P. 1
Dasar-Dasar Ilmu Tauhid

Dasar-Dasar Ilmu Tauhid

|Views: 886|Likes:
Published by tukmili

More info:

Published by: tukmili on Oct 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/07/2013

pdf

text

original

Materi I

Dasar-dasar Ilmu Tawhid

T

awhid merupakan pengetahuan, kesaksian, keyakinan dan keimanan akan kemahaesaan Allah dengan segenap kesempurnaan, keparipurnaan dan kekuasaan-Nya yang mutlak atas sekalian makhluk. Tawhid pada hakikatnya adalah menarik ruh menuju ke dekat Allah dengan jiwa raga dan hati yang bersih suci, disertai dengan pengejawantahan dalam wujud amal saleh berderajat ikhlas yang tinggi. Dan tawhid yang memuncak akan dicapai lewat prestasi iman yang tidak dicemari syirik dalam bentuk apapun—hatta syirik terhalus sekalipun, yaitu riya’. Dalam arti pembebasan total dari penyembahan, pemujaan dan kecintaan terhadap semua saja yang bukan kpd Allah semata. Secara garis besar, ilmu tawhid umumnya hanya dibagi menjadi dua: tawhid rububiyyah dan tawhid uluhiyyah. Namun lebih banyak ulama yang merincinya dalam bentuk dan nama yang warna-warni. 1. Tawhid Rububiyyah atau tauhid ketuhanan, yaitu kepercayaan bahwa semua kerajaan yang ada di langit dan di bumi besarta isinya, yang menciptakan adalah Allah Yang Maha Esa. Juga segala pengaturan dan pemeliharaannya, rezekinya serta sekalian kebutuhannya, Allah sendirilah yang memenuhinya. Percaya bahwa Allah menghidupkan dan mematikan semua makhluk. 2. Tawhid Uluhiyyah atau Tawhid ‘Ubudiyyah, yakni keyakinan atau kepercayaan akan kemahaesaan Allah dan bahwa sifat ketuhanan dan kekuasaan mutlak atas sekalian ciptaanNya hanyalah milik Allah semata, yang dilahirkan dalam bentuk kalimat thayyibah, “Tiada tuhan selain Allah,” suatu pernyataan dan kepercayaan bahwa cuma kepada-Nyalah kita wajib beribadah. 3. Tawhid Dzati, mengesakan zat Allah, mengakui dan meyakini ketunggalan-Nya, serta menafikan sekutu bagi-Nya, dalam bentuk apapun. 4. Tawhid Asma (Nama) dan Shifat, meyakini sungguh-sungguh kemandirian Allah dan kemutlakan sifat-sifat-Nya yang sera paripurna-sempurna dan bahwa cuma Dia-lah pemilik sifat kesempurnaan dalam diri-Nya yang tercermin dari nama-nama-Nya yang indah: Asmaul Husna. 5. Tawhid I’tiqadi (niat, itikad) : kepercayaan sepenuh hati yang dibina berdasarkan keikhlasan motivasi dan maksud yang terkandung dalam hati untuk ikhlas beribadah karena Allah semata. 6. Tawhid Wujudi: keyakinan bahwa hanya Zat Allah sajalah yang wajib adanya. 7. Tawhid Qawli: keyakinan atau keimanan yang direalisasikan dalam wujud perkataan atau percakapan. 8. Tawhid Af’al atau Tawhid ‘Amali: meyakini bahwa Dia-lah yang menciptakan alam ini dan isinya, dengan segenap norma (aturan), sistem dan sebab akibatnya, termasuk semua perbuatan hamba-Nya yang muncul dari kehendak-Nya. Ini dapat dibuktikan dalam perbuatan/amalan yang sesuai dengan tuntunan dan ketentuan-Nya. 9. Tawhid ‘Ibadah (tauhid praktis), bahwa hanya kepada-Nya kita wajib beribadah dan hanya kepada-Nya kita meminta pertolongan. 10. Tawhid Qashdi wal Iradah: hanya kepada-Nyalah segala bentuk permintaan dan permohonan wajib ditujukan. 11. Tawhid Tasyri’: keyakinan bahwa Allah sendirilah yang menentukan dan menetapkan pokok undang-undang, yaitu yang halal, haram, dsb, serta yang mengatur manusia, alam dan semua ciptaan-Nya. 12. Tawhid Ilahiyah: pengesaan Allah dalam ketuhanan-Nya yang dibina atas dasar ikhlas karena Allah semata, yang mempunyai kebulatan cinta, takut, mengharap, tawakal, hormat dan doa.

Tawhid Iradah (tauhid kehendak). Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan [al-Ikhlash: 1-4]. Syirik bahwa beserta Allah ada Tuhan lain. dalam bentuk apapun baik yang kuno maupun modern. yakni beramal dengan motivasi dan tujuan untuk mengejar kepentingan duniawi semata (Hud: 15-16) Syirik akbar atau adzm (syirik besar) atau disebut juga syirik jahiliyyah. Mengakui Allah ada tandingannya. Misalnya orang yang meyakini Allah punya tangan seperti tangannya. dalam arti mengesakan Allah. Contohnya [1] riya’ (beramal dengan pamrih. serta menganjurkannya pula. tauhid yang pelaksanaannya diwujudkan atas keikhlasan tujuan yang mantap demi keikhlasan beramal. Syirkut-tho’at: menyekutukan Allah dalam ketaatan. salah satu tugas utama setiap Rasul adalah memberantas segala bentuk syirik dan mengembalikan kepada tawhid sejati [al-Nahl: 36]. umpamanya dengan jalan menyingkirkan Allah dari nama-nama yang haq. Syirik penamaan Allah secara bathil. sebagai misalnya Fir’aun. bahwa Allah sajalah satu-satunya Tuhan yang patut disembah. Maka dari itu. 2. (al-Baqarah: 166) Syirik ashgar (syirik kecil). merupakan dosa besar yang tidak beroleh ampunan Allah [al-Nisa: 48 dan 116]. Pembagian syirik menurut Syaikh Ibnu Abdul Wahhab: Syirik Ta’til: syirik yang meniadakan Allah sebagai Tuhan sekalian alam berserta isinya. Inilah sejelek-jeleknya syirik. Syirik Rububiyyah: mempersekutukan Allah dalam pengaturannya terhadap seluruh makhluk Syirik dalam penamaan Allah dan sifat-sifat-Nya Syirik Mutasyabihat: menyerupakan Khaliq (pencipta) dengan makhluq (yang dicipta). misalnya menaati manusia (orang alim atau kyai) yang berbuat durhaka dan dosa besar kepada Allah sama seperti ketaatan mereka kepada-Nya. pujian. walaupun tidaklah ia meniadakan nama Allah dan sifat-sifat-Nya. tiada pula sekutu bagi-Nya. dll) [2] sum’ah (beramal dengan maksud memberitahu orang lain tentang amalan itu) [3] beramal untuk diri sendiri.13. tiada perwujudan lain. Pembagian Syirik Syirik atau menyekutukan Allah dengan ilah atau “tuhan” lain. sanjungan. Syirik berdasar besar kecilnya dosa: Syirkud-da’wah: menyekutukan Allah dengan sesuatu dalam berdoa (al-Ankabut: 65) Syirkun-niyyah wal-iradah wal-qash: mempersekutukan Allah dalam niat dan kehendak. dll . 1. pendengaran seperti pendengarannya. Syirik mahabbah: mempersekutukan Allah dalam kecintaan terhadap sesuatu.

5. Syirik yang berkaitan langsung dengan zat Allah atau tidak. pepohonan. seperti syiriknya orang jahiliyyah dan penyembah kubur. Atau juga pengikut Lia Aminuddin. 2. yakni melakukan amal ibadah atau kebajikan dengan niat/motivasi yang dicemari kekurangikhlasan. kuburan. Syirik istiqlal: menetapkan adanya sekutu bagi Allah yang masing-masinmg berdiri sendiri. Umpamanya mempercayai adanya kekuatan atau kelebihan tertentu pada keris atau permata tertentu. Syirik dzatiyah : maksudnya perbuatan penyekutuan itu langsung dengan keyakinan bahwa benda atau sesuatu yang dimintai pertolongan itu memanglah benar-benar tuhan selain Allah. Pembagian syirik lainnya: 1. Syirik as’ab : mempercayai adanya pengaruh faktor-faktor alami secara mutlak. 3. 6. Syirik dari jelas-tidaknya syirik itu dikerjakan. Syirik jali (terang-terangan atau dapat disaksikan dengan mata. lantaran tidak tahu dasarnya. Contohnya orang nifaq dan riya’ . Misalnya menyembah macam-macam patung. umpama syiriknya ahli-ahli filsafat dan pakar ilmu alam. 5. Syirik taqlid : menyembah kepada selain Allah karena semata mengikuti orang lain. halus atau tidak menyata). kendaraan atau tunggangan). melainkan hanya memiliki kelebihan atau sifat yang tidak ditemukan pada benda sejenisnya. 4. 4. Ini identik dengan syirik akbar. Syirik khafi (samar. Semisal syiriknya orang Majusi penyembah api. syirik agradh : beramal atau beribadah bukan karena Allah. Yakin betul bahwa Allah bukan satu-satunya Tuhan. Syirik tab’idh : membagi Allah menjadi beberapa Tuhan. Syirik sifatiyah : tindakan penyekutuan itu sama sekali bukanlah dimaksudkan sebagai keyakinan bahwa benda atau sesuatu itu tuhan. seumpama riya’. Initdk beda dengan syirik ashgar.3. seperti misalnya orang-orang awam di jaman modern yang menyembah kuburan “keramat”. tapi ada pada diri Allah. Syirik taqrib : menyembah kepada selain Allah dengan tujuan dijadikan perantara guna lebih mendekatkan kepada Allah sedekat-dekatnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->