P. 1
Arabindo - Belajar Bahasa Arab Untuk Orang Indonesia

Arabindo - Belajar Bahasa Arab Untuk Orang Indonesia

|Views: 53|Likes:
Published by Faisal Ibrahim

More info:

Published by: Faisal Ibrahim on Oct 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/02/2012

pdf

text

original

$UDELQGR

Belajar Bahasa Arab untuk Orang Indonesia
Website "Arabindo" dirancang sebagai program belaiar mandiri yang mudah dipelaiari oleh
orang Indonesia yang paling awam dalam Bahasa Arab sekalipun. Modalnya hanya satu. anda
harus MAHIR dan GEMAR membaca al-Quran. Membaca al-Quran adalah kewaiiban harian
bagi setiap muslim. Idealnya. setiap hari paling tidak kita membaca satu iuz al-Quran (sekitar
satu iam sehari. bisa dibagi/dicicil dalam beberapa waktu). Upayakanlah untuk membaca
secara runtut dari iuz pertama hingga iuz terakhir. sehingga setiap bulan anda bisa khatam
seluruh al-Quran. Dengan modal tersebut. anda bisa mengikuti program "Arabindo" untuk
mempelaiari Bahasa Arab. yang merupakan Bahasa al-Quran al-Karim. Bahasa al-Hadits asy-
SyariI dan Bahasa Persatuan Ummat Islam.
Petunjuk Cara Memunculkan Setting Arabic pada Windows XP
1. Klik tombol Start lalu klik Control Panel lalu klik Language and Regional Options
2. Klik Add Other Languages lalu klik tab Languages
3. Beri tanda centang pada kotak Install files for complex script ....
4. Klik tombol Apply lalu OK
5. Klik tombol Add lalu pada Input Language cari pilihan Arabic (Saudi Arabia) lalu klik
OK
6. Klik lagi tombol Apply lalu klik Key Setting
7. Klik kalimat Switch between input languages lalu klik tombol Change Key Sequence
8. Beri tanda centang pada kotak Switch input languages kemudian pilih dan ingat salah
satu cara berpindah antar mode English ~· Arabic lalu klik OK
9. Berpindah (klik) pada tab Advanced lalu beri tanda centang pada kotak Extend support
of ... lalu klik tombol OK
10. Klik tab Advanced kemudian di bawah kalimat Select a language to match ... cari dan
pilih Arabic (Saudi Arabia) lalu klik tombol OK
11. Bila system meminta Restart klik OK
Segala bentuk penggunaan website ini diperkenankan dengan mencantumkan
alamat website Arabindo yaitu http://arabindo.co.nr pada produk tersebut
-«·´ |· -·.||
PEMBAGIAN KATA
Semua bahasa manusia tersusun dari tiga komponen dasar yaitu:
1. Satuan bunyi yang disebut "huruI" atau "abiad".
Contoh: - - ¸ - - - .
2. Susunan huruI yang memiliki arti tertentu yang disebut "kata".
Contoh: `=¬.- (÷ masiid)
3. Rangkaian kata yang mengandung pikiran yang lengkap yang disebut "kalimat".
Contoh: = ¬.« |· ¸· ¸·= | (÷ saya shalat di masiid)
Dalam tata bahasa Arab. "kata" dibagi ke dalam tiga golongan besar:
1. ISIM ( .= · ) atau "kata benda". Contoh: = ¬.- (÷ masiid)
2. EI'IL ( ¸- · ) atau "kata keria". Contoh: ¸·= | (÷ saya shalat)
3. HARE ( =,-) atau "kata tugas". Contoh: ¸ · (÷ di. dalam)
Penggunaan istilah Kata Benda. Kata Keria dan Kata Tugas dalam tata bahasa Indonesia.
tidak sama persis dengan yang dimaksud dengan Isim. Ei'il dan HarI dalam tata bahasa Arab.
Namun bisa dipakai untuk mendekatkan pengertian.
.·- .= ·
ISIM 'ALAM (Kata Benda Nama)
Dalam golongan Isim. ada yang disebut dengan Isim 'Alam yaitu Isim yang merupakan nama
dari seseorang atau sesuatu.
Di bawah ini beberapa contoh Isim 'Alam (nama) yang terdapat dalam al-Quran:
=« ¬- - -.¹ - ¸ ·.· - - , · - . ,··,· · - ¸, -·«= · - 3· ¬= · -
=, «-· - .=, · - ¸= , - - .·« ,·= - ¸·, · - ¸., - - .·,- -
-¬·=- - -=··- - -«|·· - ,«- - .·« ·- - ¸·,,- - .·´ , - -
.·« «| - =· - ., -, · - ., ·| - ¸, ·· · - -´- - -· · =-
Cari dan tuliskanlah Isim-isim Alam yang kamu ketahui dari al-Quran dan lain-lain!
,· =- - - .· ,
MUDZAKKAR (Laki-laki) - MUANNATS (Perempuan)
Dalam tata bahasa Arab. dikenal adanya penggolongan Isim ke dalam Mudzakkar (laki-laki)
atau Muannats (perempuan). Penggolongan ini ada yang memang sesuai dengan ienis
kelaminnya (untuk manusia dan hewan) dan adapula yang merupakan penggolongan secara
bahasa saia (untuk benda dan lain-lain).
Contoh Isim Mudzakkar Contoh Isim Muannats
¸., -
(÷ 'Isa)
.·,-
(÷ Maryam)
`¸· ·
(÷ putera)
`.· ·
(÷ puteri)
`,«·
(÷ sapi iantan)
·,«·
(÷ sapi betina)
`,¬·
(÷ laut)
`¬·
(÷ angin)
Dari segi bentuknya. Isim Muannats biasanya ditandai dengan adanya tiga ienis huruI di
belakangnya yaitu:
a) Ta Marbuthah ( “ ). Misalnya: -« |·· (÷Aminah). -= =- (÷sekolah)
b) AliI Maqshurah ( ï ). Misalnya: «·= ¸ (÷Salma). . ,·-(÷manisan)
c) AliI Mamdudah ( ï ). Misalnya: ··« =| (÷Asma'). ··,«=(÷pirang)
Namun adapula Isim Muannats yang tidak menggunakan tanda-tanda di atas.
Misalnya: `¬ · (÷ angin). `¸«· (÷ iiwa. diri). `¸«= (÷ matahari)
Bahkan ada iuga beberapa Isim Mudzakkar yang menggunakan Ta Marbuthah.
Contoh: ·, «- (÷ Hamzah). -¬·| (÷ Thalhah). -· ,·-- (÷ Muawiyah)
Ingat. iangan melangkah ke halaman selaniutnya sebelum mengerti pelaiaran di atas dan
menghaIal kosakata yang baru anda temukan!
.,«- - ¸·· - - -«-
MUFRAD (Tunggal) - MUTSANNA (Dual) - 1AMAK
Dari segi bilangannya. bentuk-bentuk Isim dibagi tiga:
1) ISIM MUERAD (tunggal) kata benda yang hanya satu atau sendiri.
2) ISIM MUTSANNA (dual) kata benda yang iumlahnya dua.
3) ISIM JAMAK (plural) atau kata benda yang iumlahnya lebih dari dua.
Isim Mutsanna (Dual) bentuknya selalu beraturan yakni diakhiri dengan huruI Nun Kasrah
( .). baik untuk Isim Mudzakkar maupun Isim Muannats. Contoh:
Mufrad Mutsanna
¸- (÷seorang laki-laki) .: - (÷dua orang laki-laki)
-· -(÷sebuah kebun) .··· -(÷dua buah kebun)
`. ·.- (÷seorang muslim) .·« ·.- (÷dua orang muslim)
-« ·.- (÷seorang muslimah) .··« ·.- (÷dua orang muslimah)
Adapun Isim Jamak. dari segi bentuknya terbagi dua macam:
1. JAMAK SALIM ( - -« . |·= ) yang bentuknya beraturan:
Mufrad 1amak
`¸· · (÷seorang putera) . , ·· (÷putera-putera)
`.· · (÷seorang puteri) `=··· (÷puteri-puteri)
`. ·.- (÷seorang muslim) . , « ·.- (÷muslim-muslim)
-« ·.- (÷seorang muslimah) `=·« ·.- (÷muslimah-muslimah)
2. JAMAK TAKSIR ( -«- ,,.´· ) yang bentuknya tidak beraturan:
Mufrad 1amak
., = (÷seorang rasul) ¸= (÷rasul-rasul)
`. |·- (÷seorang alim) ··«·- (÷orang-orang alim)
- ¸ (÷seorang laki-laki) .·- (÷para laki-laki)
·|,- · (÷seorang perempuan) ··. · (÷perempuan-perempuan)
Ingat. iangan melangkah ke halaman selaniutnya sebelum mengerti pelaiaran di atas dan
menghaIal semua kosa kata yang baru anda temukan!
= · ··= · .
ISIM ISYARAH (Kata Tunjuk)
Untuk lebih memahami penggunaan Mudzakkar dan Muannats. serta MuIrad. Mutsanna dan
Jamak dalam pengelompokan Isim. kita akan mempelaiari tentang Isim Isyarah atau Kata
Tuniuk dan Isim Maushul atau Kata Sambung.
Pertama. Isim Isyarah. Pada dasarnya. ada dua macam Kata Tuniuk:
1) Isim Isyarah atau Kata Tuniuk untuk yang dekat: ·=· (÷ini).
Contoh dalam kalimat: `=·· ··=· (÷ ini sebuah buku)
2) Isim Isyarah atau Kata Tuniuk untuk yang iauh: c|. (÷itu).
Contoh dalam kalimat: `=·· ·c |. (÷ itu sebuah buku)
Bila Isim Isyarah itu menuniuk kepada Isim Muannats maka:
1) ·=· meniadi: · =· (÷ini). Contoh: -· ¬- · =· (÷ ini sebuah maialah)
2) c |. meniadi: c· · (÷itu). Contoh: -· ¬- c· · (÷ itu sebuah maialah)
Adapun bila Isim yang dituniuk itu adalah Mutsanna (Dual). maka:
1) ·=· meniadi .·=·. Contoh: .···· · ö .·=· (÷ ini dua buah buku)
2) · =· meniadi .···. Contoh: .··· ¬- .··· (÷ ini dua buah maialah)
3) c |. meniadi ··. c . Contoh: .···· ·c ··. (÷ itu dua buah buku)
4) c· · meniadi c ···. Contoh: .··· ¬- c ··· (÷ itu dua buah maialah)
Sedangkan bila Isim yang dituniuk itu adalah Jamak (lebih dari dua). maka baik Mudzakkar
maupun Muannats. semuanya menggunakan:
1) ·v,· (÷ ini) untuk menuniuk yang dekat. Contoh:
`.·· ·v,· (÷ ini adalah buku-buku) `=: ¬- ·v,· (÷ ini adalah maialah-maialah)
2) c·|| (÷ itu) untuk menuniuk yang iauh. Contoh:
`.··c ·|| (÷ itu adalah buku-buku) `=: ¬- c ·|| (÷ itu adalah maialah-maialah)
Ingat. iangan melangkah ke halaman selaniutnya sebelum mengerti pelaiaran di atas dan
menghaIal semua kosa kata yang baru anda temukan!
.= · ., =, -
ISIM MAUSHUL (Kata Sambung)
Isim Maushul (Kata Sambung) adalah Isim yang berIungsi untuk menghubungkan beberapa
kalimat atau pokok pikiran meniadi satu kalimat. Dalam bahasa Indonesia. Kata Sambung
semacam ini diwakili oleh kata: "yang".
Bentuk asal/dasar dari Isim Maushul adalah: . =|· (÷yang). Perhatikan contoh penggunaan
Isim Maushul dalam menggabungkan dua kalimat di bawah ini:
Kalimat I
··- .·· =v·
÷ datang guru itu
Kalimat II
¸=· .·· = v· - « «|·
÷ guru itu mengaiar Eiqh
Kalimat III
.·· = v· ··- - « «|· ¸=· . =|·
÷ datang guru yang mengaiar Eiqh itu
Kalimat III menghubungkan Kalimat I dan II dengan Isim Maushul: . = |·
Bila Isim Maushul itu dipakai untuk Muannats maka: . = |· meniadi: ¸ ·|·
·.··= v· ··- -« «|· ¸=· ¸ ·|·
÷ datang guru (pr) yang mengaiar Eiqh itu
Bila Isim Maushul itu digunakan untuk Mutsanna (Dual) maka:
1) . =|· meniadi: .·=|· sedangkan ¸ ·|· meniadi: .··|·
.·.·· = v· ··- -« «|· .·= =· .·=|·
÷ datang dua orang guru (lk) yang mengaiar
Eiqh itu
.·· .·· = v· ··- -« «|· .·= =· .··|·
÷ datang dua orang guru (pr) yang mengaiar
Eiqh itu
Bila Isim Maushul itu dipakai untuk Jamak maka:
1) . =|· meniadi: ¸· =|· sedangkan: ¸ ·|· meniadi: ¸ ·:|· / ¸ ·:|·
·- = ··= v· · -« «|· ., = = · ¸ · =|·
÷ datang guru-guru (lk) yang mengaiar Eiqh itu
·= ··= v· ··- - « «|· ¸= =· ¸ ·:|·
÷ datang guru-guru (pr) yang mengaiar Eiqh itu
Ingat. iangan melangkah ke halaman selaniutnya sebelum mengerti pelaiaran di atas dan
menghaIal semua kosa kata yang baru anda temukan!
·, ´· - -· ,--
NAKIRAH (Umum) - MA'RIFAH (Khusus)
Menurut penuniukannya. Isim dapat dibagi dua:
1) ISIM NAKIRAH atau kata benda bentuk umum atau tak dikenal (tak tentu).
2) ISIM MA'RIEAH atau kata benda bentuk khusus atau dikenal (tertentu).
Isim Nakirah merupakan bentuk asal dari setiap Isim. biasanya ditandai dengan huruI
akhirnya yang bertanwin ( ñ ó ò ). Sedangkan Isim Ma'riIah biasanya ditandai dengan huruI
AliI-Lam (.·) di awalnya.
Contoh Isim Nakirah: `.,· (÷ sebuah rumah). `=|, (÷ seorang anak)
Contoh Isim Ma'riIah: .,,|· (÷ rumah itu). =|,| · (÷ anak itu)
Coba bandingkan dan perhatikan perbedaan makna dan Iungsi antara Isim Nakirah dan Isim
Ma'riIah dalam dua buah kalimat di bawah ini:
`.,· c |. . `,, ,· .,,|· .
÷ Itu sebuah rumah. Rumah itu baru.
`=| , ··- . `=`.,- =|,| · .
÷ Datang seorang anak. Anak itu sopan.
Berkaitan dengan Nakirah dan Ma'riIah. khususnya penggunaan awalan AliI-Lam dan baris
Tanwin di akhir kata. ada beberapa pola kalimat (rangkaian kata) yang perlu kita ketahui
perbedaannya dengan baik.
1. SHIEAT ( -« =) dan MAUSHUE ( =, =, - )
Bila rangkaian dua buah Isim atau lebih. semuanya dalam keadaan Nakirah (tanwin) atau
semuanya dalam keadaan Ma'riIah (aliI-lam) maka kata yang di depan dinamakan MaushuI
(yang disiIati) sedang kata yang di belakangnya dinamakan ShiIat. Contoh:
`¸, -| `=··
÷ (sebuah) negeri yang aman
=·, = `., «· .-
÷ (sebuah) ialan yang lurus
¸, - v· =·,|·
÷ negeri yang aman
., «· .«|· =·,`=|·
÷ ialan yang lurus
2. MUDHAE (=·=-) dan MUDHAE ILAIH (-,| · =·=-)
Bila dua buah Isim atau lebih digabung meniadi satu kesatuan yang utuh dengan pengertian
yang baru (Kata Maiemuk) maka kata yang di depan (tanpa AliI-Lam) dinamakan MudhaI
Ilaih sedang kata yang di belakang (dengan AliI-Lam dan huruI akhirnya selalu berbaris
kasrah) dinamakan MudhaI. Kata Maiemuk termasuk dalam kelompok Isim Ma'riIah.
. , = =·
÷ Rasul Allah
¸·| =·· ´|·
÷ Ahlul Kitab (Yahudi dan Nasrani)
·· ,= .·· = v·
÷ mobil Ustadz
-··« - ·· ,.|·
÷ kunci mobil
3. MUBTADA' ( |=·,- ) dan KHABAR ( ,,-)
Bila dua buah Isim atau lebih terangkai dalam satu kalimat yang sempurna. maka Isim yang
pertama umumnya adalah Ma'riIah dinamakan Mubtada' (Subiek). sedang Isim yang
berikutnya adalah Nakirah dinamakan Khabar (Predikat).
Bila dua buah Isim atau lebih terangkai dalam satu kalimat yang sempurna. maka Isim yang
pertama umumnya adalah Ma'riIah dinamakan Mubtada' (Subiek). sedang Isim yang
berikutnya adalah Nakirah dinamakan Khabar (Predikat).
`.· ,· ., =,|·
÷ Rasul itu mulia
`=· =- ·· ,.|·
÷ Mobil itu baru
`.· ,· =· ., =
÷ Rasul Allah itu mulia
`=· =- .·· = v· ·· ,=
÷ Mobil Ustadz itu baru
Kalimat sempurna yang terdiri dari Isim yang tersusun dari Mubtada' dan Khabar seperti ini
dinamakan Jumlah Ismiyyah (-, «= · -· «-) atau Kalimat Nominal (kalimat yang hanya
terdiri dari Isim atau Kata Benda).
Perhatikan perbedaan antara kalimat-kalimat di bawah ini:
1umlah Ismiyyah Bukan 1umlah Ismiyyah
., = · `.· ,· = .· ,´ |· =· ., =
(Rasul Allah itu mulia) ) Rasul Allah Yang Mulia (
· · ,= `=· =- .·· = v· =· =¬|· .·· =| ·· ,=
(Mobil Ustadz itu baru) (Mobil Ustadz yang baru itu)
Kalimat sebelah kiri adalah Jumlah Ismiyyah yang Mubtada' nya adalah Kata Maiemuk
("Rasul Allah" dan "Mobil Ustadz"); sedang kalimat sebelah kanan bukanlah kalimat
sempurna melainkan rangkaian kata yang merupakan kombinasi antara MudhaI dan MudhaI
Ilaih dengan ShiIat dan MaushuI.
Pada kalimat pertama sebelah kiri. yang mendapat Isim "mulia" adalah "Rasul". sedang pada
kalimat sebelah kanan. yang mendapat Isim "mulia" adalah "Allah". Pada kalimat kedua
sebelah kiri. yang mendapat Isim "baru" adalah "mobil". sedang pada kalimat sebelah kanan.
yang mendapat Isim "baru" adalah "Ustadz".
Sebanyak apapun Isim yang terdapat dalam sebuah kalimat. tetap saia tidak bisa
menghasilkan sebuah kalimat nominal sempurna (Jumlah Ismiyyah) bila tidak mengandung
Mubtada' dan Khabar. Bandingkan dua buah kalimat berikut ini:
1) Kalimat di bawah ini bukan Jumlah Ismiyyah:
=·· -··« - =· =¬|· .·· =| ·· ,=
÷ Kunci pintu mobil guru baru.
2) Kalimat di bawah ini adalah Jumlah Ismiyyah (Kalimat Nominal Sempurna):
=·· -··« - `=· =- .·· = v· ·· ,=
÷ Kunci pintu mobil guru itu baru.
Kalimat pertama. tidak memiliki Khabar. Kata =· =-(÷baru) pada kalimat pertama adalah
siIat dari .·· =| (÷guru). Adapun pada kalimat kedua. kata =· =-adalah Khabar dari:
.·· = v· ·· ,= =·· -··« - (÷kunci pintu mobil guru) yang merupakan Mubtada'.
Selain Isim yang berawalan AliI-Lam. yang iuga termasuk Isim Ma'riIah adalah:
1. ISIM 'ALAM (Nama). Semua Isim 'Alam termasuk Isim Ma'riIah. meskipun diantara Isim
'Alam tersebut ada yang huruI akhirnya bertanwin.
Contoh: =«-| (÷ Ahmad). ¯ ¸ ·- (÷ Ali). -´- (÷ Makkah)
2. ISIM DHAMIR (Kata Ganti). Yaitu kata yang mewakili atau menggantikan penyebutan
sesuatu atau seseorang atau sekelompok benda/orang.
Contoh: ··| (÷ aku. saya). ¸¬· (÷ kami. kita). , · (÷ ia. dia)
Selaniutnya kita akan membahas tentang Isim Dhamir atau Kata Ganti ini.
,,«=
DHAMIR (÷ Kata Ganti)
Dhamir atau "kata ganti" ialah Isim yang berIungsi untuk menggantikan atau mewakili
penyebutan sesuatu/seseorang maupun sekelompok benda/orang. Contoh:
ô.v, v· .-,· =«-| ÷ Ahmad menyayangi anak-anak
ø.. «-,· , · ÷ Dia menyayangi mereka
Pada contoh di atas. kata =«-| diganti dengan , · (÷dia). sedangkan .v, v· (÷anak-
anak) diganti dengan .· (÷mereka). Kata , · dan .· dinamakan Dhamir atau Kata Ganti.
Menurut Iungsinya. ada dua golongan Dhamir yaitu:
1) DHAMIR RAEA' (-· ,, «=) yang berIungsi sebagai Subiek.
2) DHAMIR NASHAB (.=· ,, «=) yang berIungsi sebagai Obiek.
Dhamir RaIa' dapat berdiri sendiri sebagai satu kata. sedangkan Dhamir Nashab tidak dapat
berdiri sendiri atau harus terikat dengan kata lain dalam kalimat.
Dalam kalimat: . .«-, · , · (÷ Dia menyayangi mereka):
- Kata , · (÷dia) adalah Dhamir RaIa'. sedangkan:
- Kata . · (÷mereka) adalah Dhamir Nashab.
,, «= -·
DHAMIR RAFA' (Kata Ganti Subjek)
Semua Dhamir dapat dikelompokkan meniadi tiga macam:
1. MUTAKALLIM ( .·´· - ) atau pembicara (orang pertama).
a) MuIrad: ··| (÷ aku. saya) untuk Mudzakkar maupun Muannats.
b) Mutsanna/Jamak: ¸¬· (÷ kami. kita) untuk Mudzakkar maupun Muannats.
2. MUKHATHAB ( .|·¬- ) atau lawan bicara (orang kedua). Terdiri dari:
a) MuIrad: .·| (÷ engkau) untuk Mudzakkar dan .·| untuk Muannats.
b) Mutsanna: ·«··| (÷ kamu berdua) untuk Mudzakkar maupun Muannats.
c) Jamak: . ··| (÷ kalian) untuk Mudzakkar dan ¸· ·| untuk Muannats.
3. GHAIB ( .··- ) atau tidak berada di tempat (orang ketiga). Terdiri dari:
a) MuIrad: , · (÷ dia) untuk Mudzakkar dan ¸ · untuk Muannats.
b) Mutsanna: ·«· (÷ mereka berdua) untuk Mudzakkar maupun Muannats.
c) Jamak: . · (÷ mereka) untuk Mudzakkar dan ¸· untuk Muannats.
HaIalkanlah keduabelas bentuk Dhamir RaIa' di atas beserta artinya masing-masing sebelum
melangkah ke pelaiaran selaniutnya!
.=· ,, «=
DHAMIR NASHAB (Kata Ganti Objek)
Dhamir Nashab adalah turunan (bentuk lain) dari Dhamir RaIa' yaitu:
Dhamir Rafa' Dhamir Nashab Dhamir Rafa' Dhamir Nashab
··| . ¸· ·| ¸·
¸¬· ·· , · ·
. ·| = ¸ · ··
.·| = ·«· ·« ·
·«··| ·«· .· · .
.··| . · ¸· ¸·
Dhamir Nashab berIungsi sebagai obiek dan tidak dapat berdiri sendiri; ia terikat dengan kata
lain dalam suatu kalimat. baik itu dengan Isim. Ei'il ataupun HarI.
1) Contoh Dhamir Nashab yang terikat dengan Isim dalam kalimat:
.`. ·.- ··| ¸ ·· . -:= v·
÷ saya seorang muslim. agamaku Islam
.. , « ·.- ¸¬· ·· ·· . -:= v·
÷ kami orang-orang muslim. agama kami Islam
.`. ·.- . ·| c·· . -:= v·
÷ engkau (lk) seorang muslim. agamamu Islam
« ·.- .·| - . c·· . -:= v·
÷ engkau (pr) seorang muslim. agamamu Islam
2) Contoh Dhamir Nashab yang terikat dengan Ei'il dalam kalimat:
=· ..·| , ·¬- ·«··| ·«´« ·-
÷ kamu berdua adalah makhluq. Allah menciptakan
kamu berdua
=· .. , |, ·¬- .··| . ´« ·-
÷ kalian (lk) adalah makhluq. Allah menciptakan
kalian
=· .`=·|, ·¬- ¸··| ¸´«· -
÷ kalian (pr) adalah makhluq. Allah menciptakan
kalian
=· .`3, ·¬- , · -« ·-
÷ dia (lk) adalah makhluq. Allah menciptakannya
3) Contoh Dhamir Nashab yang terikat dengan HarI dalam kalimat:
.`¬ -·· ¸ · ·.| ·.· .=
÷ dia (pr) lulus. untuknya sebuah iiazah
..·¬ -·· ·«· ·«.| .·· .· .=
÷ mereka berdua lulus. untuk mereka berdua: dua
buah iiazah
.. , ¬ -·· . · ..| `=·.· .=
÷ mereka (lk) lulus. untuk mereka iiazah-iiazah
.`=·¬ -·· ¸· ¸ .| `=·.· .=
÷ mereka (pr) lulus. untuk mereka iiazah-iiazah
HaIalkanlah semua ienis Dhamir Nashab di atas beserta artinya masing-masing!
- · ¸ =·- ¸ - - ·= - ¸- ·
FI'IL MADHY (Kata Kerja Lampau) dan FI'IL MUDHARI' (Kata Kerja Kini/Nanti)
Ei'il dibagi atas dua golongan besar menurut waktu teriadinya:
1. EI'IL MADHY (¸ =·- ¸- ·) atau Kata Keria Lampau.
2. EI'IL MUDHARI' (- ·= - ¸- ·) atau Kata Keria Kini/Nanti.
Baik Ei'il Madhy maupun Ei'il Mudhari'. senantiasa mengalami perubahan bentuk sesuai
dengan ienis Dhamir dari Ea'il ( ¸ -·· ) atau Pelaku dari pekeriaan itu. Untuk Ei'il Madhy.
perubahan bentuk tersebut teriadi di akhir kata. sedangkan untuk Ei'il Mudhari'. perubahan
bentuknya teriadi di awal kata dan di akhir kata.
Dhamir Fi'il Madhy Fi'il Mudhari' Tarjamah
··| .·-· ¸-·|
÷ saya mengeriakan
¸¬· ·· ·-· ¸-«·
÷ kami mengeriakan
.·| .·-· ¸-«·
÷ engkau (lk) mengeriakan
.·| .·-· ¸, ·- «·
÷ engkau (pr) mengeriakan
·«··| ·«··-· .: -«·
÷ kamu berdua mengeriakan
. ··| .··-· ., ·- «·
÷ kalian (lk) mengeriakan
¸· ·| ¸·· -· ¸·- «·
÷ kalian (pr) mengeriakan
, · ¸-· ¸-« ·
÷ dia (lk) mengeriakan
¸ · .·-· ¸-«·
÷ dia (pr) mengeriakan
·«· : -· .: -«·
÷ mereka berdua (lk) mengeriakan
·«· ·· ·-· .: -«·
÷ mereka berdua (pr) mengeriakan
. · ·, ·-· ., ·- « ·
÷ mereka (lk) mengeriakan
¸· ¸ ·-· ¸·- « ·
÷ mereka (pr) mengeriakan
-, ·- · -· «-
1UMLAH FI`LIYYAH (KALIMAT VERBAL)
Dalam tata bahasa Arab. kalimat sempurna dinamakan JUMLAH (-· «-). Menurut ienis
kata-kata pembentuknya. Jumlah selalu bisa digolongkan dalam salah satu dari:
a. JUMLAH ISMIYYAH (-, «= · -· « -) atau Kalimat Nominal yakni kalimat sempurna
yang hanya mengandung Isim (Kata Benda) saia dan tidak mengandung satu pun Ei`il (Kata
Keria).
b. JUMLAH EI`LIYYAH (-, ·- · -· «-) atau Kalimat Verbal yakni kalimat sempurna yang
mengandung satu atau lebih Ei`il (Kata Keria).
Perlu diketahui. bahwa dalam sebuah Jumlah Ei'liyyah (-, ·- · -· «-) atau kalimat
sempurna yang mengandung Kata Keria (Kalimat Verbal). letak Ea'il (Pelaku) bisa di depan
Ei`il (Kata Keria) dan bisa pula di belakang Ei'il.
1) Untuk Dhamir Ghaib atau "orang ketiga" ( ¸· - . · - ·«· - ¸ · - , · ).
a. Bila Ea'il mendahului Ei'il maka perubahan bentuk dari Ei'il tersebut harus mengikuti
ketentuan Mudzakkar/Muannats dan MuIrad/Mutsanna/Jamak.
Contoh Jumlah Ei'liyyah dengan Ei'il Madhy yang terletak setelah Ea'il:
¸-. . ·.«|· = ¬.«|·
÷ muslim itu memasuki masiid
.·-. -« ·.«|· = ¬.«|·
÷ muslimah itu memasuki masiid
: -. .·« ·.«|· = ¬.«|·
÷ dua muslim itu memasuki masiid
·· ·-. .··« ·.«|· = ¬.«|·
÷ dua muslimah itu memasuki masiid
·, ·-. ., « ·.« |· = ¬.«|·
÷ kaum muslimin memasuki masiid
¸·-. =·« ·.«|· = ¬.«|·
÷ kaum muslimat memasuki masiid
Contoh Jumlah Ei'liyyah dengan Ei'il Mudhari' yang terletak setelah Ea'il:
¸-=· . ·.«|· = ¬.«|·
÷ muslim itu memasuki masiid
¸-=· -« ·.«|· = ¬.«|·
÷ muslimah itu memasuki masiid
.: -=· .·« ·.« |· ¬.«|· =
÷ dua muslim itu memasuki masiid
.··« ·.«|· = ¬.«|· .: -=·
÷ dua muslimah itu memasuki masiid
. , « ·.« |· = ¬.«|· . , · - =·
÷ kaum muslimin memasuki masiid
¸·- =· =·« ·.« |· = ¬.«|·
÷ kaum muslimat memasuki masiid
b. Sedangkan bila Ei'il mendahului Ea'il. maka bentuk Ei'il tersebut selalu MuIrad. (meskipun
Ea'il-nya Mutsanna atau Jamak). Tetapi untuk bentuk Mudzakkar dan Muannats tetap
dibedakan dengan adanya huruI Ta Ta'nits ( .,·|· =) atau 'Ta Perempuan¨ pada Ei'il
yang Ea'il-nya adalah Muannats.
Contoh Jumlah Ei'liyyah dengan Ei'il Madhy yang terletak sebelum Ea'il:
. ·.«|· ¸-. = ¬.«|·
÷ muslim itu memasuki masiid
-« ·.« |· .·-. = ¬.«|·
÷ muslimah itu memasuki masiid
-. .·« ·.«|· ¸ = ¬.«|·
÷ dua muslim itu memasuki masiid
.··« ·.«|· .·-. = ¬.«|·
÷ dua muslimah itu memasuki masiid
., « ·.« |· ¸-. = ¬.«|·
÷ kaum muslimin memasuki masiid
=·« ·.«|· .·-. = ¬.«|·
÷ kaum muslimat memasuki masiid
Contoh Jumlah Ei'liyyah dengan Ei'il Mudhari' yang terletak sebelum Ea'il:
. ·.«|· ¸-=· = ¬.«|·
÷ muslim itu memasuki masiid
-« ·.« |· ¸-= · = ¬.«|·
÷ muslimah itu memasuki masiid
.·« ·.«|· ¸-=· = ¬.«|·
÷ dua muslim itu memasuki masiid
.··« ·.«|· ¸-= · = ¬.«|·
÷ dua muslimah itu memasuki masiid
., « ·.« |· ¸-=· = ¬.«|·
÷ kaum muslimin memasuki masiid
=·« ·.«|· ¸-=· = ¬.«|·
÷ kaum muslimat memasuki masiid
2) Untuk Ea'il lainnya ( ¸· ·| - . ··| - ·« ··| - .·| - .·| - ¸¬ · - ··| ) tetap mengikuti
pola perubahan bentuk Ei'il sebagaimana mestinya.
Fi'il Madhy Fi'il Mudhari'
= ¬.«|· . ·-. , ··| . = ¬.«|· ¸-.|
saya telah memasuki masiid saya memasuki masiid
= ¬.«|· ·· ·-. , ¸¬· . = ¬.«|· ¸-=·
kami telah memasuki masiid kami memasuki masiid
= ¬.«|· . ·-. , .·| . = ¬.«|· ¸-=·
engkau telah memasuki masiid engkau memasuki masiid
.·-. = ¬.«|· , .·| . = ¬.«|· ¸ , ·- =·
engkau (pr) telah memasuki masiid engkau (pr) memasuki masiid
= ¬.«|· ·«··-. , ·«··| . = ¬.«|· .: -=·
kamu berdua telah memasuki masiid kamu berdua memasuki masiid
= ¬.«|· .··-. , . ··| . = ¬.«|· . , ·- =·
kalian (lk) telah memasuki masiid kalian (lk) memasuki masiid
= ¬.«|· ¸·· -. , ¸·· | . = ¬.«|· ¸ ·-=·
kalian (pr) telah memasuki masiid kalian (pr) memasuki masiid
Carilah sebanyak-banyaknya contoh-contoh Ei'il Madhy dan Ei'il Mudhari' dalam ayat-ayat
al-Quran dan al-Hadits!
,-v· ¸- ·
FI'IL AMAR (Kata Kerja Perintah)
Ei'il Amar atau Kata Keria Perintah adalah Ii'il yang berisi pekeriaan yang dikehendaki oleh
Mutakallim (pembicara) sebagai orang yang memerintah agar dilakukan oleh Mukhathab
(lawan bicara) sebagai orang yang diperintah.
Perlu diingat bahwa yang meniadi Ea'il (Pelaku) dari Ei'il Amar (Kata Keria Perintah) adalah
Dhamir Mukhathab (lawan bicara) atau "orang kedua" yaitu: ¸·· | - . ··| - ·«··| -
.·| - .·| sebagai orang yang akan melakukan pekeriaan yang diperintahkan itu.
Fa'il Fi'il Amar Tarjamah
.·| ¸-· ·
÷ (engkau -lk) keriakanlah!
.·| ¸ ·- · ·
÷ (engkau -pr) keriakanlah!
·«··| : -· ·
÷ (kamu berdua) keriakanlah!
. ··| ·, ·- · ·
÷ (kalian -lk) keriakanlah!
¸· ·| ¸ ·- · ·
÷ (kalian -pr) keriakanlah!
Contoh dalam kalimat: dari Ii'il ¸ «- (÷ beramal. bekeria) meniadi Ei'il Amar:
c ·, -v ¸«- ·
÷ bekerialah untuk akhiratmu (lk)
c ·, - v ¸ ·«- ·
÷ bekerialah untuk akhiratmu (pr)
·«´ ·, - v : «- ·
÷ bekerialah untuk akhirat kamu berdua
. ´ ·, - v ·, ·«- ·
÷ bekerialah untuk akhirat kalian (lk)
¸´ ·, - v ¸ ·« - ·
÷ bekerialah untuk akhirat kalian (pr)
Dari Ii'il -·|| (÷mendirikan) meniadi Ei'il Amar:
c· : = . ||
÷ dirikanlah shalatmu (lk)
c· : = ¸ « ||
÷ dirikanlah shalatmu (pr)
·«´·: = ·« ||
÷ dirikanlah shalat kamu berdua
. ´·: = ·, «, ||
÷ dirikanlah shalat kalian (lk)
¸´· : = ¸ « ||
÷ dirikanlah shalat kalian (pr)
Dari Ii'il ,, ·(÷membesarkan) meniadi Ei'il Amar:
,`, · c·
÷ besarkanlah (agungkanlah) Tuhan kamu (lk)
c· . ,`, ·
÷ besarkanlah (agungkanlah) Tuhan kamu (pr)
·«´· ·,`, ·
÷ besarkanlah (agungkanlah) Tuhan kamu berdua
. ´· ·, ,`, ·
÷ besarkanlah (agungkanlah) Tuhan kalian (lk)
¸´· . ,`, ·
÷ besarkanlah (agungkanlah) Tuhan kalian (pr)
Sebagai catatan. bila huruI akhir yang sukun dari sebuah Ei'il bertemu dengan awalan AliI-
Lam dari sebuah Isim Ma'riIah. maka baris sukun dari huruI akhir Ii'il tersebut berubah
meniadi baris kasrah. Contoh:
·: =|·
+
. ||
÷
. || ·: =|·
(÷shalat) (÷dirikanlah) (÷dirikanlah shalat)
Carilah contoh-contoh Ei'il Amar dalam ayat-ayat al-Quran dan al-Hadits!
¸- · ¸.·|·
FI'IL NAHY (Kata Kerja Larangan)
Ei'il Nahy atau "kata keria larangan" adalah bentuk negatiI dari Ei'il Amar. Untuk membentuk
Ei'il Nahy. kita tinggal menambahkan harI v(÷iangan) dan memasukkan huruI =di awal
Ei'il Amar. Perhatikan polanya di bawah ini:
Fa'il Fi'il Amar Fi'il Nahy Tarjamah
.·| ¸-· · v ¸ -«·
÷ iangan (engkau -lk) keriakan
.·| ¸ ·- · · v ¸ ·- «·
÷ iangan (engkau -pr) keriakan
·«··| : -· · v -«· :
÷ iangan (kamu berdua) keriakan
. ··| ·, ·- · · v ·, ·- «·
÷ iangan (kalian -lk) keriakan
¸· ·| ¸ ·- · · v ¸·- «·
÷ iangan (kalian -pr) keriakan
Contoh dalam kalimat:
Dari Ii'il =·-(÷ takut) dan Ii'il . , -(÷ sedih) meniadi Ei'il Nahy:
., ¬· v , .¬· v
÷ iangan (engkau -lk) takut dan iangan sedih
¸ ·,¬· v , ¸ ··¬· v
÷ iangan (engkau -pr) takut dan iangan sedih
··,¬· v , ···¬ · v
÷ iangan (kamu berdua) takut dan iangan sedih
, ·, ··¬· v ·, ·,¬· v
÷ iangan (kalian -lk) takut dan iangan sedih
., ¬· v , ¸ «¬ · v
÷ iangan (kalian -pr) takut dan iangan sedih
Carilah contoh-contoh Ei'il Nahy dalam ayat-ayat al-Quran dan al-Hadits!
-, ·-«|· ¸- · - ., .¬«|· ¸- ·
FI'IL MA'LUM (Kata Kerja Aktif) - FI'IL MA1HUL (Kata Kerja Pasif)
Dalam tata bahasa Indonesia. dikenal istilah Kata Keria AktiI dan Kata Keria PasiI.
Perhatikan contoh berikut ini:
Abubakar membuka pintu. --~ kata "membuka" disebut Kata Keria AktiI.
Pintu dibuka oleh Abubakar. --~ kata "dibuka" disebut Kata Keria PasiI.
Dalam tata bahasa Arab. dikenal pula istilah Ei'il Ma'lum dan Ei'il Maihul yang Iungsinya
mirip dengan Kata Keria AktiI dan Kata Keria PasiI.
Perhatikan contoh kalimat di bawah ini:
=,= ,«- = ,= ,«-
(÷ Umar memukul) (÷ Umar dipukul)
Ei'il =,=(÷memukul) adalah Ei'il Ma'lum (Kata Keria AktiI). Ea'il atau Pelakunya
adalah Umar bersiIat aktiI (melakukan pekeriaan yakni memukul).
Ei'il = ,=(÷dipukul) adalah Ei'il Maihul (Kata Keria PasiI). Dalam Ei'il Maihul. dikenal
istilah Naib al-Ea'il (¸ -·« |· . ··· ) atau Pengganti Ea'il. Dalam contoh di atas. Umar
adalah Naib al-Ea'il (pengganti Pelaku).
Ei'il Maihul dibentuk dari Ei'il Ma'lum dengan perubahan sebagai berikut:
a) HuruI pertamanya meniadi berbaris Dhammah ( õ)
b) HuruI sebelum huruI terakhirnya meniadi berbaris Kasrah ( ö ) untuk Ei'il Madhy dan
meniadi berbaris Eathah ( ô ) untuk Ei'il Mudhari'.
Fi'il Ma'lum Fi'il Majhul
¸-· - ¸-« · ¸ -· - - « · ¸
Contoh-contoh dalam kalimat:
Ei'il ,-| (÷memerintah) meniadi Ei'il Madhy Maihul:
=· =,-| . | = , -|
÷ aku diperintah agar menyembah Allah
=· =,-· .| ··, -|
÷ kami diperintah agar menyembah Allah
=· =,-· .| =, -|
÷ engkau (lk) diperintah agar menyembah Allah
. =,-· .| =, -| =·
÷ engkau (pr) diperintah agar menyembah Allah
·=,-· .| ·«·, -| =·
÷ kamu berdua diperintah agar menyembah Allah
=· ·, =,-· .| . ·, -|
÷ kalian (lk) diperintah agar menyembah Allah
=· .=,-· .| ¸·, -|
÷ kalian (pr) diperintah agar menyembah Allah
=· =,-· .| , -|
÷ dia (lk) diperintah agar menyembah Allah
=· =,-· .| = , -|
÷ dia (pr) diperintah agar menyembah Allah
-| =· ·=,-· .| ·,
÷ mereka (2 lk) diperintah agar menyembah Allah
=· ·=,-· .| ··, -|
÷ mereka (2 pr) diperintah agar menyembah Allah
=· ·, =,-· .| ·, , -|
÷ mereka (lk) diperintah agar menyembah Allah
=,-· .| . , -| =· .
÷ mereka (pr) diperintah agar menyembah Allah
Ei'il =,- (÷mengenal) meniadi Ei'il Mudhari' Maihul:
=,-| ¸ -: ´ ·
÷ aku dikenal dari bicaraku
·· -: ´ · =,-·
÷ kami dikenal dari bicara kami
c -: ´ · =,-·
÷ engkau (lk) dikenal dari bicaramu
c -: ´ · ¸ , ·,-·
÷ engkau (pr) dikenal dari bicaramu
.··,-· ·«´ -: ´ ·
÷ kamu berdua dikenal dari bicara kamu berdua
. ´ -: ´ · . , ·,-·
÷ kalian (lk) dikenal dari bicara kalian
¸´ -: ´ · ¸ ·, -·
÷ kalian (pr) dikenal dari bicara kalian
- -: ´ · =,- ·
÷ dia (lk) dikenal dari bicaranya
·. -: ´ · =,-·
÷ dia (pr) dikenal dari bicaranya
·« . -: ´ · .··,- ·
÷ mereka (2 lk) dikenal dari bicara mereka
. . -: ´ · . , ·,-·
÷ mereka (lk) dikenal dari bicara mereka
¸ . -: ´ · ¸ ·, - ·
÷ mereka (pr) dikenal dari bicara mereka
Carilah contoh-contoh Ei'il Maihul dalam ayat-ayat al-Quran dan al-Hadits!
=,-
HARF (Kata Tugas)
HarI adalah semua ienis kata selain Isim dan Ei'il. yang tidak bisa berdiri sendiri dan tidak
memiliki arti yang ielas tanpa kata-kata lain dalam kalimat.
Contoh HarI: , (÷dan). ¸ - (÷dari). ¸- (÷dari). ¸| · (÷ke. kepada). ¸ · (÷di. dalam). ¸·-
(÷hingga). v(÷tidak. tidak ada). . · (÷iika). dan lain-lain.
Sekilas catatan penting tentang penggunaan beberapa macam HarI:
1. Beberapa HarI. seperti .· (÷dengan) di dalam kalimat kadang mempunyai arti. dan
kadang hanya sebagai tambahan yang tidak mempunyai arti. Contoh:
., -| =· ·
÷ aku berlindung kepada Allah
·=, .= =· · ¸«·
÷ cukuplah Allah (sebagai) saksi
2. HarI , mempunyai dua Iungsi:
a) ATHAE (.=-) atau Kata Sambung (÷dan). Contoh:
=«-| .·. ¯ ¸ ·-,
÷ Ahmad dan Ali telah pergi
b) QASAM (..|}atau Kata Sumpah (÷demi). Contoh:
,=-|·,
÷ demi waktu (Ashar)
Perlu dicamkan. bahwa di dalam al-Quran. Allah subhanahu wata´ala sering bersumpah
dengan nama makhluq-Nya agar manusia mengambil pelaiaran dari apa yang diiadikan
sumpah tersebut. Adapun manusia. hanya boleh bersumpah dengan nama dan siIat Allah.
tidak boleh bersumpah dengan nama makhluq.
3. HarI Lam .| iuga mempunyai beberapa Iungsi:
a) MILIK (c· -) atau kepunyaan.Contoh:
c·- -· | ¸ v·, =·,·« .|·
÷ kepunyaan Allah (seluruh) keraiaan langit dan
bumi
b) TA'LIL (¸, ·-·) atau peruntukan (÷untuk). Contoh:
.·.| ., ·-·· | -= =«|· ¸| ·
÷ saya pergi ke sekolah untuk belaiar
c) AMAR (,-|) atau perintah (÷agar. supaya. hendaklah). Contoh:
¸· _ «·, | . ·.-
÷ hendaklah setiap muslim berinIak
d) TAUKID (=, ·, ·) atau penegasan (÷sungguh. pasti). Contoh:
., ||| ` _¬|· . , |
÷ sungguh aku akan berkata perkataan yang benar
4. HarI . · mempunyai dua macam arti:
a) Berarti "iika". Contoh:
,=· · =· ·, ,=·· . · . ·
÷ iika kalian menolong (agama) Allah. Dia akan
menolong kalian.
b) Berarti "tidak". bila sesudahnya terdapat kata v · (÷kecuali). Contoh:
., · =´· v · .··| . ·
÷ tidak lain kalian hanyalah berdusta
5. HarI v iuga ada dua macam:
a. NAEY (¸«·) atau penidakan (÷tidak. bukan. tidak ada). Contoh:
v · -| · v =·
÷ tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah
b. NAHY (¸.·) atau pelarangan (÷iangan). Contoh:
v =· v · ·, =,-·
÷ iangan kalian menyembah kecuali (kepada) Allah
Demikianlah sekelumit contoh penggunaan HarI dan macam-macam artinya. Carilah contoh-
contoh penggunaan HarI dalam ayat-ayat al-Quran dan al-Hadits. pelaiarilah aneka ragam
Iungsi dan artinya masing-masing!
=·, .| -·.« ·= v·
ADAWAT AL-ISTIFHAM (Kata Tanya)
Di bawah ini dicantumkan seiumlah Kata Tanya dengan contohnya masing-masing dalam
kalimat beserta contoh iawabannya:
Kata Tanya Kalimat Tanya 1awaban
¸· / | `¸· ,- .· | ¸ · · ¸ · ·· | . v -¬ =
(÷apakah) (÷apakah engkau sakit?) (÷tidak. saya sehat)
·.·- / ·- · .·´· ·.·- .··| -|·=
(÷apa) (÷apa yang kau tulis?) (÷aku menulis surat)
·. ¸- / ¸- ·=· .·· ¸- · .·· =«-| ·=·
(÷siapa) (÷siapa yang menulis ini?) (÷Ahmad yang menulis ini)
-· | / .| . ¬· .·| .| · .·| . -| .,= v·
(÷yang mana) (÷pena yang mana kau suka?) (÷aku suka pena yang hitam)
¸·- .·=· ¸·- · .·.| ·=-
(÷kapan) (÷kapan engkau pergi?) (÷aku pergi besok)
¸· | ·=· ¸ · | . · ¸| · . ·.| -·,« |·
(÷dimana) (÷dimana engkau pergi?) (÷aku pergi ke kampung)
.,· .·=· . ,· · .·.| -· ··¬|· ·
(÷bagaimana) (÷bagaimana engkau pergi?) (÷aku pergi dengan bus)
. · .·=· ·- , · .· · -·: · . ·.| -·· |
(÷berapa) (÷berapa hari engkau pergi?) (÷aku pergi selama tiga hari)
·.·« | / ·« | =,- |· ·.·« | · -« -. ,- _· ,=|·
(÷mengapa) (÷mengapa kau terlambat?) (÷ialanan padat)
. | c |. .||= . | · v -« , «- ..·|
(÷kenapa) (÷kenapa kau bertanya itu?) (÷sungguh aku tidak paham)
¸« | .·« |· ·=· ¸« | · .·| ·=· =«-|
(÷punya siapa) (÷kepunyaan siapa pena ini?) (÷ini pena Ahmad)
Buatlah sendiri kalimat-kalimat tanya dari setiap kata-kata tanya di atas!
.= · = -·-
ISIM 1AMID
Menurut asal kata dan pembentukannya. Isim terbagi dua:
1. ISIM JAMID (= -·-.= ·) yaitu Isim yang tidak terbentuk dari kata lain.
2. ISIM MUSYTAQ (_· =- .= ·) yaitu Isim yang dibentuk dari kata lain.
Isim Jamid terbagi dua:
a) ISIM DZAT (=·. .= ·) atau ISIM JINS (¸· -.= ·)
Contoh: ¸- (÷orang). `==| (÷singa). `,.· (÷sungai)
b) ISIM MA'NA (¸·-- .= ·) atau MASHDAR ( = =- )
Contoh: `.· - (÷ilmu). .=- (÷keadilan). --·¬=(÷keberanian)
Mashdar adalah Isim yang menuniukkan peristiwa atau keiadian yang tidak disertai dengan
penuniukan waktu. Berbeda dengan Ei'il yang terikat dengan waktu. apakah di waktu lampau.
sekarang atau akan datang. Contoh:
¸· = | =· | .| (÷ aku ingin shalat) --~ ¸·= | (÷ aku shalat) : Ei'il
·: = =· | (÷ aku ingin shalat) --~ ·: =(÷ shalat) : Mashdar
Setiap Ei'il memiliki Mashdar. Dengan kata lain. Mashdar adalah bentuk Isim dari sebuah
Ei'il. Pola pembentukan Mashdar sangat beragam. diantaranya:
a. ¸-· misalnya: ,=·· ,=· - ---~ `,=· (÷menolong)
b. ¸- · misalnya: ,·=· ,·. - ---~ `,· . (÷mengingat. menyebut)
c. .·-· misalnya: ¸ ´,· - ¸´· ---~ ··´· (÷menangis)
d. .·- · misalnya: -, «· - -·| ---~ `-·, | (÷berdiri)
e. , -· . misalnya: =¬.· =¬= - ---~ `., ¬=(÷bersuiud)
I. .·-· · misalnya: . -=· .-|| - ---~ `-·- | · (÷memberi makan)
g. -|·- · misalnya: -,· - - ---~ --· (÷berdagang)
h. ¸, «-· misalnya: .·- · .·- - ---~ · `., ·- (÷mengaiar. memberitahu)
i. -· -«· misalnya: ,· =· ,· . - ---~ ·, ·=· (÷mengingatkan)
Pahamilah baik-baik nama-nama dan bentuk-bentuk Isim yang terdapat dalam pelaiaran ini
sebelum melangkah ke pelaiaran selaniutnya.
.= · _· =-
ISIM MUSYTAQ
Isim Musytaq ialah Isim yang dibentuk dari kata lain dan memiliki makna yang berbeda dari
kata pembentuknya. Isim Musytaq itu ada tuiuh macam:
1. ISIM EA'IL (¸ -·· .= ·) atau Isim Pelaku (yang melakukan pekeriaan).
Isim Ea'il ada dua wazan (pola pembentukan) yaitu:
a) ¸ -· · bila berasal dari Ei'il Tsulatsi (Ei'il yang terdiri dari tiga huruI)
b) ¸ -«- bila berasal dari Ei'il yang lebih dari tiga huruI
Fi'il Isim Fa'il
.·-· . ·- - (÷mengetahui) `. |·- (÷yang mengetahui)
-·· · -·· - (÷tidur) `. ··· (÷yang tidur)
¸·|· ¸·| - (÷makan) ¸ ·¹ (÷yang makan)
. ·.· .·=| - (÷menyerah) `. ·.- (÷yang menyerah)
_ «·· _« ·| - (÷berinIak) `_ «·- (÷yang berinIak)
,«-· .· ,« -· = · - (÷mohon ampun) - `, «-· . (÷yang mohon ampun)
Disamping itu dikenal pula istilah bentuk MUBALAGHAH ( -- |·, - ) dari Isim Ea'il yang
berIungsi untuk menguatkan atau menyangatkan artinya. Contoh:
Fi'il Isim Fa'il Isim Mubalaghah
. ·- - .·-· `. |·- (÷yang sangat mengetahui) `., ·- / `-: -
,«- - , «-· `, ··- (÷yang suka mengampuni) `, «- / `·«-
-·· - -·· · `. ··· (÷yang banyak tidur) `., ·· / `-·, ·
¸·| - ¸·|· ¸ ·¹ (÷yang banyak makan) ¸, ·| / .··|
2. ISIM MAE'UL (., -«- .= ·) yaitu Isim yang dikenai pekeriaan.
Fi'il Isim Maf'ul
(÷mengampuni) ,«- - , «-· (÷yang diampuni) `, «--
(÷mengetahui) . ·- - .·-· (÷yang diketahui) `-, ·--
(÷meniual) -·· - -, ,· (÷yang diiual) `-, ,-
(÷berkata) .·| - . , «· (÷yang diucapkan) ., «-
3. SIEAT MUSYABBAHAH (-.,=- -« =) ialah Isim yang menyerupai Isim Ea'il tetapi
lebih condong pada arti siIatnya yang tetap. Misalnya:
Fi'il Isim Fa'il Sifat Musyabbahah
- ,· - -,« · (÷senang) `- ·· `- ,· (÷orang senang)
¸ «- - ¸«-· (÷buta) `¸ -·- ¸«-| (÷orang buta)
=·- - =, «· (÷mati) `. ··- `.`,- (÷ orang mati)
-·- - -, ¬· (÷lapar) `- ··- .·- , - (÷ orang kelaparan)
4. ISIM TAEDHIL (¸, =«· = · . ) ialah Isim yang menuniukkan arti "lebih". Wazan (pola)
umum Isim TaIdhil adalah: ¸-·| . Contoh:
Isim Fa'il / Sifat Musyabbahah Isim Tafdhil
`. |·- / `., ·- (÷yang mengetahui) . ·-| (÷yang lebih mengetahui)
`, ··· / `,, ,· (÷yang besar) | ,,· (÷yang lebih besar)
¸ =·· / ¸, =· (÷yang utama) ¸ =·| (÷yang lebih utama)
`= ·| / `.· ,| (÷yang dekat) =,|| (÷yang lebih dekat)
Disamping itu. terdapat pula bentuk yang sedikit agak berbeda. seperti:
Sifat Musyabbahah Isim Tafdhil
`=· == (÷yang sangat) ==| (÷yang lebih sangat)
`_, «- (÷yang berhak) _- | (÷yang lebih berhak)
`,· ,- (÷yang mulia) ,-| (÷yang lebih mulia)
5. ISIM ZAMAN (.·- .= ·) yaitu Isim yang menuniukkan waktu dan ISIM MAKAN
(.·´- .= ·) yaitu Isim yang menuniukkan tempat.
Fi'il Isim Zaman/Makan
.·· / .·´· (÷menulis) `.·´- (÷kantor)
. -| / .-·· (÷bermain) `.-·- (÷tempat bermain)
=¬= / =¬ .· (÷bersuiud) `= ¬.- (÷masiid)
=|, / = ·· (÷melahirkan) `= |, - (÷hari kelahiran)
=-, / = -· (÷menianiikan) `= -, - (÷hari yang diianiikan)
-«·- · / - «·¬· (÷berkumpul) `-«·¬- (÷perkumpulan. pertemuan)
6. ISIM ALAT (-|¹ .= ·) yaitu Isim yang menuniukkan alat yang digunakan untuk
melakukan suatu Ei'il atau pekeriaan.
Fi'il Isim Zaman/Makan
¬·· / ¬·«· (÷membuka) `-··« - (÷kunci)
., / . ,· (÷menimbang) .· ,, - (÷timbangan)
¸· - / ¸ ·¬· (÷duduk) `¸ ·¬- (÷tempat duduk)
,.- / ,.¬· (÷nyaring) `,.¬ - (÷pengeras suara)
Pahamilah baik-baik semua ienis-ienis Isim yang terdapat dalam pelaiaran ini serta contoh-
contohnya sebelum melangkah ke pelaiaran selaniutnya.
¸- · ., ¬-
FI'IL MU1ARRAD
Menurut asal kata dan pembentukannya. Ei'il terbagi dua:
1. EI'IL MUJARRAD ( ,¬- . ¸- ·) yaitu Ii'il yang semua huruInya asli.
2. EI'IL MAZID (=· ,- ¸- ·) yaitu Ii'il yang mendapat huruI tambahan.
Ei'il Muiarrad pada umumnya terdiri dari tiga huruI sehingga dinamakan pula EI'IL
MUJARRAD TSULATSI (., ¬ - ¸ ·: · ¸- ·) dan mempunyai enam wazan ( ., ) atau
timbangan (pola huruI dan harakat) yakni:
1. ¸-«· ¸-· - misalnya: ,=·· ,=· - (÷menolong)
2. ¸ -«· ¸-· - misalnya: ¸ ·¬· ¸·- - (÷duduk)
3. ¸-«· ¸-· - misalnya: ¬·«· ¬·· - (÷membuka)
4. ¸-«· ¸ -· - misalnya: .·-· . ·- - (÷mengetahui)
5. ¸-«· ¸-· - misalnya: ,·´· ,·· - (÷meniadi banyak)
6. ¸ -«· ¸ -· - misalnya: . .¬· . .- - (÷menghitung)
Disamping Ei'il Muiarrad Tsulatsi yang terdiri dari tiga huruI. terdapat pula Ei'il Muiarrad
Ruba'i ( ¸ -·· ., ¬- ¸- ·) yang terdiri dari empat huruI. Ei'il Muiarrad Ruba'i ini hanya
mempunyai satu wazan yaitu: ¸ ·-« · ¸·-· - .
Contoh: . -,·· .-,· - (÷meneriemahkan). ¸ ,= , · ¸,= , - (÷membisikkan
waswas). . ,|,· ., | - (÷menggoncang-goncangkan).
Carilah sebanyak-banyaknya contoh-contoh Ei'il Muiarrad Tsulatsi dari al-Quran dan al-
Hadits untuk setiap wazan di atas. beserta artinya masing-masing.
¸- · =· ,-
FI'IL MAZID
Ei'il Mazid berasal dari Ei'il Muiarrad yang mendapat tambahan huruI:
1) Ei'il Mazid dengan tambahan satu huruI. Terdiri dari beberapa wazan seperti:
a. ¸ -«· ¸-·| - (huruI tambahannya: Hamzah di awal kata)
Fi'il Mujarrad Fi'il Mazid
(÷masuk) -. ¸ - ¸-=· (÷memasukkan) ¸-.| - ¸ -=·
(÷keluar) -,- - -,¬· (÷mengeluarkan) -,-| - - ,¬·
(÷lepas) ¸= - ¸=, · (÷melepas. mengirim) ¸=| - ¸ =,·
b. ¸`-« · ¸-· - (huruI tambahannya: huruI tengah yang digandakan/tasydid)
Fi'il Mujarrad Fi'il Mazid
(÷datang) - =| - - =«· -=| - -`=«· (÷mendatangkan)
(÷mengetahui) . ·- - .·-· .·- - .·- · (÷mengaiar)
(÷turun) .,· - . ,·· ., · - .`, · · (÷menurunkan)
c. -· « · ¸ ¸-·· - (huruI tambahannya: Mad AliI setelah huruI pertama)
Fi'il Mujarrad Fi'il Mazid
(÷membunuh) ¸·| - ¸·« · ¸··| - ¸ ··« · (÷berperang)
(÷memisah) 3,· - 3 ,«· 3·· - 3 ·« · (÷berpisah)
(÷mendahului) _, = - _ ,.· _··= - _ ··.· (÷berlomba)
2. Ei'il Mazid dengan tambahan dua huruI. Terdiri dari beberapa wazan seperti:
a. ¸-« · · - ¸ -« ·· (huruI tambahannya: AliI dan Nun di awal kata).
Fi'il Mujarrad Fi'il Mazid
(÷menceraikan) _·| - _ ·=· (÷pergi) _· =· · - _ ·= ··
(÷membelah) ,=· - , =«· (÷terbelah) ,=«· · - , =« · ·
(÷membalik) .·| - . ·«· (÷terbalik) .·« · · - . ·« ··
b. ¸ -· «· ¸-· · · - (huruI tambahannya: AliI di awal dan Ta di tengah)
Fi'il Mujarrad Fi'il Mazid
(÷mengumpulkan) -« - - -«¬· (÷berkumpul) -«·- · - - «·¬·
(÷menyebarkan) ,=· - ,=· · (÷tersebar) ,=·· · - , =·· ·
(÷meraba) ¸«| - ¸ «·· (÷meraba-raba) ¸« ·| · - ¸ «·· ·
c. - « · ¸ ¸- · · - (huruI tambahannya: AliI di awal dan Ta di tengah)
Fi'il Mujarrad Fi'il Mazid
(÷putih) ¸,· - ¸, ,· (÷memutih) ¸,· · - ¸ ,,·
(÷merah) ,«- - , «¬· (÷memerah) ,«- · - ,«¬·
(÷ hitam) . , = - . ,. · (÷menghitam) . ,= · - . ,. ·
d. ¸-·«· - ¸-·«·· (huruI tambahan: Ta di awal dan Mad AliI di tengah)
Fi'il Mujarrad Fi'il Mazid
(÷dengki) =.- - =.¬ · (÷saling dengki) ==·¬ · - ==·¬ ··
(÷kenal) =,- - = ,-· (÷saling kenal) =·-· - =·-· ·
(÷ bertanya) .|= - .|.· (÷saling bertanya) ¸··. · - ¸··. ··
e. ¸-« · · ¸-« · - (huruI tambahannya: Ta di awal dan huruI ganda di tengah)
Fi'il Mujarrad Fi'il Mazid
(÷mengetahui) . ·- - -· .· (÷belaiar) .·-· - .·-··
(÷besar) ,,· - , ,´· (÷membesarkan diri) ,,´· - ,, ´· ·
(÷ berIikir) ,´· - , ´«· (÷memusatkan Iikiran) ,´«· - ,´ «· ·
3. Ei'il Mazid dengan tambahan tiga huruI. Wazan yang biasa ditemukan adalah: ¸-«· = · -
¸ -«· .· (huruI tambahannya: AliI. Sin dan Ta di awal kata).
Fi'il Mujarrad Fi'il Mazid
(÷mengampuni) ,«- - , «-· (÷mohon ampun) ,« -· = · - , «-· .·
(÷menerima) ¸ ,| - ¸,«· (÷menghadap) ¸,«·= · - ¸ ,«·.·
(÷ keluar) -,- - -,¬· (÷minta keluar) -,¬·= · - - ,¬·.·
Carilah contoh-contoh Ei'il Mazid dari al-Quran dan al-Hadits dan masukkan ke dalam
wazan-wazan yang sesuai serta carilah artinya masing-masing.
· =·,- .= v·
I'RAB ISIM
I'rab ialah perubahan baris/bentuk yang teriadi di belakang sebuah kata sesuai dengan
kedudukan kata tersebut dalam susunan kalimat. Pada dasarnya. Isim bisa mengalami tiga
macam I'rab yaitu:
1. I'RAB RAEA' ( -· ) atau Subiek; alamat (tanda) aslinya: Dhammah ( )
2. I'RAB NASHAB ( .=· ) atau Obiek; alamat (tanda) aslinya: Eathah ( )
3. I'RAB JARR ( ,-) atau Keterangan; alamat (tanda) aslinya: Kasrah ( )
Perhatikan contoh dalam kalimat di bawah ini:
··- : =|· =
÷ datang siswa-siswa
.· | =: =|·
÷ aku melihat siswa-siswa
¸·- .«·= =: =|·
÷ aku memberi salam kepada siswa-siswa
Isim =: =|· (÷siswa-siswa) pada contoh di atas mengalami tiga macam I'rab:
1) I'rab RaIa' (Subiek) dengan tanda Dhammah di huruI akhirnya ( =: =|· )
2) I'rab Nashab (Obiek) dengan tanda Eathah di huruI akhirnya ( =: =|· )
3) I'rab Jarr (Keterangan) dengan tanda Kasrah di huruI akhirnya ( =: =|· )
Alamat I'rab seperti ini dinamakan Alamat Ashliyyah ( =·- : - -, ·= v· ) atau tanda-
tanda asli (pokok).
Perlu diketahui bahwa tidak semua Isim bisa mengalami I'rab atau perubahan baris/bentuk di
akhir kata. Dalam hal ini. Isim terbagi dua:
1) ISIM MU'RAB (=,-- .= ·) yaitu Isim yang bisa mengalami I'rab. Kebanyakan Isim
adalah Isim Mu'rab artinya bisa berubah bentuk/baris akhirnya. tergantung kedudukannya
dalam kalimat.
2) ISIM MABNI (¸ ·,- .= ·) yaitu Isim yang tidak terkena kaidah-kaidah I'rab. Diantara
ienis Isim Mabni adalah: Isim Dhamir (Kata Ganti). Isim Isyarat (Kata Tuniuk). Isim
Maushul (Kata Sambung). Isim IstiIham (Kata Tanya).
Perhatikan contoh Isim Mabni dalam kalimat-kalimat di bawah ini:
··- ·v,·
÷ datang (mereka) ini
.· | ·v,·
÷ aku melihat (mereka) ini
.«·= ¸·- ·v,·
÷ aku memberi salam kepada (mereka) ini
Dalam contoh-contoh di atas terlihat bahwa Isim Isyarah ·v,· (÷ini) tidak mengalami I'rab
atau perubahan baris\bentuk di akhir kata. meskipun kedudukannya dalam kalimat berubah-
ubah. baik sebagai Subiek. Obiek maupun Keterangan. Isim Isyarah termasuk diantara
kelompok Isim Mabni.
Bila anda telah memahami baik-baik tentang pengertian I'rab dan tanda-tanda aslinya.
marilah kita melaniutkan pelaiaran tentang Isim Mu'rab.
.= · -, ·,-
ISIM MARFU'
Isim yang mengalami I'rab RaIa' dinamakan Isim MarIu' yang terdiri dari:
1) Mubtada' (Subiek) dan Khabar (Predikat) pada Jumlah Ismiyyah (Kalimat Nominal).
Perhatikan contoh-contoh Jumlah Ismiyyah di bawah ini:
.,,|· `,, ,·
÷ rumah itu besar
,|· `,, ,· ., ¸, «-
÷ rumah itu besar (lagi) indah
,, ,´ |· .,,|· ¸, «-
÷ rumah besar itu indah
¸, «- , , ,´ |· .,,|· .·-
÷ rumah besar itu indah (lagi) mahal
Dalam contoh di atas terlihat bahwa semua Isim yang terdapat dalam Jumlah Ismiyyah adalah
MarIu' (mengalami I'rab RaIa'). tandanya adalah Dhammah.
2) Ea'il (Subiek Pelaku) atau Naib al-Ea'il (Pengganti Subiek Pelaku) pada Jumlah Ei'liyyah
(Kalimat Verbal). Contoh:
··- `=«¬-
÷ Muhammad datang
. ·-· ,«-
÷ Umar menang
.·-· , ··´|·
÷ orang kaIir itu dikalahkan
¸ -| .· = ,=|·
÷ syaitan itu dilaknat
`=«¬- (÷Muhammad) --~ Ea'il --~ MarIu' dengan tanda Dhammah
,«- (÷Umar) --~ Ea'il --~ MarIu' dengan tanda Dhammah
, ··´|· (÷orang kaIir) --~ Naib al-Ea'il --~ MarIu' dengan tanda Dhammah.
.· = ,=|· (÷syaitan) --~ Naib al-Ea'il --~ MarIu' dengan tanda Dhammah.
Pahamilah baik-baik semua kaidah-kaidah yang terdapat dalam pelaiaran ini sebelum
melangkah ke pelaiaran selaniutnya.
.= · =, =·-
ISIM MANSHUB
Isim yang terkena I'rab Nashab disebut Isim Manshub. Yang meniadi Isim Manshub adalah
semua Isim selain Ea'il atau Naib al-Ea'il dalam Jumlah Ei'liyyah.
1) MAE'UL (., -«-) yakni Isim yang dikenai pekeriaan (Obiek Penderita).
`=«¬ - |,| .¹ ,« |·
÷ Muhammad membaca al-Quran
.¹ ,«|· (÷ al-Quran) --~ MaI'ul --~ Manshub dengan tanda Iathah.
2) MASHDAR ( ==- ) yakni Isim yang memiliki makna Ei'il dan berIungsi untuk
menielaskan atau menegaskan (menguatkan) arti dari Ei'il.
- |,| .¹ ,« |· `=«¬ :, · ,·
÷ Muhammad membaca al-Quran dengan tartil (perlahan-
lahan)
:, · ,· (÷ perlahan-lahan) --~ Mashdar --~ Manshub dengan tanda Iathah.
3) HAL ( .·-) ialah Isim yang berIungsi untuk menielaskan keadaan Ea'il atau MaI'ul
ketika berlangsungnya pekeriaan.
·- =·- .¹ ,« |· `=« ¬- |,|
÷ Muhammad membaca al-Quran dengan khusyu'
·- =·-(÷ orang yang khusyu') --~ Hal --~ Manshub dengan tanda Iathah.
4) TAMYIZ ( ,, ,«· ) ialah Isim yang berIungsi menerangkan maksud dari Ei'il dalam
hubungannya dengan keadaan Ea'il atau MaI'ul.
·.·, - .¹ ,« |· `=« ¬- |,|
÷ Muhammad membaca al-Quran sebagai suatu ibadah
·.·, - (÷ ibadah) --~ Tamyiz --~ Manshub dengan tanda Iathah.
5) ZHARAE ZAMAN (.·- =,») atau Keterangan Waktu dan ZHARAE MAKAN
( =,» .·´- ) atau Keterangan Tempat.
`=«¬ - |,| .¹ ,« |· :,|
÷ Muhammad membaca al-Quran pada suatu malam
:,| (÷ malam) --~ ZharaI Zaman --~ Manshub dengan tanda Iathah.
Diantara ZharaI Zaman: -, · (÷pada hari). -, ,|· (÷pada hari ini). :,| (÷pada malam hari).
·· .· (÷pada siang hari). ·-·, =(÷pada pagi hari). ··.- (÷pada sore hari). ·=-
(÷besok). .v· (÷sekarang). dan sebagainya.
Diantara ZharaI Makan: -·- | (÷di depan). .·-(÷di belakang). ··, (÷di balik). 3, ·
(÷di atas). .¬· (÷di bawah). =· - (÷di sisi). . , -(÷di sekitar). ¸ ,· (÷di antara).
. ··-(÷di sebelah). dan sebagainya.
6) MUNADA ( ..·· - ) atau Seruan (Panggilan).
=·,·« .|· , |·· ¸ v·,
÷ Wahai Pencipta langit dan bumi
, |·· (÷Pencipta) --~ Munada --~ Manshub dengan tanda Eathah
HaIalkanlah istilah-istilah di atas beserta pengertian dan contoh-contohnya masing-masing
sebelum melangkah ke pelaiaran selaniutnya.
.= · , ,¬-
ISIM MA1RUR
Isim yang terkena I'rab Jarr disebut Isim Mairur yang terdiri dari:
1) Isim yang diawali dengan HarI Jarr. Yang termasuk HarI Jarr adalah: =(÷dengan). .
(÷untuk). ¸ · (÷di. dalam). ¸·- (÷atas). ¸| · (÷ke). ¸ - (÷dari). . ·(÷bagai). ¸·-
(÷hingga). , / . · untuk sumpah (÷demi ...).
Perhatikan contoh-contoh berikut:
=· · ., -|
÷ aku berlindung kepada Allah
= ¬.«|· ¸ · ¸·= |
÷ aku shalat di masiid
,=-|·,
÷ demi masa!
=· / = ¬.« |· / ,=-|· pada kalimat-kalimat di atas adalah Isim Mairur karena
didahului/dimasuki oleh HarI Jarr. Tanda Mairurnya adalah Kasrah.
2) Isim yang berkedudukan sebagai MudhaI Ilaih. Contoh:
=· . , = (÷Rasul Allah) --~ . , = |MudhaI|. =· |MudhaI Ilaih|
=·· ´|· ¸·| (÷ahlul kitab) --~ ¸·| |MudhaI|. =·· ´|· |MudhaI Ilaih|
MudhaI Ilaih selalu sebagai Isim Mairur. sedangkan MudhaI (Isim di depannya) bisa dalam
bentuk MarIu'. Manshub maupun Mairur. tergantung kedudukannya dalam kalimat.
Perhatikan contoh-contoh kalimat di bawah ini:
. , = .·| =·
÷ berkata Rasul Allah
. , = . -| =·
÷ saya mencintai Rasul Allah
., =, · ¸ -,· =·
÷ kami beriman kepada Rasul Allah
Dalam contoh-contoh di atas. Isim ., = merupakan MudhaI dan bentuknya bisa MarIu'
(contoh pertama). Manshub (contoh kedua) maupun Mairur (contoh ketiga). Adapun kata =·
sebagai MudhaI Ilaih selalu dalam bentuk Mairur.
HaIalkanlah istilah-istilah tata bahasa Arab yang terdapat dalam pelaiaran ini sebelum
melangkah ke pelaiaran selaniutnya.
· .·· , . ·«.··, -| ,
"INNA" DAN "KANA" SERTA "KAWAN-KAWANNYA"
Kata . · (÷sesungguhnya) dan .··(÷adalah) serta kawan-kawannya sedikit mengubah
kaidah I'rab yang telah kita pelaiari sebelumnya sebagai berikut:
1) Bila HarI . · (÷sesungguhnya) atau kawan-kawannya memasuki sebuah Jumlah Ismiyyah
ataupun Jumlah Ei'liyyah maka Mubtada' atau Ea'il yang asalnya Isim MarIu' akan meniadi
Isim Manshub. Perhatikan contoh di bawah ini:
1umlah tanpa Inna 1umlah dengan Inna
.,,|· `,, ,· . · .,,|· `,, ,·
(÷rumah itu besar) (÷sesungguhnya rumah itu besar)
,, ,´ |· .,,|· .·- ¸ ´| . ,,|· ,, ,´ |· .·-
(÷rumah besar itu mahal) (÷akan tetapi rumah besar itu mahal)
=· ,=· ¸ -,«|· ,=· · =· ¸-| «|· ¸ -,
(÷Allah menolong mukmin) (÷semoga Allah menolong mukmin)
Yang termasuk kawan-kawan . · antara lain:
.| (÷bahwasanya). .|·(÷seolah-olah). ¸ ´| (÷akan tetapi). ¸-| (÷agar supaya). .,|
(÷andaisaia). v(÷tidak. tidak ada).
2) Bila Ei'il .··(÷adalah) atau kawan-kawannya memasuki sebuah Jumlah Ismiyyah maka
Khabar yang asalnya Isim MarIu' akan meniadi Isim Manshub.
1umlah tanpa Kana 1umlah dengan Kana
`,, ,· .,,|· ·,, ,· .,,|· .··
(÷rumah itu besar) (÷adalah rumah itu besar)
¸, «- `,, ,· .,,|· :, « - ·,, ,· .,,|· ¸»
(÷rumah itu besar lagi cantik) (÷iadilah rumah itu besar lagi cantik)
`=«¬ - `=, -= ·=, -= `=«¬- .· ·-
(÷Muhammad bahagia) (÷Muhammad senantiasa bahagia)
Adapun yang termasuk kawan-kawan .··(÷adalah) antara lain:
¬,=| / ¸¬=| / ¸» / ¸.-| / =·· / ·=(÷meniadi).
.· ·- (÷senantiasa). -·. ·- (÷selama). ¸ ,| (÷tidak. bukan).
Pahamilah baik-baik semua kaidah-kaidah yang terdapat dalam pelaiaran ini sebelum
melangkah ke pelaiaran selaniutnya.
=·- : - -, -,« |·
ALAMAT FAR'IYYAH (TANDA-TANDA CABANG)
Dalam pelaiaran-pelaiaran yang lalu kita sudah melihat Alamat Ashliyyah atau tanda-tanda
asli (pokok) dari I'rab yaitu baris Dhammah untuk I'rab RaIa'. baris Eathah untuk I'rab
Nashab. dan baris Kasrah untuk I'rab Jarr.
Diantara bentuk-bentuk Isim. ada yang menggunakan tanda-tanda yang berbeda dari Alamat
Ashliyyah untuk menuniukkan I'rab RaIa'. Nashab atau Jarr tersebut. karena bentuknya yang
khas. mereka menggunakan Alamat Ear'iyyah yaitu:
1) Isim Mutsanna (Kata Benda Dual).
a. I'rab RaIa' ditandai dengan huruI AliI-Nun ( .· )
b. I'rab Nashab dan I'rab Jarr ditandai dengan huruI Ya-Nun ( ¸· )
··- .: -
÷ datang dua orang lelaki
.· | ¸,·-
÷ aku melihat dua orang lelaki
¸·- .«·= ¸,·-
÷ aku memberi salam kepada dua orang lelaki
2) Isim Jamak Mudzakkar Salim (Kata Benda Jamak Laki-laki Beraturan).
a. I'rab RaIa' ditandai dengan huruI Wau-Nun ( ., )
b. I'rab Nashab dan I'rab Jarr ditandai dengan huruI Ya-Nun ( ¸· )
··- ., « ·.«|·
÷ datang kaum muslimin
.· | ¸, « ·.«|·
÷ aku melihat kaum muslimin
¸·- .«·= ¸, « ·.«|·
÷ aku memberi salam kepada kaum muslimin
3) Al-Asma' al-Khamsah (-.«¬|· ··«= v·) atau "isim-isim yang lima" yakni: `=|
(÷ayah). `-| (÷saudara). `.-(÷ipar). , . (÷pemilik) dan `.· (÷mulut). Isim-isim ini
memiliki perubahan bentuk yang khas sebagai berikut:
a. I'rab RaIa' ditandai dengan huruI Wau ( í ) di akhirnya
b. I'rab Nashab ditandai dengan huruI AliI (  ) di akhirnya
c. I'rab Jarr ditandai dengan huruI Ya ( ñ ) di akhirnya
, ·| ··- ,´·
÷ datang Abubakar
··| .· | ,´·
÷ aku melihat Abubakar
¸ ·| ¸·- .«·= ,´·
÷ aku memberi salam kepada Abubakar
HaIalkanlah kelompok-kelompok Isim yang mempunyai tanda-tanda I'rab yang khas ini.
sebelum melangkah ke pelaiaran selaniutnya.
,,- .= · ., ·-
ISIM GHAIRU MUNAWWAN (Isim yang Tidak Menerima Tanwin)
Dalam kaitannya tentang Alamat I'rab Ear'iyyah (tanda-tanda I'rab cabang). kita harus
mempelaiari golongan Isim yang huruI akhirnya tidak menerima baris tanwin maupun kasrah
(hanya menerima baris dhammah dan Iathah).
Isim-isim ini dinamakan ISIM GHAIRU MUNAWWAN yang terdiri dari:
1) Semua Isim 'Alam (Nama) yang diakhiri dengan Ta Marbuthah (meskipun ia adalah
Mudzakkar). Misalnya: -« |·· (÷Eatimah). -· -¹ (÷Aminah). -´- (÷Makkah). -· ,·--
(÷Muawiyah). ·, «-(÷Hamzah). dan sebagainya.
2) Semua Isim 'Alam Muannats (meskipun tidak diakhiri dengan Ta Marbuthah). Misalnya:
-¬· =-(÷Khadiiah). ·. , =(÷Saudah). .·· (÷Zainab). .·=-· (÷Bagdad). _=- .
(÷Damaskus). dan sebagainya.
3) Isim 'Alam yang merupakan kata serapan atau berasal dari bahasa 'aiam (bukan Arab).
Misalnya: ., ··,· · (÷Ibrahim). .,· . (÷Dawud). .=, · (÷YusuI). ., -, · (÷Eir'aun).
., ·| (÷Qarun). dan sebagainya.
4) Isim 'Alam yang menggunakan wazan (pola/bentuk) Ei'il. Misalnya: =· ,· (÷Yazid).
=«-| (÷Ahmad). = ,·· (÷Yatsrib). dan sebagainya.
5) Isim 'Alam yang menggunakan wazan ¸-· . Misalnya: ,«- (÷Umar). ¸ - (÷Zuhal).
·¬-(÷Juha). dan sebagainya.
6) Semua Isim. baik Isim 'Alam maupun bukan. yang diakhiri dengan huruI AliI-Nun.
Misalnya: .·« ·- (÷Utsman). .·« ,·=(÷Sulaiman). .·= - (÷Ramadhan). .·- , -
(÷lapar). .·,= - (÷marah). dan sebagainya.
7) Semua Isim yang menggunakan wazan (pola/bentuk) ¸-·| . Misalnya: ¸ =·| (÷lebih
utama). ,,·| (÷lebih besar). .,=| (÷hitam). dan sebagainya.
8) Isim Jamak yang mempunyai wazan yang di tengahnya terdapat Mad AliI. Misalnya:
¸ ··= (÷surat-surat). =, =·· | (÷nasyid-nasyid). - ·, =(÷ialan-ialan). ¸ ··,| (÷suku-
suku). dan sebagainya.
9) Isim 'ADAD (.=-) atau Bilangan dari satu sampai sepuluh yang menggunakan wazan
.·-· atau ¸-«- . Misalnya: =: · (÷tiga). -·· (÷empat). ¸·«-(÷lima). ,=--
(÷kelompok). dan sebagainya.
10) Isim ,-| (÷yang lain) yang merupakan bentuk Jamak dari .,-| .
11) Isim yang huruI akhirnya berupa AliI Mamdudah (·. , =«- . ||) atau AliI Lurus (··).
Misalnya: ··,· (÷yang berkilau). ··«·- (÷orang-orang berilmu). ··| ==| (÷teman-
teman). dan sebagainya.
Seperti dinyatakan di awal tadi. Isim-isim di atas. huruI akhirnya tidak menerima baris
tanwin dan kasrah. Oleh karena itu. dalam kaitannya dengan I'rab. Isim Ghairu Munawwan
mempunyai alamat atau tanda-tanda I'rab sebagai berikut:
a. I'rab RaIa' dan I'rab Nashab tetap menggunakan Alamat Ashliyyah yakni baris Dhammah
untuk I'rab RaIa' dan baris Eathah untuk I'rab Nashab.
b. I'rab Jarr tidak menggunakan baris Kasrah melainkan baris Eathah.
··- .· « ,·=
÷ datang Sulaiman
.· | .·« ,·=
÷ aku melihat Sulaiman
¸·- .«·= .·« ,·=
÷ aku memberi salam kepada Sulaiman
Sebagai perkecualian. bila Isim-isim tersebut menggunakan awalan AliI-Lam Ma'riIah. maka
ia menerima baris kasrah bila terkena I'rab Jarr. Perhatikan:
¸·- .«·= ¸ ··,|
÷ aku memberi salam kepada suku-suku
¸·- .«·= ·, «|· ¸ ·
÷ aku memberi salam kepada suku-suku itu
¸·- .«·= ··«·-
÷ aku memberi salam kepada para ulama
¸·- .«·= ··«·- |·
÷ aku memberi salam kepada para ulama itu
Namun masih ada lagi kelompok Isim Ghairu Munawwan yang huruI akhirnya selalu tetap.
tidak mengalami perubahan baris apapun. Yaitu:
12) Isim-isim yang huruI akhirnya AliI Maqshurah (· , =«- . ||) atau AliI Bengkok
(ï tanpa titik dua). Misalnya: ¸= , - (÷Musa). ¸., - (÷Isa). .=· (÷petuniuk).
. , |(÷Thuwa: nama bukit). dan sebagainya.
Isim-isim ini huruI akhirnya tidak pernah berubah. dalam keadaan I'rab apapun.
··- ¸= , -
÷ datang Musa
. · | ¸= , -
÷ aku melihat Musa
¸·- .«·= ¸= , -
÷ aku memberi salam kepada Musa
HaIalkanlah istilah-istilah tata bahasa Arab yang terdapat dalam pelaiaran ini sebelum
melangkah ke pelaiaran selaniutnya.
=,- · - ·= «|· ¸- ·
I'RAB FI'IL MUDHARI'
Ei'il Mudhari' iuga mengalami I'rab atau perubahan baris/bentuk di akhir kata bila didahului
oleh harI-harI tertentu. Ei'il Mudhari mengenal tiga macam I'rab:
1) I'RAB RAEA' ialah bentuk asal dari Ei'il Mudhari' dengan alamat (tanda):
a. Baris Dhammah: ¸-·| / ¸-«· / ¸-«· / ¸ -«·
b. HuruI Nun: ¸ , ·- «· / .: -«· / ., ·- «· / .: -«· / , ·- « · .
2) I'RAB NASHAB bila dimasuki HarI Nashab. Alamatnya adalah:
a. Baris Eathah: ¸-·| / ¸-«· / ¸-«· / ¸-«·
b. Hilangnya huruI Nun: ¸ ·- «· / : -«· / ·, ·- «· / : -«· / ·, ·- « ·
Adapun yang termasuk HarI Nashab ialah: .| (÷bahwa). ¸| (÷tidak akan). .. · (÷kalau
begitu). ¸·(÷supaya). ¸·-(÷hingga). .| (÷untuk).
Perhatikan contoh-contohnya dalam kalimat:
Fi'il Mudhari' Rafa' Fi'il Mudhari' Nashab
··| .··| ¸=|· .| =· | .··| ¸=|·
(÷saya menulis pelaiaran) (÷saya mau menulis pelaiaran)
. , = =· .· . . · ., «.« · . ¸·- ., = =· .· ·, «.«·
(÷mereka belaiar. mereka mengerti) (÷mereka belaiar hingga mengerti)
3) I'RAB JAZM ( -,-) bila dimasuki HarI Jazm. Alamatnya ada tiga:
a. Baris Sukun: ¸ -·| / ¸ -«· / ¸-«· / ¸ -«·
b. Hilangnya huruI Nun: ¸ ·- «· / : -«· / ·, ·- «· / : -«· / ·, ·- « ·
c. Hilangnya huruI 'Illat ( -· - ) atau "huruI penyakit" yaitu · / , / .
Adapun yang termasuk HarI Jazm terbagi dalam dua kelompok:
1. HarI Jazm yang men-iazm-kan satu Ii'il saia yaitu: .| (÷tidak). ·« | (÷belum). .| / .|
untuk perintah (÷hendaklah). v untuk larangan (÷iangan).
Perhatikan contoh-contohnya dalam kalimat:
Fi'il Mudhari' Rafa' Fi'il Mudhari' 1azm
, · ¸= · , ·, ..«· . | ¸=· . | , . .«·
(÷dia belaiar. dia mengerti) (÷dia belum belaiar dan dia belum mengerti)
.··| ., ·- =· ¸ ·,· v ·, ·- =· ¸ ·,·
(÷kalian memasuki rumahku) (÷iangan memasuki rumahku)
2. HarI Jazm yang men-iazm-kan dua Ii'il yaitu: . · (÷iika). ¸- (÷siapa). ·- (÷apa). ·« .-
(÷iangan). ¸·- (÷kapan). .· · | (÷kapan). ¸ · | (÷dimana). ·«· · | (÷dimana saia). ¸·|
(÷darimana). ·«·,-(÷darimana saia). ·««,·(÷bagaimana saia). .| (÷yang mana).
Contoh I :
.·| ¸« -· .·| · ¸«- · ., ¬· - ·
(÷engkau mengeriakan suatu pekeriaan;
engkau akan dibalas dengannya)
. · ¸« -· ¸«- · ,¬· - ·
(÷iika engkau mengeriakan suatu pekeriaan.
engkau akan dibalas dengannya)
Contoh II :
, · ¸ -,· =· · =· · . = . · -, ·|
(÷dia beriman kepada Allah; Allah menuniuki
hatinya)
¸- ¸ -,· =· · =. · -, ·|
(÷siapa yang beriman kepada Allah. Dia akan
menuniuki hatinya)
Contoh III :
| .·· . , ·- «· =· · ,,- ¸ - -«· -·
(÷kalian melakukan suatu kebaikan; Allah
mengetahuinya)
·- ·, ·- «· ¸ - ,,- -«·-· =·
(÷kebaikan apa saia yang kalian lakukan.
Allah mengetahuinya)
Contoh IV :
. ··| ., «· · =· · . ··| ., ¬ ·«·
(÷kalian bertaqwa kepada Allah; kalian
beruntung)
¸·- ·, «· · =· ·, ¬ ·«·
(÷kapan kalian bertaqwa kepada Allah. kalian
bertuntung)
Bila anda telah mengerti dan menghaIalkan semua pelaiaran yang telah diberikan. anda sudah
cukup memiliki bekal untuk mengembangkan dan mempraktikkan pelaiaran bahasa Arab
anda dengan menggunakan Kamus Bahasa Arab. Selamat belaiar dan berlatih!

8SD\DNDQODKXQWXNPHPEDFD VHFDUDUXQWXWGDULMX]SHUWDPDKLQJJDMX]WHUDNKLUVHKLQJJDVHWLDSEXODQDQGDELVDNKDWDP VHOXUXKDO4XUDQ'HQJDQPRGDOWHUVHEXWDQGDELVDPHQJLNXWLSURJUDP$UDELQGRXQWXN PHPSHODMDUL%DKDVD$UDE\DQJPHUXSDNDQ%DKDVDDO4XUDQDO.DULP%DKDVDDO+DGLWVDV\ 6\DULIGDQ%DKDVD3HUVDWXDQ8PPDW,VODP 3HWXQMXN&DUD0HPXQFXONDQ6HWWLQJ$UDELFSDGD:LQGRZV;3 .OLNWRPERO6WDUWODOXNOLN&RQWURO3DQHOODOXNOLN/DQJXDJHDQG5HJLRQDO2SWLRQV .OLN$GG2WKHU/DQJXDJHV ODOXNOLNWDE/DQJXDJHV %HULWDQGDFHQWDQJSDGDNRWDN,QVWDOOILOHVIRUFRPSOH[VFULSW .OLNWRPERO$SSO\ODOX2. .OLNWRPERO$GGODOXSDGD,QSXW/DQJXDJHFDULSLOLKDQ$UDELF 6DXGL$UDELD

ODOXNOLN 2. .OLNODJLWRPERO$SSO\ODOXNOLN.H\6HWWLQJ .OLNNDOLPDW6ZLWFKEHWZHHQLQSXWODQJXDJHV ODOXNOLNWRPERO&KDQJH.H\6HTXHQFH %HULWDQGDFHQWDQJSDGDNRWDN6ZLWFKLQSXWODQJXDJHVNHPXGLDQSLOLKGDQLQJDWVDODK VDWXFDUDEHUSLQGDKDQWDUPRGH(QJOLVK!$UDELFODOXNOLN2. %HUSLQGDK NOLN

SDGDWDE$GYDQFHGODOXEHULWDQGDFHQWDQJSDGDNRWDN([WHQGVXSSRUW RI ODOXNOLNWRPERO2. .OLNWDE$GYDQFHGNHPXGLDQGLEDZDKNDOLPDW6HOHFWDODQJXDJHWRPDWFK FDULGDQ SLOLK$UDELF 6DXGL$UDELD

ODOXNOLNWRPERO2. %LODV\VWHPPHPLQWD5HVWDUWNOLN2. 6HJDODEHQWXNSHQJJXQDDQZHEVLWHLQLGLSHUNHQDQNDQGHQJDQPHQFDQWXPNDQ DODPDWZHEVLWH$UDELQGR\DLWXKWWSDUDELQGRFRQU SDGDSURGXNWHUVHEXW

%HODMDU%DKDVD$UDEXQWXN2UDQJ,QGRQHVLD

$UDELQGR

¨øÊ Š ó’¡  ¢ ’ëŠ Œ ôð õ È —

6HPXDEDKDVDPDQXVLDWHUVXVXQGDULWLJDNRPSRQHQGDVDU\DLWX 6DWXDQEXQ\L\DQJGLVHEXWKXUXIDWDXDEMDG &RQWRK

3(0%$*,$1.$7$

½±Åõ

6XVXQDQKXUXI\DQJPHPLOLNLDUWLWHUWHQWX\DQJGLVHEXWNDWD &RQWRK ¾  Ê´È÷ PDVMLG.

5DQJNDLDQNDWD\DQJPHQJDQGXQJSLNLUDQ\DQJOHQJNDS\DQJGLVHEXWNDOLPDW &RQWRK ¾Ê Èøó’¡ Êç O  —Œ VD\DVKDODWGLPDVMLG.

0  ).6./  òàç . ´ ôÏ 'DODPWDWDEDKDVD$UDENDWDGLEDJLNHGDODPWLJDJRORQJDQEHVDU . .

DWDXNDWDNHUMD&RQWRKO  —Œ VD\DVKDODW.

Ê ôÏ å .

DWDXNDWDWXJDV&RQWRKç GLGDODP.

· Ê öŠô öÇ¡Ê  ß öÇ¡Ê .

DWDXNDWDEHQGD&RQWRK¾Ê È PDVMLG.

VLPDGD\DQJGLVHEXWGHQJDQ.VLP\DQJPHUXSDNDQ QDPD GDULVHVHRUDQJDWDXVHVXDWX 'LEDZDKLQLEHEHUDSDFRQWRK.QGRQHVLD WLGDNVDPDSHUVLVGHQJDQ\DQJGLPDNVXGGHQJDQ.VLP $ODP\DLWX.VLP $ODP QDPD.DWD%HQGD.VLP)L LOGDQ+DUIGDODPWDWDEDKDVD$UDE 1DPXQELVDGLSDNDLXQWXNPHQGHNDWNDQSHQJHUWLDQ 'DODPJRORQJDQ.DWD. ´ ÷ +$5)  3HQJJXQDDQLVWLODK.HUMDGDQ.DWD7XJDVGDODPWDWDEDKDVD.

DWD%HQGD1DPD.\DQJWHUGDSDWGDODPDO4XUDQ .6.0 $/$0 .

 é¢¸Ç›Ê  òߢ Ç›Ê  öÊÿ¡Â¥›Ê  µû  ÆÊ ½Ê  õ • ¾ ¸ Êø Á› ½ ø ÷  ñ¢Šð÷  òÊ ¦Ê  ù¢ °     ¨øÊ ¢Š  ¨Ìʟ¢  ¨´Ê » Ê Â³ ø’ ß øß ×ç ß ¾  öÂ÷  ß  Æ  ù¢ Š    ÷  æ   £ìà ÈÊ û ø ôÇ Ç  Ç Œ ¨ü¾÷ ó ¨M   Æô¥›Ê  ùÁ¢Šë ùßÂç  ¾  ù¢ ìŒ Ê ð÷ Ê   Ê Ã ø’ ó .

VLPNHGDODP0XG]DNNDU ODNLODNL.&DULGDQWXOLVNDQODK.VLPLVLP$ODP\DQJNDPXNHWDKXLGDULDO4XUDQGDQODLQODLQ ® š  ÂM À û ÷ ïŠ ÷ 'DODPWDWDEDKDVD$UDEGLNHQDODGDQ\DSHQJJRORQJDQ.

 DWDX0XDQQDWV SHUHPSXDQ.

3HQJJRORQJDQLQLDGD\DQJPHPDQJVHVXDLGHQJDQMHQLV NHODPLQQ\D XQWXNPDQXVLDGDQKHZDQ.

GDQDGDSXOD\DQJPHUXSDNDQSHQJJRORQJDQVHFDUD EDKDVDVDMD XQWXNEHQGDGDQODLQODLQ.

 &RQWRK.VLP0XG]DNNDU 08'=$..$5 /DNLODNL.

 08$11$76 3HUHPSXDQ.

VD. Èß Ê ú  ¥¡Ê   Šì¥   ¸¥  .

VLP0XDQQDWV ö ÷ ª  ü¥Ê ¶Ê  Á §Âì¥ ˆ Š  0DU\DP. &RQWRK.

SXWHUL.

SXWHUD.

VDSLMDQWDQ.

ODXW.

VDSLEHWLQD.

DQJLQ.

VLP0XDQQDWVELDVDQ\DGLWDQGDLGHQJDQDGDQ\DWLJDMHQLVKXUXIGL EHODNDQJQ\D\DLWX D. 'DULVHJLEHQWXNQ\D.

7D0DUEXWKDK  .

0LVDOQ\D E.

$OLI0DTVKXUDK  F.

$OLI0DPGXGDK  “ ï .

0LVDOQ\Dø’ô 6DOPD.

 ’ô PDQLVDQ.

 Ç · ï .

0LVDOQ\D”¢øNJ— $VPD .

 ”¡ÂøÇ SLUDQJ.

 ¨ø×¢Š $PLQDK.

¨ÇÁ¾ VHNRODK.

VLP0XDQQDWV\DQJWLGDNPHQJJXQDNDQWDQGDWDQGDGLDWDV 0LVDOQ\D ¶Ê  Á DQJLQ. Ê ç  ÷ 1DPXQDGDSXOD.

 ’èû MLZDGLUL.

 øË PDWDKDUL.

Æ Æ %DKNDQ DGDMXJDEHEHUDSD.VLP0XG]DNNDU\DQJPHQJJXQDNDQ7D0DUEXWKDK &RQWRK §Äø· +DP]DK.

¨¸’ôŠ 7KDOKDK.

¨¢à 0XDZL\DK.

QJDWMDQJDQPHODQJNDKNHKDODPDQVHODQMXWQ\DVHEHOXPPHQJHUWLSHODMDUDQGLDWDVGDQ PHQJKDIDONRVDNDWD\DQJEDUXDQGDWHPXNDQ .  × Ê ÷ .

Þø   Š÷  ½ ’è ³ ü°  ÷ 'DULVHJLELODQJDQQ\DEHQWXNEHQWXN.VLPGLEDJLWLJD 08)5$' 7XQJJDO.

 0876$11$ 'XDO.

 -$0$. .

.008)5$' WXQJJDO.6.

NDWDEHQGD\DQJKDQ\DVDWXDWDXVHQGLUL .

6.00876$11$ GXDO..

NDWDEHQGD\DQJMXPODKQ\DGXD .

0-$0$..6. SOXUDO.

DWDXNDWDEHQGD\DQJMXPODKQ\DOHELKGDULGXD .

EDLNXQWXN.VLP0XG]DNNDUPDXSXQ.VLP0XWVDQQD 'XDO.VLP0XDQQDWV&RQWRK 0XIUDG .

DVUDK ù Ê ò³ ˆ  Á VHRUDQJODNLODNL.EHQWXNQ\DVHODOXEHUDWXUDQ\DNQLGLDNKLULGHQJDQKXUXI1XQ.

¨ü ˆ ³ VHEXDKNHEXQ.

öÊ ÷  ôÈ VHRUDQJPXVOLP.

ùŠ³Á GXDRUDQJODNLODNL.

Ê  ù¢ ôÈ GXDRUDQJPXVOLP.

Ê øÊ ÷ ù ¬ü Ê ¢ ³ GXDEXDKNHEXQ.

0XWVDQQD ¨Ê ÷ ˆ øôÈ VHRUDQJPXVOLPDK.

ù¢¬ ôÈ GXDRUDQJPXVOLPDK.

VLP-DPDNGDULVHJLEHQWXNQ\DWHUEDJLGXDPDFDP  -$0$.6$/.0  0XIUDG öÊ¢ Þø . Ê øÊ ÷ $GDSXQ.

\DQJEHQWXNQ\DEHUDWXUDQ óÇ ³ -DPDN ú  ¥¡Ê VHRUDQJSXWHUD.

ª  ü¥Ê VHRUDQJSXWHUL.

ù  ¥ Š ü SXWHUDSXWHUD.

© ü¥  ¢ SXWHULSXWHUL.

ù  Ê ÷ Š øôÈ PXVOLPPXVOLP.

öÊ ÷  ôÈ VHRUDQJPXVOLP.

5 ¨Ê ÷ ˆ øôÈ VHRUDQJPXVOLPDK. -$0$.7$.6.

 ¢ ôÈ PXVOLPDKPXVOLPDK.

© øÊ ÷ ÂÊȒð« Þø .

\DQJEHQWXNQ\DWLGDNEHUDWXUDQ ³ .

0XIUDG ñ ˆ ÇÁ VHRUDQJUDVXO.

ö  ó梧 VHRUDQJDOLP.

ò ˆ ³Á VHRUDQJODNLODNL.

-DPDN ”¢øŠô RUDQJRUDQJDOLP.

É ß ñ ³Ê ˆ ¢ Á SDUDODNLODNL.

òÇÁ ˆ   UDVXOUDVXO.

§ ˆ Š—Â÷¡Ê VHRUDQJSHUHPSXDQ.

Æ ¢ÈûÊ SHUHPSXDQSHUHPSXDQ.

” .VLP.DWD 7XQMXNGDQ.VLP0DXVKXODWDX.DWD6DPEXQJ 3HUWDPD.V\DUDK3DGDGDVDUQ\DDGDGXDPDFDP.V\DUDKDWDX.VLPNLWDDNDQPHPSHODMDULWHQWDQJ.QJDWMDQJDQPHODQJNDKNHKDODPDQVHODQMXWQ\DVHEHOXPPHQJHUWLSHODMDUDQGLDWDVGDQ PHQJKDIDOVHPXDNRVDNDWD\DQJEDUXDQGDWHPXNDQ § ¢ ›Ê öÇ¡Ê ÁË 8QWXNOHELKPHPDKDPLSHQJJXQDDQ0XG]DNNDUGDQ0XDQQDWVVHUWD0XIUDG0XWVDQQDGDQ -DPDNGDODPSHQJHORPSRNDQ.VLP.DWD7XQMXN .

6<$5$+ .DWD7XQMXNXQWXN\DQJGHNDW &RQWRKGDODPNDOLPDW ..6.V\DUDKDWDX.0.VLP.DWD7XQMXN.

£ ¬Ê Àÿ  ¢ï ¡Š  LQLVHEXDKEXNX.

¡Š  LQL.

 Àÿ .

VLP..V\DUDKDWDX.DWD7XQMXNXQWXN\DQJMDXK &RQWRKGDODPNDOLPDW £ ¬Ê î  ¢ï  óʊ¿ LWXVHEXDKEXNX.

îʊ LWX.

VLP0XDQQDWVPDND .V\DUDKLWXPHQXQMXNNHSDGD.VLP.  ó¿ %LOD.

 .

 ¡ŠÀÿ PHQMDGLÊ Àÿ LQL.

&RQWRKˆ M ´÷ ýÀÿ LQLVHEXDKPDMDODK.

ýÊ ¨ô Ê Ê îóʊ¿ PHQMDGLî’ô«Ê LWX.

&RQWRKˆ M ´÷  ’ô«Ê LWXVHEXDKPDMDODK.

 ¨ô î $GDSXQELOD.VLP\DQJGLWXQMXNLWXDGDODK0XWVDQQD 'XDO.

PDND .

.

 .

 .

 .

 ýÀÿ PHQMDGLù¢ &RQWRKù¢M ´÷ ù¢ LQLGXDEXDKPDMDODK.

ÊÊ Ê ¬ÿ Ê ¬ô Ê ¬ÿ îóʊ¿ PHQMDGLîûÊ¡Š¿&RQWRKù¢¢ï  ûÊ¡Š¿ LWXGXDEXDKEXNX.

 Ê ¥ ¬Ê î î’ô«Ê PHQMDGLîûÊ¢&RQWRKù¢M ´ îûÊ¢ LWXGXDEXDKPDMDODK.

 « Ê ¬ô ÷  « ”Š ÿ LQL.

XQWXNPHQXQMXN\DQJGHNDW&RQWRK Ê š îÊ ŠóŒ LWX.

XQWXNPHQXQMXN\DQJMDXK&RQWRK — ¡ŠÀÿ PHQMDGLù¡ŠÀ &RQWRKù¢¢ï ù¡ŠÀ LQLGXDEXDKEXNX.

Ê ÿ ö ¥ ¬Ê Ê ÿ 6HGDQJNDQELOD.VLP\DQJGLWXQMXNLWXDGDODK-DPDN OHELKGDULGXD.

PDNDEDLN0XG]DNNDU PDXSXQ0XDQQDWVVHPXDQ\DPHQJJXQDNDQ .

 ¤¬ï Ê š  Œ ”Š ÿ LQLDGDODKEXNXEXNX.

 M ´÷ ”Š ÿ LQLDGDODKPDMDODKPDMDODK.

© Ê š .

 ¤¬ï Êó—  Œ Œ LWXDGDODKEXNXEXNX.

 Š ´÷ Œ LWXDGDODKPDMDODKPDMDODK.

VLP0DXVKXO .DWD6DPEXQJ.QJDWMDQJDQPHODQJNDKNHKDODPDQVHODQMXWQ\DVHEHOXPPHQJHUWLSHODMDUDQGLDWDVGDQ PHQJKDIDOVHPXDNRVDNDWD\DQJEDUXDQGDWHPXNDQ ñÏ÷ öÇ¡Ê   . ©  Êó— .

VLP\DQJEHUIXQJVLXQWXNPHQJKXEXQJNDQEHEHUDSD NDOLPDWDWDXSRNRNSLNLUDQPHQMDGLVDWXNDOLPDW'DODPEDKDVD.6.DGDODK.QGRQHVLD.VLP0DXVKXODGDODK .DWD6DPEXQJ.DWD6DPEXQJ VHPDFDPLQLGLZDNLOLROHKNDWD\DQJ %HQWXNDVDOGDVDUGDUL.00$86+8/ .

VLP0DXVKXOGDODPPHQJJDEXQJNDQGXDNDOLPDWGLEDZDKLQL ÀM¡ \DQJ. .

3HUKDWLNDQFRQWRKSHQJJXQDDQ Êó .

.. ..GHQJDQ.DOLPDW.VLP0DXVKXO %LOD.DOLPDW.VLP0DXVKXOLWXGLSDNDLXQWXN0XDQQDWVPDND þ’ìè’ó¡  ¾« ¬M¡ §Š ¢Ç ’¡È ¢³  Ê ÅÁ Êó Œ ¿ ¬ É ” ..DOLPDW..DOLPDW..PHQJKXEXQJNDQ.DOLPDW. ¿ ¬ È Œ ¢ÇÉ ’¡ ”¢³ þ’ Ê  Á ¿ ¬ É  ìè’ó¡ Å ¾ Œ ¢Ç ’¡ GDWDQJJXUXLWX JXUXLWXPHQJDMDU)LTK GDWDQJJXUX\DQJPHQJDMDU)LTKLWX þ’ Ê ÅÁ Ê Œ ¬ É ”  ìè’ó¡  ¾ ÀóM¡ ¿¢Ç ’¡È ¢³ ...GDQ.

 ÀóM¡ PHQMDGL¬M¡ Ê Êó ÀóM¡ Ê GDWDQJJXUX SU.

\DQJPHQJDMDU)LTKLWX %LOD.VLP0DXVKXOLWXGLJXQDNDQXQWXN0XWVDQQD 'XDO.

PDND þ’ìè’ó¡Ê ¢Ç ¾ ù¡ŠÀM¡ ù¡Š¿¢Ç ’¡È ¢³ )LTKLWX  Ê ù Á  Ê ó Ê ¬ É ” GDWDQJGXDRUDQJJXUX ON.

\DQJPHQJDMDU %LOD.VLP0DXVKXOLWXGLSDNDLXQWXN-DPDNPDND .

 ÀM¡ PHQMDGL ù¡ŠÀM¡ VHGDQJNDQ ¬M¡ PHQMDGL ù¢M¡ Êó Ê ó Êó Ê ¬ó þ’ìè’ó¡Ê ¢Ç ¾ ù¢M¡ ù¢¿¢Ç ’¡È ¢³ )LTKLWX  Ê ù Á « Ê ¬ó Ê «Š ¬ É ” GDWDQJGXDRUDQJJXUX SU.

\DQJPHQJDMDU ÀM¡ PHQMDGL úÀM¡ VHGDQJNDQ¬M¡ PHQMDGLŸÊM ó¡«ÊM ó¡ Êó  Êó Êó   GDWDQJJXUXJXUX ON.

\DQJPHQJDMDU)LTKLWX GDWDQJJXUXJXUX SU.

QJDWMDQJDQPHODQJNDKNHKDODPDQVHODQMXWQ\DVHEHOXPPHQJHUWLSHODMDUDQGLDWDVGDQ PHQJKDIDOVHPXDNRVDNDWD\DQJEDUXDQGDWHPXNDQ .\DQJPHQJDMDU)LTKLWX þ’ìè’ó¡Š Ç ¾  ÀM¡ À«Ê¢ ’¡È ¢³  Ê ù  Á  ú Ê ó Œ ÇÈ ” þìè’ó¡ Ç ¾ «ÊM ó¡ Œ ŠÀ«Ê¢ ’¡È ¢³  ’ Ê ú Á   § ÇÈ ” .

VLPGDSDWGLEDJLGXD 1$.5$+ 8PXP..¨ŠçÂà  § ðû Ê ÷ ÂÊ 0HQXUXWSHQXQMXNDQQ\D.

)$+ . 0$ 5.KXVXV.

.

01$.6.5$+DWDXNDWDEHQGDEHQWXNXPXPDWDXWDNGLNHQDO WDNWHQWX...

 .

.00$ 5.)$+DWDXNDWDEHQGDEHQWXNNKXVXVDWDXGLNHQDO WHUWHQWX.6.

 DNKLUQ\D\DQJEHUWDQZLQ  $OLI/DP .VLP1DNLUDKPHUXSDNDQEHQWXNDVDOGDULVHWLDS.VLPELDVDQ\DGLWDQGDLGHQJDQKXUXI ñ¡.

GLDZDOQ\D ò ó ñ .

VLP0D ULIDKELDVDQ\DGLWDQGDLGHQJDQKXUXI &RQWRK.6HGDQJNDQ.VLP1DNLUDK ª¥   VHEXDKUXPDK.

 Šó VHRUDQJDQDN.

¾ ª’óŠ¡ UXPDKLWX.

 Š ’ó¡Š DQDNLWX.

VLP 0D ULIDKGDODPGXDEXDKNDOLPDWGLEDZDKLQL  ¦Šï ’óŠ¡   óʊ¿ ÂÊ ª¦ ª¥î   š  Š ’ó¡Š  Š ”¢³ £½ ÷ ¾ó ¾ó È .  ¦ ¾ó &RQWRK.VLP1DNLUDKGDQ.WXVHEXDKUXPDK5XPDKLWXEDUX 'DWDQJVHRUDQJDQDN$QDNLWXVRSDQ %HUNDLWDQGHQJDQ1DNLUDKGDQ0D ULIDKNKXVXVQ\DSHQJJXQDDQDZDODQ $OLI/DPGDQEDULV 7DQZLQGLDNKLUNDWDDGDEHEHUDSDSRODNDOLPDW UDQJNDLDQNDWD.VLP0D ULIDK &REDEDQGLQJNDQGDQSHUKDWLNDQSHUEHGDDQPDNQDGDQIXQJVLDQWDUD.

\DQJSHUOXNLWDNHWDKXL SHUEHGDDQQ\DGHQJDQEDLN 6+.)$7  ¨ŠèÏ .

GDQ0$86+8) åÏ÷ .

VLPDWDXOHELKVHPXDQ\DGDODPNHDGDDQ1DNLUDK WDQZLQ. Ê   %LODUDQJNDLDQGXDEXDK.

DWDX VHPXDQ\DGDODPNHDGDDQ0D ULIDK DOLIODP.

PDNDNDWD\DQJGLGHSDQGLQDPDNDQ0DXVKXI \DQJGLVLIDWL.

VHGDQJNDWD\DQJGLEHODNDQJQ\DGLQDPDNDQ6KLIDW&RQWRK úÊ ¾  ÷Š— Šô¥  VHEXDK.

QHJHUL\DQJDPDQ .

ú÷ ’¡ Šô’óŠ¡  ÊÈ ¾ ¦ 08'+$) ö Ê  ÷ Õ ÂÊ  ì¬È ˆ ¡ Ï  VHEXDK.

MDODQ\DQJOXUXV QHJHUL\DQJDPDQ MDODQ\DQJOXUXV öì¬È ’ó¡ Õ¡Â ó¡  Ê ø Œ Ð å¢  .

/$.+ þŠ›Ê å¢  .GDQ08'+$).

Ô÷ ó Ô÷ %LODGXDEXDK.VLPDWDXOHELKGLJDEXQJPHQMDGLVDWXNHVDWXDQ\DQJXWXKGHQJDQSHQJHUWLDQ \DQJEDUX .DWD0DMHPXN.

PDNDNDWD\DQJGLGHSDQ WDQSD$OLI/DP.

ODLKVHGDQJNDWD\DQJGLEHODNDQJ GHQJDQ$OLI/DP GDQKXUXIDNKLUQ\DVHODOXEHUEDULV NDVUDK.GLQDPDNDQ0XGKDI .

GLQDPDNDQ0XGKDI.LWDE <DKXGLGDQ1DVUDQL.VLP0D ULIDK £¢¬ð’ó¡ òÿŠ— Ê Ê Œ ʅ¡ Œ ÇÁ ñ  5DVXO$OODK $KOXO.DWD0DMHPXNWHUPDVXNGDODPNHORPSRN.

PRELO8VWDG] NXQFLPRELO ¿¢¬Ç ’¡ § ¢  Ê  É Œ Á Ç 08%7$'$   §Á¢ ó¡ µ¢’è÷ Ê È  ¬ Ê — ¦ .

GDQ.+$%$5 Â .

VLP\DQJ SHUWDPDXPXPQ\DDGDODK0D ULIDKGLQDPDNDQ0XEWDGD  6XEMHN.VLPDWDXOHELKWHUDQJNDLGDODPVDWXNDOLPDW\DQJVHPSXUQDPDND. ¾¬ ÷ ¦» %LODGXDEXDK.

VLP\DQJ EHULNXWQ\DDGDODK1DNLUDKGLQDPDNDQ.VHGDQJ.KDEDU 3UHGLNDW.

VLPDWDXOHELKWHUDQJNDLGDODPVDWXNDOLPDW\DQJVHPSXUQDPDND. %LODGXDEXDK.VLP\DQJ SHUWDPDXPXPQ\DDGDODK0D ULIDKGLQDPDNDQ0XEWDGD  6XEMHN.

KDEDU 3UHGLNDW.VLP\DQJ EHULNXWQ\DDGDODK1DNLUDKGLQDPDNDQ.VHGDQJ.

 öÊ ñ    ŠïŒ Ç ó¡ ¾ Ê § È  ¾³ Œ Á¢ ó¡ 5DVXOLWXPXOLD 0RELOLWXEDUX 5DVXO$OODKLWXPXOLD öÊ … ñ   ŠïÊ ¡Œ ÇÁ .

DWD%HQGD.VLPDWDX.DOLPDWVHPSXUQD\DQJWHUGLULGDUL.VLP\DQJWHUVXVXQGDUL0XEWDGD GDQ.VPL\\DK WHUGLULGDUL.KDEDUVHSHUWLLQL GLQDPDNDQ-XPODK.¾ Ê Ê  É §Á Ç  ¾³ ¿¢¬Ç ’¡Œ  ¢  0RELO8VWDG]LWXEDUX .

 ¨ øÇ¡Ê ¨Šôø .

VPL\\DK 5DVXO$OODK<DQJ0XOLD.DOLPDW1RPLQDO NDOLPDW\DQJKDQ\D Ê ³ öŠ ó’¡Ê ¡Œ ÇÁ Ê Êð … ñ  %XNDQ-XPODK.DWDX.

VPL\\DK §Á¢ Ç  ¾³ ¿¢Ç ’¡ Œ  ¾ Ê Ê ¬ É 0RELO8VWDG]LWXEDUX. ñÇÁ  Š Ê ¡ Œ  öÊï … 3HUKDWLNDQSHUEHGDDQDQWDUDNDOLPDWNDOLPDWGLEDZDKLQL -XPODK.

5DVXO$OODKLWXPXOLD.

DWD0DMHPXN 5DVXO$OODKGDQ0RELO8VWDG].DOLPDWVHEHODKNLULDGDODK-XPODK. ¾¾´’ó¡ ¿¢njŒ  ¢  Ê Ê Ê ¬ — §Á Ç .VPL\\DK \DQJ0XEWDGD Q\DDGDODK.

VHGDQJNDOLPDWVHEHODKNDQDQEXNDQODKNDOLPDW VHPSXUQDPHODLQNDQUDQJNDLDQNDWD\DQJPHUXSDNDQNRPELQDVLDQWDUD0XGKDIGDQ0XGKDI .ODLKGHQJDQ6KLIDWGDQ0DXVKXI 0RELO8VWDG]\DQJEDUXLWX.

VLPEDUXDGDODK8VWDG] 6HEDQ\DNDSDSXQ.VLPPXOLDDGDODK$OODK3DGDNDOLPDWNHGXD VHEHODKNLUL\DQJPHQGDSDW.VPL\\DK. 3DGDNDOLPDWSHUWDPDVHEHODKNLUL\DQJPHQGDSDW.VLP\DQJWHUGDSDWGDODPVHEXDKNDOLPDWWHWDSVDMDWLGDNELVD PHQJKDVLONDQVHEXDKNDOLPDWQRPLQDOVHPSXUQD -XPODK.VLPPXOLDDGDODK5DVXOVHGDQJSDGD NDOLPDWVHEHODKNDQDQ\DQJPHQGDSDW.VLPEDUXDGDODKPRELOVHGDQJSDGDNDOLPDWVHEHODKNDQDQ \DQJPHQGDSDW.

ELODWLGDNPHQJDQGXQJ 0XEWDGD GDQ.KDEDU%DQGLQJNDQGXDEXDKNDOLPDWEHULNXW LQL £¢¥ ¢¬’è÷ ¾¾´’ó¡ ¿¢njÊ  ¢  Ê µ Ê Ê Ê Ê ¬ — §Á Ç .

.VPL\\DK .DOLPDWGLEDZDKLQLEXNDQ-XPODK.XQFLSLQWXPRELOJXUXEDUX £¢¥ ¢¬’è÷  ¾³ ¿¢Ç ’¡Ê  ¢  Ê µ Ê ¾ Ê Ê ¬ É §Á Ç .

DOLPDWGLEDZDKLQLDGDODK-XPODK.VPL\\DK ..DOLPDW1RPLQDO6HPSXUQD.

 .XQFLSLQWXPRELOJXUXLWXEDUX .

.DOLPDWSHUWDPDWLGDNPHPLOLNL.KDEDU.DWD VLIDWGDUL ¿¢¬Ç ’¡Ê  ¢  Ê ¢ µ¢’è÷ NXQFLSLQWXPRELOJXUX.

0 $/$0 1DPD.6.VLP0D ULIDKDGDODK .VLP\DQJEHUDZDODQ$OLI/DP\DQJMXJDWHUPDVXN.\DQJPHUXSDNDQ0XEWDGD   É §Á Ç £ ¥  ¬ Ê 6HODLQ.

6HPXD.VLP $ODPWHUVHEXWDGD\DQJKXUXIDNKLUQ\DEHUWDQZLQ &RQWRK ¿¢nj JXUX.VLP $ODPWHUPDVXN.VLP0D ULIDKPHVNLSXQGLDQWDUD.

$GDSXQSDGDNDOLPDWNHGXDNDWD¾¾³ DGDODK.KDEDUGDUL ¬ — Ê ¾¾³ EDUX.

SDGDNDOLPDWSHUWDPDDGDODK Ê ¾ø·Š— $KPDG.

ô $OL.

¨M  0DNNDK.

6.0'+$0.DWD*DQWL.   Êß Œ ð÷ .5 .

<DLWXNDWD\DQJPHZDNLOLDWDXPHQJJDQWLNDQSHQ\HEXWDQ VHVXDWXDWDXVHVHRUDQJDWDXVHNHORPSRNEHQGDRUDQJ &RQWRK ¢ûŠ— DNXVD\D.

ú¸û NDPLNLWD.

ÿ LDGLD.

VLP\DQJEHUIXQJVLXQWXNPHQJJDQWLNDQDWDXPHZDNLOL SHQ\HEXWDQVHVXDWXVHVHRUDQJPDXSXQVHNHORPSRNEHQGDRUDQJ &RQWRK '+$0.DWD*DQWLLQL 'KDPLUDWDXNDWDJDQWLLDODK.VLP'KDPLUDWDX.DWD*DQWL.   ÂÊø Ó 6HODQMXWQ\DNLWDDNDQPHPEDKDVWHQWDQJ.5 .

ô½Š ’¡ ö·Â ¾ø·Š— È   øö ø·Â ÿ    3DGDFRQWRKGLDWDVNDWD DQDN.

GLJDQWLGHQJDQ $KPDG PHQ\D\DQJLDQDNDQDN 'LD PHQ\D\DQJLPHUHND ö PHUHND.

DWD*DQWL ÿ  ÿ ¾ø·Š— GLJDQWLGHQJDQÿ GLD.DWDÿ GDQö GLQDPDNDQ'KDPLUDWDX..

VHGDQJNDQ½Š  ¡ DQDN   È 0HQXUXWIXQJVLQ\DDGDGXDJRORQJDQ'KDPLU\DLWX .

.

'+$0.55$)$  ޒç ÂøÓ.

\DQJEHUIXQJVLVHEDJDL6XEMHN Á Ê .

'+$0.51$6+$% ¤Ð ÂøÓ.

DWD ÿ GLD.\DQJEHUIXQJVLVHEDJDL2EMHN û Ê 'KDPLU5DID GDSDWEHUGLULVHQGLULVHEDJDLVDWXNDWDVHGDQJNDQ'KDPLU1DVKDEWLGDNGDSDW EHUGLULVHQGLULDWDXKDUXVWHULNDWGHQJDQNDWDODLQGDODPNDOLPDW 'DODPNDOLPDW  .DWD  .

DGDODK'KDPLU5DID VHGDQJNDQ  öÿ PHUHND.

DGDODK'KDPLU1DVKDE  ö   Â ÿ 'LD PHQ\D\DQJLPHUHND.

$//. ø·   ޒç ÂøÓ Á Ê 6HPXD'KDPLUGDSDWGLNHORPSRNNDQPHQMDGLWLJDPDFDP 087$.0  D.

DWD*DQWL6XEMHN.0XIUDG '+$0.55$)$  .

¢ûŠ DNXVD\D.

XQWXN0XG]DNNDUPDXSXQ0XDQQDWV — öO Š ÷ .

DWDXSHPELFDUD RUDQJSHUWDPD.

 ôð¬ E.

0XWVDQQD-DPDN 08.+$7+$%  D.

0XIUDG ªûŠ HQJNDX.

XQWXN0XG]DNNDUGDQªûŠ XQWXN0XDQQDWV  — Ê — ¤Š ¢  .

DWDXODZDQELFDUD RUDQJNHGXD.

7HUGLULGDUL × ¼÷ ú û  ¸ NDPLNLWD.

XQWXN0XG]DNNDUPDXSXQ0XDQQDWV E.

0XWVDQQD F.

-DPDN ö¬ûŠ— NDOLDQ.

XQWXN0XG]DNNDUGDQúûŠ— XQWXN0XDQQDWV  ¬ ¢øûŠ— NDPXEHUGXD.

XQWXN0XG]DNNDUPDXSXQ0XDQQDWV ¬ .

%  D.*+$.

0XIUDG ÿ GLD.

XQWXN0XG]DNNDUGDQÿ XQWXN0XDQQDWV  Ê ¤ÊŸ¢Š .

DWDXWLGDNEHUDGDGLWHPSDW RUDQJNHWLJD.

7HUGLULGDUL ã ¢ø PHUHNDEHUGXD.

XQWXN0XG]DNNDUPDXSXQ0XDQQDWV ÿ E.

0XWVDQQD F.

-DPDN öÿ PHUHND.

XQWXN0XG]DNNDUGDQú XQWXN0XDQQDWV  ÿ ¤Ð ÂøÓ û Ê +DIDONDQODKNHGXDEHODVEHQWXN'KDPLU5DID GLDWDVEHVHUWDDUWLQ\DPDVLQJPDVLQJVHEHOXP PHODQJNDKNHSHODMDUDQVHODQMXWQ\D 'KDPLU1DVKDEDGDODKWXUXQDQ EHQWXNODLQ.

DWD*DQWL2EMHN.GDUL'KDPLU5DID \DLWX 'KDPLU5DID 'KDPLU1DVKDE '+$0.51$6+$% .

ú  ¸û ¢øûŠ— ¬ öûŠ— ¬ ªûŠ— Ê ªûŠ— ¢ûŠ—  í  ¢û í Ê 'KDPLU5DID 'KDPLU1DVKDE úûŠ— ¬ ¢øÿ  ú ÿ ö ÿ ÿ Ê ÿ  úï Œ ¢ÿ ý  ¢øŒ ï öï Œ ¢øÿ  úÿ  öÿ  'KDPLU1DVKDEEHUIXQJVLVHEDJDLREMHNGDQWLGDNGDSDWEHUGLULVHQGLULLDWHULNDWGHQJDQNDWD ODLQGDODPVXDWXNDOLPDWEDLNLWXGHQJDQ.VLP)L LODWDXSXQ+DUI õŠÇ ’¡ü½  ôÈ ¢ûŠ—  Ê  Ê Ê öÊ ÷ .

&RQWRK'KDPLU1DVKDE\DQJWHULNDWGHQJDQ.VLPGDODPNDOLPDW VD\DVHRUDQJPXVOLPDJDPDNX .VODP .

õŠÇ ’¡¢üü½ Š øôÈ  ¸  Ê  Ê ù  Ê ÷ ú û õŠÇ ’¡î½  ôÈ  ûŠ  Ê  ü Ê öÊ ÷ ª — õŠÇ ’¡î½ ˆ  ôÈ ªûŠ  Ê Ê ü Ê ¨øÊ ÷ Ê — ¢øŒ Šìô» …Š¡ Ê ¢Š ô¼÷ ¢øûŠ— ð Š É ù ë Œ ¬ úŒ ŠìŠô» …Š¡  ¢Š ô¼÷ ûŠ— ð  É © ë Œ ú¬ þŠìô» …Š¡  ô¼÷ ÿ  Š É é Œ  § ˆ ½¢ Ë¢ Š  ³¢ ÿ ó ¶Ê û Ê öðŠìô» …Š¡ Š ëô¼÷ öûŠ— Œ Š É ù Œ Œ ¬ NDPLRUDQJRUDQJPXVOLPDJDPDNDPL .VODP HQJNDX ON.

VODP HQJNDX SU.VHRUDQJPXVOLPDJDPDPX .

VODP .VHRUDQJPXVOLPDJDPDPX .

&RQWRK'KDPLU1DVKDE\DQJWHULNDWGHQJDQ)L LOGDODPNDOLPDW NDPXEHUGXDDGDODKPDNKOXT$OODKPHQFLSWDNDQ NDPXEHUGXD NDOLDQ ON.

DGDODKPDNKOXT$OODKPHQFLSWDNDQ NDOLDQ NDOLDQ SU.

DGDODKPDNKOXT$OODKPHQFLSWDNDQ NDOLDQ GLD ON.

DGDODKPDNKOXT$OODKPHQFLSWDNDQQ\D .

&RQWRK'KDPLU1DVKDE\DQJWHULNDWGHQJDQ+DUIGDODPNDOLPDW ù¢«½¢ Ë¢ø Š Ê ¢ ³¢¢ø Ê  ó ù ¸Ê û ÿ ©  ¡½¢ Ëö Š Š ¸³¢öÿ ó ù  Ê û  ©  ¡½¢ Ë  Š  ¢ ³¢  ú ó © ¸Ê û úÿ GLD SU.

OXOXVXQWXNQ\D VHEXDKLMD]DK PHUHNDEHUGXDOXOXVXQWXNPHUHNDEHUGXDGXD EXDKLMD]DK PHUHND ON.

OXOXVXQWXNPHUHND LMD]DKLMD]DK PHUHND SU.

.OXOXVXQWXNPHUHND LMD]DKLMD]DK +DIDONDQODKVHPXDMHQLV'KDPLU1DVKDEGLDWDVEHVHUWDDUWLQ\DPDVLQJPDVLQJ ÝÊ ¢Ô÷ òàç  Ê ¢÷òàç Á  Ê Ó Ê )L LOGLEDJLDWDVGXDJRORQJDQEHVDUPHQXUXWZDNWXWHUMDGLQ\D ).HUMD/DPSDX.DWD./0$'+< .

DWD.  .GDQ).HUMD./08'+$5. .LQL1DQWL.

.

/0$'+< Ê ¢÷ òàç. .).

DWDX. .DWD.HUMD/DPSDX Ó Ê ).  ÝÊ ¢Ô÷ òàç./08'+$5.

DWD.HUMD.DWDX.LQL1DQWL Á  Ê òÊ ¢Š .

DWDX3HODNXGDULSHNHUMDDQLWX8QWXN)L LO0DGK\ ßç 7DUMDPDK VD\DPHQJHUMDNDQ NDPLPHQJHUMDNDQ HQJNDX ON.

PHQJHUMDNDQ HQJNDX SU.

PHQJHUMDNDQ NDPXEHUGXDPHQJHUMDNDQ NDOLDQ ON.

PHQJHUMDNDQ NDOLDQ SU.

PHQJHUMDNDQ GLD ON.

PHQJHUMDNDQ GLD SU.

PHQJHUMDNDQ PHUHNDEHUGXD ON.

PHQJHUMDNDQ PHUHNDEHUGXD SU.

PHQJHUMDNDQ PHUHND ON.

PHQJHUMDNDQ PHUHND SU.

PHQJHUMDNDQ %DLN)L LO0DGK\PDXSXQ)L LO0XGKDUL VHQDQWLDVDPHQJDODPLSHUXEDKDQEHQWXNVHVXDL GHQJDQMHQLV'KDPLUGDUL)D LO  SHUXEDKDQEHQWXNWHUVHEXWWHUMDGLGLDNKLUNDWDVHGDQJNDQXQWXN)L LO0XGKDUL SHUXEDKDQ EHQWXNQ\DWHUMDGLGLDZDONDWDGDQGLDNKLUNDWD 'KDPLU ªûŠ—  ªûŠ— Ê úûŠ— ¬ ÿ  ÿ Ê öÿ  ¢ø ÿ ¢ø ÿ ú ÿ ö¬ûŠ—  ú¸û  ¢øûŠ— ¬ ¢ûŠ— )L LO0DGK\ ª àç  ’ô Š ¢üô Š ’ àç ª àç  ’ô Š òà’çŠ Œ — )L LO0XGKDUL òà’èû Œ úô è  Ê à’ « ú’ô è  à’ « òà’è Œ òà’è« Œ òà’è« Œ ùŠà’è« Ê  ª’ô Š Ê àç ö’ôàŠç ¬ òà Š  Šç ú¬’  ôàŠç àŠç Š ªŠô Š àç ¢¬ô Š Š àç ¡ô Š Œ àç ú’ ç  ôàŠ ¢ø’ôàŠç ¬ ùô è Š Œ à’ « ùŠà’è Ê  ùŠà’è« Ê  ú’ô è  à’ ùô è Š Œ à’ .

¶/.0$79(5%$/.<<$+ .$/.¨ ôàç ¨Šôø Ê Ê  ³ -80/$+).

<<$+ ¨Šôø .60. 'DODPWDWDEDKDVD$UDENDOLPDWVHPSXUQDGLQDPDNDQ-80/$+ NDWDNDWDSHPEHQWXNQ\D-XPODKVHODOXELVDGLJRORQJNDQGDODPVDODKVDWXGDUL D-80/$+.

0HQXUXWMHQLV ³ \DQJKDQ\DPHQJDQGXQJ.VLP .DWD%HQGD.

DWD .VDMDGDQWLGDNPHQJDQGXQJVDWXSXQ)L¶LO .HUMD.

<<$+ ¨ øÇ¡Ê ¨Šôø³. E-80/$+).¶/.

DWDX.DOLPDW1RPLQDO\DNQLNDOLPDWVHPSXUQD Ê  PHQJDQGXQJVDWXDWDX OHELK)L¶LO .DWD.HUMD.

 ¨ ôàç ¨Šôø .

DWDX.DOLPDW9HUEDO\DNQLNDOLPDWVHPSXUQD\DQJ Ê Ê  ³ ¨ ôàç ¨Šôø .

HUMD .DWDXNDOLPDW Ê Ê  ³ 3HUOXGLNHWDKXLEDKZDGDODPVHEXDK-XPODK)L OL\\DK VHPSXUQD\DQJPHQJDQGXQJ.DWD.DOLPDW9HUEDO.

OHWDN)D LO 3HODNX.

HUMD.DWD.ELVDGLGHSDQ )L¶LO .

GDQELVDSXODGLEHODNDQJ)L LO .

8QWXN'KDPLU*KDLEDWDXRUDQJNHWLJD  ú  öÿ  ¢øÿ  ÿ  ÿ .

 ÿ    Ê  D%LOD)D LOPHQGDKXOXL)L LOPDNDSHUXEDKDQEHQWXNGDUL)L LOWHUVHEXWKDUXVPHQJLNXWL NHWHQWXDQ0XG]DNNDU0XDQQDWV GDQ0XIUDG0XWVDQQD-DPDN ¾´Èø’ó¡ ò»½ ôÈ ’óŠ Ê Š öÊ ø ¡ &RQWRK-XPODK)L OL\\DKGHQJDQ)L LO0DGK\\DQJWHUOHWDNVHWHODK)D LO PXVOLPLWXPHPDVXNLPDVMLG ¾´Èø’ó¡ ªŠô  Œ øôÈ ’óŠ Ê Ê »½ ¨ Ê ø ¡ ¾´Èø’ó¡ »½Ê ¢ ôÈ ó’Š Ê Š  ù øÊ ø ¡ ¾´Èø’ó¡ ¢¬ô  Ê ¢ ôÈ ’óŠ Ê Š »½ ù ¬øÊ ø ¡ ¾´Èø’ó¡ ¡Œ   Š øôÈ ’óŠ Ê ô»½ ù  Ê ø ¡ PXVOLPDKLWXPHPDVXNLPDVMLG GXDPXVOLPLWXPHPDVXNLPDVMLG GXDPXVOLPDKLWXPHPDVXNLPDVMLG NDXPPXVOLPLQPHPDVXNLPDVMLG .

¾´Èø’ó¡ ú’ô   ¢ ôÈ ó’Š Ê  »½ © øÊ ø ¡ ¾´Èø’ó¡ ò ¾  ôÈ ’óŠ  Ê  Œ » öÊ ø ¡ ¾´Èø’ó¡ ò ¾« Œ øôÈ ’óŠ Ê  Œ » ¨ Ê ø¡ NDXPPXVOLPDWPHPDVXNLPDVMLG &RQWRK-XPODK)L OL\\DKGHQJDQ)L LO0XGKDUL \DQJWHUOHWDNVHWHODK)D LO PXVOLPLWXPHPDVXNLPDVMLG PXVOLPDKLWXPHPDVXNLPDVMLG GXDPXVOLPLWXPHPDVXNLPDVMLG GXDPXVOLPDKLWXPHPDVXNLPDVMLG NDXPPXVOLPLQPHPDVXNLPDVMLG NDXPPXVOLPDWPHPDVXNLPDVMLG ¾´Èø’ó¡ ùŠ»¾ ù¢ ôÈ ’óŠ Ê Ê  Ê øÊ ø ¡ ¾´Èø’ó¡ ú’ô ¾  ¢ ôÈ ’óŠ Ê  » © øÊ ø ¡ ¾´Èø’ó¡ ùŠ»¾« ù¢ ôÈ ’óŠ  Ê  Ê  Ê ¬øÊ ø ¡ ¾´Èø’ó¡ Š ô»¾ Š øôÈ 󒊡  Ê  ù Œ   ù   Ê ø E6HGDQJNDQELOD)L LOPHQGDKXOXL)D LOPDNDEHQWXN)L LOWHUVHEXWVHODOX0XIUDG PHVNLSXQ )D LOQ\D0XWVDQQDDWDX-DPDN.

7HWDSLXQWXNEHQWXN0XG]DNNDUGDQ0XDQQDWVWHWDS GLEHGDNDQGHQJDQDGDQ\DKXUXI7D7D QLWV  \DQJ)D LOQ\DDGDODK0XDQQDWV ®Êû’˜«© .

DWDX³7D3HUHPSXDQ´ SDGD)L LO ¾´Èø’ó¡ öôÈ ’óŠ Š  ½ Ê  Ê ø ¡ ò» &RQWRK-XPODK)L OL\\DKGHQJDQ)L LO0DGK\\DQJWHUOHWDNVHEHOXP)D LO PXVOLPLWXPHPDVXNLPDVMLG PXVOLPDKLWXPHPDVXNLPDVMLG GXDPXVOLPLWXPHPDVXNLPDVMLG GXDPXVOLPDKLWXPHPDVXNLPDVMLG NDXPPXVOLPLQPHPDVXNLPDVMLG NDXPPXVOLPDWPHPDVXNLPDVMLG ¾´Èø’ó¡ ¨øôÈ ’ó¡ ªŠô  Ê Œ Ê ø Ê »½ ¾´Èø’ó¡ ù¢ ôÈ ’ó¡ Š   Ê Ê øÊ ø ò»½ ¾´Èø’ó¡ ù¢ ôÈ ’ó¡ ªŠô  Ê Ê ¬øÊ ø Ê »½ ¾´Èø’ó¡ ùøôÈ ó’¡ Š  ½ Ê Š  Ê ø ò» ¾´Èø’ó¡ ©¢ ôÈ ’ó¡ ªŠô  Ê  øÊ ø Ê »½ &RQWRK-XPODK)L OL\\DKGHQJDQ)L LO0XGKDUL \DQJWHUOHWDNVHEHOXP)D LO .

¾´Èø’ó¡ öôÈ ’óŠ Œ  ¾  Ê   Ê ø ¡ ò»  ¾´Èø’ó¡ ¨øôÈ ’ó¡ Œ  ¾«  Ê  Œ Ê ø ò» PXVOLPLWXPHPDVXNLPDVMLG PXVOLPDKLWXPHPDVXNLPDVMLG GXDPXVOLPLWXPHPDVXNLPDVMLG GXDPXVOLPDKLWXPHPDVXNLPDVMLG NDXPPXVOLPLQPHPDVXNLPDVMLG NDXPPXVOLPDWPHPDVXNLPDVMLG ¾´Èø’ó¡ ù¢ ôÈ ’ó¡ Œ  ¾ Ê Ê øÊ ø ò»  ¾´Èø’ó¡ ù¢ ôÈ ó’¡ Œ  ¾« Ê Ê ¬øÊ ø ò» ¾´Èø’ó¡ ùøôÈ ó’¡ Œ  ¾ Ê Š  Ê ø ò»  .

8QWXN)D LOODLQQ\D  ¾´Èø’ó¡ ©¢ ôÈ ’ó¡ Œ  ¾ Ê  øÊ ø ò» « ¾´Èø’ó¡  ’ô  Ê ª »½ ¾´Èø’ó¡ ¢üô   Ê  ’ »½ ¾´Èø’ó¡  ’ô  Ê ª »½ ¾´Èø’ó¡ ª’ô  Ê Ê »½ ¾´Èø’ó¡  ’ô ½ Ê ö¬ » SRODSHUXEDKDQEHQWXN)L LOVHEDJDLPDQDPHVWLQ\D )L LO0DGK\ ú¬   ª — Ê — ú ûŠ—  ö¬ûŠ—  ¢ø¬ûŠ—   ûŠ  ªûŠ   ¸û  ¢ûŠ .

WHWDSPHQJLNXWL — )L LO0XGKDUL VD\DWHODKPHPDVXNLPDVMLG NDPLWHODKPHPDVXNLPDVMLG HQJNDXWHODKPHPDVXNLPDVMLG HQJNDX SU.

WHODKPHPDVXNLPDVMLG VD\DPHPDVXNLPDVMLG ¾Ê ø ò» — —  ´È ’ó¡ Œ  ½Š ¢ûŠ.

NDPLPHPDVXNLPDVMLG ¾Ê ø ò» û   ´È ’ó¡ Œ  ¾ ú¸û.

¾Ê ø ò» «  —  ´È ’ó¡ Œ  ¾ ªûŠ.

¾Ê ø ú Ê » « Ê —  ´È ’ó¡  ô ¾ ªûŠ.

HQJNDXPHPDVXNLPDVMLG ¾´Èø’ó¡ ¢ø’ô ½ Ê ¬» ¾´Èø’ó¡ ô»½ Ê ú¬’  HQJNDX SU.

PHPDVXNLPDVMLG NDPXEHUGXDWHODKPHPDVXNLPDVMLG NDPXEHUGXDPHPDVXNLPDVMLG NDOLDQ ON.

WHODKPHPDVXNLPDVMLG NDOLDQ SU.

WHODKPHPDVXNLPDVMLG NDOLDQ ON.

PHPDVXNLPDVMLG ¾Ê ø Ê   ´È ’ó¡ ùŠ»¾« ¢ø¬ûŠ—.

 ¾Ê ø ù Œ » «   ´È ’ó¡ Š ô ¾ ö¬ûŠ—.

¾Ê ø ú’ » « ú¬  ´È ’ó¡  ô ¾ û—Š.

NDOLDQ SU.

PHPDVXNLPDVMLG .

&DULODKVHEDQ\DNEDQ\DNQ\DFRQWRKFRQWRK)L LO0DGK\GDQ)L LO0XGKDUL GDODPD\DWD\DW DO4XUDQGDQDO+DGLWV Â÷ ’¡òàç Ê )L LO$PDUDWDX.DWD.HUMD3HULQWDKDGDODKIL LO\DQJEHULVLSHNHUMDDQ\DQJGLNHKHQGDNLROHK 0XWDNDOOLP SHPELFDUD.

VHEDJDLRUDQJ \DQJPHPHULQWDKDJDUGLODNXNDQROHK0XNKDWKDE ODZDQELFDUD.

VHEDJDLRUDQJ\DQJGLSHULQWDK 'KDPLU0XNKDWKDE ODZDQELFDUD.

HUMD3HULQWDK. .DWD.DWDXRUDQJNHGXD\DLWX )./$0$5 .

3HUOXGLLQJDWEDKZD\DQJPHQMDGL)D LO 3HODNX.

GDUL)L LO$PDU .DWD.HUMD3HULQWDK.

DGDODK ªûŠ—  ªûŠ VHEDJDLRUDQJ\DQJDNDQPHODNXNDQSHNHUMDDQ\DQJGLSHULQWDKNDQLWX  Ê — ªûŠ—  ªûŠ— Ê úûŠ— ¬ ö¬ûŠ—  )D LO )L LO$PDU ö¬ûŠ—  û—Š   ¢ø¬ûŠ—  ú¬  ’òà’ç¡Ê 7DUMDPDK ¢øûŠ— à’ç¡Ê ¬ Š ô ç¡Ê Ê à’ ¡ô ç¡Ê Œ à’ ú’ ’  ôàç¡Ê  HQJNDXON.

NHUMDNDQODK  HQJNDXSU.

NHUMDNDQODK  NDPXEHUGXD.

NHUMDNDQODK  NDOLDQON.

NHUMDNDQODK  NDOLDQSU.

NHUMDNDQODK î«ÊÂ»Ê ’òøß¡Ê  Ê &RQWRKGDODPNDOLPDWGDULIL LO òÊ Š øß EHUDPDOEHNHUMD.

PHQMDGL)L LO$PDU î«Ê» ô ß¡Ê Ê Ê Ê Êø EHNHUMDODKXQWXNDNKLUDWPX ON.

EHNHUMDODKXQWXNDNKLUDWPX SU.

EHNHUMDODKXQWXNDNKLUDWNDPXEHUGXD EHNHUMDODKXQWXNDNKLUDWNDOLDQ ON.

¢øŒ «Ê» øß¡Ê ð ÊÊ Š öð«Ê» ¡ô ß¡Ê Œ Ê Ê Œø .

úŒ «Ê»  ôøß¡Ê ð Ê Ê ú’  î«Ï öëŠ  Š  ʗ 'DULIL LO õ¢Š Š PHQGLULNDQ.

PHQMDGL)L LO$PDU ë— EHNHUMDODKXQWXNDNKLUDWNDOLDQ SU.

î«Ï øëŠ Ê Š  Ê Ê— GLULNDQODKVKDODWPX ON.

GLULNDQODKVKDODWPX SU.

GLULNDQODKVKDODWNDPXEHUGXD GLULNDQODKVKDODWNDOLDQ ON.

GLULNDQODKVKDODWNDOLDQ SU.

¢øŒ «ŠÏ ¢øëŠ ð  ʗ úŒ «Ï  øëŠ ð Š  ú Ê — î Á Âï  ¥ ¦Š 'DULIL LO öð«ŠÏ ¡øëŠ Œ   ʗ  ï PHPEHVDUNDQ.

PHQMDGL)L LO$PDU ¦Š î Á Âï Ê ¥ Ê ¦Š ¢øŒ Á ¡Âï 𥠦Š úŒ Á ŠùÂï ð¥  ¦Š §ŠÐó¡  Š VKDODW.

EHVDUNDQODK DJXQJNDQODK.

7XKDQNDPX ON.

EHVDUNDQODK DJXQJNDQODK.

7XKDQNDPX SU.

EHVDUNDQODK DJXQJNDQODK.

7XKDQNDPXEHUGXD EHVDUNDQODK DJXQJNDQODK.

7XKDQNDOLDQ ON.

EHVDUNDQODK DJXQJNDQODK.

7XKDQNDOLDQ SU.

VLP0D ULIDKPDNDEDULVVXNXQGDULKXUXIDNKLUIL LOWHUVHEXWEHUXEDK PHQMDGLEDULVNDVUDK&RQWRK &DULODKFRQWRKFRQWRK)L LO$PDUGDODPD\DWD\DWDO4XUDQGDQDO+DGLWV GLULNDQODK. öð Á ¡Âï Œ ¥  ¦Š 6HEDJDLFDWDWDQELODKXUXIDNKLU\DQJVXNXQGDULVHEXDK)L LOEHUWHPXGHQJDQDZDODQ$OLI /DPGDULVHEXDK.

öëŠ Ê— GLULNDQODKVKDODW.

§ Ê Ê — Š Š Ðó¡ öëŠ .

/1$+< . .DWD.HUMD/DUDQJDQ. ó¡ òàç ü Ê )L LO1DK\DWDXNDWDNHUMDODUDQJDQDGDODKEHQWXNQHJDWLIGDUL)L LO$PDU8QWXNPHPEHQWXN )L LO1DK\NLWDWLQJJDOPHQDPEDKNDQKDUI )L LO$PDU3HUKDWLNDQSRODQ\DGLEDZDKLQL )D LO )L LO$PDU ).

 MDQJDQ.

GDQPHPDVXNNDQKXUXI© GLDZDO Š  ªûŠ—  ªûŠ— Ê úûŠ— ¬ ö¬ûŠ—  ’òà’ç¡Ê )L LO1DK\ ¢øûŠ— à’ç¡Ê ¬ Š ô ç¡Ê Ê à’ ¡ô ç¡Ê Œ à’ úôàç¡Ê ’’ ’òà’è«   Š 7DUMDPDK à’è«  Š Š ô è  Ê à’ « Š ¡ô è  Œ à’ « Š MDQJDQ HQJNDXON.

NHUMDNDQ MDQJDQ HQJNDXSU.

NHUMDNDQ MDQJDQ NDPXEHUGXD.

NHUMDNDQ MDQJDQ NDOLDQON.

NHUMDNDQ MDQJDQ NDOLDQSU.

NHUMDNDQ ú’ô è   à’ « Š &RQWRKGDODPNDOLPDW 'DULIL LO ’ùĸ«  æ¼   Š «Š ¢ûĸ«  ¢Šç¢¼«  Š Š 墻 WDNXW.

GDQIL LOŠ Ä· VHGLK.

PHQMDGL)L LO1DK\ ùÊ  MDQJDQ HQJNDXON.

WDNXWGDQMDQJDQVHGLK MDQJDQ HQJNDXSU.

WDNXWGDQMDQJDQVHGLK MDQJDQ NDPXEHUGXD.

WDNXWGDQMDQJDQVHGLK MDQJDQ NDOLDQON.

WDNXWGDQMDQJDQVHGLK MDQJDQ NDOLDQSU.

WDNXWGDQMDQJDQVHGLK ûÊĸ«  ç¢ «  Š ʼ Š ùĸ«   è «  M  Š  ú’ ¼ Š ¡ûĸ«  ¡ç¢ «  Š Œ¼ Š &DULODKFRQWRKFRQWRK)L LO1DK\GDODPD\DWD\DWDO4XUDQGDQDO+DGLWV .

DWD.DWD.HUMD3DVLI ).ñ ´ø’ó¡ òàç  õôà ’ó¡ òàç Ê Œø Ê 'DODPWDWDEDKDVD.HUMD$NWLIGDQ.HUMD$NWLI.DWD.HUMD$NWLI 3LQWXGLEXND ROHK$EXEDNDU!NDWDGLEXNDGLVHEXW. .HUMD3DVLI 3HUKDWLNDQFRQWRKEHULNXWLQL $EXEDNDUPHPEXND SLQWX!NDWDPHPEXNDGLVHEXW.DWD.QGRQHVLDGLNHQDOLVWLODK./ 0$ /80 .DWD.

DWD. ).HUMD3DVLI./0$-+8/ . .

HUMD$NWLIGDQ.DWD. 'DODPWDWDEDKDVD$UDEGLNHQDOSXODLVWLODK)L LO0D OXPGDQ)L LO0DMKXO\DQJIXQJVLQ\D PLULSGHQJDQ.DWD.HUMD3DVLI 3HUKDWLNDQFRQWRKNDOLPDWGLEDZDKLQL )L LO DGDODK8PDUEHUVLIDWDNWLI PHODNXNDQSHNHUMDDQ\DNQLPHPXNXO.

 )L LO £ÂÓ PHPXNXO.

DGDODK)L LO0D OXP .DWD.HUMD$NWLI.

)D LODWDX3HODNXQ\D  £Â GLSXNXO.

DGDODK)L LO0DMKXO .HUMD3DVLI.DWD.

'DODP)L LO0DMKXOGLNHQDO  ÊÓ òÊ ¢Š ó’¡  ŸÊ¢ .

DWDX3HQJJDQWL)D LO'DODPFRQWRKGLDWDV8PDU ßè ¤ û õ 8PDUPHPXNXO.

  £Â  øß  Ó 8PDUGLSXNXO.

Âøß £Ê Ó      LVWLODK1DLEDO)D LO DGDODK1DLEDO)D LO SHQJJDQWL3HODNX.

 )L LO0DMKXOGLEHQWXNGDUL)L LO0D OXPGHQJDQSHUXEDKDQVHEDJDLEHULNXW D.

+XUXISHUWDPDQ\DPHQMDGLEHUEDULV'KDPPDK  .

 E.

+XUXIVHEHOXPKXUXIWHUDNKLUQ\DPHQMDGLEHUEDULV.DVUDK ö .

XQWXN)L LO0DGK\GDQ PHQMDGLEHUEDULV)DWKDK ô .

XQWXN)L LO0XGKDUL  òà’è  Š  Šç Œ òà )L LO0D OXP ò è  Š àŒ Œ à’ òÊ ç )L LO0DMKXO &RQWRKFRQWRKGDODPNDOLPDW )L LO Â÷Š— PHPHULQWDK.

PHQMDGL)L LO0DGK\0DMKXO  .

…¡ ߊ— ’ùŠ  Â÷Œ È ¾¦ — © Ê — …¡ àû’ùŠ—¢ûÂ÷Œ È ¾¦ ʗ …¡ à«’ùŠ— Â÷Œ È ¾¦ © ʗ …¡ Ê à’ùŠ—Ê Â÷Œ È ¾¦ « © Ê — …¡ ¡¾à«’ùŠ—¢øÂ÷Œ È ¦ « ʗ …¡ à ’ùŠ  ÷Œ È ¾¦ — ÂÊ — …¡¡ à’ùŠ—ö«Â÷Œ È ¾¦ « ʗ …¡Š ¾à«’ùŠ— Â÷Œ È ù ¦ ú« Ê — …¡ à«’ùŠ—©Â÷Œ È ¾¦  ʗ …¡¡¾à ’ùŠ ¡ ÷Œ È ¦ — ÂÊ — …¡¡¾à«’ùŠ—¢«Â÷Œ È ¦ ʗ …¡¡ à ’ùŠ ¡Â÷Œ È ¾¦  —  Ê — …¡Š ¾à ’ùŠ Š Â÷Œ È ù ¦  — ù Ê — )L LO DNXGLSHULQWDKDJDUPHQ\HPEDK$OODK NDPLGLSHULQWDKDJDUPHQ\HPEDK$OODK HQJNDX ON.

GLSHULQWDKDJDUPHQ\HPEDK$OODK HQJNDX SU.

GLSHULQWDKDJDUPHQ\HPEDK$OODK NDPXEHUGXDGLSHULQWDKDJDUPHQ\HPEDK$OODK NDOLDQ ON.

GLSHULQWDKDJDUPHQ\HPEDK$OODK NDOLDQ SU.

GLSHULQWDKDJDUPHQ\HPEDK$OODK GLD ON.

GLSHULQWDKDJDUPHQ\HPEDK$OODK GLD SU.

GLSHULQWDKDJDUPHQ\HPEDK$OODK PHUHND ON.

GLSHULQWDKDJDUPHQ\HPEDK$OODK PHUHND SU.

GLSHULQWDKDJDUPHQ\HPEDK$OODK PHUHND ON.

GLSHULQWDKDJDUPHQ\HPEDK$OODK PHUHND SU.

GLSHULQWDKDJDUPHQ\HPEDK$OODK ÷Šð¥Ê  Âߌ Ê Š å — ¢ü÷Šð¥Ê   à Ê Š å û åÂß PHQJHQDO.

PHQMDGL)L LO0XGKDUL 0DMKXO  DNXGLNHQDOGDULELFDUDNX î÷Šð¥Ê   à  Ê Š å « NDPLGLNHQDOGDULELFDUDNDPL HQJNDX ON.

GLNHQDOGDULELFDUDPX HQJNDX SU.

GLNHQDOGDULELFDUDPX î÷Šð¥Ê  ç à Ê Ê Š ú Ê Â « .

¢øŒ ÷Šð¥Ê ù¢Š  à ðÊ Š Ê ç « úŒ ÷Šð¥Ê  çÂà ðÊ Š ú’  « þ÷Šð¥Ê  Âà Ê Ê Š å  ¢ ÷Šð¥Ê   à Ê Š å « öð÷Šð¥Ê Š ç à Œ Ê Š ù Œ  « NDPXEHUGXDGLNHQDOGDULELFDUDNDPXEHUGXD NDOLDQ ON.

GLNHQDOGDULELFDUDNDOLDQ NDOLDQ SU.

GLNHQDOGDULELFDUDNDOLDQ GLD ON.

GLNHQDOGDULELFDUDQ\D GLD SU.

GLNHQDOGDULELFDUDQ\D PHUHND ON.

GLNHQDOGDULELFDUDPHUHND PHUHND ON.

GLNHQDOGDULELFDUDPHUHND PHUHND SU.

VLPGDQ)L LO\DQJWLGDNELVDEHUGLULVHQGLULGDQWLGDN PHPLOLNLDUWL\DQJMHODVWDQSDNDWDNDWDODLQGDODPNDOLPDW &RQWRK+DUI GDQ.GLNHQDOGDULELFDUDPHUHND ¢øÊ ÷Šð¥Ê ù¢Š  à Ê Š Ê ç úÊ ÷Šð¥Ê  çÂà Ê Š ú’   öÊ ÷Šð¥Ê Š ç à Ê Š ù Œ   &DULODKFRQWRKFRQWRK)L LO0DMKXOGDODPD\DWD\DWDO4XUDQGDQDO+DGLWV å · +DUIDGDODKVHPXDMHQLVNDWDVHODLQ.

 KLQJJD.

 +$5) .DWD7XJDV.

 WLGDNWLGDNDGD.

’ù›Ê MLND.

GDQODLQODLQ Š   ú÷ GDUL.

úß GDUL.

Š›Ê NHNHSDGD.

ç GLGDODP.

  Ê ó Ê ¬· ºÊ GHQJDQ.

GLGDODPNDOLPDWNDGDQJPHPSXQ\DLDUWLGDQ ¥ 6HNLODVFDWDWDQSHQWLQJWHQWDQJSHQJJXQDDQEHEHUDSDPDFDP+DUI %HEHUDSD+DUIVHSHUWL …¢Ê Œ ߊ— Ê ¥¿  NDGDQJKDQ\DVHEDJDLWDPEDKDQ\DQJWLGDNPHPSXQ\DLDUWL&RQWRK DNXEHUOLQGXQJNHSDGD$OODK .

¡¾Ê ËÊ ¢Ê Š Š … ¥ èï +DUI D.

$7+$)  PHPSXQ\DLGXDIXQJVL  FXNXSODK$OODK VHEDJDL.

VDNVL ôß   ·Š— ÿŠ  Ê ¾ø ¤ ¿ ÂÐà’ó¡ Ê E.

4$6$0 æ’Øß.

DWDX.DWD6DPEXQJ GDQ.

&RQWRK öȊ `DWDX.DWD6XPSDK GHPL.

 &RQWRK ë GHPLZDNWX $VKDU.

$KPDGGDQ$OLWHODKSHUJL 3HUOXGLFDPNDQEDKZDGLGDODPDO4XUDQ$OODKVXEKDQDKXZDWD DOD VHULQJEHUVXPSDK GHQJDQQDPDPDNKOXT1\DDJDUPDQXVLDPHQJDPELOSHODMDUDQGDULDSD\DQJGLMDGLNDQ VXPSDKWHUVHEXW$GDSXQPDQXVLDKDQ\DEROHKEHUVXPSDKGHQJDQQDPDGDQVLIDW$OODK WLGDNEROHKEHUVXPSDKGHQJDQQDPDPDNKOXT +DUI /DP D.

.0. ÊÑÁ ’¡ ©¡¢øÈó¡ î’ô Ê M óÊ È Ê  ÷ þô E./.

7$ /./ î’ô÷.

DWDXNHSXQ\DDQ&RQWRK Ê ºó MXJDPHPSXQ\DLEHEHUDSDIXQJVL öôà ôÊ ¨ÇÁ¾ ó’¡ Š›Ê   ’¿Š Ê Ê ¬ ó Ê  ø ó ¤ÿ — òôà.

DWDXSHUXQWXNDQ XQWXN.

&RQWRK Ê« NHSXQ\DDQ$OODK VHOXUXK.

NHUDMDDQODQJLWGDQ EXPL F.

$0$5 Â÷Š.

DWDXSHULQWDK DJDUVXSD\DKHQGDNODK.

&RQWRK — VD\DSHUJLNHVHNRODKXQWXNEHODMDU .

öôÈ òŒ êèüóÊ ÇÊ ÷Nï Ê  G.

' ê¸’ó¡ Šñë ñ늊   Š Œ Œ ˜ó +DUI ¾ï«.7$8..

DWDXSHQHJDVDQ VXQJJXKSDVWL.

&RQWRK Ê VXQJJXKDNXDNDQEHUNDWDSHUNDWDDQ\DQJEHQDU KHQGDNODKVHWLDS PXVOLPEHULQIDN ’ù›Ê PHPSXQ\DLGXDPDFDPDUWL D.

%HUDUWLMLND&RQWRK öï ü …¡¡  ü« ’ù›Ê Œ Ð È ÂÐ ù¥À’ð«M ›Ê öûŠ— ’ù›Ê Š Ê  ¬ +DUI D1$)< MLNDNDOLDQPHQRORQJ DJDPD.

$OODK'LDDNDQ PHQRORQJNDOLDQ E.

%HUDUWLWLGDNELODVHVXGDKQ\DWHUGDSDWNDWD ›Ê NHFXDOL.

&RQWRK M  MXJDDGDGXDPDFDP Š WLGDNODLQNDOLDQKDQ\DODKEHUGXVWD …¡ ›Ê þŠ›Ê  É M ó Š E1$+< ’è.

DWDXSHQLGDNDQ WLGDNEXNDQWLGDNDGD.

&RQWRK û  .

DWDXSHODUDQJDQ MDQJDQ.

&RQWRK û WLGDNDGD7XKDQ \DQJEHUKDNGLVHPEDK.

NHFXDOL$OODK …¡M ›Ê ¡¾à  È  ¦ «Š MDQJDQNDOLDQPHQ\HPEDKNHFXDOL NHSDGD.

$OODK 'HPLNLDQODKVHNHOXPLWFRQWRKSHQJJXQDDQ+DUIGDQPDFDPPDFDPDUWLQ\D&DULODKFRQWRK FRQWRKSHQJJXQDDQ+DUIGDODPD\DWD\DWDO4XUDQGDQDO+DGLWVSHODMDULODKDQHNDUDJDP IXQJVLGDQDUWLQ\DPDVLQJPDVLQJ .

DWD7DQ\D DSDNDK.õ¢ ’è¬Ç¡ ©¡½Š Ê Ê  — 'LEDZDKLQLGLFDQWXPNDQVHMXPODK.DWD7DQ\DGHQJDQFRQWRKQ\DPDVLQJPDVLQJGDODP NDOLPDWEHVHUWDFRQWRKMDZDEDQQ\D .

DSD.

DOLPDW7DQ\D $'$:$7$/.67.DWD7DQ\D.)+$0 . .

—Š ’òÿ ¢÷ ¡Š¿¢÷ VLDSD.

Ÿ    ûŠÈ’òÿ ÒÊ÷ ª—  DSD\DQJNDXWXOLV".

DSDNDKHQJNDXVDNLW".

Š— Œ —Š .

¨ ú—Š  öï Š ¬÷ NDSDQ.

GLPDQD.

ú÷ ¡Š¿ ú ÷ \DQJPDQD.

Ÿ ¡Š   Š ú÷ Àÿ ¤¬ï Ÿ ¤ÿ’À ÷  « ¬ Ÿ ¤ ’À  —Š  ÿ «ú Ÿ ’ð¡Š¿¢ ¤¬ « ÷ ¨ Ï ç ¢û—Š Š Ç ¸Ê Ê  ¨Šó¢ Á  ’ïŠ † ÇÊ ¤¬ — WLGDNVD\DVHKDW.

DNXPHQXOLVVXUDW.

-DZDEDQ VLDSD\DQJPHQXOLVLQL".

Ÿ ¤¸ öŠôŠ .

Š .

Ê « Ç ë — SHQD\DQJPDQDNDXVXND".

NDSDQHQJNDXSHUJL".

GLPDQDHQJNDXSHUJL".

½Ç ’¡ öŠôŠ .

·Œ Ê È  ë ¤Ê — ¨Š ó’¡ Š›Ê  ÿ’¿Š Ê ì ó ¤ — ¨Šôç¢ ’ó¢Ê ¤ÿ’¿Š Ê Ê¸ ¥ — õ¢ —Š ¨Š¯Š¯Š  ÿ’¿Š Ç  Š ¤ — ö ’犗  † Š ì·  Š ¨ì Ê MDODQDQSDGDW.

¡Š  ¤¬Š  ø·Š— Àÿ  ï ¾ ¡ Š   ’¿Š ¾ã ¤ÿ — $KPDG\DQJPHQXOLVLQL.

DNXVXNDSHQD\DQJKLWDP.

DNXSHUJLEHVRN.

æŠï  EDJDLPDQD.

EHUDSD.

Ÿ ¤ÿ’À  Š  « æ ï DNXSHUJLNHNDPSXQJ.

DNXSHUJLGHQJDQEXV.

DNXSHUJLVHODPDWLJDKDUL.

EDJDLPDQDHQJNDXSHUJL".

öóÊ  ¢øóÊ ¡Š¿¢øóÊ PHQJDSD.

NHQDSD.

Ÿ ¤ÿ’À ¢÷ öŠï  «  Ÿ © ˜«¡Š¿¢ óÊ  »Š ø Ÿ îóʊ¿  ’óŠÇ óÊ  ª˜ ö Ÿ  ŠôŠ ó’¡¡Š  ú óÊ ö ì Àÿ ø EHUDSDKDULHQJNDXSHUJL".

PHQJDSDNDXWHUODPEDW".

NHQDSDNDXEHUWDQ\DLWX".

NHSXQ\DDQVLDSDSHQDLQL".

¨ Ê ÷ êÊØ ˆ ø·½Ä  ÂM ó¡ úøóÊ SXQ\DVLDSD.

¾ø·Š— öŠôŠ ¡Š  Ê  ë Àÿ LQLSHQD$KPDG.

VXQJJXKDNXWLGDNSDKDP.

.

0-$0.6.6.' .' ¾Ê ¢ öÇ¡Ê.VLPWHUEDJLGXD .0-$0.%XDWODKVHQGLULNDOLPDWNDOLPDWWDQ\DGDULVHWLDSNDWDNDWDWDQ\DGLDWDV ¾Ê ¢ öÇ¡Ê ÷³ 0HQXUXWDVDONDWDGDQSHPEHQWXNDQQ\D.

VLP\DQJWLGDNWHUEHQWXNGDULNDWDODLQ ÷³ ê¬Ì öÇ¡Ê.\DLWX.

VLP\DQJGLEHQWXNGDULNDWDODLQ ÷ .VLP-DPLGWHUEDJLGXD D.6.\DLWX.0086<7$4 .

0'=$7 &RQWRK ò³ ˆ  Á RUDQJ..6.

  Š— VLQJD.

   VXQJDL.

¾Ç Âû ©¡Š¿ öÇ¡Ê.

16 Æü³ öÇ¡Ê.0-.DWDX.6.

Ê à öÇ¡Ê.

DWDX0$6+'$5 Á Ð .

ü÷ ¾ ÷ E.

6.00$ 1$ &RQWRK öÊ  ’ôß LOPX..

ˆ ¾ß NHDGLODQ.

ˆ ߢ  NHEHUDQLDQ.

ñ ¨ ´Ë 0DVKGDUDGDODK.VLP \DQJPHQXQMXNNDQSHULVWLZDDWDXNHMDGLDQ\DQJWLGDNGLVHUWDLGHQJDQ SHQXQMXNDQZDNWX%HUEHGDGHQJDQ)L LO\DQJWHULNDWGHQJDQZDNWXDSDNDKGLZDNWXODPSDX VHNDUDQJDWDXDNDQGDWDQJ&RQWRK O ϗŒ ’ùŠ— ¾ÁŒ DNXLQJLQVKDODW.

!O  —Œ DNXVKDODW.

)L LO ô  ʗ ôÏ †§ŠÏ ¾ÁŒ DNXLQJLQVKDODW.

!§ŠÏ VKDODW.

0DVKGDU   ʗ †  ò ˆ àŠç PLVDOQ\D ü    ! Ð PHQRORQJ.

VLPGDULVHEXDK )L LO3RODSHPEHQWXNDQ0DVKGDUVDQJDWEHUDJDPGLDQWDUDQ\D D E òÊ ˆ àç PLVDOQ\DŒ ’À  Š Š ! ’ï¿ PHQJLQJDWPHQ\HEXW. Ð  Ðû  û 6HWLDS)L LOPHPLOLNL0DVKGDU'HQJDQNDWDODLQ0DVKGDUDGDODKEHQWXN.

ï  ï¿ Â Ê .

F ñ ç ˆ ¢àŒ PLVDOQ\Dð¦  Š  !Æ ¢Šð PHQDQJLV.

Ê ð¥ ” ¥ ñ ç ˆ àŒ PLVDOQ\D¾ È  ¾´ ! ´ EHUVXMXG.

´   Ç ½  Ç ¨ Ê ˆ Šó¢àç PLVDOQ\D  Ä  ÝÁ !ˆ ß¡ à EHUGDJDQJ.

ÝÁ   à ¨ ÁÊ ñ Ê ˆ ¢àç PLVDOQ\D ì   ¢Š ! ¢ë EHUGLUL.

õ Œ õ ë õ Ê G H I ñ ˆ ¢à’ç›Ê PLVDOQ\Döà’Ø    ’׊ ! ¢à×›Ê PHPEHULPDNDQ.

 Ê  öà — õ ’ òÊ ˆ èà« PLVDOQ\D O    öM  ! ôà« PHQJDMDUPHPEHULWDKX.

öôà  ôß ö Ê J K L ¨Ê ˆ Šôà’è« PLVDOQ\D O À  ÂM ¿ !ˆ  ï’À« PHQJLQJDWNDQ.

/ .0)$ .VLP0XV\WDTLDODK.VLP\DQJWHUGDSDWGDODPSHODMDUDQLQL VHEHOXPPHODQJNDKNHSHODMDUDQVHODQMXWQ\D .0086<7$4 òÊ ¢Š öÇ¡Ê. ÂïŠ   ïŠ §ÂÊ öÇ¡Ê ê¬Ì ÷ 3DKDPLODKEDLNEDLNQDPDQDPDGDQEHQWXNEHQWXN.6.VLP0XV\WDTLWXDGDWXMXKPDFDP .VLP\DQJGLEHQWXNGDULNDWDODLQGDQPHPLOLNLPDNQD\DQJEHUEHGDGDUL NDWDSHPEHQWXNQ\D.6.

DWDX.VLP3HODNX \DQJPHODNXNDQSHNHUMDDQ.

 ßç .VLP)D LODGDGXDZD]DQ SRODSHPEHQWXNDQ.

\DLWX D.

 òÊ ˆ ߢŠç ELODEHUDVDOGDUL)L LO7VXODWVL )L LO\DQJWHUGLULGDULWLJDKXUXI.

VLP)D LO E. òÊ ÷ ˆ à’è ELODEHUDVDOGDUL)L LO\DQJOHELKGDULWLJDKXUXI .

 öŠôà  öô PHQJHWDKXL.

 Êß õ¢ü  õ¢ WLGXU.

 û )L LO öß  óÊ¢ \DQJPHQJHWDKXL.

öû  ŸÊ¢ \DQJWLGXU.

.

òŒ ’˜  Š Š Š— PDNDQ.

Œï òï öôÈ   Š NJ PHQ\HUDK.

 Ê  öô — êèü  êŠèûŠ EHULQIDN.

Ê  — òÊ ˆ ï• \DQJPDNDQ.

öÊ ÷  ôÈ \DQJPHQ\HUDK.

êÊ ÷  èü \DQJEHULQIDN.

ÂÊèä¬È  Š äÇ¡Ê PRKRQDPSXQ.

 èä¬È÷ \DQJPRKRQDPSXQ.

   è ¬ ÂÊ   'LVDPSLQJLWXGLNHQDOSXODLVWLODKEHQWXN08%$/$*+$+  EHUIXQJVLXQWXNPHQJXDWNDQDWDXPHQ\DQJDWNDQDUWLQ\D&RQWRK )L LO .VLP)D LO ¨ä󊢦÷ .

VLP0XEDODJKDK õ ö Ê ß  M ß  ô \DQJVDQJDWPHQJHWDKXL.GDUL.VLP)D LO\DQJ  öŠôà  öô  Êß Âèä  Š Š Ê  èã õ¢ü  õ¢  û ÂÊ ã  碊 öû  ŸÊ¢ öß  óÊ¢ .

õ  ö Êû  ¡ û    \DQJEDQ\DNWLGXU.

ñ ï— ò Ê ˆ ¢M Š  ˆ  \DQJEDQ\DNPDNDQ.

Áè Á Œ  ¢M Šã  èŠã \DQJVXNDPHQJDPSXQL.

00$) 8/ )L LO ñà’è÷ öÇ¡Ê.6. òŒ ’˜  Š Š Š— ˆ ï• Œ ï òï òÊ .

\DLWX.VLP\DQJGLNHQDLSHNHUMDDQ  .VLP0DI XO ÂÊ  èã  èä  Š Š PHQJDPSXQL.

 èä÷ \DQJGLDPSXQL.

ÁŒ ö  Šôà  öô PHQJHWDKXL.

 Êß ñ Œ ñ ë Œ ì  Š ¢Š EHUNDWD.

ÞÊ  ¦  Ý¢ PHQMXDO.

¥ õŒ÷  ôà \DQJGLNHWDKXL.

Þ Ê÷  ¦ \DQJGLMXDO.

ñŒ ˆ ì÷ \DQJGLXFDSNDQ.

)$7086<$%%$+$+ OHELKFRQGRQJSDGDDUWLVLIDWQ\D\DQJWHWDS0LVDOQ\D ¨   ¨ŠèÏ. 6.

LDODK.VLP\DQJPHQ\HUXSDL.VLP)D LOWHWDSL ¦Ì÷ Ê .

µ’è   Š VHQDQJ.

 µÊ ç ©ø   ¢ PDWL.

/ )L LO .6.VLP)D LO øà  øß EXWD.   ©÷ .07$)'+.

Ê µÊ  Á¢Šç Þ³  ŸÊ¢ 6LIDW0XV\DEEDKDK Ê ß  ÷¢ µÊ ç  Š RUDQJVHQDQJ.

 ߊ RUDQJEXWD.

ø— ª÷   RUDQJPDWL.

ù ß  ˆ ¢ ³ RUDQJNHODSDUDQ.

ݴ  ݢ ODSDU.

VLP7DIGKLODGDODK ª÷  ŸÊ¢ òԒè« öÇ¡Ê.    ³ XPXP.

LDODK.VLP\DQJPHQXQMXNNDQDUWLOHELK :D]DQ SROD.

VLP)D LO6LIDW0XV\DEEDKDK öÊ ö ß  ôß   óÊ¢ \DQJPHQJHWDKXL.VLP7DIGKLO . Ê òà’çŠ &RQWRK Œ — .

 ôߊ— \DQJOHELKPHQJHWDKXL.

öŠ   ¥Ê¢Šï  ¦Š \DQJEHVDU.

 Êï ò Ê òÊ ˆ Ԋç  ˆ Ó¢Šç \DQJXWDPD.

£Ê ¤ Ê ë  Á¢Šë  Š \DQJGHNDW.

 6LIDW0XV\DEEDKDK ¦ —  ’ïŠ \DQJOHELKEHVDU.

ò — Œ Ô’çŠ \DQJOHELKXWDPD.

£Â —   ’ëŠ \DQJOHELKGHNDW.

'LVDPSLQJLWXWHUGDSDWSXODEHQWXN\DQJVHGLNLWDJDNEHUEHGDVHSHUWL ¾Ê  ¾Ë \DQJVDQJDW.

ÄÊ  Äß \DQJPXOLD.

0=$0$1 êÊ  ì· \DQJEHUKDN. .6.

¾ˊ— \DQJOHELKVDQJDW.

.

Ä Š— \DQJOHELKPXOLD.

.

ß .VLP7DIGKLO ê·—Š \DQJOHELKEHUKDN.

.

ù¢Šð÷ öÇ¡Ê.

VLP\DQJPHQXQMXNNDQWHPSDW ù¢ Ã öÇ¡Ê. \DLWX.

00$.$1 ÷ .VLP\DQJPHQXQMXNNDQZDNWXGDQ.6.\DLWX.

¤’ð   Š PHQXOLV.

 ¬ ¤¬ï ¤à’ô  ¤àŠó EHUPDLQ.

  Ê ¾ô  ¾Šó PHODKLUNDQ.

Ê  ¾ È     EHUVXMXG.

´ ¾´Ç ¾à  ¾ß PHQMDQMLNDQ.

VLP=DPDQ0DNDQ ¤¬ ÷  ’ð NDQWRU.0$/$7 )L LO )L LO . Ê  .6.

¤à ÷   ’ô WHPSDWEHUPDLQ.

¾Ê ÷  ´È PDVMLG.

¾   óÊ÷ KDULNHODKLUDQ.

¾Ê   ß÷ KDUL\DQJGLMDQMLNDQ.

Þø¬´  Þø³¡Ê EHUNXPSXO.

  ´ SHUNXPSXODQSHUWHPXDQ.

Ê  ¬ Þø¬ ÷ PHODNXNDQVXDWX)L LODWDXSHNHUMDDQ ¨Šó• öÇ¡Ê.

VLP\DQJPHQXQMXNNDQDODW\DQJGLJXQDNDQXQWXN .VLP=DPDQ0DNDQ ¶¬’è  ¶¬Š PHPEXND.\DLWX.

  ç Â ´  Â  Q\DULQJ.

  ³ ùÄ  ùÃ PHQLPEDQJ.

ŒÊ Š Æô´  Ɗô³ GXGXN.

 Ê   µ¬ Ê  ¢’è÷ NXQFL.

ùÄÊ ˆ ¡ ÷ WLPEDQJDQ.

ÆÊ  ô´÷ WHPSDWGXGXN.

Â Ê   ´÷ SHQJHUDVVXDUD.

' ¾Ä òàç. ./08-$55$' ). .VLP\DQJWHUGDSDWGDODPSHODMDUDQLQLVHUWDFRQWRK FRQWRKQ\DVHEHOXPPHODQJNDKNHSHODMDUDQVHODQMXWQ\D 0HQXUXWDVDONDWDGDQSHPEHQWXNDQQ\D)L LOWHUEDJLGXD ). ½ ´ òàç  ÷ Ê 3DKDPLODKEDLNEDLNVHPXDMHQLVMHQLV./0$=.

\DLWXIL LO\DQJPHQGDSDWKXUXIWDPEDKDQ Ê÷ Ê ½   òàç.

\DLWXIL LO\DQJVHPXDKXUXIQ\DDVOL ´÷ Ê )./08-$55$' . .

/ 08-$55$'768/$76.)L LO0XMDUUDGSDGDXPXPQ\DWHUGLULGDULWLJDKXUXIVHKLQJJDGLQDPDNDQSXOD). . WLPEDQJDQ SRODKXUXIGDQKDUDNDW.

\DNQL       ½ ´÷ ʊ¯Œ òàç.

GDQPHPSXQ\DLHQDPZD]DQ ùÃ .

DWDX   ¯ Ê  òà Œ  ’è  òàŠç PLVDOQ\D ü    PHQRORQJ.

Š Ð  Ðû òÊ Œ à’è  òàŠç PLVDOQ\DÆô´   Š  GXGXN.

Š  Ê Æô³ ò Œ à’è  òàŠç PLVDOQ\D¶¬’è   Š PHPEXND.

Š   ¶¬ç ò Œ à’è  òàŠç PLVDOQ\DöŠôà  öô PHQJHWDKXL.

ŠÊ   Êß òà Œ  ’è  ò Šç PLVDOQ\DŒ’ð  ŒŠ PHQMDGLEDQ\DN.

Šà °  °ï òÊ Œ à’è  òàŠç PLVDOQ\D¤È¸  ¤È· PHQJKLWXQJ.

ŠÊ  Ê  Ê ½ ´ Ê ¢ òàç.

\DQJWHUGLULGDULHPSDWKXUXI)L LO0XMDUUDG5XED LLQLKDQ\D  ÷ ß ¥Á Ê ö³Â  ö³Â PHQHUMHPDKNDQ.

ÅÇ  ÅÇ PHPELVLNNDQ  Ê ¬  «  Ê    ñĒóÄ  Š  ó’ PHQJJRQFDQJJRQFDQJNDQ.

 Œ Ê  ñÄ Ã ¾Ä òàç Ê÷ Ê òôàŠ   Š Š àŠ  Œ Ê è òô ç 'LVDPSLQJ)L LO0XMDUUDG7VXODWVL\DQJWHUGLULGDULWLJDKXUXIWHUGDSDWSXOD)L LO0XMDUUDG 5XED L PHPSXQ\DLVDWXZD]DQ\DLWX &RQWRK ZDVZDV.

/0$=. .' . &DULODKVHEDQ\DNEDQ\DNQ\DFRQWRKFRQWRK)L LO0XMDUUDG7VXODWVLGDULDO4XUDQGDQDO +DGLWVXQWXNVHWLDSZD]DQGLDWDVEHVHUWDDUWLQ\DPDVLQJPDVLQJ )L LO0D]LGEHUDVDOGDUL)L LO0XMDUUDG\DQJPHQGDSDWWDPEDKDQKXUXI ).

)L LO0D]LGGHQJDQWDPEDKDQVDWXKXUXI7HUGLULGDULEHEHUDSDZD]DQVHSHUWL .

D òà’è  Š  ’çŠ KXUXIWDPEDKDQQ\D+DP]DKGLDZDONDWD.

Œ Ê  òà — )L LO0D]LG )L LO0XMDUUDG ò» Š »½ Œ  ¾  ò  PDVXN.

òÇ Œ    Š  Á OHSDV.

òÇ ±Â   ¼  ±Â NHOXDU.

 » ò»¾  ò»½Š PHPDVXNNDQ.

ŒÊ  Š — ±Â¼    »Š PHQJHOXDUNDQ.

 Ê  ±Â — E òà Œ  Šè  ò Šç KXUXIWDPEDKDQQ\DKXUXIWHQJDK\DQJGLJDQGDNDQWDV\GLG.

Šà õ Š    Š PHQGDWDQJNDQ.

 ¾ì õ¾ë )L LO0D]LG òÇ  Š  ÁŠ PHOHSDVPHQJLULP.

Œ Ê  òÇ — )L LO0XMDUUDG õÊ  ¾’ì  õ¾Šë GDWDQJ.

Ê ö  Šôà  öô PHQJHWDKXL.

öO    öM  PHQJDMDU.

 Êß  ôà  ôß ñÊ Œ Äü  Š   WXUXQ.

ñÄû F òߢŠè  òߢŠ KXUXIWDPEDKDQQ\D0DG$OLIVHWHODKKXUXISHUWDPD.

ŒÊ Š ç )L LO0D]LG ñ û  ñ ü PHQXUXQNDQ.

Š Ä Œ Ä )L LO0XMDUUDG ò¬ Š ë Œ ’ì  ò¬Š PHPEXQXK.

é  ’è  éŠ PHPLVDK.

 ç ò ì ò« ë Œ «Ê¢Š   Š ¢Š EHUSHUDQJ.

êÊ  ¦È   Ç PHQGDKXOXL.

ê¢   ¥Ê¢  EHUORPED.

ê¦ ¥ Ç ê È )L LO0D]LGGHQJDQWDPEDKDQGXDKXUXI7HUGLULGDULEHEHUDSDZD]DQVHSHUWL D éÊ  Á¢Šè    ¢Šç EHUSLVDK.

éÁ òàŠèû¡Ê  òàŠèü KXUXIWDPEDKDQQ\D$OLIGDQ1XQGLDZDONDWD.

 Š Œ Ê  )L LO0D]LG )L LO0XMDUUDG êÊ  ô’Ø  êŠ Š PHQFHUDLNDQ.

 ôŠ ü  êŠôØû¡Ê SHUJL.

ô× êÊ Ø  Š .

ÂÊ  ؒè  Š Š PHPEHODK.

 Øç E ¤Ê  ô’ì  ¤ŠôŠ PHPEDOLN.

 ë )L LO0XMDUUDG ÂÊ   Øè  ؊èü  Š Š û¡Ê WHUEHODK.

òÊ ’ Š ’ Œ à¬è  òà¬ç¡Ê KXUXIWDPEDKDQQ\D$OLIGLDZDOGDQ7DGLWHQJDK.

)L LO0D]LG ¤Ê ì  ì  ôŠ ü  ¤ŠôŠ û¡Ê WHUEDOLN.

Þø´    ³ PHQJXPSXONDQ.

 ø¬´  Þø³¡Ê EHUNXPSXO.

 Þø ÞÊ  ¬ Â ü  Â  PHQ\HEDUNDQ.

 Ì Ìû Æø’ô  ÆøŠó PHUDED.

 Ê  ÂÊ  Â̬  ̬ü    û¡Ê WHUVHEDU.

ÆÊ Æø¬  ø¬’ô    ’ó¡Ê PHUDEDUDED.

F òàè  M  ç¡Ê KXUXIWDPEDKDQQ\D$OLIGLDZDOGDQ7DGLWHQJDK.

N ’ òà’ )L LO0D]LG )L LO0XMDUUDG ÒÊ  ¥  ¦  Ò SXWLK.

ÂÊ  ø¸     PHUDK.

Âø· ½Ê  È  ½Ç KLWDP.

Ê Ò .

¦  Ò¥¡Ê PHPXWLK.

Âø ø .

 ¸  Â ·¡Ê PHPHUDK.

G ŠòߢŠè«  òߢŠ  KXUXIWDPEDKDQ7DGLDZDOGDQ0DG$OLIGLWHQJDK.

Œ è¬ )L LO0D]LG ½ .

È  Ç¡Ê PHQJKLWDP.

½ )L LO0XMDUUDG ¾È ¾È·   ¸     GHQJNL.

åÊ  ß  Âà  å NHQDO.

ñ Œ Š˜È  ñŠ˜ EHUWDQ\D.

Š Ç ¾Ç¢ ¬  ¾Ç¢ « VDOLQJGHQJNL.

 ¸  ¸ åÁ¢à    ¢à VDOLQJ NHQDO.

 ¬ åÁ « òŠŸ¢Ȭ  òŠŸ¢È« VDOLQJEHUWDQ\D.

Œ  Š H ò Šè¬  Š Šè« KXUXIWDPEDKDQQ\D7DGLDZDOGDQKXUXIJDQGDGLWHQJDK.

Œ à  òà .

)L LO0XMDUUDG ö  Êß  Šôà  öô PHQJHWDKXL.

öM    öM   EHODMDU.

 ôଠ ôà« ÂÊ  ¦ï  ¦’ð  Š EHVDU.

ÂÊ Âðç  ð’è   Š Š EHUILNLU.

)L LO0D]LG  ð¬   Š « PHPEHVDUNDQGLUL.

 ¦Š ¦ð ÂM è¬   M Š  PHPXVDWNDQILNLUDQ.

 ðŠ Âðè« òà’è¬È KXUXIWDPEDKDQQ\D$OLI6LQGDQ7DGLDZDONDWD.

 ŒÊ  )L LO0XMDUUDG )L LO0D]LGGHQJDQWDPEDKDQWLJDKXUXI:D]DQ\DQJELDVDGLWHPXNDQDGDODK òà  Š  ’è¬Ç¡Ê  ÂÊ  èã  èä  Š Š PHQJDPSXQL.

ò Š Êë Œ ¦’ì  ò¦Š PHQHULPD.

±Â ±Â»   ¼     NHOXDU.

)L LO0D]LG Âèä¬È  Š äÇ¡Ê PRKRQDPSXQ.

 Ê    è ¬ ò¦’ìÈ  ò¦’ìÇ¡Ê PHQJKDGDS.

ŒÊ¬ Š ¬ ±Â¼¬È  ±Â¼¬Ç¡Ê PLQWDNHOXDU.

UDE\DLWX . 5$%5$)$   ޒç .VLPELVDPHQJDODPLWLJD PDFDP. Ê  öÇ’¡ £¡Âß›Ê Ê .6.0 &DULODKFRQWRKFRQWRK)L LO0D]LGGDULDO4XUDQGDQDO+DGLWVGDQPDVXNNDQNHGDODP ZD]DQZD]DQ\DQJVHVXDLVHUWDFDULODKDUWLQ\DPDVLQJPDVLQJ . UDELDODKSHUXEDKDQEDULVEHQWXN\DQJWHUMDGLGLEHODNDQJVHEXDKNDWDVHVXDLGHQJDQ NHGXGXNDQNDWDWHUVHEXWGDODPVXVXQDQNDOLPDW3DGDGDVDUQ\D. 5$%.

DWDX6XEMHNDODPDW WDQGD.

DVOLQ\D'KDPPDK É .

5$%1$6+$%  . 5$%-$55  Â . Á .

HWHUDQJDQDODPDW WDQGD.DWDX.

DVUDK Ê .DVOLQ\D.

³ ¤Ð .

DWDX2EMHNDODPDW WDQGD.

DVOLQ\D)DWKDK È .

û 3HUKDWLNDQFRQWRKGDODPNDOLPDWGLEDZDKLQL .

VLP £Øó¡ ”¢³  MN È GDWDQJVLVZDVLVZD DNXPHOLKDWVLVZDVLVZD DNXPHPEHULVDODPNHSDGDVLVZDVLVZD £M Øó¡ Š ß øM  Ê N ô ª ôÇ £M Øó¡ VLVZDVLVZD.£M Øó¡ ª—ŠÁ  N  .

SDGDFRQWRKGLDWDVPHQJDODPLWLJDPDFDP. UDE N £M Øó¡ .

 N £M Øó¡ .

 N .

UDE5DID  6XEMHN..

GHQJDQWDQGD'KDPPDKGLKXUXIDNKLUQ\D  .

. UDE1DVKDE 2EMHN.

GHQJDQWDQGD)DWKDKGLKXUXIDNKLUQ\D  .

HWHUDQJDQ. UDE-DUU ..

UDEVHSHUWLLQLGLQDPDNDQ$ODPDW$VKOL\\DK WDQGDDVOL SRNRN.GHQJDQWDQGD.DVUDKGLKXUXIDNKLUQ\D  $ODPDW.

 ¨ ôÏ ’¡ ©¢ ß.

DWDXWDQGD Ê È ÷Š  £M Øó¡ .

UDEDWDXSHUXEDKDQEDULVEHQWXNGL DNKLUNDWD'DODPKDOLQL.VLPWHUEDJLGXD . Ê N 3HUOXGLNHWDKXLEDKZDWLGDNVHPXD.VLPELVDPHQJDODPL.

6.VLP0X UDEDUWLQ\DELVDEHUXEDKEHQWXNEDULVDNKLUQ\DWHUJDQWXQJNHGXGXNDQQ\D GDODPNDOLPDW .008 5$% DGDODK..

. £ à öÇ¡Ê.00$%1.6.

VLP'KDPLU .HEDQ\DNDQ.DWD*DQWL. UDE.VLP0DEQLDGDODK.VLP Â÷ MHQLV.\DLWX.VLP\DQJELVDPHQJDODPL .

DWD7XQMXN.V\DUDW ..VLP.

.VLP 0DXVKXO .DWD6DPEXQJ.

DWD7DQ\D.VWLIKDP .VLP..

 ʦ÷ öÇ¡Ê.

\DLWX. UDE'LDQWDUD ü ”Š ÿ ”¢³ Ê š È 3HUKDWLNDQFRQWRK.VLP0DEQLGDODPNDOLPDWNDOLPDWGLEDZDKLQL GDWDQJ PHUHND.VLP\DQJWLGDNWHUNHQDNDLGDKNDLGDK.

LQL DNXPHOLKDW PHUHND.

LQL ”Š ÿ ª—ŠÁ Ê š  .

”Š ÿ Š ߪøM  Ê š ô  ôÇ DNXPHPEHULVDODPNHSDGD PHUHND.

VLP.VLP.LQL 'DODPFRQWRKFRQWRKGLDWDVWHUOLKDWEDKZD.VLP0DEQL %LODDQGDWHODKPHPDKDPLEDLNEDLNWHQWDQJSHQJHUWLDQ.HWHUDQJDQ. UDEGDQWDQGDWDQGDDVOLQ\D PDULODKNLWDPHODQMXWNDQSHODMDUDQWHQWDQJ.V\DUDK DWDXSHUXEDKDQEDULV?EHQWXNGLDNKLUNDWDPHVNLSXQNHGXGXNDQQ\DGDODPNDOLPDWEHUXEDK XEDKEDLNVHEDJDL6XEMHN2EMHNPDXSXQ.VLP0X UDE ”Š ÿ LQL.V\DUDKWHUPDVXNGLDQWDUD NHORPSRN.

UDE Ê š ÝçÂ÷ öÇ¡Ê Œ .WLGDNPHQJDODPL.00$5)8 .VLP\DQJPHQJDODPL.6. UDE5DID GLQDPDNDQ.VLP0DUIX \DQJWHUGLULGDUL .

0XEWDGD  6XEMHN.

KDEDU 3UHGLNDW.GDQ.

SDGD-XPODK.DOLPDW1RPLQDO.VPL\\DK .

VPL\\DKGLEDZDKLQL ÂÊ ª¦  ¦Šï  ’óŠ¡ ò Ê Â Êï ª ¦ ˆ ø³  ¦Š  ’óŠ¡ UXPDKLWXEHVDU UXPDKLWXEHVDU ODJL. 3HUKDWLNDQFRQWRKFRQWRK-XPODK.

LQGDK UXPDKEHVDULWXLQGDK UXPDKEHVDULWXLQGDK ODJL.

VLP\DQJWHUGDSDWGDODP-XPODK. UDE5DID .PDKDO ò Ê  Êð ª ¦ ˆ ø³ ¦Š ó’¡ ’óŠ¡ ñ ò Ê Â Êð ª ¦ ˆ ¢Šã ˆ ø³  ¦Š ó’¡ ’óŠ¡ 'DODPFRQWRKGLDWDVWHUOLKDWEDKZDVHPXD.VPL\\DKDGDODK 0DUIX  PHQJDODPL.

WDQGDQ\DDGDODK'KDPPDK .

)D LO 6XEMHN3HODNX.

DWDX1DLEDO)D LO 3HQJJDQWL6XEMHN3HODNX.

DOLPDW9HUEDO.SDGD-XPODK)L OL\\DK .

&RQWRK Âø  ôä  ß ¤Ê ¾ø ÷ È  ¸ ”¢³ 0XKDPPDGGDWDQJ 8PDUPHQDQJ RUDQJNDILULWXGLNDODKNDQ Â碊ð’ó¡ ¤Šôä Ê   .

ù¢Š  ó¡  àŒ Œ Ø Ì úÊ ó Âø 8PDU.

!)D LO !0DUIX GHQJDQWDQGD'KDPPDK  ß ¾ø ÷  ¸ 0XKDPPDG.

!)D LO !0DUIX GHQJDQWDQGD'KDPPDK V\DLWDQLWXGLODNQDW Â碊ð’ó¡ RUDQJNDILU.

!1DLEDO)D LO!0DUIX GHQJDQWDQGD'KDPPDK Ê ù¢Š  ó¡ V\DLWDQ.

!1DLEDO)D LO!0DUIX GHQJDQWDQGD'KDPPDK Œ Ø Ì £Ðü öÇ¡Ê  ÷ 3DKDPLODKEDLNEDLNVHPXDNDLGDKNDLGDK\DQJWHUGDSDWGDODPSHODMDUDQLQLVHEHOXP PHODQJNDKNHSHODMDUDQVHODQMXWQ\D .VLP0DQVKXE<DQJPHQMDGL. UDE1DVKDEGLVHEXW.VLPVHODLQ)D LODWDX1DLEDO)D LOGDODP-XPODK)L OL\\DK .VLP0DQVKXEDGDODK VHPXD.VLP\DQJWHUNHQD.

6.00$16+8% ù•Œ ó’¡  ¸ Š Š Š ì ¾ø ÷ —Âë ñà’è÷.0$) 8/ .

VLP\DQJGLNHQDLSHNHUMDDQ 2EMHN3HQGHULWD.\DNQL.

  0XKDPPDGPHPEDFDDO4XUDQ ù•Œ ó¡ DO4XUDQ.

!0DI XO!0DQVKXEGHQJDQWDQGDIDWKDK Š ì .

0$6+'$5  «Ê« ù•Œ ó’¡ ¸ ŠŠ †  Š ì ¾ø ÷ — ë PHQMHODVNDQDWDXPHQHJDVNDQ PHQJXDWNDQ.

DUWLGDUL)L LO Á Ð .

VLP\DQJPHPLOLNLPDNQD)L LOGDQEHUIXQJVLXQWXN ¾ ÷ 0XKDPPDGPHPEDFDDO4XUDQGHQJDQWDUWLO SHUODKDQ ODKDQ.\DNQL.

«Ê« SHUODKDQODKDQ.

!0DVKGDU!0DQVKXEGHQJDQWDQGDIDWKDK †  .

.

+$/  NHWLNDEHUODQJVXQJQ\DSHNHUMDDQ ñ¢ .

VLP\DQJEHUIXQJVLXQWXNPHQMHODVNDQNHDGDDQ)D LODWDX0DI XO · 0XKDPPDGPHPEDFDDO4XUDQGHQJDQNKXV\X ¢àË¢»Š •Œ ó’¡ ¸÷ Š Š Ê ù ì ¾ø  —Âë ¢àË¢» RUDQJ\DQJNKXV\X .LDODK.

!+DO!0DQVKXEGHQJDQWDQGDIDWKDK Ê .

=  §½¢¦ß Šù•Œ ó’¡ ¸÷ Š Š † Ê ì ¾ø  —Âë KXEXQJDQQ\DGHQJDQNHDGDDQ)D LODWDX0DI XO Äø« .7$0<.

LDODK.VLP\DQJEHUIXQJVLPHQHUDQJNDQPDNVXGGDUL)L LOGDODP Ê 0XKDPPDGPHPEDFDDO4XUDQVHEDJDLVXDWXLEDGDK §½¢¦ß LEDGDK.

!7DP\L]!0DQVKXEGHQJDQWDQGDIDWKDK † Ê .

=+$5$)=$0$1 Šó Šù•Œ ó’¡  ¸ Š Š † ì ¾ø ÷ —Âë ù¢Šð÷ åŠ .

DWDX.HWHUDQJDQ7HPSDW Û ù¢ ÃåŠ .

$1 ÷ Û 0XKDPPDGPHPEDFDDO4XUDQSDGDVXDWXPDODP Šó PDODP.HWHUDQJDQ:DNWXGDQ=+$5$)0$.DWDX.

!=KDUDI=DPDQ!0DQVKXEGHQJDQWDQGDIDWKDK † 'LDQWDUD=KDUDI=DPDQ ¡Á¢ û SDGDVLDQJKDUL.

¢·¢Ï SDGDSDJLKDUL.

”¢È÷ SDGDVRUHKDUL.

¡ Š ¦ Å ¾ã EHVRN.

 õ SDGDKDUL.

 ’óŠ¡ SDGDKDULLQL.

Š SDGDPDODPKDUL.

  õ † ó õ¢÷—Š GLGHSDQ.

 ’ô GL EHODNDQJ.

 ”¡Á GLEDOLN.

éç  æ» È   Š ù ’¡ VHNDUDQJ.

GDQVHEDJDLQ\D Š 'LDQWDUD=KDUDI0DNDQ .

¤ûÊ¢³ GLVHEHODK.

GDQVHEDJDLQ\D  ÑÁ ’¡ ©¡¢øÈó¡ ×¢Š Ê È Ê ÂÊ ç .

081$'$  GLDWDV.

 ª¸ GLEDZDK.

 üß GLVLVL.

Š · GLVHNLWDU.

  GLDQWDUD.

  « ¾Ê ñ  ú ¥  ¢÷ .

DWDX6HUXDQ 3DQJJLODQ.

 ½ ü :DKDL3HQFLSWDODQJLWGDQEXPL Â×¢Šç 3HQFLSWD.

!0XQDGD!0DQVKXEGHQJDQWDQGD)DWKDK Ê Á´÷ öÇ¡Ê  +DIDONDQODKLVWLODKLVWLODKGLDWDVEHVHUWDSHQJHUWLDQGDQFRQWRKFRQWRKQ\DPDVLQJPDVLQJ VHEHOXPPHODQJNDKNHSHODMDUDQVHODQMXWQ\D . UDE-DUUGLVHEXW.VLP0DMUXU\DQJWHUGLULGDUL .VLP\DQJWHUNHQD.

.VLP\DQJGLDZDOLGHQJDQ+DUI-DUU<DQJWHUPDVXN+DUI-DUUDGDODK XQWXN.

 .00$-585 ç GLGDODP.6.

Š ß DWDV.

Š›Ê NH.

ú÷ GDUL.

ºŠ EDJDL.

  Ê ô ó Ê ï ¬·  º XQWXNVXPSDK GHPL.

  « £ GHQJDQ.

ñ Ê Ê KLQJJD.

 …¢Ê Œ ߊ— Ê ¥¿  ÂÐà’ó¡ Ê 3HUKDWLNDQFRQWRKFRQWRKEHULNXW DNXEHUOLQGXQJNHSDGD$OODK DNXVKDODWGLPDVMLG GHPLPDVD ¾´Èø’ó¡ Ê O  —Œ Ê Ê  ç ôÏ .

VLP0DMUXUNDUHQD ´ à GLGDKXOXLGLPDVXNLROHK+DUI-DUU7DQGD0DMUXUQ\DDGDODK.DVUDK .…¡ ¾Ê Èøó’¡ ÂÐ ’ó¡ SDGDNDOLPDWNDOLPDWGLDWDVDGDODK.

.VLP\DQJEHUNHGXGXNDQVHEDJDL0XGKDI.ODLK&RQWRK …¡ Œ ÇÁ 5DVXO$OODK.

ODLK@ Ê ñ  ñ  Ê £¢¬ð’ó¡ òÿŠ— DKOXONLWDE.!Œ ÇÁ >0XGKDI@…¡ >0XGKDI.

ODLKVHODOXVHEDJDL.VLPGLGHSDQQ\D.ODLK@ Ê Ê Œ Œ — Ê ¬Ê …¡ Œ ÇÁŠ ¢Š Ê ñ  ñ ë 0XGKDI.VLP0DMUXUVHGDQJNDQ0XGKDI .!òÿŠ >0XGKDI@£¢ð’ó¡ >0XGKDI.

ELVDGDODP EHQWXN0DUIX 0DQVKXEPDXSXQ0DMUXUWHUJDQWXQJNHGXGXNDQQ\DGDODPNDOLPDW 3HUKDWLNDQFRQWRKFRQWRKNDOLPDWGLEDZDK LQL EHUNDWD5DVXO$OODK VD\DPHQFLQWDL5DVXO$OODK NDPLEHULPDQNHSDGD5DVXO$OODK …¡ ŠñÇÁ.

VLP ñÇÁ PHUXSDNDQ0XGKDIGDQEHQWXNQ\DELVD0DUIX   FRQWRKSHUWDPD. ·Œ Ê   ¤Ê — …¡ ñÇÂ¥Ê  ÷š Ê Ê  úÊ û 'DODPFRQWRKFRQWRKGLDWDV.

0DQVKXE FRQWRKNHGXD.

PDXSXQ0DMUXU FRQWRKNHWLJD.

ODLKVHODOXGDODPEHQWXN0DMUXU +DIDONDQODKLVWLODKLVWLODKWDWDEDKDVD$UDE\DQJWHUGDSDWGDODPSHODMDUDQLQLVHEHOXP PHODQJNDKNHSHODMDUDQVHODQMXWQ\D …¡ ¢ø ¡»Š— ù¢Š  M ›Ê «  Š ïù .DWD NDLGDK.$GDSXQNDWD VHEDJDL0XGKDI. UDE\DQJWHODKNLWDSHODMDULVHEHOXPQ\DVHEDJDLEHULNXW ù M ›Ê VHVXQJJXKQ\D.

GDQ Š ¢Š DGDODK.

$1$6(57$.$:$11<$ .11$'$1.$:$1.VHUWDNDZDQNDZDQQ\DVHGLNLWPHQJXEDK ùï .

.

QQD ù M ›Ê VHVXQJJXKQ\D.VLP0DQVKXE3HUKDWLNDQFRQWRKGLEDZDKLQL -XPODKWDQSD.%LOD+DUI DWDXSXQ-XPODK)L OL\\DKPDND0XEWDGD DWDX)D LO\DQJDVDOQ\D.VLP0DUIX DNDQPHQMDGL .

QQD ÂÊ ª¦  ¦Šï  ’óŠ¡ UXPDKLWXEHVDU.DWDXNDZDQNDZDQQ\DPHPDVXNLVHEXDK-XPODK.VPL\\DK -XPODKGHQJDQ.

ú÷š ’ó¡ …¡    Ê ø É ÂÐû ñ ÂÊ ª¦ ˆ ¢Šã  ¦Šðó’¡ ’óŠ¡  Êï  ¦ M  ¦Š ª’ó¡ ù›Ê VHVXQJJXKQ\DUXPDKLWXEHVDU.

UXPDKEHVDULWXPDKDO.

$OODKPHQRORQJPXNPLQ.

<DQJWHUPDVXNNDZDQNDZDQ ñ ã  Ê ð ª ¦ úÊ ˆ ¢Š ¦Š ó’¡  ’óŠ¡ ðŠó úÊ ø Â Ð È ò  ÷š ’ó¡   ü …¡M àŠó ù M ›Ê DQWDUDODLQ DNDQWHWDSLUXPDKEHVDULWXPDKDO.

VHPRJD$OODKPHQRORQJPXNPLQ.

ùŠ— EDKZDVDQ\D.

ùŠ˜Š VHRODKRODK.

 ðŠó DNDQWHWDSL.

M  Š DJDUVXSD\D.

ªŠ M M ï úÊ òàó  ó DQGDLVDMD.

 .

VLP0DQVKXE -XPODKWDQSD.KDEDU\DQJDVDOQ\D.VLP0DUIX DNDQPHQMDGL.DQD ù¢Š DGDODK.%LOD)L LO .

DWDXNDZDQNDZDQQ\DPHPDVXNLVHEXDK-XPODK.VPL\\DKPDND Š ï -XPODKGHQJDQ.DQD  WLGDNWLGDNDGD.

 Š ÂÊ ª¦  ¦Šï ’óŠ¡ UXPDKLWXEHVDU.

ò Ê Â Êï ª ¦ ˆ ø³  ¦Š  ’óŠ¡ ¾ Ê ¾ø ÷  àÇ  ¸ 0XKDPPDGEDKDJLD.

UXPDKLWXEHVDUODJLFDQWLN.

ø³ ¡ ¦Š  ’ó¡M ŠÛ † Ê   Êï ª ¦ ò ¡ àÇ ¸ Š ¡ ¢÷ ¾ Ê ¾ø ÷ ñ à ¡ ¦Š  ’ó¡Š ¢Š  Êï ª ¦ ù ï DGDODKUXPDKLWXEHVDU.

MDGLODKUXPDKLWXEHVDUODJLFDQWLN.

0XKDPPDGVHQDQWLDVDEDKDJLD.

.

¶¦ϊ—  ӊ— M Š  ÷Š—  ¢  ¢ PHQMDGL.

  ¸ òÛ È © ¥ Á Ï Šñ¡à ¢÷ VHQDQWLDVD.

 ¡ ¢÷ VHODPD.

 Š WLGDNEXNDQ.

 õ½ Æ ó ¨ ßŠ ó’¡ ©¢ ß Ê è ÷Š  3DKDPLODKEDLNEDLNVHPXDNDLGDKNDLGDK\DQJWHUGDSDWGDODPSHODMDUDQLQLVHEHOXP PHODQJNDKNHSHODMDUDQVHODQMXWQ\D $GDSXQ\DQJWHUPDVXNNDZDQNDZDQ ùï Š ¢Š DGDODK.

DQWDUDODLQ 'DODPSHODMDUDQSHODMDUDQ\DQJODOXNLWDVXGDKPHOLKDW$ODPDW$VKOL\\DKDWDXWDQGDWDQGD DVOL SRNRN.

UDE\DLWXEDULV'KDPPDK XQWXN. UDE 1DVKDEGDQEDULV. UDE-DUU $/$0$7)$5 .DVUDKXQWXN.<<$+ 7$1'$7$1'$&$%$1*. UDE5DID EDULV)DWKDKXQWXN.GDUL.

'LDQWDUDEHQWXNEHQWXN.VLPDGD\DQJPHQJJXQDNDQWDQGDWDQGD\DQJEHUEHGDGDUL$ODPDW $VKOL\\DKXQWXNPHQXQMXNNDQ. UDE5DID 1DVKDEDWDX-DUUWHUVHEXWNDUHQDEHQWXNQ\D\DQJ NKDVPHUHNDPHQJJXQDNDQ$ODPDW)DU L\\DK\DLWX .

.DWD%HQGD'XDO.VLP0XWVDQQD .

UDE5DID GLWDQGDLGHQJDQKXUXI$OLI1XQ  ù¡ . D.

UDE-DUUGLWDQGDLGHQJDQKXUXI<D1XQ  GDWDQJGXDRUDQJOHODNL DNXPHOLKDWGXDRUDQJOHODNL ú . UDE1DVKDEGDQ. ùŠ³Á ”¢³ Ê  È E.

úŠô Á  —ŠÁ Ê ³ ª úŠô Á Š ß øô Ê ³ ô ª MÇ DNXPHPEHULVDODPNHSDGDGXDRUDQJOHODNL .

VLP-DPDN0XG]DNNDU6DOLP ..DWD%HQGD-DPDN/DNLODNL%HUDWXUDQ.

 D. UDE5DID GLWDQGDLGHQJDQKXUXI:DX1XQ  ù .

UDE-DUUGLWDQGDLGHQJDQKXUXI<D1XQ  ú . E. UDE1DVKDEGDQ.

.

ùøôÈ ’ó¡ ”¢³ Š Ê ø È úøôÈ ’ó¡ ª—ŠÁ  ÊÊ ø  GDWDQJNDXPPXVOLPLQ DNXPHOLKDWNDXPPXVOLPLQ DNXPHPEHULVDODPNHSDGDNDXPPXVOLPLQ úøôÈ ’ó¡ Š ß øô  Ê Ê ø ô ª MÇ .

KDPVDK D\DK.$O$VPD DO.

 ’𥠥Š— ”¢³ Ç È í .

UDE1DVKDEGLWDQGDLGHQJDQKXUXI$OLI  .GL DNKLUQ\D E.

UDE-DUUGLWDQGDLGHQJDQKXUXI<D ñ .GLDNKLUQ\D F.

GLDNKLUQ\D PHPLOLNLSHUXEDKDQEHQWXN\DQJNKDVVHEDJDLEHULNXW D. UDE5DID GLWDQGDLGHQJDQKXUXI:DX  GDWDQJ$EXEDNDU DNXPHOLKDW$EXEDNDU ¹—  Š VDXGDUD.

  LSDU.

¿ SHPLOLN.

GDQ Š PXOXW.

VLPLVLPLQL ö· Œ öç ¨Èø¼’ó¡ ”¢øÇ Š..

UDE)DU L\\DK WDQGDWDQGD.DWDXLVLPLVLP\DQJOLPD\DNQL Š—  È¡ £ ’𥠢¥Š—  —ŠÁ Ç ª ’𥠥ʊ— Š ß øô Ç ô ª MÇ DNXPHPEHULVDODPNHSDGD$EXEDNDU +DIDONDQODKNHORPSRNNHORPSRN.VLP\DQJPHPSXQ\DLWDQGDWDQGD. UDEFDEDQJ. UDE\DQJNKDVLQL VHEHOXPPHODQJNDKNHSHODMDUDQVHODQMXWQ\D 'DODPNDLWDQQ\DWHQWDQJ$ODPDW.

NLWDKDUXV PHPSHODMDULJRORQJDQ.VLP\DQJKXUXIDNKLUQ\DWLGDNPHQHULPDEDULVWDQZLQPDXSXQNDVUDK KDQ\DPHQHULPDEDULVGKDPPDKGDQIDWKDK.

6.0*+$. .0*+$.6.VLP\DQJ7LGDN0HQHULPD7DQZLQ .VLPLVLPLQLGLQDPDNDQ.58081$::$1 .58081$::$1\DQJWHUGLULGDUL .

ù ü Š öÇ¡Ê ÷  ã .

.

VLP $ODP 1DPD.6HPXD.

\DQJGLDNKLULGHQJDQ7D0DUEXWKDK PHVNLSXQLDDGDODK 0XG]DNNDU.

0LVDOQ\D 0XDZL\DK.

 § · Œ Äø +DP]DK.

GDQVHEDJDLQ\D ¨Ê ç Œ ø×¢Š )DWLPDK.

¨ü÷• $PLQDK.

¨M  0DNNDK.

¨¢à ŒÊ Œ ð÷ ŒÊ ÷ ¨´¾» .KDGLMDK.

§ Ç 6DXGDK.

¤üà =DLQDE.

½¡¾ä¥ %DJGDG.

 Ì ½ Œ Ê Œ ½     ê ÷Ê 'DPDVNXV.

GDQVHEDJDLQ\D 0LVDOQ\D .

.VLP $ODP\DQJPHUXSDNDQNDWDVHUDSDQDWDXEHUDVDOGDULEDKDVD DMDP EXNDQ$UDE.

 .

VLP $ODP0XDQQDWV PHVNLSXQWLGDNGLDNKLULGHQJDQ7D0DUEXWKDK.6HPXD.

0LVDOQ\D ùÁ¢Šë 4DUXQ.

GDQVHEDJDLQ\D Š  öÊ  ÿ¡Â¥›Ê .EUDKLP.

½ ¡ 'DZXG.

æ  <XVXI.

ùßÂç )LU DXQ.

 ½  Ç Š  Ê ¾Ê  Ä <D]LG.

 ¾ø·Š— $KPDG.

 ’° <DWVULE.

GDQVHEDJDLQ\D  £Ê .

VLP $ODP\DQJPHQJJXQDNDQZD]DQ ..

.VLP $ODP\DQJPHQJJXQDNDQZD]DQ SRODEHQWXN.

)L LO0LVDOQ\D ¢¸ -XKD.

GDQVHEDJDLQ\D ³ 0LVDOQ\D ODSDU.

 ò Œ 0LVDOQ\D  8PDU.

Œ · =XKDO.

 àç  øß ò Ã .

VLP $ODPPDXSXQEXNDQ\DQJGLDNKLULGHQJDQKXUXI$OLI1XQ ù¢Ôã PDUDK.VLPEDLN.6HPXD.

GDQVHEDJDLQ\D Œ ¦ Š ù ø’ ß Œ ¢ ° 8WVPDQ.

ù¢ Š  6XODLPDQ.

ù¢ ÷Á 5DPDGKDQ.

ù¢ ³ Œ ø ôÇ Œ Ô Œ ß  ò ’çŠ 0LVDOQ\DŒ Ô’çŠ OHELK à— ò — .

VLP\DQJPHQJJXQDNDQZD]DQ SRODEHQWXN.6HPXD.

 XWDPD.

   ¦’ OHELKEHVDU.

½NJ— KLWDP.

GDQVHEDJDLQ\D  .

òŸÊ¢ÇÁ VXUDWVXUDW.

 Ë¢—Š QDV\LGQDV\LG.

ÝÁ¡Ë MDODQMDODQ.

Œ ŸÊ¢Š VXNX Œ ¾Ê û Ê  ò ¦ë VXNX.

GDQVHEDJDLQ\D .

VLP $'$' ..

VLP-DPDN\DQJPHPSXQ\DLZD]DQ\DQJGLWHQJDKQ\DWHUGDSDW0DG$OLI0LVDOQ\D ñ¢àŠç DWDXò ’è÷ 0LVDOQ\D­Š¯Œ WLJD..

 ¢ HPSDW.

Å¢  OLPD.

 à÷ à Œ Ý ¥Á  ø» Ì NHORPSRN.

GDQVHEDJDLQ\D .

.VLP ½  .

DWDX%LODQJDQGDULVDWXVDPSDLVHSXOXK\DQJPHQJJXQDNDQZD]DQ ¾ß »Œ \DQJODLQ.

\DQJPHUXSDNDQEHQWXN-DPDNGDUL »Œ   —  — .

VLP\DQJKXUXIDNKLUQ\DEHUXSD$OLI0DPGXGDK 0LVDOQ\D WHPDQ..

GDQVHEDJDLQ\D ”¡Âÿà \DQJEHUNLODX.

”¢øŠô RUDQJRUDQJEHULOPX.

”¢Šë¾ϊ— WHPDQ É É ß É Ê § ¾ø æʊ—.

DWDX$OLI/XUXV ”¡.

UDE1DVKDE ù¢øŠô ª—ŠÁ Š Ç ù¢ Šô ”¢³ Œ ø Ç È E. UDE5DID GDQEDULV)DWKDKXQWXN. UDE1DVKDEWHWDSPHQJJXQDNDQ$ODPDW$VKOL\\DK\DNQLEDULV'KDPPDK XQWXN.VLPLVLPGLDWDV KXUXIDNKLUQ\DWLGDNPHQHULPDEDULV WDQZLQGDQNDVUDK2OHKNDUHQDLWXGDODPNDLWDQQ\DGHQJDQ. UDE-DUU3HUKDWLNDQ DNXPHPEHULVDODPNHSDGDVXNXVXNX DNXPHPEHULVDODPNHSDGDVXNXVXNXLWX òŸÊ¢¦ì’ó¡ Š ß øM  Ê Š ô ª ôÇ .DVUDKPHODLQNDQEDULV)DWKDK GDWDQJ6XODLPDQ DNXPHOLKDW6XODLPDQ ù¢øŠô Š ß øô Š  Ç ô ª MÇ òŸÊ¢¦Šë Šôß øM  Š ª ôÇ DNXPHPEHULVDODPNHSDGD6XODLPDQ 6HEDJDLSHUNHFXDOLDQELOD.VLP*KDLUX0XQDZZDQ PHPSXQ\DLDODPDWDWDXWDQGDWDQGD. UDE-DUUWLGDNPHQJJXQDNDQEDULV. ½  ÷ ó 6HSHUWLGLQ\DWDNDQGLDZDOWDGL. UDEVHEDJDLEHULNXW D.VLPLVLPWHUVHEXWPHQJJXQDNDQDZDODQ$OLI/DP0D ULIDKPDND LDPHQHULPDEDULVNDVUDKELODWHUNHQD. UDE5DID GDQ. UDE.

”¢øŠô Šôß øô È ß ª MÇ ”¢øŠô ó’¡ Š ß øô Ê à ô ª MÇ DNXPHPEHULVDODPNHSDGDSDUDXODPD DNXPHPEHULVDODPNHSDGDSDUDXODPDLWX 1DPXQPDVLKDGDODJLNHORPSRN.VLP*KDLUX0XQDZZDQ\DQJKXUXIDNKLUQ\DVHODOXWHWDS WLGDNPHQJDODPLSHUXEDKDQEDULVDSDSXQ<DLWX .

VLPLVLP\DQJKXUXIDNKLUQ\D$OLI0DTVKXUDK  × 7KXZDQDPDEXNLW..

GDQVHEDJDLQ\D Œ Ç÷ ”¢³  È Ç÷  —ŠÁ  ª GDWDQJ0XVD ï WDQSDWLWLNGXD.

0LVDOQ\D ÷ 0XVD.

 ß .VD.

  SHWXQMXN.

 Ç  ÈÊ ¾ÿ § Вì÷ æʊ—.

5$%). UDEDSDSXQ Ç÷ Š ß øM    ô ª ôÇ DNXPHOLKDW0XVD DNXPHPEHULVDODPNHSDGD0XVD +DIDONDQODKLVWLODKLVWLODKWDWDEDKDVD$UDE\DQJWHUGDSDWGDODPSHODMDUDQLQLVHEHOXP PHODQJNDKNHSHODMDUDQVHODQMXWQ\D ÝÊ ¢Ôø’ó¡ òàç £ ß›Ê Á  Ê Â . UDE . . UDEDWDXSHUXEDKDQEDULVEHQWXNGLDNKLUNDWDELODGLGDKXOXL ROHKKDUIKDUIWHUWHQWX)L LO0XGKDULPHQJHQDOWLJDPDFDP.VLPLVLPLQLKXUXIDNKLUQ\DWLGDNSHUQDKEHUXEDKGDODPNHDGDDQ.DWDX$OLI%HQJNRN Á  ó ./08'+$5. )L LO0XGKDUL MXJDPHQJDODPL.

5$%5$)$ LDODKEHQWXNDVDOGDUL)L LO0XGKDUL GHQJDQDODPDW WDQGD..

 D%DULV'KDPPDK E+XUXI1XQ ùô è  ùŠà’è«   ô è Š ô è  ùŠà’è Š Œ à’ « Ê  ú Ê à’ « ù Œ à’ Ê  òà’èû  òà’çŠ Œ à’è  òà’è« Œ Œ — ò Œ .

. 5$%1$6+$%ELODGLPDVXNL+DUI1DVKDE$ODPDWQ\DDGDODK .

D%DULV)DWKDK òà Š — Š  òà Š  ’èû  òà’çŠ òà’è  Š  ’è« E+LODQJQ\DKXUXI1XQ ¡ô è  à’è«  ô è ¡ô è  à’è Œ à’ « Š  Ê à’ « Œ à’ Š  $GDSXQ\DQJWHUPDVXN+DUI1DVKDELDODK EHJLWX.

 Š VXSD\D.

  KLQJJD.

ó XQWXN.

 ï ¬· ’ùŠ— EDKZD.

úŠ WLGDNDNDQ.

’ùŠ¿›Ê NDODX ó 3HUKDWLNDQFRQWRKFRQWRKQ\DGDODPNDOLPDW )L LO0XGKDUL 5DID VD\DPHQXOLVSHODMDUDQ.

ÅÁ ó¡ ¤’ïŠ ¢ûŠ  ¾  ¬ — — )L LO0XGKDUL 1DVKDE PHUHNDEHODMDUPHUHNDPHQJHUWL.

.

5$%-$=0  D%DULV6XNXQ ùø ’è öÿ Š Ç ¾ ö Š   ù  Á  ÿ Å ¾ ¤¬ — ¾ Ê —  Á ó¡  ’ïŠ ’ùŠ—  ÁŒ VD\DPDXPHQXOLVSHODMDUDQ..

¡ø ’è   Š Ç ¾ ö  ¬· ù  Á  ÿ ’òà’èû  ’òà’çŠ ’òà’è  ’òà’è«  —  õÄ .

ELODGLPDVXNL+DUI-D]P$ODPDWQ\DDGDWLJD ³ PHUHNDEHODMDUKLQJJDPHQJHUWL.

E+LODQJQ\DKXUXI1XQ ¡ô è  à’è«  ô è ¡ô è  à’è Œ à’ « Š  Ê à’ « Œ à’ Š  ¨M ß .

DWDXKXUXISHQ\DNLW\DLWX    ¡ ôÊ  XQWXNODUDQJDQ MDQJDQ.

 Š öŠó WLGDN.

¢ óŠ EHOXP.

º’óºÊ ø ó F+LODQJQ\DKXUXI .OODW  $GDSXQ\DQJWHUPDVXN+DUI-D]PWHUEDJLGDODPGXDNHORPSRN +DUI-D]P\DQJPHQMD]PNDQVDWXIL LOVDMD\DLWX XQWXNSHULQWDK KHQGDNODK.

 3HUKDWLNDQFRQWRKFRQWRKQ\DGDODPNDOLPDW .

ö ’è ÿ   ¾ ÿ    ÅÁ   ¬¥ùô ¾« öûŠ— Ê Š Œ » ¬ )L LO0XGKDUL 5DID )L LO 0XGKDUL -D]P GLDEHODMDUGLDPHQJHUWL.

NDOLDQPHPDVXNLUXPDKNX.

ö ’è öóŠ Å ¾ öóŠ   Á ¬ ¡ô ¾  Ê ¥ Œ » « Š GLDEHOXPEHODMDUGDQGLDEHOXPPHQJHUWL.

MDQJDQPHPDVXNLUXPDKNX.

+DUI-D]P\DQJPHQMD]PNDQGXDIL LO\DLWX MDQJDQ.

  NDSDQ.

Š ¢ —Š NDSDQ.

 —Š GLPDQD.

¢øü—Š GLPDQDVDMD.

 Š ¬÷ ù ú  û— ’ù›Ê MLND.

ú VLDSD.

¢÷ DSD.

¢ø  ÷ ÷ GDULPDQD.

 &RQWRK. ¢øŒ GDULPDQDVDMD.

¢øèŠ EDJDLPDQDVDMD.

Š \DQJPDQD.

 °· Šï .

— HQJNDXPHQJHUMDNDQVXDWXSHNHUMDDQ HQJNDXDNDQGLEDODVGHQJDQQ\D.

 þ¦ôŠë ¾  …¡žÊ ¢Ê ú÷š ÿ  ’ Ê É …¥  Ê   þ¦ôŠë ¾  …¢Ê ú÷š ú÷ ’ Ê Ê ¥ Ê  &RQWRK. MLNDHQJNDXPHQJHUMDNDQVXDWXSHNHUMDDQ HQJNDXDNDQGLEDODVGHQJDQQ\D. þ¥Ê Ä´ ªûŠ žÇ ø ¥Ê Œ øà« ªûŠ Ê « — ò à ò   — þ¥Ê Ä´ òø ¥Ê ’òøà« ’ù›Ê Ê  «Ç à &RQWRK....

GLDEHULPDQNHSDGD$OODK$OODKPHQXQMXNL KDWLQ\D.

VLDSD\DQJEHULPDQNHSDGD$OODK'LDDNDQ PHQXQMXNLKDWLQ\D.

NDOLDQPHODNXNDQVXDWXNHEDLNDQ$OODK PHQJHWDKXLQ\D.

NHEDLNDQDSDVDMD\DQJNDOLDQODNXNDQ $OODKPHQJHWDKXLQ\D.

NDOLDQEHUWDTZDNHSDGD$OODKNDOLDQ EHUXQWXQJ.

þ Šôà …¡žÇ  ú÷ Š ô è öûŠ  ø  É Â » Ê ù Œ à’ « ¬ — ù¸ô’è ö¬ûŠ— ž…¡ ùì « ö¬ûŠ— Š  Ê «  È Š Œ¬  ¡¸ô’è …¡ ¡Œ «   Ê « È ì¬ ¬÷ …¡  øŠôà  ú÷ ¡ô è ¢÷ É þ Ç » Ê Œ à’ « &RQWRK.9 NDSDQNDOLDQEHUWDTZDNHSDGD$OODKNDOLDQ EHUWXQWXQJ.

DPXV%DKDVD$UDE 6HODPDWEHODMDUGDQEHUODWLK . %LODDQGDWHODKPHQJHUWLGDQPHQJKDIDONDQVHPXDSHODMDUDQ\DQJWHODKGLEHULNDQDQGDVXGDK FXNXSPHPLOLNLEHNDOXQWXNPHQJHPEDQJNDQGDQPHPSUDNWLNNDQSHODMDUDQEDKDVD$UDE DQGDGHQJDQPHQJJXQDNDQ.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->