melibatkan orang tua dan anaknya dalam kegiatan bernyanyi. adalah salah satu pengalaman yang paling menyenangkan dan menjadi sebuah hadiah luar biasa bagi orangtua maupun anak. guru akan membantu anak melalui proses ini sesuai kesiapannya. panggung boneka dan olah raga. maupun orang dewasa. Kegiatan dengan partisipasi Orang Tua: pada bulan Mei orang tua akan diundang untuk berpartisipasi dalam acara ”Sports Day”. Oleh karenanya kami mengharapkan kerja sama dan komunikasi yang baik dengan orang tua sehingga proses ini dapat berlangsung dengan lancar. Mengapa penting berkomunikasi dengan anak usia 2-3 tahun? Berkomunikasi dengan anak bahkan sejak mereka baru lahir.

5 tahun. anak sudah dapat menggunakan bahasa secara baik. Pada usia 3 tahun. Mereka biasanya mulai menggunakan bahasa pada percakapan singkat. bernyanyi. Tes pendengaran dapat dilakukan sebagai diagnostik awal untuk menentukan apakah ada masalah pendengaran. biasanya dalam bentuk pertanyaan-jawaban. seorang anak akan menguasai setidaknya 200 kosa kata. Misalnya: ”Nak. tak perlu segan untuk berkonsultasi dengan dokter anak. bila orangtua mencurigai adanya masalah komunikasi pada anak? Orangtua yang menduga atau mencurigai anaknya memiliki masalah pendengaran. Membacakan buku favoritnya berulang-ulang dan dorong anak untuk ikut membaca kata yang ia tahu. Pada keterampilan berbahasanya. Dibawah ini terdapat beberapa saran yang dapat dilakkan untuk membantu keterampilan komunikasi anak: • Bicara dengan anak mengenai kegiatan yang dilakukannya hari ini atau kegiatan yang ingin dilakukan keesokan harinya. saat ini anak-anak akan lebih mengerti dan dapat mengucapkan katakata dengan lebih jelas. namun pada usia 2 tahun sebagian besar anak dapat mengikuti arahan atau intruksi sederhana. bermain permainan kata-kata. Pada usia 2 tahun. Anak yang berusia 3 tahun akan memiliki kosa kata sebanyak 200-300 kata dan ia akan mulai mengabungkan kata-kata menjadi kalimat pendek. . anak juga mulai menirukan apa yang ia dengar dan mulai mengkombinasikan kata-kata walaupun masih belum jelas. atau mengajak bicara anak akan meningkatkan perbendaharaan katanya. Usia 2 tahun bukanlah usia yang terlalu dini untuk mengkonsultasikan anak ke terapis wicara. Pada usia 2. • • Pola komunikasi anak kelompok usia 2-3 tahun Antara usia 2-3 tahun. mencoba-coba merangkai kalimat.Bagaimana orangtua dapat berkomunikasi dengan anak usia 2-3 tahun? Ketika anak dilibatkan dalam permainan dan percakapan interaktif. anak mengalami perkembangan berbahasa yang sangat pesat. Jika Anda mencurigai anak memiliki masalah pendengaran pada tahap apapun. mengungkapkan masalah yang dihadapinya atau memahami konsep-konsep. ia harus mendapatkan evaluasi. Bermain pura-pura. Apa yang sebaiknya dilakukan. anak dapat semakin tedorong untuk belajar. Meskipun setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda. sore ini hujan ni. Ia juga akan dapat mengikuti intruksi tambahan seperti ”datang ke ayah”. Membaca buku. sekaligus memberinya kesempatan untuk melatih keterampilan mendengarkan. Dorong juga anak untuk ’berpura-pura’ membaca (biarkan anak yang ’membacakan’ buku untuk Anda). enaknya kita ngapain ya?” atau berdiskusi tentang kegiatan hari ini pada saat mau tidur. pengucapan kata atau kejelasan bicara. Mereka juga dapat mengatakan 50-200 kata-kata.

Namun demikian. psikolog anak atau dokter anak Anda untuk mendapatkan konsultasi. assesment atau penanganan. perkembangan bahasa dan sosial. Terapis juga dapat merujuk anak developmental paediatrician jika ada kecurigaan adanya keterlambatan perkembangan secara umum. Masalah Komunikasi yang umum terjadi pada kelompok usia ini Masalah komunikasi untuk anak usia 2-3 tahun meliputi: • • • • • • Masalah pendengaran Masalah mengikuti arahan/instruksi Rendahnya jumlah kosakata (kesulitan mengingat kata-kata) Kesulitan dalam pengucapan Bicara masih tidak jelas Keterlambatan keterampilan merangkai kata (Delayed acquisition of phrasing skills) Masalah seperti cadel. problem solving. karena akan hilang seiring pertambahan usianya. terapis wicara atau speech-language pathologist (ahli yang dapat mengevaluasi dan melakukan treatment terhadap gangguan bahasa dan bicara) dapat merekomendasikan terapi yang dapat diterima anak. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK KELOMPOK UMUR 2 – 3 TAHUN 3 Share | .khususnya jika anak tak dapat mengikuti perintah atau menjawab ”ya” atau ”tidak” pada pertanyaan sederhana. Jadi bukan masalah serius. Setelah dilakukan evaluasi. motorik halus. misalnya keterlambatan di lebih dari satu area perkembangan meliputi area motorik kasar. ada sebagian anak yang membutuhkan terapi intensif yang mungkin diperlukan. merupakan proses perkembangan yang biasanya akan dapat dilalui oleh anakanak. Temui terapi wicara.

Melatih anak melompat jauh.Posted by admin | Posted in Permainan Anak | Posted on 23-012009 | 5. kemudian mintalah ia mengulanginya. dan bentuknya. Mulailah dengan 2 jenis benda. Sebutkan nama anak dengan perlahan-lahan. Melatih anak memilih dan mengelompokkan benda menurut jenisnya. Mengajak anak bermain dengan balok. stimulasi anak 2-3 tahun. buatlah kelompok dengan jumlah satu. Ketika melatih anak mengelompokkan benda menurut jenisnya. buku. Kemampuan perkembangan yang harus dicapaianak sesaat sebelum berumur 3 tahun : 1. Melatih anak mencocokkan gambar benda yang sesungguhnya. Gerakan halus : Meniru membuat garis lurus 3. dua. tiga. Sediakanlah macam-macam benda (misalnya : kancing. kemudian tambahkanlah sejenisnya. Melatih anak untuk menyebutkan namanya. 5. jelaskan pula sifat. jembatan. Ajaklah anak menyusun dan menumpuk balok mainan untuk membuat rumah-rumahan. 3. logam biji-bijian). warna. 2. 6. Stimulasi perkembangan yang perlu diberikan : 1. dan sebagainya). Bicara. Mintalah anak mencocokkan gambar-gambar tersebut dengan benda-benda disekelilingnya. 4. tumbuh kembang anak 2-3tahun A. Melatih anak menghitung jumlah benda. koran. Sediakanlah macam-macam gambar (dapat diambil dari majalah. uang. latihlah agar lompatan anak semakin jauh 2. Gerakan kasar : Berdiri dengan satu kaki tanpa berpegangan selama paling sedikit 2 hitungan. menara dan lain-lain. dan seterusnya.230 views Tags: permainan anak 2-3 tahun. bahasa dan kecerdasan : Menyatakan keinginan paling sedikit dengan 2 kata. . bicarakan pula bentuk dan sifat enda-benda itu. ajarilah anak untuk melompati kertas tersebut dengan kedua kaki diankat bersamaan. Letakkan kertas ukuran folio di lantai. Bergaul dan mandiri : Menyatakan keinginan buang air besar dan buang air kecil B. tunjukkan kepada anak cara mengelompokkan benda-benda tersebut menurut jenisnya. 4. ajarilah untuk menghitung jumlah setiap jenis benda.

Ajarkan kepada anak cara berpakaian sendiri dan usahakanlah agar ia mau memilih sendiri pakaian yang akan dikenakannya.7. Ajarkan kepada anak cara mencuci tangan dan kakinya.Google Updates 'Car Home for Android' App powered by Blog ini Di-link Dari Sini Web Blog ini Di-link Dari Sini Web Kamis. Misalnya: “Mobil-mobilan itu berwarna merah dan terletak dibawah kursi” 8. Sebutkan nama benda yang ada disekeliling anak. serta mengelap bagian yang basah agar menjadi kering.kemampuan . serta mengeringkannya sendiri. INFORMASI UNTUK ANDA Apple Google Microsoft PC Magazine . 04 Juni 2009 perkembangan anak 2-3 tahun Pendahuluan Setelah ulang tahun pertamanya. Melatih anak menyebut nama benda dan mengenal sifat/keadaan benda. Melatih anak mencuci tangan dan kaki. mintalah ia untuk mengambil benda itu sambil menyebutkan nama dan sifat/keadaan benda tersebut. Memberi kesempatan kepada anak untuk berpakaian dan memilih sendiri pakaian yang akan dikenakannya. 9. kebanyakan anak sudah mulai mengarah kepada kemandirian pertama mereka .

Usia kalender aktual mungkin tidak begitu penting. Masalah tidur 10.berjalan. Keahlian 9. Isi Artikel 1. dan kategori usia di bawah ini harus dianggap sebagai panduan kasar. Ketakutan 4. Yang lebih penting adalah kategori subyek. Berbicara 11. yang mewakili masalah spesifik dalam kemajuan kearah kedewasaan. Melatih pergi ke Toilet 14. Bahkan lebih banyak dari pada tahun pertama. Nutrisi dan Kenaikan Berat Badan 6. Kegemukan 7. Persepsi 8. Rasa negatif 5. Pelecehan Anak 2. Rewel 12. Berjalan   Pelecehan Anak Tahun kedua adalah dimulainya tahap pertama dimana pelecehan anak paling sering terjadi (tahap kedua adalah selama masa remaja). seorang anak kecil harus dimengerti sesuai tahap-tahap perkembangan tertentu. Tahun-tahun sebelum mereka masuk sekolah adalah waktu untuk menambah tekanan pada pengetahuan diri sendiri. dan . Namun untunglah kebanyakan orang tua tidak melecehkan anak-anak mereka. dan waktunya untuk mulai perlahan-lahan memahami konsep interaksi sosial dan perbedaan antara kelakuan pribadi dan di muka umum. Pelecehan anak mungkin mewakili kekacauan seorang dewasa tentang perpisahan ketika seorang anak mencoba kemandiriannya. Mengisap Jempol dan Jari 13. Setiap orang tua pastilah telah mengalami kekesalan sampai ke titik dimana dia dapat mengerti mengapa beberapa orang menyerah terhadap godaan untuk melecehkan seorang anak. Jatuh 3.

Anak-anak juga belajar dengan meniru. memperlihatkan seorang anak yang baru bisa berjalan cara untuk menuruni tangga dengan merangkak langkah demi langkah bisa mencegahnya jatuh. anda seharuslnya segera menemui seorang dokter. untungnya. Ini adalah tahap yang benar-benar normal. kebanyakan anak tampaknya tidak takut. tengkorak kepala tidak menutup sampai usia 18 bulan pada kebanyakan anak. [ Kembali ke atas ] Ketakutan Kadang-kadang dalam tahun kedua semua anak menjadi lekat dengan orang tua dan takut terhadap orang asing. dan terutama dokter. Juga. orang tua harus menanggapi jatuh sebagai sangat serius. jadi dapat menahan sebagian besar dari dampak jatuh tanpa merusak otak. Anak yang baru bisa berjalan sebaiknya diajarkan untuk tidak jatuh langsung ke belakang seperti batang kayu dengan berulangkali membungkukkan mereka dari posisi berdiri ke posisi duduk. Cara-cara pencegahan selalu lebih disukai daripada menangani kondisi kritis.dengan mengerti kekesalan ini tidaklah menjadi alasan ataupun menyetujui pelecehan. Kebanyakan orang tua yang benar-benar tidak tahan terhadap godaan ini ternyata biasanya dulu juga dilecehkan sewaktu kecil. keluarga. Mungkin ada untungnya karena pada saat proses ini dimulai. namun keluarga dekat harus diwanti-wanti tentang hal ini sebelum berkunjung. [ Kembali ke atas ] Jatuh Tak seorang anakpun belajar berjalan tanpa banyak jatuh. Seorang dokter yang sensitif akan memeriksa anak berusia 2 tahun ketika anak tersebut duduk dipangkuan orang tuanya atau berdiri di muka sang dokter. Orang tua harus selalu di dekatnya. Bila mengakibatkan hilangnya kesadaran atau tingkah laku yang membingungkan. . Namun. Orang yang melihat langsung ke mata si anak pada tahap ini atau bertanya padanya biasanya akan memancing ketakutan mereka.

dan tampaknya selalu meminta untuk dihukum.Banyak anak kecil juga menjadi takut terhadap bak mandi pada tahun kedua ini. [ Kembali ke atas ] Rasa negatif Inilah puncak dari tahun kedua. orang tua untuk sementara harus meneruskan menggunakan meja mandi atau wastafel seperti yang dilakukan sebelumnya. titik dimulainya perjalanan yang akan berakhir bertahuntahun kemudian dengan berpisah dari orang tua. Dengan mengatakan "tidak" terus menerus. sang bayi akan berlatih lebih banyak dan. dan sebaiknya di tampik dengan rasa humor. anak yang baru bisa berjalan akan sering melakukan sesuatu yang mereka tahu akan memancing kemarahan orang tuanya. Rasa negatif biasanya terlihat jelas pada saat makan. Untuk membantu rasa takut ini. bayi yang sehat akan memiliki berat badan kira-kira tiga kali beratnya waktu lahir (bayi yang besar sewaktu dilahirkan mungkin tidak sampai tiga kali berat lahirnya). dan sengaja memancingnya dimuka orang tua. Selama tahun kedua. Ini hanya akan menjadi serius bila orang tua memperlihatkan reaksi serius terhadap hal ini." Tidak konsisten hanya akan membingungkan si anak dan memicu lebih banyak pancingan dan kelakuan buruk. Pertumbuhan yang lebih . atau mandi bersama anak di bak mandi. [ Kembali ke atas ] Nutrisi dan Kenaikan Berat Badan Sampai ulang tahun pertama. Seorang anak mungkin sama sekali menolak jenis makanan atau makanan padat tertentu. Antara usia 1 dan 2 tahun. makan lebih sedikit. seorang anak membuat batasan dan mulai membuat prioritas. Tugas paling penting dan berat bagi orang tua adalah bersikap konsisten dalam mengatakan "tidak. Dietnya juga akan dirubah menjadi lebih banyak makan makanan padat. Ini semua adalah tanda-tanda kebingungan terhadap pertumbuhan kemandirian. Mengapa? Inilah sifat alami dari pertumbuhan kemandirian seorang anak kecil. untuk alasan-alasan tertentu. dan mungkin mundur dan meminum dari botol atau mencoba menghisap payudara.

Pada usia sekitar 15 bulan. bayi harus bisa duduk tegak dan menahan kepalanya dengan keras pula. Seorang bayi akan dengan riang melambaikan cangkir kosong. seperti untuk siapapun. kebanyakan bayi mulai terbiasa makan dengan sendok. Apakah diet seimbang bagi anak berusia 1 atau 2 tahun? Mungkin cara terbaik untuk memastikan diet bergizi untuk seorang anak yang baru bisa berjalan. yang juga dimulai dari pegangan seperti cakar pada blok kayu sampai pegangan jempol dan telunjuk yang halus pada kacang. Makan juga membutuhkan penggunaan tangan yang canggih. Sebaiknya meletakkan kertas atau alas plastik di bawah kursi bayi. bayi maju dari menyimpan makanan di mulut menjadi mengunyahnya. memencet. Perkembangan cara memakan memberi contoh yang bagus tentang cara si bayi diprogram untuk tahap-tahap berikutnya. Agar dapat mahir untuk makan sendiri. Hindari untuk terlalu sering membantunya ketika bayi kesulitan dengan sendoknya.lambat adalah normal dan sehat. Bayi bisa menahan atau mengusap barang ini di gusinya yang terasa sakit. sistem pencernaannya telah benarbenar disiapkan untuk menangani makanan biasa. Berapa banyak makanan yang mencukupi? Percayakan pada insting anak itu. Kebanyakan masalah makan yang terjadi pada orang dewasa berasal dari usia muda. Ketika bayi benar-benar dapat mengunyah. Ini adalah proses belajar seperti juga yang lainnya. Ini dipelajari beberapa bulan yang lalu. dan menjadi lunak di dalam mulut sehingga tidak perlu dikunyah lagi. adalah memastikan cukupnya makanan dari setiap kelompok makanan dasar yang dihidangkan setiap hari. yang sering diakibatkan karena paksaan untuk makan meskipun tidak merasa lapar. waktu makan menjadi waktu bermain untuk kebanyakan anak kecil. seperti yang terlihat pada tabel pertumbuhan. mengetuk sendok. melempar. mereka akan mengkonsumsi jumlah yang tepat. (Biskuit keras atau yang khusus untuk bayi yang baru tumbuh gigi biasanya cocok untuk tahap ini. Lebih banyak makanan dapat masuk ke mulut kalau diberikan sepotong-sepotong daripada seperti "gunung" kecil di piring. Rata-rata anak akan bertambah berat hanya 2 atau 3 kg di tahun kedua. dan cara terbaik untuk belajar adalah dengan berlatih. Sepanjang anak itu diberikan pilihan makanan yang terdiri dari diet seimbang. atau karena makanannya digunakan . atau memeriksa makanan yang seharusnya dimakan.) Ketika gigi terbentuk. sambil mengambil sesuatu. Selama tahun kedua. mendorong.

lebih baik. (Sangat sulit untuk menenangkan seorang anak yang kelaparan dengan sebatang wortel bila si orang tua sedang mengunyah biskuit!) Strategi lainnya adalah untuk menambah tingkat gerak badan si anak. beberapa orang tua merubah dari susu murni ke susu rendah lemak. lemak tubuh harus mulai digantikan dengan otot dan jaringan lemak tipis. termasuk pilihan makanan ringan. telur. dan sayuran untuk memberinya asam lemak esensial yang diperlukan. Untuk mencapai hal ini mungkin perlu merubah kebiasaan makan seluruh keluarga. cara terbaik adalah memberikan diet seimbang dengan kalori lebih rendah namun masih mencukupi kebutuhan nutrisinya dan memungkinkan pertumbuhan normal. Bila anak berusia 1 atau 2 tahun terlalu gemuk. Biarkan pertumbuhan tinggi si anak seimbang dengan pertumbuhan beratnya. Meskipun apakah konsumsi diet rendah lemak pada saat ini dalam kehidupan akan mempengaruhi proses aterosklerosis (pengerasan arteri) di kemudian hari masih diperdebatkan. Metabolisme mungkin berperan. masalah kelenjar atau organik sangat jarang. bayi yang sehat adalah yang agak gemuk. namun kebiasaan makan yang salah atau terlalu banyak makan yang kronis tanpa cukup olahraga adalah yang menambah berat badan. Hargai keinginan dan ketidak-sukaan dengan memberi anak alternatif nutrisi. . namun tidak ada salahnya untuk mengganti ke susu rendah lemak selama anak memakan cukup daging. Begitu si anak memakan makanan biasa. namun di negara maju kelebihan berat adalah masalah kesehatan yang lebih serius dan lebih umum daripada kurang berat.sebagai hadiah untuk kelakuan baik. Namun begitu bayi mulai berjalan dan bergerak lebih banyak. Seorang nenek mungkin kuatir kalau bayi menjadi terlalu kurus. dengan lipatan-lipatan lemak tubuh. Mengganti ke susu rendah lemak sebelum mereka terbiasa dengan makananmakanan lainnya akan berbahaya dan mengganggu pertumbuhan normal anak. Meskipun penyebab tertentu obesitas tidak diketahui. meskipun kebanyakan anak kecil sudah aktif dengan sendirinya. Semakin anda menghindari keraguan atas berapa banyak dan apa yang harus dimakan. [ Kembali ke atas ] Kegemukan Bagi kebanyakan orang tua (dan bahkan kakek/nenek).

[ Kembali ke atas ] Masalah tidur . kebanyakan anak kecil sudah mahir dengan keahlian berikut : · Meniru tugas rumah tangga · Tugas-tugas sederhana seperti merapikan mainan · Meminum dari cangkir dan memakan dengan sendok · Mencuci tangan · Mencoret-coret dengan pensil warna · Membangun balok kayu empat tingkat tanpa runtuh Anak yang baru bisa berjalan dapat menunjuk anggota badan dan menyebutkan namanya. dapat menendang bola. Pada tahap ini seorang anak kecil dapat mengikuti arah loncatan sebuah bola setelah keluar dari jangkauan pandang dan mengerti kemana perginya. Hal yang sama juga terjadi pada obyek yang telah dengan sengaja disembunyikan. begitu pula melemparkan bola keatas kepala dengan arah asal-asalan. pada suatu saat di akhir tahun pertama atau awal tahun kedua. kebanyakan anak bisa berdiri. dan mengambilnya.Olahraga sendiri tidak akan menyebabkan penurunan berat yang berarti pada seseorang yang makan terlalu banyak. akan mempercepat penurunan berat dan membantu mengontrol nafsu makan. [ Kembali ke atas ] Keahlian Suatu waktu antara ulang tahun pertama dan kedua. namun ditambah dengan perubahan diet. [ Kembali ke atas ] Persepsi Anak berusia 1 tahun umumnya mulai mengerti konsep realitas yang cukup canggih. Sampai ulang tahun kedua. berjalan maju mundur dan naik turun tangga. seorang anak akan mengetahui cukup banyak untuk pergi ke tempat dimana sebuah benda disembunyikan. menyingkirkan penghalangnya.

kebanyakan anak kecil akan berceloteh dalam kalimatkalimat dan ide-ide yang tampaknya telah diformulasikan untuk beberapa waktu. Bahasa berkembang dengan pola yang cukup standar : sepatah kata pada 6 bulan pertama. terutama yang reguler dan berulang-ulang. Kecuali anak itu sakit berat. [ Kembali ke atas ] Berbicara Pada suatu waktu si anak akan mengucapkan tiga kata "bahasa dewasa". praktek ini kurang umum. Dalam banyak peradaban. Orang tua harus mencegah menahan anak terjaga terlalu lama sampai dia lelah dan mudah kesal dan meminta untuk tidur. Orang tua perlu menyiapkan respons mereka sendiri terhadap aktivitas ini dan mencoba merubah perilaku si anak untuk memuaskan anak itu maupun orang tua. dan merupakan ketidak-pastian tertentu tentang kemandirian. kata sifat. Bila ini terjadi. terlalu mudah diterka. Ada bermacam penyebab lain dari terlambat berbicara. Dalam masyarakat kita. seharusnya tidak dibalas dengan respons yang terlalu cepat. anak-anak mulai mengatakan sebagian dari keinginan mereka dalam kalimat yang bisa dimengerti. Tangisan-tangisan. ungkapan. penyebabnya mungkin masalah pendengaran. dan kata keterangan pada 6 bulan berikutnya. Bila seorang anak tidak mulai mengucapkan kata-kata apapun selama tahun kedua. Pertanyaan yang sulit tentang kapan dan bagaimana menjauhkan si anak dari tempat tidur ini sebelum dia mulai dewasa secara psikoseksual haruslah diperhitungkan. Sekonyong-konyong dalam 6 bulan setelah ulang tahun kedua. atau terlalu menolong. ini kemungkinan hanya untuk mencoba kesabaran orang tua. termasuk waktu untuk tidur. Selama tahun kedua. yang lebih mementingkan belajar keahlian motorik. Seorang anak yang sangat aktif.Anak berusia 1 tahun akhirnya menguji semua batas. orang tua harus mulai sedikit memaksa untuk tidur lebih awal. Seorang anak yang baru bisa berjalan yang rewel setiap malam mungkin dibiarkan terjaga terlalu malam. dan mulai mengkombinasikan kata-kata. Anak berusia 1 tahun sudah cukup tua untuk tidur sepanjang malam tanpa menangis. mungkin menunda untuk berbicara dan kemudian . anak-anak dibiarkan merangkak naik dan turun dari tempat tidur orang tua dengan bebas sampai usia 4 atau 5.

dan kenyataan bahwa si anak benar-benar menyukai sesuatu yang sangat sepele mungkin tidak bisa dimengerti oleh orang tua. ironisnya. Penting untuk tidak menguatkan perilaku ini dengan memberikan apa yang dimintanya setelah ia rewel. Terlebih bila seorang anak telah mulai berbicara dan kemudian berhenti. Masalah yang khusus adalah bila keluarga benar-benar ingin bayinya untuk berbicara sehingga. Kerewelan ini. rewel hanyalah tanda bertambahnya kebingungan seorang anak tentang kemandirian. atau kurang perhatian dari orang tua. hanya diperlukan dorongan lembut untuk bereksperimen dengan suara untuk menariknya keluar. Cara pendekatan orang tua tampaknya hanya berdiam di dekatnya atau memegang si anak sampai rewelnya hilang. Bagaimanapun juga. seorang anak yang punya banyak saudara mungkin tidak merasa terdorong untuk berbicara karena dia dan saudara-saudaranya berkomunikasi efektif dengan cara-cara lain. keramaian dan banyaknya kegiatan bisa membuat seorang anak kecil untuk mundur. dan sering menghambat perkembangan berbicara. Sebuah keluarga dengan dua bahasa kadang membingungkan seorang anak kecil. Atau.belajar berbicara dengan terburu-buru setelah ulang tahun kedua. dan kembali bermain dengan tenang. Setiap ucapannya mungkin segera diikuti dengan respons terlalu banyak. mereka mungkin akan tiba-tiba diam sendiri. keluarganya harus mempertimbangkan apakah mereka memberi tekanan terlalu banyak. [ Kembali ke atas ] . [ Kembali ke atas ] Rewel Beberapa anak luluh dalam tangisan dan teriakan yang tidak bisa diredam ketika mereka sadar akan ditinggalkan sementara oleh orang tuanya. Anak lainnya mungkin menendang dan berteriak ketika tidak boleh menonton TV. atau diminta untuk maju. sehingga si anak menjadi takut. Beberapa orang (kebanyakan bukan orang tua) bahkan salah mengartikan kerewelan sebagai tanda kelainan serius pada anak. Pada keluarga besar. Anak kecil yang rewel pada tahap ini jarang bisa ditenangkan atau di alihkan perhatiannya dengan pelukan orang tuanya. Sebenarnya. mereka malah menghambatnya. dan bersedia menenangkan dan memeluknya setelah itu.

anak berusia dua tahun sudah mandiri dan sering tidak penurut. bisa menjadi arena pertempuran. seperti mulut yang berubah bentuk dan kebiasaan mengisap jempol yang diteruskan sampai usia sekolah. Pada tahap lanjutan. Penelitian telah menunjukkan bahwa mengisap jari meningkat pada awal tahun kedua. sebenarnya. mengompol di celana setelah berdiri dari pispot. anak secara alami akan belajar kebiasaan pergi ke wc. ini adalah salah satu dari sedikit cara mandiri bagi seorang anak usia 1 tahun dalam mengatasi stres. mungkin lebih tidak berguna dibanding pada anak yang lebih muda. perilaku ini benar-benar normal dan kemungkinan penting pada tahap ini. [ Kembali ke atas ] Berjalan Kemajuan seorang anak dalam belajar berjalan dapat diperhitungkan dari tiga faktor : panjangnya langkah. namun mulai berkurang pada bagian kedua tahun itu. seperti juga kursi bayi. Kebanyakan anak yang diteliti menunjukkan bahwa tak satupun masalah yang ditakuti orang tua terjadi. atau sembunyi di sudut sambil mengeluarkan kotorannya -semuanya tanda dari terlalu banyaknya kontrol orang tua. Namun. banyak ahli yang tidak menyarankannya. Seorang anak bisa saja menahan gejolak perutnya. dan kemampuan untuk berjalan dan melakukan sesuatu hal lain pada saat bersamaan. . [ Kembali ke atas ] Melatih pergi ke Toilet Walaupun anda mungkin bisa melarikan seorang anak usia 1 tahun ke wc sebelum ia buang air besar. keseimbangan. dan lebih mudah mengajarinya serta semakin sedikit implikasinya. dan wc. Beberapa anak mungkin juga perlu alat penenang. Setidaknya bayi usia 10 bulan masih bisa menurut. sebuah barang usang yang sangat disayangi untuk dipegang sementara dia mengisap.Mengisap Jempol dan Jari Banyak orang tua cemas bila anak mereka terus mengisap jempol atau jari pada tahun kedua akan membentuk kebiasaan buruk.

Keseimbangan menjadi lebih stabil. Dari berbagai ahli yang menyusun tentang tingkat perkembangan anak. Berdiri dengan kaki-kaki yang agak bengkok juga normal untuk bulanbulan pertama berjalan. Perkembangan KOGNITIF ANAK Menurut PIAGET perkembangan ini dibagi dalam 4 tahap: 1. tidak lama setelah itu akan mulai sejajar. Alat bantu berjalan menyeimbangkan dengan cara mendorong perutnya ke depan dan pantatnya ke belakang. memerlukan banyak latihan untuk menghindari jatuh setelah kehilangan keseimbangan. Salah satu hal yang harus ditanyakan pada dokter anak pada tahap ini adalah penilaian dari langkah anak itu dan apakah perlu dikoreksi. namun tidak sampai usia 4 atau 5. Ketika otot-otot punggungnya menguat. Mengenali Perkembangan Anak Sebagian orang berpendapat bahwa mengajar di Sekolah Minggu bukanlah pekerjaan yang sukar. seorang Guru Sekolah Minggu dituntut untuk memahami/memperhatikan perkembangan Psikologi Anak berdasarkan usianya. atau membungkuk untuk mengambil sesuatu dan memeriksanya. Dengan mempertimbangkan batasan umum Sekolah Minggu. Karena disamping persiapan mengajar yang matang. kaki-kaki seorang anak membentuk sudut tajam. Sensori Motor (usia 0-2 tahun) Dalam tahap ini perkembangan panca indra sangat berpengaruh . Anggapan seperti inilah yang sering menjadi penyebab kegagalan dalam mengajar. postur ini akan menjadi lebih tegak. ada dua model yang sangat berpengaruh dalam pengajaran di Sekolah Minggu. Pada permulaannya. Hal ini akan berpengaruh pada tehnik mengajar yang harus digunakan sesuai dengan perkembangan usia mereka. maka dalam pembahasan inipun dibatasi sampai pada usia pra-remaja dengan perkembangan normal.Panjang langkah pelan-pelan akan memendek begitu jalannya semakin baik. Namun berjalan benar-benar menjadi keahlian yang sesungguhnya ketika seorang anak dapat berhenti memikirkannya untuk berbalik badan dan mendengarkan. Kemampuan berjalan yang membaik akan membawa perubahan besar pada postur seorang anak.

Misalnya: Analogi 'hidup kekal' . Operasional Kongkrit (usia 7-11 tahun) Saat ini anak mulai meninggalkan 'egosentris'-nya dan dapat bermain dalam kelompok dengan aturan kelompok (bekerja sama). 2. Anak sudah dapat dimotivasi dan mengerti hal-hal yang sistematis. Menyampaikan cerita/berita Injil pada anak usia ini tidak dapat hanya sekedar dengan menggunakan gambar sebagai alat peraga. sehingga tidak perlu menggunakan alat peraga. Keinginan terbesarnya adalah keinginan untuk menyentuh/memegang. 4. Trust ><> .rumit. melainkan harus dengan sesuatu yang bergerak (panggung boneka akan sangat membantu). namun mereka tidak mengerti cara berpikir yang sistematis . Operasional Formal (usia 11 tahun ke atas) Pengajaran pada anak pra-remaja ini menjadi sedikit lebih mudah. karena ia tidak bisa melihat dari sudut pandang orang lain. Namun kesulitan baru yang dihadapi guru adalah harus menyediakan waktu untuk dapat memahami pergumulan yang sedang mereka hadapi ketika memasuki usia pubertas. karena didorong oleh keinginan untuk mengetahui reaksi dari perbuatannya. Namun dalam menyampaikan berita Injil harus diperhatikan penggunaan bahasa. Anak tersebut juga memiliki kecenderungan untuk meniru orang di sekelilingnya. Dalam usia ini mereka belum mengerti akan motivasi dan senjata terbesarnya adalah 'menangis'.dalam diri anak. Dalam menyampaikan cerita harus ada alat peraga. sehingga berkesan 'pelit'.diangkat menjadi anak-anak Tuhan dengan konsep keluarga yang mampu mereka pahami. Pra-operasional (usia 2-7 tahun) Pada usia ini anak menjadi 'egosentris'. Perkembangan PSYCHO-SOSIAL Menurut ERICK ERICKSON perkembangan Psycho-sosial atau perkembangan jiwa manusia yang dipengaruhi oleh masyarakat dibagi menjadi 8 tahap: 1. karena mereka sudah mengerti konsep dan dapat berpikir. baik secara konkrit maupun abstrak. Meskipun pada saat berusia 6-7 tahun mereka sudah mulai mengerti motivasi. 3.

Mereka sudah lebih bisa tenang dalam mendengarkan Firman Tuhan di Sekolah Minggu. 4. Namun masih memiliki kecenderungan untuk kurang hati-hati dan menuntut perhatian. karena ini adalah tahap dimana anak sedang mengembangkan kemampuan motorik (fisik) dan mental (kognitif). sehingga yang diperlukan justru mendorong dan memberikan tempat untuk mengembangkan motorik dan mentalnya. Pada saat ini anak sangat terpengaruh oleh orang-orang penting di sekitarnya (Orang Tua .Guru Sekolah Minggu) 3. . Namun kenakalannya itu tidak bisa dicegah begitu saja. 2. Anak 2 tahun bandel? Tegur dengan cinta. sampai pada hal-hal yang berbau fantasi.termotivasi untuk belajar. sebagai contoh langsung yang terlihat adalah mereka akan sering berlari-lari dalam Sekolah Minggu. Otonomi/Mandiri ><> Tahap ini bisa dikatakan sebagai masa pemberontakan anak atau masa 'nakal'-nya. maka empat tahap berikutnya (Usia diatas 11 tahun) tidak dibahas dalam kolom ini. sehingga mereka sangat memerlukan sentuhan dan pelukan. sehingga berkesan cerewet. Sesuai dengan batasan usia Sekolah Minggu pada umumnya. Inisiatif ><> Dalam tahap ini anak akan banyak bertanya dalam segala hal.Tahap pertama adalah tahap pengembangan rasa percaya diri. Fokus terletak pada Panca Indera. Industri/Rajin ><> Anak usia ini sudah mengerjakan tugas-tugas sekolah . Pada usia ini juga mereka mengalami pengembangan inisiatif/ide..

Pada banyak artikel yang saya baca. anak memulai masa eksplorasi. wah banyak lain deh.. Yang saya lakukan biasanya meninggalkannya sendirian. Tantrum datang jika tidak ada kesibukan lain yang menarik hatinya. atau jika belum maka akan mereda. ……….Nah sekolah setiap hari salah satu solusi untuk mengurangi tantrumnya dan menyalurkan kreatifitasnya. Bagaimana jika kreatifitasnya mulai datang? kreatif dalam banyak pengertian orang disebut “bandel” atau “nakal”. seperti main air. Solusi lain juga saya akan membeli banyak alat permainan baru agar Neng semakin sibuk menggunakan inderanya. teriak teriak. Eksplorasi emosi. Jadi Neng harus selalu dibuat sibuk. Dan di usia ini kadang tantrum nya datang.. saya pernah mengeluh pada papah Dony. sibuk matanya untuk melihat. dan eksplorasi keingintahuan. Lalu saya dekati setelah sekitar satu menitan. nonton..pokoknya menanganinya capek deh. Wah Neng mulai bandel nih.dan sulit menanganinya. Setiap 2 kali dalam seminggu sekolah di playgroup AlMay. main bola. terutama Neng Audin tergolong anak yang pintar dan kreatif.. terima kasih untuk penulis artikel ini “Irawati Istadi: Mendidik dengan Cinta” dan artikel ini saya kutip dari blog suryaningsih ** artikel Mendidik Dengan Cinta . sibuk telinganya mendengar music. Sehingga tantrumnya tak pernah lama. Sesaat setelah buka mata di pagi hari beliau akan mencari kesibukan yang selalu bikin saya takjub. mencoret dinding rumah. Jika tantrum barang yang dimainkannya bisa dibanting atau susu yang diminumnya tumpah. Biasanya marah atau tangisnya mereda. sibuk tangan memainkan alat. ke warung..Putri saya sudah berusia 2 tahun. ikutan bibik mencuci baju.. bagus juga. Neng jadi paham pasti mamanya menjauh sebentar. mengajak jalan-jalan. Tidak bikin anak capek? menurut saya tidak. Dalam waktu dekat saya juga akan mencari sekolah lain agar setiap hari dalam seminggu beliau bisa bersekolah. dan sibuk kaki berlari-lari. kesal. bernyanyi. menangis. sibuk otaknya untuk berfikir. memang di usia batita dan atau dalam rentang usia 2 sampai 4 tahun. setelah saya dekati saya minta peluk dan menciuminya.. Jika tantrum datang. atau beliau bosan dengan mainan yang ada. saya biarkan Neng marah-marah. Jika beliau tantrum. Ternyata cara saya cukup jitu. Biasanya sih beliau pasti balas peluk. Nah itu baru satu solusi jika menghadapi tantrum. Baru saja hari ini saya menemukan satu artikel bagus mengenai cara menangani perilaku anak tersebut.

Si kecil pun diam sambil menatap wajah ibunya yang kecapekan. dan sebagainya. nakal. pemalas. pencuri. makian atau celaan seperti itu akan sangat menjatuhkan harga diri anak dan berakibat buruk bagi perkembangannya. Begitulah kenyataannya. Itu sebabnya. “Kecil-kecil sudah jadi pencuri! Mau jadi apa kamu kalau besar nanti?” Katanya sambil berkacak pinggang.“Dasar bandel! Dasar anak nakal! Sudah dibilangi kalau minta susu ya diminum. badung. kecuali jika perbaikan dimulai dengan mengubah cara pandangnya yang keliru dalam menghargai pribadinya sendiri. Jika patut dibenci. Perkembangan buruk seperti ini bila diteruskan akan sampai pada tahap di mana anak akan selalu berusaha berperilaku sesuai anggapan terhadap kepribadiannya tersebut. Bagaimana ia tidak jengkel. Apabila pribadinya sering dicerca dengan julukan-julukan burukseperti anak nakal. Selanjutnya ia akan merasa wajar jika berbuat nakal. akan sangat fatal akibatnya jika dalam masa perkembangan anak diberi contoh untuk menilai dirinya dengan sebutan dan panggilan yang buruk. bila lantai yang baru saja dipel kini kotor lagi oleh tumpahan susu si kecil. yang notabene menyalahi keyakinannya sebagai anak nakal dan bengal tersebut. mendidik anak memerlukan kesabaran ekstra. sehingga ia akan merasa tak pantas jika berbuat baik. maka akan terbentuk keyakinan dalam diri anak bahwa memang seperti itulah sebenarnya taraf kepribadiannya. dan sejenisnya. sementara pelakunya tetaplah anak baik. bahwa setiap orang membentuk kepribadian sesuai dengan cara pandangnya terhadap dirinya sendiri. Sungguh ini sebuah perbaikan yang sulit untuk dilakukan. Sementara seorang ayah memarahi Latif. Padahal. sebab ia sudah tak mempan lagi diberi nasihat dan motivasi untuk mau berbuat baik. dihabisin. anaknya yang baru berusia 3 tahun. setiap anak belajar menilai segala sesuatu. Nggak malah ditumpahkan ke lantai seperti itu! Susu itu mahal!” Seorang ibu uring-uringan memarahi Fifi. setelah dilapori wali kelasnya bahwa anaknya itu ketahuan mencuri uang temannya. maka perilakunya yang harus . Begitu juga yang terjadi pada persoalan penilaian diri. Kata-kata makian terhadap anak seperti bandel. Ada kalanya orang tua kehilangan kontrol saat kondisi fisiknya lelah atau emosinya tidak stabil. Sampai tahap ini perilaku anak bisa jadi sangat membuat orang dewasa terheran-heran. seringkali meluncur tanpa dapat ditahan. toh ayah ibu menyebutnya ‘anak nakal’. Yang buruk adalah perilakunya. Memang. anaknya yang kelas satu SD. Anak tetap anak. bodoh. tak tahu aturan. sekalipun perilakunya buruk. Setiap anak akan menilai dan memandang seperti apa keadaan dirinya sendiri sesuai dengan cara pandang orang tuanya terhadap diri si anak. bengal. Mencerca Pribadi Hancurkan Harga Diri Dalam masa perkembangannya semenjak lahir.

Selanjutnya. Cukup Sekali Saja Teguran orang tua cukup dinyatakan sekali saja. Sekali lagi. dan anak merasa digurui. disayangi. akan lebih baik bila ibu marah dengan menegur perilakunya. maka sebaiknya orang tua menunjukkan perasaan kecewa. kecewa dan membenci perilaku yang baru saja dilakukannya. tak mendengar omelan orang tua. Agar anak tahu bahwa orang tuanya tidak menyukai perilakunya. Ia harus mengerti betul bahwa orang tuanya marah. Cara mendisiplinkan anak seperti itu tidak efisien. bukan marah dan membencinya. anak sudah bisa memahami perasaan orang tuanya. Jika Anak Salah. Tujuannya agar anak mengerti perasaan orang tua tentang perilaku anak yang buruk itu. Bila pernyataan ini diulang-ulang justru akan menimbulkan kebosanan.Tingkah anak itu membuat orang tua jengkel dan merangsangnya untuk semakin memperpanjang dan mengulang-ulang nasihat. untuk Fifi yang menumpahkan susunya. tanpa mencela pelakunya. “Latif. orang tua harus menegur ‘perilaku’ tersebut. jangan mencuri milik orang lain!” Kedua contoh tersebut sudah dapat menggambarkan dengan jelas apa yang dirasakan oleh ayah dan ibu. Tegur Perilakunya Ketika seorang anak berbuat kesalahan. bukan pelakunya. Anak harus mengerti letak kesalahannya. akan tercipta suasana yang tidak menyenangkan bagi anak. Manfaatkan waktu ini untuk menarik nafas panjang. marah dan ketidaksukaannya dengan sejelas-jelasnya. kamu kan tahu mencuri itu perbuatan buruk? Dosa! Kenapa kamu melakukannya? Kalau butuh uang. seakan telah usai . sudah ibu bilangi berkali-kali kalau menumpahkan susu itu jelek! Itu perbuatan mubadzir! Susu itu harganya mahal!” Sedangkan untuk kasus Latif. bilang sama ayah. semata-mata untuk melampiaskan kejengkelannya. Anak-anak itu berbuat seenaknya. Pada saat ini sebaiknya orang tua diam sejenak agar suasana yang tidak enak ini benar-benar dirasakan anak. karena menangkap kesan anak tidak mendengar nasihat yang dikatakan orang tua. Di sisi lain diharapkan dalam diri anak sendiri akan timbul perasaan yang tidak enak menghadapi kemarahan orang tuanya. ditunjang ekspresi wajah tak lebih dari satu menit. Kembali pada kedua contoh kasus di awal tulisan ini. Sang anak sebagai pelaku tetap berhak untuk dicintai. Banyak orang tua yang merasa perlu memberi nasihat panjang lebar terhadap kesalahan anaknya. bisa pula dengan kata-kata yang keras.dikutuk. dan dihargai. Inilah bagian awal dari metode disiplin yang disebut teguran satu menit. sikap orang tua sebenarnya cukup dinyatakan sekali. akan lebih baik bila ayah tidak menyebutnya sebagai pencuri. “Fifi. Bisa dengan mimik wajah yang penuh emosi.

Keuntungan kedua. bahwa orang tua tetap mencintai sepenuh hati. Dalam setengah menit yang pertama. “Latif kan anak yang salih…Masa’ anak salih mencuri. untuk kasus Fifi. maka sebaiknya ibu membelai kepalanya sambil berkata. nanti jadi temannya setan. Bila perlu dengan memeluk dan mencium. Satu hal penting yang tak boleh dilupakan orang tua adalah semakin anak menyenangi dirinya sendiri. Lain kali jangan menumpahkan susu lagi ya sayang…” Demikian juga untuk kasus Latif. Pernyataan ini pun tidak perlu diulang. selanjutnya memorinya mencatat mana perilaku baik yang disenangi orang tua. setelah ibu marah dan menegur perilakunya yang buruk. Buahnya. agar anak bisa langsung merasakan bahwa bagaimanapun buruknya perilaku mereka. Pertama. dalam setengah menit kedua. melatih disiplin anak-anak untuk bisa meninggalkan perilaku yang buruk. metode ini bisa digunakan sebagai alat komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak. alangkah bijaksananya bila kemudian ia memeluk anaknya itu seraya berkata. dan mana perilaku buruk yang membuat orang tuanya kecewa dan marah.” Kelebihan Metode Ini Metode teguran satu menit mempunyai banyak kelebihan. anak segera dapat menemukan kembali citra dirinya yang positif sebagai anak yang baik. cukup sekali saja. Misalnya. “Fifi kan anak salihah. Selanjutnya. Mereka sangat menikmati belai kasih orang tua dalam selang waktu yang singkat ini. anak pintar.menyelesaikan tugas berat berupa pengungkapan rasa kecewa atas perilaku anak yang buruk. Banyak yang tak mengenal anaknya sendiri karena kemacetan komunikasi. Peristiwa itu akan masuk ke alam memorinya. ternyata orang tua tetap mencintainya. Setelah ayah menunjukkan kemarahannya. Anak tak pernah mau menyampaikan permasalahan yang ia hadapi kepada . Selanjutnya. semakin besar kemauannya untuk berperilaku lebih baik. Banyak orang tua mengeluh karena tak bisa memahami jalan pikiran anaknya. karena mereka pada dasarnya adalah anak-anak yang salih. Lain kali jangan diulangi lagi ya…. Kebenaran kedua ini adalah bahwa diri anak-anak sebagai ‘pelaku’ sebenarnya tetap baik. Bagian kedua ini harus diucapkan orang tua dengan ekspresi wajah penuh kasih sayang dan kelembutan. anak mengerti bahwa tindakannya yang buruk telah membuat orang tuanya kecewa dan marah. Hargai Pelakunya Bagian berikutnya adalah saatnya menggunakan kebenaran lain selain kebenaran pertama yang telah dikatakan terlebih dahulu. mereka menjadi senang dan bagga terhadap dirinya sendiri yang baik seperti kata orang tuanya.

Setelah marah-marah harus mengungkapkan rasa sayang. sedikit demi sedikit mulai berkembang iklim keterbukaan antara orang tua dengan anak. berjingkat-jingkat mengambil objek dari lantai tanpa terjatuh Melempar bola dengan kedua tangan di atas kepala Mengayuh sepeda roda tiga Motorik halus : • • • • • • • • • • • • Melakukan kegiatan dengan satu lengan. Dalam setengah menit pertama menyalahkan habishabisan perilaku anak yang buruk. akrab dan harmonis.orang tua. menangkap dan menggulirkan) Dapat berjalan jinjit. Hal ini bisa terjadi karena keberanian orang tua menunjukkan perasaan terhadap anak tanpa mencerca. karena orang tua seolah-olah harus ‘bersandiwara’. Tetapi setelah itu menyatakan bahwa diri pribadi anak selalu tetap baik dan dicintai orang tua. Komunikasi pun menjadi lancar. dan lain-lain Bermain dengan bola (melempar. walaupun sulit. tentu metode ini layak untuk dibiasakan. Yang pasti. seperti mencorat-coret dengan alat tulis Membuka halaman buku berukuran besar satu persatu Memakai dan melepas sepatu berperekat/tanpa tali Memakai dan melepas kaos kaki Memutar pegangan pintu Memutar tutup botol Melepas kancing jepret Mengancingkan/membuka velcro dan retsleting (misalnya pada tas) Melepas celana dan baju sederhana Membangun menara dari 4-8 balok Memegang pensil/krayon besar Mengaduk dengan sendok ke dalam cangkir . Memang dalam praktiknya metode ini agak sulit dilakukan. tetapi demi perkembangan jiwa anak. 2008 oleh Bintang Bangsaku Perkembangan Fisik Motorik kasar : • • • • • • • • • • • Mulai dapat memanjat dan melompat Mulai kenal irama dan mulai membuat gerakan-gerakan yang berkaitan dengan menari Berlari. Irawati Istadi Ditulis pada April 19. Dengan bantuan metode ini. namun belum dapat melambat atau membelok Melompat dengan 2 kaki Berdiri dengan satu kaki selama beberapa saat Naik turun 4-6 anak tangga tanpa bantuan dan biasanya tidak jatuh Menaiki dan mendorong benda keras seperti meja. (Oel) Sumber: Mendidik dengan Cinta. kursi.

menekan. pengasuh) yang harus diabaikan saat itu terjadi Dapat mematuhi perintah yang rumit Minat bermain ditunjukkan dengan cara memperhatikan temannya ketika bermain dan segera bergabung bila tertarik Tampak lebih sosial dan paham tentang artinya berkawan Sikap kemandirian semakin jelas dengan lebih banyak berbuat untuk diri sendiri tanpa memperdulikan apakah temannya memperhatikan atau justru membelakanginya Dapat bekerja sama dengan orang dewasa dalam sejumlah aktivitas sederhana Mampu menanggapi pemberian temannya Mempunyai rasa ingin tahu yang besar di sekeliling mereka dan bergerak dengan bebas Anak mulai belajar kata “jangan” terhadap suatu barang dan juga diajarkan apa yang boleh Belajar memisahkan diri dari orang tua. menguleni. rutinitas sehari-hari. dan mengurus diri sendiri Mencari banyak interaksi sosial tapi memiliki ketrampilan sosial yang sangat terbatas Merasa sulit untuk berbagi dengan orang lain dan menunjukkan perasaan bersaing Mencoba memaksakan kehendaknya pada orang lain Ingin mandiri (mengerjakan segala sesuatunya sendiri) tapi masih mencari peneguhan orang dewasa Dapat bereaksi tantrum (marah) pada figure otoritas (orang tua. potensi dan kemampuannya Penting baginya untuk berhasil dalam menguasai ketrampilan-ketrampilan. dan menarik adonan atau tanah liat. terutama ibu Aktif bergaul dengan teman dan belajar mengikuti aturan permainan Sudah mulai memperlihatkan rasa cemburu/iri terhadap saudaranya . Sosioemosional • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Memiliki hasrat dan keinginan yang melebihi kemampuannya Ditentukan oleh suasana hatinya dan sulit diduga Membangun kesadaran akan dirinya sendiri (sense of self). kesadaran ini berkembang dan sangat tergantung pada cara figur-figur kelekatan memperlakukannya Dapat mematuhi perintah sederhana Bangga pada diri sendiri karena mulai dapat mengatur/mengendalikan BAB dan BAK Minta untuk tidak ditunggui saat BAB atau BAK Ingin dianggap sebagai individu mandiri dan anggota keluarga dengan perasaan kedirian yang berkembang Apapun yang dilakukannya merupakan pengujian untuk mengukur prestasi. guru.• • • • Menggunakan sendok dan garpu tanpa menumpahkan makanan Menyikat gigi dan menyisir rambut sendiri Memegang gunting dan mulai memotong kertas Menggulung.

Mengumpulkan atau memasangkan benda yang sejenis Bahasa • • • • • • • Bentuk-bentuk kalimat masih tunggal Dapat mengekspresikan kebutuhannya melalui kata-kata yang berupa kalimat singkat yang merupakan kalimat seru. bisa diganti dengan lagu anak-anak tanpa buku) Tahu lebih banyak warna Mengetahui namanya. di depan dan di belakang Menunjuk benda besar dan kecil Meniru perbuatan orang lain Bermain dengan balok mainan sebanyak 6 buah balok. bertanya atau penjelasan Pertanyaan yang diajukan biasanya berupa pengertian nama-nama benda-benda. juga nama orang-orang di sekitarnya Mengatakan “Tidak”. gelap. orang lain dan situasi asing Mampu mempertahankan hak milik Mampu memilih di antara dua alternatif Tanggapan marah mengambil bentuk melonjak-lonjak. takut. berguling-guling. halilintar.• • • • • • • Timbul perasaan-perasaan marah. menutup/membuka. letak benda Cepat menguasai banyak bahasa dalam bentuk sederhana Sangat menyukai buku-buku cerita tentang pengalaman sehari-hari Menyukai teks dengan bahasa yang sederhana sehingga ia mulai dapat mengenali dan menghafal kata-kata tersebut Melaksanakan 2 perintah sekaligus . “Tidak mau” dam “Tidak bisa” Memahami konsep di alam/di luar. meronta-ronta dan menahan napas Memahami perbedaan jenis kelamin Menunjukkan rasa puas ketika mampu melakukan tugas sederhana untuk orang lain Kognitif • • • • • • • • • • • • • • • • Aktif dan punya rasa ingin tahu yang besar Bersemangat pada kesempatan eksplorasi Kreatif Mulai mengembangkan kemampuan berfantasi dan berimajinasi Fokus pada hal-hal yang tampak Dapat berkonsentrasi untuk mendengarkan bacaan antara 5-10 menit Mulai menambah detil-detil pada suatu konsep umum misal kuda punya ekor panjang Mengetahui satu atau dua sajak anak-anak dan menemukannya dalam buku (anak Indonesia jarang yang diperkenalkan dengan sajak – sajak melalui buku. ingin tahu dan kegembiraan secara berganti-ganti Rasa takut memuncak seperti pada binatang.

Akibat yang menyenangkan dari tingkah lakunya cenderung akan diulangi dan akibat yang tidak menyenangkan dari tingkah lakunya cenderung tidak akan diulanginya Anak mengikuti begitu saja apa yang diinginkan/diharapkan oleh orang dewasa Mulai mengerti konsep benar atau salah Mulai mau berbagi/bermain dengan teman sebayanya walaupun sifat egonya masih ada Anak tidak perduli terhadap mainan yang dirusaknya atau untuk merapikan mainannya Agama • • Anak belum mengetahui konsep Tuhan dengan benar Hanya tahu dan mendengar dari cerita-cerita orang tua dan orang lain . “tidak” Mulai menggunakan kata sandang. beberapa anak mungkin memiliki lebih dari dua ratus kosa kata Meniru modulasi suara dan perilaku orang dewasa Menyatakan kebutuhan dan permintaan Senang menikmati buku cerita sederhana selama 5-10 menit dan meminta dibacakan kembali Disiplin • • • • • • Disiplin dilakukan berdasarkan pembentukan kebiasaan dari orang lain. seperti : kamu Pada akhir tahun kedua. contoh mobil-mobil Menggunakan kata ganti orang ketika menyebut orang lain. kata yang menunjukkan tempat. kata kerja Mempergunakan beberapa frase kata dan mempergunakan kata benda jamak.• • • • • • • • • • • • • Menyebut nama diri dan menggunakan kata ganti aku Dapat menyatakan hak milik/benda kepunyaannya Menambah perbendaharaan kata sebanyak 50 kata Memperlihatkan minat pada kata-kata baru Menceritakan suatu kejadian dengan melihat gambar Mengerti larangan “jangan”. kata hubung. terutama ibu Cenderung membantah kehendak orang tua Sulit diatur Dapat mengikuti pola yang tidak menyulitkan bagi orang tua pada saat perilaku menjelajah Dapat BAB dan BAK pada tempatnya Meletakkan sepatu atau tas pada tempatnya Moral • • • • • Moralitas berdasarkan dorongan naluriah.

tugas kuliah DIarsipkan di bawah: Teori Psikologi Diposkan oleh Informasi Dan Tips di 10.• Dapat dibiasakan berbuat baik dalam kegiatan ibadah dan sudah bisa dilarang jika ia berbuat salah Wiratih Rahayu.00 Label: kesehatan 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) .18.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->