KEADAAN PENELITIAN DEWASA INI TENTANG SASTRA DAERAH Yus Rusyana IKHTISAR EKSEKUTIF Penelitian tentang sastra-sastra

daerah diperlukan untuk beroleh pengetahuan ten tang sastrasastra itu, untuk pengembangan ilmu sastra, untuk pembinaan wawasan N usantara, dan untuk pelayanan bagi bidang-bidang lain. Penelitian hingga dewasa ini meliputi hasil sastra di berbagai daerah yang ditel iti dalam lingkup sastra daerah itu masing-masing, dengan bermacam-macam obyek, sepe rti sastra lisan (cerita rakyat), hikayat, novel, cerita pendek, puisi, sastra lakon , naskah lama, biografi sastrawan, dan penggalian nilai budaya dalam sastra. Dalam analisis jar ang dikemukakan probelematik teoretis, sehingga penelitian tidak memberikan jawab te rhadap masalah teori, melainkan berhenti pada tahap mendeskripsikan. Perlu dibuat rencana penelitian sastra-sastra daerah dengan memandang seluruhnya sebagai satu komunitas sastra. Penelitian perlu dilakukan dengan kerangka teori yang kuat dan relevan serta bertolak dari permasalahan teori di samping bertolak dari kepe rluan memecahkan masalah di lapangan, agar hasil penelitian dapat berguna bagi pengemb angan teori sastra. Perlu ada sebuah kelompok tetap di lingkungan Dikti dengan anggota perseorangan yang berasal dari lembaga penelitian dan perguruan tinggi untuk melakukan pemiki ran, perencanaan, dan pembinaan penelitian bidang sastra-sastra daerah se-Indonesia. Untuk pemanfaatan hasil penelitian dilakukan penyusunan karangan ilmiah dengan jalan mengolah berbagai hasil penelitian menjadi bahasan ilmiah. Bahasan ilmiah itu dipublikasikan dalam wujud buku atau dimuat dalan jurnal ilmiah, yang dapat diperjualbelikan.

mulai dari mengumpul kan bahan sastra daerah itu. khususnya ilmu sastra. dan penelitian sebagai pelayanan ilmu sastra bagi kehidupan yang lebih luas. Penelitian baru pada tahap deskripsi dan tidak dilanjutkan ke tahap interpretasi . LINGKUP PERMASALAHAN DAN NILAI STRATEGIS Kita perlu memiliki pengetahuan tentang sastra-sastra daerah bagi kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan. sebagai lanjutan dari penelitian yang sudah dilakukan. menjelaskan maknanya. k emudian . Tema sentral penelitian sastra daerah dalam Pelita VI ialah menemukan kekokohan dan kelenturan sastra-sastra daerah sebagai satu kesatuan. melakukan interpretasi. menjelaskan latar belakang sosial budayanya. hikayat. Penelitian dilakukan untuk menemukan konvensi dan inovasi dalam sastra-sastra da erah seNusantara. Dalam kehidupan sastra-sastra daerah. novel. masih kurang penelitian perbandingan sas tra.Penelitian yang sudah dilakukan sebagaian besar tentang struktur cerita rekaan ( cerita rakyat. penelitian tentang sastra-sastra daerah perlu lebih digiatkan dengan perencanaan yang cermat. yaitu komunitas sastr a Nusantara. penelitian untuk penge mbangan teori sastra. dan untuk memberikan pelayanan ilmu sastra bagi kesejahteraan lahir b atin bangsa Indonesia. Penelitian yang perlu dilakukan ialah penelitian untuk menyusun pengetahuan yang bulat tentang setiap sastra daerah. untuk menyusun pengetahuan yang bulat tentan g sastrasastra daerah se-Indonesia sebagai satu kesatuan. Oleh karena itu. dan bagi pemahaman mengena i berbagai aspek kebudayaan yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia keseluruhann ya. terdapat begitu banyak bahan untuk diselid iki sedangkan jenis pekerjaan dalam penelitian pun banyak pula. cerita pendek). menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. mungkin karena kurang dukungan teori. Dalam menyelenggarakan penelitian sastra-sastra daerah dihadapi berbagai masalah . 1. Pengetahuan tentang sastra-sastra yang telah ada sekarang belumlah lengkap menge nai berbagai seginya dan belum melingkupi sastra-sastra daerah keseluruhannya.

dan menempatkannya dalam sastra-sastra daer ah seIndonesia sebagai satu keseluruhan. akan . pada umumnya sastra daerah diperlakukan sendiri-s endiri. Penelitian tentang sastra termasuk ke dalam penelitian bidang ilmu strategis. Teeuw mengemukakan: Sastra daerah tidak cukup kita teliti hanya dalam rangka kedaerahannya. Tentang hal tersebut. kemudian menempatkannya dalam sejarah sastra. hasil-hasil penelitian mengenai sastra-sastra daerah sebagai satu bidang penelitian.menempatkannya dalam sejarah budayanya. Ini menuntut. dapat kita amati baik dari segi sejarah maupun dari segi tipologi (Teeuw. bahwa dalam arti yang sesungguhnya. pe nelitian sastra-sastra daerah merupakan pekerjaan besar-besaran. Ki ni terdapat keperluan untuk memperlakukan sastra-sastra terpisah-pisah. Kedua. Ha l itu dapat dipahami karena beberapa hal. dari segi ilmu sastra itu sendiri. dan penelitian pun dilakukan terhadap setiap sastra daerah secara terpisah-pisah. yaitu memperlakukan sastra-sastra daerah sebagai satu komunitas sast ra. Ilmu sastra sudah memiliki tradisi dan terus berkembang. Selama ini. hubungan lintang. Cross Connections. Para ahli sastra bangsa Indonesia d i samping dituntut meguasai ilmu sastra. Sastra s eIndonesia dari segi ilmiah harus kita teliti sebagai satu bidang penelitian. melakukan interpretasi. Di samping itu ada masalah lain. Nyatalah. si peneliti memahami bahasa-bahasa daerah lain di sam ping menguasai bahasa daerahnya sendiri atau penelitian dilakukan oleh tim yang anggo taanggotanya latar belakang penguasaan daerah yang berlainan. serta mem punyai kesempatan bekerja penuh waktu. Pertama. Hal itu diupayakan melalui kegiatan penelitian terhadap kenyataan kehidupan sastra di li ngkungan bangsanya. dituntut pula untuk turut serta mengembangkannya. Dengan demikian perlu waktu pengerjaan yang lama oleh banyak peneliti yang memiliki perlengkapan teori yang diperlukan. lewat batas bahasa dan suku. baik yang diekspresikan dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa-ba hasa daerah. antara lain. yaitu dalam memandang sastra-sastra daerah seba gai bidang penelitian. Kini terdapat keperl uan untuk memperlakukan sastra-sastra daerah itu sebagai kesatuan sehingga menjadi satu bi dang penelitian. 1982:13). di mana unsur-unsur kedaerahan saling berkaitan dan bergantungan.

Melayu Bangka. sebagai hasil komunikasi dengan unsur-unsur baru (lihat Rusyana. Minangkabau (di Sumatra Barat). Melayu Jambi (di Jambi). Kerinci. Komering. Alas.. Melayu Riau. 1993) Sastra-sastra daerah yang teliti ialah: Aceh. Melayu Medan. lalu berkembang menjadi pola yang beraksesori dan keislaman. Di samping itu. Melayu Belitung. tenaga peneliti. Mentawai. menunjukkan bahwa dalam sastra daerah se-Indonesia terdapat pola dasar yang sama . dapa t menyumbangkan bahan bagi keperluan lain. 2. PEMBAHASAN Keadaan Dewasa ini Keadaan penelitian dewasa ini dapat diketahui dari bidang garapan. Dengan demikian. Dialek Abung. Penelitian terhadap mitos padi. Melayu Betawi (di DKI Jakarta). dan pemanfaatan hasil penelitian serta ma salah yang terkait pada hal-hal tersebut. Sebagai gambaran kita gunakan da ta kegiatan penelitian yang diselenggarakan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa pad a kurun waktu 1975-1993 (Hasjim. Talang Mamak (di Riau). penelitian sastra-sastr a daerah dapat memberikan bahan-bahan bagi pembinaan Wawasan Nusantara. Bidang garapan meliputi hasil-hasil sastra di berbagai daerah yang diteliti dala m lingkup sastra-sastra daerah itu masing-masing.membuktikan dan memberikan kesadaran yang lebih kuat bahwa memang budaya Indones ia yang kaya variasi itu adalah satu kesatuan. Gayo (di Aceh) Batak Angkola. penyebaran hasil penelitian. Musi (di Sumatra Selatan). 1994).tahap peneliti an. Melayu Panai. pengetahuan tentang sastra-sastra daerah sebagai bagian dari budaya bangsa. misa lnya. Melayu Serdang (di Sumatra Utara). Lampung. Kayu Agung. Melayu Langkat. dkk. Dialek Pesisir (di Lampung). Karo. . Batak Simalungun.

yaitu sastra lisan (yang terbanyak). Bugis. cerita pendek. kemudian berangsur-angsur terlibat pula tenaga magister dan doktor. Abui. Jawa. Alune. dan penggalian nilai budaya dalam sastra. DI Yogyakarta. hakikat. Mereka bekerja sebagai dosen di perguruan tinggi dan staf di Pusat Pembinaan dan . Dawan. Sangen (di Kalimantan Barat). Bali (di Bali). Dalam penelitian itu jarang dikemukakan problemika teoretis. sedangkan pene litian tentang naskah berupa inventarisasi naskah yang ada di suatu daerah serta gambar an wujud dan isi naskah . Tolaki. Tetum Belu. Madura (di Jawa Tmur). yang menghasilkan deskripsi tentang unsur-unsur intrinsik sastra. Toli-Toli (di Sulawesi Tengah).Sunda (di Sunda Barat). Tenaga peneliti berasal dari lulusan fakultas sastra dan fakultas pendidikan bah asa. Sumbawa (di Nusa Tenggara Barat). Kaili. Wolio (di Sulawesi Tenggara). puisi. Penelitian tentang cerita rekaan dan sastra lakon umumnya berupa analisis strukt ur. Talaud. Roti (di Nusa Tenggara Timur). Jawa (di Jawa Tengah. Sasak. naskah lama. Mori. Kei (di Maluku). sebagian besar dari S1. novel. walaupun di dalam bab atau pasal tertentu dikemukakan kerangka teori yang dijadikan acuan. Di samping itu. Adapun obyek penelitian itu bermacam-macam. Banjar (di Kalimantan Selatan). Mandar. Saluan. Sangir. Toraja Saídan (di Sulawesi Selatan). Iban. dalam menganalisis. sastra lakon. Tetun (di Timor Timur). Totemboan (di Sulawesi Utara). Melayu Sambas. sering teor i itu tidak dioperasionalkan. se hingga penelitian itu tidak memberikan jawapan terhadap masalah teori melainkan berhent i sampai tahap mendeskripsikan. Bantik. biografi sastra wan.

Jadi jarang sekali tugasnya khusus sebagai peneliti. Seseorang yang menjadi peneliti pada sebuah penelitian kemudian terlibat pula pa da penelitian lain. pekerjaan meneliti itu bukanlah sebagai pekerjaan sepenuh waktu. Oleh karena itu. yaitu apabila hasil peneli tian terdahulu belum dipublikasikan.Pengembangan Bahasa. Penelitian dilakukan di b awah sebuah proyek dengan jangka waktu efektif kurang dari satu tahun. Walaupun begitu. dapat diolah sebagai bahan pengajaran di sekolah dan sebagai bahan bacaan umum. suatu hal yang ada juga terjadi seperti namp ak pada daftar pustaka yang dipakai. seoran g peneliti tidak selalu sempat membaca hasil-hasil penelitian sejenis. Begitu pula. Penyebaran seperti itu memang mempunyai masalah jug a. yaitu hasil penelitian mungkin tidak sampai kepada yang memerlukan. Di samping itu. Apakah hasil penelitian tentang sastra-sastra daerah masing-masing dapat digunak an untuk penelitian lanjutan yang bertujuan memperoleh pengetahuan sastra-sastra da erah itu sebagai satu kesatuan ? Pada saat sekarang masih sulit oleh karena jenis obyek y ang diteliti dan pokok masalah penelitian berlain-lainan. karena memang k edua penelitian itu tidak timbul dari persoalan yang dialogis. jaranglah berada dalam kesinambungan persoalan. untuk bebe rapa hal ada juga yang dapat digunakan. Misalnya cerita rakyat yang sudah dihimpun dan . Hasil-hasil penelitian diharapkan dibaca dan dimanfaatkan untuk rujukan dalam penelitian yang dilakukan kemudian. agar pengetahuan tentang sastra-sastra daerah itu menjadi masyarakat luas. yang produknya tidak diperjualbelikan melainkan dikirimkan ke lembaga da n perseorangan sebagai hadiah. Publikasi dan penyebaran hasil penelitian sebagian besar diselenggarakan oleh proyek. Hal-hal itu te ntu berpengaruh pula kepada mutu hasil penelitian. dan di kantor wilayah Departemen Pendidika n dan Kebudayaan. Juga diharapkan dipergunakan oleh dosen dan mahasis wa di perguruan tinggi untuk menunjang perkuliahan dan penulisan karya ilmiah. Apa yang menjadi perhatian pada sat u penelitian berbeda dengan pada penelitian yang lain. di balai bahasa.

diterjemahkan menyediakan bahan untuk dipilih bagi keperluan penelitian lanjutan walaupun tidak lengkap. dengan arti karya sastra. apa yang masih kurang. pengetahuan yang diperoleh dari hasil penelitian itu akan berguna pula bagi pengembangan teo ri sastra. 1982:18-26). Salah satu jenis penelitiannya ialah perbandingan sastra (lihat Rusyana. dan apa yang bel um diteliti. ALTERNATIF PEMECAHAN 1) Dibuat rencana penelitian sastra daerah dengan memanfaatkan apa yang sekarang sudah dimiliki sebagai hasil penelitian. 1980 dan 1987). kemantapan wujud karya sastra dengan variasi-variasinya. sastra dengan normasosial budaya. pencipta dan mimesis. Dengan demikian. Rencana penelitian itu menggunakan pandangan bahwa sastra-sastra daera h itu merupakan sebuah komunitas sastra. 2) Penelitian-penelitian itu dilakukan dengan kerangka teori yang kuat dan relevan. arti karya sastra dengan pembaca. antarkarya sastra. Bertolak dari kerangka teori sastra (lihat Teeuw. . Begitu pula sastra daerah yang selama ini belum benyak diteliti atau bahkan belum dijamah sama sekali. mi salnya: a) b) c) d) e) f) g) hubungan hubungan hubungan hubungan hubungan hubungan hubungan tradisi dan pembaharuan. antara niat pengarang. dimasukkan ke dalam rencana penelitian. kita dapat mengaj ukan berbagai masalah yang perlu diteliti dalam sastra-sastra daerah se-Indonesia. serta bertolak dari permasalahan teoretis di samping bertolak dari keperluan unt uk memecahkan yang nyata dihadapi di lapangan.

Berdasarkan rencana penelitian sastra-sastra se-Indonesia yang menyeluruh dilakukan pengikutsertaan para sarjan a kesusastraan secara terorganisir dalam tim-tim penelitian dengan inti tenaga sen ior atau tenaga yang telah berprestasi dalam penelitian. terutama sastra lama. yang diselenggarakan oleh Proyek Pembinaan Buku Sastra Indonesia dan Daerah-Jakarta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. yaitu penerbitan hasil sastra daerah. untuk melakukan perencanaan dan pembinaan penelitian pada bidang sastra-sastra daerah se-Indonesia. 4) Berkenaan dengan pemanfaatan hasil penelitian. PENELITIAN YANG TELAH DILAKUKAN Perlu dikemukan bahwa selain penelitian. yang dapat diperjualbelikan. Dengan adanya terjemahan dalam bahasa Indonesia. Perlu ada kelompok tetap di lingkungan Dikti dengan anggota perorangan yang berasal dari lembaga penelitian dan perguruan tinggi. yang kemudian dipublikasikan dalam wujud buku atau dimuat dalam jurnal ilmiah. Lebih-lebih kalau diberi keterangan tenta ng . Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Terbitan seperti ini menyediakan hasil sas tra untuk diteliti. tanpa terjemahan dalam bahasa Indonesia. misalnya yang diselenggarakan oleh Proyek Penerbitan Buku Bacaan Sastra Indonesia dan Daerah. para peneliti yang tidak menguasai bahasa daerah yang dipakai dalam k arya sastra itu dapat tertolong untuk memahaminya. ada usaha-usaha yang juga menunjang pen elitian. perlu dilakukan penyusunan karangan ilmiah dengan mengolah berbagai hasil penelitian menjadi sebuah bahasan . serta dengan cara pertanggungjawaban keuangan yang sederhana. tetapi orang yang dapat menggunakannya terbatas pada orang yang mengua sai bahasa daerah itu.3) Tenaga peneliti yang bertugas sebagai dosen di perguruan tinggi diberi kesempata n meneliti dengan waktu lebih panjang secara terprogram. Terdapat pula penerbitan hasil sastra daerah disertai terjemahannya. Teks sastra dalam ba hasa daerah diberi ringkasan cerita.

Penerbitan karya sastra daerah beserta terjemahan itu. dan lingkungan penceritaan. yang menghasilkan kumpulan cerita dalam bahasa daerah. puisi sawer. Jawa. Penelitian menggali nilai budaya: dalam sastra Sunda tentang pandangan hidup. 2. Penelitian tentang struktur sastra lisan atau cerita rakyat dalam banyak sastra daerah. dan puisi pupujian Sunda. misalnya dalam sastra Sunda. Penelitian-penelitian yang sudah dilakukan terhadap sastra daerah adalah sebagai berikut: 1. Madura. Penelitian struktur puisi: mantra di Jawa Timur. mungkin akan lebih baik apabila dilakukan jenis demi jenis yang sama pada berbag ai sastra daerah. Carita Pantun. Penelitian diselenggarakan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa dan oleh Pusat Penelitian Sejarah dan Budaya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. puisi moden Sunda. Jawa. 3. 4. puisi guguritan. .kedudukan karya sastra tersebut dalam sastra daerah sastra daerah yang bersangku tan. Penelitian struktur cerita pendek Jawa dan Bali. terjemahan dalam bahasa Indonesia. dalam sastra Jawa tentang kepahlawanan dalam cerita Panji. dan Bali. Kaba. untk keperluan penelitian . 6. Penelitian tentang naskah lama: inventarisasi dan deskripsi isi dan wujud naskah. 7. dsb. Penelitian tentang struktur cerita Panji. pemahaman itu akan diperluas. deskripsi struktur cerita. 5. Penelitian tentang struktur novel Sunda.

8. Penelitian perbandingan sedik it sekali. 10. mungkin karena kurang dukungan teori. misalnya tentang pengarang wanita dalam sastra Jawa modern. dan untuk menyediakan bahan bagi no. Penelitian itu umumnya baru pada tahap mendeskripsikan dan tidak dilanjutkan ke tahap interpretasi. misalnya pengaruh cerita Panji dalam alur roman Jawa modern. novel. dan mendeskripsikan karya sastra diteruskan. 9. misalnya jenis tertentu pada semua sastra daerah yang diteliti. Penelitian untuk pengembangan teori sastra berdasarkan kehidupan sastra-sastra daerah. cerita pendek) lebih banyak dari yang lain. Penelitian untuk menyusun pengetahuan yang bulat tentang sastra-sastra daerah se Indonesia sebagai sebuah komunitas sastra. hi kayat. Secara keseluruhan. misalnya sastrawan Sunda.3. 4. Penelitian tentang pengaruh. Urusannya didasarkan pada keperluan penelitian se-Indonesia. seperti penelitian kesejarahan dan ti pologi sastra. seperti dikemukakan pada b 2) . mengingat masih banyak bahan yang belum digarap. Penelitian biografi sastrawan. Penelitian untuk menyusun pengetahuan yang bulat tentang masing-masing sastra daerah. PENELITIAN YANG PERLU DILAKUKAN 1. Penelitian segi sosiologis sastra. misalnya tentang cerita Panji dalam sastra Melayu. menerjemahkan. Penelitian untuk mengumpulkan. Jawa dan Bali. penelitian tentang struktur cerita rekaan (cerita rakyat. 2. mentransliterasi. 3. .

Bandung: C. 1984. b mengetahui unsur-unsur yang bersifat lentur yang menimbulkan inovasi dalam sastra daerah se-Nusantara. Nafron. sehingga ilmu sastra relevansinya dalam pembangunan bangsa. 281-293. ìRencana Pengembangan Pendidikan Tinggi dan Penelitian dalam Bidang Sastra Daerah Selama Lima Tahunî. Yus. 3. Diponegoro. PUSTAKA Hasjim. Penelitian dilakukan untuk : a mengetahui unsur-unsur yang bersifat kokoh yang menjadi konvensi dalam sastra-sastra daerah se-Nusantara sebagai sebuah komunitas sastra . dimuat dalam Yus Rusyana. berupa saling pengaruh. 1993. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Rusyana. . Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa 1975-1993. yaitu komun itas sastra Nusantaraî.5. c memberikan pelayanan ilmu sastra bagi kesejahteraan lahir batin bangsa Indonesia. transformasi. h. dkk. Sastra tentang Tema Sentral Penelitian dalam Pelita VI Tema sentral penelitian sastra-sastra daerah dalam pelita VI ialah ìMenemukan kekokohan dan kelenturan sastra-sastra daerah sebagai satu kesatuan. makalah dalam rapat Pengembangan Pendidikan Tinggi dan penelitian Sastra Daerah yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta. 8-9 Janyari 1980.V. dan variasi. Penelitian untuk memberikan pelayanan ilmu sastra bagi berbagai bidang kehidupan . 1980. Bahasa dan Sastra dalam Gamitan Pendidikan.

Jakarta : Balai Pustaka. . dimuat dalam I Gusti Ngurah Bagus. Pustaka Siddhanta. 1982. 1987 . Denpasar. 29 November . di Jakarta . . makalah dalam Kondrensi Nasional I Himpunan Sarjana Kesusteraan Indonesia (Hiski). 1994. Khazanah Sastra Indonesia. Teeuw. Bukit Kekokohan dan Kelenturan Sebuah Komunitas Sastraî. h.1 Desember 1994. ìCerita-Cerita Nusantara tentang Padi. makalah untuk Seminar Nasional Kajian Budaya Kawasan Timur Indonesia.. Beberapa Masalah Penelitian dan Penyebarluasannya. Punya. 2-4 Februari 1987. 1987. Manado. 213-218. ìPerlu Dilakukan Telaah Perbandingan terhadap Sastra Nusantaraî.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful