FALSAFAH PENDIDIKAN JASMANI

Drs. Agus Mahendra, M.A. DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PENDIDIKAN LUAR BIASA Bagian Proyek Pendidikan Kesehatan Jasmani Pendidikan Luar Biasa 2003

DAFTAR ISI BAB A. Kedudukan B. Hakikat C. Tujuan D. Gerak E. Pentingnya Pendidikan Jasmani I dan Makna Pendidikan Pendidikan Kebutuhan PENDAHULUAN Pendidikan Jasmani Jasmani Anak

Sebagai

BAB II KONSEP DAN FALSAFAH A. Pengertian Pendidikan B. Perbedaan Makna Pendidikan Jasmani dan Pendidikan C. Dasar Falsafah Pendidikan D. Landasan Ilmiah Pelaksanaan Pendidikan Jasmani BAB III ASAS PENGEMBANGAN PENJAS DI SDLB/SLB TINGKAT A. Asas Pengembangan dan Penetapan Sasaran Pendidikan B. Model Orientasi Kurikulum dalam Pendidikan C. Ruang Lingkup Pendidikan D. Arah Pengembangan Pembelajaran Pendidikan E. Arah Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Jasmani bagi Anak Luar Biasa . DAFTAR PUSTAKA

PENJAS Jasmani Olahraga Jasmani

DASAR Jasmani Jasmani Jasmani Jasmani

A. Kedudukan Dan Makna Pendidikan Jasmani Bangsa kita sedang dihadapkan pada kondisi centang perenang. Krisis multimuka yang datang menyusul terjadinya krisis ekonomi dan krisis moneter yang memukul bangsa kita di titik akhir milenium kedua, hingga kini masih membekaskan luka dalam bagi sebagian besar masyarakat

Budaya hidup sedenter (kurang gerak) karenanya semakin kuat menggejala di kalangan anak-anak dan remaja. demikian pernyataan para ahli. Ini semua berbeda tajam dengan apa yang tengah terjadi di negara kita. sehingga lambat laun kemampuan fisik manusia sudah tidak diperlukan lagi. kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang sudah mencapai tahap yang sangat maju. hutan dan sungai. mengarah pada bentuk yang tidak bisa kita bayangkan. keterbatasan sumber energi yang berbasis pada penggunaan minyak bumi telah diantisipasi dengan jalan memproduksi alat transportasi dan pengoperasian pabrik-pabrik yang akrab lingkungan dan hemat energi. menghasilkan persoalan-persoalan seperti pemangkasan anggaran. misalnya. patutlah kita mempertanyakan kembali peranan dan fungsi pendidikan. Segalanya menjadi mudah. secara evolutif manusia akan berubah bentuk fisiknya. sambil mengorbankan kepentingan keunggulan fisik dan moral individu. terutama para remaja dan anakanak. Kemampuan ekonomi bangsa Indonesia telah terlempar pada keadaan tak terkendali. karena lebih mengutamakan keunggulan kecerdasan intelektual.kita. kesulitan dan konflik penduduk kota. Tidak cukup dengan itu. dan polusi serta perusakan tanah. Ancaman perpecahan antar etnis dan konflik bangsa-bangsa mengarah pada diberdayakannya pendidikan dalam semua jenjang dan mata pelajaran sebagai alat untuk menumbuhkan saling pengertian dan cinta damai pada para siswa dan masyarakatnya. harga barang yang membubung. Perhatian terhadap lingkungan telah mengarah pada upaya pengimplementasian alat-alat dan aturan yang membatasi toleransi kebisingan suara. Indonesia tetap berada dalam kondisi lesu. Jika negara maju lainnya sudah mengambil langkah-langkah pasti terhadap persoalan global yang menantang tersebut. Dikhawatirkan. Dalam kondisi demikian. Penekanan asas akuntabilitas telah mendorong para pembayar pajak untuk mengetahui kemana saja uang mereka dihabiskan. Bagi negara lain. rangkaian pengangguran. telah pula menghadapkan bangsa kita. dari mulai kaki dan lengan sudah dipandang tidak berfungsi lagi. khususnya pendidikan jasmani: apakah peranan yang bisa dimainkan oleh program pendidikan jasmani dalam kondisi dunia dan bangsa yang semakin dihadapkan pada kuatnya potensi konflik tersebut? Apa peranan pendidikan jasmani dalam mempersiapkan para pewaris bangsa ini untuk mampu bersaing secara sehat dalam persaingan global sekarang dan kelak? Apa pula peranan pendidikan jasmani dan olahraga dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya evolusi kehidupan manusia yang cenderung tidak lagi memerlukan perangkat fisik yang utuh untuk menjalankan tugasnya sehari-hari? . Luka itu terasa lebih pedih dan lama bagi bangsa kita. karena banyak anggota tubuh kita. dengan nuansa kental perebutan kekuatan ekonomi dan teknologi di sebagian besar dunia maju. hingga defisit pemerintah yang semakin menggunung. radiasi. berkombinasi dengan semakin hilangnya ruang-ruang publik dan tugas kehidupan yang memerlukan upaya fisik yang keras. di tengah kondisi dunia yang sedang dihadapkan pada krisis perebutan kekuasaan politik dunia. pada gaya hidup yang semakin menjauh dari semangat perkembangan total.

bahwa pendidikan jasmani memanfaatkan alat fisik untuk mengembangan keutuhan manusia. dan afektif. penjas berkaitan dengan hubungan antara gerak manusia dan wilayah pendidikan lainnya: hubungan dari perkembangan tubuh-fisik dengan pikiran dan jiwanya. Kita harus melihat istilah pendidikan jasmani pada bidang yang lebih luas dan lebih abstrak. serta emosional. sebagai satu proses pembentukan kualitas pikiran dan juga tubuh. kognitif. penjas diistilahkan sebagai proses menciptakan ³tubuh yang baik bagi tempat pikiran atau jiwa. pendidikan jasmani adalah suatu bidang kajian yang sungguh luas. Hakikat Pendidikan Jasmani Pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu. B. dalam tubuh yang baik µdiharapkan¶ pula terdapat jiwa yang sehat. mahluk total. termasuk di sekolah luar Biasa (SLB).Buku ini mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar di atas. Pendekatan holistik tubuh-jiwa ini termasuk pula penekanan pada ketiga domain kependidikan: psikomotor.´ Artinya. . aspek mental dan emosional pun turut terkembangkan. mental. pendidikan jasmani diartikan dengan berbagai ungkapan dan kalimat. baik langsung maupun secara tidak langsung. baik dalam hal fisik. Namun esensinya sama. Per definisi. Karena hasil-hasil kependidikan dari pendidikan jasmani tidak hanya terbatas pada manfaat penyempurnaan fisik atau tubuh semata. yang jika disimpulkan bermakna jelas. Tidak ada bidang tunggal lainnya seperti pendidikan jasmani yang berkepentingan dengan perkembangan total manusia. daripada hanya menganggapnya sebagai seseorang yang terpisah kualitas fisik dan mentalnya. Sungguh. Dengan meminjam ungkapan Robert Gensemer. definisi penjas tidak hanya menunjuk pada pengertian tradisional dari aktivitas fisik. Berbeda dengan bidang lain. Titik perhatiannya adalah peningkatan gerak manusia. serta menawarkan satu alternatif dalam memandang peranan dan fungsi Pendidikan Jasmani yang seharusnya dilaksanakan di sekolah-sekolah. yang penekanannya benar-benar pada perkembangan moral. bahkan dengan penekanan yang cukup dalam. sejalan dengan pepatah Romawi Kuno: Men sana in corporesano. Fokusnya pada pengaruh perkembangan fisik terhadap wilayah pertumbuhan dan perkembangan aspek lain dari manusia itulah yang menjadikannya unik. misalnya pendidikan moral. Pendidikan jasmani memperlakukan anak sebagai sebuah kesatuan utuh. Pada kenyataannya. pendidikan jasmani ini karenanya harus menyebabkan perbaikan dalam µpikiran dan tubuh¶ yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan harian seseorang. Dalam kaitan ini diartikan bahwa melalui fisik. tetapi aspek fisik tidak turut terkembangkan. Lebih khusus lagi.

kita harus juga mempertimbangkan hubungan antara bermain (play) dan olahraga (sport). tubuh. sebagai istilah yang lebih dahulu populer dan lebih sering digunakan dalam konteks kegiatan sehari-hari. dan spirit. Pemahaman tersebut akan membantu para guru . konsep dan kepercayaan terhadap pandangan dualisme di atas masih kuat berlaku. Pandangan yang berbeda lahir dari filsafat monisme. masih banyak guru penjas yang sangat jauh dari menyadari terhadap peranan dan fungsi pendidikan jasmani di sekolah-sekolah. Tepatlah ungkapan Zeigler bahwa fokus dari bidang pendidikan jasmani adalah aktivitas fisik yang mengembangkan. justru program pendidikan jasmani di kita malahan tidak ditekankan ke mana-mana. Bahkan termasuk juga pada sebagian besar guru penjas sendiri. Teramat banyak kasus atau contoh di mana orang menolak manfaat atau nilai positif dari penjas dengan menunjuk pada kurang bernilai dan tidak seimbangnya program pendidikan jasmani di lapangan seperti yang dapat mereka lihat. Itu karena pandangan yang sudah lebih parah. bukan semata-mata aktivitas fisik itu sendiri. apakah konsep tersebut saat ini bersifat dominan dalam masyarakat kita atau di antara pengemban tugas penjas sendiri? Dalam masyarakat sendiri. disebut dualisme.Kesatuan Jiwa dan Raga Salah satu pertanyaan sulit di sepanjang jaman adalah pemisahan antara jiwa dan raga atau tubuh. Kita bisa melacak pandangan ini dari pandangan Athena Kuno. yang memandang bahwa program penjas dipandang tidak penting sama sekali. Akan tetapi. dan menempatkan kegiatan fisik secara lebih inferior. maupun karena kuatnya kepercayaan itu. dalam kasus Indonesia. entah akibat dari kurangnya pemahaman terhadap falsafah penjas sendiri. sungguh masih jauh dari kesadaran dan pengakuan masyarakat kita. yang mengarah pada penghormatan lebih pada jiwa. dengan penekanan berlebihan pada satu sisi tertentu. barangkali pandangan demikian masih kuat mengakar. yaitu suatu kepercayaan yang memenangkan kesatuan tubuh dan jiwa. Bahkan. yaitu jiwa. tetapi. Ini bersumber dan disebabkan oleh kenyataan pelaksanaan praktik penjas di lapangan. Kepercayaan umum menyatakan bahwa jiwa dan raga terpisah.´ Moto tersebut sering dipertimbangkan sebagai pernyataan ideal dari tujuan pendidikan jasmani tradisional: aktivitas fisik mengembangkan seluruh aspek dari tubuh. Nilai-nilai yang dikandung penjas untuk mengembangkan manusia utuh menyeluruh. Yang pasti. karena ironisnya. sehingga proses pembelajaran penjas di sekolahnya masih lebih banyak ditekankan pada program yang berat sebelah pada aspek fisik semata-mata. pertanyaan nyata yang harus dikedepankan di sini bukanlah µapakah kita percaya terhadap konsep holistik tentang pendidikan jasmani. Selalu terdapat tujuan pengembangan manusia dalam program pendidikan jasmani. dengan konsepnya ³jiwa yang baik di dalam raga yang baik. Perbedaan atau kesenjangan antara apa yang kita percayai dan apa yang kita praktikkan (gap antara teori dan praktek) adalah sebuah duri dalam bidang pendidikan jasmani kita. Hubungan Pendidikan Jasmani dengan Bermain dan Olahraga Dalam memahami arti pendidikan jasmani. penekanan yang berat itu masih dipandang labih baik.

Bermain bukanlah berarti olahraga dan pendidikan jasmani. olahraga dan pendidikan jasmani melibatkan bentuk-bentuk gerakan. untuk kepentingan pendidikan. karenanya pada satu saat menjadi olahraga. Ketika kita menunjuk pada olahraga sebagai aktivitas kompetitif yang terorganisir. pengujian yang lebih cermat menunjukkan bahwa secara tradisional. tetapi tidak berarti hanya salah satu saja. baik tertulis maupun tak tertulis. Kita mengartikan bermain sebagai hiburan yang bersifat fisikal yang tidak kompetitif. atau untuk kombinasi keduanya. sehingga memiliki beberapa bentuk dan proses tetap yang terlibat. Akan tetapi. dan aturan atau prosedur tersebut tidak dapat diubah selama kegiatan berlangsung. atau tidak juga harus selalu seimbang di antara keduanya. tetapi tetap disebut sebagai olahraga. digunakan atau dipakai dalam aktivitas tersebut. olahraga melibatkan aktivitas kompetitif. olahraga profesional (di Amerika umumnya disebut athletics) dianggap tidak punya misi kependidikan apa-apa. meskipun keduanya selalu digunakan dalam proses kependidikan. kecuali atas kesepakatan semua pihak yang terlibat. Bermain. sehingga tanpa kompetisi itu. Pendidikan Jasmani bersifat fisik dalam aktivitasnya dan penjas dilaksanakan untuk mendidik. pendidikan jasmani adalah aktivitas jasmani yang memiliki tujuan kependidikan tertentu. Bermain. Sebagaimana dimengerti dari kata-katanya. dan ketiganya dapat melumat secara pas dalam konteks pendidikan jika digunakan untuk tujuan-tujuan kependidikan. Olahraga dan bermain dapat eksis meskipun secara murni untuk kepentingan kesenangan. meskipun elemen dari bermain dapat ditemukan di dalam keduanya. olahraga adalah aktivitas kompetitif. seperti juga olahraga tetap eksis tanpa ada tujuan kependidikan. karena aspek kompetitif teramat penting dalam hakikatnya. Bermain dapat membuat rileks dan menghibur tanpa adanya tujuan pendidikan. . Misalnya. Beberapa ahli memandang bahwa olahraga semata-mata suatu bentuk permainan yang terorganisasi. Hal itu tidak bisa berlaku bagi bermain dan olahraga. meskipun bermain tidak harus selalu bersifat fisik.atau masyarakat dalam memahami peranan dan fungsi pendidikan jasmani secara lebih konseptual. Di pihak lain. Bermain pada intinya adalah aktivitas yang digunakan sebagai hiburan. Di atas semua pengertian itu. tetapi sebaliknya. Olahraga di pihak lain adalah suatu bentuk bermain yang terorganisir dan bersifat kompetitif. olahraga tidak pernah hanya semata-mata bermain. Kesenangan dan pendidikan tidak harus dipisahkan secara eksklusif. kita mengartikannya bahwa aktivitas itu sudah disempurnakan dan diformalkan hingga kadar tertentu. keduanya dapat dan harus beriringan bersama. misalnya. Peraturan. pendidikan jasmani mengandung elemen baik dari bermain maupun dari olahraga. yang menempatkannya lebih dekat kepada istilah pendidikan jasmani. Kita tidak dapat mengartikan olahraga tanpa memikirkan kompetisi. olahraga berubah menjadi semata-mata bermain atau rekreasi.

sehingga tidak berarti hanya membuang-buang waktu atau membunuh waktu. Tujuan Pendidikan Jasmani Apakah sebenarnya tujuan pendidikan jasmani? Menjawab pertanyaan demikian. di samping sebagai alat untuk menjalin komunikasi dan pergaulan. Akan tetapi.Lalu bagaimana dengan rekreasi dan dansa (dance)? Para ahli memandang bahwa rekreasi adalah aktivitas untuk mengisi waktu senggang. C. Landasan kependidikan dari rekreasi karenanya kini diangkat kembali. Nash menggambarkan bahwa rekreasi adalah pelengkap dari kerja.´ Dalam pandangan itu. tujuannya adalah meningkatkan taraf kesehatan anak yang baik. mental dan sosial. yang tujuan utamanya adalah mendidik orang dalam bagaimana memanfaatkan waktu senggang mereka. Sedangkan dansa adalah aktivitas gerak ritmis yang biasanya dilakukan dengan iringan musik. aktivitas diseleksi oleh individu sebagai fungsi memperbaharui ulang kondisi fisik dan jiwa. Meskipun menjadi bagian penjas. Ada pula yang berpendapat. dansa sendiri masih dianggap sebagai cabang dari seni. dansa menjadi bagian dari program pendidikan jasmani. penekanan dari rekreasi adalah dalam nuansa ³mencipta kembali´ (recreation) orang tersebut. sehingga sering diistilahkan dengan pendidikan rekreasi. dan karenanya merupakan kebutuhan semua orang. Di Amerika. di samping untuk meningkatkan kebugaran jasmani serta pewarisan nilai-nilai. di samping sebagai kegiatan yang menyehatkan. banyak guru yang masih berbeda pendapat. Kemungkinan bahwa dansa digunakan dalam penjas terutama karena hasilnya yang mampu mengembangkan orientasi gerak tubuh. sebab yang paling penting dari kesemuanya itu tujuannya bersifat menyeluruh. Bahkan ditengarai bahwa aspek seni dari dansa dipandang mampu mengurangi kecenderungan penjas agar tidak terlalu berorientasi kompetitif dengan memasukkan unsur estetikanya. Hanya saja barangkali bisa dikatakan kurang lengkap. Secara sederhana. dan tidak bisa disangkal pula pasti ada yang mengatakan. Rekreasi adalah aktivitas yang menyehatkan pada aspek fisik. bahwa tujuan pendidikan jasmani adalah untuk meningkatkan kebugaran jasmani. upaya revitalisasi tubuh dan jiwa yang terwujud karena µmenjauh¶ dari aktivitas rutin dan kondisi yang menekan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian. Ada yang menjawab bahwa tujuannya adalah untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam berolahraga. Jadi sifatnya untuk melengkapi fungsi dan peranan penjas dalam membentuk manusia yang utuh seperti diungkap di bagian-bagian awal naskah ini. Kesemua jawaban di atas benar belaka. pendidikan jasmani memberikan kesempatan kepada siswa untuk: . karena dipandang sebagai alat untuk membina perbendaharaan dan pengalaman gerak anak. rekreasi dapat pula memenuhi salah satu definisi ³penggunaan berharga dari waktu luang. Jay B. kadang dipandang sebagai sebuah alat ungkap atau ekspresi dari suatu lingkup budaya tertentu. yang pada perkembangannya digunakan untuk hiburan dan memperoleh kesenangan.

domain kognitif. koordinasi. maka tujuan pembelajaran pendidikan jasmani itu harus mencakup tujuan dalam domain psikomotorik. dan kedua. mencapai perkembangan aspek perseptual motorik. sehingga setiap kali anak selalu mengerahkan kemampuannya dalam mengolah informasi. Namun dalam naskah ini. sistem pernapasan. penulis akan menggunakan konsep kebugaran jasmani tersebut untuk menunjuk pada keseluruhan aspek di atas. kepekaan sistem saraf anak semakin dikembangkan. Ini menegaskan bahwa pembelajaran pendidikan jasmani harus melibatkan aktivitas fisik yang mampu merangsang kemampuan kebugaran jasmani serta sekaligus bersifat pembentukan penguasaan gerak keterampilan itu sendiri. Memperoleh dan mempertahankan derajat kebugaran jasmani yang optimal untuk melaksanakan tugas sehari-hari secara efisien dan terkendali. daya tahan (jantung-paru). power. Berpartisipasi dalam aktivitas jasmani yang dapat mengembangkan keterampilan sosial yang memungkinkan siswa berfungsi secara efektif dalam hubungan antar orang. Pengembangan domain psikomotorik secara umum dapat diarahkan pada dua tujuan utama. Mengembangkan kepercayaan diri dan kemampuan untuk menguasai keterampilan gerak dasar yang akan mendorong partisipasinya dalam aneka aktivitas jasmani. Menikmati kesenangan dan keriangan melalui aktivitas jasmani. yang bertumpu pada perkembangan kemampuan biologis organ tubuh. Keduanya dibedakan dalam hal: kebugaran jasmani menunjuk pada aspek kualitas tubuh dan organ-organnya. ketika akan menghasilkan gerak. dan tak kalah pentingnya dalam domain afektif.y y y y y y Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan aktivitas jasmani. seperti kekuatan (otot). Diringkaskan dalam terminologi yang populer. kelentukan (otot dan persendian). . dll. Kebugaran jasmani merupakan aspek penting dari domain psikomotorik. Mengembangkan nilai-nilai pribadi melalui partisipasi dalam aktivitas jasmani baik secara kelompok maupun perorangan. kemudian rangsangan itu diolah dan diprogramkan sampai terjadinya respons berupa tindakan yang sesuai dengan rangsangan itu. sedangkan kebugaran motorik menekankan aspek penampilan yang melibatkan kualitas gerak sendiri seperti kecepatan.) Dalam pengertian yang lebih resmi. kelincahan. Penekanan proses pembelajarannya lebih banyak ditujukan pada proses perangsangan yang bervariasi. keseimbangan. Dengan cara itu. sistem metabolisme. Pengembangan keterampilan gerak merujuk pada proses penguasaan suatu keterampilan atau tugas gerak yang melibatkan proses mempersepsi rangsangan dari luar. dan perkembangan sosial. dll. Konsentrasinya lebih banyak pada persoalan peningkatan efisiensi fungsi faal tubuh dengan segala aspeknya sebagai sebuah sistem (misalnya sistem peredaran darah. pertama mencapai perkembangan aspek kebugaran jasmani. sering dibedakan konsep kebugaran jasmani ini dengan konsep kebugaran motorik. perkembangan estetika. termasuk permainan olahraga.

Dunia anak-anak memang menakjubkan. Ini juga berlaku sama dengan kemampuan memotivasi diri. Karena itu pula empati disebut juga sebagai kecerdasan hubungan sosial. dan senantiasa indah. dan kemampuan untuk berempati. menurut Carson. Domain afektif mencakup sifat-sifat psikologis yang menjadi unsur kepribadian yang kukuh. Gerak Sebagai Kebutuhan Anak Dunia anak-anak adalah dunia yang segar. dipenuhi keajaiban dan keriangan. Sambil bermain mereka belajar. ia dapat membantu anak-anak untuk mengembangkan pengetahuannya. baru. termasuk yang berkaitan dengan landasan ilmiah pendidikan jasmani dan olahraga serta manfaat pengisian waktu luang. seperti intelegensia emosional dan watak. adalah kemalangan bagi kebanyakan kita bahwa dunia yang cemerlang itu terenggut muram dan bahkan hilang sebelum kita dewasa. Bayangkan keceriaan yang didapatnya . yang jika diperas maknanya. tidak lain adalah penekanan kemampuan berempati. Dalam hal belajar. Tidak hanya tentang sikap sebagai kesiapan berbuat yang perlu dikembangkan. anak-anak adalah ahlinya. dengan mencoba mengetahui perasaan oran lain. tetapi meliputi pula pemahaman terhadap gejala gerak dan prinsipnya. mengasah kepekaan rasa hatinya serta memperkaya keterampilannya. Demikian juga dengan ketekunan. Pengendalian diri merupakan kualitas pribadi yang mampu menyelaraskan pertimbangan akal dan emosi yang menjadi sifat penting dalam kehidupan sosial dan pencapaiannya untuk sukses hidup di masyarakat. tidak ada pekerjaan yang dapat dicapai dengan baik tanpa ada ketekunan. dari menggerakkan anggota tubuhnya hingga mengenali berbagai benda di lingkungan sekitarnya. Bila guru masuk ke dalam dunia itu. D.´ merupakan kearifan leluhur. tetapi yang lebih penting adalah konsep diri dan komponen kepribadian lainnya.Domain kognitif mencakup pengetahuan tentang fakta. kemampuan memotivasi diri. ketekunan. kemampuan berempati merupakan kualitas pribadi yang mampu menempatkan diri di pihak orang lain. Aspek kognitif dalam pendidikan jasmani. Konsep diri menyangkut persepsi diri atau penilaian seseorang tentang kelebihannya. kemandirian untuk tidak selalu diawasi dalam menyelesaikan tugas apapun. dilengkapi berbagai kesempatan untuk memperoleh pembinaan . Segala macam dipelajarinya. Demikian Rachel Carson dalam sebuah ungkapannya. Intelegensia emosional mencakup beberapa sifat penting. yakni pengendalian diri. Di lain pihak. apa yang boleh dan tidak boleh kamu lakukan pada orang lain. dan lebih penting lagi adalah penalaran dan kemampuan memecahkan masalah. Bermain adalah dunia anak. tidak saja menyangkut penguasaan pengetahuan faktual semata-mata. ³Cubitlah diri kamu sendiri. Konsep diri merupakan fondasi kepribadian anak dan sangat diyakini ada kaitannya dengan pertumbuhan dan perkembangan mereka setelah dewasa kelak. mengandung aneka ragam pengalaman yang mencengangkan. Namun demikian. Niscaya kamu akan mengetahui. konsep. sebelum mencubit orang lain.

gembira. saya sudah bisa ³ teriaknya kepada semua orang. Di sana akan tampak. Lingkungan sekolah tidak menyediakan wilayah yang menarik untuk dijelajahi. bukan di dorong oleh maksud dan tujuan tertentu. Penyelenggara pendidikan di sekolah yang lebih mengutamakan prestasi akademis. Hal ini termasuk upaya mempelajari tubuhnya sendiri dan berbagai kemungkinan geraknya. Perhatikan tiga kata kunci di atas: gerak. Belajar dan keceriaan merupakan dua hal penting dalam masa kanak-kanak. gerak semata-mata untuk kesenangan. Tidak heran bila anak merasa bahwa belajar ternyata kegiatan yang tidak menyenangkan. Keceriaan mereka terampas dan hilanglah sebagian ³keajaiban´ dunia anak-anak mereka. tekanan darah tinggi. E. Karena dipaksa untuk diam. Anak semakin asyik dengan kesenangannya seperti menonton TV atau bermain video game. Bagi anak. memberikan anak tugas-tugas belajar yang menumpuk. Kian banyak ia bergerak. Dengan semakin rendahnya kebugaran jasmani. di rumah keadaannya juga demikian. Tidak mengherankan bila ada kerisauan bahwa kebugaran anak-anak semakin menurun. malah mengungkung anak-anak dalam lingkungan kurang gerak. Ketika memasuki usia sekolah. ia belajar dengan cara yang berbeda. ketika usianya semakin meningkat. kian meningkat pula gejala penyakit hipokinetik (kurang gerak). ³Lihat. Kemajuan teknologi yang dicapai pada saat ini. dan mendengarkan orang lain berbicara. Mereka lebih banyak diminta duduk tenang untuk mendengarkan penjelasan guru tentang berbagai hal. Kebutuhan mereka akan gerak tidak bisa terpenuhi karena keterbatasan waktu dan kesempatan. Gerak adalah kebutuhan mutlak anak-anak. Jika di sekolah anak kurang bergerak. Pentingnya Pendidikan Jasmani Beban belajar di sekolah begitu berat dan menekan kebebasan anak untuk bergerak. dibatasi oleh empat sisi dinding kelas yang membelenggu. Kehidupan sekolah yang demikian berkombinasi pula dengan kehidupan di rumah dan lingkungan luar sekolah. Kian baik pula kualitas pertumbuhannya. kencing manis. mereka bergerak dengan keterlibatan yang total dan dipenuhi kegembiraan. Perhatikan bagaimana anak-anak bermain di lapangan. Sayangnya. adalah contoh dari penyakit kurang gerak . aktivitas anak-anak semakin berkurang. Lingkungan belajar pun semakin sempit. . belajar tidak lagi menarik bagi anak. Gerak adalah rangsangan utama bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Akibatnya penyakit jantung tidak lagi menjadi monopoli orang dewasa. nyeri pinggang bagian bawah. tetapi juga sudah menyerang anak-anak. kian banyak hal yang ditemui dan dijelajahi. dan belajar. Kegemukan. Anak-anak suka bergerak dan suka belajar.ketika ia menyadari baru saja menambah pengetahuan dan keterampilan.

Para ahli sepaham bahwa pengalaman ini penting untuk merangsang pertumbuhan intelektual dan hubungan sosialnya dan bahkan perkembangan harga diri yang menjadi dasar kepribadiannya kelak. Secara umum. karena turut mengembangkan dasardasar keterampilan yang diperlukan anak untuk menguasai berbagai keterampilan dalam kehidupan di kemudian hari. Melalui program yang direncanakan secara baik. Dalam hal ini berlaku dalil: ³« ketika memasuki masa pertumbuhan cepat. Mereka menghadapkan diri mereka sendiri pada resiko penyakit degenaratif (menurunnya fungsi organ) yang semakin besar. Pendidikan Jasmani juga tetap menyediakan ruang untuk belajar menjelajahi lingkungan yang ada di sekitarnya dengan banyak mencoba. kian besar kemaslahatannya bagi kualitas pertumbuhan itu sendiri. Memenuhi kebutuhan anak akan gerak Pendidikan jasmani memang merupakan dunia anak-anak dan sesuai dengan kebutuhan anakanak. Dengan pola gizi yang berlebihan. Suasana kebebasan yang ditawarkan di lapangan atau gedung olahraga sirna karena sekian lama terkurung di antara batas-batas ruang kelas. kemampuan untuk . Menurut para ahli. Keadaan ini benar-benar tidak sesuai dengan dorongan nalurinya. manfaat pendidikan jasmani di sekolah mencakup sebagai berikut: 1. Pendidikan Jasmani tampil untuk mengatasi masalah tersebut sehingga kedudukannya dianggap penting. Dengan bermain dan bergerak anak benar-benar belajar tentang potensinya dan dalam kegiatan ini anak-anak mencoba mengenali lingkungan sekitarnya. Lewat pendidikan jasmanilah anak-anak menemukan saluran yang tepat untuk bergerak bebas dan meraih kembali keceriaannya. sambil terangsang perkembangan yang bersifat menyeluruh. pola pertumbuhan anak usia sekolah hingga menjelang akil balig atau remaja disebut pola pertumbuhan lambat. 3. 2. anak-anak dilibatkan dalam kegiatan fisik yang tinggi intensitasnya. pengetahuan dan kebiasaan makan yang buruk pun semakin memperparah masalah kesehatan yang mengancam kesejahteraan masyarakat. Semakin terpenuhi kebutuhan akan gerak dalam masa-masa pertumbuhannya. sehingga kegiatannya tetap sesuai dengan minat anak. Menanamkan dasar-dasar keterampilan yang berguna Peranan pendidikan jasmani di Sekolah Dasar cukup unik. para µpemalas gerak¶ itu akan menimbun lemak dalam tubuhnya secara berlebihan. Di dalamnya anak-anak dapat belajar sambil bergembira melalui penyaluran hasratnya untuk bergerak. Pola ini merupakan kebalikan dari pola pertumbuhan cepat yang dialami anak ketika mereka baru lahir hingga usia 5 tahunan. Mengenalkan anak pada lingkungan dan potensi dirinya Pendidikan jasmani adalah waktu untuk µberbuat¶.Sejalan dengan itu. Anak-anak akan lebih memilih untuk µberbuat¶ sesuatu dari pada hanya harus melihat atau mendengarkan orang lain ketika mereka sedang belajar.

tidak berbobot. meliputi aspek fisik. Bila demikian seolah-olah pendidikan jasmani hanyalah sebagai mata pelajaran ´selingan´. maka pada usia-usia inilah kesempatan anak untuk mempelajari keterampilan gerak sedang tiba pada masa kritisnya. tidaklah tepat untuk mengatakan pendidikan jasmani diselenggarakan semata-mata agar anak-anak bergembira dan bersenangsenang. terlibat dalam aktivitas yang kondusif untuk mengembangkan hidup sehat. Pengertian Pendidikan Jasmani Pendidikan jasmani merupakan bagian penting dari proses pendidikan. Tidak salah jika para ahli percaya bahwa pendidikan jasmani merupakan wahana yang paling tepat untuk ³membentuk manusia seutuhnya´. anak akan kembali memperbaharui dan memulihkan energinya secara optimum. Meskipun penjas menawarkan kepada anak untuk bergembira. Hasil nyata yang diperoleh dari pendidikan jasmani adalah perkembangan yang lengkap.´ Karena pada usia SD tingkat pertumbuhan sedang lambat-lambatnya. Segera setelah kelebihan energi tersalurkan. dan menyumbang pada kesehatan fisik dan mentalnya. . mental. Tetapi penjas adalah bagian penting dari pendidikan. anak akan memperoleh kembali keseimbangan dirinya. Merupakan proses pendidikan secara serempak baik fisik.mempelajari keterampilan-keterampilan baru berjalan lambat. sosial dan moral. 4. penjas bukan hanya dekorasi atau ornamen yang ditempel pada program sekolah sebagai alat untuk membuat anak sibuk. KONSEPSI DAN FALSAFAH PENDIDIKAN JASMANI A. karena setelah istirahat. emosi. 5. dan tidak memiliki tujuan yang bersifat mendidik. Sebaliknya. kemampuan untuk mempelajari keterampilan meningkat. Kelebihan energi ini perlu disalurkan agar tidak menganggu keseimbangan perilaku dan mental anak. anak-anak akan mengembangkan keterampilan yang berguna bagi pengisian waktu senggang. Menyalurkan energi yang berlebihan Anak adalah mahluk yang sedang berada dalam masa kelebihan energi. berkembang secara sosial. mental maupun emosional Pendidikan jasmani yang benar akan memberikan sumbangan yang sangat berarti terhadap pendidikan anak secara keseluruhan. Melalui penjas yang diarahkan dengan baik. Konsekuensinya. keterlantaran pembinaan pada masa ini sangat berpengruh terhadap perkembangan anak pada masa berikutnya. Artinya. dalam masa pertumbuhan yang lambat.

sehingga pelaksanaannya cukup dengan cara menyuruh anak pergi ke lapangan. Tujuannya adalah untuk membantu anak agar tumbuh dan berkembang secara wajar sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. IPS dan IPA. Guru tinggal mengawasi di pinggir lapangan. Yang membedakannya dengan mata pelajaran lain adalah alat yang digunakan adalah gerak insani. menyediakan bola sepak untuk laki-laki dan bola voli untuk perempuan. dan lain-lain. pendidikan jasmani diartikan sebagai proses pendidikan melalui aktivitas jasmani atau olahraga. Di kalangan guru penjas sering ada anggapan bahwa pelajaran pendidikan jasmani dapat dilaksanakan seadanya. sebagai berikut: . permainan atau olahraga yang terpilih untuk mencapai tujuan pendidikan. Oleh karena itu. emosional dan moral. pendidikan jasmani bertujuan untuk mengembangkan potensi setiap anak setinggitingginya. Hal ini tercermin dari berbagai gambaran negatif tentang pembelajaran penjas. yang memberikan kesempatan bagi anak untuk mempelajari hal-hal yang penting. sehingga banyak anggapan bahwa penjas boleh dilaksanakan secara serampangan.Pendidikan jasmani merupakan wahana pendidikan. Singkatnya. Jadi. Definisi di atas mengukuhkan bahwa pendidikan jasmani merupakan bagian tak terpisahkan dari pendidikan umum. manusia yang bergerak secara sadar. di samping ia mungkin kurang mencintai tugas itu dengan sepenuh hati. Gerak itu dirancang secara sadar oleh gurunya dan diberikan dalam situasi yang tepat. Matematika. mental. Inti pengertiannya adalah mendidik anak. seperti kebugaran jasmani yang rendah. Mengapa bisa terjadi demikian? Kelemahan ini berpangkal pada ketidakpahaman guru tentang arti dan tujuan pendidikan jasmani di sekolah. yaitu menjadi manusia Indonesia seutuhnya. Pencapaian tujuan tersebut berpangkal pada perencanaan pengalaman gerak yang sesuai dengan karakteristik anak. secara sederhana tujuan penjas meliputi tiga ranah (domain) sebagai satu kesatuan. mulai dari kelemahan proses yang menetap misalnya membiarkan anak bermain sendiri hingga rendahnya mutu hasil pembelajaran. pelajaran penjas tidak kalah penting dibandingkan dengan pelajaran lain seperti. Bahasa. Apakah sebenarnya pendidikan jasmani dan apa tujuannya? Secara umum pendidikan jasmani dapat didefinisikan sebagai berikut: Pendidikan Jasmani adalah proses pendidikan melalui aktivitas jasmani. Dalam bentuk bagan. Tujuan pendidikan jasmani sudah tercakup dalam pemaparan di atas yaitu memberikan kesempatan kepada anak untuk mempelajari berbagai kegiatan yang membina sekaligus mengembangkan potensi anak. baik dalam aspek fisik. sosial. Namun demikian tidak semua guru penjas menyadari hal tersebut. agar dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak didik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful