P. 1
Askep Autisme pada anak

Askep Autisme pada anak

5.0

|Views: 4,816|Likes:
Published by ian
Askep Autisme pada anak
Askep Autisme pada anak

More info:

Published by: ian on Oct 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $4.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

04/04/2015

$4.99

USD

pdf

text

original

askep AUTISME pada anak

MAKALAH
disusun untuk memenuhi tugas mata ajaran anak
oleh
kelas santa teresa
PRORAM STU!I !III KEPERA"ATA#
SEKOLAH TI#I ILMU KESEHATA# SA#TO
$ORROMEUS
%&'&
Asuhan Keperawatan Anak Dengan Autisme '
ASKEP AUTISME PADA ANAK
A. PENGERTIAN
 Autisme masa kanak-kanak dini adalah penarikan diri dan kehilangan kontak dengan
realitas atau orang lain. Pada bayi tidak terlihat tanda dan gejala.
(Sacharin, , !, "##$ % &'()
 Autisme *n+antil adalah ,angguan kualitati+ pada komunikasi -erbal dan non -erbal,
akti+itas imajinati+ dan interaksi sosial timbal balik yang terjadi sebelum usia &' bulan.
(.ehrman, "###% "/')
 Autisme menurut utter "#0' adalah ,angguan yang melibatkan kegagalan untuk
mengembangkan hubungan antar pribadi (umur &' bulan), hambatan dalam
pembicaraan, perkembangan bahasa, +enomena ritualistik dan kon-ulsi+.
(Sacharin, , !, "##$% &'()
 Autisme adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa
balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau
komunikasi yang normal
(kelompok ()
(sumber% http())***+resepkomplit+,om)*p-,ontent)uploads)%&'&)&')anak-
autisme+jpg.
B. INSIDEN
Autisme didapatkan pada sekitar /' per "'.''' penduduk, dan pria lebih sering dari
wanita dengan perbandingan 1%", namun anak perempuan yang terkena akan menunjukkan
gejala yang lebih berat. .eberapa penyakit sistemik, in+eksi dan neurologis menunjukkan
gejala-gejala seperti-austik atau memberi kecendrungan penderita pada perkembangan
gejala austik. 2uga ditemukan peningkatan yang berhubungan dengan kejang
C. JENIS- JENIS AUTISME
Autisme dalam Diagnostic and Statistical !anual o+ !ental Disorder -*3 merupakan
salah satu dari lima jenis gangguan dibawah lingkup PDD (Perpasive Development Disorder)
di luar AD4D (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan ADD (Attention Deficit Disorder).
,angguan perkembangan perpasi- (PDD) adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan
beberapa kelompok gangguan perkembangan di bawah lingkup PDD, yaitu%
Asuhan Keperawatan Anak Dengan Autisme %
". Autistic Disorder (Autism) !uncul sebelum usia & tahun dan ditunjukkan adanya
hambatan dalam interaksi sosial, komunikasi dan kemampuan bermain secara imaginati+
serta adanya perilaku stereotip pada minat dan akti-itas.
/. Asperger5s Syndrome 4ambatan perkembangan interaksi sosial dan adanya minat dan
akti-itas yang terbatas, secara umum tidak menunjukkan keterlambatan bahasa dan
bicara, serta memiliki tingkat intelegensia rata-rata hingga di atas rata-rata.
&. Per-asi-e De-elopmental Disorder 6 7ot 8therwise Speci+ied (PDD-78S) !erujuk pada
istilah atypical autism, diagnosa PDD-78S berlaku bila seorang anak tidak menunjukkan
keseluruhan kriteria pada diagnosa tertentu (Autisme, Asperger atau ett Syndrome).
1. ett5s Syndrome 9ebih sering terjadi pada anak perempuan dan jarang terjadi pada anak
laki-laki. Sempat mengalami perkembangan yang normal kemudian terjadi
kemunduran:kehilangan kemampuan yang dimilikinya; kehilangan kemampuan
+ungsional tangan yang digantikan dengan gerakkan-gerakkan tangan yang berulang-
ulang pada rentang usia " 6 1 tahun.
(. <hildhood Disintegrati-e Disorder (<DD) !enunjukkan perkembangan yang normal
selama / tahun pertama usia perkembangan kemudian tiba-tiba kehilangan
kemampuan-kemampuan yang telah dicapai sebelumnya.
D. PENYEBAB
Penyebab autis belum diketahui secara pasti. .eberapa ahli menyebutkan autis
disebabkan karena multi+aktorial. .eberapa peneliti mengungkapkan terdapat gangguan
biokimia, ahli lain berpendapat bahwa autisme disebabkan oleh gangguan psikiatri:jiwa. Ahli
lainnya berpendapat bahwa autisme disebabkan oleh karena kombinasi makanan yang salah
atau lingkungan yang terkontaminasi =at-=at beracun yang mengakibatkan kerusakan pada
usus besar yang mengakibatkan masalah dalam tingkah laku dan +isik termasuk autis.
Penyebab Autisme diantaranya %
a. ,enetik (>'? untuk kembar mono=igot dan /'? untuk kembar di=igot) terutama pada
keluarga anak austik (abnormalitas kogniti+ dan kemampuan bicara).
b. Kelainan kromosim (sindrom @ yang mudah pecah atau +ragil).
c. 7eurokimia (katekolamin, serotonin, dopamin belum pasti).
d. <idera otak, kerentanan utama, aphasia, de+isit pengakti+ retikulum, keadaan tidak
menguntungkan antara +aktor psikogenik dan perkembangan syara+, perubahan struktur
serebellum, lesi hipokompus otak depan.
e. Penyakit otak organik dengan adanya gangguan komunikasi dan gangguan sensori serta
kejang epilepsi
+. 9ingkungan terutama sikap orang tua, dan kepribadian anak
g. ,ambaran Autisme pada masa perkembangan anak dipengaruhi oleh
Pada masa bayi terdapat kegagalan mengemong atau menghibur anak, anak tidak
berespon saat diangkat dan tampak lemah. Aidak adanya kontak mata, memberikan
kesan jauh atau tidak mengenal. .ayi yang lebih tua memperlihatkan rasa ingin tahu
atau minat pada lingkungan, bermainan cenderung tanpa imajinasi dan komunikasi pra
-erbal kemungkinan terganggu dan tampak berteriak-teriak.
Asuhan Keperawatan Anak Dengan Autisme /
h. Pada masa anak-anak dan remaja, anak yang autis memperlihatkan respon yang
abnormal terhadap suara anak takut pada suara tertentu, dan tercengggang pada suara
lainnya. .icara dapat terganggu dan dapat mengalami kebisuan. !ereka yang mampu
berbicara memperlihatkan kelainan ekolialia dan konstruksi telegramatik. Dengan
bertumbuhnya anak pada waktu berbicara cenderung menonjolkan diri dengan kelainan
intonasi dan penentuan waktu. Ditemukan kelainan persepsi -isual dan +okus
konsentrasi pada bagian pri+er (rincian suatu lukisan secara sebagian bukan
menyeluruh). Aertarik tekstur dan dapat menggunakan secara luas panca indera
penciuman, kecap dan raba ketika mengeksplorais lingkungannya.
Pada usia dini mempunyai pergerakan khusus yang dapt menyita perhatiannya
(berlonjak, memutar, tepuk tangan, menggerakan jari tangan). Kegiatan ini ritual dan
menetap pada keaadan yang menyenangkan atau stres. Kelainann lain adalh destrukti+ ,
marah berlebihan dan akurangnya istirahat.
Pada masa remaja perilaku tidak sesuai dan tanpa inhibisi, anak austik dapat menyelidiki
kontak seksual pada orang asing
E. MANIFESTASI KLINIS
 Gangguan a!am "#muni"asi $e%&a! mau'un n#n$e%&a! meliputi kemampuan
berbahasa mengalami keterlambatan atau sama sekali tidak dapat berbicara.
!enggunakan kata kata tanpa menghubungkannya dengan arti yang la=im
digunakan..erkomunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh dan hanya dapat
berkomunikasi dalam waktu singkat. Kata-kata yang tidak dapat dimengerti orang lain
(Bbahasa planetC). Aidak mengerti atau tidak menggunakan kata-kata dalam konteks
yang sesuai. Dkolalia (meniru atau membeo), menirukan kata, kalimat atau lagu tanpa
tahu artinya. .icaranya monoton seperti robot. .icara tidak digunakan untuk komunikasi
dan imik datar
 Gangguan a!am &iang inte%a"si s#sia! meliputi gangguan menolak atau menghindar
untuk bertatap muka. Aidak menoleh bila dipanggil, sehingga sering diduga tuli. !erasa
tidak senang atau menolak dipeluk. .ila menginginkan sesuatu, menarik tangan tangan
orang yang terdekat dan berharap orang tersebut melakukan sesuatu untuknya. Aidak
berbagi kesenangan dengan orang lain. Saat bermain bila didekati malah menjauh. .ila
menginginkan sesuatu ia menarik tangan orang lain dan mengharapkan tangan tersebut
melakukan sesuatu untuknya.
 Gangguan a!am &e%main diantaranya adalah bermain sangat monoton dan aneh
misalnya menderetkan sabun menjadi satu deretan yang panjang, memutar bola pada
mainan mobil dan mengamati dengan seksama dalam jangka waktu lama. Ada kelekatan
dengan benda tertentu seperti kertas, gambar, kartu atau guling, terus dipegang dibawa
kemana saja dia pergi. .ila senang satu mainan tidak mau mainan lainnya. Aidak
Asuhan Keperawatan Anak Dengan Autisme 0
menyukai boneka, tetapi lebih menyukai benda yang kurang menarik seperti botol,
gelang karet, baterai atau benda lainnya Aidak spontan, re+lek dan tidak dapat
berimajinasi dalam bermain. Aidak dapat meniru tindakan temannya dan tidak dapat
memulai permainan yang bersi+at pura pura. Sering memperhatikan jari-jarinya sendiri,
kipas angin yang berputar atau angin yang bergerak. Perilaku yang ritualistik sering
terjadi sulit mengubah rutinitas sehari hari, misalnya bila bermain harus melakukan urut-
urutan tertentu, bila bepergian harus melalui rute yang sama.
 Gangguan 'e%i!a"u dilihat dari gejala sering dianggap sebagai anak yang senang
kerapian harus menempatkan barang tertentu pada tempatnya. Anak dapat terlihat
hiperakti+ misalnya bila masuk dalam rumah yang baru pertama kali ia datang, ia akan
membuka semua pintu, berjalan kesana kemari, berlari-lari tak tentu arah. !engulang
suatu gerakan tertentu (menggerakkan tangannya seperti burung terbang). *a juga sering
menyakiti diri sendiri seperti memukul kepala atau membenturkan kepala di dinding.
Dapat menjadi sangat hiperakti+ atau sangat pasi+ (pendiam), duduk diam bengong
dengan tatap mata kosong. !arah tanpa alasan yang masuk akal. Amat sangat menaruh
perhatian pada satu benda, ide, akti+itas ataupun orang. Aidak dapat menunjukkan akal
sehatnya. Dapat sangat agresi+ ke orang lain atau dirinya sendiri. ,angguan kogniti+
tidur, gangguan makan dan gangguan perilaku lainnya.
 Gangguan 'e%asaan an em#si dapat dilihat dari perilaku tertawa-tawa sendiri,
menangis atau marah tanpa sebab nyata. Sering mengamuk tak terkendali (temper
tantrum), terutama bila tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Sering mengamuk
tak terkendali (temper tantrum)bila keinginannya tidak didapatkannya, bahkan bisa
menjadi agresi+ dan merusak.. Aidak dapat berbagi perasaan (empati) dengan anak lain
 Gangguan a!am 'e%se'si sens#%is meliputi perasaan sensiti+ terhadap cahaya,
pendengaran, sentuhan, penciuman dan rasa (lidah) dari mulai ringan sampai berat.
!enggigit, menjilat atau mencium mainan atau benda apa saja. .ila mendengar suara
keras, menutup telinga. !enangis setiap kali dicuci rambutnya. !eraskan tidak nyaman
bila diberi pakaian tertentu. Aidak menyukai rabaan atau pelukan, .ila digendong sering
merosot atau melepaskan diri dari pelukan.
 Inte!egensi dengan uji psikologi kon-ensional termasuk dalam retardasi secara
+ungsional. Kecerdasan sering diukur melalui perkembangan non--erbal, karena terdapat
gangguan bahasa. Didapatkan *E di bawah 0' dari 0'? penderita, dan dibawah (' dari
('?. 7amun sekitar (? mempunyai *E di atas "''. Anak autis sulit melakukan tugas
yang melibatkan pemikiran simbolis atau empati. 7amun ada yang mempunyai
kemampuan yang menonjol di suatu bidang, misalnya matematika atau kemampuan
memori. Sekitar seperlima anak autis berdeteriorasi bidang kogniti+nya pada usia remaja.
Asuhan Keperawatan Anak Dengan Autisme 1
Ci%i (ang ")as 'aa ana" (ang austi" *
a. De+isit keteraturan -erbal
b. Abstraksi, memori rutin dan pertukaran -erbal timbal balik
c. Kekurangan teori ber+ikir (de+isit pemahaman yang dirasakan atau dipikirkan
orang lain).
!enurut .aron dan kohen "##1 ciri utama anak autisme adalah%
a. *nteraksi sosial dan perkembangan sossial yang abnormal
b. Aidak terjadi perkembangan komunikasi yang normal
c. !inat serta perilakunya terbatas, terpaku, diulang-ulang, tidak +leksibel dan tidak
imajinati+.
Ketiga-tiganya muncul bersama sebelum usia & tahun.
Tana autis &e%&ea 'aa setia' inte%$a! umu%n(a *
a. Pada usia $ bulan sampai / tahun anak tidak mau dipeluk atau menjadi tegang
bila diangkat ,cuek menghadapi orang tuanya, tidak bersemangat dalam
permainan sederhana (ciluk baa atau kiss bye), anak tidak berupaya
menggunakan kat-kata. 8rang tua perlu waspada bila anak tidak tertarik pada
boneka atau binatan gmainan untuk bayi, menolak makanan keras atau tidak
mau mengunyah, apabila anak terlihat tertarik pada kedua tangannya sendiri.
b. Pada usia /-& tahun dengan gejala suka mencium atau menjilati benda-benda,
disertai kontak mata yang terbatas, menganggap orang lain sebagai benda atau
alat, menolak untuk dipeluk, menjadi tegang atau sebaliknya tubuh menjadi
lemas, serta relati+ cuek menghadapi kedua orang tuanya.
c. Pada usia 1-( tahun ditandai dengan keluhan orang tua bahwa anak merasa
sangat terganggu bila terjadi rutin pada kegiatan sehari-hari. .ila anak akhirnya
mau berbicara, tidak jarang bersi+at ecolalia (mengulang-ulang apa yang
diucapkan orang lain segera atau setelah beberapa lama), dan anak tidak jarang
menunjukkan nada suara yang aneh, (biasanya bernada tinggi dan monoton),
kontak mata terbatas (walaupun dapat diperbaiki), tantrum dan agresi
berkelanjutan tetapi bisa juga berkurang, melukai dan merangsang diri sendiri.
Asuhan Keperawatan Anak Dengan Autisme 2
F. PEMERIKSAAN
Autisme sebagai spektrum gangguan maka gejala-gejalanya dapat menjadi bukti dari
berbagai kombinasi gangguan perkembangan. .ila tes-tes secara behavioral maupun
komunikasi tidak dapat mendeteksi adanya autisme, maka beberapa instrumen screening
yang saat ini telah berkembang dapat digunakan untuk mendiagnosa autisme%
• Childhood Autism Rating Scale (<AS)% skala peringkat autisme masa kanak-kanak
yang dibuat oleh Dric Schopler di awal tahun "#0' yang didasarkan pada
pengamatan perilaku. Alat menggunakan skala hingga "(; anak die-aluasi
berdasarkan hubungannya dengan orang, penggunaan gerakan tubuh, adaptasi
terhadap perubahan, kemampuan mendengar dan komunikasi -erbal
• The Checklis for Autism in Toddlers (<4AA)% berupa da+tar pemeriksaan autisme
pada masa balita yang digunakan untuk mendeteksi anak berumur "> bulan,
dikembangkan oleh Simon .aron <ohen di awal tahun "##'-an.
• The Autism Screening Questionare% adalah da+tar pertanyaan yang terdiri dari 1'
skala item yang digunakan pada anak dia atas usia 1 tahun untuk menge-aluasi
kemampuan komunikasi dan sosial mereka
• The Screening Test for Autism in To!"ears #ld% tes screening autisme bagi anak
usia / tahun yang dikembangkan oleh Fendy Stone di 3anderbilt didasarkan pada &
bidang kemampuan anak, yaitu; bermain, imitasi motor dan konsentrasi.
G. PENATALAKSANAAN MEDIS
Gmumnya terapi yang diberikan ialah terhadap gejala, edukasi dan penerangan kepada
keluarga, serta penanganan perilaku dan edukasi bagi anak. !anajemen yang e+ekti+ dapat
mempengaruhi outcome. *nter-ensi +armakologis, yang saat ini die-aluasi, mencakup obat
+en+luramine, lithium, haloperidol dan naltre@one. Aerhadap gejala yang menyertai.
Aerapi anak dengan autisme membutuhkan identi+ikasi dini. *nter-ensi edukasi yang intensi+,
lingkungan yang terstruktur, atensi indi-idual, sta+ yang terlatih baik, peran serta orang tua
dapat meningkatkan prognosis.
Aerapi prilaku sangat penting untuk membantu para anak autis untuk lebih bisa
menyesuaikan diri dalam masyarakat. .ukan saja guru yang harus mnerapkan terapi prilaku
pada saat belajar, namun setiap anggota keluarga di rumah harus bersikap sama dan
konsisten dalam menghadapi anak autis. Aerapi prilaku terdiri dari terapi wicara, terapi
okupasi, dan menghilangkan prilaku yang asosial.
Dalam terapi +armakologi dinyatakan belum ada obat atau terapi khusus yang
menyembuhkan kelainan ini. !edikasi (terapi obat) berguna terhadap gejala yang menyertai,
Asuhan Keperawatan Anak Dengan Autisme 3
misalnya haloperidol, risperidone dan obat anti-psikotik terhadap perilaku agresi+, ledakan-
ledakan perilaku, instabilitas mood (suasana hati). 8bat antidepresi jenis SS* dapat
digunakan terhadap ansietas, kecemasan, mengurangi stereotip dan perilaku perse-erati+
dan mengurangi ansietas dan +luktuasi mood. Perilaku mencederai diri sendiri dan
mengamuk kadang dapat diatasi dengan obat naltre@one.
ASG4A7 KDPDAFAAA7 PADA A7AK AGA*S!D
". Pengkajian
a. iwayat gangguan psikiatri:jiwa pada keluarga.
b. iwayat keluarga yang terkena autisme.
c. iwayat kesehatan ketika anak dalam kandungan.
• Sering terpapar =at toksik, seperti timbal.
• <edera otak
d. Status perkembangan anak.
• Anak kurang merespon orang lain.
• Anak sulit +okus pada objek dan sulit mengenali bagian tubuh.
• Anak mengalami kesulitan dalam belajar.
• Anak sulit menggunakan ekspresi non -erbal.
• Keterbatasan Kongniti+.
e. Pemeriksaan +isik
• Aidak ada kontak mata pada anak.
• Anak tertarik pada sentuhan (menyentuh:disentuh).
• Aerdapat Dkolalia.
• Aidak ada ekspresi non -erbal.
• Sulit +okus pada objek semula bila anak berpaling ke objek lain.
• Anak tertarik pada suara tapi bukan pada makna benda tersebut.
• Peka terhadap bau.
/. Diagnosa Keperawatan
a. Kelemahan interaksi sosial berhubungan dengan ketidakmampuan untuk percaya pada orang
lain.
b. 4ambatan komunikasi -erbal dan non -erbal berhubungan dengan ransangan sensori tidak
adekuat, gangguan keterampilan resepti+ dan ketidakmampuan mengungkapkan perasaan.
c. isiko tinggi cidera % menyakiti diri berhubungan dengan kurang pengawasan.
d. Kecemasan pada orang tua behubungan dengan perkembang anak.
&. *nter-ensi
a$ %elemahan interaksi sosial berhubungan dengan ketidakmampuan untuk percaya pada
orang lain$
Aujuan % Klien mau memulai interaksi dengan pengasuhnya
*nter-ensi% %
 .atasi jumlah pengasuh pada anak.
 Aunjukan rasa kehangatan:keramahan dan penerimaan pada anak.
 Aingkatkan pemeliharaan dan hubungan kepercayaan.
 !oti-asi anak untuk berhubungan dengan orang lain.
 Pertahankan kontak mata anak selama berhubungan dengan orang lain.
 .erikan sentuhan, senyuman, dan pelukan untuk menguatkan sosialisasi.
b$ Hambatan komunikasi verbal dan non verbal berhubungan dengan ransangan sensori tidak
adekuat& gangguan keterampilan reseptif dan ketidakmampuan mengungkapkan perasaan$
Asuhan Keperawatan Anak Dengan Autisme 4
Aujuan % Klien dapat berkomunikasi dan mengungkapkan perasaan kepada orang lain.
*nter-ensi %
o Pelihara hubungan saling percaya untuk memahami komunikasi anak.
o ,unakan kalimat sederhana dan lambang:maping sebagai media.
o Anjurkan kepada orang tua:pengasuh untuk melakukan tugas secara konsisten.
o Pantau pemenuhan kebutuhan komunikasi anaksampai anak menguasai.
o Kurangi kecemasan anak saat belajar komunikasi.
o 3alidasi tingkat pemahaman anak tentang pelajaran yang telah diberikan.
o Pertahankan kontak mata dalam menyampaikan ungkapan non -erbal.
o .erikan reward pada keberhasilan anak.
o .icara secara jelas dan dengan kalimat sederhana.
o 4indari kebisingan saat berkomunikasi.
c$ Risiko tinggi cidera ' menyakiti diri berhubungan dengan kurang pengaasan$
Aujuan % Klien tidak menyakiti diriya.
*nter-ensi %
 .ina hubungan saling percaya.
 Alihkan prilaku menyakiti diri yang terjadi akibat respon dari peningkatan kecemasan.
 Alihkan:kurangi penyebab yang menimbulkan kecemasan.
 Alihkan perhatian dengan hiburan:akti-itas lain untuk menurunkan tingkat kecemasan.
 9indungi anak ketika prilaku menyakiti diri terjadi.
 Siapkan alat pelindung:proteksi.
 Pertahankan lingkungan yang aman.
d$ %ecemasan pada orang tua behubungan dengan perkembang anak$
Aujuan % Kecemasan berkurang:tidak berlanjut.
*nter-ensi %
 Aanamkan pada orang tua bahwa autis bukan aib:penyakit.
 Anjurkan orang tua untuk membawa anak ke tempat terapi yang berkwalitas baik serta
melakukan secara konsisten.
 .erikan moti-asi kepada orang tua agar dapat menerima kondisi anaknya yang spesial.
 Anjurkan orang tua untuk mengikuti perkumpulan orang tua dengan anak autis, seperti
kegiatan Autis Awareness Hesti+al.
 .erikan in+ormasi mengenai penanganan anak autis.
 .eritahukan kepada orang tua tentang pentingnya menjalankan terapi secara konsisten
dan kontinue.
DAFTAR PUSTAKA
• http())kumpulanmaterikepera*atan+5logspot+,om)%&'&)&0)askep-
autisme+html
• http%::www.resepkomplit.com:wp-content:uploads:/'"':'":anak-autisme.jpg
• Sacharin, r.m, "##$, Prinsip Keperawatan Pediatrik Ddisi /, D,<, 2akarta
• .ehrman, Kliegman, Ar-in, "###, *lmu Kesehatan Anak 7elson Ddisi "(, Alih .ahasa Pro+.
D. Dr. A. Samik Fahab, Sp. A (K), D,<, 2akarta
Asuhan Keperawatan Anak Dengan Autisme 6

INSIDEN Autisme didapatkan pada sekitar 20 per 10.000 penduduk. (Sacharin. (Behrman. Beberapa penyakit sistemik.ASKEP AUTISME PADA ANAK A. fenomena ritualistik dan konvulsif. (Sacharin. R. 1996: 305)  Autisme adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita.jpg) B. infeksi dan neurologis menunjukkan gejala-gejala seperti-austik atau memberi kecendrungan penderita pada perkembangan gejala austik. dan pria lebih sering dari wanita dengan perbandingan 4:1. M. aktifitas imajinatif dan interaksi sosial timbal balik yang terjadi sebelum usia 30 bulan. Juga ditemukan peningkatan yang berhubungan dengan kejang Asuhan Keperawatan Anak Dengan Autisme 2 . PENGERTIAN  Autisme masa kanak-kanak dini adalah penarikan diri dan kehilangan kontak dengan realitas atau orang lain. 1999: 120)  Autisme menurut Rutter 1970 adalah Gangguan yang melibatkan kegagalan untuk mengembangkan hubungan antar pribadi (umur 30 bulan). namun anak perempuan yang terkena akan menunjukkan gejala yang lebih berat.resepkomplit. hambatan dalam pembicaraan. Pada bayi tidak terlihat tanda dan gejala. M. R. perkembangan bahasa. yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal (kelompok 5) (sumber: http://www.com/wp-content/uploads/2010/01/anak-autisme. 1996 : 305)  Autisme Infantil adalah Gangguan kualitatif pada komunikasi verbal dan non verbal.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->