Anak 2 tahun bandel? Tegur dengan cinta..

P

utri saya sudah berusia 2 tahun. Setiap 2 kali dalam seminggu sekolah di playgroup

Al-May. Dalam waktu dekat saya juga akan mencari sekolah lain agar setiap hari dalam seminggu beliau bisa bersekolah. Tidak bikin anak capek? menurut saya tidak, terutama Neng Audin tergolong anak yang pintar dan kreatif. Sesaat setelah buka mata di pagi hari beliau akan mencari kesibukan yang selalu bikin saya takjub, seperti main air, mencoret dinding rumah, ikutan bibik mencuci baju, mengajak jalan-jalan, ke warung, main bola, teriak teriak, bernyanyi, nonton, wah banyak lain deh.. Dan di usia ini kadang tantrum nya datang. Tantrum datang jika tidak ada kesibukan lain yang menarik hatinya, atau beliau bosan dengan mainan yang ada. Jadi Neng harus selalu dibuat sibuk, sibuk otaknya untuk berfikir, sibuk matanya untuk melihat, sibuk telinganya mendengar music, sibuk tangan memainkan alat, dan sibuk kaki berlari-lari..Nah sekolah setiap hari salah satu solusi untuk mengurangi tantrumnya dan menyalurkan kreatifitasnya. Solusi lain juga saya akan membeli banyak alat permainan baru agar Neng semakin sibuk menggunakan inderanya. ……….. Jika tantrum datang, saya pernah mengeluh pada papah Dony. Wah Neng mulai bandel nih..dan sulit menanganinya. Jika tantrum barang yang dimainkannya bisa dibanting atau susu yang diminumnya tumpah..pokoknya menanganinya capek deh. Yang saya lakukan biasanya meninggalkannya sendirian, saya biarkan Neng marah-marah, menangis, kesal.. Lalu saya dekati setelah sekitar satu menitan. Biasanya marah atau tangisnya mereda, atau jika belum maka akan mereda, setelah saya dekati saya minta peluk dan menciuminya. Biasanya sih beliau pasti balas peluk. Ternyata cara saya cukup jitu. Jika beliau tantrum, Neng jadi paham pasti mamanya menjauh sebentar. Sehingga tantrumnya tak pernah lama. Nah itu baru satu solusi jika menghadapi tantrum. Bagaimana jika kreatifitasnya mulai datang? kreatif dalam banyak pengertian orang disebut “bandel” atau “nakal”. Pada banyak artikel yang saya baca, memang di usia batita dan atau dalam rentang usia 2 sampai 4 tahun, anak memulai masa eksplorasi. Eksplorasi emosi, dan eksplorasi keingintahuan. Baru saja hari ini saya

menemukan satu artikel bagus mengenai cara menangani perilaku anak tersebut, bagus juga.. terima kasih untuk penulis artikel ini “Irawati Istadi: Mendidik dengan Cinta” dan artikel ini saya kutip dari blog suryaningsih ** artikel Mendidik Dengan Cinta “Dasar bandel! Dasar anak nakal! Sudah dibilangi kalau minta susu ya diminum, dihabisin. Nggak malah ditumpahkan ke lantai seperti itu! Susu itu mahal!” Seorang ibu uring-uringan memarahi Fifi, anaknya yang baru berusia 3 tahun. Bagaimana ia tidak jengkel, bila lantai yang baru saja dipel kini kotor lagi oleh tumpahan susu si kecil. Si kecil pun diam sambil menatap wajah ibunya yang kecapekan. Sementara seorang ayah memarahi Latif, anaknya yang kelas satu SD, setelah dilapori wali kelasnya bahwa anaknya itu ketahuan mencuri uang temannya. “Kecil-kecil sudah jadi pencuri! Mau jadi apa kamu kalau besar nanti?” Katanya sambil berkacak pinggang. Memang, mendidik anak memerlukan kesabaran ekstra. Ada kalanya orang tua kehilangan kontrol saat kondisi fisiknya lelah atau emosinya tidak stabil. Kata-kata makian terhadap anak seperti bandel, nakal, badung, dan sebagainya, seringkali meluncur tanpa dapat ditahan. Padahal, makian atau celaan seperti itu akan sangat menjatuhkan harga diri anak dan berakibat buruk bagi perkembangannya. Mencerca Pribadi Hancurkan Harga Diri Dalam masa perkembangannya semenjak lahir, setiap anak belajar menilai segala sesuatu. Begitu juga yang terjadi pada persoalan penilaian diri. Setiap anak akan menilai dan memandang seperti apa keadaan dirinya sendiri sesuai dengan cara pandang orang tuanya terhadap diri si anak. Apabila pribadinya sering dicerca dengan julukan-julukan burukseperti anak nakal, bengal, tak tahu aturan, pencuri, bodoh, pemalas, dan sejenisnya, maka akan terbentuk keyakinan dalam diri anak bahwa memang seperti itulah sebenarnya taraf kepribadiannya. Selanjutnya ia akan merasa wajar jika berbuat nakal, toh ayah ibu menyebutnya ‘anak nakal’. Perkembangan buruk seperti ini bila diteruskan akan sampai pada tahap di mana anak akan selalu berusaha berperilaku sesuai anggapan terhadap kepribadiannya tersebut, sehingga ia akan merasa tak pantas jika berbuat baik, yang notabene menyalahi keyakinannya sebagai anak nakal dan bengal tersebut. Sampai tahap ini perilaku anak bisa jadi sangat membuat orang dewasa terheran-heran, sebab ia sudah tak mempan lagi diberi nasihat dan motivasi untuk mau berbuat baik, kecuali jika perbaikan dimulai dengan mengubah cara pandangnya yang keliru dalam menghargai pribadinya sendiri. Sungguh ini sebuah perbaikan yang sulit untuk dilakukan.

Begitulah kenyataannya, bahwa setiap orang membentuk kepribadian sesuai dengan cara pandangnya terhadap dirinya sendiri. Itu sebabnya, akan sangat fatal akibatnya jika dalam masa perkembangan anak diberi contoh untuk menilai dirinya dengan sebutan dan panggilan yang buruk. Anak tetap anak, sekalipun perilakunya buruk. Yang buruk adalah perilakunya, sementara pelakunya tetaplah anak baik. Jika patut dibenci, maka perilakunya yang harus dikutuk, bukan pelakunya. Sang anak sebagai pelaku tetap berhak untuk dicintai, disayangi, dan dihargai. Jika Anak Salah, Tegur Perilakunya Ketika seorang anak berbuat kesalahan, orang tua harus menegur ‘perilaku’ tersebut, tanpa mencela pelakunya. Anak harus mengerti letak kesalahannya. Ia harus mengerti betul bahwa orang tuanya marah, kecewa dan membenci perilaku yang baru saja dilakukannya, bukan marah dan membencinya. Agar anak tahu bahwa orang tuanya tidak menyukai perilakunya, maka sebaiknya orang tua menunjukkan perasaan kecewa, marah dan ketidaksukaannya dengan sejelas-jelasnya. Bisa dengan mimik wajah yang penuh emosi, bisa pula dengan kata-kata yang keras. Kembali pada kedua contoh kasus di awal tulisan ini, untuk Fifi yang menumpahkan susunya, akan lebih baik bila ibu marah dengan menegur perilakunya. “Fifi, sudah ibu bilangi berkali-kali kalau menumpahkan susu itu jelek! Itu perbuatan mubadzir! Susu itu harganya mahal!” Sedangkan untuk kasus Latif, akan lebih baik bila ayah tidak menyebutnya sebagai pencuri. “Latif, kamu kan tahu mencuri itu perbuatan buruk? Dosa! Kenapa kamu melakukannya? Kalau butuh uang, bilang sama ayah, jangan mencuri milik orang lain!” Kedua contoh tersebut sudah dapat menggambarkan dengan jelas apa yang dirasakan oleh ayah dan ibu. Tujuannya agar anak mengerti perasaan orang tua tentang perilaku anak yang buruk itu. Di sisi lain diharapkan dalam diri anak sendiri akan timbul perasaan yang tidak enak menghadapi kemarahan orang tuanya. Cukup Sekali Saja Teguran orang tua cukup dinyatakan sekali saja, anak sudah bisa memahami perasaan orang tuanya. Bila pernyataan ini diulang-ulang justru akan menimbulkan kebosanan, dan anak merasa digurui. Cara mendisiplinkan anak seperti itu tidak efisien. Banyak orang tua yang merasa perlu memberi nasihat panjang lebar terhadap kesalahan anaknya, karena menangkap kesan anak tidak mendengar nasihat yang dikatakan orang tua. Anak-anak itu berbuat seenaknya, tak mendengar omelan orang tua.Tingkah anak itu membuat orang tua jengkel dan merangsangnya untuk semakin memperpanjang dan mengulang-ulang nasihat, semata-mata untuk melampiaskan kejengkelannya.

Sekali lagi, sikap orang tua sebenarnya cukup dinyatakan sekali, ditunjang ekspresi wajah tak lebih dari satu menit. Inilah bagian awal dari metode disiplin yang disebut teguran satu menit. Selanjutnya, akan tercipta suasana yang tidak menyenangkan bagi anak. Pada saat ini sebaiknya orang tua diam sejenak agar suasana yang tidak enak ini benar-benar dirasakan anak. Manfaatkan waktu ini untuk menarik nafas panjang, seakan telah usai menyelesaikan tugas berat berupa pengungkapan rasa kecewa atas perilaku anak yang buruk. Selanjutnya, Hargai Pelakunya Bagian berikutnya adalah saatnya menggunakan kebenaran lain selain kebenaran pertama yang telah dikatakan terlebih dahulu. Kebenaran kedua ini adalah bahwa diri anak-anak sebagai ‘pelaku’ sebenarnya tetap baik, bahwa orang tua tetap mencintai sepenuh hati, karena mereka pada dasarnya adalah anak-anak yang salih. Bagian kedua ini harus diucapkan orang tua dengan ekspresi wajah penuh kasih sayang dan kelembutan. Bila perlu dengan memeluk dan mencium, agar anak bisa langsung merasakan bahwa bagaimanapun buruknya perilaku mereka, ternyata orang tua tetap mencintainya. Pernyataan ini pun tidak perlu diulang, cukup sekali saja. Misalnya, untuk kasus Fifi, setelah ibu marah dan menegur perilakunya yang buruk, maka sebaiknya ibu membelai kepalanya sambil berkata, “Fifi kan anak salihah, anak pintar. Lain kali jangan menumpahkan susu lagi ya sayang…” Demikian juga untuk kasus Latif. Setelah ayah menunjukkan kemarahannya, alangkah bijaksananya bila kemudian ia memeluk anaknya itu seraya berkata, “Latif kan anak yang salih…Masa’ anak salih mencuri, nanti jadi temannya setan. Lain kali jangan diulangi lagi ya….” Kelebihan Metode Ini Metode teguran satu menit mempunyai banyak kelebihan. Pertama, melatih disiplin anak-anak untuk bisa meninggalkan perilaku yang buruk. Dalam setengah menit yang pertama, anak mengerti bahwa tindakannya yang buruk telah membuat orang tuanya kecewa dan marah. Peristiwa itu akan masuk ke alam memorinya, selanjutnya memorinya mencatat mana perilaku baik yang disenangi orang tua, dan mana perilaku buruk yang membuat orang tuanya kecewa dan marah. Selanjutnya, dalam setengah menit kedua, anak segera dapat menemukan kembali citra dirinya yang positif sebagai anak yang baik. Mereka sangat menikmati belai kasih orang tua dalam selang waktu yang singkat ini. Buahnya, mereka menjadi senang dan bagga terhadap dirinya sendiri yang baik seperti kata orang tuanya. Satu hal penting yang tak boleh dilupakan orang tua adalah semakin anak menyenangi dirinya sendiri, semakin besar kemauannya untuk berperilaku lebih baik.

tentu metode ini layak untuk dibiasakan. metode ini bisa digunakan sebagai alat komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak. Hal ini bisa terjadi karena keberanian orang tua menunjukkan perasaan terhadap anak tanpa mencerca. Memang dalam praktiknya metode ini agak sulit dilakukan. Pada periode ini anak sedang dalam masa peralihan dari seorang anak yang banyak membutuhkan bantuan orang lain menjadi anak yang lebih mandiri dan kompeten. Yang pasti. Banyak yang tak mengenal anaknya sendiri karena kemacetan komunikasi. tetapi demi perkembangan jiwa anak. khususnya pengembangan di bidang emosi. Dalam setengah menit pertama menyalahkan habishabisan perilaku anak yang buruk. akrab dan harmonis. bahasa dan sosialisasi. Kemampuannya untuk berpindah tempat secara independen menumbuhkan rasa percaya diri untuk menjelajahi lingkungannya dan melakukan berbagai hal sendiri sesuai keinginannya. Ia juga mulai dapat menggunakan bahasa untuk berkomunikasi sehingga mulai tertarik untuk membuka diri bersosialisasi dengan anak lain walaupun untuk waktu yang sangat pendek dan membutuhkan dukungan orang dewasa. Irawati Istadi Program Usia 2 Tahun Program ini dilaksanakan di kelas Kepik dan Kumbang dan berlangsung selama 2 jam. Setelah marah-marah harus mengungkapkan rasa sayang. karena orang tua seolah-olah harus ‘bersandiwara’. 3 kali atau 2 kali seminggu. sedikit demi sedikit mulai berkembang iklim keterbukaan antara orang tua dengan anak. Tetapi setelah itu menyatakan bahwa diri pribadi anak selalu tetap baik dan dicintai orang tua. sensori-motor. walaupun sulit. Banyak orang tua mengeluh karena tak bisa memahami jalan pikiran anaknya.Keuntungan kedua. (Oel) Sumber: Mendidik dengan Cinta. . dengan jadwal masuk sebagai berikut: Kelas Kepik (09:00 – 11:00 WIB) Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Kepik Kumbang Kepik Kumbang Kepik atau Kumbang Kelas Kumbang (09:00 – 11:00 WIB) Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Kepik Kumbang Kepik Kumbang Kumbang atau Kepik Program pendidikan usia 2 tahun dirancang sesuai kebutuhan perkembangan anak usia 2-3 tahun. Anak tak pernah mau menyampaikan permasalahan yang ia hadapi kepada orang tua. Komunikasi pun menjadi lancar. motorik. Dengan bantuan metode ini.

Untuk dapat memberi rangsangan yang optimal maka program kegiatan dirancang berdasarkan tema bulanan melalui sebuah jadwal harian teratur namun cukup fleksibel sehingga kebutuhan setiap anak selalu dapat terpenuhi.Untuk dapat mengimbangi berbagai perubahan yang terjadi dalam kehidupan anak usia 2-3 tahun maka sebuah jadwal dan rutinitas yang teratur diperlukan untuk memberinya rasa aman dan terkendali. Jadwal Kegiatan Harian Semester I Bermain bebas (di luar ruangan ) Makan bersama Menyanyi bersama Bermain bebas (di dalam ruangan) 45 menit 15 menit 15 menit 45 menit Jadwal Kegiatan Harian Semester II Bermain bebas (di luar ruangan ) Makan bersama Menyanyi bersama Kegiatan kelompok kecil Bermain bebas (di dalam ruangan) 30 menit 15 menit 20 menit 10 menit 45 menit . Pada setiap sudut kegiatan seorang guru hadir untuk memberi dukungan pada anak untuk melakukan berbagai kegiatan dan berinteraksi dengan anak lain. ia mulai terlihat siap untuk melakukan lebih banyak kegiatan secara berkelompok. Selain itu guru juga memastikan bahwa semua anak ada dalam pengawasan yang ketat. dan mengikuti jadwal rutin kegiatan di kelas sehingga anak mulai dapat memisahkan diri dengan pengantarnya dan melakukan kegiatan secara santai. mengenal guru dan murid lainnya. Oleh karenanya di semester II. Biasanya ketika anak berusia 2 1/2 tahun. untuk waktu yang singkat. Fokus pengembangan pada semester I adalah anak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah. Sehubungan dengan kebutuhan perkembangan anak usia 2-3 tahun yang telah diuraikan diatas maka di semester I sebagian besar kegiatan program pendidikan anak usia 2 tahun di Taman Bermain Kepompong diberikan dalam bentuk kegiatan “bermain bebas” dimana anak dapat memilih kegiatan yang ingin dilakukannya. Pada akhir periode ini anak mulai dapat merasakan dan memberitahu orang dewasa tentang kebutuhannya menggunakan toilet. anak akan diminta untuk bergabung dalam kelompok kecil untuk mendengarkan cerita pendek dan melakukan ”learning games” sederhana.

ayunan. Anak dapat dengan bebas memilih permainan sesuai minatnya. Kegiatan membacakan cerita dilakukan sebagai selingan untuk menumbuhkan rasa senang pada buku.Bermain bebas di luar ruangan: biasa dilakukan pada pagi hari sebagai waktu pemanasan. serta berbagai permainan kelompok atas inisiatif anak dan guru dengan menggunakan bola dan balok kardus. . melukis dan bermain air. Selain itu anak juga dapat melakukan berbagai kegiatan sensori-motor antara lain bermain pasir. jembatan gantung. pengembangan otot kasar serta berinteraksi dengan teman dan guru. Ia juga dapat meningkatkan koordinasi otot halusnya dengan bermain puzzle dan permainan manipulatif lainnya. panjatan. Permainan yang tersedia di halaman luas berumput adalah peralatan yang menunjang pengembangan otot kasar sesuai usia 2-3 tahun: peluncuran.

.

.

.

Makan bersama: setelah mencuci tangan. . anak mengambil sendiri tas dari lokernya dan duduk untuk makan dan minum bersama temannya (makan dan minuman dibawa sendiri dari rumah). Pada kegiatan ini anak belajar untuk makan sendiri sambil bersosialisasi dengan temannya.

menggunakan alat peraga dan bergerak sambil mengikuti irama. fingerplay. Anak usia 2-3 tahun biasanya terlihat senang mengikuti kegiatan ini.Menyanyi bersama: dengan diiringi piano atau gitar anak mendapatkan pengalaman musik melalui menyanyi. yang juga menunjang pengembangan kemampuan berbahasa mereka. .

.

Kegiatan learning games: di semester I guru melakukan kegiatan learning games sederhana dalam kelompok besar dengan menggunakan benda-benda konkrit. Kemudian di semester II anak mengikuti kegiatan bercerita di kelompok kecil dan guru menggunakan buku cerita berukuran biasa. Playdough dan Bercerita. Kemudian di semester II anak mengikuti kegiatan ini dalam kelompok kecil. . Bermain bebas di dalam ruangan merupakan kegiatan dimana anak dapat memilih untuk bermain di sudut kegiatan menurut minatnya sambil berinteraksi dengan teman dan gurunya.Kegiatan mendengarkan cerita: di semester I guru bercerita dengan menggunakan Buku Besar di kelompok besar. Seni Bebas. Pengembangan Kognitif & Otot Halus. Practical Self-Help Skills. Sudut-sudut kegiatan bermain yang tersedia adalah Playhouse & Dress up.

.

.

sebuah acara keluarga yang melibatkan orang tua dan anaknya dalam kegiatan bernyanyi. maupun orang dewasa. Oleh karenanya kami mengharapkan kerja sama dan komunikasi yang baik dengan orang tua sehingga proses ini dapat berlangsung dengan lancar. . Kegiatan dengan partisipasi Orang Tua: pada bulan Mei orang tua akan diundang untuk berpartisipasi dalam acara ”Sports Day”. guru akan membantu anak melalui proses ini sesuai kesiapannya. Mengapa penting berkomunikasi dengan anak usia 2-3 tahun? Berkomunikasi dengan anak bahkan sejak mereka baru lahir. adalah salah satu pengalaman yang paling menyenangkan dan menjadi sebuah hadiah luar biasa bagi orangtua maupun anak.Dalam hal toilet-training. panggung boneka dan olah raga. menyerap informasi melalui interaksi setiap hari dan pengalaman dengan anak lain. Anak-anak akan sangat antusias untuk belajar pada usia berapapun.

enaknya kita ngapain ya?” atau berdiskusi tentang kegiatan hari ini pada saat mau tidur. Meskipun setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda. Pada keterampilan berbahasanya. tak perlu segan untuk berkonsultasi dengan dokter anak. Apa yang sebaiknya dilakukan. anak juga mulai menirukan apa yang ia dengar dan mulai mengkombinasikan kata-kata walaupun masih belum jelas. Bermain pura-pura. Mereka biasanya mulai menggunakan bahasa pada percakapan singkat. namun pada usia 2 tahun sebagian besar anak dapat mengikuti arahan atau intruksi sederhana. bila orangtua mencurigai adanya masalah komunikasi pada anak? Orangtua yang menduga atau mencurigai anaknya memiliki masalah pendengaran. Usia 2 tahun bukanlah usia yang terlalu dini untuk mengkonsultasikan anak ke terapis wicara. sore ini hujan ni. . anak dapat semakin tedorong untuk belajar. • • Pola komunikasi anak kelompok usia 2-3 tahun Antara usia 2-3 tahun. Tes pendengaran dapat dilakukan sebagai diagnostik awal untuk menentukan apakah ada masalah pendengaran. Misalnya: ”Nak. sekaligus memberinya kesempatan untuk melatih keterampilan mendengarkan. Membacakan buku favoritnya berulang-ulang dan dorong anak untuk ikut membaca kata yang ia tahu.Bagaimana orangtua dapat berkomunikasi dengan anak usia 2-3 tahun? Ketika anak dilibatkan dalam permainan dan percakapan interaktif. mencoba-coba merangkai kalimat.5 tahun. atau mengajak bicara anak akan meningkatkan perbendaharaan katanya. Pada usia 3 tahun. Ia juga akan dapat mengikuti intruksi tambahan seperti ”datang ke ayah”. biasanya dalam bentuk pertanyaan-jawaban. Pada usia 2. Pada usia 2 tahun. bermain permainan kata-kata. Dorong juga anak untuk ’berpura-pura’ membaca (biarkan anak yang ’membacakan’ buku untuk Anda). anak mengalami perkembangan berbahasa yang sangat pesat. seorang anak akan menguasai setidaknya 200 kosa kata. mengungkapkan masalah yang dihadapinya atau memahami konsep-konsep. Mereka juga dapat mengatakan 50-200 kata-kata. Dibawah ini terdapat beberapa saran yang dapat dilakkan untuk membantu keterampilan komunikasi anak: • Bicara dengan anak mengenai kegiatan yang dilakukannya hari ini atau kegiatan yang ingin dilakukan keesokan harinya. ia harus mendapatkan evaluasi. Jika Anda mencurigai anak memiliki masalah pendengaran pada tahap apapun. Membaca buku. saat ini anak-anak akan lebih mengerti dan dapat mengucapkan katakata dengan lebih jelas. pengucapan kata atau kejelasan bicara. Anak yang berusia 3 tahun akan memiliki kosa kata sebanyak 200-300 kata dan ia akan mulai mengabungkan kata-kata menjadi kalimat pendek. anak sudah dapat menggunakan bahasa secara baik. bernyanyi.

motorik halus. Jadi bukan masalah serius. assesment atau penanganan. Namun demikian. ada sebagian anak yang membutuhkan terapi intensif yang mungkin diperlukan.khususnya jika anak tak dapat mengikuti perintah atau menjawab ”ya” atau ”tidak” pada pertanyaan sederhana. psikolog anak atau dokter anak Anda untuk mendapatkan konsultasi. Masalah Komunikasi yang umum terjadi pada kelompok usia ini Masalah komunikasi untuk anak usia 2-3 tahun meliputi: • • • • • • Masalah pendengaran Masalah mengikuti arahan/instruksi Rendahnya jumlah kosakata (kesulitan mengingat kata-kata) Kesulitan dalam pengucapan Bicara masih tidak jelas Keterlambatan keterampilan merangkai kata (Delayed acquisition of phrasing skills) Masalah seperti cadel. terapis wicara atau speech-language pathologist (ahli yang dapat mengevaluasi dan melakukan treatment terhadap gangguan bahasa dan bicara) dapat merekomendasikan terapi yang dapat diterima anak. problem solving. karena akan hilang seiring pertambahan usianya. Terapis juga dapat merujuk anak developmental paediatrician jika ada kecurigaan adanya keterlambatan perkembangan secara umum. merupakan proses perkembangan yang biasanya akan dapat dilalui oleh anakanak. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK KELOMPOK UMUR 2 – 3 TAHUN 3 Share | . Setelah dilakukan evaluasi. misalnya keterlambatan di lebih dari satu area perkembangan meliputi area motorik kasar. Temui terapi wicara. perkembangan bahasa dan sosial.

Mintalah anak mencocokkan gambar-gambar tersebut dengan benda-benda disekelilingnya. Ketika melatih anak mengelompokkan benda menurut jenisnya. Melatih anak untuk menyebutkan namanya. latihlah agar lompatan anak semakin jauh 2. uang. 5. buatlah kelompok dengan jumlah satu. 4. dua. kemudian mintalah ia mengulanginya. Mulailah dengan 2 jenis benda. Melatih anak memilih dan mengelompokkan benda menurut jenisnya. tumbuh kembang anak 2-3tahun A. 4. Bergaul dan mandiri : Menyatakan keinginan buang air besar dan buang air kecil B. stimulasi anak 2-3 tahun. tunjukkan kepada anak cara mengelompokkan benda-benda tersebut menurut jenisnya. tiga. Kemampuan perkembangan yang harus dicapaianak sesaat sebelum berumur 3 tahun : 1. 3. menara dan lain-lain. bahasa dan kecerdasan : Menyatakan keinginan paling sedikit dengan 2 kata. koran. bicarakan pula bentuk dan sifat enda-benda itu. jembatan. Mengajak anak bermain dengan balok. Sediakanlah macam-macam gambar (dapat diambil dari majalah. jelaskan pula sifat. . Bicara. dan bentuknya. Melatih anak menghitung jumlah benda. dan seterusnya. ajarilah anak untuk melompati kertas tersebut dengan kedua kaki diankat bersamaan. 6. Gerakan halus : Meniru membuat garis lurus 3.Posted by admin | Posted in Permainan Anak | Posted on 23-012009 | 5. logam biji-bijian). kemudian tambahkanlah sejenisnya. ajarilah untuk menghitung jumlah setiap jenis benda. buku. Gerakan kasar : Berdiri dengan satu kaki tanpa berpegangan selama paling sedikit 2 hitungan. Sebutkan nama anak dengan perlahan-lahan. Sediakanlah macam-macam benda (misalnya : kancing. Melatih anak mencocokkan gambar benda yang sesungguhnya.230 views Tags: permainan anak 2-3 tahun. Letakkan kertas ukuran folio di lantai. 2. Ajaklah anak menyusun dan menumpuk balok mainan untuk membuat rumah-rumahan. Stimulasi perkembangan yang perlu diberikan : 1. Melatih anak melompat jauh. warna. dan sebagainya).

Sebutkan nama benda yang ada disekeliling anak. 9. Ajarkan kepada anak cara berpakaian sendiri dan usahakanlah agar ia mau memilih sendiri pakaian yang akan dikenakannya. Ajarkan kepada anak cara mencuci tangan dan kakinya.7.Google Updates 'Car Home for Android' App powered by Blog ini Di-link Dari Sini Web Blog ini Di-link Dari Sini Web Kamis. mintalah ia untuk mengambil benda itu sambil menyebutkan nama dan sifat/keadaan benda tersebut. Melatih anak menyebut nama benda dan mengenal sifat/keadaan benda.kemampuan . serta mengelap bagian yang basah agar menjadi kering. Misalnya: “Mobil-mobilan itu berwarna merah dan terletak dibawah kursi” 8. Memberi kesempatan kepada anak untuk berpakaian dan memilih sendiri pakaian yang akan dikenakannya. Melatih anak mencuci tangan dan kaki. kebanyakan anak sudah mulai mengarah kepada kemandirian pertama mereka . serta mengeringkannya sendiri. 04 Juni 2009 perkembangan anak 2-3 tahun Pendahuluan Setelah ulang tahun pertamanya. INFORMASI UNTUK ANDA Apple Google Microsoft PC Magazine .

Masalah tidur 10. Rasa negatif 5. Rewel 12. dan waktunya untuk mulai perlahan-lahan memahami konsep interaksi sosial dan perbedaan antara kelakuan pribadi dan di muka umum. Yang lebih penting adalah kategori subyek. Kegemukan 7. Tahun-tahun sebelum mereka masuk sekolah adalah waktu untuk menambah tekanan pada pengetahuan diri sendiri. Persepsi 8. Nutrisi dan Kenaikan Berat Badan 6. Pelecehan anak mungkin mewakili kekacauan seorang dewasa tentang perpisahan ketika seorang anak mencoba kemandiriannya.berjalan. dan kategori usia di bawah ini harus dianggap sebagai panduan kasar. seorang anak kecil harus dimengerti sesuai tahap-tahap perkembangan tertentu. Namun untunglah kebanyakan orang tua tidak melecehkan anak-anak mereka. Mengisap Jempol dan Jari 13. Usia kalender aktual mungkin tidak begitu penting. Keahlian 9. Bahkan lebih banyak dari pada tahun pertama. Berjalan   Pelecehan Anak Tahun kedua adalah dimulainya tahap pertama dimana pelecehan anak paling sering terjadi (tahap kedua adalah selama masa remaja). Jatuh 3. Ketakutan 4. Pelecehan Anak 2. yang mewakili masalah spesifik dalam kemajuan kearah kedewasaan. Setiap orang tua pastilah telah mengalami kekesalan sampai ke titik dimana dia dapat mengerti mengapa beberapa orang menyerah terhadap godaan untuk melecehkan seorang anak. Berbicara 11. dan . Melatih pergi ke Toilet 14. Isi Artikel 1.

untungnya. Anak yang baru bisa berjalan sebaiknya diajarkan untuk tidak jatuh langsung ke belakang seperti batang kayu dengan berulangkali membungkukkan mereka dari posisi berdiri ke posisi duduk. Seorang dokter yang sensitif akan memeriksa anak berusia 2 tahun ketika anak tersebut duduk dipangkuan orang tuanya atau berdiri di muka sang dokter. Cara-cara pencegahan selalu lebih disukai daripada menangani kondisi kritis. dan terutama dokter. Orang yang melihat langsung ke mata si anak pada tahap ini atau bertanya padanya biasanya akan memancing ketakutan mereka. Orang tua harus selalu di dekatnya. keluarga.dengan mengerti kekesalan ini tidaklah menjadi alasan ataupun menyetujui pelecehan. orang tua harus menanggapi jatuh sebagai sangat serius. Anak-anak juga belajar dengan meniru. . jadi dapat menahan sebagian besar dari dampak jatuh tanpa merusak otak. Bila mengakibatkan hilangnya kesadaran atau tingkah laku yang membingungkan. Namun. [ Kembali ke atas ] Jatuh Tak seorang anakpun belajar berjalan tanpa banyak jatuh. memperlihatkan seorang anak yang baru bisa berjalan cara untuk menuruni tangga dengan merangkak langkah demi langkah bisa mencegahnya jatuh. tengkorak kepala tidak menutup sampai usia 18 bulan pada kebanyakan anak. namun keluarga dekat harus diwanti-wanti tentang hal ini sebelum berkunjung. [ Kembali ke atas ] Ketakutan Kadang-kadang dalam tahun kedua semua anak menjadi lekat dengan orang tua dan takut terhadap orang asing. Mungkin ada untungnya karena pada saat proses ini dimulai. Juga. anda seharuslnya segera menemui seorang dokter. kebanyakan anak tampaknya tidak takut. Ini adalah tahap yang benar-benar normal. Kebanyakan orang tua yang benar-benar tidak tahan terhadap godaan ini ternyata biasanya dulu juga dilecehkan sewaktu kecil.

untuk alasan-alasan tertentu. dan mungkin mundur dan meminum dari botol atau mencoba menghisap payudara. atau mandi bersama anak di bak mandi. dan tampaknya selalu meminta untuk dihukum. anak yang baru bisa berjalan akan sering melakukan sesuatu yang mereka tahu akan memancing kemarahan orang tuanya. [ Kembali ke atas ] Nutrisi dan Kenaikan Berat Badan Sampai ulang tahun pertama. dan sengaja memancingnya dimuka orang tua. Dietnya juga akan dirubah menjadi lebih banyak makan makanan padat. orang tua untuk sementara harus meneruskan menggunakan meja mandi atau wastafel seperti yang dilakukan sebelumnya. makan lebih sedikit. Ini hanya akan menjadi serius bila orang tua memperlihatkan reaksi serius terhadap hal ini. Tugas paling penting dan berat bagi orang tua adalah bersikap konsisten dalam mengatakan "tidak.Banyak anak kecil juga menjadi takut terhadap bak mandi pada tahun kedua ini. Untuk membantu rasa takut ini. Antara usia 1 dan 2 tahun. Ini semua adalah tanda-tanda kebingungan terhadap pertumbuhan kemandirian. seorang anak membuat batasan dan mulai membuat prioritas. Seorang anak mungkin sama sekali menolak jenis makanan atau makanan padat tertentu. Selama tahun kedua. Mengapa? Inilah sifat alami dari pertumbuhan kemandirian seorang anak kecil. Rasa negatif biasanya terlihat jelas pada saat makan. Pertumbuhan yang lebih ." Tidak konsisten hanya akan membingungkan si anak dan memicu lebih banyak pancingan dan kelakuan buruk. bayi yang sehat akan memiliki berat badan kira-kira tiga kali beratnya waktu lahir (bayi yang besar sewaktu dilahirkan mungkin tidak sampai tiga kali berat lahirnya). sang bayi akan berlatih lebih banyak dan. dan sebaiknya di tampik dengan rasa humor. Dengan mengatakan "tidak" terus menerus. [ Kembali ke atas ] Rasa negatif Inilah puncak dari tahun kedua. titik dimulainya perjalanan yang akan berakhir bertahuntahun kemudian dengan berpisah dari orang tua.

Makan juga membutuhkan penggunaan tangan yang canggih. sistem pencernaannya telah benarbenar disiapkan untuk menangani makanan biasa. seperti yang terlihat pada tabel pertumbuhan. waktu makan menjadi waktu bermain untuk kebanyakan anak kecil. Ketika bayi benar-benar dapat mengunyah. kebanyakan bayi mulai terbiasa makan dengan sendok. Ini dipelajari beberapa bulan yang lalu. (Biskuit keras atau yang khusus untuk bayi yang baru tumbuh gigi biasanya cocok untuk tahap ini. Berapa banyak makanan yang mencukupi? Percayakan pada insting anak itu. Rata-rata anak akan bertambah berat hanya 2 atau 3 kg di tahun kedua. sambil mengambil sesuatu. Lebih banyak makanan dapat masuk ke mulut kalau diberikan sepotong-sepotong daripada seperti "gunung" kecil di piring. Pada usia sekitar 15 bulan. adalah memastikan cukupnya makanan dari setiap kelompok makanan dasar yang dihidangkan setiap hari. atau karena makanannya digunakan . Bayi bisa menahan atau mengusap barang ini di gusinya yang terasa sakit. memencet. mendorong. melempar. atau memeriksa makanan yang seharusnya dimakan. yang juga dimulai dari pegangan seperti cakar pada blok kayu sampai pegangan jempol dan telunjuk yang halus pada kacang. Sebaiknya meletakkan kertas atau alas plastik di bawah kursi bayi. Selama tahun kedua. bayi harus bisa duduk tegak dan menahan kepalanya dengan keras pula. dan menjadi lunak di dalam mulut sehingga tidak perlu dikunyah lagi. Seorang bayi akan dengan riang melambaikan cangkir kosong. mengetuk sendok.) Ketika gigi terbentuk. Hindari untuk terlalu sering membantunya ketika bayi kesulitan dengan sendoknya. Kebanyakan masalah makan yang terjadi pada orang dewasa berasal dari usia muda. dan cara terbaik untuk belajar adalah dengan berlatih. mereka akan mengkonsumsi jumlah yang tepat. bayi maju dari menyimpan makanan di mulut menjadi mengunyahnya. Agar dapat mahir untuk makan sendiri. Ini adalah proses belajar seperti juga yang lainnya. Apakah diet seimbang bagi anak berusia 1 atau 2 tahun? Mungkin cara terbaik untuk memastikan diet bergizi untuk seorang anak yang baru bisa berjalan. seperti untuk siapapun.lambat adalah normal dan sehat. Sepanjang anak itu diberikan pilihan makanan yang terdiri dari diet seimbang. Perkembangan cara memakan memberi contoh yang bagus tentang cara si bayi diprogram untuk tahap-tahap berikutnya. yang sering diakibatkan karena paksaan untuk makan meskipun tidak merasa lapar.

Meskipun apakah konsumsi diet rendah lemak pada saat ini dalam kehidupan akan mempengaruhi proses aterosklerosis (pengerasan arteri) di kemudian hari masih diperdebatkan. beberapa orang tua merubah dari susu murni ke susu rendah lemak. . Mengganti ke susu rendah lemak sebelum mereka terbiasa dengan makananmakanan lainnya akan berbahaya dan mengganggu pertumbuhan normal anak. meskipun kebanyakan anak kecil sudah aktif dengan sendirinya. telur. Metabolisme mungkin berperan. namun tidak ada salahnya untuk mengganti ke susu rendah lemak selama anak memakan cukup daging. namun kebiasaan makan yang salah atau terlalu banyak makan yang kronis tanpa cukup olahraga adalah yang menambah berat badan. [ Kembali ke atas ] Kegemukan Bagi kebanyakan orang tua (dan bahkan kakek/nenek). Untuk mencapai hal ini mungkin perlu merubah kebiasaan makan seluruh keluarga.sebagai hadiah untuk kelakuan baik. bayi yang sehat adalah yang agak gemuk. Hargai keinginan dan ketidak-sukaan dengan memberi anak alternatif nutrisi. dan sayuran untuk memberinya asam lemak esensial yang diperlukan. Begitu si anak memakan makanan biasa. lemak tubuh harus mulai digantikan dengan otot dan jaringan lemak tipis. Seorang nenek mungkin kuatir kalau bayi menjadi terlalu kurus. Semakin anda menghindari keraguan atas berapa banyak dan apa yang harus dimakan. termasuk pilihan makanan ringan. cara terbaik adalah memberikan diet seimbang dengan kalori lebih rendah namun masih mencukupi kebutuhan nutrisinya dan memungkinkan pertumbuhan normal. namun di negara maju kelebihan berat adalah masalah kesehatan yang lebih serius dan lebih umum daripada kurang berat. masalah kelenjar atau organik sangat jarang. Biarkan pertumbuhan tinggi si anak seimbang dengan pertumbuhan beratnya. dengan lipatan-lipatan lemak tubuh. (Sangat sulit untuk menenangkan seorang anak yang kelaparan dengan sebatang wortel bila si orang tua sedang mengunyah biskuit!) Strategi lainnya adalah untuk menambah tingkat gerak badan si anak. lebih baik. Bila anak berusia 1 atau 2 tahun terlalu gemuk. Meskipun penyebab tertentu obesitas tidak diketahui. Namun begitu bayi mulai berjalan dan bergerak lebih banyak.

namun ditambah dengan perubahan diet. begitu pula melemparkan bola keatas kepala dengan arah asal-asalan. seorang anak akan mengetahui cukup banyak untuk pergi ke tempat dimana sebuah benda disembunyikan. Pada tahap ini seorang anak kecil dapat mengikuti arah loncatan sebuah bola setelah keluar dari jangkauan pandang dan mengerti kemana perginya. menyingkirkan penghalangnya. kebanyakan anak kecil sudah mahir dengan keahlian berikut : · Meniru tugas rumah tangga · Tugas-tugas sederhana seperti merapikan mainan · Meminum dari cangkir dan memakan dengan sendok · Mencuci tangan · Mencoret-coret dengan pensil warna · Membangun balok kayu empat tingkat tanpa runtuh Anak yang baru bisa berjalan dapat menunjuk anggota badan dan menyebutkan namanya. kebanyakan anak bisa berdiri. berjalan maju mundur dan naik turun tangga. akan mempercepat penurunan berat dan membantu mengontrol nafsu makan. pada suatu saat di akhir tahun pertama atau awal tahun kedua.Olahraga sendiri tidak akan menyebabkan penurunan berat yang berarti pada seseorang yang makan terlalu banyak. [ Kembali ke atas ] Keahlian Suatu waktu antara ulang tahun pertama dan kedua. Sampai ulang tahun kedua. dan mengambilnya. [ Kembali ke atas ] Masalah tidur . [ Kembali ke atas ] Persepsi Anak berusia 1 tahun umumnya mulai mengerti konsep realitas yang cukup canggih. dapat menendang bola. Hal yang sama juga terjadi pada obyek yang telah dengan sengaja disembunyikan.

Bahasa berkembang dengan pola yang cukup standar : sepatah kata pada 6 bulan pertama. Seorang anak yang baru bisa berjalan yang rewel setiap malam mungkin dibiarkan terjaga terlalu malam. Orang tua harus mencegah menahan anak terjaga terlalu lama sampai dia lelah dan mudah kesal dan meminta untuk tidur. terlalu mudah diterka. kebanyakan anak kecil akan berceloteh dalam kalimatkalimat dan ide-ide yang tampaknya telah diformulasikan untuk beberapa waktu. anak-anak dibiarkan merangkak naik dan turun dari tempat tidur orang tua dengan bebas sampai usia 4 atau 5. anak-anak mulai mengatakan sebagian dari keinginan mereka dalam kalimat yang bisa dimengerti. Bila ini terjadi. atau terlalu menolong. Seorang anak yang sangat aktif. Orang tua perlu menyiapkan respons mereka sendiri terhadap aktivitas ini dan mencoba merubah perilaku si anak untuk memuaskan anak itu maupun orang tua. Anak berusia 1 tahun sudah cukup tua untuk tidur sepanjang malam tanpa menangis. Tangisan-tangisan. Ada bermacam penyebab lain dari terlambat berbicara. Sekonyong-konyong dalam 6 bulan setelah ulang tahun kedua. dan merupakan ketidak-pastian tertentu tentang kemandirian. Dalam banyak peradaban. Selama tahun kedua. penyebabnya mungkin masalah pendengaran. Kecuali anak itu sakit berat. Pertanyaan yang sulit tentang kapan dan bagaimana menjauhkan si anak dari tempat tidur ini sebelum dia mulai dewasa secara psikoseksual haruslah diperhitungkan. dan mulai mengkombinasikan kata-kata. mungkin menunda untuk berbicara dan kemudian . terutama yang reguler dan berulang-ulang. praktek ini kurang umum. Bila seorang anak tidak mulai mengucapkan kata-kata apapun selama tahun kedua. termasuk waktu untuk tidur. seharusnya tidak dibalas dengan respons yang terlalu cepat. orang tua harus mulai sedikit memaksa untuk tidur lebih awal. ini kemungkinan hanya untuk mencoba kesabaran orang tua. ungkapan. yang lebih mementingkan belajar keahlian motorik. kata sifat. Dalam masyarakat kita.Anak berusia 1 tahun akhirnya menguji semua batas. [ Kembali ke atas ] Berbicara Pada suatu waktu si anak akan mengucapkan tiga kata "bahasa dewasa". dan kata keterangan pada 6 bulan berikutnya.

Terlebih bila seorang anak telah mulai berbicara dan kemudian berhenti. Anak kecil yang rewel pada tahap ini jarang bisa ditenangkan atau di alihkan perhatiannya dengan pelukan orang tuanya. Atau. dan kembali bermain dengan tenang.belajar berbicara dengan terburu-buru setelah ulang tahun kedua. Setiap ucapannya mungkin segera diikuti dengan respons terlalu banyak. mereka malah menghambatnya. hanya diperlukan dorongan lembut untuk bereksperimen dengan suara untuk menariknya keluar. keramaian dan banyaknya kegiatan bisa membuat seorang anak kecil untuk mundur. ironisnya. dan bersedia menenangkan dan memeluknya setelah itu. Sebenarnya. sehingga si anak menjadi takut. Anak lainnya mungkin menendang dan berteriak ketika tidak boleh menonton TV. Pada keluarga besar. seorang anak yang punya banyak saudara mungkin tidak merasa terdorong untuk berbicara karena dia dan saudara-saudaranya berkomunikasi efektif dengan cara-cara lain. dan kenyataan bahwa si anak benar-benar menyukai sesuatu yang sangat sepele mungkin tidak bisa dimengerti oleh orang tua. Cara pendekatan orang tua tampaknya hanya berdiam di dekatnya atau memegang si anak sampai rewelnya hilang. Kerewelan ini. mereka mungkin akan tiba-tiba diam sendiri. [ Kembali ke atas ] . Masalah yang khusus adalah bila keluarga benar-benar ingin bayinya untuk berbicara sehingga. keluarganya harus mempertimbangkan apakah mereka memberi tekanan terlalu banyak. Beberapa orang (kebanyakan bukan orang tua) bahkan salah mengartikan kerewelan sebagai tanda kelainan serius pada anak. Sebuah keluarga dengan dua bahasa kadang membingungkan seorang anak kecil. atau kurang perhatian dari orang tua. [ Kembali ke atas ] Rewel Beberapa anak luluh dalam tangisan dan teriakan yang tidak bisa diredam ketika mereka sadar akan ditinggalkan sementara oleh orang tuanya. atau diminta untuk maju. Penting untuk tidak menguatkan perilaku ini dengan memberikan apa yang dimintanya setelah ia rewel. Bagaimanapun juga. dan sering menghambat perkembangan berbicara. rewel hanyalah tanda bertambahnya kebingungan seorang anak tentang kemandirian.

mungkin lebih tidak berguna dibanding pada anak yang lebih muda. sebenarnya. perilaku ini benar-benar normal dan kemungkinan penting pada tahap ini. Setidaknya bayi usia 10 bulan masih bisa menurut. dan wc. sebuah barang usang yang sangat disayangi untuk dipegang sementara dia mengisap. Penelitian telah menunjukkan bahwa mengisap jari meningkat pada awal tahun kedua. banyak ahli yang tidak menyarankannya. bisa menjadi arena pertempuran. dan kemampuan untuk berjalan dan melakukan sesuatu hal lain pada saat bersamaan. namun mulai berkurang pada bagian kedua tahun itu. . Kebanyakan anak yang diteliti menunjukkan bahwa tak satupun masalah yang ditakuti orang tua terjadi. keseimbangan. [ Kembali ke atas ] Berjalan Kemajuan seorang anak dalam belajar berjalan dapat diperhitungkan dari tiga faktor : panjangnya langkah. anak berusia dua tahun sudah mandiri dan sering tidak penurut. ini adalah salah satu dari sedikit cara mandiri bagi seorang anak usia 1 tahun dalam mengatasi stres. Seorang anak bisa saja menahan gejolak perutnya. Beberapa anak mungkin juga perlu alat penenang. Pada tahap lanjutan. seperti mulut yang berubah bentuk dan kebiasaan mengisap jempol yang diteruskan sampai usia sekolah. atau sembunyi di sudut sambil mengeluarkan kotorannya -semuanya tanda dari terlalu banyaknya kontrol orang tua. dan lebih mudah mengajarinya serta semakin sedikit implikasinya. seperti juga kursi bayi. anak secara alami akan belajar kebiasaan pergi ke wc. Namun. [ Kembali ke atas ] Melatih pergi ke Toilet Walaupun anda mungkin bisa melarikan seorang anak usia 1 tahun ke wc sebelum ia buang air besar.Mengisap Jempol dan Jari Banyak orang tua cemas bila anak mereka terus mengisap jempol atau jari pada tahun kedua akan membentuk kebiasaan buruk. mengompol di celana setelah berdiri dari pispot.

Alat bantu berjalan menyeimbangkan dengan cara mendorong perutnya ke depan dan pantatnya ke belakang. Dengan mempertimbangkan batasan umum Sekolah Minggu. Salah satu hal yang harus ditanyakan pada dokter anak pada tahap ini adalah penilaian dari langkah anak itu dan apakah perlu dikoreksi.Panjang langkah pelan-pelan akan memendek begitu jalannya semakin baik. maka dalam pembahasan inipun dibatasi sampai pada usia pra-remaja dengan perkembangan normal. atau membungkuk untuk mengambil sesuatu dan memeriksanya. Anggapan seperti inilah yang sering menjadi penyebab kegagalan dalam mengajar. kaki-kaki seorang anak membentuk sudut tajam. tidak lama setelah itu akan mulai sejajar. namun tidak sampai usia 4 atau 5. Ketika otot-otot punggungnya menguat. Sensori Motor (usia 0-2 tahun) Dalam tahap ini perkembangan panca indra sangat berpengaruh . Kemampuan berjalan yang membaik akan membawa perubahan besar pada postur seorang anak. Pada permulaannya. Perkembangan KOGNITIF ANAK Menurut PIAGET perkembangan ini dibagi dalam 4 tahap: 1. memerlukan banyak latihan untuk menghindari jatuh setelah kehilangan keseimbangan. Berdiri dengan kaki-kaki yang agak bengkok juga normal untuk bulanbulan pertama berjalan. Keseimbangan menjadi lebih stabil. Mengenali Perkembangan Anak Sebagian orang berpendapat bahwa mengajar di Sekolah Minggu bukanlah pekerjaan yang sukar. Karena disamping persiapan mengajar yang matang. postur ini akan menjadi lebih tegak. ada dua model yang sangat berpengaruh dalam pengajaran di Sekolah Minggu. seorang Guru Sekolah Minggu dituntut untuk memahami/memperhatikan perkembangan Psikologi Anak berdasarkan usianya. Dari berbagai ahli yang menyusun tentang tingkat perkembangan anak. Hal ini akan berpengaruh pada tehnik mengajar yang harus digunakan sesuai dengan perkembangan usia mereka. Namun berjalan benar-benar menjadi keahlian yang sesungguhnya ketika seorang anak dapat berhenti memikirkannya untuk berbalik badan dan mendengarkan.

Namun dalam menyampaikan berita Injil harus diperhatikan penggunaan bahasa. 4. Menyampaikan cerita/berita Injil pada anak usia ini tidak dapat hanya sekedar dengan menggunakan gambar sebagai alat peraga. Keinginan terbesarnya adalah keinginan untuk menyentuh/memegang. sehingga berkesan 'pelit'. Pra-operasional (usia 2-7 tahun) Pada usia ini anak menjadi 'egosentris'. Operasional Kongkrit (usia 7-11 tahun) Saat ini anak mulai meninggalkan 'egosentris'-nya dan dapat bermain dalam kelompok dengan aturan kelompok (bekerja sama). 2. baik secara konkrit maupun abstrak. Dalam usia ini mereka belum mengerti akan motivasi dan senjata terbesarnya adalah 'menangis'. melainkan harus dengan sesuatu yang bergerak (panggung boneka akan sangat membantu). karena mereka sudah mengerti konsep dan dapat berpikir. Meskipun pada saat berusia 6-7 tahun mereka sudah mulai mengerti motivasi. Dalam menyampaikan cerita harus ada alat peraga.dalam diri anak.diangkat menjadi anak-anak Tuhan dengan konsep keluarga yang mampu mereka pahami. Trust ><> . sehingga tidak perlu menggunakan alat peraga. Anak tersebut juga memiliki kecenderungan untuk meniru orang di sekelilingnya. Anak sudah dapat dimotivasi dan mengerti hal-hal yang sistematis. Perkembangan PSYCHO-SOSIAL Menurut ERICK ERICKSON perkembangan Psycho-sosial atau perkembangan jiwa manusia yang dipengaruhi oleh masyarakat dibagi menjadi 8 tahap: 1. karena didorong oleh keinginan untuk mengetahui reaksi dari perbuatannya. namun mereka tidak mengerti cara berpikir yang sistematis . Misalnya: Analogi 'hidup kekal' . 3. Namun kesulitan baru yang dihadapi guru adalah harus menyediakan waktu untuk dapat memahami pergumulan yang sedang mereka hadapi ketika memasuki usia pubertas.rumit. Operasional Formal (usia 11 tahun ke atas) Pengajaran pada anak pra-remaja ini menjadi sedikit lebih mudah. karena ia tidak bisa melihat dari sudut pandang orang lain.

Sesuai dengan batasan usia Sekolah Minggu pada umumnya. Namun kenakalannya itu tidak bisa dicegah begitu saja. karena ini adalah tahap dimana anak sedang mengembangkan kemampuan motorik (fisik) dan mental (kognitif). sehingga berkesan cerewet. Pada saat ini anak sangat terpengaruh oleh orang-orang penting di sekitarnya (Orang Tua . sehingga yang diperlukan justru mendorong dan memberikan tempat untuk mengembangkan motorik dan mentalnya. 2.Tahap pertama adalah tahap pengembangan rasa percaya diri. Namun masih memiliki kecenderungan untuk kurang hati-hati dan menuntut perhatian. Inisiatif ><> Dalam tahap ini anak akan banyak bertanya dalam segala hal. Anak 2 tahun bandel? Tegur dengan cinta.. . Otonomi/Mandiri ><> Tahap ini bisa dikatakan sebagai masa pemberontakan anak atau masa 'nakal'-nya. Mereka sudah lebih bisa tenang dalam mendengarkan Firman Tuhan di Sekolah Minggu. maka empat tahap berikutnya (Usia diatas 11 tahun) tidak dibahas dalam kolom ini. Fokus terletak pada Panca Indera.termotivasi untuk belajar. sehingga mereka sangat memerlukan sentuhan dan pelukan.Guru Sekolah Minggu) 3. sebagai contoh langsung yang terlihat adalah mereka akan sering berlari-lari dalam Sekolah Minggu. sampai pada hal-hal yang berbau fantasi. Pada usia ini juga mereka mengalami pengembangan inisiatif/ide. Industri/Rajin ><> Anak usia ini sudah mengerjakan tugas-tugas sekolah . 4.

.dan sulit menanganinya.Putri saya sudah berusia 2 tahun. memang di usia batita dan atau dalam rentang usia 2 sampai 4 tahun. main bola. Dalam waktu dekat saya juga akan mencari sekolah lain agar setiap hari dalam seminggu beliau bisa bersekolah. Jika beliau tantrum.. mencoret dinding rumah. bernyanyi.. ………. wah banyak lain deh. ikutan bibik mencuci baju. dan eksplorasi keingintahuan. Dan di usia ini kadang tantrum nya datang. Yang saya lakukan biasanya meninggalkannya sendirian. sibuk tangan memainkan alat. Wah Neng mulai bandel nih. terima kasih untuk penulis artikel ini “Irawati Istadi: Mendidik dengan Cinta” dan artikel ini saya kutip dari blog suryaningsih ** artikel Mendidik Dengan Cinta . Eksplorasi emosi. mengajak jalan-jalan. sibuk otaknya untuk berfikir. bagus juga. Bagaimana jika kreatifitasnya mulai datang? kreatif dalam banyak pengertian orang disebut “bandel” atau “nakal”. sibuk matanya untuk melihat. sibuk telinganya mendengar music. Jika tantrum barang yang dimainkannya bisa dibanting atau susu yang diminumnya tumpah. ke warung. kesal. anak memulai masa eksplorasi. atau jika belum maka akan mereda. saya biarkan Neng marah-marah.. Nah itu baru satu solusi jika menghadapi tantrum. Solusi lain juga saya akan membeli banyak alat permainan baru agar Neng semakin sibuk menggunakan inderanya. seperti main air. Jika tantrum datang. Setiap 2 kali dalam seminggu sekolah di playgroup AlMay.Nah sekolah setiap hari salah satu solusi untuk mengurangi tantrumnya dan menyalurkan kreatifitasnya. Ternyata cara saya cukup jitu. nonton. Sesaat setelah buka mata di pagi hari beliau akan mencari kesibukan yang selalu bikin saya takjub.. Baru saja hari ini saya menemukan satu artikel bagus mengenai cara menangani perilaku anak tersebut. Neng jadi paham pasti mamanya menjauh sebentar. teriak teriak. saya pernah mengeluh pada papah Dony. Tantrum datang jika tidak ada kesibukan lain yang menarik hatinya. Pada banyak artikel yang saya baca. menangis.pokoknya menanganinya capek deh. Biasanya sih beliau pasti balas peluk. Sehingga tantrumnya tak pernah lama... atau beliau bosan dengan mainan yang ada. dan sibuk kaki berlari-lari. Tidak bikin anak capek? menurut saya tidak. setelah saya dekati saya minta peluk dan menciuminya. Jadi Neng harus selalu dibuat sibuk. Lalu saya dekati setelah sekitar satu menitan. Biasanya marah atau tangisnya mereda. terutama Neng Audin tergolong anak yang pintar dan kreatif.

Memang. dan sebagainya. sementara pelakunya tetaplah anak baik. makian atau celaan seperti itu akan sangat menjatuhkan harga diri anak dan berakibat buruk bagi perkembangannya.“Dasar bandel! Dasar anak nakal! Sudah dibilangi kalau minta susu ya diminum. maka perilakunya yang harus . kecuali jika perbaikan dimulai dengan mengubah cara pandangnya yang keliru dalam menghargai pribadinya sendiri. “Kecil-kecil sudah jadi pencuri! Mau jadi apa kamu kalau besar nanti?” Katanya sambil berkacak pinggang. Itu sebabnya. bodoh. Begitulah kenyataannya. Ada kalanya orang tua kehilangan kontrol saat kondisi fisiknya lelah atau emosinya tidak stabil. sebab ia sudah tak mempan lagi diberi nasihat dan motivasi untuk mau berbuat baik. Bagaimana ia tidak jengkel. Apabila pribadinya sering dicerca dengan julukan-julukan burukseperti anak nakal. Jika patut dibenci. seringkali meluncur tanpa dapat ditahan. Kata-kata makian terhadap anak seperti bandel. sekalipun perilakunya buruk. Anak tetap anak. Padahal. nakal. Nggak malah ditumpahkan ke lantai seperti itu! Susu itu mahal!” Seorang ibu uring-uringan memarahi Fifi. setelah dilapori wali kelasnya bahwa anaknya itu ketahuan mencuri uang temannya. dihabisin. bahwa setiap orang membentuk kepribadian sesuai dengan cara pandangnya terhadap dirinya sendiri. Perkembangan buruk seperti ini bila diteruskan akan sampai pada tahap di mana anak akan selalu berusaha berperilaku sesuai anggapan terhadap kepribadiannya tersebut. Sampai tahap ini perilaku anak bisa jadi sangat membuat orang dewasa terheran-heran. Yang buruk adalah perilakunya. Si kecil pun diam sambil menatap wajah ibunya yang kecapekan. anaknya yang kelas satu SD. mendidik anak memerlukan kesabaran ekstra. Begitu juga yang terjadi pada persoalan penilaian diri. bengal. Mencerca Pribadi Hancurkan Harga Diri Dalam masa perkembangannya semenjak lahir. setiap anak belajar menilai segala sesuatu. akan sangat fatal akibatnya jika dalam masa perkembangan anak diberi contoh untuk menilai dirinya dengan sebutan dan panggilan yang buruk. yang notabene menyalahi keyakinannya sebagai anak nakal dan bengal tersebut. dan sejenisnya. pencuri. tak tahu aturan. bila lantai yang baru saja dipel kini kotor lagi oleh tumpahan susu si kecil. toh ayah ibu menyebutnya ‘anak nakal’. Setiap anak akan menilai dan memandang seperti apa keadaan dirinya sendiri sesuai dengan cara pandang orang tuanya terhadap diri si anak. sehingga ia akan merasa tak pantas jika berbuat baik. Selanjutnya ia akan merasa wajar jika berbuat nakal. maka akan terbentuk keyakinan dalam diri anak bahwa memang seperti itulah sebenarnya taraf kepribadiannya. Sungguh ini sebuah perbaikan yang sulit untuk dilakukan. badung. anaknya yang baru berusia 3 tahun. pemalas. Sementara seorang ayah memarahi Latif.

Bila pernyataan ini diulang-ulang justru akan menimbulkan kebosanan. disayangi. Tujuannya agar anak mengerti perasaan orang tua tentang perilaku anak yang buruk itu. sikap orang tua sebenarnya cukup dinyatakan sekali. marah dan ketidaksukaannya dengan sejelas-jelasnya. jangan mencuri milik orang lain!” Kedua contoh tersebut sudah dapat menggambarkan dengan jelas apa yang dirasakan oleh ayah dan ibu. Jika Anak Salah. Agar anak tahu bahwa orang tuanya tidak menyukai perilakunya. sudah ibu bilangi berkali-kali kalau menumpahkan susu itu jelek! Itu perbuatan mubadzir! Susu itu harganya mahal!” Sedangkan untuk kasus Latif. Anak harus mengerti letak kesalahannya. Sekali lagi. bukan pelakunya. Cara mendisiplinkan anak seperti itu tidak efisien. Kembali pada kedua contoh kasus di awal tulisan ini. Di sisi lain diharapkan dalam diri anak sendiri akan timbul perasaan yang tidak enak menghadapi kemarahan orang tuanya. Ia harus mengerti betul bahwa orang tuanya marah. akan tercipta suasana yang tidak menyenangkan bagi anak. “Fifi. bukan marah dan membencinya. akan lebih baik bila ibu marah dengan menegur perilakunya. dan anak merasa digurui. anak sudah bisa memahami perasaan orang tuanya. Selanjutnya. Tegur Perilakunya Ketika seorang anak berbuat kesalahan. orang tua harus menegur ‘perilaku’ tersebut. tanpa mencela pelakunya. bilang sama ayah. Pada saat ini sebaiknya orang tua diam sejenak agar suasana yang tidak enak ini benar-benar dirasakan anak. “Latif. Bisa dengan mimik wajah yang penuh emosi. karena menangkap kesan anak tidak mendengar nasihat yang dikatakan orang tua. Banyak orang tua yang merasa perlu memberi nasihat panjang lebar terhadap kesalahan anaknya.dikutuk.Tingkah anak itu membuat orang tua jengkel dan merangsangnya untuk semakin memperpanjang dan mengulang-ulang nasihat. Sang anak sebagai pelaku tetap berhak untuk dicintai. seakan telah usai . Manfaatkan waktu ini untuk menarik nafas panjang. akan lebih baik bila ayah tidak menyebutnya sebagai pencuri. tak mendengar omelan orang tua. dan dihargai. semata-mata untuk melampiaskan kejengkelannya. ditunjang ekspresi wajah tak lebih dari satu menit. bisa pula dengan kata-kata yang keras. kecewa dan membenci perilaku yang baru saja dilakukannya. untuk Fifi yang menumpahkan susunya. Cukup Sekali Saja Teguran orang tua cukup dinyatakan sekali saja. maka sebaiknya orang tua menunjukkan perasaan kecewa. Anak-anak itu berbuat seenaknya. Inilah bagian awal dari metode disiplin yang disebut teguran satu menit. kamu kan tahu mencuri itu perbuatan buruk? Dosa! Kenapa kamu melakukannya? Kalau butuh uang.

Kebenaran kedua ini adalah bahwa diri anak-anak sebagai ‘pelaku’ sebenarnya tetap baik. dan mana perilaku buruk yang membuat orang tuanya kecewa dan marah. Setelah ayah menunjukkan kemarahannya. Lain kali jangan diulangi lagi ya…. anak segera dapat menemukan kembali citra dirinya yang positif sebagai anak yang baik. Dalam setengah menit yang pertama. semakin besar kemauannya untuk berperilaku lebih baik. anak pintar. Keuntungan kedua. metode ini bisa digunakan sebagai alat komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak. anak mengerti bahwa tindakannya yang buruk telah membuat orang tuanya kecewa dan marah. Pernyataan ini pun tidak perlu diulang. “Fifi kan anak salihah. Bila perlu dengan memeluk dan mencium. Bagian kedua ini harus diucapkan orang tua dengan ekspresi wajah penuh kasih sayang dan kelembutan. Buahnya. bahwa orang tua tetap mencintai sepenuh hati. Satu hal penting yang tak boleh dilupakan orang tua adalah semakin anak menyenangi dirinya sendiri. Pertama. Peristiwa itu akan masuk ke alam memorinya. Mereka sangat menikmati belai kasih orang tua dalam selang waktu yang singkat ini.” Kelebihan Metode Ini Metode teguran satu menit mempunyai banyak kelebihan. nanti jadi temannya setan. Anak tak pernah mau menyampaikan permasalahan yang ia hadapi kepada . Hargai Pelakunya Bagian berikutnya adalah saatnya menggunakan kebenaran lain selain kebenaran pertama yang telah dikatakan terlebih dahulu. Banyak yang tak mengenal anaknya sendiri karena kemacetan komunikasi. agar anak bisa langsung merasakan bahwa bagaimanapun buruknya perilaku mereka.menyelesaikan tugas berat berupa pengungkapan rasa kecewa atas perilaku anak yang buruk. Misalnya. selanjutnya memorinya mencatat mana perilaku baik yang disenangi orang tua. untuk kasus Fifi. ternyata orang tua tetap mencintainya. dalam setengah menit kedua. mereka menjadi senang dan bagga terhadap dirinya sendiri yang baik seperti kata orang tuanya. cukup sekali saja. Selanjutnya. Selanjutnya. maka sebaiknya ibu membelai kepalanya sambil berkata. setelah ibu marah dan menegur perilakunya yang buruk. melatih disiplin anak-anak untuk bisa meninggalkan perilaku yang buruk. Banyak orang tua mengeluh karena tak bisa memahami jalan pikiran anaknya. “Latif kan anak yang salih…Masa’ anak salih mencuri. alangkah bijaksananya bila kemudian ia memeluk anaknya itu seraya berkata. Lain kali jangan menumpahkan susu lagi ya sayang…” Demikian juga untuk kasus Latif. karena mereka pada dasarnya adalah anak-anak yang salih.

walaupun sulit. 2008 oleh Bintang Bangsaku Perkembangan Fisik Motorik kasar : • • • • • • • • • • • Mulai dapat memanjat dan melompat Mulai kenal irama dan mulai membuat gerakan-gerakan yang berkaitan dengan menari Berlari. tetapi demi perkembangan jiwa anak. berjingkat-jingkat mengambil objek dari lantai tanpa terjatuh Melempar bola dengan kedua tangan di atas kepala Mengayuh sepeda roda tiga Motorik halus : • • • • • • • • • • • • Melakukan kegiatan dengan satu lengan. Dengan bantuan metode ini. Irawati Istadi Ditulis pada April 19. Tetapi setelah itu menyatakan bahwa diri pribadi anak selalu tetap baik dan dicintai orang tua. karena orang tua seolah-olah harus ‘bersandiwara’. seperti mencorat-coret dengan alat tulis Membuka halaman buku berukuran besar satu persatu Memakai dan melepas sepatu berperekat/tanpa tali Memakai dan melepas kaos kaki Memutar pegangan pintu Memutar tutup botol Melepas kancing jepret Mengancingkan/membuka velcro dan retsleting (misalnya pada tas) Melepas celana dan baju sederhana Membangun menara dari 4-8 balok Memegang pensil/krayon besar Mengaduk dengan sendok ke dalam cangkir . menangkap dan menggulirkan) Dapat berjalan jinjit. Yang pasti. Memang dalam praktiknya metode ini agak sulit dilakukan. Dalam setengah menit pertama menyalahkan habishabisan perilaku anak yang buruk. kursi. namun belum dapat melambat atau membelok Melompat dengan 2 kaki Berdiri dengan satu kaki selama beberapa saat Naik turun 4-6 anak tangga tanpa bantuan dan biasanya tidak jatuh Menaiki dan mendorong benda keras seperti meja. sedikit demi sedikit mulai berkembang iklim keterbukaan antara orang tua dengan anak. dan lain-lain Bermain dengan bola (melempar. Hal ini bisa terjadi karena keberanian orang tua menunjukkan perasaan terhadap anak tanpa mencerca. tentu metode ini layak untuk dibiasakan. Komunikasi pun menjadi lancar.orang tua. (Oel) Sumber: Mendidik dengan Cinta. akrab dan harmonis. Setelah marah-marah harus mengungkapkan rasa sayang.

terutama ibu Aktif bergaul dengan teman dan belajar mengikuti aturan permainan Sudah mulai memperlihatkan rasa cemburu/iri terhadap saudaranya . menekan. rutinitas sehari-hari.• • • • Menggunakan sendok dan garpu tanpa menumpahkan makanan Menyikat gigi dan menyisir rambut sendiri Memegang gunting dan mulai memotong kertas Menggulung. kesadaran ini berkembang dan sangat tergantung pada cara figur-figur kelekatan memperlakukannya Dapat mematuhi perintah sederhana Bangga pada diri sendiri karena mulai dapat mengatur/mengendalikan BAB dan BAK Minta untuk tidak ditunggui saat BAB atau BAK Ingin dianggap sebagai individu mandiri dan anggota keluarga dengan perasaan kedirian yang berkembang Apapun yang dilakukannya merupakan pengujian untuk mengukur prestasi. guru. menguleni. Sosioemosional • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Memiliki hasrat dan keinginan yang melebihi kemampuannya Ditentukan oleh suasana hatinya dan sulit diduga Membangun kesadaran akan dirinya sendiri (sense of self). dan mengurus diri sendiri Mencari banyak interaksi sosial tapi memiliki ketrampilan sosial yang sangat terbatas Merasa sulit untuk berbagi dengan orang lain dan menunjukkan perasaan bersaing Mencoba memaksakan kehendaknya pada orang lain Ingin mandiri (mengerjakan segala sesuatunya sendiri) tapi masih mencari peneguhan orang dewasa Dapat bereaksi tantrum (marah) pada figure otoritas (orang tua. dan menarik adonan atau tanah liat. pengasuh) yang harus diabaikan saat itu terjadi Dapat mematuhi perintah yang rumit Minat bermain ditunjukkan dengan cara memperhatikan temannya ketika bermain dan segera bergabung bila tertarik Tampak lebih sosial dan paham tentang artinya berkawan Sikap kemandirian semakin jelas dengan lebih banyak berbuat untuk diri sendiri tanpa memperdulikan apakah temannya memperhatikan atau justru membelakanginya Dapat bekerja sama dengan orang dewasa dalam sejumlah aktivitas sederhana Mampu menanggapi pemberian temannya Mempunyai rasa ingin tahu yang besar di sekeliling mereka dan bergerak dengan bebas Anak mulai belajar kata “jangan” terhadap suatu barang dan juga diajarkan apa yang boleh Belajar memisahkan diri dari orang tua. potensi dan kemampuannya Penting baginya untuk berhasil dalam menguasai ketrampilan-ketrampilan.

bisa diganti dengan lagu anak-anak tanpa buku) Tahu lebih banyak warna Mengetahui namanya. gelap. letak benda Cepat menguasai banyak bahasa dalam bentuk sederhana Sangat menyukai buku-buku cerita tentang pengalaman sehari-hari Menyukai teks dengan bahasa yang sederhana sehingga ia mulai dapat mengenali dan menghafal kata-kata tersebut Melaksanakan 2 perintah sekaligus . berguling-guling. menutup/membuka. ingin tahu dan kegembiraan secara berganti-ganti Rasa takut memuncak seperti pada binatang. juga nama orang-orang di sekitarnya Mengatakan “Tidak”.• • • • • • • Timbul perasaan-perasaan marah. halilintar. meronta-ronta dan menahan napas Memahami perbedaan jenis kelamin Menunjukkan rasa puas ketika mampu melakukan tugas sederhana untuk orang lain Kognitif • • • • • • • • • • • • • • • • Aktif dan punya rasa ingin tahu yang besar Bersemangat pada kesempatan eksplorasi Kreatif Mulai mengembangkan kemampuan berfantasi dan berimajinasi Fokus pada hal-hal yang tampak Dapat berkonsentrasi untuk mendengarkan bacaan antara 5-10 menit Mulai menambah detil-detil pada suatu konsep umum misal kuda punya ekor panjang Mengetahui satu atau dua sajak anak-anak dan menemukannya dalam buku (anak Indonesia jarang yang diperkenalkan dengan sajak – sajak melalui buku. orang lain dan situasi asing Mampu mempertahankan hak milik Mampu memilih di antara dua alternatif Tanggapan marah mengambil bentuk melonjak-lonjak. di depan dan di belakang Menunjuk benda besar dan kecil Meniru perbuatan orang lain Bermain dengan balok mainan sebanyak 6 buah balok. bertanya atau penjelasan Pertanyaan yang diajukan biasanya berupa pengertian nama-nama benda-benda. Mengumpulkan atau memasangkan benda yang sejenis Bahasa • • • • • • • Bentuk-bentuk kalimat masih tunggal Dapat mengekspresikan kebutuhannya melalui kata-kata yang berupa kalimat singkat yang merupakan kalimat seru. takut. “Tidak mau” dam “Tidak bisa” Memahami konsep di alam/di luar.

kata kerja Mempergunakan beberapa frase kata dan mempergunakan kata benda jamak. seperti : kamu Pada akhir tahun kedua. kata yang menunjukkan tempat. beberapa anak mungkin memiliki lebih dari dua ratus kosa kata Meniru modulasi suara dan perilaku orang dewasa Menyatakan kebutuhan dan permintaan Senang menikmati buku cerita sederhana selama 5-10 menit dan meminta dibacakan kembali Disiplin • • • • • • Disiplin dilakukan berdasarkan pembentukan kebiasaan dari orang lain. terutama ibu Cenderung membantah kehendak orang tua Sulit diatur Dapat mengikuti pola yang tidak menyulitkan bagi orang tua pada saat perilaku menjelajah Dapat BAB dan BAK pada tempatnya Meletakkan sepatu atau tas pada tempatnya Moral • • • • • Moralitas berdasarkan dorongan naluriah. contoh mobil-mobil Menggunakan kata ganti orang ketika menyebut orang lain. “tidak” Mulai menggunakan kata sandang. kata hubung. Akibat yang menyenangkan dari tingkah lakunya cenderung akan diulangi dan akibat yang tidak menyenangkan dari tingkah lakunya cenderung tidak akan diulanginya Anak mengikuti begitu saja apa yang diinginkan/diharapkan oleh orang dewasa Mulai mengerti konsep benar atau salah Mulai mau berbagi/bermain dengan teman sebayanya walaupun sifat egonya masih ada Anak tidak perduli terhadap mainan yang dirusaknya atau untuk merapikan mainannya Agama • • Anak belum mengetahui konsep Tuhan dengan benar Hanya tahu dan mendengar dari cerita-cerita orang tua dan orang lain .• • • • • • • • • • • • • Menyebut nama diri dan menggunakan kata ganti aku Dapat menyatakan hak milik/benda kepunyaannya Menambah perbendaharaan kata sebanyak 50 kata Memperlihatkan minat pada kata-kata baru Menceritakan suatu kejadian dengan melihat gambar Mengerti larangan “jangan”.

• Dapat dibiasakan berbuat baik dalam kegiatan ibadah dan sudah bisa dilarang jika ia berbuat salah Wiratih Rahayu.00 Label: kesehatan 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) .18. tugas kuliah DIarsipkan di bawah: Teori Psikologi Diposkan oleh Informasi Dan Tips di 10.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful