P. 1
azas & falsafah penjas

azas & falsafah penjas

|Views: 1,410|Likes:
Published by Dian Puspita Sari

More info:

Published by: Dian Puspita Sari on Oct 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2011

pdf

text

original

FALSAFAH PENDIDIKAN JASMANI

Drs. Agus Mahendra, M.A. DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PENDIDIKAN LUAR BIASA Bagian Proyek Pendidikan Kesehatan Jasmani Pendidikan Luar Biasa 2003

DAFTAR ISI BAB A. Kedudukan B. Hakikat C. Tujuan D. Gerak E. Pentingnya Pendidikan Jasmani I dan Makna Pendidikan Pendidikan Kebutuhan PENDAHULUAN Pendidikan Jasmani Jasmani Anak

Sebagai

BAB II KONSEP DAN FALSAFAH A. Pengertian Pendidikan B. Perbedaan Makna Pendidikan Jasmani dan Pendidikan C. Dasar Falsafah Pendidikan D. Landasan Ilmiah Pelaksanaan Pendidikan Jasmani BAB III ASAS PENGEMBANGAN PENJAS DI SDLB/SLB TINGKAT A. Asas Pengembangan dan Penetapan Sasaran Pendidikan B. Model Orientasi Kurikulum dalam Pendidikan C. Ruang Lingkup Pendidikan D. Arah Pengembangan Pembelajaran Pendidikan E. Arah Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Jasmani bagi Anak Luar Biasa . DAFTAR PUSTAKA

PENJAS Jasmani Olahraga Jasmani

DASAR Jasmani Jasmani Jasmani Jasmani

A. Kedudukan Dan Makna Pendidikan Jasmani Bangsa kita sedang dihadapkan pada kondisi centang perenang. Krisis multimuka yang datang menyusul terjadinya krisis ekonomi dan krisis moneter yang memukul bangsa kita di titik akhir milenium kedua, hingga kini masih membekaskan luka dalam bagi sebagian besar masyarakat

Ini semua berbeda tajam dengan apa yang tengah terjadi di negara kita. telah pula menghadapkan bangsa kita. mengarah pada bentuk yang tidak bisa kita bayangkan. Bagi negara lain. Luka itu terasa lebih pedih dan lama bagi bangsa kita. Segalanya menjadi mudah. karena banyak anggota tubuh kita. berkombinasi dengan semakin hilangnya ruang-ruang publik dan tugas kehidupan yang memerlukan upaya fisik yang keras. harga barang yang membubung. terutama para remaja dan anakanak. kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang sudah mencapai tahap yang sangat maju. keterbatasan sumber energi yang berbasis pada penggunaan minyak bumi telah diantisipasi dengan jalan memproduksi alat transportasi dan pengoperasian pabrik-pabrik yang akrab lingkungan dan hemat energi. hutan dan sungai. Jika negara maju lainnya sudah mengambil langkah-langkah pasti terhadap persoalan global yang menantang tersebut. dengan nuansa kental perebutan kekuatan ekonomi dan teknologi di sebagian besar dunia maju. menghasilkan persoalan-persoalan seperti pemangkasan anggaran. Budaya hidup sedenter (kurang gerak) karenanya semakin kuat menggejala di kalangan anak-anak dan remaja. sambil mengorbankan kepentingan keunggulan fisik dan moral individu. hingga defisit pemerintah yang semakin menggunung. di tengah kondisi dunia yang sedang dihadapkan pada krisis perebutan kekuasaan politik dunia. Dalam kondisi demikian. patutlah kita mempertanyakan kembali peranan dan fungsi pendidikan. demikian pernyataan para ahli. rangkaian pengangguran. khususnya pendidikan jasmani: apakah peranan yang bisa dimainkan oleh program pendidikan jasmani dalam kondisi dunia dan bangsa yang semakin dihadapkan pada kuatnya potensi konflik tersebut? Apa peranan pendidikan jasmani dalam mempersiapkan para pewaris bangsa ini untuk mampu bersaing secara sehat dalam persaingan global sekarang dan kelak? Apa pula peranan pendidikan jasmani dan olahraga dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya evolusi kehidupan manusia yang cenderung tidak lagi memerlukan perangkat fisik yang utuh untuk menjalankan tugasnya sehari-hari? . Dikhawatirkan. Penekanan asas akuntabilitas telah mendorong para pembayar pajak untuk mengetahui kemana saja uang mereka dihabiskan. dan polusi serta perusakan tanah. misalnya.kita. Kemampuan ekonomi bangsa Indonesia telah terlempar pada keadaan tak terkendali. secara evolutif manusia akan berubah bentuk fisiknya. Indonesia tetap berada dalam kondisi lesu. kesulitan dan konflik penduduk kota. radiasi. Ancaman perpecahan antar etnis dan konflik bangsa-bangsa mengarah pada diberdayakannya pendidikan dalam semua jenjang dan mata pelajaran sebagai alat untuk menumbuhkan saling pengertian dan cinta damai pada para siswa dan masyarakatnya. pada gaya hidup yang semakin menjauh dari semangat perkembangan total. Perhatian terhadap lingkungan telah mengarah pada upaya pengimplementasian alat-alat dan aturan yang membatasi toleransi kebisingan suara. Tidak cukup dengan itu. sehingga lambat laun kemampuan fisik manusia sudah tidak diperlukan lagi. karena lebih mengutamakan keunggulan kecerdasan intelektual. dari mulai kaki dan lengan sudah dipandang tidak berfungsi lagi.

Hakikat Pendidikan Jasmani Pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu. dan afektif. serta emosional. pendidikan jasmani ini karenanya harus menyebabkan perbaikan dalam µpikiran dan tubuh¶ yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan harian seseorang. Namun esensinya sama. Per definisi. Lebih khusus lagi. baik dalam hal fisik. dalam tubuh yang baik µdiharapkan¶ pula terdapat jiwa yang sehat. yang penekanannya benar-benar pada perkembangan moral. sejalan dengan pepatah Romawi Kuno: Men sana in corporesano. Dengan meminjam ungkapan Robert Gensemer. sebagai satu proses pembentukan kualitas pikiran dan juga tubuh. Fokusnya pada pengaruh perkembangan fisik terhadap wilayah pertumbuhan dan perkembangan aspek lain dari manusia itulah yang menjadikannya unik. Karena hasil-hasil kependidikan dari pendidikan jasmani tidak hanya terbatas pada manfaat penyempurnaan fisik atau tubuh semata. . penjas diistilahkan sebagai proses menciptakan ³tubuh yang baik bagi tempat pikiran atau jiwa. tetapi aspek fisik tidak turut terkembangkan. Titik perhatiannya adalah peningkatan gerak manusia. misalnya pendidikan moral. pendidikan jasmani adalah suatu bidang kajian yang sungguh luas. mental. termasuk di sekolah luar Biasa (SLB).Buku ini mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar di atas. mahluk total. baik langsung maupun secara tidak langsung. Kita harus melihat istilah pendidikan jasmani pada bidang yang lebih luas dan lebih abstrak. Tidak ada bidang tunggal lainnya seperti pendidikan jasmani yang berkepentingan dengan perkembangan total manusia. definisi penjas tidak hanya menunjuk pada pengertian tradisional dari aktivitas fisik. Pendidikan jasmani memperlakukan anak sebagai sebuah kesatuan utuh. penjas berkaitan dengan hubungan antara gerak manusia dan wilayah pendidikan lainnya: hubungan dari perkembangan tubuh-fisik dengan pikiran dan jiwanya. pendidikan jasmani diartikan dengan berbagai ungkapan dan kalimat. kognitif. aspek mental dan emosional pun turut terkembangkan. bahkan dengan penekanan yang cukup dalam.´ Artinya. B. Berbeda dengan bidang lain. Pada kenyataannya. daripada hanya menganggapnya sebagai seseorang yang terpisah kualitas fisik dan mentalnya. Pendekatan holistik tubuh-jiwa ini termasuk pula penekanan pada ketiga domain kependidikan: psikomotor. yang jika disimpulkan bermakna jelas. bahwa pendidikan jasmani memanfaatkan alat fisik untuk mengembangan keutuhan manusia. Dalam kaitan ini diartikan bahwa melalui fisik. Sungguh. serta menawarkan satu alternatif dalam memandang peranan dan fungsi Pendidikan Jasmani yang seharusnya dilaksanakan di sekolah-sekolah.

disebut dualisme. Pemahaman tersebut akan membantu para guru . dengan konsepnya ³jiwa yang baik di dalam raga yang baik. dan menempatkan kegiatan fisik secara lebih inferior. Perbedaan atau kesenjangan antara apa yang kita percayai dan apa yang kita praktikkan (gap antara teori dan praktek) adalah sebuah duri dalam bidang pendidikan jasmani kita. bukan semata-mata aktivitas fisik itu sendiri. Selalu terdapat tujuan pengembangan manusia dalam program pendidikan jasmani. dan spirit. yaitu jiwa. pertanyaan nyata yang harus dikedepankan di sini bukanlah µapakah kita percaya terhadap konsep holistik tentang pendidikan jasmani. Akan tetapi. yaitu suatu kepercayaan yang memenangkan kesatuan tubuh dan jiwa. Pandangan yang berbeda lahir dari filsafat monisme. entah akibat dari kurangnya pemahaman terhadap falsafah penjas sendiri. karena ironisnya. yang mengarah pada penghormatan lebih pada jiwa. barangkali pandangan demikian masih kuat mengakar. yang memandang bahwa program penjas dipandang tidak penting sama sekali. kita harus juga mempertimbangkan hubungan antara bermain (play) dan olahraga (sport). justru program pendidikan jasmani di kita malahan tidak ditekankan ke mana-mana. Bahkan termasuk juga pada sebagian besar guru penjas sendiri. Teramat banyak kasus atau contoh di mana orang menolak manfaat atau nilai positif dari penjas dengan menunjuk pada kurang bernilai dan tidak seimbangnya program pendidikan jasmani di lapangan seperti yang dapat mereka lihat. Itu karena pandangan yang sudah lebih parah. apakah konsep tersebut saat ini bersifat dominan dalam masyarakat kita atau di antara pengemban tugas penjas sendiri? Dalam masyarakat sendiri.Kesatuan Jiwa dan Raga Salah satu pertanyaan sulit di sepanjang jaman adalah pemisahan antara jiwa dan raga atau tubuh. Kepercayaan umum menyatakan bahwa jiwa dan raga terpisah. maupun karena kuatnya kepercayaan itu. tetapi. Yang pasti. konsep dan kepercayaan terhadap pandangan dualisme di atas masih kuat berlaku. Hubungan Pendidikan Jasmani dengan Bermain dan Olahraga Dalam memahami arti pendidikan jasmani. Ini bersumber dan disebabkan oleh kenyataan pelaksanaan praktik penjas di lapangan.´ Moto tersebut sering dipertimbangkan sebagai pernyataan ideal dari tujuan pendidikan jasmani tradisional: aktivitas fisik mengembangkan seluruh aspek dari tubuh. masih banyak guru penjas yang sangat jauh dari menyadari terhadap peranan dan fungsi pendidikan jasmani di sekolah-sekolah. sehingga proses pembelajaran penjas di sekolahnya masih lebih banyak ditekankan pada program yang berat sebelah pada aspek fisik semata-mata. Bahkan. Kita bisa melacak pandangan ini dari pandangan Athena Kuno. dengan penekanan berlebihan pada satu sisi tertentu. sebagai istilah yang lebih dahulu populer dan lebih sering digunakan dalam konteks kegiatan sehari-hari. tubuh. penekanan yang berat itu masih dipandang labih baik. Nilai-nilai yang dikandung penjas untuk mengembangkan manusia utuh menyeluruh. dalam kasus Indonesia. Tepatlah ungkapan Zeigler bahwa fokus dari bidang pendidikan jasmani adalah aktivitas fisik yang mengembangkan. sungguh masih jauh dari kesadaran dan pengakuan masyarakat kita.

tetapi tetap disebut sebagai olahraga. Di pihak lain. Hal itu tidak bisa berlaku bagi bermain dan olahraga. . meskipun keduanya selalu digunakan dalam proses kependidikan. karenanya pada satu saat menjadi olahraga. pengujian yang lebih cermat menunjukkan bahwa secara tradisional. kecuali atas kesepakatan semua pihak yang terlibat. tetapi tidak berarti hanya salah satu saja. olahraga profesional (di Amerika umumnya disebut athletics) dianggap tidak punya misi kependidikan apa-apa. Kita tidak dapat mengartikan olahraga tanpa memikirkan kompetisi. Sebagaimana dimengerti dari kata-katanya. untuk kepentingan pendidikan. Bermain pada intinya adalah aktivitas yang digunakan sebagai hiburan. Olahraga dan bermain dapat eksis meskipun secara murni untuk kepentingan kesenangan. Pendidikan Jasmani bersifat fisik dalam aktivitasnya dan penjas dilaksanakan untuk mendidik. olahraga tidak pernah hanya semata-mata bermain. keduanya dapat dan harus beriringan bersama. sehingga tanpa kompetisi itu. seperti juga olahraga tetap eksis tanpa ada tujuan kependidikan. digunakan atau dipakai dalam aktivitas tersebut. atau untuk kombinasi keduanya. Bermain bukanlah berarti olahraga dan pendidikan jasmani. tetapi sebaliknya. sehingga memiliki beberapa bentuk dan proses tetap yang terlibat. karena aspek kompetitif teramat penting dalam hakikatnya. pendidikan jasmani adalah aktivitas jasmani yang memiliki tujuan kependidikan tertentu. yang menempatkannya lebih dekat kepada istilah pendidikan jasmani. Peraturan. meskipun elemen dari bermain dapat ditemukan di dalam keduanya. misalnya. Akan tetapi. Olahraga di pihak lain adalah suatu bentuk bermain yang terorganisir dan bersifat kompetitif. pendidikan jasmani mengandung elemen baik dari bermain maupun dari olahraga. olahraga melibatkan aktivitas kompetitif. Misalnya. Ketika kita menunjuk pada olahraga sebagai aktivitas kompetitif yang terorganisir. olahraga adalah aktivitas kompetitif. Bermain dapat membuat rileks dan menghibur tanpa adanya tujuan pendidikan. dan ketiganya dapat melumat secara pas dalam konteks pendidikan jika digunakan untuk tujuan-tujuan kependidikan. kita mengartikannya bahwa aktivitas itu sudah disempurnakan dan diformalkan hingga kadar tertentu. Di atas semua pengertian itu. dan aturan atau prosedur tersebut tidak dapat diubah selama kegiatan berlangsung. Kesenangan dan pendidikan tidak harus dipisahkan secara eksklusif. meskipun bermain tidak harus selalu bersifat fisik. olahraga dan pendidikan jasmani melibatkan bentuk-bentuk gerakan. Kita mengartikan bermain sebagai hiburan yang bersifat fisikal yang tidak kompetitif. Bermain. Bermain. olahraga berubah menjadi semata-mata bermain atau rekreasi. Beberapa ahli memandang bahwa olahraga semata-mata suatu bentuk permainan yang terorganisasi. baik tertulis maupun tak tertulis.atau masyarakat dalam memahami peranan dan fungsi pendidikan jasmani secara lebih konseptual. atau tidak juga harus selalu seimbang di antara keduanya.

sehingga tidak berarti hanya membuang-buang waktu atau membunuh waktu. Ada yang menjawab bahwa tujuannya adalah untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam berolahraga. di samping sebagai kegiatan yang menyehatkan. Bahkan ditengarai bahwa aspek seni dari dansa dipandang mampu mengurangi kecenderungan penjas agar tidak terlalu berorientasi kompetitif dengan memasukkan unsur estetikanya.Lalu bagaimana dengan rekreasi dan dansa (dance)? Para ahli memandang bahwa rekreasi adalah aktivitas untuk mengisi waktu senggang. sebab yang paling penting dari kesemuanya itu tujuannya bersifat menyeluruh. sehingga sering diistilahkan dengan pendidikan rekreasi. yang pada perkembangannya digunakan untuk hiburan dan memperoleh kesenangan. Meskipun menjadi bagian penjas. dan karenanya merupakan kebutuhan semua orang. Di Amerika. di samping sebagai alat untuk menjalin komunikasi dan pergaulan. Tujuan Pendidikan Jasmani Apakah sebenarnya tujuan pendidikan jasmani? Menjawab pertanyaan demikian. Secara sederhana. di samping untuk meningkatkan kebugaran jasmani serta pewarisan nilai-nilai. pendidikan jasmani memberikan kesempatan kepada siswa untuk: . banyak guru yang masih berbeda pendapat. karena dipandang sebagai alat untuk membina perbendaharaan dan pengalaman gerak anak. Dengan demikian. mental dan sosial. Jadi sifatnya untuk melengkapi fungsi dan peranan penjas dalam membentuk manusia yang utuh seperti diungkap di bagian-bagian awal naskah ini. upaya revitalisasi tubuh dan jiwa yang terwujud karena µmenjauh¶ dari aktivitas rutin dan kondisi yang menekan dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi. C. dansa menjadi bagian dari program pendidikan jasmani. Jay B. Ada pula yang berpendapat. kadang dipandang sebagai sebuah alat ungkap atau ekspresi dari suatu lingkup budaya tertentu. Hanya saja barangkali bisa dikatakan kurang lengkap. dan tidak bisa disangkal pula pasti ada yang mengatakan. Kesemua jawaban di atas benar belaka. aktivitas diseleksi oleh individu sebagai fungsi memperbaharui ulang kondisi fisik dan jiwa. Sedangkan dansa adalah aktivitas gerak ritmis yang biasanya dilakukan dengan iringan musik.´ Dalam pandangan itu. Rekreasi adalah aktivitas yang menyehatkan pada aspek fisik. Kemungkinan bahwa dansa digunakan dalam penjas terutama karena hasilnya yang mampu mengembangkan orientasi gerak tubuh. penekanan dari rekreasi adalah dalam nuansa ³mencipta kembali´ (recreation) orang tersebut. dansa sendiri masih dianggap sebagai cabang dari seni. Landasan kependidikan dari rekreasi karenanya kini diangkat kembali. bahwa tujuan pendidikan jasmani adalah untuk meningkatkan kebugaran jasmani. rekreasi dapat pula memenuhi salah satu definisi ³penggunaan berharga dari waktu luang. tujuannya adalah meningkatkan taraf kesehatan anak yang baik. yang tujuan utamanya adalah mendidik orang dalam bagaimana memanfaatkan waktu senggang mereka. Nash menggambarkan bahwa rekreasi adalah pelengkap dari kerja.

. perkembangan estetika. mencapai perkembangan aspek perseptual motorik. Berpartisipasi dalam aktivitas jasmani yang dapat mengembangkan keterampilan sosial yang memungkinkan siswa berfungsi secara efektif dalam hubungan antar orang. Menikmati kesenangan dan keriangan melalui aktivitas jasmani. keseimbangan. Keduanya dibedakan dalam hal: kebugaran jasmani menunjuk pada aspek kualitas tubuh dan organ-organnya. seperti kekuatan (otot). domain kognitif. sering dibedakan konsep kebugaran jasmani ini dengan konsep kebugaran motorik. dan tak kalah pentingnya dalam domain afektif. kelincahan.y y y y y y Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan aktivitas jasmani. Pengembangan domain psikomotorik secara umum dapat diarahkan pada dua tujuan utama. kepekaan sistem saraf anak semakin dikembangkan. dan kedua. kelentukan (otot dan persendian). Diringkaskan dalam terminologi yang populer. Konsentrasinya lebih banyak pada persoalan peningkatan efisiensi fungsi faal tubuh dengan segala aspeknya sebagai sebuah sistem (misalnya sistem peredaran darah. yang bertumpu pada perkembangan kemampuan biologis organ tubuh. Mengembangkan kepercayaan diri dan kemampuan untuk menguasai keterampilan gerak dasar yang akan mendorong partisipasinya dalam aneka aktivitas jasmani. sedangkan kebugaran motorik menekankan aspek penampilan yang melibatkan kualitas gerak sendiri seperti kecepatan. penulis akan menggunakan konsep kebugaran jasmani tersebut untuk menunjuk pada keseluruhan aspek di atas. Mengembangkan nilai-nilai pribadi melalui partisipasi dalam aktivitas jasmani baik secara kelompok maupun perorangan. sistem metabolisme. power. Ini menegaskan bahwa pembelajaran pendidikan jasmani harus melibatkan aktivitas fisik yang mampu merangsang kemampuan kebugaran jasmani serta sekaligus bersifat pembentukan penguasaan gerak keterampilan itu sendiri. pertama mencapai perkembangan aspek kebugaran jasmani. koordinasi. daya tahan (jantung-paru). Kebugaran jasmani merupakan aspek penting dari domain psikomotorik. sistem pernapasan.) Dalam pengertian yang lebih resmi. termasuk permainan olahraga. Memperoleh dan mempertahankan derajat kebugaran jasmani yang optimal untuk melaksanakan tugas sehari-hari secara efisien dan terkendali. Namun dalam naskah ini. Pengembangan keterampilan gerak merujuk pada proses penguasaan suatu keterampilan atau tugas gerak yang melibatkan proses mempersepsi rangsangan dari luar. maka tujuan pembelajaran pendidikan jasmani itu harus mencakup tujuan dalam domain psikomotorik. sehingga setiap kali anak selalu mengerahkan kemampuannya dalam mengolah informasi. ketika akan menghasilkan gerak. dll. dan perkembangan sosial. dll. Dengan cara itu. Penekanan proses pembelajarannya lebih banyak ditujukan pada proses perangsangan yang bervariasi. kemudian rangsangan itu diolah dan diprogramkan sampai terjadinya respons berupa tindakan yang sesuai dengan rangsangan itu.

adalah kemalangan bagi kebanyakan kita bahwa dunia yang cemerlang itu terenggut muram dan bahkan hilang sebelum kita dewasa. Bermain adalah dunia anak. kemampuan berempati merupakan kualitas pribadi yang mampu menempatkan diri di pihak orang lain.Domain kognitif mencakup pengetahuan tentang fakta. Di lain pihak.´ merupakan kearifan leluhur. seperti intelegensia emosional dan watak. Dalam hal belajar. Sambil bermain mereka belajar. mengandung aneka ragam pengalaman yang mencengangkan. Karena itu pula empati disebut juga sebagai kecerdasan hubungan sosial. dan kemampuan untuk berempati. tidak saja menyangkut penguasaan pengetahuan faktual semata-mata. ia dapat membantu anak-anak untuk mengembangkan pengetahuannya. ketekunan. Dunia anak-anak memang menakjubkan. tetapi meliputi pula pemahaman terhadap gejala gerak dan prinsipnya. D. Intelegensia emosional mencakup beberapa sifat penting. dan senantiasa indah. dengan mencoba mengetahui perasaan oran lain. kemampuan memotivasi diri. Namun demikian. Bila guru masuk ke dalam dunia itu. tidak ada pekerjaan yang dapat dicapai dengan baik tanpa ada ketekunan. kemandirian untuk tidak selalu diawasi dalam menyelesaikan tugas apapun. apa yang boleh dan tidak boleh kamu lakukan pada orang lain. dilengkapi berbagai kesempatan untuk memperoleh pembinaan . Domain afektif mencakup sifat-sifat psikologis yang menjadi unsur kepribadian yang kukuh. Gerak Sebagai Kebutuhan Anak Dunia anak-anak adalah dunia yang segar. menurut Carson. yakni pengendalian diri. Aspek kognitif dalam pendidikan jasmani. dan lebih penting lagi adalah penalaran dan kemampuan memecahkan masalah. mengasah kepekaan rasa hatinya serta memperkaya keterampilannya. tidak lain adalah penekanan kemampuan berempati. ³Cubitlah diri kamu sendiri. termasuk yang berkaitan dengan landasan ilmiah pendidikan jasmani dan olahraga serta manfaat pengisian waktu luang. Bayangkan keceriaan yang didapatnya . Demikian juga dengan ketekunan. yang jika diperas maknanya. dipenuhi keajaiban dan keriangan. tetapi yang lebih penting adalah konsep diri dan komponen kepribadian lainnya. anak-anak adalah ahlinya. Tidak hanya tentang sikap sebagai kesiapan berbuat yang perlu dikembangkan. Niscaya kamu akan mengetahui. dari menggerakkan anggota tubuhnya hingga mengenali berbagai benda di lingkungan sekitarnya. konsep. Segala macam dipelajarinya. Ini juga berlaku sama dengan kemampuan memotivasi diri. Konsep diri merupakan fondasi kepribadian anak dan sangat diyakini ada kaitannya dengan pertumbuhan dan perkembangan mereka setelah dewasa kelak. Pengendalian diri merupakan kualitas pribadi yang mampu menyelaraskan pertimbangan akal dan emosi yang menjadi sifat penting dalam kehidupan sosial dan pencapaiannya untuk sukses hidup di masyarakat. Demikian Rachel Carson dalam sebuah ungkapannya. Konsep diri menyangkut persepsi diri atau penilaian seseorang tentang kelebihannya. sebelum mencubit orang lain. baru.

Sayangnya. saya sudah bisa ³ teriaknya kepada semua orang. Perhatikan tiga kata kunci di atas: gerak. Mereka lebih banyak diminta duduk tenang untuk mendengarkan penjelasan guru tentang berbagai hal. Lingkungan belajar pun semakin sempit. Karena dipaksa untuk diam. malah mengungkung anak-anak dalam lingkungan kurang gerak. Keceriaan mereka terampas dan hilanglah sebagian ³keajaiban´ dunia anak-anak mereka. Akibatnya penyakit jantung tidak lagi menjadi monopoli orang dewasa. Gerak adalah rangsangan utama bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Penyelenggara pendidikan di sekolah yang lebih mengutamakan prestasi akademis. kian meningkat pula gejala penyakit hipokinetik (kurang gerak). Belajar dan keceriaan merupakan dua hal penting dalam masa kanak-kanak. tekanan darah tinggi. belajar tidak lagi menarik bagi anak. gerak semata-mata untuk kesenangan. adalah contoh dari penyakit kurang gerak . ketika usianya semakin meningkat. Dengan semakin rendahnya kebugaran jasmani. Ketika memasuki usia sekolah. mereka bergerak dengan keterlibatan yang total dan dipenuhi kegembiraan. di rumah keadaannya juga demikian. kencing manis. ³Lihat. Perhatikan bagaimana anak-anak bermain di lapangan. Kemajuan teknologi yang dicapai pada saat ini. Bagi anak. aktivitas anak-anak semakin berkurang. gembira. Kian baik pula kualitas pertumbuhannya. Hal ini termasuk upaya mempelajari tubuhnya sendiri dan berbagai kemungkinan geraknya. dibatasi oleh empat sisi dinding kelas yang membelenggu. dan mendengarkan orang lain berbicara. E. kian banyak hal yang ditemui dan dijelajahi. Kian banyak ia bergerak. Kegemukan.ketika ia menyadari baru saja menambah pengetahuan dan keterampilan. tetapi juga sudah menyerang anak-anak. Di sana akan tampak. Jika di sekolah anak kurang bergerak. bukan di dorong oleh maksud dan tujuan tertentu. Anak semakin asyik dengan kesenangannya seperti menonton TV atau bermain video game. memberikan anak tugas-tugas belajar yang menumpuk. ia belajar dengan cara yang berbeda. Kebutuhan mereka akan gerak tidak bisa terpenuhi karena keterbatasan waktu dan kesempatan. Pentingnya Pendidikan Jasmani Beban belajar di sekolah begitu berat dan menekan kebebasan anak untuk bergerak. Anak-anak suka bergerak dan suka belajar. nyeri pinggang bagian bawah. dan belajar. Lingkungan sekolah tidak menyediakan wilayah yang menarik untuk dijelajahi. Tidak heran bila anak merasa bahwa belajar ternyata kegiatan yang tidak menyenangkan. Tidak mengherankan bila ada kerisauan bahwa kebugaran anak-anak semakin menurun. . Kehidupan sekolah yang demikian berkombinasi pula dengan kehidupan di rumah dan lingkungan luar sekolah. Gerak adalah kebutuhan mutlak anak-anak.

Pendidikan Jasmani tampil untuk mengatasi masalah tersebut sehingga kedudukannya dianggap penting. Dengan bermain dan bergerak anak benar-benar belajar tentang potensinya dan dalam kegiatan ini anak-anak mencoba mengenali lingkungan sekitarnya. karena turut mengembangkan dasardasar keterampilan yang diperlukan anak untuk menguasai berbagai keterampilan dalam kehidupan di kemudian hari. Anak-anak akan lebih memilih untuk µberbuat¶ sesuatu dari pada hanya harus melihat atau mendengarkan orang lain ketika mereka sedang belajar. pola pertumbuhan anak usia sekolah hingga menjelang akil balig atau remaja disebut pola pertumbuhan lambat. Mengenalkan anak pada lingkungan dan potensi dirinya Pendidikan jasmani adalah waktu untuk µberbuat¶. 2. Para ahli sepaham bahwa pengalaman ini penting untuk merangsang pertumbuhan intelektual dan hubungan sosialnya dan bahkan perkembangan harga diri yang menjadi dasar kepribadiannya kelak. Lewat pendidikan jasmanilah anak-anak menemukan saluran yang tepat untuk bergerak bebas dan meraih kembali keceriaannya. pengetahuan dan kebiasaan makan yang buruk pun semakin memperparah masalah kesehatan yang mengancam kesejahteraan masyarakat. Dengan pola gizi yang berlebihan. Di dalamnya anak-anak dapat belajar sambil bergembira melalui penyaluran hasratnya untuk bergerak. anak-anak dilibatkan dalam kegiatan fisik yang tinggi intensitasnya. Secara umum. Dalam hal ini berlaku dalil: ³« ketika memasuki masa pertumbuhan cepat. Suasana kebebasan yang ditawarkan di lapangan atau gedung olahraga sirna karena sekian lama terkurung di antara batas-batas ruang kelas. Mereka menghadapkan diri mereka sendiri pada resiko penyakit degenaratif (menurunnya fungsi organ) yang semakin besar. para µpemalas gerak¶ itu akan menimbun lemak dalam tubuhnya secara berlebihan.Sejalan dengan itu. Keadaan ini benar-benar tidak sesuai dengan dorongan nalurinya. Menanamkan dasar-dasar keterampilan yang berguna Peranan pendidikan jasmani di Sekolah Dasar cukup unik. sambil terangsang perkembangan yang bersifat menyeluruh. manfaat pendidikan jasmani di sekolah mencakup sebagai berikut: 1. Menurut para ahli. Pendidikan Jasmani juga tetap menyediakan ruang untuk belajar menjelajahi lingkungan yang ada di sekitarnya dengan banyak mencoba. kian besar kemaslahatannya bagi kualitas pertumbuhan itu sendiri. Memenuhi kebutuhan anak akan gerak Pendidikan jasmani memang merupakan dunia anak-anak dan sesuai dengan kebutuhan anakanak. sehingga kegiatannya tetap sesuai dengan minat anak. 3. kemampuan untuk . Melalui program yang direncanakan secara baik. Semakin terpenuhi kebutuhan akan gerak dalam masa-masa pertumbuhannya. Pola ini merupakan kebalikan dari pola pertumbuhan cepat yang dialami anak ketika mereka baru lahir hingga usia 5 tahunan.

Pengertian Pendidikan Jasmani Pendidikan jasmani merupakan bagian penting dari proses pendidikan. KONSEPSI DAN FALSAFAH PENDIDIKAN JASMANI A.´ Karena pada usia SD tingkat pertumbuhan sedang lambat-lambatnya. mental maupun emosional Pendidikan jasmani yang benar akan memberikan sumbangan yang sangat berarti terhadap pendidikan anak secara keseluruhan. anak akan memperoleh kembali keseimbangan dirinya. tidak berbobot. keterlantaran pembinaan pada masa ini sangat berpengruh terhadap perkembangan anak pada masa berikutnya. karena setelah istirahat. Segera setelah kelebihan energi tersalurkan. sosial dan moral. Sebaliknya. dan menyumbang pada kesehatan fisik dan mentalnya. terlibat dalam aktivitas yang kondusif untuk mengembangkan hidup sehat. meliputi aspek fisik. dalam masa pertumbuhan yang lambat. Merupakan proses pendidikan secara serempak baik fisik. 5. Menyalurkan energi yang berlebihan Anak adalah mahluk yang sedang berada dalam masa kelebihan energi. Konsekuensinya. berkembang secara sosial. tidaklah tepat untuk mengatakan pendidikan jasmani diselenggarakan semata-mata agar anak-anak bergembira dan bersenangsenang. anak akan kembali memperbaharui dan memulihkan energinya secara optimum. Kelebihan energi ini perlu disalurkan agar tidak menganggu keseimbangan perilaku dan mental anak. Hasil nyata yang diperoleh dari pendidikan jasmani adalah perkembangan yang lengkap. kemampuan untuk mempelajari keterampilan meningkat.mempelajari keterampilan-keterampilan baru berjalan lambat. mental. . 4. emosi. Meskipun penjas menawarkan kepada anak untuk bergembira. Tetapi penjas adalah bagian penting dari pendidikan. anak-anak akan mengembangkan keterampilan yang berguna bagi pengisian waktu senggang. penjas bukan hanya dekorasi atau ornamen yang ditempel pada program sekolah sebagai alat untuk membuat anak sibuk. Artinya. maka pada usia-usia inilah kesempatan anak untuk mempelajari keterampilan gerak sedang tiba pada masa kritisnya. dan tidak memiliki tujuan yang bersifat mendidik. Melalui penjas yang diarahkan dengan baik. Tidak salah jika para ahli percaya bahwa pendidikan jasmani merupakan wahana yang paling tepat untuk ³membentuk manusia seutuhnya´. Bila demikian seolah-olah pendidikan jasmani hanyalah sebagai mata pelajaran ´selingan´.

Singkatnya. secara sederhana tujuan penjas meliputi tiga ranah (domain) sebagai satu kesatuan. mulai dari kelemahan proses yang menetap misalnya membiarkan anak bermain sendiri hingga rendahnya mutu hasil pembelajaran. Oleh karena itu. Definisi di atas mengukuhkan bahwa pendidikan jasmani merupakan bagian tak terpisahkan dari pendidikan umum. IPS dan IPA.Pendidikan jasmani merupakan wahana pendidikan. sehingga pelaksanaannya cukup dengan cara menyuruh anak pergi ke lapangan. Yang membedakannya dengan mata pelajaran lain adalah alat yang digunakan adalah gerak insani. baik dalam aspek fisik. dan lain-lain. Di kalangan guru penjas sering ada anggapan bahwa pelajaran pendidikan jasmani dapat dilaksanakan seadanya. Dalam bentuk bagan. sosial. Apakah sebenarnya pendidikan jasmani dan apa tujuannya? Secara umum pendidikan jasmani dapat didefinisikan sebagai berikut: Pendidikan Jasmani adalah proses pendidikan melalui aktivitas jasmani. pelajaran penjas tidak kalah penting dibandingkan dengan pelajaran lain seperti. Tujuannya adalah untuk membantu anak agar tumbuh dan berkembang secara wajar sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Bahasa. mental. sebagai berikut: . Mengapa bisa terjadi demikian? Kelemahan ini berpangkal pada ketidakpahaman guru tentang arti dan tujuan pendidikan jasmani di sekolah. emosional dan moral. agar dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak didik. yaitu menjadi manusia Indonesia seutuhnya. menyediakan bola sepak untuk laki-laki dan bola voli untuk perempuan. Gerak itu dirancang secara sadar oleh gurunya dan diberikan dalam situasi yang tepat. permainan atau olahraga yang terpilih untuk mencapai tujuan pendidikan. seperti kebugaran jasmani yang rendah. Jadi. Tujuan pendidikan jasmani sudah tercakup dalam pemaparan di atas yaitu memberikan kesempatan kepada anak untuk mempelajari berbagai kegiatan yang membina sekaligus mengembangkan potensi anak. di samping ia mungkin kurang mencintai tugas itu dengan sepenuh hati. manusia yang bergerak secara sadar. Matematika. Namun demikian tidak semua guru penjas menyadari hal tersebut. yang memberikan kesempatan bagi anak untuk mempelajari hal-hal yang penting. pendidikan jasmani diartikan sebagai proses pendidikan melalui aktivitas jasmani atau olahraga. Guru tinggal mengawasi di pinggir lapangan. Hal ini tercermin dari berbagai gambaran negatif tentang pembelajaran penjas. Pencapaian tujuan tersebut berpangkal pada perencanaan pengalaman gerak yang sesuai dengan karakteristik anak. Inti pengertiannya adalah mendidik anak. sehingga banyak anggapan bahwa penjas boleh dilaksanakan secara serampangan. pendidikan jasmani bertujuan untuk mengembangkan potensi setiap anak setinggitingginya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->