P. 1
ALIRAN MATURIDIYAH

ALIRAN MATURIDIYAH

|Views: 4,869|Likes:
Published by mrsl_ash

More info:

Published by: mrsl_ash on Oct 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/04/2015

pdf

text

original

.

Asal-Usul Maturidiyah
Aliran maturidiyah lahir di samarkand, pertengahan kedua dari abad IX M pendirinya adalah
Abu Mansur Muhammad ibn Muhammad ibn Mahmud Almaturidi, di daerah Maturid
Samarqand, untuk melawan mazhab Mu`tazilah Abu Manshur Maturidi (waIat 333 H) menganut
mazhab Abu HaniIah dalam masalah Iikih Oleh sebab itu, kebanyakan pengikutnya iuga
bermazhab HanaIi Riwayatnya tidak banyak diketahui Ia sebagai pengikut Abu HaniIa
sehingga paham teologinya memiliki banyak persamaan dengan paham-paham yang dipegang
Abu HaniIa Sistem pemikiran aliran maturidiyah, termasuk golongan teologi ahli sunah
Untuk mengetahui sistem pemikiran Al-maturidi, kita bisa meninggalkan pikiran-pikiran asy`ary
dan aliran mu`tasilah, sebab ia tidak lepas dari suasana zamannya Maturidiyah dan asy`aryah
sering teriadi persamaan pendapat karena persamaan lawan yang dihadapinya yaitu mu`tazilah
Namun, perbedaan dan persamaannya masih ada
Al-Maturidi dalam pemikiran teologinya banyak menggunakan rasio Hal ini mungkin banyak
dipengaruhi oleh Abu HaniIa karena Al-maturidi sebagai pengikat Abu HaniIa Dan timbulnya
aliran ini sebagai reaksi terhadap mu`tazilah
B. !okok-!okok Aiaran Maturidiyah
ewaiiban mengetahui tuhan Akal semata-mata sanggup mengetahui tuhan
Namun itu tidak sanggup dengan sendirinya hukum-hukum takliti (perintah-
perintah Allah SWT)
2 ebaikan dan kerburukan dapat diketahui dengan akal
3 Hikmah dan tuiuan perbuatan tuhan
!erbuatan tuhan mengandung kebiiaksanaan (hikmah) Baik dalam cipta-ciptaannya maupun
perintah dan larang-larangannya, perbuatan manusia bukanlah merupakan paksaan dari Allah,
karena itu tidak bisa dikatakan waiib, karena kewaiiban itu mengandung suatu perlawanan
dengan iradahnya
C. olongan-olongan Didalam Maturidiyah Ada dua golongan didalam maturidiyah
yaitu:
2 Golongan samarkand
Yang meniadi golongan ini dalah pengikut Al-maturidi sendiri, golongan ini cenderung ke arah
paham mu`tazilah, sebagaimana pendapatnya soal siIat-siIat tuhan, maturidi dan asy`ary terdapat
kesamaan pandangan, menurut maturidi, tuhan mempunyai siIat-siIat, tuhan mengetahui bukan
dengan zatnya, melainkan dengan pengetahuannya
Begitu iuga tuhan berkuasa dengan zatnya Mengetahui perbuatan-perbuatan manusia maturidi
sependapat dengan golongan mu`tazilah, bahwa manusialah sebenarnya mewuiudkan perbuatan-
perbutannya Apabila ditiniau dari sini, maturidi berpaham qadariyah Maturidi menolak paham-
paham mu`tazilah, antara lain maturidiyah tidak sepaham mengenai pendapat mu`tazilah yang
mengatakan bahwa al-qur`an itu makhluk Aliran maturidi iuga sepaham dengan mu`tazilah
dalam soal al-waid wa al-waid Bahwa ianii dan ancaman tuhan, kelak pasti teriadi Demikian
pula masalah antropomorphisme Dimana maturidi berpendapat bahwa tangan waiah tuhan, dan
sebagainya seperti pengambaran al-qur`an Mesti diberi arti kiasan (maiazi) Dalam hal ini
Maturidi bertolak belakang dengan pendapat asy`ary yang menielaskan bahwa ayat-ayat yang
menggambarkan tuhan mempunyai bentuk iasmani tak dapat diberi interpretasi (ditakwilkan)
2Golongan bu hara
olongan Bukhara ini dipimpin oleh Abu Al-yusr Muhammad Al-Bazdawi Dia merupakan
pengikut maturidi yang penting dan penerus yang baik dalam pemikirannya Nenek Al-Bazdawi
meniadi salah satu murid maturidi Dari orang tuanya, Al-Bazdawi dapat menerima aiaran
maturidi Dengan demikian yang di maksud golongan Bukhara adalah pengikut-pengikut Al-
Bazdawi di dalam aliran Al-maturidiyah, yang mempunyai pendapat lebih dekat kepada
pendapat-pendapat Al-asy`ary
Namun walaupun sebagai aliran maturidiyah Al-Bazdawi tidak selamanya sepaham dengan
maturidi Aiaran-aiaran teologinya banyak dianut oleh sebagin umat Islam yang bermazab
HanaIi Dan pemikiran-pemikiran maturidiya sampai sekarang masih hidup dan berkembang
dikalangan umat Islam
D. Beberapa aspek kesamaan pemahaman antara Asy`ariyah dan Maturidiyah.
Sebagai aliran yang se zaman dengan mazhab Asya`irah, iika di tela`ah terdapat banyak
kesamaan antara dua mazhab ini eduanya termasuk dalam aliran Ahlussunnah Terkait
kepemimpinan para khaliIah setelah Nabi saw sesuai urutan historis yang telah teriadi, keduanya
memiliki pandangan serupa Juga tak ada perbedaan dalam pandangan mereka terhadap para
penguasa Bani Umayah dan Bani Abbas Dalam semua sisi masalah imamah pun mereka saling
sepakat eduanya iuga sepaham bahwa Allah bisa dilihat tanpa kaif (cara), had (batas), qivam
(berdiri) wa qu`ud (duduk) dan hal-hal seienisnya Berbeda dengan Hasyawiyah dan Ahlul hadits
yang berpendapat bahwa Allah, seperti selain-Nya, bisa dilihat dengan kaif dan had
Dalam hal kalam Allah (Al-Quran), kedua mazhab ini iuga memiliki pandangan sama, yaitu
bahwa kalam-Nya memiliki dua tingkatan !ertama adalah kalam nafsi yang bersiIat qadim
(dahulu), dan kedua adalah kalam lafdhi (laIal) yang bersiIat hadits (baru) Ini adalah pendapat
moderat dari kedua mazhab ini, yang berada di antara pendapat Mu`tazilah bahwa kalam Allah
hadits secara mutlak, dan pendapat Ahlul hadits bahwa kalam-Nya qadim secara mutlak
Ringkas kata, Asya`irah dan Maturidiyah memiliki banyak kesamaan pandangan dalam masalah
akidah Namun, di saat yang sama, ada pula beberapa perbedaan dalam prinsip-prinsip teologis
dua mazhab ini, yang membedakan mereka satu sama lain, antara lain:
Asya`irah membagi sifatsifat Allah kepada dzatidan 1i`li. Namun
Maturidiyah menolak pembagian ini dan menyatakan bahwa semua sifat 1i`li
Nya qadim seperti sifat dzati.
Asya`irah mengatakan bahwa Allah mustahil membebankan taklif yang
tak mampu dilakukan manusia. sementara Maturidiyah berpendapat
sebaliknya.
Asya`irah meyakini bahwa semua yang dilakukan Allah adalah baik.
sedangkan Maturidiyah. berdasarkan hukum akal. berpandangan bahwa Dia
mustahil berbuat zalim.
Kesimpulannya. meski Asya`irah dan Maturidiyah tergabung dalam kelompok
Ahlussunnah dan banyak memiliki kesamaan. namun mereka juga memiliki
perbedaan pendapat dalam sebagian masalah.
DAFTAR !USTAA
Roiak Abdul, Anwar Rosihon ilmu kalam 2006 CV !ustaka Setia, Bandung
Jauhari, Heri, !edoman !enulisan arya Ilmiah, CV !ustaka Setia, Bandung
Drs H M Yusran Asmuni, Ilmu Tauhid Raia raIindo !ersada Jakarta: 3
http://wwwdocstoccom/docs/636688/perbandingan-antar-aliran/









Rate This

8A8 l
ALl8An ALŴAS?'A8l?AP uAn ALŴMA1u8lul?AP

AŦ SL!A8AP LAPl8n?A ALl8An ALŴAS?'A8l?AP
Allran AlŴAsv'arlvah dlbenLuk oleh Abu AlŴPasan 'All lbn lsma'll AlŴAsv'arl vana lahlr dl 8asrah pada Lahun
873 Masehl dan wafaL pada Lahun 933 MasehlŦ (harun nasuLlon)8ellau maslh keLurunan Abu Musa AlŴ
Asv'arlţ seorana duLa peranLara dalam perseLeruan pasukan All dan Mu'awlvahŦ
Se[ak kecll la berauru pada svech AlŴ!ubba'l seorana Lokoh mu'Lazllah vana sanaaL LerkenalŦ la adalah
murld vana cerdas dan la men[adl kebanaaaan aurunva dan serlnakall la mewaklll aurunva unLuk acara
bedah llmu dan dlskuslŦ uenaan llmu keŴmu'Lazllahannvaţ la aencar menvebar luaskan paham mu'Lazllah
denaan karvaŴkarva LullsnvaŦ
karena Lldak sepaham denaan aurunva dan keLldak puasannva Lerhadap allran Mu'Lazllahţ walaupun la
sudah menaanuL paham Mu'Lazllah selama 40 Lahunţ maka la membenLuk allran vana dlkenal denaan
namanva sendlrl pada Lahun 300 Pl[rlvahŦ
keLldakŴpuasan AlŴAsv'arl Lerhadap allran Mu'Lazllah dlanLaranva adalah ť
Ŧ karena adanva keraauŴraauan dalam dlrl AlŴAsv'arl vana mendoronanva unLuk keluar darl paham
Mu'LazllahŦ
MenuruL Ahmad Mahmud Subhlţ keraauan lLu Llmbul karena la menaanuL madzhab Svafl'l vana
mempunval pendapaL berbeda denaan allran Mu'Lazllahţ mlsalnva svafl'l berpendapaL bahwa AlŴCur'an
lLu Lldak dlclpLakanţ LeLapl berslfaL qadlm dan bahwa 1uhan dapaL dlllhaL dl akhlraL nanLlŦ Sedanakan
menuruL paham Mu'Lazllahţ bahwa AlŴCur'an lLu bukan qadlm akan LeLapl hadlLs dalam arLl baru dan
dlclpLakan 1uhan dan 1uhan berslfaL rohanl dan Lldak dapaL dlllhaL denaan maLaŦ
2Ŧ MenuruL Pammudah Churabahţ a[aranŴa[aran vana dlperoleh darl AlŴ!uba'lţ menlmbulkan persoalanŴ
persoalan vana Lldak mendapaL penvelesalan vana memuaskanţ mlsalnva LenLana mukmlnţ kaflr dan
anak kecllŦ(harun nasuLlonţ Leoloal lslam)Ŧ
Þuncak persellslhan anLara Asv'arlvah dan Mu'Lazllah dalam masalah keadllan 1uhan adalah keLlka
Mu'Lazllah Lldak mampu men[awab krlLlk vana dllonLarkan Asv'arlvahţ bahwa [lka keadllan mencakup
lkLlarţ balk dan buruk loalsLlk serLa keLerlkaLan Llndakan 1uhan denaan Lu[uanŴLu[uan semua LlndakanŴ
nvaţ maka pendapaL lnl akan berLenLanaan denaan keŴLsaan Llndakan 1uhan (1auhld fll Af'al) bahkan
berLenLana denaan keŴLsaan 1uhan lLu sendlrlŦ karena lkhLlar menuruL Mu'Lazllah merupakan benLuk
penverahan lkhLlar vana eksLrlm dan [uaa menaflkan lkhLlar darl uzaLŴnvaŦ
ualam pandanaan Asv'arlvahţ 1uhan lLu adllţ sedanakan pandanaan Mu'Lazllah sLandar adll dan Lldak
adll dalam pandanaan manusla unLuk menahukuml 1uhanţ sebab seaala sesuaLu vana bekenaan denaan
kebalkan manusla hukumnva wa[lb baal AllahŦ
1eLapl baaalmanapun AlŴAsv'arl menlnaaalkan paham Mu'Lazllah keLlka aolonaan lnl sedana berada
dalam fase kemunduran dan kelemahanŦ SeLelah AlŴMuLawakkll membaLalkan puLusan AlŴMa'mun
LenLana penerlmaan allran Mu'Lazllah sebaaal madzhab neaaraţ kedudukan kaum Mu'Lazllah mulal
menurunţ apalaal seLelah AlŴMuLawakkll menaun[ukan slkap penaharaaan dan penahormaLan Lerhadap
dlrl lbn Panbalţ lawan Mu'Lazllah Lerbesar wakLu lLuŦ
ualam suasana demlklanlah AlŴAsv'arl keluar darl aolonaan Mu'Lazllah dan menvusun Leoloal baru vana
sesual denaan allran orana vana berpeaana kuaL pada hadlLsŦ ulslnl Llmbul perLanvaanţ apakah Lldak
munakln bahwa AlŴAsv'arl menlnaaalkan paham Mu'Lazllah karena mellhaL bahwa allran Mu'Lazllah
Lldak dapaL dlLerlma umumnva umaL lslam vana berslfaL sederhana dalam pemlklranŴpemlklran ? uan
pada wakLu lLu Lldak ada allran Leoloal laln vana LeraLur sebaaal aanLlnva unLuk men[adl peaanaan
merekaŦ uenaan kaLa lalnţ Lldaklah munakln bahwa AlŴAsv'arl mellhaL bahavanva baal umaL lslam kalau
mereka dlLlnaaalkan Lldak mempunval peaanaan Leoloal vana LeraLurŦ 8asanva hal lnllahţ dlLambah
denaan perasaan svak LersebuL dlaLas vana mendorona AlŴAsv'arl unLuk menlnaaalkan a[aranŴa[aran
Mu'Lazllah dan membenLuk Leoloal baru seLelah puluhan Lahun la men[adl penaanuL seLla allran
Mu'LazllahŦ
8Ŧ 1CkCPŴ1CkCP uAn A!A8AnŴA!A8Ann?A
Ŧ Muhammad lbn alŴ1havvlb lbn Muhammad Abu 8akr alŴ8aqlllanlŦ
la adalah Lokoh Asv'arlvah vana mendapaL a[aranŴa[aran AlŴAsv'arl darl dua murld AlŴAsv'arlţ valLu lbn
Mu[ahld dan Abu AlŴPasan AlŴ8ahlllŦŦ bellau wafaL dl 8aadad pada Lahun 03 MasehlŦ
A[aranŴa[aran vana dlsampalkannva Lldak selalu selaras denaan a[aran AlŴAsv'arlţ mlsalnva bahwa slfaL
Allah lLu bukan slfaL melalnkan halŦ Selan[uLanva la [uaa Lldak sepaham denaan AlŴAsv'arl menaenal
perbuaLan manuslaŦ MenuruL AlŴAsv'arl perbuaLan manusla adalah dlclfLakan 1uhan seluruhnvaţ
sedanakan menuruL AlŴ8aqlllanlţ manusla mempunval sumbanaan vana efekLlf dalam perwu[udan
perbuaLannvaŦ ?ana dlwu[udkan 1uhan lalah aerak vana LerdapaL dalam dlrl manuslaţ adapun benLuk
aLau slfaL darl aerak lLu dlhasllkan oleh manusla lLu sendlrlŦ
ÞernvaLaanŴpernvaLaannva menaarah pada exLrlmţ dalam menalkuLl suaLu pendapaL dan dalam
memberlkan dukunaan dan pembelaanţ sebab premls raslonal Lldak pernah dlsebuLkan dalam alŴ
Cur'anmaupun sunnahţ ruana aeraknva luas dan plnLunva Lerbuka lebarŦ MeLode vana dlLempuhnva
[uaa banvakŦ 8oleh sa[a seseorana sampal kepada bukLlŴbukLl darl berbaaal penalaran akal dan
menahasllkan berbaaal konklusl melalul berbaaal eksperlmen vana Lldaklah buruk selama Lldak
berLenLanaan denaan konklusl vana dlcapalnva dan pemlklran vana dlhasllkannvaŦ


2Ŧ Abd alŴMallk alŴ!uwalnl
8ellau lahlr dl khurasan Lahun 49 Pl[rlvah dan wafaL pada Lahun 478 Pl[rlvahŦ namanva asllnva Lldak
bealLu dlkenal malah la Lerkenal denaan nama lman AlŴParamalnŦ
Pamplr sama denaan AlŴ8aqlllanlţ a[aranŴa[aran vana dlsampalkannva banvak vana berLenLanaan
denaan a[aran AlŴAsv'arlŦ Mlsalnva 1anaan 1uhan dlarLlkan (La'wll) kekuasaan 1uhanţ maLa 1uhan
dlarLlkan penallhaLan 1uhan dan wa[ah 1uhan dlarLlkan Wu[ud 1uhanţ sedanakan menaenal 1uhan
duduk dlaLas LakhLa kera[aan dlarLlkan 1uhan berkuasa dan Maha 1lnaalŦ
Menaenal soal perbuaLan manuslaţ la mempunval pendapaL vana leblh [auh darl AlŴ8aqlllanlŦ uava vana
ada pada manusla lLu mempunval efekţ LeLapl efeknva serupa denaan efek vana LerdapaL anLara sebab
dan musababŦ Wu[ud perbuaLan manusla LeraanLuna pada dava vana ada pada manuslaţ wu[ud dava lLu
beraanLuna pada sebab vana laln dan wu[ud sebab lLu beraanLuna pula pada sebab vana laln dan
demlklanlah seLerusnva hlnaaa sampal pada sebab darl seaala sebab valLu 1uhanŦ
3Ŧ Abu Pamld alŴChazall
8ellau adalah murld darl Abd alŴMallk alŴ!uwalnl vana lahlr pada Lahu 038Ŵ MasehlŦ Ŧ Þaham
Leoloal vana dlanuLnva Lldak [auh berbeda denaan pahamŴpaham AlŴAsv'arlŦ ula menaakul bahwa 1uhan
mempunval slfaLŴslfaL qadlm vana Lldak ldenLlk denaan dzaL 1uhan dan mempunval wu[ud dlluar dzaLŦ
!uaa AlŴCur'an berslfaL qadlm dan Lldak dlclpLakanŦ Menaenal perbuaLan manusla la [uaa berpendapaL
bahwa 1uhanlah vana menclpLakan dava dan perbuaLanŦ uan dava unLuk berbuaL leblh menverupal
lmpoLenslŦ
Selan[uLnva laŴpun menvaLakan bahwa 1uhan dapaL dlllhaLţ sebab seLlap vana mempunval wu[ud dapaL
dlllhaLŦ Selan[uLnva a[aran vana dlsampalkannva adalah penolakan LenLana paham keadllan vana
dla[arkan oleh Mu'LazllahŦ 1uhan Lldak berkewa[lban men[aaa kemashlahaLan (alŴsalah wa alŴashlah)
manuslaţ Lldak wa[lb memberl upah aLau aan[aran kepada manusla aLas perbuaLanŴperbuaLannvaţ
bahkan 1uhan boleh memberl beban vana Lldak munakln dlker[akan manuslaŦ
CŦ SL!A8AP LAPl8n?A ALl8An ALŴMA1u8lul?AP
LaLar belakana lahlrnva allran lnlţ hamplr sama denaan allran AlŴAsv'arlvahţ valLu sebaaal reaksl
penolakan Lerhadap a[aran darl allran Mu'Lazllahţ walaupun sebenarnva pandanaan keaaamaan vana
dlanuLnva hamplr sama denaan pandanaan Mu'Lazllah valLu leblh menon[olkan akal dalam slsLem
LeoloalnvaŦ
Þendlrl darl allran lnl adalah Abu Mansur Muhammad lbn Muhammad lbn Mahmud alŴMaLurldl vana
lahlr dl Samarkand pada perLenaahan kedua darl abad ke sembllan Masehl dan menlnaaal pada Lahun
944 MasehlŦ la adalah penalkuL Abu Panlfah dan pahamŴpahamnva mempunval banvak persamaan
denaan pahamŴpaham vana dla[arkan oleh Abu PanlfahŦ Allran Leoloal lnl dlkenal denaan nama AlŴ
MaLurldlvahţ vana sesual denaan nama pendlrlnva valLu AlŴMaLurldlŦ
uŦ 1CkCPŴ1CkCP uAn A!A8AnŴA!A8Ann?A
1okoh vana sanaaL penLlna darl allran AlŴMaLurldlvah lnl adalah Abu alŴ?usr Muhammad alŴ8adzawl vana
lahlr pada Lahun 42 Pl[rlvah dan menlnaaal pada Lahun 493 Pl[rlvahŦ A[aranŴa[aran AlŴMaLurldl vana
dlkuasalnva adalah karena neneknva adalah murld darl AlŴMaLurldlŦ
AlŴ8adzawl sendlrl mempunval beberapa orana murldţ vana salah saLunva adalah na[m alŴuln
Muhammad alŴnasafl (460Ŵ337 P)ţ penaarana buku alŴ'Aqa'ldal nasaflahŦ
SeperLl AlŴ8aqlllanl dan AlŴ!uwalnlţ AlŴ8adzawl Lldak pula selamanva sepaham denaan AlŴMaLurldlŦ
AnLara kedua pemuka allran MaLurldlvah lnlţ LerdapaL perbedaan paham sehlnaaa boleh dlkaLakan
bahwa dalam allran MaLurldlvah LerdapaL dua aolonaanţ valLu aolonaan Samarkand vana menalkuLl
pahamŴpaham AlŴMaLurldl dan aolonaan 8ukhara vana menalkuLl pahamŴpaham AlŴ8adzawlŦ


















8A8 ll
ÞL8SAMAAn uAn ÞL88LuAAn An1A8A ALŴAS?'A8l?AP uAn ALŴMA1u8lul?AP

AŦ ÞL8SAMAAnn?A
Ŧ kedua allran lnl lahlr aklbaL reaksl Lerhadap paham allran Mu'LazllahŦ
2Ŧ Menaenal slfaLŴslfaL 1uhanţ kedua allran lnl menvaLakan bahwa 1uhan mempunval slfaLŴslfaL dan
1uhan menaeLahul bukan denaan dzaLŴnva LeLapl menaeLahul denaan penaeLahuanŴnvaŦ
3Ŧ keduanva menenLana a[aran Mu'Lazllah menaenal alŴSalah wal Aslah dan beranaaapan bahwa alŴ
Cur'an adalah kalam 1uhan vana Lldak dlclpLakanţ LeLapl berslfaL qadlmŦ
4Ŧ AlŴAsv'arl dan AlŴMaLurldl [uaa berkevaklnan bahwa manusla dapaL mellhaL Allah pada harl klamaL
denaan peLun[uk 1uhan dan hanva Allah pula vana Lahu baaalmana keadaan slfaL dan wu[udŴnvaŦ Pal lnl
menalnaaL nash alŴCur'an pada suraL alŴClvamah ť 23 ť
#Wa[ahŴwa[ah orana mukmln pada harl klamaL akan berserlŴserlŦ kepada 1uhannva mereka mellhaLŦ"
3Ŧ Þersamaan darl kedua allran lnl adalah karena keduanva serlna menaaunakan lsLllah ahlu sunnah wal
[ama'ahŦ uan dlkalanaan mereka kebanvakan menaaLakan bahwa madzhab salaf ahlu sunnah wal
[ama'ah adalah apa vana dlkaLakan oleh AlŴAsv'arl an AlŴMaLurldlŦ Sebaalan darl mereka menaaLakan
bahwa ahlu sunnah wal [ama'ah adalah Asv'arlvah dan MaLurldlvah dan salafŦ AzŴZubaldl menaaLakan ť
#!lka dlkaLakan ahlu sunnahţ maka vana dlmaksud denaan mereka lLu adalah Asv'arlvah dan
MaLurldlvahŦ"(lLLlhafus SadaLll MuLLaqln 2 ť 6)
Þenulls ArŴ8audhaLul 8ahlvvah menaaLakan ť #keLahullah bahwa pokok semua aqald ahlu sunnah wal
[ama'ah aLas dasar ucapan dua kuLubţ vaknl AlŴAsv'arl dan AlŴMaLurldlŦ"(ArŴ8audhaLul 8ahlvvah oleh Abl
Pudlbah halŦ3)
8Ŧ ÞL88LuAAnn?A
Ŧ 1enLana perbuaLan manuslaŦ AlŴAsv'arl menaanuL paham !abarlvah sedanakan AlŴMaLurldl menaanuL
paham !abarlvahŦ
2Ŧ 1enLana funasl akalŦ Akal baal allran Asv'arlvah Lldak mampu unLuk menaeLahul kewa[lbanŴkewa[lban
manusla sedanakan menuruL pendapaL MaLurldlvah akal dapaL menaeLahul kewa[lbanŴkewa[lban
manusla unLuk berLerlma kaslh kepada 1uhanŦ
3Ŧ 1enLana !an[l dan ancaman 1uhanŦ AlŴAsv'arl berkevaklnan bahwa Allah blsa sa[a menvlksa orana vana
LaaLţ memberl pahala kepada orana vana durhakaţ sedanakan AlŴMaLurldl beranaaapan lalnţ bahwa
orana vana LaaL akan mendapaLkan pahala sedanakan orana vana durhaka akan mendapaL slksaţ karena
Allah Lldak akan salah karena la Maha 8l[aksana dan Maha MenaeLahulŦ
8LlL8LnSl

Abuv Sodlkln Ǝ 8arduzaman MeLodoloal SLudl lslamţ 1unas nusanLaraţ 8andunaţ 2000
Ahmad Panafl llmu kalam
ALana Abdul Paklm Ǝ !alh Mubarok MeLodoloal SLudl lslamţ 8ema[a 8osda karvaţ 8andunaţ 999
Pamzah ?a'kub lllsafaL keLuhananţ AlŴMa'arlfţ 8andunaţ 984
Parun nasuLlon Muhammad Abduh dan 1eoloal 8aslonal Mu'Lazllahţ ul Þressţ !akarLaţ 987Ŧ
Parun nasuLlon 1eoloal lslamţ ul Þressţ !akarLaţ 986
Pasvbl AshŴshlddleqv Se[arah dan ÞenaanLar llmu 1auhld/ kalam
lmam Muhammad Abu Zahroh Allran ÞollLlk dan Aqldah lslam
ulposkan oleh Llana !awa dl 20Ŧ39
klrlmkan lnl lewaL Lmall 8loa1hls! 8erbaal ke 1wlLLer 8erbaal ke lacebook 8erbaal ke Cooale 8uzz
8eakslť

Ÿ komentur:

.9 .35./90.+7.3-072. 2025.3.7.3-:. .3.2 -07/7 .8 .7././../.5.2.3./:.805.9/.8 6.-0-07...39./ .507-0/.3.3.80./ 0/:.39:.//..7..8.7.503/..9:7/-0794.7.3/02..9/.5.08.8./03.2.8.3 /./9880./280.3-.3-. .9 81.8 .3...3203./8.:5:380-.2.907.9:.507-0/.  $0-.9:8.8:/443.7. ..380. 503:.9:7/-07503/.2.9..3.9 24/07.7.3/525340-: :87:.9..2. .3.202-. 08.3/03.3503/.3 8. .7./.39.3-.3.6.390.8090..2034.9:7/ 03.3 503:92.9/03.3.-.39.70/:.9.../98-..3..2.3  .93..9:7/..882.3974542475820 2.5..23.3./.98...905.8.7  .3502..1 . 07-0/.31+ .805..3807:5.3-0702-.2..91+ .55..5.32030. -8.257385 5738590448 /:..32.9.9.5:./.5.30/:.../..1/ .3:2../.3/./.9:7/ ..:7:9.9/-0739075709.9-../  .808:.1./280507981.:.39:.907/.2:9.90-/0.3.85008.5..82..3 5027.35.- .  .3     443.2.9 .3 089/-07.7.2..3/2./98 -..5..9:7/.3:8.7.32025:3.3:88:33.3. %07.350393/.7.3.25027.2 .7: 3..3 2.9..  ":7..2. .3 203.9 0502253.3. .7..9-.38.3:.2/03.9:7/.5.3..8 /9.3.7.32070.18..7./...32025:3..202/:.3.-3:.503/.5. 8. .2:3../... 443.3/.2.9 0/:./.8./.390443.5:32070.81.2:3 /8./. .38../.202-.9/.3./..7....+7.22.. 802039.39.9:.2.5.8/:5/.2.350307:8.3-0781.9:7/.99.203..8.35..3 .8.1 . .3 0/:.502-...3.-039:.8 ./.207:5. 503/.9.2.9: -.3--.2.5.05.9:7/.-8.5.  #3.2-.98.32..1. :.3-0781.+7.2. /.2 .3 2.9203072.7..33/.3 .802:.32.2:89.9072.7./2 /..2. 203.3.9:7/./..8:/...22./.7././.7.2-.-3 ...9-.3/03.:: /.1/.2.8 .2.3 2.3-.5..35027.2     0-07.7..2802:.8..3:2.3-07.9.39....33..3503/.8.3:.9.79.3.2.3.503/.3 2.2.2-..8.3 805.3.81. .7..3 80-..389478. .39.3 9.-..3&2.3.9:7/.5:.9 80-..9:+9.32./.3/.9.3/.:..2.3..3/./.9.9  8.3 .2.3202-0/.6.3.5. .907.3:94080-.9:7/.2:9.3 /.3/.800383.1..-07503/./.3/./.32.25..9..2025../.-3 0/:.2:3 .-8.805079503.3-07503/.. 6:7 .. 80507980.-8.+7.3 !079.-3 .9/.-0..2. 030 ...3.80.8.6:+:/ /:/: /.8.2./.  .9:7/ .7.2..7.3.9 503/.3:.  .25:/./.96.9:2:7/2..5.3..503:9 503:9 ./ -.25./98 ..7.747.32070..3.2.202-0-.7..

.. 2:89.13/4!078.  %#!&$% #4.3.3503/.3.3.3.3/:3  .2:32070./.3-.-07-:.$09.3::2.7#4843 2:.3/:3 78   :87..204254 :88:33.$09.7 07 !0/42.20208./...  995.3-.3.:.9:7/. .3/.7...8. 8.9.202 507-0/...3/.... -075.5.8. -07/.  80/.:..3!03:8.:/ #./..3 3.-.32..7. '!:89.79.802:.7.3-..+7.382:3 2:%.9/.280-.2.3.-/: 3.2.3..:.2  0825:. .20. 2088.2   '!:89.33..-:3/.+7.9:7/.907../.

.

894. . /4.42.

8./4.

.

3/3.7.3.7 .39.3 .507-.

f¾  f°f€f½f ff°.@D   -- # f° ¾#ff  °   f¾f°# °¾¯f# ¾#ff°–f  f¾f½f ff° .#ff ff½°f ¾ f¯ °–f°½ff¯.#ff   ©f nf –½f f¾ n  f#¾ f°–¯#fff°–¾f°–f  °f ff ff ¯ f°–n  f¾ f°f¯ °©f  f°––ff°–°f f°¾ °–ff¯ f–°f°fnff f¯ f° ¾¾  °–f°¯ ¯#fff°°f f– °nf¯ ° ff¾f°½ff¯¯#ff °–f°ff ff¾°f  f °f f¾ ½ff¯ °–f°–°f f°  f½f¾f°°f f f½ff°.          #.f¾  %f°°f¾°% f¯f¾ °f° .90%8    - #- .#ff f°ff°ff ff  .#ff¾ f¯ff° ¯fff¯ ¯ °ff°f°–  °f °–f° °f¯f°f¾ ° ½f ff°©f    f ½f¾f° ¾#f f f½ff°.¾f ¾#f ¾ f°– f½ f°ff ff¯½ ¾  f°½f¾f° f°.

°¯f . ° ¾#f½  ff°¯f°¾ff ff n€ff°@f°¾ °f  ¾ f°–f°¯ ° ff° ¯f°¾f¯ ¯½°f¾¯ f°–f°f°– € € ff¯½ © f° .#ff  ¾ff  ff¯¾f¾f°f ¯f°f ¾#f f f–°–f°.#ff f¯f¯½¯ °©ff f°– °ff°¾#ff  ff©f f f°¯ °nf½ f  f f° –¾¾ f  ff°° ff°@f° °–f°©f° ©f°¾ ¯f° ff° -f ¯ff½ ° f½f°ff°  °f°–f° °–f° ¾ff°° ff°@f°%@f €€#f% ff°  °f°– °–f° ¾ff°@f°¾ °  f °ff¯ °.--  .#ff f–°–f°°¾ f°– f f ff¯€f¾  ¯° f° f°  ¯ff°   f .#f° f°f ¯ff° f½f ¾ ff¯f f f° n½ff°@f° f°@f° ¾€ff° f° f f½f f °–f°¯ff   .#ff  f f½f  ¯f¯¯°f¯f¾f¯f°– ¾€f¾ f°f ff¯½ ¯f° ½ ¯f°"f° ½f ff ff fff° –f°f°– f¾ f–f–f°°f°¯ °©f ½ –f°–f° ¯  f  °–f°fff°  ff¯°–° ff ¾#f¯ f fff°f f–¯f¾f¯ff ¯  f °––ff° f¯ ¯½°f½ –f°–f° –f°– f f¾f°ff°f  f¯ f °–f°½ f¾ff°¾f ¾  ff¾f°–¯ ° °– ¾#f°¯ °°––ff°f©ff° f©ff° .#fff °f¯ f ffff°.#ff f°¯ °¾° – ff°– ¾ ¾f °–f°ff°f°–f°– ½ –f°–f½f ff ¾ ¾°¯ ½ f°ff° f½ff f ¯°–° ff ¾#f¯ °°––ff°½ff¯.#ff ¯¾f°f¾f€# ½ ° f½f ff .#ff¯ ½ff° ° ½ ° ff°ff°– ¾¯ f°©–f¯ °f€f°f ff -f  ff¯½f° f°–f°¾#ff @f°f  ¾ f°–f°½f° f°–f°.f¯¯f   ff ff°  ff ff¾#fff°–¯ ° f½ff©ff° f©ff° ¾#f f f¯  ¾#f f ° .ff¯ ¯ fff°½¾f° .#ff f°¯ ¯ ° – f¾  f½f°f°f¯ °©f ½ °–f°¾ fff° .©f  f°  f¾f° f  ff€f  f– f ½f ff°. °f¯¯ ff f f©ff° f©ff°f°– ½   f  f# ¯ °¯ f°½ ¾ff° ½ ¾ff°f°– f¯ ° f½f½ °  ¾ff°f°–¯ ¯f¾f° ¯¾f°f °f°–¯¯° f€ f° f°f n %f°°f¾°  –¾f¯%  9°nf½ ¾ ¾f°f°ff¾#ff f°.#ff  .#ff ff¯¯f¾ff f f°@f°f ff f .f¾   ©ff° f©ff°f°– ¾f¯½ff°°f f¾ f¾ ff¾ °–f°f©ff° ¾#f ¯¾f°f ff¾€f f f°¾€f¯ f°f°f  f°©f°ff©–f f¾ ½ff¯ °–f° ¾#f¯ °– °f ½  ff°¯f°¾f .#ff¯f ¯ °° f½ff–¾  f .f#¯°  °f°–½ ° ¯ff°ff°.#f°  f n½ff°  f½ ¾€ff ¯ f° ff@f° f½f f ff°f°  f°–f° ¯ °½ff¯.#ff¾ f–f¯f f - –ff   f°f¯.f¯    f–f°¯ f °ff¯ °–f°¯f f f€#f°– ¯ ¯½°f½ ° f½f  f °–f°ff°. f °ff f°f f– f–f° ff¯  ¾#ff°–¯ ° °–°f° f f½ff¯ .f¯¯f  °f @f  °.#ff  ff .#ff¾f° ff  f° f f  ff¯½f° f°–f°¯f°¾f°¯ °–¯@f° ¾ f ¾ –ff¾ ¾ff°–  °ff° °–f°  ff°¯f°¾f¯°ff©  f–f  @ f½ f–f¯f°f½° ¾#f¯ °°––ff°½ff¯.ff¯ °–°©f°¾f½½ °–f–ff° f°½ °–¯ff° f f½  °f° f ff°.#ff  @ @-.

#ff @f° f  f© f°¯ °©f–f ¯f¾fff°%f ¾ffff f¾f% ¯f°¾f  ff© ¯ ¯ ½fff–f°©ff° ½f f¯f°¾fff¾½  ff° ½  ff°°f  ff°@f°  ¯ ¯  f°f°– f¯°–°  ©ff°¯f°¾f  .¾f°f@f°–f°@f° ff°%f#% f¾ff°@f° ¯ff@f° ff°½ °–ff°@f° f°f©f@f° ff°J© @f° ¾ f°–f°¯ °– °f@f°   ff¾ff f©ff° ff°@f° f¾f f°.ff@°––  . °– °f½  ff°¯f°¾ff©–f ½ ° f½f ff@f°ff°–¯ °n½ff° ff f°½  ff° f° ff°  f ¯ ° ½f ¯½ °¾   f°©°ff ½°¯ °fff° ff@f° f½f f ¾ f ¾ f½f°–¯ ¯½°f©  f½f f  f°©°ff©ff°f°– ¾f¯½ff°°ff ff½ °ff° °f°–½ff¯ f f°f°– f©ff° .f¾   9ff¯  –f°– f°°f f©f  f °–f°½ff¯ ½ff¯ ¾#f f¯ °–f ff@f° ¯ ¯½°f¾€f ¾€ff ¯f°– f ° °–f° f@f° f°¯ ¯½°f©  f f  –f .ff f° ff f¾f°f°©f f°f€f½f ff°©f -f¯f°ff¾°f f –  °f¯fff  °f °–f°°f¯f¯f° ff¯f°  f¯½¾f¯f °–f° ff° f©ff° f©ff°f°– ¾f¯½ff°°f f°ff°–  °f°–f° °–f°f©ff° ¾#f .½  ff°°f f°– © f°@f°ff– ff°–  f½f ff¯ ¯f°¾f f f½° ° ff¾€f f– f f¾f° ¯f°¾f¾ °   9 °fff° ½ °fff°°f¯ °–ff½f f ¯  ff¯¯ °–¾f½ ° f½f f° ff¯ ¯ ¯ f° °–f° f°½ ¯ ff° ¾ f ½ ¯¾f¾°f f½ °f ¾ f° ff¯f .#f° ¾€ff ¯ f° f n½ff° . °– °f¾f½  ff°¯f°¾f f¯ ¯½°f½ ° f½ff°– ©f f ff° fff°– f f½f f¯f°¾f¯ ¯½°f €   f½ € °f¾ ½f °–f° € f°–  f½ff°ff¾ f  f°¯¾f f J© ½  ff°¯f°¾f –f°°–½f f fff°–f f½f f¯f°¾f ©  ff –f°°–½f f¾ f f°–f° f°© ¾ f  –f°°–½f½f f¾ f f°–f° f° ¯f°f¾  ¾°f°––f¾f¯½f½f f¾ f  f¾ –ff¾ f f@f°    f¯ f ff ff ff¯  f f .#f°¯f½°¾°°f f°–– f°ff¾ f°½°°f  f f .  f°–  ¯½°f ©–f f°f   ¾f©f¾ ¾ f°–¾f¯½f ½f f   f  f–f½ °fff°ff f° ¯ °–f¾f°  f–f°¾¯ f  f–f ¾½ ¯ °f°– ff ¾ f¯f f  °f°–f° °–f°°¾f°– nf½f°f f°½ ¯f°f°– f¾f°°f      f .ff f°f°–f½f ff .

f¯ f .f¾  f°¯ °°––f½f ff° .@D ff ff°–f°fff°° f¯½¾f¯f °–f°ff° ¾#ff f¾ f–f f¾ ½ °ff° f f½f©ff° fff°.#ff ff½°¾ °f°f½f° f°–f° f–f¯ff°f°– f°°ff¯½¾f¯f °–f°½f° f°–f°.f°¾.#fff ¯ °°©f°ff ff¯¾¾ ¯  –°f  9 °  fff°°f ff . -- .f¾  ff ff½ °– f°€f f°½ff¯ ½ff¯°f¯ ¯½°f f°f½ ¾f¯ff° .f¯¯f  °.f f°– f f¯ff° ½f f½  °–ff° f ff f  ¾ ¯ f°.f¯¯f  °.

-- @f°–¾f°–f½ °°– fff° .f¯¯f f -f¾f€% % ½ °–ff°– f #f# f-f¾f€f   ½  ff° f° f°  f f f½f¾ f¯f°f¾ ½ff¯ °–f° .#f°f ffff¯@f°f°– f n½ff°  f½ ¾€ff ¯    ¾#f f° .f f°– f¾f°ff fff °f° ° °ff ff¯  f .#ff¯ °– °ff fff¾f f° f°––f½f° fff .f f f°–¾ ¾f °–f°°f¯f½ ° °ff .f    f f¾ ° ¯ ¯½°f f½ff°–¯ f°–¾ff¾f°ff ff-f©¯f ° .--   fff°°ff f f¾ f f½½ff¯ff°.#ff   . °– °f¾€f ¾€f@f°  fff°°¯ °fff° ff@f°¯ ¯½°f¾€f ¾€f f° @f°¯ °– f f° °–f° f -f f½¯ °– f °–f°½ °– ff° -f    f°f¯ ° °f°–f©ff°.f f°f ff f ¾.f    @ @-.f  f°–°–f° fff°–¯ °–½ff¯ ½ff¯ f f                      9.#f°½f f¾ff .f ©–f  f°f° ff¯f°¾f f½f¯ ff½f fff¯f °–f°½ °©@f° f°f°ff½ff°–f f–f¯f°f f ff°¾€f f°© -f f° ¯ °–°–f°f¾f .f   °ff f½ ¯fff°. °–f°½ff¯ ½ff¯f°– f©ff°  f°€f f° –°  °f °–f°°f¯f .f f  f½f f–°–f° f–°–f°f¯ff° f°–¯ °– ½ff¯ ½ff¯ .f¯¯f f f ff°– f½f ff°©f f°¯ °°––f½f ff°©f ©ff° f©ff° .f f°   f½f½  ff°½ff¯¾ °––f   fff° ff ff¯ff°.f¯f   .@D   9.--9 --@ #- .

f#f€  f° °–  f°-f¾°.f° % 9 °¾ f f ff¯ °–fff° # ff ff½¾ ¯fff f¾°°ff ©f¯f#fff¾ f¾fnf½f° f f° ¾#f f° .#Jf©f f©ff°–¯¯°½f fff¯fff° ¾  ¾   ½f f@f°°f¯  f¯ f #  9 ¾f¯ff° f fff°°f fff °f f°f¾ °–¯ °––°ff°¾ff¾°°ff ©f¯f#f f° ff°–f°¯  f f°ff°¯ °–fff° ff¯f f ¾ff€f¾°°ff ©f¯f#ff fff½ff°– fff°  ¾#ff° .ff. °– f  -    °  f f¯f°.f   f–f° f¯  f¯ °–fff° fff¾°°ff©f¯f#ff ff¾#ff f°. f.f¯¯f  ff°9 f° f¾f¯ ½¾f° f°–ff    ¯f°° f¯f –@¾"  f– @   f– fn   f– –    f¾   [WZ`S^  .#ff D9 ¾¾ fff   f°-f¾°@ –¾f¯ D9 ¾¾ fff  f¾ ¾ ¾   ©ff f°9 °–f°f¯@f $ff¯ ¯f¯.  – ¾f¯  ¯f©f¾ fff  f° °–  f¯ff# ¾f€f f°f°  .f¯¯f   f°@ –f¾°f.ff ©f¾f°f f°.f f #%f€¾f f.  – ¾f¯ @°f¾-¾f°ff  f° °–  ¯f f°f€¯ff¯ f°– f¯ f.f  f°––f½f°f°  ff f°–f°–ffff°¯ ° f½ff°½fff¾ f°–f°f°–f°– ffff°¯ ° f½f¾¾f f °f f fff°¾fff °ff.f ¯ °–f° ½ff¯f ff   @ °f°–€°–¾ff f f–ff°¾#ff f¯f¯½°¯ °– f f© f°  f© f° ¯f°¾f¾ f°–f°¯ °½ ° f½f.f  #% f f ff     ff % 9 --  @ °f°–½  ff°¯f°¾f  ¾#f¯ °–f°½ff¯f ff¾ f°–f° .f f f°¾ff€   f ¯ °–fff°  #f fff°f¾°°f ¯fff°– ¯f¾  °–f°¯  ff ff¾#ff f° .f fff f½f¯ °– f f© f°  f© f° ¯f°¾f°  ¯ff¾ ½f f@f°   @ °f°–f°© f°f°nf¯f°@f°  ¾#f  f°f° fff ¾f¾f©f¯ °¾ff°–f°– ff ¯ ¯ ½fff ½f ff°–f°– ff ¾ f°–f° .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->